B. GAMBARAN UMUM DAERAH

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "B. GAMBARAN UMUM DAERAH"

Transkripsi

1 BAB I PENDAHULUAN A. DASAR HUKUM Pembentukan Kabupaten Bangka ditetapkan dengan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II dan Kota Praja di Sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1821). Namun sejak diberlakukannya Undang- Undang Nomor 27 Tahun 2000 tentang Pembentukan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kabupaten Bangka menjadi salah satu kabupaten dari Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. B. GAMBARAN UMUM DAERAH Luas wilayah 2.950,68 Km², Kabupaten Bangka terdiri dari 8 kecamatan, dengan jumlah penduduk jiwa dan Sungailiat sebagai ibukota kabupaten serta dengan batas batas wilayah sebagai berikut: (i) sebelah utara berbatasan dengan Laut Natuna; (ii) sebelah timur berbatasan dengan Laut Natuna; (iii) sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bangka Tengah dan Kota Pangkalpinang; dan (iv) sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Bangka Barat. C. VISI DAN MISI Visi Kabupaten Bangka Tahun ini adalah sebagai berikut BANGKA IDAMAN yang merupakan akronim dari IDeal dalam pelayanan, AManah dalam pemerintahan, dan ANti terhadap kemiskinan. Adapun misi Pembangunan Kabupaten Bangka Tahun adalah sebagai berikut : 1. Mewujudkan Pelayanan Sosial Dasar yang Prima, meliputi: - Pelayanan Pendidikan - Pelayanan Kesehatan - Pelayanan Kesejahteraan Sosial 2. Meningkatkan Pelayanan Dasar Penunjang, meliputi: - Infrastruktur Jalan - Sumber Daya Air Minum dan Listrik - Pelestarian Sumber Daya Lingkungan 3. Meningkatkan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, meliputi: - Pengembangan Sektor Pertanian dan Perkebunan - Pengembangan Sektor Kelautan dan Perikanan - Pengembangan Sektor Pariwisata berbasis Masyarakat

2 - Pengembangan Lembaga Keuangan Mikro 4. Mewujudkan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan SDM Aparatur serta Mewujudkan Pelayanan Prima bidang Perizinan dan Non Perizinan 5. Meningkatkan Penggalian Sumber-sumber Penerimaan D. URUSAN DESENTRALISASI I. PRIORITAS URUSAN WAJIB YANG DILAKSANAKAN 1. URUSAN PENDIDIKAN Urusan Pendidikan dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka (1) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dari sejumlah anak usia 4-6 tahun di Kabupaten Bangka terdapat sejumlah anak yang bersekolah pada jenjang Taman Kanak-kanak (TK), RA dan Penitipan Anak sehingga capaian kinerja untuk indikator Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Bangka Tahun 2008 sebesar 40,79 %. (2) Penduduk yang berusia >15 tahun melek huruf (tidak buta aksara) Untuk indikator penduduk yang berusia >15 tahun melek huruf (tidak buta aksara) di Kabupaten Bangka Tahun 2008 dilihat dari Jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas adalah 97,90 %. (3) Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI/Paket A Jenis APM SD/MI/ Paket A Uraian Jumlah siswa usia 7-12 tahun jenjang SD Jumlah penduduk kelompok usia 7-12 tahun Jumlah Capaian Kinerja (%) 99,80 (4) Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs/Paket B Jenis APM SMP/ MTs/ Paket B Uraian Jumlah siswa usia tahun jenjang SMP Jumlah penduduk kelompok usia 7-12 tahun Jumlah Capaian Kinerja (%) 70,03 (5) Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMK/MA/Paket C Jenis Uraian Jumlah APM Jumlah siswa usia tahun SMA/ jenjang SMA SMK/MA/ Jumlah penduduk kelompok Paket C usia tahun Capaian Kinerja (%) 54,90

3 (6) Angka Putus Sekolah (APS) SD/MI Indikator selanjutnya dalam menilai capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah urusan pendidikan adalah Angka Putus Sekolah (APS). Adapun APS di Kabupaten Bangka untuk berbagai tingkatan dapat dilihat pada tabel berikut ini : Jenis APS Uraian Jumlah Capaian Kinerja (%) SD/MI Jumlah putus sekolah pada tingkat dan jenjang SD Jumlah siswa pada tingkat yang sama dan jenjang SD pada tahun ajaran sebelumnya ,39 (7) Angka Putus Sekolah (APS) SMP/MTs Jenis APS Uraian Jumlah Capaian Kinerja (%) SMP/ MTs Jumlah putus sekolah pada tingkat dan jenjang SMP Jumlah siswa pada tingkat yang sama dan jenjang SMP pada tahun ajaran sebelumnya ,97 (8) Angka Putus Sekolah (APS) SMA/SMK/MA Jenis APS Uraian Jumlah Capaian Kinerja (%) SMA/ SMK/ MA Jumlah putus sekolah pada tingkat dan jenjang SMA/SMK/MA Jumlah siswa pada tingkat yang sama dan jenjang SMA/SMK/MA pada tahun ajaran sebelumnya (9) Angka Kelulusan (AL) SD/MI Angka kelulusan (AL) juga merupakan salah satu Indikator Kinerja Kunci untuk urusan pendidikan, dimana angka kelulusan ini meliputi SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. Adapun capian kinerja untuk indikator Angka Kelulusan (AL) untuk tingkatan SD/MI dapat dilihat pada tabel berikut ini :

4 Jenis AL Uraian Jumlah SD/MI Jumlah lulusan pada jenjang SD/MI Jumlah siswa tingkat tertinggi pada jenjang SD/MI pada tahun ajaran sebelumnya Capaian Kinerja (%) 99,88 (10) Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs Indikator Capaian Kinerja berupa Angka kelulusan (AL) tingkat SMP/MTs dapat dilihat pada tabel berikut ini : Jenis AL Uraian Jumlah SMP/MTs Jumlah lulusan pada jenjang SMP/MTs Jumlah siswa tingkat tertinggi pada jenjang SMP/MTs pada tahun ajaran sebelumnya Capaian Kinerja (%) 92,63 (11) Angka Kelulusan (AL) SMA/SMK/MA Selanjutnya Capaian Indikator Angka kelulusan (AL) untuk tingkat SMA/SMK/MA ditunjukkan dari tabel berikut : Jenis AL Uraian Jumlah SMA/ SMK/MA Jumlah lulusan pada jenjang SMA/SMK/MA Jumlah siswa tingkat tertinggi pada jenjang SMA/SMK/MA pada tahun ajaran sebelumnya Capaian Kinerja (%) 86,46 (12) Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs Terkait dengan angka kelulusan sekolah, maka indikator selanjutnya adalah Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs maupun dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA. Capaian kinerja untuk indikator Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs dapat dilihat pada tabel berikut: Jenis AM SD/MI ke SMP/MTs Uraian Jumlah siswa baru tingkat I pada jenjang SMP/MTs Jumlah lulusan pada jenjang SD/MI tahun ajaran sebelumnya Jumlah Capaian Kinerja (%) 96,70

5 (13) Angka Melanjutkan (AM) dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA Capaian Indikator Angka Melanjutkan (AM) dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA dapat dilihat pada tabel berikut ini : Jenis AM SMP/ MTs ke SMA/SM K/MA Uraian Jumlah siswa baru tingkat I pada jenjang SMA/SMK/MA Jumlah lulusan pada jenjang SMP/MTs tahun ajaran sebelumnya Jumlah Capaian Kinerja (%) 96,78 (14) Guru yang memenuhi kualifikasi S-1/D-IV Capaian kinerja untuk guru yang memenuhi kualifikasi S-1/D-IV dapat dihitung dari jumlah guru di Kabupaten Bangka yang berijazah S-1 dan D-IV sebanyak orang dibandingkan dengan jumlah seluruh guru yang ada di Kabupaten Bangka baik guru SD/MI, SMP/MTs maupun SMA/SMK/MA sebanyak orang. Berdasarkan angka tersebut diketahui bahwa prosentase guru yang memenuhi kualifikasi S-1/D-IV sebesar 34,33 %. 2. URUSAN KESEHATAN Urusan kesehatan dilaksanakan oleh 2 (dua) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yakni : - Dinas Kesehatan - Rumah Sakit Umum Daerah Sungailiat. (1) Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani Untuk urusan kesehatan utamanya menekankan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil, balita dan anak-anak serta masyarakat miskin. Pada tahun 2009, di Kabupaten Bangka terdapat kasus ibu dengan komplikasi kebidanan yang mendapat penanganan definitif sebanyak 134 kasus, sedangkan jumlah ibu dengan komplikasi kebidanan sebanyak kasus tersebut, sehingga nilai capaian kinerja untuk Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani adalah sebesar 20 %. (2) Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan

6 Pada tahun yang sama terdapat sasaran ibu bersalin di Kabupaten Bangka sedangkan yang dapat ditolong/ditangani oleh tenaga kesehatan hanya sebesar orang sehingga Nilai Capaian Kinerja untuk Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan sebesar 94,25 %. (3) Cakupan Desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI) Pada tahun 2008 semua desa dan Kelurahan di Kabupaten Bangka (60 desa dan 9 Kelurahan) sudah melaksanakan Universal Child Immunization (UCI) sehingga nilai capaian kinerja untuk Cakupan Desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI) adalah sebesar 100%. (4) Cakupan Balita Gizi Buruk mendapat perawatan Pada tahun 2009 tidak ditemukan kasus Balita Gizi Buruk di Kabupaten Bangka. (5) Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA Indikator Kunci pelayanan kesehatan yang lain adalah Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA. Di Kabupaten Bangka selama kurun waktu 2007 diperkirakan terdapat 384 penderita baru TBC BTA (+), sedangkan jumlah kasus yang dapat ditemukan dan diobati hanya sebesar 218 kasus, sehingga nilai capainya kinerja untuk cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA hanya sebesar 57,70 %. (6) Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit DBD Pada saat yang sama di Kabupaten Bangka ditemukan 50 orang penderita penyakit DBD, dan semua kasus itu dapat ditangani sesuai SOP sehingga nilai capaian kinerja untuk Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit DBD adalah sebesar 100 %. (7) Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin. Pada tahun 2009 di Kabupaten Bangka ditemukan orang/masyarakat miskin, sedangkan jumlah kunjungan pasien masyarakat miskin di sarana kesehatan sebanyak 4.059, sehingga nilai capaian kinerja untuk Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin sebesar 16,08 %.

7 (8) Cakupan kunjungan bayi Hal lain yang penting untuk mendapat pelayanan dasar kesehatan adalah bayi lahir yang hidup. Selama tahun 2009 terdapat sebanyak bayi lahir yang hidup di Kabupaten Bangka, sedangkan yang mendapat pelayanan sesuai standar sebanyak bayi, sehingga nilai capainya kinerja untuk Cakupan kunjungan bayi sebesar 98,90 %. 3. URUSAN LINGKUNGAN HIDUP Urusan Lingkungan Hidup dilaksanakan oleh Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka (1) Penanganan sampah Penanganan persampahan merupakan permasalahan krusial yang sering dihadapi kota-kota di seluruh Indonesia, tak terkecuali Kabupaten Bangka. Dari total produksi sampah di Kabupaten Bangka pada tahun 2008 sebesar 68 m 3, volume sampah yang tertangani sebesar 65 m 3, sehingga capaian kinerja dari indikator persentase penanganan sampah di Kabupaten Bangka pada tahun 2008 telah mencapai 95,59 %. (2) Cakupan pengawasan terhadap pelaksanaan Amdal Capaian kinerja dari indikator cakupan pengawasan terhadap pelaksanaan Amdal mencapai 62,5 % yang diukur dari jumlah perusahaan yang wajib AMDAL yang telah diawasi sebanyak 16 perusahaan dibandingkan dengan jumlah seluruh perusahaan wajib AMDAL sebanyak 10 perusahaan. (3) Rasio tempat pembuangan sampah (TPS) per satuan penduduk Indikator Kinerja Kunci yang ketiga yaitu Rasio Tempat Pembuangan Sampah (TPS) per satuan penduduk merupakan perbandingan antara daya tampung Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sebesar 124 m 3 dengan jumlah penduduk Kabupaten Bangka pada tahun 2008 sebesar jiwa. Dengan demikian maka capaian kinerja dari indikator rasio tempat pembuangan sampah (TPS) per satuan jumlah penduduk pada tahun 2008 adalah 0,51 (4) Penegakan hukum lingkungan Sesuai dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 19 Tahun 2004 tentang Pedoman Pengelolaan Pengaduan Kasus Pencemaran dan atau Perusakan Lingkungan Hidup Pemerintah Daerah berkewajiban menangani

8 pengaduan kasus pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup. Untuk menilai kinerja pemerintah daerah dalam penanganan pengaduan, maka digunakan indikator kunci penegakan hukum lingkungan. Berdasarkan jumlah aduan kasus lingkungan yang harus ditangani pada tahun 2008 yaitu sejumlah 2 kasus telah ditangani kesemuanya sehingga capaian kinerja dari indikator penegakan hukum lingkungan telah mencapai 100%. 4. URUSAN PEKERJAAN UMUM Urusan Pekerjaan Umum dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bangka (1) Panjang jalan Kabupaten dalam kondisi baik Capaian kinerja untuk Indikator Kinerja Kunci (IKK) panjang jalan Kabupaten dalam kondisi baik diketahui dengan membandingkan panjang jalan Kabupaten Bangka dalam kondisi baik sepanjang 383,064 km, dibanding dengan panjang seluruh jalan yang ada di Kabupaten Bangka baik sepanjang 652,71 km. Berdasarkan perbandingan tersebut dapat diketahui capaian kinerja Indikator Kinerja Kunci (IKK) panjang jalan Kabupaten dalam kondisi baik sebesar 58,69 %. (2) Luas Irigasi Kabupaten Baik Untuk indikator Luas Irigasi Kabupaten Baik, diukur menggunakan perbandingan antara luas irigasi kabupaten dalam kondisi baik sepanjang 567 Ham dibandingkan dengan luas irigasi Kabupaten Bangka sepanjang Ha, sehingga capaian indikator kinerja-nya sebesar 30,63 % (3) Rumah Tangga Ber Sanitasi Sedang untuk Indikator Kinerja Kunci (IKK) Rumah Tangga Ber Sanitasi merupakan perbandingan antara jumlah rumah tangga ber sanitasi dengan jumlah total rumah tangga, di mana untuk jumlah rumah tangga yang telah bersanitasi di Kabupaten Bangka sejumlah KK atau Rumah Tangga dari seluruh rumah tangga yang ada di Kabupaten Bangka yaitu sejumlah Rumah Tangga. Dari perbandingan tersebut diketahui capaian kinerja Indikator Kinerja Kunci (IKK) rumah tangga ber sanitasi sebesar 56,87 %. (4) Kawasan Kumuh Indikator Kinerja Kunci (IKK) kawasan kumuh yang membandingkan antara luas kawasan kumuh dengan luas wilayah. Di Kabupaten Bangka tidak

9 terdapat kawasan kumuh sehingga capaian kinerja Indikator Kinerja Kunci (IKK) Prosentase kawasan kumuh adalah 0 %. 5. URUSAN PENATAAN RUANG Urusan Penataan Ruang dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bangka. Untuk mengetahui capaian kinerja Indikator Kinerja Kunci (IKK) urusan Tata Ruang dapat diketahui melalui Indikator Kinerja Kunci (IKK) Rasio Ruang Terbuka Hijau (RTH) per satuan luas wilayah ber HPL/HGB. Sebagaimana Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, disebutkan bahwa Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) terdiri Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik dan Privat. Untuk Kabupaten Bangka kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) hingga saat ini baru diketahui Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik dengan luas 3,91 ha, yang terdiri dari : NO LOKASI TAMAN KOTA LUAS (Ha) 1 Taman pepaya Taman Pepabri Bantaran Sungai Taman Terminal Tamansari Taman Kampus Polman 1.50 J U M L A H 3.91 Dari data tersebut di atas capaian kinerja Indikator Kinerja Kunci (IKK) Rasio Ruang Terbuka Hijau (RTH) per satuan luas wilayah ber HPL/HGB untuk Kabupaten Bangka yaitu sebesar 0,02 % didapat dari perbandingan luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik (3,91 ha) dengan luas wilayah Kabupaten Bangka yang ber HPL/HGB ( ,53 Ha). 6. URUSAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN Urusan Perencanaan Pembangunan dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bangka. (1) Tersedianya dokumen perencanaan RPJPD yang telah ditetapkan dengan PERDA.

10 Capaian kinerja untuk Indikator Kinerja Kunci (IKK) tersedianya dokumen perencanaan RPJPD yang telah ditetapkan dengan PERDA di Kabupaten Bangka yaitu melalui Perda Nomor 1 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Bangka Tahun (2) Tersedianya dokumen perencanaan RPJMD yang telah ditetapkan dengan PERDA/PERKADA. Capaian kinerja untuk Indikator Kinerja Kunci (IKK) tersedianya dokumen perencanaan RPJMD yang telah ditetapkan dengan Peraturan Bupati melalui Perbup Nomor 1 Tahun (3) Tersedianya dokumen perencanaan RKPD yang telah ditetapkan dengan PERKADA. Capaian kinerja untuk Indikator Kinerja Kunci (IKK) tersedianya dokumen perencanaan RKPD yang telah ditetapkan dengan PERKADA di Kabupaten Bangka telah ada. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bangka tahun 2009 telah ditetapkan melalui Peraturan Bupati Nomor 10 Tahun 2009 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Tahun (4) Penjabaran program RPJMD kedalam RKPD Capaian kinerja untuk Indikator Kinerja Kunci (IKK) Penjabaran program RPJMD kedalam RKPD merupakan perbandingan antara jumlah program RKPD dengan Jumlah program RPJMD. Pada tahun 2009 jumlah program RKPD Kabupaten Bangka sebanyak 168 program sedang jumlah program RPJMD sebanyak 151 program sehingga capaian kinerja Indikator Kinerja Kunci (IKK) Penjabaran program RPJMD kedalam RKPD sebesar 111,25 %. 7. URUSAN WAJIB PERUMAHAN Urusan wajib perumahan juga dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bangka. a) Rumah Tangga yang menggunakan air bersih Untuk menilai indikator yang pertama yaitu rumah tangga yang menggunakan air bersih didapat dengan membandingkan antara jumlah rumah tangga pengguna air bersih dengan jumlah seluruh rumah tangga. Dari total jumlah

11 rumah tangga di Kabupaten Bangka pada tahun 2009 yaitu sebanyak rumah tangga, sebanyak rumah tangga diantaranya merupakan pengguna air bersih, sehingga capaian kinerja dari indikator rumah tangga yang menggunakan air bersih di Kabupaten Bangka pada tahun 2009 mencapai 67,38 %. b) Luasan lingkungan permukiman kumuh, Di Kabupaten Bangka lingkungan permukiman yang kumuh mencapai luas 427 km2 dari luas wilayah Kabupaten Bangka 2.950,68 km2 sehingga capaian kinerja dari indikator luasan lingkungan permukiman kumuh di Kabupaten Bangka adalah 3,40%. c) Rasio Rumah layak huni. Sedangkan apabila ditinjau dari indikator kinerja kunci yang ketiga yaitu rumah layak huni, dari seluruh rumah di wilayah Kabupaten Bangka yaitu sebanyak buah, sebanyak buah diantaranya merupakan rumah layak huni. Dengan demikian capaian kinerja dari indikator kinerja kunci rasio rumah layak huni di Kabupaten Bangka adalah sebesar 96,84 %. 8. URUSAN KEPEMUDAAN DAN OLAH RAGA Sesuai dengan Perda Nomor 5 Tahun 2008, penyelenggaraan Urusan Pemuda dan Olah Raga di Kabupaten Bangka dilaksanakan oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bangka. Sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 120/2136/OTDA tanggal 9 Oktober 2008 tentang Penyempurnaan IKK pada Lampiran Petunjuk Teknis Pengisian Suplemen LPPD tahun 2007 dalam rangka EKPPD, indikator yang digunakan untuk melihat capaian kinerja urusan kepemudaan dan olahraga adalah : (1) Jumlah gelanggang/balai remaja (selain milik swasta) Dengan jumlah gelanggang/ balai remaja di wilayah Kabupaten Bangka sebanyak 1 buah dibandingkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Bangka pada tahun 2009 sebanyak jiwa, maka capaian kinerja dari indikator jumlah gelanggang/balai remaja per penduduk adalah sebesar 0,0038.

12 (2) Rasio lapangan olahraga Sedangkan capaian kinerja dari indikator rasio lapangan olahraga per penduduk di Kabupaten Bangka diperoleh dari jumlah lapangan olah raga di Kabupaten Bangka yaitu sebanyak 34 buah dibandingkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Bangka pada tahun 2008 sebanyak jiwa, sehingga capaian kinerjanya adalah 0, URUSAN PENANAMAN MODAL Urusan Penanaman Modal dilaksanakan oleh Badan Penanaman Modal Kabupaten Bangka. Indikator yang digunakan untuk melihat capaian kinerja urusan penanaman modal adalah Kenaikan/Penurunan realisasi PMDN yang dihitung berdasarkan realiasi PMDN tahun 2009 dikurangi realisasi tahun 2008 sebesar Rp ,00 (dibandingkan dengan realisasi PMDN tahun 2008 sebesar Rp ,00. Dengan demikian capaian kinerja persentase realisasi PMDN adalah 15,75 %. 10. URUSAN KOPERASI DAN UKM Urusan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dilaksanakan oleh Dinas Peindustrian, Perdagangan, Koperasi, UMKM Kabupaten Bangka. (1) Jumlah koperasi aktif Pembentukan dan pembinaan koperasi merupakan program nasional yang harus dilaksanakan oleh setiap daerah. Tak terkecuali Kabupaten Bangka, pembentukan dan pembinaan koperasi menjadi program wajib yang dilaksanakan oleh kantor Koperasi dan UKM Kabupaten Bangka. Sampai akhir tahun 2009 jumlah keseluruhan koperasi di Kabupaten Bangka adalah sebanyak 185 koperasi. Dari 185 koperasi yang ada di Kabupaten Bangka tersebut, koperasi yang aktif sebanyak 148 koperasi, sehingga dengan demikian prosentase jumlah koperasi aktif per jumlah seluruh koperasi di Kabupaten Bangka capaian kinerjanya adalah sebesar 80,00 %.

13 (2) Usaha mikro dan kecil. Berdasarkan data dari Kantor Koperasi dan UKM Kabupaten Bangka, jumlah usaha mikro dan kecil di Kabupaten Bangka adalah sebanyak usaha. Sedangkan jumlah seluruh UKM adalah usaha. Dengan demikian nilai capaian kinerja dari prosentase usaha mikro dan kecil di Kabupaten Bangka adalah sebesar 95,50 %. 11. URUSAN KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bangka (1) Kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indikator Prosentase Kepemilikan KTP dilihat dari Jumlah Penduduk Kabupaten Bangka yang memiliki KTP yaitu sebanyak orang sedangkan Jumlah penduduk wajib KTP (>17 dan atau pernah/sudah menikah) sebanyak orang, sehingga capaian kinerjanya adalah 60,00 %. (2) Kepemilikan akte kelahiran per 1000 penduduk Adapun capaian kinerja untuk indikator kepemilikan akte kelahiran per 1000 orang dilihat dari jumlah penduduk yang memiliki akte kelahiran sebanyak orang dibagi dengan jumlah penduduk Kabupaten Bangka sebanyak orang, sehingga capaian kinerja untuk indikator ini adalah 434,22. (3) Penerapan KTP Nasional berbasis NIK Indikator selanjutnya yaitu penerapan KTP Nasional berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) sejak tahun 2008 sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka. 12. URUSAN KETENAGAKERJAAN 1) SKPD yang melaksanakan Urusan Ketenagakerjaan dilaksanakan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangka

14 (1) Tingkat partisipasi angkatan kerja Dilihat dari tingkat partisipasi angkatan kerja yang merupakan perbandingan antara jumlah penduduk angkatan kerja dengan jumlah penduduk usia produktif, maka nilai capaian kinerja dari tingkat partisipasi angkatan kerja di Kabupaten Bangka adalah sebesar 60,09% yaitu jiwa yang merupakan jumlah penduduk angkatan kerja dibanding jiwa yang merupakan total jumlah penduduk usia kerja. (2) Pencari kerja yang ditempatkan. Jumlah pekerja yang ditempatkan/yang telah mendapatkan pekerjaan pada tahun 2009 adalah sebanyak 375 orang dari jumlah pekerja yang mendaftar yaitu sebesar orang. Dengan demikian nilai capaian kinerja dari prosentase pekerja yang telah ditempatkan/mendapatkan pekerjaan adalah sebanyak 6,13 %. 13. URUSAN KETAHANAN PANGAN Urusan Ketahanan Pangan dilaksanakan oleh Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Penilaian aspek tingkat capaian kinerja dari penyelenggaraan urusan ketahanan pangan diukur dengan 2 (dua) indikator kinerja kunci yaitu: (1) Regulasi ketahanan pangan Regulasi yang telah dilakukan berkaitan dengan ketahanan pangan adalah penetapan keputusan Bupati berkaitan dengan Desa Mandiri Pangan dan Dewan Ketahanan Pangan (2) Ketersediaan pangan utama Ketersediaan pangan utama merupakan indikator kedua yang digunakan untuk mengukur capaian kinerja urusan ketahanan pangan yang diperoleh dengan membagi rata-rata jumlah ketersediaan pangan utama per tahun dengan jumlah penduduk dikalikan Rata-rata jumlah ketersediaan pangan dihitung berdasarkan stok pangan (beras) di masyarakat dan pemerintah. Stok yang berada di masyarakat terdistribusi atas stok di pedagang, stok di penggilingan, dan stok di rumah tangga konsumen. Sedangkan stok pemerintah didapat dari stok yang berada di Bulog atau

15 Dolog, dimana untuk Kabupaten Bangka merupakan stok yang berada di Sub Dolog. Dari perhitungan, didapat total jumlah stok beras yang berada di masyarakat dan pemerintah adalah sebesar Kg yang juga merupakan rata-rata jumlah ketersediaan pangan utama per tahun. Dengan jumlah penduduk Kabupaten Bangka pada tahun 2009 sebanyak jiwa, maka capaian kinerja dari ketersediaan pangan utama adalah sebesar kg/tahun. 14. URUSAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK Urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dilaksanakan oleh Kantor Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Bangka. 2) Capaian Indikator Kinerja (1) Partisipasi perempuan di lembaga pemerintah Pada Tahun 2009 di Kabupaten Bangka, terdapat orang pekerja perempuan. Dari jumlah itu diperkirakan orang bekerja di lembaga pemerintahan (dalam hal ini termasuk dalam sektor jasa, karena meliputi jasa pendidikan, kesehatan, administrasi pemerintahan, keuangan dan jasa lainnya). Dengan demikian nilai capaian kinerja untuk partisipasi perempuan di lembaga pemerintah hanya sebesar 13,17 %. (2) Angka melek huruf perempuan usia 15 tahun keatas Masalah pendidikan dasar juga penting dalam pemberdayaan perempuan, pada tahun 2009, dari sejumlah anak perempuan usia lebih dari 15 tahun, hanya orang sudah mempunyai kemampuan baca tulis, sehingga nilai angka melek huruf perempuan usia 15 tahun keatas sebesar 12,14 %. (3) Partisipasi angkatan kerja perempuan Pada tahun 2009 jumlah angkatan kerja perempuan di Kabupaten Bangka hanya orang sedangkan total angkatan kerja di Kabupaten Bangka sebesar orang sehingga partisipasi angkatan kerja perempuan hanya sebesar 29,29 %. 15. URUSAN KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA

16 Urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera dilaksanakan oleh Kantor Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Bangka 2) Capaian Indikator Kinerja (1) Prevalensi peserta KB aktif Di Kabupaten Bangka, pada tahun 2009 terdapat pasangan usia subur, yang menjadi peserta program KB aktif sebanyak orang sehingga nilai capaian kinerja untuk Tingkat prevalensi peserta KB aktif adalah 73,17 %. (2) Persentase Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I Di Kabupaten Bangka, pada tahun 2009 ternyata masih ditemukan Keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I, sedangkan jumlah seluruh Keluarga di Kabupaten Bangka ada , sehingga nilai capaian kinerja untuk Persentase Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I sebesar 17,08 %. 16. URUSAN WAJIB PERHUBUNGAN Sesuai Perda Nomor 5 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Bangka, urusan Perhubungan dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangka. Indikator Kinerja Kunci untuk urusan perhubungan hanya membandingkan jumlah angkutan darat dibandingkan dengan jumlah penumpang angkutan darat. Jumlah Angkutan darat di Kabupaten Bangka tahun 2009 diperkirakan sebanyak 350 buah sedangkan jumlah penumpang menurut Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi sebanyak orang. Dengan demikian nilai capaian kinerja untuk Jumlah angkutan darat dibandingkan dengan jumlah penumpang sebesar yaitu 0,86 %. 17. URUSAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA Urusan Komunikasi dan Informatika dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangka serta Bagian Telekomunikasi dan Informatika Setda Kabupaten Bangka.

17 Untuk Urusan Komunikasi dan Informasi terdapat dua Indikator Kinerja Kunci (IKK) yaitu Web site milik pemerintah daerah dan Jumlah Pameran/Expo per tahun. Sejak Tahun 2007 Pemerintah daerah Kabupaten Bangka sudah memiliki web site, yaitu Adapun pameran/expo yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka selama tahun 2009 ada hanya 2 (dua) pameran yaitu : a) Pameran Pembangunan Peringatan Hari Kemerdekaan RI b) Pameran Pembangunan Peringatan Ulang Tahun Kota Sungailiat 18. URUSAN PERTANAHAN Urusan wajib Pertanahan dilaksanakan oleh Bagian Administrasi Pertanahan Setda Kabupaten Bangka 2) Tingkat Capaian Kinerja a. Luas lahan bersertifikat Luas wilayah Kabupaten Bangka adalah 2.950,68 km 2, sedangkan luas lahan yang bersertifikat di Kabupaten Bangka adalah 715,45 km2, sehingga capaian kinerja untuk indikator ini setelah dikonversi ke satuan yang sama adalah sebesar 24,25 %. b. Penyelesaian kasus tanah negara Pada Tahun 2009 di Kabupaten Bangka terdapat 3 kasus yang berkaitan dengan tanah negara dan yang dapat diselesaikan sebanyak 3 kasus, sehingga capaian kinerja untuk indikator kedua yaitu prosentase penyelesaian jumlah kasus tanah negara yang terjadi di Kabupaten Bangka adalah 100 %. c. Penyelesaian ijin lokasi. Indikator ketiga yaitu penyelesaian ijin lokasi di Kabupaten Bangka capaian kinerjanya 75 %, yang diperoleh dari perbandingan antara jumlah ijin lokasi yang diterbitkan sebanyak 3 buah dibandingkan dengan jumlah permohonan ijin lokasi yang juga sebanyak 4 buah. 19. URUSAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM NEGERI

18 Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri dilaksanakan oleh Kantor Kesbanglinmaspol Kabupaten Bangka Sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 120/2136/OTDA tanggal 9 Oktober 2008 tentang Penyempurnaan IKK pada Lampiran Petunjuk Teknis Pengisian Suplemen LPPD tahun 2007 dalam rangka EKPPD, indikator yang digunakan untuk melihat capaian kinerja urusan kesatuan bangsa dan politik dalam negeri adalah : a. kegiatan pembinaan politik daerah sebanyak 2 (dua) kegiatan b. kegiatan pembinaan terhadap LSM, Ormas dan OKP sebanyak 1 (satu) kegiatan. 20. URUSAN OTONOMI DAERAH Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah dan Kepegawaian dilaksanakan oleh Sekretariat Daerah, Inspektorat, Kecamatan, Kelurahan, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Sekretariat DPRD. Urusan otonomi daerah diukur melalui 2 (dua) Indikator Kinerja Kunci yaitu: (1) Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pemda Sistem Informasi Manajemen yang telah ada dan diimplementasikan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka berjumlah 6 (enam) yaitu Sistem Informasi Pelayanan di KPT, Sistem Informasi JKSS, Sistem Informasi Kepegawaian, Sistem informasi Perkantoran Elektronik (VoIP, , Chatting) dan Sistem Informasi Data Kematian (2) Indeks Kepuasan Layanan Masyarakat. Terkait dengan Indikator yang kedua yaitu ada atau tidaknya survey Kepuasan Layanan Masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Badan Perencaan Daerah Kabupaten Bangka pada Tahun 2009 telah melaksanakan survey IKM. Survey tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Nomor KEP/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah. Survey yang dilaksanakan meliputi 14 (empat belas) unsur pelayanan yang dilaksanakan

19 oleh Pemerintah Kabupaten Bangka. Adapun pada Tahun 2009 Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap pelayanan Pemerintah termasuk relatif cukup memuaskan. 21. URUSAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dilaksanakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Bangka. 2) Indikator Capaian Kinerja. Untuk urusan Pemberdayaan masyarakat dan desa terdapat dua Indikator Kinerja Kunci (IKK) yaitu Jumlah PKK aktif dan Posyandu aktif. Pada tahun 2009 terdapat 69 PKK di Kabupaten Bangka, yang semuanya adalah PKK aktif sehingga nilai capaian kinerja untuk Jumlah PKK Aktif sebesar 100%. Adapun jumlah Posyandu yang ada di Kabupaten Bangka 69 buah dan yang aktif sebanyak 48 Pos Yandu sehingga nilai capaian kinerja untuk Posyandu Aktif sebesar 69,56 %. 22. URUSAN SOSIAL Urusan Sosial dilaksanakan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangka 2) Indikator Capaian Kinerja. (1) Sarana Sosial seperti panti asuhan, panti jompo dan panti rehabilitasi Di Kabupaten Bangka jumlah sarana sosial seperti panti asuhan, panti jompo dan panti rehabilitasi adalah sebanyak 6 buah. (2) Penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial Dari data penyandang masalah kesejaheraan sosial (PMKS) Kabupaten Bangka terdapat orang PMKS yang ada. Sementara jumlah PMKS yang tertangani adalah sebanyak 397 orang. Dengan demikian nilai capaian kinerja dari prosentase penanganan penyandang masalah kesejateraan sosial di Kabupaten Bangka adalah sebanyak 11,61 %.

20 (3) PMKS yang memperoleh bantuan sosial Jumlah PMKS yang mendapatkan bantuan sosial adalah sebanyak 397 orang. Sementara jumlah PMKS yang seharusnya mendapatkan bantuan sosial adalah sebanyak orang. Dengan demikian nilai capaian kinerja dari prosentase PMKS yang memperoleh bantuan adalah sebesar 11,61%. 23. URUSAN KEBUDAYAAN Urusan Kebudayaan dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka (1) Penyelenggaraan festifal seni dan budaya Banyaknya penyelenggaraan festifal seni budaya yang dilaksanakan pada tahun 2008 sebanyak 10 (sepuluh) kegiatan, antara lain : - Festival Seni dan Budaya Islam di Sungailiat (1 Muharram) - Upacara Adat Rebo Kasan - Festival Budaya Islam Mendo Barat (Maulid Nabi) - Upacara Adat Mandi Belimau - Festival Ceria Imlek - Pagelaran Seni Budaya - Festival Rumpun Melayu - Lomba Puisi, Tari dan Lagu Daerah - Upacara sembahyang rebut - Pemilihan Bujang Miak Bangka (2) Sarana penyelenggaraan seni dan budaya Berkaitan indikator kedua yaitu jumlah sarana penyelenggaraan seni dan budaya, di Kabupaten Bangka terdapat 8 (delapan) sarana yaitu: - Gedung Sepintu Sedulang - Gedung Serba Guna Syafri Rahman THR - Panggung Mandi Belimau - Panggung Seni Tirta Tapta - Panggung seni Tanjung Pesona - Aula RRI Sungailiat - Panggung Air Anyer - Gedung Serba Guna Kecamatan (3) Benda, situs dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan.

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH - 13 - BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 2.1. Aspek Geografi dan Demografi 2.1.1. Letak Geografis Secara geografis Kota Tasikmalaya terletak antara 108 o 08 38 BT- 108 o 24 02 BT dan antara 7 o 10 LS-7

Lebih terperinci

RANCANGAN AWAL RKPD KABUPATEN LEBAK 2016

RANCANGAN AWAL RKPD KABUPATEN LEBAK 2016 LAMPIRAN I SURAT EDARAN BUPATI LEBAK Nomor : 050/03-Bapp/I/2015 Tanggal : 29 Januari 2015 Tentang : Pedoman Penyusunan Rencana Kerja Kerja Perangkat (Renja-SKPD) Tahun 2016 RANCANGAN AWAL RKPD KABUPATEN

Lebih terperinci

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2012-2016

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2012-2016 RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA NOMOR TAHUN 2012 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2012-2016 RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA NOMOR TAHUN 2012

Lebih terperinci

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Batang Hari Tahun 2013

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Batang Hari Tahun 2013 i H.A.FATTAH,SH BUPATI BATANG HARI ii SINWAN,SH WAKIL BUPATI BATANG HARI iii Drs. H. ALI REDO SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BATANG HARI iv Kata Pengantar Tahun 2013 merupakan tahun ke tiga dari rangkaian

Lebih terperinci

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Lampiran IV PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI Nomor : 4 Tahun 2013 Tanggal : 19 Juli 2013 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN a. PENDAHULUAN Pengelolaan keuangan daerah perlu diselenggarakan secara profesional,

Lebih terperinci

BAB II KONDISI UMUM DAERAH

BAB II KONDISI UMUM DAERAH BAB II KONDISI UMUM DAERAH Dinamika pembangunan Kabupaten Majalengka menunjukkan pertumbuhan yang positif, ditandai keberhasilan pembangunan yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Memasuki era

Lebih terperinci

Tabel 2.2. Perkembangan Populasi Penduduk Kabupaten Sumbawa Menurut Kelompok Umur. No Kelompok Umur (tahun) 2006 2007 2008 2009

Tabel 2.2. Perkembangan Populasi Penduduk Kabupaten Sumbawa Menurut Kelompok Umur. No Kelompok Umur (tahun) 2006 2007 2008 2009 Tabel 2.1. Jumlah UKM n BPR/LKM Kabupaten Sumbawa (Unit) 1 Jumlah UKM 5004 5020 5030 8436 9965 Sumber : Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kab. Sumbawa (beberapa tahun terbitan) Adanya kecenderungan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH Dalam Bab ini diuraikan secara mendetail mengenai gambaran umum kondisi Kabupaten Banyuwangi. Secarasistematis bahasan diurutkan berdasarkan sub bab aspek geografi dan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH A. Kondisi Geografis 1. Batas Administrasi Kabupaten Semarang secara geografis terletak pada 110 14 54,75 sampai dengan 110 39 3 Bujur Timur dan 7 3 57 sampai dengan

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN LAMPIRAN I KEPUTUSAN GUBERNUR NOMOR 188.44 / 0549 / KUM / 2012 TENTANG PENYEMPURNAAN PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN DAN INDIKATOR KINERJA SATUAN KERJA PERANGKAT

Lebih terperinci

A. GAMBARAN UMUM KABUPATEN WONOSOBO

A. GAMBARAN UMUM KABUPATEN WONOSOBO BAB I PENDAHULUAN A. GAMBARAN UMUM KABUPATEN WONOSOBO 1. Kondisi Geografi Secara geografis Kabupaten Wonosobo terletak antara 7. 11 dan 7. 36 Lintang Selatan (LS), 109. 43 dan 110. 04 Bujur Timur (BT).

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH KABUPATEN LUMAJANG

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH KABUPATEN LUMAJANG BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH KABUPATEN LUMAJANG Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri atau Permendagri Nomor 54 tahun 2010, pada bagian gambaran umum kondisi daerah ini diuraikan tentang

Lebih terperinci

BAB II KONDISI UMUM. A. Sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta

BAB II KONDISI UMUM. A. Sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta BAB II KONDISI UMUM A. Sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta Sebelum Indonesia merdeka, Yogyakarta merupakan daerah yang mempunyai pemerintahan sendiri atau disebut Daerah Swapraja, yaitu Kasultanan Ngayogyakarta

Lebih terperinci

Alhamdullilahi robbil alamin, Puji syukur kehadirat Allah

Alhamdullilahi robbil alamin, Puji syukur kehadirat Allah Pemerintah Kota Yogyakarta Lakip Tahun 2013 i Kata Pengantar Assalamu alaikum Wr, Wb. Alhamdullilahi robbil alamin, Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat, taufik, hidayah serta

Lebih terperinci

LAPORAN PELAKSANAAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAERAH KOTA MADIUN (LP2KD)

LAPORAN PELAKSANAAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAERAH KOTA MADIUN (LP2KD) LAPORAN PELAKSANAAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAERAH KOTA MADIUN (LP2KD) PEMERINTAH KOTA MADIUN TAHUN 2012 KATA PENGANTAR Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan KaruniaNya Laporan Pelaksanaan

Lebih terperinci

Dengan Persetujuan Bersama. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA dan GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

Dengan Persetujuan Bersama. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA dan GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA, Menimbang

Lebih terperinci

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2013-2018

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2013-2018 BAB II. 2.1. Aspek Geografi dan Demografi Kosali Batunong LASUSUA. Lelewawo Luas daratan 24,74% Uwesi Liasa Wiwirano Lewulo Girowuto Tawanga Matarambeo Pandua Wawotobi Amusu Konaweha Awuliki Kampa KOLAKA

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH KEPADA PEMERINTAH, LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN KEPALA DAERAH KEPADA DEWAN PERWAKILAN

Lebih terperinci

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN KOTA BANDUNG TAHUN 2014

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN KOTA BANDUNG TAHUN 2014 KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN KOTA BANDUNG TAHUN 2014 PEMERINTAH KOTA BADUNG TAHUN 2014 KATA$PENGANTAR$ $ Puji% dan% syukur% kami% panjatkan% Kehadapan% Tuhan% Yang% Maha% Esa,% karena%

Lebih terperinci

BAB 2 GAMBARAN UMUM KONDISI KOTA JAYAPURA

BAB 2 GAMBARAN UMUM KONDISI KOTA JAYAPURA BAB 2 GAMBARAN UMUM KONDISI 2.1. Aspek Geografi Dan Demografi Analisis pada aspek geografi dan demografi mengambarkan mengenai lokasi dan wilayah, potensi pengembangan wilayah dan kerentanan wilayah terhadap

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA LANGSA

INDIKATOR KINERJA UTAMA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA LANGSA LAMPIRAN : KEPUTUSAN WALIKOTA LANGSA NOMOR 631 / 100 / 2013 TANGGAL 3 Desember 2013 M 29 Muharram 1435 H 1. Pemerintah Kota 2. Kewenangan 3. Indikator Kinerja Utama : : : Langsa Mengatur dan mengurus urusan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 2.1 KONDISI FISIK 2.1.1 Geografi a. Letak Wilayah Secara geografis wilayah Kabupaten Sleman terbentang mulai 110 15 13 sampai dengan 110 33 00 Bujur Timur dan 7 34 51

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN BELANJA BANTUAN KEUANGAN KEPADA KABUPATEN/KOTA YANG BERSUMBER DARI ANGGARAN PENDAPATAN

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 2.1. KONDISI SAAT INI Gambaran umum kondisi daerah saat ini selain menyajikan kondisi geografis, juga memaparkan perkembangan pembangunan Kabupaten Tegal di berbagai

Lebih terperinci

DAFTAR ISI DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

DAFTAR ISI DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR ISI DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... i vii xii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang... I-1 1.2 Dasar Hukum Penyusunan... I-2 1.3 Hubungan Antar Dokumen... I-4 1.3.1 Hubungan RPJMD

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 2.1. Aspek Geografi dan Demografi Aspek geografi dan demografi merupakan salah satu aspek kondisi kewilayahan yang mutlak diperhatikan sebagai ruang dan subyek pembangunan.

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI DI PROVINSI RIAU

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI DI PROVINSI RIAU UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI DI PROVINSI RIAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa

Lebih terperinci

- 1 - PERATURAN GUBERNUR BENGKULU NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS DAERAH PROVINSI BENGKULU

- 1 - PERATURAN GUBERNUR BENGKULU NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS DAERAH PROVINSI BENGKULU - 1 - PERATURAN GUBERNUR BENGKULU NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS DAERAH PROVINSI BENGKULU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BENGKULU, Menimbang Mengingat : bahwa

Lebih terperinci

DAFTAR ISI BAB I. PENDAHULUAN... 1. Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah Menurut Eselon Dalam

DAFTAR ISI BAB I. PENDAHULUAN... 1. Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah Menurut Eselon Dalam DAFTAR ISI DAFTAR ISI... i - vii BAB I. PENDAHULUAN... Tabel. Tabel.2 Tabel.3 Tabel.4 Tabel.5 Tabel.6 Tabel.7. Tabel.8. Tabel.9. Luas Daerah dan Banyaknya Dusun /Lingkungan, RW dan RT 2006... 4 Frekwensi

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2007 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG NASIONAL TAHUN 2005 2025

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2007 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG NASIONAL TAHUN 2005 2025 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2007 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG NASIONAL TAHUN 2005 2025 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang Mengingat

Lebih terperinci