Efek Domino Dari Sebuah Kamuflase Dalam Dongeng Berjudul Tristan Vox Karya Michel Tournier

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Efek Domino Dari Sebuah Kamuflase Dalam Dongeng Berjudul Tristan Vox Karya Michel Tournier"

Transkripsi

1 Efek Domino Dari Sebuah Kamuflase Dalam Dongeng Berjudul Tristan Vox Karya Michel Tournier Oleh Uzlifatul Jannah Abstrak Penelitian ini bersumber dari sebuah dongeng filsafat dari buku kumpulan dongeng dan cerita Le Coq de Bruyère yang diterbitkan pada tahun Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertentangan diri para tokoh dalam melakukan kamuflase, serta untuk memahami fenomena yang diperlihatkan dari perilaku para tokoh dalam karya Tournier tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan analisis struktural karya sastra yaitu analisis alur, analisis skema aktan, serta analisis tokoh dan hubungan antar tokoh. Dari seluruh rangkaian analisis, terlihat bagaimana tokoh-tokoh dalam dongeng ini melakukan kamuflase karena didasari oleh berbagai kebutuhan dan tuntutan dalam kehidupan, yang pada akhirnya mengalahkan akal sehat mereka. Fenomena tersebut merefleksikan manusia sendiri yang memiliki aspek dualisme dalam dirinya. Aspek yang mengendalikan manusia saat memutuskan tindakannya. Kata Kunci: Efek Domino, Kamuflase, Pertentangan diri, Dongeng filsafat, Kebutuhan hidup, Tuntutan hidup, Dualisme manusia, Tristan Vox. Pendahuluan Antitesis apakah yang muncul pada diri tokoh utama dalam pertimbangannya untuk berkamuflase? Antitesis apa yang terjadi pada tokoh-tokoh pembantu sebagai dampak dari kamuflase tokoh utama? Fenomena apa yang diperlihatkan oleh perilaku para tokoh terkait dengan aspek materil dan spiritual mereka? Mahasiswa Strata 1 Sastra Perancis, Fakultas Ilmu Budaya Univ. Padjadjaran 1

2 Sastra merupakan rekaman peradaban manusia yang merefleksikan kehidupan manusia itu sendiri. Pada dasarnya, manusia dan kehidupannya menjadi sumber inspirasi dari sebuah karya sastra. Karya sastra seringkali menggambarkan berbagai tindak tanduk manusia dalam permasalahan hidupnya. Meskipun karya sastra bersifat fiktif karena bermula dari imajinasi, namun di dalamnya terkandung nilai-nilai faktual yang cukup dekat dengan kehidupan nyata. Dongeng sebagai salah satu genre sastra juga mengandung refleksi kehidupan manusia seperti yang dijelaskan di atas. Sebuah dongeng sering menggambarkan tokoh utama yang harus berjuang meraih sesuatu untuk kebahagiaan hidup. Atau ada pula dongeng yang bercerita tentang tokoh utama yang harus menghadapi suatu masalah dalam hidupnya. Beragam kisah digambarkan pengarang dongeng untuk memberikan hiburan sekaligus bahan renungan kepada pembaca. Meski dongeng terdiri dari narasi pendek yang sederhana, namun sejatinya sebuah dongeng merupakan pembawa makna mendalam yang menjadi simbol terhadap suatu gagasan. Makna ini ditampilkan baik secara jelas maupun secara tersembunyi oleh pengarangnya. Adapun tema yang diangkat dalam dongeng bisa sangat beragam sebagaimana tema dalam genre sastra lainnya. Pertentangan antara baik dan buruk merupakan tema yang kerap sekali diangkat dalam dongeng sejak awal kemunculannya. Namun, tak jarang pula ada dongeng yang memperlihatkan perkembangan kualitas kepribadian tokoh dari satu titik ke titik lainnya ketika menghadapi permasalahan hidupnya. Dongeng juga menggambarkan fenomenafenomena unik yang terjadi dalam perjalanan hidup seorang tokoh. Begitu pula yang terjadi dalam dongeng berjudul Tristan Vox dari buku kumpulan dongeng dan cerita, Le Coq de Bruyère, karya Michel Tournier. Dongeng yang termasuk dalam jenis dongeng filsafat ini, menceritakan kehidupan seorang penyiar radio yang mewujudkan dirinya dalam sosok lain, dengan kata lain berkamuflase, demi mendapatkan penerimaan yang lebih baik dari masyarakat. Hal ini menjadi menarik ketika kamuflase tersebut menimbulkan kamuflase-kamuflase lain dari orang terdekatnya untuk menyeimbangi keberadaan

3 tokoh utama, sehingga terjadi efek domino yang membuat kehidupan tokoh utama semakin rumit. Efek domino merupakan sebuah analogi dari permainan kartu domino. Kartu-kartu domino tersebut disusun secara tegak dalam barisan panjang, kemudian kartu paling ujung didorong ke arah kartu di belakangnya, sehingga menyebabkan barisan kartu tersebut jatuh secara beruntun. Jadi, yang dimaksud dengan efek domino dalam tulisan ini adalah suatu kejadian yang mengakibatkan munculnya kejadian sama lainnya. Dalam dongeng Tristan Vox ini, efek domino terjadi karena adanya kamuflase dari tokoh utama. Hal menarik untuk melihat pertentangan-pertentangan yang terjadi dalam diri tokoh utama dan tokoh lainnya dalam melakukan kamuflase sehingga terjadinya efek domino dalam dongeng Tristan Vox ini. Menarik pula untuk menganalisis bagaimana efek domino tersebut berpengaruh dalam kehidupan tokoh utama pada akhirnya. Pembahasan Dongeng adalah suatu bentuk narasi, pada umumnya pendek, yang bercerita tentang petualangan imajiner atau khayalan dan tidak terikat oleh waktu maupun tempat. Secara umum, terdapat dongeng populer dan dongeng literer. Dongeng literer berasal dari dongeng populer, yang membedakan keduanya adalah jika dongeng populer termasuk dalam kesusastraan lisan dan muncul secara anonim, maka dongeng literer merupakan hasil nyata dari kreasi sastra yang terikat pada seorang pengarang, zaman, dan aliran. Dalam sejarah panjangnya, dongeng berkembang dalam beranekaragam bentuk dan menyebar luas dalam kesusastraan. Keragaman tersebut membuat dongeng sulit untuk didefinisikan secara pasti, hal yang justru membuktikan kekayaannya. Mengenai kedekatan antara dongeng dan cerpen (nouvelle) sering dikaitkan dengan bentuk narasinya yang singkat. Untuk membedakan keduanya, maka cerpen didasarkan pada dunia yang bersifat roman (Romanesque) sebagai seting latarnya. Berbeda dengan dongeng yang mendasarkan dunianya pada dunia 3

4 fiktif dan imajiner, sebagai ciri utamanya. Cerpen menggambarkan dunia nyata yang mirip seperti novel pendek. Perbedaan dari kedua genre ini juga terletak pada penggambaran sisi psikologis tokoh protagonisnya. Sisi psikologis tokoh utama dalam cerpen digambarkan lebih mendalam dan utuh dibandingkan dengan tokoh dalam dongeng. Penggambaran yang realistis mengenai tokoh juga menjadi pembeda keduanya, tokoh yang terlalu ideal sifatnya dapat menimbulkan kerancuan jika dikategorikan dalam cerpen. Berdasarkan situs ensiklopedia larousse.fr, dalam dongeng literer terdapat tiga jenis dongeng, yaitu : dongeng peri (conte de fées), dongeng fantastik (conte fantastique), dan dongeng filsafat (conte philosophique). Dongeng filsafat (conte philosophique) merupakan dongeng yang mengandung unsur-unsur filsafat di dalamnya. Dongeng jenis ini juga terkenal sebagai dongeng voltairian, karena Voltairelah yang mempopulerkannya di tahun 1740-an. Secara struktur dongeng ini biasanya menggunakan teknik dongeng tradisional yang terdiri dari narasi bernada indah, terjadi di dunia tak pasti dan imajiner, terkadang ada unsur ajaib, rangkaian peristiwa tak terduga yang terjalin cepat, dan nasib tak pasti atau kebahagiaan mengakhiri tokoh utama dari keadaan krisis. Kekhasan yang paling kuat dari dongeng ini adalah adanya ironi nasib yang hadir menambahkan kesan absurd. Ironi ini seringkali mengakhiri cerita dan menghasilkan dimensi kritis dalam dongeng. Petualangan tokoh dalam dongeng ini menggambarkan perkembangan karakternya secara perlahan yang akhirnya mendewasakan sang tokoh. Oleh karena itu, dapat dikatakan dongeng filsafat adalah cerita pendidikan (récit d apprentissage) yang menjadi unsur terpenting dari dongeng ini. Dongeng berjudul Tristan Vox karya Michel Tournier termasuk dalam jenis dongeng filsafat karena dalam dongeng tersebut terdapat ciri-ciri yang disebutkan di atas, terutama dalam hal ironi yang tampak jelas dalam dongeng tersebut. Michel Tournier sendiri dianggap sebagai seorang penulis besar di Prancis. Dia lahir di Paris pada tahun 1924, bersekolah di Saint-Germain, Laye dan sekolah Pasteur de Neuilly. Ia kemudian menempuh pendidikan filsafat di Sorbonne dan Universitas Tübigen. Namun, kegagalan dalam ujian pengukuhan di

5 bidang filsafat menghentikan keinginannya untuk mengajar di universitas. Lalu, Tournier bekerja sebagai penerjemah, jurnalis radio dan televisi di Radiodiffusion Perancis dan Europe I, serta berkarir di Monde dan Figaro. Pada tahun 1967, novel pertamanya dipublikasikan dengan judul Vendredi ou les Limbes du Pacifique yang merupakan sebuah adaptasi dari Robinson Crusoé karya Daniel Dafoe dan merupakan sebuah perenungan tentang peradaban modern. Karya ini memperoleh penghargaan Le Grand Prix du Roman dari l'académie Française. Pada tahun 1970, karyanya yang berjudul Le Roi des Aulnes mendapatkan penghargaan Le Prix Goncourt. Kemudian dia mencurahkan seluruh jiwanya dalam dunia literatur dengan ikut begabung ke Akademi Goncourt pada 1972 dan mengambil bagian dalam komite pembacaan di penerbitan Gallimard. Dia disebut-sebut sebagai Penyelundup Filsafat karena sering mencoba menggambarkan ide-ide Plato, Aristoteles, Spinoza, dan Kant dalam cerita-cerita dan dongeng-dongengnya. Dia beranggapan kesuksesan sebuah karya tercapai apabila ia diterima dengan sukses pula oleh para pembaca muda. Maka, pada tahun 1971 dia menulis ulang Vendredi ou les Limbes du Pacifique menjadi Vendredi ou la Vie sauvage, yang dapat diterima berbagai kalangan karena kesederhanaan di dalamnya. Karya ini terjual sebanyak 3 juta eksemplar di seluruh Perancis. Dia melihat dongengnya yang berjudul Pierrot ou les Secrets de la Nuit dan Amandine ou les Deux Jardins sebagai karya terbaiknya karena di dalam keduanya terdapat inspirasi metafisika dan sangat menarik bagi anak-anak berusia sepuluh tahun. Pada tahun 1993, Michel Tournier mendapatkan Medaille Goethe, dan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dari Universitas London pada tahun Tristan Vox merupakan dongeng yang menggambarkan kehidupan seorang Felix Robinet yang berprofesi sebagai penyiar radio terkenal yang menyembunyikan identitas aslinya di hadapan penggemarnya. Hal tersebut dilakukan karena paksaan dari direktur radio dan tuntutan masyarakat yang terkagum-kagum mendengar suara merdunya. Meskipun begitu, dia memiliki alasan tersendiri pula dalam melakukan kamuflse ini, yaitu untuk meningkatkan 5

6 kualitas hidupnya secara professional dan mempertahankan kehidupan financial keluarganya. Sayangnya, kamuflase yang dia lakukan menyebabkan munculnya kamuflase-kamuflase lain dari orang-orang terdekatnya sebagai bentuk protes terhadap tindakannya melalui rangkaian surat dari seseorang bernama Yseut. Ada pun orang-orang yang berada di balik surat tersebut adalah istrinya dan sekretarisnya, orang-orang kepercayaan yang mengetahui rahasia kehidupan gandanya. Pengkhianatan ini mengganggu kestabilan penyamaran Tristan Vox. Keadaan menjadi semakin runyam ketika sebuah foto seorang muncul di majalah mingguan radio. Pria dalam foto itu memiliki ciri yang begitu mirip dengan idalisasi penggemar mengenai sosok Tristan Vox, sehingga penggemarnya mengira sang tokoh akhirnya muncul ke hadapan publik. Sebenarnya, pria dalam foto itu adalah Frédéric Durâteau, seorang petenis dari Nanterre. Kejadian ini membuat Frédéric Durâteau hadir di hadapan tokoh utama untuk meminta pertanggungjawaban dan mengakibatkan percobaan bunuh diri oleh Nona Flavie, sekretarisnya, yang panik dengan kekacauan ini. Kejadian ini membuat tokoh utama mengetahui tokoh sebenarnya di balik surat Yseut sekaligus kehilangan keutuhan cinta istrinya. Dongeng ini menghadirkan banyak ironi dalam kehidupan para tokohnya. Untuk memperlihatkan pertentangan yang terjadi dalam diri para tokoh saat memutuskan berkamuflase dan untuk memahami esensi utama dari fenomena yang digambarkan dalam dongeng ini, maka digunakan analisis alur, secara sekuensial yang dilengkapi dengan analisis tindakan, analisis hubungan antarfungsi melalui skema aktan, dan ditambah dengan analisis tokoh dan hubungan antar tokoh Melalui analisis alur secara sekuensial, diketahui bahwa terdapat 27 sekuen fungsional dan 71 sekuen katalisator dan terdapat dua episode utama ; episode surat Yseut dan episode foto Tristan Vox palsu, yang membentuk rangkaian cerita dongeng ini. Dari analisis ini terlihat adanya hubungan sebabakibat dari permasalahan yang mendasari terjadinya efek domino dalam cerita ini. Penjelasan mengenai alur sekuen secara menghasilkan beberapa kesimpulan yang menjawab pertanyaan dalam penelitian ini. Pertama, ulasan itu menyimpulkan

7 bahwa faktor utama kamuflase tokoh utama adalah kebutuhan untuk mempertahankan pekerjaannya demi kecukupan finansial keluarga dan ada keinginan tokoh utama untuk membuktikan diri dalam kualitas pekerjaan. Di situ digambarkan adanya pertentangan antara menikmati kehidupan tenang yang penuh kejujuran, kebutuhan memperbaiki kualitas finansial keluarganya, dan keinginan untuk membuktikan kemampuan dalam diri tokoh utama. Lalu, pada tokoh Nona Flavie, beratnya beban kebohongan yang dipikul membuatnya lelah dan ingin menghentikan kebohongan mengenai Tristan Vox dengan cara menjadi Yseut kedua. Hal ini menggambarkan adanya pertentangan antara mempertahankan pekerjaannya sebagai sekretaris dan mengikuti hati nuraninya untuk menghentikan suatu kebohongan. Sementara itu, dalam kasus Amélie, hal yang menyebabkan dirinya ikut berkamuflase sebagai Yseut adalah hilangnya Felix Robinet dalam sosok Tristan Vox, sehingga dia tidak bisa mengenali suaminya lagi. Amélie merasa kehilangan cinta suaminya. Dari sini terlihat adanya pertentangan dalam diri Amélie antara mendukung pekerjaan suaminya atau menemukan kembali keutuhan cinta suaminya. Dalam kasus efek domino yang terjadi pada Frédéric Durâteau, faktor pemicunya adalah akumulasi harapan masyarakat yang menuntut keberadaan Tristan Vox. Oleh karena itu, ketika pemuda itu muncul dan memiliki kesesuaian dengan harapan masyarakat, maka Frédéric Durâteau dipilih pihak radio untuk melanjutkan penjelmaan Tristan Vox secara nyata, tidak hanya berupa suara saja. Dalam hal ini tokoh Frédéric Durâteau mengalami pertentangan antara mendapatkan popularitas yang diwarisikan Robinet-Vox dan kejujuran terhadap masyarakat. Gambaran perilaku para tokoh dalam cerita dongeng Tristan Vox ini memperlihatkan suatu fenomena ketika para tokoh memungkiri hati nurani dan kejujuran demi mempertahankan kebutuhan materinya. Para tokoh dalam cerita ini mengalami kekacauan dalam berlogika, sehingga terjerumus dalam kegelisahan dan kecemasan karena harus terus-menerus berbohong dan mengatur strategi demi mempertahankan kestabilan perasaan dan memenuhi kebutuhan materi. 7

8 Penjelasan di atas memperlihatkan bahwa hubungan antar tokoh dan keadaan kejiwaan para tokoh memegang peran besar dalam perkembangan jalan cerita. Kuatnya kedua aspek tersebut dibuktikan dalam analisis tindakan yang memperlihatkan bahwa sekuen état (36,73%) dan sekuen situation (29,60%) saling mempengaruhi satu sama lain terhadap jalan cerita. Hal ini menunjukkan bahwa kemelut yang terjadi dalam dongeng ini lebih bersifat psikologis emosional. Hal ini merepresentasikan pula adanya suatu jaringan kuat yang berefek secara beruntun terhadap para tokoh pembantu sebagai bukti adanya efek domino dalam cerita ini. Dari sini terlihat juga bahwa sekuen-sekuen ini juga ikut mempengaruhi dalam membentuk kegelisahan dan kecemasan para tokoh. Kecilnya jumlah sekuen acte (15,30%) memperlihatkan minimnya pergerakan ke arah penyelesaian masalah. Adapun tindakan yang dilakukan oleh para tokoh merupakan tindakan yang kurang memperhitungkan konsekuensi negatifnya secara matang. Selain itu sekuen événement yang muncul juga lebih dipengaruhi oleh adanya sekuen situation. Artinya peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam cerita ini tidak lepas keterkaitannya dari pengaruh hubungan antartokoh. Lalu, dari analisis skema aktansial terlihat fungsi setiap tokoh dalam keseluruhan narasi dongeng ini. Analisis ini mengungkapkan tujuan setiap tokoh dalam melakukan kamuflase yang akhirnya menyebabkan munculnya efek domino. Dari skema aktansial tokoh utama dapat disimpulkan bahwa pembuktian kemampuan diri tokoh utama yang dilakukan dengan cara yang penuh resiko dan berdampak luas bagi orang-orang di sekitarnya membuat hal itu gagal dilakukan dengan baik, karena keberadaan penentang untuk tujuan tersebut lebih kuat pengaruhnya bagi tokoh utama daripada pengaruh pendukung yang didapatnya. Cara yang dilakukan Robinet dalam membutikan kemampuan dirinya justru membuat dirinya kehilangan kepercayaan dan kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya. Sementara itu, skema aktansial Nona Flavie memperlihatkan bahwa adanya beban besar untuk terus mempertahankan kebohongan demi kebohongan mengenai kehidupan ganda Robinet-Vox. Beban ini melahirkan kegelisahan dalam dirinya, sehingga dia memutuskan untuk menjadi Yseut kedua. Namun, tindakan

9 ini tidak efektif dalam menghentikan kebohongan Robinet-Vox, hal yang justru menjerumuskannya dalam ketakutan yang lebih dalam dan akhirnya membuatnya kehilangan akal sehat dan mencoba bunuh diri. Lalu, skema aktansial Amélie menunjukkan bahwa caranya dalam meraih kembali keutuhan diri suaminya demi cintanya, justru membuatnya teralihkan oleh keberadaan sosok Tristan Vox. Hal ini membuktikan bahwa adanya sedikit perubahan perasaan Amélie terhadap suaminya. Keberadaan Robinet di hati Amélie menjadi tidak utuh seperti di awal cerita. Keberadaan tersebut telah dibagi dengan kekaguman Amélie terhadap sosok sempurna Tristan Vox yang akhirnya dikamuflasekan oleh Frédéric Durâteau. Terakhir, skema aktan Frédéric Durâteau menunjukkan adanya kekaguman berlebihan Frédéric Durâteau terhadap sosok Tristan Vox, sehingga membuatnya tergiur dengan popularitas dan ingin menjadi bagian dari kehebatan Tristan Vox. Hal ini membuktikan adanya sikap oportunis dalam diri Frédéric Durâteau yang mengalahkan nilai kejujuran dalam dirinya. Dari analisis skema aktansial ini dapat disimpulkan bahwa setiap tokoh memiliki maksud tersendiri dalam berkamuflase dan dilakukan untuk kepuasan diri sendiri atau keluarganya. Selanjutnya, dalam analisis tokoh dan hubungan antar-tokoh dapat terlihat bahwa tindakan setiap tokoh didasari oleh perilaku dan karakter tokoh tersebut. Analisis tokoh ini memberikan informasi mengenai kualitas psikis maupun fisik para tokoh. Secara garis besar tokoh dalam dongeng ini dibagi menjadi: a) Tokoh utama : Felix Robinet (Tristan Vox) b) Tokoh pembantu : Nona Flavie, Amélie, Frédéric Durâteau c) Tokoh pelengkap : Direktur radio, Staf operator radio, Penggemar Dalam analisis ini, hanya akan dibahas tokoh utama dan tokoh pembantu saja yang memiliki pengaruh besar terhadap jalannya cerita. Dari analisis ciri pembeda tokoh utama dapat dilihat bahwa ada kekontrasan antara diri Robinet dan sosok Tristan Vox secara gambaran fisik. Namun, sebenarnya secara mendalam sosok itu merupakan bagian lain dari diri Robinet, yang mungkin pada kehidupan nyatanya jarang terungkap. Dari penjelasan dalam analisis ini, dapat disimpulkan pula bahwa pada dasarnya Robinet adalah orang yang baik, namun keadaanlah yang membuatnya melakukan kamuflase. Hal ini diperumit oleh adanya sifat naif 9

10 dan ketidaktegasan dalam dirinya. Selanjutnya dari analisis ciri pembeda tokoh Nona Flavie dapat dilihat bahwa kenaifan dan kelemahan karakter pada dirinya mendorong Nona Flavie berkamuflase. Kegelisahan dan kecemasannya dalam menghadapi kebohongan mengenai Tristan Vox semakin memperkuat kelemahan karakter Nona Flavie dan menimbulkan dampak terburuk dari kamuflase tokoh utama dengan adanya kejadian percobaan bunuh diri olehnya. Selanjutnya, dari analisis ciri pembeda Amélie menunjukkan bahwa pada dasarnya ia adalah wanita yang memiliki sifat baik dalam dirinya. Namun, ketakutan akan hilangnya keutuhan diri Robinet dalam sosok Tristan Vox mendorongnya melakukan hal yang kurang rasional dengan berkamuflase sebagai Yseut pertama yang merupakan awal dari efek domino dari kamuflase Robinet. Kemudian, dari penjelasan analisis ciri pembeda Frédéric Durâteau terlihat bahwa sifatnya yang penuh semangat, berani, dan terus terang memunculkan ambisi besar dalam dirinya untuk ikut menjadi bagian dari kehebatan Tristan Vox, terutama setelah mendengar langsung siaran Tristan Vox. Ambisi itu membuat Frédéric Durâteau ikut berkamuflase dan melupakan nilai kejujuran terhadap publik. Hal ini membuktikan adanya sifat oportunis dalam dirinya. Dalam Analisis hubungan antar tokoh terlihat pengaruh kamuflase dari Robinet terhadap para tokoh pembantu yang akhirnya menghadirkan efek domino. Dalam deskripsi mengenai hubungan Felix Robinet (Tristan Vox) dan Nona Flavie mengindikasikan bahwa efek domino yang terjadi di antara keduanya terjadi dalam tataran hubungan profesional. Pengaruh dari kamuflase Robinet menghadirkan tekanan bagi Nona Flavie selama menjalani pekerjaannya, sehingga efek domino pun terjadi dalam hubungan ini. Lalu, penjelasan mengenai hubungan Felix Robinet (Tristan Vox) dan istrinya, Amélie terlihat bahwa kamuflase antara keduanya terjadi dalam tataran hubungan suami istri. Kamuflase Robinet memengaruhi perasaan Amélie sebagai istri yang takut kehilangan suaminya, sehingga membuat Amélie ikut berkamuflase. Yang terakhir, dari deskripsi mengenai hubungan antara Felix Robinet (Tristan Vox) dan Frédéric Durâteau memperlihatkan bahwa efek domino yang terjadi dari kamuflase

11 keduanya terjadi dalam tataran hubungan profesional. Kehebatan Robinet dalam berkamuflase menjadi sosok Tristan Vox yang ideal mempengaruhi Frédéric Durâteau untuk ikut berkamuflase dengan didasari oleh oportunisme. Dari analisis tokoh dan hubungan antartokoh ini dapat disimpulkan bahwa ketidaktegasan, kenaifan, ketakutan, dan oportunis menjadi faktor yang menyebabkan para tokoh berkamuflase, sehingga menghadirkan efek domino. Simpulan Le Coq de Bruyère merupakan buku kumpulan dongeng yang menggambarkan kehidupan manusia melalui berbagai permasalahan yang diangkatnya. Begitu pula dengan dongeng berjudul Tristan Vox yang merupakan gambaran kehidupan seorang tokoh yang merupakan salah satu representasi kehidupan manusia itu sendiri. Permasalahan pemalsuan identitas diri yang disepakati tokoh utama bersama atasannya, telah menyeret beberapa orang di sekitarnya kepada kebohongan, kegelisahan, oportunis, dan pindahnya perhatian pasangan hidup ke lain hati. Tidak terkecuali, fenomena ini merupakan kebohongan publik dan pembiaran terhadap terfiksasinya gambaran khayali dari tokoh yang terlanjur diidolakan. Dari rangkaian analisis di atas dihasilkan beberapa kesimpulan dari penelitian ini. Pertama, adanya kebutuhan, tuntutan, dan nilai kejujuran yang harus dipertahankan oleh setiap tokoh dalam memutuskan tindakannya menghadirkan fenomena efek domino dalam jalan ceritanya. Hal ini memperlihatkan adanya hubungan saling mempengaruhi yang besar dalam dongeng bergenre filsafat ini. Kedua, dapat disimpulkan bahwa konflik yang terjadi dalam dongeng ini merupakan konflik yang bersifat psikologis emosional. Artinya adalah kemelut yang terjadi dalam diri para tokoh didasari oleh unsur-unsur emosi yang sangat kuat dari diri para tokoh. Hal ini juga memperlihatkan bahwa para tokoh dalam cerita ini lebih menimbang aspek emosi dari pada aspek logika dalam melakukan tindakan untuk menghadapi masalah mereka. 11

12 Ketiga, tuntutan kebutuhan eksternal dan internal diri para tokoh mengalahkan nilai kejujuran yang selama ini dipegangnya. Adanya pertentangan antara kecemasan dan tuntutan dari luar membuat mereka melakukan tindakan yang bertentangan dengan nilai kejujuran sebagai rentetan akibat dari tindakan tokoh utama. Keputusan-keputusan yang diambil membuat mereka terlibat dalam pusaran kamuflase. Keempat, dapat disimpulkan pula bahwa lemahnya karakter, ketidaktegasan, dan kenaifan para tokoh membuat mereka melakukan kebohongan kolektif yang akhirnya menjerumuskan mereka dalam hidup yang melelahkan dan penuh kegelisahan. Hal tersebut yang akhirnya menimbulkan dampak kerenggangan hubungan antara satu, baik dalam hubungan suami-istri maupun hubungan profesional. Dari sini, terlihat adanya suatu fenomena yang menunjukkan bahwa kebutuhan hidup seseorang terkadang dapat mengalahkan akal sehatnya sebagai manusia yang berbudi. Selain itu, dalam analisis-analisis tersebut terlihat pula gambaran pengharapan kolektif dari masyarakat terhadap satu sosok sempurna untuk memenuhi kebutuhan imajinasinya sebagai pelarian dari kenyataan menyedihkan yang dialami dalam hidup. Hal ini menunjukkan bahwa manusia membutuhkan tempat bersandar untuk menghadapi, atau setidaknya meringankan, permasalahan hidup dengan suatu strategi yang dianggapnya mantap. Maka, dari analisis-analisis tersebut terlihat bagaimana dongeng mampu mencerminkan kehidupan dan karakter manusia dalam kehidupan nyata. Dongeng ini menunjukkan bahwa pada dasarnya dalam diri manusia selalu terdapat dualisme antara kebaikan dan keburukan. Dualisme ini menghadirkan berbagai konflik, baik dalam hubungan dengan dirinya sendiri, maupun dalam hubungan antarindividu. Hal tersebut terjadi karena berbagai kebutuhan, tuntutan, dan pertentangan kepentingan dalam hidup, seringkali mengendalikan aspek dualisme tersebut di saat seorang individu harus memutuskan tindakannya. Ketika tindakan yang dilakukan tidak sesuai dengan nilai-nilai moral dan suara hati nurani individu tersebut, maka akan muncul ketidaknyamanan, kegelisahan, dan ketakutan dalam dirinya.

13 Hal ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara emosi dan logika merupakan aspek penting bagi individu untuk menghadapi permasalahan hidupnya. Keseimbangan tersebut diperlukan agar individu tersebut mampu memahami hal yang benar dan yang salah dalam kehidupan ini. Dapat dipahami pula bahwa suatu tindakan yang diambil oleh seorang individu akan memiliki dampak dan pengaruh tersendiri, baik untuk dirinya sendiri, maupun untuk orang di sekitarnya. Hal saling memengaruhi inilah yang membuat manusia menjadi makhluk sosial yang juga memiliki tanggung jawab terhadap satu sama lain. Oleh karena itu, kesadaran akan rasa tanggung jawab tersebut menjadi penting bagi setiap individu dalam menjalani kehidupan agar ia dapat memahami peran dan fungsi sosialnya. Maka, dapat disimpulkan bahwa hal saling memengaruhi dalam hubungan manusia dan kesadaran akan tanggung jawab, merupakan salah satu syarat bagi manusia untuk berkembang dan memahami hakikat dirinya. Dongeng Tristan Vox ini juga menghadirkan kisah yang memberikan pesan moral bahwa kebohongan dan kepalsuan dari satu orang dapat menimbulkan dampak besar bagi kehidupan orang lain. Dari dongeng ini kita juga dapat memahami bagaimana suatu kebohongan, meski telah ditutupi dengan rapat, dapat tercium juga kebusukannya dan menghadirkan efek negatif bagi banyak orang. Dongeng ini juga menggambarkan suatu fakta bahwa suara seorang individu merupakan salah satu ciri khusus yang dianugerahkan Pencipta untuk menjadi identitas tersendiri bagi individu tersebut. Setiap manusia memiliki keunikan tersendiri dalam suaranya, yang berbeda dengan individu lain. Melalui keunikan tersebut, manusia dapat dikenali dan dibedakan satu sama lain. Sebagaimana anugerah lain yang diberikan Pencipta kepada manusia, maka suara juga harus disyukuri dan digunakan sebaik mungkin tanpa menyalahi norma atau menimbulkan kerugian bagi orang lain. Daftar Sumber 13

14 Barthes, Roland Introduction à l Analyse Structurale du Récit. Paris : Seuil. Everaert-Desmedt, Nicole Sémiotique du Récit. Bruxelles : De Boeck Wesmael. Goldenstein, J. P Pour Lire le Roman. Brussel-Paris : De Boeck-Duculot. Greimas, A. J. 1966, Sémantique Structurale. Paris : Larousse. Tournier, Michel Le Coq de Bruyère. Paris : Gallimard. Schmitt & Viala Savoir Lire. Paris : Didier. Zumthor, P Analyse de contes. Jakarta : Seminaire Universitas Indonesia AUPELF BAL-Ambassade de France.

BAB V KESIMPULAN. Dari analisis yang telah dilakukan pada bab III dan bab IV, penulis dapat

BAB V KESIMPULAN. Dari analisis yang telah dilakukan pada bab III dan bab IV, penulis dapat BAB V KESIMPULAN Dari analisis yang telah dilakukan pada bab III dan bab IV, penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan mengenai faktor-faktor apa saja yang membuat serial Super Sentai dapat bertahan

Lebih terperinci

SILABUS. Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu

SILABUS. Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu KELAS XII SEMESTER 1 SILABUS Semester : 1 Standar Kompetensi : Mendengarkan 1. Memahami informasi dari berbagai laporan 1.1 Membedakan Laporan Mencatat pokok-pokok antara fakta Laporan kegiatan isi laporan

Lebih terperinci

MUKADIMAH. Untuk mewujudkan keluhuran profesi dosen maka diperlukan suatu pedoman yang berupa Kode Etik Dosen seperti dirumuskan berikut ini.

MUKADIMAH. Untuk mewujudkan keluhuran profesi dosen maka diperlukan suatu pedoman yang berupa Kode Etik Dosen seperti dirumuskan berikut ini. MUKADIMAH STMIK AMIKOM YOGYAKARTA didirikan untuk ikut berperan dalam pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dibidang manajemen, teknologi, dan kewirausahaan, yang akhirnya bertujuan untuk memperoleh

Lebih terperinci

SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN MINAT DAN BUDAYA BACA

SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN MINAT DAN BUDAYA BACA SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN MINAT DAN BUDAYA BACA Disajikan Dalam Rangka Memenuhi Tugas Pelatihan Petugas Perpustakaan Oleh VEGASARI YUNIATI BADAN ARSIP DAN PERPUSTAKAAN KOTA SURABAYA 2010 1 Sesal Seandainya

Lebih terperinci

Dua Sisi Mata Uang Dampak Teknologi Jumat, 14 Februari 2014 17:15. Oleh Ahmad Turmudzi*

Dua Sisi Mata Uang Dampak Teknologi Jumat, 14 Februari 2014 17:15. Oleh Ahmad Turmudzi* Oleh Ahmad Turmudzi* Sebelum masuk ke inti tulisan singkat ini, saya ingin mengulas terlebih dahulu arti remaja. Menurut akar katanya, remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA. dengan pokok penelitian yaitu: Perilaku remaja anak kandung dan anak angkat dalam

BAB IV ANALISA. dengan pokok penelitian yaitu: Perilaku remaja anak kandung dan anak angkat dalam BAB IV ANALISA Dalam bab III telah di uraikan data hasil penelitian, selanjutnya dalam bab IV ini akan di lakukan analisa sebagai upaya untuk mendiskripsikan permasalahan yang berhubungan dengan pokok

Lebih terperinci

EKSISTENSI SANGGAR TARI KEMBANG SORE PUSAT - YOGYAKARTA Theresiana Ani Larasati

EKSISTENSI SANGGAR TARI KEMBANG SORE PUSAT - YOGYAKARTA Theresiana Ani Larasati EKSISTENSI SANGGAR TARI KEMBANG SORE PUSAT - YOGYAKARTA Theresiana Ani Larasati Pengaruh era globalisasi sangat terasa di berbagai sendi kehidupan bangsa Indonesia, tidak terkecuali di Daerah Istimewa

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. memberikan pertolongan yang justru sangat dibutuhkan.

BAB 1 PENDAHULUAN. memberikan pertolongan yang justru sangat dibutuhkan. BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tingkah laku menolong sering muncul dalam masyarakat, dimana perilaku ini diberikan guna meringankan penderitaan orang lain, misalnya menolong orang lain yang

Lebih terperinci

KATA-KATA BIJAK 2 TOKOH INDONESIA. A. Kata-kata Bijak KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

KATA-KATA BIJAK 2 TOKOH INDONESIA. A. Kata-kata Bijak KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) KATA-KATA BIJAK 2 TOKOH INDONESIA A. Kata-kata Bijak (Gus Dur) 1. "Betapa banyak hal-hal tragis/ menyedihkan terjadi karena kita tidak dapat membedakan antara mengetahui dan mengerti akan perjalanan hidup."

Lebih terperinci

Berpikir Benar, Berpikir Positif Oleh Elsa Sakina http://inspirasi-motivasi.blogspot.com

Berpikir Benar, Berpikir Positif Oleh Elsa Sakina http://inspirasi-motivasi.blogspot.com Berpikir Benar, Berpikir Positif Oleh Elsa Sakina http://inspirasi-motivasi.blogspot.com Hak Cipta 2008 oleh Elsa Sakina Produk ini boleh Anda sebar-luaskan secara cuma-cuma alias gratis. Dilarang keras

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI KONSELOR

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI KONSELOR SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI KONSELOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Lebih terperinci

Hidup dibawah Masa Paus Terakhir: 12 Fakta Yang Harus Anda Ketahui

Hidup dibawah Masa Paus Terakhir: 12 Fakta Yang Harus Anda Ketahui Hidup dibawah Masa Paus Terakhir: 12 Fakta Yang Harus Anda Ketahui Dunia sedang berada dibawah masa pemerintahan Paus Francis I, raja ke-8 dan yang terakhir, sejak dia dinobatkan menjadi penguasa mutlak

Lebih terperinci

Andri PT. BestProfit Futures - Malang 2014

Andri PT. BestProfit Futures - Malang 2014 Andri PT. BestProfit Futures - Malang 2014 BERPIKIR BESAR DAN MELIHAT MASA DEPAN Masa depan tergantung pada apa yang kita lakukan hari ini. Sebagian besar orang menganggap kesuksesan itu dapat diukur berdasarkan

Lebih terperinci

MENJADI ORANG TUA YANG TERUS BELAJAR

MENJADI ORANG TUA YANG TERUS BELAJAR Blitar, 7 Maret 2015 PSIKOLOGI PARENTING MENJADI ORANG TUA YANG TERUS BELAJAR Talk show dan pelatihan memaksimalkan usia emas dan keberagaman anak usia dini, di PGIT TKIT Al-Hikmah Bence, Garum, Blitar

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Definisi Perkawinan, Perceraian serta akibat-akibat Hukumnya.

BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Definisi Perkawinan, Perceraian serta akibat-akibat Hukumnya. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Definisi Perkawinan, Perceraian serta akibat-akibat Hukumnya. A.1. Perkawinan Perkawinan amat penting dalam kehidupan manusia, perseorangan, maupun kelompok. Dengan jalan perkawinan

Lebih terperinci

KE ARAH PEMIKIRAN FILSAFAT

KE ARAH PEMIKIRAN FILSAFAT KE ARAH PEMIKIRAN FILSAFAT Prof. Dr. Almasdi Syahza,, SE., MP Peneliti Senior Universitas Riau Email : asyahza@yahoo.co.id syahza.almasdi@gmail.com Website : http://almasdi.staff.unri.ac.id Pengertian

Lebih terperinci

PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM TALK SHOW EMPAT MATA DI TRANS 7

PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM TALK SHOW EMPAT MATA DI TRANS 7 PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM TALK SHOW EMPAT MATA DI TRANS 7 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Diajukan

Lebih terperinci

Stright/spot News berisi materi penting yang harus segera dilaporkan kepada publik (sering pula disebut breaking news)

Stright/spot News berisi materi penting yang harus segera dilaporkan kepada publik (sering pula disebut breaking news) Menulis Feature oleh Farid Gaban Mengapa feature? Secara kasar karya jurnalistik bisa dibagi menjadi tiga: Stright/spot News berisi materi penting yang harus segera dilaporkan kepada publik (sering pula

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pola Asuh Orang Tua 2.1.1 Pengertian Pola Asuh Orang Tua Menurut Hurlock (1999) orang tua adalah orang dewasa yang membawa anak ke dewasa, terutama dalam masa perkembangan. Tugas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Koran saat sarapan, kita bisa melihat foto-foto laki-laki dan perempuan yang

BAB I PENDAHULUAN. Koran saat sarapan, kita bisa melihat foto-foto laki-laki dan perempuan yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada abad ini merupakan abad visual. Masyarakat dibombardir dengan berbagai gambar sejak pagi hingga malam. Misalnya saja dengan hanya membuka Koran saat sarapan,

Lebih terperinci

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN 1. Pesat tapi tidak merata. - Otot besar mendahului otot kecil. - Atur ruangan. - Koordinasi mata dengan tangan belum sempurna. - Belum dapat mengerjakan pekerjaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. a. Latar Belakang Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN. a. Latar Belakang Permasalahan BAB I PENDAHULUAN a. Latar Belakang Permasalahan Jean Paul Sartre seorang filsuf eksistensialis dari Perancis mengatakan bahwa manusia dilahirkan begitu saja ke dalam dunia ini, dan ia harus segera menanggung

Lebih terperinci

Satu Dekade komunitas Ininnawa Makassar. Oleh : Sunardi Sunardi Senin, 15 Pebruari 2010 13:20

Satu Dekade komunitas Ininnawa Makassar. Oleh : Sunardi Sunardi Senin, 15 Pebruari 2010 13:20 Pewarta-Indonesia, Tepat pukul 02.00 wita, saat pagi masih buta, duduk membentuk segitiga, memori itu perlahan kembali dibuka. Memoar perjalanan yang sudah lama terpendam, tapi masih tetap eksis dikepala

Lebih terperinci

BUDAYA ORGANISASI DAN ETIKA KERJA

BUDAYA ORGANISASI DAN ETIKA KERJA BUDAYA ORGANISASI DAN ETIKA KERJA Budaya Organisasi Pengertian Satu wujud anggapan yang dimiliki, diterima secara implisit oleh kelompok dan menentukan bagaimana kelompok tersebut rasakan, pikirkan, dan

Lebih terperinci

Masa Kanak-Kanak Akhir. Siti Rohmah Nurhayati

Masa Kanak-Kanak Akhir. Siti Rohmah Nurhayati Masa Kanak-Kanak Akhir Siti Rohmah Nurhayati MASA KANAK-KANAK AKHIR Masa kanak-kanak akhir sering disebut sebagai masa usia sekolah atau masa sekolah dasar. Masa ini dialami anak pada usia 6 tahun sampai

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penciptaan. September 2011 merupakan awal mula dimana saya mendalami seni rupa

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penciptaan. September 2011 merupakan awal mula dimana saya mendalami seni rupa I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan September 2011 merupakan awal mula dimana saya mendalami seni rupa di Program Pascasarjana ISI Yogyakarta. Di kampus inilah saya banyak bertemu dengan seniman,

Lebih terperinci

harus mengerti juga model-model komunikasi yang ada sehingga kita bisa menilai apakah selama ini sudah berkomunikasi dengan baik atau belum.

harus mengerti juga model-model komunikasi yang ada sehingga kita bisa menilai apakah selama ini sudah berkomunikasi dengan baik atau belum. USIA IDEAL PACARAN Kadang kita dengar anak seusia SMP aja sudah punya pacar..ya selain hanya ber cinta monyet mereka sering menggunakan fasilitas ortu. Pengendalian emosi usia remaja ini belum stabil juga

Lebih terperinci

DEWASA AKHIR (30 50 tahun)

DEWASA AKHIR (30 50 tahun) SILABUS 10 DEWASA AKHIR (30 50 tahun) 10.1 Integritas ego Adalah perasaan menjadi bagian dari tata aturan yg ada di alam semesta ini, perasaan cinta pada sesama manusia dan dengan begitu ikut menimbulkan

Lebih terperinci

Sesi 8: Pemberitaan tentang Masalah Gender

Sesi 8: Pemberitaan tentang Masalah Gender Sesi 8: Pemberitaan tentang Masalah Gender 1 Tujuan belajar 1. Memahami arti stereotip dan stereotip gender 2. Mengidentifikasi karakter utama stereotip gender 3. Mengakui stereotip gender dalam media

Lebih terperinci

106 intisari-online.com

106 intisari-online.com 106 intisari-online.com BISNIS Reinkarnasi BISNIS MAK COMBLANG DI ZAMAN DIGITAL Penulis: M. Habib Asyhad Fotografer: Bhisma Adinaya Selama orang masih membutuhkan cinta, selama itu juga bisnis mak comblang

Lebih terperinci

DIKOTOMI TULISAN WRITER IN YOU

DIKOTOMI TULISAN WRITER IN YOU DIKOTOMI TULISAN Bicara soal genre tulisan, maka kita bicara pada dua segmen, fiksi dan nonfiksi. Mana yang rasanya kita punya passion di situ, maka jenis tulisan itulah yang sebaiknya kita tekuni. Namun,

Lebih terperinci

Program Pembangunan Karakter Klinik Abu Albani Centre

Program Pembangunan Karakter Klinik Abu Albani Centre Program Pembangunan Karakter Klinik Abu Albani Centre Tujuan Pembangunan Karakter Anak : Membangun sikap dan watak seseorang sehingga mempunyai sebuah sikap yang dapat dinilai sebagai sikap yang baik menurut

Lebih terperinci

- 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELINDUNGAN BAHASA

- 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELINDUNGAN BAHASA SALINAN - 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELINDUNGAN BAHASA DAN SASTRA, SERTA PENINGKATAN FUNGSI BAHASA INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Makna hidup (the meaning of life) adalah hal-hal yang dianggap sangat penting dan

BAB I PENDAHULUAN. Makna hidup (the meaning of life) adalah hal-hal yang dianggap sangat penting dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Makna hidup (the meaning of life) adalah hal-hal yang dianggap sangat penting dan berharga serta memberikan nilai khusus bagi seseorang, sehingga layak dijadikan

Lebih terperinci

12 kriteria calon anggota DPR yang ideal : 1. Jujur.

12 kriteria calon anggota DPR yang ideal : 1. Jujur. KOPI - Menjadi anggota DPR RI merupakan impian semua orang. Anggota dewan merupakan jembatan penghubung bagi rakyat dengan pemimpinnya. Beliau mengemban tugas yang sangat berat, sebab di pundaknya terselip

Lebih terperinci

Oleh Septia Sugiarsih

Oleh Septia Sugiarsih Oleh Septia Sugiarsih Merupakan proses memperoleh makna dari barang cetak ( Spodek dan Saracho, 1994). 2 cara : Langsung Menguhubungkan ciri penanda visual dari tulisan dengan maknanya Tidak langsung Mengidentifikasi

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2000 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2000 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2000 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PERAN SERTA MASYARAKAT DAN PEMBERIAN PENGHARGAAN DALAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI PRESIDEN

Lebih terperinci

Apa yang dimaksud dengan profesi? Apakah setiap pekerjaan dapat dikatakan sebagai sebuah profesi? Mengapa?

Apa yang dimaksud dengan profesi? Apakah setiap pekerjaan dapat dikatakan sebagai sebuah profesi? Mengapa? Apa yang dimaksud dengan profesi? Apakah setiap pekerjaan dapat dikatakan sebagai sebuah profesi? Mengapa? PENGERTIAN PROFESI Profesi Menurut DE GEORGE; adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai suatu kegiatan

Lebih terperinci

PANDANGAN TIGA TOKOH UTAMA WANITA TENTANG EMANSIPASI DALAM NOVEL TIGA ORANG PEREMPUAN KARYA MARIA A. SARDJONO

PANDANGAN TIGA TOKOH UTAMA WANITA TENTANG EMANSIPASI DALAM NOVEL TIGA ORANG PEREMPUAN KARYA MARIA A. SARDJONO PANDANGAN TIGA TOKOH UTAMA WANITA TENTANG EMANSIPASI DALAM NOVEL TIGA ORANG PEREMPUAN KARYA MARIA A. SARDJONO SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi sebagian Persyaratan Guna Melengkapi Gelar Sasrjana Sastra

Lebih terperinci

Prinsip Tempat Kerja yang Saling Menghormati

Prinsip Tempat Kerja yang Saling Menghormati Prinsip Tempat Kerja yang Saling Menghormati Pernyataan Prinsip: Setiap orang berhak mendapatkan perlakuan hormat di tempat kerja 3M. Dihormati berarti diperlakukan secara jujur dan profesional dengan

Lebih terperinci

VARIABEL BEBAS DAN VARIABEL TERIKAT. Oleh : Amin Budiamin

VARIABEL BEBAS DAN VARIABEL TERIKAT. Oleh : Amin Budiamin VARIABEL BEBAS DAN VARIABEL TERIKAT Oleh : Amin Budiamin Capter 12 Mendesain dan Mengevaluasi Variabel Bebas Cepter 13 Mendesain atau Memilih Variabel Terikat Mendesain dan Mengevaluasi Variabel Bebas

Lebih terperinci

BAB III OBJEK PENELITIAN. terjadi keributan serta perselisihan yang menyebabkan pertengkaran dan berakhir

BAB III OBJEK PENELITIAN. terjadi keributan serta perselisihan yang menyebabkan pertengkaran dan berakhir BAB III OBJEK PENELITIAN 3.1 Awal Mula Keluarga Broken Home Broken home diartikan dengan kondisi keluarga yang tidak harmonis dan tidak berjalan layaknya keluarga yang rukun, damai, dan sejahtera karena

Lebih terperinci

B. Modernisasi Menyebabkan Terkikisnya Perhatian Generasi Muda Terhadap Budaya Bangsa

B. Modernisasi Menyebabkan Terkikisnya Perhatian Generasi Muda Terhadap Budaya Bangsa A. Latar Belakang KOPI, Dewasa ini, tradisi masyarakat menjadi perhatian aset warisan bangsa. Hal ini disebabkan karena dinamika zaman telah mengubah sikap dan perilaku masyarakat. Tradisi masyarakat selalu

Lebih terperinci

Survei: Sebuah Perjalanan Mengenal Nusantara

Survei: Sebuah Perjalanan Mengenal Nusantara Survei: Sebuah Perjalanan Mengenal Nusantara Negara ini luas. Indonesia, dengan segala kekayaannya, hamparan pulau ini layaknya sebuah surga untuk mereka yang merasa memilikinya. Penjelajahan mengelilingi

Lebih terperinci

BAB 4 SIMPULAN DAN SARAN. nilai-nilai tradisionalnya. Sebelum Perang Dunia II, sistem keluarga Jepang didasarkan

BAB 4 SIMPULAN DAN SARAN. nilai-nilai tradisionalnya. Sebelum Perang Dunia II, sistem keluarga Jepang didasarkan BAB 4 SIMPULAN DAN SARAN 4.1 Simpulan Masyarakat Jepang di kenal sebagai suatu masyarakat yang memegang kuat nilai-nilai tradisionalnya. Sebelum Perang Dunia II, sistem keluarga Jepang didasarkan pada

Lebih terperinci

Uji Penilaian Profesional Macquarie. Leaflet Latihan. Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian.

Uji Penilaian Profesional Macquarie. Leaflet Latihan. Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian. Uji Penilaian Profesional Macquarie Leaflet Latihan Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian. Mengapa Uji Penilaian psikometrik digunakan Dewasa ini semakin banyak perusahaan yang menyertakan

Lebih terperinci

Kumpulan Artikel Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat

Kumpulan Artikel Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Program PPM KOMPETITIF Sumber Dana DIPA Universitas Andalas Besar Anggaran Rp 4.750.000 Tim Pelaksana Leni Syafyahya dan Efri Yades Fakultas Sastra Lokasi Kota Padang, Sumatera Barat PENINGKATAN KEMAMPUAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pesatnya perkembangan industri pertelevisian dewasa ini, membuat

BAB I PENDAHULUAN. Pesatnya perkembangan industri pertelevisian dewasa ini, membuat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pesatnya perkembangan industri pertelevisian dewasa ini, membuat persaingan antara media massa televisi tidak terelakkan lagi. Sebagai media audio visual, televisi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perubahan sistem kerap muncul sebagai bentuk reformasi dari sistem sebelumnya.

BAB I PENDAHULUAN. perubahan sistem kerap muncul sebagai bentuk reformasi dari sistem sebelumnya. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Roda pemerintahan terus bergulir dan silih berganti. Kebijakan baru dan perubahan sistem kerap muncul sebagai bentuk reformasi dari sistem sebelumnya. Dampak

Lebih terperinci

PENINGKATAN POTENSI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK DALAM DIKLAT

PENINGKATAN POTENSI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK DALAM DIKLAT PENINGKATAN POTENSI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK DALAM DIKLAT Oleh Samsul Hidayat, M.Ed (Widyaiswara Madya BKD & DIKLAT Provinsi NTB) ABSTRAKSI Peserta didik dalam menempuh pendidikan Pelatihan sangat ditentukan

Lebih terperinci

CIPTA CINTA DAMAI CIPT

CIPTA CINTA DAMAI CIPT CIPTA CINTA DAMAI CIPT CINTA TERINDAH Oleh: Cipta Cinta Damai Copyright 2012 by Cipta Cinta Damai Penerbit Cipta Indieart Publishing blog: www.soulofcipta.blogspot.com e-mail: cipto.wardoyo@gmail.com Desain

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pelajaran matematika. Permasalahan ini relevan dengan bukti empiris yang. membaca atau mengerjakan soal-soal yang ada di dalamnya.

BAB I PENDAHULUAN. pelajaran matematika. Permasalahan ini relevan dengan bukti empiris yang. membaca atau mengerjakan soal-soal yang ada di dalamnya. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kurang maksimalnya pemanfaatan media merupakan salah satu dari sekian banyak masalah dalam pembelajaran di sekolah termasuk pada mata pelajaran matematika. Permasalahan

Lebih terperinci

Memaknai Kembali Arti Kesejahteraan Guru. Oleh : Fahriza Marta Tanjung, S.Pd. 1

Memaknai Kembali Arti Kesejahteraan Guru. Oleh : Fahriza Marta Tanjung, S.Pd. 1 Memaknai Kembali Arti Kesejahteraan Guru Oleh : Fahriza Marta Tanjung, S.Pd. 1 Perspektif Kesejahteraan Guru Kini Dalam setiap Peringatan Hari Guru, persoalan kesejahteraan guru selalu menjadi topik yang

Lebih terperinci

Apa manfaat umum Metode Pelatihan Psychotronica? Manfaat umum pelatihan Psychotronica adalah : 1. Meningkatakan kepercayaan Diri. 2.

Apa manfaat umum Metode Pelatihan Psychotronica? Manfaat umum pelatihan Psychotronica adalah : 1. Meningkatakan kepercayaan Diri. 2. Apa manfaat umum Metode Pelatihan Psychotronica? Manfaat umum pelatihan Psychotronica adalah : 1. Meningkatakan kepercayaan Diri 2. Kesehatan 3. Meningkatan rasa aman 4. Meningkatkan ketenangan batin 5.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. oleh Allah SWT, yakni dengan menyampaikan nilai-nilai yang dapat. sesuai dengan segi atau bidangnya masing-masing.

BAB I PENDAHULUAN. oleh Allah SWT, yakni dengan menyampaikan nilai-nilai yang dapat. sesuai dengan segi atau bidangnya masing-masing. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dakwah merupakan suatu bentuk proses penyampaian ajaran Islam. Dakwah Islam adalah dakwah ke arah kualitas puncak dari nilai-nilai kemanusiaan, dan peradaban

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa salah satu alat

Lebih terperinci

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit esaunggul.ac.id http://www.esaunggul.ac.id/article/merancang-strategi-komunikasi-memenangkan-pemilih-dan-kelompok/ Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit Dr. Erman Anom,

Lebih terperinci

KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF BAGI KEPALA SEKOLAH

KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF BAGI KEPALA SEKOLAH KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF BAGI KEPALA SEKOLAH OLEH A. MULIATI, AM Kepala sekolah dalam meningkatkan profesonalisme guru diakui sebagai salah satu faktor yang sangat penting dalam organisasi

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang: a. bahwa kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa yang berkembang di masyarakat sangat beragam. Ragam

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa yang berkembang di masyarakat sangat beragam. Ragam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa yang berkembang di masyarakat sangat beragam. Ragam bahasa tersebut digunakan sesuai kondisi yang ada. Preston dan Shuy (dalam Chaer, 2002: 105) mengatakan ragam

Lebih terperinci

Pemimpin dari Alam Lain: Ketika Kita Membutuhkan Sikap Bijak Mereka (98/M)

Pemimpin dari Alam Lain: Ketika Kita Membutuhkan Sikap Bijak Mereka (98/M) KOPI - Pernah kita melihat poster ataupun baliho bakal calon pemimpin di pinggir jalan yang tidak menggambarkan adanya karakter tegas dari bakal calon pemimpin itu sendiri. Kita ambil satu contoh bakal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ini. Proses pendidikan seumur hidup itu lebih dikenal dengan istilah long life

BAB I PENDAHULUAN. ini. Proses pendidikan seumur hidup itu lebih dikenal dengan istilah long life 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada dasarnya pendidikan adalah laksana eksperimen yang tidak pernah selesai sampai kapan pun, sepanjang ada kehidupan manusia di dunia ini. Proses pendidikan

Lebih terperinci

SEBAGAI GURU BESAR BIDANG ILMU BIOLOGI KONSERVASI PADA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

SEBAGAI GURU BESAR BIDANG ILMU BIOLOGI KONSERVASI PADA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA SAMBUTAN REKTOR PADA PENGUKUHAN Prof. Dr. SUGIYARTO, M.Si. SEBAGAI GURU BESAR BIDANG ILMU BIOLOGI KONSERVASI PADA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA Bismi l-lahi r-rahmani r-rahim Assalamu

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa hak cipta merupakan kekayaan intelektual di bidang

Lebih terperinci

KAIDAH KUTIPAN DALAM KARYA ILMIAH. Ari Kusmiatun PBSI FBS UNY

KAIDAH KUTIPAN DALAM KARYA ILMIAH. Ari Kusmiatun PBSI FBS UNY KAIDAH KUTIPAN DALAM KARYA ILMIAH Ari Kusmiatun PBSI FBS UNY Apa itu KUTIPAN? Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat/ide/gagasan orang lain yang diambil dari sumber tertentu. Cara Mengutip Kutipan

Lebih terperinci

EADC 2011 FORM PROPOSAL. Baca TERM OF REFERENCE (TOR) dan PEDOMAN PENDAFTARAN PESERTA seluruhnya dengan teliti, sebelum anda mengisi FORM PROPOSAL.

EADC 2011 FORM PROPOSAL. Baca TERM OF REFERENCE (TOR) dan PEDOMAN PENDAFTARAN PESERTA seluruhnya dengan teliti, sebelum anda mengisi FORM PROPOSAL. Eagle Awards Documentary Competition 2011 Bagimu Indonesia Baca TERM OF REFERENCE (TOR) dan PEDOMAN PENDAFTARAN PESERTA seluruhnya dengan teliti, sebelum anda mengisi. Pedoman pengisian peserta Eagle Awards

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Akhir masa kanak-kanak (late childhood) berlangsung dari usia enam

BAB I PENDAHULUAN. Akhir masa kanak-kanak (late childhood) berlangsung dari usia enam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Akhir masa kanak-kanak (late childhood) berlangsung dari usia enam tahun sampai tiba saatnya individu menjadi matang secara seksual. Pada awal dan akhirnya,

Lebih terperinci

Selamat Datang Di. AsiaWorks

Selamat Datang Di. AsiaWorks Selamat Datang Di AsiaWorks Program Basic Training adalah pengalaman eksplorasi dan penemuan diri; di sana saya belajar banyak hal tentang diri saya sendiri... dari diri saya sendiri! Kurikulum Inti AsiaWorks

Lebih terperinci

KEBIJAKAN ANTI PENCUCIAN UANG FXPRIMUS

KEBIJAKAN ANTI PENCUCIAN UANG FXPRIMUS KEBIJAKAN ANTI PENCUCIAN UANG FXPRIMUS PERNYATAAN DAN PRINSIP KEBIJAKAN Sesuai dengan Undang-undang Intelijen Keuangan dan Anti Pencucian Uang 2002 (FIAMLA 2002), Undang-undang Pencegahan Korupsi 2002

Lebih terperinci

SAMBUTAN MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/KEPALA BAPPENAS

SAMBUTAN MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/KEPALA BAPPENAS REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL SAMBUTAN MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/KEPALA BAPPENAS Pada Acara Temu Muka dan

Lebih terperinci

DIAN NURSEHA SMK N 23 JAKARTA

DIAN NURSEHA SMK N 23 JAKARTA DIAN NURSEHA SMK N 23 JAKARTA Pengertian Etika,Etiket dan Moral Etika berasal dari kata ethicus(latin) dan dalam bhs Yunani disebut ethicos yang berarti kebiasaan, norma-norma,nilai-nilai, kaidah-kaidah

Lebih terperinci

KONSEP DASAR. Manusia padasarnya adalah unik memiliki kecenderungan untuk berpikir rasional dan irasional

KONSEP DASAR. Manusia padasarnya adalah unik memiliki kecenderungan untuk berpikir rasional dan irasional KONSEP DASAR Manusia padasarnya adalah unik memiliki kecenderungan untuk berpikir rasional dan irasional Ketika berpikir dan bertingkahlaku rasional manusia akan efektif, bahagia, dan kompeten. Ketika

Lebih terperinci

Keterampilan Penting bagi Konselor

Keterampilan Penting bagi Konselor e-konsel edisi 370 (10-3-2015) Keterampilan Penting bagi Konselor e-konsel Milis Publikasi Elektronik Pelayanan Konseling Kristen e-konsel -- Keterampilan Penting bagi Konselor Edisi 370/Maret 2015 Salam

Lebih terperinci

PERWATAKAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL GARUDA PUTIH KARYA SUPARTO BRATA SEBUAH TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA

PERWATAKAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL GARUDA PUTIH KARYA SUPARTO BRATA SEBUAH TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA PERWATAKAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL GARUDA PUTIH KARYA SUPARTO BRATA SEBUAH TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

DISIPLIN PADA ANAK SERI BACAAN ORANG TUA

DISIPLIN PADA ANAK SERI BACAAN ORANG TUA 30 SERI BACAAN ORANG TUA DISIPLIN PADA ANAK Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Nasional Milik Negara

Lebih terperinci

Nilai-nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI

Nilai-nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI Nilai-nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI Sambutan Menteri Agama Republik Indonesia Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah swt, Tuhan yang maha kuasa, berkat rahmat dan karunia-nya buku saku

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2003 TENTANG PERATURAN DISIPLIN ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2003 TENTANG PERATURAN DISIPLIN ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2003 TENTANG PERATURAN DISIPLIN ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

TATA TULIS KARYA ILMIAH SEMESTER PENDEK

TATA TULIS KARYA ILMIAH SEMESTER PENDEK TATA TULIS KARYA ILMIAH SEMESTER PENDEK PENGANTAR UMUM DAN KONTRAK BELAJAR Penjelasan umum tentang mata kuliah Tata Tulis Karya Ilmiah (TTKI) Penjelasan Umum Karya Ilmiah adalah laporan tertulis dan dipublikasi

Lebih terperinci

PENGERTIAN. 3. Pengertian, adalah tanggapan atau gambaran akal budi yang abstrak, yang batiniah, tentang inti sesuatu.

PENGERTIAN. 3. Pengertian, adalah tanggapan atau gambaran akal budi yang abstrak, yang batiniah, tentang inti sesuatu. PENGERTIAN 1. Kegiatan akal budi yang pertama adalah menangkap sesuatu sebagaimana adanya. 2. Mengerti berarti menangkap inti sesuatu yang dapat dibentuk oleh akal budi. Apa yang dibentuk akal budi tersebut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Lanjut usia merupakan suatu anugerah. Menjadi tua, dengan segenap

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Lanjut usia merupakan suatu anugerah. Menjadi tua, dengan segenap BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lanjut usia merupakan suatu anugerah. Menjadi tua, dengan segenap keterbatasannya akan dialami oleh seseorang bila berumur panjang. Di Indonesia istilah untuk

Lebih terperinci

Indonesia-Maroko: Beberapa Langkah Lebih Dekat Melalui Seni Budaya (124/M)

Indonesia-Maroko: Beberapa Langkah Lebih Dekat Melalui Seni Budaya (124/M) KOPI, Ada banyak cara dalam mempromosikan suatu negara dan mempererat hubungan diplomatik antar dua negara, salah satunya adalah melalui seni dan budaya. Indonesia adalah negeri yang kaya akan tradisi,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk penyelenggaraan

Lebih terperinci

b. Zona-2 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 1,315,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 927,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 1,190,000

b. Zona-2 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 1,315,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 927,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 1,190,000 A. BIAYA IZIN PENYELENGGARAAN PENYIARAN LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK 1. JASA PENYIARAN RADIO 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 1,460,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 1,030,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun

Lebih terperinci

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI Semua gagasan besar manajemen hanya akan terhenti di dibelakang meja saja, apabila para pemimpin tidak memiliki kemampuan penyampaian pesan melalui komunikasi. Rencana seorang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG (UU) NOMOR: 10 TAHUN 1992 (10/1992) TENTANG PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA SEJAHTERA

UNDANG-UNDANG (UU) NOMOR: 10 TAHUN 1992 (10/1992) TENTANG PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA SEJAHTERA UNDANG-UNDANG (UU) NOMOR: 10 TAHUN 1992 (10/1992) TENTANG PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA SEJAHTERA Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia, a. bahwa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menjadi terganggu akibat aktivitas yang tidak seimbang. Pola makan yang salah

BAB I PENDAHULUAN. menjadi terganggu akibat aktivitas yang tidak seimbang. Pola makan yang salah BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Terus berkembangnya jaman menuntut masyarakat untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang serba cepat dan praktis, hal ini menyebabkan pola hidup masyarakat

Lebih terperinci

Pertobatan Sejati Suatu Syarat

Pertobatan Sejati Suatu Syarat Pertobatan Sejati Suatu Syarat Agama Menjamin Kebahagiaan Keluarga. Agama keluarga adalah satu kuasa yang ajaib. Tingkah laku suami terhadap istri dan istri terhadap suami akan membuat kehidupan rumah

Lebih terperinci

PROBLEM KENAIKAN PANGKAT GURU Oleh : Istamaji, S.I.Kom (Analis Kepegawaian Pertama Kantor Kementerian Agama Kab. Way Kanan)

PROBLEM KENAIKAN PANGKAT GURU Oleh : Istamaji, S.I.Kom (Analis Kepegawaian Pertama Kantor Kementerian Agama Kab. Way Kanan) PROBLEM KENAIKAN PANGKAT GURU Oleh : Istamaji, S.I.Kom (Analis Kepegawaian Pertama Kantor Kementerian Agama Kab. Way Kanan) PENDAHULUAN Guru kini semakin menghadapi permasalahan yang cukup berat dalam

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS BRAWIJAYA NOMOR 536 TAHUN 2013 TENTANG

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS BRAWIJAYA NOMOR 536 TAHUN 2013 TENTANG KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS BRAWIJAYA NOMOR TAHUN 0 TENTANG TENAGA KEPENDIDIKAN TETAP NON PNS UNIVERSITAS BRAWIJAYA REKTOR UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Lebih terperinci

Globalisasi, Kemajuan atau Kemunduran Zaman??

Globalisasi, Kemajuan atau Kemunduran Zaman?? Tema : Pengaruh Kemajuan Teknologi Bagi Remaja Globalisasi, Kemajuan atau Kemunduran Zaman?? Globalisasi. Sebuah istilah yang pastinya sering kita dengar, memiliki arti suatu proses di mana antarindividu,

Lebih terperinci

BAB 1 Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah aspek penting interaksi manusia. Dengan bahasa, (baik itu

BAB 1 Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah aspek penting interaksi manusia. Dengan bahasa, (baik itu BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah aspek penting interaksi manusia. Dengan bahasa, (baik itu bahasa lisan, tulisan maupun isyarat) orang akan melakukan suatu komunikasi dan kontrak sosial.

Lebih terperinci

TATA-TERTIB PERKULIAHAN

TATA-TERTIB PERKULIAHAN Mata Kuliah : KREATIVITAS SKS : 2 sks Dosen : Tim Deskripsi Kreativitas adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mewujudkan suatu ide baru. Kemampuan tersebut dapat diperoleh dari akal pikiran

Lebih terperinci

DOMINASI PENUH MUSLIHAT AKAR KEKERASAN DAN DISKRIMINASI

DOMINASI PENUH MUSLIHAT AKAR KEKERASAN DAN DISKRIMINASI H A R Y A T M O K O DOMINASI PENUH MUSLIHAT AKAR KEKERASAN DAN DISKRIMINASI Sanksi Pelanggaran Pasal 72 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta 1. Barangsiapa dengan sengaja melanggar dan

Lebih terperinci

MEMULAI PENULISAN ESAI INDEPENDENT WRITING IKOR

MEMULAI PENULISAN ESAI INDEPENDENT WRITING IKOR MEMULAI PENULISAN ESAI INDEPENDENT WRITING IKOR APAKAH ESAI ITU? Struktur esai mirip dengan paragraf, tapi esai terdiri dari beberapa paragraf Komponen esai: 1. Introduction (pendahuluan) min. 1 paragraf

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Remaja Rosda Karya, 2013) hlm. 16. aplikasinya (Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada, 2009) hlm, 13

BAB I PENDAHULUAN. Remaja Rosda Karya, 2013) hlm. 16. aplikasinya (Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada, 2009) hlm, 13 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi, serta efisiensi manajemen pendidikan. Pemerataan kesempatan

Lebih terperinci

DESKRIPSI PENGGUNAAN JENIS KALIMAT PADA SISWA SDN BALEPANJANG 1 KABUPATEN WONOGIRI (KAJIAN SINTAKSIS)

DESKRIPSI PENGGUNAAN JENIS KALIMAT PADA SISWA SDN BALEPANJANG 1 KABUPATEN WONOGIRI (KAJIAN SINTAKSIS) DESKRIPSI PENGGUNAAN JENIS KALIMAT PADA SISWA SDN BALEPANJANG 1 KABUPATEN WONOGIRI (KAJIAN SINTAKSIS) NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa

Lebih terperinci

KARYA TULIS ILMIAH SEBAGAI SALAH SATU KARYA PENGEMBANGAN PROFESI GURU Oleh : Dra. Umi Chotimah, M. Pd

KARYA TULIS ILMIAH SEBAGAI SALAH SATU KARYA PENGEMBANGAN PROFESI GURU Oleh : Dra. Umi Chotimah, M. Pd KARYA TULIS ILMIAH SEBAGAI SALAH SATU KARYA PENGEMBANGAN PROFESI GURU Oleh : Dra. Umi Chotimah, M. Pd 1. Pendahuluan Profesionalisme merupakan tuntutan yang saat ini dituntut bagi seorang guru, tidak hanya

Lebih terperinci

PREPARING YOUR BUSINESS PASSION

PREPARING YOUR BUSINESS PASSION PREPARING YOUR BUSINESS PASSION Images : strategicprofits Author : Rama N. Sempurnajaya Editor : Guna Adiluhur Novrizal Pratama M engenali Diri Sendiri untuk Sukses secara Finansial Kesuksesan finansial

Lebih terperinci

Dimana hati? Ia mati ketika itu juga..

Dimana hati? Ia mati ketika itu juga.. Awal sebuah cerita adalah kegelisahan Aku khawatir perut ini terus terisi, namun kepalaku tak lagi penasaran dengan maksud adanya kehidupan. Dimana hati? Ia mati ketika itu juga.. Gusarnya Angin Sore menjelang

Lebih terperinci

Mendengar Secara Aktif

Mendengar Secara Aktif Mendengar Secara Aktif Selama kursus ini, anda akan melihat bahwa pertanyaan (bagaimana merumuskan pertanyaan, bagaimana mengajukannya dan jenis pertanyaan apa yang diajukan) akan menjadi tema yang konstan.

Lebih terperinci