Nama : Laurensius Emilianus Seran NIM : TUGAS PENILAIAN PENDIDIKAN STRUKTUR ATOM UNTUK SMA KELAS X

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Nama : Laurensius Emilianus Seran NIM : 607332411998 TUGAS PENILAIAN PENDIDIKAN STRUKTUR ATOM UNTUK SMA KELAS X"

Transkripsi

1 Nama : Laurensius Emilianus Seran NIM : TUGAS PENILAIAN PENDIDIKAN STRUKTUR ATOM UNTUK SMA KELAS X STANDAR KOMPETENSI LULUSAN Memahami partikel dasar penyusun atom Partikel dasar penyusun atom Siswa mampu menentukan partikel-partikel dasar penyusun atom Partikel-partikel berikut yang termasuk partikel dasar atom adalah... (A) Proton, elektron, neutron Nukleon, muon, positron (C) Proton, elektron, nukleon (D) Proton, elektron, neutron, nukleon, (E) Proton, neutron, nukleon Partikel dasar penyusun atom adalah proton, elektron dan neutron STANDAR KOMPETENSI LULUSAN Memahami nomor atom dan nomor massa Struktur atom Siswa mampu menentukan nomor atom dan nomor massa suatu atom jika diketahui jumlah proton, elektron dan neutron Suatu spesi memiliki 25 proton, 30 neutron dan 25 elektron. Nomor atom dan nomor massa spesi tersebut berturut-turut adalah... (A) 25 dan dan 55 (C) 30 dan 25 (D) 50 dan 30 (E) 30 dan 50 Jumlah proton = nomor atom = 25 Nomor massa = p + n = = 55 Kunci : B STANDAR KOMPETENSI LULUSAN Memahami jumlah proton, elektron dan neutron penyusun suatu atom Struktur atom Siswa mampu menentukan jumlah proton, elektron dan neutron, jika diberikan nomor atom dan nomor massa suatu atom atau suatu ion Atom klor disimbolkan dengan. Tentukan jumlah proton, elektron dan neutron dari atom wanibesak.wordpress.com 1

2 klor... (A) 17, 17 dan 35 35, 17 dan 17 (C) 17, 17 dan 18 (D) 35, 35 dan 18 (E) 18, 18 dan 17 Nomor atom = jumlah elektron = jumlah elektron (untuk atom netral) Nomor massa = 35 p + n = n = 35 n = 18 maka jumlah proton, elektron dan neutron adalah 17, 17 dan 18 Suatu unsur disimbolkan dengan. Jika dalam bentuk X + berapa jumlah proton, elektron dan neutron unsur tersebut... (A) 11, 11 dan 12 12, 10 dan 11 (C) 24, 24 dan 12 (D) 11, 10 dan 12 (E) 24, 12 dan 10 Nomor Atom = jumlah proton = Artinya melepas 1 elektron = 11-1 = 10 Nomor massa = 23 p + n = n = 23 n =12 Maka jumlah proton, elektron dan neutron adalah 11, 10 Dan 12 Kunci : D Jumlah proton, elektron dan neutron yang dimiliki oleh berturut-turut adalah... (A) 2, 8, 8 8,18,2 (C) 18,18, 10 (D) 8,8,20 (E) 8, 10, 10 Nomor atom = jumlah proton = 8 Jumlah elektron = = 10 Jumlah neutron = 8 18 = 10 Kunci : E wanibesak.wordpress.com 2

3 Diantara ion atau atom berikut yang memiliki jumlah neutron lebih sedikit jumlah elektron adalah... (A) (C) (D) (E) Jumlah neutron O 2- lebih sedikit dibanding jumlah elektron Jumlah elektron = = 10 Jumlah neutron = 16 8 = 8 STANDAR KOMPETENSI LULUSAN Memahami pengertian nomor atom dan nomor massa Struktur atom Diberikan nomor atom dan nomor massa suatu unsur atau ion, siswa mampu memberi pernyataan yang benar mengenai letak dan jumlah proton, elektron dan neutron Pernyataan yang benar mengenai unsur X dengan nomor atom 53 dan nomor massa 126 adalah... (A) Agar netral, terdapat 53 neutron pada inti dan dikelilingi oleh 53 elektron Memiliki 73 neutron pada inti dan memilki 54 elektron jika dalam bentuk X (C) Memiliki 53 elektron, 53 proton dan 126 neutron (D) Memiliki 126 elektron, 126 proton dan 53 neutron (E) Terdapat 126 neutron pada inti dan dikelilingi oleh 126 elektron nomor atom = jumlah proton = jumlah elektron jika atom netral = 53 dalam bentuk X = = 54 jumlah neutron p + n = n = 126 n = 73 terdapat 73 neutron pada inti dan dalam bentuk X memiliki 54 elektron Kunci : B Diketahui atom, maka ion Fe 3+ memiliki... (A) 26 elektron disekitar inti 56 neutron di dalam inti (C) Nukleon terdiri dari 30 neutron dan 26 proton (D) 29 elektron di sekitar inti dan 29 proton di dalam inti (E) 26 proton, 30 neutron, 29 elektron wanibesak.wordpress.com 3

4 Kumpulan neutron dan proton pada inti disebut nukleon. Nomor atom = jumlah proton = 26 p + n = n = 56 n = 30 STANDAR KOMPETENSI LULUSAN Memahami konfigurasi elektron suatu atom dan ion Diketahui nomor atom suatu unsur atau ion siswa mampu menulis konfigurasi elektron yang benar yang benar dari 13 Al dan 13 Al 3+ adalah (A) 13 Al = dan 13 Al 3+ = Al = dan 13 Al 3+ = 2 7 (C) 13 Al = dan 13 Al 3+ = (D) 13 Al = dan 13 Al 3+ = 2 8 (E) 13 Al = dan 13 Al 3+ = Jumlah elektron 13Al = 13 13Al 3+ = 10 13Al = Al 3+ = 2 8 Diketahui nomor atom unsur X adalah 6 dan nomor massa 18. dari X 2- adalah... (A) (C) (D) (E) Jumlah elektron X 2- = = 8 6X 2- = 2 8 STANDAR KOMPETENSI LULUSAN Memahami konfigurasi elektron suatu atom dan ion wanibesak.wordpress.com 4

5 Siswa mampu menentukan elektron valensi dan jumlah kulit yang dimiliki oleh suatu atom jika diberikan nomor atom (jumlah proton) suatu unsur Berapa elektron valensi zat A yang memiliki 16 proton, 20 neutron... (A) 2 4 (C) 6 (D) 7 (E) 8 Jumlah proton = jumlah elektron = 16 16A = Elektron valensi 6 Diantara unsur-unsur berikut, unsur manakah yang memiliki elektron valensi terbesar... (A) 5 X 8 Y (C) 10 Z (D) 13 A (E) 14 B Jumlah elektron valensi terbesar dimiliki oleh 10 Z, dengan konfigurasi elektron 10Z = 2 8 Nomor atom I dan Fr berturut-turut adalah 53 dan 87. Berapa jumlah kulit yang dimiliki kedua unsur tersebut... (A) I = 7, Fr = 5 I = 5, Fr = 7 (C) I = 7, Fr = 1 (D) I = 3, Fr = 7 (E) I = 3, Fr = 6 53I= (jumlah kulit 5) 87Fr = (jumlah kulit 7) Kunci : B STANDAR KOMPETENSI LULUSAN Memahami hubungan konfigurasi elektron dengan letak unsur dalam sistem periodik unsur Siswa mampu menentukan letak unsur dalam sistem periodik unsur, jika diberikan nomor wanibesak.wordpress.com 5

6 atom suatu unsur Jika nomor atom unsur X dan Y adalah 20 dan 52, tentukan golongan dan periode kedua unsur tersebut... (A) X=IVA,2 dan Y = VA, 6 X=IIA,4 dan Y=VIB,5 (C) X=IVB,2 dan Y=VA,6 (D) X=IIA,2 dan Y=VB,5 (E) X=IIA, 4 dan Y=VIA,5 Unsur-unsur golongan utama elektron valensi menunjukan letak golongan sedangkan jumlah kulit menunjukan letak periode 20X = Te = X=IIA, 4 Y=VIA,5 Kunci : E STANDAR KOMPETENSI LULUSAN Memahami hubungan konfigurasi elektron dengan letak unsur dalam sistem periodik unsur Siswa mampu menentukan letak unsur dalam sistem periodik, jika diberikan nomor massa dan jumlah neutron atom suatu unsur Nomor massa unsur M adalah 35. Jika unsur tersebut memiliki 18 neutron, tentukan golongan dan periode unsur tersebut... (A) IIIA, 7 VIIIA, 3 (C) VIIA, 3 (D) IIIA, 8 (E) VII, 4 Nomor massa = 35 p + n = 35 p = = 17 dalam keadaan netral jumlah proton = jumlah elektron, maka jumlah elektron = 17 konfigurasi elektron = jumlah elektron valensi menunjukan nomor golongan sedangkan jumlah kulit menunjukan nomor periode. Elektron valensi = 7 Jumlah kulit K, L, M = 3 STANDAR KOMPETENSI LULUSAN Memahami pengertian isotop, isobar, isoton dan isoelektron Isotop, isobar, isoton dan isoelektron wanibesak.wordpress.com 6

7 Siswa dapat membedakan pengertian isotop, isobar, isoton dan isoelektron Pernyataan berikut yang benar tentang isotop adalah... (A) Atom-atom yang nomor atomnya berbeda tetapi jumlah neutronnya sama Atom-atom yang nomor atomnya berbeda tetapi jumlah elektronnya sama (C) Atom-atom yang nomor atomnya berbeda tetapi jumlah neutronnya sama (D) Atom-atom yang nomor atomnya sama tetapi nomor massanya sama (E) Atom-atom yang nomor atomnya sama tetapi jumlah proton berbeda Isotop adalah atom-atom yang mempunyai nomor atom sama (proton sama) tetapi nomornya massanya berbeda (neutron beda). Kunci : D STANDAR KOMPETENSI LULUSAN Memahami spesi-spesi yang isotop, isobar, isoton dan isoelektron Isotop, isobar, isoton dan isoelektron Siswa mampu menentukan spesi-spesi yang isotop, isobar, isoton dan isoelektron, jika diberikan nomor atom dan nomor massa suatu atom atau ion Dari beberapa spesi berikut manakah yang menunjukan isotop... (A) Fosfor dengan nomor atom 15, nomor massa 31 dan fosfor dengan nomor atom 15, 17 neutron (C) Fosfor dengan nomor atom 15, nomor massa 40 dan kalium dengan 19 proton, nomor (D) massa 39 (E) Al 3+ dengan 10 elektron, Ne dengan 10 elektron dan O 2- dengan 10 elektron Isotop adalah atom-atom yang mempunyai nomor atom sama (proton sama) tetapi nomornya massanya berbeda (neutron beda). p + n = nomor massa = 32 Dari beberapa spesies berikut, spesi-spesi manakah yang menunjukan isoelektron... (A) (C) wanibesak.wordpress.com 7

8 (D) (E) Isoelektron yaitu spesi-spesi (ion atau atom) yang berbeda tetapi memiliki jumlah elektron yang sama. Jumlah elektron: Al 3+ = 13 3 = 10 O 2- = = 10 Ne = 10 Kunci : D Nomor atom dan nomor massa beberapa atom unsur dan ion sebagai berikut. atom-atom atau ion-ion yang isobar adalah... (A) (C) (D) (E) Isobar yaitu Atom-atom yang nomor atomnya sama tetapi nomor massanya sama. Unsurunsur yang isobar yakni Diantara unsur-unsur dan ion-ion berikut yang merupakan isoton adalah... (A) (C) (D) (E) Isoton yaitu atom-atom yang nomor atomnya berbeda tetapi jumlah neutronnya sama. jumlah neutronnya sama yakni 20 Kunci : D STANDAR KOMPETENSI LULUSAN Memahami hubungan konfigurasi elektron dengan jari-jari atom Strktur atom dan jari-jari atom Diberikan nomor atom suatu spesi, siswa dapat menentukan jari-jari atom dan ion mulai dari terbesar ke terkecil ataupun sebaliknya wanibesak.wordpress.com 8

9 Diketahui nomor atom beberapa spesies sebagai berikut: 6 C, 12 Mg, 12 Mg 2+, 13 Al 3+. Susunlah jari-jari spesies-spesies tersebut mulai dari yang palingbesar ke yang terkecil... (A) 6 C, 12 Mg, 12 Mg 2+, 13 Al Mg, 6 C, 12 Mg 2+ 13Al 3+ (C) 6 C, 12 Mg 2+, 12 Mg, 13 Al 3+ (D) 13 Al 3+, 12 Mg 2+, 12 Mg, 6 C (E) 13 Al 3+, 12 Mg, 12 Mg 2+, 6 C Jari-jari atom semakin besar seiring dengan bertambahnya nomor atom (atom netral) atau bertambahnya jumlah elektron (ion). 6C = Mg = Mg 2+ = Al 3+ = 2 8 Jari-jari 6 C > jari-jari 12 Mg 2+ > 13 Al 3+ karena Al 3+ memiliki muatan inti yang lebih besar sehingga gaya tarik terhadap elektron terluar lebih besar akibanya jari-jarinya lebih kecil. Kunci : B wanibesak.wordpress.com 9

STRUKTUR ATOM A. PENGERTIAN DASAR

STRUKTUR ATOM A. PENGERTIAN DASAR STRUKTUR ATOM A. PENGERTIAN DASAR 1. Partikel dasar : partikel-partikel pembentuk atom yang terdiri dari elektron, proton den neutron. 1. Proton : partikel pembentuk atom yang mempunyai massa sama dengan

Lebih terperinci

BENTUK MOLEKUL. Rumus VSEPR AX 2 AX 3 AX 4 AX 3 E AX 3 E 2 AX 5 AX 6 AX 4 E 2

BENTUK MOLEKUL. Rumus VSEPR AX 2 AX 3 AX 4 AX 3 E AX 3 E 2 AX 5 AX 6 AX 4 E 2 BENTUK MOLEKUL KOMPETENSI DASAR 1. Menjelaskan teori tolakan pasangan elektron di sekitar inti atom dan teori hibridisasi untuk meramalkan bentuk molekul. Menurut teori tolakan pasangan elektron kulit

Lebih terperinci

IKATAN KIMIA DAN GEOMETRI MOLEKUL

IKATAN KIMIA DAN GEOMETRI MOLEKUL IKATAN KIMIA DAN GEOMETRI MOLEKUL Sebagian besar unsur di alam tidak pernah dijumpai dalam atom bebas (kecuali gas mulia), namun dalam bentuk berikatan dengan atom yang sejenis maupun atom-atom yang lain.

Lebih terperinci

Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur

Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur Kode KIM. 03 Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB FISIKA INTI DAN RADIOAKTIVITAS

BAB FISIKA INTI DAN RADIOAKTIVITAS BAB FISIKA INTI DAN RADIOAKTIVITAS I. SOAL PILIHAN GANDA Soal pilihan ganda 0. 80 mewakili suatu atom unsure. setiap atom netral unsure ini mengandung. A. 0 elektron dan 80 neutron B. elektron dan 0 neutron

Lebih terperinci

PENASIHAT PERNYATAAN

PENASIHAT PERNYATAAN MANAJEMEN PROGRAM Direktur: Prof. Dr. Ismunandar (SEAMEO QITEP in Science) Wakil Direktur: Dr. Indarjani (SEAMEO QITEP in Science) Buku ini ditulis oleh:. Dr. Maman Wijaya, M.Pd. (SEAMEO QITEP in Science)

Lebih terperinci

Kegiatan 3.1. Terdiri dari. Kegiatan 3.5

Kegiatan 3.1. Terdiri dari. Kegiatan 3.5 Bagian APA MANFAAT DAN EFEK SAMPING DARI PRODUK BAHAN KIMIA RUMAH TANGGA? Bagian Terdiri dari Setelah mempelajari dan memahami konsep bahan kimia sehari-hari, kini saatnya mempelajari zat-zat apa sajakah

Lebih terperinci

WUJUD ZAT. Perubahan wujud zat dapat digambarkan dalam diagram sebagai berikut: Zat padat. Keterangan:

WUJUD ZAT. Perubahan wujud zat dapat digambarkan dalam diagram sebagai berikut: Zat padat. Keterangan: WUJUD ZAT A. Tiga Wujud Zat Di sekitar kita terdapat berbagai benda seperti air, besi, kayu. Alkohol, udara yang kita hirup, atau gas helium yang digunakan untuk mengisi gas helium. Benda-benda tersebut

Lebih terperinci

Bahan Ajar IPA Terpadu

Bahan Ajar IPA Terpadu Setelah mempelajari materi gerak lurus diharapkan ananda mampu 1. Mendefinisikan gaya 2. Mengidentifikasi jenis-jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari 3. Mengidentifikasi gaya gesekan yang menguntungkan

Lebih terperinci

BAB 10. Bentuk-Bentuk Molekul

BAB 10. Bentuk-Bentuk Molekul BAB 10. Bentuk-Bentuk Molekul 10. 1. Menggambarkan ion dan molekul menggunakan struktur Lewis Struktur Lewis ialah struktur dua dimensi yang isinya berupa titik-titik (dots) yang menggambarkan electron-electron.

Lebih terperinci

Sederhana dan Kompleks

Sederhana dan Kompleks Sederhana dan Kompleks Kapan suatu hal disebut sederhana? Dan kapan suatu hal disebut kompleks? Apa yang menjadi kriteria utama dalam membedakan keduanya? Apa yang merupakan elemen paling sederhana di

Lebih terperinci

Atom unsur karbon dengan nomor atom Z = 6 terletak pada golongan IVA dan periode-2 konfigurasi elektronnya 1s 2 2s 2 2p 2.

Atom unsur karbon dengan nomor atom Z = 6 terletak pada golongan IVA dan periode-2 konfigurasi elektronnya 1s 2 2s 2 2p 2. SENYAWA ORGANIK A. Sifat khas atom karbon Atom unsur karbon dengan nomor atom Z = 6 terletak pada golongan IVA dan periode-2 konfigurasi elektronnya 1s 2 2s 2 2p 2. Atom karbon mempunyai 4 elektron valensi,

Lebih terperinci

BAB V HUKUM NEWTON TENTANG GERAK

BAB V HUKUM NEWTON TENTANG GERAK BAB V HUKUM NEWTON TENTANG GERAK Ilmuwan yang sangat berjasa dalam mempelajari hubungan antara gaya dan gerak adalah Isaac Newton, seorang ilmuwan Inggris. Newton mengemukakan tiga buah hukumnya yang dikenal

Lebih terperinci

Perang di Luar Angkasa

Perang di Luar Angkasa Perang di Luar Angkasa Ini bukan seperti perang bintang yang digambarkan dalam film legendaris Star Wars. Perang ini terjadi di luar angkasa dalam upaya mencegah terjadinya perang di bumi ini. Bagaimana

Lebih terperinci

1. Dua batang logam P dan Q disambungkan dengan suhu ujung-ujung berbeda (lihat gambar). D. 70 E. 80

1. Dua batang logam P dan Q disambungkan dengan suhu ujung-ujung berbeda (lihat gambar). D. 70 E. 80 1. Dua batang logam P dan Q disambungkan dengan suhu ujung-ujung berbeda (lihat gambar). Apabila koefisien kondutivitas Q, logam P kali koefisien konduktivitas logam Q, serta AC = 2 CB, maka suhu di C

Lebih terperinci

UJIAN NASIONAL TAHUN 2010

UJIAN NASIONAL TAHUN 2010 UJIN NSIONL THUN 00 Pilihlah satu jawaban yang paling benar. Seorang anak berjalan lurus 0 meter ke barat, kemudian belok ke selatan sejauh meter, dan belok lagi ke timur sejauh meter. Perpindahan yang

Lebih terperinci

SPMB/Fisika/UMPTN Tahun 1992

SPMB/Fisika/UMPTN Tahun 1992 1. Akibat rotasi bumi, keadaan Ida yang bermassa a dan ada di Bandung, dan David yang bermassa a dan ada di London, akan sama dalam hal... A. laju linearnya B. kecepatan linearnya C. gaya gravitasi buminya

Lebih terperinci

PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN

PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN Kode KIM. 04 Konsep Mol BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 004 Modul Kim. 04.

Lebih terperinci

DINAMIKA GERAK FISIKA DASAR (TEKNIK SIPIL) Mirza Satriawan. menu. Physics Dept. Gadjah Mada University Bulaksumur, Yogyakarta email: mirza@ugm.ac.

DINAMIKA GERAK FISIKA DASAR (TEKNIK SIPIL) Mirza Satriawan. menu. Physics Dept. Gadjah Mada University Bulaksumur, Yogyakarta email: mirza@ugm.ac. 1/30 FISIKA DASAR (TEKNIK SIPIL) DINAMIKA GERAK Mirza Satriawan Physics Dept. Gadjah Mada University Bulaksumur, Yogyakarta email: mirza@ugm.ac.id Definisi Dinamika Cabang dari ilmu mekanika yang meninjau

Lebih terperinci

Prinsip Dasar Pengukuran Radiasi

Prinsip Dasar Pengukuran Radiasi Prinsip Dasar Pengukuran Radiasi Latar Belakang Radiasi nuklir tidak dapat dirasakan oleh panca indera manusia oleh karena itu alat ukur radiasi mutlak diperlukan untuk mendeteksi dan mengukur radiasi

Lebih terperinci

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT Mata Pelajaran : Kimia Kelas : X (Sepuluh) Nomor Modul : Kim.X.07 Penulis : Drs. Asep Jamal Nur Arifin Penyunting Materi : Drs. Ucu Cahyana, M.Si Penyunting Media

Lebih terperinci

Struktur Inti Atom. Atom yang memiliki Z sama tetapi A berbeda disebut Isotop (isotope) Contoh. Hidrogen Deuteriumon Tritium

Struktur Inti Atom. Atom yang memiliki Z sama tetapi A berbeda disebut Isotop (isotope) Contoh. Hidrogen Deuteriumon Tritium Struktur Inti Atom Massa Atom 99,9 % terdapat dalam inti yang terdiri dari proton (muatan = e +) massa energi 938,28 Mev dan netron (muatan =0) massa energi 929,57 Mev sedangkan elektron berada di kulit

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dikemukakan oleh Ehrenberg (dalam Pakaya, 2008: 3) bahwa konsep merupakan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dikemukakan oleh Ehrenberg (dalam Pakaya, 2008: 3) bahwa konsep merupakan 6 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. 1 Konsep dan Pemahaman Konsep Kimia Banyak definisi konsep yang dikemukakan oleh para ahli, seperti yang dikemukakan oleh Ehrenberg (dalam Pakaya, 2008: 3) bahwa konsep merupakan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2007 TENTANG PENETAPAN PENSIUN POKOK PENSIUNAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN JANDA/DUDANYA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2007 TENTANG PENETAPAN PENSIUN POKOK PENSIUNAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN JANDA/DUDANYA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2007 TENTANG PENETAPAN PENSIUN POKOK PENSIUNAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN JANDA/DUDANYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

DARI QUARK KE SELURUH UNIVERSUM MEMILIKI 6 TIRUAN SAMA SEPERTI ASLINYA Copyright 2014 Ahmad Sudirman* Stockholm - Sweden.

DARI QUARK KE SELURUH UNIVERSUM MEMILIKI 6 TIRUAN SAMA SEPERTI ASLINYA Copyright 2014 Ahmad Sudirman* Stockholm - Sweden. DARI QUARK KE SELURUH UNIVERSUM MEMILIKI 6 TIRUAN SAMA SEPERTI ASLINYA Copyright 2014 Ahmad Sudirman* Stockholm - Sweden. Abstrak Satu juta milyard, satu juta milyard, satu juta milyard, satu juta milyard,

Lebih terperinci

D. E. 3. Bila kedua unsur tersebut berikatan, maka rumus senyawa yang dihasilkan adalah... A. XY 2

D. E. 3. Bila kedua unsur tersebut berikatan, maka rumus senyawa yang dihasilkan adalah... A. XY 2 Dua buah unsur memiliki notasi dan 1. Diagram orbital yang paling tepat untuk elektron terakhir dari unsur X adalah... A. B. C. X nomor atom 13 Konfigurasi elektron terakhirnya ada pada nomor 13. [Ne]

Lebih terperinci

CONTOH SOAL DAN PEMBAHASANNYA

CONTOH SOAL DAN PEMBAHASANNYA CONTOH SOAL DAN PEMBAHASANNYA MATA PELAJARAN IPA - FISIKA SUMBER: Bp. Setiawan BESARAN DAN SATUAN Perhatikan tabel berikut! Besaran pokok menurut SI dengan alat ukurnya yang benar adalah... A. 1 dan 2

Lebih terperinci

KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN (Ksp)

KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN (Ksp) KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN (Ksp) Kelarutan (s) Kelarutan (solubilit) adalah suatu zat dalam suatu pelarut menatakan jumlah maksimum suatu zat ang dapat larut dalam suatu pelarut. Satuan kelarutan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIFAT-SIFAT KOLOID DAN KEGUNAANNYA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIFAT-SIFAT KOLOID DAN KEGUNAANNYA RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIFAT-SIFAT KOLOID DAN KEGUNAANNYA SEKOLAH MATA PELAJARAN KELAS / SEMESTER ALOKASI WAKTU : SMAN 16 SURABAYA : KIMIA : XI / 2 (dua) : 2x45 menit I. STANDAR KOMPETENSI

Lebih terperinci

V. Medan Magnet. Ditemukan sebuah kota di Asia Kecil (bernama Magnesia) lebih dahulu dari listrik

V. Medan Magnet. Ditemukan sebuah kota di Asia Kecil (bernama Magnesia) lebih dahulu dari listrik V. Medan Magnet Ditemukan sebuah kota di Asia Kecil (bernama Magnesia) lebih dahulu dari listrik Di tempat tersebut ada batu-batu yang saling tarik menarik. Magnet besar Bumi [sudah dari dahulu dimanfaatkan

Lebih terperinci

MEKANIKA KUANTUM DALAM TIGA DIMENSI

MEKANIKA KUANTUM DALAM TIGA DIMENSI MEKANIKA KUANTUM DALAM TIGA DIMENSI Sebelumnya telah dibahas mengenai penerapan Persamaan Schrödinger dalam meninjau sistem kuantum satu dimensi untuk memperoleh fungsi gelombang serta energi dari sistem.

Lebih terperinci

Direktorat PSMP KEMENDIKBUD. Fisika PENGAYAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA 2014-2015 DILENGKAPI PEMBAHASAN FISIKA

Direktorat PSMP KEMENDIKBUD. Fisika PENGAYAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA 2014-2015 DILENGKAPI PEMBAHASAN FISIKA Direktorat PSMP KEMENDIKBUD PAKET Fisika 3SOAL PENGAYAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA 2014-2015 DILENGKAPI PEMBAHASAN FISIKA 1 Fisika i ii Pengayaan Ujian Nasional Fisika Daftar Isi Halaman muka... Daftar

Lebih terperinci

BAB VI. PENGGUNAAN INTEGRAL. Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia

BAB VI. PENGGUNAAN INTEGRAL. Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia BAB VI. PENGGUNAAN INTEGRAL Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia BAB VI. PENGGUNAAN INTEGRAL Luas Daerah di Bidang Volume Benda Pejal di Ruang: Metode Cincin Metode Cakram Metode Kulit Tabung

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2002 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2002 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2002 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 100 TAHUN 2000 TENTANG PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM JABATAN STRUKTURAL Menimbang

Lebih terperinci

Dikenal : - Asidimetri : zat baku asam - Alkalimetri : zat baku basa DASAR : Reaksi penetralan Asam + Basa - hidrolisis - buffer - hal lain ttg lart

Dikenal : - Asidimetri : zat baku asam - Alkalimetri : zat baku basa DASAR : Reaksi penetralan Asam + Basa - hidrolisis - buffer - hal lain ttg lart Dikenal : - Asidimetri : zat baku asam - Alkalimetri : zat baku basa DASAR : Reaksi penetralan Asam + Basa - hidrolisis - buffer - hal lain ttg lart a. AK + BK ph = 7 B. AK + BL ph < 7 C. AL + BK ph >

Lebih terperinci

PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT IPALS

PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT IPALS PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT IPALS (Instalasi Pengolahahan Air Laut Sederhana): Transformasi Air Laut Menjadi Air Tawar dengan Pemisahan Elektron Cl - Menggunakan Variasi Batu Zeolit sebagai Upaya Penyediaan

Lebih terperinci

HUKUM DASAR KIMIA DAN PERHITUNGAN KIMIA

HUKUM DASAR KIMIA DAN PERHITUNGAN KIMIA Modul Hukum Dasar Kimia dan Perhitungan Kimia EV Page of 8 HUKUM DASAR KIMIA DAN PERHITUNGAN KIMIA Mata Pelajaran K e l a s Nomor Modul Penulis : Kimia : X : Kim.X.04 : Ernavita M.Pd Sekolah Menengah Atas

Lebih terperinci

PENGENALAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR (PLTN)

PENGENALAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR (PLTN) PENGENALAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR (PLTN) Masyarakat pertama kali mengenal tenaga nuklir dalam bentuk bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki dalam Perang Dunia II tahun 1945. Sedemikian

Lebih terperinci

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia KESALAHAN PENULISAN TANDA BACA SERTA PENULISAN ANGKA DAN LAMBANG BILANGAN PADA KARANGAN SISWA KELAS V SDN 1 SAWAHAN KECAMATAN JUWIRING KABUPATEN KLATEN TAHUN PELAJARAN 2009/2010 SKRIPSI Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

BAB 2. Universitas Sumatera Utara

BAB 2. Universitas Sumatera Utara BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kitin Nama kitin berasal dari bahas Yunani yaitu chiton, pertama kali diberikan oleh Odier pada tahun 1923, yang artinya sampul atau baju. Kitin merupakan polisakarida linear

Lebih terperinci

TANAH. Apa yang dimaksud dengan tanah? Banyak definisi yang dapat dipakai untuk tanah. Hubungan tanah dan organisme :

TANAH. Apa yang dimaksud dengan tanah? Banyak definisi yang dapat dipakai untuk tanah. Hubungan tanah dan organisme : TANAH Apa yang dimaksud dengan tanah? Banyak definisi yang dapat dipakai untuk tanah Hubungan tanah dan organisme : Bagian atas lapisan kerak bumi yang mengalami penghawaan dan dipengaruhi oleh tumbuhan

Lebih terperinci

ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN SISWA KELAS XII IPA SMA NEGERI KOTA BENGKULU UNTUK MATA PELAJARAN KIMIA (Descriptive Research)

ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN SISWA KELAS XII IPA SMA NEGERI KOTA BENGKULU UNTUK MATA PELAJARAN KIMIA (Descriptive Research) ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN SISWA KELAS XII IPA SMA NEGERI KOTA BENGKULU UNTUK MATA PELAJARAN KIMIA (Descriptive Research) SKRIPSI OLEH MELLYTA ULIYANDARI A1F010003 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN

Lebih terperinci

BAB I PENDA HULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDA HULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dunia pendidikan sesungguhnya dipenuhi berbagai keragaman. Sebab, tidak ada siswa yang mempunyai daya tangkap, daya serap, daya berpikir dan daya kecerdasan

Lebih terperinci

Kasmudin, Silakhuddin

Kasmudin, Silakhuddin 141 Prosiding Seminar Nasional ke-9 Teknologi dan Keselamatan PLTN Serlo Fasi/itas Nllklir Jakarta, 2(} AgliSlls 20D] SSN: 0854-29 0 SUMBER ON MULTCUSP UNTUK ADS Kasmudin, Silakhuddin ~ 17 Pusat Pengembangan

Lebih terperinci

TS.001 SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK TELEKOMUNIKASI

TS.001 SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK TELEKOMUNIKASI KODE MODUL TS.00 SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK TELEKOMUNIKASI Dasar Elektronika Analog dan Digital BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT

Lebih terperinci

BAB V HEMOSTASIS Definisi Mekanisme hemostasis Sistem koagulasi

BAB V HEMOSTASIS Definisi Mekanisme hemostasis Sistem koagulasi BAB V HEMOSTASIS Definisi Hemostasis adalah mekanisme tubuh untuk menghentikan perdarahan karena trauma dan mencegah perdarahan spontan. Hemostasis juga menjaga darah tetap cair. Mekanisme hemostasis Jika

Lebih terperinci

MENGGALI PEMAHAMAN SISWA SMA PADA KONSEP KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN DENGAN MENGGUNAKAN TES DIAGNOSTIK TWO-TIER

MENGGALI PEMAHAMAN SISWA SMA PADA KONSEP KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN DENGAN MENGGUNAKAN TES DIAGNOSTIK TWO-TIER MENGGALI PEMAHAMAN SISWA SMA PADA KONSEP KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN DENGAN MENGGUNAKAN TES DIAGNOSTIK TWO-TIER Tri Yunita Maharani, Prayitno, Yahmin Universitas Negeri Malang E-mail: menik.chant@yahoo.com

Lebih terperinci

ASAM, BASA DAN GARAM

ASAM, BASA DAN GARAM ASAM, BASA DAN GARAM Larutan terdiri dari zat terlarut (solute) dan pelarut (solvent). Dalam suatu larutan, jumlah pelarut lebih banyak dibandingkan jumlah zat terlarut. Penggolongan larutan dapat juga

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II PEMBUATAN TAWAS DARI ALUMINIUM

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II PEMBUATAN TAWAS DARI ALUMINIUM LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II PEMBUATAN TAWAS DARI ALUMINIUM DISUSUN OLEH FITRI RAMADHIANI KELOMPOK 4 1. DITA KHOERUNNISA 2. DINI WULANDARI 3. AISAH 4. AHMAD YANDI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

Lebih terperinci

MODUL STRUKTUR BAJA II 4 BATANG TEKAN METODE ASD

MODUL STRUKTUR BAJA II 4 BATANG TEKAN METODE ASD MODUL 4 BATANG TEKAN METODE ASD 4.1 MATERI KULIAH Panjang tekuk batang tekan Angka kelangsingan batang tekan Faktor Tekuk dan Tegangan tekuk batang tekan Desain luas penampang batang tekan Syarat kekakuan

Lebih terperinci

BAB XI POLIMER. C dan C mempunyai ikatan ganda : ikatan tunggal = : ikatan ganda

BAB XI POLIMER. C dan C mempunyai ikatan ganda : ikatan tunggal = : ikatan ganda BAB XI POLIMER Terdapat berbagai jenis polimer. Polimer alam : kayu, karet, katun, wool, kulit, sutera, protein, enzim, selulosa, dll. Protein sintetik : plastik, karet, fiber, dll Polimer berasal dari

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara BAB PENDAHULUAN.7. Latar Belakang Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang paling banyak dibudi dayakan di Indonesia. Ikan Nila menduduki urutan kedua setelah ikan

Lebih terperinci

ANALISIS PEMETAKAN SK/KD 2011-2012

ANALISIS PEMETAKAN SK/KD 2011-2012 Mata Pelajaran : Kimia Kelas : XI/2 Standar Dasar 4. Memahami sifat-sifat larutan asambasa, metode pengukuran dan terapannya 4.1 Mendeskripsikan teori-teori asam basa dengan menentukan sifat larutan dan

Lebih terperinci

BAB 4. WUJUD ZAT 1. WUJUD GAS 2. HUKUM GAS 3. HUKUM GAS IDEAL 4. GAS NYATA 5. CAIRAN DAN PADATAN 6. GAYA ANTARMOLEKUL 7. TRANSISI FASA 8.

BAB 4. WUJUD ZAT 1. WUJUD GAS 2. HUKUM GAS 3. HUKUM GAS IDEAL 4. GAS NYATA 5. CAIRAN DAN PADATAN 6. GAYA ANTARMOLEKUL 7. TRANSISI FASA 8. BAB 4. WUJUD ZAT 1. WUJUD GAS 2. HUKUM GAS 3. HUKUM GAS IDEAL 4. GAS NYATA 5. CAIRAN DAN PADATAN 6. GAYA ANTARMOLEKUL 7. TRANSISI FASA 8. DIAGRAM FASA WUJUD ZAT: GAS CAIRAN PADATAN PERMEN (sukrosa) C 12

Lebih terperinci

Penyelesaian Soal Fisika UAN SMA 2000

Penyelesaian Soal Fisika UAN SMA 2000 Penyelesaian Soal Fisika UAN SMA 000. Benda dengan massa 0 Kg berada di bidang mendatar kasar (µ s = 0,40 ; µ k = 0,35) g = 0 m/s. Bila benda diberi gaya horizontal yang tetap sebesar 30 N, Besarnya gaya

Lebih terperinci

ph = pk a + log ([A - ]/[HA])

ph = pk a + log ([A - ]/[HA]) PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA Tujuan: i) Memahami prinsip prinsip dasar larutan buffer ii) Latihan penggunaan ph meter iii) Latihan persiapan pembuatan buffer fosfat dengan teknik titrasi iv) Latihan

Lebih terperinci

VOLUMETRI / TITRIMETRI

VOLUMETRI / TITRIMETRI VLUMETRI / TITRIMETRI Volumetri atau titrimetri merupakan suatu metode analisis kuantitatif didasarkan pada pengukuran volume titran yang bereaksi sempurna dengan analit. Titran merupakan zat yang digunakan

Lebih terperinci

Umur Alam Semesta (The Age o f the Universe)

Umur Alam Semesta (The Age o f the Universe) Umur Alam Semesta (The Age o f the Universe) Prof. P. Silaban, Ph.D. Theoretical Physics Laboratory Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa

Lebih terperinci

APLIKASI ASPEK KOGNITIF (TEORI BLOOM) DALAM PEMBUATAN SOAL KIMIA

APLIKASI ASPEK KOGNITIF (TEORI BLOOM) DALAM PEMBUATAN SOAL KIMIA APLIKASI ASPEK KOGNITIF (TEORI BLOOM) DALAM PEMBUATAN SOAL KIMIA Siti Fatonah* Abstract Interrelationship between objective and procedure of measurement and evaluation is an important thing. A. teacher

Lebih terperinci

Kestabilan inti Ukuran dsn bentuk inti Jari-jari inti atom r bergantung pada nomor massa A dan secara pendekatan diberikan oleh jari jari atom.

Kestabilan inti Ukuran dsn bentuk inti Jari-jari inti atom r bergantung pada nomor massa A dan secara pendekatan diberikan oleh jari jari atom. BAB FISIKA INTI DAN RADIOAKTIVITAS. Inti Atom Partikel-partikel bermuatan positif yang menyusun inti yang disebut dengan Proton.Menurut Millikan dan Thomson,massa electron sangatlah kecil,sehingga massa

Lebih terperinci

ARTIKEL ILMIAH PENGEMBANGAN MULTIMEDIA CROCODILLE CHEMISTRY MENGGUNAKAN CAMTASIA STUDIO 7 PADA MATERI SIFAT KOLIGATIF LARUTAN KELAS XII SMAN 2 JAMBI

ARTIKEL ILMIAH PENGEMBANGAN MULTIMEDIA CROCODILLE CHEMISTRY MENGGUNAKAN CAMTASIA STUDIO 7 PADA MATERI SIFAT KOLIGATIF LARUTAN KELAS XII SMAN 2 JAMBI ARTIKEL ILMIAH PENGEMBANGAN MULTIMEDIA CROCODILLE CHEMISTRY MENGGUNAKAN CAMTASIA STUDIO 7 PADA MATERI SIFAT KOLIGATIF LARUTAN KELAS XII SMAN 2 JAMBI OLEH : UMI OKTAVIANI RRA1C109003 FAKULTAS KEGURUAN DAN

Lebih terperinci

Perjalanan Menembus Waktu

Perjalanan Menembus Waktu Perjalanan Menembus Waktu Film-film dan novel-novel fiksi ilmiah yang mengangkat tema tentang perjalanan menembus waktu (menggunakan berbagai bentuk mesin waktu) semakin menjamur seiring dengan pesatnya

Lebih terperinci

Bagaimana Menurut Anda

Bagaimana Menurut Anda Bagaimana Menurut Anda Dapatkah kita mencabut paku yang tertancap pada kayu dengan menggunakan tangan kosong secara mudah? Menaikkan drum ke atas truk tanpa alat bantu dengan mudah? Mengangkat air dari

Lebih terperinci

BAB VII PROSES THERMAL LOGAM PADUAN

BAB VII PROSES THERMAL LOGAM PADUAN BAB VII PROSES THERMAL LOGAM PADUAN Annealing adalah : sebuah perlakukan panas dimana material dipanaskan pada temperatur tertentu dan waktu tertentu dan kemudian dengan perlahan didinginkan. Annealing

Lebih terperinci

FISIKA: PENERAPANNYA DALAM BIDANG MEDIS

FISIKA: PENERAPANNYA DALAM BIDANG MEDIS FISIKA: PENERAPANNYA DALAM BIDANG MEDIS UNIVERSITAS GADJAH MADA Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada Oleh: Prof. Dr. Kusminarto

Lebih terperinci

KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA

KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG KESELAMATAN RADIASI DALAM PENYIMPANAN TECHNOLOGICALLY ENHANCED NATURALLY

Lebih terperinci

Perbandingan Kinerja Detektor NaI(Tl) Dengan Detektor CsI(Tl) Pada Spektroskopi Radiasi Gamma

Perbandingan Kinerja Detektor NaI(Tl) Dengan Detektor CsI(Tl) Pada Spektroskopi Radiasi Gamma Jurnal Gradien Vol.3 No.1 Januari 2007 : 204-209 Perbandingan Kinerja Detektor NaI(Tl) Dengan Detektor CsI(Tl) Pada Spektroskopi Radiasi Gamma Syamsul Bahri Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu

Lebih terperinci

Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi. Bab17. Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan

Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi. Bab17. Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi Bab17 Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan Larutan buffer adalah larutan yg terdiri dari: 1. asam lemah/basa

Lebih terperinci

PENGUKURAN, LUAS DAN VOLUME

PENGUKURAN, LUAS DAN VOLUME PENGUKURAN, LUAS DAN VOLUME Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran yang diukur dengan alat ukur yang digunakan sebagai satuan. Sesuatu yang dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan angka

Lebih terperinci

UNTUK LINGKUNGAN PENDAHULUAN ABSTRAK ABSTRACT. Djoko S. Pudjorahardjo Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan - BATAN Yogyakarta

UNTUK LINGKUNGAN PENDAHULUAN ABSTRAK ABSTRACT. Djoko S. Pudjorahardjo Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan - BATAN Yogyakarta Djoko S. Pudjorahardjo ISSN 0216-3128 J KA~nANAPLIKASI AKSELERATOR UNTUK LINGKUNGAN ION ENERGI RENDAH Djoko S. Pudjorahardjo Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan - BATAN Yogyakarta ABSTRAK KAJ/AN

Lebih terperinci

Oleh: HARRY SULASTIANTO

Oleh: HARRY SULASTIANTO Oleh: HARRY SULASTIANTO PENGERTIAN KARYA TULIS ILMIAH Karya seorang ilmuwan (yang berupa hasil pengembangan) yang ingin mengembangkan ipteks yang diperolehnya melalui studi kepustakaan, pengalaman, penelitian,

Lebih terperinci

Diunduh dari http://urip.wordpress.com OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2015. Kimia SELEKSI KABUPATEN / KOTA. UjianTeori. Waktu: 120 menit

Diunduh dari http://urip.wordpress.com OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2015. Kimia SELEKSI KABUPATEN / KOTA. UjianTeori. Waktu: 120 menit HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG UNDANG OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2015 SELEKSI KABUPATEN / KOTA Kimia UjianTeori Waktu: 120 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH

Lebih terperinci

MODUL PLPG TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK

MODUL PLPG TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MODUL PLPG TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK KONSORSIUM SERTIFIKASI GURU dan UNIVERSITAS NEGERI MALANG Panitia Sertifikasi Guru (PSG) Rayon 115 2013 KATA PENGANTAR Buku ajar dalam bentuk modul yang relatif

Lebih terperinci

LAPORAN. Praktikum Kimia Organik I. Oleh. Octavio Lisboa Guterres Fernandes. Nim : 09.03.04.088 DEPARTAMENTO DE QUÍMICA

LAPORAN. Praktikum Kimia Organik I. Oleh. Octavio Lisboa Guterres Fernandes. Nim : 09.03.04.088 DEPARTAMENTO DE QUÍMICA LAPORAN Praktikum Kimia Organik I Oleh Octavio Lisboa Guterres Fernandes Nim : 09.03.04.088 Semester : III/A DEPARTAMENTO DE QUÍMICA FACULDADE EDUCAÇÃO, ARTES E HUMANIDADE UNIVERSIDADE NACIONAL TIMOR LORO

Lebih terperinci

TUJUAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I 1

TUJUAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I 1 TUJUAN 1. Mahasiswa mengenal alat-alat sederhana yang umum dipergunakan dalam laboratorium kimia. 2. Mahasiswa memahami kegunaan serta cara menggunakan secara benar alat-alat laboratorium kimia. Beberapa

Lebih terperinci

Teknik Elektronika Komunikasi

Teknik Elektronika Komunikasi Teknik Elektronika Komunikasi i Teknik Elektronika Komunikasi Penulis : WIDIHARSO Editor Materi : Editor Bahasa : Ilustrasi Sampul : Desain & Ilustrasi Buku : Hak Cipta 2013, Kementerian Pendidikan & Kebudayaan

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI POKOK REAKSI REDUKSI-OKSIDASI KELAS X-A SEMESTER 2 DI SMA AL-FALAH KETINTANG SURABAYA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI POKOK REAKSI REDUKSI-OKSIDASI KELAS X-A SEMESTER 2 DI SMA AL-FALAH KETINTANG SURABAYA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI POKOK REAKSI REDUKSI-OKSIDASI KELAS X-A SEMESTER 2 DI SMA AL-FALAH KETINTANG SURABAYA Afrida Trisnawati, Ismono ABSTRAK Pada kurikulum berbasis

Lebih terperinci

KINERJA PERAWAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN PENGGUNA KARTU JAMKESMAS DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT CENGKARENG JAKARTA BARAT

KINERJA PERAWAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN PENGGUNA KARTU JAMKESMAS DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT CENGKARENG JAKARTA BARAT 102 Kuesioner I KUESIONER PENELITIAN Judul: PENGARUH KINERJA PERAWAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN PENGGUNA KARTU JAMKESMAS DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT CENGKARENG JAKARTA BARAT Pengambilan data

Lebih terperinci

BAB V Ketentuan Proteksi Radiasi

BAB V Ketentuan Proteksi Radiasi BAB V Ketentuan Proteksi Radiasi Telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No. 63 Tahun 2000 tentang Keselamatan dan kesehatan terhadap pemanfaatan radiasi pengion dan Surat Keputusan Kepala BAPETEN No.01/Ka-BAPETEN/V-99

Lebih terperinci

Ringkasan Materi UN Fisika SMA Per Indikator Kisi-Kisi UN 2012

Ringkasan Materi UN Fisika SMA Per Indikator Kisi-Kisi UN 2012 Ringkasan Materi UN Fisika SMA Per Indikator Kisi-Kisi UN 2012 By Pak Anang (http://pak http://pak-anang.blogspot.com anang.blogspot.com) SKL 1. Memahami prinsip-prinsip pengukuran besaran fisika secara

Lebih terperinci

12/03/2015. Nurun Nayiroh, M.Si

12/03/2015. Nurun Nayiroh, M.Si Fasa (P) Fasa (phase) dalam terminology/istilah dalam mikrostrukturnya adalah suatu daerah (region) yang berbeda struktur atau komposisinya dari daerah lain. Nurun Nayiroh, M.Si Fasa juga dapat didefinisikan

Lebih terperinci

OLIMPIADE SAINS NASIONAL Ke III. Olimpiade Kimia Indonesia. Kimia UJIAN PRAKTEK

OLIMPIADE SAINS NASIONAL Ke III. Olimpiade Kimia Indonesia. Kimia UJIAN PRAKTEK OLIMPIADE SAINS NASIONAL Ke III Olimpiade Kimia Indonesia Kimia UJIAN PRAKTEK Petunjuk : 1. Isilah Lembar isian data pribadi anda dengan lengkap (jangan disingkat) 2. Soal Praktikum terdiri dari 2 Bagian:

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. proses terjadinya perubahan suhu hingga mencapai 5 0 C. Berdasarkan penelitian

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. proses terjadinya perubahan suhu hingga mencapai 5 0 C. Berdasarkan penelitian BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 1.1 Penelitian Pendahuluan Penelitian pendahuluan dilakukan untuk mengetahui waktu pelelehan es dan proses terjadinya perubahan suhu hingga mencapai 5 0 C. Berdasarkan penelitian

Lebih terperinci

KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN

KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN A. Pengertian Kelarutan Kemampuan garam-garam larut dalam air tidaklah sama, ada garam yang mudah larut dalam air seperti natrium klorida (NaCl) dan ada pula garam sukar

Lebih terperinci

UNIVERSITAS INDONESIA LINTASAN BEBAS RATA-RATA NEUTRINO DI BINTANG QUARK SKRIPSI SAIPUDIN 0706262741

UNIVERSITAS INDONESIA LINTASAN BEBAS RATA-RATA NEUTRINO DI BINTANG QUARK SKRIPSI SAIPUDIN 0706262741 UNIVERSITAS INDONESIA LINTASAN BEBAS RATA-RATA NEUTRINO DI BINTANG QUARK SKRIPSI SAIPUDIN 0706262741 FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM STUDI FISIKA DEPOK NOPEMBER 2012 UNIVERSITAS INDONESIA

Lebih terperinci

KOMPONEN ELEKTRONIKA. By YOICETA VANDA, ST., MT.

KOMPONEN ELEKTRONIKA. By YOICETA VANDA, ST., MT. KOMPONEN ELEKTRONIKA By YOICETA VANDA, ST., MT. 1.PENDAHULUAN Pengertian Elektronika Elektronika adalah ilmu pengetahuan dan teknologi(iptek) tentang pengendalian partikel bermuatan di dalam ruang hampa,

Lebih terperinci

ALKENA & ALKUNA. Prof. Dr. Jumina Robby Noor Cahyono, S.Si., M.Sc.

ALKENA & ALKUNA. Prof. Dr. Jumina Robby Noor Cahyono, S.Si., M.Sc. ALKENA & ALKUNA Prof. Dr. Jumina Robby Noor Cahyono, S.Si., M.Sc. Alkena, C n H 2n ; n = 3 C 3 H 6 CH 3 -CH=CH 2 } Hidrokarbon Alkuna, C n H 2n-2 ; n = 3 C 3 H 4 CH 3 -C=CH Tak Jenuh Ikatan rangkap Lebih

Lebih terperinci

DEPOSISI LAPISAN TIPIS SiN MENGGUNAKAN TEKNIK SPUTTERING UNTUK PELINDUNG KOROSI P ADA LOGAM BESI

DEPOSISI LAPISAN TIPIS SiN MENGGUNAKAN TEKNIK SPUTTERING UNTUK PELINDUNG KOROSI P ADA LOGAM BESI 166 ISSN 0216-3128 Tri Mardji Almono, dkk. -- DEPOSISI LAPISAN TIPIS SiN MENGGUNAKAN TEKNIK SPUTTERING UNTUK PELINDUNG KOROSI P ADA LOGAM BESI Tri Mardji Atmono, Elin Nuraini, Sabat Simbolon P3TM-BATAN

Lebih terperinci

CONTOH SOAL UJIAN SARINGAN MASUK (USM) IPA TERPADU 2014. Institut Teknologi Del (IT Del) Contoh Soal USM IT Del 1

CONTOH SOAL UJIAN SARINGAN MASUK (USM) IPA TERPADU 2014. Institut Teknologi Del (IT Del) Contoh Soal USM IT Del 1 CONTOH SOAL UJIAN SARINGAN MASUK (USM) IPA TERPADU 2014 Institut Teknologi Del (IT Del) Contoh Soal USM IT Del 1 Pencemaran Udara Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia

Lebih terperinci

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008 UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008 PANDUAN MATERI SMA DAN MA G E O G R A F I PROGRAM STUDI IPS PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN BALITBANG DEPDIKNAS KATA PENGANTAR Dalam rangka sosialisasi kebijakan dan

Lebih terperinci

KU = kutub utara bumi KS = kutub selatan bumi

KU = kutub utara bumi KS = kutub selatan bumi BABV TEKANAN UDARA Pada prinsipnya, maka tekanan udara adalah sama dengan berat udara yang berada tegak lurus diatas tempat penilik yang bersangkutan, dengan demikian, maka dapatlah dimengerti bahwa, jika

Lebih terperinci

Cara Membuat Personal Statement Yang Baik Dan Benar

Cara Membuat Personal Statement Yang Baik Dan Benar Cara Membuat Personal Statement Yang Baik Dan Benar Ketika mendaftarkan diri ke universitas di UK, Anda akan diminta untuk menulis personal statement. Personal statement adalah sebuah karya tulis singkat

Lebih terperinci

UJI & ANALISIS AIR SEDERHANA

UJI & ANALISIS AIR SEDERHANA MODUL: UJI & ANALISIS AIR SEDERHANA I. DESKRIPSI SINGKAT A ir dan kesehatan merupakan dua hal yang saling berhubungan. Kualitas air yang dikonsumsi masyarakat dapat menentukan derajat kesehatan masyarakat.

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Gliserin 2.1.1. Pengertian Gliserin Gliserol ialah suatu trihidroksi alkohol yang terdiri atas 3 atom karbon. Jadi tiap atom karbon mempunyai gugus OH. Satu molekul gliserol

Lebih terperinci

Alkena. KO 1 pertemuan III. Indah Solihah

Alkena. KO 1 pertemuan III. Indah Solihah Alkena KO 1 pertemuan III Indah Solihah Pengertian Alkena Merupakan senyawa hidrokarbon yang mengandung ikatan rangkap karbon-karbon. Terdapat dalam jumlah berlebih di alam Etena (etilena) merupakan ssalah

Lebih terperinci

BAB II PERHITUNGAN ARUS HUBUNGAN SINGKAT

BAB II PERHITUNGAN ARUS HUBUNGAN SINGKAT 13 BAB II PERHITUNGAN ARUS HUBUNGAN SINGKAT 2.1. Pendahuluan Sistem tenaga listrik pada umumnya terdiri dari pembangkit, gardu induk, jaringan transmisi dan distribusi. Berdasarkan konfigurasi jaringan,

Lebih terperinci

PENGARUH KEDALAMAN GEOTEKSTIL TERHADAP KAPASITAS DUKUNG MODEL PONDASI TELAPAK BUJURSANGKAR DI ATAS TANAH PASIR DENGAN KEPADATAN RELATIF (Dr) = ± 23%

PENGARUH KEDALAMAN GEOTEKSTIL TERHADAP KAPASITAS DUKUNG MODEL PONDASI TELAPAK BUJURSANGKAR DI ATAS TANAH PASIR DENGAN KEPADATAN RELATIF (Dr) = ± 23% PENGARUH KEDALAMAN GEOTEKSTIL TERHADAP KAPASITAS DUKUNG MODEL PONDASI TELAPAK BUJURSANGKAR DI ATAS TANAH PASIR DENGAN KEPADATAN RELATIF (Dr) = ± 23% Jemmy NRP : 0021122 Pembimbing : Herianto Wibowo, Ir,

Lebih terperinci

TANGGUNG JAWAB ILMUWAN TERHADAP MASA DEPAN KEHIDUPAN MANUSIA

TANGGUNG JAWAB ILMUWAN TERHADAP MASA DEPAN KEHIDUPAN MANUSIA TANGGUNG JAWAB ILMUWAN TERHADAP MASA DEPAN KEHIDUPAN MANUSIA Suatu kelompok kerja NASA (1983) telah merumuskan permasalahan masa depan yang dihadapi umat manusia. Ada lima unsur permaslahan yang saling

Lebih terperinci