SATUAN ACARA PERKULIAHAN BLOK KESEHATAN USIA LANJUT

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SATUAN ACARA PERKULIAHAN BLOK KESEHATAN USIA LANJUT"

Transkripsi

1 UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Versi : 1 Revisi : 0 Tanggal Revisi : Tanggal Berlaku : FM-UII-AA-FKA-05/R1 SATUAN ACARA PERKULIAHAN BLOK KESEHATAN USIA LANJUT Program Studi : Pendidikan Dokter Fakultas : Kedokteran Kode Mata Kuliah: Nama Mata Kuliah: Blok Kesehatan Usia Lanjut Semester : VI SKS : 4 Tim Blok : dr. Nur Rahmi Ananda dr. Ratna Dewi Puspita dr. Ratih Yuniartha dr. Rita Cempaka dr. Yuliana Laksmini Kompetensi Blok : (diambil dari 7 area kompetensi KKI) 1. Komunikasi Efektif 2. Keterampilan Klinis 3. Landasan Ilmiah Kedokteran 4. Pengelolaan Masalah Kesehatan 5. Pengelolaan Informasi Learning : (dibuat dari tujuan tertinggi yang akan dicapai setelah mengikuti kegiatan ) 1. Mahasiswa mampu berkomunikasi dengan pasien dan anggota keluarganya pada kelainan/penyakit pada usia. 2. Mahasiswa mampu memperoleh dan mencatat informasi yang akurat serta penting tentang pasien dan keluarganya. 3. Mahasiswa mampu merekomendasikan prosedur klinik dan laboratorium terkait dengan penyakit/kelainan pada usia. 4. Mahasiswa mampu menerapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip ilmu biomedik, klinik, perilaku, dan ilmu kesehatan masyarakat sesuai masalah kesehatan usia. 5. Mahasiswa mampu mengelola penyakit/kelainan pada usia. 6. Mahasiswa menjelaskan berbagai pelayanan kesehatan dan sosial pada usia. 7. Mahasiswa mampu menerapkan Evidence Based Medicine dalam proses pelayanan kesehatan usia. 8. Mahasiswa mampu menjelaskan tinjauan Islam terhadap masalah kesehatan usia. SAP Blok Kesehatan Usia Lanjut hal 1 dari 18

2 Pertem uan ke Tuliskan Pertemu an dari 1 s.d. terakhir sesuai jadwal. Kom peten si Learning Topik Bahasan dan Sub Topik Bahasan Indikator Pencapaian Strategi Alokasi Waktu Media ,2 1,2,3 - Mampu melakukan sambung Assessment Geriatri Dapat Penugasan di 1 minggu Penuagasan Laporan & rasa dengan pasien dan melakukan lapangan lapangan Presentasi keluarganya dalam rangka Assessment (Program (Program penugasan penegakan diagnosis Geriatri Pengenalan Pengenalan kelainan/penyakit pada usia dengan baik Klinik) Klinik). sehingga bisa - Mampu mengumpulkan menetapkan informasi dari pasien dan masalah/ keluarganya dalam rangka menegakkan penegakan diagnosis diagnosis kelainan/penyakit pada usia dengan tepat.. - Mampu memberikan Assessment Geriatri penjelasan dan informasi tentang kelainan/penyakit pada usia kepada pasien/ keluarganya. - Mampu melakukan presentasi laporan kasus secara efektif dan jelas, demi kepentingan pasien maupun ilmu kedokteran 2 2 Mampu menggali dan merekam dengan jelas informasi yang disampaikan pasien atau keluarganya terkait dengan penyakit/kelainan pada usia Assessment Geriatri Dapat melakukan Assessment Geriatri dengan baik sehingga bisa menetapkan masalah/ menegakkan diagnosis dengan tepat. Penugasan di lapangan (Program Pengenalan Klinik) 1 minggu Penuagasan lapangan (Program Pengenalan Klinik) Evaluasi Laporan & Presentasi penugasan Sumber Bahan 3 - Memilih prosedur klinis dan laboratorium sesuai dengan masalah pasien. Assessment Geriatri Dapat melakukan Assessment Penugasan di lapangan (Program 1 minggu Penuagasan lapangan (Program Laporan & Presentasi penugasan SAP Blok Kesehatan Usia Lanjut hal 2 dari 18

3 Pertem uan ke Kom peten si Learning Topik Bahasan dan Sub Topik Bahasan Indikator Pencapaian Strategi Alokasi Waktu Media Melakukan pemeriksaan fisik yang sesuai dengan penyakit/kelainan pada usia. Geriatri dengan baik sehingga bisa menetapkan Pengenalan Klinik) Pengenalan Klinik) - Menginterpretasikan hasil pemeriksaan fisik dan membuat rekam medis dengan jelas dan benar sesuai dengan panyakit/kelainan pada usia. masalah/ menegakkan diagnosis dengan tepat. - Mengidentifikasi, memilih dan menentukan pemeriksaan laboratorium yang sesuai. - Mampu melakukan Assesment Geriatri. 3 4 Menjelaskan proses fisiologis terjadinya penuaan. Menjelaskan penderita geriatri dan assesment geriatri. Menjelaskan perubahan kulit pada usia. Menjelaskan masalah-masalah psikogeriatri. Fisiologi penuaan, teori penuaan, konsep menua sehat Overview geriatri & perma-salahannya. Fisi-ologi penuaan, teori penuaan, konsep menua sehat (healthy aging) Gangguan kejiwaan usia Mahasaiswa mampu konsep-konsep dan prinsipprinsip ilmu biomedik, klinik, perilaku, dan ilmu kesehatan masyarakat sesuai masalah kesehatan usia Diskusi tutorial Skenario 1 3 x Kuliah Pakar 2x 50 Diskusi tutorial Skenario 1 Diskusi tutorial scenario 3 2x 50 2x 50 Whiteboard, kertas plano Evaluasi Blok Sumber Bahan Menjelaskan gangguan neurologi pada usia. Gangguan neurologi pd usia : Demensia, gangguan fungsi luhur inkontinensia Diskusi tutorial scenario 3 2x 50 SAP Blok Kesehatan Usia Lanjut hal 3 dari 18

4 Pertem uan ke Kom peten si Learning Topik Bahasan dan Sub Topik Bahasan Indikator Pencapaian Strategi Alokasi Waktu Media Menjelaskan gangguan fungsi luhur pada usia. Menjelaskan inkontinensia pada usia. Diskusi tutorial scenario 3 2x 50 Menjelaskan gangguan pendengaran pada usia. Presbiakusis Diskusi tutorial scenario 3 2x 50 Menjelaskan gangguan penglihatan pada usia. Katarak, arcus senilis Diskusi tutorial scenario 1 2x 50 Menjelaskan etiologi, patofisiologi, diagnosis dan manajemen menopause. Menopause & Andropause, disfungsi ereksi Diskusi tutorial scenario 1 2x 50 Menjelaskan etiologi, patofisiologi, diagnosis dan manajemen andropause. Menjelaskan masalah gizi pada usia. Menjelaskan penampilan berbagai penyakit yang sering terjadi pada usia. Menjelaskan masalah jatuh pada usia. Menjelaskan masalah dekubitus sebagai akibat immobilisasi pada usia. Menjelaskan osteoporosis pada usia. Menjelaskan prinsip-prinsip pemakaian obat pada usia. Status gizi, kebutuhan gizi usia yang sehat dan sakit Penyakit cardiovaskuler pada usia Osteoporosis dan Jatuh pada usia Penyakit Infeksi pada Usia Lanjut dan Decubitus Osteoporosis dan Jatuh pada usia lanju Pemakaian obat pd usia Kuliah pakar 50 Kuliah pakar 50 Kuliah pakar 2x 50 Kuliah pakar, tutorial scenario 2 2x 50 Kuliah pakar 2x 50 Kuliah pakar 2x 50 Kuliah pakar 2x 50 Evaluasi Sumber Bahan Mampu menjelaskan berbagai penyakit dan kelainan pada Penyakit-penyakit yang sering terjadi - Mahasiswa mampu Kuliah pakar, tutorial scenario 2 & 3 2x 50 MEQ 3 x Soal MEQ MEQ SAP Blok Kesehatan Usia Lanjut hal 4 dari 18

5 Pertem uan ke Kom peten si Learning Topik Bahasan dan Sub Topik Bahasan Indikator Pencapaian Strategi Alokasi Waktu Media usia (etiologi, patofisiologi/patogenesis, gejala dan tanda, diagnosis, penatalaksanaan, komplikasi pada usia (DM, hipertensi, Osteoarthritis) mengelola penyakit/kel ainan pada usia. dan prognosis). - Mahasiswa - Mampu menginterpretasi data klinis dan merumuskannya menjadi diagnosis sementara dan diagnosis banding. mampunyai ketrampilan membuat keputusan - Mampu mengidentifikasi, memilih dan menerapkan strategi pengelolaan yang tepat terhadap penyakit atau kelainan pada usia. klinis (clinical resasoning) - Mampu menulis resep obat secara rasional pada penyakit atau kelainan pada usia. 5 6 Menjelaskan berbagai pelayanan kesehatan dan sosial pada usia. 6 7 Mahasiswa mampu menerapkan Evidence Based Medicine dalam proses pelayanan kesehatan usia 7 8 Menjelaskan tinjauan Islam terhadap proses menjadi tua (aging process). Menjelaskan pentingnya zikrul Pelayanan kesehatan & sosial pd usia EBM Kesehatan usia dlm perspektif Islam Mahasiswa mampu menjelaskan berbagai pelayanan kesehatan dan sosial pada usia. Mahasiswa mampu menerapkan Evidence Based Medicine dalam proses pelayanan kesehatan usia Mahasiswa mampu menjelaskan tinjauan Islam Kuliah pakar Kuliah pakar Kuliah pakar Handout, Handout, Handout, Evaluasi Sumber Bahan SAP Blok Kesehatan Usia Lanjut hal 5 dari 18

6 Pertem uan ke Kom peten si Learning Topik Bahasan dan Sub Topik Bahasan Indikator Pencapaian Strategi Alokasi Waktu Media maut dan persiapan menghadapi kematian. Menjelaskan cara mengatasi permasalahan psikogeriatri berdasarkan prinsip-prinsip Islam. terhadap masalah kesehatan usia. Evaluasi Sumber Bahan : 1. Anonim, 2003, Buku kumpulan abstrak/makalah Konggres Nasional Gerontologi Paradoxical Paradigm Towards Active Ageing, Jakarta 2. Anonim, 2004, Naskah Lengkap Kongres Nasional III dan Temu Ilmiah Nasional II Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia, Yogyakarta 3. Anonim, 1996, Standar Pelayanan Medis RSUP Dr. Sardjito, Komite Medis RSUP DR. Sardjito dan Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta. 4. Abrams, W.B., Berkod.R,1997, The Merck Manual of Geriatrics, Bina Rupa Aksara, Jakarta 5. Adam, George L., Boeis Fundamental of Otolaryngology, W.B. Saunders Company, Philadelpia 6. Arnold, Harry. L., Andrews disease of The skin : Clinical Dermatology, W.B. Saunders Caompany Philadelpia 7. Balinger, Jacob J., Penyakit Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala dan Leher I, Edisi 13, Binarupa aksara, Jakarta 8. Darmojo, B., Martono, H.H.,1999, Buku Ajar Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut), Fakultas Kedokteran UI, Jakarta. 9. Gan,S. 1998, Farmakologi dan Terapi. Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran UI, Jakarta 10. Ganong, W.F.,1999, Review of Medical physiology, Lange Medical Publication, California 11. Grahame-Smith,DG dan Aronson, JK, 2002, Oxford Textbook of Clinical Pharmacology and Drug Therapy, 3 rd edition, Oxford University Press, New York 12. Guyton, A.C.,2000, Textbook of Medical Physiology, WB Saunders Company, Philadelphia 13. Hawari, Dadang,1999,Al Qur an Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa, Dana Bhakti Prima Yasa, Jakarta 14. Hazzard, W.R.,et al.,1999, Principle of Geriatric Medicine and Gerontology, 4 th ed. International edition, Mc Graw Hill 15. Shier,David.,Buttler, Jacki., Lewis,Ricki.,2004, Hole Human Anatomy and Physiology, Ed 10 th, Mc Graw Hill 16. Suparman, 1994, Ilmu Penyakit Dalam, FK UI, Jakarta 17. Sidarta Ilyas, 1999, Ilmu Penyakit Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, Jakarta 18. Wilson et al, 1994, Harrison s Principle of Internal Medicine, Ed 13 th, McGraw Hill, Singapore 19. Wignyosastro dkk Ilmu Kebidanan. edisi 3. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. Disahkan oleh Diperiksa oleh Disiapkan oleh Tanggal: Tanggal: Tanggal: Dekan, Koordinator PUPT, Koordinator Tim Blok, SAP Blok Kesehatan Usia Lanjut hal 6 dari 18

7 SATUAN ACARA TUTORIAL Program Studi : Pendidikan Dokter Fakultas : Kedokteran Kode Mata Kuliah: Nama Mata Kuliah: Blok Kesehatan Usia Lanjut Semester : VI Tim Blok : dr. Nur Rahmi Ananda dr. Ratna Dewi Puspita dr. Ratih Yuniartha dr. Rita Cempaka dr. Yuliana Laksmini Skenario/Per Learning Topik Bahasan dan Sub Topik Media Alokasi Evaluasi/Assessme Kompetensi temuan Ke Bahasan Waktu nt Skenario ,4,5 Merumuskan tujuan - definisi menua Whiteboard, Minikuis, ujian Pertemuan 1 belajar: - teori proses menua kertas plano Menjelaskan proses - konsep menua sehat fisiologis terjadinya penuaan - faktor-faktor yang mempengaruhi proses menua sehat Skenario 1. Pertemuan 2 Menjelaskan perubahan kulit pada proses penuaan Menjelaskan gangguan keseimbangan dan pendengaran pada usia Menjelaskan gangguan penglihatan pada usia 3 3,4,5 Menjelaskan proses fisiologis terjadinya penuaan - perubahan fisiologi pada kulit menua, rambut dan kuku - gambaran morfologik kulit menua - kelainan-kelainan kulit pada usia - penyebab gangguan keseimbangan - macam-macam gangguan pendengaran pada usia dan penyebabnya - presbiopia - katarak - arcus senilis - definisi menua - teori proses menua - konsep menua sehat - faktor-faktor yang mempengaruhi proses menua sehat Whiteboard, kertas plano Minikuis, ujian SAP Blok Kesehatan Usia Lanjut hal 7 dari 18

8 Skenario/Per Learning Topik Bahasan dan Sub Topik Media Alokasi Evaluasi/Assessme Kompetensi temuan Ke Bahasan Waktu nt Menjelaskan perubahan kulit pada proses penuaan - perubahan fisiologi pada kulit menua, rambut dan kuku - gambaran morfologik kulit menua - kelainan-kelainan kulit pada usia Skenario 1. Pertemuan 3 Skenario 2, Pertemuan 1 Skenario 2, Pertemuan 2 Skenario 2, Pertemuan 3 3 3,4,5 3 3,4,5 3 3,4,5 3 3,4,5 Menjelaskan gangguan keseimbangan dan pendengaran pada usia Menjelaskan gangguan penglihatan pada usia Merumuskan tujuan belajar: Menjelaskan penampilan penyakit yang sering terjadi pada usia Menjelaskan penyakit reumatologi yang sering terjadi pada usia Menjelaskan prinsip pemakaian obat pada usia Menjelaskan penampilan penyakit yang sering terjadi pada usia Menjelaskan prinsip pemakaian obat pada usia Menjelaskan penyakit reumatologi yang sering terjadi pada usia Menjelaskan prinsip pemakaian obat pada usia - penyebab gangguan keseimbangan - macam-macam gangguan pendengaran pada usia dan penyebabnya - presbiopia - katarak - arcus senilis - hipertensi - DM osteoarthritis RA - hipertensi - DM Prinsip-prinsip pemakaian obat secara rasional pada usia Pengobatan rasional untuk Hipertensi & DM osteoarthritis RA - Prinsip-prinsip pemakaian obat secara rasional pada usia - Pengobatan rasional untuk osteoarthritis & OA Whiteboard, kertas plano Whiteboard, kertas plano Whiteboard, kertas plano Minikuis, ujian Minikuis, ujian Minikuis, ujian SAP Blok Kesehatan Usia Lanjut hal 8 dari 18

9 Skenario/Per Learning Topik Bahasan dan Sub Topik Media Alokasi Evaluasi/Assessme Kompetensi temuan Ke Bahasan Waktu nt Skenario 3, Pertemuan 1 3 3,4,5 Merumuskan tujuan belajar: Menjelaskan gangguan fungsi luhur pada usia Demensia Whiteboard, kertas plano Minikuis, ujian Skenario 3, Pertemuan 2 Skenario 3, Pertemuan 3 3 3,4,5 3 3,4,5 Menjelaskan etiologi, patofisiologi, gejala dan tanda inkontinensia pada usia Menjelaskan masalahmasalah psikogeriatri Menjelaskan gangguan fungsi luhur pada usia Menjelaskan etiologi, patofisiologi, gejala dan tanda inkontinensia pada usia Menjelaskan etiologi, patofisiologi, gejala dan tanda inkontinensia pada usia Menjelaskan masalahmasalah psikogeriatri Inkontinensia: - tipe stress - tipe urgensi - kecemasan - depresi - loneliness Demensia Inkontinensia: - tipe stress - tipe urgensi Inkontinensia: - tipe stress - tipe urgensi - kecemasan - depresi - loneliness Whiteboard, kertas plano Whiteboard, kertas plano Minikuis, ujian Minikuis, ujian : 1. Anonim, 2003, Buku kumpulan abstrak/makalah Konggres Nasional Gerontologi Paradoxical Paradigm Towards Active Ageing, Jakarta 2. Anonim, 2004, Naskah Lengkap Kongres Nasional III dan Temu Ilmiah Nasional II Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia, Yogyakarta 3. Anonim, 1996, Standar Pelayanan Medis RSUP Dr. Sardjito, Komite Medis RSUP DR. Sardjito dan Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta. 4. Abrams, W.B., Berkod.R,1997, The Merck Manual of Geriatrics, Bina Rupa Aksara, Jakarta 5. Adam, George L., Boeis Fundamental of Otolaryngology, W.B. Saunders Company, Philadelpia 6. Arnold, Harry. L., Andrews disease of The skin : Clinical Dermatology, W.B. Saunders Caompany Philadelpia 7. Balinger, Jacob J., Penyakit Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala dan Leher I, Edisi 13, Binarupa aksara, Jakarta 8. Darmojo, B., Martono, H.H.,1999, Buku Ajar Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut), Fakultas Kedokteran UI, Jakarta. 9. Gan,S. 1998, Farmakologi dan Terapi. Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran UI, Jakarta 10. Ganong, W.F.,1999, Review of Medical physiology, Lange Medical Publication, California 11. Grahame-Smith,DG dan Aronson, JK, 2002, Oxford Textbook of Clinical Pharmacology and Drug Therapy, 3 rd edition, Oxford University Press, New York SAP Blok Kesehatan Usia Lanjut hal 9 dari 18

10 12. Guyton, A.C.,2000, Textbook of Medical Physiology, WB Saunders Company, Philadelphia 13. Hawari, Dadang,1999,Al Qur an Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa, Dana Bhakti Prima Yasa, Jakarta 14. Hazzard, W.R.,et al.,1999, Principle of Geriatric Medicine and Gerontology, 4 th ed. International edition, Mc Graw Hill 15. Shier,David.,Buttler, Jacki., Lewis,Ricki.,2004, Hole Human Anatomy and Physiology, Ed 10 th, Mc Graw Hill 16. Suparman, 1994, Ilmu Penyakit Dalam, FK UI, Jakarta 17. Sidarta Ilyas, 1999, Ilmu Penyakit Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, Jakarta 18. Wilson et al, 1994, Harrison s Principle of Internal Medicine, Ed 13 th, McGraw Hill, Singapore 19. Wignyosastro dkk Ilmu Kebidanan. edisi 3. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. Disahkan oleh Diperiksa oleh Disiapkan oleh Tanggal: Tanggal: Tanggal: Dekan, Koordinator PUPT Koordinator Tim Blok SAP Blok Kesehatan Usia Lanjut hal 10 dari 18

11 SATUAN ACARA KULIAH PAKAR Program Studi : Pendidikan Dokter Fakultas : Kedokteran Kode Mata Kuliah: Nama Mata Kuliah: Blok Kesehatan Usia Lanjut Semester : VI Kompetensi Blok : (diambil dari 7 area kompetensi KKI) 1. Komunikasi Efektif 2. Keterampilan Klinis 3. Landasan Ilmiah Kedokteran 4. Pengelolaan Masalah Kesehatan 5. Pengelolaan Informasi Learning : (dibuat dari tujuan tertinggi yang akan dicapai setelah mengikuti kegiatan ) 1. Mahasiswa mampu berkomunikasi dengan pasien dan anggota keluarganya pada kelainan/penyakit pada usia. 2. Mahasiswa mampu memperoleh dan mencatat informasi yang akurat serta penting tentang pasien dan keluarganya. 3. Mahasiswa mampu merekomendasikan prosedur klinik dan laboratorium terkait dengan penyakit/kelainan pada usia. 4. Mahasiswa mampu menerapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip ilmu biomedik, klinik, perilaku, dan ilmu kesehatan masyarakat sesuai masalah kesehatan usia. 5. Mahasiswa mampu mengelola penyakit/kelainan pada usia. 6. Mahasiswa menjelaskan berbagai pelayanan kesehatan dan sosial pada usia. 7. Mahasiswa mampu menerapkan Evidence Based Medicine dalam proses pelayanan kesehatan usia. 8. Mahasiswa mampu menjelaskan tinjauan Islam terhadap masalah kesehatan usia. Perte muan ke Kom peten si Learning Topik Bahasan dan Sub Topik Bahasa Indikator Pencapaian Dosen Pakar Strategi Pembelaj aran Alokasi Waktu Media Pembelaj aran Evaluasi Sumber Bahan ,4 4,5 - Menjelaskan proses fisiologis terjadinya penuaan Overview geriatri & perma-salahannya. Fisiologi dr. Probosuse 1,2,16,18 - Menjelaskan penderita geriatri dan assesment geriatri. penuaan, teori penuaan, konsep menua no, Sp.PD, K-Ger 2 3,4 8 - Menjelaskan tinjauan Islam terhadap proses menjadi tua (aging process). - Menjelaskan pentingnya zikrul maut dan persiapan sehat (healthy aging) Kesehatan usia dlm perspektif Islam Prof.Dr.dr. Rusdi Lamsudin, M.Med.Sc, Sp.S (K) SAP Blok Kesehatan Usia Lanjut hal 11 dari 18

12 Perte muan ke Kom peten si Learning menghadapi kematian. - Menjelaskan cara mengatasi permasalahan psikogeriatri berdasarkan prinsip-prinsip Islam. 3 3,4 4 Menjelaskan masalah gizi pada usia 4 3,4 4,5 Menjelaskan penampilan berbagai penyakit yang sering terjadi pada usia. 5 3,4 4,5 - Menjelaskan osteoporosis pada usia - Menjelaskan masalah jatuh pada usia 6 3,4 4,5 Menjelaskan prinsip-prinsip pemakaian obat pada usia 7 3,4 4,5 - Menjelaskan penampilan berbagai penyakit yang sering terjadi pada usia. - Menjelaskan masalah dekubitus sebagai akibat immobilisasi pada usia 8 3,4,5 7 Mahasiswa mampu menerapkan Evidence Based Medicine dalam proses pelayanan kesehatan usia 9 3,4 4,5 - Menjelaskan gangguan neurologi pada usia. - Menjelaskan gangguan fungsi luhur pada usia. - Menjelaskan inkontinensia pada usia Topik Bahasan dan Sub Topik Bahasa Status gizi, kebutuhan gizi usia yang sehat dan sakit Penyakit cardiovaskuler pada usia Osteoporosis dan Jatuh pada usia Farmakologi : Pemakaian obat pd usia 8 IPD : Penyakit Infeksi pada Usia Lanjut dan Decubitus EBM IP Saraf : Gangguan neurologi pd usia : Demensia, gang-guan fungsi luhur inkontinensia Indikator Pencapaian Dosen Pakar dr. Probosuse no, Sp.PD, K-Ger dr. Probosuse no, Sp.PD, K-Ger dr. Probosuse no, Sp.PD, K-Ger dr. Isnatin Miladiyah, M.Kes dr. Probosuse no, Sp.PD, K-Ger Prof.Dr.dr. Rusdi Lamsudin, M.Med.Sc, Sp.S (K) Prof.Dr.dr. Rusdi Lamsudin, M.Med.Sc, Sp.S (K) Strategi Pembelaj aran Alokasi Waktu Media Pembelaj aran 10 3,4 4,5 - Menjelaskan etiologi, IPD : Menopause & dr. Evaluasi Sumber Bahan SAP Blok Kesehatan Usia Lanjut hal 12 dari 18

13 Perte muan ke Kom peten si Learning Topik Bahasan dan Sub Topik Bahasa Indikator Pencapaian Dosen Pakar Strategi Pembelaj aran Alokasi Waktu Media Pembelaj aran Evaluasi Sumber Bahan patofisiologi, diagnosis dan manajemen menopause. - Menjelaskan etiologi, patofisiologi, diagnosis dan manajemen andropause 11 3,4 4,5 Menjelaskan masalah-masalah psikogeriatri 12 3,4 4,5 Menjelaskan rehabilitasi medic pada usia 13 3,4 6 menjelaskan berbagai pelayanan kesehatan dan sosial pada usia. Andropause, disfungsi ereksi IKJ : Gangguan kejiwaan usia IPD : Rehabilitasi medik dan Home Care pd usia IKM : Pelayanan kesehatan & sosial pd usia Probosuse no, Sp.PD, K-Ger dr. Cecep, Sp.KJ dr. Probosuse no, Sp.PD, K-Ger dr. Sunarto, M.Kes : 1. Anonim, 2003, Buku kumpulan abstrak/makalah Konggres Nasional Gerontologi Paradoxical Paradigm Towards Active Ageing, Jakarta 2. Anonim, 2004, Naskah Lengkap Kongres Nasional III dan Temu Ilmiah Nasional II Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia, Yogyakarta 3. Anonim, 1996, Standar Pelayanan Medis RSUP Dr. Sardjito, Komite Medis RSUP DR. Sardjito dan Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta. 4. Abrams, W.B., Berkod.R,1997, The Merck Manual of Geriatrics, Bina Rupa Aksara, Jakarta 5. Adam, George L., Boeis Fundamental of Otolaryngology, W.B. Saunders Company, Philadelpia 6. Arnold, Harry. L., Andrews disease of The skin : Clinical Dermatology, W.B. Saunders Caompany Philadelpia 7. Balinger, Jacob J., Penyakit Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala dan Leher I, Edisi 13, Binarupa aksara, Jakarta 8. Darmojo, B., Martono, H.H.,1999, Buku Ajar Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut), Fakultas Kedokteran UI, Jakarta. 9. Gan,S. 1998, Farmakologi dan Terapi. Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran UI, Jakarta 10. Ganong, W.F.,1999, Review of Medical physiology, Lange Medical Publication, California 11. Grahame-Smith,DG dan Aronson, JK, 2002, Oxford Textbook of Clinical Pharmacology and Drug Therapy, 3 rd edition, Oxford University Press, New York 12. Guyton, A.C.,2000, Textbook of Medical Physiology, WB Saunders Company, Philadelphia 13. Hawari, Dadang,1999,Al Qur an Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa, Dana Bhakti Prima Yasa, Jakarta 14. Hazzard, W.R.,et al.,1999, Principle of Geriatric Medicine and Gerontology, 4 th ed. International edition, Mc Graw Hill 15. Shier,David.,Buttler, Jacki., Lewis,Ricki.,2004, Hole Human Anatomy and Physiology, Ed 10 th, Mc Graw Hill 16. Suparman, 1994, Ilmu Penyakit Dalam, FK UI, Jakarta 17. Sidarta Ilyas, 1999, Ilmu Penyakit Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, Jakarta 18. Wilson et al, 1994, Harrison s Principle of Internal Medicine, Ed 13 th, McGraw Hill, Singapore SAP Blok Kesehatan Usia Lanjut hal 13 dari 18

14 19. Wignyosastro dkk Ilmu Kebidanan. edisi 3. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. Disahkan oleh Diperiksa oleh Disiapkan oleh Tanggal: Tanggal: Tanggal: Dekan, Koordinator PUPT Koordinator Tim Blok SAP Blok Kesehatan Usia Lanjut hal 14 dari 18

15 SATUAN ACARA KETERAMPILAN MEDIK Program Studi : Pendidikan Dokter Fakultas : Kedokteran Kode Mata Kuliah: Nama Mata Kuliah: Semester : VI Pertemuan Kompe Learning Topik Media Alat dan Alokasi Evaluasi/ Metode Ke tensi Bahasan Bahan Waktu Assessment ,2,3,4, 5 Assessme nt Geriatri Setting ruang Laporan & presentasi PPK 1,2,3,4 - Mampu melakukan sambung rasa dengan pasien dan keluarganya dalam rangka penegakan diagnosis kelainan/penyakit pada usia. - Mampu mengumpulkan informasi dari pasien dan keluarganya dalam rangka penegakan diagnosis kelainan/penyakit pada usia. - Mampu memberikan penjelasan dan informasi tentang kelainan/penyakit pada usia kepada pasien/keluarganya. - Mampu melakukan presentasi laporan kasus secara efektif dan jelas, demi kepentingan pasien maupun ilmu kedokteran. - Memilih prosedur klinis dan laboratorium sesuai dengan masalah pasien. 2,3,4 2,3 3,4,5 - Mampu menjelaskan berbagai penyakit dan kelainan pada usia (etiologi, patofisiologi/patogenesis, gejala dan tanda, diagnosis, penatalaksanaan, komplikasi dan prognosis). - Mampu menginterpretasi data klinis dan merumuskannya menjadi diagnosis sementara dan diagnosis banding. - Mampu mengidentifikasi, memilih dan menerapkan strategi pengelolaan yang tepat terhadap penyakit atau kelainan pada usia. - Mampu menulis resep obat secara rasional pada penyakit atau kelainan pada usia. MEQ 1, 2, 3 Setting ruang Bimbingan & kelompok kecil Tugas lapangan (PPK) Lembar assessment geriatri MEQ Soal MEQ MEQ SAP Blok Kesehatan Usia Lanjut hal 15 dari 18

16 Disahkan oleh Diperiksa oleh Disiapkan oleh Tanggal: Tanggal: Tanggal: Dekan, Koordinator PUPT Koordinator Tim Blok SAP Blok Kesehatan Usia Lanjut hal 16 dari 18

17 SATUAN ACARA PROGRAM PENGENALAN KLINIK/PENUGASAN Program Studi : Pendidikan Dokter Fakultas : Kedokteran Kode Mata Kuliah: Nama Mata Kuliah: Semester : VI Kompete Learning Jenis Tempat Topik Evaluasi/ nsi Kegiatan Kegiatan Bahasan Assessment ,2,3,4,5 1,2,3,4 - Mampu melakukan sambung rasa dengan pasien dan keluarganya dalam rangka penegakan diagnosis kelainan/penyakit pada usia. Kegiatan lapangan Daerah sekitar tempat tinggal Membuat Assessment Makalah & presentasi - Mampu mengumpulkan informasi dari pasien dan keluarganya dalam rangka penegakan diagnosis kelainan/penyakit pada usia. (PPK) mahaiswa / panti wreda Geriatri - Mampu memberikan penjelasan dan informasi tentang kelainan/penyakit pada usia kepada pasien/keluarganya. - Mampu melakukan presentasi laporan kasus secara efektif dan jelas, demi kepentingan pasien maupun ilmu kedokteran. - Memilih prosedur klinis dan laboratorium sesuai dengan masalah pasien. Disahkan oleh Diperiksa oleh Disiapkan oleh Tanggal: Tanggal: Tanggal: Dekan, Koordinator PUPT Koordinator Tim Blok SAP Blok Kesehatan Usia Lanjut hal 17 dari 18

18 SAP Blok Kesehatan Usia Lanjut hal 18 dari 18

Perancangan Sistem Pakar Medis Untuk Kasus Dermatomikosis Superfisialis

Perancangan Sistem Pakar Medis Untuk Kasus Dermatomikosis Superfisialis Perancangan Sistem Pakar Medis Untuk Kasus Dermatomikosis Superfisialis Galang Prihadi Mahardhika, Izzati Muhimmah Magister Teknik Informatika Universitas islam Indonesia Jl. Kaliurang km 14 Yogyakarta

Lebih terperinci

Program Rujuk Balik Bagi Peserta JKN

Program Rujuk Balik Bagi Peserta JKN panduan praktis Program Rujuk Balik Bagi Peserta JKN 07 02 panduan praktis Program Rujuk Balik Kata Pengantar Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)

Lebih terperinci

Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Fakultas Hukum UNTAG Semarang Mata Kuliah SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) : Kemahiran Non Litigasi Kode Mata Kuliah : HKIn. 3 0 0 6 S K S : 3 Sub.Mata kuliah : 1. Teknik Perancangan Kontrak 2. Teknik Perancangan Undang-Undang 3. Teknik

Lebih terperinci

IDENTITAS MATA KULIAH

IDENTITAS MATA KULIAH IDENTITAS MATA KULIAH Nama Mata Kuliah : Metodologi Penelitian Sosial Kode Mata Kuliah : KPM398/3(2-2)5 Status Mata Kuliah : Wajib Prasyarat : Berfikir dan Menulis Ilmiah (KPM200) dan Metode Statistika

Lebih terperinci

SILABUS MATA KULIAH. Revisi : 1 Tanggal Berlaku : 1 Februari 2014. Kompetensi dasar Indikator Materi Pokok Strategi Pembelajaran pengertian dan

SILABUS MATA KULIAH. Revisi : 1 Tanggal Berlaku : 1 Februari 2014. Kompetensi dasar Indikator Materi Pokok Strategi Pembelajaran pengertian dan SILABUS MATA KULIAH Revisi : 1 Tanggal Berlaku : 1 Februari 2014 A. Identitas 1. Nama Mata Kuliah : Quality Assurance Rumah Sakit 2. Program Studi : Profesi Apoteker 3. Fakultas : Farmasi 4. Bobot : 2

Lebih terperinci

IPAP PTSD Tambahan. Pilihan penatalaksanaan: dengan obat, psikososial atau kedua-duanya.

IPAP PTSD Tambahan. Pilihan penatalaksanaan: dengan obat, psikososial atau kedua-duanya. IPAP PTSD Tambahan Prinsip Umum I. Evaluasi Awal dan berkala A. PTSD merupakan gejala umum dan sering kali tidak terdiagnosis. Bukti adanya prevalensi paparan trauma yang tinggi, (termasuk kekerasan dalam

Lebih terperinci

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA -Tahun 2005- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pengurus Pusat PPNI, Sekretariat: Jl.Mandala Raya No.15 Patra Kuningan Jakarta Tlp: 62-21-8315069 Fax: 62-21-8315070

Lebih terperinci

BAB. 3. METODE PENELITIAN. : Cross sectional (belah lintang)

BAB. 3. METODE PENELITIAN. : Cross sectional (belah lintang) BAB. 3. METODE PENELITIAN 3.1 Rancang Bangun Penelitian Jenis Penelitian Desain Penelitian : Observational : Cross sectional (belah lintang) Rancang Bangun Penelitian N K+ K- R+ R- R+ R- N : Penderita

Lebih terperinci

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU SEBAGAI BENTUK STUDENT SUPPORT

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU SEBAGAI BENTUK STUDENT SUPPORT PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU SEBAGAI BENTUK STUDENT SUPPORT Zulharman Staf Pengajar FK Unri Mahasiswa S2 Ilmu Pendidikan Kedokteran FK UGM PENDAHULUAN Para mahasiswa

Lebih terperinci

LAPORAN DATA INDIKATOR MUTU PELAYANAN RSUD KABUPATEN PACITAN TAHUN 2015

LAPORAN DATA INDIKATOR MUTU PELAYANAN RSUD KABUPATEN PACITAN TAHUN 2015 A. INDIKATOR KLINIK LAPORAN DATA INDIKATOR MUTU PELAYANAN RSUD KABUPATEN PACITAN TAHUN 25 NO JUDUL INDIKATOR FORMULA DATA. Pengkajian awal Jumlah tindakan pengkajian pasien baru < 24 jam awal yang dilakukan

Lebih terperinci

PETA KOMPETENSI SILABUS SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) KONTRAK PERKULIAHAN

PETA KOMPETENSI SILABUS SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) KONTRAK PERKULIAHAN PETA KOMPETENSI SILABUS SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) KONTRAK PERKULIAHAN MATA KULIAH PENGANTAR ILMU LINGKUNGAN ( ED6202/2 sks/sem. VI ) Oleh: Ir. Iftitah Ruwana, MT JURUSAN TEKNIK LISTRIK D-III FAKULTAS

Lebih terperinci

dapat berakibat pada keterlambatan penanganan medis terhadap pasien yang sedang membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Rekam medis kertas yang

dapat berakibat pada keterlambatan penanganan medis terhadap pasien yang sedang membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Rekam medis kertas yang 2 dapat berakibat pada keterlambatan penanganan medis terhadap pasien yang sedang membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Rekam medis kertas yang digunakan dalam pelayanan medis tidak selalu mampu

Lebih terperinci

DAFTAR PUSTAKA. Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik), edisi revisi VI, PT. Rineka Cipta, Jakarta, 2006.

DAFTAR PUSTAKA. Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik), edisi revisi VI, PT. Rineka Cipta, Jakarta, 2006. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik), edisi revisi VI, PT. Rineka Cipta, Jakarta, 2006., Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, Ed. rev. 2010, cet.14,

Lebih terperinci

PERATURAN DIREKTUR RSUD TUGUREJO NO NOMOR DOKUMEN NAMA DOKUMEN REV. 00

PERATURAN DIREKTUR RSUD TUGUREJO NO NOMOR DOKUMEN NAMA DOKUMEN REV. 00 DAFTAR INDUK DOKUMEN RSUD TUGUREJO PROVINSI JAWA TENGAH TU & HUMAS PERATURAN DIREKTUR RSUD TUGUREJO NO NOMOR DOKUMEN NAMA DOKUMEN REV. 00 1 No. 1 Tahun 2013 Kebijakan Pelayanan Rumah Sakit RSUD Tugurejo

Lebih terperinci

Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 59 tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan

Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 59 tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 59 tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DIY tgl 19 29 November 2012 Latar Belakang Masyarakat Provider/fasyankes

Lebih terperinci

PETA KOMPETENSI SILABUS SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) KONTRAK PERKULIAHAN. Oleh: Bambang Prio Hartono, ST, MT

PETA KOMPETENSI SILABUS SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) KONTRAK PERKULIAHAN. Oleh: Bambang Prio Hartono, ST, MT PETA KOMPETENSI SILABUS SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) KONTRAK PERKULIAHAN MATA KULIAH RANGKAIAN LISTRIK I ( ED1113/3 sks/sem. I ) Oleh: Bambang Prio Hartono, ST, MT JURUSAN TEKNIK LISTRIK D-III FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan (kuratif) dan pemulihan

BAB I PENDAHULUAN. upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan (kuratif) dan pemulihan 7 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Rumah sakit merupakan suatu institusi di mana segenap lapisan masyarakat bisa datang untuk memperoleh upaya penyembuhan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif). Upaya

Lebih terperinci

1. Institusi : FISIP Jurusan Ilmu Komunikasi 2. Tahun Akademik : 2011/ 2012 3. Semester : II 4. Nama dan Kode Mata Kuliah : Teori Komunikasi

1. Institusi : FISIP Jurusan Ilmu Komunikasi 2. Tahun Akademik : 2011/ 2012 3. Semester : II 4. Nama dan Kode Mata Kuliah : Teori Komunikasi 1. Institusi : FISIP Jurusan Ilmu Komunikasi 2. Tahun Akademik : 2011/ 2012 3. Semester : II 4. Nama dan Kode Mata Kuliah : Teori Komunikasi (SPK 1201) 5. SKS : 3-0 6. Pengampu : Dr. Toto Sugito Mite Setiansah,

Lebih terperinci

PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM UPAYA PELAYANAN KESEHATAN JIWA PARIPURNA

PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM UPAYA PELAYANAN KESEHATAN JIWA PARIPURNA PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM UPAYA PELAYANAN KESEHATAN JIWA PARIPURNA Dr. Suryo Dharmono SpKJ Divisi Psikiatri Komunitas Departemen Psikiatri FKUI/RSCM UPAYA PELAYANAN KESEHATAN JIWA DI INDONESIA Dikenal

Lebih terperinci

Konsep Sistem Informasi

Konsep Sistem Informasi SATUAN ACARA PERKULIAHAN Kode Mata Kuliah: IF0362/2 sks Program Studi: S 1 Sistem Informasi INSTITUT KEUANGAN PERBANKAN INFORMATIKA ASIA PERBANAS Jl. Perbanas, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta 12940,

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.25, 2008 DEPARTEMEN PERTAHANAN. RUMAH SAKIT dr Suyoto. Organisasi. Tata Kerja.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.25, 2008 DEPARTEMEN PERTAHANAN. RUMAH SAKIT dr Suyoto. Organisasi. Tata Kerja. BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.25, 2008 DEPARTEMEN PERTAHANAN. RUMAH SAKIT dr Suyoto. Organisasi. Tata Kerja. PERATURAN MENTERI PERTAHANAN NOMOR: 12 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH

Lebih terperinci

EVALUASI DOSEN SEBAGAI BENTUK PENILAIAN KINERJA. Liche Seniati Chairy

EVALUASI DOSEN SEBAGAI BENTUK PENILAIAN KINERJA. Liche Seniati Chairy EVALUASI DOSEN SEBAGAI BENTUK PENILAIAN KINERJA Liche Seniati Chairy Disampaikan dalam: Workshop Evaluasi Kinerja Dosen oleh Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: 9 April 2005 1 EVALUASI DOSEN SEBAGAI

Lebih terperinci

KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN STANDAR PELAYANAN KESEHATAN DASAR DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN RI

KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN STANDAR PELAYANAN KESEHATAN DASAR DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN RI KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN STANDAR PELAYANAN KESEHATAN DASAR DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN RI NOMOR 9/SP/SETWAPRES/D-5/TUPEG/11/2011 BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

Lebih terperinci

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG SILABUS MATA KULIAH. Mata Kuliah : Akuntansi Sosial. Kode : B1A 327

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG SILABUS MATA KULIAH. Mata Kuliah : Akuntansi Sosial. Kode : B1A 327 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG Mata Kuliah : Akuntansi Sosial Kode : B1A 327 SILABUS MATA KULIAH SKS : 3 SKS Semester/TA : Ganjil / TA 2010/2011 Prasyarat : - Dosen/ Asisten : 1. Dr.

Lebih terperinci

PROBLEM BASED LEARNING MODUL 1 GANGGUAN TUMBUH KEMBANG & MALNUTRISI ENERGI PROTEIN

PROBLEM BASED LEARNING MODUL 1 GANGGUAN TUMBUH KEMBANG & MALNUTRISI ENERGI PROTEIN SISTEM / BLOK TUMBUH KEMBANG & GERIATRI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN PROBLEM BASED LEARNING MODUL 1 GANGGUAN TUMBUH KEMBANG & MALNUTRISI ENERGI PROTEIN Penulis : dr. Martira Maddeppungeng,

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PELAKSANAAN WAJIB LAPOR PECANDU NARKOTIKA

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PELAKSANAAN WAJIB LAPOR PECANDU NARKOTIKA RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PELAKSANAAN WAJIB LAPOR PECANDU NARKOTIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 15 Tahun : 2010 Seri : E PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

Lebih terperinci

badan berlebih (overweight dan obesitas) beserta komplikasinya. Selain itu, pengetahuan tentang pola makan juga harus mendapatkan perhatian yang

badan berlebih (overweight dan obesitas) beserta komplikasinya. Selain itu, pengetahuan tentang pola makan juga harus mendapatkan perhatian yang BAB 1 PENDAHULUAN Masalah kegemukan (obesitas) dan penurunan berat badan sangat menarik untuk diteliti. Apalagi obesitas merupakan masalah yang serius bagi para pria dan wanita, oleh karena tidak hanya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi ini masyarakat cenderung menuntut pelayanan kesehatan yang bermutu. Pengukur mutu sebuah pelayanan dapat dilihat secara subjektif dan objektif.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dengan menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk. negara-negara dunia diprediksikan akan mengalami peningkatan.

BAB I PENDAHULUAN. dengan menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk. negara-negara dunia diprediksikan akan mengalami peningkatan. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lanjut usia (lansia) merupakan tahap akhir dari kehidupan dan merupakan proses alami yang tidak dapat dihindari oleh setiap individu. Proses alami ditandai

Lebih terperinci

Waspada Keracunan Phenylpropanolamin (PPA)

Waspada Keracunan Phenylpropanolamin (PPA) Waspada Keracunan Phenylpropanolamin (PPA) Penyakit flu umumnya dapat sembuh dengan sendirinya jika kita cukup istirahat, makan teratur, dan banyak mengkonsumsi sayur serta buah-buahan. Namun demikian,

Lebih terperinci

SURAT KEPUTUSAN PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA Nomor : PO. 001/ PP.IAI/1418/VII/2014. Tentang

SURAT KEPUTUSAN PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA Nomor : PO. 001/ PP.IAI/1418/VII/2014. Tentang SURAT KEPUTUSAN PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA Nomor : PO. 001/ PP.IAI/1418/VII/2014 Tentang PERATURAN ORGANISASI TENTANG STANDAR PRAKTIK APOTEKER INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PENCAPAIAN INDIKATOR MUTU BULAN JANUARI-MARET 2016

PENCAPAIAN INDIKATOR MUTU BULAN JANUARI-MARET 2016 KESEHATAN DAERAH MILITER III / SILIWANGI RUMAH SAKIT TK. II 3.5.1 DUSTIRA PENCAPAIAN INDIKATOR MUTU BULAN JANUARI-MARET 216 Jl. Dr. Dustira No.1 Cimahi Telp. 665227 Faks. 665217 email : rsdustira@yahoo.com

Lebih terperinci

Indikator pelayanan rumah sakit By : Setiadi

Indikator pelayanan rumah sakit By : Setiadi Indikator pelayanan rumah sakit By : Setiadi Tugas elearning: Bacalah makalah ini dengan seksama dan jawab pertanyaan dengan baik pakai metode tulisan tangan sebagai tugas per individu dan dikumpulkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Lanjut usia merupakan suatu anugerah. Menjadi tua, dengan segenap

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Lanjut usia merupakan suatu anugerah. Menjadi tua, dengan segenap BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lanjut usia merupakan suatu anugerah. Menjadi tua, dengan segenap keterbatasannya akan dialami oleh seseorang bila berumur panjang. Di Indonesia istilah untuk

Lebih terperinci

PANDUAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI KOMPETENSI PROFESI APOTEKER ( SKPA )

PANDUAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI KOMPETENSI PROFESI APOTEKER ( SKPA ) PANDUAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI KOMPETENSI PROFESI APOTEKER ( SKPA ) PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA JAKARTA 2014 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR I. PENDAHULUAN II. MAKSUD DAN TUJUAN III. RUANG LINGKUP

Lebih terperinci

RANCANGAN PEMBELAJARAN PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI

RANCANGAN PEMBELAJARAN PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI RANCANGAN PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI Q No. Dokumen 12-2-1.2.05.00 Tgl. Efektif 01 Maret 2014 Mata Kuliah : Manajemen Perubahan Semester : V Sks : 3 sks Kode : 31005 Dosen/Team Teaching

Lebih terperinci

Penerapan geriatrik kedokteran menuju usia lanjut yang sehat

Penerapan geriatrik kedokteran menuju usia lanjut yang sehat Penerapan geriatrik kedokteran menuju usia lanjut yang sehat Kris Pranarka Divisi Geriatrik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro ABSTRAK Pada lanjut usia gejala klinik

Lebih terperinci

RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN (RPP)

RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN (RPP) RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN (RPP) Judul Mata Ajar : Sistem Reproduksi 2 Kode MK : KEP 301 Beban Studi : 3 SKS (T:2 SKS, P: 1 SKS) PJMK : Anita Rahmawati, S.Kep.,Ns Periode : Semester 6 Tahun Ajaran

Lebih terperinci

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO, - 1 - PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR 32 TAHUN 2014 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH RA. BASOENI KABUPATEN MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

Justinus duma, SFt, Physio

Justinus duma, SFt, Physio Justinus duma, SFt, Physio Kepmenkes RI No.778/Menkes/SK/VIII/2008 tentang : Pedoman Pelayanan Fisioterapi di Sarana Kesehatan Bab.I bagian C (1) Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan

Lebih terperinci

KLINIK ANAK KLINIK GIGI DAN MULUT

KLINIK ANAK KLINIK GIGI DAN MULUT KLINIK ANAK Dokter Praktek Hari Jam (Wib) Senin 07.30-09.30 dr. Hj. Pujiati Abbas, Sp.A Senin-Kamis(On Call) 14.00-16.00 Selasa - Sabtu 08.00-12.00 Sabtu 16.00-18.00 dr. H.R. Agoestono, Sp.A Senin s.d

Lebih terperinci

PERSIAPAN BIDANG PELAYANAN KEPERAWATAN TERKAIT UU KEPERAWATAN DALAM STANDAR AKREDITASI RS VERSI 2012

PERSIAPAN BIDANG PELAYANAN KEPERAWATAN TERKAIT UU KEPERAWATAN DALAM STANDAR AKREDITASI RS VERSI 2012 PERSIAPAN BIDANG PELAYANAN KEPERAWATAN TERKAIT UU KEPERAWATAN DALAM STANDAR AKREDITASI RS VERSI 2012 I.DASAR HUKUM UU RI No. 29 Tahun 2004 Ttg Praktik Kedokteran UU RI No. 36 Tahun 2009 Ttg Kesehatan UU

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian. Pada November 1999, the American Hospital Asosiation (AHA) Board of

BAB I PENDAHULUAN. rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian. Pada November 1999, the American Hospital Asosiation (AHA) Board of BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas mengenai latar belakang yang mendasari latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian. A. Latar Belakang Pada November 1999, the American Hospital

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan ke Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sebagai pemenuhan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran.

SKRIPSI Diajukan ke Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sebagai pemenuhan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran. HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGHADAPI OBJECTIVE STRUCTURED CLINICAL EXAMINATION (OSCE) DENGAN NILAI OSCE MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS SKRIPSI Diajukan ke Fakultas Kedokteran

Lebih terperinci

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG REPUBLIK INDONESIA I PERATURAN MET,ITERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1438/MENKES IPENIXIaO 1 O TENTANG STANDAR PEIAYANAN KEDOKTERAN DENGAN RAHMATUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

INSTRUMEN AKREDITASI RUMAH SAKIT STANDAR AKREDITASI VERSI 2012

INSTRUMEN AKREDITASI RUMAH SAKIT STANDAR AKREDITASI VERSI 2012 KOMISI AKREDITASI RUMAH SAKIT INSTRUMEN AKREDITASI RUMAH SAKIT STANDAR AKREDITASI VERSI 212 Edisi 1, tahun 212 KATA PENGANTAR KETUA KOMISI AKREDITASI RUMAH SAKIT (Dr. dr. Sutoto, M.Kes) Puji syukur kita

Lebih terperinci

ASUHAN KEPERAWATAN TENTANG DIABETES MELLITUS ( DM ) YAYASAN PENDIDIKAN SETIH SETIO AKADEMI KEPERAWATAN SETIH SETIO MUARA BUNGO

ASUHAN KEPERAWATAN TENTANG DIABETES MELLITUS ( DM ) YAYASAN PENDIDIKAN SETIH SETIO AKADEMI KEPERAWATAN SETIH SETIO MUARA BUNGO ASUHAN KEPERAWATAN TENTANG DIABETES MELLITUS ( DM ) YAYASAN PENDIDIKAN SETIH SETIO AKADEMI KEPERAWATAN SETIH SETIO MUARA BUNGO Kata Pengantar Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat

Lebih terperinci

Konsensus Global Terapi Hormon pada Wanita Menopause

Konsensus Global Terapi Hormon pada Wanita Menopause Konsensus Global Terapi Hormon pada Wanita Menopause T. J. de Villiers, M. L. S. Gass *, C. J. Haines, J. E. Hall, R. A. Lobo **, D. D. Pierroz and M. Rees MediClinic Panorama and Department of Obstetrics

Lebih terperinci

panduan praktis Sistem Rujukan Berjenjang

panduan praktis Sistem Rujukan Berjenjang panduan praktis Sistem Rujukan Berjenjang 04 02 panduan praktis Sistem Rujukan Berjenjang Kata Pengantar Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan

Lebih terperinci

BAB 5 SIMPULAN. Pada bab ini akan di bahas mengenai simpulan dan alur penelitian selanjutnya dan saran yang akan diberikan.

BAB 5 SIMPULAN. Pada bab ini akan di bahas mengenai simpulan dan alur penelitian selanjutnya dan saran yang akan diberikan. BAB 5 SIMPULAN Pada bab ini akan di bahas mengenai simpulan dan alur penelitian selanjutnya dan saran yang akan diberikan. 5.1. Simpulan Berdasarkan hasil analisis data dan interpretasi penemuan, maka

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN I.1

BAB I PENDAHULUAN I.1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Kehamilan dan persalinan pada primigravida dan atau wanita dengan umur 35 tahun atau lebih, diberi prioritas bersalin di rumah sakit dan diperlakukan pelayanan sama

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN (RPP) Mata Kuliah ANALISIS KEBUTUHAN AUD I

RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN (RPP) Mata Kuliah ANALISIS KEBUTUHAN AUD I (RPP) Mata Kuliah ANALISIS KEBUTUHAN AUD I Oleh : Maulidya Ulfah., M.Pd.I JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP VETERAN SEMARANG Semester/ SKS : V / 2 Pertemuan

Lebih terperinci

FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM [FIAI] UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA MENJADI STANDAR BAHAN AJAR DI UII. web: www.sanaky.com - e-mail: hujair@lpm.uii.ac.

FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM [FIAI] UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA MENJADI STANDAR BAHAN AJAR DI UII. web: www.sanaky.com - e-mail: hujair@lpm.uii.ac. MENJADI STANDAR BAHAN AJAR DI UII MODUL MATERI KULIAH TERDIRI DARI SATU TOPIK BAHASAN SATU PERTEMUAN DETAIL PENJELASAN TOPIK BAHASAN DARI SAP atau RPP SILABUS REFERENSI STANDAR VALIDASI BPM UII [PM 04]

Lebih terperinci

Pengendalian Proses Perkuliahan Strata - 1

Pengendalian Proses Perkuliahan Strata - 1 FM-UII-AM-FSM-08/RO PROSEDUR SISTEM MUTU Pengendalian Proses Perkuliahan Strata - 1 FAKULTAS. Kode Dokumen : PM-UII-09 Versi / Revisi : 1/0 Tanggal Berlaku : 28 Februari 2000 Disahkan oleh, Diperiksa oleh,

Lebih terperinci

100% 100% (2/2) 100% 100% (4142) (4162) (269) (307) (307) (269) (278) (263) (265) (264) 0% (638) 12 mnt. (578) 10 mnt

100% 100% (2/2) 100% 100% (4142) (4162) (269) (307) (307) (269) (278) (263) (265) (264) 0% (638) 12 mnt. (578) 10 mnt Press Release Implementasi Standar Akreditasi Untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan & Keselamatan Pasien RSUD dr. R. Soetrasno Kabupaten Rembang RSUD dr. R. Soetrasno Kabupaten Rembang, merupakan rumah sakit

Lebih terperinci

SURAT KEPUTUSAN PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA Nomor : Kep. 007/ PP.IAI/1418/IV/2014. Tentang

SURAT KEPUTUSAN PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA Nomor : Kep. 007/ PP.IAI/1418/IV/2014. Tentang SURAT KEPUTUSAN PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA Nomor : Kep. 007/ PP.IAI/1418/IV/2014 Tentang PETUNJUK TEKNIS TATA CARA PENGAJUAN PENILAIAN DAN PENGAKUAN SATUAN KREDIT PARTISIPASI (SKP) PROGRAM

Lebih terperinci

Mulyadi *, Mudatsir ** *** ABSTRACT

Mulyadi *, Mudatsir ** *** ABSTRACT Hubungan Tingkat Kepositivan Pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA) dengan Gambaran Luas Lesi Radiologi Toraks pada Penderita Tuberkulosis Paru yang Dirawat Di SMF Pulmonologi RSUDZA Banda Aceh Mulyadi *,

Lebih terperinci

SASARAN Semua Tenaga Pelayanan Kesehatan, Dokter, Perawat, Bidan. METODE Ceramah, Diskusi, Demonstrasi, Kunjungan lapangan, Praktek

SASARAN Semua Tenaga Pelayanan Kesehatan, Dokter, Perawat, Bidan. METODE Ceramah, Diskusi, Demonstrasi, Kunjungan lapangan, Praktek PENDAHULUAN Health Care Associated Infection ( HAIs) atau Infeksi sehubungan dengan pelayanan kesehatan merupakan masalah serius bagi semua sarana pelayanan kesehatan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PENANGANAN TERSANGKA DAN/ATAU TERDAKWA PECANDU NARKOTIKA DAN KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA KE DALAM LEMBAGA REHABILITASI

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS DI PUSKESMAS CIGEUREUNG KOTA TASIKMALAYA PROVINSI JAWA BARAT

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS DI PUSKESMAS CIGEUREUNG KOTA TASIKMALAYA PROVINSI JAWA BARAT UNIVERSITAS INDONESIA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS DI PUSKESMAS CIGEUREUNG KOTA TASIKMALAYA PROVINSI JAWA BARAT Makalah Disusun dalam rangka memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Sistem Informasi

Lebih terperinci

MASA USIA LANJUT. Menurut UU No. 13 Th.1998 ttg Kesejahteraan Lanjut Usia yg dimaksud Lanjut Usia adalah seseorang yg berusia 60 th ke atas.

MASA USIA LANJUT. Menurut UU No. 13 Th.1998 ttg Kesejahteraan Lanjut Usia yg dimaksud Lanjut Usia adalah seseorang yg berusia 60 th ke atas. MASA USIA LANJUT Menurut UU No. 13 Th.1998 ttg Kesejahteraan Lanjut Usia yg dimaksud Lanjut Usia adalah seseorang yg berusia 60 th ke atas. Tugas2 Perkemb. Usia Lanjut (Havighurst) 1. Menyesuaikan diri

Lebih terperinci

BUPATI MALANG BUPATI MALANG,

BUPATI MALANG BUPATI MALANG, BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 24 TAHUN 2012 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG BUPATI MALANG, Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkannya

Lebih terperinci

Kuning pada Bayi Baru Lahir: Kapan Harus ke Dokter?

Kuning pada Bayi Baru Lahir: Kapan Harus ke Dokter? Kuning pada Bayi Baru Lahir: Kapan Harus ke Dokter? Prof. Dr. H. Guslihan Dasa Tjipta, SpA(K) Divisi Perinatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK USU 1 Kuning/jaundice pada bayi baru lahir atau disebut

Lebih terperinci

FAK. ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK UNIVERSITAS KADIRI TANGGAL STANDARD OPERATING PROCEDURE BERLAKU: PROSES PEMBELAJARAN REVISI :

FAK. ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK UNIVERSITAS KADIRI TANGGAL STANDARD OPERATING PROCEDURE BERLAKU: PROSES PEMBELAJARAN REVISI : DOKUMEN LEVEL KODE SOP/LAK/B.01 UNIVERSITAS KADIRI TANGGAL STANDARD OPERATING PROCEDURE BERLAKU FAK. ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK PROSES PEMBELAJARAN REVISI A. TUJUAN Untuk terlaksananya kegiatan pembelajaran

Lebih terperinci

KAJIAN PELAKSANAAN REKAM MEDIS GIGI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KOTA PONTIANAK

KAJIAN PELAKSANAAN REKAM MEDIS GIGI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KOTA PONTIANAK KAJIAN PELAKSANAAN REKAM MEDIS GIGI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KOTA PONTIANAK Sri Rezki Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Pontianak ABSTRAK Latar Belakang: Rekam medis merupakan berkas yang berisi catatan

Lebih terperinci

PENGARUH PELATIHAN METODE ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL (MAKP) TIM TERHADAP PENERAPAN MAKP TIM DI RSUD DR. SOEGIRI LAMONGAN.

PENGARUH PELATIHAN METODE ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL (MAKP) TIM TERHADAP PENERAPAN MAKP TIM DI RSUD DR. SOEGIRI LAMONGAN. PENGARUH PELATIHAN METODE ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL (MAKP) TIM TERHADAP PENERAPAN MAKP TIM DI RSUD DR. SOEGIRI LAMONGAN Suratmi.......ABSTRAK....... Kinerja perawat merupakan salah satu faktor penting

Lebih terperinci

REKAM MEDIS DAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER (PUSKESMAS)

REKAM MEDIS DAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER (PUSKESMAS) REKAM MEDIS DAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN DI PELAYANAN KESEHATAN PRIMER (PUSKESMAS) Oleh: Sharon Gondodiputro,dr.,MARS Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung

Lebih terperinci

KEP.333/MEN/1989 KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP.333/MEN/1989 T E N T A N G

KEP.333/MEN/1989 KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP.333/MEN/1989 T E N T A N G KEP.333/MEN/1989 KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP.333/MEN/1989 T E N T A N G DIAGNOSIS DAN PELAPORAN PENYAKIT AKIBAT KERJA MENTERI TENAGA KERJA Menimbang: a. bahwa terhadap

Lebih terperinci

LILIK SUKESI DIVISI GUNJAL HIPERTENSI DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM R.S. HASAN SADIKIN / FK UNPAD BANDUNG

LILIK SUKESI DIVISI GUNJAL HIPERTENSI DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM R.S. HASAN SADIKIN / FK UNPAD BANDUNG LILIK SUKESI DIVISI GUNJAL HIPERTENSI DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM R.S. HASAN SADIKIN / FK UNPAD BANDUNG OUTLINE PENDAHULUAN TENAGA KESEHATAN MENURUT UNDANG-UNDANG TUGAS & WEWENANG PERAWAT PENDELEGASIAN

Lebih terperinci

MANUAL PROSEDUR TATALAKSANA HIPOGIKEMIA & HIPERGLIKEMIA HIPOGLIKEMI & TATALAKSANANYA

MANUAL PROSEDUR TATALAKSANA HIPOGIKEMIA & HIPERGLIKEMIA HIPOGLIKEMI & TATALAKSANANYA MANUAL PROSEDUR TATALAKSANA HIPOGIKEMIA & HIPERGLIKEMIA Tujuan Umum: Mahasiswa mampu melakukan tindakan kolaboratif untuk mengatasi hipoglikemia dan hiperglikemia dengan tepat. Tujuan Khusus: Setelah mengikuti

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN RANCANGAN PROSEDUR PENGELOLAAN OBAT/ALAT KESEHATAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MYRIA PALEMBANG

BAB IV ANALISIS DATA DAN RANCANGAN PROSEDUR PENGELOLAAN OBAT/ALAT KESEHATAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MYRIA PALEMBANG BAB IV ANALISIS DATA DAN RANCANGAN PROSEDUR PENGELOLAAN OBAT/ALAT KESEHATAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MYRIA PALEMBANG Instalasi Farmasi Rumah Sakit Myria Palembang merupakan Bagian Pelayanan Instalasi

Lebih terperinci

Anna Ngatmira,SPd,MKM ( Jogjakarta, 25 November 2014)

Anna Ngatmira,SPd,MKM ( Jogjakarta, 25 November 2014) Anna Ngatmira,SPd,MKM ( Jogjakarta, 25 November 2014) Joint Commission International (JCI) International Patient Safety Goals (IPSG) Care of Patients ( COP ) Prevention & Control of Infections (PCI) Facility

Lebih terperinci

DESKRIPSI DAN SILABUS

DESKRIPSI DAN SILABUS DESKRIPSI DAN SILABUS KOSMETOLOGI (BU 343) Disusun oleh : Dra. Pipin Tresna P., M.Si. NIP. 19631016 199001 2 001 JURUSAN PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS

Lebih terperinci

PONED sebagai Strategi untuk Persalinan yang Aman

PONED sebagai Strategi untuk Persalinan yang Aman PONED sebagai Strategi untuk Persalinan yang Aman Oleh: Dewiyana* Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) adalah pelayanan untuk menanggulangi kasus kegawatdaruratan obstetri dan neonatal yang

Lebih terperinci

DAFTAR BIDANG ILMU. No. Kategori Bidang Ilmu. Filsafat Filsafat Lain yang Belum Tercantum Ilmu Religi dan Budaya

DAFTAR BIDANG ILMU. No. Kategori Bidang Ilmu. Filsafat Filsafat Lain yang Belum Tercantum Ilmu Religi dan Budaya DAFTAR BIDANG ILMU No. Kategori Bidang Ilmu 1 Agama Dan Filsafat - Ilmu Filsafat Filsafat Filsafat Lain yang Belum Tercantum Ilmu Religi dan Budaya 2 3 4 5 6 7 Agama dan Filsafat - Ilmu Pengetahuan Agama

Lebih terperinci

OVERVIEW KLB KERACUNAN PANGAN

OVERVIEW KLB KERACUNAN PANGAN OVERVIEW KLB KERACUNAN PANGAN Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan adalah suatu kejadian dimana terdapat dua orang atau lebih yang menderita sakit dengan gejala yang sama atau hampir sama setelah

Lebih terperinci

dr. H R Dedi Kuswenda, MKes Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar Ditjen Bina Upaya Kesehatan

dr. H R Dedi Kuswenda, MKes Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar Ditjen Bina Upaya Kesehatan dr. H R Dedi Kuswenda, MKes Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar Ditjen Bina Upaya Kesehatan Dasar Hukum Pengertian Akreditasi Maksud dan Tujuan Akreditasi Proses Akreditasi Undang-Undang Republik Indonesia

Lebih terperinci

BERITA NEGARA. KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Organisasi. Tata Kerja. Rumah Sakit Pengayoman. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

BERITA NEGARA. KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Organisasi. Tata Kerja. Rumah Sakit Pengayoman. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA No.959, 2011 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Organisasi. Tata Kerja. Rumah Sakit Pengayoman. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci

PROSEDUR PENGAJUAN UJIAN KHUSUS

PROSEDUR PENGAJUAN UJIAN KHUSUS HALAMAN dari 5. TUJUAN : - Mahasiswa/i FTI UKM mengetahui proses yang harus dilakukan untuk mengajukan ujian khusus di FTI UKM. - Untuk memastikan pengajuan ujian khusus di FTI UKM ditangani dengan baik.

Lebih terperinci

HUBUNGAN PERSALINAN KALA II LAMA DENGAN ASFIKSIA BAYI BARU. LAHIR DI RSUD.Dr.H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN TAHUN 2011. Husin :: Eka Dewi Susanti

HUBUNGAN PERSALINAN KALA II LAMA DENGAN ASFIKSIA BAYI BARU. LAHIR DI RSUD.Dr.H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN TAHUN 2011. Husin :: Eka Dewi Susanti HUBUNGAN PERSALINAN KALA II LAMA DENGAN ASFIKSIA BAYI BARU LAHIR DI RSUD.Dr.H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN TAHUN 2011 Husin :: Eka Dewi Susanti ISSN : 2086-3454 VOL 05. NO 05 EDISI 23 JAN 2011 Abstrak

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR NOMOR 07 TAHUN 2011 TENTANG

LEMBARAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR NOMOR 07 TAHUN 2011 TENTANG LEMBARAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR NOMOR : 07 PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR NOMOR 07 TAHUN 2011 TENTANG MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

panduan praktis Administrasi Klaim Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan

panduan praktis Administrasi Klaim Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan panduan praktis Administrasi Klaim Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan 14 02 panduan praktis administrasi klaim faskes BPJS Kesehatan Kata Pengantar Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. tiga strategic business unit yang dimiliki oleh PT. Perkebunan Nusantara X

BAB 1 PENDAHULUAN. tiga strategic business unit yang dimiliki oleh PT. Perkebunan Nusantara X BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Jember Klinik (Rumah Sakit Perkebunan Jember) adalah salah satu dari tiga strategic business unit yang dimiliki oleh PT. Perkebunan Nusantara X (Persero). Rumah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mencapai 1,2 milyar. Pada tahun 2000 diperkirakan jumlah lanjut usia

BAB I PENDAHULUAN. mencapai 1,2 milyar. Pada tahun 2000 diperkirakan jumlah lanjut usia 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat ini, di seluruh dunia jumlah orang lanjut usia diperkirakan ada 500 juta dengan usia rata-rata 60 tahun dan diperkirakan pada tahun 2025 akan mencapai 1,2 milyar.

Lebih terperinci

PERAWATAN PALIATIF PASIEN HIV / AIDS

PERAWATAN PALIATIF PASIEN HIV / AIDS PERAWATAN PALIATIF PASIEN HIV / AIDS Agung Nugroho Divisi Peny. Tropik & Infeksi Bag. Peny. Dalam FK-UNSRAT Manado PENDAHULUAN Jumlah pasien HIV/AIDS di Sulut semakin meningkat. Sebagian besar pasien diberobat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan yang kompleks, karena

BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan yang kompleks, karena BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Rumah Sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan yang kompleks, karena selain memiliki fungsi sebagai pelayanan, rumah sakit juga menjalankan fungsi pendidikan,

Lebih terperinci

LAMPIRAN 2 SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT)

LAMPIRAN 2 SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT) LAMPIRAN 1 50 LAMPIRAN 2 SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT) Yang bertanda tangan dibawah ini: N a m a : U s i a : Alamat : Pekerjaan : No. KTP/lainnya: Dengan

Lebih terperinci

DESKRIPSI DAN SILABUS MATA KULIAH PENDIDIKAN ORANG DEWASA DAN LANJUT USIA (LS.718)

DESKRIPSI DAN SILABUS MATA KULIAH PENDIDIKAN ORANG DEWASA DAN LANJUT USIA (LS.718) DESKRIPSI DAN SILABUS MATA KULIAH PENDIDIKAN ORANG DEWASA DAN LANJUT USIA (LS.718) Oleh: UGI SUPRAYOGI PRGRAM STUDI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2006 Deskripsi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kardiovaskuler secara cepat di negara maju dan negara berkembang.

BAB I PENDAHULUAN. kardiovaskuler secara cepat di negara maju dan negara berkembang. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini perubahan pola hidup yang terjadi meningkatkan prevalensi penyakit jantung dan berperan besar pada mortalitas serta morbiditas. Penyakit jantung diperkirakan

Lebih terperinci

KETERAMPILAN KOMUNIKASI DASAR KOMUNIKASI DENGAN PASIEN LANJUT USIA

KETERAMPILAN KOMUNIKASI DASAR KOMUNIKASI DENGAN PASIEN LANJUT USIA KETERAMPILAN KOMUNIKASI DASAR KOMUNIKASI DENGAN PASIEN LANJUT USIA I. PENGANTAR Latihan keterampilan komunikasi dasar ini merupakan kelanjutan dari latihan komunikasi pada semester lalu dengan perbedaan

Lebih terperinci

ORGANISASI RUMAH SAKIT GOVERNING BODY Fungsi, Peran, Tugas, Tanggung Jawab dan Wewenang. dr. Murti W. Wirawan, MKes.

ORGANISASI RUMAH SAKIT GOVERNING BODY Fungsi, Peran, Tugas, Tanggung Jawab dan Wewenang. dr. Murti W. Wirawan, MKes. ORGANISASI RUMAH SAKIT GOVERNING BODY Fungsi, Peran, Tugas, Tanggung Jawab dan Wewenang. dr. Murti W. Wirawan, MKes. PENDAHULUAN Organisasi rumah sakit mempunyai bentuk yang unik, yang berbeda dengan organisasi

Lebih terperinci

PROBLEM BASED LEARNING SEBAGAI METODE PERKULIAHAN KEDOKTERAN YANG EFEKTIF. Tita Menawati Liansyah Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

PROBLEM BASED LEARNING SEBAGAI METODE PERKULIAHAN KEDOKTERAN YANG EFEKTIF. Tita Menawati Liansyah Universitas Syiah Kuala Banda Aceh PROBLEM BASED LEARNING SEBAGAI METODE PERKULIAHAN KEDOKTERAN YANG EFEKTIF Tita Menawati Liansyah Universitas Syiah Kuala Banda Aceh Abstract: Problem Based Learning (PBL) is one of the teaching approaches

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. rumah sakit, komponen penting dari mutu layanan kesehatan, prinsip dasar dari

BAB I PENDAHULUAN. rumah sakit, komponen penting dari mutu layanan kesehatan, prinsip dasar dari 16 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keselamatan Pasien (Patient Safety) merupakan isu global dan nasional bagi rumah sakit, komponen penting dari mutu layanan kesehatan, prinsip dasar dari

Lebih terperinci

MANAJEMEN PELAYANAN MEDIK DI RUMAH SAKIT. Henni Djuhaeni

MANAJEMEN PELAYANAN MEDIK DI RUMAH SAKIT. Henni Djuhaeni 1 MANAJEMEN PELAYANAN MEDIK DI RUMAH SAKIT Henni Djuhaeni I. Pendahuluan Pelayanan medik khususnya medik spesialistik merupakan salah satu Ciri dari Rumah Sakit yang membedakan antara Rumah Sakit dengan

Lebih terperinci

Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) dan Merck peduli kesehatan saraf

Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) dan Merck peduli kesehatan saraf Siaran Pers Kontak Anda: Niken Suryo Sofyan Telepon +62 21 2856 5600 29 Mei 2012 Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) dan Merck peduli kesehatan saraf Neuropati mengancam 1 dari 4 orang

Lebih terperinci

BAB 4 METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah Bagian Ilmu Kesehatan Anak, khususnya

BAB 4 METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah Bagian Ilmu Kesehatan Anak, khususnya BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1. Ruang lingkup penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah Bagian Ilmu Kesehatan Anak, khususnya Perinatologi dan Neurologi. 4.. Waktu dan tempat penelitian Penelitian ini

Lebih terperinci

LAPORAN WORKSHOP REGIONAL PASIEN STANDAR KEDOKTERAN WILAYAH I KOMPONEN 2 PROYEK HPEQ

LAPORAN WORKSHOP REGIONAL PASIEN STANDAR KEDOKTERAN WILAYAH I KOMPONEN 2 PROYEK HPEQ LAPORAN WORKSHOP REGIONAL PASIEN STANDAR KEDOKTERAN WILAYAH I KOMPONEN 2 PROYEK HPEQ Hotel Aryaduta Medan, 20 21 September 2011 Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA PMIPA FKIP UNIVERSITAS JAMBI UJIAN AKHIR SEMESTER

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA PMIPA FKIP UNIVERSITAS JAMBI UJIAN AKHIR SEMESTER PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA PMIPA FKIP UNIVERSITAS JAMBI UJIAN AKHIR SEMESTER Kode: Area: Program Studi Tanggal dikeluarkan: Tanggal Revisi: TUJUAN Tujuan Standar Operasional Prosedur ini adalah

Lebih terperinci