Mengoptimalkan Pikiran Bawah Sadar

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Mengoptimalkan Pikiran Bawah Sadar"

Transkripsi

1 Mengoptimalkan Pikiran Bawah Sadar By. Ir. Hendry Risjawan, MTC, MNLP, EITC, CH, CHt, CI Pikiran adalah benda yang secara fisik sangat sulit diindera dengan panca indera. Itu sebabnya, seperti juga pada fenomena lain yang sulit diindera dengan panca indera, dibuatkanlah sebuah model. Model yang paling umum adalah pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pembedaan dua macam pikiran ini perlu dilakukan agar kita mudah memahami bagaimana pikiran kita bekerja. Jika kita hanya memahami pikiran sekedar sebagai pikiran saja, kita akan mudah memahami bagaimana sebuah gerakan bisa kita lakukan karena dipicu oleh pikiran untuk bergerak. Namun demikian, kita akan mengalami kesulitan ketika mencoba memahami bagaimana paru-paru bisa bergerak hingga kita bisa bernafas misalnya. Sesuatu yang bukan sadar adalah jawabannya. Di antara dua macam pikiran ini ada sebuah wilayah yang disebut dengan critical area yang menjembatani pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Area ini adalah area sementara, tempat segala masukan dari luar yang masuk lewat panca indera mengalami pengujian, alias dikritisi, dianalisis, dandilogikakan. Hasilnya jelas. Apa yang lulus uji, akan ditindaklanjuti menjadi sikap, keputusan, dan tindakan, atau menjadi keyakinan dan kepercayaan, atau disimpan secara jangka panjang sebagai bagian dari operating system. Apa yang tidak lulus uji, akan ditolak. Di wilayah inilah para hypnotist bernegosiasi dan mempersuasi, agar pengujian itu tidak dilakukan, tidak terjadi, atau tidak berlebihan menguji. Dalam pengertian yang sehat (hypnotherapy, motivasi, atau nasihat misalnya), masukan dari luar bertujuan membuat sistem uji ini mengalah, mengerti, teryakinkan ataumemberi jalan agar masukan itu segera masuk ke wilayah pikiran bawah sadar. Dalam pengertian negatif (gendam, cuci otak, melalaikan, dan melengahkan), masukan dari luar bertujuan melumpuhkan sistem uji ini. Dari pemahaman inilah, kita dapat menyebut hypnotisme sebagai ilmu komunikasi danpersuasi. Berikut ini adalah sebuah model yang disederhanakan dari sistem pikiran sadar dan bawah sadar, menurut riset Dr John G Kappas, hypnotherapist pendiri HMI (1968). Pikiran dibagi ke dalam dua wilayah besar, yaitu: - Pikiran sadar (12%) - Pikiran bawah sadar (88%) PIKIRAN SADAR Pikiran sadar dapat diumpamakan seperti CPU komputer. Di sinilah current rules of life diletakkan. Segala bentuk keyakinan, kepercayaan, dan sistem tata nilai yang berlaku bagi hidup kita saat ini, dioperasikan di wilayah ini (penyimpanannya di pikiran bawah sadar). Fungsi utama bagian ini adalah berpikir, berlogika, merasakan, menganalisis, memutuskan, mengimplementasikan keputusan, dan mengontrol gerakan tubuh secara sadar. Di wilayah ini, ditempatkan juga segala informasi tentang kejadian, pengalaman, dan perasaan yang terjadi pada diri kita selama kurang lebih 90 menit terakhir. Selanjutnya, segala informasi itu dilemparkan ke critical area untuk diproses lebih lanjut, jika tidak langsung ditolak sedari awal. Page 1

2 Ketika hari telah sore, dan kejadian tadi pagi masih mengganggu pikiran kita, ketika itulah kita dinyatakan mengalami information overload. PIKIRAN BAWAH SADAR Pikiran bawah sadar dapat diumpamakan seperti harddisk komputer yang berkapasitas amat besar. Di sinilah diletakkan detil-detil dari segala aturan kehidupan, pengalaman masa lalu termasuk segala emosi yang terkait, sistem tata nilai yang diyakini berjangka panjang, dan segala data base informasi yang diperlukan untuk segala aktivitas-aktivitas pikiran sadar di atas. Di wilayah pikiran bawah sadar ini, ditempatkan segala ingatan tentang segala kejadian, pengalaman, dan perasaan sepanjang hidup kita. Di wilayah ini segala informasi itu disusun secara rapi menjadi berbagai bentuk pembelajaran yang menjadi berbagai konsep yang siap pakai, dan nanti digunakan lagi ketika kita mengalami pengalaman yang kurang lebih sama. Di wilayah ini jugalah segala kebiasaan dan habit terbentuk sebagai konsepsi-konsepsi, yang segera naik ketika pemicunya datang. Jika information overload itu masih ada, tidur kita akan gelisah. Dan jika terbawa ke dalam tidur, maka kita mungkin akan mengalami mimpi buruk. Lebih buruk lagi, jika di pikiran bawah sadar informasi itu terlanjur diterima, maka ia akan berkembang menjadi kebiasaan buruk atau limiting belief. Menjadi penyakit kehidupan menahun atau bahkan seumur hidup. Rata-rata kita punya contoh tentang ini. Pikiran bawah sadar berfungsi sebagai alat untuk memfilter data yang masuk dari luar yang dijaga oleh pikiran sadar kita. Pikiran bawah sadar cenderung dipengaruhi oleh berbagai hal yaitu : minat, fokus, emosi, kepercayaan yang tinggi, etika, situasi dan kondisi, dan lain sebagainya. Misalnya ketika kita mempunyai minat dengan sesuatu otomatis dengan mudah kita dapat memfilter sesuatu tersebut cenderung lebih mudah untuk dimasukkan di pikiran bawah sadar. Seorang ahli hipnotis (baca: hypnosis) mempunyai teknik hipnosis khusus dalam membuka pintu gerbang pikiran bawah sadar partisipannya. Dengan teknik hipnosis khusus maka seluruh saran yang tidak masuk akal dapat masuk dalam pikiran bawah sadar partisipan. Cara hipnosis yang ditunjukkan begitu rapi dan tidak disadari oleh penonton/klien. Walaupun para hipnotis menggunakan teknik hipnosis secara sederhana dan logis untuk membuka pikiran bawah sadar. Yaitu teknik hipnosis dengan cara berkomunikasi dengan piawai, membangun situasi, membangun fokus, serta menyampaikan kalimat hipnotic dengan percaya diri. Teknik membuka pintu gerbang pikiran bawah sadar memang terkesan sangat sederhana dan mudah dilakukan. Tetapi jika Anda ingin mencobanya, Anda harus dibekali teknik belajar hipnosis yang benar. Karena jika tidak, maka orang yang Anda pengaruhi dengan kalimat hipnosis dari Anda tidak akan berhasil masuk dalam pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar bekerja secara terpisah dari pikiran sadar. Meskipun pikiran sadar dan bawah sadar bekerja secara bersama-sama, dan proses kesadaran dan proses berpikir yang berlansung pada masingmasing pikiran serta respon yang diberikan berbeda. Namun kedua pikiran ini saling mempengaruhi. Pikiran bawah sadar dapat mendengar, melihat atau merespon hal-hal yang tidak tertangkap oleh pikiran sadar. Pikiran bawah sadar bisa memikirkan hal-hal yang berbeda dengan yang dipikirkan pikiran sadar. Pikiran bawah sadar memiliki ketertarikan pada hal yang ia sukai. Tetapi belum tentu menarik bagi pikran sadar. Pikiran bawah sadar dapat mengendalikan aktivitas fisik tanpa disadari oleh pikiran sadar dan dapat mengungkapkan idea tau pemikiran yang berada diluar jangkauan pikiran sadar. Walaupun tidak selalu sama, tetapi proses dan aktivitas pikiran bawah sadar biasanya mendukung atau meneruskan kegiatan dan keinginan pikiran sadar. Pada kondisi tertentu pikiran bawah sadar bisa bertindak secara mandiri terlepas dari pengaruh pikiran sadar, mengungkapkan keinginannya dan melakukan tindakan yang tidak berhubungan dengan proses berpikir yang terjadi di pikiran sadar. Page 2

3 1. PIKIRAN BAWAH SADAR ADALAH GUDANG PENYIMPAN INFORMASI Manusia sebenarnya mempunyai pengetahuan yang sangat luas, namun seringkali mereka tidak tahu bahwa pada diri mereka sudah tersimpan pengetahuan serta informasi itu. Pengetahuan bisa berupa informasi yang berhubungan dengan fisik, emosi, psikologi atau intelektualitas yang dulunya pernah diperoleh secara sadar atau tidak melalui upaya yang keras. Namun pengetahuan itu seolah-olah hilang karena telah berada diluar wilayah pikiran sadar. Sebagai contoh kemampuan untuk naik sepeda. Kemampuan ini adalah kemampuan yang proses mempelajarinya tidaklah mudah. Walaupun kita sering melakukan aktivitas ini bahkan mungkin setiap hari, namun kita tidak sadar kalau kita bisa naik sepeda dikarenakan kita pernah belajar naik sepeda dengan proses jatuh bangun pada saat masih awal belajar. Contoh lain adalah orang dapat belajar tanpa menyadari bahwa mereka telah belajar sesuatu dan dapat menggunakan apa yang mereka pelajari secara otomatis. Pelajaran semacam ini dapat terjadi karena pikiran bawah sadar merupak sistem kesadaran dan tempat pemrosesan informasi yang paralel tetapi sekaligus terpisah dari pikiran sadar. Fungsi pikiran bawah sadar selain menyimpan setiap detail informasi dalam hidup kita, juga berfungsi untuk menyimpan ingatan secara permanen. Ingatan yang disimpan meliputi suara, gambar, suhu, emosi, sensasi, dan lainya. Pikiran bawah sadar sebagai media penyimpan sejak mulai organ otak bayi terbentuk dalam rahim. Karena merupakan tempat penyimpanan semua informasi manusia yang bersangkutan maka dalam keadaan hypermnesia seseorang masih bisa mengakses informasi yang sudah tidak bisa diakses oleh pikiran sadar. 2. PIKIRAN BAWAH SADAR ADALAH POTENSI YANG BELUM DIGUNAKAN Manusia terlahir dengan system saraf dan fisik yang rumit, sehingga memungkinkan manusia mampu melihat, mengamati, berpikir dan memberikan respon. Namun dalam proses pertumbuhan serta perkembangan seseorang manusia, hanya sebagian kecil dari seluruh potensi dirinya yang berkembang sepenuhnya dalam pikiran sadar. Potensi yang belum tergali dan belum di eksplorasi masih berada dalam pikiran bawah sadar. Kemampuan pikiran bawah sadar jauh melebihi pikiran sadar dalam hal persepsi, konsep, emosi, dan respon. Pikiran bawah sadar berisi segala hal yang tidak diperhatikan, diabaikan atau bahkan ditolak oleh pikiran sadar. Pikiran bawah sadar dapat mengakses dan menggunakan segala sesuatu yang ada dipikiran sadar, sedangkan pikiran sadar umumnya tidak bisa menjangkau informasi dan potensi pikiran bawah sadar. Page 3

4 3. PIKIRAN BAWAH SADAR SANGAT CERDAS Pikiran bawah sadar jauh lebih cerdas, bijaksana, dan cepat daripada pikiran sadar. Pikiran bawah sadar dapat menjangkau lebih banyak informasi daripada pikiran sadar serta dapat menganalisa dan meninjau ulang suatu informasi tanpa pengaruh bias dari rasa bangga, prasangka atau penghargaan. Dengan kata lain, pikiran bawah sadar mewakili suatu potensi intelektual yang berfungsi pada kapaistas puncak. Meskipun pikiran bawah sadar sangat cerdas, ini tidak berarti bahwa tidak pernah berbuat kesalahan. Terkadang pikiran bawah sadar bisa menarik kesimpulan yang keliru atau tidak logis karena terpengaruh oleh keterbatasan yang berhubungan dengan persepsi dan fisik. 4. PIKIRAN BAWAH SADAR BERSIFAT SANGAT SADAR Perluh diketahui bahwasanya pikiran bawah sadar tidak selalu bersifat tidak sadar, bahkan sebaliknya pikiran bawah sadar sebenarnya sangat sadar dan responsive terhadap setiap kejadian. Pikiran bawah sadar dikatakan tidak sadar dalam pengertihan bahwa pikiran bawah sadar tidak sadar akan keberdaan, kegiatan atau operasi, upaya komunikasi, dan pengaruhnya terhadap pikiran, persepsi dan perilaku. Disebut dengan pikiran bawah sadar dikarenakan kita tidak sadar akan keberadaan pikiran ini. Apabila kita sedang berinteraksi dengan orang lain. Pikiran bawah sadar kita dengan orang yang kita ajak berinterakasi akan sibuk mengamati kegiatan bawah sadar lawan bicara kita. Tanpa diketahui oleh pikiran sadar mereka tentang apa yang sedang terjadi. Komunikasi bawah sadar Ini mempunyai efek yang sama kuat atau bahkan lebih kuat daripada pengaruh komunikasi dengan pikiran sadar. Saat dua orang bertemu, secara bawah sadar pikiran mereka saling menilai siapa yang lebih positif. Orang yang lebih positif akan menang dan mempunyai postur atau pengaruh yang lebih kuat dan dominan. 5. PIKIRAN BAWAH SADAR MENGAMATI DAN MEMBERI RESPON DENGAN JUJUR Pikiran sadar mempunyai sifat bias, prasangka, penghakiman, pengharapan, penegelompokan, persepsi dan kerangka berpikir konseptual, sedangkan pikran bawah sadar terbebas dari sifat-sifat tersebut dan mampu menghasilkan kesdaran realitas yang lebih objectif. Pengetahuan dan persepsi pikiran bawah sadar tentang realitas bersifat langsung, tidak bias, dan apa adanya. Pikiran bawah sadar menyerap dan mengerti realitas berdasarkan pengalam nyata apa adanya, tanpa adanya proses pemberian makna penjelasan yang rumit, seperti yang dilakukan pikiran sadar.si Pikiran bawah sadar tidak menyaring atau mendistorsi informasi agar sesuai dengan aturan atau acuan berpikir tertentu. Kemampuan persepsi, pemahaman dan respon pikran bawah sadar sama dengan yang ditunjukkan oleh seorang anak kecil yang masih polos, belum memiliki prasangka, bias, pengharapan, dan aturan yang kaku seperti orang dewasa. 6. PIKIRAN BAWAH SADAR MENYERUPAI PIKIRAN ANAK KECIL Anak kecil lebih banyak menggunkan pikiran bawah sadarnya dari pada orang dewasa. Karena pada saat masih kecil pikran sadarnya belum berkembang sepenuhnya sehingga anak perluh mengakses pikiran bawah sadar mereka untuk membantu belajar dan berkembang. Dengan demkian, sifat dan perilaku anak seringkali lebih responsive terhadap proses bawah sadar dan lebih awas dalam pengamatan mereka daripada orang dewasa. Page 4

5 7. PIKIRAN BAWAH SADAR ADALAH SUMBER EMOSI Emosi sering sekali mncul secara mendadak, tanpa diminta dan seringkali tidak dapat dimengerti oleh pikiran sadar. Emosi muncul dari pikiran bawah sadar. Emosi adalah bentuk ekspresi yang mencerminkan perasaan atau reaksi pikiran bawah sadar terhadap suatu situasi yang berhubungan dengan kepribadian individu. Emosi bersifat tidak logis, tidak rasional dan tidak sadar. Emosi bersifat alamia dan merupakan bentuk komunikasi bawah sadar yang sangat bermanfaat, emosi memberitahu bagaimana perasaan kita terhadap sesuatu meskipun kita tidak sadar apa yang kita rasakan. 8. PIKIRAN BAWAH SADAR BERSIFAT UNIVERSAL Proses dan sifat kerja umumnya sama pada setiap manusia, tidak terpengaruh kebangsaan, agama, budaya atau latar belakang sejarah. Pikiran bawah sadar seseorang dapat berkomunkasi denganpikiran bawah sadar orang lain melebihi pikiran sadar. Pikiran bawah sadar sebenarnya merupaka fakta bahwa semua orang pada awalnya sama, saat dilahirkan hanyalah manusia biasa yang sama-sama membawa kemampuan mental dan fisik yang dapat dikembangkan. Serta membawa kemampuan belajar alamiah. Isi pikiran bawah sadar manusia tentunya berbedah antara satu dengan lainya, tergantung pada pengalaman, lingkungan, dan hasil pembelajaran individu masing-masing. Namun pada dasarnya bentuk struktural, atau pola respon setiap pikiran bawah sadar setiap manusia sangat mirip antara satu dengan lainya. Bisa dikatakan setiap manusia pada hakekatnya sangat berbeda tetapi juga sangat mirip. Sekuat Apakah Pengaruh Pikiran Bawah Sadar.? Pikiran sadar dan pikiran bawah sadar selalu bekerja bersama-sama walaupun memiliki fungsi dan bagian yang berbeda. untuk mempermudah pemahaman kita terhadap konsep pikiran seperti sebuah kapal selam. Disini saya contohkan bahwa pikran sadar merupakan teropong sebuah kapal selam ditengah lautan yang terlihat secara kasat mata besarnya hanya 10% dari keseluruhan ukuran kapal selam tersebut. Pikiran bawah sadar mencakup 90% ukuran keseluruhan dari kapal selam tersebut tetapi tertutup oleh air laut sehingga jarang diperhatikan keberadaanya. menurut anda bagaimana cara mudah untuk menggerakkan kapal selam tersebut ke arah yang kita inginkan..? Mendorong teropong kapal selam dari permukaan. Pilihan ini membutuhkan usaha dan tenaga yang cukup sangat besar. kalaupun usaha tersebut berhasil kemungkinannya adalah teropongnya patah dan kapal selam tersebut tetap berada di tempat semula. menggerakkan kapal selamnya adalah pilihan kedua. Saat kapal selam bergerak atau berpindah posisi maka teropongya juga ikut bergeser sesuai dengan posisi kapal tersebut. Pikiran sadar selalu saja menyesuaikan diri dengan keputusan dari pikiran bawah sadar. Bukankah menggerakkan atau memindahkan posisi kapal selam justru membutuhkan usaha yang berlipat ganda dari pada mendorong terpongnya..?. Tidak, justru hal inilah usaha termudah yang pasti berhasil dilakukan. Pikiran sadar dan Bawah sadar adalah milik kita sebagai manusia. Jadi sebagai pemilik dari kapal selam tersebut kita tidak perluh mendorong kapal selam tersebut untuk memindahkanya tetapi dengan menyalakan mesinya dan memutar atau mengemudi ke arah yang kita tujuh. Pikiran manusia adalah sesuatu yang tidak bisa ditakar ukuranya karena tidak memilki satuan yang pasti. Meskipun begitu analogi yang saya gambarkan kurang lebih memberi pernyataan tidak langsung bahwa pikiran bawah sadar memiliki sembilan kali lipat kemampuan menggerakkan diri kita daripada pikiran Page 5

6 sadar. satu sugesti yang diterima oleh pikiran bawah sadar mempunyai pengaruh sembilan kali lebih kuat dari sugesti pada kondisi kesadaran normal CRITICAL AREA Segala informasi terkait kejadian, pengalaman, perasan, dan masukan panca indera yang berasal dari dunia luar dan dari tubuh yang diterima pikiran sadar pada suatu saat, dan termasuk hasil-hasil dari olah pikir itu sendiri, ditampung secara sementara di wilayah yang disebut dengan critical area. Di wilayah ini, segala pesan yang masuk itu diolah dan diproses oleh pikiran sadar, dan dibandingkan dengan segala data dari pikiran bawah sadar. Output dari wilayah kritis ini ada dua, yaitu diterima atau ditolak. Dari sini kita bisa mengerti, mengapa yang baik tidak selalu menjadi kebiasaan, dan apa yang buruk bisa sangat mudah menjadi kebiasaan. Sangat tergantung pada kerapihan pembelajaran pikiran bawah sadar kita sebelumnya selama hidup, sebagai basis pengambilan keputusan. Dalam istilah komputer, cara kerja wilayah ini mirip dengan program TSR (terminate and stay residence, seperti anti virus misalnya). Wilayah kritis ini adalah wilayah gabungan, setengahnya berasal dari pikiran sadar dan setengahnya lagi dari pikiran bawah sadar. Di sinilah kedua macam pikiran itu bekerjasama. Wilayah kritis ini terbentuk sejak lahir sampai sekitar usia 8 tahun. Sebelum terbentuk, apapun yang masuk ke pikiran sadar cenderung akan diterima sebagaimana adanya dan langsung masuk ke wilayah permanen di pikiran bawah sadar, menjadi pengalaman berjangka panjang, menjadi keyakinan dan kepercayaan. Menjadi operating system kehidupan. Setelah wilayah ini terbentuk, sang anak akan mulai mempersepsi berbagai hal sebagai dualisme, misalnya baik dan buruk, benar dan salah, suka dan tidak suka, dan sebagainya. Di wilayah inilah terbentuk apa yang disebut dengan belief system. Wilayah kritis ini bekerja sebagai penjaga pintu gerbang dari pikiran sadar ke pikiran bawah sadar. Tugasnya adalah melindungi apa yang sudah tertanam di pikiran bawah sadar, terlepas dari baik atau buruknya segala sesuatu yang telah tertanam itu. Di sinilah peran korektif dari hypnotism dapat diterima sebagai sebentuk therapy (hypnotherapy), karena selama ini kita mungkin tak pernah secara sengaja melakukan filtrasi informasi, hingga muncullah berbagai problema mental kehidupan. Bisa jadi, selama ini kita sangat mengandalkan pembelajaran kita selama ini, yang mana pembelajaran itu sendiri sangat mungkin mengandalkan database dari berbagai konsepsi yang belum tentumemberdayakan. Sebagai wilayah gabungan, wilayah kritis ini memiliki sub wilayah pikiran sadardan sub wilayah pikiran bawah sadar. Sub wilayah pikiran sadar, menampung ingatan tentang segala kejadian, pengalaman, dan perasaan selama kurang lebih 24 jam terakhir. Segala informasi yang lulus uji di sub wilayah ini, akan dicemplungkan ke sub wilayah pikiran bawah sadar, untuk diperbandingkan dengan segala bentuk pembelajaran yang tertanam di wilayah pikiran bawah sadar. Pada akhirnya, ketika informasi tentang kejadian, pengalaman, dan perasaan berhasil melewati ujian di kedua sub wilayah ini, maka semua itu akan dicemplungkan ke wilayah pikiran bawah sadar, menjadi ingatan-ingatan berjangka panjang atau permanen. Secara alamiah, proses pencemplungan ini terjadi ketika kita sedang tidur, yaitu ketika kita memasuki gelombang otak tertentu. Maka hypnosis menemukan jalan dengan memisahkan fenomena tidur normal dan mencapai gelombang otak tertentu. Gelombang Otak & Hipnosis Jaringan otak manusia hidup menghasilkan gelombang listrik yang berfluktuasi. Gelombang listrik inilah disebut brainwave atau gelombang otak. Dalam satu waktu, otak manusia menghasilkan berbagai gelombang otak secara bersamaan. Empat gelombang otak yang diproduksi oleh otak umumnya manusia yaitu beta, alpha, tetha, delta. Akan tetapi selalu ada Page 6

7 jenis gelombang otak yang paling dominan, yang menandakan aktivitas otak saat itu. Gelombang otak menandakan aktifitas pikiran seseorang. Gelombang otak diukur dengan alat yang dinamakan Electro Encephalograph (EEG). EEG ditemukan pada tahun 1929 oleh psikiater Jerman, Hans Berger. Sampai saat ini, EEG adalah alat yang sering diandalkan para peneliti yang ingin mengetahui aktivitas pikiran seseorang. Beta, frekuensi Hz. Dominan pada saat kita dalam kondisi terjaga, menjalani aktifitas sehari-hari yang menuntut logika atau analisa tinggi, misalnya mengerjakan soal matematika, berdebat, olah raga, dan memikirkan hal-hal yang rumit. Gelombang beta memungkinkan seseorang memikirkan sampai 9 obyek secara bersamaan. Alpha, frekuensi 8-12 Hz. Dominan pada saat tubuh dan pikiran rileks dan tetap waspada. Misalnya ketika kita sedang membaca, menulis, berdoa dan ketika kita fokus pada suatu obyek. Gelombang alpha berfungsi sebagai penghubung pikiran sadar dan bawah sadar. Alfa juga menandakan bahwa seseorang dalam kondisi kondisi hipnotis yang ringan. Theta, frekuensi 4-8 Hz Dominan saat kita mengalami kondisi hipnotis yang dalam, meditasi dalam, hampir tertidur, atau tidur yang disertai mimpi. Frekuensi ini menandakan aktivitas pikiran bawah sadar. Delta, frekuensi 0,1-4 Hz. Dominan saat tidur lelap tanpa mimpi. Penemuan alat untuk mengukur gelombang otak berpengaruh positif terhadap perkembangan hipnosis. hipnosis yang semula dianggap sebagai hal yang misterius, menakutkan, dan dianggap fenomena supranatural, sekarang sudah diterima secara ilmiah sebagai kondisi alami manusia. Telah dilakukan penelitian pada sejumlah subjek dan diperoleh hasil bahwa subyek yang sedang dalam kondisi hipnosis, gelombang otaknya antara alpha dan theta. Dalam kondisi terjaga, gelombang otak subyek umumnya adalah beta. Begitu dilakukan induksi, maka gelombang otak subyek secara cepat turun ke alpha, dan setelah dilakukan teknik deepening, otak subyek menunjukkan gelombang theta. Diyakini oleh para ilmuan bahwa apabila otak memproduksi gelombang otak theta yang dominan, maka sedang terjadi aktifitas pikiran bawah sadar. Sekarang anda sudah tahu bahwa seorang dalam kondisi trance hipnosis gelombang otaknya adalah antara alpha dan theta. Pertanyaannya, apakah gelombang otak alpha dan theta hanya terjadi pada kondisi trance hipnosis saja? Ternyata tidak. Secara alami anda memasuki kondisi alpha dan theta setiap akan tidur dan bangun tidur. Ketika anda sudah merasa sangat rileks, tenang, dan hampir tertidur, tapi anda masih menyadari keberadaan anda, maka seperti itulah kondisi hipnosis. Ketika anda terjaga dari tidur, dan masih malas Page 7

8 untuk beranjak dari tempat tidur karena masih ingin melanjutkan tidur lagi, maka seperti itulah kondisi hipnotis. Bedanya ketika anda akan tidur yaitu anda hanya mengalami kondisi alpha-theta dalam beberapa menit saja, kemudian gelombang otak anda turun ke delta (tanda bahwa tubuh dan pikiran anda beristirahat total). Sedangkan dalam kondisi hipnosis, anda bisa mengalami kondisi trance (gelombang otak alphatheta) dalam waktu yang lama. Orang yang bermeditasi, berdoa dengan khusyuk, terpana melihat sesuatu, terhanyut membaca novel atau suatu cerita, melamun dan semacamnya juga menghasilkan gelombang otak alpha sampai theta. Dengan mengetahui bahwa kondisi hipnosis adalah kondisi yang alami bagi manusia, maka tidak perlu ada ketakutan lagi bahwa hipnosis itu berbahaya. Kecurigaan bahwa ada unsur magis, sihir atau paranormal dalam hipnosis sudah lenyap sejak diketahui bahwa hipnosis itu fenomena mental yang alami. Profile Singkat Penulis Hendry Risjawan seorang Master Trainer, Braveheart Motivator & Mind Therapist yang telah berpengalaman lebih dari 15 tahun di dunia Training & Development. Kecintaannya yang sangat besar kepada dunia pengembangan sumber daya manusia khususnya Training telah meng-inspirasinya untuk mendirikan dan menjadi Ketua Umum Trainers Club Indonesia (TCI) suatu komunitas Trainer terbesar di Indonesia dan Pendiri Indonesian Association for Training & Development (IATD). Seiring dengan misi hidupnya Life for Success, pria lulusan Teknik Industri - Universitas Trisakti ini telah memperoleh Licensed Master Practitioner of Neuro-Linguistic Programming (NLP), dibawah lisensi DR. Richard Bandler (co-creator NLP) dari Society of NLP, USA; Certified Instructor of Hypnotist & Hypnotherapist from The Indonesian Board of Hypnotherapy (IBH); Certified Master Trainer, USA; Certified Hypnotist from Hypnosis Motivation Institute, USA; Certified Trainer EQ; Certified People Mastery; Certified SHINE Practitioner; Certified Trainer Medical First Responder; Certified Emotional Freedom Technique (EFT) Practitioner; Certified Ericksonian Hypnotherapy; Certified Master Teacher of Shamballa Multidimensional Healing, Certified Telepathy & Subjective Communication, Certified Master Communication Skill, Certified of Ego State Therapy, Certified Master Teacher of Reiki, dll. Contact me : Website: - Facebook: - Page FB: pages/hendry-risjawan/ Twitter: hendryr - YM: hendryris Page 8

LEBIH DEKAT & SEHAT DENGAN HYPNOTHERAPY *Oleh : Suci Riadi Prihantanto, CHt (Indigo Hypnosis & Hypnotherapy)

LEBIH DEKAT & SEHAT DENGAN HYPNOTHERAPY *Oleh : Suci Riadi Prihantanto, CHt (Indigo Hypnosis & Hypnotherapy) LEBIH DEKAT & SEHAT DENGAN HYPNOTHERAPY *Oleh : Suci Riadi Prihantanto, CHt (Indigo Hypnosis & Hypnotherapy) Apakah hipnoterapi Itu? Hipnoterapi adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang mempelajari

Lebih terperinci

HYPNOSIS MOTIVATION. Melejitkan Diri Menjadi Sang Juara

HYPNOSIS MOTIVATION. Melejitkan Diri Menjadi Sang Juara HYPNOSIS MOTIVATION Melejitkan Diri Menjadi Sang Juara HSQ INDONESIA Perumahan Griya Karadenan Indah Blok A/1B Jl.Raya Pemda Karadenan Cibinong Kabupaten Bogor Telp : 0251-8657100, 0817 6064 508, 0812

Lebih terperinci

INDRA MAJID Mind Technology Expert International Certified Hypnotherapist Trainer of Hypnosis Trainer

INDRA MAJID Mind Technology Expert International Certified Hypnotherapist Trainer of Hypnosis Trainer Pusat Pelatihan Hipnotis dan Hipnoterapi Indonesia Indonesian Hypnosis Association Jln. Raya Welahan-Jepara Km. 2, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia. +622913408700, 081390390132, 081252777720, infopusat@gmail.com

Lebih terperinci

12/19/2013. Setiap orang dewasa mengalaminya ribuan kali dalam hidupnya. Hypnosis adalah alami

12/19/2013. Setiap orang dewasa mengalaminya ribuan kali dalam hidupnya. Hypnosis adalah alami APAKAH HYPNOSIS ITU? Setiap orang dewasa mengalaminya ribuan kali dalam hidupnya. Hypnosis adalah alami 1 TINGKATAN SADAR (CONSCIOUS LEVEL) Contoh Aktivitas 1. Anda sedang bermain tenis 2. Anda melamun

Lebih terperinci

Apakah Hipnosis/Hipnoterapi Berbahaya?

Apakah Hipnosis/Hipnoterapi Berbahaya? Apakah Hipnosis/Hipnoterapi Berbahaya? With great power comes great responsibility Sebelum menjelaskan lebih lanjut saya ingin kita menyamakan dulu persepsi kita mengenai hipnosis, agar kita bisa berpikir

Lebih terperinci

INDRA MAJID Mind Technology Expert International Certified Hypnotherapist Trainer of Hypnosis Trainer

INDRA MAJID Mind Technology Expert International Certified Hypnotherapist Trainer of Hypnosis Trainer Pusat Pelatihan Hipnotis dan Hipnoterapi Indonesia Indonesian Hypnosis Association Jln. Raya Welahan-Jepara Km. 2, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia. +622913408700, 081390390132, 081252777720, infopusat@gmail.com

Lebih terperinci

AGAR MENDAPAT LEBIH DARI YANG ENGKAU INGINKAN

AGAR MENDAPAT LEBIH DARI YANG ENGKAU INGINKAN AGAR MENDAPAT LEBIH DARI YANG ENGKAU INGINKAN 11 Februari 2009 Mari kita ubah SKK (Sikap, Konsentrasi dan Komitmen) Pertama : SIKAP Sikap merupakan kependekan dari SI = EMOSI; KA = TINDAKAN; P = PENDAPAT,

Lebih terperinci

Ditulis oleh Administrator Rabu, 14 Desember :00 - Terakhir Diperbaharui Kamis, 10 November :24

Ditulis oleh Administrator Rabu, 14 Desember :00 - Terakhir Diperbaharui Kamis, 10 November :24 Ir. NSK Nugroho, MBA, MCH, CHt HypnoTherapist - Hypnotist Trainer - Coach - Instructor Membantu Anda menemukan dan membangkitkan, serta memperkuat nilai-nilai dan potensi positif dalam diri Anda dalam

Lebih terperinci

Petunjuk Pelatihan Hipnotis.Biz

Petunjuk Pelatihan Hipnotis.Biz Petunjuk Pelatihan Hipnotis.Biz Pengantar Disini Saya memberikan Produk Teknologi Pelatihan Hipnotis berupa Audio Hipnotis untuk meningkatkan kemampuan Hipnotis Anda! YA! Pada dasarnya SETIAP MANUSIA YANG

Lebih terperinci

Bagaimana menghipnosis anak?

Bagaimana menghipnosis anak? Bagaimana menghipnosis anak? Selamat Hari Ibu, M asih dalam rangka hari ibu, setiap orangtua pasti menginginkan anak yang baik, dalam segala hal tentunya. Tersebutlah seorang ibu (biar mirip dongeng-dongeng...he.he.he.)

Lebih terperinci

Pengambilan Keputusan Manajerial

Pengambilan Keputusan Manajerial MODUL PERKULIAHAN Pengambilan Keputusan Manajerial Modul Final Semester Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen Tatap Muka 10 Kode MK MK Disusun Oleh, ST, MBA Abstract Kompetensi Mampu mengidentifikasi

Lebih terperinci

NGEMAT 1, SABDA PANDITA. SABDA PANDITA RATU Sabdo Pendito Ratu, Tan Keno Wola Wali. Sabda Gendam yang dipancarkan pasti masuk dan mempengaruhi subjek.

NGEMAT 1, SABDA PANDITA. SABDA PANDITA RATU Sabdo Pendito Ratu, Tan Keno Wola Wali. Sabda Gendam yang dipancarkan pasti masuk dan mempengaruhi subjek. SABDA PANDITA RATU Sabdo Pendito Ratu, Tan Keno Wola Wali. Sabda Gendam yang dipancarkan pasti masuk dan mempengaruhi subjek. NGEMAT 1, SABDA PANDITA RATU By. Edi Sugianto (GUBES NAQS DNA) GENDAM ONLINE

Lebih terperinci

EXAM MOTIVATION TRAINING

EXAM MOTIVATION TRAINING PROPOSAL PENAWARAN EXAM MOTIVATION TRAINING MALANG, JANUARI 2012 Office : Plaosan Permai D-2 Malang, Jatim. Contact : Diana - 085233410396 Website : www.tworks.masmus.com Email : workstriangle@gmail.com

Lebih terperinci

Manfaat Hypnosis 3 JURUS JITU HYPNOLEARNING

Manfaat Hypnosis 3 JURUS JITU HYPNOLEARNING Manfaat Hypnosis Tidak ada seorang pun yang mampu memberikan perhitungan yang tepat dan secara pasti tentang manfaat hypnosis, karena hampir di setiap bidang apa pun dalam kehidupan kita melibatkan pikiran,

Lebih terperinci

DAFTAR ISI 2 KATA PENGANTAR 3 PROFIL PENULIS 6. Belajar lah dari tukang Keok! 11 Juragan 13 Integrated Marketing Communication 17

DAFTAR ISI 2 KATA PENGANTAR 3 PROFIL PENULIS 6. Belajar lah dari tukang Keok! 11 Juragan 13 Integrated Marketing Communication 17 DAFTAR ISI 2 KATA PENGANTAR 3 PROFIL PENULIS 6 BAB 1: SELLING Belajar lah dari tukang Keok! 11 Juragan 13 Integrated Marketing Communication 17 BAB 2: SPIRITUAL ILOA 22 Beri! 24 Ratu Buah 29 Pancarkan

Lebih terperinci

1. Mengapa bermeditasi?

1. Mengapa bermeditasi? CARA BERMEDITASI 1. Mengapa bermeditasi? Oleh: Venerable Piyananda Alih bahasa: Jinapiya Thera Dalam dunia ini, apakah yang dicari oleh kebanyakan orang dalam hidupnya? Sebenarnya, mereka ingin mencari

Lebih terperinci

REKREASI. "Segala sesuatu ada masanya. Page 1

REKREASI. Segala sesuatu ada masanya. Page 1 REKREASI "Segala sesuatu ada masanya. Page 1 Perbedaan Rekreasi & Hiburan Ada perbedaan yang nyata antara rekreasi dan hiburan. Bilamana sesuai dengan namanya, Rekreasi cenderung untuk menguatkan dan membangun

Lebih terperinci

PERMAINAN PERAN. Ada enam topi dengan warna yang berbeda-beda. Setiap warna mewakili satu jenis kegiatan berpikir.

PERMAINAN PERAN. Ada enam topi dengan warna yang berbeda-beda. Setiap warna mewakili satu jenis kegiatan berpikir. TOPI BERPIKIR Kecerdasan dan kemampuan berpikir bisa dianalogikan dengan mobil dan pengendaranya. Mobil biasa di tangan pengemudi luar biasa bisa mengalahkan mobil luar biasa yang dikendarai oleh pengemudi

Lebih terperinci

dimengerti oleh penerima, dan secara nyata dapat dilaksanakan, sehingga tercipta interaksi dua arah.

dimengerti oleh penerima, dan secara nyata dapat dilaksanakan, sehingga tercipta interaksi dua arah. Sekalipun Anda memiliki produk unggulan, konsep layanan prima dan gagasan-gagasan kreatif, tetapi tidak Anda komunikasikan kepada orang lain, tidak ada gunanya. Sehebat apa pun ilmu dan jurus-jurus bisnis

Lebih terperinci

Meditasi Usada I (Tahap 1)

Meditasi Usada I (Tahap 1) Meditasi Usada I (Tahap 1) Prakata Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan masa kini tentang kesehatan, timbulah kesadaran bahwa kesehatan merupakan urusan diri kita sendiri, mulai tumbuh dimana-mana.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kematangan atau kedewasaan yang menguntungkan untuk mempraktekkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kematangan atau kedewasaan yang menguntungkan untuk mempraktekkan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Kesiapan Kesiapan menurut kamus psikologi adalah tingkat perkembangan dari kematangan atau kedewasaan yang menguntungkan untuk mempraktekkan sesuatu (Chaplin, 2006,

Lebih terperinci

BAGUS ITU!!! Beautiful Mind Beatiful Life : I

BAGUS ITU!!! Beautiful Mind Beatiful Life : I Beautiful Mind Beatiful Life : I BAGUS ITU!!! Ilustrasi : Setiap pagi sepasang suami isteri selalu menikmati sarapan pagi bersama di ruang makan rumahnya. Ruang makan itu berjendela besar dan menghadap

Lebih terperinci

THINK AND GROW RICH OLEH : NAPOLEON HILL HIGH ROAD MEDIA 2001 ISBN-13 :

THINK AND GROW RICH OLEH : NAPOLEON HILL HIGH ROAD MEDIA 2001 ISBN-13 : Learn More in Less Time THINK AND GROW RICH OLEH : NAOLEON HILL HIGH ROAD MEDIA 2001 ISBN-13 : 978-1580632058 G5 Hari ini akan menjadi hari terpenting dalam kehidupan Anda. Mengapa? Karena Anda mulai membaca

Lebih terperinci

PERIKLANAN KOMUNIKASI PERSUASIF

PERIKLANAN KOMUNIKASI PERSUASIF PERIKLANAN KOMUNIKASI PERSUASIF KOMUNIKASI PERSUASIF Kata persuasi bersumber dari istilah persuasio (kata kerjanya persuadere), yang berarti membujuk, mengajak atau merayu. Komunikasi persuasi merupakan

Lebih terperinci

Kemampuan Mendengarkan dan Kepemimpinan. Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan

Kemampuan Mendengarkan dan Kepemimpinan. Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan Kemampuan Mendengarkan dan Kepemimpinan Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan www.bppk.depkeu.go.id/bdpimmagelang Seseorang akan bisa menulis dengan baik kalau ia banyak membaca.

Lebih terperinci

PENERIMAAN DIRI PADA INDIVIDU YANG MENGALAMI PREKOGNISI. MUHAMMAD ARI WIBOWO Program Sarjana, Universitas Gunadarma ABSTRAK

PENERIMAAN DIRI PADA INDIVIDU YANG MENGALAMI PREKOGNISI. MUHAMMAD ARI WIBOWO Program Sarjana, Universitas Gunadarma ABSTRAK PENERIMAAN DIRI PADA INDIVIDU YANG MENGALAMI PREKOGNISI MUHAMMAD ARI WIBOWO Program Sarjana, Universitas Gunadarma ABSTRAK Tidak jarang setiap orang merasa akan mengalami suatu kejadian, dan uniknya seringkali

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sering kali menghadapi masalah baik itu anak yang hiperaktif, anak yang nakal,

BAB I PENDAHULUAN. sering kali menghadapi masalah baik itu anak yang hiperaktif, anak yang nakal, BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Anak merupakan generasi masa depan sebagai penerus bangsa, dan merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi setiap orang tua apabila memiliki anak-anak yang sehat baik

Lebih terperinci

3. Emosi subyek ketika menjawab pertanyaan interview. 4. Bagaimana kebudayaan etnis Cina dalam keluarga subyek?

3. Emosi subyek ketika menjawab pertanyaan interview. 4. Bagaimana kebudayaan etnis Cina dalam keluarga subyek? Pedoman Observasi 1. Kesan umum subyek secara fisik dan penampilan 2. Relasi sosial subyek dengan teman-temannya 3. Emosi subyek ketika menjawab pertanyaan interview Pedoman Wawancara 1. Bagaimana hubungan

Lebih terperinci

Office: Graha Cihampelas Lantai 3, Jl. Cihampelas No. 41A, Bandung Direct Phone/Whatsapp: (+62)

Office: Graha Cihampelas Lantai 3, Jl. Cihampelas No. 41A, Bandung Direct Phone/Whatsapp: (+62) Services Profile & Credential Professional Services Reservation & Information Profile & Integrating Your Self Growth Setiap orang berhak mendapatkan kehidupan terbaiknya, pertanyaanya apakah mereka rela

Lebih terperinci

KURIKULUM 2013 Perangkat Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

KURIKULUM 2013 Perangkat Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KURIKULUM 2013 Perangkat Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMA 6 : ORGAN TUBUH MANUSIA DAN HEWAN Nama Sekolah : MI IMAMI Kelas / Semester : V / 2 Nama Guru : Alinatul Khusna, S.Pd.I

Lebih terperinci

NAQS DNA INSTITUTE OF QUANTUM MIND TECHNOLOGY PUSAT PELATIHAN & TERAPI : QUANTUM HUSADA, HYPNOSIS, HYPNOTHERAPY, & NLP

NAQS DNA INSTITUTE OF QUANTUM MIND TECHNOLOGY PUSAT PELATIHAN & TERAPI : QUANTUM HUSADA, HYPNOSIS, HYPNOTHERAPY, & NLP NAQS DNA INSTITUTE OF QUANTUM MIND TECHNOLOGY PUSAT PELATIHAN & TERAPI : QUANTUM HUSADA, HYPNOSIS, HYPNOTHERAPY, & NLP Jl. Ketintang Baru III No. 79 Surabaya Phone : 031 3940577 Mobile : 081231649477 Fax

Lebih terperinci

KARAKTERISTIK SISWA SD KELAS RENDAH DAN PEMBELAJARANNYA

KARAKTERISTIK SISWA SD KELAS RENDAH DAN PEMBELAJARANNYA KARAKTERISTIK SISWA SD KELAS RENDAH DAN PEMBELAJARANNYA Oleh: Sekar Purbarini Kawuryan PPSD FIP UNY Pendahuluan Pembentukan kemampuan siswa di sekolah dipengaruhi oleh proses belajar yang ditempuhnya.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu diantara masalah besar dalam bidang pendidikan di Indonesia yang banyak diperbincangkan adalah rendahnya mutu pendidikan yang tercermin dari rendahnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Hampir dapat dipastikan bahwa setiap orangtua menginginkan yang terbaik

BAB I PENDAHULUAN. Hampir dapat dipastikan bahwa setiap orangtua menginginkan yang terbaik BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Hampir dapat dipastikan bahwa setiap orangtua menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, termasuk dalam hal pendidikan. Orangtua berharap anaknya bisa mendapat

Lebih terperinci

REAL TOOLS FOR REAL LIFE

REAL TOOLS FOR REAL LIFE Pernahkah Anda bertanya kepada diri sendiri? ~ Ketika sedang menghadapi masalah, terutama yang berkaitan dengan emosi dan pikiran, bagaimana Saya membantu diri sendiri? ~ Bagaimana Saya berkontribusi membuat

Lebih terperinci

PENDAHULUAN (MATERI) Pengertian Psikologi Pendakatan dalam Psikologi: Sub disiplin Psikologi Bidang terapan Psikologi

PENDAHULUAN (MATERI) Pengertian Psikologi Pendakatan dalam Psikologi: Sub disiplin Psikologi Bidang terapan Psikologi PENDAHULUAN (MATERI) Pengertian Psikologi Pendakatan dalam Psikologi: Pendekatan Biologi-saraf Pendekatan Perilaku Pendekatan Kognitif Pendekatan Psikoanalitik Pendekatan Phenomenologi Sub disiplin Psikologi

Lebih terperinci

KARAKTERISTIK TAHAPAN PERKEMBANGAN MASA BAYI (0 2 TAHUN)

KARAKTERISTIK TAHAPAN PERKEMBANGAN MASA BAYI (0 2 TAHUN) KARAKTERISTIK TAHAPAN PERKEMBANGAN MASA BAYI (0 2 TAHUN) TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM: Setelah mengikuti perkuliahan, diharapkan mahasiswa dapat memahami karakteristik perkembangan aspek fisik, motorik, intelektual,

Lebih terperinci

Kurang atau Kelamaan Tidur Bisa menimbulkan kematian!

Kurang atau Kelamaan Tidur Bisa menimbulkan kematian! Kurang atau Kelamaan Tidur Bisa menimbulkan kematian! Penelitian tentang masalah tidur dilakukan American Cancer Society pada tahun 1982-1988. Penelitian yang dikenakan pada orang Amerika dengan interval

Lebih terperinci

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN GURU KELAS DALAM MENGIDENTIFIKASI MASALAH SISWA SD

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN GURU KELAS DALAM MENGIDENTIFIKASI MASALAH SISWA SD MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN GURU KELAS DALAM MENGIDENTIFIKASI MASALAH SISWA SD Oleh : Sugiyatno. M.Pd, A.Ariyadi Warsito. M.Si, Agus Basuki. M.Pd A. Analisis Situasi Menurut PP nomor 28 tahun 1990 tentang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. serta ketrampilan yang diperlukan oleh setiap orang. Dirumuskan dalam

BAB I PENDAHULUAN. serta ketrampilan yang diperlukan oleh setiap orang. Dirumuskan dalam 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan manusia seutuhnya bertujuan agar individu dapat mengekspresikan dan mengaktualisasi diri dengan mengembangkan secara optimal dimensi-dimensi kepribadian

Lebih terperinci

Anda. Pernahkah Anda. tinggi setiap. Susah. Konsentrasi. Malas. Tidak. mau fight Tidak. Takut sekolah

Anda. Pernahkah Anda. tinggi setiap. Susah. Konsentrasi. Malas. Tidak. mau fight Tidak. Takut sekolah Belajar, seharusnya adalah hal yang menyenangkan bagi anak anak, bagaimana caranya kita bisa membantu Anak anak melewati tahap belajarnya ini? 3 Pilar Utama Anak Sukses di Sekolah & Kehidupan Yang Tidak

Lebih terperinci

Call Center: , ,

Call Center: , , Pusat Pelatihan Hipnotis dan Hipnoterapi Indonesia Indonesian Hypnosis Association Jln. Brantak Sekarjati No. 29 welahan, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia. +622913408700, 085726726001, 085329990002, infopusat@gmail.com

Lebih terperinci

awal 1972 ketika Richard Bandler, mahasiswa University of Santa Cruz bersepakat dengan John Grinder, profesor bahasa, untuk mempelajari

awal 1972 ketika Richard Bandler, mahasiswa University of Santa Cruz bersepakat dengan John Grinder, profesor bahasa, untuk mempelajari Lampiran SEJARAH NLP Sejarah NLP (Neuro Linguistic Programming) bermula di California pada awal 1972 ketika Richard Bandler, mahasiswa University of Santa Cruz bersepakat dengan John Grinder, profesor

Lebih terperinci

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN 1. Pesat tapi tidak merata. - Otot besar mendahului otot kecil. - Atur ruangan. - Koordinasi mata dengan tangan belum sempurna. - Belum dapat mengerjakan pekerjaan

Lebih terperinci

BAB II GAYA BELAJAR SISWA

BAB II GAYA BELAJAR SISWA BAB II GAYA BELAJAR SISWA 1. TEORI TENTANG GAYA BELAJAR Pada waktu yang lalu, ada kepercayaan di antara para pengajar bahwa kegagalan belajar yang dialami oleh para siswa disebabkan oleh adanya situasi

Lebih terperinci

Kecerdasan Emosi. Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Lembaga Administrasi Negara

Kecerdasan Emosi. Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Lembaga Administrasi Negara Kecerdasan Emosi Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Lembaga Administrasi Negara DESKRIPSI SINGKAT Mata ajar ini membekali peserta dengan kemampuan menerapkan kecerdasan emosional melalui pembelajaran : Pengertian

Lebih terperinci

Help yourself to be HAPPY

Help yourself to be HAPPY Help yourself to be HAPPY SELF HELP FOR HAPPY LIFE ~ Help yourself, Help others Pengantar Teknik Bantu Diri untuk Hidup Bahagia dan Sehat Lahir Batin by Fiona Wang, SELF HELP Coach Setiap orang memang

Lebih terperinci

Manusia dan Sistem Kepribadian

Manusia dan Sistem Kepribadian Manusia dan Sistem Kepribadian Pengantar Antropologi Dian Kurnia Anggreta, S.Sos, M.Si 1 Kepribadian dalam Psikologi Dilihat sebagai: Ciri-ciri wakat seorang individu yang sifatnya konsisten, sehingga

Lebih terperinci

PSIKOLOGI PENDIDIKAN

PSIKOLOGI PENDIDIKAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN POKOK-POKOK BAHASAN Pengantar Gejala Jiwa dalam Pendidikan Perbedaan Individu dan Aplikasinya dalam pendidikan Masalah Belajar Masalah Pembelajaran Pengukuran dan Penilaian Diagnostik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Masa bayi adalah periode dalam hidup yang dimulai setelah kelahiran dan

BAB I PENDAHULUAN. Masa bayi adalah periode dalam hidup yang dimulai setelah kelahiran dan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Masa bayi adalah periode dalam hidup yang dimulai setelah kelahiran dan berakhir dengan berkembangnya penggunaan bahasa. Masa bayi berlangsung sekitar 18

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu pembelajaran penting yang diajarkan di sekolah dasar, karena pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi

Lebih terperinci

Daftar Isi. Kata Pengantar : Tiga Hal Penting Yang Diharapkan Dari Para Peserta Pelatihan Praktek Kerja Teknis 2

Daftar Isi. Kata Pengantar : Tiga Hal Penting Yang Diharapkan Dari Para Peserta Pelatihan Praktek Kerja Teknis 2 Daftar Isi Kata Pengantar : Tiga Hal Penting Yang Diharapkan Dari Para Peserta Pelatihan Praktek Kerja Teknis 2 1. Tiga Jenis Kecelakaan Yang Sering Terjadi di Tempat Kerja 3 2. Mengapa Kecelakaan Bisa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perubahan paradigma pembelajaran matematika di adaptasi dalam kurikulum di Indonesia terutama mulai dalam Kurikulum 2004 (KBK) dan Kurikulum 2006 serta pada kurikulum

Lebih terperinci

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit esaunggul.ac.id http://www.esaunggul.ac.id/article/merancang-strategi-komunikasi-memenangkan-pemilih-dan-kelompok/ Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit Dr. Erman Anom,

Lebih terperinci

"Berusaha... bekerja dengan tanganmu. " Powerpoint Templates Page 1

Berusaha... bekerja dengan tanganmu.  Powerpoint Templates Page 1 "Berusaha... bekerja dengan tanganmu. " Page 1 Pada waktu penciptaan dunia, bekerja telah ditetapkan sebagai suatu berkat. Bekerja dimaksudkan untuk perkembangan, kuasa dan kebahagiaan. Perubahan keadaan

Lebih terperinci

GENDAM HARTA MODUL BASIC GENDON

GENDAM HARTA MODUL BASIC GENDON SUMPAH GENDAM Maka saya sumpahin semua yang sudah ikhlas join Group GendOn, saya sumpahin anda makin kaya, makin sukses, dan semakin berhasil dalam semua aspek hidup anda... Sukses dunia akherat. Aamiin...

Lebih terperinci

Merayakan Ulangtahun Sebagai Strategi Pembelajaran Kosakata Abstrak (Tanggal, Bulan, Tahun) Lisza Megasari, S.Pd

Merayakan Ulangtahun Sebagai Strategi Pembelajaran Kosakata Abstrak (Tanggal, Bulan, Tahun) Lisza Megasari, S.Pd Merayakan Ulangtahun Sebagai Strategi Pembelajaran Kosakata Abstrak (Tanggal, Bulan, Tahun) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Tunarungu kelas 3 SLB Negeri Binjai Oleh: Pendahuluan Anak berkebutuhan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. perlu untuk ditingkatkan dan digali sebesar-besarnya karena hal tersebut

BAB 1 PENDAHULUAN. perlu untuk ditingkatkan dan digali sebesar-besarnya karena hal tersebut 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada masa sekarang ini, kita memasuki dunia yang berkembang serba cepat sehingga memaksa setiap individu untuk dapat mengikuti perkembangan tersebut. Indonesia

Lebih terperinci

Uji Penilaian Profesional Macquarie. Leaflet Latihan. Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian.

Uji Penilaian Profesional Macquarie. Leaflet Latihan. Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian. Uji Penilaian Profesional Macquarie Leaflet Latihan Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian. Mengapa Uji Penilaian psikometrik digunakan Dewasa ini semakin banyak perusahaan yang menyertakan

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan pembelajaran ialah

II. TINJAUAN PUSTAKA. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan pembelajaran ialah 9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kerangka Teoritis 1. Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan pembelajaran ialah menentukan model atau metode mengajar tentang

Lebih terperinci

Mempersiapkan Diri Sebelum Berkomunikasi Dengan Anak (Tamat)

Mempersiapkan Diri Sebelum Berkomunikasi Dengan Anak (Tamat) Mempersiapkan Diri Sebelum Berkomunikasi Dengan Anak (Tamat) Tips-tips ini sering saya sampaikan kepada para orang tua yang sedang menghadapi permasalahan dengan anaknya. Tips ini sangat umum dan sederhana,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN TEORITIS. Pengetahuan adalah keseluruhan pemikiran, gagasan, ide, konsep, dan

BAB II TINJAUAN TEORITIS. Pengetahuan adalah keseluruhan pemikiran, gagasan, ide, konsep, dan BAB II TINJAUAN TEORITIS 2.1. Pengetahuan Pengetahuan adalah keseluruhan pemikiran, gagasan, ide, konsep, dan pemahaman yang dimiliki manusia tentang dunia dan segala isinya, termasuk manusia dan kehidupannya

Lebih terperinci

Pengetahuan Dasar Mengenai Kegiatan Relawan Bencana

Pengetahuan Dasar Mengenai Kegiatan Relawan Bencana Pengetahuan Dasar Mengenai Kegiatan Relawan Bencana Gempa yang melanda Prefektur Kumamoto pada tanggal 14 April lalu telah mengakibatkan kerusakan parah. Di situasi seperti inilah, para relawan mengerahkan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Bab ini menjelaskan definisi maupun teori yang di jadikan landasan berpikir penulis dalam melakukan penelitian berkaitan dengan topik persepsi rasa aman pada pengguna media sosial

Lebih terperinci

KENAKALAN DAN DEGRADASI REMAJA

KENAKALAN DAN DEGRADASI REMAJA KENAKALAN DAN DEGRADASI REMAJA Judul Esai Generasi Muda Butuh Hipnoterapi Untuk Mengatasi Kenakalan Dan Degradasi Moral Remaja Diajukan untuk Mengikuti Kompetisi LOMBA ESAI NASIONAL PENDIDIKAN NONFORMAL

Lebih terperinci

PERSEPSI INTI KOMUNIKASI. Rizqie Auliana

PERSEPSI INTI KOMUNIKASI. Rizqie Auliana PERSEPSI INTI KOMUNIKASI Rizqie Auliana rizqie_auliana@uny.ac.id Pengertian Persepsi atau perception adl hal sederhana dari getaran apapun dari pikiran sehat kita. Persepsi sebagai proses yang memungkinkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, manusia selalu membutuhkan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, manusia selalu membutuhkan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, manusia selalu membutuhkan orang lain. Kehidupan manusia mempunyai fase yang panjang, yang di dalamnya selalu mengalami

Lebih terperinci

[Amazing] Inilah 50 Keunikan Tubuh Manusia yang Mengagumkan

[Amazing] Inilah 50 Keunikan Tubuh Manusia yang Mengagumkan 1 [Amazing] Inilah 50 Keunikan Tubuh Manusia yang Mengagumkan Tubuh manusia benar-benar mengagumkan. Jika kita berusaha untuk menjaga dan merawat tubuh kita dengan baik serta mempraktekan gaya hidup sehat,

Lebih terperinci

# Kemampuan Komunikasi # Komunikasi Jitu (1)

# Kemampuan Komunikasi # Komunikasi Jitu (1) # Kemampuan Komunikasi # Komunikasi Jitu (1) Arif Basofi Materi Komunikasi sebagai Penyelesaian Masalah Bebas Bicara Sesuai Kehendak Tanpa Ada Ketakutan Bicara jujur, Benar dan Akurat Menunda Pembicaraan

Lebih terperinci

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MELALUI METODE DISCOVERY-INQUIRY PADA SISWA KELAS VII SMP N 5 SUKOHARJO SKRIPSI

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MELALUI METODE DISCOVERY-INQUIRY PADA SISWA KELAS VII SMP N 5 SUKOHARJO SKRIPSI PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MELALUI METODE DISCOVERY-INQUIRY PADA SISWA KELAS VII SMP N 5 SUKOHARJO SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Menyelesaikan Studi Program Strata Satu

Lebih terperinci

Amatilah citta kita. Jika kita benar-benar percaya

Amatilah citta kita. Jika kita benar-benar percaya Amatilah citta kita. Jika kita benar-benar percaya bahwa semua kebahagiaan yang kita alami berasal dari objek materi dan kita mencurahkan seluruh hidup kita untuk mengejarnya, maka kita dikendalikan oleh

Lebih terperinci

Written by Pitoyo Amrih Tuesday, 18 February :57 - Last Updated Tuesday, 18 February :14

Written by Pitoyo Amrih Tuesday, 18 February :57 - Last Updated Tuesday, 18 February :14 Suatu ketika beberapa tahun lalu, seorang teman bercerita dengan rasa bangga tentang anaknya yang ketika itu belum genap usia sepuluh tahun, yang begitu mengidolakan seorang penyanyi muda di sebuah ajang

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA 1 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pendidikan di Sekolah Dasar Sebelum membahas pendidikan di sekolah dasar penulis akan memaparkan pengertian pendidikan terlebih dahulu, dalam dunia pendidikan sebagaimana dinyatakan

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 KUESIONER FAKTOR-FAKTOR PROKRASTINASI AKADEMIK SEBELUM UJI COBA. No. Pernyataan SS S N TS STS

LAMPIRAN 1 KUESIONER FAKTOR-FAKTOR PROKRASTINASI AKADEMIK SEBELUM UJI COBA. No. Pernyataan SS S N TS STS LAMPIRAN 1 KUESIONER FAKTOR-FAKTOR PROKRASTINASI AKADEMIK SEBELUM UJI COBA No. Pernyataan SS S N TS STS 1 2 Saya tidak mendaftar sidang skripsi pada periode ini karena merasa belum siap. Saya tersinggung

Lebih terperinci

Ketrampilan Memfasilitasi dan Mendengarkan

Ketrampilan Memfasilitasi dan Mendengarkan . Sesi Kedua Ketrampilan Memfasilitasi dan Mendengarkan Handout Akatiftas 1 : MENDENGARKAN dan BERBICARA: SANDIWARA (1 jam) Topik Yang Mungkin: Bercerita tentang pengalaman memancing yang paling berkesan

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DAN KONFORMITAS DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA SUPORTER SEPAK BOLA

HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DAN KONFORMITAS DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA SUPORTER SEPAK BOLA HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DAN KONFORMITAS DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA SUPORTER SEPAK BOLA Skripsi Diajukan guna memenuhi sebagian dari persyaratan dalam mencapai derajat Sarjana-S1 Psikologi Diajukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pendengaran, baik sebagian maupun seluruhnya yang berdampak kompleks

BAB I PENDAHULUAN. pendengaran, baik sebagian maupun seluruhnya yang berdampak kompleks BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak tunarungu adalah anak yang mengalami kehilangan fungsi pendengaran, baik sebagian maupun seluruhnya yang berdampak kompleks dalam kehidupannya. Anak tunarungu

Lebih terperinci

BABI PENDAHULUAN. Di negara maju, penyakit stroke pada umumnya merupakan penyebab

BABI PENDAHULUAN. Di negara maju, penyakit stroke pada umumnya merupakan penyebab BAE~ I PENDAHULUAN BABI PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakaog Masalah Di negara maju, penyakit stroke pada umumnya merupakan penyebab kematian nomor tiga pada kelompok usia lanjut, setelah penyakit jantung dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Abad ke-21 disebut-sebut oleh pakar, termasuk futurology, sebagai abad

BAB I PENDAHULUAN. Abad ke-21 disebut-sebut oleh pakar, termasuk futurology, sebagai abad 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Abad ke-21 disebut-sebut oleh pakar, termasuk futurology, sebagai abad informasi dan pengetahuan. Karena informasi dan pengetahuan akan menjadi landasan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Di era globalisasi seperti sekarang ini, pendidikan sangat dibutuhkan. Sebab, pendidikan merupakan suatu sarana yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas

Lebih terperinci

Buddha berkata keinginan itu seperti air asin. Makin banyak diminum, semakin haus

Buddha berkata keinginan itu seperti air asin. Makin banyak diminum, semakin haus Buddha artinya menjadi tercerahkan. Kita semua sedang tertidur, kita semua sedang bermimpi, Dan kita mempercayai apa adanya mimpi kita. Disinilah pokok permasalahannya. Sewaktu saya tinggal di dalam gua,

Lebih terperinci

STRATEGI PELAKSANAAN 1 (SP1) PADA KLIEN DENGAN KEHILANGAN DAN BERDUKA. No. MR : 60xxxx RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor

STRATEGI PELAKSANAAN 1 (SP1) PADA KLIEN DENGAN KEHILANGAN DAN BERDUKA. No. MR : 60xxxx RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor Lampiran 1 STRATEGI PELAKSANAAN 1 (SP1) PADA KLIEN DENGAN KEHILANGAN DAN BERDUKA Nama klien : Ny. M Ruangan : Nakula No. MR : 60xxxx RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor A. Proses Keperawatan 1. Kondisi Klien

Lebih terperinci

INDONESIAN HYPNOSIS ASSOCIATION (ASOSIASI HIPNOSIS INDONESIA)

INDONESIAN HYPNOSIS ASSOCIATION (ASOSIASI HIPNOSIS INDONESIA) INDONESIAN HYPNOSIS ASSOCIATION (ASOSIASI HIPNOSIS INDONESIA) Head Office: Jln. Raya Jepara Kudus Km. 16, Jepara, Indonesia Phone: 0291-3408700, 0817291058, 081390390132 www.indohypnosis.com www.indohypnosis.org

Lebih terperinci

PROFILE NAQS DNA. NAQS DNA Institute of Quantum Mind Technology JANUARY 1, 2010

PROFILE NAQS DNA. NAQS DNA Institute of Quantum Mind Technology JANUARY 1, 2010 PROFILE NAQS DNA NAQS DNA Institute of Quantum Mind Technology JANUARY 1, 2010 NAQS DNA CENTER Desa Sekapuk, RT/RW : 002/001 No. 16 Kec. Ujung Pangkah - Gresik JATIM Indonesia - 61154 PROFILE NAQS DNA

Lebih terperinci

UKDW BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

UKDW BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang A. Latar Belakang 1. Tumbuh Kembang Anak BAB I PENDAHULUAN Dalam pengertian tumbuh - Gangguan bicara dan bahasa. kembang anak terkandung dua pengertian yang berbeda yakni pertumbuhan dan perkembangan.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sebagainya (Notoatmodjo, 2010).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sebagainya (Notoatmodjo, 2010). BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengetahuan 1. Defenisi Pengetahuan Pengetahuan (knowledge) adalah hasil tahu dari manusia yang sekedar menjawab pertanyaan what misalnya apa air, apa manusia, apa alam dan sebagainya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan lebih lanjut ke perguruan tinggi (www.freelists.org). Perguruan tinggi

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan lebih lanjut ke perguruan tinggi (www.freelists.org). Perguruan tinggi BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada jaman sekarang ini, semakin banyak individu yang menempuh pendidikan lebih lanjut ke perguruan tinggi (www.freelists.org). Perguruan tinggi (PT) adalah

Lebih terperinci

Proposal In-House Training (Short Version)

Proposal In-House Training (Short Version) Sang Pemenang People Development & Communication Awakening Beauty in People Development and Communication Proposal In-House Training (Short Version) I. Teknologi dan Keunggulan Mendalam - Transformasi

Lebih terperinci

BAB 1 PENGENALAN KECERDASAN BUATAN 2 Dengan definisi ini, Kecerdasan Buatan menawarkan baik media maupun uji teori kecerdasan. Teori-teori ini dapat d

BAB 1 PENGENALAN KECERDASAN BUATAN 2 Dengan definisi ini, Kecerdasan Buatan menawarkan baik media maupun uji teori kecerdasan. Teori-teori ini dapat d Bab1 Pengenalan Kecerdasan Buatan POKOK BAHASAN: Definisi Kecerdasan Buatan Sejarah Kecerdasan Buatan Sub Disiplin Ilmu dalam Kecerdasan Buatan Lingkup Kecerdasan Buatan pada Aplikasi Komersial Kecerdasan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indra Dwi Handoko, 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indra Dwi Handoko, 2013 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan pondasi bagi perkembangan manusia. Pendidikan yang baik dan berkualitas dari sejak dini akan menjadi cikal bakal tumbuhnya Sumber Daya Manusia

Lebih terperinci

UJIAN TENGAH SEMESTER

UJIAN TENGAH SEMESTER UJIAN TENGAH SEMESTER Tanggal: 7 November 2013 Mata Kuliah: Pengantar Manajemen Kelas/Ruang: CE I/G208 Jenis Test: Pilihan Ganda Dosen: Viraguna Bagoes Oka & Dharma Iswara Bagoes Oka Jumlah Soal: 60 Petunjuk:

Lebih terperinci

I Love My Job and My Family:

I Love My Job and My Family: I Love My Job and My Family: My Job is My Life & My Family is My Breath Jadilah emas, bukan anak emas Anonymous Mungkin beliau bukanlah seseorang yang telah lama bekerja di Eka Hospital, namun ia memiliki

Lebih terperinci

1 Perpustakaan Unika LAMPIRAN

1 Perpustakaan Unika LAMPIRAN LAMPIRAN 1 2 LAMPIRAN A SKALA PENELITIAN 3 LAMPIRAN ( A-1 ) SKALA DISIPLIN KERJA 4 Kepada Yth Pegawai Dinas Tenaga Kerja Kota Surakarta Dengan hormat, Di tengah kesibukan Bapak / Ibu, perkenankanlah saya

Lebih terperinci

Pertama Kali Aku Mengenalnya

Pertama Kali Aku Mengenalnya 1 Pertama Kali Aku Mengenalnya Aku berhasil menjadi kekasihnya. Laki-laki yang selama 4 tahun sudah aku kagumi dan cintai. Aku pertama kali bertemu dengannya ketika aku duduk di bangku SMP. Saat itu hidupku

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Manusia sejak lahir telah membawa berbagai potensi. Salah satu diantara potensi

BAB I PENDAHULUAN. Manusia sejak lahir telah membawa berbagai potensi. Salah satu diantara potensi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia sejak lahir telah membawa berbagai potensi. Salah satu diantara potensi yang dibawa manusia itu adalah potensi beragama atau yang dalam konsep Islam disebut

Lebih terperinci

Skizofrenia. 1. Apa itu Skizofrenia? 2. Siapa yang lebih rentan terhadap Skizofrenia?

Skizofrenia. 1. Apa itu Skizofrenia? 2. Siapa yang lebih rentan terhadap Skizofrenia? Skizofrenia Skizofrenia merupakan salah satu penyakit otak dan tergolong ke dalam jenis gangguan mental yang serius. Sekitar 1% dari populasi dunia menderita penyakit ini. Pasien biasanya menunjukkan gejala

Lebih terperinci

Cara Melihat AURA Diri Sendiri, Seseorang, atau Benda dgn Kasat Mata.

Cara Melihat AURA Diri Sendiri, Seseorang, atau Benda dgn Kasat Mata. Cara Melihat AURA Diri Sendiri, Seseorang, atau Benda dgn Kasat Mata. Instruksi simple: tatap mata teman anda / bagian tubuh teman anda pada 1 titik saja selama 15 detik dan JANGAN BERKEDIP!!!!!!! setelah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia sehari-hari (Djojosuroto, 2000:3). Persoalan yang menyangkut

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia sehari-hari (Djojosuroto, 2000:3). Persoalan yang menyangkut BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sastra merupakan hasil proses pemikiran dan pengalaman batin pengarang yang dicurahkan lewat tulisan dengan mengungkapkan berbagai hal yang digali dari masalah

Lebih terperinci

KE ARAH PEMIKIRAN FILSAFAT

KE ARAH PEMIKIRAN FILSAFAT KE ARAH PEMIKIRAN FILSAFAT Prof. Dr. Almasdi Syahza,, SE., MP Peneliti Senior Universitas Riau Email : asyahza@yahoo.co.id syahza.almasdi@gmail.com Website : http://almasdi.staff.unri.ac.id Pengertian

Lebih terperinci