JURNAL PEDAGOGIK PENDIDlKAN DASAR

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "JURNAL PEDAGOGIK PENDIDlKAN DASAR"

Transkripsi

1 JURNAL PEDAGOGIK PENDIDlKAN DASAR ISSN: Jilid 1, Nomor 1, Januari 2013, him Berkala iimiah terbit tiga kali dalam setahun pada bulan Januari, Mei dan September; berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian pendidikan dan kajian atau telaah pendidikan. KETUA PENYUNTING Tatat Hartati WAKIL KETUA PENYUNTING " Yahya Sudarya PENYUNTING AHLI OongKomar y'suyitno Emawulan Syaodih Babang Robandi Pupun Nuryani Dharma Kesuma Nana Djumhana Tatang Syaripudin PENYUNTING PELAKSANA EffY Mulyasari Sandi Budi Iriawan Dwi Heryanto Andhin Dyas Fitriani Arie Rakhmat Riyadi TATALETAK Ira Rengganis PEMBANTU PELAKSANA Cucu Suhendar, Dea 1. Nurjanah, Ratna Komalasari, Gio M. Johan, Rakhmat Sutedi AIamat Penyunting dan Tata Usaha: Kantor Jurnal Pedagogik Pendidikan Dasar, Gedung FIP Lama Universitas Pendidikan Indonesia, Lantai I, Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Kota BandungNo Telp. (022) JURNAL PEDAGOGIK PENDIDIKAN DASAR diterbitkan oleh Jurusan Pedagogik bekerjasama dengan Asosiasi PPG. Pembina: Dekan FIP dan Pembantu Dekan; Penanggungjawab: Ketua Jurusan Pedagogik dan Ketua Prodi PGSD. Penyunting menerima sumbangan tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam media lliin. Naskah diketik di atas kertas HVS A4 spasi ganda, maksimum 30 halaman, dengan format seperti tercantum pada halaman belakang (Petunjuk bagi Penulis). Naskah yang masuk dievaluasi dan disunting untuk keseragaman format, istilah dan tata cara lainnya.

2 JURNAL PEDAGOGIK P,.d... MILIK PERPUSTAKAAN ~ - PUll - LIPI 'ij' I 1\R ISSN: Jilid I, Nomor 1, Januari 2013, him: DAFTARISI Revitalisasi Bahasa dan Budaya Melayu dalam Perspektif Pendidikan di Indonesia Chaedar Alwasilah, Universitas Pendidikan Indonesia - I - 9 Menemukan Format Peran Intelektual Aceh dalam Pembangunan Pendidikan Farid Wajdi Ibrahim, lainar-raniry Banda Aceh Tafsir Psikosastra terhadap Kesesuaian Wacana Sastra Sekolah Dasar Herwan F.R., Universitas Sultan Ageng Tirtayasa IJI Kualitas dan Kecakapan Guru Bahasa Melayu Sekolah Menengah Hashim Othman dan Noraisikin Ghazali, Universiti Sains Malaysia Pendekalan Proyek dalam Pembelajaran Menulis Laporan Pengamatan sebagai Upaya Menumbuhkembangkan Nilai (Karakter) Dyah Lyesmaya, Universitas Muhammadiyah Sukabumi Improving Student's Ability in Learning English Vocabulary Through Emotional Quotient(EQ) Learning to The Fifth Grade of SDN Buengkala-Aceh Besar. SaefUllah, lainar-raniry Banda Aceh Model Blended Learning System pada Pendidikan Profesi Guru (ppg) untuk Meningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Dede Somarya dan Cepi Riyana, Universitas Pendidikan Indonesia Pengembangan E-Iearning Mala Kuliah Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Dasar Sunarti, Universitas PGRI Yogyakarta Aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Model Transdisiplin Dadang Sukirman, Universitas Pendidikan Indonesia Pengembangan Kurikulum Matematim dan Model Pembelajaran Kreatif bagi Pendidikan Anak Usia Dini Yulis Jamiah dan Halini, Universitas Tanjungpura Hubungan Persepsi Mahasiswa terhadap Profesi Pendidik, Peranan Dosen, Iklim Kelas, Layanan Perpuslakaan, dan Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar pada Program PGSD dan PGPAUD LPTK Negeri di Pulau Jawa Sita Ratnaningsih, UIN SyarifHidayatuliah Jakarta Konsep Media Pembelajaran dalam AI-Qur'an (Analisis Tafsir Surat An-Nahl Ayat 78) NurJanah, Institut Agama Islam Cipasung Singaparna - Tasikmalaya

3 REVITALISASI BAHASA DAN BUDAYA MELAYU DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN DI INDONESIA A, Chaedar Alwasilah Universitas Pendidikan Indonesia, Jl Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung Abstract: Malay Language and Culture Revitalization in Perspective ofeducation in. Indonesia. This article review critically the potential ofmalay language in three counties MABBIM, especially with reference to global challenges. In fact, the Malay language has the potential to become an instument of thinking, inovation, and make a creation. But regrettable, intelectual creativity in Malay language is not much, so the reproduction of knowledge is low. It is arising among other because they don't have a positive attitude towards the Malay language and culture. This article suggests a number of suggestions for designing education and policy collectively as Malay culture strategy., Abstrak: Revitalisasi Bahasa dan Budaya Melayu dalam Perspektif Pendidikan di Indonesia, Artikel ini meninjau secara kritis potensi bahasa Melayu di tiga negara MABBIM, khususnya dengan referensi terhadap tantangan global. Sejatinya bahasa Melayu memiliki potensi untuk dijadikan alat untuk berpikir, berinovasi, dan berkreasi. Namun disesalkan, kreativitas intelektual dalam bahasa Melayu tidaklah banyak sehingga reproduksi pengetahuan rendah. Hal ini timbul antara lain karena mereka tidak memiliki sikap positif terhadap bahasa dan budaya Melayu. Untuk memperoleh pandangan kritis dan komprehensif, kita mesti mencennati aspek internal dan eksternal dari bahasa Melayu. Artikel ini menyarankan sejumlah saran untuk mendesain pendidikan dan kebijakan secara kolektif sebagai strategi kebudayaan Melayu. Kata kund: bahasa Melayu, MABBIM, kreativitas, neo-nostalgia. PENDAHULUAN Para ahli strategi global memperkirakan abad ke-21 sebagai Abad Informasi, yang segera diternskan oleh Abad Kreativitas. Kita menyadari bahwa hanya manusia yang menguasai infonnasi yang mampu menguasai dunia sekarang ini. Namun, dalam persaingan selanjutnya, penguasaan infomlasi tidaklah cukup. Kini yang diperlukan adalah kuasa kreativitas. Dengan demikian, tantangan kita adalah bagaimana meinanfaatkan infonnasi untuk membangun kreativitas. Dengan kata lain, perlu ada strategi untuk menjadikan masyarakat penutur, bahasa Melayu sebagai masyarakat yang kreatif.. Dalampada itu, kita mengetahuijugabahwa bahasa adalah alat berpikirdan berkreativitas. Dari sejarah kita mempelajari bahwa bahasa Melayu dalam masa-masa jauh sebelum datangnya para penjajah ke Nusantara telah lama berperan sebagai bahasa politik, perdagangan, dan komunikasi. Di Indonesia lahimya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 19f8 dalam Kongres Pemuda di Jakarta merupakan wujud kreativitas pemuda yang telah menempatkan bahasa Melayu sebagai sarana untuk melakukan kreativitas dalam bemegara. Dengan kata lain, bahasa Melayu terbukti memiliki keunggulan sebagai alat untuk membangun kreativitas. Selanjutnya dominasi sosial, politik, dan ekonomi kaum penjajah telah menenempatkan bahasa Melayu sebagai bahasa nomor dua, terntama dalam bidang sains dan teknologi. Akibatnya muncul 1

4 A. Chaedar Alwasilah, Revitalisasi Bahasa dan Budaya Melayu 7 adiluhung atau the Great Books dalam konsep liberal education di Eropa yang yang menjadi bahan bacaan wajib di sekolah dan perguruan tinggi (Alwasilah 2012: 198-9). Kehadiran bukubuku demikian itu berperan sebagai jembatan intelektual yakni penghubung antara generasi masa kini dengan generasi masa silam. Bila orang Eropa bangga dengan mitologi Yunani, maka banga Melayu mesti bangga dengan sejarah Nusantara. Kedua, ketiga negara mesti melakukan intelektualisasi terhadap bahasa Melayu. Bahasa Melayu bukan sekadar medium kreativitas kebudayaan, tetapi juga sebagai medium kreativitas ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahasa Melayu memiliki potensi lebih besar daripada bahasaasia lainnya untuk menjadi linguafranca di kawasan Asia (Alwasilah, 2012). Kebanggaan terhadap kejayaan masa silam tidak boleh membutakan diri atas kelemah-karsaan bangsa Melayu yang kini mesti bersaing dengan kebudayaan Eropa yang mendominasi dunia. Para ilmuawan Melayu mesti berikhtiar semaksimal mungkin untuk memublikasikan hasil penelitian dan kajian-kajian ilmiah dalam bahasa Melayu, sehingga tertanam pada anak-anak negeri bawasanya bahasa Melayu mampu menjadi bahasa sains dan teknologi. f)engan eara ini, kita seeara berangsur dapat mengurangi ketergantungan terhadap publikasi dalam bahasa asing, khususnya dalam bahasa Inggris. Publikasi dalam bahasa Melayu dapat meningkatkan rasa kebangaan terhadap bahasa Melayu dan kebudayaan Melayu pada umumnya. Ketiga, harus ada upaya menerjemahkan karya-karya adiluhung dari bahasa Melayu ke dalam bahasa asing dan sebaliknya sebagai upaya untuk memperkenalkan kebudayaan Melayu pada forum dunia dan mengakrabkan bangsa Melayu kepada budaya dunia. Demikian itu merupakan dialektika kultural untuk mendewasakan nasionalisme ketiga bangsa dengan tetap menghormati kebersamaan dalam memajukan tamadun Melayu. Budaya Melayu adalah oleh dan untuk bangsa Melayu. Budaya yang dimaksud adalah budaya yang muneul dari masingmasing negara, tetapi tidak terwujud seeara top-down. Budaya yang dinamis ini akan tumbuh karena upaya individu yang berpikir bebas dan kreatif. Saling tukar pakar sebagai pensyarah (dosen) dan peneliti, khususnya dalam bidang tamadun Melayu. di antara ketiga bangsa sangatlah penting untuk mempertahankan kebersamaan ini. SIMPULAN Nusantara sudah memiliki sistem pemerintahan dan tamadun yang luhur, sebelum penjajah masuk. Artinya saat itu kita tidak belajar dari Eropa, tapi belajar dari Islam, karena itu, marilah kita mempelajari kembali Islam sebagai sumber ilmu pengetahuan. Semua negara maju mengembangkan pendidikannya dalam bahasa ibunda atau bahasa nasiomilnya. Dalam persaingan tamadun sekarang ini saatnya kita meninjau kembali strategi kebudayaan masa silam. Atau dengan kata lain, kita perlu kembali khittah dalam bertamadun sebagai upaya mengimbangi waeana orientalisme barat, antara lain melalui revitalisasi kearifan lobi. dan melakukan dehegemonisasi bahasa Inggris dengan sejumlah strategi, antara lain: pertama dalam konteks global nasionalisme tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang negatif dan terbelakang. Demikian pula dalam konteks nasional, keetnisan (ethnicity) tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang negatif dan terbelakang. Bahasa daerah (indigenous language) adalah simbol realitas ihwal alam, fauna, geografis dan budaya, sehingga ia memiliki kosakata khas untuk menggambarkan realitas kelokalan itu. Kedua, bahasa Melayu harus terus dipertahankan sebagai alat utama pembangunan bangsa dan negara di kawasan serantaulasean. Ketiga, budaya Melayu haruslah menjadi azas dan rujukan pembangunan bangsa di kawasan serantau. Keempat, pentingnya pemartabatan bahasa dan sastra nasional sebagai alat penting pembangunan bangsa dan negara. Kefima, pentingnya melakukan islamisasi ilmu pengetahuan termasuk pendidikan dalam bahasa Melayu dan bahasa nasional kita, dengan keyakinan bahwa segala sesuatu sudah ada dalam AI-Quran.

5 8 Jurnal Pedagogik Pendidikan Dasar, Jilid 1, Nomor 1, Januari 2013, Hal.1-9 DAFTAR RUJUKAN Ahmad, D.H."Menemui Semula Kekuatan Bahasa dan Sastra :-.Iasional dalam Upaya I Meningkatkan Ketahanan Budaya Serumpun." Prosiding Seminar Bahasa dan Sastra Mabbim-Mastera. 7-8 April Ahmad, H.H.(2008). "Memperkasakan Bahasa dan Sastra Melayu-Indonesia dalam Mengukuhkan Peradaban Bangsa." Dalam Pemartabatan Bahasa Kebangsaan: Kondisi, Tantangan, dan Strategi. Jakarta: Pusat Bahasa Alwasilah, A. C. (2004). "Bahasa Inggris dalam Modemisasi Bangsa: Ancaman terhadap Bahasa Nasional." Dalam Sukamto. Jakarta: Universitas Katolik Indonesia Atmajaya , (2005). "From Local to Global: Reinventing Local Literature through English Writing Classes." TEFLINJournal, Vol. 17, No. I, " (2007). "Developing Theories of teaching academic Indonesian to Non-language Majors: Ways of col1ecting and Analyzing Data. The Country Report." Presented at ASAIHL Conference, Lingnan University, Hong Kong. d _._,(2008)." Urgensi Mendesain Ulang Perkuliahan MK(D)U Bahasa Indonesia di PT.". DalamPendidikandi Indonesia: Mas'alah dansolusi. Jakarta: KedeputianBidang Koordinasi Pendidikan, Agama, dan Aparatur Negara I., (2012). Pokoknya Rekayasa Literasi. Bandung: Kiblat Buku Utama. Col1ins, J. T. (2004). "The History ofindonesian and the Future ofmalay." Dalam Sukamto. Jakarta: Universitas Katolik Indonesia Atmajaya Darma, B. (2005). "Moral dan Kreativitas dalam Perspektif Sejarah Sastra." Dalam Prosiding. Seminar Bahasa dan Sastra: Penjanaan Kreativiti Bangsa melalui Bahasa. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Hassan, A. (2008). "Bahasa Melayu dan Cabaran Kemunculan Era Kreasi Abad ke-21". Dalam Seminar Bahasa dan Sastra Mabbim-Mastera. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Indonesia. Hassan, A. (2008). "The Malay Language: State of the art, Issues and Aspirations." Dalam Sukamto, ed. Kelana Bahana Sang Bahasawan. Jakarta: Penerbit Universitas Atrna Jaya Hill, D. T. (2007). "Politik Identitas dalam Budaya IndonesiaJMelayu." Susastera 4. Jakarta: Himpunan Sarjana Kesusasteraan Indonesia. I-IS. Ismail, H. (2011). "Pemikiran NeD-Nostalgia Melayu: Kearifan Lokal Versus Glohalisasi." Dalam Prosoding Sunda Islam-Melayu Nusantara Reaktualisasi Nilai-Nilai Budaya Dua Bangsa Serumpun. Jusuf et al eds. Bandung: UNPAS Press Kling, D. Z. (2011). "Jatidiri Melayu dan Peradaban Dunia." Dalam Prosoding Sunda.Islam Melayu Nusantara Reaktualisasi Nilai-Nilai Budaya Dua Bangsa Serumpun. Jusu~ et al eds. Bandung: UNPAS Press Lauder, M.R.M.T. (2008). "OrientasiPengembangan Kosakata dalammcnyongsong Masyarakat Madani Indonesia." Dalam Pemartabatan Bahasa Kebangsaan: Kondisi, Tantangan, dan Strategi. Jakarta: Pusat Bahasa Mahbubani, K. (2004). Can Asians Think? Third Edition. Singapore: Times Edition. Mohammad, M. (2002). Globalisation and New Realilies. Malaysia: Prime Minister Office. Philipson, R. (1992). Linguistic Imperialism. Oxford: Oxford University Press. Phenix, P. H. (1964). Realms 0/Meaning: A Philosophy o/ihe Curriculum/or General Edualion. Ventura: Ventura Country Superintendent of School Office. Rosidi, A. (2006). "Mencari Jalan Keluar dari Bahasa Indonesia yang Memprihatinkan." Dalam Prosiding dan Makalah Seminar. Jakarta: Akademi Jakarta Sariyan, A. (2003). "Bahasa dan Pendidikan Bahasa dalam Konteks Pembinaan Tamadun

6 A. Chaedar Alwasilah, Revitalisasi Bahasa dan Budaya Melayu 9 dan Masyarakat Madani." Dalam Peranan Bahasa dan Sastra Indonesia/Melayu dalam Pembinaan Masyarakat Madani. Jakarta: Pusat Bahasa Sugiyono. "Pengembangan Kosakata dan Istilah Bahasa Indonesia." Prosiding Seminar bahasa dan Sastra Mabbim-Mastera. 7-8 Apri Sugono, D. (2008). "Pemanfaatan sarana kebahasaan dalam pengembangan ilmu dan teknologi." Dalam Bahasa dan Sastera Peribumi Serumpun dalam Pembangunan Sains dan Teknologi. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Sukamto, K. E. (2004). Menabur Benih Menuai Kasih: Persembahan Karya Bahasa, Sosial, dan Budaya untuk Anton M Moeliono. Jakarta: Universitas Katolik Indonesia Atmajaya. Sukamto, K. E. (2008). Kelana Bahana Sang Bahasawan: Persembahan untuk Prof Soenjono Dardjowidjojo, Ph.D., dalam rangka ulang tahunnya yang ke-70. Jakarta: Universitas Katolik Indonesia Atmajaya. Zain, S. M. (2005). "Peranan Bahasa Sendiri daam Pembangunan Sains Sepanjang Zaman." Dalam Prosiding Seminar Bahasa dan Sastra. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa flan Pustaka \ -':_',. "'L 1.\.,,'..!J;( ';:'-1' ',\,,,' J., "_'..' II! ph..' '."",ll' ;1[i i.i i" ::! ",.;. i IJ" ~~:., <!r.,: '.i,ll,,: :L,;r!'J,',~';,;;.:l ;_~,f;.;;{ Pi;; i ij;~'//"i')d,

MASA DEPAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI PEMERSATU BANGSA DALAM BINGKAI MULTIKULTURALISME. Oleh

MASA DEPAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI PEMERSATU BANGSA DALAM BINGKAI MULTIKULTURALISME. Oleh MASA DEPAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI PEMERSATU BANGSA DALAM BINGKAI MULTIKULTURALISME Oleh Asep Muhyidin FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten Sejak dahulu, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa

Lebih terperinci

MEMBANGUN DAYA SAING BANGSA MELALUI PENDIDIKAN: REFLEKSI PROFESIONALISME GURU DI ERA GLOBALISASI

MEMBANGUN DAYA SAING BANGSA MELALUI PENDIDIKAN: REFLEKSI PROFESIONALISME GURU DI ERA GLOBALISASI MEMBANGUN DAYA SAING BANGSA MELALUI PENDIDIKAN: REFLEKSI PROFESIONALISME GURU DI ERA GLOBALISASI Oleh: Euis Karwati * Disampaikan dalam seminar internasional (proceeding ISSn : 2086-8340) Abstrak Saat

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA SEKOLAH DASAR DI KOTA DENPASAR

BAB V IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA SEKOLAH DASAR DI KOTA DENPASAR 136 BAB V IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA SEKOLAH DASAR DI KOTA DENPASAR Sebagai bagian dari kajian budaya kritis (critical cultural studies) penelitian ini berfokus pada implementasi

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM TEMPAT PENELITIAN. Dalam bagian ini diuraikan profil Kota Denpasar, yaitu meliputi lokasi

BAB IV GAMBARAN UMUM TEMPAT PENELITIAN. Dalam bagian ini diuraikan profil Kota Denpasar, yaitu meliputi lokasi 103 BAB IV GAMBARAN UMUM TEMPAT PENELITIAN Dalam bagian ini diuraikan profil Kota Denpasar, yaitu meliputi lokasi geografi, demografi, ekonomi dan pariwisata, politik dan pemerintahan, serta sosial dan

Lebih terperinci

Skripsi. disajikan sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Oleh. Muhamad Farid 1401409015

Skripsi. disajikan sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Oleh. Muhamad Farid 1401409015 PENINGKATAN HASIL BELAJAR OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK BERBASIS TEORI BELAJAR BRUNER PADA SISWA KELAS IV SDN KALIGAYAM 02 KABUPATEN TEGAL Skripsi disajikan

Lebih terperinci

PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP ETOS KERJA KARYAWAN BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG KEDIRI

PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP ETOS KERJA KARYAWAN BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG KEDIRI PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP ETOS KERJA KARYAWAN BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG KEDIRI SKRIPSI Oleh AYUK WAHDANFIARI ADIBAH NIM. 3223103015 JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

Lebih terperinci

PERCAYA DIRI, KEINGINTAHUAN, DAN BERJIWA WIRAUSAHA: TIGA KARAKTER PENTING BAGI PESERTA DIDIK

PERCAYA DIRI, KEINGINTAHUAN, DAN BERJIWA WIRAUSAHA: TIGA KARAKTER PENTING BAGI PESERTA DIDIK PERCAYA DIRI, KEINGINTAHUAN, DAN BERJIWA WIRAUSAHA: TIGA KARAKTER PENTING BAGI PESERTA DIDIK Das Salirawati FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta email: das.salirawati@yahoo.co.id Abstrak: Pendidikan merupakan

Lebih terperinci

PERAN PERGURUAN TINGGI DALAM MEMBENTUK PRIBADI MAHASISWA YANG TANGGUH UNTUK MEWUJUDKAN KETAHANAN NASIONAL 1

PERAN PERGURUAN TINGGI DALAM MEMBENTUK PRIBADI MAHASISWA YANG TANGGUH UNTUK MEWUJUDKAN KETAHANAN NASIONAL 1 PERAN PERGURUAN TINGGI DALAM MEMBENTUK PRIBADI MAHASISWA YANG TANGGUH UNTUK MEWUJUDKAN KETAHANAN NASIONAL 1 Suster Martha Sri Martani CB 2 Dosen Akademi Sekretari/LPk Tarakanita, E-mail: srmarthacb@yahoo.com

Lebih terperinci

UPAYA MENGEMBANGKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI DI MIM MACANMATI PANGGANG GUNUNGKIDUL

UPAYA MENGEMBANGKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI DI MIM MACANMATI PANGGANG GUNUNGKIDUL UPAYA MENGEMBANGKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI DI MIM MACANMATI PANGGANG GUNUNGKIDUL SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan

Lebih terperinci

Jangan Memanjat Pohon yang Salah

Jangan Memanjat Pohon yang Salah Jangan Memanjat Pohon yang Salah 1 Ucapan Terima Kasih JANGAN MEMANJAT POHON YANG SALAH Pandangan dan Eksperimen dalam Pendidikan Kumpulan makalah mengenai pendidikan Dr. Ir. Gede Raka, Copyright 2013

Lebih terperinci

KOTA TEGAL. Skripsi. oleh

KOTA TEGAL. Skripsi. oleh PENINGKATAN PEMBELAJARAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA MELALUI MODEL TARI BAMBU PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI RANDUGUNTING 5 KOTA TEGAL Skripsi disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh

Lebih terperinci

JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA

JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA HUBUNGAN ANTARA MINAT STUDI LANJUT KE PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (PTAIN) DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MAN 1 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2013/2014 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Melengkapi

Lebih terperinci

MEWUJUDKAN KEPEMIMPINAN GENERASI MUDA DENGAN KEWIRAUSAHAAN

MEWUJUDKAN KEPEMIMPINAN GENERASI MUDA DENGAN KEWIRAUSAHAAN MEWUJUDKAN KEPEMIMPINAN GENERASI MUDA DENGAN KEWIRAUSAHAAN Wiwin Siswantini, Soekiyono Dosen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka Dosen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka wiwin@ut.ac.id

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia

Lebih terperinci

Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : MAGISTER SENI RUPA. Fakultas : Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung

Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : MAGISTER SENI RUPA. Fakultas : Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : MAGISTER SENI RUPA Fakultas : Fakultas Seni dan Desain Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen Total

Lebih terperinci

Model Pendidikan Karakter CAK di ITS

Model Pendidikan Karakter CAK di ITS TIM PENYUSUN Model Pendidikan Karakter CAK di ITS Menuju Kemuliaan Hidup Bermartabat Strategi & Implementasi Syamsul Arifin Edy Subali Lucia Aridinanti Mardi Santoso Hasan Ikhwani Soedarso Zainul Muhibbin

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MODEL BAHAN AJAR PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP BERBASIS LOKAL DALAM MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL.

PENGEMBANGAN MODEL BAHAN AJAR PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP BERBASIS LOKAL DALAM MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL. PENGEMBANGAN MODEL BAHAN AJAR PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP BERBASIS LOKAL DALAM MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL 1 Syukri Hamzah A. PENDAHULUAN Dampak dan hasil pendidikan lingkungan hidup yang telah

Lebih terperinci

MAKALAH INFORMASI DAN MEDIA LITERASI D I S U S U N O L E H WINNIE AGNESA DAMANIK 110709032

MAKALAH INFORMASI DAN MEDIA LITERASI D I S U S U N O L E H WINNIE AGNESA DAMANIK 110709032 MAKALAH INFORMASI DAN MEDIA LITERASI D I S U S U N O L E H WINNIE AGNESA DAMANIK 110709032 ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA KATA PENGANTAR Puji dan syukur

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN IPA TERSTRUKTUR MELALUI METODE DISKUSI DAN PEMBERIAN TUGAS DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN KEMAMPUAN MENALAR SISWA

PEMBELAJARAN IPA TERSTRUKTUR MELALUI METODE DISKUSI DAN PEMBERIAN TUGAS DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN KEMAMPUAN MENALAR SISWA PEMBELAJARAN IPA TERSTRUKTUR MELALUI METODE DISKUSI DAN PEMBERIAN TUGAS DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN KEMAMPUAN MENALAR SISWA (Studi Kasus SMP Negeri 2 Adimulyo, Kebumen, Kelas VII, Konsep Besaran dan

Lebih terperinci

The Road to Academic Excellence

The Road to Academic Excellence The Road to Academic Excellence Pendirian Universitas Riset Kelas Dunia Philip G. Altbach Jamil Salmi The Road to Academic Excellence: Pendirian Universitas Riset Kelas Dunia The Road to Academic Excellence:

Lebih terperinci

MATERI AJAR MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA

MATERI AJAR MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA MATERI AJAR MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA DIREKTORAT PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK

Lebih terperinci

Skripsi Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

Skripsi Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) KORELASI ANTARA KEBIASAAN MEMBACA DENGAN KEMAMPUAN MENEMUKAN GAGASAN UTAMA PADA SISWA KELAS VIII SMP RAUDLATUL HIKMAH TANGERANG SELATAN TAHUN PELAJARAN 13/14 Skripsi Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI PAUD ALAM

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI PAUD ALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI PAUD ALAM Studi Deskriptif Kualitatif di PAUD Model Pembelajaran Alam di Kota Bengkulu SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Lebih terperinci

AKTUALISASI PENDIDIKAN UMUM DI UPI DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN LULUSANNYA SEBAGAI WARGA NEGARA YANG BAIK Oleh : Ganjar Muhammad Ganeswara.

AKTUALISASI PENDIDIKAN UMUM DI UPI DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN LULUSANNYA SEBAGAI WARGA NEGARA YANG BAIK Oleh : Ganjar Muhammad Ganeswara. 1 AKTUALISASI PENDIDIKAN UMUM DI UPI DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN LULUSANNYA SEBAGAI WARGA NEGARA YANG BAIK Oleh : Ganjar Muhammad Ganeswara Abstrak Penelitian yang dilaporkan dalam artikel ini mengkaji tentang

Lebih terperinci

TEMBILAHAN, 16 17 JULI 2011 OLEH EDDY NOVIANA OTANG KURNIAMAN NENI HERMITA

TEMBILAHAN, 16 17 JULI 2011 OLEH EDDY NOVIANA OTANG KURNIAMAN NENI HERMITA PANDUAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI MAHASISWA PROGRAM NON-REGULER PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS RIAU TEMBILAHAN, 16 17

Lebih terperinci

BUKU KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI

BUKU KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI BUKU KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Tahun 2014 ii Buku K DIKTI BUKU KURIKULUM PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA PELAJARAN FIQIH BERBASIS MULTIMEDIA AUTO PLAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DI MI AL-AZIZ DAMPIT- MALANG

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA PELAJARAN FIQIH BERBASIS MULTIMEDIA AUTO PLAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DI MI AL-AZIZ DAMPIT- MALANG PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA PELAJARAN FIQIH BERBASIS MULTIMEDIA AUTO PLAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DI MI AL-AZIZ DAMPIT- MALANG SKRIPSI Oleh: ROFI ATUNNISA NIM 10140108 PROGRAM STUDI

Lebih terperinci

(BSE) BATANG SOSIAL SKRIPSI. Oleh : 3101409035 NIM

(BSE) BATANG SOSIAL SKRIPSI. Oleh : 3101409035 NIM PENGGUNAAN BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK (BSE) SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM PROSES PEMBELAJARAN IPS SEJARAH DI SMP NEGERI 1 BATANG SKRIPSI Untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan Sejarah Oleh Pratiwi Chrisnanda

Lebih terperinci

Coping Strategy pada Mahasiswa Salah Jurusan

Coping Strategy pada Mahasiswa Salah Jurusan Fara Sofah Intani Endang R. Surjaningrum Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya Abstract. Due to conflict variations that occur to misplaced college students, this study was keen to disseminate

Lebih terperinci

Evaluasi Sistem Pendidikan Nasional Indonesia

Evaluasi Sistem Pendidikan Nasional Indonesia Evaluasi Sistem Pendidikan Nasional Indonesia Rais Hidayat,* Yuyun Elizabeth Patras Universitas Negeri Jakarta *Corresponding author : rais72rais@gmail.com Abstract The objectives of this article to evaluate

Lebih terperinci