Kajian Strategi Pemasaran Industri Kecil Sepatu (Studi Kasus di Desa Ciomas, Kabupaten Bogor) Abstract

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Kajian Strategi Pemasaran Industri Kecil Sepatu (Studi Kasus di Desa Ciomas, Kabupaten Bogor) Abstract"

Transkripsi

1 Kajian Strategi Pemasaran Industri Kecil Sepatu (Studi Kasus di Desa Ciomas, Kabupaten Bogor) Azril Amor 1, Musa Hubeis 2, Kooswardhono Mudikdjo 2 Abstract Bogor is one of the shoes production centres in Indonesia. SI shoes in Bogor, especially in Ciomas, was established in Its marketing has reached big cities all over Indonesia. The popularity of Ciomas shoes is the same as that of Cibaduyut Bandung shoes. As a result, Ciomas image as one of the shoes centres in Bogor must be supported by a marketing approach. Despite the market take-over, the right application of the marketing strategy will support the success of products in domestic and international markets. The approach of mixed marketing and the analysis of strategic environment can be an alternative approach for shoes producers in building marketing strategies and improving SI shoes. The objectives of this study are 1) to identify the SI shoes position and condition which may become its strength and weaknesses, 2) to identify the SI shoes external environment, the opportunity and threats, 3) to build marketing strategies for SI shoes in Ciomas, Bogor. This study is expected to give positive contribution to the SI shoes management such as business competence. It is hoped that it can generate higher profit in business and higher income for the shoe makers and their suppliers. This study used descriptive qualitative analysis that described relevant data to the problems. The next processes were data diagnosis and synthesis. The analysis of the marketing strategies used the External Factor Evaluation (EFE) Matrix, the Internal Factor Evaluation (IFE) Matrix, and Strength, Weaknesses, Opportunity and Threats (SWOT), which are pictured in the Internal-External (IE) Matrix. IT Matrix is the result of identification and evaluation of external and internal environments. In IE Matrix, the Ciomas SI shoes is in the growing position, using horizontal integrated strategy. 1. Latar Belakang PENDAHULUAN Sektor IK menjadi salah satu alternatif pekerjaan, karena karakteristik yang dimilikinya, seperti aktivitas ekonominya tidak hanya didasarkan pada kesempatan berinvestasi, tetapi lebih didasarkan pada dorongan untuk menciptakan kesempatan bagi diri sendiri. Saat ini, IK diharapkan memiliki kemampuan daya saing kuat dan berorientasi pada ekspor. Dengan kondisi ini, diharapkan akan mampu berdampak pada pemerataan dan penyebaran industri ke seluruh pelosok pedesaan dengan memanfaatkan potensi sumber daya secara optimal, dalam rangka meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, maka sektor IK dapat menjadi tulang punggung perekonomian nasional (Deperindag, 2001). Menimbang peranan IK yang cukup besar dalam pembangunan nasional (khususnya ekonomi), maka pemerintah berupaya untuk lebih mengembangkan dan memajukan IK dengan cara meningkatkan peluang-peluang pasar dan memperkecil kendala-kendala yang dihadapinya. Data pada Badan Pusat Statistik (1999) menunjukkan bahwa 21,2% IK tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan usaha, 43,6% dari sisanya mengalami kesulitan dalam permodalan, 35,2% mengalami kesulitan dalam hal bahan baku dan sisanya mengalami kesulitan dalam hal teknis produksi, manajemen, pemasaran dan persaingan. Sebagai ilustrasi, IK sepatu merupakan bentuk agroindustri berskala kecil yang banyak terdapat di pedesaan, yang merupakan industri lanjutan dari penyamakan kulit. Saat ini, sepatu Indonesia banyak diminati oleh konsumen luar negeri, karena murah dan tahan lama. Negara-negara tujuan ekspor sepatu Indonesia antara lain Singapura, Taiwan, Korea Selatan, Hongkong dan Amerika Serikat. Bogor merupakan salah satu sentra produksi sepatu. IK sepatu di Bogor, khususnya Ciomas muncul sekitar tahun 1920-an. Perkembangan IK di daerah ini terus pesat, menurut data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bogor (2001), daerah Ciomas merupakan sentra terbesar IK sepatu di Bogor. Berdasarkan data tersebut, jumlah IK sepatu yang ada di daerah Ciomas, Bogor mencapai 700 IK. Sepatu yang dihasilkan oleh IK sepatu Bogor, khususnya Ciomas dari sisi pemasaran sudah mencapai kota-kota besar di wilayah Indonesia. Ketenaran sepatu asal Ciomas sudah seperti halnya 1 Alumni PS MPI, SPs IPB 2 Staf Pengajar PS MPI, SPs, IPB

2 59 sepatu Cibaduyut Bandung. Citra Ciomas sebagai sentra sepatu di wilayah Bogor perlu diimbangi dengan upaya-upaya yang mengarah pada pemasaran. 2. Permasalahan Pendekatan bauran pemasaran (marketing mix) dan analisis lingkungan Iinternal dan eksternal) dapat menjadi salah satu alternatif bagi para produsen sepatu kulit sebagai bahan penyusunan strategi pemasaran dan pengembangan IK sepatu. Strategi pemasaran yang tepat akan membantu para pengrajin sepatu dalam memasarkan produknya, yang pada gilirannya meningkatkan pendapatan peternak sebagai pemasok bahan baku. Dari uraian yang telah dikemukakan, dapat dirumuskan permasalahan pada kajian ini sebagai berikut : a. Bagaimana posisi dan kondisi IK sepatu yang menjadi faktor-faktor kekuatan dan kelemahan internalnya? b. Bagaimana kondisi lingkugan eksternal IK sepatu, sehingga menjadi peluang dan ancamannya? c. Bentuk strategi manajemen pemasaran apakah yang tepat bagi pengembangan pemasaran IK sepatu? 3. Tujuan a. Mengidentifikasi posisi dan kondisi IK sepatu yang menjadi faktor-faktor kekuatan dan kelemahannya. b. Mengidentifikasi lingkungan eksternal IK sepatu yang mejadi peluang dan ancamannya. c. Menyusun strategi pemasaran IK sepatu di Ciomas, Bogor. 1. Lokasi 2. Metode Kerja METODOLOGI Studi kasus ini dilakukan di Desa Ciomas Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sumber daya pada kajian ini meliputi data primer dan sekunder. Data sekunder diperoleh dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan Kabupatan Bogor (2001), yaitu jumlah IK sepatu di Desa Ciomas sebanyak 40 industri, serta data lainnya diperoleh melalui hasil kajian pustaka dari beberapa buku, tulisan dan laporan-laporan yang mendukung. Data primer diperoleh dari hasil pengamatan langsung di lapangan, meliputi wawancara terhadap beberapa IK sepatu secara proporsional dan pihak-pihak yang terkait dengan industri pembuatan sepatu kulit. Pengambilan contoh dilakukan secara acak (random sampling). Jenis kuesioner ada dua bagian, yaitu kuesioner 1 (data profil IK secara umum) dan kuesioner 2 (data untuk perumusan strategi). Dalam penganalisaannya, digunakan analisa lingkungan pemasaran, baik internal dan eksternal. Lingkungan internal yang dominan terdiri dari tujuh faktor. Data dan informasi mengenai faktor-faktor lingkungan internal yang dianalisis meliputi berbagai misi dan tujuan dari pengembangan IK sepatu; (b) struktur organisasi meliputi data mengenai pola dan struktur organisasi, (c) fasilitas dan kegiatan produksi meliputi data mengenai berbagai sarana dan prasarana produksi, proses produksi, dan penanganan pasca produksi; (d) SDM meliputi data mengenai jumlah karyawan yang bekerja pada IK sepatu, tingkat pendidikan karyawan dan fasilitas bagi karyawan; (e) sumber daya keuangan meliputi aspek permodalan IK sepatu; (f) sumber daya pemasaran meliputi data mengenai pemasaran produk; (g) bauran pemasaran meliputi data produk, harga, distribusi dan promosi. Data dan informasi mengenai faktor-faktor lingkungan eksternal yang dianalisis meliputi (a) sosio-ekonomi yang terdiri dari data kondisi, demografi dan sosial; (b) teknologi berupa tingkat kemajuan teknologi; (c) pemasok meliputi sistem pembelian dan harga bahan baku; (d) pesaing meliputi ancaman pendatang baru, daya tawar menawar pembeli dan persaingan dalam industri; (e) pemerintah meliputi kebijakan pemerintah dan dukungan sarana, serta prasarana bagi perkembangan IK sepatu. Berdasarkan lingkungan internal dan eksternal dari analisis lingkungan pemasaran, dilakukan analisis strategi pemasaran dengan pendekatan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats (SWOT) atau analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (Tabel 1) yang dimiliki dan dihadapi oleh IK sepatu, agar dapat dirumuskan berbagai alternatif strategi.

3 60 Tabel 1. Matriks SWOT Internal Strengths (S) Weaknesses (W) Tentukan 5-10 faktor kekuatan Tentukan 5-10 faktor kelemahan External internal internal Opportunities (O) Strategi (S-O) Strategi (W-O) Tentukan 5-10 faktor peluang eksternal Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang Threats (T) Strategi (S-T) Strategi (W-T) Tentukan 5-10 faktor ancaman eksternal Sumber : Rangkuti, Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman Data yang diperoleh diklasifikasikan secara kualitatif menurut analisis lingkungan internal untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan IK sepatu, serta analisis lingkungan eksternal untuk mengetahui peluang dan ancaman yang dihadapi Ik sepatu. Daftar peluang dan ancaman serta kekuatan dan kelemahan tersebut harus dievaluasi. Untuk mengevaluasi peluang dan ancaman dapat digunakan matriks Evaluasi Faktor Eksternal atau External Factor Evaluation (EFE) dan untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan menggunakan matriks Evaluasi Internal atau Internal Factor Evaluation (IFE). Matriks Internal-Eksternal (IE) mengindikasikan 9 sel strategi (Gambar 1), tetapi umumnya kesembilan sel tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga strategi utama, yaitu : a. Strategi pertumbuhan (growth strategy), merupakan kondisi pertumbuhan perusahaan (sel 1, 2, 3 dan 5) atau upaya diversifikasi (sel 7 dan 8). b. Strategi stabilitas (stability strategy) adalah strategi yang diterapkan tanpa mengubah arah strategi yang diterapkan tanpa mengubah arah strategi yang telah diterapkan (sel 4 dan 5). c. Strategi penciutan (retrenchment strategy) adalah usaha memperkecil atau mengurangi usaha yang dilakukan perusahaan (sel 3 dan 9). Total Skor Faktor Internal Kuat Rata-rata Lemah 4,0 3,0 2,0 1,0 Total Skor Faktor Eksternal Tinggi Menengah Rendah 3,0 2,0 1 4 Stabilitas Penciutan 9 Penciutan (Likuidasi) 1,0 Gambar 1. Matrik IE (Rangkuti, 2000)

4 61 1. Keadaan Umum HASIL DAN PEMBAHASAN a. Perkembangan IK Sepatu Ciomas IK sepatu Ciomas muncul sekitar tahun 1920-an. Sampai tahun 1950-an pembuatan sepatu masih merupakan pekerjaan yang dilakukan individu atau usaha rumah tangga, dengan jumlah 20 unit usaha dan memproduksi sepatu kulit dengan mutu tinggi. Awal tahun 1950-an, IK sepatu berkembang pesat dengan semakin bertambahnya jumlah usaha rumah tangga. Perkembangan industri ini ditandainya dengan berdirinya sebuah bentuk usaha bersama dalam wadah Perusahaan Sepatu Bogor (Persebo). Koperasi ini beranggotakan para pengrajin sepatu yang melayani order untuk memenuhi keperluan ABRI dan membantu pemasaran produk-produk bengkel disekitarnya. Persebo berperan penting dalam pertumbuhan pengrajin sepatu di desa-desa sekitar Ciomas sampai ketika terjadi krisis ekonomi tahun an, yang akhirnya mengakibatkan perubahan-perubahan penting dalam struktur internal dan eksternal pada industri ini. Setelah akhir tahun 1960-an dilaksanakan program stabilitas ekonomi, struktur internal industri ini mengalami proses differensiasi. Sejumlah pengrajin skala rumah tangga mengembangkan usahanya dengan membuka bengkel yang mempekerjakan buruh. Perubahan hubungan eksternal yang terjadi adalah dalam transaksi keuangan, penggunaan cek mundur dan giro mengurangi kemandirian produsen-produsen kecil dalam berhubungan dengan para pedagang yang menampung produknya. b. Karakteristik Responden Responden yang berjumlah 20 orang terdiri dari berbagai macam variasi, meliputi jenis modal, kapasitas produksi, lama usaha, jumlah tenaga kerja maupun jenis kemitraannya (Tabel 2). Tabel 2. Karakteristik responden IK sepatu di Ciomas Bogor pada tahun 2004 No. Karakteristik usaha Kategori Jumlah Persentase (%) 1. Jenis modal - Modal sendiri - Pinjaman dari bank - Kerjasama dengan grosir Kapasitas produksi < pasang/bulan pasang/bulan > pasang/bln 3. Lama usaha < 1 tahun 2 3 tahun > 3 tahun 4. Jumlah tenaga kerja a. Tetap < 5 tahun 6 10 orang > 10 orang b. Tidak tetap < 2 orang 2 6 orang > 6 orang 5. Jenis kemitraan - Tanpa kemitraan - Koperasi 6. Pendidikan < 6 tahun 6 12 tahun > 12 tahun - Kerjasama dengan grosir Rataan umur dari para pengrajin sepatu ini adalah masih berada pada umur produktif, yaitu tahun. Kebanyakan dari responden dalam memulai usahanya berawal dari profesinya sebagai buruh sepatu di IK sepatu yang lain. Tingkat pendidikan rataan para pengrajin sepatu ini menjalani pendidikan formalnya selama lima tahun, yaitu sebagian besar tidak menamatkan pendidikan tingkat dasarnya. Tingkat pendidikan yang rendah ini menyebabkan kurangnya kemampuan dalam manajemen pengelolaan usahanya, yaitu tidak adanya pembukuan yang teratur dan kondisi ini pula yang

5 62 menyebabkan merasa takut untuk berurusan dengan lembaga keuangan seperti bank, terobosan untuk pangsa pasar dan sebagainya. Modal awal yang digunakan para IK sepatu untuk memulai usaha rataannya berkisar Rp Rp , dengan investasi mesin jahit dan beberapa pola cetakan sepatu. Sementara itu, modal untuk bahan baku sebagian besar diperoleh dari pihak mitra sebagai pemesan, dalam hal ini grosir. Sepatu yang telah selesai dibuat biasanya tidak sampai tersimpan di gudang, karena langsung dibawa ke tempat pemesan. Sebagian besar sepatu yang dibuat adalah sepatu wanita. Tenaga kerja yang digunakan rataannya berjumlah 10 orang. Jumlah ini tergantung dari banyaknya pesanan yang diterima. Bila pesanan meningkat, maka akan ada penambahan tenaga kerja, tetapi jika menurun akan terjadi sebaliknya. Kondisi berfluktuasinya permintaan ini akan berpengaruh terhadap kemudahan dalam pencarian tenaga kerja. Oleh karena itu, para IK sepatu mempunyai tenaga kerja yang bersifat tetap. Hal ini dilakukan untuk menjaga keberadaan tenaga kerja, sehingga tidak terlalu sulit untuk kesinambungan produksinya. c. Sistem permodalan, pengadaan bahan baku dan produksi Permodalan yang ada pada sebagian besar IK sepatu yang ada di Desa Ciomas berasal dari luar industri, yaitu dari grosir. Pinjaman modal untuk IK diberikan dalam bentuk giro mundur, bahan baku dan uang tunai atau bon putih. Di Desa Ciomas ini ada beberapa grosir yang memberikan modal pinjamannya pada IK sepatu, tetapi ada juga IK sepatu yang tidak meminjam atau menerima order dari grosir. IK ini berusaha dengan modal sendiri dan menjual produknya ke toko-toko yang ada di wilayah Bogor, Jakara maupun kota-kota lainnya. IK sepatu Ciomas pada umumnya membuat sepatu berdasarkan pesanan, karena hampir seluruh sepatu tersebut dijual kepada pihak pemesan. Beberapa IK membuat sepatu berdasarkan permintaan pasar umum, yaitu berusaha dengan modal sendiri dan memasarkannya sendiri melalui outlet dan mitra-mitranya, baik di wilayah Bogor maupun kotakota lain di Jawa Barat. Sebagai ilustrasi, bahan baku utama yang digunakan untuk membuat sepatu atau sandal adalah kulit imitasi, lem dan sol. Bahan ini diperoleh dari toko-toko kulit. Dalam hal ini, IK yang memiliki cukup modal biasanya akan langsung membeli, sedangkan yang tidak memiliki cukup modal akan meminjam dari pihak grosir. Sepatu yang dikerjakan oleh IK terdiri dari berbagai jenis sepatu, seperti sepatu anak-anak (umur 1-5 tahun), sepatu laki-laki dewasa dan sepatu wanita untuk dewasa dengan berbagai ukuran. Tetapi pada umumnya setiap IK sepatu mengkhususkan pada salah satu jenis sepatu saja, selain mempertahankan mutu sepatu, juga untuk efisiensi biaya. Tahap pembuatan sepatu (Gambar 2) dibedakan atas jenis pengerjaannya, yaitu tahap pengerjaan muka dan tahap pengerjaan bawah. d. Pemasaran produk Sebagian besar produk sepatu yang dihasilkan IK sepatu Ciomas dipasarkan melalui grosir. Para IK sepatu ini menerima harga yang telah ditetapkan oleh pihak grosir. Sedangkan untuk IK yang tidak menerima pesanan dari grosir, menentukan harga produknya sendiri. Harga pembelian yang ditetapkan pihak grosir bervariasi, tergantung dari jenis dan model sepatu yang dipesan. Sebagai ilustrasi, harga berkisar antara Rp Rp per kodi (1 kodi = 20 pasang sepatu). 2. Hasil Kajian a. Lingkungan eksternal Kondisi lingkungan eksternal industri secara langsung mempengaruhi kondisi IK sepatu Ciomas, yaitu : 1) Sektor sosial ekonomi terdiri dari faktor ekonomi, demografi, dan sosial yang membantu atau menghambat perkembangan IK dalam mencapai tujuannya. 2) Teknologi. IK sepatu yang berada di Desa Ciomas belum menggunakan teknologi modern dalam memproduksi sepatu, sebagai akibat keterbatasan dana investasi yang berdampak pada peralatan yang dibutuhkan untuk proses produksi masih bersifat sederhana. 3) Pemasok. Penyediaan bahan baku untuk IK sepatu didapatkan dari toko bahan sepatu yang tesebar di daerah Bogor. beberapa toko bahan merupakan cabang dari Jakarta yang dengan sengaja pindah ke Bogor, karena adanya pangsa pasar yang lebih besar. Sebagian IK sepatu Ciomas mendapatkan bahan melalui toko yang sudah ditunjuk oleh pihak grosir,

6 63 biaya penggunaan bahan ditanggung oleh masing-masing grosir yang menjalin kerjasama dengan IK sepatu Ciomas. 4) Pesaing. Sifat dan derajat persaingan dalam suatu industri bergantung pada beberapa faktor, yaitu ancaman pendatang baru, daya tawar menawar pembeli dan persaingan dalam industri. 5) Pemerintah. Kebijakan-kebijakan pemerintah di bidang pembiayaan dan pinjaman kredit kepada koperasi dan PKM, antara lain : i. Ditetapkannya UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia tanggal 17 Mei 1999, telah diusulkan penyempurnaan dari Skim Kredit Program menjadi tiga Skim Kredit Program. ii. Melalui paket kebijakan Januari 1990, kepada seluruh bank diwajibkan menyalurkan minimal 20% portofolio kreditnya kepada pengusaha kecil. iii. Dalam rangka memperkuat permodalan koperasi dan PKM, pemerintah mendorong berdirinya lembaga-lembaga keuangan bukan bank, antara lain pengusaha modal ventura dana perusahaan leasing. iv. Untuk mengatasi kendala yang dihadapi koperasi dan PKM dalam penyediaan agunan tambahan yang diminta oleh bank dan untuk mengatasi resiko kerugian yang dihadapi oleh bank dalam pemberian kredit, maka pemerintah telah mendirikan Perusahaan Umum Pengembangan Keuangan Koperasi (Perum PKK) dan PT. Asuransi Kredit Indonesia. b. Lingkungan internal Analisis lingkungan internal berguna dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh IK sepatu yang berfungsi sebagai bahan masukan bagi pengambil keputusan dalam menetapkan strategi pemasaran yang baik. Faktor-faktor internal yang dianalisis terdiri dari misi dan tujuan, struktur organisasi, fasilitas dan kegiatan produksi, sumber daya manusia (SDM), sumber daya keuangan, pemasaran dan bauran pemasaran. 1) Misi dan tujuan Pengembangan misi dan tujuan ini didasarkan karena adanya konsep untuk menjadi sektor usaha kecil dan menengah sebagai salah satu penggerak ekonomi yang secara langsung maupun tidak langsung mampu membentuk sikap kewirausahaan yang tangguh, serta mampu mendorong adanya perluasan kesempatan kerja, peningkatan efisiensi dan produktivitas. 2) Struktur organisasi Struktur organisasi yang terdapat pada IK sepatu hanya terdiri dari pengusaha dan karyawan. Selain sebagai pemilik unit usaha, dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, pengusaha bertindak sebagai manajer yang mengawasi kegiatan operasional seperti produksi dan distribusi, keuangan, administrasi dan pemasaran produk. Karyawan bertanggungjawab langsung kepada pengusaha atau pemilik IK sepatu. 3) Fasilitas dan kegiatan produksi Kegiatan utama dari IK sepatu yang ada di Desa Ciomas adalah memproduksi sepatu dan sandal, dengan bahan baku kulit imitasi. 4) SDM IK sepatu dalam memproduksi sepatu menggunakan tenaga kerja yang telah ahli dan berpengalaman. Karyawan yang bekerja sebagian besar adalah penduduk yang bermukim di sekitar lokasi IK. Karyawan tersebut merupakan pekerja harian yang mempunyai tingkat pendidikan SD dan SMP. 5) Sumber daya keuangan Sumber daya modal yang ada pada sebagian besar IK sepatu yang ada di Desa Ciomas berasal dari luar industri (grosir). Di Desa Ciomas ada beberapa grosir yang memberikan modal pinjamannya pada IK sepatu, tetapi ada juga IK sepatu yang tidak meminjam atau menerima order dari grosir, karena berusaha dengan modal dan menjual produknya sendiri. 6) Sumber daya pemasaran Pihak-pihak IK selama ini sebagian besar hanya berproduksi, sedangkan bagian pemasaran adalah pemilik modal (grosir). Di Desa Ciomas sendiri ada beberapa grosir, ada grosir yang bersifat lokal dan ada juga grosir berupa swalayan seperti Matahari dan Ramayana. Mutu yang dihasilkan untuk masing-masing grosir tergantung dari pesanannya. 7) Bauran pemasaran Strategi bauran pemasaran meliputi empat komponen yang terdiri dari produk, harga, distribusi dan promosi.

7 64 i. Produk Pengawasan mutu suatu produk merupakan salah satu strategi bauran pemasaran produk bertujuan untuk menyediakan produk bermutu yang terjamin, sehingga dapat dijadikan salah satu faktor yang menentukan dan mempengaruhi keunggulan bersaing. Sebagai ilustrasi, lini produk yang dihasilkan oleh IK sepatu ini banyak jenisnya, mulai dari sepatu dan sandal anak-anak umur 1-5 tahun sampai dengan sepatu sandal remaja dan dewasa, yang bentuk dan modelnya bermacam-macam. Jenis produk yang diproduksi bersifat tidak tetap, tetapi mengikuti permintaan sesuai dengan trend yang berlaku. ii. Kebijakan pemberian label atau merek pada produk yang dihasilkan belum dilakukan oleh pihak IK atau dilakukan oleh pihak grosir. Hingga saat ini, IK sepatu Ciomas hanya membangun citra produk kepada masyarakat melalui mutu produk. Strategi yang diterapkan ini kurang memberikan peluang bagi IK sepatu untuk mengenalkan produk yang dihasilkannya kepada masyarakat lain. Berbagai langkah dilakukan untuk lebih meningkatkan mutu produk. Langkah-langkah tersebut meliputi perbaikan-perbaikan dalam proses produksi menuju ke arah yang lebih baik dan penambahan variasi produk, agar masyarakat selaku konsumen memiliki pilihan. Harga Penetapan harga merupakan suatu keputusan bauran pemasaran yang menentukan, karena harga produk merupakan salah satu unsur penting dalam menentukan penguasaan pangsa pasar dan mempengaruhi tingkat keuntungan yang diperoleh. Harga produk yang terlalu tinggi dapat menentukan kesulitan untuk memasarkan produk yang dihasilkan. Hal ini terjadi akibat kelemahan dalam mengendalikan besarnya biaya produksi yang disebabkan oleh meningkatnya harga input produksi. Oleh karena itu, daya beli masyarakat merupakan salah satu pertimbangan yang harus diperhatikan dalam penetapan harga jual produk. iii. Distribusi IK sepatu yang ada di Desa Ciomas menggunakan sistem pemasaran kontrak, dimana produk yang dihasilkan merupakan pesanan dari pihak grosir. Sementara itu, ada beberapa IK yang memproduksi sepatunya bukan berdasarkan pesanan, karena mendistribusikan barangnya sendiri dengan cara menawarkan langsung ke toko-toko yang ada disekitar wilayah Bogor. Untuk pengiriman dan pengangkutan barang, digunakan kendaraan motor bila jumlah pesanan sedikit dan bila jumlahnya banyak digunakan mobil. Besarnya biaya transportasi tergantung jarak tempuh dalam pengangkutan dan pengiriman barang. iv. Promosi Produk sepatu yang dihasilkan telah cukup dikenal oleh masyarakat, karena memiliki mutu produk yang baik. Kondisi ini ditunjang dengan pengalaman yang dimiliki oleh para pengusaha dalam memproduksi sepatu-sepatu bermutu. Hal ini merupakan salah satu bagian dari promosi yang dilakukan oleh para pengusaha dalam memperluas pangsa pasar. Hal lainnya, penyampaian pesan dari mulut ke mulut menjadi alternatif promosi yang dilakukan selama ini. c. Strategi Pemasaran Analisa SWOT dilakukan untuk memformulasikan strategi, yaitu menggolongkan faktorfaktor lingkungan yang dihadapi oleh IK sepatu sebagai faktor kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities) dan ancaman (threats). 1) Profil SWOT Aspek dimensi lingkungan yang dimiliki oleh IK sepatu terkait dengan lingkungan luar dimana IK berada (Tabel 3). Aspek dimensi lingkungan internal mencakup segala hal yang berhubungan dengan kondisi di dalam IK (Tabel 3). Keseluruhan faktor yang telah diidentifikasi diberikan bobot, rating, dan nilai yang menggambarkan posisi IK sepatu dalam menghadapai kondisi lingkungan eksternal berdasarkan kondisi internal dengan menggunakan matriks EFE (Tabel 4) dan matriks IFE (Tabel 5).

8 65 Tabel 3. Profil SWOT IK Kekuatan (S) 1. Kemudahan mendapatkan bahan baku 2. Menyerap banyak tenaga kerja yang cukup ahli dan berpengalaman 3. Berpengalaman dalam memproduksi sepatu yang bermutu 4. Koordinasi tugas lebih efisien, karena dikelola langsung oleh pengusaha 5. Citra produk sudah dikenal baik 6. Harga produk dapat terjangkau oleh berbagai tingkatan konsumen Peluang (O) 1. Keadaan perekonomian yang semakin membaik 2. Perubahan pola dan gaya hidup masyarakat 3. Kemajuan teknologi 4. Hubungan baik dengan pemasok bahan baku 5. Hubungan baik dengan distributor dan toko besar sebagai mitra 6. Kebijakan pemerintah yang mendukung perkembangan IK Kelemahan (W) 1. Produksi berdasarkan pesanan, sehingga tidak ada persediaan. 2. Ketergantungan modal pada pihak grosir 3. Belum kuatnya jaringan pemasaran 4. Tidak adanya merek dagang dan promosi 5. Tidak adanya fasilitas penjualan di lingkungan IK 6. Sulit mendapatkan tambahan tenaga kerja ahli 7. Harga jual masih didominasi sesuai harga grosir Ancaman (T) 1. Fluktuasi harga bahan baku 2. Hambatan untuk masuk industri relatif rendah 3. Menurunnya pangsa pasar ekspor Tabel 4. Matriks EFE Faktor Eksternal Bobot (a) Rating (b) Nilai (c = a x b) A. Peluang - Keadaan perekonomian yang semakin membaik 0,118 4,00 0,472 - Perubahan pola dan gaya hidup masyarakat 0,120 3,67 0,441 - Kemajuan teknologi 0,106 2,67 0,284 - Hubungan baik dengan pemasok bahan baku 0,118 3,33 0,394 - Hubungan baik dengan distributor dan toko besar 0,113 3,33 0,378 sebagai mitra - Kebijakan pemerintah yang mendukung 0,120 3,67 0,441 perkembangan IK Jumlah (A) 0,695 20,67 2,41 B. Ancaman - Fluktuasi harga bahan baku 0,106 2,33 0,248 - Hambatan untuk masuk industri relatif rendah 0,100 2,33 0,232 - Menurunnya pangsa pasar ekspor 0,097 2,33 0,227 Jumlah (B) 0,303 6,99 0,707 Jumlah (A + B) 1,000 3,117 Tabel 5. Matriks EFI Faktor Eksternal Bobot (a) Rating (b) Nilai skor terbobot (c = a x b) A. Kekuatan - Kemudahan mendapatkan bahan baku 0,090 3,67 0,329 - Menyerap banyak tenaga kerja yang cukup ahli 0,069 2,00 0,139 dan berpengalaman - Berpengalaman dalam memproduksi sepatu yang 0,072 2,67 0,191 bermutu - Koordinasi tugas lebih efisien karena dikelola 0,083 3,00 0,250 langsung oleh pengusaha - Citra produk sudah dikenal baik 0,076 3,33 0,253 - Harga produk dapat terjangkau oleh berbagai 0,067 3,00 0,202 tingkatan konsumen Jumlah (A) 0,457 17,67 1,364

9 66 Lanjutan Tabel 5. Faktor Eksternal B. Kelemahan - Produksi berdasarkan pesanan, sehingga tidak ada persediaan Bobot (a) Rating (b) Nilai skor terbobot (c = a x b) 0,069 2,00 0,139 - Ketergantungan modal pada pihak grosir 0,075 2,00 0,150 - Belum kuatnya jaringan pemasaran 0,073 1,33 0,097 - Tidak adanya merek dagang dan promosi 0,081 3,00 0,244 - Tidak adanya fasilitas penjualan di lingkungan IK 0,079 2,33 0,184 - Sulit mendapatkan tambahan tenaga kerja ahli 0,084 4,00 0,338 - Harga jual masih didominasi harga grosir 0,080 1,67 0,134 Jumlah (B) 0,541 16,33 1,286 Jumlah (A + B) 1,000 34,00 2,648 2) Posisi Industri Kecil Sepatu Berdasarkan analisis lingkungan eksternal dan internal, diperoleh hasil berupa nilai matriks yang akan menentukan posisi IK untuk dijadikan acuan dalam memformulasikan alternatif strategi yang diperoleh. Formulasi strategi pemasaran ini tidak terlepas dari aspek dimensi lingkungan eksternal dan internal. Berdasarkan hasil penjumlahan skor total pada matriks EFE dan IFE didapatkan nilai masing-masing 3,118 dan Skor total yang terdapat pada matriks EFE menggambarkan dan mengindikasikan posisi IK sepatu Ciomas mampu merespon situasi eksternal yang dihadapi. Skor total yang terdapat pada matriks IFE mengindikasikan posisi IK sepatu Ciomas berada pada tingkat rataan yang mampu merespon iklim internal yang dimiliki. Nilai skor total kombinasi antara matriks EFE dan IFE digunakan untuk mengetahui posisi IK sepatu. Berdasarkan kombinasi dari nilai EFE dan IFE didapatkan matriks IE. Nilai matriks IE menunjukkan pada posisi sel dua atau pertumbuhan. Total Skor Faktor Internal = 2,648 4,0 3,0 2,0 1,0 Total Skor Faktor Eksternal = 3,118 3,0 2,0 1.0 Gambar 3. Matriks IE-IK sepatu Ciomas Posisi pada matriks IE menunjukkan posisi strategi pertumbuhan melalui integrasi horisontal. Strategi pertumbuhan ini dirancang untuk mencapai kondisi pertumbuhan penjualan, pertumbuhan keuntungan dan pertumbuhan aset. Strategi ini merupakan kegiatan untuk memperluas IK sepatu dengan cara pengembangan jenis produk, peningkatan mutu, peningkatan teknologi produksi dan penigkatan akses ke pasaryang lebih luas. Usaha yang dapat dilakukan adalah dengan cara menekan dan meminimumkan biaya produksi, sehingga dapat meningkatkan keuntungan bagi IK itu sendiri. Kegiatan untuk peningkatan jenis produk merupakan salah satu formula strategis yang dapat menjadi andalan utama bagi IK, disamping untuk mengembangkan kegiatan usaha yang bertujuan untuk mempertahankan usaha, agar terus berlangsung, serta terhindar dari kehilangan penjualan dan kehilangan keuntungan.

10 67 d. Penyusunan Formulasi Strategi Pemasaran Formulasi strategi ditetapkan melalui identifikasi dan analisis faktor-faktor eksternal yang terdiri dari peluang dan ancaman, serta faktor-faktor internal yang terdiri dari kekuatan dan kelemahan. Peluang merupakan situasi yang diinginkan atau disukai dalam lingkungan industri, sedangkan ancaman merupakan situasi yang tidak diinginkan atau tidak disukai dalam lingkungan industri. Kekuatan merupakan kompetensi khusus yang memberikan keunggulan komparatif bagi IK, sedangkan kelemahan merupakan keterbatasan atau kekurangan dalam sumber daya keterampilan, maupun kemampuan yang dapat menghambat kinerja IK. Penyusunan formulasi strategi dilakukan dengan mengkombinasikan berbagai faktor yang telah diidentifikasi dan dikelompokkan. Hasil formulasi dikelompokkan menjadi empat kelompok formulasi strategi yang terdiri dari strategi Kekuatan-Peluang (S-O), strategi Kekuatan- Ancaman (S-T), Strategi Kelemahan-Peluang (W-O) dan strategi Kelemahan-Ancaman (W-T) (Tabel 6). Tabel 6. Formulasi strategi pemasaran dengan Matriks SWOT Lingkungan Internal Kekuatan (S) Kelemahan (W) Lingkungan Eksternal S1. Kemudahan mendapatkan bahan baku S2. Menyerap banyak tenaga kerja yang cukup ahli dan berpengalaman S3. Berpengalaman dalam memproduksi sepatu yang bermutu S4. Koordinasi tugas lebih efisien karena dikelola langsung oleh pengusaha S5. Citra produk sudah dikenal baik S6. Harga produk dapat terjangkau oleh berbagai tingkatan konsumen W1. Produksi berdasarkan pesanan, sehingga tidak ada persediaan W2. Ketergantungan modal pada pihak grosir W3. Belum kuatnya jaringan pemasaran W4. Tidak adanya merek dagang dan promosi W5. Tidak adanya fasilitas penjualan di lingkungan IK W6. Sulit mendapatkan tambahan tenaga kerja ahli W7. Harga jual masih didominasi harga grosir Peluang (O) Strategi S O (agresif) Strategi W O (Diversifikasi ) O1. Keadaan perekonomian yang semakin membaik O2. Perubahan pola dan gaya hidup masyarakat O3. Kemajuan teknologi O4. Hubungan baik dengan pemasok bahan baku O5. Hubungan baik dengan distributor dan toko besar sebagai mitra O6. Kebijakan pemerintah yang mendukung perkembangan IK 1. Mempertahankan dan meningkatkan volume penjualan dengan melakukan penetrasi pasar dan pemberian label produk (O1,O2 :S1,S2,S3) 2. Meningkatkan skala usaha dengan memperkuat permodalan (O1,O3,O4 : S1,S3) 3. Memperluas jaringan pemasaran bekerjasama dengan toko-toko sepatu di berbagai kota dan membuka showroom di lingkungan sekitar IK (O1,O2,O5 : S3,S,S6) 4. Memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan mutu dan nilai jual produk (O1,O3 : S2,S3,S4,S5) 5. Menciptakan variasi produk berdasarkan trend masyarakat (O1,O2 : S1,S3,S5,S6) 1. Memanfaatkan lembaga perbankan untuk meningkatkan modal usaha dan mengembangkan usaha (O1,O6 : W1,S2,S3,S5) 2. Memanfaatkan kepedulian lembaga pendidikan, LSM atau pemerintah untuk membantu meningkatkan pengetahuan manajemen IK dan pengusaha, terutama dalam pengelolaan keuangan dan pemasaran (O1,O6 : W2,W3,W4,W5) 3. Meningkatkan kesejahteraan karyawan melalui pemberian fasilitas penunjang (O1 : W6) 4. Mencari distributor baru untuk memperluas jaringan pemasaran ke pasar yang lebih potensial (O1,O2,O4,O5 : W3,W5) Ancaman (T) Strategi S T (Differensiasi) Strategi W T (Defensif) 1. Bersikap konsisten dalam mempertahankan mutu produk dan produktivitas sehingga mampu diterima di pasar global (T1,T3 : S3,S4,S5) 2. Meningkatkan efektivitas, pemasaran melalui kegiatan pameran (T1,T2 : S3,S5,S6) T1. Fluktuasi harga bahan baku T2. Hambatan untuk masuk industri relatif rendah T3. Menurunya pangsa pasar ekspor 1. Memanfaatkan lembaga permodalan sebagai penunjang kegiatan industri (T1 : W1,W2,W7) 2. Meningkatkan pengenalan label produk untuk menjaga eksistensi IK (T2,T3 : W3,W4,W5) Keterangan : - (Oi : Si) atau (Oi : Wi) atau Ti : S1) atau (Ti : W1) menunjukkan kombinasi lingkungan eksternal dengan internal dalam menghasilkan pilihan strategi - i = 1, 2,...n Berdasarkan analisis SWOT yang telah dilakukan, maka ditetapkan beberapa alternatif strategi. Dari beberapa alternatif strategi yang sudah diformulasikan, dipilih beberapa strategi yang dapat diterapkan oleh IK sepatu sesuai dengan posisi industri dalam mendukung dan menerapkan strategi pertumbuhan. Strategi tersebut dapat dicapai dengan cara mengembangkan strategi yang mempengaruhi produk, harga, distribusi dan promosi penjualan, dengan tetap mengandalkan kekuatan dan peluang yang ada, serta mengatasi segala kelemahan dan ancaman yang berasal dari lingkungan IK. 1) Strategi produk Mutu sepatu produksi IK sepatu Ciomas sudah dikenal oleh konsumen dengan mutu baik, maka citra produk yang telah melekat di benak konsumen tersebut tetap terjaga.

11 68 Kondisi ini merupakan kekuatan yang hendaknya dijadikan jalan untuk menembus pasar potensial. Disamping itu, IK sepatu harus dapat mempertahankan dan meningkatkan volume penjualan produk. Desain produk sepatu yang dihasilkan harus bervariasi, agar tidak terjadi kejenuhan konsumen terhadap produk sepatu yang dihasilkan. Dalam hal ini variasi produk dilakukan dengan bentuk, warna, maupun asesoris-asesorisnya, agar konsumen dapat memilih dalam pembelian sepatunya. Sesuai dengan karakteristik produk yang dihasilkan, maka para IK sepatu ini harus menfokuskan untuk melayani konsumen dengan baik, yaitu mengutamakan mutu produk yang dapat menjaga citra produk yang sudah baik di mata konsumen. Di sisi lain, pihak IK harus mengantisipasi lonjakan jumlah permintaan. Hal tersebut dilakukan melalui cara peningkatan kapasitas produksi, diantaranya memperbaiki teknik proudksi yang telah ada agar lebih efisien, sehingga produktivitas karyawan dapat meningkat. Untuk itu, IK sepatu hendaknya dapat membaca peluang, khususnya peluang pemasaran, termasuk didalamnya pemasaran ke luar negeri (ekspor). 2) Strategi harga Suatu industri harus menetapkan harga untuk pertama kalinya adalah ketika industri tersebut mengembangkan atau memperoleh suatu produk baru. Ketika industri memperkenalkan produk regulernya ke saluran distribusi atau daerah baru dan ketika industri akan mengikuti lelang atas suatu kontrak kerja baru, maka menuntut mutu dan harga. Permasalahan utama dalam penetapan harga adalah komponen harga bahan baku yang berfluktuasi, sehingga berakibat terhadap harga jual sepatu. Usaha yang dapat dilakukan adalah mengevaluasi kembali struktur biaya yang digunakan dalam proses produksi. Selama ini pihak IK sepatu hanya menerima harga dari pihak grosir. Penetapanharga tersebut didasarkan pada besarnya biaya produksi yang dilakukan oleh IK sepatu. Sebagai ilustrasi, harga yang ditetapkan berbeda-beda untuk masing-masing jenis sepatu, karena disesuaikan dengan penggunaan bahan baku, tingkat kerumitan, model dan desain sepatu yang diproduksi, serta waktu tahap penyelesaiannya. 3) Strategi distribusi Strategi distribusi merupakan salah satu strategi pasca produksi yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dalam bentuk pendistribusian produk sepatu dengan baik, tepat waktu dan kontinu. Jumlah distributor yang selama ini menjadi mitra IK sepatu Ciomas harus ditingkatkan untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih luas lagi. 4) Strategi promosi Selama ini kegiatan promosi kurang diperhatikan oleh pihak IK, karena pihak IK dalam berproduksi hanya menerima pesanan dari grosir. Berdasarkan hasil strategi yang diperoleh, seharusnya pihak IK melakukan kegiatan promosi dengan cara mengadakan pameran di berbagai tempat yang potensial untuk pasar sasaran. Dengan adanya kegiatan pameran, diharapkan akan dapat meningkatkan pangsa pasar bagi IK dan selain itu, diharapkan tidak selamanya tergantung pada grosir. Ketergantungan pada salah satu distributor akan berakibat kurangnya daya tawar produk yang dihasilkan, sehingga keberlangsungan dari usaha ini dapat terancam sewaktu-waktu. 1. Kesimpulan KESIMPULAN DAN SARAN a. Dari hasil identifikasi dan evaluasi faktor lingkungan eksternal dan internal industri yang dikuantifikasi dalam matriks IE, terlihat bahwa IK sepatu Ciomas berada pada posisi pertumbuhan dengan strategi integrasi horisontal. b. Strategi kekuatan-peluang (S-O) terdiri dari (1) Mempertahankan dan meningkatkan volume penjualan dengan melakukan penetrasi pasar serta pemberian label produk; (2) Meningkatkan skala usaha dengan memperkuat permodalan; (3) Memperluas jaringan pemasaran bekerjasama dengan toko-toko sepatu di berbagai kota dan membuka showroom di lingkungan sekitar IK; (4) Memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan mutu dan nilai jual produk; (5) Menciptakan variasi produk berdasarkan trend masyarakat. Sedangkan strategi kekuatanancaman (S-T) terdiri dari (1) Konsisten dalam mempertahankan mutu produk dan produktivitas sehingga mampu diterima di pasar global; (2) Meningkatkan efektivitas, pemasaran melalui kegiatan pameran.

12 69 c. Strategi kelemahan-peluang (W-O) terdiri dari (1) Memanfaatkan lembaga perbankan untuk meningkatkan modal usaha dan mengembangkan usaha; (2) Memanfaatkan kepedulian lembaga pendidikan, LSM atau pemerintah untuk membantu meningkatkan pengetahuan manajemen IK dan pengusaha, terutama dalam pengelolaan keuangan dan pemasaran; (3) Meningkatkan kesejahteraan karyawan melalui pemberian fasilitas penunjang; (4) Mencari distributor baru untuk memperluas jaringan pemasaran. Sedangkan strategi kelemahan-ancaman (W-T) terdiri dari (1) Memanfaatkan lembaga permodalan sebagai penunjang kegiatan industri; (2) Meningkatkan pengenalan label produk untuk menjaga eksistensi IK. 2. Saran a. Mempertahankan mutu sepatu sebagai salah satu keunggulan produk IK Ciomas dan melakukan pemberian label yang menjadi merek dagang sepatu IK Ciomas, sesuai permintaan konsumen b. Meningkatkan dan memantapkan saluran distribusi, dengan lebih menekankan hubungan yang saling menguntungkan dengan mitra, distributor dan grosir sepatu. c. Melakukan promosi dengan cara mengadakan pameran di berbagai tempat yang potensial untuk pasar sasaran dan bekerjasama dengan pemerintah sebagai tujuan wisata sepatu. DAFTAR PUSTAKA Deperindag Laporan Tahunan. Departemen Perindustrian dan Perdagangan, Jakarta. Disperindag Kabupaten Bogor Laporan Tahunan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bogor. Rangkuti, F Analisis SWOT : Teknik Membedah Kasus Bisnis. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN Strategi Pengembangan Usaha Maharani Farm Gambar 4. Kerangka Pemikiran Operasional IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilakukan di Rumah Potong Ayam Maharani Farm yang beralamat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian pada produk teh siap minum Walini Peko yang diproduksi oleh

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian pada produk teh siap minum Walini Peko yang diproduksi oleh 44 BAB III METODE PENELITIAN 3.1.Objek dan Tempat Penelitian Penelitian pada produk teh siap minum Walini Peko yang diproduksi oleh Industri Hilir Teh (IHT) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII di Cibiru,

Lebih terperinci

4. IDENTIFIKASI STRATEGI

4. IDENTIFIKASI STRATEGI 33 4. IDENTIFIKASI STRATEGI Analisis SWOT digunakan dalam mengidentifikasi berbagai faktor-faktor internal dan eksternal dalam rangka merumuskan strategi pengembangan. Analisis ini didasarkan pada logika

Lebih terperinci

IV. METODOLOGI PENELITIAN

IV. METODOLOGI PENELITIAN 37 IV. METODOLOGI PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Loka Farm yang terletak di Desa Jogjogan, Kelurahan Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Pemilihan lokasi ini

Lebih terperinci

ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN. I S K A N D A R I N I Fakultas Pertanian Jurusan Sosial Ekonomi Universitas Sumatera Utara

ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN. I S K A N D A R I N I Fakultas Pertanian Jurusan Sosial Ekonomi Universitas Sumatera Utara ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN I S K A N D A R I N I Fakultas Pertanian Jurusan Sosial Ekonomi Universitas Sumatera Utara A. Kerangka Analisis Strategis Kegiatan yang paling penting

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di PT. Amani Mastra yang kantornya terletak di

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di PT. Amani Mastra yang kantornya terletak di 38 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di PT. Amani Mastra yang kantornya terletak di Kompleks Perumahan Cikunir, Jatibening, Jakarta dan memiliki perkebunan sayuran

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN 29 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Sektor UKM memiliki peran dan fungsi sangat strategik dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia, tetapi kredit perbankan untuk sektor ini dinilai masih

Lebih terperinci

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2 Jenis dan Sumber Data

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2 Jenis dan Sumber Data IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di outlet takoyummy yang berlokasi di Plaza Ekalokasari Bogor. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive)

Lebih terperinci

MATERI 3 ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

MATERI 3 ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MATERI 3 ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN A. Kerangka Analisis Strategis Kegiatan yang paling penting dalam proses analisis adalah memahami seluruh informasi yang terdapat pada suatu

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN 42 III. METODE PENELITIAN A. Metode Dasar Penelitian Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi analisis yaitu metode penelitian yang menuturkan dan menafsirkan data sehingga

Lebih terperinci

Bab 5 Analisis 5.1. Analisis Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) 5.2. Analisa Matriks ekternal Factor Evaluation (EFE)

Bab 5 Analisis 5.1. Analisis Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) 5.2. Analisa Matriks ekternal Factor Evaluation (EFE) Bab 5 Analisis Dari hasil pengolahan data pada bab IV, selanjutnya dilakukan analisis dan pembahasan yang berkaitan dengan upaya menentukan strategi pemasaran perusahaan, yang meliputi langkah-langkah

Lebih terperinci

ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN ISKANDARINI. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN ISKANDARINI. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN ISKANDARINI Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara A. Kerangka Analisis Strategis Kegiatan yang paling penting dalam proses analisis adalah memahami

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Analisis SWOT (strengths-weaknessesopportunities-threats)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Analisis SWOT (strengths-weaknessesopportunities-threats) BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Strategi Pemasaran Strategi Pemasaran ialah paduan dari kinerja wirausaha dengan hasil pengujian dan penelitian pasar sebelumnya dalam mengembangkan keberhasilan strategi

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional merupakan pengertian dan petunjuk

III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional merupakan pengertian dan petunjuk 56 III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Batasan Operasional Konsep dasar dan definisi operasional merupakan pengertian dan petunjuk mengenai variabel yang akan diteliti untuk memperoleh dan menganalisis

Lebih terperinci

BAB III METODA PENELITIAN

BAB III METODA PENELITIAN 18 BAB III METODA PENELITIAN A. Waktu Penelitian No Kegiatan Tabel 3.1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian 1. Studi kepustakaan 2. Penyusunan desain penelitan 3. Penyusunan teknis pelaksanaan pengambilan data

Lebih terperinci

N = Ukuran populasi. IFE, EFE, SWOT dan QSP. Beberapa metode analisis yang digunakan dapat. a. Analisis Deskriptif. Keterangan : n = Jumlah sampel

N = Ukuran populasi. IFE, EFE, SWOT dan QSP. Beberapa metode analisis yang digunakan dapat. a. Analisis Deskriptif. Keterangan : n = Jumlah sampel A. Pengumpulan Data Penelitian dilaksanakan di beberapa industri sepatu di Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor. Pengumpulan data dilaksanakan dari bulan April sampai Juli 2008. Pengumpulan data meliputi data

Lebih terperinci

BAB IV STRATEGI PENGELOLAAN MAJALAH "AL MIHRAB" DALAM PENGEMBANGAN DAKWAH DENGAN ANALISIS SWOT

BAB IV STRATEGI PENGELOLAAN MAJALAH AL MIHRAB DALAM PENGEMBANGAN DAKWAH DENGAN ANALISIS SWOT BAB IV STRATEGI PENGELOLAAN MAJALAH "AL MIHRAB" DALAM PENGEMBANGAN DAKWAH DENGAN ANALISIS SWOT Dalam upaya pengembangan dakwah melalui jurnalistik yang telah dilakukan oleh pengelola majalah "Al-Mihrab",

Lebih terperinci

Analisis Pengembangan Kluster Bisnis Sepatu (Studi Kasus Industri Sepatu di Kecamatan Ciomas) ABSTRACT

Analisis Pengembangan Kluster Bisnis Sepatu (Studi Kasus Industri Sepatu di Kecamatan Ciomas) ABSTRACT Manajemen IKM, Februari 2010 (53-64) Vol. 5 No. 1 ISSN 2085-8418 Bisnis Sepatu (Studi Kasus Industri Sepatu di Kecamatan Ciomas) Dhina Ermayani * 1, Aida Vitayala S. Hubeis 2 dan Ma'mun Sarma 3 1 PT. Bank

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia bisnis persaingan antara pengusaha (perusahaan) dengan

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia bisnis persaingan antara pengusaha (perusahaan) dengan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang. Dalam dunia bisnis persaingan antara pengusaha (perusahaan) dengan pengusaha yang lain bukanlah hal yang baru lagi, tetepi semakin lama semakin ketat. Ini terbukti

Lebih terperinci

Universitas Bina Nusantara. Analisis Strategi Pemasaran Untuk Pengembangan Pasar Pada PT. Padang Digital Indonesia

Universitas Bina Nusantara. Analisis Strategi Pemasaran Untuk Pengembangan Pasar Pada PT. Padang Digital Indonesia Universitas Bina Nusantara Analisis Strategi Pemasaran Untuk Pengembangan Pasar Pada PT. Padang Digital Indonesia Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Skripsi Strata 1 Semester Ganjil tahun 2006/2007 Yuyun

Lebih terperinci

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PRODUKSI ROTI BALI KENCANA BAKERY, DENPASAR.

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PRODUKSI ROTI BALI KENCANA BAKERY, DENPASAR. STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PRODUKSI ROTI BALI KENCANA BAKERY, DENPASAR Ni Putu Kiki Vrashinta Dewi 1, Ni Luh Putu Wrasiati 2, I Ketut Satriawan 2 1 Mahasiswa Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas

Lebih terperinci

STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR (STUDI KOMPARATIF SENTRA BATIK TULIS AL-BAROKAH DAN SENTRA BATIK TULIS MELATI DI PAKANDANGAN BARAT KABUPATEN SUMENEP

STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR (STUDI KOMPARATIF SENTRA BATIK TULIS AL-BAROKAH DAN SENTRA BATIK TULIS MELATI DI PAKANDANGAN BARAT KABUPATEN SUMENEP STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR (STUDI KOMPARATIF SENTRA BATIK TULIS AL-BAROKAH DAN SENTRA BATIK TULIS MELATI DI PAKANDANGAN BARAT KABUPATEN SUMENEP Endang Widyastuti 1 Hafidhah 2 1 Dosen Program Studi Manajemen,

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Curug Jaya di Kampung Curug Jaya, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok. Pemilihan tempat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 35 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada restoran iga bakar Mang Opan yang terletak di Jl. Adhyaksa II No.1A, Buah Batu, Bandung. Pemilihan tempat dilakukan

Lebih terperinci

STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS AYAM RAS PEDAGING PERUSAHAAN KAWALI POULTRY SHOP KABUPATEN CIAMIS

STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS AYAM RAS PEDAGING PERUSAHAAN KAWALI POULTRY SHOP KABUPATEN CIAMIS STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS AYAM RAS PEDAGING PERUSAHAAN KAWALI POULTRY SHOP KABUPATEN CIAMIS Ajat 1) Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi iis.iisrina@gmail.com Dedi Sufyadi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Investasi Investasi merupakan suatu tindakan pembelanjaan atau penggunaan dana pada saat sekarang dengan harapan untuk dapat menghasilkan dana di masa datang yang

Lebih terperinci

PERENCANAAN STRATEGI PEMASARAN PAKET DATA KAMPUS DALAM PERSAINGAN DI BIDANG PAKET DATA INTERNET (Studi Kasus pada PT. Telkomsel Cabang Malang)

PERENCANAAN STRATEGI PEMASARAN PAKET DATA KAMPUS DALAM PERSAINGAN DI BIDANG PAKET DATA INTERNET (Studi Kasus pada PT. Telkomsel Cabang Malang) PERENCANAAN STRATEGI PEMASARAN PAKET DATA KAMPUS DALAM PERSAINGAN DI BIDANG PAKET DATA INTERNET (Studi Kasus pada PT. Cabang ) Alfredo Slamet Saputro Kadarisman Hidayat Edy Yulianto Fakultas Ilmu Administrasi

Lebih terperinci

IV. METODOLOGI PENELITIAN

IV. METODOLOGI PENELITIAN IV. METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Ciapus Bromel yang terletak di Ciapus Jl. Tamansari Rt 03/04, Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan keinginan untuk melakukan kegiatan wisata ke suatu daerah.

BAB I PENDAHULUAN. dan keinginan untuk melakukan kegiatan wisata ke suatu daerah. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan akan berwisata menjadi kebutuhan seluruh kelompok masyarakat. Kelompok masyarakat tersebut dapat berasal dari berbagai kelompok usia, latar belakang pendidikan,

Lebih terperinci

ANALISIS STRATEGI BISNIS YANG TEPAT BAGI IKM TAS GADUKAN MOROKREMBANGAN SURABAYA JAWA TIMUR

ANALISIS STRATEGI BISNIS YANG TEPAT BAGI IKM TAS GADUKAN MOROKREMBANGAN SURABAYA JAWA TIMUR ANALISIS STRATEGI BISNIS YANG TEPAT BAGI IKM TAS GADUKAN MOROKREMBANGAN SURABAYA JAWA TIMUR Niluh Putu Hariastuti Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, ITATS Surabaya Arif Rahman Hakim

Lebih terperinci

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3 ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3 Yulita Veranda Usman 1, Wiwi Yaren 2 1,2) Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Pancasila 1) yulita@univpancasila.ac.id Abstrak

Lebih terperinci

III. METODE KAJIAN A. Pengumpulan data B. Metode Analisis

III. METODE KAJIAN A. Pengumpulan data B. Metode Analisis III. METODE KAJIAN A. Pengumpulan data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer melalui survei lapangan, wawancara dengan pemilik perusahaan, karyawan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ini dapat terlihat dari munculnya pesaing pesaing baru maupun pesaing. pesaing yang sudah mapan dalam suatu bidang usaha.

BAB I PENDAHULUAN. ini dapat terlihat dari munculnya pesaing pesaing baru maupun pesaing. pesaing yang sudah mapan dalam suatu bidang usaha. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Akhir akhir ini, adanya persaingan dalam dunia bisnis sudah merupakan hal yang tidak baru lagi, melainkan persaingan yang semakin keras dan berat. Hal ini

Lebih terperinci

Gambar 2.5 Diagram Analisis SWOT

Gambar 2.5 Diagram Analisis SWOT 32 Gambar 2.5 Diagram Analisis SWOT Kuadran 1: Ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi

Lebih terperinci

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUSAHAAN AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK) MEREK CITRABAS DELUXE (Studi Kasus di PT. Buana Tirta Abadi Jakarta)

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUSAHAAN AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK) MEREK CITRABAS DELUXE (Studi Kasus di PT. Buana Tirta Abadi Jakarta) ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUSAHAAN AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK) MEREK CITRABAS DELUXE (Studi Kasus di PT. Buana Tirta Abadi Jakarta) Oleh : CITRA WIDYALESTARI A 14105522 PROGRAM SARJANA EKSTENSI

Lebih terperinci

STRATEGI BISNIS PT. POS INDONESIA

STRATEGI BISNIS PT. POS INDONESIA STRATEGI BISNIS PT. POS INDONESIA Irwan Chaeruddin STMT Trisakti irwan.trisakti@yahoo.co.id Eka Musdalifah STMT Trisakti ekka.musdalifah@gmail.com ABSTRACT PT. Pos Indonesia is a company focusing on the

Lebih terperinci

BAB II STRATEGI DAN ANALISIS SWOT. likuidasi, dan joint venture. Strategi adalah tindakan potensial yang

BAB II STRATEGI DAN ANALISIS SWOT. likuidasi, dan joint venture. Strategi adalah tindakan potensial yang BAB II STRATEGI DAN ANALISIS SWOT A. Teori Strategi Strategi adalah alat untuk mencapai tujuan jangka panjang. Strategi bisnis dapat mencakup ekspansi geografis, diversifikasi, akuisisi, pengembangan produk,

Lebih terperinci

2.5.3 CP Matrix Matching Stage Matriks TOWS/SWOT Matriks SPACE Matriks Internal-External...

2.5.3 CP Matrix Matching Stage Matriks TOWS/SWOT Matriks SPACE Matriks Internal-External... ABSTRAK Atmosphere Café yang terletak di Jalan Lengkong Besar no. 97 menyediakan berbagai jenis masakan, mulai dari masakan Indonesia, masakan Eropa, dan juga masakan Jepang. Dalam satu tahun terakhir

Lebih terperinci

ANALISIS STATEGIS SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN PENDEKATAN ANALISIS SWOT (Studi Kasus: Divisi IT Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung)

ANALISIS STATEGIS SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN PENDEKATAN ANALISIS SWOT (Studi Kasus: Divisi IT Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung) ANALISIS STATEGIS SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN PENDEKATAN ANALISIS SWOT (Studi Kasus: Divisi IT Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung) Sri Nurhayati Jurusan Teknik Komputer Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Lebih terperinci

Membuka Peluang Usaha di Kalangan Mahasiswa

Membuka Peluang Usaha di Kalangan Mahasiswa Membuka Peluang Usaha di Kalangan Mahasiswa Oleh Lili Adi Wibowo Pada Acara The Most Wanted From Economic Class (Hot Rooms) Himpunan Jurusan Pendidikan Ekonomi FPIPS - UPI 1 Tujuan Materi: 1. Memberikan

Lebih terperinci

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PADA UD. BONTOT JAYA FURNITURE, KLENDER, JAKARTA TIMUR NPM :

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PADA UD. BONTOT JAYA FURNITURE, KLENDER, JAKARTA TIMUR NPM : ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PADA UD. BONTOT JAYA FURNITURE, KLENDER, JAKARTA TIMUR Nama : Novia Endah Lestari NPM : 15212396 Jurusan : Manajemen Dosen Pembimbing : Ir. Titiek i kirewati, MM ANALISIS STRATEGI

Lebih terperinci

PERENCANAAN STRATEGIS. Roedhy Poerwanto Departemen Agronomi & Hortikultura Faperta-IPB

PERENCANAAN STRATEGIS. Roedhy Poerwanto Departemen Agronomi & Hortikultura Faperta-IPB PERENCANAAN STRATEGIS Roedhy Poerwanto Departemen Agronomi & Hortikultura Faperta-IPB Audit External Visi & Misi Audit Internal Tujuan Jangka Panjang Strategi Implementasi Strategi Isu Manajemen Implementasi

Lebih terperinci

Economics Development Analysis Journal

Economics Development Analysis Journal EDAJ 2 (3) (2013) Economics Development Analysis Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edaj STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL KERAJINAN GENTENG DI KABUPATEN KEBUMEN Ayie Eva Yuliana Jurusan

Lebih terperinci

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PADA RESTORAN BAKMI JAPOS CABANG BOGOR SKRIPSI MARLIA PRATIWI

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PADA RESTORAN BAKMI JAPOS CABANG BOGOR SKRIPSI MARLIA PRATIWI ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PADA RESTORAN BAKMI JAPOS CABANG BOGOR SKRIPSI MARLIA PRATIWI PROGRAM STUDI SOSIAL EKONOMI PETERNAKAN FAKULTAS PETERNAKAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008 RINGKASAN MARLIA PRATIWI.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. industri tersebut sangat membutuhkan informasi dan kreativitas dengan

BAB I PENDAHULUAN. industri tersebut sangat membutuhkan informasi dan kreativitas dengan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ekonomi merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan Negara Indonesia. Faktanya, faktor penentu kemajuan perekonomian suatu Negara tidak lagi semata-mata

Lebih terperinci

III. METODE KAJIAN A Pe P ngumpulan Data Wawancara Observasi a. Data Primer

III. METODE KAJIAN A Pe P ngumpulan Data Wawancara Observasi a. Data Primer 18 III. METODE KAJIAN A. Pengumpulan Data Pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai metode, teknik dan sumber, yang dapat diuraikan sebagai berikut : a. Metode pengumpulan data meliputi : 1) Wawancara,

Lebih terperinci

ANALISA SWOT DALAM MENENTUKAN STRATEGI PEMASARAN PADA PERUSAHAAN

ANALISA SWOT DALAM MENENTUKAN STRATEGI PEMASARAN PADA PERUSAHAAN Jurnal : MATRIK Teknik Industri Universitas Muhammdiyah Gresik, Volume: XII, Nomor : 2, Bulan : Maret 2012, ISSN: 1693-5128 ANALISA SWOT DALAM MENENTUKAN STRATEGI PEMASARAN PADA PERUSAHAAN Suhartini Teknik

Lebih terperinci

ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TELUR PUYUH (KASUS PETERNAKAN PUYUH BINTANG TIGA, CIBUNGBULANG, BOGOR)

ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TELUR PUYUH (KASUS PETERNAKAN PUYUH BINTANG TIGA, CIBUNGBULANG, BOGOR) ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TELUR PUYUH (KASUS PETERNAKAN PUYUH BINTANG TIGA, CIBUNGBULANG, BOGOR) (EFFORT DEVELOPMENT STRATEGY ANALYSIS OF QUAIL S EGG CASE AT BINTANG TIGA ANIMAL HUSBANDRY -

Lebih terperinci

STRATEGI PENGEMBANGAN PEMASARAN UKM PENGRAJIN SEPATU SANDAL

STRATEGI PENGEMBANGAN PEMASARAN UKM PENGRAJIN SEPATU SANDAL Hasil Penelitian Peneliti Muda Tahun 2010 1 STRATEGI PENGEMBANGAN PEMASARAN UKM PENGRAJIN SEPATU SANDAL MARKETING CORNER http://mmulyana.wordpress.com Oleh : Angga Sulistiono dan Mumuh Mulyana Dosen Tetap

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Industri kosmetik merupakan salah satu industri yang memiliki prospek

BAB I PENDAHULUAN. Industri kosmetik merupakan salah satu industri yang memiliki prospek BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Industri kosmetik merupakan salah satu industri yang memiliki prospek yang cerah dan memberikan peluang pasar yang cukup luas dan besar. Terbukti dengan semakin

Lebih terperinci

BAB 2. Landasan Teori

BAB 2. Landasan Teori BAB 2 Landasan Teori 2.1 Services Marketing Marketing (pemasaran) adalah mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan sosial. Manajemen pemasaran (marketing management) sebagai seni dan ilmu memilih

Lebih terperinci

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN 28 BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Perusahaan Obyek penelitian ini adalah Evan s Bakery yang berlokasi di Jalan Kaligarang, Semarang. Evan s Bakery berdiri sejak tahun 2005 sebagai

Lebih terperinci

: Bachtiar Rifai NPM : Jurusan : Manajemen Pembimbing : Dr. Ir. Komsi Koranti, MM.

: Bachtiar Rifai NPM : Jurusan : Manajemen Pembimbing : Dr. Ir. Komsi Koranti, MM. ANALISIS STRATEGI PEMASARAN USAHA KECIL MENENGAH PADA USAHA MEBEL (Studi Kasus pada UD. Agung Mebel Desa Ciwalen Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat) Nama : Bachtiar Rifai NPM : 10208229 Jurusan : Manajemen

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL UNTUK MENENTUKAN STRATEGI PEMASARAN PADA CV CERTOWIN MULTI TRADING INDONESIA

ANALISIS FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL UNTUK MENENTUKAN STRATEGI PEMASARAN PADA CV CERTOWIN MULTI TRADING INDONESIA ANALISIS FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL UNTUK MENENTUKAN STRATEGI PEMASARAN PADA CV CERTOWIN MULTI TRADING INDONESIA Sri Hidajati Ramdani Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan Firman Supriyat

Lebih terperinci

Inovasi teknologi yang bagus( contoh : penggunaan injeksi )

Inovasi teknologi yang bagus( contoh : penggunaan injeksi ) B. THE INPUT STAGE Pada tahan input data, kita mengenal menggunkan SWOT untuk membantu analisa dalam perusahaan Honda yang akan kami teliti, sedangkan dalam tahap ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu faktor

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. 4.1 Rancangan dan Ruang Lingkup Penelitian. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif yang menurut

BAB IV METODE PENELITIAN. 4.1 Rancangan dan Ruang Lingkup Penelitian. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif yang menurut BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Rancangan dan Ruang Lingkup Penelitian 4.1.1 Rancangan penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif yang menurut Sugiyono (2001) sebagai prosedur pemecahan

Lebih terperinci

Strategi Bersaing Industri Kecil Tas dan Koper (Studi Kasus: PD. Jati Kencana Makmur, Jakarta) Abstract

Strategi Bersaing Industri Kecil Tas dan Koper (Studi Kasus: PD. Jati Kencana Makmur, Jakarta) Abstract Strategi Bersaing Industri Kecil Tas dan Koper (Studi Kasus: PD. Jati Kencana Makmur, Jakarta) Hendri Gusra 1, Rizal Syarief dan Fransiska R. Zakaria Abstract As one of the company in the fashion industry

Lebih terperinci

STRATEGI PENANGANAN KREDIT MACET TERHADAP KELANGSUNGAN USAHA PADA PT. BPR TUNAS ARTHA JAYA PARE KEDIRI

STRATEGI PENANGANAN KREDIT MACET TERHADAP KELANGSUNGAN USAHA PADA PT. BPR TUNAS ARTHA JAYA PARE KEDIRI STRATEGI PENANGANAN KREDIT MACET TERHADAP KELANGSUNGAN USAHA PADA PT. BPR TUNAS ARTHA JAYA PARE KEDIRI ZAENAL FANANI Tujuan penelitian yang akan dicapai adalah sebagai berikut : 1) Untuk mengetahui cara

Lebih terperinci

Pengembangan Ekonomi Lokal Batik Tegalan: Pendekatan Swot Analisis Dan General Electrics

Pengembangan Ekonomi Lokal Batik Tegalan: Pendekatan Swot Analisis Dan General Electrics Pengembangan Ekonomi Lokal Batik Tegalan: Pendekatan Swot Analisis Dan General Electrics Suliyanto 1 1 Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto E-mail: suli_yanto@yahoo.com ABSTRAK

Lebih terperinci

Kajian Strategi Pengembangan Usaha Industri Kripik Singkong Perusahaan PT. Inti Sari Rasa di Bekasi

Kajian Strategi Pengembangan Usaha Industri Kripik Singkong Perusahaan PT. Inti Sari Rasa di Bekasi Manajemen IKM, September 2011 (99-104) Vol. 6 No. 2 ISSN 2085-8418 Kajian Strategi Pengembangan Usaha Industri Kripik Singkong Perusahaan PT. Inti Sari Rasa di Bekasi Study of Developing Strategy the Crispy

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAYA SAING KONVEKSI SEMAR DI KECAMATAN KARANGPILANG KELURAHAN KEDURUS KOTA SURABAYA

BAB IV ANALISIS DAYA SAING KONVEKSI SEMAR DI KECAMATAN KARANGPILANG KELURAHAN KEDURUS KOTA SURABAYA BAB IV ANALISIS DAYA SAING KONVEKSI SEMAR DI KECAMATAN KARANGPILANG KELURAHAN KEDURUS KOTA SURABAYA A. Analisis Daya Saing Konveksi Semar Daya saing merupakan suatu konsep perbandingan kemampuan dan kinerja

Lebih terperinci

III. KERANGKA PEMIKIRAN

III. KERANGKA PEMIKIRAN III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1 Konsep Pengembangan Usaha Bagi wirausahawan sejati, pengembangan usaha mempunyai makna yang luhur dan tidak hanya sekedar mengeruk keuntungan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. memproduksi barang dan jasa dalam jumlah yang lebih besar dan bervariasi. Hal

BAB 1 PENDAHULUAN. memproduksi barang dan jasa dalam jumlah yang lebih besar dan bervariasi. Hal BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dengan adanya kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta perkembangan penduduk dewasa ini, memungkinkan para produsen untuk memproduksi barang

Lebih terperinci

PERUMUSAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MELALUI EVALUASI INTERNAL DAN EKSTERNAL (STUDI DI LINGKUNGAN INDUSTRI KECIL SEPATU MOJOKERTO)

PERUMUSAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MELALUI EVALUASI INTERNAL DAN EKSTERNAL (STUDI DI LINGKUNGAN INDUSTRI KECIL SEPATU MOJOKERTO) PERUMUSAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MELALUI EVALUASI INTERNAL DAN EKSTERNAL (STUDI DI LINGKUNGAN INDUSTRI KECIL SEPATU MOJOKERTO) Oleh: R.M. Moch. Wispandono 1) E-mail : m_wispandono@yahoo.com 1) Dosen

Lebih terperinci

Lampiran 1. Kuesioner kajian untuk penilaian bobot dan rating faktor strategi internal dan eksternal Perusahaan Inti Sari Rasa

Lampiran 1. Kuesioner kajian untuk penilaian bobot dan rating faktor strategi internal dan eksternal Perusahaan Inti Sari Rasa LAMPIRAN 72 72 Lampiran 1. Kuesioner kajian untuk penilaian bobot dan rating faktor strategi internal dan eksternal Perusahaan Inti Sari Rasa KUESIONER : BAGI MANAJEMEN PERUSAHAAN KAJIAN STRATEGI PENGEMBANGAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemilihan Judul BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemilihan Judul Secara umum perusahaan mempunyai tujuan dan sasaran yang sama, yaitu mencapai keberhasilan dalam memperoleh laba. Laba yang diperoleh perusahaan sering

Lebih terperinci

PROPOSAL LAPORAN AKHIR

PROPOSAL LAPORAN AKHIR IDENTIFIKASI STRATEGI PEMASARAN CIRCLE SHOP DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT PROPOSAL LAPORAN AKHIR Dibuat Untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Pada Jurusan Administrasi Bisnis Program

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek dan Subjek Penelitian 3.1.1 Objek Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan bisnis pada Bakso Lotus Jembar. Adapun yang menjadi objek

Lebih terperinci

Jurnal Cendekia Vol 12 No 3 Sept 2014 ISSN

Jurnal Cendekia Vol 12 No 3 Sept 2014 ISSN ANALISIS STRATEGI PEMASARAN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN USAHA PADA PERUSAHAAN KAIN DAN SARUNG TENUN IKAT CAP SINAR BAROKAH KEDIRI Oleh: Ustadus Sholihin ABSTRAK Pada dasarnya perusahaan harus memiliki

Lebih terperinci

Karina Sukma Br Tobing *), Rahmanta Ginting **) dan Lily Fauzia **)

Karina Sukma Br Tobing *), Rahmanta Ginting **) dan Lily Fauzia **) ANALISIS BENIH PADI BERSERTIFIKAT PADA PT.SANG HYANG SERI (Persero) (Studi Kasus : PT.Sang Hyang Seri (Persero) Kantor Regional IV Cabang Deli Serdang, Kabupaten Deli Serdang) Karina Sukma Br Tobing *),

Lebih terperinci

Analisis Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Penjualan Kendaraan Motor pada CV Turangga Mas Motor

Analisis Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Penjualan Kendaraan Motor pada CV Turangga Mas Motor Analisis Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Penjualan Kendaraan Motor Fandi Ahmad Munadi Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma ABSTRAKSI CV Turangga Mas Motor mempunyai suatu masalah dengan terjadinya

Lebih terperinci

Analisis CSF, SWOT dan TOWS Studi Kasus: PT Intan Pariwara Klaten

Analisis CSF, SWOT dan TOWS Studi Kasus: PT Intan Pariwara Klaten Retnowati, Analisis CSF, SWOT dan TOWS, Studi Kasus: PT Intan Pariwara Klaten 31 Analisis CSF, SWOT dan TOWS Studi Kasus: PT Intan Pariwara Klaten Nurcahyani Dewi Retnowati Jurusan Teknik Informatika,

Lebih terperinci

TEKNIK PEMANFAATAN ANALISIS SWOT TANPA SKALA INDUSTRI (A-SWOT-TSI)

TEKNIK PEMANFAATAN ANALISIS SWOT TANPA SKALA INDUSTRI (A-SWOT-TSI) TEKNIK PEMANFAATAN ANALISIS SWOT TANPA SKALA INDUSTRI (A-SWOT-TSI) Iskandar Putong Fakultas Ekonomi Universitas Bina Nusantara. ABSTRAK Analisis SWOT telah lama dikenal di kalangan para ahli manajemen

Lebih terperinci

III. KERANGKA PEMIKIRAN. fisik dimana para pembeli dan penjual berkumpul untuk mempertukarkan barang.

III. KERANGKA PEMIKIRAN. fisik dimana para pembeli dan penjual berkumpul untuk mempertukarkan barang. III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1 Konsep Pemasaran 3.1.1.1 Definisi Pemasaran Pemasaran berasal dari kata pasar, yang secara tradisional berarti tempat fisik dimana para pembeli

Lebih terperinci

LAPORAN PENELITIAN. Analisis Peluang dan Tantangan Pada Paguyuban Cahaya Terang Sebagai UKM Pengrajin Kulit di Sukaregang Garut

LAPORAN PENELITIAN. Analisis Peluang dan Tantangan Pada Paguyuban Cahaya Terang Sebagai UKM Pengrajin Kulit di Sukaregang Garut LAPORAN PENELITIAN Analisis Peluang dan Tantangan Pada Paguyuban Cahaya Terang Sebagai UKM Pengrajin Kulit di Sukaregang Garut Oleh: Ria Satyarini, SE., MSi Muliadi Palesangi, SE., MBA UNIVERSITAS KATOLIK

Lebih terperinci

ANALISIS LINGKUNGAN DALAM MEMFORMULASIKAN RENCANA STRATEGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) ULIN BANJARMASIN

ANALISIS LINGKUNGAN DALAM MEMFORMULASIKAN RENCANA STRATEGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) ULIN BANJARMASIN ANALISIS LINGKUNGAN DALAM MEMFORMULASIKAN RENCANA STRATEGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) ULIN BANJARMASIN Laila Refiana Staf Pengajar MM Unlam & Muhammad Hasbi Staf Manajemen RSUD Ulin ABSTRAK Penelitian

Lebih terperinci

STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS RUMAH TEMPE INDONESIA DI KOTA BOGOR, PROPINSI JAWA BARAT ABSTRAK

STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS RUMAH TEMPE INDONESIA DI KOTA BOGOR, PROPINSI JAWA BARAT ABSTRAK STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS RUMAH TEMPE INDONESIA DI KOTA BOGOR, PROPINSI JAWA BARAT Joko Purwono 1) / Sri Sugyaningsih 2) / Rara Tama Putri 3) 1) Dosen Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. lebih lanjut dalam perencanaan dan perumusan strategi bisnis. Jadi akan di jabarkan

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. lebih lanjut dalam perencanaan dan perumusan strategi bisnis. Jadi akan di jabarkan BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN Ada pengkajian yang secara teoritis menjadi landasan teori yang di rumuskan lebih lanjut dalam perencanaan dan perumusan strategi bisnis. Jadi akan di jabarkan

Lebih terperinci

VI. PERANCANGAN PROGRAM

VI. PERANCANGAN PROGRAM VI. PERANCANGAN PROGRAM Dalam merancang program kebijakan yang dapat dilaksanakan untuk meningkatkan pendidikan guru di Kota dan Kabupaten Bogor, harus diperhitungkan keadaan yang mendukung agar dapat

Lebih terperinci

Analisis Strategi Pemasaran Produk Nata De Coco (Studi Kasus di CV. Graha Agri Industri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat) Abstract

Analisis Strategi Pemasaran Produk Nata De Coco (Studi Kasus di CV. Graha Agri Industri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat) Abstract Analisis Strategi Pemasaran Produk Nata De Coco (Studi Kasus di CV. Graha Agri Industri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat) R. Pratikto Miliyoso 1, Illah Sailah 2 dan Ani Suryani 2 Abstract CV Graha Agri produced

Lebih terperinci

ANALISIS POSISI STRATEGIS USAHA KECIL MENENGAH (UKM) PERLOGAMAN DI KOTA TEGAL

ANALISIS POSISI STRATEGIS USAHA KECIL MENENGAH (UKM) PERLOGAMAN DI KOTA TEGAL ANALISIS POSISI STRATEGIS USAHA KECIL MENENGAH (UKM) PERLOGAMAN DI KOTA TEGAL Oleh: Ary Yunanto 1 Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto E-mail: aryyunanto_gk@yahoo.co.id Abstract

Lebih terperinci

KULIAH 7 MANAJEMEN STRATEGIS

KULIAH 7 MANAJEMEN STRATEGIS KULIAH 7 MANAJEMEN STRATEGIS Prentice Hall, 2002 8-1 PENTINGNYA MANAJEMEN STRATEGIS APA YANG DIMAKSUD MANAJEMEN STRATEGIS? Sekumpulnan keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja organisasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Racangan penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan melakukan pengamatan langsung atau observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode deskriptif

Lebih terperinci

STRATEGI PEMASARAN PAKET WISATA PT. UBS TOUR AND TRAVEL DI DENPASAR BALI

STRATEGI PEMASARAN PAKET WISATA PT. UBS TOUR AND TRAVEL DI DENPASAR BALI Jurnal IPTA ISSN : 2338-8633 Vol. 3 No. 2, 2015 STRATEGI PEMASARAN PAKET WISATA PT. UBS TOUR AND TRAVEL DI DENPASAR BALI Herlita Br Tarigan Ni Putu Eka Mahadewi I Putu Sudana Email : herlitatarigan@gmail.com

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. untuk mendapatkan dan menganalisis data sesuai dengan tujuan penelitian.

III. METODE PENELITIAN. untuk mendapatkan dan menganalisis data sesuai dengan tujuan penelitian. 29 III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Definisi Operasional Konsep dasar dan definisi operasional mencakup pengertian yang dipergunakan untuk mendapatkan dan menganalisis data sesuai dengan tujuan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian merupakan segala sesuatu yang mencakup

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian merupakan segala sesuatu yang mencakup BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Rancangan penelitian merupakan segala sesuatu yang mencakup tentang pendekatan yang digunakan dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan

Lebih terperinci

Seminar Nasional IENACO 2016 ISSN: PERANCANGAN STRATEGIS BISNIS BAGI USAHA KECIL SEPATU BATOK KELAPA

Seminar Nasional IENACO 2016 ISSN: PERANCANGAN STRATEGIS BISNIS BAGI USAHA KECIL SEPATU BATOK KELAPA PERANCANGAN STRATEGIS BISNIS BAGI USAHA KECIL SEPATU BATOK KELAPA Ni Luh Putu Hariastuti Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Adhi Tama Sutabaya Email ; putu_hrs@yahoo.com

Lebih terperinci

URGENSI PENGGUNAAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENDIDIKAN (E-LEARNING) OLEH: LOVI TRIONO

URGENSI PENGGUNAAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENDIDIKAN (E-LEARNING) OLEH: LOVI TRIONO URGENSI PENGGUNAAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENDIDIKAN (E-LEARNING) OLEH: LOVI TRIONO 0700054 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ILMU KOMPUTER FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA UNIVERSITAS

Lebih terperinci

MATERI TAMBAHAN MANAJEMEN STRATEGI Angkatan 19 SIB 3 By : Dra. Peni Sawitri, MM

MATERI TAMBAHAN MANAJEMEN STRATEGI Angkatan 19 SIB 3 By : Dra. Peni Sawitri, MM MATERI TAMBAHAN MANAJEMEN STRATEGI Angkatan 19 SIB 3 By : Dra. Peni Sawitri, MM Analisis Matrix SWOT Salah satu model perencanaan strategis adalah analisis SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities dan

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL PEMBAHASAN. PT. Tunas Arfanal Motor (PT. TAM) berdiri pada tahun Pada saat itu

BAB 4 HASIL PEMBAHASAN. PT. Tunas Arfanal Motor (PT. TAM) berdiri pada tahun Pada saat itu BAB 4 HASIL PEMBAHASAN 4.1 Profil Perusahaan 4.1.1 Sejarah PT. Tunas Arfanal Motor PT. Tunas Arfanal Motor (PT. TAM) berdiri pada tahun 1998. Pada saat itu perusahaan masih berdiri sendiri dan belum bekerja

Lebih terperinci

PEMETAAN STRATEGIS DISTRIBUTOR PELUMAS DENGAN BALANCED SCORECARD PT. XYZ TAHUN

PEMETAAN STRATEGIS DISTRIBUTOR PELUMAS DENGAN BALANCED SCORECARD PT. XYZ TAHUN 1 PEMETAAN STRATEGIS DISTRIBUTOR PELUMAS DENGAN BALANCED SCORECARD PT. XYZ TAHUN 2010 2015 Regina Anastasia Koilam Achmad Holil Noor Ali Program Studi Manajemen Teknologi Informasi Magister Manajemen Teknologi,

Lebih terperinci

Perencanaan Strategi Pengembangan Perusahaan Menggunakan Metode Quantitative Strategy Planning Matrix (QSPM) (Studi Kasus KUD DAU Malang, Jawa Timur)

Perencanaan Strategi Pengembangan Perusahaan Menggunakan Metode Quantitative Strategy Planning Matrix (QSPM) (Studi Kasus KUD DAU Malang, Jawa Timur) Perencanaan Strategi Pengembangan Perusahaan Menggunakan Metode Quantitative Strategy Planning Matrix (QSPM) (Studi Kasus KUD DAU Malang, Jawa Timur) Strategic Planning for Corporate Development using

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. yang harus di kembangkan dalam Pariwisata di Pulau Pasaran.

III. METODE PENELITIAN. yang harus di kembangkan dalam Pariwisata di Pulau Pasaran. 37 III. METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Strategi Pengembangan Pariwisata di Pulau Pasaran dan juga untuk mengetahu apa saja

Lebih terperinci

ANALISIS PELUANG DAN TANTANGAN PADA PAGUYUBAN CAHAYA TERANG SEBAGAI UKM PENGRAJIN KULIT DI SUKAREGANG GARUT

ANALISIS PELUANG DAN TANTANGAN PADA PAGUYUBAN CAHAYA TERANG SEBAGAI UKM PENGRAJIN KULIT DI SUKAREGANG GARUT ANALISIS PELUANG DAN TANTANGAN PADA PAGUYUBAN CAHAYA TERANG SEBAGAI UKM PENGRAJIN KULIT DI SUKAREGANG GARUT Ria Satyarini, Muliadi Palesangi Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan Abstract Micro,

Lebih terperinci

ANALISIS SWOT LABORATORIUM IPS. CONTACT PERSON:

ANALISIS SWOT LABORATORIUM IPS. CONTACT PERSON: ANALISIS SWOT LABORATORIUM IPS CONTACT PERSON: Untuk mewujudkan laboratorium yang bermutu perlu dilakukan analisis (identifikasi dan penilaian) berbagai faktor yang strategis yang mendukung pengelolaan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Bisnis 2.1.1.1 Pengertian Bisnis Umar (2002), menyatakan bahwa bisnis diartikan sebagai seluruh kegiatan yang diorganisasikan oleh orang-orang

Lebih terperinci

STRATEGI OPTIMALISASI OPERASIONAL PASAR TRADISIONAL (Studi Kasus Pada Pasar Pusat Pasar Kota Medan)

STRATEGI OPTIMALISASI OPERASIONAL PASAR TRADISIONAL (Studi Kasus Pada Pasar Pusat Pasar Kota Medan) STRATEGI OPTIMALISASI OPERASIONAL PASAR TRADISIONAL (Studi Kasus Pada Pasar Pusat Pasar Kota Medan) Benny Harianto Sihotang, Chairul Muluk, Iskandarini Magister Manajemen Universitas Sumatera Utara ABSTRACT

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. taktik dan strategi. Membuat usaha yang besar tidak selalu. sebuah usaha bisa tumbuh menjadi besar.

BAB I PENDAHULUAN. taktik dan strategi. Membuat usaha yang besar tidak selalu. sebuah usaha bisa tumbuh menjadi besar. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Untuk memulai sebuah usaha memang harus didahului dengan taktik dan strategi. Membuat usaha yang besar tidak selalu membutuhkan modal yang besar. Mengawalinya dengan

Lebih terperinci

ANALISIS PENGEMBANGAN USAHA PEMINDANGAN IKAN DI KECAMATAN BEKASI BARAT. Raymond Marbun Lumban B*, Ine Maulina** dan Iwang Gumilar**

ANALISIS PENGEMBANGAN USAHA PEMINDANGAN IKAN DI KECAMATAN BEKASI BARAT. Raymond Marbun Lumban B*, Ine Maulina** dan Iwang Gumilar** Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 3. No. 1, Maret 2012: 17-24 ISSN : 2088-3137 ANALISIS PENGEMBANGAN USAHA PEMINDANGAN IKAN DI KECAMATAN BEKASI BARAT Raymond Marbun Lumban B*, Ine Maulina** dan Iwang

Lebih terperinci

POLA PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN STRATEGI PEMBERDAYAAN GENDER PADA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) PENGOLAH HASIL PERTANIAN DI KOTA BENGKULU

POLA PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN STRATEGI PEMBERDAYAAN GENDER PADA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) PENGOLAH HASIL PERTANIAN DI KOTA BENGKULU POLA PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN STRATEGI PEMBERDAYAAN GENDER PADA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) PENGOLAH HASIL PERTANIAN DI KOTA BENGKULU Umi Pudji Astuti, Andi Ishak dan Eddy Makruf Balai Pengkajian Teknologi

Lebih terperinci