Jurnal Ultima Humaniora, September 2013 ISSN Vol. I, Nomor 2

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Jurnal Ultima Humaniora, September 2013 ISSN 2302-5719. Vol. I, Nomor 2"

Transkripsi

1 Jurnal Ultima Humaniora, September 2013 ISSN Vol. I, Nomor 2 Ultima Humaniora merupakan gabungan dua konsep kunci yaitu Ultima yang berarti dalam, berbobot, bernilai dan Humaniora (Latin) yang berarti ilmu-ilmu pengetahuan yang dianggap bertujuan membuat manusia lebih manusiawi, lebih berbudaya. Secara umum, yang tergolong dalam rumpun ilmu humaniora adalah: Teologi, Filsafat, Hukum, Sejarah, Filologi, Bahasa, Budaya & Linguistik (Kajian bahasa), Kesusastraan, Kesenian, dan Psikologi. Jurnal Ultima Humaniora merupakan jurnal ilmiah interdisipliner yang menghimpun gagasan dan riset terkini di bidang Pancasila, kewarganegaraan, religiositas (agama), bahasa Indonesia, bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL), pengembangan metode belajar serta mengajar yang efektif di Perguruan Tinggi, kepemimpinan dan kewirausahaan. Jurnal ini diterbitkan Universitas Multimedia Nusantara, di bawah kordinasi Departemen Mata Kuliah Umum (MKU), secara semi-annual atau dua kali dalam setahun, yaitu pada Februari dan Agustus. Redaksi mengundang para akademisi, pengamat, praktisi, dan siapapun yang berminat untuk menyumbangkan tulisan mengenai topik umum rumpun ilmu humaniora maupun topik khusus Jurnal Ultima Humaniora. Artikel yang dimuat dalam Jurnal Ultima Humaniora tidak selalu mencerminkan pandangan/pendapat redaksi. SUSUNAN REDAKSI Pelindung : Dr. Ninok Leksono Penanggungjawab : Dr.rer.nat P.Y. Topo Suprihadi, Dipl.-Phys Pemimpin Umum : Dr. Ir. P. M. Winarno, M. Kom. Mitra Bestari : Dr. Francisco Budi Hardiman (STF Driyarkara), Dr. Arqom Kuswanjono (Universitas Gadjah Mada), Timothy Mc Kinnon (American Institute for Indonesian Studies) Ketua Dewan Redaksi : Hendar Putranto, M. Hum. Dewan Redaksi : Niknik Kuntarto, M. Hum., Johannes Langgar Billy, M. M., M. V. Santi Hendrawati, M. Hum., Qusthan Firdaus, M. A. Tata Usaha : Yulius Aris, M. Fil., Alexander Aur, M. Hum. Sirkulasi dan Distribusi : Sularmin Keuangan : I Made Gede Suteja, S. E., Regina Fika, S. E. Alamat Redaksi Jurnal Ultima Humaniora: UNIVERSITAS MULTIMEDIA NUSANTARA (UMN) Gedung Rektorat Lantai 2 Jalan Boulevard Gading Serpong, Desa Curug Sangereng, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten Telp ext. 2510; Faks: (021) daftarisi.indd 1 11/16/2013 9:33:21 AM

2 ii Daftar Isi Vol I, 2013 DAFTAR ISI Volume I, Nomor 2 Pengantar Redaksi... iii Frail Local Wisdom, Robust Local Thoughts: Mapping the problems QUSTHAN FIRDAUS Diskursus Local Wisdom: Sebuah Peninjauan Persoalan-persoalan JIMMY JENIARTO Posfenomenologi Ruangcyber: Menelaah Realitas Visual Internet dan Konsep Ruangcyber dalam Ilmu Antropologi BUDI HARTANTO Kritik terhadap Bisnis Nafsu di Jagat Internet: Memaknai Ulang Cinta dan Seksualitas Manusia di Era New Media ALEXANDER AUR Berladang dan Kearifan Lokal Manusia Dayak R. MASRI SAREB PUTRA Demokrasi dan Kekuasaan dalam Pandangan Hidup Orang Jawa ARYANING ARYA KRESNA Pengajaran Pancasila untuk Mahasiswa dengan Metode Partisipatoris Berbasis Imajinasi Rekonstruktif HENDAR PUTRANTO Videografi sebagai Sarana Pembelajaran OSCAR JAYANAGARA Does Education Empower the Indonesian Women? ARIF ROHMAN [Resensi Buku What Money Can t Buy (The Moral Limits of Markets) karya Michael J Sandel, 2012] Ketika Pasar Mencampakkan Moral ARIF SUSANTO daftarisi.indd 2 11/16/2013 9:33:21 AM

3 Pengantar Redaksi iii KATA PENGANTAR Salam kemanusiaan! Sidang pembaca yang budiman, edisi kedua Jurnal Ultima Humaniora akhirnya kembali hadir mengunjungi halaman intelektual Anda di paruh kedua tahun 2013 ini. Edisi kedua menampilkan sembilan artikel panjang dan sebuah resensi buku. Enam artikel pertama membahas tema sentral edisi ini ( Local Wisdom dalam era New Media, ) dan dua artikel berikutnya membahas tema-tema yang menjadi fokus kajian jurnal, yaitu soal Pancasila dan Kewarganegaraan serta soal (pengayaan) metode pembelajaran. Artikel terakhir membahas soal wacana dan kebijakan pemberdayaan perempuan ditinjau dari khasanah budaya Jawa. Resensi buku mengulas karya filsuf politik kenamaan dari Amerika Serikat, Michael J Sandel, berjudul What Money Can t Buy (The Moral Limits of Market), terbitan Wacana tentang local wisdom dalam era New Media tidak bisa dipisahkan dari konteks dan Lebenswelt budaya. Culture matters, itu sudah jelas dengan sendirinya. Kebenaran ini tidak hanya berlaku di masa lalu, namun juga di masa sekarang. Di tengah kepungan dan terpaan globalisasi, manusia dalam lokalitas dan temporalitasnya justru mencoba mencari jenis-jenis maupun sumber-sumber pemaknaan budaya yang baru, yang pada gilirannya dapat (a) menjadi benteng dari proses alienasi dan nihilisme, (b) membuahkan pelbagai local wisdom yang tidak hanya merupakan kulminasi serta kristalisasi pengalaman dan refleksi manusia (dalam kelompok serta komunitasnya), namun juga rujukan identitas terkini yang memberikan kepada manusia keberakarannya dalam dimensi ruang dan waktu yang spesifik. Prinsip universalitas serta abstraksi modern sudah mulai banyak ditinggalkan, sejauh itu menyangkut nilai, budaya, dan praksis kebijaksanaan yang mengalir daripadanya. Baik itu dalam dunia industri, periklanan, media, pariwisata, ekonomi, pendidikan, dan lainnya, kita menyaksikan gejala kembalinya pada yang lokal, yang temporal, yang spesifik. Contoh: Rosa dalam iklan extra joss, gak ada lo gak rame versi iklan rokok, terapi herbal khas daerah-daerah tertentu, menjamurnya wisata kuliner, industri kreatif berbasis budaya, dst. Amat disayangkan jika local wisdom yang melimpah ruah dalam ruang-waktu budaya Nusantara ini---yang sayangnya belum terlalu banyak digali potensi-potensinya maupun ditransformasi ke dalam bentuk-bentuk yang lebih berterima--- diaprosiasi dan dikapitalisasi oleh subjek dan pelaku asing (foreign subjects and agents) sebagai eufemisme dari istilah: penjajahan budaya. Pertanyaannya: Bagaimana kita mau memetakan gugus persoalan di atas dalam konteks kajian ilmu-ilmu humaniora? Sejauh mana Media Baru sudah menyumbangkan sesuatu untuk pelestarian dan pengalih-generasian local wisdom (atau justru keberadaan 00-daftarisi.indd 3 11/16/2013 9:33:21 AM

4 iv Pengantar Redaksi Vol I, 2013 mereka mempercepat kepunahannya)? Bagaimanakah pro dan kontra mentasnya era Media Baru---dalam arti interseksi konten, teknologi, industri, dan masyarakat seperti digambarkan Prof. Henry Jenkins dalam bukunya Convergence Culture: Where Old and New Media Collide (2006)--- sejauh menyangkut keberadaan dan pengadaan kembali (repackaging) local wisdom dalam hidup kita sehari-hari? Enam artikel utama yang dimuat dalam jurnal Ultima Humaniora edisi kedua ini mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci di atas sekaligus membahas tema sentral edisi kali ini dengan menggunakan sejumlah pendekatan maupun sudut pembahasan. Dua artikel pertama membahas secara konseptual istilah local wisdom. Qusthan Firdaus dalam Frail Local Wisdom, Robust Local Thoughts: Mapping the problems memetakan secara konseptual sejumlah problematika yang muncul ketika kita menggunakan istilah local wisdom. Secara filosofis dan teliti, Qusthan membangun argumen bahwa ekspresi local wisdom sebaiknya diakhiri karena ia tidak jernih. Persoalan pemetaan local wisdom bisa menjadi rancu khususnya ketika kita akan (1) memaknainya dengan baik; (2) membedakannya sebagai types atau tokens; (3) menanganinya sebagai properti; (4) mengapropriasinya; dan (5) menjustifikasinya. Alih-alih menggunakan istilah local wisdom yang kabur dan serba tak pasti, Qusthan mengusulkan penggunaan istilah local thoughts yang lebih memadai dan kokoh, baik secara filosofis abstrak maupun praksis kontekstual. Sementara itu, masih berkutat di aras abstrak teoretis, Jimmy Jeniarto juga mempersoalkan istilah local wisdom. Baginya, diandaikan terdapat dua pemaknaan Local Wisdom. Pertama, Local Wisdom yang dimaknai sebagai pengetahuan warisan leluhur yang diturunkan melalui tradisi dan bersifat permanen di dalam berbagai era. Kedua, Local Wisdom yang dimaknai sebagai pengetahuan lokal yang merupakan hasil dari kecerdasan lokal dalam menghadapi persoalan hidup yang sifatnya senantiasa berubah sesuai lingkungan jaman. Pengetahuan ini bersifat kontekstual di dalam ruang dan waktu yang berbeda. Dalam dialektika antara dua pendekatan dan pemaknaan inilah Jimmy Jeniarto menyoroti paradoks penggunaan istilah Local Wisdom serta sejumlah skenario yang mungkin terjadi jika persaingan di antara para Local Wisdoms bisa saja mengarah pada upaya dominasi oleh satu ide tunggal. Sementara itu, empat artikel utama berikutnya mencoba melihat secara jeli praksis penggunaan istilah local wisdom dalam (1) posfenomenologi Ruangcyber untuk menggugat sekaligus membaharui realitas yang termediasi, di mana dua porosnya yaitu bahwa relasi manusia dan teknologi informasi mentransformasikan pengalaman manusia tentang dunianya dan mencipta realitas yang terkoneksi dan terdomestikasi sekaligus bahwa refleksi tentang teknologi internet sebagai perangkat hermeneutis dalam kaitannya de ngan dinamika perubahan dunia aktual dan virtual penting untuk diketahui (tulisan Budi Hartanto), (2) bisnis nafsu di dunia maya serta kritik atasnya terkait dengan pemahaman yang lebih mendalam dan luhur soal cinta dan seksualitas dengan mengambil inspirasi dari pemikiran Jean-Luc Marion yang menegaskan kebenaran eksistensial bahwa seks di jagat internet adalah seks yang terlucut dari diri manusia, seks yang mekanistik, seks tanpa humanitas, seks tanpa cinta, dan sebab itulah kita diingatkan agar memulihkan kembali seks dengan mengembalikan seks pada seksualitas (tulisan Alexander Aur), (3) aktivitas berladang dan kearifan lokal manusia Dayak yang menyingkap makna 00-daftarisi.indd 4 11/16/2013 9:33:21 AM

5 Pengantar Redaksi v spiritual gawai dan sistem (budaya) berladang berpindah-pindah yang dilakukan suku Dayak tradisional yang mencuatkan kearifan lokal dan keselarasan dengan alam dengan cara tidak merusak alam dan lingkungan hidup (tulisan R. Masri Sareb Putra), dan (4) Demokrasi dan Kekuasaan dalam Pandangan Hidup Orang Jawa yang menggarisbawahi pentingnya sejumlah konsep kunci orang Jawa berikut ini seperti primbon, olah rasa, wahyu ratu dan wangsit, tapa pepe, gentho dan balai desa (tulisan Aryaning Arya Kresna). Dua artikel setelahnya berbicara tentang metode pengajaran di tingkat Perguruan Tinggi. Hendar Putranto membahas soal perlunya mengembangkan dan memperkaya metode pengajaran Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai mata kuliah wajib di Perguruan Tinggi. Penggunaan metode partisipatoris berbasis imajinasi rekonstruktif---terinspirasi pemikiran Giambattista Vico tentang reconstructive fantasia dalam Nuova Scienza--- guna memahami pengetahuan sejarah supaya lebih aktual dan relevan (misalnya: tentang kontroversi perumusan Naskah Pancasila, tentang Ideologi Pancasila) merupakan usulan yang pantas dicoba untuk melengkapi model Taksonomi Bloom yang berfokus pada pengembangan dimensi kognitif, afektif dan motorik siswa didik. Artikel yang ditulis Oscar Jayanagara membahas tentang videografi sebagai ilmu sekaligus sarana pembelajaran secara mendetil berbasiskan pengalaman penulis yang sudah teruji di lapangan. Dengan telaah atas video Jalan Sesama dan Sesame Street, Oscar memberikan bukti nyata bagaimana videografi tidak hanya mampu meraih target audiens penayangan di layar kaca secara signifikan namun juga menjadi cetak biru dari videografi sebagai sarana pembelajaran baik di tingkat dasar maupun lanjut. Artikel berjudul Does Education Empower the Indonesian Women? yang ditulis Arif Rohman dilatarbelakangi sejarah kampanye aktivis perempuan melawan budaya patriarki di era 1960-an. Kampanye yang bertujuan untuk mencapai pemenuhan hakhak perempuan dalam aspek hukum, politik dan sosial ini bergayung-sambut dalam konteks keindonesiaan kini. Dengan menggunakan budaya Jawa sebagai kasus, artikel ini mendiskusikan kemungkinan positif di mana pendidikan berdampak terhadap pemberdayaan perempuan sekaligus identifikasi atas faktor-faktor yang menghambat pendidikan pemberdayaan perempuan di Indonesia. Jurnal Ultima Humaniora ditutup dengan sebuah tulisan Arif Susanto mengenai resensi buku baru (terbitan 2012) karya Michael J. Sandel yang berjudul What Money Can t Buy (The Moral Limits of Markets). Buku ini membahas kecenderungan totalisasi nalar pasar yang menempatkan segalanya sebagai komoditas. Totalisasi nalar pasar ini digugat Sandel yang lalu memperkenalkan pertimbangan moral pada apa yang diperjual-belikan di mana transaksi bukan semata persoalan utilisasi secara maksimal segi keuntungan dan manfaat, melainkan juga soal keadilan dan kepatutan moral. Hanya dengan memasukkan pertimbangan moral dan keadilanlah kita mampu menghindar dari sergapan masyarakat pasar, yang berupaya menelan seluruh relasi sosial dalam kemasan pasar. Kencangkan ikat pinggang nalar Anda agar dapat (lebih) menikmati sajian artikel yang berbobot dalam Jurnal Ultima Humaniora edisi kedua ini. Tabik! 00-daftarisi.indd 5 11/16/2013 9:33:21 AM

6 00-daftarisi.indd 6 11/16/2013 9:33:21 AM

7 Jurnal Ultima Humaniora, September 2013, hal 1-14 ISSN Vol. I, Nomor 2 Frail Local Wisdom, Robust Local Thoughts: Mapping the problems QUSTHAN FIRDAUS Lecturer on Citizenship, Creative and Critical Thinking Course Universitas Multimedia Nusantara Scientia Garden, Jl. Boulevard Gading Serpong Tangerang Banten Telepon: (021) Surel: Diterima: 21 Agustus 2013 Disetujui: 9 September 2013 ABSTRAK Local wisdom biasanya diterima begitu saja oleh sebagian orang Indonesia sebagai hal yang jelas dan jernih. Orang secara semena-mena mengarahkannya pada berbagai macam objek dan mengaburkan perbedaan antara objek kongkret dengan objek abstrak. Artikel ini berusaha memetakan local wisdom sebagai dirinya sendiri. Persoalan pemetaan local wisdom boleh jadi rancu khususnya ketika kita akan (1) memaknainya dengan baik; (2) membedakannya sebagai types atau tokens; (3) menanganinya sebagai properti; (4) mengapropriasinya; dan (5) menjustifikasinya. Artikel ini akan mendiskusikan kelima persoalan tersebut. Setelah kita mendiskusikannya, maka kearifan lokal akan dipahami secara lebih baik apabila orang Indonesia memahaminya sebagai local thoughts ketimbang local wisdom. Yang-sebelumnya mengimplikasikan koherensi sementara yang-berikutnya mengimplikasikan inkoherensi. Artikel ini membangun argumen bahwa ekspresi local wisdom sebaiknya diakhiri karena ia tidak jernih. Jika para pendukungnya bersikeras untuk mengekspresikannya dalam bahasa Inggris, maka artikel ini mengusulkan local thoughts, selama kita memerhatikan beberapa justifikasi yang memadai. Ringkasnya, local wisdom nampaknya rapuh sementara local thoughts tentu saja kokoh. Keywords: local wisdom, local thoughts, type-token, property, appropriation, justifications. Prologue Local wisdom is absurd. It is absurd because it does not seem local in and of itself. Its proponents are prone to excessively use the expression local wisdom instead of kearifan lokal. Using the previous (the expression of local wisdom ) shades the meaning of the latter ( kearifan lokal ) as I will discuss below. Had those proponents be consistent, they would use the expression kearifan lokal. There might be a huge gap between the concept of human being in the East and the West, but it does not imply that there is no coherency at all between those conceptions. It is possible that there are some components which might be 01-QUSTHAN FIRDAUS.indd /30/2013 7:34:27 AM

8 Frail Local Wisdom, Robust Local Thoughts: Mapping the problems qusthan firdaus 111 coherent, given that there are some mutual interactions since the ancient times between the East and the West. The local wisdom seems to be put at stake in the discourse of humanities in Indonesia. On the one hand, some thinkers might conceive that it is fascinating while, on the other hand, others might reckon that it is outlandish. Interestingly, some proponents of local wisdom could not offer a clear and distinctive description of what the local wisdom is. In contrast, some opponents of local wisdom always enjoy and exploit such a mess for totally rejecting it instead of delivering some constructive contributions. Contributions, however, would not be sufficiently occurred whenever government does not put the local wisdom as a compulsory subject in humanities. Had the so called local wisdom were a challenging object in the discourse of humanities in Indonesia, then it would be one, among others, main topic in such discourse. Additionally, it might be one topic in some subjects such as the Civic (Kewarganegaraan) course and the Pancasila course such as Gotong Royong or Tepa Slira though it might still be drawn by other issues. This paper aims to offer an investigation of what the so called local wisdom is. Besides, it strives to explore whether or not there is another alternative to the expression of local wisdom. Therefore, this article would like to discuss a question: how do we map out the so called local wisdom in and of itself? In order to map local wisdom out, this article would discuss its meaning, scope, the type-token distinction, the issue of property and appropriation. Some justifications and contra-justifications of local wisdom will also be discussed. Meanings Conflating two different meanings into a word might imply a vagueness. Thereby, exploring the meanings of some linked words, either in Bahasa Indonesia or other foreign languages, and its implications would be the interest of this section. The word arif and kearifan are arbitrarily translated by most Indonesians as wisdom and, indeed, some of them might be reluctant to use another word such as thoughts. Indeed, wisdom contains an accumulation of knowledge throughout history while, in contrast, a thought consists of the organized beliefs either individually or collectively. On the one hand, an accumulation of knowledge might be inconsistent across time. For example, the words perempuan and wanita interchange its sentiment across history. On the one hand, perempuan implies a positive sentiment in the past due to a semantic interpretation: per-empu-an or the master whom we could learn from. Yet, it currently implies a negative sentiment perhaps for no reason. On the other hand, wanita implies a negative sentiment in the past but it implies a positive sentiment nowadays simply because its auditory sensation. Wanita sounds better on most Indonesians nowadays, compared to its sound in the past. In short, those different meanings show us that an accumulation of knowledge might be inconsistent across history. Thereby, re-examining those two meanings, to wit arif and kearifan, would hopefully overcome some rejections to the notion of kearifan lokal. Moreover, it is better to comprehend kearifan lokal as pemikiran lokal or the local thoughts. Additionally, the local thoughts and the local wisdom would be used interchangeably throughout this article, with which depend on the context and purpose. Some linguists, such as Shadily and Echols, suggest some words such as capable, skillful, clever, wise, and learned as the synonyms of the word arif in Bahasa Indonesia. Moreover, they suggest some 01-QUSTHAN FIRDAUS.indd /30/2013 7:34:28 AM

9 112 Frail Local Wisdom, Robust Local Thoughts: Mapping the problems Vol I, 2013 words such as ability, wisdom, and learning, as the synonyms of the word kearifan in Bahasa Indonesia. Here, we should recheck whether or not such equalizing is sufficient. Therefore, we need to check the meanings of arif, kearifan, and wisdom within its own languages. Arif in Bahasa Indonesia means, more or less, having knowledge, be smart and intelligent, and be wise. Those meanings seem to be attached to some well educated persons. If those educated persons do some moron actions, then such meanings might be detached from his personality or merely disappeared from him. Yet, some Indonesians might conceive that you do not need to have access to the high quality education in order to be arif. Indeed, you could be arif by learning everything that you face in daily life or by doing some meditations for a long time. Consequently, having knowledge does not mean that you ought to go to schools and universities for decades but simply by, let us say, exercising some non-academic activities. Indeed, they usually reckon that some rural individuals are relatively more arif, compared to some urban people because the previous copes well with the environment and neighborhood (though perhaps be tacky) while the latter are prone to be egoistic (though be modern). Additionally, kearifan is merely another noun of arif and it also constitutes the notion of kearifan lokal. Nevertheless, knowledge is not a mere information which we could achieve either in some traditional markets or some farmings. Indeed, knowledge is the systematic information which is achieved by conducting some research and trainings. Therefore, knowledge provides an opportunity for individuals to be wise though they could not always be wise. For example, a professor in philosophy of moral does not always be wise, given that he has all necessary knowledge which underpin him to be wise. Indeed, ethicists do not act more ethically compared to laymen according to a study conducted by Schwitzgebel. He said: If professors have an obligation to respond to s from students, then arguably they also have a further obligation to track whether or not they are meeting the first obligation, so that if they are not meeting the first obligation they can take corrective measures, the philosophers wrote. If this is correct, then the present study offers not just one measure of morality, responsiveness, but two: responsiveness and meeting one s moral obligation not to be deluded about one s level of responsiveness. Professors remain far short of ideal by either measure, ethicists no less so than others (Miller, 2013). However, an ethicist would easily rebut such finding by saying that there is no such duty to response an from a student. Suppose that replying the students s is a part of the positive duty, then an ethicist might simply deny that there is no such thing called as the positive duty. Indeed, the notion of positive duty is vague because there is no just and equal limits over its practices. Moreover, the burden of positive duty outweighs our capacity to deliver it. If we ought to assist others based on our capacity, then what is the limit? If we ought to assist others based on our priority, then we would be discriminative because we ought to prioritize some individuals based on family lines, faiths, ethnics, races, nationalities and so on at the expense of others misery. Had we be compelled to assist others, then we would do it not because the existence of positive duties but because the failure to deliver it would harm ourselves painstakingly. In general, rights imply duties but not otherwise. In contrast, our education pervasively indoctrinates that duties imply rights. It is obviously manifested on 01-QUSTHAN FIRDAUS.indd /30/2013 7:34:28 AM

10 Frail Local Wisdom, Robust Local Thoughts: Mapping the problems qusthan firdaus 113 the saying KAM dan HAM (the human duties and the human rights) or some compelling words such as we ought to fulfill our obligations before taking our rights. However, we have the right not to assist others and we might refuse to help them for some adequate reasons. Consequently, an ethicist does not have any positive duty which compel him to reply his students s. Thereby, being wise requires knowledge, education and trainings in schools and universities though those things would not guarantee one to be wise. Those things simply provide some opportunities for people to be wise. Moreover, it is particularly different between being wise and being patient or calm in responding problems. Soeharto, for instance, did enjoy the elementary school and some military trainings but we could not say that he was a wise person based on the fact that he was a very calm person. Moreover, Habibie did enjoy the German higher education but we could not conceive that he is a wise individual simply by the fact that he is a professor. Moreover, we need to examine their acts (when facing some difficult problems) and their justifications (when taking indispensable decisions) whether or not based on the ethical considerations. In short, there is a line between having knowledge and being wise and each person has some personal tendencies whether or not to cross the line. They could not be morally forced by anyone to be wise because they might prefer to be unwise. Additionally, there is a wide gap between the notion of arif and kearifan with the notion of wisdom especially in the way people use it in ordinary life. Having discussed the meanings of local wisdom and its implications, we would seek the scope of local wisdom. Scope This section will describe the scope of local wisdom because the failure to do it might imply some arbitrary denotations. The notion of local wisdom implies another notion such as the universal wisdom or the global wisdom. Moreover, one might argue for a spectrum of wisdom such as the regional wisdom and the national wisdom. If a proponent of local wisdom rejected such spectrum, then they would be inconsistent when establishing the notion of local wisdom. Additionally, if a proponent of local wisdom accepted such spectrum, then the scope of local wisdom is limited by a specific locality. Insofar as people conceive the local wisdom as anything which embeds in Indonesia, then these words would be used arbitrarily either by its proponents or opponents. Local wisdom might refer to all values, all traditional dances, all traditional weapons, all myths, all mystical experience, all beliefs, all holy places, all traditional views, and so on. In other words, the so called local wisdom refers to knowledge, values, mysticism, things, places, and ways of living. Had the notion of local wisdom were coherent, then we should ask: what is the universal wisdom or the global wisdom? Is there anything which could be taken for granted by seven billion people on this planet as the so called universal or global wisdom? Yet, the notion of universal or global wisdom is unfortunately disregarded by the proponents of local wisdom. On the one hand, some of them conceive the universal wisdom as all western stuffs while, on the other hand, others reckon it as humanity, ethics, and probably religions. The scope of local wisdom might be overlap with the scope of local thoughts over something. Even though they overlap one another, it does not affect our suggestion to shift the expression of local wisdom with the local thoughts. The latter still be able to reflect a clear and distinctive denotation instead of the previous. For instance, 01-QUSTHAN FIRDAUS.indd /30/2013 7:34:28 AM

11 114 Frail Local Wisdom, Robust Local Thoughts: Mapping the problems Vol I, 2013 the Minangkabaunese matriarchy, the Sardinian matriarchy, the Mosuo matriarchy, the Berbers matriarchy and the Tuareg matriarchy could be perceived as the local wisdom in their own areas. Yet, why does the Minangkabaunese matriarchy be so typical and then we should regard it as the Minangkabaunese local wisdom instead of the Minangkabaunese local thoughts of matriarchy? Perhaps, there might be no attractive reason for it. Proponents of local wisdom merely express it as it is. They take it for granted that such expression is correct in English though it is not the case. Indeed, if there is no thought, then there would be no wisdom. Moreover, the notion of petikan sawah in Minangkabau and the notion of kibbutz in the modern Israel could not be taken as the local wisdom because both are based on the thought of joint ownership of farming. It means that all individuals share the same moral claims and stock over the farm. Yet, why do we bother to recognize those two things as the local wisdom instead of the local thoughts regarding the idea of joint ownership of farming? Thereby, establishing the notion of local thoughts is necessary for mapping the problems accurately. Here, we propose that the scope of local wisdom is limited on the scope of local thoughts. There are some reasons for it. Firstly, the expression of local wisdom is particularly used by Indonesians. Secondly, wisdom is merely wisdom. It does not need the sense of locality though there is a sense of context such as the Chinese wisdom. Here, we distinguish between the notion of locality and context because the previous only deals with the geographical area while the latter includes a discourse and an interpretation, where both go beyond the geographical area. Thirdly, the notion of thoughts would hopefully clear up the mess of local wisdom, especially in the sense of its flexible way of generating its scope. Fourthly, the notion of wisdom is randomly used by most Indonesians as the type and token objects. Such would not overcome the problems as we will discuss below. Have we discussed the scope of local wisdom, we should discuss further a specific distinction of local wisdom, to wit, the type-token distinction. Type-Token Here, I will discuss the necessity of distinguishing objects as the types and the tokens because most Indonesians ambiguously denote the local wisdom into the type objects and the token objects. Consequently, the notion of kearifan lokal would be used arbitrarily by its proponents. On the one hand, a type object is immaterial object which usually commands a token object. For instance, Einstein s formula (E = m x c2) measures the flow of energy. Under the regime of intellectual property, such type objects are not protected by the intellectual property law but its derivations are. Therefore, a scientist does not have to pay some royalty to Einstein though his or her invention takes benefit from the law. Had the regime of intellectual property were impartial, then it should protect the Einstein law as well. On the other hand, a token object is material object which does not always be commanded by a type object. Some token objects are mere material objects such as land, stones, and water. In other words, token objects take some physical features. The way people express the notion of local wisdom reflects that there is no typetoken distinction. Some people put some token objects -- such as keris -- as a local wisdom. In contrast, others conceive that local wisdom is only about what we call above as the type object. In other words, they be- 01-QUSTHAN FIRDAUS.indd /30/2013 7:34:28 AM

PERJANJIAN BAKU PEMESANAN RUMAH SUSUN DIHUBUNGKAN DENGAN ASAS KESEIMBANGAN BAGI KONSUMEN. Merry Marshella Sipahutar

PERJANJIAN BAKU PEMESANAN RUMAH SUSUN DIHUBUNGKAN DENGAN ASAS KESEIMBANGAN BAGI KONSUMEN. Merry Marshella Sipahutar PERJANJIAN BAKU PEMESANAN RUMAH SUSUN DIHUBUNGKAN DENGAN ASAS KESEIMBANGAN BAGI KONSUMEN Merry Marshella Sipahutar 1087013 Perumahan merupakan kebutuhan utama bagi manusia di dalam kehidupan untuk berlindung

Lebih terperinci

SOAL ESSAY TENTANG ANIMALIA KELAS X SERTA JAWABAN. Related Soal Essay Tentang Animalia Kelas X Serta Jawaban :

SOAL ESSAY TENTANG ANIMALIA KELAS X SERTA JAWABAN. Related Soal Essay Tentang Animalia Kelas X Serta Jawaban : Reading and Free Access soal essay tentang animalia kelas x serta jawaban Page : 1 SOAL ESSAY TENTANG ANIMALIA KELAS X SERTA JAWABAN [Download] Soal Essay Tentang Animalia Kelas X Serta Jawaban.PDF The

Lebih terperinci

Adverbials of manner with dengan and secara ( dengan cepat, secara formal, etc)

Adverbials of manner with dengan and secara ( dengan cepat, secara formal, etc) Adverbials of manner with dengan and secara ( dengan cepat, secara formal, etc) We can show how an action is done by using dengan with an adjective. Examples: Mereka bebas. Minuman keras dijual dengan

Lebih terperinci

A UNIFIED ANALYSIS OF KE-/-AN IN INDONESIAN. Benedict B. Dwijatmoko Sanata Dharma University Yogyakarta Indonesia b.b.dwijatmoko@gmail.

A UNIFIED ANALYSIS OF KE-/-AN IN INDONESIAN. Benedict B. Dwijatmoko Sanata Dharma University Yogyakarta Indonesia b.b.dwijatmoko@gmail. A UNIFIED ANALYSIS OF KE-/-AN IN INDONESIAN Benedict B. Dwijatmoko Sanata Dharma University Yogyakarta Indonesia b.b.dwijatmoko@gmail.com INDONESIAN PASSIVES With the Prefix di- Rumah itu akan dijual.

Lebih terperinci

Research = experiment

Research = experiment Disain Riset Purwiyatno Hariyadi Departemen Ilmu & Teknologi Pangan Fateta IPB Bogor RISET = RESEARCH RISET = RE + SEARCH there is no guaranteed recipe for success at research / Research = experiment 1

Lebih terperinci

KASUS PENCEMARAN UDARA AKIBAT KENDARAAN BERMOTOR

KASUS PENCEMARAN UDARA AKIBAT KENDARAAN BERMOTOR KASUS PENCEMARAN UDARA AKIBAT KENDARAAN BERMOTOR, KASUS PENCEMARAN UDARA AKIBAT KENDARAAN BERMOTOR Just about everything that you find or searching comes with. Quite often we go through the manual once,

Lebih terperinci

ABSTRAK ABSTRACT. Pendahuluan

ABSTRAK ABSTRACT. Pendahuluan Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan Jasa dengan Pendekatan Metode Servqual (Studi Kasus pada Pusat Pelatihan Bahasa dan Budaya CILACS UII, Yogyakarta) Hendy Ahmad Febrian 1,

Lebih terperinci

Passive Type 2 (Uang itu saya ambil, etc)

Passive Type 2 (Uang itu saya ambil, etc) Passive Type 2 (Uang itu saya ambil, etc) In Unit 1 we learned how make a passive sentence in this way: Uang itu diambil oleh Rina. But we can only do that if the Actor is a third person. (as with Rina

Lebih terperinci

LAPORAN HASIL. Oleh. Nama : I Gede Surata, SPd. MM NIP : 196510261991031001 Guru Praktik Jasa Boga

LAPORAN HASIL. Oleh. Nama : I Gede Surata, SPd. MM NIP : 196510261991031001 Guru Praktik Jasa Boga LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PEMBERIAN TUGAS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENGELOLAAN USAHA JASA BOGA KELAS X JASA BOGA 2 SMK NEGERI 6 PALEMBANG TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI, KESEMPATAN KERJA DAN KEMISKINAN

PERTUMBUHAN EKONOMI, KESEMPATAN KERJA DAN KEMISKINAN PERTUMBUHAN EKONOMI, KESEMPATAN KERJA DAN KEMISKINAN Penyunting : Latif Adam L~ p~ PUSAT PENELlTIAN EKONOMI LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA 2010 2010 Indonesian Institute of Sciences (L1PI) Pusat Penelitian

Lebih terperinci

TEKNIK PRODUK (TK 7362)

TEKNIK PRODUK (TK 7362) TEKNIK PRODUK (TK 7362) Dr. Eng. Agus Purwanto Chemical Engineering Department Faculty of Engineering Sebelas Maret University Kisi-Kisi 1. Peranan sarjana teknik kimia dalam inovasi produk. 2. Eksplorasi

Lebih terperinci

Mempersiapkan. dunia kerja. Maharsi Anindyajati, MPsi

Mempersiapkan. dunia kerja. Maharsi Anindyajati, MPsi Mempersiapkan diri i memasuki dunia kerja Maharsi Anindyajati, MPsi Nice impression on the first day Your performance and demeanor on the first working day always leave an unforgettable impression on

Lebih terperinci

Pronouns Kata Ganti-Kata Ganti

Pronouns Kata Ganti-Kata Ganti Pronouns Kata Ganti-Kata Ganti Pembahasan tentang pronoun mencakup beberapa topic yaitu: Personal, possessive and reflexive pronouns Personal, possessive and reflexive pronoun menjelaskan tentang kata

Lebih terperinci

REPCON Kelautan. Skema Pelaporan Sukarela dan Rahasia

REPCON Kelautan. Skema Pelaporan Sukarela dan Rahasia REPCON Kelautan Skema Pelaporan Sukarela dan Rahasia REPCON Skema Pelaporan Sukarela dan Rahasia REPCON adalah skema pelaporan sukarela dan rahasia. REPCON memungkinkan siapapun yang memiliki perhatian

Lebih terperinci

NOTICE OF CLAIM FOR LOSS OR DAMAGE TO MOVEABLE PROPERTY TUNTUTAN ATAS KEHILANGAN ATAU KERUSAKAN TERHADAP BENDA BERGERAK

NOTICE OF CLAIM FOR LOSS OR DAMAGE TO MOVEABLE PROPERTY TUNTUTAN ATAS KEHILANGAN ATAU KERUSAKAN TERHADAP BENDA BERGERAK NOTICE OF CLAIM FOR LOSS OR DAMAGE TO MOVEABLE PROPERTY TUNTUTAN ATAS KEHILANGAN ATAU KERUSAKAN TERHADAP BENDA BERGERAK 1. Name of Insured : Nama Tertanggung 3. Address : Alamat Email : 5. Credit Card

Lebih terperinci

SKRIPSI MENURUT PASAL. N P M Program. Hukum Program FAKULTAS HUKUM

SKRIPSI MENURUT PASAL. N P M Program. Hukum Program FAKULTAS HUKUM SKRIPSI TINJAUAN YURIDIS PELAYANAN KESEHAT TAN YANGG BERMUTU MENURUT PASAL 5 AYAT (2) UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2009 BERKAITAN DENGAN KEKECEWAAN PASIEN TERHADAP PERILAKU DOKTER Diajukan oleh : ELLEN

Lebih terperinci

THE WORLD HEALTH ORGANIZATION QUALITY OF LIFE (WHOQOL) -BREF

THE WORLD HEALTH ORGANIZATION QUALITY OF LIFE (WHOQOL) -BREF THE WORLD HEALTH ORGANIZATION QUALITY OF LIFE (WHOQOL) -BREF The World Health Organization Quality of Life (WHOQOL)-BREF World Health Organization 2004 All rights reserved. Publications of the World Health

Lebih terperinci

TUGAS 2 ENGINEERING ECONOMY

TUGAS 2 ENGINEERING ECONOMY TUGAS 2 ENGINEERING ECONOMY TUGAS 3 A manufacturer of off-road vehicles is considering the purchase of dual-axis inclinometers for installation in a new line of tractors. The distributor of the inclinometers

Lebih terperinci

KAJIAN YURIDIS PEREDARAN MATA UANG ASING DI WILAYAH PERBATASAN INDONESIA DAN MALAYSIA

KAJIAN YURIDIS PEREDARAN MATA UANG ASING DI WILAYAH PERBATASAN INDONESIA DAN MALAYSIA KAJIAN YURIDIS PEREDARAN MATA UANG ASING DI WILAYAH PERBATASAN INDONESIA DAN MALAYSIA Disusun Oleh : SIGAP DHARMA APRIDHIKA E1A008014 SKRIPSI Untuk memenuhi salah satu pra-syarat memperoleh gelar Sarjana

Lebih terperinci

Indonesian Section 28 - Online activitites

Indonesian Section 28 - Online activitites No. 01 Cuaca The weather Hujan. Cerah. Turun salju. Saya basah. Saya kepanasan. Saya kedinginan. Tolong! It's raining. It's sunny. It's snowing. I'm wet. I'm hot. Help! No. 02 Permainan daya ingat Memory

Lebih terperinci

PENDAFTARAN TANAH HAK MILIK ADAT SEBAGAI UPAYA MEMPEROLEH KEPASTIAN HUKUM

PENDAFTARAN TANAH HAK MILIK ADAT SEBAGAI UPAYA MEMPEROLEH KEPASTIAN HUKUM PENDAFTARAN TANAH HAK MILIK ADAT SEBAGAI UPAYA MEMPEROLEH KEPASTIAN HUKUM TESIS Oleh : FAHMI HASJMY NIM. 99105074 PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 00 Pendaftaran Tanah Hak A d a t

Lebih terperinci

modifikasi kopling shogun r 110 menjadi manual

modifikasi kopling shogun r 110 menjadi manual modifikasi kopling shogun r 110 menjadi manual Our nationwide network of modifikasi kopling shogun r 110 menjadi manual is dedicated to providing you with the perfect service. With these kinds of manual

Lebih terperinci

Bagaimana jika Anda kurang setuju atas suatu keputusan?

Bagaimana jika Anda kurang setuju atas suatu keputusan? INDONESIAN Bagaimana jika Anda kurang setuju atas suatu keputusan? Jika Anda kurang setuju atas keputusan tentang hak-hak Anda, Anda berhak untuk meminta peninjauan kembali keputusan tersebut. Anda dapat

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMP Tema/Mapel : I Love My Town/ Bahasa Inggris Kelas/Semester : VII/1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMP Tema/Mapel : I Love My Town/ Bahasa Inggris Kelas/Semester : VII/1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMP Tema/Mapel : I Love My Town/ Bahasa Inggris Kelas/Semester : VII/1 Waktu : 1 40 menit Hari : I. Kompetensi Inti 1. Menanggapi dan mengamalkan ajaran

Lebih terperinci

LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA - RI

LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA - RI DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKAT II LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA - RI 1 Kemampuan membangun tim efektif untuk mewujudkan STRATEGI organisasi melalui pembelajaran identifikasi stakeholder, pemetaan nilai dan

Lebih terperinci

LED Display Screen Indoor / Outdoor FAQ (Frequently Asked Questions)

LED Display Screen Indoor / Outdoor FAQ (Frequently Asked Questions) LED Display Screen Indoor / Outdoor FAQ (Frequently Asked Questions) Unpacking: Thank you for purchasing the AZTEC LED Display Full Color Indoor / Outdoor by AZTECELECTRONIC. Below are the Lists of Frequently

Lebih terperinci

RASA SAK1T DALAM PERAWATAN ORTODONTI (Kajian Pustaka)

RASA SAK1T DALAM PERAWATAN ORTODONTI (Kajian Pustaka) JITEKGJ 2012. 9 (2) :46-50 dumal clan Teknologi terbitka.n di Jakarta Kedokteran Gigi FKG LIPDM (B) ABSTRAK RASA SAK1T DALAM PERAWATAN ORTODONTI (Kajian Pustaka) Pricillia Priska Sianita *StaiDepartemen

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI DAN VERIFIKASI TANDA TANGAN STATIK MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION DAN ALIHRAGAM WAVELET

IDENTIFIKASI DAN VERIFIKASI TANDA TANGAN STATIK MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION DAN ALIHRAGAM WAVELET TESIS IDENTIFIKASI DAN VERIFIKASI TANDA TANGAN STATIK MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION DAN ALIHRAGAM WAVELET ROSALIA ARUM KUMALASANTI No. Mhs. : 135302014/PS/MTF PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK INFORMATIKA PROGRAM

Lebih terperinci

Advancing the health of Indonesia s poor and disadvantaged

Advancing the health of Indonesia s poor and disadvantaged Advancing the health of Indonesia s poor and disadvantaged Memajukan kesehatan penduduk miskin dan tidak mampu di Indonesia Indonesia s diverse geography, large and growing population and decentralised

Lebih terperinci

ABSTRAK. Pengaruh Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal Bidang Kredit Investasi. Terhadap Tingkat Non Performing Loans (NPL)

ABSTRAK. Pengaruh Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal Bidang Kredit Investasi. Terhadap Tingkat Non Performing Loans (NPL) ABSTRAK Pengaruh Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal Bidang Kredit Investasi Terhadap Tingkat Non Performing Loans (NPL) Permasalahan kredit bermasalah merupakan masalah serius yang masih menghantui

Lebih terperinci

ABSTRAK. v Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. v Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Sekarang ini banyak dilakukan pembangunan oleh banyak pihak seperti pembangunan tempat tinggal atau kantor. Proses pembangunan pada lokasi daerah memerlukan denah lokasi daerah yang akurat dan

Lebih terperinci

Comprehension Test I Uji Latih Pemahaman 1 I. Give a cross mark (x) on A, B, C, or D for the correct answer. Berilah tanda silang (x) pada huruf A,

Comprehension Test I Uji Latih Pemahaman 1 I. Give a cross mark (x) on A, B, C, or D for the correct answer. Berilah tanda silang (x) pada huruf A, Comprehension Test I Uji Latih Pemahaman 1 I. Give a cross mark (x) on A, B, C, or D for the correct answer. Berilah tanda silang (x) pada huruf A, B, C, atau D untuk jawaban yang benar! 1. A sack of a

Lebih terperinci

PROBLEMATIKA PENENTUAN AMBANG BATAS PARLEMEN (PARLIAMENTARY THRESHOLD) UNTUK PEMILIHAN UMUM DEWAN PERWAKILANRAKYAT REPUBLIK INDONESIA

PROBLEMATIKA PENENTUAN AMBANG BATAS PARLEMEN (PARLIAMENTARY THRESHOLD) UNTUK PEMILIHAN UMUM DEWAN PERWAKILANRAKYAT REPUBLIK INDONESIA i TESIS PROBLEMATIKA PENENTUAN AMBANG BATAS PARLEMEN (PARLIAMENTARY THRESHOLD) UNTUK PEMILIHAN UMUM DEWAN PERWAKILANRAKYAT REPUBLIK INDONESIA HIRONIMUS BAO WOLO No. Mhs.: 135201993/PS/MIH PROGRAM STUDI

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PEMILIHAN BAYI SEHAT DI RSI KALIMASADA BANTUL. Naskah Publikasi. diajukan oleh Tri Wahyu Ari Wijaya 07.11.

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PEMILIHAN BAYI SEHAT DI RSI KALIMASADA BANTUL. Naskah Publikasi. diajukan oleh Tri Wahyu Ari Wijaya 07.11. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PEMILIHAN BAYI SEHAT DI RSI KALIMASADA BANTUL Naskah Publikasi diajukan oleh Tri Wahyu Ari Wijaya 07.11.1593 kepada SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM

Lebih terperinci

PERBANDINGAN HARGA DAN KEKUATAN STRUKTUR ANTARA RANGKA ATAP KAYU DENGAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN PADA BERBAGAI JENIS PENUTUP ATAP

PERBANDINGAN HARGA DAN KEKUATAN STRUKTUR ANTARA RANGKA ATAP KAYU DENGAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN PADA BERBAGAI JENIS PENUTUP ATAP TUGAS AKHIR PERBANDINGAN HARGA DAN KEKUATAN STRUKTUR ANTARA RANGKA ATAP KAYU DENGAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN PADA BERBAGAI JENIS PENUTUP ATAP (Study Kasus Pada Proyek PT. PRIMA ANDALAN GROUP) Diajukan Kepada

Lebih terperinci

KESALAHAN PENGGUNAAN KATA BANTU BILANGAN BAHASA MANDARIN PADA MAHASISWA TINGKAT III SASTRA CHINA UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

KESALAHAN PENGGUNAAN KATA BANTU BILANGAN BAHASA MANDARIN PADA MAHASISWA TINGKAT III SASTRA CHINA UNIVERSITAS BINA NUSANTARA )and KESALAHAN PENGGUNAAN KATA BANTU BILANGAN BAHASA MANDARIN PADA MAHASISWA TINGKAT III SASTRA CHINA UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Selvi Suviana, Cindy Karlina, Yi Ying Binus University, Jl Kemanggisan Illir

Lebih terperinci

BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan... 118 6.2 Saran... 118

BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan... 118 6.2 Saran... 118 ABSTRACT Cilacap is one area that has diverse tourism potential. Unfortunately many tourist areas are less exposed by the media so that tourists are less known. The development of the internet is very

Lebih terperinci

2004. h. 194. 2 Robert B Denhardt, Theories of Public Organization (fifth edition), Belmont:,Thomson Wadworth, 2008, h. 190.

2004. h. 194. 2 Robert B Denhardt, Theories of Public Organization (fifth edition), Belmont:,Thomson Wadworth, 2008, h. 190. 1 ORGANISASI BERKINERJA TINGGI Pendahuluan Keberadaan dan kelangsungan hidup suatu organisasi ditentukan oleh konteksnya. Jika suatu organisasi tidak berhasil memenuhi kebutuhan konteksnya maka organisasi

Lebih terperinci

Performance Management System: Implementation [Part 4 & 5] Presented by: Josua Tarigan, MBA, CMA, CFP, CSRS

Performance Management System: Implementation [Part 4 & 5] Presented by: Josua Tarigan, MBA, CMA, CFP, CSRS Performance Management System: Implementation [Part 4 & 5] Presented by: Josua Tarigan, MBA, CMA, CFP, CSRS Where Do You Begin Implementing Performance Management? Implement performance management is a

Lebih terperinci

Petunjuk GetRate. 1. Masuk ke situs HSBC di 2. Login ke Business Internet Banking.

Petunjuk GetRate. 1. Masuk ke situs HSBC di  2. Login ke Business Internet Banking. Petunjuk GetRate 1. Masuk ke situs HSBC di www.hsbc.co.id. 2. Login ke Business Internet Banking. 3. Masukkan data data yang diminta pada halaman Security Logon. 4. Anda akan masuk ke halaman Internet

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci : Fluktuasi kurs, Ekspor, Impor, Peramalan. iii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata kunci : Fluktuasi kurs, Ekspor, Impor, Peramalan. iii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Beberapa tahun terakhir ini kurs tukar IDR/USD terus mengalami fluktuasi yang tidak dapat diprediksi. Akibatnya para pelaku pasar sulit untuk menentukan pada saat kapan mereka harus melakukan ekspor

Lebih terperinci

KNOWING HUMAN PERSONALITY FROM THE HEIGHT OF HANDWRITING MIDDLE ZONE USING LINEAR REGRESSION METHOD AND AVERAGE OF INTEGRAL PROJECTION COLUMN METHOD

KNOWING HUMAN PERSONALITY FROM THE HEIGHT OF HANDWRITING MIDDLE ZONE USING LINEAR REGRESSION METHOD AND AVERAGE OF INTEGRAL PROJECTION COLUMN METHOD ABSTRAK MENGETAHUI SIFAT SESEORANG DARI TINGGI MIDDLE ZONE TULISAN TANGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE REGRESI LINEAR DAN METODE RATA-RATA INTEGRAL PROYEKSI KOLOM Disusun oleh : Livin (1022015) Jurusan Teknik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran matematika. Menurut Cooney yang dikutip oleh Thoumasis dalam

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran matematika. Menurut Cooney yang dikutip oleh Thoumasis dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemahaman konsep merupakan dasar dan tahapan penting dalam rangkaian pembelajaran matematika. Menurut Cooney yang dikutip oleh Thoumasis dalam Gunawan 1, a student's

Lebih terperinci

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI SURAT PERNYATAAN KARYA ASLI SKRIPSI

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI SURAT PERNYATAAN KARYA ASLI SKRIPSI ABSTRACT National Program for Community Empowerment in Rural Areas (PNPM MP) is one of the mechanisms used community development program PNPM in an effort to accelerate poverty reduction and expansion

Lebih terperinci

SASARAN. Oleh.. Dr. Johannes. S.E., M.Si. Bab II. MEMBANGUN KEPUASAN PELANGGAN, NILAI DAN MEMPERTAHANKAN

SASARAN. Oleh.. Dr. Johannes. S.E., M.Si. Bab II. MEMBANGUN KEPUASAN PELANGGAN, NILAI DAN MEMPERTAHANKAN Bab II. MEMBANGUN KEPUASAN PELANGGAN, NILAI DAN MEMPERTAHANKAN Oleh.. Dr. Johannes. S.E., M.Si 3-1 TIDAK CUKUP LAGI HANYA MEMUASKAN PELANGGAN, AKAN TETAPI JUGA HARUS MENCERAHKAN/MENCER DASKAN MEREKA. 3-2

Lebih terperinci

PENGARUH PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

PENGARUH PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PENGARUH PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA OLEH: MIKAEL ANTHONY SUGAMA 3203009303 JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS BISNIS

Lebih terperinci

PAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS HURUF BRAILLE DAN REKAMAN PADA POKOK BAHASAN SUHU DAN KALOR

PAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS HURUF BRAILLE DAN REKAMAN PADA POKOK BAHASAN SUHU DAN KALOR PAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS HURUF BRAILLE DAN REKAMAN PADA POKOK BAHASAN SUHU DAN KALOR ANDY EKO PUTRO 1113008004 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

Lebih terperinci

PERAN KANTOR PELAYANAN PERIJINAN DALAM PENGAWASAN TERHADAP KEGIATAN USAHA LAUNDRY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN SLEMAN

PERAN KANTOR PELAYANAN PERIJINAN DALAM PENGAWASAN TERHADAP KEGIATAN USAHA LAUNDRY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN SLEMAN SKRIPSI PERAN KANTOR PELAYANAN PERIJINAN DALAM PENGAWASAN TERHADAP KEGIATAN USAHA LAUNDRY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN SLEMAN Diajukan oleh : RIKKI GUNAWAN GIRSANG N P

Lebih terperinci

Cambridge International Examinations Cambridge International General Certifi cate of Secondary Education

Cambridge International Examinations Cambridge International General Certifi cate of Secondary Education Cambridge International Examinations Cambridge International General Certifi cate of Secondary Education BAHASA INDONESIA 0538/01 Paper 1 Reading and Understanding For Examination from 2016 SPECIMEN MARK

Lebih terperinci

Perancangan Perangkat Lunak Penerimaan Order Jasa Laundry Berbasis Web

Perancangan Perangkat Lunak Penerimaan Order Jasa Laundry Berbasis Web Perancangan Perangkat Lunak Penerimaan Order Jasa Laundry Berbasis Web Anderson King Junior1), Robby Tjendra2) STMIK IBBI Jl. Sei Deli No. 18 Medan, Telp. 061-4567111 Fax. 061-4527548 e-mail: andersonkingjr@yahoo.com1)

Lebih terperinci

HAK ANAK ANGKAT DARI ORANG TUA ANGKAT DALAM HUKUM ISLAM (Studi Pada Pengadilan Agama Medan)

HAK ANAK ANGKAT DARI ORANG TUA ANGKAT DALAM HUKUM ISLAM (Studi Pada Pengadilan Agama Medan) HAK ANAK ANGKAT DARI ORANG TUA ANGKAT DALAM HUKUM ISLAM (Studi Pada Pengadilan Agama Medan) TESIS Oleh : TRESNA HARIADI NIM : 027011065 PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER KENOTARIATAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Lebih terperinci

PENGARUH AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA MURID

PENGARUH AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA MURID ABSTRAK PENGARUH AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA MURID Ekowati Retnaningsih dan Rini Oktariza Angka kejadian berat badan lebih pada anak usia sekolah di Indonesia mencapai 15,9%. Prevalensi

Lebih terperinci

APLIKASI UNTUK PEMETAAN POSISI DENGAN MENGGUNAKAN GPS DAN SMARTPHONE BERBASIS ANDROID DENGAN STUDI KASUS PETA KAMPUS

APLIKASI UNTUK PEMETAAN POSISI DENGAN MENGGUNAKAN GPS DAN SMARTPHONE BERBASIS ANDROID DENGAN STUDI KASUS PETA KAMPUS APLIKASI UNTUK PEMETAAN POSISI DENGAN MENGGUNAKAN GPS DAN SMARTPHONE BERBASIS ANDROID DENGAN STUDI KASUS PETA KAMPUS Ferdian Usman (0922025) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Kristen

Lebih terperinci

KELENGKAPAN DOKUMEN STANDAR OPERASIONAL MANAJEMEN (SOM) DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PADA 9 KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA SEMARANG

KELENGKAPAN DOKUMEN STANDAR OPERASIONAL MANAJEMEN (SOM) DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PADA 9 KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA SEMARANG KELENGKAPAN DOKUMEN STANDAR OPERASIONAL MANAJEMEN (SOM) DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PADA 9 KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA SEMARANG Oleh: ADHYARANI PRISSILIA ADIWASONO NIM : 232007002 KERTAS

Lebih terperinci

KOMUNIKASI POLITIK R O B B Y M I L A N A, S. I P M I K O M U N I V E R S I TA S M U H A M M A D I YA H J A K A RTA 2 0 1 0

KOMUNIKASI POLITIK R O B B Y M I L A N A, S. I P M I K O M U N I V E R S I TA S M U H A M M A D I YA H J A K A RTA 2 0 1 0 KOMUNIKASI POLITIK R O B B Y M I L A N A, S. I P M I K O M U N I V E R S I TA S M U H A M M A D I YA H J A K A RTA 2 0 1 0 PENGERTIAN KOMUNIKASI Communicatio (Latin) Communis Sama Secara etimologis komunikasi

Lebih terperinci

PERANCANGAN ALAT UKUR TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA WEB STUDENT PORTAL PALCOMTECH

PERANCANGAN ALAT UKUR TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA WEB STUDENT PORTAL PALCOMTECH PERANCANGAN ALAT UKUR TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA WEB STUDENT PORTAL PALCOMTECH Febria Sri Handayani STMIK PalComTech Abstract STMIK PalComTech student portal website used as a means of promotion of academic

Lebih terperinci

ANALISIS PERHITUNGAN UNIT COST PELAYANAN SIRKUMSISI DENGAN PENDEKATAN ABC DI KLINIK SETIA BUDI JAMBI. Tesis

ANALISIS PERHITUNGAN UNIT COST PELAYANAN SIRKUMSISI DENGAN PENDEKATAN ABC DI KLINIK SETIA BUDI JAMBI. Tesis ANALISIS PERHITUNGAN UNIT COST PELAYANAN SIRKUMSISI DENGAN PENDEKATAN ABC DI KLINIK SETIA BUDI JAMBI Tesis Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Strata 2 Program Studi Manajemen

Lebih terperinci

DEFINISI DAN JENIS-JENIS

DEFINISI DAN JENIS-JENIS DEFINISI DAN JENIS-JENIS PENELITIAN Disampaikan pada kuliah GD8014 Metodologi Penelitian Oleh : M. Anshar Amran (NIM. 35106001) e-mail : anshar_amran@students.itb.ac.id Mahasiswa Program Doktor Program

Lebih terperinci

CURRICULUM AND INSTRUCTION. By: Putri Anjarsari, M.Pd Prodi Pendidikan IPA, FMIPA UNY

CURRICULUM AND INSTRUCTION. By: Putri Anjarsari, M.Pd Prodi Pendidikan IPA, FMIPA UNY CURRICULUM AND INSTRUCTION By: Putri Anjarsari, M.Pd Prodi Pendidikan IPA, FMIPA UNY CURRICULUM??? A running course/race course Bahasa perancis: couries (to run/berlari) In general, there are 2 views of

Lebih terperinci

SKRIPSI ANALISIS SWOT TERHADAP MARKETING MIX PADA USAHA KECIL DISTRO PUNYA MEDAN OLEH. Sanjey Maltya 090502135

SKRIPSI ANALISIS SWOT TERHADAP MARKETING MIX PADA USAHA KECIL DISTRO PUNYA MEDAN OLEH. Sanjey Maltya 090502135 SKRIPSI ANALISIS SWOT TERHADAP MARKETING MIX PADA USAHA KECIL DISTRO PUNYA MEDAN OLEH Sanjey Maltya 090502135 PROGRAM STUDI STRATA-1 MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA

Lebih terperinci

Sistem Informasi Pemasaran Produk pada PT. Prima Dina Lestari

Sistem Informasi Pemasaran Produk pada PT. Prima Dina Lestari Sistem Informasi Pemasaran Produk pada PT. Prima Dina Lestari Meriana STMIK IBBI Jl. Sei Deli No. 18 Medan, telp. 061-4567111, fax. 061-4527548 email : meriana@yahoo.com Abstrak PT. Pima Dina Lestari adalah

Lebih terperinci

SKRIPSI PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE SISWA KELAS IV SD 1 RENDENG KUDUS TAHUN PELAJARAN 2013/2014.

SKRIPSI PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE SISWA KELAS IV SD 1 RENDENG KUDUS TAHUN PELAJARAN 2013/2014. SKRIPSI PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE SISWA KELAS IV SD 1 RENDENG KUDUS TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Oleh DIAN ANDINI PUTRI NIM. 200933131 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

Melakukan Operasi Logika

Melakukan Operasi Logika Melakukan Operasi Logika Hampir semua statemen C++ adalah ekspresi. Operator C++ selain +, -, /, * yakni operator logika. Pada dasarnya orang2 menghitung menggunakan operasi AND dan OR Mengapa Menggunakan

Lebih terperinci

PENGAWASAN PROSES WAKTU JENIS. SAMPLING PENERIMAAN *single *double *sequential. X-Chart R- Chart. By Variable. *single *double *sequential

PENGAWASAN PROSES WAKTU JENIS. SAMPLING PENERIMAAN *single *double *sequential. X-Chart R- Chart. By Variable. *single *double *sequential I. PENGERTIAN Kualitas adalah sesuatu yang cocok/sesuai dengan selera seseorang (fitness for use) Kualitas adalah barang atau jasa yang dapat menaikkan status pemakai Kualitas adalah barang atau jasa yang

Lebih terperinci

POTENSI PRODUK UNGGULAN DAERAH BERBASIS INDIKASI GEOGRAFIS

POTENSI PRODUK UNGGULAN DAERAH BERBASIS INDIKASI GEOGRAFIS POTENSI PRODUK UNGGULAN DAERAH BERBASIS INDIKASI GEOGRAFIS 1 OLEH : DJULAEKA FH UNIV. TRUNOJOYO MADURA (TIM SENTRA HKI UTM) PRODUK UNGGULAN --- KOMODITAS UNGGULAN ESENSI PRODUK = HASIL OLAHAN BAHAN BAKU/KOMODITAS

Lebih terperinci

PENGGUNAAN TEKNIK DAN ALAT KUALITAS DALAM PROSES PERBAIKAN DAN PENINGKATAN KUALITAS

PENGGUNAAN TEKNIK DAN ALAT KUALITAS DALAM PROSES PERBAIKAN DAN PENINGKATAN KUALITAS JURNAL TEKNIK INDUSTRI VOL. 2, NO. 1, JUNI 2000: 22-27 PENGGUNAAN TEKNIK DAN ALAT KUALITAS DALAM PROSES PERBAIKAN DAN PENINGKATAN KUALITAS Daniel Indarto Prajogo Dosen Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri

Lebih terperinci

English for Study in Australia BAHASA INGGRIS UNTUK STUDI DI AUSTRALIA Lesson 22: Exam time

English for Study in Australia BAHASA INGGRIS UNTUK STUDI DI AUSTRALIA Lesson 22: Exam time English for Study in Australia BAHASA INGGRIS UNTUK STUDI DI AUSTRALIA Lesson 22: Exam time Pelajaran 22: Masa ujian L1 Male L1 Female L1 Male L1 Female Halo saya Tito Ambyo dan saya Sylvia Yassid dari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pada awalnya, metafora muncul sebagai suatu gaya bahasa atau figure of

BAB I PENDAHULUAN. Pada awalnya, metafora muncul sebagai suatu gaya bahasa atau figure of BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada awalnya, metafora muncul sebagai suatu gaya bahasa atau figure of speech yang membandingkan satu hal dengan istilah lain yang setara. Pada umumnya, metafora menggunakan

Lebih terperinci

PENENTUAN LOKASI GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA SALURAN TRANSMISI MENGGUNAKAN TRANSFORMASI WAVELET. Oleh : RHOBI ROZIEANSHAH NIM : 13203054

PENENTUAN LOKASI GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA SALURAN TRANSMISI MENGGUNAKAN TRANSFORMASI WAVELET. Oleh : RHOBI ROZIEANSHAH NIM : 13203054 PENENTUAN LOKASI GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA SALURAN TRANSMISI MENGGUNAKAN TRANSFORMASI WAVELET LAPORAN TUGAS AKHIR Dibuat sebagai Syarat untuk Meraih Gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi

Lebih terperinci

PANDUAN BAGI SAKSI PIDANA TINGKAT PERSEMAKMURAN

PANDUAN BAGI SAKSI PIDANA TINGKAT PERSEMAKMURAN Translated from English to Indonesian Giving evidence in Court Translated June 2013 PANDUAN BAGI SAKSI PIDANA TINGKAT PERSEMAKMURAN PEMBUKAAN BERSAKSI DI PENGADILAN Saksi memberi kontibusi penting dan

Lebih terperinci

VIDEOCONFERENCE SEMINAR BAGAIMANA MENULIS PROPOSAL YANG BAIK?

VIDEOCONFERENCE SEMINAR BAGAIMANA MENULIS PROPOSAL YANG BAIK? VIDEOCONFERENCE SEMINAR BAGAIMANA MENULIS PROPOSAL YANG BAIK? file:sulit ACCESS axha@oum.edu.my TIGA KEPUTUSAN YANG HARUS DIAMBIL SEBELUM MELAKUKAN PENELITIAN! Keputusan metodologis, yang intinya berkaitandengansubstansipenelitian!

Lebih terperinci

PENINGKATAN MINAT BACA MELALUI STORYTELLING ANAK KELOMPOK B TK AL-MUTTAQIEN SURABAYA ARTIKEL SKRIPSI. Oleh : NOER HIDAYATI 081684331

PENINGKATAN MINAT BACA MELALUI STORYTELLING ANAK KELOMPOK B TK AL-MUTTAQIEN SURABAYA ARTIKEL SKRIPSI. Oleh : NOER HIDAYATI 081684331 PENINGKATAN MINAT BACA MELALUI STORYTELLING ANAK KELOMPOK B TK AL-MUTTAQIEN SURABAYA ARTIKEL SKRIPSI Oleh : NOER HIDAYATI 081684331 UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

Perancangan Sistem Informasi Persediaan Bahan Baku Pada PT. Anugrah Lestari Medan

Perancangan Sistem Informasi Persediaan Bahan Baku Pada PT. Anugrah Lestari Medan Perancangan Sistem Informasi Persediaan Bahan Baku Pada PT. Anugrah Lestari Medan Marwa Halim 1), Chalvin Eko 2) STMIK IBBI Jl. Sei Deli No. 18 Medan, Telp. 061-4567111 Fax. 061-4527548 e-mail : marwa127@yahoo.com

Lebih terperinci

PERUMUSAN PELATIHAN YANG EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS. Mery Citra.S. Abstract

PERUMUSAN PELATIHAN YANG EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS. Mery Citra.S. Abstract PERUMUSAN PELATIHAN YANG EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS Mery Citra.S Abstract Training is believed as one effective tool that can increase organization productivity. However, not all training

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN DI DAERAH TERPENCIL

PENGEMBANGAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN DI DAERAH TERPENCIL PENGEMBANGAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN DI DAERAH TERPENCIL ASSOSIASI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN INDONESIA Dr.dr. MELIANA ZAILANI, MARS KOMPARTEMEN UMUM DAN ORGANISASI Pengembangan Rumah Sakit Pendidikan di daerah

Lebih terperinci

Practice Managing Internet Connection Campus Network Area (CAN) With Firewall & Address List MikroTik Router

Practice Managing Internet Connection Campus Network Area (CAN) With Firewall & Address List MikroTik Router Practice Managing Internet Connection Campus Network Area (CAN) With Firewall & Address List MikroTik Router By Juniar Sinaga Jakarta MUM Indonesia, April 2011 Speaker Profile Studied Pasca Sarjana major

Lebih terperinci

PENYESUAIAN DIRI di LINGKUNGAN SOSIAL OLEH REMAJA PUTUS SEKOLAH

PENYESUAIAN DIRI di LINGKUNGAN SOSIAL OLEH REMAJA PUTUS SEKOLAH PENYESUAIAN DIRI di LINGKUNGAN SOSIAL OLEH REMAJA PUTUS SEKOLAH SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program sarjana (S1) pada program studi psikologi Disusun Oleh : Nama : Friska

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PRESIDEN NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PENGESAHAN FINAL ACTS OF THE PLENIPOTENTIARY CONFERENCE, GUADALAJARA, 2010 (AKTA-AKTA AKHIR KONFERENSI YANG BERKUASA PENUH, GUADALAJARA, 2010) DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

Semiotik Pragmatik C.S.Peirce dan Kajian Budaya

Semiotik Pragmatik C.S.Peirce dan Kajian Budaya Semiotik Pragmatik C.S.Peirce dan Kajian Budaya Tommy Christomy, PhD Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UNIVERSITAS INDONESIA Email: tommy.christomy@ui.edu Semiotik C.S. Peirce dan Kajian Budaya 1. Pengantar

Lebih terperinci

Review Serial Buku Kajian Integratif Ilmu, Agama, dan Budaya atas Bencana

Review Serial Buku Kajian Integratif Ilmu, Agama, dan Budaya atas Bencana Review Serial Buku Kajian Integratif Ilmu, Agama, dan Budaya atas Bencana Program Studi Agama dan Lintas Budaya, Sekolah Pascasarjana UGM Suhadi Cholil Pusat Studi Geografi dan Pengembangan Data Spasial,

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Matematika

NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Matematika UPAYA MENGATASI MISKONSEPSI SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN DELIKAN (DENGAR, LIHAT, KERJAKAN) PADA SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP SMP MUHAMMADIYAH 2 SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

ANALISIS BREAK EVENT SEBAGAI DASAR KEBIJAKSANAAN PENETAPAN HARGA JUAL YANG TEPAT DALAM MENGOPTIMALKAN PROFITABILITAS PADA PT. MAYA MUNCAR BANYUWANGI

ANALISIS BREAK EVENT SEBAGAI DASAR KEBIJAKSANAAN PENETAPAN HARGA JUAL YANG TEPAT DALAM MENGOPTIMALKAN PROFITABILITAS PADA PT. MAYA MUNCAR BANYUWANGI ANALISIS BREAK EVENT SEBAGAI DASAR KEBIJAKSANAAN PENETAPAN HARGA JUAL YANG TEPAT DALAM MENGOPTIMALKAN PROFITABILITAS PADA PT. MAYA MUNCAR BANYUWANGI SKRIPSI diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA (Studi Eksperimen Di kelas XI IPA SMA Negeri 4 Tasikmalaya)

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BEBRBASIS BUDAYA UNTUK MENCERDASKAN ASPEK SOSIAL (SQ) SISWA

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BEBRBASIS BUDAYA UNTUK MENCERDASKAN ASPEK SOSIAL (SQ) SISWA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BEBRBASIS BUDAYA UNTUK MENCERDASKAN ASPEK SOSIAL (SQ) SISWA Dr. Supriyadi, M.P Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Sastra dan Budaya UNG Email: supriyadi_prima@ymail.com

Lebih terperinci

Harga Sembako Mulai Naik Jelang Ramadhan

Harga Sembako Mulai Naik Jelang Ramadhan Pak Bei 4 4 Sembako Langkah Awal Jawablah pertanyaan berikut: 1. Bahan kebutuhan pokok apa yang ada di negara Anda? What is considered staple food in your country? Kegiatan 1 Membaca J Harga Sembako Mulai

Lebih terperinci

APLIKASI SISTEM PENGELOLAAN ATK (ALAT TULIS KANTOR) AKADEMI ANGKATAN UDARA YOGYAKARTA

APLIKASI SISTEM PENGELOLAAN ATK (ALAT TULIS KANTOR) AKADEMI ANGKATAN UDARA YOGYAKARTA APLIKASI SISTEM PENGELOLAAN ATK (ALAT TULIS KANTOR) AKADEMI ANGKATAN UDARA YOGYAKARTA Deny Wiria Nugraha 1, Imat Rahmat Hidayat 2 1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Tadulako Palu Sulawesi Tengah 2 Jurusan

Lebih terperinci

PENGENALAN POTENSI DIRI DIKLATPIM IV

PENGENALAN POTENSI DIRI DIKLATPIM IV PENGENALAN POTENSI DIRI DIKLATPIM IV Deskripsi singkat Mata Diklat ini membekali peserta dengan kemampuan mengidentifikasi potensi diri yang RELEVAN DENGAN KEPEMIMPINAN, melalui pembelajaran pengertian

Lebih terperinci

TESIS. Amgasussari Anugrahni Sangalang. No. Mhs. : 105201435/PS/MIH

TESIS. Amgasussari Anugrahni Sangalang. No. Mhs. : 105201435/PS/MIH TESIS KAJIAN TERHADAP GANTI RUGI ATAS TANAH DALAM PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM GUNA MEWUJUDKAN KEPASTIAN HUKUM, PERLINDUNGAN HUKUM, DAN KEADILAN BERDASARKAN PERATURAN PRESIDEN

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM PEMBAYARAN ALAT TRANSPORTASI SUBWAY DENGAN MENGGUNAKAN MAGNETIC CARD

PERANCANGAN SISTEM PEMBAYARAN ALAT TRANSPORTASI SUBWAY DENGAN MENGGUNAKAN MAGNETIC CARD PERANCANGAN SISTEM PEMBAYARAN ALAT TRANSPORTASI SUBWAY DENGAN MENGGUNAKAN MAGNETIC CARD Kiki Chentiano / 0122076 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Jl. Prof. Drg. Suria Sumantri 65, Bandung 40164,

Lebih terperinci

Sistem Informasi. Akademik. (SIKAD Mahasiswa)

Sistem Informasi. Akademik. (SIKAD Mahasiswa) Sistem Informasi Akademik (SIKAD Mahasiswa) DAFTAR ISI BAGIAN 1 TINGKATAN PEMAKAI... 5 1.1.MAHASISWA... 5 BAGIAN 2 FASILITAS UTAMA... 6 2.1.HALAMAN DEPAN... 6 2.1.1. Melihat Pengumuman... 6 2.1.2. Menanggapi

Lebih terperinci

BEBERAPA KOMPONEN YANG MENDUKUNG DALAM PELAKSANAAN SISTEM ADMINISTRASI DANDOKUMENTASI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL*

BEBERAPA KOMPONEN YANG MENDUKUNG DALAM PELAKSANAAN SISTEM ADMINISTRASI DANDOKUMENTASI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL* BEBERAPA KOMPONEN YANG MENDUKUNG DALAM PELAKSANAAN SISTEM ADMINISTRASI DANDOKUMENTASI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL* Oleh: Abdul Bari Azed 1. Kami menyambut baik pelaksanaan seminar ten tang Penegakan Hukum

Lebih terperinci