Katalog Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020 Copyright Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Katalog Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020 Copyright Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020"

Transkripsi

1

2

3

4 Katalog Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020 Copyright Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020 Diterbitkan Oleh: Panitia Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020 Museum Sonobudoyo Unit I Jalan Pangurakan No. 6. Ngupasan, Kec. Gondomanan, Yogyakarta Mobile: Penyusun: Ovie Ermawati Fairuzul Mumtaz Desain Sampul dan Isi: Ruly Kawit Prasetya Damar N. Sosodoro Karikatur Ari Foto: Mokstimofeevic Yossi Grafitanto Zunan Fakhrurrozi Cetakan 1, September 2020 Yogyakarta, Festival Kebudayaan Yogyakarta, 2020 x + 74 halaman; 14x21 cm. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang All right reserved ii Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

5 Prolog Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Salam Budaya! Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) D.I. Yogyakarta mempersembahkan Festival Kebudayaan Yogyakarta tahun Sama seperti tahun sebelumnya, tema Mulanira diangkat kembali. Bedanya adalah tantangan yang dihadapi. Jika sebelumnya mengawali dari k kesenian, menjadi K kebudayaan, kini mengawali dalam suasana yang serba terbatas, suasana pandemi. Meski ruang menjadi terbatas, namun kami yakin, kreativitas tak dapat dibatasi. Oleh sebab itu, agenda budaya tahunan ini tetap dihadirkan, sekaligus sebagai healing bagi masyarakat atas situasi saat ini. Festival Kebudayaan Yogyakarta adalah ruang demokrasi budaya yang disediakan oleh Pemerintah D.I. Yogyakarta, yang di dalamnya masyarakat dapat andil menentukan bentuknya. Sehingga kita bisa menyaksikan betapa dinamisnya festival ini dari tahun ke tahun. Dan tahun ini, kita akan menyerap nilai-nilai tapa ngrame dalam balutan tema Akar Hening di Tengah Bising. iii

6 Bukan sesuatu yang mudah untuk mewujudkan keramaian dalam suasana hening (pandemi) ini, bukan pula latah membuat kegiatan virtual, tapi akar kerja budaya yang terus mencengkram tanah memaksa ranting memanjang dan daun merimbun untuk menaungi dan memberikan buah bagi siapa saja yang di bawahnya. Apalagi tanah kita adalah tanah (kota) yang gembur subur akan budaya. Inilah identitas kita, identitas yang sarat budaya, dan menjadi visi pembangunan D.I. Yogyakarta, yaitu pada tahun 2025 akan mewujudkan Yogyakarta sebagai pusat pendidikan, budaya, dan daerah tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara. Visi tersebut mencerminkan cita-cita Pemerintah D.I. Yogyakarta untuk menjadi regional destinasi budaya. Terakhir, kami ucapkan selamat kepada panitia, selamat berfestival, selamat merayakan demokrasi budaya. Salam Budaya, Lestari Budayaku! Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Yogyakarta, 12 September 2020 Plt. Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta Sumadi, S.H., M.H. NIP iv Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

7 FKY Sebagai Ruang Demokrasi Budaya: Prolog Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta Daftar Isi Mulanira 2 iii v vii PROGRAM FKY Agenda Lengkap FKY Program Pertunjukan 4 Program Pameran Seni Rupa 10 Seniman dan Karya 15 Ketentuan dan Jadwal Kunjungan 70 Rekanan dan Rekanan Media 72 v

8 vi Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

9 Jika membuka dokumentasi dari pelaksanaan FKY beberapa tahun silam, kita akan melihat beragam upaya untuk menghadirkan apa yang paling Jogja Banget dari masa ke masa. Baik program, judul, perwajahan maupun filosofi yang dipegang pada tiap penyelenggaraan, diambil dari praktik kesenian atau kebudayaan yang ada kota ini. Pemilihan tersebut hampir tidak pernah absen dan sangat bisa dimengerti, mengingat bahwa keberadaan suatu festival tidak dapat dipisahkan dari watak ruang sosialnya. Betul bahwa apa yang dimaksud dengan Jogja banget tentu selalu dinamis, berubah dari waktu ke waktu dan memunculkan selera bahasanya sendiri. Terbukti bahwa hari ini, sudah sangat jarang kita mendengar istilah Jogja banget, untuk membahas perihal karakter kota. Pada 2020 ini, FKY kembali hadir dengan berbagai tantangan zaman. Sejak tahun lalu, FKY hadir mereposisi diri seturut dengan perubahan nama menjadi Festival Kebudayaan Yogyakarta. Bagi kami, perubahan nama ini menarik jika ditempatkan sekaligus sebagai momen untuk melihat dan menata ulang paradigma dalam memandang serta memosisikan festival kesenian sekaligus festival kebudayaan. Dalam mereposisi ini, tampaknya baik jika kita mundur sejenak untuk melihat perjalanan panjang dari acara tahunan kota ini, kemudian menandai berbagai hal yang hampir selalu muncul, kehadirannya tidak terlalu menonjol, tapi ia selalu hidup. vii

10 Pertama, daya warga. Daya atau kekuatan dan kreativitas warga dalam menghadapi berbagai kebutuhan hidup serta menyiasati kesulitan hidup, tampak dari ragam program yang dimunculkan pada penyelenggaraan festival ini. Yang termudah dan paling jelas adalah hadirnya pasar seni yang ditawarkan kepada publik dari waktu ke waktu, berubah bentuk, beragam jualan. Tidak pernah surut merebut perhatian, sekalipun sudah banyak mall dan pertokoan yang mewah dan dingin. Daya warga ini berjalan beriringan dengan minat warga untuk mengapresiasi berbagai kebaruan dan ragam kreativitas. Tampaknya, daya warga ini beresonansi dengan kekuatan lainnya dalam membuat pembacaan atas gerak zaman. Daya baca inilah yang juga menjadi penentu dalam membuat langkah-langkah praktis maupun filosofis, yang kemudian berpengaruh pada hidup individu dan sosialnya. Semuanya berjalan saling beririsan atau bahkan saling mengadakan. Singkatnya, kita selalu memiliki cara untuk mengidentifikasi apa yang menjadi spirit zaman, dari waktu ke waktu. Hal yang kedua ini memang tidak selalu tampak, tetapi sepertinya bisa kita rasakan. Kombinasi antara daya apresiasi dan daya baca ini menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, serumit apa pun. Meski sederhana bagi kita, namun tidak salah jika dirayakan sekaligus diuji untuk bersama-sama menghadapi berbagai kecenderungan zaman harihari ini. Mulai dari tantangan yang muncul di era pemajuan kebudayaan 4.0 hingga rezim efektivitas yang datang dengan berbagai wajah. Sejak UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan disahkan, kita memasuki babak baru dalam berkebudayaan. Dari segi bahasa, tentu berpengaruh. Kehadiran undang-undang ini menggiring kita untuk selalu mengacu pada objek-objek pemajuan kebudayaan yang telah ditetapkan dan tertuang di dalamnya. Namun dari ranah praktik, apakah ia betulbetul sebuah pembaruan? Tentu itu adalah pertanyaan yang tidak selalu harus kita jawab. Karena toh, kadang kebudayaan justru terletak pada apa yang kita jalankan terus-menerus dan hidupkan, di tengah waktu yang kian dimainkan, jarak yang dilipat, dan komunikasi yang dipersingkat di alam digital ini. viii Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

11 Permainan waktu ini juga bisa kita rasakan hadir dari berbagai pemain, mulai dari upaya percepatan pembangunan yang berambisi menjadikan Jogja sebagai kota dengan industri pertemuan paling mutakhir, serta usaha-usaha yang selalu menuntut kenaikan ekonomi atas nama kepentingan bersama. Di titik ini, kita sesungguhnya menyadari bahwa hidup kita senantiasa berada di tengah konflik antara efektivitas yang ini dan efektivitas yang itu. Efisiensi yang ini dan efisiensi yang itu. Sebagai contoh, untuk mempercepat perpindahan manusia, dari satu tempat ke tempat lain, kita mempunyai alat transportasi, yang digerakkan dengan bahan bakar, bensin, solar. Untuk mempercepat mobilitas manusia, kita rela mempertaruhkan keberadaan energi yang suatu saat tidak dapat diproduksi dalam waktu cepat, dan lambat laun membuat bumi menjadi cepat lelah. Itu artinya, efisiensi yang satu mengorbankan efisiensi yang lainnya. Kebudayaan adalah juga soal itu. Kebudayaan juga mencakup bagaimana kita mengelola kehidupan bersama ini? Teknologi apa saja yang dilibatkan di situ? Bagaimana efek-efeknya? Tantangan perihal melihat kembali pengelolaan teknologi hidup ini semakin didesakkan dengan hadirnya pandemi. Kemunculan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 adalah contoh cepatnya. Ia hadir sebagai teknologi yang secara spontan muncul, untuk menghindari ledakan penularan yang tidak diinginkan. Di atas kondisi-kondisi tersebut, FKY kali ini meneruskan Mulanira. Lahir sebagai festival kesenian, kini FKY menjadi Festival Kebudayaan Yogyakarta. Di tahun yang kedua sebagai festival kebudayaan ini, spirit Mulanira kembali dilanjutkan. Diambil dari Mulih, Mula, Mulanira, kita menggarisbawahi spirit untuk melihat, menyimak, dan membaca kembali berbagai pengetahuan yang telah hadir di sekitar kita. Pengetahuan yang dipraktikkan sebagai bagian dari hidup sehari-hari, yang meliputi upaya untuk bertahan hidup, beradaptasi dengan segala ragam tantangan, baik tantangan alam maupun tantangan kultural. Di Mulanira kedua ini, spirit tersebut diwujudkan dalam Akar Hening di Tengah Bising. Mengingat watak ruang sosial yang kita huni, karakter dari kota yang didiami dan sekaligus menjadi domisili tetap untuk festi- ix

12 val ini. Akar Hening di Tengah Bising juga merupakan pengingat, bahwa seramai apa pun kondisi yang harus dijalani, kita tetap memiliki ruang dalam mengupayakan produksi pengetahuan, memperlebar celah-celah ruang yang menghidupi kekuatan bertahan warga dan mempertajam daya baca kita. Di antara berbagai daya dan upaya itu semua, tampaknya Mulanira bisa mengingatkan kita bahwa FKY tidak semata-mata Festival Kebudayaan Yogyakarta. Mulanira mengajak kita untuk melanjutkan perjalanan kita menuju festival dengan banyak k kecil yang banyak dan y yang lebih demokratis. Dengan Mulanira kita menyambut fkkkkkkkkyyyyyy di kota Yogyakarta yang berhahahahaha ti nyaman. x Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

13 1

14 WIB Retjo Buntung 99.4FM Sayembara Ketoprak Tobong Kelana Bhakti Budaya WIB Swaragama FM Radio FKY: Ngobrol Bareng XXL Chicken - Lintang Enrico Live WIB Museum Sonobudoyo Pameran Seni Rupa Akar Hening di Tengah Bising WIB Retjo Buntung 99.4FM Sayembara Ketoprak Tobong Kelana Bhakti Budaya WIB Pemutaran Film Bioscil Dunia Laut WIB GCD 98.6FM Radio FKY : Se-Jam Bareng Koes Plus Jogja Community WIB Geronimo 106.1FM Radio FKY: Ngobrol Bareng Erie Setiawan Musik Untuk Kehidupan Live WIB Pemutaran Film Bioscil Penyelamat Dunia WIB WIB Jogja TV Pembukaan Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020 #Mulanira WIB Retjo Buntung 99.4FM Sayembara Ketoprak Tobong Kelana Bhakti Budaya 2 Festival Kebudayaan Yogyakarta WIB Retjo Buntung 99.4FM Sayembara Ketoprak Tobong Kelana Bhakti Budaya WIB Swaragama FM Radio FKY: Ngobrol Bareng Stand Up Comedy UNY Live WIB Museum Sonobudoyo Pameran Seni Rupa Akar Hening di Tengah Bising WIB Retjo Buntung 99.4FM Sayembara Ketoprak Tobong Kelana Bhakti Budaya WIB Pemutaran Film Bioscil Penyelamat Dunia WIB GCD 98.6FM Radio FKY: Se-Jam Bareng AdakalaNya WIB Geronimo 106.1FM Radio FKY: Ngobrol Bareng Bakudapan Food Study Group Live WIB Geronimo 106.1FM Radio FKY: Se-Jam Bareng FSTVLST WIB Pemutaran Film Bioscil Dunia Laut WIB Jogja TV FKY TV: Talkshow Potensi Usaha Perkebunan Teh Kab. Kulon Progo WIB Jogja TV FKY TV: Kesenian Kontingen Kab. Kulon Progo WIB Retjo Buntung 99.4FM Sayembara Ketoprak Tobong Kelana Bhakti Budaya WIB Retjo Buntung 99.4FM Sayembara Ketoprak Tobong Kelana Bhakti Budaya WIB Swaragama FM Radio FKY: Ngobrol Bareng Forum Aktor Yogyakarta Live WIB Museum Sonobudoyo Pameran Seni Rupa Akar Hening di Tengah Bising WIB Retjo Buntung 99.4FM Sayembara Ketoprak Tobong Kelana Bhakti Budaya WIB Pemutaran Film Bioscil Dunia Laut WIB GCD 98.6FM Radio FKY: Se-Jam Bareng HASOE WIB Museum Sonobudoyo Durational Performance by The Freak Show Men WIB Geronimo 106.1FM Radio FKY: Ngobrol Bareng Iwan RS Dongeng Nasruddin Hoja Live WIB Geronimo 106.1FM Radio FKY: Se-Jam Bareng Agustin Self Healing Yoga WIB Pemutaran Film Bioscil Penyelamat Dunia WIB Konferensi Pertunjukan dan Teater Indonesia WIB Jogja TV FKY TV: Talkshow Potensi Usaha Tanaman Hias Kota Yogyakarta WIB Jogja TV FKY TV: Kesenian Kontingen Kota Yogyakarta WIB Retjo Buntung 99.4FM Sayembara Ketoprak Tobong Kelana Bhakti Budaya

15 WIB Retjo Buntung 99.4FM WIB Retjo Buntung 99.4FM Sayembara Ketoprak Tobong Kelana Bhakti Budaya WIB Jogja Family 100.9FM Radio FKY: Ngobrol Bareng Rudy Wiratama Kajian Primbon dan Budaya Jawa Live WIB Museum Sonobudoyo Pameran Seni Rupa Akar Hening di Tengah Bising WIB Retjo Buntung 99.4FM Sayembara Ketoprak Tobong Kelana Bhakti Budaya WIB Pemutaran Film Bioscil Penyelamat Dunia WIB GCD 98.6FM Radio FKY: Se-Jam Bareng Sindhen Siswati Dancis WIB Geronimo 106.1FM Radio FKY: Ngobrol Bareng Pelajar SMA Yogyakarta Live WIB Pemutaran Film Bioscil Dunia Laut WIB Orkes Musik Keroncong Sinten Remen ft Endah Laras Ora Obah Ora Mamah WIB Jogja TV FKY TV: Talkshow Seni Batik Kab. Sleman WIB Jogja TV FKY TV: Kesenian Kontingen Kab. Sleman WIB Retjo Buntung 99.4FM Sayembara Ketoprak Tobong Kelana Bhakti Budaya Sayembara Ketoprak Tobong Kelana Bhakti Budaya WIB Jogja Family 100.9FM Radio FKY: Ngobrol Bareng Latief S. Nugraha Membaca Bakdi Soemanto Live WIB Museum Sonobudoyo Pameran Seni Rupa Akar Hening di Tengah Bising WIB Retjo Buntung 99.4FM Sayembara Ketoprak Tobong Kelana Bhakti Budaya WIB Pemutaran Film Bioscil Dunia Laut WIB GCD 98.6FM Radio FKY: Se-Jam Bareng Wok the Rock Se-Jam Bareng Bioscil WIB Geronimo 106.1FM Radio FKY: Ngobrol Bareng Waribi Praktisi Pawang Hujan Live WIB Geronimo 106.1FM Radio FKY: Se-Jam Bareng Eka Zulfikar & Geast YK WIB Pemutaran Film Bioscil Penyelamat Dunia WIB Jogja TV FKY TV: Talkshow Ketahanan Pangan dengan Bahan Baku Lokal Kab. Gunung Kidul WIB Jogja TV FKY TV: Kesenian Kontingen Kab. Gunung Kidul WIB Retjo Buntung 99.4FM Sayembara Ketoprak Tobong Kelana Bhakti Budaya WIB Retjo Buntung 99.4FM Sayembara Ketoprak Tobong Kelana Bhakti Budaya WIB Jogja Family 100.9FM Radio FKY: Ngobrol Bareng Rumah Dongeng Mentari Live WIB Museum Sonobudoyo Pameran Seni Rupa Akar Hening di Tengah Bising WIB Retjo Buntung 99.4FM Sayembara Ketoprak Tobong Kelana Bhakti Budaya WIB Pemutaran Film Bioscil Penyelamat Dunia Zoom Q & A Film Bioscil ( WIB GCD 98.6FM Radio FKY: Se-Jam Bareng Jaeko WIB Geronimo 106.1FM Radio FKY: Ngobrol Bareng Albert Deby Pawang Nama Live WIB Geronimo 106.1FM Radio FKY: Se-Jam Bareng DOM WIB Jogja TV FKY TV: Kesenian Kontingen Kab. Bantul WIB Jogja TV FKY TV: Penutupan Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020 #Mulanira WIB Retjo Buntung 99.4FM Sayembara Ketoprak Tobong Kelana Bhakti Budaya 3

16 21-26 September 2020 Terdapat berbagai program pertunjukan yang menarik dan interaktif serta dapat dinikmati secara daring melalui situs web dan kanal resmi media sosial FKY. Selain itu, untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, juga ada program yang disajikan secara luring melalui media televisi dan radio. Program pertunjukan tidak hanya ingin menyerap nilai-nilai Akar Hening di Tengah Bising, melainkan juga berharap dapat memfasilitasi seluruh aspek kesenian dan kebudayaan, dari tradisi hingga kontemporer. Spirit ini selalu dijaga dalam setiap penyelenggaraan FKY dari tahun ke tahun. Bedanya, tahun ini aspek mendalam lebih ditekankan, namun dengan tidak mengesampingkan keterlibatan masyarakat sebagai subjek sekaligus objek. PRA EVENT FESTIVAL KEBUDAYAAN YOGYAKARTA LOCAL HEROES The Produk Gagal 7 September 2020 FKY 2020 menghadirkan dua program pertunjukan pra event. Pertama program Local Heroes oleh The Produk Gagal, pada 7 September 2020, pukul WIB. Salah satu Band Papan Atas Dengan Kemampuan Terbatas ini, secara khusus akan hadir untuk memeriahkan gaung pra event FKY Mulanira 2 dengan tajuk Local Heroes. Dikemas dalam aliran berasa orkes moral, tingkah laku dan tentu saja lagu-lagu humoris mereka bisa disaksikan secara virtual melalui www. fkymulanira.com. NAFAS TANAFAS Jamaluddin Latif, Wasis Tanata dan Ismoyo Adhi 14 September 2020 Program pra event kedua yaitu Nafas Tanafas oleh Jamaluddin Latif, Wasis Tanata dan Ismoyo Adhi, pada 14 September 2020, pukul WIB. Sebuah pertunjukan kolaborasi lintas disiplin seni antara Jamaluddin Latif (actor/creator), Wasis 4 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

17 Tanata (drummer & musician), dan Ismoyo Adhi (photographer & visual artist) melalui gerak tubuh, bunyi, dan visual di alam imajinasi yang dihadirkan secara 360. Mengambil judul Nafas Tanafas sebagai pembacaan atas tema FKY 2020, Akar Hening di Tengah Bising. KOMPETISI SENI MULANIRA #2 25 Agustus - 26 September 2020 Program Kompetisi Mulanira ini bertujuan untuk mengajak masyarakat dari berbagai kalangan untuk berpartisipasi aktif sehingga acara yang dilaksanakan secara daring dan luring ini tetap bisa ikut dirasakan manfaatnya secara langsung. Ragam kompetisi memiliki makna sebagai bentuk wujud apresiasi dan wadah kreasi untuk masyarakat. Program ini meliputi 5 bidang kompetisi, yaitu Tari Kreasi Mulanira, Mulanira Photo Challenge, Kompetisi Cerpen Mulanira, Dhagelan Basa Jawa, dan Hand Lettering Aksara Jawa. Periode Kompetisi Tari Mulanira, Dhagelan Bahasa Jawa, Hand Lettering Aksara Jawa & Cerpen Mulanira: 25 Agustus 23 September Periode Photo Challenge: 7 26 September 2020, pukul WIB. Formulir Pendaftaran: Unduh di situs web /kompetisi. Kompetisi ini memperebutkan hadiah uang tunai. Juara 1: Rp5,000,000, Juara 2: Rp3,000,000, Juara 3: Rp2,500,000, Juara 4: Rp2,250,000, dan Juara 5: Rp2,000,000. FKY NGANGSU KAWRUH 10 & 17 September WIB ww.fkymulanira.com FKY Mulanira 2 membangkitkan kembali dua sosok seniman dan budayawan yang turut memberikan warna kebudayaan di Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Ialah Umar Kayam dan Linus Suryadi AG. Masing-masing akan dibincangkan oleh Butet Kartaredjasa dan Emha Ainun Nadjib atau yang akrab kita panggil Cak Nun. Melalui keduanya, kita akan membaca kerja-kerja budaya masa lalu sebagai cara menemukan nilai-nilai kebudayaan untuk menghadapi situasi perubahan hari ini. 5

18 NAPAS PARA PEKERJA Ada banyak pekerja yang menyangga penyelenggaraan FKY selama ini. Keterlibatan mereka tidak melulu bermotif profesi, tapi juga terselip nilai-nilai aktivisme kerja kebudayaan. Bagaimanapun FKY telah menjadi identitas kota Jogja, terlibat dalam prosesnya, barangkali adalah cara para pekerjanya untuk mengkonfirmasi ulang kepribadian mereka sebagai warga Jogja. Melihat bagaimana mereka menghayati dan memaknai pekerjaannya di FKY mungkin bisa menjadi cara lain bagi kita untuk mengukur pencapaian FKY. Jika kebudayaan ditempatkan sebagai tegangan antara gambaran ideal dan kenyataan, maka melalui perbincangan dengan pekerja ini, kita berupaya untuk memunculkan gagasan sekaligus kritik kebudayaan dari sudut pandang para pekerjanya. PEMBUKAAN FESTIVAL KEBUDAYAAN YOGYAKARTA 21 September 2020 Gedung Eks Koni, Kompleks Museum Sonobudoyo Akan menampilkan karya kolaborasi Landung Simatupang (teater), Kunto Aji (musik) dan Lintang Kenali Rangkai Pakai Radittya (instalasi). Seniman-seniman tersebut akan berkolaborasi menciptakan karya yang berangkat dari puisi berjudul Langkah Tak Berhenti karya Landung Simatupang. Puisi tersebut pernah memperoleh penghargaan sebagai pemenang lomba penulisan puisi Yogyakarta pada tahun Selain itu juga akan ada pertunjukan tari dari Anter Asmoro Tedjo. Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020 akan dibuka langsung oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X. KONFERENSI PERTUNJUKAN DAN TEATER INDONESIA 23 September 2020 FKY 2020 turut mendukung penyelenggaraan Konferensi Pertunjukan dan Teater Indonesia 2020 yang berlangsung pada tanggal 10, 17, 23 dan 24 September 2020 via Zoom. 6 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

19 Konferensi akademik tahunan di bidang pertunjukan dan teater adalah salah satu fasilitas yang absen dalam konteks penyebaran produksi pengetahuan di Indonesia. Bagi para akademisi dan praktisi, konferensi tahunan berguna untuk membantu mereka berbagi berkonfrontasi, mengelaborasi dan menyerap pengetahuan terbaru. Konferensi akademik di Indonesia juga dapat menjembatani keterbatasan bahasa inggris bagi sebagian kalangan akademisi seni dan praktisi dalam memahami perkembangan teori dan praktik yang mutakhir. Pada situasi sekarang ini, konferensi teater berlangsung sporadis, dan timbul tenggelam. Ia tidak terprogram dan untuk berkembang, membesar dan membantu kita menyentuh peran peran dasar seperti yang disebutkan tadi. Dalam konteks ini, Konferensi Pertunjukan dan Teater Indonesia bermaksud mempertemukan utamanya akademisi dan praktisi/seniman, serta pertunjukan dan teater mutakhir di Indonesia, secara terprogram dan terjadwal tiap tahun (dengan proyek rintisan tiga tahun). Konferensi ini menampilkan 14 penelitian, baik dari kalangan akademisi di pendidikan seni maupun non seni, praktisi, peneliti independen dan kurator, termasuk 2 penerima hibah konferensi penelitian 2020 dengan beberapa tema seperti sejarah, lokalitas, keterhubungan dengan tradisi, penonton dan teknologi. Pada Tanggal 23 September 2020 pukul WIB, FKY 2020 akan menayangkan rekaman pembukaan konferensi pada sesi keynote lewat perbincangan dua narasumber Dr. Lono Simatupang (Universitas Gadjah Mada) dan Ugoran Prasad (The Graduate Center City University of New York/Garasi Performance Institute) tentang perkembangan dan masa depan pertemuan kajian teater dan kajian pertunjukan di Indonesia dilihat dari dua puluh tahun terakhir. PERTUNJUKAN ORKES MUSIK KERONCONG SINTEN REMEN feat ENDAH LARAS 24 September 2020 Ditayangkan dari Gedung Layang-layang, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) pada 24 September Mengangkat judul Ora Obah Ora Mamah, pertunjukan musik ini bisa disaksikan secara virtual melalui. 7

20 SAYEMBARA KETOPRAK TOBONG KELANA BHAKTI BUDAYA September 2020 Radio Retjo Buntung 99.4FM Sayembara Ketoprak oleh Ketoprak Tobong Kelana Bhakti Budaya dengan judul Sumilaking Pedhut. Akan disiarkan DocuSeries seputar Ketoprak Tobong dengan cerita-cerita di balik pembuatan dan proses adaptif mereka dalam alih media dari pertunjukan ketoprak ke sandiwara radio. Akan disiarkan 3 kali sehari di Radio Retjo Buntung 99.4FM dari tanggal 21 sd 26 September 2020 dengan hadiah menarik untuk para pendengar. Juga bisa disimak melalui. RADIO FKY LIVE ON AIR PERTUNJUKAN DI RADIO September 2020 Radio Swaragama 101.7FM Radio Jogja Family 100.9FM Radio GCD 98.6FM Radio Geronimo 106.1FM Radio Retjo Buntung 99.4FM. FKY 2020 menghadirkan RADIO FKY pada September Live On Air pertunjukan harian berbasis suara dan streaming dari Citraweb akan disiarkan secara daring melalui. Radio FKY juga disiarkan dari Radio Swaragama 101.7FM, Radio Jogja Family 100.9FM, Radio GCD 98.6FM, Radio Geronimo 106.1FM, dan Radio Retjo Buntung 99.4FM. Radio FKY selama 6 hari akan menghadirkan pertunjukan musik dan juga talkshow interaktif dengan nama-nama seperti: grup band FSTVLST, Bakudapan Food Study Grup, Iwan RS (pendongeng), Waribi (praktisi pawang hujan), Albert Deby (Pawang Nama), Agustin (Self Healing Yoga), Eka Zulfikar & Geast YK, DOM65, Lintang Enrico & XXL Chicken, Stand Up Comedy UNY, Forum Aktor Yogyakarta, Rudy Wiratama, Latief S. Nugraha, Rumah Dongeng Mentari, Jogja Koes Plus Community, AdakalaNya, Hasoe, Sindhen: Siswati Dancis, Wok the Rock dan Jaeko, Eri Setyawan, Pelajar SMA Jogja, dan Rumah Dongeng Mentari. FKY TV LIVE TALK SHOW WIB September 2020 Jogja TV FKY 2020 juga menghadirkan program-program interaktif berupa talkshow, penayangan program highlight pelaksanaan FKY 2020 dan kesenian kontingen baik dari kabupaten/kota. Selain itu juga membahas tentang Potensi Usaha Perkebunan Teh (Kab. Kulon Progo), Potensi Usaha Tanaman Hias (Kota Yogyakarta), Seni 8 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

21 Batik (Kab. Sleman) dan Ketahanan Pangan dengan Bahan Baku Lokal (Kab. Gunung Kidul). FKY TV akan hadir pada September 2020, setiap pukul WIB di Jogja TV. PENUTUPAN FESTIVAL KEBUDAYAAN YOGYAKARTA 26 September 2020 Acara Penutupan FKY 2020 dapat diikuti oleh masyarakat melalui online videosharing platform/social media atau televisi. Dalam tayangan tersebut, disajikan video highlight pelaksanaan FKY dan kuratorial performance; Landung Simatupang, Deaf Art Community dan Didik Nini Thowok akan berkolaborasi mengolah medium gerak bahasa isyarat dalam bentuk kuratorial performance sebagai pembacaan atas karya-karya yang digelar dalam pameran seni rupa FKY Pertunjukan lainnya adalah performance dari Rio Febrian. Selain itu, Ketua Panitia FKY 2020 akan membacakan laporan pelaksanaan, dan ditutup dengan sambutan sekaligus prosesi penutupan. PASAR FESTIVAL KEBUDAYAAN YOGYAKARTA September 2020 Sebagai wujud dalam mengapresiasi pelaku ekonomi kreatif dan kuliner, FKY 2020 memfasilitasi dengan menghadirkan direktori pasar kuliner, pasar kreatif, dan oleh-oleh FKY yang bisa diakses di laman. 9

22 AKAR HENING DI TENGAH BISING September 2020 Kompleks Museum Sonobudoyo Di kota ini sudah terlalu banyak perayaan, tapi minim produksi pengetahuan. Ungkapan itu hadir di sela-sela perbincangan santai kami seputar peristiwa budaya yang banyak berlangsung di kota ini, kebanyakan berupa festival. Sekitar lima tahun silam, hingga kini tidak pernah hilang. Tampaknya memang ada benarnya. Lantas, apa kita harus menyingkir dan bergerak ke tepian, pergi sejauh mungkin untuk sebisa mungkin steril dari segala tetek-bengek penyelenggaraan acara publik yang terjadi di kota ini? Atau setidaknya tidak menambah yang baru? Adakah jalan tengah yang mendamaikan keduanya, berupa kerja produksi pengetahuan yang berjalan seiring dengan kerja produksi festival? Singkatnya, bisakah penyelenggaraan festival menjadi ruang dalam produksi pengetahuan? Sebelum mencari jawab atas pertanyaan itu, kita bisa melihat kembali latar belakang dari ujaran tersebut. Ujaran itu masuk akal, mengingat bahwa Jogja semakin hari, semakin ramai dengan acara kebudayaan. Hampir semua ragam festival bisa kita temukan, dari tema-tema urban hingga agraris, lahir dari beragam medium seni dan komunitas. Puncak kebisingan dari hadirnya acara-acara ini terutama di paruh kedua tiap tahunnya. Tepat di bulan-bulan seperti ini, Agustus, berbagai kelompok penyelenggara sedang sibuk- sibuknya. Kesibukan kota ini bertambah dengan kehadiran puncak wisata yang terjadi di waktu yang hampir bersamaan. Ramai, karena berbagai ruas jalan di kota penuh dengan kendaraan. Walaupun di sisi lain, rupanya 1 Judul ini muncul ketika tim berbincang dengan Landung Simatupang. 10 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

23 kota ini memang sudah dirancang sedemikian rupa agar ramah dengan segala macam keterhubungan, dan bersiap untuk dibuka seluasnya dalam pergaulan dunia. Menjadi kota kosmopolit dengan mengedepankan the meeting industry. Sudah sejak beberapa tahun belakangan, pembangunan kota ini semakin digenjot ke arah tersebut. Sehingga situasinya tidak hanya ramai, tetapi menjadi bising. Kebisingan justru bertambah ketika serbuan informasi digital masuk ke ruang-ruang yang sangat privat, saat ia bisa hadir melalui genggaman. Jika lupa sadar, kita bisa terhanyut dalam luapan informasi yang arusnya sangat deras. Sejak pandemi, kebisingan ini semakin didesakkan lebih dalam di tengah keseharian kita. Belum lagi ketika kita membahas soal perubahan gestur sosial sebagai respon atas pandemi. Tak hanya gestur sosial yang berubah, namun penilaian kita soal mana yang baik dan buruk kini bergeser. Singkatnya, etika sosial pun sedang dibongkar pasang. Teknologi hidup juga sedang didekonstruksi. Pertanyaannya kini berulang. Apakah kita harus menyingkir ke tepian, untuk menghindar dari kebisingan dan mendapat ketenangan? Apakah kita harus menjadi pertapa dan menutup semua akses yang menghubungkan kita dengan urbanitas yang bising? Barangkali ada sebagian dari kita yang memiliki kesempatan dan keistimewaan untuk mengambil jalan itu. Bagaimana dengan orang-orang yang tidak memiliki ruang itu? Atau pertanyaannya justru dibalik, di tengah kebisingan itu, bagaimana kita menciptakan ruang hening tersebut? Sebentar ke Alam Soenji Senjap, Sekedar memperboelat Boedi genap, Doenia getar, Boetoeh sadar. 2 2 Ki Tjokro Soeharto., Among dan Nafas, Madjalah Poesara, Djilid X. No. 9/11, November 1940, hal

24 Soal kegelisahan dalam menciptakan ruang hening tersebut, ternyata juga sudah muncul sejak berpuluh tahun silam. Ki Tjokro Soeharto dalam artikel berjudul Among dan Napas juga mengelaborasi upaya tersebut dalam kaitannya dengan pendidikan yang dikembangan oleh Taman Siswa. Di situ ia menulis bahwa pekerjaan guru ialah among, yang didahului dengan pentingnya pengelolaan napas dalam prosesnya, baik untuk dipraktikkan oleh guru maupun siswanya. Penjelasannya ini diperkuat dengan keberadaan napas di posisi yang paling mendasar. Baginya, napas adalah bagian dari hawa yang menjadi syarat kehidupan, agar jantung manusia senantiasa berdetak dan mampu mengaktifkan pancainderanya. Tarikan napas adalah prasyarat dari munculnya kebudayaan. Sebagai pokok-pangkal, mendjadi benih akan hidoep makhluk didoenia fana ini. Segenap machloek poen soedah tentoe ta akan dapat hidoep langsoeng djika ditinggalkan oleh iboe-hawa, 3 Baginya, manusia terdiri atas empat bahan, yakni bumi, api, air, dan hawa. Di antara bahan-bahan tersebut, HAWAlah jang paling atas letaknja. Jang hening wataknja. 4 jang masoek adalah HIDOEP, dan jang keloear adalah FIIL. BOEAH- HIDOEP atau BOEDAJA. 5 Dengan menggarisbawahi tarikan napas sebagai prasyarat dari kebudayaan, salah satu guru dari Taman Siswa ini menunjukkan bahwa pendidikan ialah perihal kebudayaan. Bahwa kebudayaan juga soal mengelola dari hal besar, seperti rakjat dan berdjoeang yang pada saat itu menjadi spirit zaman, hingga mengelola hal yang terlihat sepele, hampir tidak disadari dan mendasar, yakni perihal napas. Jika kita tarik dalam pembahasan soal kebisingan hari-hari ini, maka akar hening ialah napas. Napas yang dimaksud di sini ialah pokok perhatian kita pada hal yang tidak pernah tampak, tidak ada perwujudan fi- 3 Ibid. at Ibid. 5 Ibid. at Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

25 siknya, tetapi ia selalu ada, hidup dan menciptakan kehidupan. Ia tenang, tetapi tidak berhenti bekerja. Sama halnya dengan kerja kebudayaan. Kerja-kerja kebudayaan ialah akarnya. Ialah yang menopang segala macam kebudayaan yang ada hari-hari ini. Ialah yang menjadi syarat atas lahirnya berbagai ragam siasat manusia dalam mengatasi segala macam tantangan dan keterbatasan yang harus dihadapi dalam hidup. Bagaimana kita menjelaskan kerja kebudayaan hari-hari ini? Atau, estetika apa saja yang bisa kita munculkan di tengah kebisingan ini? Di tengah bising, kita mempunyai agenda bersama untuk menciptakan ruang hening dengan mengupayakan sebuah penyelenggaraan festival yang membumi. Masa ini adalah momen, karena bertepatan dengan perubahan yang membawa tantangan tersendiri, dari festival kesenian menjadi festival kebudayaan di tahun yang kedua. Di samping itu, tahun 2020 ini juga hadir dengan tantangan pandemi. Di atas etika yang sedang dibongkar pasang, bagaimana estetika hadir menawarkan teknologi hidup yang kita perlukan saat ini? Atau setidaknya ia hadir untuk menawarkan cara pandang dalam menyusun ulang teknologi hidup? Jika menengok dari pemahaman yang sudah disampaikan melalui among dan napas di atas, setidaknya kita diingatkan untuk selalu menyadari napas yang masuk ke dalam tubuh dan menggerakkan kita. Setidaknya kita perlu menyadari bahwa napas yang mendorong kerja-kerja kebudayaan kita bukanlah semata napas pragmatis teknis yang mengejar target-target penyelesaian kerja administratif berdasar pesanan. Selebihnya, kita tentu merawat harapan, agar kerja kebudayaan yang sedang kita upayakan hari-hari ini bisa memancing dan memunculkan estetika yang mampu melahirkan daya dalam menyusun ulang teknologi hidup, yang sudah terlanjur diisi dengan berbagai agenda bising, yang kadang membuat kita lupa bernapas. (Teks ini disusun oleh Hendra Himawan, Irfanuddien Ghozali, Lisistrata Lusandiana, dan Prihatmoko Moki) 13

26 Pameran Seni Rupa Akar Hening di Tengah Bising diselenggarakan di Kompleks Museum Sonobudoyo, pada September 2020, pukul WIB. Tiga puluh tiga seniman turut berpartisipasi dengan sebaran medium, mulai dari lukisan, patung, instalasi, fotografi, audio visual, hingga performance yang ditampilkan dengan format kunjungan langsung dan virtual melalui website. Galeri virtual dihadirkan dengan memanfaatkan teknologi kamera 360 untuk menjaga sensasi datang ke pameran secara langsung. 14 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

27 15

28 ABDI SETIAWAN Lahir di Pariaman, Sumatera Barat, 29 Desember Abdi banyak berkarya dalam medium patung. Telah aktif mengikuti pameran sejak menempuh pendidikan yang ditamatkannya tahun 2003 di Jurusan Seni Kriya, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta. IFI-LIP menjadi lokasi di mana Abdi pertama kali menggelar pameran tunggalnya pada tahun 2004, dengan judul Gairah Malam. Karya patung dalam pameran tunggalnya ingin secara utuh menggambarkan serangkaian cerita, dengan patung-patung seukuran tubuh manusia dalam simulasi ruang tamu di rumah bordil. Presentasi karya yang demikian, selalu menjadi kekhasannya dalam sebuah pameran. Pameran bersamanya, antara lain: Pameran Karya Mahasis- 16 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

29 Security Instalasi Media Campur (Kayu, Baju Seragam Keamanan, Topi, Sepatu, Borgol, Pentungan, Pluit) Life Size Belakangan kita sering mendengar istilah security culture di tengah berkembangnya dunia digital yang semakin mengancam keamanan data pribadi kita. Semakin lama semakin bertambah alat dan teknologi yang memfasilitasi berbagai kebutuhan kita terhadap keamanan. Di tengah perkembangan itu, apakah kita semakin bertambah aman, atau justru sebaliknya? Jeng Sri Instalasi Media Campur (Kayu Jati, Baju, Tank Top, Rok, Sepatu, Tas, Slayer, Topi, Perhiasan, dan lain-lain) Life Size Persoalan kekerasan gender tidak pernah absen dari masyarakat kita. Di sisi lain, terdapat figur-figur perempuan penting yang pernah menjadi pemimpin negara. Namun ternyata, itu tidak lantas menjadi jawaban dari persoalan. Kesetaraan masih menjadi acuan perjuangan. Meski di sisi lain, ketika kita mengingat figur ibu yang memegang peran besar atas hidup anak dan suaminya, di situ perempuan menempati hirarki tinggi. Akan tetapi, pertanyaan pun masih dilanjutkan, perjuangan pun akan senantiasa relevan. wa ISI-IKJ: Dialog Dua Kota I, Taman Ismail Marzuki (1996); Festival Kesenian Yogyakarta XV (2003); Jakarta Biennale #14: Maximum City (2011); Yogyakarta 5 Artists from Indonesia, Marc Straus Gallery, New York, Amerika Serikat (2012); Ekspansi: Pameran Besar Patung Kontemporer, Galeri Nasional Indonesia (2011); Bakaba #6 (2017); dan masih banyak lainnya. Hingga tahun 2019, Abdi tercatat telah puluhan kali mengadakan pameran bersama, dan lima kali pameran tunggal. Dua di antara pameran tunggalnya digelar di Belgia, dengan tajuk New Sculpture, di Andre Simoens Gallery, Knokke Zoute. Dan di Belanda dengan judul New Sculptures, di Metis Gallery, Amsterdam. Abdi juga salah satu finalis Phillip Morris Art Award tahun

30 Karnaval Sunyi Instalasi Media Campur Dimensi Variatif 2020 Karnaval identik digunakan untuk menandai sebuah peristiwa/kejadian dalam perayaan bersama dan biasanya diwujudkan dalam sebuah pawai/kirab, juga beserta kendaraannya. Karnaval menjadi alih rupa fungsi gambaran banyak hal yang berhubungan dengan kehidupan manusia, mulai dari kehidupan sederhana hingga paling rumit yang berkaitan dengan siklus kehidupan. Karnaval menjadi salah satu media yang efektif untuk menyampaikan banyak hal dalam satu perayaan, gagasan, pemikiran, kritik, politik atau sekadar kemeriahan semata. Pada masa pandemi ini, Karnaval tetap berlangsung, walaupun Sunyi. (Teks oleh Alie Gopal) ALIE GOPAL Lahir di Bandung tahun 1959 dan menetap di Yogyakarta sejak menjadi mahasiswa. Alie Gopal mulai berkarya sejak tahun Dalam praktik berkeseniannya, ia merasa nyaman dengan cara berkarya yang bebas dan tidak berpatok. Ia pun kerap bereksperimen dengan berbagai media. Karakteristik karyanya, terutama di dalam kreasi lukisan-lukisannya, mengekspresikan keceriaan, humor, plesetan dalam kehidupan yang getir. Bentuk-bentuk yang ada dalam lukisannya kerap ditandai dengan ikon-ikon kelucuan yang jenaka, tampak terkadang tanpa bentuk apa pun, kecuali diekspresikan dalam pewarnaan-pewarnaan yang meriah. Beberapa pameran yang pernah diikutinya, antara lain: Pameran Bukan yang Kemarin#, MDTL Yogyakarta (2020); Pameran Ragam Rupa, Tribute to OHD, Pendhapa Art Space, Yogyakarta (2019); Pameran Kecil itu Indah #3, Miracle Prints Yogyakarta (2019); Pameran To Landscape and..., MDTL Yogyakarta (2018). Pameran tunggalnya adalah Main, Taman Budaya Yogyakarta (2018) dan Karnaval, Miracle Prints Yogyakarta (2018). 18 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

31 AMPUN SUTRISNO Lahir di Bantul, 1 Juni Setelah lulus dari Sekolah Menengah Seni Rupa Yogyakarta tahun 1990, ia aktif mengikuti pameran seni di Indonesia. Pada praktik berkeseniannya, ia sangat tertarik dengan proses bermain-main dengan unsur formal dan medium. Namun baginya, istilah bermain-main juga dapat ditempatkan dalam wilayah ekstrinsik kekaryaan. Jadi, bermain di kedua unsur tersebut menjadi penting. Selama dua tahun terakhir, ia aktif mengikuti beberapa pameran, antara lain: Sawang Sinawang: Pemandangan, MDTL (2017); Pameran Cover CD Mahandi: Dewa Budjana, Sangkring Art Project, Yogyakarta; Pameran 4sehat 5sempurna, Bale Banjar, Sangkring, Yogyakarta (2018); Pameran Incumbent YAA #4, Bale Banjar, Sangkring, Yogyakarta (2019); Pameran Yogya Annual Art #5 Hybridity Bale Banjar, Sangkring, Yogyakarta (2020). It s Not Space Drawing di Atas Kertas Kuitansi 8 x 21 cm 2017 Komodifikasi karya seni tidak pernah berhenti memunculkan kegelisahan, hingga hari ini. Sejarah telah mencatat kehadiran mooi indie sebagai perwujudan romantisasi atas realitas, yang berlanjut hingga hari ini. Romantisasi menjadi komodifikasi. Kegelisahan adalah abadi. 19

32 Nadalaut As Above So Below Multimedia 180 x 80 x 60 cm 2020 Setiap benda akan beresonansi dengan frekuensi/bunyi spesifik berdasarkan bentuk dan ukurannya. Seperti seluruh benda dalam alam ini, setiap individu juga memilki koklea (ruang selaput kuping berbentuk mirip cangkang siput atau kerang) yang berbeda. Apakah hal ini yang menyebabkan timbulnya kecenderungan seseorang atau spesies bereaksi terhadap bunyi dan komposisi bunyi? Atau mungkin memengaruhi seseorang pada musik tertentu? Berangkat dari pertanyaan-pertanyaan itu, beberapa kerang terpilih berdasarkan resonansinya terhadap bunyi yang kita kenal seperti nada yang dihasilkan oleh instrumen musik, baik tradisional maupun populer. Kerang ini akan beresonansi seperti berbunyi dengan lembut dan melantunkan harmoni dibelai angin. Karya ini dihasilkan dan didukung oleh The Instrument Builders Project serta Contemporary Art Tasmania. (Teks oleh Andreas Siagian) ANDREAS SIAGIAN - DALE GORFINKEL (AU) Seniman ini bekerja di wilayah praktik elektronik D.I.Y dan seni interdisiplin. Praktik personalnya menaruh ketertarikannya dan membuat instrumen seperti The Instrument Builders Project, Yogyakarta, 2013, dan 2015 di National Gallery of Victoria, Melbourne. Ia juga berkolaborasi dengan Wukir Suryadi untuk membuat Senjatajahanam, yang ditampilkan di pembukaan Jogja Biennale , ia menjadi seorang seniman visual untuk konser tunggal Senyawa s di Jakarta, Indonesia, dan di 2018, ia menjadi asisten direktur Biocamp Tokyo; direktur artistik Indonesia Netaudio Festival; co-host Hacklab Nusasonic; dan facilitator of Arisan Tenggara. Pada 2019, ia juga menjadi co-hosted Musicmaker Hacklab CTM Festival, Berlin; kurator pada pertunjukan audio visual kontemporer di Festival Kebudayaan Yogyakarta. 20 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

33 Pada 2009, ia menjadi salah satu inisiator Breakcore_LABs, sebuah seri pertunjukan eksperimental untuk bunyi, musik, dan audio visual. Ia juga ikut mendirikan Lifepatch, sebuah inisiatif warga di bidang seni, sains, dan teknologi, di mana ia bersama anggota lainnya aktif menyelenggarakan lokakarya, karya seni, dan berpartisipasi dalam acara kesenian, baik nasional maupun internasional. Bersama Lifepatch, ia berpartisipasi dalam OK Video 2013 dan 2015; Jogja Biennale 2015; Jakarta Biennale 2013 dan 2015; Europalia 2017; ArtJog 2015 & 2019; dan Pameran tunggal Lifepatch di MuHKA Antwerp. 21

34 BIOSCIL (BIOSKOP KECIL) Berdiri pada Desember 2012 oleh Hindra Setya Rini dan Rifqi Mansur Maya, beserta beberapa teman dekat yang pada waktu itu terlibat sebagai relawan. Bioscil merupakan inisiatif yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan melalui seni, khususnya film. Fokusnya memberikan akses pada penonton anak-anak untuk menonton film pendek anak yang sesuai usianya melalui pemutaran keliling di sekolah dan komunitas belajar masyarakat. Bioscil telah menjangkau lebih dari 31 titik lokasi baik di pelosok, pinggiran, maupun kota Yogyakarta. Bekerja sama dengan berbagai pihak dalam gotong royong persiapan maupun penyediaan peralatan pemutaran bersama sekolah, komunitas pendidikan informal/kelompok belajar masyarakat, karang taruna /anak muda, dan lembaga swadaya masyarakat, individu/organisasi seni serta kontributor film pendek anak yang konsen pada anak-anak. (Teks oleh Hindra Setya Rini) 22 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

35 Pemutaran Film Anak Kolaborator Bioscil Penyelamat Dunia (2018) Sutradara : Yolanita Varensia Produser : M. Erlangga Fauzan Rumah Produksi : Tigakomalima Films Durasi Film : Bahasa : Indonesia Dunia Laut (2019) Sutradara : Kawakibi Muttaqien Produser : Fanni Mardhotillah Rumah Produksi : Wibawa Pictures Durasi Film : Bahasa : Indonesia Jadwal Pemutaran Tanggal 21 September, pukul WIB Tanggal 22 September, pukul WIB Tanggal 23 September, pukul WIB Tanggal 24 September, pukul WIB Tanggal 25 September, pukul WIB Tanggal 26 September, pukul WIB Jadwal Pemutaran Tanggal 21 September, pukul WIB Tanggal 22 September, pukul WIB Tanggal 23 September, pukul WIB Tanggal 24 September, pukul WIB Tanggal 25 September, pukul WIB 23

36 CHANDRA ROSELLINI Lahir di Jakarta, 15 Maret Lulusan Pascasarjana ISI Yogyakarta. Memaknai karya-karyanya seperti sebuah jurnal kehidupan personal karena merasa bisa membentuk identitas dan jalan hidupnya melalui catatan-catatan tersebut sebagai manifestasi atas segala apa yang dirasakan. Hampir semua karyanya selalu beririsan dengan wacana tentang identitas intersex, keberadaan orang intersex, berikut eksistensi mereka, bukanlah hal yang baru dalam masyarakat. Beberapa pameran yang telah diikutinya adalah YAA #5; Sangkring Art Project, Yogyakarta (2020); A Virtual Exhibition XXY Journey, Final Assignment Master of Art Graduate of ISI Yogyakarta; Pameran Proyek Impssblprjct Mustahil, Cemeti-Institute for Art and Society, Yogyakarta; Pameran Macam-Macam, Redbase, Yogyakarta (2019); dan Pameran Imajinesia, Graha Padma Art Projek, Semarang (2018). My Self Control; Control My Self, Over Control Arang, Pensil, dan Cat Air di Atas Kanvas 130 x 100 cm 2019 Self-Talk Arang, Pensil, dan Cat Air di Atas Kanvas 80 x 100 cm 2019 Memoar Instalasi Media Campur di Atas Kanvas 80 x 60 cm 2019 Tidak ada ruang untuk mengontrol hak tubuh saya. Dalam hal ini orang tua, keluarga mengendalikan tingkah laku dengan cara menahan, menekan, mengatur ataupun mengarahkan dorongan dengan berbagai pertimbangan agar tidak salah dan terlihat normal. Alih-alih membantu, justru membuat saya kesulitan dalam mengontrol diri, lalu merasa semakin banyak tekanan dari keluarga maupun lingkungan sosial. (Teks oleh Chandra Rosellini) 24 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

37 CHRISNA FERNAND Seorang seniman multidisiplin asal Malang yang tinggal dan banyak berkarya di Yogyakarta. Ia menempuh pendidikan di Jurusan Desain Komunikasi Visual pada tahun Selama berkarya, ia menggunakan berbagai media seperti lukisan, komik, dan performance. Ia kerap membicarakan keseharian melalui perspektif sains-fiksi dengan figur yang imajinatif. Meski demikian, ia tetap tidak meninggalkan ketertarikannya pada medium tinta. Medium ini sangat menarik untuk dijelajahi karena sensasinya yang menuntut ketelitian tinggi. Tidak ada pengulangan jika sudah terjadi kesalahan. Ia juga merupakan anggota BARASUB, ruang publikasi nirlaba yang memfokuskan diri untuk menyiarkan gambar dan cerita bergambar dengan upaya melakukan pendekatan format serta materi yang lain terhadap dunia gambar dan sekuensial Indonesia. Buku-buku atau peristiwa yang hadir didasarkan atas keanekaragaman masalah yang muncul serta semangat mengomentari segala sesuatu yang mapan. Ruang publikasi ini dilatarbelakangi atas bertemunya para peninta di Yogyakarta seperti Chrisna Fernand, Haidar Wening, Enka NKOMR, Reza Kutjh, Ricky Prayudi, Rachmad Afandi, Rangga PP, RAM, dan Trianto Kintoko, pada Oktober The Golden Chariots Crept Through the Air Cat Minyak di Atas Kanvas 160 x 120 cm 2020 Sailed to the Death Instalasi Media Campur 210 x 210 x 90 cm 2020 Menggarisbawahi perihal kematian, gagasan dasar dari dua seri karya ini datang di tengah situasi pandemi. Yang pertama adalah kematian sebagai titik refleksi yang mengatakan bahwa tidak ada orang yang paling unggul atau paling benar, ketika membicarakan keyakinan. Kereta kencana kita akan berlayar menuju pencipta yang sama. Apa guna mengambil keuntungan di atas kepentingan manusia lain atau bahkan alam semesta? Yang kedua, perihal kematian, sesederhana terima kasih. Karya kedua dibuat untuk menghormati para pekerja medis yang telah gugur dalam berjuang menghentikan gelombang virus Covid-19 ini. 25

38 Tapa Milih Drawing di Atas Kertas Dimensi Variatif 2020 Pada masa pandemi ini, hampir semua orang mengurung diri, bertapa/semedi/meditasi. Berpikir mundur dan ke depan bersamaan, sembari mengatur napas yang konon adalah hal paling mendasar dalam kehidupan. Bertapa di masa sekarang mungkin akan berbeda dengan masa lampau, yang diadu dengan kegampangan dan kebisingan hari ini. FA INDUN HASMANTO Lahir di Wonogiri, 17 Agustus FA Indun Hasmanto mengenyam pendidikan di Jurusan Seni Grafis Murni, Fakultas Seni Rupa, ISI Yogyakarta. Aktivitas berkaryanya dilakukan baik secara individu maupun tergabung dalam sebuah kolektif, di antaranya adalah Cuci Image (Illustration & Design, 2007 sekarang), GABA-GABA Leather & Friends (Product, Craft & Gift, 2012 sekarang), dan ACE HOUSE Collective (2010 sekarang). Pada tahun 2008, Indun menghelat pameran tunggalnya yang bertajuk Top On the Top di Via Via Yogyakarta. Indun juga tercatat telah melakukan residensi di Footscray Community Art Centre, Victoria dan membuat karya project Exploratory Response, Gabriel Gallery, Footscray Community Art Centre, Victoria (2015). Adapun rekam jejak pameran bersama di antaranya: Exquiste Corpstalation Fcac, Hearts Jogja 2nd Editions With Ace House Collective, Footscray Community Art Centre, Victoria (2015); Exquiste Corpstalation Fcac, Hearts Jogja, Ace House Gallery,Yogyakarta (2014); Growing Manual Exhibtion, Seoul Museum of Arts, Seoul, South Korea (2014); Realis Tekno, Museum Jakarta Biennale 15th, Taman Ismail Marzuki, Jakarta (2013); Kopi Keliling #7, Kedai Kebun Forum, Yogyakarta (2013); One Night Stand, Cemeti Art House, Yogyakarta (2013); dan Tak Ada Rotan Akar Punjabi, Parallel Events Program, Biennale Jogja X1 Equator Cafe BALE, Yogyakarta (2011). (Teks oleh FA Indun Hasmanto) 26 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

39 FICKY TRI SANJAYA & AIK VELA PRASTICA Ficky & Aik adalah seniman pertunjukan dan penulis yang tinggal dan bekerja di Yogyakarta. Selain berkesenian, mereka juga mendirikan Kelompok Hidup, A mime Theatre Collective pada Selain aktif berkesenian, Ficky secara personal juga terlibat dan bekerja di Sanggar Anak Wayang (NGO for underprivileged children s education in Yogyakarta) pada Ia juga terpilih sebagai seniman yang berpartisipasi dalam International Mundial Festival in Netherlands (2002). Pun Aik, secara personal aktif terlibat dan bekerja sebagai fasilitator Seniman Mengajar Penempatan Larantuka, NTT, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2019). Fasilitasi Festival Gelar Seni Cantrik Mentrik Padepokan Seni Bagong Kussudiarja (2018). Karya personal Aik antara lain: Buku kumpulan cerpen Aku Ingin Meniup Balon terbitan Garudawaca (2018); Esai berjudul Jagongan Wagen; Rutinitas Mencipta dalam buku kumpulan esai peristiwa budaya Semesta Perayaan: Jogja Kemrungsung, terbitan IVAA (2018). Wanita Bersanggul Video menit 2020 Di antara aktivitas masyarakat untuk beribadah tepat waktu kian padat, kegelisahan Alung menikmati matahari pukul kian memuncak. Setelah bertemu dengan seorang wanita bersanggul kala itu, ia menjadi satu-satunya orang yang memiliki memori. Ingatannya mengental akan waktu yang melambat sekaligus berlalu dalam sekejap, saat ia mencoba mendekati sang wanita. Hingga Alung melakukan berbagai cara agar segera menemukan akhir kegelisahan: kunci membuka siapa dirinya (Karya ini merupakan alih wahana dari cerita pendek yang ditulis oleh Aik Vela Prastica dan Ficky Tri Sanjaya). 27

40 FITRI DK Seniman anggota Survive! Garage, sebuah kolektif yang menyediakan tempat pameran dan workshop seni alternatif yang didirikan pada 2009 di Yogyakarta. Fitri cukup menaruh perhatian terhadap isu-isu perempuan melalui karya-karyanya. Pada 5 Agustus 2018, ia bersama lima belas seniman Survive! Garage lainnya, mengadakan pameran di Bentara Budaya Yogyakarta. Sebuah pameran dalam program Survive! Attack (2018), yang dimaksudkan untuk menampilkan capaian anggotanya dalam berjejaring di mancanegara. Melalui pameran itu, Fitri menyuguhkan kepada publik dua lembar kain belacu yang berisi karya seri cukil kayu Women March #1 dan Women March #2. Dua karya ini mengilustrasikan perjuangan kaum perempuan untuk kesetaraan dan upaya melepas diri dari penindasan di segala lini kehidupan. Selain di Survive! Garage, seniman yang kerap menggunakan teknik grafis seperti cukil dan etsa ini juga menjadi anggota dari lembaga kebudayaan Taring Padi, kelompok seniman Bunga-Bunga Besi, sekaligus menjadi vokalis pada band Dendang Kampungan. Derita Sudah Naik Seleher Cukil Kayu di Atas Kain Belacu 80 x 60 cm 2018 Women March #1 Cukil Kayu di Atas Kain Belacu 80 x 60 cm 2018 Women March #2 Cukil Kayu di Atas Kain Belacu 80 x 60 cm 2018 Lagu Aksi #1 Cukil Kayu di Atas Kain Belacu 80 x 60 cm 2018 Lagu Aksi #2 Cukil Kayu di Atas Kain Belacu 80 x 60 cm 2018 Ruang Hidup yang Dirampas Cukil Kayu di Atas Kain Belacu 80 x 60 cm 2019 Kendeng Lestari Cukil Kayu di Atas Kain Belacu 80 x 60 cm 2019 Kami Muzi Dia Wawo Tana (Kami Hidup di Atas Tanah) Cukil Kayu di Atas Kain Belacu 80 x 60 cm 2019 Saksi Cukil Kayu di Atas Kain Belacu 80 x 60 cm 2020 Fitri merupakan satu dari sekian seniman perempuan yang banyak berbicara tentang persoalan gender melalui karya-karyanya. Aktivitasnya bersama Dendang Kampungan dan kelompokkelompok akar rumput merupakan ruang inspirasinya. Karya-karyanya yang dihadirkan di pameran ini lahir dari interaksinya yang berlangsung di ruang gerakan sosial. Dengan gaya bahasa yang lugas, berbagai persoalan sosial langsung disasar dan dihadirkan. 28 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

41 29

42 Who Consumes Who Instalasi Media Campur (Tanaman, Vas Terakota, Tanah, Ritsleting, Meja) 150 x 200 x 100 cm 2020 Kita sering berpikir mengonsumsi tumbuhan. Tapi, tanaman sebenarnya membudidayakan kita sebagai manusia, dengan memberi oksigen setiap hari, sampai akhirnya kita membusuk, lalu mereka mengonsumsi kita. 30 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

43 GALIH JOHAR Lahir di Bantul Ia menamatkan studinya di Jurusan Seni Keramik, Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Secara praktik, ia memiliki ketertarikan terhadap kandungan keramik, yang merupakan medium pilihannya dalam berkarya. Dari situlah, ia memulai proses eksplorasi dan menduga bahwa ada kesamaan kandungan medium keramik dengan medium yang lain, karena pada dasarnya, medium tersebut merupakan hasil dekompos dari makhluk hidup. Dugaan ini yang memantiknya untuk terus bermain-main secara bebas hingga hari ini. Beberapa pameran yang pernah diikutinya antara lain: Abandon Teasures, House of Bay, Yogyakarta (2016); Salon de Gwanghwamun, Seoul, Korea Selatan (2016); Sesarengan Nimba Asil, Galeri Katamsi, Yogyakarta (2016); Citra Kolase dalam Dinnerware, Gedung Kriya, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta (2017); Ruang Politik Pertama Bernama Rumah, berkolaborasi dengan Duto Yuwono- Barasub, Cemeti Institute, Yogyakarta; Air Mata Api Bentara Budaya Yogyakarta (2018). 31

44 HANDIWIRMAN SAPUTRA Lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada 24 Januari Selama tahun , mendapat pendidikan di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta. Pada tahun 1996 di Yogyakarta, membentuk Kelompok Seni Rupa Jendela bersama lima seniman lainya, yaitu Jumaldi Alfi, M. Irfan, Rudi Mantofani, Yunizar, dan Yusra Martunus. Handiwirman menghasilkan karya berupa lukisan dan benda tiga dimensi. Pameran bersama yang pertama kali mengikutsertakan karya Handiwiman adalah Installation Object, celebrating the day of The Human Rights, oleh ISI Yogyakarta. Pertama kali melakukan pameran tunggal pada tahun 1999, dengan judul Benda di Benda Art Space, Yogyakarta. Pada tahun 2002, karya Handiwirman pertama kali mengikuti pameran di luar negeri, yaitu Under Construction, New Dimension of Asian Art, di Tokyo, Jepang. Di tahun 1998, ia mendapat dua penghargaan, yaitu pada ASEAN Art Award di Hanoi, Vietnam, dan Philip Morris Indonesian Art Award di Galeri Nasiontal, Jakarta. 32 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

45 Tak Berakar Tak Berpucuk, Benda #9 Instalasi Dimensi Variatif 2011 Bisa kita sepakati bahwa setiap karya seni hadir memberikan pengalaman. Sepanjang jalan kesenian, seniman menakar dirinya sendiri dengan membangun keterhubungan dan keterlepasan dengan pengalaman apa pun di luar dirinya. Tarik ulur antara mental personal dengan kondisi sosial inilah yang membentuk cara melihat, cara memandang dan cara bersikap atas praktik kebudayaan. Kebudayaan sendiri tidak pernah meninggalkan tiga elemen esensialnya, yaitu benda-benda (alamiah ataupun buatan), perilaku/kegiatan yang sepenuhnya bersifat fisikal, maupun gagasan/spirit/makna. Dalam paradigma budaya materialistik, benda-benda dianggap sebagai penentu dari terbentuknya elemen-elemen lain. Tak Berakar Tak Berpucuk, adalah sebuah konsep dan metode kebentukan yang diambil dari proses tumbuh kembang sebatang pohon dalam sebuah ekosistem yang memengaruhi karakter dan bentuk pohon tersebut. Metode ini tidak bekerja melalui sebuah proses perancangan yang utuh, tetapi lebih terbuka terhadap kemungkinan yang mungkin terjadi. Hal ini yang kemudian diterapkan dalam mengelola material benda sekitar melalui hubungan persesuaian antara material benda dengan individu pengkreasi dalam sebuah alur yang ditetapkan. Handiwirman percaya bahwa seni rupa adalah soal material dan medium, dan selalu menegaskan bahwa ia tidak sedang merangkai bentuk-bentuk menjadi sebuah pesan. Menggunakan pendekatan idiosinkratik, ia intens menghayati material dan benda produk kebudayaan. Ia hadirkan bahan dan bentuk murni sebagai karya, yang secara bersamaan ia menafikan pesan. Terangnya, medium hadir sebagai pesan itu sendiri. Melalui pengalaman akan bahan, bentuk, dan medium sebagai karya, kita dipantik untuk mempunyai pengalaman yang sama atau minimal mirip, sehingga kita bisa berdialog untuk menghayati (dan mungkin mengkritisi) praktik kebudayaan kita hari ini. 33

46 KOKOK P SANCOKO Lahir di Nganjuk Sempat menempuh pendidikan di Jurusan Desain Interior, ISI Yogyakarta, sebelum akhirnya memutuskan berkarier sebagai seniman visual. Praktiknya kerap memiliki kedalaman secara persoalan. Ia selalu berupaya menimbang dan mencoba memahami berbagai jejak dalam tradisi seni lukis, kemudian menghubungkannya dengan pengalamannya yang lebih dekat; keadaan kehidupan yang mengitarinya. Beberapa pameran tunggalnya, antara lain: Mengingat Hidup, Mengenang Sunyi, Emmitan CA Gallery, Surabaya (2014); Kokok P Sancoko, Sin Sin Fine Art, Hong Kong, China (2011); Closure, Sin Sin Fine Art, Hong Kong, China, (2009); On Progress, Nadi Gallery, Jakarta (2008); (In)-Complete Series, Biasa Artspace, Bali (2007). Beberapa pameran bersama yang pernah ia ikuti, antara lain: 100 Tahun Widayat, Museum dan Tanah Liat, Yogyakarta (2019); To landscape and..., Museum dan Tanah Liat, Yogyakarta (2018); dan Carte Blanche: Anxiety, Mizuma Gallery, Singapura (2017). Waktu Itu... Cat Minyak, Akrilik, Tinta, Kopi, Arang di Atas Kanvas 200 x 300 cm Ojo Cat Minyak, Akrilik, Pensil di Atas Kanvas 200 x 200 cm Kokok P. Sancoko secara intens menimbang dan mencoba memahami berbagai jejak dalam tradisi seni lukis, kemudian menghubungkannya dengan pengalamannya yang lebih dekat, yaitu: penampakan imej visual yang beredar mengitari keseharian hidup yang dijalaninya. Narasi kekaryaan merupakan ulang-alik dialog antara mental psikologis personalnya dengan segenap kondisi luar yang disentuhnya secara intens. Citra karya yang menampilkan tumpukan imej dari beberapa peristiwa yang digambarkan dalam satu bingkai kanvas secara sekaligus, dan keseluruhannya tampak berhubungan secara visual namun sekaligus terpisah secara tekstual. Sebuah interplay dari gambaran yang dihasilkan oleh proyeksi berbagai pengalaman yang emotif. Dalam proses yang terus bergerak, ia terus menggali sambil meneruskan apa yang telah dicapainya, ia melukis subject matter yang ia kerjakan (berupa objek-objek alam: kelopak bunga dan buah-buahan). Karya P Sancoko, tak serta-merta memiliki makna yang pasti, sebagaimana orang sering menduganya. Sebuah gambar, pada praktiknya, memiliki makna atau artinya karena terhubung pada pengalaman kita tentang gambar yang lain, dan hal ini menunjukkan semacam rantai rujukan bentuk dan pemahaman yang tak berujung. 34 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

47 35

48 36 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

49 LINTANG RADITTYA Pembuat instrumen otodidak dan artis/artis suara ini tinggal di Yogyakarta. Minatnya saat ini pada elektronik analog DIY, hubungan antara suara dan ruang, keacakan, futurisme Jawa, dan titik temu musik elektroakustik, kebisingan, dan eksperimental. Ia telah mengajar lokakarya, membuat pameran, tampil langsung, memberikan ceramah, dan menciptakan instrumen dan instalasi unik sejak 2007 di seluruh Asia, Eropa, dan Australia. Pada 2011, ia mendirikan Kenali Rangkai Pakai, sebuah proyek yang berfokus pada penelitian dan pengembangan budaya penyintesis DIY di Indonesia, dan pada 2013 ia memprakarsai Synthesia-ID, sebuah proyek yang berupaya untuk mendokumentasikan dan mencatat budaya penyintesis negara (termasuk membangun dan pengembangan). Pada 2014, ia bergabung dengan proyek bio-art Sewon Food Labs dan berpartisipasi dalam bantuan proyek Instrument Builders oleh National Gallery of Victoria, Australia, pada tahun PULSE MEMORIAL Instalasi Media Campur (Batu, Besi, Elektronik, Solenoid) Dimensi Variatif 2020 Apakah tempat kita berpijak merekam segala peristiwa di atasnya? Apakah peristiwa dan ruang bergetar selaras? Adalah pertanyaan-pertanyaan yang muncul ketika bertemu kompleksitas Langkah Tak Berhenti Landung Simatupang. Memunculkan dugaan dari anasir-anasir ini lebih menggugah, daripada sekadar untuk menginterpretasikannya. Investigasi spekulatif dalam karya ini mencoba membicarakan 2 pertanyaan di atas. Lalu Akar Hening adalah tawaran cara, untuk kita mampu memulai investigasi ini: mendengar rekaman peristiwa di atasnya serta melaras getaran kita dan semesta. (Teks oleh Lintang Radittya) 37

50 MARTEN BAYU AJI Lahir di Jepara, Maret Memulai studi seni rupa di Universitas Negeri Yogyakarta pada 2010, dan pada 2018 menempuh Program Pascasarjana di FSRD ITB. Dalam praktiknya, ia banyak terinspirasi oleh alam, entah secara bentuk fisikal atau gagasan. Marten sering bekerja menggunakan berbagai macam media, merespon suatu lanskap alam atau sebuah framing ruang tertentu. Sering kali karya outdoor-nya bersifat ephemeral, suatu kondisi di mana Marten mempertanyakan kembali bagaimana posisi manusia terhadap lingkungan alamnya, apakah baik ataukah buruk. Kini, Marten sedang tertarik untuk mempelajari alam dalam antroposentrisme. Menurutnya, menilik kembali kepada hal yang paling mendasar tentang bagaimana cara pandang kita manusia kepada alam adalah sangat penting. The Way We Walk Over the Mountain Instalasi Media Campur (Ranting) 1000 x 350 cm 2020 Momentum kebencanaan kali ini memiliki dampak positif yang besar. Berhentinya keramaian poduktivitas kota, berpindah pada produktivitas oksigen oleh hutan-hutan di seluruh penjuru bumi. Sudut pandang manusia pada alam dikoreksi kembali, kesadaran kebencanaan masyarakat pun meningkat. Segala macam bentuk bencana memang represif ketika terjadi, dan itu baik. Namun, apa yang terjadi pasca bencana kelak? Apakah segala dampak positif ini hanya menjadi tren sesaat atau mampu melebur menjadi budaya baru? Apakah pernah terpikirkan, kenapa orang mendaki gunung dengan berjalan pelan, membungkuk, dan terkadang menunduk? Ini mengingatkan posisi berjalan seorang anak ketika melewati orang yang lebih tua dalam tradisi Jawa. The Way We Walk Over the Mountain ingin semua audiens berjalan tunduk di bawah ranting-ranting pohon walau hanya sebentar. Namun demikian, tetap ada celah-celah antarranting, sehingga audiens bisa tetap berjalan tegak melewatinya walau harus berjalan memutar. Itu pilihan kita. (Teks oleh Marten Bayu Aji) 38 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

51 NANIK INDARTI Lahir di Bantul, 11 Maret Lulusan Seni Teater, ISI Yogyakarta. Perempuan bertubuh mini ini adalah pendiri komunitas Unique Project, yang merupakan komunitas unik ruang perkumpulan orang-orang bertubuh mini penyandang achondroplasia yang memiliki beragam profesi dari berbagai kota di Indonesia. Ia adalah pekerja seni, yang pernah belajar di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja ( ). Tahun 2017, ia memilih bekerja secara independen sebagai pekerja seni dan memfokuskan diri untuk melakukan pemberdayaan terhadap tubuh mini melalui seni. Share With You TV LED dan Teks Arsip Percakapan 2020 Gagasan dari karya ini datang dari percakapan yang terjadi bersama dengan ibu-ibu yang memiiki anak penyandang disabilitas achondroplasia dari berbagai kota di Indonesia yang disampaikan melalui Whatsapp Group. Harapannya, karya ini mampu memunculkan pengetahuan bagi masyarakat luas untuk mengenal berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi oleh para orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anaknya. Semoga, melalui karya ini, kita semua tergerak untuk mewujudkan ruang hidup yang nyaman bagi siapa saja, termasuk pagi para penyandang disabilitas di Indonesia. (Teks oleh Nanik Indarti) 39

52 POPOK TRI WAHYUDI Lahir Mojokerto, 10 April Saat ini tinggal dan aktif berkarya di Yogyakarta. Ia belajar di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, di Jurusan Seni Lukis ( ). Ia juga salah satu pendiri dan anggota kelompok seniman asal Yogyakarta, Apotik Komik ( ) yang pernah aktif mengerjakan proyek-proyek di ruang publik, termasuk mural urban, sebagai suatu aksi penyadaran. Dalam karyanya, ia sering menjelajahi teknik kartun dan drawing dengan medium yang beragam. Sebagian besar karya Popok bukanlah narasi yang selesai dalam satu karya visual, melainkan narasi yang terus-menerus bersambung dengan karya selanjutnya. Beberapa pameran kelompok yang pernah diikutinya adalah Awas! Recent Art from Indonesia, sebuah pameran keliling di Eropa, Australia dan Indonesia. Ia juga ikut pameran Diobok-obok, Continuities and Contingencies, South East Asian Art Today di Singapura, London, Zurich, Berlin, dan Paris. Ia pernah tinggal di Belanda (2001) dan Amerika Serikat (2002), mengikuti program UNESCO. Beberapa pameran tunggalnya: Shut Up!, Cemeti Contemporary Art Gallery, Yogyakarta (1999); Evil, Centre Culturel Française, Yogyakarta (2000); Evil Land, Cemeti Art House, Yogyakarta (2000); Lost Message, Cemeti Art House, Yogyakarta, Indonesia (2008); There are no New Messages to Day, Esplanade, Singapore (2009); Bergerak, The Annexe gallery, Officiated by WVFA, Kuala Lumpur, Malaysia (2010). Predicting the Past Intaglio 30 x 21 cm 2017 Berangkat dari spekulasi atas situasi Majapahit yang disebutkan dalam Kakawin Nagarakertagama karya Mpu Prapanca, karya ini menekankan pada upaya imajinatif atau menebak bebas yang kita tempatkan dalam penelusuran masa lalu dan memproyeksikan masa depan. Kerajaan Majapahit adalah sebuah kerajaan Hindu-Budha yang terbesar dalam sejarah Indonesia, berdiri dari sekitar tahun 1293 sampai 1500 M dengan pusat pemerintahannya di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Disebutkan, daerah kekuasaanya membentang di Jawa, Sumatera, Semenanjung Malaya, Kalimantan hingga Indonesia Timur. Meski masih menjadi perdebatan apakah itu daerah taklukan atau bukan, bagi saya, wilayah tersebut menarik untuk dibayangkan bagaimana suasana kehidupannya, dari namanama daerahnya yang terdengar unik, luas wilayah, serta panjangnya peralihan kekuasaan yang muncul dan tenggelam. Berangkat dari informasi yang terkumpul melalui ciri khas daerah, cerita rakyat, mitos, sejarah ataupun foto-foto lama sebagai bahan pendukung, proyek ini mereka dan menata situasi kehidupan daerah-daerah tersebut pada masa itu. 40 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

53 41

54 PUPUK DARU PURNOMO Lahir di Yogyakarta, 16 Juni Lulus dari Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, pada tahun Ia adalah seniman Indonesia yang mempunyai cara berbeda dalam mengekspresikan karya dibandingkan dengan seniman seangkatannya, yang kebanyakan bergulat dengan lukisan kontemporer. Melalui karyanya, ia menggambarkan dan menonjolkan benda-benda yang tertangkap dari kehidupan sehari-hari, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Banyak karya lukisnya berasal dari kehidupan modern seperti penjual jamu atau pengemudi becak dan lainnya. Pupuk banyak mengeksplorasi benda-benda dalam kesederhanaan. Dia tidak bermain dengan tema, tetapi pada kekuatan goresan garis kuas yang begitu mengesankan dan kuat. Banyak pecinta seni mengatakan 42 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

55 Argumen Instalasi Media Campur Dimensi Variatif 2015 Dalam kondisi yang canggung segenap pandang akan terasa janggal. Pada suasana ambigu kita musti beradu dan berpadu. Keputusan, dan tindakan janggal akan muncul, apapun bukan sebuah jalan keluar yang normal. Jalan keluar yang menawarkan optimisme sesaat, dan memicu pertanyaan yang terus muncul tak berkesudahan. Bergerak dalam ruang ambang, berpikir ulang alik antara ingatan, kenyataan kini dan pandangan masa depan adalah sementara jalan. Pada momen seperti inilah para seniman berselancar. Momen yang menjadi ekstase tersendiri bahkan ketika mereka dijebak akan rutinitas kerja, berjibunnya agenda, dan undangan presentasi pameran yang bersliweran. Rutinitas kerja telah menjadi rezim keseharian, ketika kita mengabaikan bahwa ada sisi-sisi sentimental yang mesti kita sentuh. Momen hati dan kesadaran pikir yang selama ini dipenuhi dengan tuntutan karya dan eksistensi, mau tak mau harus diberi ruang kosong untuk sejenak hening. Momen hening untuk membaca kembali kedirian (mulanira), momen untuk menerima apapun setiap kondisi yang tidak menyenangkan sebagai bagian dari kedaulatan hidup. bahwa ia sangat dipengaruhi oleh pelukis besar S. Sudjojono, tetapi banyak juga yang berpendapat bahwa ia datang dengan gaya yang lebih segar atau bahkan berbeda. Ia seolah hadir dengan membawa kembali sentuhan modern tetapi dengan presentasi postmodern. Pameran tunggalnya diselenggarakan di Bentara Budaya, Yogyakarta (1995); dan Me, My Self, and Eye, di Galeri Nasional, Jakarta (2015). Ia juga aktif berpartisipasi dalam beberapa pameran kelompok seperti di Gajah Gallery, Singapura (1997, 2002); Galeri Santi, Jakarta (1998); Museum H. Widayat, Magelang (2001, 2002); dan Pameran Grup di Yogyakarta (2002). Ia menerima penghargaan sebagai finalis Phillip Morris Art Award pada tahun

56 RU COLLECTIVE & FRIENDS RU singkatan dari Random Union, sebuah kolektif teman-teman Bandung dengan berbagai latar belakang. Saat ini, personilnya adalah Aldo Khalid, Felix Tarigan, Ferial Afiff, Dian Mayangsari, Dudi Hanrika, Ratna Mardiani, Lukman Rizkika, Monika Adriana, Superunul, dan Tria Giri. RU bertujuan untuk membuat berbagai karya bersama, yang berguna untuk orang banyak, sambil bersenang-senang. Karya yang RU buat tidak terbatas pada satu konvensi, memadukan seni dan teknologi, serta mengusung isu-isu di sekitar kita. Positively Negative Instalasi Media Campur 2x ruangan (400 x 400 cm) 2020 Positively Negative adalah karya instalasi RU, yang terinspirasi penyebaran faceshield, serta menggambarkan semangat dalam menghadapi dunia yang semakin tidak jelas ini dengan sikap positif (tapi jangan sampai hasil tesnya positif). Instalasi terbagi menjadi tiga zona: problem, chaos labyrinth (-), dan solusi (+). Zona problem berupa ruang putih, sebuah meja, kursi & TV. Pengunjung akan mendengarkan kisah pilu seorang dokter di awal pandemi, sebelum pandemi diumumkan pemerintah, kehidupan kami terasa jungkir balik, juga menginspirasi kami untuk membuat lifeshield-faceshield. Zona chaos labyrinth (-) menggambarkan fase-fase yang kita semua alami pada era pandemi, yang belum berakhir, dan masih buram akan semakin membaik atau memburuk. Juga menjadi wahana edukasi yang lebih riil, karena fase-fasenya ditranformasi menjadi fisikal (hyper-visualisasi). Nyaris keseluruhan dalam zona ini dekat, menabrak. Sebagaimana kehidupan kita kini. Semuanya bisa menjadi fatalitas, mungkin juga tidak, bila setelahnya mengikuti protokol (pakai APD, masker, bersih-bersih, dan lain-lain). Zona solution (+) menggambarkan proses purwarupa sampai bentuk final, saat disebarkan, beserta tutorialnya. Serta turut ditampilkan karya teman-teman yang berkontribusi terhadap gerakan lifeshield, seperti seniman graffiti Darbotz, keluarga kreatif The Babybirds, ilustrator Hari Prast, studio desain Monoponik, dan leading art tech and visual design Sembilan matahari. Serta menampilkan perkembangan faceshield menjadi artist series, mereka yang terlibat adalah Mr. Kumkum, Bedlam, Noah, Patra Aditia, Radi Arwinda, dan Mayatschism. Serta sudut Hackmat-suit, sebuah hazmat suit yang di retas menjadi busana yang modis (aman saja tidak cukup, harus keren juga). 44 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

57 45

58 Sumber foto: Show Me the Way to the Next Bridge Instalasi Besi Baja 800 x 80 x 270 cm 2002 Andai diajak memikirkan infrastruktur, dalam benak kita mungkin akan terbayangkan bangunan fisik seperti halnya jembatan. Keberadaan infrastruktur menjadi hal penting dalam membangun semesta kebudayaan, baik fisik maupun tatanan organisasi sosial. Istilahnya luas dan berbagai kasus dapat disebutkan secara merata. Infrastruktur menjadi elemen yang sama, menjadikan terhubung, sekaligus memisahkan setiap elemen-elemennya. Memperlancar arus sekaligus dapat menghalangi pergerakan apa pun. Keterhubungan dengan infrastruktur akan memengaruhi sejauh mana kondisi hari ini dan bagaimana kita akan membentuk masa depan yang berbeda. Infrastruktur cenderung dikaitkan dengan kekuasaan, kedaulatan, dan hak istimewa, sekaligus menggarisbawahi perlunya arsitek, asosiasi dan perlawanan alternatif. Perlu hadir infrastruktur afektif, yang mampu mengakomodasi keberagaman dan perbedaan yang memungkinkan kita bergerak bersama dan melampaui hubungan kedaulatan. Pada karya ini, S Teddy D, merenungi secara mendalam bagaimana kesadaran infrastruktur musti menubuh dalam pilihan setiap pelaku seni dan pekerja kebudayaan. 46 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

59 S. TEDDY DARMAWAN Lahir pada 1970 di Padang, Sumatera Barat, dan meninggal dunia pada 27 Mei Pada tahun 1992, Teddy menyelesaikan pendidikannya di SMSR Surakarta. Kemudian tahun 1997, Teddy menyelesaikan pendidikannya di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta. Tiga tahun kemudian, ia mengikuti residensi di Ludwig Art Forum, Achen, Jerman (2000) dan di Australian National University, Canberra, Australia (2011). Secara kekaryaan, ia dikenal kerap menampilkan bentuk-bentuk populer yang sarat humor dan sarkasme yang halus. Karyanya yang berjudul Sapu Lidi, pertama kali dipamerkan dalam pameran bersama di Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta, Di 1996, ia pertama kali melakukan art-performance bersama Yustoni Volunteero pada Street Art on Human Rights Day - 10 December, di Jalan Malioboro, Yogyakarta. Ia pun pernah menggelar pameran tunggal untuk pertama kalinya di Cemeti Contemporary Art Gallery, Yogyakarta. Selain itu ia pernah mengikuti pameran keliling pada 2000, yaitu dalam Awas! Recent Art from Indonesia yang diselenggarakan di Australia, Jepang, dan Belanda. Salah satu karya Teddy yang dianggap monumental adalah The Temple (Love Tank) yang dipamerkan di Singapore Art Museum (2010). Penghargaan yang telah diterima Teddy adalah The Best Five Finalist Philip Moris Indonesian Art Awards (2000) dan Twelve Choise Lucky Strike Young Talented, Sculpture Artist (2001). Karyanya yang berjudul Beyond the Self dipamerkan di The National Portrait Gallery, Canberra, Australia (2011). Karya terakhir yang ia buat adalah sebuah lukisan berjudul Sudah Lama Aku Berteman dengan Buddha. Lukisan berbahan akrilik pada kanvas berukuran sentimeter itu, menjadi salah satu karya dalam pameran bertajuk Padi Menguning di Syang Art Space Magelang, Jawa Tengah, 22 Mei-22 Juni

60 SUGENG OETOMO Lahir di Gunung Kidul, Mulai mengenal tata cahaya panggung sejak 2003, ketika bergabung pada UKM Teater pada masa kuliah. Ia beberapa kali berkesempatan mengerjakan tata cahaya panggung untuk pertunjukan teater, tari, dan musik. Beberapa tahun terakhir lebih banyak mengerjakan tata cahaya panggung untuk pertunjukan festival musik populer di berbagai daerah di pulau Jawa. Penanda Ruang 400 x 300 x 400 cm 2020 Instalasi lampu panggung (menyala menurut script), namun tanpa pertunjukan. 48 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

61 TEDJO BADUT Lahir di Purworejo, Sebelum berprofesi sebagai badut, ia tergabung di Panggung keliling/ketoprak/wayang, dunia seni tradisi yang sejak kecil sudah digeluti. Pementasan diadakan dengan berkeliling dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain dalam kurun tertentu. Perpindahan tersebut bukan hanya dari sisi pemain, tapi juga dengan membawa seluruh perlengkapan pentas seperti kostum, dekorasi panggung, kursi, gamelan, sound system, diesel, juga tobong, yaitu bangunan untuk pentas sekaligus menjadi tempat tempat tinggal para pemainnya. Meski telah beralih profesi menjadi badut, ia tetap aktif dalam kegiatan seni peran dan pertunjukan lainnya seperti bermain pantomim dan monolog di berbagai daerah di Indonesia. Perjalanan Hidupku Instalasi Media Campur Dimensi Variatif Terlahir dengan nama Sutedjo, sejak kecil sudah akrab dengan dunia pertunjukan dan perpindahan. Sebelum melakoni badut, sejak kecil ia sudah menjadi bagian dari Panggung keliling/ketoprak/wayang orang, yang telah diperkenalkan oleh kedua orang tua serta kakek neneknya. Belajar dari Pakde Tedjo, menghibur dan memberikan keceriaan sudah menjadi keniscayaan, tampaknya kerabunan masa depan bisa kita hadapi dengan senyuman. 49

62 Cap Klangenan Video menit Saat perjumpaan dengan bungkus teh koleksi: benda sederhana yang menjadi inspirasi, yang terkadang membebani, karena sifatnya dalam taraf kompulsi, sarat dengan obsesi. Kali ini, saya biarkan ia menari. (Teks oleh Terra Bajraghosa) TERRA BAJRAGHOSA Lahir pada 12 April Seniman ini mengenyam pendidikan di Jurusan Desain Komunikasi Visual, ISI Yogyakarta pada tahun 2005, kemudian melanjutkan ke jenjang Pascasarjana di kampus yang sama pada Selain menjadi seniman, Terra merupakan pengajar di almamaternya. Ia memiliki nama panggung Robotgoblok dan sering berpameran dengan nama tersebut. Ciri khasnya memang menambah gambar robot di setiap karyanya. Sejak tahun 2003, karya Terra sudah terlibat di berbagai pameran bersama, di antaranya: Daging Tumbuh, CP Biennale, Museum Bank Indonesia (2005); Anyang Public Art Project, Korea Selatan (2005); Trampoline Festival: Platform for New Media Art, Broadway Cinema and Sinergy, Inggris (2005); Neo-Nation, Biennale Jogja IX (2007); Freedom in Geekdom, Nadi Gallery, Jakarta (2008); Shanghai Electronic Art Festival, Tiongkok (2008); 10th Havana Biennale, bersama Punkasila, Kuba (2009); Pameran Ilustrasi Kompas, Bentara Budaya Jakarta (2010); Membikinnya Abadi, Galeri Semarang (2011); Beastly, Rumah Seni Cemeti (2011); Slave Pianos Punkasila Pipeline Oblivion: Three Projects oleh Danius Kesminas and Collaborators, Monash University Museum of Art (2011); Art Jog 11, Taman Budaya Yogyakarta (2011); IVAA Archive Aid 4, Jakarta Art District (2011). Pameran tunggal yang ia lakukan antara lain: Robotgoblokisme di Cemeti Art House, Yogyakarta (2006); Power To The Pixel (And ToThe Artisans), Cemeti Art House (2008); Robotgoblok and the Pop Caste, Sigiarts, Jakarta (2008); dan Pixel X Pixel, Jendela Visual Art Space, Esplanade, Singapura (2010). 50 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

63 THE FREAK SHOW MEN Karya-karyanya telah dipamerkan secara ekstensif, seperti di Third Kumming Biennale, Fukuoka Asian Art Museum, Museum of Contemporary Art Shanghai, Hong-Gah Museum Taipei, Ruang Rupa Jakarta, National Museum of Singapore, Museum of Art Seoul, dan masih banyak lagi. Ia juga menjalani berbagai residensi, dan berkontribusi sebagai kurator dan seniman untuk pameran dan publikasi internasional tentang fotografi Indonesia. Piknik Seru Rabu Sore Seni Pertunjukan menit lt. 1 - lt. 4 Jadwal : Rabu, 23 September 2020, Pukul WIB Jangan marah kalau ada yang selfie, eksis, alay, lebay, check in sana-sini, otw, dinner dan jalan-jalan. Karena pada dasarnya media sosial memang diciptakan untuk pamer. Kalau tidak suka, ya nulis diary aja. 51

64 TIM PFI YOGYAKARTA Pewarta Foto Indonesia (PFI) kini menapaki usia ke-22 dan telah terverifikasi oleh Dewan Pers. PFI juga telah legal di Kementerian Hukum dan HAM. Memiliki perwakilan di 19 wilayah, tentu salah satu cabangnya di Yogyakarta. PFI juga menjadi wadah berkumpulnya pewarta foto di Indonesia. Organisasi nirlaba ini terus berupaya menegakkan standar etika dan profesi pewarta foto. Lebih dari 600 pewarta foto tercatat sebagai anggota organisasi yang terus berkembang ini. Beraneka kegiatan yang bermanfaat dalam mengembangkan kreativitas pewarta foto maupun pendekatan yang bersifat edukatif kepada masyarakat secara berkala diselenggarakan PFI di berbagai wilayah. Selain berfungsi untuk melindungi hak asasi dan profesi pewarta foto, PFI terus berusaha meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap profesi dan karya pewarta foto melalui kegiatan pendidikan seperti mentorship, pelatihan, maupun kegiatan pameran, penerbitan, sosial dan penghargaan. Semasa pandemi, para pewarta foto ini sebenarnya menjadi bagian kelompok yang juga rentan, yang mempunyai risiko tinggi saat menjalankan pekerjaannya menyampaikan pemberitaan kepada publik luas tentang bagaimana sisi-sisi dampak pandemi Covid-19 yang merebak begitu cepat ini, dengan merekam berita gambar secara langsung dari dekat. Berbagai karya yang kita munculkan di Akar Hening di Tengah Bising ini ialah karya-karya yang ditangkap oleh para pewarta foto dari tengah-tengah pusaran dampak pandemi yang tengah berlangsung. Dipilih oleh para anggota PFI, karya-karya pemberitaan dan foto ini sengaja kita hadirkan untuk menunjukkan keberadaan kerja-kerja konkret dan kolaboratif yang dilakukan di sekitar kita, terutama di saat kita masih harus bekerja dan beraktivitas dari rumah. Di luar sana, mereka berjibaku, dengan tetap waspada. 52 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

65 Foto oleh: Dwi Oblo 53

66 54 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

67 TIM POS DUKUNGAN GUGUS TUGAS-PENANGANAN COVID-19 BPBD DIY Pos ini dibentuk ketika dunia internasional, terutama Italia sedang dilanda corona. Tetapi saat itu, pemerintah masih percaya situasi itu tidak akan terjadi di Indonesia, bahkan masih menggenjot promosi pariwisata demi mendongkrak devisa pada awal tahun Kami berusaha mempersiapkan segala kemungkinan hal terburuk terjadi sejak kasus pertama diumumkan oleh presiden Joko Widodo. Selain itu, latar pembentukan Gugus Tugas COVID-19 di DIY karena sudah menduga bahwa ke depannya penanganan pandemi tidak akan efektif, dan berpeluang menciptakan ego sektoral, yang jauh berbeda dengan sistem komando. Pameran dan penyelenggaraan acara kebudayaan selalu berurusan dengan publik luas, berurusan dengan kerumunan orang. Dari situ kita ditantang untuk lebih kreatif dalam menyiasati situasi, agar publik tetap ditemani oleh berbagai peristiwa kebudayaan, dan pada saat yang bersamaan, tetap jauh dari risiko langsung terdampak pandemi Covid-19. Pandemi telah mengajak kita untuk memikirkan berbagai hal yang selama ini kita anggap alamiah, tetapi di sisi lain, kita tentu tidak menghendaki adanya penambahan jumlah penderita yang terjangkit virus ini. Upaya penerapan protokol kesehatan Covid-19 di FKY kali ini tentu dilandasi latar belakang tersebut. Didukung oleh tim Pusdalops TRC BPDB DIY dan tim PFI Yogyakarta, semoga upaya-upaya pencegahan tidak pernah kita tinggalkan dalam kehidupan keseharian. Hal ini tentu saja harus didukung oleh adanya manajemen krisis oleh pemerintah, yang selalu berjaga bagi publik. Kalau bukan pemerintah, siapa lagi? Selain alasan di atas, para kolaborator juga berkenan menghadirkan beberapa arsip dokumentasi artefak yang menunjukkan dinamika kerja selama di lapangan. Situasi kerja yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan segala suka-duka, takuttidaknya. Dokumentasi yang dimunculkan di sini hanya mampu menunjukkan sebagian kecil pengalaman yang harus dihadapi sekelompok orang yang mempertaruhkan keselamatannya dan mengalokasikan energi terbaiknya. Di titik inilah, kita diingatkan bahwa kita tidak sendiri. 55

68 TIMOTEUS ANGGAWAN KUSNO Lahir di Yogyakarta, Lulusan Jurusan Ilmu Komunikasi Fisipol UGM ini, kerap menggubah karya yang beririsan dengan sejarah, ingatan, dan fiksi tentang sejarah. Seniman yang melanjutkan studi di Jurusan Ilmu Religi dan Budaya Universitas Sanata Dharma ini, menggunakan unsur-unsur dalam kehidupan sehari-sehari (misalnya buku catatan, tas, koper) untuk membuat fiksi tentang catatan-catatan sejarah. Karya-karya Timoteus berupa drawing dan instalasi atas kumpulan temuan barang sehari-hari, dijadikan bagian dalam permainan bahasa dan visual yang saling berkelindan antara fakta dan fiksi. Melalui proses penciptaannya, ia merekayasa pembacaan lain tentang berbagai kemungkinan atas masa lalu. Beberapa pameran tunggalnya, antara lain: South East Asia Focus: Timoteus Anggawan Kusno, The Columns Gallery, Gillman Barracks, Singapura (2019), Forgetful Happy Land, The Columns Gallery, Seoul, Korea Selatan (2018), Memoar Tanah Runcuk, Ethnography Exhibition by Centre for Tanah Runcuk Studies, Kedai Kebun Forum, Yogyakarta (2014). Proyek seni bersama serta pameran lainnya di mana ia terlibat, antara lain: Mindful Circulations, Dr. Bhau Daji Lad Mumbai City Museum, India (2019); Stories We Tell To Scare Ourselves With, Museum of Contemporary Art (MoCA), Taiwan (2019); Asia Project: How Little You Know About Me, Museum of Modern and Contemporary Art (MMCA) Seoul, Korea Selatan (2018); 3 ½ Tahun Bekerja: Seni dan Propaganda Pendudukan Jepang, , Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta (2018); A Tale of Two Cities: Narrative Archive of Memories, Project Sevenandahalf, Gimhae Arts & Sports Centre, Korea Selatan (2018); Pressing Matters, Framer Framed, Amsterdam, Belanda (2018); Equator #4 Indonesia-Brazil, Biennale Jogja XIV, Jogja National Museum, Yogyakarta (2017). Retakan Liar di Trotoar siluman.tanahruncuk.org Dimensi Variatif 2020 Arca Siluman Macan Beberapa bulan belakangan, dunia seperti sedang di-setting ulang. Kita dipaksa untuk berdamai dengan perubahan-perubahan. Arca Siluman Macan sengaja dihadirkan di tengah-tengah kita untuk menjadi pengingat atas beberapa hal; bahwa kehadiran manusia bukanlah satu-satunya penentu kehidupan di muka bumi ini, di tengah berbagai ancaman krisis hidup, semua makhluk berada di titik rawan, relasi antara manusia, hewan, dan tumbuhan kita perhatikan sekali lagi. Di tengah berbagai ketidakpastian akan masa depan, relasi kuasa antara manusia, narasi, dan batas-batasnya kita baca sekali lagi. Melalui Akar Hening di Tengah Bising, semoga kita dapat memperlebar ruang tanya, memperluas ruang asa. 56 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

69 57

70 58 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

71 WIDI PANGESTU Mendalami kertas sejak tahun 2017, dimulai pada pameran tunggal pertama di Indonesia Contemporary Art Network (ICAN) Yogyakarta. Ia mengolah atau mendekonstruksi kertas menjadi serpihan bubur kertas atau yang lebih dikenal dengan papermaking. Pengalaman mengolah material secara langsung memunculkan kedekatan dan rasa memiliki yang secara simultan memengaruhi eksperimentasi bahan hingga transformasi hasil. Dari runutan pengalaman tersebut, bahan-bahan yang ia gunakan lalu berkembang dan makin dekat dengan material keseharian masyarakat. Hal tersebut tidak lain karena kebutuhan mentransformasi maupun menggali ragam informasi, memori, dan narasi yang melekat pada tiap material. Sehingga kemudian fungsi dan sifat akan secara otomatis bisa mengalami pergeseran dan perluasan makna. Melalui eksperimentasi atas berbagai material tersebut, melalui karyanya, Widi tidak lelah untuk terus berinovasi dan membebaskan diri dari kekakukan sifat bahan. Love and Everything in Between Pigmented Handmade Paper 90 x 90 cm 2017 Matters Pigmented Handmade Paper 92 x 92 cm 2018 Interplay Between Paper and Shadow Pigmented Handmade Paper 100 x 60 cm 2020 Karya 1 dan 2 adalah runtutan dari seri pameran tunggal berjudul Everything in between (2017), sebuah upaya untuk memakanai kembali masa lalu dalam keluarga dengan memanfaatkan citra piksel dari album keluarga yang diciptakan dengan proses papermaking berbentuk relief dengan barik-raba berpola menyusun adigatra. *Praktik seni setelahnya memiliki kecenderungan untuk menampilkan sensasi materialitas, yaitu kertas menggunakan metode yang sama (papermaking). Karya ke-3: Bayangan hadir ketika cahaya terhalang suatu benda. Karya ini memanfaatkan bayangan sebagai komposisi dalam celah kertas yang bertumpuk membentuk barik imajiner di setiap lapisan kertas yang bertumpang tindih dan bergelombang untuk menghadirkan sensasi optis. (Teks oleh Widi Pangestu) 59

72 WIMO AMBALA BAYANG Lahir di Magelang Ia merupakan seorang seniman visual dan perintis dalam fotografi eksperimental dan seni video di Indonesia. Lulusan Fotografi, ISI Yogyakarta ini merupakan salah satu pendiri MES 56, sebuah kolektif seniman yang mengeksplorasi fotografi dengan pertemuan berbagai disiplin. Pada praktik artistiknya, Ambala menempatkan antara fotografi, video, dan pembuatan objek untuk menjawab dan menantang dialektika realitas dan ilusi, pemahaman dan pengalaman, atau ada dan tidaknya dalam pembuatan gambar dengan selalu mendefinisikan kembali makna objek melalui visual yang multipel dan luar biasa. Perspektif. Dengan menggunakan pendekatan partisipatif, fotografi panggung, montase digital, atau foto jalanan, ia sering menciptakan latar fiktif di mana objek siap pakai, desain, atau benda luar ruangan menjadi elemen sentral, menampilkan dan membentuk subjektivitas baru dan cara pandang. Thank You Very Very Mas Instalasi Pintu dengan Lubang Pengintip, Video Kanal Tunggal dengan Digital Frame 200 x 80 x 25 cm 2010 Dua tahun terakhir ini, di Yogyakarta, saya sering menjumpai kelompok-kelompok penari kuda lumping yang mengamen di beberapa perempatan jalan kota Yogyakarta. Mereka mengamen dengan membawa alat musik gamelan sederhana, ada yang datang dari daerah-daerah di Jawa Tengah dan ada kelompok yang datang dari Ponorogo, Jawa Timur. Ada juga yang mengamen sendirian duduk di bawah traffic light dan memainkan Gender (salah satu instrumen musik gamelan) di perempatan Condong Catur, Sleman, bahkan ada seorang pria berdandan Sinden yang bermacapat/nembang tanpa diiringi musik di perempatan Ring Road, Jalan Kaliurang. Melihat hal ini, saya merasa miris membayangkan bagaimana para pelaku kesenian tradisional (baca: kesenian rakyat) ini bertahan hidup. Thank you very very Mas Meskipun saya tidak suka, bagaimanapun juga di dalam struktur masyarakat kita ini, akan selalu ada orang yang berada di dalam dan di luar, ada yang tinggi dan yang rendah, ada yang kaya ada dan ada orang yang miskin, demikian seterusnya. Karya Thank you very very Mas ini adalah olok-olok (satir) saya atas hal-hal tersebut. Pintu di cat warna emas (meskipun ketika di display tidak tampak karena bagian pintu yang tampak oleh penonton hanya polos warna kayu pintu yang dilapisi clear matte, di bagian atas pintu ada lubang pengintip pintu warna emas. Dari lubang pintu tersebut, penonton bisa melihat/mengintip video yang ada di balik pintu. Video menampilkan seorang penari jalanan yang sedang menunduk seperti menyembah dan diulang-ulang (looping) - (pada peristiwa nyatanya setelah menari tidak ditunjukkan dalam video). Audio yang terdengar hanya dengungan itu adalah suara gong dari bagian akhir musik yg diputar oleh tape yang dibawa teman penari jalanan dengungan yang sedikit itu karena suara gong yang durasinya saya perpanjang, sehingga suara gong dari tape tadi yang muncul hanya seperti dengungan panjang dan sedikit banyak mengganggu. Maaf kalau mengganggu :) (Teks oleh Wimo Ambala Bayang) 60 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

73 61

74 Selarik Instalasi Media Campur Dimensi Variatif Selarik lengang akan selalu ada, bersiaplah dan terimalah. Good Night you. (Teks oleh Wisnu Auri) 62 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

75 WISNU AURI Lahir di Yogyakarta, Karya-karya yang digubahnya kerap menekankan pada impresi, ingatan, dan kenangan karena masa remajanya yang dekat dengan barang antik. Selain mengembangkan karya dua dan tiga dimensi, Wisnu yang menempuh pendidikan Seni Rupa di ISI Yogyakarta dengan konsentrasi Seni Grafis ini, juga mengeksplorasi wilayah interaksi dengan audiensnya dalam beberapa kesempatan. Ciri khas yang menonjol dari Wisnu adalah pilihan dan pertimbangan atas objek-objek yang ditemuinya. Wisnu menciptakan makna baru atas objekobjek temuannya, melalui strateginya menata relasi objek-objek tersebut di dalam karya-karyanya. Beberapa pameran tunggalnya adalah Precious Daily, Artotel Surabaya, The Other Side of Daily Notes, Artotel Jakarta (2014); Suka Simpan Suka Pinjam, Ark Galerie Jakarta (2013); Living Harmony & Interior Study (series), Jakarta Art District, Galeri Canna Indonesia (2011); dan The Other Side of Beauty, Jakarta Art District, Grand Indonesia, Galeri Canna Indonesia (2010). Ia pernah terlibat dalam pameran bersama seperti Aksara/Rupa, Koesnadi Hardjosoemantri UGM Yogyakarta; Art for Everyone, Artotel Jakarta, Bazaar Art Jakarta (2014); Lost and Found (Retelling Story of Silk Road in Indonesia), Space K,Gwacheon/Seoul Korea, serta Market Forces The friction of Opposites/Fetishism of Discourse, Osage Art Foundation, Hong Kong, IVAA Archieve AID, ArtJog (2013). 63

76 WOK THE ROCK Seniman ini aktif di bidang seni kontemporer, desain, dan musik. Dia adalah anggota dari kolektif seniman Ruang MES 56 di Yogyakarta, menjalankan label musik Yes No Wave Music dan memprakarsai Indonesia Netaudio Forum. Ia adalah kurator Biennale Jogja XIII pada tahun 2015 dan saat ini menjadi ko-kurator Nusasonic, sebuah platform musik kolaboratif untuk musik dan suara eksperimental di Asia Tenggara. Ia tertarik mengembangkan eksperimentasi platform kolektif, karya lintas disiplin, intervensi budaya kontemporer dengan pendekatan estetika kuratorial dan spekulatif sebagai praktik seninya. Ia mengikuti berbagai residensi, antara lain: Australia-Indonesia Institute, Melbourne, Australia (2012); Koganecho Bazaar 2013 Artist-In-Residence, Yokohama, Jepang (2013); dan Research-in-residency, Lagos, Nigeria dalam rangka Biennale Jogja XIII (2014). Pameran tunggal yang pernah ia jalani, antara lain: The Golden Memories, Open Archive, Melbourne, Australia (2012); Yoyo Art Bar, Koganecho Bazaar, Yokohama, Jepang (2013); Jakarta 93 Whiplash Re-revisited, di Schoolhouse Studio, Melbourne, Australia (2015); dan Art Debt, Casco, Utrecht, Belanda (2016). Selain itu, ia juga memamerkan karyanya pada pameran bersama, seperti: ArtJog 11 Yogyakarta Art Fair, Taman Budaya Yogyakarta (2011); Jakarta Biennale 2013, Galeri Nasional, Jakarta (2013); Slave Pianos & Punkasila: The Lepidopters A Science-Fiction Space-Opera, Melbourne (2014), Darwin (2014), dan Brisbane (2016), Australia. World Exceeded in 2020 Poster 35 x 47 cm C-Print di Kertas Fine Art 2020 Audio: menit Di saat dunia lumpuh oleh virus Covid-19, masyarakat serta-merta mengalihkan aktivitasnya pada internet yang tanpa disadari juga memiliki keterbatasan. Kata exceed atau exceeded biasa digunakan dalam bahasa internet/digital yang merujuk pada kuota data yang melampaui kapasitas. Karya poster ini adalah ilustrasi dari karya audio yang ditayangkan di Radio GCD FM pada tanggal 25 September 2020, pukul WIB dan di situs FKY Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

77 65

78 66 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

79 YULI PRAYITNO Lahir di Jawa Barat Lulusan Jurusan Seni Murni, Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia, Yogyakarta ini, tinggal dan bekerja di Yogyakarta. Secara praktik, ia memiliki pendekatan yang unik terhadap sebuah objek, yakni dengan melibatkan persepsi umum tentang sebuah objek sekaligus menantang karakter material dan fungsinya. Beberapa pameran tunggalnya, antara lain: Packaging, Rumah Seni Cemeti, Yogyakarta (2005); I Love, Nadi Gallery, Jakarta (2009); Unity In Diversity: Archeologic Excavation of The Peranakan Tionghoa, Equator Project, Singapura (2014). Beberapa pameran bersama yang pernah diikutinya, antara lain Artjog: Resilience bersama Jalan Pulang, Yogyakarta (2020); Artjog: Universal Influence, JNM, Yogyakarta (2016); Art Stage Singapore, Marina Bay Sands, Singapura (2015); Art Stage Singapore, Marina Bay Sands, Singapura (2014); Art Basel Hong Kong, Hong Kong Convention Centre and Exhibition. Imaging Not Real Aluminium Dimensi Variatif 2016 Citra visual hari ini bukan lagi persoalan mimesis, namun menjadi bagian dari tuntutan ekonomi kapitalis akhir. Dan andaikata mimesis diyakini telah melahirkan serangkaian ilusi, maka objek sebagai tanda dalam industri seni kontemporer telah berhasil menjadi penghasil ilusi-ilusi yang dicapai secara sistemik. Kehadiran ilusi dalam sebuah objek seni merupakan sebentuk kesungguhan akan keberadaannya. Baik dari masih sekadar material maupun telah diolah menjadi medium. Meskipun objek seni merupakan tiruan realitas, pada kenyataannya, ia melampaui tiruan dan menjadi realitas itu sendiri. Karya Yuli Prayitno merupakan manifestasi dari upayanya untuk menjelaskan ada nilai dalam ilusi, bahwa ilusi merupakan realitas itu sendiri. Dengan demikian, ia objektif ada, tanpa harus dibandingkan dengan kondisi atau realitas non-ilusi. Intensi atas permainan material dan medium menjadi kanal penciptaannya untuk membaca secara kritis produksi tanda, citra yang instan, simultan, dan simulatif yang inheren dengan masyarakat kontemporer, yang lahir terlepas dari realitas. 67

80 YUVITA DWI RAHARTI Lahir di Yogyakarta pada tahun 1984 dan hingga saat ini aktif berkarya di Studio Atuna di kawasan Sewon, Bantul, Yogyakarta. Dalam praktik berkaryanya, Yuvita melakukan eksplorasi menggunakan teknik batik dan beberapa kali diaplikasikan menjadi art wear seperti baju dan tas. Karya-karya art wear ini telah mengikuti pameran bersama, di antaranya Fashion show feat Draupads, Lemari Lila, dan Manungs di acara Soya Co (lab), KiosKaosKiosKaleidoskopKhatulistiwa (KKKKK), Kedai Kebun Forum Yogyakarta; dan Bazar Handmade MFS - JAFF, Gedung Societet Taman Budaya, Yogyakarta. Pada tahun 2008, Yuvita menghelat pameran tunggal dengan tajuk Kedok Bersulam di Via-Via Cafe, Prawirotaman Yogyakarta. Selain itu, Ia juga tergabung dalam kelompok Simponi dan telah mengadakan pameran bersama, di antaranya: Interest are Invests!, Kedai Kebun Forum, Yogyakarta (2008); Jogja Deathmatch, Roomate Buka Kamar!, Yogyakarta (2008); Untukmu Perempuan Indonesia, Pameran Karya Seni oleh Seniman Perempuan Indonesia, Gedung Arsip Nasional Indonesia, Jakarta; dan Instalation Project, Esplanade, Singapore. Yuvita juga kerap membagikan ilmu terkait aktivitas praktik berkaryanya melalui sesi diskusi dan lokakarya, di antaranya: Bursa Seni FKY30, Planet Piramid, Yogyakarta (2018); Puppet Workshop for Makers bersama Pappermoon Puppet, Greenhost Boutique Hotel, Prawirotaman, Yogyakarta (2016); dan Basic Batik Art Class bersama Katuna Studio dan Ruang Belajar, Studio Katuna, Sewon, Bantul, Yogyakarta (2016). Manuk Awan Batik Primisima 200 x 115 cm 2020 Manuk Kuntul Batik Primisima 200 x 115 cm 2020 Mix Tandur Batik Tansel 280 x 50 cm 2020 Me, My Self, and I Series Kain Mori, Kanvas, dan Wool Lingkaran Diameter 52 cm Persegi Panjang 50 x 43 cm 2008 Yuvita Dwi Raharti ialah seniman yang pernah tergabung dalam kolektif Simponi. Sehari-harinya ia aktif di Katuna Studio. Ia banyak bekerja dengan kain dan benang. Selain di ruang pameran seni rupa, karyakarya Yuvita juga dapat dijumpai di beberapa butik pakaian. Selain berfungsi sebagai ruang kerja, Katuna Studio juga ia fungsikan sebagai ruang belajar, salah satunya melalui penyelenggaraan kelas belajar batik untuk pemula. Melalui pengalaman-pengalaman yang dijumpai oleh seniman perempuan, kita diingatkan sekali lagi bahwa keseharian senantiasa diisi dengan negosiasi. 68 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

81 69

82 Syarat dan Ketentuan Berkunjung ke FKY 2020: 1. Wajib melakukan registrasi dan mengisi data diri. 2. Pengunjung dari luar DIY wajib menunjukan surat keterangan kesehatan dengan hasil rapid test non-reaktif atau PCR/Swab negatif kepada petugas di ruang pamer. 3. Pengunjung harus dalam kondisi sehat dengan suhu tubuh di bawah 37.5 derajat, menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan sebelum memasuki ruang pamer. 4. Pengunjung hadir sesuai dengan hari dan sesi kunjungan yang telah diisi melalui formulir. Sesi Kunjungan: Sesi I : WIB Sesi II : WIB Sesi III : WIB Silakan akses formulir kunjungan melalui 70 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

83

84 REKANAN REKANAN MEDIA 72 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

85 73

86

Sambutan Presiden RI pada Pembukaan Pekan Raya Jakarta ke-43, 10 Juni 2010 Kamis, 10 Juni 2010

Sambutan Presiden RI pada Pembukaan Pekan Raya Jakarta ke-43, 10 Juni 2010 Kamis, 10 Juni 2010 Sambutan Presiden RI pada Pembukaan Pekan Raya Jakarta ke-43, 10 Juni 2010 Kamis, 10 Juni 2010 SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA PEMBUKAAN PEKAN RAYA JAKARTA KE-43 DI ARENA PRJ-KEMAYORAN, JAKARTA

Lebih terperinci

I.1. LATAR BELAKANG I.1.1.

I.1. LATAR BELAKANG I.1.1. BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG I.1.1. Latar Belakang Pengadaan Proyek Telah diketahui bahwa Indonesia memiliki keragaman budaya yang luar biasa dikarenakan variasi dari budaya yang ada di negara

Lebih terperinci

BAB I PENGANTAR Latar Belakang Masalah. kekayaan budaya yang amat sangat melimpah. Budaya warisan leluhur merupakan

BAB I PENGANTAR Latar Belakang Masalah. kekayaan budaya yang amat sangat melimpah. Budaya warisan leluhur merupakan BAB I PENGANTAR 1.1. Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan bangsa dengan warisan kekayaan budaya yang amat sangat melimpah. Budaya warisan leluhur merupakan aset tidak ternilai

Lebih terperinci

Pengantar. Assalaamualaikum Wr. Wb.

Pengantar. Assalaamualaikum Wr. Wb. Pengantar Assalaamualaikum Wr. Wb. Globalisasi telah memberikan perubahan mendasar dalam kehidupan masyarakat, dimana berbagai informasi telah merambah ke seluruh sektor kehidupan masyarakat. Media pertunjukan

Lebih terperinci

UNDANGAN TERBUKA PAMERAN BESAR SENI RUPA 2016 Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

UNDANGAN TERBUKA PAMERAN BESAR SENI RUPA 2016 Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan UNDANGAN TERBUKA PAMERAN BESAR SENI RUPA 2016 Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pameran Besar Seni Rupa (PBSR) yang diselenggarakan oleh Direktorat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Fotografi merupakan teknik yang digunakan untuk mengabadikan momen penting dalam kehidupan sehari-hari. Karena melalui sebuah foto kenangan demi kenangan dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Observasi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Observasi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Observasi 1.1.1 Sejarah Cafe Lawangwangi Cafe Lawangwangi Creative Space merupakan salah satu tempat dimana para seniman dapat memamerkan sekaligus menjual hasil

Lebih terperinci

newsletter Terbitan No. 1, Mei 2009

newsletter Terbitan No. 1, Mei 2009 newsletter Terbitan No. 1, Mei 2009 Mengapa Kebudayaan? Tujuan, Komponen Utama Bagaimana cara kerjanya?, Tentang PNPM Mandiri Perdesaan, Kegiatan Kegiatan Mendatang Kegiatan Budaya Meramaikan Pertemuan

Lebih terperinci

SEJARAH SUMBER TERBUKA: PEMETAAN PAMERAN SENI RUPA DI INDONESIA

SEJARAH SUMBER TERBUKA: PEMETAAN PAMERAN SENI RUPA DI INDONESIA SEJARAH SUMBER TERBUKA: PEMETAAN PAMERAN SENI RUPA DI INDONESIA Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (Museum MACAN) mengundang Anda untuk berpartisipasi pada acara Sejarah Sumber Terbuka:

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Stasiun televisi ini berkembang karena masyarakat luas haus akan hiburan

BAB I PENDAHULUAN. Stasiun televisi ini berkembang karena masyarakat luas haus akan hiburan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia pertelevisian di Indonesia saat ini sangatlah pesat, salah satu buktinya adalah banyak stasiun televisi yang bermunculan. Stasiun televisi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan pesatnya perkembangan informasi di era globalisasi ini, komunikasi menjadi sebuah kegiatan penting. Informasi sangat dibutuhkan dalam mendukung

Lebih terperinci

Term of Reference SOLID-ID

Term of Reference SOLID-ID Term of Reference SOLID-ID DAFTAR ISI Latar Belakang Tentang Residensi Tujuan Tanggal Penting Hibah (Seed Grant) Ketentuan Peserta Pendaftaran dan Seleksi Informasi Lebih Lanjut LATAR BELAKANG Meski Indonesia

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK II.1 Tinjauan Umum Proyek II.1.1 Tinjauan Proyek Judul : Pusat Pendidikan Budaya Betawi Tema : Arsitektur Betawi Lokasi : Jalan Bulungan Raya, Jakarta Selatan Luas Lahan : ±

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada masa ini perkembangan teknologi komunikasi telah berkembang sehingga membuat sebuah informasi bertumbuh pesat, hal ini membuat kebutuhan setiap individu terhadap

Lebih terperinci

BAB I GALERI SENI RUPA DI YOGYAKARTA

BAB I GALERI SENI RUPA DI YOGYAKARTA BAB I GALERI SENI RUPA DI YOGYAKARTA A. Latar Belakang 1. Latar Belakang Eksistensi Proyek Dalam sejarah kehidupan manusia seni atau karya seni sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. kebutuhan akan seni

Lebih terperinci

EKSISTENSI SANGGAR TARI KEMBANG SORE PUSAT - YOGYAKARTA Theresiana Ani Larasati

EKSISTENSI SANGGAR TARI KEMBANG SORE PUSAT - YOGYAKARTA Theresiana Ani Larasati EKSISTENSI SANGGAR TARI KEMBANG SORE PUSAT - YOGYAKARTA Theresiana Ani Larasati Pengaruh era globalisasi sangat terasa di berbagai sendi kehidupan bangsa Indonesia, tidak terkecuali di Daerah Istimewa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. seseorang. Komunikasi tidak saja dilakukan antar personal, tetapi dapat pula

BAB I PENDAHULUAN. seseorang. Komunikasi tidak saja dilakukan antar personal, tetapi dapat pula BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komunikasi merupakan hal terpenting dalam menunjukkan keberadaan seseorang. Komunikasi tidak saja dilakukan antar personal, tetapi dapat pula melibatkan sekian banyak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ingin disampaikan kepada masyarakat luas tentang sebuah gambaran, gagasan,

BAB I PENDAHULUAN. ingin disampaikan kepada masyarakat luas tentang sebuah gambaran, gagasan, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Film adalah media reproduksi informasi, media dari sebuah pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat luas tentang sebuah gambaran, gagasan, informasi, ungkapan

Lebih terperinci

Wawancara Berikut hasil ringkasan wawancara dengan Gotot Prakosa dan Wahyu Aditya yang dikutip dari wawancara yang dilakukan oleh Raissa Christie:

Wawancara Berikut hasil ringkasan wawancara dengan Gotot Prakosa dan Wahyu Aditya yang dikutip dari wawancara yang dilakukan oleh Raissa Christie: Wawancara Berikut hasil ringkasan wawancara dengan Gotot Prakosa dan Wahyu Aditya yang dikutip dari wawancara yang dilakukan oleh Raissa Christie: Gatot Prakosa - Akademisi Apa itu animasi menurut Bapak?

Lebih terperinci

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) PERANGKAT PEMBELAJARAN STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR Mata Pelajaran Satuan Pendidikan Kelas/Semester : Seni

Lebih terperinci

B. Jumlah Peserta Pameran Guru yang diikutkan dalam kegiatan pameran secara keseluruhan akan

B. Jumlah Peserta Pameran Guru yang diikutkan dalam kegiatan pameran secara keseluruhan akan KETENTUAN PENDAFTARAN DAN KEPESERTAAN PAMERAN SENI RUPA GURU SE-JABODETABEK DI MUSEUM BASOEKI ABDULLAH DALAM RANGKA PERINGATAN KE 59 HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2 MEI 2017 I. Bentuk Kegiatan & Tema A. Pameran

Lebih terperinci

GENDHUK

GENDHUK GENDHUK N A L A N A N D A N A 04.08-11.08.17 Nala Nandana lahir di Bandung, 1985. menempuh pendidikan di Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung dan berkesempatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Kusrianto, Adi Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta: Andi Offset halaman

BAB I PENDAHULUAN Kusrianto, Adi Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta: Andi Offset halaman BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1. Sejarah Perkembangan Desain Komunikasi Visual di Dunia Pada awalnya, media desain grafis hanya terbatas pada media cetak dwi matra. Namun, seiring dengan perkembangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. untuk perusahaan yang menjual jasa kepada wisatawan. Oleh karena itu,

BAB I PENDAHULUAN. untuk perusahaan yang menjual jasa kepada wisatawan. Oleh karena itu, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kepariwisataan saat ini menjadi fokus utama yang sangat ramai dibicarakan masyarakat karena dengan mengembangkan sektor pariwisata maka pengaruh pembangunan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Dunia seni saat ini semakin banyak jumlah dan beragam bentuknya.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Dunia seni saat ini semakin banyak jumlah dan beragam bentuknya. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dunia seni saat ini semakin banyak jumlah dan beragam bentuknya. Berbagai jenis seni yang dimiliki Indonesia sangat beragam mulai dari bentuk, ciri khas,

Lebih terperinci

MENDONGENG DI SEKOLAH Oleh: Eko Santosa

MENDONGENG DI SEKOLAH Oleh: Eko Santosa MENDONGENG DI SEKOLAH Oleh: Eko Santosa Keith Johnstone (1999) menjelaskan bahwa mendongeng atau bercerita (storytelling) merupakan produk seni budaya kuno. Hampir semua suku bangsa di dunia memiliki tradisi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dilakukan secara lisan maupun tertulis. Melalui bahasa, manusia berinteraksi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dilakukan secara lisan maupun tertulis. Melalui bahasa, manusia berinteraksi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan alat komunikasi utama bagi manusia. Manusia menggunakan bahasa sebagai media untuk mengungkapkan pikirannya, baik yang dilakukan secara lisan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Memasuki era globalisasi yang identik dengan istilah modernisasi, hampir semua aspek kehidupan manusia pada masa kini mengalami berbagai perubahan.

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. Kehadiran dan kepiawaian Zulkaidah Harahap dalam. memainkan instrumen musik tradisional Batak Toba, secara tidak

BAB V PENUTUP. Kehadiran dan kepiawaian Zulkaidah Harahap dalam. memainkan instrumen musik tradisional Batak Toba, secara tidak BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan Kehadiran dan kepiawaian Zulkaidah Harahap dalam memainkan instrumen musik tradisional Batak Toba, secara tidak langsung membawa Opera Batak kepada perubahan yang berarti.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Televisi saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.

BAB I PENDAHULUAN. Televisi saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Televisi saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Televisi menampilkan gambar yang menarik dan menghibur, gambar televisi terkadang

Lebih terperinci

Karya Bidang Program Tayangan Gitaran Sore-Sore Pro TV sebagai Penulis Naskah (Script Writer)

Karya Bidang Program Tayangan Gitaran Sore-Sore Pro TV sebagai Penulis Naskah (Script Writer) Karya Bidang Program Tayangan Gitaran Sore-Sore Pro TV sebagai Penulis Naskah (Script Writer) Karya Bidang Disusun untuk Memenuhi Persyaratan Menyelesaikan Pendidikan Strata 1 Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Media massa saat ini tidak bisa lepas oleh kehidupan manusia dan telah menjadi konsumsi sehari-hari. Televisi bagian dari media massa elektronik telah mengambil

Lebih terperinci

LATAR BELAKANG TENTANG RESIDENSI

LATAR BELAKANG TENTANG RESIDENSI LATAR BELAKANG Meski Indonesia dikenal sebagai bangsa dengan keragaman yang tinggi, hasil penelitian dan pengamatan menunjukkan bahwa tingkat intoleransi di Indonesia cukup tinggi. Berdasarkan hasil penelitian

Lebih terperinci

Siaran Pers Kemenpar: Jam 2 Siang, Karnaval Pesona Parahyangan Jadikan Bandung Lautan Manusia Sabtu, 26 Agustus 2017

Siaran Pers Kemenpar: Jam 2 Siang, Karnaval Pesona Parahyangan Jadikan Bandung Lautan Manusia Sabtu, 26 Agustus 2017 Siaran Pers Kemenpar: Jam 2 Siang, Karnaval Pesona Parahyangan Jadikan Bandung Lautan Manusia Sabtu, 26 Agustus 2017 JAKARTA - Satu hari jelang pelaksanaan â œkarnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017â,

Lebih terperinci

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) Satuan Pendidikan : SMP/MTs Mata Pelajaran : Seni Budaya Kelas / Semester : VII / Materi Pokok : SENI RUPA Sub Materi Pokok : Menerapkan Ragam Hias pada Bahan Keras

Lebih terperinci

GUDANG GARAM INDONESIA ART AWARD 2015

GUDANG GARAM INDONESIA ART AWARD 2015 1 GUDANG GARAM INDONESIA ART AWARD 2015 Indonesia Art Award adalah program Yayasan Seni Rupa Indonesia yang diselenggarakan sejak 1994, berawal dengan nama Phillip Morris Indonesia Art Awards, bagian dari

Lebih terperinci

2015 ANALISIS DESAIN ALAT MUSIK KERAMIK DI DESA JATISURA KECAMATAN JATIWANGI KABUPATEN MAJALENGKA

2015 ANALISIS DESAIN ALAT MUSIK KERAMIK DI DESA JATISURA KECAMATAN JATIWANGI KABUPATEN MAJALENGKA 1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia dikenal sebagai negara kaya akan sumber daya alam mineral. Berbagai macam bahan mineral yang banyak ditemukan diantaranya berupa batuan sedimen,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Eksistensi Proyek BAB 1 PENDAHULUAN

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Eksistensi Proyek BAB 1 PENDAHULUAN BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Eksistensi Proyek Yogyakarta telah lama dikenal sebagai kota pelajar. Hal ini didasarkan dari beberapa faktor, salah satunya adalah dalam segi tingginya kuantitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Oxford University, 1997), Dieter Mack, Apresiasi Musik Musik Populer (Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusatama,

BAB I PENDAHULUAN. Oxford University, 1997), Dieter Mack, Apresiasi Musik Musik Populer (Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusatama, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Musik merupakan salah satu elemen yang tidak bisa dilepaskan dalam keseharian. Musik juga memberi ketenangan ketika seseorang sedang mengalami permasalahan,

Lebih terperinci

5. Pilihlah salah satu dari pilihan di bawah ini yang merupakan KELEMAHAN anda! (Jawablah dengan sejujur-jujurnya)

5. Pilihlah salah satu dari pilihan di bawah ini yang merupakan KELEMAHAN anda! (Jawablah dengan sejujur-jujurnya) Nama : No HP : Alamat : Pendidikan Terakhir : 1. Pilihlah salah satu dari pilihan di bawah ini yang merupakan KELEMAHAN anda! (Jawablah dengan sejujur-jujurnya) Pemikiran dan perhatian ditujukan ke dalam,

Lebih terperinci

negeri namun tetap menuntut kinerja politisi yang bersih.

negeri namun tetap menuntut kinerja politisi yang bersih. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persoalan politik di Indonesia saat ini adalah kurangnya kesadaran politik dalam masyarakat khususnya generasi pemuda untuk terlibat dalam partisipasi politik. Tuntutan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Program Urban Street Food merupakan program feature yang sudah ada di televisi saat ini. Program Urban Street Food merupakan program food & travel yang dikemas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam menyampaikan pesannya bersifat audio visual, yakni dapat dilihat dan

BAB I PENDAHULUAN. dalam menyampaikan pesannya bersifat audio visual, yakni dapat dilihat dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Televisi sebagai salah satu media elektronik, merupakan sebuah media komunikasi yang dinilai paling berhasil dibandingkan dengan media massa lainnya dalam menyampaikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. massa di indonesia. Dalam kehidupan manusia, informasi menjadi hal yang

BAB I PENDAHULUAN. massa di indonesia. Dalam kehidupan manusia, informasi menjadi hal yang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Saat ini sangat pesat sekali perkembangan dunia informasi dan media massa di indonesia. Dalam kehidupan manusia, informasi menjadi hal yang penting dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pengalaman pengarang. Karya sastra hadir bukan semata-mata sebagai sarana

BAB I PENDAHULUAN. pengalaman pengarang. Karya sastra hadir bukan semata-mata sebagai sarana BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karya sastra merupakan bentuk realita dari hasil imajinasi dan pengalaman pengarang. Karya sastra hadir bukan semata-mata sebagai sarana ekspresi pengarang saja,

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN. waktu). Tetapi, ternyata terdapat hal lain yang membuat gig itu menjadi sebuah

BAB V KESIMPULAN. waktu). Tetapi, ternyata terdapat hal lain yang membuat gig itu menjadi sebuah 125 BAB V KESIMPULAN Pada mulanya saya hanya memahami gig sebagai sebuah pertunjukan musik independen yang berskala kecil dan diadakan pada satu malam saja (sekali waktu). Tetapi, ternyata terdapat hal

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah digilib.uns.ac.id BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia mempunyai berbagai suku bangsa dan warisan budaya yang sungguh kaya, hingga tahun 2014 terdapat 4.156 warisan budaya tak benda yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1. Jumlah Wisatawan Yogyakarta. Tahun Wisatawan Lokal Wisatawan

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1. Jumlah Wisatawan Yogyakarta. Tahun Wisatawan Lokal Wisatawan BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Pengadaan Proyek Budaya lokal suatu daerah dapat mengangkat citra serta identitas daerah tersebut ke tingkat yang lebih tinggi yaitu ke tingkat nasional maupun internasional.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1 Musik sebagai gaya hidup dan profesi Musik diperkirakan telah lahir sejak kehadiran manusia modern homo sapien yaitu sekitar 180.000 hingga 100.000 tahun yang

Lebih terperinci

56. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

56. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) 56. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) A. Latar Belakang Muatan seni budaya sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia

Lebih terperinci

1. PENDAHULUAN. pembelajaran sastra berlangsung. Banyak siswa yang mengeluh apabila disuruh

1. PENDAHULUAN. pembelajaran sastra berlangsung. Banyak siswa yang mengeluh apabila disuruh 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembelajaran sastra di sekolah kini tampak semakin melesu dan kurang diminati oleh siswa. Hal ini terlihat dari respon siswa yang cenderung tidak antusias saat

Lebih terperinci

TERMS OF REFERENCE (TOR) EAGLE AWARDS DOCUMENTARY COMPETITION 2014

TERMS OF REFERENCE (TOR) EAGLE AWARDS DOCUMENTARY COMPETITION 2014 TERMS OF REFERENCE (TOR) EAGLE AWARDS DOCUMENTARY COMPETITION 2014 ============================================================== Tahun 2014 ini adalah 1 dekade Eagle Award Documentary Competition menginspirasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. harus dipenuhi, seperti kebutuhan untuk mengetahui berita tentang dunia fashion,

BAB I PENDAHULUAN. harus dipenuhi, seperti kebutuhan untuk mengetahui berita tentang dunia fashion, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Media telah menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, bahkan kita tidak akan pernah terlepas dari media. Seiring dengan perkembangan peradaban

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. kedalam bentuk film bukanlah hal baru lagi di Indonesia. membantu dalam menggagas sebuah cerita yang akan disajikan dalam film.

BAB 1 PENDAHULUAN. kedalam bentuk film bukanlah hal baru lagi di Indonesia. membantu dalam menggagas sebuah cerita yang akan disajikan dalam film. 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan berkembangnya media penyampaian suatu cerita sejak Tahun 70-an, film mulai banyak mengambil inspirasi atau karya- karya sastra yang telah ada sebelumnya.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode, Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data 1. Metode Penelitian Dalam melakukan penelitian skripsi tentang kerajinan atau kriya kayu lame di kampung Saradan, penulis menggunakan

Lebih terperinci

53. Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunanetra (SDLB A)

53. Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunanetra (SDLB A) 53. Mata Pelajaran Seni Budaya dan untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunanetra (SDLB A) A. Latar Belakang Muatan seni budaya dan keterampilan sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Republik

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : SMP N 2 BANJAR : Seni Budaya (Seni Teater) : VIII / (Satu) : x pertemuan (3 JP) A. Kompetensi Inti. Menghargai dan

Lebih terperinci

2015 KAJIAN VISUAL POSTER FILM DRAMA PENDIDIKAN SUTRADARA RIRI RIZA PRODUKSI MILES FILMS

2015 KAJIAN VISUAL POSTER FILM DRAMA PENDIDIKAN SUTRADARA RIRI RIZA PRODUKSI MILES FILMS BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu fungsi seni adalah sebagai media komunikasi, dimana dalam setiap unsur seni memiliki pesan yang ingin dikomunikasikan kepada penikmatnya, baik tersirat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan berjalannya waktu, tantangan dan persaingan di era

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan berjalannya waktu, tantangan dan persaingan di era BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan berjalannya waktu, tantangan dan persaingan di era globalisasi pada berbagai aspek kehidupan kian merebak. Persaingan tersebut terjadi dalam aspek

Lebih terperinci

BANDUNG SPIRIT 55 BANDUNG 55

BANDUNG SPIRIT 55 BANDUNG 55 BANDUNG SPIRIT 55 BANDUNG 55 LOMBA MEMBACAKAN NASKAH PIDATO BUNG KARNO - BANDUNG SPIRIT AWARD THE FIRST ASIA-AFRICA INTERNATIONAL PERFORMING ART FESTIVAL 25-30 OKTOBER 2010 Batas akhir pendaftaran: 9 Oktober

Lebih terperinci

Mengelola Arsip Digital Seni Visual

Mengelola Arsip Digital Seni Visual Mengelola Arsip Digital Seni Visual Indonesian Visual Art Archive (IVAA) merupakan transformasi dari Yayasan Seni Cemeti (YSC) yang didirikan tahun 1995 oleh beberapa perupa, manajer seni, wartawan, dan

Lebih terperinci

RANCAK KECAK PASOLA DI PURA LUHUR ULUWATU PERANG SAMBIL BERKUDA MEMBER OF INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR NOVEMBER 2017 NOVEMBER 2017

RANCAK KECAK PASOLA DI PURA LUHUR ULUWATU PERANG SAMBIL BERKUDA MEMBER OF INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR NOVEMBER 2017 NOVEMBER 2017 THE Inflight Magazine of Batik Air NOVEMBER 2017 RANCAK KECAK DI PURA LUHUR ULUWATU PASOLA PERANG SAMBIL BERKUDA TIDAK DIBAWA PULANG MEMBER OF i { ART } 40 NATEE UTARIT Kritik untuk Kapitalisme dan Modernisasi

Lebih terperinci

Simbol dan Repetisi bersama Albert Yonathan Febrina Anindita (F) berbincang dengan seniman Albert Yonathan (A)

Simbol dan Repetisi bersama Albert Yonathan Febrina Anindita (F) berbincang dengan seniman Albert Yonathan (A) Simbol dan Repetisi bersama Albert Yonathan Febrina Anindita (F) berbincang dengan seniman Albert Yonathan (A) Dikenal sebagai seniman perwakilan Indonesia di Venice Biennale 2013, Albert Yonathan menunjukkan

Lebih terperinci

INDONESIA ART AWARDS 2013

INDONESIA ART AWARDS 2013 1 INDONESIA ART AWARDS 2013 Yayasan Seni Rupa Indonesia Indonesia Art Award adalah program Yayasan Seni Rupa Indonesia yang diselenggarakan sejak 1994, mula- mula dengan nama Phillip Morris Indonesia Art

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, yakni dengan penggunaan handphone

BAB I PENDAHULUAN. dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, yakni dengan penggunaan handphone 1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Perkembangan zaman yang ditandai dengan munculnya kemajuan teknologi dan informasi yang semakin pesat membuat kehidupan manusia menjadi serba mudah. Salah satunya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. proses dimana komunikasi tersebut dicari, digunakan, dan dikonsumsi oleh. audiens, pusat dari komunikasi massa adalah media.

BAB I PENDAHULUAN. proses dimana komunikasi tersebut dicari, digunakan, dan dikonsumsi oleh. audiens, pusat dari komunikasi massa adalah media. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Komunikasi adalah suatu proses dimana organisasi media memproduksi dan menyebarkan pesan kepada publik secara luas dan pada sisi lain merupakan proses dimana

Lebih terperinci

: Ainul Khilmiah, Ella yuliatik, Anis Citra Murti, Majid Muhammad Ardi SMART?: SEBUAH TAFSIR SOLUSI IDIOT ATAS PENGGUNAAN TEKNOLOGI

: Ainul Khilmiah, Ella yuliatik, Anis Citra Murti, Majid Muhammad Ardi SMART?: SEBUAH TAFSIR SOLUSI IDIOT ATAS PENGGUNAAN TEKNOLOGI Ditulis oleh : Ainul Khilmiah, Ella yuliatik, Anis Citra Murti, Majid Muhammad Ardi Pada 08 November 2015 publikasi film SMART? dalam screening mononton pada rangkaian acara Kampung Seni 2015 pukul 20.30

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. (Hasanuddin, 1996:1). Dimensi pertama, drama sebagai seni lakon, seni peran

BAB 1 PENDAHULUAN. (Hasanuddin, 1996:1). Dimensi pertama, drama sebagai seni lakon, seni peran BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian Drama merupakan karya yang memiliki dua dimensi karakter (Hasanuddin, 1996:1). Dimensi pertama, drama sebagai seni lakon, seni peran atau seni pertunjukan.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia informasi di era globalisasi seperti sekarang ini sangat berkembang pesat khususnya media elektronik seperti televisi. Di Indonesia siaran televisi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Program talk show merupakan suatu format acara yang dikemas dengan adanya suatu perbincangan maupun diskusi dengan mengundang narasumber maupun bintang tamu. Program

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran merupakan kunci keberhasilan sumber daya manusia untuk

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran merupakan kunci keberhasilan sumber daya manusia untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembelajaran merupakan kunci keberhasilan sumber daya manusia untuk mengikuti perkembangan zaman. Pembelajaran memiliki peran serta mendidik siswa agar menjadi manusia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penciptaan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penciptaan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan Seni lukis merupakan salah satu bagian dari cabang seni yang memiliki unsur dua dimensi dan sangat terkait dengan gambar. Secara historis terlihat bahwa sejak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam perancangan ini penulis membuat Desain Merchandise Dalam Event Benyamin Days. Untuk membuat masyarakat mengetahui sejarah dari Benyamin Sueb itu lebih dalam. Bernama

Lebih terperinci

PENDAHULUAN BAB I. Latar belakang

PENDAHULUAN BAB I. Latar belakang BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar belakang Animasi (anime) merupakan sebuah produk entertaintment, media, bahkan industri yang sangat pesat perkembangannya seiring dengan perkembangan teknologi. Penggunaannya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kesenian tradisional pada Masyarakat Banten memiliki berbagai

BAB I PENDAHULUAN. Kesenian tradisional pada Masyarakat Banten memiliki berbagai 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Kesenian tradisional pada Masyarakat Banten memiliki berbagai keanekaragaman seperti yang terdapat di daerah lain di Indonesia. Kesenian tersebut di antaranya

Lebih terperinci

17. URUSAN WAJIB KEBUDAYAAN

17. URUSAN WAJIB KEBUDAYAAN 17. URUSAN WAJIB KEBUDAYAAN A. KEBIJAKAN PROGRAM Kebijakan Program Urusan Wajib Kebudayaan dititikberatkan pada pengembangan seni dan budaya sebagai daya tarik wisata. Hal tersebut didasarkan dengan pertimbangan

Lebih terperinci

Fighting Inequality for Better Growth

Fighting Inequality for Better Growth Panduan Sesi IDF 2017 Indonesia Development Forum 2017 Fighting Inequality for Better Growth Jakarta, 9-10 August 2017 PANDUAN SESI IDF 2017 Daftar Isi 1. Pembagian acara a. Sesi pleno b. Sesi parallel

Lebih terperinci

BAB I PENGANTAR. 1.1 Latar Belakang. cara hidup sehari-hari masyarakat. Kesenian tradisional biasanya bersumber pada

BAB I PENGANTAR. 1.1 Latar Belakang. cara hidup sehari-hari masyarakat. Kesenian tradisional biasanya bersumber pada BAB I PENGANTAR 1.1 Latar Belakang Kesenian tradisional adalah kesenian rakyat yang merupakan refleksi dari cara hidup sehari-hari masyarakat. Kesenian tradisional biasanya bersumber pada mitos, sejarah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. daya alam dan sumber daya manusia harus maksimal agar bisa menyejahterakan

BAB I PENDAHULUAN. daya alam dan sumber daya manusia harus maksimal agar bisa menyejahterakan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Objek Dalam era pembangunan seperti sekarang ini, sebuah negara diharuskan untuk bisa berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, pengelolaan sumber daya alam dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seluruh Warga Negara Indonesia berhak untuk mendapatkan pendidikan. Hal ini tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945, yang mewajibkan pemerintah menyediakan pendidikan

Lebih terperinci

: RISTIYANTO CAHYO WIBOWO. : TEGAL KOPEN RT 19/RW 29 NO.822 BAHAN DAN MEDIA : POTONGAN POTONGAN MAJALAH, DRAWING PEN, PEN COLOUR DI ATAS KERTAS.

: RISTIYANTO CAHYO WIBOWO. : TEGAL KOPEN RT 19/RW 29 NO.822 BAHAN DAN MEDIA : POTONGAN POTONGAN MAJALAH, DRAWING PEN, PEN COLOUR DI ATAS KERTAS. NAMA : RISTIYANTO CAHYO WIBOWO. TEMPAT & TANGGAL LAHIR : YOGYAKARTA,.15 JULI 1984. ALAMAT : TEGAL KOPEN RT 19/RW 29 NO.822 NO. HP : 081 802 686 916 BANGUNTAPAN BANTUL JUDUL UKURAN TEKNIK FORMAT : SAUDARI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Potensi Kota Yogyakarta Sebagai Kota Budaya Dan Seni

BAB I PENDAHULUAN Potensi Kota Yogyakarta Sebagai Kota Budaya Dan Seni BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1 Potensi Kota Yogyakarta Sebagai Kota Budaya Dan Seni Kota Yogyakarta merupakan kota yang terkenal dengan anekaragam budayanya, seperti tatakrama, pola hidup yang

Lebih terperinci

Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen dengan Strategi Copy The Master Melalui Media Audio Visual pada Siswa Kelas IX-C SMPN 2 ToliToli

Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen dengan Strategi Copy The Master Melalui Media Audio Visual pada Siswa Kelas IX-C SMPN 2 ToliToli Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen dengan Strategi Copy The Master Melalui Media Audio Visual pada Siswa Kelas IX-C SMPN 2 ToliToli Mashura SMP Negeri 2 ToliToli, Kab. ToliToli, Sulteng ABSTRAK Strategi

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. beragam konteks. Cultural Studies, istilah ini diciptakan oleh Richard

I. PENDAHULUAN. beragam konteks. Cultural Studies, istilah ini diciptakan oleh Richard I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Cultural Studies atau kajian budaya adalah studi kebudayaan atas praktek signifikasi representasi, dengan mengeksplorasi pembentukan makna pada beragam konteks. Cultural

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS FESTIVAL FILM PENDEK KEMARITIMAN 2017

PETUNJUK TEKNIS FESTIVAL FILM PENDEK KEMARITIMAN 2017 PETUNJUK TEKNIS FESTIVAL FILM PENDEK KEMARITIMAN 2017 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KEMARITIMAN REPUBLIK INDONESIA 2017 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan Negara kepulauan yang terdiri

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia. Kondisi geografis Indonesia menyebabkan adanya keanekaragaman,

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia. Kondisi geografis Indonesia menyebabkan adanya keanekaragaman, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan negara dengan wilayah yang sangat luas, terdiri dari sekitar 500 kota atau kabupaten yang tersebar di seluruh pulau pulau yang ada di Indonesia.

Lebih terperinci

Patung dalam Seni Rupa Kontemporer Indonesia

Patung dalam Seni Rupa Kontemporer Indonesia Patung dalam Seni Rupa Kontemporer Indonesia Anusapati SENI PATUNG DALAM WACANA SENI RUPA KONTEMPORER INDONESIA 1* Anusapati Patung dan aspek-aspek utamanya Di dalam ranah seni klasik/tradisi, pengertian

Lebih terperinci

CALL FOR ENTRIES: DENPASAR 2017

CALL FOR ENTRIES: DENPASAR 2017 CALL FOR ENTRIES: DENPASAR 2017 DenPasar 2017 adalah program yang bertujuan membangun seniman dan komunitas/pekerja kreatif muda dari berbagai disiplin yang berbeda-beda untuk berkumpul dalam satu pameran

Lebih terperinci

BAB 2 DATA DAN ANALISA. Untuk mempelajari perkembangan anak dari usia 2 tahun, ada baiknya

BAB 2 DATA DAN ANALISA. Untuk mempelajari perkembangan anak dari usia 2 tahun, ada baiknya 4 BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data Perkembangan Balita Untuk mempelajari perkembangan anak dari usia 2 tahun, ada baiknya mengetahui sekelumit pertumbuhan fisik dan sisi psikologinya. Ada beberapa aspek

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Seni Tari Sebagai Hasil dari Kreativitas Manusia. dan lagu tersebut. Perpaduan antara olah gerak tubuh dan musik inilah yang

BAB I PENDAHULUAN Seni Tari Sebagai Hasil dari Kreativitas Manusia. dan lagu tersebut. Perpaduan antara olah gerak tubuh dan musik inilah yang BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG 1.1.1. Seni Tari Sebagai Hasil dari Kreativitas Manusia Makin berkembangnya pola pikir manusia dari tahun ke tahun, makin berkembang pula kreativitas manusia tersebut.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada era modern sekarang ini, industri memiliki peran yang besar dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Khususnya di Indonesia yang sering di bahas oleh

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah :... Mata Pelajaran : Seni Budaya / Seni Rupa Kelas/Semester : IX / I Alokasi Waktu : 2 x 40 menit Satandar Kompetensi : 1 Mengapresiasi karya seni rupa Kompetensi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Hitam dan putih adalah konsep dualisme yang ada di masyarakat, dimana

BAB I PENDAHULUAN. Hitam dan putih adalah konsep dualisme yang ada di masyarakat, dimana BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Hitam dan putih adalah konsep dualisme yang ada di masyarakat, dimana hitam sering identik dengan salah dan putih identik dengan benar. Pertentangan konsep

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Latar Belakang Eksistensi Proyek

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Latar Belakang Eksistensi Proyek BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.1.1. Latar Belakang Eksistensi Proyek Indonesia merupakan negara yang kaya akan produk seni. Berbagai produk seni yang khas dapat ditemukan di hampir seluruh daerah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masyarakat yang padat akan aktifitas membutuhkan hiburan dan informasi yang cepat, mudah dan murah. Ketat dan pesatnya persaingan dalam industri televisi khususnya

Lebih terperinci

79. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunadaksa (SMALB D)

79. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunadaksa (SMALB D) 627 79. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunadaksa (SMALB D) A. Latar belakang Muatan seni budaya sebagaimana yang diamanatkan dalam PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam memenuhi kebutuhannya akan informasi (Kuswandi ; 2008:99).

BAB I PENDAHULUAN. dalam memenuhi kebutuhannya akan informasi (Kuswandi ; 2008:99). BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring perkembangan jaman, televisi bukanlah lagi merupakan kebutuhan tersier bagi masyarakat melainkan sebagai kebutuhan yang harus dipenuhi setiap hari. Setidaknya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berkomunikasi antar umat manusia satu sama lain. Komunikasi begitu sangat penting

BAB I PENDAHULUAN. berkomunikasi antar umat manusia satu sama lain. Komunikasi begitu sangat penting 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sejarah perkembangan kehidupan manusia di dunia tidak terlepas dari proses komunikasi, dimulai sejak perolehan bahasa dan tulisan yang digunakan sebagai alat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pada masa sekarang ini banyak ditemukan berbagai jenis peralatan teknologi

BAB I PENDAHULUAN. Pada masa sekarang ini banyak ditemukan berbagai jenis peralatan teknologi BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah Pada masa sekarang ini banyak ditemukan berbagai jenis peralatan teknologi yang membuat manusia lebih mudah, baik dalam bekerja, memenuhi kebutuhan hidup dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pusat Seni Rupa di Yogyakarta dengan Analogi Bentuk Page 1

BAB I PENDAHULUAN. Pusat Seni Rupa di Yogyakarta dengan Analogi Bentuk Page 1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Pengertian judul Pusat : merupakan Pokok Pangkal atau yang menjadi pumpunan(berbagai, urus hal,dsb) (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1990) Seni : Keahlian membuat karya yang bermutu

Lebih terperinci