II. Penggunaan Alat Peraga. segitiga, kemudian guru bertanya Berapakah alasnya? (7) Berapakah tingginya? (2), Bagaimanakah cara mendapatkannya?

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "II. Penggunaan Alat Peraga. segitiga, kemudian guru bertanya Berapakah alasnya? (7) Berapakah tingginya? (2), Bagaimanakah cara mendapatkannya?"

Transkripsi

1 rumus luas layang-layang dengan pendekaan luas segiiga 1. Memahami konsep luas segiiga 2. Memahami layang-layang dan unsur-unsurnya (pengerian layanglayang dan diagonal-diagonalnya) Langkah 1 Gb Leakkan pada papan gabus model daerah layang-layang dan seperi pada Gb Dengan cara menghimpikan model layang-layang dan, diunjukkan bahwa kedua bangun ersebu kongruen, kemudian anyakan kepada Pesera didik, Apakah luas daerahnya sama? (sama) 3. Sambil menunjuk pada bangun guru beranya kepada pesera didik Berapakah panjang diagonal ini (daar)? (7 sauan panjang) Berapakah panjang diagonal ini (egak)? (4 sauan panjang), kemudian sambil menunjuk bangun, Berapakah panjang diagonal ini (daar)? (7 sauan panjang) Berapakah panjang diagonal ini (egak)? (4 sauan panjang) 4. Ubahlah bangun pada menjadi dua model segiiga, kemudian anyakan kepada pesera didik, Bangun layang-layang ini erbagi menjadi berapa segiiga? (dua), Apakah kedua segiiga ersebu luasnya sama? (salah sau pesera didik unuk menghimpikan kemudian menjawab ya) 5. Pesera didik dimina unuk mengamai salah sau model segiiga, kemudian guru beranya Berapakah alasnya? (7) Berapakah ingginya? (2), Bagaimanakah cara mendapakannya? ( 21 x4) Berapakah luasnya? (7 saan luas). Bagaimanakah cara mendapakannya? ( 21 x 7 x 2) aau ( 21 x 7 x 21 x 4) Dengan demikian Luas layanglayang berapa kali luas segiiga? (dua) Selanjunya pesera didik unuk melanjukan unuk menemukan rumus luas layanglayang dengan cara sbb: Luas segiiga = 21 x 7 x 2 Luas segiiga = 21 x 7 x 21 x 4 Sehingga Luas layang-layang = 2 x (..x..x..x..) Luas layang-layang =...x 21 x Luas layang-layang = 21 x... x... aau Luas layang-layang = 21 x diagonal x.. Kegiaan 2 Dengan cara peseri pada kegiaan 1, dan menggunakan ala peraga seperi Gb. 11.2a pesera didik dapa menemukan rumus luas layanglayang q p ½ q Gb. 11.1a Jika layang-layang dengan panjang diagonal perama p dan panjang diagonal kedua q, dan 1 luasnya L maka L = 2 x p x q p Sugiaro, Isi Hidayah Jurusan Maemaika FMIPA UNNES 1

2 12. ALAT PERAGA LUAS BELAH KETUPAT DENGAN PENDEKATAN LUAS SEGITIGA q p Gb rumus luas belah keupa dengan pendekaan luas segiiga 1. Memahami konsep luas segiiga 2. Memahami belah keupa dan unsur-unsurnya (pengerian belah keupa dan diagonal-diagonalnya) p ½ q Gb. 12.1a diagonal daarnya 6, dan panjang diagonal egaknya 4, kemudian sambil menunjuk bangun, anyakan kepada pesera didik, Berapakah panjang diagonaldiaonalnya? (6 dan 4) 4. Ubahlah bangun pada menjadi dua model segiiga, kemudian anyakan kepada pesera didik, Bangun belah keupa ini erbagi menjadi berapa segiiga? (dua), Apakah kedua segiiga ersebu luasnya sama? (salah sau pesera didik unuk menghimpikan kemudian menjawab ya) 5. Pesera dimina unuk mengamai salah sau model segiiga, kemudian guru beranya, Berapakah alasnya? (6). Berapakah ingginya? 2, Bagaimanakah cara mendapa-kannya 1 ( 2 x 4), Berapakah luasnya? (6 sauan luas), Dengan demikian Luas belah keupa berapa kali luas segiiga? (dua) Selanjunya pesera didik unuk melanjukan unuk menemukan rumus luas belah keupa dengan cara sbb: Luas segiiga = 21 x 6 x 2 Luas segiiga = 21 x 6 x 21 x 4 Sehingga Luas belah keupa = 2 x (..x..x..x..) Luas belah keupa =...x 21 x Luas belah keupa = 21 x... x... aau Luas belah keupa = 21 x diagonal x.. Kegiaan 2 Gb Leakkan pada papan gabus model daerah belah keupa dan seperi pada Gb Dengan cara menghimpikan model belah keupa dan, diunjukkan bahwa kedua bangun ersebu kongruen, kemudian anyakan kepada Pesera didik, Apakah luasnya sama? (sama) 3. Sambil menunjuk pada bangun bahwa belah keupa ini panjang Dengan cara peseri pada kegiaan 1, dan menggunakan ala peraga seperi Gb. 12.2a pesera didik dapa menemukan rumus luas daerah belah keupa q p ½ q p Gb. 12.2a Sugiaro, Isi Hidayah Jurusan Maemaika FMIPA UNNES 2

3 Jika belah keupa dengan panjang diagonal perama p dan panjang diagonal kedua q, dan luasnya L maka L = 2 1 x p x q 13. ALAT PERAGA LUAS TRAPESIUM DENGAN PENDEKATAN LUAS SEGITIGA Gb Leakkan pada papan gabus model daerah belah keupa dan seperi pada Gb Dengan cara menghimpikan model rapesium dan, diunjukkan bahwa kedua bangun ersebu kongruen, kemudian anyakan kepada Pesera didik, Apakah luasnya sama? (sama) 3. Sambil menunjuk pada bangun bahwa rapesium ini panjang sisi-sisi sejajarnya beruru-uru 5 dan 2 ingginya 6, kemudian sambil menunjuk bangun, anyakan kepada pesera didik Berapakah panjang sisi ini? (Sisi sejajar yang bawah) (5), Berapakah panjang sisi ini? (Sisi sejajar yang aas) (2) Berapakah ingginya? (6). 4. Ubahlah bangun pada menjadi dua model segiiga, segiiga perama segiiga lancip dan segiiga kedua segiiga umpul. Perhaikan segiiga lancip, kemudian anyakan kepada pesera didik, jika alasnya 5 berapakah ingginya? (6) Berapakah luasnya? ( 2 1 x 5 x 6). Gb.13.1a rumus luas daerah rapesium dengan pendekaan luas daerah segiiga 1. Memahami konsep luas segiiga dan luas segiiga umpul 2. Memahami rapesium besera unsur-unsurnya (pengerian rape-sium, panjang sisi-sisi sejajar dan inggi rapesium) 3. Perhaikan segiiga umpul kemudian anyakan kepada pesera didik, Jika alasnya 2 apakah ingginya sama dengan inggi segiiga ini (lancip)? (ya), Jadi berapakah ingginya? (6), Berapakah luasnya? ( 21 x x 2 x 6) 5. Selanjunya pesera didik unuk melanjukan menemukan rumus luas rapesium dengan cara sbb: Luas segiiga lancip = 21 x 5 x 6 Luas segiiga umpul = 21 x 2 x 6 Sehingga Luas rapesium = Luas segiiga lancip Luas rapesium = ( 21 x..x.. ) + ( 21 x..x.. ) Luas rapesium = ( ) x 21 x aau Luas rapesium = Jumlah panjang sisi sejajar x Kegiaan 2 Dengan cara peseri pada kegiaan 1, dan menggunakan ala peraga seperi Gb. 13.2a pesera didik dapa menemukan rumus luas rapesium Gb Sugiaro, Isi Hidayah Jurusan Maemaika FMIPA UNNES 3

4 a a b Gb.13.2a Ling kar an Keliling (K) Diam eer (d) K d (iii)... K d 3. Seelah kolom Keliling diisi, pesera didik mengisi kolom Jika rapesium dengan panjang sisi-sisi sejajarnya a dan b, ingginya dan luasnya L maka L = (a + b) x 21 x erakhir ( d K ), Apakah hasilnya eap? (ya) ernyaa K 22 = d 7 aau d K = ALAT PRAGA KELILING LNGKARAN I. Model Ala Peraga Tempa mengaikan benang 7 cm 14 cm Bena 21 cm Gb rumus keliling lingkaran 1) Memahami sauan panjang 2) Memahami lingkaran dan unsur unsurnya (pengerian keliling lingkaran, diameer dan jari-jari lingkaran) Billangan 22 7 aau 3,14 selanjunya disebu π (pi). Selanjunya pesera didik dibimbing unuk menurunkan rumus keliling lingkaran dengan cara sbb : K =.. aau K = x d karena d = 2 r, maka dapa diulis K = x ( 2 x,) jadi K = Sebuah lingkaran dengan panjang jari-jari r dan kelilingnya K, maka K = πd aau K = 2 πr 15. ALAT PERAGA LUAS LINGKARAN DENGAN PENDEKATAN LUAS PERSEGI PANJANG 1. Leakkan keiga model lingkaran pada Papan Gabus dengan menggunakan paku push-pin 2. Ukurlah masing-masing model lingkaran ersebu diameer dan kelilingnya secara cerma dan elii (iii) Gb Sugiaro, Isi Hidayah Jurusan Maemaika FMIPA UNNES 4

5 rumus luas lingkaran dengan pendekaan luas persegi panjang 1. Memahami konsep luas persegi panjang 2. Mengenal lingkaran dan unsur-unsurnya (pengerian lingkaran dan jari-jari lingkaran) 3. Memahami keliling lingkaran dan panjang busur seengah keliling lingkaran Luas persegi panjang = panjang x lebar Luas persegi panjang = πr x r, aau Luas persegi panjang = πr 2 Luas lingkaran = luas persegipanjang Sehingga Luas lingkaran = πr 2 Jika lingkaran dengan panjang jari-jarinya r, dan luasnya L maka L = πr ALAT PERAGA LUAS LINGKARAN DENGAN PENDEKATAN LUAS SEGITIGA (iii) πr r Gb cm 10 cm 1. Leakkan pada papan gabus model daerah lingkaran dan seperi pada Gb Dengan cara menghimpikan, unjukkan bahwa kedua model lingkaran ersebu kongruen. Sambil menunjuk pada bangun bahwa model lingkaran ini panjang jarijarinya r, kemudian anyakan kepada pesera didik, Apakah panjang jarijarinya sama? Apakah luasnya sama? 3. Kaakan kepada pesera didik bahwa model lingkaran dapa diubah benuknya menjadi bangun pada Gb. 15.2(iii), anyakan kepada pesera didik, Apakah luasnya sama? (ya) Berbenuk apakah bangun pada Gb. 15.2(iii)? (menyerupai persegi panjang) Berapakah panjangnya? (seengah keliling lingkaran aau πr) Berapakah lebarnya? (r) Berapakah luasnya? (πr x r) 4. Selanjunya pesera didik unuk melanjukan menemukan rumus luas lingkaran dengan cara sbb: (iii) Gb rumus luas lingkaran dengan pendekaan luas segiiga 1. Memahami konsep luas daerah segiiga 2. Memahami keliling lingkaran dan panjang busur seperempa keliling ingkaran 3. Mengenal lingkaran dan unsur- unsurnya (pengerian lingkaran dan jari-jari lingkaran) 1. Leakkan pada papan gabus model daerah lingkaran dan seperi pada Gb Sugiaro, Isi Hidayah Jurusan Maemaika FMIPA UNNES 5

6 2. Dengan cara menghimpikan, unjukkan bahwa kedua model lingkaran ersebu kongruen. Sambil menunjuk pada bangun bahwa model lingkaran ini panjang jari-jarinya r, kemudian anyakan kepada pesera didik, Apakah panjang jari-jarinya sama? apakah luasnya sama? 17. ALAT PERAGA SIMETRI LIPAT r r 1 (iii) Gb Gb Kaakan kepada pesera didik bahwa model lingkaran dapa diubah benuknya menjadi bangun pada Gb. 16.2(iii), anyakan kepada pesera didik, Apakah kedua bangun iu luasnya sama? (ya) berbenuk apakah bangun pada Gb. 16.2(iii)? (menyerupai segiiga) Berapakah alasnya? (seperempa keliling 1 lingkaran aau πr) Berapakah 2 ingginya? (4r) Berapakah luasnya? ( 2 1 x 2 1 πr x 4r) 3. Selanjunya pesera didik unuk melanjukan menemukan rumus luas daerah lingkaran dengan cara sbb: Luas segi iga = 21 x alas x inggi Luas segiiga = 21 x ( 21 x πr) x 4r aau Luas segiiga = πr 2 Sehingga Luas lingkaran =... Jika lingkaran dengan panjang jari-jarinya r, dan luasnya L maka L = πr 2 II Penggunaan Ala Peraga Pesera didik dapa memahami konsep simeri lipa, menenukan bangun yang mempunyai simeri lipa dan banyaknya simeri lipa masing-masing bangun. Memahami konsep bangun daar dan daerah daar 1. Ambillah model daerah segiiga sama kaki, unjukkan kepada pesera didik, anyakan berbenuk apakah bangun ini, lipalah menuru garis puus-puus lipaan perama kedua daerah epa berhimpi, anyakan kepada pesera didik, Apakah kedua bagian ini epa berhimpi? (ya) Disebu apakah sumbu ini? (sumbu simeri), coba lipalah menuru garis puus-puus yang kedua, Apakah epa berhimpi? (idak) Apakah garis ini merupakan sumbu simeri? (bukan), mengapa? (kedua bagian idak epa berhimpi) lakukan unuk melipa yang keiga dengan peranyaan yang serupa. Dan anyakan kepada pesera didik, Sugiaro, Isi Hidayah Jurusan Maemaika FMIPA UNNES 6

7 Segiiga sama kaki mempunyai berapa sumbu simeri? (sau) 2. Selanjunya pesera didik dimina unuk menyelidiki berapa banyak sumbu simeri dari bangun yang lain, kemudian dimina unuk membua simpulan enang banyaknya sumbu simeri yang dimiliki masing-masing bangun daar dengan mengisi LKS beriku BANYAKNYA SUMBU SIMETRI No Nama Bangun 18. ALAT PERAGA BANGUN RUANG Banyak Sumbu Simeri Pesera didik memahami bangun ruang, macam bangun ruang besera sifa-sifanya Mengenal berbagai bangun daar dan daerah daar Dengan serangkaian ugas dan peranyaan dan pengamaan, erhadap berbagai model bangun ruang, pesera didik diunun unuk mengeahui 1. Pengerian balok, sisi, rusuk dan iik sudu balok, benuk sisi balok, benuk rusuk balok, banyaknya sisi, rusuk dan iik sudu balok 2. Pengerian kubus, sisi, rusuk dan iik sudu kubus, benuk sisi kubus, benuk rusuk kubus, banyaknya sisi, rusuk dan iik sudu kubus 3. Pengerian prisma segiiga, sisi, rusuk dan iik sudu prisma segiiga, alas dan benuk alas prisma segiiga, sisi egak dan benuk sisi egak prisma segiiga, rusuk alas dan rusuk egak prisma segiiga 4. Pengerian limas segiempa, sisi, rusuk dan iik sudu limas segiempa, alas dan benuk alas limas segiempa, sisi egak dan benuk sisi egak limas segiempa, rusuk alas dan rusuk egak sisi egak limas segiempa 5. Pengerian abung, alas dan benuk alas abung, banyaknya sisi, rusuk dan iik sudu abung 6. Pengerian kerucu, alas dan benuk alas kerucu, banyaknya sisi, rusuk dan iik sudu kerucu 7. Pengerian bola II, Penggunaan Ala Peraga Gb Caaan Unuk mengecek apakah pesera didik sudah memahami aau belum enang prisma segiiga, maka leakkan model prisma segiiga dengan posisi salah sau sisi egaknya dileakkan mendaar. Kemudian anyakan kepada pesera didik, 1. Apa nama bangun ini? 2. Manakah alasnya? 3. Manakah alasnya? Sugiaro, Isi Hidayah Jurusan Maemaika FMIPA UNNES 7

8 19. ALAT PERAGA VOLUM BALOK Gb rumus volum balok Pesera Didik 1. Mengenal sauan volum 2. Mengenal pengerian balok dan unsur- unsurnya (pengerian balok, alas balok, inggi balok) 3. Acungkan dan kaakan pada pesera didik bahwa model kubus dengan posisi seperi pada Gb. 19.2(iii). Disebu bangun apakah ini? (Balok). Berapakah panjangnya? (4). Berapakah lebarnya? (2). Berapakah ingginya? (2). Berapakah volum balok ini? (24). Bagaimanakah cara yang epa unuk menghiung volume balok ini? (4 x 2 x 3) 4. Selanjunya jika sebuah balok panjangnya p, lebarnya l, dan ingginya, maka Berapakah volumnya? (p x l x ), dan Berbenuk apakah alas balok di aas? (persegi panjang). Bagaimana rumus luas persegi panjang? (p x l). Jadi berapakah volum balok ersebu? (Luas alas x inggi) Jika sebuah balok, dengn panjangnya p, lebarnya l, dan ingginya, sera volumnya V, maka V = p x l x aau V = Luas alas x inggi Caaan : alas berbenuk persegi panjang (iii) Gb ALAT PERAGA VOLUM KUBUS 1. Acungkan dan kaakan pada pesera didik bahwa model kubus dengan posisi seperi pada Gb Disebu bangun apakah ini? (Balok). Berapakah panjangnya? (4). Berapakah lebarnya? (3). Berapakah ingginya? (2). Berapakah volum balok ini? (24). Bagaimanakah cara yang epa unuk menghiung volume balok ini? (4 x 3 x 2) 2. Acungkan dan kaakan pada pesera didik bahwa model kubus dengan posisi seperi pada Gb Disebu bangun apakah ini? (Balok). Berapakah panjangnya? (3). Berapakah lebarnya? (2). Berapakah ingginya? (4) Berapakah volume balok ini? (24). Bagaimanakah cara yang epa unuk menghiung volum balok ini? (3 x 2 x 4) Gb rumus volum kubus 1. Mengenal sauan volum Sugiaro, Isi Hidayah Jurusan Maemaika FMIPA UNNES 8

9 2. Mengenal konsep kubusdan unsur unsurnya (pengerian kubus, panjang rusuk kubus) egiiga, alas dan inggi prisma segiiga) Prosedur penggunaan Ala Peraga Volum Kubus sama dengan penggunaan Ala Peraga Volum Balok 21. ALAT PERAGA VOLUM PRISMA SEGITIGA Gb Jika sebuah kubus panjang rusuknya s,dan volumnya V, maka V = s x s x s aau V = s 3 Gb Apakah model balok pada dan pada gambar di aas, panjang,lebar dan ingginya sama? sambil menghimpikan sisi-sisi yang seleak (sama). Apakah kedua model balok volumnya sama? (dapa diunnjukkan dengan mengisi kedua model balok dengan buiran sagu) 2. Tunjukkanlah bahwa model balok seperi dibenuk oleh dua model prisma segiiga yang volumnya sama. Mengapa? (luas alas dan ingginya sama) Peragaan ini menunjukkan bahwa volum balok = 2 x volum prisma segiiga. Jika volum prisma segiiga diulis dengan VP dan volum balok aau volum prisma segiempa diulis dengan VP, maka Gb rumus volum prisma segiiga 1. Mengenal sauan volum 2. Mengenal volum balok 3. Mengenal prisma segiiga dan unsur-unsurnya (pengerin prima VP = L x VP = ½ x VP VP = ½ x.. VP = ½ x(.x...) VP = ( ½ x... ) x... VP = L x... Jika prisma segiiga luas alasnya = L, ingginya = dan volumnya = V maka V = L x, aau Volum prisma segiiga = luas alas x inggi Caaan : alas berbenuk segiiga Sugiaro, Isi Hidayah Jurusan Maemaika FMIPA UNNES 9

10 22. ALAT PERAGA VOLUM PRISMA SEGILIMA Gb rumus volum prisma segilima 1. Mengenal sauan volum 2. Mengenal volum balok 3. Mengenal prisma segilima dan unsur-unsurnya (pengerian prisma segilima, alas dan inggi prisma segilima) ada berapa volum prisma segiiga? (lima) 4. Guru menulis di papan ulis dan mendorong pesera didik unuk menemukan rumus volum prima segilima, Jika volum prisma segilima diulis VP dan volum prisma segiiga diulis VP, maka VP = 5 x... VP = 5 x (L x...) VP = (5 x...)x... VP = x... Jika prisma segilima luas alasnya =L, ingginya = dan Volumnya = V, maka V = L x aau Volum prisma segilima = luas alas x inggi Caaan : alas berbenuk segilima 23. ALAT PERAGA VOLUM PRISMA SEGIENAM C. Langkahlangkah Penggunaan Gb Himpikan lima model prisma segiiga sehingga menjadi model prisma segilima seperi pada Gb Tunjukkan kepada kepada pesera didik, sambil beranya, Apa nama bangun ini? (prisma segilima) Mana alasnya? (pesera didik unuk meraba) Berbenuk apakah alasnya? (daerah segilima) 3. Model prisma segilima direbahkan menjadi lima model prisma segiiga, anyakan kepada pesera didik perhaikan prisma segilima ini memua Berapa prisma segiiga? (lima) Apakah masing-masing prisma segiiga ini volumnya sama? (ya) Mengapa? (alas dan ingginya sama) Jadi volum prisma segilima Gb rumus volum prisma segienam 1. Mengenal sauan isi 2. Mengenal volum prisma segiiga 3. Mengenal prisma segienam dan unsur-usurnya (pengerian prisma segienam, alas dan inggi prisma segienam) Gb Sugiaro, Isi Hidayah Jurusan Maemaika FMIPA UNNES 10

11 1. Himpikan enam model perisma segi iga sehingga menjadi model prisma segienam seperi pada Gb Tunjukkan kepada kepada pesera didik, sambil beranya, Apa nama bangun ini? (prisma segienam) Mana alasnya? (pesera didik unuk meraba) Berbenuk apakah alasnya? (daerah segienam) 3. Model prisma segienam direbahkan menjadi enam model prisma segiiga, anyakan kepada pesera didik perhaikan prisma segilima ini memua, Berapa prisma segiiga? (enam) Apakah masing-masing prisma segiiga ini volumnya sama? (ya) Mengapa? (alas dan ingginya sama) Jadi volum prisma segienam ada berapa volum prisma segiiga? (lima) 4. Guru menulis di papan ulis dan mendorong pesera didik unuk menemukan rumus volum prisma segienam, Jika volum prisma segilima diulis VP segienam dan volum prisma segiiga diulis VP, maka VP segienam = 6 x... VP segienam = 6 x (L x...) VP segienam = (6 x...) x... VP segienam = x... Jika prisma segienam luas alasnya =L, ingginya = dan Volumnya = V maka V = L x Aau Volum prisma segienam = Luas alas x inggi. Caaan : alas berbenuk egienam I. Benuk Ala Perga 24. ALAT PERAGA VOLUM TABUNG (iii) Gb 24.1 rumus volum abung 1. Mengenal volum prisma segilima 2. Mengenal volum prisma segilenam 3. Mengenal abung dan unsurunsurnya ( pengerian abung, alas abung, inggi abung jari-jari alas abung) 1. Gunakan model bangun prisma segilima berauran seperi pada Gb._24.1 unuk mengingakan kembali enang rumus volumnya kemudian anyakan kepada pesera didik, Berbenuk apakah bangun ini? (prisma segilima berauran) Alasnya berbenuk apa? (daerah segilima berauran), Bagaimanakah rumus volumnya? (luas alas kali inggi) 2. Tunjukkan model prisma segienam berauran seperi Gb. 24.1, ajukan peranyaan kepada pesera didik, Berbenuk apakah bangun ini? (alas Prisma segienam), berbenuk apa? (segienam berauran), Bagaimanakah rumus volumnya? (luas alas kali inggi) 3. Ajaklah pesera didik unuk membayangkan bangun prisma segisepuluh berauran ( anpa peragan). ajukan peranyaan kepada pesera didik, Alasnya berbenuk apa? (segisepuluh berauran), Bagai-manakah rumus volumnya? ( luas alas kali inggi), Bagaimanakah unuk rumus volum prisma segi seraus berauran? (luas alas kali inggi) 4. Apakah rumus ersebu berlaku unuk semua prisma berauran? (ya). Acungkan model abung, kaakanlah kepada pesera didik, Perhaikan bangun ini berbenuk apakah bangun ini? (abung) Dapalah bangun ini dipandang sebagai prisma berauran segi-n dengan n banyak sekali? (dapa) Dengan demikian bagaimanakah rumus volum bangun ini? ( luas alas x inggi). Berbenuk apakah alas abung? ( lingkaran) Jika jarijarinya r berapa luasnya? (πr 2 ), Sugiaro, Isi Hidayah Jurusan Maemaika FMIPA UNNES 11

12 Selanjunya, abung dapa dipandang sebagai prisma egak segi-n berauran Sehingga volum abung dengan jarijari alas = r dan ingginya = sbb: Sugiaro, Isi Hidayah Jurusan Maemaika FMIPA UNNES 12

DAFTAR ISI. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan B. Kunci Jawaban DAFTAR PUSTAKA... 41

DAFTAR ISI. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan B. Kunci Jawaban DAFTAR PUSTAKA... 41 1 DAFTAR ISI DAFTAR ISI... i BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Laar Belakang Penulisan... 1 B. Tujuan Penulisan Modul... C. Sasaran... D. Ruang Lingkup Penulisan... BAB II PEMBELAJARAN PENGUKURAN DI SD... 3 A.

Lebih terperinci

BAB II PEMBELAJARAN LUAS DAERAH BANGUN DATAR DI SD

BAB II PEMBELAJARAN LUAS DAERAH BANGUN DATAR DI SD i DAFTAR ISI Halaman HALAMAN SAMPUL... i DAFTAR ISI.... ii BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Laar Belakang... 1 B. Tujuan... 2 C. Peunjuk Penggunaan Modul... 2 BAB II PEMBELAJARAN LUAS DAERAH BANGUN DATAR DI SD

Lebih terperinci

Sumber: Piston

Sumber:  Piston Sumber: www.aerofligh.com Pison Mungkin anpa sadar kia selalu deka dengan ilmu geomeri. Tahukah kalian, dimana leak kedekaan iu? Salah sau kedekaan ini adalah penggunaan geomeri unuk merancang mesin kendaraan.

Lebih terperinci

Faradina GERAK LURUS BERATURAN

Faradina GERAK LURUS BERATURAN GERAK LURUS BERATURAN Dalam kehidupan sehari-hari, sering kia jumpai perisiwa yang berkaian dengan gerak lurus berauran, misalnya orang yang berjalan kaki dengan langkah yang relaif konsan, mobil yang

Lebih terperinci

Bab I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Bab I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG . LTR ELKNG ab I PENHULUN Pecahan merupakan bagian maemaika yang era kaiannya dengan masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Sama halnya dengan bilangan asli, cacah, dan bula, pecahan juga mulai

Lebih terperinci

Bangun Datar. A. Segitiga Definisi Segitiga adalah bangun datar yang mempunyai tiga sudut dan tiga sisi.

Bangun Datar. A. Segitiga Definisi Segitiga adalah bangun datar yang mempunyai tiga sudut dan tiga sisi. angun aar. Segiiga efinisi Segiiga adalah bangun daar yang mempunyai iga sudu dan iga sisi. 1) erdasarkan Sudunya a) Segiiga Lancip Segiiga lancip adalah segiiga yang besar keiga sudunya < 90 0. b) Segiiga

Lebih terperinci

Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya

Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya Fakulas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universias Brawijaa MOMEN NERSA BDANG () r r a r a a Maka momen inersia erhadap sumbu : a a. r. r a. r a. r Jika luas bidang ang diarsir: a = a = a = Jarak erhadap sumbu

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN PENGUKURAN LUAS BANGUN DATAR DAN VOLUM BANGUN RUANG DI SD

PEMBELAJARAN PENGUKURAN LUAS BANGUN DATAR DAN VOLUM BANGUN RUANG DI SD PEMBELAJARAN PENGUKURAN LUAS BANGUN DATAR DAN VOLUM BANGUN RUANG DI SD Penulis: Pujiai Sigi TG Penilai: Ahmad Thalib Mulyai HP Edior: Jakim Wiyoo Lay ou: Eko Wasiso Adi Deparemen Pendidikan Nasional Direkora

Lebih terperinci

Matematika EBTANAS Tahun 1988

Matematika EBTANAS Tahun 1988 Maemaika EBTANAS Tahun 988 EBT-SMA-88- cos = EBT-SMA-88- Sisi sisi segiiga ABC : a = 6, b = dan c = 8 Nilai cos A 8 4 8 EBT-SMA-88- Layang-layang garis singgung OAPB, sudu APB = 6 dan panjang OP = cm.

Lebih terperinci

BAB KINEMATIKA DENGAN ANALISIS VEKTOR

BAB KINEMATIKA DENGAN ANALISIS VEKTOR BAB KINEMATIKA DENGAN ANALISIS VEKTOR Karakerisik gerak pada bidang melibakan analisis vekor dua dimensi, dimana vekor posisi, perpindahan, kecepaan, dan percepaan dinyaakan dalam suau vekor sauan i (sumbu

Lebih terperinci

Bangun Ruang Sisi Datar

Bangun Ruang Sisi Datar angun Ruang Sisi aar. iagona 1) iagona idang iagona bidang kubus adaah,,,,,,,,,,, dan onoh: Jika dikeahui = cm dan = cm, maka hiungah panjang! ikeahui: = cm = cm ianya:? Jawab: = + = + = = = = cm Jadi,

Lebih terperinci

Ruang Lingkup Pengukuran di SD

Ruang Lingkup Pengukuran di SD PENGUKURAN DI SD Ruang Lingkup Pengukuran di SD Pengukuran tentang: 1. panjang dan keliling 2. luas 3. luas bangun gabungan 4. volum 5. volum bangun gabungan 6. sudut 7. suhu 8. waktu, jarak dan kecepatan

Lebih terperinci

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana MODUL PERTEMUAN KE 3. MATA KULIAH : FISIKA DASAR (4 sks)

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana MODUL PERTEMUAN KE 3. MATA KULIAH : FISIKA DASAR (4 sks) MODUL PERTEMUAN KE 3 MATA KULIAH : (4 sks) MATERI KULIAH: Jarak, Kecepaan dan Percepaan; Gerak Lurus Berauran, Percepaan; Gerak Lurus Berauran, Gerak Lurus Berubah Berauran POKOK BAHASAN: GERAK LURUS 3-1

Lebih terperinci

MODUL PENDALAMAN MATERI ESENSIAL DAN SULIT MATA PELAJARAN : MATEMATIKA ASPEK : GEOMETRI

MODUL PENDALAMAN MATERI ESENSIAL DAN SULIT MATA PELAJARAN : MATEMATIKA ASPEK : GEOMETRI MODUL PENDALAMAN MATERI ESENSIAL DAN SULIT MATA PELAJARAN : MATEMATIKA ASPEK : GEOMETRI STANDAR KOMPETENSI LULUSAN. Memahami bangun datar, bangun ruang, garis sejajar, dan sudut, serta menggunakannya dalam

Lebih terperinci

MODUL PERTEMUAN KE 3. MATA KULIAH : FISIKA TERAPAN (2 sks)

MODUL PERTEMUAN KE 3. MATA KULIAH : FISIKA TERAPAN (2 sks) Polieknik Negeri Banjarmasin 4 MODUL PERTEMUAN KE 3 MATA KULIAH : ( sks) MATERI KULIAH: Jarak, Kecepaan dan Percepaan; Gerak Lurus Berauran, Percepaan; Gerak Lurus Berauran, Gerak Lurus Berubah Berauran

Lebih terperinci

LIMIT FUNGSI. 0,9 2,9 0,95 2,95 0,99 2,99 1 Tidak terdefinisi 1,01 3,01 1,05 3,05 1,1 3,1 Gambar 1

LIMIT FUNGSI. 0,9 2,9 0,95 2,95 0,99 2,99 1 Tidak terdefinisi 1,01 3,01 1,05 3,05 1,1 3,1 Gambar 1 LIMIT FUNGSI. Limi f unuk c Tinjau sebuah fungsi f, apakah fungsi f ersebu sama dengan fungsi g -? Daerah asal dari fungsi g adalah semua bilangan real, sedangkan daerah asal fungsi f adalah bilangan real

Lebih terperinci

Inisiasi 2 Geometri dan Pengukuran

Inisiasi 2 Geometri dan Pengukuran Inisiasi 2 Geometri dan Pengukuran Apa kabar Saudara? Semoga Anda dalam keadaan sehat dan semangat selalu. Selamat berjumpa pada inisiasi kedua pada mata kuliah Pemecahan Masalah Matematika. Kali ini topik

Lebih terperinci

CONTOH SOAL UAN/UN/UASBN SD 2012

CONTOH SOAL UAN/UN/UASBN SD 2012 CONTOH SOAL UAN/UN/UASBN SD 2012 DISESUAIKAN DENGAN KISI-KISI UASBN SD 2012 Kompetensi 3 : Memahami konsep, sifat, dan unsur-unsur bangun geometeri, dapat menghitung besar-besaran yang terkait dengan bangun

Lebih terperinci

1.4 Persamaan Schrodinger Bergantung Waktu

1.4 Persamaan Schrodinger Bergantung Waktu .4 Persamaan Schrodinger Berganung Waku Mekanika klasik aau mekanika Newon sanga sukses dalam mendeskripsi gerak makroskopis, eapi gagal dalam mendeskripsi gerak mikroskopis. Gerak mikroskopis membuuhkan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Masalah persediaan merupakan masalah yang sanga pening dalam perusahaan. Persediaan mempunyai pengaruh besar erhadap kegiaan produksi. Masalah persediaan dapa diaasi

Lebih terperinci

KINEMATIKA. gerak lurus berubah beraturan(glbb) gerak lurus berubah tidak beraturan

KINEMATIKA. gerak lurus berubah beraturan(glbb) gerak lurus berubah tidak beraturan KINEMATIKA Kinemaika adalah mempelajari mengenai gerak benda anpa memperhiungkan penyebab erjadi gerakan iu. Benda diasumsikan sebagai benda iik yaiu ukuran, benuk, roasi dan gearannya diabaikan eapi massanya

Lebih terperinci

PERSAMAAN GERAK VEKTOR SATUAN. / i / = / j / = / k / = 1

PERSAMAAN GERAK VEKTOR SATUAN. / i / = / j / = / k / = 1 PERSAMAAN GERAK Posisi iik maeri dapa dinyaakan dengan sebuah VEKTOR, baik pada suau bidang daar maupun dalam bidang ruang. Vekor yang dipergunakan unuk menenukan posisi disebu VEKTOR POSISI yang diulis

Lebih terperinci

BAB X GERAK LURUS. Gerak dan Gaya. Buku Pelajaran IPA SMP Kelas VII 131

BAB X GERAK LURUS. Gerak dan Gaya. Buku Pelajaran IPA SMP Kelas VII 131 BAB X GERAK LURUS. Apa perbedaan anara jarak dan perpindahan? 2. Apa perbedaan anara laju dan kecepaan? 3. Apa yang dimaksud dengan percepaan? 4. Apa perbedaan anara gerak lurus berauran dan gerak lurus

Lebih terperinci

BAHAN AJAR GERAK LURUS KELAS X/ SEMESTER 1 OLEH : LIUS HERMANSYAH,

BAHAN AJAR GERAK LURUS KELAS X/ SEMESTER 1 OLEH : LIUS HERMANSYAH, BAHAN AJAR GERAK LURUS KELAS X/ SEMESTER 1 OLEH : LIUS HERMANSYAH, S.Si NIP. 198308202011011005 SMA NEGERI 9 BATANGHARI 2013 I. JUDUL MATERI : GERAK LURUS II. INDIKATOR : 1. Menganalisis besaran-besaran

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA. Jl. Jend. Gatot Subroto Kav Jakarta Selatan

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA. Jl. Jend. Gatot Subroto Kav Jakarta Selatan PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA Jl. Jen Gao Subroo Kav. Jakara Selaan KOMPETISI MATEMATIKA KE MGMP MATEMATIKA DKI JAKARTA TEST PENYISIHAN KELAS : XII (DUA BELAS) HARI/TGL : MINGGU, NOVEMBER

Lebih terperinci

Percobaan PENYEARAH GELOMBANG. (Oleh : Sumarna, Lab-Elins, Jurdik Fisika FMIPA UNY)

Percobaan PENYEARAH GELOMBANG. (Oleh : Sumarna, Lab-Elins, Jurdik Fisika FMIPA UNY) Percobaan PENYEARAH GELOMBANG (Oleh : Sumarna, Lab-Elins, Jurdik Fisika FMIPA UNY) E-mail : sumarna@uny.ac.id) 1. Tujuan 1). Mempelajari cara kerja rangkaian penyearah. 2). Mengamai benuk gelombang keluaran.

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN 39 III. METODE PENELITIAN 3.1 Waku dan Meode Peneliian Pada bab sebelumnya elah dibahas bahwa cadangan adalah sejumlah uang yang harus disediakan oleh pihak perusahaan asuransi dalam waku peranggungan

Lebih terperinci

KINEMATIKA GERAK LURUS

KINEMATIKA GERAK LURUS Kinemaika Gerak Lurus 45 B A B B A B 3 KINEMATIKA GERAK LURUS Sumber : penerbi cv adi perkasa Maeri fisika sanga kenal sekali dengan gerak benda. Pada pokok bahasan enang gerak dapa imbul dua peranyaan

Lebih terperinci

Modul ini adalah modul ke-4 dalam mata kuliah Matematika. Isi modul ini

Modul ini adalah modul ke-4 dalam mata kuliah Matematika. Isi modul ini BANGUN-BANGUN GEOMETRI P PENDAHULUAN Modul ini adalah modul ke-4 dalam maa kuliah Maemaika. Ii modul ini membaha enang bangun-bangun geomeri. Modul ini erdiri dari 3 kegiaan belajar. Pada kegiaan belajar

Lebih terperinci

Bangun yang memiliki sifat-sifat tersebut disebut...

Bangun yang memiliki sifat-sifat tersebut disebut... 1. Perhatikan sifat-sifat bangun ruang di bawah ini: i. Memiliki 6 sisi yang sama atau kongruen ii. Memiliki 12 rusuk yang sama panjang Bangun yang memiliki sifat-sifat tersebut disebut... SD kelas 6 -

Lebih terperinci

- - PHYTAGORAS DAN SEGITIGA - - dlp4segitiga

- - PHYTAGORAS DAN SEGITIGA - - dlp4segitiga - - PHYTAGORAS DAN SEGITIGA - - Modul ini singkron dengan Aplikasi Android, Download melalui Play Sore di HP Kamu, keik di pencarian dlp4segiiga Jika Kamu kesulian, Tanyakan ke enor bagaimana cara downloadnya.

Lebih terperinci

BANGUN RUANG. ABFE dan sisi DCGH, dan sisi ADHE dan sisi

BANGUN RUANG. ABFE dan sisi DCGH, dan sisi ADHE dan sisi NGUN RUNG. Pengeian 1. Kubu Kubu adalah bangun uang yang dibaai oleh enam buah bidang peegi yang konguen (benuk dan E beanya ama). (Pehaikan Gamba 1) Kubu mempunyai 6 ii, 8 iik udu, dan 12 uuk. Semua uuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tepat rencana pembangunan itu dibuat. Untuk dapat memahami keadaan

BAB I PENDAHULUAN. tepat rencana pembangunan itu dibuat. Untuk dapat memahami keadaan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Dalam perencanaan pembangunan, daa kependudukan memegang peran yang pening. Makin lengkap dan akura daa kependudukan yang esedia makin mudah dan epa rencana pembangunan

Lebih terperinci

Beberapa Benda Ruang Yang Beraturan

Beberapa Benda Ruang Yang Beraturan Beberapa Benda Ruang Yang Beraturan Kubus Tabung rusuk kubus = a volume = a³ panjang diagonal bidang = a 2 luas = 6a² panjang diagonal ruang = a 3 r = jari-jari t = tinggi volume = π r² t luas = 2πrt Prisma

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Pengerian dan Manfaa Peramalan Kegiaan unuk mempeirakan apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang disebu peramalan (forecasing). Sedangkan ramalan adalah suau kondisi yang

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Peramalan (Forecasting) adalah suatu kegiatan yang mengestimasi apa yang akan

BAB II LANDASAN TEORI. Peramalan (Forecasting) adalah suatu kegiatan yang mengestimasi apa yang akan BAB II LADASA TEORI 2.1 Pengerian peramalan (Forecasing) Peramalan (Forecasing) adalah suau kegiaan yang mengesimasi apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang dengan waku yang relaif lama (Assauri,

Lebih terperinci

GEOMETRI RUANG 2. A. Beberapa Benda Ruang 11/21/2015. A. Beberapa Benda Ruang. Peta Konsep. Unsur-unsur pada kubus :

GEOMETRI RUANG 2. A. Beberapa Benda Ruang 11/21/2015. A. Beberapa Benda Ruang. Peta Konsep. Unsur-unsur pada kubus : Peta Konsep urnal Materi Umum Peta Konsep aftar adir Materi Soal Latihan 1 OMTR RUN 2 Kelas X, Semester 6. eberapa enda Ruang eberapa enda Ruang iagonal idang dan iagonal Ruang Menggambar Kubus dan alok

Lebih terperinci

LATIHAN PERSIAPAN UJIAN KENAIKAN KELAS (UKK) MATEMATIKA 8 TAHUN PELAJARAN 2011/2012

LATIHAN PERSIAPAN UJIAN KENAIKAN KELAS (UKK) MATEMATIKA 8 TAHUN PELAJARAN 2011/2012 LATIHAN PERSIAPAN UJIAN KENAIKAN KELAS (UKK) MATEMATIKA 8 TAHUN PELAJARAN 011/01 No. ALTERNATIF SOAL PEMBAHASAN 1 Unsur-unsur di bawah ini yang merupakan unsur lingkaran adalah. A. Jari-jari, tali busur,

Lebih terperinci

Drs. H. Karso, M.M.Pd. Modul 11 NILAI EIGEN, VEKTOR EIGEN DAN DIAGONALISASI METRIKS

Drs. H. Karso, M.M.Pd. Modul 11 NILAI EIGEN, VEKTOR EIGEN DAN DIAGONALISASI METRIKS Drs. H. Karso, M.M.Pd. Modul NILAI EIGEN, VEKTOR EIGEN DAN DIAGONALISASI METRIKS Pendahuluan Modul yang ke- dari maa kuliah Aljabar Linear ini akan mendiskusikan beberapa konsep yang berguna bagi kia sebagai

Lebih terperinci

Jawaban Soal Latihan

Jawaban Soal Latihan an Soal Laihan 1. Terangkanlah ari grafik-grafik di bawah ini. dan ulis persamaan geraknya. an: a. Merupakan grafik kecepaan erhadap waku, kecepaan eap. Persamaan v()=v b. Merupakan grafik jarak erhadap

Lebih terperinci

3. EXTERNAL FORCE ACTING ON FISHING GEAR HYDROSTATIC LIFT (B) HYDRODYNAMIC FORCES FROCE OF GRAVITY (W) Gambar 1. Gaya luar yang bekerja pada jaring.

3. EXTERNAL FORCE ACTING ON FISHING GEAR HYDROSTATIC LIFT (B) HYDRODYNAMIC FORCES FROCE OF GRAVITY (W) Gambar 1. Gaya luar yang bekerja pada jaring. 3. EXTERNAL FORCE ACTING ON FISHING GEAR 3.1 The naure of forces acing on fishing gear: Line ension HYDROSTATIC LIFT (B) HYDRODYNAMIC FORCES FROCE OF GRAVITY (W) Ground reacion 3.1.1 Gaya Graviasi dan

Lebih terperinci

Bangunan piramida merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Prisma dan Limas. Bab

Bangunan piramida merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Prisma dan Limas. Bab ab Prisma dan Limas ujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini siswa diharapkan mampu: Mengenal dan menyebutkan bidang, rusuk, diagonal bidang, diagonal ruang, bidang diagonal, dan tinggi prisma dan

Lebih terperinci

BAB 2 URAIAN TEORI. waktu yang akan datang, sedangkan rencana merupakan penentuan apa yang akan

BAB 2 URAIAN TEORI. waktu yang akan datang, sedangkan rencana merupakan penentuan apa yang akan BAB 2 URAIAN EORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan memperkirakan aau memprediksi apa yang erjadi pada waku yang akan daang, sedangkan rencana merupakan penenuan apa yang akan dilakukan

Lebih terperinci

3. Daerah yang dibatasi oleh dua buah jari-jari dan sebuah busur pada lingkaran adalah

3. Daerah yang dibatasi oleh dua buah jari-jari dan sebuah busur pada lingkaran adalah 1. Unsur-unsur di bawah ini yang merupakan unsur lingkaran adalah. A. Jari-jari, tali busur, juring dan diagonal B. Diameter, busur, sisi dan bidang diagonal C. Juring, tembereng, apotema dan jari-jari

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Berikut ini adalah pertanyaan wawancara yang dilakukan dengan Bapak Gabriel

LAMPIRAN. Berikut ini adalah pertanyaan wawancara yang dilakukan dengan Bapak Gabriel LAMPIRAN A. Wawancara dengan Guru Berikut ini adalah pertanyaan wawancara yang dilakukan dengan Bapak Gabriel Yudhistira S.Si dan Bapak Yusuf S.Pd selaku guru matematika kelas 5 pada SD Strada Wiyatasana.

Lebih terperinci

Integral dan Persamaan Diferensial

Integral dan Persamaan Diferensial Sudaryano Sudirham Sudi Mandiri Inegral dan Persamaan Diferensial ii Darpublic 4.1. Pengerian BAB 4 Persamaan Diferensial (Orde Sau) Persamaan diferensial adalah suau persamaan di mana erdapa sau aau lebih

Lebih terperinci

BAB III METODE DEKOMPOSISI CENSUS II. Data deret waktu adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu

BAB III METODE DEKOMPOSISI CENSUS II. Data deret waktu adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu BAB III METODE DEKOMPOSISI CENSUS II 3.1 Pendahuluan Daa dere waku adalah daa yang dikumpulkan dari waku ke waku unuk menggambarkan perkembangan suau kegiaan (perkembangan produksi, harga, hasil penjualan,

Lebih terperinci

KISI KISI PENULISAN SOAL UKK TAPEL 2012/2013SMP PROVINSI DKI JAKARTA. Mata Pelajaran : Matematika Kurikulum : StandarIsi

KISI KISI PENULISAN SOAL UKK TAPEL 2012/2013SMP PROVINSI DKI JAKARTA. Mata Pelajaran : Matematika Kurikulum : StandarIsi KISI KISI PENULISAN SOAL UKK TAPEL 2012/2013SMP PROVINSI DKI JAKARTA Mata Pelajaran : Matematika Kurikulum : StandarIsi K e l a s : 8 (delapan) AlokasiWaktu : 120 menit Banyak : 40 Bentuk : PilihanGanda

Lebih terperinci

Indikator Ketercapaian Kompetensi Merumuskan. Alokas i Waktu 8x45. Tingkat Ranah. Tingkat Ranah. Materi Pembelajaran

Indikator Ketercapaian Kompetensi Merumuskan. Alokas i Waktu 8x45. Tingkat Ranah. Tingkat Ranah. Materi Pembelajaran SILABUS Nama Sekolah : SMA N 78 JAKARTA Maa Pelajaran : MATEMATIKA LANJUTAN Beban Belajar : 2 sks STANDAR KOMPETENSI: 1. Menyusun lingkaran dan garis singgungnya. Dasar 1.1 Menyusun lingkaran yang memenuhi

Lebih terperinci

GEOMETRI BAB II BANGUN RUANG SISI LENGKUNG

GEOMETRI BAB II BANGUN RUANG SISI LENGKUNG Maemaika Kelas IX Semese Maei Bangun Ruang Sisi Lengkung GEOMETRI BB II BNGUN RUNG SISI LENGKUNG. Pengeian dan Unsu-unsu Tabung, Keucu, dan Bola. Tabung Tabung adalah bangun uang yang dibaasi oleh dua

Lebih terperinci

=====O0O===== Gerak Vertikal Gerak vertikal dibagi menjadi 2 : 1. GJB 2. GVA. A. GERAK Gerak Lurus

=====O0O===== Gerak Vertikal Gerak vertikal dibagi menjadi 2 : 1. GJB 2. GVA. A. GERAK Gerak Lurus A. GERAK Gerak Lurus o a Secara umum gerak lurus dibagi menjadi 2 : 1. GLB 2. GLBB o 0 a < 0 a = konsan 1. GLB (Gerak Lurus Berauran) S a > 0 a < 0 Teori Singka : Perumusan gerak lurus berauran (GLB) Grafik

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Sauan Pendidikan : SMA Kelas/Semeser Maa Pelajaran Topik Waku : X / Ganjil : Fisika (Wajib/Mina*) : Gerak Jauh Bebas : 4 45 meni A. Kompeensi Ini KI 1: Menghayai dan mengamalkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu upaya guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu upaya guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu upaya guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan yaitu dapat menarik minat, antusiasme siswa, dan memotivasi siswa agar senantiasa belajar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. universal, disemua negara tanpa memandang ukuran dan tingkat. kompleks karena pendekatan pembangunan sangat menekankan pada

BAB I PENDAHULUAN. universal, disemua negara tanpa memandang ukuran dan tingkat. kompleks karena pendekatan pembangunan sangat menekankan pada BAB I PENDAHULUAN A. Laar Belakang Disparias pembangunan ekonomi anar daerah merupakan fenomena universal, disemua negara anpa memandang ukuran dan ingka pembangunannya. Disparias pembangunan merupakan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Produksi padi merupakan suatu hasil bercocok tanam yang dilakukan dengan

BAB 2 LANDASAN TEORI. Produksi padi merupakan suatu hasil bercocok tanam yang dilakukan dengan BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Produksi Produksi padi merupakan suau hasil bercocok anam yang dilakukan dengan penanaman bibi padi dan perawaan sera pemupukan secara eraur sehingga menghasilkan suau produksi

Lebih terperinci

BANGUN RUANG SISI DATAR LIMAS DAN PRISMA TEGAK

BANGUN RUANG SISI DATAR LIMAS DAN PRISMA TEGAK 9 NGUN RUNG SISI R LIMS N PRISM GK Perhatikan atap dari sebuah rumah. agaimanakah bentuk atap rumah? Gambar di samping menunjukkan bangunan Gedung Rektorat Universitas Indonesia. Perhatikan bentuk atap

Lebih terperinci

Ika tinggal di perumahan Griya Indah. Denah rumah Ika adalah sebagai berikut. 5 m 3 m 1,5 m 3 m 2,5 m. Kamar Mandi. 3 m. Kamar Tidur.

Ika tinggal di perumahan Griya Indah. Denah rumah Ika adalah sebagai berikut. 5 m 3 m 1,5 m 3 m 2,5 m. Kamar Mandi. 3 m. Kamar Tidur. Bab 3 Bangun Datar dan Bangun Ruang Sumber: http.serpong.files.wordpress.com Ika tinggal di perumahan Griya Indah. Denah rumah Ika adalah sebagai berikut. 5 m 3 m 1,5 m 3 m 2,5 m 3 m Halaman Depan 3 m

Lebih terperinci

Pertemuan IX, X V. Struktur Portal

Pertemuan IX, X V. Struktur Portal ahan jar Saika ulai, ST, T Peremuan IX, X Srukur Poral 1 Pendahuluan Pada srukur poral, ang erdiri dari balok dan iang ang dibebani muaan di aasna akan imbul lenuran pada balok saja, dan akan meneruskan

Lebih terperinci

B a b 1 I s y a r a t

B a b 1 I s y a r a t TKE 305 ISYARAT DAN SISTEM B a b I s y a r a Indah Susilawai, S.T., M.Eng. Program Sudi Teknik Elekro Fakulas Teknik dan Ilmu Kompuer Universias Mercu Buana Yogyakara 009 BAB I I S Y A R A T Tujuan Insruksional.

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 4 YOGYAKARTA Jl. Magelang, Karangwaru Lor, Kota Yogyakarta

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 4 YOGYAKARTA Jl. Magelang, Karangwaru Lor, Kota Yogyakarta PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI YOGYAKARTA Jl. Magelang, Karangwaru Lor, Koa Yogyakara 1 1 886 ULANGAN UMUM AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 009 / 010 Maa Pelajaran : MATEMATIKA

Lebih terperinci

MA1201 MATEMATIKA 2A Hendra Gunawan

MA1201 MATEMATIKA 2A Hendra Gunawan MA101 MATEMATIKA A Hendra Gunawan Semeser II, 016/017 9 Mare 017 Kuliah yang Lalu 11 Fungsi dua (aau lebih) peubah 1 Turunan Parsial 13 Limi dan Kekoninuan 14 Turunan ungsi dua peubah 15 Turunan berarah

Lebih terperinci

BAB 2 RESPONS FUNGSI STEP PADA RANGKAIAN RL DAN RC. Adapun bentuk yang sederhana dari suatu persamaan diferensial orde satu adalah: di dt

BAB 2 RESPONS FUNGSI STEP PADA RANGKAIAN RL DAN RC. Adapun bentuk yang sederhana dari suatu persamaan diferensial orde satu adalah: di dt BAB ESPONS FUNGSI STEP PADA ANGKAIAN DAN C. Persamaan Diferensial Orde Sau Adapun benuk yang sederhana dari suau persamaan ferensial orde sau adalah: 0 a.i a 0 (.) mana a o dan a konsana. Persamaan (.)

Lebih terperinci

Sifat-Sifat Bangun Datar dan Bangun Ruang

Sifat-Sifat Bangun Datar dan Bangun Ruang ab 9 Sifat-Sifat angun Datar dan angun Ruang Setiap benda memiliki sifat yang menjadi ciri khas benda tersebut. oba kamu sebutkan bagaimana sifat yang dimiliki oleh benda yang terbuat dari karet! egitu

Lebih terperinci

Relasi LOGIK FUNGSI AND, FUNGSI OR, DAN FUNGSI NOT

Relasi LOGIK FUNGSI AND, FUNGSI OR, DAN FUNGSI NOT 2 Relasi LOGIK FUNGSI ND, FUNGSI OR, DN FUNGSI NOT Tujuan : Seelah mempelajari Relasi Logik diharapkan dapa,. Memahami auran-auran relasi logik unuk fungsi-fungsi dasar ND, OR dan fungsi dasar NOT 2. Memahami

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimental Design dengan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimental Design dengan BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Desain Peneliian Peneliian ini adalah peneliian Quasi Eksperimenal Design dengan kelas eksperimen dan kelas conrol dengan desain Prees -Poses Conrol Group Design

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu ukuran dari hasil pembangunan yang

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu ukuran dari hasil pembangunan yang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Perumbuhan ekonomi merupakan salah sau ukuran dari hasil pembangunan yang dilaksanakan khususnya dalam bidang ekonomi. Perumbuhan ersebu merupakan rangkuman laju perumbuhan

Lebih terperinci

BAB III METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL TRIPEL DARI WINTER. Metode pemulusan eksponensial telah digunakan selama beberapa tahun

BAB III METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL TRIPEL DARI WINTER. Metode pemulusan eksponensial telah digunakan selama beberapa tahun 43 BAB METODE PEMUUAN EKPONENA TRPE DAR WNTER Meode pemulusan eksponensial elah digunakan selama beberapa ahun sebagai suau meode yang sanga berguna pada begiu banyak siuasi peramalan Pada ahun 957 C C

Lebih terperinci

Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya

Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya Fakulas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universias Brawijaa Luas Penampang a. Bidang erenuk ak erauran Luas penampang didefinisikan seagai inegral dari luas elemen diferensial dengan A : Luas penampang secara

Lebih terperinci

PAKET 1 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs

PAKET 1 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs PAKET 1 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs 1. * Kemampuan yang Diuji Menghitung hasil operasi tambah, kurang, kali dan bagi pada bilangan bulat Menentukan hasil operasi campuran bilangan bulat

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Poensi sumberdaya perikanan, salah saunya dapa dimanfaakan melalui usaha budidaya ikan mas. Budidaya ikan mas yang erus berkembang di masyaraka, kegiaan budidaya

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang

BAB 2 LANDASAN TEORI. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan unuk memperkirakan apa yang akan erjadi di masa yang akan daang. Sedangkan ramalan adalah suau aau kondisi yang diperkirakan akan erjadi

Lebih terperinci

Bab 3 Bangun Datar dan Bangun Ruang

Bab 3 Bangun Datar dan Bangun Ruang Bab 3 Bangun Datar dan Bangun Ruang Sumber: http.serpong.files.wordpress.com Ika tinggal di perumahan Griya Indah. Denah rumah Ika adalah sebagai berikut. 5 m 3 m 1,5 m 3 m 2,5 m 3 m Halaman Depan 3 m

Lebih terperinci

ENERGI LISTRIK Tujuan : Menentukan faktor faktor yang mempengaruhi besar energi listrik

ENERGI LISTRIK Tujuan : Menentukan faktor faktor yang mempengaruhi besar energi listrik ENEGI LISTIK Tujuan : Menenukan fakor fakor yang mempengaruhi besar energi lisrik Ala dan bahan : 1. ower Suplay. Amperemeer 3. olmeer 4. Hambaan geser 5. Termomeer 6. Sopwach 7. Saif 8. Kawa nikelin 1

Lebih terperinci

Darpublic Nopember 2013

Darpublic Nopember 2013 Darpublic Nopember 01 www.darpublic.com 4.1. Pengerian 4. Persamaan Diferensial (Orde Sau) Sudarano Sudirham Persamaan diferensial adalah suau persamaan di mana erdapa sau aau lebih urunan fungsi. Persamaan

Lebih terperinci

Analisis Model dan Contoh Numerik

Analisis Model dan Contoh Numerik Bab V Analisis Model dan Conoh Numerik Bab V ini membahas analisis model dan conoh numerik. Sub bab V.1 menyajikan analisis model yang erdiri dari analisis model kerusakan produk dan model ongkos garansi.

Lebih terperinci

BAB VI SUHU DAN KALOR

BAB VI SUHU DAN KALOR BAB VI SUHU DAN KALOR STANDAR KOMPETENSI : 5. Meneapkan konsep dan prinsip kalor, konservasi energi dan suber energi dengan berbagai perubahannya dala esin kalor. Kopeensi Dasar : 5.1 Melakukan percobaan

Lebih terperinci

Sekilas Pandang. Modul 1 PENDAHULUAN

Sekilas Pandang. Modul 1 PENDAHULUAN Modul 1 Sekilas Pandang Drs. Irlan Soelaeman, M.Ed. S PENDAHULUAN uau hari, saya dan keluarga berencana membawa mobil pergi ke Surabaya unuk mengunjungi salah seorang saudara. Sau hari sebelum keberangkaan,

Lebih terperinci

Konsep Dasar Geometri

Konsep Dasar Geometri Konsep Dasar Geometri. Segitiga 1. Definisi Segitiga Segitiga merupakan model bangun ruang datar yang dibatasi oleh tiga ruas garis. 2. Klasifikasi Segitiga a) Segitiga menurut panjang sisinya 1) Segitiga

Lebih terperinci

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sekolah : SD Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : V/2 Standar Kompetensi : 5. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah. Kompetensi Dasar : 5.1 Mengubah

Lebih terperinci

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN GENIUS LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN GENIUS LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA ISSN 5-73X PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN GENIUS LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR ISIKA SISWA Henok Siagian dan Iran Susano Jurusan isika, MIPA Universias Negeri Medan Jl. Willem Iskandar, Psr V -Medan

Lebih terperinci

BAB III RUNTUN WAKTU MUSIMAN MULTIPLIKATIF

BAB III RUNTUN WAKTU MUSIMAN MULTIPLIKATIF BAB III RUNTUN WAKTU MUSIMAN MULTIPLIKATIF Pada bab ini akan dibahas mengenai sifa-sifa dari model runun waku musiman muliplikaif dan pemakaian model ersebu menggunakan meode Box- Jenkins beberapa ahap

Lebih terperinci

B a b. Aplikasi Dioda

B a b. Aplikasi Dioda Aplikasi ioda B a b 2 Aplikasi ioda Seelah mengeahui konsruksi, karakerisik dan model dari dioda semikondukor, diharapkan mahasiswa dapa memahami pula berbagai konfigurasi dioda dengan menggunkan model

Lebih terperinci

Pemodelan Data Runtun Waktu : Kasus Data Tingkat Pengangguran di Amerika Serikat pada Tahun

Pemodelan Data Runtun Waktu : Kasus Data Tingkat Pengangguran di Amerika Serikat pada Tahun Pemodelan Daa Runun Waku : Kasus Daa Tingka Pengangguran di Amerika Serika pada Tahun 948 978. Adi Seiawan Program Sudi Maemaika, Fakulas Sains dan Maemaika Universias Krisen Saya Wacana, Jl. Diponegoro

Lebih terperinci

KISI-KISI PENULISAN SOAL UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS

KISI-KISI PENULISAN SOAL UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS KISI-KISI PENULISAN SAL UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Mata Pelajaran : Matematika Materi Pokok : Segiempat dan Segitiga Kelas / semester : VII / 2 Standar Komptensi : Memahami konsep segi empat

Lebih terperinci

SILABUS. 8 Silabus Matematika Kelas 5. Standar Kompetensi : 5. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah. desimal dan sebaliknya.

SILABUS. 8 Silabus Matematika Kelas 5. Standar Kompetensi : 5. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah. desimal dan sebaliknya. 8 Silabus Matematika Kelas 5 SILABUS Sekolah : SD Kelas : V Mata Pelajaran : Matematika Semester : 2 Standar Kompetensi : 5. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah. Dasar 5.1 Mengubah pecahan ke bentuk

Lebih terperinci

BAB IV NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN. Bab ini membahas suatu vektor tidak nol x dan skalar l yang mempunyai

BAB IV NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN. Bab ini membahas suatu vektor tidak nol x dan skalar l yang mempunyai BAB IV NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN Bab ini membahas suau vekor idak nol dan skalar l yang mempunyai hubungan erenu dengan suau mariks A. Hubungan ersebu dinyaakan dalam benuk A λ. Bagaimana kia memperoleh

Lebih terperinci

0,9 2,9 0,95 2,95 0,99 2,99 1 Tidak terdefinisi 1,01 3,01 1,05 3,05 1,1 3,1 Gambar 7.1

0,9 2,9 0,95 2,95 0,99 2,99 1 Tidak terdefinisi 1,01 3,01 1,05 3,05 1,1 3,1 Gambar 7.1 BAB 7 LIMIT FUNGSI Sandar Kompeensi Menggunakan konsep i fungsi dan urunan fungsi dalam pemecahan masalah Kompeensi Dasar. Menjelaskan secara inuiif ari i fungsi di suau iik dan di akhingga. Menggunakan

Lebih terperinci

Soal-Jawab Fisika OSN 2015

Soal-Jawab Fisika OSN 2015 Soal-Jawab Fisika OSN 5. ( poin) Tinjau sebuah bola salju yang sedang menggelinding. Seperi kia ahu, fenomena menggelindingnya bola salju diikui oleh perambahan massa bola ersebu. Biarpun massa berambah,

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sample sumber dan

BAB IV METODE PENELITIAN. dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sample sumber dan BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Pendekaan Peneliiaan Peneliian sudi kasus ini menggunakan peneliian pendekaan kualiaif. menuru (Sugiono, 2009:15), meode peneliian kualiaif adalah meode peneliian ang berlandaskan

Lebih terperinci

Bahan Bacaan 3.3 Volume Bangun Ruang

Bahan Bacaan 3.3 Volume Bangun Ruang Bahan Bacaan 3.3 Volume Bangun Ruang Dalam kehidupan sehari-hari, banyak kejadian-kejadian/peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan pengukuran, khususnya pengukuran tentang volume. Contoh: berapa gelas

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. adalah luas daerah tertutup suatu permukaan bangun datar.

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. adalah luas daerah tertutup suatu permukaan bangun datar. 7 BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Tinjauan Pustaka Bangun datar merupakan bangun dua dimensi yaitu sebuah bangun yang mempunyai luas yang sesungguhnya yang dapat digambarkan. Keliling sebuah bangun datar adalah

Lebih terperinci

85 SOAL PREDIKSI UJIAN NASIONAL MATEMATIKA 2009

85 SOAL PREDIKSI UJIAN NASIONAL MATEMATIKA 2009 85 SOL PREIKSI UJIN NSIONL MTEMTIK 009 : Menghitung hasil operasi tambah, kurang, kali dan bagi pada bilngan bulat. ab + cd ad + d 1. Jika diketahui a= -5; b=; c= -4 dan d= 3 nilai dari adalah bc. Untuk

Lebih terperinci

BAB 7 NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN. Dr. Ir. Abdul Wahid Surhim, MT.

BAB 7 NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN. Dr. Ir. Abdul Wahid Surhim, MT. BAB 7 NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN Dr. Ir. Abdul Wahid Surhim, MT. KERANGKA PEMBAHASAN. Nilai Eigen dan Vekor Eigen. Diagonalisasi. Diagonalisasi secara Orogonal 7. NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN Definisi

Lebih terperinci

. A.M. A. Titik, Garis, dan Bidang BANGUN GEOMETRI

. A.M. A. Titik, Garis, dan Bidang BANGUN GEOMETRI A. Titik, Garis, dan Bidang BANGUN GEOMETRI Suatu titik menyatakan letak atau posisi dari sesuatu yang tidak mempunyai ukuran, maka titik tidak mempunyai ukuran. Dikatakan bahwa titik berdimensi nol (tak

Lebih terperinci

2014 LABORATORIUM FISIKA MATERIAL IHFADNI NAZWA EFEK HALL. Ihfadni Nazwa, Darmawan, Diana, Hanu Lutvia, Imroatul Maghfiroh, Ratna Dewi Kumalasari

2014 LABORATORIUM FISIKA MATERIAL IHFADNI NAZWA EFEK HALL. Ihfadni Nazwa, Darmawan, Diana, Hanu Lutvia, Imroatul Maghfiroh, Ratna Dewi Kumalasari 2014 LAORATORIUM FISIKA MATERIAL IHFADNI NAZWA EFEK HALL Ihfadni Nazwa, Darmawan, Diana, Hanu Luvia, Imroaul Maghfiroh, Rana Dewi Kumalasari Laboraorium Fisika Maerial Jurusan Fisika, Deparemen Fisika

Lebih terperinci

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 2, (2013) ISSN: ( Print) D-108

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 2, (2013) ISSN: ( Print) D-108 JURNAL TEKNIK POMITS Vol., No., (013) ISSN: 337-3539 (301-971 Prin) D-108 Simulasi Peredaman Gearan Mesin Roasi Menggunakan Dynamic Vibraion Absorber () Yudhkarisma Firi, dan Yerri Susaio Jurusan Teknik

Lebih terperinci

BAB 4 FUNGSI BERPEUBAH BANYAK DAN TURUNANNYA

BAB 4 FUNGSI BERPEUBAH BANYAK DAN TURUNANNYA Dika Kuliah EL Maemaika Teknik I BAB FUNGSI BERPEUBAH BANYAK DAN TURUNANNYA Fungsi Berpeubah Banak Banak ungsi ang berganung pada peubah lebih dari sau Sebuah bidang ang panjangna dan lebarna memiliki

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Peneliian Keinginan Kelompok Tani Duma Lori yang erdapa di Desa Konda Maloba dan masyaraka sekiar akan berdirinya penggilingan gabah di daerahnya, elah

Lebih terperinci

Bab II Dasar Teori Kelayakan Investasi

Bab II Dasar Teori Kelayakan Investasi Bab II Dasar Teori Kelayakan Invesasi 2.1 Prinsip Analisis Biaya dan Manfaa (os and Benefi Analysis) Invesasi adalah penanaman modal yang digunakan dalam proses produksi unuk keunungan suau perusahaan.

Lebih terperinci

APLIKASI PEMULUSAN EKSPONENSIAL DARI BROWN DAN DARI HOLT UNTUK DATA YANG MEMUAT TREND

APLIKASI PEMULUSAN EKSPONENSIAL DARI BROWN DAN DARI HOLT UNTUK DATA YANG MEMUAT TREND APLIKASI PEMULUSAN EKSPONENSIAL DARI BROWN DAN DARI HOLT UNTUK DATA YANG MEMUAT TREND Noeryani 1, Ely Okafiani 2, Fera Andriyani 3 1,2,3) Jurusan maemaika, Fakulas Sains Terapan, Insiu Sains & Teknologi

Lebih terperinci