Rekap Usulan PKM GT Tahun 2011

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Rekap Usulan PKM GT Tahun 2011"

Transkripsi

1 Rekap Usulan PKM GT Tahun 2011 No Judul 1 Penerapan Sanksi Pidana "Pemiskinan" sebagai Upaya Pengembalian Kerugian Keuangan Negara Bagi Pelaku Tindak Pidana Korupsi 2 " STUDENT IP CLINIC CONCEPT SEBAGAI USAHA PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KREATIVITAS PRODUK USAHA KECIL MENENGAH ( UKM ) di ERA ASEAN - CHINA FREE TRADE AGREEMENT ( ACFTA ) 2010 " 3 PENGEMBANGAN LEGAL STUDENTS ADVISORS (LSA) OLEH MAHASISWA SEBAGAI USAHA dan SOLUSI PEMENUHAN HAK KONSTITUSIONAL UNTUK WARGAMISKIN di KOTA SEMARANG DALAM MEMPEROLEH BANTUAN HUKUM GRATIS 4 ORANG INDONESIA SUKA KOMISI : PENATAAN BIROKRASI KELEMBAGAAN NEGARA NONSTRUKTURAL DI INDONESIA MELALUI MEKANISME KONSTITUSIONAL 5 MENINGKATKAN MARTABAT TENAGA KERJA INDONESIA DI MATA INTERNASIONAL DARI ASPEK HUKUM, ENTREPREUENER DAN NEGOISASI 6 MENGUBAH PERAN MAHASISWA DARI PENDEKATAN POLITIK KE SOCIAL CHANGE: PEMBENTUKAN UNIT KEGIATAN MAHASISWA SAHABAT ANAK JALANAN (UK-MSAJ) 7 Penerapan Akad Muzara'ah Pada Imbal Jasa Lingkungan Dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan 8 MEMBUANG GAYUNG MENGGAPAI SHOWER: GAYA HIDUP MODERN YANG HEMAT 9 KONSEP ASURANSI PERTANIAN PADA KOMODITAS TANAMAN PANGAN SEBAGAI UPAYA MITIGASI TERHADAP DAMPAK PERUBAHAN IKLIM 10 ALTERNATIF KEBIJAKAN KONVERSI ENERGI BBM MENJADI ENERGI GEOTHERMAL /PANAS BUMI DI INDONESIA 11 CITY BRANDING SEBAGAI STRATEGI ALTERNATIF PENGEMBANGAN DAN PEMASARAN DAERAH DI ERA GLOBALISASI 12 PEMBERDAYAAN KELOMPOK DONOR SIAGA DI DESA SEBAGAI UPAYA UNTUK MEMENUHI KEKURANGAN STOK DARAH DI INDONESIA 13 PENGEMBANGAN METODE PARTISIPATIF BERBASIS MASYARAKAT DALAM PENCAPAIAN MDGs POIN KE 5 MELALUI PROGRAM B3D UNTUK MENURUNKAN AKI DI PEDALAMAN DAN KEPULAUAN 14 PEMANFAATAN LERAK (SAPINUS RARAK) SEBAGAI PENGGANTI DETERJEN RAMAH LINGKUNGAN 15 REMPEYEK KELAKAI (Stenochlaena palustris) SEBAGAI MAKANAN KHAS DAN NILAI TAMBAH POTENSI PARIWISATA KOTA PALANGKARAYA 16 "AKULAH SANG JUARA" PROGRAM TELEVISI BERBASIS EDUKASI UNTUK MEMACU ANAK SEKOLAH DASAR BERPRESTASI PADA BIDANG HARD SKILL DAN SOFT SKILL 17 MIE MANGOESEED (BIJI MANGGA) DARI LIMBAH MANGGA SEBAGAI HOME INDUSTRY MAKANAN YANG KAYA KARBOHIDRAT 18 SIRUP CEREMAI (Phllanthus acidus (l.) Skeels) SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN PELANGSING TUBUH 19 SINGLE LIVE TRAP WITH CARBO AROMATIC SEBAGAI METODE PENGENDALIAN TIKUS YANG EFEKTIF DALAM UPAYA PENCEGAHAN LEPTOSPIROSIS 20 PENDIDIKAN SEBAYA (PEER EDUCATION ) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN HIV DAN AIDS DI KALAN GAN ANAK JALANAN USIA REMAJA 21 PENERAPAN CENTRALIZED SEWER AGE SYSTEM (CSS) SEBAGAI MODEL PENGELOLAAN LIMBAH CAIR DOMESTIK DI PERKOTAAN 22 ENGLISH POSYANDU SEBAGAI ALTERNATIF PENANGGULANGAN GAGAP BAHASA INGGRIS PADA ANAK PENDIDIKAN TINGKAT DASAR 23 EFEKTIFITAS DAUN BUAH ALPUKAT (Persea americana) UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI 24 PAMAN DOOLIT AUDIO VISUAL MEDIA SEBAGAI SARANA HIBURAN DI BBPKPM DAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN PENCEGAHAN PENULARAN TB PARU PADA ANAK 25 PROGRAM SENAM HAMIL GRATIS SEBAGAI SALAH SATU PENUNJANG PENINGKATAN MINAT MASYARAKAT TERHADAP PEMERIKSAAN KEHAMILAN DI PUSKESMAS 26 PEMBUATAN CAKE MANGROVE API-API (CAMAPIAPI) DENGAN SIMPLE TECHNOLOGI SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN YANG SEHAT, MENARIK DAN INOVATIF 27 ARUK SEBAGAI UPAYA DIVERSIFIKASI MAKANAN UNTUK KETAHANAN PANGAN NASIONAL BIOINSEKTISIDA EKSTRAK DAUN SIRIH SEBAGAI PEMBASMI NYAMUK AEDES Sp YANG RAMAH LINGKUNGAN YOUTH ADVISORY CENTER SEBAGAI INOVASI STRATEGI PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PERMAINAN SINBE (SIAGA ON BENCANA) SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN SIAGA BENCANA PADA SISWA SEKOLAH DASAR PEMANFAATAN SAMPAH STYROFOAM SEBAGAI ALTERNATIF PEMBUATAN LEM SERBAGUNAYANG BERDAMPAK BERKURANGNYA KUANTITAS SAMPAH STYROFOAM DI KOTA SEMARANG

2 No Judul 32 MENGGALI POTENSI TERSEMBUNYI DARI BUAH PARIJOTO (Medinella speciosa L) SEBAGAI MINUMAN SEHAT KAYA MANFAAT BERFLAVONOID TINGGI 33 DONAT DEDAK SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER PROTEIN MURAH DALAM MEMBANTU PENINGKATAN KECUKUPAN GIZI PROTEIN MASYARAKAT 34 PUPUK CAIR EKONOMIS BERBAHAN BAKU SAMPAH ORGANIK SEBAGAI UPAYA MENJAGA KUALITAS LINGKUNGAN 35 HELIQUE SEBAGAI ALTERNATIF BARU MEDIA PROMOSI KESEHATAN YANG UNIK GUNA MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT UNTUK PEDULI KESEHATAN SECARA MANDIRI 36 KALENDER HARIAN GIZI SEBAGAI UPAYA MENGURANGI INFEKSI OPORTUNISTIK PADA ODHA 37 FIRE SAFETY AND EMERGENCY PLAN AT DIPONEGORO CAMPUS 38 TIDUR NYAMAN BAN GUN SEGAR 39 TIPS SEHAT BAGI WANITA HAMIL DENGAN OBESITAS UNTUK MENGURANGI RESIKO PERDARAHAN PASCA PERSALINAN 40 PENGEMBANGAN FORUM DISKUSI ONLINE - REAL TIME KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PEDULI AIDS STOPHIVA 41 NASI UBI TALAS INSTAN (Colocasia esculenta L ) SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN PENGGANTI BERAS PADI 42 PEMANFAATAN DAUN KELOR (Moringa oleivera) DALAM MELANCARKAN AIR SUSU IBU (ASI) PADA IBU MENYUSUI 43 BALANDS DENGUE SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI POKJANAL DBD 44 NOKETAN (NOVEL KESEHATAN) SEBAGAI ALTERNATIF SOLUSI BELAJAR MAHASISWA KESEHATAN 45 PEMANFAATAN KULIT SINGKONG SEBAGAI TESTER YODIUM UNTUK PENANGGULANGAN KEJADIAN GAKY 46 PEMANFAATAN GULA JAWA DAN DAGING KELAPA MUDA UNTUK PENGOBATAN HERPES 47 PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BAGI ANAK-ANAK BERUPA ES KRIM SAYURAN HIJAU MELALUI POSYANDU 48 EFEKTIVITAS PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum Wight) SEBAGAI PENURUN KADAR ASAM URAT 49 GEL PENGHARUM RUANGAN DENGAN AROMA THERAPY DAUN SERAI SEBAGAI ALTERNATIF PENGUSIR NYAMUK DEMAM BERDARAH 50 COMMUNITY BASE SURVEILANS MELALUI PEMBENTUKAN HOTLINE CENTER SEBAGAI UPAYA PENDUKUNG SISTEM KEWASPADAAN DINI (SKD) KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DBD DI KOTA SEMARANG 51 BIOPIGMEN BAKTERI SIMBION TERUMBU KARANG NUDIBRANCH SEBAGAI ALTERNATIF PENGHASIL KAROTENOID UNTUK PREKURSOR VITAMIN A 52 TEH KEMANGI SEBAGAI ALTERNATIF PENYEMBUHAN DEMAM TIFOID DAN MINUMAN KESEHATAN 53 PEACE ON STREET SEBAGAI UPAYA PERBAIKAN INTERAKSI SOSIAL ANAK JALANAN DI KOTA SEMARANG 54 PROGRAM 'FRESH' POTONG KUKU DENGAN PENDEKATAN KEMITRAAN BERBASIS SEKOLAH (SCHOOL-BASED) GUNA MENURUNKAN PREVALENSI KECACINGAN PADA ANAK SD DI KOTA SEMARANG 55 HUBUNGAN MEROKOK DAN ASUPAN VITAMIN C DENGAN KESEGARAN JASMANI PADA SISWA PUTRA 56 PEMBUATAN SEPTIC TANK COMMUNAL BERBASIS MASYARAKAT SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PENCEGAHAN KEJADIAN DIARE PADA MASYARAKAT BANTARAN SUNGAI 57 PROGRAM VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING (VCT) PRA NIKAH SEBAGAI SYARAT MENIKAH DI KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) UNTUK MENEKAN PENULARAN AIDS DI DAERAH YANG ENDEMIS HIV / AIDS 58 HIJAU MERAH SEBAGAI STRATEGI PENANGANAN SAMPAH PADA TINGKAT KELURAHAN DI KOTA SEMARANG 59 MAHASISWA FAKULT AS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS DIPONEGORO SEBAGAI MOTOR PENGGERAK KADER POSYANDU BALITA DI KOTA SEMARANG 60 IMPLEMENTASI ECO CAMPUS SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG KESEIMBANGAN LINGKUNGAN 61 PEMANFAATAN Aspergillus fischeri UNTUK MEMINIMALKAN PEMBAKARAN SAMPAH PLASTIK DI DAERAH PEMUKIMAN WARGA KABUPATEN SEMARANG 62 PEMBERDAYAAN "BISFORGU" SEBAGAI SOLUSI CERDAS TINGGINYA MASALAH GIZI BURUK DI WILAYAH INDONESIA TIMUR 63 CITRULLI HONEY ALTERNATIF MINUMAN SEHAT PENDERITA HIPERTENSI ( SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH KULIT SEMANGKA) 64 GERAKAN PENANAMAN Sanseviera trifasciata SEBAGAI ALTERNATIF PAGAR RUMAH DALAM UPAYA

3 No Judul MENGURANGI EMISI GAS RUMAH KACA DI PERMUKIMAN 65 PEMANFAATAN PERMAINAN TRADISIONAL "ULAR TANGGA" SEBAGAI MEDIA PEMBIASAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA KELUARGA 66 PENGEMBANGAN DESA SIAGA MENJADI DESA BEBAS ROKOK MELALUI UPAYA PEMBERDAYAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) 67 FILTERISASI UDARA MENGGUNAKAN RUMPUN BAMBU DALAM MENGURANGI DAMPAK PEMANASAN GLOBAL DI KOTA SEMARANG MENUJU MDGs PEMBERDAYAAN "HUTAN KAMPUS" SEBAGAI UPAYA PENYANGGA EKOSISTEM KOTA SEMARANG ATAS 69 PEMANFAATAN KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L) UNTUK ALTERNATIF PEWARNA ALAMI BATIK SEBAGAI UPAYA MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN PEKALONGAN 70 DOLIMANG (DODOL KULIT SEMANGKA) KAYA GIZI SEBAGAI PELOPOR HOME INDUSTRY PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK DI BULUSPESENTREN KABUPATEN KEBUMEN 71 SKYRISE GREENING PROJECT SEBAGAI STRATEGI CERDAS UNTUK MENGURANGI DAMPAK PEMANASAN GLOBAL SERTA PENCAPAIAN TARGET COPPENHAGEN ACCORD 72 TEPUNG LABU KUNING (Curcubita moschata Duch) SEBAGAI SUMBER BAHAN PANGAN ALTERNATIF DALAM MENANGGULANGI KURANG VITAMIN A (KVA) 73 PEMANFAATAN BROKOLI (Brassica coleracea) DAN KENTANG (Solanum tuberosum ) DALAM PEMBUATAN MIE BASAH SEBAGAI ALTERNATIF PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) DI POSYANDU 74 BROTHY (BROCOLI HEALTH) NOODLE SEBAGAI MAKANAN ALTERNATIF DALAM UPAYA PEN CEGAHAN PENYAKIT ALZHEIMER 75 PUDING CARTAYA (Carrota-Papaya) SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN MASALAH KURANG VITAMIN A (KVA) PADA BALITA DAN ANAK -ANAK DI INDONESIA 76 PEMENTASAN WAYANG "PUNAKAWAN HIDUP SEHAT" SEBAGAI MEDIA DALAM UPAYA MEWUJUDKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI DAERAH PENGUNGSIAN BENCANA GUNUNG MERAPI 77 BISKUIT BETRIK (BEKATUL JANGKRIK) SEBAGAI SOLUSI ALTERNATIF PMT (PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN) UNTUK TERAPI KURANG GIZI PADA BALITA 78 PEMANFAATAN SENYAWA FLAVONOID PADA LIMBAH KULIT KACANG TANAH (Arachis hypogeae L ) MEMINIMALISIR GEJALA MENOPAUSE WANITA MASA PERIMENOPAUSE 79 PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI 'KORGA' (KONSELOR KELUARGA) DALAM RANGKA PENANGGULANGAN DBD DI KOTA SEMARANG 80 GERSOBASMUK (GERAKAN SEMUA ORANG BASMI SARANG NYAMUK) SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF PROGRAM TERPADU PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN DBD SECARA DINI 81 TEH CELUP BENATEA (BENALU TEH) SEBAGAI ALTERNATIF ANTI KANKER 82 ALTERNATIF KUNIR PUTIH ( Curcuma zedoaria) SEBAGAI PENCEGAH DAN PENGOBATAN KANKER 83 RAMUAN LIDAH BUAYA (Aloe vera) SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN SEMBELIT PENGGANTI OBAT PENCAHAR 84 PROGRAM "TAGTIK PENDOSA" (TANGGAP PLASTIK PENDORONG SAMPAH) GUNA MENCETAK PEMULUNG MANDIRI 85 KALENDER KESEHATAN CEGAH DEMAM BERDARAH DENGUE 86 KEMANDIRIAN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN ENERGI BIOGAS RUMAH TANGGA BERBAHAN BAKU LIMBAH TAHU 87 PEMANFAATAN TEPUNG UMBI GARUT (Maranta arundinaceae) SEBAGAI BAHAN PANGAN ALTERNATIF PENCEGAH GIZI BURUK PADA BALITA 88 PENGEMBANGAN TEKNIK OVITRAP MODIFIKASI UNTUK PENGENDALIAN VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE DI DAERAH ENDEMIS 89 PENDIDIKAN DINI ANTI KORUPSI BAGI SISWA SMA MELALUI PENYISIPAN MATERI PADA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) SEBAGAI UPAYA UNTUK MENGURANGI KORUPSI 90 SAND FIRE EXTINGUISHER SEBAGAI SOLUSI PENYEDIAAN ALAT PEMADAM API RINGAN (APAR) DI INDUSTRI INFORMAL PADA KEBAKARAN KELAS B (BAHAN BAKAR CAIR) 91 POCKET BOOK SERTA HOTLINE PENGADUAN SEBAGAI UPAYA UNTUK MENGURANGI TINGKAT KEKERASAN DAN KECELAKAAN PADA PEKERJA RUMAH TANGGA 92 PEMADAMAN KEBAKARAN KELAS B AKIBAT GAS ELPIJI MENGGUNAKAN SAND FIRE EXTINGUISHER DI LINGKUP RUMAH TANGGA 93 KELAS PRENATAL UNTUK MENGURANGI TINGKAT PENGOLAHN LIMBAH SABUN MANDI SEBAGAI AROMATIC THERAPY RUANGAN DENGAN BURNER ELEKTRIC EMPOWERING PEER EDUCATOR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN MAHASISWA INDONESIA

4 No Judul PENDIDIKAN KEBENCANAAN PADA JENJANG TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH DASAR UMTUYK MEWUJUDKAN SMART DISASTERS COMMUNITY OPTIMALISASI PERAN UKS MELALUI PROGRAM GERAKAN OLEH SISWA BERANTAS SARANG NYAMUK (GOSBASMUK) GUNA MENURUNKAN ANGKA KEJADIAN DBD DI INDONESIA FORTIFIKASI OXALO BACTEC FORMIGENES PADA SUSU PROBIOTIK SEBAGAI PENCEGAHAN PEMBENTUKAN BATU OKSALAT DOKTER MENJADI GURU: Optimalisasi Promosi Kesehatan pada Anak Sekolah yang Merupakan Agen Transformasi Utama Indonesia Sehat Era Mendatang SOSIALISASI PENCEGAHAN PENCEMARAN SUSU FORMULA MELALUI INFO SMS PROVIDER TELEPON SELULER DI INDONESIA (BERDASARKAN KASUS PENEMUAN E.SAKAZAKII DALAM SUSU FORMULA) PEMANFAATAN EKSTRAK PIGMEN ANGKAK ( MONASCUS PURPUREUS) SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI PENGAWET NITRIT PADA PENGOLAHAN IKAN ASIN DALAM UPAYA PENCEGAHAN KANKER NASOFARING 102 Es Krim Sawi 103 SARI BUAH BERPROPOLIS SEBAGAI PENCEGAHAN KERUSAKAN PANKREAS AKIBAT DIABETES MELLITUS TIPE PROGRAM SOSIALISAI, PENDIDIKAN, DAN BANTU AN KESLAMETAN DAN KESEHATAN KERJA (SPBK3) UNTUK PEKERJA SEKTOR INFORMAL 105 PEMANFAATAN KEDELAI HITAM SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN BLACK SOYGHURT YANG BERPOTENSI MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL DARAH 106 POTENSI KUERSETIN (QUERCETIN) DALAM TEHHIJAU (Camellia sinensis) SEBAGAI TERAPI UNTUK MENURUNKAN RASA NYERI DISMENOREA PRIMER 107 PENERAPAN MODEL KOMPREHENSIF DAN MULTISEKTORAL 108 PEMANFAATAN SPRAY BERBAHAN DASAR CURCUMIN, XANTHORRHIZOL DAN MINYAK ATSIRI PADA RIMPANG TEMULAWAK SEBAGAI PENCEGAHAN PENYAKIT ALZHEIMER 109 INTERVENSI LAGU ANAK, SOLUSI PINTARTINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ANAK USIA PRA- SEKOLAH 110 TRADISI PIJAT BAYI SEBAGAI SOLUSI MENINGKATKAN BERAT BADAN BAYI PREMATUR : COMPLEMNTARY THERAPY DALAM PRESPEKTIF ILMU KEPERAWATAN 111 PESANTREN BERBASIS PENDIDIKAN ENTREPRENEURSHIP SOLUSI MENCETAK MOSLEM AGENT OF CHANGE 112 Optimalisasi Gelombang Musik Klasik (7-14Hz) Sebagai Stimulan Sinergisitass Kerja Otak Kanan dan Kiri dalam Menyikapi Metode Pembelajaran Konservatif 113 UTRI BEKATUL:MURAH, ENAK DAN TINGKATKAN GIZI MASYARAKAT PEDESAAN pkm -gt 114 CUPPING THERAPY (BEKAM) UNTUK MENDUKUNG TREN KEPERAWATAN KOMPLEMENTER (COMPLEMENTARY NURSING) DI INDONESIA: SEBUAH UPAYA PEMECAHAN REKOR MURI 115 PERAN TB CARE ACADEMIA ACTIVIST 116 DIK (DISASTER KNOWLEDGE) PENERAPAN KURIKULUM PERAWATAN BENCANA BAGI MAHASISWA KEPERAWATAN INDONESIA 117 APLIKASI TERAPI MUSIK KLASIK MOZART DALAM MENGURANGI SKALA NYERI HAID/DISMENORE PADA REMAJA PUTRI. 118 OPTIMALISASI PEMBERIAN MODISCO UNTUK MENURUNKAN PREVALENSI GIZI BURUK PADA ANAK DAN BALITA DI DAERAH RAWAN GIZI 119 EFEKTIVITAS SALT FOOTBATH TERHADAP NYERI REMATIK (ASTEOARTRITIS) PADA LANSIA DI KOPENG JATENG 120 OPT IMALISASI PERAN KAKAK ASUH SEBAGAI STRESS REDUCER 121 HIPOTERAPI SEBAGAI ANALGESIK PADA PERAWATAN LUKA BAKAR 122 PEMANFAATAN ALIRAN SUNGAI KALI PUTIH SEBAGAI TENAGA MIKROHIDRO PEMBANGKIT ENERGI LISTRIK SUMBER PENERANGAN BAGI WARGA DESA JUMOYO MAGELANG 123 PENGGUNAAN MIND MAPING SEBAGAI ALTERNATIF PENDUKUNG SISTEM BELAJAR INTERAKTIF SKILL STATION (ISS) YANG EFEKTIF BERBASIS STUDENT CENTERED LEARNING (SCL) 124 MUROTAL SEBAGAI TERAPI ALTERNATIF 125 Penggunaan hipnoterapi sebagai upaya penurunan tingkat kecemasan pada pasien pre-operasikanker PKM-Gt 126 Efektivitas Terapi Pijat Refleksi Mandiri dalam Mengurangi Ketergantungan Pasien Asma pada Inhaler 127 UJI KOMPETENSI NASIONAL KEPERAWATAN SEBAGAI UPAYA 128 MENURUNKAN KELUHAN MASUK ANGIN DENGAN KEROKAN BERBASIS ACUPOINT 129 Pemanfaatan efek aromaterapi semprot melalui inhalasi dalam kamar pasien gagal jantung sebagai upaya penurunan tingkat kecemasan

5 No 130 Judul FLAKES NUTRISEEDS : PEMANFAATAN BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus) DAN KACANG HIJAU (Phaseolus radiatu) SEBAGAI BAHAN BAKU PRODUK SARAPAN FUNGSIONAL 131 SIGI SCALE SEBAGAI ALAT PEMANTAU STATUS GIZI HARIAN 132 PEMANFAATAN EKSTRAK METANOL BIJI DUWET 133 POTENSI REKO MBINAN MODIFIED VACCINE ANKARA ( MVA) DAN INTERLEUKIN-15(IL-15) SEBAGAI BOOSTER VAKSIN BCG DALAM MENGINDUKSI RESPON IMUN ANTI TUBERKULOSIS JANGKA PANJANG 134 PEMANFAATAN AMPAS BUAH SEMU JAMBU METE (Anacardium Occidentale Linn) MENJADI PAKAN TERNAK BERNUTRISI TINGGI DI KABUPATEN WONOGIRI 135 TEKNOLOGI MANIPULASI SUMBER NITROGEN ALTERNATIF 136 PENGELOLAAN PULAU-PULAU TERLUAR DI INDONESIA SEBAGAI SENTRA PERTANIAN DAN PETERNAKAN DENGAN MEMBERDAYAKAN NARAPIDANA 137 MODIFIKASI KOMIK JAWA ON LINE SEBAGAI SARANA MENGEMBALIKAN KECINTAAN REMAJA TERHADAP KEBUDAYAAN JAWA 138 SISTEM MINAPADI POLIKULTUR (PADI-AZZOLA-VARIETAS IKAN) SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG PRODUKSI BERAS ORGANIK 139 Aplikasi Himpunan Maldelbrtot pada Motif Kain tenun Songket Palembang 140 WARUNG INTERNET (WARNET) KHUSUS ANAK DAN REMAJA 141 SOLUSI-SOLUSI ALTERNATIF PENCAPAIAN PROGRAM SWASEMBADA GULA TAHUN 2013 DI PROVINSI JAWA TENGAH 142 BAHAN ALTERNATIF PEMBUATAN HAND SANITIZER DARI EKSTRAK DAUN TANAMAN KERSEN (Muntingia calabura L.) 143 INOVASI SELAI KERSEN (Muntingia calabura L.) SEBAGAI EKSTENSIFIKASI SUMBER PANGAN BERGIZI TINGGI 144 Pengolahan Sampah Ramah Lingkungan dan Berbasis Energi Alternatif di Kota Semarang 145 PEMANFAATAN AMPAS BIJI JARAK SEBAGAI PEMBAWA KONSORSIUM BAKTERI PSEUDOMONAS SP DAN AZOSPIRILLUM SP PADA BIOFERTILIZER SEBAGAI ALTERNATIF PENGADAAN PUPUK RAMAH LINGKUNGAN DI INDONESIA 146 PENGGUNAAN BIOREAKTOR DALAM PRODUKSI XYLANASE SEBAGAI PENGGANTI KLORIN PADA PROSES BIO -BLEACHING PEMBUATAN KERTAS RAMAH LINGKUNGAN 147 PEMANFAATAN KULIT BUAH RAMBUTAN DALAM MENYEMBUHKAN PENYAKIT VENOUS THROMBOEMBOLISM 148 PEMBUATAN KITOSAN DARI LIMBAH CANGKANG RAJUNGAN SEBAGAI DRUG DELIVERY VITAMIN C 149 PENAMBAHAN PIGMEN FOSFOR ZnS DALAM CAT BETON PEMBATAS JALAN SEBAGAI SOLUSI UNTUK MENGURANGI TINGKAT KECELAKAAN DI MALAM HARI 150 PEMANFAATAN LIMBAH MINYAK JELANTAH PADA PROSES PEMBUATAN ESTER SUKROSA ASAM LEMAK SEBAGAI EMULSIFIER DALAM INDUSTRI OIL WASH 151 PEMANFAATAN ABU VULKANIK GUNUNG BERAPI DI INDONESIA SEBAGAI RAW MATERIAL ZEOLIT ARTIFICIAL DALAM MENGATASI GLOBAL WARMING 152 Filtrat Whey Tahu Sebagai Bahan Baku Minuman Probiotik 153 KONVERSI JERAMI PADI MENJADI BIOETANOL 154 SINTESIS ESTER SUKROSA ASAM LEMAK (FACE) BERBAHAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) SEBAGAI STABILIZER EMULSI DALAM SUSU KEDELAI MULTI-KHASIAT 155 OPTIMALISASI KANDUNGAN MINYAK BIJI KARET: SINTESIS METIL ESTER SULFONAT (MES) SEBAGAI SURFAKTAN DETERGEN TERBIODEGRADASI DAN RAMAH LINGKUNGAN 156 ANTIOKSIDAN DARI LIMBAH IKAN SEBAGAI KOSMETIKA YANG AMAN DAN ALAMI 157 PEMBUATAN METANOL DARI LIMBAH TONGKOL JAGUNG SEBAGAI ZAT ADITIF PADA BENSIN YANG RAMAH LINGKUNGAN 158 PENINGKATAN KUALITAS KEMURNIAN ALKOHOL (99,8%) DARI CIU BEKONANG DENGAN METODE ADSORPSI HIDROFILIK DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN ADITIF BENSIN 159 PENGOPTIMALAN KERTAS HVS BEKAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE HIDROLISIS ENZIM SELULASE DAR I TRICHODERMA VIRIDE SEBAGAI PENGHASIL BIOETANOL 160 potensi daun kitolod (isotoma longiflora presl.) sebagai antibakteri untuk pengobatan antibakteri untuk pengobatan konjungtivitas 161 PEMBUATAN SEDIAAN SENYAWA BIO AKTIF ANTIHIPERURISEMIA DARI EKSTRAK TANAMAN KERSEN (Muntingia calabura L) 162 PEMANFAATAN LUMPUR LAPINDO SEBAGAI BAHAN ZEOLIT Na-A DAN APLIKASI UNTUK BUILDER PADA PEMBUATAN DETERGEN 163 EKSPLORASI POTENSI AMPAS TEBU (BAGASSE) SEBAGAI SURFAKTAN LIGNOSULFONAT

6 No Judul LIMBAH CAIR PEMINDANGAN IKAN DI KABUPATEN REMBANG SEBAGAI SUMBER PROTEIN PADA PELET IKAN INOVASI SURFAKTAN RAMAH LINGKUNGAN BERBAHAN BAKU ECENG GONDOK SEBAGAI SOLUSI ATLTERNATIF PENGGANTI SURFAKTAN PETROKIMIA DI INDONESIA Smoothie Bayam Duri (Amaranthus spinosus L) Upaya Pengolahan Makanan yang Ekonomis dan Berkhasiat sebagai Obat Alternatif RANCANG BANGUN SISTEM PENGOLAHAN AIR LIMBAH MENGGUNAKAN MATERIAL FOTOKATALIS TITANIA (TiO2) Modifikasi Asbak Rokok Nanokomposit TiO2-Carbon Nanotubes untuk Degradasi Polutan Asap Samping Rokok (Side Stream Smoke) JEPARA CO-CREATION STRATEGY: SOLUSI TEPAT PEMASARAN PRODUK KERAJINAN TANAN KOTA JEPARA BERBASIS E-COMMERCE MARKETING DENGAN PRESTASHOP PENGEMBANGAN MATERIAL FLUORINE TIN OXIDE (FTO) SEBAGAI GELAS TRANSPARAN KONDUKTIF (TCO) UNTUK PENINGKATAN KUALITAS SOLAR SOLAR CELL (DSSC) ALAT PENDETEKSI PENYAKIT CACING HATI (Fasciola hepatica) PADA SAPI MENGGUNAKAN SERAPAN SINAR MERAH DAN INFRAMERAH PROGRAM "CAR FREE DAY FOR UNIVERSITY" UNTUK MEMBANTU MENANGGULANGI PEMANASAN GLOBAL PKm-GT 173 PEMANFAATAN LIMBAH KERTAS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN 174 MIE CHLORELLA SOLUSI MAKANAN BERGIZI BAGI KORBAN GEMPA BUMI 175 PENINGKATAN POTENSI SPIRULINA SEBAGAI ALTERNATIF PEMBUATAN OBAT KANKER PAYU DARA YANG LEBIH AMAN DAN TERJANGKAU 176 Bioprospeksi Bintang laut (Asteroidea:Echinodermata) Sebagai Obat Asma 177 POTENSI BUAH MANGROVE API-API (AVICENIA SP) SEBAGAI SUMBER PENGHASIL BIOETANOL MELALUI FERMENTASI 178 ALTERNATIF MINUMAN SIRUP FUNGSIONAL YANG KAYA SERAT DENGAN MEMANFAATKAN KARAGINAN DARI RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii 179 PEMANFAATAN ASAP CAIR (LIQUID SMOKE) UNTUK DAYA SIMPAN SUHU RUANG BAKSO DAGING SAPI 180 PEMANFAATAN TEPUNG KARAGINAN DARI RUMPUT LAUT (Euchema cottonii) SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN MAKANAN UNTUK PENINGKATAN KUALITAS BAKSO DAGING SAPI 181 MODIFIKASI ALAT TANGKAP BUBU YANG RAMAH LINGKUNGAN DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NELAYAN 182 PEMANFAATAN LIMBAH PASAR UNTUK PAKAN BELUT DAN BUDIDAYA BELUT DI DALAM DRUM/TONG SEBAGAI EFISIENSI PENGGUNAAN LAHAN 183 PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH MENJADI PELUMAS MELALUI PROSES ESTERIFIKASI 184 MODIFIKASI ALAT FILTRASI UP FLOW SEDERHANA 185 KOMBINASI KULIT KACANG DAN BONGGOL JAGUNG 186 EKTRASI ALGINAT SARGASSUM DUPLICATUM SEBAGAI SUMBER BAHAN PANGAN 187 Tricopter Perancangan Unmanned Arial Vehicle (UAV) sebagai Media Penginderaan Jauh yang Efektif dan Efisien 188 Mengurangi Ketergantungan Finansial Mahasiswa Terhadap Orangtua melalui Budidaya Lobster Air Tawar Ala Mahasiswa 189 PENINGKATAN KONVERSI SAKARIFIKASI DAN FERMENTASI SIMULTAN (SSF) UNTUK PRODUKSI BIOETANOL DARI JERAMI PADI MELALUI PENGENDALIAN SUHU CYCLING DAN PROFILING 190 PEMANFAATAN JAMUR KUPING SEBAGAI MIKROKAPSUL HERBAL DALAM PENANGGULANGAN PENYAKIT AMBEIEN DENGAN EKSTRAKSI SATU TAHAP 191 PEMANFAATAN JAMUR LINGZHI (GANODERMA LUCIDIUM) SEBAGAI OBAT PENCEGAH PENYAKIT KANKER 192 EFKTIFITAS BENDUNG GERAK DENGAN SISTEM POMPA UNTUK MENCAPAI EFISIENSI PENGGUNAAN AIR 193 PEMANFAATAN LIMBAH BAJA (SLAG) SEBAGAI PENGGANTI SPLIT PADA BETON UNTUK DIAPLIKASIKAN PADA STRUKTUR BANGUNAN AIR 194 RUMAH SUSUN PANGGUNG SEBAGAI UPAYA PENATAAN LAHAN UNTUK ADAPTASI DAN MITIGASI BANJIR ROB 195 MENGATASI LIMPASAN AIR HUJAN DI JALAN KOTA SEMARANG DENGAN SUMUR RESAPAN YANG DIMODIFIKASI 196 PEMANFAATAN SERAT ALAM ECENG GONDOK SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN UNTUK MENINGKATKAN KUAT TARIK PADA MATERIAL BETON 197 ALAT TANGKAP RAMAH LINGKUNGAN SEBAGAI SOLUSI MENJAGA KELESTARIAN SUMBERDAYA IKAN DAN EKOSISTEM LAUT

7 No Judul 198 KONSEP DAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL PERAYAAN NYEPI DARI MASYARAKAT BALI UNTUK MENJAGA KELANGSUNGAN HIDUP MANUSIA DARI DAMPAK PEMANASAN GLOBAL 199 BERSAHABAT DENGAN MERAPI: PENDIDIKAN KEBENCANAAN DALAM KURIKULUM SEKOLAH DASAR (SD) SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN DAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA 200 SISTEM PERTANIAN VERTIKULTUR TERINTEGRASI 201 PEMBUATAN BIOETANOL DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH KULIT JAGUNG DENGAN BANTUAN KATALIS ZEOLIT 202 PENERAPAN METODE TEKNOLOGI TEKANAN DALAM PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL GUNA MENGEMBANGAKN AGROINDUSTRI KELAPA SULAWESI UTARA 203 ALAT PENJERNIHAN AIR PORTABLE "WATER BAG PURIFIER" DENGAN SOLAR WATER DISINFECTION UNTUK MASYARAKAT RAWAN AIR BERSIH DI PEDESAAN 204 PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SUARA DARI KEBISINGAN JALAN RAYA 205 INOVASI FERMENTASI YEAST PADA ADONAN PIZZA UNTUK MENURUNKAN AKRILAMIDA PEMICU KANKER 206 MICROCAPSULE CHITOSAN BIOMATERIAL YANG AMAN UNTUK MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL SEBAGAI SOLUSI PENCEGAHAN SEKUNDER PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH DI INDONESIA 207 EKSTRASI DAUN SIRSAK ( ANNONA MURICATA ) SEBAGAI AGEN SEDIAAN PEMBUNUH SEL KANKER DENGAN EKSTRAKTOR TANGKI BERPENGADUK 208 UPAYA PENANGGULANGAN ROB DI KOTA SEMARANG DENGAN KONSEP WATER FRONT CITY MELALUI PENATAAN POLA PERUMAHAN DI BANTARAN SUNGAI 209 MODIFIKASI SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK KOTORAN SAPI (PLTKS) SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN ENERGI ALTERNATIF KETERKAITANNYA DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN LISTRIK DI DAERAH TERTINGGAL 210 PEMANFAATAN ANDALIMAN (Zanthoxylum acanthopodium DC) SEBAGAI BAHAN BAKU ALTERNATIF PEMBUAT SAUS PENGGANTI CABAI 211 INOVASI TEKNOLOGI UNTUK PENGEMBANGAN PRODUK BERBASIS SORGUM SEBAGAI UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN 212 PEMANFAATAN BIODIESEL DARI LIMBAH IKAN SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKAR PERAHU NELAYAN : UPAYA MENGATASI KELANGKAAN DAN MAHALNYA HARGA SOLAR DI INDONESIA 213 Optimasi Pengolahan Sagu (Metroxylon sp) menjadi Bioetanol sebagai Bahan Bakar Alternatif dengan Metode Adsorpsi Hidrofobik 214 PEMANFAATAN BIJI MALAPARI (PONGAMIA PINNATA) UNTUK PRODUKSI BIODIESEL 215 PEMANFAATAN PATI SEBAGAI DASAR BAKU BAHAN BAKU GULA SINTESIS DALAM UPAYA MENGURANGI IMPOR GULA 216 PENYAJIAN WAYANG KULIT SECARA EPISODIK BERDURASI PENDEK DALAM BAHASA INDONESIA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MINAT MASYARAKAT MENYAKSIKAN WAYANG KULIT 217 PRODUKSI AIR TAWAR DAN GARAM KUALITAS TINGGI SECARA SIMULTAN DARI AIR LAUT DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI MEMBRAN : STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN INDONESIA TIMUR DAN PENAPAIAN SWASEMBADA GARAM 218 PRODUKSI BIODIESEL DENGAN BAHAN BAKU AMPAS KOPI DALAM UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH 219 PEMANFAATAN LIMBAH SAGU UNTUK MEDIA JAMUR P.CHRYSOSPORIUM YANG MENGHASILKAN ENZIM XILANASE SEBAGAI BAHAN PEMUTIH RAMAH LINGKUNGAN PADA INDUSTRI PULP 220 PENINGKATAN KUALITAS MINYAK GORENG SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN SEMBAKO MINYAK GORENG MURAH BERKUALITAS DAN BERGIZI TINGGI DENGAN PROSES ADSORBSI (ADSORBER TONGKOL JAGUNG) KOMBINASI FORTIFIKASI (VIT.A DAN ASAM ESENSIAL) 221 PEMANFAATAN EFEK KOMBINASI EKSTRAK KULIT JENGKOL 222 Aplikasi Teknologi Ultrafiltrasi untuk Recovery Deterjen dari Limbah Cair Usaha Kecil Laundry 223 PEMBUATAN PROTOTIPE SOLAR CELL SEDERHANA MENGGUNAKAN CUPROUS OXIDE DAN CAMPURAN AIR HUJAN DENGAN GARAM 224 PEMBUATAN BIODIESEL DARI ALGA 225 PENGARUH TEKANAN PADA PEMBUATAN VCO DENGAN PROSES SIRKULASI PEMOMPAAN 226 VERTIKULTUR TOGA (TANAMAN OBAT KELUARGA) SOLUSI KELUARGA SEHAT INDONESIA AQUAPONIK HIAS SEBAGAI SARANA BUDIDAYA IKAN DAN SAYURAN DALAM RUMAH YANG BERESTETIKA DAN BERNILAI JUAL TINGGI STRATEGI PERUBAHAN PERILAKU MASYARAKAT KABUPATEN PEKALONGAN MENJADI PELAKU INDUSTRI BATIK YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN PENGGUNAAN ALAT PENGERING IKAN TERI DENGAN SUMBER PANAS BIOMASSA DAN SINAR MATAHARI SERTA MENGGUNAKAN SUMBER ENERGI PENGGERAK fan BERUPA solar cell

8 No Judul 230 PERANCANGAN MESIN PENCACAH SAMPAH ORGANIK SKALA RUMAH TANGGA UNTUK MEMPERCEPAT PROSES PENGOMPOSAN 231 PERAN KOPERASI SIMPAN PINJAM SWAKARSA WARGA DALAM MENGATASI MASALAH PEREKONOMIAN MEIKRO DENGAN SEMANGAT DAR WARGA, OLEH WARGA, DAN UNTUK WARGA 232 INTEGRASI FUNGSI KARTU JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT (JAMKESMAS) KE DALAM E - KTP SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS PROGRAM JAMKESMAS 233 Pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Pulau Terpencil Berbasis Teknologi Industri Sebagai Usaha Mewujudkan Lapas yang Ideal 234 Pembangkit Listrik Tenaga Osmosis sebagai Energi Bersih dengan Pemanfaatan Potensi Maritim Indonesia 235 PERENCANAAN SEPEDA TERBANG YANG DILENGKAPI DENGAN PANEL SURYA SEBAGAI KENDARAAN RAMAH LINGKUNGAN UNTUK MENGURANGI POLUSI DI JAKARTA 236 PEMBANGKIT LISTRIK BAWAH TANAH SEBAGAI SOLUSI MASALAH KETERSEDIAAN LAHAN PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK NASIONAL 237 PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP DENGAN BAHAN BAKAR BIOGAS SEBAGAI SOLUSI MENGURANGI PENGGUNAAN BATUBARA DI INDONESIA 238 PORTABLE CHARGER BERTENAGA ANGIN 239 PEMBERDAYAAN POTENSI KOTA SEMARANG DALAM PENGEMBANGAN INDUSTRI PARIWISATA PANTAI 240 MEBEL RAMAH LINGKUNGAN KHAS KOTA JEPARA BERBASIS TEKNOLOGI REUSE DAN RECYCLE 241 PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF (KERAJINAN SOUVENIR DARI BONGGOL BAMBU) SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN PETANI BAMBU DI KECAMATAN DLINGGO KABUPATEN BANTUL 242 PEMANFAATAN CEMENT-LOGY 243 TEKNOLOGI FITOREMEDIASI PEMANFAATAN KIAMBANG (Salvinia molesta) UNTUK MENURUNKAN KONSENTRASI PHOSPHAT AIR LIMBAH LAUNDRY (SEBUAH GAGASAN YANG MUDAH, MURAH, DAN RAMAH LINGKUNGAN) 244 PENGURANGAN BAU AKIBAT DEKOMPOSISI ORGANIK PADA KOLAM RETENSI, SISTEM DRAINASE POLDER DENGAN TEKNOLOGI FITOREMEDIASI MENGGUNAKAN KIAPU(Pistia stratiotes) DAN TERATAI(Nymphae Spp.) 245 SOLUSI PENINGKATAN KESADARAN MEMBUANG SAMPAH DI TEMPATNYA PADA ANAK DENGAN MEMANFAATKAN APLIKASI KOTAK SAMPAH CERDAS 246 PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) BERBASIS WEB SEBAGAI MEDIA SOSIALISASI DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KOTA SEMARANG 247 PEMANFAATAN WEB-BASED GIS SEBAGAI MEDIA VISUALISASI DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI SMA UNTUK MENJADIKAN MATA PELAJARAN GEOGRAFI LEBIH MENARIK DAN MUDAH DIPAHAMI 248 Membangun Mental Kepemimpinan Melalui Lead for Kidz 249 PEMANFAATAN ALAM SEKITAR SEBAGAI PRASARANA PENUNJANG DI TENDA SEKOLAH DARURAT: FENOMENA HILANGNYA FUNGSI SEKOLAH PADA ANAK KORBAN BENCANA MERAPI 250 MODIFIKASI PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK SEBAGAI UPAYA PENANAMAN BUDAYA ANTI KORUPSI SEJAK DINI DI INDONESIA 251 WORKAHOLISM : FENOMENA HILANGNYA PERAN DAN FUNGSI ORANGTUA DI ERA MILENIUM 252 "SIBOB" (SIBLING SUPPORT GROUP) SEBUAH WADAH BAGI SAUDARA KANDUNG ANAK PENDERITA AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD) UNTUK MENINGKATKAN PENERIMAAN 253 Menggugah Cakrawala Entrepreneurship 254 SOFTWARE MADE TRICK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN 255 WORK FAMILY CONFLICT : Bagaimana Pengaruh Pekerjaan terhadap Keluarga

9 no 1 Judul Rekap Usulan PKM AI Tahun 2011 PENGGALIABN NILAI LUHUR PERMAINAN RAKYAT ( JAMURAN, CUBLAK -CUBLAK SUWENG, DAN BENTENGAN) SEBAGAI UPAYA REVITALISASI NUDAYA LOKAL DI DESA PLEDOKAN SUMOWONO 2 Kesetaraan Sosial Melalui Penggunaan Nama Ganda Dalam Komunitas Tionghoa Di Semarang 3 PENGARUH DESAIN INTERIOR TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU BUDAYA UNDIP PLEBURAN 4 KRIKOP HASIL DIVERSIFIKASI RASA KOPI PADA KERIPIK SINGKONG SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PENINGKATAN MUTU PRODUK MAKANAN BERBAHAN DASAR SINGKONG 5 CITY BRANDING SEBAGAI STRATEGI ALTERNATIF PENGEMBANGAN DAN PEMASARAN DAERAH DI ERA GLOBALISASI 6 PERSEPSI IBU TERHADAP TERJADINYA OBESITAS PADA ANAK USIA SD DI KOTA SEMARANG 7 COMMUNITY DIAGNOSIS SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT DI DESA BATURSARI KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK 8 ANALISA PERBEDAAN KAPASITAS FUNGSI PARU PADA PEDAGANG KAKI LIMA BERDASARKAN KADAR DEBU TOTAL AMBIEN DI JALAN NASIONAL KOTA SEMARANG TAHUN EKSTRAK BAWANG MERAH SEBAGAI AGEN HIPOGLIKEMIK (Studi in vivo pad a tikus wistar dengan hiperglikemia) 10 PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN KELOPAK KERING BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa) TERHADAP KADAR KOLESTEROL LDL SERUM TIKUS SPRAGUE-DAWLEY HIPERKOLESTEROLEMIK 11 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH DUKUN BAYI 12 RELAWAN TRAUMA HEALING SALAH SATU METODE TERBAIK PENGEMBANGAN DAN PENGAPLIKASIAN SOFR SKILL MAHASISWA PERAWAT MASA DEPAN 13 PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN LOKAL TERHADAP STATUS GIZI ANAK BALITA GIZI KURANG 14 REKAYASA PENGERING ENDLESS CHAIN PRESSURE (ECP) UNTUK INAKTIVASI ENZIM POLIFENOL OKSIDASE PADA PENGOLAHAN TEH HIJAU 15 PENGEMBANGAN TEKNIK INAKTIVASI ENZIM POLIFENOL OKSIDASE UNTUK PRODUKSI TEH HIJAU MELALUI PROSES STEAMING 16 PENGEMBANGAN PROSES ENZIMATIS UNTUK PRODUKSI BIODIESEL DARI MINYAK GORENG BEKAS 17 PRODUKSI BIODIESEL KONTINYU DARI MINYAK JARAK PAGAR SECARA ENZIMATIS 18 PRODUKSI ASAM LEMAK SECARA LANGSUNG DARI DEDAK PADI MELALUI HIDROLIS IS ENZIMATIS 19 PENGEMBANGAN PROSES EKSTRAKSI GELOMBANG MIKRO MINYAK JAHE (GINGER OIL) SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN KANDUNGAN ZINGEBERINE 20 OPTIMASI PROSES HIDROLISIS ENZIMATIS BIOMASSA JERAMI PADI UNTUK PRODUKSI BIOETANOL 21 STU DI AWAL PROSES INAKTIVASI ENZIM LIPOKSIGENASE UNTUK PRODUKSI TEPUNG BIJI KECIPIR SEBAGAI BAHAN BAKU TEPUNG KOMPOSIT 22 PEMANFAATAN MINYAK GORENG BEKAS UNTUK PEMISAHAN PATCHOULI ALKOHOL MINYAK NILAM DENGAN MENGGUNAKAN DISTILASI EKSTRAKTIF 23 PEMANFAATAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KECAP SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOPLASTIK (POLIHIDROKSIALKANOAT) 24 PRODUKSI GAULTHERIN DARI GANDAPURA (GAULTHERIA FRAGANTISSIMA) MELALUI INAKTIVASI ENZIM GAULTHERASE 25 PEMANFAATN LUMPUR LAPINDO DALAM PEMBUATAN BETON RINGQAN RAMAH LINGKUNGAN 26 Karakterisasi Bioactive Edible Film dari Komposit Alginat dan Lilin Lebah sebagai bahan pengemas makanan biodegradable 27 STUDI PENGARUH PH, SUHU DAN KONSENTRASI PADA PROSES BLEACHING SERAT KELAPA SEBAGAI MATERIAL ISIAN KOMPOSIT 28 EKSTRAKSI GLUKOMANNAN DARI TANAMAN ILES-ILES MENGGUNAKAN GARAM PENGEKSTRAK ALUMUNIUM SULFATE DAN TRICALCIUM PHOSPHATE 29 STUDY POTENSI PERIKANAN TANGKAP DI BALAI TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA KAB. JEPARA 30 PEMBUATAN BIODIESEL DARI DEDAK PADI DENGAN PROSES DISTILASI REAKTIF 31 Optimasi Proses Transesterifikasi Berbantukan Gelombang Ultrasonik untuk Produksi Biodiesel dari Minyak Kelapa STUDI EKSPERIMENTAL PENGERING UNGGUN BERGERAK ALIRAN LAWAN ARAH UNTUK PENGERINGAN PADI ANALISIS KANDUNGAN BAHAN PENGAWET DALAM PRODUK-PRODUK MINUMAN KEMASAN YANG ADA DI PASARAN UNTUK MENJAGA KEAMANAN PANGAN MASYARAKAT

10 no Judul 34 STUDI PARAMETER PRODUKSI BIOGAS DARI LIMBAH CAIR TAPIOKA MELALU I PROSES ANAEROBIK DUA TAHAP 35 PENGAMBILAN KALIUM DARI SODA QIE MELALUI PROSES KRISTALISASI FRAKSIONAL SEBAGAI UPAYA PEMENUHAN KEBUTUHAN PUPUK K NASIONAL 36 IDENTIFIKASI JENIS KAPAL DAN ALAT PENANGKAP IKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TAMPERAN KABUPATEN PACITAN PROPINSI JAWA TIMUR 37 PENINGKATAN PRODUK VCO (Virgin Coconut Oil) DENGAN MEMPERHATIKAN PENGARUH TEKANAN PADA PROSES SIRKULASI PEMOMPAAN 38 OPTIMASI ALAT PEMANAS BEARING MENGGUNAKAN INVERTER RESONAN SERI FREKUENSI TINGGI 39 TINGKAT PRODUKTIVITAS JARING UDANG DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TAMPERAN 40 ANALISIS KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP PELAYANAN ADMINISTRASI KEMAHASISWAAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL SERVQUAL (SERVICE QUALITY) STUDI KASUS PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS DIPONEGORO 41 PENGERINGAN BUAH WALUH (CUCURBITA MOSCHATA) DENGAN VACUUM TRAY DRYER, OVEN, DAN NATURAL DRYING 42 MODIFIKASI SIFAT FISIKA DAN KIMIA TAPIOKA DENGAN PROSES ACETYLASI ASAM ASETAT UNTUK SUBSTITUSI BAHAN PANGAN 43 SISTEM PARKIR DENGAN TEKNOLOGI RFID (RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION) UNTUK OFFICE BUILDING 44 PERBANDINGAN INFORMASI CITRA ANTARA SEKUENS T1-WEIGHTED IMAGE FLUID ATTENUATED INVERSION RECOVERY DAN T1-WEIGHTED IMAGE SPIN ECHO PADA PEMERIKSAAN OTAK 45 BAHASA LAMPUNG DI KAMPUNG BANDARDEWA MENGGALA WARISAN BUDAYA LAMPUNG DI AMBANG KEPUNAHAN 46 Analisa Pola Penyebaran Intrusi Airlaut Terhadap Airtanah Dangkal Pada Daerah Semarang Bawah,Semarang-Jawa Tengah 47 VIABILITAS Pseudomonas fluorescens PADA MEDIA PEMBAWA TANAH GAMBUT DISUBTITUSI DENGAN PADATAN LIMBAH CAIR INDUSTRI ROKOK 48 PENGARUH VARIASI KONSENTRASI SUBSRAT MOLASE TERHADAP PERTUMBUHAN Saccharomyces cerevisiae PADA FERMENTASI ALKOHOL 49 Viabilitas Azospirillum brasilense pada Media Pembawa Tanah Gambut Rawa Pening sebagai Pupuk Hayati 50 PENGARUH VARIASI KONSENTRASI INOKULUM TERHADAP PERTUMBUHAN MIKROBA PADA PROSES FERMENTASI MOLASE MENGGUNAKAN KONSORSIUM MIKROBA LARRU DARI PABRIK ALK OHOL DI BEKONANG 51 PEMANFAATAN LIMBAH BIJI KARET (HEVEA BRASILIENSIS MULL.ARG) SEBAGAI ARANG AKTIF UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS MINYAK JELANTAH 52 PEMBUATAN GULA SEMUT DENGAN METODE TRADISIONAL UNTUK MENINGKATKAN PENGHASILAN MASYARAKAT DESA KEDAWUNG 53 PEMANFAATAN KARIOFILENA DARI LIMBAH PENGOLAHAN MINYAK CENGKEH SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN PARFUM 54 PENURUNAN TOKSISITAS LIMBAH BIJI KARET DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN MINYAK GORENG BERPROTEIN TINGGI 55 ISOMERISASI TERPENTIN DENGAN KATALIS H2SO4 37 % SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN NILAI GUNA DAN EKONOMI MINYAK TERPENTIN 56 PEMBUATAN BIOPOLIMER KOMPOSIT DENGAN POLIVINYL CHLORIDA (PVC) SEBAGAI BAHAN DASAR PLASTIK BIODEGRADABLE 57 PEMANFATAN MINYAK GORENG BAKAS DAN ABU KULIT BUAH KAPUK RANDU (SODA QIE) SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN SABUN MANDI ORGANIK BERBASIS TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN 58 PEMETAAN AKUIFER DENGAN METODE RESISTIVITAS STUDI KASUS BANJARNEGARA PENGARUH PERENDAMAN AIR KAPUR SIRIH PADA PEMBUATAN KERIPIK NANGKA DENGAN VACUUM FRYER FILTRASI ALIRAN SILANG MENGGUNAKAN MEMBRAN UNTUK DAUR ULANG AIR DAN PEMANENAN MIKROALGA : SOLUSI PENANGANAN KRISIS AIR DAN ENERGI SECARA SIMULTAN

ENERGI BIOMASSA, BIOGAS & BIOFUEL. Hasbullah, S.Pd, M.T.

ENERGI BIOMASSA, BIOGAS & BIOFUEL. Hasbullah, S.Pd, M.T. ENERGI BIOMASSA, BIOGAS & BIOFUEL Hasbullah, S.Pd, M.T. Biomassa Biomassa : Suatu bentuk energi yang diperoleh secara langsung dari makhluk hidup (tumbuhan). Contoh : kayu, limbah pertanian, alkohol,sampah

Lebih terperinci

MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH MALUKU

MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH MALUKU MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH MALUKU PRIORITAS NASIONAL MATRIKS ARAH KEBIJAKAN BUKU III RKP 2012 WILAYAH MALUKU 1 Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Peningkatan kapasitas pemerintah Meningkatkan kualitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan masyarakat, baik perkotaan maupun di pedesaan. Anak-anak dari berbagai

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan masyarakat, baik perkotaan maupun di pedesaan. Anak-anak dari berbagai BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Makanan jajanan sudah menjadi kebiasaan yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, baik perkotaan maupun di pedesaan. Anak-anak dari berbagai golongan apapun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pembuatan tempe, tahu, kecap, oncom, susu, dan lain-lain. Kacangkacangan

BAB I PENDAHULUAN. pembuatan tempe, tahu, kecap, oncom, susu, dan lain-lain. Kacangkacangan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kacang-kacangan (Leguminosa), seperti kacang hijau, kacang tolo, kacang gude, kacang merah, kacang kedelai, dan kacang tanah, sudah dikenal dan dimanfaatkan secara luas

Lebih terperinci

Masa nifas adalah masa dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai 6 minggu setelah melahirkan (Pusdiknakes, 2003:003). Masa nifas dimulai

Masa nifas adalah masa dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai 6 minggu setelah melahirkan (Pusdiknakes, 2003:003). Masa nifas dimulai Masa nifas adalah masa dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai 6 minggu setelah melahirkan (Pusdiknakes, 2003:003). Masa nifas dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. gurih, berwarna cokelat, tekstur lunak, digolongkan makanan semi basah

BAB I PENDAHULUAN. gurih, berwarna cokelat, tekstur lunak, digolongkan makanan semi basah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dodol merupakan salah satu makanan tradisional yang mudah dijumpai di beberapa daerah di Indonesia. Dodol memiliki rasa manis gurih, berwarna cokelat, tekstur lunak,

Lebih terperinci

Penganekaragaman Konsumsi Pangan Proses pemilihan pangan yang dikonsumsi dengan tidak tergantung kepada satu jenis pangan, tetapi terhadap

Penganekaragaman Konsumsi Pangan Proses pemilihan pangan yang dikonsumsi dengan tidak tergantung kepada satu jenis pangan, tetapi terhadap Penganekaragaman Konsumsi Pangan Proses pemilihan pangan yang dikonsumsi dengan tidak tergantung kepada satu jenis pangan, tetapi terhadap bermacam-macam bahan pangan. TUJUAN PEMANFAATAN PEKARANGAN 10.3

Lebih terperinci

MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH PAPUA

MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH PAPUA MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH PAPUA Provinsi Papua PRIORITAS NASIONAL MATRIKS ARAH KEBIJAKAN BUKU III RKP 2012 WILAYAH PAPUA 1 Pendidikan Peningkatan akses pendidikan dan keterampilan kerja serta pengembangan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI No. 01/07/72/Th. XII, 01 Juli 2009 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI Pada bulan Juni 2009 di Kota Palu terjadi inflasi sebesar 0,15 persen, dengan indeks dari 115,86 pada Mei 2009 menjadi 116,03

Lebih terperinci

TUGAS POKOK : Melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang kesehatan berdasarkan asas otonomi dan tugas

TUGAS POKOK : Melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang kesehatan berdasarkan asas otonomi dan tugas Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kota Tebing Tinggi 011-016 3 NAMA UNIT ORGANISASI : DINAS KESEHATAN TUGAS POKOK : Melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang kesehatan berdasarkan asas otonomi

Lebih terperinci

Pengetahuan Dasar Gizi Cica Yulia, S.Pd, M.Si

Pengetahuan Dasar Gizi Cica Yulia, S.Pd, M.Si Pengetahuan Dasar Gizi Cica Yulia, S.Pd, M.Si Pelatihan dan Pendidikan Baby Sitter Rabu 4 November 2009 Pengertian Gizi Kata gizi berasal dari bahasa Arab Ghidza yang berarti makanan Ilmu gizi adalah ilmu

Lebih terperinci

BIDANG DAN TOPIK PENELITIAN UNGGULAN UNITRI PUSAT KAJIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DAN ENERGI

BIDANG DAN TOPIK PENELITIAN UNGGULAN UNITRI PUSAT KAJIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DAN ENERGI BIDANG DAN TOPIK PENELITIAN UNGGULAN UNITRI PUSAT KAJIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DAN ENERGI 1. Efektivitas pemanfaatan energy terbarukan sebagai bahan bakar pada industri kimia dan pangan

Lebih terperinci

PELUANG BISNIS BUDIDAYA JAMBU BIJI

PELUANG BISNIS BUDIDAYA JAMBU BIJI PELUANG BISNIS BUDIDAYA JAMBU BIJI Oleh : Nama : Rudi Novianto NIM : 10.11.3643 STRATA SATU TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA 2011 A. Abstrak Jambu

Lebih terperinci

POTENSI SAGU SEBAGAI SUMBER PANGAN GLOBAL Oleh Bambang Hariyanto dan Agus Tri Putranto

POTENSI SAGU SEBAGAI SUMBER PANGAN GLOBAL Oleh Bambang Hariyanto dan Agus Tri Putranto POTENSI SAGU SEBAGAI SUMBER PANGAN GLOBAL Oleh Bambang Hariyanto dan Agus Tri Putranto Disampaikan pada Acara Semiloka Sagu Tanggal 9 November 2016 di Bogor BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI 2016

Lebih terperinci

BAB 28 PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP KESEHATAN

BAB 28 PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP KESEHATAN BAB 28 PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP KESEHATAN YANG BERKUALITAS Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan

Lebih terperinci

Kehamilan akan meningkatkan metabolisme energi karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya juga mengalami peningkatan selama masa kehamilan.

Kehamilan akan meningkatkan metabolisme energi karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya juga mengalami peningkatan selama masa kehamilan. Kehamilan akan meningkatkan metabolisme energi karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya juga mengalami peningkatan selama masa kehamilan. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut dibutuhkan untuk

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Sebenarnya kebijakan pemanfaatan sumber energi terbarukan pada tataran lebih

I. PENDAHULUAN. Sebenarnya kebijakan pemanfaatan sumber energi terbarukan pada tataran lebih I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia pada dasarnya merupakan negara yang kaya akan sumber sumber energi terbarukan yang potensial, namun pengembangannya belum cukup optimal. Sebenarnya kebijakan

Lebih terperinci

BAB 27 PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP LAYANAN KESEHATAN YANG LEBIH BERKUALITAS

BAB 27 PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP LAYANAN KESEHATAN YANG LEBIH BERKUALITAS BAB 27 PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP LAYANAN KESEHATAN YANG LEBIH BERKUALITAS A. KONDISI UMUM Sesuai dengan UUD 1945, pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat,

Lebih terperinci

Daftar Harga Ebook Judul Harga

Daftar Harga Ebook Judul Harga Daftar Harga Ebook No Judul Harga Teknologi Tepat Guna 1 Teknologi Pengolahan Ikan (Teori dan Praktek) 12.000 2 TEKNOLOGI PRAKTIS PENGOLAHAN DAGING (TEORI DAN PRAKTEK) 5.000 3 TEKNOLOGI PENGOLAHAN SUSU

Lebih terperinci

1. Jenis-jenis Sapi Potong. Beberapa jenis sapi yang digunakan untuk bakalan dalam usaha penggemukan sapi potong di Indonesia adalah :

1. Jenis-jenis Sapi Potong. Beberapa jenis sapi yang digunakan untuk bakalan dalam usaha penggemukan sapi potong di Indonesia adalah : BUDIDAYA SAPI POTONG I. Pendahuluan. Usaha peternakan sapi potong mayoritas masih dengan pola tradisional dan skala usaha sambilan. Hal ini disebabkan oleh besarnya investasi jika dilakukan secara besar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bahan pangan lokal, termasuk ubi jalar (Erliana, dkk, 2011). Produksi ubi

BAB I PENDAHULUAN. bahan pangan lokal, termasuk ubi jalar (Erliana, dkk, 2011). Produksi ubi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Diversifikasi pangan merupakan program prioritas Kementerian Pertanian sesuai dengan PP Nomor 22 tahun 2009 tentang Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis

Lebih terperinci

INOVASI PEMBUATAN SUSU KEDELE TANPA RASA LANGU

INOVASI PEMBUATAN SUSU KEDELE TANPA RASA LANGU INOVASI PEMBUATAN SUSU KEDELE TANPA RASA LANGU Oleh: Gusti Setiavani, S.TP, M.P Staff Pengajar di STPP Medan Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang kedelai, kacang tanah, biji kecipir, koro, kelapa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pupuk merupakan substansi / bahan yang mengandung satu atau lebih zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pupuk mengandung zat zat yang dibutuhkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. daunnya digunakan untuk membuat teh yang sebelumnya mengalami

BAB I PENDAHULUAN. daunnya digunakan untuk membuat teh yang sebelumnya mengalami BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tanaman Teh adalah spesies tanaman yang daun dan pucuk daunnya digunakan untuk membuat teh yang sebelumnya mengalami proses pemanasan untuk menonaktifkan enzim- enzim

Lebih terperinci

Zat yang secara normal dihasilkan tubuh yang merupakan sisa pembakaran protein atau penghancuran sel-sel tubuh yang sudah tua.

Zat yang secara normal dihasilkan tubuh yang merupakan sisa pembakaran protein atau penghancuran sel-sel tubuh yang sudah tua. PENDIDIKAN KESEHATAN PERAWATAN LANSIA Apa Itu ASAM URAT...?? Nilai normal asam urat : Pria 3,4 7 mg/dl Wanita 2,4 5,7 mg/dl Zat yang secara normal dihasilkan tubuh yang merupakan sisa pembakaran protein

Lebih terperinci

PENGARUH PERBANDINGAN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) DENGAN ROSELLA (Hibiscus sabdariffa Linn) DAN JENIS JAMBU BIJI TERHADAP KARAKTERISTIK JUS

PENGARUH PERBANDINGAN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) DENGAN ROSELLA (Hibiscus sabdariffa Linn) DAN JENIS JAMBU BIJI TERHADAP KARAKTERISTIK JUS PENGARUH PERBANDINGAN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) DENGAN ROSELLA (Hibiscus sabdariffa Linn) DAN JENIS JAMBU BIJI TERHADAP KARAKTERISTIK JUS TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Syarat Sidang Sarjana

Lebih terperinci

PENINGKATAN NILAI TAMBAH JAGUNG SEBAGAI PANGAN LOKAL Oleh : Endah Puspitojati

PENINGKATAN NILAI TAMBAH JAGUNG SEBAGAI PANGAN LOKAL Oleh : Endah Puspitojati PENINGKATAN NILAI TAMBAH JAGUNG SEBAGAI PANGAN LOKAL Oleh : Endah Puspitojati Kebutuhan pangan selalu mengikuti trend jumlah penduduk dan dipengaruhi oleh peningkatan pendapatan per kapita serta perubahan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

MENU BERAGAM BERGIZI DAN BERIMBANG UNTUK HIDUP SEHAT. Nur Indrawaty Liputo. Bagian Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

MENU BERAGAM BERGIZI DAN BERIMBANG UNTUK HIDUP SEHAT. Nur Indrawaty Liputo. Bagian Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas MENU BERAGAM BERGIZI DAN BERIMBANG UNTUK HIDUP SEHAT Nur Indrawaty Liputo Bagian Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Disampaikan pada Seminar Apresiasi Menu Beragam Bergizi Berimbang Badan Bimbingan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Jumlah pasar tradisional yang cukup banyak menjadikan salah satu pendukung

I. PENDAHULUAN. Jumlah pasar tradisional yang cukup banyak menjadikan salah satu pendukung I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Jumlah pasar tradisional yang cukup banyak menjadikan salah satu pendukung tersedianya sampah khususnya sampah organik. Sampah organik yang berpeluang digunakan

Lebih terperinci

1. mutu berkecambah biji sangat baik 2. dihasilkan flavour yang lebih baik 3. lebih awet selama penyimpanan

1. mutu berkecambah biji sangat baik 2. dihasilkan flavour yang lebih baik 3. lebih awet selama penyimpanan KOPI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYIMPANAN PADA BAHAN PENYEGAR Mutu kopi dipengaruhi pengolahan dari awal - pemasaran. Kadar air kopi kering adalah 12-13% 13% Pada kadar air ini : 1. mutu berkecambah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN UKDW. teknologi sekarang ini. Menurut catatan World Economic Review (2007), sektor

BAB I PENDAHULUAN UKDW. teknologi sekarang ini. Menurut catatan World Economic Review (2007), sektor BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kebutuhan akan energi tidak pernah habis bahkan terus meningkat dari waktu ke waktu seiring dengan berkembangnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini.

Lebih terperinci

Tingkat Cholesterol Apa artinya, Diet dan Pengobatannya

Tingkat Cholesterol Apa artinya, Diet dan Pengobatannya Tingkat Cholesterol Apa artinya, Diet dan Pengobatannya Apakah Kolesterol Kita dapat mengaitkan kolesterol dengan makanan berlemak, tetapi sebagian besar zat lilin dibuat oleh tubuh kita sendiri. Hati

Lebih terperinci

RANCANGAN: PENDEKATAN SINERGI PERENCANAAN BERBASIS PRIORITAS PEMBANGUNAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017

RANCANGAN: PENDEKATAN SINERGI PERENCANAAN BERBASIS PRIORITAS PEMBANGUNAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017 RANCANGAN: PENDEKATAN SINERGI PERENCANAAN BERBASIS PRIORITAS PEMBANGUNAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017 PRIORITAS PEMBANGUNAN 2017 Meningkatkan kualitas infrastruktur untuk mendukung pengembangan wilayah

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG No.04/07/3327/2014. 5 Juli 2014 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KABUPATEN PEMALANG Bulan Juni 2014 Inflasi 0,66 persen Pada, Kabupaten Pemalang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menjaga keseimbangan ekosistem perairan (Komarawidjaja, 2005).

BAB I PENDAHULUAN. menjaga keseimbangan ekosistem perairan (Komarawidjaja, 2005). 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumput laut merupakan salah satu potensi sumber daya alam yang banyak tersebar di seluruh wilayah perairan Indonesia. Rumput laut dapat tumbuh dengan baik terutama

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KOTA PURWOKERTO

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KOTA PURWOKERTO BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BANYUMAS No. 72/Th. IX, 2 Maret 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KOTA PURWOKERTO FEBRUARI 2015 DEFLASI 0,67 PERSEN Pada Februari 2015 terjadi deflasi sebesar

Lebih terperinci

I PENDAHULUAN. tebu, bit, maple, siwalan, bunga dahlia dan memiliki rasa manis. Pohon aren adalah

I PENDAHULUAN. tebu, bit, maple, siwalan, bunga dahlia dan memiliki rasa manis. Pohon aren adalah I PENDAHULUAN Pada bab ini akan diuraikan mengenai : (1) Latar Belakang Penelitian, (2) Identifikasi Masalah, (3) Maksud dan Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran, (6) Hipotesa

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

Bagaimana Memberikan Makan Bayi Setelah Usia 6 Bulan

Bagaimana Memberikan Makan Bayi Setelah Usia 6 Bulan Berikan Makan Lebih Banyak Selagi Bayi Tumbuh HalHal Yang Perlu Diingat Mulai beri makan di usia Usia antara 6 bulan sampai 2 tahun, seorang anak perlu terus disusui. Bila Anda tidak menyusui, beri makan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang berskala besar seperti limbah industri rokok, industri kertas, dan industri

BAB I PENDAHULUAN. yang berskala besar seperti limbah industri rokok, industri kertas, dan industri BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Semakin meningkatnya sektor industri di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan taraf hidup penduduk Indonesia, akan tetapi dengan munculnya berbagai

Lebih terperinci

b. Dampak Pencemaran oleh Nitrogen Oksida Gas Nitrogen Oksida memiliki 2 sifat yang berbeda dan keduanya sangat berbahaya bagi kesehatan.

b. Dampak Pencemaran oleh Nitrogen Oksida Gas Nitrogen Oksida memiliki 2 sifat yang berbeda dan keduanya sangat berbahaya bagi kesehatan. 1. Sejarah Perkembangan Timbulnya Pencemaran Kemajuan industri dan teknologi dimanfaatkan oleh manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Sudah terbukti bahwa industri dan teknologi yang maju identik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kondisi perekonomian yang menuju arah globalisasi, merek yang kuat

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kondisi perekonomian yang menuju arah globalisasi, merek yang kuat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam kondisi perekonomian yang menuju arah globalisasi, merek yang kuat bukan cuma memberikan daya saing jangka panjang bagi perusahaan. Merek juga memberikan

Lebih terperinci

Pengawetan pangan dengan pengeringan

Pengawetan pangan dengan pengeringan Pengawetan pangan dengan pengeringan Kompetensi Mahasiswa memahami teknologi pengeringan sederhana dan mutakhir, prinsip dan perubahan yang terjadi selama pengeringan serta dampak pengeringan terhadap

Lebih terperinci

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) I. Pendahuluan II. III. IV. Pangan dan Gizi Sebagai Investasi Pembangunan Analisis Situasi Pangan dan Gizi

Lebih terperinci

BAB II TUJUAN, KEBIJAKAN, DAN STRATEGI PENATAAN RUANG WILAYAH PROVINSI BANTEN

BAB II TUJUAN, KEBIJAKAN, DAN STRATEGI PENATAAN RUANG WILAYAH PROVINSI BANTEN BAB II TUJUAN, KEBIJAKAN, DAN STRATEGI PENATAAN RUANG WILAYAH PROVINSI BANTEN 2.1 Tujuan Penataan Ruang Dengan mengacu kepada Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, khususnya Pasal 3,

Lebih terperinci

Standart Kompetensi Kompetensi Dasar

Standart Kompetensi Kompetensi Dasar POLUSI Standart Kompetensi : Memahami polusi dan dampaknya pada manusia dan lingkungan Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi jenis polusi pada lingkungan kerja 2. Polusi Air Polusi Air Terjadinya polusi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyelengaraan upaya kesehatan yang dilaksanakan pemerintah, salah satunya pada Undang- Undang No. 36 Tahun 2009 pasal 11 tentang kesehatan lingkungan, penyelenggaraan

Lebih terperinci

DIVERSIFIKASI PRODUK AREN UNTUK PANGAN DAN PROSPEK PASAR

DIVERSIFIKASI PRODUK AREN UNTUK PANGAN DAN PROSPEK PASAR DIVERSIFIKASI PRODUK AREN UNTUK PANGAN DAN PROSPEK PASAR Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc & Tim Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada Disampaikan pada Pertemuan Pengembanan dan Pemanfaatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan masyarakat. Saat ini, perunggasan merupakan subsektor peternakan

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan masyarakat. Saat ini, perunggasan merupakan subsektor peternakan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peternakan merupakan penyuplai kebutuhan daging terbesar bagi kebutuhan masyarakat. Saat ini, perunggasan merupakan subsektor peternakan yang sedang mengalami peningkatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ikan mas (Cyprinus carpio L.) sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Ikan air tawar yang bernilai ekonomis cukup penting ini sudah sangat dikenal luas oleh

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. utama MOL terdiri dari beberapa komponen yaitu karbohidrat, glukosa, dan sumber

II. TINJAUAN PUSTAKA. utama MOL terdiri dari beberapa komponen yaitu karbohidrat, glukosa, dan sumber 5 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mikroorganisme Lokal (MOL) Mikroorganisme lokal (MOL) adalah mikroorganisme yang dimanfaatkan sebagai starter dalam pembuatan pupuk organik padat maupun pupuk cair. Bahan utama

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. padat (feses) dan limbah cair (urine). Feses sebagian besar terdiri atas bahan organik

PENDAHULUAN. padat (feses) dan limbah cair (urine). Feses sebagian besar terdiri atas bahan organik I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peternakan sapi perah selain menghasilkan air susu juga menghasilkan limbah. Limbah tersebut sebagian besar terdiri atas limbah ternak berupa limbah padat (feses) dan limbah

Lebih terperinci

PERANAN PKK DALAM MENDUKUNG PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN SEBAGAI SUMBER GIZI KELUARGA. Oleh: TP. PKK KABUPATEN KARANGANYAR

PERANAN PKK DALAM MENDUKUNG PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN SEBAGAI SUMBER GIZI KELUARGA. Oleh: TP. PKK KABUPATEN KARANGANYAR PERANAN PKK DALAM MENDUKUNG PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN SEBAGAI SUMBER GIZI KELUARGA Oleh: TP. PKK KABUPATEN KARANGANYAR LATAR BELAKANG Lebih dari 50 % dari total penduduk indonesia adalah wanita (BPS,

Lebih terperinci

1 I PENDAHULUAN. Penelitian, (1.5) Kerangka Pemikiran, (1.6) Hipotesis Penelitian, dan (1.7) Waktu

1 I PENDAHULUAN. Penelitian, (1.5) Kerangka Pemikiran, (1.6) Hipotesis Penelitian, dan (1.7) Waktu 1 I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan mengenai: (1.1) Latar Belakang Masalah, (1.2) Identifikasi Masalah, (1.3) Maksud dan Tujuan Penelitian, (1.4) Manfaat Penelitian, (1.5) Kerangka Pemikiran, (1.6) Hipotesis

Lebih terperinci

MENGATUR POLA HIDUP SEHAT DENGAN DIET

MENGATUR POLA HIDUP SEHAT DENGAN DIET MENGATUR POLA HIDUP SEHAT DENGAN DIET Oleh : Fitriani, SE Pola hidup sehat adalah gaya hidup yang memperhatikan segala aspek kondisi kesehatan, mulai dari aspek kesehatan,makanan, nutrisi yang dikonsumsi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dapat mengkonsumsi berbagai jenis pangan sehingga keanekaragaman pola

BAB I PENDAHULUAN. dapat mengkonsumsi berbagai jenis pangan sehingga keanekaragaman pola BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu masalah yang dihadapi oleh negara berkembang termasuk Indonesia adalah peningkatan jumlah penduduk yang pesat dan tidak seimbang dengan penyediaan pangan

Lebih terperinci

Proses Pembuatan Biodiesel (Proses Trans-Esterifikasi)

Proses Pembuatan Biodiesel (Proses Trans-Esterifikasi) Proses Pembuatan Biodiesel (Proses TransEsterifikasi) Biodiesel dapat digunakan untuk bahan bakar mesin diesel, yang biasanya menggunakan minyak solar. seperti untuk pembangkit listrik, mesinmesin pabrik

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI 0.60 0.40 0.20 0.00 0, 51 0, 0, 230, 03 6710 0, 0, 750403 25 46220 0, 05 06 Umum No. 04/04/1509/Th.III, 1 April 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI Bulan Maret 2016, Deflasi Kabupaten Bungo

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil umbi-umbian, antara lain

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil umbi-umbian, antara lain BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara penghasil umbi-umbian, antara lain singkong atau ubi kayu, ubi jalar, ubi talas, dan lain sebagainya. Umbi-umbian merupakan sumber

Lebih terperinci

Iklim Telah Berubah, Selanjutnya Bagaimana?

Iklim Telah Berubah, Selanjutnya Bagaimana? Iklim Telah Berubah, Selanjutnya Bagaimana? Pembicaraan tentang perubahan iklim (climate change) akibat pemanasan global (global warming) telah terjadi dalam satu abad terakhir ini. Saat itu manusia mulai

Lebih terperinci

PRESENTASI TUGAS AKHIR FINAL PROJECT TK Dosen Pembimbing : Ir. Sri Murwanti, M.T. NIP

PRESENTASI TUGAS AKHIR FINAL PROJECT TK Dosen Pembimbing : Ir. Sri Murwanti, M.T. NIP PRESENTASI TUGAS AKHIR FINAL PROJECT TK 090324 Dosen Pembimbing : Ir. Sri Murwanti, M.T. NIP. 19530226 198502 2 001 INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2011 I.1. Latar Belakang Bab I Pendahuluan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Manusia diciptakan Allah SWT di muka bumi ini sebagai makhluk yang

BAB I PENDAHULUAN. Manusia diciptakan Allah SWT di muka bumi ini sebagai makhluk yang 1 BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Manusia diciptakan Allah SWT di muka bumi ini sebagai makhluk yang sempurna, dan diciptakannya manusia di bumi sebagai kholifah yang seharusnya kita memperhatikan,

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI: KABUPATEN PEKALONGAN BULAN MARET 2016 INFLASI SEBESAR 0,11 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI: KABUPATEN PEKALONGAN BULAN MARET 2016 INFLASI SEBESAR 0,11 PERSEN No. 01/04/3326/Th. IV, 01 April 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI: KABUPATEN PEKALONGAN BULAN MARET 2016 INFLASI SEBESAR 0,11 PERSEN Bulan Maret 2016, harga-harga di Kabupaten Pekalongan

Lebih terperinci

1. PENDAHULUAN. perbaikan kualitas sumberdaya manusia. Untuk mendukung pengadaan ikan

1. PENDAHULUAN. perbaikan kualitas sumberdaya manusia. Untuk mendukung pengadaan ikan 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ikan merupakan salah satu sumber pangan yang bergizi. Selain sebagai sumber protein juga sebagai sumber asam lemak esensial yang menunjang perbaikan kualitas sumberdaya

Lebih terperinci

MATRIKS 2.2.B ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN (Dalam miliar Rupiah) Prioritas/ Rencana Prakiraan Rencana.

MATRIKS 2.2.B ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN (Dalam miliar Rupiah) Prioritas/ Rencana Prakiraan Rencana. MATRIKS 2.2.B ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2011 Bidang: SUMBER DAYA ALAM dan LINGKUNGAN HIDUP I Prioritas: Ketahanan Pangan dan Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan A Fokus Prioritas:

Lebih terperinci

PENYIMPANAN BUAH DAN SAYUR. Cara-cara penyimpanan meliputi : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN SEGAR (BUAH, SAYUR DAN UMBI)

PENYIMPANAN BUAH DAN SAYUR. Cara-cara penyimpanan meliputi : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN SEGAR (BUAH, SAYUR DAN UMBI) PENYIMPANAN BUAH DAN SAYUR FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN SEGAR (BUAH, SAYUR DAN UMBI) Cara-cara penyimpanan meliputi : 1. penyimpanan pada suhu rendah 2. penyimpanan dengan

Lebih terperinci

BAB VIII INDIKASI PROGRAM PRIORITAS

BAB VIII INDIKASI PROGRAM PRIORITAS BAB VIII INDIKASI PROGRAM PRIORITAS Pembangunan yang diprioritaskan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang mendesak yang memberikan dampak luas bagi masyarakat, sebagai berikut : 8.1. Indikasi Program

Lebih terperinci

PERAN PEREMPUAN DAYA AIR, SANITASI DAN HIGIENE UNTUK KESEJAHTERAAN ETTY HESTHIATI LPPM UNIV. NASIONAL

PERAN PEREMPUAN DAYA AIR, SANITASI DAN HIGIENE UNTUK KESEJAHTERAAN ETTY HESTHIATI LPPM UNIV. NASIONAL PERAN PEREMPUAN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR, SANITASI DAN HIGIENE UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT ETTY HESTHIATI LPPM UNIV. NASIONAL JAKARTA A PERAN PEREMPUAN Perempuan sangat berperan dalam pendidikan

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG No.02/07/3327/2015. 5 Juli 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KABUPATEN PEMALANG Bulan Juni 2015 Inflasi 0,62 persen Pada, Kabupaten Pemalang

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG BAKU MUTU LINGKUNGAN HIDUP DAN KRITERIA BAKU KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG BAKU MUTU LINGKUNGAN HIDUP DAN KRITERIA BAKU KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG BAKU MUTU LINGKUNGAN HIDUP DAN KRITERIA BAKU KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : a.

Lebih terperinci

PEMBANGUNAN BERWAWASAN LINGKUNGAN ( Pertemuan ke-7 ) Disampaikan Oleh : Bhian Rangga Program Studi Pendidikan Geografi FKIP -UNS 2013

PEMBANGUNAN BERWAWASAN LINGKUNGAN ( Pertemuan ke-7 ) Disampaikan Oleh : Bhian Rangga Program Studi Pendidikan Geografi FKIP -UNS 2013 PEMBANGUNAN BERWAWASAN LINGKUNGAN ( Pertemuan ke-7 ) Disampaikan Oleh : Bhian Rangga Program Studi Pendidikan Geografi FKIP -UNS 2013 Standar Kompetensi 2. Memahami sumberdaya alam Kompetensi Dasar 2.3.

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. sangat penting untuk mencapai beberapa tujuan yaitu : menarik dan mendorong

I. PENDAHULUAN. sangat penting untuk mencapai beberapa tujuan yaitu : menarik dan mendorong I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Strategi pembangunan pertanian yang berwawasan agribisnis dan agroindustri pada dasarnya menunjukkan arah bahwa pengembangan agribisnis merupakan suatu upaya

Lebih terperinci

JENIS dan TAHAPAN KONSERVASI. MATA KULIAH KONSERVASI KAWASAN Oleh: PARFI KHADIYANTA

JENIS dan TAHAPAN KONSERVASI. MATA KULIAH KONSERVASI KAWASAN Oleh: PARFI KHADIYANTA JENIS dan TAHAPAN KONSERVASI MATA KULIAH KONSERVASI KAWASAN Oleh: PARFI KHADIYANTA JENIS KONSERVASI KONSERVASI ALAM KONSERVASI BERTUJUAN UNTUK MEMPERTAHANKAN KEBERADAAN SUMBERDAYA YANG DITITIPKAN DI ALAM,

Lebih terperinci

WALIKOTA KEDIRI PERATURAN WALIKOTA KEDIRI NOMOR 24 TAHUN 2011 TENTANG

WALIKOTA KEDIRI PERATURAN WALIKOTA KEDIRI NOMOR 24 TAHUN 2011 TENTANG WALIKOTA KEDIRI PERATURAN WALIKOTA KEDIRI NOMOR 24 TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN GERAKAN PERCEPATAN PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL KOTA KEDIRI WALIKOTA KEDIRI, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 07 TAHUN 2007 TENTANG BAKU MUTU EMISI SUMBER TIDAK BERGERAK BAGI KETEL UAP

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 07 TAHUN 2007 TENTANG BAKU MUTU EMISI SUMBER TIDAK BERGERAK BAGI KETEL UAP SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 07 TAHUN 2007 TENTANG BAKU MUTU EMISI SUMBER TIDAK BERGERAK BAGI KETEL UAP MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelestarian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latarbelakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latarbelakang BAB I PENDAHULUAN A. Latarbelakang Berbagai aktifitas manusia secara langsung maupun tidak langsung menghasilkan sampah. Semakin canggih teknologi di dunia, semakin beragam kegiatan manusia di bumi, maka

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Buah kersen merupakan buah yang keberadaannya sering kita jumpai

BAB 1 PENDAHULUAN. Buah kersen merupakan buah yang keberadaannya sering kita jumpai BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Buah kersen merupakan buah yang keberadaannya sering kita jumpai di mana-mana. Biasanya banyak tumbuh di pinggir jalan, retakan dinding, halaman rumah, bahkan di kebun-kebun.

Lebih terperinci

PEMBERIAN MP ASI SETELAH ANAK USIA 6 BULAN Jumiyati, SKM., M.Gizi

PEMBERIAN MP ASI SETELAH ANAK USIA 6 BULAN Jumiyati, SKM., M.Gizi Tanggal 16 Oktober 2014 PEMBERIAN MP ASI SETELAH ANAK USIA 6 BULAN Jumiyati, SKM., M.Gizi PENDAHULUAN Usia 6 bulan hingga 24 bulan merupakan masa yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. merupakan kebutuhan dasar manusia. Ketahanan pangan adalah ketersediaan

I. PENDAHULUAN. merupakan kebutuhan dasar manusia. Ketahanan pangan adalah ketersediaan 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ketahanan pangan merupakan hal yang sangat penting, mengingat pangan merupakan kebutuhan dasar manusia. Ketahanan pangan adalah ketersediaan pangan dan kemampuan seseorang

Lebih terperinci

DIIT GARAM RENDAH TUJUAN DIIT

DIIT GARAM RENDAH TUJUAN DIIT DIIT GARAM RENDAH Garam yang dimaksud dalam Diit Garam Rendah adalah Garam Natrium yang terdapat dalam garam dapur (NaCl) Soda Kue (NaHCO3), Baking Powder, Natrium Benzoat dan Vetsin (Mono Sodium Glutamat).

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Indonesia kaya akan sumber daya alam, termasuk di dalamnya kekayaan

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Indonesia kaya akan sumber daya alam, termasuk di dalamnya kekayaan I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia kaya akan sumber daya alam, termasuk di dalamnya kekayaan bahan pangan namun tidak semua dari sumber daya tersebut dipergunakan secara maksimal. Masih banyak

Lebih terperinci

Deskripsi METODE PEMBUATAN BAHAN BAKAR PADAT BERBASIS ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes)

Deskripsi METODE PEMBUATAN BAHAN BAKAR PADAT BERBASIS ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) 1 Deskripsi METODE PEMBUATAN BAHAN BAKAR PADAT BERBASIS ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) Bidang Teknik Invensi Invensi ini berhubungan dengan proses pembuatan bahan bakar padat berbasis eceng gondok

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Es krim adalah salah satu makanan kudapan berbahan dasar susu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Es krim adalah salah satu makanan kudapan berbahan dasar susu 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Es krim adalah salah satu makanan kudapan berbahan dasar susu yang banyak mengandung vitamin, mineral, protein, karbohidrat dan lemak. Es krim banyak disukai setiap

Lebih terperinci

STRUKTUR ORGANISASI KEMENTERIAN KESEHATAN

STRUKTUR ORGANISASI KEMENTERIAN KESEHATAN 1. Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan; 2. Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi; 3. Staf Ahli Bidang Desentralisasi Kesehatan; dan 4. Staf Ahli Bidang Hukum Kesehatan STAF AHLI STRUKTUR

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan

BAB I PENDAHULUAN. Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk

Lebih terperinci

Daftar Tabel. halaman. Bab I Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya A. Lahan dan Hutan

Daftar Tabel. halaman. Bab I Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya A. Lahan dan Hutan Daftar Tabel Bab I Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya A. Lahan dan Hutan halaman Tabel SD-1. Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan/Tutupan Lahan... I - 1 Tabel SD-2. Luas Kawasan Hutan Menurut

Lebih terperinci

Ukuran rumah tangga dalam gram: 1 sdm gula pasir = 8 gram 1 sdm tepung susu = 5 gram 1 sdm tepung beras, tepung sagu. = 6 gram

Ukuran rumah tangga dalam gram: 1 sdm gula pasir = 8 gram 1 sdm tepung susu = 5 gram 1 sdm tepung beras, tepung sagu. = 6 gram Dibawah ini merupakan data nilai satuan ukuran rumah tangga (URT) yang dipakai untuk menentukan besaran bahan makanan yang biasa digunakan sehari- hari dalam rumah tangga. (Sumber: Puslitbang Gizi Depkes

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Telur adalah salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain

BAB I PENDAHULUAN. Telur adalah salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Telur adalah salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain daging, ikan dan susu. Umumnya telur yang dikonsumsi berasal dari jenis-jenis unggas, seperti ayam,

Lebih terperinci

TEKNOLOGI PENGOLAHAN PANGAN SUMBER KARBOHIDRAT

TEKNOLOGI PENGOLAHAN PANGAN SUMBER KARBOHIDRAT TEKNOLOGI PENGOLAHAN PANGAN SUMBER KARBOHIDRAT PERTEMUAN KE-7 Dr.Krishna Purnawan Candra Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman 2013 PANGAN SUMBER KARBOHIDRAT Pangan dengan komposisi

Lebih terperinci

1 I PENDAHULUAN. Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian, dan (7) Waktu dan Tempat Penelitian.

1 I PENDAHULUAN. Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian, dan (7) Waktu dan Tempat Penelitian. 1 I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang Masalah, (2) Identifikasi Masalah, (3) Maksud dan Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian,

Lebih terperinci

Pengolahan hasil pertanian dalam pelatihan ini dimaksudkan untuk mengubah bentuk bahan baku menjadi bahan

Pengolahan hasil pertanian dalam pelatihan ini dimaksudkan untuk mengubah bentuk bahan baku menjadi bahan Pelatihan Kewirausahaan untuk Pemula olahan dengan memperhatikan nilai gizi dan memperpanjang umur simpan atau keawetan produk. Untuk meningkatkan keawetan produk dapat dilakukan dengan cara : (1) Alami

Lebih terperinci

BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN

BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN BAB V I I I 1 BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN Pada bab ini diuraikan hubungan urusan pemerintah dengan Perangkat Daerah terkait beserta program yang menjadi tanggungjawab

Lebih terperinci

Gun Gun Gumilar, Zackiyah, Gebi Dwiyanti, Heli Siti HM Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA Universitas Pendidikan Indinesia

Gun Gun Gumilar, Zackiyah, Gebi Dwiyanti, Heli Siti HM Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA Universitas Pendidikan Indinesia PENGARUH PEMANASAN TERHADAP PROFIL ASAM LEMAK TAK JENUH MINYAK BEKATUL Oleh: Gun Gun Gumilar, Zackiyah, Gebi Dwiyanti, Heli Siti HM Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA Universitas Pendidikan Indinesia Email:

Lebih terperinci

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG PERTANIAN UNTUK MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN PANGAN DAN ENERGI BERBASIS PERTANIAN

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG PERTANIAN UNTUK MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN PANGAN DAN ENERGI BERBASIS PERTANIAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG PERTANIAN UNTUK MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN PANGAN DAN ENERGI BERBASIS PERTANIAN Dr. Suswono, MMA Menteri Pertanian Republik Indonesia Disampaikan pada Seminar Nasional Universitas

Lebih terperinci

Manfaat Terapi Ozon Manfaat Terapi Ozon Pengobatan / Terapi alternatif / komplementer diabetes, kanker, stroke, dll

Manfaat Terapi Ozon Manfaat Terapi Ozon Pengobatan / Terapi alternatif / komplementer diabetes, kanker, stroke, dll Manfaat Terapi Ozon Sebagai Pengobatan / Terapi alternatif / komplementer untuk berbagai penyakit. Penyakit yang banyak diderita seperti diabetes, kanker, stroke, dll. Keterangan Rinci tentang manfaat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bagi konsumennya sehingga tercipta persaingan yang cukup ketat. Produk

BAB I PENDAHULUAN. bagi konsumennya sehingga tercipta persaingan yang cukup ketat. Produk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini berbagai bentuk makanan dan minuman kesehatan banyak beredar di masyarakat. Para produsen berusaha untuk menawarkan yang terbaik bagi konsumennya sehingga

Lebih terperinci

PERTANIAN.

PERTANIAN. PERTANIAN PERAN SEKTOR PERTANIAN DALAM KEHIDUPAN Menyediakan kebutuhan pangan penduduk Menyerap tenaga kerja Pemasok bahan baku industri Sumber penghasil devisa SUBSEKTOR PERTANIAN Subsektor tanaman pangan

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN KINERJA 1 BAB II PERENCANAAN KINERJA Dalam mencapai suatu tujuan organisasi diperlukan visi dan misi yang jelas serta strategi yang tepat. Agar lebih terarah dan fokus dalam melaksanakan rencana strategi diperlukan

Lebih terperinci