Fasilitasi Assessment Center oleh PUSPENKOM ASN-BKN dengan tahapan:

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Fasilitasi Assessment Center oleh PUSPENKOM ASN-BKN dengan tahapan:"

Transkripsi

1 Assessment Center adalah metode terstandar yang dilakukan untuk menilai/mengukur kompetensi dan prediksi keberhasilan pegawai (Aparatur Sipil Negara) dalam suatu jabatan, dengan menggunakan alat ukur simulasi paling kurang 2 (dua) simulasi disamping alat ukur psikotes, kuesioner kompetensi, dan wawancara kompetensi berdasarkan persyaratan kompetensi jabatan dan dilakukan oleh beberapa Assessor. A. Proses fasilitasi Assessment Center Fasilitasi Assessment Center oleh PUSPENKOM ASN-BKN dengan tahapan: 1. Setiap instansi pengusul yang berasal dari Pemerintah Daerah agar menyampaikan surat permintaan fasilitasi penilaian (assessment) kepada Kepala PUSPENKOM ASN-BKN dengan tembusan kepada kepala BKN dan Kepala Kanreg BKN setempat, dan untuk Instansi Pusat cukup menyampaikan permintaan fasilitasi kepada Kepala PUSPENKOM ASN-BKN dengan tembusan Kepala BKN. 2. Isi surat permintaan menjelaskan kebutuhan terkait: Tujuan penilaian (pemetaan atau promosi); Jabatan yang akan diisi; Jumlah peserta yang akan dinilai; dan Tempat dan waktu pelaksanaan. 3. PUSPENKOM ASN-BKN menjawab surat permintaan dan waktu penilaian yang disesuaikan dengan kesepakatan kedua belah pihak (instansi pengusul dan PUSPENKOM ASN-BKN). 4. Setelah terdapat kesepakatan waktu dan tempat, selanjutnya Tim Assessor PUSPENKOM ASN-BKN menyusun agenda perencanaan penilaian (praassessment) selama 2 (dua) minggu. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini terdiri dari: Penyusunan MoU kerjasama yang ditandatangani kepala BKN dan instansi pengguna/pengusul; Pembahasan teknis pelaksanaan penilaian kompetensi; 1

2 Pengambilan data/informasi yang dibutuhkan untuk penyusunan simulasi penilaian (assessment). Dalam hal ini Tim Assessor akan menggali data dengan cara melakukan wawancara dengan para pengambil keputusan, seperti: Sekretaris Jenderal/Gubernur/Wagub/Bupati/Wabup/Sekda dan kepala BKD. Disamping itu Tim juga akan mengumpulkan data sekunder antara lain berupa renja, renstra, visi dan misi Instansi/Daerah, dan capaian/target kinerja; Memastikan kompetensi yang dibutuhkan untuk para calon pejabat (assessee), dengan meminta dokumen kompetensi tersebut untuk ditanda tangani Pimpinan Kementerian/Lembaga/Gubernur/Bupati atau pejabat lainnya yang berwenang sebagai tanda kesepakatan kompetensi yang akan dijadikan dasar dalam penilaian; Penyusunan simulasi pada saat penilaian kompetensi disesuaikan (tailor made) dengan kebutuhan instansi pengguna. 5. Pelaksanaan assessment untuk setiap kelompok (batch) terdiri dari 6 (enam) orang dengan waktu 2 (dua) hari kerja, dan dilanjutkan dengan pengolahan hasilnya selama 1 (satu) minggu / 7 (tujuh) hari kerja. 6. Seluruh laporan penilaian kompetensi baik yang diselenggarakan oleh PUSPENKOM ASN-BKN dan/atau Kantor Regional BKN ditetapkan oleh Kepala PUSPENKOM ASN-BKN sebagai Penanggung Jawab dan Penjamin Mutu Hasil Penilaian Kompetensi; 7. Penyampaian hasil penilaian kepada instansi pengguna akan dipaparkan oleh Kepala Pusat Penilaian Kompetensi ASN-BKN atau pejabat lain yang ditunjuk. 2

3 Kegunaan Penilaian Kompetensi Seleksi Promosi Rotasi Digunakan untuk mendapatkan calon pejabat sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan Pengembangan Memberikan gambaran tentang kebutuhan pengembangan pegawai (pelatihan, rotasi, mentoring, dan lain-lain) Identifikasi gap kebutuhan kompetensi Memberikan gambaran tentang gap kompetensi pegawai yang perlu dikembangkan Identifikasi kader Pimpinan Diperoleh kader potensial untuk pimpinan kedepan (talent pool) P r o s e s Assessment Center ASN Instansi Assessment Center Instansi Seleksi Admtrs. Prestasi Kerja/Kinerja Disiplin Tes Substansi BAPERJAKAT/ PANSEL Persiapan Pelaksanaan Pengolahan Hasil & Rekomendasi Feedback Pimpinan Instansi Promosi Wawancara NS BAPERJAKAT Rotasi Pengembangan Talent Pool 3

4 Alur Penyelenggaraan Penilaian Kompetensi ASN Pusat Penilaian Kompetensi ASN Badan Kepegawaan Negara PERSIAPAN Waktu: 175 jam (25 hari x 7 jam) PIC: Kabid Perencanaan dan Penyelenggaraan Penilaian Kompetensi Output: Surat dan dokumen PELAKSANAAN Waktu: 35 jam (5 hari x 7 jam) PIC: Administrator, Assessor, Tester, Narasumber Output: Dokumen Menerima Permohonan Penilaian Kompetensi ASN dari Instansi Pemohon; Menyiapkan Jawaban Surat Permohonan Penilaian Kompetensi ASN; Pengambilan Data Awal; Membuat Kesepakatan (MOU) Penilaian Kompetensi; Mereview Standar Kompetensi; Menyusun Simulasi, Kompetensi, dan Potensi. Pelaksanaan Tes Psikometri; Pelaksanaan Penulisan Proposal (Proposal Writing); Pelaksanaan Simulasi Diskusi / LGD; Pelaksanaan Simulasi Presentasi; Pelaksanaan Wawancara; Pelaksanaan Assessor Meeting. PELAPORAN Waktu: 175 jam (25 hari x 7 jam) PIC: Kepala Pusat Penilaian Kompetensi, Administrator, dan Assessor Output: Dokumen Penyusunan Laporan Penilaian Kompetensi; Melaporkan / Presentasi Hasil Penilaian Kompetensi pada Instansi Pemohon. PENDOKUMENTASIAN HASIL Waktu: 4 jam (1 hari) PIC: Kabid Perencanaan dan Penyelenggaraan Penilaian Kompetensi Output: Arsip Dokumen Laporan hasil penilaian kompetensi didokumentasikan baik dalam bentuk soft file maupun dokumen yang akan diarsipkan dalam tempat penyimpanan arsip dokumen laporan hasil penilaian kompetensi. 4

5 Tahapan Pelaksanaan Penilaian Kompetensi Penentuan Kompetensi Penyusunan Simulasi Pelaksanaan Assessment Laporan Hasil Assessment Bahan struktur organisasi Visi dan Misi Informasi jabatan, diskripsi kerja, kondisi dan informasi lainnya Review kompetensi dan penetapan standar kompetensi Penentuan alat ukur yang disesuaikan dengan standar kompetensi yang ditetapkan Menyusun Simulasi (In-Tray, Proposal Writing, Presentasi, Analisis Kasus, LGD, Role Play) Validasi/uji coba simulasi Psikotes dan Penilaian Kompetensi Integrasi data (assessor meeting) Penyusunan Laporan Individual Laporan Komprehensif Presentasi hasil kepada user B. Perencanaan tahun Salah satu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) PUSPENKOM ASN-BKN dalam tahun yaitu melakukan penilaian kompetensi Pejabat ASN secara bertahap mulai dari Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) sampai dengan Pelaksana, sebagaimana dalam Roadmap penilaian potensi dan kompetensi ASN ( ) berikut ini: 5

6 2014 Model & aplikasi Assessment JPT JPT Pratama, Administrator, dan Pengawas JPT Pratama & Administrator Pusat dan Daerah Pratama, Pelaksana Profil potensi & kompetensi ASN/Talent Pool (Kader Pimpinan Instansi) Kesesuaian Jabatan (Job Fit) Profesionalisme ASN C. Program Penilaian JPT tahun Program PUSPENKOM ASN-BKN tentang penilaian/pemetaan potensi dan kompetensi JPT periode : Tahun Jumlah JPT Pemetaan JPT tersebut diatas dimaksudkan untuk mendapatkan calon Pejabat JPT Pratama dan Madya yang kompeten (Talent Pool) secara nasional. Pemetaan 6

7 tersebut berasal dari seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota dan Kementerian/Lembaga (K/L). D. Hasil Penilaian Kompetensi dan Gambaran Umum Hasil Pemantauan Hasil Penilaian Kompetensi Pemetaan Pegawai : - profil - kekuatan - kelemahan - saran penempatan - saran pengembangan Promosi Pegawai : - Memenuhi Syarat (MS) - Masih Memenuhi Syarat (MMS) - Kurang Memenuhi Syarat (KMS) Gambaran Umum Hasil Pemantauan Secara umum tingkat mobilitas Assessee Memenuhi Syarat (MS) dan Masih Memenuhi Syarat (MMS) lebih tinggi daripada Assessee yang Kurang Memenuhi Syarat (KMS). Sebesar 51 persen Assessee MS dan 36 persen Assessee MMS telah dipromosikan. Dari jumlah Assessee MS dan MMS yang promosi, sekitar 2/3 dipromosikan sesuai saran AC-BKN. Dari jumlah Assessee MS dan MMS yang dirotasi, sekitar 50 persen sesuai saran AC-BKN. Sumber : Laporan Monitoring dan Evaluasi Pasca Penilaian Kompetensi PNS (Tim Puspenkom PNS BKN, 2010) 7

8 E. Profil Assessor PUSPENKOM ASN-BKN didukung Assessor terlatih baik didalam maupun di luar negeri dengan bekerja sama dengan: 1. Dalam Negeri, diantaranya: PPM, Dinas Psikologi AD, GAIA Solution, Daya Dimensi Indonesia (DDI) dan Hay- Group 2. Luar Negeri, diantaranya: Philipina, Thailand, Australia, Jerman, dan China F. Metode penilaian No. Metode Jenjang Jabatan Keterangan 1. Assessment Center (AC) Jabatan Pimpinan Tinggi 2. Quasi AC Administrator, Pengawas, Pelaksana 3. Psikometri CPNS, Pelaksana disesuaikan dengan kebutuhan G. Fasilitas yang dimiliki Ruang Pengarahan 8

9 Ruang Individu (Saat Wawancara) Ruang Diskusi (Saat LGD) 9

10 Ruang Presentasi Ruang Pengamatan 10

11 Ruang Rapat Assessor Ruang Perekaman Data 11

12 H. Narasumber PUSPENKOM ASN-BKN didukung sejumlah narasumber berasal dari : Pejabat Pimpinan Tinggi, Praktisi dan Akademisi yang kompeten dibidangnya. Assessor dan Narasumber PUSPENKOM ASN-BKN I. Pengalaman fasilitasi Penilaian Kompetensi Sejak tahun 2006 sampai dengan 2014, PUSPENKOM ASN-BKN telah melakukan penilaian kompetensi sejumlah ASN yang meliputi: a. Promosi Pegawai No Instansi Tahun Jumlah Assessee Target Jabatan 1 Badan Kepegawaian Negara 2006 s.d Calon Eselon I, Calon Eselon II, Calon Eselon III, Calon Eselon IV, Calon Assessor, Calon PNS 2 Kementerian Kelautan & Calon Eselon I 12

13 Perikanan 3 Badan Pusat Statistik 2011 s.d Calon Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi) 4 Pemkot Bontang 2011, Calon Sekda (Eselon IIa dan Eselon IIb), Calon Eselon II 5 Pemkab Hulu Sungai Tengah 2011, Calon Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi), Calon Sekda (Eselon IIa) 6 Pemkab Berau 2011, Calon Sekda (Eselon IIa), Calon Kadis Pendidikan 7 Kemenakertrans Calon Assessor 8 Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak 9 Pemkot Balikpapan 2011 s.d s.d Calon Eselon I (Jabatan Pimpinan Tinggi Madya), Calon Eselon II, Calon Eselon IV (Pengawas) 285 Calon Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi), Calon Eselon III (Administrator), Calon PNS 10 Lembaga Administrasi Negara Calon Kepala LAN (Jabatan Pimpinan Tinggi Utama/Eselon Ia) 11 Arsip Nasional RI 2012 s.d Calon Kepala ANRI, Calon Deputi ANRI (Jabatan Pimpinan Tinggi Madya/Eselon Ia), Calon Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi), Calon Eselon III (Administrator), Calon Auditor. 12 Pemprov Maluku 2012, Calon Eselon II (Jabatan 13

14 Pimpinan Tinggi) 13 Pemkab Buru Selatan 14 Kementerian Pekerjaan Umum 15 Pemprov Sumatera Selatan 16 Pemkot Banjarmasin 17 Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah Calon Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi) Calon Assessor 2013, Calon Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi), Calon Eselon III (Administrator) Calon Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi) Calon Eselon III (Administrator), Calon Eselon IV (Pengawas) 18 Ombudsman RI Calon Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi) 19 Pemkab Muaraenim 20 Pemkab Musi Banyuasin Calon Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi) Calon Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi) Jumlah Assessee b. Pemetaan Pegawai No Instansi Tahun Jumlah Assessee Jenjang Jabatan 1 Badan Kepegawaian Negara 2006 s.d BKN Pusat, Kanreg Manado, Kanreg Yogyakarta, Kanreg Pekanbaru, Kanreg Denpasar, Kanreg Makassar, Kanreg Jayapura (Eselon II,

15 Eselon III, Eselon IV, Pelaksana, Jabatan Fungsional) 2 Badan Koordinasi Keluarga Bencana Nasional Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi) 3 Pemprov Maluku Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi), Eselon III (Administrator) 4 Pemkot Tangerang 5 Pemprov Jawa Timur 6 Pemprov Kalimantan Timur 7 Pemkab Banyuwangi 8 Pemkab Buru Selatan 9 Pemkab Kutai Kartanegara Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi), Eselon III (Administrator) Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi), Jabatan Fungsional Jabatan Fungsional Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi), Eselon III (Administrator) Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi) Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi) 10 Pemkab Malinau Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi) 11 Pemkab Kutai Timur Eselon III (Administrator) 12 Pemkab Eselon II (Jabatan Pimpinan 15

16 Sampang 13 Pemkot Bontang 2009 s.d Tinggi) 451 Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi), Eselon III (Administrator), Eselon IV (Pengawas) 14 Pemkab Tanjung Jabung Timur 2009 s.d Eselon III (Administrator), Eselon IV (Pengawas), Pelaksana 15 Kementerian Kelautan dan Perikanan 16 Pemkab Hulu Sungai Tengah 2010, Eselon III, Eselon IV (Pengawas), Pelaksana 2010, Eselon II, Eselon III, Eselon IV (Pengawas) 17 Pemkot Tanjung Pinang 2010, 2011, Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama), Eselon III (Administrator) 18 Arsip Nasional RI Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi) 19 Pemkot Balikpapan 2011 s.d Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi), Eselon IV (Pengawas) 20 Pemprov Gorontalo 21 Kementerian Pekerjaan Umum 22 Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak 2012, Eselon III (Administrator), Eselon IV (Pengawas) Eselon IV (Pengawas) Eselon IV (Pengawas), Pelaksana 16

17 23 Pemkab Berau Eselon III (Administrator) 24 Pemkab Bulungan 25 Pemprov Sumatera Selatan 26 Pemkot Banjarmasin 27 Pemkab Muaraenim 28 Radio Republik Indonesia 29 Pemkab Musi Banyuasin Eselon III (Administrator), Eselon IV (Pengawas) Eselon III (Administrator) 2013, Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi), Eselon III (Administrator) Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi) Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi) Eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi), Eselon III (Administrator) Jumlah Assessee Berikut ini beberapa kegiatan penilaian kompetensi di PUSPENKOM-ASN BKN Saat presentasi oleh assessee untuk calon Kepala Lembaga Instansi Pusat 17

18 Saat diskusi assessee untuk calon Kepala Lembaga Instansi Pusat Assessee calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Instansi Pusat 18

19 Selain di BKN Pusat Jakarta, Assessment Center BKN didukung sejumlah Assessment Center Kantor Regional BKN, seperti di: Kantor Regional VII BKN Palembang, Kantor Regional X BKN Denpasar, dan Assessment Center yang lain. Untuk peningkatan pelayanan penilaian PUSPENKOM ASN-BKN melakukan kolaborasi dengan melibatkan Assessor dalam satu Ikatan Assessor SDM Aparatur (IASA) yaitu Assessor Kantor Regional BKN serta instansi lainnya yang memiliki Assessment Center yang memenuhi persyaratan penyelenggaraan penilaian kompetensi. J. Biaya Dalam hal pembiayaan fasilitasi Assessment Center oleh PUSPENKOM ASN mengacu pada Peraturan Pemerintah R.I. Nomor 11 Tahun 2012 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada BKN, setelah ijin prinsip penggunaannya terbit (masih dalam proses pengajuan), sebagai berikut : Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Satuan Tarif (PNBP) 1. Penilaian Kompetensi Pegawai Negeri Sipil : a. Assessment Center 2 hari per peserta Rp ,00 (untuk Jabatan Pimpinan Tinggi, per batch minimal 6 peserta) b. Quasi Assessment Center 1 hari per peserta Rp ,00 (untuk Jabatan Administrator, per batch minimal 6 peserta) c. Quasi Assessment Center 1 hari per peserta Rp ,00 (untuk Jabatan Pengawas, per batch minimal 6 peserta) d. Konseling/Feedback pasca penilaian per peserta Rp ,00 kompetensi (minimal 6 peserta) 2. Penilaian Potensi Pegawai Negeri Sipil a. Psikometri dan Wawancara per peserta Rp ,00 19

20 (untuk Jabatan Pimpinan Tinggi) b. Psikometri dan Wawancara (untuk Jabatan Administrator) c. Psikometri dan Wawancara (untuk Jabatan Pengawas) d. Psikometri, laporan pendek (untuk Semua Jabatan) e. Psikometri, laporan rangking (untuk semua jabatan) 3. Pengembangan Kompetensi Pegawai Negeri Sipil a. Pengembangan Kompetensi 2 hari b. Pengembangan Kompetensi 4 hari per peserta per peserta per peserta per peserta per peserta per peserta Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Sepanjang belum diterbitkannya ijin prinsip PNBP tersebut oleh Kementerian Keuangan, maka pembiayaan fasilitasi Assessment Center oleh PUSPENKOM ASN- BKN sebagai berikut : 1. Segala biaya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada Tahun Anggaran yang berjalan dengan berpegang pada prinsip akuntabilitas dan transparansi; 2. BKN dalam hal ini PUSPENKOM ASN-BKN hanya menerima pembiayaan berupa honor fasilitator, honor narasumber, honor tim kegiatan, dan biaya perjalanan dinas yang dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang mengatur standar biaya. Honor-honor tersebut sesuai dengan Standar Biaya Umum (SBU) instansi pengusul. 3. Pembiayaan pada angka 2 didasarkan pada surat penetapan, penugasan, dan/atau permintaan tertulis instansi pengusul; 20

21 4. Permintaan tertulis sebagaimana dimaksud pada angka 3 yang ditindaklanjuti dengan surat penetapan dan/atau surat penugasan dari Sekretaris Utama BKN atau Kepala Pusat Penilaian Kompetensi ASN-BKN. 5. Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi : a. PUSPENKOM ASN-BKN, Jalan Mayjend Sutoyo Nomor 12 Cililitan Jakarta Timur, 13640, Telp./Fax. (021) b. Kantor Regional BKN di seluruh Indonesia. Jakarta, Maret 2015 Kepala Pusat Penilaian Kompetensi ASN, Ahmad Jalis, M.A. NIP

22 22

GUBERNUR KALIMANTAN BARAT

GUBERNUR KALIMANTAN BARAT 1 GUBERNUR KALIMANTAN BARAT PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT NOMOR 33 TAHUN 2010 T E N T A N G PEDOMAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR POLA SATU PINTU DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.09/MEN/2011 TENTANG TUGAS BELAJAR BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI KEMENTERIAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI KEMENTERIAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI KEMENTERIAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka mewujudkan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10/Permentan/OT.140/3/2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10/Permentan/OT.140/3/2015 TENTANG PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10/Permentan/OT.140/3/2015 TENTANG PEDOMAN TUGAS BELAJAR DAN IZIN BELAJAR PEGAWAI NEGERI SIPIL LINGKUP PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

KONSEP DASAR (GRAND DESIGN) DAN TATALAKSANA Peningkatan Kompetensi SDM Bidang Penataan Ruang

KONSEP DASAR (GRAND DESIGN) DAN TATALAKSANA Peningkatan Kompetensi SDM Bidang Penataan Ruang KONSEP DASAR (GRAND DESIGN) DAN TATALAKSANA Peningkatan Kompetensi SDM Bidang Penataan Ruang KONSEP DASAR (GRAND DESIGN) DAN TATALAKSANA PENINGKATAN KOMPETENSI SDM BIDANG PENATAAN RUANG Direktorat Jenderal

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 56 TAHUN 2013 TENTANG ORIENTASI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 15/PRT/M/2013

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 15/PRT/M/2013 PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 15/PRT/M/2013 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PEMBERIAN TUNJANGAN KINERJA BAGI PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.10/MEN/2011 TENTANG IZIN BELAJAR BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.17/MEN/XI/2010 TENTANG PERENCANAAN TENAGA KERJA MIKRO

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.17/MEN/XI/2010 TENTANG PERENCANAAN TENAGA KERJA MIKRO MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.17/MEN/XI/2010 TENTANG PERENCANAAN TENAGA KERJA MIKRO DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PANDUAN PENYUSUNAN DAN PENILAIAN SASARAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL

PANDUAN PENYUSUNAN DAN PENILAIAN SASARAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PANDUAN PENYUSUNAN DAN PENILAIAN SASARAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL I. PENDAHULUAN A. UMUM. Berdasarkan pasal ayat (2) UndangUndang Nomor 43 Tahun 999 tentang Perubahan Atas UndangUndang Nomor 8 Tahun

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2012 TENTANG IZIN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2012 TENTANG IZIN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2012 TENTANG IZIN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 33,

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 21/PRT/M/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 21/PRT/M/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 21/PRT/M/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK

KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KOMISI INFORMASI Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN UNIT KEARSIPAN PADA LEMBAGA NEGARA

PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN UNIT KEARSIPAN PADA LEMBAGA NEGARA Jalan Ampera Raya No. 7, Jakarta Selatan 12560, Indonesia Telp. 62 21 7805851, Fax. 62 21 7810280 http://www.anri.go.id, e-mail: info@anri.go.id PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN UMUM PELAKSANAAN PENDIDIKAN DAN/ATAU PELATIHAN DI BIDANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 16 TAHUN 2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 16 TAHUN 2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 16 TAHUN 2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN

Lebih terperinci

TENTANG PELAKSANAAN PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

TENTANG PELAKSANAAN PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KETENAGAKERJAAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA UBLINDONESIA PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2014 TENTANG PELAKSANAAN PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2005 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2005 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PUSAT-PUSAT DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN PERATURAN KEPALA BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN SELAKU OTORITAS

Lebih terperinci

Disusun Oleh: ARTICLE 19 - Yayasan Tifa Bappeda NTT

Disusun Oleh: ARTICLE 19 - Yayasan Tifa Bappeda NTT Disusun Oleh: ARTICLE 19 - Yayasan Tifa Bappeda NTT Laporan Penelitian Penilaian Awal Akses Informasi Publik di Provinsi Nusa Tenggara Timur Bappeda NTT Laporan Penelitian Penilaian Awal Akses Informasi

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KETENAGAKERJAAN

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KETENAGAKERJAAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KETENAGAKERJAAN DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2013 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2013 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2013 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KEMARITIMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KEMARITIMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KEMARITIMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dengan telah

Lebih terperinci

ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 08/PRT/M/2010 TANGGAL 8 JULI 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

Lebih terperinci

PUSAT HUKUM DAN HUMAS BPN RI

PUSAT HUKUM DAN HUMAS BPN RI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 111 ayat (2) Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 48 TAHUN 2009 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 48 TAHUN 2009 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 48 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PEMBERIAN TUGAS BELAJAR BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN

Lebih terperinci