FATWA MUI TENTANG ARAH KIBLAT

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "FATWA MUI TENTANG ARAH KIBLAT"

Transkripsi

1 Abstract FATWA MUI TENTANG ARAH KIBLAT Idrus Dosen Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Ka bah, a central and great building for Islamic people overall the words. Ka bah had builtby Adam before human stands in the word. It s than continued by Ibrahim dan Ismail than becomes kiblah for moslems in praying. Beside Ka bah, there was Baitul Ma mur that placed on seventh sky, Ka bah dan baitul Ma mur stessed moslems kiblah who is praying in earth and on the plane and others planets.based on the astronomic approach that used by MUI knowen that kiblat for Indonesian moslem is in Southest West. Kata Kunci :Arah Kiblat Al-Risalah Volume 10Nomor 1Mei

2 PENDAHULUAN P ersoalan kiblat adalah persoalan azimut yaitu jarak dari titik utara ke lingkaran vertikal melalui benda langit atau melalui suatu tempat yang diukur sepanjang lingkaran horizon menurut arah perputaran jarum jam. Dengan demikian, persoalan arah kiblat erat kaitannya dengan letak geografis suatu tempat yakni berapa derajat jarak suatu tempat dari khatulistiwa yang dikenal dengan istilah lintang dan berapa derajat letak suatu tempat dari garis bujur kota Makkah. 1 Selain itu, kiblat juga terkait dengan arah Ka bah di Makkah.Arah Ka bah ini dapat ditentukan dari setiap titik atau tempat di permukaan Bumi dengan melakukan perhitungan dan pengukuran. Oleh sebab itu, perhitungan arah kiblat pada dasarnya adalah perhitungan untuk mengetahui guna menetapkan ke arah mana Ka bah di Makkah itu dapat dilihat dari suatu tempat di permukaan Bumi, sehingga semua gerakan orang yang sedang melaksanakan shalat, baik ketika berdiri, ruku, maupun sujudnya selalu berimpit dengan arah yang menuju Ka bah. 2 Umat Islam telah bersepakat bahwa menghadap kiblat dalam shalat merupakan syarat sahnya shalat, sebagaimana dalil-dalil syari yang ada. Bagi orang-orang di kota Makkah dan sekitarnya melaksanakan shalat tidak menjadi persoalan namun bagi mereka yang jauh dari Makkah tentu timbul permasalahan tersendiri, terlepas dari perbedaan pendapat para ulama tentang cukup menghadap arahnya saja sekalipun kenyataaannya salah atau menghadap ke arah yang sedekat mungkin dengan posisi Ka bah yang sebenarnya. 3 Permasalahannya, apakah harus menghadap persis kebaitullah atau hanya boleh ke arah taksirannya saja atau boleh ke pinggir Ka bah. Bagi yang melihat Ka bah secara langsung, maka ia wajib menghadap ke arahnya karena tidak ada kesulitan tetapi yang jauh dari Ka bah dapat melakukan shalat berdasarkan sabda Nabi yang menyebutkan bahwa Baitullah merupakan kiblat bagi orang yang shalat di Masjidil Haram, Masjidil Haram merupakan kiblat bagi penduduk kota Makkah dan kota Makkah merupakan kiblat bagi penduduk di Bumi belahan Timur dan Barat dari Umatku. 4 Indonesia yang berada di belahan Timur tentu dapat menghadap ke arah Ka bah yang berada di belahan Barat namun dapat juga menghadap ke arah yang lebih dekat yaitu dengan menyesuaikan antara arah Barat laut atau Utara.Pergerseran kordinat antara Barat ke Barat laut atau Utara disinyalir karena adanya pergeseran lempeng Bumi yang disebabkan seringnya terjadi gempa Bumi di Indonesia.Pertanyaannya, benarkah gempa Bumi menyebabkan terjadi 1 A. Jamil, Ilmu Falak (Teori & Aplikasi), Arah Qiblat, Awal Waktu, dan Awal Tahun (Hisab Kontemporer). (Cet. 1; Jakarta: 2009), h Muhyiddin Khazin, Ilmu Falak, dalam Teori dan Praktik (Cet. 2; Yogyakarta: Buana Pustaka, 2005), h Ibid. 4 Lihat dalam Ali Parman, Ilmu Falak (tt: Tp, 2001), h Al-Risalah Volume 10 Nomor 1 Mei 2010

3 pergeseran lempeng Bumi dan apakah pergeseran lempeng Bumi menyebabkan berubahnya arah kiblat dari Barat ke Barat laut atau Utara. Faktor pergeseran lempeng Bumi inilah yang menjadi pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam mengeluarkan fatwa tentang penetapan arah kiblat yang awalnya menghadap ke arah Barat kemudian berubah menghadap ke arah Barat laut, berdasarkan diktum fatwa MUI No. 3 Tahun 2010 dan No. 5 Tahun Fatwa MUI ini telah menimbulkan keresahan dalam masyarakat,sehingga ditanggapi secara berbeda baik dari kalangan MUI maupun dari kalangan ahli falak dan astronomi MUI.Karena itu, persoalan arah kiblat menarik dikaji tentang bagaimana penetapan arah yang sebenarnya, apakah cukup menghadap ke Barat atau menghadap ke Barat laut. PEMBAHASAN 1. Ka bah sebagai Arah Kiblat dalam Beribadah a. Sejarah Ka bah Ka bahadalah kiblat dan pusat berbagai peribadatan kaum muslimin yang merupakan bangunan suci yang terletak di kota Mekah. Ka bah (Baitul Makmur) pertama kali dibangun dua ribu tahun sebelum penciptaan dunia. 6 Nabi Adam AS dianggap sebagai peletak dasar bangunan Ka bah di Bumi, 7 batu-batu yang dijadikan bangunan Ka bah saat itu diambil dari limasacred mountains (gunung sakral) yaitu Sināi, al-judi, Hira, Olivet dan Lebanon. 8 Setelah Adam wafat, bangunan itu diangkat ke langit dan lokasi itu diangungkan dan disucikan dari masa ke masa oleh umat para Nabi. Pada masa Nabi Ibrahim AS dan putranya Ismail AS, lokasi itu digunakan untuk membangun sebuah rumah ibadah. 9 Dalam pembangunan itu, Nabi Ismail AS menerima Hajar Aswad (batu hitam) dari Jibril di Jabal Qubais, lalu 5 Majelis Ulama Indonesia adalah organisasi keulamaan yang bersifat independen yang tidak berafiliasi kepada salah satu aliran politik mazhab atau aliran keagamaan Islam yang ada di Indonesia, MUI dibentuk pada tanggal 26 Juli 1975 dalam pertemuan ulama nasional. Pembentukan MUI membuka sejarah baru dalam mewujudkan kesatuan umat Islam di Indonesia dalam satu forum tingkat nasional yang dapat menampung, menghimpun dan mempersatukan pendapat dan pemikiran ulama atau ulama Islam secara keseluruhan.muhammad Atho Muzhar, Fatwa-Fatwa Majelis Ulama Indonesia, sebuah Studi tentang Pemikiran Hukum Islam di Indonesia.Seri INIS XVII (Jakarta: INIS, 1993), h Lihat Thomas Patcrick Hughes, Dictionary of Islam (Cet. III; New Delhi: Cosmo Publications, 1982), h Lihat Lexicon Universal Ensyclopedia.Jilid 12 (New York: Lexicon Publications, 1990), h Ibid. 9 Sesungguhnya rumah yang pertama dibangun untuk tempat ibadah manusia adalah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.lihat QS. 3 (96): QS. 2 ( ). Al-Risalah Volume 10Nomor 1Mei

4 meletakkannya di sudut tenggara bangunan.bangunan itu berbentuk kubus yang dalam bahasa Arab disebut muka ab dan dari kata inilah muncul sebutan Ka bah.ketika itu, Ka bah belum berdaun pintu dan belum ditutupi kain.orang yang pertama membuat daun pintu Ka bah dan menutupinya dengan kain adalah Raja Tubba dari Dinasti Himyar sebelum Islam di Najran. 10 Setelah Nabi Ismail AS wafat, pemeliharaan dipegang oleh keturunannya, lalu diurus oleh Bani Jurhum selama 100 tahun, lalu Bani Khuza ah yang kemudian memperkenalkan penyembahan berhala, Hubal merupakan pemimpin berhala yang terdapat di Ka bah dan disampingnya terdapat sejumlah anak panah yang digunakan kahin untuk meramal. Berhala-berhala itu didatangkan dari Moab atau Mesopotamia (kawasan Irak sekarang).selanjutnya, pemeliharaan Ka bah dipegang oleh kabilah-kabilah Quraisy yang merupakan generasi penerus garis keturunan Nabi Ismail AS. 11 Menjelang kedatangan Islam, Ka bah dipelihara oleh Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammad saw. Ia menghiasi pintu Ka bah dengan emas yang ditemukan ketika menggali sumur zam zam. 12 Ka bah sebagai bangunan pusaka purbakala semakin rapuh dimakan waktu, sehingga banyak bagian-bagian temboknya yang retak dan bengkok, apalagi beberapa tahun sebelum bi sah, Mekah dilanda banjir hingga menggenangi Ka bah sehingga meretakkan temboknya.pada saat itu, orang-orang Quraisy berpendapat bahwa perlu diadakan renovasi bangunan Ka bah untuk memelihara kedudukannya sebagai tempat yang suci. Dalam merenovasi bangunan Ka bah, para pemimpin kabilah dan pemuka Quraisy membagi sudut Ka bah menjadi empat bagian dan tiap kabilah mandapat satu sudut yang harus dirombak dan dibangun kembali, ketika peletakan Hajar Aswad mereka berselisih tentang siapa yang akan meletakkannya. Akhirnya mereka menunjuk Muhammad bin Abdullah yang dikenal sebagain al-amin(orang dipercaya) saat itu. 13 Setelah penaklukan kota Mekah, pemeliharaan Ka bah dipegang oleh kaum muslimin dan berhala-berhala yang terdapat disekitarnya dihancurkan kemudian Nabi memerintahkan Bilal mengumandangkan azan di atas Ka bah dan kaum muslimin shalat berjama ah. Inilah awal penetapan arah kiblat kaum muslimin yang kemudian diikuti oleh umat Islam sampai saat ini. b. Ka bah dan Baitul Ma mur Istilah Baiutul Ma mur terdapat dalam al-qur an yang dipahami oleh para ahli tafsir sebagai sebuah rumah di langit ke tujuh yang setiap hari dikunjungi oleh para malaikat sebanyak untuk beribadah dan bertawaf di sana 10 Susiknan Azhari, Ilmu Falak, Perjumpaan Khazanah Islam dan Sains Modern (Cet. 2; Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2007), h Abdul Aziz Dahlan dkk, Ensiklopedia Hukum Islam. Jilid 3 (Cet. I; Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1997), h Susiknan, op. cit., h Pojok sebelah Utara disebut al-ruknul Irāqi, sebelah Barat disebut al-ruknusyi Syam, sebelah Selatan disebut al-ruknul Yaman, dan sebelah Timur disebut al-ruknul Aswadi karena Hajar Aswad terletak pada pojok ini. Ibid. 164 Al-Risalah Volume 10 Nomor 1 Mei 2010

5 sebagaimana penduduk bumi bertawaf di Ka bah. 14 Demikian pula dengan baitul Ma mur yang merupakan Ka bah bagi penduduk langit ke tujuh. Oleh karena itu, di sana didapatkan Ibrahim as kekasih Allah menyandarkan punggungnya di Baitul Ma mur karena ia telah membanguh Ka bah di bumi dan sudah pasti pahala itu diberikan kepadanya sesuai amal ibadahnya. Setiap langit terdapat bait yang di dalamnya para penghuninya beribadah dan mengerjakan shalat sedangkan yang terdapat di langit dunia di sebut Baitul Izzah. Selain itu, Ka bah yang berada di bumi konon sama dengan Baitul ma mur yang ada di langit sebagaimana diriwayatkan oleh Ali ibn Abbas dalam tafsirnya terhadap QS al-thur ayat 4 tersebut. Di langit Baitul Ma mur konon berada tepat di atas Ka bah dan kesucian dan kemuliannya sama dengan kesucian dan kemulian Ka bah di bumi yang terdapat 70 ribu malaikat yang mengerjakan shalat setiap hari di dalamnya. 15 Mengacu pada keterangan di atas, maka dapat dipahami bahwa melaksanakan shalat di atas pesat maupun di luar angkasa tetap harus menghadap ke arah Barat Laut karena pada hakikatnya Ka bah yang berada di bumi merupakan landasan arah kiblat di bumi dan di udara bahkan luar angkasa sampai ke langit ke tujuh tepatnya di Baitul Ma mur. Ini menunjukkan bahwa manusia tidak perlu bingung tentang arah kiblat ketika ia berada di atas pesawat maupun di planet lain karena sudah sangat jelas arah kiblat yang ada yaitu Ka bah di bumi menjulang ke Baitul Ma mur di atas langit ke tujuh. c. Pengertian Arah Kiblat Kata al-qiblah terulang sebanyak 4 kali dalam al-qur an. 16 Dari segi bahasa, kata al-qiblah terambil dari akar kata qabala-yaqbalu yang berarti menghadap. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kiblat diartikan arah ke Ka bah di Mekah pada waktu shalat. 17 Dalam Kamus al-munawwir kiblat diartikan sebagai Ka bah, 18 dan dalam Ensiklopedia Hukum Islam, kiblat diartikan sebagai bangunan Ka bah atau arah yang dituju kaum muslimin dalam melaksanakan sebagian ibadah. 19 Ka bah ditetapkan oleh Allah Swt. menjadi kiblat umat Islam ketika hidup dan mati, yaitu waktu shalat menghadap kiblat dan ketika mati dibaringkan dalam kubur menghadap kiblat. Sementara yang dimaksud arah kiblat adalah arah atau jarak terdekat sepanjang lingkaran besar yang melewati kota Makkah (Ka bah) dengan tempat kota yang bersangkutan. Dengan demikian, tidak dibenarkan jika orang Makassar dalam melaksanakann shalat menghadap ke arah Timur serong ke Selatan 14 QS at-thur (52): 4 15 Lihat dalam 95.Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Sejarah Makkah.Alih bahasa dari judul asli Taarikh Makkah oleh Anang Rizka Mesyhady (Pakistan: Lahore, 1425 H-2004), h Lihat QS.al-Baqarah:2 ( ), QS. 10:(87), QS. 17 Lihat Kamus Besar Bahasa Indonesia (Cet. II; Jakarta: Balai Pustaka, 1989), h Achmad Warson Munawwir, Kamus al-munawwir Arab-Indonesia Terlengkap (Cet. I; Yogyakarta: Pustaka Progressif, 1984), h Azis, loc. cit. Al-Risalah Volume 10Nomor 1Mei

6 sekalipun arahnya tetap sampai ke Makkah jika berpatokan pada bulatnya Bumi. 20 Dengan demikian, kiblat atau Ka bah yang dihadapi ketika melaksanakan shalat terletak di dalam Masjidil Haram Makkah yang menjadi pusat arah umat Islam dalam melaksanakan ibadah. Sekalipun pada awalnya, Nabi ketika shalat menghadap Baitul Maqdis karena kedudukannya yang masih dianggap paling istimewa dan Ka bah di Mekkah masih dikotori dengan banyaknya berhala di sekelilingnya. Pemindahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram tidak boleh dianggap ada perbedaan padahal keduanya sama di sisi Allah Proses Penetapan Fatwa MUI tentang Arah Kiblat Pedoman fatwa MUI ditetapkan dalam surat keputusan MUI nomor U- 596/MUI 1997 yang meliputi dasar-dasar umum penetapan fatwa yaitu didasarkan pada dalil ahkam yang kuat dan membawa kemaslahatan umat serta prosedur penetapan fatwa dan teknik serta kewenangan organisasi dalam penetapan fatwa. Prosedur penetapan fatwa yaitu setiap masalah yang dihadapi MUI dibahas dalam rapat komisi fatwa untuk mengetahui substansi masalah, dalam rapat komisi tersebut dihadirkan ahli yang berkaitan dengan masalah yang akan difatwakan untuk didengarkan pendapatnya untuk dipertimbangkan. Setelah mendengar pendapat ahli, ulama melakukan kajian terhadap pendapat para imam mazhab dan fukaha dengan memperhatikan dalil-dalil yang digunakan dengan berbagai cara istidlāl, jika fukaha memiliki ragam pendapat maka komisi mengadakan pemilihan salah pendapat untuk difatwakan, apabila cara ilhāq dan analogi tidak menghasilkan produk yang memuaskan, komisi dapat melakukan ijtihad jamā i dengan menggunakan al-qawāid al-ushuliyyat dan al-qawāid al-fi liyyat. 22 Salah satu fatwa MUI yang telah melalui proses penetapan berdasarkan ketentuan komisi fatwa adalah fatwa yang terkait kiblat. Fatwa MUI No. 3 Tahun 2010 yang menyatakan bahwa kiblat untuk wilayah hukum Indonesia adalah mengarah ke Barat, sebagai konsekuensi dari pergeseran lempeng Bumi.MUI juga menegaskan bahwa pergeseran tersebut tak mempengaruhi arah kiblat. Untuk itu, umat Islam tak perlu bingung dengan arah kiblat apalagi mengubah bahkan membongkar masjid atau musalah agar mengarah ke kiblat. Dalam diktum fatwa MUI No. 03 Tahun 2010 tentang kiblat tersebut disebutkan bahwa; Pertama, tentang ketentuan hukum. Dalam kententuan hukum tersebut disebutkan bahwa: (1) Kiblat bagi orang shalat dan dapat melihat Ka bah adalah menghadap ke bangunan Ka bah (Ainul Ka bah). (2) Kiblat bagi orang yang shalat dan tidak dapat melihat Ka bah adalah arah Ka bah (Jihad al-ka bah). (3). Letak georafis Indonesia yang berada di bagian Timur Ka bah/mekkah, maka kiblat umat Islam Indonesia adalah menghadap ke arah Barat.Kedua, 20 Khazin, op. cit., h Ali Parman, op, cit., h Jaih Mubarok, Metodologi Ijtihad Hukum Islam (Yogyakarta: UI Press, 2002), h Al-Risalah Volume 10 Nomor 1 Mei 2010

7 rekomendasi.mui merekomendasikan agar bangunan masjid/musalah di Indonesia sepanjang kiblatnya menghadap ke arah Barat, tidak perlu diubah, dibongkar, dan sebagainya. 23 Namun fatwa MUI No. 3 Tahun 2010 mendapat respons dan protes dari kalangangan masyarakat, khususnya golongan Syafi i yang menilai bahwa fatwa MUI No. 3 Tahun 2010 tersebut tidak tepat karena seharusnya arah kiblat menghadap ke Barat laut. Dasar pertimbangannya adalah karena letak Indonesia, maka secara umum kiblat menghadap ke Barat laut bukan ke Barat.Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 3 Tahun 2010 tentang kiblat ternyata masih salah.dalam fatwa itu menyebutkan letak geografis Indonesia yang berada di bagian Timur Makkah sehingga arah kiblat menghadap ke arah barat.padahal, berdasarkan hasil penelitian dari ilmu falak dan astronomi, arah yang ditentukan oleh MUI justru menghadap ke Afrika, Somalia Selatan, Kenya dan Tanzania.Menurut kajian ilmu ini, arah Indonesia tidak persis di Timur Makkah. 24 Arah kiblat yang benar adalah menghadap ke Barat laut dengan kemiringan bervariasi, sesuai letak geografis wilayah tempat masjid berada.pelurusan arah kiblat tidak harus dengan merombak bangunan masjid.melainkan, cukup dengan menyesuaikan garis saf salat dengan kiblat yang benar.karena itu, MUI menghimbau agar semua wilayah di Indonesia harus menyesuaikan arah kiblat sesuai dengan ralat dari fatwa MUI tersebut. Alasannya adalah karena Indonesia terletak tidak di Timur pas arah Ka bah tapi agak ke Selatan, jadi arah kiblat kita juga tidak pas ke Barat tetapi agak sedikit mengarah ke arah Barat laut. 25 Atas dasar ini, maka Majelis Ulama Indonesia (MUI) kemudian meralat fatwa No. 3 Tahun 2010 dengan dikeluarkannya fatwa No. 5 Tahun 2010 dengan menyebutkan bahwa arah kiblat yang sebelumnya disebutkan menghadap ke Barat kini telah direvisi dengan menghadap ke Barat laut. 3. Telaah para Ahli tentang Penetapan Arah Kiblat MUI Penentuan arah kiblat di Indoensia sangat menentukan karena pergeseran arah kiblat sebesar 1 derajat saja bisa melencengkan arah sekitar 100 km dari titik Ka bah.semakin jauh dari Ka bah, maka lencengan arah kiblat semakin besar.karena itu, sangat diajurkan untuk menetapkan arah kiblat. Namun demikian, Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Hasanudin, mengatakan bahwa perbedaan yang terdapat antara Fatwa MUI No. 3 Tahun 2010 tentang kiblat dan Fatwa MUI No. 5 Tahun 2010 tentang arah kiblat saling menyempurnakan. Hasanudin mengemukakan, fatwa MUI No. 3 Tahun 23 = com_ content&view = article&id=249:muiralat-fatwa-arah-kiblat-salat www. Fatwa MUI, Arah Kiblat. Detickom, Rabu, Al-Risalah Volume 10Nomor 1Mei

8 2010 menyatakan kiblat muslim Indonesia adalah arah Barat sedangkan dalam Fatwa MUI No disempurnakan dengan redaksi: kiblat umat Islam Indonesia adalah menghadap ke Barat laut dengan posisi bervariasi sesuai dengan letak kawasan masing-masing. 26 Lebih lanjut Hasanudin mengatakan, madzhab yang sekarang ada dan dianut tentang arah kiblat tidak salah selama merujuk al-qur an dan hadis. Oleh karena itu masyarakat tidak perlu risau dan saling menyalahkan satu sama lain karena tiap-tiap pendapat memiliki argumen dan dalil masing-masing. Dia menyebutkan misalnya, pendapat yang menyatakan arah kiblat ke Barat adalah Madzhab Hanbali yang berpegang pada teks.selain itu, umat muslim tidak perlu membongkar bangunan masjid agar sesuai dengan arah kiblat, umat Muslim cukup menggeser posisi barisan (saf) shalat sesuai dengan arah kiblat. Tidak perlu mengubah posisi masjid karena terlalu memberatkan. 27 Hal yang sama disampaikan oleh Zulfa Mustofa, Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama LBM PBNU). Dia memaparkan, perbedaan arah kiblat terletak pada persoalan apakah ditentukan secara persesi (tepat) atau kira-kira. Menurutnya, fatwa MUI No. 5 Tahun 2010 muncul setelah perdebatan panjang yang lantas mengakomodir Madzhab Syafii yang notabene madzhab mayoritas muslim Indonesia. Zulfa menjelaskan, Madzhab Syafii memberlakukan syarat ketepatan dan kehati-hatian dalam upaya penentuan arah kiblat.meskipun tidak secara tepat, ujar dia, setidaknya ada usaha agar sebisa mungkin arah kiblat Indonesia sesuai.namun demikian, dia menegaskan selama arah kiblat tidak melenceng jauh dan bertolak belakang dengan teks al-qur an dan hadis maka shalat yang dilakukan tetap sah. 28 Zulfah menambahkan bahwa yang terpenting adalah tidak terjadi konflik dan saling menghormati pendapat satu sama lain. Di samping itu, dia menghimbau agar tidak perlu menggeser posisi masjid karena secara fisik bangunan masjid tidak ada masalah. Menyikapi perubahan fatwa MUI, Zulfah menyerukan agar umat muslim tidak resah karena tradisi merubah fatwa lumrah terjadi. Dia menyebutkan umat Islam leluasa mengikuti pendapat yang lebih maslahat yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan tidak perlu terjadi konflik antar umat. 29 Pandangan berbeda dikemukakan oleh Ali Mustafa Ya qub imam besar masjid Istiqlal yang menegaskan bahwa pendadat yang kuat bagi orang Indonesia tentang arah kiblat adalah menghadap ke Barat berdasarkan ayat al-qur an dan al-hadis. Dia menuturkan bahwa muslim Indonesia berada di Timur Ka bah sehingga arah kiblat yang benar adalah menghadap ke Barat secara mutlak. Ya qub meminta agar masyarakat Indonesia tidak perlu ragu dan bimbang 26http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/10/07/15/ jangan-berpolemik-sikapi-fatwa-mui-tentang-arah-kiblat. 27 Ibid. 28 Ibid. 29 Ibid. 168 Al-Risalah Volume 10 Nomor 1 Mei 2010

9 tentang sah tidaknya shalat mereka. Menurutnya muslim Indonesia tidak perlu merubuhkan masjid dan membangun kembali agar sesuai dengan arah kiblat karena menggeser arah kiblat tidak diperintahkan dalm Islam dan tidak menjadi suatu kewajiban. 30 Perbedaan pendapat ulama di atas disebabkan oleh adanya sudut pandang yang berbeda dalam memahami ayat dan wilayah hukum Indonesia terhadap posisi Ka bah.karena itu, perlu dikaji kembali kedua kemungkinan pendapat tersebut di atas, apakah posisi Ka bah berada di Barat atau Barat laut.untuk menentukan posisi Indonesia, maka dapat digunakan teknologi Google Earth agar posisi Indonesia terhadap Ka bah dapat ditentukan.selanjutnya, para ahli falak seperti Ali Parman mengatakan bahwa dalam menentukan arah kiblat dapat menggunakan dua sistem yaitu teori sudut dan teori bayangan. 31 Teori sudut adalah penentuan arah kiblat dengan memanfaatkan Utara geografis atau menentukan arah dari tempat tinggal seseorang ke kota Makkah (Ka bah) di permukaan Bumi sama dengan menentukan azimutsudut Ka bah karena arah ukur sepanjang horizon yang memperhitungkan Utara Selatan meredian setempat. 32 Sedangkan teori bayangan ialah menentukan arah kibat yang berpedoman pada posisi matahari. Atau dengan kata lain, pada jam (waktu) tertentu untuk tanggal dan bayangan suatu benda (tongkat misalnya) mengarah ke Ka bah. Ada dua cara yang bisa dilakukan bagi mereka yang menganut teori ini yaitu; Pertama; berpedoman pada posisi matahari yang sedang atau hampir persis berada pada titik zenitka bah yang sangat diperhitungkan adalah deklinasi dan lintang tempat. Secara astronomi, keadaan ini dapat terjadi apabila nilai lintang tenpat sama dengan nilai deklinasi matahari pada saat berkulminasi. Saat matahari berkulminasi di Makkah yang nilai deklinasinya hampir sama dengan nilai lintang tempat Makkah (Ka bah). Deklinasi matahari di Makkah yaitu + 21 o 24 o dan lintangnya 21 o 25 o Jadi hampir sama dan cukup dinilai paling dekat. 33 Kedua; berpedoman pada posisi matahari yang sedang persis berada pada azimut Ka bah. Cara ini dikenal dengan istilah bayangan kiblat, maka benda apasaja yang dapat berdiri tegak lurus mengarah ke kiblat pada hari, tanggal dan jam tertentu.untuk mengetahui jam berapa terjadi bayangan arah kiblat, maka data yang harus dipersiapkan adalah data arah kiblat suatu tempat (Makassar 67 o 30 Ibid. 31 Ali Parman, op. cit., h Azimut atau as-samtu adalah arah yaitu harga suatu sudut untuk matahari atau bulan dihitung sepanjang horizon atau ufuk yang biasanya diukur dari titik Utara ke Timur sampai titik perpotongan antara lingkaran vertikal yang melaewati matahari atau bulan itu dengan lingkaran horizon.khazin, op. cit., h Deklinasi adalah jarak dari suatu benda langit ke equator langit diukur melalui lingkaran waktu dan dihitung dengan derajat,menit dan sekon. Berhubungan dengan itu lingkaran waktu dinamakan pula lingkaran deklinasi. Deklinasi matahari berubah-ubah selama satu tahun tetapi pada tanggal-tanggal yang sama bilangan deklinasi itu kira-kira sama. Sayuti Ali, Ilmu Falak.Ed. 1 (Cet. 1; Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1997), h. 11. Al-Risalah Volume 10Nomor 1Mei

10 32 o dari Utara ke Barat), data deklinasi matahari yang bersumber dari Almanak Neutika atau Epemeris, data Bujur tempat (Bt), data Bujur Daerah (BD), data perawa waktu (e), data lintang tempat (P). Tujuan disiapkannya data-data ini adalah untuk mencari pada jam berapa bayangan suatu benda mengarah ke arah Ka bah. Aplikasi teori sudut memiliki kesamaan dengan penetapan arah kiblat yang berbasis aplikasi komputer, yaitu Qibla Lacator yang menggunakan piranti peta digital Google.Qibla Lacator ditemukan oleh seorang peneliti dari Universitas Waterloo di Ontario Canada yang bernama Hammed Zarrabi Zadeh bersama Ibnu Mas ud pada tahun Dengan Qibla Lacator dapat diketahui arah kiblat dari manapun umat berada, cara ini dianggap lebih akurat dan mudah dibanding caracara sebelumnya seperti kompas. Selain Qibla Lacator, aplikasi komputer dengan menggunakan Google Earth lebih praktis karena hanya menentukan titik sudut suatu masjid dengan membuat titik sudut tengah pada Ka bah, maka garis lurus akan menlucurke Ka bah. Berbeda dengan teori bayangan,kemudian dikritik olehthomas Jamaluddin (pakar astronomi dan astrofisika) karena tingkat keakuratannya yang meragukan.sekalipun demikian, penentuan arah kiblat dengan menggunakan bayangan matahari dapat mendekati akurasi jika dilakukan dengan cermat dan tepat waktu, yaitu sekitar tanggal Mei pukul 16:18 WIB dan tanggal Juli pukul 16:27 WIB, saat itu matahari tepat berada di atas Makkah.Pada saat itu, matahari yang tampak pada di seluruh penjuru Bumi dapat dijadikan penunjuk lokasi Ka bah begitu pula bayangan benda tegak pada waktu juga dapat menjadi penentu arah ke kibat karena dalam satu tahun, matahari singgah di Bumi sebanyak dua kali tepat di atas Ka bah yang disebut dengan Istiwa A zām(persinggahan utama). Peristiwa persinggahan utama ini terjadi pada tanggal 28 Mei atau 27 di tahun Kabisat pukul 12:18 waktu Makkah dan 16 Juli atau 15 di tahun Kabisat pukul 12: Selain kedua teori tersebut di atas, menentukan dan mengukur arah kiblat dapat juga dilakukan dengan menggunakan kompas, yaitu kompas transparan, kompas magnet dan kompas kiblat, menggunakan busur derajat, rubu mujayyab, rumus segitiga siku-siku, tongkat istiwa. Hanya saja menentukan arah kiblat dengan menggunakan kompas magnet maupun kompas kiblat hasilnya relatif kasar karena pengaruh grafitasi Bumi dan medan magnet. Sedangkan menentukan arah kiblat dengan menggunakan kompas transparan, rumus segitiga, busur derajat, rubu mujayyab, rumus segitiga, hasilya relatif lebih akurat dibandingkan dengan kompas magnet dan kompas kiblat.sementara menentukan arah kiblat dengan tongkat istiwa (bayang-bayang tongkat) merupakan media yang sangat akurat Ibid. 36 A. Jamil, op. cit., h Al-Risalah Volume 10 Nomor 1 Mei 2010

11 PENUTUP Kesimpulan dari pembahasan di atas adalah sebagai berikut; 1. Kedudukan Ka bah bagi kaum muslimin karena menjadi arah kiblat dalam beribadah 2. Penentuan arah kiblat dalam fatwa MUI didasari oleh adanya pergeseran lempeng Bumi, kemudian menjadi sebab perubahan fatwa MUI 3. Para ahli memandang bahwa penentuan arah kiblat dengan menggunakan teori sudut dan bayangan dikritik oleh pakar astronomi bahwa teori ini tidak akurat. Penetapan dan pengukuran arah kiblat dengan menggunakan teori manual telah lama diterapkan para ahli, para pakar astronomi menawarkan pengukuran arah kiblat dengan menggunakan aplikasi komputer dengan menggunakan piranti Google Earth. Al-Risalah Volume 10Nomor 1Mei

12 DAFTAR PUSTAKA Ali, Sayuti. Ilmu Falak.Ed. 1. Cet. 1; Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, Azhari, Susiknan. IlmuFalak, Perjumpaan Khazanah Islam dan Sains Modern. Cet. 2; Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, Dahlan, Abdul Aziz dkk.ensiklopedia Hukum Islam.Jilid 3.Cet. I; Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, mui- ralat-fatwa-arah-kiblat-salat nusantara /10/07/15/ jangan-berpolemik-sikapi-fatwa-mui-tentang-arah-kiblat. Hughes, Thomas Patcrick. Dictionary of Islam. Cet. III; New Delhi: Cosmo Publications, Jamil, A. Ilmu Falak (Teori & Aplikasi), Arah Qiblat, Awal Waktu, dan Awal Tahun(Hisab Kontemporer). Cet. 1; Jakarta: Khazin, Muhyiddin Ilmu Falak, dalam Teori dan Praktik. Cet. 2; Yogyakarta: Buana Pustaka, Ghani, Muhammad Ilyas Abdul, Sejarah Makkah. Alih Bahasa Anang Rizka Mesyhadydari judul asli Taarikh Makkah (Pakistan: Lahore, 1425 H Lexicon Universal Ensyclopedia. Jilid 12 (New York: Lexicon Publications, Mubarok, Jaih. Kaidah Fikih, Sejarah dan Kaidah Asasi (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, Mubarok,Metodologi Ijtihad Hukum Islam. Yogyakarta: UI Press, Muh. Zuhri, Hukum Islam dalam Lintasan Sejarah (Jakarta: Raja Grafindo Persada, Munawwir, Achmad Warson. Kamus al-munawwir Arab-Indonesia Terlengkap. Cet.I; Yogyakarta: Pustaka Progressif, Muzhar, Muhammad Atho. Fatwa-Fatwa Majelis Ulama Indonesia, sebuah Studi tentang Pemikiran Hukum Islam di Indonesia. Seri INIS XVII. Jakarta: INIS,1993. Parman, Ali. Ilmu Falak.tt: Tp, Shihab, Quraish. Membumikan al-qur an.bandung: Mizan TIM.Kamus Besar Bahasa Indonesia (Cet. II; Jakarta: Balai Pustaka, 1989), h Al-Risalah Volume 10 Nomor 1 Mei 2010

BAB I PENDAHULUAN. Arah kiblat merupakan arah yang dituju oleh umat Islam dalam

BAB I PENDAHULUAN. Arah kiblat merupakan arah yang dituju oleh umat Islam dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang masalah Arah kiblat merupakan arah yang dituju oleh umat Islam dalam melaksanakan ibadah khususnya shalat, yaitu menghadap ke arah ka bah di Masjidil Haram. Kata Arah

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS TERHADAP PENENTUAN ARAH KIBLAT MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON. A. Pengecekan Arah Kiblat Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon

BAB IV ANALISIS TERHADAP PENENTUAN ARAH KIBLAT MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON. A. Pengecekan Arah Kiblat Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon BAB IV ANALISIS TERHADAP PENENTUAN ARAH KIBLAT MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON A. Pengecekan Arah Kiblat Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon Dalam menganalisa arah kiblat Masjid Agung Sang Cipta

Lebih terperinci

SEGITIGA BOLA DAN ARAH KIBLAT

SEGITIGA BOLA DAN ARAH KIBLAT SEGITIGA BOLA DAN ARAH KIBLAT Pengetahuan tentang arah kiblat yang benar sangat penting bagi ummat Islam. Ketika ummat Islam malaksanakan ibadah shalat, terdapat sebuah kewajiban untuk menghadap kiblat

Lebih terperinci

PEDOMAN DAN PERHITUNGAN PENGUKURAN ARAH QIBLAT DI LAPANGAN

PEDOMAN DAN PERHITUNGAN PENGUKURAN ARAH QIBLAT DI LAPANGAN HISAB FALAK : PERHITUNGAN DAN PENGUKURAN ARAH QIBLAT A. Pengertian Qiblat Menurut Syara PEDOMAN DAN PERHITUNGAN PENGUKURAN ARAH QIBLAT DI LAPANGAN Oleh : Drs. Chairul Zen S., al-falaky (Tenaga Ahli Hisab

Lebih terperinci

www.fiqhindonesia.com

www.fiqhindonesia.com 1 248 Daftar Bahasan Kota Makkah dalam Lintasan Sejarah Keutamaan Kota Makkah Beberapa Hukum Berkaitan Dengan Kota Makkah Rangkaian Ibadah Definisi-Definisi Dasar dalam Kota Makkah Merupakan pecahan kata

Lebih terperinci

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 17 Tahun 2013 Tentang BERISTRI LEBIH DARI EMPAT DALAM WAKTU BERSAMAAN

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 17 Tahun 2013 Tentang BERISTRI LEBIH DARI EMPAT DALAM WAKTU BERSAMAAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 17 Tahun 2013 Tentang BERISTRI LEBIH DARI EMPAT DALAM WAKTU BERSAMAAN (MUI), setelah : MENIMBANG : a. bahwa dalam Islam, pernikahan adalah merupakan bentuk ibadah yang

Lebih terperinci

Definisi Khutbah Jumat

Definisi Khutbah Jumat Definisi Khutbah Jumat 1. Definisi khotbah Definisi secara bahasa Khotbah, secara bahasa, adalah 'perkataan yang disampaikan di atas mimbar'. Adapun kata khitbah yang seakar dengan kata khotbah (dalam

Lebih terperinci

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 14 Tahun 2011 Tentang PENYALURAN HARTA ZAKAT DALAM BENTUK ASET KELOLAAN

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 14 Tahun 2011 Tentang PENYALURAN HARTA ZAKAT DALAM BENTUK ASET KELOLAAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 14 Tahun 2011 Tentang PENYALURAN HARTA ZAKAT DALAM BENTUK ASET KELOLAAN (MUI), setelah : MENIMBANG : a. bahwa perkembangan masyarakat telah mendorong munculnya perkembangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Arah kiblat adalah arah terdekat menuju Ka bah (al-masjid al-haram)

BAB I PENDAHULUAN. Arah kiblat adalah arah terdekat menuju Ka bah (al-masjid al-haram) BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Arah kiblat adalah arah terdekat menuju Ka bah (al-masjid al-haram) melalui lingkaran besar (great circle) bola bumi (Hambali, 2010:8), yang dilakukan oleh kaum

Lebih terperinci

BAB II HISAB AWAL BULAN QAMARIYAH

BAB II HISAB AWAL BULAN QAMARIYAH BAB II HISAB AWAL BULAN QAMARIYAH A. Pengertian Awal Bulan Qamariyah Penanggalan adalah sistem satuan satuan ukuran waktu yang digunakan untuk mencatat peristiwa peristiwa penting, baik mengenai kehidupan

Lebih terperinci

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 52 Tahun 2012 Tentang HUKUM HEWAN TERNAK YANG DIBERI PAKAN DARI BARANG NAJIS

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 52 Tahun 2012 Tentang HUKUM HEWAN TERNAK YANG DIBERI PAKAN DARI BARANG NAJIS FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 52 Tahun 2012 Tentang HUKUM HEWAN TERNAK YANG DIBERI PAKAN DARI BARANG NAJIS (MUI), setelah : Menimbang : 1. bahwa produk pangan ternak ada yang telah dikembangkan

Lebih terperinci

PANDANGAN AL-SHAWKÂNÎ TERHADAP MASLAHAH MURSALAH (Kajian Kitab Irshâd al-fuhûl Ilâ Tahqîq Al-Haqq Min Ilm Al-Usûl)

PANDANGAN AL-SHAWKÂNÎ TERHADAP MASLAHAH MURSALAH (Kajian Kitab Irshâd al-fuhûl Ilâ Tahqîq Al-Haqq Min Ilm Al-Usûl) PANDANGAN AL-SHAWKÂNÎ TERHADAP MASLAHAH MURSALAH (Kajian Kitab Irshâd al-fuhûl Ilâ Tahqîq Al-Haqq Min Ilm Al-Usûl) SKRIPSI Diajukan untuk melengkapi sebagian syarat-syarat guna memperoleh gelar sarjana

Lebih terperinci

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 09 Tahun 2014 Tentang JUAL BELI TANAH UNTUK KUBURAN DAN BISNIS LAHAN KUBURAN MEWAH

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 09 Tahun 2014 Tentang JUAL BELI TANAH UNTUK KUBURAN DAN BISNIS LAHAN KUBURAN MEWAH FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 09 Tahun 2014 Tentang JUAL BELI TANAH UNTUK KUBURAN DAN BISNIS LAHAN KUBURAN MEWAH (MUI), setelah : MENIMBANG : a. bahwa dewasa ini mulai banyak berkembang usaha properti

Lebih terperinci

$! " # %& ' ( ) * &+, -. /0 1 &+ 23 4 52 6 27! "#$

$!  # %& ' ( ) * &+, -. /0 1 &+ 23 4 52 6 27! #$ [ ] : : : Ikhtilaf Ulama, Sebab dan Sikap Kita Terhadapnya Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepada kita nikmat iman dan islam serta kesehatan, karunia yang tiada taranya yang telah diberikan-nya

Lebih terperinci

I TIKAF. Pengertian I'tikaf. Hukum I tikaf. Keutamaan Dan Tujuan I tikaf. Macam macam I tikaf

I TIKAF. Pengertian I'tikaf. Hukum I tikaf. Keutamaan Dan Tujuan I tikaf. Macam macam I tikaf I TIKAF Pengertian I'tikaf Secara harfiyah, I tikaf adalah tinggal di suatu tempat untuk melakukan sesuatu yang baik. Dengan demikian, I tikaf adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah

Lebih terperinci

www.fiqhindonesia.com

www.fiqhindonesia.com 13 Shalat Bagi Mereka yang Udzur 128 Daftar Bahasan Pengertian Udzur Shalat Orang Sakit Beberapa Hukum Berkenaan dengan Shalat Orang Sakit Shalat Orang Musafir Makna Safar (Bepergian) Mengqashar Salat

Lebih terperinci

BAB I WAKAF HAK CIPTA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA

BAB I WAKAF HAK CIPTA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA BAB I 1 WAKAF HAK CIPTA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA A. Latar Belakang Masalah Lahirnya Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf di Indonesia sebagai penyempurna

Lebih terperinci

قام بعملية تغي جلنس من رجل ىل امرأة فهل ل خللوة بالنساء. Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajid مد صالح ملنجد

قام بعملية تغي جلنس من رجل ىل امرأة فهل ل خللوة بالنساء. Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajid مد صالح ملنجد Seteleh Operasi Kelamin dari Laki-laki Menjadi Perempuan Apakah DiPerbolehkan Dia Berduaan Dengan Wanita? قام بعملية تغي جلنس من رجل ىل امرأة فهل ل خللوة بالنساء ] إندوني - Indonesian [ Indonesia - Syaikh

Lebih terperinci

ILMU QIRO AT DAN ILMU TAFSIR Oleh: Rahmat Hanna BAB I PENDAHULUAN. Al-Qur an sebagai kalam Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW

ILMU QIRO AT DAN ILMU TAFSIR Oleh: Rahmat Hanna BAB I PENDAHULUAN. Al-Qur an sebagai kalam Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW ILMU QIRO AT DAN ILMU TAFSIR Oleh: Rahmat Hanna BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Al-Qur an sebagai kalam Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril dengan lafal dan maknanya,

Lebih terperinci

EMPAT AGENDA ISLAM YANG MEMBEBASKAN

EMPAT AGENDA ISLAM YANG MEMBEBASKAN l Edisi 001, Agustus 2011 EMPAT AGENDA ISLAM YANG MEMBEBASKAN P r o j e c t i t a i g k a a n D Luthfi Assyaukanie Edisi 001, Agustus 2011 1 Edisi 001, Agustus 2011 Empat Agenda Islam yang Membebaskan

Lebih terperinci

Khutbah Jum'at. Keutamaan Bulan Sya'ban. Bersama Dakwah 1

Khutbah Jum'at. Keutamaan Bulan Sya'ban. Bersama Dakwah 1 Bersama Dakwah 1 KHUTBAH PERTAMA.. * Hari ini kita telah memasuki bulan Sya'ban. Tidak terasa telah enam hari kita bersamanya. Bulan Sya'ban, yang terletak diantara Rajab dan Ramadhan ini seringkali dilalaikan

Lebih terperinci

Asal Usul Alam Semesta

Asal Usul Alam Semesta Kontroversi Islam dan Sains? Asal Usul Alam Semesta Pernahkah Anda merenung tentang asal usul alam semesta, bagaimanakah alam semesta dapat terbentuk. Pertanyaan tersebut yang mendorong ilmuwan di setiap

Lebih terperinci

Kewajiban Haji dan Beberapa Peringatan Penting dalam Pelaksanaannya

Kewajiban Haji dan Beberapa Peringatan Penting dalam Pelaksanaannya Kewajiban Haji dan Beberapa Peringatan Penting dalam Pelaksanaannya Dan mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang memiliki kemampuan. Barangsiapa kafir atau mengingkari

Lebih terperinci

PENENTUAN AWAL AKHIR WAKTU SHOLAT

PENENTUAN AWAL AKHIR WAKTU SHOLAT PENENTUAN AWAL AKHIR WAKTU SHOLAT Sholat 5 waktu sehari semalam adalah kewajiban setiap muslim/at dan salah satu rukun Islam. Sholat adalah amalan yang pertama kali dihisab di hari akhir. Jika sholat seorang

Lebih terperinci

FATWA MAJLIS ULAMA INDONESIA Tentang Perayaan Natal Bersama

FATWA MAJLIS ULAMA INDONESIA Tentang Perayaan Natal Bersama FATWA MAJLIS ULAMA INDONESIA Tentang Perayaan Natal Bersama Menimbang: 1) Ummat Islam perlu mendapat petunjuk yang jelas tentang Perayaan Natal Bersama. 2) Ummat islam agar tidak mencampur-adukkan Aqidah

Lebih terperinci

DI BULAN SUCI RAMADHAN

DI BULAN SUCI RAMADHAN AMALAN-AMALAN DI BULAN SUCI RAMADHAN Disusun Oleh: Mohammad Iqbal Ghazali. MA Murajaah : Abu Ziyad ا عمال رمضانية Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah 1428 2007 AMALAN-AMALAN DI BULAN SUCI RAMADHAN

Lebih terperinci

www.fiqhindonesia.com

www.fiqhindonesia.com 6 196 Daftar Bahasan Pengertian Anjuran Melakukan Hukum Syarat-Syarat Waktu di Sepuluh Malam Terakhir Bulan Ramadhan Hikmah di Balik Anjuran Hal-Hal yang Dibolehkan Bagi Orang yang Hal-Hal yang Membatalkan

Lebih terperinci

OLEH. MUHAMMAD AJI NUGROHO

OLEH. MUHAMMAD AJI NUGROHO SEJARAH TURUN DAN PENULISAN AL--QUR AN PADA MASA NABI AL OLEH. MUHAMMAD AJI NUGROHO Al--Qur an Secara Bahasa Al Salim Muhsin, (t.th:4), al-qur an isim masdar yang sepadan dengan qiraat. Menurut Ahmad Bin

Lebih terperinci

PELATIHAN ARAH KIBLAT (TEORI DAN PRAKTEK) BAGI SANTRI MA NIPA DAN MA NIPI RAKHA AMUNTAI

PELATIHAN ARAH KIBLAT (TEORI DAN PRAKTEK) BAGI SANTRI MA NIPA DAN MA NIPI RAKHA AMUNTAI LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PELATIHAN ARAH KIBLAT (TEORI DAN PRAKTEK) BAGI SANTRI MA NIPA DAN MA NIPI RAKHA AMUNTAI OLEH : Syaifullah, Hj. Rifkah, Domi Hidayat, Noviar Rahman PRODI AHWAL

Lebih terperinci

METODE PENENTUAN ARAH KIBLAT DENGAN TEODOLIT

METODE PENENTUAN ARAH KIBLAT DENGAN TEODOLIT METODE PENENTUAN ARAH KIBLAT DENGAN TEODOLIT (Pendekatan Sistem Koordinat Geografik dan Ellipsoid) Oleh : Akhmad Syaikhu A. PERSIAPAN Untuk melakukan pengukuran arah kiblat suatu tempat atau kota dengan

Lebih terperinci

METODE PENENTUAN ARAH KIBLAT DAN AKURASINYA 424. Dr. H. Ahmad Izzuddin, M.Ag 425

METODE PENENTUAN ARAH KIBLAT DAN AKURASINYA 424. Dr. H. Ahmad Izzuddin, M.Ag 425 METODE PENENTUAN ARAH KIBLAT DAN AKURASINYA 424 Dr. H. Ahmad Izzuddin, M.Ag 425 ABSTRACT Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penentuan arah kiblat semakin mudah dilakukan. Akan tetapi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pernikahan merupakan seruan agama yang harus dijalankan oleh. manusia bagi yang hendak berkeluarga. Banyak sekali hikmah yang dapat

BAB I PENDAHULUAN. Pernikahan merupakan seruan agama yang harus dijalankan oleh. manusia bagi yang hendak berkeluarga. Banyak sekali hikmah yang dapat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pernikahan merupakan seruan agama yang harus dijalankan oleh manusia bagi yang hendak berkeluarga. Banyak sekali hikmah yang dapat diambil dari sebuah pernikahan.

Lebih terperinci

I PENGEMBANGAN PENGELOLAAN WAKAF TUNAI DI INDONESIA

I PENGEMBANGAN PENGELOLAAN WAKAF TUNAI DI INDONESIA Pengelolaan Wakaf Uang Tunai dalam Perseroan Terbatas I PENGEMBANGAN PENGELOLAAN WAKAF TUNAI DI INDONESIA A. Pengelolaan Wakaf Tunai Dalam Perspektif Hukum Di Indonesia berlaku pluralisme hukum perdata,

Lebih terperinci

[ ] E١٩٠ J١٨١ W F : : SIFAT TERUS TERANG Tidak ada kebaikan padamu apabila kamu tidak mengatakannya Apakah di antara konsekuensi berterus terang adalah adab yang buruk, membangkitkan fitnah, mengungkap

Lebih terperinci

Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I.

Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I. Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I. Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya sama dengan orang yang (setan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti

Lebih terperinci

ADAB DAN MANFAAT MENUNTUT ILMU

ADAB DAN MANFAAT MENUNTUT ILMU ADAB DAN MANFAAT MENUNTUT ILMU Oleh: Mohammad Fakhrudin Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, Berlapang-lapanglah dalam majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan

Lebih terperinci

*** Syarat Amal Diterima

*** Syarat Amal Diterima Syarat Amal Diterima Kita telah mengetahui, bahwa Allah memerintahkan kepada kita untuk beribadah kepada-nya, setelah itu Allah Subhanahu wa Ta ala akan membalas pahala amal ibadah, sesuai dengan tingkatannya.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dipergunakan sebaik-baiknya bagi kesejahteraan bersama. 1 Diantara anugrah

BAB I PENDAHULUAN. dipergunakan sebaik-baiknya bagi kesejahteraan bersama. 1 Diantara anugrah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia adalah khalifah di muka bumi, Islam memandang bahwa bumi dan segala isinya merupakan amanah Allah kepada sang khalifah agar dipergunakan sebaik-baiknya

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP HIBAH SELURUH HARTA KEPADA ANAK ANGKAT DI DESA JOGOLOYO KECAMATAN SUMOBITO KABUPATEN JOMBANG

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP HIBAH SELURUH HARTA KEPADA ANAK ANGKAT DI DESA JOGOLOYO KECAMATAN SUMOBITO KABUPATEN JOMBANG 68 BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP HIBAH SELURUH HARTA KEPADA ANAK ANGKAT DI DESA JOGOLOYO KECAMATAN SUMOBITO KABUPATEN JOMBANG A. Analisis terhadap pelaksanaan hibah seluruh harta kepada anak angkat

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH

ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH KEPUTUSAN MUKTAMAR MUHAMMADIYAH KE-45 TENTANG ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH MUQADDIMAH Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah dan Penyayang. Segala puji bagi Allah yang mengasuh

Lebih terperinci

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 2 Tahun 2004 Tentang PENETAPAN AWAL RAMADHAN, SYAWAL, DAN DZULHIJJAH

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 2 Tahun 2004 Tentang PENETAPAN AWAL RAMADHAN, SYAWAL, DAN DZULHIJJAH 25 Penetapan Awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 2 Tahun 2004 Tentang PENETAPAN AWAL RAMADHAN, SYAWAL, DAN DZULHIJJAH Majelis Ulama Indonesia, setelah : MENIMBANG :

Lebih terperinci

HAK- HAK ASASI MANUSIA (HAM)

HAK- HAK ASASI MANUSIA (HAM) 26 HAK- HAK ASASI MANUSIA (HAM) FATWA MUSYAWARAH NASIONAL VI MAJELIS ULAMA INDONESIA NOMOR: 6/MUNAS VI/MUI/2000 Tentang HAK-HAK ASASI MANUSIA (HAM) Musyawarah Nasional VI Majelis Ulama Indonesia yang berlangsung

Lebih terperinci

RELEVANSI KONSEP RUJUK ANTARA KOMPILASI HUKUM ISLAM DAN PANDANGAN IMAM EMPAT MADZHAB SKRIPSI. Oleh : MUNAWWAR KHALIL NIM : 06210009

RELEVANSI KONSEP RUJUK ANTARA KOMPILASI HUKUM ISLAM DAN PANDANGAN IMAM EMPAT MADZHAB SKRIPSI. Oleh : MUNAWWAR KHALIL NIM : 06210009 RELEVANSI KONSEP RUJUK ANTARA KOMPILASI HUKUM ISLAM DAN PANDANGAN IMAM EMPAT MADZHAB SKRIPSI Oleh : MUNAWWAR KHALIL NIM : 06210009 JURUSAN AL-AHWAL AL-SYAKHSHIYYAH FAKULTAS SYARI AH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

Lebih terperinci

Apa yang Dianjurkan Setelah Selesai Witir

Apa yang Dianjurkan Setelah Selesai Witir Apa yang Dianjurkan Setelah Selesai Witir ] إندوني - Indonesian [ Indonesia - DR. Muhammad bin Fahd al-furaih Dinukil dari Buku Masalah-Masalah Shalat Malam (hal. 71-75) 0Terjemah0T 0T: 0TMuhammad Iqbal

Lebih terperinci

PENJELASAN TENTANG HASIL HISAB BULAN RAMADAN, SYAWAL, DAN ZULHIJAH 1436 H (2015 M)

PENJELASAN TENTANG HASIL HISAB BULAN RAMADAN, SYAWAL, DAN ZULHIJAH 1436 H (2015 M) PENJELSN TENTNG HSIL HIS ULN RMDN, SYWL, DN ZULHIJH 1436 H (2015 M) Data dan kesimpulan sebagaimana dimuat dalam Hasil Hisab Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang merupakan lampiran

Lebih terperinci

Sifat Shalat Istisqa (Minta Hujan)

Sifat Shalat Istisqa (Minta Hujan) Sifat Shalat Istisqa (Minta Hujan) Syaikh Muhammad bin Shalih al-utsaimin Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2012-1433 صفة صلاة الاستسقاء» باللغة الا ندونيسية «الشيخ مد

Lebih terperinci

Gaya Hidup Islami dan Jahili

Gaya Hidup Islami dan Jahili Gaya Hidup Islami dan Jahili Dalam pandangan Islam gaya hidup dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu: 1) gaya hidup Islami, dan 2) gaya hidup jahili. Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN. Mata Kuliah : Fiqh Ibadah Fakultas : Syari'ah Jurusan : Ahwal Syakhshiyyah SKS : 2 SKS Kode : 21210 Prasyarat :

SATUAN ACARA PERKULIAHAN. Mata Kuliah : Fiqh Ibadah Fakultas : Syari'ah Jurusan : Ahwal Syakhshiyyah SKS : 2 SKS Kode : 21210 Prasyarat : SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata Kuliah : Fiqh Ibadah Fakultas : Syari'ah Jurusan : Ahwal Syakhshiyyah SKS : 2 SKS Kode : 21210 Prasyarat : A. DESKRIPSI MATA KULIAH Mata Kuliah Fiqh ibadah adalah suatu mata

Lebih terperinci

PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH

PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH Endang Tri Wahyuni A.: Pengaruh Faktor Syariah, Tingkat Keuntungan Bagi 269 PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASAMAN BARAT PANDAI BACA TULIS HURUF AL- QUR AN BAGI MURID SD, SISWA, SLTP, SLTA, DAN CALON PENGANTEN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASAMAN BARAT PANDAI BACA TULIS HURUF AL- QUR AN BAGI MURID SD, SISWA, SLTP, SLTA, DAN CALON PENGANTEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASAMAN BARAT NOMOR : 9 TAHUN 2007 TENTANG PANDAI BACA TULIS HURUF AL- QUR AN BAGI MURID SD, SISWA, SLTP, SLTA, DAN CALON PENGANTEN BUPATI PASAMAN BARAT Menimbang : a. Bahwa

Lebih terperinci

Kebaikan Palsu (riya )

Kebaikan Palsu (riya ) Kiat-kiat melawan sifat riya Penderita penyakit parah ini (riya) biasanya tidak sadar bahwa ia tertekan karenanya, sehingga membuat segala perbuatan baiknya tidak bearti. Godaan iblis dan egonya sedemikian

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. Di dalam melihat produk hukum dari maz hab terdahulu, seperti produk

BAB V PENUTUP. Di dalam melihat produk hukum dari maz hab terdahulu, seperti produk 105 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Di dalam melihat produk hukum dari maz hab terdahulu, seperti produk hukum fiqh Ima>m Sya>fi i> tentang masalah kesaksian wanita dalam nikah dan melihat hila>l, yang mengemukakan

Lebih terperinci

Cara Pemetaan Energi Rumah. Berdasarkan Arah Kompas

Cara Pemetaan Energi Rumah. Berdasarkan Arah Kompas Cara Pemetaan Energi Rumah Berdasarkan Arah Kompas 1 Cara Pemetaan Energi Rumah Berdasarkan Arah Kompas Oleh : Aries Harijanto Pengelola: Indonesia Feng Shui Online Center (IFSOC) 2008. http://www.klikfengshui.com

Lebih terperinci

[ ] E٣٢٧ J٣١٩ W F : : Al- HAYA' (Sifat PEMALU) "al Haya' ( Rasa malu) tidak datang kecuali dengan kebaikan." Sesungguhnya di antara fenomena keseimbangan dan tanda-tanda kesempurnaan dalam tarbiyah bahwa

Lebih terperinci

Hari Besar Orang-Orang Kafir

Hari Besar Orang-Orang Kafir Hari Besar Orang-Orang Kafir Disusun Oleh: Munir Fuadi Ridwan MA Murajaah : Abu Ziyad ا عياد الكفار منيرفو اديرضوان Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah 1428 2007 Hari Besar Orang-Orang Kafir Dalam

Lebih terperinci

Masyarakat Merdeka. Buku Masyarakat Muslim Dalam Perspektif Al Quran dan Sunnah. Muhammad Ali al-hasyimi. Terjemah : Muzaffar Sahidu

Masyarakat Merdeka. Buku Masyarakat Muslim Dalam Perspektif Al Quran dan Sunnah. Muhammad Ali al-hasyimi. Terjemah : Muzaffar Sahidu Masyarakat Merdeka Buku Masyarakat Muslim Dalam Perspektif Al Quran dan Sunnah [ Indonesia Indonesian ] Muhammad Ali al-hasyimi Terjemah : Muzaffar Sahidu Editor : Muhammad Thalib 2009-1430 ملسلم ملسلم

Lebih terperinci

Jika persegi panjang ABCD di atas diketahui OA = 26 cm, maka panjang BO adalah... A. 78 cm. C. 26 cm B. 52 cm. D. 13 cm Kunci : C Penyelesaian :

Jika persegi panjang ABCD di atas diketahui OA = 26 cm, maka panjang BO adalah... A. 78 cm. C. 26 cm B. 52 cm. D. 13 cm Kunci : C Penyelesaian : 1. Jika persegi panjang ABCD di atas diketahui OA = 26 cm, maka panjang BO adalah... A. 78 cm C. 26 cm B. 52 cm D. 13 cm 2. Gambar disamping adalah persegi panjang. Salah satu sifat persegi panjang adalah

Lebih terperinci

PERLINDUNGAN HUKUM ISLAM TERHADAP KAUM MINORITAS NON-MUSLIM DI NEGARA ISLAM. Oleh: Marzuki (Jurusan PPKN FIS UNY)

PERLINDUNGAN HUKUM ISLAM TERHADAP KAUM MINORITAS NON-MUSLIM DI NEGARA ISLAM. Oleh: Marzuki (Jurusan PPKN FIS UNY) PERLINDUNGAN HUKUM ISLAM TERHADAP KAUM MINORITAS Abstrak NON-MUSLIM DI NEGARA ISLAM Oleh: Marzuki (Jurusan PPKN FIS UNY) Misi utama disyariatkannya hukum Islam adalah untuk kemaslahatan umat manusia pada

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam penetapan awal bulan kamariah, terdapat beberapa metode yang

BAB I PENDAHULUAN. Dalam penetapan awal bulan kamariah, terdapat beberapa metode yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam penetapan awal bulan kamariah, terdapat beberapa metode yang menjadi dasar dalam penentuannya, antara lain yaitu dengan menggunakan metode hisab dan metode rukyat.

Lebih terperinci

TAFSIR SURAT ALAM NASYRAH

TAFSIR SURAT ALAM NASYRAH TAFSIR SURAT ALAM NASYRAH Oleh: رحمه اهلل Imam Ibnu Katsir Download > 300 ebook Islam, Gratis!!! kunjungi. سورة الشرح TAFSIR SURAT ALAM NASYRAH (Bukankah Kami telah Melapangkan) 1 "Dengan menyebut Nama

Lebih terperinci

M ENCERMATI K ONDISI B ATIN: KETIKA KITA MELAKUKAN DOSA BESAR

M ENCERMATI K ONDISI B ATIN: KETIKA KITA MELAKUKAN DOSA BESAR M ENCERMATI K ONDISI B ATIN: KETIKA KITA MELAKUKAN DOSA BESAR www. depag.go.id Oleh Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA Dosa dan maksiat bukan saja perbuatan tercela dan terlarang, melainkan juga membutakan

Lebih terperinci

FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL Nomor: 77/DSN-MUI/V/2010 Tentang JUAL-BELI EMAS SECARA TIDAK TUNAI

FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL Nomor: 77/DSN-MUI/V/2010 Tentang JUAL-BELI EMAS SECARA TIDAK TUNAI FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL Nomor: 77/DSN-MUI/V/2010 Tentang JUAL-BELI EMAS SECARA TIDAK TUNAI Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI)setelah, Menimbang : a. bahwa transaksi jual beli

Lebih terperinci

10 Pembatal Keislaman

10 Pembatal Keislaman 10 Pembatal Keislaman نو قض لا سلا [ Indonesia Indonesian ] Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah Terjemah : Muh. Iqbal Ahmad Ghazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2010-1432 نو قض لا سلا» باللغة

Lebih terperinci

Hisab Awal Bulan Syawwal 1434 H

Hisab Awal Bulan Syawwal 1434 H Hisab Awal Bulan Sistem Ephemeris 1 Hisab Awal Bulan Syawwal 1434 H Kota Penentuan Brisbane Lintang tempat (φ) = 27 28' 45 LS Bujur tempat (λ) = 153 1 ' 40 BT Tinggi tempat =... 10 meter di atas laut 0.

Lebih terperinci

Hukum Meyakini Bahwa Rasulullah SHALALLHU ALAIHI WA SALLAM Ada Di Setiap Tempat Dan Mengetahui Perkara Gaib

Hukum Meyakini Bahwa Rasulullah SHALALLHU ALAIHI WA SALLAM Ada Di Setiap Tempat Dan Mengetahui Perkara Gaib Hukum Meyakini Bahwa Rasulullah SHALALLHU ALAIHI WA SALLAM Ada Di Setiap Tempat Dan Mengetahui Perkara Gaib ] إندوني Indonesian [ Indonesia Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Baz rahimahullah Terjemah : Muhammad

Lebih terperinci

a. Pedoman dikapal b. Menara suar c. Sudut baringan (relatiop)

a. Pedoman dikapal b. Menara suar c. Sudut baringan (relatiop) BAB VI ALAT BARING PENDAHULUAN Dalam bab ini akan dibahas mengenai alat navigasi yang umumnya hanya digunakan di kapal bersama-sama dengan pedoman magnit untuk mendapatkan posisi kapal, yaitu alat baring.

Lebih terperinci

Mengapa Kita Harus Berdakwah? [ Indonesia Indonesian

Mengapa Kita Harus Berdakwah? [ Indonesia Indonesian Mengapa Kita Harus Berdakwah?? [ Indonesia Indonesian ] Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2009-1430 ? : : 2009-1430 2 Mengapa Kita Harus Berdakwah? [1] Dakwah merupakan jalan

Lebih terperinci

Oleh: Dr. H. Achmad Satori Ismail, MA

Oleh: Dr. H. Achmad Satori Ismail, MA Oleh: Dr. H. Achmad Satori Ismail, MA Dalam sejarah ulama salaf, diriwayatkan bahwa khalifah rasyidin ke V Umar bin Abdil Aziz dalam suatu shalat tahajjudnya membaca ayat 22-24 dari surat ashshoffat اح

Lebih terperinci

!!" #$ % &' &()*+&, -./ +0 &'!1 2 &3/" 4./" 56 * % &' &()*+&, " "# $ %! #78*5 9: ;<*% =7" >1?@*5 0 ;A " 4! : B C*5 0 D % *=75E& 2 >1?@*5 0 4. "/ 4!

!! #$ % &' &()*+&, -./ +0 &'!1 2 &3/ 4./ 56 * % &' &()*+&,  # $ %! #78*5 9: ;<*% =7 >1?@*5 0 ;A  4! : B C*5 0 D % *=75E& 2 >1?@*5 0 4. / 4! [ ] E٤٩١ J٤٨٧ W F : : Dan berbuat baiklah sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu. Sesungguhnya agama mewajibkan kepada para pengikutnya (berbuat baik) dalam segala hal dan tidak ridha dari para pengikutnya

Lebih terperinci

Penentuan Posisi. Hak Cipta 2007 Nokia. Semua hak dilindungi undang-undang.

Penentuan Posisi. Hak Cipta 2007 Nokia. Semua hak dilindungi undang-undang. Penentuan Posisi 2007 Nokia. Semua hak dilindungi undang-undang. Nokia, Nokia Connecting People, Nseries, dan N81 adalah merek dagang atau merek dagang terdaftar dari Nokia Corporation. Nama produk dan

Lebih terperinci

Khutbah Jum'at: Hakikat Iman dan Tanda-Tandanya

Khutbah Jum'at: Hakikat Iman dan Tanda-Tandanya Khutbah Jum'at: Hakikat Iman dan Tanda-Tandanya Khutbah Jumat berikut ini menjelaskan tentang hakikat iman beserta tanda-tandanya. bagaimanakah penjelasan lengkapnya dan sudahkah kita termasuk orang-orang

Lebih terperinci

Hukum Melakukan Operasi Selaput Dara

Hukum Melakukan Operasi Selaput Dara Hukum Melakukan Operasi Selaput Dara شلكة لرسقة عند الا طفال ] إندوني - Indonesian [ Indonesia - Syeikh Muhammad Sholih Al-Munajid حامد نهار ملط ي Penterjemah: www.islamqa.info Pengaturan: www.islamhouse.com

Lebih terperinci

ILMU UKUR TANAH. Oleh: IDI SUTARDI

ILMU UKUR TANAH. Oleh: IDI SUTARDI ILMU UKUR TANAH Oleh: IDI SUTARDI BANDUNG 2007 1 KATA PENGANTAR Ilmu Ukur Tanah ini disajikan untuk Para Mahasiswa Program Pendidikan Diploma DIII, Jurusan Geologi, Jurusan Tambang mengingat tugas-tugasnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. diperhatikan saat ini adalah pembangunan dibidang pendidikan, menyadari. kalangan pendidikan itu sendiri termasuk para guru.

BAB I PENDAHULUAN. diperhatikan saat ini adalah pembangunan dibidang pendidikan, menyadari. kalangan pendidikan itu sendiri termasuk para guru. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan yang giat-giatnya dilakukan oleh bangsa saat ini adalah upaya membentuk manusia Indonesia yang seutuhnya, baik mental, spiritual dan fisik material. Salah

Lebih terperinci

BOOK REVIEW KEAJAIBAN KA'BAH: PERSEPSI Al-QUR'AN DAN SAINS

BOOK REVIEW KEAJAIBAN KA'BAH: PERSEPSI Al-QUR'AN DAN SAINS Judul BOOK REVIEW KEAJAIBAN KA'BAH: PERSEPSI Al-QUR'AN DAN SAINS : Pusaran Energi Ka'bah Pengarang : Agus Mustofa Penerbit Tahun : 2004 Tebal : x + 188 : JP Press dan Yayasan Padang Makhsyar Baitullah,

Lebih terperinci

BIMBINGAN RINGKAS DAN PRAKTIS MANASIK HAJI & UMRAH sesuai dengan Sunnah

BIMBINGAN RINGKAS DAN PRAKTIS MANASIK HAJI & UMRAH sesuai dengan Sunnah BIMBINGAN RINGKAS DAN PRAKTIS MANASIK HAJI & UMRAH sesuai dengan Sunnah Pengantar Menunaikan ibadah haji adalah sesuatu yang amat dirindukan oleh setiap umat Islam, bahkan oleh yang telah menunaikannya

Lebih terperinci

Memuji Orang-Orang Shalih dan Mendorong Mereka Agar Terus Berjalan Lurus

Memuji Orang-Orang Shalih dan Mendorong Mereka Agar Terus Berjalan Lurus Memuji Orang-Orang Shalih dan Mendorong Mereka Agar Terus Berjalan Lurus ] ندونييس Indonesian [ Indonesia Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bâz Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali Editor : Eko Haryanto

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan analis isi ( content analysis). Pendekatan analisis isi merupakan suatu langkah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Alam semesta merupakan sumber ilmu pengetahuan yang paling

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Alam semesta merupakan sumber ilmu pengetahuan yang paling BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Alam semesta merupakan sumber ilmu pengetahuan yang paling berharga di jagad ini, hampir segala ilmu pengetahuan bermula dari alam semesta. melalui berbagai

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Mengenai pengertian fakir dan miskin terdapat perbedaan pendapat.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Mengenai pengertian fakir dan miskin terdapat perbedaan pendapat. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Kefakiran Mengenai pengertian fakir dan miskin terdapat perbedaan pendapat. Ada yang menganggap bahwa pengertian fakir itu berbeda dengan pengertian miskin, ada pula

Lebih terperinci

GERHANA. Sukma Perdana Prasetya

GERHANA. Sukma Perdana Prasetya GERHANA Sukma Perdana Prasetya MITOS MITOS GERHANA Beragam mithos tentang gerhana di berbagai tempat di muka bumi menarik untuk disimak sebagai pelestarian kekayaan khasanah budaya manusia di masa lalu.

Lebih terperinci

السلم عليكم ورحمة ا وبركاته. Oleh: M. Danusiri MANFAAT CIPTAAN : AKSIOLOGI ALAM SEMESTA

السلم عليكم ورحمة ا وبركاته. Oleh: M. Danusiri MANFAAT CIPTAAN : AKSIOLOGI ALAM SEMESTA MANFAAT CIPTAAN : AKSIOLOGI ALAM SEMESTA السلم عليكم ورحمة ا وبركاته Oleh: M. Danusiri Disampaikan dalam kajian studi Islam di Rusunawa Unimus,29 Juni 2011, Semua ciptaan ada manfaatnya (Yaitu) orang-orang

Lebih terperinci

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah. Tanjung Redeb. Posisi Agama Islam di Antara Agama-Agama di Dunia Makalah Metodologi Studi Islam

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah. Tanjung Redeb. Posisi Agama Islam di Antara Agama-Agama di Dunia Makalah Metodologi Studi Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Tanjung Redeb Posisi Agama Islam di Antara Agama-Agama di Dunia Makalah Metodologi Studi Islam Hermansyah Jurusan: Pendidikan Agama Islam (Semester 1 Kelas A)

Lebih terperinci

Telaah Matematis pada Penentuan Awal Bulan Qomariyah Berdasarkan Metode Ephemeris Hisab Rukyat

Telaah Matematis pada Penentuan Awal Bulan Qomariyah Berdasarkan Metode Ephemeris Hisab Rukyat Telaah Matematis pada Penentuan Awal Bulan Qomariyah Berdasarkan Metode Ephemeris Hisab Rukyat Dyah Worowirastri Ekowati Universitas Muhammadiyah Malang dyah_umm@yahoo.com Abstrac The problem of determining

Lebih terperinci

Institute periklanan Inggris mendefinisikan iklan merupakan pesan-pesan

Institute periklanan Inggris mendefinisikan iklan merupakan pesan-pesan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Iklan merupakan bentuk pengenalan suatu produk, jasa, atau lembaga untuk lebih mudah dikenal oleh masyarakat luas.dengan tujuan memikat minat masyarakat untuk

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MPENAJAM PASER UTARA NOMOR 23 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN BACA TULIS AL-QUR AN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MPENAJAM PASER UTARA NOMOR 23 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN BACA TULIS AL-QUR AN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN MPENAJAM PASER UTARA NOMOR 23 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN BACA TULIS AL-QUR AN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM PASER UTARA, Menimbang : a. bahwa tujuan pendidikan

Lebih terperinci

??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????? Keutamaan Hari Jumat Ada beberapa hadis yang menyebutkan keutamaan hari Jumat. Di antaranya: Hari Jumat merupakan hari raya tiap pekan 1. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi

Lebih terperinci

Kajian Cara Menentukan Arah Kiblat

Kajian Cara Menentukan Arah Kiblat 3 ( Kajian Cara Menentukan Arah Kiblat Sumber : Rukyatul Hilal Indonesia B. Latar Belakang Sejarah Pada awalnya, kiblat mengarah ke Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsa Jerusalem di Palestina, namun pada tahun

Lebih terperinci

Ilmu Ukur Tanah (Plan Survaying)

Ilmu Ukur Tanah (Plan Survaying) Ilmu Ukur Tanah (Plan Survaying) Merupakan ilmu, seni, dan teknologi untuk menyajikan bentuk permukaan bumi baik unsur alam maupun unsur buatan manusia pada bidang yang dianggap datar. Yang merupakan bagian

Lebih terperinci

Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran.

Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran. LAMPIRAN Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran. Kriteria Indikator Kurang 1 Menirukan kembali 3 4 urutan kata, misalnya: Tidur, mandi,

Lebih terperinci

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN HAL-HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN نو قض لا سلا ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH BIN BAZ عبد لعزيز بن عبد الله بن با Penerjemah: Abu Azka Faridy ترمجة: بو ىك فريد Murajaah: Muh. Mu inudinillah Muhammadun Abdul

Lebih terperinci

ب س م االله الر ح من الر ح ي م

ب س م االله الر ح من الر ح ي م 1 FATWA DEWAN SYARI'AH NASIONAL NO: 38/DSN-MUI/X/2002 Tentang SERTIFIKAT INVESTASI MUDHARABAH ANTARBANK (SERTIFIKAT IMA) ب س م االله الر ح من الر ح ي م Dewan Syari'ah Nasional setelah, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pria dan wanita diciptakan oleh Tuhan untuk hidup berpasang-pasangan

BAB I PENDAHULUAN. Pria dan wanita diciptakan oleh Tuhan untuk hidup berpasang-pasangan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Pria dan wanita diciptakan oleh Tuhan untuk hidup berpasang-pasangan sehingga dapat memperoleh keturunan. Proses tersebut ditempuh melalui suatu lembaga

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2014 TENTANG JAMINAN PRODUK HALAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2014 TENTANG JAMINAN PRODUK HALAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2014 TENTANG JAMINAN PRODUK HALAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Undang-Undang Dasar Negara

Lebih terperinci

Cara Bersuci dan Shalat Orang yang Sakit

Cara Bersuci dan Shalat Orang yang Sakit Cara Bersuci dan Shalat Orang yang Sakit كيفية طها صلا ملريض [ Indonesia Indonesian ند نيn ] Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa Terjemah :Muhammad Iqbal A.Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Lebih terperinci

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014 KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014 Assalamu alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua. Yang

Lebih terperinci

Peringatan Agar Tidak Tertipu dengan Kenikmatan Dunia

Peringatan Agar Tidak Tertipu dengan Kenikmatan Dunia Peringatan Agar Tidak Tertipu dengan Kenikmatan Dunia Khutbah Jumat ini berisi nasihat agar kita tidak terlena dengan kenikmatan yang kita peroleh di dunia. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia

Lebih terperinci

Mengapa kaum Muslimin mundur dan kenapa kaum selain mereka maju? yang dalam

Mengapa kaum Muslimin mundur dan kenapa kaum selain mereka maju? yang dalam MENGAPA KAUM MUSLIMIN MUNDUR? Oleh: Imam Nasruddin 1 Pendahuluan Tulisan ini sebenarnya merupakan pengadopsian dari buku karya Al-Amier Syakieb Arsalan yang terkenal itu. Buku yang sudah terlalu tua dari

Lebih terperinci