DASAR TARI 1. DASAR TARI 1 Oleh : Gusyanti. Semester I. XI Semester I. Oleh : Gusyanti. Untuk SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "DASAR TARI 1. DASAR TARI 1 Oleh : Gusyanti. Semester I. XI Semester I. Oleh : Gusyanti. Untuk SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN"

Transkripsi

1 DASAR TARI 1 Untuk SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN XI Semester I Semester I DASAR TARI 1 Oleh : Gusyanti Oleh : Gusyanti

2 DASAR TARI 1 Untuk SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN XI Semester I Oleh : Gusyanti

3 ii Direktorat Pembinaan SMK 2013

4 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan kekuatan, rahmat, dan hidayah-nya sehingga Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dapat menyelesaikan penulisan modul dengan baik. Modul ini merupakan bahan acuan dalam kegiatan belajar mengajar peserta didik pada Sekolah Menengah Kejuruan bidang Seni dan Budaya (SMK-SB). Modul ini akan digunakan peserta didik SMK-SB sebagai pegangan dalam proses belajar mengajar sesuai kompetensi. Modul disusun berdasarkan kurikulum 2013 dengan tujuan agar peserta didik dapat memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan di bidang Seni dan Budaya melalui pembelajaran secara mandiri. Proses pembelajaran modul ini menggunakan ilmu pengetahuan sebagai penggerak pembelajaran, dan menuntun peserta didik untuk mencari tahu bukan diberitahu. Pada proses pembelajaran menekankan kemampuan berbahasa sebagai alat komunikasi, pembawa pengetahuan, berpikir logis, sistematis, kreatif, mengukur tingkat berpikir peserta didik, dan memungkinkan peserta didik untuk belajar yang relevan sesuai kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) pada program studi keahlian terkait. Disamping itu, melalui pembelajaran pada modul ini, kemampuan peserta didik SMK-SB dapat diukur melalui penyelesaian tugas, latihan, dan evaluasi. Modul ini diharapkan dapat dijadikan pegangan bagi peserta didik SMK-SB dalam meningkatkan kompetensi keahlian. Jakarta, Desember 2013 Direktur Pembinaan SMK Direktorat Pembinaan SMK 2013 iii

5 iv Direktorat Pembinaan SMK 2013

6 Diunduh dari BSE.Mahoni.com Gerak Dasar Tari DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... GLOSARIUM... DESKRIPSI MODUL... CARA PENGGUNAAN MODUL... KOMPETENSI INTI/KOMPETENSI DASAR... ii iii v vii ix xi xiii xv UNIT PEMBELAJARAN UNIT I GERAK DASAR TARI... A. Ruang Lingkup Pembelajaran... 1 B. Tujuan... 1 C. Kegiatan Belajar... 2 D. Mengamati... 2 E. Menanya... 2 F. Mengumpulkan Data/Mencoba/Eksperimen... 2 G. Mengasosisikan/Mendiskusikan... 3 H. Mengkomunikasikan/Menyajikan... 3 I. Penyajian Materi... 3 J. Rangkuman K. Penilaian L. Refleksi UNIT II. RANTAYA PUTERA ALUS A. Ruang Lingkup B. Tujuan C. Kegiatan Belajar D. Mengamati E. Menanya F. Mengumpulkan Data/Mencoba/Eksperimen G. Mengasosisikan/Mendiskusikan H. Mengkomunikasikan/ Menyajikan I. Penyajian Materi Direktorat Pembinaan SMK 2013 v

7 J. Rangkuman K. Penilaian L. Refleksi UNIT III. RANTAYA PUTERA GAGAH A. Ruang Lingkup Pembelajaran B. Tujuan C. Kegiatan Belajar D. Mengamati E. Menanya F. Mengumpulkan Data/ Mencoba/ Eksperimen G. Mengasosisikan/Mendiskusikan H. Mengkomunikasikan/ Menyajikan I. Penyajian Materi J. Rangkuman K. Penilaian L. Refleksi UNIT IV. RANTAYA PUTERI A. Ruang Lingkup B. Tujuan C. Kegiatan Belajar D. Mengamati E. Menanya F. Mengumpulkan Data/ Mencoba/ Eksperimen G. Mengasosisikan/Mendiskusikan H. Mengkomunikasikan/Menyajikan I. Penyajian Materi J. Rangkuman K. Penilaian L. Refleksi M. Referensi vi Direktorat Pembinaan SMK 2013

8 DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Tolehan ke kiri... 3 Gambar 2. Tolehan ke kanan... 3 Gambar 3. Coklekan kiri... 4 Gambar 3. Coklekan kiri... 4 Gambar 4. Coklekan kanan... 4 Gambar 5. Pacak gulu... 4 Gambar 6. Noleh kiri... 4 Gambar 7. Noleh kanan... 5 Gambar 8. Lenggut... 5 Gambar 9. Ngithing... 5 Gambar 10. Ngrayung... 5 Gambar 11. Nyempurit... 6 Gambar 12. Ngepel... 6 Gambar 13. Mbaya Mangap... 6 Gambar 14. Mingkis Kiri... 6 Gambar 15. Hit 1 Nyembah... 7 Gambar 16. Hit 2 Tangan tunai... 7 Gambar 17. Tangan kiri ngithing di lutut kiri... 8 Gambar 18. Tangan kanan ngithing di paha kanan... 8 Gambar 19. Seblak kanan... 9 Gambar 20. Seblak kiri... 9 Gambar 21. Ndegeg, Mendhak, Mayuk Gambar 22. Leyek kanan Gambar 23. Leyek kiri Gambar 24. Ogek lambung kanan Gambar 25. Ogek lambung kiri Gambar 26. Tanjak mayung Gambar 27. Tanjak gantung Gambar 28. Meger timun Gambar 29. Impur Gambar 30. Jengkeng Gambar 31. Debeg Gambar 32. Gejug Gambar 33. Tanjak kanan Direktorat Pembinaan SMK 2013 vii

9 Gambar 34. Kaki kanan ditarik ke ibu jari kaki kiri Gambar 35. Tanjak kanan Gambar 36. Kaki kanan ditarik ke polok kaki kiri Gambar 37. Medhak mayungi Gambar 38. Kaki kanan ditarik disamping betis kiri Gambar 39. Medhak mayungi Gambar 40. Kaki kanan ditarik ke belakang betis kiri Gambar 41. Kedua ibu jari dipertemukan, kedua telapak kaki Tetap napak di lantai Gambar 42. Kedua tumit dipertemukan, telapak kaki membuka Di depan, telapak kaki tetap napak di lantai Gambar 43. Pancatan kaki viii Direktorat Pembinaan SMK 2013

10 GLOSARIUM debeg : menghentakkan (bagian depan) telapak kaki pada lantai tari dengan lembut. gejug: gedrug: 'hentakan kaki : satu kaki berdiri pada jendul telapak, tepat di belakang tumit kaki yang lain gerak dasar : gerak yang menjadikan dasar dalam mempelajari gerak tari laku dhodhok (jalan berjongkok) : berjalan sambil berjongkok, dengan menapakkan lutut di lantai dan menarik kaki yang lain ke depan. Penari putri dengan kedua lututnya ditapakkan, dan bergerak lurus ke depan; sedang penari laki-laki dengan satu lutut, sehingga gerakan ke depan itu menjadi berzig-zag. Tangan boleh diletakkan di atas lutut, atau boleh juga memegangi pergelangan kaki, untuk membantu menarik kaki itu maju. Untuk penari laki-laki juga boleh menaruh satu tangannya di depan lutut. Catatan: cara berjalan seperti ini merupakan bagian dalam tatakrama resmi di keratonkeraton Jawa, sebagai pernyataan kerendahan diri di hadapan orang-orang yang tinggi derajatnya lenggut (angguk) : gerakan kepala dilakukan oleh penari putri: pada saat berlutut (jèngkèng), mula-mula kepala digerakkan ke depan, kemudian diturunkan dan ditarik ke arah tubuh dengan gerakan memutar perlahan dan lemah gemulai. Saat mengikuti gerakan kepala ini bagian atas tubuh mula-mula condong ke depan, kemudian lurus lagi. Direktorat Pembinaan SMK 2013 ix

11 Catatan: gerakan kepala ini bisa juga dilakukan sambil berdiri lèyèk (condong) : berdiri dengan kedua kaki saling berdekatan, berat tubuh dialihkan ke satu kaki, sehingga tubuh condong ke satu sisi. Kepala berpaling ke sisi yang sama. Ketika berdiri dalam tanjak, posisi kaki disesuaikan. Jika tubuh condong ke sisi kiri, kaki berubah ke tanjak kanan, dan sebaliknya. magak ( istilah untuk pola kendangan) Mangenjali (melakukan gerakan memuja) tari daerah setempat : berdiri dalam tanjak, salah satu lengan (biasanya lengan kiri) melakukan gerakan mengalun ke sisi tubuh, dengan lemah gemulai menekuk dan meluruskan pergelangan serta siku ini merupakan gerak antara, dilakukan pada akhir bagian sesuatu gerakan : istilah lain untuk gerakan seperti diuraikan dalam sembah : tari yang mempunyai ciri-ciri khas daerah tertentu tari daerah lain : tari yang ada di luar daerah tertentu tari Nusantara : tari yang ada didaerah-daerah tertentu di seluruh nusantara x Direktorat Pembinaan SMK 2013

12 DESKRIPSI MODUL Modul Dasar Tari I Rantaya Gaya Surakarta merupakan modul yang berisikan materi ajar untuk memberikan pengertian serta teknik bergerak gerak-gerak tari tradisi setempat, dalam hal ini adalah tari gaya Surakarta. Teknik bergerak gerak tari yang benar akan memberikan kemudahan dalam melakukan gerak tari secara berkelanjutan. Maksudnya, dengan melakukan gerak dasar tari dengan teknik yang benar maka dalam melakukan gerak- gerak tari untuk tari yang lebih rumit dan kompleks akan lebih mudah. Teknik melakukan gerak dasar tari gaya Surakarta yang akan dibahas dalam modul ini meliputi: Teknik Gerak Dasar Tari (gerak tangan, kepala, badan, dan kaki), Ragam Gerak Tari Rantaya Putera Alus, Ragam Gerak Tari Rantaya Putera Gagah, dan Ragam Gerak Tari Rantaya Puteri. Direktorat Pembinaan SMK 2013 xi

13 xii Direktorat Pembinaan SMK 2013

14 CARA PENGGUNAAN MODUL Untuk menggunakan Modul Dasar Tari I Rantaya Gaya Surakarta ini perlu diperhatikan: 1. Kompetensi Inti dan Kompetensi dasar yang ada di dalam kurikulum 2. Materi dan sub-sub materi pembelajaran yang tertuang di dalam silabus 3. Langkah-langkah pembelajaran atau kegiatan belajar selaras model saintifik Langkah-langkah penggunaan modul: 1. Perhatikan dan pahami peta modul dan daftar isi sebagai petunjuk sebaran materi bahasan 2. Modul dapat dibaca secara keseluruhan dari awal sampai akhir tetapi juga bisa dibaca sesuai dengan pokok bahasannya 3. Modul dipelajari sesuai dengan proses dan langkah pembelajarannya di kelas 4. Bacalah dengan baik dan teliti materi tulis dan gambar yang ada di dalamnya. 5. Tandailah bagian yang dianggap penting dalam pembelajaran dengan menyelipkan pembatas buku. Jangan menulis atau mencoret-coret modul 6. Kerjakan latihan-latihan yang ada dalam unit pembelajaran 7. Tulislah tanggapan atau refleksi setiap selesai mempelajari satu unit pembelajaran Direktorat Pembinaan SMK 2013 xiii

15 xiv Direktorat Pembinaan SMK 2013

16 KOMPETENSI INTI/ KOMPETENSI DASAR Bidang Keahlian Program Keahlian Mata Pelajaran : Seni Pertunjukan : Seni Tari : Dasar Tari Kelas: X KOMPETENSI INTI 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. Menghayati perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 3. Memahami, menganalisis serta menerapkan pengetahuan faktual, dan konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, Direktorat Pembinaan SMK 2013 KOMPETENSI DASAR 1.1 Meyakini anugerah Tuhan pada pembelajaran Gerak Dasar Tari sebagai amanat untuk kemaslahatan umat manusia. 2.1 Menghayati sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, responsif, dan aktif dalam proses pembelajaran Dasar Tari. 2.2 Menghayati pentingnya gotong royong, kerjasama, dan cinta damai sebagai hasil pembelajaran Dasar Tari. 2.3 Menghayati pentingnya rasa peduli terhadap keberadaan dan perkembangan Dasar Tari. 2.4 Memahami pentingnya Dasar Tari dalam pelaksanaan ritual sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 3.1 Memahami dasar tari daerah setempat 3.2 Memahami dasar tari putri daerah setempat 3.3 Memahami dasar tari putra daerah setempat 3.4 Memahami dasar tari daerah lain 3.5 Memahami dasar tari dengan wirama, xv

17 KOMPETENSI INTI dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. KOMPETENSI DASAR wirasa, wiraga 4.1 Melakukan dasar tari daerah setempat 4.2 Melakukan dasar tari putri sesuai dengan gaya daerah setempat 4.3 Melakukan dasar tari putra sesuai dengan gaya daerah setempat 4.4 Melakukan dasar tari daerah lain 4.5 Melakukan dasar tari dengan wirama, wirasa, wiraga xvi Direktorat Pembinaan SMK 2013

18 UNIT 1 TEKNIK GERAK DASAR TARI A. Ruang Lingkup Pembelajaran Gerak Dasar Tari: 1. Teknik Gerak Kepala 2. Teknik Gerak Tangan 3. Teknik Gerak Badan 4. Teknik Gerak Kaki Teknik Gerak Dasar Tari Rantaya Putera Alus Dasar Tari I Gaya Surakarta Rantaya Putera Gagah Rantaya Putri B. Tujuan Setelah mempelajari modul ini peserta didik diharapkan dapat: 1. mengidentifikasi teknik gerak dasar tari I gaya Surakarta dengan tepat; 2. mendeskripsikan berbagai teknik gerak pada gerak dasar tari I gaya Surakarta dengan tepat dan benar; 3. mengeksplorasi teknik gerak dasar tari I gaya Surakarta dengan benar; dan 4. memperagakan teknik gerak dasar tari I gaya Surakarta sesuai dengan iringan. Direktorat Pembinaan SMK

19 C. Kegiatan Belajar 1. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dengan tujuan mencapai Kompetensi dasar. 2. Dengan bimbingan guru, peserta didik melakukan berbagai teknik gerak tari dengan penekanan melakukan gerakan pada anggota tubuh tertentu secara benar dan lemah gemulai. Dalam hal ini penekanan pada teknik gerak kepala, tangan, badan, dan kaki serta kombinasi dari berbagai gerak yang menunjukkan ragam gerak yang beragam. D. Mengamati Peserta didik mengamati teknik gerak dasar tari gaya Surakarta dengan berbagai media yang ada. Hasil pengamatan dicatat seperlunya sebagai acuan dalam latihan selanjutnya. Media yang digunakan dapat berupa VCD atau pengamatan langsung. Obyek yang diamati adalah: 1. Teknik Gerak Kepala 2. Teknik Gerak Tangan 3. Teknik Gerak Badan 4. Teknik Gerak Kaki 5. Teknik Gerak Koordinasi. E. Menanya. 1. Tanyakan kepada ahli dengan wawancara mengenai teknik gerak dasar tari gaya Surakarta: a. Apa yang harus dipelajari dalam mempelajari gerak dasar tari? b. Teknik apa saja yang harus dikuasai dalam mempelajari gerak dasar tari? 2. Tuliskan hasil wawancara yang sudah dilakukan! F. Mengumpulkan Data/Mencoba/Eksperimen 1. Kumpulkan data yang berkaitan dengan obyek studi: a. Aspek-aspek yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran Dasar Tari. b. Melakukan berbagai teknik gerak dasar tari. 2. Melakukan berbagai teknik gerak dasar tari. 2 Direktorat Pembinaan SMK 2013

20 G. Mengasosiasikan/Mendiskusikan Diskusi dengan teman sekelompok Anda mengenai hal-hal berikut ini: 1. Berbagai teknik gerak dasar tari. 2. Tulislah hasil diskusi yang dilakukan! H. Mengkomunikasikan/Menyajikan/Membentuk Jaringan 1. Presentasikan semua hasil belajar yang sudah dilakukan: a. Memperagakan berbagai gerak Dasar Tari b. Memperagakan berbagai ragam gerak Dasar Tari. 2. Presentasikan di hadapan teman dan guru/ pemeran di sekolah/ luar sekolah. Catatlah masukan-masukan/kritik dari guru atau teman-teman sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan dan kemajuan Anda I. Penyajian Materi Teknik Gerak Dasar Tari Gaya Surakarta 1. Gerak Kepala Gerak kepala merupakan bagian dari keseluruhan gerak dasar tari yang memiliki teknik tertentu dalam melakukannya. Ada banyak gerak kepala yang dapat dilakukan dalam gerak tari. Teknik gerak kepala: Gambar 1. Tolehan ke kiri Gambar 2. Tolehan ke kanan Direktorat Pembinaan SMK

21 Gambar 3. Coklekan kiri. Gambar 4. Coklekan kanan. a. Gerak Kepala Gambar 5. Pacak gulu Gambar 6. Noleh kiri 4 Direktorat Pembinaan SMK 2013

22 Gambar 7. Noleh kiri Gambar 8. Lenggut 2. Gerak Tangan. Gerak tangan merupakan bagian dari keseluruhan gerak dasar tari yang memiliki teknik tertentu dalam melakukannya. Ada banyak gerakan tangan yang dapat dilakukan dalam gerak tari. Berikut ini berbagai contoh teknik dan motif gerak tangan: a. Sikap gerak Tangan. Gambar 9. Ngithing Gambar 10. Ngrayung Direktorat Pembinaan SMK

23 Gambar 11. Nyempurit Gambar 12. Ngepel. Gambar 13. Mbaya mangap Gambar 14. Mingkis kiri 6 Direktorat Pembinaan SMK 2013

24 b. Motif Gerak Tangan. 1) Udhar Asta Gambar 15. Hit 1 Nyembah Gambar 16. Hit 2 Tangan turun Direktorat Pembinaan SMK

25 2) Seleh Asta Gambar 17. Tangan kiri ngithing di lutut kiri Gambar 18. Tangan kanan ngithing di paha kanan 8 Direktorat Pembinaan SMK 2013

26 3) Seblak Sampur Gambar 19. Seblak kanan Gambar 20. Seblak kiri Direktorat Pembinaan SMK

27 3. Gerak Badan Gerak badan merupakan bagian dari keseluruhan gerak dasar tari yang memiliki teknik tertentu dalam melakukannya. Ada banyak gerakan badan yang dilakukan dalam gerak tari. Berikut ini beberapa contoh teknik dan motif gerak badan: a. Sikap Badan Gambar 21. Ndegeg, Mendhak, Mayuk Gambar 22. Leyek kanan 10 Direktorat Pembinaan SMK 2013

28 . Gambar 23. Leyek Kiri b. Motif Gerak badan: 1) Ogek Lambung Gambar 24. Ogek lambung kanan Direktorat Pembinaan SMK

29 Gambar 25. Ogek lambung kiri 4. Gerak Kaki. Gerak kaki merupakan bagian dari keseluruhan gerak yang memiliki teknik tertentu dalam melakukannya. Ada banyak gerakan kaki yang dapat dilakukan dalam gerak dasar tari gaya Surakarta. Berikut ini beberapa teknik dan motif gerak kaki: a. Sikap Kaki: Gambar 26. Tanjak mayung Gambar 27. Tanjak Gantung 12 Direktorat Pembinaan SMK 2013

30 Gambar 28. Mager Timun Gambar 29. Impur Gambar 30. Jengkeng Direktorat Pembinaan SMK

31 Gambar 31. Debeg Gambar 32. Gejug b. Motif Gerak Kaki. 1) sèrèd: menarik Pada gerak ini kaki berdiri dalam posisi tanjak kanan, kaki kanan ditarik ke arah sisi dalam kaki kiri, sampai tumit menyentuh jari kaki atau tumit kaki kiri. Namun pada umumnya tumit lebih cenderung menyentuh jari kaki daripada tumit kaki kiri. Ada beberapa orang yang membedakan dasar gerakan yang berpedoman pada dua gerakan berikut: jika gerakan dimulai dengan tanjak, kaki ditarik ke arah pergelangan kaki, dan jika gerakan itu diikuti langkah maju, maka kaki ditarik ke arah jari kaki. Berikut contoh gerak kaki: a) Seredan jempol Gambar 33. Tanjak Kanan Gambar 34.Kaki kanan ditarik ke ibu jari kaki kiri 14 Direktorat Pembinaan SMK 2013

32 b) Seredan Polok Gambar 35.Tanjak Kanan c) Junjungan Kaki Samping Gambar 36.Kaki kanan ditarik ke polok kaki kiri. Gambar.37 Mendhak mayungi Gambar. 38.Kaki kanan ditarik disamping betis kiri Direktorat Pembinaan SMK

33 d) Junjungan Kaki di Belakang Betis. Gambar 39. Mendhak mayungi Gambar 40.Kaki kanan ditarik ke belakang betis kiri e) Gèngser - kèngser: lari terdesak Pada gerakan ini kaki bergerak menggeser atau menyeret ke samping, dengan mengangkat tumit dan jari-jari kaki secara bergantian, dan berdiri dengan kedua kaki saling berdekatan, atau dalam tanjak. Dengan demikian sebagian telapak kaki selalu bersentuhan dengan lantai. Biasanya lutut agak dibengkokkan, sedang tubuh tetap dalam posisi tegak. Berikut contoh gambar kèngser: Gambar 41. Kedua ibu jari dipertemukan, kedua telapak kaki tetap napak di lantai. 16 Direktorat Pembinaan SMK 2013

34 Gambar 42. Kedua tumit dipertemukan, telapak kaki membuka di depan, telapak kaki tetap napak di lantai. f) Pancatan Kaki. Gambar 43. Pancatan Kaki Direktorat Pembinaan SMK

35 J. Rangkuman Gerak dasar pada gerak dasar tari terbagi menjadi: 1. Gerak kepala 2. Gerak tangan 3. Gerak badan 4. Gerak kaki K. Penilaian 1. Penilaian Diri Penilaian yang dilakukan selama proses pembelajaran sampai tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penilaian diri dapat berupa catatancatatan tentang masing-masing peserta didik dalam pelaksanaan pembelajaran. Kumpulan catatan mengenai perkembangan peserta didik dalam penguasaan materi dapat dikatakan sebagai portofolio. Portofolio ini menjadi bagian dalam menentukan penilaian akhir. 2. Penilaian Kompetensi ( Sikap 40%, Pengetahuan 30%, dan Keterampilan 30%). Penilaian kompetensi terdapat tiga ranah, yaitu Penilaian Sikap, penilaian pengetahuan, dan penilaian keterampilan. Beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan saat melakukan penilaian sikap yaitu keantusiasan terhadap materi pembelajaran, semangat mengikuti pelatihan, mampu bersosialisasi dan bekerjasama dengan baik sesame teman, mempunyai inisiatif tinggi, kemampuan berkomunikasi dengan guru serta mempunyai sifat optimis. Kriteria-kriteria yang perlu dipertimbangkan ketika melakukan penilaian pengetahuan adalah semangat mencari sumber belajar, kemampuan untuk memahami materi pembelajaran secara teori, kemampuan untuk memahami filosofi serta mampu menjawab pertanyaan baik secara tertulis maupun lisan dengan baik. Adapun kriteria yang dipertimbangkan saat melakukan penilaian keterampilan adalah kemampuan melakukan gerakan dengan teknik yang benar sesuai instruksi guru. Beberapa jenis penilaian otentik beserta uraian singkatnya sebagai berikut: 1. Penilaian Kinerja Pada saat melakukan penelitian otentik, peserta didik sebaiknya dilibatkan atau dimotivasi untuk berpartisipasi, khususnya mengenai proses dan aspek-aspek yang akan dinilai. Misalnya Guru dapat meminta para peserta didik menyebutkan unsur-unsur proyek/tugas 18 Direktorat Pembinaan SMK 2013

36 yang akan mereka gunakan untuk menentukan kriteria penyelesaiannya. Dengan menggunakan informasi ini, guru dapat memberikan umpan balik terhadap kinerja peserta didik baik dalam bentuk laporan naratif maupun laporan kelas. Ada beberapa cara berbeda untuk merekam hasil penilaian berbasis kinerja: a. Daftar cek (checklist). Digunakan untuk mengetahui apakah unsurunsur tertentu dari indikator atau subindikator muncul atau tidak dalam sebuah peristiwa atau tindakan. b. Catatan anekdot/narasi (anecdotal/narative records). Digunakan oleh guru untuk menulis laporan narasi tentang apa yang dilakukan oleh masing-masing peserta didik selama melakukan tindakan. Dari laporan tersebut, guru dapat menentukan seberapa baik peserta didik memenuhi standar yang ditetapkan. c. Skala penilaian (rating scale). Biasanya digunakan dengan menggunakan skala numerik berikut predikatnya. Misalnya: 5 = baik sekali, 4 = baik, 3 = cukup, 2 = kurang, 1 = kurang sekali. d. Memori atau ingatan (memory approach). Digunakan oleh guru dengan cara mengamati peserta didik ketika melakukan sesuatu, dengan tanpa membuat catatan. Guru menggunakan informasi dari memorinya untuk menentukan apakah peserta didik sudah berhasil atau belum. Cara seperti ini ada manfaatnya, namun tidak cukup dianjurkan. Penilaian kinerja memerlukan pertimbangan-pertimbangan khusus. Pertama, langkah-langkah kinerja harus dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja yang nyata untuk suatu atau beberapa jenis kompetensi tertentu. Kedua, ketepatan dan kelengkapan aspek kinerja yang dinilai. Ketiga, kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan oleh peserta didik untuk menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran. Keempat, fokus utama dari kinerja yang akan dinilai, khususnya indikator esensial yang akan diamati. Kelima, urutan dari kemampuan atau keterampilan peserta didik yang akan diamati. Pengamatan atas kinerja peserta didik perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Untuk menilai keterampilan berbahasa peserta didik, misalnya penilaian yang berfokus pada aspek keterampilan berbicara, guru dapat mengobservasinya pada konteks seperti berpidato, berdiskusi, bercerita, dan wawancara. Dari sini akan diperoleh keutuhan mengenai keterampilan berbicara dimaksud. Untuk mengamati kinerja peserta Direktorat Pembinaan SMK

37 didik dapat menggunakan alat atau instrumen, seperti penilaian sikap, observasi perilaku, pertanyaan langsung, atau pertanyaan pribadi. Penilaian-diri (self assessment) termasuk dalam rumpun penilaian kinerja. Penilaian diri merupakan suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses, dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotor. 1. Penilaian ranah sikap. Misalnya, peserta didik diminta mengungkapkan curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan. 2. Penilaian ranah keterampilan. Misalnya, peserta didik diminta untuk menilai kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya oleh dirinya berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan. 3. Penilaian ranah pengetahuan. Misalnya, peserta didik diminta untuk menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikir sebagai hasil belajar dari suatu mata pelajaran tertentu berdasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Teknik penilaian-diri memiliki beberapa manfaat positif. Pertama, menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik. Kedua, peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya. Ketiga, mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik berperilaku jujur. Keempat, menumbuhkan semangat untuk maju secara personal. 2. Penilaian Proyek Penilaian proyek (project assessment) merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode/waktu tertentu. Penyelesaian tugas dimaksud berupa investigasi yang dilakukan oleh peserta didik, mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, analisis, dan penyajian data. Dengan demikian, penilaian proyek bersentuhan dengan aspek pemahaman, mengaplikasikan, penyelidikan, dan lainlain. Selama mengerjakan sebuah proyek pembelajaran, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Karena itu, pada setiap penilaian proyek, 20 Direktorat Pembinaan SMK 2013

38 setidaknya ada tiga hal yang memerlukan perhatian khusus dari guru. a. Keterampilan peserta didik dalam memilih topik, mencari dan mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis, memberi makna atas informasi yang diperoleh, dan menulis laporan. b. Kesesuaian atau relevansi materi pembelajaran dengan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh peserta didik. c. Orijinalitas atas keaslian sebuah proyek pembelajaran yang dikerjakan atau dihasilkan oleh peserta didik. Penilaian proyek berfokus pada perencanaan, pengerjaan, dan produk proyek. Dalam kaitan ini serial kegiatan yang harus dilakukan oleh guru meliputi penyusunan rancangan dan instrumen penilaian, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan laporan. Penilaian proyek dapat menggunakan instrumen daftar cek, skala penilaian, atau narasi. Laporan penilaian dapat dituangkan dalam bentuk poster atau tertulis. Produk akhir dari sebuah proyek memerlukan penilaian khusus. Penilaian produk dari sebuah proyek dimaksudkan untuk menilai kualitas dan bentuk hasil akhir secara holistik dan analitik. Penilaian produk dimaksud meliputi penilaian atas kemampuan peserta didik menghasilkan suatu produk, misalnya makanan, pakaian, hasil karya seni (gambar, lukisan, patung, dan lain-lain), barang-barang terbuat dari kayu, kertas, kulit, keramik, karet, plastik, dan karya logam. Penilaian secara analitik merujuk pada semua kriteria yang harus dipenuhi untuk menghasilkan produk tertentu. Penilaian secara holistik merujuk pada apresiasi atau kesan secara keseluruhan atas produk yang dihasilkan. 3. Penilaian Portofolio Penilaian portofolio merupakan penilaian atas kumpulan artefak yang menunjukkan kemajuan dan dihargai sebagai hasil kerja dari dunia nyata. Penilaian portofolio bisa berangkat dari hasil kerja peserta didik secara perorangan atau diproduksi secara berkelompok, memerlukan refleksi peserta didik, dan dievaluasi berdasarkan beberapa dimensi. Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Direktorat Pembinaan SMK

39 Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik, hasil tes (bukan nilai), atau informasi lain yang relevan dengan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dituntut oleh topik atau mata pelajaran tertentu. Fokus penilaian portofolio adalah kumpulan karya peserta didik secara individu atau kelompok pada satu periode pembelajaran tertentu. Penilaian terutama dilakukan oleh guru, meski dapat juga oleh peserta didik sendiri. Melalui penilaian portofolio guru akan mengetahui perkembangan atau kemajuan belajar peserta didik. Misalnya, hasil karya mereka dalam menyusun atau membuat karangan, puisi, surat, komposisi musik, gambar, foto, lukisan, resensi buku/ literatur, laporan penelitian, sinopsis, dan lain-lain. Atas dasar penilaian itu, guru dan/atau peserta didik dapat melakukan perbaikan sesuai dengan tuntutan pembelajaran. Penilaian portofolio dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah seperti berikut ini. a. Guru menjelaskan secara ringkas esensi penilaian portofolio. b. Guru atau guru bersama peserta didik menentukan jenis portofolio yang akan dibuat. c. Peserta didik, baik sendiri maupun kelompok, mandiri atau di bawah bimbingan guru menyusun portofolio pembelajaran. d. Guru menghimpun dan menyimpan portofolio peserta didik pada tempat yang sesuai, disertai catatan tanggal pengumpulannya. e. Guru menilai portofolio peserta didik dengan kriteria tertentu. f. Jika memungkinkan, guru bersama peserta didik membahas bersama dokumen portofolio yang dihasilkan. g. Guru memberi umpan balik kepada peserta didik atas hasil penilaian portofolio. 4. Penilaian Tertulis Meski konsepsi penilaian otentik muncul dari ketidakpuasan terhadap tes tertulis yang lazim dilaksanakan pada era sebelumnya, penilaian tertulis atas hasil pembelajaran tetap lazim dilakukan. Tes tertulis terdiri dari memilih atau mensuplai jawaban dan uraian. Yang dimaksud dengan tes memilih jawaban adalah tes yang terdiri dari pilihan ganda, pilihan benar-salah, ya-tidak, menjodohkan, dan sebab-akibat. 22 Direktorat Pembinaan SMK 2013

40 Sedangkan yang dimaksud dengan tes mensuplai jawaban adalah tes yang terdiri dari isian atau melengkapi, jawaban singkat atau pendek, dan uraian. Tes tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atas materi yang sudah dipelajari. Tes tertulis berbentuk uraian sebisa mungkin bersifat komprehensif, sehingga mampu menggambarkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Pada tes tertulis yang berbentuk esai, peserta didik berkesempatan memberikan jawabannya sendiri yang berbeda dengan temantemannya, namun tetap terbuka memperoleh nilai yang sama. Misalnya, peserta didik tertentu melihat fenomena kemiskinan dari sisi pandang kebiasaan malas bekerja, rendahnya keterampilan, atau kelangkaan sumberdaya alam. Masing-masing sisi pandang ini akan melahirkan jawaban berbeda, namun tetap terbuka memiliki kebenaran yang sama, asalkan analisisnya benar. Tes tertulis berbentuk esai biasanya menuntut dua jenis pola jawaban, yaitu jawaban terbuka (extended-response) atau jawaban terbatas (restricted-response). Hal ini sangat tergantung pada bobot soal yang diberikan oleh guru. Tes semacam ini memberi kesempatan pada guru untuk dapat mengukur hasil belajar peserta didik pada tingkatan yang lebih tinggi atau kompleks. Direktorat Pembinaan SMK

PEDOMAN PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK

PEDOMAN PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 104 TAHUN 2014 TENTANG PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK PADA PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH PEDOMAN

Lebih terperinci

MODEL PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

MODEL PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MODEL PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA 2014

Lebih terperinci

Tugasku Sehari-hari. http://bse.kemdikbud.go.id. Diunduh dari. Tema 3. Buku Guru SD/MI Kelas II. Buku Tematik Terpadu K urikulum 2013

Tugasku Sehari-hari. http://bse.kemdikbud.go.id. Diunduh dari. Tema 3. Buku Guru SD/MI Kelas II. Buku Tematik Terpadu K urikulum 2013 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 2014 K U R IKU L M U 2013 Tema 3 Tugasku Sehari-hari Tugasku Sehari-hari Buku Tematik Terpadu K urikulum 2013 Buku Guru SD/MI Kelas II Hak Cipta

Lebih terperinci

Kontributor Naskah : Purnomosidi, Irene Maria J. Astuti, Marina Novianti, Taufina, dan Faisal.

Kontributor Naskah : Purnomosidi, Irene Maria J. Astuti, Marina Novianti, Taufina, dan Faisal. Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Disklaimer: Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi

Lebih terperinci

BUKU I PANDUAN PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSIPESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

BUKU I PANDUAN PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSIPESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BUKU I PANDUAN PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSIPESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Lebih terperinci

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 Tentang STANDAR Proses UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Badan Standar Nasional Pendidikan Tahun 2007 KATA PENGANTAR

Lebih terperinci

Bahan Ajar Pengembangan Asesmen Kinerja dan Portofolio dalam Pembelajaran Sejarah Oleh Yani Kusmarni

Bahan Ajar Pengembangan Asesmen Kinerja dan Portofolio dalam Pembelajaran Sejarah Oleh Yani Kusmarni Bahan Ajar Pengembangan Asesmen Kinerja dan Portofolio dalam Pembelajaran Sejarah Oleh Yani Kusmarni Pengantar Miles & Huberman (1984) mengemukakan bahwa telah terjadi lompatan paradigma (the shifting

Lebih terperinci

Hidup Rukun. http://bse.kemdikbud.go.id. Diunduh dari. Tema 1. Buku Guru SD/MI Kelas II

Hidup Rukun. http://bse.kemdikbud.go.id. Diunduh dari. Tema 1. Buku Guru SD/MI Kelas II Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 2014 K U R IKU L M U 2013 Tema 1 Hidup Rukun Buku Temati k Terpadu Kuri kulum 2013 Buku Guru SD/MI Kelas II Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan

Lebih terperinci

PANDUAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

PANDUAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN PANDUAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN 2006 KATA PENGANTAR Buku Panduan ini dimaksudkan sebagai pedoman sekolah/madrasah

Lebih terperinci

Unit 1 KONSEP DASAR ASESMEN PEMBELAJARAN. Endang Poerwanti. Pendahuluan. aldo

Unit 1 KONSEP DASAR ASESMEN PEMBELAJARAN. Endang Poerwanti. Pendahuluan. aldo aldo Unit 1 KONSEP DASAR ASESMEN PEMBELAJARAN Endang Poerwanti Pendahuluan K ompetensi mengajar adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh semua tenaga pengajar. Berbagai konsep dikemukakan untuk

Lebih terperinci

UNIT9 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN. Masrinawatie AS. Pendahuluan

UNIT9 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN. Masrinawatie AS. Pendahuluan UNIT9 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN Masrinawatie AS Pendahuluan P endapat yang mengatakan bahwa mengajar adalah proses penyampaian atau penerusan pengetahuan sudah ditinggalkan

Lebih terperinci

ASESMEN PEMBELAJARAN TEMATIK DI SD KELAS AWAL

ASESMEN PEMBELAJARAN TEMATIK DI SD KELAS AWAL ASESMEN PEMBELAJARAN TEMATIK DI SD KELAS AWAL I. Pendahuluan Sesuai dengan aturan Standar Proses Pendidikan Nasional (Permen No. 41 tahun 2007), tugas utama guru professional adalah melakukan perencanaan

Lebih terperinci

Skripsi disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Skripsi disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI POKOK SIFAT-SIFAT BANGUN DATAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 2 KALIKAJAR KALIGONDANG PURBALINGGA

Lebih terperinci

Berpusat beragam serta bagaimana membuat anak bermakna untuk semua. Pada Anak. Perangkat 4.1 Memahami Proses Pembelajaran dan Peserta Didik 1

Berpusat beragam serta bagaimana membuat anak bermakna untuk semua. Pada Anak. Perangkat 4.1 Memahami Proses Pembelajaran dan Peserta Didik 1 Panduan Buku ini membantu Anda memahami bagaimana konsep belajar berubah ke kelas yang berpusat pada anak. Buku ini memberikan ide-ide bagaimana menangani anak di kelas Anda dengan latar belakang dan kemampuan

Lebih terperinci

STUDI KOMPARASI IMPLEMENTASI DUA MODEL RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI SEKOTA SALATIGA TAHUN 2012 SKRIPSI

STUDI KOMPARASI IMPLEMENTASI DUA MODEL RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI SEKOTA SALATIGA TAHUN 2012 SKRIPSI STUDI KOMPARASI IMPLEMENTASI DUA MODEL RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI SEKOTA SALATIGA TAHUN 2012 SKRIPSI Disusun Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam OLEH

Lebih terperinci

SKRIPSI OLEH : LUH PUTU DIANI SUKMA NPM : 07.8.03.51.30.1.5.1069

SKRIPSI OLEH : LUH PUTU DIANI SUKMA NPM : 07.8.03.51.30.1.5.1069 i SKRIPSI MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI PADA SISWA KELAS V SDN 8 DAUH PURI

Lebih terperinci

SKRIPSI. untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan. oleh. : Ishmatul Maula NIM : 2101409172. : Bahasa dan Sastra Indonesia FAKULTAS BAHASA DAN SENI

SKRIPSI. untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan. oleh. : Ishmatul Maula NIM : 2101409172. : Bahasa dan Sastra Indonesia FAKULTAS BAHASA DAN SENI i PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA CEPAT UNTUK MENEMUKAN IDE POKOK MENGGUNAKAN METODE P2R DAN QUESTION DENGAN POLA HORIZONTAL PADA SISWA KELAS X.1 MA SALAFIYAH SIMBANGKULON BUARAN PEKALONGAN TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI BANGUN DATAR MELALUI MEDIA PUZZLE PADA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR NEGERI KEMANDUNGAN 03 TEGAL

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI BANGUN DATAR MELALUI MEDIA PUZZLE PADA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR NEGERI KEMANDUNGAN 03 TEGAL i PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI BANGUN DATAR MELALUI MEDIA PUZZLE PADA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR NEGERI KEMANDUNGAN 03 TEGAL Skripsi disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh

Lebih terperinci

UNAAN MULTIMEDIA DASAR PENDIDIKAN. Skripsi. gelar. oleh

UNAAN MULTIMEDIA DASAR PENDIDIKAN. Skripsi. gelar. oleh KEEFEKTIFAN PENGGU UNAAN MULTIMEDIA MICROSOFT POWERP POINT TERHADAP HASIL BELAJAR IPS MATERI PERKEMBANGANTEKNOLOGI TRANSPORTASI PADA SISWA KELAS IV DI SEKOLAH DASAR NEGERI PESAYANGAN 01 KABUPATEN TEGAL

Lebih terperinci

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA CEPAT WACANA DESKRIPSI DENGAN MEDIA TEKS BERGERAK BAGI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 PLERET SKRIPSI

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA CEPAT WACANA DESKRIPSI DENGAN MEDIA TEKS BERGERAK BAGI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 PLERET SKRIPSI 1 PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA CEPAT WACANA DESKRIPSI DENGAN MEDIA TEKS BERGERAK BAGI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 PLERET SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta

Lebih terperinci

DASAR-DASAR PERBANKAN

DASAR-DASAR PERBANKAN DASAR-DASAR PERBANKAN Kelas X JILID 2 Ernawaty Hak Cipta 2013 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Disklaimer: Buku ini merupakan buku

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN IPA TERSTRUKTUR MELALUI METODE DISKUSI DAN PEMBERIAN TUGAS DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN KEMAMPUAN MENALAR SISWA

PEMBELAJARAN IPA TERSTRUKTUR MELALUI METODE DISKUSI DAN PEMBERIAN TUGAS DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN KEMAMPUAN MENALAR SISWA PEMBELAJARAN IPA TERSTRUKTUR MELALUI METODE DISKUSI DAN PEMBERIAN TUGAS DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN KEMAMPUAN MENALAR SISWA (Studi Kasus SMP Negeri 2 Adimulyo, Kebumen, Kelas VII, Konsep Besaran dan

Lebih terperinci

PENERAPAN MODIFIKASI ALAT BANTU PEMBELAJARAN BOKORTASKO TERHADAP HASIL BELAJAR BULUTANGKIS SISWA KELAS VIII D DI SMPN 3 BATANG TAHUN 2012

PENERAPAN MODIFIKASI ALAT BANTU PEMBELAJARAN BOKORTASKO TERHADAP HASIL BELAJAR BULUTANGKIS SISWA KELAS VIII D DI SMPN 3 BATANG TAHUN 2012 PENERAPAN MODIFIKASI ALAT BANTU PEMBELAJARAN BOKORTASKO TERHADAP HASIL BELAJAR BULUTANGKIS SISWA KELAS VIII D DI SMPN 3 BATANG TAHUN 2012 SKRIPSI diajukan dalam rangka Penyelesaian studi Strata 1 untuk

Lebih terperinci

DESI AFRIDA AIE003024

DESI AFRIDA AIE003024 PENERAPAN PEMBELAJARAN IPA (FISIKA) BERBASIS PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES (PKP) DENGAN METODE INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PROSEDURAL SISWA KELAS VII.3 SMPN 1 BENGKULU (CLASSROOM ACTION RESEARCH)

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING ATAS PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI MODEL BERMAIN BALON PADA KELAS IV SD NEGERI 01 GUNUNGTIGA KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2012 SKRIPSI Diajukan dalam rangka

Lebih terperinci

BAB II KERANGKA TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR, PENGAJUAN HIPOTESIS

BAB II KERANGKA TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR, PENGAJUAN HIPOTESIS BAB II KERANGKA TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR, PENGAJUAN HIPOTESIS A. Kerangka Teoritis 1. Hakikat Model Pengajaran Langsung (Direct Instruction) Pengajaran langsung telah digunakan oleh beberapa peneliti

Lebih terperinci

PROSES PEMBELAJARAN INKLUSI UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) KELAS V SD NEGERI GIWANGAN YOGYAKARTA

PROSES PEMBELAJARAN INKLUSI UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) KELAS V SD NEGERI GIWANGAN YOGYAKARTA PROSES PEMBELAJARAN INKLUSI UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) KELAS V SD NEGERI GIWANGAN YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Lebih terperinci

NI KOMANG SRI YULIANTARI NPM.:

NI KOMANG SRI YULIANTARI NPM.: SKRIPSI MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN BANGUN RUANG SISI DATAR MELALUI IMPLEMENTASI CTL DENGAN BANTUAN ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS V A SD NEGERI 10 KESIMAN TAHUN

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... ii. DAFTAR ISI...iii. DAFTAR GAMBAR... v. DAFTAR TABEL... viii. PETA KEDUDUKAN BAHAN AJAR... ix. GLOSARIUM...

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... ii. DAFTAR ISI...iii. DAFTAR GAMBAR... v. DAFTAR TABEL... viii. PETA KEDUDUKAN BAHAN AJAR... ix. GLOSARIUM... KATA PENGANTAR Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi sikap, pengetahuan dan keterampilan secara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar dalam perumusan kompetensi dasar tiap

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memperoleh Gelar. Sarjana Pendidikan Islam. Oleh: Muhammad Ansori 11508045

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memperoleh Gelar. Sarjana Pendidikan Islam. Oleh: Muhammad Ansori 11508045 PENERAPAN MODEL MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH MA ARIF KARANGASEM KECAMATAN WONOSEGORO KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2012/2013

Lebih terperinci