IV. GAMBARAN UMUM Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Berkembang dan Maju Periode

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "IV. GAMBARAN UMUM. 4.1. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Berkembang dan Maju Periode 1980-2008"

Transkripsi

1 38 IV. GAMBARAN UMUM 4.1. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Berkembang dan Maju Periode Berdasarkan Gambar 4.1, periode 198 hingga 28 perkembangan GDP pertanian negara-negara berkembang dalam sampel cenderung mengalami peningkatan terutama Cina dan India. Pada tahun 198 GDP pertanian Cina sebesar 68,23 miliar US$ dan pada tahun 28 GDP pertanian Cina sebesar 251,2 miliar US$ sehingga telah terjadi peningkatan pertumbuhan sektor pertanian sebesar 368,16 persen. Pada tahun 198 GDP pertanian India sebesar 53,78 miliar US$ dan pada tahun 28 GDP pertanian India sebesar 123,3 miliar US$ sehingga telah terjadi peningkatan pertumbuhan sektor pertanian sebesar 229,28 persen. GDP Riil Pertanian (US$) 3E E+11 2E E+11 1E+11 5E+1 Indonesia Thailand Cina India Brasil Argentina Meksiko Mesir Afrika Selatan Turki Gambar 4.1. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Berkembang, Sedangkan untuk Indonesia dan Thailand pada tahun 1998 mengalami penurunan GDP pertanian akibat krisis moneter yang dialami kedua negara. Pada tahun 1997 GDP pertanian Indonesia sebesar 25,7 miliar US$ dan pada tahun

2 GDP pertanian Indonesia sebesar 24,74 miliar US$ sehingga telah terjadi penurunan pertumbuhan sektor pertanian sebesar 1,33 persen. Pada tahun 1997 GDP pertanian Thailand sebesar 1,25 miliar US$ dan pada tahun 1998 GDP pertanian Thailand sebesar 1,1 miliar US$ sehingga telah terjadi penurunan pertumbuhan sektor pertanian sebesar 1,47 persen. Memasuki tahun 1999, GDP pertanian Indonesia dan Thailand sudah mulai stabil dan cenderung mengalami peningkatan. Besaran GDP pertanian rata-rata per tahun yang dihasilkan negara berkembang dalam sampel pada periode 198 hingga 28 bila diurutkan dari yang terbesar ke terkecil yaitu Cina, India, Brasil, Indonesia, Turki, Meksiko, Mesir, Argentina, Thailand, dan Afrika Selatan. GDP Riil Pertanian (US$) 1.4E E+11 1E+11 8E+1 6E+1 4E+1 2E+1 AS UK Kanada Jepang Korea Selatan Australia Selandia Baru Spanyol Italia Perancis Gambar 4.2. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Maju, Berdasarkan Gambar 4.2, periode 198 hingga 28 perkembangan GDP pertanian negara-negara maju dalam sampel cenderung mengalami peningkatan terutama Amerika Serikat. Pada tahun 198 GDP pertanian Amerika Serikat sebesar 45,43 miliar US$ dan pada tahun 28 GDP pertanian Amerika Serikat

3 4 sebesar 12,9 miliar US$ sehingga telah terjadi peningkatan pertumbuhan sektor pertanian sebesar 266,1 persen. Sedangkan GDP pertanian Jepang cenderung mengalami penurunan. GDP pertanian Jepang terbesar yaitu pada tahun 1987 sebesar 9,95 miliar US$ dan pada tahun 28 sebesar 83,7 miliar US$ sehingga telah terjadi penurunan pertumbuhan sektor pertanian sebesar 8,2 persen. Besaran GDP pertanian rata-rata per tahun yang dihasilkan negara maju dalam sampel pada periode 198 hingga 28 bila diurutkan dari yang terbesar ke terkecil yaitu Amerika Serikat, jepang, Perancis, Italia, Korea Selatan, Spanyol, Kanada, United Kingdom, Australia, dan Selandia Baru Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Industri Negara Berkembang dan Maju Periode Berdasarkan Gambar 4.3, periode 198 hingga 28 perkembangan GDP industri negara-negara berkembang dalam sampel cenderung mengalami peningkatan terutama Cina. Pada tahun 198 GDP industri Cina sebesar 62,33 miliar US$ dan pada tahun 28 GDP industri Cina sebesar 1318,7 miliar US$ sehingga telah terjadi peningkatan GDP industri sebesar 2115,65 persen. Sedangkan untuk Indonesia dan Thailand pada tahun 1998 mengalami penurunan GDP industri akibat krisis moneter yang dialami kedua negara. Pada tahun 1997 GDP industri Indonesia sebesar 81,57 miliar US$ dan pada tahun 1998 GDP industri Indonesia sebesar 7,19 miliar US$ sehingga telah terjadi penurunan pertumbuhan sektor industri sebesar 13,95 persen. Pada tahun 1997 GDP industri Thailand sebesar 51,33 miliar US$ dan pada tahun 1998 GDP industri Thailand sebesar 44,66 miliar US$ sehingga telah terjadi penurunan pertumbuhan sektor industri sebesar 13 persen. Memasuki tahun 1999, GDP industri Indonesia dan

4 41 Thailand sudah mulai stabil dan cenderung mengalami peningkatan. Besaran GDP industri rata-rata per tahun yang dihasilkan negara berkembang dalam sampel pada periode 198 hingga 28 bila diurutkan dari yang terbesar ke terkecil yaitu Cina, Brasil, Meksiko, India, Turki, Indonesia, Argentina, Thailand, Afrika Selatan, dan Mesir. GDP Riil Industri (US$) 1.4E E+12 1E+12 8E+11 6E+11 4E+11 2E+11 Indonesia Thailand Cina India Brasil Argentina Meksiko Mesir Afrika Selatan Turki Gambar 4.3. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Industri Negara Berkembang, Berdasarkan Gambar 4.4, periode 198 hingga 28 perkembangan GDP industri negara-negara maju dalam sampel cenderung mengalami peningkatan terutama Amerika Serikat dan Jepang. Pada tahun 198 GDP industri Amerika Serikat sebesar 1285,4 miliar US$ dan pada tahun 28 GDP industri Amerika Serikat sebesar 2245,8 miliar US$ sehingga telah terjadi peningkatan pertumbuhan sektor industri sebesar 74,7 persen. Pada tahun 198 GDP industri Jepang sebesar 132,22 miliar US$ dan pada tahun 28 GDP industri Jepang sebesar 1616,43 miliar US$ sehingga telah terjadi peningkatan pertumbuhan sektor industri sebesar 56,5 persen. Besaran GDP industri rata-rata per tahun yang

5 42 dihasilkan negara maju dalam sampel pada periode 198 hingga 28 bila diurutkan dari yang terbesar ke terkecil yaitu Amerika Serikat, jepang, United Kingdom, Italia, Perancis, Kanada, Spanyol, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru. GDP Riil Industri (US$) 2.5E+12 2E E+12 1E+12 5E+11 AS UK Kanada Jepang Korea Selatan Australia Selandia Baru Spanyol Italia Perancis Gambar 4.4. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Industri Negara Maju, Perkembangan Emisi Gas Rumah Kaca di Negara Berkembang dan Maju Periode Perkembangan Emisi Karbondioksida (CO 2 ) di Negara Berkembang dan Maju Periode Berdasarkan Gambar 4.5, periode 198 hingga 28 perkembangan emisi CO 2 negara-negara berkembang dalam sampel cenderung mengalami peningkatan terutama Cina dan India. Pada tahun 198 emisi CO 2 Cina sebesar ,4 kilotonne dan pada tahun 28 emisi CO 2 Cina sebesar ,2 kilotonne sehingga telah terjadi peningkatan pertumbuhan emisi CO 2 sebesar 479,28 persen. Pada tahun 198 emisi CO 2 India sebesar ,4 kilotonnne dan pada tahun

6 43 28 emisi CO 2 India sebesar ,7 kilotonne sehingga telah terjadi peningkatan pertumbuhan emisi CO 2 sebesar 499,9 persen. Besaran emisi CO 2 rata-rata per tahun yang dihasilkan negara berkembang dalam sampel pada periode 198 hingga 28 bila diurutkan dari yang terbesar ke terkecil yaitu Cina, India, Meksiko, Afrika Selatan, Brasil, Indonesia, Turki, Thailand, Argentina, dan Mesir. CO2 (kilotonne) Indonesia Thailand Cina India Brasil Argentina Meksiko Mesir Afrika Selatan Turki Gambar 4.5. Perkembangan Emisi Karbondioksida di Negara Berkembang, Berdasarkan Gambar 4.6, periode 198 hingga 28 perkembangan emisi CO 2 negara-negara maju dalam sampel cenderung mengalami peningkatan terutama Amerika Serikat. Pada tahun 198 emisi CO 2 Amerika Serikat sebesar ,8 kilotonne dan pada tahun 28 emisi CO 2 Amerika Serikat sebesar ,2 kilotonne sehingga telah terjadi peningkatan pertumbuhan emisi CO 2 sebesar 15,67 persen.

7 44 CO2 (kilotonne) AS UK Kanada Jepang Korea Selatan Australia Selandia Baru Spanyol Italia Perancis Gambar 4.6. Perkembangan Emisi Karbondioksida di Negara Maju, Sedangkan United Kingdom dan Perancis cenderung mengalami penurunan, pada tahun 198 emisi CO 2 United Kingdom dan Perancis berturutturut sebesar 57929,7 kilotonnne dan 55363,9 kilotonnne dan pada tahun 28 emisi CO 2 United Kingdom dan Perancis berturut-turut sebesar ,5 kilotonne dan ,9 kilotonnne sehingga telah terjadi penurunan pertumbuhan emisi CO 2 sebesar 9,7 persen dan 25,4 persen. Besaran emisi CO 2 rata-rata per tahun yang dihasilkan negara maju dalam sampel pada periode 198 hingga 28 bila diurutkan dari yang terbesar ke terkecil yaitu Amerika Serikat, Jepang, United Kingdom, Kanada, Korea Selatan, Italia, Perancis, Australia, Selandia Baru, dan Spanyol.

8 Perkembangan Emisi Nitrogen Oksida (N 2 O) di Negara Berkembang dan Maju Periode Berdasarkan Gambar 4.7, periode 198 hingga 28 perkembangan emisi N 2 O negara-negara berkembang dalam sampel cenderung mengalami peningkatan terutama Cina dan India. Pada tahun 198 emisi N 2 O Cina sebesar 765,11 kilotonne dan pada tahun 28 emisi N 2 O Cina sebesar 1764,38 kilotonne sehingga telah terjadi peningkatan pertumbuhan emisi N 2 O sebesar 23,6 persen. Pada tahun 198 emisi N 2 O India sebesar 37,32 kilotonne dan pada tahun 28 emisi N 2 O India sebesar 763,55 kilotonne sehingga telah terjadi peningkatan pertumbuhan emisi N 2 O sebesar 26,2 persen. Besaran emisi N 2 O rata-rata per tahun yang dihasilkan negara berkembang dalam sampel pada periode 198 hingga 28 bila diurutkan dari yang terbesar ke terkecil yaitu Cina, India, Brasil, Indonesia, Meksiko, Argentina, Turki, Afrika Selatan, Mesir, dan Thailand. N2O (kilotonne) Indonesia Thailand Cina India Brasil Argentina Meksiko Mesir Afrika Selatan Turki Sumber: EDGAR, diolah Gambar 4.7. Perkembangan Emisi Nitrogen Oksida di Negara Berkembang,

9 46 Berdasarkan Gambar 4.8, periode 198 hingga 28 perkembangan emisi N 2 O negara-negara maju dalam sampel memiliki kecenderungan yang menurun kecuali Korea Selatan. Periode 22 hingga 28 perkembangan emisi N 2 O Korea Selatan memiliki kecenderungan yang sangat meningkat mencapai 1843,24 kilotonne pada tahun 25. Amerika Serikat sebagai penghasil rata-rata emisi N 2 O terbesar periode 198 hingga 28 diantara negara-negara maju lainnya dalam sampel, pada tahun 198 merupakan tahun dimana Amerika Serikat menghasilkan emisi N 2 O terbesar yaitu sebesar 1215,22 kilotonne. Besaran rata-rata emisi N 2 O per tahun yang dihasilkan negara maju dalam sampel pada periode 198 hingga 28 bila diurutkan dari yang terbesar ke terkecil yaitu Amerika Serikat, Korea Selatan, Australia, Perancis, Kanada, United Kingdom, Jepang, Italia, Spanyol, dan Selandia Baru. N2O (kilotonne) AS UK Kanada Jepang Korea Selatan Australia Selandia Baru Spanyol Italia Perancis Sumber: EDGAR, diolah Gambar 4.8. Perkembangan Emisi Nitrogen Oksida di Negara Maju,

10 Perkembangan Emisi Metana (CH 4 ) di Negara Berkembang dan Maju Periode Berdasarkan Gambar 4.9, periode 198 hingga 28 perkembangan emisi CH 4 negara-negara berkembang dalam sampel cenderung mengalami peningkatan terutama Cina dan India. Pada tahun 198 emisi CH 4 Cina sebesar 41387,4 kilotonne dan pada tahun 28 emisi CH 4 Cina sebesar 732,9 kilotonne sehingga telah terjadi peningkatan pertumbuhan emisi N 2 O sebesar 76,9 persen. Pada tahun 198 emisi CH 4 India sebesar kilotonne dan pada tahun 28 emisi CH 4 India sebesar 28874,5 kilotonne sehingga telah terjadi peningkatan pertumbuhan emisi CH 4 sebesar 36,4 persen. Besaran emisi CH 4 rata-rata per tahun yang dihasilkan negara berkembang dalam sampel pada periode 198 hingga 28 bila diurutkan dari yang terbesar ke terkecil yaitu Cina, India, Brasil, Indonesia, Meksiko, Argentina, Thailand, Turki, Afrika Selatan, dan Mesir. CH4 (kilotonne) Indonesia Thailand Cina India Brasil Argentina Meksiko Mesir Afrika Selatan Turki Sumber: EDGAR, diolah Gambar 4.9. Perkembangan Emisi Metana di Negara Berkembang,

11 48 Berdasarkan Gambar 4.1, periode 198 hingga 28 perkembangan emisi CH 4 negara-negara maju dalam sampel cenderung berfluktuasi. Selama periode 198 hingga 28, Amerika Serikat sebagai penyumbang emisi CH 4 terbesar diantara negara-negara maju dalam sampel. 199 merupakan tahun dimana Amerika Serikat menghasilkan emisi CH 4 terbesar yaitu sebesar 3363,6 kilotonne. Besaran rata-rata emisi CH 4 per tahun yang dihasilkan negara maju dalam sampel pada periode 198 hingga 28 bila diurutkan dari yang terbesar ke yang terkecil yaitu Amerika Serikat, Australia, United Kingdom, Kanada, Perancis, Jepang, Italia, Spanyol, Selandia Baru, dan Korea Selatan. CH4 (kilotonne) AS UK Kanada Jepang Korea Selatan Australia Selandia Baru Spanyol Italia Perancis Sumber: EDGAR, diolah Gambar 4.1. Perkembangan Emisi Metana di Negara Maju,

PERKEMBANGAN EKSPOR KALIMANTAN TENGAH APRIL 2015

PERKEMBANGAN EKSPOR KALIMANTAN TENGAH APRIL 2015 BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH No. 02/06/62/Th. IX, 1 Juni PERKEMBANGAN EKSPOR KALIMANTAN TENGAH APRIL Nilai ekspor Kalimantan Tengah bulan sebesar US$124,19 juta, turun 13,01 persen dibanding bulan yang

Lebih terperinci

Perkembangan Ekspor Indonesia Biro Riset LMFEUI

Perkembangan Ekspor Indonesia Biro Riset LMFEUI Perkembangan Ekspor Indonesia Biro Riset LMFEUI Pengembangan ekspor tidak hanya dilihat sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan negara, tetapi juga untuk mengembangkan ekonomi nasional. Perkembangan

Lebih terperinci

EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN

EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN Volume VI Nomor 4 Tahun 2014 BULETIN TRIWULANAN EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN PUSAT DATA DAN SISTEM INFORMASI PERTANIAN SEKRETARIAT JENDERAL - KEMENTERIAN PERTANIAN 2014 Buletin Triwulanan EKSPOR IMPOR

Lebih terperinci

Nama:bayu prasetyo pambudi Nim: Analisis negara maju negara berkembang

Nama:bayu prasetyo pambudi Nim: Analisis negara maju negara berkembang Nama:bayu prasetyo pambudi Nim:1106341 Analisis negara maju negara berkembang Negara maju adalah negara yang rakyatnya memiliki kesejahteraan atau kualitas hidup yang tinggi. Sedangkan negara berkembang

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI BENGKULU, JULI 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI BENGKULU, JULI 2016 No. 51/09/17/Th. VII, 1 September 2016 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI BENGKULU, JULI 2016 Total Ekspor Provinsi Bengkulu mencapai nilai sebesar US$ 7,58 juta. Nilai Ekspor ini mengalami penurunan

Lebih terperinci

Anggota Klaster yang terbentuk adalah sebagai berikut :

Anggota Klaster yang terbentuk adalah sebagai berikut : Anggota Klaster yang terbentuk adalah sebagai berikut : Anggota Klaster Pertama No. Negara 1 Republik Rakyat China Anggota Klaster Kedua No. Negara 1 Malaysia 2 Singapura Anggota Klaster Ketiga No Negara

Lebih terperinci

Lingkungan Pemasaran Global Ekonomi dan Sosial-Budaya

Lingkungan Pemasaran Global Ekonomi dan Sosial-Budaya Lingkungan Pemasaran Global Ekonomi dan Sosial-Budaya Pengenalan Secara Objektif Memahami perbedaan utama diantara beberapa sistem ekonomi didunia. Cara belajar bagaimana mengelompokan negaranegara dengan

Lebih terperinci

Area Global Tanaman Biotek Terus Meningkat di Tahun 2005 Setelah Satu Dekade Komersialisasi

Area Global Tanaman Biotek Terus Meningkat di Tahun 2005 Setelah Satu Dekade Komersialisasi Area Global Tanaman Biotek Terus Meningkat di Tahun 2005 Setelah Satu Dekade Komersialisasi SAO PAULO, Brasil (11 Januari 2006) Permintaan petani akan tanaman biotek telah meningkat sebesar dua digit per

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Selama pasca krisis ekonomi global tahun 2008 yang melanda dunia, perekonomian dunia mengalami berbagai penurunan ekspor non migas. Beberapa negara di dunia membatasi

Lebih terperinci

TABEL 62. PENEMPATAN TENAGA KERJA INDONESIA KE LUAR NEGERI MENURUT NEGARA TUJUAN D.I YOGYAKARTA TAHUN

TABEL 62. PENEMPATAN TENAGA KERJA INDONESIA KE LUAR NEGERI MENURUT NEGARA TUJUAN D.I YOGYAKARTA TAHUN TABEL 62. PENEMPATAN TENAGA KERJA INDONESIA KE LUAR NEGERI MENURUT NEGARA TUJUAN D.I YOGYAKARTA TAHUN 2010-2015 No 2010 2011 2012 2013 2014 2015 Destination Country 1 Malaysia 1.807 1.320 1.178 804 1.334

Lebih terperinci

REALISASI PENANAMAN MODAL PMDN - PMA TRIWULAN I TAHUN 2016

REALISASI PENANAMAN MODAL PMDN - PMA TRIWULAN I TAHUN 2016 Invest in remarkable indonesia indonesia Invest in remarkable indonesia Invest in remarkable indonesia Invest in remarkable indonesia indonesia remarkable indonesia invest in Invest in indonesia Invest

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK KOTA TANJUNGPINANG PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA TANJUNGPINANG JUNI 2016 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Tanjungpinang pada bulan mencapai 7.930

Lebih terperinci

A. Pengertian Negara Maju dan Negara Berkembang

A. Pengertian Negara Maju dan Negara Berkembang BAB I NEGARA BERKEMBANG DAN NEGARA MAJU Tujuan Pembelajaran: 1. Siswa mampu mengidentifikasi ciri-ciri negara maju dan berkembang 2. Siswa mampu menjelaskan beberapa contoh negara maju dan berkembang A.

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK KOTA TANJUNGPINANG PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA TANJUNGPINANG JULI 2016 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Tanjungpinang pada bulan mencapai 6.932

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR RIAU SEPTEMBER 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR RIAU SEPTEMBER 2016 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR RIAU SEPTEMBER No. 051/11/14/Th. XVII, 1 November EKSPOR RIAU BULAN SEPTEMBER NAIK SEBESAR 1,61 PERSEN, SEDANGKAN IMPOR TURUN SEBESAR 39,73 PERSEN Nilai ekspor Riau berdasarkan

Lebih terperinci

RENCANA DAN REALISASI INVESTASI DAN TENAGA KERJA PMDN MENURUT SEKTOR EKONOMI DI NTB TAHUN 2013

RENCANA DAN REALISASI INVESTASI DAN TENAGA KERJA PMDN MENURUT SEKTOR EKONOMI DI NTB TAHUN 2013 RENCANA DAN REALISASI INVESTASI DAN TENAGA KERJA PMDN MENURUT SEKTOR EKONOMI DI NTB TAHUN 2013 No Sektor Ekonomi (Ribu Rp ) Kerja (Org) (Ribu Rp ) Kerja (Org) 1 Petanian Tanaman Pangan 1 40.000.000 200

Lebih terperinci

REALISASI PENANAMAN MODAL PMDN - PMA TRIWULAN II DAN JANUARI JUNI TAHUN 2016

REALISASI PENANAMAN MODAL PMDN - PMA TRIWULAN II DAN JANUARI JUNI TAHUN 2016 Invest in remarkable indonesia indonesia Invest in remarkable indonesia Invest in remarkable indonesia Invest in remarkable indonesia indonesia remarkable indonesia invest in Invest in indonesia Invest

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA BATAM JANUARI 2016

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA BATAM JANUARI 2016 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BATAM No. 08/03/2171/Th. IV, 1 Maret 2016 PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA BATAM JANUARI 2016 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Batam pada bulan

Lebih terperinci

Kajian Kualitas Informasi pada Situs Resmi Pemerintah Daerah Bali (http://www.baliprov.go.id) secara Persepsi Visual I

Kajian Kualitas Informasi pada Situs Resmi Pemerintah Daerah Bali (http://www.baliprov.go.id) secara Persepsi Visual I Kajian Kualitas Informasi pada Situs Resmi Pemerintah Daerah Bali (http://www.baliprov.go.id) secara Persepsi Visual I A. Pengantar 1. Latar Belakang Persepsi menurut kamus bahasa Indonesia berarti tanggapan

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM Perkembangan Ekspor Produk Makanan dan Minuman Olahan Indonesia di Pasar Non-Tradisional Asia periode

BAB IV GAMBARAN UMUM Perkembangan Ekspor Produk Makanan dan Minuman Olahan Indonesia di Pasar Non-Tradisional Asia periode BAB IV GAMBARAN UMUM 4.1. Perkembangan Ekspor Produk Makanan dan Minuman Olahan Indonesia di Pasar Non-Tradisional Asia periode 2002-2010 Ekspor produk makanan dan minuman olahan Indonesia di pasar nontradisional

Lebih terperinci

MEDIA BRIEFING Pusat HUMAS Departemen Perdagangan Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta Tel: /Fax:

MEDIA BRIEFING Pusat HUMAS Departemen Perdagangan Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta Tel: /Fax: KEMENTERIAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA MEDIA BRIEFING Pusat HUMAS Departemen Perdagangan Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta 10110 Tel: 021-23528446/Fax: 021-23528456 www.depdag.go.id Prospek Ekspor

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGAH

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGAH No. 02/01/72/Th. XIV, 03 Januari 2011 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGAH NOVEMBER EKSPOR SENILAI US$ 33,68 JUTA Nilai ekspor Sulawesi Tengah pada bulan ember (angka sementara) dibanding bulan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA TANJUNGPINANG AGUSTUS 2016

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA TANJUNGPINANG AGUSTUS 2016 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA TANJUNGPINANG No. 10/10/2172/Th. I, 3 Oktober 2016 PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA TANJUNGPINANG AGUSTUS 2016 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. terbuka (open market operation/omos). Menurut Federal Reserve,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. terbuka (open market operation/omos). Menurut Federal Reserve, BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kebijakan Moneter Amerika Serikat Fed menjalankan kebijakan moneter terutama melalui operasi pasar terbuka (open market operation/omos). Menurut Federal Reserve, operasi pasar

Lebih terperinci

Surplus Neraca Perdagangan September 2010 Melonjak 68 Persen Mencapai US$ 2,5 Miliar

Surplus Neraca Perdagangan September 2010 Melonjak 68 Persen Mencapai US$ 2,5 Miliar SIARAN PERS Pusat HUMAS Kementerian Perdagangan Gd. I Lt. 2, Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta 10110 Telp: 021-3860371/Fax: 021-3508711 www.kemendag.go.id Surplus Neraca Perdagangan September 2010 Melonjak

Lebih terperinci

NILAI EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI BULAN NOVEMBER 2009 MENGALAMI PENURUNAN

NILAI EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI BULAN NOVEMBER 2009 MENGALAMI PENURUNAN No. 02/01/15/Th. IV, 4 Januari 2010 NILAI EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI BULAN NOVEMBER 2009 MENGALAMI PENURUNAN Nilai ekspor November turun 43,33% dibanding bulan sebelumnya. Dari USD 94,29 juta pada bulan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGAH

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGAH No. 02/03/72/Th. XIV, 01 Maret 2011 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGAH JANUARI 2011 EKSPOR SENILAI US$ 24,15 JUTA Nilai ekspor Sulawesi Tengah pada bulan uari 2011 (angka sementara) dibanding

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Nilai tukar merupakan salah satu alat untuk kebijakan ekonomi bagi sebuah negara. Nilai tukar adalah salah satu indikator ekonomi yang sangat dibutuhkan khususnya sebagai

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI BENGKULU

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI BENGKULU No. 08/02/17/Th.VI, 2 Februari 2015 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI BENGKULU Total Ekspor Provinsi Bengkulu Desember 2014 mencapai nilai sebesar US$ 12,68 Juta, yang tercatat 34,53 % diantaranya

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGGARA SEPTEMBER 2015

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGGARA SEPTEMBER 2015 No. 02/11/Th. VI, 2 November 2015 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGGARA SEPTEMBER 2015 Nilai ekspor Sulawesi Tenggara pada bulan 2015 tercatat US$ 0,84 juta atau mengalami penurunan sebesar 92,68

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN SELATAN BULAN DESEMBER 2014

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN SELATAN BULAN DESEMBER 2014 No.07/02/63/Th.XIX, 2 Februari 2015 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN SELATAN BULAN DESEMBER 2014 EKSPOR KALIMANTAN SELATAN BULAN DESEMBER 2014 TURUN 2,84 PERSEN DAN IMPOR TURUN 26,50 PERSEN Nilai

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. A. Perkembangan Penanaman Modal Dalam Negeri di Indonesia

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. A. Perkembangan Penanaman Modal Dalam Negeri di Indonesia BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN A. Perkembangan Penanaman Modal Dalam Negeri di Indonesia PMDN dapat diartikan sebagai kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Karet merupakan komoditi ekspor yang mampu memberikan kontribusi di dalam

BAB 1 PENDAHULUAN. Karet merupakan komoditi ekspor yang mampu memberikan kontribusi di dalam BAB PENDAHULUAN. Latar Belakang Karet merupakan komoditi ekspor yang mampu memberikan kontribusi di dalam upaya peningkatan devisa Indonesia. Ekspor Karet Indonesia selama 0 tahun terakhir terus menunjukkan

Lebih terperinci

EKSPOR Perkembangan Ekspor Ekspor Migas dan Non Migas

EKSPOR Perkembangan Ekspor Ekspor Migas dan Non Migas EKSPOR Nilai ekspor Indonesia bulan ober mencapai US$ 7,27 milyar, atau 1,62 persen lebih tinggi dibanding ekspor bulan lalu. Secara kumulatif, ekspor Januari - ober mencapai US$ 58,5 milyar atau naik

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA BATAM APRIL 2015

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA BATAM APRIL 2015 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BATAM No. 54/06/2171/Th. III, 1 Juni 2015 PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA BATAM APRIL 2015 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Batam pada bulan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya, maka setiap individu melakukan

BAB I PENDAHULUAN. berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya, maka setiap individu melakukan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pemenuhan akan kebutuhan hidup memacu setiap manusia untuk berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya, maka setiap individu melakukan berbagai usaha agar kebutuhan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR BANTEN SEPTEMBER 2015

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR BANTEN SEPTEMBER 2015 No. 50/11/36/Th. IX, 2 November PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR BANTEN SEPTEMBER A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR SEPTEMBER TURUN 5,85 PERSEN MENJADI US$706,27 JUTA Nilai ekspor Banten pada turun 5,85 persen

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA - JERMAN PERIODE : JANUARI - JULI 2015

PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA - JERMAN PERIODE : JANUARI - JULI 2015 PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA - JERMAN PERIODE : JANUARI - JULI 2015 A. Perkembangan perekonomian dan perdagangan Jerman 1. Neraca perdagangan Jerman pada periode Januari - Juli 2015 tercatat surplus

Lebih terperinci

Sistem Tanggap KELANGKAAN PASOKAN MINYAK 2O12

Sistem Tanggap KELANGKAAN PASOKAN MINYAK 2O12 Sistem Tanggap KELANGKAAN PASOKAN MINYAK 2O12 1 Amerika Serikat Australia Austria Belanda Belgia Ceko Denmark Finlandia Hongaria Inggris NEGARA-NEGARA ANGGOTA IEA Irlandia Italia Jepang Jerman Kanada Korea

Lebih terperinci

Perusahaan terkemuka dengan upaya suap dalam menjalankan bisnisnya di luar negeri, turut menghambat pembangunan di negaranegara

Perusahaan terkemuka dengan upaya suap dalam menjalankan bisnisnya di luar negeri, turut menghambat pembangunan di negaranegara TRANSPARENCY INTERNATIONAL INDONESIA EMBARGOED FOR TRANSMISSION AND RELEASE UNTIL 4 OCTOBER 2006 at 09.00 GMT; 11.00 CET; 05.00 EST (16.00 WIB) Perusahaan terkemuka dengan upaya suap dalam menjalankan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah salah satu negara terbesar penghasil rotan di dunia. Selain itu

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah salah satu negara terbesar penghasil rotan di dunia. Selain itu BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rotan merupakan sumber devisa yang sangat besar bagi negara karena Indonesia adalah salah satu negara terbesar penghasil rotan di dunia. Selain itu rotan dapat dimanfaatkan

Lebih terperinci

INFORMASI KEHIDUPAN BERBAGAI BAHASA

INFORMASI KEHIDUPAN BERBAGAI BAHASA 1 Pajak (1) Kehidupan dan Pajak Apabila orang yang tinggal di Jepang selama 1 tahun lebih, dan juga orang yang berkewarganegaraan asing yang mempunyai pendapatan/income perbulan, maka disamakan dengan

Lebih terperinci

ASUMSI PERTUMBUHAN EKONOMI APBN Tabel 1. Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, 2011 dan 2012

ASUMSI PERTUMBUHAN EKONOMI APBN Tabel 1. Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, 2011 dan 2012 ASUMSI PERTUMBUHAN EKONOMI APBN 2012 I. Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tabel 1. Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, 2011 dan 2012 Lembaga 2011 2012 World Bank 6,4 6,7 IMF 6,2 6,5 Asian Development

Lebih terperinci

Highlight Status Global Komersialisasi Tanaman Biotek/Tanaman Hasil Rekayasa Genetika: Oleh Clive James, Pendiri dan Ketua Dewan ISAAA

Highlight Status Global Komersialisasi Tanaman Biotek/Tanaman Hasil Rekayasa Genetika: Oleh Clive James, Pendiri dan Ketua Dewan ISAAA Highlight Status Global Komersialisasi Tanaman Biotek/Tanaman Hasil Rekayasa Genetika: 2009 Oleh Clive James, Pendiri dan Ketua Dewan ISAAA Dipersembahkan bagi mendiang Peraih Nobel Perdamaian, Norman

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH DESEMBER 2008

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH DESEMBER 2008 BPS PROVINSI JAWA TENGAH No.02/04/33/Th.III, 01 April 2009 PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH DESEMBER 2008 Nilai ekspor Jawa Tengah bulan Desember 2008 mencapai 243,46 juta USD, naik sebesar 5,04 persen

Lebih terperinci

Halaman Ini Sengaja Dikosongkan

Halaman Ini Sengaja Dikosongkan 1 Halaman Ini Sengaja Dikosongkan 2 Catch up: Seberapa Jauh Indonesia Memiliki Bekal untuk Mengejar Negara-negara Maju Tim Penulis: Akhmad Akbar Susamto Nanang Pamudji Mugasejati Tri Widodo Ma ruful Musthofa

Lebih terperinci

Markit PMI / 2. Markit PMI TM

Markit PMI / 2. Markit PMI TM PMI Markit PMI Ikhtisar PMI 3 Mengapa harus ambil bagian? 4 Metodologi Survei 5 Cakupan Survei 6 Testimoni 7 Menafsirkan Data Survei PMI 8 Siklus boom-bust 8 Output, Permintaan Baru & Penumpukan Pekerjaan

Lebih terperinci

Prospek Perekonomian Indonesia dan Regulasi Perpajakan Aviliani 10 Maret 2016

Prospek Perekonomian Indonesia dan Regulasi Perpajakan Aviliani 10 Maret 2016 Prospek Perekonomian Indonesia dan Regulasi Perpajakan 2016 Aviliani 10 Maret 2016 SISTEM PEREKONOMIAN Aliran Barang dan Jasa Gross Domestic Bruto Ekonomi Global Kondisi Global Perekonomian Global masih

Lebih terperinci

Tabel 1. Perkembangan Jumlah Wisatawan Mancanegara (Wisman) melalui Pintu Masuk Makassar menurut Kebangsaan

Tabel 1. Perkembangan Jumlah Wisatawan Mancanegara (Wisman) melalui Pintu Masuk Makassar menurut Kebangsaan BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN No. 23/05/73/Th. X, 2 Mei PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SULAWESI SELATAN PERKEMBANGAN PARIWISATA Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang melalui pintu

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Mekanisme transmisi kebijakan moneter merupakan suatu proses yang

BAB 1 PENDAHULUAN. Mekanisme transmisi kebijakan moneter merupakan suatu proses yang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Mekanisme transmisi kebijakan moneter merupakan suatu proses yang menjelaskan bagaimana kebijakan moneter yang ditetapkan oleh bank sentral mempengaruhi aktivitas

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SULAWESI SELATAN

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SULAWESI SELATAN BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN No. 54/10/73/Th. X, 3 Oktober PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SULAWESI SELATAN PERKEMBANGAN PARIWISATA Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang melalui pintu

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGGARA AGUSTUS 2015

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGGARA AGUSTUS 2015 No. 02/10/Th. VI, 1 Oktober 2015 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGGARA AGUSTUS 2015 Nilai ekspor Sulawesi Tenggara pada bulan Agustus 2015 tercatat US$ 11,48 juta atau mengalami penurunan sebesar

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN SELATAN BULAN DESEMBER 2017

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN SELATAN BULAN DESEMBER 2017 No.05/01/63/Th.XXI, 16 Januari 2017 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN SELATAN BULAN DESEMBER 2017 EKSPOR KALIMANTAN SELATAN BULAN DESEMBER 2016 NAIK 16,22 PERSEN DAN IMPOR TURUN 23,30 PERSEN Nilai

Lebih terperinci

BAB I PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN II (SEMESTER I) TAHUN 2014

BAB I PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN II (SEMESTER I) TAHUN 2014 BAB I PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN II (SEMESTER I) TAHUN 2014 1.1 LATAR BELAKANG Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2014 sebesar 5,12 persen melambat dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGAH

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGAH No. 02/04/72/Th. XIV, 01 April PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGAH FEBRUARI EKSPOR SENILAI US$ 25,88 JUTA Nilai ekspor Sulawesi Tengah pada bulan ruari (angka sementara) dibanding bulan uari

Lebih terperinci

NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG Kelas 9 semester 1 NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG 1 2 PENGERTIAN NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG Negara maju adalah negara yang rakyatnya memiliki kesejahteraan atau kualitas hidup yang tinggi. Sedangkan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGAH

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGAH No. 02/07/72/Th. XIV, 01 Juli PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGAH MEI EKSPOR SENILAI US$ 36,46 JUTA Nilai ekspor Sulawesi Tengah pada bulan (angka sementara) dibanding bulan il (angka tetap)

Lebih terperinci

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN TENTANG MEMUTUSKAN:

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN TENTANG MEMUTUSKAN: MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 157/PMK.010/2015 TENTANG PELAKSANAAN PERLAKUAN PAJAK PENGHASILAN YANG DIDASARKAN PADA KETENTUAN DALAM PERJANJIAN

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI PAPUA BULAN AGUSTUS 2015

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI PAPUA BULAN AGUSTUS 2015 No. 52/09/94/ Th. XVII, 15 September 2015 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI PAPUA BULAN AGUSTUS 2015 EKSPOR Nilai ekspor Papua pada Agustus 2015 sebesar US$219,71 juta atau naik 19,28 persen dibandingkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Minyak bumi adalah salah satu sumber energi utama yang banyak digunakan berbagai negara didunia pada saat ini. Kebutuhan bahan bakar selalu meningkat, seiring dengan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI PAPUA BULAN SEPTEMBER 2016*

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI PAPUA BULAN SEPTEMBER 2016* No.54/10/94/Th. XVII, 17 Oktober 2016 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI PAPUA BULAN SEPTEMBER 2016* EKSPOR Nilai ekspor Papua pada September 2016 mencapai US$280,61 juta atau mengalami peningkatan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGAH

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGAH No. 02/06/72/Th. XIV, 01 Juni PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGAH APRIL EKSPOR SENILAI US$ 17,22 JUTA Nilai ekspor Sulawesi Tengah pada bulan il (angka sementara) dibanding bulan et (angka tetap)

Lebih terperinci

Global Small Business Confidence Monitor

Global Small Business Confidence Monitor Global Small Business Confidence Monitor HSBC Commercial Banking INDONESIA SMALL BUSINESS CONFIDENCE MONITOR Survey terbesar yang memotret pandangan UKM secara global. Memberikan gambaran mengenai pandangan

Lebih terperinci

Indonesia Terpilih Kembali Sebagai Anggota ITU Council

Indonesia Terpilih Kembali Sebagai Anggota ITU Council Indonesia Terpilih Kembali Sebagai Anggota ITU Council Indonesia berhasil terpilih kembali sebagai anggota ITU Council periode 2014-2018 pada sidang ITU Plenipotentiary Conference 2014 (PP-14) yang diselenggarakan

Lebih terperinci

Menyoal Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia * Oleh: Prayoto Fakultas Teknik, UNIKOM

Menyoal Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia * Oleh: Prayoto Fakultas Teknik, UNIKOM Menyoal Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia * Oleh: Prayoto Fakultas Teknik, UNIKOM Mempersoalkan kualitas sumber daya manusia merupakan suatu hal yang tidak mudah. Apalagi kita sebagai bangsa Indonesia,

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGGARA FEBRUARI 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGGARA FEBRUARI 2016 No. 02/04/Th. VII, 1 April 2016 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGGARA FEBRUARI 2016 Nilai ekspor Sulawesi Tenggara pada bulan Februari 2016 tercatat US$ 11,66 juta atau mengalami kenaikan sebesar

Lebih terperinci

Pilihan Sistem Nilai Tukar dan Pengendalian Arus Modal

Pilihan Sistem Nilai Tukar dan Pengendalian Arus Modal Pilihan Sistem Nilai Tukar dan Pengendalian Arus Modal Bobby Hamzar Rafinus Pendahuluan Kegundahan akan terjadinya krisis kedua sempat timbul dalam beberapa bulan terakhir setelah ada kecenderungan nilai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 SUMBER DATA a. KANADA (Bruce Doern, 2009) Kanada merupakan salah satu negara pengguna energi nuklir sebagai salah satu pasokan listrik di negara ini selain energi fosil. Kanada

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGAH

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGAH No. 02/05/72/Th. XIV, 02 Mei PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGAH MARET EKSPOR SENILAI US$ 17,22 JUTA Nilai ekspor Sulawesi Tengah pada bulan et (angka sementara) dibanding bulan ruari (angka

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN EKSPOR KARET ALAM INDONESIA. Oleh : AYU LESTARI A

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN EKSPOR KARET ALAM INDONESIA. Oleh : AYU LESTARI A ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN EKSPOR KARET ALAM INDONESIA Oleh : AYU LESTARI A14102659 PROGRAM STUDI EKSTENSI MANAJEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2010

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara yang menganut sistem perekonomian terbuka, hal ini

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara yang menganut sistem perekonomian terbuka, hal ini I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang menganut sistem perekonomian terbuka, hal ini ditunjukkan dengan hubungan multilateral dengan beberapa negara lain di dunia. Realisasi dari

Lebih terperinci

WIS MAN ANALISIS KUNJUNGAN ATAWAN CANEGARA PADA KAWASAN 3 GREAT ANALISIS ISU-ISU STRATEJIK P E R I O D E J A N U A R I S E P T E M B E R

WIS MAN ANALISIS KUNJUNGAN ATAWAN CANEGARA PADA KAWASAN 3 GREAT ANALISIS ISU-ISU STRATEJIK P E R I O D E J A N U A R I S E P T E M B E R ANALISIS KUNJUNGAN WIS MAN ATAWAN CANEGARA PADA KAWASAN 3 GREAT ANALISIS ISU-ISU STRATEJIK ASDEP PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KEPARIWISATAAN Gedung Sapta Pesona Lt. 21 Jalan Medan Merdeka Barat

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA BARAT JANUARI 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA BARAT JANUARI 2016 13/02/13/Th. XIX, 15 Februari PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA BARAT JANUARI I. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR JANUARI MENCAPAI US$98,2 JUTA Nilai ekspor Sumatera Barat bulan mencapai US$98,2 juta, terjadi

Lebih terperinci

PERDAGANGAN LUAR NEGERI INDONESIA-AMERIKA SERIKAT

PERDAGANGAN LUAR NEGERI INDONESIA-AMERIKA SERIKAT PERDAGANGAN LUAR NEGERI INDONESIA-AMERIKA SERIKAT Darman Management Department, School of Business Management, BINUS University Jln. K. H. Syahdan No. 9, Palmerah, Jakarta Barat 11480 darmantanjung@yahoo.com

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SEPTEMBER 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SEPTEMBER 2016 69/11/51/Th. X, 1 November PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SEPTEMBER A. EKSPOR Nilai ekspor barang asal Provinsi Bali yang dikirim lewat beberapa pelabuhan di Indonesia pada bulan mencapai US$ 40.512.116.

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Saat ini pengembangan sektor pertanian di Indonesia masih tetap strategis.

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Saat ini pengembangan sektor pertanian di Indonesia masih tetap strategis. I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat ini pengembangan sektor pertanian di Indonesia masih tetap strategis. Indonesia memiliki wilayah daratan yang sangat luas ditunjang oleh iklim tropis yang sangat cocok

Lebih terperinci

PAJAK INTERNASIONAL. Nur ain Isqodrin, SE., Ak., M.Acc Isqodrin.wordpress.com

PAJAK INTERNASIONAL. Nur ain Isqodrin, SE., Ak., M.Acc Isqodrin.wordpress.com PAJAK INTERNASIONAL Nur ain Isqodrin, SE., Ak., M.Acc Isqodrin.wordpress.com Latar Belakang Perkembangan transaksi perdagangan barang dan jasa lintas negara Pemberlakukan hukum pajak di masing-masing negara

Lebih terperinci

Laporan Global Psikologi Wisata

Laporan Global Psikologi Wisata TripBarometer 2014 Laporan Global Psikologi Wisata 2014 Ipsos. Semua hak dilindungi undang-undang. Dokumen ini berisi informasi Rahasia dan Eksklusifmilik Ipsos serta tidak boleh diungkapkan atau diperbanyak

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT JULI 2015

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT JULI 2015 BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT JULI No. 52/09/61/Th. XVIII, 1 September A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR JULI MENCAPAI US$45,65 JUTA Nilai ekspor Kalimantan Barat

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR HOTEL DI JAWA BARAT

PERKEMBANGAN TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR HOTEL DI JAWA BARAT bila dibandingkan dengan yang tercatat 42,56 persen. Selama periode hingga, TPK kelompok hotel bintang selalu lebih tinggi dari TPK hotel non bintang. Grafik 1 Perkembangan TPK Hotel Bintang dan Non Bintang

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR D.I. YOGYAKARTA BULAN SEPTEMBER 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR D.I. YOGYAKARTA BULAN SEPTEMBER 2016 No. 61/11/34/Th.XVIII, 1 November 2016 PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR D.I. YOGYAKARTA BULAN SEPTEMBER 2016 Nilai ekspor barang asal D.I. Yogyakarta yang dikirim melalui beberapa pelabuhan di Indonesia pada

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR SEPTEMBER 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR SEPTEMBER 2016 BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR No. 88/11/64/Th. XIX, 1 November 2016 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR SEPTEMBER 2016 SEPTEMBER 2016 *) : EKSPOR US$ 1,11 MILIAR, IMPOR US$ 0,26 MILIAR

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. di bumi. Salah satu penyebab kerusakan lingkungan adalah penggunaan emisi di

BAB 1 PENDAHULUAN. di bumi. Salah satu penyebab kerusakan lingkungan adalah penggunaan emisi di BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Pada masa sekarang ini, isu lingkungan merupakan masalah utama di dunia. Isu lingkungan ini muncul karena semakin banyaknya kerusakan lingkungan yang terjadi

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PARIWISATA BALI APRIL 2015

PERKEMBANGAN PARIWISATA BALI APRIL 2015 PERKEMBANGAN PARIWISATA BALI APRIL 2015 39/06/51/Th. IX, 1 Juni 2015 Kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada bulan 2015 mencapai 313.763 orang, dengan wisman yang datang melalui bandara

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR HOTEL DI JAWA BARAT

PERKEMBANGAN TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR HOTEL DI JAWA BARAT BPS PROVINSI JAWA BARAT No. 18/03/32/Th.XVII, 2 Maret 2015 PERKEMBANGAN TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR HOTEL DI JAWA BARAT TPK HOTEL JANUARI 2015 SEBESAR 41,17 PERSEN Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel di

Lebih terperinci

ANALISA PERUBAHAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLLAR AMERIKA DALAM RANCANGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA PERUBAHAN TAHUN 2014

ANALISA PERUBAHAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLLAR AMERIKA DALAM RANCANGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA PERUBAHAN TAHUN 2014 ANALISA PERUBAHAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLLAR AMERIKA DALAM RANCANGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA PERUBAHAN TAHUN 2014 Pendahuluan Akibat dari krisis ekonomi yang dialami Indonesia tahun

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA BULAN SEPTEMBER 2004

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA BULAN SEPTEMBER 2004 No. 56 / VII / 1 NOVEMBER PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA BULAN SEPTEMBER EKSPOR Nilai ekspor Indonesia bulan menembus angka US$ 7 milyar, yakni mencapai US$ 7,15 milyar, atau 13,33 persen lebih

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN. ini terjadi dan meningkatnya kebutuhan suatu negara akibat berkembangnya

BAB V KESIMPULAN. ini terjadi dan meningkatnya kebutuhan suatu negara akibat berkembangnya BAB V KESIMPULAN Keamanan energi erat hubungannya dengan kelangkaan energi yang saat ini terjadi dan meningkatnya kebutuhan suatu negara akibat berkembangnya industrialisasi dan kepentingan militer. Kelangsungan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. integral dan menyeluruh. Pendekatan dan kebijaksanaan sistem ini telah

BAB I PENDAHULUAN. integral dan menyeluruh. Pendekatan dan kebijaksanaan sistem ini telah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator penting untuk menganalisis pembangunan ekonomi yang terjadi disuatu Negara yang diukur dari perbedaan PDB tahun

Lebih terperinci

Ekspor hasil pertanian mengalami penuruna menjadi sebesar US$ 0,48 juta bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Ekspor hasil pertanian mengalami penuruna menjadi sebesar US$ 0,48 juta bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya. No. 04/01/91 Th. XI, 16 Januari 2017 A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR PAPUA BARAT DESEMBER* MENCAPAI US$ 120,53 JUTA Nilai ekspor Papua Barat Desember mencapai US$ 120,53 atau mengalami penurunan sebesar

Lebih terperinci

ASEAN ADB memperkirakan Jepang akan tumbuh 2,2% pada 2012 dan 1,5% pada 2013 atau lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

ASEAN ADB memperkirakan Jepang akan tumbuh 2,2% pada 2012 dan 1,5% pada 2013 atau lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Ekonomi Global Perkiraan Pertumbuhan Berbagai Kawasan (%, yoy) Negara/Kawasan 2011 2012 2013 April '12 July '12 April '12 July '12 AS 1.7 1.1 1.0 1.7 1.6 Eropa 1.4-0.5-0.7 1.0 0.8 Jepang -0.7 1.9 2.2 1.5

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT JUNI 2015

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT JUNI 2015 BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT JUNI No. 43/08/61/Th. XVIII, 3 Agustus A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR MENCAPAI US$53,35 JUTA Nilai ekspor Kalimantan Barat pada

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT FEBRUARI 2015

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT FEBRUARI 2015 BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT FEBRUARI No. 22/04/61/Th. XVIII, 1 April A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR FEBRUARI MENCAPAI US$34,77 JUTA Nilai ekspor Kalimantan

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK PROPINSI KEPRI

BADAN PUSAT STATISTIK PROPINSI KEPRI BADAN PUSAT STATISTIK PROPINSI KEPRI No. 32/01/21/Th. III, 2 Januari 2008 PERKEMBANGAN PARIWISATA PROVINSI KEPULAUAN RIAU OKTOBER Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Provinsi Kepri

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INFLASI, EKSPOR-IMPOR, KUNJUNGAN WISMAN, TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR HOTEL, TRANSPORTASI, NILAI TUKAR PETANI, DAN HARGA PRODUSEN GABAH.

PERKEMBANGAN INFLASI, EKSPOR-IMPOR, KUNJUNGAN WISMAN, TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR HOTEL, TRANSPORTASI, NILAI TUKAR PETANI, DAN HARGA PRODUSEN GABAH. BPS PROVINSI SUMATERA UTARA No. 21/04/12/Thn. XVI, 01 April 2013 PERKEMBANGAN INFLASI, EKSPOR-IMPOR, KUNJUNGAN WISMAN, TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR HOTEL, TRANSPORTASI, NILAI TUKAR PETANI, DAN HARGA PRODUSEN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tersebut di banding dengan mata uang negara lain. Semakin tinggi nilai tukar mata

BAB I PENDAHULUAN. tersebut di banding dengan mata uang negara lain. Semakin tinggi nilai tukar mata BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Salah satu indikator yang menunjukan bahwa perekonomian sebuah negara lebih baik dari negara lain adalah melihat nilai tukar atau kurs mata uang negara tersebut

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI UTARA BULAN NOVEMBER 2013

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI UTARA BULAN NOVEMBER 2013 No. 02/01/71/Th. VIII, 2 Januari 2014 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI UTARA BULAN NOVEMBER EKSPOR NOVEMBER MENCAPAI US$ 83,50 JUTA Nilai ekspor produk (nonmigas) Sulawesi Utara mencapai US$ 83,50

Lebih terperinci

HARGA MINYAK DUNIA ( CRUDE OIL EXCHANGE)

HARGA MINYAK DUNIA ( CRUDE OIL EXCHANGE) KEBIJAKAN ENERGI HARGA MINYAK DUNIA ( CRUDE OIL EXCHANGE) Kelompok I : 1. Raghunala Kusuma (28106) 2. Aulia Ullah (28120) 3. Puji Astuti ( 28154) 4. Ilmiyatul Fitriati (28316) 5. Ardi Rahman (28200) 6.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. motor penggerak perekonomian nasional. Perdagangan internasional dapat

BAB I PENDAHULUAN. motor penggerak perekonomian nasional. Perdagangan internasional dapat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perdagangan internasional mempunyai peranan sangat penting sebagai motor penggerak perekonomian nasional. Perdagangan internasional dapat didefinisikan sebagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. internasional yang dapat distandardisasi secara internasional di setiap negara.

BAB I PENDAHULUAN. internasional yang dapat distandardisasi secara internasional di setiap negara. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Era globalisasi saat ini menuntut adanya suatu sistem akuntansi internasional yang dapat distandardisasi secara internasional di setiap negara. Harmonisasi terhadap

Lebih terperinci