S1 Teknik Sipil FT UNS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "S1 Teknik Sipil FT UNS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN"

Transkripsi

1 Judul : Dokumen level 4: S1 Teknik Sipil FT UNS REKAMAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MK STRUKTUR KAYU RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN No. Dokumen Revisi ke 0 Tgl. berlaku Halaman 1 / 28 Nama Dosen : Purnawan Gunawan, ST.,MT Program : S1 Teknik Sipil NIP : Fakultas : Teknik Mata Kuliah : Struktur Kayu / SKS : 3 Kode MK : TKS 2383 Semester : 6 Jumlah Pertemuan : 16/ Waktu : 150 menit Standart Kompetensi : Merencanakan dan menganalisa dimensi dan sambungan struktur kayu berdasarkan SNI-5 (2002) Kompetensi Dasar : Mahasiswa mampu menjelaskan Klasifikasi dan anatomi kayu, Sifat fisika kayu, mekanika kayu, pengeringan dan pengawetan serta perencanaan/analisa struktur tarik maupun tekan Indikator : Memahami dan mengetahui anatomi dan klasifikasi kayu, sifat fisika kayu meliputi kayu sebagai bahan organik, berat jenis, kerapatan, higroskopis, kadar air, anisotropik kayu, kembang susut, sifat listrik, dan sifat akustik serta menguji sifat mekanika kayu. Pertemuan ke : 1 No Tahap Kegiatan Pembelajaran Metode Media Alokasi Waktu 1 Awal a. Menyampaikan standart kompetensi yang akan dicapai b. Mengajukan pertanyaan dan diskusi untuk mereview penguasaan dasar- Sumber 20 Silabi - Alat Penilaian

2 dasar mata kuliah tertentu sebagai dasar medalami struktur kayu. c. Memaparkan buku peganngan kuliah, SNI kayu yang harus dipunyai mahasiswa 2 Inti: a. Memaparkan kalsifikasi dan anatomi kayu, sifat fisika dan standar uji sifat fisika, b. Menunjukkan cara uji sifat fisik dan jenis-jenis penggunaan kayu di dunia teknik Sipil 3 Akhir: a. Mereview pamahaman materi mahasiswa dengan memberikan beberapa pertanyaan b. Merangkum materi kuliah pada tatap muka ke-1 Diskusi kelompok Diskusi antar mahasiswa Memperhatikan pertanyaan yang disampaikan dosen dan dan diskusi (dosen menjawabnya, memberikan dengan seluruh sanggahan jika mempunyai mahasiwa) beda pendapat dengan materi yang disampaikan. 110 Website Buku 20 Paper ALAT INSTRUMEN EVALUASI 1. Ujian tertulis 2. Observasi attitude ( keaktifan dan partisipasi dalam diskusi dan kemampuan bekerja sama)

3 Mata Kuliah : Struktur Kayu / SKS : 3 Kode MK : TKS 2383 Semester : 6 Jumlah Pertemuan : 16 / Waktu : 150 menit Standart Kompetensi : merencanakan dan menganalisa dimensi dan sambungan struktur kayu berdasarkan SNI-5 (2002) Kompetensi Dasar : Mahasiswa mampu menjelaskan Klasifikasi dan anatomi kayu, Sifat fisika kayu, mekanika kayu, pengeringan dan pengawetan serta perencanaan/analisa struktur tarik maupun tekan Indikator : a. Mahasiswa mampu menerapkan cara-cara pengeringan kayu b. Mahasiswa mampu menerapkan cara-cara pengawetan kayu Pertemuan ke : 2 No Tahap Kegiatan Pembelajaran Metode Media Alokasi Waktu 1 Awal a. Menyampaikan standart kompetensi yang akan dicapai b. Mengajukan pertanyaan dan diskusi untuk mereview penguasaan pertemuan pertama. 2 Inti: Memaparkan cara-cara pengeringan kayu dan pengawetan kayu 3 Akhir: a. Mereview pamahaman materi mahasiswa dengan memberikan beberapa pertanyaan b. Merangkum materi kuliah pada tatap Diskusi kelompok Memperhatikan pertanyaan yang disampaikan dosen dan menjawabnya, memberikan sanggahan jika mempunyai Diskusi antar mahasiswa dan diskusi (dosen dengan seluruh mahasiwa) Sumber 20 Silabi Website Buku 20 Alat Penilaian Paper

4 muka ke-2 beda pendapat dengan materi yang disampaikan. ALAT INSTRUMEN EVALUASI 1. ujian tertulis 2. observasi attitude ( keaktifan dan partisipasi dalam diskusi dan kemampuan bekerja sama)

5 Mata Kuliah : Struktur Kayu / SKS : 3 Kode MK : TKS 2383 Semester : 6 Jumlah Pertemuan : 16/ Waktu : 150 menit Standart Kompetensi : Merencanakan dan menganalisa dimensi dan sambungan struktur kayu berdasarkan SNI-6 (2002) Kompetensi Dasar : Mahasiswa mampu menjelaskan Klasifikasi dan anatomi kayu, Sifat fisika kayu, mekanika kayu, pengeringan dan pengawetan serta perencanaan/analisa struktur tarik maupun tekan Indikator : a. Mengatahui dan memahami sifat mekanika kayu meliputi kuat tekan, kuat tarik, kuat desak, kuat geser, kuat lentur (MOE & MOR) b. Membuat dan menguji sifat mekanika kayu c. Mengatahui dan menganalisis pemilihan /penggolongan klasifikasi kels kayu serta mengetahui hal-hal yang mempengaruhi kekuatan d. Mengetahui dan memahami dasar-dasar perencanaan struktur kayu kayu. Pertemuan ke : 3 No Tahap Kegiatan Pembelajaran Metode Media Alokasi Waktu 1 Awal a. Menyampaikan standart kompetensi yang akan dicapai b. Mengajukan pertanyaan dan diskusi untuk mereview penguasaan pertemuan kedua. 2 Inti: a. Memaparkan sifat mekanika dan standar dan cara uji mekanik kayu. b. Menunjukkan cara penggolongan dan pemilahan (klasifikasi) kay. c. Memaparkan dasar-dasar perencanaan struktur kayu Diskusi kelompok Diskusi antar mahasiswa Sumber 20 Silabi Website Buku Alat Penilaian Paper

6 3 Akhir: a. Mereview pamahaman materi mahasiswa dengan memberikan beberapa pertanyaan b. Merangkum materi kuliah pada tatap muka ke-3 Memperhatikan pertanyaan yang disampaikan dosen dan menjawabnya, memberikan sanggahan jika mempunyai beda pendapat dengan materi yang disampaikan. dan diskusi (dosen dengan seluruh mahasiwa) 20 ALAT INSTRUMEN EVALUASI 1. Ujian tertulis 2. Observasi attitude ( keaktifan dan partisipasi dalam diskusi dan kemampuan bekerja sama)

7 Mata Kuliah : Struktur Kayu / SKS : 3 Kode MK : TKS 2383 Semester : 6 Jumlah Pertemuan : 16 / Waktu : 150 menit Standart Kompetensi : merencanakan dan menganalisa dimensi dan sambungan struktur kayu berdasarkan SNI-5 (2002) Kompetensi Dasar : Mahasiswa mampu menjelaskan Klasifikasi dan anatomi kayu, Sifat fisika kayu, mekanika kayu, pengeringan dan pengawetan serta perencanaan/analisa struktur tarik maupun tekan Indikator : a. Mahasiswa dapat mengerti dan memahami gaya-gaya dalam pembebanan normal tarik b. Mampu merencanakan struktur akibat pembebanan normal tarik Pertemuan ke : 4 No Tahap Kegiatan Pembelajaran Metode Media Alokasi Waktu 1 Awal a. Menyampaikan standart kompetensi yang akan dicapai b. Mengajukan pertanyaan dan diskusi untuk mereview penguasaan pertemuan ke 5 2 Inti: Memaparkan gaya-gaya dalam pembebanan normal tarik dan Merencanakan struktur kayu akibat pembebanan normal tarik. 3 Akhir: a. Mereview pamahaman materi mahasiswa dengan memberikan Diskusi kelompok Memperhatikan pertanyaan yang disampaikan dosen dan Diskusi antar mahasiswa dan diskusi (dosen 20 Sumber 20 Silabi Website Buku Alat Penilaian Paper

8 beberapa pertanyaan b. Merangkum materi kuliah pada tatap muka ke 5 menjawabnya, memberikan sanggahan jika mempunyai beda pendapat dengan materi yang disampaikan. dengan seluruh mahasiwa) ALAT INSTRUMEN EVALUASI 1. Ujian tertulis 2. Observasi attitude ( keaktifan dan partisipasi dalam diskusi dan kemampuan bekerja sama)

9 Mata Kuliah : Struktur Kayu / SKS : 3 Kode MK : TKS 2383 Semester : 5 Jumlah Pertemuan : 15 / Waktu : 150 menit Standart Kompetensi : merencanakan dan menganalisa dimensi dan sambungan struktur kayu berdasarkan SNI-5 (2002) Kompetensi Dasar : Mahasiswa mampu menjelaskan Klasifikasi dan anatomi kayu, Sifat fisika kayu, mekanika kayu, pengeringan dan pengawetan serta perencanaan/analisa struktur tarik maupun tekan Indikator : a. Mahasiswa dapat mengerti dan memahami gaya-gaya dalam pembebanan normal tekan b. Merencanakan dan menganalisis struktur akibat pembenanan normal tekan Pertemuan ke : 5 No Tahap Kegiatan Pembelajaran Metode Media Alokasi Waktu 1 Awal a. Menyampaikan standart kompetensi yang akan dicapai b. Mengajukan pertanyaan dan diskusi untuk mereview penguasaan pertemuan ke 5 2 Inti: Memaparkan gaya-gaya dalam serta tegangan yang timbul dalam pembebanan normal tekan dan Merencanakan struktur akibat pembebanan normal tekan Diskusi kelompok Diskusi antar mahasiswa Sumber 20 Silabi Website Buku Alat Penilaian Paper

10 . 3 Akhir c. Mereview pamahaman materi mahasiswa dengan memberikan beberapa pertanyaan d. Merangkum materi kuliah pada tatap muka ke-5 Memperhatikan pertanyaan yang disampaikan dosen dan menjawabnya, memberikan sanggahan jika mempunyai beda pendapat dengan materi yang disampaikan. dan diskusi (dosen dengan seluruh mahasiwa) 20 ALAT INSTRUMEN EVALUASI 1. Ujian tertulis 2. Observasi attitude ( keaktifan dan partisipasi dalam diskusi dan kemampuan bekerja sama)

11 Mata Kuliah : Struktur Kayu / SKS : 3 Kode MK : TKS 2383 Semester : 5 Jumlah Pertemuan : 15 / Waktu : 150 menit Standart Kompetensi : Merencanakan dan menganalisa dimensi dan sambungan struktur kayu berdasarkan SNI-5 (2002) Kompetensi Dasar : Mahasiswa mampu menjelaskan Klasifikasi dan anatomi kayu, Sifat fisika kayu, mekanika kayu, pengeringan dan pengawetan serta perencanaan/analisa struktur tarik maupun tekan Indikator : Ujian Kompetensi Dasar 1 Pertemuan ke : 6 No Tahap Kegiatan Pembelajaran Metode Media Alokasi Waktu Sumber Alat Penilaian 1. Test tertulis materi KD1 Mengerjakan soal test tertulis ALAT INSTRUMEN EVALUASI 1. Ujian tertulis 2. Observasi attitude ( keaktifan dan partisipasi dalam diskusi dan kemampuan bekerja sama)

12 Mata Kuliah : Struktur Kayu / SKS : 3 Kode MK : TKS 2383 Semester : 5 Jumlah Pertemuan : 15 / Waktu : 150 menit Standart Kompetensi : merencanakan dan menganalisa dimensi dan sambungan struktur kayu berdasarkan SNI-5 (2002) Kompetensi Dasar : Memahami syarat syarat desain kayu berdasarkan pembebanan lentur dan merencanaan dan menganalisis dimensi struktur kayu pada kuda-kuda dengan pembebanan lentur. Indikator : a. Mahasiswa dapat mengerti dan memahami gaya-gaya dalam pembebanan lentur b. Merencanakan dan menganalisis struktur akibat pembenanan lentur Pertemuan ke : 7 No Tahap Kegiatan Pembelajaran Metode Media Alokasi Waktu 1. Awal a. Menyampaikan standart kompetensi yang akan dicapai b. Mengajukan pertanyaan dan diskusi untuk mereview penguasaan pertemuan ke 5 Inti: Memaparkan gaya-gaya dalam serta tegangan yang timbul dalam pembebanan lentur dan Merencanakan struktur akibat pembebanan lentur. dosen dan menanyakan bila ada yang belum dipahami dosen dan menanyakan bila ada yang belum dipahami Diskusi kelompok Interactive lecturing Interactive lecturing Diskusi antar mahasiswa Akhir a. Mereview pamahaman materi Memperhatikan pertanyaan Interactive 20 Sumber 20 Silabi Website Buku Alat Penilaian Paper

13 mahasiswa dengan memberikan beberapa pertanyaan b. Merangkum materi kuliah pada tatap muka ke-7 yang disampaikan dosen dan menjawabnya, memberikan sanggahan jika mempunyai beda pendapat dengan materi yang disampaikan. lecturing dan diskusi (dosen dengan seluruh mahasiwa) ALAT INSTRUMEN EVALUASI 1. Ujian tertulis 2. Observasi attitude ( keaktifan dan partisipasi dalam diskusi dan kemampuan bekerja sama)

14 Mata Kuliah : Struktur Kayu / SKS : 3 Kode MK : TKS 2383 Semester : 5 Jumlah Pertemuan : 15 / Waktu : 150 menit Standart Kompetensi : merencanakan dan menganalisa dimensi dan sambungan struktur kayu berdasarkan SNI-5 (2002) Kompetensi Dasar : Memahami syarat syarat desain kayu berdasarkan pembebanan lentur dan merencanaan dan menganalisis dimensi struktur kayu pada kuda-kuda dengan pembebanan lentur. Indikator : Ujian Kompetensi Dasar 2 Pertemuan ke : 8 No Tahap Kegiatan Pembelajaran Metode Media Alokasi Waktu Sumber Alat Penilaian 1. Test tertulis materi KD2 Mengerjakan soal test tertulis ALAT INSTRUMEN EVALUASI 1. Ujian tertulis 2. Observasi attitude ( keaktifan dan partisipasi dalam diskusi dan kemampuan bekerja sama)

15 Mata Kuliah : Struktur Kayu / SKS : 2 Kode MK : TKS 2383 Semester : 5 Jumlah Pertemuan : 15 / Waktu : 150 menit Standart Kompetensi : Merencanakan dan menganalisa dimensi dan sambungan struktur kayu berdasarkan SNI-5 (2002) Kompetensi Dasar : Mampu merencakan dan menganalisis Moda Kelelahan Sambungan, Alat sambung paku dan sambungan baut Indikator : Mahasiswa dapat mengerti dan memahami Alat Sambung dan Moda Kelelahan Sambungan Pertemuan ke : 9 No Tahap Kegiatan Pembelajaran Metode Media Alokasi Waktu 1 Awal Menyampaikan standart kompetensi yang akan dicapai Sumber 20 Silabi - Alat Penilaian 2 Inti: a. Memaparkan Alat Sambung dan Moda Kelelahan Sambungan b. Merencanakan Alat Sambung dan Moda Kelelahan Sambungan. 3 Akhir: a. Mereview pamahaman materi mahasiswa dengan memberikan beberapa pertanyaan b. Merangkum materi kuliah pada tatap Diskusi kelompok Memperhatikan pertanyaan yang disampaikan dosen dan menjawabnya, memberikan sanggahan jika mempunyai Diskusi antar mahasiswa dan diskusi (dosen dengan seluruh mahasiwa) 110 Website Buku 20 Paper

16 muka ke-9 beda pendapat dengan materi yang disampaikan. ALAT INSTRUMEN EVALUASI 1. Ujian tertulis 2. Observasi attitude ( keaktifan dan partisipasi dalam diskusi dan kemampuan bekerja sama)

17 Mata Kuliah : Struktur Kayu / SKS : 2 Kode MK : TKS 2383 Semester : 5 Jumlah Pertemuan : 15 / Waktu : 150 menit Standart Kompetensi : Merencanakan dan menganalisa dimensi dan sambungan struktur kayu berdasarkan SNI-5 (2002) Kompetensi Dasar : Mampu merencakan dan menganalisis Moda Kelelahan Sambungan, Alat sambung paku dan sambungan baut Indikator : a. Mahasiswa dapat mengerti dan memahami Moda Kelelahan dan Alat sambung Paku b. Mampu merencanakan dan menganalisis Alat Sambung paku Pertemuan ke : 10 No Tahap Kegiatan Pembelajaran Metode Media Alokasi Waktu 1 Awal Menyampaikan standart kompetensi yang akan dicapai 2 Inti: Memaparkan analisis sambungan paku dan perencanaanya, serta contoh analisis dan perencanaanya. 3 Akhir: a. Mereview pamahaman materi mahasiswa dengan memberikan beberapa pertanyaan b. Merangkum materi kuliah pada tatap Diskusi kelompok Memperhatikan pertanyaan yang disampaikan dosen dan menjawabnya, memberikan sanggahan jika mempunyai Diskusi antar mahasiswa dan diskusi (dosen dengan seluruh mahasiwa) Sumber 20 Silabi Website Buku 20 Alat Penilaian Paper

18 muka ke-10 beda pendapat dengan materi yang disampaikan. ALAT INSTRUMEN EVALUASI 1. Ujian tertulis 2. Observasi attitude ( keaktifan dan partisipasi dalam diskusi dan kemampuan bekerja sama)

19 Mata Kuliah : Struktur Kayu / SKS : 2 Kode MK : TKS 2383 Semester : 5 Jumlah Pertemuan : 15 / Waktu : 150 menit Standart Kompetensi : Merencanakan dan menganalisa dimensi dan sambungan struktur kayu berdasarkan SNI-5 (2002) Kompetensi Dasar : Mampu merencakan dan menganalisis Moda Kelelahan Sambungan, Alat sambung paku dan sambungan baut Indikator : a. Mahasiswa dapat mengerti dan memahami Moda Kelelahan dan Alat sambung Baut b. Mampu merencanakan dan menganalisis Alat Sambung baut Pertemuan ke : 11 No Tahap Kegiatan Pembelajaran Metode Media Alokasi Waktu 1 Awal Menyampaikan standart kompetensi yang akan dicapai 2 Inti: Memaparkan analisis sambungan baut dan perencanaanya, serta contoh analisis dan perencanaanya. 3 Akhir: a. Mereview pamahaman materi mahasiswa dengan memberikan beberapa pertanyaan b. Merangkum materi kuliah pada tatap Diskusi kelompok Memperhatikan pertanyaan yang disampaikan dosen dan menjawabnya, memberikan sanggahan jika mempunyai Diskusi antar mahasiswa dan diskusi (dosen dengan seluruh mahasiwa) Sumber 20 Silabi Website Buku 20 Alat Penilaian Paper

20 muka ke-11 beda pendapat dengan materi yang disampaikan. ALAT INSTRUMEN EVALUASI a. Ujian tertulis b. Observasi attitude ( keaktifan dan partisipasi dalam diskusi dan kemampuan bekerja sama)

21 Mata Kuliah : Struktur Kayu / SKS : 2 Kode MK : TKS 2383 Semester : 5 Jumlah Pertemuan : 15 / Waktu : 150 menit Standart Kompetensi : merencanakan dan menganalisa dimensi dan sambungan struktur kayu berdasarkan SNI-5 (2002) Kompetensi Dasar : Mampu merencakan dan menganalisis Moda Kelelahan Sambungan, Alat sambung paku dan sambungan baut Indikator : Ujian Kompetensi Dasar 3 Pertemuan ke : 12 No Tahap Kegiatan Pembelajaran Metode Media Alokasi Waktu Sumber Alat Penilaian 1. Test tertulis materi KD3 Mengerjakan soal test tertulis ALAT INSTRUMEN EVALUASI 1. Ujian tertulis 2. Observasi attitude ( keaktifan dan partisipasi dalam diskusi dan kemampuan bekerja sama)

22 Mata Kuliah : Struktur Kayu / SKS : 2 Kode MK : TKS 2383 Semester : 6 Jumlah Pertemuan : 15/ Waktu : 150 menit Standart Kompetensi : merencanakan dan menganalisa dimensi dan sambungan struktur kayu berdasarkan SNI-5 (2002) Kompetensi Dasar : Mampu memahami balok-kolom, balok bersusun dan sambungan balok/momen dengan cicin belah, dan takikan serta pengenalan sifat mekanika bambu dan penggunaannya Indikator : Mengetahui dan memahami analisis dan perencanaan balok-kolom Pertemuan ke : 13 No Tahap Kegiatan Pembelajaran Metode Media Alokasi Waktu 1 Awal Menyampaikan standart kompetensi yang akan dicapai 2 Inti: Memaparkan gaya-gaya dalam pembebanan aksial- lentur Merencanakan struktur akibat pembebanan aksial-lentur 3 Akhir: a. Mereview pamahaman materi mahasiswa dengan memberikan beberapa pertanyaan b. Merangkum materi kuliah pada tatap muka ke-13 Diskusi kelompok Memperhatikan pertanyaan yang disampaikan dosen dan menjawabnya, memberikan sanggahan jika mempunyai beda pendapat dengan materi yang disampaikan. Diskusi antar mahasiswa dan diskusi (dosen dengan seluruh mahasiwa) Sumber 20 Silabi Website Buku 20 Alat Penilaian Paper

23 ALAT INSTRUMEN EVALUASI 1. Ujian tertulis 2. Observasi attitude ( keaktifan dan partisipasi dalam diskusi dan kemampuan bekerja sama)

24 Mata Kuliah : Struktur Kayu / SKS : 2 Kode MK : TKS 2383 Semester : 6 Jumlah Pertemuan : 15/ Waktu : 150 menit Standart Kompetensi : merencanakan dan menganalisa dimensi dan sambungan struktur kayu berdasarkan SNI-5 (2002) Kompetensi Dasar : Mampu memahami balok-kolom, balok bersusun dan sambungan balok/momen dengan cicin belah, dan takikan serta pengenalan sifat mekanika bambu dan penggunaannya Indikator : Mengetahui dan memahami analisis dan perencanaan balok tersusun Pertemuan ke : 14 No Tahap Kegiatan Pembelajaran Metode Media Alokasi Waktu 1 Awal Menyampaikan standart kompetensi yang akan dicapai 2 Inti: Memaparkan analisis dan perencanaan balok bersusun serta penggunaan alat penyusunnya 3 Akhir: a. Mereview pamahaman materi mahasiswa dengan memberikan beberapa pertanyaan b. Merangkum materi kuliah pada tatap muka ke-14 Diskusi kelompok Memperhatikan pertanyaan yang disampaikan dosen dan menjawabnya, memberikan sanggahan jika mempunyai beda pendapat dengan materi yang disampaikan. Diskusi antar mahasiswa dan diskusi (dosen dengan seluruh mahasiwa) Sumber 20 Silabi Website Buku 20 Alat Penilaian Paper

25 ALAT INSTRUMEN EVALUASI 3. Ujian tertulis 4. Observasi attitude ( keaktifan dan partisipasi dalam diskusi dan kemampuan bekerja sama)

26 Mata Kuliah : Struktur Kayu / SKS : 2 Kode MK : TKS 2383 Semester : 6 Jumlah Pertemuan : 15/ Waktu : 150 menit Standart Kompetensi : merencanakan dan menganalisa dimensi dan sambungan struktur kayu berdasarkan SNI-5 (2002) Kompetensi Dasar : Mampu memahami balok-kolom, balok bersusun dan sambungan balok/momen dengan cicin belah, dan takikan serta pengenalan sifat mekanika bambu dan penggunaannya Indikator : Mengetahui dan memahami analisis dan perencanaan serta penggunaan jenis sambungan momen, sisin belah, takikan Pertemuan ke : 15 No Tahap Kegiatan Pembelajaran Metode Media Alokasi Waktu 1 Awal Menyampaikan standart kompetensi yang akan dicapai 2 Inti: Memaparkan analisis dan perencanaan serta penggunaan jenis sambungan momen, sisin belah, takikan 3 Akhir: a. Mereview pamahaman materi mahasiswa dengan memberikan beberapa pertanyaan b. Merangkum materi kuliah pada tatap muka ke-14 Diskusi kelompok Memperhatikan pertanyaan yang disampaikan dosen dan menjawabnya, memberikan sanggahan jika mempunyai beda pendapat dengan materi yang disampaikan. Diskusi antar mahasiswa dan diskusi (dosen dengan seluruh mahasiwa) Sumber 20 Silabi Website Buku 20 Alat Penilaian Paper

27 ALAT INSTRUMEN EVALUASI 1. Ujian tertulis 2. Observasi attitude ( keaktifan dan partisipasi dalam diskusi dan kemampuan bekerja sama)

28 Mata Kuliah : Struktur Kayu / SKS : 3 Kode MK : TKS 2383 Semester : 5 Jumlah Pertemuan : 16 / Waktu : 150 menit Standart Kompetensi : merencanakan dan menganalisa dimensi dan sambungan struktur kayu berdasarkan SNI-5 (2002) Kompetensi Dasar : Mampu memahami balok-kolom, balok bersusun dan sambungan balok/momen dengan cicin belah, dan takikan serta pengenalan sifat mekanika bambu dan penggunaannya Indikator : Ujian Semester (KD4) Pertemuan ke : 16 No Tahap Kegiatan Pembelajaran Metode Media Alokasi Waktu Sumber Alat Penilaian 1. Test tertulis materi KD4 Mengerjakan soal test tertulis ALAT INSTRUMEN EVALUASI 1. Ujian tertulis 2. Observasi attitude ( keaktifan dan partisipasi dalam diskusi dan kemampuan bekerja sama) Disiapkan Diperiksa Disahkan Koordinator Pengampu MK KBK Ketua Jurusan / PKJ1

SIFAT MEKANIK KAYU. Angka rapat dan kekuatan tiap kayu tidak sama Kayu mempunyai 3 sumbu arah sumbu :

SIFAT MEKANIK KAYU. Angka rapat dan kekuatan tiap kayu tidak sama Kayu mempunyai 3 sumbu arah sumbu : SIFAT MEKANIK KAYU Angka rapat dan kekuatan tiap kayu tidak sama Kayu mempunyai 3 sumbu arah sumbu : Sumbu axial (sejajar arah serat ) Sumbu radial ( menuju arah pusat ) Sumbu tangensial (menurut arah

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : Struktur Beton bertulang Kode Mata Kuliah : MKT 1303 SKS : 3(3-0) Waktu Pertemuan : 150 Menit SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) A. Tujuan Pembelajaran 1. Tujuan umum mata kuliah Mahasiswa dapat

Lebih terperinci

Pertemuan IV,V,VI,VII II. Sambungan dan Alat-Alat Penyambung Kayu

Pertemuan IV,V,VI,VII II. Sambungan dan Alat-Alat Penyambung Kayu Pertemuan IV,V,VI,VII II. Sambungan dan Alat-Alat Penyambung Kayu II.1 Sambungan Kayu Karena alasan geometrik, konstruksi kayu sering kali memerlukan sambungan perpanjang untuk memperpanjang kayu atau

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN (RPP) Mata Kuliah METODE PENGEMBANGAN FISIK MOTORIK

RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN (RPP) Mata Kuliah METODE PENGEMBANGAN FISIK MOTORIK (RPP) Mata Kuliah METODE PENGEMBANGAN FISIK MOTORIK Oleh : Nurul Huda, M.Pd. JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP VETERAN SEMARANG Mata Kuliah : Metode Pengembangan

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 3434:2008 Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS 91.010.20 Badan Standardisasi Nasional SNI 3434:2008 Daftar

Lebih terperinci

Konsep Sistem Informasi

Konsep Sistem Informasi SATUAN ACARA PERKULIAHAN Kode Mata Kuliah: IF0362/2 sks Program Studi: S 1 Sistem Informasi INSTITUT KEUANGAN PERBANKAN INFORMATIKA ASIA PERBANAS Jl. Perbanas, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta 12940,

Lebih terperinci

METODA CONSISTENT DEFORMATION

METODA CONSISTENT DEFORMATION Modul ke: 01 Analisa Struktur I METODA CONSISTENT Fakultas FTPD Acep Hidayat,ST,MT Program Studi Teknik Sipil Struktur Statis Tidak Tertentu Analisis Struktur Analisis struktur adalah proses untuk menentukan

Lebih terperinci

Pertemuan I,II,III I. Kayu Sebagai Bahan Konstruksi

Pertemuan I,II,III I. Kayu Sebagai Bahan Konstruksi Pertemuan I,II,III I. Kayu Sebagai Bahan Konstruksi I.1 Dasar-Dasar Penggunaan Kayu Kayu merupakan satu dari beberapa bahan konstruksi yang sudah lama dikenal masyarakat, didapatkan dari semacam tanaman

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN (RPP) Mata Kuliah EVALUASI PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN (RPP) Mata Kuliah EVALUASI PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN (RPP) Mata Kuliah EVALUASI PEMBELAJARAN Oleh : Risky Setiawan., M.Pd. JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP VETERAN SEMARANG Mata

Lebih terperinci

Desain Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa

Desain Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa Mata Kuliah : Struktur Beton Lanjutan Kode : TSP 407 SKS : 3 SKS Desain Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa Pertemuan - 11 TIU : Mahasiswa dapat mendesain berbagai elemen struktur beton bertulang TIK

Lebih terperinci

Panduan Belajar Struktur Beton Dasar

Panduan Belajar Struktur Beton Dasar Panduan Belajar Struktur Beton Dasar Gambar 1 Tampilan Depan Mata Kuliah Struktur Beton Dasar Pada tampilan depan halaman mata kuliah Struktur Beton Dasar sebagaimana diperlihatkan pada Gambar 1, terdapat

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : Teknologi Bahan Konstruksi Kode Mata Kuliah : MKT 1106 SKS : 2(2-0) Waktu Pertemuan : 100 Menit A. Tujuan Pembelajaran 1. Tujuan pembelajaran umum mata kuliah

Lebih terperinci

TM. IV : STRUKTUR RANGKA BATANG

TM. IV : STRUKTUR RANGKA BATANG TKS 4008 Analisis Struktur I TM. IV : STRUKTUR RANGKA BATANG Dr.Eng. Achfas Zacoeb, ST., MT. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Pendahuluan Rangka batang adalah suatu struktur rangka

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN (RPP) Mata Kuliah FILSAFAT ILMU. Oleh : Drs. Ag. Sutriyanto Hadi, M. Si.

RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN (RPP) Mata Kuliah FILSAFAT ILMU. Oleh : Drs. Ag. Sutriyanto Hadi, M. Si. (RPP) Mata Kuliah FILSAFAT ILMU Oleh : Drs. Ag. Sutriyanto Hadi, M. Si. JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP VETERAN SEMARANG Semester/ SKS : I/2 Pertemuan Ke-

Lebih terperinci

PERANCANGAN STRUKTUR ATAS APARTEMEN KALIBATA RESIDENCE TOWER D JAKARTA. Laporan Tugas Akhir. Atma Jaya Yogyakarta. Oleh :

PERANCANGAN STRUKTUR ATAS APARTEMEN KALIBATA RESIDENCE TOWER D JAKARTA. Laporan Tugas Akhir. Atma Jaya Yogyakarta. Oleh : PERANCANGAN STRUKTUR ATAS APARTEMEN KALIBATA RESIDENCE TOWER D JAKARTA Laporan Tugas Akhir sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta Oleh : ERWIN OLIVER

Lebih terperinci

Jenis Jenis Beban. Bahan Ajar Mekanika Bahan Mulyati, MT

Jenis Jenis Beban. Bahan Ajar Mekanika Bahan Mulyati, MT Jenis Jenis Beban Apabila suatu beban bekerja pada area yang sangat kecil, maka beban tersebut dapat diidealisasikan sebagai beban terpusat, yang merupakan gaya tunggal. Beban ini dinyatakan dengan intensitasnya

Lebih terperinci

UNIVERSITAS SEBELAS MARET PROGRAM STUDI D3 TEKNIK INFORMATIKA PELAKSANAAN TUGAS AKHIR. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR Hal. 1 dari 3

UNIVERSITAS SEBELAS MARET PROGRAM STUDI D3 TEKNIK INFORMATIKA PELAKSANAAN TUGAS AKHIR. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR Hal. 1 dari 3 I. TUJUAN Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan Tugas Akhir (TA) di D3 Teknik Informatika. II. DASAR PENETAPAN Aturan pengajuan proposal TA mahasiswa pada Program D3 Teknik Informatika dibuat berdasarkan:

Lebih terperinci

Rencana. pekerjaan. bobot Praktek 40 30. A. Identitas Matakuliah. Kode SKS Semester. : DI2212 : 2 (Dua) : 3 (tiga) : S-I Desain.

Rencana. pekerjaan. bobot Praktek 40 30. A. Identitas Matakuliah. Kode SKS Semester. : DI2212 : 2 (Dua) : 3 (tiga) : S-I Desain. Rencana Pembelajaran A. Identitas Matakuliah Mata Kuliah Kode SKS Semester Program Studi Mata Kuliah Prasyarat Dosen Pengampu : Pengetahuan Bahan I : DI : (Dua) : 3 (tiga) : S-I Desain Interior STISI Telkom

Lebih terperinci

RANCANGAN PEMBELAJARAN PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI

RANCANGAN PEMBELAJARAN PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI RANCANGAN PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI Q No. Dokumen 12-2-1.2.05.00 Tgl. Efektif 01 Maret 2014 Mata Kuliah : Manajemen Perubahan Semester : V Sks : 3 sks Kode : 31005 Dosen/Team Teaching

Lebih terperinci

PENYUSUNAN INSTRUMEN/ TES STANDAR. Dr. Zulkifli Matondang, M.Si

PENYUSUNAN INSTRUMEN/ TES STANDAR. Dr. Zulkifli Matondang, M.Si PENYUSUNAN INSTRUMEN/ TES STANDAR Dr. Zulkifli Matondang, M.Si Standar Nasional Pendidikan Standar Isi Standar Proses Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar

Lebih terperinci

PERANCANGAN ALTERNATIF STRUKTUR JEMBATAN KALIBATA DENGAN MENGGUNAKAN RANGKA BAJA

PERANCANGAN ALTERNATIF STRUKTUR JEMBATAN KALIBATA DENGAN MENGGUNAKAN RANGKA BAJA TUGAS AKHIR PERANCANGAN ALTERNATIF STRUKTUR JEMBATAN KALIBATA DENGAN MENGGUNAKAN RANGKA BAJA Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Tingkat Strata 1 (S-1) DISUSUN OLEH: NAMA

Lebih terperinci

PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA

PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL CIPTA KARYA NOMOR: 111/KPTS/CK/1993 TANGGAL 28 SEPTEMBER 1993 TENTANG: PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA A. DASAR DASAR PERENCANAAN BANGUNAN TAHAN GEMPA

Lebih terperinci

KULTAS HUKUM UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG

KULTAS HUKUM UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG SILABUS Mata Kuliah : Pengantar Ilmu Hukum Kode Mata Kuliah : HKI 2002 SKS : 4 Dosen : 1. Prof. Dr. Sarsintorini P, S.H., M.Hum 2. Sri Setyowati, S.H., M.Hum 3. Erna Trimartini, S.H., M.Hum 4. Enny Patria,

Lebih terperinci

ALTERNATIF ALAT SAMBUNG KONSTRUKSI SAMBUNGAN KAYU TAHAN TARIK,TEKAN DAN LENTUR ABSTRAK

ALTERNATIF ALAT SAMBUNG KONSTRUKSI SAMBUNGAN KAYU TAHAN TARIK,TEKAN DAN LENTUR ABSTRAK ALTERNATIF ALAT SAMBUNG KONSTRUKSI SAMBUNGAN KAYU TAHAN TARIK,TEKAN DAN LENTUR Munarus Suluch Dosen Diploma Teknik Sipil, FTSP-ITS. Email : munarusz@ce.its.ac.id & munarusz@yahoo.com ABSTRAK Penelitian

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi waktu : SMA Negeri 1 Sukasada : Matematika : X/1 (Ganjil) : 2 x 4 menit (1 pertemuan) I. Standar Kompetensi

Lebih terperinci

PENGARUH DAN FUNGSI BATANG NOL TERHADAP DEFLEKSI TITIK BUHUL STRUKTUR RANGKA Iwan-Indra Gunawan PENDAHULUAN

PENGARUH DAN FUNGSI BATANG NOL TERHADAP DEFLEKSI TITIK BUHUL STRUKTUR RANGKA Iwan-Indra Gunawan PENDAHULUAN PENGARUH DAN FUNGSI BATANG NOL TERHADAP DEFLEKSI TITIK BUHUL STRUKTUR RANGKA Iwan-Indra Gunawan INTISARI Konstruksi rangka batang adalah konstruksi yang hanya menerima gaya tekan dan gaya tarik. Bentuk

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN (RPP) Mata Kuliah PENGELOLAAN TEMPAT PENITIPAN ANAK

RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN (RPP) Mata Kuliah PENGELOLAAN TEMPAT PENITIPAN ANAK (RPP) Mata Kuliah PENGELOLAAN TEMPAT PENITIPAN ANAK Oleh : Asef Umar Fakhruddin, M. Pd. I. JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP VETERAN SEMARANG Pertemuan Ke-

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Jembatan Jembatan adalah suatu konstruksi yang gunanya untuk meneruskan jalan melalui suatu rintangan yang berada lebih rendah. Rintangan ini biasanya jalan lain

Lebih terperinci

FAK. ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK UNIVERSITAS KADIRI TANGGAL STANDARD OPERATING PROCEDURE BERLAKU: PROSES PEMBELAJARAN REVISI :

FAK. ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK UNIVERSITAS KADIRI TANGGAL STANDARD OPERATING PROCEDURE BERLAKU: PROSES PEMBELAJARAN REVISI : DOKUMEN LEVEL KODE SOP/LAK/B.01 UNIVERSITAS KADIRI TANGGAL STANDARD OPERATING PROCEDURE BERLAKU FAK. ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK PROSES PEMBELAJARAN REVISI A. TUJUAN Untuk terlaksananya kegiatan pembelajaran

Lebih terperinci

MEMASANG RANGKA DAN PENUTUP PLAFON

MEMASANG RANGKA DAN PENUTUP PLAFON KODE MODUL KYU.BGN.214 (2) A Milik Negara Tidak Diperdagangkan SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK BANGUNAN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK INDUSTRI KAYU MEMASANG RANGKA DAN PENUTUP PLAFON DIREKTORAT

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN... 2 BAB II MODUL MAHASISWA...

BAB I PENDAHULUAN... 2 BAB II MODUL MAHASISWA... DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN... 2 BAB II MODUL MAHASISWA... 5 2.1 MENDOWNLOAD MATERI... 7 2.2 MENGIRIMKAN TUGAS... 7 2.3 MENDOWNLOAD MATERI DARI DISPLAY DIRECTORI... 10 2.4 MENONTON VIDEO TUTORIAL... 10

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Seismic Column Demand Pada Rangka Bresing Konsentrik Khusus

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Seismic Column Demand Pada Rangka Bresing Konsentrik Khusus BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Seismic Column Demand Pada Rangka Bresing Konsentrik Khusus Sistem Rangka Bresing Konsentrik Khusus merupakan sistem struktur yang efisien dalam menahan gaya gempa lateral.

Lebih terperinci

Pengendalian Proses Perkuliahan Strata - 1

Pengendalian Proses Perkuliahan Strata - 1 FM-UII-AM-FSM-08/RO PROSEDUR SISTEM MUTU Pengendalian Proses Perkuliahan Strata - 1 FAKULTAS. Kode Dokumen : PM-UII-09 Versi / Revisi : 1/0 Tanggal Berlaku : 28 Februari 2000 Disahkan oleh, Diperiksa oleh,

Lebih terperinci

Analisis Struktur Statis Tak Tentu dengan Force Method

Analisis Struktur Statis Tak Tentu dengan Force Method Mata Kuliah : Analisis Struktur Kode : TSP 202 SKS : 3 SKS Analisis Struktur Statis Tak Tentu dengan Force Method Pertemuan - 7 TIU : Mahasiswa dapat menghitung reaksi perletakan pada struktur statis tak

Lebih terperinci

Kopling tetap adalah suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penerus putaran dan daya dari poros penggerak ke poros yang digerakkan secara pasti

Kopling tetap adalah suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penerus putaran dan daya dari poros penggerak ke poros yang digerakkan secara pasti Kopling tetap adalah suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penerus putaran dan daya dari poros penggerak ke poros yang digerakkan secara pasti (tanpa terjadi slip), dimana sumbu kedua poros tersebut

Lebih terperinci

PENGARUH PENGGUNAAN SERBUK KACA SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DENGAN BAHAN TAMBAH SUPERPLASTISIZER TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON

PENGARUH PENGGUNAAN SERBUK KACA SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DENGAN BAHAN TAMBAH SUPERPLASTISIZER TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON PENGARUH PENGGUNAAN SERBUK KACA SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DENGAN BAHAN TAMBAH SUPERPLASTISIZER TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON Laporan Tugas Akhir Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana

Lebih terperinci

Panduan Kerja Praktek

Panduan Kerja Praktek Panduan Kerja Praktek FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG DAFTAR ISI PANDUAN KERJA PRAKTEK 1. Pendahuluan 2. Pembimbing 3. 4. Panduan Pelaksanaan Kerja Praktek 5. Format Penulisan

Lebih terperinci

3. Bagian-Bagian Atap Bagian-bagian atap terdiri atas; kuda-kuda, ikatan angin, jurai, gording, sagrod, bubungan, usuk, reng, penutup atap, dan

3. Bagian-Bagian Atap Bagian-bagian atap terdiri atas; kuda-kuda, ikatan angin, jurai, gording, sagrod, bubungan, usuk, reng, penutup atap, dan 3. Bagian-Bagian Atap Bagian-bagian atap terdiri atas; kuda-kuda, ikatan angin, jurai, gording, sagrod, bubungan, usuk, reng, penutup atap, dan talang. a. Gording Gording membagi bentangan atap dalam jarak-jarak

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN Universitas Muhammadiyah Jakarta Fakultas Ilmu Pendidikan Jl. K.H. Ahmad Dahlan Cirendeu Ciputat Form(FR) No. Dokumen : FIP-AKD Tgl. Terbit : 4 Maret 0 No. Revisi : Hal : SATUAN ACARA PERKULIAHAN Kode

Lebih terperinci

Struktur Rangka Batang Statis Tertentu

Struktur Rangka Batang Statis Tertentu Mata Kuliah : Statika Kode : TSP 106 SKS : 3 SKS Struktur Rangka Batang Statis Tertentu Pertemuan 10, 11, 12 TIU : Mahasiswa dapat menghitung reaksi perletakan pada struktur statis tertentu Mahasiswa dapat

Lebih terperinci

Derajat Strata 1 pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik. Disusun Oleh : Neva Anggraini

Derajat Strata 1 pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik. Disusun Oleh : Neva Anggraini TUGAS AKHIR PERANCANGAN ULANG STRUKTUR PORTAL GEDUNG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Diajukan Guna Memenuhi Sebagian Persyaratan untuk Memperoleh Derajat Strata

Lebih terperinci

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 73/KEP/UDN-01/VII/2007. tentang STANDAR PROSES PEMBELAJARAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 73/KEP/UDN-01/VII/2007. tentang STANDAR PROSES PEMBELAJARAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 73/KEP/UDN-01/VII/2007 tentang STANDAR PROSES PEMBELAJARAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Rektor Universitas Dian Nuswantoro Menimbang : 1. bahwa proses

Lebih terperinci

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) DAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN MENENGAH (SRPMM)

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) DAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN MENENGAH (SRPMM) PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) DAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN MENENGAH (SRPMM) TUGAS AKHIR Diajukan untuk melengkapi tugas tugas dan memenuhi syarat

Lebih terperinci

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 25 B. TUJUAN 25 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 25 D. UNSUR YANG TERLIBAT 26 E. REFERENSI 26 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 26

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 25 B. TUJUAN 25 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 25 D. UNSUR YANG TERLIBAT 26 E. REFERENSI 26 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 26 DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 25 B. TUJUAN 25 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 25 D. UNSUR YANG TERLIBAT 26 E. REFERENSI 26 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 26 G. URAIAN PROSEDUR KERJA 27 LAMPIRAN 1 : ALUR PROSEDUR KERJA

Lebih terperinci

KONSEP DAN METODE PERENCANAAN

KONSEP DAN METODE PERENCANAAN 24 2 KONSEP DAN METODE PERENCANAAN A. Perkembangan Metode Perencanaan Beton Bertulang Beberapa kajian awal yang dilakukan pada perilaku elemen struktur beton bertulang telah mengacu pada teori kekuatan

Lebih terperinci

BAMBU SEBAGAI KOMPONEN STRUKTURAL DAN NON STRUKTURAL PADA BANGUNAN RUMAH

BAMBU SEBAGAI KOMPONEN STRUKTURAL DAN NON STRUKTURAL PADA BANGUNAN RUMAH BAGIAN BAMBU SEBAGAI KOMPONEN STRUKTURAL DAN NON STRUKTURAL PADA BANGUNAN RUMAH P e n d a h u l u a n Pertumbuhan jumlah penduduk yang sangat pesat (khususnya di Indonesia) mengakibatkan peningkatan jumlah

Lebih terperinci

PROSEDUR MUTU EVALUASI PROSES BELAJAR MENGAJAR. Hal 1 dari 4

PROSEDUR MUTU EVALUASI PROSES BELAJAR MENGAJAR. Hal 1 dari 4 Telp. (04) 85081, 86458337, Fax. (04) 85081. http://www.unnes.ac.id 1 dari 4 1. TUJUAN Prosedur evaluasi proses belajar mengajar ditetapkan agar dapat menjamin terselenggaranya kegiatan proses belajar

Lebih terperinci

U IVERSITAS AIRLA GGA

U IVERSITAS AIRLA GGA U IVERSITAS AIRLA GGA Kampus C Mulyorejo Surabaya 60115 Telp. (031) 5914042, 5914043, 5912546, 5912564 Fax (031) 5981841 Website : http://www.unair.ac.id ; e-mail : rektor@unair.ac.id SALI A PERATURA REKTOR

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. ( RPP Siklus II ) : 2 Jam pelajaran(2 x35 menit) 6. Memahami sifat bangun dan hubungan antar bangun.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. ( RPP Siklus II ) : 2 Jam pelajaran(2 x35 menit) 6. Memahami sifat bangun dan hubungan antar bangun. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP Siklus II ) Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : V / 2 Waktu : 2 Jam pelajaran(2 x35 menit) Standar Kompetensi : 6. Memahami sifat bangun dan hubungan antar

Lebih terperinci

Gaya. Gaya adalah suatu sebab yang mengubah sesuatu benda dari keadaan diam menjadi bergerak atau dari keadaan bergerak menjadi diam.

Gaya. Gaya adalah suatu sebab yang mengubah sesuatu benda dari keadaan diam menjadi bergerak atau dari keadaan bergerak menjadi diam. Gaya Gaya adalah suatu sebab yang mengubah sesuatu benda dari keadaan diam menjadi bergerak atau dari keadaan bergerak menjadi diam. Dalam mekanika teknik, gaya dapat diartikan sebagai muatan yang bekerja

Lebih terperinci

KONSTRUKSI DINDING BAMBU PLASTER Oleh Andry Widyowijatnoko Mustakim Departemen Arsitektur Institut Teknologi Bandung

KONSTRUKSI DINDING BAMBU PLASTER Oleh Andry Widyowijatnoko Mustakim Departemen Arsitektur Institut Teknologi Bandung MODUL PELATIHAN KONSTRUKSI DINDING BAMBU PLASTER Oleh Andry Widyowijatnoko Mustakim Departemen Arsitektur Institut Teknologi Bandung Pendahuluan Konsep rumah bambu plester merupakan konsep rumah murah

Lebih terperinci

DOKUMEN LEVEL PROGRAM DIPLOMA III

DOKUMEN LEVEL PROGRAM DIPLOMA III 1. TUJUAN : 1. Memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang substansi materi PKL I 2. Membekali mahasiswa dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan PKL I. 3. Memberikan pemahaman kepada mahasiswa

Lebih terperinci

CONTOH MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR

CONTOH MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR CONTOH MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Disampaikan pada Diklat Instruktur/Pengembang Matematika SD Jenjang Lanjut Tanggal 6 s.d. 9 Agustus 200 di PPPG Matematika Oleh: Dra. Sukayati, M.

Lebih terperinci

DESKRIPSI : KELISTRIKAN BODI

DESKRIPSI : KELISTRIKAN BODI DESKRIPSI : KELISTRIKAN BODI Mata Kuliah kelistrikan bodi merupakan ilmu dan ketrampilan yang sangat penting untuk masuk ke dunia kerja. Dengan memahami dasar-dasar kelistrikan Bodi, mahasiswa bias dengan

Lebih terperinci

Kurikulum Mata Kuliah Program Studi Teknik Kimia

Kurikulum Mata Kuliah Program Studi Teknik Kimia Kurikulum Mata Kuliah Program Studi Teknik Kimia Semester 1 1. 10000811 Pendidikan Agama 2 2. 10000511 Pendidikan Pancasila 2 3. 10001711 Bahasa Inggris 2 4. 61100122 Kalkulus I 2 5. 61100322 Fisika Dasar

Lebih terperinci

Modul Matematika Segi Empat

Modul Matematika Segi Empat Modul Matematika Segi Empat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP-Standar Isi 2006) Berdasarkan Pendekatan Kontekstual Untuk Siswa SMP Kelas VII Semester 2 Penulis : Tutik Shahidayanti Pembimbing :

Lebih terperinci

Oleh : Bambang Dwinanto, ST.,MT Debi Kurniawan ABSTRAKSI. Kata Kunci : Perangkat, Inverter, Frekuensi, Motor Induksi, Generator.

Oleh : Bambang Dwinanto, ST.,MT Debi Kurniawan ABSTRAKSI. Kata Kunci : Perangkat, Inverter, Frekuensi, Motor Induksi, Generator. ANALISA GENERATOR LISTRIK MENGGUNAKAN MESIN INDUKSI PADA BEBAN HUBUNG BINTANG (Y) DELTA ( ) PADA LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO DASAR UNIVERSITAS GUNADARMA Oleh : Bambang Dwinanto, ST.,MT Debi Kurniawan ABSTRAKSI

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN AGAMA

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN AGAMA Tgl Ditetapkan : Halaman : 1 dari 5 hal. No. Uraian Kegiatan Uraian Pelayanan DESKRIPSI : Prosedur tentang Para Pihak, Saksi dan atau Saksi Ahli A. PEMANGGILAN PARA PIHAK MELALUI KEMENTRIAN LUAR NEGERI

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN BERDASARKAN STANDAR PROSES. MULAI. Persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN

PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN BERDASARKAN STANDAR PROSES. MULAI. Persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN BERDASARKAN STANDAR PROSES. ALUR PROSES /FLOWCHART PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN MULAI Persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran Menetapkan rombongan belajar. Menetapkan

Lebih terperinci

TAHAPAN PENYUSUNAN SOP

TAHAPAN PENYUSUNAN SOP 11 LAMPIRAN I PERATURAN KEPALA BNN NOMOR 3 TAHUN 2013 TANGGAL 18 APRIL 2013 TAHAPAN PENYUSUNAN SOP Tahapan penyusunan SOP meliputi: 1. Persiapan a. Membentuk Tim dan kelengkapannya 1) Tim terdiri dari

Lebih terperinci

Efisiensi Dimensi dan Biaya Atap Baja Rumah Susun C Siwalankerto. Sri Utami Setyowati, Ir., MT

Efisiensi Dimensi dan Biaya Atap Baja Rumah Susun C Siwalankerto. Sri Utami Setyowati, Ir., MT Efisiensi Dimensi dan Biaya Atap Baja Rumah Susun C Siwalankerto 91 Efisiensi Dimensi dan Biaya Atap Baja Rumah Susun C Siwalankerto Sri Utami Setyowati, Ir., MT ABSTRAK Tujuan efisiensi struktur rangka

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN (RPP) Mata Kuliah ANALISIS KEBUTUHAN AUD I

RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN (RPP) Mata Kuliah ANALISIS KEBUTUHAN AUD I (RPP) Mata Kuliah ANALISIS KEBUTUHAN AUD I Oleh : Maulidya Ulfah., M.Pd.I JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP VETERAN SEMARANG Semester/ SKS : V / 2 Pertemuan

Lebih terperinci

Modul 4 PRINSIP DASAR

Modul 4 PRINSIP DASAR Modul 4 PRINSIP DASAR 4.1 Pendahuluan Ilmu statika pada dasarnya merupakan pengembangan dari ilmu fisika, yang menjelaskan kejadian alam sehari-hari, yang berkaitan dengan gaya-gaya yang bekerja. Insinyur

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL ROPOSAL PERMOHONAN PENYELENGARAAN PENGAKUAN PEMBELAJARAN LAMPAU (PPL) PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA DIREKTORAT PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI

Lebih terperinci

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI SURAKARTA ( S T I E S )

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI SURAKARTA ( S T I E S ) SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI SURAKARTA ( S T I E S ) Matakuliah ini dirancang untuk memungkinkan mahasiswa memahami comparative accounting. Dengan pemahaman ini mahasiswa diharapkan mendapatkan orientasi

Lebih terperinci

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM INSTITUTE OF ISLAMIC STUDIES DR. KHEZ. MUTTAQIEN

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM INSTITUTE OF ISLAMIC STUDIES DR. KHEZ. MUTTAQIEN STAI SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM INSTITUTE OF ISLAMIC STUDIES DR. KHEZ. MUTTAQIEN Jalan Baru Maracang No. 35 Purwakarta - Website www.staimuttaqien.ac.id CEKLIST KELENGKAPAN SYARAT SEMINAR PROPOSAL PENELITIAN

Lebih terperinci

SIFAT-SIFAT PRODUK PERTANIAN TPG 326

SIFAT-SIFAT PRODUK PERTANIAN TPG 326 RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) SIFAT-SIFAT PRODUK PERTANIAN TPG 326 OLEH: Dr. ANDASURYANI, S.TP, M.Si MISLAINI R., S.TP, MP PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN JURUSAN TEKNIK PERTANIAN

Lebih terperinci

NO KODE A R S I T E K T U R 1 Arsitek 101 2 Ahli Desain Interior 102 3 Ahli Arsitekur Lansekap 103 4 Teknik Iluminasi 104

NO KODE A R S I T E K T U R 1 Arsitek 101 2 Ahli Desain Interior 102 3 Ahli Arsitekur Lansekap 103 4 Teknik Iluminasi 104 www.sertifikasi.biz DAFTAR KLASIFIKASI/SUB-KLASIFIKASI TENAGA KERJA AHLI KONSTRUKSI No. A R S I T E K T U R 1 Arsitek 101 2 Ahli Desain Interior 102 3 Ahli Arsitekur Lansekap 103 4 Teknik Iluminasi 104

Lebih terperinci

- 1 - TEKNIK PENYUSUNAN NASKAH AKADEMIK PERATURAN DAERAH

- 1 - TEKNIK PENYUSUNAN NASKAH AKADEMIK PERATURAN DAERAH - 1 - LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH TEKNIK PENYUSUNAN NASKAH AKADEMIK PERATURAN DAERAH 1. Naskah Akademik adalah

Lebih terperinci

PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROSEDURE (SOP)

PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROSEDURE (SOP) 1 PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROSEDURE (SOP) dr. AGUS DWI PITONO,M.KES Disampaiakn pada Pertemuan Penyusunan SOP Dinas Kesehatan Kota Bima 02 Maret 2015 2 ORGANISASI PEMERINTAH DASAR HUKUM: Peraturan

Lebih terperinci

LAPORAN PENELITIAN DANA PNBP TAHUN ANGGARAN 2012

LAPORAN PENELITIAN DANA PNBP TAHUN ANGGARAN 2012 LAPORAN PENELITIAN DANA PNBP TAHUN ANGGARAN 2012 ANALISIS STABILITAS ELEMEN BAJA RINGAN SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF PENGGANTI BAJA KONVENSIONAL PADA RANGKA BATANG (Studi Kasus Rangka Atap Gedung Fakultas

Lebih terperinci

RANCANGAN PERKULIAHAN PROGRAM STUDI S-1 MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI BISNIS

RANCANGAN PERKULIAHAN PROGRAM STUDI S-1 MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI BISNIS RANCANGAN PERKULIAHAN PROGRAM SUDI S-1 MANAJEMEN FAKULAS EKONOMI BISNIS Q No. Dokumen 12-2-1.2.04.00 Distribusi gl. Efektif 01 Maret 2014 Judul Mata Kuliah : Akuntansi Manajemen (Managerial Accounting)

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA PMIPA FKIP UNIVERSITAS JAMBI UJIAN AKHIR SEMESTER

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA PMIPA FKIP UNIVERSITAS JAMBI UJIAN AKHIR SEMESTER PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA PMIPA FKIP UNIVERSITAS JAMBI UJIAN AKHIR SEMESTER Kode: Area: Program Studi Tanggal dikeluarkan: Tanggal Revisi: TUJUAN Tujuan Standar Operasional Prosedur ini adalah

Lebih terperinci

INSTRUMEN EVALUASI MUTU INTERNAL (EMI)LEMBAGA PENDIDIKAN TENAGA KEPENDIDIKAN (LPTK)

INSTRUMEN EVALUASI MUTU INTERNAL (EMI)LEMBAGA PENDIDIKAN TENAGA KEPENDIDIKAN (LPTK) INSTRUMEN EVALUASI MUTU INTERNAL (EMI)LEMBAGA PENDIDIKAN TENAGA KEPENDIDIKAN (LPTK) 1. STANDAR ISI 1.1. Kejelasan dan kelengkapan dokumen kebijakan tentang penyusunan dan pengembangan kurikulum Terdapat

Lebih terperinci

DAFTAR ISI DAFTAR ISI

DAFTAR ISI DAFTAR ISI DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang... I-1 1.2. Permasalahan... I-2 1.3. Maksud dan tujuan... I-2 1.4. Lokasi studi... I-2 1.5. Sistematika penulisan... I-4 BAB II DASAR TEORI 2.1. Tinjauan

Lebih terperinci

Panduan Praktis Pemeriksaan Kerusakan Bangunan akibat Gempa Bumi

Panduan Praktis Pemeriksaan Kerusakan Bangunan akibat Gempa Bumi Panduan Praktis Pemeriksaan Kerusakan Bangunan akibat Gempa Bumi Jl. Panyaungan, Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung 40393 Telp:(022) 7798393 (4 lines), Fax: (022) 7798392, E-mail: info@puskim.pu.go.id,

Lebih terperinci

Ilmu Budaya dan Sosial Dasar

Ilmu Budaya dan Sosial Dasar SATUAN ACARA PERKULIAHAN Ilmu Budaya dan Sosial Dasar Kode Mata Kuliah: UM0072/2 sks Program Studi: S 1 Sistem Informasi INSTITUT KEUANGAN PERBANKAN INFORMATIKA ASIA PERBANAS Jl. Perbanas, Karet Kuningan,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan metode yang tepat maka akan mendapatkan hasil yang tepat pula.

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan metode yang tepat maka akan mendapatkan hasil yang tepat pula. 40 BAB III METODE PENELITIAN Metodologi penelitian dalam suatu penelitian sangat penting, sebab dengan menggunakan metode yang tepat maka akan mendapatkan hasil yang tepat pula. Artinya apabila seseorang

Lebih terperinci

BAB V HUKUM NEWTON TENTANG GERAK

BAB V HUKUM NEWTON TENTANG GERAK BAB V HUKUM NEWTON TENTANG GERAK Ilmuwan yang sangat berjasa dalam mempelajari hubungan antara gaya dan gerak adalah Isaac Newton, seorang ilmuwan Inggris. Newton mengemukakan tiga buah hukumnya yang dikenal

Lebih terperinci

MANUAL PROSEDUR SEMESTER PENDEK KHUSUS (SPK) JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MP-UJM-AB-FIA-UB 04.

MANUAL PROSEDUR SEMESTER PENDEK KHUSUS (SPK) JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MP-UJM-AB-FIA-UB 04. MANUAL PROSEDUR SEMESTER PENDEK KHUSUS (SPK) JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MP-UJM-AB-FIA-UB 04.07 Tanggal : 11-05-2009 Dikaji ulang oleh : Sekretaris Jurusan

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN TM 13-14

SATUAN ACARA PERKULIAHAN TM 13-14 SATUAN ACARA PERKULIAHAN TM 13-14 Jurusan/Program Studi : Manajemen / S1 Manajemen Mata Kuliah : Statistik Bisnis Kode Mata Kuliah : 22008 Bobot : 3 sks Jumlah Tatap Muka (TM) : 2 (TM 13-14) Deskripsi

Lebih terperinci

BAGAN PROSEDUR PENGAJUAN SKRIPSI

BAGAN PROSEDUR PENGAJUAN SKRIPSI BAGAN PROSEDUR PENGAJUAN SKRIPSI Langkah 8 : Mahasiswa mendaftar Ujian Skripsi ke Panitia di Jurusan setelah skripsi disetujui oleh TPS W I S U D A Langkah 10 A : Mahasiswa mendapatkan YUDISIUM (nilai

Lebih terperinci

MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR: 45/PRT/M/2007 TENTANG

MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR: 45/PRT/M/2007 TENTANG MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR: 45/PRT/M/2007 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG NEGARA MENTERI PEKERJAAN UMUM Menimbang : a. bahwa sesuai

Lebih terperinci

1. Definisi Persyaratan Umum

1. Definisi Persyaratan Umum 1. Definisi 4.1 merupakan karya ilmiah tertulis yang disusun oleh mahasiswa, sesuai dengan kaidah dan etika keilmuan, di bawah bimbingan dosen yang berkompeten dan merupakan cerminan kemampuan mahasiswa

Lebih terperinci

Teknik Pembuatan Program Kerja (PKA) Audit Mutu Internal PerguruanTinggi (AMIPT)

Teknik Pembuatan Program Kerja (PKA) Audit Mutu Internal PerguruanTinggi (AMIPT) Teknik Pembuatan Program Kerja (PKA) Audit Mutu Internal PerguruanTinggi (AMIPT) PROGRAM AUDIT Seperangkat prosedur analitis, berupa alur/urutan langkah-langkah dalam pengumpulan data dan bukti Tujuan

Lebih terperinci

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Berdasarkan Permendikbud no. 49/2014

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Berdasarkan Permendikbud no. 49/2014 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Berdasarkan Permendikbud no. 49/2014 Standar yang diatur di lingkup DIKTI STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN 1. Standar Kompetensi Lulusan 2. Standar Isi 3. Standar Proses 4.

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) Fakultas : MIPA Program Studi : Pendidikan Fisika Nama Matakuliah/SKS : IPBA/2 Kode Matakuliah : Matakuliah Prasyarat : Mahasiswa telah memprogram Fisika Dasar I Nama

Lebih terperinci

SILABUS. Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu

SILABUS. Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu KELAS XII SEMESTER 1 SILABUS Semester : 1 Standar Kompetensi : Mendengarkan 1. Memahami informasi dari berbagai laporan 1.1 Membedakan Laporan Mencatat pokok-pokok antara fakta Laporan kegiatan isi laporan

Lebih terperinci

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI KRAN MOBIL PADA PESAWAT ANGKAT OPERATOR FORKLIFT (FL)

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI KRAN MOBIL PADA PESAWAT ANGKAT OPERATOR FORKLIFT (FL) PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI KRAN MOBIL PADA PESAWAT ANGKAT OPERATOR FORKLIFT (FL) KODE PROGRAM PELATIHAN : C.11.20.0.3.4.1.II.01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN

Lebih terperinci

Kayu gergajian Bagian 1: Istilah dan definisi

Kayu gergajian Bagian 1: Istilah dan definisi Standar Nasional Indonesia Kayu gergajian Bagian 1: Istilah dan definisi ICS 79.040 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi...i Prakata...ii 1 Ruang lingkup... 1 2 Acuan normatif... 1 3 Istilah

Lebih terperinci

PRAKTIK YANG MENGASYIKKAN MENGHILANGKAN RASA NGANTUK SAAT PROSES PEMBELAJARAN..

PRAKTIK YANG MENGASYIKKAN MENGHILANGKAN RASA NGANTUK SAAT PROSES PEMBELAJARAN.. PRAKTIK YANG MENGASYIKKAN MENGHILANGKAN RASA NGANTUK SAAT PROSES PEMBELAJARAN.. Kriiiing..kriiiing bel berbunyi, tanda jam pelajaran ke Sembilan sudah berbunyi, tanda masuk di dua jam terakhir. Aku berfikir

Lebih terperinci

MANUAL PROSEDUR PROSES PENYUSUNAN KRS DAN PRS

MANUAL PROSEDUR PROSES PENYUSUNAN KRS DAN PRS MANUAL PROSEDUR PROSES PENYUSUNAN KRS DAN PRS JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG 2012 MANUAL PROSEDUR PROSES PENYUSUNAN KRS DAN PRS Kode Dokumen : SOP-FT-TE-002 Revisi : 00 Tanggal : 12

Lebih terperinci

DRAFT PEDOMAN MENGENAI HUBUNGAN AICHR DENGAN ORGANISASI MASYARAKAT MADANI

DRAFT PEDOMAN MENGENAI HUBUNGAN AICHR DENGAN ORGANISASI MASYARAKAT MADANI PEDOMAN MENGENAI HUBUNGAN AICHR DENGAN ORGANISASI MASYARAKAT MADANI As of 14 November 2013 I. Pendahuluan 1. Salah satu tujuan ASEAN seperti yang diatur dalam Piagam ASEAN adalah untuk memajukan ASEAN

Lebih terperinci

PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER RASA INGIN TAHU DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X MIA 3 SMA NEGERI 6 MALANG

PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER RASA INGIN TAHU DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X MIA 3 SMA NEGERI 6 MALANG 1 PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER RASA INGIN TAHU DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X MIA 3 SMA NEGERI 6 MALANG Rima Buana Prahastiwi 1, Subani 2, Dwi Haryoto 3 Jurusan Fisika

Lebih terperinci

PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR : 1 TAHUN 2014 PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA

PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR : 1 TAHUN 2014 PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL MOR : 1 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI MOR 04 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA REGISTRASI ULANG,

Lebih terperinci

UJI & ANALISIS AIR SEDERHANA

UJI & ANALISIS AIR SEDERHANA MODUL: UJI & ANALISIS AIR SEDERHANA I. DESKRIPSI SINGKAT A ir dan kesehatan merupakan dua hal yang saling berhubungan. Kualitas air yang dikonsumsi masyarakat dapat menentukan derajat kesehatan masyarakat.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kualitatif yang menghasilkan gambaran tentang profil kemampuan

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kualitatif yang menghasilkan gambaran tentang profil kemampuan BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang menghasilkan gambaran tentang profil kemampuan komunikasi

Lebih terperinci

SISTEM KONSTRUKSI BANGUNAN SEDERHANA PADA PERBAIKAN RUMAH WARGA DI DAERAH ROB (Studi Kasus : Kelurahan Kemijen, Semarang Timur)

SISTEM KONSTRUKSI BANGUNAN SEDERHANA PADA PERBAIKAN RUMAH WARGA DI DAERAH ROB (Studi Kasus : Kelurahan Kemijen, Semarang Timur) Sistem Konstruksi Bangunan Sederhana pada Perbaikan Rumah Warga di Daerah Rob SISTEM KONSTRUKSI BANGUNAN SEDERHANA PADA PERBAIKAN RUMAH WARGA DI DAERAH ROB (Studi Kasus : Kelurahan Kemijen, Semarang Timur)

Lebih terperinci

Satuan Acara Perkuliahan, Manajemen Perkantoran Modern

Satuan Acara Perkuliahan, Manajemen Perkantoran Modern Satuan Acara Perkuliahan, Manajemen Perkantoran Modern Tim Dosen 1. Ni Nyoman Dewi Pascarani,S,S.,M.Si 2. Putu Eka Purnamaningsih, SH.MA PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU

Lebih terperinci

DK2243 Metode Produksi Grafika Identitas Matakuliah Deskripsi dan Kompetensi Matakuliah Evaluasi dan Penilaian bobot Unsur NMK MK Teori MK Praktek

DK2243 Metode Produksi Grafika Identitas Matakuliah Deskripsi dan Kompetensi Matakuliah Evaluasi dan Penilaian bobot Unsur NMK MK Teori MK Praktek DK Metode Produksi Grafikaa Identitas Matakuliah Matakuliah Kode Sks Semester Program Studi Matakuliah Prasyarat Dosen Pengampu Metode Produksi Grafika DK (tiga) (Empat) S Desain Komunikasi Visual, STISI

Lebih terperinci