AKIBAT HUKUM DARI PERCERAIAN DENGAN ALASAN SUAMI MURTAD

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "AKIBAT HUKUM DARI PERCERAIAN DENGAN ALASAN SUAMI MURTAD"

Transkripsi

1 AKIBAT HUKUM DARI PERCERAIAN DENGAN ALASAN SUAMI MURTAD (Analisa Putusan No. 1154/ PDT. G/ 2007/ PA. JS) Skripsi Diajukan kepada Fakultas Syari ah dan Hukum Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Hukum Islam (S.H.I) Oleh : LILIS SURYANI NIM : ( ) Di bawah Bimbingan Pembimbing I Pembimbing II Drs. H. Abd. Wahab Abd Muhaimin,Lc. MA Afwan Faizin, S. Ag, M.A, KONSENTRASI ADMINISTRASI KEPERDATAAN ISLAM JURUSAN AKHWAL AS-SYAHSIYYAH FAKULTAS SYARI AH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1429 H/2008 M

2 بسم االله الرحمن الرحيم KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, taufiq, dan hidayah-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripisi ini. Shalawat serta salam senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, pembawa syari ah-nya yang universal bagi semua umat manusia setiap waktu dan tempat sampai akhir zaman. Dalam penulisan skripsi ini, tidak sedikit kesulitan dan hambatan yang penulis temukan, namun syukur Alhamdulillah berkat rahmat dan inayah-nya, kesungguhan, serta dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, baik langsung maupun tidak langsung, segala kesulitan dapat diatasi dengan sebaik-baiknya, sehingga pada akhirnya skripsi ini dapat terselesaikan. Oleh sebab itu, sudah sepantasnya pada kesempatan kali ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada: 1. Bapak Prof. Dr. H. Muhammad Amin Suma, S.H., M.A., M.M., selaku Dekan Fakultas Syari ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Bapak Drs. H. A. Basiq Djalil, S.H., M.A., dan Bapak Kamarusdiana, S.Ag., M. Hum, selaku Ketua Prodi dan Sekertaris Prodi al-akhwalus Syakhsiyyah Fakultas Syari ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

3 3. Bapak H. Abd. Wahab Abd Muhaimin, Lc. MA dan Bapak Afwan Faizin, S.Ag, M.A, selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran selama membimbing penulis untuk dapat menyelesaikan skripsi ini. Semoga Allah memudahkan setiap langkahnya. Amin. 4. Segenap Bapak dan Ibu dosen serta staf pengajar pada lingkungan Prodi al- Akhwalus Syakhsiyyah fakultas Syari ah dan Hukum Universitas Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan ilmu pengetahuannya kepada penulis selama duduk di bangku kuliah. 5. Segenap jajaran staf dan karyawan akademik Perpustakaan Fakultas Syari ah dan Hukum dan Perpustakaan Utama yang telah banyak membantu dalam pengadaan referensi-referensi sebagai bahan rujukan penulis dalam menyusun skripsi. 6. Bapak Drs. A. Chairi, M. Hum, selaku Ketua Pengadilan Agama Jakarta Selatan dan seluruh jajarannya yang telah memberikan kesempatan kepada penulis dalam mencari data-data sebagai bahan rujukan skripsi. 7. Sejumput bakti ananda persembahkan kepada Ayahanda H. Abdul Rosyid dan Uminda tercinta Hj. Zubairoh, yang telah mencahayai hidupku serta senantiasa memberikan kasih sayang disertai do a penuh rasa tulus dan ikhlas dalam setiap jejak langkahku. Semoga baktiku ini mampu menjelma menjadi do a terima kasih ku untukmu. Semoga Allah selalu menyayangi mereka berdua. Amin. 8. Selaksa do a dan harapan penulis panjatkan untuk kakak-kakakku tercinta; Abdul Ghafur, Hj. Umi Kholasoh, Abdul Ghafir, Mujikha, Khunafah,

4 Muhammad Ghazali, Murfatmah, Murfatmi, yang senantiasa memberikan wejangan dan semangat pada penulis selama penulis mengerjakan skripsi. Tidak lupa terima kasih pada mama Ika, mas Olid, mba Siswi, mas Sidin, mba Ah, mba Dina, mas Budi dan mas Taufan. Terimakasih atas do a dan motivasinya. 9. Selaksa cinta penuh kasih penulis haturkan teruntuk Bambang Hermawan beserta keluarga besar. Terima kasih atasa dukungan dan do anya dan dan terima kasih juga telah memberikan penawar dahaga kalbu disaat penulis tengah gundah gulana. 10. Untuk keponakan-keponakanku tercinta; Ika Trisnawati, terima kasih atas dukungan, motivasi dan do a yang senantiasa dipanjatkan untukku, dan terima kasih juga pada Iin, Aya, Amin, Mahda, teruslah semangat dalam belajar untuk menggapai impian kalian. 11. Setangkup do a dan asa kupersembahkan untuk sahabat sekaligus saudariku; Yayah, Ika, Hajah, Neng Hanna, Ade, Ida, Febri, Rizal, kuucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga atas suntikan motivasi yang tiada henti, serta bantuannya baik moril maupun materil. Semoga Allah Azza Wa Jalla yang akan memabalas budi baik kalian. Amin 12. Penulis juga menyampaikan rasa terima kasih kepada teman-teman diskusi konsentrasi Administrasi Keperdataan Islam Fakultas Syari ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta angkatan 2004, yang telah melangkah bersama penulis dalam petualangan asah kecerdasan dan kearifan, terutama pada sahabat-sahabat karib; Eni, Riana, Rida, Eva, Diah, Iis, Rizka, Riani,

5 Tita, Puji, Zarkazi, Mara, Tofik, Ma min, Barry, Yanto, serta kawan-kawan lainnya yang penulis tidak dapat sebutkan satu persatu. Mudah-mudahan jalinan persahabatan kita tidak akan luntur di lekang waktu dan semoga persahabatan ini bisa terjalin sampai kapan pun dan dimanapun kita berada. Semoga amal baik mereka di balas oleh Allah SWT dengan balasan yang berlipat ganda. Jazakumullah Khairan Kastira. Sungguh hanya Allah SWT yang dapat membalas kebaikan mereka dengan kebaikan yang berlipat ganda. Penulis berharap skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya. Oleh karena itu, kritik dan saran, senantiasa penulis harapkan untuk kesempurnaan skripsi ini. Jakarta: 23 Juni 2008 M 19 Jumadil Ula H Penulis

6 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... vii DAFTAR LAMPIRAN... ix BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Pembatasan dan Perumusan Masalah... 8 C. Tujuan Dan Kegunaan Penelitian... 9 D. Metode Penelitian E. Sistematika Penulisan BAB II : TINJAUAN UMUM TENTANG PERCERAIAN A. Pengertian Perceraian dan Dasar Hukumnya B. Sebab-sebab Perceraian C. Macam-macam Perceraian BAB III : TINJAUAN UMUM TENTANG MURTAD MENURUT HUKUM ISLAM A. Pengertian Murtad B. Syarat-syarat Murtad... 34

7 C. Macam-macam Murtad BAB IV : AKIBAT HUKUM DARI PERCERAIAN DENGAN ALASAN SUAMI MURTAD A. Akibat Hukum Dari Perceraian Dengan Alasan Suami Murtad Menurut Undang-undang Nomor 1 tahun Menurut Kompilasi Hukum Islam B. Tinjauan Hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan dalam Memutuskan Perceraian Dengan Alasan Suami Murtad Dengan Perkara No. 1154/Pdt.G/ 2007/PA.JS C. Analisa Putusan BAB V : PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN LAMPIRAN... 86

8 DAFTAR LAMPIRAN 1. Pedoman wawancara dengan Hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan. 2. Hasil wawancara dengan Hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan. 3. Surat mohon kesediaan pembimbing skripsi 4. Surat mohon data dan wawancara 5. Surat keterangan telah melakukan penelitian dan wawancara di Pengadilan Agama Jakarta Selatan 6. Surat putusan No. 1154/Pdt. G/2007/PA. JS

9 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Islam berisi aturan-aturan tentang setiap segi kehidupan manusia, termasuk didalamnya segi pergaulan antar jenis yang secara ilmiah memerlukan terpenuhinya kebutuhan lahir dan batin. Dalam syurah al-dzaariyat 49 Allah menyatakan :.. Artinya: Dan segala sesuatu yang kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah. 1 Tuhan telah menciptakan secara berpasang-pasangan segala hal yang ada di dunia ini, dan menjadikan perkawinan sebagai sunnatullah bagi mahluk- Nya. Dengan demikian, tingkat kebutuhan lahir dan batin manusia tidak menghalangi pergaulan antara pria dan wanita disebabkan sudah adanya suatu ikatan perkawinan. 1990). 1 Al-Qur an dan Terjemahnya, (Jakarta, Departemen Agama Republik Indonesia,

10 Perkawinan menurut hukum Islam merupakan suatu perjanjian suci antara seorang perempuan dan seorang laki-laki untuk membentuk keluarga yang bahagia. Perjanjian ini mengandung pengertian adanya kemauan bebas antara kedua belah yang saling berjanji berdasarkan prinsip suka sama suka, sehingga diharapkan perkawinan tersebut dapat berlangsung sampai akhir hayat. Meskipun mengandung pengertian adanya kemauan bebas, perkawinan harus tetap memperhatikan aturan-aturan hukum yang telah ditetapkan dan berlaku secara sah, karena perkawinan disamping sebagai ibadah ritual juga merupakan suatu perbuatan hukum. Untuk mengatur perkawinan sebagai perbuatan hukum, maka Negara menetapkan peraturan yang akan menjadi dasar atau acuan bagi masyarakat yang akan melaksanakan perkawinan. Undang-undang No. 1 Tahun 1974 merupakan pedoman bagi pemeluk agama Islam yang berisi tentang tata cara perkawinan. Pada pasal 1 Undangundang tersebut menyatakan bahwa ; Perkawinan ialah ikatan lahir dan batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Sedangkan menurut Kompilasi Hukum Islam perkawinan adalah akad yang sangat kuat atau mustaqon gholidzan untuk

11 mentaati perintah Allah dan mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. 2 Prinsip dari keluarga sakinah tersebut diatas secara Qur ani antara lain diatur dalam surat Al-Rumm ayat 21: Artinya: Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadika-nnya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mau berpikir. (Q. S. al-rum/ 30:21). Sedangkan pada pasal 2 ayat 1 Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 Tentang Perkawinan yang menyebutkan tentang keabsahan perkawinan yang berbunyi : perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masingmasing agamanya dan kepercayaannya itu. Berdasarkan bunyi dari pasal tersebut di atas telah jelas bahwa ikatan lahir batin yang dilakukan antara seorang pria dengan seorang wanita, bertujuan untuk membentuk rumah tangga yang bahagia dan kekal yang dilakukan berdasarkan ketentuan hukum masing-masing agama dan kepercayaan yang bersangkutan Kompilasi Hukum Islam di Indonesia, Departemen Agama Republik Indonesia,

12 Sesuai dengan penjelasan pasal tersebut, kita dapat mengartikan adanya prinsip kebebasan beragama bagi setiap warga Negara. Hal ini sejalan dengan pasal 29 ayat 2 Undang-undang 1945 yang menjamin tentang kebebasan dalam memeluk agama dan kepercayaan masing-masing yang mana hal tersebut dilihat dari keabsahan perkawinan, apabila dilakukan menurut aturan hukum masing-masing. Beradasar ketentuan di atas, yang mengartikan prinsip kebebasan beragama bagi setiap warga Negara, maka dapat juga diartikan secara tegas makna yang tersirat di dalamnya yang mengandung arti kebebasan untuk pindah agama, sejauh tidak ada paksaan atau bujukan agar seseorang mau melakukan pindah agama. Perbuatan pindah agama (riddah) menurut syara adalah keluar dari agama Islam, baik menjadi kafir atau tidak beragama sama sekali. Dalam ikatan perkawinan, murtadnya salah satu pihak baik atas kemauan sendiri maupun karena bujukan dari orang lain akan dapat mengakibatkan putusnya ikatan perkawinan dengan sendirinya, yang mana hal tersebut didasarkan atas pertimbangan keselamatan agama dari laki-laki/perempuan yang beragama Islam, dan dikhawatirkan anak-anaknya akan mengikuti agama bapaknya/ibunya yang bukan Islam. Adapun hal-hal yang mendorong penulis memilih judul ini adalah berdasarkan prinsip Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqh Sunnah jilid II, sebagai berikut :

13 Artinya: اذا ارتد الزوج او الزوجة انقطعت علاقة منهما بالا خر لان ردة اي واخد منهما موجبة للفرقة بينهما Apabila suami isteri murtad, maka putuslah hubungan perkawinan keduanya, karena riddahnya salah seorang dari suami-isteri itu adalah hal yang mewajibkan pisahnya mereka 3 Dan juga berdasarkan firman Allah SWT dalam al-qur an yang berbunyi : Artinya: Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah skepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka;maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benarbenar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada 3 Sayyid Sabiq, Fiqh as-sunnah, (Bairut: Daar al-fikr, 1983), Juz. 8, Jilid II, h. 389

14 (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. dan berikanlah kepada (suami suami) mereka, mahar yang telah mereka bayar, dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya, dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuanperempuan kafir; dan hendaklah kamu minta mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkannya di antara kamu. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Q. S. al- Mumtahanah: 10) Dari ayat diatas kita dapat menyimpulkan bahwa hukum Islam melarang adanya ikatan perkawinan antara orang Islam dan orang kafir, yang mana murtadnya salah satu pihak dapat menjadikan putusnya perkawinan. Hal ini juga dipertegas dalam surat al-baqarah ayat 221 yang menjelaskan tentang larangan berpegang pada tali (perkawinan) dengan orang kafir dan orang musyrik sebelum mereka beriman, dengan didasarkan atas pertimbangan kemadharatan dan dikhawatirkan akan terbawa kepada agama suaminya. Akan tetapi, jika kita lihat dalam kehidupan bermasyarakat masih banyak kita temui maslah-maslah perpindahan agama, yang mana satu sama lain tetap mempertahankan agama dan keyakinannya masing-masing tanpa mengindahkan larangan-larangan tersebut. Misalnya sebelumnya dia telah memeluk agam Islam kemudian pindah agama selain Islam. Ada beberapa alasan atau sebab seseorang untuk pindah agama, yaitu: 1. Karena mengikuti kehendak atau bujuk rayu dari suami atau isteri. 2. Karena adanya tekanan atau ancaman yang memaksanya untuk pindah agama.

15 3. Karena tertarik dengan ajaran agama lain. 4. Yang tadinya non Islam, karena belum kuat imannya memeluk agama Islam, sehingga mudah kembali keagama semula yang dia anut. 5. Karena belum mengetahui atau mengerti akibat dari perbuatannya, bahwa murtadnya itu akan berpengaruh dalam kehidupan rumah tangganya. Perpindahan agama dalam suatu perkawinan juga ada hubungannya dengan masalah warisan, di mana perbedaan agama itu dapat menghalangi seseorang untuk mendapatkan warisan dan tidak berhak untuk diwarisi, sebagaimana sabda nabi Muhammad SAW: عن اسامة بن يزيد الن النبي ص.م قال: لا يرث المسلم الكافر ولا يرث الكافر المسلم (متفق عليه) Artinya: Dari Usamah bin Yazid, katanya: bahwa Rasulullah saw bersabda: Tidak mewarisi orang muslim terhadap orang kafir, begitu pula sebaliknya tidak mewarisi orang kafir terhadap orang Islam. (HR. Muttafaq Alaih). 4 Dalam Islam, perkawinan tidak diikat dalam ikatan yang mati dan tidak pula mempermudah terjadinya perceraian. Perceraian boleh dilakukan jika benar-benar dalam keadaan darurat atau terpaksa. Perceraian dibenarkan dan diperbolehkan apabila hal tersebut lebih baik daripada tetap dalam ikatan perkawinan tetapi tidak tercapai kebahagiaan dan selalu berada dalam penderitaan. Agama Islam pun membolehkan suami istri bercerai, tentunya 4 Imam Bukhari dan Muslim, Sahih Muslim, (terj.) Mahmud Matraji, (Beiru: Daar al_fikr, 1993), vol. 2, h. 273

16 dengan alasan-alasan tertentu, kendati perceraian itu (sangat) dibenci oleh Allah SWT. 5 Dalam penyelesaian keluarga (hubungan suami istri) apabila sudah tidak ada jalan lain, tidak ada kata sepakat antara kedua belah pihak untuk menyatu lagi membangun keluarga, bahkan kalau diteruskan mungkin merusak hubungan keluarga, maka perceraian merupakan alternative terakhir, dimana suami istri harus berpisah. Pihak yang menentukan sah atau tidaknya talak dalam suatu peraturan hukum adalah Pengadilan Agama. 6 Masalah murtadnya salah satu pasangan suami atau isteri dalam suatu perkawinan merupakan salah satu alasan yang dapat diajukan untuk bercerai. Perceraian karena pindah agama (murtad) di dalam Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 tidak diatur secara jelas. Dalam Undang-undang tersebut ada beberapa hal yang dapat dijadikan alasan perceraian, diatur dalam pasal 38. Dan untuk alasan perceraian karena salah satu pihak pindah agama (murtad) diatur dalam pasal 116 huruf (h) Kompilasi Hukum Islam yang apabila terjadi peralihan agama atau murtad yang menyebabkan terjadinya ketidakrukunan dalam rumah tangga oleh salah satu pihak antara suami isteri. Dari masalah perceraian tentunya akan membawa akibat-akibat hukum bagi para pihak beserta anak hasil dari perkawinan tersebut, belum lagi nantinya 5 Ahmad Shiddiq, Hukum Talak Dalam Ajaran Islam (Surabaya: Pustaka Pelajar 2001), cet. Ke-I, h Amir Nuruddin dan Azhari Akmal Tarigan, Hukum Perdata Islam di Indonesia Studi Kritis Perkembangan Hukum Islam dan Fiqih, UU No I Tahun 1974 sampai KHI (Jakarta: Prenada Media, 2004), cet. Ke- 2, h

17 juga akan menyangkut mengenai harta yang mereka peroleh selama masa perkawinan. Berangkat dari hal tersebut, maka penulis memilih judul skripsi ini dengan Akibat Hukum Dari Perceraian Dengan Alasan Suami Murtad (Analisis Putusan No. 1154/ Pdt. G/ 2007/ PA. JS). B. Pembatasan dan Perumusan Masalah Agar pokok permasalahannya dalam memahami skripsi ini tidak terlalu meluas dan tetap pada jalurnya, penulis membatasi ruang lingkup pembahasan ini hanya berkisar pada perceraian yang dilatarbelakangi adanya perpindahan agama (riddah) yang dilakukan oleh suami. Dari permasalahan tersebut penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut: 1. Bagaimanakah akibat hukum apabila terjadi perceraian dengan alasan suami murtad ditinjau Undang-undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 maupun Kompilasi Hukum Islam? 2. Bagaimana putusan Hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan terhadap perkara perceraian dengan alasan suami murtad? 3. Atas pertimbangan apa saja Pengadilan Agama dalam memutuskan perkara perceraian dengan alasan suami murtad? C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui akibat hukum dari perceraian dengan alasan suami murtad menurut Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam.

18 2. Untuk mengetahui hasil putusan hakim Pengadilan Agama dalam memutuskan perkara perceraian dengan alasan suami murtad. 3. Untuk mengetahui pertimbangan apa saja yang dilakukan Pengadilan Agama dalam memutuskan perkara perceraian dengan alasan suami murtad. Adapun keguaan dari penelitian ini adalah: 1. Bagi akademisi; untuk menambah kajian keilmuan dalam bidang hukum perkawinan ditinjau dari perspektif agama dan Undang-undang Perkawinan. 2. Bagi elit pengambil kebijakan; untuk mengembangkan pemikiran dan kepastian hukum bagi pejabat di Pengadilan Agama mengenai peraturanperaturan perkawinan yang berada di Indonesia. 3. Bagi masyarakat pada umumnya; untuk memberikan wawasan keilmuan dalam bidang hukum perkawinan beserta peraturan-peraturannya yang berlaku di Indonesia. D. Metode Penelitian Dalam menyusun penulisan skripsi ini, penulis akan menggunakan metode: 1. Pendekatan Masalah Pendekatan masalah penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yaitu dengan melakukan analisa isi, menganalisa dengan cara menguraikan dan mendeskirpsikan isi dari putusan yang penulis dapatkan tersebut kemudian menghubungkannya dengan masalah yang diajukan sehingga ditemukan

19 kesimpulan objektif, logis, konsisten dan sistematis sesuai dengan tujuan yang dikehendaki dalam penulisan skripsi ini. 2. Jenis Data Data yang diperlukan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data skunder, yaitu; a. Data Primer 1) Di dapatkan dari Pengadilan Agama Jakarta Selatan dengan nomor putusan 1154/ Pdt. G/ 2007/PA. JS. 2) Wawancara terhadap hakim. Kemudian data tersebut di analisis dengan cara menguraikan dan menghubungkan dengan masalah yang di kaji. b. Data Skunder Data skunder adalah data yang diperoleh dengan jalan mengadakan studi kepustakaan atas dokumen-dokumen yang berhubungan dengan masalah yang di ajukan. Dokumen yang dimaksud adalah; Al- Qur an, Al- Hadist, buku-buku karangan ilmiah, Undang-undang, Kompilasi Hukum Islam (KHI), Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1875, serta buku dan peraturan lainnya yang berkaitan dengan masalah yang di ajukan. 3. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penulisan ini dilakukan dengan cara sebagai berikut:

20 a. Menganalisa terhadap putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan nomor 1154/ Pdt. G/ 2007/ PA. JS b. Interview atau wawancara yaitu mengumpulkan data yang dilakukan penulis dengna jalan mengadakan dialog langsung dengan responden yaitu yang telah di pilih sebelumnya yaitu Hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan. 4. Teknik Analisa Data Setelah proses pengumpulan data dikumpulkan melalui beberapa teknik, maka data yang sudah ada akan diolah dan dianalisis supaya mendapatkan suatu hasil akhir yang bermanfaat bagi penelitian ini. Pengolaan data dilakukan dengan mengadakan studi dengan teori kenyataan yang ada di tempat penelitian. Sedangkan teknik penulisan mengikuti pedoman penulisan skripsi yang diterbitkan oleh Fakultas Syari ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Jakarta E. Sistematika Penulisan Dalam penulisan skripsi ini untuk mempermudah dalam memahami skripsi ini, maka penulis membagi isi skripsi ini dari lima bab. Adapun sistematikanya adalah sebagai berikut: Bab I Pendahuluan Merupakan pendahuluan yang berisikan latar belakang masalah yang akan dibahas, pembatasan dan perumusan masalah. tujuan dan

21 kegunaan penelitian, metode penelitian serta sistematika penulisan atau isi dari ringkasan bab demi bab dalam penulisan skripsi ini. Bab II Tinjauan Umum Tentang Perceraian Dalam bab ini dijelaskan mengenai perceraian dan dasar hukumnya, sebab-sebab perceraian, serta macam-macam perceraian. Bab III Tinjauan Umum Tentang Murtad Menurut Hukum Islam Dalam bab ini diuraikan mengenai pengertian dari murtad, syaratsyarat murtad, macam-macam murtad. Bab IV Akibat Hukum Dari Perceraian Dengan Alasan Suami Murtad Dalam bab ini dijelaskan juga mengenai akibat hukum dari perceraian dengan alasan suami murtad menurut Undang-undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan menurut Kompilasi Hukum Islam, diuraikan juga mengenai tinjauan Hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan dalam memutuskan perkara perceraian dengan alasan suami murtad, yang terakhir adalah mengenai analisa kasus putusan perceraian tersebut dengan nomor perkara 1154/ Pdt. G/ 2007/ PA. JS. Bab V Penutup Dalam bab ini penulis mengemukakan kesimpulan dari akibat hukum dari perceraian dengan alasan suami pindah agama (murtad), dan saran-saran. Juga, dikemukakan bahan-bahan yang dipergunakan dalam penulisan skripsi yaitu library research ditulis dalam daftar

22 pustaka, serta lampiran-lampiran data dan dari hasil wawancara yang dilakukan penulis di lapangan.

23 BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PERCERAIAN A. Pengertian Perceraian dan Dasar Hukumnya Perceraian dalam istilah fiqih disebut talak atau furqah. Talak berarti membuka ikatan, membatalkan perjanjian. Furqah berarti bercerai, lawan dari berkumpul. Kemudian kedua perkataan ini dijadikan istilah oleh ahli-ahli fiqih yang berarti perceraian antara suami istri. 2 Ta rif thalaq menurut bahasa Arab mempunyai arti melepaskan ikatan. Yang dimaksud disini adalah melepaskan ikatan perkawinan. 3 Talak menurut bahasa adalah membuka ikatan, sedangkan menurut syara adalah melepaskan tali perkawinan dan mengakhiri tali pernikahan suami istri. 4 Talak menurut istilah adalah memutuskan tali perkawinan yang sah dari pihak suami dengan kata-kata yang khusus, atau dengan apa yang dapat mengganti kata-kata tersebut. 5 Penulis tidak menjumpai pengertian yang jelas tentang perceraian dalam hukum positif yang mengatur tentang perkawinan. Dalam Undang-undang 2 Kamal Mukhtar, Asas-asas Hukum Islam Tentang Perkawinan, (Jakarta: Bulan Bintang, 1974), cet. Ke-2, h H. Sulaiman Rasjid, Fiqh Islam, (Jakarta: Attahiriya, 1976), cet. Ke-6, h Djaman Nur, Fiqh Munakahat, (Semarang: Dina Utama, 1993), Cet. Ke-1, h S. Ziyad Abbas, Fiqh Wanita Islam, (Jakarta: Pustaka Panjimas, 1991), h. 43

24 Nomor 1 Tahun 1974 pasal 38 hanya menyebutkan sebab-sebab putusnya perkawinan yaitu: 1. karena kematian 2. karena perceraian 3. karena putusan pengadilan Akan tetapi, perlu kiranya penulis mengemukakan pendapat para sarjana sebagai pegangan tentang pengertian perceraian. Subekti merumuskan bahwa perceraian adalah penghapusan perkawinan dengan hakim atau tuntutan salah satu pihak dalam perkawinan itu. Sedangkan Happy Marpaung berpendapat, perceraian adalah perbuatan pembubaran perkawinan ketika para pihak masih hidup dengan alasan yang dapat dibenarkan dan ditetapkan dengan putusan pengadilan. 6 Dasar Hukum Perceraian Dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari antara suami isteri haruslah selaras agar terciptanya kehidupan yang damai dan tenteram sesuai dengan apa yang diinginkan yaitu terbentuknya kelurga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Namun tidak sedikit halangan yang dihadapi oleh suami isteri tersebut, bahkan hal yang terburukpun dapat terjadi dalam rumah tangga bila tidak ada kata sepakat lagi yaitu terjadinya perceraian sebagai jalan terakhir untuk menyelamatkan kedua belah pihak. 6 Happy Marpaung, Masalah Perceraian, (Bandung: Tonis, 1983), Cet. Ke- 1, h. 15

25 Mengenai dasar hukum perceraian penulis akan mencantumkan ayatayat al-qur an serta hadist yang menjadi landasan hukum perceraian, antara lain : 1. Surat al-baqarah ayat 230 yang berbunyi : Artinya: Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah Talak yang kedua), Maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, Maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-nya kepada kaum yang (mau) Mengetahui. 2. Surat al-baqarah ayat 229 yang berbunyi :

26 Artinya: Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma'ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu dari yang Telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami isteri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, Maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh isteri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, Maka janganlah kamu melanggarnya. barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka Itulah orang-orang yang zalim. 3. Surat at-thalaq ayat 1 yang berbunyi : Artinya: Hai Nabi, apabila kamu menceraikan Isteri-isterimu Maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu iddah

27 itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang. Itulah hukum-hukum Allah, Maka Sesungguhnya dia Telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru. Selain ayat-ayat al-qur an diatas, adapula hadist yang berkenaan dengan dasar hukum perceraian. berbunyi: Hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ibnu Majah, yang Artinya: ع ن اب ن ع م ر ع ن الن ب ي ص ل ى االله ع ل ي ه و س ل م ق ال : ا ب غ ض ال ح لا ل ا ل ى االله ع ز و ج ل ا لط لا ق. (رواه ابواداود الحاآم وصححه) Dari Ibnu Umar r. a berkata: Rasulullah SAW bersabda: Diantara barang-barang yang halal yang dibenci oleh Allah adalah talak. (Diriwayatkan oleh abu Daud, Ibnu Majah, dan disahkan oleh Hakim dan Abu Hatim menguatkan kemursalannya). B. Sebab-sebab Terjadinya Perceraian Suatu perceraian dapat terjadi karena sebab-sebab tertentu. Di dalam Kompilasi Hukum Islam alasan-alasan perceraian disebutkan pada pasal 116 yang terdapat delapan macam alasan untuk perceraian. Dalam hal ini penulis mencoba menjelaskan menurut kemampuan yang ada, yaitu: 1. Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabuk, pemadat, penjudi dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan;

28 Zina adalah salah satu perbuatan yang dapat dijadikan alasan perceraian. Suatu perbuatan zina yang dituduhkan kepada seseorang dapat dibuktikan dengan saksi-saksi yang kesaksiannya benar-benar menyaksikan sendiri peristiwa zina yang dilakukan oleh orang yang dituduh berada dalam keadaan tertangkap basah. Para saksi harus melihat langsung seorang laki-laki dan perempuan sedang melakukan hubungna kelamin. Tuduhan perbuatan zina tidak bisa didasarkan atas suatu hasil konklusi. Karena sulitnya cara pembukitan ini, maka banyak dalam perkara perceraian, penggugatnya jarang yang berani secara tegas mendasarkan dalilnya atas alasan zina. Karenanya orang lebih sering mempergunakan istilah serong, selingkuh, ataupun menyeleweng dan dari perbuatan ini akan timbulah perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus. Alasan lain yang dapat digunakan oleh kedua belah pihak untuk mengajukan perceraian adalah pemabuk, pemadat, penjudi dan sebagainya. Jika hal tersebut (mabuk, madat dan judi) dilakukan terus menerus maka akan timbul dampak negatif terhadap keutuhan rumah tangga dan kehidupan ekonomi keluarga akan terancam. 2. Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain diluar kemampuannya; Dicantumkannya jangka waktu 2 tahun pada rumusan diatas adalah untuk mendapatkan kepastian hukum, karena permasalahan ini erat kaitannya

29 dengan pihak yang meninggalkan. Perceraian dengan alasan ini adalah untuk menjaga dan melindungi pihak yang ditinggalkan, sedangkan mengenai kata berturut-turut, apabila tidak disebutkan dengan jelas ada kemungkinan kepergiannya terputus-putus asal kepergianya itu jumlahnya 2 tahun maka bisa dijadikan alasan untuk memohon perceraian. Persyaratan paling penting dalam hal ini adalah bila memang ada i tikad ingin meninggalkan tanpa suatu alasan yang sah dan tanpa izin orang yang ditinggalkannya itu. Namun, bila meniggalkannya itu demi kepentingan yang berkaitan dengan kelangsungan hidup mereka pada masa yang akan datang, maka hal seperti itu tidak dapat dijadikan sebagai alasan memohon perceraian. 3. Salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 (lima) tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung. Pasal 23 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 disebutkan Gugatan perceraian karena salah seorang dari suami-isteri mendapat hukuman penjara 5 (lima) tahun atau hukuman yang lebih berat sebagai dimaksud dalam Pasal 19 huruf c maka untuk mendapat putusan perceraian sebagai bukti penggugat cukup menyampaikan salinan putusan Pengadilan yang memutuskan perkara disertai keterangan yang menyatakan bahwa putusan itu telah mempunyai kekuatan hukum tetap. 7 7 Abdul Gani Abdullah, Himpunan Perundang-undangan dan Peraturan Peradilan Agama, (Jakarta: Intermasa, 1991), h. 326

SOAL SEMESTER GANJIL ( 3.8 )

SOAL SEMESTER GANJIL ( 3.8 ) SOAL SEMESTER GANJIL ( 3.8 ) Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam Kompetensi Dasar : Pernikahan dalam Islam ( Hukum, hikmah dan ketentuan Nikah) Kelas : XII (duabelas ) Program : IPA IPS I. Pilihlah

Lebih terperinci

RELEVANSI KONSEP RUJUK ANTARA KOMPILASI HUKUM ISLAM DAN PANDANGAN IMAM EMPAT MADZHAB SKRIPSI. Oleh : MUNAWWAR KHALIL NIM : 06210009

RELEVANSI KONSEP RUJUK ANTARA KOMPILASI HUKUM ISLAM DAN PANDANGAN IMAM EMPAT MADZHAB SKRIPSI. Oleh : MUNAWWAR KHALIL NIM : 06210009 RELEVANSI KONSEP RUJUK ANTARA KOMPILASI HUKUM ISLAM DAN PANDANGAN IMAM EMPAT MADZHAB SKRIPSI Oleh : MUNAWWAR KHALIL NIM : 06210009 JURUSAN AL-AHWAL AL-SYAKHSHIYYAH FAKULTAS SYARI AH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

Lebih terperinci

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN HAL-HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN نو قض لا سلا ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH BIN BAZ عبد لعزيز بن عبد الله بن با Penerjemah: Abu Azka Faridy ترمجة: بو ىك فريد Murajaah: Muh. Mu inudinillah Muhammadun Abdul

Lebih terperinci

WASIAT WAJIBAH DAN PENERAPANNYA (Analisis Pasal 209 Kompilasi Hukum Islam)

WASIAT WAJIBAH DAN PENERAPANNYA (Analisis Pasal 209 Kompilasi Hukum Islam) WASIAT WAJIBAH DAN PENERAPANNYA (Analisis Pasal 209 Kompilasi Hukum Islam) Oleh : Drs. Arpani, S.H. (Hakim Pengadilan Agama Bontang) A. PENDAHULUAN Salah satu hikmah perkawinan adalah untuk menciptakan

Lebih terperinci

I TIKAF. Pengertian I'tikaf. Hukum I tikaf. Keutamaan Dan Tujuan I tikaf. Macam macam I tikaf

I TIKAF. Pengertian I'tikaf. Hukum I tikaf. Keutamaan Dan Tujuan I tikaf. Macam macam I tikaf I TIKAF Pengertian I'tikaf Secara harfiyah, I tikaf adalah tinggal di suatu tempat untuk melakukan sesuatu yang baik. Dengan demikian, I tikaf adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah

Lebih terperinci

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP HIBAH SELURUH HARTA KEPADA ANAK ANGKAT DI DESA JOGOLOYO KECAMATAN SUMOBITO KABUPATEN JOMBANG

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP HIBAH SELURUH HARTA KEPADA ANAK ANGKAT DI DESA JOGOLOYO KECAMATAN SUMOBITO KABUPATEN JOMBANG 68 BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP HIBAH SELURUH HARTA KEPADA ANAK ANGKAT DI DESA JOGOLOYO KECAMATAN SUMOBITO KABUPATEN JOMBANG A. Analisis terhadap pelaksanaan hibah seluruh harta kepada anak angkat

Lebih terperinci

10 Pembatal Keislaman

10 Pembatal Keislaman 10 Pembatal Keislaman نو قض لا سلا [ Indonesia Indonesian ] Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah Terjemah : Muh. Iqbal Ahmad Ghazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2010-1432 نو قض لا سلا» باللغة

Lebih terperinci

ALASAN PERCERAIAN DAN PENERAPAN PASAL 76 UU NO.7 TAHUN 1989 YANG DIUBAH OLEH UU NO.3 TAHUN 2006 DAN PERUBAHAN KEDUA OLEH UU NOMOR 50 TAHUN 2009

ALASAN PERCERAIAN DAN PENERAPAN PASAL 76 UU NO.7 TAHUN 1989 YANG DIUBAH OLEH UU NO.3 TAHUN 2006 DAN PERUBAHAN KEDUA OLEH UU NOMOR 50 TAHUN 2009 ALASAN PERCERAIAN DAN PENERAPAN PASAL 76 UU NO.7 TAHUN 1989 YANG DIUBAH OLEH UU NO.3 TAHUN 2006 DAN PERUBAHAN KEDUA OLEH UU NOMOR 50 TAHUN 2009 Oleh Drs. H. Jojo Suharjo ( Wakil Ketua Pengadilan Agama

Lebih terperinci

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 17 Tahun 2013 Tentang BERISTRI LEBIH DARI EMPAT DALAM WAKTU BERSAMAAN

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 17 Tahun 2013 Tentang BERISTRI LEBIH DARI EMPAT DALAM WAKTU BERSAMAAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 17 Tahun 2013 Tentang BERISTRI LEBIH DARI EMPAT DALAM WAKTU BERSAMAAN (MUI), setelah : MENIMBANG : a. bahwa dalam Islam, pernikahan adalah merupakan bentuk ibadah yang

Lebih terperinci

DI BULAN SUCI RAMADHAN

DI BULAN SUCI RAMADHAN AMALAN-AMALAN DI BULAN SUCI RAMADHAN Disusun Oleh: Mohammad Iqbal Ghazali. MA Murajaah : Abu Ziyad ا عمال رمضانية Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah 1428 2007 AMALAN-AMALAN DI BULAN SUCI RAMADHAN

Lebih terperinci

*** Syarat Amal Diterima

*** Syarat Amal Diterima Syarat Amal Diterima Kita telah mengetahui, bahwa Allah memerintahkan kepada kita untuk beribadah kepada-nya, setelah itu Allah Subhanahu wa Ta ala akan membalas pahala amal ibadah, sesuai dengan tingkatannya.

Lebih terperinci

TEMAN WANITA BARU MASUK ISLAM, APAKAH PERLU DIBERITAHU TENTANG HARAMNYA TETAP HIDUP BERSAMA SUAMINYA YANG KAFIR

TEMAN WANITA BARU MASUK ISLAM, APAKAH PERLU DIBERITAHU TENTANG HARAMNYA TETAP HIDUP BERSAMA SUAMINYA YANG KAFIR TEMAN WANITA BARU MASUK ISLAM, APAKAH PERLU DIBERITAHU TENTANG HARAMNYA TETAP HIDUP BERSAMA SUAMINYA YANG KAFIR أسلمت صديقتها حديثا فهل ربها بتحر م بقاي ها مع زوجها لاكفر ] إندوني - Indonesian [ Indonesia

Lebih terperinci

Kewajiban Haji dan Beberapa Peringatan Penting dalam Pelaksanaannya

Kewajiban Haji dan Beberapa Peringatan Penting dalam Pelaksanaannya Kewajiban Haji dan Beberapa Peringatan Penting dalam Pelaksanaannya Dan mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang memiliki kemampuan. Barangsiapa kafir atau mengingkari

Lebih terperinci

PENYERAHAN UANG IWADH DALAM PRAKTIK ACARA PERADILAN AGAMA. Oleh : Mahruddin Andry ( Pegawai PA. Sidikalang )

PENYERAHAN UANG IWADH DALAM PRAKTIK ACARA PERADILAN AGAMA. Oleh : Mahruddin Andry ( Pegawai PA. Sidikalang ) PENYERAHAN UANG IWADH DALAM PRAKTIK ACARA PERADILAN AGAMA Oleh : Mahruddin Andry ( Pegawai PA. Sidikalang ) Pendahulan. Salah satu alasan perceraian para pencari keadilan dalam berperkara di Pengadilan

Lebih terperinci

[ ] E٣٢٧ J٣١٩ W F : : Al- HAYA' (Sifat PEMALU) "al Haya' ( Rasa malu) tidak datang kecuali dengan kebaikan." Sesungguhnya di antara fenomena keseimbangan dan tanda-tanda kesempurnaan dalam tarbiyah bahwa

Lebih terperinci

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG PENGARUH BAGI HASIL DAN KREDIT MACET TERHADAP PEMBIAYAAN MUDHARABAH DI BMT NU SEJAHTERA SEMARANG TAHUN 2011-2013 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi SyaratGuna Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

FATWA MAJLIS ULAMA INDONESIA Tentang Perayaan Natal Bersama

FATWA MAJLIS ULAMA INDONESIA Tentang Perayaan Natal Bersama FATWA MAJLIS ULAMA INDONESIA Tentang Perayaan Natal Bersama Menimbang: 1) Ummat Islam perlu mendapat petunjuk yang jelas tentang Perayaan Natal Bersama. 2) Ummat islam agar tidak mencampur-adukkan Aqidah

Lebih terperinci

Skripsi. Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S-1) dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam

Skripsi. Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S-1) dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIQIH POKOK MATERI MAKANAN DAN MINUMAN MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA KELAS VIIIA MTs ASY-SYARIFIYAH

Lebih terperinci

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM PENETAPAN Nomor: 0051/Pdt.P/2013/PA.Pas. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

!!" #$ % &' &()*+&, -./ +0 &'!1 2 &3/" 4./" 56 * % &' &()*+&, " "# $ %! #78*5 9: ;<*% =7" >1?@*5 0 ;A " 4! : B C*5 0 D % *=75E& 2 >1?@*5 0 4. "/ 4!

!! #$ % &' &()*+&, -./ +0 &'!1 2 &3/ 4./ 56 * % &' &()*+&,  # $ %! #78*5 9: ;<*% =7 >1?@*5 0 ;A  4! : B C*5 0 D % *=75E& 2 >1?@*5 0 4. / 4! [ ] E٤٩١ J٤٨٧ W F : : Dan berbuat baiklah sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu. Sesungguhnya agama mewajibkan kepada para pengikutnya (berbuat baik) dalam segala hal dan tidak ridha dari para pengikutnya

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh: TSALIS HIDAYATI NIM 11507020. Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam

SKRIPSI. Oleh: TSALIS HIDAYATI NIM 11507020. Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA OPERASI HITUNG PERKALIAN DENGAN METODE BERMAIN KARTU PADA SISWA KELAS III MI DADAPAYAM II KECAMATAN SURUH KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara Enim yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat pertama

Lebih terperinci

Hukum Cerai Tanpa Sebab

Hukum Cerai Tanpa Sebab Hukum Cerai Tanpa Sebab Syaikh Muhammad bin al-utsaimin rahimahullah Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2012-1433 حكم الطالق بدون سبب «باللغة اإلندونيسية» الشيخ حممد بن

Lebih terperinci

TINJAUAN YURIDIS PELAKSANAAN PERKAWINAN BEDA AGAMA (STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI SURAKARTA)

TINJAUAN YURIDIS PELAKSANAAN PERKAWINAN BEDA AGAMA (STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI SURAKARTA) TINJAUAN YURIDIS PELAKSANAAN PERKAWINAN BEDA AGAMA (STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI SURAKARTA) SKRIPSI Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Hukum Pada Fakultas

Lebih terperinci

KELUARGA SAMARA BERSAMA RADIO IMSA. Topik 2: TERUS TERANG DAN BATASANNYA

KELUARGA SAMARA BERSAMA RADIO IMSA. Topik 2: TERUS TERANG DAN BATASANNYA KELUARGA SAMARA BERSAMA RADIO IMSA Modul IV: MENGATASI MASALAH HUBUNGAN SUAMI/ISTRI Topik 2: TERUS TERANG DAN BATASANNYA Dr. Agus Sofyan A. JUJUR: Jujur atau terusterang merupakan sifat yang sangat dianjurkan

Lebih terperinci

SKRIPSI KAJIAN YURIDIS TENTANG KEDUDUKAN ANAK ANGKAT MENURUT HUKUM WARIS ADAT JAWA TENGAH

SKRIPSI KAJIAN YURIDIS TENTANG KEDUDUKAN ANAK ANGKAT MENURUT HUKUM WARIS ADAT JAWA TENGAH SKRIPSI KAJIAN YURIDIS TENTANG KEDUDUKAN ANAK ANGKAT MENURUT HUKUM WARIS ADAT JAWA TENGAH THE LEGAL STUDY ON THE ADOPTED CHILDREN STATUTES IN ADATLAW OF INHERITANCE OF CENTRAL JAVA Oleh: AISIYAH AYU SETYOWATI

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI PP NOMOR 10 TAHUN 1983 jo PP NOMOR 45 TAHUN 1990 TENTANG IZIN PERCERAIAN BAGI PNS DI PENGADILAN AGAMA SALATIGA TAHUN 2010 SKRIPSI

IMPLEMENTASI PP NOMOR 10 TAHUN 1983 jo PP NOMOR 45 TAHUN 1990 TENTANG IZIN PERCERAIAN BAGI PNS DI PENGADILAN AGAMA SALATIGA TAHUN 2010 SKRIPSI IMPLEMENTASI PP NOMOR 10 TAHUN 1983 jo PP NOMOR 45 TAHUN 1990 TENTANG IZIN PERCERAIAN BAGI PNS DI PENGADILAN AGAMA SALATIGA TAHUN 2010 SKRIPSI Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Hukum Islam Oleh SITI

Lebih terperinci

Mengobati Rasa Gelisah Dan Sedih

Mengobati Rasa Gelisah Dan Sedih Mengobati Rasa Gelisah Dan Sedih ] إندوني Indonesian [ Indonesia Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2011-1432 علاج الضيق والاكتي

Lebih terperinci

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PENDEKATAN LABA RUGI DAN NILAI TAMBAH PADA BNI SYARIAH SKRIPSI

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PENDEKATAN LABA RUGI DAN NILAI TAMBAH PADA BNI SYARIAH SKRIPSI ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PENDEKATAN LABA RUGI DAN NILAI TAMBAH PADA BNI SYARIAH SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata 1 Dalam Ilmu

Lebih terperinci

Khutbah Jum'at: Hakikat Iman dan Tanda-Tandanya

Khutbah Jum'at: Hakikat Iman dan Tanda-Tandanya Khutbah Jum'at: Hakikat Iman dan Tanda-Tandanya Khutbah Jumat berikut ini menjelaskan tentang hakikat iman beserta tanda-tandanya. bagaimanakah penjelasan lengkapnya dan sudahkah kita termasuk orang-orang

Lebih terperinci

PENGARUH PEMBELAJARAN BTQ (BACA TULIS Al-QUR AN) TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS X

PENGARUH PEMBELAJARAN BTQ (BACA TULIS Al-QUR AN) TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS X PENGARUH PEMBELAJARAN BTQ (BACA TULIS Al-QUR AN) TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS X (STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1 TAMAN SIDOARJO) SKRIPSI Diajukan sebagai persyaratan memperoleh

Lebih terperinci

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 52 Tahun 2012 Tentang HUKUM HEWAN TERNAK YANG DIBERI PAKAN DARI BARANG NAJIS

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 52 Tahun 2012 Tentang HUKUM HEWAN TERNAK YANG DIBERI PAKAN DARI BARANG NAJIS FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 52 Tahun 2012 Tentang HUKUM HEWAN TERNAK YANG DIBERI PAKAN DARI BARANG NAJIS (MUI), setelah : Menimbang : 1. bahwa produk pangan ternak ada yang telah dikembangkan

Lebih terperinci

[ ] E١٩٠ J١٨١ W F : : SIFAT TERUS TERANG Tidak ada kebaikan padamu apabila kamu tidak mengatakannya Apakah di antara konsekuensi berterus terang adalah adab yang buruk, membangkitkan fitnah, mengungkap

Lebih terperinci

PERSELISIHAN TERUS MENERUS ANTARA SUAMI ISTERI AKIBAT TURUT CAMPUR ORANG TUA SEBAGAI DASAR ALASAN PERCERAIAN

PERSELISIHAN TERUS MENERUS ANTARA SUAMI ISTERI AKIBAT TURUT CAMPUR ORANG TUA SEBAGAI DASAR ALASAN PERCERAIAN PERSELISIHAN TERUS MENERUS ANTARA SUAMI ISTERI AKIBAT TURUT CAMPUR ORANG TUA SEBAGAI DASAR ALASAN PERCERAIAN (Kajian Terhadap Putusan Pengadilan Agama Jakarta Timur No. 1164/Pdt. G/2008/PA JT) Skripsi

Lebih terperinci

Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur demi (kebaikan) dirinya sendiri [An-Naml : 40]

Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur demi (kebaikan) dirinya sendiri [An-Naml : 40] Apakah Anda sudah puas dengan keadaan hidup saat ini? Apakah keinginan Anda sudah terpenuhi? Apakah anda sudah bisa membahagian semua orang yang pernah berjasa kepada Anda? Apakah anda sudah jadi orang

Lebih terperinci

Pertobatan Sejati Suatu Syarat

Pertobatan Sejati Suatu Syarat Pertobatan Sejati Suatu Syarat Agama Menjamin Kebahagiaan Keluarga. Agama keluarga adalah satu kuasa yang ajaib. Tingkah laku suami terhadap istri dan istri terhadap suami akan membuat kehidupan rumah

Lebih terperinci

MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SD Hj. ISRIATI BAITURRAHMAN 1 SEMARANG SKRIPSI

MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SD Hj. ISRIATI BAITURRAHMAN 1 SEMARANG SKRIPSI MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SD Hj. ISRIATI BAITURRAHMAN 1 SEMARANG SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam Dalam Prodi Kependidikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masalah perceraian, yang juga merupakan bagian dari bidang Perkawinan.

BAB I PENDAHULUAN. masalah perceraian, yang juga merupakan bagian dari bidang Perkawinan. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu kewenangan absolut Pengadilan Agama adalah menangani masalah perceraian, yang juga merupakan bagian dari bidang Perkawinan. Perceraian di sini dimaksudkan

Lebih terperinci

[ ] : : : : : Ibnul Qayyim rahimahullah menguraikan wasiat Nabi Yahya bin Zakariya alaihimassalam yang berbunyi : Artinya: Dan aku memerintahkan kamu untuk shalat, jika kamu shalat maka janganlah kamu

Lebih terperinci

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN PENETAPAN Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN AGAMA Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada

Lebih terperinci

PANDANGAN TIGA TOKOH UTAMA WANITA TENTANG EMANSIPASI DALAM NOVEL TIGA ORANG PEREMPUAN KARYA MARIA A. SARDJONO

PANDANGAN TIGA TOKOH UTAMA WANITA TENTANG EMANSIPASI DALAM NOVEL TIGA ORANG PEREMPUAN KARYA MARIA A. SARDJONO PANDANGAN TIGA TOKOH UTAMA WANITA TENTANG EMANSIPASI DALAM NOVEL TIGA ORANG PEREMPUAN KARYA MARIA A. SARDJONO SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi sebagian Persyaratan Guna Melengkapi Gelar Sasrjana Sastra

Lebih terperinci

ILMU QIRO AT DAN ILMU TAFSIR Oleh: Rahmat Hanna BAB I PENDAHULUAN. Al-Qur an sebagai kalam Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW

ILMU QIRO AT DAN ILMU TAFSIR Oleh: Rahmat Hanna BAB I PENDAHULUAN. Al-Qur an sebagai kalam Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW ILMU QIRO AT DAN ILMU TAFSIR Oleh: Rahmat Hanna BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Al-Qur an sebagai kalam Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril dengan lafal dan maknanya,

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam STUDI KOMPARASI PRESTASI BELAJAR PAI PADA ASPEK KOGNITIF ANTARA SISWA YANG IKUT ROHIS DENGAN SISWA YANG TIDAK IKUT ROHIS di SMA NEGERI 3 SEMARANG KELAS XI TAHUN AJARAN 2011/2012 SKRIPSI Diajukan untuk

Lebih terperinci

Gaya Hidup Islami dan Jahili

Gaya Hidup Islami dan Jahili Gaya Hidup Islami dan Jahili Dalam pandangan Islam gaya hidup dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu: 1) gaya hidup Islami, dan 2) gaya hidup jahili. Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Wonosari yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara tertentu pada

Lebih terperinci

Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I.

Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I. Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I. Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya sama dengan orang yang (setan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti

Lebih terperinci

قام بعملية تغي جلنس من رجل ىل امرأة فهل ل خللوة بالنساء. Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajid مد صالح ملنجد

قام بعملية تغي جلنس من رجل ىل امرأة فهل ل خللوة بالنساء. Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajid مد صالح ملنجد Seteleh Operasi Kelamin dari Laki-laki Menjadi Perempuan Apakah DiPerbolehkan Dia Berduaan Dengan Wanita? قام بعملية تغي جلنس من رجل ىل امرأة فهل ل خللوة بالنساء ] إندوني - Indonesian [ Indonesia - Syaikh

Lebih terperinci

JUAL BELI DENGAN SISTEM AL-BAI U SALAM DALAM PEMBIAYAAN SYARIAH DI INDONESIA

JUAL BELI DENGAN SISTEM AL-BAI U SALAM DALAM PEMBIAYAAN SYARIAH DI INDONESIA SKRIPSI JUAL BELI DENGAN SISTEM AL-BAI U SALAM DALAM PEMBIAYAAN SYARIAH DI INDONESIA PURCHASE AND SALE BASED ON AL-BAI U SALAM SYSTEM IN SYARIAH FINANCE IN INDONESIA LISDA APRILIANI S NIM. 080710101165

Lebih terperinci

Keindahan Nama-nama Allah

Keindahan Nama-nama Allah Keindahan Nama-nama Allah Keindahan Nama-nama Allah Oleh: Ustadz Abdullah bin Taslim al-buthoni, M.A Khotbah Pertama???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Lebih terperinci

ADAB DAN MANFAAT MENUNTUT ILMU

ADAB DAN MANFAAT MENUNTUT ILMU ADAB DAN MANFAAT MENUNTUT ILMU Oleh: Mohammad Fakhrudin Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, Berlapang-lapanglah dalam majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan

Lebih terperinci

Apakah Hukumnya Bila Suami Masuk Islam Dan Bagaimana Bila Sebaliknya?

Apakah Hukumnya Bila Suami Masuk Islam Dan Bagaimana Bila Sebaliknya? Apakah Hukumnya Bila Suami Masuk Islam Dan Bagaimana Bila Sebaliknya? ما حلكم سلم لز جگرصk لعكس [ Indonesia Indonesian ند نيn ] Penyusun : Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa Terjemah : Muhammad

Lebih terperinci

Keutamaan basmallah untuk melindungi diri dari gangguan syaitan

Keutamaan basmallah untuk melindungi diri dari gangguan syaitan ال ح م د هلل و الص ال ة و الس ال م ع لى ر س و ل هلل و ع لى آل ه و ص ح ب ه و م ن و اال ه أ م ا ب ع د Keutamaan basmallah untuk melindungi diri dari gangguan syaitan بسم اهلل الرحمن الرحيم basmallah: Bacaan

Lebih terperinci

www.fiqhindonesia.com

www.fiqhindonesia.com 6 196 Daftar Bahasan Pengertian Anjuran Melakukan Hukum Syarat-Syarat Waktu di Sepuluh Malam Terakhir Bulan Ramadhan Hikmah di Balik Anjuran Hal-Hal yang Dibolehkan Bagi Orang yang Hal-Hal yang Membatalkan

Lebih terperinci

HAK MENERIMA ANAK ANGKAT ATAS HARTA PENINGGALAN ORANG TUA ANGKAT MELALUI WASIAT WAJIBAH DI TINJAU DARI KOMPILASI HUKUM ISLAM

HAK MENERIMA ANAK ANGKAT ATAS HARTA PENINGGALAN ORANG TUA ANGKAT MELALUI WASIAT WAJIBAH DI TINJAU DARI KOMPILASI HUKUM ISLAM HAK MENERIMA ANAK ANGKAT ATAS HARTA PENINGGALAN ORANG TUA ANGKAT MELALUI WASIAT WAJIBAH DI TINJAU DARI KOMPILASI HUKUM ISLAM HALAMAN JUDUL SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi dan melengkapi tugas Dalam menyelesaikan

Lebih terperinci

KAJIAN YURIDIS TERHADAP GUGATAN GANTI RUGI DALAM KECELAKAAN LALU LINTAS YANG MENGAKIBATKAN KERUGIAN MATERIIL DITINJAU DARI KUH PERDATA SKRIPSI

KAJIAN YURIDIS TERHADAP GUGATAN GANTI RUGI DALAM KECELAKAAN LALU LINTAS YANG MENGAKIBATKAN KERUGIAN MATERIIL DITINJAU DARI KUH PERDATA SKRIPSI KAJIAN YURIDIS TERHADAP GUGATAN GANTI RUGI DALAM KECELAKAAN LALU LINTAS YANG MENGAKIBATKAN KERUGIAN MATERIIL DITINJAU DARI KUH PERDATA SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi dan melengkapi tugas Dalam menyelesaikan

Lebih terperinci

Peringatan Agar Tidak Tertipu dengan Kenikmatan Dunia

Peringatan Agar Tidak Tertipu dengan Kenikmatan Dunia Peringatan Agar Tidak Tertipu dengan Kenikmatan Dunia Khutbah Jumat ini berisi nasihat agar kita tidak terlena dengan kenikmatan yang kita peroleh di dunia. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pria dan wanita diciptakan oleh Tuhan untuk hidup berpasang-pasangan

BAB I PENDAHULUAN. Pria dan wanita diciptakan oleh Tuhan untuk hidup berpasang-pasangan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Pria dan wanita diciptakan oleh Tuhan untuk hidup berpasang-pasangan sehingga dapat memperoleh keturunan. Proses tersebut ditempuh melalui suatu lembaga

Lebih terperinci

TENTANG DUDUK PERKARA

TENTANG DUDUK PERKARA P E N E T A P A N Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada tingkat

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara enim di Muara Enim yang memeriksa dan mengadli perkara-perkara

Lebih terperinci

Beberapa Manfaat dan Keutamaan Istighfar

Beberapa Manfaat dan Keutamaan Istighfar 1 Risalah Ilmiyah Ahlus Sunnah Beberapa Manfaat dan Keutamaan Istighfar Oleh: Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sanusi Berikut beberapa penjelasan manfaat yang akan diraih oleh hamba dengan beristighfar.

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH

ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH KEPUTUSAN MUKTAMAR MUHAMMADIYAH KE-45 TENTANG ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH MUQADDIMAH Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah dan Penyayang. Segala puji bagi Allah yang mengasuh

Lebih terperinci

Meraih Sifat Qona ah (Merasa Kecukupan)

Meraih Sifat Qona ah (Merasa Kecukupan) Meraih Sifat Qona ah (Merasa Kecukupan) Khutbah Pertama:?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Lebih terperinci

PENERAPAN BA I BITSAMAN AJIL PADA PRAKTEK JUAL BELI PAKAIAN JADI SECARA KREDIT DI KECAMATAN RUPAT KABUPATEN BENGKALIS DITINJAU DARI EKONOMI ISLAM

PENERAPAN BA I BITSAMAN AJIL PADA PRAKTEK JUAL BELI PAKAIAN JADI SECARA KREDIT DI KECAMATAN RUPAT KABUPATEN BENGKALIS DITINJAU DARI EKONOMI ISLAM PENERAPAN BA I BITSAMAN AJIL PADA PRAKTEK JUAL BELI PAKAIAN JADI SECARA KREDIT DI KECAMATAN RUPAT KABUPATEN BENGKALIS DITINJAU DARI EKONOMI ISLAM SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi dan Melengkapi Syarat-syarat

Lebih terperinci

SKRIPSI TINJAUAN YURIDIS PERMOHONAN PENGUCAPAN IKRAR TALAK KARENA TERJADI PERSELISIHAN TERUS MENERUS. (Studi Putusan Nomor : 6588/Pdt.G/2013/PA.

SKRIPSI TINJAUAN YURIDIS PERMOHONAN PENGUCAPAN IKRAR TALAK KARENA TERJADI PERSELISIHAN TERUS MENERUS. (Studi Putusan Nomor : 6588/Pdt.G/2013/PA. SKRIPSI TINJAUAN YURIDIS PERMOHONAN PENGUCAPAN IKRAR TALAK KARENA TERJADI PERSELISIHAN TERUS MENERUS (Studi Putusan Nomor : 6588/Pdt.G/2013/PA.Jr) JURIDICAL REVIEW PETITION TO PLEDGE BECAUSE OF THE CONTINUOUS

Lebih terperinci

ANALISIS KEBIJAKAN REDAKSI DALAM PENENTUAN HEADLINE HALAMAN UTAMA PADA SURAT KABAR PEKANBARU POS

ANALISIS KEBIJAKAN REDAKSI DALAM PENENTUAN HEADLINE HALAMAN UTAMA PADA SURAT KABAR PEKANBARU POS 1764/KOM-D/SD-S1/2014 ANALISIS KEBIJAKAN REDAKSI DALAM PENENTUAN HEADLINE HALAMAN UTAMA PADA SURAT KABAR PEKANBARU POS SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI PANCASILA PADA MASA ORDE BARU SKRIPSI

IMPLEMENTASI PANCASILA PADA MASA ORDE BARU SKRIPSI IMPLEMENTASI PANCASILA PADA MASA ORDE BARU SKRIPSI Oleh Muh. Arif Candra Jaya NIM 070210302105 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Definisi Perkawinan, Perceraian serta akibat-akibat Hukumnya.

BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Definisi Perkawinan, Perceraian serta akibat-akibat Hukumnya. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Definisi Perkawinan, Perceraian serta akibat-akibat Hukumnya. A.1. Perkawinan Perkawinan amat penting dalam kehidupan manusia, perseorangan, maupun kelompok. Dengan jalan perkawinan

Lebih terperinci

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK YANG BELUM MEMILIKI HAK PILIH DALAM KEGIATAN KAMPANYE

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK YANG BELUM MEMILIKI HAK PILIH DALAM KEGIATAN KAMPANYE PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK YANG BELUM MEMILIKI HAK PILIH DALAM KEGIATAN KAMPANYE Disusun untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana pada Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah

Lebih terperinci

Definisi Khutbah Jumat

Definisi Khutbah Jumat Definisi Khutbah Jumat 1. Definisi khotbah Definisi secara bahasa Khotbah, secara bahasa, adalah 'perkataan yang disampaikan di atas mimbar'. Adapun kata khitbah yang seakar dengan kata khotbah (dalam

Lebih terperinci

PERAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM DALAM REHABILITASI SOSIAL KEAGAMAAN PADA LANJUT USIA TERLANTAR DI UNIT REHABILITASI SOSIAL MANDIRI SEMARANG II

PERAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM DALAM REHABILITASI SOSIAL KEAGAMAAN PADA LANJUT USIA TERLANTAR DI UNIT REHABILITASI SOSIAL MANDIRI SEMARANG II PERAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM DALAM REHABILITASI SOSIAL KEAGAMAAN PADA LANJUT USIA TERLANTAR DI UNIT REHABILITASI SOSIAL MANDIRI SEMARANG II SKRIPSI untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai

Lebih terperinci

PERKAWINAN BEDA AGAMA PERSPEKTIF MAHMÛD SHALTÛT (Studi Analisis Kitab al-fatâwâ)

PERKAWINAN BEDA AGAMA PERSPEKTIF MAHMÛD SHALTÛT (Studi Analisis Kitab al-fatâwâ) PERKAWINAN BEDA AGAMA PERSPEKTIF MAHMÛD SHALTÛT (Studi Analisis Kitab al-fatâwâ) SKRIPSI Oleh: MUHAMMAD MAKSUM NIM. 241 042 022 Pembimbing I LUTHFI HADI AMINUDDIN, M. Ag. Pembimbing II UDIN SAFALA, M.H.I

Lebih terperinci

PERAN PENDIDIKAN AGAMA DALAM PEMBENTUKAN TINGKAH LAKU ANAK JALANAN DI SANGGAR ALANG-ALANG WONOKROMO SURABAYA

PERAN PENDIDIKAN AGAMA DALAM PEMBENTUKAN TINGKAH LAKU ANAK JALANAN DI SANGGAR ALANG-ALANG WONOKROMO SURABAYA PERAN PENDIDIKAN AGAMA DALAM PEMBENTUKAN TINGKAH LAKU ANAK JALANAN DI SANGGAR ALANG-ALANG WONOKROMO SURABAYA SKRIPSI OLEH : SUTRISNO NIM : DO3304065 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL FAKULTAS TARBIYAH

Lebih terperinci

Ruang Lingkup Kerja Wanita

Ruang Lingkup Kerja Wanita Ruang Lingkup Kerja Wanita ] إندوني - Indonesian [ Indonesia - Diambil dari kitab: "Masuliyatul Marah al Muslimah" Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim al-jarullah Terjemah : Abu Umamah Arif Hidayatullah

Lebih terperinci

Hukum Melakukan Operasi Selaput Dara

Hukum Melakukan Operasi Selaput Dara Hukum Melakukan Operasi Selaput Dara شلكة لرسقة عند الا طفال ] إندوني - Indonesian [ Indonesia - Syeikh Muhammad Sholih Al-Munajid حامد نهار ملط ي Penterjemah: www.islamqa.info Pengaturan: www.islamhouse.com

Lebih terperinci

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014 KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014 Assalamu alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua. Yang

Lebih terperinci

$! " # %& ' ( ) * &+, -. /0 1 &+ 23 4 52 6 27! "#$

$!  # %& ' ( ) * &+, -. /0 1 &+ 23 4 52 6 27! #$ [ ] : : : Ikhtilaf Ulama, Sebab dan Sikap Kita Terhadapnya Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepada kita nikmat iman dan islam serta kesehatan, karunia yang tiada taranya yang telah diberikan-nya

Lebih terperinci

أهلها هلندوس الشيخ مد صالح ملنجد

أهلها هلندوس الشيخ مد صالح ملنجد BARU MASUK ISLAM DAN TIDAK MAMPU MENAMPAKKAN KEISALAMANNYA, BAGAIMANA CARA SHALAT DIANTARA KELUARGANYA YANG HINDU? أسلمت حديثا ولا ستطيع إظهار إسلامها فكيف تص ب أهلها هلندوس ] إندوني - Indonesian [ Indonesia

Lebih terperinci

TRANSPARANSI MANAJEMEN KEUANGAN MADRASAH (Deskripsi di MTs Salafiyah Mrisi Tanggungharjo Grobogan Tahun Pembelajaran 2010/2011)

TRANSPARANSI MANAJEMEN KEUANGAN MADRASAH (Deskripsi di MTs Salafiyah Mrisi Tanggungharjo Grobogan Tahun Pembelajaran 2010/2011) TRANSPARANSI MANAJEMEN KEUANGAN MADRASAH (Deskripsi di MTs Salafiyah Mrisi Tanggungharjo Grobogan Tahun Pembelajaran 2010/2011) SKRIPSI Disusun Guna Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh

Lebih terperinci

UPAYA MENGATASI MISKONSEPSI SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN DELIKAN

UPAYA MENGATASI MISKONSEPSI SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN DELIKAN UPAYA MENGATASI MISKONSEPSI SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN DELIKAN (DENGAR, LIHAT, KERJAKAN) PADA SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP SMP MUHAMMADIYAH 2 SURAKARTA SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Lebih terperinci

BAB IV AKIBAT HUKUM PERKAWINAN DI BAWAH TANGAN DALAM HAK PEWARISAN ANAK YANG DILAHIRKAN DALAM PERKAWINAN

BAB IV AKIBAT HUKUM PERKAWINAN DI BAWAH TANGAN DALAM HAK PEWARISAN ANAK YANG DILAHIRKAN DALAM PERKAWINAN 52 BAB IV AKIBAT HUKUM PERKAWINAN DI BAWAH TANGAN DALAM HAK PEWARISAN ANAK YANG DILAHIRKAN DALAM PERKAWINAN Perkawinan dibawah tangan banyak sekali mendatangkan kerugian daripada kebaikan terutama terhadap

Lebih terperinci

Oleh: Dr. H. Achmad Satori Ismail, MA

Oleh: Dr. H. Achmad Satori Ismail, MA Oleh: Dr. H. Achmad Satori Ismail, MA Dalam sejarah ulama salaf, diriwayatkan bahwa khalifah rasyidin ke V Umar bin Abdil Aziz dalam suatu shalat tahajjudnya membaca ayat 22-24 dari surat ashshoffat اح

Lebih terperinci

Kebaikan Palsu (riya )

Kebaikan Palsu (riya ) Kiat-kiat melawan sifat riya Penderita penyakit parah ini (riya) biasanya tidak sadar bahwa ia tertekan karenanya, sehingga membuat segala perbuatan baiknya tidak bearti. Godaan iblis dan egonya sedemikian

Lebih terperinci

PENERAPAN HUMAN RELATIONS DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI MUSEUM SANG NILA UTAMA SKRIPSI

PENERAPAN HUMAN RELATIONS DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI MUSEUM SANG NILA UTAMA SKRIPSI PENERAPAN HUMAN RELATIONS DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI MUSEUM SANG NILA UTAMA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi Pada Fakultas Dakwah

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan tentang mimpi dalam al- Qur an dan as-sunnah Studi Komparasi atas Pemikiran Ibnu Sirin dengan

BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan tentang mimpi dalam al- Qur an dan as-sunnah Studi Komparasi atas Pemikiran Ibnu Sirin dengan BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan tentang mimpi dalam al- Qur an dan as-sunnah Studi Komparasi atas Pemikiran Ibnu Sirin dengan Ibnu Hajar al-asqalani, maka dapat disimpulkan

Lebih terperinci

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM RITUAL TINGKEPAN DI DUSUN GINTUNGAN DESA BUTUH KEC. TENGARAN KAB. SEMARANG TAHUN 2011 SKRIPSI

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM RITUAL TINGKEPAN DI DUSUN GINTUNGAN DESA BUTUH KEC. TENGARAN KAB. SEMARANG TAHUN 2011 SKRIPSI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM RITUAL TINGKEPAN DI DUSUN GINTUNGAN DESA BUTUH KEC. TENGARAN KAB. SEMARANG TAHUN 2011 SKRIPSI Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam Oleh : MUNAFIAH

Lebih terperinci

DI KELAS 2014/2015. SKRIPSI Diajukan Guna Program

DI KELAS 2014/2015. SKRIPSI Diajukan Guna Program PENGARUH PROFESIONALISME GURU DAN PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DI KELAS TERHADAP MOTIVASI BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI IPS SMA MTA SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

PERCERAIAN KARENA SALAH SATU PIHAK MURTAD S K R I P S I

PERCERAIAN KARENA SALAH SATU PIHAK MURTAD S K R I P S I PERCERAIAN KARENA SALAH SATU PIHAK MURTAD (STUDI PUTUSAN PENGADILAN AGAMA SALATIGA NOMOR 0356/pdt.G/2011/PA.SAL) S K R I P S I Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Hukum Islam Oleh NASTANGIN NIM : 21108016

Lebih terperinci

Pelayanan Mengajar itu Penting

Pelayanan Mengajar itu Penting Pelayanan Mengajar itu Penting Dalam Pelajaran 1 kita belajar tentang pengajaran Kristen sebagai suatu pelayanan. Kita membicarakan perbedaan antara mengajar, berkhotbah, dan memberi kesaksian. Kita juga

Lebih terperinci

PENGARUH INTENSITAS MENGIKUTI PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR AN TERHADAP KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR AN SISWA DI MTs. IHYAUL ULUM WEDARIJAKSA PATI

PENGARUH INTENSITAS MENGIKUTI PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR AN TERHADAP KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR AN SISWA DI MTs. IHYAUL ULUM WEDARIJAKSA PATI PENGARUH INTENSITAS MENGIKUTI PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR AN TERHADAP KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR AN SISWA DI MTs. IHYAUL ULUM WEDARIJAKSA PATI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh

Lebih terperinci

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 09 Tahun 2014 Tentang JUAL BELI TANAH UNTUK KUBURAN DAN BISNIS LAHAN KUBURAN MEWAH

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 09 Tahun 2014 Tentang JUAL BELI TANAH UNTUK KUBURAN DAN BISNIS LAHAN KUBURAN MEWAH FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 09 Tahun 2014 Tentang JUAL BELI TANAH UNTUK KUBURAN DAN BISNIS LAHAN KUBURAN MEWAH (MUI), setelah : MENIMBANG : a. bahwa dewasa ini mulai banyak berkembang usaha properti

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH JALAN LINGKAR PATI SELATAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBERIAN GANTI KERUGIAN

PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH JALAN LINGKAR PATI SELATAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBERIAN GANTI KERUGIAN HALAMAN JUDUL PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH JALAN LINGKAR PATI SELATAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBERIAN GANTI KERUGIAN (Studi Kasus Pengadaan Tanah di Desa Sidoharjo, Kecamatan Pati) Diajukan untuk melengkapi

Lebih terperinci

UPAYA PEMERINTAH DAERAH DALAM PENINGKATAN PENERIMAAN RETRIBUSI PARKIR GUNA MENUNJANG PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA PEKANBARU SKRIPSI

UPAYA PEMERINTAH DAERAH DALAM PENINGKATAN PENERIMAAN RETRIBUSI PARKIR GUNA MENUNJANG PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA PEKANBARU SKRIPSI UPAYA PEMERINTAH DAERAH DALAM PENINGKATAN PENERIMAAN RETRIBUSI PARKIR GUNA MENUNJANG PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA PEKANBARU SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mengikuti Ujian Oral Comprehensive

Lebih terperinci

ب س م االله الر ح من الر ح ي م

ب س م االله الر ح من الر ح ي م 1 FATWA DEWAN SYARI'AH NASIONAL NO: 38/DSN-MUI/X/2002 Tentang SERTIFIKAT INVESTASI MUDHARABAH ANTARBANK (SERTIFIKAT IMA) ب س م االله الر ح من الر ح ي م Dewan Syari'ah Nasional setelah, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia,

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia, MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia, a. bahwa negara Republik Indonesia, sebagai negara hukum

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG MAFQUD. A. Pengertian Suami Yang Mafqud Persoalan mafqudnya suami yang tidak diketahui ke mana perginya

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG MAFQUD. A. Pengertian Suami Yang Mafqud Persoalan mafqudnya suami yang tidak diketahui ke mana perginya 15 BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG MAFQUD A. Pengertian Suami Yang Mafqud Persoalan mafqudnya suami yang tidak diketahui ke mana perginya dan dimana keberadaannya dalam waktu yang lama pasti menyulitkan kehidupan

Lebih terperinci

LITURGI SABDA Bacaan pertama (Yos. 24 : 1 2a. 15-17. 18b) Kami akan beribadah kepada Tuhan, sebab Dialah Allah kita. Bacaan diambil dari Kitab Yosua:

LITURGI SABDA Bacaan pertama (Yos. 24 : 1 2a. 15-17. 18b) Kami akan beribadah kepada Tuhan, sebab Dialah Allah kita. Bacaan diambil dari Kitab Yosua: Tahun B Minggu Biasa XX - 23 Agustus 2015 LTRG SABDA Bacaan pertama (Yos. 24 : 1 2a. 15-17. 18b) Kami akan beribadah kepada Tuhan, sebab Dialah Allah kita. Bacaan diambil dari Kitab Yosua: Menjelang wafatnya,

Lebih terperinci