b. Zona-2 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 1,315,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 927,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 1,190,000

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "b. Zona-2 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 1,315,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 927,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 1,190,000"

Transkripsi

1 A. BIAYA IZIN PENYELENGGARAAN PENYIARAN LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK 1. JASA PENYIARAN RADIO 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 1,460,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 1,030,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 1,322,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 1,315,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 927,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 1,190,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 1,095,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 773,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 992,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 730,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 515,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 661,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 440,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 309,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 397,000

2 2. JASA PENYIARAN TELEVISI 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 29,170,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 10,296,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 13,213,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 26,250,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 9,266,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 11,891,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 21,880,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 7,722,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 9,910,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 14,590,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 5,148,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 6,607,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 8,750,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 3,089,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 3,964,000

3 B. BIAYA IZIN PENYELENGGARAAN PENYIARAN LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK LOKAL 1. JASA PENYIARAN RADIO 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 1,460,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 1,030,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 1,322,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 1,315,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 927,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 1,190,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 1,095,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 773,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 992,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 730,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 515,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 661,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 440,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 309,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 397,000

4 2. JASA PENYIARAN TELEVISI 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 29,170,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 10,296,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 13,213,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 26,250,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 9,266,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 11,891,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 21,880,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 7,722,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 9,910,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 14,590,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 5,148,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 6,607,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 8,750,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 3,089,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 3,964,000

5 C. BIAYA IZIN PENYELENGGARAAN PENYIARAN LEMBAGA PENYIARAN SWASTA 1. JASA PENYIARAN RADIO 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 2,500,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 1,765,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 2,265,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 2,250,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 1,589,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 2,039,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 1,875,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 1,324,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 1,699,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 1,250,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 883,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 1,133,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 750,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 530,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 680,000

6 2. JASA PENYIARAN TELEVISI 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 50,000,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 17,650,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 22,650,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 45,000,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 15,885,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 20,385,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 37,500,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 13,238,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 16,988,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 25,000,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 8,825,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 11,325,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 15,000,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 5,295,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 6,795,000

7 D. BIAYA IZIN PENYELENGGARAAN PENYIARAN LEMBAGA PENYIARAN KOMUNITAS 1. JASA PENYIARAN RADIO 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 25,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 18,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 23,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 25,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 16,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 21,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 20,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 14,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 18,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 15,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 9,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 12,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 10,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 6,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 8,000

8 2. JASA PENYIARAN TELEVISI 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 500,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 177,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 227,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 450,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 159,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 204,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 380,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 133,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 171,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 250,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 89,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 114,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 150,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 53,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 68,000

9 E. BIAYA IZIN PENYELENGGARAAN PENYIARAN LEMBAGA PENYIARAN BERLANGGANAN 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 50,000,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 17,650,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 22,650,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 45,000,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 15,885,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 20,385,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 37,500,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 13,238,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 16,988,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 25,000,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 8,825,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 11,325,000 1) Izin Prinsip (Baru) Per Izin 15,000,000 2) Izin Tetap (Baru) Per tahun 5,295,000 3) Izin Perpanjangan Per tahun 6,795,000

MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA

MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 18 /PER/M.KOMINFO/03/2009 TENTANG TATA CARA DAN PROSES PERIZINAN PENYELENGGARAAN

Lebih terperinci

MEMBUAT PERSAMAAN DARI PERSOALAN. Oleh : Zuriman Anthony, ST., MT

MEMBUAT PERSAMAAN DARI PERSOALAN. Oleh : Zuriman Anthony, ST., MT SISTEM OPTIMASI MEMBUAT PERSAMAAN DARI PERSOALAN Oleh : Zuriman Anthony, ST., MT CONTOH-CONTOH PERSOALAN Contoh 3.1 Pemilik perusahaan mempunyai dua macam bahan mentah, Katakan bahan mentah I (misalnya

Lebih terperinci

MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA 17 /PER/M.

MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA 17 /PER/M. MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 17 /PER/M. KOMINFO/03/2009 TENTANG DISEMINASI INFORMASI NASIONAL OLEH PEMERINTAH,

Lebih terperinci

13. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika

13. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika SALINAN PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PENYIARAN TELEVISI SECARA DIGITAL DAN PENYIARAN MULTIPLEKSING MELALUI SISTEM TERESTRIAL

Lebih terperinci

Apa Itu Komunikasi Data DATA?

Apa Itu Komunikasi Data DATA? DIKTAT MATA KULIAH KOMUNIKASI DATA PENDAHULUAN KOMUNIKASI BAB I IF Apa Itu Komunikasi Data DATA? Istilah data dalam diktat ini berarti segala sesuatu yang belum memiliki arti bagi si penerimanya. Dalam

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Segmentation, Targetting, dan Positioning Segmentation Segmentasi geografi Pelanggan yang berasal di daerah Bandung dan sekitarnya Segmentasi Demografi: Untuk segmentasi

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2005 TENTANG PENYELENGGARAAN PENYIARAN LEMBAGA PENYIARAN SWASTA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2005 TENTANG PENYELENGGARAAN PENYIARAN LEMBAGA PENYIARAN SWASTA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2005 TENTANG PENYELENGGARAAN PENYIARAN LEMBAGA PENYIARAN SWASTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2002 TENTANG PENYIARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2002 TENTANG PENYIARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2002 TENTANG PENYIARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a ) bahwa kemerdekaan menyampaikan pendapat dan memperoleh

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN NARKOTIKA NASIONAL

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN NARKOTIKA NASIONAL r PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN NARKOTIKA NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL, Menimbang :

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 56 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PERAN MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN TATA RUANG DAERAH

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 56 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PERAN MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN TATA RUANG DAERAH - 1 - Salinan MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 56 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PERAN MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN TATA RUANG DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PERATURAN KOMISI PENYIARAN INDONESIA Nomor 01/P/KPI/03/2012

PERATURAN KOMISI PENYIARAN INDONESIA Nomor 01/P/KPI/03/2012 PERATURAN KOMISI PENYIARAN INDONESIA Nomor 01/P/KPI/03/2012 tentang PEDOMAN PERILAKU PENYIARAN Menimbang: a. bahwa dalam rangka pengaturan perilaku lembaga penyiaran di Indonesia dibutuhkan suatu pedoman

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2005 TENTANG PENGADAAN TANAH BAGI PELAKSANAAN PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2005 TENTANG PENGADAAN TANAH BAGI PELAKSANAAN PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2005 TENTANG PENGADAAN TANAH BAGI PELAKSANAAN PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2010 TENTANG BENTUK DAN TATA CARA PERAN MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2010 TENTANG BENTUK DAN TATA CARA PERAN MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2010 TENTANG BENTUK DAN TATA CARA PERAN MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :

Lebih terperinci

Panduan Pemasangan Lebih dari Satu Satellite yang terhubung ke Dekoder OrangeTV C-Band.

Panduan Pemasangan Lebih dari Satu Satellite yang terhubung ke Dekoder OrangeTV C-Band. Panduan Pemasangan Lebih dari Satu Satellite yang terhubung ke Dekoder OrangeTV C-Band. Sebelum melakukan proses ini, pastian bahwa Dekoder OrangeTV akan terhubung ke lebih dari satu LNB yang sedang aktif

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 21 TAHUN 2001 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA TELEKOMUNIKASI MENTERI PERHUBUNGAN,

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 21 TAHUN 2001 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA TELEKOMUNIKASI MENTERI PERHUBUNGAN, KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 21 TAHUN 2001 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA TELEKOMUNIKASI MENTERI PERHUBUNGAN, Menimbang : a. bahwa dalam Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2014 TENTANG

RANCANGAN PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2014 TENTANG RANCANGAN PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI UNTUK PERANGKAT TELEKOMUNIKASI DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG LANGKAH-LANGKAH PENGHEMATAN DAN PEMOTONGAN BELANJA KEMENTERIAN/LEMBAGA DALAM RANGKA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN

Lebih terperinci

STANDAR OPERATING PROCEDURES ( SOP ) PELAYANAN ADMINISTRASI PERIJINAN TAHUN 2012

STANDAR OPERATING PROCEDURES ( SOP ) PELAYANAN ADMINISTRASI PERIJINAN TAHUN 2012 ANDAR OPERATING PROCEDURES ( SOP ) PELAYANAN ADMINIRASI PERIJINAN TAHUN 2012 DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN BIMA I. PENDAHULUAN BIDANG KOMINFO Bahwa pos dan telekomunikasi merupakan

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN 2007 2013 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN 2007 2013 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK APBN 2007 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1 : Asumsi Ekonomi Makro, 2007... 1 Tabel 2 : Ringkasan APBN, 2007... 2 Tabel 3 : Pendapatan Negara dan Hibah, 2007...

Lebih terperinci

BERBAGAI MEDIA PUBLIC RELATIONS MATERI PERKULIAHAN KE-9 : PUBLIC RELATIONS IN LIBRARY

BERBAGAI MEDIA PUBLIC RELATIONS MATERI PERKULIAHAN KE-9 : PUBLIC RELATIONS IN LIBRARY BERBAGAI MEDIA PUBLIC RELATIONS MATERI PERKULIAHAN KE-9 : PUBLIC RELATIONS IN LIBRARY DIRANGKUM DARI BERBAGAI SUMBER OLEH : NAMA : NUNING KURNIASIH, S.SOS., M.HUM. NIP. 197606252000122001 DEPARTEMEN ILMU

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Koran saat sarapan, kita bisa melihat foto-foto laki-laki dan perempuan yang

BAB I PENDAHULUAN. Koran saat sarapan, kita bisa melihat foto-foto laki-laki dan perempuan yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada abad ini merupakan abad visual. Masyarakat dibombardir dengan berbagai gambar sejak pagi hingga malam. Misalnya saja dengan hanya membuka Koran saat sarapan,

Lebih terperinci

PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM TALK SHOW EMPAT MATA DI TRANS 7

PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM TALK SHOW EMPAT MATA DI TRANS 7 PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM TALK SHOW EMPAT MATA DI TRANS 7 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Diajukan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 30 TAHUN 2004 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 30 TAHUN 2004 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 30 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR KM. 21 TAHUN 2001 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA TELEKOMUNIKASI MENTERI PERHUBUNGAN, Menimbang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. communicatio yang diturunkan dari kata communis yang berarti membuat

BAB I PENDAHULUAN. communicatio yang diturunkan dari kata communis yang berarti membuat BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Secara etimologis, komunikasi berasal dari bahasa Latin yaitu communicatio yang diturunkan dari kata communis yang berarti membuat kebersamaan antara dua orang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 52 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN TELEKOMUNIKASI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 52 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN TELEKOMUNIKASI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 52 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN TELEKOMUNIKASI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan mengenai penyelengaraan

Lebih terperinci

Lampiran 11. Hasil Perhitungan Uji t dengan menggunakan Uji 2 Arah

Lampiran 11. Hasil Perhitungan Uji t dengan menggunakan Uji 2 Arah Lampiran 11. Hasil Perhitungan Uji t dengan menggunakan Uji 2 Arah n 1 = 12 (untuk desa pesisir) ; n 2 = 72 (untuk desa non pesisir) a. Kepadatan S 2 1 = n X 2 ( X) 2 = 145.291.638,8 S 2 2 = 72.239.370,29

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

INDIKATOR KINERJA UTAMA KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA Lampiran : 1 Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor : 04 /Per/M/Kominfo/3/2010 Tanggal : 30 Maret 2010 INDIKATOR KINERJA UTAMA KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA 1 Satuan Kerja : KEMENTERIAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA/DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

Barelang TV channel 5 PROFILE & PROGRAM ACARA 2015

Barelang TV channel 5 PROFILE & PROGRAM ACARA 2015 TV KABEL di Pulau BATAM Barelang TV channel 5 PROFILE & PROGRAM ACARA 2015 COGAN TV merupakan Televisi Kabel pada channel 5 di jaringan TV Kabel : BARELANG TV dengan wilayah jangkauan siaran seluruh kota

Lebih terperinci

INFORMASI KEHIDUPAN BERBAGAI BAHASA

INFORMASI KEHIDUPAN BERBAGAI BAHASA 2 Waktu Terjadinya Bencana Alam 2-6 Akses Informasi yang Dapat Diterima Mengenai Bencana Untuk mencegah keadaan mengenai bencana alam, yang pertama adalah mendapatkan info dari badan perkiraan cuaca tentang

Lebih terperinci

pelajaran 9 energi tahukah kamu apa itu energi 119

pelajaran 9 energi tahukah kamu apa itu energi 119 pelajaran 9 energi benda yang bergerak butuh energi benda yang bunyi butuh energi benda yang bersinar butuh energi energi diperlukan dalam hidup tahukah kamu apa itu energi energi 119 energi menulis puisi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pesatnya perkembangan industri pertelevisian dewasa ini, membuat

BAB I PENDAHULUAN. Pesatnya perkembangan industri pertelevisian dewasa ini, membuat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pesatnya perkembangan industri pertelevisian dewasa ini, membuat persaingan antara media massa televisi tidak terelakkan lagi. Sebagai media audio visual, televisi

Lebih terperinci

2/22/2012 METODE PEMBELAJARAN

2/22/2012 METODE PEMBELAJARAN METODE PEMBELAJARAN Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan strategi yang sudah direncanakan. Jenis metode pembelajaran : Ceramah : penyajian melalui penuturan secara lisan/penjelasan

Lebih terperinci

Tipe-tipe komunikasi. Puri Kusuma D.P

Tipe-tipe komunikasi. Puri Kusuma D.P Tipe-tipe komunikasi Puri Kusuma D.P a)komunikasi kesehatan b)komunikasi politik c) Komunikasi bisnis d)komunikasi keluarga e) dll Konteks-konteks komunikasi Komunikasi tidak berlangsung dalam ruang hampa-sosial,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2003 TENTANG PENGAMANAN ROKOK BAGI KESEHATAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2003 TENTANG PENGAMANAN ROKOK BAGI KESEHATAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2003 TENTANG PENGAMANAN ROKOK BAGI KESEHATAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa rokok merupakan salah satu zat adiktif yang bila digunakan

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN 57 BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN A. Diskriptif Lokasi Penelitian Sesuai dengan ilmu geologis, perusahaan Arek TVSurabaya mempunyai letak yang strategis sesuai dengan kemampuan dan jangkauan usaha

Lebih terperinci

PERJANJIAN KERJASAMA ANTARA BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL DAN PT. CAHAYA TELEVISI INDONESIA

PERJANJIAN KERJASAMA ANTARA BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL DAN PT. CAHAYA TELEVISI INDONESIA PERJANJIAN KERJASAMA ANTARA BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL DAN PT. CAHAYA TELEVISI INDONESIA NOMOR: 256/KSM/G2/2012 NOMOR: 013/MoU/CTVB-BKKBN/V/2012 TENTANG PENAYANGAN PROGRAM KEPENDUDUKAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pada tahun 1962 adalah TVRI ( Televisi Republik Indonesia). Selama 27

BAB I PENDAHULUAN. pada tahun 1962 adalah TVRI ( Televisi Republik Indonesia). Selama 27 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Stasiun televisi yang pertama kali muncul di Indonesia yaitu pada tahun 1962 adalah TVRI ( Televisi Republik Indonesia). Selama 27 tahun, sejak berdirinya TVRI penduduk

Lebih terperinci

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 202 - STANDAR PELAYANAN PEMANTAUAN DAN ANALISIS BERITA DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT PRESIDEN

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 202 - STANDAR PELAYANAN PEMANTAUAN DAN ANALISIS BERITA DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT PRESIDEN - 202-5) Standar Pelayanan Pemantauan dan Analisis Berita di Lingkungan Sekretariat Presiden STANDAR PELAYANAN PEMANTAUAN DAN ANALISIS BERITA DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT PRESIDEN BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

Lebih terperinci

Onduline Green Roof Award ke-2

Onduline Green Roof Award ke-2 Onduline Green Roof Award ke-2 PERSYARATAN KARYA : 1. Peserta bebas menentukan desain penyelesaian dan instalasi bentuk atap sesuai dengan Iklim Tropis Indonesia, namun dapat tetap diaplikasikan di lapangan,

Lebih terperinci

Undang-undang Nomor I Tahun 1970

Undang-undang Nomor I Tahun 1970 KESELAMATAN KERJA Undang-undang Nomor I Tahun 1970 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk

Lebih terperinci

JENIS-JENIS JABATAN FUNGSIONAL GURU

JENIS-JENIS JABATAN FUNGSIONAL GURU JENIS-JENIS JABATAN FUNGSIONAL GURU NO Urut JENIS GURU KUALIFIKASI PENDIDIKAN 1 Guru Taman Kanak-Kanak 2 Guru Kelas Taman Kanak Sekolah Dasar 3 Guru Agama Islam 4 Guru Agama Kristen 5 Guru Agama Katolik

Lebih terperinci

TABEL 1 KONVERSI BIDANG STUDI SECARA LANGSUNG

TABEL 1 KONVERSI BIDANG STUDI SECARA LANGSUNG TABEL 1 KONVERSI BIDANG STUDI SECARA LANGSUNG KODE BIDANG STUDI TAHUN 2007-2008 KODE BIDANG STUDI TAHUN 2009-2011 I II III IV TK/RA 1 Kelompok bermain 024 2 Guru Kelas TK 020 SD/MI 1 Matematika 047 2 PKn

Lebih terperinci

A. Tugas Pokok dan Fungsi / Tupoksi

A. Tugas Pokok dan Fungsi / Tupoksi A. Tugas Pokok dan Fungsi / Tupoksi Dinas Komunikasi dan Informatika merupakan unsur pelaksana Pemerintah Daerah, yang dipimpin oleh Kepala Dinas dan mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah

Lebih terperinci

ASPEK PERAN SERTA MASYARAKAT

ASPEK PERAN SERTA MASYARAKAT ASPEK PERAN SERTA MASYARAKAT A. PENDAHULUAN Pembinaan masyarakat dalam pengelolaan sampah adalah dengan melakukan perubahan bentuk perilaku yang didasarkan pada kebutuhan atas kondisi lingkungan yang bersih

Lebih terperinci

Pengembangan Media Video, Film, Televisi, dan CD

Pengembangan Media Video, Film, Televisi, dan CD Pengembangan Media Video, Film, Televisi, dan CD E N D I N G K H O E R U D D I N M E D I A P E M B E L A J A R A N B A H A S A J E R M A N J U R U S A N P E N D I D I K A N B A H A S A J E R M A N F P

Lebih terperinci

RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH

RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH PERPUSTAKAAN NASIONAL RI Jl. Salemba Raya No. 28A Jakarta Pusat RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH Kuasa Pengguna Anggaran : DRS. DEDI JUNAEDI, M.Si Kementerian/Lembaga : PERPUSTAKAAN NASIONAL

Lebih terperinci

Belajar menjadi Mudah dan Menyenangkan

Belajar menjadi Mudah dan Menyenangkan Belajar menjadi Mudah dan Menyenangkan KASUS I Dominasi guru (teacher center) Siswa sebagai objek pembelajar Sumber belajar terbatas Kurang komunikatif Berfikir tingkat rendah Pembelajaran tidak menyenangkan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 204 TENTANG PERSYARATAN TEKNIS SISTEM PERINGATAN DINI BENCANA ALAM PADA ALAT DAN PERANGKAT PENERIMA TELEVISI SIARAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2013 TENTANG JABATAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK LOKAL RADIO PUBLIK KABUPATEN KARANGANYAR

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK LOKAL RADIO PUBLIK KABUPATEN KARANGANYAR PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK LOKAL RADIO PUBLIK KABUPATEN KARANGANYAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KARANGANYAR, Menimbang : a.

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa hak cipta merupakan kekayaan intelektual di bidang

Lebih terperinci

1. Cara Memilih dan Memasang Antena TV yang Efektif.

1. Cara Memilih dan Memasang Antena TV yang Efektif. 1. Cara Memilih dan Memasang Antena TV yang Efektif. Gambar 1. Antena Televisi Sering kita dibuat jengkel bila suatu saat sedang melihat suatu siaran TV tiba-tiba terganggu karena gambar atau suara siaran

Lebih terperinci

Universitas Kristen Maranatha

Universitas Kristen Maranatha 45 KUESIONER PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU IBU BERSALIN OLEH PARAJI TENTANG PERSALINAN AMAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIPAR KECAMATAN CITAMIANG KOTA SUKABUMI IDENTITAS RESPONDEN 1. Nama responden :

Lebih terperinci

JUDUL UNIT : Menerapkan Prinsip - Prinsip Rancangan Instruksional

JUDUL UNIT : Menerapkan Prinsip - Prinsip Rancangan Instruksional KODE UNIT : TIK.MM01.009.01 JUDUL UNIT : Menerapkan Prinsip - Prinsip Rancangan Instruksional DESKRIPSI UNIT : Unit ini menjelaskan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menggunakan prinsip

Lebih terperinci

Konstitusi penting sekali buat kehidupan kita sehari-hari sebagai orang Timor Loro Sa e. Konstitusi memutuskan kita rakyat Timor mau ke mana.

Konstitusi penting sekali buat kehidupan kita sehari-hari sebagai orang Timor Loro Sa e. Konstitusi memutuskan kita rakyat Timor mau ke mana. Konstitusi penting sekali buat kehidupan kita sehari-hari sebagai orang Timor Loro Sa e. Konstitusi memutuskan kita rakyat Timor mau ke mana. Konstitusi adalah... hukum dasar suatu negara. Konstitusi adalah

Lebih terperinci

L E M B A R A N - N E G A R A R E P U B L I K I N D O N E S I A. Presiden Republik Indonesia,

L E M B A R A N - N E G A R A R E P U B L I K I N D O N E S I A. Presiden Republik Indonesia, L E M B A R A N - N E G A R A R E P U B L I K I N D O N E S I A No. 42, 1987 HAK MILIK. KEHAKIMAN. TINDAK PIDANA. Kebudayaan. Mass Media. Warga Negara. Hak Cipta. Perdata. (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PUSAT DATA, INFORMASI, DAN STANDARDISASI

STANDAR PELAYANAN PUSAT DATA, INFORMASI, DAN STANDARDISASI STANDAR PELAYANAN PUSAT DATA, INFORMASI, DAN STANDARDISASI PUSAT DATA, INFORMASI, DAN STANDARDISASI SEKRETARIAT UTAMA BPPT Gedung Rekayasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Kawasan Puspiptek Kota Tangerang

Lebih terperinci

Time for Trading. Sesi Trading

Time for Trading. Sesi Trading Time for Trading Sebagai sebuah pasar yang buka selama 24 jam, mungkin sebagian dari kita akan bertanya-tanya sebenarnya bagaimana pergerakan pasar tersebut? Online trading adalah sebuah kegiatan di pasar

Lebih terperinci

PERATURAN BERSAMA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA DAN. KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : PB.1/Menhut-IX/2014 NOMOR : 05 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN BERSAMA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA DAN. KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : PB.1/Menhut-IX/2014 NOMOR : 05 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN BERSAMA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR PB.1/Menhut-IX/2014 NOMOR 05 TAHUN 2014 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. disepakati dengan pelanggan dan akan berakibat menurunnya customer

BAB I PENDAHULUAN. disepakati dengan pelanggan dan akan berakibat menurunnya customer BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perencanaan, pengendalian, dan pemeliharaan persediaan barang-barang fisik merupakan suatu masalah yang lazim di semua perusahaan. Untuk kebanyakan perusahaan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIKKA NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK LOKAL RADIO SUARA SIKKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIKKA NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK LOKAL RADIO SUARA SIKKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIKKA NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK LOKAL RADIO SUARA SIKKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIKKA, Menimbang : a. bahwa lembaga penyiaran merupakan

Lebih terperinci

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 52/PUU-XIII/2015 Pengumuman Terhadap Hak Cipta Yang Diselenggarakan Pemerintah

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 52/PUU-XIII/2015 Pengumuman Terhadap Hak Cipta Yang Diselenggarakan Pemerintah RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 52/PUU-XIII/2015 Pengumuman Terhadap Hak Cipta Yang Diselenggarakan Pemerintah I. PEMOHON Bernard Samuel Sumarauw. II. OBJEK PERMOHONAN Pengujian materiil Undang-Undang

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Produk merupakan hasil dari kegiatan produksi yang berwujud barang.

I. PENDAHULUAN. Produk merupakan hasil dari kegiatan produksi yang berwujud barang. 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Produk merupakan hasil dari kegiatan produksi yang berwujud barang. Produk mempengaruhi kepuasan konsumen karena merupakan sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk memenuhi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Teori Umum dan Teori Khusus. 2.1.1 Definisi Komunikasi. Bila dilihat dari etimologis bahasanya, berasal

BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Teori Umum dan Teori Khusus. 2.1.1 Definisi Komunikasi. Bila dilihat dari etimologis bahasanya, berasal BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum dan Teori Khusus 2.1.1 Definisi Komunikasi Bila dilihat dari etimologis bahasanya, berasal dari bahasa Latin, comunis yang berarti membuat kebersamaan atau membangun

Lebih terperinci

MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NOMOR: 22/PER/M.KOMINFO/12/2010

MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NOMOR: 22/PER/M.KOMINFO/12/2010 MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NOMOR: 22/PER/M.KOMINFO/12/2010 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI KABUPATEN/KOTA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

Mengenal Jurnalisme Media Arus Utama

Mengenal Jurnalisme Media Arus Utama Mengenal Jurnalisme Media Arus Utama Para peserta pelatihan jurnalisme rakyat, saya ingin mengajak Anda memasuki dunia jurnalisme media arus utama 1 lebih dalam lagi. Saya akan mulai dengan pertanyaan-

Lebih terperinci

Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia

Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia 40 Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Industri Telekomunikasi di Indonesia 41 INDUSTRI TELEKOMUNIKASI

Lebih terperinci

Angket Uji Coba Instrumen Data Hasil Uji Coba instrumen

Angket Uji Coba Instrumen Data Hasil Uji Coba instrumen Angket Uji Coba Instrumen Data Hasil Uji Coba instrumen A. Angket Uji Coba Instrumen Penelitian PENGARUH KONSEP DIRI, PRAKTEK INDUSTRI DAN INFORMASI DUNIA KERJA TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XII

Lebih terperinci

Institute for Criminal Justice Reform

Institute for Criminal Justice Reform PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1999 TENTANG SYARAT DAN TATA CARA PELAKSANAAN HAK WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang :

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2005 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2005 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PUSAT-PUSAT DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Lebih terperinci

KUMPULAN SOAL KASUS Hal. 1

KUMPULAN SOAL KASUS Hal. 1 KUMPULAN SOAL KASUS Hal. 1 INFORMASI UMUM PT. BANGKA ELEKTRO didirikan pada tahun 2001 di Tangerang beralamat di Jalan Mahalona No.25 Tangerang, Telepon 021-59305132, Fax 021-59305135. Perusahaan bergerak

Lebih terperinci

PERANCANGAN PENGINGAT WAKTU SHOLAT MENGGUNAKAN DOT MATRIKS BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52

PERANCANGAN PENGINGAT WAKTU SHOLAT MENGGUNAKAN DOT MATRIKS BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52 PERANCANGAN PENGINGAT WAKTU SHOLAT MENGGUNAKAN DOT MATRIKS BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52 Ferliyanda (0911181) Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika STMIK Budi Darma Medan Jl. Sisingamangaraja No. 338

Lebih terperinci

Mahestrayu School of Art Perencanaan Pendirian Usaha Pengembangan Minat dan Bakat

Mahestrayu School of Art Perencanaan Pendirian Usaha Pengembangan Minat dan Bakat Perencanaan Pendirian Usaha Pengembangan Minat dan Bakat Ayu Trisilia Miranti (2010200081) Edin S. Djatikusuma, S.E., M. Si. (Pembimbing 1) Idham Cholid, S.E., M.E. (Pembimbing 2) Abstrak : Business plan

Lebih terperinci

Enggar Paramita, Endri Martini, James M. Roshetko World Agroforestry Centre (ICRAF) E-mail: enggar.paramita@gmail.com ABSTRACT I.

Enggar Paramita, Endri Martini, James M. Roshetko World Agroforestry Centre (ICRAF) E-mail: enggar.paramita@gmail.com ABSTRACT I. MEDIA DAN METODE KOMUNIKASI DALAM PENYULUHAN AGROFORESTRI: STUDI KASUS DI SULAWESI SELATAN (KABUPATEN BANTAENG DAN BULUKUMBA) DAN SULAWESI TENGGARA (KABUPATEN KONAWE DAN KOLAKA) Enggar Paramita, Endri

Lebih terperinci

SIAP PPDB Online 2015

SIAP PPDB Online 2015 SIAP PPDB Online 2015 Provinsi Jawa Timur PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. copyright 2014 Telkom Negara Kesatuan Republik Indonesia Apa itu Siap Online? SIAP Online hadir memadukan beragam sistem dan

Lebih terperinci

SELAMAT DATANG DI PROGRAM EDUKASI KEUANGAN MAHASISWA FEB UA Surabaya, 6 Juni 2015

SELAMAT DATANG DI PROGRAM EDUKASI KEUANGAN MAHASISWA FEB UA Surabaya, 6 Juni 2015 SELAMAT DATANG DI PROGRAM EDUKASI KEUANGAN MAHASISWA FEB UA Surabaya, 6 Juni 2015 Powered by: 1 PROGRAM EDUKASI KEUANGAN MAHASISWA Agar mahasiswa dapat merencanakan keuangan sejak usia dini dan berguna

Lebih terperinci

IV. KOMPONEN SARANA DAN PRASARANA

IV. KOMPONEN SARANA DAN PRASARANA IV. KOMPONEN SARANA DAN PRASARANA 1. Gedung/Ruangan dan Tanah Kuantitas a. Keberadaan dan kepemilikan gedung/ruangan dan tanah 1). Ruang Belajar Mengajar (a) Ruang Kelas Milik Sendiri Sewa/Pinjam Gabung

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA RENCANA KERJA DISKOMINFO KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA TAHUN 2013

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA RENCANA KERJA DISKOMINFO KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA TAHUN 2013 PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA RENCANA KERJA DISKOMINFO KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA TAHUN 2013 DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA TAHUN 2013 BAB II TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Lebih terperinci

Kemampuan peserta. Daya Serap Peserta. Kemampuan pengajar. Efektifitas alat bantu pengajaran. Alat Bantu Pengajaran

Kemampuan peserta. Daya Serap Peserta. Kemampuan pengajar. Efektifitas alat bantu pengajaran. Alat Bantu Pengajaran Kemampuan peserta Kemampuan pengajar Daya Serap Peserta Efektifitas alat bantu pengajaran 2 Penglihatan 82% Pendengaran 11 % Penciuman 1 % Pencecapan 2,5 % Perabaan 3,5 % 3 10 % dari apa yang dibaca 20

Lebih terperinci

PENINGKATAN KUALITAS TATA BAHASA MANDARIN BAGI PENYIAR SUNDAY MANDARIN DI RADIO PAS FM SOLO

PENINGKATAN KUALITAS TATA BAHASA MANDARIN BAGI PENYIAR SUNDAY MANDARIN DI RADIO PAS FM SOLO PENINGKATAN KUALITAS TATA BAHASA MANDARIN BAGI PENYIAR SUNDAY MANDARIN DI RADIO PAS FM SOLO TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajad Ahli Madya pada DIPLOMA III Bahasa

Lebih terperinci

Yummy & Healthy. Low Sugar Food. Hindah Muaris. Tajil Sehat. Rendah Gula

Yummy & Healthy. Low Sugar Food. Hindah Muaris. Tajil Sehat. Rendah Gula Yummy & Healthy Low Sugar Food Hindah Muaris Tajil Sehat Rendah Gula s s s s s s s s s s s s s s s s s s s s s s Yummy & Healthy Low Sugar Food Tajil Sehat Rendah Gula Hindah Muaris Penerbit PT Gramedia

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NOMOR : 17 /PER/M.KOMINFO/9/2005 TENTANG

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NOMOR : 17 /PER/M.KOMINFO/9/2005 TENTANG PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NOMOR : 17 /PER/M.KOMINFO/9/2005 TENTANG TATA CARA PERIZINAN DAN KETENTUAN OPERASIONAL PENGGUNAAN SPEKTRUM FREKUENSI RADIO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

101 Ide. Multifungsi. Ruang Luar Kaya Manfaat. Rahasia di Balik Dinding: Manfaatkan dan Optimalkan Sesuai Kebutuhan

101 Ide. Multifungsi. Ruang Luar Kaya Manfaat. Rahasia di Balik Dinding: Manfaatkan dan Optimalkan Sesuai Kebutuhan 101 Ide Multifungsi IKUTI! LOMBA DESAIN RUMAH Total Hadiah 45 juta Simak Infonya di Halaman 37 Ruang Luar Kaya Manfaat Rahasia di Balik Dinding: Manfaatkan dan Optimalkan Sesuai Kebutuhan Pojok Tersembunyi

Lebih terperinci

LAYANAN BANTUAN BELAJAR & PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DALAM SISTEM PENDIDIKAN TERBUKA & JARAK JAUH. Durri Andriani Nurmala Afriani

LAYANAN BANTUAN BELAJAR & PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DALAM SISTEM PENDIDIKAN TERBUKA & JARAK JAUH. Durri Andriani Nurmala Afriani LAYANAN BANTUAN BELAJAR & PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DALAM SISTEM PENDIDIKAN TERBUKA & JARAK JAUH Durri Andriani Nurmala Afriani Sistem pendidikan jarak jauh (PJJ), menurut Schuemer (1993), memungkinkan

Lebih terperinci

MEWUJUDKAN MASYARAKAT INFORMASI INDONESIA DAMPAK SOSIAL, KONSEKUENSI DAN KEMUNGKINANNYA

MEWUJUDKAN MASYARAKAT INFORMASI INDONESIA DAMPAK SOSIAL, KONSEKUENSI DAN KEMUNGKINANNYA MEWUJUDKAN MASYARAKAT INFORMASI INDONESIA DAMPAK SOSIAL, KONSEKUENSI DAN KEMUNGKINANNYA ABSTRAK Yasir Riady,M.Hum. Staf Akademik UPBJJ-UT Jakarta Masyarakat mengandung pengertian tentang suatu kesatuan

Lebih terperinci

RINGKASAN EKSEKUTIF PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK DITJEN SDPPI MELALUI SURVEY INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) DAN INDEKS INTEGRITAS PELAYANAN PUBLIK

RINGKASAN EKSEKUTIF PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK DITJEN SDPPI MELALUI SURVEY INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) DAN INDEKS INTEGRITAS PELAYANAN PUBLIK RINGKASAN EKSEKUTIF PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK DITJEN SDPPI MELALUI SURVEY INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) DAN INDEKS INTEGRITAS PELAYANAN PUBLIK TAHUN 2013 1 I. Latar Belakang Terdapat 4 (empat) bidang

Lebih terperinci

USULAN WAKTU STANDAR PEMASANGAN KOMPONEN DENGAN MENGGUNAKAN METODA MODULAR ARRANGEMENT OF PREDETERMINED TIME STANDARDS (MODAPTS)

USULAN WAKTU STANDAR PEMASANGAN KOMPONEN DENGAN MENGGUNAKAN METODA MODULAR ARRANGEMENT OF PREDETERMINED TIME STANDARDS (MODAPTS) USULAN WAKTU STANDAR PEMASANGAN KOMPONEN DENGAN MENGGUNAKAN METODA MODULAR ARRANGEMENT OF PREDETERMINED TIME STANDARDS (MODAPTS) (Studi Kasus di Proses Discrete PT. X) Hendro Prassetiyo, Rispianda, Josep

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sumber Daya Manusia yang baik dan berkualitas sangat diperlukan dalam

BAB I PENDAHULUAN. Sumber Daya Manusia yang baik dan berkualitas sangat diperlukan dalam 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sumber Daya Manusia yang baik dan berkualitas sangat diperlukan dalam mengisi dan mempertahankan kemerdekaan karena kualitas Sumber Daya Manusia merupakan salah satu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. untuk dapat terus berkembang. Hal ini disebabkan oleh persaingan bisnis yang

BAB I PENDAHULUAN. untuk dapat terus berkembang. Hal ini disebabkan oleh persaingan bisnis yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pada era globalisasi ini, sebuah organisasi atau perusahaan dituntut untuk dapat terus berkembang. Hal ini disebabkan oleh persaingan bisnis yang semakin

Lebih terperinci

MANAJEMEN STRATEGI DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI

MANAJEMEN STRATEGI DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI MANAJEMEN STRATEGI DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI Rina Surjani P. Fakultas Farmasi Universitas Surabaya Abstrak Globalisasi adalah penyebaran inovasi ekonomi ke seluruh dunia serta penyesuaian-penyesuaian

Lebih terperinci

HALAMAN PENGESAHAN ARTIKEL PENELITIAN DOSEN MUDA

HALAMAN PENGESAHAN ARTIKEL PENELITIAN DOSEN MUDA HALAMAN PENGESAHAN ARTIKEL PENELITIAN DOSEN MUDA 1. Judul Penelitian : Komunikasi Nonverbal dalam Masyarakat Budaya Minangkabau 2. Bidang Ilmu Penelitian : Sastra dan Filsafat 3. Ketua Peneliti a. Nama

Lebih terperinci

Jenis dan Bentuk Komunikasi Massa

Jenis dan Bentuk Komunikasi Massa Jenis dan Bentuk Komunikasi Massa Jenis dan Bentuk-Bentuk Komunikasi Massa 1. Surat Kabar Menurut Agee, surat kabar memiliki tiga fungsi utama dan fungsi sekunder. Fungsi utama media adalah : (1) to inform

Lebih terperinci

FORMULIR LAPORAN PENGELOLAAN ZAKAT ACEH 2013 BAITUL MAL KABUPATEN ACEH JAYA

FORMULIR LAPORAN PENGELOLAAN ZAKAT ACEH 2013 BAITUL MAL KABUPATEN ACEH JAYA FORMULIR LAPORAN PENGELOLAAN ZAKAT ACEH 2013 BAITUL MAL KABUPATEN ACEH JAYA Nama Institusi : SK Lembaga / Tanggal (terakhir) : (dilampirkan) SK Pengurus / Tanggal (terakhir): Baitul Mal Kabupaten Aceh

Lebih terperinci

TALKSHOW SATU JAM LEBIH DEKAT DI TVONE DAN PENINGKATAN PENGETAHUAN MAHASISWA

TALKSHOW SATU JAM LEBIH DEKAT DI TVONE DAN PENINGKATAN PENGETAHUAN MAHASISWA TALKSHOW SATU JAM LEBIH DEKAT DI TVONE DAN PENINGKATAN PENGETAHUAN MAHASISWA (Studi Korelasional tentang Pengaruh Tayangan Talkshow Satu Jam Lebih Dekat di TvOne dan Peningkatan Pengetahuan Mahasiswa FISIP

Lebih terperinci

RENCANA KERJA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMASI KABUPATEN BOGOR TAHUN 2014 BAB I PENDAHULUAN

RENCANA KERJA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMASI KABUPATEN BOGOR TAHUN 2014 BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN KEPUTUSAN BUPATI BOGOR NOMOR : TANGGAL : RENCANA KERJA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMASI KABUPATEN BOGOR TAHUN 2014 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2000 TENTANG KEPELAUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2000 TENTANG KEPELAUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2000 TENTANG KEPELAUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UMUM Pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia pelaut dimaksudkan untuk menciptakan

Lebih terperinci

Surat Pendaftaran sebagai calon Anggota KPID Provinsi Kalimantan Timur

Surat Pendaftaran sebagai calon Anggota KPID Provinsi Kalimantan Timur Lampiran I Surat Pendaftaran sebagai calon Anggota KPID Provinsi Kalimantan Timur 2. Jenis kelamin : 3. Tempat Tanggal lahir : 4. Pekerjaan/Jabatan : 5. Agama : 6. Alamat : RT RW Kelurahan... Kecamatan...

Lebih terperinci