ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3"

Transkripsi

1 ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3 Yulita Veranda Usman 1, Wiwi Yaren 2 1,2) Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Pancasila 1) Abstrak Pertumbuhan penduduk menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan perumahan, sedangkan ketersediaan lahan semakin sempit dan persaingan semakin ketat. Salah satu lokasi perumahan yang berkembang pesat adalah Kota Bekasi, dimana terdapat perumahan Bekasi Timur Regensi 3. Ketatnya persaingan mengharuskan perusahaan memiliki strategi yang tepat untuk memasarkan Bekasi Timur Regensi 3. Berdasarkan analisis faktor internal diperoleh skor terbobot sebesar 3,369, sedangkan faktor ekternal memiliki skor 3,435 dan pemetaan pada matrks IE diperoleh strategi yang sesuai adalah grow and build. Analisis SWOT dihasilkan strategi S-O adalah meningkatkan pangsa pasar; S-T adalah menciptakan produk yang berkualitas, W-O adalah meningkatkan volume penjualan, sedangkan W-T adalah meningkatkan kegiatan promosi yang intensif dan efektif. Dari analisis matriks QSPM diperoleh alternatif strategi yang menjadi prioritas dengan nilai TAS sebesar 6,829, yaitu meningkatkan volume penjualan melalui peningkatkan target penjualan dan perluasan pasar sasaran serta meningkatkan pengawasan terhadap hasil kerja kontraktor di lapangan dengan melakukan pengecekan berkala. Kata Kunci : Bekasi, matriks IE, SWOT, matriks QSPM, strategi pemasaran perumahan 1. PENDAHULUAN Rumah adalah salah satu unsur utama bagi kesejahteraan rakyat. Rumah merupakan kebutuhan akan tempat yang dapat dipergunakan sebagai tempat berteduh, disamping sandang dan pangan. Dalam masyarakat yang adil dan makmur, sudah saatnya rakyat memiliki tempat tinggal yang layak. Pada masa sekarang ini, pertumbuhan sektor perumahan di tanah air terbilang sangat pesat pertumbuhannya didorong oleh meningkatnya permintaan masyarakat akan perumahan yang sesuai dengan tingkat kebutuhannya. Jakarta merupakan salah kota dengan tingkat kebutuhan rumah yang sangat tinggi. Penduduk kota Jakarta dari tahun ke tahun terus bertambah. Selain [Yulita V. Usman] ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3 83

2 karena kelahiran, banyaknya pendatang dari daerah lain membuat Jakarta semakin padat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah pertumbuhan penduduk kota Jakarta mencapai rata-rata jiwa [1]. Pertumbuhan jumlah penduduk kota Jakarta dengan Persentase rata-rata per tahun 2,48%. Hal ini terjadi juga pada Kota Bekasi yang penduduknya terus bertambah. Berdasarkan Badan Pusat Statistik, jumlah pertumbuhan penduduk kota Bekasi mencapai rata-rata jiwa [1]. Pertumbuhan jumlah penduduk Kota Bekasi dengan persentase rata-rata per tahun 11,65%. Pertumbuhan penduduk kota Jakarta dan kota Bekasi dari tahun dapat dilihat pada tabel 1. Pertambahan penduduk di Jakarta dan Bekasi ini menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan papan atau perumahan. Di sisi lain, semakin lama ketersediaan lahan untuk tempat tinggal semakin sempit, mengakibatkan harga tanah dan rumah semakin mahal. Berdasarkan data dari Kementerian Perumahan Rakyat pada tahun , jumlah permintaan rumah di Jakarta mencapai , dan unit/tahun rumah baru, perkiraan penawaran rumah baru hanya , , dan unit/tahun [2]. Dipihak lain perkiraan jumlah permintaan rumah baru di kota Bekasi menurut Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Bekasi pada tahun sekitar , dan unit/tahun, sedangkan penawaran rumah baru di kota Bekasi hanya 7.515, dan unit/tahun [3]. Permintaan dan penawaran perumahan di kota Jakarta dan kota Bekasi ditunjukan dalam gambar 1 dan 2 Tabel 1. Pertumbuhan Penduduk % No. Tahun Jakarta Ratarata Bekasi % Ratarata , , , , , , , , , , , ,38 Rata-rata , ,65 Sumber : Badan Pusat Statistik 84 ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3 [Yulita V. Usman]

3 Jumlah Perumahan (Unit) Demand Supply Tahun Gambar 1. Grafik Permintaan dan Penawaran Perumahan di Kota Jakarta Dari grafik permintaan dan penawaran pada gambar 1. dan 2. dapat disimpulkan bahwa permintaan lebih besar dari pada penawaran, sehingga membuka peluang pangsa pasar bagi pengembang Jumlah Perumahan (Unit) Demand Supply Tahun Gambar 2. Grafik Permintaan dan Penawaran Perumahan di Kota Bekasi Oleh sebab itu, pokok permasalahan penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a) Faktor-faktor internal apa saja yang menjadi kekuatan dan kelemahan pemasaran perumahan Bekasi Timur Regensi 3? b) Faktor-faktor eksternal apa saja yang menjadi peluang dan ancaman pemasaran perumahan Bekasi Timur Regensi 3? c) Bagaimana strategi pemasaran yang tepat bagi perumahan Bekasi Timur Regensi 3? Maksud dan tujuan penulisan penelitian ini adalah : 1) Mengetahui faktor-faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan pemasaran perumahan Bekasi Timur Regensi 3 [Yulita V. Usman] ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3 85

4 2) Mengetahui faktor-faktor ekternal yang menjadi peluang dan ancaman pemasaran perumahan Bekasi Timur Regensi 3 3) Merancang strategi pemasaran yang tepat bagi perumahan Bekasi Timur Regensi 3 2. LANDASAN TEORI 2.1. Analisis Lingkungan Internal Menurut Umar (2003), analisis terhadap lingkungan internal dapat dilakukan dengan menggunakan alat analisis berupa matriks IFE (Internal Factor Evaluation) [4]. Matriks IFE digunakan untuk mengetahui faktor-faktor internal perusahaan berkaitan dengan kekuatan dan kelemahan yang dianggap penting, misalnya dari aspek manajemen, keuangan, SDM, pemasaran, sistem informasi dan produksi/operasi. Matriks tersebut dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Matriks faktor strategi internal Faktor-faktor Bobot Rating Skor strategi internal Kekuatan: 1 2 Kelemahan 1 2 Total 1,00 Sumber: Rangkuti (2005) [5] 2.2. Analisis Lingkungan Eksternal Menurut Umar (2003), analisis terhadap lingkungan eksternal perusahaan dapat dilakukan dengan menggunakan analisis matriks EFE (External Factor Evaluation) [4]. Data eksternal dikumpulkan untuk menganalisis hal-hal menyangkut persoalan ekonomi, sosial, budaya, demografi, lingkungan, politik, pemerintahan, hukum, teknologi, persaingan di pasar industri dimana perusahaan berada, serta data eksternal relevan lainnya. Matriks EFE dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Matriks faktor strategi eksternal Faktor-faktor Bobot Rating Skor strategi eksternal Peluang 1 2 Ancaman 1 2 Total 1,00 Sumber: Rangkuti (2005) [5] 2.3. Matriks Internal-Eksternal (IE) 86 ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3 [Yulita V. Usman]

5 Gambar 3. Matriks IE Matriks IE berguna untuk memposisikan suatu strategic business unit (SBU) perusahaan ke dalam matriks yang terdiri atas sembilan sel. Matriks IE terdiri dari dua dimensi, yaitu: - Dimensi X: total skor dari matriks IFE - Dimensi Y: total skor dari matriks EFE Matriks Strength, Weakness, Opportunity and Threat (SWOT) Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan (Rangkuti, 2005) [5]. Matriks SWOT adalah alat yang digunakan untuk menyusun faktor-faktor strategis perusahaan. Matriks ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi perusahaan, dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Tabel 4. Matriks SWOT IFE Strength (S) EFE Weakness (W) Opportunities (O) Strategi SO Strategi WO Threat (T) Strategi ST Strategi WT Sumber: Rangkuti (2005) [5] 2.5. Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) Teknik ini menunjukan strategi alternatif mana yang paling baik untuk dipilih. Menurut Umar (2003), QSPM adalah alat yang direkomendasikan bagi para ahli strategi untuk melakukan evaluasi pilihan strategi alternatif secara obyektif, berdasarkan key success factors internal-eksternal yang telah diidentifikasikan sebelumnya [4]. [Yulita V. Usman] ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3 87

6 Tabel 5. Matriks QSPM Faktorfaktor sukses kritis Bobot Peluang Ancaman Kelemahan Jumlah Total Nilai Daya Tarik Sumber : David, 2002 [6] ALTERNATIF STRATEGI Strategi I Strategi II Strategi III AS TAS AS TAS AS TAS 3. PENGUMPULAN DATA Pemasaran merupakan kegiatan yang sangat penting dalam menjalankan suatu usaha dan harus mempunyai strategi yang tepat untuk memasarkan produknya. PT Cakrawala Nusa Dimensi selama ini dalam memasarkan BTR 1 dan 2 mempunyai lima strategi pemasaran yang telah dijalankan, antara lain : 1. Strategi Produk Semua tipe rumah yang ada di Perumahan Bekasi Timur Regensi 3 yaitu model minimalis. 2. Strategi Harga Harga yang ditentukan oleh PT Cakrawala Nusa Dimensi untuk masing-masing tipe rumah berbeda tergantung luas bangunan dan luas tanahnya. Harga jual tersebut sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Biaya Pecahan Sertifikat, biaya untuk mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), instalasi listrik sesuai spesifikasi, pemasangan pompa air listrik, dan biaya Akte Jual Beli (AJB). Tetapi, harga tersebut belum termasuk Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), biaya proses, KPR, harga kelebihan tanah, dan biayabiaya materai. BPHTB dihitung dari = (Harga Jual Rp ,-) x 5 %. 3. Strategi Tempat Perumahan Bekasi Timur Regensi 3 terletak di Cimuning, Bekasi Timur, dan berdekatan dengan beberapa kawasan industri. Lokasi perumahan mudah dijangkau, karena didukung oleh kemudahan akses menuju perumahan yaitu melalui Akses Tol Tambun, Tol Bekasi Timur, Tol Bekasi Barat atau Jl. Raya Narogong dan Jl. Raya setu Bantargebang. 4. Strategi Distribusi Strategi distribusi adalah strategi pelayanan perumahan kepada konsumen berdasarkan cara pembayaran yang dilakukan. PT Cakrawala Nusa Dimensi melakukan strategi distribusi dengan membuka kantor pemasaran Perumahan Bekasi Timur Regensi 3. Dengan adanya kantor pemasaran, maka Perumahan Bekasi Timur Regensi 3 dapat memberikan pelayanan dan informasi lengkap mengenai produk yang terdapat di Perumahan Bekasi Timur Regensi Strategi Promosi Promosi berguna untuk mengkomunikasikan produk kepada masyarakat. Diharapkan dengan adanya promosi suatu produk dapat dikenal oleh 88 ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3 [Yulita V. Usman]

7 mas3yarakat dan menimbulkan ketertarikan konsumen untuk membelinya. Agar produk perumahannya dikenal oleh masyarakat PT Cakrawala Nusa Dimensi melakukan beberapa promosi diantaranya dengan cara : - Sales Inhouse - Agent - Iklan di Media Cetak - Pameran - Event Khusus 4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Lingkungan Internal PT Cakrawala Nusa Dimensi Penyusunan strategi pemasaran perumahan Bekasi Timur Regensi dilakukan dengan cara menganalisis faktor-faktor internal yang dihadapi oleh perusahaan. Analisis terhadap faktor-faktor internal perusahaan merupakan tahap untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dihadapi perusahaan dalam persaingan. Kekuatan PT CND Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka diperoleh beberapa kekuatan yang dimiliki PT Cakrawala Nusa Dimensi dalam memasarkan perumahannya. Kekuatan yang dimiliki perusahaan tersebut antara lain: - Nilai investasi yang terus meningkat - Adanya perluasan pembangunan - Penyediaan fasilitas umum/fasilitas sosial - Harga bersaing - Lokasi yang strategis - Kemudahan pembayaran uang muka yang rendah atau bisa dicicil (KPR) - Pengembang yang berpengalaman Kelemahan Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka diketahui kelemahan yang ada pada PT Cakrawala Nusa dimensi. Kelemahan tersebut adalah pengawasan yang kurang. Pengawasan terhadap hasil kerja kontraktor kurang dilakukan oleh pengembang, sehingga banyak konsumen yang mengajukan keluhan, misalnya terhadap atap yang bocor, dinding tembok yang retak-retak. Setelah konsumen melakukan pengaduan, baru pihak pengembang lewat kontraktor melakukan pengecekan dan memperbaikinya Lingkungan Eksternal PT Cakrawala Nusa Dimensi Faktor-faktor eksternal perusahaan dianalisis untuk mengetahui peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan dalam persaingan. Faktor-faktor eksternal berada di luar kekuasaan atau kendali pemasar. Faktor eksternal yang dihadapi [Yulita V. Usman] ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3 89

8 perusahaan berupa lingkungan eksternal perusahaan yang terdiri dari lingkungan mikro dan makro. Lingkungan Mikro: Pesaing, Pemasok, Pembeli / Konsumen, Pekerjaan, Pendapatan. Lingkungan Makro: Faktor Hukum dan Politik, Faktor Sosial Budaya, Faktor Ekonomi, Demografi. Lingkungan Industri: Ancaman Masuk Pendatang Baru, Persaingan sesama perusahaan dalam industri, Ancaman dari produk pengganti, Kekuatan tawar menawar pemasok, Kekuatan tawar menawar pembeli, Pengaruh kekuatan stakeholder lainnya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa: Peluang Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diperoleh beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan oleh PT Cakrawala Nusa Dimensi dalam memasarkan produk perumahannya. Peluang tersebut antara lain: - Target market yang besar - Tingkat bunga KPR yang rendah - Adanya Loyalitas Pemasok - Dibangunnya ruko-ruko pada setiap cluster Ancaman - Kenaikan tingkat bunga KPR - Adanya Isu Pencemaran Lingkungan - Peningkatan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) - Kenaikan harga material - Munculnya berbagai perumahan baru di Bekasi Pembangunan perumahan baru banyak bermunculan di kota Bekasi. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan sesama industri perumahan makin meningkat. Perumahan-perumahan tersebut berlomba mendapatkan konsumen. Untuk mengatasi hal ini tidak mudah, perusahaan harus bisa menarik konsumen dengan kekuatan yang ada Evaluasi Faktor Internal (Matriks IFE) Matriks IFE digunakan untuk mengetahui seberapa besar peranan dari faktorfaktor internal yang terdapat pada perusahaan. Matriks IFE disusun berdasarkan hasil identifikasi dari kondisi lingkungan internal perusahaan berupa kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh PT Cakrawala Nusa Dimensi. Tabel 6. Penilaian Faktor Internal Perumahan Bekasi Timur Regensi 3 No. Faktor Internal Kekuatan Bobot (a) Rating (b) Skor Terbobot (a x b) 1. Lokasi yang strategis 0,128 3,1 0, Penyediaan fasilitas umum/fasilitas sosial 0,123 3,9 0, ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3 [Yulita V. Usman]

9 No. Faktor Internal Kekuatan Bobot (a) Rating (b) Skor Terbobot (a x b) 3. Pengembang yang berpengalaman 0,111 3,0 0, Perluasan pembangunan 0,128 4,0 0, Nilai investasi yang terus meningkat 0,140 3,7 0, Harga yang bersaing 0,132 3,6 0, Kemudahan pembayaran uang muka 0,119 3,1 0,369 Kelemahan 1. Pengawasan yang kurang terhadap hasil kerja kontraktor 0,119 2,4 0,286 Total 1,000 3,369 Berdasarkan matriks IFE di atas didapatkan total nilai skor terbobot sebesar 3,369. Menurut Husein Umar (2003), jika nilai skor terbobot di atas 2,50 menandakan bahwa secara internal perusahaan pada posisi kuat [4]. Sebaliknya, jika nilai skor terbobot di bawah 2,50 menandakan perusahaan pada posisi lemah. Dengan nilai skor terbobot sebesar 3,369, dapat disimpulkan bahwa perusahaan pada posisi kuat. Kondisi tersebut menunjukkan faktor internal PT Cakrawala Nusa Dimensi relatif lebih kuat dalam memanfaatkan kekuatan yang dimiliki dan mampu mengatasi kelemahannya. Kekuatan utama yang dimiliki PT Cakrawala Nusa Dimensi adalah nilai investasi yang terus meningkat dengan skor sebesar 0,518. Pada posisi kedua ditempati oleh perluasan pembangunan dengan skor 0,512. Posisi ketiga dan keempat ditempati oleh penyediaan fasilitas umum/fasilitas sosial dan Harga yang bersaing dengan skor masing-masing 0,480 dan 0,475. Posisi kelima adalah lokasi yang strategis dengan skor 0,397. Serta pada posisi keenam dan ketujuh yaitu kemudahan pembayaran uang muka yang rendah atau bisa dicicil dan pengembang yang berpengalaman dengan masing-masing skor 0,369 dan 0,333. Kelemahan yang dimiliki PT Cakrawala Nusa Dimensi yaitu pengawasan yang kurang terhadap hasil kerja kontraktor dengan skor 0, Evaluasi Faktor Eksternal (Matriks EFE) Berdasarkan hasil identifikasi dari kondisi lingkungan eksternal diperoleh beberapa peluang dan ancaman yang dihadapi PT Cakrawala Nusa Dimensi dalam memasarkan perumahan. Peluang yang dapat dimanfaatkan oleh PT Cakrawala Nusa Dimensi adalah target market yang besar, dibangunnya rukoruko pada setiap cluster, tingkat bunga KPR yang rendah, dan adanya Loyalias Pemasok. Sedangkan ancaman yang harus dihadapi oleh PT Cakrawala Nusa Dimensi adalah Munculnya berbagai perumahan baru di Bekasi, Kenaikan tingkat bunga KPR, Peningkatan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Kenaikan harga material. Tabel 7. Matriks EFE Perumahan Bekasi timur Regensi 3 No. Faktor Eksternal Bobot (a) Rating (b) Skor Terbobot (a x b) [Yulita V. Usman] ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3 91

10 Peluang 1. Target market yang besar 0,112 3,9 0, Dibangunnya ruko-ruko pada setiap cluster 0,093 3,1 0, Tingkat bunga KPR yang rendah 0,116 3,4 0, Adanya Loyalitas Pemasok 0,105 3,7 0,389 Ancaman 1. Munculnya berbagai perumahan baru di Bekasi 0,105 3,1 0, Kenaikan tingkat bunga KPR 0,124 3,4 0, Peningkatan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) 0,116 3,3 0, Kenaikan harga material 0,116 3,3 0, Adanya Isu Pencemaran Lingkungan 0,112 3,7 0,414 Total 1,000 3,435 Berdasarkan matriks EFE di atas didapatkan total skor terbobot sebesar 3,435. Hal ini menunjukan PT Cakrawala Nusa Dimensi mampu merespon faktor eksternal dengan memanfaatkan peluang yang ada untuk mengatasi ancaman. Menurut Husein Umar (2003), apabila skor total dari matriks EFE sebesar 4,0 mengindikasikan bahwa perusahaan merespon dengan sangat baik peluangpeluang yang ada dan menghindari ancaman-ancaman dari di pasar industrinya [4]. Sementara jika skor total 1,0 menunjukan bahwa perusahaan tidak memanfaatkan peluang-peluang yang ada atau tidak menghindari ancamanancaman eksternal. Peluang utama yang dihadapi PT Cakrawala Nusa Dimensi adalah target market yang besar dengan skor 0,437. Peluang yang berada di urutan kedua yaitu tingkat bunga KPR yang rendah dengan skor 0,394. Peluang yang ada di urutan ketiga dan keempat yaitu adanya loyalitas pemasok dan dibangunnya ruko-ruko pada setiap cluster dengan skor masing-masing 0,389 dan 0,288. Ancaman utama yang dihadapi PT Cakrawala Nusa Dimensi adalah kenaikan tingkat bunga KPR dengan skor 0,422. Ancaman yang kedua yaitu adanya isu pencemaran lingkungan skor 0,414. Ancaman ketiga dan kemepat yaitu peningkatan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kenaikan harga material dengan skor yang sama 0,383. Sedangkan ancaman yang terkahir yaitu Munculnya berbagai perumahan baru di Bekasi dengan skor 0, Evaluasi Matriks Internal Eksternal (IE) Matriks IE disusun berdasarkan kondisi lingkungan internal dan eksternal perusahaan yang digabungkan dari matriks IFE dan EFE. Berdasarkan hasil analisis faktor internal menggunakan matriks IFE diperoleh skor terbobot sebesar 3,369. Sedangkan hasil analisis faktor eksternal menggunakan matriks EFE diperoleh skor terbobot sebesar 3,435. Berdasarkan dari dua nilai tersebut PT Cakrawala Nusa Dimensi dalam memasarkan perumahan menempati posisi pada sel I. Strategi yang dapat diambil yaitu strategi Grow and Build. Strategi yang cocok yaitu strategi intensif seperti market penetration, market development dan product development. Market penetration merupakan strategi yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk meningkatkan penjualan atas produk dan pasar yang telah tersedia melalui usaha-usaha pemasaran yang lebih intensif. Market development adalah strategi yang bertujuan untuk mendapatkan pasar atau 92 ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3 [Yulita V. Usman]

11 konsumen yang baru. Target pasar yang pada awalnya dikhususkan untuk segmen tertentu sekarang segmennya diperluas. Product development adalah strategi peningkatan produk dengan pasar yang dituju masih sama. Gambar 4. Matriks IE PT CND 4.6. Matriks SWOT Kombinasi dari faktor internal dan eksternal perusahaan disusun secara sistematis dan terstruktur sehingga menghasilkan empat macam strategi. Strategi yang terbentuk yaitu strategi S-O, S-T, W-O dan W-T. Strategi S-O (Strength-Opportunity) Strategi S-O adalah strategi yang menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk meraih peluang-peluang yang ada di luar perusahaan. Strategi yang dapat digunakan yaitu meningkatkan pangsa pasar dengan membidik pasar karyawan dan wiraswasta dengan memanfaatkan peluang target pasar yang besar, tingkat bunga KPR yang rendah, adanya loyalitas pemasok serta dibangunnya ruko-ruko pada setiap cluster yang dapat menarik perhatian konsumen. Strategi S-T (Strength-Threath) Strategi S-T adalah strategi yang menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk menghindari atau mengurangi dampak dari ancamanancaman yang berasal dari luar perusahaan. Strategi S-T yang dihasilkan yaitu menciptakan produk yang berkualitas dengan menggunakan bahan baku yang baik dan tenaga kerja yang ahli. Strategi W-O (Weakness-Opportunity) Strategi W-O adalah strategi yang dilakukan dengan memperkecil kelemahan internal perusahaan dan memanfaatkan peluang-peluang yang ada di luar perusahaan. Strategi W-O yang dihasilkan yaitu meningkatkan volume penjualan melalui peningkatan target penjualan dan perluasan pasar sasaran serta meningkatkan pengawasan terhadap hasil kerja kontraktor di lapangan dengan melakukan pengecekan berkala. Strategi ini dilakukan agar rumah yang dikerjakan kontraktor tidak banyak [Yulita V. Usman] ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3 93

12 mendapat keluhan dari konsumen yang dapat menurunkan citra perusahaan. Strategi W-T (Weakness-Threat) Strategi WT yaitu staregi yang dilakukan dengan cara menciptakan suatu strategi untuk meminimalkan kelemahan serta menghadapi persaingan usaha yang sangat tinggi. Salah satu strategi yang dapat digunakan yaitu meningkatkan promosi di media yang tepat. Langkah yang dapat dilakukan yaitu dengan meningkatkan promosi di media cetak maupun media elektronik/online, contohnya Koran, majalah perumahan, TV maupun internet. Tabel 8. Analisis Matriks SWOT Perumahan Bekasi Timur Regensi Strength (S)/Kekuatan Nilai investasi yang terus meningkat Perluasan pembangunan Penyediaan fasilitas umum Harga yang bersaing Lokasi yang strategis Kemudahan pembayaran uang muka Pengembang yang berpengalaman Weakness (W)/Kelemahan Pengawasan yang kurang terhadap hasil kerja kontraktor Opportunities Strategi S-O Strategi W-O Target market yang besar Tingkat bunga KPR yang rendah Meningkatkan pangsa pasar dengan membidik pasar karyawan dan wiraswasta Meningkatkan volume penjualan melalui dengan memanfaatkan peluang target pasar peningkatan target penjualan, perluasan yang besar, tingkat bunga KPR yang rendah pasar sasaran dan meningkatkan dan loyalitas pemasok dan dibangunnya rukoruko pada setiap cluster. (S1, O1, O2, O3, (W1, O1, O2). pengawasan terhadap hasil kerja kontraktor. O4) Adanya Loyalitas Pemasok Dibangunnya ruko-ruko pada setiap cluster Threat (T)/Ancaman Strategi S-T Strategi W-T Kenaikan tingkat bunga KPR Melakukan kegiatan promosi yang intensif di Menciptakan produk yang berkualitas dengan media cetak maupun media elektronik/online, menggunakan bahan baku yang baik dan contohnya Koran, majalah perumahan, TV, tenaga kerja yang ahli. (S1, T1, T2, T3, T4). maupun internet. (W1, T1, T2, T3, T4, T5). Adanya Isu Pencemaran Lingkungan Peningkatan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Kenaikan harga material Munculnya berbagai perumahan baru di Bekasi 4.7. Alternatif Strategi Berdasarkan QSPM (Tahap Keputusan) Pada masa yang akan datang, PT Cakrawala Nusa Dimensi akan menghadapi tingkat persaingan yang cukup berat, terutama persaingan dengan industri pendatang baru. Hal ini mulai dirasakan dengan peningkatan usaha properti dari tahun ke tahun semakin meningkat. 94 ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3 [Yulita V. Usman]

13 PT Cakrawala Nusa Dimensi harus dapat mengantisipasi persaingan yang semakin ketat tersebut, maka harus lebih agresif dalam merebut konsumen. Berdasarkan empat alternatif strategi pemasaran yang didapatkan dari analisis SWOT, maka PT Cakrawala Nusa Dimensi harus membuat suatu keputusan untuk menentukan kemenarikan relatif dan mengevaluasi pilihan-pilihan alternatif yang dapat dilaksanakan secara objektif dengan mengisi lembar penilaian mengenai matrik QSPM. Analisis matriks QSPM dapat dilihat pada Tabel 9. di bawah ini. Tabel 9. Analisis Matriks QSPM Perumahan Bekasi Timur Regensi 3 No. Kekuatan Faktor Strategi Bobot S1 S2 S3 AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS 1. Lokasi yang strategis 0,128 3,3 0,422 3,1 0,397 3,1 0,397 3,3 0,422 S4 2. Penyediaan fasilitas umum/fasilitas sosial 0,123 3,9 0,48 3,4 0,418 3,9 0,48 3,7 0, Pengembang yang berpengalaman 0,111 3,1 0,344 3,3 0, ,333 3,1 0, Perluasan pembangunan 0, ,512 3,7 0,474 3,9 0,499 3,7 0, Nilai investasi yang terus meningkat 0,14 4 0,56 3,7 0, ,56 3,6 0, Harga yang bersaing 0,132 3,4 0,449 3,3 0,436 3,6 0,475 3,7 0, Kemudahan pembayaran uang muka yang rendah atau bisa dicicil (KPR) Kelemahan 1. Pengawasan yang kurang terhadap hasil kerja kontraktor Peluang 0, ,357 2,9 0,345 3,6 0,428 2,9 0,345 0,119 3,1 0,369 3,3 0, ,357 2,6 0, Target market yang besar 0,112 3,4 0, ,336 3,1 0, , Dibangunnya ruko-ruko pada setiap cluster 0,093 3,3 0,307 3,3 0,307 3,3 0,307 3,1 0, Tingkat bunga KPR yang rendah 0,116 3,6 0, ,348 3,7 0,429 2,7 0, Adanya Loyalitas Pemasok 0,105 2,9 0, ,315 3,3 0,347 3,1 0,326 Ancaman 1. Munculnya berbagai perumahan baru di Bekasi 0, ,315 3,4 0, ,315 3,3 0, Kenaikan tingkat bunga KPR 0, ,372 2,7 0, , , Peningkatan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) 0,116 3,7 0,429 3,6 0,418 3,6 0,418 3,9 0, Kenaikan harga material 0,116 3,7 0,429 3,9 0,452 3,7 0,429 3,9 0, Adanya Isu Pencemaran Lingkungan 0,112 3,1 0,347 3,1 0, ,336 3,4 0,381 Jumlah AS : Attractiveness score TAS : Total Attractiveness score Dari hasil analisis matriks QSPM tersebut diperoleh alternatif strategi sebagai berikut : 1) Meningkatkan volume penjualan melalui peningkatan target penjualan dan perluasan pasar sasaran serta meningkatkan pengawasan terhadap hasil kerja kontraktor di lapangan dengan melakukan pengecekan berkala. [Yulita V. Usman] ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3 95

14 2) Meningkatkan pangsa pasar dengan membidik pasar karyawan dan wiraswasta dengan memanfaatkan peluang target pasar yang besar, tingkat bunga KPR yang rendah dan loyalitas pemasok. 3) Melakukan kegiatan promosi yang intensif dan efektif di media cetak maupun media elektronik/online, contohnya koran, majalah perumahan, TV, maupun internet. 4) Menciptakan produk yang berkualitas, tahan lama dan mengikuti tren dengan menggunakan bahan baku yang baik dan tenaga kerja yang ahli. Berdasarkan empat alternatif strategi di atas, bauran pemasaran yang harus ditingkatkan adalah strategi tempat, strategi harga, strategi promosi, dan strategi produk. Prioritas utama adalah strategi tempat karena lokasi Perumahan Bekasi Timur Regensi 3 yang strategi, maka dengan banyaknya akses menuju perumahan dapat memberikan kemudahan bagi konsumen untuk menuju ke lokasi, sehingga dapat menarik minat konsumen. Strategi harga dilakukan dengan memberikan kemudahan dalam pembayaran, yaitu dapat dilakukan dengan cara cash keras, cash bertahap, dan dengan kredit (KPR). Strategi promosi dengan melakukannya secara intensif dan efektif di media cetak maupun media elektronik/online. Sedangkan strategi produk dilakukan dengan pengembangan produk yang berkualitas, tahan lama dan mengikuti tren dengan menggunakan bahan baku yang baik dan tenaga kerja yang ahli Rancangan Strategi Pemasaran Bekasi Timur Regensi 3 Berdasarkan 4 alternatif strategi hasil analisis matriks QSPM, di bawah ini akan dijelaskan rancangan strategi pemasaran PT CND dalam tabel KESIMPULAN Faktor-Faktor Internal Kekuatan PT CND Yang menjadi kekuatan bagi PT. Cakrawala Nusa Dimensi yaitu : - Nilai investasi yang terus meningkat, - Adanya perluasan pembangunan, - Penyediaan fasilitas umum/fasilitas sosial, - Harga bersaing, - Lokasi yang strategis, - Kemudahan pembayaran uang muka yang rendah atau bisa dicicil (KPR), - Pengembang yang berpengalaman. Faktor Eksternal Peluang PT CND Yang menjadi peluang bagi PT CND sebagai berikut : - Target market yang besar, - Tingkat bunga KPR yang rendah, 96 ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3 [Yulita V. Usman]

15 - Adanya loyalitas pemasok, - Dibangunnya ruko-ruko pada setiap cluster. Ancaman PT CND - Kenaikan tingkat bunga KPR, - Adanya isu pencemaran lingkungan, - Peningkatan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), - Kenaikan harga material, - Munculnya berbagai perumahan baru di Bekasi. Tabel 10. Rancangan Strategi Pemasaran Bekasi Timur Regensi 3 Kelemahan PT CND Faktor-faktor internal yang menjadi kelemahan PT CND yaitu pengawasan yang kurang dilakukan oleh pengembang, sehingga banyak konsumen yang mengajukan keluhan. Prioritas Strategi [Yulita V. Usman] ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3 97

16 Berdasarkan hasil penentuan prioritas strategi dengan QSPM, didapatkan alternatif strategi yang menjadi prioritas yaitu meningkatkan volume penjualan melalui peningkatkan target penjualan dan perluasan pasar sasaran serta meningkatkan pengawasan terhadap hasil kerja kontraktor di lapangan dengan melakukan pengecekan berkala, dengan nilai TAS sebasar DAFTAR PUSTAKA ; Statistik Jumlah Penduduk, Badan Pusat Statistik, Jakarta, 2010, diunduh dari [20 Oktober 2012]. Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Bekasi, Kota Bekasi Dalam Angka, Bekasi, ; Buku Saku, Kementerian Perumahan Rakyat, Jakarta, 2012, diunduh dari [11 November 2012]. Umar, H., Strategic Manajemen in Action, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, Rangkuti, F., Analisis SWOT Teknik Membelah Kasus Bisnis, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, David, F. R., Manajemen Strategis, Edisi Bahasa Indonesia, PT. Prenhallindo, ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3 [Yulita V. Usman]

17

cenderung terbuka dan menganut proses pembelajaran. Analisis lingkungan eksternal bisnis dari sebuah perusahaan sangat bagus

cenderung terbuka dan menganut proses pembelajaran. Analisis lingkungan eksternal bisnis dari sebuah perusahaan sangat bagus 24 cenderung terbuka dan menganut proses pembelajaran. 2.7 Analisis Lingkungan Eksternal Bisnis Analisis lingkungan eksternal bisnis dari sebuah perusahaan sangat bagus apabila digunakan untuk membantu

Lebih terperinci

Kajian Strategi Pemasaran Industri Kecil Sepatu (Studi Kasus di Desa Ciomas, Kabupaten Bogor) Abstract

Kajian Strategi Pemasaran Industri Kecil Sepatu (Studi Kasus di Desa Ciomas, Kabupaten Bogor) Abstract Kajian Strategi Pemasaran Industri Kecil Sepatu (Studi Kasus di Desa Ciomas, Kabupaten Bogor) Azril Amor 1, Musa Hubeis 2, Kooswardhono Mudikdjo 2 Abstract Bogor is one of the shoes production centres

Lebih terperinci

ANALISIS SWOT UNTUK MENENTUKAN STRATEGI KOMPETITIF. Zuhrotun Nisak

ANALISIS SWOT UNTUK MENENTUKAN STRATEGI KOMPETITIF. Zuhrotun Nisak ANALISIS SWOT UNTUK MENENTUKAN STRATEGI KOMPETITIF Zuhrotun Nisak ABSTRAKSI Dengan meningkatnya persaingan Global, maka perusahaan dituntut untuk selalu memperhatikan keadan pasar dan bersaing lebih kompetitif

Lebih terperinci

Tesis DOSEN PEMBIMBING : Ir. Soemino, M. MT. Oleh : Sigit Setyawan NRP. 3110 207 707

Tesis DOSEN PEMBIMBING : Ir. Soemino, M. MT. Oleh : Sigit Setyawan NRP. 3110 207 707 Tesis Strategi Pengelolaan Aset Alat Berat Pada Dinas PU Kabupaten Kapuas DOSEN PEMBIMBING : Ir. Wahju Herijanto, M.T Ir. Soemino, M. MT Oleh : Sigit Setyawan NRP. 3110 207 707 Isi BAB 1 Pendahuluan BAB

Lebih terperinci

MATERI 1 ARTI PENTING PERENCANAAN STRATEGIS

MATERI 1 ARTI PENTING PERENCANAAN STRATEGIS MATERI 1 ARTI PENTING PERENCANAAN STRATEGIS 1.1. Pengertian Perencanaan Strategis Perencanaan strategis perusahaan adalah suatu rencana jangka panjang yang bersifat menyeluruh, memberikan rumusan ke mana

Lebih terperinci

PENUNTUN WAWANCARA. Daniel D.W Setyadi (Direktur Utama)

PENUNTUN WAWANCARA. Daniel D.W Setyadi (Direktur Utama) PENUNTUN WAWANCARA Penuntun wawancara ini disebarkan sebanyak 10 buah ke perusahaan pelanggan yang bertujuan untuk mengetahui atribut apa saja yang dianggap penting oleh pelanggan tersebut. Contohnya,

Lebih terperinci

Latihan Kepemimpinan Organisasi. Anggota UKSU ITB 2009. Arion Batara Purba Siboro Anggota UKSU ITB 2007 Mahasiswa Teknik Industri ITB 2007.

Latihan Kepemimpinan Organisasi. Anggota UKSU ITB 2009. Arion Batara Purba Siboro Anggota UKSU ITB 2007 Mahasiswa Teknik Industri ITB 2007. Arion Batara Purba Siboro Anggota UKSU ITB 2007 Mahasiswa Teknik Industri ITB 2007 Latihan Kepemimpinan Organisasi Batara Anggota UKSU ITB 2009 Mulai 1 Batara Biografi Penutup 2 Nama : Arion Batara Purba

Lebih terperinci

LAMPIRAN-LAMPIRAN. Tabel 3.46 Kuisioner Materi

LAMPIRAN-LAMPIRAN. Tabel 3.46 Kuisioner Materi L1 LAMPIRAN-LAMPIRAN Tabel 3.46 Kuisioner Materi No Pertanyaan Sangat Kurang 1. Bagaimana format dan penampilan materi pelatihan (handout / buku)? 2. Bagaimana peran handout / buku materi pelatihan dalam

Lebih terperinci

dipilih dan ditemukan strategi yang tepat dalam upaya meningkatkan kualitas perusahaan agar dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap penciptaan

dipilih dan ditemukan strategi yang tepat dalam upaya meningkatkan kualitas perusahaan agar dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap penciptaan 49 dipilih dan ditemukan strategi yang tepat dalam upaya meningkatkan kualitas perusahaan agar dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap penciptaan nilai, kapabilitas, dan kompetensi perusahaan sehingga

Lebih terperinci

DAFTAR KUESIONER PENELITIAN

DAFTAR KUESIONER PENELITIAN LAMPIRAN' 67 Lampiran 1. DAFTAR KUESIONER PENELITIAN lsi DAFTAR KUESIONER : lsi daftar kuesioner ini, meliputi : 1. Kuesioner mengenai faktor-faktor internal PT UPA, meliputi kekuatan dan kelemahan yang

Lebih terperinci

PORTFOLIO ANALYSIS. Seven types of business (Drucker, 1973) PORTFOLIO:

PORTFOLIO ANALYSIS. Seven types of business (Drucker, 1973) PORTFOLIO: PORTFOLIO ANALYSIS Sumber: Marketing Strategy and Competitive Positioning PORTFOLIO: KORPORASI HARUS MEMPERTIMBANGKAN: 1) PRODUK DAN JASA APA YG MENJADI PEMASUKAN KAS DAN KEUNTUNGAN KEPADA KORPORASI. 2)

Lebih terperinci

ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PEMASARAN TORTILLA CHIPS JAGUNG DI HOME INDUSTRY INSAN MANDIRI KLATEN

ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PEMASARAN TORTILLA CHIPS JAGUNG DI HOME INDUSTRY INSAN MANDIRI KLATEN 1 ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PEMASARAN TORTILLA CHIPS JAGUNG DI HOME INDUSTRY INSAN MANDIRI KLATEN Nonik Desi Tri Lestari, Kusnandar, Nuning Setyowati Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS PENGADILAN NEGERI SAMBAS MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2015-2019

RENCANA STRATEGIS PENGADILAN NEGERI SAMBAS MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2015-2019 MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA RENCANA STRATEGIS TAHUN 2015-2019 PENGADILAN NEGERI SAMBAS Jl. Pembangunan Sambas Kalbar 79462 Telp/Fax. (0562) 392323, 392342 Email: indo@pn-sambas.go.id Website: www.pn-sambas.go.id

Lebih terperinci

ANALISIS SWOT. Matriks SWOT Kearns EKSTERNAL INTERNAL. Comparative Advantage. Mobilization STRENGTH WEAKNESS. Sumber: Hisyam, 1998

ANALISIS SWOT. Matriks SWOT Kearns EKSTERNAL INTERNAL. Comparative Advantage. Mobilization STRENGTH WEAKNESS. Sumber: Hisyam, 1998 ANALISIS SWOT Analisis SWOT adalah analisis kondisi internal maupun eksternal suatu organisasi yang selanjutnya akan digunakan sebagai dasar untuk merancang strategi dan program kerja. Analisis internal

Lebih terperinci

PERHITUNGAN HARGA SEWA DAN SEWA-BELI RUMAH SUSUN SEDERHANA SERTA DAYA BELI MASYARAKAT BERPENDAPATAN RENDAH DI DKI JAKARTA

PERHITUNGAN HARGA SEWA DAN SEWA-BELI RUMAH SUSUN SEDERHANA SERTA DAYA BELI MASYARAKAT BERPENDAPATAN RENDAH DI DKI JAKARTA PERHITUNGAN HARGA SEWA DAN SEWA-BELI RUMAH SUSUN SEDERHANA SERTA DAYA BELI MASYARAKAT BERPENDAPATAN RENDAH DI DKI JAKARTA Jenis : Tugas Akhir Tahun : 2008 Penulis : Soly Iman Santoso Pembimbing : Ir. Haryo

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dunia bisnis semakin berkembang sesuai dengan kemajuan zaman dan teknologi. Perkembangan bisnis lem saat ini menunjukkan bahwa lem menjadi kebutuhan bagi beberapa

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Segmentation, Targetting, dan Positioning Segmentation Segmentasi geografi Pelanggan yang berasal di daerah Bandung dan sekitarnya Segmentasi Demografi: Untuk segmentasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. terhadap PDB nasional. Hal ini merupakan tantangan berat, mengingat perekonomian

BAB I PENDAHULUAN. terhadap PDB nasional. Hal ini merupakan tantangan berat, mengingat perekonomian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sektor konstruksi adalah salah satu sektor andalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan selalu dituntut untuk tetap meningkatkan kontribusinya melalui tolak ukur

Lebih terperinci

PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA PADA USAHA PEMBUATAN SABUN KRIM DI PERUSAHAAN KELUARGA UD. AIRMAS

PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA PADA USAHA PEMBUATAN SABUN KRIM DI PERUSAHAAN KELUARGA UD. AIRMAS PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA PADA USAHA PEMBUATAN SABUN KRIM DI PERUSAHAAN KELUARGA UD. AIRMAS Megalia Hartatik dan Ratih Indriyani, S.E. M.M. Program Manajemen Bisnis, Program

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. omzet, namun karena jumlahnya cukup besar, maka peranan UMKM cukup

BAB I PENDAHULUAN. omzet, namun karena jumlahnya cukup besar, maka peranan UMKM cukup BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian suatu negara ataupun daerah.peran penting tersebut telah mendorong banyak

Lebih terperinci

Komunikasi Pemasaran dan Adopsi Produk Baru

Komunikasi Pemasaran dan Adopsi Produk Baru Komunikasi Pemasaran dan Adopsi Produk Baru Hensi Margaretta, MBA. 1 Pokok Bahasan Peran utama komunikasi pemasaran dalam mempengaruhi karakteristik inovasi Peran komunikasi lisan (word of mouth) 2 Produk

Lebih terperinci

-1- MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT NOMOR 14 TAHUN 2010 TENTANG

-1- MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT NOMOR 14 TAHUN 2010 TENTANG -1- MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT NOMOR 14 TAHUN 2010 TENTANG PENGADAAN PERUMAHAN MELALUI KREDIT/PEMBIAYAAN PEMILIKAN RUMAH SEJAHTERA DENGAN

Lebih terperinci

PEMILIHAN LOKASI RITEL

PEMILIHAN LOKASI RITEL PEMILIHAN LOKASI RITEL 1 PENDAHULUAN Lokasi ritel seringkali menjadi keputusan sangat penting yang dibuat oleh ritel, karena beberapa pertimbangan, yaitu: 1. Lokasi merupakan pertimbangan utama bagi konsumen

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang I. PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Pemilihan lokasi usaha oleh suatu organisasi (perusahaan) akan mempengaruhi risiko (risk) dan keuntungan (profit) perusahaan tersebut secara keseluruhan. Kondisi ini

Lebih terperinci

Tentang Penulis. Penulis dilahirkan pada tanggal 27 Oktober 1984 di Majene, Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan, Jurusan Perikanan,

Tentang Penulis. Penulis dilahirkan pada tanggal 27 Oktober 1984 di Majene, Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan, Jurusan Perikanan, Tentang Penulis Penulis dilahirkan pada tanggal 27 Oktober 1984 di Majene, Sulawesi Barat. Pada tahun 2002 menyelesaikan pendidikan di SMU 1 Majene dan pada tahun 2003 penulis berhasil diterima pada Program

Lebih terperinci

PERENCANAAN PORTOFOLIO APLIKASI PT. XYZ UNIT OTONOM ABC. Abstrak

PERENCANAAN PORTOFOLIO APLIKASI PT. XYZ UNIT OTONOM ABC. Abstrak 1 PERENCANAAN PORTOFOLIO APLIKASI PT. XYZ UNIT OTONOM ABC Arif Afandy, Khakim Ghozali, Feby Artwodini Muqtadiroh afandy.arif@gmail.com, khakim@its-sby.edu, feby@is.its.ac.id Abstrak Portofolio aplikasi

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG PEMBERIAN FASILITAS DAN INSENTIF USAHA HORTIKULTURA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG PEMBERIAN FASILITAS DAN INSENTIF USAHA HORTIKULTURA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG PEMBERIAN FASILITAS DAN INSENTIF USAHA HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

Horticultural Partnership Support Program. Knowledge Management Series. Kelompok Tani yang Efektif

Horticultural Partnership Support Program. Knowledge Management Series. Kelompok Tani yang Efektif Horticultural Partnership Support Program Knowledge Management Series Kelompok Tani yang Efektif 1. Tani Definisi Dasar Kegiatan yang berkaitan dengan pengolahan tanah dengan tujuan memelihara tanaman

Lebih terperinci

URGENSI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK UMKM DI KOTA MEDAN

URGENSI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK UMKM DI KOTA MEDAN Jurnal Ekonom, Vol 14, No 4, September 2011 URGENSI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK UMKM DI KOTA MEDAN Syafrizal Helmi Situmorang dan Muhammad Safri Dosen FE USU Dept Manajemen Abstract : Appropriate

Lebih terperinci

SINTESIS FUNGSI-FUNGSI BISNIS

SINTESIS FUNGSI-FUNGSI BISNIS 1 SINTESIS FUNGSI-FUNGSI BISNIS PENILAIAN SUATU BISNIS Mengingat nilai suatu proyek ditentukan dengan mengestimasi present value perkiraan arus kasnya di masa mendatang. Sebuah perusahaan yang menilai

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA KUALITAS PRODUK

ANALISIS KINERJA KUALITAS PRODUK 45 ANALISIS KINERJA KUALITAS PRODUK Perilaku konsumen dalam mengkonsumsi dangke dipengaruhi oleh faktor budaya masyarakat setempat. Konsumsi dangke sudah menjadi kebiasaan masyarakat dan bersifat turun

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah metodologi karena ketepatan metodologi yang digunakan untuk memecahkan

Lebih terperinci

BAB III DISAIN PRODUK

BAB III DISAIN PRODUK BAB III DISAIN PRODUK 3.1. Pendahuluan Salah satu karakteristik manusia adalah mereka selalu berusaha mencitakan sesuatu, baik alat atau benda lainnya untuk membantu kehidupan mereka. Untuk mewejudkan

Lebih terperinci

ANALISIS STRATEGI PT. XYZ DENGAN MODEL MICHAEL PORTER

ANALISIS STRATEGI PT. XYZ DENGAN MODEL MICHAEL PORTER ANALISIS STRATEGI PT. XYZ DENGAN MODEL MICHAEL PORTER Bernard E Silaban, S.E.,M.M i 1.1. Latar Belakang I. PENDAHULUAN Dalam menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas saat ini, setiap perusahaan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2012 TENTANG PEMBIAYAAN PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2012 TENTANG PEMBIAYAAN PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2012 TENTANG PEMBIAYAAN PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

FORMULASI STRATEGI RANTAI PASOK TEPUNG TERIGU UNTUK INDUSTRI KECIL MENENGAH DI KABUPATEN JEMBER

FORMULASI STRATEGI RANTAI PASOK TEPUNG TERIGU UNTUK INDUSTRI KECIL MENENGAH DI KABUPATEN JEMBER FORMULASI STRATEGI RANTAI PASOK TEPUNG TERIGU UNTUK INDUSTRI KECIL MENENGAH DI KABUPATEN JEMBER SKRIPSI Oleh Yurika Widya Devi NIM 081710101050 JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

Lebih terperinci

Company Profile. Visi

Company Profile. Visi Company Profile Nama Perusahaan : CV.KEMITRAAN A SWALAYAN SIUP : 503.6/303/PK/2014 Bidang Usaha : Kemitraan Minimarket A SWALAYAN Kantor Pusat : Puri Hutama Danguran A.1 Klaten (0272) 3353129 Website :

Lebih terperinci

berani ikut pameran industri rumahan, raih banyak keuntungan Lusiana Trisnasari

berani ikut pameran industri rumahan, raih banyak keuntungan Lusiana Trisnasari berani ikut pameran industri rumahan, raih banyak keuntungan Lusiana Trisnasari BERANI IKUT PAMERAN INDUSTRI RUMAHAN, RAIH BANYAK KEUNTUNGAN Berani Ikut Pameran Industri Rumahan, Raih Banyak Keuntungan

Lebih terperinci

CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH:

CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: JUDUL IKLAN: RUMAH // RUMAH + TANAH // TANAH SAJA DI (PILIH SALAH SATU). COCOK UNTUK (JELASKAN, MISALNYA HANYA UNTUK TEMPAT TINGGAL ATAU BISA UNTUK USAHA KOST2AN // FOTO-COPY // WARNET // WARTEL // RESTORAN

Lebih terperinci

RENCANA KORPORASI PERUSAHAAN ASURANSI UMUM / PERUSAHAAN REASURANSI / PERUSAHAAN ASURANSI JIWA 1 Tahun 2

RENCANA KORPORASI PERUSAHAAN ASURANSI UMUM / PERUSAHAAN REASURANSI / PERUSAHAAN ASURANSI JIWA 1 Tahun 2 Lampiran 7 Surat Edaran OJK Nomor.. Tanggal RENCANA KORPORASI PERUSAHAAN ASURANSI UMUM / PERUSAHAAN REASURANSI / PERUSAHAAN ASURANSI JIWA 1 Tahun 2 PT. XYZ (alamat perusahaan) ¹ Tulis salah satu sesuai

Lebih terperinci

MANAJEMEN STRATEGI DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI

MANAJEMEN STRATEGI DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI MANAJEMEN STRATEGI DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI Rina Surjani P. Fakultas Farmasi Universitas Surabaya Abstrak Globalisasi adalah penyebaran inovasi ekonomi ke seluruh dunia serta penyesuaian-penyesuaian

Lebih terperinci

Menghadapi Persaingan Pasar Global & Merancang Strategi Masuk Pasar Global

Menghadapi Persaingan Pasar Global & Merancang Strategi Masuk Pasar Global STMIK - AMIK RAHARJA INFORMATIKA MARKETING MANAJAMEN Menghadapi Persaingan Pasar Global & Merancang Strategi Masuk Pasar Global Pasar Global 1. Mendiskusikan pengaruh sitem perdagangan internasional, lingkungan

Lebih terperinci

PRINSIP PRIVASI UNILEVER

PRINSIP PRIVASI UNILEVER PRINSIP PRIVASI UNILEVER Unilever menerapkan kebijakan tentang privasi secara khusus. Lima prinsip berikut melandasi pendekatan kami dalam menghormati privasi Anda. 1. Kami menghargai kepercayaan yang

Lebih terperinci

5. Arah Kebijakan Tahun Kelima (2018) pembangunan di urusan lingkungan hidup, urusan pertanian,

5. Arah Kebijakan Tahun Kelima (2018) pembangunan di urusan lingkungan hidup, urusan pertanian, urusan perumahan rakyat, urusan komunikasi dan informatika, dan urusan kebudayaan. 5. Arah Kebijakan Tahun Kelima (2018) Pembangunan di tahun kelima diarahkan pada fokus pembangunan di urusan lingkungan

Lebih terperinci

7 SUMBER DAYA MANUSIA

7 SUMBER DAYA MANUSIA 7 SUMBER DAYA MANUSIA Dalam implementasi manajemen sumber daya manusia, kami menerapkan budaya sharing session sebagai bentuk aktivitas mempertajam nilai organisasi Perseroan. Pencapaian positif dalam

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan. Alam Sutera Realty Tbk pada 19 September 2007.

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan. Alam Sutera Realty Tbk pada 19 September 2007. BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Perusahaan PT. Alam Sutera Realty Tbk adalah anak perusahaan dari grup Argo Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan oleh Harjanto Tirtohadiguno

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. KONDISI UMUM

BAB I PENDAHULUAN A. KONDISI UMUM BAB I PENDAHULUAN A. KONDISI UMUM Kantor Pengadilan Tinggi Jakarta yang terletak di Jalan Letjen. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat diresmikan pada tanggal 26 Pebruari 1983 oleh Menteri Kehakiman RI.

Lebih terperinci

Total Quality Purchasing

Total Quality Purchasing Total Quality Purchasing Diadaptasi dari Total quality management, a How-to Program For The High- Performance Business, Alexander Hamilton Institute Dalam Manajemen Mutu Total, pembelian memainkan peran

Lebih terperinci

ANALISIS POSITIONING KERIPIK KENTANG DENGAN PENDEKATAN METODE MULTI DIMENSIONAL SCALLING DI KOTA BATU

ANALISIS POSITIONING KERIPIK KENTANG DENGAN PENDEKATAN METODE MULTI DIMENSIONAL SCALLING DI KOTA BATU 98 Analisa Positioning Keripik..(.Siti Asmaul, dkk) ANALISIS POSITIONING KERIPIK KENTANG DENGAN PENDEKATAN METODE MULTI DIMENSIONAL SCALLING DI KOTA BATU Siti Asmaul Mustaniroh (1), Aunur Rofiq Mulyarto

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Sudah tidak bisa kita pungkiri lagi bahwa makan merupakan salah satu

I. PENDAHULUAN. Sudah tidak bisa kita pungkiri lagi bahwa makan merupakan salah satu I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sudah tidak bisa kita pungkiri lagi bahwa makan merupakan salah satu kebutuhan paling mendasar bagi manusia dimanapun, disamping sandang dan papan. Seiring dengan adanya

Lebih terperinci

II. LANDASAN TEORI. falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept). Konsep

II. LANDASAN TEORI. falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept). Konsep II. LANDASAN TEORI 2.1 Arti dan Pentingnya Pemasaran Pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses bagi perusahaan akan mengetahui adanya cara dan falsafah yang terlibat didalamnya. Cara dan

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP) SEMESTER GANJIL 2010/11. Kode Mata kuliah : EA 23461 Beban Kredit : 4 sks

SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP) SEMESTER GANJIL 2010/11. Kode Mata kuliah : EA 23461 Beban Kredit : 4 sks UNIVERSITAS TARUMANAGARA Fakultas : Ekonomi Jurusan/Program : S1 Akuntansi Mata kuliah : Manajemen Pemasaran Kode Mata kuliah : EA 23461 Beban Kredit : 4 sks NO MINGG U POKOK BAHASAN TINJAUAN INSTRUKSIONAL

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. organisasi atau perusahaan dipengaruhi oleh faktor-faktor intern dan ekstern

BAB I PENDAHULUAN. organisasi atau perusahaan dipengaruhi oleh faktor-faktor intern dan ekstern BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam usaha mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan dalam periode waktu tertentu, kinerja organisasi yang optimal, selalu dihadapkan pada permasalahan

Lebih terperinci

# $ !!" ! #$! $% # %!!!'(!! +!! % %+!'!! " #! # % #, #,-! #! )!! %" .'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!'" /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$

# $ !! ! #$! $% # %!!!'(!! +!! % %+!'!!  #! # % #, #,-! #! )!! % .'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!' /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$ !!"! #$! $%!&!'!!" # %!!!'(!!!$)!" #* $%!++ +!! % %+!'!! " "" #! # % #'!$ #, #,-! #'-!!! #! )!! %" # $.'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!'" /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$!!!%.!% % "!.!% % )!')!! %!+!.!% % & &

Lebih terperinci

Denpasar, Mei 2011. Penulis

Denpasar, Mei 2011. Penulis UCAPAN TERIMA KASIH Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Ida Sang Hyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan tuntunan-nya, sehingga tesis ini dapat diselesaikan. Pada kesempatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan Online Shop atau toko online melalui media internet sudah menjamur di Indonesia, bahkan sudah sangat dikenal baik oleh khalayak ramai. Banyaknya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi pada saat ini sangatlah

BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi pada saat ini sangatlah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi pada saat ini sangatlah penting. Pilihan penggunaan sarana transportasi sangat beragam jenisnya, misalnya sarana angkutan

Lebih terperinci

JENIS IZIN DASAR HUKUM PERSYARATAN BIAYA WAKTU MASA BERLAKU

JENIS IZIN DASAR HUKUM PERSYARATAN BIAYA WAKTU MASA BERLAKU STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAYANAN BIDANG PENANAMAN MODAL, PERIZINAN DAN NON PERIZINAN PADA KANTOR PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN PESISIR SELATAN NO JENIS IZIN DASAR HUKUM

Lebih terperinci

PORTFOLIO ANALYSIS. Seven types of business (Drucker, 1973) PORTFOLIO:

PORTFOLIO ANALYSIS. Seven types of business (Drucker, 1973) PORTFOLIO: PORTFOLIO ANALYSIS Sumber: Marketing Strategy and Competitive Positioning PORTFOLIO: KORPORASI HARUS MEMPERTIMBANGKAN: 1) PRODUK DAN JASA APA YG MENJADI PEMASUKAN KAS DAN KEUNTUNGAN KEPADA KORPORASI. 2)

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2006 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2006 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2006 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 6, Pasal 7,

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20/PRT/M/2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20/PRT/M/2015 TENTANG ALINANBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20/PRT/M/2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR 20/PRT/M/2014

Lebih terperinci

Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Garut GAMBARAN UMUM ORGANISASI

Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Garut GAMBARAN UMUM ORGANISASI GAMBARAN UMUM ORGANISASI Berdasarkan kondisi riil saat ini yang merupakan potensi dan modal dasar bagi Kantor PPTSP adalah Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 25 Tahun Tahun 2008 tentang Pembentukan

Lebih terperinci

BAB III PELAKSANAAN TRANSAKSI MENGGUNAKAN GIRO LEBIH DI PUSAT GROSIR SURABAYA

BAB III PELAKSANAAN TRANSAKSI MENGGUNAKAN GIRO LEBIH DI PUSAT GROSIR SURABAYA BAB III PELAKSANAAN TRANSAKSI MENGGUNAKAN GIRO LEBIH DI PUSAT GROSIR SURABAYA A. Gambaran Tentang Pusat Grosir Surabaya (PGS) 1. Sejarah Berdirinya Tak dapat dipungkiri bahwa dunia perdagangan sekarang

Lebih terperinci

B A B I I L A N D A S A N T E O R I

B A B I I L A N D A S A N T E O R I 7 B A B I I L A N D A S A N T E O R I 2.1. Penjualan Penjualan mempunyai pengertian secara umum yaitu merupakan suatu proses dimana dalam proses tadi terjadi penukaran suatu produk berupa barang ataupun

Lebih terperinci

Untuk mewujudkan kesejahteraan

Untuk mewujudkan kesejahteraan Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) guna Penghematan Bahan Baku Fosil dalam Rangka Ketahanan Energi Nasional LATAR BELAKANG Untuk mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,

Lebih terperinci

Hal ini menunjukkan bahwa teknologi pengomposan dipandang lebih mampu. memberikan peluang kerja bagi masyarakat, lebih memiliki potensi konflik yang

Hal ini menunjukkan bahwa teknologi pengomposan dipandang lebih mampu. memberikan peluang kerja bagi masyarakat, lebih memiliki potensi konflik yang Gambar 16. Perbandingan Skala Prioritas antara Incenerator dan Pengomposan Berdasarkan Kriteria dalam Aspek Sosial. Keterangan : TENAKER = Penyerapan tenaga kerja KONFLIK = Potensi konflik dengan masyarakat

Lebih terperinci

ANALISIS PENGEMBANGAN BISNIS PADA PT.BONLI CIPTA SEJAHTERA DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS

ANALISIS PENGEMBANGAN BISNIS PADA PT.BONLI CIPTA SEJAHTERA DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS ANALISIS PENGEMBANGAN BISNIS PADA PT.BONLI CIPTA SEJAHTERA DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS BUSINESS DEVELOPMENT ANALYSIS IN PT. BONLI CIPTA SEJAHTERA USING BUSINESS MODEL CANVAS APPROACH Abu Hafs

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. selling, (Anderassen et al, 1997) dengan tujuan membangun citra yang kuat

BAB I PENDAHULUAN. selling, (Anderassen et al, 1997) dengan tujuan membangun citra yang kuat BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan dan peningkatan di dalam sektor jasa pelayanan perhotelan saat ini cukup pesat sehingga membawa perubahan pada pola hidup masyarakat dan tingkat

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Perkembangan ekonomi dan teknologi pada saat ini membawa banyak

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Perkembangan ekonomi dan teknologi pada saat ini membawa banyak BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan ekonomi dan teknologi pada saat ini membawa banyak perusahaan di Indonesia untuk lebih maksimal, baik fungsi dan peran pemasaran dalam memasuki era globalisasi.

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMILIH PRODUK PT. ASURANSI JIWA CENTRAL ASIA RAYA CABANG SURAKARTA

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMILIH PRODUK PT. ASURANSI JIWA CENTRAL ASIA RAYA CABANG SURAKARTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMILIH PRODUK PT. ASURANSI JIWA CENTRAL ASIA RAYA CABANG SURAKARTA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat mendukung untuk pengembangan usaha perikanan baik perikanan

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat mendukung untuk pengembangan usaha perikanan baik perikanan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan suatu Negara yang memiliki kawasan perairan yang hampir 1/3 dari seluruh kawasannya, baik perairan laut maupun perairan tawar yang sangat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Dalam perkembangan dunia usaha saat ini, banyak timbul persaingan bisnis

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Dalam perkembangan dunia usaha saat ini, banyak timbul persaingan bisnis BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Dalam perkembangan dunia usaha saat ini, banyak timbul persaingan bisnis yang semakin kompetitive. Perusahaan dituntut tidak sekedar menerapkan berbagai strategi

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2004 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2004 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2004 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa jalan sebagai salah satu prasarana transportasi merupakan

Lebih terperinci

LAPORAN EXECUTIVE KAJIAN MODEL PENGEMBANGAN SENI DAN BUDAYA DAERAH KOTA BANDUNG (Kerjasama Kantor Litbang dengan PT. BELAPUTERA INTERPLAN) Tahun 2005

LAPORAN EXECUTIVE KAJIAN MODEL PENGEMBANGAN SENI DAN BUDAYA DAERAH KOTA BANDUNG (Kerjasama Kantor Litbang dengan PT. BELAPUTERA INTERPLAN) Tahun 2005 LAPORAN EXECUTIVE KAJIAN MODEL PENGEMBANGAN SENI DAN BUDAYA DAERAH KOTA BANDUNG (Kerjasama Kantor Litbang dengan PT. BELAPUTERA INTERPLAN) Tahun 2005 1.1 Latar Belakang Seni dan budaya daerah mempunyai

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1 II.1.1 Landasan Teori Pemasaran Jasa Di dalam memasarkan suatu produk baik barang maupun jasa, perusahaan akan melakukan kegiatan pemasaran. Namun kegiatan pemasaran yang dilakukan

Lebih terperinci

ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN

ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN IKHTISAR 2014 adalah tahun di mana Perseroan kembali mencapai rekor pertumbuhan dan proitabilitas. Perseroan mempertahankan posisinya sebagai Operator berskala terkemuka

Lebih terperinci

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL NOMOR 4

Lebih terperinci

MODEL DALAM STRATEGI PENETAPAN HARGA

MODEL DALAM STRATEGI PENETAPAN HARGA Verina Unitas, Vol. H. Secapramana 9, No. 1, September 2000 - Pebruari 2001, 30-43 MODEL DALAM STRATEGI PENETAPAN HARGA Verina H. Secapramana Fakultas Psikologi Universitas Surabaya Abstrak Strategi pemasaran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dewasa ini sangat sulit ditebak. Ini disebabkan oleh terjadinya perubahan di

BAB I PENDAHULUAN. dewasa ini sangat sulit ditebak. Ini disebabkan oleh terjadinya perubahan di 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pertumbuhan dan perkembangan perekonomian dalam era globalisasi dewasa ini sangat sulit ditebak. Ini disebabkan oleh terjadinya perubahan di dunia baik di

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung

Lebih terperinci

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG TIM KOORDINASI PERCEPATAN PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN DI KAWASAN PERKOTAAN

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG TIM KOORDINASI PERCEPATAN PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN DI KAWASAN PERKOTAAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG TIM KOORDINASI PERCEPATAN PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN DI KAWASAN PERKOTAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang: a. bahwa untuk memenuhi kebutuhan

Lebih terperinci

PROPOSAL PENERBITAN BUKU AGENDA KERJA MAJELIS SYURO UPAYA KESEHATAN ISLAM SELURUH INDONESIA ( MUKISI ) TAHUN 2014-2015

PROPOSAL PENERBITAN BUKU AGENDA KERJA MAJELIS SYURO UPAYA KESEHATAN ISLAM SELURUH INDONESIA ( MUKISI ) TAHUN 2014-2015 PROPOSAL PENERBITAN BUKU AGENDA KERJA MAJELIS SYURO UPAYA KESEHATAN ISLAM SELURUH INDONESIA ( MUKISI ) TAHUN 2014-2015 I. Latar Belakang Buku Agenda Kerja menjadi sangat penting bukan hanya sebagai catatan

Lebih terperinci

MANAJEMEN PEMASARAN. OLEH: Ir. Agustina Shinta, M.P. Manajemen Pemasaran - Ir. Agustina Shinta, M.P.

MANAJEMEN PEMASARAN. OLEH: Ir. Agustina Shinta, M.P. Manajemen Pemasaran - Ir. Agustina Shinta, M.P. MANAJEMEN PEMASARAN 3 MANAJEMEN PEMASARAN OLEH: Ir. Agustina Shinta, M.P. 2011 Perpustakaan Nasional : Katalog dalam Terbitan (KDT) MANAJEMEN PEMASARAN 4 UB Press Cetakan Pertama, 2011 Hak Cipta dilindungi

Lebih terperinci

KEBIJAKAN DALAM PENETAPAN HARGA JUAL JASA KAMAR PADA HOTEL BATIK YOGYAKARTA

KEBIJAKAN DALAM PENETAPAN HARGA JUAL JASA KAMAR PADA HOTEL BATIK YOGYAKARTA KEBIJAKAN DALAM PENETAPAN HARGA JUAL JASA KAMAR PADA HOTEL BATIK YOGYAKARTA Nurhazana Administrasi Bisnis Politeknik Bengkalis Jl. Bathin Alam, Sei-Alam, Bengkalis Riau nurhazana@polbeng.ac.id Abstrak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kota Jakarta sebagai ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan kota megapolitan yang memiliki peran sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, bisnis, industri,

Lebih terperinci

Dampak Banjir Terhadap Inflasi

Dampak Banjir Terhadap Inflasi Dampak Banjir Terhadap Inflasi Praptono Djunedi, Peneliti Badan Kebijakan Fiskal Siapa yang merusak harga pasar hingga harga itu melonjak tajam, maka Allah akan menempatkannya di dalam neraka pada hari

Lebih terperinci

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan 158 Profil Singkat BCA Laporan kepada Pemegang Saham Tinjauan Bisnis Pendukung Bisnis Sumber Daya Manusia Filosofi BCA membina pemimpin masa depan tercermin dalam berbagai program pelatihan dan pengembangan

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi dan arah kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Bengkulu Utara selama lima tahun, yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sangat kompetitif. Hal ini disebabkan banyaknya bank yang beroperasi di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. sangat kompetitif. Hal ini disebabkan banyaknya bank yang beroperasi di Indonesia 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat ini dunia perbankan di Indonesia memasuki masa persaingan yang sangat kompetitif. Hal ini disebabkan banyaknya bank yang beroperasi di Indonesia baik yang

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Produk merupakan hasil dari kegiatan produksi yang berwujud barang.

I. PENDAHULUAN. Produk merupakan hasil dari kegiatan produksi yang berwujud barang. 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Produk merupakan hasil dari kegiatan produksi yang berwujud barang. Produk mempengaruhi kepuasan konsumen karena merupakan sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk memenuhi

Lebih terperinci

KERANGKA KEBIJAKAN SEKTOR AIR MINUM PERKOTAAN RINGKASAN EKSEKUTIF

KERANGKA KEBIJAKAN SEKTOR AIR MINUM PERKOTAAN RINGKASAN EKSEKUTIF KERANGKA KEBIJAKAN SEKTOR AIR MINUM PERKOTAAN a. Pada akhir Repelita V tahun 1994, 36% dari penduduk perkotaan Indonesia yang berjumlah 67 juta, jiwa atau 24 juta jiwa, telah mendapatkan sambungan air

Lebih terperinci

Uji Penilaian Profesional Macquarie. Leaflet Latihan. Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian.

Uji Penilaian Profesional Macquarie. Leaflet Latihan. Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian. Uji Penilaian Profesional Macquarie Leaflet Latihan Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian. Mengapa Uji Penilaian psikometrik digunakan Dewasa ini semakin banyak perusahaan yang menyertakan

Lebih terperinci

Pedoman KAN 403-2011 Penilaian Kesesuaian Ketentuan umum penggunaan tanda kesesuaian berbasis SNI dan/atau regulasi teknis

Pedoman KAN 403-2011 Penilaian Kesesuaian Ketentuan umum penggunaan tanda kesesuaian berbasis SNI dan/atau regulasi teknis Pedoman KAN 403-2011. Penilaian Kesesuaian Ketentuan umum penggunaan tanda kesesuaian berbasis SNI dan/atau regulasi teknis Komite Akreditasi Nasional Pedoman KAN 403-2011 Daftar isi Kata pengantar...ii

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI SEKOLAH

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI SEKOLAH UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI SEKOLAH A. Ridwan Siregar Universitas Sumatera Utara I. PENDAHULUAN Minat baca adalah keinginan atau kecenderungan hati yang tinggi (gairah) untuk membaca. Minat baca dengan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat. Menurut Galler (dalam Sinaga, 2003: 16), perubahan pada

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat. Menurut Galler (dalam Sinaga, 2003: 16), perubahan pada BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan ilmu dan teknologi, serta keadaan ekonomi yang semakin membaik dapat menyebabkan perubahan pada pola konsumsi dan cara makan masyarakat. Menurut Galler

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang dapat di kembangkan adalah industri air minum isi ulang.

BAB I PENDAHULUAN. yang dapat di kembangkan adalah industri air minum isi ulang. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan salah satu negara yang beriklim tropis, karena terletak didaerah khatulistiwa sehingga daerah ini disinari matahari setiap harinya dan suhu

Lebih terperinci

SIARAN PERS UNTUK PEMBERITAAN SEGERA

SIARAN PERS UNTUK PEMBERITAAN SEGERA Epson EB-450Wi: SIARAN PERS UNTUK PEMBERITAAN SEGERA Projektor Epson Ultra-Short Throw Interaktif Baru Merevolusi Kegiatan Belajar dan Presentasi karena dengan Menggantikan Fungsi Whiteboard Selamanya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN I-1

BAB I PENDAHULUAN I-1 BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Tanah sebagai salah satu sumber daya yang akan mendorong manusia dalam kehidupannya untuk berperilaku secara unik terhadap tanah atau bidang tanah tersebut. Tanah

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 2013 TENTANG PEMBERIAN FASILITAS DAN INSENTIF USAHA HORTIKULTURA

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 2013 TENTANG PEMBERIAN FASILITAS DAN INSENTIF USAHA HORTIKULTURA PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 2013 TENTANG PEMBERIAN FASILITAS DAN INSENTIF USAHA HORTIKULTURA I. UMUM Pembangunan subsektor Hortikultura memberikan sumbangan

Lebih terperinci