Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Dating Violence di Akademi kebidanan Abdi Persada Banjarmasin

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Dating Violence di Akademi kebidanan Abdi Persada Banjarmasin"

Transkripsi

1 Joural Educatioal of Nursig (JEN) Vol. No.1 Jauari Jui 2020; hal. 2-8 p-issn : ; e-issn : joural homepage: DOI: Article history: Received: March 27, 20 Revised: September 02, 20 Accepted: September 26, 20 Terhadap Pegetahua da Remaja Tetag Datig Violece di Akademi kebidaa Abdi Persada Bajarmasi Nur Cahyai Ari Lestari 1, Wahyu Nadiatari 2, Syahrida Wahyu Utami Akademi Kebidaa Abdi Persada Bajarmasi Abstrak Datig violece adalah kekerasa dalam hubuga cita yag dilakuka seseorag utuk megatur pasagaya agar meuruti keigiaya. Apabila remaja memiliki pemahama secara bear megeai datig violece, remaja aka mampu memahami bahaya da alteratif cara utuk meghidari da megatasiya, sehigga aka megembagka sikap yag meolak datig violece. Peelitia ii bertujua utuk megetahui pegaruh pedidika kesehata terhadap pegetahua da sikap remaja tetag datig violece di Akademi Kebidaa Abdi Persada Bajarmasi. Desai peelitia yag diguaka adalah pra eksperimet desig dega megguaka oe group pre test-post test desig. Pegambila sampel megguaka Porposive Samplig yaitu Mahasiswa AKBID Abdi Persada Bajarmasi. Pegumpula data megguaka kuesioer berupa 27 pertayaa pegetahua da 16 peryataa sikap. Aalisa bivariat megguaka uji Wilcoxo. Hasil peelitia meujukka sebelum diberika pedidika kesehata, pegetahua dalam kategori cukup berjumlah 94 respode (91,%), da sikap egatif sebayak 82 respode (79,6%), setelah diberika pedidika kesehata pegetahua dalam kategori baik berjumlah respode (0%), da sikap egatif yaitu sebayak 54 respode (52,4%). Sehigga ada pegaruh pedidika kesehata terhadap pegetahua da sikap remaja tetag datig violece karea ilai p < 0,05. Dega hasil peelitia ii disaraka bagi peeliti selajutya agar meperhatika variabel lai seperti pera oragtua, iformasi media massa maupu ligkuga pergaula remaja. Kata Kuci : Pedidika Kesehata, Pegetahua,, Remaja Abstract Datig violece is violece i a love relatioship committed by someoe to regulate their parters to obey their desires. If adolescets have a correct uderstadig of datig violece, adolescets will be able to uderstad the dagers ad alterative ways to avoid ad overcome them, so that they will develop attitudes that refuse datig violece. This study aims to determie the effect of health educatio o adolescet kowledge ad attitudes about datig violece at the Abdi Persada Academy of Midwifery, Bajarmasi. The research desig used was a pre-experimetal desig usig oe group pre-test-post-test desig. Samplig used Porposive Samplig, amely AKBID Abdi Persada Bajarmasi studets. Data collectio usig questioaires i the form of 27 kowledge questios ad 16 attitude 1 2, Joural Educatioal of Nursig (JEN) Vol. No. 1 (2020) 2

2 statemets. Bivariate aalysis usig the Wilcoxo test. The results showed that before beig give health educatio, there were 94 respodets i the sufficiet category of kowledge (91.%), ad 82 respodets (79.6%) egative attitudes, after beig give health educatio kowledge i the good category amouted to respodets (0%), ad egative attitudes as may as 54 respodets (52.4%). So there is the effect of health educatio o adolescet kowledge ad attitudes about datig violece because the p value <0.05. With the results of this study it is recommeded for future researchers to pay attetio to other variables such as the role of parets, mass media iformatio ad the eviromet of adolescet relatioships. Keywords: Health Educatio, Kowledge, Attitude, Youth Pedahulua Masa puber remaja ditadai dega perubaha fisiologis berupa perubaha betuk tubuh, cara berpikir, suara, da mulai terbetukya hormo-hormo yag meyiapka tubuh-tubuh muda utuk siap dibuahi da membuahi (Soy, 2019). Semejak terjadi perubaha fisiologis, kodisi emosi-sosial megalami perubaha yag drastis. Mula-mula pada masa aak- aak usia tahu mereka cederug membetuk kelompok tema bermai yag berasal dari sesama jeis kelami, maka ketika berajak remaja mulai memperluas pergaula dega lawa jeis. Bahka di atara mereka sudah megadaka hubuga pacara yag pertama atau cita moyet. Mereka berusaha salig memperhatika karea tertarik pada jeis kelami lai, remaja laki-laki tertarik pada remaja waita, demikia pula sebalikya (Agoes, 2019). Pacar adalah kekasih atau tema lawa jeis yag tetap da mempuyai hubuga berdasarka cita kasih. Datig atau berpacara adalah bercitaa atau berkasih-kasiha dega sag pacar (Tim betag pustaka, 2018). Datig violece adalah pola kekerasa dalam hubuga cita yag dilakuka seseorag utuk megedalika da megatur pasagaya agar meuruti semua keigiaya. Kekerasa yag terjadi meliputi, kekerasa emosioal berupa acama, ejeka, atau kata-kata makia yag semaki mejatuhka metal agar selalu berada dalam kodisi terteka da mudah dikedalika. Kekerasa fisik, berupa pemukula, pederaa fisik, atau pemaksaa dega aggota bada yag dilakuka si pelaku utuk membuat pasagaya ketakuta da meuruti semua permitaya. Kekerasa seksual, yaitu segala macam pemaksaa utuk berhubuga seksual da megarah ke perkosaa. Kekerasa verbal, yaitu megguaka kata-kata, umpata, peghiaa, da berbagai macam teriaka yag ditujuka utuk mempermaluka atau meakuti pasaga (Soy, 2019). Berdasarka data Komisi Nasioal (Komas) Perempua sejak 2018 higga sekarag terjadi kasus kekerasa dalam pacara. Agka dilapaga diperkiraka lebih bayak lagi karea bayak korba yag tidak melapor. Di idoesia sediri, korba tebayak dari kekerasa dalam pacara adalah perempua. Hal ii dikareaka, Idoesia masih megaut budaya patriarki, dimaa meempatka perempua omor dua setelah laki-laki sehigga perempua serig medapatka pelabela egatif dari masyarakat berupa waita adalah idividu yag lemah. Berdasarka aggapa ii, membuat laki- laki merasa lebih kuat da megaggap perempua aka selalu bergatug padaya (Hadi, 2018). Bayak pihak yag berpera sebagai sumber iformasi yag dapat mempegegaruhi pembetuka sikap remaja, seperti oragtua, tema sebaya, pacar, guru atau sekolah, media massa, da lai-lai. Namu, tidak semua sumber iformasi memberika sumber yag akurat, termasuk yag meyagkut datig Joural Educatioal of Nursig (JEN) Vol. No. 1 (2020)

3 violece, sehigga tidak semua sumber iformasi bagi remaja aka membetuk sikap yag tidak medukug datig violece (Murray, 2018). Metode Desai pada peelitia ii adalah pra eksperimet desig dega megguaka oe group pre test-post test desig, yaitu peelitia sesaat dega pemberia pre-test dahulu sebelum diberika pedidika kesehata kemudia setelah diberika pedidika kesehata dilakuka post test. Polulasi peelitia 186 respode dega megguaka purposive samplig didapat respode. Utuk megetahui pegaruh pedidika kesehata terhadap pegetahua da sikap remaja tetag datig violece megguaka uji wilcoxo dega ilai r kurag dari 0,05. Hasil da Pembahasa Remaja Sebelum diberika Pedidika Kesehata tetag Datig Violece di Akbid Abdi Persada Bajarmasi Tabel 1 Distribusi Tigkat Pegetahua Remaja Sebelum tetag Tigkat Pegetahua Datig Violece (%) Cukup 94 91,% Baik 9 8,7% Berdasarka tabel diatas terlihat bahwa sebelum diberika perlakua berupa pedidika kesehata, respode memiliki pegetahua cukup berjumlah 94 respode (91,%) da berpegetahua baik sebayak 9 respode (8,7%). Remaja Sesudah diberika Pedidika Kesehata tetag Datig Violece di Akbid Abdi Persada Bajarmasi. Tabel 2 Distribusi Tigkat Pegetahua Remaja Sesudah tetag Datig Violece Tigkat Pegetahua (%) Baik 0% Tabel 2 meujukka bahwa setelah diberika pedidika kesehata didapatka hasil semua respode memiliki pegetahua baik berjumlah respode (0%). Gambara Remaja Sebelum Tetag Datig Violece di AKBID Abdi Persada Bajarmasi. Tabel Distribusi Remaja Sebelum tetag Datig Violece Negatif 82 79,6% Positif 21 20,4% % Tabel meujukka bahwa respode memiliki sikap egatif yaitu sebayak 82 respode (79,6%), da yag memiliki sikap positif sebayak 21 respode (20,4%). Gambara Remaja Sesudah Tetag Datig Violece di AKBID Abdi Persada Bajarmasi. Tabel 4 Distribusi Remaja Sesudah tetag Datig Violece Negatif 54 52,4% Positif 49 47,6% % Tabel 4 meujukka bahwa setelah dilakuka pedidika kesehata, respode memiliki sikap egatif yaitu sebayak 54 respode (52,4%), da yag memiliki sikap positif sebayak 49 respode (47,6%). Terhadap Tigkat Pegetahua Remaja tetag Datig Violece di AKBID Abdi Persada Bajarmasi. Joural Educatioal of Nursig (JEN) Vol. No. 1 (2020) 4

4 Tabel 5 Distribusi terhadap tigkat pegetahua remaja tetag Datig Violece Tigkat Pegetahu a Remaja Pegetahu a Post Pegetahu a Pre N 20,6 1 16,2 7 Ra k Z 0,00-8, ,0 0 P Valu e 0,00 0 Berdasarka Tabel 5 didapatka hasil uji statistik megguaka Wilcoxo didapatka ilai p = 0,000 dega demikia jika α = 5% didapatka ilai p value (0,000) < α (0,05) sehigga Ho ditolak, maka dapat disimpulka ada pegaruh pedidika kesehata terhadap tigkat pegetahua remaja tetag datig violece di Akbid Abdi Persada Bajarmasi. Terhadap Remaja tetag Datig Violece di AKBID Abdi Persada Bajarmasi. Tabel 6 Distribusi terhadap remaja tetag Datig Violece Remaj a Post Pre N Rak Z 24,8 0,00-8,9 4 22,0 46,50 P Valu e 0,000 Berdasarka Tabel 6 meujukka hasil uji statistic didapatka ilai p= 0,000 dega demikia jika ilai α = 5% didapatka ilai p value (0,000) < α (0,05) sehigga Ho ditolak, maka dapat disimpulka ada pegaruh pemberia pedidika kesehata terhadap sikap remaja tetag Datig Violece di AKBID Abdi Persada Bajarmasi. Pembahasa Remaja Sebelum diberika Pedidika kesehata tetag Datig Violece di Akbid Abdi Persada Bajarmasi Berdasarka hasil peelitia pada tabel 1 yag merupaka gambara tigkat pegetahua remaja tetag datig violece sebelum diberika pedidika kesehata. Hasil peelitia meujukka bahwa dari respode, umur respode berkisar atara tahu. yag berumur 16 tahu sebayak 5 respode (51,5%), sedagka respode yag berumur 15 tahu sebayak 50 respode (48,5%). Dari respode tersebut, sebayak 94 respode (91,%) memiliki pegetahua cukup, 9 respode (8,7%) memiliki pegetahua baik. Meurut Notoatmodjo (201 9), faktor yag mempegaruhi pegetahua salah satuya adalah iformasi. Iformasi yag didapatka oleh respode tetag datig violece dapat diperoleh melalui media (cetak da elektroik) yag meyebabka mereka tahu tetag datig violece. Pada poit pertayaa pegetahua omor 2 da tetag klasifikasi kekerasa dalam pacara, masih ada 50 respode pada poit omor 2 da 51 respode pada poit omor yag belum megetahui tetag klasifikasi kekerasa dalam pacara. Kebayaka dari respode haya megetahui jika kekerasa haya berupa kekerasa fisik saja. Padahal kekerasa dalam pacara dapat berupa kekerasa verbal yaitu kekerasa yag megguaka kata-kata, umpata, peghiaa, da berbagai macam teriaka yag ditujuka utuk mempermaluka pasaga, kekerasa seksual yaitu segala macam pemaksaa utuk berhubuga seksual da megarah ke perkosaa, kekerasa emosioal yaitu kekerasa yag mecoba mempegaruhi pasagaya melalui berbagai macam acama, ejeka, atau kata-kata makia yag semaki mejatuhka metal agar selalu berada dalam kodisi terteka da mudah dikedalika. Dimaa tidak Joural Educatioal of Nursig (JEN) Vol. No. 1 (2020) 5

5 meutup kemugkia remaja dapat megalami kekerasa-kekerasa tersebut (Soy, 2019). Remaja Sesudah diberika Pedidika Kesehata tetag Datig Violece di Akbid Abdi Persada Bajarmasi Perhituga hasil kedua yaitu perhituga ilai kuesioer yag dilakuka setelah diberika pedidika kesehata pada remaja Akbid Abdi Persada pada respode yag sama didapatka hasil peilaia dega kategori baik adalah sebayak respode (0%). Ii meggambarka bahwa mayoritas remaja sudah memahami tetag datig violece. Meurut Notoatmodjo (20 18), tigkat pegetahua dipegaruhi oleh beberapa faktor, salah satuya pegalama. Pegalama yag dimaksud adalah adaya papara iformasi yag didapat idividu baik pada kegiata formal da o formal yag megakibatka suatu memori. Pemberia pedidika kesehata ii dapat mejadi pegalama pada remaja putrid sehigga dapat meigkatka pegetahua remaja putri tetag datig violece. Selai itu, remaja putri yag sebelumya sudah perah megalami datig violece dalam hubuga berpacara juga aka dapat meambah pegetahuaya tetag datig violece, karea sebelumya sudah perah megalami hal tersebut. Gambara Remaja Sebelum tetag Datig Violece di Akbid Abdi Persada Bajarmasi Hasil pegukura sikap respode tetag datig violece sebelum diberika pedidika kesehata pada tabel memperlihatka memiliki sikap egative atau sikap yag meerima kekerasa dalam pacara sebayak 82 respode (79,6%), da yag memiliki sikap positif atau sikap yag meolak kekerasa dalam pacara sebayak 21 respode (20,4%). Azwar (201 8) medefiisika sikap sebagai suatu pola perilaku, tedesi atau kesiapa atisipatif, predisposisi utuk meyesuaika diri dalam situasi sosial, atau secara sederhaa sikap adalah respo terhadap stimuli sosial yag telah terkodisika. Salah satu faktor yag mempegaruhi sikap remaja putri adalah pegaruh oraglai yag diaggap petig dalam hal ii yag berpegaruh terhadap sikap remaja putri adalah oragtua, tema, guru di sekolah. Oragtua, tema da guru di sekitar kehidupa remaja putri merupaka salah satu diatara kompoe sosial yag ikut mempegaruhi sikap remaja putri. Pada umumya, idividu cederug utuk memiliki sikap yag koformis atau searah dega sikap orag yag diaggap petig (Azwar, 2018). remaja aka mucul dipegaruhi oleh kebudayaa, karea kebudayaa lah yag memberi corak pegalama idividu-idividu masyarakat asuhaya (Wawa da Dewi, 201 9). Dalam hal ii kebudayaa yag dimaksud adalah budaya patriarki, di masyarakat Idoesia masih meempatka perempua pada posisi tertetu yag meyebabka perempua lemah da cederug utuk tergatug pada laki-laki. Sehigga terdapat aggapa bahwa waita harus selalu di omor duaka setelah lelaki, hal itu meyebabka datig violece lebih bayak dialami remaja putri. Dega aggapa tersebut tetu aka mempegaruhi sikap remaja putri tetag datig violece (Hadi 2018). Gambara Remaja Sesudah tetag Datig Violece di Akbid Abdi Persada Bajarmasi Hasil peelitia terhadap sikap respode tetag datig violece setelah diberika pedidika kesehata pada tabel 4 memperlihatka sikap egatif sebayak 54 respode (52,4%), da yag memiliki sikap positif sebayak 49 respode (47,6%). Peigkata jumlah respode Joural Educatioal of Nursig (JEN) Vol. No. 1 (2020) 6

6 yag bersikap positif, hal ii merupaka akibat dilakuka pedidika kesehata. Pedidika kesehata memberika pegetahua yag bear terhadap remaja tetag datig violece. Pegetahua tersebut kemudia disimpa da melalui proses tertetu aka membetuk keyakia dalam diriya. Keyakia tersebut yag kemudia disebut sebagai sikap (Azwar, 2018). Terhadap Tigkat Pegetahua Remaja tetag Datig Violece di Akbid Abdi Persada Bajarmasi Berdasarka hasil peelitia didapatka bahwa ada pegaruh tigkat pegetahua remaja tetag datig violece sebelum da sesudah diberika pedidika kesehata tetag datig violece. Perbedaa itu berdasarka hasil uji statistik didapatka ilai p = 0,000 dega α = 5% didapatka ilai p value (0,000) < α (0,05) sehigga ada pegaruh pedidika kesehata terhadap tigkat pegetahua remaja tetag datig violece. Hal tersebut terjadi karea dilakuka perlakua berupa pedidika kesehata yag diberika sebelum uji kedua ( posttest). Dari hasil peelitia meujukka bahwa tigkat pegetahua respode tetag datig violece setelah pedidika kesehata meigkat dibadig rata-rata pegetahua respode tetag datig violece sebelum pedidika kesehata. Perbedaa itu bermaka bahwa perlakua berupa pedidika kesehata dapat meigkatka pegetahua respode tetag datig violece. Terhadap Remaja tetag Datig Violece di Akbid Abdi Persada Bajarmasi Berdasarka hasil perhituga statistik didapatka bahwa ada perbedaa sikap remaja tetag datig violece sebelum da sesudah diberika pedidika kesehata. Perbedaa itu berdasarka hasil uji statistik didapatka ilai p = 0,000 dega α = 5% didapatka ilai p value (0,000) < α (0,05) sehigga ada pegaruh pedidika kesehata terhadap sikap remaja tetag datig violece. egatif yag terjadi pada respode dimugkika timbul karea adaya iformasi yag salah yag mereka dapatka tetag datig violece. Sebuah keyakia atau sikap aka tertaam kuat dalam diri seseorag bila telah mecapai tahapa taggug jawab. Artiya, orag tersebut megetahui serta bersedia meaggug atas apa yag diyakiiya da mewujudka keyakia tersebut dalam tidaka yata (Notoatmodjo, 2019). Kesimpula Berdasarka hasil peelitia yag telah dibahas di atas dapat disimpulka ada pegaruh yag sigifika dari pemberia pedidika kesehata terhadap pegeahua da sikap remaja tetag datig violece. Diharapka dapat mejadi baha masuka da pertimbaga bagi para remaja agar megelola emosi dega baik ketika meghadapi koflik dalam hubuga berpacara, sehigga terhidar dari kekerasa dalam pacara. Daftar Pustaka [1]. Agoes, D Psikologi Perkembaga Remaja. Bogor: Ghalia Idoesia [2]. Alifah Program bimbiga da koselig pribadi sosial utuk megembagka perilaku seksual sehat remaja. Uiversitas Pedidika Idoesia []. Arikuto Prosedur Peelitia. Jakarta: Rieka Cipta [4]. Azwar, Saifuddi Mausia da Teori Pegukuraya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar [5]. Ferlita, Gracia Terhadap Kekerasa dalam Berpacara. Jural Psikologi, 6 (1), 15. [6]. Habib Medidik Aak di Rumah. Jakarta : Rieka Cipta Joural Educatioal of Nursig (JEN) Vol. No. 1 (2020) 7

7 [7]. Hadi Kekerasa di Balik Cita. Yogyakarta : Rifka Aisa Wome s Crisis Cetre [8]. Heri, Maulaa Promosi Kesehata. Jakarta : Peerbit Buku Kedoktera EGC [9]. Hidayat Metode Peelitia Kebidaa da Tekik Aalisis. Jakarta: Salemba Medika []. Istiqomah Pegaruh Pedidika Kesehata Terhadap Pegetahua da Peagaa Keputiha Pada Remaja Putri SMA Negeri 1 Bergas. Jural Kesehata Jeffry dkk Psikologi Abormal. Jakarta: Erlagga [11]. Joh, Satrock Adolescece Perkembaga Remaja. Jakarta: Erlagga [12]. Lestari, Puji Pegaruh KIE (komuikasi, iformasi, edukasi) terhadap tigkat pegetahua da sikap remaja utuk pecegaha peulara HIV atau AIDS di SMA Wirausaha Jimbara Kecamata Baduga Kabupate Semarag. Jural Kesehata [1]. Muhammad Psikologi Remaja. Badug: Pustaka Setia [14]. Muhshodiq Kisah Nyata Kekerasa dalam Pacara. [15]. Muhshodiq.livejoural.com Murray, J But I Love Him : Mecegah Kekerasa da Domiasi Pasaga dalam Pacara. Jakarta : Bhuaa Ilmu Populer [16]. Notoatmodjo Metodologi Peelitia Kesehata. Jakarta: Rieka Cipta 201. Prisip-Prisip Dasar Ilmu Kesehata Masyarakat. Jakarta: Rieka Cipta [17]. Nur Hasa Kora Media Idoesia. Juralperempua.com (Diakses Miggu 20 Oktober 201) [18]. Rakhmat, S Pedidika Kesehata dalam Keperawata. Yogyakarta: Nuha Medika [19]. Robert da Jodi Metode Pedidika Kesehata Masyarakat. Jakarta : Peerbit Buku Kedoktera EGC [20]. Soy Tee Datig violece. Yogyakarta: Kaisius [21]. Suara Merdeka Perempua Jateg Jadi Korba Kekerasa. Suaramerdeka.com (Diakses Miggu, 20 Oktober 201) [22]. Subha, Zaituah Kekerasa Terhadap Perempua. Yogyakarta : Pustaka Pesatre [2]. Sugiyoo Statistika Utuk Peelitia. Jakarta: Rieka Cipta : Salemba Medika [24]. Suryati da Aa Kesehata Reproduksi. Yogyakarta: Nuha Medika [25]. Tim Betag Pustaka Kamus Besar Bahasa Idoesia. Jakarta: Balai Pustaka [26]. Walgito Pegatar Psikologi Umum. Yogyakarta : Adi Offset [27]. Wawa da Dewi Pegetahua Da Prilaku Mausia. Yogyakarta: Nuha Medika Joural Educatioal of Nursig (JEN) Vol. No. 1 (2020) 8

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG IMUNISASI DI PUSKESMAS PEMBANTU BATUPLAT

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG IMUNISASI DI PUSKESMAS PEMBANTU BATUPLAT PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG IMUNISASI DI PUSKESMAS PEMBANTU BATUPLAT Helmi Fagidaea,c*, Elisabeth Herwatib, Maria Y. Biac a b Mahasiswa S-1 Prodi Keperawata,

Lebih terperinci

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG DATING VIOLENCE DI SMA NEGERI 2 UNGARAN

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG DATING VIOLENCE DI SMA NEGERI 2 UNGARAN PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG DATING VIOLENCE DI SMA NEGERI 2 UNGARAN Lia Khikmatul Maula 00112b07 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudi Waluyo Ungaran Progran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek Peelitia Peelitia ii dilaksaaka di kawasa huta magrove, yag berada pada muara sugai Opak di Dusu Baros, Kecamata Kretek, Kabupate Batul. Populasi dalam peelitia ii adalah

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur 0 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi da Waktu Peelitia Peelitia ii dilakuka di SMA Negeri Way Jepara Kabupate Lampug Timur pada bula Desember 0 sampai Mei 03. B. Populasi da Sampel Populasi dalam peelitia

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilakukan di Puskesmas Limba B terutama masyarakat

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilakukan di Puskesmas Limba B terutama masyarakat 38 3.1 Lokasi da Waktu Peelitia 3.1.1 Lokasi Peelitia BAB III METODE PENELITIAN Lokasi peelitia ii dilakuka di Puskesmas Limba B terutama masyarakat yag berada di keluraha limba B Kecamata Kota Selata

Lebih terperinci

BAB IV. METODE PENELITlAN. Rancangan atau desain dalam penelitian ini adalah analisis komparasi, dua

BAB IV. METODE PENELITlAN. Rancangan atau desain dalam penelitian ini adalah analisis komparasi, dua BAB IV METODE PENELITlAN 4.1 Racaga Peelitia Racaga atau desai dalam peelitia ii adalah aalisis komparasi, dua mea depede (paired sample) yaitu utuk meguji perbedaa mea atara 2 kelompok data. 4.2 Populasi

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur III. METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi da Waktu Peelitia Peelitia ii dilakuka di SMA Negeri Way Jepara Kabupate Lampug Timur pada bula Desember 0 sampai dega Mei 03. B. Populasi da Sampel Populasi dalam

Lebih terperinci

LAMPIRAN-LAMPIRAN 110

LAMPIRAN-LAMPIRAN 110 LAMPIRAN-LAMPIRAN 110 Lampira 1. Kuesioer SURAT PERMOHONAN Perihal : Permohoa Batua Pegisia Kuesioer Peelitia No : Kepada Yth : Bpk/Ibu/Sdr-I Selaku Respode Di Tempat. Dega Hormat, Dalam ragka memeuhi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tujua Peelitia Peelitia ii bertujua utuk megetahui apakah terdapat perbedaa hasil belajar atara pegguaa model pembelajara Jigsaw dega pegguaa model pembelajara Picture ad Picture

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Racaga da Jeis Peelitia Racaga peelitia ii adalah deskriptif dega pedekata cross sectioal yaitu racaga peelitia yag meggambarka masalah megeai tigkat pegetahua remaja tetag

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis peelitia Peelitia ii merupaka jeis peelitia eksperime. Karea adaya pemberia perlakua pada sampel (siswa yag memiliki self efficacy redah da sagat redah) yaitu berupa layaa

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. kelas VIII semester ganjil SMP Sejahtera I Bandar Lampung tahun pelajaran 2010/2011

III. METODE PENELITIAN. kelas VIII semester ganjil SMP Sejahtera I Bandar Lampung tahun pelajaran 2010/2011 III. METODE PENELITIAN A. Latar Peelitia Peelitia ii merupaka peelitia yag megguaka total sampel yaitu seluruh siswa kelas VIII semester gajil SMP Sejahtera I Badar Lampug tahu pelajara 2010/2011 dega

Lebih terperinci

3 METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

3 METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian 19 3 METODE PENELITIAN 3.1 Keragka Pemikira Secara rigkas, peelitia ii dilakuka dega tiga tahap aalisis. Aalisis pertama adalah megaalisis proses keputusa yag dilakuka kosume dega megguaka aalisis deskriptif.

Lebih terperinci

Bab III Metoda Taguchi

Bab III Metoda Taguchi Bab III Metoda Taguchi 3.1 Pedahulua [2][3] Metoda Taguchi meitikberatka pada pecapaia suatu target tertetu da meguragi variasi suatu produk atau proses. Pecapaia tersebut dilakuka dega megguaka ilmu statistika.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 6 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desai Peelitia Meurut Kucoro (003:3): Peelitia ilmiah merupaka usaha utuk megugkapka feomea alami fisik secara sistematik, empirik da rasioal. Sistematik artiya proses yag

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi da Waktu peelitia Peelitia dilakuka pada budidaya jamur tiram putih yag dimiliki oleh usaha Yayasa Paguyuba Ikhlas yag berada di Jl. Thamri No 1 Desa Cibeig, Kecamata Pamijaha,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di kelas X SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. semester ganjil tahun ajaran 2013/2014.

BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di kelas X SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. semester ganjil tahun ajaran 2013/2014. BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu da Tempat Peelitia Peelitia dilaksaaka dari bula Agustus-September 03.Peelitia ii dilakuka di kelas X SMA Muhammadiyah Pekabaru semester gajil tahu ajara 03/04. B. Subjek

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Pantai Anyer, Kabupaten Serang

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Pantai Anyer, Kabupaten Serang IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi da Waktu Peelitia Peelitia ii dilakuka di Kawasa Patai Ayer, Kabupate Serag Provisi Bate. Lokasi ii dipilih secara segaja atau purposive karea Patai Ayer merupaka salah

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN 30 III. METODE PENELITIAN A. Metode Dasar Peelitia Metode yag diguaka dalam peelitia adalah metode deskriptif, yaitu peelitia yag didasarka pada pemecaha masalah-masalah aktual yag ada pada masa sekarag.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI DAN PELAKSANAAN PENELITIAN. Perumusan - Sasaran - Tujuan. Pengidentifikasian dan orientasi - Masalah.

BAB III METODOLOGI DAN PELAKSANAAN PENELITIAN. Perumusan - Sasaran - Tujuan. Pengidentifikasian dan orientasi - Masalah. BAB III METODOLOGI DAN PELAKSANAAN PENELITIAN 3.1. DIAGRAM ALIR PENELITIAN Perumusa - Sasara - Tujua Pegidetifikasia da orietasi - Masalah Studi Pustaka Racaga samplig Pegumpula Data Data Primer Data Sekuder

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri I

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri I 7 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Populasi da Sampel Peelitia Populasi dalam peelitia ii adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri I Kotaagug Tahu Ajara 0-03 yag berjumlah 98 siswa yag tersebar dalam 3

Lebih terperinci

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan waktu 4.2. Jenis dan Sumber Data 4.3 Metode Pengumpulan Data

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan waktu 4.2. Jenis dan Sumber Data 4.3 Metode Pengumpulan Data IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi da waktu Peelitia ii dilakuka di PD Pacet Segar milik Alm Bapak H. Mastur Fuad yag beralamat di Jala Raya Ciherag o 48 Kecamata Cipaas, Kabupate Ciajur, Propisi Jawa Barat.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. data dalam penelitian ini termasuk ke dalam data yang diambil dari Survei Pendapat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. data dalam penelitian ini termasuk ke dalam data yang diambil dari Survei Pendapat BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Jeis da Sumber Data Jeis peelitia yag aka diguaka oleh peeliti adalah jeis peelitia Deskriptif. Dimaa jeis peelitia deskriptif adalah metode yag diguaka utuk memperoleh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pre test post test with control group. Penelitian ini berupaya untuk

BAB III METODE PENELITIAN. pre test post test with control group. Penelitian ini berupaya untuk BAB III METODE PENELITIAN A. Desai Peelitia Peelitia ii megguaka desai Eksperimet dega pedekata pre test post test with cotrol group. Peelitia ii berupaya utuk megugkapka hubuga sebab-akibat dega cara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melakukan penelitian, terlebih dahulu menentukan desain

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melakukan penelitian, terlebih dahulu menentukan desain BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desai Peelitia Dalam melakuka peelitia, terlebih dahulu meetuka desai peelitia yag aka diguaka sehigga aka mempermudah proses peelitia tersebut. Desai peelitia yag diguaka

Lebih terperinci

PENGARUH INFLASI TERHADAP KEMISKINAN DI PROPINSI JAMBI

PENGARUH INFLASI TERHADAP KEMISKINAN DI PROPINSI JAMBI Halama Tulisa Jural (Judul da Abstraksi) Jural Paradigma Ekoomika Vol.1, No.5 April 2012 PENGARUH INFLASI TERHADAP KEMISKINAN DI PROPINSI JAMBI Oleh : Imelia.,SE.MSi Dose Jurusa Ilmu Ekoomi da Studi Pembagua,

Lebih terperinci

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. kualitatif. Kerangka acuan dalam penelitian ini adalah metode penelitian

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. kualitatif. Kerangka acuan dalam penelitian ini adalah metode penelitian BAB II METODOLOGI PEELITIA 2.1. Betuk Peelitia Betuk peelitia dapat megacu pada peelitia kuatitatif atau kualitatif. Keragka acua dalam peelitia ii adalah metode peelitia kuatitatif yag aka megguaka baik

Lebih terperinci

III.MATERI DAN METODA. tujug desa. Waktu penelitian akan dilaksanakan mulai bulan Mei sampai bulan Juni 2014.

III.MATERI DAN METODA. tujug desa. Waktu penelitian akan dilaksanakan mulai bulan Mei sampai bulan Juni 2014. III.MATERI DAN METODA 3.1. Waktu da Tempat Tempat peelitia dilakuka di Kecamata Kampar Kabupate Kampar yag terdiri dari tujug desa. Waktu peelitia aka dilaksaaka mulai bula Mei sampai bula Jui 2014. 3.2.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 22 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi da Waktu Peelitia Peelitia ii dilaksaaka di tiga kator PT Djarum, yaitu di Kator HQ (Head Quarter) PT Djarum yag bertempat di Jala KS Tubu 2C/57 Jakarta Barat,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2013 sampai Januari 2014

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2013 sampai Januari 2014 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi da Waktu Peelitia ii dilaksaaka pada bula Juli 2013 sampai Jauari 201 berlokasi di Kabupate Gorotalo. B. Jeis Peelitia Peilitia tetag evaluasi program pegembaga

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yaitu PT. Sinar Gorontalo Berlian Motor, Jl. H. B Yassin no 28

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yaitu PT. Sinar Gorontalo Berlian Motor, Jl. H. B Yassin no 28 5 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Peelitia da Waktu Peelitia Sehubuga dega peelitia ii, lokasi yag dijadika tempat peelitia yaitu PT. Siar Gorotalo Berlia Motor, Jl. H. B Yassi o 8 Kota Gorotalo.

Lebih terperinci

Ika Farita Sari Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta Kata Kunci: Reward, Punishment, Motivasi belajar, Hasil belajar

Ika Farita Sari Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta Kata Kunci: Reward, Punishment, Motivasi belajar, Hasil belajar Pemberia Reward da Puishmet... (Ika Farita Sari) PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT DENGAN KOMBINASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 26 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat da Waktu Kegiata dilakuka di Divisi Tresuri Bak XYZ dari bula Jauari - April 2011. Pegambila data dilakuka di beberapa wilayah pemasara yaitu di wilayah Jakarta,

Lebih terperinci

BAB III 1 METODE PENELITAN. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Batudaa Kab. Gorontalo dengan

BAB III 1 METODE PENELITAN. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Batudaa Kab. Gorontalo dengan BAB III METODE PENELITAN. Tempat Da Waktu Peelitia Peelitia dilakuka di SMP Negeri Batudaa Kab. Gorotalo dega subject Peelitia adalah siswa kelas VIII. Pemiliha SMP Negeri Batudaa Kab. Gorotalo. Adapu

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi da Waktu Peelitia Kegiata peelitia ii dilaksaaka pada bula Mei 2011 bertempat di Dusu Nusa Bakti, Kecamata Serawai da Dusu Natai Buga, Kecamata Melawi yag merupaka

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Analisis regresi menjadi salah satu bagian statistika yang paling banyak aplikasinya.

BAB 1 PENDAHULUAN. Analisis regresi menjadi salah satu bagian statistika yang paling banyak aplikasinya. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakag Aalisis regresi mejadi salah satu bagia statistika yag palig bayak aplikasiya. Aalisis regresi memberika keleluasaa kepada peeliti utuk meyusu model hubuga atau pegaruh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi da objek peelitia Lokasi peelitia dalam skripsi ii adalah area Kecamata Pademaga, alasa dalam pemiliha lokasi ii karea peulis bertempat tiggal di lokasi tersebut sehigga

Lebih terperinci

STATISTIKA NON PARAMETRIK

STATISTIKA NON PARAMETRIK . PENDAHULUAN STATISTIKA NON PARAMETRIK Kelebiha Uji No Parametrik: - Perhituga sederhaa da cepat - Data dapat berupa data kualitatif (Nomial atau Ordial) - Distribusi data tidak harus Normal Kelemaha

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. diinginkan. Menurut Arikunto (1991 : 3) penelitian eksperimen adalah suatu

III. METODOLOGI PENELITIAN. diinginkan. Menurut Arikunto (1991 : 3) penelitian eksperimen adalah suatu III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode peelitia merupaka suatu cara tertetu yag diguaka utuk meeliti suatu permasalaha sehigga medapatka hasil atau tujua yag diigika. Meurut Arikuto (99 :

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa III. METODE PENELITIAN A. Settig Peelitia Peelitia ii merupaka peelitia tidaka kelas yag dilaksaaka pada siswa kelas VIIIB SMP Muhammadiyah 1 Sidomulyo Kabupate Lampug Selata semester geap tahu pelajara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. objek penelitian yang penulis lakukan adalah Beban Operasional susu dan Profit

BAB III METODE PENELITIAN. objek penelitian yang penulis lakukan adalah Beban Operasional susu dan Profit BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Peelitia Objek peelitia merupaka sasara utuk medapatka suatu data. Jadi, objek peelitia yag peulis lakuka adalah Beba Operasioal susu da Profit Margi (margi laba usaha).

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Ajaran dengan jumlah siswa 40 orang yang terdiri dari 19 siswa lakilaki

METODE PENELITIAN. Ajaran dengan jumlah siswa 40 orang yang terdiri dari 19 siswa lakilaki 18 III. METODE PENELITIAN A. Subyek da Tempat Peelitia Subjek peelitia adalah siswa kelas X2 SMA Budaya Badar Lampug Tahu Ajara 2010-2011 dega jumlah siswa 40 orag yag terdiri dari 19 siswa lakilaki da

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI MIA SMA Negeri 5

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI MIA SMA Negeri 5 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Populasi da Sampel Peelitia Populasi dalam peelitia ii adalah semua siswa kelas I MIA SMA Negeri 5 Badar Lampug Tahu Pelajara 04-05 yag berjumlah 48 siswa. Siswa tersebut

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode yag diguaka dalam peelitia ii adalah metode kuatitatif dega eksperime semu (quasi eksperimet desig). Peelitia ii melibatka dua kelas, yaitu satu

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) A. MATA KULIAH Nama Program Studi : D-IV Bida Pedidik Nama Mata Kuliah : Humaiora da Psikologi Daur Hidup Waita Kode : Bd. 103 SKS : 3 SKS (T : 2, P : 1) Semester :

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Statistika merupakan salah satu cabang penegtahuan yang paling banyak mendapatkan

BAB 2 LANDASAN TEORI. Statistika merupakan salah satu cabang penegtahuan yang paling banyak mendapatkan BAB LANDASAN TEORI. Pegertia Regresi Statistika merupaka salah satu cabag peegtahua yag palig bayak medapatka perhatia da dipelajari oleh ilmua dari hamper semua bidag ilmu peegtahua, terutama para peeliti

Lebih terperinci

Pendugaan Parameter. Debrina Puspita Andriani /

Pendugaan Parameter. Debrina Puspita Andriani    / Pedugaa Parameter 7 Debria Puspita Adriai E-mail : debria.ub@gmail.com / debria@ub.ac.id Outlie Pedahulua Pedugaa Titik Pedugaa Iterval Pedugaa Parameter: Kasus Sampel Rataa Populasi Pedugaa Parameter:

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi,

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi, BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Peelitia Metode yag diguaka dalam peelitia ii adalah peelitia korelasi, yaitu suatu metode yag secara sistematis meggambarka tetag hubuga pola asuh orag tua dega kosep

Lebih terperinci

EFEKTIVITAS MEDIA KOMIK PADA MATERI SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG UNTUK SISWA KELAS V SD NEGERI 6I KOTA BENGKULU

EFEKTIVITAS MEDIA KOMIK PADA MATERI SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG UNTUK SISWA KELAS V SD NEGERI 6I KOTA BENGKULU EFEKTIVITAS MEDIA KOMIK PADA MATERI SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG UNTUK SISWA KELAS V SD NEGERI 6I KOTA BENGKULU 1 Desi Kuriati, 2 Dewi Rahimah, 3 Rusdi 1,2,3 Prodi Pedidika Matematika JPMIPA FKIP Uiversitas

Lebih terperinci

Pedahulua Hipotesis: asumsi atau dugaa semetara megeai sesuatu hal. Ditutut utuk dilakuka pegeceka kebearaya. Jika asumsi atau dugaa dikhususka megeai

Pedahulua Hipotesis: asumsi atau dugaa semetara megeai sesuatu hal. Ditutut utuk dilakuka pegeceka kebearaya. Jika asumsi atau dugaa dikhususka megeai PENGUJIAN HIPOTESIS Pedahulua Hipotesis: asumsi atau dugaa semetara megeai sesuatu hal. Ditutut utuk dilakuka pegeceka kebearaya. Jika asumsi atau dugaa dikhususka megeai ilai-ilai parameter populasi,

Lebih terperinci

9 Departemen Statistika FMIPA IPB

9 Departemen Statistika FMIPA IPB Supleme Resposi Pertemua ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351 9 Departeme Statistika FMIPA IPB Pokok Bahasa Sub Pokok Bahasa Referesi Waktu Pegatar Aalisis utuk Data Respo Kategorik Data respo kategorik Sebara

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif karena bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik mahasiswa

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif karena bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik mahasiswa 54 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jeis Peelitia Peelitia ii merupaka peelitia deskriptif dega pedekata kuatitatif karea bertujua utuk megetahui kompetesi pedagogik mahasiswa setelah megikuti mata kuliah

Lebih terperinci

Firmansyah, et al, Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Kesiapsiagaan...

Firmansyah, et al, Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Kesiapsiagaan... Hubuga Pegetahua dega Perilaku Kesiapsiagaa dalam Meghadapi Becaa Bajir da Logsor pada Remaja Usia 15-18 tahu di SMA Al-Hasa Kemiri Kecamata Pati Kabupate Jember (The Correlatio Betwee Kowledge ad behavior

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 40 BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Jeis peelitia pada peelitia ii adalah peelitia eksperime semu atau biasa disebut pre-eksperime. Karea pada peelitia ii, peeliti haya megguaka kelas eksperime

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 31 Flowchart Metodologi Peelitia BAB III METODOLOGI PENELITIAN Gambar 31 Flowchart Metodologi Peelitia 18 311 Tahap Idetifikasi da Peelitia Awal Tahap ii merupaka tahap awal utuk melakuka peelitia yag

Lebih terperinci

Perbandingan Power of Test dari Uji Normalitas Metode Bayesian, Uji Shapiro-Wilk, Uji Cramer-von Mises, dan Uji Anderson-Darling

Perbandingan Power of Test dari Uji Normalitas Metode Bayesian, Uji Shapiro-Wilk, Uji Cramer-von Mises, dan Uji Anderson-Darling Jural Gradie Vol No Juli 5 : -5 Perbadiga Power of Test dari Uji Normalitas Metode Bayesia, Uji Shapiro-Wilk, Uji Cramer-vo Mises, da Uji Aderso-Darlig Dyah Setyo Rii, Fachri Faisal Jurusa Matematika,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Jeis peelitia ii adalah peelitia pegembaga (research ad developmet), yaitu suatu proses peelitia utuk megembagka suatu produk. Produk yag dikembagka dalam peelitia

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakag Maajeme risiko merupaka salah satu eleme petig dalam mejalaka bisis perusahaa karea semaki berkembagya duia perusahaa serta meigkatya kompleksitas aktivitas perusahaa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang tepat dalam sebuah penelitian ditentukan guna menjawab

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang tepat dalam sebuah penelitian ditentukan guna menjawab BAB III METODE PENELITIAN Metode peelitia merupaka suatu cara atau prosedur utuk megetahui da medapatka data dega tujua tertetu yag megguaka teori da kosep yag bersifat empiris, rasioal da sistematis.

Lebih terperinci

POSITRON, Vol. II, No. 2 (2012), Hal. 1-5 ISSN : Penentuan Energi Osilator Kuantum Anharmonik Menggunakan Teori Gangguan

POSITRON, Vol. II, No. 2 (2012), Hal. 1-5 ISSN : Penentuan Energi Osilator Kuantum Anharmonik Menggunakan Teori Gangguan POSITRON, Vol. II, No. (0), Hal. -5 ISSN : 30-4970 Peetua Eergi Osilator Kuatum Aharmoik Megguaka Teori Gaggua Iklas Saubary ), Yudha Arma ), Azrul Azwar ) )Program Studi Fisika Fakultas Matematika da

Lebih terperinci

PENGARUH PEMBERIAN PERMAINAN SEBAGAI BENTUK PEMANASAN TERHADAP MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI

PENGARUH PEMBERIAN PERMAINAN SEBAGAI BENTUK PEMANASAN TERHADAP MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI PENGARUH PEMBERIAN PERMAINAN SEBAGAI BENTUK PEMANASAN TERHADAP MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI Septyaig Lusiati Pejaskesrek Uiversitas Nusatara PGRI Kediri septya_lusi@upkediri.ac.id

Lebih terperinci

III. METODELOGI PENELITIAN

III. METODELOGI PENELITIAN III. METODELOGI PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode peelitia merupaka suatu cara tertetu yag diguaka utuk meeliti suatu permasalaha sehigga medapatka hasil atau tujua yag diigika, meurut Arikuto (998:73)

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Wijaya Bandar

METODE PENELITIAN. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Wijaya Bandar III. METODE PENELITIAN A. Settig Peelitia Subyek dalam peelitia ii adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Wijaya Badar Lampug, semester gajil Tahu Pelajara 2009-2010, yag berjumlah 19 orag terdiri dari 10 siswa

Lebih terperinci

Mata Kuliah : Matematika Diskrit Program Studi : Teknik Informatika Minggu ke : 4

Mata Kuliah : Matematika Diskrit Program Studi : Teknik Informatika Minggu ke : 4 Program Studi : Tekik Iformatika Miggu ke : 4 INDUKSI MATEMATIKA Hampir semua rumus da hukum yag berlaku tidak tercipta dega begitu saja sehigga diraguka kebearaya. Biasaya, rumus-rumus dapat dibuktika

Lebih terperinci

Masih ingat beda antara Statistik Sampel Vs Parameter Populasi? Perhatikan tabel berikut: Ukuran/Ciri Statistik Sampel Parameter Populasi.

Masih ingat beda antara Statistik Sampel Vs Parameter Populasi? Perhatikan tabel berikut: Ukuran/Ciri Statistik Sampel Parameter Populasi. Distribusi Samplig (Distribusi Pearika Sampel). Pedahulua Bidag Iferesia Statistik membahas geeralisasi/pearika kesimpula da prediksi/ peramala. Geeralisasi da prediksi tersebut melibatka sampel/cotoh,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang diperoleh dengan penelitian perpustakaan ini dapat dijadikan landasan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang diperoleh dengan penelitian perpustakaan ini dapat dijadikan landasan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.. Jeis Peelitia Peelitia perpustakaa yaitu peelitia yag pada hakekatya data yag diperoleh dega peelitia perpustakaa ii dapat dijadika ladasa dasar da alat utama bagi pelaksaaa

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Pengertian

TINJAUAN PUSTAKA Pengertian TINJAUAN PUSTAKA Pegertia Racaga peelitia kasus-kotrol di bidag epidemiologi didefiisika sebagai racaga epidemiologi yag mempelajari hubuga atara faktor peelitia dega peyakit, dega cara membadigka kelompok

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. cuci mobil CV. Sangkara Abadi di Bumiayu. Metode analisis yang dipakai

BAB III METODE PENELITIAN. cuci mobil CV. Sangkara Abadi di Bumiayu. Metode analisis yang dipakai 20 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jeis Peelitia Peelitia ii merupaka aalisis tetag kelayaka ivestasi usaha cuci mobil CV. Sagkara Abadi di Bumiayu. Metode aalisis yag dipakai adalah metode aalisis kuatitatif

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Variabel X merupakan variabel bebas adalah kepemimpinan dan motivasi,

III. METODE PENELITIAN. Variabel X merupakan variabel bebas adalah kepemimpinan dan motivasi, 7 III. METODE PENELITIAN 3.1 Idetifikasi Masalah Variabel yag diguaka dalam peelitia ii adalah variabel X da variabel Y. Variabel X merupaka variabel bebas adalah kepemimpia da motivasi, variabel Y merupaka

Lebih terperinci

Pertemuan Ke-11. Teknik Analisis Komparasi (t-test)_m. Jainuri, M.Pd

Pertemuan Ke-11. Teknik Analisis Komparasi (t-test)_m. Jainuri, M.Pd Pertemua Ke- Komparasi berasal dari kata compariso (Eg) yag mempuyai arti perbadiga atau pembadiga. Tekik aalisis komparasi yaitu salah satu tekik aalisis kuatitatif yag diguaka utuk meguji hipotesis tetag

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 69 BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Dalam peelitia ii peeliti megguaka jeis Peelitia Tidaka Kelas (Classroom Actio Research) dega megguaka metode Diskriptif Kuatitatif. Peelitia Tidaka Kelas

Lebih terperinci

Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Negeri Gorontalo

Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Negeri Gorontalo Pedahulua Pelayaa keperawata merupaka ujug tombak utama pelayaa kesehata di rumah sakit da merupaka cermi utama dari keberhasila pelayaa kesehata secara keseluruha. Pelayaa keperawata yag bermutu tiggi

Lebih terperinci

JENIS PENDUGAAN STATISTIK

JENIS PENDUGAAN STATISTIK ENDUGAAN STATISTIK ENDAHULUAN Kosep pedugaa statistik diperluka utuk membuat dugaa dari gambara populasi. ada pedugaa statistik dibutuhka pegambila sampel utuk diaalisis (statistik sampel) yag ati diguaka

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Matematika merupakan suatu ilmu yang mempunyai obyek kajian

BAB I PENDAHULUAN. Matematika merupakan suatu ilmu yang mempunyai obyek kajian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakag Masalah Matematika merupaka suatu ilmu yag mempuyai obyek kajia abstrak, uiversal, medasari perkembaga tekologi moder, da mempuyai pera petig dalam berbagai disipli,

Lebih terperinci

PERBANDINGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP ANTARA REMAJA PUTRA DAN REMAJA PUTRI TENTANG TINDAKAN PENCEGAHAN HIV/AIDS

PERBANDINGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP ANTARA REMAJA PUTRA DAN REMAJA PUTRI TENTANG TINDAKAN PENCEGAHAN HIV/AIDS PERBANDINGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP ANTARA REMAJA PUTRA DAN REMAJA PUTRI TENTANG TINDAKAN PENCEGAHAN HIV/AIDS Lybella Meyrisa Sofi 1, Yulia Irvai Dewi 2, Riri Novayelida 3 Program Studi Ilmu Keperawata

Lebih terperinci

PENGENDALIAN KUALITAS STATISTIKA UNTUK MONITORING DAN EVALUASI KINERJA DOSEN DI JURUSAN MATEMATIKA FMIPA UNIVERSITAS TANJUNGPURA

PENGENDALIAN KUALITAS STATISTIKA UNTUK MONITORING DAN EVALUASI KINERJA DOSEN DI JURUSAN MATEMATIKA FMIPA UNIVERSITAS TANJUNGPURA PRISMA 1 (2018) PRISMA, Prosidig Semiar Nasioal Matematika https://joural.ues.ac.id/sju/idex.php/prisma/ PENGENDALIAN KUALITAS STATISTIKA UNTUK MONITORING DAN EVALUASI KINERJA DOSEN DI JURUSAN MATEMATIKA

Lebih terperinci

KONTRAK PERKULIAHAN. Disusun Oleh: Supardi Nani, SE., M.Si

KONTRAK PERKULIAHAN. Disusun Oleh: Supardi Nani, SE., M.Si KONTRAK PERKULIAHAN Disusu Oleh: Supardi Nai, SE., M.Si Mata Kuliah : Maajeme Pemasara Kode : 9114-6-0253 Program Studi : Peddika Ekoomi Jurusa : Pedidika Ekoomi Fakultas : Ekoomi da Bisis Jumlah Pertemua

Lebih terperinci

A. Pengertian Hipotesis

A. Pengertian Hipotesis PENGUJIAN HIPOTESIS A. Pegertia Hipotesis Hipotesis statistik adalah suatu peryataa atau dugaa megeai satu atau lebih populasi Ada macam hipotesis:. Hipotesis ol (H 0 ), adalah suatu hipotesis dega harapa

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi da Waktu Peelitia Daerah peelitia adalah Kota Bogor yag terletak di Provisi Jawa Barat. Pemiliha lokasi ii berdasarka pertimbaga atara lai: (1) tersediaya Tabel Iput-Output

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. penggunaan metode penelitian. Oleh karena itu, metode yang akan digunakan

METODOLOGI PENELITIAN. penggunaan metode penelitian. Oleh karena itu, metode yang akan digunakan 47 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metodelogi Peelitia Keberhasila dalam suatu peelitia sagat ditetuka oleh ketepata pegguaa metode peelitia. Oleh karea itu, metode yag aka diguaka haruslah sesuai dega data

Lebih terperinci

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 9 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Hasil Peelitia dilakuka di Kecamata Turi Kabupate Slema Yogyakarta pada bula Oktober 5. Berdasarka kriteria iklusi da eksklusi, pada saat peelitia didapatka 95 sampel

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Muhammadiyah 1 Natar Lampung Selatan.

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Muhammadiyah 1 Natar Lampung Selatan. 9 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Populasi Da Sampel Peelitia ii dilaksaaka di MTs Muhammadiyah Natar Lampug Selata. Populasiya adalah seluruh siswa kelas VIII semester geap MTs Muhammadiyah Natar Tahu Pelajara

Lebih terperinci

PENGUJIAN HIPOTESIS. Atau. Pengujian hipotesis uji dua pihak:

PENGUJIAN HIPOTESIS. Atau. Pengujian hipotesis uji dua pihak: PENGUJIAN HIPOTESIS A. Lagkah-lagkah pegujia hipotesis Hipotesis adalah asumsi atau dugaa megeai sesuatu. Jika hipotesis tersebut tetag ilai-ilai parameter maka hipotesis itu disebut hipotesis statistik.

Lebih terperinci

PROSIDING ISBN:

PROSIDING ISBN: S-6 Perlukah Cross Validatio dilakuka? Perbadiga atara Mea Square Predictio Error da Mea Square Error sebagai Peaksir Harapa Kuadrat Kekelirua Model Yusep Suparma (yusep.suparma@ upad.ac.id) Uiversitas

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Penelitian tentang Potensi Ekowisata Hutan Mangrove ini dilakukan di Desa

METODE PENELITIAN. Penelitian tentang Potensi Ekowisata Hutan Mangrove ini dilakukan di Desa III. METODE PENELITIAN A. Lokasi da Waktu Peelitia Peelitia tetag Potesi Ekowisata Huta Magrove ii dilakuka di Desa Merak Belatug, Kecamata Kaliada, Kabupate Lampug Selata. Peelitia ii dilaksaaka atara

Lebih terperinci

BAB V METODOLOGI PENELITIAN

BAB V METODOLOGI PENELITIAN BAB V METODOLOGI PEELITIA 5.1 Racaga Peelitia Peelitia ii merupaka peelitia kualitatif dega metode wawacara medalam (i depth iterview) utuk memperoleh gambara ketidaklegkapa pegisia berkas rekam medis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif-kuantitatif, karena

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif-kuantitatif, karena 7 BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Peelitia ii merupaka jeis peelitia deskriptif-kuatitatif, karea melalui peelitia ii dapat dideskripsika fakta-fakta yag berupa kemampua siswa kelas VIII SMP

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1.Tempat da Waktu Peelitia ii dilakuka di ligkuga Kampus Aggrek da Kampus Syahda Uiversitas Bia Nusatara Program Strata Satu Reguler. Da peelitia dilaksaaka pada semester

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.2 Bahan dan Alat 3.3 Metode Pengumpulan Data Pembuatan plot contoh

BAB III METODOLOGI 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.2 Bahan dan Alat 3.3 Metode Pengumpulan Data Pembuatan plot contoh BAB III METODOLOGI 3.1 Tempat da Waktu Peelitia Pegambila data peelitia dilakuka di areal revegetasi laha pasca tambag Blok Q 3 East elevasi 60 Site Lati PT Berau Coal Kalimata Timur. Kegiata ii dilakuka

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode 8 BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode peelitia yag diguaka dalam peelitia ii adalah metode ex post facto. Ada dua variabel dalam proses peelitia ii yaitu variabel bebas (variabel ) adalah

Lebih terperinci

Pambudi, et al, Pengaruh TAKS Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Lansia dengan Kesepian

Pambudi, et al, Pengaruh TAKS Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Lansia dengan Kesepian Pegaruh Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS) terhadap Kemampua Iteraksi Sosial pada Lasia dega Kesepia di Pelayaa Sosial Lajut Usia (PSLU) Jember (The Effects of Socializatio Group Activity Therapy

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Metode Pegumpula Data Dalam melakuka sebuah peelitia dibutuhka data yag diguaka sebagai acua da sumber peelitia. Disii peulis megguaka metode yag diguaka utuk melakuka pegumpula

Lebih terperinci

TERAPI BERMAIN LEGO DALAM MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOLAH

TERAPI BERMAIN LEGO DALAM MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOLAH TERAPI BERMAIN LEGO DALAM MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOLAH Zulfa Tesaigrum 1), Mariyam 2) 1,2 Fakultas Ilmu Keperawata da Kesehata, Uiversitas Muhammadiyah Semarag email: mariyam@uimus.ac.id

Lebih terperinci

Ukuran Pemusatan. Pertemuan 3. Median. Quartil. 17-Mar-17. Modus

Ukuran Pemusatan. Pertemuan 3. Median. Quartil. 17-Mar-17. Modus -Mar- Ukura Pemusata Pertemua STATISTIKA DESKRIPTIF Statistik deskripti adalah pegolaha data utuk tujua medeskripsika atau memberika gambara terhadap obyek yag diteliti dega megguaka sampel atau populasi.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah jenis penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah jenis penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jeis Racaga Peelitia Jeis peelitia yag diguaka oleh peeliti adalah jeis peelitia komparatif. Peeliti komparatif adalah sejeis peelitia deskriptif yag igi mecari jawaba

Lebih terperinci

REGRESI LINIER DAN KORELASI. Variabel bebas atau variabel prediktor -> variabel yang mudah didapat atau tersedia. Dapat dinyatakan

REGRESI LINIER DAN KORELASI. Variabel bebas atau variabel prediktor -> variabel yang mudah didapat atau tersedia. Dapat dinyatakan REGRESI LINIER DAN KORELASI Variabel dibedaka dalam dua jeis dalam aalisis regresi: Variabel bebas atau variabel prediktor -> variabel yag mudah didapat atau tersedia. Dapat diyataka dega X 1, X,, X k

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Alat terapi ini menggunakan heater kering berjenis fibric yang elastis dan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Alat terapi ini menggunakan heater kering berjenis fibric yang elastis dan BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Spesifikasi Alat Alat terapi ii megguaka heater kerig berjeis fibric yag elastis da di bugkus dega busa, pasir kuarsa, da kai peutup utuk memberi isolator terhadap kulit

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Bagi Negara yang mempunyai wilayah terdiri dari pulau-pulau yang dikelilingi lautan,

BAB 1 PENDAHULUAN. Bagi Negara yang mempunyai wilayah terdiri dari pulau-pulau yang dikelilingi lautan, BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakag Bagi Negara yag mempuyai wilayah terdiri dari pulau-pulau yag dikeliligi lauta, laut merupaka saraa trasportasi yag dimia, sehigga laut memiliki peraa yag petig bagi

Lebih terperinci

Bab 3 Metode Interpolasi

Bab 3 Metode Interpolasi Baha Kuliah 03 Bab 3 Metode Iterpolasi Pedahulua Iterpolasi serig diartika sebagai mecari ilai variabel tergatug tertetu, misalya y, pada ilai variabel bebas, misalya, diatara dua atau lebih ilai yag diketahui

Lebih terperinci

psikologis membentuk citra/ pandangan seseorang terhadap suatu produk atau jasa. Lingkungan tempat tinggal dapat mempengaruhi kemudahan akses

psikologis membentuk citra/ pandangan seseorang terhadap suatu produk atau jasa. Lingkungan tempat tinggal dapat mempengaruhi kemudahan akses 28 KERANGKA PEMIKIRAN Kepuasa merupaka peilaia seseorag terhadap produk atau jasa yag telah dikosumsiya. Seorag pelagga aka merasa puas apabila mafaat produk yag didapatya melebihi harapa mereka yag timbul

Lebih terperinci