Laporan Pertanggungjawaban dan Serah Terima Komisi Paripurna Komnas Perempuan Periode

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Laporan Pertanggungjawaban dan Serah Terima Komisi Paripurna Komnas Perempuan Periode 2015-2019"

Transkripsi

1 Laporan Pertanggungjawaban dan Serah Terima Komisi Paripurna Komnas Perempuan Periode Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) telah melakukan Laporan Pertanggungjawaban Paripurna Periode di Bidakara Jakarta Selatan, tanggal 11 Desember Acara dilanjutkan dengan tanggapan dari para mitra Komnas Perempuan, yaitu Ibu Dra. Sridanti, M.A, selaku Sekretaris Menteri dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Sebanyak 150 peserta dari komunitas korban, CSO, pemerintah nasional dan daerah, Aparat Penegak Hukum (APH), media, tokohtokoh organisasi/ perempuan, institusi agama, lembaga nasional HAM, lembaga negara dan lembaga regional/ internasional turut hadir dan berpartisipasi. Selepasnya, kegiatan masih dilanjutkan dengan konsultasi bersama mitra strategis (korban, kelompok negara, masyarakat dan lembaga nasional HAM) untuk membahas rencana strategis Komnas Perempuan periode Kegiatan ini diakhiri dengan perkenalan para komisioner baru yang terpilih untuk periode kepada publik. Perkenalan komisioner dan serah terima dilanjutkan kepada 15 komisioner yang terpilih, yaitu: 1. Adriana Venny Aryani Dr. Adriana Venny Aryani lahir di Semarang, 22 Mei Menyelesaikan studi S1 Hubungan Internasional UNPAS, S2 Filsafat Universitas Indonesia, S3 Filsafat Universitas Indonesia. Pernah menjalani aktivitas sebagai konsultan di UNDP, UN Women, UNFPA. Ketua Badan Pembina Lembaga Partisipasi Perempuan, Koordinator Koalisi GBU. Direktur Eksekutif Yayasan Jurnal Perempuan 1

2 2. Azriana Azriana RM, SH lahir di Lhoksuko, 7 Maret Menyelesaikan studi S1 Hukum Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Pernah menjalani sejumlah aktivitas sebagai Sekretaris Jenderal Relawan Perempuan untuk Kemanusiaan ( ), Koordinator Wilayah Timur Relawan Perempuan untuk Kemanusiaan ( ), Komisioner Komnas Perempuan ( ), Pengacara LBH APIK Aceh ( ), Dewan Pengurus LBH APIK Aceh ( ), Presidium Balai Syura Ureung Inong Aceh ( ) dan Pengacara LBH Iskandar Muda Lhoksumawe ( ) 3. Budi Wahyuni Dr. Dra. Budi Wahyuni, MM, MA lahir di Yogyakarta, 23 Mei Menyelesaikan studi di S1 Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta, S2 Manajemen Universitas Gajah Mada, S2 Medical Antropology UVA Amsterdam, S3 Public Health Universitas Gajah Mada. Pernah menjalani sejumlah aktivitas sebagai Peneliti PSKK UGM ( ), Dosen Tamu Fakultas Kedokteran UGM (2000 sekarang), Direktur PKBI Yogyakarta ( ), Asisten Direktur Keuangan PKBI Yogyakarta ( ), Konselor Kesehatan Produksi KTP PKBI & LBH APIK Yogyakarta (2002 sekarang) dan Komisioner LOS Yogyakarta ( ) 2

3 4. Indraswari Indraswari lahir di Bandung, 16 Mei Menyelesaikan studi di S1 Hubungan Masyarakat Universitas Padjajaran, S2 Sosiologi University of Essex, S3 Antropologi The Australian National University. Menjalani beragam aktivitas sebagai Dosen Tetap Ilmu Administrasi Publik (1996 sekarang), Dosen Tidak Tetap Ilmu Administrasi STIA LAN Bandung (2011 sekarang), Dosen Tamu Gender Studies Program University of Malaya (2009), Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Publik ( ), Sekretaris Ilmu Administrasi Publik ( ), Direktur Center for Public Policy and Management Studies ( ). Peneliti Yayasan Akatiga ( ) 5. Indriyati Suparno Indriyati Suparno lahir di Surakarta, 14 Desember Menjalani aktivitas seperti Pendamping & Fasilitator Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan & HAM ( ), Koordinator Program Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan & HAM ( ), Fasilitator untuk Pendidikan Publik & Penguatan Komunitas ( ), Peneliti Utama Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan & HAM (2001 & 2004) 3

4 6. Irawati Harsono Dr. Irawati Harsono, MSi menyelesaikan studi di S1 PTIK XI/Bhakti, S2 Kajian Ketahanan Nasional Universitas Indonesia, S3 Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia. Pernah menjalani beragam aktivitas sebagai Anggota Kepolisian Republik Indonesia ( ), Pembantu Rektor 1 (Bidang Akademisi) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya ( ), Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (1995 sekarang), Pelatih HAM dan Hak Perempuan (1999 sekarang), Ketua Lembaga Bantuan Perlindungan Perempuan dan Anak DERAP Wrapsari (1998 sekarang), Komisioner Komnas Perempuan ( ), Konsultan International Organization for Migran Indonesia ( ), Dosen STIK PTIK (2010 sekarang), Anggota Senat Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (2013 sekarang) 7. Khariroh Ali Khariroh Ali adalah aktivis perempuan dan peneliti yang kurang lebih selama 10 tahun menggeluti isu keadilan dan kesetaraan jender dengan bekerja di berbagai LSM lokal seperti Puan Amal Hayati, P3M, Rahima dan juga aktif di organisasi perempuan Fatayat NU. Selama dua tahun terakhir bekerja di LSM Internasional yaitu the International Republican Institute (IRI) untuk program peningkatan representasi perempuan di parlemen di Indonesia, dengan berbagai aktivitas seperti membantu para perempuan untuk terjun aktif di dunia politik, melatih caleg perempuan untuk menyusun strategi kampanye yang efektif, meningkatkan kapasitas anggota dewan perempuan untuk menyusun kebijakan yang adil jender, memahami gender responsive budgeting, dan membantu Kaukus Perempuan Parlemen. Mendapat gelar MA tahun 2010 dari Center for International Studies Ohio University USA, dan mendapatkan sertifikat dari jurusan Women and Gender Studies. Tahun 2012, thesisnya dipublikasikan oleh Lambert Academic Publishing (LAP) dengan judul Challenging Religious Discourse: The Women Movement in Indonesia s Pesantren, Negotiating Islam, Culture and Modernity Riri-Khariroh/dp/

5 8. Magdalena Sitorus Magdalena Hemina M Sitorus lahir di Porsea, 27 Oktober Menyelesaikan studi S1 Sosiologi STISIP Widuri Jakarta dan S2 Hukum Universitas Diponegoro Semarang. Memiliki aktivitas sebagai: Koordinator JP3T (2013 sekarang), Dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia ( ), Ketua Sahabat Perempuan dan Anak Indonesia (2010 sekarang), Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( ), Komisioner KPAI Bidang Pemantauan dan Pengaduan Masyarakat ( ), Direktur Solidaritas Aksi Korban Kekerasan Terhadap Anak & Perempuan ( ), Asisten Secretary Hellen Keller ( ), Pengurus Theater Sanggar Bahtera ( ), Sekretaris Direktur Personalia PT. Krakatau Steel ( ) 9. Mariana Amiruddin Mariana Amiruddin S.Sos, M Hum lahir di Jakarta 14 Maret 1976, adalah jurnalis, editor, aktivis, penulis, peneliti, bekerja di Jurnal Perempuan selama 10 tahun, Direktur dan Pemimpin Redaksi Jurnal Perempuan sejak Lulusan Kajian Wanita Paskasarjana Universitas Indonesia (2000), aktif menulis esai dan artikel di beberapa media nasional dan jurnal, menulis cerpen dan novel serta pernah menerbitkan buku berjudul Perempuan Menolak Tabu; Hermeneutika, Seks, Sastra dan Feminisme (Penerbit Jalasutra 2005). 5

6 10. Nahe I Nahe'I MHI lahir di Malang, 12 Februari Beliau adalah penulis, peneliti dan pengajar pada lembaga kader ahli fiqih, Ma'had Aly Situbondo Jawa Timur dan Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII) Situbondo. Lulusan IAII (S1), Unisma Malang (S2) dan saat ini program Doktor Di UIN Surabaya, semuanya konsentrasi Hukum Islam. Saat ini telah menerbitkan beberapa buku, al. Fiqih Anti Trafficking (penerbit Fahmina), Fiqih Keseharian Buruh Migrant (penerbit Fahmina), Fiqih Pluralis (penerbit puslitbang Kemenag RI), Qawa'id Fiqih (penerbit Ibrahimy Press). Pernah juga mengikuti pendidikan kader ulama Majelis Ulama Indonesia (PKU-MUI) Angkatan Aktif mengikuti kegiatan diskusi, workshop, pelatihan, pendidikan HAM dan Gender, baik peserta maupun narasumber. Disamping mengajar pada kedua lembaga di atas, juga bergabung beberapa LSM yang mengusung isuisu HAM dan keseteraan gender. 11. Nina Nurmila Dra. Nina Nurmila, MA, PhD lahir di Cirebon, 6 September Menyelesaikan S1 Pendidikan Agama Islam IAIN Bandung, S2 Gender And Development Murdoch University. Diploma in Conflict Resolution Uppsala University, S3 Gender and Islamic Studies Melbourne University, Dosen Universitas Islam Negeri/ UIN (1994 ekarang), Editor dan penterjemah Mizan ( ), Women s Officer at University of Melbourne Postgraduate Association/ UMPA (2003), Postdoctoral Fellow at University Technology Sydney (2008), Visiting Lecturer at University of Redlands ( ), Research Fellow at University of Western Sydney (2013) 6

7 12. Masruchah Masruchah menekuni isu-isu sensitif perempuan semenjak memimpin organisasi ekstra kampus Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Putri cabang Yogyakarta (1980). Pernah memimpin Kajian Serial tentang Perempuan dalam Agama-agama dan Pembangunan di Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Yogyakarta yang kemudian diterbitkan dalam buku Perempuan dalam Perbincangan antar Agama dan Pembangunan. Memimpin Yayasan Kesejahteraan Fatayat (sebuah lembaga yg peduli pada penguatan hak-hak reproduksi dan hak politik perempuan) Nahdlatul Ulama ( ). Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) NU Daerah Istimewa Yogyakarta ( ), Sekretaris Jenderal di Koalisi Perempuan Indonesia/ KPI ( ), Pengurus Rahima (2006). Komisioner dan Wakil Ketua pada Komnas Perempuan pada periode ( ). Mendapatkan penghargaan SK TRIMURTI (2008) dan terpilih sebagai Tokoh Muda Inspiratif versi Kompas (2009) 13. Sri Nurherwati Mulai mempraktikkan pengetahuan hukumnya sejak di YLBHI-LBH Semarang (1992). Memulainya sebagai volunteer hingga menjadi pengabdi bantuan hukum. Selama di Semarang, ia memfasilitasi dan membidani lahirnya NGO yang melakukan pendampingan dan advokasi kebijakan yang melindungi Hak Asasi Perempuan dan perempuan korban kekerasan. Bekerja bersama Pemerintah Propinsi Jawa Tengah hingga berhasil meraih cita-cita menjadikan Jawa tengah sebagai salah satu Propinsi terdepan dalam melahirkan kebijakan yang melindungi perempuan. Pengalaman ini ia gunakan dalam posisi sebagai Komisioner Komnas Perempuan ( ) untuk menempatkan korban sebagai basis utama dalam membangun sistem penanganan dan lahirnya yurisprudensi yang berkeadilan gender. Berbagai strategi dilakukan sebagai upaya membangun sistem hukum diantaranya bekerja bersama Focal Point Gender Kejaksaan Agung RI menyusun kebijakan di internal bagi Jaksa dalam melakukan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan. Demi mewujudkan tujuannya untuk hukum berkeadilan jender, mendirikan Yayasan Sukma LRC-KJHAM dan Klinik Hukum Ultra Petita 7

8 14. Saur Tumiur Situmorang Saur Tumiur Situmorang lahir di Medan pada tanggal 25 Desember Menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945/ UNTAG Semarang ( ), College of Social Work and Community Development, University of The Philippines, Quezon City, Diliman, Philippines ( ). Juga mengikuti berbagai pendidikan informal diantaranya mengikuti Human Rights Training di Oxford University, UK (2002). Bergabung bersama Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) yakni lembaga yang memberikan perhatian pada berbagai masalah ketidakadilan yang alami oleh komunitas petani dan masyarakat adat akibat dari hadirnya industrialisasi di wilayah Sumatera bagian Utara. Anggota dan Pengurus di Lembaga Pelayanan Kristen Indonsia (JKLPK), International NGO Forum on Indonesian Development (INFID). Pernah melakukan penelitian dan pendokumentasian terkait Arti dan Fungsi Tanah bagi Masyarakat Adat Batak. Serta pendokumentasian pengalaman 30 orang korban PT. Toba Pulp Lestari (PT.TPL) yang berubah nama dari PT. Indorayon Utama (1988). Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) untuk masa kerja periode Yuniyanti Chuzaifah Yuniyanti Chuzaifah lahir di Wonogiri, Jawa Tengah pada tanggal 4 Juni Lulus dari KMI Pabelan dan meneruskan studinya untuk kerja sosial di Asian Development University (ADU-proyek pilot jangka pendek di Pabelan). Menyelesaikan pendidikan S1 bidang Filsafat, IAIN Jakarta, S2 di Leiden University (dengan tesis: Politicization of Gender and Religion: Debate on Women s Political Rights in Islam), sedang menuntaskan disertasi program S-3 doktornya (Indonesian Migrants Domestic Workers on Saudi Arabia: Study on Dynamic of Religion, Gender Relation and Migration) di Amsterdam University, Belanda bidang Antropologi tentang Gender dan Migrasi. Beberapa aktivitasnya selama ini adalah: Ketua Komnas Perempuan periode , Solidaritas Perempuan (1990), Pendiri Koalisi Perempuan Indonesia, pernah aktif dalam Suara Ibu Peduli, Konsorsium Pembela Buruh Migran Indonesia, Kelompok Perempuan untuk Kebebasan Pers, Common Ground Indonesia sebagai konsultan dan program manajer untuk perempuan di wilayah konflik di beberapa wilayah Papua, Kalimantan, Madura dan Jakarta (2001). Gender Advisor/ Konsultan untuk kerjasama Mc Gill University, Canada dan beberapa perguruan tinggi Islam (salah satu proyeknya adalah mengembangkan kurikulum bagi program kerja sosial di UIN Jakarta-Yogyakarta); dan menjadi national board untuk International Center for Islam and Pluralism (ICIP). 8

9 Serah terima dan perkenalan disertai dengan memberikan selendang kain persahabatan kepada komisioner lama maupun komisioner baru sebagai tanda kasih sayang. Perkenalan kepada publik tanggal 11 Desember 2014 lalu dilanjutkan dengan acara serah terima dari komisioner lama ke komisioner baru pada tanggal 5 Januari 2015 di Kantor Komnas Perempuan dalam bentuk rapat tentang program-program kerja yang berkelanjutan dan penandatanganan.*) 9

Meneguhkan Komitmen Negara pada Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan dan Jaminan Hak-hak Asasi Perempuan

Meneguhkan Komitmen Negara pada Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan dan Jaminan Hak-hak Asasi Perempuan Meneguhkan Komitmen Negara pada Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan dan Jaminan Hak-hak Asasi Perempuan Komnas Perempuan Berdiri: 15 Oktober 1998 Konsultasi Publik Bersama Mitra Strategis 13 Desember

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT NOMOR 08 TAHUN 2014 TENTANG KELOMPOK KERJA PERLINDUNGAN DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK DALAM KONFLIK SOSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

SIARAN PERS Pernyataan Sikap Koalisi Masyarakat Sipil Untuk SDGs Pentingnya Indikator Sunat Perempuan dalam Goal 5 SDGs bagi Indonesia

SIARAN PERS Pernyataan Sikap Koalisi Masyarakat Sipil Untuk SDGs Pentingnya Indikator Sunat Perempuan dalam Goal 5 SDGs bagi Indonesia SIARAN PERS Pernyataan Sikap Koalisi Masyarakat Sipil Untuk SDGs Pentingnya Indikator Sunat Perempuan dalam Goal 5 SDGs bagi Indonesia Jakarta, 4 Agustus 2016 Koalisi Masyarakat Sipil untuk Sustainable

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN REKOMENDASI

BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN REKOMENDASI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Setelah dilakukan analisa terkait penelitian yang telah peneliti kaji dalam penyusunan skripsi ini, terdapat beberapa kesimpulan dari penjelasan

Lebih terperinci

KOMNAS PEREMPUAN. Jakarta, 11 Desember 2014

KOMNAS PEREMPUAN. Jakarta, 11 Desember 2014 KERANGKA ACUAN LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN PUBLIK Perkokoh Pengetahuan, mekanisme HAM perempuan dan Dukungan Bersama Hapuskan Kekerasan terhadap Perempuan untuk Bangsa Indonesia KOMNAS PEREMPUAN Jakarta,

Lebih terperinci

PENGALAMAN KERJA LAIN

PENGALAMAN KERJA LAIN CURRICULUM VITAE Irianto Subiakto, S.H., LL.M. Advokat Lulus dari Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia dan mendapat gelar Sarjana Hukum (S.H.) pada tahun 1991, dan gelar Master of Law (LL.M.) International

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR KOMNAS PEREMPUAN PENGESAHAN: 11 FEBRUARI 2014

ANGGARAN DASAR KOMNAS PEREMPUAN PENGESAHAN: 11 FEBRUARI 2014 ANGGARAN DASAR KOMNAS PEREMPUAN PENGESAHAN: 11 FEBRUARI 2014 PEMBUKAAN Bahwa sesungguhnya hak-hak asasi dan kebebasan-kebebasan fundamental manusia melekat pada setiap orang tanpa kecuali, tidak dapat

Lebih terperinci

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 118 TAHUN 2015

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 118 TAHUN 2015 BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 118 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN UMUM PELAKSANAAN PENGARUSUTAMAAN DALAM PEMBANGUNAN DAERAH DI KABUPATEN TANGERANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BAB IV PENUTUP. A. Kesimpulan. Berdasarkan pada uraian yang telah diuraikan pada bab hasil dan

BAB IV PENUTUP. A. Kesimpulan. Berdasarkan pada uraian yang telah diuraikan pada bab hasil dan BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan pada uraian yang telah diuraikan pada bab hasil dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan mengenai pengertian dari kemajemukan identitas perempuan adalah identitas

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI DAN PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI DAN PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI DAN PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI DAN PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI DAN PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI DAN PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

KEPUTUSAN BUPATI MALANG NOMOR: 180/ 291 /KEP/421

KEPUTUSAN BUPATI MALANG NOMOR: 180/ 291 /KEP/421 BUPATI MALANG KEPUTUSAN BUPATI MALANG NOMOR: 180/ 291 /KEP/421.013/2009 TENTANG GUGUS TUGAS PENCEGAHAN DAN PENANGANAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DI KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

2014, No.16 2 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi adalah pengaturan

2014, No.16 2 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi adalah pengaturan LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.16, 2014 PENDIDIKAN. Pendidikan Tinggi. Perguruan Tinggi. Pengelolaan. Penyelenggaraan. Pencabutan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

Lebih terperinci

Hari/Tanggal : Rabu, 17 Desember 2014, : Pkl wib Tempat : Kantor Komnas Perempuan, Jl. Latuharhary 4 B, Jakarta Pusat

Hari/Tanggal : Rabu, 17 Desember 2014, : Pkl wib Tempat : Kantor Komnas Perempuan, Jl. Latuharhary 4 B, Jakarta Pusat Jakarta, 12 Desember 2014 No. : 106/KNAKTP/GK Papua/XII/2014 Lamp. : - Perihal : Undangan Media Briefing dan Siaran Pers dalam rangka Seminar Nasional Anyam Noken Kehidupan: Keadilan, Perdamaian dan Keadilan

Lebih terperinci

Abdulhamid Dipopramono Anggota

Abdulhamid Dipopramono Anggota Abdulhamid Dipopramono Sejak remaja Hamid tak pernah lepas dari dunia informasi dan jurnalistik. Saat masih pelajar SMAN IV Yogyakarta, ia sudah menjabat Pemimpin Redaksi Majalah Gelora. Kegemaran menulis

Lebih terperinci

OPTIMALISASI PERAN LEMBAGA AKADEMIK DALAM ADVOKASI KEADILAN GENDER

OPTIMALISASI PERAN LEMBAGA AKADEMIK DALAM ADVOKASI KEADILAN GENDER OPTIMALISASI PERAN LEMBAGA AKADEMIK DALAM ADVOKASI KEADILAN GENDER Oleh: Ratna Batara Munti, M.Si (Direktur LBH APIK Jakarta/ Kordinator Jaringan Kerja Prolegnas Pro Perempuan) Disampaikan dalam Seminar

Lebih terperinci

BAB IV DEKSKRIPSI LOKASI PENELITIAN

BAB IV DEKSKRIPSI LOKASI PENELITIAN 46 BAB IV DEKSKRIPSI LOKASI PENELITIAN A. Lembaga Swadaya Masyarakat Samitra Abhaya Kelompok Perempuan Pro Demokrasi (LSM SA KPPD) Surabaya Lembaga Swadaya Masyarakat Samitra Abhaya Kelompok Perempuan

Lebih terperinci

KEJAHATAN SEKSUAL Lindungi Hak Korban. Masruchah Komnas Perempuan 11 Januari 2012

KEJAHATAN SEKSUAL Lindungi Hak Korban. Masruchah Komnas Perempuan 11 Januari 2012 KEJAHATAN SEKSUAL Lindungi Hak Korban Masruchah Komnas Perempuan 11 Januari 2012 KOMNAS PEREMPUAN Mei 1998 : kerusuhan dibeberapa kota besar, dengan berbagai bentuk kekerasan Kekerasan seksual menjadi

Lebih terperinci

5. Merekomendasikan tindakan perlindungan, pemenuhan, dan penegakan HAM dan mencegah terjadinya lagi pelanggaran HAM di masa mendatang; 6.

5. Merekomendasikan tindakan perlindungan, pemenuhan, dan penegakan HAM dan mencegah terjadinya lagi pelanggaran HAM di masa mendatang; 6. 5. Merekomendasikan tindakan perlindungan, pemenuhan, dan penegakan HAM dan mencegah terjadinya lagi pelanggaran HAM di masa mendatang; 6. Melakakukan pemberdayaan MHA. Pemilihan kasus-kasus yang dihadirkan

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA KOMNAS PEREMPUAN PENGESAHAN: 25 MARET 2014

ANGGARAN RUMAH TANGGA KOMNAS PEREMPUAN PENGESAHAN: 25 MARET 2014 ANGGARAN RUMAH TANGGA KOMNAS PEREMPUAN PENGESAHAN: 25 MARET 2014 BAB I STRUKTUR ORGANISASI Pasal 1 Komisi Paripurna (1) Komisi Paripurna dipimpin oleh seorang Ketua dan 2 (dua) orang Wakil Ketua. (2) Sidang

Lebih terperinci

KOMNAS HAM DAN PENGADILAN HAM. Muchamad Ali Safa at

KOMNAS HAM DAN PENGADILAN HAM. Muchamad Ali Safa at KOMNAS HAM DAN PENGADILAN HAM Muchamad Ali Safa at NATIONAL HUMAN RIGHTS INSTITUTION 1946 ECOSOC : mengundang anggota PBB untuk mendorong pembentukan komisi HAM nasional sebagai sarana kerja sama dengan

Lebih terperinci

Data instansi dalam negeri yang menjalin kerjasama* yang terkait dengan PS IP FISIP UB dalam tiga tahun terakhir.

Data instansi dalam negeri yang menjalin kerjasama* yang terkait dengan PS IP FISIP UB dalam tiga tahun terakhir. Data instansi dalam negeri yang menjalin kerjasama* yang terkait dengan PS IP FISIP UB dalam tiga tahun terakhir. No. Nama Instansi Kurun Waktu Jenis Kerja Sama Kegiatan Mulai Berakhir Manfaat yang Telah

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI PAPUA

PEMERINTAH PROVINSI PAPUA PEMERINTAH PROVINSI PAPUA PERATURAN DAERAH KHUSUS PROVINSI PAPUA NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG PELAKSANAAN TUGAS DAN WEWENANG MAJELIS RAKYAT PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PROVINSI PAPUA

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN NEGARA PP&PA. Strategi Nasional. Sosial Budaya.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN NEGARA PP&PA. Strategi Nasional. Sosial Budaya. No.20, 2011 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN NEGARA PP&PA. Strategi Nasional. Sosial Budaya. PERATURAN MENTERI NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01

Lebih terperinci

RAPAT KERJA NASIONAL FORUM PIMPINAN PASCASARJANA PTN SE INDONESIA (FORPIMPAS) KE 39 PRESIDIUM FORPIMPAS SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA

RAPAT KERJA NASIONAL FORUM PIMPINAN PASCASARJANA PTN SE INDONESIA (FORPIMPAS) KE 39 PRESIDIUM FORPIMPAS SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA RAPAT KERJA NASIONAL FORUM PIMPINAN PASCASARJANA PTN SE INDONESIA (FORPIMPAS) KE 39 PRESIDIUM FORPIMPAS SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA Yogyakarta, 10 Agustus 2017 FORUM PIMPINAN PASCASARJANA

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1488, 2014 KEMENPPA. Pengarusutamaan Gender. Hak Anak. Organisasi Keagamaan. Rencana Aksi Nasional. PERATURAN MENTERI NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN

Lebih terperinci

ADVOKASI KESEHATAN SEKSUAL DAN REPRODUKSI DI KALANGAN PELAJAR SMU NEGERI 4 PADANG

ADVOKASI KESEHATAN SEKSUAL DAN REPRODUKSI DI KALANGAN PELAJAR SMU NEGERI 4 PADANG Program PPM PROGRAM STUDI Sumber Dana DIPA Universitas Andalas Besar Anggaran Rp 4.000.000,- Tim Pelaksana Rinaldy Eka Putra, Fachrina, Azwar, Nini Anggraini dan Havizatul hanim Fakultas ISIP Lokasi Kota

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2015

PERATURAN MENTERI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2015 PERATURAN MENTERI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG SISTEM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, MENTERI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. keberagaman kebutuhan kelompok dan individu masyarakat, tak terkecuali

BAB I PENDAHULUAN. keberagaman kebutuhan kelompok dan individu masyarakat, tak terkecuali BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Prinsip partisipasi, transparansi dan akuntabilitas dalam good governance menjamin berlangsungnya proses pembangunan yang partisipatoris dan berkesetaraan gender. Menurut

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN PELAKSANAAN KEGIATAN KONFERENSI FORUM ANAK JAWA TENGAH TAHUN 2015 I. PENDAHULUAN

KERANGKA ACUAN PELAKSANAAN KEGIATAN KONFERENSI FORUM ANAK JAWA TENGAH TAHUN 2015 I. PENDAHULUAN KERANGKA ACUAN PELAKSANAAN KEGIATAN KONFERENSI FORUM ANAK JAWA TENGAH TAHUN 2015 I. PENDAHULUAN Forum Anak Jawa Tengah (FAN ) telah dibentuk sejak tahun 2009 sebagai wadah bagi anak di tingkat Provinsi

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG PENYELENGGARAAN PERLINDUNGAN TERHADAP KORBAN KEKERASAN BERBASIS GENDER DAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

WALIKOTA BATU KEPUTUSAN WALIKOTA BATU NOMOR: 180/110/KEP/ /2014 TENTANG

WALIKOTA BATU KEPUTUSAN WALIKOTA BATU NOMOR: 180/110/KEP/ /2014 TENTANG SALINAN WALIKOTA BATU KEPUTUSAN WALIKOTA BATU NOMOR 180/110/KEP/422.012/2014 TENTANG PEMBENTUKAN TIM PENGELOLA PUSAT PELAYANAN TERPADU PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK KOTA BATU WALIKOTA BATU, Menimbang

Lebih terperinci

Komisi Nasional HAM kerangka hukum dan mekanisme penegakan hukum HAM. Dr. Herlambang P Wiratraman Fakultas Hukum Universitas Airlangga 26 Mei 2015

Komisi Nasional HAM kerangka hukum dan mekanisme penegakan hukum HAM. Dr. Herlambang P Wiratraman Fakultas Hukum Universitas Airlangga 26 Mei 2015 Komisi Nasional HAM kerangka hukum dan mekanisme penegakan hukum HAM Dr. Herlambang P Wiratraman Fakultas Hukum Universitas Airlangga 26 Mei 2015 Poin pembelajaran Konteks kelahiran Komnas HAM Dasar pembentukan

Lebih terperinci

BUPATI BULUNGAN PERATURAN BUPATI BULUNGAN NOMOR 17 TAHUN 2009 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KANTOR PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

BUPATI BULUNGAN PERATURAN BUPATI BULUNGAN NOMOR 17 TAHUN 2009 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KANTOR PEMBERDAYAAN PEREMPUAN BUPATI BULUNGAN PERATURAN BUPATI BULUNGAN NOMOR 17 TAHUN 2009 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KANTOR PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BULUNGAN, Menimbang : a.

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 65 TAHUN 2005 TENTANG KOMISI NASIONAL ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 65 TAHUN 2005 TENTANG KOMISI NASIONAL ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 65 TAHUN 2005 TENTANG KOMISI NASIONAL ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Undang-Undang

Lebih terperinci

Negara Punya Banyak PR untuk Atasi Labirin Kekerasan terhadap Perempuan

Negara Punya Banyak PR untuk Atasi Labirin Kekerasan terhadap Perempuan Negara Punya Banyak PR untuk Atasi Labirin Kekerasan terhadap Perempuan SOSIAL Pemerintah masih punya banyak pekerjaan rumah untuk mengatasi labirin kekerasan terhadap perempuan, demikian seruan Komisi

Lebih terperinci

QANUN ACEH NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG

QANUN ACEH NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG QANUN ACEH NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS QANUN PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM NOMOR 1 TAHUN 2005 TENTANG KEDUDUKAN PROTOKOLER DAN KEUANGAN PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT

Lebih terperinci

John Fresly Ketua. Saat ini beliau menempuh program Doktor Ilmu Administrasi Negara di Universitas Brawijaya (2012-

John Fresly Ketua. Saat ini beliau menempuh program Doktor Ilmu Administrasi Negara di Universitas Brawijaya (2012- John Fresly Ketua Lahir di Medan, 4 September 1969. Sebelum menjabat sebagai komisioner Komisi Informasi Pusat, John Fresly adalah Wakil Ketua Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta. Pendidikan Sarjana

Lebih terperinci

CURRICULUM VITAE. B." PENDIDIKAN No. Universitas Fakultas Strata Tahun. Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Hukum (Hukum Pidana)

CURRICULUM VITAE. B. PENDIDIKAN No. Universitas Fakultas Strata Tahun. Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Hukum (Hukum Pidana) A." DATA PRIBADI CURRICULUM VITAE Name : Suparman Marzuki Jenis Kelamin : Pria Tempat/Tanggal Lahir : Lampung, 2 Maret 1961 Alamat Rumah : Karanganyar MG III/1244 Yogyakarta Tlp. (0274) 413458 Agama :

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG PENYELENGGARAAN PERLINDUNGAN TERHADAP KORBAN KEKERASAN BERBASIS GENDER DAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

MAKALAH. Mengenal Konvensi-konvensi. Oleh: M. Syafi ie, S.H., M.H.

MAKALAH. Mengenal Konvensi-konvensi. Oleh: M. Syafi ie, S.H., M.H. Jamuan Ilmiah tentang Hukum Hak Asasi Manusia bagi Tenaga Pendidik Akademi Kepolisian Semarang Jogjakarta Plaza Hotel, 16 18 Mei 2017 MAKALAH Mengenal Konvensi-konvensi Oleh: M. Syafi ie, S.H., M.H. TRAINING

Lebih terperinci

LEMBAR ISIAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN TAHUN 2011

LEMBAR ISIAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN TAHUN 2011 LEMBAR ISIAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN TAHUN 2011 Pengantar Catatan Tahunan mengenai Kekerasan terhadap perempuan (KTP) dikeluarkan Komnas Perempuan setiap tahun dalam rangka memberikan gambaran kepada

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN UMUM PENANGGANAN PERLINDUNGAN PELAKU ANAK DI PPT SERUNI SEMARANG. A. Gambaran Umum PPT Seruni Semarang

BAB III GAMBARAN UMUM PENANGGANAN PERLINDUNGAN PELAKU ANAK DI PPT SERUNI SEMARANG. A. Gambaran Umum PPT Seruni Semarang BAB III GAMBARAN UMUM PENANGGANAN PERLINDUNGAN PELAKU ANAK DI PPT SERUNI SEMARANG A. Gambaran Umum PPT Seruni SERUNI adalah jaringan pelayanan terpadu penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak

Lebih terperinci

Anggaran Dasar. Konsil Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia [INDONESIAN NGO COUNCIL) MUKADIMAH

Anggaran Dasar. Konsil Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia [INDONESIAN NGO COUNCIL) MUKADIMAH Anggaran Dasar Konsil Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia [INDONESIAN NGO COUNCIL) MUKADIMAH Bahwa kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat adalah salah satu hak asasi manusia yang sangat

Lebih terperinci

KOMISI B. KEANGGOTAAN: 6 Laki-laki ; 12 Perempuan = 18orang. ( Tgl 24 September 2013 ) Kode Etik Konsil LSM Indonesia

KOMISI B. KEANGGOTAAN: 6 Laki-laki ; 12 Perempuan = 18orang. ( Tgl 24 September 2013 ) Kode Etik Konsil LSM Indonesia KOMISI B KEANGGOTAAN: 6 Laki-laki ; 12 Perempuan = 18orang ( Tgl 24 September 2013 ) Kode Etik Konsil LSM Indonesia Mukadimah Konsil LSM Indonesia menyadari bahwa peran untuk memperjuangkan partisipasi

Lebih terperinci

PROMOTE: Pekerjaan Layak bagi Pekerja Rumah Tangga dan Penghapusan Pekerja Rumah Tangga Anak di Indonesia. International Labour Organization

PROMOTE: Pekerjaan Layak bagi Pekerja Rumah Tangga dan Penghapusan Pekerja Rumah Tangga Anak di Indonesia. International Labour Organization PROMOTE: Pekerjaan Layak bagi Pekerja Rumah Tangga dan Penghapusan Pekerja Rumah Tangga Anak di Indonesia International Labour Organization 2 Saya yakin Konvensi ini dapat memberikan panduan kepada pemerintah

Lebih terperinci

LOGO. Pengembangan Kerja Sama dan Penyelenggaraan Akademik Penunjang Pelaksanaan Kurikulum Perekonomian Berbasis Syariah. Wihana Kirana Jaya, Ph.D.

LOGO. Pengembangan Kerja Sama dan Penyelenggaraan Akademik Penunjang Pelaksanaan Kurikulum Perekonomian Berbasis Syariah. Wihana Kirana Jaya, Ph.D. LOGO Pengembangan Kerja Sama dan Penyelenggaraan Akademik Penunjang Pelaksanaan Kurikulum Perekonomian Berbasis Syariah Wihana Kirana Jaya, Ph.D. Pendahuluan Perkembangan perekonomian islami yang begitu

Lebih terperinci

Bagaimana pandangan anda tentang hukum waris di Indonesia terkait dengan hak waris perempuan?

Bagaimana pandangan anda tentang hukum waris di Indonesia terkait dengan hak waris perempuan? Nama lengkap narasumber kita kali ini adalah Sri Wiyanti Eddyono, namun di kalangan aktivis ia biasa dipanggil dengan Mbak Iyik. Perempuan yang lahir pada tanggal 21 September 1973 ini, sekarang tinggal

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS TAHUN : 2013 NOMOR : 22 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 22 TAHUN 2013 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS TAHUN : 2013 NOMOR : 22 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 22 TAHUN 2013 TENTANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS TAHUN : 2013 NOMOR : 22 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 22 TAHUN 2013 TENTANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

Asesmen Gender Indonesia

Asesmen Gender Indonesia Asesmen Gender Indonesia (Indonesia Country Gender Assessment) Southeast Asia Regional Department Regional and Sustainable Development Department Asian Development Bank Manila, Philippines July 2006 2

Lebih terperinci

Fauzik Lendriyono, M.Si

Fauzik Lendriyono, M.Si Dosen kelahiran Malang pada 1972 ini dikenal perfeksionis dalam memberikan yang terbaik bagi mahasiswa. Misi mendidik mahasiswa yang dipegang teguh hingga kini lebih mengutamakan proses dibandingkan hasilnya,

Lebih terperinci

Profil Lembaga Yayasan Gampong Hutan Lestari (YGHL) Aceh Selatan

Profil Lembaga Yayasan Gampong Hutan Lestari (YGHL) Aceh Selatan Profil Lembaga Yayasan Gampong Hutan Lestari (YGHL) Informasi Dasar Organisasi 1. Nama Organisasi : Yayasan Gampong Hutan Lestari (Y G H L ) 2. Alamat Lengkap : Jl. Cempaka No. 24a, Lingkungan Hulu, Kel.

Lebih terperinci

WITHOUT VIOLENCE: RELASI SEHAT VERSUS KEKERASAN DALAM PCARAN

WITHOUT VIOLENCE: RELASI SEHAT VERSUS KEKERASAN DALAM PCARAN KERANGKA ACUAN KEGIATAN SEMILOKA 2 (Dua) Hari LOVE WITHOUT VIOLENCE: RELASI SEHAT VERSUS KEKERASAN DALAM PCARAN Yayasan Pulih (Jakarta: 25 26 Maret 2015) I. Latar Belakang Kekerasan terhadap perempuan

Lebih terperinci

CURICULUM VITAE. 1. IKIP Yogyakarta Dra Pendidikan Sejarah 2. UMM Malang MM Manajemen 3. UNUD Denpasar Dr Kajian Budaya

CURICULUM VITAE. 1. IKIP Yogyakarta Dra Pendidikan Sejarah 2. UMM Malang MM Manajemen 3. UNUD Denpasar Dr Kajian Budaya CURICULUM VITAE 1. Identitas Pribadi 1. Nama : Dr. Trisakti Handayani, MM. 2. Tempat dan Tanggal lahir : Madiun, 28 Oktober 1961 3. Program Studi/PT : Magister Kebijakan dan Pengembangan Pandidikan Program

Lebih terperinci

INDEKS DEMOKRASI INDONESIA (IDI) DKI JAKARTA 2015

INDEKS DEMOKRASI INDONESIA (IDI) DKI JAKARTA 2015 No. 35/08/31/th.XVIII, 3 Agustus 2016 INDEKS DEMOKRASI INDONESIA (IDI) DKI JAKARTA 2015 INDEKS DEMOKRASI INDONESIA (IDI) DKI JAKARTA 2015 SEBESAR 85,32 DARI SKALA 0 SAMPAI 100, ANGKA INI NAIK 0,62 POIN

Lebih terperinci

KEBIJAKAN DIREKTORAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA DAN TRADISI

KEBIJAKAN DIREKTORAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA DAN TRADISI KEBIJAKAN DIREKTORAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA DAN TRADISI Dra. Sri Hartini, MM Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan

Lebih terperinci

KEDUDUKAN DAN KEWENANGAN MAJELIS RAKYAT PAPUA BARAT DALAM KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA

KEDUDUKAN DAN KEWENANGAN MAJELIS RAKYAT PAPUA BARAT DALAM KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA KEDUDUKAN DAN KEWENANGAN MAJELIS RAKYAT PAPUA BARAT DALAM KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA http://nasional.inilah.com I. PENDAHULUAN Provinsi Papua merupakan salah satu wilayah di Indonesia bagian timur

Lebih terperinci

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA KEPUTUSAN BUPATI BANTUL NOMOR 138 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA KEPUTUSAN BUPATI BANTUL NOMOR 138 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA KEPUTUSAN BUPATI BANTUL NOMOR 138 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN GUGUS TUGAS PENCEGAHAN DAN PENANGANAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG KABUPATEN BANTUL BUPATI BANTUL,

Lebih terperinci

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG GERAKAN NASIONAL ANTI KEJAHATAN SEKSUAL TERHADAP ANAK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG GERAKAN NASIONAL ANTI KEJAHATAN SEKSUAL TERHADAP ANAK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG GERAKAN NASIONAL ANTI KEJAHATAN SEKSUAL TERHADAP ANAK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, melakukan Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual dengan

Lebih terperinci

SAMBUTAN KETUA DPR RI PADA ACARA PELANTIKAN PENGURUS KAUKUS PEREMPUAN PARLEMEN REPUBLIK INDONESIA (KPP-RI) Periode

SAMBUTAN KETUA DPR RI PADA ACARA PELANTIKAN PENGURUS KAUKUS PEREMPUAN PARLEMEN REPUBLIK INDONESIA (KPP-RI) Periode KETUA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN KETUA DPR RI PADA ACARA PELANTIKAN PENGURUS KAUKUS PEREMPUAN PARLEMEN REPUBLIK INDONESIA (KPP-RI) Periode 2009-2014 Assalamu alaikum Warahmatullahi

Lebih terperinci

2017, No Indonesia Tahun 2002 Nomor 109, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4235), sebagaimana telah beberapa kali diubah, tera

2017, No Indonesia Tahun 2002 Nomor 109, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4235), sebagaimana telah beberapa kali diubah, tera BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.320, 2017 KEMENPP-PA. Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Partisipasi Masyarakat. PERATURAN MENTERI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KOORDINATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT. Pencegahan dan Penanganan Pornografi. Sub Gugus Tugas.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KOORDINATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT. Pencegahan dan Penanganan Pornografi. Sub Gugus Tugas. No.213, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KOORDINATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT. Pencegahan dan Penanganan Pornografi. Sub Gugus Tugas. PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT

Lebih terperinci

KETETAPAN SENAT MAHASISWA FISIP UNDIP Nomor : 002/TAP/SMFISIP/UNDIP/II/2017. Tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga SMFISIP UNDIP 2017

KETETAPAN SENAT MAHASISWA FISIP UNDIP Nomor : 002/TAP/SMFISIP/UNDIP/II/2017. Tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga SMFISIP UNDIP 2017 KETETAPAN SENAT MAHASISWA FISIP UNDIP 2017 Nomor : 002/TAP/SMFISIP/UNDIP/II/2017 Tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga SMFISIP UNDIP 2017 Menimbang 1. Bahwa Untuk Kelancaran Kinerja SMFISIPUNDIP2017

Lebih terperinci

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG GERAKAN NASIONAL ANTI KEJAHATAN SEKSUAL TERHADAP ANAK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG GERAKAN NASIONAL ANTI KEJAHATAN SEKSUAL TERHADAP ANAK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG GERAKAN NASIONAL ANTI KEJAHATAN SEKSUAL TERHADAP ANAK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Dalam rangka melakukan Gerakan Nasional Anti Kejahatan

Lebih terperinci

2016, No Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Undang- Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis (Lemba

2016, No Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Undang- Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis (Lemba No.1483, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KOMNAS HAM. Calon Anggota Komnas Ham. Panitia Seleksi. Pembentukan. PERATURAN KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN PANITIA

Lebih terperinci

Kekerasan Terhadap Perempuan di Indonesia: Peta Persoalan dan refleksi peran CSO di Indonesia Yuniyanti Chuzaifah Ketua Komnas Perempuan ( )

Kekerasan Terhadap Perempuan di Indonesia: Peta Persoalan dan refleksi peran CSO di Indonesia Yuniyanti Chuzaifah Ketua Komnas Perempuan ( ) Kekerasan Terhadap Perempuan di Indonesia: Peta Persoalan dan refleksi peran CSO di Indonesia Yuniyanti Chuzaifah Ketua Komnas Perempuan (2010-2014) TENTANG KOMNAS PEREMPUAN Komnas Anti Kekerasan Terhadap

Lebih terperinci

Shared Resources Joint Solutions

Shared Resources Joint Solutions Lembar Informasi Shared Resources Joint Solutions Sawit Watch - Padi Indonesia SRJS di Kabupaten Bulungan Program dengan pendekatan bentang alam ini memilih Daerah Aliran Sungai Kayan dengan titik intervensi

Lebih terperinci

Robert James Bintaryo, Alumnus Manajemen Jadi Kepala KDEI Taiwan

Robert James Bintaryo, Alumnus Manajemen Jadi Kepala KDEI Taiwan Robert James Bintaryo, Alumnus Manajemen Jadi Kepala KDEI Taiwan UNAIR NEWS Robert James Bintaryo merupakan alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga. Kini menjadi Kepala Kantor Dagang

Lebih terperinci

Ringkasan Eksekutif Kamis 2 Mei 2013, jam 9.00 s/d Kantor Sekretariat Pokja, Grand Kebon Sirih, Jakarta Pusat

Ringkasan Eksekutif Kamis 2 Mei 2013, jam 9.00 s/d Kantor Sekretariat Pokja, Grand Kebon Sirih, Jakarta Pusat Ringkasan Eksekutif Kamis 2 Mei 2013, jam 9.00 s/d 13.30 Kantor Sekretariat Pokja, Grand Kebon Sirih, Jakarta Pusat Pimpinan pertemuan: Pak Sujana Royat, Deputi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK DALAM KONFLIK SOSIAL

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK DALAM KONFLIK SOSIAL PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK DALAM KONFLIK SOSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan adalah dimensi penting dari usaha United Nations Development Programme (UNDP) untuk mengurangi separuh kemiskinan dunia

Lebih terperinci

Press Release The Asia Pacific Regional Parliamentarian and CSO Forum on MDG Acceleration and the Post 2015 Development Agenda

Press Release The Asia Pacific Regional Parliamentarian and CSO Forum on MDG Acceleration and the Post 2015 Development Agenda Press Release The Asia Pacific Regional Parliamentarian and CSO Forum on MDG Acceleration and the Post 2015 Development Agenda Nusa Dua Bali, 25 26 Maret 2013 --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lebih terperinci

Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat

Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat - 1 - Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PELINDUNGAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA,

Lebih terperinci

BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN BLITAR NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG KERJA SAMA DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN BLITAR NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG KERJA SAMA DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN BLITAR NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG KERJA SAMA DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BLITAR, Menimbang: a. bahwa dalam rangka menanggulangi

Lebih terperinci

Aktivis Wanita Indonesia Peroleh Penghargaan dari PBB. Ditulis oleh Mn Selasa, 09 Oktober 2012 11:22

Aktivis Wanita Indonesia Peroleh Penghargaan dari PBB. Ditulis oleh Mn Selasa, 09 Oktober 2012 11:22 Mataharinews.com, Manila Seorang aktivis senior wanita Indonesia, Suraiya Kamaruzzaman, menerima penghargaan N-PEACE pada acara anugerah perdamaian yang disponsori oleh Badan PBB untuk Pembangunan (UNDP)

Lebih terperinci

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA KOMISI PEMILIHAN UMUM KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 14/Kpts/KPU-Prov-010/2017 TENTANG PENETAPAN ORGANISASI MASYARAKAT/LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT/UNIVERSITAS PELAKSANA SOSIALISASI PEMILIHAN GUBERNUR

Lebih terperinci

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN GUGUS TUGAS PENCEGAHAN DAN PENANGANAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DI PROVINSI JAMBI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

Daftar isi. Kata Pengantar... i Pengantar Editor... iii Daftar Isi... ix

Daftar isi. Kata Pengantar... i Pengantar Editor... iii Daftar Isi... ix Daftar isi Kata Pengantar... i Pengantar Editor... iii Daftar Isi... ix Prolog :... 1 Tarik Ulur KKR Aceh: Pengungkapan Kebenaran dan Pemenuhan Keadilan di Antara Dikotomi Hitam Putih dan di Atas Fondasi

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 43 / HUK / 2015 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 43 / HUK / 2015 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 43 / HUK / 2015 TENTANG FORUM KOORDINASI PEMBERDAYAAN SOSIAL TERHADAP KOMUNITAS ADAT TERPENCIL TAHUN 2015 MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA, SALINAN

Lebih terperinci

DWI SEPTIAWATI DJAFAR KETUA UMUM DPP KPPI

DWI SEPTIAWATI DJAFAR KETUA UMUM DPP KPPI DWI SEPTIAWATI DJAFAR KETUA UMUM DPP KPPI Terwujudnya hak-hak politik perempuan menuju masyarakat demokratis, adil, dan sejahtera (1) Melakukan penyadaran, pendidikan dan advokasi hak-hak politik perempuan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : P.5/Menhut-II/2012 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : P.5/Menhut-II/2012 TENTANG PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : P.5/Menhut-II/2012 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN TUGAS KEHUMASAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN

Lebih terperinci

ARTIKEL 11 KEGIATAN WORKSHOP PENINGKATAN

ARTIKEL 11 KEGIATAN WORKSHOP PENINGKATAN ARTIKEL 11 KEGIATAN WORKSHOP PENINGKATAN KAPASITAS PENGARUSUTAMAAN GENDER BIDANG PENDIDIKAN PROVINSI ACEH Kota Banda Aceh, 4-6 Septemberi 2014 Oleh: Subi Sudarto A. Pentingnya Workshop Peningkatan Kapasitas

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA PARTAI JARIIBU

ANGGARAN RUMAH TANGGA PARTAI JARIIBU ANGGARAN RUMAH TANGGA PARTAI JARIIBU BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Persyaratan Menjadi Anggota 1. Persyaratan menjadi Anggota Partai Jariibu adalah sebagai berikut : a. Setiap Warga Negara Indonesia yang ingin

Lebih terperinci

DAFTAR TERBITAN BERKALA BIDANG ILMU PERPUSTAKAAN YANG TERBIT DI INDONESIA SUMBER: DATABASE ISSN DAN ISJD PDII LIPI Oleh: Wahid Nashihuddin, SIP.

DAFTAR TERBITAN BERKALA BIDANG ILMU PERPUSTAKAAN YANG TERBIT DI INDONESIA SUMBER: DATABASE ISSN DAN ISJD PDII LIPI Oleh: Wahid Nashihuddin, SIP. DAFTAR TERBITAN BERKALA BIDANG ILMU PERPUSTAKAAN YANG TERBIT DI INDONESIA SUMBER: DATABASE ISSN DAN ISJD PDII LIPI Oleh: Wahid Nashihuddin, SIP. NO NAMA TERBITAN BERKALA INSTANSI PENERBIT ISSN JENIS INSTANSI

Lebih terperinci

Perempuan dan Pembangunan Berkelanjutan

Perempuan dan Pembangunan Berkelanjutan SEMINAR KOALISI PEREMPUAN INDONESIA (KPI) Perempuan dan Pembangunan Berkelanjutan 20 Januari 2016 Hotel Ambhara 1 INDONESIA SAAT INI Jumlah Penduduk Indonesia per 201 mencapai 253,60 juta jiwa, dimana

Lebih terperinci

Pesan Ibu Nusantara Bagi Arah Kebangsaan Indonesia: Akui dan Penuhi Hak-hak Konstitusional Pemeluk Agama Leluhur dan Penghayat Kepercayaan

Pesan Ibu Nusantara Bagi Arah Kebangsaan Indonesia: Akui dan Penuhi Hak-hak Konstitusional Pemeluk Agama Leluhur dan Penghayat Kepercayaan I. Latar Belakang Kerangka Acuan Dialog Publik dalam rangka memperingati Hari Ibu Nasional Pesan Ibu Nusantara Bagi Arah Kebangsaan Indonesia: Akui dan Penuhi Hak-hak Konstitusional Pemeluk Agama Leluhur

Lebih terperinci

INDEKS DEMOKRASI INDONESIA (IDI) DKI JAKARTA 2014

INDEKS DEMOKRASI INDONESIA (IDI) DKI JAKARTA 2014 No. 40/08/31/th.XVII, 13 Agustus 2015 INDEKS DEMOKRASI INDONESIA (IDI) DKI JAKARTA 2014 INDEKS DEMOKRASI INDONESIA (IDI) DKI JAKARTA 2014 SEBESAR 84,70 DARI SKALA 0 SAMPAI 100, ANGKA INI NAIK 13,52 POIN

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN KEGIATAN Rangkaian Kegiatan Perayaan Hari Internasional Penyandang Disabilitas

KERANGKA ACUAN KEGIATAN Rangkaian Kegiatan Perayaan Hari Internasional Penyandang Disabilitas Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Australia Organisasi Penyandang Disabilitas Australia Konsorsium Nasional (Konas) Difabel KERANGKA ACUAN

Lebih terperinci

REALISIASI PROGRAM LEGISLASI NASIONAL RANCANGAN UNDANG-UNDANG PRIORITAS TAHUN (Data per Desember 2012)

REALISIASI PROGRAM LEGISLASI NASIONAL RANCANGAN UNDANG-UNDANG PRIORITAS TAHUN (Data per Desember 2012) REALISASI PROGRAM LEGISLASI NASIONAL PRIORITAS TAHUN 2012 (Data per Desember 2012) Berdasarkan Keputusan -RI No. 08/ RI/II/2011-2012 dan No. 10A/ RI/I/2012-2013 terdapat 69 (enam puluh sembilan) RUU yang

Lebih terperinci

KODE ETIK KONSIL LSM INDONESIA

KODE ETIK KONSIL LSM INDONESIA KODE ETIK KONSIL LSM INDONESIA MUKADIMAH Konsil LSM Indonesia menyadari bahwa peran untuk memperjuangkan partisipasi masyarakat dalam segala proses perubahan membutuhkan pendekatan dan pentahapan yang

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/114/KPTS/013/2006 TENTANG TIM PENGELOLA PUSAT PELAYANAN TERPADU KORBAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK PROPINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA

Lebih terperinci

Senin, 8 Desember 2014 Waktu Acara Utama Ruang Acara Pilihan Ruang

Senin, 8 Desember 2014 Waktu Acara Utama Ruang Acara Pilihan Ruang SUSUNAN ACARA KONGRES NASIONAL IV KOALISI PEREMPUAN INDONESIA PASAR SENI, DESA GABUSAN, BANTUL, DAERAH ISTIMEWA JOGJAKARTA SENIN - JUMAT, 8-12 DESEMBER 2014 Senin, 8 Desember 2014 Waktu Acara Ruang Acara

Lebih terperinci

JURNAL BRIEF AKSI KOALISI MASYARAKAT SIPIL ANTIKORUPSI INDONESIA FEBRUARI 2015

JURNAL BRIEF AKSI KOALISI MASYARAKAT SIPIL ANTIKORUPSI INDONESIA FEBRUARI 2015 JURNAL BRIEF AKSI KOALISI MASYARAKAT SIPIL ANTIKORUPSI INDONESIA FEBRUARI 2015 Pada tanggal 15 Januari 2015 beberapa kelompok aktifis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil dan Relawan Salam Dua

Lebih terperinci

LOGICAL FRAMEWORK ANALYSIS (LFA) KONSIL LSM INDONESIA HASIL PERENCANAAN STRATEGIS MARET 2011

LOGICAL FRAMEWORK ANALYSIS (LFA) KONSIL LSM INDONESIA HASIL PERENCANAAN STRATEGIS MARET 2011 LOGICAL FRAMEWORK ANALYSIS (LFA) KONSIL LSM INDONESIA HASIL PERENCANAAN STRATEGIS MARET 2011 GOAL/IMPACT TINGKATAN TUJUAN/HASIL INDIKATOR SUMBER VERIFIKASI ASUMSI Meningkatnya akuntabilitas, peran dan

Lebih terperinci

Daftar Riwayat Hidup

Daftar Riwayat Hidup Daftar Riwayat Hidup Nama : Dra. Evi Novida Ginting Manik, M.SP Tempat dan Tanggal Lahir : Medan, 11 November 1966 Jenis Kelamin : Perempuan Agama : Islam Status Perkawinan : a. Menikah b. Nama Suami:

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI TENTANG PEDOMAN UMUM PELAKSANAAN PENGARUSUTAMAAN GENDER (PUG) DALAM PEMBANGUNAN DAERAH DI KABUPATEN MALANG. BAB I KETENTUAN UMUM

PERATURAN BUPATI TENTANG PEDOMAN UMUM PELAKSANAAN PENGARUSUTAMAAN GENDER (PUG) DALAM PEMBANGUNAN DAERAH DI KABUPATEN MALANG. BAB I KETENTUAN UMUM BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 33 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN UMUM PELAKSANAAN PENGARUSUTAMAAN GENDER (PUG) DALAM PEMBANGUNAN DAERAH DI KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

H. Afif Nurhidayat, S.Ag.

H. Afif Nurhidayat, S.Ag. Peran Legislatif dalam mendorong Perda Kabupaten Wonosobo Ramah HAM H. Afif Nurhidayat, S.Ag. Ketua DPRD Wonosobo Disampaikan dalam Workshop Penyusunan Peraturan Daerah Pada Festival Hak Asasi Manusia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam melaksanakan pengelolaan wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau

Lebih terperinci

BAB III PENYUSUNAN, PEMANTAUAN, EVALUASI, DAN PELAPORAN PELAKSANAAN RANHAM

BAB III PENYUSUNAN, PEMANTAUAN, EVALUASI, DAN PELAPORAN PELAKSANAAN RANHAM - 28 - BAB III PENYUSUNAN, PEMANTAUAN, EVALUASI, DAN PELAPORAN PELAKSANAAN RANHAM A. KOORDINASI 1. Dalam melakukan penyusunan, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan RANHAM dibutuhkan upaya koordinasi

Lebih terperinci

LEMBAGA NASIONAL UNTUK MEMAJUKAN DAN MELINDUNGI HAK ASASI MANUSIA. Lembar Fakta No. 19. Kampanye Dunia untuk Hak Asasi Manusia

LEMBAGA NASIONAL UNTUK MEMAJUKAN DAN MELINDUNGI HAK ASASI MANUSIA. Lembar Fakta No. 19. Kampanye Dunia untuk Hak Asasi Manusia LEMBAGA NASIONAL UNTUK MEMAJUKAN DAN MELINDUNGI HAK ASASI MANUSIA Lembar Fakta No. 19 Kampanye Dunia untuk Hak Asasi Manusia PENDAHULUAN PBB terlibat dalam berbagai kegiatan yang bertujuan mencapai salah

Lebih terperinci