PENGEMBANGAN MEDIA LATIH MEMBACA CEPAT BERBASIS METODE GERAK MATA UNTUK PEMBELAJARAN DI SMA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENGEMBANGAN MEDIA LATIH MEMBACA CEPAT BERBASIS METODE GERAK MATA UNTUK PEMBELAJARAN DI SMA"

Transkripsi

1 PENGEMBANGAN MEDIA LATIH MEMBACA CEPAT BERBASIS METODE GERAK MATA UNTUK PEMBELAJARAN DI SMA Cicik Tri Jayanti 1 Dr. Nurhadi, M.Pd 2 Dr. Nurchasanah, M.Pd 3 Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang 5 Malang ABSTRACT: There is available for method which can cope with them within it, that is, eyes movement extend to the reading, the faster his/her reading skill is. But this method is not completed without practicing in quick reading learning. In fact, it is not skill which needs insting, but need be practiced. Based on the fact, it is evolved for training media of fast reading by eyes movement method for learning of advanced school. Keyword: evolved for training media, quick reading, eyes movement method, learning of reading ABSTRAK: Metode gerak mata adalah cara membaca yang cepat dan efektif dengan berpijak pada pemikiran bahwa semakin luas mata menjangkau bacaan, semakin cepat pula kemampuan membacanya. Metode ini terbukti dapat mengatasi hambatanhambatan dalam membaca. Akan tetapi, metode ini tidak disempurnakan dengan penggunaan media dalam pembelajaran membaca cepat. Padahal, membaca cepat bukanlah keterampilan yang bersifat insting, melainkan keterampilan yang dilatihkan. Berdasarkan kenyataan itulah, dikembangkan media latih membaca cepat berbasis metode gerak mata untuk pembelajaran di SMA. Kata kunci: pengembangan media latih, membaca cepat, metode gerak mata, pembelajaran membaca Banjir informasi seakan mewajibkan tiap individu menggali informasi sebanyakbanyaknya. Nurhadi (2011:79) menyatakan bahwa berbagai penelitian menunjukkan seseorang dituntut untuk membaca tidak kurang empat juta kata per bulan atau 50 juta kata per tahun. Dalam bidang kesehatan saja, terdapat lebih dari 10 ribu jurnal di seluruh dunia. Fakta di atas telah menunjukkan betapa peran membaca demikian besar merasuk ke segala segi kehidupan manusia modern. Meskipun muncul media-media komunikasi dan informasi yang lain, seperti televisi, radio, internet, telepon seluler, misalnya, peran membaca tak dapat digantikan sepenuhnya. Kemampuan membaca yang tinggi tetap menjadi syarat bagi setiap orang untuk berperan dalam kehidupan modern. Dari pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa keterampilan membaca cepat sangat berperan penting dalam membangun kualitas dan kuantitas pengetahuan seseorang di era modern ini. Peran membaca cepat yang penting ternyata tidak dapat sepenuhnya dirasakan oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Hal itu disebabkan hambatan-hambatan yang dominan muncul dalam diri seseorang ketika membaca. Soedarso (2001:5 9) 1 Cicik Tri Jayanti adalah mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), Malang. Artikel ini diangkat dari skripsi Sarjana Pendidikan, Program Sarjana Universitas Negeri Malang, Dr. Nurhadi, M.Pd adalah Dosen Sastra Indonesia UM 3 Dr. Nurchasanah, M.Pd adalah Dosen Sastra Indonesia UM 75 JPBSIOnline, Volume 1, Nomor 1, April 2013

2 mengungkapkan enam hambatan dalam membaca cepat, yakni (1) vokalisasi, (2) gerakan bibir, (3) gerakan kepala, (4) menunjuk dengan jari, (5) regresi, dan (6) subvokalisasi. Pembelajaran membaca cepat di tingkat SMA, masih belum dapat mengatasi keenam hambatan membaca tersebut. Setidaknya, hal tersebut dapat diketahui melalui analisis kebutuhan berupa telaah dokumen, pustaka, penelitian terdahulu, serta wawancara yang telah dilakukan. Sebenarnya, terdapat metode yang dapat mengatasi hambatan tersebut, yakni metode gerak mata. Akan tetapi, metode tersebut belum disempurnakan dengan penggunaan media latih yang sesuai untuk pembelajaran membaca cepat di SMA. Padahal, Nurhadi (tanpa tahun:41) menyatakan bahwa keterampilan membaca bukan keterampilan yang bersifat insting, melainkan keterampilan yang dibinakan (dilatihkan). Tentu saja, membutuhkan media latih yang sesuai untuk melatihkan keterampilan tersebut. Santyasa (2007:3) menyatakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran) sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar. Oleh karena proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Media pembelajaran adalah komponen integral dari sistem pembelajaran. Selama ini, pembelajaran membaca cepat di SMA menggunakan media latih teks manual yang memungkinkan siswa melakukan keenam hambatan dalam membaca cepat. Dengan teks dalam lembaran ( hard copy), siswa tidak dapat memaksimalkan kemampuan membaca cepat. Masih banyak siswa yang tidak mengaplikasikan metode gerak mata karena teks dapat mereka baca secara leluasa. Mereka seringkali melanggar kesepakatan dengan diam-diam membuka dan mengintip teks sehingga hasil penghitungan kecepatan efektif membaca (KEM) pun tidak akurat. Berkenaan dengan persoalan tersebut, maka peneliti mengangkat judul Pengembangan Media Latih Membaca Cepat Berbasis Metode Gerak Mata untuk Pembelajaran di SMA. Hasil penelitian ini berupa media latih pembelajaran membaca cepat yang dapat mempercepat gerak mata, memperlebar jangkauan mata, dan menghindari regresi. Ketiga aspek tersebut merupakan pengaplikasian dari metode gerak mata yang selama ini terbukti dapat menghilangkan keenam hambatan dalam membaca cepat. Tujuan akhir penelitian pengembangan ini menghasilkan media latih membaca cepat berbasis metode gerak mata untuk pembelajaran di SMA yang teruji. Tujuan tersebut dapat tercapai melalui empat subtujuan, yakni (1) mendeskripsikan hasil eksplorasi terhadap kebutuhan media latih untuk pembelajaran membaca cepat SMA, (2) mengembangkan prototipe media latih membaca cepat berbasis metode gerak mata untuk pembelajaran di SMA, (3) mendeskripsikan hasil uji produk terhadap media latih membaca cepat berbasis metode gerak mata untuk pembelajaran di SMA, dan (4) merevisi media latih membaca cepat berbasis metode gerak mata untuk pembelajaran di SMA. 76 JPBSIOnline, Volume 1, Nomor 1, April 2013

3 METODE Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan dan memanfaatkan model pengembangan ( Research and Development) Borg dan Gall. Menurut Borg dan Gall, penelitian pengembangan terdiri atas sepuluh langkah, yakni (1) melakukan penelitian dan pengumpulan informasi (kajian pustaka, pengamatan kelas, dan persiapan laporan pokok persoalan), (2) melakukan perencanaan (pendefinisian keterampilan, perumusan tujuan, penentuan urutan pengajaran, dan uji coba skala kecil), (3) mengembangkan bentuk produk awal (penyiapan materi pengajaran, penyusunan buku pegangan, dan perlengkapan evaluasi), (4) melakukan uji coba lapangan permulaan (dilakukan 2 3 sekolah atau klub, menggunakan 6 12 subjek), (5) melakukan revisi terhadap produk utama (sesuai dengan saran -saran dari hasil uji coba lapangan permulaan), (6) melakukan uji lapangan utama (dengan 5 15 sekolah atau dengan subjek), (7) melakukan revisi produk (berdasarkan saransaran dan hasil uji coba lapangan utama), (8) uji coba lapangan meliputi sekolah atau klub dengan subjek, (9) revisi produk akhir, dan (10) membuat laporan mengenai produk pada jurnal, bekerja dengan penerbit yang dapat melakukan distribusi secara komersial (dalam Dengeng, 2002:169). Dalam realisasinya, prosedur penelitian pengembangan media latih membaca cepat berbasis metode gerak mata yang digunakan meliputi tiga tahapan, yakni (1) tahap prapengembangan, (2) tahap pengembangan, dan (3) tahap pascapengembangan. Pertama, tahap prapengembangan. Pada tahapan ini dihasilkan informasi yang berupa kriteria dan spesifikasi produk dari hasil eksplorasi kebutuhan. Prosedur yang dilaksanakan dalam tahapan ini terdiri atas (1) telaah kurikulum, (2) melakukan wawancara yang berisi kriteria kebutuhan media pembelajaran membaca cepat, kekurangan dan kelebihan media yang selama ini digunakan guru, (3) telaah pustaka untuk dijadikan dasar teori pengembangan produk, (4) telaah penelitian terdahulu, dan (5) menyimpulkan profil desain media berdasarkan hasil studi pendahuluan. Kedua, tahap pengembangan. Dalam tahapan ini, dihasilkan prototipe produk berdasarkan hasil prapengembangan. Produksi media latih membaca cepat berbasis metode gerak mata dilakukan sesuai profil desain media. Untuk itulah, dilakukan langkah-langkah berikut (1) membuat draf pola latihan yang berbasis pada metode gerak mata, (2) membuat draf rubrik untuk validasi ahli dan uji coba lapangan, (3) mengonsultasikan draf pola latihan, suplemen pendukung media, dan rubrik untuk validasi kepada dosen pembimbing, dan (4) mengembangkan media latih membaca cepat berbasis metode gerak mata untuk pembelajaran di SMA. Ketiga, tahap pascapengembangan. Untuk menyempurnakan produk berupa media latih membaca cepat berbasis metode gerak mata, dilakukan validasi dan revisi. Kegiatan ini dilakukan setelah produk awal selesai dikembangkan guna memeroleh masukan dari ahli. Validasi dilakukan terhadap tiga subjek, yakni (1) ahli membaca cepat, (2) ahli media pembelajaran, dan (3) praktisi pendidikan. Pertama, dilakukan kepada dosen Bahasa Indonesia Universitas Negeri Malang yang ahli dalam bidang keterampilan membaca cepat, Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd. Kedua, dilakukan kepada dosen Jurusan Teknologi Pendidikan yang ahli dalam bidang media pembelajaran, Eka Pramono Adi, S.I.P., M.Si. Ketiga, dilakukan kepada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMAN Pronojiwo, Rizky Lia Anggraeny, S.Pd. Ketiga tahapan validasi dilakukan dengan menggunakan rubrik penilaian yang berisikan gradasi skor beserta tindak lanjut menurut skornya. Selanjutnya, kegiatan revisi dilakukan setelah tahap validasi dan uji coba produk. Revisi hard copy dan soft copy dilakukan untuk menghasilkan produk akhir yang siap digunakan. 77 JPBSIOnline, Volume 1, Nomor 1, April 2013

4 Jenis data yang didapat berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari dua hal, yakni wawancara dan angket yang dinyatakan dalam narasi. Pertama, data hasil wawancara diperoleh pada kegiatan prapengembangan terhadap seorang guru Bahasa Indonesia dan enam siswa SMA dari kelas I, II, dan III. Data tersebut berisikan media yang selama ini digunakan, kekurangan, maupun kelebihan. Selanjutnya, data angket diperoleh pada kegiatan pascapengembangan terhadap ahli membaca cepat, ahli media pembelajaran, dan praktisi pendidikan. Data angket tersebut berupa masukan dari ketiga validator yang dijadikan dasar untuk merevisi produk. Sementara itu, data kuantitatif diperoleh dari persentase hasil validasi ahli, praktisi, dan uji lapangan. Persentase tersebut diperoleh dari rata-rata penilaian validator ahli, praktisi, dan siswa terhadap ketiga aspek metode gerak mata, yakni (1) mempercepat gerak mata, (2) memperlebar jangkauan mata, dan (3) menghindari regresi yang menarik dan fungsional. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan panduan wawancara dan angket. Panduan wawancara yang digunakan untuk memperoleh data kualitatif berupa informasi untuk mengetahui kriteria kebutuhan media yang akan dikembangkan. Wawancara tersebut dilakukan kepada guru Bahasa Indonesia dan siswa SMA. Pedoman berisikan sebelas pertanyaan tentang profil media yang dibutuhkan di lapangan. Sementara itu, angket perseorangan yang digunakan pada saat uji ahli kepada para ahli/pakar, guru Bahasa Indonesia, dan siswa SMA yang berisi catatan dan skor penilaian terhadap produk terhadap tiga hal, yakni (1) mempercepat gerak mata, (2) memperluas jangkauan mata, dan (3) menghindari regresi yang menarik dan fungsional. Analisis data yang dilakukkan meliputi dua cara, yakni analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Pertama, analisis data kualitatif. Langkah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis data kualitatif terdiri atas tiga langkah, yakni (1) langkah persiapan, (2) langkah tabulasi, dan (3) langkah penerapan. Langkah persiapan diawali dengan memastikan kelengkapan data sehingga siap dianalisis lalu informasi dalam data tersebut dikelompokkan berdasarkan rumusan masalah. Pengelompokkan tersebut berdasarkan aspek mempercepat gerak mata, memperlebar jangkauan mata, dan menghindari regresi dari media latih yang dikembangkan berbasis metode gerak mata. Langkah tabulasi diawali dengan mereduksi data yang telah dikelompokkan berdasarkan aspek mempercepat gerak mata, memperlebar jangkauan mata, dan menghindari regresi. Data yang telah berhasil direduksi diberi kode tersendiri, yakni kode huruf warna merah. Data tersebut terdiri atas data angket, wawancara, dan penilaian skor dari dosen, guru Bahasa Indonesia, dan siswa SMA. Langkah penerapan diawali dengan merumuskan informasi dari sumber data menjadi kriteria-kriteria yang dipenuhi dalam mengembangkan media latih lalu mengembangkan media sesuai dengan kriteria-kriteria tersebut dari sumber data. Kedua, analisis data kuantitatif. Teknik analisis data kuantitatif dalam penelitian ini menghasilkan data berupa persentase yang dapat melengkapi penjelasan tentang kelayakan produk dari tiga aspek. Ketiga aspek tersebut yakni mempercepat gerak mata, memperlebar jangkauan mata, dan menghindari regresi terhadap media latih ini. Langkah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis data kuantitatif terdiri atas dua langkah, yakni (1) langkah persiapan dan (2) langkah penganalisisan. Langkah persiapan dilakukan dengan membuat angket penilaian yang berisi penskoran sebagai pedoman penilaian untuk diberikan kepada para ahli yang telah ditentukan sebelumnya. 78 JPBSIOnline, Volume 1, Nomor 1, April 2013

5 Sementara itu, langkah penganalisisan dilakukan dengan gradasi data berdasarkan skor yang diberikan oleh para pakar ahli terhadap produk yang dihasilkan. Akan tetapi teknik analisis ini hanya menggunakan teknik analisis sederhana karena penelitian ini merupakan penelitian pengembangan sehingga fokus tujuannya adalah menghasilkan media latih membaca cepat yang layak dari aspek mempercepat gerak mata, memperlebar jangkauan mata, dan menghindari regresi. Penelitian ini juga memfokuskan pada kesempurnaan media latih, bukan dampak penggunaannya tersebut. HASIL Sejalan dengan tujuan penelitian dan pengembangan, hasil penelitian ini disajikan dalam empat hal, yakni (1) hasil eksplorasi terhadap kebutuhan media latih untuk pembelajaran membaca cepat SMA, (2) prototipe media latih membaca cepat berbasis metode gerak mata untuk pembelajaran di SMA, (3) hasil uji produk terhadap media latih membaca cepat berbasis metode gerak mata untuk pembelajaran di SMA, dan (4) hasil revisi media latih membaca cepat berbasis metode gerak mata untuk pembelajaran di SMA. Hasil Eksplorasi terhadap Kebutuhan Media Latih Membaca Cepat untuk Pembelajaran di SMA Terdapat lima hasil dari eksplorasi terhadap kebutuhan media latih untuk pembelajaran membaca cepat SMA. Pertama, media latih yang dikembangkan dapat digunakan untuk pembelajaran tiga KD, yakni (1) kelas X semester 1 KD 3.1, yakni menemukan ide pokok berbagai teks nonsastra dengan teknik membaca cepat, (2) kelas XI semester 1 Kd 11.1, yakni mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kpm, dan (3) Kelas XII semester 2, yakni menemukan ide pokok suati teks dengan membaca cepat kpm. Kedua, media latih yang dikembangkan memuat teks yang terdiri atas sepuluh topik, yakni (1) kesehatan, (2) tips, (3) gaya hidup remaja, (4) pariwisata, (5) teknologi terkini, (6) info, (7) sejarah penemuan, (8) berita umum, (9) motivasi, dan (10) keunikan luar negeri. Ketiga, media latih yang dikembangkan berbasis pada metode gerak mata. Keempat, media latih yang dikembangkan memuat latihan persepsi kata. Kelima, media latih yang dikembangkan memuat latihan yang mampu mempercepat gerak mata, memperluas jangkauan mata, dan menghindari regresi. Prototipe Media Latih Membaca Cepat Berbasis Metode Gerak Mata untuk Pembelajaran di SMA Prototipe media latih yang dikembangkan terdiri atas dua produk, yakni soft copy yang berupa tayangan PPT dan hard copy berupa buku kerja untuk siswa yang dicetak dalam kertas A4. Selain itu, terdapat suplemen produk berupa panduan penggunaan untuk pegangan guru. Produk soft copy merupakan media latih yang memanfaatkan program PPT Media latih ini terdiri atas enam puluh lima halaman. Media latih ini memuat tiga menu utama, yakni (1) Mari Mengecek Kecepatan Awal Membaca, (2) Mari Berlatih, dan (3) Mari Mengukur Pemahaman terhadap Bacaan. Produk ini terdiri atas 71 slide dalam 65 halaman. Produk hard copy ini ditujukan untuk melengkapi penggunaan tayangan PPT dalam produk soft copy. Produk ini diwujudkan dalam bentuk buku kerja untuk siswa yang memudahkan siswa untuk menjawab pertanyaan yang terdapat dalam tayangan 79 JPBSIOnline, Volume 1, Nomor 1, April 2013

6 PPT. Buku kerja ini dicetak pada kertas A4 seberat 80 gr dan cover kertas glossy berwarna oranye dengan total halaman 16 lembar. Suplemen media latih ini ini ditujukan untuk menyempurnakan penggunaan produk soft copy dan hard copy. Produk ini diwujudkan dalam bentuk buku panduan penggunaan untuk guru yang memudahkan guru dalam menjalankan media latih. Buku panduan penggunaan ini dicetak pada kertas A4 seberat 80 gr dan cover kertas glossy berwarna oranye dengan total halaman 10 lembar. Uji Produk terhadap Media Latih Berbasis Metode Gerak Mata untuk Pembelajaran Membaca Cepat SMA Berdasarkan validasi ahli dan uji coba lapangan, paket produk media latih yang dikembangkan dari aspek mempercepat gerak mata menunjukkan kategori valid Hal itu diketahui dari keempat perolehan berturut-turut dari (1) ahli membaca cepat, (2) praktisi pendidikan, (3) uji kelompok kecil, dan (4) uji kelompok besar yang memberikan persentase 80%, 93%, 93%, dan 91%. Keempat persentase perolehan tersebut menunjukkan bahwa tindak lanjut media latih ini ialah implementasi. Berdasarkan validasi ahli dan uji coba lapangan, paket produk media latih yang dikembangkan dari aspek memperlebar jangkauan mata menunjukkan kategori valid. Hal itu diketahui dari keempat perolehan berturut-turut dari (1) ahli membaca cepat, (2) praktisi pendidikan, (3) uji kelompok kecil, dan (4) uji kelompok besar yang memberikan persentase 80%, 100%, 92%, dan 92%. Keempat persentase perolehan tersebut menunjukkan bahwa tindak lanjut media latih ini ialah implementasi. Berdasarkan validasi ahli yang dikembangkan dari aspek menghindari regresi menunjukkan kategori tidak valid dan harus direvisi karena memeroleh persentase 30%. Sementara itu, berdasarkan validasi praktisi dan uji coba lapangan, paket produk media latih Hal itu diketahui dari ketiga validator perolehan berturut-turut dari (1) praktisi pendidikan, (2) uji kelompok kecil, dan (3) uji kelompok besar yang memberikan persentase 97%, 90%, dan 93%. Ketiga persentase perolehan tersebut menunjukkan bahwa media latih ini berkategori valid dan tindak lanjut media latih ini ialah implementasi. Berdasarkan validasi ahli dan uji coba lapangan, paket produk media latih yang dikembangkan dari aspek menarik dan fungsional menunjukkan kategori valid. Hal itu diketahui dari keempat perolehan berturut-turut dari (1) ahli media, (2) praktisi pendidikan, (3) uji kelompok kecil, dan (4) uji kelompok besar yang memberikan persentase 98%, 93%, 91%, dan 91%. Keempat persentase perolehan tersebut menunjukkan bahwa tindak lanjut media latih ini ialah implementasi. Hasil Revisi terhadap Media Latih Berbasis Metode Gerak Mata untuk Pembelajaran Membaca Cepat SMA Paket produk media latih berbasis metode gerak mata mengalami perubahan berdasarkan masukan ahli. Pertama, media soft copy bertambah enam slide dari 65 slide menjadi 71 slide. Kedua, media soft copy bertambah dari 16 halaman menjadi 26 halaman. Ketiga, suplemen media bertambah dari 10 halaman menjadi 16 halaman. Terdapat masukan yang ditindaklanjuti maupun tidak dengan memperhatikan berbagai alasan. Pertama, saran yang ditindaklanjuti berupa revisi diantaranya Pada bagian Memperlebar Jangkauan Mata, ahli membaca cepat memberikan masukan agar media ini juga melatih keterpahaman. Masukan tersebut diwujudkan dengan menambahkan lima belas soal pilihan ganda yang melengkapi tiga teks, yakni teks yang 80 JPBSIOnline, Volume 1, Nomor 1, April 2013

7 berjudul (1) Kari Bisa Perangi Kanker, (2) Peringatan Pertama terhadap Bahaya Tembakau, dan (3) Peminat Bahasa Indonesia Terus Turun. Soal pilihan ganda tersebut terdapat dalam buku kerja halaman Kedua, saran yang tidak dapat ditindaklanjuti, diantaranya, Pada nomor 13, ahli memberikan masukan agar jenis teks dibuat bervariasi dan disesuaikan dengan minat siswa SMA. Untuk masukan ini, peneliti tidak melakukan revisi karena kesebelas teks yang digunakan telah sesuai dengan pemilihan topik dari hasil analisis kebutuhan. Kesebelas teks tersebut, yakni teks yang berjudul (1) Waspadai Bahaya Teh Celup, (2) Jusuf Kalla: Indonesia Jangan Pesimis, (3) Kari Bisa Perangi Kanker, (4) Peringatan Pertama terhadap Bahaya Tembakau, (5) Peminat Bahasa Indonesia di Australis Terus Turun, (6) Membuang Sampah Dibayar, (7) Mari Menyapa Tetangga, (8) Kenali Efek Tidur dengan Hewan Peliharaan, (9) Sumba, Si Magis Nan Eksotis, (10) Bahaya HP di Kamar Tidur, dan (11) Kantor Bernuansa Pedesaan Jadikan Orang Kerasan Bekerja. KAJIAN PRODUK YANG TELAH DIREVISI Media latih untuk pembelajaran membaca cepat SMA yang dikembangkan ini berbasis pada metode gerak mata yang menarik dan fungsional. Basis tersebut, meliputi (1) mempercepat gerak mata, (2) memperlebar jangkauan mata, (3) menghindari regresi, dan (4) menarik dan fungsional. Kaj ian media latih terhadap keempat prinsip tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. Mempercepat Gerak Mata Berdasarkan validasi ahli dan uji coba lapangan, paket produk media latih yang dikembangkan dari aspek mempercepat gerak mata menunjukkan kategori valid Hal itu diketahui dari keempat perolehan berturut-turut dari (1) ahli membaca cepat, (2) praktisi pendidikan, (3) uji kelompok kecil, dan (4) uji kelompok besar yang memberikan persentase 80%, 93%, 93%, dan 91%. Keempat persentase perolehan tersebut menunjukkan bahwa tindak lanjut media latih ini ialah implementasi. Mempercepat gerak mata dalam media latih ini terdiri atas tiga latihan, yakni (1) mari latihan persepsi kata satu, (2) mari latihan persepsi kata dua, dan (3) mari mempercepat gerak mata pada teks. Ketiga latihan tersebut dikembangkan dengan format custom animation berdasarkan option unfold pada program PPT 2007 sehingga mengakibatkan kata akan hilang satu per satu dalam jangka waktu tertentu. Sistem penghilangan kata tersebut bergerak secara horizontal dari kiri ke kanan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Nurhadi (2010:108) yang mengungkapkan bahwa terdapat tiga macam membaca cepat dilihat dari cara bergeraknya bola mata. Ketiga macam tersebut, yakni (1) membaca dengan gerak mata horizontal dengan mengikuti gerak baris-baris bacaan, (2) membaca dengan ger ak mata vertikal dengan arah gerak pandangan mata menyamping ke bawah, dan (3) gerak mata membentuk spiral. Latihan mempercepat gerak mata pada teks menggunakan teks yang berjudul Jusuf Kalla: Indonesia Jangan Pesimis. Teks tersebut terdiri atas tiga paragraf. Ketiga paragraf tersebut menunjukkan gradasi kecepatan membaca yang berbeda. Paragraf pertama sepanjang 55 kata yang secara otomatis akan hilang dalam waktu 22 detik sehingga menghasilkan KEM 150 kpm. Paragraf kedua sepanjang 85 kata yang secara otomatis hilang dalam waktu 24 detik sehingga menghasilkan KEM 212 kpm. Paragraf ketiga sepanjang 90 kata yang secara otomatis hilang dalam waktu 18 detik sehingga menghasilkan KEM 300 kpm. 81 JPBSIOnline, Volume 1, Nomor 1, April 2013

8 KEM terakhir ialah 300 kpm. Hal itu sesuai dengan ketiga KD membaca cepat untuk SMA, yakni (1) kelas X semester 1 KD 3.1, yakni menemukan ide pokok berbagai teks nonsastra dengan teknik membaca cepat, (2) kelas XI semester 1 KD 11.1, yakni mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kpm, dan (3) kelas XII semester 2, yakni menemukan ide pokok suatu teks dengan membaca cepat kpm. Kecepatan membaca yang bergradasi tersebut juga sesuai dengan pendapat Pandawa, Hairudin, dan Sakdiyah (2009:18) yang menyatakan bahwa cara mengembangkan kecepatan membaca dapat dilakukan dengan meningkatkan kecepatan gerak mata karena kecepatan membaca itu sendiri berarti kecepatan gerak mata dalam menelusuri unit-unit bahasa. Selain itu, latihan mempercepat gerak mata pada media latih yang dikembangkan ini didahului dengan latihan meningkatkan konsentrasi. Latihan meningkatkan konsentrasi dibagi menjadi dua latihan, yakni (1) mari menghitung jumlah titik dan (2) mari menemukan benang kusut. Hal itu sesuai dengan pendapat Hendrasari (2011:205) yang menyebutkan bahwa terdapat tig a hal yang memengaruhi kecepatan membaca seseorang dan cara mengatasinya, yakni (1) metode gerak mata, (2) menghilangkan kebiasaan membaca dengan bersuara, dan (3) meningkatkan konsentrasi. Konsentrasi bertujuan untuk meluweskan mata dengan gerak vertikal dan horizontal yang terdapat dalam latihan mari menghitung jumlah titik. Selain itu, konsentrasi juga dibutuhkan untuk membiasakan mata fokus yang diwakili oleh latihan mari menemukan benang kusut. Terdapat pertanyaan yang melengkapi teks Jusuf Kalla: Indonesia Jangan Pesimis. Pertanyaan tersebut diwujudkan dengan perintah menemukan gagasan utama pada masing-masing paragraf. Artinya, siswa dituntut untuk memahami teks dalam waktu cepat. Hal tersebut tentu sesuai dengan pendapat Hernowo (2003:9) yang mengartikan membaca cepat sebagai kegiatan merespon lambang-lambang cetak atau lambang tulis dengan pengertian yang tepat dan cepat. Memperlebar Jangkauan Mata Berdasarkan validasi ahli dan uji coba lapangan, paket produk media latih yang dikembangkan dari aspek memperlebar jangkauan mata menunjukkan kategori valid. Hal itu diketahui dari keempat perolehan berturut-turut dari (1) ahli membaca cepat, (2) praktisi pendidikan, (3) uji kelompok kecil, dan (4) uji kelompok besar yang memberikan persentase 80%, 100%, 92%, dan 92%. Keempat persentase perolehan tersebut menunjukkan bahwa tindak lanjut media latih ini ialah implementasi. Memperlebar jangkauan mata pada media latih ini terdiri atas dua pokok latihan, yakni (1) latihan memperluas jang kauan mata dan (2) latihan memperlebar jangkauan mata pada teks. Latihan memperluas jangkauan mata masih dipecah lagi menjadi enam latihan, yakni (1) latihan membaca satu deret angka, (2) latihan membaca tiga deret angka, (3) latihan membaca bersuara, (4) latihan membaca kata-kata, (5) latihan membaca kelompok kata satu, dan (6) latihan membaca kelompok kata dua. Sementara itu, latihan memperlebar jangkauan mata pada teks dipecah menjadi tiga latihan, yakni (1) membaca frasa demi frasa, (2) membaca frasa kompleks dan klausa sederhana, dan (3) membaca unit pikiran. Keenam latihan dalam tahapan memperluas jangkauan mata yang dikembangkan sesuai pendapat Nurhadi (2008: ) yang menawarkan latihan membaca satu 82 JPBSIOnline, Volume 1, Nomor 1, April 2013

9 deret angka, membaca tiga deret angka, membaca bersuara, membaca kata-kata, dan membaca kelompok kata. Selanjutnya, ketiga latihan memperlebar jangkauan mata pada teks yang dikembangkan dalam media latih ini juga sesuai pendapat Nurhadi (2010:86 108) yang mengemukakan tiga cara dalam mengembangkan kecepatan membaca melalui gerak mata, yakni (1) meningkatkan jangkauan jarak pandang mata, (2) membaca unit pikiran, dan (3) membaca pada kecepatan lebih dari 5000 kata per menit. Penjelasan ketiga cara tersebut dapat dipaparkan sebagai berikut. Pertama, bila jarak pandang mata dalam membaca diperluas menjadi unit-unit bahasa yang lebih besar (frasa, frasa luas, dan klausa), kecepatan dan keefektifan membaca akan meningkat dengan pesat. Adapun tiga latihan yang mengaplikasikan cara ini meliputi (1) membaca ka ta demi kata, (2) membaca frasa demi frasa, dan (3) membaca frasa kompleks dan klausa sederhana. Latihan pertama dan kedua dikembangkan dengan format custom animation berdasarkan option unfold pada program PPT 2007 sehingga mengakibatkan kata akan hilang satu per satu dalam jangka waktu tertentu. Sistem penghilangan kata tersebut bergerak secara vertikal dari atas ke bawah dan horizontal dari kiri ke kanan. Format latihan tersebut memaksa siswa untuk benar-benar memperlebar jangkauan matanya. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Pandawa, Hairudin, dan Sakdiyah (2009:18) yang menyatakan bahwa pokok pikiran yang melandasi metode gerak mata adalah semakin panjang dan semakin luas jangkauan mata ( eye span) dalam melihat unit-unit bahasa, semakin cepat pula kemampuan membacanya. Latihan pertama ditujukan untuk membiasakan siswa agar memperlebar jangkauan mata. Sementara itu, latihan kedua dimaksudkan agar siswa mempraktikkan pembiasaan tersebut pada teks secara cepat dan tepat. Aspek cepat dapat dilihat dari adanya tingkatan KEM yang semakin naik dari 180 kpm untuk teks Kari Bisa Perangi Kanker, 200 kpm untuk teks Peringatan Pertama terhadap Bahaya Tembakau, dan 300 kpm untuk teks Peminat bahasa Indonesia Terus Turun. Sementara itu, aspek tepat dapat diukur dengan tagihan kelima belas soal pilihan ganda yang melengkapi ketiga teks tersebut. Aspek cepat dan tepat tersebut sesuai dengan pendapat Redway (1992:xiv) yang mengungkapkan bahwa teknik membaca cepat mencakup tentang belajar untuk mengenali dimana bisa ditemukan informasi dan bagaimana cara untuk menginterpretasikannya. Menghindari Regresi Berdasarkan validasi ahli yang dikembangkan dari aspek menghindari regresi menunjukkan kategori tidak valid dan harus direvisi karena memeroleh persentase 30%. Sementara itu, berdasarkan validasi praktisi dan uji coba lapangan, paket produk media latih Hal itu diketahui dari ketiga validator perolehan berturut-turut dari (1) praktisi pendidikan, (3) uji kelompok kecil, dan (4) uji kelompok besar yang memberikan persentase 97%, 90%, dan 93%. Keempat persentase perolehan tersebut menunjukkan bahwa tindak lanjut media latih ini ialah revisi dan implementasi. Latihan menghindari regresi terdiri atas tiga latihan, yakni (1) latihan teks satu berjudul Membuang Sampah Dibayar, (2) latihan teks dua berjudul Mari Menyapa Tetangga, dan (3) latihan teks tiga Kenali Efek Tidur dengan Hewan. Ketiga latihan tersebut dikembangkan dengan format custom animation berdasarkan option unfold pada program PPT 2007 sehingga mengakibatkan kata akan hilang satu per satu dalam 83 JPBSIOnline, Volume 1, Nomor 1, April 2013

10 jangka waktu tertentu. Sistem penghilangan kata tersebut bergerak secara horizontal dari kiri ke kanan. Sistem penghilangkan akan menutup kemungkinan siswa untuk mengulang bacaan ke belakang (regresi). Hal itu menyebabkan siswa mempercepat gerak mata sesuai kecepatan membaca yang meningkat dari teks satu hingga teks tiga. Teks satu, teks dua, dan teks tiga berturut-turut memiliki KEM 150 kpm, 195 kpm, dan 300 kpm. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Soedarso (2001: 7) yang mengemukakan bahwa regresi dapat dihilangkan dengan terus melanjutkan bacaan tanpa memedulikan bacaan sebelumnya yang kurang dipahami, memiliki kesalahan cetak, kesalahan ejaan, kesulitan, memaku pada detail, salah persepsi bahkan tertinggal. Format penghilangan satu per satu kata pada teks akan meningkatkan KEM karena siswa tidak akan membuang waktu untuk regresi. Pernyataan tersebut sesuai dengan pendapat Hendrasari (2011:205) yang menyatakan bahwa dalam metode gerak mata, pembaca juga diusahakan tidak mengulang kata atau kalimat yang sudah dibaca. Membaca mundur disebut regresi. Hal itu akan memperlambat kecepatan membaca dan mengganggu dalam memahami isi bacaan. Kecepatan yang dirancang dalam latihan meghindari regresi, tetap tidak mengesampingkan keterpahaman. Aspek keterpahaman tetap diutamakan dengan adanya tiga belas soal pilihan ganda yang melngkapi ketiga teks. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Nurhadi (2010:39) yang menyebut membaca cepat sebagai membaca yang mengutamakan kecepatan dengan tidak mengabaikan pemahamannya. Menarik dan Fungsional Berdasarkan validasi ahli dan uji coba lapangan, paket produk media latih yang dikembangkan dari aspek menarik dan fungsional menunjukkan kategori valid. Hal itu diketahui dari keempat perolehan berturut-turut dari (1) ahli media, (2) praktisi pendidikan, (3) uji kelompok kecil, dan (4) uji kelompok besar yang memberikan persentase 98%, 93%, 91%, dan 91%. Keempat persentase perolehan tersebut menunjukkan bahwa tindak lanjut media latih ini ialah implementasi. Media latih berbasis metode gerak mata yang dikembangkan terdiri atas dua produk yakni soft copy dan hard copy. Soft copy berupa tayangan PPT yang pada akhirnya akan diproyeksikan di depan siswa. Sementara itu, hard copy berupa buku kerja untuk siswa dan suplemen media berupa buku panduan penggunaan untuk guru. Soft copy terdiri atas enam puluh lima halaman dalam tujuh puluh satu slide yang berkapasitas KB. Huruf dalam soft copy menggunakan arial narrow dengan ketentuan ukuran pada 25 point untuk petunjuk pengerjaan, 18 point untuk teks mengukur kecepatan awal membaca, 27 point untuk subjudul, 20 point untuk teks pada ketiga latihan metodegerak mata dan mengukur pemahaman terhadap bacaan. Hard copy berupa buku kerja dicetak dalam kertas A4s seberat 80 gram. Buku kerja terdiri atas pengantar, daftar isi, apa peran siswa, tahapan latihan yang meliputi mari mengecek kecepatan awal membaca, mari berlatih membaca cepat, dan mari mengukur pemahaman terhadap bacaan. Buku kerja berisi dua puluh enam halaman yang sebagian besar menggunakan huruf book antiqua dan cambria ukuran 12 point. Sementara itu, buku panduang penggunaan untuk guru terdiri atas lima belas halaman. Buku tersebut berisi pengantar, daftar isi, apa peran guru, petunjuk penggunaan yang meliputi daftar menu, posisi dan makna simbol, posisi dan makna warna huruf pada daftar menu, dan petunjuk teknis penggunaan, serta kunci jawaban. Buku ini dicetak dalam kertas A4s seberat 80 gram yang teks isinya menggunakan jenis 84 JPBSIOnline, Volume 1, Nomor 1, April 2013

11 huruf book antiqua ukuran 12 point. Buku ini difungsikan agar mampumemandu guru dalam menjalankan media latih yang dikembangkan. Hal itu sesuai dengan pengertian buku panduan menurut Depdikbud (1999:420), yakni buku yang berisikan tentang keterangan dan petunjuk praktis untuk melakukan (melaksanakan, menjalankan) sesuatu. Huruf dalam media latih yang dikembangkan tergolong sederhana dan fungsional. Produk yang dikembangkan sebagian besar hanya menggunakan tiga jenis huruf tanpa memberi efek-efek tertentu. Hal itu sesuai dengan pendapat Sihombing (2001:78) yang menyatakan bahwa penggunaan efek-efek khusus pada huruf harus disesuaikan dengan kebutuhan desain. Penerapan efek-efek yang eksesif akan memengaruhi legibility serta merusak estetika dari rancangan. Untuk kategori huruf, ahli media pembelajaran memberikan masukan agar huruf pada tayangan menggunakan jenis sans serif (tanpa kait), seperti arial atau future. Sementara itu, huruf pada media yang dibaca di atas meja menggunakan jenis huruf serif (berkait), seperti times new roman dan book antiqua. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Sihombing (2001:78) yang menyatakan bahwa sesungguhnya mata kita dapat mengenal bentuk huruf walaupun hanya setengah bagian ke atas dari fisik huruf tersebut yang tampil. Huruf serif lebih memiliki karakter pada setengah bagian ke atas dibandingkan dengan sans serif, oleh karena itu huruf serif lebih mudah dibaca. Melihat dari segi fungsinya, serif bertindak sebagai pengait yangsecara maya dapat menjembatani ruang antara huruf yang satu dan yang lain. Oleh karena itu, huruf serif dapat menyebabkan kerja mata menjadi lebih ringan pada saat membaca naskah buku cetak. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan penegembangan ini, ditemukan bahwa media latih membaca cepat berbasis metode gerak mata untuk pembelajaran di SMA dibutuhkan oleh guru dan siswa. Media latih tersebut terdiri atas tayangan PPT, buku kerja, dan buku panduan. Ketiga produk tersebut menunjukkan kriteria valid dan dapat digunakan dalam pembelajaran tiga KD membaca cepat di SMA. Hal tersebut dapat diketahui berdasarkan uji produk terhadap ahli membaca cepat, ahli media pembelajaran, praktisi, uji lapangan. Berdasarkan simpulan di atas, disarankan tiga hal berikut. Pertama, saran pemanfaatan. Dalam pemanfaatan produk pengembangan ini perlu dipertimbangkan situasi dan kondisi. Sebelum mengikuti latihan, hendaknya guru mengatur pola duduk siswa. Hal itu dimaksudkan agar semua siswa dapat menjangkau media yang diproyeksikan dengan jelas. Sebaiknya posisi duduk siswa membentuk setengah lingkaran yang bersudut lengkung rendah di depan tayangan. Selain itu, sebaiknya guru memosisikan siswa yang memiliki keterbatasan jarak pandang di depan tengah. Setiap pembelajaran, media latih ini diproyeksikan di depan siswa. Tentu saja hal itu memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan tersebut diantaranya tidak dapat dijangkau oleh kelas yang jumlah siswanya di atas empat puluh. Oleh karena itu, sebaiknya media ini dugunakan untuk maksimal empat puluh siswa. Kedua, saran diseminasi. Dalam penyebarluasan produk pengembangan ke sasaran yang lebih luas, peneliti memberikan saran supaya media latih ini tidak hanya digunakan di SMA Negeri Pronojiwo. Media latih ini dapat digunakan untuk SMA lain. Selain itu, penyebarluasan produk dapat dilakukan pada rapat koordinasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia maupun pada acara seminar pendidikan. 85 JPBSIOnline, Volume 1, Nomor 1, April 2013

12 Ketiga, saran pengembangan produk lebih lanjut. Dalam mengembangkan penelitian ini ke arah yang lebih lanjut, peneliti mempunyai dua saran, yakni (1) untuk subjek penelitian uji coba sebaiknya dilakukan pada subjek yang lebih luas, baik dari segi siswa maupun masyarakat yang tertarik dengan keterampilan membaca cepat dan (2) hasil pengembangan ini hanya sampai pada tersusunnya sebuah produk, belum mengukur efektivitas lebih lanjut. Jadi, sebaiknya dilanjutkan pada penelitian mengenai efektivitas produk yang dikembangkan dengan analisis data yang lebih canggih. DAFTAR RUJUKAN Dengeng Metodologi Penelitian Pengembangan. Malang: Depdiknas Pusat Penelitian Pendidikan Universitas Negeri Malang. Hendrasari, Yuna Sekti Peningkatan Kecepatan Membaca (KEM) Teks Non - Sastra dengan Teknik Tri-Fokus Steven Snyder dan Media Video Membaca Cepat Karya Muhamad Noer Padasiswa Kelas VIII G SMP Negeri Sleman. Yogyakarta: FBS UNY (online) dalam google (http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=bagaimana%20cara%20membaca% 3F%20nurhadi%20pdf), diakses pada 10 September 2012 pukul Nurhadi. Tanpa tahun. Bagaimana Membaca. Malang: Universitas Negeri Malang. Nurhadi Meningkatkan Daya Baca. Malang: Penerbit Asah Asih Asuh. Nurhadi Membaca Cepat dan Efektif. Bandung: Sinar Baru. Nurhadi Budaya Baca Siswa SMP di Era Internet. Bahasa dan Seni, 39 (1): hlm. 79, (Online), dalam google (http://sastra.um.ac.id/wp - content/uploads/2012/01/8_-nurhadi.pdf), diakses 12 Juli Pandawa, Nurhayati; Hairudin; dan Mislinatul Sakdiyah Pembelajaran Membaca. (online) dalam google (www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=metode%20gerak%20mata%20pdf), diakses pada 10 September 2012 pukul 21:24. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Redway, Kathlyn Membaca Cepat. Jakarta: PT Pustaka Binaman Pressindo. Santyasa, I Wayan Landasan Konseptual Media Pembelajaran. Makalah disajikan dalam Workshop Media Pembelajaran bagi Guru-Guru SMA Negeri Banjar Angkan Banjar Angkan Klungkung, 10 Januari 2007, (online), (http://www.google.co.id/search?q=landasan+media+pembelajaran&ie=ut), diakses 3 November Sihombing, Danton Tipografi dalam Desain Grafis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Soedarso Speed Reading Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: Gramedia. 86 JPBSIOnline, Volume 1, Nomor 1, April 2013

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PEMBELAJARAN MEMBACA KELAS VII SMP

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PEMBELAJARAN MEMBACA KELAS VII SMP PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PEMBELAJARAN MEMBACA KELAS VII SMP Nila Maulana 1 Imam Agus Basuki 2 Bustanul Arifin 3 Universitas Negeri Malang Jalan Semarang No. 5 Malang Email: nila_maulana@yahoo.co.id

Lebih terperinci

BAB 1. Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh. pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui

BAB 1. Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh. pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN LKS MATEMATIKA MENGGUNAKAN STRATEGI PEMECAHAN MASALAH POLYA MATERI KELILING DAN LUAS LINGKARAN KELAS VIII SEMESTER II SMP

PENGEMBANGAN LKS MATEMATIKA MENGGUNAKAN STRATEGI PEMECAHAN MASALAH POLYA MATERI KELILING DAN LUAS LINGKARAN KELAS VIII SEMESTER II SMP PENGEMBANGAN LKS MATEMATIKA MENGGUNAKAN STRATEGI PEMECAHAN MASALAH POLYA MATERI KELILING DAN LUAS LINGKARAN KELAS VIII SEMESTER II SMP Nurneyla Hadrotul Ula *, Cholis Sa dijah ** Universitas Negeri Malang

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan 31 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development. Menurut Borg, W.R & Gall, M.D.

Lebih terperinci

Cipti Januarita 1, Dwi Haryoto 2, Yudyanto 3 Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Negeri Malang

Cipti Januarita 1, Dwi Haryoto 2, Yudyanto 3 Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Negeri Malang PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA DENGAN PENDEKATAN SAINS, TEKNOLOGI, DAN MASYARAKAT (STM) DALAM POKOK BAHASAN ENERGI DAN MOMENTUM Cipti Januarita 1, Dwi Haryoto 2, Yudyanto 3 Jurusan Fisika FMIPA, Universitas

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Ada empat segi keterampilan berbahasa yakni keterampilan menyimak/

I. PENDAHULUAN. Ada empat segi keterampilan berbahasa yakni keterampilan menyimak/ 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ada empat segi keterampilan berbahasa yakni keterampilan menyimak/ mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Setiap keterampilan tersebut memunyai hubungan

Lebih terperinci

Nikmatu Rohma Universitas Negeri Malang

Nikmatu Rohma Universitas Negeri Malang PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KUIS INTERAKTIF BERBASIS KOMPUTER UNTUK KETERAMPILAN MEMBACA BAHASA JERMAN KELAS XI IPS 4 SMA NEGERI 1 DAMPIT TAHUN AJARAN 2011/2012 Nikmatu Rohma Universitas Negeri Malang

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN HANDOUT FISIKA DASAR BERBASIS KONSTRUKTIVITAS PADA MATERI DINAMIKA

PENGEMBANGAN HANDOUT FISIKA DASAR BERBASIS KONSTRUKTIVITAS PADA MATERI DINAMIKA PENGEMBANGAN HANDOUT FISIKA DASAR BERBASIS KONSTRUKTIVITAS PADA MATERI DINAMIKA Silvi Yulia Sari 1, Nursyahra 2, dan Husna 3 1 Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Padang, Padang 2 Program Studi Pendidikan

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BUKU PETUNJUK PRAKTIKUM KIMIA SMA KELAS XII SEMESTER 1 BERBASIS LEARNING CYCLE 5 FASE

PENGEMBANGAN BUKU PETUNJUK PRAKTIKUM KIMIA SMA KELAS XII SEMESTER 1 BERBASIS LEARNING CYCLE 5 FASE PENGEMBANGAN BUKU PETUNJUK PRAKTIKUM KIMIA SMA KELAS XII SEMESTER 1 BERBASIS LEARNING CYCLE 5 FASE Suriya Wulan Sari, Endang Budiasih, Dedek Sukarianingsih Universitas Negeri Malang Email: wulansari30@gmail.com

Lebih terperinci

ARTIKEL PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA KULIAH DASAR-DASAR DESAIN BERBASIS KEARIFAN LOKAL BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN SENI RUPA

ARTIKEL PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA KULIAH DASAR-DASAR DESAIN BERBASIS KEARIFAN LOKAL BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN SENI RUPA ARTIKEL PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA KULIAH DASAR-DASAR DESAIN BERBASIS KEARIFAN LOKAL BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN SENI RUPA Oleh: Ketua: Eni Puji Astuti, M.Sn Anggota: Ismadi, M.A Dibiayai DIPA BLU Universitas

Lebih terperinci

KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF SISWA KELAS X A SMA NEGERI 8 MUARO JAMBI TAHUN PELAJARAN 2013/2014. Oleh : Alamsyah ABSTRAK

KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF SISWA KELAS X A SMA NEGERI 8 MUARO JAMBI TAHUN PELAJARAN 2013/2014. Oleh : Alamsyah ABSTRAK KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF SISWA KELAS X A SMA NEGERI 8 MUARO JAMBI TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Oleh : Alamsyah ABSTRAK Alamsyah, 2014. Kemampuan Menulis Paragraf Siswa Kelas X A SMA Negeri 8 Muaro Jambi

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BAHASA JAWA DENGAN ILUSTRASI KOMIK UNTUK SISWA SMP KELAS VII SEMESTER I

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BAHASA JAWA DENGAN ILUSTRASI KOMIK UNTUK SISWA SMP KELAS VII SEMESTER I PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BAHASA JAWA DENGAN ILUSTRASI KOMIK UNTUK SISWA SMP KELAS VII SEMESTER I Duwi Wahyuningtiyas 1 Imam Suyitno 2 Ida Lestari 2 Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang 5 Malang

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBANTUAN MEDIA MANIPULATIF DENGAN PENDEKATAN INKUIRI UNTUK SISWA SMP KELAS VIII MATERI LINGKARAN

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBANTUAN MEDIA MANIPULATIF DENGAN PENDEKATAN INKUIRI UNTUK SISWA SMP KELAS VIII MATERI LINGKARAN PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBANTUAN MEDIA MANIPULATIF DENGAN PENDEKATAN INKUIRI UNTUK SISWA SMP KELAS VIII MATERI LINGKARAN Linda Listriana (1) Ety Tejo Dwi Cahyowati (2) Indriati Nurul

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berhenti. Usaha tersebut dilakukan untuk penyesuaian dan mengimbangi tuntutan

BAB I PENDAHULUAN. berhenti. Usaha tersebut dilakukan untuk penyesuaian dan mengimbangi tuntutan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia sampai saat ini tidak pernah berhenti. Usaha tersebut dilakukan untuk penyesuaian dan mengimbangi tuntutan dunia

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development),

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development), III. METODE PENELITIAN 3.1 Model Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development), dan penelitian ini mengacu pada model penelitian dan pengembangan Borg and Gall.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pikiran, pendapat, imajinasi, dan berhubungan dengan manusia laninnya.

BAB I PENDAHULUAN. pikiran, pendapat, imajinasi, dan berhubungan dengan manusia laninnya. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa merupakan alat terpenting yang digunakan manusia untuk berkomunikasi. Dengan bahasa, manusia akan dapat mengungkapkan segala pemikirannya. Selain itu, dengan

Lebih terperinci

ARTIKEL ILMIAH. Kemampuan Menulis Paragraf Deskripsi siswa Kelas X SMA Negeri 2. Tanah Sepenggal Kabupate Bungo Tahun Ajaran 2013/2014

ARTIKEL ILMIAH. Kemampuan Menulis Paragraf Deskripsi siswa Kelas X SMA Negeri 2. Tanah Sepenggal Kabupate Bungo Tahun Ajaran 2013/2014 ARTIKEL ILMIAH Kemampuan Menulis Paragraf Deskripsi siswa Kelas X SMA Negeri 2 Tanah Sepenggal Kabupate Bungo Tahun Ajaran 2013/2014 Oleh: Febriyeni A1B110019 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS

Lebih terperinci

Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Materi Garis dan Sudut dengan Pendekatan Inquiry Berbantuan Software Wingeom

Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Materi Garis dan Sudut dengan Pendekatan Inquiry Berbantuan Software Wingeom SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2015 Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Materi Garis dan Sudut dengan Pendekatan Inquiry Berbantuan Software Wingeom Dyah Pradipta 1, Kuswari Hernawati

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES PILIHAN GANDA DISTRAKTOR BERMAKNA UNTUK MENGIDENTIFIKASI KARAKTERISTIK KONSEPSI FISIKA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 MALANG

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES PILIHAN GANDA DISTRAKTOR BERMAKNA UNTUK MENGIDENTIFIKASI KARAKTERISTIK KONSEPSI FISIKA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 MALANG PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES PILIHAN GANDA DISTRAKTOR BERMAKNA UNTUK MENGIDENTIFIKASI KARAKTERISTIK KONSEPSI FISIKA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 MALANG Anita Puspita Handayani 1, Muhardjito 2, Sumarjono 3,

Lebih terperinci

KEEFEKTIFAN TEKNIK KHUSUS DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA CEPAT PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 BANGUNTAPAN BANTUL SKRIPSI

KEEFEKTIFAN TEKNIK KHUSUS DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA CEPAT PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 BANGUNTAPAN BANTUL SKRIPSI KEEFEKTIFAN TEKNIK KHUSUS DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA CEPAT PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 BANGUNTAPAN BANTUL SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi

Lebih terperinci

Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Negeri Malang. Mahasiswa Fisika Universitas Negeri Malang. Dosen Fisika Universitas Negeri Malang

Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Negeri Malang. Mahasiswa Fisika Universitas Negeri Malang. Dosen Fisika Universitas Negeri Malang PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MANDIRI DENGAN PENDEKATAN MOBILE LEARNING POKOK BAHASAN GETARAN DAN GELOMBANG SMP KURIKULUM 2013 Tiara Intan Cahyaningtyas 1, Sulur 2, dan Heriyanto 3 Jurusan Fisika FMIPA,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Model Pengembangan Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Menurut Sugiyono (01: 407) penelitian dan pengembangan adalah

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS MASALAH PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS MASALAH PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS MASALAH PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG Emi Lestari. 1, Endang. 2, Yudyanto. 3 Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Negeri Malang e-mail : emy_lee1605@yahoo.com ABSTRAK:

Lebih terperinci

masalah, penelitian yakni: (1) kemampuan guru menerapkan metode pemodelan dalam

masalah, penelitian yakni: (1) kemampuan guru menerapkan metode pemodelan dalam BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Hasil Penelitian Penelitian tentang kemampuan guru menerapkan metode pemodelan pada materi pembelajaran menyampaikan pengumuman kelas VII SMP Negeri Tapa, difokuskan

Lebih terperinci

ANALISIS PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN INTERNET PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 MUARO JAMBI

ANALISIS PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN INTERNET PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 MUARO JAMBI ANALISIS PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN INTERNET PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 MUARO JAMBI SKRIPSI OLEH YUNI KARTIKA A1C409014 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Penelitian ini menggunakan metode

Lebih terperinci

PERBEDAAN PENERAPAN METODE MEMBACA CEPAT DENGAN METODE MEMBACA INTENSIF DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN BACAAN

PERBEDAAN PENERAPAN METODE MEMBACA CEPAT DENGAN METODE MEMBACA INTENSIF DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN BACAAN PERBEDAAN PENERAPAN METODE MEMBACA CEPAT DENGAN METODE MEMBACA INTENSIF DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN BACAAN Skripsi Untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mencapai derajat Sarjana S-1 Psikologi Diajukan

Lebih terperinci

Mochamad Kholid Syaifudin (1), Supriyono Koes H., Sentot Kusairi Jurusan Fisika,FMIPA,Universitas Negeri Malang

Mochamad Kholid Syaifudin (1), Supriyono Koes H., Sentot Kusairi Jurusan Fisika,FMIPA,Universitas Negeri Malang PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS CAI TUTORIAL POKOK BAHASAN HUKUM-HUKUM NEWTON TENTANG GERAK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMA KELAS X Mochamad Kholid Syaifudin (1), Supriyono Koes H.,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan menggunakan metode pengembangan model ADDIE (Assume, Design, Development,

Lebih terperinci

Oleh : Qomaria Amanah Mahasiswa S1 Pendidikan Matematika Universitas Negeri Malang

Oleh : Qomaria Amanah Mahasiswa S1 Pendidikan Matematika Universitas Negeri Malang PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA PADA MATERI RELASI DAN FUNGSI DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) UNTUK SISWA KELAS VIII SEMESTER I Oleh : Qomaria Amanah Mahasiswa S1 Pendidikan Matematika

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN PEMBELAJARAN MEMBACA PUISI SISWA SMP/MTs

PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN PEMBELAJARAN MEMBACA PUISI SISWA SMP/MTs PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN PEMBELAJARAN MEMBACA PUISI SISWA SMP/MTs Yulli Hariyani¹ Maryaeni² Imam Agus Basuki² Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang 5 Malang Email: yullihariyani@yahoo.com ABSTRACT:

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. bagian tersebut akan diuraikan sebagai berikut.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. bagian tersebut akan diuraikan sebagai berikut. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian A.1 Hasil Uji Validitas Validitas LKS ini dilakukan pada tiga bagian, yakni validitas materi, validitas konstruksi dan validitas bahasa. Adapun hasil validasi

Lebih terperinci

IbM KELOMPOK SISWA SMK ST. FAMILIA TOMOHON TENTANG PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA EFEKTIF

IbM KELOMPOK SISWA SMK ST. FAMILIA TOMOHON TENTANG PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA EFEKTIF IbM KELOMPOK SISWA SMK ST. FAMILIA TOMOHON TENTANG PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA EFEKTIF Djeinnie Imbang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sam Ratulangi Email: djeinnie@yahoo.com ABSTRAK Mitra sasaran

Lebih terperinci

Triyas Kusumawardhani*, Widjianto, Sulur** Universitas Negeri Malang.

Triyas Kusumawardhani*, Widjianto, Sulur** Universitas Negeri Malang. PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA POKOK BAHASAN ALAT-ALAT OPIK BERORIENASI MULTIPLE INTELLIGENCES BILINGUAL BERBANTUAN KOMPUTER UNTUK SISWA SMA KELAS X Triyas Kusumawardhani*, Widjianto, Sulur** Universitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D).

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D). BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D). Menurut Thiagarajan (1974: 5-9), Research and Development adalah desain penelitian yang

Lebih terperinci

II. LANDASAN TEORI. untuk memperoleh kesan-kesan yang dikehendaki, yang disampaikan penulis

II. LANDASAN TEORI. untuk memperoleh kesan-kesan yang dikehendaki, yang disampaikan penulis II. LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Membaca Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh seseorang untuk memperoleh kesan-kesan yang dikehendaki, yang disampaikan penulis melalui media

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian pengembangan. Metode penelitian pengembangan memuat tiga

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian pengembangan. Metode penelitian pengembangan memuat tiga BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan. Metode penelitian pengembangan memuat tiga komponen utama, yaitu:

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Dalam penelitian diperlukan suatu metode dan teknik penelitian yang sesuai dengan masalah yang diteliti sehingga hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan.

Lebih terperinci

Tampubolon menyebutnya sebagai Kemampuan Efektif Membaca. Walaupun keduanya

Tampubolon menyebutnya sebagai Kemampuan Efektif Membaca. Walaupun keduanya Kemampuan Efektif Membaca 1. Definisi KEM Penggunaan KEM di kalangan para ahli bahasa memiliki istilah berbeda-beda. Ahmadslamet menyebutkan KEM sebagai Kecepatan Efektif Membaca, sedangkan Tampubolon

Lebih terperinci

MEMBELAJARKAN PESERTA DIDIK UNTUK MEMBACA CEPAT. Syamsul Alam. Widyaiswara LPMP Sulawesi Selatan. Kata Kunci: membaca cepat, memahami makna bacaan,

MEMBELAJARKAN PESERTA DIDIK UNTUK MEMBACA CEPAT. Syamsul Alam. Widyaiswara LPMP Sulawesi Selatan. Kata Kunci: membaca cepat, memahami makna bacaan, MEMBELAJARKAN PESERTA DIDIK UNTUK MEMBACA CEPAT Syamsul Alam Widyaiswara LPMP Sulawesi Selatan Abstrak: Membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang dilakukan dengan tujuan memperoleh pemahaman

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN PROYEK MATERI ALAT-ALAT OPTIK UNTUK KELAS X SMA

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN PROYEK MATERI ALAT-ALAT OPTIK UNTUK KELAS X SMA PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN PROYEK MATERI ALAT-ALAT OPTIK UNTUK KELAS X SMA Oktarinah 1), Ketang Wiyono 2), Zulherman 2) 1 Alumni Pendidikan FisikaUniversitas Sriwijaya 2 Dosen

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MIKRO INOVATIF BAGI PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK CALON GURU BAHASA INDONESIA

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MIKRO INOVATIF BAGI PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK CALON GURU BAHASA INDONESIA PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MIKRO INOVATIF BAGI PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK CALON GURU BAHASA INDONESIA oleh Ida Zulaeha dan Deby Luriawati Fakultas Bahasa dan Seni UNNES ABSTRAK Micro teaching

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dikembangkan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran yang terdiri

BAB III METODE PENELITIAN. dikembangkan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran yang terdiri BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitain Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan, yaitu penelitian yang digunakan untuk mengembangkan suatu produk. Produk yang dikembangkan

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MEDIA SIMULASI PERPADUAN GERAK BERBASIS KOMPUTASI UNTUK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 LUMAJANG

PENGEMBANGAN MEDIA SIMULASI PERPADUAN GERAK BERBASIS KOMPUTASI UNTUK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 LUMAJANG PENGEMBANGAN MEDIA SIMULASI PERPADUAN GERAK BERBASIS KOMPUTASI UNTUK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 LUMAJANG Wahyu Tri Murdini (1), Widjianto dan Asim Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Malang Jalan

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MACROMEDIA FLASH SEBAGAI SUMBER BELAJAR MANDIRI PADA MATERI KOLOID KELAS XI IPA SMA DAN MA

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MACROMEDIA FLASH SEBAGAI SUMBER BELAJAR MANDIRI PADA MATERI KOLOID KELAS XI IPA SMA DAN MA Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 2 No. 3 Tahun 2013 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret ISSN 2337-9995 jpk.pkimiauns@ymail.com PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MACROMEDIA

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian ini yaitu research and development atau penelitian

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian ini yaitu research and development atau penelitian 24 III. METODE PENELITIAN A. Setting Pengembangan Metode penelitian ini yaitu research and development atau penelitian pengembangan. Pengembangan yang dilakukan adalah dikembangkan perangkat pembelajaran

Lebih terperinci

PROPOSAL TUGAS AKHIR JUDUL PROPOSAL TUGAS AKHIR

PROPOSAL TUGAS AKHIR JUDUL PROPOSAL TUGAS AKHIR 1. Halaman Sampul PROPOSAL TUGAS AKHIR Program Studi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro Semarang PROPOSAL TUGAS AKHIR JUDUL PROPOSAL TUGAS AKHIR Disusun Oleh : Nama :...

Lebih terperinci

200 kata permenit (kpm) : Kecepatan baca rata-rata anak sekolah dasar.

200 kata permenit (kpm) : Kecepatan baca rata-rata anak sekolah dasar. PERHATIKAN data berikut. 200 kata permenit (kpm) : Kecepatan baca rata-rata anak sekolah dasar. Benar. Kecepatan baca rata-rata anak sekolah dasar, tepatnya mereka yang belum lama dan berlum berpengalaman

Lebih terperinci

Eko Budiono, Hadi Susanto PENDAHULUAN

Eko Budiono, Hadi Susanto PENDAHULUAN PENYUSUNAN DAN PENGGUNAAN MODUL PEMBELAJARAN BERDASAR KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI SUB POKOK BAHASAN ANALISA KUANTITATIF UNTUK SOAL-SOAL DINAMIKA SEDERHANA PADA KELAS X SEMESTER I SMA Eko Budiono, Hadi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. 55 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk menyelidiki keadaan,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Hal ini disebabkan penelitian ini menggunakan data kuantitatif dan

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Hal ini disebabkan penelitian ini menggunakan data kuantitatif dan 28 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Hal ini disebabkan penelitian ini menggunakan data kuantitatif dan dideskripsikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan adalah suatu jenis penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Prosedur Penelitian Penelitian ini dilakukan menggunakan desain penelitian Research and development (R&D). R&D adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan

Lebih terperinci

PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH UNTUK GURU SMP SE-KOTAMADYA YOGYAKARTA

PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH UNTUK GURU SMP SE-KOTAMADYA YOGYAKARTA PROPOSAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH UNTUK GURU SMP SE-KOTAMADYA YOGYAKARTA Oleh: Dr. Suroso Prihadi, M. Hum. Yayuk Eny Rahayu, M. Hum. Kusmarwanti, M. Pd. PROGRAM STUDI

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN AUTENTIK BERBASIS KURIKULUM 2013

PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN AUTENTIK BERBASIS KURIKULUM 2013 PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN AUTENTIK BERBASIS KURIKULUM 2013 Andra Setia Bhakti 1, Sentot Kusairi 2, dan Muhardjito 3 E-mail: ardna_star001@yahoo.com ABSTRAK: Salah satu elemen perubahan Kurikulum 2013

Lebih terperinci

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF KELAS VI SD YPKP 1 SENTANI, KABUPATEN JAYAPURA PAPUA

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF KELAS VI SD YPKP 1 SENTANI, KABUPATEN JAYAPURA PAPUA PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF KELAS VI SD YPKP 1 SENTANI, KABUPATEN JAYAPURA PAPUA Etyn Nurkhayati SD YPKP I Sentani Jayapura Papua Abstrak:Kesulitan siswa dalam menulis

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBAHASA INGGRIS BERBASIS MOBILE WEB PADA MATERI TRIGONOMETRI UNTUK SISWA KELAS X SMA

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBAHASA INGGRIS BERBASIS MOBILE WEB PADA MATERI TRIGONOMETRI UNTUK SISWA KELAS X SMA PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBAHASA INGGRIS BERBASIS MOBILE WEB PADA MATERI TRIGONOMETRI UNTUK SISWA KELAS X SMA Oleh: Zukhrufurrohmah 1), Cholis Sa dijah 2) Jurusan Matematika, Fakultas

Lebih terperinci

MEDIA 2 DIMENSI. Disusun oleh: SAIFUL AMIEN

MEDIA 2 DIMENSI. Disusun oleh: SAIFUL AMIEN MEDIA 2 DIMENSI Disusun oleh: SAIFUL AMIEN sebutan umum untuk alat peraga yang hanya memiliki ukuran panjang dan lebar yang berada pada satu bidang datar 1. Media Grafis 2. Media bentuk papan 3. Media

Lebih terperinci

PENERAPAN PERMAINAN MENGARANG GOTONGROYONG BERBANTUAN KARTU GAMBAR SERI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYUSUN PARAGRAF

PENERAPAN PERMAINAN MENGARANG GOTONGROYONG BERBANTUAN KARTU GAMBAR SERI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYUSUN PARAGRAF Jurnal Pena Ilmiah: Vol. 1, No. 1 (2016) PENERAPAN PERMAINAN MENGARANG GOTONGROYONG BERBANTUAN KARTU GAMBAR SERI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYUSUN PARAGRAF Dhamaranthy Herdiani Marethania 1, Dede

Lebih terperinci

Afrida SDN 001 Ranai, Bunguran Timur, Kabupaten Natuna

Afrida SDN 001 Ranai, Bunguran Timur, Kabupaten Natuna PEMANFAATAN MEDIA OBJEK LANSUNG DALAM PEMBELAJARAN MELAKUKAN SESUATU BERDASARKAN PETUNJUK PEMAKAIAN YANG DIBACA SISWA KELAS IV SD 004 HARAPAN JAYA KECAMATAN BUNGURAN TENGAH KABUPATEN NATUNA MELALUI LESSON

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK FISIKA SEBAGAI MEDIA INSTRUKSIONAL POKOK BAHASAN HUKUM NEWTON PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA SKRIPSI.

PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK FISIKA SEBAGAI MEDIA INSTRUKSIONAL POKOK BAHASAN HUKUM NEWTON PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA SKRIPSI. PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK FISIKA SEBAGAI MEDIA INSTRUKSIONAL POKOK BAHASAN HUKUM NEWTON PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA SKRIPSI Oleh: Rizky Prima Elisa Galuh Salsabila NIM 080210102030 PROGRAM STUDI

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Bahasa digunakan

I. PENDAHULUAN. Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Bahasa digunakan I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Bahasa digunakan sebagai alat komunikasi, untuk menyampaikan pesan dari sesorang kepada orang lain, atau

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN MENEMUKAN MAKNA DAN INFORMASI SECARA TEPAT DALAM KAMUS DENGAN MEMBACA MEMINDAI

PEMBELAJARAN MENEMUKAN MAKNA DAN INFORMASI SECARA TEPAT DALAM KAMUS DENGAN MEMBACA MEMINDAI PEMBELAJARAN MENEMUKAN MAKNA DAN INFORMASI SECARA TEPAT DALAM KAMUS DENGAN MEMBACA MEMINDAI Suhardi SD Negeri 007 Ranai Bunguran Timur Natuna Abstrak: Siswa kelas IV SDN 007 Ranai cenderungmengalami kesulitan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. metode penelitian dan pengembangan (Research and Development).

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). 36 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Metode penelitian dan pengembangan

Lebih terperinci

ANALISIS BUKU TEKS BAHASA INDONESIA TINGKATAN SMP KELAS VIII, ERLANGGA: KETERBACAAN DAN TINGKAT KETERBACAAN

ANALISIS BUKU TEKS BAHASA INDONESIA TINGKATAN SMP KELAS VIII, ERLANGGA: KETERBACAAN DAN TINGKAT KETERBACAAN ANALISIS BUKU TEKS BAHASA INDONESIA TINGKATAN SMP KELAS VIII, ERLANGGA: KETERBACAAN DAN TINGKAT KETERBACAAN SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian Annisa Octavia Koswara, 2015

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian Annisa Octavia Koswara, 2015 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian Keterampilan menulis cerita pendek masih menjadi sesuatu hal yang sulit untuk siswa. Menulis cerita pendek merupakan satu keterampilan yang membutuhkan

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN WACANA NONSASTRA BERBAHASA JAWA DENGAN METODE PQRST

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN WACANA NONSASTRA BERBAHASA JAWA DENGAN METODE PQRST PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN WACANA NONSASTRA BERBAHASA JAWA DENGAN METODE PQRST Oleh: Sri Sukaesih program studi pendidikan bahasa dan sastra jawa sri.sukaesih@gmail.com Abstrak : Tujuan penelitian

Lebih terperinci

BIDANG LOMBA : KARYA ILMIAH SISWA

BIDANG LOMBA : KARYA ILMIAH SISWA NASKAH SOAL LOMBA KOMPETENSI SISWA SMK TINGKAT PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2014 BIDANG LOMBA : KARYA ILMIAH SISWA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR BIDANG PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DAN PERTI Jalan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian 26 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Subyek Penelitian Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan. Menurut Sugiyono (2010), metode penelitian

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS READING COMPREHENSION

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS READING COMPREHENSION PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS READING COMPREHENSION MATERI ENERGI UNTUK MENDIAGNOSIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP Firda Fauziah 1, Muhardjito, dan Asim Jurusan Fisika, FMIPA Universitas

Lebih terperinci

SPEED READING / MEMBACA CEPAT BERMANFAAT UNTUK :

SPEED READING / MEMBACA CEPAT BERMANFAAT UNTUK : SPEED READING / MEMBACA CEPAT BERMANFAAT UNTUK : Memilah Informasi Penting Cepat Menguasai Informasi Meningkatkan Pemahaman Speed Reading dalam banyak hal justru membantu menyerap informasi dengan lebih

Lebih terperinci

MODUL FISIKA BERSUPLEMEN DIGITAL MATERI GERAK LURUS UNTUK SISWA SMA KELAS X

MODUL FISIKA BERSUPLEMEN DIGITAL MATERI GERAK LURUS UNTUK SISWA SMA KELAS X MODUL FISIKA BERSUPLEMEN DIGITAL MATERI GERAK LURUS UNTUK SISWA SMA KELAS X Ira Mufita Ilmiana, Sentot Kusairi, dan Hartatiek Universitas Negeri Malang E-mail : muffidrawis@rocketmail.com ABSTRAK: Telah

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN PERTEMPURAN DI SURABAYA UNTUK SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 KALITIDU- BOJONEGORO

PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN PERTEMPURAN DI SURABAYA UNTUK SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 KALITIDU- BOJONEGORO PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN PERTEMPURAN DI SURABAYA UNTUK SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 KALITIDU- BOJONEGORO Tenny Widya, Universitas Negeri Malang E-mail : kristiana.tenny@yahoo.com ABSTRAK :

Lebih terperinci

Kata kunci : Modu Fislika, Model POE, Motivasi Belajar.

Kata kunci : Modu Fislika, Model POE, Motivasi Belajar. PENGEMBANGAN MODUL FISIKA MATERI FLUIDA STATIS DENGAN MODEL POE (PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN) BERBANTUAN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA KELAS X Krista Yohana (1), Kadim Masjkur (2),

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran atau mix method. Pengumpulan data, baik yang bersifat kualitatif dan kuantitatif dilakukan melalui suatu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pengembangan (research and development). Metode penelitian dan

BAB III METODE PENELITIAN. pengembangan (research and development). Metode penelitian dan BAB III METODE PENELITIAN A. Model Pengembangan Pengembangan modul ini menggunakan jenis penelitian pengembangan (research and development). Metode penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian

Lebih terperinci

III.METODE PENGEMBANGAN. A. Metode Pengembangan dan Subjek Pengembangan. Metode pengembangan yang digunakan pada pengembangan ini adalah penelitian

III.METODE PENGEMBANGAN. A. Metode Pengembangan dan Subjek Pengembangan. Metode pengembangan yang digunakan pada pengembangan ini adalah penelitian 50 III.METODE PENGEMBANGAN A. Metode Pengembangan dan Subjek Pengembangan Metode pengembangan yang digunakan pada pengembangan ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D).

Lebih terperinci

PENINGKATAN KECEPATAN EFEKTIF MEMBACA TULISAN BRAILLE DENGAN TEKNIK DUA TANGAN BAGI TUNANETRA KELAS V SLB NEGERI 2 PADANG

PENINGKATAN KECEPATAN EFEKTIF MEMBACA TULISAN BRAILLE DENGAN TEKNIK DUA TANGAN BAGI TUNANETRA KELAS V SLB NEGERI 2 PADANG PENINGKATAN KECEPATAN EFEKTIF MEMBACA TULISAN BRAILLE DENGAN TEKNIK DUA TANGAN BAGI TUNANETRA KELAS V SLB NEGERI 2 PADANG Jumaidi, Atmazaki, Harris Effendi Thahar Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MEDIA CD INTERAKTIF BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL TENTANG PENYESUAIAN DIRI BAGI SISWA KELAS X SMK SKRIPSI

PENGEMBANGAN MEDIA CD INTERAKTIF BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL TENTANG PENYESUAIAN DIRI BAGI SISWA KELAS X SMK SKRIPSI PENGEMBANGAN MEDIA CD INTERAKTIF BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL TENTANG PENYESUAIAN DIRI BAGI SISWA KELAS X SMK SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MEDIA CD PEMBELAJARAN BERBASIS PREZI PADA POKOK BAHASAN GLOBALISASI MATA PELAJARAN PKN KELAS IX MTSN BANGSAL, MOJOKERTO

PENGEMBANGAN MEDIA CD PEMBELAJARAN BERBASIS PREZI PADA POKOK BAHASAN GLOBALISASI MATA PELAJARAN PKN KELAS IX MTSN BANGSAL, MOJOKERTO PENGEMBANGAN MEDIA CD PEMBELAJARAN BERBASIS PREZI PADA POKOK BAHASAN GLOBALISASI MATA PELAJARAN PKN KELAS IX MTSN BANGSAL, MOJOKERTO THE DEVELOPMENT OF CD LEARNING MEDIA BASED ON PREZI IN TEACHING MATERIALS

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN ALAT PERAGA FISIKA MATERI GERAK MELINGKAR UNTUK SMA

PENGEMBANGAN ALAT PERAGA FISIKA MATERI GERAK MELINGKAR UNTUK SMA PENGEMBANGAN ALAT PERAGA FISIKA MATERI GERAK MELINGKAR UNTUK SMA Desy, Desnita, Raihanati Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Jakarta, Jl. Pemuda No.10 Rawamangun, Jakarta Timur 13220 desynicola@gmail.com,

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER BERBASIS MASALAH MENGGUNAKAN SWISH MAX 4 PADA POKOK BAHASAN ELASTISITAS UNTUK SISWA SMA

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER BERBASIS MASALAH MENGGUNAKAN SWISH MAX 4 PADA POKOK BAHASAN ELASTISITAS UNTUK SISWA SMA PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER BERBASIS MASALAH MENGGUNAKAN SWISH MAX 4 PADA POKOK BAHASAN ELASTISITAS UNTUK SISWA SMA Christina Natalia Puspita Universitas Negeri Malang E-mail: cnpuspita@gmail.com

Lebih terperinci

Oleh Justianus Tarigan Dr. Abdurahman A., M.Hum.

Oleh Justianus Tarigan Dr. Abdurahman A., M.Hum. ANALISIS VALIDITAS ISI DAN KETEPATAN KONSTRUKSI BUTIR TES SOAL UJIAN AKHIR SEKOLAH BAHASA INDONESIA TAHUN 2013/2014 KELAS XII SMA SWASTA BERSAMA BERASTAGI Oleh Justianus Tarigan Dr. Abdurahman A., M.Hum.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. sulit. Hal ini sejalan dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Nurgiyantoro

BAB 1 PENDAHULUAN. sulit. Hal ini sejalan dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Nurgiyantoro 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keterampilan menulis dianggap sebagai keterampilan berbahasa yang paling sulit. Hal ini sejalan dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Nurgiyantoro (1995:294)

Lebih terperinci

PANDUAN PENULISAN PROPOSAL

PANDUAN PENULISAN PROPOSAL PANDUAN PENULISAN PROPOSAL A. BAGIAN AWAL 1. Halaman Sampul Luar Pada halaman sampul luar berisi komponen : a. Judul Penelitian/Proposal dan mengandung didalamnya tempat penelitian dilaksanakan. b. Tulisan

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA MATERI TRIGONOMETRI UNTUK SISWA SMA KELAS X DENGAN METODE PENEMUAN TERBIMBING SKRIPSI OLEH TANTRI IKA YULANDARI

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA MATERI TRIGONOMETRI UNTUK SISWA SMA KELAS X DENGAN METODE PENEMUAN TERBIMBING SKRIPSI OLEH TANTRI IKA YULANDARI PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA MATERI TRIGONOMETRI UNTUK SISWA SMA KELAS X DENGAN METODE PENEMUAN TERBIMBING SKRIPSI OLEH TANTRI IKA YULANDARI NIM 209311420840 UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS MATEMATIKA

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang tepat untuk penelitian ini adalah metode penelitian dan

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang tepat untuk penelitian ini adalah metode penelitian dan 34 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu media, metode penelitian yang tepat untuk penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan atau

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Keberhasilan suatu bangsa dapat diukur melalui pelaksanaan pendidikannya.

BAB I PENDAHULUAN. Keberhasilan suatu bangsa dapat diukur melalui pelaksanaan pendidikannya. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sarana penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menciptakan pembangunan suatu bangsa. Keberhasilan suatu bangsa

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI LINGKARAN UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF PADA SISWA SMP KELAS VIII

PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI LINGKARAN UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF PADA SISWA SMP KELAS VIII PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI LINGKARAN UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF PADA SISWA SMP KELAS VIII ARTIKEL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat

Lebih terperinci

Kata Kunci: instrumen penilaian, benar-salah, kemampuan berpikir tingkat tinggi, dinamika rotasi, kesetimbangan tegar

Kata Kunci: instrumen penilaian, benar-salah, kemampuan berpikir tingkat tinggi, dinamika rotasi, kesetimbangan tegar PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES BENAR-SALAH UNTUK MENILAI KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA PADA MATERI DINAMIKA ROTASI DAN KESETIMBANGAN BENDA TEGAR Aliyyatus Sa adah, Sugiyanto, S.Pd, M.Si, dan Drs.

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci: membaca cepat, media audio visual

ABSTRAK. Kata kunci: membaca cepat, media audio visual PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA CEPAT MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 21 PURWOREJO KECAMATAN BRUNO KABUPATEN PURWOREJO TAHUN AJARAN 2012/2013 Oleh: Dhian Eka Henry Siadi

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BUKU BERJENDELA SEBAGAI PENDUKUNG IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH PADA MATERI JURNAL KHUSUS

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BUKU BERJENDELA SEBAGAI PENDUKUNG IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH PADA MATERI JURNAL KHUSUS PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BUKU BERJENDELA SEBAGAI PENDUKUNG IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH PADA MATERI JURNAL KHUSUS Elvas Sugianto Efendhi Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA FISIKA BERORIENTASI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DI SMPN 13 BANJARMASIN

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA FISIKA BERORIENTASI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DI SMPN 13 BANJARMASIN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA FISIKA BERORIENTASI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DI SMPN 13 BANJARMASIN Latifah Kurnia, Zainuddin, dan Andi Ichsan Mahardika

Lebih terperinci

KRITERIA UMUM PENULISAN JURNAL PENDIDIKAN APSI PUSAT

KRITERIA UMUM PENULISAN JURNAL PENDIDIKAN APSI PUSAT KRITERIA UMUM PENULISAN JURNAL PENDIDIKAN APSI PUSAT 1. Jenis penelitian adalah karya tulis ilmiah hasil penelitian atau studi ilmiah, memuat artikel yang secara nyata mengandung informasi yang memajukan

Lebih terperinci

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SDN SAWOJAJAR V KOTA MALANG

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SDN SAWOJAJAR V KOTA MALANG PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SDN SAWOJAJAR V KOTA MALANG Dwi Sulistyorini Abstrak: Dalam kegiatan pembelajaran menulis, siswa masih banyak mengalami kesulitan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penelitian yang memiliki aspek kualitatif dan kuantitatif adalah analisis konten.

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MEDIA AUDIOVISUAL INTERAKTIF MENCATAT TRANSAKSI BERDASARKAN MEKANISME DEBET/KREDIT KELAS XI SMAN 13 SURABAYA

PENGEMBANGAN MEDIA AUDIOVISUAL INTERAKTIF MENCATAT TRANSAKSI BERDASARKAN MEKANISME DEBET/KREDIT KELAS XI SMAN 13 SURABAYA PENGEMBANGAN MEDIA AUDIOVISUAL INTERAKTIF MENCATAT TRANSAKSI BERDASARKAN MEKANISME DEBET/KREDIT KELAS XI SMAN 13 SURABAYA Achmad Arianto Wibowo Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Pendidikan Ekonomi,

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY (ICT) MATERI LISTRIK DINAMIS UNTUK SISWA SMA KELAS X

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY (ICT) MATERI LISTRIK DINAMIS UNTUK SISWA SMA KELAS X PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY (ICT) MATERI LISTRIK DINAMIS UNTUK SISWA SMA KELAS X Adiyat Makrufi (1), Widjianto., Asim Jurusan Fisika,FMIPA,Universitas

Lebih terperinci

A. Format Lomba. 2 P a g e

A. Format Lomba. 2 P a g e A. Format Lomba 1. Subtema Karya Tulis - Teknologi Aplikatif Penunjang Efisiensi Pertanian dan Perkebunan (Agrokompleks). - Teknologi Aplikatif dalam bidang Pariwisata. - Teknologi Aplikatif Pendidikan.

Lebih terperinci