PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH MELALUI PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 1 KASIHAN SKRIPSI

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH MELALUI PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 1 KASIHAN SKRIPSI"

Transkripsi

1 PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH MELALUI PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 1 KASIHAN SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah Oleh: ALVIANUS TRI OXFORD ZAI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

2 SKRIPSI PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH MELALUI PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 1 KASIHAN Oleh : Alvianus Tri Oxford Zai Telah disetujui oleh : Pembimbing I, Drs. Y.R. Subakti, M.Pd Tanggal 11 Juli 2019 Pembimbing II, Brigida Intan Printina, M.Pd Tanggal 11 Juli 2019 ii

3 SKRIPSI PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH MELALUI PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 1 KASIHAN Dipersiapkan dan ditulis oleh: Alvianus Tri Oxford Zai Telah dipertahankan di depan panitia penguji pada tanggal 19 Juli 2019 dan dinyatakan telah memenuhi syarat Susunan Panitia Penguji Nama Lengkap Tanda Tangan Ketua Ignatius Bondan Suratno, S.Pd, M.Si Sekretaris Dra. Theresia Sumini, M.Pd Anggota Drs. Yohanes Rasul Subakti, M.Pd Anggota Brigida Intan Printina, M.Pd Anggota Dr. Anton Haryono, M.Hum Yogyakarta, 19 Juli 2019 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Dekan, Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd, M.Si iii

4 HALAMAN PERSEMBAHAN Skripsi ini saya persembahkan kepada : 1. Tuhan Yesus Kristus yang selalu memberikan anugrah dan pertolongan kepada saya 2. Kedua orangtua dan saudara/i saya yang selalu memberikan semangat dan doa sehingga saya mampu menyelesaikan skripsi ini 3. Universitas Sanata Dharma 4. Pemerintahan Kabupaten Nias Barat yang telah memberikan beasiswa kepada saya sehingga saya bisa menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma 5. Teman-teman Ikatan Mahasiswa Nias 6. Teman-teman mahasiswa Pendidikan Sejarah angkatan 2015 iv

5 MOTTO Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus (Roma 15:5) Pendidikan berisi pengetahuan untuk memenangkan masa depan (Alvianus T.O.Z) You have to fight to reach your dream. You have to sacrifice and work hard for it (Lionel Messi) Setiap orang adalah nomor satu, rahasia sukses terletak pada kemauanmu, curahkan semua tenaga dan pikiranmu (Terjemahan salah satu bait dari lirik lagu Everyone is number one yang dipopularkan oleh Andy Lau). v

6 PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan atau daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 19 Juli 2019 Alvianus Tri Oxford Zai vi

7 LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertandatangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Nama : Alvianus Tri Oxford Zai NIM : Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Sejarah Melalui Penggunaan Model Problem Based Learning pada Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Kasihan. Dengan demikian, saya memberikan kepada Universitas Sanata Dharma untuk menyimpan, mengalihkan ke dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya ke internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap menyantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini, saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakrta Tanggal 19 Juli 2019 Yang Menyatakan, Alvianus Tri Oxford Zai vii

8 ABSTRAK PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH MELALUI PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 1 KASIHAN Oleh Alvianus Tri Oxford Zai Universitas Sanata Dharma Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan minat belajar sejarah siswa dan (2) Peningkatan prestasi belajar sejarah siswa setelah penggunaan model problem based learning. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Model Kemmis dan Mc Taggart yang meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 yang berjumlah 32 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner minat, dan tes prestasi. Analisis data menggunakan prosentase dari data komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Peningkatan minat belajar siswa berdasarkan rata-rata prosentase, pada keadaan awal (69.85 %) meningkat menjadi (79.22 %) setelah penggunaan model problem based learning; (2) peningkatan prestasi belajar siswa baik dari segi pencapaian KKM (70) maupun nilai rata-rata. Dari segi pencapaian KKM, pada pra siklus, 21 siswa (65,62%) mencapai KKM, mengalami peningkatan pada siklus I menjadi 23 siswa (82, 14 %) dan meningkat menjadi 27 siswa (93, 1 %) pada siklus II. Sementara dari nilai rata-rata prestasi belajar siswa, pada pra siklus sebesar 72, 16, kemudian meningkat pada siklus I menjadi 79,76 dan pada siklus II menjadi 88,2. Ini bermakna bahwa model problem based learning sesuai diterapkan dalam pembelajaran sejarah, khususnya pada materi : Sejarah Pergerakan Nasional Bangsa Indonesia Kata Kunci : Minat Belajar, Prestasi belajar, Problem Based Learning. viii

9 ABSTRACT THE ENHANCEMENT OF LEARNING INTEREST AND LEARNING ACHIEVEMENT OF HISTORY THROUGH THE USE OF PROBLEM BASED LEARNING MODEL IN 1 ST SOCIAL STUDENTS GRADE 11 TH IN SMA NEGERI 1 KASIHAN By Alvianus Tri Oxford Zai Sanata Dharma University This study aimed to find out (1) The enhancement of students learning interests of history and (2) The enhancement of students learning achievements of history after using the problem based learning model. This research was the Classroom Action Research (CAR) using Kemmis and Mc Taggart Model which include the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects in this study were 32 students of 1 st Social grade 11 th. The data were collected through observations, questionnaires of interest, and achievement test. The data were analyzed by using percentages of comparative data. The results of the study showed that (1) The enhancement of students learning interests based on the average percentage, in the initial state was (69.85%) and increased in to (79.22%) after the use of problem based learning model; (2) Students learning achievements increased in terms of both achievement of the minimum passing grade (70) and average value. In terms of the minimum passing grade achievement, in pre-cycle, 21 students (65.62%) reached the minimum passing grade, and increased in the first cycle to 23 students (82, 14%) and later increased to 27 students (93, 1%) in the second cycle. The average value of students learning achievement in pre-cycle was 72.16, then increased in the first cycle to and in the second cycle to It means that problem based learning model is suitable to be applied in historical learning, especially on the material : The History of the Nation Movement of Indonesia. Keywords: Learning Interest, Learning Achievement, Problem Based Learning. ix

10 KATA PENGANTAR Puji syukur saya sampaikan kepada Tuhan Yesus Kristus atas anugrah dan penyertaan-nya yang telah dicurahkan kepada penulis sehingga mampu menyelesaikan skripsi ini sebagai tugas akhir yang berupa Penelitian Tindakan Kelas yang telah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kasihan, Bantul. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan. Terlaksananya penelitian dan selesainya penyusunan skripsi ini, tidaklah terlepas dari dukungan semua pihak. Oleh sebab itu, saya mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada 1. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma 2. Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Sosial Universitas Sanata Dharma 3. Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma 4. Drs. Y.R. Subakti, M.Pd selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan dukungan 5. Brigida Intan Printina, M.Pd selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan dukungan 6. Pihak Perpustakaan Universitas Sanata Dharma 7. Kepala Sekolah beserta staff SMA Negeri 1 Kasihan, Bantul yang telah memberikan kesempatan kepada peneliti untuk melaksanakan penelitian di sekolah tersebut 8. Guru Mata Pelajaran Sejarah di kelas XI IPS 1 yang telah memberikan kesempatan untuk meneliti di kelas tersebut x

11 9. Seluruh siswa kelas XI IPS 1 yang telah membantu dan bekerjasama dalam melakukan penelitian ini 10. Teman-teman mahasiswa pendidikan sejarah angkatan 2015, terutama bagi mahasiswa yang satu payung penelitian dengan peneliti. Saya menyadari bahwa skripsi ini masih belum sempurna dan terdapat kesalahan serta kekurangan. Oleh sebab itu, peneliti mengharapkan kritik dan saran demi perbikahn skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan. Yogyakarta, 19 Juli 2019 Peneliti xi

12 DAFTAR ISI Halaman Judul... i Halaman Persetujuan... ii Halam Pengesahan... iii Halaman Persembahan... iv Motto... v Pernyataan Keaslian Karya... vi Lembar Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah Untuk Kepentingan Akademis... vii Abstrak... viii Abstract... ix Kata Pengantar... x Daftar Isi... xii Daftar Tabel... xv Daftar Gambar... xvi Daftar Lampiran... xvii BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1 B. Identifikasi Permasalahan... 5 C. Batasan Masalah... 5 D. Rumusan Masalah... 5 E. Pemecahan masalah... 6 F. Tujuan Penelitian... 6 xii

13 G. Manfaat Penelitian... 6 BAB II : Kajian Teori, Kerangka Berpikir, dan Hipotesis Penelitian A. Kajian Teori Pengertian Belajar Pembelajaran Sejarah Evaluasi pembelajaran Minat Belajar Prestasi Belajar Model Problem Based Learning Penelitian Tindakan Kelas B. Kerangka Berpikir C. Hipotesis Penelitian BAB III : Metodologi Penelitian A. Jenis Penelitian B. Setting Penelitian C. Defenisi Operasional Variabel D. Pengumpulan Data E. Instrument Penelitian F. Prosedur Penelitian G. Desain Penelitian BAB IV : Hasil Penelitian dan Pembahasan A. Hasil Penelitian B. Pembahasan xiii

14 BAB V : Kesimpulan dan Saran A. Kesimpulan B. Saran Daftar Pustaka Lampiran xiv

15 DAFTAR TABEL Tabel 1 : Persentase PAP Tipe I Tabel 2 : Prestasi Belajar Sejarah Siswa Prasiklus Tabel 3 : Data Keadaan Awal Minat Belajar Siswa Tabel 4 : Frekuensi Data Awal Minat Belajar Siswa Tabel 5 : Persebaran Data keadaan awal Minat Belajar Siswa Tabel 6 : Data Prestasi Belajar Sejarah Siswa pada Siklus Tabel 7 : Data Prestasi Belajar Sejarah Siswa pada Siklus II Tabel 8 : Data Keadaan Akhir Minat Belajar Siswa Tabel 9 : Frekuensi Data Akhir Minat Belajar Siswa Tabel 10 : Persebaran Data Keadaan Akhir Minat Belajar Siswa Tabel 11 : Perbandingan Keadaan awal dan Akhir Minat Belajar Tabel 12 : Perbandingan Prestasi Belajar Sejarah Siswa xv

16 DAFTAR GAMBAR Gambar 1 : Bagan Kerangka berpikir penelitian dengan menggunakan model Problem Based Learning Gambar 2 : Desain Penelitian Tindakan Kelas Model Kemmis dan Mc Taggart Gambar 3 : Diagram kriteria keadaan awal minat belajar sejarah siswa Gambar 4 : Diagram kriteria keadaan akhir minat belajar sejarah siswa Gambar 5 : Grafik Peningkatan Minat Belajar Sejarah Siswa Gambar 6 : Grafik Peningkatan Jumlah Siswa yang Tuntas pada Prasiklus, Siklus I, dan Siklus II Gambar 7 : Grafik Peningkatan Nilai Rata-rata Prestasi Belajar Sejarah Siswa xvi

17 DAFTAR LAMPIRAN 1. Silabus Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Materi Pembelajaran Kisi-kisi Kuesioner Minat Belajar Sejarah Siswa Kuesioner Minat Belajar Sejarah Siswa Kisi-kisi Soal Tes Prestasi Siklus I Rincian Tingkat Kesukaran Soal Tes Prestasi Siklus I Kisi-kisi Soal Tes Prestasi Siklus II Rincian Tingkat Kesukaran Soal Tes Prestasi Siklus II Soal Tes Prestasi Siklus I Soal Tes Prestasi Siklus II Kunci Jawaban Tes Prestasi Siklus I Kunci Jawaban Tes Prestasi Siklus II Validitas Kuesioner Minat Belajar Reliabilitas Kuesioner Minat Belajar Validitas Soal Tes Prestasi Siklus I Reliabilitas Soal Tes Prestasi Belajar Siklus I Validitas Soal Tes Prestasi Siklus II Reliabilitas Soal Tes Prestasi Belajar Siklus II Lembar Observasi Aktivitas Guru di Kelas Secara Umum Lembar Observasi Aktivitas Guru di Kelas Lembar Observasi Aktivitas Siswa di Kelas xvii

18 23. Jadwal Penelitian Surat Permohonan Izin Penelitian Surat Edaran Tentang Penerbitan Surat Keterangan Penelitian Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian Dokumentasi Pelaksanaan Penelitian xviii

19 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kemajuan suatu negara sangat tergantung pada sumber daya manusia di dalamnya. Hal ini karena manusialah yang secara langsung mengelola dan memajukan sebuah negara. Untuk itu, dibutuhkan pengetahuan yang mumpuni untuk bisa melakukan semuanya itu. Pengetahuan tersebut dapat diperoleh melalui pendidikan di sekolah yang diwujudkan dalam kegiatan belajar. Menurut W.S. Winkel yang dikutip oleh H. Nurochim, 1 belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai, dan sikap. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, dikatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 2 Tujuan ini diharapkan dapat terwujud melalui kegiatan belajar mengajar di sekolah. Selain memperoleh pengetahuan dalam proses belajar mengajar di kelas, siswa juga mampu meningkatkan ketrampilan, memperkokoh kepribadian, dan 1 H. Nurochim, Perencanaan pembelajaran Ilmu-ilmu Sosial, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 2013, hlm diakses tanggal 15 Maret 2019 pukul WIB 1

20 2 memperbaiki perilaku atau sikap. Setelah proses belajar mengajar, kemudian dilakukan pengujian untuk mengetahui seberapa banyak pengetahuan yang telah diperoleh. Hasil dari pengujian ini merupakan sebuah prestasi dalam bentuk nilai. Hal-hal tersebut sesuai dengan yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dimana pendidikan adalah proses perubahan sikap tingkah laku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengujian dan pelatihan. Namun, yang menjadi permasalahan serius yaitu ketika diadakan pengujian terdapat siswa yang memiliki prestasi belajar yang rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Menurut Slameto, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dapat dibagi menjadi dua, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, contohnya faktor kesehatan, inteligensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, kesiapan, kelelahan. Faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar individu, contohnya faktor keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat. 3 Sebagai lembaga pendidikan, sekolah dapat mengambil bagian dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, seperti meningkatan kualitas pembelajaran. Tentunya diperlukan peran pendidik secara maksimal. Oleh sebab itu, seorang pendidik harus melakukan perubahan dengan memperbaiki kondisi lingkungan belajar, perubahan metode belajar, penggunaan media, maupun penggunaan model pembelajaran yang kreatif. 3 Slameto, Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya (Edisi Revisi), Jakarta, Rineka Cipta, 2010, hlm

21 3 Banyak yang mengatakan bahwa pelajaran sejarah adalah pelajaran yang membosankan. Pernyataan tersebut juga didukung oleh permasalahan lainnya dimana pembelajaran cenderung berorientasi pada terselesaikannya materi yang tercantum dalam kurikulum, siswa disuruh menghafal materi sejarah yang begitu banyak. Cara seperti itu terkadang sulit dilakukan dan hanya sesaat, kemudian setelah digunakan untuk tes, materi tersebut terlupakan. Sebenarnya pembelajaran sejarah berisi pengetahuan masa lampau yang mengandung nilai-nilai karakter yang dapat digunakan dalam membentuk sikap, watak dan kepribadian peserta didik. Jika proses pembelajaran sejarah masih menggunakan cara-cara konvensional, maka proses pembelajaran hanya akan memberikan informasi mengenai deretan fakta-fakta masa lampau. Pembelajaran sejarah yang berlangsung demikian tentunya tidak akan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang ditentukan. Pembelajaran sejarah dituntut untuk berorientasi pada pendidikan kemanusiaan, yang memperhatikan nilainilai dan norma-norma. 4 Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti di kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Kasihan pada tanggal 22 April 2019, peneliti mengamati strategi mengajar yang dilakukan oleh guru mata pelajaran dan perilaku siswa selama proses pembelajaran. Guru menyuruh siswa untuk membaca dan langsung mengadakan tanya jawab serta cenderung menyampaikan materi dengan metode ceramah. 4 Louis Gottschalk, Mengerti Sejarah: Pengantar metode sejarah, Jakarta, Universitas Indonesia, 1975, hlm. 10

22 4 Hal ini membuat siswa sulit terlibat aktif dan tidak sungguh-sungguh belajar. Mereka sibuk dengan urusannya masin-masing, seperti sibuk sendiri dengan smartphone, membicarkan hal-hal yang tidak berkaitan dengan pelajaran bersama teman di sampingnya, maupun mengerjakan tugas mata pelajaran lain. Hal ini menjadi salah satu indikator rendahnya minat siswa dalam belajar sejarah yang berpengaruh pada rendahnya prestasi belajar siswa. Untuk itu, peneliti menggunakan model pembelajaran yang efektif dalam mengatasi permasalahan yang ada. Dengan model pembelajaran yang tepat dan kreatif, diharapkan minat siswa meningkat sehingga dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran yang berdampak pada meningkatnya prestasi belajar siswa. Model pembelajaran yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan tersebut yaitu model problem based learning (pembelajaran berbasis masalah). Dalam model ini, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok belajar, lalu guru memberikan permasalahan kepada siswa untuk dipecahkan secara bersama-sama dalam kelompok. Kemudian, hasil pemecahan masalah akan dipresentasikan di depan kelas. Melalui penerapan model ini, siswa diharapan memiliki pengalaman belajar dan siswa mampu membentuk pengetahuannya sendiri, berpikir secara kritis, memiliki ketrampilan dalam mnyelesaikan masalah, dan meningkatkan kerjasama dengan siswa lainnya. Hal ini akan mendorong sebagian besar siswa untuk terus aktif untuk membentuk pengetahuannya sendiri melalui penyelesaian masalah. Hal ini sesuai dengan pendekatan konstruktivisme, dimana siswalah yang membentuk pengetahuannya sendiri. Guru hanya

23 5 sebagai fasilitator yang menuntun siswa untuk memperoleh pengetahuan sendiri, sedangkan siswa merupakan subjek utama berdasarkan kurikulum B. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan latar belakang di atas, maka identifikasi permasahan pada penelitian ini, yaitu sebagai berikut : 1. Penggunaan metode ceramah membuat siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran 2. Siswa sibuk dengan urusannya sendiri 3. Prestasi peserta didik yang rendah 4. Strategi pengajaran guru sejarah yang membosankan 5. Kurangnya kreativitas guru dalam menggunakan model pembelajaran C. Batasan Masalah Dalam penelitian ini, peneliti membatasi masalah pada peningkatan minat dan prestasi belajar sejarah melalui penggunaan model problem based learning pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Kasihan dengan materi ajar Kebangkitan Pergerakan Nasional. D. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan identifikasi permasalahan di atas, maka rumusan masalah yang diajukan penulis dalam penelitian ini yaitu :

24 6 1. Apakah penggunaaan model problem based learning dapat meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran sejarah? 2. Apakah penggunaaan model problem based learning dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah? E. Pemecahan masalah Berdasarkan permasalahan yang ada, pemecahan masalah yang digunakan oleh peneliti yaitu menggunakan model problem based learning dalam pembelajaran sejarah. F. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Mengetahui peningkatan minat belajar siswa pada mata pelajaran sejarah setelah penggunaaan model problem based learning dalam pembelajaran 2. Mengetahui prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah setelah penggunaaan model problem based learning dalam pembelajaran. G. Manfaat Penelitian 1. Bagi Siswa Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa terhadap mata pelajaran sejarah. 2. Bagi Guru Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru dalam mengembangkan model pembelajaran yang kreatif guna meningkatkan

25 7 kualitas pembelajaran sejarah. Selain itu dapat memberikan motivasi bagi guru khususnya guru mata pelajaran sejarah. 3. Bagi Peneliti Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi peneliti selaku calon guru mata pelajaran agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah di kelas.

26 BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS PENELITIAN A. Kajian Teori 1. Pengertian Belajar Menurut W.S. Winkel yang dikutip oleh H. Nurochim, belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, nilai, dan sikap. 5 Menurut Slameto, belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya. 6 Secara Psikologis, belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan-perubahan tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkah laku. 7 Secara umum belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. 8 5 Nurochim, op. cit. 6 Slameto, op. cit. hlm. 2 7 Ibid, 8 Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 1999, hlm. 68 8

27 9 Menurut Nurochim, belajar memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 9 1) Adanya kemampuan baru atau perubahan. Perubahan tingkah laku bersifat pengetahuan (kognitif), ketrampilan (psikomotorik), maupun nilai dan sikap (afektif) 2) Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan 3) Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan 4) Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/kedewasaan, tidak karena kelelahan, penyakit atau pengaruh obatobatan. Belajar memiliki beberapa teori. Menurut Snelbecker, teori adalah sekumpulan dalil yang mengikuti aturan-aturan tertentu. Aturan tersebut dapat menghubungkan secara logis dalil satu dengan yang lain dan pada data yang diamati. Oleh karena itu, bila teori yang dimaksudkan dalam tulisan adalah teori belajar, dalil-dalilnya adalah dalil-dalil yang berhubungan dengan pembicaraan psikologi dan akan dihubungkan pula dengan data-data mengenai belajar dan teorinya dipandang dari segi psikologi pula Nurochim, op. cit., hlm Mulyati, Psikologi Belajar, Yogyakarta, Andi, 2005, hlm. 8

28 10 Berikut adalah berbagai teori belajar: a. Teori Belajar kognitivistik Teori ini lebih menekankan kepada proses belajar daripada hasil belajar. Bagi yang menganut aliran ini, belajar tidak hanya melibatkan hubungan antara stimulus dan respons. Lebih dari itu belajar melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks. Menurut teori kognitivistik, ilmu pengetahuan dibangun di dalam diri seseorang melalui proses interaksi yang berkesinambungan dengan lingkungan. Proses ini tidak hanya berjalan terpatah-patah, terpisah-pisah, tetapi melalui proses mengalir, bersinambung dan menyeluruh. 11 Teori belajar kognitivisme memiliki perspektif bahwa para peserta didik memproses informasi dan pelajaran melalui upaya mengorganisir, menyimpan, dan menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dan pengetahuan yang telah ada. Model ini menekankan pada bagaiman informasi diolah dan diproses. Teori ini memusatkan perhatian pada cara manusia merasakan, mengolah, menyimpan, dan merespon informasi. 12 Teori belajar koginitivisme memberikan kontribusi terhadap penggunaan unsur kognif atau mental dalam proses belajar. Prosesproses kognitif meliputi lima hal yang penting, yaitu : persepsi, perhatian, ingatan, bahasa, dan berpikir Nurochim, op. cit, hlm Heri Rahyubi, Teori-teori Belajar dan Aplikasi pembelajaran motorik, majalengka, Referens, 2014, hlm Ibid

29 11 b. Teori Belajar Konstruktivistik Pembentukan pengetahuan menurut teori konstruktivistik memandang subjek aktif menciptakan struktur-struktur kognitif dalam interaksinya dengan lingkungan. Belajar dilihat sebagai penyusunan pengetahuan dari pengalaman konkret, aktivitas kolaboratif, dan refleksi serta interpretasi. 14 Teori konstruktivisme Piaget menjelaskan bahwa pengetahuan seseorang merupakan bentukan orang itu sendiri. Proses pembentukan pengetahuan itu terjadi apabila seseorang mengubah atau mengembangkan skema yang telah dimiliki dalam berhadapan dengan tantangan, rangsangan, dan persoalan. 15 Teori Piaget seringkali disebut konstruktivisme personal karena lebih menekankan pada keaktifan pribadi seseorang dalm mengkonstruksikan pengetahuannya. Selain itu Piaget banyak melakukan penelitian tentang proses seorang anak dalam belajar dan membangun pengetahuannya. 16 c. Teori Belajar Behavioristik Teori belajar behaviorisme beorientasi pada hasil yang dapat diukur, diamati, dianalisis, dan diuji secara objektif. Pengulangan dan pelatihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan. Hasil yang diharapkan dari penerapan teori ini adalah adalah terbentuknya suatu perilaku yang diinginkan. Perilaku yang diinginkan 14 Nurochim, op. cit, hlm Heri rahyubi, op cit, hlm Ibid

30 12 mendapat pengauatan yang positif dan perilaku yang kurang sesuai mendapat penghargaan negatif. Evaluasi atau penilaian didasarkan atas perilaku yang tampak. Dalam teori ini, guru tidak banyak memberikan ceramah, tetapi instruksi singkat yang diikuti contoh, baik dilakukan sendiri maupun simulasi. 17 Teori Belajar Behavioristik menjelaskan bahwa belajar adalah perubahan perilaku yang dapat diamati, diukur dan dinilai secara konkret. Perubahan terjadi melalui rangsangan (stumulans) yang menimbulkan hubungan perilaku reaktif (respons) berdasarkan hukumhukum mekanistik. Stimulans tidak lain adalah lingkungan belajar anak, baik internal maupun eksternal. Respon adalah akibat atau dampak, berupa reaksi fisik terhadap stimulans. Belajar berarti penguatan ikatan, asosiasi, sifat dan kecenderungan perilaku S-R (Stimulus-Respons). 18 d. Teori Belajar Humanistik Menurut Teori Belajar Humanistik, tujuan belajar adalah memanusiakan manusia. Proses belajar dianggap berhasi jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunnya, bukan dari sudut pandang pengamatnya Ibid, hlm Nurochim, op. cit, hlm Ibid, hlm 44

31 13 Tujuan utama para pendidik adalah membantu siswa untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu daam mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka. Para ahli humanistik mengungkapkan ada dua bagian pada proses belajar, yaitu pemerolehan informasi baru dan personalia informasi ini pada individu Pembelajaran Sejarah Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar. Belajar, mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama. Belajar dapat terjadi tanpa guru atau kegiatan mengajar dan pembelajaran. Sedangkan mengajar meliputi segala hal yang guru lakukan di dalam kelas. Menurut Winkel, pembelajaran adalah seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa, dengan memperhitungkan kejadian-kejadian ekstrem yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa. 21 Sedangkan menurut Degeng, Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Dalam pembelajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan, mengembangkan metode untuk mencapai hasil pengajaran yang diinginkan. 22 Jadi, Pembelajaran merupakan suatu kegiatan belajar dimana dalam prosesnya terjadi interaksi antara guru dan siswa yang saling bekerjasama. 20 Ibid 21 Nurochim, op. cit, hlm Hamzah B. Uno, Perencanaan Pembelajaran, Jakarta, Bumi Aksara, 2006, hlm. 2

32 14 Pembelajaran tidak hanya untuk memberikan pengetahuan tentang mata pelajaran tertentu bagi siswa, tetapi juga harus mampu membangun karakter siswa yang lebih baik. Pada saat ini, salah mata pelajaran yang mampu menjadi sarana pendidikan karakter adalah pelajaran sejarah. Untuk itu perlunya menciptakan pembelajaran sejarah yang menarik. Menurut Sartono Kartodirdjo, dalam rangka pembangunan bangsa, pembelajaran sejarah tidak semata-mata berfungsi untuk memberikan pengetahuan sejarah sebagai kumpulan informasi fakta sejarah tetapi juga bertujuan menyadarkan anak didik atau membangkitkan kesadaran sejarahnya. 23 Dalam pembelajaran sejarah, peran penting pembelajaran terlihat jelas bukan hanya sebagai proses transfer ide, akan tetapi juga proses pendewasaan peserta didik untuk memahami identitas, jati diri dan kepribadian bangsa melalui pemahaman terhadap peristiwa sejarah. Dengan demikian, pembelajaran sejarah hendaknya memperhatikan beberapa prinsip sebagai berikut: 24 a) Pembelajaran yang dilakukan haruslah adaptif terhadap perkembangan peserta didik dan perkembangan zaman b) Pembelajaran sejarah hendaklah berorientasi pada pendekatan nilai. Artinya, bukan hanya menyampaikan fakta tetapi juga mengupas faktafakta tersebut dan mengambil intisari nilai yang terkandung di dalamnya 23 Heri Susanto, Seputar Pembelajaran Sejarah, Yogyakarta, Aswaja Pressindo, 2014, hal Ibid, hlm

33 15 c) Strategi pembelajaran yang digunakan hendaklah tidak memaksakan kreatifitas dan memaksa peserta didik hanya untuk menghafal teks. 3. Evaluasi pembelajaran a) Pengertian evaluasi pembelajaran Secara teoritis evaluasi adalah suatu usaha sitemik dan sistematik untuk mengumpulkan, menyusun, mengolah data, fakta dan informasi dengan tujuan menyimpulkan nilai, makna, kegunaan, prestasi dari suatu program, dan hasil kesimpulan tersebut dapat digunakan dalam rangka pengambilan keputusan, perencanaan, maupun perbaikan dari suatu program. 25 Terkait evaluasi terdapat dua istilah lainnya yang saling berhubungan yaitu pengukuran dan penilaian. Evaluasi meliputi kedua kegiatan tersebut. melakukan evaluasi berarti menyatukan dua kubu yaitu pengukuran sebagai kegiatan kuantitatif dan penilaian sebagai kualitatif. Pengukuran berarti membandingkan sesuatu yang diukur dengat alat pembanding. Sementara penilaian merupakan proses menafsirkan dan memberi simbol atau label pada hasil pengukuran. Simbol atau label tersebut dalam evaluasi pembelajaran disebut dengan nilai dan dinyatakan dengan angka atau huruf. 26 b) Tujuan evaluasi pembelajaran Secara umum, tujuan evaluasi pembelajaran antara lain: Aman, Model Evaluasi Pembelajaran Sejarah, Yogyakarta, Ombak, 2011, hal Susanto, op cit., hlm Elis Ratnawulan dan Rusdiana H.A., Evaluasi Pembelajaran, Bandung, Pustaka Setia, 2014, hlm. 26

34 16 1) Untuk mengetahui keefektifan dan evisiensi sistem pembelajaran, baik tujuan,materi, metode, media, sumber belajar, lingkungan maupun sistem penilaian 2) Untuk menghimpun bahan keterangan (data) yang dijadikan sebagai bukti mengenai taraf kemajuan anak didik dalam mengalami proses pendidikan selama jangka waktu tertentu. Secara Khusus, tujuan evaluasi pembelajaran antara lain : 28 1) Memberikan klarifikasi tentang sifat hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan 2) Memberikan informasi tentang ketercapaian tujuan jangka pendek yang telah dilaksankan 3) Memberikan masukan untuk kemajuan pembelajaran 4) Memberikan informasi tentang kesulitan dalam pembelajaran 5) Untuk memilih pengalaman pembelajaran pada masa yang akan datang. c) Jenis alat evaluasi pembelajaran Pada umumnya alat evaluasi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut : 29 1) Tes Berdasarkan bentuknya, tes dibagi menjadi tiga, yaitu (1) tes secara lisan, (2) tes tulisan, (3) tes tindakan. 2) Non-tes 28 Ibid, hlm Ibid, hlm. 119

35 17 Alat evaluasi jenis non-tes, antara lain observasi, wawancara, studi kasus, rating scale (skala penilaian), check list, dan inventory. 4. Minat Belajar a. Pengertian Minat Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di laur diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat. 30 Menurut Hurlock, minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih. Ini mendatangkan kepuasan, bila kepuasan berkurang, minatpun berkurang. 31 Dari kedua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa minat adalah ketertarikan seseorang terhadap sesuatu yang disukainya. Timbulnya minat pada diri seseorang pada prinsipnya dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu minat yanng berasal dari pembawaan dan minat yang timbul karena ada pengaruh dari luar. Pertama, minat yang berasal dari pembawaan, timbul dengan sendirinya dari setiap individu, hal ini biasanya dipengaruhi oleh faktor keturunan atau bakat alamiah. Kedua, minat yang timbul karena adanya pengaruh dari luar individu, timbul seiring dengan 30 Slameto, op. cit., hlm Elisabeth Hurlock, Perkembangan Anak Jilid 2, Jakarta, Erlangga, 1978, hlm 114

36 18 perkembangan individu bersangkutan, minat ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan, dorongan orang tua, dan kebiasaan atau adat. 32 Perasaan senang atau tidak senang merupakan dasar suatu minat. Di sekolah, minat peserta didik dapat diartikan sebagai kecenderungan peserta didik terhadap objek atau suatu kegiatan, baik pelajaran maupun kegiatan lain di sekolah, yang digemari dan disertai dengan perasaan senang, adanya perhatian, serta keaktifan dalam melaksanakannya. Dalam hal ini, seorang peserta didik pasti memiliki kecenderungan untuk menyukai satu atau beberapa mata pelajaran dan kegiatan sekolah. 33 Minat peserta didik dapat diketahui dari pernyataan senang atau tidak senang terhadap suatu objek tertentu. b. Ciri-ciri minat belajar Siswa yang berminat dalam pembelajaran memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 34 1) Mempunyai kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang suatu yang dipelajari secara terus menerus, 2) Ada rasa suka dan senang pada sesuatu yang diminati, 3) Memeperoleh suatu kebanggaan dan kepuasan pada sesuatu yang diminati. Ada rasa ketertarikan pada suatu aktivitas-aktivitas yang diminati, 32 Ahmad Susanto, Teori Belajar Pembelajaran di Sekolah Dasar, Jakarta, Prenandamedia Group, 2013, hlm Pupu Saeful Rahmat, Psikologi Pendidikan, Jakarta, PT. Bumi Aksara, 2018, hlm Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta, PT. Rineka Cipta, 2003, hlm. 58

37 19 4) Lebih menyukai suatu hal yang menjadi minatnya daripada yang lainnya, 5) Dimanifestasikan melalui partisipasi pada aktivitas dan kegiatan. 5. Prestasi Belajar Menurut W.S Winkel, prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan atau kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya. 35 Proses belajar yang dialami siswa menghasilkan perubahan-perubahan dalam bidang sikap, nilai, pengetahuan, dan ketrampilan. Adanya perubahan tersebut tampak dalam prestasi belajar yang diperoleh dari seluruh evaluasi yang berikan oleh guru. 36 Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa, antara lain: 37 a. Faktor Internal Faktor internal merupakan faktor yang berasaldari dalam individu sendiri, meliputi 1) faktor fisiologis, yaitu kondisi fisik 2) faktor psikologis, terdiri dari inteligensi, perhatian, minat dan bakat, motif dan motivasi, kognitif dan daya nalar 35 Syaifudin Azwar., Fungsi dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar, Yogyakrta, Pustaka Belajar, 1996, hlm Winkel, W.S.Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar, Jakarta, PT. Gramedia, 1983, hlm Yudhi Munadi, Media Pembelajaran : Sebuah Pendekatan, Jakarta, Gaung Persada, 2010, hlm

38 20 b. Faktor Eksternal Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar diri siswa, yaitu : 1) faktor lingkungan, terdiri dari lingkungan fisik alam dan lingkungan sosial 2) faktor instrumental, berupa kurikulum, sarana dan fasilitas, serta guru. 6. Model Problem Based Learning a. Pengertian Model Pembelajaran Proses pembelajaran di sekolah maupun di tingkat dasar dan menengah memiliki berbagai macam model untuk mendukung tersampaikannya materi ajar kepada peserta didik. Model pembelajaran dikembangkan sedemikian rupa untuk mendukung jalannya proses belajar-mengajar dengan baik. Model-model pembelajaran biasanya disusun berdasarkan berbagai prinsip atau teori pengatahuan. Para ahli menyusun model pembelajaran berdasarkan prinsip pendidikan, teoriteori psikologi, sosiologis, psikiatri, analisis sistem, atau teori-teori lain. 38 Model pembelajaran memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 39 1) Berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar dari para ahli tertentu. Sebagai contoh, model penelitian kelompok dirancang untuk melatih partisipasi dalam kelompok secara demokratis. 38 Deni Darmawan dan Wahyudin, Model Pembelajaran di Sekolah, Bandung, PT. Remaja Rosdakarya, 2010, hlm Ibid, hlm. 4

39 21 2) Mempunyai misi atau tujuan pendidikan tertentu. 3) Misalnya model berpikir induktif dirancang untuk mengembangkan proses berpikir induktif. 4) Dapat dijadikan pedoman untuk perbaikan kegiatan belajar mengajar di kelas. Misalnya model Synectic dirancang untuk memperbaiki kreativitas dalam mengarang. 5) Memiliki bagian-bagian model yang dinamakan : (1) urutan langkah-langkah pembelajaran (syntax), (2) adanya prinsip-prinsip reaksi, (3) sistem sosial, dan (4) sistem pendukung. Keempat bagian tersebut merupakan pedoman praktis bila guru akan melaksanakan suatu model pembelajaran 6) Mamiliki dampak sebagai akibat terapan model pembelajaran. 7) Dampak tersebut meliputi : (1) dampak pembelajaran, yaitu hasil belajar yang dapat diukur, (2) dampak pengiring, yaitu hasil belajar jangka panjang. 8) Membuat persiapan mengajar (desain instruksional) dengan pedoman model pembelajaran yang dipilihnya. b. Pengertian Model Problem Based Learning (PBL) Model Problem Based Learning artinya model pembelajaran berbasis masalah. Pembelajaran berbasis masalah merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat menciptakan kondisi belajar siswa lebih aktif dan kreatif. Melalui PBL, siswa terlibat secara aktif dalam pemecahan masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah

40 22 sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki ketrampilan untuk memecahkan masalah. 40 Dalam proses pembelajaran di sekolah, siswa tidak sekedar mendengarkan ceramah guru atau berperan serta dalam diskusi, tetapi siswa juga diminta menghabiskan waktunya di perpustakaan, di situs web atau terjun di tengah-tengah masyarakat. Menurut Dewey sekolah merupakan laboratorium untuk pemecahan masalah kehidupan nyata, karena setiap siswa memiliki kebutuhan untuk menyelidiki lingkungan mereka dan membangun secara pribadi pengetahuannya. Melalui proses ini, sedikit demi sedikit siswa akan berkembang secara utuh, baik pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Artinya, setiap siswa memperoleh kebebasan dalam menyelesaikan program pembelajarannya. 41 Menurut Taufiq Amir, model Problem Based Learning memiliki manfaat bagi siswa, sebagai berikut : 42 1) Menjadi lebih ingat dan meningkat pemahamannya atas materi ajar karena pengetahuan itu didapatkan dengan konteks praktiknya, sehingga akan lebih ingat 2) Meningkatkan fokus pada pengetahuan yang relevan 40 Imam Suyitno, Memahami Tindakan Pembelajaran : Cara Mudah dalam Perencanaan Penelitian Tindakan Kelas, Bandung, PT. Rafika Aditama, 2011, hlm Rusmono, Strategi Pembelajaran dengan Problem Based Learninng itu Perlu, Bogor, Ghalia Indonesia, 2012, hlm Taufiq Amir, Inovasi Pendidikan Melalui Problem Based Learning, Jakarta, Kencana Prenada media Group, 2009, hlm

41 23 3) Proses PBL mendorong siswa untuk bertanya, kritis, reflektif, dan menemukan fakta-fakta, sehingga siswa terdorong untuk berpikir. 4) Membangun kerja tim, kepemimpinan, dan ketrampilan sosial. 5) Membangun kecakapan belajar 6) Mampu membangkitkan minat dari dalam diri siswa karena PBL meciptakan masalah dengan konteks pekerjaan. Dengan permasalahan yang menantang, siswa akan bergairah untuk menyelesaikannya. Problem Based Learning memiliki ciri utama sebagai berikut : 43 1) Belajar dimulai dengan masalah yang berhubungan dengan dunia nyata peserta didik 2) Mengorganisasikan permasalahan di seputar masalah, bukan di seputar disiplin ilmu (interdisipliner) 3) Memberikan tanggung jawab yang besar kepada peserta didik dalam membentuk dan menjalankan secara langsung proses belajar mereka sendiri, dalam kerangka berpikir ilmiah 4) Menuntut peserta didik dalam mendemonstrasikan apa yang telah mereka pelajari dalam bentk suatu produk atau kinerja. c. Langkah-langkah model Problem Based Learning Pelaksanaan Problem Based Learning terdiri atas kegiatan pendahuluan, penyajian, dan penutup Ali Mudlofir dan Evi Rysydiyah, Desain Pembelajaran Inovatif, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 2016,73 44 Rusmono, op cit, hal 83

42 24 1) Pendahuluan a) Pemberian motivasi b) Pembagian kelompok c) Informasi tujuan pembelajaran 2) Penyajian a) Mengorientasikan siswa kepada masalah b) Mengorganisasikan siswa untuk belajar c) Membantu penyelididkan mandiri dan kelompok d) Mengembangkan dan mempresentasikan hasil karya e) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 3) Penutup a) Merangkum materi yang telah dipelajari b) Melaksanakan tes dan pemberian pekerjaan rumah. 7. Penelitian Tindakan kelas (PTK) Penelitian Tindakan kelas (Classroom Action Research) adalah penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru yang sekaligus peneliti di kelasnya atau bersama-sama dengan orang lain (kolaborasi) dengan jalan merancang, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif yang bertujuan untuk meningkatkan mutu (kualitas) proses pembelajaran di kelasnya melalui suatu tindakan (treatment) tertentu dalam suatu siklus. Tujuan utama Penelitian Tindakan Kelas adalah untuk

43 25 memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di kelas dan meningkatkan kegiatan nyata guru dalam kegiatan pengembangan profesi. 45 Dalam penelitian tindakan kelas, ada tiga unsur atau konsep, yakni: 46 a. Penelitian adalah aktivitas mencermati suatu objek tertentu melalui metodelogi ilmiah dengan mengumpulkan data-data dan dianalisis untuk menyelesaikan suatu masalah b. Tindakan adalah suatu aktivitas yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu yang berbentuk siklus kegiatan dengan tujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan suatu masalah dalam proses belajar mengajar c. Kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru Dalam prakteknya, penelitian tindakan kelas memiliki empat langkah, yaitu : 47 a. Merumuskan masalah dan merencanakan tindakan (planning) b. Melaksanakan tindakan (acting) dan pengamatan (observasi) c. Merefleksikan (reflecting) hasil pengamatan d. Perbaikan atau perubahan perencanaan (replanning) untuk pengembangan tingkat keberhasilan. 45 Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai Pengembangan Profesi Guru, Jakarta, Raja Grafindo Persada, 2008, hlm Kunandar, Op cit., hlm Susilo, Penelitian Tindakan Kelas, Yogyakarta, Pustaka Book Publisher, 2007, hlm. 16

44 26 B. Kerangka Berpikir Dalam proses pembelajaran seringkali dijumpai berbagai permasalahan, khususnya pada pembelajaran sejarah. Dalam proses belajar mengajar sejarah di sekolah pada umumnya berorientasi pada terselesaikannya materi yang tercantum dalam kurikulum, siswa disuruh menghafal materi sejarah yang begitu banyak. Penghafalannya terkadang sulit dilakukan dan hanya sesaat, kemudian setelah digunakan untuk tes, materi tersebut terlupakan. Belum lagi masalah lain yang menyatakan bahwa pelajaran sejarah adalah pelajaran yang membosankan. Munculnya argumen seperti ini bisa dikarenakan dari cara guru yang mungkin kurang kreatif dalam penyampaian materi pelajaran sejarah ataupun lebih dominan menggunakan metode ceramah. Hal ini berpengaruh pada rendahnya minat dan hasil belajar siswa. Oleh sebab itu, salah satu cara mutakhir untuk meningkatkan minat dan hasil belajar sejarah siswa adalah dengan menggunakan model problem based learning. Model ini berorientasi pada pemecahan masalah. Dengan model ini, siswa memiliki pengalaman belajar dimana siswa mampu membentuk pengetahuannya sendiri, berpikir secara kritis, memiliki ketrampilan dalam menyelesaikan masalah, dan meningkatkan kerjasama dengan siswa lainnya. Hal ini tentunya mendorong sebagian besar siswa untuk terus aktif untuk membentuk pengetahuannya sendiri melalui penyelesaian masalah. Hal ini sesuai dengan pendekatan konstruktivisme, dimana siswalah yang membentuk pengetahuannya sendiri. Setelah penerapan model problem based learning

45 27 dalam proses pembelajaran, diharapakan mampu meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa. Berdasarkan kerangka berpikir di atas, minat dan hasil belajar siswa akan meningkat melalui penggunaan Model Problem Based Learning dalam pembelajaran sejarah. Kerangka berpikir dapat disusun ke dalam bagan berikut : Banyak siswa yang memiliki minat dan prestasi rendah Dilakukan proses belajar mengajar dengan menggunakan model Problem Based Learning Minat dan prestasi belajar sejarah pada siklus 1 belum mencapai target Hasil penggunaan model Problem Based Learning dalam proses belajar mengajar yaitu yaitu terjadi peningkatan minat dan prestasi belajar siswa Minat dan prestasi belajar sejarah siswa pada siklus 2 Gambar 1 : Bagan Kerangka berpikir penelitian dengan menggunakan model Problem Based Learning. C. Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini, yaitu penerapan model problem based learning dapat mendorong peningkatan minat dan prestasi belajar siswa, khususnya bagi siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Kasihan dalam materi Sejarah Pergerakan Nasional Bangsa Indonesia.

46 BAB III METODOLOGI PENELITAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Model Kemmis dan Mc Taggart dengan langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. B. Setting Penelitian 1. Tempat penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kasihan yang terletak di jalan Bugisan Selatan Yogyakarta 2. Subjek penelitian Penelitian tindakan kelas ini melibatkan seluruh siswa di kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Kasihan yang berjumlah 32 orang siswa. 3. Waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tahun ajaran 2018/2019 di semester 2, yaitu pada bulan April 2019 dengan menggunakan sistem siklus 1 dan siklus 2. Penentuan waktu ini berdasarkan kalender akademik sekolah dan juga mengikuti kebijakan dari sekolah serta guru mata pelajaran sejarah. C. Defenisi Operasional Variabel Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua jenis variabel, yaitu variable variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian 28

47 29 ini adalah model problem based learning (X), sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah minat (Y1) dan prestasi belajar sejarah siswa (Y2). 1. Minat belajar Minat adalah suatu rasa suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di laur diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat. 48 Menurut Hurlock, minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih. Ini mendatangkan kepuasan, bila kepuasan berkurang, minatpun berkurang. 49 Dari kedua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa minat adalah ketertarikan seseorang terhadap sesuatu yang disukainya. Perasaan senang atau tidak senang merupakan dasar suatu minat. Di sekolah, minat peserta didik dapat diartikan sebagai kecenderungan peserta didik terhadap objek atau suatu kegiatan, baik pelajaran maupun kegiatan lain di sekolah, yang digemari dan disertai dengan perasaan senang, adanya perhatian, serta keaktifan dalam melaksanakannya Prestasi belajar Prestasi belajar adalah hasil atas usaha siswa dalam proses belajar yang menjadi tolak ukur dalam menentukan apakah siswa tersebut menguasai materi pelajaran atau tidak. Menurut W.S Winkel yang dikutip oleh Syaifudin Azwar, prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan atau 48 Slameto, op. cit., hlm Elisabeth Hurlock, op. cit. 50 Pupu Saeful Rahmat, op. cit.

48 30 kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya. 51 Proses belajar yang dialami siswa menghasilkan perubahanperubahan dalam bidang sikap, nilai, pengetahuan, dan ketrampilan. Adanya perubahan tersebut tampak dalam prestasi belajar yang diperoleh dari seluruh evaluasi yang berikan oleh guru. 52 D. Pengumpulan Data 1. Sumber Data Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan sumber data yang terdiri dari : a) Siswa Untuk mendapatkan hasil minat belajar dan hasil prestasi belajar siswa dalam proses pembelajaran yang berupa nilai. b) Dokumen Berupa laporan nilai siswa sebelum dilaksankan penelitian serta foto-foto kegiatan belajar siswa selama proses pembelajaran saat penelitian. 2. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data adalah cara untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan data melalui observasi, penyebaran kuisoner, tes tertulis, dan dokumentasi. 51 Syaifudin Azwar, op. cit. 52 Winkel, W.S., op. cit.

49 31 a) Observasi Observasi dilakukan dengan mengumpulkan data tentang aktivitas siswa maupun guru selama pembelajaran di kelas. Ini dilakukan sebelum peneliti melaksanakan pembelajaran model Problem Based Learning. Tujuannya untuk mengetahui faktor-faktor penyebab rendahnya prestasi belajar siswa. b) Penyebaran Kuesioner Kuesioner dibagikan oleh peneliti dan diisi oleh siswa untuk mengetahui minat belajar siswa. c) Melakukan Tes Tertulis Siswa akan mengerjakan soal-soal tertulis yang akan dibagikan oleh peneliti setelah pembelajaran selesai. Dari situ, peneliti akan mengetahui hasil prestasi belajar siswa. d) Dokumentasi Dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan data nilai ulangan harian siswa sebelum diterapkannya model Problem based learning serta dengan mengumpulkan foto-foto selama proses pembelajaran berlangsung. E. Instrument Penelitian 1. Kuesioner Minat Belajar Kuesioner berupa puluhan pertanyaan sederhana untuk mengetahui minat belajar siswa. Kuesioner dibagikan oleh peneliti dan diisi oleh

50 32 siswa. Untuk mengetahui minat belajar sejarah siswa maka digunakan analisis data kuantitatif, kualitatif, dan komparatif. Data kuantitatif adalah data yang dapat dihitung berupa angka. Sedangkan data kualitatif adalah data yang menjelaskan hasil dari data kuantitatif. Data komparatif adalah data hasil perbandingan antara beberapa data. Peneliti akan membandingkan hasil kuesioner yang diisi siswa sebelum dan sesudah penerapan model problem based learning. Perbandingan hasil minat awal dan minat akhir dilihat dari rata-rata hasil persentase. Kuesioner terdiri dari pernyataan positif dan negatif. Penentuan skor kuesioner menggunakan skala Likert yang terdiri dari lima kategori. Untuk pernyataan positif, pilihan jawabannya yaitu Sangat Setuju (SS) diberi skor 4, Setuju (S) diberi skor 3, Tidak Setuju (TS) diberi skor 2, Sangat Tidak Setuju (STS) diberi skor 1. Sebaliknya untuk pernyataan negatif, pilihan jawaban Sangat Setuju (SS) diberi skor 1, Setuju (S) diberi skor 2, Tidak Setuju (TS) diberi skor 3, Sangat Tidak Setuju (STS) diberi skor 4. Untuk menentukan indeks persentase minat dihitung dengan rumus berikut ini. % = n N x 100 Keterangan : n : nilai yang diperoleh N : jumlah seluruh nilai atau nilai total (skor ideal)

51 33 Suatu alat ukur dinyatakan sahih (valid), jika alat ukur tersebut benar-benar mampu memberikan informasi empirik sesuai dengan apa yang diukur. 53 Instrumen dikatakan valid apabila instrument tersebut dapat dengan tepat mengukur apa yang hendak diukur. Dengan kata lain validitas berkaitan dengan ketepatan dengan alat ukur. Instrumen yang valid akan menghasilkan data yang valid pula. 54 Untuk mengetahui tingkat validitas pernyataan kuesioner, maka digunakan rumus korelasi Product Moment dari Carl, yaitu: 55 r N XY ( X)( Y) xy = {N X 2 ( X) 2 }{N Y 2 ( Y) 2 } Keterangan: rxy= koofisien korelasi antara variabel X dan variabel Y, N = jumlah siswa tes XY = jumlah perkalian antara X dengan Y X 2 = kuadrat dari X Y 2 = kuadrat dari Y Keterangan hasil/korelasi 0,00-0,20 0,21-0,40 0,41-0,60 0,61-0,80 0,81-1,00 : Sangat rendah : Rendah : Cukup : Tinggi : Sangat Tinggi Suatu instrument juga harus reliabel. Kata reliabel berasal dari bahasa Inggris, yaitu reliable yang artinya dapat dipercaya. Instrumen tes dikatakan dapat dipercaya (reliable) jika memberikan hasil yang tetap atau ajek (konsisten) apabila dites berkali-kali Bambang Subali, Prinsip Assesmen dan Evaluasi Pembelajaran, Yogyakarta, UNY Press, 2012, hlm Eko Putra Widoyoko, Evaluasi Program Pembelajaran, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2009, hlm Ibid, hlm Ibid, hlm. 144

52 34 rumus : 57 Untuk mengetahui reliabilitas kuesioner maka menggunakan n r 11 = ( (n 1) )(1 σ i 2 σ ) t Keterangan : r11 = Reliabilitas seluruh item/soal n = Jumlah item = Varians item σ 2 i 2 2. Soal-soal Tes Prestasi belajar Tes merupakan suatu alat berupa serangkaian pertanyaan dari peneliti yang harus dijawab oleh siswa atau kelompok untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam menguasai materi yang telah dibahas. Siswa akan mngerjakan soal-soal tertulis yang akan dibagikan oleh peneliti. Dari sini, peneliti akan mengetahui prestasi belajar siswa. Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar sejarah siswa, maka digunakan analisis data kuantitatif, kualitatif, dan komparatif. Data kuantitatif adalah data yang dapat dihitung berupa angka. Data kualitatif adalah data yang menjelaskan hasil dari data kuantitatif. Data komparatif adalah data hasil perbandingan antara beberapa data. Peneliti membandingkan hasil belajar pada tahap prasiklus, siklus I, dan siklus II. Prestasi belajar sejarah siswa diperoleh dari tes tertulis yang diselengggarakan oleh peneliti. Tes tersebut menggunakan instrument soal pilihan ganda yang sesuai dengan Kompetensi Dasar yang telah disepakati oleh guru dan peneliti. 57 Ibid, hlm. 149

53 35 Rumus untuk mengetahui nilai siswa yaitu : Nilai = skor yang diperoleh skor total x 100 Untuk mengetahui tingkat validitas soal, maka digunakan rumus korelasi Product Moment dari Carl yaitu : r N XY ( X)( Y) xy = {N X 2 ( X) 2 }{N Y 2 ( Y) 2 } Untuk mengetahui reliabilitas soal tes prestasi menggunakan rumus Spearman-Brown dengan teknik belah dua, sebagai berikut: Keterangan: r 11 = 2. r r r1/21/2 = korelasi antara skor-skor setiap belahan tes r11 = koefesien reliabilitas yang sudah disesuaikan Data-data yang didapatkan oleh peneliti akan diolah dengan teknik statistik. Data-data yang berupa angka akan diubah menjadi nilai dengan berdasarkan Patokan Acuan Penelitian (PAP) Tipe I. Pada patokan ini peserta didik dianggap memiliki kompetensi apabila mencapai skor minimal 65 % (Cukup). Berikut adalah tabel PAP Tipe I. 58 Tabel 1 : Persentase PAP Tipe I Persentase Kategori 90 % -100 % Sangat Tinggi 80 % - 89 % Tinggi 65 % - 79 % Cukup 55 % - 64 % Kurang Dibawah 55 % Sangat Kurang 58 S. Widanarto Prijowuntato, Evaluasi Pembelajaran, Yogyakarta, USD Press, 2016, hlm. 182

54 36 F. Prosedur Penelitian 1. Pra Siklus a. Permohonan izin penelitian Sebelum meneliti di kelas, peneliti harus mengurus surat izin penelitian yang diperoleh dari Dinas Pendidkan dan pihak sekolah. b. Pengumpulan nilai ulangan harian siswa Setelah mendapat izin, peneliti menghubungi guru mata pelajaran sejarah dan meminta nilai ulangan harian siswa, dalam hal ini adalah siswa kelas XI IPS 1. c. Observasi Peneliti akan melakukan pengamatan pada saat guru melaksanakan proses belajar mengajar di kelas yang akan diteliti. Tujuannya untuk mengetahui faktor-faktor penyebab rendahnya prestasi belajar siswa. d. Pembagian kuesioner Peneliti akan membagikan kuesioner kepada semua siswa yang hadir. Tujuannya untuk mengetahui minat awal yang dimiliki siswa dalam belajar sejarah. 2. Siklus I a. Perencanaan Tindakan 1) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan langkah-langkah Model Problem Based Learning 2) Membuat powerpoint presentation terkait materi untuk mempermudah dalam proses pembelajaran

55 37 3) Membuat instrument soal tes tertulis b. Pelaksanaan Tindakan Selama proses pembelajaran, peneliti mengajar sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat berdasarkan kurikulum Dimana kegiatan inti dari RPP tersebut meliputi : 1) Peneliti membagi siswa dalam beberapa kelompok, kemudian memberikan permasalahan untuk diselesaikan oleh siswa melalui diskusi 2) Setelah berdiskusi, salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas, sementara siswa dari kelompok lainnya menyimak serta memberikan tanggapan atau pertanyaan. c. Pengamatan Peneliti melakukan observasi dalam pelaksanaan proses pembelajaran dengan model Problem Base Learning. Dalam hal ini, aspek yang diperhatikan adalah keaktifan dalam berdikusi, hasil diskusi, tanggungjawab serta tanggapan dalam menjawab pertanyaan dari kelompok lain. d. Refleksi Pada tahap ini, peneliti mengadakan refleksi bersama dengan guru agar pelaksanaan penelitian dapat berhasil. Dalam hal ini, peneliti bersama guru akan melakukan evaluasi mengenai kelemahan dan kesalahan yang terjadi selama siklus pertama. Dari sinilah peneliti akan

56 38 memikirkan pelaksanaan siklus kedua yang akan lebih baik daripada siklus pertama. 3. Siklus II a. Perencanaan Tindakan 1) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan langkah-langkah Model Problem Based Learning 2) Membuat powerpoint presentation terkait materi untuk mempermudah dalam proses pembelajaran 3) Membuat instrument soal tes tertulis b. Pelaksanaan Tindakan Selama proses pembelajaran, peneliti mengajar sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat berdasarkan kurikulum Dimana kegiatan inti dari RPP tersebut meliputi : 1) Peneliti membagi siswa dalam beberapa kelompok dan memberikan permasalahan untuk diselesaikan oleh siswa melalui diskusi 2) Setelah berdiskusi, salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas, sementara siswa dari kelompok lainnya menyimak serta memberikan tanggapan atau pertanyaan. c. Pengamatan Peneliti melakukan observasi dalam pelaksanaan proses pembelajaran dengan model Problem Base Learning. Dalam hal ini, aspek yang diperhatikan adalah keaktifan dalam berdikusi, hasil diskusi,

57 39 tanggungjawab serta tanggapan dalam menjawab pertanyaan dari kelompok lain. d. Refleksi Pada tahap ini, peneliti mengadakan refleksi untuk mengetahui tingkat keberhasilan model pembelajaran yang diterapkan. Jika penelitian tersebut tidak sesuai dengan target peneliti, maka akan dilakukan penelitian siklus ketiga. G. Desain Penelitian Desain Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Desain yang akan digunakan pada penelitian ini terdiri dari dua siklus, sebagai berikut Perencanaan Pelaksanaan Observasi Siklus 1 Refleksi Perencanaan Pelaksanaan Observasi Siklus 2 Refleksi Gambar 2 : Desain Penelitian Tindakan Kelas Model Kemmis dan Mc Taggart

58 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Pra Siklus a. Pengumpulan nilai ulangan harian siswa Setelah mendapat izin, peneliti menghubungi guru mata pelajaran sejarah dan meminta nilai ulangan harian siswa. Nilai tersebut menjadi acuan untuk menentukan langkah penelitian selanjutnya. Jika 75% dari jumlah siswa sudah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) yang ditetapkan sekolah yaitu dengan nilai 70, maka penelitian tidak bisa dilanjutkan. Tetapi apabila sebaliknya, jika siswa yang mencapai KKM kurang dari 75% maka penelitian bisa dilanjutkan. Berdasarkan data yang diperoleh oleh peneliti, nilai pengetahuan siswa sebelum dilaksanakan penelitian, yaitu sebagai berikut. Tabel 2 : Prestasi Belajar Sejarah Siswa Pra Siklus No. Nama Nilai Tuntas Tidak Tuntas 1 Adelia M. K Adila E Anggi M Anindita R Apheela L.N.P 76 6 Bagas C. A Cahyaning M. A. E Clarisa A. S Divka K. F. R Fajar E. N Fatimah R. A

59 41 No. Nama Nilai Tuntas Tidak Tuntas 12 Hikmah T. U Igusti N Ikarno N. T. A Ineke D. P Jasmine V. K. L Jihan A Kharina P. E. B. S Kunta A. S. M Laila K. K Lulu P. R Marsya A. P Muhammad T.W. P Nava A. D Navilla A Nuricha F Odilia D. T. N Rachel L. E. P Ramadhan N. W Rhenantya R. D Sultan P. A. K Tiara R. T. 72 Jumlah 2308 Rata-rata 72, Persentase 65,62 % 34,38 % Tabel di atas menunjukkan hasil belajar siswa sebelum dilaksanakannya penelitian. Prestasi belajar siswa memiliki rata-rata 72,16. Hasilnya 21 siswa (65,62 %) memiliki hasil belajar yang mencapai KKM, sedangkan 11 siswa (34,38 %) tidak mencapai KKM. Oleh karena itu, peneliti boleh melakukan penelitian di kelas tersebut sebab yang mencapai KKM kurang dari 75 % dari total jumlah siswa.

60 42 b. Observasi Peneliti melakukan observasi di kelas XI IPS 1 pada jam ke-2 sampai jam ke-4 tanggal 22 April Peneliti mengamati strategi mengajar yang dilakukan oleh guru mata pelajaran dan perilaku siswa selama proses pembelajaran. Sekaligus untuk mengetahui faktor-faktor penyebab rendahnya prestasi belajar siswa. Guru menyuruh siswa untuk membaca dan langsung mengadakan tanya jawab serta cenderung menyampaikan materi dengan metode ceramah. Hal ini membuat siswa sulit terlibat aktif dan tidak sungguhsungguh belajar. Mereka sibuk dengan urusannya masin-masing, seperti sibuk sendiri dengan smartphone, membicarkan hal-hal yang tidak berkaitan dengan pelajaran bersama teman di sampingnya, maupun mengerjakan tugas mata pelajaran lain. c. Pembagian kuesioner Setelah melakukan observasi kegiatan belajar siswa dan cara guru mengajar, peneliti membagikan kuesioner minat belajar sejarah dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar minat belajar awal yang dimiliki siswa pada pelajaran sejarah sebelum dilaksanakannya model Problem Based Learning. Kuesioner tersebut berisi 40 butir pernyataan dan setelah dianalisis, semuanya valid. Hasil penyebaran kuesioner tersebut, sebagai berikut:

61 43 Tabel 3 : Data Keadaan Awal Minat Belajar Siswa No Nama Jumlah Persentase Keterangan 1 Adila E Cukup 2 Anggi M Cukup 3 Apheela L.N.P Cukup 4 Bagas C. A Cukup 5 Cahyaning M. A. E Cukup 6 Clarisa A. S Rendah 7 Divka K. F. R Cukup 8 Fajar E. N Rendah 9 Hikmah T. U Cukup 10 Igusti N Cukup 11 Ikarno N. T. A Cukup 12 Ineke D. P Cukup 13 Jasmine V. K. L Cukup 14 Jihan A Cukup 15 Kharina P. E. B. S Cukup 16 Kunta A. S. M Cukup 17 Laila K. K Cukup 18 Lulu P. R Cukup 19 Marsya A. P Rendah 20 Muhammad T. W. P Cukup 21 Nava A. D Cukup 22 Navilla A Rendah 23 Nuricha F Cukup 24 Odilia D. T. N Cukup 25 Rachel L. E. P Cukup 26 Ramadhan N. W Cukup 27 Rhenantya R. D Cukup 28 Sultan P. A. K Rendah 29 Tiara R. T Tinggi Jumlah Rata-rata Cukup Keterangan : Rendah : 5 Siswa Cukup : 23 Siswa Tinggi : 1 Siswa Tabel di atas menunjukkan minat awal belajar sejarah yang dimiliki siswa. Dari 32 siswa yang terdaftar, hanya 29 siswa yang hadir

62 44 dan mengisi kuesioner minat belajar. Hasil analisis data minat menunjukkan bahwa rata-rata minat awal belajar yaitu (69,85%), skor tertinggi yaitu 127 (79,38%) dan skor terendah yaitu 98 (58,75%). Seorang siswa (3,45%) memiliki minat belajar sejarah yang tinggi, 23 siswa (79, 31%) memiliki minat belajar sejarah yang cukup/sedang dan 5 siswa (17,24%) memiliki minat belajar sejarah yang rendah. Tabel 4 : Frekuensi Data Keadaan Awal Minat Belajar Sejarah Siswa Kriteria Frekuensi Persentase Sangat Tinggi 0 0 % Tinggi 1 3,45 % Cukup/Sedang 23 79,31 % Rendah 5 17,24 % Sangat Rendah 0 0 % Jumlah % 17,24 % 3,45 % 79, 31 % Sangat Tinggi Tinggi Cukup/Sedang Rendah Sangat Rendah Gambar 3 : Diagram kriteria keadaan awal minat belajar sejarah siswa

63 45 Minat belajar siswa tersebut tersebar ke dalam beberapa indikator yang telah ditetapkan oleh peneliti, sebagai berikut: Tabel 5 : Persebaran Data Keadaan Awal Minat Belajar Sejarah Siswa No Indikator Persentase 1 Memiliki rasa tertarik terhadap hal-hal yang berkaitan dengan Sejarah % 2 Memiliki rasa suka terhadap kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan sejarah dan proses belajar sejarah % 3 Senang dalam mengikuti berbagai proses belajar sejarah % 4 Mempunyai inisiatif dalam mengikuti proses pembelajaran sejarah 7.16 % 5 Bertindak aktif dalam mengikuti proses belajar sejarah % 6 Memiliki kebiasaan dalam melakukan hal-hal yang berkaitan dengan proses belajar sejarah 9.32 % 7 Menggemari sesuatu hal yang berhubungan dengan sejarah 5.34 % 8 Merasa puas terhadap proses kegiatan belajar sejarah % Jumlah 100 % 2. Siklus I a. Perencanaan 1) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan langkah-langkah Model Problem Based Learning 2) Menyusun bahan ajar dengan materi Tumbuhnya Kesadaran Nasional Bangsa Indonesia 3) Membuat powerpoint presentation terkait materi untuk mempermudah dalam proses pembelajaran 4) Membuat instrument soal tes tertulis

64 46 b. Pelaksanaan Peneliti melaksanakan Siklus Perrtama pada tanggal 26 April Kegiatan Belajar Mengajar dilaksanakan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat berdasarkan kurikulum 2013 (Terlampir). c. Pengamatan Berdasarkan pengamatan peneliti, pada awal pembelajaran sebagian besar siswa masih sibuk sendiri, mengobrol dengan suara yang besar, bermain smartphone dan mengerjakan tugas mata pelajaran lain. Namun, dapat dikondisikan oleh peneliti sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik, walaupun masih terdapat beberapa yang masih sibuk sendiri. Para siswa berhasil memecahkan permasalahan yang ada dan mempresentasikannya di depan kelas. Setelah seluruh kegiatan pembelajaran selesai, peneliti melaksanakan tes tertulis yang berupa 20 soal pilihan ganda. Hal ini bertujuan untuk mengetahui meningkat atau tidaknya prestasi belajar sejarah siswa dibandingkan dengan keadaan awal sebelum peneliti menggunakan model Problem Based Learning. Dari 20 soal tersebut, terdapat dua soal yang tidak valid. Hasil tes prestasi belajar sejarah siswa dapat dilihat pada tabel berikut:

65 47 Tabel 6 : Data Prestasi Belajar Sejarah Siswa pada Siklus 1 No. Nama Nilai Tuntas Tidak Tuntas 1 Anggi M Anindita R Apheela L.N.P Bagas C. A Cahyaning M. A. E Clarisa A. S Fajar E. N Fatimah R. A Hikmah T. U Igusti N Ikarno N. T. A Ineke D. P Jasmine V. K. L Jihan A Kharina P. E. B. S Kunta A. S. M Laila K. K Lulu P. R Marsya A. P Muhammad T. W. P Nava A. D Nuricha F Odilia D. T. N Rachel L. E. P Ramadhan N. W Rhenantya R. D Sultan P. A. K Tiara R. T. 100 Jumlah 2233 Rata-rata Persentase 82,14 % 17,86 %

66 48 Tabel di atas menunjukkan hasil belajar siswa pada siklus I memiliki rata-rata dimana mengalami peningkatan daripada hasil belajar siswa sebelum diterapkannya model Problem Based Learning pada pembelajaran. Dari 32 siswa yang terdaftar, hanya 28 siswa yang hadir mengikuti pembelajaran dan tes prestasi. Hasilnya 23 siswa (82,14 %) memiliki hasil belajar yang mencapai KKM, sedangkan 5 siswa (17,86 %) tidak mencapai KKM. d. Refleksi Dengan hasil demikian, peneliti berhasil mencapai target karena lebih dari 75 % siswa telah mencapai KKM. Akan tetapi, peneliti masih belum puas, sebab hasil belajar siswa masih bisa ditingkatkan lagi. Untuk itu, peneliti ingin melaksanakan penelitian Siklus kedua. Akan tetapi, beberapa hal harus diperhatikan agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik, seperti pengkondisian kelas yang lebih ditingkatkan, serta mengusahakan agar banyak siswa yang memberikan tanggapan atau bertanya ketika kelompok lain presentasi. 3. Siklus II a. Perencanaan 1) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan langkah-langkah Model Problem Based Learning 2) Menyusun bahan ajar dengan materi Organisasi-organisasi Perintis Pergerakan Nasional

67 49 3) Membuat powerpoint presentation terkait materi untuk mempermudah dalam proses pembelajaran 4) Membuat instrument soal tes tertulis b. Pelaksanaan Tindakan Peneliti melaksanakan Siklus Kedua pada tanggal 29 April Kegiatan Belajar Mengajar dilaksanakan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat berdasarkan kurikulum 2013 (Terlampir). c. Pengamatan Berdasarkan pengamatan peneliti, pada awal pembelajaran sebagian besar siswa masih sibuk sendiri, bermain smartphone dan mengerjakan tugas mata pelajaran lain. Namun, dapat dikondisikan oleh peneliti sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik bahkan lebih baik dari sebelumnya. Para siswa berhasil memecahkan permasalahan yang ada dan mempresentasikannya di depan kelas. Terdapat banyak siswa yang menanggapi presentasi kelompok dalam bentuk pertanyaan maupun tambahan. Setelah pembelajaran selesai, peneliti melaksanakan tes tertulis yang berupa 20 soal pilihan ganda. Hal ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar sejarah siswa dibandingkan dengan prestasi belajar siklus pertama. Dari 20 soal tersebut, terdapat satu soal yang tidak valid. Hasil tes prestasi belajar sejarah siswa dapat dilihat pada tabel berikut:

68 50 Tabel 7 : Data Prestasi Belajar Sejarah Siswa pada Siklus II No. Nama Nilai Tuntas Tidak Tuntas 1 Adelia M. K Anggi M Anindita R Apheela L.N.P Bagas C. A Cahyaning M. A. E Clarisa A. S Divka K. F. R Fajar E. N Hikmah T. U Igusti N Ikarno N. T. A Ineke D. P Jasmine V. K. L Jihan A Kharina P. E. B. S Kunta A. S. M Laila K. K Lulu P. R Marsya A. P Muhammad T. W. P Nava A. D Nuricha F Odilia D. T. N Rachel L. E. P Ramadhan N. W Rhenantya R. D Sultan P. A. K Tiara R. T Jumlah 2558 Rata-rata Persentase 93,1 % 6,9 %

69 51 Tabel di atas menunjukkan hasil belajar siswa pada siklus II memiliki rata-rata 88.2 dimana mengalami peningkatan daripada prestasi belajar siswa pada siklus I. Dari 32 siswa yang terdaftar, terdapat 29 siswa yang hadir mengikuti pembelajaran dan tes prestasi. Hasilnya 27 siswa (93,1 %) memiliki hasil belajar yang mencapai KKM, sedangkan 2 siswa (6,9 %) tidak mencapai KKM. Setelah tes tertulis, peneliti juga membagikan kuesioner minat belajar kepada siswa untuk mengetahui peningkatan minat belajar siswa setelah penggunaan model Problem Based Learninng. Dari hasil penyebaran kuesioner tersebut, maka diperoleh data sebagai berikut. Tabel 8 : Data Keadaan Akhir Minat Belajar Siswa No Nama Jumlah Persentase Keterangan 1 Adelia M. K Tinggi 2 Anggi M Tinggi 3 Anindita R Cukup 4 Apheela L.N.P Tinggi 5 Bagas C. A Tinggi 6 Cahyaning M.A.E Tinggi 7 Clarisa A. S Cukup 8 Divka K. F. R Cukup 9 Fajar E. N Rendah 10 Hikmah T. U Tinggi 11 Igusti N Cukup 12 Ikarno N. T. A Cukup 13 Ineke D. P Tinggi 14 Jasmine V. K. L Cukup

70 52 No Nama Jumlah Persentase Keterangan 15 Jihan A Tinggi 16 Kharina P. E. B. S Tinggi 17 Kunta A. S. M Tinggi 18 Laila K. K Tinggi 19 Lulu P. R Tinggi 20 Marsya A. P Tinggi 21 Muhammad T.WP Cukup 22 Nava A. D Cukup 23 Nuricha F Tinggi 24 Odilia D. T. N Tinggi 25 Rachel L. E. P Tinggi 26 Ramadhan N. W Tinggi 27 Rhenantya R. D Cukup 28 Sultan P. A. K Cukup 29 Tiara R. T Tinggi Jumlah ,5 Rata-rata % Tinggi Keterangan : Rendah : 1 Siswa Cukup : 10 Siswa Tinggi : 18 Siswa Tabel di atas menunjukkan minat akhir belajar sejarah yang dimiliki siswa. Dari 32 siswa yang terdaftar, terdapat 29 siswa yang hadir dan mengisi kuesioner minat belajar. Hasil analisis data minat menunjukkan bahwa rata-rata minat belajar siswa setelah digunakkannya model Problem Based Learning yaitu 126,9 (79,31%), skor tertinggi yaitu 140 (87,5%) dan skor terendah yaitu 94 (58.75%). 18 siswa (62,07%) memiliki minat belajar sejarah yang tinggi, 10 siswa

71 53 (34,48%) memiliki minat belajar sejarah yang cukup dan seorang siswa (3,45%) memiliki minat belajar sejarah yang rendah. Tabel 9 : Frekuensi Data Keadaan Akhir Minat Belajar Sejarah Siswa Kriteria Frekuensi Persentase Sangat Tinggi 0 0 % Tinggi 18 62,07% Cukup/Sedang 10 34,48% Rendah 1 3,45 % Sangat Rendah 0 0 % Jumlah % 3,45 % 34,48 % 62, 07 % Sangat Tinggi Tinggi Cukup/Sedang Rendah Sangat rendah Gambar 4 : Diagram kriteria keadaan akhir minat belajar sejarah siswa Minat belajar siswa tersebut tersebar ke dalam beberapa indikator yang telah ditetapkan oleh peneliti, sebagai berikut: Tabel 10 : Persebaran Data Keadaan Akhir Minat Belajar Sejarah Siswa No Indikator Persentase 1 Memiliki rasa tertarik terhadap hal-hal yang berkaitan dengan Sejarah % 2 Memiliki rasa suka terhadap kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan sejarah dan proses belajar sejarah %

72 54 No Indikator Persentase 3 Senang dalam mengikuti berbagai proses belajar sejarah % 4 Mempunyai inisiatif dalam mengikuti proses pembelajaran sejarah 7.4 % 5 Bertindak aktif dalam mengikuti proses belajar sejarah % 6 Memiliki kebiasaan dalam melakukan hal-hal yang berkaitan dengan proses belajar sejarah 9.52 % 7 Menggemari sesuatu hal yang berhubungan dengan sejarah 5.28 % 8 Merasa puas terhadap proses kegiatan belajar sejarah 9.71 % Jumlah 100 % d. Refleksi Hasil prestasi belajar siswa dengan jumlah yang mencapai KKM 93,1 % dengan rata-rata nilai 88.2 membuat peneliti merasa puas dengan hasil yang didapat. Demikian juga dengan hasil akhir minat belajar siswa yang mengalami peningkatan dari sebelumnya. Dengan demikian, peneliti berhasil mencapai target. Untuk itu, penelitian ini berhenti sampai pada siklus kedua. B. Pembahasan Berdasarkan penelitian di kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Kasihan, peneliti memperoleh data-data minat dan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran sejarah. Minat Belajar awal dan akhir diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan oleh peneliti, sementara prestasi pra siklus diperoleh dari dokumen guru mata pelajaran, sedangkan prestasi belajar pada siklus I dan II diperoleh dari tes tertulis yang dilaksanakan oleh peneliti.

73 55 1. Minat Belajar Berdasarkan pengamatan peneliti saat pra siklus, banyak siswa yang tidak serius belajar sejarah, mereka sibuk dengan smartphone mereka, mengobrol hal-hal lain dengan teman di sampingnya, maupun mengerjakan tugas mata pelajaran lain. Hal ini menjadi salah satu indikator rendahnya minat siswa dalam belajar sejarah yang juga didukung oleh data keadaan awal minat belajar siswa pada Tabel 3. Namun, kondisi ini dapat diatasi dengan penggunaan model Problem Based Learning. Hasilnya, terjadi peningkatan minat belajar siswa yang tampak pada data kondisi akhir minat belajar siswa yang ditunjukkan pada Tabel 8. Berikut adalah perbandingaan antara data awal dan akhir minat belajar siswa. Tabel 11: Perbandingan Keadaan awal dan Akhir Minat Belajar No Nama Minat Minat Keterangan Selisih Awal Akhir Naik Turun 1 Adelia M. K Adila E Anggi M Anindita R Apheela L.N.P Bagas C. A Cahyaning M.E Clarisa A. S Divka K. F. R Fajar E. N Fatimah R. A Hikmah T. U Igusti N Ikarno N. T. A Ineke D. P

74 56 No Nama Minat Minat Selisih Keterangan 16 Jasmine V.K.L. Awal 75 Akhir 72,5 2,5 17 Jihan A Kharina P.E.BS Kunta A. S. M Laila K. K Lulu P. R Marsya A. P Muhammad TP Nava A. D Navilla A Nuricha F Odilia D. T. N Rachel L. E. P Ramadhan N.W Rhenantya R.D Sultan P. A. K Tiara R. T Jumlah ,5 Rata-rata 69.85% 79.22% 9,37% Tabel di atas menunjukkan perbandingan minat belajar siswa pada pelajaran sejarah sebelum dan sesudah pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning. Dari tabel tersebut tampak bahwa terjadinya peningkatan minat belajar siswa yang dibuktikan dari rata-rata persentase minat awal sebesar 69,85 % yang kemudian naik menjadi 79,22 % setelah penggunaan model Problem Based Learning dalam pembelajaran. Sehingga minat belajar siswa meningkat sebesar 9,37%. Dengan demikian, maka penggunaan model Problem Based Learning dapat meningkatkan minat belajar siswa. Hal ini sesuai dengan

75 57 pendapat Taufiq Amir tentang manfaat model Problem Based Learning yang mampu membangkitkan minat dari dalam diri siswa karena PBL menciptakan masalah dengan konteks pekerjaan. Dengan permasalahan yang menantang, siswa akan bergairah untuk menyelesaikannya % 75.00% 70.00% 65.00% % Minat Belajar Awal % Minat Belajar Akhir Minat Belajar Awal Minat Belajar Akhir Gambar 5: Grafik Peningkatan Minat Belajar Sejarah Siswa 2. Prestasi Belajar Rendahnya minat belajar siswa mempengaruhi prestasi belajar yang diperoleh. Sebelum dilaksanakannya peneltian, prestasi belajar siswa rendah yang ditandai dengan masih banyaknya siswa yang memiliki nilai di bawah KKM. Hal ini ditunjukkan pada Tabel 2. Namun, kondisi teserbut dapat diperbiki dengan menggunakan model Problem Based Learning dalam pembelajaran. Hasilnya yaitu terjadinya peningkatan prestasi belajar siswa yang terlihat pada Tabel 6 dan Tabel 7. Berikut adalah perbandingan prestasi belajar siswa pada pra siklus, siklus I dan Siklus II.

76 58 Tabel 12 : Perbandingan Prestasi Belajar Sejarah Siswa No. Nama Pra Siklus Siklus I Siklus II 1 Adelia M. K Adila E Anggi M Anindita R Apheela L.N.P Bagas C. A Cahyaning M. A. E Clarisa A. S Divka K. F. R Fajar E. N Fatimah R. A Hikmah T. U Igusti N Ikarno N. T. A Ineke D. P Jasmine V. K. L Jihan A Kharina P. E. B. S Kunta A. S. M Laila K. K Lulu P. R Marsya A. P Muhammad T.W. P Nava A. D Navilla A Nuricha F Odilia D. T. N Rachel L. E. P Ramadhan N. W Rhenantya R. D Sultan P. A. K Tiara R. T

77 59 No. Nama Pra Siklus Siklus I Siklus II Nilai Rata-rata Siswa Yang Mencapai KKM 21 Siswa (65.62%) 23 Siswa (82.14%) 27 Siswa (93.1%) Siswa Yang Tidak Mencapai KKM 11 Siswa (34.38%) 5 Siswa (17.86%) 2 Siswa (6.9%) Tabel tersebut menunjukkan peningkatan prestasi belajar sejarah siswa. Pada pra siklus atau sebelum penggunaan model PBL hanya terdapat 21 siswa (65,62%) yang tuntas dan 11 siswa (34, 38 %) tidak tuntas sementara nilai rata-rata prestasi belajar siswa hanya sebesar 72, 16. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, Jumlah siswa yang tuntas mencapai 23 siswa (82, 14 %), sedangkan yang tidak tuntas 5 siswa (17,86 %), rata-rata nilai prestasi belajar siswa pada siklus I meningkat menjadi 79,76. Kemudian, setelah dilaksanakannya tindakan pada siklus II, maka terdapat 27 siswa (93, 1 %) yang tuntas, sedangkan 2 siswa (6,9 %) tidak tuntas. Rata-rata nilai prestasi siswa pada siklus II juga mengalami peningkatan yaitu 88,2. Dengan demikian, maka penggunaan model Problem Based Learning dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini sesuai dengan pendapat Taufiq Amir tentang manfaat model Problem Based Learning, seperti siswa lebih ingat dan meningkat pemahamannya atas materi ajar, meningkatkan fokus pada pengetahuan, membangun kecakapan belajar, serta mendorong siswa untuk bertanya, kritis, reflektif, dan menemukan fakta-fakta, sehingga siswa terdorong untuk berpikir.

78 Prasiklus Siklus I Siklus II Tuntas Tidak Tuntas Gambar 6 : Grafik Peningkatan Jumlah Siswa yang Tuntas pada Pra Siklus, Siklus I, dan Siklus II Prasiklus Siklus I Siklus II Gambar 7 : Grafik Peningkatan Nilai Rata-rata Prestasi Belajar Sejarah Siswa

79 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan di kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Kasihan pada semester genap tahun pelajaran 2018/2019. Berdasasrkan hasil analisis data minat dan prestasi belajar siswa, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. 1. Penggunaan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran dapat meningkatkan minat belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata minat belajar awal (69.85 %) yang kemudian pada minat belajar akhir meningkat menjadi (79.22 %). 2. Penggunaan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, baik dari segi pencapaian KKM (70) maupun nilai rata-rata. Dari segi pencapaian KKM, pada pra siklus hanya terdapat 21 siswa (65,62%) yang mencapai KKM, kemudian meningkat pada Siklus I dimana terdapat 23 siswa (82, 14 %) yang mencapai KKM, dan terus meningkat pada Siklus II dimana terdapat lebih banyak siswa yang mencapai KKM yakni 27 siswa (93, 1 %). Sementara dari nilai rata-rata prestasi belajar siswa, pada pra siklus hanya sebesar 72, 16, kemudian meningkat pada siklus I menjadi 79,76, kemudian, terus mengalami peningkatan pada Siklus II menjadi 88,2. 61

80 62 B. Saran Penelitian Tindakan Kelas ini dimaksudkan untuk mencari solusi atau permasalahan yang timbul di kelas serta untuk perbaikan kegiatan pembelajaran. Berkaitan dengan itu, peneliti menyempaikan beberapa saran sebagai berikut 1. Bagi Sekolah Alangkah lebih baik jika pihak sekolah memberikan aturan yang tegas berkaitan dengan penggunaan smartphone di dalam kelas karena alat tersebut dapat mengganggu konsentrasi siswa di kelas. 2. Bagi Guru Penggunaan model pembelajaran yang efektif dapat membuat banyak siswa lebih aktif untuk membentuk pengetahuan sendiri, sebab dengan begitu siswa akan lebih mengerti dan tidak cepat lupa akan materi yang dibahas. Sehingga minat dan prestasi belajar dapat meningkat. Model pembelajaran yang mungkin dapat digunakan yaitu Problem Based Learning. 3. Bagi Siswa Dalam mengikuti pembelajaran, sebaiknya siswa lebih aktif dan konsentrasi. Hal ini agar proses pembelajaran berjalan dengan baik dan tentunya agar siswa mampu menguasai materi yang dibahas.

81 DAFTAR PUSTAKA 1. Sumber Buku Aman Model Evaluasi Pembelajaran Sejarah. Yogyakarta : Ombak Anitah, Sri Media Pembelajaran. Surakarta : Yuma Pustaka Arsyad, Azhar Media Pembelajaran. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada Azwar, Syaifudin Fungsi dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar. Yogyakrta : Pustaka Belajar. Darmawan, Deni dan Wahyudin Model Pembelajaran di Sekolah. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Heri Rahyubi Teori-teori Belajar dan Aplikasi pembelajaran motori., majalengka : Referens Hurlock, Elisabeth Perkembangan Anak. Jakarta : Erlangga Kunandar Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta : Raja Grafindo Persada Mulyati Psikologi Belajar. Yogyakarta : Andi Munadi, Yudhi Media Pembelajaran : Sebuah Pendekatan. Jakarta : Gaung Persada Nurochim, H Perencanaan pembelajaran Ilmu-ilmu Sosial. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada 63

82 64 Prijowuntato, S. Widanarto Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta : USD Press Rahmat, Pupu Saeful Psikologi Pendidikan. Jakarta : PT. Bumi Aksara Ratnawulan, Elis dan Rusdiana H.A Evaluasi Pembelajaran. Bandung : Pustaka Setia Singer, Kurt. Membina Hasrat Belajar di Sekolah. Bandung : Remadja Karya Slameto Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta : PT. Rineka Cipta Slameto Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya (Edisi Revisi). Jakarta : PT. Rineka Cipta Subali, Bambang Prinsip Assesmen dan Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta : UNY Press Susanto, Ahmad Teori Belajar Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Prenandamedia Group Susanto, Heri Seputar Pembelajaran Sejarah. Yogyakarta : Aswaja Pressindo Susilo Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta : Pustaka Book Publisher Suyitno, Imam Memahami Tindakan Pembelajaran : Cara Mudah dalam Perencanaan Penelitian Tindakan Kelas. Bandung :PT. Rafika Aditama Syah, Muhibbin Psikologi Belajar. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada

83 65 Taufiq Amir Inovasi Pendidikan Melalui Problem Based Learning. Jakarta: Kencana Prenada media Group Uno, B. Hamzah Perencanaan Pembelajaran.Jakarta : Bumi Aksara Widoyoko, Eko Putra Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Winkel, W.S Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta : PT. Gramedia 2. Sumber Internet diakses tanggal 15 Maret 2019 pukul WIB

84 LAMPIRAN-LAMPIRAN 66

85 67 SILABUS Nama Sekolah Kelas Program Mata Pelajaran : SMA Negeri 1 Kasihan : XI : IPS : Sejarah Peminatan Kompetensi Inti : 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu 1.1 Menghayati nilainilai peradaban dunia yang menghargai

86 68 Kompetensi Dasar perbedaan sebagai karunia Tuhan yang Maha Esa. Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu 2.1 Mengembangkan sikap jujur, rasa ingin tahu, tanggung jawab, peduli, santun, cinta damai dalam mempelajari peristiwa sejarah sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 2.2 Menunjukan sikap cinta tanah air, nilai-nilai rela berkorban dan kerja sama yang dicontohkan para pemimpin pada masa pergerakan nasional, meraih dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 3.1 Menganalisis sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaankerajaan besar Kerajaan- Kerajaan Besar Indonesia pada Masa Kekuasaan Hindu-Buddha dan Islam Sistem Mengamati: Membaca buku teks tentang sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Tugas: Membuat laporan tertulis hasil analisis mengenai sistem pemerinta 4 mg x 4 jp

87 69 Kompetensi Dasar Hindu-Buddha yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini. 3.2 Menganalisis sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaankerajaan besar Islam di Indonesia yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini. 4.1 Menyajikan warisan sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaankerajaan besar Hindu-Buddha yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini, dalam bentuk tulisan dan media lain. Materi Pokok Pembelajaran Penilaian pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaankerajaan besar Hindu- Buddha yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini. Sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaankerajaan besar Islam di Indonesia yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini. Indonesia pada masa kerajaankerajaan besar Hindu-Buddha dan Islam yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini. Menanya: Menanya dan berdiskusi untuk mendapatkan klarifikasi, penjelasan dan perluasan bahan analisis mengenai sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaankerajaan besar Hindu-Buddha dan Islam yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini. Mengeksplorasik an: Mengumpulka han, sosial, ekonomi, dan kebudaya an masyarak at Indonesia pada masa kerajaankerajaan besar Hindu- Buddha dan Islam yang berpengar uh pada kehidupan masyarak at Indonesia masa kini. Observasi : Mengamat i kegiatan peserta didik dalam proses mengump ulkan data, analisis data dan pembuata n laporan. Portofoli Alokasi Waktu

88 70 Kompetensi Dasar 4.2 Menyajikan hasil identifikasi warisan sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaankerajaan besar Islam di Indonesia yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini, dalam bentuk tulisan dan media lain. Materi Pokok Pembelajaran Penilaian n data dan informasi lanjutan terkait dengan pertanyaan mengenai sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaankerajaan besar Hindu-Buddha dan Islam yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini, melalui bacaan dan sumber lain yang tersedia. Mengasosiasikan : Menganalisis informasi dan data yang di dapat dari bacaan dan sumber lain yang terkait mengenai sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan o: Menilai laporan tertulis hasil analisis mengenai sistem pemerinta han, sosial, ekonomi, dan kebudaya an masyarak at Indonesia pada masa kerajaankerajaan besar Hindu- Buddha dan Islam yang berpengar uh pada kehidupan masyarak at Indonesia masa kini. Tes: Menilai kemampu an peserta didik dalam menganali sis sistem Alokasi Waktu

89 71 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian masyarakat Indonesia pada masa kerajaankerajaan besar Hindu-Buddha dan Islam yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini Mengomunikasik an: Membuat laporan hasil analisis dalam bentuk tulisan dan atau media lain mengenai sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaankerajaan besar Hindu-Buddha dan Islam yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini pemerinta han, sosial, ekonomi, dan kebudayaa n masyaraka t Indonesia pada masa kerajaankerajaan besar Hindu- Buddha dan Islam yang berpengar uh pada kehidupan masyaraka t Indonesia masa kini. Alokasi Waktu 3.3 Menganalisis keterkaitan antara pemikiran dan Peristiwa di Eropa Yang Berpengaruh Mengamati: Membaca buku Tugas: Membuat karya tulis 4 mg x 4 jp

90 72 Kompetensi Dasar peristiwaperistiwa penting di Eropa antara lain: Merkantilisme, Renaissance, Reformasi Gereja, Revolusi Industri dan pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia dan bangsa lain di dunia pada masa itu dan masa kini. 4.3 Membuat karya tulis tentang pemikiran dan peristiwaperistiwa penting di Eropa antara lain: Merkantilisme, Renaissance, Reformasi Gereja, Revolusi Industri yang berpengaruh bagi Indonesia dan dunia. Materi Pokok Pembelajaran Penilaian terhadap Kehidupan Ummat Manusia Pemikiran dan peristiwaperistiwa penting di Eropa antara lain: Merkantilism e, Renaissance, Reformasi Gereja, Revolusi Industri dan pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia dan bangsa lain di dunia pada masa itu dan masa kini. teks tentang pemikiran dan peristiwaperistiwa penting di Eropa antara lain: Merkantilisme, Renaissance, Reformasi Gereja, Revolusi Industri dan pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia dan bangsa lain di dunia pada masa itu dan masa kini. Menanya: Menanya dan berdiskusi untuk mendapatkan klarifikasi dan pendalaman pemahaman tentang pemikiran dan peristiwaperistiwa penting di Eropa antara lain: Merkantilisme, Renaissance, Reformasi Gereja, Revolusi tentang pemikiran dan peristiwaperistiwa penting di Eropa antara lain: Merkantili sme, Renaissan ce, Reformasi Gereja, Revolusi Industri dan pengaruhn ya bagi kehidupan bangsa Indonesia dan bangsa lain di dunia pada masa itu dan masa kini. Observasi : Mengamat i kegiatan peserta didik dalam proses mengump ulkan data, Alokasi Waktu

91 73 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Industri dan pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia dan bangsa lain di dunia pada masa itu dan masa kini. Mengeksplorasik an: Mengumpulka n data dan informasi lanjutan terkait dengan pertanyaan dan materi tentang pemikiran dan peristiwaperistiwa penting di Eropa antara lain: Merkantilisme, Renaissance, Reformasi Gereja, Revolusi Industri dan pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia dan bangsa lain di dunia pada masa itu dan masa kini, melalui bacaan dan sumbersumber lainya analisis data dan pembuata n laporan. Portofoli o: Menilai karya tulis peserta didik tentang pemikiran dan peristiwaperistiwa penting di Eropa antara lain: Merkantili sme, Renaissan ce, Reformasi Gereja, Revolusi Industri dan pengaruhn ya bagi kehidupan bangsa Indonesia dan bangsa lain di dunia pada masa itu dan masa kini. Alokasi Waktu

92 74 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian yang terkait Mengasosiasikan : Menganalisis informasi dan data yang di dapat dari bacaan dan sumber lain yang terkait mengenai pemikiran dan peristiwaperistiwa penting di Eropa antara lain: Merkantilisme, Renaissance, Reformasi Gereja, Revolusi Industri dan pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia dan bangsa lain di dunia pada masa itu dan masa kini. Mengomunikasik an: Membuat karya tulis mengenai pemikiran dan peristiwaperistiwa penting di Tes: Menilai kemampu an peserta didik dalam menganali sis tentang pemikiran dan peristiwaperistiwa penting di Eropa antara lain: Merkantili sme, Renaissan ce, Reformasi Gereja, Revolusi Industri dan pengaruhn ya bagi kehidupan bangsa Indonesia dan bangsa lain di dunia pada masa itu dan masa kini. Alokasi Waktu

93 75 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Eropa antara lain: Merkantilisme, Renaissance, Reformasi Gereja, Revolusi Industri dan pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia dan bangsa lain di dunia pada masa itu dan masa kini. Alokasi Waktu 3.4 Menganalisis keterkaitan antara revolusi-revolusi besar dunia (Perancis, Amerika, Cina, Rusia dan Indonesia) dan kehidupan umat manusia pada masa itu dan masa kini. 4.4 Menyajikan hasil analisis tentang revolusi-revolusi besar dunia (Perancis, Amerika, Cina, Rusia dan Indonesia) serta pengaruhnya terhadap kehidupan umat manusia dalam Revolusi Besar Dunia dan Pengaruhnya Terhadap Ummat Manusia Revolusirevolusi besar dunia (Perancis, Amerika, Cina, Rusia dan Indonesia) dan kehidupan umat manusia pada masa itu dan masa kini. Mengamati: Membaca buku teks mengenai keterkaitan antara revolusirevolusi besar dunia (Perancis, Amerika, Cina, Rusia dan Indonesia) dan kehidupan umat manusia pada masa itu dan masa kini. Menanya: Menanya dan berdiskusi untuk mendapatkan klarifikasi dan pendalaman pemahaman Tugas: Membuat tulisan dan atau media lain mengenai keterkaita n antara revolusirevolusi besar dunia (Perancis, Amerika, Cina, Rusia dan Indonesia) dan kehidupan umat manusia pada masa itu dan masa kini. 5 mg x 4 jp

94 76 Kompetensi Dasar bentuk tulisan dan media lain. Materi Pokok Pembelajaran Penilaian mengenai keterkaitan antara revolusirevolusi besar dunia (Perancis, Amerika, Cina, Rusia dan Indonesia) dan kehidupan umat manusia pada masa itu dan masa kini. Mengeksplorasik an: Mengumpulka n data dan informasi lanjutan terkait dengan pertanyaan dan materi mengenai keterkaitan antara revolusirevolusi besar dunia (Perancis, Amerika, Cina, Rusia dan Indonesia) dan kehidupan umat manusia pada masa itu dan masa kini, melalui bacaan dan sumbersumber lainnya yang terkait. Mengasosiasikan Observasi : Mengamat i kegiatan peserta didik dalam proses mengump ulkan data, analisis data dan pembuata n laporan. Portofolio : Menilai tulisan dan atau media lain mengenai keterkaita n antara revolusirevolusi besar dunia (Perancis, Amerika, Cina, Rusia dan Indonesia) dan kehidupan umat manusia pada masa itu dan masa kini. Alokasi Waktu

95 77 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian : Menganalisis informasi dan data yang di dapat dari bacaan dan sumber lain yang terkait mengenai keterkaitan antara revolusirevolusi besar dunia (Perancis, Amerika, Cina, Rusia dan Indonesia) dan kehidupan umat manusia pada masa itu dan masa kini, melalui bacaan dan sumbersumber lainnya yang terkait. Mengomunikasik an: Membuat laporan dalam bentuk tulisan dan media lain mengenai keterkaitan antara revolusirevolusi besar dunia (Perancis, Amerika, Cina, Rusia dan Indonesia) dan kehidupan Tes: Menilai kemampu an peserta didik dalam menganali sis keterkaita n antara revolusirevolusi besar dunia (Perancis, Amerika, Cina, Rusia dan Indonesia) dan kehidupan umat manusia pada masa itu dan masa kini. Alokasi Waktu

96 78 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian umat manusia pada masa itu dan masa kini, melalui bacaan dan sumbersumber lainnya yang terkait. Alokasi Waktu 3.5 Menganalisis hubungan perkembangan faham-faham besar seperti nasionalisme, liberalisme, sosialisme, demokrasi, Pan Islamisme dengan gerakan nasionalisme di Asia-Afrika pada masa itu dan masa kini. 4.5 Menyajikan hasil analisis tentang hubungan perkembangan faham-faham besar seperti nasionalisme, liberalisme, sosialisme, demokrasi, Pan Islamisme dengan gerakan nasionalisme di Asia-Afrika dalam bentuk tulisan dan media lain. Ideologi, Perang Dunia dan Pengaruhnya terhadap Gerakan Kemerdekaan di Asia dan Afrika. Perkembanga n fahamfaham besar seperti nasionalisme, liberalisme, sosialisme, demokrasi, Pan Islamisme dengan gerakan nasionalisme di Asia- Afrika pada masa itu dan masa kini. Mengamati: Membaca buku teks mengenai hubungan perkembangan faham-faham besar seperti nasionalisme, liberalisme, sosialisme, demokrasi, Pan Islamisme dengan gerakan nasionalisme di Asia-Afrika pada masa itu dan masa kini. Menanya: Menanya dan berdiskusi untuk mendapatkan klarifikasi dan pendalaman pemahaman mengenai hubungan perkembangan faham-faham besar seperti nasionalisme, liberalisme, Tugas: Membuat tulisan dan atau media lain mengenai hubungan perkemba ngan fahamfaham besar seperti nasionalis me, liberalism e, sosialisme, demokrasi, Pan Islamisme dengan gerakan nasionalis me di Asia- Afrika pada masa itu dan masa kini. Observasi : 3 mg x 4 jp

97 79 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian sosialisme, demokrasi, Pan Islamisme dengan gerakan nasionalisme di Asia-Afrika pada masa itu dan masa kini. Mengeksplorasik an: Mengumpulka n data dan informasi lanjutan terkait dengan pertanyaan dan materi mengenai hubungan perkembangan faham-faham besar seperti nasionalisme, liberalisme, sosialisme, demokrasi, Pan Islamisme dengan gerakan nasionalisme di Asia-Afrika pada masa itu dan masa kini. Mengasosiasikan : Menganalisis informasi dan data yang di dapat dari bacaan dan sumber lain Mengamat i kegiatan peserta didik dalam proses mengump ulkan data, analisis data dan pembuata n laporan. Portofolio : Menilai tulisan dan atau media lain mengenai hubungan perkemba ngan fahamfaham besar seperti nasionalis me, liberalism e, sosialisme, demokrasi, Pan Islamisme dengan gerakan nasionalis me di Asia- Alokasi Waktu

98 80 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian yang terkait mengenai hubungan perkembangan faham-faham besar seperti nasionalisme, liberalisme, sosialisme, demokrasi, Pan Islamisme dengan gerakan nasionalisme di Asia-Afrika pada masa itu dan masa kini. Mengomunikasik an: Membuat laporan dalam bentuk tulisan dan atau media lain mengenai hubungan perkembangan faham-faham besar seperti nasionalisme, liberalisme, sosialisme, demokrasi, Pan Islamisme dengan gerakan nasionalisme di Asia-Afrika pada masa itu dan masa kini. Afrika pada masa itu dan masa kini. Tes: Menilai kemampu an peserta didik dalam menganali sis hubungan perkemba ngan fahamfaham besar seperti nasionalis me, liberalism e, sosialisme, demokrasi, Pan Islamisme dengan gerakan nasionalis me di Asia- Afrika pada masa itu dan masa kini. Alokasi Waktu 3.6 Menganalisis Perang Dunia Mengamati: Tugas: 3 mg x

99 81 Kompetensi Dasar pengaruh PD I dan PD II terhadap kehidupan politik, sosialekonomi dan hubungan internasional (LBB, PBB), pergerakan nasional dan regional. 4.6 Menyajikan hasil analisis tentang pengaruh PD I dan PD II terhadap kehidupan politik, sosialekonomi dan hubungan internasional (LBB, PBB ), pergerakan nasional dan regional dalam bentuk tulisan dan media lain. Materi Pokok Pembelajaran Penilaian dan Kelembagaan Dunia Pengaruh PD I dan PD II terhadap kehidupan politik, sosialekonomi dan hubungan internasional (LBB, PBB), pergerakan nasional dan regional. Membaca buku teks mengenai pengaruh PD I dan PD II terhadap kehidupan politik, sosialekonomi dan hubungan internasional (LBB, PBB), pergerakan nasional dan regional. Menanya: Menanya dan berdiskusi untuk mendapatkan klarifikasi dan pendalaman pemahaman mengenai pengaruh PD I dan PD II terhadap kehidupan politik, sosialekonomi dan hubungan internasional (LBB, PBB), pergerakan nasional dan regional. Mengeksplorasik an: Mengumpulka n informasi Membuat tulisan dan atau media lain mengenai pengaruh PD I dan PD II terhadap kehidupan politik, sosialekonomi dan hubungan internasio nal (LBB, PBB), pergeraka n nasional dan regional. Observasi : Mengamat i kegiatan peserta didik dalam proses mengump ulkan data, analisis data dan pembuata n laporan. Portofolio : Menilai Alokasi Waktu 4 jp

100 82 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian lanjutan terkait dengan pertanyaan dan materi mengenai pengaruh PD I dan PD II terhadap kehidupan politik, sosialekonomi dan hubungan internasional (LBB, PBB), pergerakan nasional dan regional, melalui bacaan dan sumbersumber lain yang terkait. tulisan dan atau media lain mengenai pengaruh PD I dan PD II terhadap kehidupan politik, sosialekonomi dan hubungan internasio nal (LBB, PBB), pergeraka n nasional dan regional. Alokasi Waktu Mengasosiasikan : Menganalisis informasi dan data yang di dapat dari bacaan dan sumber lain yang terkait untuk menyimpulkan keterkaitan pengaruh PD I dan PD II terhadap kehidupan politik, sosialekonomi dan hubungan internasional Tes: Menilai kemampu an peserta didik dalam menganali sis pengaruh PD I dan PD II terhadap kehidupan politik, sosialekonomi dan hubungan internasio nal (LBB,

101 83 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian (LBB, PBB), pergerakan nasional dan regional. Mengomunikasik an: Menyajikan dalam bentuk tulisan dan atau media lain mengenai pengaruh PD I dan PD II terhadap kehidupan politik, sosialekonomi dan hubungan internasional (LBB, PBB). PBB), pergeraka n nasional dan regional. Alokasi Waktu 3.7 Menganalisis pengaruh imperialisme dan kolonialisme Barat di Indonesia dalam bidang politik, ekonomi, sosialbudaya, pendidikan dan agama serta perlawanan kerajaan Indonesia terhadap imperialisme dan kolonialisme Barat. 3.8 Menganalisis Kebangkitan Heroisme dan Kesadaran Kebangsaan Pengaruh imperialisme dan kolonialisme Barat di Indonesia Sumpah Pemuda Pendudukan meliter Jepang di Indonesia. Akar-akar nasionalisme yang Mengamati: Membaca buku teks dan mengamati sumber lain mengenai Imperialisme dan kolonialisme Barat, Sumpah Pemuda, pendudukan militer Jepang dan akar-akar nasionalisme. Menanya: Menanya dan berdiskusi Tugas: Membuat tulisan dan atau media lain mengenai Imperialis me dan kolonialis me Barat, Sumpah Pemuda, penduduk an militer Jepang dan akarakar nasionalis me. 6 mg x 4 jp

102 84 Kompetensi Dasar peran Sumpah Pemuda bagi kehidupan kebangsaan di Indonesia pada masa itu dan masa kini. 3.9 Menganalisis kehidupan sosial, ekonomi, budaya, militer dan pendidikan di Indonesia pada zaman pendudukan Jepang Menganalisis akar-akar nasionalisme Indonesia pada masa kelahirannya dan pengaruhnya bagi masa kini. 4.7 Menyajikan hasil evaluasi tentang pengaruh imperialisme dan kolonialisme Barat di Indonesia dalam bidang politik, ekonomi, sosialbudaya, pendidikan dan agama serta perlawanan kerajaan Materi Pokok Pembelajaran Penilaian terkandung dalam Sarekat Islam, Indische Partij, dan Budi Oetomo untuk mendapatkan klarifikasi dan pendalaman pemahaman mengenai Imperialisme dan kolonialisme Bartat, Sumpah Pemuda, pendudukan militer Jepang dan akar-akar nasionalisme. Mengeksplorasik an: Mengumpulka n data/inormasi lanjutan melalui bacaan dan sumbersumber lain yang terkait mengenai Imperialisme dan kolonialisme Barat, Sumpah Pemuda, pendudukan militer Jepang dan akar-akar nasionalisme. Mengasosiasikan : Menganalisis dan menyimpulkan pengaruh Observasi : Mengamat i kegiatan peserta didik dalam proses mengump ulkan data, analisis data dan pembuata n laporan. Portofoli o: Menilai tulisan dan atau media lain mengenai Imperialis me dan kolonialis me Barat, Sumpah Pemuda, penduduk an militer Jepang dan akarakar nasionalis me. Tes: Menilai kemampu an peserta didik Alokasi Waktu

103 85 Kompetensi Dasar Indonesia dalam bentuk tulisan dan media lain. 4.8 Menyajikan hasil evaluasi penerapan semangat Sumpah Pemuda dalam kehidupan generasi muda Indonesia dan dalam kehidupan bernegara bangsa Indonesia masa kini, dalam bentuk tulisan atau media lain. 4.9 Membuat kliping tentang kehidupan sosial, ekonomi, budaya, militer dan pendidikan di Indonesia pada zaman pendudukan Jepang Menyajikan berbagai peristiwa yang menunjukkan akar-akar nasionalisme Indonesia seperti Sarekat Islam, Indische Partij, Budi Utomo, dalam bentuk tulisan dan media Materi Pokok Pembelajaran Penilaian imperialisme dan kolonialisme Barat di Indonesia, peran Sumpah Pemuda bagi kehidupan kebangsaan di Indonesia, kehidupan sosial, ekonomi, budaya, militer dan pendidikan di Indonesia pada zaman pendudukan Jepang, serta akar-akar nasionalisme Indonesia Mengomunikasik an: Menyajikan dalam bentuk tulisan dan atau media lain tentang imperialisme dan kolonialisme Barat, Sumpah Pemuda, pendudukan militer Jepang dan akar-akar nasionalisme. dalam menganali sis mengenai Imperialis me dan kolonialis me Barat, Sumpah Pemuda, penduduk an militer Jepang dan akarakar nasionalis me. Alokasi Waktu

104 86 Kompetensi Dasar lain Menganalisis peristiwaperistiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan artinya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara pada masa itu dan masa kini Menyajikan gambaran peristiwaperistiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan artinya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bentuk media visual. Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Proklamasi Kemerdekaan sebagai Penegakan Hak Bangsa Indonesia Peristiwaperistiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan artinya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara pada masa itu dan masa kini. Mengamati: Membaca buku teks dan mengamati sumber lain mengenai peristiwaperistiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan artinya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara pada masa itu dan masa kini. Menanya: Menanya dan berdiskusi untuk mendapatkan klarifikasi dan pendalaman pemahaman mengenai peristiwaperistiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan artinya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara pada masa itu dan masa kini. Mengeksplorasik Tugas: Membuat media gambar mengenai peristiwaperistiwa sekitar Proklamas i 17 Agustus 1945 dan artinya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara pada masa itu dan masa kini. Observasi : Mengamat i kegiatan peserta didik dalam proses mengump ulkan data, analisis data dan pembuata n laporan. Portofolio : Menilai Alokasi Waktu 8 mg x 4 jp

105 87 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian an: Mengumpulka n data dan ifnormasi lanjutan melalui bacaan dan sumbersumber lain yang terkait mengenai peristiwaperistiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan artinya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara pada masa itu dan masa kini. Mengasosiasikan : Menganalisis dan menyimpulkan mengenai peristiwaperistiwa sekitar proklamasi 17 Agustus 1945 dan artinya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara pada masa itu dan masa kini. Mengomunikasik an: media gambar karya peserta didik tentang peristiwaperistiwa sekitar Proklamas i 17 Agustus 1945 dan artinya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara pada masa itu dan masa kini. Tes: Menilai kemampu an peserta didik dalam menganali sis materi peristiwaperistiwa sekitar Proklamas i 17 Agustus 1945 dan artinya bagi kehidupan berbangsa Alokasi Waktu

106 88 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Menyajikan dalam bentuk media gambar peristiwaperistiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan artinya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara pada masa itu dan masa kini. dan bernegara pada masa itu dan masa kini. Alokasi Waktu

107 89 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMA N. 1 Kasihan Mata Pelajaran : Sejarah Peminatan Kelas/Semester : XI IPS1 / 2 (Genap) Materi Pokok : Sejarah Pergerakan Nasional Bangsa Indonesia Alokasi Waktu : 4x45 Menit (2xpertemuan) A. KOMPETENSI INTI KI 1 KI 2 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3 Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

108 90 KI 4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI Kompetensi Dasar 3.10 Menganalisis akarakar nasionalisme Indonesia pada masa kelahirannya dan pengaruhnya bagi masa kini Indikator Pencapaian Kompetensi Pertemuan pertama (siklus 1) Menjelaskan pengertian nasionalisme Menjelaskan pengertian pergerakan nasional Menguraikan faktor-faktor munculnya pergerakan nasional Menganalis karakteristik pergerakan nasional Membandingkan perlawanan bangsa Indonesia sebelum dan sesudah munculnya kesadaran nasional Pertemuan kedua (siklus 2) Mendeskripsikan latar belakang dan tujuan terbentuknya organisasiorganisasi perintis pergerakan nasional Menganalisis bentuk-bentuk perjuangan organisasi-organisasi perintis pergerakan nasional Menjelaskan berbagai dinamika yang

109 91 Kompetensi Dasar 4.10 Menyajikan berbagai peristiwa yang menunjukkan akar-akar nasionalisme Indonesia seperti Sarekat Islam, Indische Partij, Budi Utomo, dalam bentuk tulisan dan media lain. Indikator Pencapaian Kompetensi terjadi di dalam organisasi-organisasi perintis pergerakan nasional Menyajikan berbagai peristiwa yang menunjukkan akar-akar nasionalisme Indonesia melalui presentasi C. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, diharapkan: 1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian nasionalisme 2. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian pergerakan nasional 3. Peserta didik dapat menguraikan faktor-faktor munculnya pergerakan nasional 4. Peserta didik dapat menganalis karakteristik pergerakan nasional dan perbedaannya dengan perlawanan kerajaan-kerajaan sebelum munculnya kesadaran nasional 5. Peserta didik dapat mendeskripsikan organisasi-organisasi perintis pergerakan nasional

110 92 6. Peserta didik dapat Menyajikan berbagai peristiwa yang menunjukkan akar-akar nasionalisme Indonesia dalam bentuk presentasi D. Materi Pembelajaran 1. Faktual : Pengertian nasionalisme Pengertian pergerakan nasional Faktor-faktor munculnya pergerakan nasional Budi Utomo Sarekat Islam Indische Partij 2. Konseptual : Strategi pergerakan nasional Bentuk bentuk pergerakan nasional 3. Prosedural : Berbagai upaya dalam pergerakan nasional Tahap -tahap pergerakan nasional 4. Metakognitif : Sebab sebab kegagalan dan keberhasilan pergerakan nasional Nilai nilai karakter yang terkandung dalam peristiwa dan para tokoh E. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan Pembelajaran : Saintific Learning 2. Model pembelajaran : Problem Based Learning

111 93 3. Metode Pembelajaran : Diskusi, presentasi, tanya-jawab. F. Media, Alat, dan Sumber Belajar 1. Media / Alat - Power point presentation - Laptop - LCD Proyektor - Spidol - Gambar 2. Sumber Belajar - Hapsari, Ratna dan M. Adil Sejarah Indonesia untuk SMK/MAK Kelas XI. Jakarta: Erlangga. Hal Wiharyanto, Kardiyat Sejarah Indonesia Madya Abad XVI- XIX. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Halaman Mustopo, Habib, dkk Sejarah Peminatan Ilmu-ilmu Sosial Kelas XI SMA. Jakarta : Yudhistira. Halaman G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan pertama/siklus 1 (2x45 Menit) Kegiatan Pendahuluan Deskripsi a. Guru mengkondisikan kelas dengan memberi salam dan doa. b. Guru melakukan presensi c. Guru memberi Motivasi dan Apersepsi. Alokasi Waktu 10 Menit

112 94 Kegiatan Kegiatan Inti Penutup Deskripsi d. Guru menyampaikan tujuan dan indikator pembelajaran. Mengamati a. Guru mengajak peserta didik untuk membaca materi tentang pengertian pergerakan nasional dan faktor-faktor munculnya pergerakan nasional b. Guru mengajak peserta didik mengamati powerpoint yang ada di LCD Menanya a. Guru mendorong peserta didik untuk mengajukan pertanyaan terkait dengan materi yang dibaca b. Guru mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan dari peserta didik Mengumpulkan Informasi a. Guru membentuk 3 kelompok diskusi dan memberi topik berbeda kepada masing-masing kelompok yang didasarkan dari pertanyaanpertanyaan peserta didik. b. Peserta didik diajak berdiskusi dengan materi yang berbeda sesuai dengan topik kelompok masing masing c. Peserta didik berusaha mencari sumber - sumber lain untuk memecahkan masalah dari topik yang menjadi bagian dalam kelompoknya. Mengkomunikasikan Guru meminta peserta didik untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Mengasosiasi a. Guru meminta peserta didik dari kelompok lain untuk menanggapi hasil diskusi yang dipresentasikan b. Guru memberi penguatan dan tambahan a. Guru dan peserta didik sama-sama memberi kesimpulan dari materi yang dipelajari. b. Guru dan peserta didik melakukan refleksi Alokasi Waktu 70 Menit 10 Menit

113 95 Kegiatan Deskripsi pembelajaran bersama. c. Guru memberi penguatan terhadap pencapaian kompetensi peserta didik d. Guru menutup dengan salam Alokasi Waktu Pertemuan kedua/siklus 2 (2x45 Menit) Kegiatan Pendahuluan Kegiatan Inti Deskripsi c. Guru mengkondisikan kelas dengan memberi salam dan doa. d. Guru melakukan presensi e. Guru memberi Motivasi dan Apersepsi. f. Guru menyampaikan tujuan dan indikator pembelajaran. Mengamati a. Guru mengajak peserta didik untuk membaca materi tentang organisasi perintis awal pergerakan nasional b. Guru mengajak peserta didik mengamati powerpoint yang ada di LCD Menanya a. Guru mendorong peserta didik untuk mengajukan pertanyaan terkait dengan materi yang dibaca b. Guru mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan dari peserta didik Alokasi Waktu 10 Menit 70 Menit Mengumpulkan Informasi a. Guru membentuk 3 kelompok diskusi dan memberi topik berbeda kepada masing-masing kelompok yang didasarkan dari pertanyaanpertanyaan peserta didik. b. Peserta didik diajak berdiskusi dengan materi yang berbeda sesuai dengan topik kelompok masing masing.

114 96 Kegiatan Penutup Deskripsi c. Peserta didik berusaha mencari sumber - sumber lain untuk memecahkan masalah dari topik yang menjadi bagian dalam kelompoknya. Mengkomunikasikan a. Guru meminta peserta didik untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Mengasosiasi a. Guru meminta peserta didik dari kelompok lain untuk menanggapi hasil diskusi yang dipresentasikan b. Guru memberi penguatan dan tambahan a. Guru dan peserta didik sama-sama memberi kesimpulan dari materi yang dipelajari. b. Guru dan peserta didik melakukan refleksi pembelajaran bersama. c. Guru memberi penguatan terhadap pencapaian kompetensi peserta didik d. Guru menutup dengan salam Alokasi Waktu 10 Menit H. Penilaian No. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian 1. Kognitif (pengetahuan) Tes Tertulis 2. Afektif (Sikap) Kuesioner 3. Psikomotorik (Ketrampilan) Presentasi Kelompok Bantul, April 2019 Peneliti, Alvianus Tri Oxford NIM

115 97 MATERI PEMBELAJARAN SEJARAH PERGERAKAN NASIONAL BANGSA INDONESIA A. Pengertian Pergerakan Nasional Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 tidaklah terlepas dari munculnya kesadaran nasional atau nasionalisme pada awal abad ke-20. Nasionalisme memiliki berbagai macam arti. Secara umum nasionalisme dapat diartikan sebagai paham yang meletakkan kesetiaan tertinggi individu yang harus diberikan kepada negara dan bangsanya dengan maksud bahwa individu sebagai warga negara yang memiliki sikap atau perbuatan untuk mencurahkan segala tenaga dan pikirannya demi kemajuan, kehormatan, dan tegaknya kedaulatan negara dan bangsa. Tumbuhnya rasa nasionalisme yang dimiliki bangsa Indonesia menimbulkan adanya pergerakan nasional. Pergerakan nasional adalah perwujudan nasionalisme dengan melakukan berbagai tindakan untuk mengusir penjajah demi mewujudkan sebuah negara yang merdeka. Pergerakan ini diawali dengan lahirnya sebuah organisasi Budi Utomo pada tahun Sejak itu, perjuangan mulai bersifat nasional yang mengandalkan persatuan bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah. Hal ini tentunya berbeda dengan perlawanan berbagai kerajaan di Nusantara terhadap penjajah. Hampir semua perlawanan kerajaan-kerajaan di Indonesia dapat dipatahkan oleh penjajah. Hal ini karena : Perlawanan tersebut bersifat lokal atau kedaerahan. Masih belum adanya persatuan atau jiwa nasionalisme

116 98 Bergantung pada pemimpin yang cakap. Jika pemimpin telah ditangkap atau dibunuh, maka perlawalan rakyat akan padam. Perlawanan mengandalkan kekuatan senjata. Pihak yang memiliki senjata yang canggih kemungkinan akan memenangkan perang. Nah, Belanda memiliki senjata yang lebih hebat daripada rakyat Nusantara, sehingga perlawanan rakyat bisa dipatahkan oleh penjajah. Bangsa Nusantara mudah dipecahbelah oleh penjajah. Politik Devide et Impera mampu dimanfaatkan oleh penjajah untuk memperlemah kekuatan lawannya. B. Faktor-faktor Penyebab Munculnya Pergerakan Nasional 1. Faktor internal a. Politik etis, merupakan politik balas budi yang dirintis oleh Belanda untuk membalas jasa dan kerja keras rakyat Nusantara. Politik ini bertujuan menyejahterakan rakyat Nusantara. Salah satu bentuk balas budi tersebut yaitu dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak Indonesia untuk mengenyam pendidikan modern, seperti Soekarno, Moh. Hatta, Agus salim, Tan Malaka, Ki Hajar Dewantara, dan beberapa tokoh lainnya. Mereka mempelajari banyak hal termasuk ideide pencerahan (aufklarung) yang menekankan pada gagasan otonomi, kebebasan, demokrasi, antiperbudakan, kesamaan hak dan martabat, dan sebagainya. Diilhami oleh pengetahuan yang luas serta dibarengi pengalaman penderitaan sesama anak bangsa, para tokoh ini

117 99 memolopori lahirnya organisasi-organisasi pergerakan dengan tujuan yang sama, yaitu Indonesia merdeka. b. Kondisi sosial, politik, dan ekonomi rakyat Nusantara yang memprihatinkan. Berbagai penindasan, kekejaman, eksploitasi, dan ketidakadilan yang dilakukan oleh pemerintah Kolonial Belanda terhadap bangsa Nusantara telah menimbulkan kebencian dan ketidakpuasan rakyat, yang kemudian memicu semangat perlawanan terhadap penjajah. c. Tumbuhnya kenangan akan kejayaan bangsa pada masa lampau dimana Majapahit dan Sriwijaya merupakan kerajaan yang besar. Hal ini memunculkan kesadaran dan semangat untuk membawa kembali kejayaan bangsa. 2. Faktor eksternal a. Kesuksesan pergerakan nasional di negara-negara lain seperti di Cina, Prancis, India, Filipina, Turki, Amerika Serikat, dan Mesir. Hal ini membangkitkan semangat rakyat Indonesia untuk menikmati kesuksesan yang sama, yaitu kemerdekaan b. Kemenangan Jepang atas Rusia dalam perang pada tahun 1905 yang menyadarkan bangsa Indonesia bahwa bangsa Barat bukanlah bangsa yang superior yang dibuktikan dengan kekalahan Rusia oleh Jepang.

118 100 C. Karakteristik Pergerakan Nasional 1. Bersifat Nasional Sejak tahun 1908, hampir seluruh Nusantara menjadi satu kesatuan politik, hukum, pemerintahan, dan berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda. Rakyat Nusantara memiliki rasa senasib sepenanggungan yang menimbulkan rasa persatuan yang melahirkan kesadaran sebagai satu bangsa dan kesadaran berbangsa. 2. Dipimpin dan Digerakkan oleh Kaum Terpelajar Persatuan dan pergerakan nasional tidak terlepas dari peran kaum pelajar dari berbagai daerah yang bertemu di tempat-tempat pendidikan yang sekaligus membahas nasib dan masa depan bangsa Indonesia. 3. Perjuangan Menggunakan Jalur Organisasi Para pelajar mendirikan berbagai organisasi dan berjuang dengan cara-cara yang modern, seperti diplomasi, kampanye lewat media atau pers, rapat akbar, kooperatif, maupun nonkoperatif. Jalur organisasi digunakan karena tidak sanggup menandingi kekuatan persenjataan, keuangan, serta institusi politik dan militer Belanda. Keberlangsungan organisasi tetap terjaga kerena memiliki kader atau anggota yang terpelajar dengan tujuan yang sama.

119 Memiliki Visi dan Misi yang jelas Seiring munculnya kesadaran nasional, perjuangan melalui organisasi diarahkan melalui visi misi yang sama. Tujuannya bukan hanya mengusir penjajah saja, tetapi memerdekakan bangsa dan mewujudkan negara Indonesia. D. ORGANISASI PERINTIS AWAL PERGERAKAN NASIONAL 1. Budi Utomo Budi Utomo (BU) didirikan di Jakarta pada tanggal 20 Mei 1908, di Jakarta. Organisasi ini merupakan organisasi modern pertama yang memberikan inspirasi kepada kaum nasionalis lainnya untuk berjuang. Oleh karena itu, tanggal kelahiran organisasi ini diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional. Organisasi ini dipelopori oleh dr. Wahidin Sudirohusodo yang merupakan seorang tamatan dokter pribumi Opleiding van Indische Artsen) di Jakarta. STOVIA (School Tot Saat itu ketika dia mengunjungi almamaternya dan bertemu dengan pelajar-pelajar STOVIA pada tahun Ia melontarkan gagasan-gagasan agar para mahasiswa segera mendirikan organisasi yang bertujuan memajukan derajat bangsa. Ide tersebut mendapat tanggapan serius dari dr. Sutomo, Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji sehingga kemudian berhasil mendirikan Budi Utomo. Nama Budi Utomo berasal dari kata Budi yang artinya perangai atau tabiat, dan utomo yang artinya baik. Jadi, Budi Utomo ialah

120 102 perkumpulan yang akan mencapai sesuatu berdasarkkan keluhuran budi, kebaikan perangai atau tabiat. Budi Utomo bertujuan untuk memajukan pengajaran dan kebudayaan dangan bidang pengajaran, pertanian, peternakan, perdagangan, teknik industri, dan kebudayaan. Sehingga organisasi ini bersifat nonpolitik dan kooperatif terhadap pemerintah kolonial Belanda. Organisasi ini kemudian berkembang dan memiliki berbagai cabang di berbagai daerah di Jawa. Sehingga pada tanggal 3-5 Oktober 1908, Budi Utomo mengadakan kongres pertama di Yogyakarta untuk memilih pengurus pusat dan mengesahkan AD/RT. Saat itu, yang terpilih sebagai ketua Budi Utomo adalah Raden Adipati Tirtokusumo yang juga merupakan Bupati Karanganyar. Dia dipilih dengan tujuan menarik perhatian yang luas dari kalangan priyayi dan masyarakat. Budi Utomo semakin berkembang yang ditandai dengan bertambahnya anggota, baik dari masyarakat biasa maupun bagi para pelajar. Namun, di dalam tubuh Budi Utomo, terdapat dua golongan yang bertentangan. Pertentangan ini berkaitan dengan cara dalam menghadapi pemerintah Kolonial Belanda. Golongan konservatif yang terdiri dari kaum tua berpandangan bahwa perjuangan melawan Belanda dilakukan dengan cara perjuangan sosial budaya. Selain itu, kaum tua menghendaki organisasi hanya terbatas di wilayah Jawa dan Madura saja serta hanya menggunakan bahasa Jawa. Sedangkan golongan radikal yang terdiri dari kaum muda cenderung memilih untuk menempuh jalan perjuangan dengan

121 103 cara politik, serta menghendaki agar jangkauan organisasi meliputi seluruh Indonesia dan menggunakan bahasa Melayu. Perbedaan pendapat tersebut membuat beberapa kaum muda mengeluarkan diri dari Budi Utomo. dr. Tjipto Mangunkusumo yang merupakan kaum muda juga keluar dari Budi Utomo dan nantinya akan mendirikan Indische Partij. Budi Utomo sebenarnya ingin berjuang secara politik, namun terpaksa harus berjuang secara sosial budaya karena adanya aturan Belanda yang melarang adanya organisasi politik. Organisasi ini perlahan-lahan meredup seiring berkembangnya organisasi lain yang bersifat politik. Pada tahun 1928, Budi Utomo menambah asas perjuangannya yaitu ikut berusaha untuk melaksanakan cita-cita persatuan Indonesia. Hal ini sebagai isyarat bahwa Budi Utomo menuju kehidupan yang lebih luas meliputi seluruh Indonesia. Kemudian pada tahun 1935 Budi Utomo mengadakan fusi dengan PBI (Persatuan Bangsa Indonesia) suatu partai yang dipimpin dr. Sutomo. Penggabungan kedua organisasi tersebut melahirkan Partai Indonesia Raya (Parindra). Keberadaan Budi Utomo sangatlah penting dalam memajukan pendidikan dan kebuadayaan. Organisasi ini menjadi jembatan antara pejabat kolonial dan para pelajar Jawa. Budi Utomo telah mewakili aspirasi pertama rakyat Jawa ke arah kebangkitan dan juga aspirasi rakyat Indonesia. Hal ini merupakan sumbangan yang besar bagi perjuangan organisasi-organisasi pergerakan nasional lainnya.

122 Sarekat Islam Pada mulanya SI lahir karena adanya dorongan dari R.M. Tirtoadisuryo seorang bangsawan dan pedagang dari Solo. Tahun 1909, ia mendirikan perkumpulan dagang yang bertujuan untuk memberikan bantuan pada para pedagang pribumi agar dapat bersaing dengan pedagang asing. Ia kemudian mendapat dukungan dari seorang pedagang besar bernama Kyai Haji Samanhudi dan mendirikan Sarekat Dagang Islam (SDI) di Solo pada tahun Organisasi ini didasarkan pada dua hal, yakni agama Islam dan memperkuat kemampuan para pedagangan Islam agar dapat bersaing dengan pedagang asing seperti pedagang dari Tionghoa dan India. Atas usul Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto SDI berubah menjadi SI (Sarekat Islam) pada September Hal ini agar ruang gerak organisasi tidak terbatas dalam bidang perdagangan saja, tetapi juga dalam bidang lainnya. SI memiliki tujuan sebagai berikut : 1. Memajukan perdagangan 2. Membantu para anggotanya yang mengalami kesulitan dalam bidang usaha (permodalan) 3. Memajukan kepentingan rohani dan jasmani penduduk pribumi 4. Memajukan kehidupan agama Islam. Pada tahun 1913, SI mengadakan konres pertamanya di Surabaya. Dalam kongres tersebut diputuskan beberapa hal :

123 SI bukan partai politik 2. SI tidak bermaksud melawan pemerintah Belanda 3. HOS Tjokroaminoto dipilih sebagai ketua SI dan menetapkan Surabaya sebagai pusat Organisasi. Keanggotaan SI terbuka untuk semua lapisan masyarakat yang beragama Islam dan membuat SI semakin berkembang pesat. Oleh sebab itu, timbullah kekhawatiran dari pihak Gubernur Jendral Indenberg. Sehingga permohonan Sarekat Islam sebagai organisasi nasional berbadan hukum ditolak, dan hanya diperbolehkan berdiri secara lokal. Pada tahun 1914, telah berdiri sekitar 50 cabang SI di kota-kota besar seperti di Solo, Semarang, Cirebon, dan sebagainya. Pada tahun 1915, dibentuk SSI (Sentral Sarekat Islam) di Surabaya sebagai badan induk yang bertugas mengkoordinir serta memajukan organisasi SI di daerah. Pada tanggal Juni 1916 diadakan kongres SI nasional pertama di Bandung, yang dihadiri oleh 80 SI lokal dengan anggota yang telah mencapai orang. Dalam kongres disepakati istilah nasional. Artinya, SI menganggap perlunya semua suku bangsa di Indonesia ini bersatu dan membentuk satu persatuan bangsa yaitu bangsa Indonesia. SI mulai berhaluan politis yang tampak dari sikapnya yang menentang secara terbuka praktik-praktik ketidakadilan akibat sistem kapitalisme serta penindasan terhadap rakyat kecil yang dilakukan oleh pemerintah kolonial. Dari sini, Tjokroaminoto memolopori tuntutan Indonesia merdeka dengan pemerintah sendiri.

124 106 Sikap kritis SI terhadap terhadap praktik kapitalisme dan memperjuangkan rakyat kecil menarik perhatian Indische Social Demokratische Veereniging (ISDV) dari Belanda yang berhaluan marxiskomunis. ISDV menyusup ke dalam SI dan juga merekrut Semaun dan Darsono yang merupakan anggota SI yang militan dan berbakat. Dalam perkembangan selanjutnya, muncul dua kubu dalam SI, yaitu : 1. Kubu nasionalis religious atau SI Putih, dengan asas perjuangan Islam di bawah pimpinan Tjokroaminoto 2. Kubu ekonomi-degmatis yang dikenal dengan SI Merah, dengan haluan sosialis kiri (komunisme) di bawah pimpinan Semaun dan Darsono. Demi menegakkan disiplin organisasi, Semaun dan semua pengurus yang berhaluan kiri dikeluarkan dari SI. Kemudian Semaun mendirikan Perserikatan Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1920, yang kemudian berubahn menjadi Partai Komunis Indonesia pada tahun Pada Februari 1923, SI berubah nama menjadi PSI (Partai Sarekat Islam). selanjutnya dalam kongresnya tahun 1926, PSI menerapkan politik hijrah atau bersikap nonkooperatif terhadap pemerintah kolonial dengan alasan pemerintah mengabaikan hak-hak pribumi. Pada tahun 1929, PSI berubah menjadi PSII (Partai sarekat Islam Indonesia). Namun, terjadi konflik antara golongan tua dan muda, yaitu antara Cokro-Salim dengan kelompok Sukiman-Suryopranoto.

125 107 Konflik tersebut sebenarnya hanya mengenai tekanan dari tujuan PSII. Cokro-Salim menekankan asas agama, sedangkan Sukiman-Suryo menekankan asas kebangsaan. Konflik semakin memuncak sehingga pada tahunn 1932, Sukiman dan teman-temannya dipecat dari PSII dan mendirikan Partai Islam Indonesia. Kemudian, PSII kembali mengalami perpecahan menjadi tiga, yaitu PSII Tjokroaminoto, PSII Kartosuwiryo, dan PSII Abikusno. Semua partai tersebut bertahan sampai masuknya Jepang di Indonesia. 3. Indische Partij Indische Partij (IP) didirikan pada 25 Desember 1912 di Bandung oleh Tiga Serangkai yang terdiri dari Dr. Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (Danudirjo Setyabudi), dr. Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Indische Partij merupakan partai politik pertama di Indonesia yang berdasarkan pada nasionalisme. Pendirian organisasi ini merupakan kelanjutan dari Indische Bond yang merupakan organisasi Eropa-Asia yang berdiri sejak tahun Munculnya organisasi ini karena adanya sejumlah golongan orang Indo- Belanda yang dianggap lebih rendah kedudukannya dari pada orang Belanda asli (totok). Secara hukum mereka itu masuk dalam bangsa kelas I, karena kedudukan ayahnya yang orang Belanda. Namun demikian secara sosial karena ibunya orang pribumi mereka anggap lebih rendah

126 108 oleh golongan Belanda totok. Sejumlah orang dari golongan Indo Belanda itu kemudian mendirikan perkumpulan Indische Bond. Perjuangan indische Bond dilanjutkan Douwes Dekker yang merupakan campuran dimana ayahnya orang Belanda dan ibunya orang Indonesia. Ia melakukan berbagai propaganda ke seluruh Jawa pada 15 September sampai dengan 3 Oktober Dia kemudian bertemu dengan Tjipto Mangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara. Mereka mendirikan Indische Partij. Kemudian organisasi ini berkembang pesat yang tandai dengan banyaknya cabang dengan anggota. Dalam pandangan IP, Indonesia sebagai National Home semua orang keturunan bumi putera, Belanda, Cina, Arab, dan sebagainya, yang mengakui Hindia sebagai tanah air dan kebangsaannya. Organisasi ini bersifat radikal dan bergerak dalam bidang politik. Tujuan IP adalah untuk membangkitkan jiwa patriotism semua Inders terhadap tanah air yang telah memberikan lapangan hidup kepada mereka agar mereka terdorong untk bekerjasama atas dasar persamaan ketatanegaraan untuk memajukan tanah air Hindia dan untuk mempersiapkan kehidupan rakyat yang merdeka. Akar-akar nasionalisme pada IP, tampak dari pasal-pasal dalam anggaran dasarnya, sebagai berikut 1. Memeliharan nasionalisme Hindia dengan meresapkan cita-cita kesatuan kebangsaan semua Inders

127 Memberantas rasa kesombongan rasial dan keistimewaan ras baik baik dalam bidang ketatanegaraan maupun bidang kemasyarakatan 3. Memberantas usaha-usaha untuk membangkitkan kebencian agama dan sektarisme, sehingga dapat memupuk kerjasama atas dasar nasional 4. Memperkuat daya tahan rakyat Hindia dengan mengembangkan individu kearah aktivitas yang lebih besar 5. Berusaha untuk mendapatkan hak bagi semua orang Hindia 6. Memperkuat daya rakyat Hindia untuk dapat mempertahankan tanah air 7. Mengadakan unifikasi, perluasan,pendalaman, dan menghindiakan pengajaran 8. Memperbesar pengaruh Pro-Hindia di dalam pemerintahan 9. Memperbaiki keadaan ekonomi bangsa Hindia Cita-cita IP disebarluaskan melalui surat kabar De Expres, dengan semboyan Indies los van Holland yang artinya Hindia lepas dari negeri Belanda, dan Indie voor Indiers yang berarti Hindia untuk orang Hindia. IP memperkenalkan paham kebangsaan yang disebut dengan Indische Nationalism atau Nasionalisme Hindia yang tidak membedakan keturunan, suku bangsa, agama, kebudayaan, bahasa, dan adat istiadat. Kritik yang terlalu keras membuat Belanda mengawasi gerak gerik para pimpinannya dengan ketat dan menolak permohonan organisasi ini

128 110 untuk memperoleh status badan hukum pada tahun Pada tahun tersebut Belanda menangkap Tiga Serangkai dan dikirim ke Belanda. Hal ini karena Belanda merasa khawatir terhadap organisasi ini yang dianggap mengganggu ketertiban umum sebab bersifat politik. Sekaligus dinyatakan sebagai oraganisasi terlarang. Setelah IP dibubarkan dan pimpinannya menjalankan pembuangan organisasi itu kemudian bernama Insulinde. Namun organisasi itu kurang mendapat sambutan dari masyarakat. Kemudian tahun 1919 berganti nama menjadi National Indische Partij (NIP). Karena alasan kesehatan, pada 1914 Cipto Mangunkusumo dipulangkan ke Indonesia. Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara dipulangkan pada Douwes Dekker tetap terjun ke politik, sedangkan Ki Hajar Dewantara terjun ke dunia pendidikan dengan mendirikan taman siswa pada tahun 1922.

129 111 KISI-KISI KUESIONER MINAT BELAJAR SEJARAH No. Indikator Pernyataan +/- 1 Memiliki rasa tertarik terhadap halhal yang berkaitan dengan Sejarah 1. Sejarah mengandung nilai-nilai kehidupan, sehingga saya tertarik mempelajarinya 2. Pelajaran sejarah tidak menarik sehingga saya malas mengikuti pelajaran sejarah di kelas 3. Saya tertarik membaca buku komik bertema sejarah 4. Ketika saya mendapatkan buku komik bertema sejarah, saya hanya memilih untuk menyimpannya saja sebagai koleksi tanpa membacanya 5. Saya tertarik membaca artikel-artikel sejarah (koran, internet, dll) karena dapat menambah wawasan 6. Saya merasa dengan membaca buku sejarah dapat meningkatkan jiwa nasionalisme dan patriotisme 7. Saya tertarik dengan kisah perjuangan para tokoh pahlawan dengan mambaca buku sejarah 8. Saya tertarik menonton berita atau acara TV yang berkaitan dengan peringatan hari bersejarah bangsa Indonesia (Hari kemerdekaan, Hari Pahlawan, dsb) 9. Jika waktu libur telah tiba saya akan berkunjung ke museum 10. Ketika ada lomba menulis artikel tentang sejarah, saya mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba tersebut 11. Saya hanya akan menulis artikel sejarah jika mendapat tugas dari guru, itupun saya tulis dengan sembarangan saja 12. Saya tertarik untuk mengikuti seminarseminar yang berkaitan dengan sejarah No. Urut

130 112 No. Indikator Pernyataan +/- 2 Memiliki rasa suka terhadap kegiatankegiatan yang berkaitan dengan sejarah dan proses belajar sejarah 3 Senang dalam mengikuti berbagai proses belajar sejarah 1. Saya suka menonton permentasan drama bertema sejarah karena dapat mempermudah dalam memahami peristiwa sejarah 2. Saya suka menonton film tentang perjuangan seorang tokoh sejarah karena membuat saya terinspirasi untuk berbuat hal yang sama dalam kehidupan seharihari 3. Dalam pembelajaran sejarah, saya suka bermain game online daripada membaca buku teks sejarah 4. Saya tidak suka meninggalkan kelas pada saat pelajaran sejarah berlangsung 5. Membuat rangkuman materi sejarah akan mempermudah saya dalam membaca dan memahami sejarah 6. Saya tidak suka membuat rangkuman materi sejarah karena sudah ada di buku teks 7. Saya suka duduk di depan agar materi pelajaran sejarah dapat diterima dengan baik 1. Saya senang berpartisipasi dalam drama bertema sejarah karena merasa seolaholah sebagai pelaku sejarah 2. Saya senang berkunjung ke museum karena bisa belajar hal-hal baru yang tidak terdapat di buku sejarah 3. Saya senang mendengarkan penjelasan suatu peristiwa sejarah langsung dari pelaku sejarah itu sendiri 4. Jika sekolah menyelenggarakan studi lapangan di tempat-tempat bersejarah saya memilih untuk berfoto-foto tanpa memperhatikan objek bersejarah di dalamnya No. Urut Mempunyai 1. Ketika diskusi sejarah di kelas sedang + 32

131 113 No. Indikator Pernyataan +/- inisiatif dalam mengikuti proses pembelajaran sejarah 5 Bertindak aktif dalam mengikuti proses belajar sejarah 6 Memiliki kebiasaan dalam melakukan hal-hal yang berkaitan dengan proses belajar sejarah berlangsung, saya berinisiatif memberikan tanggapan terhadap permasalahan yang dibahas 2. Ketika hendak mengikuti pelajaran sejarah, saya menyiapkan diri dengan membaca buku teks pelajaran sesuai dengan topik materi yang akan diajarkan oleh guru 3. Saya merasa tidak perlu menyiapkan diri sebelum pembelajaran sejarah dimulai sebab nantinya akan dijelaskan oleh guru 1. Ketika diskusi di kelas, saya berusaha aktif dengan memberikan tanggapan terhadap permasalahan yang sedang dibahas 2. Saya bersemangat jika berkunjung dan berwisata ke candi-candi 3. Saat berdiskusi tentang sejarah di kelas, saya memilih untuk ngobrol hal-hal lain yang tidak berkaitan dengan topik yang dibahas 4. Saya aktif bertanya kepada guru dalam pembelajaran sejarah ketika terdapat materi yang tidak jelas 1. Saya terbiasa dalam memberikan saran dan masukan ketika diskusi sejarah di kelas berlangsung 2. Saya biasanya menemui guru di kantor saat jam istrahat untuk menanyakan materi yang belum saya pahami 3. Saya terbiasa tidak memberikan tanggapan/pertanyaan dalam pembelajaran sejarah karena takut jika salah 4. Saya biasanya memperhatikan dengan sungguh-sungguh dari awal pelajaran sejarah sampai akhir pelajaran No. Urut Menggemari 1. Saya gemar membaca buku sejarah yang + 30

132 114 No. Indikator Pernyataan +/- sesuatu hal yang berhubungan dengan sejarah 8 Merasa puas terhadap proses kegiatan belajar sejarah disertai gambar (ilustrasi) tokoh atau peristiwa sejarah 2. Saya tidak gemar membaca kisah tentang perjuangan para tokoh pahlawan karena mereka bukan idolaku 1. Saya merasa puas mendengarkan penjelasan tour guide pada saat berkunjung ke museum/candi 2. Saya merasa puas membaca informasi tentang sejarah melalui internet karena lebih cepat dan ringkas 3. Ketika memiliki akses internet, saya memanfaatkannya untuk media sosial daripada mencaritahu informasi tentang sejarah 4. Pada saat berkunjung ke museum/candi, saya akan mengutamakan untuk berbicara dengan teman dari pada mendengarkan tour guide, lagipula informasinya mungkin sudah ada di internet No. Urut

133 115 KUESIONER MINAT BELAJAR SEJARAH Nama : Kelas : Nama sekolah : Petunjuk : 1. Bacalah setiap pertanyaan dalam kuesioner ini dengan teliti dan jawablah setiap pertanyaan tersebut 2. Berilah tanda centang ( ) pada satu pilihan anda kedalam kolom yang tersedia (SS) = Sangat Setuju ( S ) = Setuju (TS) = Tidak Setuju (STS)= Sangat Tidak Setuju 3. Bila anda ingin memperbaiki jawaban, coret jawaban lama dengan dua garis lurus (=), kemudian beri tanda ( ) pada pilihan yang anda anggap tepat 4. Isi dengan benar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, kuesioner ini dijamin kerahasiaannya dan tidak mempengaruhi prestasi akademik kalian 5. Kuesioner ini harap dikembalikan jika sudah selesai mengerjakan No. Pernyataan SS S TS STS 1 Saya tertarik membaca artikel-artikel sejarah (koran, internet, dll) karena dapat menambah wawasan 2 Saya tertarik membaca kisah perjuangan para tokoh pahlawan dengan mambaca buku sejarah 3 Pelajaran sejarah tidak menarik sehingga saya malas mengikuti pelajaran sejarah di kelas 4 Jika waktu libur telah tiba saya akan berkunjung ke museum 5 Dalam pembelajaran sejarah, saya suka bermain game online daripada membaca buku teks sejarah 6 Saya terbiasa dalam memberikan saran dan masukan ketika diskusi sejarah di kelas berlangsung 7 Ketika memiliki akses internet, saya memanfaatkannya untuk media sosial daripada

134 116 No. Pernyataan SS S TS STS mencaritahu informasi tentang sejarah 8 Saya biasanya memperhatikan dengan sungguhsungguh dari awal pelajaran sejarah sampai akhir pelajaran 9 Saya tertarik membaca buku komik bertema sejarah 10 Ketika ada lomba menulis artikel tentang sejarah, saya mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba tersebut 11 Pada saat berkunjung ke museum/candi, saya akan mengutamakan untuk berbicara dengan teman dari pada mendengarkan tour guide, lagipula informasinya mungkin sudah ada di internet 12 Saya tertarik menonton berita atau acara TV yang berkaitan dengan peringatan hari bersejarah bangsa Indonesia (Hari kemerdekaan, Hari Pahlawan, dsb) 13 Saya merasa dengan membaca buku sejarah dapat meningkatkan jiwa nasionalisme dan patriotisme 14 Ketika diskusi di kelas, saya berusaha aktif dengan memberikan tanggapan terhadap permasalahan yang sedang dibahas 15 Jika sekolah menyelenggarakan studi lapangan di tempat-tempat bersejarah saya memilih untuk berfoto-foto tanpa memperhatikan objek bersejarah di dalamnya 16 Saya suka menonton permentasan drama bertema sejarah karena dapat mempermudah dalam memahami peristiwa sejarah 17 Ketika hendak mengikuti pelajaran sejarah, saya menyiapkan diri dengan membaca buku teks pelajaran sesuai dengan topik materi yang akan diajarkan oleh guru 18 Saya bersemangat jika berkunjung dan berwisata ke candi-candi 19 Saya aktif bertanya kepada guru dalam pembelajaran sejarah ketika terdapat materi yang tidak jelas 20 Saya tidak gemar membaca kisah tentang perjuangan para tokoh pahlawan karena mereka bukan idolaku

135 117 No. Pernyataan SS S TS STS 21 Saya tidak suka meninggalkan kelas pada saat pelajaran sejarah berlangsung 22 Sejarah mengandung nilai-nilai kehidupan, sehingga saya tertarik mempelajarinya 23 Ketika saya mendapatkan buku komik bertema sejarah, saya hanya memilih untuk menyimpannya saja sebagai koleksi tanpa membacanya 24 Saya tertarik untuk mengikuti seminar-seminar yang berkaitan dengan sejarah 25 Saya hanya akan menulis artikel sejarah jika mendapat tugas dari guru, itupun saya tulis dengan sembarangan saja 26 Membuat rangkuman materi sejarah akan mempermudah saya dalam membaca dan memahami sejarah 27 Saat berdiskusi tentang sejarah di kelas, saya memilih untuk ngobrol hal-hal lain yang tidak berkaitan dengan topik yang dibahas 28 Saya biasanya menemui guru di kantor saat jam istrahat untuk menanyakan materi yang belum saya pahami 29 Saya terbiasa tidak memberikan tanggapan/pertanyaan dalam pembelajaran sejarah karena takut jika salah 30 Saya gemar membaca buku sejarah yang disertai gambar (ilustrasi) tokoh atau peristiwa sejarah 31 Saya merasa puas membaca informasi tentang sejarah melalui internet karena lebih cepat dan ringkas 32 Ketika diskusi sejarah di kelas sedang berlangsung, saya berinisiatif memberikan tanggapan terhadap permasalahan yang dibahas 33 Saya senang mendengarkan penjelasan suatu peristiwa sejarah langsung dari pelaku sejarah itu sendiri 34 Saya tidak suka membuat rangkuman materi sejarah karena sudah ada di buku teks 35 Saya senang berpartisipasi dalam drama bertema

136 118 No. Pernyataan SS S TS STS sejarah karena merasa seolah-olah sebagai pelaku sejarah 36 Saya suka menonton film tentang perjuangan seorang tokoh sejarah karena membuat saya terinspirasi untuk berbuat hal yang sama dalam kehidupan sehari-hari 37 Saya senang berkunjung ke museum karena bisa belajar hal-hal baru yang tidak terdapat di buku sejarah 38 Saya suka duduk di depan agar materi pelajaran sejarah dapat diterima dengan baik 39 Saya merasa tidak perlu menyiapkan diri sebelum pembelajaran sejarah dimulai sebab nantinya akan dijelaskan oleh guru 40 Saya merasa puas mendengarkan penjelasan tour guide pada saat berkunjung ke museum/candi

137 119 KISI-KISI SOAL SIKLUS I Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Kasihan Kelas/Semester : XI IPS 1/2 Mata Pelajaran : Sejarah Peminatan Alokasi Waktu : 45 Menit Jumlah Soal : 20 Kompetensi Dasar Menganalisis akar-akar nasionalisme Indonesia pada masa kelahirannya dan pengaruhnya bagi masa kini Materi Pokok Tumbuhnya Kesadaran Nasional Bangsa Indonesia Indikator Nomor Tingkat Soal Kesukaran Menjelaskan pengertian nasionalisme 1 Mudah Menjelaskan pengertian pergerakan nasional 3 Sedang 10 Mudah Menguraikan faktor-faktor munculnya pergerakan 2 Sedang nasional 4 Mudah 6 Sedang 7 Sedang 12 Sedang 14 Sedang 18 Sedang 19 Sulit 20 Sulit Menganalis karakteristik pergerakan nasional 8 Sulit 11 Sedang 13 Mudah 15 Sedang

138 120 Indikator Nomor Soal 16 Tingkat Kesukaran Mudah Membandingkan perlawanan bangsa Indonesia 5 Sulit sebelum dan sesudah munculnya kesadaran 9 Sullit nasional 17 Sedang Jumlah 20

139 121 Rincian Kesukaran Soal Siklus I K.D 3.10 Tingkat Kesukaran Mudah Sedang Sulit Nomor Soal 1, 4, 10, 13, 16. 2, 3, 6, 7, 11, 12, 14, 15, 17, 18. 5, 8, 9, 19, 20. Jumlah Tingkat Kesukaran Mudah Sedang Sulit Persentase 5 25 % % 5 25 % Total 100 %

140 122 KISI-KISI SOAL SIKLUS II Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Kasihan Kelas/Semester : XI IPS 1/2 Mata Pelajaran : Sejarah Peminatan Alokasi Waktu : 45 Menit Jumlah Soal : 20 Kompetensi Dasar Menganalisis akar-akar nasionalisme Indonesia pada masa kelahirannya dan pengaruhnya bagi masa kini Materi Pokok Organisasi-Organisasi Perintis Pergerakan Nasional Indikator Mendeskripsikan latar belakang terbentuknya organisasi-organisasi perintis pergerakan nasional Menganalisis bentuk-bentuk perjuangan organisasi-organisasi perintis pergerakan nasional Menjelaskan berbagai dinamika yang terjadi di dalam organisasi-organisasi perintis pergerakan nasional Tingkat Nomor Soal Kesukaran 1 Sedang 3 Sedang 4 Mudah 11 Sedang 12 Mudah 2 Sedang 6 Sedang 9 Sedang 10 Sedang 14 Sulit 19 Sulit 20 Sulit 5 Sedang 7 Sulit 8 Sulit 13 Sedang 15 Mudah 16 Mudah 17 Mudah

141 123 Indikator Nomor Soal Tingkat Kesukaran 18 Sedang Jumlah 20

142 124 Rincian Kesukaran Soal Siklus II K.D 3.10 Tingkat Kesukaran Mudah Sedang Sulit Jumlah Tingkat Nomor Kesukaran Soal Mudah Sedang Sulit Persentase 4, 12, 15, 16, % 1, 2, 3, 5, 6, 9, 10, 11, % 13, 18 7, 8, 14, 19, % Total 100 %

143 125 SOAL TES PRESTASI SIKLUS I Sekolah : SMA N. 1 Kasihan Kelas : XI IPS 1 Mata Pelajaran : Sejarah Peminatan Waktu pengerjaan : 45 Menit Nama Siswa : No. Presensi : Hari/tanggal : Petunjuk pengerjaan 1. Tulislah identitas anda dengan lengkap 2. Ulangan bersifat close book 3. Bacalah setiap soal dengan teliti 4. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang menurut anda benar 5. Dilarang bekerjasama atau menyalin jawaban teman 6. Selamat Mengerjakan 1. Berikut adalah sikap yang mencerminkan jiwa nasionalisme, kecuali a. Cinta tanah air b. Mencintai produk-produk lokal c. Mengidolakan penyanyi K-Pop d. Bangga menjadi bagian dari bangsa dan negara e. Menyerahkan kesetiaan tertinggi kepada bangsa dan Negara 2. Munculnya pergerakan nasional bangsa Nusantara terinspirasi dari berbagai peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar negeri. Peristiwa-peristiwa di luar negeri yang dimaksud yaitu: a. Peristiwa kemerdekaan Singapura b. Peristiwa kemerdekaan Amerika Serikat c. Peristiwa kemerdekaan Korea Selatan

144 126 d. Terbentuknya Triple Aliance e. Terbentuknya Triple Entente 3. Perhatikan pernyataan berikut : (1) Mengusir penjajah (2) Menjadi negara superpower (3) Mendirikan negara yang berdaulat (4) Merebut kemerdekaan Tujuan pergerakan nasional ditunjukan oleh nomor a. (1), (2), dan (3) d. (1), (3), dan (4) b. (2), (3), dan (4) e. (1), (2), (3) dan (4) c. (1), (2), dan (4) 4. Yang dimaksud dengan politik etis yaitu a. Politik balas dendam d. politik balas budi b. Politik tata krama e. politik adu domba c. Politik bebas aktif 5. Perlawanan kerajaan-kerajaan sebelum munculnya kesadaran nasional dapat dipatahkan oleh penjajah sehingga tidak berhasil mengusir penjajah dari wilayah Nusantara. Hal ini terjadi karena faktor-faktor berikut, Kecuali a. Rakyat bergantung pada pemimpin perlawanan yang berkharisma b. Kerajaan-kerajaan Indonesia kalah dalam bidang persenjataan c. Penjajah menjanjikan kemerdekaan bagi seluruh rakyat di Nusantara d. Perlawanan masih bersifat kedaerahan e. Kerajaan-kerajaan di Nusantara mudah diadu domba oleh penjajah 6. Belanda menyelenggarakan politik etis untuk rakyat Nusantara. Salah satu bentuk politik etis tersebut yaitu: a. Belanda berhenti memonopoli perdagangan b. Belanda mengajarkan rakyat Nusantara tentang etika yang baik

145 127 c. Memberikan kesempatan kepada bangsa Nusantara untuk mengenyam pendidikan d. Belanda memberi kemerdekaan bagi bangsa Indonesia e. Belanda membentuk angkatan bersenjata untuk Indonesia 7. Kemenangan Jepang atas Rusia dalam perang pada tahun 1905 yang kemudian mampu mempengaruhi semangat nasionalisme bangsa Nusantara. Kemenangan Jepang tersebut membuktikan bahwa : a. Bangsa Asia dapat mengalahkan bangsa Eropa b. Bangsa Eropa adalah bangsa yang superpower c. Bangsa Eropa perlu ditakuti oleh bangsa Asia d. Eropa memiliki kekuatan yang menghancurkan dunia e. Bangsa Asia harus tunduk di bawah kekuasaan bangsa Barat Perhatikan pernyataan berikut untuk menjawab soal nomor 8 dan 9 (1) Perlawanan bersifat lokal atau kedaerahan (2) Perlawanan dipimpin oleh kaum pelajar (3) Perjuangan menggunakan jalur organisasi (4) Mengandalkan persenjataan yang kuat (5) Perlawanan bersifat nasional (6) Perlawanan bergantung pada pemimpin yang berkharisma 8. Karakteristik perlawanan setelah munculnya kesadaran nasional ditunjukkan oleh nomor a. (1), (2), dan (3) d. (2), (3), dan (5) b. (2), (4), dan (6) e. (1), (3), dan (6) c. (1), (4), dan (5) 9. Karakteristik perlawanan kerajaan-kerajaan sebelum munculnya kesadaran nasional ditunjukkan oleh nomor a. (1), (4), dan (6) d. (1), (3), dan (6)

146 128 b. (2), (4), dan (6) e. 2), (3), dan (5) c. (3), (4), dan (5) 10. Pergerakan nasional mulai terlihat ketika berdirinya organisasi Budi Utomo pada tahun a c e b d Pergerakan nasional dilakukan dengan menggunakan jalur organisasi. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan, kecuali a. Untuk menjaga keberlangsungan pergerakan nasional b. Kesadaran bahwa Indonesia tidak sanggup menandingi kekuatan persenjataan Belanda c. Organisasi mendatangkan anggota yang banyak sehingga bisa menandingi jumlah tentara Belanda ketika berperang d. Organisasi memungkinkan timbulnya rasa persatuan dan kesatuan e. Organisasi mampu melahirkan orang-orang yang terpelajar 12. Politik etis dirintis Belanda untuk rakyat Nusantara. Tujuan dilaksakannya politik etis, yaitu a. Untuk menyejahterakan rakyat Nusantara b. Mencegah munculnya rasa nasionalisme c. Memecah belah rakyat Nusantara d. Sebagai strategi untuk terus menjajah Nusantara e. Sebagai stretegi memperlemah perlawanan bangsa Nusantara 13. Pergerakan nasional dipelopori oleh kaum pelajar. Berikut yang bukan merupakan kaum pelajar dalam pergerakan nasional, yaitu a. Sukarno d. Diponegoro b. Moh. Hatta e. Ki Hajar Dewantara c. Tan Malaka

147 Salah satu penyebab munculnya kesadaran nasional dipengaruhi oleh kenangan kejayaan bangsa Nusantara pada masa lalu. Yang dimkasud dengan kejayaan tersebut, yaitu : a. Kehebatan kerajaan di Nusantara seperti Majapahit dan Sriwijaya b. Kekuatan kerajaan-kerajaan dalam mengusir penjajah c. Keberhasilan kerajaan-kerajaan Nusantara yang menguasai seluruh dunia d. Kehebatan kerajaan-kerajaan Nusantara dalam menghadapi bencana alam e. Kerajaan-kerajaan di Nusantara yang saling berdamai tanpa peperangan 15. Pergerakan nasional bangsa Nusantara menggunakan jalur organisasi yang didirikan oleh para pelajar. Salah satu bentuk perjuangan melalui organisasi tersebut dilakukan dengan cara a. Kampanye melalui surat kabar b. Melakukan aksi demo besar-besaran c. Menyerang markas tentara Belanda d. Menjadi budak Belanda e. Belajar memegang senjata 16. Pergerakan nasional dipelopori oleh kaum terpelajar yang kemudian mendirikan organisasi pergerakan nasional. Dimanakah para pelajar-pelajar tersebut bertemu untuk mendiskusikan tentang pergerakan nasional a. Di lokasi peperangan b. Di tempat latihan perang c. Di tempat pendidikan d. Di dalam penjara e. Di kantor Gubernur Jenderal Belanda 17. Salah satu penyebab Belanda berhasil mengalahkan perlawanan kerajaankerajaan yaitu karena Belanda melancarkan politik Devide et Impera. Apa yang dimaksud dengan politik Devide et Impera? a. Politik balas budi

148 130 b. Politik adu domba yang memecah bela c. Strategi perang dengan senjata yang canggih d. Strategi perang gerilya e. Politik etis 18. Kondisi sosial di masyarakat yang memprihatinkan memunculkan kebencian rakyat terhadap Belanda sehingga menimbulkan pergerakan nasional. Kondisi sosial yang dimaksud yaitu a. Penindasan dan ketidakadilan yang dilakukan oleh Belanda b. Munculnya kaum terpelajar di masyarakat c. Politik etis yang dilaksanakan Belanda d. Lahirnya organisasi pergerakan nasional e. Pembangunan rumah sakit oleh Belanda Perhatikan pernyataan berikut ini untuk menjawab soal nomor 19 dan 20 (1) Kesuksesan pergerakan nasional di Prancis (2) Munculnya kaum terpelajar (3) Politik etis (4) Kemenangan Jepang atas Rusia dalam perang tahun Faktor-faktor internal yang menyebabkan munculnya kesadaran nasional ditunjukkan oleh nomor a. (1) dan (2) d. (1) dan (4) b. (2) dan (3) e. (2) dan (4) c. (3) dan (4) 20. Faktor-faktor eksternal yang menyebabkan munculnya kesadaran nasional ditunjukkan oleh nomor a. (1) dan (2) d. (1) dan (4) b. (2) dan (3) e. (2) dan (4) c. (3) dan (4)

149 131 SOAL TES PRESTASI SIKLUS II Sekolah : SMA N. 1 Kasihan Kelas : XI IPS 1 Mata Pelajaran : Sejarah Peminatan Waktu pengerjaan : 45 Menit Nama Siswa : No. Presensi : Hari/tanggal : Petunjuk pengerjaan 1. Tulislah identitas anda dengan lengkap 2. Ulangan bersifat close book 3. Bacalah setiap soal dengan teliti 4. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang menurut anda benar 5. Dilarang bekerjasama atau menyalin jawaban teman 6. Selamat Mengerjakan 1. Budi Utomo merupakan organisasi modern pertama yang memberikan inspirasi kepada kaum nasionalis untuk berjuang merebut kemerdekaan. Organisasi ini didirikan tanggal 20 Mei Sehingga tanggal kelahiran organisasi ini diperingati sebagai a. Hari Sumpah Pemuda d. Hari Pahlawan b. Hari Kebangkitan Nasional e. Hari Perjuangan c. Hari Pendidikan Nasional 2. Pendirian Sarekat Dagang Islam didasarkan atas dua hal, yaitu a. Politik dan memajukan ekonomi seluruh rakyat Indonesia b. Politik dan memajukan pedagang Islam c. Agama Islam dan memajukan pedagang Islam d. Gerakan sosial dan budaya

150 132 e. Gerakan politik dan sosial 3. Indiche Partij didirikan pada tahun 1912 oleh Tiga Serangkai. Siapakah tokohtokoh tersebut? a. Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo dan Sutomo b. Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara c. Douwes Dekker, Tjokroaminoto, Ki Hajar Dewantara d. Cipto Mangunkusumo, Ki Hajar Dewantara, dan Sutomo e. Ki Hajar Dewantara, Sutomo, dan Tjokroaminoto 4. Sarekat Dagang Islam didirikan oleh Kyai Haji Samanhudi dan RM. Tirtoadisuryo di Solo pada tahun a c e b d Raden Adipati Tirtokusumo dipilih sebagai ketua Budi Utomo. Hal ini dilakukan dengan tujuan a. R.A. Tirtokusumo memaksa para pimpinan organisasi agar memilih dirinya sebagai ketua b. R.A. Tirtokusumo memiliki banyak uang c. Menarik perhatian kalangan masyarakat dan bangsawan d. Membuat pihak Belanda takut terhadap organisasi tersebut e. Menciptakan para pejuang yang mahir dalam mengangkat senjata 6. Budi Utomo (BU) pada awal terbentuknya memilih untuk berjuang di bidang sosial budaya dan tidak ingin berjuang secara politik. Hal ini karena. a. Belanda melarang organisasi politik saat itu b. BU tidak tahu cara berpolitik c. BU tidak berniat mengusir penjajah d. BU bukan organisasi pergerakan nasional e. Belanda telah berjanji memberikan kemerdekaan bagi Indonesia

151 133 Perhatikan pernyatan berikut untuk menjawab soal nomor 7 dan 8 (1) Perjuangan dilakukan melalui sosial budaya (2) Perjuangan dilakukan dengan cara politik (3) Organisasi berlaku untuk semua orang di Indonesia (4) Organisasi bersifat terbatas dan hanya untuk Jawa dan Madura (5) Menggunakan bahasa Melayu 7. Dalam Budi Utomo, terdapat perbedaan pendapat antara golongan konservatif dan golongan radikal. Hal-hal yang diinginkan oleh golongan konservatif ditunjukkan oleh nomor a. (1) dan (2) c. (1) dan (4) e. (1) dan (5) b. (1) dan (3) d. (2) dan (3) 8. Dalam Budi Utomo, terdapat perbedaan pendapat antara golongan konservatif dan golongan radikal. Hal-hal yang diinginkan oleh golongan radikal ditunjukkan oleh nomor c. (1), (2) dan (3) c. (1), (3) dan (5) e. (2), (4), dan (5) d. (2), (3) dan (4) d. (2), (3) dan (5) 9. Sejak 1916, SI (Sareakat Islam) mulai berhaluan politis yang terlihat dalam berbagai sikapnya terhadap pemerintahan Belanda. Sikap tersebut yaitu, Kecuali a. Menentang praktik ketidakadilan sistem kapitalisme b. Penindasan terhadap rakyat kecil c. HOS Tjokroaminoto sebagai ketua SI memolopori tuntutan kemerdekaan Indonesia d. Membantu Belanda menerapkan sistem ekonomi kapitalisme e. Memperjuangkan hak-hak rakyat Nusantara

152 Pada tahun 1928, Budi Utomo (BU) menambah asas perjuangannya yaitu ikut berusaha untuk melaksanakan cita-cita persatuan Indonesia. Hal ini menadakan bahwa a. BU menuju perjuangan yang lebih luas meliputi seluruh Indonesia b. BU berjuang sendiri tanpa adanya kerjasama dengan organisasi lain c. BU ingin menyatukan Indonesia di bawah pimpinan Belanda d. BU dipilih Belanda sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaan di Indonesia e. BU terapaksa ikut melaksanakan cita-cita persatuan Indonesia tanpa ada niat sama sekali 11. Indiche Partij didirikan sebagai kelanjutan dari organisasi Indische Bond. Indiche Bond didirikan karena a. Orang Indonesia tidak mendapat pendidikan yang layak b. Pemerintah Belanda mengizinkkan adanya organisasi politik c. Keturunan Indo-Belanda diberikan hak istimewa dibandingkan kaum lainnya d. Adanya sikap diskriminasi pemerintah terhadap keturunan Indo-Belanda e. Keturunan Indo-Belanda merasa bahwa merakalah yang berhak memerintah Indonesia 12. Berikut adalah orang-orang yang berperan dalam mendirikan Budi Utomo, Kecuali. a. dr. Wahidin Sudirohusodo d. Soeraji b. dr. Sutomo e. WR. Soepratman c. Gunawan Mangnkusumo 13. Atas usulan HOS Tjokroaminoto, SDI (Sarekat Dagang Islam) berubah menjadi SI (Sarekat Islam). Hal ini memiliki tujuan a. Untuk melawan pemerintah Belanda b. Agar organisasi tersebut menjadi organisasi politik

153 135 c. Agar ruang gerak organisasi tidak terbatas dalam bidang perdagangan saja, tetapi juga dalam bidang lainnya d. Agar organisasi tersebut bisa dikontrol oleh Belanda e. Supaya para pedagang Islam mendapat bantuan dana dari Belanda 14. Cita-cita IP disebarluaskan melalui surat kabar De Expres, dengan semboyan Indies los van Holland yang artinya dan Indie voor Indiers yang berarti.. a. Hindia lepas dari negeri Belanda dan Hindia untuk orang Hindia b. Hindia adalah bagian dari Belanda dan Hindia adalah Indonesia c. Hindia lepas dari Belanda dan Hindia adalah Indonesia d. Hindia menghancurkan Belanda dan Hindia untuk orang Hindia e. Hindia dipimpin oleh Belanda dan Hindia adalah alat oleh penguasa Hindia Belanda 15. Pada tahun 1935, BU mengadakan fusi dengan PBI (Persatuan Bangsa Indonesia) suatu partai yang dipimpin dr. Sutomo. Penggabungan kedua organisasi tersebut melahirkan partai yang bernama a. Partai Indonesia Raya (Parindra) b. Parta Persatuan Budi Utomo (PPBU) c. Partai Persatuan Bangsa Budi Utomo (PPBBU) d. Partai Budi Utomo Indonesia (PBUI) e. Partai Pergerakan Nasional (PPN) 16. SI (sarekat Islam) kemudian berubah nama menjadi PSI (Partai Sarekat Islam), pada tahun 1929 PSI berubah menjadi PSII (Patai Sarekat Islam Indonesia). Namun, organisasi mengalami perpecahan menjadi 4 organisasi. Organisasi tersebut antara lain, Kecuali a. Partai Islam Indonesia b. Indiche Partij c. PSII Tjokroaminoto

154 136 d. PSII Kartosuwiryo e. PSSII Abikusno 17. Suwardi Suryaningrat yang merupakah salah satu tokoh Tiga Serangkai kembali ke Indonesia pada tahun 1919 setelah menajalani masa pengasingan di Belanda. Bagaimana bentuk perjuangannya setelah kembali ke Indonesia? a. Terjun kembali ke dunia politik b. Menjadi anggota DPR c. Mendirikan taman siswa d. Mendirikan perkumpulan pedagang e. Mendirikan Budi Utomo 18. Di dalam SI terdapat dua kubu yang berbeda haluan. Sehingga Semaun dan Darsono serta pengikutnya kemudian dikeluarkan dari SI. Lalu Semaun mendirikan sebuah partai. Partai tersebut bernama. a. Partai Sarekat Islam (PSI) b. Partai PSII (Partai Sarekat Islam Indonesia) c. National Indische Partij (NIP) d. Partai Komunis Indonesia e. Partai Islam Indonesia Perhatikan Pernyataan Berikut untuk menjawab nomor 19 dan 20 (1) Memajukan pedagang Islam (2) Memajukan kepentingan rohani dan jasmani penduduk pribumi (3) Memelihara sikap nasionalisme dan patriotisme penduduk Indonesia (4) Memberantas rasa kesombongan rasial dan keistiwaan ras (5) Mengkritik kebijakan pemerintah kolonial melalui surat kabar 19. Perjuangan Sarekat Islam ditunjukkan oleh nomor.. a. (1) dan (2) c. (1), (2) dan (5) e. (2), (3) dan (4)

155 137 b. (2) dan (4) d. (1), (2) dan (4) 20. Perjuangan Indische Partij ditunjukkan oleh nomor c. (1) dan (2) c. (1), (2) dan (3) e. (3), (4) dan (5) d. (2) dan (3) d. (2), (3) dan (4)

156 138 KUNCI JAWABAN TES PRESTASI SIKLUS I 1. C 11. C 2. B 12. A 3. D 13. D 4. D 14. A 5. C 15. A 6. C 16. C 7. A 17. B 8. D 18. A 9. A 19. B 10. B 20. D

157 139 KUNCI JAWABAN TES PRESTASI SIKLUS 2 1. B 11. D 2. C 12. E 3. B 13. C 4. D 14. A 5. C 15. A 6. A 16. B 7. C 17. C 8. D 18. D 9. D 19. A 10. A 20. E

158 140 VALIDITAS KUESIONER MINAT BELAJAR Nomor Urut Kuesioner No Nama Adila E Anggi M Apheela LN Bagas C. A Cahya MAE Clarisa A. S Divka K.F.R Fajar E. N Hikmah T.U Igusti N Ikarno NTA Ineke D. P Jasmine V.L Jihan A Kharina PBS Kunta ASM Laila K. K Lulu P. R Marsya A. P Muh. TWP Nava A. D Navilla A Nuricha F Odilia DTN Rachel LEP Ramadhan N Rhenantya R Sultan PAK Tiara RT Jumlah X Validitas (Rxy) Keterangan S S R S R R R R S R T SR S S

159 141 Nomor Urut Kuesioner No Nama Adila E Anggi M Apheela LN Bagas C. A Cahya MAE Clarisa A. S Divka K.F.R Fajar E. N Hikmah T.U Igusti N Ikarno NTA Ineke D. P Jasmine V.L Jihan A Kharina PBS Kunta ASM Laila K. K Lulu P. R Marsya A. P Muh. TWP Nava A. D Navilla A Nuricha F Odilia DTN Rachel LEP Ramadhan N Rhenantya R Sultan PAK Tiara RT Jumlah X Validitas (Rxy) Keterangan S R S R S R R R SR T SR SR SR R

160 142 Nomor Urut Kuesioner No Nama Adila E Anggi M Apheela LN Bagas C. A Cahya MAE Clarisa A. S Divka K.F.R Fajar E. N Hikmah T.U Igusti N Ikarno NTA Ineke D. P Jasmine V.L Jihan A Kharina PBS Kunta ASM Laila K. K Lulu P. R Marsya A. P Muh. TWP Nava A. D Navilla A Nuricha F Odilia DTN Rachel LEP Ramadhan N Rhenantya R Sultan PAK Tiara RT Jumlah X Validitas (Rxy) Keterangan R T T T S R SR SR R R S R Keterangan R : Rendah SR : Sangat Rendah S : Sedang T : Tinggi ST : Sangat Tinggi

161 143 RELIABILITAS KUESIONER MINAT BELAJAR Rumus Mencari Reliabilitas n r11 = ( (n 1) )(1 σ i 2 σ ) t 2 r11 n σ 2 i = Reliabilitas seluruh item/soal = Jumlah item = Varians item σ 2 i = X2 ( X)2 N N σ 2 i = Jumlah varians item σ i 2 = σ σ 2 2 +σ σ 2 t = Varians Total σ 2 t = Y2 ( Y)2 N N N = Jumlah Siswa Diketahui Nomor Urut Kuesioner X X XY σ Nomor Urut Kuesioner Diketahui X X XY σ

162 144 Diketahui Nomor Urut Kuesioner X X XY σ Dari Tabel di atas sudah terdapat nilai dari X, X 2, XY, dan Varians item (σ 2 ) dari item 1 sampai 40. Maka Jumlah Varian seluruh item (σ 2 ) yaitu 13,605. Diketahui juga nilai Y = 3241 dan Y 2 = Sekarang yang harus dicari adalah nilai dari Varian total (σ 2 t), caranya sebagai berikut σ t 2 = Y 2 ( Y)2 N N σ t 2 = (3241) σ t 2 = ,69 29 σ t 2 = 2109,31 29 σ t 2 = 72,73 Setelah Varian seluruh item (σ 2 ) dan Varian total (σ 2 t) sudah dihitung, maka langsung dimasukan ke rumus Reliabiitas.

163 145 n r 11 = ( (n 1) )(1 σ i 2 σ ) t ,605 r 11 = ( )(1 (29 1) 72,73 ) r 11 = (1,04)(1 0,188) r 11 = (1,04)(0,812) r 11 = 0, 84 Jadi, Reliabilitas kuesioner minat belajar, yaitu 0,84

164 146 VALIDITAS SOAL TES PRESTASI SIKLUS I No Nama Adila E Anggi M Apheela LN Bagas C. A Cahya MAE Clarisa A. S Divka K.F.R Fajar E. N Hikmah T.U Igusti N Ikarno NTA Ineke D. P Jasmine V.L Jihan A Kharina PBS Kunta ASM Laila K. K Lulu P. R Marsya A. P Muh. TWP Nava A. D Navilla A Nuricha F Odilia DTN Rachel LEP Ramadhan N Rhenantya R Sultan PAK X Validitas (Rxy) Keterangan R R SR SR S R S SR

165 147 No Nama Adila E Anggi M Apheela LN Bagas C. A Cahya MAE Clarisa A. S Divka K.F.R Fajar E. N Hikmah T.U Igusti N Ikarno NTA Ineke D. P Jasmine V.L Jihan A Kharina PBS Kunta ASM Laila K. K Lulu P. R Marsya A. P Muh. TWP Nava A. D Navilla A Nuricha F Odilia DTN Rachel LEP Ramadhan N Rhenantya R Sultan PAK X Validitas (Rxy) Keterangan SR R SR R S SR S R S T Keterangan R : Rendah SR : Sangat Rendah S T : Sedang : Tinggi : Nomor Soal yang Tidak Valid

166 148 RELIABILITAS SOAL TES PRESTASI BELAJAR SIKLUS I Untuk mengetahui reliabilitas instrumen soal tes prestasi, maka digunakan rumus Spearman-Brown dengan teknik belah dua, yaitu: Keterangan: r 11 = 2. r r r1/21/2 = korelasi antara skor-skor setiap belahan tes = koefesien reliabilitas r11 No. X Y X 2 Y 2 XY

167 149 No. X Y X 2 Y 2 XY Jumlah ( ) Untuk mencari reliabilitas, pertama-tama harus mencari korelasi antara skor-skor setiap belahan tes (r 1/21/2). r 1 1 N XY ( X)( Y) 2 2= {N X 2 ( X) 2 }{N Y 2 ( Y) 2 } r x1457 (195).(207) 2 2 = {28x1407 (195) 2 }{28x1567 (207) 2 } r = ( )( )

168 150 r = (1371)(1027) r = r = 1186,6 r = 0,363 Setelah menemukan nilai korelasi antara skor-skor setiap belahan tes (r1/21/2), maka langsung dimasukan ke dalam rumus reliabilitas berikut. r 11 = 2. r r r 11 = 2 x 0, ,363 r 11 = 0,726 1,363 r 11 = 0, 53 Jadi, Reliabilitas Soal Tes Siklus I yaitu 0, 53

169 151 VALIDITAS SOAL TES PRESTASI SIKLUS II No Nama Adelia M. K Anggi M Anindita R Apheela L.N.P Bagas C. A Cahyaning MAE Clarisa A. S Divka K. F. R Fajar E. N Hikmah T. U Igusti N Ikarno N. T. A Ineke D. P Jasmine V. K. L Jihan A Kharina P.E.B.S Kunta A. S. M Laila K. K Lulu P. R Marsya A. P Muh.TWP Nava A. D Nuricha F Odilia D. T. N Rachel L. E. P Ramadhan N. W Rhenantya R. D Sultan P. A. K Tiara R. T X Validitas (Rxy) Ket SR R R R S SR SR R SR

170 152 No Nama Adelia M. K Anggi M Anindita R Apheela L.N.P Bagas C. A Cahyaning M A.E Clarisa A. S Divka K. F. R Fajar E. N Hikmah T. U Igusti N Ikarno N. T. A Ineke D. P Jasmine V. K. L Jihan A Kharina P.E.B.S Kunta A. S. M Laila K. K Lulu P. R Marsya A. P Muhammad TWP Nava A. D Nuricha F Odilia D. T. N Rachel L. E. P Ramadhan N. W Rhenantya R. D Sultan P. A. K Tiara R. T X Validitas (Rxy) Ket R S R T S SR SR SR R S Keterangan R : Rendah T : Tinggi SR : Sangat Rendah S : Sedang : Nomor Soal yang Tidak Valid

171 153 RELIABILITAS SOAL TES PRESTASI BELAJAR SIKLUS II No X Y X 2 Y 2 XY Jumlah ( )

172 154 Untuk mencari reliabilitas, pertama-tama harus mencari korelasi antara skor-skor setiap belahan tes (r1/21/2). r 1 1 N XY ( X)( Y) 2 2= {N X 2 ( X) 2 }{N Y 2 ( Y) 2 } r x2031 (259).(227) 2 2 = {29x2337 (259) 2 }{29x1811 (227) 2 } r = ( )( ) r = (692)(990) r = r = ,7 r = 0,13 Setelah menemukan nilai korelasi antara skor-skor setiap belahan tes (r1/21/2), maka langsung dimasukan ke dalam rumus reliabilitas berikut. r 11 = 2. r r r 11 = 2 x 0, ,13 r 11 = 0,26 1,13 r 11 = 0, 23 Jadi, Reliabilitas Soal Tes Siklus II yaitu 0, 23

173 155 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DI KELAS SECARA UMUM Sekolah : Kelas : Jam ke : Mata Pelajaran : Praktikan : Hari, tanggal : NO. BUTIR-BUTIR SASARAN YA TIDAK 1. Guru membuka Pelajaran 2. Guru mengabsen/menyebut nama 3. Suara guru jelas 4. Guru memakai media 5. Guru memakai alat peraga 6. Guru sering bertanya kepada siswa 7. Pertanyaan guru diajukan ke perorangan 8. Pertanyaan guru diajukan kepada kelas 9. Guru memanfaatkan penguatan 10. Guru memberi tugas rumah 11. Sikap guru serius 12. Sikap guru santai 13. Guru menulis di papan tulis 14. Guru umumnya duduk di kursi 15. Guru sering berjalan ke belakang, ke samping, dan ke tengah 16. Guru membuat rangkuman pelajaran 17. Evaluasi diberikan kepada hal-hal berikut: a. setiap indikator/tujuan pembelajaran b. sekelompok indikator/tujuan pembelajaran

174 156 Sekolah : Kelas : Jam ke : Mata Pelajaran : Praktikan : Hari, tanggal : LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DI KELAS NO. ASPEK-ASPEK YANG DIAMATI YA TIDAK I PRA PEMBELAJARAN 1. Memeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran, dan media 2. Memeriksa kesiapan siswa II. MEMBUKA PEMBELAJARAN 1. Melakukan kegiatan apersepsi 2. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan rencana kegiatannya III KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN A. Penguasaan materi pembelajaran 1. Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran 2. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan 3. Menyampaikan materi sesuai dengan hierarki belajar 4. Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan B. Pendekatan/strategi pembelajaran 1. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai 2. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan

175 157 NO. ASPEK-ASPEK YANG DIAMATI YA TIDAK tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa. 3. Melaksanakan pembelajaran secara runtut 4. Melaksanakan pembelajaran yang terkoordinasi 5. Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual 6. Mengakomodasi adanya keragaman budaya Nusantara 7. Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif 8. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan waktu yang telah dialokasikan C. Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar 1. Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan media 2. Menghasilkan pesan yang menarik 3. Menggunakan media secara efektif dan efisien 4. Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media D. Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa 1. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran 2. Merespons positif partisipasi siswa 3. Memfasilitasi terjadinya interaksi guru-siswa dan Siswa-siswa 4. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons siswa 5. Menunjukkan hubungan antarpribadi yang

176 158 NO. ASPEK-ASPEK YANG DIAMATI YA TIDAK kondusif 6. Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa dalam belajar E. Penilaian proses dan hasil belajar 1. Melakukan penilaian awal 2. Memantau kemajuan belajar 3. Memberikan tugas sesuai dengan kompetensi 4. Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi F. Penggunaan bahasa 1. Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancer 2. Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar 3. Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai IV PENUTUP A. Refleksi dan rangkuman pembelajaran 1. Melakukan refleksi pembelajaran dengan melibatkan siswa 2. Menyusun rangkuman dengan melibatkan siswa B. Pelaksanaan tindak lanjut 1. Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai bagian 2. Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai bagian pengayaan

177 159 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DI KELAS Sekolah : Kelas : Jam ke : Mata Pelajaran : Praktikan : Hari, tanggal : NO. BUTIR-BUTIR SASARAN YA TIDAK 1. Siswa siap mengikuti proses pembelajaran 2. Siswa memperhatikan penjelasan guru/peneliti 3. Siswa bertanya kepada guru/peneliti dan mencari permasalahan yang akan dipecahkan 4. Siswa menjawab pertanyaan guru/peneliti/teman 5. Siswa memecahkan permasalahan dengan membaca materi pelajaran dari buku atau internet 6. Siswa mencatat hal-hal penting 7. Siswa bekerjasama dengan teman melalui diskusi kelompok 8. Siswa mengerjakan tugas dengan baik 9. Siswa menulis laporan hasil diskusi 10. Siswa melaporkan hasil diskusi secara lisan di depan kelas 11. Siswa membuat kesimpulan materi yang barusan dibahas

178 160 Jadwal Penelitian Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Persiapan X X Permohonan izin X Pengumpulan data X Analisis data X X Penyusunan laporan X X

179 161

180 162

181 163

182 164 DOKUMENTASI PELAKSANAAN PENELITIAN Peneliti menjelaskan tujuan pembelajaran Peneliti menjawab pertanyaan siswa terkait tugas diskusi kelompok

183 165 Diskusi kelompok

184 166 Presentasi Hasil Diskusi Kelompok di Depan Kelas