Kamus Sehari-hari JEPANG INDONESIA

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Kamus Sehari-hari JEPANG INDONESIA"

Transkripsi

1 By Darjat, the founder of jepang.com Kamus Sehari-hari JEPANG INDONESIA A abiru 浴 びる (mandi; menyiram) abunai 危 ない (berbahaya) ageru あげる (memberi) aiko 愛 子 (anak kesayangan) aijō 愛 情 (perasaan cinta) aisatsu 挨 拶 (salam) ajiwau 味 わう (merasai, mencicipi) akai 赤 い (merah) akachan 赤 ちゃん (bayi) akarui 明 るい (terang) akeru 開 ける (membuka) aki 秋 (musim gugur) akiru 飽 きる (bosan; jemu) akuma 悪 魔 (setan) amai 甘 い(manis) ame 雨 (hujan) ame ga faru 雨 が 降 る (hujan turun) anata あなた (kamu) anatatachi あなたたち (kalian semua) ani 兄 (kakak laki-laki) ano ~ あの (~itu) aoi 青 い (biru) arai 荒 い (kasar; tidak halus} arasou 争 う (bertengkar mulut; berbantahan) arau 洗 う (mencuci) arawareru 現 れる (muncul) are あれ (itu) ari 蟻 (semut) arigatō ありがとう (terima kasih) aru ある (mempunyai; ada) aruku 歩 く (berjalan) asagohan 朝 ご 飯 (makan pagi; sarapan) asai 浅 い (dangkal) asatte あさって (lusa) ase 汗 (keringat) ashi 足 (kaki) ashita 明 日 (besok) asobu 遊 ぶ(bermain) ataeru 与 える (memberi) atama 頭 (kepala) atarashii 新 しい (baru) atatakai 暖 かい (hangat) atsui 暑 い (panas) atsui 厚 い (tebal) atsumaru 集 まる (kumpul) atsumeru 集 める (mengumpulkan) au 会 う (bertemu) ayamari 誤 り (penyesalan~)

2 B ban 晩 (malam) banana バナナ (pisang) bangohan 晩 ご 飯 (makan malam) bangumi 番 組 (acara; program) basho 場 所 (tempat) basu バス(bis) benkyō suru 勉 強 する(belajar) benri na 便 利 (praktis) bikkuri suru びっくりする (kaget) biiru ビール (bir) biru ビル (gedung) bin ビン (botol) boku 僕 (saya) borupen ボールペン (ballpoin) botan ボタン (tombol) bun 文 (kalimat) bunkai suru 分 解 する(membongkar) bunretsu 分 裂 (perpecahan) buta 豚 (babi) butaniku 豚 肉 (daging babi) byōin 病 院 (rumah sakit) byōki 病 気 (sakit) C chairo no 茶 色 (warna cokelat) chichi 父 (ayah) chiisai 小 さい (kecil) chigau 違 う (berbeda) chihō 地 方 (wilayah) chikai 近 い (dekat) chikara 力 (tenaga) chikyū 地 球 (bumi) chiri 地 理 (geografi) chishiki 知 識 (pengetahuan) chizu 地 図 (peta) chōdo ちょうど (tepat) chokusetsu 直 接 (langsung) chotto sumimasen ちょっとすみません (maaf sebentar) chūi suru 注 意 する (berhati-hati kepada) D daiben suru 大 便 する (buang air besar) daidokoro 台 所 (dapur) daigaku 大 学 (Perguruan Tinggi) daijōbu desu 大 丈 夫 です (tidak apa-apa) daitai 大 体 (sebagian besar) dake だけ (hanya) damaru 黙 る (diam tak bersuara) damasu 騙 す (menipu) dame だめ (jangan; tidak boleh) dansei 男 性 (pelajar pria) dansu ダンス (dansa) dare 誰 (siapa) dasu 出 す (mengeluarkan) dekakeru 出 かける (pergi ke luar) dekiru できる (bisa; dapat; siap) demo でも (tapi) demukae suru 出 迎 えする (menjemput)

3 denki 電 気 (listrik) denki o tsukeru 電 気 をつける (menghidupkan listrik) denki o kesu 電 気 をけす (mematikan listrik) densha ni noru 電 車 に 乗 る (naik kereta) densenbyō 伝 染 病 (penyakit menular) denwa bango 電 話 番 号 (nomor telepon) denwa o kakeru 電 話 をかける (menelepon) deru 出 る (keluar) depãto デパート (dept, store) dō どう (bagaimana) doa ドア (pintu) dochira どちら (yang mana) doko どこ (mana) dōmo arigatō どうもありがとう (terima kasih) dono kurai どのくらい (berapa lama) dore どれ (yang mana) dōro 道 路 (jalan) dōshite どうして (mengapa) dōzo どうぞ (silahkan) dōzo yoroshiku どうぞよろしく (senang berkenalan dengan Anda; silahkan santai saja) E eameeru エアメール (air mail) eiga 映 画 (film) eigakan 映 画 館 (bioskop) eigo 英 語 (bahasa inggris) eki 駅 (stasiun) enpitsu 鉛 筆 (pensil) e o kaku 絵 を 描 く (menggambar) erabu 選 ぶ (memilih) erebetã エレベター (elevator) F fuben na 不 便 な (tidak praktis) fueru 増 える (bertambah) furui 古 い (tua; lama) furueru 震 える (gemetar) furusato 古 里 (kampung halaman) fushigi na 不 思 議 な(aneh; unik) futoi 太 い (gemuk) fuzakeru ふざける (berkelakar) G gaikoku 外 国 (luar negeri) gaikokujin 外 国 人 (orang asing) gakkari suru がっかりする (kecewa) gakkō 学 校 (sekolah) gakusei 学 生 (murid; siswa) geijutsu 芸 術 (kesenian) genki na 元 気 な (kuat; sehat) getsuyōbi 月 曜 日 (senin) ginkō 銀 行 (bank) gitã ギター (gitar) go 五 (lima) gochisōsama ごちそうさま (kata yang diucapkan setelah makan)

4 gogo 午 後 (siang; sore; malam) gohan ご 飯 (nasi) goryōshin ご 両 親 (orang tua Anda) goshujin ご 主 人 (suami Anda) gozen 午 前 (dini hari; pagi) gyōsei 行 政 (administrasi) gyūgyū ni ぎゅうぎゅうに (tergesagesa) gyūniku 牛 肉 (daging sapi) gyūnyū 牛 乳 (susu) H hachi 八 (delapan) hagaki はがき(kartu pos) hairu 入 る(masuk) haizara 灰 皿 (asbak) hajimaru 始 まる(mulai) hajimeru 始 める(memulai) hakike ga aru 吐 き 気 がある(mual) hakkiri はっきり(nyata; jelas) han 半 (setengah) hana 花 (bunga) hana 鼻 (hidung) hanareru 離 れる (berpisah) hanasu 話 す (bicara) hanbun 半 分 (separuh) hansamu na ハンサムな (tampan) hantai 反 対 (berlawanan) harau 払 う (membayar) hareru 晴 れる (menjadi cerah) hashi 橋 (jembatan) hashi はし(sumpit) hashiru 走 る (berlari) hataraku 働 く(bekerja) hayai 早 い (cepat) heta 下 手 (tidak pandai; bodoh) heya 部 屋 (kamar) heya ni hairu 部 屋 に 入 る (masuk ke kamar) heya o deru 部 屋 を 出 る (keluar kamar) hi 火 (api) hi 日 (mata hari) hidari 左 (kiri) hifu 皮 膚 (kulit manusia) higashi 東 (timur) hige 髭 (kumis) hikari 光 (cahaya) hiku 引 く (menarik) hikui 低 い (nendek) hima na 暇 な (senggang) hiragana ひらがな (huruf hiragana) hiraku 開 く (membuka) hiroi 広 い (luas) hirogaru 広 がる (meluas) hirogeru 広 げる (memperluas) hiru 昼 (siang) hirugohan 昼 ご 飯 (makan siang) hirune 昼 寝 (tidur siang) hito 人 (orang) hito ga ōi 人 が 多 い ( banyak orang)

5 hito ga sukunai 人 が 少 ない (sedikit orang) hitobito 人 々 (orang-orang) hitori 一 人 (sendiri) hitotsu 一 つ (satu buah) hiza 膝 (lutut) hodō 歩 道 (trotoar) homeru 誉 める(memuji) hōmon suru 訪 問 する (berkunjung) hon 本 (buku) hoteru ホテル (hotel) hyaku 百 (seratus) hyakuman 百 万 (sejuta) I ichi 一 (satu) ichiba 市 場 (pasar) ichiban 一 番 (paling) ii / yoi 良 い(bagus, baik) ike 池 (kolam) iken 意 見 (pendapat) ikkai 一 回 (sekali) iku 行 く(pergi) ikura いくら (berapa harganya) ikutsu いくつ (berapa jumlahnya) ima 今 (sekarang) ima 居 間 (kamar/ruang taamu) imi 意 味 (arti; makna) inaka 田 舎 (kampung) Indoneshia-jin インドネシア 人 (orang Indonesia) ippai いっぱい (secangkir; kenyang) ireru 入 れる (memasukan) iro iro na 色 々な(bermacam-macam) iru 要 る(membutuhkan) iru いる(ada) isha 医 者 (dokter) isogashii 忙 しい(sibuk) isogu 急 ぐ(terburu-buru) isshūkan 一 週 間 (satu minggu) itadakimasu いただきます(kata yang sering diucapkan pada saat mau makan) itai 痛 い (sakit) itameru 痛 める (menyakiti) itsu いつ (kapan) itsumo いつも (selalu) itsutsu いつつ (lima buah) iu 言 う(berkata) J jibun 自 分 (sendiri) jidai 時 代 (zaman) jidōsha 自 動 車 (mobil) jigyōka 事 業 家 (bisnismen) jikan 時 間 (waktu) jikken suru 実 験 する (berexperimen) jimu 事 務 (pekerjaan kantor) jimushitsu 事 務 室 (ruang kantor) jimusho 事 務 所 (kantor)

6 jisho 辞 書 (kamus) jisshū suru 実 習 する (berpraktek) jitensha 自 転 車 (sepedah) jōhō 情 報 (informasi) jōzu 上 手 (pandai) jū 十 (sepuluh) jugyō 授 業 (kuliah) K kaban かばん (tas) kabe 壁 (dinding) kabin 花 瓶 (pot bunga) kaeru 換 える (menukar) kaeru 帰 る (pulang) kaesu 返 す (mengembalikan) kagamu 屈 む (membungkuk) kagayaku 輝 く (berkilauan) kagi 鍵 (kunci) kaidan 階 段 (tangga) kaigi 会 議 (rapat) kaimono suru 買 い 物 する (berbelanja) kaisha 会 社 (perusahaan) kaishain 会 社 員 (pegawai) kaiwa 会 話 (percakapan) kaji 火 事 (kebakaran) kakaru かかる (menempuh; memerlukan) kakeru かける (menggantungkan) kaku 書 く (menulis) kami 紙 (kertas) kami 髪 (rambut) kanai 家 内 (istri saya) kanashii 悲 しい (sedih) kanemochi 金 持 ち (kaya) kangaeru 考 える (berpikir) kanji 漢 字 (huruf kanji) kankei 関 係 (hubungan) Kankoku 韓 国 (Korea) kanojo 彼 女 (dia perempuan) kantan na 簡 単 な (mudah) kao 顔 (wajah) kara から (dari) karada 体 (badan) karai 辛 い (pedas) kare かれ (dia laki-laki) kariru 借 りる(meminjam) karui 軽 い(ringan) kasa 傘 (payung) kasanaru 重 なる (bertumpuk) kasaneru 重 ねる (menumpukan) kasetto カセット (kaset) kasu 貸 す (meminjamkan) kata 肩 (pundak) katai 硬 い (keras) katakana かたかな (huruf katakana) kau 買 う (membeli) kawa 川 (sungai) kawaru 変 わる (berubah) kayou 通 う (pergi-pulang) kayōbi 火 曜 日 (hari Selasa) kazaru 飾 る (menghiasi)

7 kazoku 家 族 (keluarga) kechi na けちな (pelit; kikir) keikaku 計 画 (rencana) keiken 経 験 (pengalaman) kega けが (luka) kekkon suru 結 婚 する(menikah) kenbutsu suru 見 物 する(bertamasya) kenchiku 建 築 (konstruksi; arsitektur) kengaku suru 見 学 する (study tour) kenshūsei 研 修 生 (siswa peneliti) kesu 消 す (memadamkan; menghapus) ki o tsukeru 気 をつける (hati-hati) kibō 希 望 (harapan) kieru 消 える (padam) kiiroi 黄 色 い (warna kuning) kikai 機 械 (mesin) kiku 聞 く (mendengar/bertanya) kimeru 決 める (memutuskan) kimi 君 (kamu) kimochi 気 持 ち (perasaan) kinchō suru 緊 張 する (gemetar; gerogi kinō 昨 日 (kemarin) kinyōbi 金 曜 日 (hari Jumat) kippu 切 符 (karcis) kirai 嫌 い (tidak suka; benci) kirei na 綺 麗 な (cantik) kiru 着 る (memakai pakaian) kiru 切 る (memotong) kitte 切 手 (perangko) kodomo 子 供 (anak-anak) kōhai 後 輩 (adik kelas; yunior) kōhii コーヒー (kopi) kōjō 工 場 (pabrik) koko ここ (di sini) kokoro 心 (hati) kokusai 国 際 (internasional) komaru 困 る (bingung) komu 込 む (penuh; sesak) konban 今 晩 (malam ini; sore) kono ~ この (~ini) kore これ (ini) kotoba 言 葉 (kata) kōsaten 交 差 点 (perempatan) koshi 腰 (pinggang) koshō suru 故 障 する (merusak) kowasu 壊 す (memecahkan) kubi 首 (leher) kuchi 口 (mulut) kuchibiru 唇 (bibir) kudamono 果 物 (buah-buahan) kumitateru 組 み 立 てる (merakit; menyusun) kumori 曇 り(berawan; mendung) kuni 国 (negara) kurai くらい (gelap) kuroi 黒 い (hitam) kuru 来 る (datang) kurushii 苦 しい (susah; payah) kusai くさい (busuk) kusuri 薬 (obat)

8 kutsu 靴 (sepatu) kyō 今 日 (hari ini) kyōdai 兄 弟 (saudara kandung) kyōiku 教 育 (pendidikan) kyōkai 教 会 (gereja) kyōshitsu 教 室 (kelas) kyū 九 (sembilan) M machi 町 (kota) mado 窓 (jendela) mae 前 (depan; kurang) magaru 曲 がる (berbelok) majime na まじめな (tekun) mamoru 守 る( memelihara) manabu 学 ぶ (belajar) maneku 招 く (mengundang) maneru まねる (meniru) massugu まっすぐ (terus; langsung) matchi マッチ (korek) matsu 待 つ (menunggu) mawaru 回 る (berputar) mawasu 回 す (memutarkan) mayou 迷 う (kebingungan) mayowasu 迷 わす (membingungkan) me 目 (mata) mensetsu 面 接 (interview) mezurashii 珍 しい (menakjubkan) michi 道 (jalan) midasu 乱 す (mengacau) midori no 緑 の (warna hijau) mieru 見 える (kelihatan) migi 右 (kanan) mijikai 短 い (pendek) mikan みかん (jeruk) mikka 三 日 (tiga hari, tanggal tiga) mimi 耳 (telinga) minami 南 (selatan) minasan 皆 さん(Saudara-Saudara; semua) minzoku 民 族 (warga negara) miru 見 る (melihat) mise 店 (toko) miseru 見 せる (memperlihatkan) mittsu 三 つ (tiga buah) mizu 水 (air) modosu 戻 す (mengembalikan) mokuyōbi 木 曜 日 (hari Kamis) mondai 問 題 (masalah) mono 物 (sesuatu; barang; benda) morau もらう (menerima) motsu 持 つ (membawa) motte iku 持 っていく (membawa pergi) motte kuru 持 ってくる (membawa datang) mukaeru 迎 える (menyambut) mukō 向 こう (seberang) mune 胸 (dada) murasaki na 紫 な (warna abu-abu) muzukashii 難 しい (susah)

9 N nagai 長 い (panjang) nagareru 流 れる (mengalir) nagusameru 慰 める (menghibur) nai ない (tidak ada) naka 中 (dalam) naku なく (teriak; menangis) nakusu なくす (menghilangkan) namae 名 前 (nama) namakemono なまけもの (pemalas) nan 何 (apa) nana 七 (tujuh) nanban 何 番 (nomor berapa) nani 何 (apa) nanji 何 時 (jam berapa) nankai 何 回 (berapa kali) nanyōbi 何 曜 日 (hari apa) naoru 直 る (sembuh) naosu 直 す (memperbaiki) narau 習 う (belajar) naru なる (menjadi) nedan 値 段 (harga) neko 猫 (kucing) nekutai ネクタイ (dasi) nemui 眠 い (mengantuk) neru 寝 る (tidur) netsu ga aru 熱 がある (demam) ni に (pada; di; kepada) ni 二 (dua) nibui にぶい (tumpul) nichiyōbi 日 曜 日 (hari Minggu) nichijō 日 常 (sehari-hari) Nihon 日 本 (negara Jepang) ni naru に なる(menjadi) ni noru に 乗 る(naik kendaraan) nigai 苦 い (pahit) nigiyaka na にぎやかな (ramai) nikki 日 記 (buku harian) niko niko suru にこにこする (tersenyum) niku 肉 (daging) nimotsu 荷 物 (barang) niwa 庭 (halaman) noboru 登 る (mendaki) nodo のど (tenggorokan) nokku suru ノックする (mengetuk) nomimono 飲 み 物 (minuman) nomu 飲 む (minum) noru 乗 る (naik) nōto ノート (catatan) nugu 脱 ぐ (membuka pakaian) O obãsan おばあさん (nenek) obasan おばさん (bibi) oboeru 覚 える (mengingat; ingat) ocha お 茶 (teh) ohayōgozaimasu おはようございます (selamat pagi)

10 oishii おいしい (enak) ojiisan おじいさん (kakek) ojisan おじさん (paman) okane お 金 (uang) ōkii 大 きい (besar) okiru 起 きる (bangun) oku 置 く (meletakan) okuru 送 る (mengirim/barang) okusan 奥 さん (istri Anda) omiyage お 土 産 (oleh-oleh) omoi 重 い (berat) omou 思 う(mengira; berpikir; berpendapat) onaji 同 じ (lama) onaka おなか (perut) oneesan おねえさん (kakak perempuan) onegai shimasu お 願 いしまう (tolong perha-tiannya dll) ongaku 音 楽 (musik) oriru 降 りる(turun dari kendaraan) osake お 酒 (minuman sake) oshieru 教 える (mengajarkan) osoi 遅 い (lambat) osoku 遅 く (terlambat) osu 押 す (menekan) otearai お 手 洗 い (toilet) otōsan お 父 さん (ayah) owaru 終 わる (selesai) oyogu 泳 ぐ (berenang) ōzei 大 勢 (banyak) P pan パン (roti) pãtii パーテイー (pesta) piano ピアノ (piano) R raigetsu 来 月 (bulan depan) rainen 来 年 (tahun depan) raishū 来 週 (minggu depan) rajio ラジオ (radio) reizōko 冷 蔵 庫 (kulkas) renraku suru 連 絡 する (memberitahukan) ringo りんご (apel) roku 六 (enam) romaji ロマジ (huruf romawi) ryōhō 両 方 (kedua-cluanya) ryokō 旅 行 (tamasya) ryōri 料 理 (masakan) S sabishii さびしい (kesepian) sakana 魚 (ikan) sakkã サッカー (sepak bola) sake 酒 (minuman sake) saku 咲 く (mekar) samui 寒 い (dingin) san 三 (tiga) sanpo suru 散 歩 する (jalan-jalan) sasu 指 す (menunjuk) satō 砂 糖 (gula)

11 se ga takai 背 が 高 い (badan tinggi) seihin 製 品 (produk) seikatsu 生 活 (kehidupan) sekai 世 界 (dunia) sekken せっけん (sabun) semai 狭 い (sempit) sen 千 (seribu) senaka 背 中 (punggung) senmon 専 門 (keahlian; jurusan; fak) sensei 先 生 (guru; dosen) sentaku suru 洗 濯 する (mencuci) setsumei suru 説 明 する (menjelaskan) shatsu シャツ (kemeja) shichi 七 (tujuh) Shigatsu 四 月 (April) shigoto 仕 事 (pekerjaan) shikashi しかし (tapi) shiken 試 験 (ujian) shimeru 閉 める(menutup) shinbun 新 聞 (koran) shinpai suru 心 配 (khawatir) shinsetsu na 親 切 な (ramah) shinu 死 ぬ (mati) shio 塩 (garam) shiri 尻 (pinggul) shiroi 白 い (putih) shiroban 白 版 (white board) shita 下 (bawah) shitashii 親 しい (ramah; baik hati) shitsumon suru 質 問 する (bertanya) shizuka na 静 かな (sepi) shōgakkō 小 学 校 (SD) shokudō 食 堂 (kantin) shōsetsu 小 説 (novel) shuji しゅじ (kaligrafi Jepang) shujin 主 人 (suami saya) shumi 趣 味 (hobi) shūri suru 修 理 する(memperbaiki) soba そば (samping) sōji suru 掃 除 する(membersihkan) sono ~その (~itu) sora そら (langit) sore それ (itu) soshite そして(lalu) sotsugyō suru 卒 業 する(lulus) sugi すぎ (lebih) sugu すぐ(langsung) suki すき(suka) sukoshi 少 し(sedikit) sukunai 少 ない (sedikit) supōtsu スポーツ(olah raga) suru する(melakukan; mengerjakan) susumu 進 む(maju) suteru 捨 てる (membuang) suwaru 座 る(duduk) suzushii 涼 しい (sejuk) T tabako タバコ (rokok) tabako o suu タバコを 吸 う (merokok)

12 tabako o yameru タバコをやめる (berhenti merokok) tabemono 食 べ 物 (makanan) taberu 食 べる (makan) tabun たぶん (mungkin) taihen 大 変 (sangat) taihen desu ne たいへんですね (wah, susah yah) taipu suru タイプする (mengetik) taisetsu na 大 切 な (penting) takai 高 い (tinggi; mahal) takusan たくさん (banyak) tamago 卵 (telur) tanoshii 楽 しい(menyenangkan) taoru タオル (handuk) tasukeru 助 ける(menolong) tatsu 立 つ(berdiri) te 手 (tangan) tegami o dasu 手 紙 を 出 す (mengirim surat) tenki 天 気 (cuaca) terebi テレビ (televisi) tobu 飛 ぶ (terbang) todokeru 届 ける(menyampaikan [barang]) toi 遠 い (jauh) tokei 時 計 (jam) toku ni とくに(terutama) tomaru 止 まる(berhenti) tomeru 止 める (menghentikan) toriniku 鶏 肉 (daging ayam) toru 取 る (mengambil) toshi ue 年 上 (tua) toshokan 図 書 館 (perpustakaan) tsukaikata 使 い 方 (cara menggunakan) tsukareru 疲 れる ( lelah) tsukau 使 う (menggunakan) tsukiau 付 き 合 う(bergaul) tsukeru つける(menyalakan) tsukue 机 (meja) tsumetai 冷 たい(dingin) tsutomeru 勤 める(bekerja) tsutsumu 包 む(membungkus) U uchi うち (rumah) ugoku 動 く (bergerak) ukagau 伺 う (bertanya; berkunjung) ukeru 受 ける (menempuh/ujian) umareru 生 まれる (dilahirkan) un うん(yah) unten suru 運 転 する(menyetir) untenshu 運 転 手 (sopir) urayamashii うらやましい (cemburu) uru 売 る(menjual) uta 歌 (lagu) utau 歌 う(menyanyi) utsukushii 美 しい (indah) uun ううん (tidak) uwasa 噂 (gosip)

13 W wakai 若 い (muda) wakareru 別 れる(berpisah) wakaru 分 かる (mengerti) warau 笑 う (tertawa) warui 悪 い (jelek) wasureru 忘 れる(lupa/melupakan) wataru 渡 る (menyeberang) watashi 私 (saya) watashitachi 私 たち (kita) Y yaku ni tatsu 役 に 立 つ (berguna) yakusoku 約 束 (janji) yakyū 野 球 (base ball) yama 山 (gunung) yasai 野 菜 s(sayur) yasashii やさしい(mudah) yasui 安 い s(murah) yasumi 休 み (libur) yasumu 休 む (istirahat) yawaraka na 柔 らかな (lunak) yobu 呼 ぶ (memanggil) yōchien 幼 稚 園 (TK) yoji 四 時 (jam empat) yoko 横 (sebelah) yomu 読 む (membaca) yon 四 (empat) yonen 四 年 (empat tahun) yorokobu 喜 ぶ (gembira) yowai 弱 い (lemah) yūbe 夕 べ (tadi malam) yūbinkyoku 郵 便 局 (kantor pos) yuka 床 (lantai) yūmei na 有 名 な (terkenal) Z zangyō 残 業 (lembur) zannen 残 念 (sayang) zasshi 雑 誌 (majalah) zenzen ~nai ぜんぜん~ない (sama sekali tidak) zutto ずっと (terus-terusan)

14 Kamus Sehari-hari INDONESIA - JEPANG Jika Anda ingin mencari kata yang sudah mengalami pengimbuhan, maka carilah pada kata yang sudah diimbuhi. Misalnya, Anda mencari kata membawa maka carilah pada deretan kata membawa bukan bawa A abad (seiki 世 紀 ) absen (kesseki 欠 席 ) abu-abu (haiiro na 灰 色 な) acara (puroguramu プログラム; bangumi 番 組 ; gyōji 行 事 ) ada (aru ある) adat (shūkan 習 慣 ) adik perempuan (imōto 妹 ) adik laki (otōto 弟 ) adil (kōhei na 公 平 な) administrasi (gyōsei 行 政 ) agama (shūkyō 宗 教 ) agen (dairiten 代 理 店 ) agen kepolisian (keikan 警 官 ) Agustus (hachigatsu 八 月 ) air (mizu 水 ) air mata (namida 涙 ) akhir bulan (getsumatsu 月 末 ) akhir minggu (shūmatsu 週 末 ) akrab (shinmitsu na 親 密 な) aktif (katsudōteki na 活 動 的 ) alam (shizen 自 然 ) alamat (jūsho 住 所 ) alasan (riyū 理 由 ) aman (heiwa 平 和 ) ambil (toru 取 る) ambisi (yabō 野 望 ) amplop (fūtō 封 筒 ) anak (ko 子 ) anak-anak (kodomo 子 供 ) aneh (fushigi na 不 思 議 な) angan-angan (risō 理 想 ; kūsō 空 想 ) angin (kaze 風 ) angsuran (bunkatsu shiharaikin 分 割 支 払 金 ) antara (aida 間 ) apa (nani 何 ; nan 何 ) apapun (nani mo 何 も) apa saja (nan demo 何 でも) api (hi 火 ) arloji (udedokei 腕 時 計 )

15 arsitektur (kenchiku gishi 建 築 技 師 ) arti (imi 意 味 ) artis (haiyū 俳 優 ; geijutsuka 芸 術 家 ) asam (suppai すっぱい) asap (kemuri 煙 ) asing (kodoku na 孤 独 な) asisten (hosakan 補 佐 官 ; joshu 助 手 ) asmara (aijo 愛 情 ) asuransi (hoken 保 険 ) atap (yane 屋 根 ) atas (ue 上 ) aula (kōdō 講 堂 ) awan (kumo 曇 ) ayah (chichi 父 ; otōsan お 父 さん) ayam (niwatori 鶏 ) B babi (buta 豚 ) badan (karada 体 ) bagaimana (dō どう; donna-どんな) bagus (ii いい; yoi 良 い) bahagia (tanoshii 楽 しい; siawase 幸 せ; ureshii 嬉 しい) bahan baku (genryō 原 料 ) bahasa (-go 語 ; kotoba 言 葉 ; gengo 言 語 ) baik (ii いい; yoroshii よろしい) baju (fuku 服 ; kimono 着 物 ) bangkrut (hasan suru 破 産 する) bangsa (minzoku 民 族 ) bangun (okiru 起 きる) bangunan (tatemono 建 物 ) banjir (kozui 小 ずい) bantal (makura 枕 ) banyak (ōi 多 い; takusan たくさん; ōzei 大 勢 ) barang (nimotsu 荷 物 ) baru (atarashii 新 しい) batu (ishi 石 ) bau (nioi 匂 い) bawah (shita 下 ) beasiswa (shōgakukin 奨 学 金 ) bebas (jiyū 自 由 ) begini (kono yō ni このように) begitu (sono yō ni そのように) bekerja (hataraku 働 く; tsutomeru 勤 め る) belajar (benkyo suru 勉 強 する ; manabu 学 ぶ) belakang (ushiro 後 ろ) belanja (kimono suru 買 い 物 する) benar (tadashii 正 しい) bencana (songai 損 害 ) benci (kirai 嫌 い) benda (mono 物 ) bendera (hata 旗 ) beradu (tsuki ataru 突 き 当 たる) berak (daiben suru 大 便 する)

16 berakhir (owaru 終 わる) berangkat (shuppatsu suru 出 発 する) berani (isamashii いさましい) berantakan (ranzatsu 乱 雑 ; mechakucha めちゃくちゃ) berapa (ikutsu いくつ; ikura いくら; nan ~なん~) berbaring (yokotawaru 横 たわる) berbeda (chigau 違 う) berbohong (uso o tsukeru 嘘 をつける) bercerita (kataru 語 る) bergaul (tsukiau 付 き 合 う) berguna (hitsuyo na 必 要 な ) berhenti (tomaru 止 まる; yameru やめ る) berita (nyūsu ニュース) berjanji (yakusoku suru 約 束 する) berlatih (renshū suru 練 習 する) berlibur (yasumu 休 む) bermain (asobu 遊 ぶ) bermalam (tomaru 泊 まる) berpikir (kangaeru 考 える) berpraktek (jisshū suru 実 習 する) berputar (mawaru 回 る) bersih (seiketsu na 清 潔 な) bertanya (kiku 聞 く; shitsumon suru 質 問 する) bertempat tinggal (sunde iru 住 んでい る) bertemu (au 会 う) besar (ōkii 大 きい; ōki na 大 きな; erai 偉 い) besok (ashita 明 日 ) bibir (kuchibiru 唇 ) bimbang (shinpai suru 心 配 する) binatang (dōbutsu 動 物 ) bingung (mayou 迷 う; komaru 困 る) bioskop (eigakan 映 画 館 ) biru (aoi 青 い) bocor (moreru 漏 れる) bohong (uso 嘘 ) bolpoin (pen ペン) boros (zeitaku na 贅 沢 な) bosan (akiru 飽 きる) buah-buahan (kudamono 果 物 ) buku (hon 本 ) bulan (tsuki 月 ) bunga (hana 花 ) bunuh diri (jisatsu suru 自 殺 ) C cahaya (hikari 光 ) cantik (kirei na きれいな; utsukushii 美 しい) cemas (shinpai suru 心 配 する) cemburu (yakimochi 焼 き 餅 ; netamu ね たむ) cepat (hayai 早 い)

17 cerah (hareru 晴 れる) cerdas (atama ga yoi 頭 がよい) cerita (hanashi 話 ) cermin (kagami 鏡 ) contoh (tatoe 例 え; rei 例 ; tehon 手 本 ) cuaca (tenki 天 気 ) D dada (mune 胸 ) daerah (chihō 地 方 ) dagang (shōbai suru 商 売 する) daging (niku 肉 ) dahi (hitai 額 ) dahulu (mukashi 昔 ) dalam (fukai 深 い) di dalam (no naka ni の 中 に) damai (heiwa 平 和 ) danau (mizuumi 湖 ) dari (kara から) datang (kuru 来 る) debu (hokori ほこり; hai 灰 ) dekat (chikai 近 い) dengan (to と) depan (mae 前 ) Desember (Jūnigatsu 十 二 月 ) di (ni に; de で) dia laki-laki (kare 彼 ) dia perempuan (kanojo 彼 女 ) diam (damaru 黙 る) dingin (samui 寒 い; tsumetai 冷 たい) direktur (shachō 社 長 ) dokter (isha 医 者 ) dosen (sensei 先 生 ) dua (ni 二 ) duduk (suwaru 座 る) dunia (sekai 世 界 ) E ekonomi (keizai 経 済 ) elektro tehnik (denki gijitsu 電 気 技 術 ) emas (kin 金 ) empat (yon 四 ; shi) enam (roku 六 ) es (kōri 氷 ) F farmasi (kusuriya 薬 や; yakkyoku 薬 局 ) Februari (Nigatsu 二 月 ) formulir (gansho 願 書 ) foto (shashin 写 真 ) G gaduh (sawagu 騒 ぐ) gagal (shippai 失 敗 ) gajah (zō 像 ) gajih (kyūryō 給 料 ) gambar (e 絵 ) garam (shio 塩 ) gatal (kayui 痒 い)

18 gedung (tatemono 建 物 ) gelap (kurai 暗 い) gelas (koppu コップ) gelisah (fuan na 不 安 な) gemuk (futoi 太 い) gerbang (mon 門 ) gereja (kyōkai 教 会 ) gerimis (kozame 小 雨 ) gigi (ha 歯 ) gila (kichigai no きちがいの) gugup (awatadashii 慌 しい; awateru 慌 てる) gunting (hasami はさみ) gunung (yama 山 ) guru (sensei 先 生 ) H habis (owaru 終 わる) hadir (shusseki suru 出 席 する) halaman (ie no niwa 家 の 庭 ) hakim (saibankan 裁 判 官 ) handuk (taoru タオル) hangat (atatakai 暖 かい) harga (nedan 値 段 ) hari (nichi 日 ) harimau (tora トラ) hati (kokoro 心 ) haus (nodo ga kawaku のどが 渇 く) heran (odoroku 驚 く) hidangan (gochisō ごちそう) hidung (hana 鼻 ) hidup (ikiru 生 きる) hijau (midori 緑 ) hilang (nakunaru なくなる) hitam (kuroi 黒 い) hotel (hoteru ホテル) hubungan (kankei 関 係 ) hujan (ame 雨 ) hukum (kenpō 憲 法 ) hutan (mori 森 ) hutang (shakkin 借 金 ) I ibu (haha 母 ; okãsan お 母 さん) ide (risō 理 想 ; kangae 考 え) ijin (kyoka 許 可 ) ikan (sakana 魚 ) ikut (tsurete iku 連 れて 行 く) ilmu (chishiki 知 識 ) indah (utsukushii 美 しい) industri (sangyō 産 業 ) informasi (jōhō 情 報 ) ingat (oboeru 覚 える) ini (kore これ) internasional (kokusai 国 際 ) iri hati (urayamu うらやむ; urayamashii 羨 ましい) isi (naiyō 内 容 ; nakami 中 身 )

19 istirahat (yasumu 休 む; kyūsoku suru 休 息 する) istri (tsuma 妻 ; okusan 奥 さん) itu (sore それ; are あれ) J jalan (michi 道 ; ~dōri 通 り) jalan-jalan (sanpo suru 散 歩 する) jam (tokei 時 計 ) jam dinding (kabedokei 壁 時 計 ) jam tangan (udedokei 腕 時 計 ) janji (yakusoku 約 束 ) jantung (shinzō 心 臓 ) Januari (Ichigatsu 一 月 ) jari (yubi 指 ) jatuh (ochiru 落 ちる; korobu 転 ぶ) jauh (tōi 遠 い) jawaban (henji 返 事 ; kotae 答 え) jelek (warui 悪 い) jendela (mado 窓 ) jenuh (akiru 飽 きる; iya ni naru いやに なる) Jepang (Nihon 日 本 ) jujur (shōjiki na 正 直 な) Juli (Shichigatsu 七 月 ) jum'at (kinyōbi 金 曜 日 ) Juni (Rokugatsu 六 月 ) K kakak laki-laki (ani 兄 ; oniisan お 兄 さ ん) kakak perempuan (ane 姉 ; oneesan お 姉 さん) kakek (sofu 祖 父 ; ojiisan おじいさん) kaki (ashi 足 ) kalah (makeru 負 ける) kalimat (bun 文 ) kamar (heya 部 屋 ) kamera (kamera カメラ) kami (watashitachi 私 たち) kamis (mokuyōbi 木 曜 日 ) kampung halaman (kokyō 故 郷 ) kampung kelahiran (furusato 古 里 ) kampus (daigaku 大 学 ) kamus (jisho 辞 書 ) kanan (migi 右 ) kantin (shokudō 食 堂 ) kantor (jimusho 事 務 所 ) kantor pos (yūbinkyoku 郵 便 局 ) kapal (fune 船 ) kapan (itsu いつ) karcis (kippu 切 符 ) kasur (futon 布 団 ) kata (kotoba 言 葉 ) kaya (kanemochi 金 持 ち) kayu (ki 木 ) ke (e へ)

20 kebakaran (kaji 火 事 ) kebenaran (shinjitsu 真 実 ) kebiasaan (shūkan 習 慣 ) kebun (niwa 庭 ) kecelakaan (jiko 事 故 ) kecewa (shitsubō suru 失 望 する) kecil (chiisai 小 さい) kehidupan (seikatsu 生 活 ) kekasih (koibito 恋 人 ; aijin 愛 人 ) kelas (kyōshitsu 教 室 ) keliling (mawaru 回 る) keluar (deru 出 る) keluarga (kazoku 家 族 ) kemarin (kinō 昨 日 ) kemarin lulu (ototoi おととい) kembali (kaeru 帰 る; modoru 戻 る) kemeja (shatsu シャツ) kemudian (sore kara それから) kendaraan (norimono 乗 り 物 ) kenyang (ippai いっぱい) kepala (atama 頭 ) keras (katai 硬 い) kereta (densha 電 車 ) kering (kawaite iru 乾 いている) keringt (ase 汗 ) kertas (kami 紙 ) kesal hati (unzari suru うんざりする) kesepian (sabishii さびしい) kiri (hidari 左 ) kita (watashitachi 私 たち) kōhii (kopi コーヒー) kolam (ike 池 ) koran (shinbun 新 聞 ) korek api (matchi マッチ) kota (machi 町 ) kucing (neko 猫 ) kuda (uma 馬 ) kue (okashi お 菓 子 ; keeki ケーキ) kunci (kagi 鍵 ) kuning (kiiroi 黄 色 い) kurang (mae まえ[untuk jam]) kurang (tarinai 足 りない) kursi (isu 椅 子 ) kurus (yaseta やせた) L lagu (uta 歌 ) lahir (umareru 生 まれる) lain (hoka no ほかの) laki-laki (otoko 男 ) lalu (soshite そして; mata また; sara ni さらに) lama (nagai aida 長 い 間 ) lambat (osoi 遅 い) lampu (ranpu ランプ) langit (sora 空 ) langsing (usui 薄 い; yaseta やせた) langsung (massugu ni まっすぐに)

21 lantai (yuka 床 ) lapar (onaka ga suita おなかがすいた; peko peko suru ぺこぺこする) lari (hashiru 走 る) laut (umi 海 ) lemah (yowai 弱 い) lemah lembut (otonashii おとなしい) lemari (todana 戸 棚 ) libur (yasumu 休 む) lima (go 五 ) luas (hiroi 広 い) lusa (asatte あさって) lutut (hiza 膝 ) M mahal (takai 高 い) mahasiswa (daigakusei 大 学 生 ) majalah (zasshi 雑 誌 ) makan (taberu 食 べる) makanan (tabemono 食 べ 物 ) malam (ban 晩 ; yoru 夜 ) malas (namakeru 怠 ける) malu (hazukashii 恥 ずかしい) mana (doko どこ; dochira どちら) mandi (abiru 浴 びる) marah (okoru 怒 る; hara ga tatsu 腹 が 立 つ) Maret (Sangatsu 三 月 ) masam (suppai すっぱい) masyarakat (shakai 社 会 ) mata (me 目 ) matahari (hi 日 ) mayat (shitai 死 体 ) Mei (Gogatsu 五 月 ) meja (tsukue 机 ) melanjutkan (tsuzukeru つづける) melarang (kinzuru 禁 ずる) melarikan diri (nigeru 逃 げる) meletakkan (oku 置 く) memaafkan (yurusu 許 す) memadamkan (kesu 消 す) memahami (wakaru 分 かる) memakai/baju (kiru 着 る) memakai/sepatu (haku 履 く) memakai/topi (kaburu 被 る) memandang (mitsumeru 見 つめる) memanggil (yobu 呼 ぶ) memasak (ryōri suru 料 理 する) membagi (wakeru 分 ける) membakar (hideyaku 火 で 焼 く) membalas (henji suru 返 事 する) membandingkan (kuraberu 比 べる) membangun (tateru 立 てる) membangunkan (okosu 起 こす) membanjiri (afureru あふれる) membantah (hantai suru 反 対 する) membantu (tasukeru 助 ける; tetsudau 手 伝 う)

22 membayar (harau 払 う) membedakan (kubetsu suru 区 別 する) membeli (kau 買 う) membentang (hirogaru 広 がる) memberitahukan (oshirase suru お 知 ら せする) membersihkan (sōji suru 掃 除 する) membiarkan (yurusu 許 す) membuka (akeru 開 ける) membungkus (tsutsumu 包 む) membunuh (korosu 殺 す) memeluk (daku 抱 く; idaku 抱 く) memenuhi (ippai ni suru いっぱいにす る) memeriksa (shiraberu 調 べる) meminjam (kariru 借 りる) meminjamkan (kasu 貸 す) memotong (kiru 切 る) memotret (shashin o toru 写 真 を 撮 る) memperbaiki (naosu 直 す) memperkenalkan (shōkai suru 紹 介 す る) memperoleh (eru 得 る; kakutoku suru 獲 得 する) memuji (homeru ほめる) memukul (tataku たたく; naguru 殴 る) memulai (hajimeru 始 める) menang (katsu 勝 つ) menangis (naku 泣 く) menangkap (tsukamaeru 捕 まえる) mencampur aduk (mazeru 混 ぜる) mencari (sagasu 探 す) mencegah (fusegu 防 ぐ) menceritakan (hanasu 話 す) mencium (seppun suru 接 吻 する; kissu suru キッスする) mencoba (tamesu 試 す; yatte miru やっ てみる) mencuci (sentaku suru 洗 濯 する; arau) mencuri (nusumu 盗 む) mencurigai (ayashimu 怪 しむ) mendekap (idaku 抱 く) mendengar (kiku 聞 く) mendorong (osu 押 す) menemukan (mitsukeru 見 つける) menerbitkan (shuppan suru 出 版 する) menerjemahkan (honyaku suru 翻 訳 す る; tsūyaku suru 通 訳 する) mengabaikan (mushi suru 無 視 する) mengabdi (tsukaeru 仕 える) mengabsen (kesseki o toru 欠 席 を 取 る) mengadakan (okonau 行 う) mengaduk (kakimawasu かきまわす) mengadukan (uttaeru 訴 える) mengairi ( mizu o ataeru 水 を 与 える) mengajak (sasou 誘 う) mengajar (oshieru 教 える) mengakui (jihaku suru 自 白 する)

23 mengalami (keiken suru 経 験 する) mengalir (nagareru 流 れる) mengancam (odosu 脅 す) mengandaikan (tatoeru 例 える) menganggap (omou 思 う) menganggur (shigoto ga nai 仕 事 がな い) mengangkat (mochi ageru 持 ち 上 げる) menganjurkan (teian suru 提 案 する) mengantar (mi okuru 見 送 る; annai suru 案 内 する) mengantuk (nemui 眠 い; nemureru 眠 れ る) mengapa (naze なぜ; doshite どうして) mengarahkan (mukeru 向 ける) mengartikan (kaishaku suru 解 釈 する) mengasingkan (kodoku ni suru 孤 独 に する) mengasuh (sodateru 育 てる) mengejek (azakeru 嘲 る) mengeluarkan (toridasu 取 り 出 す) mengeluh (nageku 嘆 く) mengembalikan (kaesu 返 す) mengenali (shitte iru 知 っている) mengerjakan (suru する; yaru やる) mengetahui (wakaru 分 かる; shitte iru 知 っている) mengetuk (tataku たたく; nokku suru ノックする) mengganggu (jama suru 邪 魔 する) mengganggu (meiwaku suru 迷 惑 する) mengganti (kaeru 変 える; kawaru 変 わ る) menggigit (kamu 噛 む) menggoreng (abura de ageru 油 で 揚 げ る) menghabiskan (nakusu なくす; owaeru おわえる) menghadap (mukau 向 かう) menghapus (kesu 消 す) mengharapkan (nozomu 望 む) menghibur (nagusameru 慰 める) menghormati (sonkei suru 尊 敬 する) mengingat (oboeru 覚 える) mengirim (okuru 送 る; dasu だす) mengubah (kawaru 変 わる) mengucapkan (iu 言 う) mengulang (kurikaesu 繰 り 返 す) mengunci (kagi o kakeru 鍵 をかける) mengunjungi (hōmon suru 訪 問 する) meninggal (shinu 死 ぬ; nakunaru なく なる) menjadi (naru なる) menjawab (kotaeru 答 える) menjemur (kawakasu 乾 かす) menjual (uru 売 る) menonton (miru 見 る) menukar (kaeru 替 える)

24 menulis (kaku 書 く) menunggu (matsu 待 つ) menurunkan (orosu) menutup (shimeru 閉 める; tojiru 閉 じ る) menyambut (ukeru 受 ける; kangei suru 歓 迎 する) menyanyi (utau 歌 う) menyediakan (shitaku suru 支 度 する) menyedihkan (kanashimaseru 悲 しませ る) meraba (sawaru 触 る; te o tsukeru 手 を つける) merah (akai 赤 い) merangkai (kumitateru 組 み 立 てる; renketsu suru 連 結 する) merasa (kanjiru 感 じる; ajiwau 味 わう) mereka (karera かれら; anohitotachi あ の 人 たち) mesin (kikai 機 械 ) minggu (nichiyōbi 日 曜 日 ) minta (tanomu 頼 む; negau 願 う) minum (nomu 飲 む) minuman (nomimono 飲 み 物 ) miskin (bimbō 貧 乏 ) mobil (jidōsha 自 動 車 ) mudah (yasashii 優 しい; kantan na 簡 単 な) muka (kao 顔 ) mulai (hajimaru 始 まる) mulut (kuchi 口 ) musik (ongaku 音 楽 ) musim (kisetsu 季 節 ) musim dingin (fuyu 冬 ) musim gugur (aki 秋 ) musim hujan (uki 雨 季 ) musim kemarau (kanki 乾 季 ) musim panas (natsu 夏 ) musim semi (haru 春 ) musium (hakubutsukan 博 物 館 ) N naik (noru 乗 る; noboru 登 る; agaru 上 がる) nakal (itazura na いたずらな) nama (namae 名 前 ) nasi (gohan ご 飯 ) negara (kuni 国 ) nelayan (gyofu 漁 夫 ) nenek (soba そば; obãsan おばあさん) November (Jūichigatsu 十 一 月 ) O obat (kusuri 薬 ) Oktober (Jūgatsu 十 月 ) olah raga (undō 運 動, taisō 体 操 ) oleh-oleh (omiyage お 土 産 ) ongkos (hiyō 費 用 )

25 ongkos bis (basu dai バス 代 ) P pabrik (kōjō 工 場 ) pada (ni に) pagar (hei 塀 ) pagi (asa 朝 ) paha (momo もも) pahit (nigai 長 い) paman (oji おじ; ojisan おじさん) panas (atsui 暑 い) pandai (jōzu na 上 手 な; atama ga ii 頭 が 痛 い) panjang (nagai 長 い) panjang lebar (kuwashii 詳 しい) pantai (kaigan 海 岸 ) parawisata (kankōryokō 観 光 旅 行 ) parkir (chūsha suru 駐 車 する) pasar (ichiba 市 場 ) payung (kasa 傘 ) pedagang (shōbainin 商 売 人 ) pedas (karai からい) pedih hati (kanashimu 悲 しむ) pegawai (yakunin 役 人 ) pekerjaan (shigoto 仕 事 ) pelabuhan (minato 港 ) pelajaran (gakka 学 課 ) pemandangan (keshiki 景 色 ) pembunuh (hitogoroshi 人 殺 し) pencuri (dorobo 泥 簿 ) pendapat (iken 意 見 ) pendek (mijikai 短 い; hikui 低 い) penerjemah (tsuuyakusha 通 訳 者 ;honyakusha 翻 訳 者 ) pengadilan (seibansho 制 判 所 ) pengalaman (keiken 経 験 ) pengangguran (shitsugyōsha 失 業 者 ) pensil (enpitsu 鉛 筆 ) perangko (kitte 切 手 ) perasaan (kanjō 感 情 ) peraturan (kitei 規 定 ) percaya (shinjiru 信 じる) pergi (iku 行 く) perpustakaan (toshokan 図 書 館 ) pertemuan (kaigi 会 議 ; enkai 宴 会 ) perusahaan (kaisha 会 社 ) pesawat terbang (hikōki 飛 行 機 ) pindah (hikkosu 引 っ 越 す; iten suru 移 転 する) pinggang (koshi 腰 ) pinggul (shiri 尻 ) pintu (doa ドア; to 戸 ) pipi (hoppeta ほっぺた) pisang (banana バナナ) pisau (naifu ナイプ) pohon (ki 木 ) polisi (keisatsu 警 察 ) potret (shashin 写 真 )

26 puas (manzoku suru 満 足 する) pulang (kaeru 帰 る) putih (shiroi 白 い) putus asa (kokorobosoi 心 細 い) R rabu (suiyōbi 水 曜 日 ) ragu-ragu (mayou 迷 う) rahasiah (himitsu 秘 密 ) ramah (shinsetsu na 親 切 な; shitashii 親 しい) ramai (nigiyaka na にぎやかな) rencana (keikaku 計 画 ) restoran (resutoran レストラン) rindu (akogareru 憧 れる) ringan (karui 軽 い) roti (pan パン) ruang makan (shokudō 食 堂 ) ruang tamu (kyakuma 客 間 ) ruang tunggu (robii ロビー) ruangan (heya 部 屋 ) rumah (ie 家 ; uchi うち) rusak (kowareru 壊 れる) S sabtu (doyōbi 土 曜 日 ) sabun (sekken 石 鹸 ) sakit (byōki 病 気 ; itai 痛 い) salah (chigau 違 う; machigai 間 違 い; ayamari あやまり) sama (onaji 同 じ) sampai (tsuku 着 く) sampai~ (~ made まで) samping (soba そば) santai (nonbiri suru のんびりする) satu (ichi 一 ) saudara (kyōdai 兄 弟 ) sawah (ta 田 ; suiden 水 田 ; tanbo 田 ん ぼ) saya (watashi 私 ) sayur (yasai 野 菜 ) sedih (kanashii 悲 しい) sedikit (sukoshi 少 し; sukunai 少 ない) sehat (genki 元 気 ; kenkō 健 康 ) sejuk (suzushii 涼 しい) sekali (ikkai 一 回 ) sekitar (atari あたり) sekolah (gakkō 学 校 ) sekretaris (shoki 書 記 ) selasa (kayōbi 火 曜 日 ) sembilan (kyū 九 ) sembuh (naoru 直 る) seminggu (isshūkan 一 週 間 ) sendirian (hitori de 一 人 で, jibun de 自 分 で) senggang (hima na toki 暇 なとき) senin (getsuyōbi 月 曜 日 )

27 sepak bola (sakkã サッカー) sepatu (kutsu 靴 ) sepedah (jitensha 自 転 車 ) sepi (shizuka na 静 かな) September (Kugatsu 九 月 ) sepuluh (jū 十 ) seratus (hyaku 百 ) seribu (sen 千 ) siang (hiru 昼 ) siapa (dare 誰 ) siapa pun (dare demo だれでも) sopir (untenshu 運 転 手 ) suami (otto おっと; shujin 主 人 ; goshujin ご 主 人 ) T tadi pagi (kesa 今 朝 ) tahun (toshi 年 ) tajam (surudoi 鋭 い) taksi (takushii タクシー) taman (kōen 公 園 ) tampan (hansamu na ハンサムな) telur (tamago たまご) teman (tomodachi 友 達 ) tempat (tokoro 所 ) tempat tidur (shindai 寝 台 ) tempat tinggal (kyosho 居 所 ) tengah (mannaka 真 ん 中 ) terakhir (saigo 最 後 ) terang (akarui 明 るい) terbakar (yaketa 焼 けた) terbalik (uragaeshi 裏 返 し) terbang (tobu 飛 ぶ) terbayang (kage ni egakidasu 影 に 描 き 出 す) tergesa-gesa (isoide 急 いで; isogu 急 ぐ) terima kasih (arigatō ありがとう) tersedia (dekiru できる) tidur (neru 寝 る) tiga (san さん) tinggi (takai 高 い) tipis (usui 薄 い) topi (boshi ぼし) tua (toshi ue 年 上 ; furui 古 い) tujuh (nana 七 ; shichi しち) tugas (shukudai 宿 題 ; gimu 義 務 ) turun (oriru 降 りる) U uang (okane お 金 ) ujian (shiken 試 験 ) undangan (shōtaijō 招 待 状 ) untuk (tame ni ために) urusan (yōji 用 事 ) usahawan (kigyōsha 企 業 者 ) W

28 waktu (jikan 時 間 ; toki 時 ) wanita (onna 女 ; josei 女 性 ) warung (chiisai mise 小 さい 店 ) wisatawan (ryokōsha 所 後 者 )

ABSTRAK. lambang tertentu ada yang dilambangkan. Maka yang dilambangkan disini yaitu

ABSTRAK. lambang tertentu ada yang dilambangkan. Maka yang dilambangkan disini yaitu ABSTRAK Bahasa adalah sistem lambang yang berwujud bunyi atau ujaran.sebagai lambang tertentu ada yang dilambangkan. Maka yang dilambangkan disini yaitu suatu pengertian, suatu konsep, suatu ide, atau

Lebih terperinci

MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG

MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG Sugihartono, Drs.,M.A. media_pembelajaran@yahoo.co.jp Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang FPBS Universitas Pendidikan Indonesia Tujuan Perkuliahan 1. Mahasiswa memiliki

Lebih terperinci

ぽん ぼん. Morfem. Kata. Alomorf adalah. morfem. Morfem Bebas. Morfem Terikat 形態素 自由形態素 拘束形態素. Contoh. bagan. Definisi. Alomorf. Contoh.

ぽん ぼん. Morfem. Kata. Alomorf adalah. morfem. Morfem Bebas. Morfem Terikat 形態素 自由形態素 拘束形態素. Contoh. bagan. Definisi. Alomorf. Contoh. Kanji MORFOLOGI BAHASA JEPANG Pengantar Linguistik Jepang 7 April 2014 morfologi 形態論 けいたいろん Definisi Objek Kajian Morfologi merupakan salah satu cabang linguistik yang mengkaji tentang kata dan proses

Lebih terperinci

BJ システムについて Mengenai BJ System

BJ システムについて Mengenai BJ System BJ システムについて Mengenai BJ System BJ システムは日本語の文法 および漢字を基準にして独自に開発したシステム教材です BJ System adalah sistem pembelajaran bahasa Jepang yang berdasarkan tata bahasa dan tulisan KANJI. 文法を基準にしておりますので 汎用性の高い日本語を習得できます

Lebih terperinci

ANALISIS KONTRASTIF PENGGUNAAN KONJUNGSI /-TARA/ BAHASA JEPANG DENGAN KONJUNGSI /KALAU/ BAHASA INDONESIA

ANALISIS KONTRASTIF PENGGUNAAN KONJUNGSI /-TARA/ BAHASA JEPANG DENGAN KONJUNGSI /KALAU/ BAHASA INDONESIA ANALISIS KONTRASTIF PENGGUNAAN KONJUNGSI /-TARA/ BAHASA JEPANG DENGAN KONJUNGSI /KALAU/ BAHASA INDONESIA Bahasa adalah milik manusia yang merupakan pembeda utama antara manusia dengan makhluk lainnya didunia

Lebih terperinci

BAB IV KESIMPULAN. Penulis berkesimpulan bahwa di dalam penerjemahan kata tanya doko dan

BAB IV KESIMPULAN. Penulis berkesimpulan bahwa di dalam penerjemahan kata tanya doko dan BAB IV KESIMPULAN Penulis berkesimpulan bahwa di dalam penerjemahan kata tanya doko dan dochira terdapat dua makna, yaitu; arti terjemahan atau padanan terjemahan yang berupa padanan dinamis dan arti leksikal

Lebih terperinci

PERLUASAN MAKNA PARTIKEL DE UNTUK MENYATAKAN BAHAN DASAR PRODUKSI DALAM MAJALAH KYOU NO RYOURI ABSTRAK

PERLUASAN MAKNA PARTIKEL DE UNTUK MENYATAKAN BAHAN DASAR PRODUKSI DALAM MAJALAH KYOU NO RYOURI ABSTRAK PERLUASAN MAKNA PARTIKEL DE UNTUK MENYATAKAN BAHAN DASAR PRODUKSI DALAM MAJALAH KYOU NO RYOURI ABSTRAK Secara umum, bahasa merupakan alat komunikasi yang hanya dimiliki oleh manusia. Ilmu yang mempelajari

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. Mengenai definisi kelas kata Jepang (hinshi) Noda (1991 : 38) mengatakan :

Bab 2. Landasan Teori. Mengenai definisi kelas kata Jepang (hinshi) Noda (1991 : 38) mengatakan : Bab 2 Landasan Teori 2.1 Teori Hinshi 品詞 Mengenai definisi kelas kata Jepang (hinshi) Noda (1991 : 38) mengatakan : 品詞というのはその語が文の中でどう使われているかで分類したものではなく ひとつひとつの語が潜在的な性質を調べて 日本語なら日本語の中にあるすべての語をグループ分けしたものです

Lebih terperinci

ABSTRAK. tujuan. Ketika kita berbahasa, orang lain dapat mengerti apa maksud, ide, pesan,

ABSTRAK. tujuan. Ketika kita berbahasa, orang lain dapat mengerti apa maksud, ide, pesan, ABSTRAK Bahasa merupakan sarana komunikasi untuk menyampaikan suatu maksud dan tujuan. Ketika kita berbahasa, orang lain dapat mengerti apa maksud, ide, pesan, perasaan dan pendapat yang kita utarakan.

Lebih terperinci

membahas dari penggunaan dan arti tiga kata kerja tersebut,...ok,...he,.,he,.,he,.,.

membahas dari penggunaan dan arti tiga kata kerja tersebut,...ok,...he,.,he,.,he,.,. 1.Dasar nya :Unkapan Pemberian dan Penerimaan Di bagian ini saya akan membahas lebih dalam mengenai pola kalimat sopan,.yang inti dari pelajaran bahasa jepang level 3 yaitu pola kalimat sopan,bentuk sopan

Lebih terperinci

SOAL PRE TEST. A. Pilihlah jawaban yang tepat untuk melengkapi kalimat di bawah ini! は に を ) やすみですか

SOAL PRE TEST. A. Pilihlah jawaban yang tepat untuk melengkapi kalimat di bawah ini! は に を ) やすみですか Lampiran I SOAL PRE TEST NIM : A. Pilihlah jawaban yang tepat untuk melengkapi kalimat di bawah ini! れいあした例 : 明日 授業 ( は に を ) やすみですか くうこう 1. 私は母とタクシー ( に を で ) 空港へ行きました はいたた 2. 歯 ( で は が ) 痛いですから 何も食べないです

Lebih terperinci

Dikerjakan O L E H SUNITA BR

Dikerjakan O L E H SUNITA BR PEMAKAIAN KATA (KABURU, KAKERU, HAKU, H KIRU, SURU) DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG NIHONGO NO BUNSHOU U NO (KABURU, KAKERU, HAKU, KIRU, SURU) NO KOTOBA NO SHIYOU KERTAS KARYA Dikerjakan O L E H SUNITA BR

Lebih terperinci

3. Dimasa mendatang, saya bermaksud menjadi pelukis terkenal. ~ つもりです. 4. Sekarang, pertandingan baseball dapat ditonton di televisi.

3. Dimasa mendatang, saya bermaksud menjadi pelukis terkenal. ~ つもりです. 4. Sekarang, pertandingan baseball dapat ditonton di televisi. Lampiran 1 Soal Pre Test Terjemahkan kedalam bahasa jepang! 1. Anda boleh mengambil foto. ~てもいいです 2. Mandi ofuro Sambil bernyanyi. ~ ながら 3. Dimasa mendatang, saya bermaksud menjadi pelukis terkenal. ~

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS DATA. instrumen. Dan kemudian akan dilanjutkan dengan pemaparan hasil jawaban setiap soal

BAB 3 ANALISIS DATA. instrumen. Dan kemudian akan dilanjutkan dengan pemaparan hasil jawaban setiap soal BAB 3 ANALISIS DATA Dalam Bab 3 ini, saya akan menjelaskan mengenai spesifikasi kuesioner dan validasi instrumen. Dan kemudian akan dilanjutkan dengan pemaparan hasil jawaban setiap soal kuesioner yang

Lebih terperinci

ビナ ヌサンタラ大学日本語科三年生にみられる ~ てある と ~ ておく という動詞の使用能力の分析

ビナ ヌサンタラ大学日本語科三年生にみられる ~ てある と ~ ておく という動詞の使用能力の分析 ビナ ヌサンタラ大学日本語科三年生にみられる ~ てある と ~ ておく という動詞の使用能力の分析 エマラマアジザ 1000878012 ビナヌサンタラ大学 文学部日本語科 2011 Angket Kemampuan Penggunaan Hyougen ~te aru ~ てある dan ~te oku ~ ておく Sumber soal adalah Kiso Hyougen 50 to Sono

Lebih terperinci

映画 野ブタをプロデュース における社会的 現象 苛め の分析

映画 野ブタをプロデュース における社会的 現象 苛め の分析 映画 野ブタをプロデュース における社会的 現象 苛め の分析 ノフィセチアワチ 0142012 マラナターキリスト教大学文学部日本語学科バンドン 2007 序論 苛めとは 弱い者を痛めつけることである 痛めつける方法は肉体的にも非肉体的つまり精神的によって為すことが出来る それにより 苛めを受ける人間は苦悩を味わうのである よく言われるように 日本の社会では集団が大きな役割を果しているのである 中根

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. Istilah sintaksis dalam bahasa Jepang disebut dengan togoron 続語論 atau

Bab 2. Landasan Teori. Istilah sintaksis dalam bahasa Jepang disebut dengan togoron 続語論 atau Bab 2 Landasan Teori 2.1 Teori Hinshi 品詞 Istilah sintaksis dalam bahasa Jepang disebut dengan togoron 続語論 atau シンタクス. Sutedi (2003, hal.61) berpendapat bahwa sintaksis adalah cabang linguistik yang mengkaji

Lebih terperinci

KARAOKE SEBAGAI MEDIA UNTUK DEALING BISNIS DAN RELAKSASI BAGI PELAKU BISNIS DAN WISATAWAN ASING DI JUN EXECUTIVE KARAOKE HOTEL SAVOY HOMANN

KARAOKE SEBAGAI MEDIA UNTUK DEALING BISNIS DAN RELAKSASI BAGI PELAKU BISNIS DAN WISATAWAN ASING DI JUN EXECUTIVE KARAOKE HOTEL SAVOY HOMANN KARAOKE SEBAGAI MEDIA UNTUK DEALING BISNIS DAN RELAKSASI BAGI PELAKU BISNIS DAN WISATAWAN ASING DI JUN EXECUTIVE KARAOKE HOTEL SAVOY HOMANN SAVOY HOMANN ホテルのエグセクテイブカラオケ JUN はビジネスマンの商談や海外の旅行者をリラックスさせるための憩いの憩いの場所

Lebih terperinci

BAB 2. Landasan Teori

BAB 2. Landasan Teori BAB 2 Landasan Teori Dalam bab ini, penulis akan menguraikan landasan teori yang dibagi menjadi tiga bagian yaitu teori hinshi 品詞, teori kandoushi 感動詞, dan teori iya い や. 2.1 Teori Hinshi 品詞 Masuoka dan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Keigo Pada bab ini penulis akan mengemukakan beberapa teori yang akan digunakan untuk menganalisis data. 2.1.1 Defenisi Keigo Menurut Hirabayashi, Hama (1988:1) dalam 外国人のため日本語例文

Lebih terperinci

SILABUS MATA KULIAH. Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang

SILABUS MATA KULIAH. Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang SILABUS MATA KULIAH Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang A. Identitas Mata Kuliah Mata Kuliah/Kode : Jokyu Kaiwa I/JP 301 Bobot : 2 SKS Semester : 5 Jenjang : S-1 Dosen : Herniwati, S.Pd. M.Hum. Linna Meilia

Lebih terperinci

FPBS AWARD 2008 INOVASI PEMBELAJARAN KANJI DENGAN MULTIMEDIA DI JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA JEPANG FPBS UPI. Oleh : Dra Renariah. M. Hum.

FPBS AWARD 2008 INOVASI PEMBELAJARAN KANJI DENGAN MULTIMEDIA DI JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA JEPANG FPBS UPI. Oleh : Dra Renariah. M. Hum. FPBS AWARD 2008 INOVASI PEMBELAJARAN KANJI DENGAN MULTIMEDIA DI JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA JEPANG FPBS UPI Oleh : Dra Renariah. M. Hum. (131476592) Herniwati, S.Pd, M.Hum (132149371) JURUSAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. kata memiliki fungsi yang sangat penting dalam pembentukan suatu kalimat.

Bab 2. Landasan Teori. kata memiliki fungsi yang sangat penting dalam pembentukan suatu kalimat. Bab 2 Landasan Teori 2.1 Kelas Kata Seperti halnya bahasa lain, dalam bahasa Jepang juga terdapat kelas kata. Setiap kelas kata memiliki fungsi yang sangat penting dalam pembentukan suatu kalimat. Menurut

Lebih terperinci

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008 UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008 PANDUAN MATERI SMA DAN MA BAHASA JEPANG PROGRAM STUDI BAHASA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN BALITBANG DEPDIKNAS KATA PENGANTAR Dalam rangka sosialisasi kebijakan dan

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN JITSUYO KAIWA I (JP 301) SEMESTER 6 /TINGKAT III

SATUAN ACARA PERKULIAHAN JITSUYO KAIWA I (JP 301) SEMESTER 6 /TINGKAT III SATUAN ACARA PERKULIAHAN SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2009/2010 JITSUYO KAIWA I (JP 301) SEMESTER 6 /TINGKAT III TEAM PENYUSUN HERNIWATI, S.PD.M.HUM JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA JEPANG FAKULTAS PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PENGGUNAAN FUKUSHI DALAM SURAT KABAR ONLINE ASAHI SHIMBUN EDISI 9 DAN 10 FEBRUARI 2015

PENGGUNAAN FUKUSHI DALAM SURAT KABAR ONLINE ASAHI SHIMBUN EDISI 9 DAN 10 FEBRUARI 2015 PENGGUNAAN FUKUSHI DALAM SURAT KABAR ONLINE ASAHI SHIMBUN EDISI 9 DAN 10 FEBRUARI 2015 SKRIPSI OLEH : IKA KURNIAWATI ANDIANA 115110607111008 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG FAKULTAS ILMU BUDAYA

Lebih terperinci

難民認定申請書 ( 再申請用 ) Permohonan Untuk Memperoleh Status Pengungsi (Untuk Permohonan Ulang)

難民認定申請書 ( 再申請用 ) Permohonan Untuk Memperoleh Status Pengungsi (Untuk Permohonan Ulang) 別記第七十四号の二様式 ( 第五十五条関係 ) Formulir lampiran nomor 74-2 (Berhubungan dengan Pasal 55) インドネシア語 日本国政府法務省 Kementerian Kehakiman Jepang 難民認定申請書 ( 再申請用 ) Permohonan Untuk Memperoleh Status Pengungsi (Untuk Permohonan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu bahasa yang cukup diminati oleh pembelajar bahasa asing di

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu bahasa yang cukup diminati oleh pembelajar bahasa asing di BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu bahasa yang cukup diminati oleh pembelajar bahasa asing di Indonesia adalah bahasa Jepang. Dalam bahasa Jepang itu sendiri terdapat berbagai macam struktur

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN JOKYU KAIWA I (JP 301) SEMESTER 3 GASAL /TINGKAT II

SATUAN ACARA PERKULIAHAN JOKYU KAIWA I (JP 301) SEMESTER 3 GASAL /TINGKAT II SATUAN ACARA PERKULIAHAN SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2009/2010 JOKYU KAIWA I (JP 301) SEMESTER 3 GASAL /TINGKAT II TEAM PENYUSUN HERNIWATI, S.PD.M.HUM JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA JEPANG FAKULTAS PENDIDIKAN

Lebih terperinci

KISI KISI SOAL POSTTEST. Kompetensi Dasar 毎日の生活

KISI KISI SOAL POSTTEST. Kompetensi Dasar 毎日の生活 KISI KISI SOAL POSTTEST Satuan Pendidikan : SMA Mata Pelajaran : Bahasa Jepang Kelas / Semester : XII / 2 Alokasi Waktu : 10 Menit Jumlah Soal : 20 butir Penulis : Azka D. Nurilmatin N o Standar Kompetensi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan sosial masyarakat yang digunakan di berbagai negara sangat beragam.

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan sosial masyarakat yang digunakan di berbagai negara sangat beragam. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa sebagai alat komunikasi untuk berinteraksi antara individu dalam kehidupan sosial masyarakat yang digunakan di berbagai negara sangat beragam. Keberagaman bahasa

Lebih terperinci

BAB 2. Tinjauan Pustaka

BAB 2. Tinjauan Pustaka BAB 2 Tinjauan Pustaka Untuk mendukung penulis dalam menganalisa data, penulis akan menjelaskan teoriteori yang akan digunakan dalam penulisan ini. Teori yang akan digunakan mencakup konsep kanji dan teori

Lebih terperinci

HIBAH KOMPETITIF UPI TAHUN ANGGARAN 2009 ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN MENYIMAK MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA JEPANG FPBS UPI

HIBAH KOMPETITIF UPI TAHUN ANGGARAN 2009 ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN MENYIMAK MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA JEPANG FPBS UPI LAPORAN PENELITIAN HIBAH KOMPETITIF UPI TAHUN ANGGARAN 2009 ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN MENYIMAK MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA JEPANG FPBS UPI Oleh: Dra. Melia Dewi Judiasri, M.Hum., M.Pd. Herniwati,

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. Masuoka dan Takubo (1992, hal.8), mengungkapkan bahwa Hinshi 品詞 atau. kelas kata dibagi menjadi sebelas jenis, diantaranya:

Bab 2. Landasan Teori. Masuoka dan Takubo (1992, hal.8), mengungkapkan bahwa Hinshi 品詞 atau. kelas kata dibagi menjadi sebelas jenis, diantaranya: Bab 2 Landasan Teori 2.1 Teori Hinshi 品詞 品詞 Masuoka dan Takubo (1992, hal.8), mengungkapkan bahwa Hinshi 品詞 atau kelas kata dibagi menjadi sebelas jenis, diantaranya: 1. Doushi 動詞 (verba), yaitu kelas

Lebih terperinci

ENJO KOUSAI SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PENYIMPANGAN REMAJA DI JEPANG SKRIPSI DIAJUKAN SEBAGAI SALAH SATU PRASYARAT MENDAPAT GELAR SARJANA SASTRA

ENJO KOUSAI SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PENYIMPANGAN REMAJA DI JEPANG SKRIPSI DIAJUKAN SEBAGAI SALAH SATU PRASYARAT MENDAPAT GELAR SARJANA SASTRA ENJO KOUSAI SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PENYIMPANGAN REMAJA DI JEPANG SKRIPSI DIAJUKAN SEBAGAI SALAH SATU PRASYARAT MENDAPAT GELAR SARJANA SASTRA ICHSAN SALIM 2012110152 PROGRAM STUDI SASTRA JEPANG FAKULTAS

Lebih terperinci

SHJ Student Voice. For Indonesian Students. SHJ Language School

SHJ Student Voice. For Indonesian Students. SHJ Language School SHJ 201 7 Student Voice For Indonesian Students SHJ Language School 留学生アンケート 名前 :Miranti Yunita 年齢 :26 性別 : 男 女 アルバイト : 無 有 らいにちねんげつ 来日年月 たいざいきかん 2015 年 6 月滞在期間 15 ヶ月 もくてき 1 日本へ留学する目的について ( どうして日本への留学を選んだか?

Lebih terperinci

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN PERCAKAPAN BAGI PENGAJAR BAHASA JEPANG

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN PERCAKAPAN BAGI PENGAJAR BAHASA JEPANG UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN PERCAKAPAN BAGI PENGAJAR BAHASA JEPANG Sugihartono, Drs. M.A. Work Shop Pendidikan Bahasa Jepang FPS UPI 2009 FAKTOR KEMAMPUAN BERCAKAP-CAKAP Faktor kemampuan memahami melalui

Lebih terperinci

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN VERBA BAHASA JEPANG YANG BERMAKNA MEMAKAI PADA MAHASISWA TINGKAT II DPBJ FPBS UPI

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN VERBA BAHASA JEPANG YANG BERMAKNA MEMAKAI PADA MAHASISWA TINGKAT II DPBJ FPBS UPI ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN VERBA BAHASA JEPANG YANG BERMAKNA MEMAKAI PADA MAHASISWA TINGKAT II DPBJ FPBS UPI DENNY KUSNO NURRAKHMAN, Herniwati 1, Linna Meilia Rasiban 2 Departemen Pendidikan Bahasa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dari tahap perencanaan, pengumpulan data, pengolahan data, sampai pada. tahap pengambilan kesimpulannya (Sutedi, 2005:45).

BAB III METODE PENELITIAN. dari tahap perencanaan, pengumpulan data, pengolahan data, sampai pada. tahap pengambilan kesimpulannya (Sutedi, 2005:45). BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan prosedur dan langkah kerja yang digunakan dalam kegiatan penelitian secara teratur dan sistematis, mulai dari tahap perencanaan,

Lebih terperinci

ANALISIS KESALAHAN BAHASA JEPANG DILIHAT DARI LATAR BELAKANG CARA PEMEROLEHAN BAHASANYA. Oleh: Juju Juangsih, M.Pd

ANALISIS KESALAHAN BAHASA JEPANG DILIHAT DARI LATAR BELAKANG CARA PEMEROLEHAN BAHASANYA. Oleh: Juju Juangsih, M.Pd ANALISIS KESALAHAN BAHASA JEPANG DILIHAT DARI LATAR BELAKANG CARA PEMEROLEHAN BAHASANYA Oleh: Juju Juangsih, M.Pd Abstraksi Penelitian ini menganalisis tentang kesalahan pembelajar bahasa Jepang dilihat

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. 2.1 Definisi Makna Peribahasa Menurut Orang Jepang dan Orang Indonesia Definisi Makna Peribahasa Menurut Orang Jepang

Bab 2. Landasan Teori. 2.1 Definisi Makna Peribahasa Menurut Orang Jepang dan Orang Indonesia Definisi Makna Peribahasa Menurut Orang Jepang Bab 2 Landasan Teori 2.1 Definisi Makna Peribahasa Menurut Orang Jepang dan Orang Indonesia 2.1.1 Definisi Makna Peribahasa Menurut Orang Jepang Menurut Fujisawa (1981) dalam bukunya yang berjudul Zusetsu

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. baik dalam memberikan penjelasan tentang hubungan antara satu kata dengan kata

Bab 2. Landasan Teori. baik dalam memberikan penjelasan tentang hubungan antara satu kata dengan kata Bab 2 Landasan Teori 2.1 Definisi Joshi( 助詞 ) Dalam kalimat bahasa Jepang, joshi( 助詞 )memiliki peranan yang sangat vital, baik dalam memberikan penjelasan tentang hubungan antara satu kata dengan kata

Lebih terperinci

Berapa Harganya? いくらですか

Berapa Harganya? いくらですか Berapa Harganya? いくらですか i Copyright Ahmad Hasnan Artikel ini boleh dicopy,diubah, dikutip, di cetak dalam media kertas atau yang lain, dipublikasikan kembali dalam berbagai bentuk dengan tetap mencantumkan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode BAB III METODOLOGI PENELITIAN III.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Metode Eksperimen adalah metode untuk menguji efektivitas dan efisiensi

Lebih terperinci

BAB III PENGGUNAAN VERBA BANTU KEINGINAN DALAM BAHASA JEPANG. pertama dan orang kedua. Yang mana pola kalimat hoshii adalah:

BAB III PENGGUNAAN VERBA BANTU KEINGINAN DALAM BAHASA JEPANG. pertama dan orang kedua. Yang mana pola kalimat hoshii adalah: BAB III PENGGUNAAN VERBA BANTU KEINGINAN DALAM BAHASA JEPANG 3.1. Penggunaan Hoshii Hoshii adalah verba bantu yang menyatakan pengharapan/keinginan orang pertama dan orang kedua. Yang mana pola kalimat

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. Pada bab ini akan menjelaskan teori-teori yang akan digunakan. Teori yang akan

Bab 2. Landasan Teori. Pada bab ini akan menjelaskan teori-teori yang akan digunakan. Teori yang akan Bab 2 Landasan Teori Pada bab ini akan menjelaskan teori-teori yang akan digunakan. Teori yang akan digunakan adalah konsep dalam bahasa Jepang, konsep kanji, teori pembentukkan kanji (rikusho) dan nikuzuki

Lebih terperinci

SILABUS SHOKYU HYOUKI I (JP 105) SEMESTER 1/TINGKAT I

SILABUS SHOKYU HYOUKI I (JP 105) SEMESTER 1/TINGKAT I SILABUS SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2011/2012 SHOKYU HYOUKI I (JP 105) SEMESTER 1/TINGKAT I TEAM PENYUSUN HERNIWATI, M.Hum. NOVIYANTI ANEROS, S.S, M.A. JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA JEPANG FAKULTAS PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PENERAPAN STUDENT CENTERED LEARNING PADA MATA KULIAH DOKKAI SEMESTER 5 Riri Hendriati Fakultas Sastra / Jurusan Sastra Jepang.

PENERAPAN STUDENT CENTERED LEARNING PADA MATA KULIAH DOKKAI SEMESTER 5 Riri Hendriati Fakultas Sastra / Jurusan Sastra Jepang. PENERAPAN STUDENT CENTERED LEARNING PADA MATA KULIAH DOKKAI SEMESTER 5 Riri Hendriati Fakultas Sastra / Jurusan Sastra Jepang Abstrak Fokus penelitian ini adalah penerapan metode pembelajaran yang berpusat

Lebih terperinci

Bab 4. Simpulan dan Saran. Pada bab ini penulis akan memberikan Simpulan dari hasil analisis mengenai makna

Bab 4. Simpulan dan Saran. Pada bab ini penulis akan memberikan Simpulan dari hasil analisis mengenai makna Bab 4 Simpulan dan Saran Pada bab ini penulis akan memberikan Simpulan dari hasil analisis mengenai makna figuratif yang terdapat dalam komik Crayon Shinchan Vol.32 sebagai bahasa sasaran dan manga クレヨンしんちゃん

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori

Bab 2. Landasan Teori Bab 2 Landasan Teori 2.1. Teori Hinshi 品詞 Istilah sintaksis dalam bahasa Jepang disebut dengan 続語論 atau シンタクス. Sutedi (2003: 61), berpendapat bahwa sintaksis adalah cabang linguistik yang mengkaji tentang

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DALAM MENYIMAK BAHASA JEPANG TERKAIT DENGAN BENTUK PILIHAN JAWABAN SOAL YANG DIALAMI MAHASISWA DI BALI

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DALAM MENYIMAK BAHASA JEPANG TERKAIT DENGAN BENTUK PILIHAN JAWABAN SOAL YANG DIALAMI MAHASISWA DI BALI IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DALAM MENYIMAK BAHASA JEPANG TERKAIT DENGAN BENTUK PILIHAN JAWABAN SOAL YANG DIALAMI MAHASISWA DI BALI Desak Made Sri Mardani Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Pendidikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. struktur inilah menjadikan struktur bahasa Jepang menarik. Salah satunya disebabkan

BAB I PENDAHULUAN. struktur inilah menjadikan struktur bahasa Jepang menarik. Salah satunya disebabkan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa Jepang merupakan bahasa yang kaya akan struktur. Keberagaman struktur inilah menjadikan struktur bahasa Jepang menarik. Salah satunya disebabkan karena

Lebih terperinci

BAB 3. Analisis Data. Pada bab ini, peneliti akan melakukan analisis dalam kalimat yang menggunakan verba bantu

BAB 3. Analisis Data. Pada bab ini, peneliti akan melakukan analisis dalam kalimat yang menggunakan verba bantu BAB 3 Analisis Data Pada bab ini, peneliti akan melakukan analisis dalam kalimat yang menggunakan verba bantu のだ dalam novel Yaneura no Shoujo dan membaginya menjadi empat sub bab. 3.1 Analisis Fungsi

Lebih terperinci

Bab 3. Analisis Data. oleh tokoh ibu, yang tercermin melalui drama Freeter, Ie wo Kau. Dalam drama ini

Bab 3. Analisis Data. oleh tokoh ibu, yang tercermin melalui drama Freeter, Ie wo Kau. Dalam drama ini Bab 3 Analisis Data Dalam bab ini, penulis akan menganalisis penyebab gangguan depresi yang dialami oleh tokoh ibu, yang tercermin melalui drama Freeter, Ie wo Kau. Dalam drama ini diceritakan tentang

Lebih terperinci

ANALISIS PEMAKAIAN PARTIKEL ~NI DAN ~DE DALAM BAHASA JEPANG (Studi kasus pada Mahasiswa Semester III)

ANALISIS PEMAKAIAN PARTIKEL ~NI DAN ~DE DALAM BAHASA JEPANG (Studi kasus pada Mahasiswa Semester III) ANALISIS PEMAKAIAN PARTIKEL ~NI DAN ~DE DALAM BAHASA JEPANG (Studi kasus pada Mahasiswa Semester III) Hargo Saptaji, Hani Wahyuningtias, Julia Pane, ABSTRAK Dalam Bahasa Jepang, partikel (joshi) sangat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Banyak ahli yang sudah mengemukakan definisi bahasa dengan caranya masingmasing.

BAB I PENDAHULUAN. Banyak ahli yang sudah mengemukakan definisi bahasa dengan caranya masingmasing. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Banyak ahli yang sudah mengemukakan definisi bahasa dengan caranya masingmasing. Namun, secara garis besar Bahasa sebagai alat komunikasi adalah definisi singkat yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sehari-hari. Salah satu fungsi bahasa yaitu dengan berbahasa manusia dapat

BAB I PENDAHULUAN. sehari-hari. Salah satu fungsi bahasa yaitu dengan berbahasa manusia dapat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa merupakan sarana yang digunakan oleh manusia dalam kegiatannya sehari-hari. Salah satu fungsi bahasa yaitu dengan berbahasa manusia dapat berkomunikasi dengan

Lebih terperinci

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2006/2007

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2006/2007 UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2006/2007 PANDUAN MATERI SMA DAN MA BAHASA JEPANG PROGRAM STUDI BAHASA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN BALITBANG DEPDIKNAS KATA PENGANTAR Dalam rangka sosialisasi kebijakan dan

Lebih terperinci

LANDASAN TEORI. Menurut Niwa saburo (1998 : 2005/03/18 ) bahwa: とも や っけ って か. menurut gendai nihongo bunpo gaisetsu adalah sebagai berikut :

LANDASAN TEORI. Menurut Niwa saburo (1998 : 2005/03/18 ) bahwa: とも や っけ って か. menurut gendai nihongo bunpo gaisetsu adalah sebagai berikut : 7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Teori shuujoshi Menurut Niwa saburo (1998 : 2005/03/18 ) bahwa: とも や っけ って か ぜ ぞ さ わ よ ね disebut sebagai shuujoshi. Yang dimaksud dengan shuujoshi menurut gendai nihongo bunpo

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Sutedi (2003:2) mengatakan, Bahasa digunakan sebagai alat untuk

BAB 1 PENDAHULUAN. Sutedi (2003:2) mengatakan, Bahasa digunakan sebagai alat untuk BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Prawiroatmodjo & Hoed (1997:115) dalam Dasar Dasar Linguistik Umum, menyatakan peranan bahasa sebagai berikut: Peranan bahasa dalam kehidupan manusia besar sekali.

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. Sintaksis merupakan salah satu bidang kajian dalam linguistik.sintaksis berasal

Bab 2. Landasan Teori. Sintaksis merupakan salah satu bidang kajian dalam linguistik.sintaksis berasal Bab 2 Landasan Teori 2.1. Teori Sintaksis Sintaksis merupakan salah satu bidang kajian dalam linguistik.sintaksis berasal dari bahasa Yunani sun yang berarti dengan dan kata tattein yang berarti menempatkan.

Lebih terperinci

家族構成 Susunan Keluarga 続柄 氏 名 生年月日 性別 国籍 地域 ( 又は常居所を Hubungan Nama Tanggal Lahir きょうだい ( 計 人 ) ( 注 )6 人以上は別紙を提出してください Saudara (Jumlah ) (Catatan) Jika

家族構成 Susunan Keluarga 続柄 氏 名 生年月日 性別 国籍 地域 ( 又は常居所を Hubungan Nama Tanggal Lahir きょうだい ( 計 人 ) ( 注 )6 人以上は別紙を提出してください Saudara (Jumlah ) (Catatan) Jika 別記第七十四号様式 ( 第五十五条関係 ) Formulir lampiran nomor 74 (Berhubungan dengan Pasal 55) 日本国政府法務省 Kementerian Kehakiman Jepang 法務大臣殿 Kepada: Bapak/Ibu Menteri Kehakiman 氏 Nama 名 生年月日 Tanggal Lahir 国籍 地域 ( 又は常居所を有していた国名

Lebih terperinci

BAB 2. Landasan Teori

BAB 2. Landasan Teori BAB 2 Landasan Teori 2.1 Teori Hinshi Agar memperoleh ketepatan dalam penggunaan kata pada sebuah kalimat, maka diperlukan pengetahuan untuk menguasai makna dan konsep dalam kata-kata yang dipilih. Pengetahuan

Lebih terperinci

BAB II SOFTWERE JLOOK UP. Softwere kamus Jlook up adalah softwere kamus Jepang yang cukup

BAB II SOFTWERE JLOOK UP. Softwere kamus Jlook up adalah softwere kamus Jepang yang cukup BAB II SOFTWERE JLOOK UP 2.1 SOFTWERE KAMUS JLOOK UP Softwere kamus Jlook up adalah softwere kamus Jepang yang cukup handal, karena di samping dapat mengartikan bahasa Jepang ke Inggris dan begitu juga

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG JOSHI

BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG JOSHI BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG JOSHI 2.1 Pengertian Joshi Joshi memiliki beberapa pengertian. Salah satu pengertian joshi dapat dilihat dari penulisannya. Istilah joshi ditulis dengan dua buah huruf kanji.

Lebih terperinci

GAIRAIGO DI KALANGAN BAHASA ANAK MUDA JEPANG DALAM FILM KAMEN RIDER GAIM EPISODE 01-12

GAIRAIGO DI KALANGAN BAHASA ANAK MUDA JEPANG DALAM FILM KAMEN RIDER GAIM EPISODE 01-12 GAIRAIGO DI KALANGAN BAHASA ANAK MUDA JEPANG DALAM FILM KAMEN RIDER GAIM EPISODE 01-12 SKRIPSI OLEH: AHMAD ALFIAN NIM 105110213111001 PROGRAM STUDI S1 SASTRA JEPANG JURUSAN BAHASA DAN SASTRA FAKULTAS ILMU

Lebih terperinci

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ii HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI Skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri, dan semua sumber baik yang dikutip maupun yang dirujuk telah saya nyatakan dengan benar. Nama : Risanti Baiduri NIM :

Lebih terperinci

BAB II JOSHI. berarti klasifikasi kelas kata berdasarkan berbagai karakteristiknya secara. dalam dua kelompok besar, yakni jiritsugo dan fuzokugo.

BAB II JOSHI. berarti klasifikasi kelas kata berdasarkan berbagai karakteristiknya secara. dalam dua kelompok besar, yakni jiritsugo dan fuzokugo. BAB II JOSHI 2.1 Pengertian Joshi Di dalam gramatika bahasa Jepang terdapat pembagian kelas kata yang disebut hinshi bunrui. Hinshi berarti jenis kata atau kelas kata, sedangkan bunrui berarti penggolongan,

Lebih terperinci

Kepada Yth. Bapak / Ibu Pimpinan Perusahaan Bapak / Ibu Pemilik Restoran Jepang. Perihal : Permohonan Partisipasi Miss Sakura SAKURA Matsuri

Kepada Yth. Bapak / Ibu Pimpinan Perusahaan Bapak / Ibu Pemilik Restoran Jepang. Perihal : Permohonan Partisipasi Miss Sakura SAKURA Matsuri Cikarang, 19 Maret 2016 Kepada Yth. Bapak / Ibu Pimpinan Perusahaan Bapak / Ibu Pemilik Restoran Jepang No. 004/SM/III/2016 Perihal : Permohonan Partisipasi Miss Sakura SAKURA Matsuri Dengan hormat, Bersama

Lebih terperinci

PENGGUNAAN SHUUJOSHI JOSEIGO DAN DANSEIGO DALAM KOMIK NIHONJIN NO SHIRANAI NIHONGO VOLUME 1 DAN 2 KARYA HEBIZOU DAN UMINO NAGIKO SKRIPSI

PENGGUNAAN SHUUJOSHI JOSEIGO DAN DANSEIGO DALAM KOMIK NIHONJIN NO SHIRANAI NIHONGO VOLUME 1 DAN 2 KARYA HEBIZOU DAN UMINO NAGIKO SKRIPSI PENGGUNAAN SHUUJOSHI JOSEIGO DAN DANSEIGO DALAM KOMIK NIHONJIN NO SHIRANAI NIHONGO VOLUME 1 DAN 2 KARYA HEBIZOU DAN UMINO NAGIKO SKRIPSI OLEH DESY NITA SANJAYA 0911120088 PROGRAM STUDI SASTRA JEPANG JURUSAN

Lebih terperinci

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN PRONOMINA DEMONSTRATIVA SISWA KELAS XII BAHASA TAHUN AJARAN 2013/2014 DI SMA NEGERI 1 BATU SKRIPSI

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN PRONOMINA DEMONSTRATIVA SISWA KELAS XII BAHASA TAHUN AJARAN 2013/2014 DI SMA NEGERI 1 BATU SKRIPSI ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN PRONOMINA DEMONSTRATIVA SISWA KELAS XII BAHASA TAHUN AJARAN 2013/2014 DI SMA NEGERI 1 BATU SKRIPSI OLEH FIRA JEDI INSANI NIM : 105110201111050 PROGRAM STUDI S1 SASTRA JEPANG

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori

Bab 2. Landasan Teori Bab 2 Landasan Teori 2.1 Sinonim dan Sinonimi Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) makna dari kata sinonim adalah bentuk bahasa yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk bahasa lain. Sedangkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Setiap bahasa memiliki nuansa makna yang berbeda pada setiap struktur

BAB I PENDAHULUAN. Setiap bahasa memiliki nuansa makna yang berbeda pada setiap struktur BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap bahasa memiliki nuansa makna yang berbeda pada setiap struktur kalimatnya. Makna kalimat tersebut ditandai dengan hadirnya tanda baca, atau kata-kata

Lebih terperinci

Bab 5. Ringkasan. Bahasa merupakan media untuk menyampaikan ( 伝達 ) suatu makna kepada

Bab 5. Ringkasan. Bahasa merupakan media untuk menyampaikan ( 伝達 ) suatu makna kepada Bab 5 Ringkasan Bahasa merupakan media untuk menyampaikan ( 伝達 ) suatu makna kepada seseorang baik secara lisan maupun secara tertulis. Dan dalam kasus menikmati karya tulis, suatu karya tulis bahasa asing

Lebih terperinci

KENDALA YANG DIHADAPI TENAGA KERJA ASING ORANG JEPANG YANG TINGGAL DI INDONESIA (KHUSUSNYA DI WILAYAH JAKARTA DAN BEKASI)

KENDALA YANG DIHADAPI TENAGA KERJA ASING ORANG JEPANG YANG TINGGAL DI INDONESIA (KHUSUSNYA DI WILAYAH JAKARTA DAN BEKASI) KENDALA YANG DIHADAPI TENAGA KERJA ASING ORANG JEPANG YANG TINGGAL DI INDONESIA (KHUSUSNYA DI WILAYAH JAKARTA DAN BEKASI) SKRIPSI Diajukan sebagai persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Sastra WAETI

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. Menurut James (1:1998), analisis kesalahan merupakan suatu proses kejadian yang

Bab 2. Landasan Teori. Menurut James (1:1998), analisis kesalahan merupakan suatu proses kejadian yang Bab 2 Landasan Teori 2.1 Teori Analisis Kesalahan Berbahasa Menurut James (1:1998), analisis kesalahan merupakan suatu proses kejadian yang alami maupun tidak, sebab dan akibat dari suatu kesalahan berbahasa.

Lebih terperinci

Dhiar Rachma Diyanthi, Melia Dewi Judiasri 1, Dianni Risda 2. Abstrak

Dhiar Rachma Diyanthi, Melia Dewi Judiasri 1, Dianni Risda 2. Abstrak Diyanthi, Judiasri, Risda, The Effectivity of Cooperative Learning EFEKTIVITAS METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE INSIDE-OUTSIDE CIRCLE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA JEPANG (PENELITIAN EKSPERIMEN

Lebih terperinci

JEPANG ANGKATAN 2013 UNIVERSITAS BRAWIJAYA SKRIPSI

JEPANG ANGKATAN 2013 UNIVERSITAS BRAWIJAYA SKRIPSI PENGGUNAAN TSUMORI ( つもり ) DAN TO OMOIMASU ( と思います ) PADA MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA JEPANG ANGKATAN 2013 UNIVERSITAS BRAWIJAYA SKRIPSI OLEH : PUTRI EKA SARI NIM: 115110601111022 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

Bab 3. Analisis Data. Sebagaimana yang telah diceritakan secara singkat mengenai dongeng Urashima

Bab 3. Analisis Data. Sebagaimana yang telah diceritakan secara singkat mengenai dongeng Urashima Bab 3 Analisis Data 3.1 Analisis Giri dan Ninjou Dalam Urashima Tarou Sebagaimana yang telah diceritakan secara singkat mengenai dongeng Urashima Tarou dalam Nihon Ohanashi Meisakuzensyuu 2 Urashima Tarou

Lebih terperinci

ANALISIS KESALAHAN PENGUCAPAN INTONASI JODOUSHI でしょう PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI SASTRA JEPANG ANGKATAN 2010 UNIVERSITAS BRAWIJAYA KARYA ILMIAH

ANALISIS KESALAHAN PENGUCAPAN INTONASI JODOUSHI でしょう PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI SASTRA JEPANG ANGKATAN 2010 UNIVERSITAS BRAWIJAYA KARYA ILMIAH ANALISIS KESALAHAN PENGUCAPAN INTONASI JODOUSHI でしょう PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI SASTRA JEPANG ANGKATAN 2010 UNIVERSITAS BRAWIJAYA KARYA ILMIAH OLEH YEKTI SULISTIYO NIM 105110207111004 PROGRAM STUDI S1

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan suatu ide, pikiran,

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan suatu ide, pikiran, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan suatu ide, pikiran, hasrat dan keinginan kepada orang lain. Bahasa pun bersifat unik, dalam arti setiap bahasa mempunyai

Lebih terperinci

ABSTRAK JUDUL: PEMAKAIAN GAIRAIGO DALAM TEXT BACAAN BUKU. INTERMEDIATE JAPANESE, bahasa adalah alat komunikasi antar anggota

ABSTRAK JUDUL: PEMAKAIAN GAIRAIGO DALAM TEXT BACAAN BUKU. INTERMEDIATE JAPANESE, bahasa adalah alat komunikasi antar anggota ABSTRAK JUDUL: PEMAKAIAN GAIRAIGO DALAM TEXT BACAAN BUKU INTERMEDIATE JAPANESE, bahasa adalah alat komunikasi antar anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Selain

Lebih terperinci

Bab 1. Pendahuluan. hasrat, dan keinginan (Sutedi, 2003:2). Selain bahasa tentunya dalam, berkomunikasi

Bab 1. Pendahuluan. hasrat, dan keinginan (Sutedi, 2003:2). Selain bahasa tentunya dalam, berkomunikasi Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Bahasa digunakan sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan sesuatu ide, pikiran, hasrat, dan keinginan (Sutedi, 2003:2). Selain bahasa tentunya dalam, berkomunikasi

Lebih terperinci

Bab 3. Analisis Data. remaja yang dilakukan oleh dua tokoh dalam drama Hanmaa Sesshon. Tokoh

Bab 3. Analisis Data. remaja yang dilakukan oleh dua tokoh dalam drama Hanmaa Sesshon. Tokoh Bab 3 Analisis Data Dalam penelitian ini, penulis akan menganalisis penyebab utama kenakalan remaja yang dilakukan oleh dua tokoh dalam drama Hanmaa Sesshon. Tokoh pertama yang dibahas adalah tokoh Yusei

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sebagai alat komunikasi, membantu manusia menyampaikan atau mengungkapkan

BAB I PENDAHULUAN. sebagai alat komunikasi, membantu manusia menyampaikan atau mengungkapkan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan objek penelitian linguistik. Dilihat dari fungsinya bahasa merupakan sesuatu yang sangat penting bagi manusia, sebab bahasa sebagai alat komunikasi,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sehingga pesan dimaksud dapat dipahami. (KBBI:1998:445) dengan adanya penggunaan joshi atau kata bantu dalam kalimat.

BAB I PENDAHULUAN. sehingga pesan dimaksud dapat dipahami. (KBBI:1998:445) dengan adanya penggunaan joshi atau kata bantu dalam kalimat. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa merupakan sarana manusia untuk berkomunikasi. Komunikasi adalah pengiriman pesan berita antara dua orang atau lebih dengan cara yang tepat sehingga pesan dimaksud

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. tteyuuka~, yabai~, mecha~, sugoi~, maji~, dan zenzen~ semuanya

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. tteyuuka~, yabai~, mecha~, sugoi~, maji~, dan zenzen~ semuanya BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan 1. Dari 9 wakamono kotoba yang diteliti yaitu ~teki, ~mitaina, choo~, tteyuuka~, yabai~, mecha~, sugoi~, maji~, dan zenzen~ semuanya memiliki bentuk asal.

Lebih terperinci

KESALAHAN PENGGUNAAN SETSUZOKUSHI SOREDE DAN DAKARA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA JEPANG ANGKATAN 2012 SKRIPSI

KESALAHAN PENGGUNAAN SETSUZOKUSHI SOREDE DAN DAKARA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA JEPANG ANGKATAN 2012 SKRIPSI KESALAHAN PENGGUNAAN SETSUZOKUSHI SOREDE DAN DAKARA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA JEPANG ANGKATAN 2012 SKRIPSI OLEH DWI YULI HERAWATI NIM 115110600111002 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG FAKULTAS

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. Dalam bab ini penulis akan menjelaskan mengenai definisi hinshi beserta

Bab 2. Landasan Teori. Dalam bab ini penulis akan menjelaskan mengenai definisi hinshi beserta Bab 2 Landasan Teori 2.1 Teori Hinshi ( 品詞 ) Dalam bab ini penulis akan menjelaskan mengenai definisi hinshi beserta dengan pembagian jenis-jenis hinshi dengan menggunakan beberapa teori. Iori (2000:340)

Lebih terperinci

PROGRAM TAHUNAN. Kompetensi Dasar Materi Pokok Alokasi Waktu. Salam. Mengucapkan salam : おはようございます こんにちは こんばんは. Mengucapkan salam ketika berpisah :

PROGRAM TAHUNAN. Kompetensi Dasar Materi Pokok Alokasi Waktu. Salam. Mengucapkan salam : おはようございます こんにちは こんばんは. Mengucapkan salam ketika berpisah : LAMPIRAN PROGRAM TAHUNAN Mata Pelajaran : Bahasa Jepang Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Atas Kelas / Program : X Tahun Pelajaran : 2008 / 2009 Semester : 1 dan 2 Kompetensi Dasar Materi Pokok Alokasi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. dipelajari sebagai ilmu dasar bagi ilmu-ilmu lain seperti kesusastraan, filologi,

BAB 1 PENDAHULUAN. dipelajari sebagai ilmu dasar bagi ilmu-ilmu lain seperti kesusastraan, filologi, BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Linguistik dipelajari dengan pelbagai maksud dan tujuan. Untuk sebagian orang, ilmu itu dipelajari demi ilmu itu sendiri; untuk sebagian yang lain, linguistik

Lebih terperinci

Penelitian Kontrastif antara Konstruksi Verba di- dan Verba -rareru

Penelitian Kontrastif antara Konstruksi Verba di- dan Verba -rareru Penelitian Kontrastif antara Konstruksi Verba di- dan Verba -rareru (Upaya untuk mengatasi kesulitan mahasiswa dalam mempelajari kalimat pasif bahasa Jepang) Dedi Sutedi Makalah Benkyoukai Gakkai Korwil

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Setiap bahasa di dunia memiliki ciri khas masing-masing. Salah satunya

BAB I PENDAHULUAN. Setiap bahasa di dunia memiliki ciri khas masing-masing. Salah satunya BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Untuk berkomunikasi antar sesama, manusia menggunakan bahasa. Menurut Sutedi, bahasa digunakan

Lebih terperinci

FILOSOFI DAN FUNGSI GENKAN DALAM BANGUNAN JEPANG DITINJAU DARI SUDUT PANDANG UCHI-SOTO

FILOSOFI DAN FUNGSI GENKAN DALAM BANGUNAN JEPANG DITINJAU DARI SUDUT PANDANG UCHI-SOTO FILOSOFI DAN FUNGSI GENKAN DALAM BANGUNAN JEPANG DITINJAU DARI SUDUT PANDANG UCHI-SOTO Diajukan sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Sastra SKRIPSI LARAS BUDIARTI 2014110903 PROGRAM STUDI

Lebih terperinci

Margaretha Argadian Asmara, 2015

Margaretha Argadian Asmara, 2015 ABSTRAK Dalam aktifitas pembelajaran sekarang ini, telah dijumpai pemakaian evaluasi diri yang digunakan pada pembelajaran bahasa asing khususnya bahasa Jepang yaitu can do statements. Can do statements

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan informasi serta kebutuhan komunikasi dengan negara Jepang, bahasa Jepang

BAB I PENDAHULUAN. dan informasi serta kebutuhan komunikasi dengan negara Jepang, bahasa Jepang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi di dunia ini sangat beragam, dan keberagaman tersebut dilatarbelakangi oleh keberagaman budaya penuturnya. Dewasa ini, seseorang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kata sifat, kata kerja bantu, partikel, dan kata keterangan.

BAB I PENDAHULUAN. kata sifat, kata kerja bantu, partikel, dan kata keterangan. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan suatu rangkaian kalimat. Kalimat merupakan rangkaian dari beberapa kata. Kata-kata itu terbagi dalam kelas kata, yaitu kata benda, kata kerja,

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG PARTIKEL (JOSHI) BAHASA JEPANG. joshi dapat dilihat dari penulisannya. Istilah joshi ditulis dengan dua buah

BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG PARTIKEL (JOSHI) BAHASA JEPANG. joshi dapat dilihat dari penulisannya. Istilah joshi ditulis dengan dua buah BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG PARTIKEL (JOSHI) BAHASA JEPANG 2.1. Pengertian Partikel (Joshi) Menurut Iwabuchi Tadasu dalam Sudjianto dan Dahidi (2007:150), partikel atau joshi memiliki beberapa pengertian.salah

Lebih terperinci

KONFLIK EKSTERNAL PADA TOKOH SUGURO DALAM NOVEL SUKYANDARU KARYA SHUSAKU ENDO SKRIPSI OLEH ANDHIKA FITRIYANA NIM

KONFLIK EKSTERNAL PADA TOKOH SUGURO DALAM NOVEL SUKYANDARU KARYA SHUSAKU ENDO SKRIPSI OLEH ANDHIKA FITRIYANA NIM KONFLIK EKSTERNAL PADA TOKOH SUGURO DALAM NOVEL SUKYANDARU KARYA SHUSAKU ENDO SKRIPSI OLEH ANDHIKA FITRIYANA NIM 0811120020 PROGRAM STUDI S1 SASTRA JEPANG JURUSAN BAHASA DAN SASTRA FAKULTAS ILMU BUDAYA

Lebih terperinci

2.1 Definisi Modalitas

2.1 Definisi Modalitas Bab 2 Landasan Teori 2.1 Definisi Modalitas Dalam bab ini, penulis akan menjabarkan definisi modalitas baik dari segi bahasa Jepang maupun bahasa Indonesia. Penulis juga akan menjabarkan jenis -jenis modalitas

Lebih terperinci