GET TO KNOW AUSTRALIAN UNIVERSITIES MENGENAL UNIVERSITAS - UNIVERSITAS DI AUSTRALIA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "GET TO KNOW AUSTRALIAN UNIVERSITIES MENGENAL UNIVERSITAS - UNIVERSITAS DI AUSTRALIA"

Transkripsi

1 GET TO KNOW AUSTRALIAN UNIVERSITIES MENGENAL UNIVERSITAS - UNIVERSITAS DI AUSTRALIA

2 GET TO KNOW AUSTRALIAN UNIVERSITIES MENGENAL UNIVERSITAS - UNIVERSITAS DI AUSTRALIA

3 BUKLET INFORMASI UNIVERSITAS - UNIVERSITAS DI AUSTRALIA Get to know Australian Universities Mengenal Universitas - Universitas di Australia AUSTRALIAN UNIVERSITIES INFORMATION BOOKLET Get to Know Australian Universities Mengenal Universitas - Universitas di Australia Oleh: Dr. Shannon Smith Irene Pingkan Umboh Anindita Kusumawardhani By: Dr. Shannon Smith Irene Pingkan Umboh Anindita Kusumawardhani Commonwealth of Australia (2010) Commonwealth of Australia (2010) Hasil karya ini dilindungi oleh hak cipta. Dapat diperbanyak secara keseluruhan atau sebagian untuk keperluan studi atau pelatihan dengan mencantumkan pengakuan atas sumbernya dan tidak boleh ada tujuan untuk mengkomersialkan atau memperdagangkannya. Reproduksi untuk tujuan selain dari yang disebutkan di atas harus mendapatkan izin tertulis terlebih dahulu dari the Commonwealth. Permintaan dan pertanyaan yang menyangkut reproduksi dan hak-hak harus ditujukan kepada Commonwealth Copyright Administration, GPO Box 2154, Canberra ACT 2601 atau ke This work is copyright. It may be reproduced in whole or in part for study or training purposes subject to the inclusion of an acknowledgement of the source and no commercial usage or sale. Reproduction for purposes other than those indicated above, requires the prior written permission from the Commonwealth. Requests and inquiries concerning reproduction and rights should be addressed to Commonwealth Copyright Administration, GPO Box 2154, Canberra ACT 2601 or Bibliografi: Profil Pendidikan Negara Australia Bibliography: Australian Country Education Profile Penerbit: Australian Education International Kedutaan Besar Australia Jl. HR. Rasuna Said Kav. C15-16 Kuningan, Jakarta Publisher: Australian Education International Kedutaan Besar Australia Jl. HR. Rasuna Said Kav. C15-16 Kuningan, Jakarta 25 halaman 15 x 23.5 cm 25 pages 15 x 23.5 cm

4 DAFTAR ISI TABLE OF CONTENTS 1. Pendahuluan Introduction Pendidikan Tinggi Australia...2 Lembaga Pendidikan Tinggi Australia Australian Higher Education...2 Australian Higher Education Institutions Jaminan Mutu...4 Struktur Jaminan Mutu...4 Peran Pemerintah Australia...4 Protokol - Protokol Nasional...5 Kerangka Kualifikasi Australia...5 Badan Penjamin Kualitas Universitas-Universitas Australia Quality Assurance...4 Quality Assurance Framework...4 The Role of The Australian Government...4 National Protocols...5 The Australian Qualifications Framework...5 Australian Universities Quality Agency (AUQA) Kerangka Kualifikasi Australia...7 Apakah AQF Itu?...7 Bagian Penting Dalam Menjaga Kualitas...8 Kualifikasi Pendidikan Tinggi...10 Persyaratan Penerimaan Masuk...14 Penerimaan Masuk Untuk Siswa Internasional Australian Qualification Framework...7 What is The AQF?...7 An Essential Part of Quality Assurance...8 Higher Education Qualifications...10 Admission Requirements...14 Admission For International Students Kerjasama Dengan Unversitas Australia...18 Bentuk Kerjasama yang Ada...18 Langkah-Langkah Membangun Kerjasama Partnership With Australian Unversities...18 Possible Partnership Models...18 Step By Step Guide to Establishing a Partnership Sumber Daya Universitas Australia...22 Beasiswa Pemerintah Australia...23 Pusat Riset Kooperatif (CRC)...24 Organisasi Riset Ilmiah dan Industri Negara Persemakmuran (CSIRO) Australian University Resources...22 Australian Government Scholarships...23 Cooperative Research Centres (CRC)...24 Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO)...25

5 1. PENDAHULUAN 1. INTRODUCTION Hubungan pendidikan antara Indonesia dan Australia sudah berjalan lebih dari 50 tahun ketika Pemerintah Australia memberikan kesempatan bagi pelajar Indonesia untuk belajar di Australia. Saat ini, hubungan dalam pendidikan sudah lebih luas dan lebih kuat meliputi riset bersama, program bersama, pertukaran guru dan pelajar dan saling menyamakan kurikulum dan metodologi pengajaran. The Indonesia Australia education relationship dates back more than 50 years to the Colombo Plan when the Australian Government provided opportunities for Indonesian students to study in Australia. Today, the relationship in education is much broader and stronger-encompassing joint research, joint programs, teacher and student exchange and sharing of curriculum and teaching methodologies. Luasnya cakupan hubungan yang sudah ada di antara lembaga pendidikan Indonesia dan Australia menunjukkan nilai yang ada di antara hubungan pendidikan antara kedua negara. Bagi universitas, kerjasama ini memperkaya pengajaran, pembelajaran dan lingkungan penelitian dan memberikan kontribusi pada budaya universitas. Kolaborasi sebagai rekan yang sejajar dengan universitas secara internasional dapat meningkatkan jumlah sarjana yang dapat dipekerjakan dan meningkatkan profil universitas baik secara nasional maupun internasional. The range of existing partnership between Indonesia and Australian educational institutions demonstrate the value placed on educational links between the two countries. For universities, these partnerships enrich the teaching, learning and research environment and contribute to a university s culture. Collaboration as an equal partner with a university internationally can increase the employability of graduates and strengthen the profile of a university, both nationally and internationally. Buklet informasi ini dibuat oleh Departemen Pendidikan, Kedutaan Besar Australia untuk universitas universitas di Indonesia. Buklet ini dapat digunakan oleh lembaga lembaga untuk mengetahui lebih jauh tentang system pendidikan tinggi Australia dan cara untuk melibatkan lembaga pendidikan Australia melalui pengembangan pertukaran kerjasama, program dan penelitian bersama. Buklet ini memberikan informasi yang lengkap dan berguna tentang: This resource booklet is produced by the Education section, Australian Embassy Jakarta for universities in Indonesia. It should be used by institutions to find out more about the Australian higher education system and how to engage with Australian institutions through developing partnerships of exchange, joint programs and research. This booklet provides useful and comprehensive information on: system Pendidikan Tinggi Australia termasuk beragam jenis institusi, program dan persyaratan masuk; kerangka kualifikasi Australia, hal yang penting untuk jaminan kualitas; badan penjamin kualitas universitas Australia (AUQA); mengembangkan kerjasama dengan universitas-universitas di Australia; dan referensi dan sumber materi untuk universitas-universitas Australia. the Australian Higher Education system including the different types of institutions, programs and admission requirements; the Australian Qualifications Framework, an essential part of quality assurance; Australian Universities Quality Agency (AUQA); developing partnerships with Australian universities; and Australian university references and resources

6 2. PENDIDIKAN TINGGI AUSTRALIA 2. AUSTRALIAN HIGHER EDUCATION Sektor pendidikan tinggi di Australia mengacu pada universitas dan lembaga pendidikan tinggi lainnya yang terakreditasi, yang memberikan gelar atau tingkat atau tingkat kualifikasi non-gelar. The higher sector in Australia refers to universities and other accredited higher education institutions which award degrees or sub-degree level qualifications. Pemerintah Australia memiliki tanggung jawab keuangan dan kebijakan yang sangat besar atas pendidikan tinggi, sementara Pemerintah Negara Bagian dan Wilayah mempertahankan tanggung jawab legislative besar di bawah mana universitas didirikan sebagai lembaga otonom yang mengatur dirinya sendiri. The Australian Government has significant financial and policy responsibility for higher education, white State and Territory governments retain major legislative responsibility, under which universities are established as self-governing autonomous institutions. Pemerintah Negara Bagian dan Wilayah memiliki tanggung jawab untuk menyetujui aplikasi baru dari lembaga-lembaga yang ingin beroperasi sebagai universitas di dalam Negara Bagian atau Wilayah mereka, dan proposal dari penyelenggara lembaga yang bukan universitas yang ingin menawarkan program-program pendidikan tinggi. Proses pertimbangan aplikasi ditopang oleh Protokol Nasional untuk Proses Persetujuan Pendidikan Tinggi dan melibatkan peninjauan yang teliti/seksama oleh staf senior akademik universities yang berpengalaman dan orang lain sejauh hal itu diperlukan, untuk memastikan bahwa standar-standar yang digunakan sama dengan standar-standar universitas negeri. State and Territory governments have responsibility for approving new applications from institutions wishing to operate as universities within their State or Territory, and proposals from non-university providers wishing to offer higher educations programmes. The process of consideration of applications is underpinned by the National Protocols for Higher Education Approval Processes and involves peer review by experienced senior academic staff of universities and others as appropriate, to ensure that standards are comparable to of existing public universities. Setelah lembaga-lembaga itu dibangun oleh atau di bawah legislasi yang relevan,universitas memiliki kewenangan untuk mengakreditasi program mereka sendiri dan terutama bertanggung jawab untuk memastikan kualitas mereka sendiri. Kemampuan untuk secara bertanggung jawab melaksanan kewenangan ini merupakan salah satu kriteria untuk diakui sebagai universitas. Once they are established by or under relevant legislation, universities have authority to accredit their own programmes and are primarily responsible for their own quality assurance. The capacity to responsibly exercise this authority is among the criteria for recognition as a university. Universitas memiliki mekanisme internal untuk menilai pengajuan program studi baru dan mengakreditasi program-program studi tersebut. Bisanya mekanisme itu meliputi konsultasi dengan industri yang terkait atau badan-badan tersebut, mendapatkan pertimbangan resmi dan persetujuan dari Dewan Akademis. Umumnya, program-program studi ditinjau setiap lima tahun sekali untuk diakreditasi kembali. Universities have internal mechanism to assess new course proposals and accredit courses, which usually involve consultation with relevant industry or professional bodies, frequently involving accreditation by those bodies, and formal consideration and approval by Academic Boards. Normally courses are reviewed for reaccreditation on a five-yearly basis. Universitas-universitas juga memiliki pengaturan-pengaturan yang sudah berjalan untuk penilaian, peningkatan pengajaran, dan publikasi staf, dan catatan penelitian dilaporkan dan periksa. Adalah hal yang umum bagi penilai dari luar untuk membuat tinjauan program untuk memungkinkan pembandingan kualitas suatu kegiatan akademik dengan lembagalembaga pendidikan terkemuka lainnya. Universities also have arrangements in place for the assessment and improvement of teaching, and staff publication and research records are reported and scrutinized. It has become common practice to arrange programme reviews by external assessors to enable the comparison of the quality of academic activities with other leading institutions

7 Badan-badan luar memiliki peran yang integral dalam memastikan kualitas baik yang berkesinambungan dari pendidikan tinggi di Australia, khususnya Badan Penjamin kualitas Universitas Australia (AUQA). Asosiasi profesional mengakreditasi program studi pendidikan tinggi untuk profesi tertentu, gelar pendidikan tinggi yang dapat mellaui riset dievaluasi oleh pihak luar, dan universitas-universitas bekerja sama untuk menyediakan orang-orang untuk membuat tinjauan yang teliti/seksama dalam proses hibah yang kompetitif. Lembaga Pendidikan Tinggi Australia External bodies Play an integral role in assuring the continuing high quality of higher education in Australia, particularly the Australian Universities Quality Agency (AUQA). Professional associations accredit higher education courses in certain professions, higher degrees by research are externally evaluated, and universities cooperate to provide peer reviews in the competitive grants process. Australian Higher Education Institutions Pendidikan tinggi Australia adalah system yang konsisten dalam tingkat nasional ditawarkan oleh universitas-universitas dan lembaga pendidikan tinggi lainnya yang terakreditasi. Lembaga ini terdiri 40 universitas dan lebih dari 100 lembaga yang disetujui oleh Pemerintah Negara Bagian/Wilayah untuk menawarkan program studi pendidian tinggi dalam bidang-bidang termasuk studi teologi, akunting dan bisnis teknologi informasi, teknik, studi kesenian dan kesehatan. Universitas-universitas ini dan penyelanggara pendidikan tinggi dan program studi mereka yang telah disetujui dapat ditemukan di register nasional yang diadakan oleh Dewan Penasihat Kerangka Kualifikasi Australia di : Australia higher education is a nationally consistent system offered by universities and other accredited higher education institutions. It comprises 40 universities and over 100 institutions approved by State/Territory authorities to offer particular higher education courses in a range of areas including theological studies, accounting and business, information technology, engineering, the arts and health related studies. These universities and other higher education providers and approved courses can be found on a national register maintained by Australian Qualifications Framework Advisory Board at: edu.au/register.htm 3. 3.

8 3. JAMINAN MUTU 3. QUALITY ASSURANCE Struktur Jaminan Mutu Quality Assurance Framework Jaminan mutu dalam sistem pendidikan tinggi Australia didasarkan pada hubungan yang kuat antara Pemerintah Australia, Negara Bagian dan Pemerintah Wilayah, universitas Australia dan lembaga penyelenggara pendidikan tinggi lain.jaminan mutu ditopang oleh Protokol Nasional untuk Persetujuan Tinggi, Kerangka Kualifikasi Australia, audit mutu independen beserta pengaturan pemantauan baik secara internal maupun eksternal. Peran Pemerintah Australia Quality assurance in Australia s education system is based on a strong partnership between the Australian Government, State and Territory Governments, Australian universities and other providers of higher education. It is underpinned by the National Qualifications Framework, independent quality audits and external monitoring arrangements. The Role of the Australian Government Pemerintah Australia menyediakan dana yang sangat besar untuk lembaga-lembaga pendidikan tinggi. Untuk mendapatkan bantuan dana, lembaga-lembaga harus mencapai tingkat kualitas dan persyaratan pertanggungjawaban yang ditetapkan dalam Higher Education Support Act 2003 (Undang-Undang Dukungan Pendidikan Tinggi tahun 2003). The Australian Government provides significant funding to higher education institutions. As a condition of funding, institutions must meet a range of quality and accountability requirements that are set out in the Higher Education Support Act Undang-Undang mensyaratkan bahwa sebuah institusi yang menerima dana dari Pemerintah Australia harus beroperasi pada tingkat kualitas yang sesuai, harus tunduk kepada satu otoritas akreditasi yang diberi wewenang yang terdaftar dalam daftar register Kerangka Kualifikasi Australia dan harus diaudit oleh suatu badan penjamin kualitas independen. The legislation requires that an institution receiving funding from the Australian Government must operate level of quality, must comply with an authorized accreditation authority listed on the Australian Qualification Framework register and must be audited by an independent quality agency. Pemerintah Australia juga mengawasi pemberian layanan pendidikan dan pelatihan bagi siswa internasional di Australia melalui Education Services for Overseas Students (ESOS) Act (Undang-Undang Layanan Pendidikan untuk mahasiswa Luar Negeri) dan perundangundangan yang terkait. Tujuan dari ketetapan itu adalah untuk melindungi kepentingan siswa internasional yang datang ke Australia dengan visa pelajar, dengan menyediakan jaminan kuliah dan keuangan dan dengan memastikan pendekatan yang konsisten di tingkat nasional bagi penyelenggara pendidikan yang teregistrasi. The Australian Government also monitors the provision of education and training service to overseas students in university teaching and learning in Australia. These have included competitive grants programs, commissioned projects and the Australian on students visas, by providing tuition and financial assurance and by ensuring a nationally consistent approach to provider registration. Selama bertahun-tahun lamanya, Pemerintah Australia telah mempunyai kebijakan yang dirancang untuk mempromosikan kualitas dan keunggulan dalam pengajaran universities dan pembelajaran di Australia.Kebijakan ini termasuk program-program pemberian hibah yang kompetitif, proyek yang ditugaskan dan the Australian awards for University Teaching, yaitu program kompetitif yang mengakui dan memberikan penghargaan bagi para pengajar terbaik dari universitas-universitas di Australia. Kegiatan-kegiatan ini sekarang sudah diambil alih oleh badan yang didanai oleh Pemerintah, The Australian Learning and Teaching Council. For many years the Australian Government has had policies designed to promote quality and excellence in university teaching and learning in Australia. These have included competitive grants programmes, commissioned projects and the Australian Awards for University Teaching, a competitive program that acknowledges and rewards the best teachers in Australian universities. These activities have now been taken over by a Government funded body, The Australian Learning and Teaching Council

9 Lembaga ini membiayai kegiatan-kegiatan yang dirancang untuk mengembangkan mutu pengajaran dan pembelajaran di universitas-universitas di Australia. Lembaga ini juga mengelola program Teaching award (Penganugerahan Penghargaan di Bidang Pengajaran). The Institute funds activities designed to enhance the quality of teaching and learning in Australian universities. The Institute also manages an expanded Teaching Awards programme. Universitas-universitas yang paling mampu menunjukkan kehebatan dalam belajar dan mengajar akan mendapat penghargaan melalui The Learning and Teaching Performance Fund (Dana Pelaksanaan Belajar dan Mengajar). Protokol Protokol Nasional And universities that best demonstrate excellence in learning and teaching will be rewarded through The Learning and Teaching Performance Fund. National Protocols Protokol protokol Nasional untuk Proses Persetujuan Pendidikan Tinggi telah dirancang untuk memastikan standar dan kriteria yang konsisten di seluruh Australia dalam bidangbidang berikut ini: pengakuan untuk universitas-universitas baru dan perlindungan untuk gelar universitas, pengoperasian lembaga pendidikan tinggi luar negeri di Australia, akreditasi program studi pendidikan untuk ditawarkan oleh penyelenggara yang tidak mengkreditasi sendiri (non-self-accrediting-providers), pengaturan penyampaian kuliah untuk lembaga pendidikan tinggi yang melibatkan organisasi-organisasi lain, dan pengesahan programprogram studi bagi siswa internasional. Seluruh Negara Bagian dan Wilayah Australia telah mengesahkan Undang-undang yang memberlakukan Protokol tersebut. The National Protocols for Higher Education Approval Processes have been designed to ensure consistent criteria and standards across Australia in the following areas: the recognition of new universities and protection of the title university, the operation of overseas higher education institutions in Australia, the accreditation of higher education courses to be offered by non-self-accrediting providers, programme delivery arrangements for higher education institutions involving other organisations, and the endorsement of courses for overseas students. All Australian States and Territories have passed legislation to give effect to the Protocols. Kerangka Kualifikasi Australia The Australian Qualifications Framework Australia memiliki satu system kualifikasi nasional dan komperensif dalam Kerangka Kualifikasi Australia (AQF). AQF adalah system nasional yang mencakup 17 kualifikasi yang berbeda dan menghubungkan universitas-universitas, pendidikan kejujuran dan pelatihan, dan pendidikan sekolah. Australia has a single national and comprehensive system of qualifications within the Australian Qualifications Framework (AQF). The AQF is a national system covering 17 different qualifications and linking universities, vocational education and training, and school education. AQF menentukan standar-standar yang disyaratkan untuk setiap kualifikasi yang dicapai dan menunjukkan jalan untuk pendidikan lanjutan. AQF juga mengadakan register publik dari penyelenggara pendidikan yang disetujui dan otoritas akreditasi. Lihat Bab 4 untuk memperoleh rincian yang lebih lengkap tentang AQF. The AQF specifies the required standards for each qualification achieved and shows pathways to further education. The AQF also maintains a public register of approved providers and accreditation authorities. See Chapter 4 for more details on the AQF

10 Badan Penjamin Kualitas Universitas - Universitas Australia Australian Universities Quality Agency (AUQA) Australian Universities Quality Agency (AUQA) atau Badan Penjamin kualitas Universitas Australia didirikan pada tahun 2000 untuk mengadakan audit jaminan mutu bagi lembagalembaga yang mengakreditasi dirinya sendiri yang mencakup aaudit mengajar, belajar, riset dan management. AUQA juga mengadakan audit jaminan mutu untuk otoritas/ pejabat akreditasi pendidikan tinggi Negara Bagian dan Wilayah. Audit terhadap pejabat akreditasi pendidikan tinggi Negara Bagian dan Wilayah menaruh perhatian khusus kepada: proses pengakuan dan akreditas,, konsisitensi dari proses-proses ini dengan Protokol Nasional untuk Proses Persejuan Pendididkan Tinggi; dan konsisitensi penilaian mereka dengan penilaian yang dibuat di Negara Bagian dan Wilayah lain. Untuk periode pertama, audit kualitas suatu lembaga yang mengakreditisi lembaganya sendiri adalah audit-audit atas keseluruhan lembaga yang didasarkan pada penilaian sendiri dan kunjungan ke lokasi. AUQA menginvestigasi sejauh mana lembaga-lembaga tersebut mencapai misi dan tujuan mereka. Audit menilai kecukupan dari pengaturan jaminan kualitas lembaga dalam bidang utama belajar dan mengajar, riset dan manajemen, termasuk kegiatan institusi di luar negeri. Mereka juga menilai kesuksesan lembaga dalam menjaga standar konsisten dengan pendidikan universitas di Australia. AUQA memanfaatkan sejumlah ahli dengan pengalaman akademik senior dan administratif yang kuat di pendidikan tinggi (di Australia dan di luar negeri) untuk melaksanakan audit. Audit berusaha keras untuk meminimalisasikan tambahan beban kerja untuk universitas-universitas dan AUQA memberikan perhatian khusus untuk mendukung keragaman sector pendididikan tinggi. Informasi lebih lanjut tentang AUQA terdapat dalam situs: Australian Universities Quality Agency (AUQA) The Australian Universities Quality Agency (AUQA) was established in 2000 to conduct quality assurance audits of self-accrediting institutions, which includes audits of teaching, learning, research and management. AUQA also conducts quality assurance audits of the State and Territory higher education accreditation authorities. Audits of State and Territory higher education accreditation authorities pay particular attention to: recognition and accreditation processes; the consistency of these processes with the National Protocols for Higher Education Approval Processes; and the consistency of their judgments with those made in other States and Territories. For the first cycle, quality audits of self-accrediting institutions are whole-of-institution audits based on a self-assessment and a site visit. AUQA investigates the extant to which the institutions are achieving their missions and objectives. Audits assess the adequacy of the institution s quality assurance arrangements in the key areas of teaching and learning, research and management, including the institution s overseas activities. They also assess the institution s success in maintaining standards consistent with university education in Australia. AUQA makes use of panels of experts with_substantial senior academic and administrative experience in higher education (in Australia and abroad) to undertake the audits. Audits endeavour to minimise the additional workload for universities and AUQA pays particular attention to supporting the diversity of the higher education sector. More information on AUQA is available at

11 4. KERANGKA KUALIFIKASI AUSTRALIA 4. AUSTRALIAN QUALIFICATION FRAMEWORK Apakah AQF itu? Kerangka Kualifikasi Australia (AQF) dikembangkan untuk memberikan sebuah struktur yang komperehensif dan konsisten secara nasional namun tetap fleksible untuk seluruh kualifikasi setelah pendidikan wajib dan pelatihan. What is the AQF? The Australian Qualification Framework (AQF) was developed to provide a comprehensive, nationally consistent yet flexible framework for all qualifications in post compulsory education and training. Dewan Penasihat Kualifikasi Australia dibentuk untuk melindungi pedoman kualifikasi AQF dan untuk meningkatkan dan memantau pelaksaaan AQF nasional. Fungsi lain dari Dewan Penasihat Kualifikasi Australia adalah: meningkatkan dan mendorong konsistensi dan kualitas nasional dalam standar bidang studi; dan menjaga Lembaga Pendidikan yang Diakui dan Terdaftar dan Terdaftar di AQF & Pejabat Akreditasi Yang Berwenang di Australia. The Australian Qualification (AQ) Advisory Board was established to project the AQF qualifications guidelines and to promote and monitor national implementation of the AQF. Other functions of the AQ Advisory Board include: promoting and encouraging national consistency and quality in the standard of courses; and keeping the AQF Register of Recognised Education Institutions & Authorised Accreditation Authorities in Australia. Kerangka Kualifikasi Australia (AQF) adalah sistem yang terintegrasi dengan kualifikasi nasional. Struktur ini menggunakan sekolah, pendidikan kejujuran dan pelatiahn (VET) dan sector pendidikan tinggi dalam satu struktur yang berkesinambungan. AQF mengizinkan pengembangan jalur masuk yang fleksibel untuk membantu orang-orang untuk berpindah dengan lebih mudah di antara sektor pendidikan dan pelatihan dan pasar tenaga kerja. (lihat Diagram 1) The Australian Qualification Framework (AQF) is a unified system of national qualifications. It connects the school, Vocational Education and Training (VET) and higher education sectors in a coherent single framework. The AQF allows the development of flexible pathways to assist people to move easily between education and training sectors and the labour market. (See Diagram 1) Jika seorang siswa tidak melengkapi sebuah persyaratan, lembaga tersebut dapat menerbitkan Pernyataan AQF atas Hasil yang Dicapai yang merupakan laporan formal atas penyelesaian sebahagian kualifikasi. Para mahasiswa dapat menggunakan Pernyataan AQF atas Hasil Yang Dicapai ketika melamar pekerjaan atau melanjutkan sekolah. If a student does not complete a qualification, the institution can issue an AQF Statement of Attainment, which is a formal record of partial completion of qualification. The student can use the AQF Statement of Attainment when applying for employment or further education. Kualifikasi yang dikeluarkan dalam sektor yang berbeda (sekolah, pendidikan kejujuran dan pelatihan dan pendidikan tinggi) mengakui beragam jenis pembelajaran yang mencerminkan perbedaan tanggung jawab pendidikan dari setiap sektor. Pilihan-pilihan ini meningkatkan cakupan pilihan yang tersedia bagi para mahasiswa. Qualifications issued in different sectors (school, vocational education and training, and higher education) recognize different types of learning reflecting the distinctive educational responsibilities of each sector. These options increase the range of choices available to students

12 Diagram 1. Jaringan Pendidikan KETERHUBUNGAN KUALIFIKASI LINTAS SEKTORAL Doctoral Degree (Gelar Dokter) Maters Degree (Gelar Pascasarjana) Diagram 1. Learning Pathways. CROSS-SECTORAL QUALIFICATION LINKAGES Doctoral Degree Maters Degree Graduate Diploma Graduate Certificate Bachelor Degree (Sarjana) Vocational Graduate Diploma Vocational Graduate Certificate Graduate Diploma Graduate Certificate Bachelor Degree (Sarjana) Vocational Graduate Diploma Vocational Graduate Certificate Associate Advanced Degree Diploma Advanced Diploma Associate Advanced Degree Diploma Advanced Diploma Diploma Diploma Diploma Diploma Senior Secondary Certificate of Education Certificate IV Certificate III Certificate II Certificate I Senior Secondary Certificate of Education Certificate IV Certificate III Certificate II Certificate I Sektor Sekolah Sektor Pendidikan & Sektor Pendidikan Pelatihan Kejujuran Tinggi Schools Sector Vocational Education Higher Education and Training Sector Sector Bagian Penting Dalam Menjaga Kualitas AQF dan pedomannya adalah bagian penting dari proses menjaga kualitas pendidikan Australia. AQF disokong oleh Pemerintah Australia dan oleh seluruh Pemerintah Negara Bagian dan Wilayah Australia. Hampir seluruh kualifikasi yang dijalani oleh mahasiswa internasional di Australia dengan visa pelajar dicakup oleh AQF. An Essential Part of Quality Assurance The AQF and its guidelines are an essential part of Australian quality assurance processes. The AQF is endorsed by the Australian Government and by all Australian State and Territory governments. Most qualifications undertaken by international students in Australia on a student visa are covered by the AQF

Postgraduate Study untuk Taught Courses

Postgraduate Study untuk Taught Courses Mengenal dan Memilih Berbagai Jenis Postgraduate Study di Inggris Saat ini mungkin Anda sedang berpikir untuk melanjutkan studi di Inggris, setelah menyelesaikan S1 di Indonesia atau di tempat lain. Anda

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 4.1 Profile Binus Center Balikpapan Di era globalisasi yang ketat dengan persaingan bisnis, keberhasilan suatu perusahaan sangat bergantung pada kualitas Sumber Daya Manusia

Lebih terperinci

Cara Mendaftar Sebagai Mahasiswa Ph.D di UK

Cara Mendaftar Sebagai Mahasiswa Ph.D di UK Cara Mendaftar Sebagai Mahasiswa Ph.D di UK Berbeda dengan level undergraduate (S1) atau master (S2), mendaftar menjadi mahasiswa S3 (Ph.D atau research student) di UK membutuhkan strategi tersendiri.

Lebih terperinci

KEMBALI KE BANGKU SEKOLAH

KEMBALI KE BANGKU SEKOLAH KEMBALI KE BANGKU SEKOLAH PANDUAN BAGI VCE DAN VCAL Informasi dalam penerbitan ini akan membantu anda jika anda: berumur di atas 18 tahun dan berminat untuk kembali belajar pada tingkat sekolah menengah

Lebih terperinci

REPCON Kelautan. Skema Pelaporan Sukarela dan Rahasia

REPCON Kelautan. Skema Pelaporan Sukarela dan Rahasia REPCON Kelautan Skema Pelaporan Sukarela dan Rahasia REPCON Skema Pelaporan Sukarela dan Rahasia REPCON adalah skema pelaporan sukarela dan rahasia. REPCON memungkinkan siapapun yang memiliki perhatian

Lebih terperinci

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kebijakan Nasional Evaluasi Pelaksanaan Standar SPMI/Dikti Melalui Audit Mutu Internal Berdasarkan UU No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi dan Permendikbud No. 50 Tahun 2014 Tentang Sistem Penjaminan

Lebih terperinci

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA Indonesian Medical Council. Surat Tanda Registrasi (STR) Dokter

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA Indonesian Medical Council. Surat Tanda Registrasi (STR) Dokter KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA Indonesian Medical Council Surat Tanda Registrasi (STR) Dokter JENIS SURAT TANDA REGISTRASI (STR) STR dokter Surat Tanda Registrasi (STR), merupakan dokumen hukum/tanda bukti

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN DI DAERAH TERPENCIL

PENGEMBANGAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN DI DAERAH TERPENCIL PENGEMBANGAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN DI DAERAH TERPENCIL ASSOSIASI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN INDONESIA Dr.dr. MELIANA ZAILANI, MARS KOMPARTEMEN UMUM DAN ORGANISASI Pengembangan Rumah Sakit Pendidikan di daerah

Lebih terperinci

SKRIPSI PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE SISWA KELAS IV SD 1 RENDENG KUDUS TAHUN PELAJARAN 2013/2014.

SKRIPSI PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE SISWA KELAS IV SD 1 RENDENG KUDUS TAHUN PELAJARAN 2013/2014. SKRIPSI PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE SISWA KELAS IV SD 1 RENDENG KUDUS TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Oleh DIAN ANDINI PUTRI NIM. 200933131 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

LAPORAN HASIL. Oleh. Nama : I Gede Surata, SPd. MM NIP : 196510261991031001 Guru Praktik Jasa Boga

LAPORAN HASIL. Oleh. Nama : I Gede Surata, SPd. MM NIP : 196510261991031001 Guru Praktik Jasa Boga LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PEMBERIAN TUGAS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENGELOLAAN USAHA JASA BOGA KELAS X JASA BOGA 2 SMK NEGERI 6 PALEMBANG TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

Pedoman Orang Tua dan Wali untuk Pelajaran di Tempat Kerja

Pedoman Orang Tua dan Wali untuk Pelajaran di Tempat Kerja Edisi revisi 2005 Pedoman Orang Tua dan Wali untuk Pelajaran di Tempat Kerja untuk para pelajar di sekolah negeri NSW dan para pelajar yang mengikuti kursus HSC di institut TAFE NSW INDONESIAN - Parents

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI, KESEMPATAN KERJA DAN KEMISKINAN

PERTUMBUHAN EKONOMI, KESEMPATAN KERJA DAN KEMISKINAN PERTUMBUHAN EKONOMI, KESEMPATAN KERJA DAN KEMISKINAN Penyunting : Latif Adam L~ p~ PUSAT PENELlTIAN EKONOMI LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA 2010 2010 Indonesian Institute of Sciences (L1PI) Pusat Penelitian

Lebih terperinci

Advancing the health of Indonesia s poor and disadvantaged

Advancing the health of Indonesia s poor and disadvantaged Advancing the health of Indonesia s poor and disadvantaged Memajukan kesehatan penduduk miskin dan tidak mampu di Indonesia Indonesia s diverse geography, large and growing population and decentralised

Lebih terperinci

Manajemen Pembangunan

Manajemen Pembangunan BAPPENAS Monitoring dan Evaluasi: Tinjauan Kondisi Saat Ini dan Arah ke Depan Dadang Solihin Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah Bappenas Workshop on Knowledge Sharing and Technical Skills in

Lebih terperinci

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan 158 Profil Singkat BCA Laporan kepada Pemegang Saham Tinjauan Bisnis Pendukung Bisnis Sumber Daya Manusia Filosofi BCA membina pemimpin masa depan tercermin dalam berbagai program pelatihan dan pengembangan

Lebih terperinci

SOAL ESSAY TENTANG ANIMALIA KELAS X SERTA JAWABAN. Related Soal Essay Tentang Animalia Kelas X Serta Jawaban :

SOAL ESSAY TENTANG ANIMALIA KELAS X SERTA JAWABAN. Related Soal Essay Tentang Animalia Kelas X Serta Jawaban : Reading and Free Access soal essay tentang animalia kelas x serta jawaban Page : 1 SOAL ESSAY TENTANG ANIMALIA KELAS X SERTA JAWABAN [Download] Soal Essay Tentang Animalia Kelas X Serta Jawaban.PDF The

Lebih terperinci

PERJANJIAN BAKU PEMESANAN RUMAH SUSUN DIHUBUNGKAN DENGAN ASAS KESEIMBANGAN BAGI KONSUMEN. Merry Marshella Sipahutar

PERJANJIAN BAKU PEMESANAN RUMAH SUSUN DIHUBUNGKAN DENGAN ASAS KESEIMBANGAN BAGI KONSUMEN. Merry Marshella Sipahutar PERJANJIAN BAKU PEMESANAN RUMAH SUSUN DIHUBUNGKAN DENGAN ASAS KESEIMBANGAN BAGI KONSUMEN Merry Marshella Sipahutar 1087013 Perumahan merupakan kebutuhan utama bagi manusia di dalam kehidupan untuk berlindung

Lebih terperinci

MANAJEMEN RESIKO DALAM PELAYANAN KESEHATAN: KONSEP DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN

MANAJEMEN RESIKO DALAM PELAYANAN KESEHATAN: KONSEP DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MANAJEMEN RESIKO DALAM PELAYANAN KESEHATAN: KONSEP DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes Dosen FK UNSRI BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT KEDOKTERAN KOMUNITAS (IKM/IKK) FAKULTAS KEDOKTERAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2010 TENTANG PENDIDIKAN KEDINASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2010 TENTANG PENDIDIKAN KEDINASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2010 TENTANG PENDIDIKAN KEDINASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : bahwa dalam rangka pelaksanaan

Lebih terperinci

PORTFOLIO ANALYSIS. Seven types of business (Drucker, 1973) PORTFOLIO:

PORTFOLIO ANALYSIS. Seven types of business (Drucker, 1973) PORTFOLIO: PORTFOLIO ANALYSIS Sumber: Marketing Strategy and Competitive Positioning PORTFOLIO: KORPORASI HARUS MEMPERTIMBANGKAN: 1) PRODUK DAN JASA APA YG MENJADI PEMASUKAN KAS DAN KEUNTUNGAN KEPADA KORPORASI. 2)

Lebih terperinci

Program Beasiswa Erasmus Lifelong Learning Programme

Program Beasiswa Erasmus Lifelong Learning Programme Program Beasiswa Erasmus Lifelong Learning Programme Program Erasmus (EuRopean Community Action Scheme for the Mobility of University Students) atau Erasmus Project adalah program pertukaran pelajar di

Lebih terperinci

DEFINISI DAN PERKEMBANGAN ERP JURUSAN TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Definisi ERP Daniel O Leary : ERP system are computer based system designed to process an organization s transactions

Lebih terperinci

SKRIPSI MENURUT PASAL. N P M Program. Hukum Program FAKULTAS HUKUM

SKRIPSI MENURUT PASAL. N P M Program. Hukum Program FAKULTAS HUKUM SKRIPSI TINJAUAN YURIDIS PELAYANAN KESEHAT TAN YANGG BERMUTU MENURUT PASAL 5 AYAT (2) UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2009 BERKAITAN DENGAN KEKECEWAAN PASIEN TERHADAP PERILAKU DOKTER Diajukan oleh : ELLEN

Lebih terperinci

TEKNIK PRODUK (TK 7362)

TEKNIK PRODUK (TK 7362) TEKNIK PRODUK (TK 7362) Dr. Eng. Agus Purwanto Chemical Engineering Department Faculty of Engineering Sebelas Maret University Kisi-Kisi 1. Peranan sarjana teknik kimia dalam inovasi produk. 2. Eksplorasi

Lebih terperinci

Body of Knowledge dan Standar Kompetensi Dokter Manajemen Medik

Body of Knowledge dan Standar Kompetensi Dokter Manajemen Medik Body of Knowledge dan Standar Kompetensi Dokter Manajemen Medik PERSATUAN DOKTER MANAJEMEN MEDIK INDONESIA (PDMMI) June 29, 2012 Authored by: PDMMI Body of Knowledge dan Standar Kompetensi Dokter Manajemen

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA (Studi Eksperimen Di kelas XI IPA SMA Negeri 4 Tasikmalaya)

Lebih terperinci

PEDOMAN PEMBELAJARAN DI TEMPAT KERJA UNTUK ORANG TUA DAN PENGASUH

PEDOMAN PEMBELAJARAN DI TEMPAT KERJA UNTUK ORANG TUA DAN PENGASUH PEDOMAN PEMBELAJARAN DI TEMPAT KERJA UNTUK ORANG TUA DAN PENGASUH The Workplace Learning Guide for Parents and Carers Pedoman Anda untuk program pembelajaran di tempat kerja yang disediakan untuk para

Lebih terperinci

PROGRAM PASCASARJANA ILMU MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MALIKUSSALEH FORMULIR PENDAFTARAN MAHASISWA (APPLICATION FOR GRADUATE ADMISSION)

PROGRAM PASCASARJANA ILMU MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MALIKUSSALEH FORMULIR PENDAFTARAN MAHASISWA (APPLICATION FOR GRADUATE ADMISSION) PROGRAM PASCASARJANA ILMU MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MALIKUSSALEH FORMULIR PENDAFTARAN MAHASISWA (APPLICATION FOR GRADUATE ADMISSION) 1 BIODATA MAHASISWA (Personal Details) Nama Lengkap : (Full

Lebih terperinci

ANALISIS DIMENSI E-SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN TOKO ONLINE OLEH: CELIA FAUSTINE NOVELIA 3103010102

ANALISIS DIMENSI E-SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN TOKO ONLINE OLEH: CELIA FAUSTINE NOVELIA 3103010102 ANALISIS DIMENSI E-SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN TOKO ONLINE OLEH: CELIA FAUSTINE NOVELIA 3103010102 JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS BISNIS UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA 2014 ANALISIS

Lebih terperinci

Internasionalisasi Perguruan Tinggi Antara Peluang dan Tantangan. Chan Basaruddin Fasilkom UI

Internasionalisasi Perguruan Tinggi Antara Peluang dan Tantangan. Chan Basaruddin Fasilkom UI Internasionalisasi Perguruan Tinggi Antara Peluang dan Tantangan Chan Basaruddin Fasilkom UI Apakah Internasionalisasi itu? I am statusisasi university... The process of integrating an international, inter-cultural

Lebih terperinci

Untuk membangun masa depan yang lebih baik Daftarlah Australia Awards Scholarships / 01

Untuk membangun masa depan yang lebih baik Daftarlah Australia Awards Scholarships / 01 Untuk membangun masa depan yang lebih baik Daftarlah Australia Awards Scholarships / 01 Dukungan pembangunan internasional Australia yang bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia bertujuan untuk mencapai

Lebih terperinci

Untuk membangun masa depan yang lebih baik Daftarlah Australia Awards Scholarships / 01

Untuk membangun masa depan yang lebih baik Daftarlah Australia Awards Scholarships / 01 Untuk membangun masa depan yang lebih baik Daftarlah Australia Awards Scholarships / 01 Dukungan pembangunan internasional Australia yang bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia bertujuan untuk mencapai

Lebih terperinci

HUBUNGAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DENGANKELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR

HUBUNGAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DENGANKELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR HUBUNGAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DENGANKELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR Baiq Neni Sugiatni, Jumailiyah, dan Baiq Rohiyatun Administrasi pendidikan, FIP IKIP Mataram Email :Baiqnenysugiatni@gmail.com

Lebih terperinci

KELENGKAPAN DOKUMEN STANDAR OPERASIONAL MANAJEMEN (SOM) DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PADA 9 KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA SEMARANG

KELENGKAPAN DOKUMEN STANDAR OPERASIONAL MANAJEMEN (SOM) DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PADA 9 KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA SEMARANG KELENGKAPAN DOKUMEN STANDAR OPERASIONAL MANAJEMEN (SOM) DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PADA 9 KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA SEMARANG Oleh: ADHYARANI PRISSILIA ADIWASONO NIM : 232007002 KERTAS

Lebih terperinci

Sambutan Presiden Komisaris Message from the President Commissioner

Sambutan Presiden Komisaris Message from the President Commissioner Sambutan Presiden Komisaris Message from the President Commissioner Saya menyampaikan apresiasi kepada Direksi atas konsistensinya terhadap penerapan strategi bisnis Perseroan, sehingga berhasil mencapai

Lebih terperinci

GENERAL CONTRACTOR GENERAL CONTRACTOR

GENERAL CONTRACTOR GENERAL CONTRACTOR GENERAL CONTRACTOR GENERAL CONTRACTOR PT. Cipta Graha Tarumanagara GENERAL CONTRACTOR Contents 01 03 09 10 SEKILAS CGT VISI, MISI & NILAI PERUSAHAAN DAFTAR PROYEK KONTAK GENERAL CONTRACTOR Sekilas CGT

Lebih terperinci

ANALISIS PERHITUNGAN UNIT COST PELAYANAN SIRKUMSISI DENGAN PENDEKATAN ABC DI KLINIK SETIA BUDI JAMBI. Tesis

ANALISIS PERHITUNGAN UNIT COST PELAYANAN SIRKUMSISI DENGAN PENDEKATAN ABC DI KLINIK SETIA BUDI JAMBI. Tesis ANALISIS PERHITUNGAN UNIT COST PELAYANAN SIRKUMSISI DENGAN PENDEKATAN ABC DI KLINIK SETIA BUDI JAMBI Tesis Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Strata 2 Program Studi Manajemen

Lebih terperinci

Research = experiment

Research = experiment Disain Riset Purwiyatno Hariyadi Departemen Ilmu & Teknologi Pangan Fateta IPB Bogor RISET = RESEARCH RISET = RE + SEARCH there is no guaranteed recipe for success at research / Research = experiment 1

Lebih terperinci

Program LL.M. @WashULaw ini memberi mahasiswa versi online dari kurikulum LL.M di kampus Washington University School of Law, dengan:

Program LL.M. @WashULaw ini memberi mahasiswa versi online dari kurikulum LL.M di kampus Washington University School of Law, dengan: ST. LOUIS, MO, 8 Mei 2012-Washington University School of Law mengumumkan akan mulai menawarkan gelar Master of Laws dalam bidang Hukum AS. untuk Pengacara Asing (LL.M.) dalam format online yang baru dan

Lebih terperinci

CONNECT BETTER TERHUBUNG DENGAN LEBIH BAIK

CONNECT BETTER TERHUBUNG DENGAN LEBIH BAIK 1 2 ANNUAL REPORT LAPORAN TAHUNAN 2014 PT BANK EKONOMI RAHARJA TBK Sanggahan dan Batasan Tanggung Jawab Disclaimer and scope of responsibility Laporan Tahunan ini memuat pernyataan kondisi keuangan, hasil

Lebih terperinci

Adverbials of manner with dengan and secara ( dengan cepat, secara formal, etc)

Adverbials of manner with dengan and secara ( dengan cepat, secara formal, etc) Adverbials of manner with dengan and secara ( dengan cepat, secara formal, etc) We can show how an action is done by using dengan with an adjective. Examples: Mereka bebas. Minuman keras dijual dengan

Lebih terperinci

Visiting Indonesia. Topic: VISA APPLICATION

Visiting Indonesia. Topic: VISA APPLICATION Visiting Indonesia Topic: VISA APPLICATION Visa application for Israeli citizens is based on Indonesia s Foreign Policy whereby the approval of visas for Israeli citizens is given by the Indonesian Immigration

Lebih terperinci

Resources Sharing Perpustakaan melalui konsorsium: manfaat dan tantangan

Resources Sharing Perpustakaan melalui konsorsium: manfaat dan tantangan Resources Sharing Perpustakaan melalui konsorsium: manfaat dan tantangan Latar belakang Situasi yang selalu berubah yang dihadapi pustakawan: pergantian pimpinan, perubahan peraturan, lingkungan pemustaka,

Lebih terperinci

Petunjuk GetRate. 1. Masuk ke situs HSBC di 2. Login ke Business Internet Banking.

Petunjuk GetRate. 1. Masuk ke situs HSBC di  2. Login ke Business Internet Banking. Petunjuk GetRate 1. Masuk ke situs HSBC di www.hsbc.co.id. 2. Login ke Business Internet Banking. 3. Masukkan data data yang diminta pada halaman Security Logon. 4. Anda akan masuk ke halaman Internet

Lebih terperinci

ABSTRAK. Pengaruh Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal Bidang Kredit Investasi. Terhadap Tingkat Non Performing Loans (NPL)

ABSTRAK. Pengaruh Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal Bidang Kredit Investasi. Terhadap Tingkat Non Performing Loans (NPL) ABSTRAK Pengaruh Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal Bidang Kredit Investasi Terhadap Tingkat Non Performing Loans (NPL) Permasalahan kredit bermasalah merupakan masalah serius yang masih menghantui

Lebih terperinci

PROPOSAL PEMBUKAAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS. nama perguruan tinggi. logo perguruan tinggi. nama kota, bulan dan tahun

PROPOSAL PEMBUKAAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS. nama perguruan tinggi. logo perguruan tinggi. nama kota, bulan dan tahun PROPOSAL PEMBUKAAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS nama perguruan tinggi logo perguruan tinggi nama kota, bulan dan tahun DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar (jika

Lebih terperinci

PENINGKATAN EFEKTIVITAS PADA PROSES PEMBELAJARAN

PENINGKATAN EFEKTIVITAS PADA PROSES PEMBELAJARAN PENINGKATAN EFEKTIVITAS PADA PROSES PEMBELAJARAN FARID AGUS SUSILO UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Jl. Ketintang Gedung D1, Surabaya 60231 Telp:+6231-8280009 pes 310 fax :+6231-8296427 Abstrak Sebagaimana

Lebih terperinci

PSAK 63 Pelaporan Keuangan Dalam Kondisi Hiperimplasi. Presented:

PSAK 63 Pelaporan Keuangan Dalam Kondisi Hiperimplasi. Presented: PSAK 63 Pelaporan Keuangan Dalam Kondisi Hiperimplasi IAS 29 Financial i Reporting in Hyperinflationary Economies Presented: Dwi Martani 1 Latar Belakang Laporan keuangan biaya historis dalam kondisi i

Lebih terperinci

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI SURAT PERNYATAAN KARYA ASLI SKRIPSI

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI SURAT PERNYATAAN KARYA ASLI SKRIPSI ABSTRACT National Program for Community Empowerment in Rural Areas (PNPM MP) is one of the mechanisms used community development program PNPM in an effort to accelerate poverty reduction and expansion

Lebih terperinci

APLIKASI INFO TEMPAT KOS MENGGUNAKAN GOOGLE MAPS BERBASIS WEB DAN ANDROID WEB-BASED AND ANDROID-BASED APPLICATION OF BOARDING HOUSE USING GOOGLE MAPS

APLIKASI INFO TEMPAT KOS MENGGUNAKAN GOOGLE MAPS BERBASIS WEB DAN ANDROID WEB-BASED AND ANDROID-BASED APPLICATION OF BOARDING HOUSE USING GOOGLE MAPS APLIKASI INFO TEMPAT KOS MENGGUNAKAN GOOGLE MAPS BERBASIS WEB DAN ANDROID WEB-BASED AND ANDROID-BASED APPLICATION OF BOARDING HOUSE USING GOOGLE MAPS Jesica Theodora Samosir Prodi D3 Manajemen Informatika,

Lebih terperinci

LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA - RI

LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA - RI DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKAT II LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA - RI 1 Kemampuan membangun tim efektif untuk mewujudkan STRATEGI organisasi melalui pembelajaran identifikasi stakeholder, pemetaan nilai dan

Lebih terperinci

Untuk informasi lebih lanjut tentang brosur ini, silakan hubungi:

Untuk informasi lebih lanjut tentang brosur ini, silakan hubungi: Untuk informasi lebih lanjut tentang brosur ini, silakan hubungi: Indonesian (PHCP) 110076 INDONESIAN Rights and Responsibilities Perawatan Kesehatan Anda Hak-tak dan Tanggung Jawab Pedoman untuk pasien,

Lebih terperinci

THE WORLD HEALTH ORGANIZATION QUALITY OF LIFE (WHOQOL) -BREF

THE WORLD HEALTH ORGANIZATION QUALITY OF LIFE (WHOQOL) -BREF THE WORLD HEALTH ORGANIZATION QUALITY OF LIFE (WHOQOL) -BREF The World Health Organization Quality of Life (WHOQOL)-BREF World Health Organization 2004 All rights reserved. Publications of the World Health

Lebih terperinci

Bagaimana jika Anda kurang setuju atas suatu keputusan?

Bagaimana jika Anda kurang setuju atas suatu keputusan? INDONESIAN Bagaimana jika Anda kurang setuju atas suatu keputusan? Jika Anda kurang setuju atas keputusan tentang hak-hak Anda, Anda berhak untuk meminta peninjauan kembali keputusan tersebut. Anda dapat

Lebih terperinci

2014/2015. Bantuan Finansial untuk Siswa Sekolah Dasar dan Menengah

2014/2015. Bantuan Finansial untuk Siswa Sekolah Dasar dan Menengah 2014/2015 Bantuan Finansial untuk Siswa Sekolah Dasar dan Menengah Student Finance Office Working Family and Student Financial Assistance Agency (Bahasa Indonesia) Kantor Finansial Siswa (Student Finance

Lebih terperinci

Standart Operating Procedure

Standart Operating Procedure Standart Operating Procedure Pengertian SOP : Instruksi sederhana, untuk menyelesaikan tugas rutin dengan cara yang paling efektiv dalam rangka memenuhi persyaratan operasional. (EMS departement, 1998)

Lebih terperinci

PERUMUSAN PELATIHAN YANG EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS. Mery Citra.S. Abstract

PERUMUSAN PELATIHAN YANG EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS. Mery Citra.S. Abstract PERUMUSAN PELATIHAN YANG EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS Mery Citra.S Abstract Training is believed as one effective tool that can increase organization productivity. However, not all training

Lebih terperinci

OLEH: IRINA KUSUMA DEWI 3203010217

OLEH: IRINA KUSUMA DEWI 3203010217 PERANCANGAN STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) SISTEM PENJUALAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN AKTIVIAS PENGENDALIAN INTERNAL (Studi Kasus Distributor Besi Beton di Sidoarjo) OLEH: IRINA KUSUMA DEWI 3203010217

Lebih terperinci

ABSTRAK. v Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. v Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Sekarang ini banyak dilakukan pembangunan oleh banyak pihak seperti pembangunan tempat tinggal atau kantor. Proses pembangunan pada lokasi daerah memerlukan denah lokasi daerah yang akurat dan

Lebih terperinci

Performance Management System: Implementation [Part 4 & 5] Presented by: Josua Tarigan, MBA, CMA, CFP, CSRS

Performance Management System: Implementation [Part 4 & 5] Presented by: Josua Tarigan, MBA, CMA, CFP, CSRS Performance Management System: Implementation [Part 4 & 5] Presented by: Josua Tarigan, MBA, CMA, CFP, CSRS Where Do You Begin Implementing Performance Management? Implement performance management is a

Lebih terperinci

KOMPETENSI BIDAN INDONESIA

KOMPETENSI BIDAN INDONESIA KOMPETENSI BIDAN INDONESIA PP-IBI PENDAHULUAN Bidan membuat kontribusi besar bagi kesehatan ibu dan bayi yang baru lahir di negara mereka. Pelayanan kebidanan merupan aspek penting dalam pelayanan kesehatan

Lebih terperinci

KASUS PENCEMARAN UDARA AKIBAT KENDARAAN BERMOTOR

KASUS PENCEMARAN UDARA AKIBAT KENDARAAN BERMOTOR KASUS PENCEMARAN UDARA AKIBAT KENDARAAN BERMOTOR, KASUS PENCEMARAN UDARA AKIBAT KENDARAAN BERMOTOR Just about everything that you find or searching comes with. Quite often we go through the manual once,

Lebih terperinci

NOTICE OF CLAIM FOR LOSS OR DAMAGE TO MOVEABLE PROPERTY TUNTUTAN ATAS KEHILANGAN ATAU KERUSAKAN TERHADAP BENDA BERGERAK

NOTICE OF CLAIM FOR LOSS OR DAMAGE TO MOVEABLE PROPERTY TUNTUTAN ATAS KEHILANGAN ATAU KERUSAKAN TERHADAP BENDA BERGERAK NOTICE OF CLAIM FOR LOSS OR DAMAGE TO MOVEABLE PROPERTY TUNTUTAN ATAS KEHILANGAN ATAU KERUSAKAN TERHADAP BENDA BERGERAK 1. Name of Insured : Nama Tertanggung 3. Address : Alamat Email : 5. Credit Card

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI DAN VERIFIKASI TANDA TANGAN STATIK MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION DAN ALIHRAGAM WAVELET

IDENTIFIKASI DAN VERIFIKASI TANDA TANGAN STATIK MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION DAN ALIHRAGAM WAVELET TESIS IDENTIFIKASI DAN VERIFIKASI TANDA TANGAN STATIK MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION DAN ALIHRAGAM WAVELET ROSALIA ARUM KUMALASANTI No. Mhs. : 135302014/PS/MTF PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK INFORMATIKA PROGRAM

Lebih terperinci

INVEST IN YOURSELF: Aplikasi Konsep Human Capital dari Sudut Pandang Karyawan. IMAM SALEHUDIN, SE, MSi 1 gsimam@gmail.com

INVEST IN YOURSELF: Aplikasi Konsep Human Capital dari Sudut Pandang Karyawan. IMAM SALEHUDIN, SE, MSi 1 gsimam@gmail.com INVEST IN YOURSELF: Aplikasi Konsep Human Capital dari Sudut Pandang Karyawan IMAM SALEHUDIN, SE, MSi 1 gsimam@gmail.com Abstract Davenport (1999) provides a different point of view at the concept of Human

Lebih terperinci

EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ASET TETAP UNTUK MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERNAL (Studi Kasus Perusahaan Kemasan Plastik di Sidoarjo)

EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ASET TETAP UNTUK MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERNAL (Studi Kasus Perusahaan Kemasan Plastik di Sidoarjo) EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ASET TETAP UNTUK MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERNAL (Studi Kasus Perusahaan Kemasan Plastik di Sidoarjo) OLEH : SITI MUAROFAH 3203008308 JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS BISNIS

Lebih terperinci

LEMBAGA PENGELOLA DANA PENDIDIKAN. EU Scholarships Info Day 3 May 2014 Le Meridien Hotel, Jakarta

LEMBAGA PENGELOLA DANA PENDIDIKAN. EU Scholarships Info Day 3 May 2014 Le Meridien Hotel, Jakarta LEMBAGA PENGELOLA DANA PENDIDIKAN EU Scholarships Info Day 3 May 2014 Le Meridien Hotel, Jakarta 1 1 LATAR BELAKANG DAN PROFIL LPDP 2 Latar Belakang Perlu dipersiapkan social engineering Perlu peningkatan

Lebih terperinci

Pengajaran Bahasa Indonesia di universitas Australia: Situasi sekarang dan strategi masa depan

Pengajaran Bahasa Indonesia di universitas Australia: Situasi sekarang dan strategi masa depan Pengajaran Bahasa Indonesia di universitas Australia: Situasi sekarang dan strategi masa depan Program Fellowship Pengajaran Nasional didukung oleh Dewan Pembelajaran dan Pengajaran Australia (ALTC) David

Lebih terperinci

Manajemen kualitas proyek (Project Quality Management)

Manajemen kualitas proyek (Project Quality Management) Manajemen kualitas proyek (Project Quality Management) Manajemen kualitas proyek merupakan knowledge area yang sulit untuk didefinisikan. ISO mendefinisikan kualitas sebagai totalitas karakteristik dari

Lebih terperinci

Peran Kemenkes dalam Pembinaan Pendidikan Tinggi Bidang Kesehatan (Termasuk Academic Center)

Peran Kemenkes dalam Pembinaan Pendidikan Tinggi Bidang Kesehatan (Termasuk Academic Center) Peran Kemenkes dalam Pembinaan Pendidikan Tinggi Bidang Kesehatan (Termasuk Academic Center) Drg. Usman Sumantri, M. Sc Ka. Pusdiklatnakes Badan PSDM Kesehatan, Kemenkes RI Disampaikan pada : Lokakarya

Lebih terperinci

PENERAPAN AKUNTANSI BERDASARKAN SAK-ETAP STUDY KASUS PADA HOME INDUSTRY OTAK-OTAK BANDENG MULYA SEMARANG. Fakultas Ekonomi dan Bisnis

PENERAPAN AKUNTANSI BERDASARKAN SAK-ETAP STUDY KASUS PADA HOME INDUSTRY OTAK-OTAK BANDENG MULYA SEMARANG. Fakultas Ekonomi dan Bisnis 1 PENERAPAN AKUNTANSI BERDASARKAN SAK-ETAP STUDY KASUS PADA HOME INDUSTRY OTAK-OTAK BANDENG MULYA SEMARANG Oleh : Delviana Sagala Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi Universitas Dian Nuswantoro

Lebih terperinci

APLIKASI UNTUK PEMETAAN POSISI DENGAN MENGGUNAKAN GPS DAN SMARTPHONE BERBASIS ANDROID DENGAN STUDI KASUS PETA KAMPUS

APLIKASI UNTUK PEMETAAN POSISI DENGAN MENGGUNAKAN GPS DAN SMARTPHONE BERBASIS ANDROID DENGAN STUDI KASUS PETA KAMPUS APLIKASI UNTUK PEMETAAN POSISI DENGAN MENGGUNAKAN GPS DAN SMARTPHONE BERBASIS ANDROID DENGAN STUDI KASUS PETA KAMPUS Ferdian Usman (0922025) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Kristen

Lebih terperinci

ABSTRAK ABSTRACT. Pendahuluan

ABSTRAK ABSTRACT. Pendahuluan Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan Jasa dengan Pendekatan Metode Servqual (Studi Kasus pada Pusat Pelatihan Bahasa dan Budaya CILACS UII, Yogyakarta) Hendy Ahmad Febrian 1,

Lebih terperinci

PENGARUH TERHADAP GKAPAN DI BURSA OLEH FAKULTAS BISNIS

PENGARUH TERHADAP GKAPAN DI BURSA OLEH FAKULTAS BISNIS PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCEE DAN KONDISI KEUANGAN TERHADAP LUAS PENGUNG GKAPAN SUKARELA PADAA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA OLEH : STEVEN TANSIL TAN 3203009100

Lebih terperinci

Dasar dan Arah Penelitian. Universitas Hasanuddin

Dasar dan Arah Penelitian. Universitas Hasanuddin Dasar dan Arah Penelitian Universitas Hasanuddin Dana Investasi Penelitian Seluruh negara berkembang yang merupakan 80% penduduk dunia mengalokasikan dana penelitian hanya sekitar 2 % dari pengeluaran

Lebih terperinci

Rencana Studi Calon Penerima Beasiswa Master Lembaga Pengelola Dana Pendidikan

Rencana Studi Calon Penerima Beasiswa Master Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Rencana Studi Calon Penerima Beasiswa Master Lembaga Pengelola Dana Pendidikan A. Latar Belakang dan Motivasi Salah satu tantangan terbesar Indonesia adalah di bidang transportasi. Tidak hanya dituntut

Lebih terperinci

PENGGUNAAN MEDIA BAGAN GARIS WAKTU (TIME LINE CHART) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS KELAS V SD

PENGGUNAAN MEDIA BAGAN GARIS WAKTU (TIME LINE CHART) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS KELAS V SD PEGGUAA MEDIA BAGA GARIS WAKTU (TIME LIE CHART) UTUK MEIGKATKA HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARA IPS KELAS V SD Dini Yuli Mityasari PGSD, FIP, Universitas egeri Surabaya (diniyulimityasari@gmail.com)

Lebih terperinci

Pengembangan Model Unit Diklat Kesehatan

Pengembangan Model Unit Diklat Kesehatan Pengembangan Model Unit Diklat Kesehatan I. PENDAHULUAN A. Latar belakang. Meningkatkan kualitas dan profesionalisme SDM kesehatan di wilayah kabupaten / kota merupakan salah satu wewenang daerah sesuai

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN MINAT STUDI LANJUT KE SMK MELALUI LAYANAN INFORMASI KARIER BERBASIS WEB SISWA KELAS VIII H SMP 5 KUDUS

UPAYA MENINGKATKAN MINAT STUDI LANJUT KE SMK MELALUI LAYANAN INFORMASI KARIER BERBASIS WEB SISWA KELAS VIII H SMP 5 KUDUS UPAYA MENINGKATKAN MINAT STUDI LANJUT KE SMK MELALUI LAYANAN INFORMASI KARIER BERBASIS WEB SISWA KELAS VIII H SMP 5 KUDUS Oleh ROSHALIA JUNI ARTI NIM. 201031143 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS

Lebih terperinci

Potensi Kenaikan Biaya Pajak Bila SPT Terpisah

Potensi Kenaikan Biaya Pajak Bila SPT Terpisah IES Bulletin Maret 2012 KPMG Hadibroto Potensi Kenaikan Biaya Pajak Bila SPT Terpisah Hal- hal untuk diketahui pasangan dengan NPWP Terpisah Q & A berikut bertujuan untuk menyediakan informasi perpajakan

Lebih terperinci

Manajemen Kualitas Terpadu (MKT) Total Quality Management (TQM)

Manajemen Kualitas Terpadu (MKT) Total Quality Management (TQM) Manajemen Kualitas Terpadu (MKT) Total Quality Management (TQM) Definisi 1 : Suatu cara meningkatkan kinerja secara terus-menerus (continuous performance improvement) pada setiap level operasi atau proses,

Lebih terperinci

www.indolaw.org NOMOR 11 TAHUN 2014 NUMBER 11 OF 2014

www.indolaw.org NOMOR 11 TAHUN 2014 NUMBER 11 OF 2014 www.indolaw.org UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA LAW OF THE REPUBLIC OF INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 NUMBER 11 OF 2014 TENTANG KEINSINYURAN ABOUT ENGINEERING DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BY THE GRACE

Lebih terperinci

SKRIPSI PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SAMOSIR

SKRIPSI PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SAMOSIR SKRIPSI PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SAMOSIR OLEH : PIRTAHAP SITANGGANG 120521115 PROGRAM STUDI STRATA

Lebih terperinci

# $ !!" ! #$! $% # %!!!'(!! +!! % %+!'!! " #! # % #, #,-! #! )!! %" .'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!'" /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$

# $ !! ! #$! $% # %!!!'(!! +!! % %+!'!!  #! # % #, #,-! #! )!! % .'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!' /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$ !!"! #$! $%!&!'!!" # %!!!'(!!!$)!" #* $%!++ +!! % %+!'!! " "" #! # % #'!$ #, #,-! #'-!!! #! )!! %" # $.'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!'" /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$!!!%.!% % "!.!% % )!')!! %!+!.!% % & &

Lebih terperinci

PENGUKURAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP HUMAN RESOURCE SCORECARD DI PT JB

PENGUKURAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP HUMAN RESOURCE SCORECARD DI PT JB PENGUKURAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP HUMAN RESOURCE SCORECARD DI PT JB Moses L. Singgih 1, Sri Gunani Partiwi 2 dan Arum S. Dani 3 Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi

Lebih terperinci

Bentuk Permohonan Izin Prinsip/Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal Application form for Principle License / Investment Expansion Principle License

Bentuk Permohonan Izin Prinsip/Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal Application form for Principle License / Investment Expansion Principle License LAMPIRAN I-A PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN DAN TATA CARA PERIZINAN DAN NONPERIZINAN PENANAMAN MODAL REGULATION OF THE CHAIRMAN

Lebih terperinci

Oleh: Ita Utamawati X7108697

Oleh: Ita Utamawati X7108697 PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP PESAWAT SEDERHANA DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS V SD NEGERI LENGKING 01 BULU SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2009/2010 Oleh: Ita Utamawati

Lebih terperinci

KAJIAN YURIDIS PEREDARAN MATA UANG ASING DI WILAYAH PERBATASAN INDONESIA DAN MALAYSIA

KAJIAN YURIDIS PEREDARAN MATA UANG ASING DI WILAYAH PERBATASAN INDONESIA DAN MALAYSIA KAJIAN YURIDIS PEREDARAN MATA UANG ASING DI WILAYAH PERBATASAN INDONESIA DAN MALAYSIA Disusun Oleh : SIGAP DHARMA APRIDHIKA E1A008014 SKRIPSI Untuk memenuhi salah satu pra-syarat memperoleh gelar Sarjana

Lebih terperinci

PROBLEMATIKA PENENTUAN AMBANG BATAS PARLEMEN (PARLIAMENTARY THRESHOLD) UNTUK PEMILIHAN UMUM DEWAN PERWAKILANRAKYAT REPUBLIK INDONESIA

PROBLEMATIKA PENENTUAN AMBANG BATAS PARLEMEN (PARLIAMENTARY THRESHOLD) UNTUK PEMILIHAN UMUM DEWAN PERWAKILANRAKYAT REPUBLIK INDONESIA i TESIS PROBLEMATIKA PENENTUAN AMBANG BATAS PARLEMEN (PARLIAMENTARY THRESHOLD) UNTUK PEMILIHAN UMUM DEWAN PERWAKILANRAKYAT REPUBLIK INDONESIA HIRONIMUS BAO WOLO No. Mhs.: 135201993/PS/MIH PROGRAM STUDI

Lebih terperinci

INFORMASI PENGISIAN APLIKASI ASEAN CHARTERED PROFESSIONAL ENGINEER

INFORMASI PENGISIAN APLIKASI ASEAN CHARTERED PROFESSIONAL ENGINEER INFORMASI PENGISIAN APLIKASI ASEAN CHARTERED PROFESSIONAL ENGINEER INDONESIA MONITORING COMMITTEE 2012 Dapat diunduh dari situs IMC, http://imc.or.id/ SYARAT ASEAN CHARTERED PROFESSIONAL ENGINEER (ACPE)

Lebih terperinci

National Taiwan University Program Pascasarjana untuk Mahasiswa Asing/Internasional 2011/2012

National Taiwan University Program Pascasarjana untuk Mahasiswa Asing/Internasional 2011/2012 Hubungi Kami International Student Admission Office of International Affairs (OIA) Room 419, 4F, 2nd Administration Building No. 1, Section 4, Roosevelt Road, Taipei 10617, Taiwan Tel: +886-2-2362-6801,

Lebih terperinci

TEHNIK MENYUSUN INDIKATOR KINERJA UTAMA ORGANISASI

TEHNIK MENYUSUN INDIKATOR KINERJA UTAMA ORGANISASI TEHNIK MENYUSUN INDIKATOR KINERJA UTAMA ORGANISASI Oleh : Drs. Mahmun Syarif Nasution, M.AP* Abstact The Ministry of Administrative Reform has set the rules of Administrative Reform Minister Number: PER/09/M.PAN/5/2007,

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN DAYA INGAT MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP SISWA KELAS VIII-A MTs NEGERI 2 KUDUS TAHUN PELAJARAN 2012/2013

UPAYA MENINGKATKAN DAYA INGAT MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP SISWA KELAS VIII-A MTs NEGERI 2 KUDUS TAHUN PELAJARAN 2012/2013 UPAYA MENINGKATKAN DAYA INGAT MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP SISWA KELAS VIII-A MTs NEGERI 2 KUDUS TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Oleh ISYEH NOOR HIDAYAH NIM 200931154 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN

Lebih terperinci

A UNIFIED ANALYSIS OF KE-/-AN IN INDONESIAN. Benedict B. Dwijatmoko Sanata Dharma University Yogyakarta Indonesia b.b.dwijatmoko@gmail.

A UNIFIED ANALYSIS OF KE-/-AN IN INDONESIAN. Benedict B. Dwijatmoko Sanata Dharma University Yogyakarta Indonesia b.b.dwijatmoko@gmail. A UNIFIED ANALYSIS OF KE-/-AN IN INDONESIAN Benedict B. Dwijatmoko Sanata Dharma University Yogyakarta Indonesia b.b.dwijatmoko@gmail.com INDONESIAN PASSIVES With the Prefix di- Rumah itu akan dijual.

Lebih terperinci

Departemen Hukum dan HAM Republik Indonesia Agustus 2009

Departemen Hukum dan HAM Republik Indonesia Agustus 2009 Departemen Hukum dan HAM Republik Indonesia Agustus 2009 Domain 1 : Planning & Organisation (PO) Define a Strategic IT Plan(PO1) Define the Information Architecture(PO2) Determine Technological Direction(PO3)

Lebih terperinci

TUGAS 2 ENGINEERING ECONOMY

TUGAS 2 ENGINEERING ECONOMY TUGAS 2 ENGINEERING ECONOMY TUGAS 3 A manufacturer of off-road vehicles is considering the purchase of dual-axis inclinometers for installation in a new line of tractors. The distributor of the inclinometers

Lebih terperinci