BAB II TINJAUAN TEORI

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB II TINJAUAN TEORI"

Transkripsi

1 BAB II TINJAUAN TEORI A. Konsep Masalah Hipertensi 1. Pengertian Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmhg dan tekanan diastolik di atas 90 mmhg. Pada populasi manula, Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmhg dan tekanan diastolik 90 mmhg. (Brunner & Suddarth, 2001: 896) Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang bersifat abnormal dan diukur paling tidak pada tiga kesempatan yang berbeda. Secara umum, seseorang dianggap mengalami Hipertensi apabila tekanan darahnya lebih tinggi daripada 140 mmhg sistolik atau 90 mmhg diastolik (ditulis 140/90). (Corwin, 2000 : 356) Tekanan darah tinggi atau Hipertensi berarti tekanan (ketegangan) yang tinggi dalam arteri. Tekanan darah tinggi umumnya didefinisikan sebagai tingkat tekanan darah yang melebihi 140/90 mmhg yang dikonfirmasikan pada berbagai kesempatan ) 2. Jenis-jenis Hipertensi Penyakit Hipertensi berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi 2 jenis yaitu : a. Hipertensi primer atau esensial adalah Hipertensi yang tidak / belum diketahui penyebabnya (terdapat pada kurang lebih 90 % dari seluruh Hipertensi). Hipertensi primer kemungkinan memiliki banyak penyebab, beberapa perubahan pada jantung 6

2 7 dan pembuluh darah yang bersama-sama menyebabkan meningkatnya tekanan darah. b. Hipertensi sekunder adalah Hipertensi yang disebabkan sebagai akibat dari adanya penyakit lain. Jika penyebabnya diketahui, maka disebut Hipertensi sekunder. Pada sekitar 5-10% penderita Hipertensi, penyebabnya adalah penyakit ginjal. Pada sekitar 1-2%, penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB). Sedangkan menurut kondisi tekanan darah, Hipertensi dibedakan menjadi : a. Hipertensi sistolik terisolasi adalah tekanan darah sistolik yang selalu lebih tinggi dari 140 mmhg, ntetapi biasanya tekanan diastolik masih di bawah 90 mmhg. Gangguan ini terutama mempengaruhi para orang tua dan secara khusus ditandai dengan meningkat atau meluasnya tekanan nadi. Tekanan nadi didefinisikan sebagai perbedaan antara tekanan darah sistolik dan diastolik. Peningkatan tekanan darah sistolik tanpa peningkatan tekanan darah diastolik sehingga terjadi peningkatan teknan nadi. b. Hipertensi Borderline didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah secara ringan yang diketahui lebih tinggi dari 140/90 mmhg pada waktu tertentu dan lebih rendah pada waktu-waktu lain. Pada orang-orang yang sudah lanjut usia, tekanan darah sistolik yang agak lebih tinggi antara mmhg dianggap sebagai nilai borderline, sepanjang tekanan diastoliknya di bawah 90. jika selama pemeriksaan lanjut penderita Hipertensi borderline, tekanan darah menjadi semakin tinggi dari 140/90 mmhg biasanya pemberian obat antihipertensi mulai dilakukan, meskipun tekanan diastoliknya tetap pada tingkat borderline (biasanya di bawah 90 mmhg).

3 8 3. Patofisiologi a. Proses perjalanan penyakit Pada kondisi asupan garam yang berlebihan tubuh dapat menahan terlalu banyak air sehingga volume cairan darah akan meningkat tanpa disertai penambahan ruang pada pembuluh darah, sealain itu berbagai faktor seperti kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhi respon pembuluh darah. Pada saat cemas, sistem saraf simpatis merangsang pembuluh darah, sebagai rangsangan emosi. Medulla adrenal (kelenjar penghasil hormon yang terdapat diatas ginjal) mengeluarkan epinefrin (adrenalin) yang menyebabkan vasokontriksi (penyempitan) pembuluh darah. Vasokontriksi menyebabkan aliran darah ke ginjal berkurang sehingga merangsang pelepasan renin oleh ginjal. Mekanisme terjadinya hipertensi diawali dengan terbentuknya angiotensin II dari angiotensin I oleh Angiotensin Converting Enzyme (ACE). ACE memegang peran fisiologis penting dalam mengatur tekanan darah. Darah mengandung angiotensinogen yang diproduksi di hati. Selanjutnya oleh hormon, renin (diproduksi oleh ginjal) akan diubah menjadi angiotensin I. Oleh ACE yang terdapat di paruparu, angiotensin I diubah menjadi angiotensin II. Angiotensin II inilah yang memiliki peranan kunci dalam menaikkan tekanan darah. Angiotensin II adalah zat yang terjadi secara alami yang menyebabkan terjadinya kenaikan tekanan darah melalui vasokontriksi pembuluh darah dan retensi (penyimpangan) garam dan air. Mekanisme kerja dari angiotensin II adalah sebagai berikut. Aksi pertama adalah meningkatkan sekresi hormon antidiuretik (ADH) dan rasa haus. ADH diproduksi di hipotalamus (kelenjar pituitari) dan bekerja pada ginjal untuk mengatur osmolalitas dan volume urin. Dengan meningkatnya ADH, sangat sedikit urin yang diekskresikan ke luar tubuh (antidiuresis), sehingga menjadi tinggi osmolalitasnya (pekat). Untuk mengencerkannya, volume cairan ekstraseluler akan

4 9 ditingkatkan dengan cara menarik cairan dari bagian intraseluler. Akibatnya, volume darah meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan tekanan darah. Aksi kedua adalah menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal. Aldosteron merupakan hormon steroid yang memiliki peranan penting pada ginjal. Untuk mengatur volume cairan ekstraseluler, aldosteron akan mengurangi ekskresi NaCl (garam) dengan cara mereabsorpsinya dari tubulus ginjal. Naiknya konsentrasi NaCl akan diencerkan kembali dengan cara meningkatkan volume cairan ekstraseluler yang pada gilirannya akan meningkatkan volume dan tekanan darah. b. Manifestasi klinik Sebagian besar manifestasi klinis timbul setelah mengalami Hipertensi bertahun-tahun, dan gejala yang timbul dapat berupa: 1) Sakit kepala 2) Tengkuk terasa pegal 3) Wajah kemerahan 4) Emosi meningkat 5) Mual 6) Muntah 7) Sesak nafas 8) Kelelahan 9) Mimisan secara tiba-tiba 10) Pandangan menjadi kabur 11) Nokturia 12) Edema dependen c. Komplikasi Hipertensi 1) Stroke Stroke dapat terjadi akibat perdarahan dan tekanan tinggi di otak, atau akibat embolus yang terlepas dari pembuluh darah non-otak yang terpajang tekanan tinggi.

5 10 Stroke dapat terjadi pada Hipertensi kronik apabila arteri-arteri yang memperdarahi otidak mengalami hipertrofi dan penebalan, sehingga aliran darah ke daerah-daerah yang diperdarahinya berkurang. Arteriarteri otak yang mengalami arterosklerosis dapat melemah dan kehilangan elastisitas sehingga meningkatkan kemungkinan terbentuknya aneurisma. 2) Infark miokardium Infark miokardium dapat terjadi apabila arteri koroner yang aterosklerotik tidak dapat menyuplai darah yang cukup oksigen ke miokardium atau apabila terbentuk trombus yang menghambat aliran darah melalui arteri koroner. Karena Hipertensi kronik dan hipertrofi ventrikel, maka kebutuhan oksigen miokardium mungkin tidak dapat dipenuhi dan dapat terjadi iskemia jantung yang menyebabkan infark. Hipertrofi ventrikel dapat menimbulkan perubahan-perubahan waktu hantaran listrik melintasi ventrikel sehingga terjadi disritmia, hipoksia jantung dan peningkatan pembentukan pembekuan. 3) Gagal ginjal Gagal ginjal dapat terjadi karena kerusakan progresif akibat tekanan yang tinggi pada kapiler-kapiler ginjal, yaitu glomerulus. Dengan rusaknya glomerulus, darah akan mengalir ke unit-unit fungsional ginjal, nefron akan teganggu dan dapat berlanjut menjadi hipoksik dan kematian. Dengan rusaknya membran glomerulus, protein akan keluar melalui urin sehingga tekanan osmotik koloid plasma berkurang menyebabkan edema yang sering dijumpai pada Hipertensi kronik. 4. Penatalaksanaan Hipertensi Salah satu cara penanggulangan Hipertensi yang direkomendasikan adalah pendekatan dietetis untuk

6 11 menghentikan Hipertensi atau dikenal dengan sebutan DASH (Dieatery Approaches to Stop Hypertension) sebab selama ini dilakukan hanya dengan pengaturan garam atau natriumnya saja (diet rendah garam), namun tidak memperhitungkan kualitas suatu susunan hidangan. DASH digunakan untuk mencegah dan mengontrol tekanan darah tinggi karena diet ini lebih banyak menganjurkan konsumsi sayur dan buah. Penelitian tentang DASH menunjukkan bahwa diet tinggi buah, sayur, dan menggunakan produk susu rendah lemak (susu skim, yoghurt), mengurangi Saturated Fatty Acid (SAPA) dan total lemak seperti daging yang berlemak dapat menurunkan tekanan sistolik rata-rata 6-11 mmhg. Kombinasi DASH dan rendah garam memberikan dampak positif pada perubahan tekanan darah. Penelitian tentang DASH yang bertujuan untuk menilai efek pola diet terhadap tekanan darah membuktikan bahwa kombinasi diet DASH dan diet rendah garam mempunyai pengaruh yang sangat bermakna terhadap penuranan tekanan darah, yaitu menurunkan tekanan darah sistolik pada kelompok Hipertensi sebesar 11,5 mmhg dan diastolik sebesar 5 mmhg. Hoey J. (2001), dalam laporan penelitiannya mengatidakan bahwa Diet DASH dapat membantu menurunkan tekanan darah dalam dua minggu. Hasil penelitian sebelumnya tentang anjuran kombinasi diet DASH menunjukkan adanya penuranan tekanan darah yang signifikan pada penderita Hipertensi yang diberikan anjuran kombinasi diet DASH. Ada 5 prinsip yang terkandung pada perencanaan pola makan/diet DASH, yakni: a. Konsumsi buah dan sayur yang mengandung kalium, fitoesterogen dan serat. Konsumsi kalium (potasium) yang bersumber dari buah-buahan seperti pisang, mangga, air kelapa muda bermanfaat untuk mengendalikan agar tekanan darah menjadi normal dan terjadi keseimbangan antara natrium dan kalium dalam tubuh. Konsumsi kalium

7 12 yang banyak akan meningkatkan konsentrasinya di dalam cairan intraseluler, sehingga cenderung menarik cairan dari bagian ekstraseluler dan menurunkan tekanan darah. Fitoestrogen bersumber pada pangan nabati seperti susu kedelai, tempe dll, mempunyai kemampuan untuk berperan seperti halnya hormon estrogen. Fitoestrogen dapat menghambat terjadinya menopause, selain itu fitoestrogen bermanfaat untuk menghindari gejala hot flaxes (rasa terbakar) pada wanita menopause dan menurunkan risiko kanker. Sedangkan serat dibutuhkan tubuh terutama untuk membersihkan isi perut (bulky) dan membantu memperlancar proses defekasi. Serat juga mempengaruhi penyerapan zat gizi dalam usus. Manfaat serat terutama dapat mencegah kanker kolon. b. Low fat dairy product (menggunakan produk susu rendah lemak) Pada diet Hipertensi diberikan produk susu rendah lemak, dimana susu mengandung banyak kalsium. Di dalam cairan ekstraseluler dan intraseluler kalsium memegang peranan penting dalam mengatur fungsi sel, seperti untuk mengatur transmisi saraf, kontraksi otot, penggumpalan darah dan menjaga permeabilitas membran sel. Kalsium mengatur pekerjaan hormon-hormon dan faktor pertumbuhan. Susu rendah lemak baik diberikan kepada wanita manula, tidak hanya untuk mendapat tambahan kalsium tapi juga protein, vitamin dan mineral. Asupan kalsium dan magnesium dilaporkan bermanfaat dalam penurunan tekanan darah. c. Konsumsi ikan, kacang dan unggas secukupnya Intidake protein yang cukup dapat membantu pemeliharaan sel, untuk membantu ikatan-ikatan esensial tubuh, mengatur keseimbangan air, memelihara netralitas tubuh, pembentukan anti bodi dan mengangkut zat-zat gizi.

8 13 d. Kurangi SAFA (Saturated Fatty Acid) seperti daging berlemak. Lemak jenuh bersifat aterogenik, lemak jenuh yaitu asam urat, asam palmitat, asam stearat. Seseorang dengan penyakit pembuluh darah umumnya harus membatasi konsumsi lemak jenuh berlebihan terutama dari sumber hewani seperti daging merah, lemak babi, juga minyak kelapa, cokelat, keju, krim, susu krim dan mentega. Penimbunan SAFA didalam pembuluh darah menyebabkan timbulnya arteriosklerosis yang akhirnya meningkatkan tekanan darah. e. Membatasi gula dan garam. Membatasi garam bertujuan untuk menurunkan tekanan darah, mencegah oedema dan penyakit jantung. Adapun yang disebut diet rendah garam dalam arti sebenarnya adalah rendah sodium atau natrium (Na). Garam dapur mempunyai nama kimia natrium klorida (NaCl) yang di dalamnya terkandung 40 % sodium (Na). Dalam diet rendah garam (sodium), selain membatasi konsumsi garam dapur, juga harus membatasi sumber sodium lainnya, antara lain makanan yang mengandung soda kue, baking powder, MSG (Mono Sodium Glutamat yang lebih dikenal dengan nama bumbu penyedap masakan), pengawet makanan atau natrium benzoat (biasanya terdapat di dalam saos, kecap, selai, jelli). Obat anti-hipertensi dapat mengendalikan tekanan darah tinggi dan juga dapat mengurngi resiko terhadap berbagai ganggun kesehatan di masa yang akan datang. Ada banyak jenis obat antihipertensi yang dapat digunakan. Jika satu obat tidak memberikan perubahan tekanan darah yang diinginkan, maka kombinasi dari dua atau lebih obat-obat dosis

9 14 rendah dapat menurunkan tekanan darah sama baiknya dengan satu obat. Kombinasi obat seringkali dapat menimbulkan efek samping yang lebih rendah. Kelas-kelas obat utama yang digunakan untuk mengendalikan tekanan darah adalah : a. Diuretik Diuretik merupakan obat pilihan utama bagi penderita Hipertensi dengan proses pengeluaran cairan tubuh melalui urine. Obat diuretik lebih efektif bagi orang-orang yang lebih peka terhadap sodium seperti kaum lansia. Pembatasan terhadap garam juga ditekankan dalam diet karena mengurangi sodium akan membantu obat bekerja lebih efektif. Diuretik dikelompokkan ke dalam tiga kelompok yaitu Thiazide (Aprinox, cloride, Lorvas, Enduron, Metenix-5), Kelompok Loop (bumet, lasix, Salinex) dan kelompok penghemat potassium (Ammide, Frumil, Fruselac frusemene). Efek samping utama dari diuretik adalah meningkatnya frekuensi miksi. Diuretik Thiazide dan Loop menyebabkan hilangnya potassium. Pada lansia Thiazide dapat meyebabkan badan lemah, pusing saat berdiri dan dalam dosis tinggi dapat meningkatkan kadar gula darah dan kadar kolesterol darah total. Diuretik penghemat potassium menyebabkan hiperkalemi pada penderita penyakit ginjal, diuretik penghemat potassium harus dihindari karena dapat menyebabkan aritmia. b. Beta blocker Obat-obat golangan Beta blocker dapat menyembuhkan Hipertensi dengan menghalangi berbagai efek hormon norepinephrine yang menyebabkan jantung berdetidak lebih kencang dan vasokontriksi pembuluh darah. Obat ini juga memperlambat sekresi renin dari ginjal. Beta blocker sangat efektif untuk menurunkan tekanan darah pada pasien yang telah mengalami kondisi-kondisi kardiovaskuler seperti

10 15 angina dan aritmia. Beta blocker bertindak sebagai agen kardioprotektif. Yang termasuk golongan Beta blocker antara lain Acebutolol (Sectrol), Nadolol (Corgard), dan Propanolol (Beta block, Indegal, Ciplar, betalong). Obatobat golongan Beta blocker ada yang dimetabolisme di liver, ginjal dan ada yang di liver dan ginjal. Pasien gangguan ginjal tidak dapat diberi beta blocker yang dimetabolisme dalam ginjal. Efek samping yang paling sering ditimbulkan adalah lelah dan berkuragnya kekuatan aktivitas fisik. Beta blocker tidak boleh diberikan pada penderita asma dan pasien yang mengalami hambatan dalam sistem kerja jantung (bundle branch block). Beta blocker bukan obat pilihan bagi pasien yang masih muda, aktif dan produktif karena obat-obat ini dapat membatasi kemampuan untuk sangat aktif secara fisik. c. Inhibitor enzim pengubah angiotensin (ACE-inhibitor) Obat-obat ini beraksi dengan mencegah produksi Angiotensin I. Membatasi terbentuknya Angiotensin memberikan kesempatan bagi bradikinin untuk menjaga pembuluh darah tetap dalam keadaan vasodilatasi. ACEinhibitor mencakup Benazepril, Captopril, Enalapril, Lisinopril, Ramipril. Batuk kering merupakan efek samping dari pengobatan beberapa kasus. Efek samping yang lain dapat berupa merah-merah pada kulit, kurang nafsu makan dan perubahan indera perasa. ACE-inhibitor dikontraindikasikan bagi penderita penyakit ginjal karena dapat menyebabkan gagal ginjal dan bagi wanita hamil atau wanita yang berencana hendak hamil, karena dapat menyebabkan cacat lahir yang serius bagi janin. d. Angiotensin II receptor blocker Obat-obat ini menghalangi aksi Angiotensin II dan tidak meningkatkan bradikinin. Beberapa efek samping yang

11 16 dilaporkan adalah hidung tersumbat, nyeri punggung dan kaki, insomnia dan gangguan pencernan. Kontraindikasi obat-obat ini adalah penyakit ginjal dan kehamilan. e. Antagonis kalsium (calcium channel blocker) Antagonis kalsium bekerja dengan mempengaruhi sel-sel otot disekitar arteri yang mengandung saluran kalsium di dalamnya. Bila kalsium mengalir, sel-sel otot mengalami kontraksi dan arteri menyempit. Antagonis kalsium mencegah kalsium masuk ke dalam sel otot namun tidak mempengaruhi kalsium yang digunakan untuk pembentukan tulang. Beberapa antagonis kalsium juga menurunkan detidak jantung dan tekanan darah. Berdasarkan aksinya antagonis kalsium dibedakan menjadi aksi jangka pendek dan aksi jangka panjang. Antagonis kalsium aksi jangka panjang antara lain Ampodipine, diltiazem, felodipine, nifedipine dan verapamil. Sembelit, sakit kepala, detidak jantung cepat, kulit merah, bengkak pada kaki bawah dan gusi merupakan sebagian dari efek samping obat-obat ini. Satu setengah hingga dua jam setelah minum pil felodipine, nifedipine dan verapamil pasien tidak dianjurkan untuk minum jus anggur karena akan mengurangi kemampuan liver untuk menghilangkan antagonis kalsium dari sistem tubuh sehingga memungkinkan terjadinya penumpukan obat yang akan berubah menjadi racun. f. Alpha Blocker Alpha Blocker memperlambat waktu yang dibutuhkan oleh tubuh untuk merespon perubahan-perubahan alami dalam tekanan darah saat bergerak dari posisi duduk atau tidur ke posisi berdiri, sehingga pada awal pemberian biasanya dengan dosis rendah dan diminum sebelum tidur. Efek samping yang mungkin terjadi setelah minum Alpha blocker antara lain sakit kepala, denyut jantung berdebar keras,

12 17 mual dan lemah. Pada pemberian pertama kalinya penderita lansia dapat mengeluh pusing, bahkan bisa pingsan saat berdiri. Setelah beberapa lama obat-obat tersebut juga dapat kehilangan efektivitasnya, namun bila ditambahkan diuretik efektivitasnya akan tetap dan kombinasi ini memberikan nilai tekanan darah yang tetap terkendali. g. Agen-agen obat yang beraksi secara sentral Agen-agen obat yang beraksi secara sentral bekerja pada otidak. Agen-agen tersebut mencegah otidak mengirimkan sinyal-sinyal ke sistem saraf untuk mempercepat detidak jantung dan mempersempit pembuluh darah. Agen-agen obat yang beraksi secara sentral disebut juga Adrenergic inhibitor saat ini penggunaannya sudah jarang karena efek samping yang ditimbulkan sangat kuat. Tetapi pada keadaan tertentu obat golongan ini digunakan seperti pada pasien yang cenderung mudah terkena serangan panik, kadar gula darahnya rendah dan pada pasien yang sedang berusaha menghentikan penggunaan narkoba dan alkohol. Agen-agen obat yang beraksi secara sentral antara lain Clonidine (Catapres) dan Methyldopa (Alphadopa, Emdopa, Aldomet) yang sering direkomendasikan bagi wanita hamil yang mengalami Hipertensi. Efek samping yang ditimbulkan obat-obatan ini adalah kelelahan yang amat sangat, rasa kantuk dan sedasi, impotensi, mulut kering, sakit kepala, peningkatan berat badan, dan gangguan psikologis seperti depresi. Penghentian penggunaan Agen-agen obat yang beraksi secara sentral dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah pada tingkat tinggi yang berbahaya secara sangat cepat (Rebound hypertension).

13 18 h. Vasodilator langsung. Obat-obat ini digunakan untuk pengobatan kasus Hipertensi yang sulit diatasi karena tidak memberi respon terhadap antihipertensi lain. Obat-obat ini bekerja pada otot-otot dinding arteri yang menghalangi otot-otot tersebut mengerutkan dinding arteri. Vasodilator langsung meliputi hydralazine (nepresol) dan Minoxidil (mintop). Efek samping yang umumnya ditimbulkan adalah peningkatan denyut jantung dan retensi air. Sehingga dalam penggunaannya sering dikombinasikan dengan beta blocker dan diuretik. Beberapa efek samping yang lainnya adalah pertumbuhan rambut yang berlebihan pada tubuh, pusing, hidung tersumbat, gangguan gastrointestinal, dan pembengkakan pada gusi. B. Konsep Dasar Keperawatan Keluarga 1. Konsep Keluarga a. Pengertian Menurut Friedman (1998), Keluarga adalah dua atau lebih orang bergabung karena ikatan tertentu untuk membagi pengalaman dan pendekatan emosional dan mengindentifikasikan diri mereka sebagai bagian dari keluarga. Menurut G Bailon dan Aracelis Maglaya (1989),keluarga hádala dua orang atau lebih orang atau lebih individu yang bergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam suatu rumah tangga berinteraksi dengan yang lain dan didalam peranannya masing-masing menciptidakan serta mempertahankan kebudayaan. Dari pengertian diatas penulis menyimpulkan bahwa keluarga merupakan unit terkecil masyarakat yang terdiri dari dua orang atau lebih, adanya hubungan dengan ikatan perkawinan danpertalian darah, hidup dalam suatu rumah tangga.

14 19 b. Tipe / Jenis Keluarga Berdasarkan pengertian-pengertian keluarga, kita dapat mengelompokan tipe keluarga yaitu : 1) Keluarga Inti (Nuclear Family) Adalah keluarga yang terbentuk karena ikatan perkawinan yang direncanakan yang terdiri dari suami istri dan anakanak, baik dalam kelahiran(natural) atau adopsi. 2) Keluarga Asal (Family Of Origin) Adalah suatu unit keluarga dimana seseorang dilahirkan 3) Keluarga Meluas (Extended Family) Adalah keluarga inti ditambah anggota yang lain (karena hubungan darah), misalnya kakek, nenek,bibi, paman, keponakan, sepupu, dan sebgainya. 4) Keluarga Berantai (Serial Family) Adalah keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah dari satu kalidan meruoakan satu keluarga inti. 5) Keluarga Duda / Janda (Single Family) Adalah keluarga kecil yang terjadi karena perceraian atau kematian. 6) Keluarga Yang Berkomposisi (Composite) Adalah keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama. 7) Keluarga Kabitas (Cahabiltation) Adalah dua orang yang menjadi satu keluraga tanpa pernikahan. c. Struktur Keluarga Struktur keluarga terdiri dari bermacam-macam, diantaranya adalah : 1) Patrineal, yaitu keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu dari garis ayah. 2) Matrilineal, yaitu keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dari jalur ibu.

15 20 3) Matrilokal, yaitu pasangan suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri. 4) Patrilokal, yaitu suami istri yang tinggal bersama sedarah suami. 5) Keluarga Kawinan, yaitu hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembimbingan keluarga dan bebrapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan suami istri d. Peran Keluarga Berbagai perana yang terdapat didalam keluarga adalah sebagai berikut : 1) Peran Ayah Ayah sebagai suami dari istri dan ayah dari anak-anaknya, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik,pelindung, dan pemberi rasa aman. Sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dan lingkungannya. 2) Peran Ibu Sebagai istri, dan ibu bagi anak-anaknya, ibu mrmpunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari lingkungannya, disamping itu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarga. 3) Peran Anak Anak-anak melaksanakan peranan psikososial sesuai dengan tingkat perkembangan baik fisik,mental, social, dan spiritual. e. Fungsi Keluarga Menurut Friedman (1986), ada 5 fungsi keluarga, yaitu : 1) Fungsi Afektif Fungsi internal dalam keluarga yang berguna untuk pemenuhan kebutuhan psikososial keluarga apabila fungsi afektif ini berjalan baik, dampak keluarga adalah menjadi gembira.

16 21 2) Peran Social Adalah proses perkembangan dan perubahan individu keluarga adalah tempat masing-masing individu (sebagai anggota keluarga ) untuk berinteraksi social dan belajar berperan dilingkungan social. Sosialisasi dilakukan individu sejak lahir hingga meninggal, didalamnya juga termasuk kemampuan masing-masing anggota keluarga untuk belajar disiplin menerima norma dan prilaku melalui hubungan interaksi dengan orang lain. 3) Fungsi Reproduksi Adalah salah satu fungsi dasar keluarga untuk menjaga kuantitas keluarga antar generasi diman keluarga drancang untuk mengatur dan mengontrol prilaku seksual dan reproduksi. Fungsi Ekonomi Adalah fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan seperti sandang, pangan, dan papan. Bagaimana keluarga mendayagunakan masing-masing sumber daya untuk mendapatkan sumber-sumber yang menghasilkan dan menyehatkan keluarga. 4) Fungsi Perawatan Kesehatan. Adalah kemampuan keluarga untuk merawat anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan serta keinginan yang kuat dari masing-masing anggota keluarga untuk menjaga kesehatan. f. Tahap-tahap dan Tugas Perkembangan Keluarga Menurut Duvall (1997), daur atau siklus kehidupan keluarga terdiri dari 8 tahap perkembangan yang mempinyai tugas dan resiko tertentu pada tiap tahap perkembangan : 1) Tahap 1 Pasangan baru (keluarga baru) Tugas Perkembangan Keluarga : Membina hubungan perkawinan yang saling memuaskan. Membina hubungan saling harmonis dengan saudara dan

17 22 kerabat. Merencanakan keluarga (termasuk merencanakan jumlah anak yang direncanakan). 2) Tahap 2 menanti kelahiran (child bearing), atau anak tertua adalah bayi yang kurang dari 1 tahun. Tugas Perkembangan Keluarga : Menyiapkan anggota keluarga yang baru (bayi dalam keluarga). Membagi waktu individu, pasangan dan keluarga. Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan. Memperkuat hubungan kekeluargaan dalam keluarga besar. (extended family), dengan tambahan peran sebagai orang tua dan kakek/nenek. 3) Tahap 3 keluarga dengan anak prasekolah atau anak tertua berusia 2,5 tahun sampai dengan anak usia 6 tahun Tugas Perkembangan Keluarga : Menyatukan kebutuhan masing-masing anggota keluarga meliputi ruangan atau kamar (privacy) dan keamanan. Mensosialisasikan anak-anak. Menyatukan keinginan anakanak yang berbeda. Mempertahankan hubungan yang sehat dalam keluarga. 4) Tahap 4 keluarga dengan anak-anak yang tertua berusia 7 tahun sampai usia 12 tahun. Tugas Perkembangan Keluarga : Mensosialisasikan anak-anak termasuk di dalamnya mambantu anak-anak mencapai prestasi baik disekolah. Membantu anakanak membinahubungan per group dengan teman sebaya. Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan. Memenuhi kebutuhan kesehatan masing-masing anggota keluarga. 5) Tahap 5 keluarga dengan remaja atau anak tertua berusia 13 tahun sampai usia 20 tahun. Tugas Perkembangan Keluarga : Mengimbangi kebebasan remaja dengan tanggung jawab sejalan dengan perkembangan anak. Mengimbangi kebebasan

18 23 remaja dengan tanggung jawab sejalan dengan maturitas remaja. 6) Tahap 6 keluarga dengan anak dewasa (pelepasan) Tugas perkembangan : Menambah anggota keluarga dengan kehadiran anggota keluarga yang baru dengan pernikahan anak-anak yang telah dewasa. Menanti kembali hubungan perkawinan. Menyiapkan datangnya proses menua, termasuk timbulnya masalahmasalah kesehatan. 7) Tahap 7 keluarga dengan usia pertengahan. Tugas perkembangan : Mempertahankan kontidak dengan anak dan cucu. Memperkuat hubungan perkawinan. Meningkatkan usaha promosi kesehatan. 8) Tahap 8 keluarga dengan usia lanjut. Tugas perkembangan : Merasa kembali kehidupan yang memuaskan. Menyesuaikan kehidupan dengan penghasilan kurang. Mempertahankan hubungan perkawinan. Menerima kehilangan perkawinan. Mempertahankan kontidak dengan masyarakat. Menemukan arti hidup. Friedman (1981), membagi tugas kesehatan yang harus dilakukan oleh keluarga, yaitu: 1) Mengenal ganguan perkembangan kesehatan setiap anggotanya. 2) Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat. 3) Memberikan keperawatan kepada anggota keluarganya yang sakit dan yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. 4) Mempertahankan suasana rumah yang menguntungkan kesehatan dan perkembangan kepribadian anggota keluarga. 5) Mempertahankan hubungan timbale balik antara keluarga, lembaga-lembaga kesehatan yang menunjukan manfaat fasilitas kesehatan dengan baik.

19 24 2. Konsep Proses Keperawatan Keluarga. a. Pengkajian keperawatan Pengkajian model friedman antara lain : keluarga sebagai sistem sosial yang merupakan kelompok kecil dari masyarakat. Friedman memberikan 6 kategori dalam memberikan pertanyaan pertanyaan saat melakukan pengkajian. 1) Data pengenalan keluarga 2) Riwayat dan tahap perkembangan keluarga 3) Data lingkungan 4) Struktur keluarga 5) Fungsi keluarga 6) Koping keluarga. b. Diagnosa keperawatan Diagnosa keperawatan keluarga yang digunakan mengacu pada dimensi-dimensi diagnosa dan North American Nursing Diagnosis Association (NANDA) untuk masalah atau problem. Sedangkan penyebab atau etiologi terkait dengan lima tugas fungsi keluarga, sebagai contoh: Resiko tinggi terjadi komplikasi Hipertensi berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit dengan Hipertensi. Berdasarkan data yang didapat pada pengkajian yang terkait dengan tipologi dan diagnosa keperawatan, yaitu: 1) Aktual (terjadi deficit atau gangguan kesehatan) Dari hasil pengkajian data mengenai tanda dan gejala dan gangguan kesehatan. Contoh: Ganguan perfusi jaringan selebral pada keluarga berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit dengan Hipertensi. 2) Resiko (ancaman kesehatan) Sudah ada data yang dapat menunjang namun belum terjadi gangguan. Contoh : resiko tinggi terjadi komplikasi Hipertensi pada keluarga berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit dengan Hipertensi.

20 25 3) Potensial (Keadaan sejahtera atau Wellnees) Suatu keadaan di mana keluarga dalam keadaan sejahtera sehingga kesehatan keluarga dapat ditingkatkan. Contoh : potensial terjadinya peningkatan kesejahteraan pada Ibu Y keluarga Bapak H. c. Perencanaan keperawatan Skala untuk menentukan Prioritas Askep Keluarga (Bailon dan Maglaya, 1978) No Kriteria Skor Bobot 1 Sifat masalah: a. Aktual b. Resiko c. Potensial 1 2 Kemungkinan masalah dapat diubah: a. Mudah b. Sebagian c. Tidak dapat 0 3 Potensial masalah untuk dicegah: a. Tinggi/mudah b. Cukup/sedang c. Rendah 1 4 Menonjolnya masalah: a. Berat harus segera ditangani b. Tidak perlu segera ditangani c. Tidak dirasakan 0 Skoring: 1) Tentukan skor untuk setiap kriteria 2) Skor dibagi dengan angka tertinggi dan kalikan dengan bobot Skor x Bobot Angka tertinggi 3) Jumlah skor untuk semua kriteria 4) Skor tertinggi adalah 5 dan sama dengan seluruh bobot.

21 26 Perencanaan adalah sekumpulan tindakan yang ditentukan oleh perawat untuk dilaksanakan dalam memecahkan masalah kesehatan yang telah diidentifikasi dan dibuat sesuai diagnose keperawatan prioritas yang telah dirumuskan. Rencana tindakan keperawatan keluarga dapat bersifat dependent, independent dan interdependent antara keluarga dan pemberi asuhan keperawatan. Perencanaan keluarga terdiri dari penerapan tujuan, yang mencakup tujuan umum dan khusus dengan kriteria SMART (Specific, Meassure, Acceptable, Responsible, Time). Dan tujuan khusus terkait dengan lima tugas keluarga, serta dilengkapi dengan criteria dan standar. Kriteria dan standar merupakan pernyataan spesifik tentang hasil yang diharapkan dari setiap tindakan keperawatan berdasarkan tujuan khusus yang diterapkan. Tujuan merupakan pernyataan yang bersifat realities sebagai indikator keberhasilan asuhan keperawatan yang diberikan bila dilihat dari jangka waktu, maka tujuan perawat dibagi menjadi : a) Tujuan umum, ditekankan pada teratasi masalah keperawatan dengan kriteria SMART. b) Tujuan khusus, ditekankan pada keadaan-keadaan yang mengancam kehidupan dan terkai dengan lima tugas keluarga di bidang kesehatan. d. Pelaksanaan keperawatan Pelaksanaan tindakan keperawatan terhadap keluarga didasarakan kepada rencana asuhan yang disusun. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan tindakaan keperawataan keluarga adalah sumber daya keluarga dan keterlibatan keluarga adalah sumber daya keluarga dan keterlibatan keluarga secara aktif, tingkat pendidikan keluarga adat istiadat, respon keluarga serta sarana dan prasarana yang ada pada keluarga.

22 27 e. Evaluasi Evaluasi dilakukan berdasarkan rencana tindakan yang telah diberikan berdasarkan data subjektif dan objektif yang ditemukan pada keluarga untuk dilakukan penilaian guna melihat keberhasilan asuhan keperawatan keluarga yang telah diberikan. Evaluasi disusun dengan menggunakan kriteria SOAP (Subjektif, Objektif, Analisa dan Planning) secara operasional adalah: Subjektif : adalah hal-hal yang dikemukakan oleh keluarga secara subjektif, setelah dilakukan intervensi keperawatan, misalnya: keluarga mengatidakan bahwa pengertian Hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah di atas normal. Objektif : adalah hal-hal yang ditemukan oleh perawat secara objektif, setelah dilakukan intervensi keperawatan, misalnya: keluarga telah mampu menangani pencegahan terhadap Hipertensi. Analisa : adalah analisa dari hasil yang telah dicapai dengan mengacu pada tujuan yang terkait dengan diagnosis. Planing : adalah perencanaan yang akan datang setelah melihat respon dari keluarga pada tahap evaluasi.

TEKANAN DARAH TINGGI (Hipertensi)

TEKANAN DARAH TINGGI (Hipertensi) TEKANAN DARAH TINGGI (Hipertensi) DEFINISI Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana

Lebih terperinci

Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) Data menunjukkan bahwa ratusan juta orang di seluruh dunia menderita penyakit hipertensi, sementara hampir 50% dari para manula dan 20-30% dari penduduk paruh baya di

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. kematian kerena payah jantung, infark miocardium, stroke, atau gagal. ginjal (Pierece, 2005 dalam Cahyani 2012).

BAB 1 PENDAHULUAN. kematian kerena payah jantung, infark miocardium, stroke, atau gagal. ginjal (Pierece, 2005 dalam Cahyani 2012). BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Lataar Belakang Masalah Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik sedikitnya 140 mmhg atau diastolik sedikitnya 90 mmhg. Perjalanan penyakit hipertensi sangat perlahan,

Lebih terperinci

OBAT ANTI HIPERTENSI

OBAT ANTI HIPERTENSI OBAT ANTI HIPERTENSI Obat antihipertensi Hipertensi adalah penyakit kardiovaskuler yang terbanyak 24% penduduk AS memiliki hipertensi Hipertensi yang berlanjut akan merusak pembuluh darah di ginjal, jantung

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. melebihi 140/90 mmhg. Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan

BAB 1 PENDAHULUAN. melebihi 140/90 mmhg. Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1.Latar belakang Hipertensi adalah peningkatan tekanan diastolik dan sistolik yang melebihi 140/90 mmhg. Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hipertensi menurut kriteria JNC VII (The Seventh Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and treatment of High Blood Pressure), 2003, didefinisikan

Lebih terperinci

PMS semakin berat setelah melahirkan beberapa anak, terutama bila pernah mengalami kehamilan dengan komplikasi seperti toksima.

PMS semakin berat setelah melahirkan beberapa anak, terutama bila pernah mengalami kehamilan dengan komplikasi seperti toksima. Menjelang haid atau menstruasi biasanya beberapa wanita mengalami gejala yang tidak nyaman, menyakitkan, dan mengganggu. Gejala ini sering disebut dengan sindrom pra menstruasi atau PMS, yakni kumpulan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Prevalensi hipertensi atau tekanan darah tinggi di Indonesia cukup tinggi. Selain itu, akibat yang ditimbulkannya menjadi masalah kesehatan masyarakat. Hipertensi merupakan

Lebih terperinci

DIIT GARAM RENDAH TUJUAN DIIT

DIIT GARAM RENDAH TUJUAN DIIT DIIT GARAM RENDAH Garam yang dimaksud dalam Diit Garam Rendah adalah Garam Natrium yang terdapat dalam garam dapur (NaCl) Soda Kue (NaHCO3), Baking Powder, Natrium Benzoat dan Vetsin (Mono Sodium Glutamat).

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan manusia di seluruh dunia saat ini ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain, demografi penuaan, urbanisasi yang cepat, dan gaya hidup tidak sehat. Salah

Lebih terperinci

PENGANTAR KESEHATAN. DR.dr.BM.Wara K,MS Klinik Terapi Fisik FIK UNY. Ilmu Kesehatan pada dasarnya mempelajari cara memelihara dan

PENGANTAR KESEHATAN. DR.dr.BM.Wara K,MS Klinik Terapi Fisik FIK UNY. Ilmu Kesehatan pada dasarnya mempelajari cara memelihara dan PENGANTAR KESEHATAN DR.dr.BM.Wara K,MS Klinik Terapi Fisik FIK UNY PENGANTAR Ilmu Kesehatan pada dasarnya mempelajari cara memelihara dan meningkatkan kesehatan, cara mencegah penyakit, cara menyembuhkan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN TEORITIS. darah arteri meningkat melebihi batas normal.menurut World. (2001) seseorang dikatakan hipertensi apabila tekanan

BAB II TINJAUAN TEORITIS. darah arteri meningkat melebihi batas normal.menurut World. (2001) seseorang dikatakan hipertensi apabila tekanan BAB II TINJAUAN TEORITIS 2.1 Hipertensi Hipertensi merupakan kondisi medis dimana tekanan darah arteri meningkat melebihi batas normal.menurut World Health Organization (WHO) dalam Soenardi & Soetarjo

Lebih terperinci

Lecithin Softgel, Herbal Obat Kolesterol

Lecithin Softgel, Herbal Obat Kolesterol Lecithin Softgel, Herbal Obat Kolesterol Lecithin softgel mengandung 60% atau sekitar 720mg natural sari kedelai konsentrat yang sangat diperlukan oleh tubuh manusia. Manusia telah makan kedelai sejak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hipertensi adalah salah satu penyakit yang paling umum melanda dunia. Hipertensi merupakan tantangan kesehatan masyarakat, karena dapat mempengaruhi resiko penyakit

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Dasar 1. Hipertensi a. Pengertian Hipertensi Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmhg dan tekanan diastoliknya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tekanan darah adalah gaya yang ditimbulkan oleh darah terhadap dinding pembuluh darah, bergantung pada volume darah dan distensibilitas dinding pembuluh darah (Sherwood,

Lebih terperinci

YUANITA ARDI SKRIPSI SARJANA FARMASI. Oleh

YUANITA ARDI SKRIPSI SARJANA FARMASI. Oleh MONITORING EFEKTIVITAS TERAPI DAN EFEK-EFEK TIDAK DIINGINKAN DARI PENGGUNAAN DIURETIK DAN KOMBINASINYA PADA PASIEN HIPERTENSI POLIKLINIK KHUSUS RSUP DR. M. DJAMIL PADANG SKRIPSI SARJANA FARMASI Oleh YUANITA

Lebih terperinci

UPT Balai Informasi Teknologi LIPI Pangan & Kesehatan Copyright 2009

UPT Balai Informasi Teknologi LIPI Pangan & Kesehatan Copyright 2009 BAB V KOLESTEROL TINGGI Kolesterol selalu menjadi topik perbincangan hangat mengingat jumlah penderitanya semakin tinggi di Indonesia. Kebiasaan dan jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari berperan penting

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Hipertensi 1. Definisi Hipertensi Istilah hipertensi diambil dari bahasa Inggris hypertension. Hypertension merupakan istilah kedokteran yang populer untuk menyebutkan penyakit

Lebih terperinci

Diabetes tipe 2 Pelajari gejalanya

Diabetes tipe 2 Pelajari gejalanya Diabetes tipe 2 Pelajari gejalanya Diabetes type 2: apa artinya? Diabetes tipe 2 menyerang orang dari segala usia, dan dengan gejala-gejala awal tidak diketahui. Bahkan, sekitar satu dari tiga orang dengan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dan perilaku yang disarankan (Smet, 1994). Kepatuhan dapat dibedakan dua yaitu : 1) Kepatuhan penuh (total compliance)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dan perilaku yang disarankan (Smet, 1994). Kepatuhan dapat dibedakan dua yaitu : 1) Kepatuhan penuh (total compliance) BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kepatuhan Diit Hipertensi 1. Kepatuhan a. Pengertian Kepatuhan adalah tingkat seseorang dalam melaksanakan suatu aturan dan perilaku yang disarankan (Smet, 1994). Kepatuhan dapat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. manusia contohnya adalah obesitas, diabetes, kolesterol, hipertensi, kanker usus,

BAB I PENDAHULUAN. manusia contohnya adalah obesitas, diabetes, kolesterol, hipertensi, kanker usus, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin majunya Ilmu Kedokteran menyebabkan penyakit infeksi sudah mulai berkurang sehingga lebih banyak orang yang mengalami penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bertambah dan pertambahan ini relatif lebih tinggi di negara berkembang,

BAB I PENDAHULUAN. bertambah dan pertambahan ini relatif lebih tinggi di negara berkembang, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam waktu mendatang jumlah golongan usia lanjut akan semakin bertambah dan pertambahan ini relatif lebih tinggi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Bertambahnya

Lebih terperinci

Manfaat Terapi Ozon Manfaat Terapi Ozon Pengobatan / Terapi alternatif / komplementer diabetes, kanker, stroke, dll

Manfaat Terapi Ozon Manfaat Terapi Ozon Pengobatan / Terapi alternatif / komplementer diabetes, kanker, stroke, dll Manfaat Terapi Ozon Sebagai Pengobatan / Terapi alternatif / komplementer untuk berbagai penyakit. Penyakit yang banyak diderita seperti diabetes, kanker, stroke, dll. Keterangan Rinci tentang manfaat

Lebih terperinci

BATASI KONSUMSI GULA, GARAM, LEMAK UNTUK MENGHINDARI PENYAKIT TIDAK MENULAR

BATASI KONSUMSI GULA, GARAM, LEMAK UNTUK MENGHINDARI PENYAKIT TIDAK MENULAR BATASI KONSUMSI GULA, GARAM, LEMAK UNTUK MENGHINDARI PENYAKIT TIDAK MENULAR Latar Belakang Perubahan pola makan menjurus ke sajian siap santap yang tidak sehat dan tidak seimbang, karena mengandung kalori,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. jumlah lansia (Khomsan, 2013). Menurut Undang-Undang No.13/1998

BAB I PENDAHULUAN. jumlah lansia (Khomsan, 2013). Menurut Undang-Undang No.13/1998 1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Salah satu dampak dari keberhasilan pembangunan nasional di bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial antara lain meningkatnya angka rata-rata usia harapan hidup penduduk

Lebih terperinci

B. Tahap dan Tugas Perkembangan Keluarga

B. Tahap dan Tugas Perkembangan Keluarga B. Tahap dan Tugas Perkembangan Keluarga Tahap dan siklus tumbuh kembang keluarga menurut Duval 1985 dan Friedman 1998, ada 8 tahap tumbuh kembang keluarga, yaitu : 1. Tahap I : Keluarga Pemula Keluarga

Lebih terperinci

DIAGNOSA DAN RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

DIAGNOSA DAN RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DIAGNOSA DAN RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA A. KONSEP DIAGNOSA. Definisi Keperawatan Keluarga Diagnosis keperawatan keluarga merupakan perpanjangan diri diagnosis ke sistem keluarga dan subsistemnya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA Hiperurisemia telah dikenal sejak abad ke-5 SM. Penyakit ini lebih banyak menyerang pria daripada perempuan, karena pria memiliki kadar asam urat yang lebih tinggi daripada perempuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hipertensi adalah keadaan dimana tekanan darah sistolik di atas 140 mmhg atau lebih, atau diastolik di atas 90 mmhg atau lebih, atau sedang dalam pengobatan antihipertensi

Lebih terperinci

PENGERTIAN GIZI DAN FERTILITAS PENYEBAB FERTILITAS. Muslim, MPH 5/18/2010

PENGERTIAN GIZI DAN FERTILITAS PENYEBAB FERTILITAS. Muslim, MPH 5/18/2010 PENGERTIAN GIZI DAN FERTILITAS Muslim, MPH Blog: www.muslimpinang.wordpress.com Blog: www.akbidanugrahbintan.wordpress.com Email: muslimmph@yahoo.co.id Hp: 081 277 69269 Fertilitas (kesuburan) yaitu kemampuan

Lebih terperinci

OBAT KARDIOVASKULER. Obat yang bekerja pada pembuluh darah dan jantung. Kadar lemak di plasma, ex : Kolesterol

OBAT KARDIOVASKULER. Obat yang bekerja pada pembuluh darah dan jantung. Kadar lemak di plasma, ex : Kolesterol OBAT KARDIOVASKULER Kardio Jantung Vaskuler Pembuluh darah Obat yang bekerja pada pembuluh darah dan jantung Jenis Obat 1. Obat gagal jantung 2. Obat anti aritmia 3. Obat anti hipertensi 4. Obat anti angina

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. seluruh bagian tanaman kelapa mempunyai manfaat yang besar. Demikian. (The Tree of Life) atau pohon yang amat

BAB I PENDAHULUAN. seluruh bagian tanaman kelapa mempunyai manfaat yang besar. Demikian. (The Tree of Life) atau pohon yang amat 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kelapa (Cocos nucifera L.) merupakan komoditas strategis yang memiliki peran sosial, budaya, dan ekonomi dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Manfaat tanaman kelapa

Lebih terperinci

GIZI DAUR HIDUP: Gizi dan Reproduksi

GIZI DAUR HIDUP: Gizi dan Reproduksi GIZI DAUR HIDUP: Gizi dan Reproduksi By Suyatno,, Ir., MKes. Contact: E-mail: suyatnofkmundip@gmail.com Blog: suyatno.blog.undip.ac.id Hp/Telp Telp: : 08122815730 / 024-70251915 Gambaran Kesehatan Reproduksi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem kardiovaskular terdiri dari jantung, jaringan arteri, vena, dan kapiler yang mengangkut darah ke seluruh tubuh. Darah membawa oksigen dan nutrisi penting untuk

Lebih terperinci

REKOMENDASI GIZI UNTUK ANAK SEKOLAH. YETTI WIRA CITERAWATI SY, S.Gz, M.Pd

REKOMENDASI GIZI UNTUK ANAK SEKOLAH. YETTI WIRA CITERAWATI SY, S.Gz, M.Pd REKOMENDASI GIZI UNTUK ANAK SEKOLAH YETTI WIRA CITERAWATI SY, S.Gz, M.Pd TERDAPAT 6 REKOMENDASI 1. Konsumsi menu Gizi Seimbang 2. Sesuaikan konsumsi zat gizi dengan AKG 3. Selalu Sarapan 4. Pelihara Otak

Lebih terperinci

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner Penyakit Jantung Koroner Penyakit jantung telah menjadi penyakit pembunuh kedua di Hong Kong setelah kanker. Penyakit jantung koroner merupakan penyakit jantung utama. Menurut statistik dari Departemen

Lebih terperinci

ASUHAN KEPERAWATAN PADA USILA DENGAN GANGGUAN SISTEM CARDIOVASKULER (ANGINA PECTORIS)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA USILA DENGAN GANGGUAN SISTEM CARDIOVASKULER (ANGINA PECTORIS) ASUHAN KEPERAWATAN PADA USILA DENGAN GANGGUAN SISTEM CARDIOVASKULER (ANGINA PECTORIS) ANGINA PECTORIS I. PENGERTIAN Angina pectoris adalah suatu sindrom klinis di mana pasien mendapat serangan sakit dada

Lebih terperinci

Masa nifas adalah masa dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai 6 minggu setelah melahirkan (Pusdiknakes, 2003:003). Masa nifas dimulai

Masa nifas adalah masa dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai 6 minggu setelah melahirkan (Pusdiknakes, 2003:003). Masa nifas dimulai Masa nifas adalah masa dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai 6 minggu setelah melahirkan (Pusdiknakes, 2003:003). Masa nifas dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat

Lebih terperinci

Penyakit pada Lansia. Gaya Hidup Aktif dan Proses Penuaan dr. Imas Damayanti, M.Kes FPOK-UPI

Penyakit pada Lansia. Gaya Hidup Aktif dan Proses Penuaan dr. Imas Damayanti, M.Kes FPOK-UPI Penyakit pada Lansia Gaya Hidup Aktif dan Proses Penuaan dr. Imas Damayanti, M.Kes FPOK-UPI Semua penyakit ada obatnya kecuali menjadi tua Patofisiologi Penyakit-penyakit yang Berhungan dengan Usia Lanjut

Lebih terperinci

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB 2 DATA DAN ANALISA BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data Data mengenai jumlah serta tingkat penderita diabetes di Indonesia didapat dari beberapa website berita dan pengetahuan di media internet : - www.nationalgeographic.co.id

Lebih terperinci

Created by Mr. E. D, S.Pd, S.Si LOGO

Created by Mr. E. D, S.Pd, S.Si LOGO Created by Mr. E. D, S.Pd, S.Si darma_erick77@yahoo.com LOGO Proses Pengeluaran Berdasarkan zat yang dibuang, proses pengeluaran pada manusia dibedakan menjadi: Defekasi: pengeluaran zat sisa hasil ( feses

Lebih terperinci

LAMPIRAN 2 SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT)

LAMPIRAN 2 SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT) LAMPIRAN 1 50 LAMPIRAN 2 SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT) Yang bertanda tangan dibawah ini: N a m a : U s i a : Alamat : Pekerjaan : No. KTP/lainnya: Dengan

Lebih terperinci

Bab 1: Mengenal Hipertensi. Daftar Isi

Bab 1: Mengenal Hipertensi. Daftar Isi Bab 1: Mengenal Hipertensi Daftar Isi Pengantar... vii Bab 1. Mengenal Hipertensi... 1 Bab 2. Faktor Risiko... 11 Bab 3. Diagnosis... 17 Bab 4. Komplikasi Hipertensi... 27 Kiat Menghindari Stroke... 33

Lebih terperinci

Kehamilan akan meningkatkan metabolisme energi karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya juga mengalami peningkatan selama masa kehamilan.

Kehamilan akan meningkatkan metabolisme energi karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya juga mengalami peningkatan selama masa kehamilan. Kehamilan akan meningkatkan metabolisme energi karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya juga mengalami peningkatan selama masa kehamilan. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut dibutuhkan untuk

Lebih terperinci

Mahasiswa dapat menjelaskan alat ekskresi dan prosesnya dari hasil percobaan

Mahasiswa dapat menjelaskan alat ekskresi dan prosesnya dari hasil percobaan Indikator Pencapaian: MATERI IX SISTEM EKSKRESI Mahasiswa dapat menjelaskan alat ekskresi dan prosesnya dari hasil percobaan Materi Mahluk hidup dalam hidupnya melakukan metabolisme. Metabolisme ini selain

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hipertensi adalah keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik lebih besar dari 140mmHg dan atau diastolik lebih besar dari 90mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang

Lebih terperinci

Jenis hormon berdasarkan pembentuknya 1. Hormon steroid; struktur kimianya mirip dengan kolesterol. Contoh : kortisol, aldosteron, estrogen,

Jenis hormon berdasarkan pembentuknya 1. Hormon steroid; struktur kimianya mirip dengan kolesterol. Contoh : kortisol, aldosteron, estrogen, SISTEM ENDOKRIN Hormon adalah bahan kimia yang dihasilkan oleh sebuah sel atau sekelompok sel dan disekresikan ke dalam pembuluh darah serta dapat mempengaruhi pengaturan fisiologi sel-sel tubuh lain.

Lebih terperinci

Tingkat Cholesterol Apa artinya, Diet dan Pengobatannya

Tingkat Cholesterol Apa artinya, Diet dan Pengobatannya Tingkat Cholesterol Apa artinya, Diet dan Pengobatannya Apakah Kolesterol Kita dapat mengaitkan kolesterol dengan makanan berlemak, tetapi sebagian besar zat lilin dibuat oleh tubuh kita sendiri. Hati

Lebih terperinci

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner Penyakit Jantung Koroner Memahami bagaimana jantung bekerja Untuk memahami penyakit jantung, Anda harus terlebih dahulu tahu bagaimana jantung bekerja. Jantung adalah seperti otot lain, membutuhkan darah

Lebih terperinci

Detox & Pola Makan yang Sehat. Hampir semua penyakit awalnya datang dari racun - Hippocrates -

Detox & Pola Makan yang Sehat. Hampir semua penyakit awalnya datang dari racun - Hippocrates - Detox & Pola Makan yang Sehat Hampir semua penyakit awalnya datang dari racun - Hippocrates - 1 Apa Itu Detoksifikasi? Sebuah proses metabolisme alamiah tubuh untuk mengeluarkan toksin-toksin (racun) yang

Lebih terperinci

Fase Penuaan KESEHATAN REPRODUKSI LANJUT USIA. Fase Subklinis (25-35 tahun) Fase Transisi (35-45 tahun) Fase Klinis ( > 45 tahun)

Fase Penuaan KESEHATAN REPRODUKSI LANJUT USIA. Fase Subklinis (25-35 tahun) Fase Transisi (35-45 tahun) Fase Klinis ( > 45 tahun) KESEHATAN REPRODUKSI LANJUT USIA Windhu Purnomo FKM Unair, 2011 Fase Penuaan Fase Subklinis (25-35 tahun) Fase Transisi (35-45 tahun) Fase Klinis ( > 45 tahun) 1 2 Fase penuaan manusia 1. Fase subklinis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang membutuhkan perhatian karena dapat menyebabkan kematian utama di negara-negara maju maupun berkembang. Diseluruh dunia

Lebih terperinci

Bab IV Memahami Tubuh Kita

Bab IV Memahami Tubuh Kita Bab IV Memahami Tubuh Kita Pubertas Usia reproduktif Menopause Setiap perempuan pasti berubah dari anak-anak menjadi dewasa dan perubahan dari dewasa menjadi dewasa yang lebih tua Sistem Reproduksi Perempuan

Lebih terperinci

Ikan, merupakan jenis makanan sehat yang rendah lemak jenuh, tinggi. protein, dan merupakan sumber penting asam lemak omega 3.

Ikan, merupakan jenis makanan sehat yang rendah lemak jenuh, tinggi. protein, dan merupakan sumber penting asam lemak omega 3. BAB 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ikan, merupakan jenis makanan sehat yang rendah lemak jenuh, tinggi protein, dan merupakan sumber penting asam lemak omega 3. Ikan baik untuk tambahan diet karena

Lebih terperinci

Vitamin. Dibawah ini merupakan penjelasan jenis jenis vitamin, dan sumber makanan yang mengandung vitamin

Vitamin. Dibawah ini merupakan penjelasan jenis jenis vitamin, dan sumber makanan yang mengandung vitamin Vitamin Pengertian Vitamin adalah sekelompok senyawa organik amina yang sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh tubuh, karena vitamin berfungsi untuk membantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh (vitamin

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. minuman pahit (Soeria, 2013). Coklat berasal dari tanaman kakao dan proses

BAB I PENDAHULUAN. minuman pahit (Soeria, 2013). Coklat berasal dari tanaman kakao dan proses BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Coklat berasal dari kata xocoatl (bahasa suku Aztec) yang memiliki arti minuman pahit (Soeria, 2013). Coklat berasal dari tanaman kakao dan proses pengolahan biji kakao

Lebih terperinci

Kritisi jawaban kehamilan Bioreproduksi kelompok 7 no.2

Kritisi jawaban kehamilan Bioreproduksi kelompok 7 no.2 Kritisi jawaban kehamilan Bioreproduksi kelompok 7 no.2 Nama : Retno Jayanti NIM : 09047 Semester 1 Angkatan 12 Saya mengerjakan no.4 dan akan mengkritisi jawaban kelompok 7 no.2 yang dikerjakan oleh Yuliani

Lebih terperinci

SISTEM CARDIOVASCULAR

SISTEM CARDIOVASCULAR SISTEM CARDIOVASCULAR Forewords Jantung (bahasa Latin, cor) adalah sebuah rongga, rongga, organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Istilah kardiak berarti

Lebih terperinci

Hubungan Hipertensi dan Diabetes Melitus terhadap Gagal Ginjal Kronik

Hubungan Hipertensi dan Diabetes Melitus terhadap Gagal Ginjal Kronik Hubungan Hipertensi dan Diabetes Melitus terhadap Gagal Ginjal Kronik Latar Belakang Masalah Gagal ginjal kronik merupakan keadaan klinis kerusakan ginjal yang progresif dan irreversibel yang berasal dari

Lebih terperinci

Diabetes tipe 1- Gejala, penyebab, dan pengobatannya

Diabetes tipe 1- Gejala, penyebab, dan pengobatannya Diabetes tipe 1- Gejala, penyebab, dan pengobatannya Apakah diabetes tipe 1 itu? Pada orang dengan diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat membuat insulin. Hormon ini penting membantu sel-sel tubuh mengubah

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kecemasan 2.1.1 Definisi Kecemasan adalah sinyal peringatan; memperingatkan akan adanya bahaya yang akan terjadi dan memungkinkan seseorang mengambil tindakan untuk mengatasi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Natrium adalah kation utama dalam cairan ekstraselular dan hanya sejumlah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Natrium adalah kation utama dalam cairan ekstraselular dan hanya sejumlah BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Natrium Natrium adalah kation utama dalam cairan ekstraselular dan hanya sejumlah kecil natrium berada dalam cairan intraselular (Suhardjo, 1992). Makanan sehari hari biasanya

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Gagal jantung adalah keadaan di mana jantung tidak mampu memompa darah untuk mencukupi kebutuhan jaringan melakukan metabolisme dengan kata lain, diperlukan peningkatan

Lebih terperinci

Pengetahuan Dasar Gizi Cica Yulia, S.Pd, M.Si

Pengetahuan Dasar Gizi Cica Yulia, S.Pd, M.Si Pengetahuan Dasar Gizi Cica Yulia, S.Pd, M.Si Pelatihan dan Pendidikan Baby Sitter Rabu 4 November 2009 Pengertian Gizi Kata gizi berasal dari bahasa Arab Ghidza yang berarti makanan Ilmu gizi adalah ilmu

Lebih terperinci

Manfaat Diet Pada Penanggulangan Hiperkolesterolemi

Manfaat Diet Pada Penanggulangan Hiperkolesterolemi Manfaat Diet Pada Penanggulangan Hiperkolesterolemi T. Bahri Anwar Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara I. Pendahuluan Hiperkolesterolemi adalah peninggian kadar kolesterol di dalam darah. Kadar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. daya regang atau distensibilitas dinding pembuluh (seberapa mudah pembuluh tersebut

BAB I PENDAHULUAN. daya regang atau distensibilitas dinding pembuluh (seberapa mudah pembuluh tersebut BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tekanan darah merupakan gaya yang ditimbulkan oleh darah terhadap dinding pembuluh, bergantung pada volume darah yang terkandung di dalam pembuluh dan daya regang

Lebih terperinci

UKDW BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan yang utama. Hipertensi

UKDW BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan yang utama. Hipertensi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan yang utama. Hipertensi merupakan faktor risiko stroke yang utama 1.Masalah kesehatan yang timbul akibat stoke sangat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Ginjal merupakan organ ekskresi utama pada makhluk hidup multiseluler. Zatzat yang tidak digunakan oleh tubuh akan dikeluarkan dalam bentuk urin oleh ginjal. Pada seorang

Lebih terperinci

KORELASI PERILAKU MEROKOK DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN BANJARBARU

KORELASI PERILAKU MEROKOK DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN BANJARBARU KORELASI PERILAKU MEROKOK DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN BANJARBARU Yeni Mulyani 1, Zaenal Arifin 2, Marwansyah 3 ABSTRAK Penyakit degeneratif

Lebih terperinci

GIZI SEIMBANG PADA USIA DEWASA

GIZI SEIMBANG PADA USIA DEWASA 1 GIZI SEIMBANG PADA USIA DEWASA 2 PENDAHULUAN Keberhasilan pembangunankesehatan Tdk sekaligus meningkat kan mutu kehidupan terlihat dari meningkatnya angka kematian orang dewasa karena penyakit degeneratif

Lebih terperinci

darah. Kerusakan glomerulus menyebabkan protein (albumin) dapat melewati glomerulus sehingga ditemukan dalam urin yang disebut mikroalbuminuria (Ritz

darah. Kerusakan glomerulus menyebabkan protein (albumin) dapat melewati glomerulus sehingga ditemukan dalam urin yang disebut mikroalbuminuria (Ritz BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan suatu masalah kesehatan masyarakat yang umum di negara berkembang, secara khusus bagi masyarakat Indonesia. Menurut

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS

IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) KATEGORI REAKSI OBAT YANG MERUGIKAN DAN OBAT SALAH PADA PASIEN HIPERTENSI PRIMER DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WONOGIRI TAHUN 2007 SKRIPSI Oleh:

Lebih terperinci

Diabetes Mellitus DEFINISI PENYEBAB

Diabetes Mellitus DEFINISI PENYEBAB Diabetes Mellitus DEFINISI Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara memadai.

Lebih terperinci

BAB. I PENDAHULUAN. Undang Undang Dasar 1945 pasal 28 H ayat 1 dan Undang Undang Nomor

BAB. I PENDAHULUAN. Undang Undang Dasar 1945 pasal 28 H ayat 1 dan Undang Undang Nomor BAB. I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan kesehatan merupakan upaya memenuhi salah satu hak dasar masyarakat, yaitu hak memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan Undang Undang Dasar 1945 pasal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga menunjukkan prevalensi penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi di Indonesia cukup tinggi, yaitu 83 per 1.000 anggota rumah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ditandai dengan degenerasi organ tubuh yang dipengaruhi gaya hidup. Gaya

BAB I PENDAHULUAN. ditandai dengan degenerasi organ tubuh yang dipengaruhi gaya hidup. Gaya BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit degeneratif adalah penyakit yang sulit untuk diperbaiki yang ditandai dengan degenerasi organ tubuh yang dipengaruhi gaya hidup. Gaya hidup sehat menggambarkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tanggung jawab seorang farmasis diantaranya adalah memberikan layanan kefarmasian kepada pasien. Dalam memberikan terapi obat kepada pasien, hendaknya seorang

Lebih terperinci

STUDI DESKRIPTIF PEMBERIAN OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SARIO

STUDI DESKRIPTIF PEMBERIAN OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SARIO STUDI DESKRIPTIF PEMBERIAN OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SARIO Benedicta I. Rumagit, Jody A. Pojoh, Vanessa N. Manampiring Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado Abstrak : Hipertensi

Lebih terperinci

GERAKAN GEMAR MAKAN BUAH DAN SAYUR (GEMABYUR) DALAM PENGENDALIAN FAKTOR RESIKO HIPERTENSI DI DUSUN SABRANG GIRIPURWO PUSKESMAS GIRIMULYO I 2015

GERAKAN GEMAR MAKAN BUAH DAN SAYUR (GEMABYUR) DALAM PENGENDALIAN FAKTOR RESIKO HIPERTENSI DI DUSUN SABRANG GIRIPURWO PUSKESMAS GIRIMULYO I 2015 GERAKAN GEMAR MAKAN BUAH DAN SAYUR (GEMABYUR) DALAM PENGENDALIAN FAKTOR RESIKO HIPERTENSI DI DUSUN SABRANG GIRIPURWO PUSKESMAS GIRIMULYO I 2015 Oleh: Dartin, AMG A. LATAR BELAKANG Pola makan merupakan

Lebih terperinci

Pasien DM dengan penyakit arteri koroner dan > 40% LVEF. 22 orang. Cek darah. 15 mg pioglitazone slm 12 mgg. Cek darah

Pasien DM dengan penyakit arteri koroner dan > 40% LVEF. 22 orang. Cek darah. 15 mg pioglitazone slm 12 mgg. Cek darah Pasien DM dengan penyakit arteri koroner dan > 40% LVEF Kriteria eksklusi: Anemia Edema preibial Cr. Serum >1,4 mg/dl R. Ca VU 22 orang Cek darah 15 mg pioglitazone slm 12 mgg Cek darah Diabetes mellitus

Lebih terperinci

Kanker Rahim - Gejala, Tahap, Pengobatan, dan Resiko

Kanker Rahim - Gejala, Tahap, Pengobatan, dan Resiko Kanker Rahim - Gejala, Tahap, Pengobatan, dan Resiko Apakah kanker rahim itu? Kanker ini dimulai di rahim, organ-organ kembar yang memproduksi telur wanita dan sumber utama dari hormon estrogen dan progesteron

Lebih terperinci

Demensia. DEMENTIA / Indonesian Copyright 2016 Hospital Authority. All rights reserved 1

Demensia. DEMENTIA / Indonesian Copyright 2016 Hospital Authority. All rights reserved 1 Demensia Demensia baru-baru ini menarik perhatian banyak orang karena Prof. Charles Kao, seorang pemenang Hadiah Nobel di bidang fisika dan ayah dari teknologi serat optik, menderita penyakit demensia.

Lebih terperinci

penyakit kardiovaskuler (Santoso, 2011).

penyakit kardiovaskuler (Santoso, 2011). I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sayur-sayuran dan buah-buahan merupakan sumber serat pangan yang mudah ditemukan dalam bahan pangan dan hampir selalu terdapat pada hidangan sehari-hari masyarakat Indonesia,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Stroke adalah penyakit atau gangguan fungsional otak akut fokal maupun global akibat terhambatnya peredaran darah ke otak. Gangguan peredaran darah otak berupa tersumbatnya

Lebih terperinci

AWAL YANG SEGAR: KIAT-KIAT POLA MAKAN YANG SEHAT

AWAL YANG SEGAR: KIAT-KIAT POLA MAKAN YANG SEHAT AWAL YANG SEGAR: KIAT-KIAT POLA MAKAN YANG SEHAT Ingin menerapkan pola makan yang sehat tapi tidak tahu harus memulai dari mana? Artikel ini adalah panduan mudah untuk mengiring anda ke arah yang tepat.

Lebih terperinci

Kumpulan Artikel Kesehatan

Kumpulan Artikel Kesehatan Kumpulan Artikel Kesehatan Oleh : Mulyono Rafianto (di rangkum dari berbagai macam sumber) 01. Low Back Pain Low Back Pain (LBP) adalah rasa nyeri yang terjadi di daerah pinggang bagian bawah dan dapat

Lebih terperinci

MANFAAT DIET PADA PENANGGULANGAN HIPERKOLESTEROLEMI. Dr.T.BAHRI ANWAR BAGIAN ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MANFAAT DIET PADA PENANGGULANGAN HIPERKOLESTEROLEMI. Dr.T.BAHRI ANWAR BAGIAN ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MANFAAT DIET PADA PENANGGULANGAN HIPERKOLESTEROLEMI Dr.T.BAHRI ANWAR BAGIAN ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA I.PENDAHULUAN Hiperkolesterolemi adalah peninggian kadar kolesterol

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kegelisahan oleh beberapa pihak. Iklan-iklan susu yang sedemikian marak sangat

BAB I PENDAHULUAN. kegelisahan oleh beberapa pihak. Iklan-iklan susu yang sedemikian marak sangat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Maraknya pemakaian terhadap susu formula memang menjadikan kegelisahan oleh beberapa pihak. Iklan-iklan susu yang sedemikian marak sangat berpengaruh terhadap konstruksi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pada dasarnya setiap manusia menginginkan kondisi yang sehat, baik secara

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pada dasarnya setiap manusia menginginkan kondisi yang sehat, baik secara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada dasarnya setiap manusia menginginkan kondisi yang sehat, baik secara jasmani atau rohani. Sehat dapat diartikan sebagai kondisi dari tubuh yang terlepas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. merupakan akibat buruk merokok, baik secara langsung maupun tidak langsung.

BAB I PENDAHULUAN. merupakan akibat buruk merokok, baik secara langsung maupun tidak langsung. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Merokok mengganggu kesehatan barangkali merupakan istilah yang tepat, namun tidak populer dan tidak menarik bagi perokok. Banyak orang sakit akibat merokok, tetapi orang

Lebih terperinci

MENGATASI KERACUNAN PARASETAMOL

MENGATASI KERACUNAN PARASETAMOL MENGATASI KERACUNAN PARASETAMOL Pendahuluan Parasetamol adalah golongan obat analgesik non opioid yang dijual secara bebas. Indikasi parasetamol adalah untuk sakit kepala, nyeri otot sementara, sakit menjelang

Lebih terperinci

Author : Liza Novita, S. Ked. Faculty of Medicine University of Riau Pekanbaru, Riau Doctor s Files: (http://www.doctors-filez.

Author : Liza Novita, S. Ked. Faculty of Medicine University of Riau Pekanbaru, Riau Doctor s Files: (http://www.doctors-filez. Author : Liza Novita, S. Ked Faculty of Medicine University of Riau Pekanbaru, Riau 2009 0 Doctor s Files: (http://www.doctors-filez.tk GLOMERULONEFRITIS AKUT DEFINISI Glomerulonefritis Akut (Glomerulonefritis

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN penduduk Amerika menderita penyakit gagal jantung kongestif (Brashesrs,

I. PENDAHULUAN penduduk Amerika menderita penyakit gagal jantung kongestif (Brashesrs, I. PENDAHULUAN Masalah kesehatan dengan gangguan sistem kardiovaskular masih menduduki peringkat yang tinggi. Menurut data WHO dilaporkan bahwa sekitar 3000 penduduk Amerika menderita penyakit gagal jantung

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. abnormal tekanan darah dalam pembuluh darah arteri secara terus menerus

BAB I PENDAHULUAN. abnormal tekanan darah dalam pembuluh darah arteri secara terus menerus BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu peningkatan abnormal tekanan darah dalam pembuluh darah arteri secara terus menerus lebih dari satu periode (Udjianti,

Lebih terperinci

Waspada Keracunan Phenylpropanolamin (PPA)

Waspada Keracunan Phenylpropanolamin (PPA) Waspada Keracunan Phenylpropanolamin (PPA) Penyakit flu umumnya dapat sembuh dengan sendirinya jika kita cukup istirahat, makan teratur, dan banyak mengkonsumsi sayur serta buah-buahan. Namun demikian,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Stroke Menurut World Health Organization (WHO) (2001) seperti yang

BAB I PENDAHULUAN. Stroke Menurut World Health Organization (WHO) (2001) seperti yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Stroke Menurut World Health Organization (WHO) (2001) seperti yang dikutip Junaidi (2011) adalah suatu sindrom klinis dengan gejala berupa gangguan, fungsi otak secara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. terutama di bidang kesehatan berdampak pada penurunan angka kelahiran,

BAB I PENDAHULUAN. terutama di bidang kesehatan berdampak pada penurunan angka kelahiran, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keberhasilan pembangunan sumberdaya manusia di Indonesia, terutama di bidang kesehatan berdampak pada penurunan angka kelahiran, penurunan kematian bayi, penurunan fertilitas

Lebih terperinci

Jadi apa nutrisi ini kuat? Ini disebut fosfatidilkolin ("Foss-Fah-Tidal-KO-Leen").

Jadi apa nutrisi ini kuat? Ini disebut fosfatidilkolin (Foss-Fah-Tidal-KO-Leen). Jadi apa nutrisi ini kuat? Ini disebut fosfatidilkolin ("Foss-Fah-Tidal-KO-Leen"). Fosfatidilkolin adalah bentuk kompleks lemak. Ini lemak kompleks sangat penting untuk fungsi membran sel. Itu membuat

Lebih terperinci

Diet untuk Orang Dewasa

Diet untuk Orang Dewasa Diet untuk Orang Dewasa Karakteristik Dewasa: Usia reproduksi Usia produksi produktivitas kerja Aktivitas fisik menurun dibanding remaja, dikelompokkan: Ringan Sedang Berat Perubahan pola makan: Penyesuaian

Lebih terperinci