Informasi Produk Asuransi Allianz

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Informasi Produk Asuransi Allianz"

Transkripsi

1 Informasi Produk Asuransi Allianz Nama Produk Permata Proteksi Ku Permata Proteksi Plus Permata KTA Proteksi Jenis Produk Asuransi jiwa berjangka untuk perlindungan tagihan kartu kredit Asuransi jiwa berjangka untuk perlindungan tagihan kartu kredit Asuransi Jiwa berjangka menurun untuk melindungi hutang debitur Asuransi Kecelakaan Diri Asuransi Kecelakaan Diri dan PHK Nama PT Asuransi Allianz Life Indonesia Penerbit PT Asuransi Allianz UtamaIndonesia Data Ringkas Usia masuk tahun, pertanggungan hingga maks 65 tahun Bagian I Asuransi Kecelakaan Diri : Perlindungan Tagihan Kartu Kredit o Meninggal Dunia o Ketidakmampuan Sementara. Perlindungan Diri (Pemegang Kartu) o Meninggal Dunia karena Kecelakaan o Ketidakmampuan Tetap karena Kecelakaan PT Asuransi Allianz Life Indonesia PT Asuransi Allianz Utama Indonesia Usia masuk tahun, pertanggungan hingga maks 65 tahun Bagian I Asuransi Kecelakaan Diri dan PHK Perlindungan Tagihan Kartu Kredit o Meninggal Dunia o Ketidakmampuan Sementara. Perlindungan Diri (Pemegang Kartu) o Meninggal Dunia karena Kecelakaan o Ketidakmampuan Tetap karena Kecelakaan Penutusan Hubungan Kerja (PHK) PT Asuransi Allianz Life Indonesia Usia masuk tahun, pertanggungan hingga maks 65 tahun Jangka waktu asuransi mengikuti tenor pinjaman yang diambil (1-5 tahun) Batas Pagu Kredit : Rp. 500,000,000.00/ pemegang kartu kredit, maksimum USD 2,000, secara keseluruhan per tahun untuk Asuransi Kecelakaan Diri. Batas Pagu Kredit : Rp. 500,000,000,00/ pemegang kartu kredit, maksimum USD 2,000, secara keseluruhan per tahun untuk Asuransi Kecelakaan Diri.

2 Manfaat Bagian II Asuransi Isi Rumah (jaminan perlindungan atas barang yang dibeli melalui fasilitas kartu kredit dan kredit berjangka) 1. Meninggal Dunia karena Sakit pembayaran saldo tagihan kartu kredit (maks pagu kredit) 2. Ketidakmampuan Sementara karena Sakit setelah hari ke 31 dibayarkan 50% dari saldo tagihan kartu kredit bila selama 12 bulan berturut-turut, pembayaran saldo tagihan kartu kredit (maks pagu kredit) pada bulan ke 12 Bagian II Asuransi Isi Rumah (jaminan perlindungan atas barang yang dibeli melalui fasilitas kartu kredit dan kredit berjangka) 1. Meninggal Dunia karena Sakit pembayaran saldo tagihan kartu kredit (maks pagu kredit) 2. Ketidakmampuan Sementara karena Sakit setelah hari ke 31 dibayarkan 50% dari saldo tagihan kartu kredit bila selama 12 bulan berturut-turut, pembayaran saldo tagihan kartu kredit (maks pagu kredit) pada bulan ke 12 Meninggal dunia karena sakit dan / atau kecelakaan Uang Pertanggungan menurun mengikuti saldo pinjaman terhutang kepada bank (tidak termasuk tunggakan dan bunga / denda / penalti yang timbul dari tunggakan) 3. Ketidakmampuan Tetap karena Sakit pembayaran saldo tagihan kartu kredit (maks pagu kredit) 3. Ketidakmampuan Tetap karena Sakit pembayaran saldo tagihan kartu kredit (maks pagu kredit) Keterangan : Sakit yg ditanggung adalah sakit yang diderita sesudah 30 hari kalender setelah tanggal berlakunya asuransi. Untuk sakit yang sudah diderita tertanggung sebelum masa berlakunya asuransi, berlaku masa tunggu 12 bulan Keterangan : Sakit yg ditanggung adalah sakit yang diderita sesudah 30 hari kalender setelah tanggal berlakunya asuransi. Untuk sakit yang sudah diderita tertanggung sebelum masa berlakunya asuransi, berlaku masa tunggu 12 bulan Keterangan : Untuk sakit yang sudah diderita tertanggung sebelum masa berlakunya asuransi, berlaku masa tunggu 12 bulan

3 Bagian I Asuransi Kecelakaan Diri 1. Perlindungan Tagihan Kartu Kredit a. Meninggal Dunia Jika Tertanggung meninggal dunia karena Kecelakaan, maka Allianz akan membayarkan saldo Tagihan Kartu Kredit pada tanggal kematian Tertanggung hingga maksimum sebesar Pagu Kredit (Credit Limit). 1.2 Ketidakmampuan Sementara Jika Tertanggung cacat sementara karena kecelakaan dan telah melewati masa tunggu 30 hari, maka pada hari ke 31 Allianz akan membayarkan 50% dari total tagihan, apabila kondisi Ketidakmampuan Sementara masih berlanjut selama 12 bulan berturut-turut maka total tagihan akan dibayarkan pada bulan ke 12 dan jaminan Ketidakmampuan Sementara berakhir. 1.3 Ketidakmampuan Tetap Jika Tertanggung masih cacat karena kecelakaan selama 12 bulan berturutturut dan menurut pernyataan dokter bahwa cacat ini akan terjadi selama sisa hidupnya atau cacat permanen, maka total tagihan(maksimum sebesar Pagu Kredit) akan dibayar dan jaminan Ketidakmampuan Tetap berakhir. Bagian I Asuransi Kecelakaan Diri dan PHK 1. Perlindungan Tagihan Kartu Kredit a. Meninggal Dunia Jika Tertanggung meninggal dunia karena Kecelakaan, maka Allianz akan membayarkan saldo Tagihan Kartu Kredit pada tanggal kematian Tertanggung hingga maksimum sebesar Pagu Kredit (Credit Limit). 1.2 Ketidakmampuan Sementara Jika Tertanggung cacat sementara karena kecelakaan dan telah melewati masa tunggu 30 hari, maka pada hari ke 31 Allianz akan membayarkan 50% dari total tagihan, apabila kondisi Ketidakmampuan Sementara masih berlanjut selama 12 bulan berturut-turut maka total tagihan akan dibayarkan pada bulan ke 12 dan jaminan Ketidakmampuan Sementara berakhir. 1.3 Ketidakmampuan Tetap Jika Tertanggung masih cacat karena kecelakaan selama 12 bulan berturutturut dan menurut pernyataan dokter bahwa cacat ini akan terjadi selama sisa hidupnya atau cacat permanen, maka total tagihan(maksimum sebesar Pagu Kredit) akan dibayar dan jaminan Ketidakmampuan Tetap berakhir.

4 2.Perlindungan Diri (pemegang kartu) 2.1 Meninggal Dunia karena Kecelakaan Jika Tertanggung meninggal dunia yang diakibatkan oleh Kecelakaan, maka Allianz akan memberikan santunan tambahan kepada Ahli Waris dari Pemegang Kartu Kredit sebesar 2 (dua) kali saldo Tagihan Kartu Kredit pada tanggal kematian Tertanggung Ketidakmampuan Tetap karena Kecelakaan Jika karena suatu Kecelakaan Tertanggung mengalami ketidakmampuan Tetap yang secara langsung diakibatkan oleh Kecelakaan tersebut, maka Allianz akan memberikan santunan tambahan kepada Ahli Waris dari Pemegang Kartu Kredit, maksimum sebesar 2 (dua) kali saldo Tagihan Kartu Kredit dan jaminan Ketidakmampuan Tetap berakhir, dengan ketentuan sebagai berikut: - Kehilangan seluruh penglihatan atau kedua anggota gerak tubuh - 100% Kehilangan 2 (dua) atau lebih anggota gerak tubuh 100% - Kehilangan penglihatan pada kedua belah mata secara tetap 100% 2.Perlindungan Diri (pemegang kartu) 2.1 Meninggal Dunia karena Kecelakaan Jika Tertanggung meninggal dunia yang diakibatkan oleh Kecelakaan, maka Allianz akan memberikan santunan tambahan kepada Ahli Waris dari Pemegang Kartu Kredit sebesar 2 (dua) kali saldo Tagihan Kartu Kredit pada tanggal kematian Tertanggung Ketidakmampuan Tetap karena Kecelakaan Jika karena suatu Kecelakaan Tertanggung mengalami Ketidakmampuan Tetap yang secara langsung diakibatkan oleh Kecelakaan tersebut, maka Allianz akan memberikan santunan tambahan kepada Ahli Waris dari Pemegang Kartu Kredit, maksimum sebesar 2 (dua) kali saldo Tagihan Kartu Kredit dan jaminan Ketidakmampuan Tetap berakhir, dengan ketentuan sebagai berikut: - Kehilangan seluruh penglihatan atau kedua anggota gerak tubuh - 100% Kehilangan 2 (dua) atau lebih anggota gerak tubuh 100% - Kehilangan penglihatan pada kedua belah mata secara tetap 100%

5 - Kehilangan penglihatan pada satu mata dan satu anggota gerak tubuh 100% - Kehilangan penglihatan pada satu mata atau satu anggota gerak tubuh 50% - Kehilangan kemampuan mendengar dan berbicara secara tetap 75% - Kehilangan kemampuan mendengar secara tetap pada 1 (satu) telinga 15% - Kehilangan kemampuan mendengar secara tetap pada 2 (dua) telinga 50% - Kehilangan kemampuan berbicara secara tetap 50% - Kehilangan penglihatan pada satu mata dan satu anggota gerak tubuh 100% - Kehilangan penglihatan pada satu mata atau satu anggota gerak tubuh 50% - Kehilangankemampuan mendengar dan berbicara secara tetap 75% - Kehilangan kemampuan mendengar secara tetap pada 1 (satu) telinga 15% - Kehilangan kemampuan mendengar secara tetap pada 2 (dua) telinga 50% - Kehilangan kemampuan berbicara secara tetap 50% 3. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Jangka Waktu Asuransi Jika Tertanggung mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), maka Allianz akan membayarkan saldo Tagihan Kartu Kredit dengan kondisi: 1. Jika jangka waktu asuransi telah berjalan lebih dari 6 (enam) bulan, maka saldo Tagihan Kartu Kredit yang akan dibayarkan sebesar 100% (seratus persen) dari total tagihan. 2. Jika jangka waktu asuransi baru berjalan kurang dari atau sama dengan 6 (enam) bulan, maka

6 saldo Tagihan Kartu Kredit yang akan dibayarkan adalah 50% (lima puluh persen) dari total tagihan. Limit Maksimum: Per orang adalah sesuai dengan Limit dari Kartu Anda pada saat diajukannya klaim dan/atau maksimal sebesar Rp. 100 juta, mana yang lebih rendah, dan maksimal sebesar Rp. 1 Milyar per setiap perusahaan pada saat klaim terjadi, dengan limit secara keseluruhan per tahun sebesar Rp. 2,5 Milyar. Syarat-syarat dan ketentuan penerimaan Tertanggung 1. Perusahaan tempat Tertanggung bekerja telah beroperasi minimal 5 (lima) tahun. 2. Memiliki Peraturan Perusahaan atau Kesepakatan Kerja Bersama yang telah disahkan oleh Departemen Tenaga Kerja RI. 3. Status Tertanggung merupakan pegawai tetap atau telah bekerja dengantotal masa kerja minimal 1 (satu) tahun secara terus menerus. 4. Bukan pegawai honorer. 5. Bukan pegawai kontrak.

7 Ruang Lingkup Pertanggungan Allianz akan menanggung segala resiko atas tidak dilakukannya pembayaran oleh pemegang kartu sebagai akibat dari termasuk tetapi tidak terbatas pada: 1. Pemutusan Hubungan Kerja oleh Perusahaan dimana Tertanggung bekerja. 2. Pemutusan Hubungan Kerja oleh Perusahaan dimana Tertanggung bekerja melakukan Merger. 3. Pemutusan Hubungan Kerja oleh Perusahaan dimana Tertanggung bekerja akuisisi terhadap perusahaan lain Pengecualian dalam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 1. Tertanggung mengundurkan diri 2. Pensiun, termasuk pensiun dini 3. Tertanggung dirumahkan sementara 4. Tertanggung melakukan perbuatan melawan hukum Bagian II Asuransi Isi Rumah (Jaminan perlindungan atas barang yang dibeli melalui fasilitas kartu kredit dan kredit berjangka) Bagian II Asuransi Isi Rumah (Jaminan perlindungan atas barang yang dibeli melalui fasilitas kartu kredit dan kredit berjangka).

8 Kehilangan atau kerusakan terhadap barang belanjaan Anda yang dibeli dengan menggunakan fasilitas pembiayaan dari Kartu Kredit Bank Permata, selama berada didalam rumah Anda dan diluar rumah Anda (khusus untuk barang-barang moveable) didalam wilayah Republik Indonesia. - Kebakaran, Petir, Peledakan, Kejatuhan Pesawat Terbang dan Asap. - Kerusuhan, pemogokan, perbuatan orang jahat dan tindak kekerasan(4.1.a), Huru-hara, Terorisme dan Sabotase (4.1.AAA). - Gempa Bumi atau Letusan Gunung Berapi termasuk banjir karena gempabumi, dan letusan gunung berapi. - Angin Topan atau Badai termasuk banjir dan kerusakan karena Air kecualitanah turun atau tanah longsor. - Kebongkaran dan pencurian dengan syarat bahwa pertanggungan ini tidaktermasuk: a. Harta benda yang berada di tempat terbuka. b. Kerugian atau kerusakan selama bangunan tempat harta benda yangdipertanggungkan secara total tidak dihuni selama Kehilangan atau kerusakan terhadap barang belanjaan Anda yang dibeli dengan menggunakan fasilitas pembiayaan dari Kartu Kredit BankPermata, selama berada di dalam rumah Anda dan di luar rumah Anda (khusus untuk barang-barang moveable) di dalam wilayah Republik Indonesia. - Kebakaran, Petir, Peledakan, Kejatuhan Pesawat Terbang dan Asap. - Kerusuhan,pemogokan, perbuatan orang jahat dan tindak kekerasan(4.1.a), Huru-hara, Terorisme dan Sabotase (4.1.AAA). - Gempa Bumi atau Letusan Gunung Berapi termasuk banjir karena gempa bumi, dan letusan gunung berapi. - Angin Topan atau Badai termasuk banjir dan kerusakan karena Air kecualitanah turun atau tanah longsor. - Kebongkarandan pencurian dengan syarat bahwa pertanggungan ini tidaktermasuk: a. Harta benda yang berada di tempat terbuka. b. Kerugian atau kerusakan selama bangunan tempat harta benda yang dipertanggungkan secaratotal

9 7 (tujuh) hariberturut-turut. tidakdihuni selama 7 (tujuh) hari berturut-turut. 1. Pembelian dengan menggunakan Fasilitas Kartu Kredit Jangka Waktu Asuransi (lima bela s) hari sejak tanggal pembelian barang yang dilakukan di wilayah Republik Indonesia (tiga puluh) hari sejak tanggal pembelian barang yang dilakukan diluar wilayah Republik Indonesia Batas Penggantian Kerugian Barang satuan belanjaan tidak dengan melebihi harga Rp ,00 dengan batas seluruhnya tidak melebihi Rp ,00 selama setahun. Risiko Sendiri 25% (dua puluh lima persen) dari harga satuan barang belanjaan Anda minimum Rp , Pembelian dengan menggunakan Fasilitas Kartu Kredit Jangka Waktu Asuransi (lima belas) hari sejak tanggal pembelian barang yang dilakukan di wilayah Republik Indonesia (tiga puluh) hari sejak tanggal pembelian barang yang dilakukan diluar wilayah Republik Indonesia. Batas Penggantian Kerugian Barang belanjaan dengan harga satuan tidak melebihi Rp ,00 dengan batas seluruhnya tidak melebihi Rp ,00 selama setahun. Risiko Sendiri 25% (dua puluh lima persen) dari harga satuanarang belanjaan Anda minimum Rp , Pembelian dengan menggunakan Kredit Berjangka Jangka Waktu Asuransi Selama masa tenor yang diambil 2. Pembelian dengan menggunakan Kredit Berjangka Jangka Waktu Asuransi Selama masa tenor yang diambil oleh

10 oleh Nasabah, terhitung mulai dari tanggal pembelian. Nasabah, terhitung mulai dari tanggal pembelian. Batas Penggantian Kerugian Penggunaan Kerugian akan dibayarkan kepada Anda jika pengajuan klaim Anda memenuhi ketentuan-ketentuan dan syarat- Asuransi ini. syarat yang tertera dalam Sertifikat - Kategori Non Moveable Items Penggantian sebesar maksimum 100% (seratus persen) dari hargasatuan barang belanjaan Anda dikurangi biaya. Batas Penggantian Kerugian Penggunaan Kerugian akan dibayarkan kepada Anda jika pengajuan klaim Anda memenuhi ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat yang tertera dalam Sertifikat Asuransi ini. - Kategori Non Moveable Items Penggantian sebesar maksimum 100% (seratus persen) dari harga satuan barang belanjaan Anda dikurangi biaya. - Kategori Moveable Items Penggantian sebesar maksimum 25% (dua puluh lima persen) dari hargasatuan barang belanjaan Anda dikurangi biaya. - Kategori Moveable Items Peng gantian sebesar maksimum 25% (dua puluh lima persen) dari harga satuan barang belanjaan Anda dikurangi biaya. Biaya dimaksud adalah resiko sendiri sebesar 10% (sepuluh persen) dari harga satuan barang belanjaan Anda. Biaya yang dimaksud diatas adalah Risiko sendiri sebesar 10% (sepuluh persen) dari harga satuan barang belanjaan Anda. Risiko (Pengecualian) Bunuh diri, atau usaha yang mengarah pada bunuh diri Pengaruh alkohol dan obat-obatan Terlibat dalam tindakan melawan hukum Terinfeksi HIV, AIDS, ARC dan segala yang berkaitan dengan akibatnya Bunuh diri, atau usaha yang mengarah pada bunuh diri Pengaruh alkohol dan obat-obatan Terlibat dalam tindakan melawan hukum Terinfeksi HIV, AIDS, ARC dan segala yang berkaitan dengan akibatnya Bunuh diri, baik dalam keadaan sadar ataupun tidak, atau dihukum mati pengadilan, apabila peristiwa itu terjadi dalam waktu 2 (dua) tahun sejak tanggal Debitur ikut dalam pertanggungan asuransi atau tanggal pemulihan pertanggungan Debitur,

11 Semua yang berkaitan dengan kehamilan, melahirkan, atau keguguran Penyakit bawaan sejak lahir Gangguan mental dan kejiwaan atau sakit jiwa Reaksi Nuklir Semua yang berkaitan dengan kehamilan, melahirkan, atau keguguran Penyakit bawaan sejak lahir Gangguan mental dan kejiwaan atau sakit jiwa Reaksi Nuklir Barang yang dikecualikan : Kendaraan Bermotor termasuk suku cadang & perlengkapannya Kapal/Pesawat/Mobil un tuk kegiatan Modeling termasuk suku cadang & perlengkapannya Makanan, Minuman, Obat obatan Kacamata, lensa kontak Segala jenis alat bantu medis Uang, Cek, Perangko dan surat surat berharga sejenisnya Ternak, Binatang Peliharaan dan semua jenis tanaman Barang untuk usaha dagan g & Barang yang akan diberikan sebagai hadiah kepada orang lain (di luar anggota keluarga) Hal hal yang dijamin dalam Garansi Barang Barang barang yang telah diasuransikan dengan polis lain mana lebih akhir. Perbuatan kejahatan yang dilakukan dengan sengaja oleh mereka yang berkepentingan dalam asuransi.

12 Persyaratan dan Tata Cara Prosedur pengajuan asuransi : Memberikan deklarasi serta otorisasi dengan persetujuan melalui telepon dan memberikan no kartu kredit untuk dilakukan pendebetan Pengecualian dalam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) : Tertanggung mengundurkan diri Pensiun, termasuk pension dini Tertanggung dirumahkan sementara Tertanggung melakukan perbuatan melawan hukum. Prosedur pengajuan asuransi : Memberikan deklarasi serta otorisasi dengan persetujuan melalui telepon dan memberikan no kartu kredit untuk dilakukan pendebetan Prosedur pengajuan asuransi : Mengisi formulir aplikasi pinjaman KTA PermataBank Menyetujui keikutsertaan pada Permata KTA Proteksi dan melakukan deklarasi serta otorisasi dengan persetujuan melalui formulir aplikasi pinjaman untuk dilakukan pendebetan Prosedur Klaim : 1. Diajukan kepada Allianz melalui Bank Permata, secara tertulis dalam jangka waktu 60 (enam puluh) hari sejak Tertanggung meninggal dunia 2. Dokumen dokumen yang disyaratkan untuk pengajuan Klaim : a. Formulir klaim meninggal dunia (disediakan oleh Penanggung) b. Fotocopy Kartu Identitas Tertanggung c. Fotocopy Kartu Keluarga yang telah dilegalisir d. Surat keterangan sebab-sebab meninggal dari dokter yang merawat * P rosedur Klaim : 1. Diajukan kepada Allianz melalui Bank Permata, secara tertulis dalam jangka waktu 60 (enam puluh) hari sejak Tertanggung meninggal dunia 2. Dokumen dokumen yang disyaratkan untuk pengajuan Klaim : a. Formulir klaim meninggal dunia (disediakan oleh Penanggung) b. Fotocopy Kartu Identitas Tertanggung c. Fotocopy Kartu Keluarga yang telah dilegalisir d. Surat keterangan sebab-sebab meninggal dari dokter yang merawat * Prosedur Klaim : 1. Diajukan kepada Allianz melalui Bank Permata, secara tertulis dalam jangka waktu 60 (enam puluh) hari sejak Tertanggung meninggal dunia 2. Dokumen dokumen yang disyaratkan untuk pengajuan Klaim : a. Formulir klaim meninggal dunia (disediakan oleh Penanggung) b. Fotocopy Kartu Identitas Tertanggung c. Fotocopy Kartu Keluarga yang telah dilegalisir d. Surat keterangan sebab-sebab meninggal dari dokter yang merawat *

13 e. Surat keterangan meninggal dari instansi berwenang * f. Surat Berita Acara dari Kepolisian dalam hal meninggal tidak wajar * g. Surat Keterangan dari Kantor Perwakilan Republik Indonesia setempat dalam hal meninggal di luar negeri * e. Surat keterangan meninggal dari instansi berwenang * f. Surat Berita Acara dari Kepolisian dalam hal meninggal tidak wajar * g. Surat Keterangan dari Kantor Perwakilan Republik Indonesia setempat dalam hal meninggal di luar negeri * h. Surat resmi pemberhentian dari karyawan (khusus untuk klaim PHK) i. Surat Pengangkatan sebagai Pegawai tetap dari perusahaan tempat karyawan itu bekerja (Khusus untuk klaim PHK) e. Surat keterangan meninggal dari instansi berwenang * f. Surat Berita Acara dari Kepolisian bila meninggal tidak wajar atau karena kecelakaan lalu lintas * g. Surat Keterangan dari Kantor Perwakilan Republik Indonesia setempat dalam hal meninggal di luar negeri * * bila menggunakanfotocopy harus dilegalisir oleh pihakyang berwenang mengeluarkan surat / kartu tersebut P rosedur Pengajuan Keluhan : Menghubungi Permata Tel ( ) / Allianz Contact Center ( ) * bila menggunakanfotocopy harus dilegalisir oleh pihakyang berwenang mengeluarkan surat / kartu tersebut Prosedur Pengajuan Keluhan : Menghubungi Permata Tel ( ) / Allianz Contact Center ( ) * bila menggunakanfotocopy harus dilegalisir oleh pihakyang berwenang mengeluarkan surat / kartu tersebut P rosedur Pengajuan Keluhan : Menghubungi Permata Tel ( )/ Allianz Contact Center ( ) Biaya Premi dibayarkan setiap bulan yaitu Premi dibayarkan setiap bulan yaitu sebesar 6%o(permil) dari saldo tagihan sebesar 7.5%o(permil) dari saldo tagihan bulanan bulanan Premi dibayarkan sekaligus di awal. Rate premi berdasarkan tenor tanpa melihat usia. Tenor (tahun) Rate (%)

14 Simulasi Debitur A setuju membeli produk asuransi Permata Proteksi Ku. Bila saldo tagihan kartu kredit sebesar 10 juta, maka premi yang dibayarkan adalah : Debitur A setuju membeli produk asuransi Permata Proteksi Plus. Bila saldo tagihan kartu kredit sebesar 10 juta, maka premi yang dibayarkan adalah : Debitur A membeli produk KTA Permata dengan nila i pinjaman 100 juta dan tenor 5 tahun. Debitur tsb setuju untuk membeli asuransi Permata KTA Proteksi, maka premi yang dibayarkan adalah : = Rate premi x saldo tagihan bulanan = 6%o x Rp 10 juta = Rp = Rate premi x saldo tagihan bulanan = 7.5%o x Rp 10 juta = Rp = Rate premi x nilai pinjaman = 2.0% x Rp 100 juta =Rp 2 juta Informasi Tambahan Alamat : PT Asuransi Allianz Life Indonesia Allianz Tower Jl. HR. Rasuna Said, Kawasan Kuningan Persada Super Blok 2 Jakarta Alamat : PT Asuransi Allianz Life Indonesia Allianz Tower Jl. HR. Rasuna Said, Kawasan Kuningan Persada Super Blok 2 Jakarta Alamat : PT Asuransi Allianz Life Indonesia Allianz Tower Jl. HR. Rasuna Said, Kawasan Kuningan Persada Super Blok 2 Jakarta Alamat : PT Asuransi Allianz Utama Indonesia Allianz Tower Jl. HR. Rasuna Said, Kawasan Kuningan Persada Super Blok 2 Jakarta Alamat : PT Asuransi Allianz Utama Indonesia Allianz Tower Jl. HR. Rasuna Said, Kawasan Kuningan Persada Super Blok 2 Jakarta 12980

Setiap istilah di bawah ini, kecuali dengan tegas ditentukan lain dalam Syarat dan Ketentuan ini mempunyai arti dan pengertian sebagai berikut:

Setiap istilah di bawah ini, kecuali dengan tegas ditentukan lain dalam Syarat dan Ketentuan ini mempunyai arti dan pengertian sebagai berikut: SYARAT & KETENTUAN Safe Deposit Box A. DEFINISI Setiap istilah di bawah ini, kecuali dengan tegas ditentukan lain dalam Syarat dan Ketentuan ini mempunyai arti dan pengertian sebagai berikut: 1. Anak Kunci

Lebih terperinci

SYARAT SYARAT UMUM POLIS ASURANSI JIWA INDIVIDU PERSONAL ACCIDENT SINARMASLIFE (PAS) PT. ASURANSI JIWA SINARMAS

SYARAT SYARAT UMUM POLIS ASURANSI JIWA INDIVIDU PERSONAL ACCIDENT SINARMASLIFE (PAS) PT. ASURANSI JIWA SINARMAS SYARAT SYARAT UMUM POLIS ASURANSI JIWA INDIVIDU PERSONAL ACCIDENT SINARMASLIFE (PAS) PT. ASURANSI JIWA SINARMAS PASAL 1 I S T I L A H 1. Surat Permintaan Asuransi Jiwa : Formulir yang memuat keterangan

Lebih terperinci

SYARAT-SYARAT UMUM POLIS ASURANSI JIWA 5000. Pasal 1 ARTI BEBERAPA ISTILAH

SYARAT-SYARAT UMUM POLIS ASURANSI JIWA 5000. Pasal 1 ARTI BEBERAPA ISTILAH SYARAT-SYARAT UMUM POLIS ASURANSI JIWA 5000 Pasal 1 ARTI BEBERAPA ISTILAH Dalam Syarat-syarat Umum Polis Asuransi Jiwa Perorangan ini yang dimaksud dengan : 1. Asuransi : adalah Asuransi Jiwa 5000. 2.

Lebih terperinci

RINGKASAN INFORMASI PRODUK DANAMON LEBIH

RINGKASAN INFORMASI PRODUK DANAMON LEBIH RINGKASAN INFORMASI PRODUK DANAMON LEBIH DATA RINGKAS Penjelasan Produk Produk tabungan yang dikeluarkan oleh PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk. ( Bank Danamon ) yang dimiliki oleh Nasabah perorangan, yang

Lebih terperinci

SmartHome. Formulir Permohonan. 1. Data Tertanggung. Page 1 of 6. Nama Tertanggung* Jenis Kelamin* Laki-laki Perempuan. No KTP / SIM / Paspor / KITAS*

SmartHome. Formulir Permohonan. 1. Data Tertanggung. Page 1 of 6. Nama Tertanggung* Jenis Kelamin* Laki-laki Perempuan. No KTP / SIM / Paspor / KITAS* SmartHome Formulir Permohonan Customer Care Centre AXA Tower lt. GF Jl. Prof. Dr. Satrio Kav.18, Kuningan City Jakarta 12940, Indonesia Tel : +62 21 3005 9005 Fax : +62 21 3005 9008 Email : customer@axa-insurance.co.id

Lebih terperinci

RINGKASAN INFORMASI PRODUK ASURANSI PERJALANAN KARTU KREDIT CITI VISA INFINITE

RINGKASAN INFORMASI PRODUK ASURANSI PERJALANAN KARTU KREDIT CITI VISA INFINITE Nama Produk Nama Penerbit RINGKASAN INFORMASI PRODUK ASURANSI PERJALANAN KARTU KREDIT CITI VISA INFINITE Asuransi Perjalanan Nomor Polis 0211901629 Jenis Produk Usia Masuk Mata Uang Masa Pertanggungan

Lebih terperinci

PENETAPAN TARIF PREMI PADA LINI USAHA ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR TAHUN 2014

PENETAPAN TARIF PREMI PADA LINI USAHA ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR TAHUN 2014 PENETAPAN TARIF PREMI PADA LINI USAHA ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR TAHUN 2014 I. KETENTUAN UMUM 1. Otoritas Jasa Keuangan yang selanjutnya disingkat OJK adalah lembaga yang independen dan bebas dari campur

Lebih terperinci

POLIS STANDAR ASURANSI PENGIRIMAN UANG INDONESIA

POLIS STANDAR ASURANSI PENGIRIMAN UANG INDONESIA POLIS STANDAR ASURANSI PENGIRIMAN UANG INDONESIA Bahwa dengan pertimbangan Tertanggung telah mengajukan suatu permohonan tertulis yang menjadi dasar dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari Polis ini

Lebih terperinci

5 Cara Mudah Membayar Premi

5 Cara Mudah Membayar Premi ALLIANZ LIFE INDONESIA Cara Bayar Premi Panduan bagi Anda yang ingin membayar premi asuransi Allianz Life Indonesia 5 Cara Mudah Membayar Premi 01 02 Pembayaran secara setor tunai Melalui ATM BCA dan ATM

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 10/ 37 /PBI/2008 TENTANG TRANSAKSI VALUTA ASING TERHADAP RUPIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 10/ 37 /PBI/2008 TENTANG TRANSAKSI VALUTA ASING TERHADAP RUPIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 10/ 37 /PBI/2008 TENTANG TRANSAKSI VALUTA ASING TERHADAP RUPIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa tujuan Bank Indonesia adalah

Lebih terperinci

Frequent Asked Questions BNI TAPENAS Tabungan Pendidikan Anak Sekolah

Frequent Asked Questions BNI TAPENAS Tabungan Pendidikan Anak Sekolah Frequent Asked Questions BNI TAPENAS Tabungan Pendidikan Anak Sekolah 1. Apakah BNI TAPENAS itu? TAPENAS yang merupakan kepanjangan dari TAbungan PEndidikan anak Sekolah adalah tabungan berjangka untuk

Lebih terperinci

Ringkasan Informasi Produk/Layanan

Ringkasan Informasi Produk/Layanan /Layanan Kredit Angsuran Berjangka Nama Produk/Layanan Jenis Produk/Layanan Nama Penerbit Data Ringkas Manfaat Kredit Angsuran Berjangka PaketMU BEBAS Paket Mitra Usaha yang merupakan gabungan dari produk

Lebih terperinci

SYARAT-SYARAT UMUM POLIS ASURANSI KECELAKAAN DIRI HARIO SIAGA PLUS PT MNC LIFE ASSURANCE

SYARAT-SYARAT UMUM POLIS ASURANSI KECELAKAAN DIRI HARIO SIAGA PLUS PT MNC LIFE ASSURANCE SYARAT-SYARAT UMUM POLIS ASURANSI KECELAKAAN DIRI HARIO SIAGA PLUS PT MNC LIFE ASSURANCE PASAL 1 DEFINISI 1 Asuransi Kecelakaan Diri : Suatu jenis pertanggungan yang menjamin Tertanggung untuk memperoleh

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.07/MEN/V/2010 TENTANG ASURANSI TENAGA KERJA INDONESIA

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.07/MEN/V/2010 TENTANG ASURANSI TENAGA KERJA INDONESIA MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.07/MEN/V/2010 TENTANG ASURANSI TENAGA KERJA INDONESIA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR : 790 TAHUN : 2009 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN TUNTUTAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

Dokumen Klaim Asuransi Perjalanan

Dokumen Klaim Asuransi Perjalanan Dokumen Klaim Asuransi Perjalanan Dokumen Wajib: 1. Formulir Klaim Travel 2. Boarding Pass Asli & Fotokopi Tiket 3. Fotokopi Passport dengan cap imigrasi untuk tiap tanggal keberangkatan dan tanggal kepulangan.

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR : 9 TAHUN 2011 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR : 9 TAHUN 2011 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR : 9 TAHUN 2011 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN BARAT, Menimbang : a. bahwa kekayaan daerah adalah

Lebih terperinci

GPRS adalah General Packet Radio Service; Layanan Health Concierge adalah layanan sebagaimana dimaksud di dalam Lampiran 1;

GPRS adalah General Packet Radio Service; Layanan Health Concierge adalah layanan sebagaimana dimaksud di dalam Lampiran 1; -1- Peralatan adalah handset EPI yang diperlukan untuk menggunakan Layanan yang dibeli oleh Pelanggan dan yang disebutkan di dalam Kontrak dan peralatan pengawasan lain dan/atau aksesorisnya; GPRS adalah

Lebih terperinci

Undang-Undang Nomor 11 tahun 1992 Tentang Dana Pensiun

Undang-Undang Nomor 11 tahun 1992 Tentang Dana Pensiun Undang-Undang Nomor 11 tahun 1992 Tentang Dana Pensiun BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan : 1. Dana Pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program

Lebih terperinci

PERJANJIAN TENTANG REKENING EFEK Nomor: SP- /RE/KSEI/mmyy

PERJANJIAN TENTANG REKENING EFEK Nomor: SP- /RE/KSEI/mmyy PERJANJIAN TENTANG REKENING EFEK Nomor: SP- /RE/KSEI/mmyy Perjanjian ini dibuat pada hari ini, , tanggal , bulan tahun (dd-mm-yyyy), antara: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PERSYARATAN UMUM PENGADAAN BARANG & JASA eprocurement PT. Bukit Asam (Persero) Tbk

PERSYARATAN UMUM PENGADAAN BARANG & JASA eprocurement PT. Bukit Asam (Persero) Tbk PERSYARATAN UMUM PENGADAAN BARANG & JASA eprocurement PT. Bukit Asam (Persero) Tbk I. Pengertian 1. Aanwijzing adalah pemberian penjelasan kepada Peserta Pengadaan Barang dan Jasa mengenai Rencana Kerja

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a.

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROCEDURE ADMINISTRASI KREDIT PEMILIKAN RUMAH DALAM RANGKA SEKURITISASI

PEDOMAN PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROCEDURE ADMINISTRASI KREDIT PEMILIKAN RUMAH DALAM RANGKA SEKURITISASI Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia No. 12/ 38 /DPNP tanggal 31 Desember 2010 PEDOMAN PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROCEDURE ADMINISTRASI KREDIT PEMILIKAN RUMAH DALAM RANGKA SEKURITISASI Lampiran Surat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa untuk mewujudkan perekonomian

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk mewujudkan upaya

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN UMUM UNTUK FASILITAS KREDIT TANPA AGUNAN (KTA) DI STANDARD CHARTERED BANK, INDONESIA

SYARAT DAN KETENTUAN UMUM UNTUK FASILITAS KREDIT TANPA AGUNAN (KTA) DI STANDARD CHARTERED BANK, INDONESIA SYARAT DAN KETENTUAN UMUM UNTUK FASILITAS KREDIT TANPA AGUNAN (KTA) DI STANDARD CHARTERED BANK, INDONESIA 1. DEFINISI KETENTUAN UMUM 1.1 BANK adalah STANDARD CHARTERED BANK yang berkantor pusat di London

Lebih terperinci

PERJANJIAN PEMBUKAAN REKENING EFEK

PERJANJIAN PEMBUKAAN REKENING EFEK Pada hari ini, hari... tanggal... di Jakarta, telah dibuat Perjanjian Pembukaan Rekening Efek, oleh dan antara : 1. PT Primasia Securities, dalam hal ini diwakili oleh Heliodorus Sungguhria, dalam jabatannya

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ]

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ] UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ] BAB II TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG Pasal 2 (1) Setiap orang yang melakukan perekrutan,

Lebih terperinci

K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA

K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA 1 K 29 - Kerja Paksa atau Wajib Kerja 2 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan PBB yang bertugas memajukan kesempatan bagi laki-laki

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 259/PMK.04/2010 TENTANG JAMINAN DALAM RANGKA KEPABEANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN,

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 259/PMK.04/2010 TENTANG JAMINAN DALAM RANGKA KEPABEANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 259/PMK.04/2010 TENTANG JAMINAN DALAM RANGKA KEPABEANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

MENTERIPERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA

MENTERIPERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA MENTERIPERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 62 ayat (1) huruf c dan d dan ayat (3), Pasal 165 ayat (1), Pasal 168, Pasal 170, Pasal 172, Pasal 179, Pasal 180, Pasal 184

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

DHL EXPRESS SYARAT DAN KETENTUAN PENGIRIMAN BARANG. ( Syarat dan Ketentuan )

DHL EXPRESS SYARAT DAN KETENTUAN PENGIRIMAN BARANG. ( Syarat dan Ketentuan ) DHL EXPRESS SYARAT DAN KETENTUAN PENGIRIMAN BARANG ( Syarat dan Ketentuan ) PEMBERITAHUAN PENTING Ketika meminta jasa-jasa DHL, Anda sebagai Pengirim setuju, atas nama Anda sendiri dan atas nama orang

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 13/14/PBI/2011 TENTANG PENILAIAN KUALITAS AKTIVA BAGI BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 13/14/PBI/2011 TENTANG PENILAIAN KUALITAS AKTIVA BAGI BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 13/14/PBI/2011 TENTANG PENILAIAN KUALITAS AKTIVA BAGI BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa kelangsungan

Lebih terperinci

KETENTUAN BERLANGGANAN

KETENTUAN BERLANGGANAN KETENTUAN BERLANGGANAN Pasal 1 Definisi 1. Ketentuan Berlangganan adalah ketentuan yang wajib dipatuhi baik oleh Mitra maupun D&K sehubungan dengan pelayanan PEMBUKAAN AKSES ONLINE PAYMENT POINT berdasarkan

Lebih terperinci

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100 /PMK.010/2009 TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MENTERI KEUANGAN,

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100 /PMK.010/2009 TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MENTERI KEUANGAN, PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100 /PMK.010/2009 TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MENTERI KEUANGAN, Menimbang Mengingat : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8 Peraturan Presiden Nomor

Lebih terperinci

PT UOB KAY HIAN SECURITIES ( PTUOBKH )

PT UOB KAY HIAN SECURITIES ( PTUOBKH ) SYARAT DAN KETENTUAN TRADING VIA INTERNET PT UOB KAY HIAN SECURITIES ( PTUOBKH ) ( Trading Via Internet PT UOB Kay Hian Securities ) Penting: Syarat dan Ketentuan ( SYARAT DAN KETENTUAN ) dibawah ini dan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menunjang terwujudnya perekonomian

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menunjang terwujudnya perekonomian

Lebih terperinci

SEPUTAR INFORMASI MENGENAI

SEPUTAR INFORMASI MENGENAI SEPUTAR INFORMASI MENGENAI Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan BANK OJK AGEN 1 2 SEPUTAR INFORMASI MENGENAI Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan 3 2015 Departemen Penelitian dan Pengaturan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA R.I NOMOR: PER.04/MEN/1993 TENTANG JAMINAN KECELAKAAN KERJA MENTERI TENAGA KERJA,

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA R.I NOMOR: PER.04/MEN/1993 TENTANG JAMINAN KECELAKAAN KERJA MENTERI TENAGA KERJA, MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA R.I NOMOR: PER.04/MEN/1993 TENTANG JAMINAN KECELAKAAN KERJA MENTERI TENAGA KERJA, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksana pasal 19

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2004 TENTANG PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2004 TENTANG PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2004 TENTANG PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

PERJANJIAN KESEPAKATAN KERJA SAMA. Nomor : 011. Pada hari ini, Senin tanggal Dua Puluh Enam desember tahun dua ribu sebelas (26-12-2011)

PERJANJIAN KESEPAKATAN KERJA SAMA. Nomor : 011. Pada hari ini, Senin tanggal Dua Puluh Enam desember tahun dua ribu sebelas (26-12-2011) PERJANJIAN KESEPAKATAN KERJA SAMA Nomor : 011 Pada hari ini, Senin tanggal Dua Puluh Enam desember tahun dua ribu sebelas (26-12-2011) Berhadapan dengan saya, RAFLES DANIEL, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan,

Lebih terperinci

SmartCare Executive. Formulir Permohonan

SmartCare Executive. Formulir Permohonan Customer Care Centre AXA Tower lt. GF Jl. Prof. Dr. Satrio Kav.18, Kuningan City Jakarta 12940, Indonesia Tel : +62 21 3005 9005 Fax : +62 21 3005 9008 Email : customer@axa-insurance.co.id SmartCare Executive

Lebih terperinci

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG TUNTUTAN PERBENDAHARAAN DAN TUNTUTAN GANTI RUGI KEUANGAN DAN BARANG DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM

Lebih terperinci

LAMPIRAN KHUSUS SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN

LAMPIRAN KHUSUS SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN DAFTAR PENYUSUTAN DAN AMORTISASI FISKAL 1A BULAN / HARGA NILAI SISA BUKU FISKAL METODE PENYUSUTAN / AMORTISASI KELOMPOK / JENIS HARTA TAHUN PEROLEHAN AWAL TAHUN PENYUSUTAN / AMORTISASI FISKAL TAHUN INI

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN UMUM Industri perbankan merupakan salah satu komponen sangat penting dalam perekonomian nasional demi

Lebih terperinci

CONTOH SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA RUMAH SUSUN

CONTOH SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA RUMAH SUSUN CONTOH SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA RUMAH SUSUN SURAT PERJANJIAN Nomer: ------------------------------------------------------ Tentang SEWA-MENYEWA RUMAH SUSUN PERUSAHAAN DENGAN KARYAWAN PERUSAHAAN YANG

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 9/14/PBI/2007 TENTANG SISTEM INFORMASI DEBITUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 9/14/PBI/2007 TENTANG SISTEM INFORMASI DEBITUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 9/14/PBI/2007 TENTANG SISTEM INFORMASI DEBITUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa berdasarkan perundang-undangan yang berlaku,

Lebih terperinci

Penjelasan atas UU Nomor 11 Tahun 1992 P E N J E L A S A N A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 1992 TENTANG DANA PENSIUN

Penjelasan atas UU Nomor 11 Tahun 1992 P E N J E L A S A N A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 1992 TENTANG DANA PENSIUN P E N J E L A S A N A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 1992 TENTANG DANA PENSIUN U M U M Dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional yang pada hakekatnya merupakan pembangunan manusia

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : /PMK.010/2012 TENTANG PRODUK ASURANSI DAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI

RANCANGAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : /PMK.010/2012 TENTANG PRODUK ASURANSI DAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI RANCANGAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : /PMK.010/2012 TENTANG PRODUK ASURANSI DAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa semakin beragam dan kompleksnya Produk Asuransi dan

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR KEP-104/BL/2006 TENTANG PRODUK UNIT

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 343/KMK.017/1998 TENTANG IURAN DAN MANFAAT PENSIUN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 343/KMK.017/1998 TENTANG IURAN DAN MANFAAT PENSIUN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 343/KMK.017/1998 TENTANG IURAN DAN MANFAAT PENSIUN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka menumbuhkembangkan penyelenggaraan

Lebih terperinci

SURAT PERJANJIAN KERJA ANTARA CV. WADITRA REKA CIPTA DENGAN HERO YUDO MARTONO TENTANG PEMBUATAN APLIKASI INTEROPERABILITAS INTER-DEPARTEMEN

SURAT PERJANJIAN KERJA ANTARA CV. WADITRA REKA CIPTA DENGAN HERO YUDO MARTONO TENTANG PEMBUATAN APLIKASI INTEROPERABILITAS INTER-DEPARTEMEN SURAT PERJANJIAN KERJA ANTARA CV. WADITRA REKA CIPTA DENGAN HERO YUDO MARTONO TENTANG PEMBUATAN APLIKASI INTEROPERABILITAS INTER-DEPARTEMEN Nomor: Pada hari Kamis, tanggal Satu bulan April tahun Dua Ribu

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 2010 TENTANG HAK-HAK ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 2010 TENTANG HAK-HAK ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 2010 TENTANG HAK-HAK ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

Perhitungan Bunga Kredit dengan Angsuran

Perhitungan Bunga Kredit dengan Angsuran Perhitungan Kredit dengan / Mengapa Perhitungan Kredit Perlu Diketahui? Perhitungan bunga kredit yang digunakan bank akan menentukan besar kecilnya angsuran pokok dan bunga yang harus dibayar Debitur atas

Lebih terperinci

Pemotongan yang bersifat final Objek pemotongan (Pasal 2, PP Nomor 68 Tahun 2009) Pemotong (Pasal 1 angka 9, PP Nomor 68 Tahun 2009)

Pemotongan yang bersifat final Objek pemotongan (Pasal 2, PP Nomor 68 Tahun 2009) Pemotong (Pasal 1 angka 9, PP Nomor 68 Tahun 2009) PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 ATAS PENGHASILAN BERUPA UANG PESANGON, UANG MANFAAT PENSIUN, TUNJANGAN HARI TUA, DAN JAMINAN HARI TUA YANG DIBAYARKAN SEKALIGUS Pemotongan yang bersifat final Objek pemotongan

Lebih terperinci

TATA CARA PENYUSUNAN KONTRAK PENGADAAN BARANG/JASA BAB I PENYUSUNAN KONTRAK

TATA CARA PENYUSUNAN KONTRAK PENGADAAN BARANG/JASA BAB I PENYUSUNAN KONTRAK LAMPIRAN IV : Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan R.I Nomor PER.11/MEN/2008 Tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Departemen Kelautan dan Perikanan TATA CARA PENYUSUNAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI NOMOR 20 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI NOMOR PER-12/MEN/VI/2007

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

KETENTUAN SALING PIKUL RISIKO

KETENTUAN SALING PIKUL RISIKO Lampiran yang merupakan satu kesatuan dan tidak terpisahkan dari Kesepakatan Bersama Antar Perusahaan Asuransi Anggota AAUI Mengenai Pemberlakuan Ketentuan Saling Pikul Risiko (Knock For Knock Agreement)

Lebih terperinci

FREQUENTLY ASKED QUESTIONS (FAQ) Rekening Ponsel

FREQUENTLY ASKED QUESTIONS (FAQ) Rekening Ponsel FREQUENTLY ASKED QUESTIONS (FAQ) Rekening Ponsel 1. Q: Apa itu Rekening Ponsel? A: Rekening Ponsel adalah layanan terbaru dari mobile banking CIMB Niaga (Go Mobile) yang memungkinkan penggunanya untuk

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/22/PBI/2014 TENTANG PELAPORAN KEGIATAN LALU LINTAS DEVISA DAN PELAPORAN KEGIATAN PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19/PRT/M/2015 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI TERINTEGRASI RANCANG DAN BANGUN (DESIGN AND BUILD)

Lebih terperinci

JAMINAN PENAWARAN (Penalty System)

JAMINAN PENAWARAN (Penalty System) JAMINAN PENAWARAN (Penalty System) 1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami : {nama dan alamat}... sebagai Kontraktor, selanjutnya disebut, dan {nama dan alamat}.. sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai,

Lebih terperinci

KONVENSI MENGENAI KERJA PAKSA ATAU KERJA WAJIB

KONVENSI MENGENAI KERJA PAKSA ATAU KERJA WAJIB 1 KONVENSI MENGENAI KERJA PAKSA ATAU KERJA WAJIB Ditetapkan oleh Konferensi Umum Organisasi Buruh Internasional, di Jenewa, pada tanggal 28 Juni 1930 [1] Konferensi Umum Organisasi Buruh Internasional,

Lebih terperinci

MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA. KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA Nomor : Kep - 150 / Men / 2000 TENTANG

MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA. KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA Nomor : Kep - 150 / Men / 2000 TENTANG MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA Nomor : Kep - 150 / Men / 2000 TENTANG PENYELESAIAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DAN PENETAPAN UANG PESANGON, UANG

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BANK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 14 / 2 /PBI/ 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/11/PBI/2009 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN ALAT PEMBAYARAN DENGAN MENGGUNAKAN KARTU DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

POLIS ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR KERUGIAN TOTAL (TOTAL LOSS ONLY)

POLIS ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR KERUGIAN TOTAL (TOTAL LOSS ONLY) POLIS ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR KERUGIAN TOTAL (TOTAL LOSS ONLY) Penanggung yang bertanda tangan pada Polis ini, berdasarkan permintaan pertanggungan secara tertulis dari Tertanggung melalui Surat Permohonan

Lebih terperinci

7 Rahasia Rencana Keuangan Tahan Krisis Teminto, S.E., CFP, QWP - http://teminto.net

7 Rahasia Rencana Keuangan Tahan Krisis Teminto, S.E., CFP, QWP - http://teminto.net 1 2 Selamat Datang! Selamat datang di website saya dan terima kasih telah mendownload ebook 7 Rahasia Membangun Rencana Keuangan yang Tahan Krisis. Saya yakin, Anda pasti memiliki berbagai macam mimpi

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/47/PBI/2005 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/47/PBI/2005 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/47/PBI/2005 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun

Lebih terperinci

Tanggung Jawab Dasar Pengemudi

Tanggung Jawab Dasar Pengemudi Tanggung Jawab Dasar Pengemudi Panduan ini menerangkan kondisi utama yang harus dipenuhi oleh pengemudi yang akan mengoperasikan kendaraan PMI (baik pengemudi yang merupakan karyawan PMI atau pun pegawai

Lebih terperinci

RINGKASAN INFORMASI PRODUK KARTU DEBIT MAN UTD

RINGKASAN INFORMASI PRODUK KARTU DEBIT MAN UTD RINGKASAN INFORMASI PRODUK KARTU DEBIT MAN UTD Penjelasan Produk Jenis Produk Jangka Waktu Penerbit DATA RINGKAS Kartu Debit/ATM Manchester United adalah Kartu Debit yang juga berfungsi sebagai Kartu ATM,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2009 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2009 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2009 TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 36 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

Mari Bersiapsiap. www.getreadysydney.com.au. Bagaimana bersiap-siap untuk situasi darurat di. Kota Sydney. Informasi penting bagi penduduk,

Mari Bersiapsiap. www.getreadysydney.com.au. Bagaimana bersiap-siap untuk situasi darurat di. Kota Sydney. Informasi penting bagi penduduk, Mari Bersiapsiap Sydney Bagaimana bersiap-siap untuk situasi darurat di Kota Sydney. Informasi penting bagi penduduk, karyawan dan pengunjung. Panduan ini memberikan garis besar beberapa langkah mudah

Lebih terperinci

Bersama ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan izin Penyalur Alat Kesehatan dengan data-data sebagai berikut

Bersama ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan izin Penyalur Alat Kesehatan dengan data-data sebagai berikut Formulir 1 Nomor Lampiran. lembar Perihal Permohonan Izin Penyalur Alat Kesehatan. Kepada Yth, Direktur Jenderal... Kementerian Kesehatan RI JI. HR Rasuna Said Blok X5 Kav. 4-9 di - JAKARTA. Bersama ini

Lebih terperinci

No. 14/ 27/DASP Jakarta, 25 September 2012 S U R A T E D A R A N. Perihal : Mekanisme Penyesuaian Kepemilikan Kartu Kredit

No. 14/ 27/DASP Jakarta, 25 September 2012 S U R A T E D A R A N. Perihal : Mekanisme Penyesuaian Kepemilikan Kartu Kredit No. 14/ 27/DASP Jakarta, 25 September 2012 S U R A T E D A R A N Perihal : Mekanisme Penyesuaian Kepemilikan Kartu Kredit Sehubungan dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/11/PBI/2009 tentang Penyelenggaraan

Lebih terperinci

JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA LAMPIRAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2009 TANGGAL 28 Mei 2009 JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2002 TENTANG TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2002 TENTANG TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2002 TENTANG TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa kejahatan yang menghasilkan

Lebih terperinci

Layanan Bebas Biaya Layanan perbankan yang cepat, mudah dan ekonomis

Layanan Bebas Biaya Layanan perbankan yang cepat, mudah dan ekonomis Layanan Bebas Biaya Layanan perbankan yang cepat, mudah dan ekonomis DBS Treasures merupakan layanan perbankan prioritas yang tidak hanya menyediakan pilihan produk perbankan tetapi juga produk investasi

Lebih terperinci

SCHOTT Igar Glass Syarat dan Ketentuan Pembelian Barang (versi Bahasa Indonesia)

SCHOTT Igar Glass Syarat dan Ketentuan Pembelian Barang (versi Bahasa Indonesia) SCHOTT Igar Glass Syarat dan Ketentuan Pembelian Barang (versi Bahasa Indonesia) Syarat dan ketentuan pembelian barang ini akan mencakup semua barang dan jasa yang disediakan oleh PT. SCHOTT IGAR GLASS

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN UMUM PEMBUKAAN REKENING

SYARAT DAN KETENTUAN UMUM PEMBUKAAN REKENING SYARAT DAN KETENTUAN UMUM PEMBUKAAN REKENING 1. Nasabah harus mengisi semua formulir secara lengkap dan dengan informasi yang benar sesuai dengan petunjuk pengisian serta melengkapi dokumen pendukung yang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa jasa konstruksi mempunyai peran strategis dalam pembangunan

Lebih terperinci

No. 16/12/DPAU Jakarta, 22 Juli 2014 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA

No. 16/12/DPAU Jakarta, 22 Juli 2014 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA No. 16/12/DPAU Jakarta, 22 Juli 2014 SURAT EDARAN Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA Perihal: Penyelenggaraan Layanan Keuangan Digital Dalam Rangka Keuangan Inklusif Melalui Agen Layanan Keuangan Digital

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1992 TENTANG JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1992 TENTANG JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1992 TENTANG JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pembangunan

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.276, 2010 KEMENTERIAN DALAM NEGERI. Izin Mendirikan Bangunan. Prinsip.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.276, 2010 KEMENTERIAN DALAM NEGERI. Izin Mendirikan Bangunan. Prinsip. BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.276, 2010 KEMENTERIAN DALAM NEGERI. Izin Mendirikan Bangunan. Prinsip. PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PEMBERIAN

Lebih terperinci

GARANSI TERBATAS (PLAYBOOK) Hak-Hak Yang Wajib Diperoleh Berdasarkan Undang-Undang. Garansi

GARANSI TERBATAS (PLAYBOOK) Hak-Hak Yang Wajib Diperoleh Berdasarkan Undang-Undang. Garansi GARANSI TERBATAS (PLAYBOOK) Hak-Hak Yang Wajib Diperoleh Berdasarkan Undang-Undang. Garansi Terbatas ini mengatur tanggung jawab Research In Motion dan grup perusahaan afiliasinya ( RIM ) tentang BlackBerry

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 5 TAHUN 2008 SERI : C NOMOR : 2

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 5 TAHUN 2008 SERI : C NOMOR : 2 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR 5 TAHUN 2008 SERI C NOMOR 2 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR 5 TAHUN 2008 TENTANG RETRIBUSI IZIN PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN SWASTA, IZIN INDUSTRI

Lebih terperinci

PERSYARATAN DAN KETENTUAN UMUM UNTUK REKENING INDIVIDU GENERAL TERMS AND CONDITIONS FOR INDIVIDUAL ACCOUNT. PT. Bank Ekonomi Raharja, Tbk.

PERSYARATAN DAN KETENTUAN UMUM UNTUK REKENING INDIVIDU GENERAL TERMS AND CONDITIONS FOR INDIVIDUAL ACCOUNT. PT. Bank Ekonomi Raharja, Tbk. PERSYARATAN DAN KETENTUAN UMUM UNTUK REKENING INDIVIDU GENERAL TERMS AND CONDITIONS FOR INDIVIDUAL ACCOUNT BAGIAN I DEFINISI DAN INTERPRETASI 1. DEFINISI Dalam Persyaratan dan Ketentuan ini, dan kecuali

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA www.legalitas.org UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa anak adalah bagian dari generasi muda sebagai

Lebih terperinci

- 1 - PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/ 15 /PBI/2012 TENTANG PENILAIAN KUALITAS ASET BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

- 1 - PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/ 15 /PBI/2012 TENTANG PENILAIAN KUALITAS ASET BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA - 1 - PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/ 15 /PBI/2012 TENTANG PENILAIAN KUALITAS ASET BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. Bahwa sejalan dengan perkembangan

Lebih terperinci

PRUmy child. Perlindungan dari sebelum ia lahir MKT/BRCH083 (03/14)

PRUmy child. Perlindungan dari sebelum ia lahir MKT/BRCH083 (03/14) MKT/BRCH083 (03/14) PRUmy child PT Prudential Life Assurance Prudential Tower Jl. Jend. Sudirman Kav. 79, Jakarta 12910, Indonesia Tel: (62 21) 2995 8888 Fax: (62 21) 2995 8800 Customer Line: 500085 Email:

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UU R.I No.8/1995 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa tujuan pembangunan nasional

Lebih terperinci