PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEJIK

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEJIK"

Transkripsi

1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEJIK (Penguatan Sinergi Pemerintah, Masyarakat, Dunia Usaha dalam Rangka Pembangunan Berkeadilan) By FRANCISCUS WELIRANG Direktur PT. Indofood Sukses Makmur Tbk Presented at, DIKLAT KEPEMIMPINAN TK. I ANGKATAN XXII TAHUN 2011 Kamis, 13 Oktober 2011 Jam wib Ruang kelas, Diklatpim Tingkat I, Gedung Graha Wisesa Lt. 3 PPLPN-LAN Jl. Administrasi II, Pejompongan, Jakarta Pusat 1

2 DAFTAR ISI I. PENGANTAR 1.1. KIAT DAN STRATEGI 1.2. DEFINISI 1.3. RUANG LINGKUP PEMBANGUNAN BERKEADILAN II. LINGKUNGAN STRATEJIK 2.1. TEN WORLD CHALLENGES 2.2. PASAR MASA DEPAN 2.3. DAMPAK PERTUMBUHAN PENDUDUK INDONESIA 2.4. TANTANGAN KONEKTIVITAS INDONESIA 2.5. TANTANGAN PANGAN & PERUBAHAN IKLIM III. CONTOH PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEJIK 3.1. KONFIGURASI : STRATEGI, STRUKTUR DAN GAYA 3.2. TEKNOLOGI ENERGI 3.3. KERANGKA KEBIJAKAN ENERGI 3.4. MENGHINDAR DARI KEBIJAKAN GLOBALISASI 3.5 KASUS INDOMIE TAIWAN 3.6. MODEL PEMBERDAYAAN UKM IV. KESIMPULAN V. KEPEMIMPINAN PROFESIONAL 2

3 I. PENGANTAR 1.1. KIAT STRATEGI DUNIA DAN ORANG LAIN TIDAK MUNGKIN DIMINTA BERHENTI MENYIASATI KITA, KECUALI KITA MENGUBAH DIRI SENDIRI AGAR TIDAK DAPAT DISIASATI Fransiscus Welirang 3

4 I. PENGANTAR 1.2. DEFINISI DEFINISI : Pengambilan keputusan stratejik adalah kegiatan sentral dari manajemen yang merupakan proses memilih suatu alternatif cara bertindak, dengan metode yang efisien, sesuai situai stratejik (yaitu situasi dengan resource yang terbatas atau terkendala) ASAL KATA : STARTEGY STRATEGOS (YUNANI) = JENDRAL/PERWIRANEGARA Strategi STRATEGUI (YUNANI : JAMAK) THE ART OF GENERAL (SENI JENDRAL) : Seni menggunakan kecakapan dan sumberdaya organisasi untuk mencapai sasaran melalui hubungan yang efektif dengan lingkungan dalam kondisi yang paling menguntungkan 4

5 I. PENGANTAR 1.3. RUANG LINGKUP PEMBANGUNAN BERKEADILAN Pro Rakyat Penanggulangan kemiskinan berbasis keluarga Penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat Penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan UMKM Keadilan Untuk Semua Keadilan bagi Anak Keadilan bagi Perempuan Keadilan di bidang ketenaga kerjaan Keadilan di bidang bantuan hukum Keadilan dibidang reformasi hukum dan peradilan Keadilan bagi orang miskin dan terpinggirkan MDG s Pemberantasan kemiskinan dan kelaparan Pendidikan dasar untuk semua Kesetaraangender & pemberdayaan perempuan Penurunan angka kematian anak Kesehatan Ibu PengendalianHIV/AIDS, Malaria dan penyakit menular lainnya Kelestarian Lingkungan Hidup Persepatan MDG s 5

6 2.1. TEN WORLD CHALLENGES TANTANGAN PEMIMPIN DALAM MENGHADAPI KRISIS GLOBAL DUNIA INDONESIA 1. GLOBAL FINANCIAL CRISIS II. LINGKUNGAN STRATEJIK LESSON LEARNED :? LESSON LEARNED : 2. CLIMATE CHANGE TINDAKAN PALING RASIONAL APA?? 3. INOVATION DIMANA PUSAT INOVASI AKAN ADA?? 4. GEOPOLITIK TH 2040 : BAGAIMANA LANDSCAPE GEOPOL? 5. ORGANISASI BAGAIMANA ORANG BISNIS ABAD 21???? 6. ENERGY APA YANG AKAN MERUBAH OIL? KAPAN? 7. INTERNET MERUBAH CARA BELANJA, SOSIALISASI, KOMUNIKASI. APALAGI YANG AKAN DATANG? 8. PELAYANAN KESEHATAN APA MUNGKIN SEMUA PENDUDUK TERLAYANI? JIKA TIDAK BAGAIMANA? 9. GLOBALISASI APAKAH DUNIA SEMAKIN TERIKAT KUAT ATAU KURANG? 10. BIOTECH PEMECAHAN CODE OF LIFE - APA YANG TERJADI? - BAGAIMANA KEMAJUAN DUNIA?????? 6

7 II. LINGKUNGAN STRATEJIK 2.2. PASAR MASA DEPAN PENDUDUK* KONSUMSI, EKOSISTEM, TENAGA KERJA KEKAYAAN* KONSUMSI, DEMOKRASI, URBANISASI PENDUDUK & PASAR MASA DEPAN GIZI* KESEHATAN PERTANIAN, EKOSISTEM, KESEHATAN EMISI, AIR, MOBILITAS Fokus : Melayani Masyarakat PENDIDIKAN PERTANIAN, EKOSISTEM, KESEHATAN P A S A R PERUBAHAN Fokus : Meningkatkan nilai tambah dgn sedikit akibat KONSUMSI ENERGI EMISI EFFISIENSI PENDUDUK, EEFISIENSI, MOBILITAS EMISI, EKOSISTEM, MOBILITAS, AKUNTABILITAS, URBANISASI, KESEHATAN ENERGI, AIR, KOMUNIKASI M A S A D E P A N SUMBER DAYA ALAM Fokus : Melindungi sumber daya HUBUNGAN Fokus : Menjalankan bisnis dalam dunia yang makin terhubung PERAN & TANGGUNG JAWAB EKOSISTEM PERTANIAN* AIR* URBANISASI MOBILITAS* KOMUNIKASI* TENAGA KERJA DEMOKRASI* AKUNTABILITAS ENERGI, PENDUDUK, EMISI GIZI, KESEHATAN, KONSUMSI KESEHATAN, EEFISIENSI, PRIVATISASI KESEHATAN, AIR, PRIVATISASI ENERGI, KEKAYAAN, DEMOKRASI PENDIDIKAN, KEKAYAAN, MOBILITAS AKUNTABILITAS, DEMOKRASI, PENDIDIKAN AKUNTABILITAS, PENDIDIKAN, KOMUNIKASI KONSUMSI, EKOSISTEM, KEKAYAAN PRIVATISASI PERTANIAN, AIR, PENDIDIKAN Fokus : Memperoleh izin operasi Sources : Tommorrow s Mraket 7 7

8 2.2a. PASAR MASA DEPAN - PENDUDUK Dengan bertambahnya jumlah penduduk, Negara berkembang akan menjadi pasar yang besar dan didominasi oleh usia remaja FAKTA Jumlah penduduk di negara berkembang bertambah 80% sampai dengan 85% di tahun milyar dari 6.2 milyar total jumlah penduduk dunia adalah anak anak & usia remaja Dua dari lima orang penduduk dunia hidup di China / India Persentase kelahiran dunia menurun dari 4 anak per ibu di tahun 1975 menjadi 3 anak di tahun 2025 Antara tahun % dari pertumbuhan jumlah penduduk di negara maju melakukan migrasi. Migrasi mengurangi pertumbuhan jumlah penduduk sebesar 3% Konsumsi, Ekosistem, Tenaga Kerja Pertumbuhan Jumlah Penduduk Dunia MEMPENGARUHI IMPLIKASI KE DUNIA USAHA Tersedia jumlah tenaga kerja Terciptanya pasar yang besar untuk memasarkan produk Peluang usaha memenuhi kebutuhan produk & Jasa Negara Berkembang Negara Maju SOURCE : FUTURE MARKET, MICHAEL PORTER 8

9 2.2c. PASAR MASA DEPAN - KESEHATAN Harapan Hidup bertambah, pencegahan penyakit masih terus dikembangkan F A K T A Harapan hidup manusia bertambah dari 47 tahun di tahun 1950 menjadi 66 tahun di tahun 2000 Dinegara miskin kasus kolera meningkat, kasus per tahun di 1980an, menjadi 371,000 kasus di pertengahan 1990an Tahun 2000, 2 juta dari 8 juta kasus baru TBC meninggal, berumur antara 15 sampai 45 ; 99% di negara berkembang. 40 juta orang didunia terkena HIV. Sekitar 1/3 nya berumur antara 15 sampai 24, mendekati umur produktif sebagai Tenaga Kerja dan Warga Negara. 1 dari 10 kematian diakibatkan oleh Tembakau. Rata rata, Umur seseorang bertambah Harapan Hidup : Dunia and Beberapa Negara 80 MEMPENGARUHI Emisi, Air Bersih, Mobilitas IMPLIKASI KE DUNIA USAHA Produktifitas turun jika kesehatan terganggu Penyebaran penyakit dari regional menjadi global Peluang usaha di bidang kesehatan Germany Russian 65 World Botswana Kegagalan bisa memicu isu politik & publik yang kurang baik SOURCE : FUTURE MARKET, MICHAEL PORTER 9

10 2.2d. PASAR MASA DEPAN - PENDIDIKAN Pendidikan dasar sudah tersebar luas tetapi kesempatan untuk belajar tidak digunakan oleh banyak orang F A K T A 113 juta anak putus sekolah. 97% diantaranya tinggal di negara miskin & 60% diantaranya perempuan. 1 dari 5 orang dewasa total 880 juta orang tidak berpendidikan. Persentase pendaftaran pendidikan untuk anak yang berumur 6 14 tahun, 52 % lebih rendah keluarga miskin daripada keluaraga kaya di Senegal, 36% lebih rendah di Zambia, 49% lebih rendah di Pakistan, 63% lebih rendah di Morocco Beberapa negara berkembang yang berpartisipasi dalam Lomba Matematika & Ilmu Pasti sedunia mempunyai nilai rendah MEMPENGARUHI Tingkat Pendidikan bertambah Tenaga Kerja, Komunikasi, Akuntanbilitas ## Persentase pendidikan orang dewasa, Sub-Saharaan Africa Southern Asia IMPLIKASI KE DUNIA USAHA M iddle East & North Africa Latin America & Caribean Kurangnya keahlian & kurang kompetitif Investasi yang besar untu memperoleh tenaga kerja yang kompeten & produktif Kemitraan Eastern Asia & Oceana SOURCE : FUTURE MARKET, MICHAEL PORTER 10

11 2.2e. PASAR MASA DEPAN - ENERGI Permintaan energi yang terus bertambah untuk menggerakkan ekonomi mengancam iklim di bumi F A K T A Produksi energi dunia bertambah 42% antara tahun 1990 dan 2000, dan akan bertambah % di tahun 2050 Biomass menyokong kira kira 15% energi dunia dan 1/5 1/3 nya dikonsumsi oleh negara berkembang. Tahun 1990an adalah dekade yang hangat dan tahun 1998 tercatat sebagai tahun terhangat Pembangkit listrik tenaga angin menghasilkan listrik lebih dari MV di 30 negara yang memakai angin sebagai tenaga listrik. Pengiriman photovoltaic di seluruh dunia bertambah 6 x lipat dari 48 MV tahun 1990 menjadi 288 tahun 2000 ; harga pasar (US$ per Watt) turun dari US$ 30 menjadi kurang dari US$ 5 selama tahun 1975 sampai 1995 dan akan stabil seperti pasar yang akan bertambah 30% per tahun di tahun tahun terakhir MEMPENGARUHI Emisi, Ekosistem, Mobilitas IMPLIKASI KE DUNIA USAHA Penciptaan energi alternatif, pelayanan konversi energi & teknologi energi efisien Mengurangi penggunaan energi SOURCE : FUTURE MARKET, MICHAEL PORTER 11

12 II. LINGKUNGAN STRATEJIK 2.3. DAMPAK PERTUMBUHAN PENDUDUK INDONESIA KRISIS 1998 & ASIA TAHUN TAHUN Juta Orang 30 TAHUN TAHUN Jt Orang 30 TAHUN TAHUN Juta Orang JUMLAH PENDUDUK TUMBUH 80 JUTA MAYORITAS MASYARAKAT PENDAPATAN MENENGAH KE BAWAH ± 60 JT USIA PRODUKTIF TUMBUH 100 JUTA MAYORITAS MASYARAKAT PENDAPATAN MENENGAH KE BAWAH DAMPAK LANGSUNG 1. NUTRISI RENDAH 2. KESEHATAN RENTAN 3. PENDIDIKAN MUTU RENDAH MUTU SDM? * DAYA NALAR * PASIF/ MUDAH MARAH (AMUK MASSA /TAWURAN) IDEM JIKA TAK DITANGGULANGI? DAMPAK TIDAK LANGSUNG 1. AIR BERSIH LANGKA 2. SAMPAH & POLUSI BERTAMBAH 3. KEBUTUHAN ENERGI BERTAMBAH DAMPAK LANJUT 1. RESOURCES MAKIN TERBATAS 2. JURANG MISKIN KAYA (HARTA,AKSES SUMBER DAYA,INFORMASI) 3. EXPLOITASI MANUSIA & HUKUM 4. EXPLOITASI EKONOMI & SUMBER DAYA ALAM WTO 5 LEDAKAN PENCARI KERJA ENTERPRENEURSHIP PANGAN KORUPSI & PENEGAKAN HUKUM 3 ADVOKASI HUKUM BIDANG KOPERASI (YUDIKATIF),INDUSTRI RUMAH TANGGA & PEDAGANG K5 MASUK DLM UU PT 12

13 II. LINGKUNGAN STRATEJIK 2.4a. TANTANGAN KONEKTIVITAS INDONESIA ANTAR KOTA DI PULAU, ANTAR PULAU DAN ANTARA INDONESIA DENGAN NEGARA LAIN Town City SUMBER : CONNECTING INDONESIA R.J. LINO Town Island Asia City Town Town Town City Island Indonesia International Gateway Europ e Town Town Town City City Island 1 Intra-island 2 Inter-island 3 International Americ a LOCAL Connectivity NATIONAL Connectivity GLOBAL Connectivity 13

14 II. LINGKUNGAN STRATEJIK 2.4b. TANTANGAN KONEKTIVITAS INDONESIA (Route Jakarta out) TIL DL BSL ALKEN BJL SSS TIL JPL TIL IFL HUMPUSS DL TIL SSS ALKEN IFL JPL TIL TARAKAN TOLI-TOLI BATAM GORONTALO MANOKWARI SAMPIT KUMAI NABIRE TIMIKA BAU-BAU TIL SUMBER : CONNECTING INDONESIA R.J. LINO SSS* JPL* TIL CTP SSS Bi Pu da sd ng ikl K at S ep p em im im na pi s na n TIL 14

15 II. LINGKUNGAN STRATEJIK 2.4b. TANTANGAN KONEKTIVITAS INDONESIA (Route Surabaya out) BIT DKB ALKEN TIL BJL ALKEN DIIL/AML TIL JPL MERATUS TIL ALKEN TIL MSP SAMAS JPL DIIL/AML SSS ALKEN TIL MSP TARAKAN TOLI-TOLI BITUNG MANOKWARI SAMPIT KUMAI NABIRE TIMIKA BAU-BAU MSP MERATUS SUMBER : CONNECTING INDONESIA R.J. LINO NCL SUNTRACO DKB DKB Bi Pu da sd ng ikl K at S ep p em im im na pi s na n JPL SRIL SSS TIL DL JPL MSP MSP 15

16 II. LINGKUNGAN STRATEJIK 2.5a. KETIDAKPASTIAN IKLIM Sumber : The Australian Grains Industry Conference 16

17 II. LINGKUNGAN STRATEJIK 2.5b. TANTANGAN KETERSEDIAAN PANGAN Sumber : The Australian Grains Industry Conference 17

18 II. LINGKUNGAN STRATEJIK 2.5c. TANTANGAN KEAMANAN PANGAN Sumber : The Australian Grains Industry Conference 18

19 II. LINGKUNGAN STRATEJIK 2.5d. STRUKTUR AGRIBISNIS INTEGRAL VERTIKAL AGRI INDUSTRI DIRECT SALES INDUSTRI HORTIKULTURA SAYUR ACAR/PICKLING PENGOLAHAN KONSUMER CHILLING/FROZEN PENGOLAHAN JUICE TOMAT/WORTEL DLL INDUSTRI BUAH-BUAHAN PENGERINGAN SELAI/JAM PENGALENGAN FRUIT JUICE INDUSTRI PERIKANAN / PETERNAKAN PENGALENGAN IKAN/DAGING IKAN ASIN IKAN BEKU CHICKEN NUGGET CORNET DLL MASALAH M. PRICE DISCOVERY PRODUCT QUALITY INFRASTRUKTUR PERILAKU / ETIKA PETANI1 PETANI2 KOPERASI PAGUYUBAN KELOMPOK PETANI3 PETANIN HUBUNGAN DIRECT INTEGRATED CO-INTEGRATED CONTRACTUAL KONTRAK REGULATED JENIS : RELATIONSHIP KLASIK NEO KLASIK TECH PASKA PANEN MENYIMPAN STACKING HANDLING CLEANING GRADING DRYING PACKING DAN LAIN-LAIN FRESH MARKET 19

20 II. LINGKUNGAN STRATEJIK 2.5e. WORLD GRAIN MAP GRAINS & OILSEEDS 20

21 II. LINGKUNGAN STRATEJIK 2.5f. WORLD GRAIN MAP DAIRY 21

22 II. LINGKUNGAN STRATEJIK 2.5g. WORLD GRAIN MAP COFFEE & COCOA 22 2

23 III. CONTOH PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEJIK 3.1. KONFIGURASI: STRATEGI, STRUKTUR DAN GAYA GROWTH STAGE rd Q SEKA RANG Perluasan Wilayah SOURCE of GROWTH Pemasaran Domestik Pertumbuhan Volume Pemasaran Ekspor Sebagai Sumber Keuntungan Pemasaran Ekspor Sebagai Sumber Penurunan Pendapatan Biaya Penurunan Kerusakan Pengembangan Produk DOMINANT STRATEGY Optimalisasi Biaya untuk Bisnis Produk Tunggal, Kontrak penggilingan tepung dengan Keseluruhan garansi penuh Integrasi yang Berhubungan oleh Bulog dgn Bisnis, Tekstil dan Pengapalan Pengembangan produk, By Product dan Pasta Bisnis Utama : Penggilingan Tepung Stage I II III Fokus pada kualitas Back To Basics Key Success Factor Manajemen Operasional Manajemen Pemasaran Penelitian dan Pengembangan Core Value Kepemimpinan Biaya & Mutu Customer Service Inovasi STRUCTURAL RESPONSE Kantor pusat Administrasi Organisasi Fungsional (untuk menangani koordinasi dan kontrol selama membagi unit wilayah Corporate-Function Hybrid Organization (dengan struktur perencanaan teknik dan operasional yang lebih canggih) Sentralisasi- Desentralisasi /Corporate-OPU (organisasi multidivisi, pembagian divisi/bisnis, dengan pengawasan kantor pusat untuk koordinasi antardivisi DOMINANT STYLE Top-Down / One - Man - Show Middle Up - Top Down 23

24 SOLAR HEATING MORE THAN M2 SOLAR PANELS SINCE 1974 TIME HORIZON : COMMERCIALLY ATTRACTIVE TODAY 3.2. TEKNOLOGI ENERGI BIODESEL BIOGAS CAN EXPLOIT ONE THE WORLD S LARGES RESIDUAL ANIMAL BIOGAS DEMONTRATION PRODUCT PLANTS AT FOULUM, FOR ORDINARY DIESEL UNIVERSITY OF AARHUS ENGINES WIND POWER INCREASE ELECTRICITY PRODUCTION BY 5-15 PER CENT TIME HORIZON : COMMERCIALLY ATTRACTIVE TODAY III. CONTOH PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEJIK TIME HORIZON : COMMERCIALLY ATTRACTIVE TODAY TIME HORIZON : COMMERCIALLY ATTRACTIVE TODAY ELECTROLYSIS WATER : HYDROGEN & OXYGEN HYDROGEN CAN BE USED IN A FUEL CELL A CAR OR MINI POWER PLANTS FOR A HOUSE TIME HORIZON : YEARS : INTEGRATION OF RENEWABLE ENERGY CHALLENGE : TO MAINTAIN THE BALANCE BETWEEN PRODUCTION AND CONSUMPTION TIME HORIZON : TO ESTABLISH AN INTELLIGENT ELECTRICITY SYSTEM ND GENERATIONS BIOETHANOL FROM STRAW AND OTHER WASTE MATERIAL TIME HORIZON : YEARS : FUEL CELLS FUEL CELLS MAKING ELECTRICITY FROM HYDROGEN SOLID OXIDE FUEL CELLS (SOFC) TIME HORIZON : YEARS : BLUE ENERGY SUMBER : FOCUS DENMARK MAGAZINE, JUNE 2009 WAVE POWER THE DANISH DEMONTRATION PLANTS CAN PRODUCE FROM 5.5 TO 200 KW OR MORE (500 kw) DEPENDING ON DESIGN TIME HORIZON : YEARS : SOLAR CELLS DEVELOPING SOLAR CELLS MADE OF PLASTIC TIME HORIZON : ABOUT 2019 TANK UP ON ALGAE FUEL ALGAE HAVE MAJOR POTENTIAL AS A BIOFUEL RESOURCES TIME HORIZON : ABOUT 2019 CHEMICAL STORAGE OF ENERGY HYDROGEN TANKS IS EXPENSIVE RESEARCH TO STORING HYDROGEN MORE SAFELY AND COST EFFECTIVELY IN SOLID FORM AS HYDROGEN PELLETS TIME HORIZON : ABOUT

25 BAHAN ENERGI III. CONTOH PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEJIK 3.3. KERANGKA KEBIJAKAN ENERGI PERATURAN PROSES TECHNOLOGY PERALATAN LOGISTIK APLIKASI KETERANGAN & TINDAKAN 1. MINYAK BUMI OVER REGULATED KILANG MINYAK DAN INDUSTRI TURUNAN KAPAL PEMASOK KAPAL SUPPLY DLM NEGERI ANGKUTAN DARAT TERMINAL/TANKI BBM SPBU LENGKAP KENDARAAN BERMOTOR LAUT / UDARA/DARAT INDUSTRI/PLN RUMAH TANGGA DIVERSIFIKASI PRIORITAS : KENDARAAN UMUM DARAT, PLN, INDUSTRI STRATEGIS, RT, RAKYAT EKSPLORASI/EKSPLOITASI HARUS BERLANJUT KILANG PROCESSING PERLU DIPERHATIKAN 2. BATU BARA PERLU DIPELAJARI UNDANG-UNDANG TAMBANG KHUSUS BATUBARA EKSPOR KOMITMEN JANGKA PANJANG PERLU DIPANTAU BRIKET BATUBARA PERLU DI MASYARAKATKAN DARI PROSES HITEC + HOME INDUSTRY COAL TERMINAL HANDLING DIKEMBANGKAN KOMPOR BRIKET UNTUK HOME INDUSTRY INDUSTRI PLN RMH TANGGA EKSPLORASI & EKSPLOITASI BARU PRIORITAS DAN KOMITMEN JANGKA PANJANG LUAR HARUS DI KONTROL TRAGET NATIONAL HARUS DIRATIO :INDUSTRI..% PLN.%,TRANSPORTASI.%, RMH TANGGA.% 3. GAS ALAM PERLU DIPELAJARI UNDANG-UNDANG TAMBANG KHUSUS GAS ALAM 4. BIO FUEL : Cassava, Jarak, Gandum, Jagung 5. LAIN-LAIN : Matahari, Panas Bumi EKSPOR KOMITMEN JANGKA PANJANG PERLU DIPANTAU PERLU ADA PERATURAN YANG LEBIH JELAS DAN DEFINITIF PERATURAN PERLU DIKEMBANGKAN BEJANA TEKAN UNTUK HANDLING TEKHNOLOGI BARU PERLU R & D & PENGEMBANGAN STUDI BANDING TECHNOLOGI DIRECT APLIKASI -TERMINAL GAS ALAM -KAPAL SUPPLY DALAM NEGERI -PEMIPAAN DISTRIBUSI -STATION PENGISIAN GAS -TABUNG GAS (DEREGULASI VARIABLE SIZE) -KONVERTER KIT KEND. BERMOTOR -SIFAT PREMIX -LAHAN PERTANIAN -DAMPAK LINGKUNGAN PERLU ALAT CONVERTER KIT, PERALATAN, GENERATOR INDUSTRI PLN TRANSPORTASI RUMAH TANGGA -INDUSTRI -TRANSPORTASI PLN (DAERAH TERPENCIL & PULAU2 KECIL) EKSPLORASI & EKSPLOITASI BARU HARUS PRIORITAS DALAM NEGERI KOMITMEN JANGKA PANJANG LUAR NEGERI HARUS DIKONTROL TARGET NATIONAL HARUS DI RATIO INDUSTRI.% PLN %, TRANSPORTASI %, RUMAH TANGGA %: PERLU POLA INSENTIF UNTUK INDUSTRI PERINTIS INSENTIF INDUSTRI PIONER 25

26 III CONTOH PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEJIK 3.4. MENGHINDAR DARI JEBAKAN GLOBALISASI (SBG ARAH MEMBIDIK PASAR EXPORT PRODUK INDONESIA) (JEBAKAN) GLOBALISASI DEFINISI Pergerakan produk, jasa, orang, modal, informasi dll ke segala penjuru dunia MUNCUL STANDARD & SPESIFIKASI BARU Bilateral, Multilateral, WTO dll ISO 8000, 9000, 14000, dll Spesifikasi utama di bidang : - Keuangan - Hukum - Standarisasi Industri Aspek / Issue Baru : - HAM - Lingkungan Hidup STANDARISASI & SPESIFIKASI BARU INI BISA BERIMPLIKASI SEBAGAI HAMBATAN MASUK UNTUK KEPENTINGAN GLOBAL NEGARA MAJU KLASIFIKASI & POSISI NEGARA INDONESIA DIMANA? KLASIFIKASI KELOMPOK NEGARA : BUKAN SASARAN A.NEGARA MAJU EXPORT PASARNYA STAGNAN PERTUMBUHAN PDDK RENDAH/NOL//NEGATIF USIA RATA - RATA : DEWASA & TUA PENGHASILAN TINGGI TEHNOLOGI & INDUSTRINYA MAJU CONTOH : EROPA BARAT, AS, SINGAPURA DLL *) MEREKA BUTUH EKSPANSI PASAR DGN STANDARD MEREKA YG TINGGI DAN MEMBEBANI B.NEGARA BARU BERKEMBANG PASARNYA TUMBUH PESAT & BESAR PENDUDUK TUMBUH 1-2% DOMINASI PENDUDUK USIA MUDA PENGHASILAN RENDAH - SEDANG CONTOH : INDONESIA, THAILAND, MALAYSIA DLL C.NEGARA BLM BERKEMBANG PASARNYA TUMBUH PENDUDUK TUMBUH > 2% PENGHASILAN RENDAH - SEDANG CONTOH : SEBAGIAN NEGARA AFRIKA SASARAN EXPORT SASARAN EXPORT KEBIJAKAN INDUSTRI & KEBIJAKAN EXPORT INDONESIA KEBIJAKAN INDUSTRI 1. Substitute Strategy 2. Semi-Processed Product / Component 3. Raw Material : Pertanian, Perkebunan (Natural Resources) KEBIJAKAN EXPORT INDONESIA 1. SASARAN : Utamanya ke Negara baru berkembang & Negara belum berkembang, bukan / sedikit ke Negara Maju 2. MENGAPA : - Volume dan pertumbuhan pasar besar - Kesadaran & tuntutan mutu serta kesehatan sedang, bukan tuntutan utama - Dominasi kaum muda ; senang coba coba - Dunia Usaha & Industri di Indonesia paham hal ini, namun pemerintah belum memberi arah kebijakan nasional 3. TANTANGAN KITA : - Mengembangkan standard mutu & kesehatan yang pas & tidak terlalu tinggi shg bisa lebih murah - Produk massal demi harga murah - Adanya arah kebijakan eksport nasional yg jelas dan fokus dari pemerintah bersama dunia usaha & Industri 26

27 III. CONTOH PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEJIK 3.5. KASUS INDOMIE TAIWAN FAKTA AWAL KRISIS TINDAKAN HASIL PULIH DLM 2 MINGGU PASAR INDOMIE 90% Domestik 10% Export (5% Taiwan, 95% negara-negara lainnya) KECAP MENGANDUNG BAHAN PENGAWET YANG DIIZINKAN BPOM Kasus Indomie Taiwan PENGGUNAAN BAHAN PENGAWET; METHYL- P-HYDROXY BENZOATE (PARABEN) KHUSUS PASAR TAIWAN DILARANG SEDANGKAN ETHYL/BUTHYL DIPERKENANKAN PASAR TAIWAN KEDALAM : BOD Meeting Penunjukan Tim Kasus Indomie Mlakukan Quality Control Mempersipkan materi utk Pers memanfaatkan jejaring sosial untuk menjawab pertanaan konsumen KELUAR : Surat indofood ke KDEI & BPOM bahwa Prsh sudah sesuai standar & patuh peraturan, menunjuk importir tunggal & tidak bisa mencegah paralel eksport PERAN BOD SANGAT DOMINAN DALAM MENYELESAIKAN KASUS PERAN PR DITENTUKAN SPEAKERNYA MEDIA RELEASE DITATA BERTAHAP ATAS DASAR HASIL STRATEGI PENYELESAIAN PASAR MENGIKUTI OTORITAS SETEMPAT 27

28 III. CONTOH PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEJIK 3.6. MODEL PEMBERDAYAAN UKM BUSINESS INFORMATION : WACANA MITRA PLANT TOUR BUSINESS GATHERING PROMOTION : TAILING ISM PROMO TRADE PROMO PUBLICATION : RADIO, TV & NEWSPAPER BUSINESS ACCESS : RAW MATERIAL SUPPLY BANKING BMC ADVOCATE, ETC WORKING CAPITAL : CASE BY CASE SOFT LOAN BRIDGING WORKING CAPITAL LIMITTED : -BUSINESS ACCESS -BUSINESS INFORMATION -BUSINESS NETWORK - TRATED AS INFORMAL SECTOR -LOW COMPETITIVENESS - NO LEGAL STATUS S M E BEFORE S M E ++ AFTER MORE : - BUSINESS ACCESS - BUSINESS INFORMATION - BUSINESS NETWORK - TRATED AS FORMAL SECTOR - COMPETITIVENESS - LEGAL STATUS - GROWTH SME GROWTH BUSINESS NETWORK : PAGUYUBAN (INFORMAL BUSINESS ASSOCIATION) INTRODUCTION WITH POTENTIAL INSTITUITION / MARKET BUSINESS TECHNICAL : TRAINING ENTREPRENEURSHIP CSR BUDGET = PART OF ISM PROMOTION COST ABOVE AND BOTTOM LINE BUSINESS INTERACTION WITH TOP MANAGEMENT : : DIALOG BUSINESS KNOWLEDGE 28

29 IV. KESIMPULAN 1. VISI YANG JELAS AMAT DIPERLUKAN, MEMBERI ARAH PADA SAAT KRISIS 2. KEPEMIMPINAN YG KUAT DAN BIJAK AKAN MAMPU MEMBAWA KELUAR DARI KRISIS DENGAN DAMPAK MINIMAL 3. KONSISTENSI DALAM BERTINDAK DAN FOKUS (TERUKUR WAKTU & TARGET) 4. ENVIRONMENTAL SCANNING PADA MASA KRISIS EVALUASI FEED BACK HARUS SELALU DILAKUKAN DENGAN TEMPO YANG LEBIH PENDEK 5. KETERBUKAAN DALAM BERTINDAK SANGAT PENTING 6. KOMUNIKASI & RELASI DENGAN PEMANGKU KEPENTINGAN MENJADI PENTING, TERLEBIH DALAM SITUASI KRISIS 29

30 V. KEPEMIMPINAN PROFESIONAL 1. VISI GAMBARAN JELAS TENTANG APA YANG INGIN DICAPAI MULAI DARI AKHIR YG ADA DALAM PIKIRAN 2. KOMUNIKASI SENI KRITIS UNTUK MEMBUAT KESAN YANG BAIK -KOMUNIKASI INTERPERSONAL -KOMUNIKASI KELOMPOK KECIL KOMUNIKASI VERBAL YANG EFEKTIF -KESESUAIAN DAN KELUARAN YANG JELAS -KATA-KATA + BAHASA TUBUH + PENAMPILAN 3. MOTIVASI PEMIMPIN 4. MEMBANGUN TIM MENCARI SINERGI TIM YANG DAPAT BERMAIN DAN BEKERJA BERSAMA MEMILIH ORANG YANG TEPAT UNTUK PEKERJAAN YANG TEPAT (PROFIL, MOTIVASI & KARAKTER) KEPENTINGAN BERSAMA (SATU JATUH SEMUA JATUH/SATU UNTUK SEMUA, SEMUA UNTUK SATU) BANGGA MENJADI ANGGOTA TIM (MENCIPTAKAN IDENTITAS YG BERBEDA 5. TEGAS WALAU DIBAWAH TEKANAN MAMPU MEMBUAT KEPUTUSAN YANG TEPAT (JELAS, BERALASAN,DAPAT DITERAPKAN) CEPAT DIBAWAH TEKANAN PEMIMPIN ADALAH ORANG YANG DAPAT MEMBUAT BAWAHANNYA MELAKUKAN HAL YANG TAK MUNGKIN MEMILIH PEMAIN YANG TEPAT MEMPERKUAT TINDAKAN YANG POSITIF MENGUMUMKAN PENCAPAIAN (MEMUJI DI DEPAN UMUM) PERSAINGAN SEHAT Bagaimana dengan KARISMA? 6. GAIRAH GAIRAH DAN KASIH - KOMITMEN PADA APA YANG INGIN DICAPAI - PERCAYA APA YANG DIKERJAKAN MEREKA BAIK BEKERJA DENGAN SEKUAT TENAGA TERLIBAT SEPENUH HATI Source : James Gwee T.H, MBA academia education consultans 30

31 31

6.1. Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan

6.1. Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan BAB - VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN 6.1. Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan Strategi adalah langkah-langkah berisikan program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi, yang dirumuskan dengan kriterianya

Lebih terperinci

TABEL 6.1 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

TABEL 6.1 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN TABEL 6.1 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Visi : Terwujudnya pemerintahan yang baik dan bersih menuju maju dan sejahtera Misi I : Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, akuntabel

Lebih terperinci

STRATEGI KEN DALAM MEWUJUDKAN KETAHANAN ENERGI NASIONAL

STRATEGI KEN DALAM MEWUJUDKAN KETAHANAN ENERGI NASIONAL STRATEGI KEN DALAM MEWUJUDKAN KETAHANAN ENERGI NASIONAL SEMINAR OPTIMALISASI PENGEMBANGAN ENERGI BARU DAN TERBARUKAN MENUJU KETAHANAN ENERGI YANG BERKELANJUTAN Oleh: DR. Sonny Keraf BANDUNG, MEI 2016 KETAHANAN

Lebih terperinci

Politik Pangan Indonesia - Ketahanan Pangan Berbasis Kedaulatan dan Kemandirian Jumat, 28 Desember 2012

Politik Pangan Indonesia - Ketahanan Pangan Berbasis Kedaulatan dan Kemandirian Jumat, 28 Desember 2012 Politik Pangan - Ketahanan Pangan Berbasis Kedaulatan dan Kemandirian Jumat, 28 Desember 2012 Politik Pangan merupakan komitmen pemerintah yang ditujukan untuk mewujudkan ketahanan Pangan nasional yang

Lebih terperinci

MENINGKATKAN PERAN SEKTOR PERTANIAN DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN 1

MENINGKATKAN PERAN SEKTOR PERTANIAN DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN 1 MENINGKATKAN PERAN SEKTOR PERTANIAN DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN 1 A. KONDISI KEMISKINAN 1. Asia telah mencapai kemajuan pesat dalam pengurangan kemiskinan dan kelaparan pada dua dekade yang lalu, namun

Lebih terperinci

AKSELERASI INDUSTRIALISASI TAHUN Disampaikan oleh : Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian

AKSELERASI INDUSTRIALISASI TAHUN Disampaikan oleh : Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian AKSELERASI INDUSTRIALISASI TAHUN 2012-2014 Disampaikan oleh : Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Jakarta, 1 Februari 2012 Daftar Isi I. LATAR BELAKANG II. ISU STRATEGIS DI SEKTOR INDUSTRI III.

Lebih terperinci

Ketua Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI

Ketua Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI PEMBERDAYAAAN KOPERASI & UMKM DALAM RANGKA PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT 1) Ir. H. Airlangga Hartarto, MMT., MBA Ketua Komisi VI DPR RI 2) A. Muhajir, SH., MH Anggota Komisi VI DPR RI Disampaikan

Lebih terperinci

CAPAIAN KINERJA PERDAGANGAN 2015 & PROYEKSI 2016

CAPAIAN KINERJA PERDAGANGAN 2015 & PROYEKSI 2016 Policy Dialogue Series (PDS) OUTLOOK PERDAGANGAN INDONESIA 2016 CAPAIAN KINERJA PERDAGANGAN 2015 & PROYEKSI 2016 BP2KP Kementerian Perdagangan, Kamis INSTITUTE FOR DEVELOPMENT OF ECONOMICS AND FINANCE

Lebih terperinci

INDUSTRI BERBASIS PERTANIAN: PELUANG DAN TANTANGAN

INDUSTRI BERBASIS PERTANIAN: PELUANG DAN TANTANGAN INDUSTRI BERBASIS PERTANIAN: PELUANG DAN TANTANGAN 1 E N D A H M U R N I N I N G T YA S D e p u t i B i d a n g S u m b e r D a y a A l a m dan L i n g k u n g a n Hidup K e m e n t e r i a n P e r e n

Lebih terperinci

Kebijakan. Manajemen Energi Listrik. Oleh: Dr. Giri Wiyono, M.T. Jurusan Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

Kebijakan. Manajemen Energi Listrik. Oleh: Dr. Giri Wiyono, M.T. Jurusan Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Kebijakan Manajemen Energi Listrik Oleh: Dr. Giri Wiyono, M.T. Jurusan Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta giriwiyono@uny.ac.id KONDISI ENERGI SAAT INI.. Potensi konservasi

Lebih terperinci

Roadmap Keuangan Syariah Indonesia

Roadmap Keuangan Syariah Indonesia Roadmap Keuangan Syariah Indonesia 2015-2019 Keselarasan Nilai Ekonomi Syariah Nilai-nilai ekonomi syariah memiliki kesamaan dengan nilai-nilai luhur dan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia 7 Keselarasan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pentingnya peran energi dalam kebutuhan sehari-hari mulai dari zaman dahulu

BAB I PENDAHULUAN. Pentingnya peran energi dalam kebutuhan sehari-hari mulai dari zaman dahulu BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Topik tentang energi saat ini menjadi perhatian besar bagi seluruh dunia. Pentingnya peran energi dalam kebutuhan sehari-hari mulai dari zaman dahulu hingga sekarang

Lebih terperinci

Perekonomian Suatu Negara

Perekonomian Suatu Negara Menteri Keuangan RI Jakarta, Maret 2010 Perekonomian Suatu Negara Dinamika dilihat dari 4 Komponen= I. Neraca Output Y = C + I + G + (X-M) AS = AD II. Neraca Fiskal => APBN Total Pendapatan Negara (Tax;

Lebih terperinci

Roadmap Perbankan Syariah Indonesia

Roadmap Perbankan Syariah Indonesia Roadmap Perbankan Syariah Indonesia 2015-2019 UIKA Bogor, 15 Maret 2016 Departemen Perbankan Syariah AGENDA I. Pendahuluan II. Dasar Pemikiran Ekonomi dan Perbankan Syariah III. Kondisi dan Isu Strategis

Lebih terperinci

RANCANGAN RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN MALANG TAHUN 2012

RANCANGAN RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN MALANG TAHUN 2012 RANCANGAN RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN MALANG TAHUN 2012 PERMASALAHAN PEMBANGUNAN TAHUN 1. Perlunya memajukan pertanian (tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan kelautan)

Lebih terperinci

KONSERVASI DAN DIVERSIFIKASI ENERGI DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN ENERGI INDONESIA TAHUN 2040

KONSERVASI DAN DIVERSIFIKASI ENERGI DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN ENERGI INDONESIA TAHUN 2040 KONSERVASI DAN DIVERSIFIKASI ENERGI DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN ENERGI INDONESIA TAHUN 2040 Ana Rossika (15413034) Nayaka Angger (15413085) Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi

Lebih terperinci

BAHAN MENTERI DALAM NEGERI PADA ACARA MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG) REGIONAL KALIMANTAN TAHUN 2015

BAHAN MENTERI DALAM NEGERI PADA ACARA MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG) REGIONAL KALIMANTAN TAHUN 2015 BAHAN MENTERI DALAM NEGERI PADA ACARA MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG) REGIONAL KALIMANTAN TAHUN 2015 BALAI SIDANG JAKARTA, 24 FEBRUARI 2015 1 I. PENDAHULUAN Perekonomian Wilayah Pulau Kalimantan

Lebih terperinci

Krisis Pangan, Energi, dan Pemanasan Global

Krisis Pangan, Energi, dan Pemanasan Global Krisis Pangan, Energi, dan Pemanasan Global Benyamin Lakitan Kementerian Negara Riset dan Teknologi Rakorda MUI Lampung & Jawa Jakarta, 22 Juli 2008 Isu Global [dan Nasional] Krisis Pangan Krisis Energi

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS ISU STRATEGIS DAERAH

BAB 4 ANALISIS ISU STRATEGIS DAERAH BAB 4 ANALISIS ISU STRATEGIS DAERAH Perencanaan dan implementasi pelaksanaan rencana pembangunan kota tahun 2011-2015 akan dipengaruhi oleh lingkungan strategis yang diperkirakan akan terjadi dalam 5 (lima)

Lebih terperinci

VI. SIMPULAN DAN SARAN

VI. SIMPULAN DAN SARAN VI. SIMPULAN DAN SARAN 6.1 Simpulan Berdasarkan pembahasan sebelumnya maka dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain: 1. Selama tahun 1999-2008, rata-rata tahunan harga minyak telah mengalami peningkatan

Lebih terperinci

Kerjasama (bantuan) Internasional Pengembangan Energi Terbarukan Berbasis Biomasa Di Indonesia: Memasuki Era EBT untuk Kedaulatan Energi Nasional

Kerjasama (bantuan) Internasional Pengembangan Energi Terbarukan Berbasis Biomasa Di Indonesia: Memasuki Era EBT untuk Kedaulatan Energi Nasional Kerjasama (bantuan) Internasional Pengembangan Energi Terbarukan Berbasis Biomasa Di Indonesia: Memasuki Era EBT untuk Kedaulatan Energi Nasional Kadin, Jakarta 14 Juli 2011 Disiapkan oleh: Nasrullah (Eriell)

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS

BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS IIV.1 Permasalahan Pembangunan Permasalahan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Ngawi saat ini dan permasalahan yang diperkirakan terjadi lima tahun ke depan perlu mendapat

Lebih terperinci

Daya Saing Industri Indonesia di Tengah Gempuran Liberalisasi Perdagangan

Daya Saing Industri Indonesia di Tengah Gempuran Liberalisasi Perdagangan Daya Saing Industri Indonesia di Tengah Gempuran Liberalisasi Perdagangan www.packindo.org oleh: Ariana Susanti ariana@packindo.org ABAD 21 Dunia mengalami Perubahan Kemacetan terjadi di kota-kota besar

Lebih terperinci

Sebelum strategi diputuskan atau dipilih, perusahaan perlu melakukan analisis lingkungan bisnis. Mengapa lingkungan Bisnis harus dianalisis?

Sebelum strategi diputuskan atau dipilih, perusahaan perlu melakukan analisis lingkungan bisnis. Mengapa lingkungan Bisnis harus dianalisis? Minggu II. Business Environment Analysis Sebelum strategi diputuskan atau dipilih, perusahaan perlu melakukan analisis lingkungan bisnis. Mengapa lingkungan Bisnis harus dianalisis? Pertama, perusahaan

Lebih terperinci

Tantangan dan Peluang UKM Jelang MEA 2015

Tantangan dan Peluang UKM Jelang MEA 2015 Tantangan dan Peluang UKM Jelang MEA 2015 Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 segera dimulai. Tinggal setahun lagi bagi MEA mempersiapkan hal ini. I Wayan Dipta, Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK,

Lebih terperinci

Dr. Unggul Priyanto Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Dr. Unggul Priyanto Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Dr. Unggul Priyanto Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi 1 Pendahuluan Energi Primer Kelistrikan 3 Energy Resources Proven Reserve Coal 21,131.84 million tons Oil Natural Gas (as of 2010) 3,70

Lebih terperinci

Pengarahan KISI-KISI PROGRAM PEMBANGUNAN KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2014

Pengarahan KISI-KISI PROGRAM PEMBANGUNAN KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2014 Pengarahan KISI-KISI PROGRAM PEMBANGUNAN KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2014 PEMERINTAH KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2013 ISU STRATEGIS, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2014 A. Isu Strategis

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN LEBIH BAIK, IKLIM LEBIH BAIK

PERTUMBUHAN LEBIH BAIK, IKLIM LEBIH BAIK PERTUMBUHAN LEBIH BAIK, IKLIM LEBIH BAIK The New Climate Economy Report RINGKASAN EKSEKUTIF Komisi Global untuk Ekonomi dan Iklim didirikan untuk menguji kemungkinan tercapainya pertumbuhan ekonomi yang

Lebih terperinci

PERCEPATAN PENGEMBANGAN EBTKE DALAM RANGKA MENOPANG KEDAULATAN ENERGI NASIONAL

PERCEPATAN PENGEMBANGAN EBTKE DALAM RANGKA MENOPANG KEDAULATAN ENERGI NASIONAL PERCEPATAN PENGEMBANGAN EBTKE DALAM RANGKA MENOPANG KEDAULATAN ENERGI NASIONAL Diskusi Panel National Integration of the Centre of Excellence Jakarta, 8 Oktober 2015 1 Daftar Isi 1. Membangun Kedaulatan

Lebih terperinci

Isu Strategis Kota Surakarta

Isu Strategis Kota Surakarta Isu Strategis Kota Surakarta 2015-2019 (Kompilasi Lintas Bidang) Perwujudan dari pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang telah diserahkan ke Daerah sebagai bagian integral dari pembangunan nasional. Sinkronisasi

Lebih terperinci

INDONESIA NEW URBAN ACTION

INDONESIA NEW URBAN ACTION KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT BADAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH KEMITRAAN HABITAT Partnership for Sustainable Urban Development Aksi Bersama Mewujudkan Pembangunan Wilayah dan

Lebih terperinci

PROGRAM PRIORITAS FORUM KERJASAMA DAERAH MITRA PRAJA UTAMA TAHUN

PROGRAM PRIORITAS FORUM KERJASAMA DAERAH MITRA PRAJA UTAMA TAHUN PROGRAM PRIORITAS FORUM KERJASAMA DAERAH MITRA PRAJA UTAMA TAHUN Bidang Ekonomi : Isu Program Prioritas Tahun 1. Pemberdayaan IKM/UKM yang berorientasi produk/jasa kreatif 2. Pengembangan IKM/UKM yang

Lebih terperinci

BAB 6 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB 6 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB 6 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan komprehensif tentang bagaiman pemerintah mencapai tujuan dan sasaran RPJMD dengan efektif dan efisien. Dengan

Lebih terperinci

V BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN

V BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN V BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN Visi dan misi merupakan gambaran apa yang ingin dicapai Kota Surabaya pada akhir periode kepemimpinan walikota dan wakil walikota terpilih, yaitu: V.1

Lebih terperinci

Mendukung terciptanya kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. Meningkatnya jumlah minat investor untuk melakukan investasi di Indonesia

Mendukung terciptanya kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. Meningkatnya jumlah minat investor untuk melakukan investasi di Indonesia E. PAGU ANGGARAN BERDASARKAN PROGRAM No. Program Sasaran Program Pengembangan Kelembagaan Ekonomi dan Iklim Usaha Kondusif 1. Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi Mendukung terciptanya kesempatan

Lebih terperinci

STRATEGIC HUMAN CAPITAL DEALING IN THE UNCERTAIN TIME

STRATEGIC HUMAN CAPITAL DEALING IN THE UNCERTAIN TIME STRATEGIC HUMAN CAPITAL DEALING IN THE UNCERTAIN TIME Perubahan Besar telah terjadi dan melanda dunia dalam dua dekade ini. 5 perubahan besar terjadi di sektor : Sosial Budaya Lingkungan dan energi Politik

Lebih terperinci

Ringkasan Eksekutif INDONESIA ENERGY OUTLOOK 2009

Ringkasan Eksekutif INDONESIA ENERGY OUTLOOK 2009 INDONESIA ENERGY OUTLOOK 2009 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 2009 Indonesia Energy Outlook (IEO) 2009 adalah salah satu publikasi tahunan

Lebih terperinci

PENGARUSUTAMAAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL

PENGARUSUTAMAAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL PENGARUSUTAMAAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL Endah Murniningtyas Deputi Bidang SDA dan LH Kementerian PPN/Bappenas Lokakarya Mengarusutamakan Adaptasi Perubahan Iklim dalam Agenda

Lebih terperinci

DEWAN ENERGI NASIONAL OUTLOOK ENERGI INDONESIA 2014

DEWAN ENERGI NASIONAL OUTLOOK ENERGI INDONESIA 2014 OUTLOOK ENERGI INDONESIA 2014 23 DESEMBER 2014 METODOLOGI 1 ASUMSI DASAR Periode proyeksi 2013 2050 dimana tahun 2013 digunakan sebagai tahun dasar. Target pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata sebesar

Lebih terperinci

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN Pembangunan Daerah adalah pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang nyata, baik dalam aspek pendapatan, kesempatan kerja, lapangan

Lebih terperinci

I.PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I.PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang I.PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan melonjaknya harga bahan pangan pokok, banyak pihak yang mulai meninjau kembali peran dan fungsi BULOG. Sebagian pihak menginginkan agar status BULOG dikembalikan

Lebih terperinci

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2008 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH )

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2008 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1 01 PELAYANAN UMUM 65.095.787.348 29.550.471.790 13.569.606.845 2.844.103.829 111.059.969.812 01.01 LEMBAGA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF, MASALAH KEUANGAN DAN FISKAL, SERTA URUSAN LUAR NEGERI 64.772.302.460

Lebih terperinci

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1 Halaman : 1 01 PELAYANAN UMUM 66.583.925.475 29.611.683.617 8.624.554.612 766.706.038 105.586.869.742 01.01 LEMBAGA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF, MASALAH KEUANGAN DAN FISKAL, SERTA URUSAN LUAR NEGERI 66.571.946.166

Lebih terperinci

KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN ENERGI NASIONAL

KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN ENERGI NASIONAL VISI: Terwujudnya pengelolaan energi yang berdasarkan prinsip berkeadilan, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan guna terciptanya kemandirian energi dan ketahanan energi nasional untuk mendukung pembangunan

Lebih terperinci

DISAMPAIKAN OLEH : DIREKTUR JENDERAL INDUSTRI AGRO PADA RAPAT KERJA KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN TAHUN 2013 JAKARTA, FEBRUARI 2013 DAFTAR ISI

DISAMPAIKAN OLEH : DIREKTUR JENDERAL INDUSTRI AGRO PADA RAPAT KERJA KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN TAHUN 2013 JAKARTA, FEBRUARI 2013 DAFTAR ISI DISAMPAIKAN OLEH : DIREKTUR JENDERAL AGRO PADA RAPAT KERJA KEMENTERIAN PERAN TAHUN 2013 JAKARTA, FEBRUARI 2013 DAFTAR ISI I. KINERJA AGRO TAHUN 2012 II. KEBIJAKAN PENGEMBANGAN AGRO III. ISU-ISU STRATEGIS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya. Proses

BAB I PENDAHULUAN. dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya. Proses BAB I PENDAHULUAN a. Latar Belakang Masalah Setiap negara akan selalu berusaha untuk meningkatkan pembangunan negaranya, khususnya pembangunan di bidang ekonomi dengan tujuan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan

Lebih terperinci

DIRECTORATE GENERAL OF NEW RENEWABLE AND ENERGY COSERVATION. Presented by DEPUTY DIRECTOR FOR INVESTMENT AND COOPERATION. On OCEAN ENERGY FIELD STUDY

DIRECTORATE GENERAL OF NEW RENEWABLE AND ENERGY COSERVATION. Presented by DEPUTY DIRECTOR FOR INVESTMENT AND COOPERATION. On OCEAN ENERGY FIELD STUDY MINISTRY OF ENERGY AND MINERAL RESOURCES DIRECTORATE GENERAL OF NEW RENEWABLE AND ENERGY COSERVATION DIRECTORAT OF VARIOUS NEW ENERGY AND RENEWABLE ENERGY Presented by DEPUTY DIRECTOR FOR INVESTMENT AND

Lebih terperinci

IS Role in The Enterprises DS 2004

IS Role in The Enterprises DS 2004 IS Role in The Enterprises DS 2004 Information System in The Enterprise Information Role in Enterprise management Case: Alpina System Information in digital firm Function of an Information System Resources

Lebih terperinci

BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN. roses pembangunan pada dasarnya merupakan proses yang berkesinambungan,

BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN. roses pembangunan pada dasarnya merupakan proses yang berkesinambungan, BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN 10.1. Program Transisii P roses pembangunan pada dasarnya merupakan proses yang berkesinambungan, berlangsung secara terus menerus. RPJMD Kabupaten Kotabaru

Lebih terperinci

Berdasarkan PP Nomor 39 Tahun 2006 Konsolidasi Program, Sub Fungsi, dan Fungsi (Form C)

Berdasarkan PP Nomor 39 Tahun 2006 Konsolidasi Program, Sub Fungsi, dan Fungsi (Form C) Berdasarkan PP Nomor 39 Tahun 2006 Konsolidasi Program, Sub Fungsi, dan Fungsi (Form C) Formulir C LAPORAN KONSOLIDASI PROGRAM DIRINCI MENURUT KEGIATAN TRIWULAN I TAHUN ANGGARAN 2015 Kementerian Koordinator

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN. ini terjadi dan meningkatnya kebutuhan suatu negara akibat berkembangnya

BAB V KESIMPULAN. ini terjadi dan meningkatnya kebutuhan suatu negara akibat berkembangnya BAB V KESIMPULAN Keamanan energi erat hubungannya dengan kelangkaan energi yang saat ini terjadi dan meningkatnya kebutuhan suatu negara akibat berkembangnya industrialisasi dan kepentingan militer. Kelangsungan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masih ditopang oleh impor energi, khususnya impor minyak mentah dan bahan

BAB I PENDAHULUAN. masih ditopang oleh impor energi, khususnya impor minyak mentah dan bahan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia masih belum dapat mencapai target pembangunan di bidang energi hingga pada tahun 2015, pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negeri masih ditopang oleh impor

Lebih terperinci

Berdasarkan PP Nomor 39 Tahun 2006 Konsolidasi Program, Sub Fungsi, dan Fungsi (Form C)

Berdasarkan PP Nomor 39 Tahun 2006 Konsolidasi Program, Sub Fungsi, dan Fungsi (Form C) Berdasarkan PP Nomor 39 Tahun 2006 Konsolidasi Program, Sub Fungsi, dan Fungsi (Form C) Formulir C LAPORAN KONSOLIDASI PROGRAM DIRINCI MENURUT KEGIATAN TRIWULAN III TAHUN ANGGARAN 2015 Kementerian Koordinator

Lebih terperinci

Paparan Publik PT ABM Investama Tbk

Paparan Publik PT ABM Investama Tbk Paparan Publik 2015 PT ABM Investama Tbk Disclaimer Presentasi ini telah disiapkan oleh PT ABM Investama Tbk ( "ABMM" atau "Perseroan") semata-mata untuk informasi umum. Presentasi ini adalah untuk tujuan

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH Strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan komperhensif tentang bagaimana Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi

Lebih terperinci

TANTANGAN DAN PELUANG BAGI INDUSTRI BPR KE DEPAN

TANTANGAN DAN PELUANG BAGI INDUSTRI BPR KE DEPAN TANTANGAN DAN PELUANG BAGI INDUSTRI BPR KE DEPAN AGENDA PRESENTASI I. PERKEMBANGAN INDUSTRI BPR II. TANTANGAN DAN PELUANG INDUSTRI BPR KE DEPAN A. FINANCIAL INCLUSION B. BRANCHLESS BANKING C. MEA 2015

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Suatu masalah terbesar yang dihadapi oleh negara-negara di dunia

BAB I PENDAHULUAN. Suatu masalah terbesar yang dihadapi oleh negara-negara di dunia BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Suatu masalah terbesar yang dihadapi oleh negara-negara di dunia termasuk Indonesia adalah masalah energi. Saat ini Indonesia telah mengalami krisis energi

Lebih terperinci

PROGRAM KONSERVASI ENERGI

PROGRAM KONSERVASI ENERGI PROGRAM KONSERVASI ENERGI Disampaikan pada: Lokakarya Konservasi Energi DIREKTORAT JENDERAL ENERGI BARU TERBARUKAN DAN KONSERVASI ENERGI KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA Bandung,

Lebih terperinci

MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA SALI NAN PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN TENTANG

MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA SALI NAN PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN TENTANG SALI NAN PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG KELAS JABATAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KOORDINATOR

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Tentang Minyak dan Gas Bumi, industri migas terdiri dari usaha inti (core business)

BAB I PENDAHULUAN. Tentang Minyak dan Gas Bumi, industri migas terdiri dari usaha inti (core business) BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut Undang Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi, industri migas terdiri dari usaha inti (core business) minyak dan gas serta

Lebih terperinci

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH Pada Tahun 2014, rencana program dan kegiatan prioritas daerah adalah: Program indikatif prioritas daerah 1 : Agama dan syariat islam. 1. Program Peningkatan

Lebih terperinci

KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH

KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH Untuk mewujudkan misi pembangunan daerah Kabupaten Sintang yang selaras dengan strategi kebijakan, maka dibutuhkan adanya kebijakan umum dan program

Lebih terperinci

Biomas Kayu Pellet. Oleh FX Tanos

Biomas Kayu Pellet. Oleh FX Tanos Biomas Kayu Pellet Energi Pemanas Rumah Tangga (winter) Energi Dapur Masak Energi Pembangkit Tenaga Listrik Ramah Lingkungan Karbon Neutral Menurunkan Emisi Karbon Oleh FX Tanos Pendahuluan Beberapa tahun

Lebih terperinci

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1 Halaman : 1 01 PELAYANAN UMUM 66.396.506.021 27.495.554.957 7.892.014.873 639.818.161 102.423.894.012 01.01 LEMBAGA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF, MASALAH KEUANGAN DAN FISKAL, SERTA URUSAN LUAR NEGERI 66.384.518.779

Lebih terperinci

ADHI PUTRA ALFIAN DIREKTUR PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN UKM BATAM, 18 JUNI 2014

ADHI PUTRA ALFIAN DIREKTUR PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN UKM BATAM, 18 JUNI 2014 ADHI PUTRA ALFIAN DIREKTUR PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN UKM BATAM, 18 JUNI 2014 OUTLINE 1. LINGKUNGAN STRATEGIS 2. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 2 1. LINGKUNGAN STRATEGIS 3 PELUANG BONUS DEMOGRAFI Bonus Demografi

Lebih terperinci

REKOMENDASI KEBIJAKAN Tim Reformasi Tata Kelola Migas. Jakarta, 13 Mei 2015

REKOMENDASI KEBIJAKAN Tim Reformasi Tata Kelola Migas. Jakarta, 13 Mei 2015 REKOMENDASI KEBIJAKAN Tim Reformasi Tata Kelola Migas Jakarta, 13 Mei 2015 Outline Rekomendasi 1. Rekomendasi Umum 2. Pengelolaan Penerimaan Negara Dari Sektor Minyak dan Gas Bumi 3. Format Tata Kelola

Lebih terperinci

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL (RPJMN) TERKAIT BAHAN BAKAR UNTUK KENDARAAN BERMOTOR

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL (RPJMN) TERKAIT BAHAN BAKAR UNTUK KENDARAAN BERMOTOR RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL (RPJMN) 2014-2019 TERKAIT BAHAN BAKAR UNTUK KENDARAAN BERMOTOR Prof Dr ARMIDA S. ALISJAHBANA Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kapala BAPPENAS Disampaikan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS ISU ISU STRATEGIS

BAB IV ANALISIS ISU ISU STRATEGIS BAB IV ANALISIS ISU ISU STRATEGIS 4.1 Permasalahan Pembangunan Capaian kinerja yang diperoleh, masih menyisakan permasalahan dan tantangan. Munculnya berbagai permasalahan daerah serta diikuti masih banyaknya

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi dan arah kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Bengkulu Utara selama lima tahun, yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun

Lebih terperinci

RENCANA AKSI DAERAH (RAD) UNTUK PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA (GRK) DKI JAKARTA BADAN PENGELOLA LINGKUNGAN HIDUP DAERAH PROVINSI DKI JAKARTA

RENCANA AKSI DAERAH (RAD) UNTUK PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA (GRK) DKI JAKARTA BADAN PENGELOLA LINGKUNGAN HIDUP DAERAH PROVINSI DKI JAKARTA RENCANA AKSI DAERAH (RAD) UNTUK PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA (GRK) DKI JAKARTA BADAN PENGELOLA LINGKUNGAN HIDUP DAERAH PROVINSI DKI JAKARTA 1 OUTLINE 2 PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan Pendekatan dan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. daerah, masalah pertumbuhan ekonomi masih menjadi perhatian yang penting. Hal ini

I. PENDAHULUAN. daerah, masalah pertumbuhan ekonomi masih menjadi perhatian yang penting. Hal ini I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam menilai keberhasilan pembangunan dan upaya memperkuat daya saing ekonomi daerah, masalah pertumbuhan ekonomi masih menjadi perhatian yang penting. Hal ini dikarenakan

Lebih terperinci

Jakarta, 10 Maret 2011

Jakarta, 10 Maret 2011 SAMBUTAN MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL DALAM ACARA TEMU KONSULTASI TRIWULANAN KE-1 TAHUN 2011 BAPPENAS-BAPPEDA PROVINSI SELURUH INDONESIA Jakarta,

Lebih terperinci

Perumusan Strategi dan Posisi Indonesia Menghadapi G20 Turki Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan RI Jakarta, 3 Maret 2015

Perumusan Strategi dan Posisi Indonesia Menghadapi G20 Turki Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan RI Jakarta, 3 Maret 2015 Perumusan Strategi dan Posisi Indonesia Menghadapi G20 Turki 2015 Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan RI Jakarta, 3 Maret 2015 Tema Presidensi Turki: Pertumbuhan inklusif yang kuat Inclusiveness

Lebih terperinci

Sidang Pendadaran, 24 Desember 2016 Prodi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis ~VK

Sidang Pendadaran, 24 Desember 2016 Prodi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis ~VK Sidang Pendadaran, 24 Desember 2016 Prodi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis ~VK RAFIKA DEWI Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi Ilmu Ekonomi 2016 Dosen pembimbing: Bapak Ahmad Ma ruf, S.E., M.Si.

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Keputusan migrasi didasarkan pada perbandingan untung rugi yang berkaitan

I. PENDAHULUAN. Keputusan migrasi didasarkan pada perbandingan untung rugi yang berkaitan 1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Migrasi merupakan perpindahan orang dari daerah asal ke daerah tujuan. Keputusan migrasi didasarkan pada perbandingan untung rugi yang berkaitan dengan kedua daerah

Lebih terperinci

Oleh : BAPPEDA KABUPATEN MALANG

Oleh : BAPPEDA KABUPATEN MALANG Oleh : BAPPEDA KABUPATEN MALANG 1 Bahwa dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pemerintahan daerah, yang mengatur

Lebih terperinci

BAB 6 P E N U T U P. Secara ringkas capaian kinerja dari masing-masing kategori dapat dilihat dalam uraian berikut ini.

BAB 6 P E N U T U P. Secara ringkas capaian kinerja dari masing-masing kategori dapat dilihat dalam uraian berikut ini. BAB 6 P E N U T U P L sebelumnya. aporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun 2011 merupakan media perwujudan akuntabilitas terhadap keberhasilan

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN A. Visi Mengacu kepada Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 5 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Semarang Tahun

Lebih terperinci

No. Program Sasaran Program Instansi Penanggung Jawab Pagu (Juta Rupiah)

No. Program Sasaran Program Instansi Penanggung Jawab Pagu (Juta Rupiah) E. PAGU ANGGARAN BERDASARKAN PROGRAM No. Program Sasaran Program Instansi Penanggung Jawab Pagu (Juta Rupiah) Sub Bidang Sumber Daya Air 1. Pengembangan, Pengelolaan, dan Konservasi Sungai, Danau, dan

Lebih terperinci

BAB VI USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM)

BAB VI USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) BAB VI USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) TANTANGAN PEREKONOMIAN NASIONAL INTERNAL EKSTERNAL Yaitu, masalah-masalah yang muncul dari dalam negeri (faktor domestik), antara lain : krisis multidimensi

Lebih terperinci

2015 LAPORAN INDUSTRI PELUANG & TANTANGAN INDUSTRI BATUBARA

2015 LAPORAN INDUSTRI PELUANG & TANTANGAN INDUSTRI BATUBARA 2015 LAPORAN INDUSTRI PELUANG & TANTANGAN INDUSTRI BATUBARA LAPORAN INDUSTRI PELUANG & TANTANGAN INDUSTRI BATUBARA 2015 Copyright @2015 PT. INDO ANALISIS Hak Cipta dilindungi Undang-undang DAFTAR ISI I.

Lebih terperinci

POLICY BRIEF KAJIAN KESIAPAN SEKTOR PERTANIAN MENGHADAPI PASAR TUNGGAL ASEAN 2015

POLICY BRIEF KAJIAN KESIAPAN SEKTOR PERTANIAN MENGHADAPI PASAR TUNGGAL ASEAN 2015 POLICY BRIEF KAJIAN KESIAPAN SEKTOR PERTANIAN MENGHADAPI PASAR TUNGGAL ASEAN 2015 Dr. Sahat M. Pasaribu Pendahuluan 1. Semua Negara anggota ASEAN semakin menginginkan terwujudnya kelompok masyarakat politik-keamanan,

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Tujuan program Konversi minyak tanah ke LPG yang ditetapkan oleh

I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Tujuan program Konversi minyak tanah ke LPG yang ditetapkan oleh I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tujuan program Konversi minyak tanah ke LPG yang ditetapkan oleh Pemerintah adalah mengurangi beban subsidi Pemerintah terhadap minyak tanah, mengalokasikan kembali minyak

Lebih terperinci

BAPPEDA Planning for a better Babel

BAPPEDA Planning for a better Babel DISAMPAIKAN PADA RAPAT PENYUSUNAN RANCANGAN AWAL RKPD PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TAHUN 2018 PANGKALPINANG, 19 JANUARI 2017 BAPPEDA RKPD 2008 RKPD 2009 RKPD 2010 RKPD 2011 RKPD 2012 RKPD 2013 RKPD

Lebih terperinci

BAB II EKSPLORASI ISU BISNIS

BAB II EKSPLORASI ISU BISNIS BAB II EKSPLORASI ISU BISNIS 2.1. Conceptual Framework Dalam Projek Akhir ini, dasar pemikiran awal yang terbentuk mengacu kepada kinerja dari PT. Trimitra Sejati Pratama. Faktor faktor yang mempengaruhi

Lebih terperinci

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI BAGAN SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH LAMPIRAN 1 BUPATI BANYUWANGI WAKIL BUPATI BANYUWANGI DAERAH STAF AHLI KELOMPOK JABATAN ASISTEN ADMINISTRASI PEMERINTAHAN ASISTEN ADMINISTRASI PEMBANGUNAN DAN

Lebih terperinci

TUGAS ESSAY EKONOMI ENERGI TM-4021 POTENSI INDUSTRI CBM DI INDONESIA OLEH : PUTRI MERIYEN BUDI S

TUGAS ESSAY EKONOMI ENERGI TM-4021 POTENSI INDUSTRI CBM DI INDONESIA OLEH : PUTRI MERIYEN BUDI S TUGAS ESSAY EKONOMI ENERGI TM-4021 POTENSI INDUSTRI CBM DI INDONESIA OLEH NAMA : PUTRI MERIYEN BUDI S NIM : 12013048 JURUSAN : TEKNIK GEOLOGI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2015 POTENSI INDUSTRI CBM DI INDONESIA

Lebih terperinci

Pemerintah Daerah Provinsi Bali BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH

Pemerintah Daerah Provinsi Bali BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH Untuk mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan serta pencapaian target-target pembangunan pada tahun 2016, maka disusun berbagai program prioritas yang

Lebih terperinci

GAMBARAN PELAYANAN DINAS KOPERASI UKM DAN PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOTA BANDUNG

GAMBARAN PELAYANAN DINAS KOPERASI UKM DAN PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOTA BANDUNG GAMBARAN PELAYANAN DINAS KOPERASI UKM DAN PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOTA BANDUNG Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung adalah salah satu perangkat daerah di lingkungan Pemerintah

Lebih terperinci

OPTIMASI NILAI GAS ALAM INDONESIA

OPTIMASI NILAI GAS ALAM INDONESIA OPTIMASI NILAI GAS ALAM INDONESIA Prof. Indra Bastian, MBA, Ph.D, CA, CMA, Mediator PSE-UGM Yogyakarta,25 Agustus 2014 PRODUK GAS 1. Gas alam kondensat 2. Sulfur 3. Etana 4. Gas alam cair (NGL): propana,

Lebih terperinci

DEPUTI MENTERI NEGARA BIDANG USAHA PERTAMBANGAN, INDUSTRI STRATEGIS, ENERGI DAN TELEKOMUNIKASI

DEPUTI MENTERI NEGARA BIDANG USAHA PERTAMBANGAN, INDUSTRI STRATEGIS, ENERGI DAN TELEKOMUNIKASI MENTERI NEGARA BADAN USAHA MILIK NEGARA YANG DIWAKILI OLEH: ROES ARYAWIJAYA DEPUTI MENTERI NEGARA BIDANG USAHA PERTAMBANGAN, INDUSTRI STRATEGIS, ENERGI DAN TELEKOMUNIKASI Kondisi Pengelolaan Energi, Ketenagalistrikan

Lebih terperinci

RPJMD Kota Pekanbaru Tahun

RPJMD Kota Pekanbaru Tahun RPJMD Kota Pekanbaru Tahun 2012-2017 BAB V VISI, MISI, DAN V - 1 Revisi RPJMD Kota Pekanbaru Tahun 2012-2017 5.1. VISI Dalam rangka mewujudkan pembangunan jangka panjang sebagaimana tercantum di dalam

Lebih terperinci

Analisis industri..., Hendry Gozali, FE UI, 2009 Universitas Indonesia

Analisis industri..., Hendry Gozali, FE UI, 2009 Universitas Indonesia 33 3.2.5. Tantangan-tantangan lain yang dihadapi PT. YZ Krisis ekonomi global yang terjadi pada awal tahun 2008 memberikan dampak terhadap industri dimana PT. YZ bersaing. Dengan adanya krisis ekonomi,

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN KINERJA BAB II PERENCANAAN KINERJA Pemerintah Kabupaten Demak Perencanaan strategik, sebagai bagian sistem akuntabilitas kinerja merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh instansi pemerintah agar mampu

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Memiliki kemampuan dalam menciptakan keunggulan kompetitif merupakan modal utama bagi perusahaan agar dapat bertahan dalam pasar yang semakin kompetitif.

Lebih terperinci

BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD)

BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) A. Visi dan Misi 1. Visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sleman 2010-2015 menetapkan

Lebih terperinci

KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI INDONESIA. Ketahanan Pangan. Dalam Kerangka Revitalisasi Pertanian, Perikanan, Kehutanan

KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI INDONESIA. Ketahanan Pangan. Dalam Kerangka Revitalisasi Pertanian, Perikanan, Kehutanan INDONESIA Ketahanan Pangan Dalam Kerangka Revitalisasi Pertanian, Perikanan, Kehutanan Harmonisasi Kebijakan & Program Aksi Presentasi : Pemicu Diskusi II Bp. Franky O. Widjaja INDONESIA BIDANG AGRIBISNIS,

Lebih terperinci

ANALISIS DAMPAK KENAIKAN HARGA MINYAK MENTAH DAN BATUBARA TERHADAP SISTEM PEMBANGKIT DI INDONESIA

ANALISIS DAMPAK KENAIKAN HARGA MINYAK MENTAH DAN BATUBARA TERHADAP SISTEM PEMBANGKIT DI INDONESIA ANALISIS DAMPAK KENAIKAN HARGA MINYAK MENTAH DAN BATUBARA TERHADAP SISTEM PEMBANGKIT DI INDONESIA Hari Suharyono ABSTRACT Power generation in Indonesia relies on coal and refined products, more than 60%

Lebih terperinci

Pembangunan Infrastruktur peranan sektor swasta

Pembangunan Infrastruktur peranan sektor swasta Pembangunan Infrastruktur peranan sektor swasta Jalan Trisakti Trisakti 1: Berdaulat dalam politik Mengedepankan identitas Indonesia sebagai negara kepulauan dalam pelaksanaan diplomasi dan membangun kerjasama

Lebih terperinci

Ekspor Indonesia Masih Sesuai Target 2008: Pemerintah Ambil Berbagai Langkah Guna Antisipasi Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Dunia

Ekspor Indonesia Masih Sesuai Target 2008: Pemerintah Ambil Berbagai Langkah Guna Antisipasi Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Dunia SIARAN PERS DEPARTEMEN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA Pusat HUMAS Departemen Perdagangan Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta 10110 Tel: 021 3858216, 23528400. Fax: 021-23528456 www.depdag.go.id Ekspor Indonesia

Lebih terperinci