BAB 1 PENDAHULUAN. Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia!

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB 1 PENDAHULUAN. Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia!"

Transkripsi

1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia! Siapakah yang tidak mengenal kalimat di atas? Kalimat tersebut merupakan sepenggal dari pidato Bung Karno semasa ia menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Bung Karno mewakili rakyat Indonesia yang berharap agar para pemuda Indonesia mampu untuk terus berkarya dan memajukan negeri ini hingga dikenal dan disegani oleh dunia. Di balik sebuah negara yang maju dan sukses, terdapat gerakan pemuda yang begitu dahsyat dalam menopang negara tersebut. Semua orang setuju bahwa pemuda merupakan generasi penerus bangsa, dan di tangan para pemuda Indonesialah terletak masa depan negara ini. Seiring berkembangnya zaman, kesadaran para pemuda akan tanggung jawab mereka yang besar ini semakin menurun diakibatkan oleh beragam hal, salah satunya adalah minimnya sarana dan prasarana yang mendukung proses pengasahan kemampuan para pemuda ini yang berujung pada satu-satunya solusi yang tersedia yaitu menuntut ilmu di luar negeri. Solusi itu terasa tepat, namun jika ditilik lebih lanjut lagi maka terdapat ketimpangan dalam solusi tersebut yakni menuntut ilmu di 1

2 2 luar negeri hanya bisa dimanfaatkan oleh mereka yang mempunyai uang berlebih. Hal ini tentu saja akan memberikan sebuah kenyataan baru yang harus dihadapi anak-anak yang kurang beruntung, khususnya anak-anak yang tinggal di panti asuhan yang mengalami keterbatasan dana. Panti asuhan memiliki peran yang sangat mulia. Salah satu tugas pokok panti asuhan adalah memberikan pelayanan sosial dalam rangka pemenuhan kebutuhan dan pemecahan masalah sosial sampai mampu melaksanakan fungsi sosialnya. Lembaga pelayanan sosial ini merespon kebutuhan dan permasalahan manusia melalui program-program yang dilaksanakan demi meningkatkan kesejahteraan. Program-program yang dilaksanakan antara lain seperti bantuan sosial, aksi sosial, pelayanan sosial yang mencakup pemberian makanan sampai kepada penyediaan sarana pendidikan guna membantu generasi muda mempunyai kemampuan dan pengalaman yang dinilai cukup untuk memecahkan masalah yang akan dihadapi di kemudian hari tanpa harus tergantung terhadap orang lain. Semuanya dilakukan demi menjalankan prinsip yang berdasarkan kepada pemikiran bahwa di dalam panti asuhan juga terdapat generasi emas bangsa yang harus dibina agar tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang mampu melanjutkan estafet perjuangan bangsa yang tidak akan pernah berhenti. Banyak sekali panti asuhan yang tidak mampu bertahan dan sering mendapat stigma yang buruk dari pandangan masyarakat sekitar dan menyebabkan generasi muda yang bernaung didalamnya cenderung tumbuh menjadi generasi yang berdaya saing rendah, berkepribadian rapuh, rendah diri, dan sebagainya. Permasalahan demi permasalahan yang timbul akan dapat diselesaikan apabila sumber permasalahan tersebut diperbaiki, dalam hal ini perbaikan taraf hidup menjadi prioritas utama yang perlu diperhatikan. Perbaikan pada interior panti

3 3 asuhan sebagai tempat utama para generasi muda tersebut bernaung akan memberikan dampak positif dalam proses peningkatan taraf hidup generasi muda bangsa. Dengan bertumbuh dalam lingkungan tempat tinggal yang memadai sarana dan fasilitasnya disertai dengan perancangan interior yang mendukung program panti asuhan diharapkan akan membuka kesempatan bagi generasi muda bangsa untuk memulai hari mereka dengan semangat yang baru. Semangat inilah yang menjadi bekal para generasi muda dalam mempersiapkan diri mereka untuk menerima tonggak kepemimpinan akan Negara Indonesia ini di kemudian hari. 1.2 Ruang Lingkup Ruang Lingkup Permasalahan Hal yang menjadi masalah dalam perancangan panti asuhan adalah: - Desain ruang yang berfokus dalam penciptaan semangat dan daya juang tinggi bagi penghuni panti asuhan melalui penerapan bentuk dan warna dalam ruangan Ruang Lingkup Penelitian a. Kawasan Penelitian Penelitian yang dilakukan berlokasi di wilayah Jakarta dan Tangerang (Banten) yaitu Panti Asuhan Vincentius Putera, Panti Asuhan Desa Putera dan Panti Asuhan Abigail sebagai lokasi studi. b. Batasan Penelitian Batasan-batasan yang digunakan pada penelitian ini adalah: 1) Data

4 4 Meliputi informasi-informasi internal panti asuhan dari sejarah, segi kepengurusan sampai kepada jumlah penghuni. 2) Data Penghuni Mengamati dan meneliti kebiasaan dan kepribadian para penghuni panti asuhan secara umum. 3) Aktivitas dan Fasilitas Meneliti program kegiatan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari di panti asuhan serta fasilitasfasilitas penting yang dibutuhkan Batasan Perancangan Batasan perancangan dari panti asuhan ini adalah sebuah panti asuhan yang berfokus kepada sarana dan prasarana yang digunakan seharihari oleh penghuni dalam masa sekolah yakni SD, SMP dan SMA yang bersifat unisex. Sarana dan prasarana yang akan dirancang tidak meliputi kantor dan ruang ibadah. 1.3 Tujuan dan Manfaat Tujuan Perencanaan Adapun tujuan dari perencanaan panti asuhan ini adalah: - Membuat interior panti asuhan yang dapat meningkatkan taraf hidup generasi muda yang bernaung didalam panti asuhan Manfaat Perencanaan

5 5 Beberapa manfaat yang dapat dirasakan melalui perencanaan panti asuhan ini adalah: - Panti asuhan memiliki suasana yang dapat meningkatkan semangat belajar serta daya juang generasi muda yang tinggal didalam panti asuhan. - Panti asuhan memiliki fasilitas yang dapat membentuk kepribadian generasi muda bangsa yang bertempat tinggal didalam panti asuhan menjadi generasi muda bangsa yang produktif melalui tersedianya fasilitas yang mendukung penghuni untuk berkreasi. 1.4 Metodologi Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dimana pengumpulan data dilakukan dengan melakukan: a. Survey Lapangan Melakukan survey ke lokasi panti asuhan dengan berfokus kepada pencarian data panti asuhan melalui penelitian lingkungan sekitar, memperhatikan aktifitas dan fasilitas yang tersedia serta menganalisanya. b. Wawancara Pencarian data dengan mewawancarai pengurus panti asuhan, generasi muda yang tinggal dalam panti asuhan dan menarik kesimpulan berdasarkan data narasumber c. Observasi

6 6 Pengamatan secara langsung tentang aktifitas yang biasa dilakukan oleh penghuni dan pengurus panti asuhan, serta mengamati kondisi fisik bangunan dari panti asuhan. d. Dokumentasi Melakukan pengambilan foto dari setiap ruangan di panti asuhan yang akan digunakan sebagai data visual yang dapat membantu dalam proses analisa kasus. e. Studi Literatur Pencarian data yang berhubungan dengan keberadaan panti asuhan, mulai dari fungsi, jenis, sistem kepengurusan secara tertulis yang akan membantu dalam perancangan panti asuhan. 1.5 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan terbagi atas: 1) BAB 1 Pendahuluan Berisi tentang latar belakang perancangan interior, ruang lingkup permasalahan dan penelitian, tujuan dan manfaat, metode pengumpulan data serta sistematika penulisan Laporan Tugas Akhir. 2) BAB 2 Landasan Teori Berisi tinjauan umum dan khusus dari sebuah panti asuhan yang digunakan sebagai landasan teori dalam pengembangan perencanaan panti asuhan. 3) BAB 3 Metode Perancangan Berisi penjabaran studi yang dilakukan secara literatur dan survey. 4) BAB 4 Hasil dan Pembahasan

7 7 Berisi penjabaran keputusan desain yang akan digunakan dalam desain. 5) BAB 5 Simpulan dan Saran Berisi kesimpulan dan saran dari data yang telah dicapai selama proses penelitian dan perancangan dilakukan.

Persepsi Orang Tua Terhadap Pendidikan Formal Anak OLEH: RINI ANA WATI 07081002044

Persepsi Orang Tua Terhadap Pendidikan Formal Anak OLEH: RINI ANA WATI 07081002044 Persepsi Orang Tua Terhadap Pendidikan Formal Anak ( Studi Pada Jenjang Pendidikan SD Ke SMP Di Desa Rantau Alih Kecamatan Lintang Kanan Kabupaten Empat Lawang ) SKRIPSI Dibuat Untuk Memenuhi Syarat Mendapatkan

Lebih terperinci

SKRIPS. Oleh : AMIRUL HIKAM_ NIM : G 000 070 103 FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

SKRIPS. Oleh : AMIRUL HIKAM_ NIM : G 000 070 103 FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA PENGARUH BIMBINGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SISWA SDIT MUHAMMADIYAH SINAR FAJAR CAWAS KLATEN TAHUN PELAJARAN 2009/2010 SKRIPS Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari

Lebih terperinci

HAK PENDIDIKAN ANAK DIDIK PEMASYARAKATAN DILEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK KLAS II A BLITAR

HAK PENDIDIKAN ANAK DIDIK PEMASYARAKATAN DILEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK KLAS II A BLITAR HAK PENDIDIKAN ANAK DIDIK PEMASYARAKATAN DILEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK KLAS II A BLITAR Arif Dwi Rusdiana ABSTRAK Pemenuhan hak pendidikan Anak Didik Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas

Lebih terperinci

STIKOM SURABAYA BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perpustakaan merupakan salah satu pusat informasi, sumber ilmu

STIKOM SURABAYA BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perpustakaan merupakan salah satu pusat informasi, sumber ilmu BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perpustakaan merupakan salah satu pusat informasi, sumber ilmu pengetahuan, penelitian dan rekreasi. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan perpustakaan dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sehat jasmani dan rohani serta memiliki keterampilan yang tinggi. Kunci

BAB I PENDAHULUAN. sehat jasmani dan rohani serta memiliki keterampilan yang tinggi. Kunci BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Suatu perusahaan yang baik perlu adanya pembinaan dan pemanfaatan sumber daya manusia agar dapat menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas, sehat jasmani

Lebih terperinci

perhatian dari kedua orangtuanya.

perhatian dari kedua orangtuanya. BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Pengadaan Proyek Anak adalah asset set paling berharga rga bagi suatu bangsa. Anak merupakan penerus masa depan bagi bangsa. Disisi lain, bagi orang tua, anakak adalah

Lebih terperinci

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1 Pendidikan Matematika. Diajukan Oleh : WAHYU VITA LESTARI A 410 060 130

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1 Pendidikan Matematika. Diajukan Oleh : WAHYU VITA LESTARI A 410 060 130 EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE PENEMUAN TERBIMBING DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA (Untuk Kelas VIII SMP N 1 Tirtomoyo Semester Genap Pokok Bahasan Prisma) SKRIPSI Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

PROGRAM PEMBANGUNAN NASIONAL (PROPENAS) TAHUN

PROGRAM PEMBANGUNAN NASIONAL (PROPENAS) TAHUN Bentuk: UNDANG-UNDANG (UU) Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 25 TAHUN 2000 (25/2000) Tanggal: 20 NOVEMBER 2000 (JAKARTA) Sumber: LN 2000/206 Tentang: 2000-2004 PROGRAM PEMBANGUNAN NASIONAL (PROPENAS)

Lebih terperinci

upaya mewujudkan tujuan Nasional. Selanjutnya pendidikan luar sekolah

upaya mewujudkan tujuan Nasional. Selanjutnya pendidikan luar sekolah BAB I PNDAHULUAN A. Latar Belakang 1. Pendidikan Luar Sekolah dalam Sistem Pendidikan Nasional Pendidikan Luar Sekolah sebagai sub sistem dari pendidikan nasional menurut Undang-undang Republik Indonesia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tersebut siswa melakukan berbagai kegiatan belajar, sehinga mendorong

BAB I PENDAHULUAN. tersebut siswa melakukan berbagai kegiatan belajar, sehinga mendorong 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manajemen kurikulum pendidikan sangat penting, karena tanpa adanya manajemen maka pendidikan tidak akan dapat berjalan dengan baik Kurikulum merupakan program

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA SEKOLAH DASAR DI KOTA DENPASAR

BAB V IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA SEKOLAH DASAR DI KOTA DENPASAR 136 BAB V IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA SEKOLAH DASAR DI KOTA DENPASAR Sebagai bagian dari kajian budaya kritis (critical cultural studies) penelitian ini berfokus pada implementasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Proses berkembangnya suatu kota baik dalam aspek keruangan, manusia dan aktifitasnya, tidak terlepas dari fenomena urbanisasi dan industrialisasi. Fenomena seperti

Lebih terperinci

PENANAMAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA PADA PELAKSANAAN ULANGAN HARIAN DALAM MATA PELAJARAN

PENANAMAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA PADA PELAKSANAAN ULANGAN HARIAN DALAM MATA PELAJARAN PENANAMAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA PADA PELAKSANAAN ULANGAN HARIAN DALAM MATA PELAJARAN PKn Studi Kasus: Siswa Kelas VII B MTs Muhammadiyah 07 Klego Boyolali Tahun Ajaran 2013/2014) NASKAH PUBLIKASI

Lebih terperinci

TINGKAT PARTISIPASI WARGA DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

TINGKAT PARTISIPASI WARGA DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT 1 TINGKAT PARTISIPASI WARGA DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT (Kasus: Kampung Hijau Rawajati, RW 03, Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta)

Lebih terperinci

PERSEPSI GURU TENTANG KINERJA KEPALA SMA NEGERI 10 CIPONDOH KOTA TANGERANG

PERSEPSI GURU TENTANG KINERJA KEPALA SMA NEGERI 10 CIPONDOH KOTA TANGERANG PERSEPSI GURU TENTANG KINERJA KEPALA SMA NEGERI 10 CIPONDOH KOTA TANGERANG SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Gelar Serjana Pendidikan (S.Pd)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Pengembangan Rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa) kini tengah digencarkan oleh pemerintah tepatnya Kementerian

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Pengembangan Rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa) kini tengah digencarkan oleh pemerintah tepatnya Kementerian BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Pengembangan Rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa) kini tengah digencarkan oleh pemerintah tepatnya Kementerian Perumahan Rakyat. Pembangunan Rusunawa termasuk Rusunawa

Lebih terperinci

PEMINATAN PESERTA DIDIK

PEMINATAN PESERTA DIDIK PEMINATAN PESERTA DIDIK KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PUSAT PENGEMBANGAN TENAGA KEPENDIDIK 2013 i

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Pendidikan adalah hal yang sangat penting bagi suatu bangsa agar bangsa tersebut dapat meningkatkan kualitas SDM yang dimilikinya. Dengan SDM yang berkualitas maka

Lebih terperinci

PENINGKATAN PEMAHAMAN PEMBELAJARAN PAI MATERI SHALAT MELALUI MEDIA GAMBAR KELAS III SD NEGERI SUKOREJO I MERTOYUDAN MAGELANG TAHUN 2012

PENINGKATAN PEMAHAMAN PEMBELAJARAN PAI MATERI SHALAT MELALUI MEDIA GAMBAR KELAS III SD NEGERI SUKOREJO I MERTOYUDAN MAGELANG TAHUN 2012 PENINGKATAN PEMAHAMAN PEMBELAJARAN PAI MATERI SHALAT MELALUI MEDIA GAMBAR KELAS III SD NEGERI SUKOREJO I MERTOYUDAN MAGELANG TAHUN 2012 OLEH SASMIYAH NIM 11410113 JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

HUBUNGAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR IPS DI SD GUGUS 1 KABUPATEN KEPAHIANG SKRIPSI

HUBUNGAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR IPS DI SD GUGUS 1 KABUPATEN KEPAHIANG SKRIPSI HUBUNGAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR IPS DI SD GUGUS 1 KABUPATEN KEPAHIANG SKRIPSI Oleh: RESSA ARSITA SARI NPM : A1G009038 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PROSES PEMBELAJARAN INKLUSI UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) KELAS V SD NEGERI GIWANGAN YOGYAKARTA

PROSES PEMBELAJARAN INKLUSI UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) KELAS V SD NEGERI GIWANGAN YOGYAKARTA PROSES PEMBELAJARAN INKLUSI UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) KELAS V SD NEGERI GIWANGAN YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1990 TENTANG PENDIDIKAN DASAR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1990 TENTANG PENDIDIKAN DASAR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1990 TENTANG PENDIDIKAN DASAR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa sebagai pelaksanaan ketentuan Pasal 13 Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989

Lebih terperinci

SKRIPSI untuk. oleh SEMARANG

SKRIPSI untuk. oleh SEMARANG i HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KUALITAS RUMAH HUNIAN PENDUDUK KELURAHAN MANGUNSARI KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG SKRIPSI untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan oleh Apriani Yunita

Lebih terperinci

DAFTAR ISI... 3 RINGKASAN EKSEKUTIF... 5 KATA PENGANTAR... 9 DAFTAR GAMBAR... 11 DAFTAR TABEL... 12 1. PENDAHULUAN... 14

DAFTAR ISI... 3 RINGKASAN EKSEKUTIF... 5 KATA PENGANTAR... 9 DAFTAR GAMBAR... 11 DAFTAR TABEL... 12 1. PENDAHULUAN... 14 1 P a g e 2 P a g e Daftar Isi DAFTAR ISI... 3 RINGKASAN EKSEKUTIF... 5 KATA PENGANTAR... 9 DAFTAR GAMBAR... 11 DAFTAR TABEL... 12 1. PENDAHULUAN... 14 1.1. Latar Belakang...14 1.2. Perumusan Masalah...16

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan secara historis telah ikut menjadi landasan moral dan etik

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan secara historis telah ikut menjadi landasan moral dan etik BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan secara historis telah ikut menjadi landasan moral dan etik dalam proses pembentukan jati diri bangsa. Di samping itu pendidikan juga merupakan variabel

Lebih terperinci

Setiap individu memiliki tingkatan usia yang berbeda-beda, usia merupakan

Setiap individu memiliki tingkatan usia yang berbeda-beda, usia merupakan 8 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Tentang Manusia Lanjut Usia Bekerja 1. Pengertian Manusia lanjut usia Manusia lanjut usia adalah seseorang yang karena usianya mengalami perubahan biologis, fisik, kejiwaan

Lebih terperinci

LAPORAN HASIL PENELITIAN

LAPORAN HASIL PENELITIAN 1 LAPORAN HASIL PENELITIAN PENGEMBANGAN PROGRAM STUDI DANA PNBP TAHUN ANGGARAN 2012 STUDI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PNPM MANDIRI PERDESAAN DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN GORONTALO (Studi Kasus

Lebih terperinci

UPAYA PEMERATAAN PENDIDIKAN BAGI MASYARAKAT KURANG MAMPU. Nuris Fajar Rizki PLS-UM

UPAYA PEMERATAAN PENDIDIKAN BAGI MASYARAKAT KURANG MAMPU. Nuris Fajar Rizki PLS-UM UPAYA PEMERATAAN PENDIDIKAN BAGI MASYARAKAT KURANG MAMPU Nuris Fajar Rizki PLS-UM PENDAHULUAN Pemilihan judul Upaya Pemerataan Pendidikan Bagi Masyarakat Kurang Mampu berlatar belakang pada beberapa masalah.

Lebih terperinci

OPTIMALISASI PEMBINAAN TERITORIAL GUNA MEMANTAPKAN KETAHANAN WILAYAH BAB I PENDAHULUAN

OPTIMALISASI PEMBINAAN TERITORIAL GUNA MEMANTAPKAN KETAHANAN WILAYAH BAB I PENDAHULUAN OPTIMALISASI PEMBINAAN TERITORIAL GUNA MEMANTAPKAN KETAHANAN WILAYAH BAB I PENDAHULUAN 1. Umum. a. Indonesia yang terletak pada posisi silang lintas internasional antara dua samudera dan dua benua satu

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa sumber daya air merupakan karunia Tuhan Yang

Lebih terperinci