II. Penggunaan Alat Peraga. segitiga, kemudian guru bertanya Berapakah alasnya? (7) Berapakah tingginya? (2), Bagaimanakah cara mendapatkannya?

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "II. Penggunaan Alat Peraga. segitiga, kemudian guru bertanya Berapakah alasnya? (7) Berapakah tingginya? (2), Bagaimanakah cara mendapatkannya?"

Transkripsi

1 rumus luas layang-layang dengan pendekaan luas segiiga 1. Memahami konsep luas segiiga 2. Memahami layang-layang dan unsur-unsurnya (pengerian layanglayang dan diagonal-diagonalnya) Langkah 1 Gb Leakkan pada papan gabus model daerah layang-layang dan seperi pada Gb Dengan cara menghimpikan model layang-layang dan, diunjukkan bahwa kedua bangun ersebu kongruen, kemudian anyakan kepada Pesera didik, Apakah luas daerahnya sama? (sama) 3. Sambil menunjuk pada bangun guru beranya kepada pesera didik Berapakah panjang diagonal ini (daar)? (7 sauan panjang) Berapakah panjang diagonal ini (egak)? (4 sauan panjang), kemudian sambil menunjuk bangun, Berapakah panjang diagonal ini (daar)? (7 sauan panjang) Berapakah panjang diagonal ini (egak)? (4 sauan panjang) 4. Ubahlah bangun pada menjadi dua model segiiga, kemudian anyakan kepada pesera didik, Bangun layang-layang ini erbagi menjadi berapa segiiga? (dua), Apakah kedua segiiga ersebu luasnya sama? (salah sau pesera didik unuk menghimpikan kemudian menjawab ya) 5. Pesera didik dimina unuk mengamai salah sau model segiiga, kemudian guru beranya Berapakah alasnya? (7) Berapakah ingginya? (2), Bagaimanakah cara mendapakannya? ( 21 x4) Berapakah luasnya? (7 saan luas). Bagaimanakah cara mendapakannya? ( 21 x 7 x 2) aau ( 21 x 7 x 21 x 4) Dengan demikian Luas layanglayang berapa kali luas segiiga? (dua) Selanjunya pesera didik unuk melanjukan unuk menemukan rumus luas layanglayang dengan cara sbb: Luas segiiga = 21 x 7 x 2 Luas segiiga = 21 x 7 x 21 x 4 Sehingga Luas layang-layang = 2 x (..x..x..x..) Luas layang-layang =...x 21 x Luas layang-layang = 21 x... x... aau Luas layang-layang = 21 x diagonal x.. Kegiaan 2 Dengan cara peseri pada kegiaan 1, dan menggunakan ala peraga seperi Gb. 11.2a pesera didik dapa menemukan rumus luas layanglayang q p ½ q Gb. 11.1a Jika layang-layang dengan panjang diagonal perama p dan panjang diagonal kedua q, dan 1 luasnya L maka L = 2 x p x q p Sugiaro, Isi Hidayah Jurusan Maemaika FMIPA UNNES 1

2 12. ALAT PERAGA LUAS BELAH KETUPAT DENGAN PENDEKATAN LUAS SEGITIGA q p Gb rumus luas belah keupa dengan pendekaan luas segiiga 1. Memahami konsep luas segiiga 2. Memahami belah keupa dan unsur-unsurnya (pengerian belah keupa dan diagonal-diagonalnya) p ½ q Gb. 12.1a diagonal daarnya 6, dan panjang diagonal egaknya 4, kemudian sambil menunjuk bangun, anyakan kepada pesera didik, Berapakah panjang diagonaldiaonalnya? (6 dan 4) 4. Ubahlah bangun pada menjadi dua model segiiga, kemudian anyakan kepada pesera didik, Bangun belah keupa ini erbagi menjadi berapa segiiga? (dua), Apakah kedua segiiga ersebu luasnya sama? (salah sau pesera didik unuk menghimpikan kemudian menjawab ya) 5. Pesera dimina unuk mengamai salah sau model segiiga, kemudian guru beranya, Berapakah alasnya? (6). Berapakah ingginya? 2, Bagaimanakah cara mendapa-kannya 1 ( 2 x 4), Berapakah luasnya? (6 sauan luas), Dengan demikian Luas belah keupa berapa kali luas segiiga? (dua) Selanjunya pesera didik unuk melanjukan unuk menemukan rumus luas belah keupa dengan cara sbb: Luas segiiga = 21 x 6 x 2 Luas segiiga = 21 x 6 x 21 x 4 Sehingga Luas belah keupa = 2 x (..x..x..x..) Luas belah keupa =...x 21 x Luas belah keupa = 21 x... x... aau Luas belah keupa = 21 x diagonal x.. Kegiaan 2 Gb Leakkan pada papan gabus model daerah belah keupa dan seperi pada Gb Dengan cara menghimpikan model belah keupa dan, diunjukkan bahwa kedua bangun ersebu kongruen, kemudian anyakan kepada Pesera didik, Apakah luasnya sama? (sama) 3. Sambil menunjuk pada bangun bahwa belah keupa ini panjang Dengan cara peseri pada kegiaan 1, dan menggunakan ala peraga seperi Gb. 12.2a pesera didik dapa menemukan rumus luas daerah belah keupa q p ½ q p Gb. 12.2a Sugiaro, Isi Hidayah Jurusan Maemaika FMIPA UNNES 2

3 Jika belah keupa dengan panjang diagonal perama p dan panjang diagonal kedua q, dan luasnya L maka L = 2 1 x p x q 13. ALAT PERAGA LUAS TRAPESIUM DENGAN PENDEKATAN LUAS SEGITIGA Gb Leakkan pada papan gabus model daerah belah keupa dan seperi pada Gb Dengan cara menghimpikan model rapesium dan, diunjukkan bahwa kedua bangun ersebu kongruen, kemudian anyakan kepada Pesera didik, Apakah luasnya sama? (sama) 3. Sambil menunjuk pada bangun bahwa rapesium ini panjang sisi-sisi sejajarnya beruru-uru 5 dan 2 ingginya 6, kemudian sambil menunjuk bangun, anyakan kepada pesera didik Berapakah panjang sisi ini? (Sisi sejajar yang bawah) (5), Berapakah panjang sisi ini? (Sisi sejajar yang aas) (2) Berapakah ingginya? (6). 4. Ubahlah bangun pada menjadi dua model segiiga, segiiga perama segiiga lancip dan segiiga kedua segiiga umpul. Perhaikan segiiga lancip, kemudian anyakan kepada pesera didik, jika alasnya 5 berapakah ingginya? (6) Berapakah luasnya? ( 2 1 x 5 x 6). Gb.13.1a rumus luas daerah rapesium dengan pendekaan luas daerah segiiga 1. Memahami konsep luas segiiga dan luas segiiga umpul 2. Memahami rapesium besera unsur-unsurnya (pengerian rape-sium, panjang sisi-sisi sejajar dan inggi rapesium) 3. Perhaikan segiiga umpul kemudian anyakan kepada pesera didik, Jika alasnya 2 apakah ingginya sama dengan inggi segiiga ini (lancip)? (ya), Jadi berapakah ingginya? (6), Berapakah luasnya? ( 21 x x 2 x 6) 5. Selanjunya pesera didik unuk melanjukan menemukan rumus luas rapesium dengan cara sbb: Luas segiiga lancip = 21 x 5 x 6 Luas segiiga umpul = 21 x 2 x 6 Sehingga Luas rapesium = Luas segiiga lancip Luas rapesium = ( 21 x..x.. ) + ( 21 x..x.. ) Luas rapesium = ( ) x 21 x aau Luas rapesium = Jumlah panjang sisi sejajar x Kegiaan 2 Dengan cara peseri pada kegiaan 1, dan menggunakan ala peraga seperi Gb. 13.2a pesera didik dapa menemukan rumus luas rapesium Gb Sugiaro, Isi Hidayah Jurusan Maemaika FMIPA UNNES 3

4 a a b Gb.13.2a Ling kar an Keliling (K) Diam eer (d) K d (iii)... K d 3. Seelah kolom Keliling diisi, pesera didik mengisi kolom Jika rapesium dengan panjang sisi-sisi sejajarnya a dan b, ingginya dan luasnya L maka L = (a + b) x 21 x erakhir ( d K ), Apakah hasilnya eap? (ya) ernyaa K 22 = d 7 aau d K = ALAT PRAGA KELILING LNGKARAN I. Model Ala Peraga Tempa mengaikan benang 7 cm 14 cm Bena 21 cm Gb rumus keliling lingkaran 1) Memahami sauan panjang 2) Memahami lingkaran dan unsur unsurnya (pengerian keliling lingkaran, diameer dan jari-jari lingkaran) Billangan 22 7 aau 3,14 selanjunya disebu π (pi). Selanjunya pesera didik dibimbing unuk menurunkan rumus keliling lingkaran dengan cara sbb : K =.. aau K = x d karena d = 2 r, maka dapa diulis K = x ( 2 x,) jadi K = Sebuah lingkaran dengan panjang jari-jari r dan kelilingnya K, maka K = πd aau K = 2 πr 15. ALAT PERAGA LUAS LINGKARAN DENGAN PENDEKATAN LUAS PERSEGI PANJANG 1. Leakkan keiga model lingkaran pada Papan Gabus dengan menggunakan paku push-pin 2. Ukurlah masing-masing model lingkaran ersebu diameer dan kelilingnya secara cerma dan elii (iii) Gb Sugiaro, Isi Hidayah Jurusan Maemaika FMIPA UNNES 4

5 rumus luas lingkaran dengan pendekaan luas persegi panjang 1. Memahami konsep luas persegi panjang 2. Mengenal lingkaran dan unsur-unsurnya (pengerian lingkaran dan jari-jari lingkaran) 3. Memahami keliling lingkaran dan panjang busur seengah keliling lingkaran Luas persegi panjang = panjang x lebar Luas persegi panjang = πr x r, aau Luas persegi panjang = πr 2 Luas lingkaran = luas persegipanjang Sehingga Luas lingkaran = πr 2 Jika lingkaran dengan panjang jari-jarinya r, dan luasnya L maka L = πr ALAT PERAGA LUAS LINGKARAN DENGAN PENDEKATAN LUAS SEGITIGA (iii) πr r Gb cm 10 cm 1. Leakkan pada papan gabus model daerah lingkaran dan seperi pada Gb Dengan cara menghimpikan, unjukkan bahwa kedua model lingkaran ersebu kongruen. Sambil menunjuk pada bangun bahwa model lingkaran ini panjang jarijarinya r, kemudian anyakan kepada pesera didik, Apakah panjang jarijarinya sama? Apakah luasnya sama? 3. Kaakan kepada pesera didik bahwa model lingkaran dapa diubah benuknya menjadi bangun pada Gb. 15.2(iii), anyakan kepada pesera didik, Apakah luasnya sama? (ya) Berbenuk apakah bangun pada Gb. 15.2(iii)? (menyerupai persegi panjang) Berapakah panjangnya? (seengah keliling lingkaran aau πr) Berapakah lebarnya? (r) Berapakah luasnya? (πr x r) 4. Selanjunya pesera didik unuk melanjukan menemukan rumus luas lingkaran dengan cara sbb: (iii) Gb rumus luas lingkaran dengan pendekaan luas segiiga 1. Memahami konsep luas daerah segiiga 2. Memahami keliling lingkaran dan panjang busur seperempa keliling ingkaran 3. Mengenal lingkaran dan unsur- unsurnya (pengerian lingkaran dan jari-jari lingkaran) 1. Leakkan pada papan gabus model daerah lingkaran dan seperi pada Gb Sugiaro, Isi Hidayah Jurusan Maemaika FMIPA UNNES 5

6 2. Dengan cara menghimpikan, unjukkan bahwa kedua model lingkaran ersebu kongruen. Sambil menunjuk pada bangun bahwa model lingkaran ini panjang jari-jarinya r, kemudian anyakan kepada pesera didik, Apakah panjang jari-jarinya sama? apakah luasnya sama? 17. ALAT PERAGA SIMETRI LIPAT r r 1 (iii) Gb Gb Kaakan kepada pesera didik bahwa model lingkaran dapa diubah benuknya menjadi bangun pada Gb. 16.2(iii), anyakan kepada pesera didik, Apakah kedua bangun iu luasnya sama? (ya) berbenuk apakah bangun pada Gb. 16.2(iii)? (menyerupai segiiga) Berapakah alasnya? (seperempa keliling 1 lingkaran aau πr) Berapakah 2 ingginya? (4r) Berapakah luasnya? ( 2 1 x 2 1 πr x 4r) 3. Selanjunya pesera didik unuk melanjukan menemukan rumus luas daerah lingkaran dengan cara sbb: Luas segi iga = 21 x alas x inggi Luas segiiga = 21 x ( 21 x πr) x 4r aau Luas segiiga = πr 2 Sehingga Luas lingkaran =... Jika lingkaran dengan panjang jari-jarinya r, dan luasnya L maka L = πr 2 II Penggunaan Ala Peraga Pesera didik dapa memahami konsep simeri lipa, menenukan bangun yang mempunyai simeri lipa dan banyaknya simeri lipa masing-masing bangun. Memahami konsep bangun daar dan daerah daar 1. Ambillah model daerah segiiga sama kaki, unjukkan kepada pesera didik, anyakan berbenuk apakah bangun ini, lipalah menuru garis puus-puus lipaan perama kedua daerah epa berhimpi, anyakan kepada pesera didik, Apakah kedua bagian ini epa berhimpi? (ya) Disebu apakah sumbu ini? (sumbu simeri), coba lipalah menuru garis puus-puus yang kedua, Apakah epa berhimpi? (idak) Apakah garis ini merupakan sumbu simeri? (bukan), mengapa? (kedua bagian idak epa berhimpi) lakukan unuk melipa yang keiga dengan peranyaan yang serupa. Dan anyakan kepada pesera didik, Sugiaro, Isi Hidayah Jurusan Maemaika FMIPA UNNES 6

7 Segiiga sama kaki mempunyai berapa sumbu simeri? (sau) 2. Selanjunya pesera didik dimina unuk menyelidiki berapa banyak sumbu simeri dari bangun yang lain, kemudian dimina unuk membua simpulan enang banyaknya sumbu simeri yang dimiliki masing-masing bangun daar dengan mengisi LKS beriku BANYAKNYA SUMBU SIMETRI No Nama Bangun 18. ALAT PERAGA BANGUN RUANG Banyak Sumbu Simeri Pesera didik memahami bangun ruang, macam bangun ruang besera sifa-sifanya Mengenal berbagai bangun daar dan daerah daar Dengan serangkaian ugas dan peranyaan dan pengamaan, erhadap berbagai model bangun ruang, pesera didik diunun unuk mengeahui 1. Pengerian balok, sisi, rusuk dan iik sudu balok, benuk sisi balok, benuk rusuk balok, banyaknya sisi, rusuk dan iik sudu balok 2. Pengerian kubus, sisi, rusuk dan iik sudu kubus, benuk sisi kubus, benuk rusuk kubus, banyaknya sisi, rusuk dan iik sudu kubus 3. Pengerian prisma segiiga, sisi, rusuk dan iik sudu prisma segiiga, alas dan benuk alas prisma segiiga, sisi egak dan benuk sisi egak prisma segiiga, rusuk alas dan rusuk egak prisma segiiga 4. Pengerian limas segiempa, sisi, rusuk dan iik sudu limas segiempa, alas dan benuk alas limas segiempa, sisi egak dan benuk sisi egak limas segiempa, rusuk alas dan rusuk egak sisi egak limas segiempa 5. Pengerian abung, alas dan benuk alas abung, banyaknya sisi, rusuk dan iik sudu abung 6. Pengerian kerucu, alas dan benuk alas kerucu, banyaknya sisi, rusuk dan iik sudu kerucu 7. Pengerian bola II, Penggunaan Ala Peraga Gb Caaan Unuk mengecek apakah pesera didik sudah memahami aau belum enang prisma segiiga, maka leakkan model prisma segiiga dengan posisi salah sau sisi egaknya dileakkan mendaar. Kemudian anyakan kepada pesera didik, 1. Apa nama bangun ini? 2. Manakah alasnya? 3. Manakah alasnya? Sugiaro, Isi Hidayah Jurusan Maemaika FMIPA UNNES 7

8 19. ALAT PERAGA VOLUM BALOK Gb rumus volum balok Pesera Didik 1. Mengenal sauan volum 2. Mengenal pengerian balok dan unsur- unsurnya (pengerian balok, alas balok, inggi balok) 3. Acungkan dan kaakan pada pesera didik bahwa model kubus dengan posisi seperi pada Gb. 19.2(iii). Disebu bangun apakah ini? (Balok). Berapakah panjangnya? (4). Berapakah lebarnya? (2). Berapakah ingginya? (2). Berapakah volum balok ini? (24). Bagaimanakah cara yang epa unuk menghiung volume balok ini? (4 x 2 x 3) 4. Selanjunya jika sebuah balok panjangnya p, lebarnya l, dan ingginya, maka Berapakah volumnya? (p x l x ), dan Berbenuk apakah alas balok di aas? (persegi panjang). Bagaimana rumus luas persegi panjang? (p x l). Jadi berapakah volum balok ersebu? (Luas alas x inggi) Jika sebuah balok, dengn panjangnya p, lebarnya l, dan ingginya, sera volumnya V, maka V = p x l x aau V = Luas alas x inggi Caaan : alas berbenuk persegi panjang (iii) Gb ALAT PERAGA VOLUM KUBUS 1. Acungkan dan kaakan pada pesera didik bahwa model kubus dengan posisi seperi pada Gb Disebu bangun apakah ini? (Balok). Berapakah panjangnya? (4). Berapakah lebarnya? (3). Berapakah ingginya? (2). Berapakah volum balok ini? (24). Bagaimanakah cara yang epa unuk menghiung volume balok ini? (4 x 3 x 2) 2. Acungkan dan kaakan pada pesera didik bahwa model kubus dengan posisi seperi pada Gb Disebu bangun apakah ini? (Balok). Berapakah panjangnya? (3). Berapakah lebarnya? (2). Berapakah ingginya? (4) Berapakah volume balok ini? (24). Bagaimanakah cara yang epa unuk menghiung volum balok ini? (3 x 2 x 4) Gb rumus volum kubus 1. Mengenal sauan volum Sugiaro, Isi Hidayah Jurusan Maemaika FMIPA UNNES 8

9 2. Mengenal konsep kubusdan unsur unsurnya (pengerian kubus, panjang rusuk kubus) egiiga, alas dan inggi prisma segiiga) Prosedur penggunaan Ala Peraga Volum Kubus sama dengan penggunaan Ala Peraga Volum Balok 21. ALAT PERAGA VOLUM PRISMA SEGITIGA Gb Jika sebuah kubus panjang rusuknya s,dan volumnya V, maka V = s x s x s aau V = s 3 Gb Apakah model balok pada dan pada gambar di aas, panjang,lebar dan ingginya sama? sambil menghimpikan sisi-sisi yang seleak (sama). Apakah kedua model balok volumnya sama? (dapa diunnjukkan dengan mengisi kedua model balok dengan buiran sagu) 2. Tunjukkanlah bahwa model balok seperi dibenuk oleh dua model prisma segiiga yang volumnya sama. Mengapa? (luas alas dan ingginya sama) Peragaan ini menunjukkan bahwa volum balok = 2 x volum prisma segiiga. Jika volum prisma segiiga diulis dengan VP dan volum balok aau volum prisma segiempa diulis dengan VP, maka Gb rumus volum prisma segiiga 1. Mengenal sauan volum 2. Mengenal volum balok 3. Mengenal prisma segiiga dan unsur-unsurnya (pengerin prima VP = L x VP = ½ x VP VP = ½ x.. VP = ½ x(.x...) VP = ( ½ x... ) x... VP = L x... Jika prisma segiiga luas alasnya = L, ingginya = dan volumnya = V maka V = L x, aau Volum prisma segiiga = luas alas x inggi Caaan : alas berbenuk segiiga Sugiaro, Isi Hidayah Jurusan Maemaika FMIPA UNNES 9

10 22. ALAT PERAGA VOLUM PRISMA SEGILIMA Gb rumus volum prisma segilima 1. Mengenal sauan volum 2. Mengenal volum balok 3. Mengenal prisma segilima dan unsur-unsurnya (pengerian prisma segilima, alas dan inggi prisma segilima) ada berapa volum prisma segiiga? (lima) 4. Guru menulis di papan ulis dan mendorong pesera didik unuk menemukan rumus volum prima segilima, Jika volum prisma segilima diulis VP dan volum prisma segiiga diulis VP, maka VP = 5 x... VP = 5 x (L x...) VP = (5 x...)x... VP = x... Jika prisma segilima luas alasnya =L, ingginya = dan Volumnya = V, maka V = L x aau Volum prisma segilima = luas alas x inggi Caaan : alas berbenuk segilima 23. ALAT PERAGA VOLUM PRISMA SEGIENAM C. Langkahlangkah Penggunaan Gb Himpikan lima model prisma segiiga sehingga menjadi model prisma segilima seperi pada Gb Tunjukkan kepada kepada pesera didik, sambil beranya, Apa nama bangun ini? (prisma segilima) Mana alasnya? (pesera didik unuk meraba) Berbenuk apakah alasnya? (daerah segilima) 3. Model prisma segilima direbahkan menjadi lima model prisma segiiga, anyakan kepada pesera didik perhaikan prisma segilima ini memua Berapa prisma segiiga? (lima) Apakah masing-masing prisma segiiga ini volumnya sama? (ya) Mengapa? (alas dan ingginya sama) Jadi volum prisma segilima Gb rumus volum prisma segienam 1. Mengenal sauan isi 2. Mengenal volum prisma segiiga 3. Mengenal prisma segienam dan unsur-usurnya (pengerian prisma segienam, alas dan inggi prisma segienam) Gb Sugiaro, Isi Hidayah Jurusan Maemaika FMIPA UNNES 10

11 1. Himpikan enam model perisma segi iga sehingga menjadi model prisma segienam seperi pada Gb Tunjukkan kepada kepada pesera didik, sambil beranya, Apa nama bangun ini? (prisma segienam) Mana alasnya? (pesera didik unuk meraba) Berbenuk apakah alasnya? (daerah segienam) 3. Model prisma segienam direbahkan menjadi enam model prisma segiiga, anyakan kepada pesera didik perhaikan prisma segilima ini memua, Berapa prisma segiiga? (enam) Apakah masing-masing prisma segiiga ini volumnya sama? (ya) Mengapa? (alas dan ingginya sama) Jadi volum prisma segienam ada berapa volum prisma segiiga? (lima) 4. Guru menulis di papan ulis dan mendorong pesera didik unuk menemukan rumus volum prisma segienam, Jika volum prisma segilima diulis VP segienam dan volum prisma segiiga diulis VP, maka VP segienam = 6 x... VP segienam = 6 x (L x...) VP segienam = (6 x...) x... VP segienam = x... Jika prisma segienam luas alasnya =L, ingginya = dan Volumnya = V maka V = L x Aau Volum prisma segienam = Luas alas x inggi. Caaan : alas berbenuk egienam I. Benuk Ala Perga 24. ALAT PERAGA VOLUM TABUNG (iii) Gb 24.1 rumus volum abung 1. Mengenal volum prisma segilima 2. Mengenal volum prisma segilenam 3. Mengenal abung dan unsurunsurnya ( pengerian abung, alas abung, inggi abung jari-jari alas abung) 1. Gunakan model bangun prisma segilima berauran seperi pada Gb._24.1 unuk mengingakan kembali enang rumus volumnya kemudian anyakan kepada pesera didik, Berbenuk apakah bangun ini? (prisma segilima berauran) Alasnya berbenuk apa? (daerah segilima berauran), Bagaimanakah rumus volumnya? (luas alas kali inggi) 2. Tunjukkan model prisma segienam berauran seperi Gb. 24.1, ajukan peranyaan kepada pesera didik, Berbenuk apakah bangun ini? (alas Prisma segienam), berbenuk apa? (segienam berauran), Bagaimanakah rumus volumnya? (luas alas kali inggi) 3. Ajaklah pesera didik unuk membayangkan bangun prisma segisepuluh berauran ( anpa peragan). ajukan peranyaan kepada pesera didik, Alasnya berbenuk apa? (segisepuluh berauran), Bagai-manakah rumus volumnya? ( luas alas kali inggi), Bagaimanakah unuk rumus volum prisma segi seraus berauran? (luas alas kali inggi) 4. Apakah rumus ersebu berlaku unuk semua prisma berauran? (ya). Acungkan model abung, kaakanlah kepada pesera didik, Perhaikan bangun ini berbenuk apakah bangun ini? (abung) Dapalah bangun ini dipandang sebagai prisma berauran segi-n dengan n banyak sekali? (dapa) Dengan demikian bagaimanakah rumus volum bangun ini? ( luas alas x inggi). Berbenuk apakah alas abung? ( lingkaran) Jika jarijarinya r berapa luasnya? (πr 2 ), Sugiaro, Isi Hidayah Jurusan Maemaika FMIPA UNNES 11

12 Selanjunya, abung dapa dipandang sebagai prisma egak segi-n berauran Sehingga volum abung dengan jarijari alas = r dan ingginya = sbb: Sugiaro, Isi Hidayah Jurusan Maemaika FMIPA UNNES 12

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana MODUL PERTEMUAN KE 3. MATA KULIAH : FISIKA DASAR (4 sks)

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana MODUL PERTEMUAN KE 3. MATA KULIAH : FISIKA DASAR (4 sks) MODUL PERTEMUAN KE 3 MATA KULIAH : (4 sks) MATERI KULIAH: Jarak, Kecepaan dan Percepaan; Gerak Lurus Berauran, Percepaan; Gerak Lurus Berauran, Gerak Lurus Berubah Berauran POKOK BAHASAN: GERAK LURUS 3-1

Lebih terperinci

KINEMATIKA. gerak lurus berubah beraturan(glbb) gerak lurus berubah tidak beraturan

KINEMATIKA. gerak lurus berubah beraturan(glbb) gerak lurus berubah tidak beraturan KINEMATIKA Kinemaika adalah mempelajari mengenai gerak benda anpa memperhiungkan penyebab erjadi gerakan iu. Benda diasumsikan sebagai benda iik yaiu ukuran, benuk, roasi dan gearannya diabaikan eapi massanya

Lebih terperinci

Beberapa Benda Ruang Yang Beraturan

Beberapa Benda Ruang Yang Beraturan Beberapa Benda Ruang Yang Beraturan Kubus Tabung rusuk kubus = a volume = a³ panjang diagonal bidang = a 2 luas = 6a² panjang diagonal ruang = a 3 r = jari-jari t = tinggi volume = π r² t luas = 2πrt Prisma

Lebih terperinci

Jawaban Soal Latihan

Jawaban Soal Latihan an Soal Laihan 1. Terangkanlah ari grafik-grafik di bawah ini. dan ulis persamaan geraknya. an: a. Merupakan grafik kecepaan erhadap waku, kecepaan eap. Persamaan v()=v b. Merupakan grafik jarak erhadap

Lebih terperinci

Indikator Ketercapaian Kompetensi Merumuskan. Alokas i Waktu 8x45. Tingkat Ranah. Tingkat Ranah. Materi Pembelajaran

Indikator Ketercapaian Kompetensi Merumuskan. Alokas i Waktu 8x45. Tingkat Ranah. Tingkat Ranah. Materi Pembelajaran SILABUS Nama Sekolah : SMA N 78 JAKARTA Maa Pelajaran : MATEMATIKA LANJUTAN Beban Belajar : 2 sks STANDAR KOMPETENSI: 1. Menyusun lingkaran dan garis singgungnya. Dasar 1.1 Menyusun lingkaran yang memenuhi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengerian Persediaan (Invenory) Persediaan didefinisikan sebagai barang jadi yang disimpan aau digunakan unuk dijual pada periode mendaang, yang dapa berbenuk bahan baku yang

Lebih terperinci

PENGUJIAN PEMBERLAKUAN RUMUS SEGITIGA BOLA DALAM PENENTUAN ARAH KIBLAT SHOLAT

PENGUJIAN PEMBERLAKUAN RUMUS SEGITIGA BOLA DALAM PENENTUAN ARAH KIBLAT SHOLAT PENGUJIAN PEMBERLAKUAN RUMUS SEGITIGA BOLA DALAM PENENTUAN ARAH KIBLAT SHOLAT Galuh Kusuma Wardhani, Wahyu Kurniawan, Naalia Dianing Gulia, Wahyu Hari Krisiyano Progdi Fisika dan Pendidikan Fisika, FSM,

Lebih terperinci

Analisis Gerak Osilator Harmonik Dengan Gaya pemaksa Bebas Menggunakan Metode Elemen Hingga Dewi Sartika junaid 1,*, Tasrief Surungan 1, Eko Juarlin 1

Analisis Gerak Osilator Harmonik Dengan Gaya pemaksa Bebas Menggunakan Metode Elemen Hingga Dewi Sartika junaid 1,*, Tasrief Surungan 1, Eko Juarlin 1 Analisis Gerak Osilaor Harmonik Dengan Gaya pemaksa Bebas Menggunakan Meode Elemen Hingga Dewi Sarika junaid 1,*, Tasrief Surungan 1, Eko Juarlin 1 1 Jurusan Fisika FMIPA Universias Hasanuddin, Makassar

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN BANGUN-BANGUN DATAR (1)

PEMBELAJARAN BANGUN-BANGUN DATAR (1) H. Sufyani Prabawanto, M. Ed. Bahan Belajar Mandiri 3 PEMBELAJARAN BANGUN-BANGUN DATAR (1) Pendahuluan Bahan belajar mandiri ini menyajikan pembelajaran bangun-bangun datar yang dibagi menjadi dua kegiatan

Lebih terperinci

Pertemuan ke 11. Segiempat Segiempat adalah bidang datar yang dibatasi oleh empat potong garis yang saling bertemu dan menutup D C

Pertemuan ke 11. Segiempat Segiempat adalah bidang datar yang dibatasi oleh empat potong garis yang saling bertemu dan menutup D C Pertemuan ke Segiempat Segiempat adalah bidang datar yang dibatasi oleh empat potong garis yang saling bertemu dan menutup D C B Empat persegi panjang d D E a c C B b B = CD dan B // CD D = BC dan D //

Lebih terperinci

GEOMETRI DATAR DAN RUANG. Oleh: Drs. Agus Suharjana, M.Pd.

GEOMETRI DATAR DAN RUANG. Oleh: Drs. Agus Suharjana, M.Pd. OMTRI TR N RUN Oleh: rs. gus Suharjana, M.Pd. 1 TR ISI Kata pengantar ii aftar isi iii ab I Pendahuluan. 1. Latar elakang 1. Tujuan...... 1. Ruang Lingkup.... 2 ab II KONSP NUN TR 3. Segiempat dan Lingkaran....

Lebih terperinci

PENGUKURAN, LUAS DAN VOLUME

PENGUKURAN, LUAS DAN VOLUME PENGUKURAN, LUAS DAN VOLUME Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran yang diukur dengan alat ukur yang digunakan sebagai satuan. Sesuatu yang dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan angka

Lebih terperinci

KUMPULAN RUMUS MATEMATIKA UNTUK SMP SESUAI DENGAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2009/2010

KUMPULAN RUMUS MATEMATIKA UNTUK SMP SESUAI DENGAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2009/2010 Rumus-rumus Matematika 1 Sesuai SKL UN 2010 KUMPULN RUMUS MTMTIK UNTUK SMP SSUI NGN STNR KOMPTNSI LULUSN UJIN NSIONL THUN PLJRN 2009/2010 SKL Nomor 1 : Menggunakan konsep operasi hitung dan sifat-sifat

Lebih terperinci

VERIFIKASI PERHITUNGAN PERANGKAT HOOK (KAIT) OVERHEAD TRAVELLING CRANE DENGAN KAPASITAS ANGKAT 25 TON PADA PABRIK ELEMEN BAKAR NUKLIR

VERIFIKASI PERHITUNGAN PERANGKAT HOOK (KAIT) OVERHEAD TRAVELLING CRANE DENGAN KAPASITAS ANGKAT 25 TON PADA PABRIK ELEMEN BAKAR NUKLIR PRPN BATAN, 4 November 03 VERIFIKASI PERHITUNGAN PERANGKAT HOOK (KAIT) OVERHEAD TRAVELLING CRANE DENGAN KAPASITAS ANGKAT 5 TON PADA PABRIK ELEMEN BAKAR NUKLIR Syamsurrijal Ramdja dan Perus Zacharias PRPN

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN BANGUN RUANG (1)

PEMBELAJARAN BANGUN RUANG (1) H. SufyaniPrabawant, M. Ed. Bahan Belajar Mandiri 5 PEMBELAJARAN BANGUN RUANG (1) Pendahuluan Bahan belajar mandiri ini menyajikan pembelajaran bangun-bangun ruang dan dibagi menjadi dua kegiatan belajar.

Lebih terperinci

SOAL BANGUN RUANG. a. 1000 dm 3 b. 600 dm 3 c. 400 dm 3 d. 100 dm 3 e. 10 dm 3

SOAL BANGUN RUANG. a. 1000 dm 3 b. 600 dm 3 c. 400 dm 3 d. 100 dm 3 e. 10 dm 3 SOAL BANGUN RUANG Soal Pilihan Ganda 1. Diketahui kubus dengan panjang diagonal sisi 5 2 meter, luas permukaan kubus tersebut adalah a. 5 m 2 b. 25 m 2 c. 100 m 2 d. 150 m 2 e. 250 m 2 2. Dikeatui bak

Lebih terperinci

DIMENSI TIGA. 5. Tabung. Luas = 2 r ( r + t ) Vol = r 2 t. 6. Kerucut. Luas = r (r+s) ( s = pjg sisi miring ) Vol = 1/3. luas alas. tinggi. 7.

DIMENSI TIGA. 5. Tabung. Luas = 2 r ( r + t ) Vol = r 2 t. 6. Kerucut. Luas = r (r+s) ( s = pjg sisi miring ) Vol = 1/3. luas alas. tinggi. 7. INI IG endahuluan: ab imensi iga ini merupakan kelanjutan dari materi pelajaran bangun ruang sewaktu di dulu. aat di, hal yang dibahas adalah luas permukaan dan volume bangun ruang, sedangkan di ditambahkan

Lebih terperinci

MANAJEMEN LABA RIIL DAN BERBASIS AKRUAL: DAPATKAH AUDITOR YANG BERKUALITAS MENDETEKSINYA?

MANAJEMEN LABA RIIL DAN BERBASIS AKRUAL: DAPATKAH AUDITOR YANG BERKUALITAS MENDETEKSINYA? MANAJEMEN LABA RIIL DAN BERBASIS AKRUAL: DAPATKAH AUDITOR YANG BERKUALITAS MENDETEKSINYA? Dwi Ramono Universias Diponegoro Absrac This sudy examines wheher managemen of public companies in Indonesia engage

Lebih terperinci

PEMBAHASAN UN SMA TAHUN PELAJARAN 2009/2010 MATEMATIKA PROGRAM STUDI IPA

PEMBAHASAN UN SMA TAHUN PELAJARAN 2009/2010 MATEMATIKA PROGRAM STUDI IPA PEMBAHASAN UN SMA TAHUN PELAJARAN 009/00 MATEMATIKA PROGRAM STUDI IPA PEMBAHAS :. Sigit Tri Guntoro, M.Si.. Jakim Wiyoto, S.Si. 3. Marfuah, M.T. 4. Rohmitawati, S.Si. PPPPTK MATEMATIKA 00 . Perhatikan

Lebih terperinci

KONSTRUKSI DAN PENOMORAN BENANG

KONSTRUKSI DAN PENOMORAN BENANG e Geomer : Yarn and wine wine srengh Shape & area of ne locked area e weigh Load disribuion Soal KOSRUKSI DA PEOMORA EAG SIGLE YAR S S - wis PLY Z PLY Z - wis WIE (S-wis) 3 ex X 3 Z x 3 S DIREC UMERIG

Lebih terperinci

4. Himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear x + y = 5 dan x - 2y = -4 adalah... A.{ (1, 4) }

4. Himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear x + y = 5 dan x - 2y = -4 adalah... A.{ (1, 4) } 1. Diketahui himpunan P = ( bilangan prima kurang dari 13 ) Banyak himpunan bagian dari P adalah... 5 25 10 32 P = {Bilangan prima kurang dari 13} = {2, 3, 5, 7, 11} n(p) = 5 2. Dari diagram Venn di bawah,

Lebih terperinci

Bab. Kesebangunan dan Kekongruenan Bangun Datar. A. Kesebangunan Bangun Datar B. Kekongruenan Bangun Datar

Bab. Kesebangunan dan Kekongruenan Bangun Datar. A. Kesebangunan Bangun Datar B. Kekongruenan Bangun Datar ab 1 umber: Image Kesebangunan dan Kekongruenan angun atar i Kelas VII, kamu telah mempelajari bangun datar segitiga dan segiempat, seperti persegipanjang, persegi, jajargenjang, belah ketupat, layang-layang,

Lebih terperinci

3. Berdasarkan gambar soal nomor 2, alas balok tersebut berbentuk bangun datar... A. Persegi B. Persegi panjang C. Belah ketupat D.

3. Berdasarkan gambar soal nomor 2, alas balok tersebut berbentuk bangun datar... A. Persegi B. Persegi panjang C. Belah ketupat D. Bangun Ruang (1)_soal Kelas 4 SD 1. Jumlah titik sudut bangun ruang kubus ada.... A. 4 B. 8 C. 12 D. 16 2. Perhatikan gambar berikut! Rusuk yang sama panjang dengan AB adalah.... A. CD B. BC C. BF D. EH

Lebih terperinci

Daftar Isi Kata Sambutan... iii Panduan Membaca Buku Ini... iv Kata Pengantar... vi Semester 1 Bab 1 Bilangan Bulat... 1 A. Operasi Hitung Campuran dan Sifat-Sifat Operasi Hitung pada Bilangan Bulat...

Lebih terperinci

MAT. 06. Geometri Dimensi Tiga

MAT. 06. Geometri Dimensi Tiga MAT. 06. Geometri Dimensi Tiga i Kode MAT. 06 Geometri Dimensi Tiga BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN

Lebih terperinci

Jika persegi panjang ABCD di atas diketahui OA = 26 cm, maka panjang BO adalah... A. 78 cm. C. 26 cm B. 52 cm. D. 13 cm Kunci : C Penyelesaian :

Jika persegi panjang ABCD di atas diketahui OA = 26 cm, maka panjang BO adalah... A. 78 cm. C. 26 cm B. 52 cm. D. 13 cm Kunci : C Penyelesaian : 1. Jika persegi panjang ABCD di atas diketahui OA = 26 cm, maka panjang BO adalah... A. 78 cm C. 26 cm B. 52 cm D. 13 cm 2. Gambar disamping adalah persegi panjang. Salah satu sifat persegi panjang adalah

Lebih terperinci

Penulis: Drs. Agus Suharjana, M.Pd. Penilai: Drs. Marsudi Rahardjo, M.Sc. Editor: Titik Sutanti, S.Pd.Si. Ilustrator Cahyo Sasongko, S.Sn.

Penulis: Drs. Agus Suharjana, M.Pd. Penilai: Drs. Marsudi Rahardjo, M.Sc. Editor: Titik Sutanti, S.Pd.Si. Ilustrator Cahyo Sasongko, S.Sn. PAKET FASILITASI PEMBERDAYAAN KKG/MGMP MATEMATIKA Mengenal Bangun Ruang dan Sifat-Sifatnya Penulis: Drs. Agus Suharjana, M.Pd. Penilai: Drs. Marsudi Rahardjo, M.Sc. Editor: Titik Sutanti, S.Pd.Si. Ilustrator

Lebih terperinci

MODEL OSILASI HARMONIK LOGARITMIK PADA GERAK BEBAN DENGAN MASSA YANG BERUBAH SECARA LINIER TERHADAP WAKTU

MODEL OSILASI HARMONIK LOGARITMIK PADA GERAK BEBAN DENGAN MASSA YANG BERUBAH SECARA LINIER TERHADAP WAKTU 1 MODEL OSILASI HARMONIK LOGARITMIK PADA GERAK BEBAN DENGAN MASSA YANG BERUBAH SECARA LINIER TERHADAP WAKTU MODEL OF HARMONIC LOGARITHMIC MOTION OSCILLATION WITH THE MASSCHANGING LINEARLY WITH TIME Kunlesiowai

Lebih terperinci

Geometri Dimensi Dua. Bab 4

Geometri Dimensi Dua. Bab 4 ab 4 Sumber: www.swissworld.org Geometri imensi ua Pada bab ini, nda akan diajak untuk memecahkan masalah yang berhubungan dengan menentukan kedudukan, jarak, dan bidang, di antaranya, dapat menggunakan

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN APLIKASI ANDROID UNTUK MENGHITUNG BIAYA LISTRIK RUMAH TANGGA

RANCANG BANGUN APLIKASI ANDROID UNTUK MENGHITUNG BIAYA LISTRIK RUMAH TANGGA RANCANG BANGUN APLIKASI ANDROID UNTUK MENGHITUNG BIAYA LISTRIK RUMAH TANGGA skripsi disajikan sebagai salah sau syara unuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Sudi Pendidikan Teknik Elekro oleh

Lebih terperinci

SOAL UJIAN NASIONAL. PROGRAM STUDI IPA ( kode P 45 ) TAHUN PELAJARAN 2008/2009

SOAL UJIAN NASIONAL. PROGRAM STUDI IPA ( kode P 45 ) TAHUN PELAJARAN 2008/2009 SOAL UJIAN NASIONAL PROGRAM STUDI IPA ( kode P 4 ) TAHUN PELAJARAN 8/9. Perhatikan premis premis berikut! - Jika saya giat belajar maka saya bisa meraih juara - Jika saya bisa meraih juara maka saya boleh

Lebih terperinci

Nur Laila Indah Sari. Asyiknya Belajar Bangun Ruang Sisi Datar

Nur Laila Indah Sari. Asyiknya Belajar Bangun Ruang Sisi Datar Nur Laila Indah Sari syiknya elajar angun Ruang Sisi atar syiknya elajar angun Ruang Sisi atar NUR LIL INH SRI yiknya elajar angun Ruang dan Sisi atar iterbitkan oleh Percetakan dan Penerbitan PT alai

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORETIS. Soal cerita merupakan permasalahan yang dinyatakan dalam bentuk kalimat bermakna dan

BAB II KAJIAN TEORETIS. Soal cerita merupakan permasalahan yang dinyatakan dalam bentuk kalimat bermakna dan BAB II KAJIAN TEORETIS 2.1 Hakekat Soal Cerita yang Diajarkan di Sekolah Dasar 2.1.1 Pengertian Soal Cerita Soal cerita merupakan permasalahan yang dinyatakan dalam bentuk kalimat bermakna dan mudah dipahami

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI TUKAR RUPIAH. Oleh: Tri Wibowo & Hidayat Amir 1. Abstraksi

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI TUKAR RUPIAH. Oleh: Tri Wibowo & Hidayat Amir 1. Abstraksi FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI TUKAR RUPIAH Oleh: Tri Wibowo & Hidaya Amir 1 Absraksi Salah sau indikaor makro pening dalam penyusunan APBN adalah asumsi nilai ukar rupiah erhadap US$. Asumsi besaran

Lebih terperinci

Sumber: Art & Gallery

Sumber: Art & Gallery Sumber: Art & Gallery Standar Kmpetensi 0. Menentukan kedudukan, jarak, dan besar sudut yang melibatkan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi dua Kmpetensi Dasar 0. Mengidentifikasi sudut 0. Menentukan

Lebih terperinci

PELAYANAN HIV/AIDS DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA

PELAYANAN HIV/AIDS DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA Working Paper Series No. 16 July 2007, Firs Draf PELAYANAN HIV/AIDS DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA Andris Purwaningias, Yanri Wijayani Subrono, Mubasysyir Hasanbasri Kaakunci: hospials, HIV/AIDS, healh

Lebih terperinci

PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL. Sumber: Dok. Penerbit

PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL. Sumber: Dok. Penerbit 4 PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL Sumber: Dok. Penerbit Pernahkah kalian berbelanja alat-alat tulis? Kamu berencana membeli 10 buah bolpoin, sedangkan adikmu membeli 6 buah bolpoin dengan

Lebih terperinci

BANGUN DATAR 1. PERSEGI. s Persegi

BANGUN DATAR 1. PERSEGI. s Persegi NGUN TR. PERSEGI a. Pengertian Peregi Peregi adalah bangun datar yang mempunyai empat buah ii ama panjang dan memiliki empat udut iku-iku. b. Sifat-ifat Peregi Sifat-ifat peregi antara lain :. eempat iinya

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. ( RPP Siklus II ) : 2 Jam pelajaran(2 x35 menit) 6. Memahami sifat bangun dan hubungan antar bangun.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. ( RPP Siklus II ) : 2 Jam pelajaran(2 x35 menit) 6. Memahami sifat bangun dan hubungan antar bangun. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP Siklus II ) Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : V / 2 Waktu : 2 Jam pelajaran(2 x35 menit) Standar Kompetensi : 6. Memahami sifat bangun dan hubungan antar

Lebih terperinci

Pengenalan Bangun Datar dan Sifat-sifatnya di SD

Pengenalan Bangun Datar dan Sifat-sifatnya di SD gus Suharjana SD PKET FSILITSI PEMERDYN KKG/MGMP MTEMTIK Pengenalan angun Datar dan Sifat-sifatnya di SD Penulis: Drs. gus Suharjana, M.Pd. Penilai: Dra. Pujiati, M.Ed. Editor: Sri Purnama Surya, S.Pd.,

Lebih terperinci

UN SMA IPA 2010 Matematika

UN SMA IPA 2010 Matematika UN SMA IPA 00 Matematika Kode Soal P0 Doc. Name: UNSMAIPA00MATP0 Doc. Version : 0-0 halaman 0. Akar-akar persamaan kuadrat x² + (a - ) x + =0 adalah α dan β. Jika a > 0 maka nilai a =. 8 x 0. Diketahui

Lebih terperinci

BERKAS SOAL TAHAP FINAL BIDANG STUDI MATEMATIKA MADRASAH IBTIDAIYAH (MI)

BERKAS SOAL TAHAP FINAL BIDANG STUDI MATEMATIKA MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) BERKAS SOAL TAHAP FINAL BIDANG STUDI MATEMATIKA MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) KOMPETISI SAINS MADRASAH (KSM) 2014 SELEKSI KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA SURABAYA, 2014 SOAL TAHAP FINAL BIDANG STUDI MATEMATIKA

Lebih terperinci

SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH KURIKULUM 2013

SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH KURIKULUM 2013 SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH KURIKULUM 2013 SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/ MADRASAH TSANAWIYAH KELAS VII KURIKULUM

Lebih terperinci

Anita Windarini SMP Negeri 1 Sanggau anitanajori@rocketmail.com

Anita Windarini SMP Negeri 1 Sanggau anitanajori@rocketmail.com Windarini, Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif dan Media Manipulatif, 1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD DAN MEDIA MANIPULATIF DALAM PEMBELAJARAN LUAS PERMUKAAN BANGUN RUANG SISI LENGKUNG

Lebih terperinci

Keliling segitiga ABC pada gambar adalah 8 cm. Panjang sisi AB =... A. 4

Keliling segitiga ABC pada gambar adalah 8 cm. Panjang sisi AB =... A. 4 1. Keliling segitiga ABC pada gambar adalah 8 cm. Panjang sisi AB =... A. 4 D. (8-2 ) cm B. (4 - ) cm E. (8-4 ) cm C. (4-2 ) cm Jawaban : E Diketahui segitiga sama kaki = AB = AC Misalkan : AB = AC = a

Lebih terperinci

SILABUS INDIKATOR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN KHARAKTER

SILABUS INDIKATOR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN KHARAKTER SILABUS NAMA SEKOLAH : SMK Negeri 1 Surabaya MATA PELAJARAN : MATEMATIKA (Kelompok Teknologi Informasi) KELAS / SEMESTER : X / 1 STANDAR : Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep operasi bilangan riil

Lebih terperinci

LAMPIRAN KUISONER. Nama : Hari/ Tanggal : Kelas : Absen : 1. Apakah pelajaran yang paling kamu sukai dari ke empat pelajaran wajib

LAMPIRAN KUISONER. Nama : Hari/ Tanggal : Kelas : Absen : 1. Apakah pelajaran yang paling kamu sukai dari ke empat pelajaran wajib LAMPIRAN Lampiran 1 : Kuisoner pelajaran KUISONER Nama : Hari/ Tanggal : Kelas : Absen : 1. Apakah pelajaran yang paling kamu sukai dari ke empat pelajaran wajib (UN)? a. b. Bahasa Indonesia c. Bahasa

Lebih terperinci

Bangun Ruang. 2s = s 2. 3s = s 3. Contoh Soal : Berapa Volume, luas dan keliling kubus di bawah ini?

Bangun Ruang. 2s = s 2. 3s = s 3. Contoh Soal : Berapa Volume, luas dan keliling kubus di bawah ini? SD - Bangun Ruang. Kubus H G E F D C s A s B Cii-cii Kubus :. Jumlah bidang sisi ada 6 buah yang bebentuk buju sangka (ABCD, EFGH, ABFE, BCGF, CDHG, ADHE,). Mempunyai 8 titik sudut (A, B, C, D, E, F, G,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bangun ruang adalah materi pokok dalam pembelajaran matematika di SMP/MTs yang kajian materinya masih bersifat abstrak. Pada materi bangun ruang ini, peserta

Lebih terperinci

Luas dan Keliling Bangun Datar (1)_soal Kelas 6 SD. 1. Rumus luas persegi panjang adalah... A. B. C. + D.

Luas dan Keliling Bangun Datar (1)_soal Kelas 6 SD. 1. Rumus luas persegi panjang adalah... A. B. C. + D. Luas dan Keliling Bangun Datar (1)_soal Kelas 6 SD 1. Rumus luas persegi panjang adalah.... A. B. C. + D.. Perhatikan gambar berikut! Luas bagian lingkaran di samping adalah... cm. A. 36,8 B. 00,96 C.

Lebih terperinci

PERAMALAN DENGAN MODEL SVAR PADA DATA INFLASI INDONESIA DANNILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP KURS DOLAR AMERIKA

PERAMALAN DENGAN MODEL SVAR PADA DATA INFLASI INDONESIA DANNILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP KURS DOLAR AMERIKA PERAMALAN DENGAN MODEL SVAR PADA DATA INFLASI INDONESIA DANNILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP KURS DOLAR AMERIKA Daivi S. Wardani, Adi Seiawan, Didi B. Nugroho Program Sudi Maemaika Fakulas Sains dan Maemaika,

Lebih terperinci

GEOMETRI DALAM RUANG DIMENSI TIGA

GEOMETRI DALAM RUANG DIMENSI TIGA OMI LM UN IMNSI I (l. rismanto, M.Sc.) I. UUN II, IS, N IN. II, IS N IN itik merupakan unsur ruan yan palin sederana, tidak didefinisikan, tetapi setiap pembaca diarapkan dapat memaaminya. Yan dimaksud

Lebih terperinci

UNIT9 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN. Masrinawatie AS. Pendahuluan

UNIT9 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN. Masrinawatie AS. Pendahuluan UNIT9 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN Masrinawatie AS Pendahuluan P endapat yang mengatakan bahwa mengajar adalah proses penyampaian atau penerusan pengetahuan sudah ditinggalkan

Lebih terperinci

BENTUK DUA DIMENSI ATAU DENAH

BENTUK DUA DIMENSI ATAU DENAH BENTUK DUA DIMENSI ATAU DENAH Semua bentuk geometrik pada umumnya dapat dibedakan menjadi bentuk membulat, melengkung, persegi, dan tidak beraturan. Membulat mewakili bentuk-bentuk bersisi lengkung, persegi

Lebih terperinci

PENERAPAN PEMBELAJARAN SUSUN BANGUN DATAR MANDIRI DALAM PRAKTIK LESSON STUDY DI SD GMIH IDAMGAMLAMO DAN SD LOCE HALMAHERA BARAT

PENERAPAN PEMBELAJARAN SUSUN BANGUN DATAR MANDIRI DALAM PRAKTIK LESSON STUDY DI SD GMIH IDAMGAMLAMO DAN SD LOCE HALMAHERA BARAT PENERAPAN PEMBELAJARAN SUSUN BANGUN DATAR MANDIRI DALAM PRAKTIK LESSON STUDY DI SD GMIH IDAMGAMLAMO DAN SD LOCE HALMAHERA BARAT Welhelmus Denny SD Loce Kecamatan Sahu Timur Kabupaten Halmahera Barat Abstrak:

Lebih terperinci

SISTEM USAHA TANI TERINTEGRASI TANAMAN-TERNAK SEBAGAI RESPONS PETANI TERHADAP FAKTOR RISIKO. Tjeppy D. Soedjana

SISTEM USAHA TANI TERINTEGRASI TANAMAN-TERNAK SEBAGAI RESPONS PETANI TERHADAP FAKTOR RISIKO. Tjeppy D. Soedjana SISTEM USAHA TANI TERINTEGRASI TANAMAN-TERNAK SEBAGAI RESPONS PETANI TERHADAP FAKTOR RISIKO Tjeppy D. Soedjana Pua Peneliian dan Pengembangan Peernakan, Jalan Raya Pajajaran Kav. E. 59, Bogor 16151 ABSTRAK

Lebih terperinci

BAB II VEKTOR DAN GERAK DALAM RUANG

BAB II VEKTOR DAN GERAK DALAM RUANG BAB II VEKTOR DAN GERAK DALAM RUANG 1. KOORDINAT CARTESIUS DALAM RUANG DIMENSI TIGA SISTEM TANGAN KANAN SISTEM TANGAN KIRI RUMUS JARAK,,,, 16 Contoh : Carilah jarak antara titik,, dan,,. Solusi :, Persamaan

Lebih terperinci

Buku Pendalaman Konsep. Trigonometri. Tingkat SMA Doddy Feryanto

Buku Pendalaman Konsep. Trigonometri. Tingkat SMA Doddy Feryanto Buku Pendalaman Konsep Trigonometri Tingkat SMA Doddy Feryanto Kata Pengantar Trigonometri merupakan salah satu jenis fungsi yang sangat banyak berguna di berbagai bidang. Di bidang matematika sendiri,

Lebih terperinci

PERCOBAAN I HUKUM NEWTON

PERCOBAAN I HUKUM NEWTON PERCOBAAN I HUKUM NEWTON I. Tujuan Mepelajai geak luus beubah beauan pada bidang daa dengan banuan ai ack ail unuk enenukan hubungan anaa jaak, waku, kecepaan, dan waku, sea hubungan anaa assa, pecepaan

Lebih terperinci

Kayu gergajian Bagian 1: Istilah dan definisi

Kayu gergajian Bagian 1: Istilah dan definisi Standar Nasional Indonesia Kayu gergajian Bagian 1: Istilah dan definisi ICS 79.040 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi...i Prakata...ii 1 Ruang lingkup... 1 2 Acuan normatif... 1 3 Istilah

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUM LIMAS YANG SESUAI DENGAN KARAKTERISTIK PMRI DI KELAS VIII SMP NEGERI 4 PALEMBANG

PENGEMBANGAN MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUM LIMAS YANG SESUAI DENGAN KARAKTERISTIK PMRI DI KELAS VIII SMP NEGERI 4 PALEMBANG PENGEMBANGAN MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUM LIMAS YANG SESUAI DENGAN KARAKTERISTIK PMRI DI KELAS VIII SMP NEGERI 4 PALEMBANG Hariyati 1, Indaryanti 2, Zulkardi 3 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengembangkan

Lebih terperinci

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. khususnya materi geometri kurang diminati bagi guru lebih-lebih bagi siswa.

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. khususnya materi geometri kurang diminati bagi guru lebih-lebih bagi siswa. BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Refleksi Awal Kenyataan selama ini membuktikan bahwa dalam pelajaran matematika, khususnya materi geometri kurang diminati bagi guru lebih-lebih bagi siswa. Geometri

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bilangan, (b) aljabar, (c) geometri dan pengukuran, (d) statistika dan peluang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bilangan, (b) aljabar, (c) geometri dan pengukuran, (d) statistika dan peluang 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pemahaman Konsep Matematika Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006 untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), disebutkan bahwa standar kompetensi mata pelajaran

Lebih terperinci

BANGUN RUANG SISI LENGKUNG

BANGUN RUANG SISI LENGKUNG MGMP MATEMATIKA SMP KOTA MALANG BANGUN RUANG SISI LENGKUNG MODUL/BAHAN AJAR KELAS 9 PENYUSUN Ds.WIJANARKO EDITOR ANIK SUJIATI,S.Pd. MM BANGUN RUANG SISI LENGKUNG BAB 2BANGUN RUANG SISI LENGKUNG Setelah

Lebih terperinci

SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH KURIKULUM 2013

SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH KURIKULUM 2013 SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH KURIKULUM 2013 SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/ MADRASAH TSANAWIYAH KELAS VII KURIKULUM

Lebih terperinci

MAT. 04. Geometri Dimensi Dua

MAT. 04. Geometri Dimensi Dua MAT. 04. Geometri Dimensi Dua i Kode MAT. 04 Geometri Dimensi Dua BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN

Lebih terperinci

Menerima surat/berkas. Menecatat pada agenda surat/berkas masuk. 30 mnt. Menelaah surat/berkas yang diterima sesuai dengan disposisi.

Menerima surat/berkas. Menecatat pada agenda surat/berkas masuk. 30 mnt. Menelaah surat/berkas yang diterima sesuai dengan disposisi. SOP ADMIITRASI KEPEGAWAIA 1. SOP Sura Masuk / Sura Keluar Bagi Bagi Uu Menyerahk sura/berkas yg sudah disiposisi Uu Mengiri sura/berkas 2 n Meneria sura/berkas. Menecaa pada agenda sura/berkas asuk. Menelaah

Lebih terperinci

NILAI AKUMULASI ANUITAS AKHIR DENGAN ASUMSI DISTRIBUSI UNIFORM UNTUK m KALI PEMBAYARAN

NILAI AKUMULASI ANUITAS AKHIR DENGAN ASUMSI DISTRIBUSI UNIFORM UNTUK m KALI PEMBAYARAN NILAI AKUMULASI ANUITAS AKHIR DENGAN ASUMSI DISTRIBUSI UNIFORM UNTUK m KALI PEMBAYARAN Nomi Kelari *, Hasriai 2, Musraii 2 Mahasiswa Program S Maemaika 2 Dose Jurusa Maemaika Fakulas Maemaika da Ilmu Pegeahua

Lebih terperinci

BAB 3 GAMBAR PERSPEKTIF

BAB 3 GAMBAR PERSPEKTIF BB 3 GMBR ERSEKTIF 1 engertian erspektif erspektif, kadang disebut proyeksi sentral adalah cara menggambarkan suatu benda dengan mempergunakan garis-garis yang berpusat pada satu titik. Dengan perspektif

Lebih terperinci

Modul Matematika Segi Empat

Modul Matematika Segi Empat Modul Matematika Segi Empat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP-Standar Isi 2006) Berdasarkan Pendekatan Kontekstual Untuk Siswa SMP Kelas VII Semester 2 Penulis : Tutik Shahidayanti Pembimbing :

Lebih terperinci

1. Tuliskan kalimat yang sesuai dengan gambar! 2. Apakah manfaat makan buah dan sayur bagi kesehatan tubuh?

1. Tuliskan kalimat yang sesuai dengan gambar! 2. Apakah manfaat makan buah dan sayur bagi kesehatan tubuh? 1. Tuliskan kalimat yang sesuai dengan gambar! 2. Apakah manfaat makan buah dan sayur bagi kesehatan tubuh? 3. Sebutkan contoh perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah! 4. Perhatikan bangun ruang di

Lebih terperinci

ORGANISASI RUANG. Berikut ini adalah jenis-jenis organisasi ruang : Organisasi Terpusat

ORGANISASI RUANG. Berikut ini adalah jenis-jenis organisasi ruang : Organisasi Terpusat ORGANISASI RUANG Berikut ini adalah jenis-jenis organisasi ruang : Organisasi Terpusat Sebuah ruang dominan terpusat dengan pengelompokan sejumlah ruang sekunder. Organisasi Linier Suatu urutan dalam satu

Lebih terperinci

ANALISIS BEDA. Konsep. Uji t (t-test) Teknik Uji Beda. Agus Susworo Dwi Marhaendro

ANALISIS BEDA. Konsep. Uji t (t-test) Teknik Uji Beda. Agus Susworo Dwi Marhaendro ANALII BEA Agus usworo wi Marhaedro Kosep Peeliia bermaksud meguji keadaa (sesuau) yag erdapa dalam suau kelompok dega kelompok lai Meguji apakah erdapa perbedaa yg sigifika di aara kelompok-kelompok Tekik

Lebih terperinci

SOAL MATEMATIKA SD. Jawaban: 39.788 + 56.895 27.798 = 96.683 27.798 = 68.885 (B)

SOAL MATEMATIKA SD. Jawaban: 39.788 + 56.895 27.798 = 96.683 27.798 = 68.885 (B) SOAL MATEMATIKA SD. Hasil 39.788 + 56.895 7.798 adalah A. 68.875 B. 68.885 C. 68.975 D. 69.885 39.788 + 56.895 7.798 = 96.683 7.798 = 68.885 (B) Pengetahuan prasyarat Aturan Internasional operasi hitung

Lebih terperinci

a. Pedoman dikapal b. Menara suar c. Sudut baringan (relatiop)

a. Pedoman dikapal b. Menara suar c. Sudut baringan (relatiop) BAB VI ALAT BARING PENDAHULUAN Dalam bab ini akan dibahas mengenai alat navigasi yang umumnya hanya digunakan di kapal bersama-sama dengan pedoman magnit untuk mendapatkan posisi kapal, yaitu alat baring.

Lebih terperinci

< < < < ry14 < < < +i- -9 -g. 1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha

< < < < ry14 < < < +i- -9 -g. 1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha lha ry rq 9 g rrq hq rr! L, +, : F L ah{ _ L.{ b.{ PRATURAN DRKS PRUSAHAAN UMUM PRUM) JAMNAN KRDTT NDONSA NOMOR : 2 /PerDrp{ll2ml TNTANG STANDARD OPRATNG PROCD,R (SOP) PMAMNAN KRDT UMUM BRBASS RJSKO PRUSAHAAN

Lebih terperinci

INTEGRAL RANGKAP DUA. diberikan daerah di bidang XOY yang berbentuk persegi panjang, {( )

INTEGRAL RANGKAP DUA. diberikan daerah di bidang XOY yang berbentuk persegi panjang, {( ) Matematika asar Misal INTEGAL ANGKAP UA diberikan daerah di bidang XO yang berbentuk persegi panjang, {( ) } =, y a b, y d dan fungsi dua peubah z = f (,y ) >. Maka untuk menghitung volume benda ruang

Lebih terperinci

Bahan ajar On The Job Training. Penggunaan Alat Total Station

Bahan ajar On The Job Training. Penggunaan Alat Total Station Bahan ajar On The Job Training Penggunaan Alat Total Station Direktorat Pengukuran Dasar Deputi Bidang Survei, Pengukuran dan Pemetaan Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia 2011 Pengukuran Poligon

Lebih terperinci

9 Menghitung Besar Sudut di Titik Sudut

9 Menghitung Besar Sudut di Titik Sudut 9 Menghitung Besar Sudut di Titik Sudut Besar sudut di setiap titik sudut pada segi-banyak relatif mudah dihitung. Pada segi-n beraturan, besar sudut di setiap titik sudutnya sama dengan 180 o 360 o /n.

Lebih terperinci

10Teinik. Template Mesin Pemindahan Bahan Power Point. Sistem Peralatan Tambahan Khusus Kait Pada Mesin Pemindahan Bahan. Ir. H. Pirnadi, MSc. APU.

10Teinik. Template Mesin Pemindahan Bahan Power Point. Sistem Peralatan Tambahan Khusus Kait Pada Mesin Pemindahan Bahan. Ir. H. Pirnadi, MSc. APU. Modul ke: Template Mesin Pemindahan Bahan Power Point Sistem Peralatan Tambahan Khusus Kait Pada Mesin Pemindahan Bahan. Fakultas 10Teinik Ir. H. Pirnadi, MSc. APU. Program Studi Teknik Mesin 2. Peralatan

Lebih terperinci

SOLUSI SISTEM PERSAMAAN DIFFERENSIAL NON LINEAR MENGGUNAKAN METODE EULER BERBANTUAN PROGRAM MATLAB SKRIPSI

SOLUSI SISTEM PERSAMAAN DIFFERENSIAL NON LINEAR MENGGUNAKAN METODE EULER BERBANTUAN PROGRAM MATLAB SKRIPSI SOLUSI SISTEM PERSAMAAN DIFFERENSIAL NON LINEAR MENGGUNAKAN METODE EULER BERBANTUAN PROGRAM MATLAB SKRIPSI oleh: RILA DWI RAHMAWATI NIM: 0350050 JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS

Lebih terperinci

MENUNJUKKAN SIFAT SIFAT AFFINITAS PERSPEKTIF DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM CABRI. Oleh Sugiyono Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY ABSTRAK

MENUNJUKKAN SIFAT SIFAT AFFINITAS PERSPEKTIF DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM CABRI. Oleh Sugiyono Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY ABSTRAK MENUNJUKKAN SIFAT SIFAT AFFINITAS PERSPEKTIF DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM CABRI Oleh Sugiyono Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY ABSTRAK Misalkan s suatu garis dalam bidang (Euclides), α menyatakan

Lebih terperinci

Hubungan Karakteristik Perawat Dengan Tingkat Kepatuhan Perawat Melakukan Cuci Tangan di Rumah Sakit Columbia Asia Medan

Hubungan Karakteristik Perawat Dengan Tingkat Kepatuhan Perawat Melakukan Cuci Tangan di Rumah Sakit Columbia Asia Medan ` Hubungan Karaerisi Perawa Dengan Tinga Kepauhan Perawa Melauan Cuci Tangan di Rumah Sai Columbia Asia Medan Rosia Saragih SKM, MKes 1, Naalina Rumapea 2 1 Dosen Faulas Ilmu Keperawaan Universias Darma

Lebih terperinci

PENENTUAN UMUR SIMPAN PADA PRODUK PANGAN. Heny Herawati

PENENTUAN UMUR SIMPAN PADA PRODUK PANGAN. Heny Herawati PENENTUAN UMUR SIMPAN PADA PRODUK PANGAN Heny Herawai Balai Pengkajian Teknologi Peranian Jawa Tengah, Buki Tegalepek, Koak Po 101 Ungaran 50501 ABSTRAK Pengolahan pangan pada induri komerial anara lain

Lebih terperinci

BAB VI. PENGGUNAAN INTEGRAL. Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia

BAB VI. PENGGUNAAN INTEGRAL. Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia BAB VI. PENGGUNAAN INTEGRAL Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia BAB VI. PENGGUNAAN INTEGRAL Luas Daerah di Bidang Volume Benda Pejal di Ruang: Metode Cincin Metode Cakram Metode Kulit Tabung

Lebih terperinci

KAJIAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) DAN KOMUNIKASI MATEMATIS PADA MATERI LUAS PERMUKAAN BANGUN RUANG SISI DATAR

KAJIAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) DAN KOMUNIKASI MATEMATIS PADA MATERI LUAS PERMUKAAN BANGUN RUANG SISI DATAR KAJIAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) DAN KOMUNIKASI MATEMATIS PADA MATERI LUAS PERMUKAAN BANGUN RUANG SISI DATAR Deka Anjariyah (Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu

Lebih terperinci

MODEL VEKTOR DAN MATRIKS DARI DOKUMEN SERTA SUDUT ANTARA DUA VEKTOR DAN DUA SUBRUANG UNTUK MENDUGA DINI PLAGIARISME DOKUMEN

MODEL VEKTOR DAN MATRIKS DARI DOKUMEN SERTA SUDUT ANTARA DUA VEKTOR DAN DUA SUBRUANG UNTUK MENDUGA DINI PLAGIARISME DOKUMEN MODEL VEKOR DAN MARIKS DARI DOKUMEN SERA SUDU ANARA DUA VEKOR DAN DUA SUBRUANG UNUK MENDUGA DINI PLAGIARISME DOKUMEN Prasetyaning Diah R. Lestari, R. Agustian, R. Gafriadi, A.Febriyanti, dan A.D. Garnadi

Lebih terperinci

PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA

PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL CIPTA KARYA NOMOR: 111/KPTS/CK/1993 TANGGAL 28 SEPTEMBER 1993 TENTANG: PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA A. DASAR DASAR PERENCANAAN BANGUNAN TAHAN GEMPA

Lebih terperinci

UNIT PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA. Nyimas Aisyah. Pendahuluan

UNIT PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA. Nyimas Aisyah. Pendahuluan UNIT 5 PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Nyimas Aisyah Pendahuluan P embelajaran matematika di Sekolah Dasar sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional, menurut kurikulum 2006, bertujuan antara

Lebih terperinci

PENGARUH DAN FUNGSI BATANG NOL TERHADAP DEFLEKSI TITIK BUHUL STRUKTUR RANGKA Iwan-Indra Gunawan PENDAHULUAN

PENGARUH DAN FUNGSI BATANG NOL TERHADAP DEFLEKSI TITIK BUHUL STRUKTUR RANGKA Iwan-Indra Gunawan PENDAHULUAN PENGARUH DAN FUNGSI BATANG NOL TERHADAP DEFLEKSI TITIK BUHUL STRUKTUR RANGKA Iwan-Indra Gunawan INTISARI Konstruksi rangka batang adalah konstruksi yang hanya menerima gaya tekan dan gaya tarik. Bentuk

Lebih terperinci

Analisis SI dan SKL Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs untuk Optimalisasi Tujuan Mata Pelajaran Matematika

Analisis SI dan SKL Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs untuk Optimalisasi Tujuan Mata Pelajaran Matematika Analisis SI dan SKL Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs untuk Optimalisasi Tujuan Mata Pelajaran Matematika Penulis Dra. Sri Wardhani Penilai Dra. Th Widyantini, M.Si. Editor Titik Sutanti, S.Pd.Si. Ilustrator

Lebih terperinci

3 OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR

3 OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR Pada arena balap mobil, sebuah mobil balap mampu melaju dengan kecepatan (x + 10) km/jam selama 0,5 jam. Berapakah kecepatannya jika jarak yang ditempuh mobil tersebut 00

Lebih terperinci

Bab I. Fungsi Dua Peubah atau Lebih. Pengantar

Bab I. Fungsi Dua Peubah atau Lebih. Pengantar Bab I Fungsi Dua Peubah atau Lebih Pengantar Seperti halna dengan fungsi satu peubah kita dapat mendefinisikan fungsi dua peubah atau lebih sebagai pemetaan dan sebagai pasangan berurut.fungsi dengan peubah

Lebih terperinci

PRAKTIK YANG MENGASYIKKAN MENGHILANGKAN RASA NGANTUK SAAT PROSES PEMBELAJARAN..

PRAKTIK YANG MENGASYIKKAN MENGHILANGKAN RASA NGANTUK SAAT PROSES PEMBELAJARAN.. PRAKTIK YANG MENGASYIKKAN MENGHILANGKAN RASA NGANTUK SAAT PROSES PEMBELAJARAN.. Kriiiing..kriiiing bel berbunyi, tanda jam pelajaran ke Sembilan sudah berbunyi, tanda masuk di dua jam terakhir. Aku berfikir

Lebih terperinci

Pengukuran Diameter dan Tinggi Pohon

Pengukuran Diameter dan Tinggi Pohon Pengukuran Diameter dan Tinggi Pohon Pengukuran Diameter (DBH) Diameter atau keliling merupakan salahsatu dimensi batang (pohon) yang sangat menentukan luas penampang lintang batang pohon saat berdiri

Lebih terperinci

SIFAT MEKANIK KAYU. Angka rapat dan kekuatan tiap kayu tidak sama Kayu mempunyai 3 sumbu arah sumbu :

SIFAT MEKANIK KAYU. Angka rapat dan kekuatan tiap kayu tidak sama Kayu mempunyai 3 sumbu arah sumbu : SIFAT MEKANIK KAYU Angka rapat dan kekuatan tiap kayu tidak sama Kayu mempunyai 3 sumbu arah sumbu : Sumbu axial (sejajar arah serat ) Sumbu radial ( menuju arah pusat ) Sumbu tangensial (menurut arah

Lebih terperinci

ANALISIS KURIKULUM & BAHAN AJAR TK A SEMESTER II

ANALISIS KURIKULUM & BAHAN AJAR TK A SEMESTER II 1. Berlari sambil melompat (D.3.20). 2. Meniru gerakan binatang/senam fantasi (D.3.23) 3. Berdiri dengan tumit di atas satu kaki selama 10 detik (D.3.19). 4. Mereyap dan merangkak lurus ke depan (D.3.22).

Lebih terperinci

PENDAHULUAN Latar Belakang

PENDAHULUAN Latar Belakang 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Istilah segitiga siku siku telah kita kenal sejak kecil. Jenis segitiga ini memang pantas untuk dipelajari, sebab bangun datar ini memiliki banyak terapan. Segitiga siku siku

Lebih terperinci

ANALISIS BEDA Fx F.. S u S g u i g y i an a t n o t da d n a Ag A u g s u Su S s u wor o o

ANALISIS BEDA Fx F.. S u S g u i g y i an a t n o t da d n a Ag A u g s u Su S s u wor o o ANALII BEDA Fx. ugiyao da Agus usworo Kosep Peeliia bermaksud meguji keadaa (sesuau) yag erdapa dalam suau kelompok dega kelompok lai Meguji apakah erdapa perbedaa yg Meguji apakah erdapa perbedaa yg sigifika

Lebih terperinci

Skripsi disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Skripsi disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI POKOK SIFAT-SIFAT BANGUN DATAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 2 KALIKAJAR KALIGONDANG PURBALINGGA

Lebih terperinci