Permainan kelereng membutuhkan konsentrasi dan akurasi agar mampu membidik kelereng lawan sebagai targetnya.

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Permainan kelereng membutuhkan konsentrasi dan akurasi agar mampu membidik kelereng lawan sebagai targetnya."

Transkripsi

1 Bab 2 Profil Perusahaan Permainan kelereng membutuhkan konsentrasi dan akurasi agar mampu membidik kelereng lawan sebagai targetnya. Pencapaian sasaran kinerja BRI tidak lepas dari fokus bisnis yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan bagi seluruh pemangku kepentingan. Fokus

2 LAPORAN KEUANGAN BRI 2011 ANAK PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN PRAKATA Informasi Umum Perusahaan Nama Perusahaan: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Pendirian Perusahaan : 18 Desember 1968 (Secara formal, berdasarkan Undang-Undang No. 21 Tahun 1968). Alamat Perusahaan: Gedung BRI I, Jl. Jenderal Sudirman No , Jakarta 10210, Indonesia RATING MOODY'S (Januari 2011) - Outlook Stable - Domestic Currency Long Term Deposit Baa3 - Foreign Currency Long Term Deposit Ba2 - Bank Financial Strength D+ FITCH (Februari 2011) - National Long Term Rating AAA (idn), Stable Outlook - Long Term Foreign Currency IDR BB+, Positive Outlook - Short Term Foreign Currency IDR B - Individual Rating C/D - Support Rating 3 - Support Rating Floor BB+ - Rupiah Subordinated Debt AA (idn) PEFINDO (Maret 2011) Bidang Usaha: Perbankan Komposisi Pemegang Saham: Negara Republik Indonesia 56,75% Masyarakat 43,25% Pencatatan Saham: Bursa Efek Indonesia pada tanggal 10 November 2003 Kode Saham: BBRI - National Rating id AAA, Stable Outlook 34 LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK.

3 PRODUK SIMPANAN BritAma Simpedes GiroBRI DepoBRI Tabungan Haji BritAma Junio PRODUK PINJAMAN Kredit Mikro Kupedes Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kredit Kecil/Ritel Kredit Modal Kerja Kredit Briguna Kredit Investasi Kredit Express Kredit Konstruksi Kredit PPTKI Kredit Pemilikan Waralaba Kredit Resi Gudang Kredit SPBU Kredit BTS Bank Garansi (BG) Produk dan Jasa Perbankan Kredit Konsumer Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) Kredit Multi Guna (KMG) Kartu Kredit Kredit Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kredit Koperasi Primer untuk Anggota (KPPA) Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) Kredit kepada Kelompok Usaha Kecil (KKUK) Kredit Usaha Mikro dan Kecil Surat Utang Pemerintah (KUMK-SP) Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP) Kredit Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) Persembahan BRI untuk Negeri Kredit Menengah/Korporasi Kredit Modal Kerja (KMK) Kredit Modal Kerja Ekspor (KMK-E) Kredit Investasi (KI) Kredit Modal Kerja Impor (KMK-I) Kredit Modal Konstruksi (KMK-K) Penangguhan Jaminan Impor (PJI) Standby L/C (SBLC) Bank Garansi (BG) Kredit Infrastruktur Kredit Sindikasi JASA PERBANKAN BRI Priority Banking Cash Management System Salary Crediting BRIZZI (Kartu Prabayar) Layanan Treasury Transaksi Valuta Asing/Foreign Exchange Transaksi Swap Transaksi Forward Jasa Wali Amanat Jasa Agen Penjual Efek Jasa Kustodian Dana Pensiun Lembaga Keuangan BRI (DPLK- BRI) Layanan Internasional Transaksi Ekspor dan Impor Remittance Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) PRAKATA PROFIL PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN TATA KELOLA PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN ANAK PERUSAHAAN BRI 2011 LAPORAN KEUANGAN LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK. 35

4 PRAKATA Struktur Organisasi LAPORAN KEUANGAN BRI 2011 ANAK PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN Direktur Bisnis UMKM Divisi-Divisi Direktur Bisnis Konsumer Divisi-Divisi Kantor Cabang Pembantu Kantor Kas Kantor Wilayah Kantor Cabang Direktur Bisnis Komersial Divisi-Divisi BRI Unit Teras BRI Direktur Bisnis Kelembagaan & BUMN Divisi-Divisi Direktur Jaringan & Layanan Divisi-Divisi 36 LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK.

5 RUPS DIREKSI* Direktur Utama Direktur Keuangan Divisi-Divisi Unit Kerja Luar Negeri Perusahaan Anak Direktur Pengendalian Risiko Kredit Divisi-Divisi DEWAN KOMISARI S* Direktur Kepatuhan Divisi-Divisi Kantor Cabang Khusus Direktur Operasional Divisi-Divisi Divisi-Divisi : Garis supervisi/pembinaan : Garis Koordinasi Audit Intern Kantor Inspeksi *) Komite Dewan Komisaris : Komite Audit, Komite Nominasi & Remunerasi, Komite Pengawasan Manajemen Risiko **) Komite Direksi : Komite Manajemen Risiko, Komite Kebijakan Perkreditan, Komite Kredit, ALCO, Komite Kebijakan SDM PRAKATA PROFIL PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN TATA KELOLA PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN ANAK PERUSAHAAN BRI 2011 LAPORAN KEUANGAN LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK. 37

6 LAPORAN KEUANGAN BRI 2011 ANAK PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN PRAKATA Foto Jaringan Kerja Kantor Wilayah Kantor Cabang Pembantu BRI Prioritas Kantor Cabang Kantor Kas 38 LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK.

7 BRI Unit E-BUZZ E-Banking Area (ATM, KIOSK,Cash Deposit Machine) Teras BRI Teras BRI Keliling PRAKATA PROFIL PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN TATA KELOLA PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN ANAK PERUSAHAAN BRI 2011 LAPORAN KEUANGAN LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK. 39

8 LAPORAN KEUANGAN BRI 2011 ANAK PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN PRAKATA Profil Dewan Komisaris Bunasor Sanim Komisaris Utama/Komisaris Independen Warga Negara Indonesia, 65 tahun. Diangkat sebagai Komisaris Independen BRI sejak 19 Mei 2005 dan sebagai Komisaris Utama BRI sejak 30 Mei Saat ini sebagai Dosen tetap untuk program sarjana dan pasca sarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB). Aktif dalam berbagai organisasi antara lain Anggota Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat, Anggota Dewan Penasihat Pengurus Pusat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI), Anggota Dewan Penasihat International Center for Analysis of Finance and Economic (InterCAFE), Ketua I Dewan Pupuk Indonesia (DPI) dan Ketua I Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (MAPORINA). Pernah menjabat sebagai Consortium Coordinator on Agriculture and Natural Resources dari SEARCA-SEAMEO ( ) dan Senior Scientist Partnership, Kerjasama IPB- University of Gottingen (Jerman). Meraih gelar Insinyur dalam bidang sosial ekonomi pertanian dari Institut Pertanian Bogor (1972), gelar M.Sc dalam bidang Agricultural Economics dari University of the Philippines Los Banos (1982), dan Ph.D dalam bidang Resource Economics dari University of the Philippines Los Banos (1986). Melaksanakan Post Doctoral Programme di Harvard Institute of International Development (HIID), Harvard University, Cambridge, USA (Juni-Juli 1994). Soedarjono Wakil Komisaris Utama Warga Negara Indonesia, 72 tahun. Diangkat sebagai Wakil Komisaris Utama BRI sejak 20 Mei Sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Independen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. ( ), Komisaris Utama PT Danareksa (Persero) ( ), Ketua Tim Pengawas Bank Internasional Indonesia ( ), Komisaris Utama PT Bank Danamon Tbk. ( ), Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sekaligus Ketua Komite Audit ( ), Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan ( ) dan Kepala Bapeksta untuk Fasilitas Ekspor di Kementerian Keuangan ( ). Meraih gelar Sarjana dalam bidang akuntansi dari Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, Jakarta pada tahun LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK.

9 Agus Suprijanto Komisaris Warga Negara Indonesia, 57 tahun. Diangkat sebagai Komisaris BRI sejak 22 Mei Saat ini juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan. Sebelumnya menjabat sebagai Pejabat Sementara Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan (2010), Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Penerimaan Negara Kementerian Keuangan (2008), Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan (2007) dan Direktur Pengelolaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan (2006). Meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Udayana (1985), gelar Master of Arts dalam bidang Ekonomi Internasional dari University of Colorado, Boulder, Amerika Serikat (1991), dan gelar Ph.D dalam bidang Ekonometrik dari University of Colorado, Boulder, Amerika Serikat (1995). Heru Lelono Komisaris Warga Negara Indonesia, 55 tahun. Diangkat sebagai Komisaris BRI sejak 20 Mei Saat ini juga menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Republik Indonesia. Sebelumnya pernah menduduki beberapa jabatan manajerial antara lain sebagai Managing Director PT Telesera Rajawali Corp. ( ) dan Direktur Pengembangan Usaha PT Bukit Jaya Abadi, Surabaya ( ). Meraih gelar Sarjana Muda Teknik Arsitektur dari Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang (1983). PRAKATA PROFIL PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN TATA KELOLA PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN ANAK PERUSAHAAN BRI 2011 LAPORAN KEUANGAN LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK. 41

10 PRAKATA LAPORAN KEUANGAN BRI 2011 ANAK PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN Aviliani Komisaris Independen Warga Negara Indonesia, 49 tahun. Diangkat kembali sebagai Komisaris Independen BRI sejak 20 Mei Saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN), Ketua Indonesia Society of Independent Commissioners (ISICOM), Pengurus Perbanas Pusat, Anggota Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Penasihat Global Association of Risk Professional (GARP) Indonesia dan Anggota Dewan Pakar Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). Sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Independen Bank BRI ( ), Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) ( ), Ketua Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Paramadina, Jakarta ( ), dan Sekretaris Umum Konsorsium Lembaga Pengabdian Perguruan Tinggi Swasta se- Indonesia ( ). Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Atmajaya, Jakarta (1985), gelar Master dalam bidang Administrasi Niaga dari Universitas Indonesia, Jakarta (1995), dan saat ini tengah menyelesaikan program Doktor dalam bidang Manajemen Bisnis di Institut Pertanian Bogor. Baridjussalam Hadi Komisaris Independen Warga Negara Indonesia, 61 tahun. Diangkat sebagai Komisaris Independen BRI sejak 30 Mei Sebelumnya pernah menjabat sebagai Staf Ahli Dewan Gubernur Bank Indonesia bidang Syariah (2003), Direktur Direktorat Pemeriksaan Bank I Bank Indonesia ( ), Direktur Direktorat Sumber Daya Manusia Bank Indonesia ( ), dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Tokyo, Jepang ( ). Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto (1976), dan gelar Master of Arts dari Vanderbilt University, Amerika Serikat (1984). 42 LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK.

11 Adhyaksa Dault Komisaris Independen Warga Negara Indonesia, 47 tahun. Diangkat sebagai Komisaris Independen BRI sejak 20 Mei Sebelumnya menjabat sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia ( ) dan Komisaris di beberapa perusahaan ( ). Meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Trisakti, Jakarta (1989), kemudian meraih gelar Magister dalam bidang Pembangunan Masyarakat Universitas Indonesia, Jakarta (1999), dan gelar Doktor dalam bidang Teknik Kelautan dari Institut Pertanian Bogor (2007). PRAKATA PROFIL PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN TATA KELOLA PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN ANAK PERUSAHAAN BRI 2011 LAPORAN KEUANGAN LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK. 43

12 LAPORAN KEUANGAN BRI 2011 ANAK PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN PRAKATA Profil Direksi Sofyan Basir Direktur Utama Warga Negara Indonesia, 52 tahun. Menjabat sebagai Direktur Utama sejak tanggal 17 Mei 2005 dan terpilih kembali untuk periode jabatan kedua pada tanggal 20 Mei Sebelum bergabung dengan BRI, menjabat sebagai Direktur Utama Bank Bukopin. Karir perbankan dimulai pada tahun 1981 di Bank Duta, pada tahun 1986 bergabung dengan Bank Bukopin dan telah menduduki beberapa jabatan manajerial di Bank Bukopin termasuk Direktur Komersial, Group Head Line of Business, dan Pemimpin Cabang di beberapa kota besar Indonesia. Meraih gelar Diploma dari STAK Trisakti, Jakarta pada tahun 1980 dan telah mengikuti berbagai pendidikan serta pelatihan di bidang perbankan baik di dalam maupun luar negeri, seperti Eksekutif Manajemen Risiko (Denpasar), Islamic Finance Forum (Swiss); Seminar Business Continuity Planning, Ernst & Young, SESPIBANK (Jakarta); Strategy Development Session, IBM; dan Structuring Loans & Short Term, The Institute Banking & Finance. Sarwono Sudarto Direktur Operasional Warga Negara Indonesia, 58 tahun. Menjabat sebagai Direktur sejak 30 Mei Memulai karir di BRI sejak tahun 1976 dan telah menduduki berbagai jabatan manajerial diantaranya adalah Kepala Divisi Treasury, Kepala Divisi Renstra, Kepala Audit Intern, Kepala Divisi Kredit Ritel, Wakil Kepala Divisi Akuntansi Manajemen dan Keuangan, Pemimpin Cabang, Treasury Manager dan Chief Dealer BRI Hong Kong Finance Ltd. Saat ini juga merupakan anggota Pokja Ekonomi LEMHANNAS RI. Meraih gelar Sarjana dari Universitas Diponegoro (1975) dan MBA dari Tulane University, Amerika Serikat (1987). Telah mengikuti berbagai pendidikan serta pelatihan seperti Pasar Modal (Tokyo); Sertifikasi Manajemen Risiko BSMR (Singapura); LEMHANAS RI, SESPIBANK (Jakarta); Credit Manager; dan Organization Management. Mewakili BRI sebagai pembicara tentang microfinance di Thailand dan Chile (2004) serta dalam berbagai roadshow maupun conference di London, Hong Kong serta Singapura. 44 LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK.

13 Achmad Baiquni Direktur Keuangan Warga Negara Indonesia, 53 tahun. Diangkat sebagai Direktur Keuangan BRI pada tanggal 20 Mei Memulai karir perbankan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. sejak tahun 1984 dan pernah menduduki beberapa jabatan manajerial, diantaranya adalah Direktur Bisnis Usaha Kecil, Menengah, dan Syariah, Direktur Korporasi, Direktur Konsumer, serta Pemimpin Divisi Pengelolaan Bisnis Personal. Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran, Bandung (1982) dan Master of Business Management dari Asian Institute of Management, Makati, Phillipina (1992). Telah mengikuti beberapa pelatihan, kursus, dan seminar perbankan termasuk Risk Management in Retail Banking BSMR (Belanda), Executive Training for Director The Wharton School of The University of Pennsylvania (Amerika Serikat), Bank Indonesia s Executive Risk Management Certification BSMR (Singapura), Retail Banking Conference LAFERTY (Singapura), Asian Bankers Surveyor Program Bank of New York (New York), dan SESPIBANK IBI (Jakarta). Mewakili BRI dalam berbagai roadshow maupun conference di London, New York dan Singapura. Sulaiman Arif Arianto Direktur Bisnis Komersial Warga Negara Indonesia, 52 tahun. Ditunjuk sebagai Direktur Bisnis Komersial sejak 12 Oktober 2009, sebelumnya menjabat sebagai Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sejak 30 Mei Memulai karir di BRI sejak tahun 1983 dan telah menduduki berbagai jabatan manajerial diantaranya adalah Kepala Divisi Agribisnis, Kepala Divisi Bisnis Umum, Pemimpin Wilayah Denpasar dan Pemimpin Wilayah Jakarta. Meraih gelar Sarjana dari Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (1981) dan gelar MBA dari University of New Orleans, Amerika Serikat (1991). Mewakili BRI dalam berbagai organisasi seperti APRACA, UN advisor for Inclusive Financial System dan Micro Finance Network. Pembicara berbagai seminar internasional UMKM, antara lain Asian Banking Forum (Jakarta), APEC SME Working Group (Bali), Financial Technology Conference (Singapura), Microfinance Sustainability, APRACA (Kunming), APO Forum, Micro Banking and Risk Management Workshop (Beijing), Asia Pacific Regional Microcredit Summit (Bali). Ditunjuk sebagai perwakilan BRI dalam beberapa road show dan conference yang berlangsung di Amerika Serikat, Hongkong, dan Singapura. PRAKATA PROFIL PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN TATA KELOLA PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN ANAK PERUSAHAAN BRI 2011 LAPORAN KEUANGAN LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK. 45

14 PRAKATA LAPORAN KEUANGAN BRI 2011 ANAK PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN A. Toni Soetirto Direktur Bisnis Konsumer Warga Negara Indonesia, 52 tahun. Ditunjuk sebagai Direktur BRI sejak tahun Memulai karir perbankan bersama Bank Duta pada tahun 1983, kemudian pada tahun 1985 bergabung dengan Bank Bukopin dan menduduki berbagai jabatan manajerial seperti Group Head Credit and Marketing Financial Institutions, Direktur Manajemen Risiko dan Kepatuhan, dan Direktur Bisnis Komersial. Pada tahun 1981, meraih gelar Sarjana Pertanian Agribisnis dari Institut Pertanian Bogor. Telah mengikuti beberapa pelatihan, kursus, dan seminar perbankan seperti CRM and Intelegence Banking EFMA (Barcelona); The Future Face of Marketing (Australia); CRM and Intelegence Banking (Barcelona); Self-Service Banking, EFMA (Barcelona); The Branch of the future, EFMA (Barcelona); Structured Trade and Export Finance in Asia Conference, Euromoney, JP Morgan and Citigroup (Singapura); The Strategic Board, Australian Institute of Company Director (Australia); Comparative Study for Trade Financing and Risk Management - Deutche Bank (Jerman). Lenny Sugihat Direktur Pengendalian Risiko Kredit Warga Negara Indonesia, 54 tahun. Menjabat sebagai Direktur BRI sejak tahun Karir perbankan dimulai bersama BRI sejak tahun 1981 dan telah menduduki berbagai jabatan manajerial antara lain sebagai Kepala Divisi Restrukturisasi dan Penyelesaian Kredit Bermasalah, Kepala Divisi Agribisnis, dan Kepala Divisi Renstra. Meraih gelar Sarjana di bidang perikanan dari Institut Pertanian Bogor (1979) dan MBA dari University of Houston, Texas, Amerika Serikat (1993). Telah mengikuti pendidikan dan pelatihan antara lain Credit Risk Management BRI Citibank; The Advanced Management Program for Overseas Bankers (AS); Problem Loan and Loan Syndication Training (Sydney); SESPIBANK (Jakarta); Strategic Management in Banking Programme (Perancis); The World Bank Conference Role State-Owned Bank (AS); Sertifikasi Manajemen Risiko BSMR (Denpasar), World Bank/IMF 2002 Annual Meeting (AS), Seminar "Program Management Office" (Jakarta), 33 rd Asean Banking Council Meeting (Bali), Seminar "Rethinking The East Asia Miracle" (World Bank Jakarta), Seminar "Bank Risk Management and Basel II Capital Requirements" (Jakarta). 46 LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK.

15 Bambang Soepeno Direktur Kepatuhan Warga Negara Indonesia, 58 tahun. Diangkat sebagai Direktur BRI sejak tahun Sebelumnya telah menduduki berbagai jabatan manajerial seperti Kepala Audit Intern, Direktur Dana Pensiun BRI, dan Kepala Divisi Bisnis Internasional. Meraih gelar Sarjana di bidang peternakan dari Universitas Diponegoro, Semarang (1979) dan gelar MBA dari St. Louis University, Amerika Serikat (1991). Telah mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan di bidang perbankan diantaranya adalah Sertifikasi Manajemen Risiko BSMR (Singapura); The IIA International Conference (AS); Pencegahan Kejahatan Perbankan (Jakarta); Good Corporate Governance (Jakarta); International Banker s Seminar (AS); Risk Management (ASEAN); SESPIBANK (Jakarta); Auditing Capital Market (Hong Kong); dan menjadi perwakilan BRI dalam berbagai road show dan conference di London dan New York. Asmawi Syam Direktur Bisnis Kelembagaan dan BUMN Warga Negara Indonesia, 55 tahun. Menjabat sebagai Direktur BRI sejak 5 September Memulai karir perbankan di BRI sejak tahun 1980 dan telah menduduki berbagai jabatan manajerial diantaranya adalah Kepala Divisi Bisnis Umum, Kepala Divisi Consumer Banking, Pemimpin Wilayah Bandung dan Pemimpin Wilayah Denpasar. Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Hasanuddin, Makassar (1979) dan Magister Manajemen dari Universitas Padjajaran, Bandung (2003). Telah mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan di bidang perbankan seperti From State Owned Enterprise to World Class Competitors Creatif Innovative and State Owned Firms (Filipina); Card and Payment - European Financial Management Marketing (EFMA); Restrukturisasi & Peningkatan Kinerja BUMN (Jakarta); Strategic Leadership Mastercard Internasional (Bangkok); World Congress on IT Information (Australia); Asset and Liability Management, Credit Risk Management & International Banking (Brussels); SESPIBANK (Jakarta). PRAKATA PROFIL PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN TATA KELOLA PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN ANAK PERUSAHAAN BRI 2011 LAPORAN KEUANGAN LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK. 47

16 PRAKATA LAPORAN KEUANGAN BRI 2011 ANAK PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN Suprajarto Direktur Jaringan dan Layanan Warga Negara Indonesia, 54 tahun. Menjabat sebagai Direktur BRI sejak tahun Memulai karir perbankan di BRI sejak tahun 1983 dan telah menduduki berbagai jabatan manajerial seperti Pemimpin Wilayah BRI Jakarta, Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan, Wakil Pemimpin Wilayah Jakarta, dan Pemimping Cabang di beberapa kota besar di Indonesia. Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Pembangunan Nasional, Yogyakarta (1982) dan Magister Manajemen dari Universitas Padjajaran, Bandung (2001). Telah mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan di bidang perbankan seperti Customer Relationship Management (Paris); Seminar the Branch of the Future (Barcelona); Seminar The 5th Annual Asia Pasific Mobile Payments (Bangkok); SESPIBANK (Jakarta) Pendidikan Pengembangan Eksekutif Manajemen (Jakarta); Seminar Marketing, Markus Event 2009 (Australia); Seminar Delivery Channel The Branch Beyond (Kuala Lumpur). Djarot Kusumayakti Direktur Bisnis UMKM Warga Negara Indonesia, 53 tahun. Ditunjuk sebagai Direktur BRI sejak tanggal 20 Mei Memulai karir perbankan di BRI sejak tahun 1983 dan telah menduduki jabatan manajerial seperti Komisaris Utama PT BTMU BRI Finance, Kepala Divisi Analisis Risiko Kredit, Wakil Pemimpin Wilayah BRI Jakarta, Wakil Pemimpin Wilayah BRI Semarang, Wakil Pemimpin Wilayah Padang, Pemimpin Cabang Surabaya Pahlawan, Pemimpin Cabang Surakata Sudirman, Pemimpin Cabang Ternate dan Pemimpin Cabang Biak. Meraih gelar sarjana di bidang ekonomi perusahaan dari Universitas Islam Indonesia (1982) dan gelar Master of Management dari Universitas Airlangga, Surabaya (2000). Telah mengikuti pendidikan dan pelatihan di bidang perbankan diantaranya Sespibank- LPPI (Jakarta), Pelatihan Manajemen Risiko Kredit (Semarang) dan Kursus Pengembangan Bankir Senior Bank of America (Jakarta), Seminar of Asean Central Bank and Finance Deputies on Asean Financial Integration (Yogyakarta). 48 LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK.

17 Halaman ini sengaja di kosongkan PRAKATA PROFIL PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN TATA KELOLA PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN ANAK PERUSAHAAN BRI 2011 LAPORAN KEUANGAN LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK. 49

18 PRAKATA Pejabat Senior LAPORAN KEUANGAN BRI 2011 ANAK PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN Windiartono Kepala Divisi Bisnis Mikro Denny Arsamanggala Kepala Divisi Bisnis Ritel & Menengah Sopyan PGS Kepala Divisi Bisnis Program Widodo Januarso PGS Kepala Divisi Dana & Jasa Mohamad Helmi Kepala Divisi Kartu Kredit Joice Farida Rosandi Kepala Divisi Kredit Konsumer A. Firman Taufick Kepala Divisi Marketing Communication Zainuddin Mappa Kepala Divisi Bisnis Umum Kuswiyoto Kepala Divisi Agribisnis I Komang Sudiarsa Kepala Divisi Hubungan Lembaga Dwi Agus Pramudya Kepala Divisi Bisnis BUMN Adhy Kusnandar Kepala Divisi Jaringan Kerja Bisnis Ritel R. Sophia Alizsa Kepala Divisi Jaringan Kerja Bisnis Mikro Luki Presisa Budi Utami Kepala Divisi Layanan Budi Purwanto Kepala Divisi Treasury Irwan Rinaldi Kepala Divisi Akuntansi Manajemen & Keuangan Kantor Pusat BRI Isnen Sutopo Kepala Divisi Bisnis Internasional Susy Liestiowaty Kepala Divisi Analisis Risiko Kredit Mardiwibawa Kepala Divisi Restrukturisasi & Penyelesaian Kredit Bermasalah Endra Sasmito Soengkowo Kepala Divisi Administrasi Kredit Rico Rizal Budidarmo Kepala Divisi Manajemen Risiko Irianto Kepala Divisi Perencanaan Strategis & Pengembangan Bisnis Hadi Susanto Kepala Divisi Hukum Teten Djaka Triana Kepala Divisi Kepatuhan Ali Mudin Kepala Audit Intern Randi Anto Kepala Divisi Manajemen Sumber Daya Manusia Muhamad Ali Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Nugroho Kepala Divisi Pendidikan & Pelatihan Slamet Riyadi Kepala Divisi Manajemen Aktiva Tetap & Logistik Zulhelfi Abidin Kepala Divisi Teknologi Sistem Informasi Triyana Kepala Divisi Sentra Operasi 50 LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK.

19 Abing Rabani Pemimpin Wilayah Banda Aceh Donsuwan Simatupang Pemimpin Wilayah Medan Ano Kurniadi Pemimpin Wilayah Padang Bambang Edi Mulyono PGS Pemimpin Wilayah Pekanbaru M. Jarot Eko Winarno Pemimpin Wilayah Palembang Hidzuldin Elfani Inspektur Kantor Pusat Suindiyo Inspektur Medan Mudjiharno Inspektur Padang Rusli Witjahjono Inspektur Palembang Mohammad Irfan Pemimpin Wilayah Jakarta 1 Nandi H. Hamaki Pemimpin Wilayah Jakarta 2 Albert Radjagukguk Pemimpin Wilayah Jakarta 3 Moch. Hadi Santoso Pemimpin Wilayah Bandung Agoes Roediyanto Pemimpin Wilayah Jayapura Hartono Sukiman Inspektur Jakarta1 Retno Surdini Inspektur Jakarta 2 Ircham Sjafindra Rambe Inspektur Bandung Umi Haryati Inspektur Semarang Kantor Wilayah BRI Kantor Inspeksi Susilo Pemimpin Wilayah Semarang Eko Wahyu Andriastono Pemimpin Wilayah Yogyakarta Heru Sukanto Pemimpin Wilayah Surabaya Luthfie PGS Pemimpin Wilayah Malang Wasito Pramono Inspektur Yogyakarta Sulistianto Inspektur Surabaya Kuwat Waluyo Inspektur Malang Luluk Sriwidjajati Inspektur Denpasar Achmad Chairul Ganie Pemimpin Wilayah Denpasar Agus Katon Pemimpin Wilayah Banjarmasin Khairi Setiawan Pemimpin Wilayah Makassar Andik Eko Putro Pemimpin Wilayah Manado Kantor Cabang Khusus Pardiman Pemimpin Cabang Khusus Eka Sriyantini Inspektur Banjarmasin Yan Budiatmoko Inspektur Makassar Sutardjo Inspektur Manado PRAKATA PROFIL PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN TATA KELOLA PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN ANAK PERUSAHAAN BRI 2011 LAPORAN KEUANGAN LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK. 51

20 PRAKATA Peta Jaringan Kerja LAPORAN KEUANGAN BRI 2011 ANAK PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN Banda Aceh Medan Padang Kantor Wilayah Pekanbaru Palembang Jakarta 1, 2, 3 Semarang Bandung Yogyakarta Banjarmasin Surabaya Denpasar Malang 52 LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK.

21 Makassar Manado Jumlah Unit Kerja Kantor Pusat Kantor Wilayah Kantor Inspeksi Kantor Cabang *) Kantor Cabang Pembantu Kantor Kas BRI Unit Pos Pelayanan Desa Teras BRI Kantor Cabang BRISyariah **) Kantor Cabang Pembantu BRISyariah**) *) Termasuk 1 Kantor Cabang Khusus dan 3 Kantor Luar Negeri **) Per 1 Januari 2009 BRI telah melakukan spin-off Unit Usaha Syariah Jayapura PRAKATA PROFIL PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN TATA KELOLA PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN ANAK PERUSAHAAN BRI 2011 LAPORAN KEUANGAN LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK. 53

22 LAPORAN KEUANGAN BRI 2011 ANAK PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN PRAKATA Sumber Daya Manusia Status Pekerja Tetap Masa Persiapan Pensiun Pekerja Kontrak Trainee Jumlah Pekerja BRI* Jabatan Executive Vice President Vice President Assistant Vice President Senior Manager Manager Assistant Manager Officer Assistant Jumlah Pekerja BRI* Pendidikan Strata Strata Strata Diploma SLTA SLTP Jumlah Pekerja BRI* * Tidak termasuk pekerja outsourcing sejumlah orang (tahun 2008), orang (tahun 2009) dan orang (tahun 2010). 54 LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK.

23 Informasi Pemegang Saham Selama tahun 2010, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kinerja terbaik jika dibandingkan indeks saham di negaranegara lain. Pada penutupan perdagangan bursa tahun 2010, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp3.243,77 triliun. Angka itu meningkat 60,63% dibandingkan tahun 2009, yakni Rp2.019,38 triliun. Peningkatan kapitalisasi pasar tersebut terjadi seiring dengan kenaikan IHSG sebesar 46,13% jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada akhir tahun 2009 yang berada di posisi 2.534,36. Seiring dengan kinerja BEI yang cemerlang, harga saham BRI selama tahun 2010 juga mengalami peningkatan sebesar 37% dari Rp7.650,00 pada 30 Desember 2009 menjadi Rp10.500,00 pada penutupan perdagangan tanggal 30 Desember Selama tahun 2010, harga saham BRI mencapai level tertinggi yaitu harga Rp12.800,00 pada tanggal 11 November 2010 dan menyentuh level terendah di harga Rp6.950,00 pada tanggal 8 Februari Harga Saham BBRI dan IHSG Tahun 2010 Pada akhir Desember 2010, kapitalisasi saham BRI tercatat sebesar Rp129,57 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 39% dibandingkan pada penutupan perdagangan pada akhir tahun 2009 yaitu sebesar Rp93,42 triliun, dengan nilai transaksi mencapai Rp34,21 triliun. Nilai ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2009 yaitu sebesar Rp26,95 triliun Untuk memperluas basis Pemegang Saham BRI sekaligus sebagai sinyal posistif bahwa BRI akan terus tumbuh, maka menindaklanjuti keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BRI Tahun 2010, BRI melakukan pemecahan nilai nominal saham dari Rp500,00 per saham menjadi Rp250,00 per saham atau dengan rasio satu banding dua pada tanggal 11 Januari Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des BBRI Komposisi Pemegang Saham BRI per 31 Des 2010 IHSG Harga : Rp10.500,- Kapitalisasi Pasar : Rp129,57 triliun Jumlah Saham : P/BV : 3,95 P/E : 14,53 EPS : Rp956,7 PRAKATA PROFIL PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN TATA KELOLA PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN ANAK PERUSAHAAN BRI 2011 LAPORAN KEUANGAN LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK. 55

24 PRAKATA LAPORAN KEUANGAN BRI 2011 ANAK PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN Pembayaran Dividen Sesuai hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BRI tahun 2010, dividen tahun buku 2009 ditetapkan sebesar 30% atau Rp2,19 triliun. Rasio pembayaran dividen ini mengalami penurunan sebesar 5% dibandingkan rasio pembayaran dividen untuk tahun buku 2008 yang ditetapkan oleh RUPST 2009 sebesar 35%. Tahun Dividen Laba Bersih (Rp Miliar) Dividen (Rp Miliar) Dividen per Lembar Saham (Rp) Rasio Pembayaran Dividen (%) Tanggal Pembayaran 2003* ,19 75,01 23 Juli ,93 50,00 5 Juli ,18 50,00 10 Juli ,04 50,00 2 Juli ,34 50,00 7 Juli ,82 35,00 3 Juli ,08 30,00 1 Juli 2010 *dari laba bersih semester II (1 Juli Desember 2003) sebesar Rp1,32 triliun, laba semester I dikapitalisasi menjadi modal Catatan: Pada tanggal 30 Desember 2010, BRI telah membayarkan dividen interim tahun buku 2010 sebesar Rp45,93 per lembar saham RUPS Tahunan 2010 BRI telah mengadakan RUPST tahun 2010 pada tanggal 20 Mei 2010 dan telah memutuskan hal-hal sebagai berikut : Agenda Pertama Menyetujui Laporan Tahunan tahun 2009 termasuk Laporan Tahunan Direksi dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2009 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sarwoko & Sandjaja sesuai Laporan Nomor RPC tanggal 24 Maret 2010, serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang mereka lakukan dalam tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 sepanjang tindakan tersebut bukan merupakan tindakan pidana dan tercermin dalam buku-buku Perseroan. Agenda Kedua Mengesahkan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Tahun Buku 2009 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Herman Dody Tanumihardja & Rekan sesuai Laporan Nomor 29/GA/HDT-DH/PKBL- BRI/V/2010 tanggal 30 Maret 2010 serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseoan atas tindakan pengurusan dan pengawasan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan sepanjang tindakan tersebut bukan merupakan tindakan pidana dan tercermin dalam Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan tersebut. Agenda Ketiga 1. Laba Bersih Perseroan yang dibagi penggunaannya adalah Laba Bersih Periode 1 Januari 2009 sampai dengan 31 Desember 2009 dengan pembagian sebagai berikut : a. Sebesar 30% atau Rp ,- ditetapkan sebagai dividen Tahun Buku Sebagian dari dividen tersebut sebesar Rp ,- telah dibayarkan pada tanggal 16 Desember 2009 sebagai dividen interim berdasarkan Keputusan Rapat Direksi tanggal 2 November 2009 yang telah mendapat persetujuan Dewan Komisaris, kepada Pemegang Saham yang tercatat pada tanggal 3 Desember 2009, sisanya sebesar Rp ,- akan dibagikan sebagai dividen tunai dan akan dibayarkan pada tanggal 15 Juli 2010 kepada para pemegang saham yang tercatat pada tanggal 1 Juli b. Sebesar 13% atau ,- untuk Cadangan Tujuan c. Sebesar 3% atau Rp ,- untuk Program Bina Lingkungan d. Sebesar 54% atau Rp ,32 sebagai Laba Ditahan 56 LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK.

25 2. Memberi wewenang dan kuasa kepada Direksi untuk menetapkan jadwal dan tata cara pembagian dividen tahun buku 2009 sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Agenda Keempat 1. Memutuskan tantiem untuk anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2009 sebesar 1,16% dari laba bersih tahun buku Perbandingan besarnya tantiem yang diterima oleh masing-masing anggota Direksi, Komisaris Utama, dan anggota Dewan Komisaris terhadap tantiem Direktur Utama adalah Direktur sebesar 90%, Komisaris Utama sebesar 50% dan anggota Dewan Komisaris sebesar 45%. Pajak tantiem ditanggung oleh penerima tantiem 2. Memutuskan gaji/honorarium Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun 2010 tidak mengalami kenaikan dan ditetapkan sama dengan gaji /honorarium Direksi dan Dewan Komisaris yang ditetapkan dalam RUPST tanggal 19 Mei Memberi wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan honorarium, tunjangan/ fasilitas termasuk tantiem dan santunan purna jabatan bagi Sekretaris Dewan Komisaris berlaku sejak ditutupnya Rapat sampai dengan kewenangan ini diubah atau dicabut oleh Rapat Umum Pemegang Saham Agenda Kelima 1. Melimpahkan kewenangan dan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan melakukan audit Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2010 dan menetapkan honorarium serta persyaratan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. 2. Melimpahkan kewenangan dan kuasa kepada Direksi untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan melakukan audit Laporan Keuangan/Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Perseroan tahun buku 2010 dan menetapkan honorarium serta persyaratan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. Agenda Keenam Memberikan kuasa dan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk melaksanakan peningkatan modal disetor dalam rangka Management Stock Option Plan (MSOP) yang telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan tanggal 3 Oktober 2003 beserta perubahan-perubahannya. Agenda Ketujuh 1. Memberhentikan dengan hormat Bapak Agus Pakpahan sebagai Komisaris terhitung sejak ditutupnya Rapat dengan ucapan terima kasih atas pengabdiannya selama menjabat sebagai Komisaris Perseroan 2. Mengangkat : 1. Bapak Soedarjono sebagai Wakil Komisaris Utama 2. Ibu Aviliani sebagai Komisaris Independen 3. Bapak Heru Lelono sebagai Komisaris 4. Bapak Adhyaksa Dault sebagai Komisaris Independen Pengangkatan anggota Dewan Komisaris tersebut berlaku efektif sejak ditutupnya Rapat, kecuali pengangkatan Bapak Soedarjono, Bapak Heru Lelono, dan Bapak Adhyaksa Dault berlaku efektif setelah mendapat persetujuan Bank Indonesia atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (fit and proper test) dan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berakhirnya masa jabatan anggota Dewan Komisaris yang diangkat tersebut adalah sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan ke-5 (kelima) sejak pengangkatan mereka. Dengan demikian susunan Dewan Komisaris Perseroan adalah : Komisaris Utama/Komisaris Independen : Bunasor Sanim Wakil Komisaris Utama : Soedarjono Komisaris : Agus Suprijanto Komisaris : Heru Lelono Komisaris Independen : Aviliani Komisaris Independen : Baridjussalam Hadi Komisaris Independen : Adhyaksa Dault Oleh karena terdapat pengangkatan Wakil Komisaris Utama, maka honorarium Wakil Komisaris Utama untuk tahun 2010 adalah sebesar 47,5% dari gaji Direktur Utama sebagaimana yang telah diputuskan dalam Agenda Keempat. 3. Memberhentikan dengan hormat Bapak Sudaryanto Sudargo dan Bapak Abdul Salam terhitung sejak ditutupnya Rapat dengan ucapan terima kasih atas pengabdiannya selama menjabat sebagai Direktur Perseroan. PRAKATA PROFIL PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN TATA KELOLA PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN ANAK PERUSAHAAN BRI 2011 LAPORAN KEUANGAN LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK. 57

26 PRAKATA LAPORAN KEUANGAN BRI 2011 ANAK PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN 4. Mengangkat : 1. Bapak Sofyan Basir sebagai Direktur Utama 2. Bapak Achmad Baiquni sebagai Direktur 3. Bapak Djarot Kusumayakti sebagai Direktur Pengangkatan anggota Direksi tersebut berlaku efektif sejak ditutupnya Rapat, kecuali pengangkatan Bapak Achmad Baiquni dan Bapak Djarot Kusumayakti berlaku efektif setelah mendapat persetujuan Bank Indonesia atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (fit and proper test) dan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berakhirnya masa jabatan anggota Direksi yang diangkat tersebut adalah sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan ke-5 (kelima) sejak pengangkatan mereka. Dengan demikian susunan Direksi Perseroan adalah : Direktur Utama : Sofyan Basir Direktur : Sarwono Sudarto Direktur : Sulaiman Arif Arianto Direktur : A. Toni Soetirto Direktur : Lenny Sugihat Direktur : Bambang Soepeno Direktur : Suprajarto Direktur : Asmawi Syam Direktur : Achmad Baiquni Direktur : Djarot Kusumayakti 5. Pembagian tugas dan wewenang setiap anggota Direksi dilaksanakan sesuai Pasal 12 ayat 17 Anggaran Dasar Perseroan 6. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi untuk melakukan segala tindakan yang berkaitan dengan keputusankeputusan semua Agenda dalam Rapat sesuai ketentuan perundangan yang berlaku, termasuk tetapi tidak terbatas untuk mendaftarkan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. RUPS Luar Biasa Tahun 2010 BRI telah mengadakan RUPS Luar Biasa Tahun 2010 pada tanggal 24 November 2010 dan telah memutuskan hal-hal sebagai berikut : Agenda Kesatu 1. Menyetujui akuisisi sebanyak lembar saham PT Bank Agroniaga Tbk secara langsung dari Dana Pensiun Perkebunan, setara dengan 88,65% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam PT Bank Agroniaga Tbk sebagaimana tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Bank Agroniaga Tbk No. 68 tanggal 29 Desember 2009 yang dibuat di hadapan Rusnaldy, SH, Notaris di Jakarta, termasuk pengurangan dan atau penambahan kepemilikan saham tersebut menjadi sekurang-kurangnya 76% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam PT Bank Agroniaga Tbk dalam rangka pelaksanaan Perjanjian Pengikatan Jual Beli tanggal 19 Agustus 2010 dan peraturan perundang-undangan. 2. Menyetujui Rancangan Akuisisi dan Konsep Akta Akuisisi. 3. Memberikan kuasa dengan hak substitusi kepada Direksi Perseroan untuk melaksanakan segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan persetujuan tersebut di atas dalam rangka memenuhi persyaratan jual beli dan peraturan perundangan yang berlaku Agenda Kedua 1. Menyetujui pemecahan nilai nominal saham Seri A Dwiwarna dan Seri B dari Rp500,00 per saham menjadi Rp250,00 per saham atau dengan rasio satu banding dua. 2. Hasil pemecahan nilai nominal saham Seri A Dwiwarna lama menjadi 2 saham dengan nilai nominal baru dengan ketentuan : 1 saham Seri A Dwiwarna tetap dipertahankan sebagai saham Seri A Dwiwarna milik Negara Republik Indonesia dengan nilai nominal sebesar Rp 250,00 per saham 1 saham Seri A Dwiwarna akan menjadi 1 saham Seri B milik Negara Republik Indonesia dengan nilai nominal sebesar Rp250,00 per saham 3. Merubah Pasal 4 Ayat (1) Anggaran Dasar Perseroan, sehingga Modal Dasar Perseroan semula sebesar Rp ,00 terbagi atas 1 saham Seri A Dwiwarna dan saham Seri B, masing-masing bernilai nominal Rp500,00 menjadi sebesar Rp ,00 terbagi atas 1 saham Seri A Dwiwarna dan saham Seri B, masing-masing bernilai nominal Rp250,00. Merubah Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) Anggaran Dasar Perseroan, sehingga jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan sesuai Daftar Pemegang Saham Perseroan per tanggal 11 November 2010 semula sebesar Rp ,00 atau sejumlah saham terdiri dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan saham Seri B menjadi sebesar Rp ,00 atau 58 LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK.

27 sejumlah saham terdiri dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan saham seri B. 4. Memberikan kuasa dengan hak substitusi kepada Direksi Perseroan untuk melaksanakan pemecahan nilai nominal saham tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku termasuk tetapi tidak terbatas pada menentukan jadwal pelaksanaan pemecahan nilai nominal saham Perseroan dan untuk menyatakan perubahan Anggaran Dasar dalam suatu akta tersendiri di hadapan Notaris, mengurus pemberitahuan, pengumuman dan pendaftaran pada instansi yang berwenang berkenaan dengan perubahan Anggaran Dasar Perseroan tersebut sebagaimana disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan. Penerbitan Obligasi Sub Ordinasi (Rupiah) Pada bulan Desember 2009 BRI menerbitkan Obligasi Sub Ordinasi II dalam denominasi Rupiah dengan jangka waktu 5 tahun dan tingkat bunga 10,95% yang tercatat di bursa pada tanggal 22 Desember Fitch memberikan rating AA (Double A; Stable Outlook) terhadap Obligasi Subordinasi ini, dimana BRI berhasil menghimpun dana sebesar Rp2 Triliun dalam penerbitan Obligasi tersebut. Penerimaan hasil Penawaran Umum Obligasi Subordinasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi terkait, seluruhnya akan digunakan perusahaan sebagai modal pelengkap sesuai dengan ketentuan BI, yang dimanfaatkan seluruhnya untuk ekspansi kredit sesuai dengan prinsip kehati-hatian. Jenis Obligasi Obligasi Sub Ordinasi Rupiah II dengan tingkat bunga tetap Tingkat Bunga 10,95% Jangka waktu 5 Tahun Jatuh Tempo 22 Desember 2014 Peringkat Obligasi AA (Fitch Rating) Nilai Emisi Rp2 triliun Pembayaran Kupon Tiga Bulanan Pencatatan Bursa Efek Indonesia Selama tahun 2010, BRI tidak menerbitkan obligasi maupun efek bersifat hutang lainnya. Kronologis Pencatatan Saham BRI telah menerbitkan Saham Seri A Dwiwarna dan Saham Seri B. Hanya satu Saham Seri A Dwiwarna yang diterbitkan dan dimiliki oleh Negara Republik Indonesia yang tidak dapat dipindahtangankan kepada siapapun. Pemegang Saham Seri A Dwiwarna memiliki hak istimewa sebagai berikut: 1. Mencalonkan anggota Direksi dan atau anggota Dewan Komisaris Perseroan. 2. Menyetujui pengangkatan dan pemberhentian anggota Direksi dan atau anggota Dewan Komisaris. 3. Menyetujui perubahan Anggaran Dasar, termasuk perubahan modal. 4. Menyetujui penggabungan, peleburan, pengambilalihan dan pemisahan perusahaan Perseroan, pengajuan permohonan agar Perseroan dinyatakan pailit, dan pembubaran Perseroan, dan atau 5. Meminta laporan dan penjelasan mengenai hal tertentu kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan dengan memperhatikan peraturan perundangundangan khususnya peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal. Sesuai Pernyataan Pendaftaran efektif yang dikeluarkan oleh Bapepam (Surat Ketua Bapepam No. S-2646/PM/2003) tanggal 31 Oktober 2003 BRI melakukan Penawaran Umum Saham Perdana sejumlah , Saham Biasa Atas Nama Seri B yang merupakan saham divestasi Negara Republik Indonesia dan sejumlah , Saham Biasa Atas Nama Seri B baru yang dikeluarkan dari portepel, dengan nilai nominal Rp500,00. Saham yang ditawarkan tersebut mulai diperdagangkan pada tanggal 10 November 2003, dan dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Selanjutnya opsi pemesanan lebih sejumlah Saham Biasa Atas Nama Seri B milik Negara Republik Indonesia (divestasi) dan opsi penjatahan lebih sejumlah Saham Biasa Atas Nama Seri B milik Negara Republik Indonesia (divestasi) masing-masing dengan harga Rp875,00 per lembar saham telah dilaksanakan masing-masing pada tanggal 10 November 2003 dan 3 Desember PRAKATA PROFIL PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN TATA KELOLA PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN ANAK PERUSAHAAN BRI 2011 LAPORAN KEUANGAN LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK. 59

28 LAPORAN KEUANGAN BRI 2011 ANAK PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN PROFIL PERUSAHAAN PRAKATA MANAGEMENT STOCK OPTION PLAN Sesuai keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 3 Oktober 2003 perusahaan menyelenggarakan Program Opsi Pembelian Saham bagi Manajemen (Management Stock Option Plan/MSOP). Jumlah saham yang diterbitkan dalam MSOP BRI adalah sebanyak lembar. Tahapan MSOP Jumlah Saham MSOP (Lembar) Komposisi Tanggal Dimulainya MSOP Tanggal Berakhirnya Tahapan MSOP Harga Pelaksanaan per lembar saham Program MSOP Tahap III yang dimulai pada tanggal 10 November 2005, telah berakhir pelaksanaannya pada tanggal 9 November Opsi yang dialokasikan dalam MSOP Tahap III tersebut berjumlah lembar, dimana sampai dengan akhir periode pelaksanaannya, opsi yang di-exercise berjumlah lembar. Exercise opsi tersebut menyebabkan tambahan equity perusahaan sebesar Rp ,-. Berakhirnya periode pelaksanaan MSOP Tahap III tersebut mengakhiri rangkaian program MSOP BRI Tahap I-Tahap III yang dimulai bersamaan dengan IPO BRI tanggal 10 November Keseluruhan opsi yang dialokasikan dalam MSOP Tahap I-Tahap III berjumlah lembar, dimana sampai dengan akhir periode pelaksanaannya, opsi yang di-exercise berjumlah lembar. Eksekusi opsi tersebut menyebabkan tambahan equity perusahaan sebesar Rp ,00. Tahap I Tahap II Tahap III Jumlah Modal Disetor Agio Modal Lain-Lain (lembar saham x option value) JUMLAH Saham di exercised (lembar) Tahap I % 10 Nov Nov 2008 Rp962, Tahap II % 10 Nov Nov 2009 Rp1.750, Tahap III % 10 Nov Nov 2010 Sesuai aturan Bapepam-LK & BEI (Rp juta) Jumlah MSOP dilaksanakan dalam tiga tahap yakni MSOP Tahap I, MSOP Tahap II dan MSOP Tahap III. Pelaksanaan MSOP Tahap I dan II mengacu pada peraturan Bapepam-LK terdahulu sedangkan pelaksanaan MSOP Tahap III sudah mengacu pada Peraturan Bapepam-LK No. IX.D.4 dan Peraturan BEI No.1-A Lamp. Keputusan Direksi BEJ No. Kep.305/BEJ/ tentang Pencatatan Efek. Masingmasing tahapan MSOP memiliki vesting period selama satu tahun. Saham MSOP yang telah di-exercise sampai dengan berakhirnya seluruh tahapan MSOP adalah sebesar lembar. Masa exercise MSOP Tahap I dan II telah berakhir masingmasing pada tanggal 9 November 2008 dan 9 November 2009, dan sampai dengan akhir masa exercise, terdapat 4,3 juta lembar MSOP Tahap I dan 6,1 juta lembar MSOP Tahap II yang tidak di-exercise. 60 LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK.

29 Komposisi Pemegang Saham Dibandingkan tahun 2009, jumlah saham BRI pada akhir Desember 2010 mengalami peningkatan menjadi lembar saham. Hal ini seiring dengan realisasi MSOP Tahap III yang menyebabkan kepemilikan saham Negara Republik Indonesia mengalami dilusi dari 56,77% pada akhir tahun 2009, menjadi 56,75% pada akhir tahun Negara Republik Indonesia tetap merupakan pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan saham sebesar 56,75% dan sisanya sebesar 43,25% dimiliki oleh masyarakat dengan kepemilikan saham masing-masing tidak lebih dari 5%. Kategori Komposisi Pemegang Saham BRI Jumlah Pemegang Saham Jumlah Saham Komposisi Pemegang Saham NEGARA RI ,77% 56,75% PUBLIK ,23% 43,25% PEMODAL NASIONAL ,85% 6,44% Perorangan ,77% 0,84% Karyawan ,56% 0,46% Pemerintah Daerah ,00% 0,00% Institusi ,52% 5,14% PEMODAL ASING ,38% 36,81% Perorangan ,00% 0,00% Badan Usaha Asing ,38% 36,81% TOTAL ,00% 100,00% PRAKATA PROFIL PERUSAHAAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN TATA KELOLA PERUSAHAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN ANAK PERUSAHAAN BRI 2011 LAPORAN KEUANGAN LAPORAN TAHUNAN 2010 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK. 61

Profil Perusahaan. LAPORAN TAHUNAN 2011 PT BANK RAKYAT INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

Profil Perusahaan. LAPORAN TAHUNAN 2011 PT BANK RAKYAT INDONESIA ( PERSERO ) Tbk. Profil Perusahaan 42 Hingga akhir tahun 2011, sekitar 72% nasabah BRI merupakan nasabah mikro yang semakin terlayani oleh jaringan e-channel BRI dan 7.975 unit kerja BRI yang telah terhubung secara real-time

Lebih terperinci

No.11/ 9 /DPbS Jakarta, 7 April 2009 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA

No.11/ 9 /DPbS Jakarta, 7 April 2009 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA No.11/ 9 /DPbS Jakarta, 7 April 2009 SURAT EDARAN Kepada SEMUA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA Perihal: Bank Umum Syariah Dengan telah diterbitkannya Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/3/PBI/2009 tanggal

Lebih terperinci

Indonesia Eximbank: Konsep Implementasi Lembaga Pembiayaan Ekspor di Indonesia

Indonesia Eximbank: Konsep Implementasi Lembaga Pembiayaan Ekspor di Indonesia Indonesia Eximbank: Konsep Implementasi Lembaga Pembiayaan Ekspor di Indonesia Jakarta, Mei 2015 Agenda 1 Profil Indonesia Eximbank 2 Kinerja Keuangan 3 Lesson Learned Bab 1 Profil Indonesia Eximbank (LPEI)

Lebih terperinci

TANYA JAWAB PERATURAN BANK INDONESIA NO.16/21

TANYA JAWAB PERATURAN BANK INDONESIA NO.16/21 TANYA JAWAB PERATURAN BANK INDONESIA NO.16/21 21/PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK 1. Q: Apa latar belakang diterbitkannya PBI

Lebih terperinci

PERATURAN NOMOR IX.J.1 : POKOK-POKOK ANGGARAN DASAR PERSEROAN YANG MELAKUKAN PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT EKUITAS DAN PERUSAHAAN PUBLIK

PERATURAN NOMOR IX.J.1 : POKOK-POKOK ANGGARAN DASAR PERSEROAN YANG MELAKUKAN PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT EKUITAS DAN PERUSAHAAN PUBLIK PERATURAN NOMOR IX.J.1 : POKOK-POKOK ANGGARAN DASAR PERSEROAN YANG MELAKUKAN PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT EKUITAS DAN PERUSAHAAN PUBLIK I. KETENTUAN UMUM II. 1. Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan:

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL PP. No. : 45 Tahun 1995 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR KEP- 179/BL/2008 TENTANG POKOK-POKOK

Lebih terperinci

PROSEDUR PENETAPAN CALON ANGGOTA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI DAN KOMITE LEVEL KOMISARIS

PROSEDUR PENETAPAN CALON ANGGOTA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI DAN KOMITE LEVEL KOMISARIS PROSEDUR PENETAPAN CALON ANGGOTA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI DAN LEVEL KOMISARIS Tanggal Efektif Berlaku : 15 November 2013 Page 1/13 DAFTAR ISI 1.0. LATAR BELAKANG 3 2.0. MAKSUD DAN TUJUAN 3 3.0. DASAR

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/ 3 /PBI/2009 TENTANG BANK UMUM SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/ 3 /PBI/2009 TENTANG BANK UMUM SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/ 3 /PBI/2009 TENTANG BANK UMUM SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam menghadapi perkembangan perekonomian nasional

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN /PMK.010/201... TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN,

PERATURAN MENTERI KEUANGAN /PMK.010/201... TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR /PMK.010/201... TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 8 dan Pasal

Lebih terperinci

DRAFT AWAL DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DRAFT AWAL DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR KEP- /BL/2008 TENTANG POKOK-POKOK ANGGARAN DASAR

Lebih terperinci

CONTOH STRUKTUR KEPEMILIKAN SAHAM DAN DOKUMEN PERIZINAN LPIP

CONTOH STRUKTUR KEPEMILIKAN SAHAM DAN DOKUMEN PERIZINAN LPIP LAMPIRAN SURAT EDARAN BANK INDONESIA NOMOR 15/ 49 /DPKL TANGGAL 5 DESEMBER 2013 PERIHAL LEMBAGA PENGELOLA INFORMASI PERKREDITAN CONTOH STRUKTUR KEPEMILIKAN SAHAM DAN DOKUMEN PERIZINAN LPIP i DAFTAR ISI

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa perekonomian nasional yang diselenggarakan

Lebih terperinci

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100 /PMK.010/2009 TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MENTERI KEUANGAN,

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100 /PMK.010/2009 TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MENTERI KEUANGAN, PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100 /PMK.010/2009 TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MENTERI KEUANGAN, Menimbang Mengingat : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8 Peraturan Presiden Nomor

Lebih terperinci

DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN. Tetap. Tetap.

DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN. Tetap. Tetap. DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN Anggaran Dasar Lama NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Perseroan terbatas ini

Lebih terperinci

MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk

MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk DAFTAR ISI Halaman Pasal 1 Nama dan Tempat Kedudukan... 1 Pasal 2 Jangka

Lebih terperinci

PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS) DEWAN KOMISARIS, DIREKSI DAN KOMITE-KOMITE PENUNJANG DEWAN KOMISARIS

PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS) DEWAN KOMISARIS, DIREKSI DAN KOMITE-KOMITE PENUNJANG DEWAN KOMISARIS PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS) DEWAN KOMISARIS, DIREKSI DAN KOMITE-KOMITE PENUNJANG DEWAN KOMISARIS Pedoman dan Tata Tertib Kerja Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UU R.I No.8/1995 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa tujuan pembangunan nasional

Lebih terperinci

P U B L I C E X P O S E PT INDUSTRI JAMU DAN FARMASI SIDO MUNCUL TBK HOTEL MULIA JAKARTA, 25 APRIL 2014

P U B L I C E X P O S E PT INDUSTRI JAMU DAN FARMASI SIDO MUNCUL TBK HOTEL MULIA JAKARTA, 25 APRIL 2014 P U B L I C E X P O S E PT INDUSTRI JAMU DAN FARMASI SIDO MUNCUL TBK HOTEL MULIA JAKARTA, 25 APRIL 2014 DAFTAR ISI 1 2 Sekilas Mengenai Sido Muncul Kinerja 2013 3 Hasil RUPS 4 Kinerja Triwulan I Tahun

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/21/PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/21/PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/21/PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-305/BEJ/07-2004 TENTANG

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-305/BEJ/07-2004 TENTANG KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-305/BEJ/07-2004 TENTANG PERATURAN NOMOR I-A TENTANG PENCATATAN SAHAM DAN EFEK BERSIFAT EKUITAS SELAIN SAHAM YANG DITERBITKAN OLEH PERUSAHAAN TERCATAT

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-306/BEJ/07-2004 TENTANG PERATURAN NOMOR I-E TENTANG KEWAJIBAN PENYAMPAIAN INFORMASI

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-306/BEJ/07-2004 TENTANG PERATURAN NOMOR I-E TENTANG KEWAJIBAN PENYAMPAIAN INFORMASI KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-306/BEJ/07-2004 TENTANG PERATURAN NOMOR I-E TENTANG KEWAJIBAN PENYAMPAIAN INFORMASI Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan pelindungan terhadap

Lebih terperinci

KRITERIA ANNUAL REPORT AWARD 2014*)

KRITERIA ANNUAL REPORT AWARD 2014*) ANNUAL REPORT AWARD 2014*) Kriteria penilaian ini dibagi menjadi 8 klasifikasi: 1. Umum: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi ini sebesar 2% 2. Ikhtisar Data Keuangan Penting: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menunjang terwujudnya perekonomian

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menunjang terwujudnya perekonomian

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

Anggaran Dasar PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk.

Anggaran Dasar PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. Anggaran Dasar PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. www.bankmandiri.co.id 2 ANGGARAN DASAR Pendirian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. didirikan pada tanggal 2 Oktober 1998 berdasarkan

Lebih terperinci

RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA & TAHUNAN 2011

RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA & TAHUNAN 2011 RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA & TAHUNAN 2011 PT PETROSEA Tbk. Hotel Ritz Carlton Jakarta, 29 Maret 2012 Prosedur Keadaan Darurat Sesuai Standar Keamanan dan Keselamatan Pada lantai 2 ini terdapat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pembangunan perekonomian nasional bertujuan

Lebih terperinci

Garuda Indonesia Perluas Kemitraan Lindung Nilai dengan Bank Internasional Indonesia, Bank Mega, ANZ Indonesia dan Standard Chartered Bank Indonesia

Garuda Indonesia Perluas Kemitraan Lindung Nilai dengan Bank Internasional Indonesia, Bank Mega, ANZ Indonesia dan Standard Chartered Bank Indonesia Siaran Pers Garuda Indonesia Perluas Kemitraan Lindung Nilai dengan Bank Internasional Indonesia, Bank Mega, ANZ Indonesia dan Standard Chartered Bank Indonesia Jakarta, 14 April 2015 - PT Garuda Indonesia

Lebih terperinci

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya M enyatukan dan Memadukan Sumber Daya Keunggulan kompetitif BCA lebih dari keterpaduan kekuatan basis nasabah yang besar, jaringan layanan yang luas maupun keragaman jasa dan produk perbankannya. Disamping

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/23/PBI/2009 TENTANG BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/23/PBI/2009 TENTANG BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/23/PBI/2009 TENTANG BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa perekonomian nasional perlu memiliki

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/ 20 /PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/ 20 /PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/ 20 /PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

Lebih terperinci

PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN LUAR BIASA SERTA JADWAL DAN TATA CARA PEMBAGIAN DIVIDEN TUNAI TAHUN BUKU 2014

PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN LUAR BIASA SERTA JADWAL DAN TATA CARA PEMBAGIAN DIVIDEN TUNAI TAHUN BUKU 2014 PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN LUAR BIASA SERTA JADWAL DAN TATA CARA PEMBAGIAN DIVIDEN TUNAI TAHUN BUKU 2014 Direksi PT Bank Permata Tbk. ( Perseroan ) dengan ini mengumumkan

Lebih terperinci

FAKTOR PENILAIAN: PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARIS

FAKTOR PENILAIAN: PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARIS PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARIS II. PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARISIS Tujuan Untuk menilai: kecukupan jumlah, komposisi, integritas dan kompetensi anggota Dewan

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 15/14/PBI/2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/10/PBI/2009 TENTANG UNIT USAHA SYARIAH

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 15/14/PBI/2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/10/PBI/2009 TENTANG UNIT USAHA SYARIAH PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 15/14/PBI/2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/10/PBI/2009 TENTANG UNIT USAHA SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

Lebih terperinci

Kantor Pusat The Landmark I Lt. 26-31 Jl. Jenderal Sudirman No. 1 Jakarta 12910 Telp.: (021) 5296-3232, 5296-3322 (hunting) Faksimili: (021) 5296-4159

Kantor Pusat The Landmark I Lt. 26-31 Jl. Jenderal Sudirman No. 1 Jakarta 12910 Telp.: (021) 5296-3232, 5296-3322 (hunting) Faksimili: (021) 5296-4159 Tanggal Efektif : 9 Desember 2011 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 27 Septermber 2012 Masa Penawaran : 21 24 Septermber 2012 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 28 Septermber 2012

Lebih terperinci

PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK.

PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK. INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK. Berkedudukan di Kabupaten Tangerang, Banten, Indonesia Kegiatan

Lebih terperinci

KOMITE-KOMITE EKSEKUTIF DIREKSI

KOMITE-KOMITE EKSEKUTIF DIREKSI adalah juga dari pejabat internal perusahaan. 7. Sehubungan dengan rencana pengunduran diri Sdr. Andreas Eddy Susetyo sebagai anggota Komite Pemantau Risiko per 1 Januari 2015, maka Komite merekomendasikan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa untuk mewujudkan perekonomian

Lebih terperinci

PEDOMAN PENILAIAN PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA

PEDOMAN PENILAIAN PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA PEDOMAN PENILAIAN PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA 1. Penilaian terhadap pelaksanaan prinsip-prinsip tata kelola yang baik Lembaga Pembiayaan Ekspor

Lebih terperinci

NEWS UPDATE 7 September ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

NEWS UPDATE 7 September ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- NEWS UPDATE 7 September ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- KERJA SAMA PRUDENTIAL INDONESIA DAN UNIVERSITAS INDONESIA

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/8/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/8/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/8/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa situasi lingkungan eksternal dan internal perbankan mengalami

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI, DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 19/Per/M.KUKM/XI/2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI, DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 19/Per/M.KUKM/XI/2008 TENTANG Draft Htl Maharani 9 September 2008 PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI, DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 19/Per/M.KUKM/XI/2008 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA SIMPAN PINJAM

Lebih terperinci

Pemegang Saham & Undangan

Pemegang Saham & Undangan RESUME HASIL PELAKSANAAN PAPARAN PUBLIK INSIDENTIL 20 FEBRUARI 2015 PT SEKAWAN INTPRATAMA TBK 1. PENYELENGGARAAN ACARA a. Persiapan Sehubungan dengan keterbukaan informasi yang disampaikan SIAP selanjutnya

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 2/POJK.05/2014 TENTANG TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

Rapat dihadiri oleh anggota Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan Direksi Perseroan sebagai berikut :

Rapat dihadiri oleh anggota Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan Direksi Perseroan sebagai berikut : Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2014 PT Bank OCBC NISP Tbk. Senin, 7 April 2014 Pukul 10.40 WIB - 11.26 WIB OCBC NISP Tower, Lantai 23, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 25, Jakarta 12940 Rapat dihadiri

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PINJAMAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PINJAMAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PINJAMAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk meningkatkan efektivitas dan

Lebih terperinci

b. bahwa Badan Usaha Milik Negara mempunyai peranan penting

b. bahwa Badan Usaha Milik Negara mempunyai peranan penting UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2003 TENTANG BADAN USAHA MILIK NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Badan Usaha Milik Negara merupakan

Lebih terperinci

PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk Kegiatan Usaha: Jasa Pembiayaan Konsumen Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia

PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk Kegiatan Usaha: Jasa Pembiayaan Konsumen Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia JADWAL Tanggal Efektif : 21 Februari 2013 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 24 Oktober 2013 Masa Penawaran Umum : 18 dan 21 Oktober 2013 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 25 Oktober

Lebih terperinci

No.10/ 42 /DPD Jakarta, 27 November 2008. S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA

No.10/ 42 /DPD Jakarta, 27 November 2008. S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA No.10/ 42 /DPD Jakarta, 27 November 2008 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA Perihal : Pembelian Valuta Asing terhadap Rupiah kepada Bank Sehubungan dengan telah ditetapkannya Peraturan

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN UMUM Industri perbankan merupakan salah satu komponen sangat penting dalam perekonomian nasional demi

Lebih terperinci

Standard Chartered Bank dan Super Indo Beri Manfaat Lebih Bagi Para Nasabah

Standard Chartered Bank dan Super Indo Beri Manfaat Lebih Bagi Para Nasabah Standard Chartered Bank dan Super Indo Beri Manfaat Lebih Bagi Para Nasabah Fasilitas Extra Cash Back 10% dan hadiah langsung setiap hari hingga Grand Prize Tiket ke Singapura JAKARTA, 12 Februari 2014

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BANK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 14 / 2 /PBI/ 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/11/PBI/2009 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN ALAT PEMBAYARAN DENGAN MENGGUNAKAN KARTU DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

LAMPIRAN: Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor : Kep- 26/PM/2003 Tanggal : 17 Juli 2003 - 1 -

LAMPIRAN: Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor : Kep- 26/PM/2003 Tanggal : 17 Juli 2003 - 1 - - 1 - PERATURAN NOMOR IX.D.1: HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU 1. Definisi: a. Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu adalah hak yang melekat pada saham yang memungkinkan para pemegang saham yang ada untuk membeli

Lebih terperinci

BAB 1 KETENTUAN UMUM

BAB 1 KETENTUAN UMUM BAB 1 KETENTUAN UMUM 1.1. Definisi Kecuali diberikan pengertian secara khusus, maka semua kata dan atau istilah dalam peraturan ini mempunyai pengertian yang sama sebagaimana dimaksud dalam Undang- Undang

Lebih terperinci

Daftar Isi Peraturan Jasa Kustodian Sentral

Daftar Isi Peraturan Jasa Kustodian Sentral Daftar Isi Peraturan Jasa Kustodian Sentral Bab 1 : Ketentuan Umum... 1 1.1 Definisi... 1 1.2 Layanan Jasa... 4 1.3 Peraturan dan Prosedur Operasional Layanan Jasa... 5 1.4 Tempat dan Waktu Layanan Jasa...

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR KEP-104/BL/2006 TENTANG PRODUK UNIT

Lebih terperinci

PT MANDOM INDONESIA Tbk PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA DAN TAHUNAN

PT MANDOM INDONESIA Tbk PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA DAN TAHUNAN Dengan ini Direksi PT Mandom Indonesia Tbk (selanjutnya disebut Perseroan ) mengumumkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (selanjutnya disebut RUPSLB ) dan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 6/ 9 /PBI/2004 TENTANG TINDAK LANJUT PENGAWASAN DAN PENETAPAN STATUS BANK GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 6/ 9 /PBI/2004 TENTANG TINDAK LANJUT PENGAWASAN DAN PENETAPAN STATUS BANK GUBERNUR BANK INDONESIA, . PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 6/ 9 /PBI/2004 TENTANG TINDAK LANJUT PENGAWASAN DAN PENETAPAN STATUS BANK GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam rangka menciptakan sistem perbankan yang sehat,

Lebih terperinci

HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (RIGHTS ISSUE)

HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (RIGHTS ISSUE) HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (RIGHTS ISSUE) Oleh: KarimSyah Law Firm Sudirman Square Office Tower B, lantai 11 Jalan Jenderal Sudirman Kav.45-46 Jakarta 12930 E-mail: info@karimsyah.com HAK MEMESAN

Lebih terperinci

TENTANG JASA PENILAI PUBLIK MENTERI KEUANGAN,

TENTANG JASA PENILAI PUBLIK MENTERI KEUANGAN, SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 125/PMK.01/2008 TENTANG JASA PENILAI PUBLIK MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa sejalan dengan tujuan Pemerintah dalam rangka mendukung perekonomian yang sehat

Lebih terperinci

S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA. Perihal : Pembatasan Transaksi Rupiah dan Pemberian Kredit Valuta Asing oleh Bank

S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA. Perihal : Pembatasan Transaksi Rupiah dan Pemberian Kredit Valuta Asing oleh Bank No. 7/23/DPD Jakarta, 8 Juli 2005 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA Perihal : Pembatasan Transaksi Rupiah dan Pemberian Kredit Valuta Asing oleh Bank Sehubungan dengan telah ditetapkannya

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2003 TENTANG BADAN USAHA MILIK NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2003 TENTANG BADAN USAHA MILIK NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2003 TENTANG BADAN USAHA MILIK NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Badan Usaha Milik Negara merupakan

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 6/1/PBI/2004 TENTANG PEDAGANG VALUTA ASING GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 6/1/PBI/2004 TENTANG PEDAGANG VALUTA ASING GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 6/1/PBI/2004 TENTANG PEDAGANG VALUTA ASING GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam upaya turut memelihara dan mendukung pencapaian stabilisasi nilai rupiah,

Lebih terperinci

TATA KELOLA PERUSAHAAN (GOOD CORPORATE GOVERNANCE)

TATA KELOLA PERUSAHAAN (GOOD CORPORATE GOVERNANCE) TATA KELOLA PERUSAHAAN (GOOD CORPORATE GOVERNANCE) KOMITMEN DAN KONSISTENSI PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK Wika Realty menyadari bahwa Tata Kelola Perusahaan (GCG) merupakan kunci kemajuan,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENGADAAN PINJAMAN LUAR NEGERI DAN PENERIMAAN HIBAH

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENGADAAN PINJAMAN LUAR NEGERI DAN PENERIMAAN HIBAH PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENGADAAN PINJAMAN LUAR NEGERI DAN PENERIMAAN HIBAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-565/BEJ/11-2003 TENTANG PERATURAN NOMOR II-A TENTANG PERDAGANGAN EFEK

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-565/BEJ/11-2003 TENTANG PERATURAN NOMOR II-A TENTANG PERDAGANGAN EFEK KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR Kep-565/BEJ/11-2003 TENTANG PERATURAN NOMOR II-A TENTANG PERDAGANGAN EFEK Menimbang a. bahwa dalam rangka pelaksanaan perdagangan Efek secara Remote Trading

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 13/ 1 /PBI/2011 TENTANG PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 13/ 1 /PBI/2011 TENTANG PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 13/ 1 /PBI/2011 TENTANG PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa kesehatan bank merupakan sarana

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 3/22/PBI/2001 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 3/22/PBI/2001 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 3/22/PBI/2001 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam rangka menciptakan disiplin pasar (market discipline) perlu diupayakan

Lebih terperinci

Dasar-Dasar Obligasi. Pendidikan Investasi Dua Bulanan. Cara Kerja Obligasi

Dasar-Dasar Obligasi. Pendidikan Investasi Dua Bulanan. Cara Kerja Obligasi September 2010 Dasar-Dasar Pasar obligasi dikenal juga sebagai pasar surat utang dan merupakan bagian dari pasar efek yang memungkinkan pemerintah dan perusahaan meningkatkan modalnya. Sama seperti orang

Lebih terperinci

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG TATA CARA PENGADAAN PINJAMAN LUAR NEGERI DAN PENERIMAAN HIBAH. BAB I KETENTUAN UMUM

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG TATA CARA PENGADAAN PINJAMAN LUAR NEGERI DAN PENERIMAAN HIBAH. BAB I KETENTUAN UMUM www.bpkp.go.id PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENGADAAN PINJAMAN LUAR NEGERI DAN PENERIMAAN HIBAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

Usulan Perubahan Anggaran Dasar Bank Permata

Usulan Perubahan Anggaran Dasar Bank Permata Usulan Perubahan Anggaran Dasar Bank Permata No. ANGGARAN DASAR PT BANK PERMATA Tbk USULAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT BANK PERMATA Tbk Peraturan 1. Pasal 6 ayat (4) Surat saham dan surat kolektif saham

Lebih terperinci

ANZ menyampaikan hasil yang baik sekali bagi para pemegang saham di tahun 2010, selain juga berkinerja bagi para nasabah kami dan masyarakat.

ANZ menyampaikan hasil yang baik sekali bagi para pemegang saham di tahun 2010, selain juga berkinerja bagi para nasabah kami dan masyarakat. ANZ menyampaikan hasil yang baik sekali bagi para pemegang saham di tahun 2010, selain juga berkinerja bagi para nasabah kami dan masyarakat. Kinerja Kami Laba ANZ setelah dikurangi pajak sampai tahun

Lebih terperinci

SEKILAS TENTANG PERAN LEMBAGA PEMERINGKAT EFEK DALAM INDUSTRI PASAR MODAL

SEKILAS TENTANG PERAN LEMBAGA PEMERINGKAT EFEK DALAM INDUSTRI PASAR MODAL SEKILAS TENTANG PERAN LEMBAGA PEMERINGKAT EFEK DALAM INDUSTRI PASAR MODAL oleh : Sungkana Pendahuluan Seiring dengan semakin menigkatnya industri Pasar Modal, peran penting perusahaan Pemeringkat Efek

Lebih terperinci

Laporan Pelaksanaan. Good Corporate Governance. PT. Bank Panin Tbk. Tahun 2012

Laporan Pelaksanaan. Good Corporate Governance. PT. Bank Panin Tbk. Tahun 2012 Laporan Pelaksanaan Good Corporate Governance PT. Bank Panin Tbk. Tahun 2012 Laporan ini disusun dengan berpedoman pada: PBI No. 8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 perihal Pelaksanaan Good Corporate

Lebih terperinci

PERATURAN NOMOR IX.A.7 : TANGGUNG JAWAB MANAJER PENJATAHAN DALAM RANGKA PEMESANAN DAN PENJATAHAN EFEK DALAM PENAWARAN UMUM

PERATURAN NOMOR IX.A.7 : TANGGUNG JAWAB MANAJER PENJATAHAN DALAM RANGKA PEMESANAN DAN PENJATAHAN EFEK DALAM PENAWARAN UMUM Nomor : Kep-48/PM/1996 PERATURAN NOMOR IX.A.7 : TANGGUNG JAWAB MANAJER PENJATAHAN DALAM RANGKA PEMESANAN DAN PENJATAHAN EFEK DALAM PENAWARAN UMUM 1. Penawaran Umum Penawaran Umum dapat merupakan Penawaran

Lebih terperinci

- 1 - UMUM. Mengingat

- 1 - UMUM. Mengingat - 1 - PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 9/15/PBI/2007 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI OLEH BANK UMUM UMUM Dalam rangka meningkatkan efisiensi kegiatan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2009 TENTANG PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN BERUPA BUNGA OBLIGASI

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2009 TENTANG PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN BERUPA BUNGA OBLIGASI PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 16 TAHUN 2009 TENTANG PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN BERUPA BUNGA OBLIGASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa dengan dilakukan perubahan terhadap

Lebih terperinci

No.16/24/DKEM Jakarta, 30 Desember 2014 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA KORPORASI NONBANK DI INDONESIA

No.16/24/DKEM Jakarta, 30 Desember 2014 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA KORPORASI NONBANK DI INDONESIA No.16/24/DKEM Jakarta, 30 Desember 2014 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA KORPORASI NONBANK DI INDONESIA Perihal : Penerapan Prinsip Kehati-hatian dalam Pengelolaan Utang Luar Negeri Korporasi Nonbank.

Lebih terperinci

No. 15/40/DKMP Jakarta, 24 September 2013. Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA

No. 15/40/DKMP Jakarta, 24 September 2013. Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA No. 15/40/DKMP Jakarta, 24 September 2013 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA Perihal : Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang Melakukan Pemberian Kredit atau Pembiayaan Pemilikan

Lebih terperinci

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI Per (Tidak Diaudit) ASET 31 Desember 2010 ASET LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga Piutang Lainlain Pihak Ketiga Persediaan Bersih Biaya Dibayar di

Lebih terperinci

Perihal : Permohonan Persetujuan Prinsip Sebagai Perusahaan Pialang Pasar Uang Rupiah dan Valuta Asing

Perihal : Permohonan Persetujuan Prinsip Sebagai Perusahaan Pialang Pasar Uang Rupiah dan Valuta Asing --------------------------------------------------------------------------------------------------- Lampiran 1 CONTOH SURAT PERMOHONAN PERSETUJUAN PRINSIP =============================================================

Lebih terperinci

ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU

ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU PERATURAN NOMOR IX.D.3 : PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU Suatu Prospektus harus mencakup semua rincian dan Informasi atau Fakta Material

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA. Nomor : 3/10/PBI/2001 TENTANG GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA. Nomor : 3/10/PBI/2001 TENTANG GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA Nomor : 3/10/PBI/2001 TENTANG PENERAPAN PRINSIP MENGENAL NASABAH (KNOW YOUR CUSTOMER PRINCIPLES) GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam menjalankan kegiatan usaha,

Lebih terperinci

No.14/15/DPM Jakarta, 10 Mei 2012 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA PEDAGANG VALUTA ASING BUKAN BANK DI INDONESIA

No.14/15/DPM Jakarta, 10 Mei 2012 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA PEDAGANG VALUTA ASING BUKAN BANK DI INDONESIA No.14/15/DPM Jakarta, 10 Mei 2012 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA PEDAGANG VALUTA ASING BUKAN BANK DI INDONESIA Perihal : Perizinan, Pengawasan, Pelaporan, dan Pengenaan Sanksi Bagi Pedagang Valuta

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/47/PBI/2005 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/47/PBI/2005 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/47/PBI/2005 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun

Lebih terperinci

MEMILIH INVESTASI REKSA DANA TAHUN 2010

MEMILIH INVESTASI REKSA DANA TAHUN 2010 MEMILIH INVESTASI REKSA DANA TAHUN 2010 Indonesia cukup beruntung, karena menjadi negara yang masih dapat mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif tahun 2009 sebesar 4,4 % di tengah krisis keuangan global

Lebih terperinci

2. Pasar Perdana. A. Proses Perdagangan pada Pasar Perdana

2. Pasar Perdana. A. Proses Perdagangan pada Pasar Perdana B. Pasar Sekunder adalah pasar di mana efek-efek yang telah dicatatkan di Bursa diperjual-belikan. Pasar Sekunder memberikan kesempatan kepada para investor untuk membeli atau menjual efek-efek yang tercatat

Lebih terperinci

No. POS - POS. 30 Apr 2015

No. POS - POS. 30 Apr 2015 LAPORAN POSISI KEUANGAN No. POS POS ASET 1. Kas 9,279 2. Penempatan pada Bank Indonesia 2,388,541 3. Penempatan pada bank lain 507,919 4. Tagihan spot dan derivatif 38,117 5. Surat berharga a. Diukur pada

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan. Alam Sutera Realty Tbk pada 19 September 2007.

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan. Alam Sutera Realty Tbk pada 19 September 2007. BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Perusahaan PT. Alam Sutera Realty Tbk adalah anak perusahaan dari grup Argo Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan oleh Harjanto Tirtohadiguno

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG BADAN HUKUM PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG BADAN HUKUM PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG BADAN HUKUM PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk mewujudkan fungsi dan tujuan

Lebih terperinci

7. Memastikan sistem pengendalian internal telah diterapkan sesuai ketentuan.

7. Memastikan sistem pengendalian internal telah diterapkan sesuai ketentuan. 7. Memastikan sistem pengendalian internal telah diterapkan sesuai ketentuan. 8. Memantau kepatuhan BCA dengan prinsip pengelolaan bank yang sehat sesuai dengan ketentuan yang berlaku melalui unit kerja

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/22/PBI/2014 TENTANG PELAPORAN KEGIATAN LALU LINTAS DEVISA DAN PELAPORAN KEGIATAN PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG PENGELOLAAN BANK PERKREDITAN RAKYAT MILIK PEMERINTAH DAERAH

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG PENGELOLAAN BANK PERKREDITAN RAKYAT MILIK PEMERINTAH DAERAH PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG PENGELOLAAN BANK PERKREDITAN RAKYAT MILIK PEMERINTAH DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI, Menimbang Mengingat : a. bahwa

Lebih terperinci

Dalam Bahasa dan Mata Uang Apa Laporan Keuangan Disajikan?

Dalam Bahasa dan Mata Uang Apa Laporan Keuangan Disajikan? Dalam Bahasa dan Mata Uang Apa Laporan Keuangan Disajikan? Oleh: Tarkosunaryo Paper ini bermaksud untuk menyajikan analisis penggunaan mata uang yang seharusnya digunakan oleh perusahaan dalam menyusun

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO). Tbk Per 30 April 2015 (dalam jutaan rupiah)

LAPORAN POSISI KEUANGAN PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO). Tbk Per 30 April 2015 (dalam jutaan rupiah) LAPORAN POSISI KEUANGAN Per POS POS ASET 1. Kas 9,558,560 2. Penempatan pada Bank Indonesia 29,945,266 3. Penempatan pada bank lain 11,401,461 4. Tagihan spot dan derivatif 289,029 5. Surat berharga a.

Lebih terperinci

- 1 - PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/ 15 /PBI/2012 TENTANG PENILAIAN KUALITAS ASET BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

- 1 - PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/ 15 /PBI/2012 TENTANG PENILAIAN KUALITAS ASET BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA - 1 - PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/ 15 /PBI/2012 TENTANG PENILAIAN KUALITAS ASET BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. Bahwa sejalan dengan perkembangan

Lebih terperinci

PERAN KELEMBAGAAN PERBANKAN DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH NASIONAL BANK MANDIRI

PERAN KELEMBAGAAN PERBANKAN DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH NASIONAL BANK MANDIRI PERAN KELEMBAGAAN PERBANKAN DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH NASIONAL POKOK BAHASAN I II KONDISI UMKM PERBANKAN KOMITMEN III POLA PEMBIAYAAN UMKM IV KESIMPULAN I KONDISI UMKM PERBANKAN

Lebih terperinci