PENGARUH JAM PELAJARAN KOSONG TERHADAP KENAKALAN PESERTA DIDIK DI SMAN 1 REJOTANGAN TAHUN 2013 Oleh : Supriadi Guru SMAN 1 Rejotangan

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENGARUH JAM PELAJARAN KOSONG TERHADAP KENAKALAN PESERTA DIDIK DI SMAN 1 REJOTANGAN TAHUN 2013 Oleh : Supriadi Guru SMAN 1 Rejotangan"

Transkripsi

1 PENGARUH JAM PELAJARAN KOSONG TERHADAP KENAKALAN PESERTA DIDIK DI SMAN 1 REJOTANGAN TAHUN 2013 Oleh : Supriadi Guru SMAN 1 Rejotangan ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan besarnya pengaruh variabel jam pelajaran kosong (X) terhadap kenakalan peserta didik di SMAN 1 Rejotangan tahun 2013 (Y).Populasi dalam penelitian ini adalah 42 siswa yang minimal pernah melakukan pelanggaran di sekolah. Pengumpulan data dilakukan dengan jalan mempergunakan kuesioner dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik inferensial dengan bantuan SPSS Berdasarkan hasil analisis regresi linier, variabel jam pelajaran kosong (X) berpengaruh secara signifikan terhadap kenakalan peserta didik di SMAN 1 Rejotangan tahun 2013 (Y), dengan kontribusi sebesar 87,0 %. Variabel jam pelajaran kosong juga memiliki nilai koefisien regresi positif sebesar 0,695. Multiple regresi (R) sebesar dan mempunyai pengaruh dengan koefisien determinasi (R Square) sebesar Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi variable jam pelajaran kosong terhadap kenakalan peserta didik sebesar 75.7 %, sedangkan sisanya sebesar 24.3 % dipengaruhi oleh variabel yang lain. Jadi hasil analisa regresi sebagai berikut: Y = 6, ,695 X1, yang berarti jika variable jam pelajaran kosong (X) ditingkatkan/diturunkan satu satuan maka akan dapat meningkatkan/menurunkan kenakalan peserta didik (Y) sebesar 0,695. Kata Kunci : Jam pelajaran kosong, kenakalan peserta didik. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tugas guru adalah mendidik, mengajar dan melatih. Selain mengajar, tugas guru adalah melatih dan mendidik. Dalam proses mendidik, guru harus dapat memberi teladan yang baik bagi semua siswa di sekolah. Apapun yang dilakukan oleh guru akan menjadi figur yang ingin diteladani oleh siswa. Sehingga setiap guru hendaknya lebih berhatihati dalam bersikap dan berperilaku. Sikap dan perilaku guru yang baik akan dapat memberikan motivasi kepada siswa untuk dapat bersikap dengan baik pula. Namun sikap dan perilaku guru yang menyimpang, juga akan dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk berperilaku yang menyimpang. Perilaku guru yang menyimpang dapat berupa tidak masuk sekolah, terlambat masuk kelas, meninggalkan kelas pada saat mengajar, dan lain-lain. sedangkan perilaku yang menyimpang dari siswa dapat berupa tidak masuk sekolah, bolos, berbuat gaduh/mengganggu teman yang lain, melakukan perusakan terhadap sarana yang ada, dan sebagainya. Demikian juga dengan kondisi di SMAN 1 Rejotangan. Kondisi siswa semakin lama jumlahnya semakin menurun. Motivasi belajar Supriadi: Pengaruh Jam Pelajaran Kosong Terhadap Kenakalan Peserta Didik,April

2 siswa sangat rendah. Sarana penunjang kegiatan belajar mengajar cepat rusak. Siswa banyak yang sering membolos atau tidak masuk sekolah. Sehingga kegiatan belajar mengajar sulit untuk dapat dilaksanakan secara efektif. Dengan kondisi seperti tersebut di atas, maka peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul "Pengaruh Jam Pelajaran Kosong Terhadap Kenakalan Peserta Didik Di SMAN 1 Rejotangan Tahun 2013". B. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: "Apakah ada pengaruh antara variabel jam pelajaran kosong terhadap variabel kenakalan peserta didik di SMAN 1 Rejotangan tahun 2013"?. C. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel jam pelajaran kosong terhadap variabel kenakalan peserta didik di SMAN 1 Rejotangan tahun D. Hipotesis Berdasarkan tujuan penelitian dan rumusan masalah di atas, dapat dirumuskan hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut: "Diduga ada pengaruh antara jam pelajaran kosong terhadap kenakalan peserta didik di SMAN 1 Rejotangan tahun 2013". E. Manfaat Penelitian Setiap kegiatan penelitian selalu mengharapkan hasil yang optimal dan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Dalam penelitian ini diharapkan akan dapat memberikan manfaat, yaitu sebagai berikut: 1. Dapat dimanfaatkan sebagai pertimbangan bagi pemimpin dalam mengambil kebijakan dalam kaitannya dengan pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah. 2. Sebagai acuan bagi guru dalam melakukan tugas sehari-hari. 3. Dapat digunakan sebagai acuan atau bahan referensi dalam penelitian lebih lanjut. F. Kerangka Konseptual Dalam pembahasan karya tulis ini yang dimaksud dengan jam pelajaran kosong adalah suatu keadaan dimana Supriadi: Pengaruh Jam Pelajaran Kosong Terhadap Kenakalan Peserta Didik,April

3 pada saat proses belajar mengajar berlangsung, di dalam kelas tidak ada guru. Keadaan ini disebabkan karena: guru tidak masuk sekolah, guru tidak masuk kelas pada saat mengajar, guru terlambat datang masuk kelas, guru meninggalkan kelas pada saat mengajar, dan guru mengakhiri pelajaran sebelum habis jam pelajaran. Sedangkan kenakalan peserta didik di SMAN 1 Rejotangan tahun 2013 merupakan bentuk perilaku siswa yang negatif/menyimpang di dalam lingkungan sekolah, seperti : tidak masuk sekolah, membolos/meninggalkan sekolah sebelum jam pelajaran berakhir, mengganggu teman yang lain atau berbuat gaduh, melakukan perusakan terhadap sarana sekolah yang ada, sering meninggalkan kelas pada saat pelajaran berlangsung, dan melakukan perkelaian. KAJIAN PUSTAKA A. Perilaku Negatif Perilaku negative dapat menjadi masalah bagi siapapun. Keberadaannya harus segera memperoleh perhatian dan pemecahan. Menurut Wursanto (2003:278), perilaku negatif adalah perilaku yang menyimpang dari aturan-aturan yang berlaku. Perilaku negatif dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: a. Perilaku negatif yang nyata, yaitu perilaku yang bertentangan dengan aturan dan norma-norma yang berlaku dimana perilaku itu didasarkan atas desakan dari dalam, bukan pengaruh dari luar. Jadi perilaku ini merupakan perilaku murni, tidak dibuat-buat, sesuai dengan tabiat orang tersebut. b. Perilaku negatif yang diarahkan, adalah perilaku yang bertentangan dengan aturan-aturan atau normanorma yang berlaku dimana perilaku itu dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar. B. Jam Pelajaran Kosong Jam pelajaran kosong adalah kegiatan pembelajaran yang tidak ditunggui oleh guru. Jam pelajaran kosong dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: a. guru tidak masuk sekolah; b. guru tidak masuk kelas pada saat mengajar; c. guru terlambat masuk kelas; Supriadi: Pengaruh Jam Pelajaran Kosong Terhadap Kenakalan Peserta Didik,April

4 d. guru meninggalkan kelas pada saat mengajar; dan e. guru mengakhiri pelajaran sebelum habis jam pelajaran. Semua perilaku guru tersebut dapat menyebabkan jam pelajaran kosong, dalam arti kelas tanpa pengawasan guru pada saat proses belajar mengajar. Kondisi kelas seperti tersebut di atas, akan banyak menimbulkan berbagai kerawanan. C. Kenakalan Siswa Perilaku negatif juga dapat ditunjukkan oleh siswa. Perilaku negatif ini memiliki kecenderungan merupakan bentuk akibat dari berbagai situasi dan kondisi yang kurang baik, sehingga mendorong siswa melakukan kegiatan yang negatif atau menyimpang. Perilaku yang menyimpang dari siswa dapat berupa : a. tidak masuk sekolah; b. bolos/pulang sekolah sebelum waktunya; c. berbuat gaduh/mengganggu teman yang lain; d. melakukan perusakan terhadap sarana yang ada; e. sering ke luar kelas pada saat proses belajar mengajar berlangsung; dan f. melakukan perkelaian. Perilaku negatif/menyimpang yang ditunjukkan oleh siswa tersebut merupakan bentuk kenakalan peserta didik di sekolah. METODE PENELITIAN A. Populasi Penyusunan karya tulis ini menggunakan penelitian populasi. Seluruh populasi menjadi obyek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, pada tahun pelajaran 2009/2013 yang sering atau pernah melakukan pelanggaran terhadap peraturan sekolah, antara lain: tidak masuk sekolah, membolos, berbuat gaduh, melakukan perusakan terhadap sarana sekolah, dan ke luar kelas pada saat jam pelajaran berlangsung. Berdasarkan pengamatan dan informasi yang diperoleh dari bapak/ibu guru, serta data-data yang ada, jumlah siswa yang sering dan pernah melakukan pelanggaran tersebut adalah berjumlah 42 siswa. B. Definisi Variabel Operasional Supriadi: Pengaruh Jam Pelajaran Kosong Terhadap Kenakalan Peserta Didik,April

5 1. Jam Pelajaran Kosong Dalam pembahasan karya tulis ini bahwa yang dimaksud dengan jam pelajaran kosong adalah suatu keadaan dimana pada saat proses belajar mengajar berlangsung, di dalam kelas tidak ada guru, yang indikatornya meliputi : guru tidak masuk sekolah, guru tidak masuk kelas pada saat mengajar, guru terlambat datang masuk kelas, guru meninggalkan kelas pada saat mengajar, dan guru mengakhiri pelajaran sebelum habis jam pelajaran. 2. Kenakalan Peserta Didik Yang dimaksud kenakalan peserta didik merupakan bentuk perilaku siswa yang negatif/ menyimpang di dalam lingkungan sekolah, yang indikatornya meliputi : tidak masuk sekolah, membolos/ meninggalkan sekolah sebelum jam pelajaran berakhir, mengganggu teman yang lain atau berbuat gaduh, melakukan perusakan terhadap sarana sekolah yang ada, dan sering meninggalkan kelas pada saat pelajaran berlangsung Berdasarkan uraian tersebut dapat digambarkan dalam bentuk table tentang konsep, variable, indikator dan item sebagai berikut: Tabel 1 : Variabel, Indikator, dan Item Penelitian VARIABEL INDIKATOR ITEM (X) Jam Pelajaran Kosong (Y) Kenakalan Peserta Didik 1. tidak masuk sekolah 2. tidak masuk kelas pada saat mengajar 3. terlambat masuk kelas 4. meninggalkan kelas pada saat mengajar 5. mengakhiri pelajaran sebelum habis jam pelajaran. 1. tidak masuk sekolah 2. bolos / pulang sekolah sebelum waktunya 3. berbuat gaduh / mengganggu teman yang lain 4. melakukan perusakan terhadap sarana yang ada 5. sering ke luar kelas pada saat proses belajar mengajar berlangsung; 6. berkelahi C. Teknik Pengumpulan Data 1. Kuesioner 1. tidak masuk sekolah 2. tidak masuk kelas pada saat mengajar 3. terlambat masuk kelas 4. meninggalkan kelas pada saat mengajar 5. mengakhiri pelajaran sebelum habis jam pelajaran. 1. tidak masuk sekolah 2. bolos / pulang sekolah sebelum waktunya 3. berbuat gaduh/mengganggu teman yang lain 4. melakukan perusakan terhadap sarana yang ada 5. sering ke luar kelas pada saat proses belajar mengajar berlangsung; 6. berkelahi Supriadi: Pengaruh Jam Pelajaran Kosong Terhadap Kenakalan Peserta Didik,April

6 Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan seperangkat pertanyaan yang ditujukan kepada responden, untuk memperoleh data secara tertulis. Responden dalam penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Rejotangan, Tulungagung, yang sering atau pernah melakukan pelanggaran terhadap tata tertib sekolah, sebagaimana dijelaskan dalam definisi variable operasional. Hasil data dari kuesioner berupa jawaban responden dari variable jam pelajaran kosong dan kenakalan peserta didik. 2. Dokumentasi Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan melihat dan mempelajari dokumen-dokumen yang berhubungan dengan obyek penelitian. Data yang diperoleh berupa kondisi obyektif dari sekolah, dapat meliputi jumlah siswa, jumlah siswa yang bermasalah jumlah dan nama guru pengajar, jumlah ruang, lokasi sekolah dan sebagainya. Data yang terkumpul hanya sebagai pelengkap atau pendukung saja. D. Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Uji Validitas Uji validitas dilakukan dengan jalan analisa butir. Sebuah instrumen dikatakan valid jika mempunyai koefisien korelasi lebih besar dari r tabel dengan alpha 0, Uji Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan untuk membuktikan bahwa suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Suharsimi Arikunto : 1993: 142). Suatu instrumen dikatakan handal apabila memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,60 atau lebih, dengan kriteria indeks reliabilitas sebagai berikut: Tabel 2: Indeks Kriteria Reliabilitas No Interval Koefisien Kriteria 1 < - 0,30 Sangat rendah 2 0,30-0,399 Rendah 3 0,40-0,599 Cukup 4 0,60-0,799 Tinggi 5 0,80-1,000 Sangat tinggi Sumber : Arikunto, 1993 Supriadi: Pengaruh Jam Pelajaran Kosong Terhadap Kenakalan Peserta Didik,April

7 E. Metode Analisa Data 1. Analisis Statistik Deskriptik Analisis Statistik Deskriptik digunakan untuk mengetahui distribusi frekuensi jawaban responden dari hasil kuesioner yang telah disampaikan kepada responden yang terdiri atas variable jam pelajaran kosong (X) dan variable kenakalan peserta didik di SMAN 1 Rejotangan tahun 2013 (Y). Variabel jam pelajaran kosong (X) dikembangkan menjadi 5 indikator yang sekaligus menjadi 5 item pertanyaan. Sedangkan variable kenakalan peserta didik di SMAN 1 Rejotangan tahun 2013 (Y) dikembangkan menjadi 6 indikator yang sekaligus juga menjadi 6 item pertanyaan. 2. Uji Asumsi a. Uji Hiteroskedastisitas, yaitu untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual dari satu pengamat ke pengamat yang lain. Model regresi ini menghendaki tidak ada pola yang jelas, titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 (nol) pada sumbu Y. b. Uji Normalitas, yaitu untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel dependen, variabel independent atau keduanya mempunyai distribusi normal atau mendekati normal. Model regresi ini menghendaki apabila data penyebarannya disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. 3. Analisis Regresi Analisis ini digunakan untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan antara variable dependent dengan variable independent. Untuk menghitung regresi ini menggunakan rumus yang dikemukakan oleh Nazir (1988: 531) sebagai berikut: Y = a o + a 1 X 1 + e 1 Sedangkan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan rumus uji t. Berdasarkan perhitungan uji t tersebut, maka semakin besar koefisien regresi yang diperoleh dari variabel bebas, semakin besar pula pengaruhnya terhadap variabel terikat. Untuk menyelesaikan analisis data dalam penelitian ini digunakan Program Komputer yaitu SPSS Supriadi: Pengaruh Jam Pelajaran Kosong Terhadap Kenakalan Peserta Didik,April

8 (Statistical Program for Social Sciences). ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Uji Validitas Instrument dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkapkan secara tepat dari berbagai variable yang diteliti. Suatu instrument valid untuk 11 item, jika korelasinya lebih besar dari 0,306 dengan alpha 0,05. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dikemukakan validitas instrument berdasarkan perhitungan SPSS 17.0 sebagai berikut: a. Variabel Jam Pelajaran Kosong (X) Berdasarkan hasil perhitungan SPSS dapat dijelaskan dengan table sebagai berikut: Tabel 3 : Uji Validitas Instrumen Jam Pelajaran Kosong (X) Inti Pertanyaan Correlation Probability (Sig. 1-tailed) 1.Guru sering tidak masuk 2.Guru sering terlambat masuk kelas 3.Guru sering meninggalkan kelas 4.Guru tidak memberi tugas 5.Guru mengakhiri pelajaran sebelum waktunya Dari table tersebut dapat dijelaskan bahwa nilai r hitung > r table (0,306) dan nilai probabilitasnya < 0,05, sehingga instrument variable Jam Pelajaran Kosong (X) dinyatakan valid. b. Variabel Kenakalan Siswa Berdasarkan hasil perhitungan SPSS dapat dijelaskan dengan table sebagai berikut: Tabel 4: Uji Validitas Instrumen Kenakalan Siswa (Y) Inti Pertanyaan Correlation Probability (Sig. 1-tailed) 1. Anak sering tidak masuk sekolah 2. Anak sering membolos 3. Anak sering berbuat gaduh 4. Anak sering merusak sarana sekolah 5. Anak sering ke luar kelas 6. Anak sering berkelahi Supriadi: Pengaruh Jam Pelajaran Kosong Terhadap Kenakalan Peserta Didik,April

9 Dari table tersebut dapat dijelaskan bahwa nilai r hitung > r table (0,306) dan nilai probabilitasnya < 0,05, sehingga instrument variable Kenakalan Siswa (Y) dinyatakan valid. 2. Uji Reliabilitas Suatu instrumen dikatakan handal apabila memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,60 atau lebih (lihat tabel 4.2). Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS 17.0 diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 5: Rekapitulasi Uji Reliabilitas Instrumen No Variabel Koefisien Alpha 1 Jam Pelajaran Kosong (X) Kenakalan Siswa (Y).6627 Keseluruhan nilai alpha ( ) dari variabel-variabel tersebut lebih besar dari 0.6. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua instrument yang dipergunakan untuk mengambil data pada variabel-variabel tersebut adalah reliabel. 3. Analisis Statistik a. Analisis Statistik Deskriptik 1) Deskriptik Variabel Jam Pelajaran Kosong (X) Sejumlah lima item pertanyaan diajukan kepada responden dengan frekuensi seperti yang terlihat di bawah ini: Tabel 6: Distribusi Frekuensi Jawaban Dari 42 RespondenTentang Variabel Jam Pelajaran Kosong (X) No Skor Item f % F % F % f % Mean X X X X X Rata-rata Skor Mean Berdasarkan table tersebut Jam Pelajaran Kosong (X) terjadi dapat diuraikan tentang frekuensi kadang-kadang, yang sudah jawaban responden bahwa semua ditunjukkan dengan rata-rata mean kegiatan yang terdapat dalam variabel Supriadi: Pengaruh Jam Pelajaran Kosong Terhadap Kenakalan Peserta Didik,April

10 2) Variabel Kenakalan Peserta Didik (Y) Sejumlah enam item pertanyaan diajukan kepada responden dengan frekuensi seperti yang terlihat di bawah ini: Tabel 7: Distribusi Frekuensi Jawaban Dari 42 Responden Tentang Variabel Kenakalan Peserta Didik (Y) No Skor Item f % F % f % f % Mean Y Y Y Y Y Y Rata-rata Skor Mean Berdasarkan table tersebut dapat diuraikan tentang frekuensi jawaban responden bahwa semua kegiatan yang terdapat dalam variabel Kenakalan Siswa (Y) menunjukkan kadang-kadang dilakukan oleh siswa, namun menuju sering dilakukan, hal ini dapat dilihat dengan rata-rata mean b. Uji Asumsi 1) Uji Hiteroskedastisitas Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS 17.0, dengan diagram scatter plot, dapat dilihat sebagai berikut: Gambar Diagram 1 : Scatterplot Untuk Uji Histerokedaastisitas Y Supriadi: Pengaruh Jam Pelajaran Kosong Terhadap Kenakalan Peserta Didik,April

11 Berdasarkan gambar tersebut jelas bahwa variabel-variabel penelitian tidak mengandung hiteroskedastisitas, karena data menyebar baik di bawah atau di atas sumbu Y. 2) Uji Normalitas Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS 17.0, dapat dilihat sebagai berikut: Gambar Diagram 2 : Uji Normalitas Y Berdasarkan gambar diagram tersebut, maka variabel penelitian H 0 = Koefisien regresi tidak signifikan dikatakan normal, karena titik-titik menyebar disekitar garis linier. H 1 = Koefisien regresi signifikan Dengan ketentuan, jika: c. Analisis Regresi T hitung > t table, maka Ho Dalam penelitian ini mengambil ditolak dan H 1 diterima. taraf signifikansi 5 %, maka nilai t T hitung < t table, maka H 0 table dengan jumlah data 42 adalah t(0.05;40) = Jadi hasil yang diterima dan H 1 ditolak. Pengujian Hipotesis diperoleh dari t hitung akan Bunyi : Diduga ada pengaruh dibandingkan dengan t table. Dengan antara variabel jam pelajaran kosong mengambil hipotesa sebagai berikut: Supriadi: Pengaruh Jam Pelajaran Kosong Terhadap Kenakalan Peserta Didik,April

12 terhadap kenakalan peserta didik di SMAN 1 Rejotangan tahun Untuk pengujian analisis terhadap hipotesis tersebut menggunakan analisis regresi sederhana. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS 17.0 dapat diketahui dalam Analisis Koefisien Regresi sebagai berikut: Model 1 berikut: (Constant) X a. Dependent Variable: Y Unstandardized Coef f icients Coefficients a Standardized Coef f icients B Std. Error Beta t Sig Dari hasil perhitungan tersebut dapat disederhanakan dalam tabel sebagai Tabel 8 : Rekapitulasi Hasil Analisis Regresi (Pengaruh Variabel X Terhadap Variabel Y) Variabel B Koefisien t Sig. Determinasi Constanta Jam Pelajaran Kosong (X) Berdasarkan table tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Konstanta Konstanta memperoleh nilai t hitung sebesar Sehingga > 2.021, maka H0 ditolak dan H1 diterima, atau dengan kata lain konstanta berpengaruh terhadap model regresi. b. Variabel Jam Pelajaran Kosong (X) Signifikansi Variabel jam pelajaran kosong (X) memperoleh nilai t hitung sebesar Dengan demikian > 2.021, maka menolak H 0 dan menerima H 1 atau dengan kata lain Variabel Jam Pelajaran Kosong (X) berpengaruh terhadap Variabel Kenakalan Peserta Didik (Y). Variabel Jam Pelajaran Kosong juga memiliki probabilitas sebesar 0, maka pengaruh Variabel Jam Pelajaran Kosong Supriadi: Pengaruh Jam Pelajaran Kosong Terhadap Kenakalan Peserta Didik,April

13 terhadap Variabel Kenakalan Peserta Didik adalah signifikan. Koefisien Determinasi Variabel Jam Pelajaran Kosong (X) mempunyai pengaruh terhadap Variabel Kenakalan Peserta Didik (Y) dengan kontribusi sebesar 87,0 %. Koefisien Regresi (B) Variabel jam pelajaran kosong memiliki nilai koefisien regresi positif sebesar 0,695, yang berarti apabila variabel ini ditingkatkan satu poin, maka akan mempengaruhi peningkatan variabel kenakalan siswa sebesar 0,695. Namun jika variable ini ditekan satu poin maka akan dapat menekan variable kenakalan siswa sebesar 0,695. Model Summary b Model 1 Adjusted Std. Error of R Square R R Square R Square the Estimate Change F Change df1 df2 Sig. F Change.870 a a. Predictors: (Constant), X b. Dependent Variable: Y Change Statistics Hasil uji regresi tersebut menunjukkan bahwa variabel jam pelajaran kosong (X) terhadap variabel kenakalan peserta didik (Y), memiliki multiple regresi (R) sebesar dan mempunyai pengaruh dengan koefisien determinasi (R Square) sebesar Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi variable jam pelajaran kosong terhadap kenakalan siswa sebesar 75.7%, sedangkan sisanya sebesar 24.3% dipengaruhi oleh variabel yang lain. Berdasarkan perhitungan tersebut dapat disimpulkan hasil analisa regresi sebagai berikut: Y = 6, ,695 X1 dengan R 2 = 0, Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan perhitungan di atas, ditunjukkan bahwa variable Jam Pelajaran Kosong secara signifikan berpengaruh terhadap variable kenakalan peserta didik di SMAN 1 Rejotangan tahun 2013 dengan kontribusi sebesar 87 %. Koefisien regresi (B) sebesar 0,695. Setiap Supriadi: Pengaruh Jam Pelajaran Kosong Terhadap Kenakalan Peserta Didik,April

14 peningkatan variable jam pelajaran kosong sebesar satu poin, maka akan diikuti oleh peningkatan variable kenakalan siswa sebesar 0,695. Namun jika variable ini ditekan satu poin maka akan dapat menekan variable kenakalan peserta didik sebesar 0,695. Berdasarkan perhitungan juga ditunjukkan bahwa diperoleh koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,757. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi variable jam pelajaran kosong terhadap kenakalan peserta didik sebesar 75.7 %, sedangkan sisanya sebesar 24.3 % dipengaruhi oleh variabel yang lain. Yang dimaksud faktor yang lain dapat berupa pengaruh yang datangnya dari luar jam pelajaran kosong, misalnya: lingkungan keluarga, masyarakat. Jadi sebagian besar kenakalan peserta didik di SMAN1 Rejotangan tahun 2013 disebabkan oleh adanya waktu yang tidak terisi pada saat jam pelajaran berlangsung. Dalam kondisi yang seperti ini, jumlah siswa yang semula kecil dapat menjadi dominant dan mempengaruhi yang lain untuk melakukan kenakalan yang sama. Meningkatkan efektifitas kegiatan belajar mengajar merupakan tuntutan mutlak dalam rangka menekan tingkat kenakalan peserta didik. PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dalam bab terdahulu, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: 1. Analisis Statistik Deskriptik a. Variabel Jam Pelajaran Kosong (X), terjadi kadang-kadang, yang sudah ditunjukkan dengan ratarata mean 3,0857. b. Variabel Kenakalan peserta didik (Y) menunjukkan kadang-kadang dilakukan oleh siswa, namun menuju sering dilakukan, hal ini dapat dilihat dengan rata-rata mean 2, Analisis Regresi Variabel jam pelajaran kosong (X) memperoleh nilai t hitung sebesar Dengan demikian Variabel Jam Pelajaran Kosong (X) berpengaruh terhadap Variabel Kenakalan peserta didik (Y) secara signifikan, dengan kontribusi sebesar 87,0 %. Variabel jam pelajaran kosong juga memiliki nilai koefisien Supriadi: Pengaruh Jam Pelajaran Kosong Terhadap Kenakalan Peserta Didik,April

15 regresi positif sebesar 0,695, yang berarti apabila variabel ini ditingkatkan satu poin, maka akan mempengaruhi peningkatan variabel kenakalan siswa sebesar 0,695. Namun jika variable ini ditekan satu poin maka akan dapat menekan variable kenakalan siswa sebesar 0,695. Hasil uji regresi tersebut memiliki multiple regresi (R) sebesar dan mempunyai pengaruh dengan koefisien determinasi (R Square) sebesar Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi variable jam pelajaran kosong terhadap kenakalan siswa sebesar 75.7 %, sedangkan sisanya sebesar 24.3 % dipengaruhi oleh variabel yang lain. Berdasarkan perhitungan tersebut dapat disimpulkan hasil analisa regresi sebagai berikut: Y = 6, ,695 X1 B. Saran-saran 1. Kepada Kepala Sekolah hendaknya memperhatikan pemanfaatan waktu belajar dan mengupayakan setiap pergantian waktu belajar dapat berjalan secara efektif, sehingga tidak banyak waktu yang terbuang. 2. Kepada para guru hendaknya selalu datang tepat waktu dan tetap berada di dalam kelas pada saat mengajar. 3. Kepada petugas disiplin sekolah hendaknya memberlakukan peraturan yang lebih ketat, sehingga kebiasaan siswa yang kurang baik akan dapat ditekan. DAFTAR RUJUKAN Arikunto, Suharsimi Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rinika Cipta. Djarwanto Mengenal Beberapa Uji Statistik dalam Penelitian. Yogyakarta: Liberty. Muchlas Samani, dkk Panduan Manajemen Sekolah. Jakarta: Depdikbud. Mulyasa, E Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Nazir, Moh Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia. Oemar Hamalik Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: PT. Kloang Klede Putra Timur. Wursanto, Ig Dasar-dasar Ilmu Organisasi. Yogyakarta: Andi. Supriadi: Pengaruh Jam Pelajaran Kosong Terhadap Kenakalan Peserta Didik,April

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui BAB IV ANALISIS DATA A. Pengujian Hipotesis Sebelum menjabarkan tentang analisis data dalam bentuk perhitungan dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui hipotesapenelitian sebagai

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil uji itas dan Reliabilitas Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi syarat-syarat alat ukur yang baik, sehingga mengahasilkan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Uji Instrumen Data Validitas menunjukkan sejauh mana alat pengukur yang dipergunakan untuk mengukur apa yang diukur. Adapun caranya adalah dengan mengkorelasikan antara

Lebih terperinci

APLIKASI REGRESI SEDERHANA DENGAN SPSS. HENDRY admin teorionline.net Phone : 021-834 14694 / email : klik.statistik@gmail.com

APLIKASI REGRESI SEDERHANA DENGAN SPSS. HENDRY admin teorionline.net Phone : 021-834 14694 / email : klik.statistik@gmail.com APLIKASI REGRESI SEDERHANA DENGAN SPSS HENDRY admin teorionline.net Phone : 02-834 4694 / email : klik.statistik@gmail.com Tentang Regresi Sederhana Analisis regresi merupakan salah satu teknik analisis

Lebih terperinci

Hubungan Linier Jumlah Penduduk Yang Bekerja dengan Belanja Langsung

Hubungan Linier Jumlah Penduduk Yang Bekerja dengan Belanja Langsung 139 LAMPIRAN 2 Hubungan Linier Jumlah Penduduk Yang Bekerja dengan Belanja Langsung Dependent Variable: Belanja Langsung Linear.274 19.584 1 52.000 57.441.239 The independent variable is Jumlah penduduk

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. data yang telah diperolah dari penelitian yang telah dilakukan pada 95

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. data yang telah diperolah dari penelitian yang telah dilakukan pada 95 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Responden Dalam gambaran umum mengenai responden ini akan disajikan data yang telah diperolah dari penelitian yang telah dilakukan pada 95 orang responden.

Lebih terperinci

Lampiran 1. Hasil Uji Validitas Logis

Lampiran 1. Hasil Uji Validitas Logis LAMPIRAN 74 Lampiran 1. Hasil Uji Validitas Logis 75 76 77 Lampiran 2. Uji Coba Kuesioner Penelitian Skripsi UJI COBA KUESIONER PENELITIAN SKRIPSI Identitas Responden Nama Kelas :.. (Boleh Tidak Diisi)

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN

LAMPIRAN 1 UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN 83 LAMPIRAN 1 UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN 83 84 Nama : Kelas/No. Absen : Petunjuk Pengisian Angket: Berilah tanda check ( ) pada kolom S (Selalu), SR (Sering), J (Jarang), TP (Tidak Pernah) sesuai dengan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 3.1.1 Definisi Konseptual Kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan kinerja organisasi

Lebih terperinci

Ifa Atiyah Nur Alimah

Ifa Atiyah Nur Alimah ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PROGRAM RASKIN TERHADAP PENCAPAIAN INDIKATOR 6T ( TEPAT SASARAN,TEPAT JUMLAH,TEPAT HARGA,TEPAT WAKTU,TEPAT KUALITAS,TEPAT ADMINISTRASI) PADA PERUM BULOG SUB DIVISI REGIONAL

Lebih terperinci

UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS 16.0. Disusun oleh: Andryan Setyadharma

UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS 16.0. Disusun oleh: Andryan Setyadharma UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS 16.0 Disusun oleh: Andryan Setyadharma FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2010 1. MENGAPA UJI ASUMSI KLASIK PENTING? Model regresi linier berganda (multiple regression)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode memiliki arti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan.1 Sedangkan penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN PRODUK, HARGA, LOKASI TERHADAP MINAT BELI ULANG

ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN PRODUK, HARGA, LOKASI TERHADAP MINAT BELI ULANG ORBITH VOL. 9 NO. 3 NOVEMBER 2013 : 228 235 ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN PRODUK, HARGA, LOKASI TERHADAP MINAT BELI ULANG Oleh : Bambang Sarjono Staf Pengajar Jurusan Elektro Politeknik Negeri Semarang

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel 1. Definisi Konseptual Menurut teori teori yang di uraikan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian 49 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian a. Persiapan Awal Persiapan awal yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah mematangkan konsep

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Menurut Arikunto (2010:162), objek merupakan variabel penelitian. Objek penelitian terdiri dari objek variabel dan objek lokasi. Objek variabel dalam penelitian

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan 14 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di SMK Negeri 1 Ngawen Kabupaten Gunungkidul.. Waktu Penelitian Aktivitas penelitian

Lebih terperinci

Angket Uji Coba Instrumen Data Hasil Uji Coba instrumen

Angket Uji Coba Instrumen Data Hasil Uji Coba instrumen Angket Uji Coba Instrumen Data Hasil Uji Coba instrumen A. Angket Uji Coba Instrumen Penelitian PENGARUH KONSEP DIRI, PRAKTEK INDUSTRI DAN INFORMASI DUNIA KERJA TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XII

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN

BAB V HASIL PENELITIAN 1 BAB V HASIL PENELITIAN 5.1 Statistik Deskriptif Penelitian ini menggunakan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, baik perusahaan dibidang keuangan maupun bidang non-keuangan sebagai sampel

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP INTENSI HUNIAN ULANG HOTEL MERDEKA MADIUN

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP INTENSI HUNIAN ULANG HOTEL MERDEKA MADIUN PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP INTENSI HUNIAN ULANG HOTEL MERDEKA MADIUN Laporan Akhir Penelitian oleh Rino Desanto W. S.E. NIDN: 0702126401 POLITEKNIK MADIUN 2008 INTISARI

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Uji Asumsi. Sebelum melakukan analisis dengan menggunakan analisis regresi,

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Uji Asumsi. Sebelum melakukan analisis dengan menggunakan analisis regresi, BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Uji Asumsi Sebelum melakukan analisis dengan menggunakan analisis regresi, terlebih dahulu perlu dilakukan uji asumsi terhadap data penelitian. Uji asumsi yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden dalam Penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia.

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden dalam Penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia. BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 1.1 Karakteristik Responden Penelitian Responden dalam Penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia. Tbk Divisi Acess Makassar sebanyak 50 orang terpilih berdasarkan populasinya.

Lebih terperinci

Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah Kredit (Studi kasus BPR Arthaguna Sejahtera)

Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah Kredit (Studi kasus BPR Arthaguna Sejahtera) Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah Kredit (Studi kasus BPR Arthaguna Sejahtera) 1 Ferry Yudhy I., SE 2 DR. E. Susy Suhendra 1 Pasca Sarjana Manajemen Perbankan Universitas Gunadarma

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimental, yang bertujuan untuk meneliti pengaruh dari suatu perlakuan tertentu terhadap gejala suatu kelompok

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Masyhuri

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Masyhuri BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Berdasarkan pada permasalahan yang diteliti, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Masyhuri

Lebih terperinci

PENGARUH ACCOUNT REPRESENTATIVE (AR) TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (KPP PRATAMA SIDOARJO UTARA)

PENGARUH ACCOUNT REPRESENTATIVE (AR) TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (KPP PRATAMA SIDOARJO UTARA) PENGARUH ACCOUNT REPRESENTATIVE (AR) TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (KPP PRATAMA SIDOARJO UTARA) Febri Alfiansyah Universitas Negeri Surabaya E-mail: febri_alfiansyah@rocketmail.com Abstract

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Yang menjadi obyek dalam peneitian ini adalah Bait Maal Wa Tamwil (BMT Ikhlasul Amal Indramayu). Penelitian ini dilakukan di BMT Ikhlasul Amal Indramayu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dr H Abdul Moeloek Propinsi Lampung. Obyek penelitian ini adalah pasien peserta

BAB III METODE PENELITIAN. Dr H Abdul Moeloek Propinsi Lampung. Obyek penelitian ini adalah pasien peserta BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Lingkup penelitian ini mempelajari analisis mutu dan pengaruhnya terhadap keputusan pasien BPJS ASKES memilih layanan kesehatan di Rumah Sakit Dr

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR RESIKO YANG MEMPENGARUHI KINERJA BIAYA PADA PROYEK IRIGASI DI KABUPATEN KERINCI. Oleh

IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR RESIKO YANG MEMPENGARUHI KINERJA BIAYA PADA PROYEK IRIGASI DI KABUPATEN KERINCI. Oleh IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR RESIKO YANG MEMPENGARUHI KINERJA BIAYA PADA PROYEK IRIGASI DI KABUPATEN KERINCI Oleh Leli Honesti 1), Salpani 2), Nazwar Djali 3) 1) Dosen Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik

Lebih terperinci

GET FILE='D:\albert\data47 OK.sav'. DESCRIPTIVES VARIABLES=TOperAC seperac /STATISTICS=MEAN STDDEV MIN MAX. Descriptive Statistics

GET FILE='D:\albert\data47 OK.sav'. DESCRIPTIVES VARIABLES=TOperAC seperac /STATISTICS=MEAN STDDEV MIN MAX. Descriptive Statistics GET FILE='D:\albert\data47 OK.sav'. DESCRIPTIVES VARIABLES=TOperAC seperac /STATISTICS=MEAN STDDEV MIN MAX. Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation TOperAC 47 988.47 2376.52 1802.6366

Lebih terperinci

TEKNIK PENGUJIAN VALIDITAS DAN RELIABILITAS

TEKNIK PENGUJIAN VALIDITAS DAN RELIABILITAS TEKNIK PENGUJIAN VALIDITAS DAN RELIABILITAS PENGUJIAN VALIDITAS MENGGUNAKAN EXCEL Berikut ini adalah contoh pengujian validitas konstruk, yang digunakan untuk menilai apakah data hasil angket/kuisioner

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 5.1.1. Analisis Validitas dan Reliabilitas Instrumen. a. Analisis Uji Validitas Instrumen

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 5.1.1. Analisis Validitas dan Reliabilitas Instrumen. a. Analisis Uji Validitas Instrumen kategori cukup yaitu pada interval 50-57 dengan nilai rata-rata 55. BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN Berdasarkan data yang penulis peroleh selama mengadakan penelitian, maka pada bab ini akan dianalisa dengan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Belanja Daerah tahun sekarang pada kabupaten/kota di propinsi Sumatera Utara

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Belanja Daerah tahun sekarang pada kabupaten/kota di propinsi Sumatera Utara 42 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menganalisis pengaruh DAU dan PAD tahun lalu terhadap Belanja Daerah tahun sekarang pada kabupaten/kota di propinsi Sumatera Utara tahun 2006 2008. Alat analisis

Lebih terperinci

PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH

PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH Endang Tri Wahyuni A.: Pengaruh Faktor Syariah, Tingkat Keuntungan Bagi 269 PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Fakultas Ushuluddin 1. Sejarah Berdirinya IAIN Walisongo dan Fakultas Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) pada awal pertumbuhannya

Lebih terperinci

LAMPIRAN Statistics Umur

LAMPIRAN Statistics Umur LAMPIRAN Statistics Umur Pendidikan Pekerjaan Kolesterol Kalsium Natrium IMT N Valid 212 212 212 212 212 212 212 Missing 0 0 0 0 0 0 0 Mean 49.06 3.71 4.61 128.70 290.70 294.91 26.660 Std. Deviation 2.939

Lebih terperinci

! "#$"# "%& '(&) *)+ )"$*& ***,-. / 0 + ' / 01. 1 + 2 / 3-, + / 33 3 + ' / 4- - / 13 4 $ */ 1, 5 ( / 01. % / 00 6 $ + ' / 4

! #$# %& '(&) *)+ )$*& ***,-. / 0 + ' / 01. 1 + 2 / 3-, + / 33 3 + ' / 4- - / 13 4 $ */ 1, 5 ( / 01. % / 00 6 $ + ' / 4 BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksplanatori, yang bertujuan untuk menjelaskan pengaruh tingkat kecerdasan emosi dan sikap pada budaya organisasi

Lebih terperinci

ANALISA PENGARUH PRAKTIK KINERJA ORGANISASI DAN SDM TERHADAP KELANCARAN PELAKSANAAN TUGAS ANGGOTA DPRD KABUPATEN BENGKULU TENGAH

ANALISA PENGARUH PRAKTIK KINERJA ORGANISASI DAN SDM TERHADAP KELANCARAN PELAKSANAAN TUGAS ANGGOTA DPRD KABUPATEN BENGKULU TENGAH ANALISA PENGARUH PRAKTIK KINERJA ORGANISASI DAN SDM TERHADAP KELANCARAN PELAKSANAAN TUGAS ANGGOTA DPRD KABUPATEN BENGKULU TENGAH Septi Rindawati Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bengkulu Abstract The focus

Lebih terperinci

REGRESI LINIER OLEH: JONATHAN SARWONO

REGRESI LINIER OLEH: JONATHAN SARWONO REGRESI LINIER OLEH: JONATHAN SARWONO 1.1 Pengertian Apa yang dimaksud dengan regresi linier? Istilah regresi pertama kali dalam konsep statistik digunakan oleh Sir Francis Galton dimana yang bersangkutan

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BB 3 METODE PENELITIN 3.1 Desain/Kerangka Penelitian Berdasarkan dari uraian latar belakang, perumusan masalah, dan teori-teori yang telah dijelaskan sebelumnya, maka kerangka pemikiran dari penelitian

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih.. Dalam

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih.. Dalam BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 21 Pengertian Regresi Linier Pengertian regresi secara umum adalah sebuah alat statistik yang memberikan penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih

Lebih terperinci

PENGARUH PEMBERIAN KOMPENSASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. EKADHARMA INTERNATIONAL Tbk. Oleh: Nurdin*

PENGARUH PEMBERIAN KOMPENSASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. EKADHARMA INTERNATIONAL Tbk. Oleh: Nurdin* PENGARUH PEMBERIAN KOMPENSASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. EKADHARMA INTERNATIONAL Tbk. Oleh: Nurdin* ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemberian

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN JASA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA CV HASPARI PALEMBANG

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN JASA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA CV HASPARI PALEMBANG PENGARUH KUALITAS PELAYANAN JASA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA CV HASPARI PALEMBANG Dibyantoro Nani Cesimariani Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang Abstract The object of this final report is to find

Lebih terperinci

ESENSI Volume 13 No.2 Desember 2010

ESENSI Volume 13 No.2 Desember 2010 PERSEPSI MAHASISWA S1 AKUNTANSI TENTANGPENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPAk) (Studi Kasus Mahasiswa Program S1 Akuntansi IBN) Albertus Karjono Institut Bisnis Nusantara Jl. D.I.Panjaitan Kav. 24 Jakarta

Lebih terperinci

PENGARUH LABA AKUNTANSI DAN KOMPONEN ARUS KAS TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

PENGARUH LABA AKUNTANSI DAN KOMPONEN ARUS KAS TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PENGARUH LABA AKUNTANSI DAN KOMPONEN ARUS KAS TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Satria Pratama (satriapratama582@gmail.com) Dinnul Alfian Akbar (dinnul_alfian_akbar@yahoo.com)

Lebih terperinci

ANALISIS EFEKTIFITAS SIAP-PSB ONLINE DAN KINERJA PANITIA TERHADAP KEPUASAN USER DI WILAYAH DINAS PENDIDIKAN KOTA YOGYAKARTA

ANALISIS EFEKTIFITAS SIAP-PSB ONLINE DAN KINERJA PANITIA TERHADAP KEPUASAN USER DI WILAYAH DINAS PENDIDIKAN KOTA YOGYAKARTA ANALISIS EFEKTIFITAS SIAP-PSB ONLINE DAN KINERJA PANITIA TERHADAP KEPUASAN USER DI WILAYAH DINAS PENDIDIKAN KOTA YOGYAKARTA Setia Wardani, Abidarin Rosidi, Hanif Al Fatta Magister Teknik Informatika STMIK

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi KONTRIBUSI PEMBERIAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAHDAN KEMAMPUAN EKONOM ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR IPS EKONOMI PADA SISWA KELAS VIII SMP N 1 SAMBIREJO TAHUN AJARAN 2012/2013 NASKAH PUBLIKASI Diajukan

Lebih terperinci

Thia Dwi Utami (thia_dwie@yahoo.com) Kardinal (kardinal@stmikmdp.net) Jurusan Akuntansi S1 STIE MDP

Thia Dwi Utami (thia_dwie@yahoo.com) Kardinal (kardinal@stmikmdp.net) Jurusan Akuntansi S1 STIE MDP PENGARUH KESADARAN WAJIB PAJAK DAN SANKSI PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA PALEMBANG SEBERANG ULU Thia Dwi Utami (thia_dwie@yahoo.com) Kardinal (kardinal@stmikmdp.net)

Lebih terperinci

KUESIONER PENELITIAN. Petunjuk pengisian kuesioner

KUESIONER PENELITIAN. Petunjuk pengisian kuesioner KUESIONER PENELITIAN NO Petunjuk pengisian kuesioner 1. Bacalah pertanyaan dengan baik dan teliti. 2. Pilih salah satu jawaban yang menurut Bapak/Ibu/Saudara anggap paling tepat dengan cara memberi tanda

Lebih terperinci

PENGARUH PERIKLANAN DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAAN NASABAH PT. BPR LAKSANA ABADI SUNGGAL

PENGARUH PERIKLANAN DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAAN NASABAH PT. BPR LAKSANA ABADI SUNGGAL PENGARUH PERIKLANAN DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAAN NASABAH PT. BPR LAKSANA ABADI SUNGGAL Oleh: RIZAL AHMAD Staf Pengajar Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi UNPAB Medan ABSTRAK Persaingan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Karangnongko Kabupaten Klaten, seluruh siswa berasal dari pedesaan,

BAB III METODE PENELITIAN. Karangnongko Kabupaten Klaten, seluruh siswa berasal dari pedesaan, 19 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di SMA Negeri 1 Karangnongko Kabupaten Klaten, seluruh siswa berasal dari pedesaan,

Lebih terperinci

PENGARUH CITRA MEREK (BRAND IMAGE) TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA PRODUK PAKAIAN 3SECOND DI SHOWROOM JAVA MALL SEMARANG

PENGARUH CITRA MEREK (BRAND IMAGE) TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA PRODUK PAKAIAN 3SECOND DI SHOWROOM JAVA MALL SEMARANG PENGARUH CITRA MEREK (BRAND IMAGE) TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA PRODUK PAKAIAN 3SECOND DI SHOWROOM JAVA MALL SEMARANG PAULA TIERA PANGESTIKA B11.2009.01862 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Di dunia

Lebih terperinci

PENGARUH PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA PT KERETA API (PERSERO) DIVISI REGIONAL III SUMATERA SELATAN

PENGARUH PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA PT KERETA API (PERSERO) DIVISI REGIONAL III SUMATERA SELATAN PENGARUH PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA PT KERETA API (PERSERO) DIVISI REGIONAL III SUMATERA SELATAN Yoni Fetri Suci (chi3nthaa@yahoo.com) Siti Khairani (siti.khairani@mdp.ac.id)

Lebih terperinci

PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR) DAN NON PERFORMING LOAN (NPL) TERHADAP RETURN ON TOTAL ASSET (ROA) PADA PERBANKAN DI INDONESIA

PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR) DAN NON PERFORMING LOAN (NPL) TERHADAP RETURN ON TOTAL ASSET (ROA) PADA PERBANKAN DI INDONESIA PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR) DAN NON PERFORMING LOAN (NPL) TERHADAP RETURN ON TOTAL ASSET (ROA) PADA PERBANKAN DI INDONESIA Nazir Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh Lhokseumawe E-mail:

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Rumusan Masalah. 8 1.3 Tujuan Penelitian.. 8 1.4 Mamfaat Penelitian...

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Rumusan Masalah. 8 1.3 Tujuan Penelitian.. 8 1.4 Mamfaat Penelitian... DAFTAR ISI Halaman SAMPUL DALAM... i PRASYARAT GELAR... ii LEMBAR PERSETUJUAN... iii PENETAPAN PANITIA PENGUJI... iv PERNYATAN ORISINALITAS... v UCAPAN TERIMAKASIH... vi ABSTRAK... ix ABSTRACT... x DAFTAR

Lebih terperinci

BAB 6 PEMBAHASAN. 6.1 Pengembangan Model Penilaian Kinerja berdasarkan DP3 ditinjau dari

BAB 6 PEMBAHASAN. 6.1 Pengembangan Model Penilaian Kinerja berdasarkan DP3 ditinjau dari 69 BAB 6 PEMBAHASAN 6.1 Pengembangan Model Penilaian Kinerja berdasarkan DP3 ditinjau dari Sudut Metode Penjumlahan Variabel dengan Pendekatan Linier Berganda Berdasarkan tabel.4 di atas, diketahui bahwa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data 3.1.1. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kuantitatif, karena data yang diperoleh nantinya berupa angka. Dari angka

Lebih terperinci

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. Penjaringan Sari Surabaya Timur. Rumah susun Penjaringan Sari ini ini

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. Penjaringan Sari Surabaya Timur. Rumah susun Penjaringan Sari ini ini BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Profil Rusunawa Penjaringan Sari Rumah susun Penjaringan Sari terletak dirumah daerah Rungkut Penjaringan Sari Surabaya Timur. Rumah

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang 57 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Lokasi penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah dimana penelitian tersebut akan dilakukan. Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis

Lebih terperinci

PENGARUH MOTIVASI, GAYA KEPEMIMPINAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KPPN PERCONTOHAN JAMBI, BANGKO DAN MUARA BUNGO

PENGARUH MOTIVASI, GAYA KEPEMIMPINAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KPPN PERCONTOHAN JAMBI, BANGKO DAN MUARA BUNGO PENGARUH MOTIVASI, GAYA KEPEMIMPINAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KPPN PERCONTOHAN JAMBI, BANGKO DAN MUARA BUNGO Suranto (surantokppnbangko@gmail.com) KPPN Bangko, Jambi Etty Puji Lestari

Lebih terperinci

Sehubungan dengan permasalahan penelitian yang penulis teliti. Penelitian deskriptif memberikan gambaran yang lebih mendalam tentang

Sehubungan dengan permasalahan penelitian yang penulis teliti. Penelitian deskriptif memberikan gambaran yang lebih mendalam tentang BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian Deskriptif, dengan metode ini penulis berusaha untuk memecahkan masalah yang dihadapi pada masa

Lebih terperinci

Wahyu Setyawan. Pendahuluan. Lisensi Dokumen: Abstrak. Wahyu.gtx21@gmail.com http://wahyu-setyawan.blogspot.com

Wahyu Setyawan. Pendahuluan. Lisensi Dokumen: Abstrak. Wahyu.gtx21@gmail.com http://wahyu-setyawan.blogspot.com Uji Korelasi Wahyu Setyawan Wahyu.gtx1@gmail.com http://wahyu-setyawan.blogspot.com Lisensi Dokumen: m Seluruh dokumen di StatistikaPendidikan.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas

Lebih terperinci

PENGARUH FAKTOR HYGIENE DAN MOTIVATOR TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT. RIANTO PRIMA JAYA

PENGARUH FAKTOR HYGIENE DAN MOTIVATOR TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT. RIANTO PRIMA JAYA PENGARUH FAKTOR HYGIENE DAN MOTIVATOR TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT. RIANTO PRIMA JAYA Stevianus stevianus@staff.gunadarma.ac.id ABSTRAK. Tujuan utama perusahaan untuk mencapai laba maksimum,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian tentang kebijakan (Policy Research),

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian tentang kebijakan (Policy Research), 45 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tentang kebijakan (Policy Research), menurut Majchrzak yang dikutip dari Riduwan (2007) penelitian kebijakan adalah

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS LAYANAN NILAI NASABAH DAN ATRIBUT PRODUK ISLAM TERADAP KEPUASAN NASABAH

PENGARUH KUALITAS LAYANAN NILAI NASABAH DAN ATRIBUT PRODUK ISLAM TERADAP KEPUASAN NASABAH PENGARUH KUALITAS LAYANAN NILAI NASABAH DAN ATRIBUT PRODUK ISLAM TERADAP KEPUASAN NASABAH ( Studi Pada Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Arjuna Sengonagung Purwosari ) Abdillah Mundir, SE, MM, Yanti

Lebih terperinci

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT. NUTRIFOOD INDONESIA DI JAKARTA

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT. NUTRIFOOD INDONESIA DI JAKARTA PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT. NUTRIFOOD INDONESIA DI JAKARTA Hasbi Widagdo Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta Email: Hasbiwidagdo@yahoo.co.id

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 KUESIONER PENDAHULUAN

LAMPIRAN 1 KUESIONER PENDAHULUAN LAMPIRAN 1 KUESIONER PENDAHULUAN LAMPIRAN 1 1 Responden Yth, Dalam rangka penyusunan Tugas Akhir Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha, sangat diharapkan partisipasinya untuk mengisi kuesioner

Lebih terperinci

Fita Pertiwi, Vidya Vitta Adhivinna Universitas PGRI Yogyakarta, Jl. PGRI I No. 117 Sonosewu, Yogyakarta Email: pertiwifita@yahoo.

Fita Pertiwi, Vidya Vitta Adhivinna Universitas PGRI Yogyakarta, Jl. PGRI I No. 117 Sonosewu, Yogyakarta Email: pertiwifita@yahoo. Pengaruh Risiko, Manfaat dan Kemudahan Penggunaan terhadap Kepercayaan... 421 PENGARUH RISIKO, MANFAAT DAN KEMUDAHAN PENGGUNAAN TERHADAP KEPERCAYAAN NASABAH DALAM MENGGUNAKAN INTERNET BANKING DI YOGYAKARTA

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian pra eksperimental yaitu jenis penelitian yang belum merupakan eksperimen sungguh-sungguh karena masih terdapat variabel

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERGERAKAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) DI BURSA EFEK INDONESIA

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERGERAKAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) DI BURSA EFEK INDONESIA ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERGERAKAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) DI BURSA EFEK INDONESIA Deddy Azhar Mauliano Email : deddy_azharm@yahoo.com Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas

Lebih terperinci

ANALISIS ASPEK-ASPEK YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA KARYAWAN (Studi pada karyawan tetap non edukatif di lingkungan Yayasan Pawyatan Daha Kediri)

ANALISIS ASPEK-ASPEK YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA KARYAWAN (Studi pada karyawan tetap non edukatif di lingkungan Yayasan Pawyatan Daha Kediri) 1 ANALISIS ASPEK-ASPEK YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA KARYAWAN (Studi pada karyawan tetap non edukatif di lingkungan Yayasan Pawyatan Daha Kediri) Nunung Yuliastuti Pandoe Bimowati Fakultas Ilmu Administrasi

Lebih terperinci

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN A. Validitas a. Pengertian Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan kevalidan atau kesahihan suatu instrument. Jadi pengujian validitas itu mengacu pada

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah SMP Negeri 1 Limboto dan SMP

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah SMP Negeri 1 Limboto dan SMP 34 BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Tempat Dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di sekolah SMP Negeri 1 Limboto dan SMP Negeri 2 Limboto, Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo dengan waktu penelitian

Lebih terperinci

UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS 16.0. Disusun oleh: Andryan Setyadharma

UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS 16.0. Disusun oleh: Andryan Setyadharma UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS 16.0 Disusun oleh: Andryan Setyadharma FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2010 1. MENGAPA UJI ASUMSI KLASIK PENTING? Model regresi linier berganda (multiple regression)

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk ,,* N _ PENn. \. I s ^ rut r >, Wit al" BAB III 3w^v METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk mengetahui dan menilai pelaksanaan tugas atau

Lebih terperinci

Lampiran 1. Langkah perhitungan Uji Validitas di SPSS.

Lampiran 1. Langkah perhitungan Uji Validitas di SPSS. 121 Lampiran 1. Langkah perhitungan Uji Validitas di SPSS. 1. Pilih program SPSS for Windows pada komputer anda. Setelah itu, pilih Cancel. 2. Pada variable view, ketik: Nomor1 (Nomor2, Nomor3,, Nomor20)

Lebih terperinci

Raharjo Raharjo@gmail.com http://raharjo.ppknunj.org

Raharjo Raharjo@gmail.com http://raharjo.ppknunj.org Uji Validitas dan Reliabilitas Raharjo Raharjo@gmail.com http://raharjo.ppknunj.org Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di StatistikaPendidikan.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. 1.1. Latar Belakang Masalah...1. 1.2. Identifikasi Masalah... 11. 1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian... 11. 1.3.1. Maksud Penelitian...

DAFTAR ISI. 1.1. Latar Belakang Masalah...1. 1.2. Identifikasi Masalah... 11. 1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian... 11. 1.3.1. Maksud Penelitian... ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran mengenai derajat tingkah laku prososial pada remaja usia 13-15 tahun dalam masyarakat Kasepuhan kawasan Gunung Halimun Jawa Barat. Sesuai dengan

Lebih terperinci

PENGARUH ALOKASI BELANJA LANGSUNG TERHADAP KUALITAS PEMBANGUNAN MANUSIA

PENGARUH ALOKASI BELANJA LANGSUNG TERHADAP KUALITAS PEMBANGUNAN MANUSIA PENGARUH ALOKASI BELANJA LANGSUNG TERHADAP KUALITAS PEMBANGUNAN MANUSIA Titin Vegirawati Universitas IBA Palembang Abstract Local governments carry out the wheels of government to implement the development.

Lebih terperinci

BAB III METOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan jenis kuantitatif,

BAB III METOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan jenis kuantitatif, BAB III METOLOGI PENELITIAN 3.1. Jenis dan Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan jenis kuantitatif, oleh karena itu digunakan pendekatan secara kuantitatif yaitu suatu

Lebih terperinci

JSM (Jurnal Sains Manajemen) ISSN : 2302-1411 Program Magister Sains Manajemen UNPAR Volume II, Nomor 2, September 2013

JSM (Jurnal Sains Manajemen) ISSN : 2302-1411 Program Magister Sains Manajemen UNPAR Volume II, Nomor 2, September 2013 Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pengalaman Kerja, Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Melalui Disiplin Kerja Karyawan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah Juni Dwi Astono Email : Junidwiastono@yahoo.com

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kualitatif yang menghasilkan gambaran tentang profil kemampuan

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kualitatif yang menghasilkan gambaran tentang profil kemampuan BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang menghasilkan gambaran tentang profil kemampuan komunikasi

Lebih terperinci

Analisis Pengaruh Kompensasi terhadap Motivasi dan Kinerja (Studi Kasus Dosen Ekonomi pada Perguruan Tinggi Swasta)

Analisis Pengaruh Kompensasi terhadap Motivasi dan Kinerja (Studi Kasus Dosen Ekonomi pada Perguruan Tinggi Swasta) JURNAL PENELITIAN KEPENDIDIKAN, TAHUN 18, NOMOR 1, OKTOBER 2008 Analisis Pengaruh Kompensasi terhadap Motivasi dan Kinerja (Studi Kasus Dosen Ekonomi pada Perguruan Tinggi Swasta) Heri Sudarsono Fakultas

Lebih terperinci

PENGARUH PERSEPSI MANFAAT, KEMUDAHAN PENGGUNAAN, RESIKO, DAN KEPERCAYAAN TERHADAP MINAT NASABAH DALAM MENGGUNAKAN INTERNET BANKING

PENGARUH PERSEPSI MANFAAT, KEMUDAHAN PENGGUNAAN, RESIKO, DAN KEPERCAYAAN TERHADAP MINAT NASABAH DALAM MENGGUNAKAN INTERNET BANKING PENGARUH PERSEPSI MANFAAT, KEMUDAHAN PENGGUNAAN, RESIKO, DAN KEPERCAYAAN TERHADAP MINAT NASABAH DALAM MENGGUNAKAN INTERNET BANKING BRI (STUDI KASUS: SELURUH NASABAH BANK BRI JAKARTA) Latif Fullah 1 dan

Lebih terperinci

PENGARUH PERPUTARAN AKTIVA TETAP TERHADAP PROFITABILITAS PADA RUMAH SAKIT UMUM HERNA MEDAN

PENGARUH PERPUTARAN AKTIVA TETAP TERHADAP PROFITABILITAS PADA RUMAH SAKIT UMUM HERNA MEDAN PENGARUH PERPUTARAN AKTIVA TETAP TERHADAP PROFITABILITAS PADA RUMAH SAKIT UMUM HERNA MEDAN Oleh Hormaingat Damanik, SE., MM & Asima Kristina Fakultas Ekonomi Universitas Darma Agung Abstract Fix assets

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian itu sebagai factor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau segala

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian itu sebagai factor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau segala BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Menurut Sumadi suryabrata, variable sering dikatakan sebagai gejala yang menjadi obyek pengamatan penelitian. Sering juga dinyatakan variable penelitian

Lebih terperinci

Konfounding dan Interaksi. Departemen Biostatistika FKM UI, 2010

Konfounding dan Interaksi. Departemen Biostatistika FKM UI, 2010 Konfounding dan Interaksi Departemen Biostatistika FKM UI, 2010 CONFOUNDING Dari bahasa latin cunfundere (to mix together) Pengertian: Suatu distorsi (gangguan) dalam menaksir pengaruh paparan terhadap

Lebih terperinci

Oleh: Yuliana Mulyani STIE AUB SURAKARTA. Abstract

Oleh: Yuliana Mulyani STIE AUB SURAKARTA. Abstract ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LOYALITAS PELANGGAN PASAR SWALAYAN DENGAN KEPUASAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Kasus Pada Pasar Swalayan Luwes di Purwodadi) Oleh: Yuliana Mulyani STIE

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN. Nur Hayati ABSTRAK

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN. Nur Hayati ABSTRAK PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN ( Kasus pada Kereta Api Kelas Eksekutif Turangga ) ABSTRAK Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh kualitas pelayanan melalui dimensidimensi (tangible,

Lebih terperinci

BAB III. METODE PENELITIAN. Dalam penulisan skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian

BAB III. METODE PENELITIAN. Dalam penulisan skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian 34 BAB III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Dalam penulisan skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan dengan melakukan penggambaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Diskripsi Data Kemampuan Awal 1. Data Kemampuan Awal Prestasi Belajar Matematika Data yang digunakan kemampuan awal adalah nilai UAN keltika masuk MTs mata pelajaran

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN JASA FOTO COPY TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN FE UPI Y.A.I

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN JASA FOTO COPY TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN FE UPI Y.A.I PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN JASA FOTO COPY TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN FE UPI Y.A.I Siti Aisyah Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Persada Indonesia Y.A.I, Jakarta email:

Lebih terperinci

Kata kunci : harga saham, volume perdagangan, ukuran perusahaan, bid ask spread.

Kata kunci : harga saham, volume perdagangan, ukuran perusahaan, bid ask spread. PENGARUH HARGA SAHAM, VOLUME PERDAGANGAN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP BID-ASK SPREAD PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Viri Anggraini (virianggraini@ymail.com)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif, dimana penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif, dimana penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis atau rancangan penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif, dimana penelitian diarahkan untuk mendiskripsikan suatu keadaan secara objektif (Notoatmodjo,

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH PENERAPAN PELAYANAN PELANGGAN DENGAN SISTEM E-COMMERCE TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DAN KUALITAS JASA LAYANAN PELANGGAN

ANALISIS PENGARUH PENERAPAN PELAYANAN PELANGGAN DENGAN SISTEM E-COMMERCE TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DAN KUALITAS JASA LAYANAN PELANGGAN ANALISIS PENGARUH PENERAPAN PELAYANAN PELANGGAN DENGAN SISTEM E-COMMERCE TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DAN KUALITAS JASA LAYANAN PELANGGAN Erna Mulyati, Liane Oktariani Politeknik Pos Indonesia,

Lebih terperinci

KORELASI DAN REGRESI LINIER SEDERHANA

KORELASI DAN REGRESI LINIER SEDERHANA KORELASI DAN REGRESI LINIER SEDERHANA 1. Pendahuluan Istilah "regresi" pertama kali diperkenalkan oleh Sir Francis Galton pada tahun 1886. Galton menemukan adanya tendensi bahwa orang tua yang memiliki

Lebih terperinci

Perbedaan Pemahaman Mahasiswa Akuntansi Dan Manajemen Terhadap Mata Kuliah Dasar Dasar Akuntansi

Perbedaan Pemahaman Mahasiswa Akuntansi Dan Manajemen Terhadap Mata Kuliah Dasar Dasar Akuntansi Perbedaan Pemahaman Mahasiswa Akuntansi Dan Manajemen Terhadap Mata Kuliah Dasar Dasar Akuntansi Novan Adriansyah (adriansyah_novan@yahoo.com) Betri Sirajuddin (betri.sirajuddin@facebook.com) Jurusan Akuntansi

Lebih terperinci

LAMPIRAN. F 8 Mendefinisikan masalah Mengetahui dan memahami masalah UF 26 F 14 F 20 F 2 UF 9

LAMPIRAN. F 8 Mendefinisikan masalah Mengetahui dan memahami masalah UF 26 F 14 F 20 F 2 UF 9 LAMPIRAN Lampiran 1 Dimensi Dukungan Sosial Dimensi Indikator UF/F Urut UF 1 F 8 Mendefinisikan masalah Mengetahui dan memahami masalah UF 26 F 14 F 20 F 2 UF 9 Identifikasi Kriteria Membuat kriteria jurusan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. 1. Variabel Tergantung : Kecenderungan Kenakalan Remaja

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. 1. Variabel Tergantung : Kecenderungan Kenakalan Remaja BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian 1. Variabel Tergantung : Kecenderungan Kenakalan Remaja 2. Variabel Bebas : a.persepsi Keharmonisan Keluarga : b. Konsep Diri B. Definisi Operasional

Lebih terperinci

PENGARUH MODAL SENDIRI, MODAL LUAR, DAN VOLUME USAHA PADA SISA HASIL USAHA KOPERASI DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

PENGARUH MODAL SENDIRI, MODAL LUAR, DAN VOLUME USAHA PADA SISA HASIL USAHA KOPERASI DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PENGARUH MODAL SENDIRI, MODAL LUAR, DAN VOLUME USAHA PADA SISA HASIL USAHA KOPERASI DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA The Influence of Own Capital, Loan Capital and Business Volume on Added Value

Lebih terperinci