LAPORAN HASIL PENELITIAN LANJUT DI THAILAND

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "LAPORAN HASIL PENELITIAN LANJUT DI THAILAND"

Transkripsi

1 LAPORAN HASIL PENELITIAN LANJUT DI THAILAND Oleh : Dra. Hj. Maryatin, M.Pd A. Pendahuluan Perjalanan ke Thailand dimulai ketika penulis mendapatkan SK tentang keikutsertaan dalam penelitian lanjut, namun demikian tujuan pertama adalah ke Brunai Darussalam. Akan tetapi karena hal-hal yang bersifat teknis maka kemudian tujuan penelitian dialihkan ke Thailand, hal ini disebabkan travel tour tujuan ke Brunai dalam jangka waktu kurang lebih dua bulan belum memberikan jawaban tentang kepastian kunjungan ke perguruan tinggi, sekolah/madrasah, dan pesantren yang dituju. Oleh karena itu kebetulan untuk tujuan Thailand sudah memberikan jawaban dan kepastian tujuan perguruan tinggi dan sekolah yang dituju maka kemudian tujuan penelitian lanjut dialihkan ke Thailand. Adapun agenda persiapan keberangkatan antara lain sudah dijadwalkan oleh P3M, sedangkan rapat persiapan pemberangkatan diagendakan dua kali. Rapat yang pertama terlaksana pada hari Selasa, 7 Juni 2011di Aula lantai 3 kampus 2, materi rapat antara lain (1) Ucapan selamat kepada Bpk/Ibu dosen yang terpilih sebagai penerima hibah penelitian lanjut tahun (2) Penelitian lanjut tahun 2011 akan dilaksanakan dalam bentuk kunjungan ke lembaga pendidikan di Thailand meliputi perguruan tinggi, sekolah/madrasah dan pesantren.(3) Penelitian lanjut akan dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal Juni (4) Rencana take off dari Yogjakarta tanggal 21 Juni jam dan landing tanggal 24 Juni jam WIB. (5) Bpk/Ibu peserta penelitian lanjut agar mengumpulkan foto copy passport paling lambat hari jum at 10 Juni (6) Sebagai syarat 1

2 mengikuti penelitian lanjut peserta agar menulis paper tentang Islam di Asia Tenggara dengan font time new roman 12 dan spasi double sebanyak 12 s/d 15 halaman kuarto. (7) Foto copy paspor dan paper beserta file-nya dikumpulkan paling lambat tanggal 13 Juni Disamping ketentuan yang berlaku di atas sebelumnya juga sudah ada pemberitahuan dari P3M tentang syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi dosen yang terpilih penelitian lanjut. Akan tetapi lebih dipertegas lagi pada pertemuan terakhir sebelum keberangkatan yakni pada hari Sabtu, 19 Juni 2011diperjelas mengenai berkas administrasi yang harus dipersiapkan selama perjalanan disamping bekal yang harus dibawa selama di Thailand. Pada agenda rapat persiapan terakhir dikemukakan bahwa jadual keberangkatan tidak melalui bandara Adi Sucipto, akan tetapi dialihkan ke bandara Ahmad Yani Semarang yang semula take off seharusnya jam diundur menjadi jam menit. Demikian pula segala agenda kunjungan ke Thailand semua telah diagendakan oleh P3M. Koordinasi kepulangan yang semula dijadualkan pada hari jum at, 24 Juni 2011 jam WIB, ternyata karena ada gangguan teknis dari maskapai penerbangan Garuda maka didelayed menjadi hari Minggu/Ahad, 25 Juni 2011 di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta lending jam WIB. Adapun rute perjalanan dari awal adalah bahwa pada hari Senin, 20 Juni 2011 jam peserta penelitian lanjut dilepas oleh ketua STAIN Salatiga. Acara berlangsung di ruang rapat lantai 3 kampus 1. Pada hari selasa dini hari peserta berangkat dari rumah masing-masing kumpul di kampus 1 jam WIB menuju bandara A. Yani Semarang dan take of jam 07,45 terbang menuju Jakarta transit kurang lebih selama satu setengah jam kemudian melanjutkan penerbangan ke 2

3 Thailand yang ditempuh selama 3 jam dan sampai di bandara jam mengurus keimigrasian dan naik bus menuju kota Bangkok kurang lebih selama 2 jam. Di kota Bangkok peserta menginap semalam untuk mengadakan kunjungan kekomunitas muslim, pesantren dan perguruan tinggi serta sekolah di Thailand. B. Hasil Kunjungan di Thailand Kota Bangkok merupakan kota yang sangat indah dengan gedung-gedung yang menjulang tinggi dengan arsitektur indah dan tertata sangat rapi, ada kesamaan dengan kota Jakarta, yaitu kemacetan lalu lintas terjadi pada setiap penjuru kota. Perbedaan yang menonjol adalah kedewasaan para penduduknya yang terlihat sangat dapat mengendalikan emosi dimanapun ia berada. Contoh; ketika terjadi kemacetan maka setiap pengguna jalan sabar antri di jalan raya tanpa ada yang membunyikan tlakson mobil. Apabila ada pejalan kaki yang mau menyeberang maka dapat dengan mudah menyeberang dengan menekan tombol merah pada lampu lalu lintas, maka secara otomatis lampu merah akan menyala dan pejalan kaki dapat menyeberang dengan aman. Mengapa keamanan dapat terjaga dengan tertib dan rapai? Hal demikian didukung adanya fasilitas Cicy TV yang dipasang pada setiap jalur keramaian, atau bahkan dimanapun tempatnya semua ada kamera pengintainya. Jalur lalu lintas tertata rapi disamping pengguna jalan patuh pada peraturan lalu lintas, akan tetapi pada setiap jalan tidak ada mobil yang berhenti dengan sengaja di setiap ruas jalan karena tempat parkir disediakan pada tempat tersendiri. Apabila pengemudi tidak patuh pada aturan yang ada maka ia akan kena tilang atau diperingatkan dengan thai box sing. 3

4 Hal lain yang menarik bagi penulis adalah bahwa di sepanjang kota Bangkok hampir tidak ada kendaraan roda dua yang melintas di jalan raya, karena menurut guide bahwa masyarakat Thailand sangat bergengsi sehingga mereka tidak mau naik kendaraan roda dua, melainkan memilih sabar dengan kemacetan lalu lintas menggunakan jenis mobil tertentu yakni mobil sedan. Bagi orang punya duit maka berangkat kerja dengan mobil sedang yang tidak punya duit berangkat kerja dengan naik bus umum atau tuk-tuk Thailand. Jam kerja mereka yakni masuk jam dan pulang jam 17.00, namun demikian pemerintah Thailand mensiasati dengan membangun jalan tol khusus(perkiraan jarak tempuh waktu perjalanan tepat waktu) untuk mobil guna mengantisipasi kemacetan lalu lintas yang ada. Kesederhanaan lain yang terlihat adalah baik dari siswa TK, SD bahkan sampai tingkat perguruan tinggi juga para dosennya menggunakan seragam yang sama yakni warna hitam putih (atas warna putih dan bawahan gelap). Banyak hal yang tidak bisa penulis sajikan dalam laporan ini, akan tetapi penulis berusaha untuk membatasi laporan pada pendidikan sejarah yang berlaku di Thailand dan lebih spesifik pada perkembangan sejarah agama yang berkembang di Thailand khususnya tentang perkembangan dakwah Islam di Thailand. C. Pendidikan di Thailand Lembaga sekolah yang ada di Thailand sama yaitu ditangani oleh pemerintah dalam bentuk sekolah negeri sedang lembaga pendidikan yang lain ditangani oleh swasta. Kurikulum yang berlaku di sekolah Thailand dari jenjang terendah sampai pada perguruan tinggi semua hampir sama utamanya pada pendidikan wajar (wajib belajar selama 9 4

5 tahun) yang telah diberlakukan di Thailand. Sekolah negeri merupakan sekolah gratis bagi para warganya dengan fasilitas yang sangat memadai. Bahkan apabila ada orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya, maka orang tuanya ditangkap dan tidak segan-segan orang tua tersebut dipenjara. Sebagai contoh adalah sekolah negeri kota Pattaya 7 ini merupakan lembaga pendidikan yang disediakan oleh pemerintah yang terdiri dari TK negeri 7, SD negeri 6, dan SMP negeri 3. Lembaga ini berdiri pada lahan 26 Ha dengan fasilitas pembelajaran yang sangat memadai baik dari fisik bangunan ruang kelas, sarpras yang lain seperti ruang perpustakaan, kantin gratis, tempat bermain, lahan parkir, taman untuk bersantai dengan pohon yang tumbuh rimbun sebagi tempat pembelajaran siswa. Sekolah ini menampung 2250 siswa dengan 105 tenaga pengajar. Kurikulum yang diberlakukan adalah dari pusat memberikan beberapa pilihan spesifikasi sekolah dalam bidang ketrampilan, akan tetapi dalam memilih disesuaikan dengan keadaan setempat. Kebetulan sekolah ini memilih spesifikasi tentang pengolahan limbah lingkungan. Bahan limbah berasal dari keluarga dan tempat lain (khususnya dari kantin sekolah dan yang diproduksi sendiri) konsumsi yang dikoordinir sehingga menjadi limbah organik (dibuat menjadi pupuk kompos) dan limbah non organik khususnya yang kemudian diolah dan dimanfaatkan menjadi kerajinan tangan. Mata pelajaran yang diajarkan di sekolah meliputi materi bahasa Thailand menjadi bahasa ibu, matematika, seni, olah raga, teknik, dan bahasa asing pada sekolah menengah serta materi pelajaran social yang termasuk didalamnya adalah sejarah dan mata pelajaran agama. Semua siswa juga diwajibkan praktek belajar di lapangan baik di rumah 5

6 masing-masing siswa maupun di lingkungan sekolah, bahkan sampai membersihkan pantai secara berkala. Sedangkan limbah WC diupayakan untuk pupuk pertanian yang nantinya dimanfaatkan untuk konsumsi para siswanya. Tujuan wajib belajar 9 tahun bagi warga Negara Thailand antara lain; (1) Anak menjadi baik. (2) Mempunyai rasa cinta tanah air. (3) Menjaga lingkungan dengan baik. (4) Anak mempunyai ketrampilan kerja, dan ketika lulus siap kerja. (5) Sebagai contoh anak membawa barang bekas dari rumah kemudian dibuat kerajinan tangan dan dijual di sekolahan. (6) Setahun sekali bertepatan pada hari ulang tahun ratu dijadikan sebagai hari social untuk menyantuni siswa yang miskin. Pada setiap jenjang sekolah materi pelajaran bahkan mata kuliah sejarah selalu diberikan dengan tujuan agar para siswa cinta pada tanah air dan faham akan bangsanya sendiri. Lebih lanjut pembelajaran sejarah selalu dikaitkan dengan bahasa ibu yang pertama diajarkan kepada semua siswa di Thailand. Bahkan pemerintah berupaya keras dengan menerapkan aturan bahwa setiap warga Negara (laki-laki) ketika sudah berusia 20 tahun maka wajib menjadi biksu selama dua bulan. Apabila selama 2 bulan mau langsung melanjutkan sebagai biksu maka semua biaya ditanggung oleh Negara, sebaliknya apabila setelah 2 bulan kemudian berhenti menjadi biksu maka tidak mendi masalah. D. Sejarah agama yang berkembang di Thailand Di Thailand, Negeri yang mayoritasnya beragama Budha, terdapat kurang lebih 6,5 juta umat Islam, atau 10% dari seluruh populasi penduduk Thailand yang berjumlah 65 juta orang. Penduduk muslim Thailand sebagian besar berdomisili di bagian selatan Thailand, 6

7 seperti di propinsi Pha Nga, Songkhla, Narathiwat dan sekitarnya yang dalam sejarahnya adalah bagian dari Daulah Islamiyyah Pattani. Dengan jumlah umat yang menjadi minoritas ini, walau menjadi agama ke-dua terbesar setelah Bhuda, umat Islam Thailand sering mendapat serangan dari umat Bhuda (umat Budha garis keras), intimidasi, bahkan pembunuhan masal. Seperti yang kita ketahui, Budha adalah agama terbesar di Thailand, karena resmi menjadi agama kerajaan. Kehidupan Bhuda telah mewarnai hampir seluruh sisi kehidupan di Thailand, dalam pemerintahan (kerajaan), sistem dan kurikulum pendidikan, hukum, dan lain sebagainya. Namun, Selain agama Bhuda, di Thailand juga terdapat agama-agama lain. Di antaranya yang penulis ketahui adalah Islam, Kristen, Confucius, Hindu, dan Sikh. Islam, sikap masyarakat non-muslim (pemerintah) terhadap agama Islam. Dalam sebuah website Thailand untuk promosi wisata, keberagaman agama diangkat menjadi komoditi untuk dijual kepada masyarakat dunia. Nampaknya isu pluralisme juga berkembang di Thailand. Hal ini bisa kita lihat dari cara pandang beberapa kalangan tentang keberagaman agama di Thailand. Pemerintah, dalam hal ini kerajaan, memberi kesempatan bagi warga muslim untuk beribadah dan menganut kepercayaan masingmasing. Bahkan, Raja Thailand juga menghadiri perayaan acara dan hari-hari penting dalam Islam. Kabar baiknya, pemerintah membantu penerjemahan Al Quran ke dalam bahasa Thai, juga membolehkan warga muslim mendirikan masjid dan sekolah muslim. Kurang lebih tercatat terdapat 2000 masjid (100 masjid berada di Bangkok) dan 200 sekolah muslim di Thailand. Umat islam di Thailand bebas mengadakan pendidikan dan acara-acara keagamaan. 7

8 Kristen, agama ini dikenalkan pertama kali ke Thailand oleh misionaris dari Eropa pada abad ke-16 dan ke-17. Kristen Katolik pertama datang ke Thailand disusul oleh Kristen Protestan, bahkan beberapa sekte juga berkembang di sana, seperti Advent. Umat Kristen Thailand pada umumnya adalah imigran dari Cina. Sedangkan warga pribumi siam hanya sedikit yang berpindah agama dari Budha ke Kristen. Justru yang terjadi adalah seorang siam beragama Kristen tapi tetap menyembah Sang Budha. Kongfusius, agak sama dengan Kristen. Agama ini dianut oleh imigran dari Cina. Karena agama ini bersifat ajaran-ajaran filsafat hidup dan etika Cina kuno. Maka, pemeluknya pun kadang beragama Kristen, berajaran kongfusius, dan yang keturunan pribumi tetap menyembah Sang Budha. Hindu, hampir orang India menetap di Thailand. Jumlah mereka terbagi menjadi dua, Hindu dan Sikh. Umat Hindu berpusat di Bangkok. Mereka beribadah di pure-pure. Mereka juga menjalankan pendidikan sendiri, akan tetapi sistem pendidikannya didasarkan pada sistem pendidikan nasional Thailand. Sikh, agama Sikh juga berpusat di Bangkok. Terbagi menjadi dua kelompok dan beribadah di pure yang berbeda juga. Secara bersama, mereka mendirikan sekolah-sekolah gratis untuk anak-anak miskin. Secara garis besar, Kerajaan menjamin sepenuhnya keberagaman agama di Negri Gajah Putih ini. Dengan catatan dalam satu kesatuan nasionalisme Siam. Jadi, yang keluar dari nasionalisme atau dianggap keluar maka akan berurusan dengan kerajaan. Seperti yang terjadi pada warga muslim, ada yang diserang militer, bahkan dibunuh. E. Pengembangan Dakwah Islam di Thailand 8

9 Ternyata Pemerintah memahami betul bahwa upaya pemerintah untuk menciptakan perdamaian dengan kekuatan militer tidak terlalu membuahkan hasil. Bahkan memperparah keadaan dan melahirkan gerakan perlawanan yang lainnya. Maka, untuk menciptakan perdamaian di Thailand selatan, pemerintah membuat terobosan baru, yakni dengan jalur pendidikan. Sebagai contoah dalam majalah Gatra bertanggal 2 September 2007, terdapat sebuah laporan yang menyebutkan upaya pemerintah dalam mendamaikan konfilk yang terjadi di Thailand Selatan. Dalam laporan disebutkan bahwa Perdana Menteri Surayud Chulanont, mengumumkan bahwa pemerintahnya akan memasukan pelajaran Agama Islam dalam sistem pendidikan di negara yang berpenduduk mayoritas Budha itu. Saya telah menugaskan Departemen Luar Negeri untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Malaysia serta mempelajari jenis silabus pendidikan apa yang perlu diperbaiki untuk pendidikan dasar di negara kita, kata Chulanont, dalam pernyataan, seperti dikutip kantor berita Thailand. Chulanont mengatakan pelajaran Agama Islam boleh diajarkan di sekolah-sekolah mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi di provinsi-provinsi di bagian selatan untuk jangka panjang. Ia mengatakan, pemerintahnya sedang mempertimbangkan untuk memperkerjakan para sarjana untuk mengajar Agama Islam di sekolah-sekolah negeri. Kurangnya mata pelajaran Agama Islam di sekolah-sekolah negeri di Thailand Selatan telah mendorong warga muslim mendaftarkan anak-anak mereka pada sekolah-sekolah Islam swasta. Chulanont kembali mengulangi himbauannya untuk menciptakan perdamaian di provinsi-provinsi bergejolak itu. Perdana menteri yang 9

10 mendapat dukungan militer itu mengatakan pemerintahnya akan berusaha sebaik mungkin untuk menciptakan pengertian yang lebih baik antara warga muslim dan Budha untuk membantu mengurangi apa yang ia sebut sebagai perpecahan. Kenyataan yang berkembang di masyarakat Thailand khususnya pada masyarakat muslim, mereka mendapatkan kebebasan dari pemerintah dalam pengembangan dakwah Islam. Hanya saja dakwahnya secara individual, banyak pula umat Islam yang sekolah/ kuliah dengan memakai jilbab dan wajar saja dalam arti tidak mendapatkan tekanan dari pemerintah. Di kota Bangkok berdiri Islamic Center sebagai pusat pengembangan dakwah Islam di Thailand. Pengembangan dakwah Islam disamping melalui individu dikembangkan pula melalui komunitas muslim melalui peringatan hari besar Islam, pada setiap masjid terdapat tempat untuk kajian keagamaan maupun BTA yang sifatnya rutin dengan dikoordinir oleh Islamic center yang berada di pusat kota Bangkok bahkan beberapa pengurusnya menduduki jabatan penting di Perguruan Tinggi Kasim Bandit university. Sementara Kasem Bundit University membuka 2 program doctoral, 11 program master, dan 11 fakultas dengan berbagai jurusan serta keunggulan sarana dan prasarana kampus yang tersedia. F. Kesimpulan Sangat jauh berbeda system yang berlaku antara di Thailand dan di Indonesia, kesiapan pemerintah Thailand dalam memberdayakan SDM dan memberlakukan manajemen kelembagaan pendidikan dengan baik sehingga tidak menimbulkan ketimpangan dari berbagai unsur masyarakat yang ada. Bahkan masyarakat miskin mendapatkan tempat 10

11 dihati pemerintah untuk diperlakukan secara adil sebagai warga Negara. Pada sisi lain umat muslim yang merupakan penduduk minoritas dapat dengan eksis menunjukkan jati dirinya sebagai warga muslim, walau dalam banyak hal mendapatkan perlakuan yang diskriminatif dalam segala hal. Alangkah ironisnya bahwa masyarakat Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim justru banyak yang tidak eksis dalam memperjuangkan Islam yang sebenarnya. G. Rekomendasi Adapun rekomendasi yang diberikan dalam penelitian ini Bahwa kesempatan yang diberikan Kasem bundit University untuk pertukaran mahasiswa mohon ditindak lanjuti dengan baik. (2) Demikian pula pertukaran/permintaan guru/dosen bahasa Indonesia melalui KBRI ada tindak lanjutnya. (4) Memberikan koreografi sesuai permintaan untuk menampilkan seni budaya Indonesia pada pentas seni di Thailand yang selalu dikunjungi banyak orang.(5) Memberikan resep pengolahan daun singkong untuk memanfaatkan hasil budidaya masyarakat Thailand dengan baik. 11

KAJIAN KINERJA JALAN ARTERI PRIMER DI SIMPUL JALAN TOL JATINGALEH KOTA SEMARANG (Studi Kasus : Penggal Ruas Jalan Setia Budi)

KAJIAN KINERJA JALAN ARTERI PRIMER DI SIMPUL JALAN TOL JATINGALEH KOTA SEMARANG (Studi Kasus : Penggal Ruas Jalan Setia Budi) KAJIAN KINERJA JALAN ARTERI PRIMER DI SIMPUL JALAN TOL JATINGALEH KOTA SEMARANG (Studi Kasus : Penggal Ruas Jalan Setia Budi) TUGAS AKHIR Oleh: SYAMSUDDIN L2D 301 517 JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Lebih terperinci

ISLAMIC CENTRE DI KABUPATEN DEMAK

ISLAMIC CENTRE DI KABUPATEN DEMAK LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR ISLAMIC CENTRE DI KABUPATEN DEMAK Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik Diajukan oleh : UTTY RAKASIWI

Lebih terperinci

Bab I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Kewajiban Siswa

Bab I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Kewajiban Siswa BUKU SAKU Bab I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Kewajiban Siswa Setiap siswa wajib : 1. Mempunyai dan membawa buku saku setiap mengikuti kegiatan di sekolah 2. Memahami, menghayati, dan melaksanakan semua ketentuan

Lebih terperinci

TATA TERTIB PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG SEKOLAH UNGGUL Tahun Pelajaran 2016/2017

TATA TERTIB PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG SEKOLAH UNGGUL Tahun Pelajaran 2016/2017 TATA TERTIB PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG SEKOLAH UNGGUL Tahun Pelajaran 2016/2017 Nama Siswa :... Sekolah Asal :... A. Kegiatan Pembelajaran 1. Peserta didik sudah harus hadir di sekolah sebelum

Lebih terperinci

TATA TERTIB PESERTA DIDIK SEKOLAH UNGGUL SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG

TATA TERTIB PESERTA DIDIK SEKOLAH UNGGUL SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG TATA TERTIB PESERTA DIDIK SEKOLAH UNGGUL SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG Nama Siswa :... Sekolah Asal :... A. Kegiatan Pembelajaran 1. Peserta didik sudah harus hadir di sekolah pukul 07.15. 2. Tanda masuk berbunyi,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia adalah negara kesatuan yang terdiri dari jajaran ribuan pulau yang mempunyai masyarakat plural dimana memiliki bermacam-macam budaya, suku bangsa, dan agama.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latarbelakang Latarbelakang Pengadaan Proyek

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latarbelakang Latarbelakang Pengadaan Proyek BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latarbelakang 1.1.1 Latarbelakang Pengadaan Proyek Indonesia adalah negara kesatuan yang terdiri dari jajaran ribuan pulau yang mempunyai masyarakat plural dimana memiliki bermacam-macam

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA MALANG KANTOR PERPUSTAKAAN UMUM DAN ARSIP KOTA MALANG

PEMERINTAH KOTA MALANG KANTOR PERPUSTAKAAN UMUM DAN ARSIP KOTA MALANG PEMERINTAH KOTA MALANG KANTOR PERPUSTAKAAN UMUM DAN ARSIP KOTA MALANG Lampiran Keputusan Kepala Kantor Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang Nomor : 188.45/208/35.73.502/2007 Tanggal : 15 Januari 2007

Lebih terperinci

PETUNJUK PENDAFTARAN CALON SISWA BARU TAHUN PELAJARAN 2017 / 2018

PETUNJUK PENDAFTARAN CALON SISWA BARU TAHUN PELAJARAN 2017 / 2018 YAYASAN KARYA SANG TIMUR SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) KATOLIK SANG TIMUR STATUS : TERAKREDITASI A Jl. Karmel Raya No. 2 Kebun Jeruk, Jakarta 11530 Tep. 5308589 Fax : 53671899 E-mail : smpsangtimurjkt@yahoo.com

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Sejarah Islam di Indonesia memiliki keunikan tersendiri, karena disamping

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Sejarah Islam di Indonesia memiliki keunikan tersendiri, karena disamping BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejarah Islam di Indonesia memiliki keunikan tersendiri, karena disamping menjadi salah satu faktor pemersatu bangsa juga memberikan nuansa baru dalam keberislamannya

Lebih terperinci

BAB III PRAKTEK PERPARKIRAN DI KABUPATEN KENDAL. A. Keadaan Sosial, Ekonomi, Budaya dan Keagamaan serta Letak

BAB III PRAKTEK PERPARKIRAN DI KABUPATEN KENDAL. A. Keadaan Sosial, Ekonomi, Budaya dan Keagamaan serta Letak 35 BAB III PRAKTEK PERPARKIRAN DI KABUPATEN KENDAL A. Keadaan Sosial, Ekonomi, Budaya dan Keagamaan serta Letak Geografis Keadaan sosial budaya di daerah Kaliwungu tepatnya di Pasar Sore Kaliwungu desa

Lebih terperinci

機車標誌 標線 號誌選擇題 印尼文 第 1 頁 / 共 12 頁 題號答案題目圖示題目. (1) Tikungan ke kanan (2) Tikungan ke kiri (3) Tikungan beruntun, ke kanan dahulu

機車標誌 標線 號誌選擇題 印尼文 第 1 頁 / 共 12 頁 題號答案題目圖示題目. (1) Tikungan ke kanan (2) Tikungan ke kiri (3) Tikungan beruntun, ke kanan dahulu 001 1 (1) Tikungan ke kanan (2) Tikungan ke kiri (3) Tikungan beruntun, ke kanan dahulu 002 1 (1) Tikungan ke kiri (2) Tikungan ke kanan (3) Tikungan beruntun, ke kiri dahulu 003 1 (1) Tikungan beruntun,

Lebih terperinci

ANALISIS KARAKTERISTIK PARKIR KHUSUS TERHADAP INTENSITAS PARKIR DI KAWASAN SIMPANG LIMA TUGAS AKHIR

ANALISIS KARAKTERISTIK PARKIR KHUSUS TERHADAP INTENSITAS PARKIR DI KAWASAN SIMPANG LIMA TUGAS AKHIR ANALISIS KARAKTERISTIK PARKIR KHUSUS TERHADAP INTENSITAS PARKIR DI KAWASAN SIMPANG LIMA TUGAS AKHIR Oleh: YUNI SRI HANDAYANI L2D 097 490 JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PARIWISATA JAWA TENGAH BULAN JANUARI 2015

PERKEMBANGAN PARIWISATA JAWA TENGAH BULAN JANUARI 2015 No. 19/03/33/Th.IX, 02 Maret 2015 PERKEMBANGAN PARIWISATA JAWA TENGAH BULAN JANUARI 2015 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Jawa Tengah melalui pintu masuk bandara Adi Sumarmo dan

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM. A. Keadaan Umum Wilayah Kelurahan Tanjung Ratu Ilir. Ratu Ilir terdiri dari 7 (tujuh) dusun. Ketujuh dusun tersebut ialah :

IV. GAMBARAN UMUM. A. Keadaan Umum Wilayah Kelurahan Tanjung Ratu Ilir. Ratu Ilir terdiri dari 7 (tujuh) dusun. Ketujuh dusun tersebut ialah : IV. GAMBARAN UMUM A. Keadaan Umum Wilayah Kelurahan Tanjung Ratu Ilir 1. Lokasi Kelurahan Tanjung Ratu Ilir Kelurahan Tanjung Ratu Ilir merupakan salah satu kelurahan yang ada di kecamatan Way Pengubuan,

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI BANTEN NOMOR: / -Dispend/2016 KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI BANTEN

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI BANTEN NOMOR: / -Dispend/2016 KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI BANTEN KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI BANTEN NOMOR: / -Dispend/2016 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN KALENDER PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 BAGI SATUAN PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH TENTANG TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

P E N G U M U M A N Nomor : 145/2.02/PD1-BSI/X/2011

P E N G U M U M A N Nomor : 145/2.02/PD1-BSI/X/2011 P E N G U M U M A N Nomor : 145/2.02/PD1-BSI/X/2011 Tentang UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2011/2012 Sehubungan dengan akan dilaksanakannya Ujian Tengah Semester (UTS) Semester

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. mempertahankan identitas dan tatanan masyarakat yang telah mapan sejak lama.

BAB V PENUTUP. mempertahankan identitas dan tatanan masyarakat yang telah mapan sejak lama. BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan kasus konversi agama di Bukitsari maka dapat disimpulkan bahwa beberapa kepala keluarga (KK) di daerah tersebut dinyatakan benar melakukan pindah agama

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia dikenal memiliki segudang sejarah yang panjang dari kebudayaankebudayaan masa lampau. Sejarah tersebut hingga kini masih dapat dinikmati baik dari

Lebih terperinci

P E N G U M U M A N Nomor : 034/5.02/STBA-NURI/IV/2012

P E N G U M U M A N Nomor : 034/5.02/STBA-NURI/IV/2012 P E N G U M U M A N Nomor : 034/5.02/STBA-NURI/IV/2012 Tentang UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2011/2012 Sehubungan dengan akan dilaksanakannya Ujian Tengah Semester (UTS) Semester

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR : 161 TAHUN 2007

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR : 161 TAHUN 2007 KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR 161 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PENILAIAN IJAZAH BIDANG STUDI ISLAM PADA PERGURUAN TINGGI LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DIREKTUR JENDERAL

Lebih terperinci

KETENTUAN KEGIATAN MAHASISWA BARU PESERTA PROGRAM BEASISWA SANTRI BERPRESTASI (PBSB) KEMENTERIAN AGAMA RI PADA UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG TAHUN

KETENTUAN KEGIATAN MAHASISWA BARU PESERTA PROGRAM BEASISWA SANTRI BERPRESTASI (PBSB) KEMENTERIAN AGAMA RI PADA UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG TAHUN KETENTUAN KEGIATAN MAHASISWA BARU PESERTA PROGRAM BEASISWA SANTRI BERPRESTASI (PBSB) KEMENTERIAN AGAMA RI PADA UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG TAHUN 2014 I. KEDATANGAN PESERTA PBSB Seluruh peserta PBSB

Lebih terperinci

Bab 1. Pendahuluan. berasal dari nama tumbuhan perdu Gulinging Betawi, Cassia glace, kerabat

Bab 1. Pendahuluan. berasal dari nama tumbuhan perdu Gulinging Betawi, Cassia glace, kerabat Bab 1 Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan negara kepulauan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dari beribu-ribu pulau tersebut Indonesia memiliki berbagai suku, ras, agama,

Lebih terperinci

PENGUMUMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SMK NEGERI 1 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Nomor : 422 / 201 / 79 /2011

PENGUMUMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SMK NEGERI 1 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Nomor : 422 / 201 / 79 /2011 PEMERINTAH KABUPATEN BOYOLALI DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA SMK NEGERI 1 BOYOLALI Jl. Perintis Kemerdekaan Telp/Fax (0276) 321566/323548 Boyolali (57316) Sekolah Bertaraf Internasional SMM ISO

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI BARAT NOMOR 02 TAHUN 2011 TENTANG PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI BARAT

PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI BARAT NOMOR 02 TAHUN 2011 TENTANG PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI BARAT PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI BARAT NOMOR 02 TAHUN 2011 TENTANG PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SULAWESI BARAT,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. maka kebutuhan angkutan semakin diperlukan. Oleh karena itu transportasi

BAB I PENDAHULUAN. maka kebutuhan angkutan semakin diperlukan. Oleh karena itu transportasi BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG 1.1.1 LATAR BELAKANG OBJEK Di era sekarang ini semakin meningkatnya kegiatan perekonomian terutama yang berhubungan dengan distribusi, produksi, konsumsi, serta jasa,

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS SMK NEGERI 1 MAGETAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2014/2015 PEMERINTAH KABUPATEN MAGETAN DINAS PENDIDIKAN

PEDOMAN TEKNIS SMK NEGERI 1 MAGETAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2014/2015 PEMERINTAH KABUPATEN MAGETAN DINAS PENDIDIKAN PEDOMAN TEKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2014/2015 PEMERINTAH KABUPATEN MAGETAN DINAS PENDIDIKAN SMK NEGERI 1 MAGETAN JL. Kartini No. 6 Telp./Fax 95094 Magetan 63314 Website: smkn1-magetan.sch.id

Lebih terperinci

Assalamu alaikum Wr.Wb.

Assalamu alaikum Wr.Wb. LEMBAGA PENDIDIKAN TENAGA KEPENDIDIKAN FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN Alamat: Jalan Jend. Ahmad Yani Km. 4,5 Telepon (0511) 3253939 Banjarmasin 70235 Nomor

Lebih terperinci

BAB 5 ANALISIS HASIL PENELITIAN. Dari hasil penelitian ini diperoleh gambaran umum penelitian yang

BAB 5 ANALISIS HASIL PENELITIAN. Dari hasil penelitian ini diperoleh gambaran umum penelitian yang 4 BAB 5 ANALISIS HASIL PENELITIAN 5.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Dari hasil penelitian ini diperoleh gambaran umum penelitian yang meliputi lokasi penelitian dan aktivitas orang lanjut usia di kelurahan

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Desa Trimulyo Mataram telah terbentuk sejak tanggal 21 Juni Penduduk

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Desa Trimulyo Mataram telah terbentuk sejak tanggal 21 Juni Penduduk 47 IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN Desa Trimulyo Mataram telah terbentuk sejak tanggal 21 Juni 1962. Penduduk Desa ini terdiri dari dua kelompok masyarakat yang merupakan pendatang dari Pulau Jawa

Lebih terperinci

TATA KRAMA DAN TATA TERTIB SISWA SMA NEGERI 1 SIDOARJO

TATA KRAMA DAN TATA TERTIB SISWA SMA NEGERI 1 SIDOARJO PEMERINTAH KABUPATEN SIDOARJO DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 1 SIDOARJO Jl. Jenggolo No. 1 Telp. (031) 8941493 8946606 Fax. (031) 8946606 SIDOARJO - 61251 TATA KRAMA DAN TATA TERTIB SISWA SMA NEGERI 1 SIDOARJO

Lebih terperinci

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA Jl. Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman 55511 Telp./Fax. (0274) 868512 PERATURAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA, DAN OLAHRAGA KABUPATEN SLEMAN

Lebih terperinci

Manfaatkanlah MIA! Berperanlah di MIA!

Manfaatkanlah MIA! Berperanlah di MIA! Bahasa Indonesia インドネシア語 Manfaatkanlah MIA! Berperanlah di MIA! ~Bulan April2015~ Musashino International Association(MIA), melalui berbagai kegiatannya di bidang pertukaran budaya, kerjasama internasional

Lebih terperinci

Survei Opini Publik Toleransi Sosial Masyarakat Indonesia

Survei Opini Publik Toleransi Sosial Masyarakat Indonesia Survei Opini Publik Toleransi Sosial Masyarakat Indonesia Jakarta, 7 Agustus 2006 METHODOLOGI Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni

Lebih terperinci

PENGUMUMAN W I S U D A 40 No. 003/PAN-WIS/IV/2009

PENGUMUMAN W I S U D A 40 No. 003/PAN-WIS/IV/2009 PENGUMUMAN W I S U D A 40 No. 003/PAN-WIS/IV/2009 o PELAKSANAAN GLADI RESIK DAN PENGAMBILAN PAKET WISUDA Hari Tanggal Waktu Gladi Resik Waktu Pengambilan Paket Wisuda Jumat 5 Juni 2009 Pukul 14.00 14.30

Lebih terperinci

DESA PAKRAMAN UBUNG KECAMATAN DENPASAR UTARA KOTA DENPASAR Alamat : Jl. Cokroaminoto, No. 125 Denpasar, Telp. (0361)

DESA PAKRAMAN UBUNG KECAMATAN DENPASAR UTARA KOTA DENPASAR Alamat : Jl. Cokroaminoto, No. 125 Denpasar, Telp. (0361) DESA PAKRAMAN UBUNG KECAMATAN DENPASAR UTARA KOTA DENPASAR Alamat : Jl. Cokroaminoto, No. 125 Denpasar, Telp. (0361) 423988 KAJIAN PEMINDAHAN DAN PEMBANGUNAN KANTOR LEMBAGA PERKREDITAN (LPD) DESA PAKRAMAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masalah pendidikan merupakan masalah yang menarik untuk dibicarakan. Hal ini disebabkan karena masalah pendidikan memuat hal mendasar menyangkut semua aspek

Lebih terperinci

SMA NEGERI 2 MAJALENGKA

SMA NEGERI 2 MAJALENGKA PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 2 MAJALENGKA Jln. Ahmad Yani No. 2 Tlp. 0233281049 Fax. 0233284556 Majalengka 45418 http://smandaka.siapsekolah.com/ email: kurikulumsmandaka@yahoo.com

Lebih terperinci

PEDOMAN PELAKSANAAN PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)

PEDOMAN PELAKSANAAN PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) PEDOMAN PELAKSANAAN PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) I. Pengertian

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN DASAR KABUPATEN BANTUL NOMOR 48 TAHUN 2013

PERATURAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN DASAR KABUPATEN BANTUL NOMOR 48 TAHUN 2013 PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL DINAS PENDIDIKAN DASAR Komplek II Kantor Pemda Bantul Alamat : Jl. Lingkar Timur Manding, Trirenggo, Bantul Telp. 367327, 367171 Email: dikdas@bantulkab.go.id, http: //dikdas.bantulkab.go.id

Lebih terperinci

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR :SK.967/AJ.202/DRJD/2007 TENTANG

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR :SK.967/AJ.202/DRJD/2007 TENTANG PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR :SK.967/AJ.202/DRJD/2007 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PENYELENGGARAAN ANGKUTAN SEKOLAH DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT Menimbang : a. bahwa dengan memperhatikan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH

BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH 2.1 Sejarah Sekolah Dasar ABC Sekolah Dasar ABC merupakan salah satu jenis sekolah dasar islam terpadu yang berdiri pada Bulan Juli tahun 2007 di Medan. Pada awalnya, sekolah

Lebih terperinci

MATRIKS PERBANDINGAN PERUBAHAN

MATRIKS PERBANDINGAN PERUBAHAN MATRIKS PERBANDINGAN PERUBAHAN PERATURAN BUPATI SLEMAN NOMOR 6 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH DENGAN PERATURAN BUPATI SLEMAN NOMOR 5.1 TAHUN

Lebih terperinci

BAB VIII PROSEDUR MENDIRIKAN SEKOLAH LUAR BIASA

BAB VIII PROSEDUR MENDIRIKAN SEKOLAH LUAR BIASA BAB VIII PROSEDUR MENDIRIKAN SEKOLAH LUAR BIASA Undang-Undang No. 4 tahun 1950 yang kemudian menjadi Undang-Undang No. 12 tahun 1954 tentang pendidikan dan pengajaran bagi anak berkelainan dan wajib belajar

Lebih terperinci

Amati gambar di bawah dengan teliti!

Amati gambar di bawah dengan teliti! Ayo mengenal kewajiban yang sama di sekolah! Setiap hari Dayu pergi ke sekolah. Dayu belajar dengan teman-teman. Semua siswa belajar dengan tanggung jawab. Mereka memiliki kewajiban yang sama di sekolah.

Lebih terperinci

Pedoman Pendaftaran. Kansai University of International Studies. Japanese Language Course

Pedoman Pendaftaran. Kansai University of International Studies. Japanese Language Course Penerimaan Masuk Semester Musim Gugur 2014 Penerimaan Masuk Semester Musim Semi 2015 Pedoman Pendaftaran Kansai University of International Studies Japanese Language Course Kansai University of International

Lebih terperinci

PANDUAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 1 SUMENEP TAHUN PELAJARAN 2015/2016

PANDUAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 1 SUMENEP TAHUN PELAJARAN 2015/2016 PEMERINTAH KABUPATEN PPDB SUMENEP Tahun 2015 DINAS PENDIDIKAN UPT SMA NEGERI 1 SUMENEP Jln. Payudan Timur (0328) 662368 Fax (0328) 665987 69411 E-Mail: sumenepsmansa@yahoo.com, Website: www.sumenepsmansa.sch.id

Lebih terperinci

SURAT KEPUTUSAN KEPALA SMP NEGERI 3 MRANGGEN NOMOR : 870 / 083 / 2015 TENTANG

SURAT KEPUTUSAN KEPALA SMP NEGERI 3 MRANGGEN NOMOR : 870 / 083 / 2015 TENTANG 1 PEMERINTAH KABUPATEN DEMAK DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA Jl. Pucanggading Raya, Batursari, Mranggen, Demak. Telp. (024) 76743740 SURAT KEPUTUSAN KEPALA NOMOR : 870 / 083 / 2015 TENTANG PROSEDUR

Lebih terperinci

Pedoman Pendaftaran. Kansai University of International Studies. Japanese Language Course

Pedoman Pendaftaran. Kansai University of International Studies. Japanese Language Course Penerimaan Masuk Semester Musim Gugur (Oktober) 2016 Penerimaan Masuk Semester Musim Semi (April) 2017 Pedoman Pendaftaran Kansai University of International Studies Japanese Language Course Kansai University

Lebih terperinci

PARAMETER ISIAN GREEN SCHOOL AWARD No Komponen Pengukuran/Indikator Keterangan. 1 Jumlah murid masukkan angka. 2 Jumlah guru masukkan angka

PARAMETER ISIAN GREEN SCHOOL AWARD No Komponen Pengukuran/Indikator Keterangan. 1 Jumlah murid masukkan angka. 2 Jumlah guru masukkan angka PARAMETER ISIAN GREEN SCHOOL AWARD 201 SUMBER DAYA MANUSIA 1 Jumlah murid 2 Jumlah guru 3 Jumlah tenaga administrasi Jumlah tenaga kebersihan Pelatihan yang pernah diikuti guru / karyawan terkait pelestarian

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Kedaton Kodya, daerah tingkat II Bandar

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Kedaton Kodya, daerah tingkat II Bandar 42 IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Sejarah Singkat Kelurahan Rajabasa Kelurahan Rajabasa adalah salah satu desa yang sejak tahun 1992 menjadi Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Kedaton Kodya, daerah

Lebih terperinci

PEDOMAN PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SMA NEGERI 1 SUBANG TAHUN PELAJARAN 2016/2017

PEDOMAN PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SMA NEGERI 1 SUBANG TAHUN PELAJARAN 2016/2017 PEMERINTAH DAERAH SUBANG DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI I SUBANG Jalan Ki Hajar Dewantara No. 14 A Subang 41212 Telp. (0260) 411402 website: http://www.sman1subang.sch.id e-mail: info@sman1subang.sch.id PEDOMAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada beberapa tahun belakangan ini Location Based Service (LBS) menjadi sangat populer. Zickuhr (2012) mengatakan hampir tiga perempat pengguna ponsel di Amerika Serikat

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Umum 2.1.1 Becak Becak (dari bahasa Hokkien : be chia "kereta kuda") adalah suatu moda transportasi beroda tiga yang umum ditemukan di Indonesia dan juga di sebagian

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANYUWANGI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANYUWANGI BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN FASILITAS PARKIR PADA KAWASAN TERTIB LALU LINTAS WILAYAH KOTA DAN PENGGUNAAN JALUR KHUSUS SEPEDA DI KABUPATEN

Lebih terperinci

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). A.

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). A. I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan

Lebih terperinci

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). A.

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). A. I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan

Lebih terperinci

INFORMASI ACARA UPH SURABAYA FESTIVAL 08 TAHUN 2015

INFORMASI ACARA UPH SURABAYA FESTIVAL 08 TAHUN 2015 INFORMASI ACARA UPH SURABAYA FESTIVAL 08 TAHUN 2015 UPH Surabaya Festival adalah acara yang diselenggarakan oleh Universitas Pelita Harapan (UPH) Surabaya dalam rangka penerimaan mahasiswa baru UPH Tahun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Indonesia sebagai negara berkembang saat ini sedang giat melaksanakan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Indonesia sebagai negara berkembang saat ini sedang giat melaksanakan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia sebagai negara berkembang saat ini sedang giat melaksanakan pembangunan di segala bidang. Pelaksanaan pembangunan tersebut bertujuan untuk mewujudkan masyarakat

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PARIWISATA JAWA TENGAH BULAN JANUARI 2016

PERKEMBANGAN PARIWISATA JAWA TENGAH BULAN JANUARI 2016 BPS PROVINSI JAWA TENGAH No. 17/03/33/Th. X, 01 Maret 2016 PERKEMBANGAN PARIWISATA JAWA TENGAH BULAN JANUARI 2016 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Jawa Tengah melalui pintu masuk

Lebih terperinci

Peta Ovi untuk ponsel. Edisi 1

Peta Ovi untuk ponsel. Edisi 1 Peta Ovi untuk ponsel Edisi 1 2 Daftar Isi Daftar Isi Ikhtisar peta 3 Posisi saya 4 Melihat lokasi dan peta 4 Tampilan peta 5 Mengubah tampilan peta 5 Men-download dan memperbarui peta 5 Menggunakan kompas

Lebih terperinci

Jalan Adi Sumamo, Jayan 01/09. Blulukan, Colomadu, Karanganyar, Surakarta Phone : Tel : (0271) Fax : (0271)

Jalan Adi Sumamo, Jayan 01/09. Blulukan, Colomadu, Karanganyar, Surakarta Phone : Tel : (0271) Fax : (0271) 1 1 D1: Kamis, 26 November 2015 YOGJAKARTA KUALA LUMPUR Para traveller tiba di bandara Adi Suchipto Yogjakarta pukul 16:00 WIB untuk Flight to Kuala Lumpur Malaysia. Chek-in satu jam sebelum keberangkatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berbagai upacara ritual yang bersifat magis, adat istiadat maupun hiburan.

BAB I PENDAHULUAN. berbagai upacara ritual yang bersifat magis, adat istiadat maupun hiburan. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Musik merupakan salah satu sarana bagi manusia untuk berkreasi dan berkarya. Manusia berkarya melalui cara dan media yang berbeda-beda sesuai dengan bakat dan

Lebih terperinci

D3 TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG BAB I PENDAHULUAN

D3 TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring berkembangnya kota dan tingginya populasi penduduk berdampak meningkatnya aktivitas perkotaan yang menimbulkan kemacetan lalu lintas. Kemacetan lalu lintas

Lebih terperinci

PENDIDIKAN PADA MASA KOLONIAL

PENDIDIKAN PADA MASA KOLONIAL PENDIDIKAN PADA MASA KOLONIAL DISUSUN UNTUK TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER Penyusun : Nama : Pulung Septyoko Nim : 21545 Universitas Gadjah Mada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sosiologi 2008 Pendahuluan.

Lebih terperinci

SEPEDA MOTOR: PERAN DAN TANTANGAN

SEPEDA MOTOR: PERAN DAN TANTANGAN SEPEDA MOTOR: PERAN DAN TANTANGAN Disampaikan pada event AISI (Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) dengan tema Teknologi, Keselamatan dan Sikap Jakarta, 29 Oktober 2014 Bambang Susantono, Ph.D.

Lebih terperinci

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). A.

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). A. I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR : 334A TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KALENDER PENDIDIKAN BAGI RAUDHATUL ATHFAL DAN MADRASAH DI LINGKUNGAN KANTOR

Lebih terperinci

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). A.

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). A. I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan

Lebih terperinci

PENGUMUMAN DAFTAR ULANG PESERTA DIDIK BARU PROGRAM BERBAYAR GELOMBANG II TAHUN PELAJARAN 2016/2017

PENGUMUMAN DAFTAR ULANG PESERTA DIDIK BARU PROGRAM BERBAYAR GELOMBANG II TAHUN PELAJARAN 2016/2017 PEMERINTAH KOTA MALANG DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 10 MALANG Kampus I: Jl. Danau Grati No. 1, Telp. (0341) 719300 Fax. (0341) 717300 Malang 65139 Kampus II: Jl. Raya Tlogowaru Telp./Fax.

Lebih terperinci

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya SMPN 4 Aluh-Aluh Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan kepala sekolah SMPN 4 Aluh-Aluh, SMP ini

Lebih terperinci

SUPLEMEN 1 BUKU PANDUAN ADIWIYATA TENTANG PENJELASAN PENCAPAIAN SEKOLAH ADIWIYATA

SUPLEMEN 1 BUKU PANDUAN ADIWIYATA TENTANG PENJELASAN PENCAPAIAN SEKOLAH ADIWIYATA SUPLEMEN 1 BUKU PANDUAN ADIWIYATA TENTANG PENJELASAN PENCAPAIAN SEKOLAH ADIWIYATA UNTUK MENINGKATKAN PELAKSANAAN PROGRAM ADIWIYATA (SEKOLAH PEDULI DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN HIDUP) KERJASAMA ANTARA KEMENTERIAN

Lebih terperinci

PUSAT KEBUDAYAAN ISLAM DI YOGYAKARTA

PUSAT KEBUDAYAAN ISLAM DI YOGYAKARTA LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR PUSAT KEBUDAYAAN ISLAM DI YOGYAKARTA Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik Diajukan Oleh : SINTA AMBARUKMI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Konteks Penelitian. Dalam kehidupan suatu bangsa pendidikan memiliki peran yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Konteks Penelitian. Dalam kehidupan suatu bangsa pendidikan memiliki peran yang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian Dalam kehidupan suatu bangsa pendidikan memiliki peran yang amat penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan bangsa yang bersangkutan. Untuk

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PARIWISATA JAWA TENGAH BULAN MEI 2016

PERKEMBANGAN PARIWISATA JAWA TENGAH BULAN MEI 2016 No. 44/07/33/Th. X, 01 Juli 2016 PERKEMBANGAN PARIWISATA JAWA TENGAH BULAN MEI 2016 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Jawa Tengah melalui pintu masuk bandara Adi Sumarmo dan Ahmad

Lebih terperinci

MEMBANGUN RASA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA MELALUI STUDY EXCURSIE

MEMBANGUN RASA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA MELALUI STUDY EXCURSIE MEMBANGUN RASA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA MELALUI STUDY EXCURSIE Oleh : Aisyah Fauziah Anshori (131211132017) Mahasiswa Fakultas Kaperawatan Angatan 2012 Universitas Airlangga Bangsa Indonesia adalah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Saat ini tingkat mobilitas masyarakat Indonesia semakin meningkat. Masyarakat berusaha untuk berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya dengan menggunakan

Lebih terperinci

Universitas Nusa Cendana

Universitas Nusa Cendana 1. TUJUAN Menjamin tata cara pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru secara terstandar di semua unit pelaksana dari tingkat universitas sampai program studi (prodi) didukung sistem manajemen yang terpadu.

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Jakarta, Januari Tim Penyusun

Kata Pengantar. Jakarta, Januari Tim Penyusun Kata Pengantar Dalam proses pembelajaran, penilaian dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai hasil belajar yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Oleh karena itu, guru wajib

Lebih terperinci

MATA KULIAH : ILMU BUDAYA DASAR DAMPAK ADANYA TAMAN MINI INDONESIA INDAH TERHADAP INDUSTRI PARIWISATA SENI DAN BUDAYA DI DAERAH

MATA KULIAH : ILMU BUDAYA DASAR DAMPAK ADANYA TAMAN MINI INDONESIA INDAH TERHADAP INDUSTRI PARIWISATA SENI DAN BUDAYA DI DAERAH MATA KULIAH : ILMU BUDAYA DASAR DAMPAK ADANYA TAMAN MINI INDONESIA INDAH TERHADAP INDUSTRI PARIWISATA SENI DAN BUDAYA DI DAERAH Nama : Heru Hermawan NPM : 13110283 Kelas : 1KA34 PROGRAM PASCA SARJANA :

Lebih terperinci

Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho/MEXT) Program Specialized Training College/Senshu (D2) 2017

Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho/MEXT) Program Specialized Training College/Senshu (D2) 2017 Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho/MEXT) Program Specialized Training College/Senshu (D2) 2017 Bagi yang lulus seleksi berkas Program Specialized Training College/Senshu,

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PARIWISATA JAWA TENGAH BULAN APRIL 2016

PERKEMBANGAN PARIWISATA JAWA TENGAH BULAN APRIL 2016 No. 38/06/33/Th. X, 01 Juni 2016 PERKEMBANGAN PARIWISATA JAWA TENGAH BULAN APRIL 2016 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Jawa Tengah melalui pintu masuk bandara Adi Sumarmo dan Ahmad

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH SEKRETARIAT DAERAH

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH SEKRETARIAT DAERAH PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH SEKRETARIAT DAERAH Jl. Pahlawan No. 9 Telpon 8311174 ( 20 saluran ) Fax. 8311266 S e m a r a n g - 50243 P E N G U M U M A N NOMOR : 810/524/2009 Dengan ini diberitahukan

Lebih terperinci

I. STANDAR ISI. hal. 1/61. Instrumen Akreditasi SMP/MTs

I. STANDAR ISI. hal. 1/61. Instrumen Akreditasi SMP/MTs I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan

Lebih terperinci

LAMPIRAN DATA INDONESIA

LAMPIRAN DATA INDONESIA LAMPIRAN DATA LAPORAN NEGARA PIHAK SESUAI PASAL 44 KONVENSI LAPORAN PERIODIK KETIGA DAN KEEMPAT NEGARA PIHAK TAHUN 2007 INDONESIA - 1 - DAFTAR TABEL DAN GRAFIK TABEL Tabel 1. Jumlah Penduduk menurut Golongan

Lebih terperinci

KETENTUAN KHUSUS. 2. Sekolah Dasar (SD)

KETENTUAN KHUSUS. 2. Sekolah Dasar (SD) KETENTUAN KHUSUS A. Penerimaan Peserta Didik Baru Jalur Akademis 1. Taman Kanak-kanak (TK) a. Pendaftaran Calon Peserta Didik Dilaksanakan pada tanggal 27 s.d. 30 Juni 2016 dari pukul 08.00 s.d. 14.00

Lebih terperinci

A. Tujuan Pelatihan Asesor

A. Tujuan Pelatihan Asesor Pelatihan asesor akreditasi sekolah/madrasah yang selanjutnya disebut sebagai pelatihan asesor adalah serangkaian kegiatan pelatihan bagi para calon asesor yang akan melaksanakan visitasi ke sekolah/madrasah

Lebih terperinci

PENYIAPAN TENAGA TERAMPIL MENYONGSONG PEMBERLAKUAN PASAR BEBAS MEA 2015

PENYIAPAN TENAGA TERAMPIL MENYONGSONG PEMBERLAKUAN PASAR BEBAS MEA 2015 Published on Universitas Negeri Yogyakarta (https://uny.ac.id) Home > Prof. Dr. Muhyadi Prof. Dr. Muhyadi Submitted by nurhadi on Sun, 2015-06-21 13:09 PENYIAPAN TENAGA TERAMPIL MENYONGSONG PEMBERLAKUAN

Lebih terperinci

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL Kegiatan PPL ini dilaksanakan selama kurang lebih waktu aktif satubulan, terhitung mulai tanggal 10 Agustus sampai dengan 12 September. Sebelum pelaksanaan

Lebih terperinci

ketertiban biasakanlah mematuhi tata tertib tata tertib melatih sikap disiplin sejak kecil kita disiplin sudah besar jadi orang berguna

ketertiban biasakanlah mematuhi tata tertib tata tertib melatih sikap disiplin sejak kecil kita disiplin sudah besar jadi orang berguna tema 5 ketertiban gambar 5.1 masuk kelas dengan tertib biasakanlah mematuhi tata tertib tata tertib melatih sikap disiplin sejak kecil kita disiplin sudah besar jadi orang berguna kamu harus mampu setelah

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 2000 TENTANG PEMBAYARAN PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI YANG AKAN BERTOLAK KE LUAR NEGERI

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 2000 TENTANG PEMBAYARAN PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI YANG AKAN BERTOLAK KE LUAR NEGERI PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 2000 TENTANG PEMBAYARAN PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI YANG AKAN BERTOLAK KE LUAR NEGERI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 2000 TENTANG PEMBAYARAN PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI YANG AKAN BERTOLAK KE LUAR NEGERI

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 2000 TENTANG PEMBAYARAN PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI YANG AKAN BERTOLAK KE LUAR NEGERI Menimbang : PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 2000 TENTANG PEMBAYARAN PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI YANG AKAN BERTOLAK KE LUAR NEGERI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

adalah : membuka web Air Asia untuk mencari penerbangan ke Adelaide. Siapa cepat dia dapat bukan?

adalah : membuka web Air Asia untuk mencari penerbangan ke Adelaide. Siapa cepat dia dapat bukan? Berkeliling dunia, adalah mimpi setiap orang. Saya salah satunya. Setiap kesempatan travelling membuat saya menemukan gairan dah antusiasme yang meluap-luap. Tapi kadang-kadang keinginan tidak sesuai dengan

Lebih terperinci

PERENCANAAN ANGKUTAN UMUM (Rute, Terminal, Tempat Henti)

PERENCANAAN ANGKUTAN UMUM (Rute, Terminal, Tempat Henti) JurusanTeknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada Pertemuan Ke 12 PERENCANAAN ANGKUTAN UMUM (Rute, Terminal, Tempat Henti) Mata Kuliah: Pengantar Perencanaan Transportasi Prof. Siti Malkhamah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. India dan Pakistan merupakan dua negara yang terletak di antara Asia

BAB I PENDAHULUAN. India dan Pakistan merupakan dua negara yang terletak di antara Asia BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah India dan Pakistan merupakan dua negara yang terletak di antara Asia Tengah dan Asia Tenggara yang terlingkup dalam satu kawasan, yaitu Asia Selatan. Negara-negara

Lebih terperinci

Menetapkan: PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PEMBAYARAN PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI YANG AKAN BERTOLAK KE LUAR NEGERI.

Menetapkan: PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PEMBAYARAN PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI YANG AKAN BERTOLAK KE LUAR NEGERI. PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 2000 TENTANG PEMBAYARAN PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI YANG AKAN BERTOLAK KE LUAR NEGERI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

SMK NEGERI 1 PENGASIH

SMK NEGERI 1 PENGASIH F/7.2/WKS 4/23/02 8 Desember 2009 SMK N 1 PENGASIH SMK NEGERI 1 PENGASIH TAHUN PELAJARAN 2011 / 2012 Disusun Oleh : Panitia Penyelenggara PPDB PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO DINAS PENDIDIKAN SMK NEGERI

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 2 TAHUN 2005 TENTANG PEMBENTUKAN, KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI DAN SUSUNAN ORGANISASI DINAS DAERAH KOTA PEKALONGAN

PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 2 TAHUN 2005 TENTANG PEMBENTUKAN, KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI DAN SUSUNAN ORGANISASI DINAS DAERAH KOTA PEKALONGAN PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 2 TAHUN 2005 TENTANG PEMBENTUKAN, KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI DAN SUSUNAN ORGANISASI DINAS DAERAH KOTA PEKALONGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PEKALONGAN,

Lebih terperinci

WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 30 TAHUN 2007 TENTANG

WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 30 TAHUN 2007 TENTANG WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 30 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH DI KOTA YOGYAKARTA WALIKOTA YOGYAKARTA Menimbang :

Lebih terperinci