Model HS-2L. Pada saat produksi harus memikirkan pula pengembangan Juni 1943, insinyur meneliti/studi tentang mesin jet : Turbin-Compressor-O2

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Model HS-2L. Pada saat produksi harus memikirkan pula pengembangan Juni 1943, insinyur meneliti/studi tentang mesin jet : Turbin-Compressor-O2"

Transkripsi

1 MATRIK PERKEMBANGAN SAINS DAN TEKNOLOGI Tahun Masehi Tahun Hijriyah Al Razi (Razhes) Ali ibn Abbas Al Majusi Ibu Sina Aristokrat (Lady Mary Wortley) Dawud al-antaki Lucas Janszoon Waghenaer Piri Reis Ibn Al Yasamin Edwin Hubble Al-Qur'an J.Kepler R.Descrates I.Newton L.Euler C. Gauss A. Cauchy G. Riemann J.Lagrange H.Lebesque Perkembangan Pesawat Boeing B&W

2 C Model HS-2L dan juga membawa semua pemimpin dunia, pengusaha untuk membuat dunia ini leb 26 Juli 1932, Model 247 pesawat penumpang pertama modern berbadan lebar menda Kemudian model 247 diproduksi masal, dengan pesaingnya Douglas (pesawat DC-2) Persaingan menimbulkan kreatifitas : Muncul pengujian terowongan angin April 1934, pesawat model XB-15 selesai dibuat, kemudian AD memesan untuk penge 18 September 1934, W. Boeing mengundurkan diri, membeli tanah pertanian dan bet Ada resesi ekonomi, larangan monopoli dari pemerintah, Boeing dipecah menjadi 3 Boing : 1. United Air Craft, 2. Boeing Air Plane Company, 3. United Air Lines Prototipe Model 299 terbang dengan pilot militer, kendali otomatis Pada saat uji terbang, sistem elektrik tidak berfungsi, mesin mati mendadak, pesawat Pesawat pengebom baru model B-17 dikembangkan, 17 Januari 1936 AD memesan se W. Boeing menganjurkan membuat pesawat penumpang dengan fiture pesawat B-17 Dikembangkan Model B-307 Stratoliner, 18 Maret 1939 diuji coba dan jatuh Walaupun jatuh saat uji, pesawt B-307 dipesan oleh Miliuner Howard hughes (ajaib) 20 Maret 1940 : masakapai penerbangan sipil dan american airways menerima pesan Pesawat Model 345 atau Boeing B-29 dipesan AD kemudian AL Amerika masuk kancah perang dunia ke 2 Strateginya : kawasan pabrik dibuat seperti desa yang sunyi, rumuput, ayam, Pada saat laki-laki perang, ibu-ibu, anak-anak bekerja membuat pesawat 21 September 1942, pesawat B-29 sudah terbang perdana dan sukses Pada saat produksi harus memikirkan pula pengembangan Juni 1943, insinyur meneliti/studi tentang mesin jet : Turbin-Compressor-O2

3 04/09/1944, presdir boeing philip johnson meninggal dunia Misi pengemboman pertama borber command 21 melawan Jepang, melibatkan 88 pe 9 Nov 1944, prototipe Model 367 atau C97 Stratofighter penerbangan pertamanya di 23 juli 1945 Pesawat B50 dikerjakan atas permintaan AD, untuk menekan musuh yang 6 Agustus 1945, B-29 menjatuhkan bom atom di Hiroshima, 320 rb penduduk tewas 15 Agustus 1945 jepang menyerah, Boeing Sedih karena pesawatnya dijadikan untku m AD membatalkan pesanan pesawat, krisis bagi boeing lagi karyawan diberhentikan karena pesanan AD dibatalkan bebrapa pabrik boeing ditutup Dikembangkan model 377 stratocruiser pada 8 Juli 1946 Pesanan pesawat jarang, mengembangkan pesawat kecil-kecilan seperti pesawat pen Presdir baru meminta nasihat w. boeing : jadilahpemula, zaman baling-baling sudah h buatlah pesawat bermesin jet 17 Desember 1947 : jadilan pesawat jet B-47 Stratojet 17 Juni 1948 pabrikk Boeing di Wichitan diaktifkan lagi untuk buat B-52 Boeing diminta juga mengembangkan peluru kendali yang pertama, Bormac 15 juli 1954, Model Prototipe pesawat penumpang dan pengangkut yang berm Model dikembangkan secara rahasia dengan semubinyi-sembunyi dari incaran 18 juli 1956 : pesawat KC-135 diluncurkan pertama kali. Pesawt untuk mengisi bahan 28 September 1956 W Boeing meninggal dunia, dalam usia 75 tahun 28 Oktober 1957 dibuat pesawat B September 1961 helikopter Chinook dibuat Boeing membuat satelit Boeing Nov 1963, pesawat penumpang Model A 727 melengkapi tur dunia sejauh K 21 Januari 1970, pesawat boeing memuat 490 orang, penerbangan perdana N Model 747 disebut juga jumbo jet Boeing mengembangkan pesawat supersonic (melebihi kecepatan suara) sejak 1966 Boeing mengembangkan pesawat AWACS (Airbone warning and Control System) 1971 resesi ekonomi, pemeritnah batalkan pesanan supersonic, pegawai menjadi 37.2 Boeing membangun irigasi di gurun pasir sebelah timur oregon, dibangun 3 turbin ang Turbin angin raksasa didunia dgn diameternya 100 Meter Boeing membangun rumah juga untuk departemen perumahan dan pengembangan k 1980 resesi sudah mereda Air Force one dipesan untuk menggantikan yang lama 28 September 1981 pesawat boeing diterbangkan perdana Sejak 1986, Boeing merancang stasiun ruang angkasa ISS Boing mengembangkan pesawat B-2 Siluman, yang anti radar pada 17 Juli 1984 mengembangkan pesawat jet B777 Boeing mengembangkan pesawat Model 7E7 2008: Model 7E7 diubah menjadi Boeing B-787 Dreamliner, Pesawat generasi abad ke

4 N SAINS DAN TEKNOLOGI Bagaimana cacar bermula dan menghapus bekasnya ( Kitab al Jadari wal- Hasba atau The on smallpox and Measles) Cacar dan campak, dalam 14 bab (Kamel al-sinaa al-tibiya) Masalah cacar dalam kitab Al-Qanun fi al-tibb Melihat Inokulasi melawan penyakit cacar oleh masyarakat di Mesir Tanda-tanda cacar dan campak Buku : Die Spieghel der Zeevaeri di Belanda, Petunjuk Pelayaran dan Peta Pantai Petunjuk pelayaran, gambaran wilayah pantai, peta, rute-rute yg aman ( ada 200 peta) Bagaimana menghadapi angin, arus, iklim, dan menemukan air yang bisa dikonsumsi saat berlayar ke wilayah Buku: Al-Urjuza al-yasminiya fi'l Jabr wal Muqabala atau Poem on algebra and Restoration Isinya : tentang aljabar yang terkait dengan angka, akar, dan rangkaian angka, memuat pula persamaan al kharizmi menjelaskan pula ttg perbandingan, perkalian dan pembagian Buku lainnya : tentang angka kuadrat yang berjudul Afkar bi Rushum Huruf al-ghubar berisi tentang ilmu hitung dan geometri Teori ledakan besar (Big bang Theory) th 1929 Alam semesta termasuk bumi berasal dari ledakan besar, ada awal-akhir Ratusan ayat dalam alquran menjelaskan penciptaan bumi dan langit. Berikut beberapa ayat tentang penciiptaan alam semesta itu: 10H Hukum Kepler tentang Gerak Planet Geometri Analitik Ditemukan kalkulus Menemukan bilangan bilangan euler Membuktikan teori dasar aljabar Gagasan yang diteliti tentang Limit Integral Rieman Memulai penulisan Analitik Mekanika Integral Lebesque awat Boeing Nama : B & W, terbang perdana 15 juni 1916, 110 KM/jam

5 Take off dan landing di Air Mengembangan 2 model ( B&W, C) Bangun Pabrik "Boeing Airplane Company" Pengguna Model C : Angkatan Laut, kontrak pertama didapat W Boeing bingung karena tidak ada modal, berniat jual B&W tapi tdk laku Memenuhi pesanan AL : Boeing mempekerjakan 28 Orang, Pilot, tukang kayu, pembuat perahu dan tukang jahit Total gaji mereka $650 per minggu April 1918 penyerahan model C yang pertama Rancangan ditawarkan ke AL, 29 Juni 1918 pekerja boeing 337 orang 11 nov 1918, PD1 berakhir maka AL tidak pesan pesawat lagi 1 W. Boeing berpikir anak buahnya, situasi kantor santai, pada main catur Akhirnya Boeing membuat peralatan furniture, perahu. Boeing menjual semua pesawat, furniturenya dalam bazar murah B&W terjual, dibawa ke New Zealand 3 Maret 1919 : Boeing menjadi tukang pos udara 27 Desember 1919 : B-1 khusus pos udara, awalnya menggunakan C 7 Januari 1920, B-1 dibeli oleh Kanada 3 Mei 1922 perubahan organisasi, W. Boeing menjadi Direksi Sejak itu Boeing berniat membuat pesawat masal 6 Mei 1930, pesawat bersayap tunggal pertama semuanya terbuat dari logam Diberinama Monomail W. Boeing : Lebih senang membuat pesawat komersil untuk tujuan meningkatkan produksi pertanian dan juga membawa semua pemimpin dunia, pengusaha untuk membuat dunia ini lebih makmur 26 Juli 1932, Model 247 pesawat penumpang pertama modern berbadan lebar mendapat hak paten Kemudian model 247 diproduksi masal, dengan pesaingnya Douglas (pesawat DC-2) Persaingan menimbulkan kreatifitas : Muncul pengujian terowongan angin April 1934, pesawat model XB-15 selesai dibuat, kemudian AD memesan untuk pengebom 18 September 1934, W. Boeing mengundurkan diri, membeli tanah pertanian dan beternak kuda ras Ada resesi ekonomi, larangan monopoli dari pemerintah, Boeing dipecah menjadi 3 Boing : 1. United Air Craft, 2. Boeing Air Plane Company, 3. United Air Lines Prototipe Model 299 terbang dengan pilot militer, kendali otomatis 1 Pada saat uji terbang, sistem elektrik tidak berfungsi, mesin mati mendadak, pesawat meluncur dgn amat deras Pesawat pengebom baru model B-17 dikembangkan, 17 Januari 1936 AD memesan sebanyak 13 buah W. Boeing menganjurkan membuat pesawat penumpang dengan fiture pesawat B-17 Dikembangkan Model B-307 Stratoliner, 18 Maret 1939 diuji coba dan jatuh 2 Walaupun jatuh saat uji, pesawt B-307 dipesan oleh Miliuner Howard hughes (ajaib) 20 Maret 1940 : masakapai penerbangan sipil dan american airways menerima pesanan B-307 Pesawat Model 345 atau Boeing B-29 dipesan AD kemudian AL Amerika masuk kancah perang dunia ke 2 Boeing dapat pesanan B-17, tetapi situasi darurat, pabrik diincar musuh. Strategi baru : Strateginya : kawasan pabrik dibuat seperti desa yang sunyi, rumuput, ayam, Pada saat laki-laki perang, ibu-ibu, anak-anak bekerja membuat pesawat 21 September 1942, pesawat B-29 sudah terbang perdana dan sukses B-29 diperbaiki kemudian diuji terbang, jatuh pd 18 Pebruari 1943, pilot dan 19 orang didarat 3 Pada saat produksi harus memikirkan pula pengembangan Juni 1943, insinyur meneliti/studi tentang mesin jet : Turbin-Compressor-O2 Selama perang PD2 pengembangan dilanjutkan dan berencana akan diujikan setelah perang 10 maret 1944 : 600 pekerja lembur setiap hari pada cuaca sangat dingin untuk membuat 175 pesawat B-29

6 04/09/1944, presdir boeing philip johnson meninggal dunia Misi pengemboman pertama borber command 21 melawan Jepang, melibatkan 88 pesawat, memporak porandakan Toky 9 Nov 1944, prototipe Model 367 atau C97 Stratofighter penerbangan pertamanya di seattle 23 juli 1945 Pesawat B50 dikerjakan atas permintaan AD, untuk menekan musuh yang belum menyerah yaitu Jerman 6 Agustus 1945, B-29 menjatuhkan bom atom di Hiroshima, 320 rb penduduk tewas 15 Agustus 1945 jepang menyerah, Boeing Sedih karena pesawatnya dijadikan untku membunuh manusia AD membatalkan pesanan pesawat, krisis bagi boeing lagi karyawan diberhentikan karena pesanan AD dibatalkan bebrapa pabrik boeing ditutup Dikembangkan model 377 stratocruiser pada 8 Juli 1946 Pesanan pesawat jarang, mengembangkan pesawat kecil-kecilan seperti pesawat penghubung dan pengamatan Presdir baru meminta nasihat w. boeing : jadilahpemula, zaman baling-baling sudah hampir selesai buatlah pesawat bermesin jet 17 Desember 1947 : jadilan pesawat jet B-47 Stratojet 17 Juni 1948 pabrikk Boeing di Wichitan diaktifkan lagi untuk buat B-52 Boeing diminta juga mengembangkan peluru kendali yang pertama, Bormac 15 juli 1954, Model Prototipe pesawat penumpang dan pengangkut yang bermesin jet diujikan Model dikembangkan secara rahasia dengan semubinyi-sembunyi dari incaran musuh 18 juli 1956 : pesawat KC-135 diluncurkan pertama kali. Pesawt untuk mengisi bahan bakar di udara 28 September 1956 W Boeing meninggal dunia, dalam usia 75 tahun 28 Oktober 1957 dibuat pesawat B September 1961 helikopter Chinook dibuat Boeing membuat satelit Boeing Nov 1963, pesawat penumpang Model A 727 melengkapi tur dunia sejauh KM ke 26 Negara 21 Januari 1970, pesawat boeing memuat 490 orang, penerbangan perdana New York-London kecepatan 885 KM Model 747 disebut juga jumbo jet Boeing mengembangkan pesawat supersonic (melebihi kecepatan suara) sejak 1966 Boeing mengembangkan pesawat AWACS (Airbone warning and Control System) 1971 resesi ekonomi, pemeritnah batalkan pesanan supersonic, pegawai menjadi dari Boeing membangun irigasi di gurun pasir sebelah timur oregon, dibangun 3 turbin angin raksasa di jurang sungan Columb Turbin angin raksasa didunia dgn diameternya 100 Meter Boeing membangun rumah juga untuk departemen perumahan dan pengembangan kota 1980 resesi sudah mereda Air Force one dipesan untuk menggantikan yang lama 28 September 1981 pesawat boeing diterbangkan perdana Sejak 1986, Boeing merancang stasiun ruang angkasa ISS Boing mengembangkan pesawat B-2 Siluman, yang anti radar pada 17 Juli 1984 mengembangkan pesawat jet B777 Boeing mengembangkan pesawat Model 7E7 2008: Model 7E7 diubah menjadi Boeing B-787 Dreamliner, Pesawat generasi abad ke-21

7 M (lahir, Ray Iran), menulis 200 Buku 1050 (lahir) 1470M (lahir, Galipoli Turki) 1204M(wafat) Hk Kepler Geo Analtk

8 n tukang jahit n amat deras

9 porak porandakan Tokyo erah yaitu Jerman pengamatan don kecepatan 885 KM/Jam jurang sungan Columbia

10 M ( )M 1584M lahir, Galipoli Turki) 1929M QDOS Hk Kepler 1609 Geo Analtk 1637 Kalkulus 1665 Bil. Euleur 1728 Teori Dasar Aljabr 1799 Limit 1821 Integral Rie 1854 Integral Lebesque 1902 Lagrange 1756

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2001 TENTANG KEAMANAN DAN KESELAMATAN PENERBANGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2001 TENTANG KEAMANAN DAN KESELAMATAN PENERBANGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2001 TENTANG KEAMANAN DAN KESELAMATAN PENERBANGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam Undang-undang Nomor 15 Tahun 1992 tentang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2001 TENTANG KEAMANAN DAN KESELAMATAN PENERBANGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2001 TENTANG KEAMANAN DAN KESELAMATAN PENERBANGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2001 TENTANG KEAMANAN DAN KESELAMATAN PENERBANGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam Undang-undang Nomor 15 Tahun 1992 tentang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG PENERBANGAN [LN 2009/1, TLN 4956] Pasal 402

UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG PENERBANGAN [LN 2009/1, TLN 4956] Pasal 402 UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG PENERBANGAN [LN 2009/1, TLN 4956] BAB XXII KETENTUAN PIDANA Pasal 401 Setiap orang yang mengoperasikan pesawat udara Indonesia atau pesawat udara asing yang memasuki

Lebih terperinci

BAB V ZAMAN PENJAJAHAN JEPANG DAN PERANG DUNIA II

BAB V ZAMAN PENJAJAHAN JEPANG DAN PERANG DUNIA II 101 BAB V ZAMAN PENJAJAHAN JEPANG DAN PERANG DUNIA II A. Awal Kedatangan Jepang Awal mula ekspansi Jepang ke wilayah Papua didasari oleh kebutuhan Jepang akan minyak bumi untuk keperluan perang. Menipisnya

Lebih terperinci

GAYA ANGKAT PESAWAT Untuk mahasiswa PTM Otomotif IKIP Veteran Semarang

GAYA ANGKAT PESAWAT Untuk mahasiswa PTM Otomotif IKIP Veteran Semarang GAYA ANGKAT PESAWAT Untuk mahasiswa PTM Otomotif IKIP Veteran Semarang 1. Pendahuluan Pesawat terbang modern sudah menggunakan mesin jet, namun prinsip terbangnya masih menggunakan ilmu gaya udara seperti

Lebih terperinci

Variabel-variabel Pesawat

Variabel-variabel Pesawat Civil Engineering Diploma Program Vocational School Gadjah Mada University Impact of Aircraft Characteristics on Airport Design Nursyamsu Hidayat, Ph.D. Variabel-variabel Pesawat Berat (weight) diperlukan

Lebih terperinci

Semua yang terjadi di Mesir tak lepas dari kepentingan Amerika. Hubungan militer Mesir dan Amerika sangat erat.

Semua yang terjadi di Mesir tak lepas dari kepentingan Amerika. Hubungan militer Mesir dan Amerika sangat erat. Semua yang terjadi di Mesir tak lepas dari kepentingan Amerika. Hubungan militer Mesir dan Amerika sangat erat. Detik demi detik perubahan di Mesir tidak lepas dari restu Amerika Serikat. Ketika Jenderal

Lebih terperinci

Profil Penemu Pesawat Terbang Wright Bersaudara. Wilbur penemu pesawat terbang Joseph Montgolfier Etiene Montgolfier Ferdinand von Zeppelin

Profil Penemu Pesawat Terbang Wright Bersaudara. Wilbur penemu pesawat terbang Joseph Montgolfier Etiene Montgolfier Ferdinand von Zeppelin Profil Penemu Pesawat Terbang Wright Bersaudara. Wright bersaudara (Wright brothers) yang lahir pada tanggal 19 Agustus 1871 dan wafat 30 January 1948 kemudian saudaranya Wilbur yang lahir pada 16 April

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Bandar Udara dan Sistem Lapangan Terbang... Bandar udara Menurut PP RI NO 70 Tahun 00 Tentang Kebandarudaraan Pasal Ayat, bandar udara adalah lapangan terbang yang dipergunakan

Lebih terperinci

1. Prosedur Penanggulangan Keadaan Darurat SUBSTANSI MATERI

1. Prosedur Penanggulangan Keadaan Darurat SUBSTANSI MATERI 1. Prosedur Penanggulangan Keadaan Darurat Modul Diklat Basic PKP-PK 1.1 1.2 Pengertian tentang gawat darurat bandar udara 1.1.1 Kondisi bandar udara dibawah batas normal Gawat darurat adalah kondisi dimana

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Singkat PT. Dirgantara Indonesia Pada tahun 1976 merupakan era baru bagi bangsa Indonesia karena dengan dikeluarakanya peraturan Pemerintah No. 12 tanggal 5

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2000 TENTANG PENCARIAN DAN PERTOLONGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2000 TENTANG PENCARIAN DAN PERTOLONGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2000 TENTANG PENCARIAN DAN PERTOLONGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 33 Undang-undang Nomor 15

Lebih terperinci

GPS (Global Positioning Sistem)

GPS (Global Positioning Sistem) Global Positioning Sistem atau yang biasa disebut dengan GPS adalah suatu sistem yang berguna untuk menentukan letak suatu lokasi di permukaan bumi dengan koordinat lintang dan bujur dengan bantuan penyelarasan

Lebih terperinci

Asal Usul Alam Semesta

Asal Usul Alam Semesta Kontroversi Islam dan Sains? Asal Usul Alam Semesta Pernahkah Anda merenung tentang asal usul alam semesta, bagaimanakah alam semesta dapat terbentuk. Pertanyaan tersebut yang mendorong ilmuwan di setiap

Lebih terperinci

Materi 9 Organizing: Manajemen Sumber Daya Manusia

Materi 9 Organizing: Manajemen Sumber Daya Manusia Materi 9 Organizing: Manajemen Sumber Daya Manusia Dengan telah adanya struktur organisasi, manajer harus menemukan orang-orang untuk mengisi pekerjaan yang telah dibuat atau menyingkirkan orang dari pekerjaan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2000 TENTANG PENCARIAN DAN PERTOLONGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2000 TENTANG PENCARIAN DAN PERTOLONGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2000 TENTANG PENCARIAN DAN PERTOLONGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 33 Undang-undang Nomor 15

Lebih terperinci

CONTOH SURAT PERJANJIAN KERJA KONTRAK

CONTOH SURAT PERJANJIAN KERJA KONTRAK 2 CONTOH SURAT PERJANJIAN KERJA KONTRAK SURAT PERJANJIAN KERJA KONTRAK Nomer: -------------------------------------------- Yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama : ---------------------------------------------------

Lebih terperinci

RPP: Alat Tranportasi SD Kelas IV/2 Bidang Studi IPS. Ridwan Effendi UPI Bandung 2009

RPP: Alat Tranportasi SD Kelas IV/2 Bidang Studi IPS. Ridwan Effendi UPI Bandung 2009 2009 RPP: Alat Tranportasi SD Kelas IV/2 Bidang Studi IPS Ridwan Effendi UPI Bandung 2009 Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester :.. : Ilmu Pengetahuan Sosial : IV/2 Pertemuan ke : 3 Alokasi Waktu

Lebih terperinci

1. Tekanan Udara 2. Radiasi Surya 3. Lama Penyinaran 4. Suhu Udara 5. Kelembaban Udara 6. Curah Hujan 7. Angin 8. Evapotranspirasi Potensial

1. Tekanan Udara 2. Radiasi Surya 3. Lama Penyinaran 4. Suhu Udara 5. Kelembaban Udara 6. Curah Hujan 7. Angin 8. Evapotranspirasi Potensial Unsur-unsur Iklim 1. Tekanan Udara 2. Radiasi Surya 3. Lama Penyinaran - 4. Suhu Udara 5. Kelembaban Udara 6. Curah Hujan 7. Angin 8. Evapotranspirasi Potensial Puncak Atmosfer ( 100 km ) Tekanan Udara

Lebih terperinci

CONTOH SURAT PERJANJIAN KERJA KONTRAK

CONTOH SURAT PERJANJIAN KERJA KONTRAK CONTOH SURAT PERJANJIAN KERJA KONTRAK SURAT PERJANJIAN KERJA KONTRAK Nomer: Yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama : Jabatan : Alamat : Dalam hal ini bertindak atas nama direksi ( nama perusahaan )

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2013 TENTANG KEANTARIKSAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2013 TENTANG KEANTARIKSAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2013 TENTANG KEANTARIKSAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Antariksa merupakan ruang beserta isinya yang

Lebih terperinci

2013, No Mengingat d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu membentuk Undang-Undang ten

2013, No Mengingat d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu membentuk Undang-Undang ten No.133, 2013 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Wilayah. Keantariksaan. Tata Ruang. Udara. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5435) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci

SEJARAH PEPERANGAN ABAD MODERN DOSEN : AGUS SUBAGYO, S.IP., M.SI

SEJARAH PEPERANGAN ABAD MODERN DOSEN : AGUS SUBAGYO, S.IP., M.SI FISIP HI UNJANI CIMAHI 2011 SEJARAH PEAN ABAD MODERN DOSEN : AGUS SUBAGYO, S.IP., M.SI Perang 30 Tahun & Perang Napoleon Perang Dunia I & Perang Dunia II Perang Dingin & Perang Global Melawan Terorisme

Lebih terperinci

BAHAN PAPARAN. Disampaikan pada : BIMBINGAN TEKNIS AUDIT

BAHAN PAPARAN. Disampaikan pada : BIMBINGAN TEKNIS AUDIT BAHAN PAPARAN Disampaikan pada : BIMBINGAN TEKNIS AUDIT PENGERTIAN ISTILAH 1. Bandar Udara adalah lapangan terbang yang dipergunakan untuk mendarat dan lepas landas pesawat udara, naik turun penumpang

Lebih terperinci

PENGANTAR PROSES MANUFAKTUR

PENGANTAR PROSES MANUFAKTUR PENGANTAR PROSES MANUFAKTUR Proses manufaktur sangat penting : - Teknologi - Ekonomi - Sejarah - Teknologi dibutuhkan untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan bagi masyarakat dan termasuk segala hal yang

Lebih terperinci

BUKU KEDUA TINDAK PIDANA BAB I TINDAK PIDANA TERHADAP KEAMANAN NEGARA Bagian Kesatu Tindak Pidana terhadap Ideologi Negara Paragraf 1 Penyebaran Ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme Pasal 212 (1) Setiap

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Gejolak ekonomi dunia yang dimulai dari krisis harga minyak global yang terjadi

BAB 1 PENDAHULUAN. Gejolak ekonomi dunia yang dimulai dari krisis harga minyak global yang terjadi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Gejolak ekonomi dunia yang dimulai dari krisis harga minyak global yang terjadi pada tahun 2008 ini telah banyak memakan korban dari berbagai sektor perekonomian yang

Lebih terperinci

BAB III DESKRIPSI JUAL BELI PREMIUM DI SPBU NGALIAN KOTA SEMARANG. kependekannya SPBU Ngalian merupakan stasiun pengisian bahan bakar yang

BAB III DESKRIPSI JUAL BELI PREMIUM DI SPBU NGALIAN KOTA SEMARANG. kependekannya SPBU Ngalian merupakan stasiun pengisian bahan bakar yang BAB III DESKRIPSI JUAL BELI PREMIUM DI SPBU NGALIAN KOTA SEMARANG A. Profil SPBU Ngalian Setasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau sering dikenal dengan kependekannya SPBU Ngalian merupakan stasiun pengisian

Lebih terperinci

Penemuan-Penemuan Ilmuwan Muslim Yang Mengubah Peradaban Dunia

Penemuan-Penemuan Ilmuwan Muslim Yang Mengubah Peradaban Dunia Penemuan-Penemuan Ilmuwan Muslim Yang Mengubah Peradaban Dunia Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa beberapa penemuan yang mengubah peradaban dunia berasal dari para ilmuwan muslim.para ilmuwan ini mempunyai

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHAESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHAESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 1976 TENTANG PERUBAHAN DAN PENAMBAHAN BEBERAPA PASAL DALAM KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA BERTALIAN DENGAN PERLUASAN BERLAKUNYA KETENTUAN PERUNDANG-UNDANGAN

Lebih terperinci

BAB 11 MICROWAVE ANTENNA. Gelombang mikro (microwave) adalah gelombang elektromagnetik dengan frekuensi super

BAB 11 MICROWAVE ANTENNA. Gelombang mikro (microwave) adalah gelombang elektromagnetik dengan frekuensi super BAB 11 MICROWAVE ANTENNA Kompetensi: Mahasiswa mampu menjelaskan secara lisan/tertulis mengenai antenna microwave desain, aplikasi dan cara kerjanya. Gelombang mikro (microwave) adalah gelombang elektromagnetik

Lebih terperinci

Bab 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Bab 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bab 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Transportasi teraman di dunia adalah pesawat terbang, dilihat dari sedikitnya jumlah kecelakaan yang terjadi di pesawat terbang dibandingkan transportasi darat. Data

Lebih terperinci

Atraksi Fisika di Udara

Atraksi Fisika di Udara Atraksi Fisika di Udara Sekumpulan burung Pelikan, Camar dan Angsa terbang indah di udara. Suatu atraksi udara yang sangat menakjubkan! Ada rasa iri yang dapat dimengerti saat manusia menyaksikan pertunjukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pesawat terbang merupakan sebuah alat transportasi udara yang berteknologi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pesawat terbang merupakan sebuah alat transportasi udara yang berteknologi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pesawat terbang merupakan sebuah alat transportasi udara yang berteknologi canggih dan telah memiliki peranan penting pada abad ini. Seseorang dapat melakukan perjalanan

Lebih terperinci

PENYEBAB TERJADINYA TSUNAMI

PENYEBAB TERJADINYA TSUNAMI Pengenalan Tsunami APAKAH TSUNAMI ITU? Tsunami adalah rangkaian gelombang laut yang mampu menjalar dengan kecepatan hingga lebih 900 km per jam, terutama diakibatkan oleh gempabumi yang terjadi di dasar

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2001 TENTANG KEAMANAN DAN KESELAMATAN PENERBANGAN

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2001 TENTANG KEAMANAN DAN KESELAMATAN PENERBANGAN PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2001 TENTANG KEAMANAN DAN KESELAMATAN PENERBANGAN UMUM Keamanan dan keselamatan penerbangan memiliki peranan yang penting dan strategis

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 83 TAHUN 1958 TENTANG PENERBANGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 83 TAHUN 1958 TENTANG PENERBANGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 83 TAHUN 1958 TENTANG PENERBANGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa peraturan-peraturan penerbangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia pada

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2000 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN JAWATAN RADIO REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2000 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN JAWATAN RADIO REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2000 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN JAWATAN RADIO REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan daya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Pulau Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Pulau Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pulau Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo adalah pulau kecil dengan pesona alam yang mengagumkan. Terletak disebelah utara Kota Probolinggo sekitar

Lebih terperinci

PENJELASAN. Jakarta, 3 Mei DEPARTEMEN TENAGA KERJA. DIREKTORAT PEMBINAAN NORMA-NORMA KESELAMATAN KERJA, HYGIENE PERUSAHAN dan KESEHATAN KERJA.

PENJELASAN. Jakarta, 3 Mei DEPARTEMEN TENAGA KERJA. DIREKTORAT PEMBINAAN NORMA-NORMA KESELAMATAN KERJA, HYGIENE PERUSAHAN dan KESEHATAN KERJA. TERBITAN UNDANG-UNDANG No. 1 TAHUN 1970 tentang KESELAMATAN KERJA serta TERJEMAHAN dalam BAHASA INGGRIS, DISYAHKAN untuk DIEDARKAN dan DIPAKAI. Jakarta, 3 Mei 1972. DEPARTEMEN TENAGA KERJA. DIREKTORAT

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1966 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN NEGARA HASIL LAUT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1966 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN NEGARA HASIL LAUT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1966 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN NEGARA HASIL LAUT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa perlu segera melaksanakan Undang-undang No. 19

Lebih terperinci

1. DARI IDEOLOGI HINGGA TERORISME

1. DARI IDEOLOGI HINGGA TERORISME 1 1. DARI IDEOLOGI HINGGA TERORISME Dalam sejarahnya, manusia memang sudah ditakdirkan untuk berkompetisi demi bertahan hidup. Namun terkadang kompetisi yang dijalankan manusia itu tidaklah sehat dan menjurus

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERJA BAB I TENTANG ISTILAH-ISTILAH. Pasal 1

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERJA BAB I TENTANG ISTILAH-ISTILAH. Pasal 1 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERJA BAB I TENTANG ISTILAH-ISTILAH Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan : 1. "tempat kerja" ialah tiap ruangan atau

Lebih terperinci

1. Sebuah benda dipindahkan 12 kaki ke barat dan 5 kaki ke utara. Berapa besar dan arah resultan perpindahan?

1. Sebuah benda dipindahkan 12 kaki ke barat dan 5 kaki ke utara. Berapa besar dan arah resultan perpindahan? Bab Vektor Bagian A 1. Sebuah benda dipindahkan 12 kaki ke barat dan 5 kaki ke utara. Berapa besar dan arah resultan perpindahan? Perhatikan gambar berikut: 5 kaki ke utara perpindahan θ 5 kaki ke barat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 1999 TENTANG KEHUTANAN [LN 1999/167, TLN 3888]

UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 1999 TENTANG KEHUTANAN [LN 1999/167, TLN 3888] UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 1999 TENTANG KEHUTANAN [LN 1999/167, TLN 3888] BAB XIV KETENTUAN PIDANA Pasal 78 (1) Barang siapa dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) atau

Lebih terperinci

RINGKASAN INFORMASI PRODUK DAN/ATAU LAYANAN ULTIMATE HARVEST ASSURANCE

RINGKASAN INFORMASI PRODUK DAN/ATAU LAYANAN ULTIMATE HARVEST ASSURANCE Ultimate Harvest Assurance merupakan produk asuransi tradisional dari PT. AIA FINANCIAL. Berikut ini adalah ringkasan informasi mengenai produk dan/atau layanan Ultimate Harvest Assurance. Harap dibaca

Lebih terperinci

BAB IV KEADAAN UMUM TEMPAT PENELITIAN

BAB IV KEADAAN UMUM TEMPAT PENELITIAN BAB IV KEADAAN UMUM TEMPAT PENELITIAN 4.1 SEJARAH DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA Penerbangan Indonesia dari masa ke masa: a. Tahun 1913: Penerbangan Pertama di Indonesia Pada tanggal 19 Februari

Lebih terperinci

FISIKA UNTUK UNIVERSITAS JILID I ROSYID ADRIANTO

FISIKA UNTUK UNIVERSITAS JILID I ROSYID ADRIANTO i FISIKA UNTUK UNIVERSITAS JILID I ROSYID ADRIANTO Departemen Fisika Universitas Airlangga, Surabaya E-mail address, P. Carlson: i an cakep@yahoo.co.id URL: http://www.rosyidadrianto.wordpress.com Puji

Lebih terperinci

AEROMODELLING COMPETITION HANDBOOK MECHANICAL & MARINE NATIONAL EXPOSITION 2016

AEROMODELLING COMPETITION HANDBOOK MECHANICAL & MARINE NATIONAL EXPOSITION 2016 AEROMODELLING COMPETITION HANDBOOK MECHANICAL & MARINE NATIONAL EXPOSITION 2016 1. Ketentuan Umum Lomba Aeromodelling ini merupakan perlombaan model pesawat (fixed wing) yang dikontrol secara manual menggunakan

Lebih terperinci

PSIKOTES MASUK SMP FAVORIT

PSIKOTES MASUK SMP FAVORIT PSIKOTES MASUK SMP FAVORIT Paket Soal Psikotes Tingkat I 1. Manakah yang tidak sesuai? 2. Manakah yang tidak sesuai? 3. Carilah 2 perbedaan dari gambar di bawah. 4. Pilihlah pasangan yang tidak sesuai.

Lebih terperinci

Pokok Bahasan 7. Satelit

Pokok Bahasan 7. Satelit Pokok Bahasan 7 Satelit Pokok Bahasan 7 Pokok Bahasan Sistem komunikasi satelit Sub Pokok Bahasan Jenis-jenis satelit Link budget Segmen bumi Segmen angkasa Kompetensi Setelah mengikuti kuliah ini mahsiswa

Lebih terperinci

TATA LETAK PABRIK. A. Lokasi Pabrik. Penentuan lokasi pabrik adalah salah satu hal yang terpenting dalam

TATA LETAK PABRIK. A. Lokasi Pabrik. Penentuan lokasi pabrik adalah salah satu hal yang terpenting dalam VII. TATA LETAK PABRIK A. Lokasi Pabrik Penentuan lokasi pabrik adalah salah satu hal yang terpenting dalam mendirikan suatu pabrik. Lokasi pabrik akan berpengaruh secara langsung terhadap kelangsungan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1966 TENTANG PEMBERIAN PENSIUN, TUNJANGAN BERSIFAT PENSIUN DAN TUNJANGAN KEPADA MILITER SUKARELA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1966 TENTANG PEMBERIAN PENSIUN, TUNJANGAN BERSIFAT PENSIUN DAN TUNJANGAN KEPADA MILITER SUKARELA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1966 TENTANG PEMBERIAN PENSIUN, TUNJANGAN BERSIFAT PENSIUN DAN TUNJANGAN KEPADA MILITER SUKARELA DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Indonesia merupakan Negara kepulauan/maritim, sehingga peranan pelayaran sangat penting bagi kehidupaan sosial, ekonomi, pemerintahan, hankam dan sebagainya. Sarana

Lebih terperinci

Pengaruh Energi dalam Kehidupan

Pengaruh Energi dalam Kehidupan Bab BAB 9 Pengaruh Energi dalam Kehidupan Tujuan Pembelajaran Siswa dapat: 1. menunjukkan adanya pengaruh energi berdasarkan pengamatan, misalnya pengaruh energi panas dari sinar matahari, energi gerak

Lebih terperinci

bagi para penghuni tetap disediakan unit perumahan dengan berbagai variasi ukuran dan harga. Penduduk yang tinggal di kota terapung ini bisa

bagi para penghuni tetap disediakan unit perumahan dengan berbagai variasi ukuran dan harga. Penduduk yang tinggal di kota terapung ini bisa Kota Terapung Bagaimana caranya mengapungkan sebuah kota di atas laut? Mudah saja! Kita hanya perlu meletakkan kota itu di atas sebuah kapal laut raksasa! Sebuah kapal yang juga merupakan satu kota mandiri

Lebih terperinci

Undang-undang Nomor I Tahun 1970

Undang-undang Nomor I Tahun 1970 KESELAMATAN KERJA Undang-undang Nomor I Tahun 1970 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan kondisi ekonomi, sosial dan pertumbuhan penduduk

BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan kondisi ekonomi, sosial dan pertumbuhan penduduk BAB I PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Peningkatan kondisi ekonomi, sosial dan pertumbuhan penduduk menyebabkan meningkatnya tuntutan manusia terhadap sarana transportasi. Untuk menunjang kelancaran pergerakan

Lebih terperinci

"KemuliaanNya meliputi angkasa dan bumi penuh dengan pujiannya."

KemuliaanNya meliputi angkasa dan bumi penuh dengan pujiannya. "KemuliaanNya meliputi angkasa dan bumi penuh dengan pujiannya." ALAM menceritakan tentang ALLAH Pada semua benda yang diciptakan kelihatan kesan akan adanya Tuhan. Alam memberi kesaksian tentang Allah.

Lebih terperinci

Prolog Gurn dan Eartixo

Prolog Gurn dan Eartixo Prolog Gurn dan Eartixo (GURN - ERTIXO) Ruang angkasa yang sunyi beberapa juta satuan astronomi dari galaksi Bimasakti. Di suatu tempat yang belum bisa dijangkau oleh manusia Bumi, bintang biru memancarkan

Lebih terperinci

Binatang dari dalam Bumi: Amerika Serikat dalam Nubuatan

Binatang dari dalam Bumi: Amerika Serikat dalam Nubuatan Binatang dari dalam Bumi: Amerika Serikat dalam Nubuatan Kitab Wahyu adalah sebuah hadiah ilahi. Di dalamnya, Yahuwah telah memberikan informasi penting kepada umat-nya untuk mengetahui tentang hari-hari

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 205 TAHUN 1961 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN NEGARA PENGANGKUTAN PENUMPANG JAKARTA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 205 TAHUN 1961 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN NEGARA PENGANGKUTAN PENUMPANG JAKARTA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 205 TAHUN 1961 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN NEGARA PENGANGKUTAN PENUMPANG JAKARTA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa perlu segera melaksanakan

Lebih terperinci

Program Studi DIII Teknik Otomotif JPTM FPTK UPI BAB I PENDAHULUAN

Program Studi DIII Teknik Otomotif JPTM FPTK UPI BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. Pengertian Pesawat Tenaga Secara etimologi, pesawat tenaga terdiri dari dua buah suku kata, yakni pesawat dan tenaga. Kata pesawat sudah lazim digunakan dalam kehidupan sehari-hari,

Lebih terperinci

PENDIRIAN PERUSAHAAN NEGARA TELEKOMUNIKASI Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1965 Tanggal 6 Juli 1965 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PENDIRIAN PERUSAHAAN NEGARA TELEKOMUNIKASI Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1965 Tanggal 6 Juli 1965 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PENDIRIAN PERUSAHAAN NEGARA TELEKOMUNIKASI Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1965 Tanggal 6 Juli 1965 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dengan Peraturan Pemerintah No. 240 tahun 1961 (Lembaran-Negara

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1966 TENTANG PEMBERIAN PENSIUN, TUNJANGAN BERSIFAT PENSIUN DAN TUNJANGAN KEPADA MILITER SUKARELA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1966 TENTANG PEMBERIAN PENSIUN, TUNJANGAN BERSIFAT PENSIUN DAN TUNJANGAN KEPADA MILITER SUKARELA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1966 TENTANG PEMBERIAN PENSIUN, TUNJANGAN BERSIFAT PENSIUN DAN TUNJANGAN KEPADA MILITER SUKARELA Menimbang: DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2000 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN JAWATAN RADIO REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2000 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN JAWATAN RADIO REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2000 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN JAWATAN RADIO REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan daya

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. ILO menghasilkan kesimpulan, setiap hari rata-rata orang meninggal, setara

BAB 1 PENDAHULUAN. ILO menghasilkan kesimpulan, setiap hari rata-rata orang meninggal, setara BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kecelakaan dan sakit di tempat kerja membunuh dan memakan lebih banyak korban jika dibandingkan dengan perang dunia. Riset yang dilakukan badan dunia ILO menghasilkan

Lebih terperinci

Bab. Tujuan Pembelajaran

Bab. Tujuan Pembelajaran Bab 8 Tujuan Pembelajaran Siswa dapat: 1. mengetahui berbagai gerak melalui percobaan, misalnya: menggelinding, jatuh, mengalir, memantul, berputar; 2. mengetahui hal-hal yang mempengaruhi gerak benda,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Global Positioning System (GPS) adalah satu-satunya sistem navigasi satelit yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Global Positioning System (GPS) adalah satu-satunya sistem navigasi satelit yang BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.1 Global Positioning System (GPS) 2.1.1 Pengertian GPS Global Positioning System (GPS) adalah satu-satunya sistem navigasi satelit yang berfungsi dengan baik. Sistem ini menggunakan

Lebih terperinci

Kenangan dari pengalaman lima kakak beradik di masa : - Akhir penjajahan Belanda (1942) - Pendudukan Tentara Jepang (1943 s/d 1945) - Hari-hari di

Kenangan dari pengalaman lima kakak beradik di masa : - Akhir penjajahan Belanda (1942) - Pendudukan Tentara Jepang (1943 s/d 1945) - Hari-hari di Kenangan dari pengalaman lima kakak beradik di masa : - Akhir penjajahan Belanda (1942) - Pendudukan Tentara Jepang (1943 s/d 1945) - Hari-hari di awal Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada suatu hari di

Lebih terperinci

: Auto Debit Kartu kredit / Rekening Tabungan, Payment Gateway (hanya untuk pembelian melalui portal)

: Auto Debit Kartu kredit / Rekening Tabungan, Payment Gateway (hanya untuk pembelian melalui portal) KLIK PROTEKSI DIRI PLUS Nama Produk Nama Penerbit Lini Usaha : KLIK PROTEKSI DIRI PLUS : PT. AXA Life Indonesia : Asuransi Proteksi - Kecelakaan Diri Ringkasan Produk Asuransi KLIK PROTEKSI DIRI PLUS merupakan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHAESA. a.bahwa hingga kini ketentuan-ketentuan perundang-undangan pidana belum berlaku dalam pesawat udara Indonesia ;

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHAESA. a.bahwa hingga kini ketentuan-ketentuan perundang-undangan pidana belum berlaku dalam pesawat udara Indonesia ; UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 1976 TENTANG PERUBAHAN DAN PENAMBAHAN BEBERAPA PASAL DALAM KITAB UNDANG UNDANG HUKUM PIDANA BERTALIAN DENGAN PERLUASAN BERLAKUNYA KETENTUAN PERUNDANG UNDANGAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN I-1 BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN I-1 BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN I- BAB I PENDAHULUAN. LATAR BELAKANG Lapangan Udara Wirasaba terletak di Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Kecamatan Bukateja terletak di sebelah tenggara kota purbalingga,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN kali peperangan di seluruh dunia. Kemudian sejak abad 19, manusia mulai

BAB I PENDAHULUAN kali peperangan di seluruh dunia. Kemudian sejak abad 19, manusia mulai BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sejak zaman dahulu manusia tak henti-hentinya berperang. Bahkan menurut catatan sejarah, sejak 6000 tahun yang lalu sudah terjadi lebih dari 15.000 kali peperangan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Transportasi Transportasi adalah perpindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh manusia atau mesin.

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 2001 TENTANG KEBANDARUDARAAN

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 2001 TENTANG KEBANDARUDARAAN PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 2001 TENTANG KEBANDARUDARAAN I. UMUM Bandar udara sebagai satu unsur dalam penyelenggaraan penerbangan memiliki peranan yang sangat

Lebih terperinci

FORM QUALITY CONTROL SUHU MESIN PACKING (ISI TIAP 10 MENIT)

FORM QUALITY CONTROL SUHU MESIN PACKING (ISI TIAP 10 MENIT) LAMPIRAN 125 Lampiran 1 126 127 Lampiran 2 FORM QUALITY CONTROL SUHU MESIN PACKING (ISI TIAP 10 MENIT) Waktu MESIN NO MESIN NO MESIN NO VERTIKAL HORIZONTAL VERTIKAL HORIZONTAL VERTIKAL HORIZONTAL 0800

Lebih terperinci

UNTAET REGULASI NOMOR 2001/1 TENTANG PENDIRIAN TENTARA NASIONAL TIMOR LOROSAE

UNTAET REGULASI NOMOR 2001/1 TENTANG PENDIRIAN TENTARA NASIONAL TIMOR LOROSAE UNITED NATIONS United Nations Transitional Administration Unies in East Timor UNTAET NATIONS UNIES Administration Transitoire des Nations au Timor Oriental UNTAET/REG/2001/1 Januari 31 2001 REGULASI NOMOR

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 175 TAHUN 1961 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN PERKEBUNAN NEGARA KESATUAN PERINTIS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 175 TAHUN 1961 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN PERKEBUNAN NEGARA KESATUAN PERINTIS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 175 TAHUN 1961 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN PERKEBUNAN NEGARA KESATUAN PERINTIS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa perlu segera melaksanakan

Lebih terperinci

Tentang TANGGUNG JAWAB PENGANGKUT ANGKUTAN UDARA. Oktober 2011

Tentang TANGGUNG JAWAB PENGANGKUT ANGKUTAN UDARA. Oktober 2011 Tentang TANGGUNG JAWAB PENGANGKUT ANGKUTAN UDARA Oktober 2011 1 LATAR BELAKANG Memberikan pemahaman kepada penyedia dan pengguna jasa angkutan udara tentang arti sebuah tiket, surat muatan udara dan claim

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2013 TENTANG INVESTIGASI KECELAKAAN TRANSPORTASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2013 TENTANG INVESTIGASI KECELAKAAN TRANSPORTASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2013 TENTANG INVESTIGASI KECELAKAAN TRANSPORTASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2009 TENTANG PERLAKUAN KEPABEANAN, PERPAJAKAN, DAN CUKAI SERTA PENGAWASAN ATAS PEMASUKAN DAN PENGELUARAN BARANG KE DAN DARI SERTA BERADA DI KAWASAN

Lebih terperinci

Piramida Besar Khufu

Piramida Besar Khufu Sumber: Mesir Kuno Piramida Besar Khufu Peradaban bangsa Mesir telah menghasilkan satu peninggalan bersejarah yang diakui dunia sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia, yaitu piramida. Konstruksi

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 1999 TENTANG TELEKOMUNIKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 1999 TENTANG TELEKOMUNIKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 1999 TENTANG TELEKOMUNIKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa tujuan pembangunan nasional adalah untuk

Lebih terperinci

TURBULENSI HEBAT di INDONESIA Tahun 2016 M. Heru Jatmika, Heri Ismanto, Zulkarnaen, M. Arif Munandar, Restiana Dewi, Kurniaji

TURBULENSI HEBAT di INDONESIA Tahun 2016 M. Heru Jatmika, Heri Ismanto, Zulkarnaen, M. Arif Munandar, Restiana Dewi, Kurniaji TURBULENSI HEBAT di INDONESIA Tahun 2016 M. Heru Jatmika, Heri Ismanto, Zulkarnaen, M. Arif Munandar, Restiana Dewi, Kurniaji Pesawat Etihad Airways EY-474 jurusan Abu Dhabi Jakarta mengalami goncangan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2013 TENTANG INVESTIGASI KECELAKAAN TRANSPORTASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2013 TENTANG INVESTIGASI KECELAKAAN TRANSPORTASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2013 TENTANG INVESTIGASI KECELAKAAN TRANSPORTASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

Dr. Zakir Naik Menerima Tantangan Seorang Ateis

Dr. Zakir Naik Menerima Tantangan Seorang Ateis Dr. Menerima Tantangan Seorang Ateis Ateis : Selamat pagi Pak, namaku adalah James Isthamani. Pertama-tama, aku ingin berterima kasih terhadap yang kau lakukan di sini, hal ini membutuhkan kerja keras,

Lebih terperinci

Lambang Kerajaan Belanda BERITA NEGARA No September Penerbitan resmi dari Kerajaan Belanda sejak tahun 1814

Lambang Kerajaan Belanda BERITA NEGARA No September Penerbitan resmi dari Kerajaan Belanda sejak tahun 1814 Terjemahan tidak resmi Lambang Kerajaan Belanda BERITA NEGARA No. 25383 10 September 2013 Penerbitan resmi dari Kerajaan Belanda sejak tahun 1814 Pengumuman dari Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan

Lebih terperinci

Kecepatan rata-rata perjalanan = jarak total : waktu total = 80 km : 8 jam = 10 km/jam (C)

Kecepatan rata-rata perjalanan = jarak total : waktu total = 80 km : 8 jam = 10 km/jam (C) NOTE : Ini adalah salah satu solusi dan cara pemecahan masalah yang saya miliki. Pada dasarnya, setiap manusia itu unik dan memiliki caranya tersendiri dalam memecahkan masalah. Di bawah adalah cara saya

Lebih terperinci

RUU KUHP - Draft II 2005 BUKU KEDUA TINDAK PIDANA BAB I TINDAK PIDANA TERHADAP KEAMANAN NEGARA. Bagian Kesatu Tindak Pidana terhadap Ideologi Negara

RUU KUHP - Draft II 2005 BUKU KEDUA TINDAK PIDANA BAB I TINDAK PIDANA TERHADAP KEAMANAN NEGARA. Bagian Kesatu Tindak Pidana terhadap Ideologi Negara BUKU KEDUA TINDAK PIDANA BAB I TINDAK PIDANA TERHADAP KEAMANAN NEGARA Bagian Kesatu Tindak Pidana terhadap Ideologi Negara Paragraf 1 Penyebaran Ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme Pasal 212 (1) Setiap

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kerja untuk mencapai tujuannya melalui kombinasi sumber daya yang dimiliki. Salah

BAB I PENDAHULUAN. kerja untuk mencapai tujuannya melalui kombinasi sumber daya yang dimiliki. Salah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada dasarnya setiap perusahaan maupun industri dalam melakukan aktivitas kerja untuk mencapai tujuannya melalui kombinasi sumber daya yang dimiliki. Salah satu sumber

Lebih terperinci

1. PENDAHULUAN. Nagasaki, Jepang akhirnya menyerah tanpa syarat pada sekutu pada tanggal 15

1. PENDAHULUAN. Nagasaki, Jepang akhirnya menyerah tanpa syarat pada sekutu pada tanggal 15 1 1. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setelah Kota Hiroshima dijatuhi bom atom oleh Sekutu tanggal 6 Agustus 1945, keesokan harinya tanggal 9 Agustus 1945 bom atom kedua jatuh di Kota Nagasaki, Jepang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1965 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN NEGARA ASURANSI KERUGIAN JASA RAHARJA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1965 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN NEGARA ASURANSI KERUGIAN JASA RAHARJA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1965 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN NEGARA ASURANSI KERUGIAN JASA RAHARJA Presiden Republik Indonesia, Menimbang: a. perlu segera melaksanakan spesialisasi

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG PENERBANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG PENERBANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG PENERBANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa negara kesatuan Republik Indonesia adalah negara

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO

PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO PERATURAN DAERAH KABUPATEN WONOSOBO NOMOR 16 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK LOKAL RADIO PESONA FM KABUPATEN WONOSOBO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

ILMU FISIKA. Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MS., MT.

ILMU FISIKA. Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MS., MT. ILMU FISIKA Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MS., MT. DEFINISI ILMU FISIKA? Ilmu Fisika dalam Bahasa Yunani: (physikos), yang artinya alamiah, atau (physis), Alam

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1964 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN NEGARA BIRO KLASIFIKASI INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1964 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN NEGARA BIRO KLASIFIKASI INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1964 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN NEGARA BIRO KLASIFIKASI INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa hingga saat ini di bidang pembangunan

Lebih terperinci

II. FUNGSI. 2.1 Pendahuluan

II. FUNGSI. 2.1 Pendahuluan II. FUNGSI. Pendahuluan A. Tujuan Setelah mempelajari bagian ini diharapkan mahasiswa dapat:. menyebutkan definisi fungsi;. menyebutkan macam-macam variabel dalam fungsi; 3. membedakan antara variabel

Lebih terperinci

Bentuk: UNDANG-UNDANG (UU) Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 4 TAHUN 1976 (4/1976) Tanggal: 27 APRIL 1976 (JAKARTA)

Bentuk: UNDANG-UNDANG (UU) Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 4 TAHUN 1976 (4/1976) Tanggal: 27 APRIL 1976 (JAKARTA) Bentuk: UNDANG-UNDANG (UU) Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 4 TAHUN 1976 (4/1976) Tanggal: 27 APRIL 1976 (JAKARTA) Sumber: LN 1976/26; TLN NO. 3080 Tentang: PERUBAHAN DAN PENAMBAHAN BEBERAPA PASAL

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. keberhasilan Restorasi Meiji di Jepang yang berdampak pada proses modernisasi

BAB I PENDAHULUAN. keberhasilan Restorasi Meiji di Jepang yang berdampak pada proses modernisasi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendudukan Jepang di Indonesia merupakan bagian dari rangkaian politik imperealismenya di Asia Tenggara. Kedatangannya di Indonesia merupakan bagian dalam usahanya

Lebih terperinci