RAGAM PERMAINAN DALAM PEMBELAJARAN BERBICARA BIPA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "RAGAM PERMAINAN DALAM PEMBELAJARAN BERBICARA BIPA"

Transkripsi

1 RAGAM PERMAINAN DALAM PEMBELAJARAN BERBICARA BIPA Ellis Reni Artyana Abstrak Sebagaimana diketahui bahwa pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) memiliki karakteristik berbeda dengan pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asli. Salah satu hal yang memengaruhi karakteristik pembelajaran BIPA adalah motivasi siswa dalam mempelajari bahasa Indonesia. Dalam hal ini, pengajar BIPA harus jeli manakala memilih dan menggunakan metode, pendekatan, strategi maupun teknik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. Pemilihan tesebut juga harus disesuaikan dengan keterampilan apa yang hendak diajarkan kepada siswa. Tak terkecuali dalam pembelajaran keterampilan berbicara. Oleh karena itu, pengajar dituntut untuk kreatif dalam merancang kegiatan pembelajaran yang dapat menumbuhkan motivasi siswa agar terlibat secara penuh, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan dalam pembelajaran keterampilan berbicara permainan. Terdapat berbagai jenis permainan interaktif yang dapat digunakan dalam pembelajaran keterampilan berbicara BIPA. Permainan ini dilakukan tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa, tetapi juga untuk meningkatkan motivasi siswa selama pembelajaran berlangsung. Namun, pengajar terkadang kesulitan dalam merancang bentukbentuk permainan yang menarik sekaligus sesuai untuk digunakan dalam pembelajaran keterampilan berbicara. Makalah ini akan memperkenalkan ragam permainan yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran berbicara BIPA. Dengan demikian pengajar diharapkan dapat memiliki berbagai alternatif kegiatan yang dapat diterapkan di kelas. Kata kunci: pengajaran BIPA, keterampilan berbicara, permainan interaktif Pendahuluan Seorang guru bukan tak menyadari saat siswanya mulai terlihat bosan di kelas. Para siswa sering merasa bosan karena terlalu banyak mendengarkan guru berbicara, membaca teks yang didominasi oleh teks, hingga bosan mengerjakan latihan-latihan. Pada titik jenuh itu siswa lebih mudah kehilangan motivasi belajar. Hal ini akan membaut mereka lebih sulit menerima pelajaran dan memahami setiap materi yang diajarkan. Jika sudah demikian, 1

2 bukan tak mungkin lama-kelamaan siswa akan merasa frustrasi terhadap mata pelajaran tersebut. Kebosanan itu juga tak jarang terjadi dalam kelas bahasa asing. Padahal sebuah kelas bahasa asing seharusnya selalu menarik dan menyenangkan. Lebih luas lagi, Pivec dan Dziabenko dalam Talak-Kiryk (2010) mengatakan bahwa suatu proses pembelajaran harus menarik, mudah dan harus menyenangkan untuk dipelajari. Selain itu proses pembelajaran harus sesuai dengan tugas sehari-hari dan lingkungan pekerjaan agar dapat mencapai hasil yang optimal. Dengan demikian siswa dapat lebih bersemangat mengikuti pelajaran. Pembelajaran bahasa asing yang menyenangkan akan meningkatkan motivasi siswa untuk melatih keterampilan berbahasa mereka. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru agar kelas bahasa asing jadi menyenangkan adalah dengan menghadirkan permainan. Permainan dapat memacu siswa untuk dapat belajar lebih aktif dan kreatif dalam menggunakan berbagai strategi ketika memecahkan persoalan atau menghadapi kesulitan. sehingga proses belajar menjadi lebih efektif. Dalam kelas bahasa asing, permainan dapat lebih membuat siswa berinteraksi sehingga mereka dapat saling membantu melatih keterampilan berbahasa mereka. Khususnya dalam kegiatan pembelajaran berbicara, permainan dapat menjadi salah satu kegiatan yang dapat diterapkan di dalam kelasbahasa asing. Penerapan permainan tersebut harus disesuaikan dengan prinsip-prinsip perolehan bahasa kedua. Dengan demikian permainan tidak hanya sksn menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, tetapi juga dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Terdapat beberapa permainan yang akan diperkenalkan dalam makalah ini. beberapa di antaranya merupakan modifikasi dari permainan-permainan yang sudah ada sebelumnya dan telah disesuaikan agar lebih cocok digunakan dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Indonesia bagi penutur asing. 2

3 Tentang Permainan dalam Pembelajaran Bahasa Asing Mendengar kata permainan maka yang terbayang adalah suatu kegiatan yang menarik dan menyenangkan. Ketika melakukan suatu permainan, kita tidak merasa terpaksa, karena ada hal yang membuat kita merasa gembira. Keinginan dan kegembiraan ini menjadi motivasi untuk terus mengikuti setiap langkah yang harus dilewati untuk dapat terus mengikuti dan akhirnya menyelesaikan permainan tersebut. Ketika sebuah permainan diterapkan di kelas, maka sepatutnya perasaan-perasaan seperti di atas tetap dapat dirasakan oleh siswa. Unsur kesenangan dan kegembiraan itu harus tetap ada agar siswa memiliki motivasi untuk dapat terus mengikuti permainan. Sebuah permainan yang dilaksanakan di kelas tentu dilakukan dengan tujuan mendukung proses pembelajaran. Permainan memungkinkan siswa untuk lebih banyak berinteraksi satu sama lain. Dalam sebuah pembelajaran bahasa asing, interaksi antara guru dengan siswa, atau siswa dengan siswa sangatlah penting untuk menghadirkan kesempatan agar siswa dapat melatih keterampilan berbahasanya. Dari interaksi tersebut, siswa dapat belajar tidak hanya dari guru, tetapi juga dari siswa lainnya. Talak-Kiryk (2010) mengatakan bahwa Games allow the student to work as a team and to work collaboratively towards a common goal. This collaborative effort is more than just learninng to work with others. It promotes a symbiotic relationship where they can learn from each other. Foreman (2003) berpendapat bahwa pembelajaran yang dilakukan melalui proses peragaan akan merangsang kemampuan siswa untuk menemukan, menganalisis, menafsir, juga memecahkan masalah. Selain itu juga dapat memperkuat ingatan, memperbanyak kegiatan fisik dan meningkatkant daya kognitif siswa. Mengetahui manfaat-manfaat tersebut, penerapan permainan dalam kelas bahasa asing, sebagaimana yang ditulis Talak Kiryk (2010) tentang hasil penelitiannya, dapat efektif meningkatkan kemampuan berbahasa asing siswa. Namun, pemilihan jenis permainan yang akan diterapkan haru memerhatikan beberapa aspek, agar target hasil pembelajaran dapat tercapai. Bagi siswa, permainan bisa jadi sebuah kegiatan yang menyenangkan di dalam kelas. Namun bagi guru, permainan bisa berarti pekerjaan ekstra manakala harus memikirkan permaianan apa yang cocok, bagaimana caranya, dan apa saja yang diperlukan untuk 3

4 melakukannya. Karenanya, guru perlu mengetahui beberapa hal terkait persiapan maupun pelaksanaan permainan di kelas. Talak-Kiryk (2010) menyebutkan ada beberapa panduan bagi guru dalam menerapkan permainan di kelas. Panduan-panduan tersebut adalah sebagai berikut. 1. Permainan harus memiliki tujuan pembelajaran yang jelas. Tujuan permainan harus dapat mendukung tujuan pembelajaran. langkah-langkah dan materi yang terdapat dalam permainan sebaiknya dikaitkan dengan tema atau topik pembelajaran yang dibahas pada hari tersebut. 2. Gurulah yang menentukan tim dan anggotanya. Ada kalanya guru membebaskan siswa untuk membentuk kelompok dan menentukan siapa saja yang terdapat dalam kelompok mereka. Hal ini kurang efektif, karena siswa cenderung memilih teman yang lebih akrab dengan mereka atau siswa yang dianggap pintar di kelas. Hal ini akan merugikan kelompok yang hanya terdiri atas siswa-siswa yang masuk ke dalam kategori lamban atau tidak terlalu menguasai pelajaran. Oleh karena itu, sebaiknya pembentukan kelompok dan anggotanya ditentukan oleh guru. 3. Semua peraturan dalam permainan harus disampaikan dengan pelan-pelan dan sangat jelas. Hal ini sangat penting agar tak terjadi kesalahpahaman selama permainan berlangsung. siswa yang kurang memahami peraturan permainan tak akan dapat mengikutinya dengan baik, sehingga tujuan permainan akan sulit tercapai. Oleh sebab itu guru harus menjelaskan peraturan dengan sangat jelas sebelum permainan dilakukan. 4. Harus konsisten, baik dari segi durasi hingga peraturan permainannya. Guru harus konsisten ketika menggunakan waktu selama permainan berlangsung. Setiap kelompok harus memiliki durasi yang sama. Selain itu peraturan yang berlaku juga harus konsisten dipegang oleh seluruh peserta. 4

5 5. Segala hal mesti dipersiapkan dengan baik. Pastikan semua kebutuhan permainan telah tersedia. Guru juga harus siap dengan situasi lainnya misalnya tambahan waktu atau menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa mengenai permainan yang diterapkan. 6. Kendalikan suasana permainan. Selama permainan berlangsung, situasi tertentu bisa saja terjadi, misalnya siswa yang menjadi lebih agresif atau emosional. Hal tersebut karena dalam permainan siswa sedang berada dalam sebuah kompetisi. Jika siswa mulai agreasif dan emosional maka dia lebih mudah berperilaku tak sopan, atau bahkan menyakiti temannya dengan cara meledek, dan lain sebagainya. Dalam hal ini guru harus dapat bersikap tegas untuk mengingatkan siswa bahwa mereka sedang melakukan permainan, sehingga semua orang harus merasa senang. Untk menghindari situasi ini, guru perlu menegaskan bahwa selama permainan berlangsung, siswa harus dapat beperilaku yang baik dan saling menghargai orang lain. 7. Tak ada salahnya memperbolehkan siswa menciptakan permainan lainnya. Hal tersebut bisa dilakukan dengan catatan siswa terbiasa dengan pola-pola permainan yang sering dilakukan di kelas. Namun, guru harus tetap memberi batasan agar permainan yang siswa ciptakan tetap mendukung proses pembelajaran. Setelah mengetahui hal-hal apa saja yang harus diperhatikan sebelum dan pada saat menerapkan permainan, pertanyaan selanjutnya mungkin adalah bagaimana caranya menciptakan permainan yang bagus? Jika ada satu kata yang dapat menggambarkan sebuah permainan maka kata itu adalah menyenangkan. Ya, sebuah permainan harus menyenangkan. Jika tidak, agak sulit untuk tetap menyebutnya sebagai permainan. Hal yang menyengangkan pastilah hal yang mudah dilakukan, seru, tidak membingungkan, dan tidak justru menjadi beban bagi pemainnya. Dalam konteks pembelajaran, hal yang mesti ditambahkan adalah bermanfaat 5

6 dan mendukung proses pembelajaran. Dalam hal membuat permainan untuk diterapkan di kelas, guru harus mampu memadukan seluruh karakteristik tersebut. Tarak-Kiryk juga menyebutkan beberapa ciri permainan yang bisa dianggap bagus. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut. 1. Mengacu pada tujuan pembelajaran. Hal ini penting diperhatikan mengingat tujuan dilakukannya permainan ini adalah untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Kendati terkadang guru menggunakan permainan sebagai kegiatan awal atau untuk membangun motivasi siswa sebelum materi diberikan, tapi sebaiknya tetap ada kaitan yang jelas antara kegiatan permainan dengan tujuan pembelajaran pada hari tersebut. Permainan yang mengacu pada tujuan pembelajaran tidak hanya membuat siswa bisa melewati jamjam pelajaran dengan tidak merasa bosan, tapi juga dapat menguasai materi yang diajarkan. 2. Memberikan siswa keleluasan dalam menentukan hasil akhir permainannya. Dengan keleluasaan ini berarti sukses atau tidaknya siswa dalam permainan ini ditentukan oleh dirinya sendiri. Siswa berada dalam pilihan, yaitu bermain dengan serius sehingga dapat sukses melewati permainan atau bermain dengan asal-asalan sehingga mendapat kegagalan di akhir. Dua konsekuensi itu dapat memotivasi siswa untuk lebih bersungguh-sungguh mengikuti permainan. 3. Memiliki tantangan ganda. Dua tantangan yang ada dalam sebuah permainan yang baik adalah tantangan untuk bertahan agar tidak kalah dan tantangan untuk berhasil menaklukkan permainan tersebut. 4. Menarik dan menyenangkan, juga memotivasi pesertanya. Permainan yang menarik dan menyenangkan akan membuat siswa bermain dengan sungguh-sungguh dan menikmatinya. Bila suatu saat siswa diminta melakukan permaian itu lagi, maka mereka akan dengan senang hati melakukannya kembali. Kegembiraan yang siswa rasakan saat melakukan permainan ini membuat mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka sedang mempelajari sesuatu. 6

7 5. Mengacu pada situasi nyata. Dalam hal ini, permainan harus disesuaikan dengan kehidupan nyata. Misalnya halhal yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari atau segala yang sering mereka temua di kehidupan nyata. Artinya, perlu juga dipertimbangkan siapa yang akan memainkannya. Walaupun permainan itu mengacu pada kehidupan nyata, apabila tidak sesuai dengan kondisi siswa, maka permainan akan menjadi hal yang membingungkan. Misalnya, guru sebaiknya tidak memakai permainan yang meminta siswa sekolah dasar membuat percakapan singkat antara dua pegawai di perusahaan. 6. Memerlukan interaksi. Interaksi ini harus ada di antara siswa dengan siswa, atau dengan materi yang sesuai dengan tingkatan pembelajarnya. 7. Melibatkan semua orang. Permainan harus melibatkan seluruh pesertanya. Artinya, setiap siswa yang terlibat harus memiliki kesempatan yang sama dalam melakukan setiap tahap atau kegiatan permainan. Guru harus dapat mengontrol dan memastikan semua siswa terlibat dan mendapat giliran. Tujuannya agar interaksi antar siswa dapat terbangun secara lebih efektif. Selain itu juga untuk menciptakan komunikasi yang baik antar siswa. Permainan dalam Pembelajaran Berbicara BIPA Sebelum berbicara tentang penggunaan permainan dalam pembelajaran berbicara BIPA, ada baiknya kita mengingat kembali hal-hal yang harus dikuasai seseorang di penghujung prosesnya dalam mempelajari bahasa asing. Dengan kata lain, apa saja yang bisa ia lakukan seseorang yang telah menguasai bahasa asing, terutama dalam berbicara? Seseorang yang dapat dikategorikan mahir atau menguasai suatu bahasa asing, maka dengan bahasa tersebut dia telah mampu melakukan hal-hal berikut ini: 1. membuat konsep dan merumuskan apa yang hendak ia ujarkan, 2. mengartikulasikan atau mengucapkannya, 7

8 3. mampu mengendalikan atau memperbaiki kesalahan yang ia lakukan ketika salah mengucapkan suatu sesuatu, 4. dapat secara seketika atau otomasti dalam mengujarkan atau menanggapi ujaran orang lain, 5. memiliki kefasihan dalam berbicara, (meliputi kemampuannya dari segi fonetik, morfologi dan sintaksis bahasa tersebut). 6. mengatur pembicaraan, yang meliputi kemampuan mempertahankan interaksi dengan cara mengembangkan topik pembicaraan, juga mengetahui kapan ia harus bicara atau mendengarkan dengan cara melihat pertanda atau kode yang diberikan lawan bicara, 7. menggunakan dan memahami hal-hal yang disebut dengan paralinguistis selama pembicaraan berlangsung. (Thornbury, 2005) Hal-hal di atas menjadi tujuan pembelajaran di dalam kelas bahasa asing. Selain itu, ada juga tujuan lainnya yaitu memberikan pengetahuan sosiokulutural kepada siswa. Berbicara sebagai suatu keterampilan produktif berbahasa menuntut guru untuk membuat siswa tidak hanya menerima dan memahami materi tentang bahasa, tetapi juga untuk dapat menghasilkan ujaran. Akan tetapi, hal yang terkadang menjadi hambatan ketika seseorang belajar bahasa asing adalah rasa percaya diri yang kurang. Hal serupa terjadi pula pada siswa yang mempelajari bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua atau bahasa asing, khususnya dalam hal keterampilan berbicara. Walaupun sebenarnya mereka telah memiliki keterampilan berbahasa yang memadai, tetapi kurangnya rasa percaya diri membuat mereka tidak merasa leluasa menggunakan bahasa tersebut. Oleh karena itu, sangat penting melatih kepercayaan diri siswa untuk menggunakan bahasa asing yang mereka pelajari. Salah satunya dengan selalu mengkondisikan mereka untuk dapat terus berlatih sehingga perlahan-lahan dapat menumbuhkan rasa percaya diri mereka. Penerapan permainan dalam kelas dapat menjadi salah satu cara yang bisa digunakan untuk hal tersebut. Poljarevic dalam Torrealba (1999) mengatakan Students can 8

9 relate to others more effectively, be trained in creative freedom as they feel less embarrassed or afraid and become more self-confident. Permainan dapat mengurangi rasa khawatir takut salah ketika menggunakan bahasa yang mereka pelajari. Selain itu ia juga mengatakan Games can bring students and fasilitators closer, which will eventually help to lower the stress and anxiety that prevent some students from acquiring the language. Dengan demikian proses pemerolehan bahasa dapat lebih mudah terjadi ketika siswa berlatih tanpa merasa ada tekanan selama mereka belajar melalui sebuah kegiatan permainan. Khususnya dalam keterampilan berbicara, permainan dapat membuat siswa belajar dengan leluasa tanpa perlu merasa malu atau takut salah. Siswa dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berbicara dengan cara melatihnya bersama siswa-siswa lain. Sebuah permainan menyediakan kesempatan bagi siswa untuk dapat berpartisipasi secara aktif dengan berbicara bahasa asing di dalam kelas (Alrabaa, 1991). Ragam Permainan Berbicara untuk Kelas BIPA Berikut ini adalah beberapa alternatif permainan yang dapat digunakan di dalam kelas berbicara. Beberapa permainan terinspirasi atau merupakan modifikasi dari permainan-permainan sebelumnya yang umum digunakan dalam kelas bahasa. Untuk dapat menerapkannya di kelas, berikut ini penjelasan mengenai bentuk dan langkah-langkah permainan tersebut. Selamat mencoba! 9

10 BOLA AJAIB! Level Umur Peserta Tujuan/manfaat : Semua level : Semua umur : Seluruh siswa dalam kelas : Berlatih menggunakan kata tanya. Berlatih mengembangkan pertanyaan serta jawaban dari informasi yang didapat sebelumnya. Cara bermain: 1. Seluruh siswa berdiri membentuk lingkaran. Salah satu memegang bola (seukuran bola tenis). 2. Siswa pertama diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan sambil melempar bola ke arah siswa lain. Siswa lain tersebut harus menangkap bola dan menjawab pertanyaan siswa sebelumnya. Selanjutnya ia melemparkan lagi bola itu ke arah siswa lain. Siswa berikutnya menangkap bola dan mengajukan pertanyaan baru yang berkaitan dengan informasi dari siswa sebelumnya. Pertanyaan itu ia ajukan sambil melempar bola ke arah siswa lain. Begitu seterusnya. Contoh 1: Siswa A: Siapa namamu? (bola dilempar ke siswa B) Siswa B: Nama saya Tina (bola dilempar ke siswa C) Siswa C: Berapa umurmu? (bola dilempar ke siswa D) Siswa D: Umur saya 18 tahun (bola dilempar ke siswa E) Siswa E: Kamu tinggal di mana? (bola dilempar ke siswa F, dan seterusnya.) Contoh 2: Siswa A: Ini topi siapa? (bola dilempar ke siswa B) Siswa B: Ini topi saya (bola dilempar ke siswa C) Siswa C: Di mana membelinya? (bola dilempar ke siswa D) Siswa D: Di toko. (bola dilempar ke siswa E) Siswa E: Berapa harganya? (bola dilempar ke siswa F, dan seterusnya.) Variasi lain: Permainan ini dapat digunakan untuk tema atau topik apapun. 10

11 Level Umur Peserta Tujuan/manfaat (2) AYO MENARI! : Dasar : Semua umur : Seluruh siswa di kelas : Berlatih bertanya dan menjawab pertanyaan secara seketika dan benar. Cara bermain: 1. Jumlah siswa dibagi menjadi dua kelompok besar. Beri warna berbeda untuk setiap kelompok, misalnya kelompok merah dan kuning. Setiap kelompok akan mendapat giliran untuk menjadi kelompok penanya atau menjadi kelompok penjawab. 2. Guru menjelaskan tentang topik-topik yang kemungkinan akan dipilih untuk ditanyakan maupun dijawab oleh setiap siswa. Misalnya topik atau hal yang berkaitan dengan olahraga, hobi, makanan, buah-buahan, hewan peliharaan, tempat wisata, artis, dan lain-lain. 3. Pada babak pertama, kelompok merah menjadi penanya, dan kelompok kuning menjadi penjawab. Seluruh siswa dari tiap kelompok berdiri dan berbaur. 4. Selanjutnya guru memutar musik. Siswa berjoged selama musik diputar. Kemudian guru tiba-tiba menghentikan musik. Pada saat tersebut guru akan menyebutkan sebuah topik, misalnya hobi..!, maka dengan seketika setiap siswa dari kelompok merah (penanya) harus mencari salah satu siswa dari kelompok kuning (penjawab) untuk bertanya tentang hal-hal yang berhubungan dengan hobi. Siswa dari kelompok kuning juga harus menjawab secepatnya. 5. Guru memutar lagi musik, dan siswa berjoged lagi. Selanjutnya musik dihentikan lagi, dan siswa penanya harus mencari siswa berbeda dari kelompok penjawab untuk bertanya pertanyaan selanjutnya. 6. Jika pertanyaan sudah dijawab dan musik masih belum diputar lagi, maka siswa penanya harus bertanya lagi tentang topik terpilih dan berkaitan dengan jawaban 11

12 yang sudah diberikan. Misalnya pertanyaan pertama, Apa hobi kamu?, dijawab Hobi saya memancing, lalu bertanya lagi Kapan biasanya kamu memancing?, dan seterusnya. 7. Jika alokasi waktunya 10 menit per babak, maka pada saat pergantian babak, masing-masing kelompok akan bertukar peran. Kelompok kuning menjadi penanya, dan kelompok merah menjadi penjawab. Tips: Durasi per babak ditentukan oleh guru dan diberitahukan kepada siswa di awal permainan. Pada saat guru menghentikan musik, lamanya durasi untuk siswa bertanya jawab disesuaikan dengan level pembelajar. Semakin tinggi levelnya, maka durasinya bisa ditambah lebih lama. Bisa juga pada akhir babak durasinya lebih lama daripada di awal babak, sehingga siswa bisa mengajukan lebih dari dua pertanyaan. Hal ini bisa dilakukan karena di akhir babak siswa sudah mulai terbiasa dan mulai bisa menguasai permainan ini. 12

13 Level Umur Peserta Tujuan/manfaat MENCARI HARTA KARUN : Dasar : Semua umur : Berpasangan : Berlatih bertanya atau memberitahu arah dan lokasi. Cara bermain: 1. Terdapat dua pasang peta. Peta Kota Bagus dan Peta Kota Indah. Masingmasing kota memiliki banyak bangunan, dan beberapa di antaranya menyimpan harta karun. Pada putaran pertama, kedua siswa memakai peta Bagus terlebih dahulu. 2. Terdapat dua buah peta Kota Bagus. Setiap peta sama-sama memuat gambar bangunan-bangunan di beberapa lokasi. Namun, hanya salah satu peta saja yang berisi keterangan nama bangunan beserta nama jalan, sedangkan peta lainnya tidak. 3. Siswa A mendapat peta yang berisi keterangan lengkap, sedangkan siswa B mendapat peta yang tak memiliki keterangan. Siswa B hanya memiliki tiga kali kesempatan untuk bertanya arah menuju ke tiga bangunan. 4. Siswa B bertanya pada siswa A tentang lokasi sebuah bangunan. Siswa A akan memberitahu dengan memberi petunjuk arah menuju bangunan tersebut. 5. Jika siswa B bisa menemukan tempat tanpa bertanya ulang petunjuknya pada siswa A, maka ia mendapat nilai 1 poin untuk setiap tempat. Jika ia bertanya ulang, maka ia tidak mendapat poin. Namun, jika ternyata tempat yang ia tuju menyimpan harta karun, maka ia mendapatkan 3 poin tambahan dan mendapat kesempatan untuk bertanya dua lokasi lagi. Jika ia tak mendapat harta karun di ketiga tempat yang ia tuju, maka giliran siswa A yang bertanya. 6. Ketika siswa A mendapat giliran, maka peta yang digunakan adalah peta Kota Indah. Siswa B mendapat peta yang memiliki keterangan nama bangunan dan 13

14 jalan, sedangkan siswa A mendapat peta yang tanpa keterangan. Selanjutnya permainan berlangsung lagi seperti sebelumnya. Variasi lain: Jika jumlah siswa di kelas sedikit (kurang dari 10 orang), maka permainan ini dapat diperagakan secara langsung. Guru dapat memberi label nama pada beberapa tempat di dalam kelas, atau bahkan di lingkungan sekolah. Nama yang digunakan pada setiap label misalnya, toko buku, bank, rumah sakit, bioskop, dan lain-lain. Selanjutnya masingmasing siswa akan mendapat giliran bertanya arah ke salah satu tempat yang telah dilabeli. Jika ternyata ia memilih tempat yang menyimpan harta karun, maka ia mendapat kesempatan sekali lagi untuk bertanya arah bangunan lain. Cara tersebut lebih menarik, tetapi akan memakan waktu yang lama. Oleh karena itu tidak disarankan untuk diterapkan di kelas dengan jumlah siswa yang banyak. 14

15 MENGAPA KAMU SEDIH? Level Umur Peserta Tujuan/manfaat : Dasar, menengah : Semua umur : Seluruh siswa dalam kelas : Berlatih menggungapkan perasaan dan memberikan alasannya. Cara bermain: 1. Setiap siswa mendapat kartu perasaan. 2. Para siswa akan saling bertanya tentang perasaan mereka saat ini. Setiap siswa yang ditanya harus menjawab sesuai dengan perasaan yang tertera pada kartu masingmasing. Siswa kemudian juga ditanya tentang penyebab dia merasakan hal tersebut. Contoh: Dalam kartu siswa A tertulis SEDIH Siswa B : Bagaimana perasaanmu sekarang? Siswa A : Saya sedih. Siswa B : Mengapa kamu sedih? Siswa A : Karena kucing saya hilang. 3. Siswa bebas mencari alasan yang menyebabkan dia memiliki perasaan itu. 4. Setelah siswa saling bertanya jawab, kedua siswa bertukar kartu, lalu mencari orang lain untuk saling bertanya jawab lagi. 15

16 KARTU PERASAAN SEDIH SENANG MARAH BOSAN KHAWATIR MALU KESAL CAPEK LAPAR MENGANTUK TEGANG TERKEJUT 16

17 PASAR KAGET Level : Dasar Umur : Semua umur Peserta : Dua kelompok besar dalam kelas Tujuan/manfaat : Berlatih tentang cara membeli dan tawar menawar. Cara bermain: 1. Bagilah jumlah siswa di kelas menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menjadi penjual dan kelompok kedua menjadi pembeli. 2. Setiap penjual akan mendapat daftar harga dan barang-barang yang mereka jual. Daftar itu diletakan di meja dengan posisi terbuka agar pemebli bisa memilih barang yang mau mereka beli. Lebih baik jika disertai gambar. 3. Setiap pembeli hanya mempunyai uang sebesar Rp Setiap pembeli akan membeli barang yang ia suka. Dia akan bertanya harga barang itu kepada penjual, lalu menawarnya. 5. Pembeli yang bisa paling banyak membeli barang dengan uang Rp itu akan menjadi pemenangnya. Variasi lain: Guru bisa mengganti jenis barang yang dijual penjual dan jumlah uang yang dimiliki pembeli. PENJUAL 17

18 Sandal : Rp Tas : Rp Payung : Rp Jas hujan : Rp Sarung tangan : Rp Sepatu : Rp Kaos kaki : Rp Jam tangan : Rp Syal : Rp Dompet : Rp Topi : Rp Ikat pinggang : Rp Kacamata : Rp Dasi : Rp Jaket : Rp Celana pendek : Rp Celana panjang : Rp Kemeja : Rp Kaos : Rp Rok : Rp PEMBELI Tulislah nama barang yang Anda beli dan harganya, lalu tulis harga yang Anda dapat setelah tawar menawar! No Nama Barang Harga Jual Harga Beli 18

19 Level Umur Peserta Tujuan/manfaat GAMBARLAH! : Semua level : Semua umur : Berpasangan : Berlatih memberi informasi berupa deskripsi dari sebuah objek (gambar). Cara bermain: 1. Siswa berpasangan. Siswa A bertugas untuk menggambar dan siswa lainnya bertugas memberi petunjuk tentang gambar yang akan dibuat. 2. Siswa A akan diberi kertas kosong. Siswa B akan diberi sebuah kertas bergambar. Siswa B tidak boleh memperlihatkan gambarnya kepada siswa A. 3. Siswa B bertugas memberi deskripsi tentang gambar yang ia lihat lalu memberi petunjuk tentang cara menggambarnya. Misalnya, di kertas B terdapat gambar rumah. Di depan rumah terdapat seorang anak dan di sebelah kiri rumah terdapat gambar kucing. Siswa B dapat berkata, Gambarlah sebuah rumah di tengah kertas., lalu siswa A menggambarnya. Selanjutnya siswa B memberi petunjuk lagi, Di depan rumah itu ada seorang anak, maka siswa A menggambar seorang anak di depan rumah. Petunjuk berikutnya, Di sebelah rumah ada seekor kucing. Demikian selanjutnya. 4. Jika siswa A kurang memahami petunjuk dari siswa B, maka ia bisa berkata Bisa ulangi lagi?. 5. Setelah gambar selesai, siswa A mencocokan gambarnya dengan gambar milik siswa B. Tips: Berikan gambar yang memuat beberapa objek atau benda. Jumlah objek atau benda tersebut sebanding dengan level pembelajar. Semakin tinggi levelnya, semakin detail atau banyak objeknya. 19

20 APAKAH KAMU JUGA SUKA Level Umur Peserta Tujuan/manfaat : Semua level : Semua umur : Seluruh siswa di dalam kelas : Berlatih menyampaikan alasan atau pendapat tentang sesuatu yang disukai atau tak disukai. Cara bermain: 1. Setiap siswa diminta menulis lima tempat yang ia sukai beserta masing-masing alasannya. 2. Selanjutnya siswa akan bertanya kepada siswa-siswa lainnya tentang apakah mereka juga menyukai tempat-tempat yang ia sukai. Jika jawabannya ya, siswa bertanya lagi tentang apa alasan siswa lain tersebut menyukai tempat itu. Jika alasannya sama dengan dimiliki siswa penanya, maka ia bisa menuliskan nama siswa yang ditanya di dalam tabel. 3. Di akhir, siswa diminta menghitung jumlah siswa yang memiliki kesukaan dan alasan yang sama dengan dirinya. Variasi lain: Selain nama tempat, guru bisa meminta siswa menuliskan nama aktor, penyanyi, film, hewan, makanan kesukaan, dan lain-lain. Tips: Hindari jawaban yang terlalu singkat atau umum, misalnya siswa suka makan sate karena enak. Oleh karena itu guru sebaiknya memberi arahan kepada siswa untuk lebih memperinci jawabannya agar alasan yang disampaikan bisa lebih jelas. Dengan kata lain, mintalah siswa memberikan alasan sebanyak-banyaknya agar mereka dapat berlatih untuk lebih banyak menggunakan kosakata yang mereka ketahui. 20

21 TABEL Nama Suka Alasan 21

22 ISI KATA Level Umur Peserta Tujuan/manfaat : Dasar : Semua umur : Seluruh siswa di dalam kelas; berpasangan. : Berlatih bertanya tentang suatu objek dan ciri-cirinya. Cara bermain: 1. Siswa bermain berpasangan; A dan B. Tiap pasangan menerima sepuluh kertas yang masing-masing memiliki dua buah kotak kosong. 2. Siswa A mengambil satu kertas, menulis sebuah kata di kotak sebelah kanan dan hanya menuliskan beberapa hruuf saja di kotak kiri, dengan memberi tanda untuk memberitahu berapa huruf yang hilang. 3. Setelah menulis kata, siswa A menyobek bagian tengah kertas, lalu memberikan sobekan sebelah kiri ke siswa B. 4. Siswa B harus bertanya untuk mendapat petunjuk tentang kata yang dimaksud siswa A. Jumlah maksimal pertanyaan yang bisa ditanyakan sebanyak tiga kali. Misalnya: Dalam kertas, siswa A menulis: K i kelinci lalu memberikan sobekan sebelah kiri ke siswa B. Kemudian siswa B bertanya: Siswa B: Apakah itu binatang? (pertanyaan ke-1) Siswa A: Ya Siswa B: Apakah kakinya ada empat? (pertanyaan ke-2) Siswa A: Ya 22

23 Siswa B: Apakah telingnya panjang? (pertanyaan ke-3) Siswa A: Ya 5. Jika sudah tiga kali bertanya, siswa B harus menulis huruf-huruf yang hilang, lalu siswa B dan A menunjukkan sobekan kertas itu. Jika kata yang tertulis sama, maka B mendapat poin. Jika tidak sama, siswa B tidak mendapat poin. 6. Giliran siswa B yang mengambil di kertas dan menulis kata. Begitu seterusnya. SIswa yang poinnya paling banyak menjadi pemenang. Tips: Untuk di tingkat dasar akhir, sebaiknya guru menentukan minimal dua dan maksimal empat kategori kosakata. Misalnya jika dua kategori maka kosakata yang bisa ditulis siswa adalah tentang buah-buahan dan hewan. Jika hanya satu kategori maka kosakata yang bisa ditulis terlalu sedikit. Jika lebih dari empat kategori maka akan terlalu suit untuk siswa bisa menebak dengan hanya tiga kali bertanya. 23

24 SIAPA YANG SUKA Level Umur Peserta Tujuan/manfaat : Dasar : Semua umur : Seluruh siswa di dalam kelas : Berlatih bertanya dan menjawab tentang kegiatan yang disukai atau tidak disukai seseorang. Cara bermain: 1. Setiap siswa mendapat lembar dan tabel berisi informasi mengenai kegiatan yang disukai dan tidak disukai oleh beberapa orang. Tidak semua tabel terisi dengan lengkap. 2. Tiap siswa harus melengkapi bagian yang masih kosong dengan cara bertanya kepada siswa lain. Misalnya: Santosa sangat suka/suka/tidak suka apa? Hari apa Santosa bermain sepakbola? Jam berapa Santosa mendengarkan musik? 3. Apabila semua semua bagian sudah terisi, siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terdapat di bawah tabel. 24

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 29 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Kondisi Awal. Penelitian ini dilakukan di kelas I MI Miftahul Ulum Curah Keris Kalipang Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan Tahun

Lebih terperinci

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik KELAS. Semester 2

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik KELAS. Semester 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik KELAS 1 Semester 2 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia, IPA

Lebih terperinci

Kegemaran 15. Bab 2. Kegemaran

Kegemaran 15. Bab 2. Kegemaran Kegemaran 15 Bab 2 Kegemaran Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini kamu diharapkan mampu: 1) membuat kipas dari kain sisa berdasarkan penjelasan guru; 2) menanggapi cerita pengalaman dengan kalimat

Lebih terperinci

HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION INDONESIAN 2 UNIT Z LISTENING SKILLS TRANSCRIPT

HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION INDONESIAN 2 UNIT Z LISTENING SKILLS TRANSCRIPT N E W S O U T H W A L E S HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION 1997 INDONESIAN 2 UNIT Z LISTENING SKILLS TRANSCRIPT 2 ITEM 1 IBU ANAK IBU ANAK Mau beli apa? Saya mau membeli buku. Yang ini berapa, Bu?

Lebih terperinci

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA JEPANG SISWA KELAS XII IPS-4 SMA KEMALA BHAYANGKARI 1 SURABAYA (Endang Sunaryati)

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA JEPANG SISWA KELAS XII IPS-4 SMA KEMALA BHAYANGKARI 1 SURABAYA (Endang Sunaryati) ISSN : 2337-3253 PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA JEPANG SISWA KELAS XII IPS-4 SMA KEMALA BHAYANGKARI 1 SURABAYA (Endang Sunaryati) ABSTRACT Motivation to learn Japanese Language Learning students of

Lebih terperinci

Kami sering melakukan kegiatan bersama, yaitu

Kami sering melakukan kegiatan bersama, yaitu Sebutkan anggota keluargamu di rumah? Sebutkan sifat-sifat anggota keluargamu tersebut! Ceritakan dalam bahasa tulis sederhana mengenai kebersamaan keluargamu! Anggota keluargaku adalah Sifat-sifat mereka

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA A. Deskripsi Data Penelitian ini dilaksanakan di M.Ts. Tarbiyatul Islamiyah (Taris) Lengkong yang letaknya di Desa Lengkong, Batangan, Pati, Jawa Tengah. M.Ts. ini berstatus

Lebih terperinci

BAB III ANALISA MASALAH

BAB III ANALISA MASALAH BAB III ANALISA MASALAH Dari data dan fakta yang ada, penulis melihat beberapa hal yang menjadi masalah pembelajaran ekstrakurikuler di St. Aloysius. Permasalahan itu antara lain berkaitan dengan kurikulum

Lebih terperinci

Intel Teach Program Assessing Projects

Intel Teach Program Assessing Projects Mempelajari Energi di Sekolah Menengah Mr. Hirano mengajar enam bagian dari fisika tingkat delapan, dengan jumlah siswa di kelas berkisar antara 26 sampai 33 siswa. Karena sekolahnya mengimplementasi program

Lebih terperinci

Indonesian Beginners

Indonesian Beginners 2011 HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION Indonesian Beginners (Section I Listening) Transcript Familiarisation Text FE FE FE Sudah pindah rumah, Sri? Sudah Joko. Bagaimana rumah barumu? Bagus Joko. Aku

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEMAMPUAN LISTENING COMPREHENSION MELALUI STRATEGI TOP-DOWN DAN BOTTOM-UP

PENINGKATAN KEMAMPUAN LISTENING COMPREHENSION MELALUI STRATEGI TOP-DOWN DAN BOTTOM-UP JURNAL PEDAGOGIA ISSN 2089-3833 Volume. 5, No. 2, Agustus 2016 PENINGKATAN KEMAMPUAN LISTENING COMPREHENSION MELALUI STRATEGI TOP-DOWN DAN BOTTOM-UP PENDAHULUAN Di Indonesia mata pelajaran Bahasa Inggris

Lebih terperinci

PERATURAN. ATURAN PAKAIAN SERAGAM PUTRA (Gambar dilampiran) Hari Pertama (Rabu, 31 Agustus 2016)

PERATURAN. ATURAN PAKAIAN SERAGAM PUTRA (Gambar dilampiran) Hari Pertama (Rabu, 31 Agustus 2016) PERATURAN 1. Mahasiswa baru FPIK 2016 wajib mengikuti seluruh rangkaian kegiatan PINISHI 2016. 2. Datang pukul 5:00 di FPIK UB 3. Mahasiswa baru hanya boleh masuk Universitas Brawijaya melalui gerbang

Lebih terperinci

Peluang Aturan Perkalian, Permutasi, dan Kombinasi dalam Pemecahan Masalah Ruang Sampel Suatu Percobaan Peluang Suatu Kejadian dan Penafsirannya

Peluang Aturan Perkalian, Permutasi, dan Kombinasi dalam Pemecahan Masalah Ruang Sampel Suatu Percobaan Peluang Suatu Kejadian dan Penafsirannya 2 Aturan Perkalian, Permutasi, dan Kombinasi dalam ; Pemecahan Masalah Ruang Sampel Suatu Percobaan ; Suatu Kejadian dan Penafsirannya ; Pada era demokrasi saat ini untuk menduduki suatu jabatan tertentu

Lebih terperinci

Menggunakan Metode Peta Pikiran (mind mapping) dalam Menulis

Menggunakan Metode Peta Pikiran (mind mapping) dalam Menulis Menggunakan Metode Peta Pikiran (mind mapping) dalam Menulis Oleh Susana Widyastuti, M.A. Disampaikan pada Seminar Metode Belajar yang Efektif Yang diselenggarakan pada Sabtu, 25 September 2010 Oleh Pusat

Lebih terperinci

APA YANG HARUS DIKETAHUI DI USIA 2 TAHUN?

APA YANG HARUS DIKETAHUI DI USIA 2 TAHUN? APA YANG HARUS DIKETAHUI DI USIA 2 TAHUN? ASPEK YANG DISUKAI ANAK YANG BISA KITA AJARKAN FISIK Sangat Aktif. Bisa jalan, lari, lompat 2 kaki, bertumpu, dan manjat. Bisa corat-coret, bekerja dengan 3-4

Lebih terperinci

Bagaimana Memotivasi Anak Belajar?

Bagaimana Memotivasi Anak Belajar? Image type unknown http://majalahmataair.co.id/upload_article_img/bagaimana memotivasi anak belajar.jpg Bagaimana Memotivasi Anak Belajar? Seberapa sering kita mendengar ucapan Aku benci matematika atau

Lebih terperinci

HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION. Indonesian Beginners. (Section I Listening) Transcript

HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION. Indonesian Beginners. (Section I Listening) Transcript 2014 HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION Indonesian Beginners (Section I Listening) Transcript Familiarisation Text Sudah pindah rumah, Sri? Sudah Joko. Bagaimana rumah barumu? Bagus Joko. Aku punya

Lebih terperinci

Tips Menangani Pertanyaan Peserta Diklat. Oleh: Wakhyudi. Widyaiswara Madya Pusdiklatwas BPKP. Abstrak

Tips Menangani Pertanyaan Peserta Diklat. Oleh: Wakhyudi. Widyaiswara Madya Pusdiklatwas BPKP. Abstrak Tips Menangani Pertanyaan Peserta Diklat Oleh: Wakhyudi Widyaiswara Madya Pusdiklatwas BPKP Abstrak Dalam proses belajar mengajar, terdapat berbagai dinamika yang dialami, baik oleh widyaiswara maupun

Lebih terperinci

Petunjuk Perpus Program Awal Program Mengulang Membaca Bersuara ABC 1,2,3 Orang dewasa mengulang membaca bersuara bersama www.repeatreadaloud.co.nz Nama Perpustakaan..... Hak Cipta 2008 milik PT New Zealand

Lebih terperinci

Kegiatan Sehari-hari

Kegiatan Sehari-hari Bab 1 Kegiatan Sehari-hari Kegiatan Sehari-hari 1 Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini kamu diharapkan mampu: 1) membuat daftar kegiatan sehari-hari berdasarkan penjelasan guru; 2) menceritakan

Lebih terperinci

Intel Teach Program Assessing Projects

Intel Teach Program Assessing Projects Pelajaran tentang Katak di Kelas Dua Siswa kelas dua Mr. Grant sedang memulai sebuah unit dalam siklus kehidupan katak. Ia menginginkan siswanya untuk memahami siklus alam dan habitat hewan. Ia juga menginginkan

Lebih terperinci

Penerapan Metode Permainan Kotak Pesan Bermedia Kartu Perkalian Berwarna dalam Pembelajaran Matematika

Penerapan Metode Permainan Kotak Pesan Bermedia Kartu Perkalian Berwarna dalam Pembelajaran Matematika Penerapan Metode Permainan Kotak Pesan Bermedia Kartu Perkalian Berwarna dalam Pembelajaran Matematika BEST PRACTICE Oleh Yuliati, S.Pd KELOMPOK KERJA GURU Gugus I Ganeas 1 Best Practice Judul: Penerapan

Lebih terperinci

PENERAPAN PERMAINAN MENGARANG GOTONGROYONG BERBANTUAN KARTU GAMBAR SERI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYUSUN PARAGRAF

PENERAPAN PERMAINAN MENGARANG GOTONGROYONG BERBANTUAN KARTU GAMBAR SERI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYUSUN PARAGRAF Jurnal Pena Ilmiah: Vol. 1, No. 1 (2016) PENERAPAN PERMAINAN MENGARANG GOTONGROYONG BERBANTUAN KARTU GAMBAR SERI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYUSUN PARAGRAF Dhamaranthy Herdiani Marethania 1, Dede

Lebih terperinci

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL A. Persiapan Praktek Pengalaman Lapangan Kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan diawali dengan dilaksanakannya pembekalan. Pembekalan ini dimaksudkan untuk

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terdiri dari 12 orang siswa laki-laki dan 13 orang siswa perempuan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terdiri dari 12 orang siswa laki-laki dan 13 orang siswa perempuan. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode bermain peran dalam mengatasi masalah belajar siswa memerankan

Lebih terperinci

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik KELAS. 1 Semester 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik KELAS. 1 Semester 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik KELAS 1 Semester 1 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMATIK Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia, IPS

Lebih terperinci

WORKSHOP PEMBIMBINGAN OLIMPIADE MATEMATIKA & SAINS BIDANG MATEMATIKA SMP

WORKSHOP PEMBIMBINGAN OLIMPIADE MATEMATIKA & SAINS BIDANG MATEMATIKA SMP WORKSHOP PEMBIMBINGAN OLIMPIADE MATEMATIKA & SAINS BIDANG MATEMATIKA SMP Ilham Rizkianto FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta Ilham_rizkianto@uny.ac.id Wonosari, 9 Mei 2014 MASALAH KOMBINATORIK Mengecoh,

Lebih terperinci

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF KELAS VI SD YPKP 1 SENTANI, KABUPATEN JAYAPURA PAPUA

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF KELAS VI SD YPKP 1 SENTANI, KABUPATEN JAYAPURA PAPUA PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF KELAS VI SD YPKP 1 SENTANI, KABUPATEN JAYAPURA PAPUA Etyn Nurkhayati SD YPKP I Sentani Jayapura Papua Abstrak:Kesulitan siswa dalam menulis

Lebih terperinci

UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN KEAKTIFAN BERKOMUNIKASI SISWA DENGAN STRATEGI SNOWBALL THROWING

UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN KEAKTIFAN BERKOMUNIKASI SISWA DENGAN STRATEGI SNOWBALL THROWING UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN KEAKTIFAN BERKOMUNIKASI SISWA DENGAN STRATEGI SNOWBALL THROWING PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS X3 SMAN 1 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2009/2010 SKRIPSI Oleh: Hardani Endarwati

Lebih terperinci

Terapi Kognitif dan Perilaku Untuk Penderita Hipomania dan Mania

Terapi Kognitif dan Perilaku Untuk Penderita Hipomania dan Mania Materi ini merupakan salah satu Bahan kuliah online gratis Bagi anggota keluarga, relawan kesehatan jiwa Danperawat pendamping Terapi Kognitif dan Perilaku Untuk Penderita Hipomania dan Mania Oleh: TirtoJiwo,

Lebih terperinci

Kesehatan 39. Bab 4. Kesehatan

Kesehatan 39. Bab 4. Kesehatan Kesehatan 39 Bab 4 Kesehatan Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini kamu diharapkan mampu: 1) mengomentari tokoh-tokoh cerita anak; 2) memberikan tanggapan dan saran sederhana terhadap suatu masalah

Lebih terperinci

E-LEARNING PIANO UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR DAN MENENGAH

E-LEARNING PIANO UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR DAN MENENGAH E-LEARNING PIANO UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR DAN MENENGAH Risnandar Politeknik Telkom Bandung rnd@politekniktelkom.ac.id ABSTRACT Some factors effecting the people to learn piano include workload, lazy,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Manusia adalah makhluk hidup yang bergerak aktif dengan segudang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Manusia adalah makhluk hidup yang bergerak aktif dengan segudang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk hidup yang bergerak aktif dengan segudang aktivitasnya sejak kecil hingga dewasa, mulai dari pagi hari hingga larut malam. Dalam hidupnya,

Lebih terperinci

Menyajikan Presentasi Seminar

Menyajikan Presentasi Seminar Menyajikan Presentasi Seminar 1 Kebanyakan kegiatan belajar melibatkan presentasi secara lisan oleh siswa. Pada suatu kegiatan belajar atau seminar, topik yang akan dibahas umumnya telah diberikan di awal

Lebih terperinci

Pekerjaan. Menghargai kelebihan orang lain merupakan wujud sikap memiliki harga diri

Pekerjaan. Menghargai kelebihan orang lain merupakan wujud sikap memiliki harga diri Tema 4 Pekerjaan Menghargai kelebihan orang lain merupakan wujud sikap memiliki harga diri Kamu Harus Mampu Setelah mempelajari tema ini, kamu akan mampu: 1. mengenal pentingnya memiliki harga diri; 2.

Lebih terperinci

Perancangan Teknik Industri 2

Perancangan Teknik Industri 2 Nama : NPM : Kelas : Kelompok : PANDUAN PRAKTIKUM Perancangan Teknik Industri 2 Disusun Guna Menunjang Praktikum Perancangan Teknik Industri 2 (Untuk Praktikan) Oleh: Asisten Laboratorium Perancangan Teknik

Lebih terperinci

TINDAK TUTUR LANGSUNG LITERAL DAN TIDAK LANGSUNG LITERAL PADA PROSES PEMBELAJARAN MICRO TEACHING

TINDAK TUTUR LANGSUNG LITERAL DAN TIDAK LANGSUNG LITERAL PADA PROSES PEMBELAJARAN MICRO TEACHING TINDAK TUTUR LANGSUNG LITERAL DAN TIDAK LANGSUNG LITERAL PADA PROSES PEMBELAJARAN MICRO TEACHING Usulan Penelitian Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Bahasa

Lebih terperinci

Paket 1. Pengamatan terhadap guru SD Islam Al-Azhar Cianjur. Kompetensi yang dinilai: Kompetensi 1 dan 5

Paket 1. Pengamatan terhadap guru SD Islam Al-Azhar Cianjur. Kompetensi yang dinilai: Kompetensi 1 dan 5 Paket 1 Pengamatan terhadap guru SD Islam Al-Azhar Cianjur Kompetensi yang dinilai: Kompetensi 1 dan 5 Segmen 1 (menit ke 00.00 - menit ke 04.35) Segmen 2 (menit ke 04.35 - menit ke 10.26) Segmen 3 (menit

Lebih terperinci

Naskah berikut ini disusun oleh Departemen Kesehatan NSW.

Naskah berikut ini disusun oleh Departemen Kesehatan NSW. Disusun oleh A Indonesian [BHC-7220] Bermain itu semata-mata belajar : Pedoman bermain bagi yang anaknya 2½ - 5 tahun - A guide to play for parents of children 2½ - 5 years Naskah berikut ini disusun oleh

Lebih terperinci

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sekolah : SD Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : I/1 Tema : Diri Sendiri, Keluarga Standar Kompetensi : 1. Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 56 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Kegiatan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP PGRI 11 Palembang dimulai dari tanggal 10 Agustus 2015 s/d 1 Oktober 2015. Kegiatan

Lebih terperinci

Oleh: Rupinah SDN I Watuagung, Watulimo, Trenggalek

Oleh: Rupinah SDN I Watuagung, Watulimo, Trenggalek Rupinah, Peningkatan Prestasi Belajar Matematika... 91 PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN MELALUI MODEL PIRAMIDA DI KELAS I SDN I WATUAGUNG KECAMATAN WATULIMO TRENGGALEK

Lebih terperinci

ketertiban biasakanlah mematuhi tata tertib tata tertib melatih sikap disiplin sejak kecil kita disiplin sudah besar jadi orang berguna

ketertiban biasakanlah mematuhi tata tertib tata tertib melatih sikap disiplin sejak kecil kita disiplin sudah besar jadi orang berguna tema 5 ketertiban gambar 5.1 masuk kelas dengan tertib biasakanlah mematuhi tata tertib tata tertib melatih sikap disiplin sejak kecil kita disiplin sudah besar jadi orang berguna kamu harus mampu setelah

Lebih terperinci

TATA TERTIB PESERTA DIDIK SEKOLAH UNGGUL SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG

TATA TERTIB PESERTA DIDIK SEKOLAH UNGGUL SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG TATA TERTIB PESERTA DIDIK SEKOLAH UNGGUL SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG Nama Siswa :... Sekolah Asal :... A. Kegiatan Pembelajaran 1. Peserta didik sudah harus hadir di sekolah pukul 07.15. 2. Tanda masuk berbunyi,

Lebih terperinci

BAB PENGUKURAN WAKTU, PANJANG, DAN BERAT

BAB PENGUKURAN WAKTU, PANJANG, DAN BERAT BAB PENGUKURAN WAKTU, PANJANG, DAN BERAT Tata dan Dio bersama-sama pergi ke pusat grosir. Dio membeli sebuah penggaris panjang dan sebuah rol meter. Tata membeli sebuah timbangan. Tahukah kamu, disebut

Lebih terperinci

Lampiran 1. Kisi-kisi Pre Test Menulis Kalimat Sederhana Siswa Kelas II A SD Negeri Sinduadi 1 Mlati. 2. Menulis kembali kalimat. dan tanda titik.

Lampiran 1. Kisi-kisi Pre Test Menulis Kalimat Sederhana Siswa Kelas II A SD Negeri Sinduadi 1 Mlati. 2. Menulis kembali kalimat. dan tanda titik. Lampiran 1. Kisi-kisi Pre Test Menulis Kalimat Sederhana Siswa Kelas II A SD Negeri Sinduadi 1 Mlati No Kompetensi Dasar Indikator Bentuk Soal Item 1 Menulis kalimat 2. Menulis kembali kalimat Uraian 1

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan. Pertemuan pertama pada hari Sabtu, 16 November

Lebih terperinci

SESI SEPAKBOLA GRASSROOT Oleh : Indra Sjafri

SESI SEPAKBOLA GRASSROOT Oleh : Indra Sjafri SESI SEPAKBOLA GRASSROOT Oleh : Indra Sjafri Tujuan utama dari sesi grassroots football adalah bermain sepakbola, belajar dan bergembira. Kuncinya adalah mengajari anak-anak dasar-dasar sepakbola sehingga

Lebih terperinci

Pelatihan Ulangan Umum

Pelatihan Ulangan Umum Pelatihan Ulangan Umum Kerjakan di buku tugas! A. Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Ayah Amir bekerja sebagai tukang potong rambut. Pekerjaan yang ditekuni ayah Amir itu menghasilkan... a. barang

Lebih terperinci

MODEL PERMAINAN UNTUK ANAK USIA 10 TAHUN (16 model permainan)

MODEL PERMAINAN UNTUK ANAK USIA 10 TAHUN (16 model permainan) A. Permainan Target (usia 10) MODEL PERMAINAN UNTUK ANAK USIA 10 TAHUN (16 model permainan) 1. Permainan melempar bola ke sasaran Permainan ini bertujuan untuk melatih ketepatan dan koordinassi mata/tangan

Lebih terperinci

bab 1 gerak dasar kata kunci berjalan memutar melempar berlari mengayun menangkap melompat menekuk menendang

bab 1 gerak dasar kata kunci berjalan memutar melempar berlari mengayun menangkap melompat menekuk menendang bab 1 gerak dasar sumber www.sdialazhar14.wordpress.com tanggal 11 Juni 2009 kata kunci berjalan memutar melempar berlari mengayun menangkap melompat menekuk menendang meloncat menggiring setiap hari kamu

Lebih terperinci

BAB 1: ASAL MULA KEJADIAN

BAB 1: ASAL MULA KEJADIAN BAB 1: ASAL MULA KEJADIAN KELAHIRANKU Ternyata proses kelahiranku itu dahsyat, saat pasangan suami istri melakukan hubungan intim, maka bisa jadi sang istri hamil. Kehamilan terjadi saat sperma masuk ke

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Padaan 02 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang Semester II Tahun 2013/2014. Subjek penelitian adalah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Deskripsi Lokasi Penelitian. 1. Letak Sekolah Dasar Negeri 01 Kaliwiro

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Deskripsi Lokasi Penelitian. 1. Letak Sekolah Dasar Negeri 01 Kaliwiro BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Letak Sekolah Dasar Negeri 01 Kaliwiro Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 01 Kaliwiro, yang beralamatkan di Jalan Selomanik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mampu berkomunikasi dengan baik. Salah satu cara untuk meningkatkan

BAB I PENDAHULUAN. mampu berkomunikasi dengan baik. Salah satu cara untuk meningkatkan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia adalah salah satu mata pelajaran pokok yang diajarkan di sekolah, baik pada tingkat dasar, tingkat menengah, maupun tingkat atas. Selain itu,

Lebih terperinci

GOLDEN RULES A K S I N Y A T A U N T U K M E M B A N G U N K A R A K T E R

GOLDEN RULES A K S I N Y A T A U N T U K M E M B A N G U N K A R A K T E R GOLDEN RULES A K S I N Y A T A U N T U K M E M B A N G U N K A R A K T E R Sebuah studi kasus mengembangkan kebiasaan karakter yang baik bagi siswa melalui inspirasi internasional (II) di SD Bubutan 4

Lebih terperinci

Permainan Kartu pada Pembelajaran Bahasa Jepang untuk Meningkatkan Keterampilan dalam Berbahasa Jepang

Permainan Kartu pada Pembelajaran Bahasa Jepang untuk Meningkatkan Keterampilan dalam Berbahasa Jepang Permainan Kartu pada Pembelajaran Bahasa Jepang untuk Meningkatkan Keterampilan dalam Berbahasa Jepang Disusun oleh: Woro Esthi Hartiwi, S.Pd Widyaiswara LPMP D.I. Yogyakarta email : woroharyanto@gmail.com

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011 1 A. Latar

Lebih terperinci

Pendidikan Kewarganegaraan Untuk SD/MI Kelas II

Pendidikan Kewarganegaraan Untuk SD/MI Kelas II semester 2 pelajaran 3 musyawarah tujuan pembelajaran tujuan yang ingin dicapai setelah mempelajari bab ini siswa diharapkan dapat melakukan musyawarah dalam mengambil keputusan manfaat pembelajaran manfaat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan, serta

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan, serta BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Inggris adalah alat untuk berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Departemen Pendidikan Nasional, dalam standar kompetensi dalam Kurikulum 2004,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang mempunyai

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang mempunyai BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang mempunyai peranan yang penting dalam dunia pendidikan dan merupakan penunjang dalam semua bidang studi.

Lebih terperinci

- 1 - PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 68 TAHUN 2012 TENTANG

- 1 - PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 68 TAHUN 2012 TENTANG - 1 - SALINAN PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 68 TAHUN 2012 TENTANG PAKAIAN DINAS BUPATI, WAKIL BUPATI, DAN KEPALA DESA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SRAGEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

Permainan Tradisional: Media Pembelajaran di Dalam Kelas BIPA

Permainan Tradisional: Media Pembelajaran di Dalam Kelas BIPA Permainan Tradisional: Media Pembelajaran di Dalam Kelas BIPA Ni Putu Dian Cahyani, IALF Bali Abstrak Salah satu cara untuk mengajarkan bahasa Indonesia kepada siswa adalah dengan menggunakan media pembelajaran.

Lebih terperinci

CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMATIK KELAS 1 SD

CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMATIK KELAS 1 SD CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMATIK KELAS 1 SD Identitas Sekolah : (tuliskan nama satuan pendidikan) Kelas/Semester : I/1 Tema/Sub Tema : Diriku / Aku dan teman baru Pertemuan Ke : 2

Lebih terperinci

Bab 1. Faktorisasi Suku Aljabar. Standar Kompetensi. Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan garis lurus.

Bab 1. Faktorisasi Suku Aljabar. Standar Kompetensi. Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan garis lurus. Bab 1 Faktorisasi Suku Aljabar Standar Kompetensi Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan garis lurus. Kompetensi Dasar 1.1 Melakukan operasi aljabar. 1.2 Menguraikan bentuk aljabar ke dalam

Lebih terperinci

Pembelajaran Jarak, Waktu, dan Kecepatan Dengan Menggunakan Pendekatan PMRI

Pembelajaran Jarak, Waktu, dan Kecepatan Dengan Menggunakan Pendekatan PMRI Pembelajaran Jarak, Waktu, dan Kecepatan Dengan Menggunakan Pendekatan PMRI Navel Oktaviandy Mangelep 1, Hermina Disnawati 2 Email : navelmangelep@gmail.com 1. Introduction Materi jarak, waktu, dan kecepatan

Lebih terperinci

1. Mengamati tari Nasional yang ditampilkan oleh seorang penari

1. Mengamati tari Nasional yang ditampilkan oleh seorang penari Pertemuan 2 KONSEP, FUNGSI, JENIS, KARAKTERISTIK PENDIDIKAN SENI TARI Jenis Tari Jenis tari tradisional di Indonesia bisa diamati dari bagaimana tari tersebut ditampilkan. Tari yang ditampilkan seorang

Lebih terperinci

tempat umum gambar 1

tempat umum gambar 1 tema 4 di biasanya berlaku aturan aturan juga berlaku di rumah dan di sekolah bagaimana menerapkan aturan di masyarakat berikut kalian pelajari tata tertib dan aturannya coba kalian lihat gambar 1 anak

Lebih terperinci

Sebelumnya, Dayu mengikuti kegiatan pramuka dan bermain Kereta Api. Sekarang Dayu akan bermain Roti dan Mentega. Bagaimana Dayu melakukannya?

Sebelumnya, Dayu mengikuti kegiatan pramuka dan bermain Kereta Api. Sekarang Dayu akan bermain Roti dan Mentega. Bagaimana Dayu melakukannya? Sebelumnya, Dayu mengikuti kegiatan pramuka dan bermain Kereta Api. Sekarang Dayu akan bermain Roti dan Mentega. Bagaimana Dayu melakukannya? Amati gambar berikut dengan teliti! Subtema 2 : Kegiatan Ekstrakurikulerku

Lebih terperinci

Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Mendeskripsikan isi Puisi

Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Mendeskripsikan isi Puisi SILABUS Nama Sekolah : Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : II/1 Tema : Diri Sendiri Standar Kompetensi : 1. Mendengarkan Memahami teks pendek dan puisi anak yang dilisankan 2. Berbicara

Lebih terperinci

KARAKTERISTIK SISWA SD KELAS RENDAH DAN PEMBELAJARANNYA

KARAKTERISTIK SISWA SD KELAS RENDAH DAN PEMBELAJARANNYA KARAKTERISTIK SISWA SD KELAS RENDAH DAN PEMBELAJARANNYA Oleh: Sekar Purbarini Kawuryan PPSD FIP UNY Pendahuluan Pembentukan kemampuan siswa di sekolah dipengaruhi oleh proses belajar yang ditempuhnya.

Lebih terperinci

Pembahasan Soal Matematika Ebtanas/UN SMP/MTs Terkait Topik Statistika Tahun 2006 sampai dengan Tahun 2010 Oleh Th.Widyantini

Pembahasan Soal Matematika Ebtanas/UN SMP/MTs Terkait Topik Statistika Tahun 2006 sampai dengan Tahun 2010 Oleh Th.Widyantini Pembahasan Soal Matematika Ebtanas/UN SMP/MTs Terkait Topik Statistika Tahun 006 sampai dengan Tahun 010 Oleh Th.Widyantini Soal Matematika Ebtanas SMP Terkait Topik StatistikaTahun 006 Soal Nomer 16 Kode

Lebih terperinci

Unit 5 PELUANG. Clara Ika Sari Budhayanti. Pendahuluan

Unit 5 PELUANG. Clara Ika Sari Budhayanti. Pendahuluan Unit 5 PELUANG lara Ika Sari Budhayanti Pendahuluan P ada unit lima ini kita akan membahas peluang. Peluang merupakan salah satu cabang matematika yang mempelajari cara menghitung tingkat keyakinan seseorang

Lebih terperinci

KETENTUAN PAKAIAN SERAGAM UNTUK SISWA SMK NEGERI 1 TANAH GROGOT TAHUN PELAJARAN 2016/2017

KETENTUAN PAKAIAN SERAGAM UNTUK SISWA SMK NEGERI 1 TANAH GROGOT TAHUN PELAJARAN 2016/2017 1 PEMERINTAH KABUPATEN PASER D I N A S P E N D I D I K A N SMKN 1 TANAH GROGOT Jl Ki Hajar Dewantoro,.Tanah Grogot, Kab. Paser, Prop. Kal-Tim., Telp/Fax: (0543) 21380, E-Mail: smkn1.grogot@gmail.com, http://smkn1tgt.net

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dan kegunaan tertentu (Mahmud, 2011: 23). Metode penelitian juga digunakan

BAB III METODE PENELITIAN. dan kegunaan tertentu (Mahmud, 2011: 23). Metode penelitian juga digunakan BAB III METODE PENELITIAN. Desain Penelitian Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Mahmud, 0: ). Metode penelitian juga digunakan untuk mendapatkan

Lebih terperinci

Amatilah gambar berikut dengan cermat! Perhatikan penjelasan guru! Ayo membersihkan kelas! Siapkan alat dan bahan! Bagaimana cara melakukannya?

Amatilah gambar berikut dengan cermat! Perhatikan penjelasan guru! Ayo membersihkan kelas! Siapkan alat dan bahan! Bagaimana cara melakukannya? Amatilah gambar berikut dengan cermat! Perhatikan penjelasan guru! Ayo membersihkan kelas! Siapkan alat dan bahan! Bagaimana cara melakukannya? Coba kamu praktikkan gerakan membersihkan papan tulis, membersihkan

Lebih terperinci

II. KAJIAN PUSTAKA. Keterampilan berbahasa terdiri atas empat komponen, yaitu (a) menyimak, (b) berbicara, (c)

II. KAJIAN PUSTAKA. Keterampilan berbahasa terdiri atas empat komponen, yaitu (a) menyimak, (b) berbicara, (c) II. KAJIAN PUSTAKA 2.1 Keterampilan Berbahasa Keterampilan berbahasa terdiri atas empat komponen, yaitu (a) menyimak, (b) berbicara, (c) membaca, dan (d) menulis.keempat keterampilan berbahasa tersebut

Lebih terperinci

Bab I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Kewajiban Siswa

Bab I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Kewajiban Siswa BUKU SAKU Bab I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Kewajiban Siswa Setiap siswa wajib : 1. Mempunyai dan membawa buku saku setiap mengikuti kegiatan di sekolah 2. Memahami, menghayati, dan melaksanakan semua ketentuan

Lebih terperinci

cinta lingkungan pelajaran 3

cinta lingkungan pelajaran 3 cinta lingkungan pelajaran 3 cinta lingkungan berarti sayang kepada sesama tumbuhan hewan manusia harus memelihara tumbuhan alam hewan semua adalah ciptaan tuhan apakah kamu cinta lingkungan cinta lingkungan

Lebih terperinci

MOTIVASI BELAJAR ANAK JALANAN DI RUMAH SINGGAH DILTS FOUNDATION

MOTIVASI BELAJAR ANAK JALANAN DI RUMAH SINGGAH DILTS FOUNDATION MOTIVASI BELAJAR ANAK JALANAN DI RUMAH SINGGAH DILTS FOUNDATION Dwinda Reina Sari. 10500106 SK. Jurusan Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Gunadarma,2008 ABSTRAK Di Indonesia akhir masa orde baru

Lebih terperinci

BELAJAR KONSEP PEMBAGIAN MELALUI PERMAINAN MEMBAGI PERMEN DENGAN DADU

BELAJAR KONSEP PEMBAGIAN MELALUI PERMAINAN MEMBAGI PERMEN DENGAN DADU BELAJAR KONSEP PEMBAGIAN MELALUI PERMAINAN MEMBAGI PERMEN DENGAN DADU Navel O. Mangelep Email : navelmangelep@gmail.com A. PENDAHULUAN Matematika sebagai cabang ilmu yang terstruktur dan terorganisir secara

Lebih terperinci

PENERAPAN RUNNING DICTATION GAME DALAM PENGAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) 1 KABANJAHE

PENERAPAN RUNNING DICTATION GAME DALAM PENGAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) 1 KABANJAHE PENERAPAN RUNNING DICTATION GAME DALAM PENGAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) 1 KABANJAHE Rudy Sofyan, Bahagia Tarigan, Thyrhaya Zein, Eddy Setia Fakultas Ilmu

Lebih terperinci

3-4. Checklist Indikator. PERKEMBANGANANAK Usia 3-4 tahun. Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007

3-4. Checklist Indikator. PERKEMBANGANANAK Usia 3-4 tahun. Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007 3-4 Checklist Indikator PERKEMBANGANANAK Usia 3-4 tahun Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007 Diolah oleh: http://www.rumahinspirasi.com MORAL & NILAI AGAMA a. Dapat

Lebih terperinci

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PEMBELAJARAN TEMATIK 2A

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PEMBELAJARAN TEMATIK 2A MODEL Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PEMBELAJARAN TEMATIK 2A untuk Kelas II SD Semester 1 Berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Permendiknas Nomor 23

Lebih terperinci

06/11/12. Satu bulan kemudian

06/11/12. Satu bulan kemudian Mulai mengerjakan skripsi menjadi pekerjaan yag kadang menjemukan bagi mahasiswa semester akhir. Menjemukan karena sudah terbayang segala keribetan/kerumitan. 2 M: Bapak punya topik buat penelitian saya?

Lebih terperinci

Sebutan untuk pelatih dari Grassroot adalah "COACH EDUCATOR" akan terlihat perbedaan peran "Coach" dengan "Coach Educator"

Sebutan untuk pelatih dari Grassroot adalah COACH EDUCATOR akan terlihat perbedaan peran Coach dengan Coach Educator "COACH - EDUCATOR" GRASSROOT Oleh : Indra Sjafri Sebutan untuk pelatih dari Grassroot adalah "COACH EDUCATOR" akan terlihat perbedaan peran "Coach" dengan "Coach Educator" Ketertarikan coach-educator berpusat

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Tahap Persiapan a. Validasi instrumen penelitian Sebelum diadakan penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan proses validasi untuk mengukur tingkat

Lebih terperinci

KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN

KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN oleh Rosita E.K., M.Si Konsep dasar dari konseling adalah mengerti

Lebih terperinci

4. Satu koin dilempar tiga kali. Berapa kemungkinan muncul angka dan gambar selang seling?

4. Satu koin dilempar tiga kali. Berapa kemungkinan muncul angka dan gambar selang seling? 1. Di papan tertulis 7 kata benda, 5 kata kerja dan 2 kata sifat. Untuk membentuk satu kalimat kita perlu memakai satu kata tiap jenis kata. Berapa kalimat kita bisa bentuk? A) 24 B) 14 C) 70 D) 40 2.

Lebih terperinci

3. Beberapa angka dikali dengan jumlah digitnya hasilnya adalah Berapa jumlah digit dari angka ini?

3. Beberapa angka dikali dengan jumlah digitnya hasilnya adalah Berapa jumlah digit dari angka ini? 1. Berat dua buah kubus sama dengan berat sebuah bola. Berat 2 balok sama dengan berat 3 bola. Berapa kubus yang diperlukan agar beratnya sama dengan satu balok? A) 5 kubus B) 4 kubus C) 3 kubus D) 2 kubus

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas melalui penerapan metode penemuan terbimbing

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas melalui penerapan metode penemuan terbimbing BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas melalui penerapan metode penemuan terbimbing berbantu alat peraga di kelas VB SD Negeri 20 Kota Bengkulu dilaksanakan dalam 3 siklus.

Lebih terperinci

PELAYANAN ANAK. GPdI HALELUYA CIMAHI. Jalan Kolonel Masturi 67 Telepon: (022) No: 02/ V/ RH/ Pelnap/ 2008

PELAYANAN ANAK. GPdI HALELUYA CIMAHI. Jalan Kolonel Masturi 67 Telepon: (022) No: 02/ V/ RH/ Pelnap/ 2008 PELAYANAN ANAK GPdI HALELUYA CIMAHI Jalan Kolonel Masturi 67 Telepon: (022) 6650757 No: 02/ V/ RH/ Pelnap/ 2008 2 Bagaimana cara membaca renungan ini? 1. Adik adik siapkan dulu Alkitab, buku renungan dan

Lebih terperinci

PERMAINAN PERAN. Ada enam topi dengan warna yang berbeda-beda. Setiap warna mewakili satu jenis kegiatan berpikir.

PERMAINAN PERAN. Ada enam topi dengan warna yang berbeda-beda. Setiap warna mewakili satu jenis kegiatan berpikir. TOPI BERPIKIR Kecerdasan dan kemampuan berpikir bisa dianalogikan dengan mobil dan pengendaranya. Mobil biasa di tangan pengemudi luar biasa bisa mengalahkan mobil luar biasa yang dikendarai oleh pengemudi

Lebih terperinci

SELEKSI OLIMPIADE TINGKAT KABUPATEN/KOTA TAHUN 2005 TIM OLIMPIADE MATEMATIKA INDONESIA TAHUN 2006

SELEKSI OLIMPIADE TINGKAT KABUPATEN/KOTA TAHUN 2005 TIM OLIMPIADE MATEMATIKA INDONESIA TAHUN 2006 SELEKSI OLIMPIADE TINGKAT KABUPATEN/KOTA TAHUN 200 TIM OLIMPIADE MATEMATIKA INDONESIA TAHUN 2006 Bidang Matematika Waktu : 90 Menit DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN

Lebih terperinci

TATA TERTIB STUDI PENGENALAN DAN SIMULASI AKTIVITAS KAMPUS X (SPESIVIK X) A. TATA TERTIB SPESIVIK

TATA TERTIB STUDI PENGENALAN DAN SIMULASI AKTIVITAS KAMPUS X (SPESIVIK X) A. TATA TERTIB SPESIVIK TATA TERTIB STUDI PENGENALAN DAN SIMULASI AKTIVITAS KAMPUS X () A. TATA TERTIB SPESIVIK 1. Mematuhi peraturan dan tata tertib SPESIVIK 2. Hadir tepat waktu 30 menit sebelum acara dimulai. 3. Menerapkan

Lebih terperinci

Tine A. Wulandari, S.I.Kom.

Tine A. Wulandari, S.I.Kom. Tine A. Wulandari, S.I.Kom. Komunikasi verbal atau lisan yang efektif tergantung pada sejumlah faktor dan tidak dapat sepenuhnya dipisahkan dari kecakapan antarpribadi yang penting lainnya seperti komunikasi

Lebih terperinci

Kejadian Sehari-hari

Kejadian Sehari-hari Tema 5 Kejadian Sehari-hari Menghormati dan menaati orang tua merupakan salah satu perwujudan perilaku yang mencerminkan harga diri. Berperilaku baik, berarti kita juga mempunyai harga diri yang baik pula

Lebih terperinci

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 22 TAHUN 2010 TENTANG PAKAIAN DINAS PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGINN BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

Eliora. orang yang sedang menjalaninya. 1 Artinya, seberat-berat kami melihat sesuatu terjadi, lebih menyakitkan lagi bagi

Eliora. orang yang sedang menjalaninya. 1 Artinya, seberat-berat kami melihat sesuatu terjadi, lebih menyakitkan lagi bagi 1 Nadia Eliora Yuda Putri Bahasa Indonesia 7 13 September 2012 Pelarian Jauh Di Hutan Duarr! Bunyi ledakan bom tentara-tentara Jepang. Setelah ledakan pertama itu, orang-orang di desaku menjadi kalang

Lebih terperinci