Desain Interior View Rotation Sushi Tei dengan Nuansa Modern Japanese

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Desain Interior View Rotation Sushi Tei dengan Nuansa Modern Japanese"

Transkripsi

1 Desain Interior View Rotation Sushi Tei dengan Nuansa Modern Japanese Aditya Wira Hardi Jurusan Desain Produk Industri FTSP-ITS Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111, Telp/Fax. (031) Abstrak Perkembangan gaya hidup manusia semakin meningkat seiring juga dengan berkembangnya tempat hiburan di Surabaya. Banyak bermunculan restoran-restoran yang tidak hanya menjual makanan tetapi juga menjual suasana desain. Selain itu masyarakat Surabaya mulai sadar akan pentingnya kesehatan, mereka mulai melirik masakan Jepang. Masakan Jepang salah satunya sushi, yang berbahan dasar ikan memiliki kandungan gizi tinggi serta rendah lemak sehingga mulai diminati. Salah satu ciri khas penyajian sushi dengan conveyor belt yaitu penyajian sushi dengan ban berjalan memutari meja bar. Resto dengan dengan berbagai konsep desain mulai bermuculan di kota-kota besar seperti Surabaya, dengan menyajikan sensasi desain yang berbeda masyarakat mulai tertarik. Sehingga sebagai objek desain interior Sushi Tei yang hendak dihadirkan dengan nuansa berbeda, dengan penerapan ciri khas penyajian conveyer belt sushi, yaitu display sushi yang disajikan dipantry dengan cara berputar. Yaitu suatu konsep pada desain lantai yang dapat berputar. Lokasi dipilih di areal surabaya barat. Hasil desain interior berupa origami yang merupakan salah satu ciri khas Jepang akan diterapkan pada elemen-elemen estetika. Selain itu dengan diberikan taman zen Jepang yang memiliki filosofi tinggi terhadap orang Jepang juga akan dihadirkan pada desain tersebut dengan tujuan pengunjung juga dapat mendapatkan informasi tentang kebudayaan Jepang itu sendiri. Dalam mendesain interior resto yang baik diperlukan metode khusus yaitu melalui pengumpulan data, studi pustaka, penelusuan masalah dan analisa. studi pustaka diperoleh dari literatur, buku, majalah, serta informasi melalu internet. Dari metode tersebut diharapkan akan menghasilkan desain interior view rotation Sushi Tei dengan nuansa modern Japanese yang dapat mencapai sebuah pendekatan terhadap sentuhan budaya Jepang. Hasil yang diharapkan adalah sebuah desain view rotation sushi tei dengan nuansa modern Japanese, ini merupakan daya tarik bagi pengunjung yang ingin nuansa berbeda. Tujuannya agar memberikan inovasi desain karena semakin lama masyarakat mulai menuntut adanya inovasi desain interior Kata kunci: view rotation, modern Japanese, conveyor belt sushi

2 Pendahuluan Latar Belakang Perkembangan gaya hidup manusia semakin meningkat seiring juga dengan berkembangnya tempat hiburan di Surabaya sebagai kota metropolis kedua setelah Jakarta. Banyak bermunculan lokasi-lokasi restoran yang tidak hanya menjual makanan tetapi juga menjual suasana, sebagai contoh konsep resto tower seperti di Kuala Lumpur yang dapat berputar, juga mulai ada di Surabaya, Jakarta, Bandung dan Semarang. Tujuan Menciptakan sebuah interior Sushi Tei dengan mewujudkan Visi dan Misi Sushi Tei dalam konsep view rotation untuk memenuhi kebutuhan pengunjung dan Memberikan nuansa baru dalam menikmati resto sushi pada konsep view rotation yang terbilang baru di Surabaya. Selain itu Pengunjung juga mendapatkan informasi tentang kebudayaan Jepang didalam suatu desain tersebut Masalah Konsumen Sushi Tei yang beragam yang selalu mengikuti perkembangan jaman dan teknologi yang menuntut selalu ada inovasi dalam desain. Metode Desain Pengumpulan Data - Data Premier - Survei lapangan melihat eksisting untuk mencari data yang dan memperkuat desain. Survei yang dilakukan mengamati langsung kegiatan yang dilakukan oleh staf kantor dan pelanggan, mengamati eksisting Sushi Tei dan pembandingnya untuk mengetahui kebutuhan ruang dan fasilitas yang digunakan. - Wawancara yang dilakukan ditujukan kepada manager resto, pegawai dan juga pengunjung. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan latar belakang dan mengetahui permasalahan yang sering dialami pengguna dalam ruang kantor. - Data Sekunder Studi tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan modern Japanese demi membuat desain yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pada kantor. Studi ini dilakukan dengan cara mengambil informasi dari buku, majalah, internet yang digunakan sebagai referensi. Data sekunder ini akan menjadi data pembanding dengan data premier agar terciptanya hasil akhir yang menarik. Analisa Data Tahap analisa memerlukan sebuah ketelitian dalam mengamati dan membandingkan ciri-ciri style modern dan jawa. Pada tahap ini akan dianalisis mengenai tema dan lighting yang mendukung konsep. Ini didapat melalui pembelajaran obyek desain serta segala sesuatu yang berhubungan dengan desain interior kantor travel beserta fasilitasnya. Pengembangan Desain Setelah diperoleh pemikiran desain, selanjutnya akan dikembangkan menjadi sebuah hasil desain yang sesuai dengan konsep yang direncanakan dan diterapkan sejak awal. Desain Akhir Pada tahap desain akhir ini merupakan keputusan desain yang final dan sesuai dengan konsep sehingga dapat diaplikasikan kedalam interior.

3 Pembahasan Kajian Pustaka Resto Resto, menurut wikipedia, adalah tempat yang melayani dan menyiapkan makanan dan minuman untuk dikonsumsi dan terdapat beragam jenis resto sesuai dengan beragam jenis makanan yang dihidangkan. Sedangkan resto menurut ensiklopedia umum, adalah tempat yang menyediakan makanan dan minuman / tempat untuk makan. Jadi dapat disimpulkan bahwa secara harfiah resto adalah tempat yang melayani, meyiapkan dan menjual makana minuman untuk dikonsumsi oleh konsumen, juga merupakan tempat untuk memperoleh penyegaran melalui sistem pelayanan dan suasana ruang. Sushi Sushi ( 鮨, 鮓, atau biasanya すし, 寿 司 ) adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atausudah dimasak. Nasi sushi mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula. Asal-usul kata sushi adalah kata sifat untuk rasa masam yang ditulis dengan huruf kanji sushi ( 酸 し). Pada awalnya, sushi yang ditulis dengan huruf kanji 鮓 merupakan istilah untuk salah satu jenis pengawetan ikan disebut gyoshō ( 魚 醤 ) yang membaluri ikan dengan garam dapur, bubuk ragi ( 麹 koji) atau ampas sake ( 糟 kasu). Dari proses ini bisa dilihat kalau sebenarnya Sushi adalah makanan hasil proses fermentasi yang memiliki ciri khas berasa masam. Tapi karena mengikuti perkembangan jaman, nantinya tidak lagi semua sushi memiliki cita rasa seperti ini tetapi disesuaikan dengan selera konsumen. Sushi pada jaman sekarang ini banyak sekali jenisnya, tidak hanya dibuat dari nasi dan ikan, tetapi juga dikombinasikan dengan banyak bahan lainnya baik yang mentah maupun telah dimasak. Penulisan sushi menggunakan huruf kanji 寿 司 yang dimulai pada zaman Edo periode pertengahan merupakan cara penulisan ateji (menulis dengan huruf kanji lain yang berbunyi yang sama). Kaiten Sushi Kaiten sushi ( 回 転 寿 司 ) adalah model penjualan sushi siap saji yang meletakkan sushi dalam piring-piring kecil yang beredar dengan bantuan ban berjalan searah jarum jam sehingga pengunjung restoran dapat mengambil sendiri piring sushi yang diinginkan. \ Sejarah Kaiten Sushi Meja ini dikenal sebagai kaiten sushi (kuru kuru sushi atau yasu sushi juga sushi train) sering kali terdapat pada restoran cepat saji di Jepang. Kaiten sushi ini pada mulanaya diciptakan oleh Yoshiaka Shiraishi Toshiaki ditahun Shiraishi Toshiaki yang membuka warung yang pengunjungnya makan sushi sambil berdiri mendapat gagasan untuk menggunakan ban berjalan untuk restoran sushi setelah melihat ban berjalan yang digunakan pabrik bir Asahi. Pesanan pengunjung yang terdiri dari beraneka ragam sushi diharapkan bisa dipenuhi dengan sistem ban berjalan, sekaligus dapat menekan biaya operasi sampai serendah-rendahnya. Pada tahun 1958, Genrokuzushi yang merupakan restoran Kaitenzushi pertama di dunia dibuka di dekat stasiun Fuse milik Kintetsu yang terletak di kota Fuse (sekarang kota Higashi Osaka, Prefektur Osaka). Restoran Genrokuzushi memegang merek

4 dagang untuk istilah mawaru ( 廻 る, berputar) dan kaiten ( 廻 る, beredar), sehingga restoran sushi yang sejenis tidak dapat menggunakan istilah Kaitenzushi sampai tahun Teknologi RFID pada resto sushi Belakangan ini tempat makan sushi yang menyediakan makanan dalam bentuk conveyor sudah banyak kita temui di Indonesia (disebut dengan Kaiten Sushi) tetapi kalau di Jepang, teknologi untuk restoran jenis Kaiten Sushi ini sudah jauh lebih maju dibandingkan yang ada disini dan bahkan sudah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu. Berbeda dengan disini, Kaiten Sushi sudah mengimplementasikan teknologi RFID ke dalam restoran ini. Penggunaan teknologi RFID (Radio Frequency Identifications) ini dapat digunakan untuk beberapa hal yaitu seperti: fresh (segar) tidak perlu menghitung secara manual seperti disini. Bahkan kita bisa mengetahui jumlah uang yang akan dibayar secara real-time sehingga bila anda hanya mempunyai uang terbatas bisa menghitung apakah uang anda masih cukup atau tidak. -time kepada koki, jenis sushi apa yang sedang banyak dimakan orang dan berapa jumlah piring yang sedang tersedia di conveyor berjalan tersebut. Untuk hal tersebut, setiap piring yang digunakan akan ditempel sebuah chip RFID d bagian bawah sehingga semua piring bisa dimonitor melalui kompter dan sistim yang ada. Banyak teknologi modern yang digunakan oleh resto resto dijepang, mulai dari layar sentuh untuk memesan sushi dan memberitahu pengunjung bahwa sushi yang dipesan hampir tiba, ban berjalan khusus untuk minuman, sampai pada piring-piring kosong yang bisa dikumpulkan secara otomatis berikut perhitungan harga makanan yang harus dibayar Japanese Jepang adalah negara yang berbeda dari banyak negara lain di sebagian besar karena unik dan budaya dan tradisi yang luar biasa. Orisinalitas budaya Jepang pergi dari isolasi panjang Jepang selama sejarah dunia. Itu sebabnya Japanese people bahkan berbeda dari orang-orang Cina dan Korea. Masyarakat jepang seperti kesederhanaan dan ketertiban dalam segala hal. Orangorang yang berkomunikasi dengan Jepang dan mengenal budaya mereka cukup dapat mengatakan bahwa masyarakat jepang sangat terkendali dan sopan orang dan mereka dapat dengan mudah mendapatkan malu. Memberi aksesoris pada rumah dengan sentuhan gaya Jepang tentunya membuat suasana rumah menjadi berbeda. Interior Jepang memang memiliki ciri khas tersendiri yang tak pernah lekang oleh waktu. Gaya Jepang yang sederhana, alami dan memiliki bentuk-bentuk yang khas, membuat banyak orang memakainya pada interior rumah sebagai nilai seni yang menambah estetika rumah.

5 Mengingat bahwa kebudayaan yang berbeda saling mengenal satu sama lain, tetapi juga sesuai unsur tradisional dan modern desain interior lokal. Pengaruh Jepang di antara yang pertama menemukan cara ke dalam repertoar multi-kultural adalah desain, dan mudah untuk melihat mengapa. Budaya Jepang dikenal dengan garisgaris yang bersih dan penggunaan struktur alami yang terbuat dari bambu dikenal kertas beras tipis. Tirai bambu, kayu nada, yang dikenal sebagai kain halus dan menjalankan cara sederhana. Tidak hanya melayani estetika dan mudah digunakan, tetapi juga menawarkan cahaya tinggi kontrol dan privasi. Populer lainnya kayu untuk dekorasi jendela jepang. Tatami adalah jaringan padat dilihat dengan hangat, tekstur alami. Kedua tirai berwarna kayu dapat melengkapi palet warna dalam. Meskipun tidak inheren tirai Jepang, banyak desainer tekstil di Jepang tradisional cetak untuk inspirasi. Cetakan ini, yang sering ditemukan pada kimono dan pakaian lainnya, mulai dari desain geometrik adegan Imajiner ikan atau elang. Zat ini pada umumnya sangat rendah ditempati tirai menggantung, dan dapat dirancang dalam sebuah cafe. Kalau diperhatikan orang jepang jarang menggunakan perabotan2 yang tinggi dalam menata ruangannya. Karena untuk menghindari barang berjatuhan karena jepang dikenal dengan gempanya.. Selalu kita lihat meja makan dengan tipe bersila, perabotan yang tidak terlalu banyak pada suatu ruangan, tempat tidur yang tidak terlalu tinggi, malahan langsung dengan lantainya. Kita bisa merasakan kesan luas dan lapang walaupun ruangan kecil. Interior gaya Jepang ringan dan mudah serta fungsional pada saat yang sama, itu seperti perisai yang menyerap unsur-unsur kehidupan rewel dari mencegah dari luar masuk ke dalam. Gaya Jepang mirip dengan minimalisme. Sameperti di atas, konsep ini adalah bahwa hal-hal yang tidak perlu dan aksesoris terlihat jelek dan tidak berfungsi. Menawarkan built-in furniture yang menyembunyikan pakaian dan buku-buku, sebagai gantinya. Pakaian cukup modern dilengkapi dengan niche khusus di dinding yang berfungsi untuk memesan barang-barang diletakkan, dan mencapai tampilan alami akomodasi. Oleh kebijakan Jepang, tempat untuk relaksasi harus berada di tengah ruangan. Sebagai aturan, itu adalah kasur - kasur Jepang dari kapas. Ini adalah tempat tidur yang sempurna yang sangat nyaman dan mudah untuk membongkar. Warna timur tampak dan muncul lebih cepat daripada warna barat, seperti krem, merah, emas dan beberapa warna hitam. Nuansa hangat dan bahan-bahan alami sangat cocok satu sama lain dan pedalaman, terutama emas hancur, terakota batu bata tanah liat, bambu, meliputi karpet di dasar rami. Aksesoris interior yang digunakan adalah vas, kipas kertas dengan cabang-cabang pohon ceri Jepang cetakan, patung netsuke, boneka kayu, keramik megah ware, dan kurcaci anakan bonsai. Anak pohon bonsai di Cina oleh para biksu Budha mengingat hobi ini sebagai latihan spiritual untuk mencapai kesempurnaan, sementara di Jepang, hobi ini diadopsi oleh kaisar pada abad ke-12. Filsafat dan estetika dari bonsai cukup rumit karena setiap bonsai pohon atau buatan sendiri (pada nampan) bonkeyi lansekap melambangkan beberapa keutamaan atau prinsip-prinsip mencontohkan pepatah bijak.

6 Konsep Desain Desain Interior View Rotation Sushi Tei dengan nuansa modern Japanese Konsep makro Atmofser yang ingin ditampilkan pada interior Sushi Tei adalah interior dengan nuansa Jepang yang digabungkan dengan modern. Desain interior view rotation Sushi Tei dengan konsep modern Japanese, konsep Japanese sendiri diambil dari Negara asal sushi. Dengan aplikasi bentukan-bentukan desain yang minimalis dengan tidak terlalu banyak ornament pada interior Sushi Tei. Pemilihan warna berdasarkan warna material alam. Bentukan-bentukan yang akan dipakai diantaranya dari ciri khas Jepang yaitu seni melipat kertas yang dapat diaplikasikan didinding maupun ceiling, kemudian akan banyak ditemui bentukan lingkaran yang diambil dari bentukan ciri khas taman Jepang yaitu taman zen. View rotation, dimana konsep ini memberikan sensasi desain dengan adanya Lantai yang dapat berputar menggunakan teknologi conveyor belt.

7 Definisi Konsep Dari penjelasan tema diatas dihasilkan konsep yang berjudul Desain Interior view rotation Sushi Tei dengan nuansa modern Japanese. Desain Interior Mendesain interior resto Sushi Tei melalui elemen interior seperti material, warna, lighting dan juga furniture yang dapat menggambarkan kesan Japanese modern. Analisa konsep Desain Analisa konsep Japanese Style Japanese terkenal dengan desainnya yang minimalis yang tidak banyak menggunakan bentukan yang penuh dengan ornamen. Warna warna yang digunakan pun memakai warna alami, seperti warna material bambu, penggunaan tatami, serta shojiscreen sebagai penyekat ruang atau bisa digunakan untuk dinding. Analisa konsep modern Pecinta sushi yang beragam, berasal dari usia dan kalangan apapun memiliki karakter modern, dinamis, pekerja keras, inovatif, menyukai hal-hal baru dan memiliki percaya diri yang tinggi. Saat ini trend restoran menyesuaikan dengan perkembangan kehidupan kota yaitu menampilkan desain interior yang simple, modern, dan minimalis. Sehingga didapat suatu konsep restoran yang bergaya Modern sesuai dengan kehidupan dan tren saat ini serta menyesuaikan target pasar yaitu kalangan professional muda. Pencapaian konsep Modern ini melalui pemilihan materialnya yang sedang tren pada saat ini dan up to date serta tata pencahayaan yang modern. Aplikasi Konsep Aplikasi konsep akan diterapkan pada beberapa ruang terpilih yaitu area pantry, area makan tangga, area lantai berputar. Elemen pembentuk ruang Beberapa faktor yang mempengaruhi terbentuknya fisik sebuah ruang dalam bangunan yang masing-masing memberikan fungsi dan manfaat tersendiri adalah elemen pembentuk ruang seperti lantai, dinding, dan plafon. Berikut adalah faktorfaktor pembentuk fisik suatu ruang dalam bangunan : Lantai Lantai merupakan salah satu bagian terpenting dalam mendesain interior rumah makan Anjungan Indah, karena lantai merupakan bagian yang menunjang kegiatan atau aktivitas di atasnya. Selain itu, lantai juga dapat membedakan ruang menurut fungsinya. Pemilihan material pada lantai dapat memberikan karakter dan kesan yang ingin dimunculkan pada interior sebuah ruangan. Selain material, finishing dan pola pemasangan juga dapat membantu menciptakan kesan tersendiri pada lantai. Lantai pada interior Sushi Tei banyak menggunakan vinyl floor bermotif parket agar memberikan kesan hangat dan natural. penggunaan parket dihindari karena ada beberapa aspek yang perlu diperhitungkan, salah satunya parket memiliki beban yang cukup berat. Desain dengan style Japanese sendiri lebih bersifat ke bahan bahan alami. Selain itu terdapat lantai dengan menggunakan material batu alam sebagai aksentuasi pada lantai.

8 Gambar 5.17 Area tengah Layout area tengah diusung dari bentuk lingkaran taman zen, mulai dari lantai berputar, pantry, area makan bar mengusung bentuk lingkaran. Peletakan lokasi pantry ditengah selain sebagai point of view pada interior Sushi Tei tetapi juga dimaksudkan agar pengunjung menikmati open bar. Penutup untuk cooker hood ditengah mengusung konsep floating selain sebagai cover, berfungsi juga sebagai brand signing Sushi Tei. Pengunjung yang ingin langsung melihat cara memasak sushi, terdapat 20 kursi pada area bar. Gambar 5.18 Familiy room

9 Dengan menghadirkan sentuhan area makan khas Jepang yaitu tatami yang bertujuan agar memberikan kesan pada pengunjung dan juga informasi tentang kebudayaan Jepang. Lokasi area tatami dekat pintu masuk, agar memberikan daya tarik bagi calon pengunjung yang melihat dari luar bahwa resto tersebut mengusung konsep Modern Japanese. Gambar 5.19 Menggunakan pintu Gese Gambar 5.20 Familiy room

10

Desain interior view rotation Sushi Tei dengan nuansa modern japanese

Desain interior view rotation Sushi Tei dengan nuansa modern japanese T u g a s A k h i r D e s a i n I n t e r i o r Desain interior view rotation Sushi Tei dengan nuansa modern japanese Aditya Wira Hardi 3407100083 Dosen Pembimbing Anggra Ayu Rucitra, ST, MT Dosen Koordinator

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Makan adalah kebutuhan dasar manusia agar dapat tetap hidup. Di seluruh dunia, ada banyak tempat dengan jenis makanan, cara makan, dan suasana. Selain dari segi makanan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Jepang merupakan salah satu negara yang mempunyai kebudayaan dan tradisi yang cukup dikenal oleh negara lain. Kebudayaan Jepang berhasil disebarkan ke berbagai negara

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. tradisi dan sopan serta memiliki berbagai kelebihan. Hal ini menimbulkan kesan

BAB 1 PENDAHULUAN. tradisi dan sopan serta memiliki berbagai kelebihan. Hal ini menimbulkan kesan 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Citra Jepang di mata dunia Internasional adalah baik, dalam arti memiliki kesan bahwa orang Jepang yang penuh dengan tradisi yang kental, menghargai tradisi dan sopan

Lebih terperinci

KONSEP TUGAS AKHIR REDESAIN RESTORAN ITALIA PRONTO DENGAN KONSEP ITALIA KONTEMPORER

KONSEP TUGAS AKHIR REDESAIN RESTORAN ITALIA PRONTO DENGAN KONSEP ITALIA KONTEMPORER KONSEP TUGAS AKHIR REDESAIN RESTORAN ITALIA PRONTO DENGAN KONSEP ITALIA KONTEMPORER Deloni Hanis Mareta 3408.100.082 Koor. Tugas Akhir: Anggri Indraprasti, S. Sn, M. Sn Dosen Pembimbing: Ir. Prasetyo Wahyudie,

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Taman

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Taman V.1. Konsep Gaya dan Tema BAB V KONSEP PERANCANGAN Kebutuhan : Natural Gaya yang dapat membuat nyaman pengunjung Gaya yang dapat menarik masyarakat umum Gaya yang dapat menampilkan kebudayaan Informatif

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Pusat es krim merupakan fasilitas yang dirancang untuk penikmat es krim. Pusat es krim menyediakan berbagai jenis es krim dan kebutuhan mengenai es krim bagi masyarakat terutama

Lebih terperinci

BAB IV TINJAUAN KHUSUS

BAB IV TINJAUAN KHUSUS BAB IV TINJAUAN KHUSUS 4.1. Perencanaan Bahan 4.1.1. Perencanaan Lantai Lantai dasar difungsikan untuk area parkir mobil, area service, pantry, ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga, kamar mandi tamu.

Lebih terperinci

Desain Interior Restoran pada Rest Area di Kabupaten Probolinggo Berkonsep Jawa Rustik dengan Sentuhan Ikon Khas Probolinggo

Desain Interior Restoran pada Rest Area di Kabupaten Probolinggo Berkonsep Jawa Rustik dengan Sentuhan Ikon Khas Probolinggo JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5, No.2, (2016) 2337-3520 (2301-928X Print) F-193 Desain Interior Restoran pada Rest Area di Kabupaten Probolinggo Berkonsep Jawa Rustik dengan Sentuhan Ikon Khas Probolinggo

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Roemah Kopi adalah sebuah cafe yang menggunakan konsep etnik Indonesia sehingga memberikan nuansa yang berbeda dan ini bisa menjadi daya tarik bagi

Lebih terperinci

ELEMEN PEMBENTUK RUANG INTERIOR

ELEMEN PEMBENTUK RUANG INTERIOR ELEMEN PEMBENTUK RUANG INTERIOR Ruangan interior dibentuk oleh beberapa bidang dua dimensi, yaitu lantai, dinding, plafon serta bukaan pintu dan jendela. Menurut Wicaksono dan Tisnawati (2014), apabila

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Batik merupakan kain khas masyarakat Indonesia. Batik ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009 yang juga ditetapkan sebagai

Lebih terperinci

Natural Friendly Neoclassical Style. Architecture

Natural Friendly Neoclassical Style. Architecture Architecture Natural Friendly Neoclassical Style Teks: Widya Prawira Foto: BambangPurwanto Desain rumah yang everlasting dengan mengoptimalkan potensi lingkungan, menjadikan rumah ini bersahabat dengan

Lebih terperinci

KONSEP DESAIN. WARNA Warna yang digunakan adalah warna khas budaya Toraja yang terdapat pada elemen arsitektural dan motif ornamen.

KONSEP DESAIN. WARNA Warna yang digunakan adalah warna khas budaya Toraja yang terdapat pada elemen arsitektural dan motif ornamen. BENTUK Bentuk yang digunakan dapat berupa transformasi dari bentuk Tongkonan, ragam hias tradisional Makassar dan Toraja, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan budaya Makassar dan Toraja. Untuk menciptakan

Lebih terperinci

Desain Interior Restoran 1914 Surabaya dengan konsep Kolonial Luxury

Desain Interior Restoran 1914 Surabaya dengan konsep Kolonial Luxury JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5, No.2, (2016) 2337-3520 (2301-928X Print) F-163 Desain Interior Restoran 1914 Surabaya dengan konsep Kolonial Luxury Erwin Kurniawan dan Prasetyo Wahyudie Jurusan Desain

Lebih terperinci

Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern

Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 6, No.1, (2017) 2337-3520 (2301-928X Print) F-34 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Widyasi Tiara Hapsari, Aria Wenny Anggraita, dan Anggra

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jakarta adalah kota metropolitan, dimana hampir seluruh aktifitas masyarakat Indonesia berpusat di kota tersebut. Masyarakat urban yang tinggal di Jakarta menghabiskan

Lebih terperinci

Desain Interior Restoran Seafood Layar Bukit Mas dengan Konsep Modern Country di Surabaya

Desain Interior Restoran Seafood Layar Bukit Mas dengan Konsep Modern Country di Surabaya JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 2, No.1, (2013) 2337-3520 (2301-928X Print) 1 Desain Interior Restoran Seafood Layar Bukit Mas dengan Konsep Modern Country di Surabaya Astrid Intan L.W dan Ir. Susy Budi

Lebih terperinci

Desain Interior Rumah Cupcakes & BBQ dengan Konsep Open Kitchen bernuansa Modern Chic

Desain Interior Rumah Cupcakes & BBQ dengan Konsep Open Kitchen bernuansa Modern Chic Desain Interior Rumah Cupcakes & BBQ dengan Konsep Open Kitchen bernuansa Modern Chic 1 Sayuri Dianita dan Ir. Budiono. MSn. Jurusan Desain Produk Industri, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN. Bagan 4.1 Kerangka Berpikir Konsep

BAB IV KONSEP PERANCANGAN. Bagan 4.1 Kerangka Berpikir Konsep BAB IV KONSEP PERANCANGAN 4.1 Kerangka Berpikir Konsep Bagan 4.1 Kerangka Berpikir Konsep 105 106 Dari kerangka berpikir diatas dapat penulis memilih konsep Batik Pekalongan : The Diversity of Culture

Lebih terperinci

Desain Interior Restoran Dengan Perpaduan Karakter Oriental dan Nuansa Modern

Desain Interior Restoran Dengan Perpaduan Karakter Oriental dan Nuansa Modern Desain Interior Restoran Dengan Perpaduan Karakter Oriental dan Nuansa Modern Tiya Mulia Ningtyas, Dr. Mahendra Wardhana, ST., MT. Jurusan Desain Produk Industri, Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan,

Lebih terperinci

TEoRI DAN DeSAIN TERPILIH

TEoRI DAN DeSAIN TERPILIH TEoRI DAN DeSAIN TERPILIH ARFIEL ZAQTA SURYA 13-57 Teori dan konsep interior desain merupakan sebuah gagasan atau dasar pemikiran desainer di dalam memecahkan permasalahn atau problem desain. Konsep desain

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN INTERIOR IV.1. Konsep Perancangan Konsep Perancangan hotel resort merupakan kesimpulan dari analisis Perancangan hotel resort. Konsep Perancangan hotel resort di pantai Jakarta

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Busana merupakan kebutuhan dasar manusia sepanjang hidupnya. Semakin tinggi taraf ekonomi seseorang, kebutuhan berbusana juga akan meningkat. Peningkatan tersebut dapat

Lebih terperinci

KONSEP MAKRO & KONSEP MIKRO

KONSEP MAKRO & KONSEP MIKRO KONSEP MAKRO & KONSEP MAKRO Pemilihan langgam Post-modern di rasa lebih sesuai pengaplikasian nya pada konsep desain interior clubhouse eastcoast residence ini, ditambah dengan nuansa natural. Konsep ini

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis baru bagi

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis baru bagi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Era globalisasi menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis baru bagi perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Di satu sisi, era globalisasi memperluas pasar produk

Lebih terperinci

METODE DESAIN. 3.1 Metode Pengumpulan Data

METODE DESAIN. 3.1 Metode Pengumpulan Data METODE DESAIN 3.1 Metode Pengumpulan Data 3.2 Tahapan Pengumpulan Data METODE DESAIN Dalam tahap pengumpulan data dapat terbagi menjadi dua bagian, yaitu : data primer data kuisioner owner data sekunder

Lebih terperinci

BAB III KAJIAN LAPANGAN

BAB III KAJIAN LAPANGAN BAB III KAJIAN LAPANGAN A. Ieke Coffe and Gelato (survei café es krim) 1. Lokasi: Jl. Yos Sudarso No. 197 Solo. Merupakan jalan utama ke arah Solo Baru. Letaknya di pinggir jalan. 2. Aktivitas a. Pengunjung:

Lebih terperinci

RINGKASAN SUSHI. dari luar Jepang maupun dari orang Jepang sendiri adalah sushi. Sushi adalah

RINGKASAN SUSHI. dari luar Jepang maupun dari orang Jepang sendiri adalah sushi. Sushi adalah RINGKASAN SUSHI Salah satu makanan Jepang yang sangat digemari oleh banyak orang baik dari luar Jepang maupun dari orang Jepang sendiri adalah sushi. Sushi adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi

Lebih terperinci

MAKASSAR merupakan salah satu kota yang mengalami perkembangan pesat dalam berbagai bidang. meningkatkan jumlah pengunjung/wisatawan

MAKASSAR merupakan salah satu kota yang mengalami perkembangan pesat dalam berbagai bidang. meningkatkan jumlah pengunjung/wisatawan MAKASSAR merupakan salah satu kota yang mengalami perkembangan pesat dalam berbagai bidang EKONOMI SOSIAL POLITIK INDUSTRI PARIWISATA BUDAYA mengalami perkembangan mengikuti kemajuan zaman meningkatkan

Lebih terperinci

JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5, No.2, (2016) ( X Print) F-330

JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5, No.2, (2016) ( X Print) F-330 JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5, No.2, (2016) 2337-3520 (2301-928X Print) F-330 Redesain Rumah Makan di Tongas Probolinggo Bertema Eklektik dengan Perpaduan Budaya Jawa Bali dan Nuansa Natural Modern

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. sebagai denah khusus dengan tujuan pendalaman lebih pada kedua bidang

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. sebagai denah khusus dengan tujuan pendalaman lebih pada kedua bidang BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dalam perancangan interior Hotel Mulia ini, penulis membatasi ruang lingkup perancangan dengan mengambil lobby dan kamar tamu pada hotel ini sebagai denah khusus

Lebih terperinci

BAB IV. KONSEP PERANCANGAN

BAB IV. KONSEP PERANCANGAN BAB IV. KONSEP PERANCANGAN IV. 1 Konsep Citra Pada Ayu Balinese Beauty & Spa ini memilih untuk memberikan kesan citra seperti pada tabel dibawah ini. Bagan 4. 1 Konsep Citra IV. 2 Latar Belakang Pemilihan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dengan cara memasak yang berkembang di Jepang dan. menggunakan bahan-bahan makanan yang diambil dari wilayah Jepang dan

BAB I PENDAHULUAN. dengan cara memasak yang berkembang di Jepang dan. menggunakan bahan-bahan makanan yang diambil dari wilayah Jepang dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Alasan Pemilihan Judul Masakan Jepang ( 日本料理 nihon ryōri, nippon ryōri) adalah makanan yang dimasak dengan cara memasak yang berkembang di Jepang dan menggunakan bahan-bahan makanan

Lebih terperinci

Desain Interior Kafe di Surabaya Berkonsep Mediteranian Post Modern Dengan Sentuhan Italian Outdoor

Desain Interior Kafe di Surabaya Berkonsep Mediteranian Post Modern Dengan Sentuhan Italian Outdoor JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 2, No.1, (2013) 2337-3520 (2301-928X Print) 1 Desain Interior Kafe di Surabaya Berkonsep Mediteranian Post Modern Dengan Sentuhan Italian Outdoor Penulis Ambar Ayu Wulansari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kecenderungan manusia yang selalu tidak puas itulah yang membuat sebuah

BAB I PENDAHULUAN. Kecenderungan manusia yang selalu tidak puas itulah yang membuat sebuah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada perkembangan dunia yang pesat sekarang ini. Banyak orang yang lebih menginginkan sesuatu yang lebih baik dan terus meningkat. Tidak banyak pula dari mereka yang

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia adalah negara yang memiliki tradisi dan hasil budaya yang

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia adalah negara yang memiliki tradisi dan hasil budaya yang 1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan Indonesia adalah negara yang memiliki tradisi dan hasil budaya yang beraneka ragam, salah satu hasil budaya tersebut adalah batik. Batik merupakan warisan

Lebih terperinci

diarahkan untuk memenuhi tujuan tersebut.

diarahkan untuk memenuhi tujuan tersebut. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Era globalisasi menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis baru bagi perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Di satu sisi, eraglobalisasi memperluas pasar produk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perubahan dan perkembangan zaman, beberapa tahun belakangan ini restoran Chinese di Indonesia semakin memudar dan tidak mempunyai ciri khas dari budaya

Lebih terperinci

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN DESAIN

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN DESAIN BAB 5 KONSEP PERANCANGAN DESAIN 5.1 KONSEP 5.1.1 Ide Dasar Perancangan Konsep Desain merupakan salah satu proses dalam tahapan mendesain. Pada Gaya yang di angkat untuk penerapan desain playgroup ini adalah

Lebih terperinci

Keywords: restaurant, facilities, process, origami

Keywords: restaurant, facilities, process, origami ABSTRACT At present, Japanese food is in the lead and thus there are a great number of Japanese Restaurants in Indonesia, particularly in Bandung. As such, the Japanese restaurants exist without any added

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Desain mebel termasuk dalam kategori desain fungsional, yaitu desain

BAB I PENDAHULUAN. Desain mebel termasuk dalam kategori desain fungsional, yaitu desain BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Desain mebel termasuk dalam kategori desain fungsional, yaitu desain yang memberikan pelayanan atau fasilitas pada kegiatan hidup manusia. Membuat desain mebel

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Little Wings adalah sebuah book cafe yang menggunakan konsep klasik kolonial sehingga memberikan nuansa girly seperti rumah Barbie. Cafe unik ini ada

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERENCANAAN INTERIOR 4.1 Konsep Perancangan HEPOL BUILDING HANNINE RESTO Suasana khas Korea Budaya Korea Hanok Nyaman Tenang Gedung Perkantoran Bangunan dengan konsep modern Restoran Korea

Lebih terperinci

BAB 1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha. Gambar 1.1

BAB 1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha. Gambar 1.1 BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Negara Cina yang merupakan salah satu dengan penduduk terbanyak di dunia memiliki berbagai seni budaya maupun mitos yang masih sangat kental. Acara-acara besar yang

Lebih terperinci

PERANCANGAN RUANG DALAM

PERANCANGAN RUANG DALAM UNIVERSITAS UDAYANA JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK PERANCANGAN RUANG DALAM Ulasan Teori dan Konsep Perancangan Ruang Dalam Metode Studi Literatur Mahasiswa; ARFIEL ZAQTA SURYA 131925105 Teori dan konsep

Lebih terperinci

Desain Interior Galeri Handicraft Lombok dengan Fasilitas Pelatihan yang Berlanggam Budaya Lombok

Desain Interior Galeri Handicraft Lombok dengan Fasilitas Pelatihan yang Berlanggam Budaya Lombok Desain Interior Galeri Handicraft Lombok dengan Fasilitas Pelatihan yang Berlanggam Budaya Lombok Diajeng Okta Prathikasari 40810011 Anggri Indraprasti, S.Sn, M.Ds Jurusan Desain Produk Industri, Fakultas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Bisnis merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang dikerjakan oleh suatu perusahaan untuk mencari keuntungan atau nilai tambah. Saat ini perkembangan bisnis

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Masjid merupakan tempat peribadatan umat muslim yang dapat kita temukan di mana-mana di seluruh dunia. Masjid selain sebgai tempat peribadatan juga telah menjadi

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. TATARAN LINGKUNGAN/KOMUNITAS Hasil rancangan ini diharapkan dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi para pengguna untuk meningkatkan kualitas tidur secara maksimal. Dari

Lebih terperinci

KONSEP PERANCANGAN INTERIOR RUANG TIDUR UTAMA

KONSEP PERANCANGAN INTERIOR RUANG TIDUR UTAMA 2011 KONSEP PERANCANGAN INTERIOR RUANG TIDUR UTAMA RUMAH TINGGAL BAPAK Ir. Budiman, M.A. Jl. Merdeka Barat 12 Jakarta Designed by: Karina Larasati NIM. 00987654333 JURUSAN PENDIDIKAN SENI RUPA FBS UNY

Lebih terperinci

PENERAPAN MATERIAL FINISHING INTERIOR KAFÉ DI TEMBALANG, SEMARANG

PENERAPAN MATERIAL FINISHING INTERIOR KAFÉ DI TEMBALANG, SEMARANG Available online through http://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul Penerapan Material Finishing Interior Kafé Di Tembalang, Semarang PENERAPAN MATERIAL FINISHING INTERIOR KAFÉ DI TEMBALANG, SEMARANG

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. makan untuk memasarkan produk produk makanan dari perusahaan tersebut.

BAB I PENDAHULUAN. makan untuk memasarkan produk produk makanan dari perusahaan tersebut. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar bisa menjadi pasar yang sangat potensional bagi perusahaan perusahaan restoran, kafe, ataupun rumah makan untuk memasarkan

Lebih terperinci

Desain Interior Rumah Cupcakes & BBQ dengan konsep Open kitchen bernuansa Modern Chic

Desain Interior Rumah Cupcakes & BBQ dengan konsep Open kitchen bernuansa Modern Chic Tugas Akhir Desain Interior Rumah Cupcakes & BBQ dengan konsep Open kitchen bernuansa Modern Chic Dosen Koordinator: Anggri Indraprasti SSn, MDs Dosen Pembimbing : Ir. Budiono, MSn Sayuri Dianita 3409100108

Lebih terperinci

IV. KONSEP PERANCANGAN

IV. KONSEP PERANCANGAN IV. KONSEP PERANCANGAN Dalam sebuah proses desain, kursi ini di buat dengan menggunakan beberapa metode yang mengacu kepada konsep perancangan. Suatu konsep dalam proses perancangan sangat diperlukan untuk

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN 4.1 Konsep perancangan 4.1.1 Konsep Gaya Konsep gaya pada perancangan Showroom Mabua Harley Davidson ini di desain dengan unik dan memberi kesan tempo dulu, berdasarkan analisa

Lebih terperinci

BAB IV Analisa Proyek Pembangunan ROYAL HAMPTON PARK APARTMENT PONDOK INDAH 4.1 Keikutsertaan Praktikan Dalam Proyek Selama masa kerja praktik di PT CNP INTERNATIONAL, saya dalam praktiknya diberi tugas

Lebih terperinci

Tkeluarga dan non. Sakhir pekan bersama anak-anaknya. ST UDI ANALISA BAB 3. Keluarga. Konsumen. Non-Keluarga. Target Desain

Tkeluarga dan non. Sakhir pekan bersama anak-anaknya. ST UDI ANALISA BAB 3. Keluarga. Konsumen. Non-Keluarga. Target Desain Target Desain Keluarga egmen keluarga biasanya memiliki karakter yaitu menghabiskan waktu saat Sakhir pekan bersama anak-anaknya. Konsumen a r g e t d e s a i n m e r u p a k a n Tkeluarga dan non keluarga,

Lebih terperinci

8 Macam Nuansa Warna Interior Minimalis

8 Macam Nuansa Warna Interior Minimalis 8 Macam Nuansa Warna Interior Minimalis Apa yang harus anda ketahui mengenai trend interior di tahun 205 Kata Pengantar Hi, terima kasih sudah mendownload free ebook ini. Di ebook ini saya yakin anda akan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masakan Indonesia merupakan pencerminan beragam budaya dan tradisi yang berasal dari kepulauan Nusantara yang terdiri dari sekitar 6.000 pulau dan memegang peran penting

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia memiliki kebudayaan yang sangat beragam. Kebudayaan tersebut tidak terlepas dari pengaruh budaya luar yang masuk ke Indonesia, salah satunya yaitu seni dekoratif

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN A. Penjelasan Tema / Ide /Judul Perancangan B. Latar Belakang Perancangan

I. PENDAHULUAN A. Penjelasan Tema / Ide /Judul Perancangan B. Latar Belakang Perancangan I. PENDAHULUAN A. Penjelasan Tema / Ide /Judul Perancangan Perancangan desain produk furnitur rak buku dengan gaya pop art, furnitur yang dibuat ialah furnitur rak buku dengan menampilkan berbagai macam

Lebih terperinci

`Desain Interior Galeri Rumah Batik dengan Konsep Jawa Timur Kontemporer sebagai Sarana Workshop dan Edukasi

`Desain Interior Galeri Rumah Batik dengan Konsep Jawa Timur Kontemporer sebagai Sarana Workshop dan Edukasi JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 6, No.1, (2017) 2337-3520 (2301-928X Print) F-22 `Desain Interior Galeri Rumah Batik dengan Konsep Jawa Timur Kontemporer sebagai Sarana Workshop dan Edukasi Robbi Azis Irawan

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN 4.1. Konsep/Citra Ruang Citra atau image yang digunakan dalam mendukung karakter desain adalah modern natural with batavian etnic, dengan menggunakan bentuk bentuk yang geometris

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1. Konsep Perancangan Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Setia 5.1.1. Gaya Perancangan Gaya arsitektur yang dipakai pada bangunan Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Setia ini direncanakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hotel merupakan salah satu bangunan yang ditujukan untuk singgah dalam jangka waktu sementara dengan layanan dan fasilitas lainnya. Sebagai pokok akomodasi yang terdiri

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bisnis merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang dikerjakan oleh

BAB I PENDAHULUAN. Bisnis merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang dikerjakan oleh BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bisnis merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang dikerjakan oleh perusahaan untuk mencari keuntungan atau nilai tambah. Saat ini perkembangan bisnis dunia sudah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kegiatan memasak timbul karena adanya kebutuhan manusia yang tidak bisa lepas akan makanan. Teori Hierarki Kebutuhan Maslow menjelaskan bahwa makhluk hidup

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan gaya mode pakaian sangat berpengaruh di seluruh dunia. Selalu ada gaya pakaian yang mencerminkan setiap era pada jamannya. Tidak dapat dipungkiri

Lebih terperinci

BAB III KESIMPULAN. yang berkembang secara unik di Jepang dan menggunakan bahan makanan yang

BAB III KESIMPULAN. yang berkembang secara unik di Jepang dan menggunakan bahan makanan yang BAB III KESIMPULAN Makanan Jepang adalah makanan yang dimasak dengan cara memasak yang berkembang secara unik di Jepang dan menggunakan bahan makanan yang diambil dari wilayah Jepang dan sekitarnya. Masakan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Surabaya, 7 juli Penulis

KATA PENGANTAR. Surabaya, 7 juli Penulis KATA PENGANTAR Puji syukur yang sedalam dalamnya penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME atas segala rahmat dan karunia-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan Tugas Akhir ini. Penulis

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. data yang diperoleh. Analisis data ini sudah dilakukan sejak awal penelitian

BAB IV ANALISIS DATA. data yang diperoleh. Analisis data ini sudah dilakukan sejak awal penelitian BAB IV ANALISIS DATA A. TEMUAN PENELITIAN Analisis data adalah bagian dari tahap penelitian kualitatif yang berguna untuk menelaah data yang diperoleh dari informan maupun dari lapangan. Analisis data

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN BAB II a. Orisinalitas METODE PERANCANGAN Banyak produk rak buku dengan berbagai macam bentuk yang sudah beredar dipasaran, namun dari banyaknya jenis rak yang sudah ada hanya sedikit sekali yang mengeksplorasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tuntutan atau permintaan pihak pemberi tugas. Tahapan perencanaan yang. kebudayaan Indonesia serta pengaruh asing.

BAB I PENDAHULUAN. tuntutan atau permintaan pihak pemberi tugas. Tahapan perencanaan yang. kebudayaan Indonesia serta pengaruh asing. BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang Perencanaan interior merupakan proses kreatif menciptakan elemen elemen pembentuk ruang, pengisi ruang dan perlengkapan lain agar mempunyai fungsi bagi kegiatan manusia

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia. Seiring dengan berjalannya waktu kini makanan bukan hanya menjadi kebutuhan pokok tapi juga gaya hidup bagi masyarakat kota.

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA PROYEK. Peranan Praktikan dalam mengerjakan proyek ini adalah sebagai junior designer 2

BAB IV ANALISA PROYEK. Peranan Praktikan dalam mengerjakan proyek ini adalah sebagai junior designer 2 BAB IV ANALISA PROYEK 4.1 Peranan Praktikan dalam Proyek Peranan Praktikan dalam mengerjakan proyek ini adalah sebagai junior designer 2 Dimensi dan 3 Dimensi, selain itu juga membantu memberikan masukan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG MISO JEPANG

BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG MISO JEPANG BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG MISO JEPANG 2.1 Sejarah Miso di Jepang Asal-usul miso adalah makanan bernama chiang atau jang yang sudah dikenal di Dinasti Zhou, Tiongkok sejak tahun 700 SM. Pada waktu itu

Lebih terperinci

Konsep BAB V KONSEP. 5.1 Kerangka Konsep. 5.2 Konsep Young Dynamic

Konsep BAB V KONSEP. 5.1 Kerangka Konsep. 5.2 Konsep Young Dynamic BAB V KONSEP 5.1 Kerangka Konsep Konsep Sekolah Fotografi Darwis Triadi adalah sebuah sekolah fotografi yang didirikan oleh seorang fotografer profesional bernama Andreas Darwis Triadi pada tahun 2003.

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP STYLE DESAIN INTERIOR

BAB IV KONSEP STYLE DESAIN INTERIOR BAB IV KONSEP STYLE DESAIN INTERIOR 4.1 Latar Belakang Pemilihan Tema Tema yang diangkat untuk mendukung bangunan perpustakaan umum ini adalah Dinamis dan Ceria. Adapun yang melatar belakangi pemilihan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil penelitian ini melalui penyebaran kuesioner kepada konsumen Gocchi Resto dan setelah diolah mengenai pengaruh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang. Pariwisata dan makanan merupakan duet ideal, manakala ekses dari kegiatan pariwisata selalu membutuhkan makanan, sesuai dengan fitrah manusia atau wisatawan yang selalu

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN. A. Analisis Permasalahan. Berdasarkan fokus permasalahan di atas ada tiga permasalahan yang

BAB II METODE PERANCANGAN. A. Analisis Permasalahan. Berdasarkan fokus permasalahan di atas ada tiga permasalahan yang BAB II METODE PERANCANGAN A. Analisis Permasalahan Berdasarkan fokus permasalahan di atas ada tiga permasalahan yang muncul dalam mengembangkan relief candi menjadi sebuah motif. Pertama, permasalahan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan zaman yang semakin maju dan modern serta meningkatnya akan ilmu pengetahuan menuntut manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup yang modern. Maka perkembangan

Lebih terperinci

BAB 4. Analisis dan Bahasan

BAB 4. Analisis dan Bahasan BAB 4 Analisis dan Bahasan 4.1 Konsep Perancangan Makanan kini tak lagi hanya menjadi sekedar pengisi perut. Masyarakat kini menyadari makanan dengan segi kultural yang varian telah menjadi lifestyle yang

Lebih terperinci

IV. KONSEP PERANCANGAN

IV. KONSEP PERANCANGAN IV. KONSEP PERANCANGAN A. Ide Desain Perancangan Ide ini muncul dari teman penulis yang memang mempunyai suatu usaha dari produk lampu hias. Walaupun teman penulis usahanya lampu hias ruangan, akan tetapi

Lebih terperinci

Putih Abu Hitam Coklat

Putih Abu Hitam Coklat KONSEP PERANCANGAN RUANG DALAM Tema yang saya terapkan pada tugas Perancangan Ruang Dalam ini adalah konsep Kontemporer. Karakteristik dari konsep kontemporer adalah konsep ruang yang terkesan terbuka

Lebih terperinci

BAB IV SINTESA PEMBAHASAN. yang diusung dalam sebuah konsep desain Hotel Mulia adalah luxurious

BAB IV SINTESA PEMBAHASAN. yang diusung dalam sebuah konsep desain Hotel Mulia adalah luxurious BAB IV SINTESA PEMBAHASAN 4.1 Gaya Dan Tema Perancangan Menentukan jenis tema merupakan langkah awal dalam membangun suatu ruangan. Untuk dapat memberikan rekomendasi kepada klien akan interior Hotel Mulia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Objek Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Objek Penelitian 1.1.1 Profil Perusahaan Lisung The Dago Boutique Resto Bandung beralamat di jalan Bukit Pakar Timur No.111 Dago Pakar Bandung. Lisung ini berdiri sejak bulan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Parfum atau wewangian merupakan aroma yang akrab dalam kehidupan kita sehari-hari. Aplikasinya pun beragam, mulai dari kosmetik, aromatherapy, obat, hingga

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN 4.1. Ide Perancangan Desain Setiap keluarga memiliki kebiasaan yang berbeda, kebiasaan-kebiasaan ini secara tidak langsung menjadi acuan dalam memilih furnitur yang ada di dalam

Lebih terperinci

Gambar V.1 Aplikasi Ide (Sumber : Penulis)

Gambar V.1 Aplikasi Ide (Sumber : Penulis) 101 BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN 1. Ide Gagasan Ide gagasan perancangan desain interior Resort ini berupa konsep Zen. Zen merupakan konsep yang terinspirasi dari konsep interior Jepang, yang memadukan antara

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG BUDAYA MAKAN DI JEPANG

BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG BUDAYA MAKAN DI JEPANG BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG BUDAYA MAKAN DI JEPANG 2.1 Budaya Makan Orang Jepang Masyarakat Jepang mempunyai Budaya makan atau pola makan yang masih sangat dijaga oleh masyarakat Jepang sampai dengan

Lebih terperinci

BAB III KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB III KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN BAB III KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 1.1 Konsep Perencanaan Dan Perancangan Proyek perencanaan dan perancangan untuk interior SCOOTER OWNERS GROUP INDONESIA Club di Bandung ini mengangkat tema umum

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Perencanaan Furnitur dan Aksesoris

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Perencanaan Furnitur dan Aksesoris BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perencanaan Furnitur dan Aksesoris Di era moderenisasi ini Kopi menjadi bagian dari Gaya Hidup manusia. Kepenatan dan kesibukan dalam pekerjaan membuat kita jenuh dan

Lebih terperinci

Studi Antropometri TEMPAT DUDUK HAIR TREATMENT

Studi Antropometri TEMPAT DUDUK HAIR TREATMENT Studi Antropometri salon TEMPAT DUDUK Terletak pada ruang tunggu area salon & spa. Gunanya untuk menunggu antrian atau sekedar menunggu teman/kerabat yang sedang ke salon HAIR TREATMENT Pada area ini dilakukan

Lebih terperinci

Penjelasan Skema : Konsep Citra yang diangkat merupakan representasi dari filosofi kehidupan suku Asmat yang berpusat pada 3 hal yaitu : Asmat sebagai

Penjelasan Skema : Konsep Citra yang diangkat merupakan representasi dari filosofi kehidupan suku Asmat yang berpusat pada 3 hal yaitu : Asmat sebagai BAB V KONSEP DESAIN 5.1 Konsep Citra Konsep merupakan solusi dari permasalahan desain yang ada. Oleh karena itu, dalam pembuatan konsep harus mempertimbangkan mengenai simbolisasi, kebutuhan pengguna,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Observasi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Observasi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Observasi 1.1.1 Sejarah Cafe Lawangwangi Cafe Lawangwangi Creative Space merupakan salah satu tempat dimana para seniman dapat memamerkan sekaligus menjual hasil

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Perkembangan bisnis di Indonesia secara umum telah mengalami

BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Perkembangan bisnis di Indonesia secara umum telah mengalami BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Perkembangan bisnis di Indonesia secara umum telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya dunia usaha, salah satunya adalah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masyarakat Indonesia memiliki tingkat mobilitas yang semakin tinggi sehingga mereka rentan mengalami kejenuhan. Berbagai cara dilakukan untuk mengatasi kejenuhan seperti

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN Dalam sebuah proses desain, perancangan Meja Tulis Minimalis dan Kursi Taman Minimalis ini di buat dengan menggunakan beberapa metode yang mengacu kepada konsep perancangan. Suatu

Lebih terperinci