GET TO KNOW AUSTRALIAN UNIVERSITIES MENGENAL UNIVERSITAS - UNIVERSITAS DI AUSTRALIA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "GET TO KNOW AUSTRALIAN UNIVERSITIES MENGENAL UNIVERSITAS - UNIVERSITAS DI AUSTRALIA"

Transkripsi

1 GET TO KNOW AUSTRALIAN UNIVERSITIES MENGENAL UNIVERSITAS - UNIVERSITAS DI AUSTRALIA

2 GET TO KNOW AUSTRALIAN UNIVERSITIES MENGENAL UNIVERSITAS - UNIVERSITAS DI AUSTRALIA

3 BUKLET INFORMASI UNIVERSITAS - UNIVERSITAS DI AUSTRALIA Get to know Australian Universities Mengenal Universitas - Universitas di Australia AUSTRALIAN UNIVERSITIES INFORMATION BOOKLET Get to Know Australian Universities Mengenal Universitas - Universitas di Australia Oleh: Dr. Shannon Smith Irene Pingkan Umboh Anindita Kusumawardhani By: Dr. Shannon Smith Irene Pingkan Umboh Anindita Kusumawardhani Commonwealth of Australia (2010) Commonwealth of Australia (2010) Hasil karya ini dilindungi oleh hak cipta. Dapat diperbanyak secara keseluruhan atau sebagian untuk keperluan studi atau pelatihan dengan mencantumkan pengakuan atas sumbernya dan tidak boleh ada tujuan untuk mengkomersialkan atau memperdagangkannya. Reproduksi untuk tujuan selain dari yang disebutkan di atas harus mendapatkan izin tertulis terlebih dahulu dari the Commonwealth. Permintaan dan pertanyaan yang menyangkut reproduksi dan hak-hak harus ditujukan kepada Commonwealth Copyright Administration, GPO Box 2154, Canberra ACT 2601 atau ke This work is copyright. It may be reproduced in whole or in part for study or training purposes subject to the inclusion of an acknowledgement of the source and no commercial usage or sale. Reproduction for purposes other than those indicated above, requires the prior written permission from the Commonwealth. Requests and inquiries concerning reproduction and rights should be addressed to Commonwealth Copyright Administration, GPO Box 2154, Canberra ACT 2601 or Bibliografi: Profil Pendidikan Negara Australia Bibliography: Australian Country Education Profile Penerbit: Australian Education International Kedutaan Besar Australia Jl. HR. Rasuna Said Kav. C15-16 Kuningan, Jakarta Publisher: Australian Education International Kedutaan Besar Australia Jl. HR. Rasuna Said Kav. C15-16 Kuningan, Jakarta 25 halaman 15 x 23.5 cm 25 pages 15 x 23.5 cm

4 DAFTAR ISI TABLE OF CONTENTS 1. Pendahuluan Introduction Pendidikan Tinggi Australia...2 Lembaga Pendidikan Tinggi Australia Australian Higher Education...2 Australian Higher Education Institutions Jaminan Mutu...4 Struktur Jaminan Mutu...4 Peran Pemerintah Australia...4 Protokol - Protokol Nasional...5 Kerangka Kualifikasi Australia...5 Badan Penjamin Kualitas Universitas-Universitas Australia Quality Assurance...4 Quality Assurance Framework...4 The Role of The Australian Government...4 National Protocols...5 The Australian Qualifications Framework...5 Australian Universities Quality Agency (AUQA) Kerangka Kualifikasi Australia...7 Apakah AQF Itu?...7 Bagian Penting Dalam Menjaga Kualitas...8 Kualifikasi Pendidikan Tinggi...10 Persyaratan Penerimaan Masuk...14 Penerimaan Masuk Untuk Siswa Internasional Australian Qualification Framework...7 What is The AQF?...7 An Essential Part of Quality Assurance...8 Higher Education Qualifications...10 Admission Requirements...14 Admission For International Students Kerjasama Dengan Unversitas Australia...18 Bentuk Kerjasama yang Ada...18 Langkah-Langkah Membangun Kerjasama Partnership With Australian Unversities...18 Possible Partnership Models...18 Step By Step Guide to Establishing a Partnership Sumber Daya Universitas Australia...22 Beasiswa Pemerintah Australia...23 Pusat Riset Kooperatif (CRC)...24 Organisasi Riset Ilmiah dan Industri Negara Persemakmuran (CSIRO) Australian University Resources...22 Australian Government Scholarships...23 Cooperative Research Centres (CRC)...24 Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO)...25

5 1. PENDAHULUAN 1. INTRODUCTION Hubungan pendidikan antara Indonesia dan Australia sudah berjalan lebih dari 50 tahun ketika Pemerintah Australia memberikan kesempatan bagi pelajar Indonesia untuk belajar di Australia. Saat ini, hubungan dalam pendidikan sudah lebih luas dan lebih kuat meliputi riset bersama, program bersama, pertukaran guru dan pelajar dan saling menyamakan kurikulum dan metodologi pengajaran. The Indonesia Australia education relationship dates back more than 50 years to the Colombo Plan when the Australian Government provided opportunities for Indonesian students to study in Australia. Today, the relationship in education is much broader and stronger-encompassing joint research, joint programs, teacher and student exchange and sharing of curriculum and teaching methodologies. Luasnya cakupan hubungan yang sudah ada di antara lembaga pendidikan Indonesia dan Australia menunjukkan nilai yang ada di antara hubungan pendidikan antara kedua negara. Bagi universitas, kerjasama ini memperkaya pengajaran, pembelajaran dan lingkungan penelitian dan memberikan kontribusi pada budaya universitas. Kolaborasi sebagai rekan yang sejajar dengan universitas secara internasional dapat meningkatkan jumlah sarjana yang dapat dipekerjakan dan meningkatkan profil universitas baik secara nasional maupun internasional. The range of existing partnership between Indonesia and Australian educational institutions demonstrate the value placed on educational links between the two countries. For universities, these partnerships enrich the teaching, learning and research environment and contribute to a university s culture. Collaboration as an equal partner with a university internationally can increase the employability of graduates and strengthen the profile of a university, both nationally and internationally. Buklet informasi ini dibuat oleh Departemen Pendidikan, Kedutaan Besar Australia untuk universitas universitas di Indonesia. Buklet ini dapat digunakan oleh lembaga lembaga untuk mengetahui lebih jauh tentang system pendidikan tinggi Australia dan cara untuk melibatkan lembaga pendidikan Australia melalui pengembangan pertukaran kerjasama, program dan penelitian bersama. Buklet ini memberikan informasi yang lengkap dan berguna tentang: This resource booklet is produced by the Education section, Australian Embassy Jakarta for universities in Indonesia. It should be used by institutions to find out more about the Australian higher education system and how to engage with Australian institutions through developing partnerships of exchange, joint programs and research. This booklet provides useful and comprehensive information on: system Pendidikan Tinggi Australia termasuk beragam jenis institusi, program dan persyaratan masuk; kerangka kualifikasi Australia, hal yang penting untuk jaminan kualitas; badan penjamin kualitas universitas Australia (AUQA); mengembangkan kerjasama dengan universitas-universitas di Australia; dan referensi dan sumber materi untuk universitas-universitas Australia. the Australian Higher Education system including the different types of institutions, programs and admission requirements; the Australian Qualifications Framework, an essential part of quality assurance; Australian Universities Quality Agency (AUQA); developing partnerships with Australian universities; and Australian university references and resources

6 2. PENDIDIKAN TINGGI AUSTRALIA 2. AUSTRALIAN HIGHER EDUCATION Sektor pendidikan tinggi di Australia mengacu pada universitas dan lembaga pendidikan tinggi lainnya yang terakreditasi, yang memberikan gelar atau tingkat atau tingkat kualifikasi non-gelar. The higher sector in Australia refers to universities and other accredited higher education institutions which award degrees or sub-degree level qualifications. Pemerintah Australia memiliki tanggung jawab keuangan dan kebijakan yang sangat besar atas pendidikan tinggi, sementara Pemerintah Negara Bagian dan Wilayah mempertahankan tanggung jawab legislative besar di bawah mana universitas didirikan sebagai lembaga otonom yang mengatur dirinya sendiri. The Australian Government has significant financial and policy responsibility for higher education, white State and Territory governments retain major legislative responsibility, under which universities are established as self-governing autonomous institutions. Pemerintah Negara Bagian dan Wilayah memiliki tanggung jawab untuk menyetujui aplikasi baru dari lembaga-lembaga yang ingin beroperasi sebagai universitas di dalam Negara Bagian atau Wilayah mereka, dan proposal dari penyelenggara lembaga yang bukan universitas yang ingin menawarkan program-program pendidikan tinggi. Proses pertimbangan aplikasi ditopang oleh Protokol Nasional untuk Proses Persetujuan Pendidikan Tinggi dan melibatkan peninjauan yang teliti/seksama oleh staf senior akademik universities yang berpengalaman dan orang lain sejauh hal itu diperlukan, untuk memastikan bahwa standar-standar yang digunakan sama dengan standar-standar universitas negeri. State and Territory governments have responsibility for approving new applications from institutions wishing to operate as universities within their State or Territory, and proposals from non-university providers wishing to offer higher educations programmes. The process of consideration of applications is underpinned by the National Protocols for Higher Education Approval Processes and involves peer review by experienced senior academic staff of universities and others as appropriate, to ensure that standards are comparable to of existing public universities. Setelah lembaga-lembaga itu dibangun oleh atau di bawah legislasi yang relevan,universitas memiliki kewenangan untuk mengakreditasi program mereka sendiri dan terutama bertanggung jawab untuk memastikan kualitas mereka sendiri. Kemampuan untuk secara bertanggung jawab melaksanan kewenangan ini merupakan salah satu kriteria untuk diakui sebagai universitas. Once they are established by or under relevant legislation, universities have authority to accredit their own programmes and are primarily responsible for their own quality assurance. The capacity to responsibly exercise this authority is among the criteria for recognition as a university. Universitas memiliki mekanisme internal untuk menilai pengajuan program studi baru dan mengakreditasi program-program studi tersebut. Bisanya mekanisme itu meliputi konsultasi dengan industri yang terkait atau badan-badan tersebut, mendapatkan pertimbangan resmi dan persetujuan dari Dewan Akademis. Umumnya, program-program studi ditinjau setiap lima tahun sekali untuk diakreditasi kembali. Universities have internal mechanism to assess new course proposals and accredit courses, which usually involve consultation with relevant industry or professional bodies, frequently involving accreditation by those bodies, and formal consideration and approval by Academic Boards. Normally courses are reviewed for reaccreditation on a five-yearly basis. Universitas-universitas juga memiliki pengaturan-pengaturan yang sudah berjalan untuk penilaian, peningkatan pengajaran, dan publikasi staf, dan catatan penelitian dilaporkan dan periksa. Adalah hal yang umum bagi penilai dari luar untuk membuat tinjauan program untuk memungkinkan pembandingan kualitas suatu kegiatan akademik dengan lembagalembaga pendidikan terkemuka lainnya. Universities also have arrangements in place for the assessment and improvement of teaching, and staff publication and research records are reported and scrutinized. It has become common practice to arrange programme reviews by external assessors to enable the comparison of the quality of academic activities with other leading institutions

7 Badan-badan luar memiliki peran yang integral dalam memastikan kualitas baik yang berkesinambungan dari pendidikan tinggi di Australia, khususnya Badan Penjamin kualitas Universitas Australia (AUQA). Asosiasi profesional mengakreditasi program studi pendidikan tinggi untuk profesi tertentu, gelar pendidikan tinggi yang dapat mellaui riset dievaluasi oleh pihak luar, dan universitas-universitas bekerja sama untuk menyediakan orang-orang untuk membuat tinjauan yang teliti/seksama dalam proses hibah yang kompetitif. Lembaga Pendidikan Tinggi Australia External bodies Play an integral role in assuring the continuing high quality of higher education in Australia, particularly the Australian Universities Quality Agency (AUQA). Professional associations accredit higher education courses in certain professions, higher degrees by research are externally evaluated, and universities cooperate to provide peer reviews in the competitive grants process. Australian Higher Education Institutions Pendidikan tinggi Australia adalah system yang konsisten dalam tingkat nasional ditawarkan oleh universitas-universitas dan lembaga pendidikan tinggi lainnya yang terakreditasi. Lembaga ini terdiri 40 universitas dan lebih dari 100 lembaga yang disetujui oleh Pemerintah Negara Bagian/Wilayah untuk menawarkan program studi pendidian tinggi dalam bidang-bidang termasuk studi teologi, akunting dan bisnis teknologi informasi, teknik, studi kesenian dan kesehatan. Universitas-universitas ini dan penyelanggara pendidikan tinggi dan program studi mereka yang telah disetujui dapat ditemukan di register nasional yang diadakan oleh Dewan Penasihat Kerangka Kualifikasi Australia di : Australia higher education is a nationally consistent system offered by universities and other accredited higher education institutions. It comprises 40 universities and over 100 institutions approved by State/Territory authorities to offer particular higher education courses in a range of areas including theological studies, accounting and business, information technology, engineering, the arts and health related studies. These universities and other higher education providers and approved courses can be found on a national register maintained by Australian Qualifications Framework Advisory Board at: edu.au/register.htm 3. 3.

8 3. JAMINAN MUTU 3. QUALITY ASSURANCE Struktur Jaminan Mutu Quality Assurance Framework Jaminan mutu dalam sistem pendidikan tinggi Australia didasarkan pada hubungan yang kuat antara Pemerintah Australia, Negara Bagian dan Pemerintah Wilayah, universitas Australia dan lembaga penyelenggara pendidikan tinggi lain.jaminan mutu ditopang oleh Protokol Nasional untuk Persetujuan Tinggi, Kerangka Kualifikasi Australia, audit mutu independen beserta pengaturan pemantauan baik secara internal maupun eksternal. Peran Pemerintah Australia Quality assurance in Australia s education system is based on a strong partnership between the Australian Government, State and Territory Governments, Australian universities and other providers of higher education. It is underpinned by the National Qualifications Framework, independent quality audits and external monitoring arrangements. The Role of the Australian Government Pemerintah Australia menyediakan dana yang sangat besar untuk lembaga-lembaga pendidikan tinggi. Untuk mendapatkan bantuan dana, lembaga-lembaga harus mencapai tingkat kualitas dan persyaratan pertanggungjawaban yang ditetapkan dalam Higher Education Support Act 2003 (Undang-Undang Dukungan Pendidikan Tinggi tahun 2003). The Australian Government provides significant funding to higher education institutions. As a condition of funding, institutions must meet a range of quality and accountability requirements that are set out in the Higher Education Support Act Undang-Undang mensyaratkan bahwa sebuah institusi yang menerima dana dari Pemerintah Australia harus beroperasi pada tingkat kualitas yang sesuai, harus tunduk kepada satu otoritas akreditasi yang diberi wewenang yang terdaftar dalam daftar register Kerangka Kualifikasi Australia dan harus diaudit oleh suatu badan penjamin kualitas independen. The legislation requires that an institution receiving funding from the Australian Government must operate level of quality, must comply with an authorized accreditation authority listed on the Australian Qualification Framework register and must be audited by an independent quality agency. Pemerintah Australia juga mengawasi pemberian layanan pendidikan dan pelatihan bagi siswa internasional di Australia melalui Education Services for Overseas Students (ESOS) Act (Undang-Undang Layanan Pendidikan untuk mahasiswa Luar Negeri) dan perundangundangan yang terkait. Tujuan dari ketetapan itu adalah untuk melindungi kepentingan siswa internasional yang datang ke Australia dengan visa pelajar, dengan menyediakan jaminan kuliah dan keuangan dan dengan memastikan pendekatan yang konsisten di tingkat nasional bagi penyelenggara pendidikan yang teregistrasi. The Australian Government also monitors the provision of education and training service to overseas students in university teaching and learning in Australia. These have included competitive grants programs, commissioned projects and the Australian on students visas, by providing tuition and financial assurance and by ensuring a nationally consistent approach to provider registration. Selama bertahun-tahun lamanya, Pemerintah Australia telah mempunyai kebijakan yang dirancang untuk mempromosikan kualitas dan keunggulan dalam pengajaran universities dan pembelajaran di Australia.Kebijakan ini termasuk program-program pemberian hibah yang kompetitif, proyek yang ditugaskan dan the Australian awards for University Teaching, yaitu program kompetitif yang mengakui dan memberikan penghargaan bagi para pengajar terbaik dari universitas-universitas di Australia. Kegiatan-kegiatan ini sekarang sudah diambil alih oleh badan yang didanai oleh Pemerintah, The Australian Learning and Teaching Council. For many years the Australian Government has had policies designed to promote quality and excellence in university teaching and learning in Australia. These have included competitive grants programmes, commissioned projects and the Australian Awards for University Teaching, a competitive program that acknowledges and rewards the best teachers in Australian universities. These activities have now been taken over by a Government funded body, The Australian Learning and Teaching Council

9 Lembaga ini membiayai kegiatan-kegiatan yang dirancang untuk mengembangkan mutu pengajaran dan pembelajaran di universitas-universitas di Australia. Lembaga ini juga mengelola program Teaching award (Penganugerahan Penghargaan di Bidang Pengajaran). The Institute funds activities designed to enhance the quality of teaching and learning in Australian universities. The Institute also manages an expanded Teaching Awards programme. Universitas-universitas yang paling mampu menunjukkan kehebatan dalam belajar dan mengajar akan mendapat penghargaan melalui The Learning and Teaching Performance Fund (Dana Pelaksanaan Belajar dan Mengajar). Protokol Protokol Nasional And universities that best demonstrate excellence in learning and teaching will be rewarded through The Learning and Teaching Performance Fund. National Protocols Protokol protokol Nasional untuk Proses Persetujuan Pendidikan Tinggi telah dirancang untuk memastikan standar dan kriteria yang konsisten di seluruh Australia dalam bidangbidang berikut ini: pengakuan untuk universitas-universitas baru dan perlindungan untuk gelar universitas, pengoperasian lembaga pendidikan tinggi luar negeri di Australia, akreditasi program studi pendidikan untuk ditawarkan oleh penyelenggara yang tidak mengkreditasi sendiri (non-self-accrediting-providers), pengaturan penyampaian kuliah untuk lembaga pendidikan tinggi yang melibatkan organisasi-organisasi lain, dan pengesahan programprogram studi bagi siswa internasional. Seluruh Negara Bagian dan Wilayah Australia telah mengesahkan Undang-undang yang memberlakukan Protokol tersebut. The National Protocols for Higher Education Approval Processes have been designed to ensure consistent criteria and standards across Australia in the following areas: the recognition of new universities and protection of the title university, the operation of overseas higher education institutions in Australia, the accreditation of higher education courses to be offered by non-self-accrediting providers, programme delivery arrangements for higher education institutions involving other organisations, and the endorsement of courses for overseas students. All Australian States and Territories have passed legislation to give effect to the Protocols. Kerangka Kualifikasi Australia The Australian Qualifications Framework Australia memiliki satu system kualifikasi nasional dan komperensif dalam Kerangka Kualifikasi Australia (AQF). AQF adalah system nasional yang mencakup 17 kualifikasi yang berbeda dan menghubungkan universitas-universitas, pendidikan kejujuran dan pelatihan, dan pendidikan sekolah. Australia has a single national and comprehensive system of qualifications within the Australian Qualifications Framework (AQF). The AQF is a national system covering 17 different qualifications and linking universities, vocational education and training, and school education. AQF menentukan standar-standar yang disyaratkan untuk setiap kualifikasi yang dicapai dan menunjukkan jalan untuk pendidikan lanjutan. AQF juga mengadakan register publik dari penyelenggara pendidikan yang disetujui dan otoritas akreditasi. Lihat Bab 4 untuk memperoleh rincian yang lebih lengkap tentang AQF. The AQF specifies the required standards for each qualification achieved and shows pathways to further education. The AQF also maintains a public register of approved providers and accreditation authorities. See Chapter 4 for more details on the AQF

10 Badan Penjamin Kualitas Universitas - Universitas Australia Australian Universities Quality Agency (AUQA) Australian Universities Quality Agency (AUQA) atau Badan Penjamin kualitas Universitas Australia didirikan pada tahun 2000 untuk mengadakan audit jaminan mutu bagi lembagalembaga yang mengakreditasi dirinya sendiri yang mencakup aaudit mengajar, belajar, riset dan management. AUQA juga mengadakan audit jaminan mutu untuk otoritas/ pejabat akreditasi pendidikan tinggi Negara Bagian dan Wilayah. Audit terhadap pejabat akreditasi pendidikan tinggi Negara Bagian dan Wilayah menaruh perhatian khusus kepada: proses pengakuan dan akreditas,, konsisitensi dari proses-proses ini dengan Protokol Nasional untuk Proses Persejuan Pendididkan Tinggi; dan konsisitensi penilaian mereka dengan penilaian yang dibuat di Negara Bagian dan Wilayah lain. Untuk periode pertama, audit kualitas suatu lembaga yang mengakreditisi lembaganya sendiri adalah audit-audit atas keseluruhan lembaga yang didasarkan pada penilaian sendiri dan kunjungan ke lokasi. AUQA menginvestigasi sejauh mana lembaga-lembaga tersebut mencapai misi dan tujuan mereka. Audit menilai kecukupan dari pengaturan jaminan kualitas lembaga dalam bidang utama belajar dan mengajar, riset dan manajemen, termasuk kegiatan institusi di luar negeri. Mereka juga menilai kesuksesan lembaga dalam menjaga standar konsisten dengan pendidikan universitas di Australia. AUQA memanfaatkan sejumlah ahli dengan pengalaman akademik senior dan administratif yang kuat di pendidikan tinggi (di Australia dan di luar negeri) untuk melaksanakan audit. Audit berusaha keras untuk meminimalisasikan tambahan beban kerja untuk universitas-universitas dan AUQA memberikan perhatian khusus untuk mendukung keragaman sector pendididikan tinggi. Informasi lebih lanjut tentang AUQA terdapat dalam situs: Australian Universities Quality Agency (AUQA) The Australian Universities Quality Agency (AUQA) was established in 2000 to conduct quality assurance audits of self-accrediting institutions, which includes audits of teaching, learning, research and management. AUQA also conducts quality assurance audits of the State and Territory higher education accreditation authorities. Audits of State and Territory higher education accreditation authorities pay particular attention to: recognition and accreditation processes; the consistency of these processes with the National Protocols for Higher Education Approval Processes; and the consistency of their judgments with those made in other States and Territories. For the first cycle, quality audits of self-accrediting institutions are whole-of-institution audits based on a self-assessment and a site visit. AUQA investigates the extant to which the institutions are achieving their missions and objectives. Audits assess the adequacy of the institution s quality assurance arrangements in the key areas of teaching and learning, research and management, including the institution s overseas activities. They also assess the institution s success in maintaining standards consistent with university education in Australia. AUQA makes use of panels of experts with_substantial senior academic and administrative experience in higher education (in Australia and abroad) to undertake the audits. Audits endeavour to minimise the additional workload for universities and AUQA pays particular attention to supporting the diversity of the higher education sector. More information on AUQA is available at

11 4. KERANGKA KUALIFIKASI AUSTRALIA 4. AUSTRALIAN QUALIFICATION FRAMEWORK Apakah AQF itu? Kerangka Kualifikasi Australia (AQF) dikembangkan untuk memberikan sebuah struktur yang komperehensif dan konsisten secara nasional namun tetap fleksible untuk seluruh kualifikasi setelah pendidikan wajib dan pelatihan. What is the AQF? The Australian Qualification Framework (AQF) was developed to provide a comprehensive, nationally consistent yet flexible framework for all qualifications in post compulsory education and training. Dewan Penasihat Kualifikasi Australia dibentuk untuk melindungi pedoman kualifikasi AQF dan untuk meningkatkan dan memantau pelaksaaan AQF nasional. Fungsi lain dari Dewan Penasihat Kualifikasi Australia adalah: meningkatkan dan mendorong konsistensi dan kualitas nasional dalam standar bidang studi; dan menjaga Lembaga Pendidikan yang Diakui dan Terdaftar dan Terdaftar di AQF & Pejabat Akreditasi Yang Berwenang di Australia. The Australian Qualification (AQ) Advisory Board was established to project the AQF qualifications guidelines and to promote and monitor national implementation of the AQF. Other functions of the AQ Advisory Board include: promoting and encouraging national consistency and quality in the standard of courses; and keeping the AQF Register of Recognised Education Institutions & Authorised Accreditation Authorities in Australia. Kerangka Kualifikasi Australia (AQF) adalah sistem yang terintegrasi dengan kualifikasi nasional. Struktur ini menggunakan sekolah, pendidikan kejujuran dan pelatiahn (VET) dan sector pendidikan tinggi dalam satu struktur yang berkesinambungan. AQF mengizinkan pengembangan jalur masuk yang fleksibel untuk membantu orang-orang untuk berpindah dengan lebih mudah di antara sektor pendidikan dan pelatihan dan pasar tenaga kerja. (lihat Diagram 1) The Australian Qualification Framework (AQF) is a unified system of national qualifications. It connects the school, Vocational Education and Training (VET) and higher education sectors in a coherent single framework. The AQF allows the development of flexible pathways to assist people to move easily between education and training sectors and the labour market. (See Diagram 1) Jika seorang siswa tidak melengkapi sebuah persyaratan, lembaga tersebut dapat menerbitkan Pernyataan AQF atas Hasil yang Dicapai yang merupakan laporan formal atas penyelesaian sebahagian kualifikasi. Para mahasiswa dapat menggunakan Pernyataan AQF atas Hasil Yang Dicapai ketika melamar pekerjaan atau melanjutkan sekolah. If a student does not complete a qualification, the institution can issue an AQF Statement of Attainment, which is a formal record of partial completion of qualification. The student can use the AQF Statement of Attainment when applying for employment or further education. Kualifikasi yang dikeluarkan dalam sektor yang berbeda (sekolah, pendidikan kejujuran dan pelatihan dan pendidikan tinggi) mengakui beragam jenis pembelajaran yang mencerminkan perbedaan tanggung jawab pendidikan dari setiap sektor. Pilihan-pilihan ini meningkatkan cakupan pilihan yang tersedia bagi para mahasiswa. Qualifications issued in different sectors (school, vocational education and training, and higher education) recognize different types of learning reflecting the distinctive educational responsibilities of each sector. These options increase the range of choices available to students

12 Diagram 1. Jaringan Pendidikan KETERHUBUNGAN KUALIFIKASI LINTAS SEKTORAL Doctoral Degree (Gelar Dokter) Maters Degree (Gelar Pascasarjana) Diagram 1. Learning Pathways. CROSS-SECTORAL QUALIFICATION LINKAGES Doctoral Degree Maters Degree Graduate Diploma Graduate Certificate Bachelor Degree (Sarjana) Vocational Graduate Diploma Vocational Graduate Certificate Graduate Diploma Graduate Certificate Bachelor Degree (Sarjana) Vocational Graduate Diploma Vocational Graduate Certificate Associate Advanced Degree Diploma Advanced Diploma Associate Advanced Degree Diploma Advanced Diploma Diploma Diploma Diploma Diploma Senior Secondary Certificate of Education Certificate IV Certificate III Certificate II Certificate I Senior Secondary Certificate of Education Certificate IV Certificate III Certificate II Certificate I Sektor Sekolah Sektor Pendidikan & Sektor Pendidikan Pelatihan Kejujuran Tinggi Schools Sector Vocational Education Higher Education and Training Sector Sector Bagian Penting Dalam Menjaga Kualitas AQF dan pedomannya adalah bagian penting dari proses menjaga kualitas pendidikan Australia. AQF disokong oleh Pemerintah Australia dan oleh seluruh Pemerintah Negara Bagian dan Wilayah Australia. Hampir seluruh kualifikasi yang dijalani oleh mahasiswa internasional di Australia dengan visa pelajar dicakup oleh AQF. An Essential Part of Quality Assurance The AQF and its guidelines are an essential part of Australian quality assurance processes. The AQF is endorsed by the Australian Government and by all Australian State and Territory governments. Most qualifications undertaken by international students in Australia on a student visa are covered by the AQF

DUKUNGAN WHO INDONESIA TERHADAP STANDARISASI KURIKULUM PELATIHAN GIZI OLEH: SUGENG EKO IRIANTO

DUKUNGAN WHO INDONESIA TERHADAP STANDARISASI KURIKULUM PELATIHAN GIZI OLEH: SUGENG EKO IRIANTO DUKUNGAN WHO INDONESIA TERHADAP STANDARISASI KURIKULUM PELATIHAN GIZI OLEH: SUGENG EKO IRIANTO Why WHO is here? WHO is a major player in Global Health The environment in country is changing The role of

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN KEMAMPUAN GERAK DASAR

PEMBELAJARAN KEMAMPUAN GERAK DASAR PEMBELAJARAN KEMAMPUAN GERAK DASAR State of Victoria, Department of Education (1996). Fundamental motor skills: A manual for classroom teacher. Melbourne: Community Information Service. (4-8) Back Next

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci: Obligasi Daerah, Kewenangan, Pemerintahan Daerah. viii

ABSTRAK. Kata Kunci: Obligasi Daerah, Kewenangan, Pemerintahan Daerah. viii KEPASTIAN HUKUM KEWENANGAN DAN PENGAWASAN PENERBITAN OBLIGASI DAERAH DI PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT DALAM PENYELENGGARAAN OTONOMI DAERAH DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG

Lebih terperinci

MEMORANDUM SALING PENGERTIAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH NORTHERN TERRITORY OF AUSTRALIA TENT ANG

MEMORANDUM SALING PENGERTIAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH NORTHERN TERRITORY OF AUSTRALIA TENT ANG MEMORANDUM SALING PENGERTIAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH NORTHERN TERRITORY OF AUSTRALIA TENT ANG KERJASAMA PEMBANGUNAN EKONOMI Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Northern

Lebih terperinci

Postgraduate Study untuk Taught Courses

Postgraduate Study untuk Taught Courses Mengenal dan Memilih Berbagai Jenis Postgraduate Study di Inggris Saat ini mungkin Anda sedang berpikir untuk melanjutkan studi di Inggris, setelah menyelesaikan S1 di Indonesia atau di tempat lain. Anda

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 1992 TENTANG PENGESAHAN AGREEMENT BETWEEN THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA AND THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF THE SUDAN ON ECONOMIC AND

Lebih terperinci

REPUBLIK INDONESIA CONCERNING SISTER CITY COOPERATION

REPUBLIK INDONESIA CONCERNING SISTER CITY COOPERATION REPUBLIK INDONESIA MEMORANDUM OF UNDERSTANDING BETWEEN THE CITY GOVERNMENT OF YOGYAKARTA, REPUBLIC OF INDONESIA AND THE DISTRICT GOVERNMENT OF COMMEWIJNE, REPUBLIC OF SURINAME CONCERNING SISTER CITY COOPERATION

Lebih terperinci

Pemrograman Lanjut. Interface

Pemrograman Lanjut. Interface Pemrograman Lanjut Interface PTIIK - 2014 2 Objectives Interfaces Defining an Interface How a class implements an interface Public interfaces Implementing multiple interfaces Extending an interface 3 Introduction

Lebih terperinci

ANALISIS TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI PT. SURVEYOR INDONESIA MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA COBIT (STUDI KASUS : PROSES DS 13 - MENGELOLA OPERASI)

ANALISIS TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI PT. SURVEYOR INDONESIA MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA COBIT (STUDI KASUS : PROSES DS 13 - MENGELOLA OPERASI) ANALISIS TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI PT. SURVEYOR INDONESIA MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA COBIT (STUDI KASUS : PROSES DS 13 - MENGELOLA OPERASI) TESIS Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci: BPJS, Hak Konstitusional, Perlindungan Hukum. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata Kunci: BPJS, Hak Konstitusional, Perlindungan Hukum. Universitas Kristen Maranatha TINJAUAN YURIDIS PELAKSANAAN KEBIJAKAN PROGRAM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN TERHADAP PEMENUHAN HAK KONSTITUSIONAL DAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PESERTANYA DITINJAU DARI HUKUM ADMINISTRASI

Lebih terperinci

Melihat hasil penelitian seperti di atas maka ada beberapa saran yang diberikan untuk peningkatan komitmen organsiasi di PT Telkom Tbk Kantor Divre V

Melihat hasil penelitian seperti di atas maka ada beberapa saran yang diberikan untuk peningkatan komitmen organsiasi di PT Telkom Tbk Kantor Divre V RINGKASAN Karyawan dan perusahaan merupakan dua pihak yang saling membutuhkan dan masing-masing mempunyai tujuan. Untuk mengusahakan integrasi antara tujuan perusahaan dan tujuan karyawan, perlu diketahui

Lebih terperinci

15/06/2011. Education EDUCATION

15/06/2011. Education EDUCATION Education EDUCATION No less than 5 years principally on full-time basis in accredited architectural program in an accredited university while allowing flexibility for equivalency. 1 Practical Experience/Training/

Lebih terperinci

7. Analisis Kebutuhan - 1 (System Actors & System Use Cases )

7. Analisis Kebutuhan - 1 (System Actors & System Use Cases ) 7. Analisis Kebutuhan - 1 (System Actors & System Use Cases ) SIF15001 Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Agi Putra Kharisma, S.T., M.T. Genap 2014/2015 Desain slide ini dadaptasi dari University

Lebih terperinci

A DESCRIPTIVE STUDY ON THE USE OF SONG AS A TECHNIQUE OF TEACHING VOCABULARY AT ELEMENTARY SCHOOL A THESIS

A DESCRIPTIVE STUDY ON THE USE OF SONG AS A TECHNIQUE OF TEACHING VOCABULARY AT ELEMENTARY SCHOOL A THESIS A DESCRIPTIVE STUDY ON THE USE OF SONG AS A TECHNIQUE OF TEACHING VOCABULARY AT ELEMENTARY SCHOOL A THESIS by Brigittha Desi Arianie Student Number : 01.80.0014 ENGLISH LETTERS STUDY PROGRAMME FACULTY

Lebih terperinci

Signed. Signed. SEBAGAI BUKTI, yang bertanda-tangan di bawah ini telah menandatangani Kerangka Kerja Bersama ini.

Signed. Signed. SEBAGAI BUKTI, yang bertanda-tangan di bawah ini telah menandatangani Kerangka Kerja Bersama ini. KERANGKA KERJA BERSAMA TENTANG KERJASAMA PENDIDIKAN DAN KETERAMPILAN YANG LEBIH ERAT ANTARA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA DAN DEPARTEMEN BISNIS, INOVASI DAN KETERAMPILAN ATAS

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 4.1 Profile Binus Center Balikpapan Di era globalisasi yang ketat dengan persaingan bisnis, keberhasilan suatu perusahaan sangat bergantung pada kualitas Sumber Daya Manusia

Lebih terperinci

Baucau Administration Assistant

Baucau Administration Assistant Baucau Administration Assistant Location: [Asia & Pacific] [Timor Leste] [Trilolo] Category: Administrative Services Administration Assistant (1 Position) PURPOSE OF POSITION: Assist in managing the administrative

Lebih terperinci

PRINCESS SRINAGARINDRA AWARD

PRINCESS SRINAGARINDRA AWARD PRINCESS SRINAGARINDRA AWARD Princess Srinagarinda Award Foundation didirikan di Bangkok Thailand pada tanggal 21 Oktober 2000 dalam rangka memperingati ulang tahun ke 100 keagungan Putri Srinagarinda

Lebih terperinci

PENGELOLAAN TAMAN MELALUI KERJASAMA PEMERINTAH-SWASTA. (Studi Kasus: Kota Bandung)

PENGELOLAAN TAMAN MELALUI KERJASAMA PEMERINTAH-SWASTA. (Studi Kasus: Kota Bandung) PENGELOLAAN TAMAN MELALUI KERJASAMA PEMERINTAH-SWASTA (Studi Kasus: Kota Bandung) T 711.558 SAM This study is trying to analyze public private partnership (P3) opportunities in urban park management. The

Lebih terperinci

KEMAMPUAN MENDENGARKAN LAGU BERBAHASA INGGRIS PADA SISWA KELAS X SMA ISLAMIC CENTRE DEMAK PADA TAHUN AJARAN 2006/2007

KEMAMPUAN MENDENGARKAN LAGU BERBAHASA INGGRIS PADA SISWA KELAS X SMA ISLAMIC CENTRE DEMAK PADA TAHUN AJARAN 2006/2007 KEMAMPUAN MENDENGARKAN LAGU BERBAHASA INGGRIS PADA SISWA KELAS X SMA ISLAMIC CENTRE DEMAK PADA TAHUN AJARAN 2006/2007 Oleh SRI SUMARMI NIM: 2000-32-104 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN JURUSAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PERAN DUDI DALAM IMPLEMENTASI PENDIDIKAN SISTEM GANDA DI SMK NEGERI 1 SALATIGA

PERAN DUDI DALAM IMPLEMENTASI PENDIDIKAN SISTEM GANDA DI SMK NEGERI 1 SALATIGA PERAN DUDI DALAM IMPLEMENTASI PENDIDIKAN SISTEM GANDA DI SMK NEGERI 1 SALATIGA Tesis Diajukan kepada Program Pascasarjana Magister Manajemen Pendidikan untuk Memperoleh Gelar Magister Pendidikan Oleh:

Lebih terperinci

Inggang Perwangsa Nuralam, SE., MBA

Inggang Perwangsa Nuralam, SE., MBA Inggang Perwangsa Nuralam, SE., MBA Business analysts examine the entire business area and take a thoughtful or even creative approach to developing ideas for solutions. Seorang Bisnis Analis menguji semua

Lebih terperinci

STRATEGIC MANAGEMENT SYSTEM DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORE CARD ( Studi Kasus Divisi Purna Jual PT IPTN )

STRATEGIC MANAGEMENT SYSTEM DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORE CARD ( Studi Kasus Divisi Purna Jual PT IPTN ) STRATEGIC MANAGEMENT SYSTEM DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORE CARD ( Studi Kasus Divisi Purna Jual PT IPTN ) BIDANG KHUSUS BISNIS MANUFAKTUR PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN BISNIS DAN ADMINISTRASI TEKNOLOGI

Lebih terperinci

UPAYA PENANGANAN GANGGUAN JARINGAN TELEPON DALAM RANGKA PENINGKATAN MUTU PELAYANAN. (Studi Kasus : PT. TELKOM Kandatel Bandung)

UPAYA PENANGANAN GANGGUAN JARINGAN TELEPON DALAM RANGKA PENINGKATAN MUTU PELAYANAN. (Studi Kasus : PT. TELKOM Kandatel Bandung) UPAYA PENANGANAN GANGGUAN JARINGAN TELEPON DALAM RANGKA PENINGKATAN MUTU PELAYANAN (Studi Kasus : PT. TELKOM Kandatel Bandung) T 658.8 HER Reformasi sektor telekomunikasi di Indonesia yang mengarah dan

Lebih terperinci

TELKOM EDUCATION PARK Jl. Telekomunikasi No 1 Bandung Technoplex Indonesia. The Most Comprehensive Education Park in Indonesia

TELKOM EDUCATION PARK Jl. Telekomunikasi No 1 Bandung Technoplex Indonesia. The Most Comprehensive Education Park in Indonesia TELKOM EDUCATION PARK Jl. Telekomunikasi No 1 Bandung Technoplex Indonesia The Most Comprehensive Education Park in Indonesia Dean of Telkom Creative Industry School Nama : Agus Achmad Suhendra Education

Lebih terperinci

Peran RS Pendidikan dalam Operasional FK: Kebersamaan Pengembangan Suasana Akademik

Peran RS Pendidikan dalam Operasional FK: Kebersamaan Pengembangan Suasana Akademik Annual Scientific Meeting - 2013 Peran RS Pendidikan dalam Operasional FK: Kebersamaan Pengembangan Suasana Akademik Ova Emilia dan Adi Utarini Bagian 1. Situasi Dulu dan Sekarang Suasana Dulu Suasana

Lebih terperinci

1. Perbaikan Berkesinambungan. Kaizen Benchmarking

1. Perbaikan Berkesinambungan. Kaizen Benchmarking Dianasanti, 7 Oktober 2016 1. Perbaikan Berkesinambungan Kaizen Benchmarking Merupakan istilah dalam bahasa Jepang yang bermakna "perbaikan berkesinambungan". Filsafat kaizen berpandangan bahwa hidup

Lebih terperinci

Lisa Junia ( ) Kata Kunci: Transaksi Elektronik Perbankan, Tanggung Jawab Bank, dan Perlindungan Nasabah

Lisa Junia ( ) Kata Kunci: Transaksi Elektronik Perbankan, Tanggung Jawab Bank, dan Perlindungan Nasabah ABSTRAK PERTANGGUNGJAWABAN BANK ATAS PENDEBITAN DANA REKENING NASABAH SECARA ELEKTRONIK AKIBAT KESALAHAN SISTEM BANK DAN PERLINDUNGAN NASABAH BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1998 TENTANG PERBANKAN

Lebih terperinci

Anggaran Komprehensif

Anggaran Komprehensif Anggaran Komprehensif Sub Pokok Bahasan 1. Kerangka anggaran komprehensif untuk perusahaan manufaktur, jasa dan dagang 2. Jenis-jenis anggaran Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan anggaran

Lebih terperinci

SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SYSTEM

SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SYSTEM SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SYSTEM Siklus hidup pengembangan sistem ( development life cycle / SDLC ) adalah tahapan aktivitas yang harus dikerjakan oleh pengembang sistem untuk menghasilkan sebuah sistem

Lebih terperinci

PT. KORINDO HEAVY INDUSTRY BALARAJA PLANT Ulasan manajemen Management Review

PT. KORINDO HEAVY INDUSTRY BALARAJA PLANT Ulasan manajemen Management Review 1 of 5 2 of 5 1. TUJUAN Tujuan dari prosedur ini adalah untuk mendokumentasikan proses dan agenda utama masalah yang akan dimasukkan dalam pertemuan untuk mengevaluasi status organisasi HSES. Prosedur

Lebih terperinci

INFORMASI DATA TAHUN 2015 DATA INFORMATION IN THE YEAR 2015

INFORMASI DATA TAHUN 2015 DATA INFORMATION IN THE YEAR 2015 INFORMASI DATA TAHUN 2015 DATA INFORMATION IN THE YEAR 2015 178 STATISTIK UM 2011-2015 1. MAHASISWA STUDENT a. Penerimaan Mahasiswa Baru New Students Admission 1) Jalur SNMPTN INFORMASI DATA TAHUN 2015

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 1991 TENTANG PENGESAHAN AGREEMENT BETWEEN THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA AND THE GOVERNMENT OF THE PEOPLE'S REPUBLIC OF BULGARIA ON ECONOMIC

Lebih terperinci

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii commit to user perpustakaan.uns.ac.id ABSTRACT Ika Larastuti. K2205011. THE IMPLEMENTATION OF BRAINSTORMING ACTIVITIES IN IMPROVING STUDENTS VOCABULARY MASTERY (A CLASSROOM ACTION RESEARCH ON THE EIGHTH

Lebih terperinci

OLEH : FITRI SUHARIYADI NIM:

OLEH : FITRI SUHARIYADI NIM: IDENTIFIKASI DAN ANALISA FAKTOR KRITIS KEBERHASILAN PADA IMPLEMENTASI PROYEK BOT : INFRASTRUKTUR JALAN TOL TESIS MAGISTER 'Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister dari Institut

Lebih terperinci

POST GRADUATE PROGRAM IN PUBLIC HEALTH, FACULTY OF MEDICINE, UNIVERSITAS GADJAH MADA, YOGYAKARTA

POST GRADUATE PROGRAM IN PUBLIC HEALTH, FACULTY OF MEDICINE, UNIVERSITAS GADJAH MADA, YOGYAKARTA POST GRADUATE PROGRAM IN PUBLIC HEALTH, FACULTY OF MEDICINE, UNIVERSITAS GADJAH MADA, YOGYAKARTA COURSE TITLE : Magang Informatika Kesehatan KUI : KUI 7003 Credit : 2 SKS Course type : Wajib Semester :

Lebih terperinci

Abigail Allo Karangan

Abigail Allo Karangan TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TANGGUNG JAWAB BADAN USAHA DALAM PELAKSANAAN KEWAJIBAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DAN LINGKUNGAN DALAM SISTEM HUKUM INDONESIA Abigail Allo Karangan 0987006 ABSTRAK Perkembangan

Lebih terperinci

AKIBAT HUKUM PEMBATALAN INITIAL PUBLIC OFFERING TERHADAP EMITEN DAN INVESTOR

AKIBAT HUKUM PEMBATALAN INITIAL PUBLIC OFFERING TERHADAP EMITEN DAN INVESTOR TESIS AKIBAT HUKUM PEMBATALAN INITIAL PUBLIC OFFERING TERHADAP EMITEN DAN INVESTOR OLEH: HERNY WAHDANIYAH WAHAB, S.H. NIM: 031314253110 PROGRAM STUDI MAGISTER KENOTARIATAN FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS AIRLANGGA

Lebih terperinci

ABSTRAK Program Magister Psikologi Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK Program Magister Psikologi  Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model kompetensi dari dosen Fakultas Ekonomi Universitas X Bandung. Fakultas Ekonomi ini mengalami kesulitan dalam menggambarkan kompetensi yang dibutuhkan

Lebih terperinci

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DI SMA NEGERI KOTA YOGYAKARTA

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DI SMA NEGERI KOTA YOGYAKARTA KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DI SMA NEGERI KOTA YOGYAKARTA SATRIYO AGUNG DEWANTO NIM 10702251007 Tesis ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk mendapatkan

Lebih terperinci

KONVERSI LAHAN SAWAH KE NON PERTANIAN DALAM PERKEMBANGAN KOTA NGANJUK DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERUBAHAN MATA PENCAHARIAN DAN PENDAPATAN PETANI

KONVERSI LAHAN SAWAH KE NON PERTANIAN DALAM PERKEMBANGAN KOTA NGANJUK DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERUBAHAN MATA PENCAHARIAN DAN PENDAPATAN PETANI KONVERSI LAHAN SAWAH KE NON PERTANIAN DALAM PERKEMBANGAN KOTA NGANJUK DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERUBAHAN MATA PENCAHARIAN DAN PENDAPATAN PETANI T 711.14 WIC Berbagai kepentingan penggunaan lahan menyebabkan

Lebih terperinci

Students Understanding on Corporate Social Responsibility (CSR)

Students Understanding on Corporate Social Responsibility (CSR) Students Understanding on Corporate Social Responsibility (CSR) Suwirman Nuryadin a State University of Jakarta, Jakarta, Indonesia *Corresponding author:mr_nuryadin@yahoo.com Abstract Corporate Social

Lebih terperinci

NUR AFNI SIN

NUR AFNI SIN THE EFFECT OF USING TEXT MAPPING STRATEGY TOWARDS STUDENTS READING COMPREHENSION ON NARRATIVE TEXT OF THE SECOND YEAR STUDENTS AT MA DARUL ULUM TANDUN ROKAN HULU Thesis Submitted as a Partial Fulfillment

Lebih terperinci

Cara Mendaftar Sebagai Mahasiswa Ph.D di UK

Cara Mendaftar Sebagai Mahasiswa Ph.D di UK Cara Mendaftar Sebagai Mahasiswa Ph.D di UK Berbeda dengan level undergraduate (S1) atau master (S2), mendaftar menjadi mahasiswa S3 (Ph.D atau research student) di UK membutuhkan strategi tersendiri.

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci : secondary questions, akuisisi tacit knowledge, transfer tacit knowledge, pengembangan pelatihan, assessor assessment center.

ABSTRAK. Kata Kunci : secondary questions, akuisisi tacit knowledge, transfer tacit knowledge, pengembangan pelatihan, assessor assessment center. ABSTRAK X merupakan sebuah biro konsultan yang bergerak dalam penyediaan jasa assessment center. Tentunya kemampuan assessor menjadi hal yang sangat kritis bagi Xketika melayani klienkleinnya. Walaupun

Lebih terperinci

INDIVIDUAL RESEARCH A STUDY OF PUBLIC SPEAKING USED BY THE FIFTH SEMESTER STUDENTS OF MURIA KUDUS UNIVERSITY IN THE ACADEMIC YEAR 2014/2015

INDIVIDUAL RESEARCH A STUDY OF PUBLIC SPEAKING USED BY THE FIFTH SEMESTER STUDENTS OF MURIA KUDUS UNIVERSITY IN THE ACADEMIC YEAR 2014/2015 INDIVIDUAL RESEARCH RESEARCH REPORT A STUDY OF PUBLIC SPEAKING USED BY THE FIFTH SEMESTER STUDENTS OF MURIA KUDUS UNIVERSITY IN THE ACADEMIC YEAR 2014/2015 By: Atik Rokhayani, S.Pd.,M.Pd. Funded by Anggaran

Lebih terperinci

PENERAPAN SISTEM PEMBIAYAAN BERBASIS AKTIVITAS PADA PEMBUATAN SEGMEN PRECAST JEMBATAN DAN JALAN LAYANG PASUPATI

PENERAPAN SISTEM PEMBIAYAAN BERBASIS AKTIVITAS PADA PEMBUATAN SEGMEN PRECAST JEMBATAN DAN JALAN LAYANG PASUPATI PENERAPAN SISTEM PEMBIAYAAN BERBASIS AKTIVITAS PADA PEMBUATAN SEGMEN PRECAST JEMBATAN DAN JALAN LAYANG PASUPATI ABSTRAK Penerapan Sistem Pembiayaan Berbasis Aktivitas pada Pembuatan Segmen Precast Jembatan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Pada tahun 1945 sejak Indonesia merdeka dari penjajahan, Indonesia telah mengalami krisis ekonomi seperti krisis moneter yang mengakibatkan perekonomian di Indonesia menjadi tidak stabil. Krisis

Lebih terperinci

LATAR BELAKANG PELUNCURAN CA

LATAR BELAKANG PELUNCURAN CA LATAR BELAKANG PELUNCURAN CA 1. Memenuhi kebutuhan dunia usaha terhadap profesi akuntan yang berdaya saing global Mengacu ke standar kualifikasi akuntan menurut IFAC Menghadapi ASEAN Economic Community

Lebih terperinci

Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK

Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK ABSTRAK LANGKAH-LANGKAH HUKUM YANG DAPAT DILAKUKAN OLEH BANK TERKAIT MUSNAHNYA BARANG JAMINAN FIDUSIA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 1999 TENTANG JAMINAN FIDUSIA JUNCTO UNDANG-UNDANG NOMOR 40

Lebih terperinci

ABSTRACT. Key words: standard operating procedure, procedure, form, ISO 9001:2000, quality management system, quality manual, ISO 9001:2000 clause 4

ABSTRACT. Key words: standard operating procedure, procedure, form, ISO 9001:2000, quality management system, quality manual, ISO 9001:2000 clause 4 ABSTRACT Faculty of Information Technology (FTI) is one of the newest faculties of Maranatha Christian University (UKM). It has been well accepted by the community to this moment and has 3 (three) main

Lebih terperinci

ABSTRACT. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT Every company has a pattern of activities and different types of business, but have the same goal of achieving optimum profit. Company is expected to reach or exceed the targets set in order to

Lebih terperinci

Visi, Misi, Tujuan dan Roadmap Jangka Panjang. Dr. Ir. Agus Achmad S., MT Ketua Komisi Pengembangan Senat Telkom University

Visi, Misi, Tujuan dan Roadmap Jangka Panjang. Dr. Ir. Agus Achmad S., MT Ketua Komisi Pengembangan Senat Telkom University Visi, Misi, Tujuan dan Roadmap Jangka Panjang Dr. Ir. Agus Achmad S., MT Ketua Komisi Pengembangan Senat Telkom University Pendekatan Perumusan Visi Jangka Panjang Tel U : References on Strategic Issue

Lebih terperinci

Optimization PLP student competencies through the Lesson Study Program in High School Pilot UPI

Optimization PLP student competencies through the Lesson Study Program in High School Pilot UPI Optimization PLP student competencies through the Lesson Study Program in High School Pilot UPI Drs.Parsaoran Siahaan, M.Pd Physics Departement - FPMIPA, Indonesia University of Education Abstract Professional

Lebih terperinci

Ilustrasi 1: Teknologi Kamera

Ilustrasi 1: Teknologi Kamera MANAJEMEN REKAYASA Ilustrasi 1: Teknologi Kamera Teknologi kamera untuk memotret dulu menggunakan film Perusahaan pembuat film seperti FUJI, SAKURA, KODAK, dll membangun keunggulan perusahaannya dengan

Lebih terperinci

International Student Programs Program Pelajar Internasional

International Student Programs Program Pelajar Internasional International Student Programs Program Pelajar Internasional I International Student Programs Ivanhoe International Melbourne Australia Ivanhoe Grammar School has a long history of providing educational

Lebih terperinci

KONSEP SISTEM INFORMASI

KONSEP SISTEM INFORMASI 2 COBIT 5: FRAMEWORK, BMIS, IMPLEMENTATION AND FUTURE INFORMATION SECURITY GUIDANCE Resource Konsep Sistem Informasi Pertemuan 12 ISACA Research Department Phone: +1.847.660.5630 Fax: +1.847.253.1443 Email:

Lebih terperinci

IABEE UNIVERSITAS DIPONEGORO. Indonesian Accreditation Board for Engineering Education FT - FAKULTAS TEKNIK. Hadiyanto

IABEE UNIVERSITAS DIPONEGORO. Indonesian Accreditation Board for Engineering Education FT - FAKULTAS TEKNIK. Hadiyanto The excellent research university UNDIP Diponegoro University www.undip.ac.id FT - UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS TEKNIK IABEE Indonesian Accreditation Board for Engineering Education Hadiyanto Program

Lebih terperinci

Accredited Competency Professional (ACP)

Accredited Competency Professional (ACP) Accredited Competency Professional (ACP) Specialist Management Resources, Asia s leading competency and performance consultancy, is offering an accreditation program, the accredited program : Accredited

Lebih terperinci

Informasi untuk pelajar

Informasi untuk pelajar Indonesian Informasi untuk pelajar APAKAH ANDA MEMILIKI KUALIFIKASI DAN KETERAMPILAN YANG DIPEROLEH DI LUAR NEGERI? MINTALAH PENGAKUAN DI TAFE NSW Apakah Anda memiliki kualifikasi dan keterampilan yang

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA PADA ORGANISASI NON PEMERINTAH X DI YOGYAKARTA

PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA PADA ORGANISASI NON PEMERINTAH X DI YOGYAKARTA THESIS PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA PADA ORGANISASI NON PEMERINTAH X DI YOGYAKARTA VERONICA WURI LUKITASARI No. Mhs. : 125001759/PS/MM PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN PROGRAM

Lebih terperinci

Analisis Persepsi, Motivasi, dan Kesiapan Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Sumatera Utara pada Interprofessional Education (IPE)

Analisis Persepsi, Motivasi, dan Kesiapan Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Sumatera Utara pada Interprofessional Education (IPE) Analisis Persepsi, Motivasi, dan Kesiapan Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan pada Interprofessional Education (IPE) SKRIPSI Oleh: Winda Yani Sinambela 111101040 FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Lebih terperinci

Government Goods/Services Procurement Expert Certification

Government Goods/Services Procurement Expert Certification Government Goods/Services Procurement Expert Certification Problem addressed The President of Republic of Indonesia Decree Number 70 of 2012 on Guidelines for Government Goods/Services Procurement Implementation

Lebih terperinci

PENDIDIKAN BERKELANJUTAN DAN PERAN UNIVERSITAS TERBUKA

PENDIDIKAN BERKELANJUTAN DAN PERAN UNIVERSITAS TERBUKA PENDIDIKAN BERKELANJUTAN DAN PERAN UNIVERSITAS TERBUKA Nuraini Soleiman (nuraini@mail.ut.ac.id) Fakultasi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Terbuka Jl. Cabe Raya, Pondok Cabe, Pamulang 15418,

Lebih terperinci

ANALISIS CAPAIAN OPTIMASI NILAI SUKU BUNGA BANK SENTRAL INDONESIA: SUATU PENGENALAN METODE BARU DALAM MENGANALISIS 47 VARIABEL EKONOMI UNTU

ANALISIS CAPAIAN OPTIMASI NILAI SUKU BUNGA BANK SENTRAL INDONESIA: SUATU PENGENALAN METODE BARU DALAM MENGANALISIS 47 VARIABEL EKONOMI UNTU ANALISIS CAPAIAN OPTIMASI NILAI SUKU BUNGA BANK SENTRAL INDONESIA: SUATU PENGENALAN METODE BARU DALAM MENGANALISIS 47 VARIABEL EKONOMI UNTU READ ONLINE AND DOWNLOAD EBOOK : ANALISIS CAPAIAN OPTIMASI NILAI

Lebih terperinci

DEPARTEMEN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS RENCANA STRATEGIS

DEPARTEMEN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS RENCANA STRATEGIS DEPARTEMEN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS RENCANA STRATEGIS 2015-2019 Rencana strategis (renstra) menggambarkan keputusan organisasi tentang arah dan prioritas strategis organisasi yang diperlukan guna memampukannya

Lebih terperinci

Maintaining Performance in a Year of Challenges

Maintaining Performance in a Year of Challenges Maintaining Performance in a Year of Challenges Daftar Isi Halaman Ikhtisar Utama Main Overview 6 Sekilas Bank Ina Bank Ina At A Glance 7 Piagam & Sertifikat Awards & Certificates 8 Kaleidoskop 2015 2015

Lebih terperinci

Introduction to. Chapter 11. Managing Employees. MultiMedia by Stephen M. Peters South-Western College Publishing

Introduction to. Chapter 11. Managing Employees. MultiMedia by Stephen M. Peters South-Western College Publishing Introduction to Chapter 11 Managing Employees Learning Objectives Uraikan teori motivasi. Jelaskan bagaimana perusahaan dapat tingkatkan kepuasan kerja dan tingkatkan motivasi. Motivation and Performance

Lebih terperinci

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP KEWENANGAN DAN KETERLIBATAN PEMERINTAHAN DAERAH DALAM PENGATURAN DAN PELAKSANAAN CSR (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY)

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP KEWENANGAN DAN KETERLIBATAN PEMERINTAHAN DAERAH DALAM PENGATURAN DAN PELAKSANAAN CSR (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) TINJAUAN YURIDIS TERHADAP KEWENANGAN DAN KETERLIBATAN PEMERINTAHAN DAERAH DALAM PENGATURAN DAN PELAKSANAAN CSR (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) ABSTRAK Corporate Social Responsibility atau Tanggung Jawab

Lebih terperinci

PERANAN AJUDIKASI PENDAFTARAN TANAH DALAM PERCEPATAN PENSERTIFIKATAN TANAH (STUDY KANTOR PERTAHANAN KOTA MEDAN)

PERANAN AJUDIKASI PENDAFTARAN TANAH DALAM PERCEPATAN PENSERTIFIKATAN TANAH (STUDY KANTOR PERTAHANAN KOTA MEDAN) PERANAN AJUDIKASI PENDAFTARAN TANAH DALAM PERCEPATAN PENSERTIFIKATAN TANAH (STUDY KANTOR PERTAHANAN KOTA MEDAN) TESIS Oleh : SYLVIA YUSLINDA HASMAN NIM : 037011084 SEKOLAH PASCA SARJANA MEGISTER KENOTARIATAN

Lebih terperinci

PENILAIAN KINERJA MALCOLM BALDRIDGE

PENILAIAN KINERJA MALCOLM BALDRIDGE PENILAIAN KINERJA MALCOLM BALDRIDGE OLEH SUSANTI KURNIAWATI PENGERTIAN KINERJA Hasil evaluasi proses, produk dan jasa yang dihasilkan perusahaan yang telah dievaluasi dan dibandingkan dengan tujuan, standar

Lebih terperinci

Course Perfomance Evaluation Odd Semester of Academic Year 2015/2016

Course Perfomance Evaluation Odd Semester of Academic Year 2015/2016 Course Perfomance Evaluation Odd Semester of Academic Year 5/6 No. Course Performance Criteria A. Course Benefits (Manfaat Mata Kuliah) Improved knowledge literacy Meningkatkan pengetahuan Developed biomedical-specific

Lebih terperinci

Pengembangan Standar Kompetensi Bidan Workshop Pengembangan Kompetensi dan Sistem Pendidikan Kebidanan, JW Marriott Surabaya, 5-6 Juli 2010

Pengembangan Standar Kompetensi Bidan Workshop Pengembangan Kompetensi dan Sistem Pendidikan Kebidanan, JW Marriott Surabaya, 5-6 Juli 2010 Pengembangan Standar Bidan Workshop Pengembangan dan Sistem Pendidikan Kebidanan, JW Marriott Surabaya, 5-6 Juli 2010 Andi Ansharullah Medical Education Unit Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Page

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Proses kelahiran bayi merupakan sesuatu yang sangat berkesan bagi para orang tua. Ini terjadi di beberapa Rumah Sakit atau Rumah Bersalin di seluruh dunia. Ada banyak cara yang dilakukan orang

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 24 TAHUN 1989 TENTANG PENGESAHAN AGREEMENT BETWEEN THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA AND THE GOVERNMENT OF THE GERMAN DEMOCRATIC REPUBLIC ON ECONOMIC AND TECHNICAL COOPERATION

Lebih terperinci

Tips untuk Mengembangkan strategi IS / IT. Tujuan dari Pengembangan Strategi IS / IT. Masalah Perencanaan IS. Hendri Sopryadi,M.T.

Tips untuk Mengembangkan strategi IS / IT. Tujuan dari Pengembangan Strategi IS / IT. Masalah Perencanaan IS. Hendri Sopryadi,M.T. Tujuan Sesi ini Mengembangkan Strategi IS / IT Memahami proses pengembangan IS / IT Perencanaan Strategis Memahami komponen IS Perencanaan / TI Strategis Memahami cara mengevaluasi IS / IT Perencanaan

Lebih terperinci

RANCANGAN STRATEGI BISNIS BERTAHAN BANK DASA GANESHA SUATU USULAN ALTERNATIF

RANCANGAN STRATEGI BISNIS BERTAHAN BANK DASA GANESHA SUATU USULAN ALTERNATIF RANCANGAN STRATEGI BISNIS BERTAHAN BANK DASA GANESHA SUATU USULAN ALTERNATIF BANK DASA GANESHA adalah Bank BUMN yang pada awal mulanya pada tahun 1948 adalah Bank pengalihan dari BUREAU HERSTEL FINANCIERING

Lebih terperinci

PHARMACIST CREDENSIALS IN THE INDONESIAN NATIONAL ACCREDITATION STANDARD 2012 VERSION

PHARMACIST CREDENSIALS IN THE INDONESIAN NATIONAL ACCREDITATION STANDARD 2012 VERSION PHARMACIST CREDENSIALS IN THE INDONESIAN NATIONAL ACCREDITATION STANDARD 2012 VERSION Dr.dr.Sutoto,M.Kes KARS CURICULUM VITAE: DR.Dr.Sutoto,M.Kes Ketua Eksekutif KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit Seluruh

Lebih terperinci

Kendali dan Audit Sistem Informasi. Catatan: diolah dari berbagai sumber Oleh: mardhani riasetiawan

Kendali dan Audit Sistem Informasi. Catatan: diolah dari berbagai sumber Oleh: mardhani riasetiawan Kendali dan Audit Sistem Informasi Catatan: diolah dari berbagai sumber Oleh: mardhani riasetiawan Bidang Pekerjaan IT di perusahaan System Analyst Programmer Administrator (Network, system, database)

Lebih terperinci

PERILAKU DAN ETIKA DALAM BEKERJA

PERILAKU DAN ETIKA DALAM BEKERJA In-House Training Proposal PERILAKU DAN ETIKA DALAM BEKERJA Membangun Kerja Tim untuk Mengelola Konflik A Two Day Workshop Section Overall Program Agenda Program Agenda DAY ONE Time Topic Objectives Methodologies

Lebih terperinci

KEPEMIMPINAN DALAM MEWUJUDKAN MADRASAH IBTIDAIYAH EFEKTIF TESIS

KEPEMIMPINAN DALAM MEWUJUDKAN MADRASAH IBTIDAIYAH EFEKTIF TESIS KEPEMIMPINAN DALAM MEWUJUDKAN MADRASAH IBTIDAIYAH EFEKTIF (Studi Situs MI Ma arif Grabag 1 Magelang) TESIS Diajukan Kepada Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah

Lebih terperinci

PENERAPAN LINUX TERMINAL SERVER PROJECT (LTSP) PADA LABORATORIUM KOMPUTER SEKOLAH. ( Studi kasus Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Bandung) Skripsi

PENERAPAN LINUX TERMINAL SERVER PROJECT (LTSP) PADA LABORATORIUM KOMPUTER SEKOLAH. ( Studi kasus Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Bandung) Skripsi PENERAPAN LINUX TERMINAL SERVER PROJECT (LTSP) PADA LABORATORIUM KOMPUTER SEKOLAH ( Studi kasus Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Bandung) Skripsi untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai Gelar Sarjana

Lebih terperinci

KEBIJAKAN PENNGEMBANGAN PENDIDIKAN TENAGA KEPENDIDIKAN PENDAHULUAN. dilaksanakan dalam proses pembangunannya, antara lain dalam proses

KEBIJAKAN PENNGEMBANGAN PENDIDIKAN TENAGA KEPENDIDIKAN PENDAHULUAN. dilaksanakan dalam proses pembangunannya, antara lain dalam proses 1 KEBIJAKAN PENNGEMBANGAN PENDIDIKAN TENAGA KEPENDIDIKAN PENDAHULUAN Negara-negara berkembang mempunyai berbagai program yang akan dilaksanakan dalam proses pembangunannya, antara lain dalam proses pembangunan

Lebih terperinci

Introduction to. Chapter12. Hiring, Training, and Evaluating Employees. MultiMedia by Stephen M. Peters South-Western College Publishing

Introduction to. Chapter12. Hiring, Training, and Evaluating Employees. MultiMedia by Stephen M. Peters South-Western College Publishing Introduction to Chapter12 Hiring, Training, and Evaluating Employees Learning Objectives Jelaskan perencanaan sumber daya manusia oleh perusahaan. Bedakan di antara jenis konpensasi yang perusahaan tawarkan

Lebih terperinci

PENYUSUNAN METODOLOGI PELAKSANAAN TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PEMERINTAHAN TESIS

PENYUSUNAN METODOLOGI PELAKSANAAN TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PEMERINTAHAN TESIS 1 PENYUSUNAN METODOLOGI PELAKSANAAN TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PEMERINTAHAN TESIS Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister dari Institut Teknologi Bandung Oleh IWAN

Lebih terperinci

Andi Ansharullah. Workshop Pengembangan Kompetensi dan Sistem Pendidikan Kebidanan, JW Marriott Surabaya, 5-6 Juli 2010.

Andi Ansharullah. Workshop Pengembangan Kompetensi dan Sistem Pendidikan Kebidanan, JW Marriott Surabaya, 5-6 Juli 2010. Andi Ansharullah Medical Education Unit Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Workshop Pengembangan Kompetensi dan Sistem Pendidikan Kebidanan, JW Marriott Surabaya, 5-6 Juli 2010 Output Workshop 1.

Lebih terperinci

TESIS Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister dari Institut Teknologi Bandung. Oleh

TESIS Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister dari Institut Teknologi Bandung. Oleh ANALISIS TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT DALAM MENDUKUNG LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI STUDI KASUS : PT PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA BARAT DAN BANTEN TESIS Karya tulis sebagai

Lebih terperinci

PEMBUATAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN JURUSAN KULIAH BAGI SISWA SMA BERBASIS WEB DENGAN METODE PROMETHEE. Andreas Teddy Kumala

PEMBUATAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN JURUSAN KULIAH BAGI SISWA SMA BERBASIS WEB DENGAN METODE PROMETHEE. Andreas Teddy Kumala PEMBUATAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN JURUSAN KULIAH BAGI SISWA SMA BERBASIS WEB DENGAN METODE PROMETHEE Andreas Teddy Kumala Jurusan Teknik Informatika / Fakultas Teknik andreacerider@gmail.com

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 56 TAHUN 1994 TENTANG PENGESAHAN AGREEMENT BETWEEN THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA AND THE GOVERNMENT OF THE UNITED KINGDOM OFGREAT BRITAIN AND NOTHERN

Lebih terperinci

EXTERNAL QUALITY ASSURANCE

EXTERNAL QUALITY ASSURANCE EXTERNAL QUALITY ASSURANCE Badan Penjaminan Mutu Akademik Universitas Indonesia Disampaikan pada acara : Workshop Inisiasi Akreditasi Internasional Progam Studi UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 15 Juli

Lebih terperinci

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 3.1 Sejarah dan Perkembangan Universitas Bina Nusantara

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 3.1 Sejarah dan Perkembangan Universitas Bina Nusantara BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3.1 Sejarah dan Perkembangan Universitas Bina Nusantara Universitas Bina Nusantara pada awalnya adalah sebuah lembaga pendidikan komputer jangka pendek yang berdiri pada

Lebih terperinci

What are Professional Accountancy Organizations?

What are Professional Accountancy Organizations? What are Professional Accountancy Organizations? Professional Accountancy Organizations (PAOs) are membership bodies comprised of individual professional accountants, auditors, and/or accounting technicians

Lebih terperinci

ANALISIS DEMAND MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN RAWAT INAP DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEDAN DELI, PUSKESMAS BROMO DAN PUSKESMAS KEDAI DURIAN TAHUN 2013

ANALISIS DEMAND MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN RAWAT INAP DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEDAN DELI, PUSKESMAS BROMO DAN PUSKESMAS KEDAI DURIAN TAHUN 2013 ANALISIS DEMAND MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN RAWAT INAP DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEDAN DELI, PUSKESMAS BROMO DAN PUSKESMAS KEDAI DURIAN TAHUN 2013 SKRIPSI Oleh : SERLI NIM. 111021024 FAKULTAS KESEHATAN

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) MATA KULIAH: SERVICES MARKETING PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN 2015 Nama Mata Kuliah : Services Marketing Kode Mata Kuliah/sks : / 3 sks Program Studi Semester Nama

Lebih terperinci

Business Report Writing Skills

Business Report Writing Skills Communication and Professional Writing Skills Proposal Exclusively designed for Business Report Writing Skills A practical workshop to enhance Participants understanding and application in Business Report

Lebih terperinci

Chain of Custody of Forest Based Products Specifications for the IFCC claim

Chain of Custody of Forest Based Products Specifications for the IFCC claim IFCC Standard / Standar IFCC IFCC ST 2002-1 2013-10-30 Chain of Custody of Forest Based Products Specifications for the IFCC claim Lacak Balak untuk Produk-produk Hasil Hutan Ketentuan-ketentuan untuk

Lebih terperinci

ABSTRACT. Keywords: labor, employees performance, educational level. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. Keywords: labor, employees performance, educational level. Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT The utilization of human resources in the industrial sector, is the key to success in the achievement of the objectives of the industry sector. An organization can successfully work in achieving

Lebih terperinci

WANPRESTASI PADA PERJANJIAN KREDIT UMUM PEDESAAN (KUPEDES) DAN UPAYA PENYELESAIANNYA (Studi Pada PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Kabanjahe)

WANPRESTASI PADA PERJANJIAN KREDIT UMUM PEDESAAN (KUPEDES) DAN UPAYA PENYELESAIANNYA (Studi Pada PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Kabanjahe) WANPRESTASI PADA PERJANJIAN KREDIT UMUM PEDESAAN (KUPEDES) DAN UPAYA PENYELESAIANNYA (Studi Pada PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Kabanjahe) TESIS Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Magister Kenotariatan

Lebih terperinci

Perancangan Media Promosi Indominiature sebagai Sarana Pelatihan Paper Clay bagi Anak Remaja

Perancangan Media Promosi Indominiature sebagai Sarana Pelatihan Paper Clay bagi Anak Remaja Perancangan Media Promosi Indominiature sebagai Sarana Pelatihan Paper Clay bagi Anak Remaja Hendry Kurniadi Fakultas Seni Rupa dan Desain,, Bandung 40164 E-mail : @yahoo.co.id Abstract Paper Clay is a

Lebih terperinci

ABSTRACT. Key words: interest, economic motivation, career motivation, quality motivation, social motivation, PPAk. vii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. Key words: interest, economic motivation, career motivation, quality motivation, social motivation, PPAk. vii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT Accounting Profession Education PPAk is higher education of accounting to obtain the title of Accountant which must be followed after achieve Bachelor degree (S1) majoring in Accounting Economics

Lebih terperinci