28 Juli 2020, Pukul : wib.

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "28 Juli 2020, Pukul : wib."

Transkripsi

1 2 22, Pukul : 4. wib.

2 Positif Covid 23 Pasien Dalam Pengawasan ( PDP ) ODP 42 Kumulatif Sedang dirawat Selesai Pengawasan Pemeriksaan Lab Jumlah diperiksa On Proses Negatif Positif Covid PDP PDP MENINGGAL 7 PDP MENINGGAL PENY. PENYERTA 73 PDP MENINGGAL REAKTIF RAPID TES COVID Kumulatif Proses Pemantauan Orang Dalam Pemantauan ( ODP) Selesai Pemantauan Pemeriksaan Lab ODP/OTG Jumlah diperiksa On Proses Negatif Positif Covid ODP/OTG PDP MENINGGAL POSITIF COVID

3 23 POSITIF COVID-9 Pria Wanita Positif Covid 55 2 Stabil 9 7 POSITIF COVID BERDASARKAN KELOMPOK UMUR ODP 25 Lemah - 6 OTG Kasus Baru 26 ReInfeksi 3 Meninggal PDP 39 3 MENINGGAL 252 SEMBUH Sembuh 42 Pasien Positif Covid Sedang dirawat RS BP Batam RS Elisabeth Batam Kota RS Elisabeth Lubuk Baja RSUD Embung Fatimah RS Budi Kemuliaan RS AwalBros RSKI Galang CREW KM KELUD DI RSD COVID-9 GALANG JLH. CREW SWAB NEGATIF SWAB POSITIF 29 SEMBUH 29 DALAM PERAWATAN - Case 22 tercatat sebagai kasus Covid-9 Kab. Lingga

4 Timeline temuan kasus Covid Kumulatif Kasus Baru Minggu Minggu Minggu I III Maret IV Maret April Minggu II April Minggu III April Minggu IV April 29 Minggu I Minggu II Minggu Mei Mei III Mei 74 Minggu IV Mei 2 27 Minggu I Minggu II Minggu Juni Juni III Juni Minggu IV Juni Minggu I Minggu II Minggu III 7 Minggu IV

5 POSITIF COVID BERDASARKAN PEKERJAAN

6 KUMULATIF PASIEN DALAM PENGAWASAN (PDP) 7 PASIEN DALAM PENGAWASAN 7 MENINGGAL Kelompok Umur Pria Wanita 5 th th th th th th th th Pria Wanita 65 th > TOTAL

7 Rapid Tes ODP OTG PDP ODR TES REAKTIF

8 Kumulatif PDP DAN POSITIF COVID Berdasarkan Kecamatan Kumulatif POSITIF COVID yang Sembuh Berdasarkan Kecamatan Sekupang 35 Sei Beduk 5 Sagulung Nongsa Lubuk Baja Galang Bulang Bengkong Bel. Padang 9 27 Batu Ampar 36 Batu Aji 7 PDP Covid Positif Batam Kota

9 Kumulatif Meninggal PDP DAN Meninggal POSITIF COVID Berdasarkan Kecamatan 2 6 Meninggal PDP Meninggal Covid Batam Kota Batu Aji 5 Batu Ampar Bel. Padang 2 Bengkong Bulang Galang Lubuk Baja 4 Nongsa Sagulung Sei Beduk Sekupang

10 Rekap Penyisiran/Screening Warga Batam TIM GUGUS TUGAS COVID-9 TINGKAT KECAMATAN Mei sampai dengan Total di Screening 5.63 Orang

11 Timeline Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Kumulatif PDP Sedang dirawat Selesai Pengawasan

12 Timeline Orang Dalam Pemantauan (ODP) Kumulatif ODP Proses Pemantauan selesai Masa Pemantauan

13 PETA SITUASI TERKINI POSITIF COVID-9 MASIH DALAM PERAWATAN BERDASARKAN KECAMATAN BATU AMPAR COVID POS 39 MENINGGAL PERAWATAN 2 SEMBUH 36 BENGKONG COVID POS 3 MENINGGAL 2 PERAWATAN SEMBUH 27 BELAKANG PADANG COVID POS MENINGGAL - PERAWATAN - SEMBUH LUBUK BAJA COVID POS 22 MENINGGAL PERAWATAN 2 SEMBUH 9 SEKUPANG COVID POS 3 MENINGGAL 2 PERAWATAN SEMBUH 35 NONGSA COVID POS MENINGGAL - PERAWATAN - SEMBUH BATU AJI COVID POS MENINGGAL - PERAWATAN 4 SEMBUH 7 BATAM KOTA COVID POS 75 MENINGGAL 4 PERAWATAN 5 SEMBUH 66 Covid-9 Positif Masih dalam Perawatan BULANG COVID POS - MENINGGAL - SAGULUNG COVID POS MENINGGAL 2 SEI BEDUK COVID POS MENINGGAL - GALANG COVID POS - MENINGGAL PERAWATAN - SEMBUH - PERAWATAN 3 SEMBUH 3 PERAWATAN - SEMBUH PERAWATAN - SEMBUH > o7 LSW

Lampiran I.21 PENETAPAN DAERAH PEMILIHAN DAN JUMLAH KURSI ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014

Lampiran I.21 PENETAPAN DAERAH PEMILIHAN DAN JUMLAH KURSI ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 Lampiran I. 0/Kpts/KPU/TAHUN 0 9 MARET 0 ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 04 No DAERAH PEMILIHAN JUMLAH PENDUDUK JUMLAH KURSI DP Meliputi Kab/Kota 5. KOTA TANJUNG

Lebih terperinci

Lampiran I.21 PENETAPAN DAERAH PEMILIHAN DAN JUMLAH KURSI ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014

Lampiran I.21 PENETAPAN DAERAH PEMILIHAN DAN JUMLAH KURSI ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 Lampiran I. 0/Kpts/KPU/TAHUN 0 9 MARET 0 ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 04 No DAERAH PEMILIHAN JUMLAH PENDUDUK JUMLAH KURSI DP Meliputi Kab/Kota 5. KOTA TANJUNG

Lebih terperinci

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KOTA BATAM TAHUN ANGGARAN 2016

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KOTA BATAM TAHUN ANGGARAN 2016 Halaman : DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KOTA BATAM TAHUN ANGGARAN 06 Formulir DPASKPD. URUSAN PEMERINTAHAN ORANISASI :.05. PENATAAN RUANG :.05.56. DINAS TATA KOTA

Lebih terperinci

Sekapur Sirih. Batam, Agustus 2010 Kepala Badan Pusat Statistik Kota Batam. Endang Retno Srisubiyandani, S.Si

Sekapur Sirih. Batam, Agustus 2010 Kepala Badan Pusat Statistik Kota Batam. Endang Retno Srisubiyandani, S.Si Kota Batam Sekapur Sirih Sebagai pengemban amanat Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan sejalan dengan rekomendasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai Sensus Penduduk dan Perumahan

Lebih terperinci

Persyaratan Pendataan. Persayaratan Pendaftaran

Persyaratan Pendataan. Persayaratan Pendaftaran KETENTUAN UMUM 1. Calon peserta didik diberikan kesempatan untuk melakukan 1 (satu) kali pendaftaran. 2. Calon peserta didik yang lulus seleksi sementara di salah satu pilihan saat proses seleksi berlangsung,

Lebih terperinci

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN. Rekapitulasi Belanja Langsung Berdasarkan Program dan Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN. Rekapitulasi Belanja Langsung Berdasarkan Program dan Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DPA-SKPD 2.2 PEMERINTAH KOTA BATAM Tahun Anggaran 2014 Urusan Pemerintahan : 1.01. PENDIDIKAN Organisasi : 1.01.18. DINAS PENDIDIKAN KOTA BATAM

Lebih terperinci

PEMETAAN DAERAH RAWAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI PULAU BATAM

PEMETAAN DAERAH RAWAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI PULAU BATAM Jurnal Integrasi Article History Vol. 9, No. 2, October 2017, 106-112 Received September, 2017 e-issn: 2548-9828 Accepted October, 2017 PEMETAAN DAERAH RAWAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI PULAU

Lebih terperinci

RAPAT KERJA TEKNIS TKPK TAHUN 2015

RAPAT KERJA TEKNIS TKPK TAHUN 2015 RAPAT KERJA TEKNIS TKPK TAHUN 2015 MENGUATKAN PERAN PEMDA DALAM PERBAIKAN KINERJA PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN BERBASIS KELUARGA MELALUI KETERSEDIAAN DATA DAN INFORMASI SERTA SISTEM PENGADUAN Oleh

Lebih terperinci

WALIKOTA BATAM PERATURAN DAERAH KOTA BATAM NOMOR 4 TAHUN 2002 TENTANG PERUBAHAN STATUS DESA MENJADI KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA BATAM PERATURAN DAERAH KOTA BATAM NOMOR 4 TAHUN 2002 TENTANG PERUBAHAN STATUS DESA MENJADI KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BATAM PERATURAN DAERAH KOTA BATAM NOMOR 4 TAHUN 2002 TENTANG PERUBAHAN STATUS DESA MENJADI KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BATAM, Menimbang : a. bahwa sehubungan dengan perkembangan

Lebih terperinci

WALIKOTA BATAM PERATURAN DAERAH KOTA BATAM NOMOR 02 TAHUN 2005 TENTANG

WALIKOTA BATAM PERATURAN DAERAH KOTA BATAM NOMOR 02 TAHUN 2005 TENTANG WALIKOTA BATAM PERATURAN DAERAH KOTA BATAM NOMOR 02 TAHUN 2005 TENTANG PEMEKARAN, PERUBAHAN DAN PEMBENTUKAN KECAMATAN DAN KELURAHAN DALAM DAERAH KOTA BATAM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BATAM,

Lebih terperinci

BAB 1

BAB 1 BAB 1 Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Kota Batam terletak antara 0 25' 29'' Lintang Utara - 1 15' 00'' Lintang Utara, 103 34' 35'' Bujur Timur - 104 26' 04'' Bujur Timur. Luas wilayah Kota Batam seluas

Lebih terperinci

Dengan berlakukunya Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999, maka Kotamadya Administratif Batam berubah menjadi daerah otonom Kota Batam dengan membawahi 8

Dengan berlakukunya Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999, maka Kotamadya Administratif Batam berubah menjadi daerah otonom Kota Batam dengan membawahi 8 Terbentuknya Pemerintah Kota Batam sebagai institusi Eksekutif yang melaksanakan roda pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, menjadi harapan untuk dapat menjawab setiap permasalahan maupun tantangan

Lebih terperinci

The change status / level of Batam district into Batam Administration Municipality, it divided into 3 Districts. Administrations

The change status / level of Batam district into Batam Administration Municipality, it divided into 3 Districts. Administrations Administrations Terbentuknya Pemerintah Kota Batam sebagai institusi Eksekutif yang melaksanakan roda pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, menjadi harapan untuk dapat menjawab setiap permasalahan

Lebih terperinci

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN NOMOR DPA SKPD DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN.0..0.8. 00 00 SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DPA-SKPD 2.2 PEMERINTAH KOTA BATAM TAHUN ANGGARAN 205 Urusan Pemerintah :.0. PENDIDIKAN Organisasi :.0.8. DINAS PENDIDIKAN

Lebih terperinci

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN NOMOR DPA SKPD DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN.02..02.7. 00 00 SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DPA-SKPD 2.2 PEMERINTAH KOTA BATAM TAHUN ANGGARAN 205 Urusan Pemerintah :.02. KESEHATAN Organisasi :.02.7. DINAS

Lebih terperinci

BAB II BATAM DAN SOSIAL KEAGAMAAN. Propinsi Kepulauan Riau. Secara geografis Kota Batam terletak pada posisi

BAB II BATAM DAN SOSIAL KEAGAMAAN. Propinsi Kepulauan Riau. Secara geografis Kota Batam terletak pada posisi BAB II BATAM DAN SOSIAL KEAGAMAAN A. Letak Geografis Batam Batam merupakan salah satu dari Kabupaten Kota yang ada di Propinsi Kepulauan Riau. Secara geografis Kota Batam terletak pada posisi antara :

Lebih terperinci

MAKALAH PELAYANAN PUBLIK

MAKALAH PELAYANAN PUBLIK MAKALAH PELAYANAN PUBLIK INTERKONEKSI JARINGAN PIPA AIR BERSIH BAWAH LAUT ANTAR PULAU SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN AIR BERSIH/AIR MINUM DI WILAYAH HINTERLAND KOTA BATAM BAB I MASALAH, PENDEKATAN,

Lebih terperinci

JUMLAH PUSKESMAS MENURUT KABUPATEN/KOTA (KEADAAN 31 DESEMBER 2013)

JUMLAH PUSKESMAS MENURUT KABUPATEN/KOTA (KEADAAN 31 DESEMBER 2013) JUMLAH MENURUT KABUPATEN/KOTA (KEADAAN 31 DESEMBER 2013) PROVINSI KEPULAUAN RIAU KAB/KOTA RAWAT INAP NON RAWAT INAP JUMLAH 2101 KARIMUN 3 6 9 2102 BINTAN 5 7 12 2103 NATUNA 8 5 13 2104 LINGGA 2 5 7 2105

Lebih terperinci

4.1 Target Dasar Undang-Undang Republik Indonesia No.20 tahun 2033 menyebutkan pada Pasal 17 ayat (1 dan 2) bahwa : (1) Pendidikan Dasar merupakan

4.1 Target Dasar Undang-Undang Republik Indonesia No.20 tahun 2033 menyebutkan pada Pasal 17 ayat (1 dan 2) bahwa : (1) Pendidikan Dasar merupakan 4.1 Target Dasar Undang-Undang Republik Indonesia No.20 tahun 2033 menyebutkan pada Pasal 17 ayat (1 dan 2) bahwa : (1) Pendidikan Dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi pendidikan menengah,

Lebih terperinci

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 32 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DAN KELURAHAN

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 32 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DAN KELURAHAN WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 32 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BATAM, Menimbang

Lebih terperinci

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN. Rekapitulasi Belanja Langsung Berdasarkan Program dan Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN. Rekapitulasi Belanja Langsung Berdasarkan Program dan Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DPA-SKPD 2.2 PEMERINTAH KOTA BATAM Tahun Anggaran 2014 Urusan Pemerintahan : 1.02. KESEHATAN Organisasi : 1.02.17. DINAS KESEHATAN KOTA BATAM

Lebih terperinci

Pemetaan Perubahan Garis Pantai Menggunakan Citra Penginderaan Jauh di Pulau Batam

Pemetaan Perubahan Garis Pantai Menggunakan Citra Penginderaan Jauh di Pulau Batam Pemetaan Perubahan Garis Pantai Menggunakan Citra Penginderaan Jauh di Pulau Batam Arif Roziqin 1 dan Oktavianto Gustin 2 Program Studi Teknik Geomatika, Politeknik Negeri Batam, Batam 29461 E-mail : arifroziqin@polibatam.ac.id

Lebih terperinci

8.1 Target Dakar Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing merupakan salah satu dari tiga masalah besar pendidikan yang dihadapi bangsa ini atau

8.1 Target Dakar Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing merupakan salah satu dari tiga masalah besar pendidikan yang dihadapi bangsa ini atau 8.1 Target Dakar Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing merupakan salah satu dari tiga masalah besar pendidikan yang dihadapi bangsa ini atau disebut sebagai tantangan pembangunan pendidikan skala

Lebih terperinci

1. Penduduk. 1. Population

1. Penduduk. 1. Population Populations and Labours 1. Penduduk Di dalam Garis-garis Besar Haluan Negara dinyatakan bahwa jumlah penduduk yang besar baru menjadi modal dasar yang efektif bagi pembangunan Nasional hanya bila penduduk

Lebih terperinci

LAKIP. Laporan Akuntabilias Kinerja Instansi Pemerintah. Pemerintah Kota Batam

LAKIP. Laporan Akuntabilias Kinerja Instansi Pemerintah. Pemerintah Kota Batam LAKIP Laporan Akuntabilias Kinerja Instansi Pemerintah Pemerintah Kota Batam [BAB I PENDAHULUAN] [Type the abstract of the document here. The abstract is typically a short summary of the contents of the

Lebih terperinci

DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DPPA - SKPD 2.2

DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DPPA - SKPD 2.2 DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DPPA - SKPD 2.2 PEMERINTAH KOTA Tahun Anggaran 2014 Urusan Pemerintahan : 1.02. KESEHATAN Organisasi : 1.02.17. DINAS KESEHATAN KOTA

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN SISWA BARU (PSB) TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK TAHUN PELAJARAN 2010/2011 KOTA BATAM

PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN SISWA BARU (PSB) TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK TAHUN PELAJARAN 2010/2011 KOTA BATAM Lampiran : Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Nomor : Kpts. 217/419.3/DISDIK/ V/2010 Tanggal 27 Mei 2010 PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN SISWA BARU (PSB) TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

Analisis Pola Permukiman Menggunakan Data Penginderaan Jauh di Pulau Batam

Analisis Pola Permukiman Menggunakan Data Penginderaan Jauh di Pulau Batam Analisis Pola Permukiman Menggunakan Data Penginderaan Jauh di Pulau Batam Arif Roziqin dan Nur Indah Kusumawati Program Studi Teknik Geomatika, Politeknik Negeri Batam, Batam 29461 E-mail : arifroziqin@polibatam.ac.id

Lebih terperinci

DAFTAR LOKASI DAN ALOKASI PNPM MANDIRI PERKOTAAN T,A,2013 PROVINSI KEPULAUAN RIAU

DAFTAR LOKASI DAN ALOKASI PNPM MANDIRI PERKOTAAN T,A,2013 PROVINSI KEPULAUAN RIAU Lampiran Surat Direktur Penataan Bangunan dan lingkungan No... Perihal : Daftar Rincian Lokasi dan Alokasi Dana Bantuan Langsung Masyarakat PNPM Mandiri Perkotaan TA 2013 DAFTAR LOKASI DAN ALOKASI PNPM

Lebih terperinci

DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DPPA - SKPD 2.2

DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DPPA - SKPD 2.2 Halaman : 1 DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DPPA - SKPD. PEMERINTAH KOTA TAHUN ANGGARAN 015 Urusan Pemerintahan Organisasi : 1.01. - PENDIDIKAN : 1.01.18. - Rekapitulasi

Lebih terperinci

DATA DASAR PUSKESMAS PROVINSI KEPULAUAN RIAU

DATA DASAR PUSKESMAS PROVINSI KEPULAUAN RIAU DATA DASAR PUSKESMAS PROVINSI KEPULAUAN RIAU KONDISI DESEMBER 2015 KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA JAKARTA, 2016 JUMLAH PUSKESMAS MENURUT KABUPATEN/KOTA KEADAAN 31 DESEMBER 2015 PROVINSI KEPULAUAN

Lebih terperinci

BAB III DESKRIPSI WILAYAH. sebagai salah satu destinasi utama bisnis dan perdagangan. pembangunan infrastruktur dan properti di Kota Batam.

BAB III DESKRIPSI WILAYAH. sebagai salah satu destinasi utama bisnis dan perdagangan. pembangunan infrastruktur dan properti di Kota Batam. BAB III DESKRIPSI WILAYAH A. Gambaran Umum Kota Batam Kota Batam yang berada di Provinsi Kepulauan Riau merupakan salah satu kota dengan potensi pertumbuhan terpesat di Indonesia. Letaknya yang sangat

Lebih terperinci

DATA DASAR PUSKESMAS PROVINSI KEPULAUAN RIAU

DATA DASAR PUSKESMAS PROVINSI KEPULAUAN RIAU DATA DASAR PROVINSI KEPULAUAN RIAU KONDISI DESEMBER 2014 KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA JAKARTA, 2015 JUMLAH MENURUT KABUPATEN/KOTA (KEADAAN 31 DESEMBER 2014) PROVINSI KEPULAUAN RIAU KAB/KOTA

Lebih terperinci

Rasional Alvarez (1990) dalam bukunya Engendering Democracy in Brazil :Women s Movement in Transition Politics, mendefinisikan sebuah gerakan

Rasional Alvarez (1990) dalam bukunya Engendering Democracy in Brazil :Women s Movement in Transition Politics, mendefinisikan sebuah gerakan Rasional Alvarez (1990) dalam bukunya Engendering Democracy in Brazil :Women s Movement in Transition Politics, mendefinisikan sebuah gerakan perempuan adalah sebuah gerakan sosial dan politik, yang terdiri

Lebih terperinci

NO HARI/TANGGAL WAKTU KECAMATAN LOKASI MASJID ACARA KEGIATAN KETERANGAN 1 2 3 4 5 6 7 8

NO HARI/TANGGAL WAKTU KECAMATAN LOKASI MASJID ACARA KEGIATAN KETERANGAN 1 2 3 4 5 6 7 8 JADWAL KEGIATAN SAFARI RAMADHAN WALIKOTA BATAM, WAKIL WALIKOTA BATAM, MUSPIDA, KETUA DPRD BATAM, KETUA BP KAWASAN, ORMAS SERTA KEGIATAN TAKBIR HARI RAYA IDUL FITRI TAHUN 1433 H / 2012 M REVISI I NO HARI/TANGGAL

Lebih terperinci

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN. Rekapitulasi Belanja Langsung Berdasarkan Program dan Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN. Rekapitulasi Belanja Langsung Berdasarkan Program dan Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DPA-SKPD 2.2 PEMERINTAH KOTA BATAM Tahun Anggaran 2013 Urusan Pemerintahan : 1.02. KESEHATAN Organisasi : 1.02.17. DINAS KESEHATAN KOTA BATAM

Lebih terperinci

PENERAPAN BALANCED SCORECARD DALAM PENGUKURAN KINERJA PELAYANAN PENGANGKUTAN SAMPAH DI KOTA BATAM

PENERAPAN BALANCED SCORECARD DALAM PENGUKURAN KINERJA PELAYANAN PENGANGKUTAN SAMPAH DI KOTA BATAM PENERAPAN BALANCED SCORECARD DALAM PENGUKURAN KINERJA PELAYANAN PENGANGKUTAN SAMPAH DI KOTA BATAM Rahmat Hidayat 1) Jessica Elisabet Samosir 2) 1 2 Prodi Administrasi Bisnis Terapan Politeknik Negeri Batam

Lebih terperinci

JADWAL KEGIATAN SAFARI RAMADHAN WALIKOTA BATAM, WAKIL WALIKOTA BATAM, MUSPIDA, KETUA DPRD BATAM,

JADWAL KEGIATAN SAFARI RAMADHAN WALIKOTA BATAM, WAKIL WALIKOTA BATAM, MUSPIDA, KETUA DPRD BATAM, JADWAL KEGIATAN SAFARI RAMADHAN WALIKOTA BATAM, WAKIL WALIKOTA BATAM, MUSPIDA, KETUA DPRD BATAM, KETUA BP KAWASAN, ORMAS SERTA KEGIATAN TAKBIR HARI RAYA IDUL FITRI TAHUN 1433 H / 2012 M NO HARI/TANGGAL

Lebih terperinci

PESERTA KEGIATAN KETERANGAN Masjid Raya Batam Walikota, Wakil Walikota, DPRD, Otorita, Muspida, Kemenag, Tomas, SKPD

PESERTA KEGIATAN KETERANGAN Masjid Raya Batam Walikota, Wakil Walikota, DPRD, Otorita, Muspida, Kemenag, Tomas, SKPD Lampiran : Keputusan Walikota Batam Nomor : KPTS. /HK/VIII/2010 Tanggal : 06 Agustus 2010 JADWAL KEGIATAN SAFARI RAMADHAN WALIKOTA BATAM, WAKIL WALIKOTA BATAM, KETUA DPRD BATAM, MUSPIDA DAN KETUA OTORITA

Lebih terperinci

6.1 Target Dakar Target Dakar untuk pendidikan Keaksaraan dan Berkelanjutan adalah Tercapainya peningkatan sebesar 50 persen pada tingkat

6.1 Target Dakar Target Dakar untuk pendidikan Keaksaraan dan Berkelanjutan adalah Tercapainya peningkatan sebesar 50 persen pada tingkat 6.1 Target Dakar Target Dakar untuk pendidikan Keaksaraan dan Berkelanjutan adalah Tercapainya peningkatan sebesar 50 persen pada tingkat keniraksaraan orang dewasa terutama perempuan pada tahun 2015 dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sesuai ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007

BAB I PENDAHULUAN. Sesuai ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Sesuai ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 sebagaimana telah diubah beberapa

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan kegiatan ekonomi dunia yang mengarah pada globalisasi ekonomi menuntut dikuranginya hambatan di bidang perdagangan. Pengurangan hambatan tersebut juga merupakan

Lebih terperinci

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KOTA BATAM TAHUN ANGGARAN 2016

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KOTA BATAM TAHUN ANGGARAN 2016 Halaman : DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KOTA BATAM TAHUN ANGGARAN 06 Formulir DPA-SKPD. URUSAN PEMERINTAHAN ORANISASI :.0. - PENDIDIKAN :.0.8. - DINAS PENDIDIKAN

Lebih terperinci

SIMULASI MODEL ALOKASI KEBUTUHAN RUANG KOTA/ WILAYAH BERDASARKAN KEBERLANJUTAN FUNGSI KONSERVASI AIR DAN PENCEGAH BANJIR

SIMULASI MODEL ALOKASI KEBUTUHAN RUANG KOTA/ WILAYAH BERDASARKAN KEBERLANJUTAN FUNGSI KONSERVASI AIR DAN PENCEGAH BANJIR SIMULASI MODEL ALOKASI KEBUTUHAN RUANG KOTA/ WILAYAH BERDASARKAN KEBERLANJUTAN FUNGSI KONSERVASI AIR DAN PENCEGAH BANJIR Nawa Suwedi, Mukaryanti, Alinda Medrial Zein, Diar Shiddiq Abstract Regional Spatial

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA BATAM

PEMERINTAH KOTA BATAM PEMERINTAH KOTA BATAM D I N A S P E N D I D I K A N JL. Pramuka Telp. (0778) 322569 Fax. (0778) 324442 SEKUPANG - BATAM PEMERINTAH KOTA BATAM DINAS PENDIDIKAN KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN KOTA BATAM

Lebih terperinci

ANALISIS BIPLOT PADA DATA KASUS PENYAKIT DI BEBERAPA DAERAH DI INDONESIA TAHUN Bambang Heriyanto* dan Revi Rosavika Kinansi**

ANALISIS BIPLOT PADA DATA KASUS PENYAKIT DI BEBERAPA DAERAH DI INDONESIA TAHUN Bambang Heriyanto* dan Revi Rosavika Kinansi** ANALISIS BIPLOT PADA DATA KASUS PENYAKIT DI BEBERAPA DAERAH DI INDONESIA TAHUN 29 Bambang Heriyanto* dan Revi Rosavika Kinansi** Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI KLAS 1A BATAM

PENGADILAN NEGERI KLAS 1A BATAM PENGADILAN NEGERI KLAS 1A BATAM JL. ENGKU HAJI TUA - BATAM CENTRE, KOTA BATAM TELP. (0778) 468828 FAX. (0778) 468828 PROPINSI KEPULAUAN RIAU PENETAPAN KETUA PENGADILAN NEGERI BATAM Nomor : W4.U8 /366/HK.00.8/I/2016.

Lebih terperinci

Kondisi Dan Upaya Strategi Penanganan Sanitasi di Kota Batam. Condition and Efforts Management Strategy of Sanitation In Batam City

Kondisi Dan Upaya Strategi Penanganan Sanitasi di Kota Batam. Condition and Efforts Management Strategy of Sanitation In Batam City Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol. 11 No. 1 / April 2012 Kondisi Dan Upaya Strategi Penanganan Sanitasi di Kota Batam Condition and Efforts Management Strategy of Sanitation In Batam City Tri Joko,

Lebih terperinci

PERMASALAHAN DAN SOLUSI PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DI KOTA BATAM

PERMASALAHAN DAN SOLUSI PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DI KOTA BATAM PERMASALAHAN DAN SOLUSI PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DI KOTA BATAM Lani Puspita Selama tahun 2015 2016 Kota Batam (khususnya Pulau Batam) mengalami permasalahan sumber daya air, yaitu berupa kekeringan

Lebih terperinci

Pemerintah Daerah Kota Batam

Pemerintah Daerah Kota Batam Pemerintah Daerah Kota Batam 1 Pengantar Pendidikan adalah upaya strategis dalam menumbuhkembangkan seluruh potensi yang dimiliki individu, pendidikan diyakini dapat membantu memberdayakan kemampuan kreatif

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai tindak lanjut, pemerintah membuat Undang-Undang Nomor 24 Tahun tentang Badan penyelenggara Jaminan Sosial.

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai tindak lanjut, pemerintah membuat Undang-Undang Nomor 24 Tahun tentang Badan penyelenggara Jaminan Sosial. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Untuk mewujudkan pelayanan yang tidak diskriminatif, partisipatif, perlindungan, dan berkelanjutan perlu dibentuk peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai

Lebih terperinci

APLIKASI PENCARIAN TAMBAL BAN MOTOR TERDEKAT BERBASIS ANDROID (STUDI KASUS TAMBAL BAN DI KOTA BATAM) Abstrak

APLIKASI PENCARIAN TAMBAL BAN MOTOR TERDEKAT BERBASIS ANDROID (STUDI KASUS TAMBAL BAN DI KOTA BATAM) Abstrak APLIKASI PENCARIAN TAMBAL BAN MOTOR TERDEKAT BERBASIS ANDROID (STUDI KASUS TAMBAL BAN DI KOTA BATAM) Sudra Irawan, Gusti Hermawansyah Putra Jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Batam sudra@polibatam.ac.id

Lebih terperinci

Rasional Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia enam tahun yang dilakukan melalui

Rasional Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia enam tahun yang dilakukan melalui Rasional Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan untuk membantu pertumbuhan adan

Lebih terperinci

STUDI POTENSI DAN PELUANG EKONOMI KERAKYATAN KOTA BATAM Ade P. Nasution Dosen Tetap Prodi Manajemen Fak. Ekonomi UNRIKA Batam

STUDI POTENSI DAN PELUANG EKONOMI KERAKYATAN KOTA BATAM Ade P. Nasution Dosen Tetap Prodi Manajemen Fak. Ekonomi UNRIKA Batam STUDI POTENSI DAN PELUANG EKONOMI KERAKYATAN KOTA BATAM Ade P. Nasution Dosen Tetap Prodi Manajemen Fak. Ekonomi UNRIKA Batam Dalam penelitian Studi Potensi dan Peluang Ekonomi Kerakyatan Kota Batam ini

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN LOKASI PENELITIAN

BAB II GAMBARAN LOKASI PENELITIAN BAB II GAMBARAN LOKASI PENELITIAN A. Geografis Kota Batam Secara geografis Kota Batam mempunyai posisi strategis karena berada pada jalur pelayaran Internasional yang jaraknya 12,5 mil laut dengan negara

Lebih terperinci

KEBIJAKAN PENGENTASAN KEMISKINAN DI KOTA BATAM MELALUI PENDIDIKAN GUNA MEMPERCEPAT PENCAPAIAN MDG s

KEBIJAKAN PENGENTASAN KEMISKINAN DI KOTA BATAM MELALUI PENDIDIKAN GUNA MEMPERCEPAT PENCAPAIAN MDG s KEBIJAKAN PENGENTASAN KEMISKINAN DI KOTA BATAM MELALUI PENDIDIKAN GUNA MEMPERCEPAT PENCAPAIAN MDG s Diah Ayu Pratiwi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Kepulauan diah_mahdan@yahoo.co.id

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 87 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA TATA RUANG KAWASAN BATAM, BINTAN, DAN KARIMUN

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 87 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA TATA RUANG KAWASAN BATAM, BINTAN, DAN KARIMUN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 87 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA TATA RUANG KAWASAN BATAM, BINTAN, DAN KARIMUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BATAM KEPULAUAN RIAU KOTA BATAM ADMINISTRASI Profil Wilayah Setelah ditetapkannya Pulau Batam menjadi sebuah kota administratif (1983), Batam menjadi kawasan industri terkemuka

Lebih terperinci

P U T U S AN Nomor 61 /PHPU.C-VII/2009

P U T U S AN Nomor 61 /PHPU.C-VII/2009 P U T U S AN Nomor 61 /PHPU.C-VII/2009 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA [1.1] Yang memeriksa, mengadili dan memutus perkara konstitusi pada tingkat

Lebih terperinci

PENILAIAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN DAN FUNGSI PRASARANA JALAN KOTA BATAM ABSTRACT

PENILAIAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN DAN FUNGSI PRASARANA JALAN KOTA BATAM ABSTRACT PENILAIAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN DAN FUNGSI PRASARANA JALAN KOTA BATAM 1) Arvian Zanuardi, 2) R. Pamekas 1) Balai Litbang Sosekling bidang Jalan dan Jembatan, Jl. Gayungkebonsari No. 50 60235, Surabaya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan kondisi ekonomi, sosial dan pertumbuhan penduduk

BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan kondisi ekonomi, sosial dan pertumbuhan penduduk BAB I PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Peningkatan kondisi ekonomi, sosial dan pertumbuhan penduduk menyebabkan meningkatnya tuntutan manusia terhadap sarana transportasi. Untuk menunjang kelancaran pergerakan

Lebih terperinci

Dewi Ratnawati, Riris Andono Ahmad, Firdaus Hafidz, Dibyo Pramono

Dewi Ratnawati, Riris Andono Ahmad, Firdaus Hafidz, Dibyo Pramono Dewi Ratnawati, Riris Andono Ahmad, Firdaus Hafidz, Dibyo Pramono TB masih menjadi masalah besar kesehatan dunia penyakit menular pembunuh terbesar ke-2 setelah HIV/AIDS Indonesia : ranking ke-3 dunia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pada level birokrasi maupun legislatif. Konsep trias politica yang membagi

BAB I PENDAHULUAN. pada level birokrasi maupun legislatif. Konsep trias politica yang membagi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Isu tentang Good Governance menjadi tema yang penting dalam perkembangan Administrasi Publik di Indonesia. Hal ini mendorong pemerintah melakukan reformasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penduduk atau barang atau jasa atau pikiran untuk tujuan khusus (dari daerah asal ke daerah

BAB I PENDAHULUAN. penduduk atau barang atau jasa atau pikiran untuk tujuan khusus (dari daerah asal ke daerah BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Transportasi merupakan proses yang pembahasannya menekankan pada pergerakan penduduk atau barang atau jasa atau pikiran untuk tujuan khusus (dari daerah asal ke daerah

Lebih terperinci

Revi Rosavika Kinansi dan Ika Martiningsih

Revi Rosavika Kinansi dan Ika Martiningsih PENGARUH INDIKATOR KESEHATAN LINGKUNGAN TERHADAP JUMLAH KASUS DBD PADA BALITA MENURUT KECAMATAN DI KOTA BATAM PADA TAHUN 2009 (The Effect of Environmental Health Indicators Against Dengue Under 5 Years

Lebih terperinci

RENCANA UMUM PENGADAAN BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KB KOTA BATAM TAHUN

RENCANA UMUM PENGADAAN BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KB KOTA BATAM TAHUN RENCANA UMUM PENGADAAN BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KB KOTA BATAM TAHUN 2012 No Nama dan Alamat Pengguna Anggaran Nama Kegiatan Paket Cara Pengadaan Perkiraan Besaran Biaya / Pagu Anggaran (Rp) Lokasi

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 87 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA TATA RUANG KAWASAN BATAM, BINTAN, DAN KARIMUN

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 87 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA TATA RUANG KAWASAN BATAM, BINTAN, DAN KARIMUN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 87 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA TATA RUANG KAWASAN BATAM, BINTAN, DAN KARIMUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk

Lebih terperinci

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. register status pasien. Berdasarkan register pasien yang ada dapat diketahui status pasien

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. register status pasien. Berdasarkan register pasien yang ada dapat diketahui status pasien 27 BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 4.1.1 Kerangka Pemikiran Penelitian ini dimulai dengan mengambil data pasien demam tifoid berasal dari register status pasien. Berdasarkan

Lebih terperinci

REKAPITULASI JUMLAH PASIEN JAMKESMAS SE KABUPATEN KEBUMEN

REKAPITULASI JUMLAH PASIEN JAMKESMAS SE KABUPATEN KEBUMEN REKAPITULASI JUMLAH PASIEN JAMKESMAS SE KABUPATEN KEBUMEN PPK TAHUN 2012 TAHUN 2013 RSUD RITL 6795 4322 PKU GOMBONG 9076 8825 PKU SRUWENG 3345 2238 PURBOWANGI 1670 1308 BP4 2671 1679 PALANG BIRU 1257 881

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Saat ini banyak wanita yang ikut bekerja untuk membantu mencari

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Saat ini banyak wanita yang ikut bekerja untuk membantu mencari BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat ini banyak wanita yang ikut bekerja untuk membantu mencari tambahan penghasilan dari suami. Selain karena faktor ekonomi keluarga, wanita juga bisa mengekspresikan

Lebih terperinci

Rasional Di tengah tuntutan masyarakat yang sedang kuat menuntut anak-anak bangsa ini memiliki kualitas, baik untuk kepentingan dirinya maupun untuk

Rasional Di tengah tuntutan masyarakat yang sedang kuat menuntut anak-anak bangsa ini memiliki kualitas, baik untuk kepentingan dirinya maupun untuk Rasional Di tengah tuntutan masyarakat yang sedang kuat menuntut anak-anak bangsa ini memiliki kualitas, baik untuk kepentingan dirinya maupun untuk kepentingan masyarakat pada umumnya, terlebih pada era

Lebih terperinci

ANALISIS RESPON SEGMEN GEOGRAFIS TERHADAP PASAR KAGET DI KOTA BATAM. Tiurniari Purba

ANALISIS RESPON SEGMEN GEOGRAFIS TERHADAP PASAR KAGET DI KOTA BATAM. Tiurniari Purba Tiurniari Purba Prodi Manajemen, Universitas Putera Batam ABSTRACT This study aims to determine consumer response based on geographical segments to the market shock in Batam City, especially in the nine

Lebih terperinci

Transportasi terdiri dari dua aspek, yaitu (1) prasarana atau infrastruktur seperti jalan raya, jalan rel, bandar udara dan pelabuhan laut; serta (2)

Transportasi terdiri dari dua aspek, yaitu (1) prasarana atau infrastruktur seperti jalan raya, jalan rel, bandar udara dan pelabuhan laut; serta (2) BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Wilayah mengalami perkembangan sebagai akibat adanya kegiatan atau aktivitas manusia yang terjadi di dalamnya. Kegiatan yang dilakukan oleh manusia atau masyarakat

Lebih terperinci

2000, Memoirs of Lee Kuan Yew, Singapore Press Holdings, 2000, hal 187

2000, Memoirs of Lee Kuan Yew, Singapore Press Holdings, 2000, hal 187 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air merupakan kebutuhan pokok bagi manusia. Seiring dengan pesatnya perkembangan penduduk maka kebutuhan air bersih untuk masyarakat juga akan semakin meningkat. Salah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang HIV AIDS merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang sampai saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkannya (CDC, 2016). WHO (2016) menunjukkan bahwa terdapat

Lebih terperinci

P U T U S A N. Perkara Nomor : 036/PHPU.C1-II/2004 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Perkara Nomor : 036/PHPU.C1-II/2004 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Perkara Nomor : 036/PHPU.C1-II/2004 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia yang mengadili perkaraperkara konstitusi telah menjatuhkan putusan

Lebih terperinci

JASA TITIPAN DI KOTA BATAM TAHUN 2016

JASA TITIPAN DI KOTA BATAM TAHUN 2016 JASA TITIPAN DI KOTA BATAM TAHUN 06 KECAMATAN BATAM KOTA 4 Caraka Logistics Vicky Mandiri Express UPS, PT. UPS Carding International 4 NCS 5 Jasa Mitra Batam Expres 6 PSA Logistics Komp. Lotus Garden Blok

Lebih terperinci

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. diabstraksi menjadi suatu konsep atau variabel disebut sebagai obyek penelitian

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. diabstraksi menjadi suatu konsep atau variabel disebut sebagai obyek penelitian BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Obyek Penelitian Konsep atau variabel merupakan abstraksi dari gejala, peristiwa atau masalah yang memerlukan penyelidikan. Fenomena atau masalah penelitian yang

Lebih terperinci

BAB I. PENDAHULUAN. infeksi Human Immunodificiency Virus (HIV). HIV adalah suatu retrovirus yang

BAB I. PENDAHULUAN. infeksi Human Immunodificiency Virus (HIV). HIV adalah suatu retrovirus yang BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang AIDS (Accquired Immunodeficiency Syndrom) adalah stadium akhir pada serangkaian abnormalitas imunologis dan klinis yang dikenal sebagai spektrum infeksi Human Immunodificiency

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kolaborasi dengan berbagai pihak. Hal ini membuat perawat berada pada

BAB I PENDAHULUAN. kolaborasi dengan berbagai pihak. Hal ini membuat perawat berada pada BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perawat merupakan tenaga kerja terbesar di rumah sakit yang memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien selama 24 jam melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Hal

Lebih terperinci

PENERIMAAN DOKTER KELUARGA UNTUK PELAYANAN PRIMER DI DESA SE-PROVINSI KEPULAUAN RIAU FORMASI BULAN JULI TAHUN 2015

PENERIMAAN DOKTER KELUARGA UNTUK PELAYANAN PRIMER DI DESA SE-PROVINSI KEPULAUAN RIAU FORMASI BULAN JULI TAHUN 2015 PENGUMUMAN Nomor: 445/1132/DK.3.1/2015 TENTANG PENERIMAAN DOKTER KELUARGA UNTUK PELAYANAN PRIMER DI DESA SE-PROVINSI KEPULAUAN RIAU FORMASI BULAN JULI TAHUN 2015 Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau

Lebih terperinci

MODEL DISTRIBUSI PERJALANAN PENDUDUK UNTUK PENENTUAN KORIDOR LRT DI PULAU BATAM

MODEL DISTRIBUSI PERJALANAN PENDUDUK UNTUK PENENTUAN KORIDOR LRT DI PULAU BATAM MODEL DISTRIBUSI PERJALANAN PENDUDUK UNTUK PENENTUAN KORIDOR LRT DI PULAU BATAM Doko Prio Utomo Gedung 2 BPPT Lantai 10, Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi Badan Pengkaian dan Peneraan teknologi

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Puji syukur kehadirat Tuhan YME, atas berkat rahmat-nya laporan akhir Penyusunan

KATA PENGANTAR. Puji syukur kehadirat Tuhan YME, atas berkat rahmat-nya laporan akhir Penyusunan KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan YME, atas berkat rahmat-nya laporan akhir Penyusunan Standar Pelayanan Publik (SPP) Dinas Pendapatan Daerah Kota Batam Tahun Anggaran 2014 dapat terselesaikan.

Lebih terperinci

DAN PERMUKIMAN KOTA BATAM. www.batamkota.go.id Email : tatakota@pemko-batam.go.id

DAN PERMUKIMAN KOTA BATAM. www.batamkota.go.id Email : tatakota@pemko-batam.go.id PENGEMBANGAN KAWASAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN KOTA BATAM www.batamkota.go.id Email : tatakota@pemko-batam.go.id 1 2009 Visi dan Misi Pemerintah Kota Batam VISI... MENUJU KOTA BATAM SEBAGAI BANDAR DUNIA

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 1983 TENTANG PEMBENTUKAN KOTAMADYA BATAM DI WILAYAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I RIAU

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 1983 TENTANG PEMBENTUKAN KOTAMADYA BATAM DI WILAYAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I RIAU PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 1983 TENTANG PEMBENTUKAN KOTAMADYA BATAM DI WILAYAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I RIAU PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa berhubung dengan

Lebih terperinci

Bab 2. Gambaran Umum Wilayah

Bab 2. Gambaran Umum Wilayah Bab 2 Gambaran Umum Wilayah 2.1 Geografis, Administratif dan Kondisi Fisik 2.1.1 Geografis Kota Batam secara geografis mempunyai letak yang sangat strategis, yaitu di jalur pelayaran dunia internasional

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SEKUPANG

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SEKUPANG STATISTIK DAERAH KECAMATAN SEKUPANG 2015 STATISTIK DAERAH KECAMATAN SEKUPANG 2015 No Publikasi : 2171.15.27 Katalog BPS : 1102001.2171.060 Ukuran Buku : 24,5 cm x 17,5 cm Jumlah Halaman : 14 hal. Naskah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Transportasi adalah usaha memindahkan, menggerakkan, mengangkut, atau mengalihkan suatu objek (manusia atau barang) dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) POLRESTA BARELANG TAHUN 2016

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) POLRESTA BARELANG TAHUN 2016 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH KEPULAUAN RIAU RESOR KOTA BARELANG LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) POLRESTA BARELANG TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang. Kepolisian Resor

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 87 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA TATA RUANG KAWASAN BATAM, BINTAN, DAN KARIMUN

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 87 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA TATA RUANG KAWASAN BATAM, BINTAN, DAN KARIMUN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 87 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA TATA RUANG KAWASAN BATAM, BINTAN, DAN KARIMUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : Mengingat

Lebih terperinci

EVALUASI KINERJA SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) PT. ADHYA TIRTA BATAM KEPULAUAN RIAU

EVALUASI KINERJA SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) PT. ADHYA TIRTA BATAM KEPULAUAN RIAU EVALUASI KINERJA SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) PT. ADHYA TIRTA BATAM 2005-2014 KEPULAUAN RIAU Herdiansyah 1), Ari Sandhyavitri 2), Andy Hendri 3) 1) Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik,

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN LUBUK BAJA

STATISTIK DAERAH KECAMATAN LUBUK BAJA STATISTIK DAERAH KECAMATAN LUBUK BAJA 2015 STATISTIK DAERAH KECAMATAN LUBUK BAJA 2015 ISSN : No Publikasi : 2171.15.29 Katalog BPS :1102001.2171.070 Ukuran Buku: 24,5 cm x 17,5 cm Halaman : 11 hal. Naskah

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BATU AMPAR 2015

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BATU AMPAR 2015 STATISTIK DAERAH KECAMATAN BATU AMPAR 2015 STATISTIK DAERAH KECAMATAN BATU AMPAR 2015 ISSN : No Publikasi : 2171.15.30 Katalog BPS : 1102001.2171.080 Ukuran Buku: 25 cm x 17,5 cm Jumlah Halaman : 11 hal.

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SAGULUNG

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SAGULUNG STATISTIK DAERAH KECAMATAN SAGULUNG 2015 STATISTIK DAERAH KECAMATAN SAGULUNG 2015 No Publikasi : 2171.15.24 Katalog BPS : 1102001.2171.041 Ukuran Buku : 24,5 cm x 17,5 cm Jumlah Halaman : 9 hal. Naskah

Lebih terperinci

WALIKOTA BATAM PERATURAN DAERAH KOTA BATAM NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA BATAM TAHUN

WALIKOTA BATAM PERATURAN DAERAH KOTA BATAM NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA BATAM TAHUN WALIKOTA BATAM PERATURAN DAERAH KOTA BATAM NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA BATAM TAHUN 2 0 0 4-2 0 1 4 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BATAM, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang berjudul Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang berjudul Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik untuk BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian yang berjudul Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik untuk pengobatan ISPA pada balita rawat inap di RSUD Kab Bangka Tengah periode 2015 ini

Lebih terperinci

Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 53 TAHUN 1999 (53/1999) Tanggal: 4 OKTOBER 1999 (JAKARTA)

Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 53 TAHUN 1999 (53/1999) Tanggal: 4 OKTOBER 1999 (JAKARTA) UU 53/1999, PEMBENTUKAN KABUPATEN PELALAWAN, KABUPATEN ROKAN HULU, KABUPATEN ROKAN HILIR, KABUPATEN SIAK, KABUPATEN KARIMUN, KABUPATEN NATUNA, KABUPATEN KUANTAN SINGINGI, DAN KOTA BATAM Oleh: PRESIDEN

Lebih terperinci

JADWAL KEGIATAN RANGKAIAN ACARA DALAM RANGKA HARI JADI BATAM KE-182 TAHUN 2011

JADWAL KEGIATAN RANGKAIAN ACARA DALAM RANGKA HARI JADI BATAM KE-182 TAHUN 2011 JADWAL KEGIATAN RANGKAIAN ACARA DALAM RANGKA HARI JADI BATAM KE-182 TAHUN 2011 NO. HARI/TANGGAL PUKUL ACARA TEMPAT PENANGGUNG JAWAB SEKSI KETERANGAN 1 KAMIS, 10 NOV - 30 NOV 2011 08.00 LOMBA KEBERSIHAN

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. baik di negara maju maupun di negara berkembang. World Health Organization

BAB 1 PENDAHULUAN. baik di negara maju maupun di negara berkembang. World Health Organization BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Stroke merupakan salah satu masalah besar di bidang kesehatan masyarakat, baik di negara maju maupun di negara berkembang. World Health Organization (WHO) mendefinisikan

Lebih terperinci

BAB III. Penataan Ruang Terbuka Hijau di Perkotaan. Ruang terbuka hijau adalah ruang yang bisa diakses oleh masyarakat dikawasan

BAB III. Penataan Ruang Terbuka Hijau di Perkotaan. Ruang terbuka hijau adalah ruang yang bisa diakses oleh masyarakat dikawasan BAB III Penataan Ruang Terbuka Hijau di Perkotaan 3.1 Peran Ruang Terbuka Hijau di Perkotaan Ruang terbuka hijau adalah ruang yang bisa diakses oleh masyarakat dikawasan perkotaan baik secara langsung

Lebih terperinci