PETUNJUK PELAKSANAAN tentang PENYELENGGARAAN SELEKSI TAHAP II CALON SISWA DIKREG LIV SESKOAD TA 2016

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PETUNJUK PELAKSANAAN tentang PENYELENGGARAAN SELEKSI TAHAP II CALON SISWA DIKREG LIV SESKOAD TA 2016"

Transkripsi

1 MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT SEKOLAH STAF DAN KOMANDO PETUNJUK PELAKSANAAN tentang PENYELENGGARAAN SELEKSI TAHAP II CALON SISWA DIKREG LIV SESKOAD TA 2016 Bandung, 22 Juni 2015

2 MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT SEKOLAH STAF DAN KOMANDO KEPUTUSAN KOMANDAN SESKOAD Nomor Kep/ 14 /VI/2015 tentang PETUNJUK PELAKSANAAN TENTANG PENYELENGGARAAN SELEKSI TAHAP II CASIS DIKREG LIV SESKOAD TA 2016 KOMANDAN SEKOLAH STAF DAN KOMANDO ANGKATAN DARAT, Menimbang : bahwa dalam pelaksanaan Seleksi Tahap II Casis Dikreg Seskoad, perlu mengeluarkan Keputusan tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Seleksi Tahap II Casis Dikreg LIV Seskoad TA Mengingat : 1. Keputusan Kasad Nomor Kep/177/V/2014 tanggal 5 Mei 2014 tentang Buku Pedoman Pelaksanaan Seleksi Casis Pendidikan Reguler Seskoad; 2. Surat Telegram Kasad Nomor ST/802/2015 tanggal 24 Maret 2015 tentang Rencana Penyelenggaraan Seleksi Casis Dikreg Seskoad TA 2016; 3. Surat Kasad Nomor B/1845/III/2015 tanggal 17 Maret 2015 tentang Permintaan Calon dan Persyaratan Seleksi Casis Dikreg Seskoad TA 2016; 4. Surat Perintah Kasad Nomor Sprin/748/IV/2015 tanggal 25 Maret 2015 tentang Penunjukan Danseskoad selaku Ketua Pansel Casis Dikreg LIV Seskoad TA 2016 beserta Wakil Ketua Bidang Akademik, Psikologi, Kesehatan dan Jasmani; dan 5. Surat Telegram Kasad Nomor ST/1150/2015 tanggal 27 April 2015 tentang Perubahan Sistem Seleksi Dikreg LIV Seskoad TA Memperhatikan : Kebijakan pimpinan TNI AD dalam rangka pelaksanaan seleksi Tahap II Casis Dikreg Seskoad.

3 2 MEMUTUSKAN Menetapkan : 1. Mengesahkan berlakunya petunjuk pelaksanaan tentang Penyelenggaraan Seleksi Tahap II Casis Dikreg LIV Seskoad TA Buku petunjuk ini sebagai pedoman dalam pelaksanaan Seleksi Tahap II Casis Dikreg LIV Seskoad TA Dengan disahkan petunjuk pelaksanaan ini, ketentuanketentuan terdahulu yang bertentangan atau tidak sesuai dengan buku petunjuk ini dinyatakan tidak berlaku. 4. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Bandung pada tanggal 22 Juni 2015 TELAH DITELITI OLEH PEJABAT PARAF TANGGAL PABANDYA SEKRETARIS II SEKRETARIS I PALAK KASETUM WADAN Distribusi : Komandan Seskoad Selaku Ketua Panitia Seleksi Tahap II Calon Siswa Dikreg LIV Seskoad TA 2016, Agung Risdhianto, M.D.A. Mayor Jenderal TNI 1. Kasad 2. Sekjen Kemhan RI 3. Wakasad 4. Dansesko TNI 5. Pangkostrad 6. Dankodiklat TNI AD 7. Dankodiklat TNI 8. Sesmilpres Kemsetneg RI 9. Aspers Panglima TNI 10. Kabais TNI 11. Danjen Akademi TNI 12. Danpaspampres 13. Kababinkum TNI 14. Kapuspen TNI 15. Irjenad

4 16. Pangdam I/BB s.d. VII/Wrb, IX/Udy, XII/Tpr, XVI/Ptm, XVII/Cen, Jaya dan Iskandar Muda 17. Aspam, Asops, Aspers, Aslog, Aster dan Asrena Kasad 18. Danjen Kopassus 19. Gubernur Akmil 20. Danpusterad 21. Danpuspomad 22. Danpussenif, Danpussenkav, Danpussenarmed, dan Danpussenarhanud Kodiklat TNI AD 23. Dansecapaad, Danpusintelad dan Danpuspenerbad 24. Dan PMPP TNI 25. Kababek TNI 26. Kapusinfolahta TNI 27. Dirziad, Dirhubad, Dirpalad, Dirbekangad, Dirkesad, Dirajenad, Dirkuad, Dirkumad dan Dirtopad 28. Kadispenad, Kadislitbangad, Kadispsiad, Kadisbintalad, Kadisjasad, Kadisinfolahtad dan Kadisjarahad 29. Dandenma Mabes TNI 30. Dandenma Mabesad 3

5 MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT SEKOLAH STAF DAN KOMANDO Lampiran Keputusan Danseskoad Nomor Kep/ 14 /VI/2015 Tanggal 22 Juni 2015 PETUNJUK PELAKSANAAN tentang PENYELENGGARAAN SELEKSI TAHAP II CALON SISWA DIKREG LIV SESKOAD TA 2016 BAB I PENDAHULUAN 1. Umum. a. Seskoad merupakan lembaga pendidikan pengembangan umum tertinggi di TNI AD yang mendidik para perwira menengah terbaik. TNI AD menaruh harapan besar kepada Seskoad untuk dapat mencetak kader penerus tongkat estafet kepemimpinan masa depan. Disamping melaksanakan tugas pokoknya menyelenggarakan pendidikan, Seskoad ditunjuk sebagai pelaksana seleksi tahap II Casis Dikreg Seskoad pada setiap tahun anggaran; b. Seleksi Casis Dikreg Seskoad dilaksanakan untuk memilih pamen abituren Selapa kecabangan di jajaran TNI AD yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan. Seleksi dilaksanakan melalui proses serta mekanisme yang dilakukan secara efektif, objektif, terukur dan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap I diselenggarakan oleh panitia daerah (Panda) dan tahap II diselenggarakan oleh panitia seleksi (Pansel) dengan supervisi Panitia Pusat (Panpus); dan c. Sebagai pedoman pada pelaksanaan seleksi, maka panitia seleksi perlu menyusun petunjuk pelaksanaan tentang penyelenggaraan seleksi tahap II Casis Dikreg Seskoad TA Maksud dan Tujuan. a. Maksud. Untuk memberikan gambaran dan penjelasan tentang penyelenggaraan seleksi dalam rangka menentukan calon peserta didik yang terbaik dan berkualitas. b. Tujuan. Dapat dijadikan pedoman bagi panitia dan peserta dalam penyelenggaraan seleksi, sehingga dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancar serta mencapai hasil yang optimal.

6 2 3. Ruang Lingkup dan Tata Urut. a. Ruang Lingkup. Petunjuk pelaksanaan disusun meliputi penjelasan tentang penyelenggaraan seleksi tahap II/A (Pusat yang dilaksanakan di daerah) dan seleksi tahap II/B (Pusat). b. Tata Urut. 1) Bab I Pendahuluan. 2) Bab II Ketentuan Umum. 3) Bab III Pelaksanaan. 4) Bab IV Ketentuan Penilaian. 5) Bab V Ketentuan Khusus. 6) Bab VI Administrasi. 7) Bab VII Komando dan Pengendalian. 8) Bab VIIII Penutup. 4. Dasar. a. Keputusan Kasad Nomor Kep/177/V/2014 tanggal 5 Mei 2014 tentang Buku Pedoman Pelaksanaan Seleksi Casis Pendidikan Reguler Seskoad; b. Surat Telegram Kasad Nomor ST/802/2015 tanggal 24 Maret 2015 tentang Rencana Penyelenggaraan Seleksi Casis Dikreg Seskoad TA 2016; c. Surat Kasad Nomor B/1845/III/2016 tanggal 17 Maret 2015 tentang Permintaan Calon dan Persyaratan Seleksi Casis Dikreg Seskoad TA 2016; d. Surat Perintah Kasad Nomor Sprin/748/IV/2015 tanggal 25 Maret 2015 tentang Penunjukan Danseskoad selaku Ketua Pansel Casis Dikreg LIV Seskoad TA 2016 beserta Wakil Ketua Bidang Akademik, Psikologi, Kesehatan dan Jasmani; dan e. Surat Telegram Kasad Nomor ST/1150/2015 tanggal 27 April 2015 tentang Perubahan Sistem Seleksi Dikreg LIV Seskoad TA 2016.

7 3 BAB II KETENTUAN UMUM 5. Tujuan. a. Menjamin pelaksanaan seleksi dapat berlangsung dengan aman, tertib, lancar, objektif dan transparan, sehingga diperoleh data peserta seleksi yang aktual dan valid. b. Mendapatkan sejumlah Pamen TNI AD terbaik dan potensial untuk mengikuti pendidikan melalui kompetisi yang sehat, objektif dan terukur dengan berpedoman pada norma atau kriteria yang telah ditetapkan. 6. Sasaran. Terpilihnya Pamen TNI AD yang potensial untuk mengikuti Dikreg LIV Seskoad TA Asas. Penyelenggaraan seleksi berasaskan kepada : a. Selektif. Pelaksanaan seleksi Casis Dikreg Seskoad melalui proses pemilihan dengan memperhatikan keseimbangan antara kualitas dan kuantitas. b. Tertib. Seleksi dilaksanakan secara bertingkat dan berlanjut dari tingkat daerah sampai tingkat pusat dan diatur sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. c. Adil. Seleksi harus dapat memberikan kesempatan dan perlakuan yang sama kepada seluruh peserta. d. Objektif. Hasil penilaian harus berdasarkan kepada keadaan/kondisi nyata yang sebenarnya pada pelaksanaan seleksi. e. Jujur. Penentuan peringkat hasil seleksi berdasarkan nilai kuantitas yang diperoleh secara nyata. f. Transparan. Seleksi harus dilaksanakan secara terbuka sehingga hasil penilaian dalam seleksi dapat diketahui oleh masing-masing peserta seleksi. 8. Ketentuan Peserta Seleksi. Ketentuan administrasi peserta seleksi dalam pelaksanaan seleksi Casis Seskoad sebagai berikut : a. Persyaratan Umum : 1) kondite dan prestasi kerja baik; 2) tidak terlibat masalah hukum; 3) lulus Rikkes yang dinyatakan oleh PPBPAD (Panitia Penguji Badan Personel Angkatan Darat); dan 4) nilai kesamaptaan jasmani minimal 70.

8 4 b. Persyaratan Khusus : 1) pangkat Mayor/Letnan Kolonel; 2) menduduki jabatan Gol V atau VI (telah definitif); 3) masa dinas perwira (MDP) minimal 13 tahun pada saat pembukaan pendidikan (tidak termasuk MDP penyesuaian); 4) usia maksimal 43 tahun pada saat pembukaan pendidikan (Januari 2016) kecuali profesi dokter/psikolog (S-2 Psikologi) maksimal 45 tahun; 5) lulusan Diklapa II/setingkat (minimal telah 2 tahun pada saat pembukaan pendidikan); 6) maksimal 3 kali mengikuti seleksi Casis Seskoad tahap II; dan 7) bagi Kowad (sesuai Juklak Kasad Nomor Juklak/3/XII/2006 tanggal 18 Desember 2006) meliputi : a) tidak dalam keadaan hamil selama pelaksanaan seleksi dan tidak boleh hamil selama dalam pendidikan; b) tidak mempunyai anak berusia di bawah 18 bulan atau 1,5 tahun; dan c) bagi yang sudah berkeluarga dilengkapi dengan surat izin dari suami. 9. Organisasi, Tugas dan Tanggung Jawab. a. Organisasi. 1) Struktur Organisasi KETUA PANDA KETUA PANSEL SES-I SES-II PENDUKUNG WAKIL KETUA BID AKA WAKIL KETUA BID PSI PALAK WAKIL KETUA BID KES WAKIL KETUA BID JAS POK MUS SOAL, JWBN, RIKS AKA THP II/A POK UJI AKA SEL THP II/A POKMUS RIKS PSI SEL THP II/A & THP II/B POK RIKS PSI SEL THP II/A & THP II/B POK RIKKES SEL THP II/A & THP II/B POK TES MAPTAJAS SEL THP II/A POK MUS AKA THP II/B POK UJI AKA SEL THP II/B

9 5 2) Susunan Personel. a) Ketua Panitia Seleksi : Danseskoad. b) Wakil Ketua Bidang Akademik : Wadan Seskoad. c) Wakil Ketua Bidang Psikologi : Kadispsiad. d) Wakil Ketua Bidang Kesehatan : Dirkesad. e) Wakil Ketua Bidang Jasmani : Kadisjasad. f) Perwira Pelaksana : Kol. Inf. Pramudya Ariftono P, S.Mn. g) Sekretaris I : Kol. Inf. G. Amin Yusup, S.I.P. h) Sekretaris II : Kol. Inf. Tatan Ardianto, S.I.P. i) Perwira Pelaksana Pengamanan : Kabagpam Sdirbinlem Seskoad. j) Kelompok Pendukung : Sesuai Sprin Danseskoad. k) Kelompok Kerja (ditetapkan berdasarkan Sprin Danseskoad). (1) Kelompok perumus persoalan, jawaban dan pemeriksa akademik seleksi tahap II/A. (2) Kelompok penguji akademik seleksi tahap II/A. (3) Kelompok perumus persoalan akademik seleksi tahap II/B. (4) Kelompok penguji akademik seleksi tahap II/B. (5) Kelompok perumus psikologi seleksi tahap II/A dan tahap II/B. (6) Kelompok pemeriksa/pendalaman psikologi seleksi tahap II/A dan tahap II/B. (7) Kelompok pemeriksa kesehatan seleksi tahap II/A dan tahap II/B. (8) Kelompok testor jasmani seleksi tahap II/A. b. Tugas dan tanggung jawab. 1) Ketua Pansel : a) menentukan kebijakan yang berhubungan dengan penyelenggaraan kegiatan seleksi tahap II berdasarkan kebijakan umum Kasad; b) memberikan arahan dan petunjuk umum kepada Wakil Ketua Bidang yang berhubungan dengan penyelenggaraan seleksi tahap II;

10 6 c) menentukan materi, mekanisme, tahapan dan sistem penilaian bidang akademik, bidang psikologi dan bidang kesehatan serta bidang jasmani; d) melaksanakan pengawasan dan pengendalian serta evaluasi terhadap penyelenggaraan seleksi tahap II; dan e) bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada Ketua Panpus dan Ketua Umum. 2) Wakil Ketua Bidang Akademik : a) mewakili Ketua Pansel (apabila Ketua Pansel berhalangan); b) menjabarkan petunjuk umum Ketua Pansel menjadi petunjuk teknis seleksi bidang akademik; c) merencanakan, menyiapkan dan melaksanakan kegiatan seleksi tahap II bidang akademik; d) melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap seleksi tahap II bidang akademik; e) memberikan laporan secara periodik tentang perkembangan kegiatan dan data hasil seleksi tahap II bidang akademik kepada Ketua Pansel; dan f) bertanggungjawab atas pelaksanaan tugasnya kepada Ketua Pansel. 3) Wakil Ketua Bidang Psikologi : a) menjabarkan petunjuk umum Ketua Pansel menjadi petunjuk teknis seleksi bidang psikologi; b) merencanakan, menyiapkan dan melaksanakan kegiatan seleksi tahap II bidang psikologi; c) melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap seleksi tahap II bidang psikologi; d) memberikan laporan secara periodik tentang perkembangan kegiatan dan data hasil seleksi tahap II bidang psikologi kepada Ketua Pansel; dan e) bertanggungjawab atas pelaksanaan tugasnya kepada Ketua Pansel.

11 7 4) Wakil Ketua Bidang Kesehatan : a) menjabarkan petunjuk umum Ketua Pansel menjadi petunjuk teknis seleksi bidang kesehatan; b) merencanakan, menyiapkan dan melaksanakan kegiatan seleksi tahap II bidang kesehatan; c) melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap seleksi tahap II bidang kesehatan; d) memberikan laporan secara periodik tentang perkembangan kegiatan dan data hasil seleksi tahap II bidang kesehatan kepada Ketua Pansel; dan e) bertanggungjawab atas pelaksanaan tugasnya kepada Ketua Pansel. 5) Wakil Ketua Bidang Jasmani : a) menjabarkan petunjuk umum Ketua Pansel menjadi petunjuk teknis seleksi bidang jasmani yang meliputi materi kesegaran jasmani, pemeriksaan postur tubuh dan ketangkasan (renang militer dasar menggunakan PDL dengan gaya dada, tanpa helm, senjata dan sepatu PDL); b) merencanakan, menyiapkan dan melaksanakan kegiatan seleksi tahap II/A bidang jasmani yang meliputi materi kesegaran jasmani, pemeriksaan postur tubuh dan ketangkasan (renang militer dasar menggunakan PDL dengan gaya dada, tanpa helm, senjata dan sepatu PDL); c) melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap seleksi tahap II/A bidang jasmani yang meliputi materi kesegaran jasmani, pemeriksaan postur tubuh dan ketangkasan (renang militer dasar menggunakan PDL dengan gaya dada, tanpa helm, senjata dan sepatu PDL); d) memberikan laporan secara periodik tentang perkembangan kegiatan dan data hasil seleksi tahap II/A bidang jasmani kepada Ketua Pansel; dan e) bertanggungjawab atas pelaksanaan tugasnya kepada Ketua Pansel.

12 8 6) Perwira Pelaksana (Palak) : a) merencanakan dan menyiapkan penyelenggaraan seleksi; b) mengkoordinasikan dan mengintegrasikan seluruh kegiatan penyelenggaraan seleksi; c) menyampaikan saran dan pertimbangan kepada Ketua Pansel yang berhubungan dengan penyelenggaraan seleksi tahap II; dan d) bertanggungjawab atas pelaksanaan tugasnya kepada Ketua Pansel; 7) Sekretaris I : a) merencanakan dan melaksanakan kegiatan administrasi panitia seleksi; b) menghimpun laporan periodik tentang perkembangan kegiatan dan data hasil seleksi tahap II dari masing-masing bidang pada kegiatan seleksi; c) menyiapkan laporan yang berhubungan dengan kegiatan seleksi; d) membantu Ketua Pansel dalam melaksanakan, merencanakan, menyiapkan dan pengawasan kegiatan seleksi; dan e) bertanggungjawab atas pelaksanaan tugasnya kepada Ketua Pansel. 8) Sekretaris II : a) membantu tugas Sekretaris I dalam menyiapkan kebutuhan peranti lunak untuk seleksi tahap II; b) merencanakan penugasan kelompok pendukung; c) membantu tugas Sekretaris I dalam mengkoordinir pelaksanaan tugas kelompok pendukung; d) melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan kelompok pendukung; e) mewakili Sekretaris I apabila berhalangan melaksanakan tugasnya; dan

13 9 f) dalam pelaksanaan tugasnya bertanggungjawab kepada Sekretaris I. 9) Perwira Pelaksana Pengamanan (Palak Pam) : a) merencanakan, menyiapkan dan melaksanakan kegiatan pengamanan terhadap rangkaian kegiatan seleksi tahap II; b) menyampaikan laporan kepada Ketua Pansel melalui Sekretaris I pada kesempatan pertama apabila timbul indikasi terjadi pelanggaran ketentuan penyelenggaraan seleksi tahap II; dan c) dalam pelaksanaan tugasnya bertanggungjawab kepada Ketua Pansel yang dalam kegiatan sehari-hari dikoordinasikan oleh Sekretaris I; 10) Kelompok Pendukung : a) melaksanakan tugas dan kegiatan masing-masing dalam rangka mendukung pelaksanaan seleksi tahap II; b) melaksanakan pelayanan terhadap kegiatan seleksi tahap II; dan c) dalam pelaksanaan tugasnya bertanggungjawab kepada Sekretaris I. 11) Kelompok Kerja. a) Kelompok perumus persoalan, jawaban dan pemeriksa akademik seleksi tahap II/A : (1) menerima petunjuk dan arahan dari Ketua Pansel/Wakil Ketua bidang akademik yang berhubungan dengan perumusan dan jawaban persoalan serta pemeriksaan; (2) melaksanakan perumusan dan jawaban persoalan serta pemeriksaan bidang akademik sesuai tugas masing-masing; (3) mentaati aturan dan ketentuan yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas sebagai perumus dan jawaban serta pemeriksaan bidang akademik seleksi tahap II/A; dan

14 10 (4) kelompok perumus dalam pelaksanaan tugasnya bertanggungjawab kepada Wakil Ketua bidang akademik, dalam kegiatan sehari-hari dikoordinasikan oleh Palak. b) Kelompok Penguji Akademik Seleksi Tahap II/A : (1) menerima petunjuk dan arahan dari Ketua Pansel yang berhubungan dengan penugasan sebagai tim penguji seleksi tahap ll/a; (2) mengkoordinasikan kebutuhan dukungan administrasi seleksi tahap II/A dengan Sekretaris I yang meliputi Sprin penguji, bahan seleksi, BPD, amanat Ketua Pansel, bahan penjelasan kepada Casis, blanko kartu tanda peserta seleksi dan tanda pengenal; (3) koordinasi dengan Panda tentang rencana kegiatan kelompok penguji seleksi tahap II/A; (4) melaksanakan pengujian bidang akademik seleksi tahap II/A sesuai ketentuan, prosedur dan mekanisme yang telah ditentukan; dan (5) dalam pelaksanaan tugasnya bertanggungjawab kepada Ketua Pansel, dalam kegiatan sehari-hari dikoordinasikan oleh Palak. c) Kelompok Perumus Persoalan Akademik Seleksi Tahap II/B : (1) menerima petunjuk dan arahan dari Ketua Pansel yang berhubungan dengan perumusan persoalan bidang akademik seleksi tahap II/B; (2) melaksanakan perumusan persoalan bidang akademik seleksi tahap II/B sesuai tugas masing-masing; (3) mentaati aturan dan ketentuan yang berhubungan dengan tugas Tim Perumus persoalan bidang akademik seleksi tahap II/B; dan (4) dalam pelaksanaan tugasnya bertanggungjawab kepada Ketua Pansel, dalam kegiatan sehari-hari dikoordinasikan oleh Palak.

15 11 d) Kelompok Penguji Bidang Akademik Seleksi Tahap II/B : (1) menerima petunjuk dan arahan dari Ketua Pansel yang berhubungan dengan pelaksanaan ujian akademik seleksi tahap II/B; (2) melaksanakan pengujian terhadap Peserta Seleksi tahap II/B berdasarkan pedoman penilaian ujian akademik yang ditentukan; (3) mentaati aturan dan ketentuan yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas sebagai penguji akademik; dan (4) dalam pelaksanaan tugasnya bertanggungjawab kepada Ketua Pansel, dalam kegiatan sehari-hari dikoordinasikan oleh Palak. e) Kelompok Pemeriksa/Pendalaman Psikologi Seleksi tahap II/A dan tahap II/B : (1) menerima petunjuk dan arahan dari Wakil Ketua Bidang psikologi tentang pelaksanaan pendalaman psikologi seleksi tahap II/A dan tahap II/B; (2) melaksanakan penilaian terhadap peserta seleksi tahap II/A dan tahap II/B dengan berpedoman pada kriteria yang ditentukan; (3) mentaati aturan dan ketentuan yang berhubungan dengan tugas sebagai testor pendalaman psikologi; dan (4) dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Wakil Ketua bidang psikologi. f) Kelompok Pemeriksa Kesehatan Seleksi Tahap II/A dan Tahap II/B : (1) menerima petunjuk dan arahan dari Wakil Ketua bidang kesehatan tentang pelaksanaan pemeriksaan kesehatan seleksi tahap ll/a dan tahap II/B; (2) melaksanakan pemeriksaan kesehatan fisik dan pemeriksaan kesehatan jiwa pada peserta seleksi tahap II/A dengan berpedoman pada kriteria yang telah ditentukan;

16 12 (3) melaksanakan pemeriksaan fisik pendalaman peserta seleksi tahap II/B dengan berpedoman pada kriteria yang telah ditentukan; (4) mentaati aturan dan ketentuan yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas sebagai pemeriksa kesehatan; dan (5) dalam pelaksanaan tugasnya bertanggungjawab kepada Wakil Ketua bidang kesehatan. g) Kelompok Testor Jasmani Seleksi tahap II/A : (1) menerima petunjuk dan arahan dari Wakil Ketua bidang jasmani tentang pelaksanaan tes kesegaran jasmani, pemeriksaan postur tubuh dan ketangkasan (renang dasar militer menggunakan PDL dengan gaya dada); (2) memberikan penjelasan kepada Peserta Seleksi tentang ketentuan materi kesegaran jasmani, pemeriksaan postur tubuh dan ketangkasan (renang dasar militer menggunakan PDL dengan gaya dada) sesuai tugas masing-masing kelompok; (3) melaksanakan tes kesegaran jasmani, pemeriksaan postur tubuh dan ketangkasan (renang dasar militer menggunakan PDL dengan gaya dada) dengan berpedoman pada kriteria yang telah ditentukan; (4) mentaati aturan dan ketentuan yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas sebagai testor jasmani; dan (5) dalam pelaksanaan tugasnya bertanggungjawab kepada Wakil Ketua bidang jasmani. BAB III PELAKSANAAN 10. Tujuan. Untuk mendapatkan data peserta seleksi tahap II di bidang akademik, psikologi, jasmani dan kesehatan sesuai kriteria yang ditentukan, sebagai bahan dalam menentukan kelulusan peserta seleksi untuk mengikuti Dikreg LIV Seskoad TA 2016.

17 Pentahapan Seleksi. a. Seleksi tahap II/A (tingkat pusat yang dilaksanakan di daerah). Diikuti oleh peserta yang telah dinyatakan memenuhi syarat dan dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus s.d 9 September Materi seleksi tahap II/A yaitu ujian akademik, pemeriksaan psikologi, tes kesamaptaan jasmani, pemeriksaan kesehatan fisik umum dan pemeriksaan kesehatan jiwa. b. Seleksi tahap II/B (dilaksanakan secara terpusat di Seskoad). Diikuti oleh peserta yang telah lulus pada seleksi tahap II/A yang telah disidangkan di tingkat Panpus pada tanggal 16 s.d 18 November Materi seleksi tahap II/B meliputi ujian lisan akademik (paparan esai, aplikasi, pengetahuan militer dan pengetahuan umum), tes bahasa Inggris/TOEFL, pendalaman psikologi dan pendalaman pemeriksaan kesehatan, dilaksanakan pada tanggal 30 November s.d 8 Desember 2015 di Seskoad Bandung. 12. Pelaksanaan Seleksi Tahap II/A. a. Waktu. 1) Pelaksanaan seleksi mulai tanggal 31 Agustus s.d 9 September ) Waktu mulai pelaksanaan ujian akademik mengacu dan menyesuaikan dengan penunjukkan Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB). 3) Jadwal pelaksanaan seleksi tahap II/A, sebagai berikut : WAKTU NO. HARI/ MATERI KET PUKUL TANGGAL Penjelasan Teknis Sabtu WIB WS 1. Pelaks Ujian dan Pembagian LP.Karlismil Senin Selasa Rabu Kamis Jumat WIB WIB Karlismil (Esai) WIB WIB WIB WIB WIB WIB Aplikasi Pengetahuan Militer Pengetahuan Umum Selesai (WS) Riks Psikologi Selesai (WS) Kesehatan

18 Sabtu Selesai (WS) Kesehatan 8. Senin Selesai (WS) Jasmani 9. Selasa Selesai (WS) Jasmani 10. Rabu WIB - Selesai Cadangan Catatan : 1) Tim Penguji bidang akademik disiapkan oleh Panitia Pusat (Seskoad). 2) Tim Pemeriksa bidang psikologi disiapkan oleh Panitia Pusat (Dispsiad). 3) Tim Penguji/Testor bidang jasmani disiapkan oleh Panitia Daerah ditambah asistensi dari Panitia Pusat (Disjasad). 4) Tim Pemeriksa bidang kesehatan disiapkan oleh Panitia Daerah ditambah asistensi dari Panitia Pusat (Ditkesad). 5) Waktu pelaksanaan ujian akademik dilaksanakan secara bersamaan mengacu dan menyesuaikan Waktu Indonesia Bagian Barat. 6) Waktu pelaksanaan pemeriksaan Psikologi, Kesehatan dan Tes Jasmani mengacu waktu setempat. b. Metode. 1) Ujian tertulis. 2) Praktek. 3) Analisa. 4) Pemeriksaan dan penilaian. 5) Pengolahan data. c. Materi. 1) Ujian Akademik. a) Aplikasi. Penerapan pengetahuan dinas staf dan taktik tingkat Yonif serta Brigif dalam perencanaan dan pelaksanaan Operasi Militer untuk Perang (OMP). Pelaksanaan bersifat semi terbuka, dimana peserta seleksi sudah diberikan/dilengkapi dengan format pengerjaan aplikasi. b) Pengetahuan Militer, meliputi : (1) Teori Dasar Organisasi dan Staf, meliputi : (a) Dinas Staf Umum dan Dasar-Dasar Organisasi.

19 15 (b) Dinas Staf 1 s.d 5. (c) Komando dan Pengendalian Operasi. (d) Prosedur hubungan Komandan dan Staf. (2) Teori Taktik, meliputi : (a) Taktik Tingkat Brigif. (b) Taktik Tingkat Yonif. (c) Taktik Operasi Lawan Insurjensi (OLI). (3) Teori Binlat, meliputi : (a) Manajemen Latihan. (b) Teknik Penyelenggaraan Latihan. c) Pengetahuan Umum (Bintal TNI dan pengetahuan umum), meliputi : (1) Materi pembinaan mental TNI yang harus dipahami dan dihayati oleh setiap perwira. (2) Pengetahuan umum yang bersifat aktual, baik di tingkat nasional, regional maupun internasional. (3) Doktrin TNI, doktrin KEP dan perundang-undangan. (4) Pelaksanaan bersifat tertutup. d) Materi Karya Tulis Milliter (Esai). (1) Membuat karya tulis milliter dalam bentuk esai berdasarkan teori yang pernah didapat di Diklapa II. (2) Pokok bahasan yang diujikan berdasarkan Term of Reference (TOR) yang ditentukan oleh Kasad saat hari pelaksanaan pada jam J-30 menit, meliputi : perbatasan, Binter, bencana alam, kepemimpinan, Binsat dan teknologi informasi. (3) Peserta seleksi membuat esai berdasarkan TOR yang telah ditentukan, minimal 1600 kata (8 halaman) dengan tulis tangan. (4) Pelaksanaan bersifat tertutup, dimana peserta seleksi tidak diperbolehkan membawa referensi ke dalam ruangan ujian.

20 16 2) Pemeriksaan Psikologi. a) Pemeriksaan psikologi tahap II/A dimaksudkan untuk menggali potensi psikologi peserta seleksi. b) Penilaian hasil pemeriksaan psikologi dilakukan oleh Kadispsiad selaku Wakil Ketua bidang psikologi, dimana untuk tahap II/A pemeriksaan psikologi tertulis (paper & pencil test) diperoleh dari hasil matriks unsur-unsur kecerdasan dan stabilitas emosi. 3) Tes Kesamaptaan Jasmani. a) Tes kesamaptaan jasmani pada seleksi tahap II/A dilaksanakan untuk mendapatkan nilai kesegaran jasmani peserta seleksi yang memenuhi kriteria lulus untuk mengikuti seleksi tahap II/B. b) Materi tes kesamaptaan jasmani terdiri dari : (1) Tes Kesegaran Jasmani : (a) (b) Kesegaran A. Kesegaran B. (2) Pemeriksaan postur tubuh. (3) Tes ketangkasan (renang militer dasar menggunakan PDL dengan gaya dada). Jarak 50 meter dengan waktu tempuh sesuai kriteria pada tabel yang telah ditentukan. 4) Pemeriksaan Kesehatan. d. Tempat. a) Pemeriksaan kesehatan pada seleksi tahap II/A dilaksanakan untuk mendapatkan data awal peserta seleksi yang memenuhi kriteria untuk mengikuti seleksi tahap II/B. b) Aspek pemeriksaan meliputi : (1) Anamnesa. (2) Fisik Diagnostik. (3) Kesehatan Jiwa. (4) Laboratorium. (5) Pemeriksaan Penunjang EKG dan Rontgen. 1) Seleksi tahap II/A dilaksanakan secara tersebar di rayon-rayon dengan menggunakan tempat sesuai kondisi di daerah.

21 17 2) Sarana dan prasarana kebutuhan pelaksanaan seleksi tahap II/A disiapkan oleh Panda setempat. 3) Setiap ruangan/kelas uji akademik dan pemeriksaan psikologi diisi sesuai kepentingan seleksi dan kemampuan daya tampung peserta seleksi. 4) Tempat seleksi tahap II/A. a) Tempat seleksi uji akademik dan pemeriksaan psikologi sebagai berikut : UJI AKADEMIK RIKS PSI No. RAYON JML JML KET TEMPAT TEMPAT KLS KLS Rayon A/Banda Aceh Balai Teuku Umar 1 Balai Teuku Umar 2 2. Rayon B/Medan Balai Prajurit Dam I/ BB 1 Balai Prajurit Dam I/ BB 2 3. Rayon C/ Palembang Aula Makodam II/ SWJ 1 Aula Makodam II/ SWJ 2 4. Rayon D/ Aula Makodam Jaya dan Jakarta GOR Kodam Jaya 3 Rindam Jaya 9 5. Rayon E/ Gd. Satata Sariksa Bandung Rindam III/SLW 1 Kelas Rindam III/ SLW 5 6. Rayon F/ Magelang Aula Rindam IV/Dip 1 Aula Rindam IV/Dip 2 7. Rayon G/ Balai Prajurit Dam V/ Balai Prajurit Dam V/ 1 Surabaya BRW BRW 2 8. Rayon H/ SMU Kartika 2 SMU Kartika 2 1 Balikpapan Balikpapan Balikpapan 2 9. Rayon J/ Pontianak Aula Makodam XII/TPR 1 Aula Makodam XII/TPR Rayon K/ Makasar Aula Makodam VII/ WRB 1 Aula Makodam VII/WRB Rayon L/ Aula Makodam Dam IX/ Aula Makodam Dam IX/ 1 Denpasar UDY UDY Rayon M/ Aula Makorem 151/Bny Aula Makorem 151/Bny 1 Ambon Dam XVI/PTM Dam XVI/PTM Rayon N/ Jayapura Rindam XVII/CEN 1 Rindam XVII/CEN 2 b) Tempat pemeriksaan kesehatan dan tes kesamaptaan jasmani di Kesdam dan lapangan Jasdam sesuai masing-masing rayon.

22 18 e. Kegiatan. 1) Panitia Daerah (Panda) : (a) membantu tim penguji akademik, psikologi, jasmani dan kesehatan dalam menyiapkan akomodasi, sarana dan prasarana untuk pelaksanaan test; (b) menyiapkan dan menghadirkan peserta seleksi sesuai surat perintah Kasad; dan (c) menyiapkan kelengkapan persyaratan administrasi peserta seleksi sesuai ketentuan. 2) Tim Penguji : (a) memberikan penjelasan tentang mekanisme dan tata tertib pelaksanaan ujian akademik, pemeriksaan psikologi, tes kesamaptaan jasmani dan pemeriksaan kesehatan; (b) memberikan Kartu Tanda Peserta (KTP) dan nomor seleksi kepada peserta seleksi tahap II/A; dan (c) melaksanakan pengujian dan pemeriksaan sesuai ketentuan dan jadwal yang telah ditentukan. 3) Panpus, Ketua Pansel dan Wakil Ketua bidang akademik, psikologi, jasmani dan kesehatan melaksanakan pengawasan seleksi tahap II/A. 4) Personel Tim Penguji Akademik, pemeriksa psikologi, testor jasmani dan pemeriksa kesehatan disiapkan oleh Panpus sesuai dengan surat perintah Kasad. 13. Pelaksanaan Seleksi Tahap II/B. a. Waktu. Pelaksanaan seleksi mulai tanggal 29 November s.d 8 Desember 2015.

23 19 Jadwal pelaksanaan seleksi sebagai berikut : BLN NOV 15 DES 15 HR MING SEN SEL RAB KAM JUM SAB MING SEN SEL TGL 29 (H-1) 30 (H) 1 (H+1) 2 (H+2) 3 (H+3) 4 (H+4) 5 (H+5) 6 (H+6) 7 (H+7) 8 (H+8) GEL-I GEL-II GEL-III GEL-IV L A P O R A N ARAHAN DANSESKOAD (08.00 S.D 09.30) -PNJELSN MEKANISME SELDIK THP. II/B (10.00 S.D 11.30) UJIAN ESAI (07.00 S.D 17.00) KES (06.00 S.D 17.00) PSI (07.00 S.D 17.00) KES (06.00 S.D 17.00) UJIAN ESAI (07.00 S.D 17.00) PSI (07.00 S.D 17.00) UJI LISAN AKA (07.30 S.D 17.30) PSI (07.00 S.D 17.00) KES (06.00 S.D 17.00) PSI (07.00 S.D 17.00) I KES (06.00 S.D 17.00) UJI LISAN AKA (07.30 S.D 17.30) UJI LISAN AKA (07.30 S.D 17.30) S T I R A H A T TES BAHASA INGGRIS/ TOEFL (07.00 S.D SELESAI) -ADM - ARAHAN DAN/ WADAN -TES BAHASA INGGRIS SESKO LN Catatan : - Casis Ticket Holder (TH) hanya mengikuti Rikkes dan tes bahasa Inggris. b. Metode. 1) Ujian Tertulis. 2) Aplikasi. 3) Wawancara. 4) Pemeriksaan. 5) Praktek. 6) Diskusi. 7) Analisa. 8) Pengolahan Data. c. Materi. 1) Ujian Akademik. a) Paparan Esai. (1) Esai yang dipaparkan peserta seleksi pada seleksi tahap II/B adalah hasil karya peserta seleksi pada pelaksanaan seleksi tahap II/A. Paparan ini digunakan untuk menguji dan mendalami tingkat penguasaan dan kemampuan peserta seleksi tentang tulisan yang dibuat.

24 20 (2) Aspek penilaian, meliputi : (a) (b) (c) (d) (e) sikap penampilan; penguasaan materi; pemikiran konsepsional/pemecahan masalah; pengembangan intelektual; dan kemampuan berkomunikasi. (3) Saat paparan esai, peserta seleksi diamati oleh anggota tim pemeriksa psikologi sebagai bahan pertimbangan pendalaman psikologi. b) Ujian Lisan Akademik. (1) Ujian Lisan Akademik. bertujuan untuk mengetahui tingkat kedalaman pengetahuan akademik peserta seleksi. (2) Materi yang diujikan meliputi materi pengetahuan militer dan pengetahuan umum serta aplikasi dinas staf dan taktik. 2) Tes Bahasa Inggris. a) Materi tes bahasa Inggris adalah TOEFL. b) Tes diselenggarakan oleh tim dari Spersad. 3) Pemeriksaan Psikologi. a) Merupakan pendalaman dari hasil pemeriksaan psikologi yang dilaksanakan pada seleksi tahap II/A. b) Aspek Penilaian Pendalaman Psikologi, meliputi : (1) Dimensi komunikasi. (a) oral communication; dan (b) listening skill. (2) Dimensi interpersonal. (a) leadership (kepemimpinan); (b) behavior flexibility; dan (c) tolerance for stress. (3) Dimensi pengambilan keputusan.

25 21 (a) analysis; (b) judgement (ketepatan pengambilan keputusan); dan (c) decisiveness (kecepatan pengambilan keputusan). c) Data hasil pengamatan pada saat paparan esai, akan melengkapi data psikologi Casis. 4) Pemeriksaan Kesehatan. d. Tempat. a) Pemeriksaan kesehatan seleksi tahap II/B merupakan pemeriksaan ulang dari hasil pemeriksaan pada tahap II/A yang dilaksanakan di rayon/panda. b) Aspek pemeriksaan meliputi : (1) Anamnesa. (2) Pendalaman Pemeriksaan Fisik. (3) Pendalaman Laboratorium. (4) Pemeriksaan Penunjang. 1) Dilaksanakan secara terpusat di Seskoad dan sekitarnya. 2) Tempat kegiatan seleksi tahap II/B, sebagai berikut : a) Pendaftaran di Gedung Sutoyo Seskoad. b) Paparan esai dan ujian lisan akademik di Gedung S. Parman dan Gedung Suwarto Seskoad. 3) Tes bahasa Inggris di Gedung Gatot Subroto Seskoad. 4) Pemeriksaan psikologi di Gedung Katamso. 5) Pemeriksaan kesehatan fisik di poliklinik kesehatan Seskoad dan RS. Dustira. e. Kegiatan. 1) Panitia Seleksi (Pansel). a) Merencanakan, menyiapkan dan melaksanakan rangkaian kegiatan seleksi tahap II/B.

26 22 b) Menyiapkan akomodasi, sarana dan prasarana serta administrasi kebutuhan pelaksanaan seleksi tahap II/B. c) Menerima peserta seleksi tahap II/B, dengan kegiatan : (1) Di tempat pendaftaran : (a) Peserta seleksi menyerahkan persyaratan sesuai dengan surat perintah. (b) Peserta seleksi menerima tanda peserta dan buku pedoman. (2) Mengikuti kegiatan pengarahan. (3) Penjelasan tentang mekanisme pelaksanaan rangkaian kegiatan seleksi tahap II/B oleh Palak atau Sekretaris I. 2) Tim penguji akademik melaksanakan pengujian dan penilaian sesuai prosedur dan mekanisme yang ditentukan. 3) Tim pendalaman psikologi melaksanakan pengamatan terhadap aktifitas peserta sesuai prosedur dan mekanisme yang ditentukan. 4) Tim pemeriksa kesehatan melaksanakan pemeriksaan kesehatan fisik sesuai prosedur dan mekanisme yang ditentukan. 5) Panpus, Ketua Pansel, Wakil Ketua bidang akademik, psikologi, dan kesehatan serta Palak melaksanakan pengawasan kegiatan seleksi tahap II/B. BAB IV KETENTUAN PENILAIAN 14. Seleksi Tahap II/A. a. Bidang Akademik. Nilai prestasi bidang akademik merupakan akumulasi nilai seluruh materi bidang akademik, nilai batas lulus ditentukan dengan perhitungan standar deviasi. Adapun bobot prosentase materi sebagai berikut : 1) Pengetahuan Militer = 30%. 2) Pengetahuan Umum = 15%. 3) Aplikasi = 40%. 4) Karlismil/Esai = 15%.

27 23 b. Bidang Psikologi. 1) Pedoman pemeriksaan psikologi adalah Surat Keputusan Kasad Skep/49/11/2000 tanggal 4 Februari 2000 tentang Buku Petunjuk Teknik Pemeriksaan Psikologi dalam rangka seleksi Nomor: 54-N-05. 2) Penilaian hasil pemeriksaan psikologi dilakukan oleh Kadispsiad yang diperoleh dari hasil matriks unsur kecerdasan dan kepribadian sesuai Surat Telegram Kasad Nomor ST / 1784 / 2011 tanggal 8 September 2011, seperti tercantum dalam tabel sebagai berikut : SE KEC B CB+ CB CB- C+ C C- S+ S K I R 100 R 99 R 96 R 91 R 84 R 75 S64 T 51 T 36 T 19 II R 98 R 97 R 94 R 90 R 83 R 74 S63 T50 T 35 T 18 III R 95 R 93 R 92 R 87 R 80 R 71 S60 T47 T 32 T15 IV R 89 R 88 R 86 R 85 R 78 R 70 S 59 T46 T 31 T 14 V R 82 R 81 R 79 R 77 R 76 R 67 S56 T43 T 28 T 11 VI R 73 R 72 R 69 R 68 R 66 R 65 S 54 T41 T 27 T 10 VII S 62 S 61 S58 S 57 S 55 S 53 S52 T39 T24 T 7 VIII T 49 T 48 T 45 T 44 T 42 T40 T38 T 37 T 22 T 6 IX T 34 T33 T 30 T29 T26 T 25 T 23 T 21 T 20 T 3 X T 17 T16 T13 T12 T 9 T8 T 5 T 4 T 2 T 1 Keterangan : Aspek Kecerdasan Aspek Stabilitas Emosi I : Sangat Cemerlang B : Baik II : Cemerlang CB+ : Cukup Baik Plus III : Diatas rata-rata CB : Cukup Baik IV : Rata-rata atas CB- : Cukup Baik Minus V : Rata-rata C+ : Cukup Plus VI : Rata-rata bawah C : Cukup VII : Dibawah rata-rata. C - : Cukup Minus VIII : Sedang. S + : Sedang Plus IX : Kurang. S : Sedang X : Kurang Sekali. K : Kurang 3) Nilai Rikpsi berbentuk nilai kuantitatif (angka) sebagai berikut : a) Lulus : R R 65. b) Lulus dipertimbangkan : S 64 - S 52.

28 24 c) Tidak Lulus : T 51 - T 1. 4) Nilai pemeriksaan Psikologi tertulis tahap II/A diberi bobot 60%. c. Bidang Jasmani. 1) Pelaksanaan tes Bidang Jasmani berpedoman pada : a) Surat Keputusan Kasad Nomor Kep/83/III/2013 tanggal 19 Maret 2013 tentang Pemberlakuan Tes Kesegaran Jasmani Lari 3200 Meter. b) Surat Keputusan Kasad Nomor Kep/107/IV/2013 tanggal 3 April 2013 tentang Pemberlakuan Norma Kesamaptaan Jasmani dalam rangka Werving, Seldik, UKP, Uji Kompetensi dan Tes Periodik Prajurit TNI AD. c) Surat Telegram Kasad Nomor ST/1058/2014 tanggal 11 April 2014 tentang Perubahan Norma Penilaian Tes Kesamaptaan Jasmani pada seluruh penyelenggaraan seleksi pendidikan (Diktuk, Dikbangum dan Dikbangspes) dan Uji Kompetensi Jasmani di lingkungan TNI AD. d) Surat Edaran Kadisjasad Nomor : SE/2/V/2014 tanggal 30 Mei 2014 tentang pencabutan ST Kadisjasad Nomor : ST/36/2012 tentang pemberlakuan norma jasmani bagi prajurit cacat. Dasar ini disahkan dengan peraturan Panglima TNI Nomor : Perpang/23/X/2013 tanggal 28 Oktober 2013 tentang Administrasi Pemberian Santunan dan Tunjangan Cacat Prajurit TNI. e) Surat Telegram Kasad Nomor ST/2359/2014 tanggal 28 Agustus 2014 tentang ketentuan : (1) Postur tubuh diabaikan apabila nilai Garjas 70. (2) Pull Up dihitung apabila pada saat naik dagu melewati palang dan pada saat turun lengan, gerakan tambahan diabaikan. f) Berdasarkan Surat Telegram Kasad Nomor ST/3183/2014 tanggal 18 November 2014 tentang ketentuan : (1) Dokter Spesialis tidak mengikuti Garjas B yang dapat mengganggu profesi medis. (2) Untuk Garjas A dilakukan sesuai norma. 2) Nilai prestasi bidang jasmani seleksi tahap II/A merupakan akumulasi dari seluruh nilai materi kesegaran jasmani, hasil pemeriksaan postur tubuh dan nilai ketangkasan dengan ketentuan sebagai berikut :

29 25 a) Kesegaran Jasmani, sebagai berikut : (1) Lulus dengan nilai 70 (L). (2) Tidak lulus dengan nilai < 70 (TL). (3) Catatan nilai kesegaran jasmani A dan B masingmasing item tidak ada nilai mati (< 41). b) Pemeriksaan Postur Tubuh. (1) Lulus sampai dengan kategori normal (Berat Normal/BN = Berat Ideal/BI ± 5). (2) Nilai postur 70. c) Ketangkasan (renang militer dasar menggunakan PDL dengan gaya dada), jarak 50 meter dengan waktu sesuai tabel. (1) lulus apabila peserta seleksi dapat mencapai jarak tempuh 50 m dengan nilai > 41. (2) tidak lulus apabila peserta seleksi tidak dapat mencapai jarak tempuh 50 m atau peserta seleksi mencapai jarak 50 m, tetapi memperoleh nilai 41. d) Nilai prestasi bidang jasmani merupakan akumulasi dari nilai kesegaran jasmani (A dan B) dan ketangkasan renang militer dasar dengan catatan predikat postur tubuh lulus. Adapun pembobotan nilai jasmani, sebagai berikut : (1) Bobot nilai kesegaran jasmani 90%. (2) Bobot nilai ketangkasan 10%. (3) Bobot nilai postur tubuh MS dan TMS. d. Bidang Kesehatan. Pedoman pemeriksaan kesehatan adalah Perkasad Nomor Perkasad/20-02/XII/2012 tanggal 26 Desember 2012 tentang Buku Petunjuk Teknik Pemeriksaan/Uji Badan Calon/Anggota TNI AD PT: CKM- 06.a. Nilai hasil pemeriksaan kesehatan berupa nilai kualitatif sebagai berikut : 1) Stakes-I : Lulus. 2) Stakes-II : Lulus. 3) Stakes-III : Pertimbangan. 4) Stakes-IV : Tidak lulus. e. Penentuan Nilai Seleksi Tahap II/A. 1) Seleksi tahap II/A ditentukan melalui akumulasi nilai bidang akademik, jasmani dan psikologi dengan bobot sebagai berikut :

30 26 AKADEMIK JASMANI PSIKOLOGI ) Nilai tahap II/A digunakan hanya untuk menentukan seleksi tahap II/B (seleksi pusat di Seskoad). 3) Nilai pemeriksaan kesehatan tidak menentukan peringkat namun menentukan kelulusan (MS/TMS). 15. Seleksi Tahap II/B. a. Bidang Akademik. Nilai prestasi akademik merupakan akumulasi nilai dari seluruh materi ujian lisan yang dilaksanakan. Adapun bobot prosentase tiap materi sebagai berikut : 1) Pengetahuan Militer = 30%. 2) Pengetahuan Umum = 15%. 3) Aplikasi = 40%. 4) Karlismil/Esai = 15%. b. Bahasa Inggris (TOEFL). Nilai tes bahasa Inggris (TOEFL) adalah nilai akhir yang diperoleh peserta seleksi pada pelaksanaan tes bahasa Inggris (TOEFL). c. Bidang Psikologi. 1) Pedoman pemeriksaan psikologi adalah Surat Keputusan Kasad Skep/49/11/2000 tanggal 4 Februari 2000 tentang Buku Petunjuk Teknik Pemeriksaan Psikologi dalam rangka seleksi Nomor: 54-N-05. 2) Aspek penilaian dalam pendalaman psikologi tahap II/B, meliputi kompetensi : a) analysis; b) judgement; c) decisiveness; d) listening skil; e) leadership; f) tolerance for stress; g) behaviour flexibility; dan h) oral communication. 3) Penilaian akhir pendalaman psikologi tahap II/B diberikan bobot 40% dengan kategori penilaian sebagai berikut : a) Lulus (L) = 61 s.d 100.

31 27 b) Kategori 1 (K1) = 50 s.d 60,9. c) Kategori 2 (K2) = 1 s.d 49,9. d. Bidang Kesehatan. Pedoman pemeriksaan kesehatan adalah Perkasad Nomor Perkasad/20-02/XII/2012 tanggal 26 Desember 2012 tentang Buku Petunjuk Teknik Pemeriksaan/Uji Badan Calon/Anggota TNI AD PT: CKM- 06.a. Nilai hasil pemeriksaan kesehatan berupa nilai kualitatif sebagai berikut : 1) Stakes-I : Lulus. 2) Stakes-II : Lulus. 3) Stakes-III : Pertimbangan. 4) Stakes-IV : Tidak lulus. e. Penentuan Nilai Seleksi Tahap II/B. 1) Seleksi tahap II/B ditentukan melalui akumulasi nilai bidang akademik, bahasa Inggris dan psikologi dengan bobot sebagai berikut : AKADEMIK BAHASA INGGRIS PSIKOLOGI ) Nilai pemeriksaan kesehatan tidak menentukan peringkat namun menentukan kelulusan (MS/TMS). 16. Penentuan Kelulusan. a. Penentuan kelulusan hasil seleksi Seskoad menggunakan nilai akumulasi seleksi tahap II/B (Nilai Akademik, B. Inggris dan Psikologi). b. Nilai seleksi tahap II/A tidak diikutsertakan dalam penentuan kelulusan. c. Kelulusan berdasarkan urutan rangking/peringkat nilai akhir hasil seleksi tahap II/B yang disusun mulai nilai tertinggi sampai dengan nilai terendah. BAB V KETENTUAN KHUSUS 17. Dispensasi/Penunjukan Langsung. Dispensasi/penunjukan langsung mengikuti seleksi merupakan kewenangan Kasad setelah mempertimbangkan saran staf guna kepentingan organisasi. 18. Cadangan Peserta Pendidikan (Ticket Holder). Wewenang penunjukan ada pada Kasad berdasarkan peringkat hasil seleksi tahap II/B (Pusat).

32 Ketentuan Lain. a. Rekomendasi dari Pangkotama/Balakpus maksimal 1 (satu) kali, diberikan kepada Pamen yang telah gugur 3 kali seleksi tahap II dan belum mencapai usia maksimal 43 tahun. b. Penunjukan Pamen untuk mengikuti Sesko Angkatan lain dan Sesko Luar Negeri harus diambil dari personel yang lulus seleksi Casis Dikreg Seskoad. BAB VI ADMINISTRASI 20. Personel. a. Peserta Seleksi. 1) Tahap II/A. Peserta seleksi tahap II/A Casis Dikreg LIV Seskoad TA 2016 adalah para Pamen TNI AD yang lulus seleksi tahap I, ditetapkan berdasarkan Surat Perintah Kasad berjumlah 889 orang, dengan rincian sebagai berikut : PESERTA SELEKSI TAHAP II/A CASIS DIKREG LIV SESKOAD TA 2016 NO PANDA KECABANGAN Inf Kav Arm Arh Cpn Czi Chb Cpl Cba Ckm Cpm Caj Chk Ctp Cku JML 1 DAM I/BB DAM II/SWJ DAM III/SLW DAM IV/DIP DAM V/BRW DAM VI/MLW DAM VII/WRB DAM IX/UDY DAM XII/TPR DAM XVI/PTM DAM XVII/CEN DAM JAYA DAM IM

33 29 JUMLAH ) Tahap II/B. Peserta seleksi tahap II/B adalah para Pamen TNI AD yang lulus seleksi tahap II/A berdasarkan Surat Perintah Kasad. b. Panitia Seleksi. 1) Panitia seleksi tahap II ditetapkan berdasarkan Surat Perintah Kasad. 2) Penguji tahap II ditetapkan berdasarkan Sprin Kasad, Kapansel dan para Wakabid masing-masing bidang, dengan perincian sebagai berikut : a) Personel Penguji Tahap II/A. Rekapitulasi kekuatan personel penguji. PENGUJI No RAYON AKA PSI KES JAS KET Rayon A /Banda Aceh Rayon B /Medan Rayon C /Palembang Rayon D /Jakarta Rayon E /Bandung Rayon F /Magelang Rayon G /Surabaya Rayon H /Balikpapan Rayon J / Pontianak Rayon K /Makasar Rayon L /Denpasar Rayon M Ambon Rayon N /Jayapura Jumlah b) Personel Penguji Tahap II/B. Ditentukan kemudian, sesuai dengan jumlah Casis yang akan mengikuti seleksi tahap II/B (Pusat). 3) Pendukung seleksi tahap II ditetapkan berdasarkan Sprin Kapansel dan para Wakabid masing-masing bidang, dengan jumlah personel sesuai kebutuhan di lapangan.

34 Logistik. a. Kebutuhan fasilitas peserta selama pelaksanaan seleksi tahap II/A diatur oleh panitia daerah. Sedangkan fasilitas untuk seleksi tahap II/B di Seskoad diatur oleh Panpus/Pansel. b. Sarana transportasi dan penginapan penguji selama pelaksanaan ujian tahap II/A (Pusat di daerah) disiapkan oleh Panda. 22. Anggaran. Dukungan anggaran seleksi tahap II didukung menggunakan anggaran sesuai Program Kerja dan Anggaran TNI AD bidang personel, khususnya seleksi Casis Dikreg LIV Seskoad TA BAB VII KOMANDO DAN PENGENDALIAN 23. Komando. a. Posko seleksi Casis Dikreg LIV Seskoad TA 2016 beralamat di Jl. Gatot Subroto No. 96 Bandung Telp. (022) Psw 1054 dan 1063, Fax (022) , website seskoad.mil.id dan b. Komando seluruh kegiatan seleksi oleh Komandan Seskoad selaku Ketua Pansel Tahap II Casis Dikreg LIV Seskoad TA Pengendalian. a. Seluruh panitia penyelenggara seleksi tahap II Casis Dikreg LIV Seskoad TA 2016 dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab langsung kepada Danseskoad selaku Ketua Pansel. b. Pelaksanaan tugas berpedoman pada ketentuan yang diatur dalam Rencana Penyelenggaraan seleksi tahap II Casis Dikreg LIV Seskoad TA 2016 dan Petunjuk Pelaksanaan seleksi tahap II Casis Dikreg LIV Seskoad TA c. Panitia yang menemukan permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan dan belum diatur dalam Rencana Penyelenggaraan Seleksi Tahap II Casis Dikreg LIV Seskoad TA 2016, agar segera melaporkan kepada Ketua Pansel/Palak untuk mendapatkan petunjuk dan arahan. d. Kewenangan perubahan rencana kegiatan seleksi berada pada Danseskoad selaku Ketua Pansel Casis Dikreg LIV Seskoad TA 2016.

35 31 e. Pengendalian, pengawasan dan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan oleh Wakil Ketua bidang akademik, Wakil Ketua bidang jasmani, Wakil Ketua bidang psikologi dan Wakil Ketua bidang kesehatan sesuai bidang masing-masing. BAB VIII PENUTUP 25. Demikian Petunjuk Pelaksanaan tentang Penyelenggaraan Seleksi Tahap II Casis Dikreg LIV Seskoad TA 2016 disusun untuk dijadikan pedoman dalam penyelenggaraan seleksi. Hal-hal yang belum tercantum dalam Buku Petunjuk Pelaksanaan ini akan disampaikan kemudian. TELAH DITELITI OLEH PEJABAT PARAF TANGGAL PABANDYA SEKRETARIS II SEKRETARIS I PALAK KASETUM WADAN Sublampiran : Komandan Seskoad Selaku Ketua Panitia Seleksi Tahap II Casis Dikreg LIV Seskoad TA 2016, Agung Risdhianto, M.D.A. Mayor Jenderal TNI A. Rencana Waktu dan Kegiatan Seleksi Thp II. B. Pelaksanaan Ujian Bidang Akademik Seleksi Thp II/A. C. Daftar Referensi Bidang Akademik Seleksi Thp II/A. D. Ketentuan Pembuatan Karya Tulis Militer (Esai) Seleksi Thp II/A. E. Ketentuan Peserta Seleksi Thp II/A. F. Pelaksanaan Pemeriksaan Psikologi Seleksi Thp II/A. G. Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Seleksi Thp II/A. H. Pelaksanaan Tes Kesamaptaan Jasmani Seleksi Thp II/A. H1. Blanko Tes Kesamaptaan Jasmani Seleksi Thp II/A. H2. Blanko Tes Bidang Jasmani (Postur) Seleksi Thp II/A. H3. Blanko Tes Bidang Jasmani (Renang Militer Dasar) Seleksi Thp II/A. I. Kartu Tanda Peserta Seleksi Thp II/A. J. Lembar Kehormatan Seleksi Thp II/A. K. Daftar Hadir Peserta Seleksi Thp II/A. L. Berita Acara Serah Terima Naskah Seleksi Thp II/A. M. Lembar Kontrol Penempatan Peserta Seleksi Thp II/A. N. Denah Ruangan Ujian Seleksi Thp II/A. N1. Penempatan Naskah Ujian Seleksi Thp II/A. O. Label Tanda Pengenal Seleksi Thp II/A. P. Laporan Situasi Pelaksanaan Ujian Akademik Seleksi Thp II/A. Q. Format Laporan Pelaksanaan Seleksi Thp II/A. R. Bukti Pelanggaran Seleksi Thp II/A. S. Pelaksanaan Uji Lisan Akademik Seleksi Thp II/B. T. Pelaksanaan Tes Bahasa Inggris Seleksi Thp II/B.

36 32 U. Pelaksanaan Pendalaman Psikologi Seleksi Thp II/B. V. Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Seleksi Thp II/B.

37 MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT SEKOLAH STAF DAN KOMANDO P terbit Sprint Panitia & Persyaratan Seskoad * Bentuk P mus * Siapkan Ref & P rmus soal RENCANA WAKTU DAN KEGIATAN SELEKSI TAHAP II CASIS DIKREG SESKOAD TA 2016 Perumusan Soal Seleksi Tahap II/A Koreksi Dan/ Wadan - P gandaan Soal - Soal msk Kopor - P nyrahan kopor Sublampiran A Lampiran Keputusan Danseskoad Nomor Kep/ /VI/2015 Tanggal Juni 2015 Penguji berangkat ke Rayon Pelaks Ujian Sel Tahap II/A (Aka, Psi, Kes & Jas) MAR 15 APRIL MEI 15 JUN 15 JUL 15 AGUSTUS 15 SEPT Pap P gar Seldik Seskoad Kpd KASAD Arahan Dan kpd P mus Sid Adm & Sprint Panggil Sel Tahap II/A Rakor para Wakabid Perumusan Soal Seleksi Tahap II/B Lap siap Seleksi Kpd Kasad Rakor Tim P uji Barcode * Mus jwban Thp 1 * Pap kpd Dan/Wdn * Bentuk Tim P riks P riks hasil karya Casis * Mus jwban Thp 2 * Sun Lap KASAD * Sprin Penguji Thp 2 * Distribusi Sprin * Rakor Tim P uji * Repro Nskh Ujian Olah data nilai Seleksi Tahap II/B SEP 15 OKT 15 NOV 15 DES 15 JAN I II III IV P bekalan & Tar Tim Riks Buka Barcode Lap hsl Sel Thp 1 & Siap Sel Thp 2 Pelaks Ujian Seleksi Tahap II/B Sidang/Lap ke KASAD Buka Dikreg Seskoad LIV

38 MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT SEKOLAH STAF DAN KOMANDO Sublampiran B Lampiran Keputusan Danseskoad Nomor Kep/ /VI/2015 Tanggal Juni 2015 PELAKSANAAN UJIAN BIDANG AKADEMIK SELEKSI TAHAP II/A CASIS DIKREG LIV SESKOAD TA Tujuan. Untuk mendapatkan data awal peserta seleksi tentang penguasaan materi akademik, sesuai kriteria yang ditentukan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan peserta seleksi Tahap II/B Casis Dikreg LIV Seskoad TA Metode. a. Praktek; b. Aplikasi; c. Pemeriksaan; dan d. Penilaian. 3. Aspek Penilaian. a. Penguasaan teori di bidang militer; b. Kemampuan menyampaikan ide/gagasan pemecahan masalah dalam bentuk esai; c. Kemampuan olah yudha dalam suatu operasi tingkat Yonif dan Brigif; d. Wawasan di bidang pengetahuan umum dan pengetahuan militer; dan e. Wawasan terhadap perkembangan situasi yang aktual, baik ditingkat nasional, regional, maupun internasional. 4. Materi. a. Pengetahuan Militer, meliputi : 1) Teori dasar organisasi dan staf, meliputi : a) dinas staf umum dan dasar-dasar organisasi; b) dinas staf 1 sampai dengan 5; c) pelaksanaan fungsi staf di tingkat Brigif; dan d) prosedur hubungan komandan dan staf. 2) Teori taktik, meliputi : a) taktik umum; b) taktik khusus; dan c) operasi tingkat Yonif dan Brigif. 3) Teori binlat, meliputi :

39 2 a) menajemen latihan; dan b) teknik penyelenggaraan latihan. b. Pengetahuan Umum (Bintal TNI dan Pengetahuan Umum), meliputi : 1) materi pembinaan mental TNI yang harus dipahami dan dihayati setiap perwira; dan 2) pengetahuan umum yang berhubungan dengan perkembangan situasi aktual, baik di tingkat nasional, regional maupun internasional. c. Aplikasi. Merupakan penerapan pengetahuan dinas staf dan taktik tingkat Yonif serta Brigif dalam perencanaan dan pelaksanaan Operasi Militer untuk Perang (OMP), yang meliputi : 1) Kemampuan Danyonif : a) membuat ATP; b) membuat Jukcan; c) membuat Rensem; d) membuat perkiraan cepat dan oleat keputusan; dan e) membuat Kep/KUO. 2) Kemampuan Staf Brigif : a) membuat perkiraan intelijen dan oleat situasi; b) membuat perkiraan operasi, susunan tugas, oleat operasi dan oleat Bantem serta pendel/pemindahan pasukan; c) membuat perkiraan personel dan kebutuhan Gati; d) membuat perkiraan logistik dan kebutuhan bekal serta oleat Banmin; e) membuat perkiraan teritorial dan oleat pengendalian penduduk; dan f) membuat perintah operasi dengan lampirannya. d. Karya Tulisan Militer (esai). Peserta seleksi membuat karya tulis militer (Karlismil) dalam bentuk esai berdasarkan Term of Reference (TOR) yang sudah disiapkan oleh panitia. TOR dirumuskan berdasarkan kondisi aktual yang yang ada di lingkungan TNI AD saat ini, adapun topik yang akan diujikan meliputi : 1) perbatasan, 2) pembinaan territorial, 3) bencana alam, 4) kepemimpinan, 5) pembinaan satuan dan 6) teknologi informasi (IT). 5. Ketentuan Persoalan. a. Pengetahuan Militer. Jumlah 60 (enam puluh) soal. 1) Bentuk Soal : a) Pilihan tunggal = 30 soal; b) Pilihan ganda = 20 soal; dan c) Uraian = 10 soal;

40 3 2) Sifat Soal : a) Mudah = 29 soal; b) Sedang = 19 soal; dan c) Sukar = 12 soal. b. Pengetahuan Umum. Jumlah 55 (lima puluh lima) soal. 1) Bentuk Soal : a) Pilihan tunggal = 30 soal; b) Pilihan ganda = 20 soal; dan c) Uraian = 5 soal; 2) Sifat Soal : a) Mudah = 27 soal; b) Sedang = 17 soal; dan c) Sukar = 11 soal. c. Aplikasi. 1) Lembar persoalan didahului dengan lembar petunjuk yang perlu dipahami setiap peserta seleksi sebelum mengerjakan persoalan aplikasi dinas staf umum dan taktik; 2) Persoalan berbentuk Kasusla yang berhubungan dengan prosedur hubungan komandan dan staf pada tahap perencanaan dan tahap pelaksanaan Operasi Militer untuk Perang (OMP). Dalam persoalan aplikasi lebih diutamakan penilaian kemampuan analisa, penuangan ide dan olah yudha peserta seleksi. Persoalan yang harus dijawab oleh peserta seleksi sebanyak 7 soal, yang meliputi : a) Persoalan Komandan Batalyon (Rensem, Jukcan, Kirpat & Oleat Keputusan serta Kep/KUO); b) Persoalan staf Brigif: Kir Intel, Ops, Pers, Log, Ter dan P.O. beserta lampirannya (susunan tugas, oleat situasi, oleat operasi, oleat Banmin, oleat Dalduk, oleat Bantem); c) Kodal; d) Korbantem; e) Banpur, Banmin dan Banter; f) Staf Renik; dan g) Pemindahan pasukan, kebutuhan gati dan BBM. 3) Untuk format Jukcan, Rensem, Kirpat/Serbal, perkiraan Staf/ Komandan dan PO dilampirkan pada lembar keadaan. d. Karya Tulisan Militer (Esai). 1) Pembuatan karya tulisan militer (esai) didahului dengan pemberian lembar pendahuluan yang perlu dipahami setiap peserta seleksi yang

41 4 diberikan paling lambat pada H - 1 sebelum jadwal pembuatan karya tulisan militer; 2) Pada lembar petunjuk pembuatan Karlismil dicantumkan persoalan yang berupa Term of Reference (TOR) yang dirumuskan berdasarkan pendekatan kondisi aktual di lingkungantni AD; dan 3) Referensi tidak boleh dibawa ke ruang ujian. 6. Contoh Persoalan Teori. a. Pilihan Tunggal. 1) Lembar persoalan didahului dengan lembar petunjuk yang perlu dipahami setiap peserta seleksi sebelum mengerjakan persoalan; 2) Pada awal persoalan diberikan petunjuk berupa penjelasan dan ketentuan cara menjawab persoalan, sebagai berikut : (a) Pada persoalan berikut terdapat suatu pernyataan yang kurang lengkap dan diikuti dengan pilihan pernyataan yang melengkapi; dan (b) Pilih jawaban yang tepat dengan menghitamkan salah satu huruf a, b, c atau d pada lembar jawaban yang telah disediakan. 3) Contoh Soal. 1. Dalam pembuatan perkiraan logistik, Pa Staf Logistik akan mengumpulkan data dari Pa Staf Personel yang berhubungan dengan : a. Operasi yang direncanakan; b. Pemeliharaan kekuatan dan tenaga pengganti; c. Ciri - ciri daerah operasi; dan d. Keadaan jaring jalan. 4) Jawaban. Menghitamkan huruf b. b. Pilihan Ganda. 1) Lembar persoalan didahului dengan lembar petunjuk yang perlu dipahami setiap peserta seleksi sebelum mengerjakan persoalan; 2) Pada awal persoalan diberikan petunjuk berupa penjelasan dan ketentuan cara menjawab persoalan, sebagai berikut : (a) Pada persoalan berikut terdapat suatu pernyataan yang kurang lengkap dan diikuti dengan pilihan pernyataan yang melengkapi;

42 5 (b) Pilih jawaban yang tepat dengan menghitamkan salah satu huruf a, b, c, d atau e pada lembar jawaban yang telah disediakan dengan ketentuan, sebagai berikut : (a) (b) (c) (d) (e) Apabila pilihan a, b dan c yang benar; Apabila pilihan a, dan c yang benar; Apabila pilihan b dan d yang benar; Apabila pilihan hanya d yang benar; dan Apabila pilihan a, b, c dan d benar. 3) Contoh Soal. 1. Pemindahan taktis adalah pemindahan pasukan di daerah pertempuran dalam rangka melaksanakan operasi taktis. Dasar pemindahan taktis yang perlu dipedomani dalam pelaksanaan pemindahan taktis adalah : a. Gerakan yang tidak terputus-putus; b. Bertindak dengan pasukan yang mempunyai keseimbangan; c. Inisatif harus ada pada pasukan sendiri dan tetap dipertahankan; dan d. Rencana detail, teliti dan lengkap. 4) Jawaban. Menghitamkan huruf a. c. Soal Uraian. 1) Lembar persoalan didahului dengan lembar petunjuk yang perlu dipahami setiap peserta seleksi sebelum mengerjakan persoalan; 2) Pada awal persoalan diberikan petunjuk berupa penjelasan dan ketentuan cara menjawab persoalan, sebagai berikut : (a) Pada persoalan berikut terdapat pertanyaan tentang suatu hal yang harus dijawab oleh peserta seleksi; dan (b) Jawaban dikerjakan pada kertas bergaris yang telah disediakan. 3) Contoh soal. 1. Rencana serangan merupakan langkah-langkah yang harus diambil oleh seorang Komandan untuk menetapkan bagaimana penggunaan satuan-satuan yang berada di bawah komandonya. Rencana serangan harus mengandung kerjasama teknis masingmasing satuan pelaksana. Sebutkan perencanaan serangan khususnya rencana manuver tingkat Brigif. 4) Jawaban. Rencana manuver dalam perencanaan serangan adalah :

43 6 a. Sasaran-sasaran yang harus direbut, diduduki atau dikuasai. b. Jalan-jalan pendekat menuju ke sasaran-sasaran tersebut. c. Penggunaan kekuatan untuk pencapaian sasaransasaran yang ada atau susunan tugas. d. Penentuan Serpok dan Serban serta tugas masingmasing satuan yang dikerahkan. e. Waktu pencapaian sasaran-sasaran tertentu. f. Tindakan pengamanan yang diperlukan selama serangan. g. Sarana-sarana pengendalian. h. Tindakan-tindakan setelah tiba di sasaran. d. Referensi. Daftar referensi pada Sublampiran C. 7. Waktu. a. Ujian akademik tertulis seleksi Tahap II/A dilaksanakan mulai tanggal 31 Agustus s.d 02 September 2015; dan b. Waktu pelaksanaan ujian sebagai berikut : 8. Pelaksanaan. 1) Hari/Tanggal, Senin 31 Agustus 2015: - Karya tulisan militer (esai) selama 300 menit (5 Jam). 2) Hari/Tanggal, Selasa 01 September 2015 : a) Pengetahuan militer selama 180 menit (3 Jam); dan b) Pengetahuan umum selama 150 menit (2,5 Jam). 3) Hari/Tanggal, Rabu 02 September 2015 : - Aplikasi selama 360 menit (6 jam). a. Peserta seleksi melaksanakan apel sebelum masuk ruangan ujian dan penguji menjelaskan ketentuan pelaksanaan ujian serta menunjukkan kepada peserta seleksi bahwa naskah ujian dalam keadaan utuh (tanpa cacat); b. Penguji dibantu oleh pembantu penguji meletakkan naskah ujian (naskah dalam keadaan terbalik) diatas meja peserta seleksi; c. Peserta seleksi masuk ruangan setelah mendapat perintah dari penguji; d. Peserta seleksi mengambil tempat duduk sesuai nomor seleksi yang diatur oleh panitia seldik dan meletakkan Kartu Tanda Peserta (KTP) di sebelah kanan atas meja peserta seleksi; e. Pada waktu yang ditentukan, penguji akan memberikan perintah untuk memulai mengerjakan persoalan; f. Peserta diizinkan menyentuh naskah ujian, setelah mendapat perintah dari penguji;

44 7 g. Peserta seleksi mengerjakan persoalan sesuai urutan kegiatan dan ketentuan lain yang telah dijelaskan oleh penguji; h. Selama menjawab persoalan, peserta dilarang bekerja sama baik sesama peserta maupun pihak lain; i. Peserta seleksi hanya boleh bertanya kapada penguji, apabila ditemukan ketidakjelasan naskah yang berhubungan dengan pengetikan; j. Penguji dilarang memberikan penjelasan tentang maksud pertanyaan atau arahan jawaban kepada peserta seleksi; k. Peserta seleksi yang telah selesai mengerjakan persoalan, mengumpulkan naskah persoalan, lembar jawaban dan kertas lain yang tidak digunakan di meja masing-masing (peserta seleksi dilarang membawa kertas apapun yang berhubungan dengan naskah dari panitia); dan l. Peserta menyerahkan KTP seleksi kepada penguji untuk mendapatkan pengesahan (tanda tangan) penguji, selanjutnya keluar ruangan ujian.

45 MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT SEKOLAH STAF DAN KOMANDO Sublampiran C Lampiran Keputusan Danseskoad Nomor Kep/ /VI/2015 Tanggal Juni 2015 DAFTAR REFERENSI BIDANG AKADEMIK SELEKSI TAHAP II/A CASIS DIKREG LIV SESKOAD TA Pengetahuan Militer. a. Buku Petunjuk Lapangan tentang Brigif Skep Kasad Nomor Skep/312/III/1986; b. Buku Petunjuk Lapangan Brigade Infanteri dalam Operasi PL : INF - 05a Skep/53/XII/2003; c. Buku Petunjuk Lapangan tentang Batalyon Infanteri Nomor : Skep/1093/XII/1985 tanggal 6 Desember 1985; d. Buku Petunjuk Lapangan tentang Batalyon Infanteri Dalam Operasi, Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/502/XII/2006 tanggal 26 Desember 2006; e. Buku Petunjuk Lapangan Operasi Lawan Insurjensi Skep Kasad Nomor Skep/96/II/1986 tanggal 3 Februari 1986; f. Buku Pedoman BTP dalam Taktik Lawan Insurjensi; g. Buku Pedoman Taktik Lawan Insurjensi; h. Buku Petunjuk Lapangan tentang Dinas Staf Umum No : 51-01, Surat Keputusan Kasad Nomor : Skep/314/V/1987 tanggal 23 Mei 1987; i. Buku Petunjuk Lapangan Dinas Staf Intelijen No Tahun 1986; j. Buku Petunjuk Lapangan Dinas Staf Operasi No Tahun 1986; k. Buku Petunjuk Lapangan Dinas Staf Personel No Tahun 1986; l. Buku Petunjuk Lapangan Komando Pengendalian Operasi No Tahun 1986; m. Buku Petunjuk Pelaksanaan tentang pedoman Penanganan Konflik Bersenjata PP : OPS-11-01, Peraturan Kasad Nomor Perkasad/86/XI/2009 tanggal 30 November 2000;

46 2 n. Keputusan Kasad Nomor Kep/52/II/2014 tanggal 14 Pebruari 2014 tentang Doktrin TNI AD Kartika Eka Paksi ; o. Keputusan PANGLIMA TNI Nomor Kep/67/IX/2012 tanggal 27September 2012 tentang Doktrin TNI Tri Dharma Eka Karma (TRIDEK); p. Naskah Sementara Buku Petunjuk Induk TNI Operasi Militer selain Perang, Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/14/III/2008; q. Naskah Sementara Buku Petunjuk Induk TNI Operasi Militer untuk Perang, Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/13/III/2008; r. Organisasi dan Tugas Brigif, Keputusan Kasad Nomor Kep/43/V/1995 tanggal 27 Mei 1995; s. Organisasi dan Tugas Brigif, Perkasad Nomor Perkasad/48/VII/2011 tanggal 1 Juli 2011; t. Buku Petunjuk Induk tentang Latihan, Perkasad Nomor Perkasad/70/VII/2011 tanggal 29 Juli 2011; u. Buku Petunjuk Administrasi Penyelenggaraan Latihan, Perkasad Nomor Perkasad/35-02/XII/2012 tanggal 27 Desember 2012; v. Buku Petunjuk Tehnik tentang Asistensi dan Pengawasan Latihan, Peraturan Kasad Nomor Perkasad/4-02/X/2010 tanggal 13 Oktober 2010; w. Buku Petunjuk Tehnik tentang Geladi Posko I, Skep Kasad Nomor Skep/426/XI/2004 tanggal 22 November 2004; x. Naskah Sementara Buku Petunjuk tentang Binlat, Perkasad No Perkasad/30/VII/2009 tanggal 1 Juli 2009; dan y. Naskah Sekolah Sementara untuk Diklapa-II tahun 2010 yeng berkaitan dengan Dinas Staf, Taktik dan Proshub. 2. Aplikasi. Materi aplikasi menggunakan referensi materi pengetahuan militer. 3. Pengetahuan Umum. a. Bintal sebagai fungsi Komando; b. Buku Petunjuk Teknik tentang 5 Kemampuan Teritorial, Skep Kasad Nomor Skep/508/XII/2003;

47 3 c. Buku Petunjuk Pembinaan tentang Binter, Perkasad Nomor Perkasad/93/XII/2008 tanggal 12 Desember 2008; d. Buku Petunjuk Induk tentang Pembinaan Teritorial, Perkasad Nomor Perkasad/106/XII/2011 tanggal 7 Desember 2011; e. Buku Petunjuk Operasi tentang Pembinaan Teritorial, Perkasad Nomor Perkasad/74/X/2009 tanggal 23 Oktober 2009; f. Buku Petunjuk Teknik tentang Komunikasi Sosial, Perkasad Nomor Perkasad/37-02/XII/2012 tanggal 27 Desember 2012; g. Buku Petunjuk Teknik tentang Bakti TNI, Perkasad Nomor Perkasad/36-02/XII/2012 tanggal 27 Desember 2012; h. Buku Petunjuk Teknik tentang Pembinaan Perlawanan Wilayah, Perkasad Nomor Perkasad/29-02/XII/2012 tanggal 27 Desember 2012; i. Buku Petunjuk Tehnik tentang Sikap Teritorial, Perkasad Nomor Perkasad/174/X/2007; j. Doktrin TNI Tri Dharma Eka Karma; k. Doktrin TNI AD Kartika Eka Paksi (Naskah Sementara Tahun 2013); l. Ikhtisar Sejarah Perjuangan TNI 1945 sampai sekarang oleh Drs. Saleh Sa'at Djumhari (Pusjarah TNI Tahun 1971); m. KUHDM dan KUHPM; n. Pancasila; o. PDT, PDG, PUDD, PBB dan PPM; p. Pola dasar Bintal TNI; q. UU RI Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah; r. UU RI Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM; s. UU RI Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan; t. UU RI Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana Alam;

48 4 u. UU RI Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara; v. UU RI Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD; w. UU RI Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pemilu; x. UUD 1945; y. UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika; z. UU RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI; aa. bb. UU RI Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen; UU RI Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial; cc. Peraturan Kasad Nomor Perkasad/94/XI/2009 tanggal 30 November 2009 tentang Buku Petunjuk Pelaksanaan Pedoman Pengamanan Wilayah Perbatasan Darat (PP : Ops-11-09); dd. Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/542/XII/2006 tanggal 29 Desember 2006 tentang Binsat TNI AD (PP : Ops-12); ee. Peraturan Kasad Nomor Perkasad/96/XI/2009 tanggal 30 November 2009 tentang Buku Petunjuk Pelaksanaan Pedoman Penanggulangan Bencana Alam di Darat (PP : Ops-11-11); ff. PP Nomor 21 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana; gg. Materi pengetahuan umum yang berkaitan dengan perkembangan lingkungan strategis pada lingkungan nasional, regional dan global, isu-isu kawasan; hh. Pokok-Pokok Penjabaran Tentang Serbuan Teritorial Dalam Rangka Pemberdayaan Wilayah Pertahanan, Pusterad tahun 2014; ii. Peraturan Pemerintah RI No. 23 tahun 2011 tentang Perubahan atas peraturan pemerintah No. 19 tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi; jj. Peraturan Menteri Pertahanan RI No. 17 tahun 2001 tentang Kebijakan Pertahanan Negara mengenai tugas TNI dalam Penanganan Terorisme;

49 5 kk. Peraturan Menteri Pertahanan RI No. 05 tahun 2011 tentang Kebijakan Pertahanan Negara tentang Tugas TNI dalam mengatasi Gerakan Separatisme; ll. Peraturan Menteri Pertahanan RI No. 09 tahun 2011 tentang Pokok-pokok Penyelenggaraan Tugas Bantuan TNI dalam Menanggulangi Bencana Alam, Pengungsian dan Bantuan Kemanusiaan; mm. Peraturan Menteri Pertahanan RI No. 35 tahun 2011 tentang Kebijakan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan; dan nn. Keputusan Menteri Pertahanan RI No. Kep/342/M/IV/2012 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pertahanan No. Kep/342/M/III/2012 tentang Desk Pengendali Pusat Kantor Pertahanan. 4. Karlismil (essai). - Buku-buku lain yang berhubungan dengan materi Karlismil dengan topik terkait. TELAH DITELITI OLEH PEJABAT PARAF TANGGAL Pabandya Sekretaris II Sekretaris I

50 MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT SEKOLAH STAF DAN KOMANDO Sublampiran D Lampiran Keputusan Danseskoad Nomor Kep/ /VI/2015 Tanggal Juni 2015 KETENTUAN PEMBUATAN KARYA TULIS MILITER (ESAI) SELEKSI TAHAP II/A CASIS DIKREG LIV SESKOAD TA Umum. a. Esai merupakan tulisan dengan sistematika yang relatif bebas untuk menyampaikan beragam informasi, opini atau argumentasi atas suatu topik tertentu. Karena sistematika dan teknik baku, esai lebih menonjolkan kekuatan individu. Hal ini sangat dipengaruhi oleh pengalaman, pergaulan, dan wawasan serta bahan bacaan penulis. Lazimnya penulis menggunakan esai untuk melakukan perenungan dan refleksi. Esai sering juga disebut artikel, tulisan, atau komposisi. Dalam arti yang lebih luas, esai juga dipahami sebagai sebuah karangan. Secara umum, esai didefinisikan sebagai sebuah karangan singkat yang berisi pendapat atau argument penulis tentang suatu topik. Biasanya, seseorang menulis esai karena ia ingin memberikan pendapat terhadap suatu persoalan atau fenomena yang terjadi dalam masyarakat. Penulis esai, atau sering disebut esais, dapat juga mengupas suatu topik atau persoalan dan memberikan tanggapan dan pendapatnya atas topik atau persoalan yang dibahasnya. Secara umum, esai memiliki beberapa ciri yang menonjol. b. Ciri pertama berkaitan dengan jumlah kata dalam sebuah esai. Memang tidak ada aturan baku yang menyebutkan berapa jumlah kata dalam sebuah esai. patokannya adalah bahwa sebuah esai harus selesai dibaca dalam sekali duduk. Pengertian ini bisa diilustrasikan sebagai berikut : Ketika seseorang sedang duduk menunggu giliran periksa kesehatan di sebuah klinik, dia harus sudah selesai membaca sebuah esai saat dia berdiri dipanggil masuk ke kamar periksa. Terkait dengan jumlah kata, beberapa buku komposisi memberikan batasan yang lebih jelas. Sebuah karangan dikategorikan esai bila karangan tersebut berjumlah antara 500 sampai dengan 1500 kata. Namun untuk kepentingan seleksi maka pada pelaksanaan seleksi tahap II/A Casis Dikreg LIV Seskoad TA 2016, jumlah kata dalam tulisan esai minimal 1600 kata (8 halaman). c. Struktur esai terbagi dalam tiga bagian yang diwujudkan dalam bentuk paragraf. Bagian pertama esai adalah paragraf pendahuluan atau pengantar. Dalam bagian ini, penulis memberikan pengantar yang mencukupi dan relevan tentang topik di tulis. Yang paling penting dalam paragraf pendahuluan adalah

51 2 kalimat tesis (thesis statement) yang berfungsi sebagai gagasan pengontrol (controlling idea) untuk bagian isi esai. Bagian kedua adalah paragraf-paragraf isi yang merupakan penjabaran atau pembahasan lebih lanjut dari gagasan yang ingin disampaikan penulis. Jumlah paragraf dalam bagian ini tergantung dari jumlah gagasan utama yang hendak disampaikan dalam esai. Bagian terakhir adalah paragraf penutup. Bagian ini dapat berisi ringkasan dari gagasan utama yang telah disampaikan. 2. Struktur esai. Sebagai salah satu jenis karangan, esai mempunyai struktur yang spesifik. Struktur ini dimaksudkan agar setiap orang dapat menuliskan gagasan dalam format atau bentuk yang disepakati secara umum dan berlaku secara luas dalam dunia tulis menulis. Dengan struktur yang relatif seragam, pembaca akan lebih mudah memahami pendapat atau gagasan yang disampaikan penulisnya. Secara umum, tipe esai dalam rangka seleksi Tahap II/A Casis Dikreg LIV Seskoad TA 2016 adalah esai hubungan kausal (hubungan sebab akibat). Struktur esai dibagi menjadi tiga bagian : Pendahuluan, isi dan penutup. a. Pendahuluan. Merupakan bagian penting dalam sebuah esai. Bagian ini menentukan apakah pembaca akan tertarik untuk terus membaca esai tersebut sampai selesai. Pendahuluan yang menarik jelas akan meningkatkan minat pembaca untuk menyelesaikan bacaannya. Sebaliknya, pendahuluan yang membosankan akan membuat pembaca mengakhiri bacaannya. Pada dasarnya bagian pendahuluan berisi pengantar yang memadai tentang topik bahasan yang hendak ditulis. Gagasan yang ditulis dalam paragraf pendahuluan memberikan gambaran umum tentang gagasan atau argument yang akan ditulis pada bagian isi esai. Unsur yang paling penting dalam paragraf pendahuluan adalah kalimat tesis (thesis statement). Kalimat tesis merupakan gagasan utama esai yang dinyatakan secara jelas (tidak ambigu) dan eksplisit. Kalimat tesis ini berfungsi sebagai pengontrol gagasan yang hendak disampaikan dalam isi esai. Contoh : Kerangka Pendahuluan. 1) Alinea pertama, menguraikan atau menarasikan latar belakang terjadinya masalah (antara harapan dan kenyataan tidak sama) terhadap variabel judul esai. 2) Alinea kedua, menguraikan atau menarasikan identifikasi persoalan yang akan dibahas dan membuat rumusan masalah sesuai judul esai. 3) Alinea ketiga, menguraikan atau menarasikan pentingnya memecahkan masalah sesuai dengan judul esai dan metode yang digunakan dalam penulisan. 4) Alinea keempat, menguraikan atau menarasikan nilai guna, maksud dan tujuan penulisan serta ruang lingkup pembatasan (bila ada pembatasan) dalam pemecahan setiap persoalan.

52 3 b. Bagian Isi/Pembahasan Esai. Merupakan penjabaran dari gagasan utama yang dinyatakan dalam kalimat tesis. Penjabaran gagasan utama ini diwujudkan dalam beberapa paragraf atau alinea. Umumnya isi esai terdiri atas beberapa gagasan utama (minimal dua). Setiap gagasan utama ditulis dan dijabarkan dalam satu paragraf. Setiap paragraf isi mendiskusikan gagasangagasan yang lebih spesifik dan lebih detail agar argument menjadi lebih meyakinkan. Gagasan-gagasan yang lebih spesifik ini merupakan kalimat-kalimat pendukung yang berfungsi sebagai penjelasan yang logis atas argument yang disampaikan penulis. Oleh karena itu, argument dalam paragraf-paragraf isi ini harus diorganisasi atau dikelola dengan cermat. Penulis esai harus memastikan bahwa setiap kalimat penjelas yang ditulis memiliki relevansi yang erat dengan gagasan. Selain itu, perpindahan antara satu paragraf isi dengan paragraf isi lainnya harus pula dirancang dengan seksama. Pengaturan paragraf-paragraf isi ini dapat disusun berdasarkan urutan kronologis, logis, atau kepentingan. Rangkaian analisis pada hakikatnya harus menjawab rumusan masalah yang telah ditetapkan, jawaban tersebut harus sesuai/relevan dengan masalah sesuai judul esai. Contoh : Kerangka Bagian Isi/Pembahasan Esai. 1) Alinea pertama, berisi uraian kalimat pengantar untuk mengulas tentang gagasan atau ide berupa sub judul. 2) Alinea kedua, beruapa gagasan pertama yaitu sub judul esai. a) Penulis esai (esais) menguraikan data atau fakta empirik atau kenyataan terhadap variabel judul esai saat ini, beserta alasan mengapa hal tersebut terjadi. b) Esais menguraikan keinginan atau harapan yang ingin dicapai, untuk memperbaiki atau memperbaharui kenyataan yang menyimpang dari teori atau Bujuk yang ada saat ini. c) Esais melakukan analisa (sebab akibat) dengan pendekatan teori atau bujuk (minimal 2 teori atau Bujuk) terhadap setiap persoalan yang ditemukan penulis, agar ditemukan solusi pemecahannya. d) Esais menguraikan kendala dan kelemahan yang ada dalam memecahkan setiap persoalan tersebut. e) Esais menguraikan cara mengatasi kendala dengan memanfaatkan peluang atau kemampuan yang ada. 3) Alinea ketiga, berupa gagasan kedua yaitu sub judul esai. a) Penulis esai (esais) menguraikan data atau fakta empirik atau kenyataan terhadap variabel judul esai saat ini, beserta alasan mengapa hal tersebut terjadi.

53 4 b) Esais menguraikan keinginan atau harapan yang ingin dicapai, untuk memperbaiki atau memperbaharui kenyataan yang menyimpang dari teori atau Bujuk yang ada saat ini. c) Esais melakukan analisa (sebab akibat) dengan pendekatan teori atau bujuk (minimal 2 teori atau Bujuk) terhadap setiap persoalan yang ditemukan penulis, agar ditemukan solusi pemecahannya. d) Esais menguraikan kendala dan kelemahan yang ada dalam memecahkan setiap persoalan tersebut. e) Esais menguraikan cara mengatasi kendala dengan memanfaatkan peluang atau kemampuan yang ada 4) Alinea keempat, dstnya sesuai kemampuan penulis esai.... c. Penutup Esai. Diwujudkan dalam satu paragraf simpulan dan saran yang dimaksudkan untuk mengakhiri pembahasan topik esai. Paragraf kesimpulan biasanya berisi rangkuman dari pokok pikiran yang telah disampaikan penulis. Paragraf kesimpulan juga bisa berupa penegasan atas argument yang telah dijabarkan di bagian isi dengan maksud agar pembaca mengetahui secara persis posisi penulis atas suatu masalah. Menutup esai dengan paragraf yang efektif akan memberikan kesan ketuntasan (sense of closure) bagi pembaca. Sedangkan paragraf saran merupakan pernyataan yang perlu direkomendasikan kepada subjek yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan. Rekomendasi penulis dalam paragraf saran sebagai sebuah problem solving dari temuan pada paragraf kesimpulan. Contoh : Kerangka Penutup Esai. 1) Kesimpulan isinya adalah penulis esai (esais) menguraikan dengan cara membuat rangkuman secara singkat tetapi padat tentang hasil pemecahan dari setiap persoalan yang ditemukan dalam proses analisa. 2) Saran isinya berupa rekomendasi, penawaran atau solusi kepada subjek, untuk menyelesaikan persoalan yang ditemukan pada kesimpulan. 3. Perumusan Judul Esai. a. hakekat Judul. Judul esai pada hakekatnya merupakan cerminan suatu bahasan atau suatu masalah yang akan dipecahkan. Oleh sebab itu judul merupakan sesuatu yang sangat penting. Judul dapat dideklarasikan dalam bentuk pernyataan dengan menggunakan kata-kata yang jelas singkat dan menarik. Judul dapat pula dirumuskan dari bentuk permasalahan bersifat deskriptif (menggambarkan), pengaruh antar variabel, hubungan antar variabel dan perbandingan (komparatif) yang menjadi fokus pembahasan, baik ditinjau dari pendekatan/metode kualitatif dan kuantitatif.

54 5 b. Fungsi Judul. Judul merupakan identifikasi/cerminan dari jiwa keseluruhan bahasan, sehingga harus memiliki sifat menjelaskan diri dan menarik. Disamping itu judul harus menggambarkan tentang arah dan maksud tujuan jangkauan serta ruang lingkupnya. Oleh karena itu harus relevan dengan keseluruhan naskah. c. Persyaratan Pembuatan Judul. Dirumuskan secara ringkas dan padat, spesifik, menarik, mudah dipahami, menggambarkan persoalan serta tidak bermakna ganda. Merupakan kerangka pembuktian yang biasanya dibuat dengan dua atau lebih variabel. Pada hakekatnya judul esai sama dengan judul karya tulis militer atau suatu penelitian. 4. Ketentuan Umum Dalam Administrasi Penulisan Esai. a. Penulisan running notes (catatan perut). Digunakan apabila mengutip beberapa bagian dari sebuah referensi baik sebagai landasan teori atau untuk memperkuat pendapat dalam pemecahan persoalan. Cara menulisnya yaitu kurung buka tulis nama penulis buku tersebut, tulis tahun penerbitan dan nomor halaman yang dikutip kurung tutup. Contoh : kekuasaan selalu ada dalam setiap masyarakat baik yang tradisional maupun yang modern, hanya dibagi-bagi sesuai dengan fungsinya, kalau tidak dibagi justru timbul makna yang pokok dari kekuasaan yaitu tirani yang akan mampu mempengaruhi semua pihak sesuai kehendak pemegang kekuasaan (Inu Kencana Syafi ie, 2003: 133). b. Secara keseluruhan tulisan dalam bentuk esai adalah horizontal/mendatar dari kiri ke kanan, oleh karena itu hindari tulisan membawah/menggandul. c. Setiap paragraf baru diawali dengan penulisan menjorok kedalam (TAB) kekanan sesuai aturan penulisan. Baris kedua dan selanjutnya menyesuikan margin yang dipakai. d. Kalimat yang baik dan benar tersusun dalam subjek, predikat, objek dan keterangan (SPOK). Dalam satu kalimat terdiri dari 18 s.d. 24 kata. Bila lebih dari 24 kata, dapat menggunakan tanda baca koma (,) untuk memenggal kalimat. e. Daftar Pustaka. Daftar yang berisi judul buku, artikel dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan/tulisan dari sumber aslinya, adapun ketentuannya penulisannya sebagai berikut : 1) Urut alfabet. 2) Nama belakang dulu, baru nama depan. 3) Tahun terbit. 4) Judul buku. 5) Kota dan Nama penerbit. 6) Bila penulisnya sama, dengan cara : Mana yang terbit lebih dulu.

55 6 Contoh : 1) Alam, Buchari, Pengantar Bisnis. Bandung : Alfabet. 2) Handayaninggrat, Soewarno Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen. Jakarta : CV. Haji Masagung. 2) Sugioyono Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta. 3) Metode Penelitian Kuantitatif dan RD. Bandung : Alfebeta. f. Penomoran subbab dan anak subbab dalam satu rangkaian kalimat mendatar, contoh :...A..., yaitu : 1....; 2....; 4....; dan 4...., B...., yaitu: 1....; 2....;3....; dan 4....meliputi ; a...., terdiri dari : 1)...; 2)...; 3)...;dan 4)...; b....; c....; dan d.... Bentuk penomoran ini berlaku sama untuk setiap alinea atau paragraf dalam tulisan esai. g. Judul esai dikembangkan dari Topik yang tertuang dalam Kerangka Acuan atau Terms Of Reference ( TOR). h. Jumlah kata dalam penulisan esai minimal 1600 kata atau 8 halaman, ditulis tangan. i. Alokasi waktu pengerjaan esai selama 5 jam (300 menit). j. Lampiran : 1) Alur Pikir. 2) Daftar Pustaka. k. Contoh : Judul dan Panduan menulis isi kerangka esai PERAN BABINSA DALAM MEMBENDUNG RADIKALISME DI WILAYAH BINAAN Pendahuluan pada alinea pertama, penulis esai (esais) menguraikan atau menarasikan latar belakang terjadinya masalah (antara harapan dan kenyataan tidak sama) terhadap variabel judul esai... dstnya...

56 pada alinea kedua, esais menguraikan identifikasi persoalan yang akan dibahas dan membuat rumusan masalah sesuai judul esai dstnya pada alinea ketiga, esais menguraikan atau menarasikan pentingnya memecahkan masalah sesuai dengan judul esai dan metode yang digunakan dalam penulisan dstnya pada alinea keempat, esais menguraikan nilai guna tulisan, maksud dan tujuan penulisan serta ruang lingkup pembatasan (bila ada) dalam pemecahan setiap persoalan dstnya... Pembahasan pada alinea pertama, esais membuat uraian kalimat pengantar untuk mengulas tentang gagasan atau ide berupa sub judul (pada alinea kedua, berupa gagasan pertama yaitu sub judul) Esais menguraikan, data atau fakta-fakta empirik/kenyataan terhadap variabel judul esai saat ini, beserta alasan mengapa hal tersebut terjadi A..., yaitu : 1....; ; 3....; dan B , yaitu ; 1....; 2....; ; dan 4...., meliputi : a....; b ; C...., terdiri dari : 1)...; 2)...; dan 3)......; dan D....

57 Esais menguraikan keinginan atau harapan yang ingin dicapai, untuk memperbaiki atau memperbaharui yang menyimpang dari teori atau bujuk yang ada saat ini dstnya esais membuat analisa hubungan kausal (hubungan sebab akibat) dengan pendekatan teori atau Bujuk (minimal 2 teori atau Bujuk) terhadap setiap persoalan yang ditemukan penulis esai (esais), agar ditemukan solusi pemecahannya dstnya Esais menguraikan kendala dan kelemahan yang ada, dalam memecahkan setiap persoaln tersebut dstnya Esais menguraikan cara mengatasi kendala dengan memanfaatkan peluang atau kemampuan yang ada dstnya......(pada alinea ketiga, berupa gagasan kedua yaitu sub judul) Esais menguraikan, data atau fakta-fakta empirik/kenyataan terhadap variabel judul esai saat ini, beserta alasan mengapa hal tersebut terjadi A...., yaitu : 1....; ; 3....; dan B....

58 ..., yaitu ; 1....; 2....; ; dan 4...., meliputi : a....; b ; c...., terdiri dari : 1)...; 2)...; dan 3)......; dan d Esais menguraikan keinginan atau harapan yang ingin dicapai, untuk memperbaiki atau memperbaharui yang menyimpang dari teori atau bujuk yang ada saat ini dstnya esais membuat analisa hubungan kausal (hubungan sebab akibat) dengan pendekatan teori atau Bujuk (minimal 2 teori atau Bujuk) terhadap setiap persoalan yang ditemukan penulis esai (esais), agar ditemukan solusi pemecahannya dstnya Esais menguraikan kendala dan kelemahan yang ada, dalam memecahkan setiap persoaln tersebut dstnya esais menguraikan cara mengatasi kendala dengan memanfaatkan peluang atau kemampuan yang ada dstnya......(pada alinea keempat berupa gagasan ketiga yaitu sub judul) dstnya... (uraian penulisan sama dengan bentuk pada gagasan pertama dan kedua).

59 10 Penutup. Kesimpulan, Esais menguraikan atau membuat rangkuman secara singkat tetapi padat tentang hasil pemecahan dari setiap persoalan dstnya dstnya... Saran Esais membuat rekomendasi, penawaran atau solusi kepada subjek untuk tindakan selanjutnya terhadap persoalan yang ditemukan dstnya dstnya...

60 MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT SEKOLAH STAF DAN KOMANDO Sublampiran E Lampiran Keputusan Danseskoad Nomor Kep/ /VI/2015 Tanggal Juni 2015 KETENTUAN PESERTA SELEKSI TAHAP II/A CASIS DIKREG LIV SESKOAD TA Sebelum Masuk Ruangan Seleksi. a. Memelihara ketertiban dan ketenangan suasana ujian selama berada di luar ruangan ujian; b. Menyiapkan Kartu Tanda Peserta (KTP) seleksi Tahap II/A Casis Seskoad, alat tulis dan perlengkapan lainnya : 1) Pensil, pullpen/ballpoint/spidol warna hitam/biru/merah; 2) Penghapus/Type Ex, protractor; dan 3) Penggaris. c. Pada jam J-40 menit peserta seleksi melaksanakan apel untuk masuk ruangan ujian, diambil oleh penguji. 2. Masuk Ruangan Seleksi. a. Pada jam J-30 menit, atas perintah penguji peserta seleksi memasuki ruangan ujian; b. Peserta tidak membawa buku catatan, kertas, HP, kalkulator, jam tangan digital, kamera dan sejenisnya. c. Apabila ruangan tidak dilengkapi tempat menyimpan tutup kepala, maka tutup kepala peserta disimpan dalam tas masing-masing; dan d. Menjawab persoalan ujian menggunakan ballpoint warna hitam kecuali ujian Aplikasi. 3. Dalam Ruangan Seleksi. a. Peserta mengambil tempat duduk sesuai nomor peserta masing-masing yang telah ditentukan oleh penguji; b. Meletakan kartu tanda peserta (KTP) di sudut kanan atas meja masingmasing dan menyiapkan alat tulis;

61 2 c. Sebelum Jam "J" : 1) Atas perintah penguji, peserta seleksi dapat memeriksa naskah ujian dari kemungkinan adanya : a) Ralat atau pembetulan; b) Kerusakan naskah atau cetakan yang kurang jelas; dan c) Jumlah lembaran/halaman naskah. 2) Segera melapor dan menanyakan kepada penguji apabila menemukan permasalahan yang berhubungan dengan naskah atau ada halhal yang diragukan; 3) Mengisi nomor peserta pada amplop naskah ujian pada kolom yang disediakan atas perintah penguji; dan 4) Mengisi lembar kehormatan atas perintah penguji. d. Jam "J". 1) Setelah ada petunjuk/perintah dari penguji atau tanda/bel dari sekretariat posko seleksi, mulai mengerjakan persoalan ujian sesuai alokasi waktu yang ditentukan; dan 2) Sebelum mulai mengerjakan persoalan, baca dan pahami serta ikuti petunjuk yang terdapat pada lembar petunjuk. e. Selama Pelaksanaan Ujian. 1) Memelihara ketertiban dan ketenangan suasana ruangan ujian; 2) Mengerjakan persoalan tidak harus berurutan sesuai nomor urut persoalan; 3) Menggunakan alat tulis sesuai ketentuan : a) Warna hitam : untuk semua materi ujian; dan b) Warna merah dan lainnya : hanya untuk oleat. 4) Sambil bekerja, menandatangani daftar hadir dan kartu tanda peserta yang diedarkan oleh pembantu penguji; 5) Menanyakan hal-hal yang kurang/tidak jelas hanya kepada penguji/ pembantu penguji dengan cara mengangkat tangan;

62 3 6) Meneliti kembali jawaban persoalan sebelum meninggalkan ruangan ujian; 7) Berhenti mengerjakan persoalan apabila penguji mengumumkan bahwa waktu ujian telah selesai; 8) Hal-hal yang diizinkan : a) Ke kamar kecil dengan pengawasan oleh pembantu penguji; dan b) Minum, makan permen dan makanan kecil lainnya hanya pada ujian aplikasi. (membawa sendiri). 9) Hal-hal yang dilarang : a) Membuat gaduh dan melakukan tindakan atau kegiatan yang mengganggu peserta lain; b) Membawa/menggunakan contekan/taipak/kertas tulis/catatan selain yang diberikan oleh panitia seleksi; c) Berhubungan langsung/tidak langsung dengan peserta seleksi lain selama masih berada dalam ruangan ujian; d) Berbuat sesuatu yang patut dicurigai/dianggap tidak jujur; e) Menuliskan nama, pangkat, NRP, nomor ujian, catatan, kode sandi atau tanda-tanda khusus pada naskah ujian atau jawaban persoalan; f) Meminta/meminjam kembali naskah ujian atau jawaban persoalan yang telah dikumpulkan; g) Selama pelaksanaan ujian dilarang membawa peralatan elektronik dalam bentuk apapun; dan h) Selama pelaksanaan ujian dilarang membawa telepon genggam ke dalam ruang ujian. 10) Pelanggaran dan sanksi. Peserta yang melakukan pelanggaran, kepadanya diberikan sanksi sebagai berikut : a) Peringatan pertama. Penguji memberikan kartu "PERINGATAN 1" WARNA PUTIH;

63 4 b) Peringatan kedua. Penguji memberikan kartu "PERINGATAN 2" WARNA KUNING dan memberikan pengawasan khusus. Peserta melanjutkan dan mengerjakan persoalan ujian dan diberikan catatan khusus; c) Peringatan ketiga. Penguji memberikan kartu "PERINGATAN 3" WARNA MERAH. Pada peringatan ini penguji melaksanakan tindakan : f. Selesai mengerjakan Persoalan. (1) Menarik naskah ujian yang sedang dikerjakan dari peserta seleksi yang bersangkutan; (2) Memerintahkan peserta seleksi untuk mengisi dan menandatangani lembar bukti pelanggaran; (3) Memerintahkan peserta seleksi ke ruangan panitia menunggu petunjuk dari ketua kelompok penguji; (4) Penguji yang memberi peringatan segera melaporkan pelanggaran tersebut kepada ketua kelompok penguji; (5) Ketua kelompok penguji melaporkan kejadian tersebut kepada ketua Pansel; dan (6) Ketua Pansel dapat memutuskan peserta yang melakukan pelanggaran untuk tidak diperkenankan mengikuti tes materi seleksi selanjutnya. 1) Peserta yang telah menyelesaikan jawaban persoalan sebelum batas waktu yang ditentukan dapat meninggalkan ruangan ujian; 2) Peserta harus menghentikan pekerjaannya setelah penguji menyatakan waktu ujian selesai; 3) Seluruh naskah ujian, jawaban persoalan dan kertas, baik yang digunakan maupun tidak digunakan dimasukan dalam amplop naskah dan menutup dengan lem/penjilid/staples; 4) Meletakkan amplop naskah ujian tetap di atas mejanya dan akan diambil langsung oleh penguji/ pembantu penguji; dan 5) Menerima KTP dan yakinkan bahwa penguji dan peserta seleksi telah menandatangani kolom materi ujian yang telah dilaksanakan. 4. Keluar Ruangan Ujian. Peserta keluar ruangan ujian dengan tertib dan mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian berikutnya sesuai jadwal.

64 MARKAS BESARANGKATAN DARAT SEKOLAH STAF DAN KOMANDO Sublampiran F Lampiran Keputusan Danseskoad Nomor Kep/ /VI/2015 Tanggal Juni 2015 PELAKSANAAN PEMERIKSAAN PSIKOLOGI SELEKSI TAHAP II/A CASIS DIKREG LIV SESKOAD TA Tujuan. Untuk mendapatkan data awal tentang kondisi psikologis peserta seleksi Tahap II/A yang akan digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan peserta seleksi tahap II/B Casis Dikreg LIV Seskoad TA Metode. a. Paper and pencil test (Klasikal); dan b. Observasi. 3. Aspek Pemeriksaan. a. Kecerdasan. Potensi kecerdasan serta pengembangan dalam memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi secara efektif dan efisien; b. Penyesuaian Diri. Pengaturan dorongan, perasaan dan pikiran untuk memberikan reaksi-reaksi yang selaras dalam melaksanakan hubungan sosial; dan c. Sikap Kerja. Pengarahan kemauan, kemampuan dan keterampilannya untuk berprestasi secara optimal di dalam melaksanakan tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya. 4. Aspek Penilaian. a. Pedoman pemeriksaan psikologi adalah Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/49/II/2000 tanggal 4 Februari 2000 tentang Buku Petunjuk Teknik Pemeriksaan psikologi dalam rangka seleksi Nomor : 54-N-05; b. Penilaian hasil pemeriksaan psikologi dilakukan oleh Kadispsiad yang diperoleh dari hasil matriks unsur kecerdasan dan kepribadian sesuai Surat Telegram Kasad Nomor ST / 1784 / 2011 tanggal 8 September 2011, seperti tercantum dalam kolom sebagai berikut :

65 2 SE KEC B CB+ CB CB- C+ C C- S+ S K I R 100 R 99 R 96 R 91 R 84 R 75 S64 T 51 T 36 T 19 II R 98 R 97 R 94 R 90 R 83 R 74 S63 T50 T 35 T 18 III R 95 R 93 R 92 R 87 R 80 R 71 S60 T47 T 32 T15 IV R 89 R 88 R 86 R 85 R 78 R 70 S 59 T46 T 31 T 14 V R 82 R 81 R 79 R 77 R 76 R 67 S56 T43 T 28 T 11 VI R 73 R 72 R 69 R 68 R 66 R 65 S 54 T41 T 27 T 10 VII S 62 S 61 S58 S 57 S 55 S 53 S52 T39 T24 T 7 VIII T 49 T 48 T 45 T 44 T 42 T40 T38 T 37 T 22 T 6 IX T 34 T33 T 30 T29 T26 T 25 T 23 T 21 T 20 T 3 X T 17 T16 T13 T12 T 9 T8 T 5 T 4 T 2 T 1 Keterangan : Aspek Kecerdasan. Aspek Stabilitas Emosi. I : Sangat Cemerlang. B : Baik. II : Cemerlang. CB+ : Cukup Baik Plus. III : Diatas rata-rata. CB : Cukup Baik. IV : Rata-rata atas. CB- : Cukup Baik Minus. V : Rata-rata. C + : Cukup Plus. VI : Rata-rata bawah. C : Cukup. VII : Dibawah rata-rata. C - : Cukup Minus. VIII : Sedang. S + : Sedang Plus. IX : Kurang. S : Sedang. X : Kurang Sekali. K : Kurang. c. Penilaian Rikpsi berbentuk nilai kuantitatif (angka). 1) Lulus : R 100 R 65. 2) Lulus dipertimbangkan : S 64 S 52. 3) Tidak Lulus : T 51 T1. 5. Materi. Materi akan ditentukan kemudian oleh panitia. 6. Waktu. a. Pemeriksaan psikologi dilaksanakan pada tanggal 3 September 2015, mulai pukul sampai selesai dengan berpedoman pada penunjukan waktu setempat; dan b. Alokasi waktu tiap materi pemeriksaan dan istirahat akan diatur kemudian oleh Tim psikologi.

66 3 7. Pelaksanaan. a. Tim psikologi memberikan penjelasan secara umum tentang mekanisme pelaksanaan pemeriksaan; b. Persoalan diberikan kepada peserta seleksi secara bertahap, setelah selesai mengerjakan persoalan sebelumnya; c. Sebelum mengerjakan persoalan, akan diberikan penjelasan tentang cara menjawab pertanyaan; d. Peserta seleksi wajib mengikuti setiap petunjuk yang disampaikan Tim psikologi; dan e. Waktu menyelesaikan persoalan berpedoman pada ketentuan yang telah ditetapkan masing-masing materi pemeriksaan. 8. Petunjuk. Beberapa petunjuk yang perlu diketahui dan dilaksanakan peserta seleksi Tahap II/A agar dapat memenuhi kriteria persyaratan psikologis. Diharapkan para calon peserta mempersiapkan diri dengan cara : a. Aspek kecerdasan. 1) Membiasakan diri untuk menangkap, memahami dan memecahkan permasalahan secara komprehensif dan sistematis; 2) Memperluas dan meningkatkan wawasan; dan 3) Mengembangkan inovasi dan kreativitas. b. Aspek penyesuaian diri/kehidupan perasaan. 1) Memperluas pergaulan; 2) Membina kerjasama; 3) Menghargai dan mau menerima pendapat orang lain; 4) Fleksibel dan loyal; 5) Menghindari perasaan tidak puas terhadap lingkungan sosial (amati persoalan secara obyektif); dan 6) Peka terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain. c. Aspek sikap kerja. 1) Membiasakan diri untuk selalu merencanakan setiap pekerjaan secara efektif dan efisien; 2) Membiasakan diri bekerja secara teliti, rapi, tekun dan ulet; 3) Membiasakan diri bekerja dengan proaktif dan bersemangat;

67 4 4) Memanfaatkan waktu dan tenaga secara efektif dan efisien (jangan menunda-nunda pekerjaan); dan 5) Membiasakan diri untuk berprestasi dan bersedia menghadapi setiap tantangan dalam setiap pelaksanaan tugas. d. Menjelang pemeriksaan psikologi/jangka pendek. 1) Tidur dan istirahat yang cukup; 2) Makan dengan gizi yang memadai; 3) Pelihara kesehatan badan; dan 4) Bersikap tenang dan percaya diri.

68 MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT SEKOLAH STAF DAN KOMANDO Sublampiran G Lampiran Keputusan Danseskoad Nomor Kep/ /VI/2015 Tanggal Juni 2015 PELAKSANAAN PEMERIKSAAN KESEHATAN SELEKSI TAHAP II/A CASIS DIKREG LIV SESKOAD TA Tujuan. Pemeriksaan kesehatan bertujuan untuk mendapatkan data peserta seleksi yang memiliki kesehatan jiwa dan kesehatan fisik yang memenuhi syarat, sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan peserta seleksi tahap II/B Casis Dikreg LIV Seskoad TA Waktu. Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 4 s.d 5 September Tempat. Di masing-masing Kesdam yang ada di rayon. 4. Peserta. Sesuai Sprin Kasad. 5. Pelaksanaan. a. Sehari sebelum pemeriksaan kesehatan fisik, tim pemeriksa kesehatan mengumumkan kepada peserta seleksi untuk berpuasa mulai pukul WIB dalam rangka pemeriksaan/pengambilan contoh darah dan air seni. b. Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan mulai pukul sampai selesai dengan uraian kegiatan sebagai berikut : 1) peserta sudah siap di RS Kesdam sesuai rayon masing-masing pada pukul dan sudah puasa mulai pukul malam hari sebelumnya; 2) tim kesehatan memberikan penjelasan tentang mekanisme kegiatan selama pemeriksaan berlangsung; 3) tim kesehatan melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan ketentuan; dan 4) tim kesehatan menyerahkan hasil pemeriksaan kepada Ketua Pansel. Catatan :

69 2 - selama pemeriksaan kesehatan harus menjaga ketertiban dan ketenangan, agar tidak mengganggu jalannya pemeriksaan. - bila tim penguji meragukan hasil pemeriksaan kesehatan para peserta maka akan diadakan pengecekan ulang. 6. Materi Pemeriksaan. Pemeriksaan kesehatan terdiri dari : a. anamnesa; b. fisik diagnostik; 1) berat dan tinggi badan; 2) tensi nadi; 3) penyakit dalam; 4) bedah; 5) THT; 6) mata; 7) gigi dan mulut; 8) kulit dan kelamin; dan 9) kebidanan dan kandungan (khusus wanita) c. pemeriksaan penunjang. 1) RO (foto thorax); dan 2) EKG. d. laboratorium. 1) urine lengkap dan darah rutine; 2) kimia darah, GDP, kolesterol dan trigliserida; 3) fungsi hati (SGPT, SGOT); 4) fungsi ginjal (BUN, creatin); dan 5) HBsAg e. pemeriksaan kesehatan jiwa. f. kriteria pemeriksaan. 1) stakes I Kriteria lulus ; 2) stakes II Kriteria lulus ; 3) stakes III Kriteria pertimbangan ; dan 4) stakes IV Kriteria tidak lulus.

70 3 g. Penilaian. Nilai yang diserahkan ke Pansel adalah nilai yang sudah diolah oleh tim kesehatan dengan bentuk nilai kualitatif. h. Lain lain. Alat peralatan dan formulir pemeriksaan disiapkan oleh tim kesehatan.

71 MARKAS BESARANGKATAN DARAT SEKOLAH STAF DAN KOMANDO Sublampiran H Lampiran Keputusan Danseskoad Nomor Kep/ /VI/2015 Tanggal Juni 2015 PELAKSANAAN TES KESAMAPTAAN JASMANI SELEKSI TAHAP II/A CASIS DIKREG LIV SESKOAD TA Tujuan. Untuk mendapatkan data awal tentang kondisi jasmani peserta seleksi tahap II/A yang selanjutnya akan digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan calon peserta seleksi tahap II/B Casis Dikreg LIV Seskoad TA Metode. a. Praktek; dan b. Penilaian. 3. Aspek Tes. a. Kemampuan otot lengan, kaki dan perut; dan b. Kemampuan stamina. 4. Materi dan Penilaian. a. Materi tes kesamaptaan jasmani. 1) Kesegaran - A : Lari dengan menempuh jarak 3200 m. 2) Kesegaran - B : a) pull up selama 1 menit; b) sit up selama 1 menit; c) push up selama 1 menit; dan d) shutle run 6 X 10 meter. 3) Pemeriksaan Postur Tubuh. 4) Ketangkasan (renang militer dasar menggunakan baju PDL dengan gaya dada). a) Jarak tempuh 50 meter; b) Peserta seleksi menggunakan pakaian PDL tanpa helm, senjata dan sepatu; dan c) Katagori lulus apabila peserta seleksi mampu berenang jarak 50 meter dengan nilai sesuai tabel ketangkasan yang ditentukan.

72 2 b. Penilaian. 1) Nilai akhir yang dimasukkan ke sekretariat Seldik berbentuk nilai kuantitatif; 2) Nilai mentah yang ditulis dalam formulir penilaian masing-masing peserta diserahkan ke sekretariat Seldik; 3) Klasifikasi. a) Baik Sekali (BS) nilai kuantitatif 81 sampai 100; b) Baik (B) nilai kuantitatif 61 sampai 80; c) Cukup (C) nilai kuantitatif 41 sampai 60; d) Kurang (K) nilai kuantitatif 21 sampai 40; dan e) Kurang Sekali (KS) nilai kuantitatif 1 sampai 20 4) Katagori. Katagori lulus apabila peserta seleksi mendapat nilai kuantitatif 70 dengan catatan tidak ada nilai mati (41) dari salah satu materi tes; 5) Bobot nilai. Materi kesegaran jasmani A dan B diberi bobot 90% sedangkan renang militer dasar diberi bobot 10%; dan 6) Nilai postur tubuh L dan TL. Nilai postur tidak diperhitungkan apabila nilai kesamaptaan jasmani 70. 7) Khusus untuk dokter spesialis, berdasarkan ST Kasad Nomor ST/3183/2014 tanggal 18 November 2014, Casis tidak mengikuti kesegaran B (hanya melaksanakan kesegaran A dan ketangkasan renang). Untuk penilaian kesegaran A dan ketangkasan renang mengacu pada tabel dan kategori yang tertera pada norma Jasmani sesuai Skep Kasad nomor 107 untuk Dikbangum. NORMA PENILAIAN KHUSUS dr. SPESIALIS K A T A G O R I GAR JAS A LARI 3200 M GAR A KHUSUS dr. SPESIALIS PULL UP SIT UP GARJAS B PUSH UP SHUTTLE RUN RATA RATA A POSTUR TUBUH UKUR TB & BB KETANGKASAN (RENMILSAR) L M TL M 5. Waktu. a. Tes kesamaptaan jasmani dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa tanggal 7 dan 8 September 2015; dan

73 b. Pelaksanaan kegiatan tes mulai pukul waktu setempat. 6. Pelaksanaan. 3 a. Wakil Ketua bidang jasmani/penguji jasmani tingkat pusat memberikan petunjuk kepada Ketua Tim seleksi jasmani Kodam/Rayon tentang pelaksanaan tes kesamaptaan jasmani yang akan dilaksanakan di rayon-rayon; b. Pelaksanaan tes kesamaptaan jasmani dilaksanakan oleh Tim jasmani Panda/Rayon dengan supervisi/pengawasan penguji jasmani pusat; c. Ketua Tim jasmani pusat memberikan arahan dan petunjuk pelaksanaan tes kesamaptaan jasmani kepada para testor dan peserta seleksi tahap II/A; d. Peserta tes kesamaptaan jasmani adalah peserta seleksi yang dinyatakan memenuhi syarat kesehatan oleh Tim kesehatan; e. Tim kesehatan rayon memeriksa tensi dan denyut nadi peserta seleksi; f. Ketua Tim jasmani memberikan arahan dan petunjuk kepada peserta seleksi; g. Peserta melaksanakan materi tes kesegaran, postur tubuh dan ketangkasan renang militer dasar; h. Testor melaksanakan penilaian sesuai kemampuan peserta seleksi; i. Ketua Tim jasmani pusat menghimpun data hasil tes jasmani; j. Ketua Tim jasmani memberikan arahan dan petunjuk setelah seluruh peserta selesai melaksanakan tes; dan k. Nilai hasil tes diserahkan kepada penguji tingkat pusat. Catatan : - bila peserta seleksi mendapat catatan dari Tim kesehatan (hasil pemeriksaan kesehatan), dilaporkan kepada Tim jasmani selanjutnya pelaksanaan tes kesamaptaan jasmani bagi yang bersangkutan akan diawasi secara khusus oleh Tim jasmani; dan - bila ada peserta seleksi yang kesehatannya dilakukan pemeriksaan ulang, maka pelaksanaan tes kesamaptaan jasmani bagi yang bersangkutan ditunda dan dilaksanakan pada kesempatan berikutnya. 7. Lain-lain. Pedoman penilaian jasmani. a Surat Keputusan Kasad Nomor Kep/83/III/2013 tanggal 19 Maret 2013 tentang Pemberlakuan Tes Kesegaran Jasmani Lari 3200 meter. b. Pelaksanaan tes kesemaptaan jasmani berpedoman pada Buku Petunjuk Teknik tentang Tes Kesemaptaan Jasmani Prajurit dan Calon Prajurit, Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/107/IV/2013 tanggal 3 April c. Surat Telegram Kasad No ST/1058/2014, tanggal 11 April 2014 tentang perubahan norma penilaian tes kesemaptaan jasmani pada seluruh penyelenggaraan seleksi pendidikan (Diktuk, Dikbangum dan Dikbangspes) dan uji kompetensi jabatan di lingkungan TNI AD. d. Surat Edaran Kadisjasad Nomor : SE/2/V/2014 tanggal 30 Mei 2014 tentang pencabutan ST Kadisjasad Nomor : ST/36/2012 tentang pemberlakuan norma

74 4 jasmani bagi prajurit cacat. Dasar ini disahkan dengan peraturan Panglima TNI Nomor : Perpang/23/X/2013 tanggal 28 Oktober 2013 tentang Administrasi Pemberian Santunan dan Tunjangan Cacat Prajurit TNI. e. Formulir penilaian disiapkan oleh Tim jasmani. f. Blanko tes kesamaptaan jasmani seleksi tahap II/A pada Subsublampiran 1, 2 dan 3 Sublampiran I.

75 MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT SEKOLAH STAF DAN KOMANDO Subsublampiran 1 Sublampiran H Lampiran Keputusan Danseskoad Nomor Kep/ /VI/2015 Tanggal Juni 2015 BLANKO TES KESAMAPTAAN JASMANI SELEKSI TAHAP II/A CASIS DIKREG LIV SESKOAD TA 2016 MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT DINAS JASMANI No. LEMBAR KEHORMATAN Nomor Barcode Nama : Pangkat/Korps/NRP : Jabatan : Kesatuan : Nomor Tes/Nomor Dada : Tanda Tangan.. Tanggal Lahir. No. Nomor Barcode Kesegaran Jasmani A JARAK TEMPUH 3200 M WAKTU NILAI...

76 2 Kesegaran Jasmani B No. MATERI KUANTITAS NILAI 1. Pull Up. kali 2. Sit Up. kali 3. Push Up. kali 4. Suthle Run. detik Nilai rata-rata = ( ) 4 = NILAI KESEGARAN A NILAI KESEGARAN B RATA-RATA. NILAI PRESTASI A + B 2 Tanda Tangan September 2015 Kapokji,. Testor,. Peserta,.

77 MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT SEKOLAH STAF DAN KOMANDO Subsublampiran 2 Sublampiran H Lampiran Keputusan Danseskoad Nomor Kep/ /VI/2015 Tanggal Juni 2015 BLANKO TEST BIDANG JASMANI (POSTUR) SELEKSI TAHAP II/A CASIS DIKREG LIV SESKOAD TA 2016 No... Nama : LEMBAR KEHORMATAN Pangkat/Korps/NRP : TandaTangan Jabatan : Kesatuan : Asal Panda :... Penyakit berat yang pernah diderita : Nomor Barcode Tanggal Lahir :... No.. 1. Pengukuran Tinggi dan Berat Badan.. a. Tinggi =... Cm. b. Berat =... Kg. 2. Kelainan Struktur Anatomis. NO BAGIAN TUBUH YANG DIAMATI 1 Kepala/muka termasuk Panca Indra 2 Bahu 3 Tulang Belakang/Punggung 4 Dada 5 Perut 6 Pinggul 7 Lengan, Tangan dan Jari 8 Tungkai, Kaki dan Jari JUMLAH... HASIL PENGAMATAN N 1 N 2 N 3 N 4 N 5 Nomor Barcode KET

78 2 3. Sikap gerak dan penampilan. a. TSM =... b. TSM 1 =... c. TSM 2 =... d. TSM 3 = Nilai Prestasi (NP) =... September 2015 Ketua Tim Jasmani, Testor,. Mengetahui : Ketua Kelompok Penguji,..

79 MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT SEKOLAH STAF DAN KOMANDO Subsublampiran 3 Sublampiran H Lampiran Keputusan Danseskoad Nomor Kep/ /VI/2015 Tanggal Juni 2015 BLANKO TEST BIDANG JASMANI (RENANG MILITER DASAR) SELEKSI TAHAP II/A CASIS DIKREG LIV SESKOAD TA 2016 No... Nama : LEMBAR KEHORMATAN Pangkat/Korps/NRP : Nomor Barcode Tanggal Lahir : Tanda Tangan Jabatan : Kesatuan : Asal Panda :... Penyakit berat yang pernah diderita : Tanggal Lahir : 1. Jarak tempuh 50 meter. No... Nomor Barcode 2. Waktu tempuh = Nilai Prestasi (NP) =...

80 Ketua Tim Jasmani, Testor,. Mengetahui : Ketua Kelompok Penguji,..

81 MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT SEKOLAH STAF DAN KOMANDO SEKOLAH STAF DAN KOMANDO AD PANITIA SELEKSI TAHAP II NOMOR :... KARTU TANDA PESERTA (Untuk Peserta) Nama lengkap :... Pangkat/Korps/Nrp :... Jabatan :... FOTO... 4 x 6 Kesatuan :... Tempat, Tgl. Lahir :... Dikum Tertinggi :... Tahun... (tanda tangan) Sumber Dik Pa :... Tahun... Dikbangum tertinggi :... Tahun.. Seleksi Seskoad Ke :... (...) Nomor Peserta :... Sublampiran I Lampiran Keputusan Danseskoad Nomor Kep/ /VI/2015 Tanggal Juni 2015 SEKOLAH STAF DAN KOMANDO AD PANITIA SELEKSI TAHAP II NOMOR :... KARTU TANDA PESERTA (Untuk Penguji) Nama lengkap :... Pangkat/Korps/Nrp :... Jabatan :... FOTO... 4 x 6 Kesatuan :... Tempat, Tgl. Lahir :... Dikum Tertinggi :... Tahun... (tanda tangan) Sumber Dik Pa :... Tahun... Dikbangum tertinggi :...Tahun... Seleksi Seskoad Ke :... (...) Nomor Peserta :... NO MATERI SELEKSI TANDA TANGAN PESERTA PENGUJI NO MATERI SELEKSI TANDA TANGAN PESERTA PENGUJI SELEKSI TAHAP II/A 1. KARLISMIL / ESSAI 2. PENGETAHUAN MILITER 3. PENGETAHUAN UMUM 4. APL DINAS STAF & TAKTIK 5. PEMERIKSAAN PSIKOLOGI 6. PEMERIKSAAN KESEHATAN 7. KESAMAPTAAN JASMANI SELEKSI TAHAP II/B 1. PAPARAN ESAI 2. LISAN AKADEMIK (APL, P MIL & P UM) 3. BAHASA INGGRIS (TOEFL) 4. PENDALAMAN PSIKOLOGI 5. PEMERIKSAAN KESEHATAN SELEKSI TAHAP II/A 1. KARLISMIL / ESSAI 2. PENGETAHUAN MILITER 3. PENGETAHUAN UMUM 4. APL DINAS STAF &TAKTIK 5. PEMERIKSAAN PSIKOLOGI 6. PEMERIKSAAN KESEHATAN 7. KESAMAPTAAN JASMANI SELEKSI TAHAP II/B 1. PAPARAN ESSAI 2. LISAN AKADEMIK (APL, P MIL & P UM) 3. BAHASA INGGRIS (TOEFL) 4. PENDALAMAN PSIKOLOGI 5. PEMERIKSAAN KESEHATAN Catatan : Diisi dengan huruf cetak. Catatan : Diisi dengan huruf cetak.

82 MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT SEKOLAH STAF DAN KOMANDO Sub Lampiran J Lampiran Keputusan Danseskoad Nomor Kep/ /VI/2015 Tanggal Juni 2015 LEMBAR KEHORMATAN SELEKSI TAHAP II/A CASIS DIKREG LIV SESKOAD TA 2016 SEKOLAH STAF DAN KOMANDO AD PANITIA SELEKSI TAHAP II CAP LEMBAR KEHORMATAN NAMA PANGKAT/KORPS/NRP JABATAN KESATUAN NOMOR PESERTA :... :... :... :... :... NOMOR NASKAH NOMOR KODE Catatan : Diisi dengan huruf cetak 1. Warna. Pink; 2. Kegunaan. Sebagai tanda pengenal diri peserta seleksi pada naskah ujian dan jawaban persoalan peserta seleksi; 3. Cara Penggunaan. Dilekatkan pada lembar jawaban persoalan peserta seleksi pada lembar depan dibagian atas; 4. Pengisian. a. Kolom tengah : Diisi oleh peserta seleksi; dan b. Kolom kanan : Diisi oleh panitia seleksi. 5. Lain-lain. Setiap materi ujian, lembar kehormatan harus tetap melekat/terpasang pada lembar jawaban peserta, kecuali materi ujian teori yang menggunakan lembar jawaban komputer (LJK) sudah tercantum di bagian atas.

83 MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT SEKOLAH STAF DAN KOMANDO Sublampiran K Lampiran Keputusan Danseskoad Nomor Kep/ /VI/2015 Tanggal Juni 2015 DAFTAR HADIR PESERTA SELEKSI TAHAP II/A CASIS DIKREG LIV SESKOAD TA 2016 Rayon / Ruangan :... Tanggal :... Materi Seleksi :... NO URUT 1. NAMA PKT/KORP/ NRP NOMOR PESERTA TANDA TANGAN KET dst Catatan : Peserta menandatangani daftar hadir yang disiapkan..., September 2015 Penguji, Lampiran : Subsublampiran (Pelengkap Daftar Hadir) ( N a m a ) ( Pkt, Korp, NRP )

84 MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT SEKOLAH STAF DAN KOMANDO Sublampiran L Lampiran Keputusan Danseskoad Nomor Kep/ /VI/2015 Tanggal Juni 2015 BERITA ACARA SERAH TERIMA NASKAH SELEKSI TAHAP II/A CASIS DIKREG LIV SESKOAD TA Berdasarkan Keputusan Danseskoad Nomor : Kep/.. /VI/2015 tanggal... Juni 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Seleksi Tahap II/A Calon Siswa Dikreg LIV Seskoad TA Pada hari ini...,tanggal September 2015, pukul... kami : a. Pihak ke I : Nama : Pangkat/Korps : NRP : Jabatan : b. Pihak ke II : Nama : Pangkat/Korps : NRP : Jabatan : Pihak I dan pihak II dengan sungguh-sungguh telah mengadakan serah terima Naskah Seleksi Tahap II/A Calon Siswa Dikreg LIV Seskoad TA 2016 sebanyak. Koper, adapun nomor kopor sebagai berikut :.. 4. Uraian.

85 2 5. Berita Acara ini kami buat dengan seksama dan penuh rasa tanggung jawab , September 2015 Pihak ke II, Pihak ke I, Catatan : ( N a m a ) ( Pkt, Korp, NRP) ( N a m a ) ( Pkt, Korp, NRP) - Diisi dengan singkat, jelas dan lengkap; - Dibuat rangkap 2 (dua); dan - Apabila dipandang perlu dapat dibuat lampiran tersendiri.

86 MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT SEKOLAH STAF DAN KOMANDO Sublampiran M Lampiran Keputusan Danseskoad Nomor Kep/ /VI/2015 Tanggal Juni 2015 LEMBAR KONTROL PENEMPATAN PESERTA SELEKSI TAHAP II/A CASIS DIKREG LIV SESKOAD TA 2016 Hari :..., Tanggal:...September 2015 Pukul :... Materi :..., Ruang:... NO NAMA PKT/KORP NRP NO MEJA KET dst Penguji, ( N a m a ) ( Pkt, Korp, NRP )

87 MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT SEKOLAH STAF DAN KOMANDO Sublampiran N Lampiran Keputusan Danseskoad Nomor Kep/ /VI/2015 Tanggal Juni 2015 NO MEJA DENAH RUANGAN UJIAN SELEKSI TAHAP II/A CASIS DIKREG LIV SESKOAD TA 2016 PEMBANTU PENGUJI SESKOAD/PANDA Catatan : - Penempatan meja disesuaikan dengan kondisi ruangan ujian yang ada di Panda/rayon. TELAH DITELITI OLEH PEJABAT PARAF TANGGAL Pabandya Sekretaris II Sekretaris I

88 MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT SEKOLAH STAF DAN KOMANDO Subsublampiran 1 Sublampiran N Lampiran Keputusan Danseskoad Nomor Kep/ /VI/2015 Tanggal Juni 2015 PAPAN TULIS / WHITE BOARD PEMBANTU PENGUJI SESKOAD PEMBANTU PENGUJI SESKOAD/PANDA Catatan : - Penempatan naskah ujian sesuai dengan hasil undian.

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI TENTARA NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI TENTARA NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI TENTARA NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 12 ayat (4)

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2010 TENTANG ADMINISTRASI PRAJURIT TENTARA NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2010 TENTANG ADMINISTRASI PRAJURIT TENTARA NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2010 TENTANG ADMINISTRASI PRAJURIT TENTARA NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

Edisi September Edit.indd 1 01/11/2012 9:08:36

Edisi September Edit.indd 1 01/11/2012 9:08:36 Edisi September Edit.indd 1 01/11/2012 9:08:36 Edisi September Edit.indd 2 01/11/2012 9:08:38 www.tniad.mil.id Jurnal Vol. 32 No. 3 September 2012 Media Informasi dan Komunikasi TNI AD D A F T A R Sistem

Lebih terperinci

KEPUTUSAN PANGLIMA TNI Nomor Kep/692/IX/2011. tentang ORGANISASI PELAKSANA REFORMASI BIROKRASI TENTARA NASIONAL INDONESIA

KEPUTUSAN PANGLIMA TNI Nomor Kep/692/IX/2011. tentang ORGANISASI PELAKSANA REFORMASI BIROKRASI TENTARA NASIONAL INDONESIA TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR KEPUTUSAN PANGLIMA TNI Nomor Kep/692/IX/2011 tentang PELAKSANA REFORMASI BIROKRASI TENTARA NASIONAL INDONESIA PANGLIMA TENTARA NASIONAL INDONESIA Menimbang : Bahwa

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:a. bahwa pertahanan negara

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN PERTAHANAN. PNS. Pokok- Pokok. Pembinaan.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN PERTAHANAN. PNS. Pokok- Pokok. Pembinaan. No.175, 2009 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN PERTAHANAN. PNS. Pokok- Pokok. Pembinaan. PERATURAN MENTERI PERTAHANAN NOMOR 09 TAHUN 2009 TENTANG POKOK-POKOK PEMBINAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DEPARTEMEN

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KEAMANAN NASIONAL

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KEAMANAN NASIONAL RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG KEAMANAN NASIONAL Jakarta, 16 Oktober 2012 RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG KEAMANAN NASIONAL DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PENGANGKATAN ANGGOTA TENTARA NASIONAL INDONESIA YANG TELAH SELESAI MENUNAIKAN MASA DINASNYA MENJADI ANGGOTA CADANGAN TENTARA NASIONAL INDONESIA (Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1981 Tanggal 5 Oktober

Lebih terperinci

: Pukul 08.30 12.00 Wita

: Pukul 08.30 12.00 Wita Kode Program Studi 1. Fakultas Hukum Kode 20 Program Studi Ilmu Hukum 2. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Kode 21 Program Studi Ilmu Pemerintahan Kode 22 Program Studi Ilmu Administrasi Negara (Konsentrasi

Lebih terperinci

Media Informasi dan Komunikasi TNI AD

Media Informasi dan Komunikasi TNI AD Media Informasi dan Komunikasi TNI AD Volume 32 No. 2 Juni 2012 1 Edisi Juni_OK.indd 1 13/06/2012 10:20:42 Jurnal Yudhagama 2 Volume 32 No. 2 Juni 2012 Edisi Juni_OK.indd 2 13/06/2012 10:20:43 www.tniad.mil.id

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 86, 2012 KEMENTERIAN PERTAHANAN. Kebijakan. Sistem Informasi. Pertahanan Negara. PERATURAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2011 TENTANG KEBIJAKAN

Lebih terperinci

PENGUMUMAN PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL TAHUN ANGGARAN 2012. Nomor : PENG/ 01/ VII/ 2012/BNN

PENGUMUMAN PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL TAHUN ANGGARAN 2012. Nomor : PENG/ 01/ VII/ 2012/BNN PENGUMUMAN PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL TAHUN ANGGARAN 2012 Nomor : PENG/ 01/ VII/ 2012/BNN Badan Narkotika Nasional Tahun Anggaran 2012 akan menerima pendaftaran

Lebih terperinci

UNIVERSITAS SEBELAS MARET PROGRAM STUDI D3 TEKNIK INFORMATIKA PELAKSANAAN TUGAS AKHIR. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR Hal. 1 dari 3

UNIVERSITAS SEBELAS MARET PROGRAM STUDI D3 TEKNIK INFORMATIKA PELAKSANAAN TUGAS AKHIR. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR Hal. 1 dari 3 I. TUJUAN Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan Tugas Akhir (TA) di D3 Teknik Informatika. II. DASAR PENETAPAN Aturan pengajuan proposal TA mahasiswa pada Program D3 Teknik Informatika dibuat berdasarkan:

Lebih terperinci

PENGUMUMAN NOMOR: 782/KP.230/A/03/2015 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2015

PENGUMUMAN NOMOR: 782/KP.230/A/03/2015 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2015 PENGUMUMAN NOMOR: 782/KP.230/A/03/2015 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2015 Dalam rangka pengisian dan mutasi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH-MAHASISWA (LKTIM) SE-JAWA-BALI 2014

PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH-MAHASISWA (LKTIM) SE-JAWA-BALI 2014 PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH-MAHASISWA (LKTIM) SE-JAWA-BALI 2014 LEMBAGA PENGEMBANGAN PENALARAN DAN PENELITIAN MAHASISWA EKONOMI (LP3ME) FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MALANG PETUNJUK

Lebih terperinci

STANDAR BIAYA PEROLEHAN SALINAN INFORMASI TNI DI LINGKUNGAN TENTARA NASIONAL INDONESIA BAB I PENDAHULUAN

STANDAR BIAYA PEROLEHAN SALINAN INFORMASI TNI DI LINGKUNGAN TENTARA NASIONAL INDONESIA BAB I PENDAHULUAN TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR Lampiran Keputusan Panglima TNI Nomor Kep / / / 2012 Tanggal, 2012 1. Umum, STANDAR BIAYA PEROLEHAN SALINAN INFORMASI TNI DI LINGKUNGAN TENTARA NASIONAL INDONESIA

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER I-04 P A L E M B A N G P U T U S A N Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer I-04 Palembang yang bersidang di Palembang

Lebih terperinci

PENGUMUMAN Nomor: PENG- 01/01.3.1/PPATK/09/14 PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN

PENGUMUMAN Nomor: PENG- 01/01.3.1/PPATK/09/14 PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN PENGUMUMAN Nomor: PENG- 01/01.3.1/PPATK/09/14 PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membuka kesempatan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

BAB I UJIAN DAN PENILAIAN

BAB I UJIAN DAN PENILAIAN BAB I UJIAN DAN PENILAIAN Ujian Mata Kuliah terdiri dari Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester. 1.1. TUJUAN UJIAN TENGAH SEMESTER DAN UJIAN AKHIR SEMESTER Penyelenggaraan ujian dimaksudkan untuk

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER I-07 B A L I K P A P A N P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer I-07 Balikpapan yang bersidang di Balikpapan

Lebih terperinci

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PROSEDUR TETAP OPERASIONAL PELAKSANAAN PENANGANAN UNJUK RASA DAN KERUSUHAN MASSA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

RAHASIA UJIAN AKADEMIK DIKTUKPA TNI AD TA 2015 MATA UJIAN : PENGMILCAB INF WAKTU : 2 X 45 MENIT TANGGAL : 23 SEPTEMBER 2014

RAHASIA UJIAN AKADEMIK DIKTUKPA TNI AD TA 2015 MATA UJIAN : PENGMILCAB INF WAKTU : 2 X 45 MENIT TANGGAL : 23 SEPTEMBER 2014 MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT PANITIA PUSAT SELEKSI CASIS DIKTUKPA/BA TNI AD TA 2015 UJIAN AKADEMIK DIKTUKPA TNI AD TA 2015 MATA UJIAN : PENGMILCAB INF WAKTU : 2 X 45 MENIT TANGGAL : 23 SEPTEMBER 2014 PETUNJUK

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA MILITER YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN MILITER II 11 YOGYAKARTA

NASKAH PUBLIKASI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA MILITER YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN MILITER II 11 YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA MILITER YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN MILITER II 11 YOGYAKARTA Disusun oleh: ADAM PRASTISTO JATI NPM : 07 05 09661

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG Draft Final 10-12-2009 PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG PENGAWASAN EKSTERNAL PENERIMAAN CALON ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

TATA CARA / INFORMASI PENDAFTARAN MAHASISWA BARU GELOMBANG III UNIVERSITAS HANG TUAH TAHUN AKADEMIK 2015/2016 PROGRAM DIPLOMA DAN SARJANA

TATA CARA / INFORMASI PENDAFTARAN MAHASISWA BARU GELOMBANG III UNIVERSITAS HANG TUAH TAHUN AKADEMIK 2015/2016 PROGRAM DIPLOMA DAN SARJANA TATA CARA / INFORMASI PENDAFTARAN MAHASISWA BARU GELOMBANG III UNIVERSITAS HANG TUAH TAHUN AKADEMIK 2015/2016 PROGRAM DIPLOMA DAN SARJANA A. JALUR MASUK MAHASISWA BARU Sistem rekrutmen mahasiswa baru UHT

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pemilihan umum secara langsung

Lebih terperinci

: 002/SWRIII/OMB/IX/2015 Hal : Orientasi Mahasiswa Baru 2015 Lampiran : 1. Peraturan Umum 2. Lembar Persetujuan Keikutsertaan OMB 2015

: 002/SWRIII/OMB/IX/2015 Hal : Orientasi Mahasiswa Baru 2015 Lampiran : 1. Peraturan Umum 2. Lembar Persetujuan Keikutsertaan OMB 2015 No : 002/SWRIII/OMB/IX/2015 Hal : Orientasi Mahasiswa Baru 2015 Lampiran : 1. Peraturan Umum 2. Lembar Persetujuan Keikutsertaan OMB 2015 Kepada Yth, Orang tua/wali Mahasiswa Baru Angkatan 2015 Di tempat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM DISIPLIN MILITER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM DISIPLIN MILITER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM DISIPLIN MILITER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Tentara Nasional Indonesia

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2004 TENTANG PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2004 TENTANG PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2004 TENTANG PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BEKASI PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG POLA KARIR PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BEKASI

BERITA DAERAH KOTA BEKASI PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG POLA KARIR PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BEKASI BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 16 2013 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG POLA KARIR PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BEKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2003 TENTANG PERATURAN DISIPLIN ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2003 TENTANG PERATURAN DISIPLIN ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2003 TENTANG PERATURAN DISIPLIN ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 15 Tahun : 2010 Seri : E PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

Lebih terperinci

RSUD PANEMBAHAN SENOPATI

RSUD PANEMBAHAN SENOPATI PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL RSUD PANEMBAHAN SENOPATI Jln. Dr. Wahidin Sudiro Husodo Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta Kode Pos 55711 Telp. (0274) 367381, 367386, Fax. (0274) 367506 Website http//rsudps.bantulkab.go.id;

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PERTAHANAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERTAHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTAHANAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa penyelenggaraan pemilihan umum

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG PELAKSANAAN PENGAWASAN TERHADAP PENYELENGGARAAN PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) N O T A R I S

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) N O T A R I S DOKUMEN RAHASIA KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) N O T A R I S DALAM RANGKA PELAKSANAAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (HMETD) / RIGHTS ISSUE PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK JAKARTA,

Lebih terperinci

PEDOMAN PEMBEKALAN KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS INDONESIA

PEDOMAN PEMBEKALAN KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS INDONESIA PEDOMAN PEMBEKALAN KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS INDONESIA SUB DIREKTORAT OLAHRAGA DAN KEPEDULIAN PADA MASYARAKAT DIREKTORAT KEMAHASISWAAN UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2015 PENJELASAN UMUM a. Latar Belakang

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKANNASIONAL REPUBLIK INDONESIA BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PENDIDIKANNASIONAL REPUBLIK INDONESIA BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI PENDIDIKANNASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2005 BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA SOSIALISASI UJIAN NASIONAL. SMP/MTs TAHUN PELAJARAN 2013/2014

DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA SOSIALISASI UJIAN NASIONAL. SMP/MTs TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA SOSIALISASI UJIAN NASIONAL SMP/MTs TAHUN PELAJARAN 2013/2014 1 DasarPelaksanaanUjianNasional 1. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

MASTEL MASYARAKAT TELEMATIKA INDONESIA The Indonesian Infocom Society

MASTEL MASYARAKAT TELEMATIKA INDONESIA The Indonesian Infocom Society MASTEL MASYARAKAT TELEMATIKA INDONESIA The Indonesian Infocom Society ANGGARAN DASAR ANGGARAN RUMAH TANGGA 2003-2006 ANGGARAN DASAR MASTEL MUKADIMAH Bahwa dengan berkembangnya teknologi, telah terjadi

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA www.legalitas.org UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa anak adalah bagian dari generasi muda sebagai

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS BRAWIJAYA NOMOR 536 TAHUN 2013 TENTANG

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS BRAWIJAYA NOMOR 536 TAHUN 2013 TENTANG KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS BRAWIJAYA NOMOR TAHUN 0 TENTANG TENAGA KEPENDIDIKAN TETAP NON PNS UNIVERSITAS BRAWIJAYA REKTOR UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Lebih terperinci

INFORMASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA TAHUN 2015

INFORMASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA TAHUN 2015 INFORMASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA TAHUN 2015 LANDASAN HUKUM 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi 2. Peraturan Pemerintah Republik

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 190/PMK.01/2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 190/PMK.01/2008 TENTANG PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 190/PMK.01/2008 TENTANG PEDOMAN PENETAPAN, EVALUASI, PENILAIAN, KENAIKAN DAN PENURUNAN JABATAN DAN PERINGKAT BAGI PEMANGKU JABATAN PELAKSANA DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN KEUANGAN

Lebih terperinci

PROPOSAL KEGIATAN KOMPETISI MATEMATIKA DAN IPA TINGKAT SEKOLAH DASAR SE-BALI TAHUN 2014

PROPOSAL KEGIATAN KOMPETISI MATEMATIKA DAN IPA TINGKAT SEKOLAH DASAR SE-BALI TAHUN 2014 PROPOSAL KEGIATAN KOMPETISI MATEMATIKA DAN IPA TINGKAT SEKOLAH DASAR SE-BALI TAHUN 2014 A. Pendahuluan PROPOSAL KEGIATAN KOMPETISI MATEMATIKA DAN IPA TINGKAT SEKOLAH DASAR SE-BALI TAHUN 2014 Matematika

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1974 TENTANG POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHAESA. Presiden Republik Indonesia,

UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1974 TENTANG POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHAESA. Presiden Republik Indonesia, UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1974 TENTANG POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHAESA Presiden Republik Indonesia, Menimbang : a. bahwa dalam rangka usaha mencapai tujuan nasional yaitu mewujudkan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1960 TENTANG PERMINTAAN DAN PELAKSANAAN BANTUAN MILITER PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1960 TENTANG PERMINTAAN DAN PELAKSANAAN BANTUAN MILITER PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1960 TENTANG PERMINTAAN DAN PELAKSANAAN BANTUAN MILITER PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa perlu menyempurnakan cara permintaan dan pelaksanaan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG PENGELOLAAN PEGAWAI NON PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA SATUAN KERJA KEMENTERIAN KESEHATAN YANG MENERAPKAN POLA PENGELOLAAN KEUANGAN

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM I. UMUM Pemilihan Umum merupakan perwujudan kedaulatan rakyat guna menghasilkan pemerintahan yang

Lebih terperinci

MEKANISME PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU ONLINE SMA NEGERI 1 CEPU TAHUN PELAJARAN 2015 / 2016

MEKANISME PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU ONLINE SMA NEGERI 1 CEPU TAHUN PELAJARAN 2015 / 2016 MEKANISME PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU ONLINE SMA NEGERI 1 CEPU TAHUN PELAJARAN 2015 / 2016 A. Persyaratan 1. Persyaratan PPDB SMA Calon Peserta Didik : a. Telah lulus SMP / MTs / Sederajat, memiliki

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Jakarta, Desember 2011. Tim Penyusun

Kata Pengantar. Jakarta, Desember 2011. Tim Penyusun Kata Pengantar Dalam proses pembelajaran, penilaian dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai hasil belajar yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Oleh karena itu, guru wajib

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL HSL RPT TGL 13 JULI 2009 PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2015 TENTANG

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2015 TENTANG RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA PENGUMUMAN NOMOR : PENG- 01/P.CPNS/M.EKON/09/2013 TENTANG

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA PENGUMUMAN NOMOR : PENG- 01/P.CPNS/M.EKON/09/2013 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA PENGUMUMAN NOMOR : PENG- 0/P.CPNS/M.EKON/09/203 TENTANG PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN

Lebih terperinci

RAHASIA UJIAN AKADEMIK DIKTUKPA TNI AD TA 2015 MATA UJIAN : PENGMILUM WAKTU : 2 X 45 MENIT TANGGAL : 22 SEPTEMBER 2014

RAHASIA UJIAN AKADEMIK DIKTUKPA TNI AD TA 2015 MATA UJIAN : PENGMILUM WAKTU : 2 X 45 MENIT TANGGAL : 22 SEPTEMBER 2014 MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT PANITIA PUSAT SELEKSI CASIS DIKTUKPA/BA TNI AD TA 2015 UJIAN AKADEMIK DIKTUKPA TNI AD TA 2015 MATA UJIAN : PENGMILUM WAKTU : 2 X 45 MENIT TANGGAL : 22 SEPTEMBER 2014 PETUNJUK

Lebih terperinci

JADWAL TENTATIF PELAKSANAAN MTQ XXVI TINGKAT PROVINSI MALUKU DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT TAHUN 2015

JADWAL TENTATIF PELAKSANAAN MTQ XXVI TINGKAT PROVINSI MALUKU DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT TAHUN 2015 JADWAL TENTATIF PELAKSANAAN MTQ XXVI TINGKAT PROVINSI MALUKU DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT TAHUN 2015 1. Rabu, 13 Mei 2015 10.00 17.00 Penjemputan Kafilah Pelabuhan Fery Waipirit Panitia 2. Kamis, 14

Lebih terperinci

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 90 TAHUN 2014 TENTANG HARI DAN JAM KERJA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 90 TAHUN 2014 TENTANG HARI DAN JAM KERJA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 90 TAHUN 2014 TENTANG HARI DAN JAM KERJA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PANDUAN SISTEM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MA HAD MADRASAH (ISLAMIC BOARDING SCHOOL) MTsN 31 JAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016

PANDUAN SISTEM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MA HAD MADRASAH (ISLAMIC BOARDING SCHOOL) MTsN 31 JAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 A. Latar Belakang PANDUAN SISTEM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MA HAD MADRASAH (ISLAMIC BOARDING SCHOOL) MTsN 31 JAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Pembangunan nasional dalam bidang pendidikan dimaksudkan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 1979 TENTANG PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 1979 TENTANG PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 1979 TENTANG PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka usaha menjamin obyektivitas

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR MAHASISWA PECINTA ALAM TEKNOLOGI INDUSTRI (MAHAPATI) UNISSULA SEMARANG

ANGGARAN DASAR MAHASISWA PECINTA ALAM TEKNOLOGI INDUSTRI (MAHAPATI) UNISSULA SEMARANG ANGGARAN DASAR MAHASISWA PECINTA ALAM TEKNOLOGI INDUSTRI (MAHAPATI) UNISSULA SEMARANG BAB I NAMA DAN KEDUDUKAN Pasal 1 1. Organisasi ini bernama Mahasiswa Pecinta Alam Teknologi Industri yang disingkat

Lebih terperinci

2. Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon ll.a) selanjutnya akan dilaksanakan dalam dua tahap (Tahap f dan Tahap ll);

2. Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon ll.a) selanjutnya akan dilaksanakan dalam dua tahap (Tahap f dan Tahap ll); KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KEMARITIMAN REPUBLIK INDONESIA Gedung I BPPT Lantai 3, Jl. M.H.Thamrin No. I Jakarta 10340 Telp. (021) 3168111, Fax. (021) 3141790 PENGUMUMAN Nomor : 08/Pansel JPTP/Kemenko/A/l/2015

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa transmigrasi merupakan bagian integral

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG HSL RPT TGL 13 JULI 2009 PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA, PERBAIKAN DR SETUM 13 AGUSTUS 2010 PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2010 TENTANG KOORDINASI, PENGAWASAN DAN PEMBINAAN PENYIDIKAN BAGI PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR.. TAHUN. TENTANG KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA. Jakarta, Agustus 2005 RANCANGAN

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR.. TAHUN. TENTANG KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA. Jakarta, Agustus 2005 RANCANGAN RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR.. TAHUN. TENTANG KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA Jakarta, Agustus 2005 RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR.TAHUN.. TENTANG KOMPONEN CADANGAN

Lebih terperinci

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum. Tentang PEDOMAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI PEMANFAATAN RUANG WILAYAH KOTA BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum. Tentang PEDOMAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI PEMANFAATAN RUANG WILAYAH KOTA BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: / / Tentang PEDOMAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI PEMANFAATAN RUANG WILAYAH KOTA BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Direktorat Jenderal Penataan Ruang Kementrian Pekerjaan

Lebih terperinci

PANDUAN PELAKSANAAN SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU (SIPENMARU) POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA JALUR UJIAN TULIS TAHUN AKADEMIK 2015/2016

PANDUAN PELAKSANAAN SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU (SIPENMARU) POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA JALUR UJIAN TULIS TAHUN AKADEMIK 2015/2016 ` PANDUAN PELAKSANAAN SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU (SIPENMARU) POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA JALUR UJIAN TULIS TAHUN AKADEMIK 2015/2016 POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA TAHUN 2015 PANDUAN PELAKSANAAN

Lebih terperinci

KEPUTUSAN. Nomor : HK.02.03/I/3/2/03478/2013. Tentang

KEPUTUSAN. Nomor : HK.02.03/I/3/2/03478/2013. Tentang KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN Nomor : HK.02.03/I/3/2/03478/2013 Tentang PEDOMAN PENYELENGGARAAN SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN (SIPENMARU POLTEKKES KEMENKES)

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA MENJADI UNDANG-UNDANG

Lebih terperinci

K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M 2 1/28/2014

K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M 2 1/28/2014 PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 15/PRT/M/2013 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PEMBERIAN TUNJANGAN KINERJA BAGI PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM BIRO KEPEGAWAIAN & ORTALA K E M E N

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 56 TAHUN 2013 TENTANG ORIENTASI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN

Lebih terperinci

PERJANJIAN KERJA SAMA. antara LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL. dengan. DINAS HiDRO-OSEANOGRAFI ANGKATAN LAUT

PERJANJIAN KERJA SAMA. antara LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL. dengan. DINAS HiDRO-OSEANOGRAFI ANGKATAN LAUT PERJANJIAN KERJA SAMA antara LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL dengan DINAS HiDRO-OSEANOGRAFI ANGKATAN LAUT Nomor: 17A/II/2012 Nomor: PKS/05A/II/2012 tentang PENDIDIKAN, PELATIHAN, DAN PEMANFAATAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2005 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, DAN FUNGSI KOMISI BANDING PATEN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2005 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, DAN FUNGSI KOMISI BANDING PATEN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2005 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, DAN FUNGSI KOMISI BANDING PATEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk

Lebih terperinci

RAHASIA SOAL LATIHAN APLIKASI DINAS STAF DAN TAKTIK. Hari :... Tanggal :... Pukul :... OPERASI TRISULA

RAHASIA SOAL LATIHAN APLIKASI DINAS STAF DAN TAKTIK. Hari :... Tanggal :... Pukul :... OPERASI TRISULA SEKOLAH STAF DAN KOMANDO ANGKATAN DARAT PANITIA SELEKSI TINGKAT II SOAL LATIHAN APLIKASI DINAS STAF DAN TAKTIK Hari :...... Tanggal :... Pukul :... OPERASI TRISULA Penunjukan : Peta : JAWA TIMUR Kedar

Lebih terperinci

Bentuk: UNDANG-UNDANG (UU) Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 5 TAHUN 1969 (5/1969) Tanggal: 5 JULI 1969 (JAKARTA)

Bentuk: UNDANG-UNDANG (UU) Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 5 TAHUN 1969 (5/1969) Tanggal: 5 JULI 1969 (JAKARTA) Bentuk: UNDANG-UNDANG (UU) Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 5 TAHUN 1969 (5/1969) Tanggal: 5 JULI 1969 (JAKARTA) Sumber: LN 1969/36; TLN NO. 2900 Tentang: PERNYATAAN BERBAGAI PENETAPAN PRESIDEN

Lebih terperinci

P a n d u a n Pelatih P E L A T IH A N B B E R T A U N U K Panduan Pelatih

P a n d u a n Pelatih P E L A T IH A N B B E R T A U N U K Panduan Pelatih Panduan Pelatih I SBN 979357517-4 9 789793 575179 > Markas Pusat Palang Merah Indonesia Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96, Jakarta 12970 - Indonesia Telp. +62 21 7992325, Fax. +62 21 7995188 Email: pmi@palangmerah.org

Lebih terperinci

PANDUAN PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA BARU (PKKMB) PROGRAM SARJANA (S1) DAN DIPLOMA TAHUN AKADEMIK 2014/2015

PANDUAN PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA BARU (PKKMB) PROGRAM SARJANA (S1) DAN DIPLOMA TAHUN AKADEMIK 2014/2015 PANDUAN PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA BARU (PKKMB) PROGRAM SARJANA (S1) DAN DIPLOMA TAHUN AKADEMIK 2014/2015 UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2014 KATA PENGANTAR Pengenalan kehidupan kampus bagi

Lebih terperinci

UNIVERSITAS AIRLANGGA

UNIVERSITAS AIRLANGGA UNIVERSITAS AIRLANGGA Kampus C Mulyorejo Surabaya 60115 Telp. (031) 5914042, 5914043, 5912546, 5912564 Fax (031) 5981841 Website : http://www.unair.ac.id ; email : rektor@unair.ac.id PENGUMUMAN REKTOR

Lebih terperinci

SOP 1 SUBAG. TENAGA ADMINISTRASI

SOP 1 SUBAG. TENAGA ADMINISTRASI SOP 1 SUBAG. TENAGA ADMINISTRASI STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PERENCANAAN KEBUTUHAN FORMASI PEGAWAI ADMINISTRASI 1. Tujuan: Standard Operating Procedure (SOP) Perencanaan Kebutuhan Formasi Pegawai

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG SANKSI ADMINISTRATIF DALAM PELAKSANAAN PENEMPATAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2002 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2002 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2002 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 99 TAHUN 2000 TENTANG KENAIKAN PANGKAT PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PETUNJUK PENDAFTARAN MASUK SMA KANISIUS TAHUN PELAJARAN 2015-2016

PETUNJUK PENDAFTARAN MASUK SMA KANISIUS TAHUN PELAJARAN 2015-2016 SMA KANISIUS Jl. Menteng Raya 64, Kotak Pos 3810 Telepon 021-31936464, Fax. 021-3147987 Jakarta 10340. Web Site: www.kanisius.edu Email: adm-sma@kanisius.edu SMA Tidak diperjualbelikan dan bisa diunduh

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 44 TAHUN 2009 TENTANG

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 44 TAHUN 2009 TENTANG PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 44 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN KERJA SAMA DEPARTEMEN DALAM NEGERI DAN PEMERINTAH DAERAH DENGAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN DAN LEMBAGA NIRLABA LAINNYA DALAM BIDANG KESATUAN

Lebih terperinci

PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS PERKOPERASIAN TINGKAT JAWA TIMUR BAGI MAHASISWA DAN MASYARAKAT UMUM TAHUN 2015

PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS PERKOPERASIAN TINGKAT JAWA TIMUR BAGI MAHASISWA DAN MASYARAKAT UMUM TAHUN 2015 PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS PERKOPERASIAN TINGKAT JAWA TIMUR BAGI MAHASISWA DAN MASYARAKAT UMUM TAHUN 2015 1. LATAR BELAKANG Dalam rangka meningkatkan pemahaman arti Pembangunan Koperasi bagi anggota koperasi

Lebih terperinci

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG AKREDITASI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG AKREDITASI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL SALINAN MENTERI SOSIAL PERATURAN MENTERI SOSIAL NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG AKREDITASI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang : MENTERI SOSIAL, a. bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk penyelenggaraan

Lebih terperinci

I SBN 979357519-0 9 789793 575193 >

I SBN 979357519-0 9 789793 575193 > Panduan Pelatih I SBN 979357519-0 9 789793 575193 > Markas Pusat Palang Merah Indonesia Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96, Jakarta 12970 - Indonesia Telp. +62 21 7992325, Fax. +62 21 7995188 Email: pmi@palangmerah.org

Lebih terperinci

KEJUARAAN BULUTANGKIS DJARUM SIRKUIT NASIONAL BALI OPEN 5 10 NOPEMBER 2012

KEJUARAAN BULUTANGKIS DJARUM SIRKUIT NASIONAL BALI OPEN 5 10 NOPEMBER 2012 KEJUARAAN BULUTANGKIS DJARUM SIRKUIT NASIONAL BALI OPEN 5 10 NOPEMBER 2012 ( RANKING POINT ) 1. NAMA KEJUARAAN : DJARUM SIRKUIT NASIONAL BALI OPEN 2012 2. PELAKSANAAN a. Waktu : Tanggal 5 10 Nopember 2012

Lebih terperinci