ISSN: Vol. 1, No. 2, Februari 2019

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ISSN: Vol. 1, No. 2, Februari 2019"

Transkripsi

1 ISSN: Vol. 1, No. 2, Februari 2019 EFEKTIFITAS PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH PADA SD NEGERI LINGKUP UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH (UPTD) KECAMATAN PALANGGA SELATAN Apriani Safitri 1), Mujiati 2) PENGGUNAAN TEKNIK MAKE A MATCH DALAM PEMBELAJARAN READING III PADA MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS Citra Prasiska P. Tohamba 1), Nur Rizky Alfiany 2) PENGARUH DISIPLIN DAN KEMAMPUAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS KESEHATAN KABUPATEN MOROWALI Haeruddin Tobigo KONSEP PEMBERDAYAAN KOMUNITAS ANAK JALANAN KENDARI (KOJAK) DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS DI KECAMATAN MANDONGA KENDARI Hasmira Said 1), Halima 2) ANALISIS PENERAPAN SISTEM E-COMMERCE DALAM MENCIPTAKAN E-MARKETING TERHADAP PENINGKATAN KINERJA UKM DI KOTA KENDARI Indri Hapsari 1), Murini 2) EKONOMI KREATIF DI KOTA KECIL (STUDI TENTANG PERKEMBANGAN INDUSTRI KREATIF DI KOTA KENDARI) Patta Hindi Asis 1), Andi Awaluddin Ma ruf 2) PENGARUH KOMPETENSI DAN KOMITMEN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA (BKKBN) KOTA KENDARI Juwita 1), Marjani 2) ALAMAT REDAKSI Kantor Pusat Lembaga Penelitian dan Pengabdaiab pada Masyarakat UMK. 1 Jl. KH. Ahmad Dahlan No 10 Kota Kendari, Gedung Islamic Canter, Lt. 2 lppm.umkendari.ac.id

2 KETUA EDITOR Sitti Zakiah Ma mun DEWAN EDITOR Hartati Ahmad Rustan La Ode Alimusa Patta Hindi Asis MITRA BESTARI Prof. Abdullah Alhadza Prof Anwar Hafid LAYOUT Jumiatin Alwas Muis ALAMAT REDAKSI Kantor Pusat Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat UMK. Jl. KH. Ahmad Dahlan No 10 Kota Kendari, Gedung Islamic Canter, Lt. 2 lppm.umkendari.ac.id, 2

3 DAFTAR ISI EFEKTIFITAS PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH PADA SD NEGERI LINGKUP UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH (UPTD) KECAMATAN PALANGGA SELATAN Apriani Safitri 1), Mujiati 2) PENGGUNAAN TEKNIK MAKE A MATCH DALAM PEMBELAJARAN READING III PADA MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS Citra Prasiska P. Tohamba 1), Nur Rizky Alfiany 2) PENGARUH DISIPLIN DAN KEMAMPUAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS KESEHATAN KABUPATEN MOROWALI Haeruddin Tobigo KONSEP PEMBERDAYAAN KOMUNITAS ANAK JALANAN KENDARI (KOJAK) DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS DI KECAMATAN MANDONGA KENDARI Hasmira Said 1), Halima 2) ANALISIS PENERAPAN SISTEM E-COMMERCE DALAM MENCIPTAKAN E-MARKETING TERHADAP PENINGKATAN KINERJA UKM DI KOTA KENDARI Indri Hapsari 1), Murini 2) EKONOMI KREATIF DI KOTA KECIL (STUDI TENTANG PERKEMBANGAN INDUSTRI KREATIF DI KOTA KENDARI Patta Hindi Asis 1), Andi Awaluddin Ma ruf 2) PENGARUH KOMPETENSI DAN KOMITMEN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR BADAN KOORDINASI KELUARGABERENCANA (BKKBN) KOTA KENDARI Juwita 1), Marjani 2)

4 EFEKTIFITAS PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH PADA SD NEGERI LINGKUP UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH (UPTD) KECAMATAN PALANGGA SELATAN Apriani Safitri 1, Mujiati 2 Administrasi Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari, ABSTRAK Supervisi akademik merupakan layanan bantuan yang diberikan kepala sekolah kepada guru-guru dalam upaya perbaikan proses pembelajaran. Kinerja guru memiliki kontribusi besar dalam proses pembelajaran karena gurulah yang secara langsung bersentuhan atau berhadapan dengan peserta didik, sehingga perlu ada pengawasan baik secara langsung mau pun tidak langsung oleh kepala sekolah melalui kegiatan supervisi akademik. Tujuannya untuk menganalisis efektifitas pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah pada SD Negeri yang berada pada lingkup Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Palangga Selatan Kabupaten Konawe Selatan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan tiga cara yaitu observasi non partisipan yang tidak terstruktur, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan efektifitas pelaksanaan supervisi akdemik kepala sekolah pada SD Negeri lingkup UPTD Kecamatan Palangga Selatan dilihat dari: 1) perencanaan supervisi akademik kepala sekolah telah dilaksanakan secara efektif, 2) pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah telah dilaksanakan secara efektif dengan adanya media sebagai pendukung proses pembelajaran dan tugas yang mampu mengukur seluruh kemampuan siswa baik itu pada penerapan kurikulum KTSP maupun KURTILAS, 3) tindak lanjut pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah telah dilaksanakan secara efektif berkaitan dengan permasalahan yang di alami oleh guru. Kata Kunci: Supervisi, Akademik, Kepala Sekolah 1. PENDAHULUAN Kepala sekolah adalah personal sekolah yang bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan-kegiatan sekolah. Ia mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas kelancaran jalannya sekolah, tidak hanya secara teknis akademis saja, akan tetapi semua kegiatan, keadaan lingkungan sekolah dengan kondisi dan situasinya merupakan tugas dan tanggung jawab kepala sekolah. Dengan demikian, kepala sekolah dituntut untuk 1

5 mengontrol dan mengevaluasi segala bentuk kegiatan sekolah tersebut termasuk proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Kepala sekolah berperan sebagai supervisor. Dimana supervisor pendidikan didefinisikan sebagai proses pemberian layanan bantuan profesional kepada guru untuk meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas-tugas pengelolaan proses pembelajaran secara efektif dan efisien. Di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah ditegaskan bahwa salah satu kompetensi yang harus dimiliki seorang kepala sekolah adalah kompetensi supervisi, antara lain; Kepala Sekolah dapat memiliki kompetensi merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru, dan dapat melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat, serta dapat menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru Pelaksanaan supervisi akademik oleh kepala sekolah di SD Negeri yang berada pada lingkup Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Palangga Selatan, Kabupaten Konawe selatan diharapkan dapat memberi dampak terhadap terbentuknya sikap profesional guru. Sikap profesional guru merupakan hal yang amat penting dalam memelihara dan meningkatkan profesionalitas guru, karena selalu berpengaruh pada perilaku dan akitivitas keseharian guru. Perilaku profesional akan lebih diwujudkan dalam diri guru apabila institusi tempat ia bekerja perhatian lebih banyak pada pembinaan, pembentukan, dan pengembangan sikap professional guru. SD Negeri yang berada pada lingkup Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Palangga Selatan Kabupaten Konawe Selatan pelaksanaan ssupervisi akademik kepala sekolah belum terlaksana secara optimal. hal ini dapat dilihat dari persiapan pelaksanaan supervisi akademik yang belum terencana dengan baik. Sebagai dampak pelaksanaan supervisi akademik tersebut adalah rendahnya kinerja guru khususnya dalam proses pembelajaran, terdapat beberapa guru yang melakukan proses pembelajaran tidak didukung perangkat pembelajaran yang lengkap seperti adanya guru yang melakukan pembelajaran tanpa dilengkapi dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), penggunaan metode mengajar yang kurang variatif artinya lebih banyak guru menggunakan metode ceramah tanpa mengkombinasikan dengan metode yang lainnya sehingga proses pembelajaran cenderung membosankan serta penggunaan 2

6 media pembelajaran yang jarang dilakukan bahkan ada beberapa guru yang hanya menggunakan buku paket sebagai sumber belajar, sehingga kepala sekolah perlu melakukan suatu perubahan dalam menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh guru melalui kegiatan supervisi akademik. Supervisi akademik kepala sekolah tidak hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu tetapi supervisi akademik kepala sekolah harus dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya mendisiplinkan guru dalam merancang pembelajaran dan merangsang kreatifitas guru-guru dalam menggunakan metode serta memanfaatkan berbagai macam sumber belajar yang dapat merangsang tercapainya prestasi belajar siswa. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah efektifitas pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah pada SD Negeri Lingkup Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Palangga Selatan, Kabupaten Konawe Selatan? Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan efektifitas pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah pada SD Negeri Lingkup Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Palangga Selatan, Kabupaten Konawe Selatan. Tinjauan Pustaka 1. Efektitas Efektivitas merupakan suatu ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh target dapat dicapai. Pengertian efektivitas ini lebih berorientasi kepada keluaran sedangkan masalah penggunaan masukan kurang menjadi perhatian utama. Apabila efisiensi dikaitkan dengan efektivitas maka walaupun terjadi peningkatan efektivitas belum tentu efisiensi meningkat, (Sedarmayanti, 2014: 59). Berdasarkan pendapat di atas, maka efektifitas dapat diartikan sebagai kesesuaian antara tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dengan ketercapaian sasaran. 2. Supervisi Akademik Fathurrohman dan Suryana (2011:18), menjelaskan bahwa secara harfiah, kata supervisi sama dengan membangun, meningkatkan atau memperbaiki. Adapun dalam kegiatan sehari-hari di sekolah, kata supervisi selalu diartikan dengan supervisi akademik. Boardman, et al (Sahertian, 2010:17) menyebutkan bahwa supervisi adalah 3

7 suatu usaha menstimulasi, mengkoordinasi, dan membimbing secara kontinue pertumbuhan guru-guru di sekolah, baik secara individual maupun secara kolektif, agar lebih mengerti dan lebih efektif dalam mewujudkan seluruh fungsi pengajaran. Menurut Mulyasa (20014 : 107), supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan supervisor dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah; agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik pada orang tua peserta didik dan sekolah, serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakat belajar yang lebih efektif. Rohiat (2010: 36), Supervisi akademik adalah pembinaan yang menitikberatkan pengamatan pada masa akademik yang langsung berada pada lingkup kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru untuk membantu siswa ketika sedang dalam proses belajar. Dalam peranannya supervisi akademik menjadi aspek kunci untuk memberikan dan memberdayakan para guru dalam mengembangkan secara maksimum belajar siswanya. Altof (2015: 22) supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan akademik. Dengan demikian, guru membutuhkan pengawasan dari seorang supervisor yang akan mengevaluasi dan meningkatkan kualitas kinerjanya. Iwantoro (2014: 59) supervisi kepala sekolah merupakan upaya seorang kepala sekolah dalam melakukan pembinaan guru agar guru dapat meningkatkan kualitas mengajarnya dengan melalui langkah-langkah perencanaan, penampilan mengajar yang nyata serta mengadakan perubahan dengan cara yang rasional dalam usaha meningkatkan hasil belajar siswa. Supervisi akademik kepala sekolah dari uraian pengertian supervisi akademik dan kepala sekolah dapat ditarik suatu kesimpulan yaitu serangkaian kegiatan yang terencana yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam memberikan bantuan kepada guru dalam upaya mengembangkan kemampuannya dalam mengelola pembelajaran demi pencapaian tujuan akademik. A. Model Supervisi Akademik Kepala Sekolah Menurut Makawimbang (Fitriani, 2015: 66), dalam praktek supervisi pendidikan, dikenal beberapa model supervisi yang selama ini dengan sadar atau tidak 4

8 sadar diimplementasikan oleh supervisor/kepala sekolah dalam melaksanakn tugasnya. Setiap model memiliki karakteristik atau kelebihan dan kekurangannya. Bias jadi suatu model supervisidi, satu sisi sangat compotible di suatu daerah dan satuan pendidikan tertentu, namun di sisi lain model tersebut sangatlah uncompotible di daerah dan satuan pendidikan. Model supervisi dimaknakan sebagai bentuk atau kerangka sebuah konsep atau pola supervisi. Ia sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam melakukan suatu kegiatan supervisi. Secara umum kegiatan supervisi dapat dibedakan dalam dua macam, yaitu: supervisi umum dan supervisi akademik. Supervisi umum dilakukan untuk seluruh kegiatan teknis administrasi sekolah. Sedangkan supervisi akademik lebih diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran. Tabel: 2.1 Indikator supervisi akademik Dimensi Kompetensi Indikator Supervisi Akademik Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Supervisi Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat. Menindak lanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Kegiatan pembelajaran idealnya mendapatkan supervisi yang baik dari kepala sekolah, dengan tujuan untuk mendapatkan keterangan mengenai kinerja guru dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya terutama dalam proses pembelajaran. Halhal yang masih kurang dalam pelaksanaan kegiatan guru tersebut dapat menjadi dasar bagi kepala sekolah untuk memberikan saran yang baik dan memberikan tindak lanjut yang tepat. 5

9 2. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Melalui pendekatan fenomenologi, peneliti mencoba mengamati dan menjelaskan serta mengungkap makna dari peristiwa-peristiwa atau fenomena lapangan sehingga dapat dilakukan analisis tentang model supervisi akademik kepala sekolah pada SD Negeri Lingkup Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Palangga Selatan Kabupaten Konawe Selatan sebagai temuan penelitian. B. Tempat dan Lokasi Penelitian Tempat penelitian dilakukan di SD Negeri pada Lingkup Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Palangga Selatan. Lokasi ini dipilih menjadi lokasi penelitian karena dengan pertimbangan bahwa SD Negeri pada Lingkup Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Palangga Selatan Kabupaten Konawe Selatan pada aspek layanan bantuan yang diberikan kepala sekolah kepada guru-guru dalam kegiatan supervisi akademik kepala sekolah, sebagai upaya perbaikan kinerja dalam proses pembelajaran. Supervisi akademik kepala sekolah perlu dilakukan secara intensif baik secara langsung mau pun tidak langsung dalam bentuk kerja sama yang baik antara yang disupervisi dengan yang melakukan supervisi sehingga dapat tercapai pembelajaran yang kreatif, efektif dan menyenangkan sebagai danpak dari pelaksanaan supervisi akademik. C. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah Kepala UPTD lingkup Kecamatan Palangga Selatan, kepala sekolah, dan guru SD Negeri pada Lingkup Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Palangga Selatan Kabupaten Konawe Selatan. Dalam menentukan subjek penelitian, dipergunakan sampel bertujuan (purposive sampling). Teknik sampling tidak berdasarkan probabilitas, melainkan dipilih untuk mendeskripsikan situasi sosial yang terkait dengan masalah yang diteliti, atau sampel bertujuan dengan menciptakan informan kunci (key informan), selanjutnya ditetapkan sampel secara bergulir sesuai dengan kebutuhan penelitian atau kebutuhan data yang diperlukan. 6

10 D. Data dan Sumber Data Data dari penelitian ini berupa ungkapan atau kata-kata, gambaran fakta lapangan yang seluruhnya diperoleh dari para informan, lembar observasi dan dokumen dari supervisi akademik kepala sekolah. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala UPTD Kecamatan Palangga Selatan, kepala sekolah, dan guru SD Negeri pada Lingkup Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Palangga Selatan, Kabupaten Konawe Selatan. E. Analisis Data Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu dilakukan dengan alur yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan tahap verifikasi. Model analisis data tersebut dapat digambarkan, seperti terdapat pada gambar berikut: Gambar Teknik Analisis Data Kualitatif Miles and Huberman (Sugiyono, 2014: 405) 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan supervisi akademik kepala sekolah pada SD Negeri lingkup UPTD Kecamatan Palangga Selatan dilakukan dengan melibatkan guru, kegiatan perncanaan dilakukan dengan cara: (1) menentukan jadwal pelaksanaan yakni menyesuaikan dengan program kepala sekolah yang lain, (2) menentukan waktu pelaksanaan yakni perbulan, triwulan dan persemester, (3) menetukan sasaran kegiatan supervisi, meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi proses pembelajaran guru di kelas (4) mempersiapkan perlengkapan berupa format penilaian dan format pelaporan. Muslim (2013: ) menyebutkan bahwa agar kegiatan supervisi yang dilakukan kepala sekolah sesuai dengan kebutuhan nyata, maka program kerja yang 7

11 disusun harus realislitis dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan setempat. Purwanto, (2014: ) juga menjelaskan bahewa salah satu fungsi utama dan pertama yang menjadi tanggung jawab kepala sekolah adalah membuat atau penyusun perencanaan. Perencanaan merupakan salah satu syarat mutlak bagi setiap organisasi atau lembaga dan bagi setiap kegiatan, baik perseorangan maupun kelompok. Tanpa perencanaan, pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan mungkin juga kegagalan. Senada menurut Donni & Rismi (2014 : 113), setiap tahun menjelang dimulai tahun ajaran baru, kepala sekolah hendaknya telah siap menyusun rencana yang akan dilaksanakan untuk tahun ajaran berikutnya. Kepala sekolah perlu menguasai perencanaan supervisi akademik sehingga ia perlu menguasai kompetensi perencanaan supervisi akademik dengan baik. Terhadap sejumlah prinsip yang perlu diperhatikan dalam perencanaan supervisi akademik. Teknik pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah pada SD Negeri lingkup UPTD Kecamatan Palangga Selatan dilakukan dalam dua teknik yakni (1) kunjungan kelas dan, (2) Observasi kelas. Kepala sekolah memantau guru dalam membuka pelajaran, menyajikan materi yang disesuaikan dengan motode dan media yang digunakan, membangun komunikasi dengan siswa melalui tanya jawab dan diskusi, melibatkan peserta didik dalam kegiatan pembelajaraan di dalam kelas dan penyusunan soal yang digunakan untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menguasai materi dan di akhir pembelajaran kepala sekolah member contoh kepadatentang teknik pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Memberi semangat kepada guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam melaksanakan proses pembelajaran. Tindak lanjut pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah pada SD lingkup UPTD Kecamatan Palangga Selatan dilakukan dengan dua cara yakni: (1) secara langsung dilakukan dengan cara pertemuan individual, berkunjung antar kelas dan menilai diri sendiri, (2) pertemuan tidak langsung dilakukan dengan cara pelatihan, worksop, loka karya, KKG dan KKS. Sutisna (2006: 224), bahwa bantuan pembinaan kepada guru dapat diberikan melalui berbagai kegiatan seperti: kunjungan kelas, diskusi kelompok, loka karya, seminar, demonstrasi mengajar, bacaan profesional, kunjungan antar kelas, atau melalui 8

12 partisipasi staf dalam pengembangan kurikulum dan instruksional atau kegiatan profesi lainnya. Suhardan (2010: 178), menyebutkan bahwa pada dasarnya pengawasan profesional kepala sekolah bertujuan untuk menciptakan situasi pembelajaran kearah yang lebih baik, terutama membantu guru sebagai tenaga pelaksana kegiatan mengajar yang berpengaruh terhadap proses belajar. Menurut Donni & Rismi, (2014 : ) beberapa cara yang dapat dilakukan kepala sekolah dalam membina untuk meningkatkan proses pembelajaran dalam : (1) menggunakan secara efektif petunjuk bagi guru dan bahan pembantu guru lainnya. (2) mengunakan buku teks secara efektif. (3) Menggunakan praktek pembelajaran yang efektif yang dapat mereka pelajari selama pelatihan. (4) Mengembangkan teknik pembelajaran yang telah mereka miliki. Selain itu, Sahertian (2008:27) menyatakan bahwa objek supervisi ialah perbaikan situasi belajar mengajar dalam arti yang luas, menyebutkan empat objek supervisi yaitu: (1) pembinaan dan pengembangan kurikulum; (2) perbaikan proses pembelajaran; (3) pemberdayaan sumber daya guru dan staf; dan (4) pemeliharaan dan perawatan moral serta semangat kerja guru. Berdasarkan uraian di atas maka tindak lanjut pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah pada SD Negeri lingkup UPTD Kecamatan Palangga Selatan bahwa bentuk pembinaan yang diberikan sebagai bentuk penyelesaian masalah yang ditemukan saat pelaksanaan supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah. Bentuk pembinaan tersebut dilakukan secara personal dimana kepala sekolah mengadakan pertemuan secara individual membahas segala kemampuan dan kekurangan guru dalam melakukan pembelajaran tentunya komunikasi yang dibangun berdasarkan musyawarah tidak menginterogasi atau menggurui. Hal dilakukan untuk member rasa nyaman bagi guru. Bentuk pembinaan yang lain adalah dalam bentuk pelatihan, seminar, dan workshop dimana guru dilibatkan didalam kegiatan tersebut, selain kegiatan tersebut KKG merupakan wadah bagi guru untuk banyak belajar mengenai banyak hal tentan proses pembelajaran. 9

13 Bagan 4.1 Alur pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah pada SD Negeri Lingkup UPTD Kecamatan Palangga Selatan Supervisi akademik kepala sekolah Pengawasan: Kepala UPTD Dinas Terkait Perencanaan Pelaksanaan Tindak lanjut Kepala sekolah Guru Jadwal pelaksanaan supervisi dirancang untuk menyesuaikan Prota dan Promes Waktu pelaksanaan yang terjadwal perbulan, pertriwulan, dan persemester Kunjungan kelas, observasi kelas Langsung, melakukan dialog dengan guru yang memiliki permasalahan personal yang mempengaruhi kinerjanya Tidak langsung, pengarahan kepala sekolah melalui rapat dewan guru, pelatihan dan workshop Kerja sama Menentukan sasaran kegiatan supervisi tentunya dalam proses pembelajaran yang dilakukan guru Mempersiapkan perlengkapan berupa format penilaian dan format laporan Efektifitas: Peningkatan Profesinalisme guru Pencapaian hasil efektifitas yang dilakukan oleh suatu organisasi menurut Jones, (Imelda, 2014) terdiri dari tiga tahap, yakni input (masukan), conversion (perubahan), dan output (hasil). Input meliputi semua sumber yang dimiliki, informasi dan pengetahuan, bahan-bahan mentah serta modal. Pada tahap input, tingkat efisiensi sumber daya yang dimiliki sangat menentukan kemampuan yang dimiliki. Tahap conversion ditentukan oleh kemampuan organisasi untuk memanfaatkan sumber daya yang dimiliki, manajemen dan penggunaan teknologi agar dapat menghasilkan nilai. Tahap ini, tingkat keahlian sumber daya manusia dan daya tanggap organisasi terhadap perubahan lingkungan sangat menentukan tingkat produktifitasnya. Sedangkan dalam tahap output pelayanan yang diberikan merupakan hasil dari penggunan teknologi dan keahlian sumber daya manusia. 10

14 Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah pada SD Negeri lingkup UPTD telah berjalan efektif dilihat dari input, conversion dan output. Input berupa guru, jadwal, waktu, sasaran dan perlengkapan. Conversion berupa kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi akademik. Output yang dihasilkan dalam kegiatan pelaksanaan supervisi akademik adalah peningkatan profesinalisme guru dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan di dalam kelas dan evaluasi hasil belajar siswa. Bagan 4.2: Efektifitas pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah pada SD Negeri lingkup UPTD Kecamatan Palangga Selatan Kepala sekolah Input: guru, jadwal, waktu, sasaran dan perlengkapan Proses: pelaksanaan akademik kegiatan supervisi Output: peningkatan profesinalisme guru Perencanaan Pelaksanaan Tindak lanjut Tindak lanjut: Pembinaan langsung dan Tidak Langsung SEKOLAH Pengawasan: Kepala UPTD BAB dan Dinas V 5. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian yang telah peneliti laksanakan, maka dapat disimpulkan bahwa: efektifitas pelaksanaan supervisi akdemik kepala sekolah pada SD Negeri lingkup UPTD Kecamatan Palangga Selatan dilihat dari: 1) perencanaan supervisi akademik kepala sekolah telah dilaksanakan secara efektif, semua stakeholder pendidikan dalam menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas ditentukan oleh semua pihak tidak terkecuali guru, kepala sekolah, kepala UPTD dan Dinas terkait. Sehingga dalam merancang perencanaan supervisi harus dilakukan dengan bekerja sama. 2) pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah telah dilaksanakan secara efektif, guru diharapkan untuk membuat RPP yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator keberhasilan, dan materi ajar, penyajian materi yang menyenangkan, penggunaan metode yang tepat, adanya media sebagai pendukung 11

15 proses pembelajaran dan tugas yang mampu mengukur seluruh kemampuan siswa baik itu pada penerapan kurikulum KTSP maupun KURTILAS. 3) tindak lanjut pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah telah dilaksanakan secara efektif, pembinaan dilakukan secara berkelanjutan dan sistematis dengan tema yang berkaitan dengan permasalahan yang di alami oleh guru. SARAN Berdasarkan kesimpulan di atas, maka dapat dikemukakan saran yaitu: 1) penyediaan fasilitas pembelajaran, 2) melakukan inovasi dalam pembelajaran, 3) memberikan ruang kepada guru untuk berkreatifitas. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada Kemetrian Ristek Dikti atas dukungan keuangan yang diberikan sampai penelitian ini selesai dilakukan. DAFTAR PUSTAKA Altof Fatoni, Muhammad Skripsi: Hubungan pelaksanaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru di MTs. Islamiyah Ciputat: Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah. Amirin, Tatang M Pokok-Pokok Teori Sistem. Jakarta: PT Raja Grafindo. Danim, Sudarwan dan Khairil Profesi Kependidikan, Bandung: Alfabeta. Donni, Juni Priansa dan Rismi, Somad. (2014). Manajemen Supervisi dan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Alfabeta, Bandung. Fitriani Tesis: Model Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru. Malamg: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Fathurrohman, Pupuh dan Suryana, AA Supervisi Pendidikan dalam Pengembangan Proses Pengajaran, Bandung: Refika Aditama. Iwantoro Kompetensi Supervisi Kepala Sekolah Meningkatkan Kinerja Guru Dalam Rangka Mencapai Tujuan. Jurnal Ilmu Tarbiyah "At-Tajdid", Vol. 3, No. 2, Juli

16 Misnawati, Jurnal Ilmu Administrasi Negara: Efektifitas Kerja Pegawai Negeri Sipil Kantor Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara. Volume 4 Nomor 1 Halaman Muhaimin, Suti ah, dan Sugeng listyo, Prabowo Manajemen Pendidikan: Aplikasinya dan Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah, Jakarta: Prenada Media Group, Mulyasa, E Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Muslim, Sri Banun (2010). Supervisi Pendidikan Meningkatkan Kualitas Profesionalisme Guru. Bandung: Alfabeta. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Jakarta: BSNP. Purwanto, Ngalim (2014). Administrasi dan Supervisi pendidikan, PT Remaja Rosdakarya. Bandung. Prasojo, Lantip Diat dan Sudiyono Supervisi Pendidikan. Yogjakarta: Gava Media. Rusmawati,Vivi Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dlam Meningkatkan Disiplin Kerja Guru pada SDN 018 Balikpapan. ejournal Administrasi Negara, 2013, 1 (2): , ISSN Balikpapan: Universitas Mulawarman. Rohiat Manajemen Sekolah. Bandung: PT Refika Aditam Sahertian, Piet dan Mataheru (2007). Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Program Inservice Education, Jakarta: Rineka Cipta. Siahaan, Amiruddin dkk. (2006). Manajemen Pengawas Pendidikan. Jakarta: Quantum Teaching. Sutisna, Oteng (2007). Administrasi Pendidikan Dasar Teoritis dan Praktek Profesional, Bandung: Angkasa Sahertian, Piet A Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia, Jakarta: Rineka Cipta. Sedarmayanti, Sumber daya manusia dan produktivitas kerja. Bandung:Mandar Maju Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen. Bandung: Alfabeta Sumenge, Ariel S Jurnal Emba: Analisis Efektifitas dan Efisiensi Pelaksanaan Anggaran Belanja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Minahasa Selatan. Volume1 Nomor 3 hal

17 PENGGUNAAN TEKNIK MAKE A MATCH DALAM PEMBELAJARAN READING III PADA MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS Citra Prasiska P. Tohamba & Nur Rizky Alfiany Universitas Muhammadiyah Kendari; Jl. KH. Ahmad Dahlan No.10, Kendari, SULTRA FKIP; Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris & ABSTRAK Penelitian ini merupakan kajian tentang teknik Make a Match yang merupakan bagian dari teknik pengajaran cooperative learning yang akan diterapkan dalam pembelajaran mata kuliah Reading. Sehubungan dengan itu, maka tujuan penelitian adalah untuk melihat peningkatan kemampuan mahasiswa dalam kegiatan membaca karya ilmiah yang berjenis teks argumentasi. Metode yang digunakan adalah metode quasi eksperimen, yakni eksperimen semu dengan desain one group pretest-postest. Desain tersebut hanya melihat hasil belajar mahasiswa sebelum dan sesudah perlakuan dengan teknik Make a Match. Sampel yang akan dikenai perlakuan berjumlah 31 orang dari seluruh populasi yang ada. Hal itu diperoleh dari 30% dari 104 mahasiswa stambuk 2015 yang memperoleh mata kuliah Raeding III. Sedangkan tes yang akan digunakan untuk mengukur kemampuan mahasiswa adalah tes kemampuan membaca. Tes tersebut dibuat dalam bentuk pilihan ganda. Hasil belajar diuji dengan menggunakan uji normalitas Liliefors, menguji homogenitas data dengan uji homogenitas F, dan menguji hipotesis dengan uji-t. Berdasarkan perhitungan data normalitas dan homogenitas yang dilakukan, maka diperoleh thitung = 3.49 pada taraf signifikan = 5% dari daftar distribusi t dk (n-1) = (31-1) = 30 maka diperoleh ttabel = Jadi thitung > ttabel = 3.49> 1.68 berarti H0 ditolak dan H1 diterima yaitu menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan membaca sebelum dan sesudah menerapkan teknik Make a Match. Kata kunci: Teknik Pengajaran Make a Match; Kemampuan Membaca; teks argumentasi 1. PENDAHULUAN Pembelajaran bahasa Inggris pada hakekatnya menekankan pada penguasaan empat keterampilan bebahasa yakni mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Dan dengan menguasai keterampilan berbahasa ini maka individu akan mampu berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Dengan kata lain berkomunikasi berarti memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya. Kemampuan berkomunikasi adalah kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa. 14

18 Namun dalam proses pembelajaran bahasa Inggris diberbagai jenjang pendidikan, masih sering dijumpai berbagai masalah yang melatarbelakangi kurangnya kemampuan siswa dalam memahami teks berbahasa Inggris. Dan hal ini berfokus pada lemahnya keterampilan membaca siswa tersebut untuk mengidentifikasi makna atau bahkan ciri khusus dari suatu teks bacaan. Oleh karena itu, sangatlah diperlukan suatu teknik yang tepat untuk mengatasi permasalahan dalam proses penguasaan serta meningkatkan keterampilan membaca siswa. Mengingat bahwa membaca merupakan keterampilan yang sangat penting untuk dikembangkan agar siswa dapat berkomunikasi secara lisan dan tulis. Terkait permasalahan rendahnya keterampilan membaca teks berbahasa inggris teridentifikasi juga terjadi dikelas reading III, program studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Muhammadiyah Kendari. Hal ini berdasar pada hasil observasi langsung didalam kelas yang menunjukkan kecenderungan mahasiswa dalam melakukan kesalahan memahami suatu teks bacaan khususnya argumentasi teks. Pada kegiatan reading, mahasiswa diharapkan mampu memahami makna dari tiap paragraf dan mengidentifikasi perbedaan antara fact (s) dan opinion (s). Dengan demikian, keterampilan membaca atau memahami teks tulis sangat dibutuhkan untuk mendapatkan informasi baik bidang ilmu pengetahuan maupun teknologi. Olehnya kemampuan memahami teks tulis ini (kemampuan membaca) sangat perlu dikembangkan. Dengan kemampuan ini mahasiswa akan dapat mengembangkan dirinya dengan membaca teks-teks yang dicetak dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas, pengajar dapat mengaplikasikan berbagai teknik yang dapat mendorong peningkatan keterampilan membaca dan komunikasi yang lebih menyenangkan di dalam kelas reading. Salah satu cara yang dapat diaplikasikan yaitu menerapkan teknik pembelajaran Make A Match. Teknik ini menggabungkan kegiatan pembelajaran dengan permainan (games) yang dapat diaplikasikan baik secara kelompok maupun individu. Sebelum mengaplikasikan teknik ini dalam kelas, pengajar terlebih dahulu menyiapkan kartu yang berisi informasi ataupun penggalan paragraf dari beberapa teks utuh. Kemudian peserta didik diberikan kesempatan dalam rentan waktu tertentu untuk mencocokkan informasi yang terdapat didalam kartu mereka kekartu teman lainnya. Singkatnya, teknik Make a Match dapat 15

19 mendorong kemampuan berpikir peserta didik dan kreatifitas pengajar menyediakan media kartu pertanyaan-jawaban guna kebutuhan pembelajaran. Dan dengan salah satu keunggulan teknik ini adalah peserta didik mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Berdasarkan paparan sebelumnya, maka penelitian quasi experimentt sangat diperlukan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan teknik pembelajaran Make a Match dalam meningkatkan keterampilan membaca mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris khususnya dikelas reading III dengan materi ajar mengenai teks argumentasi. 2. METODE PENELITIAN 2.1 Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode quasi eksperiment (eksperimen semu). Penelitian quasi eksperiment merupakan penelitian yang tidak memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam penelitian murni karena kelasnya sudah ditentukan terlebih dahulu (Sugiyono, 2009:77). Pendekatan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Desain ini digambarkan sebagai berikut. Tabel 2.1. Metode Quasi Experiment Kelompok Pretes Variabel bebas Postes E Y1 X Y2 K Y1 - Y2 Keterangan: E : Kelompok eksperimen K : Kelompok kontrol Y1 : Pretes Y2 : Postes X : Variabel bebas (perlakuan dengan teknik Make A Match) 2.2 Sumber Data Data primer dalam penelitian ini adalah tes. Tes sebagai alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan (Arikunto, 2006). Tes dalam penelitian ini dilakukan 16

20 sebanyak dua kali, yaitu pre-test dan post-test. Pre-test dan post-test tersebut diberikan pada kedua kelompok, baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Pertama, pre-test dilakukan sebelum diberikan perlakuan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan awal membaca teks argumentasi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Kendari. Kemudian, post-test adalah tes yang berikan setelah perlakuan selesai diterapkan. Tujuan dari tes ini adalah untuk mengetahui efek penggunaan teknik pengajaran Make a Match terhadap keterampilan membaca teks argumentasi dan kemampuan mengidentifikasi antara fakta dan opini yang terdapat dalam teks argumentasi pada mata kuliah reading III. Selain itu, hasil tes ini digunakan untuk menemukan perbedaan antara kemampuan mahasiwa yang diajar menggunakan teknik Make a Match dengan yang diajar menggunakan teknik konvensional. 2.3 Prosedur Pengumpulan Data Pada proses pengumpulan data peneliti mengikuti tiga prosedur utama yakni: 1. Pretes, pada tahap ini peneliti membagi kelas menjadi kelas eksperimen dan kelas control. Kemudian peneliti memberikan tes awal untuk memastikan kemampuan memahami mahasiswa mengenai teks argumentasi dan mengukur tingkat pemahaman mereka pula. 2. Perlakuan, pada tahap ini peneliti meemberikan perlakuan yang berbeda kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang telah ditentukan sebelumnya. Di kelas eksperimen peneliti akan mengaplikasikan teknik Make a Match dan hal ini berbeda dengan kelas control dimana aktivitas pembelajaran akan dijalankan tanpa adanya teknik khusus. 3. Postes, untuk tahap terakhir ini peneliti memberikan tes yang sama seperti yang telah diberikan saat pretes kepada kedua kelompok kelas. Hasil penilaian dari postes bertujuan untuk mengetahui apakah teknik Make a Match memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan membaca Mahasiswa atau tidak. 2.4 Populasi dan Sampel Penelitian Berdasarkan topik penelitian ini, populasi penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Muhammadiyah Kendari, yang sedang berada pada semester III. Penelitian berfokus pada satu kelas utama yaitu kelas reading III. Pada 17

21 hal ini, mata kuliah reading merupakan mata kuliah berjenjang hingga reading IV, sehingga dapat disimpulkan bahwa reading III memiliki pengaruh besar dalam kelanjutan studi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Sampel penelitian ditentukan dengan metode Random Sampling karena pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Agar populasi dapat digeneralisasikan kepada populasi, sampel yang diambil harus bersifat representatif. Sehingga sampel harusah mencerminkan dan bersifat mewakili keadaan populasi. Populasi berjumlah 104 dari tiga kelas lalu di ambil 30% dari populasi sehingga diperoleh dua kelas yang dijadikan sampel dari penelitian ini yaitu 31 siswa yang diambil dari masing-masing kelas A dan kelas B. Untuk menentukan kelas yang dijadikan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan dengan menggunakan media uang logam untuk mengundi. Hasil dari pengundian diperoleh kelas B semester III sebagai kelompok eksperimen dan kelas A semester III sebagai kelompok kontrol. 2.5 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Kendari dengan subjek penelitian mahasiswa semester III tahun ajaran Pelaksanaan penelitian ini dilakukan berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan untuk mata kuliah Reading III. Dan penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2016-Maret Metode Analisis Data Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji-t. Penggunaan teknik analisis ini dimaksudkan untuk mengobservasi hasil pengukuran dari dua kelompok sampel yang berbeda, yaitu kemampuan membaca karangan argumentasi terhadap kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Seluruh perhitungan uji-t akan dihiutng menggunakan SPSS versi Rumus uji-t dapat diperoleh dari Nurgiyantoro, (2009: 109) sebagai berikut. 18

22 Keterangan : x1, x2 s 2 t = x1 x2 s2 N1 + s2 N2 = simpangan baku perbedaan rata-rata hitung sampel ke-1 dan ke-2 = varian populasi N1, N2 = jumlah subjek kelompok sampel ke-1 dan ke-2 Untuk mengerjakan rumus di atas terlebih dahulu harus diketahui besarnya varians populasi (s 2 } yang merupakan alat untuk estimasi. Varians populasi diperoleh dari kombinasi kedua data sampel, dan haruslah merupakan varian yang tidak berpihak atau tidak bias dari kedua populasi. Rumus varians populai (s 2 ) yang dimaksud adalah sebagai berikut. s2 = (ΣX1"2 (Σx1)"2 N1 )+(ΣX2"2 (Σx2)"2 ) N2 N1+N2 2 Berdasarkan perhitungan tersebut dapat diketahui perbedaan yang signifikan dari kedua kelompok tersebut dan dapat diketahui keefektifan dari teknik Make a Match dalam pembelajaran Reading III dengan materi teks argumentasi. 3.1 Hasil Penelitian 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap sampel ditemui bahwa sebahagian besar mahasiswa telah mampu memahami isi teks berbahasa Inggris dengan baik dan gagasan utama dalam teks argumentasi. Selain itu, mahasiswa juga telah mampu membandingkan data faktual berupa informasi pada beberapa teks bacaan argumentasi, meskipun masih ada di antaranya belum mampu menggunakan mekanisme yang tepat untuk menentukan paragraph berisi fakta dan opini. 19

23 Tabel 3.1. Hasil dari Pretest dan Posttest dari kelas eksperimen dan kelas kontrol Jumlah sampel Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Pretest Posttest Pretest Posttest N= x Dari hasil perbandingan pre-test dan post-test dari dua sampel penelitian bahwa nilai pretest kelas eksperimen lebih rendah dari kelas konvesional (control class) tetapi pada nilai akhir pretest dapat disimpulkan bahwa kelas ekperimen yang menggunakan teknik Make a Match memperoleh nilai yang lebih tinggi untuk hasil tes keterampilan membaca teks argumentasi. Berikut uji normalitas yang diperoleh pada penelitian ini. Uji ini diperlukan untuk menunjukkan bahwa sebaran populasi berdistribusi normal. Tabel 3.2. Uji Normalitas Pretest Perlakuan Postest 0,1604 Teknik Make a Match 0,1152 Normal 0,187 (0,01; n=31); 0,161 (0,05; n=31) Normal Berdasarkan tabel di atas, harga yang paling besar di antara harga-harga mutlak selisih pada pretest adalah (Lhitung)= 0,1604 dan postest (Lhitung)= 0,1152. Kemudian nilai Lhitung ini diproyeksikan dengan nilai kritis Ltabel 0,161 dengan taraf nyata α = 0,05 (5%) dan 0,187 dengan taraf nyata α = 0,01 (1%). Dalam hal ini, untuk data pretest Lo < Lt tampak pada 0,187 < 0,1604 > 0,161 (pada taraf α = 0,01) dan untuk data postest juga Lo < Lt yang terlihat pada 0,187 < 0,1152 > 0,161 (pada taraf α = 0,01 dan α = 0,05). Dengan demikian, data pretest dan postest berdistribusi normal. Selain itu, langkah selanjutnya yakni dengan menguji hipotesis. Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah teknik Make a Match efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca mahasiswa pada mata kulaih reading III. Berikut hasil yang diperoleh. 20

24 Tabel 3.3. Uji Hipotesis Statistik Hasil Α tcount ttable tcount > ttable > H0 ditolak H1 diterima Berdasarkan perhitungan data normalitas dan hipotesis tersebut, maka diperoleh thitung = 3.49 pada taraf signifikan = 5% dari daftar distribusi t dk (n-1) = (31-1) = 30 maka diperoleh ttabel =1.68. Jadi thitung > ttabel = 3.49> 1.68 berarti H0 ditolak dan H1 diterima yaitu menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan membaca sebelum dan sesudah menerapkan teknik Make a Match di kelas reading III. 3.2 Pembahasan Hasil Penelitian Hasil penelitian di atas telah menjelaskan bahwa perolehan nilai rata-rata mahasiswa meningkat setelah adanya perlakuan teknik Make a Match. Nilai rata-rata pretest yang awalnya meningkat menjadi Peningkatan nilai tersebut dipengaruhi oleh adanya kontribusi teknik Make a Match dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa memahami keywords dari teks argumentasi. Selain itu, penggunaan teknik dan media yang tepat dalam proses pengajaran reading III menjadi faktor lain yang mendorong peningkatan kemampuan membaca mahasiswa. Membuat gambar, mewarnai, menandai peta, membuat daftar kejadian, dan/atau membuat diagram yang mengilustrasikan isi sebuah teks merupakan kegiatan membaca yang sangat mendukung untuk meningkatkan kemampuan memahami bahan bacaan (Ur, 2000). Dalam hal ini, pengajar menyediakan kartu (Cue Card) yang berisi informasi penting dan pertanyaan yang harus terjawab dengan tepat untuk mendapatkan skor individu pada tiap pertemuan dikelas sehingga mahasiswa termotivasi untuk berusaha lebih giat dalam memperoleh jawaban dengan berkeliling didalam kelas sambil membawa kartu yang telah diberikan kepada mereka. Penggunaan teknik ini dimulai dengan mengarahkan peserta siswa mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban atau soal sebelum batas waktunya, peserta didik yang dapat mencocokkan kartunya dan menemukan jawaban yang tepat akan diberikan skor. Yang benar mendapat nilai-reward, kartu dikumpul lagi dan dikocok, untuk babak berikutnya pembelajaran seperti babak 21

25 pertama, penyimpulan, evaluasi dan refleksi (Sudrajat, 2008). Tidak semua peserta didik baik yang berperan sebagai pemegang kartu pertanyaan, pemegang kartu jawaban, maupun penilai mengetahui dan memahami secara pasti apakah betul kartu kartu pertanyaan-jawaban yang mereka pasangkan sudah cocok. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa teknik Make a Match merupakan suatu teknik pembelajaran dengan cara mencari pasangan pertanyaan/jawaban secara tepat. Dalam prosesnya setiap peserta didik mendapatkan satu buah kartu, kemudian mencari pasangan dari kartu yang didapatkannya. Dalam pembelajaran dengan teknik ini guru hanya bertindak sebagai fasilitator sedangkan peserta didik aktif dalam pembelajaran. Penggunaan teknik ini dalam pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik baik secara kognitif maupun fisik. Selain itu juga dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi, melatih keberanian dan kedisiplinan peserta didik. 4. KESIMPULAN Berdasarkan paparan hasil penelitian, simpulan penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Pelaksanaan pengajaran reading III dengan teknik Make a Match mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilan membaca mahasiswa. Hal ini dapat dibuktikan dengan membandingkan nilai awal mahasiswa sebelum dan setelah perlakuan. 2. Kemampuan membaca mahasiswa sebelum menerapkan teknik Make a Match adalah Kemampuan membaca mahasiswa setelah menerapkan teknik Make a Match adalah Proses pembelajaran dengan menggunakan teknik Make a Match pada mahasiswa kelas A dan B angkatan 2015 pendidikan bahasa Inggris dapat berlangsung dalam suasana yang kondusif, interakif, dinamis, terbuka, menarik, dan menyenangkan. Pelaksanaan pembelajaran dengan teknik pembelajaran Make a Match yang dilakukan pengajar mampu mendorong mahasiswa untuk aktif dalam belajar, antusias mengikuti pembelajaran, dan menjalin komunikasi yang baik dengan teman sejawat saat proses pembelajaran. 22

26 UCAPAN TERIMA KASIH Alhamdulillah, senantiasa penulls ucapkan sebagai ungkapan syukur atas berkat dan karunia-nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan kemajuan hibah Penelitian Dosen Pemula ini dengan judul Implementasi model reciprocal teaching dalam pengajaran mata kuliah reading pada program studi pendidikan bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Kendari. Ucapan terima kasih tak lupa penulis ucapkan kepada seluruh pihak yang membantu dalam pelaksanaan penelitian ini. Sehubungan dengan hal itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) yang telah mendanai penelitian hibah PDP ini. 2. Ketua LP3M Universitas Muhammadiyah Kendari. 3. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Nurgiyantoro, Burhan Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta: BPFE. Sudrajat, Akhmad Model Pembelajaran Inovatif. Sugiyono Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta. Ur, Penny A Course in Language Teaching: Practice and Theory. Cambridge: Cambridge University Press. 23

27 PENGARUH DISIPLIN DAN KEMAMPUAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS KESEHATAN KABUPATEN MOROWALI Haeruddin Tobigo Universitas Tadulako, Palu ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis :(1) Untuk mengakaji dan mengetahui secara simultan pengaruh disiplin kerja dan kemampuan terhadap kinerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten MOROWALI. (2) Untuk mengkakaji dan mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten MOROWALI. (3) Untuk mengakaji dan mengetahui pengaruh kemampuan terhadap kinerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten MOROWALI. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 113 responden yang merupakan pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten MOROWALI. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik deskriptif statistic dan statistik inferensial. Analisis yang digunakan untuk menjawab hipotesis dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ditemukan bahwa (1) Disiplin dan kemampuan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Peningkatan disiplin dan kemampuan kerja seara nyata berpengaruh terhadap peningkatan kinerja pegawai. Semakin tinggi disiplin pegawai dan didukung baiknya kemampuan kerja pegawai maka semakin tinggi kinerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten MOROWALI. (2) Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (3) Kemampuan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Peningkatan kemampuan kerja searah positif dan nyata terhadap peningkatan kinerja pegawai. Semakin baik kemampuan kerja semakin tinggi pula kinerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten MOROWALI. Kata Kunci : Disiplin, Kemampuan Kerja dan Kinerja Pegawai 24

28 1. PENDAHULUAN Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten MOROWALI merupakan pusat pembuatan kebijakan dan pelayanan kesehatan di Kabupaten MOROWALI, dimana selalu terjadi interaksi dengan pihak luar maupun secara internal yang membutuhkan informasi dan layanan, baik yang berasal dari instansi vertikal yang ada disekitarnya, maupun masyarakat pada umumnya. Pelayanan dan pembinaan ini dapat berlangsung secara efektif bila kondisi lingkungan kerja didalam setiap unit kerja berlangsung menyenangkan diiringi dengan disiplin yang tinggi dan kemampuan kerja yang dimiliki pegawai. Untuk mencapai hal tersebut khususnya pada lingkungan Pegawai Negeri Sipil cukup sulit dicapai, mengingat sanksi yang diterima maupun penghargaan (reward) yang diterima masing-masing belum optimal. Hasil pengamatan terbatas dari peneliti menunjukkan bahwa kinerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten MOROWALI diduga sebagian pegawai mempunyai kinerja yang kurang baik. Dimana dalam pelaksanaan pekerjaan pegawai kurang maksimal atau cenderung terdapat pegawai yang kurang produktif. Hal ini dapat dilihat dengan adanya beberapa pekerjaan administrasi yang tidak diselesaikan tepat waktu. Pada hal, jika diperhatikan hal tersebut seharusnya dapat diselesaikan tepat waktu. Kenyataan lain yang seringkali ditemukan adalah pegawai dengan setengah hari kerja dengan datang terlambat dan pulang lebih cepat, serta kebanyakan hanya duduk di kantor atau mengerjakan pekerjaan di luar tugas dan tanggung jawabnya sebagai pegawai pemerintahan, bahkan sudah ada yang seringkali meninggalkan kantor dan atau berkeliaran di tempat lain. Meskipun ada pula pegawai yang mempunyai kinerja yang semakin membaik. Selain itu, seringkali kita mendengar keluhan masyarakat bahwa kinerja pegawai di berbagai kantor pemerintah sangat tidak memuaskan dan cenderung hanya memberikan pelayanan kepada masyarakat secara asal-asalan tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat yang dilayani. Di samping itu, pada berbagai media kadangkadang muncul sorotan terhadap kinerja pegawai yang dianggap masih sangat rendah. Fenomena lain menunjukkan bahwa keadaan pegawai dalam lingkungan pemerintahan memerlukan reformasi manajemen, terutama karena banyak pegawai yang kurang produktif, seperti pegawai wanita yang sering tidak masuk kerja karena mengurus keluarga, mulai dari anak, orang tua dan bahkan suami. Demikian pula ada pegawai yang mempunyai kesibukan di luar kantor, sehingga menomorduakan pekerjaannya sebagai pegawai bahkan menganaktirikan tugas pokoknya, masalah kedisiplinan tersebut dapat dibuktikan berdasarkan data yang diperoleh terlihat bahwa pada tahun 2012 pegawai yang tidak masuk kerja karena sakit sebanyak 137 kali dan pada tahun 2013 bertambah menjadi 155 kali, tahun 2012 pegawai yang tidak masuk kerja karena izin sebanyak 130 kali dan pada tahun 2013 bertambah menjadi 162 kali, tahun 2012 pegawai yang tidak masuk kerja tanpa keterangan (alpa) sebanyak 177 kali dan pada tahun 2013 bertambah menjadi 186 kali. Berdasarkan data tersebut setiap tahun jumlah pegawai yang tidak masuk kerja terus 25

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA MAN DOLOK MASIHUL SERDANG BEDAGAI TAHUN PELAJARAN

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA MAN DOLOK MASIHUL SERDANG BEDAGAI TAHUN PELAJARAN PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA MAN DOLOK MASIHUL SERDANG BEDAGAI TAHUN PELAJARAN 2014-2015 H. Jafri Haryadi dan Sri Wayuni Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis

Lebih terperinci

PENGGUNAAN METODE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DI SMP NEGERI 4 KUNINGAN

PENGGUNAAN METODE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DI SMP NEGERI 4 KUNINGAN PENGGUNAAN METODE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DI SMP NEGERI 4 KUNINGAN Oleh : Yeyen Suryani & Dewi Natalia S Abstrak Masalah dalam penelitian ini

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. (Sugiyono, 2011 : 2) secara kuantitatif maupun kualitatif. (Arikunto, 2006: 10).

BAB 3 METODE PENELITIAN. data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. (Sugiyono, 2011 : 2) secara kuantitatif maupun kualitatif. (Arikunto, 2006: 10). 29 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. (Sugiyono, 2011 : 2) Metode penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 41 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Menurut Sugiyono, 2001:55 populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai

Lebih terperinci

PENGARUH PEMBELAJARAN COOPERATIF LEARNING TYPE MAKE A-MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SDN 01 MANISREJO KOTA MADIUN

PENGARUH PEMBELAJARAN COOPERATIF LEARNING TYPE MAKE A-MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SDN 01 MANISREJO KOTA MADIUN 1 PENGARUH PEMBELAJARAN COOPERATIF LEARNING TYPE MAKE A-MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SDN 01 MANISREJO KOTA MADIUN Ibadullah Malawi * Juwarti ** Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui

Lebih terperinci

Sriningsih Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya,

Sriningsih Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya, STUDI KOMPARASI HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN PROSES SISWA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN BANTUAN LKS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DI KELAS X AKUNTANSI Sriningsih Program

Lebih terperinci

PERBANDINGAN MODEL MAKE A MATCH DAN MODEL PROBLEM POSING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI SMA PADA MATERI PELUANG

PERBANDINGAN MODEL MAKE A MATCH DAN MODEL PROBLEM POSING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI SMA PADA MATERI PELUANG Artikel Skripsi PERBANDINGAN MODEL MAKE A MATCH DAN MODEL PROBLEM POSING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI SMA PADA MATERI PELUANG SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 1 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yaitu suatu penelitian yang dilakukan dilapangan atau dilokasi penelitian,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap orang termasuk peserta didik memiliki rasa ingin tahu (curiousity),

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap orang termasuk peserta didik memiliki rasa ingin tahu (curiousity), BAB III METODE PENELITIAN Setiap orang termasuk peserta didik memiliki rasa ingin tahu (curiousity), anak selalu bertanya tentang hal hal yang dilihat, didengar, diraba, dicecap bahkan dirasakan (Sukmadinata,

Lebih terperinci

Fitri Agustina Lubis. Abstact. Kata Kunci : Model Pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS), Aktivitas, Sistem Pencernaan Pada Manusia.

Fitri Agustina Lubis. Abstact. Kata Kunci : Model Pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS), Aktivitas, Sistem Pencernaan Pada Manusia. EFEKTIVITAS PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERTIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMP NEGERI 1 SIBABANGUN TAHUN PELAJARAN 2010-2011 Fitri Agustina

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Karanganyar yang beralamat di Jl. R. W. Monginsidi Karanganyar. Alasan dipilihnya

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang sesuai dengan jenis penelitian yang akan dilaksanakan. Metode tersebut

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang sesuai dengan jenis penelitian yang akan dilaksanakan. Metode tersebut BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah penelitian. Setiap desain penelitian harus memiliki metode atau prosedur tertentu yang

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII Arendra Unggul Clarotta 1)* Veator Renyaan 2) 1) 2) Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK USAHA DAN ENERGI KELAS VIII MTS N-3 MEDAN

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK USAHA DAN ENERGI KELAS VIII MTS N-3 MEDAN ISSN 5-73X PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK USAHA DAN ENERGI KELAS VIII MTS N-3 MEDAN Ratni Sirait Jurusan Pendidikan Fisika Program Pascasarjana

Lebih terperinci

OLEH : BAGUS ANDIK PRADANA NPM : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI 2016

OLEH : BAGUS ANDIK PRADANA NPM : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI 2016 PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL KOOPERATIF TIPE BERKIRIM SALAM DAN SOAL MATERI SISTEM PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X- TKR SMK MUHAMMADIYAH 2 KEDIRI TAHUN

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS IX SEMESTER I SMP NEGERI 8 KOTA JAMBI ARTIKEL ILMIAH OLEH

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS IX SEMESTER I SMP NEGERI 8 KOTA JAMBI ARTIKEL ILMIAH OLEH PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS IX SEMESTER I SMP NEGERI 8 KOTA JAMBI ARTIKEL ILMIAH OLEH ASMELIAWATI PUTRI A1A110047 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Raysha Amanda, 2014

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Raysha Amanda, 2014 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam mempelajari suatu bahasa ada empat keterampilan berbahasa yang terdiri atas keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Setiap keterampilan

Lebih terperinci

PENGARUH GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA DI SEKOLAH DASAR

PENGARUH GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA DI SEKOLAH DASAR PENGARUH GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA DI SEKOLAH DASAR ARTIKEL PENELITIAN TIARA MUHARANI NIM F37011007 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Pada bab III metode penelitian akan dipaparkan mengenai jenis dan pendekatan, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel penelitian, variabel dan indikator penelitian, teknik

Lebih terperinci

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA KELAS VII TAMAN DEWASA JETIS

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA KELAS VII TAMAN DEWASA JETIS EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA KELAS VII TAMAN DEWASA JETIS Rozana Arum Mahesti* Program Studi Pendidikan Matematika,

Lebih terperinci

Furry Aprianingsih, Elsje Theodore Maasawet, Herliani Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Mulawarman Samarinda

Furry Aprianingsih, Elsje Theodore Maasawet, Herliani Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Mulawarman Samarinda PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR DAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 SAMARINDA TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015 Furry Aprianingsih, Elsje Theodore Maasawet,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 6 Bandung yang beralamat di Jl. Soekarno-Hatta (Riung Bandung), Jawa Barat.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 6 Bandung yang beralamat di Jl. Soekarno-Hatta (Riung Bandung), Jawa Barat. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian dilakukan di Program Keahlian Teknik Audio Video SMK Negeri 6 Bandung yang beralamat di Jl. Soekarno-Hatta

Lebih terperinci

Pengaruh Model Pembelajaran The Learning Cell

Pengaruh Model Pembelajaran The Learning Cell Pengaruh Model Pembelajaran The Learning Cell (Sel Belajar) terhadap Kemampuan Menemukan Gagasan Utama dalam Artikel oleh Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Tanjungbalai Tahun Pembelajaran 2012/2013 Oleh Rini

Lebih terperinci

Oleh: Wahdaniah, S.Pd.,M.Pd.

Oleh: Wahdaniah, S.Pd.,M.Pd. KORELASI BELAJAR KOOPERATIF MODEL GROUP INVESTIGATION TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PENULISAN KARYA ILMIAH PADA MAHASISWA JURUSAN TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE Oleh: Wahdaniah, S.Pd.,M.Pd.

Lebih terperinci

ARTIKEL. Disusun dan Diajukan oleh. Monalisa Frince S. Pembimbing Skripsi, Drs. H. Sigalingging, M.Pd

ARTIKEL. Disusun dan Diajukan oleh. Monalisa Frince S. Pembimbing Skripsi, Drs. H. Sigalingging, M.Pd ARTIKEL EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR KOMPLEKS SISWA KELAS X SMK NEGERI 13 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014 Disusun dan Diajukan oleh Monalisa

Lebih terperinci

Oleh Desty Junita Sitohang Dra. Rosdiana, Siregar, M.Pd. Abstrak

Oleh Desty Junita Sitohang Dra. Rosdiana, Siregar, M.Pd. Abstrak PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SISWA SEBAGAI FASILITATOR DAN PENJELAS) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA OLEH SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BOSAR MALIGAS TAHUN PEMBELAJARAN

Lebih terperinci

PENERAPAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MODEL TUTORIAL TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

PENERAPAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MODEL TUTORIAL TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PENERAPAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MODEL TUTORIAL TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Alifia Nurilmi Diansyah ABSTRAK Proses pembelajaran yang

Lebih terperinci

PENGARUH PENGGUNAAN METODE PROJECT BASED LEARNING

PENGARUH PENGGUNAAN METODE PROJECT BASED LEARNING PENGARUH PENGGUNAAN METODE PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA (Studi Eksperimen Pada Mata Kuliah Kewirausahaan Tingkat II Tahun

Lebih terperinci

Dwi Pratama Sari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Medan ABSTRAK

Dwi Pratama Sari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Medan ABSTRAK 1 2 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SINEKTIK TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS X MAS HIDAYATUL ISLAM BP MANDOGE, ASAHAN TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013 Dwi Pratama Sari Pendidikan Bahasa

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF KOMBINASI STAD DAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI MTS USB SAGULUNG BATAM

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF KOMBINASI STAD DAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI MTS USB SAGULUNG BATAM PYTHAGORAS; Vol. 3(2):40-45 ISSN 2301-5314 Oktober 2014 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF KOMBINASI STAD DAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI MTS USB SAGULUNG BATAM Devi Haryani,

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE GIST (GENERATING INTERACTION SCHEMATA AND TEXT) DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PADA PENGAJARAN BAHASA INDONESIA DI PGSD UAD

PENERAPAN METODE GIST (GENERATING INTERACTION SCHEMATA AND TEXT) DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PADA PENGAJARAN BAHASA INDONESIA DI PGSD UAD PENERAPAN METODE GIST (GENERATING INTERACTION SCHEMATA AND TEXT) DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PADA PENGAJARAN BAHASA INDONESIA DI PGSD UAD Hanum Hanifa Sukma PGSD, FKIP Universitas Ahmad Dahlan hanum.sukma@gmail.com

Lebih terperinci

Oleh: Hadi Sahman Pendidikan Teknik Otomotif, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Oleh: Hadi Sahman Pendidikan Teknik Otomotif, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo PENGEMBANGAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF KREATIF PRODUKTIF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN KELISTRIKAN DASAR DI SMK NEGERI 1 SAPURAN Oleh: Hadi Sahman Pendidikan Teknik Otomotif,

Lebih terperinci

PENGARUH PENERAPAN METODE PEMECAHAN MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

PENGARUH PENERAPAN METODE PEMECAHAN MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Syntax Literate : Jurnal Ilmiah Indonesia ISSN : 2541-0849 e-issn : 2548-1398 Vol. 1, no 3 November 2016 PENGARUH PENERAPAN METODE PEMECAHAN MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Abdul Wakhid

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Subjek Populasi/ Sampel, dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Cimahi, yang beralamat di Jl. Kamarung No. 69 Km 1,5 Cimahi Utara,

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS FENOMENA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMAN 1 KOPANG

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS FENOMENA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMAN 1 KOPANG PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS FENOMENA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMAN 1 KOPANG Rahmiatul Akhir 1, Syifa ul Gummah 2, & Habibi 3 1 Pemerhati Pendidikan Fisika 2&3 Dosen Program Studi Pendidikan

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS FENOMENA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMAN 1 KOPANG

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS FENOMENA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMAN 1 KOPANG PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS FENOMENA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMAN 1 KOPANG Rahmiatul Akhir 1, Syifa ul Gummah 2, & Habibi 3 1 Pemerhati Pendidikan Fisika 2&3 Dosen Program Studi Pendidikan

Lebih terperinci

Wiwik Andriyani 1), Dr.H. Suratno, M.Pd 2), Rosmiati, S.Pd, M.Pd 3)

Wiwik Andriyani 1), Dr.H. Suratno, M.Pd 2), Rosmiati, S.Pd, M.Pd 3) Pengaruh Model Strategi Pembelajaran Peningakatan Kemampuan Berfikir (SPPKB) Terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Kewirausahaan Siswa Kelas XI SMK Nusantara Kota Jambi 3) 2) Wiwik Andriyani 1),

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PICTURE AND PICTURE TERHADAP HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS III SD

PENGARUH MODEL PICTURE AND PICTURE TERHADAP HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS III SD PENGARUH MODEL PICTURE AND PICTURE TERHADAP HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS III SD Ahmad Fauzi, Sugiyono, Suryani Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Untan Email: Ahmadfauzi_pgsd@yahoo.com

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berjalan secara efektif dan efisien yang dimulai dari perencanaan, mengupayakan agar individu dewasa tersebut mampu menemukan

BAB I PENDAHULUAN. berjalan secara efektif dan efisien yang dimulai dari perencanaan, mengupayakan agar individu dewasa tersebut mampu menemukan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Proses pembelajaran merupakan upaya secara sistematis yang dilakukan pengajar untuk mewujudkan proses pembelajaran berjalan secara efektif dan efisien yang dimulai

Lebih terperinci

Pengaruh Metode Karyawisata Terhadap Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas VII SMP Swasta Yapendak Tinjowan Tahun Pembelajaran 2013/2014

Pengaruh Metode Karyawisata Terhadap Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas VII SMP Swasta Yapendak Tinjowan Tahun Pembelajaran 2013/2014 1 2 Pengaruh Metode Karyawisata Terhadap Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas VII SMP Swasta Yapendak Tinjowan Tahun Pembelajaran 2013/2014 Oleh Florenta Winda Herlina Pardede 2103111025 ABSTRAK Penelitian

Lebih terperinci

Ulfah Khamidah Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia. Kata-kata kunci: efektivitas, teknik, media, kompetensi, teks cerita petualangan

Ulfah Khamidah Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia. Kata-kata kunci: efektivitas, teknik, media, kompetensi, teks cerita petualangan EFEKTIVITAS TEKNIK PEMBELAJARAN THINK, PAIR, AND SHARE DENGAN MEDIA GAMBAR PADA KOMPETENSI MENULIS TEKS CERITA PETUALANGAN SDN PURWANTORO 4 KOTA MALANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Ulfah Khamidah Mahasiswa

Lebih terperinci

Oleh Pestauli Gultom Kata Kunci: pengaruh, Model Pembelajaran Berbasis Masalah, teks eksplanasi

Oleh Pestauli Gultom Kata Kunci: pengaruh, Model Pembelajaran Berbasis Masalah, teks eksplanasi Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas VII SMP Santo Ignasius Medan Tahun Pembelajaran 2013/2014 Oleh Pestauli Gultom 2103111048 ABSTRAK

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen kuasi atau disebut juga quasi eksperimental research.

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan di MA Al-Hikmah Bandar Lampung pada 5-

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan di MA Al-Hikmah Bandar Lampung pada 5- 26 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan di MA Al-Hikmah Bandar Lampung pada 5-12 April 2013. B. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah

Lebih terperinci

Oleh Warniatul Ulfah ABSTRAK

Oleh Warniatul Ulfah ABSTRAK Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksposisi oleh Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Babalan Tahun Pembelajaran 2013/2014 Oleh Warniatul Ulfah 2101111022 ABSTRAK

Lebih terperinci

KEEFEKTIFAN METODE GIST (GENERATING INTERACTION SCHEMATA AND TEXT) BERORIENTASI PENGALAMAN PADA PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN.

KEEFEKTIFAN METODE GIST (GENERATING INTERACTION SCHEMATA AND TEXT) BERORIENTASI PENGALAMAN PADA PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN. KEEFEKTIFAN METODE GIST (GENERATING INTERACTION SCHEMATA AND TEXT) BERORIENTASI PENGALAMAN PADA PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN (Penelitian Eksperimen Semu pada Siswa Kelas VII-7 SMPN 9 Bandung Tahun Ajaran

Lebih terperinci

: Model Pembelajaran Kontekstual (CTL), KeaktifanSiswa

: Model Pembelajaran Kontekstual (CTL), KeaktifanSiswa PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) TERHADAP KEAKTIFAN SISWA KELAS IV PADA MATA PELAJARAN PKN DI SEKOLAH DASAR NEGERI WARUNGBAMBU I Mutiara Tri Rahayu* Hermanto Email : rahayumutiara50@yahoo.co.id

Lebih terperinci

EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE KASUS MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA

EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE KASUS MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA 345 EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE KASUS MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA Woro Sumarni, Soeprodjo, Krida Puji Rahayu Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Semarang Kampus

Lebih terperinci

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MATERI GAYA MAGNET MELALUI METODE INKUIRI TERBIMBING

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MATERI GAYA MAGNET MELALUI METODE INKUIRI TERBIMBING MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MATERI GAYA MAGNET MELALUI METODE INKUIRI TERBIMBING Fatmawaty Sekolah Dasar Negeri Hikun Tanjung Tabalong Kalimantan Selatan ABSTRAK Penelitian ini bertujuan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. 23

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. 23 35 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Metode ini disebut metode kuantitatif

Lebih terperinci

Surakarta, Indonesia ABSTRAK

Surakarta, Indonesia ABSTRAK Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 3 No. 2 Tahun 2014 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret ISSN 2337-9995 jpk.pkimiauns@ymail.com EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT

Lebih terperinci

PELAKSANAAN SUPERVISI KLINIS KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU DALAM MENGELOLA PEMBELAJARAN PADA SMA NEGERI 2 SAMBAS

PELAKSANAAN SUPERVISI KLINIS KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU DALAM MENGELOLA PEMBELAJARAN PADA SMA NEGERI 2 SAMBAS Jurnal Visi Ilmu Pendidikan halaman 711 PELAKSANAAN SUPERVISI KLINIS KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU DALAM MENGELOLA PEMBELAJARAN PADA SMA NEGERI 2 SAMBAS Oleh Lili Ng Chui Mi 1 Abstrak

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu

III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu (Quasi Experiment). Eksperimen semu adalah jenis komparasi yang membandingkan pengaruh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Jenis pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang menekankan

Lebih terperinci

Oleh Cinta Pasaribu Drs. M. Joharis Lubis, M.M.,M.Pd.

Oleh Cinta Pasaribu Drs. M. Joharis Lubis, M.M.,M.Pd. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN MEMBEDAKAN FAKTA DAN OPINI TAJUK RENCANA OLEH KELAS XI SMA NEGERI 21 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/ 2015 Oleh Cinta Pasaribu Drs. M. Joharis

Lebih terperinci

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN BERBASIS QUESTION STUDENT HAVE DENGAN BANTUAN CHEMO-EDUTAINMENT MEDIA KEY RELATION CHART TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN BERBASIS QUESTION STUDENT HAVE DENGAN BANTUAN CHEMO-EDUTAINMENT MEDIA KEY RELATION CHART TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Sri Nurhayati, dkk., Keefektifan Pembelajaran Berbasis Question... 379 KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN BERBASIS QUESTION STUDENT HAVE DENGAN BANTUAN CHEMO-EDUTAINMENT MEDIA KEY RELATION CHART TERHADAP HASIL BELAJAR

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pembelajaran Superitem pada materi fungsi linear di kelas X MA SMIP 1946

BAB III METODE PENELITIAN. pembelajaran Superitem pada materi fungsi linear di kelas X MA SMIP 1946 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan, yaitu penelitian yang dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan untuk

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru dan peserta didik dalam pembelajaran mengidentifikasi informasi dalam teks eksplanasi dengan menggunakan

Lebih terperinci

Jl. Sidodadi Timur No. 24 Semarang

Jl. Sidodadi Timur No. 24 Semarang EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN THINK-TALK-WRITE (TTW) DENGAN BERBANTU CABRI II PLUS 1.4 DAN ALAT PERAGA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SEGITIGA DAN SEGI EMPAT KELAS

Lebih terperinci

Wistyan Okky Saputra dan Dr. Mukhamad Murdiono, M. Pd. Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta

Wistyan Okky Saputra dan Dr. Mukhamad Murdiono, M. Pd. Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta 1 EFEKTIVITAS COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DENGAN MEDIA PERMAINAN MONOPOLI DALAM UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PPKn DI SMA N 2 WONOSARI Wistyan Okky Saputra dan Dr. Mukhamad

Lebih terperinci

PENGGUNAAN STRATEGI DISKUSI DAN SIMPOSIUM DALAM PEMBELAJARAN IPS MATERI KEUNGGULAN IKLIM DI INDONESIA KELAS VIII SMP NEGERI 2 BANYUDONO

PENGGUNAAN STRATEGI DISKUSI DAN SIMPOSIUM DALAM PEMBELAJARAN IPS MATERI KEUNGGULAN IKLIM DI INDONESIA KELAS VIII SMP NEGERI 2 BANYUDONO PENGGUNAAN STRATEGI DISKUSI DAN SIMPOSIUM DALAM PEMBELAJARAN IPS MATERI KEUNGGULAN IKLIM DI INDONESIA KELAS VIII SMP NEGERI 2 BANYUDONO NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai

Lebih terperinci

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DI SEKOLAH DASAR

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DI SEKOLAH DASAR PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DI SEKOLAH DASAR Siti Aisah, Kartono, Endang Uliyanti Program Studi Pendidikan Guru Sekolah

Lebih terperinci

Susti Rahmah Yulita S 1

Susti Rahmah Yulita S 1 MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran Volume 2, No. 1, Pengaruh April 2016: Penerapan Page 36-44 Model Pembelajaran Pair Check Terhadap ISSN: 2443-1435 PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII Miftahus Surur 1)* Hidayati 2) Veator Renyaan 3) 1) 2) 3) Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas

Lebih terperinci

PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN THINK-PAIR-SHARE (TPS) DAN MAKE A MATCH TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1

PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN THINK-PAIR-SHARE (TPS) DAN MAKE A MATCH TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN THINK-PAIR-SHARE (TPS) DAN MAKE A MATCH TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 PRAMBON TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ARTIKEL Oleh : YUYUN MASRURIN NPM : 11.1.01.06.0104

Lebih terperinci

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA UNION: Jurnal Pendidikan Matematik, Vol 5 No 3, November 2017 EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA Risma Endah Nur Rohmah, Agustina

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. membaca, menulis, dan berhitung pada warga belajar keaksaraan dasar.

BAB III METODE PENELITIAN. membaca, menulis, dan berhitung pada warga belajar keaksaraan dasar. BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini akan dibahas mengenai metode penelitian, populasi dan sampel, prosedur penelitian, variable, instrumen dan teknik analisis data, yang berkaitan dengan efektifitas

Lebih terperinci

Vol.09/No.02/Januari 2017 ISSN:

Vol.09/No.02/Januari 2017 ISSN: EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN DENGAN METODE CERAMAH DAN METODE KERJA KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TEKNIK LISTRIK DASAR OTOMOTIF PADA SISWA DI SMKN 1 PURWOREJO Oleh E_mail : Agung Purwo Sucipto,

Lebih terperinci

III METODE PENELITIAN. digunakan adalah eksperimen semu. Eksperimen semu dilakukan karena keadaan

III METODE PENELITIAN. digunakan adalah eksperimen semu. Eksperimen semu dilakukan karena keadaan 24 III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian ini menyangkut perilaku manusia, dimana variabel yang dapat diteliti

Lebih terperinci

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, Jurusan PMIPA, FKIP, UNS, Surakarta

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, Jurusan PMIPA, FKIP, UNS, Surakarta Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 2 No. 4 Tahun 2013 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret ISSN 2337-9995 jpk.pkimiauns@ymail.com PRESTASI BELAJAR DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain 30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain penelitian the matching only pretest-posttest control group design (Fraenkel

Lebih terperinci

OLEH: SITI FATIMAH NIM. E1M

OLEH: SITI FATIMAH NIM. E1M PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA MATERI SISTEM KOLOID PADA SISWA KELAS XI IPA SMAN 1 GERUNG TAHUN PELAJARAN 2016/2017 JURNAL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi

Lebih terperinci

Syifa ur Rokhmah. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Negeri Malang

Syifa ur Rokhmah. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Negeri Malang PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA SISWA KELAS XI IPS 2 MAN MOJOKERTO KABUPATEN MOJOKERTO Syifa ur Rokhmah Jurusan

Lebih terperinci

Perbedaan Hasil Belajar Fisika melalui Penerapan Metode Problem Solving dan Metode Konvensional di SMP Negeri Kota Bengkulu Tahun Ajaran 2011/2012

Perbedaan Hasil Belajar Fisika melalui Penerapan Metode Problem Solving dan Metode Konvensional di SMP Negeri Kota Bengkulu Tahun Ajaran 2011/2012 Perbedaan Hasil Belajar Fisika melalui Penerapan Metode Problem Solving dan Metode Konvensional di SMP Negeri Kota Bengkulu Tahun Ajaran 011/01 Desy Hanisa Putri Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas

Lebih terperinci

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA ABSTRAK: El Indahnia Kamariyah Pendidikan Fisika FKIP, Universitas Islam Madura elindahniakamariyah@fkip.uim.ac.id

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Persada Bandar

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Persada Bandar III. METODOLOGI PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Persada Bandar Lampung, Tahun Ajaran 2012-2013 yang berjumlah 128 siswa dan tersebar

Lebih terperinci

: Model Pembelajaran Guided Discovery, Hasil Belajar Fisika.

: Model Pembelajaran Guided Discovery, Hasil Belajar Fisika. Perbedaan Model Pembelajaran Guided Discovery terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Sindue Aniar, Marungkil Pasaribu dan Syamsu e-mail: niar_aniar89@yahoo.com Program Studi Pendidikan

Lebih terperinci

Oleh : Yeyen Suryani dan Sintia Dewiana. Abstrak

Oleh : Yeyen Suryani dan Sintia Dewiana. Abstrak PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA (Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X IIS di SMA Negeri

Lebih terperinci

ISSN: Anita Rahmawati

ISSN: Anita Rahmawati Pengaruh Media Animasi Terhadap Pemahaman Matakuliah Sistem Reproduksi Pada Mahasiswa Semester V Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima Tahun 2015/2016 Anita Rahmawati Abstrak; Penelitian ini bertujuan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yang

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yang BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yang bersifat deskriptif yang memusatkan perhatiannya

Lebih terperinci

Lailly Ramadhani dan Tri Harsono. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Medan.Jl.Willem Iskandar Pasar V Medan ABSTRAK

Lailly Ramadhani dan Tri Harsono. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Medan.Jl.Willem Iskandar Pasar V Medan ABSTRAK 443 PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI DAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI POKOK PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KELAS X SMA SWASTA R.A. KARTINI SEI RAMPAH TAHUN PEMBELAJARAN

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika (SESIOMADIKA) 2017 ISBN: 978-602-60550-1-9 Pembelajaran, hal. 634-639 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN

Lebih terperinci

KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN INSIDE OUTSIDE CIRCLE DENGAN KARTU PINTAR PADA PELAJARAN IPS

KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN INSIDE OUTSIDE CIRCLE DENGAN KARTU PINTAR PADA PELAJARAN IPS Jurnal Edudikara, Vol 2 (3); p.217-224, September 2017 ISSN 2541-0261 KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN INSIDE OUTSIDE CIRCLE DENGAN KARTU PINTAR PADA PELAJARAN IPS Wawan Priyanto Program Studi PGSD, Universitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan, yaitu penelitian yang dilakukan dengan terjun ke lapangan. Penelitian ini mengambil lokasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. salah pengertian, berikut diberikan definisi beberapa istilah tersebut:

BAB III METODE PENELITIAN. salah pengertian, berikut diberikan definisi beberapa istilah tersebut: 33 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Pada penelitian ini terdapat beberapa istilah dan agar tidak menimbulkan salah pengertian, berikut diberikan definisi beberapa istilah tersebut: 1.

Lebih terperinci

kreatif, dan inovatif. Untuk itu, PEMBELAJARAN penulis melakukan sebuah MEMPRODUKSI TEKS pembelajaran memproduksi teks ULASAN DRAMA DENGAN

kreatif, dan inovatif. Untuk itu, PEMBELAJARAN penulis melakukan sebuah MEMPRODUKSI TEKS pembelajaran memproduksi teks ULASAN DRAMA DENGAN PEMBELAJARAN MEMPRODUKSI TEKS ULASAN DRAMA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KOLEKSI FOTO PADA SISWA KELAS AL-FALAH KOTA BANDUNG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 kreatif, dan inovatif. Untuk itu, penulis melakukan sebuah

Lebih terperinci

Khairun Nisa Marwan dan Rita Juliani Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan ABSTRAK

Khairun Nisa Marwan dan Rita Juliani Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan ABSTRAK PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SUHU DAN KALOR KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI 1 BATANG KUIS T.P. 2013/2014 Khairun Nisa Marwan dan Rita Juliani Jurusan

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE PANGALIRAN IMAJI (IMAGE STREAMING) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN

PENERAPAN METODE PANGALIRAN IMAJI (IMAGE STREAMING) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN PENERAPAN METODE PANGALIRAN IMAJI (IMAGE STREAMING) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI SISWAKELAS X SMA NEGERI 7 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014 Oleh: MARYAM SIREGAR NIM 209411015

Lebih terperinci

PENGARUH METODE JIGSAW II (JIG II) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS PIDATO SISWA KELAS IX SMP SINAR HUSNI TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014

PENGARUH METODE JIGSAW II (JIG II) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS PIDATO SISWA KELAS IX SMP SINAR HUSNI TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014 0 PENGARUH METODE JIGSAW II (JIG II) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS PIDATO SISWA KELAS IX SMP SINAR HUSNI TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014 Oleh : Armaliyah Drs. Basyaruddin, M.Pd. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan

Lebih terperinci

PENGARUH MEDIA ALBUM FOTO KENANGAN TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 BINJAI TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014

PENGARUH MEDIA ALBUM FOTO KENANGAN TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 BINJAI TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014 PENGARUH MEDIA ALBUM FOTO KENANGAN TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 BINJAI TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014 Oleh Sifra Br Sijabat Dra. Rumasi Simaremare, M.Pd.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2010:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2010: BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. METODE PENELITIAN Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2010: 2). Sedangkan menurut

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. 1. Pendekatan Penelitian Dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 34 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara pemecahan masalah penelitian yang dilaksanakan secara terencana dan cermat dengan maksud mendapatkan fakta dan simpulan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. 34. Rancangan penelitian ini menggunakan Nonequivalent Control Group

BAB III METODE PENELITIAN. berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. 34. Rancangan penelitian ini menggunakan Nonequivalent Control Group 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Metode ini disebut metode kuantitatif

Lebih terperinci

III METODE PENELITIAN

III METODE PENELITIAN III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Metode yang Digunakan Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian eksperimen. Metode penelitian eksperimen menurut

Lebih terperinci

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN INQUIRY DENGAN MEDIA GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL JENIS-JENIS PEKERJAAN SISWA KELAS III SDN KECAMATAN BANYAKAN

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN INQUIRY DENGAN MEDIA GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL JENIS-JENIS PEKERJAAN SISWA KELAS III SDN KECAMATAN BANYAKAN PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN INQUIRY DENGAN MEDIA GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL JENIS-JENIS PEKERJAAN SISWA KELAS III SDN KECAMATAN BANYAKAN SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna

Lebih terperinci

ARTIKEL. Oleh Frisnawati Siburian NIM Dosen Pembimbing Skripsi, Mara Untung Ritonga, M.Hum., Ph.D.

ARTIKEL. Oleh Frisnawati Siburian NIM Dosen Pembimbing Skripsi, Mara Untung Ritonga, M.Hum., Ph.D. ARTIKEL PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR AND SHARE (BERPIKIR, BERPASANGAN DAN BERBAGI) TERHADAP KEMAMPUAN MEMBEDAKAN FAKTA DAN OPINI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 SORKAM BARAT TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014

Lebih terperinci

BAB III. Metode Penelitian

BAB III. Metode Penelitian BAB III Metode Penelitian A. Jenis dan Pendekatan Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan, yaitu penelitian yang dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan untuk meneliti hasil belajar siswa

Lebih terperinci