Komplain, kesalahan dan manajemen peningkatan, banding Complaints, failure and improvement management, appeals

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Komplain, kesalahan dan manajemen peningkatan, banding Complaints, failure and improvement management, appeals"

Transkripsi

1 PT TUV Rheinland Indonesia Berlaku mulai/ Valid from: Komplain, kesalahan dan manajemen peningkatan, banding management, appeals Pemilik proses/ Process Owner: Customer Service Department Disetujui/ Approved: Revisi/ Revision: 4.0 Halaman/Page: 1 / 7 MR Adopted and modify from EN-DE-6010-PRC-CAI -UV-G-QEM Rev6 date Catatan umum General notes Prosedur ini utuh tanpa diagram alir. Pada bagian akhir, terdapat daftar semua dokumen-dokumen terkait. The procedure is complete without a flowchart. At the end, there is a list of all applicable documents. 2 Rangkuman penjelasan tahapan proses-proses Overview of the explained process steps Nr. Tema Theme a 40b 40c 40d 40e Informasi umum Proses-proses peningkatan Proses banding Proses komplain Penyaluran komplain (melalui database komplain) Pelaporan kembali ke pengaju komplain Pengolahan komplain Penyelesaian komplain Dokumentasi dalam Databese komplain Verifikasi/inspeksi efektivitas Penyelesaian perselisihan General information Improvement process Appeals process Complaint/ process Passing on the complaint (by complaints database/ Customer Voice database) Reporting back to the complainant Processing of the complaint Completion of the complaint Documentation in the Complaints Database/ Customer Voice Database Verification/inspection of the effectiveness Completion of the Dispute 3 Penjelasan tahapan proses Explanation of the process steps Nr. Penjelasan Explanation 10 Informasi umum Proses ini mengarahkan penanganan usulan peningkatan internal/eksternal, termasuk komplain dan juga banding internal/eksternal. Setiap kesalahan, usulan peningkatan, komplain dan banding dicatat secara terpusat di kantor Jakarta. Tindakan dilakukan oleh bagian terkait. Prosedur ini mencakup semua keluhan, peningkatan dan banding yang ditujukan untuk layanan oleh PT TUV Rheinland Indonesia. Komplain terkait hal-hal yang masuk cakupan akreditasi mengacu pada TR Cert Prosedur. General information This process instructs deals with internal/external suggested improvements, internal/external complaints as well as appeals. Errors, suggested improvements, complaints and appeals are each recorded centrally in the corresponding Jakarta office. Actions are stipulated by the corresponding sections. This procedure covers all complaints, failure, improvements and appeals as addressed to all services under PT TUV Rheinland Indonesia. Complaints regarding matters which fall under accreditations held are referred to TR Cert Procedure. 20 Proses peningkatan Poin berikut yang dimaksud dalam proses ini: Kesalahan dan area-area potensi peningkatan diantara berbagai hal seperti tinjauan manajemen, audit internal, audit eskternal. Ide-ide CIP (proses peningkatan berkelanjutan) Improvement process The following items are dealt with in this process: Errors and areas of potential improvement amongst other things from the management review, internal audits, external audits. CIP (Continuous Improvement Process) ideas

2 Halaman/Page: 2 / 7 Kesalahan dan area-area potensi peningkatan dari audit internal dan eksternal diterapkan oleh bagian terkait yang diaudit atau diperiksa selama tinjauan manajemen. Sebuah daftar kesalahan dikumpulkan dari seluruh dunia dan peningkatan dari audit internal tersedia bagi auditor internal untuk tujuan berbagi pengalaman untuk mencegah agar tidak terjadi di belahan dunia yang lain. Errors and areas of potential improvement from internal and external audits are implemented by the respective audited sections or assessed during the management review. A list of the errors discovered throughout the world and improvements from internal audits is available. 30 Proses banding Appeals process Proses banding adalah proses dimana terdapat pihak luar / klien yang tidak menyetujui hasil keputusan audit, inspeksi, sertifikasi dan layanan lainnya. Harus dijaminkan bahwa personil yang termasuk dalam proses penyelesaian banding bukanlah personil yang sama dengan yang melakukan audit, inspeksi, layanan lainnya dan pembuat keputusan sertifikasi dan layanan. Pengajuan, pemeriksaan dan keputusan terkait banding tidak menjadikan personil yang mengajukan komplain dirugikan. Personil pengaju banding akan diinformasikan bahwa pengajuan keberatan sudah diterima, laporan perkembangan dan hasilnya dan akan dikonfirmasikan pada waktu yang sesuai. Tata cara penanganan banding: 1. Informasi banding diterima dan dicatat oleh Customer Service. 2. Business manager terkait akan membentuk tim penanganan keberatan yang terdiri dari bisa saja business manager terkait, auditor/ inspektur dan/atau certifier yang tidak terlibat langsung dengan pengambilan keputusan yang dibandingkan, untuk membahas penyelesaian banding yang telah diajukan. 3. Hasil penyelesaian banding akan dikomunikasikan oleh Customer Service kepada personil pengaju keberatan. 4. Banding, termasuk tindakan yang diambil untuk memecahkan masalah, dilacak dan dicatat di Customer Voice database. Appeal process is a process where there are outsiders/ Clients who do not approve of the decision of the audit, inspection, certification and other services. It shall be ensured the people who are included within the process involving interaction with appeals are not the same people who carried out the audits, inspections, other services and made the certification and service decision. The submission, examination and decisions relating to appeals do not lead to the person making the complaint being disadvantaged. The person submitting the complaint will be informed of the receipt of the objection, progress reports and the result and have it confirmed in good time. Guidance for handling appeals: 1. Appeals information received and recorded by Customer Service. 2. Related business manager will create handling appeals team that may consist of related business manager, independent auditor/ inspector and/or certifier, to discuss the completion of appeals. 3. Completion result of appeals meeting will be communicated by Customer Service to person who sent appeals. 4. The appeals, including the actions taken to solve them, are tracked and recorded in the Customer Voice database Tim departemen Customer Service akan menerima dan mendaftarkannya, menyediakan konfirmasi penerimaan, laporan perkembangan dan pemberitahuan hasilnya. The Customer Service department's team will receive and register it, provide confirmation of receipt, progress reports and notification of the results.

3 Halaman/Page: 3 / 7 Badan sertifikasi melakukan validasi/investigasi dan memeriksa keberatan tersebut. Jika tidak tercapai kesepakatan tahap ini, governing board harus dikonsultasikan. Hasil dari banding terdahulu harus dipertimbangkan selama pemeriksaan. Hasil dari komite sertifikasi adalah keputusan tindakan apa yang harus dilakukan sebagai respon. Hal ini didokumentasikan dalam log komite sertifikasi. Banding, termasuk tindakan yang diambil untuk menanganinya, ditelusuri dan direkam terpusat dalam log Customer Service departmen/komite sertifikasi. Komite sertifikasi menjamin perbaikan dan tindakan korektif dilakukan. 40 Komplain/ proses Komplain dapat bersumber dari internal/eksternal. 40a Penyaluran komplain (melalui database) Semua komplain yang masuk disalurkan ke departemen Customer Service melalui database komplain. CS adalah unit pusat untuk manyalurkan komplain ke unit/ kantor terkait. The certification body validates/investigates and assesses the objection. If no agreement should be reached here the governing Board shall be consulted. Results from earlier appeals must be taken into account during the assessment. The result of the certification committee is a decision as to which actions should be taken as a response. This is documented in the log of the certification committee. The appeals, including the actions taken to solve them, are tracked and recorded centrally in the Customer Service department team /certification committee log. The certification committee ensures that corrections and corrective actions are taken. Complaint/ process These can be of an internal and external nature. Passing on the complaint (by complaints database) All incoming complaints are sent to the Customer Service department through the Customer Voice database. CS as a central unit forwards the complaints to the corresponding units/ offices. 40b Pelaporan kembali komplain Pengaju komplain menerima konfirmasi penerimaan dari CS (telepon/ /fax) paling lambat empat hari sejak komplain diterima. Reporting back to the complaint The complainant receives a confirmation of receipt from the CS (phone/ /fax) at the latest four days following the receipt of the complaint. 40c Pengolahan komplain Berdasarkan skala prioritas, CS harus menanggapi dalam jangka waktu 1-21 hari (sistem 3 tingkat; penyimpangan dari jadwal sangat dimungkinkan dalam kasus tertentu, hal ini akan ditentukan dalam monitoring mingguan). Jika tidak ada tanggapan, CS dan atasannya akan dihubungi kembali. Jika tidak ada tanggapan setelah lebih dari satu minggu, CS akan diingatkan lagi, dengan tembusan pengingat ditujukan kepada Direktur Marketing & Business Development. Processing of the complaint According to the priority, the CS must respond within 1-21 days (Deviations from the schedule are possible in exceptional cases, these will be determined in weekly monitoring). If there is no response, the CS and his superior will be contacted again. If there is no response after one more week, the CS will be reminded again, with a copy of the reminder going to the Marketing & Business Development Director. Manager MR bertanggungjawab untuk Memastikan bahwa Analisa penyebab diambil Melakukan tindakan korektif The MR is responsible for Ensuring that Analysis of the causes is taken Stipulation of corrective actions

4 Halaman/Page: 4 / 7 Verifikasi/inspeksi efektifitas tindakan korektif Jika memungkinkan proposal untuk tujuan pencegahan untuk potensi keluhan terkait dengan potensi kesalahan atau penyimpangan dari umpan balik pelanggan, audit internal dan eksternal serta pengendalian operasional. Informasi dari semua personil yang terkena dampak tindakan korektif/pencegahan, terutama klien terkait. Analisa dari penyebab dan perbaikan serta tindakan perbaikan yang sesuai mungkin melibatkan bagian yang bertanggung jawab terhadap layanan terkait dimana keluhan dilayangkan. Semua informasi didokumentasikan oleh CS dalam database komplain. Jika komplain berpengaruh terhadap pelanggan tersertifikasi, investigasi komplain harus mempertimbangkan efektifitas dari sistem manajemen tersertifikasi. Jika keluhan menyangkut produk yang disertifikasi, penyelidikan dari keluhan harus mempertimbangkan proses sertifikasi sebelumnya termasuk tinjauan terhadap laporan-laporan pengujian. Komplain kritikal harus diperlakukan sebagai prioritas absolut dari segi waktu, contoh; dimana keraguan muncul mempertimbangkan kualitas perusahaan atau produk tersertifikasi atau ada keraguan dalam hal observasi standar terkait dimana perusahaan atau produk yang disertifikasi. Harus diinspeksi apakah komplain tidak menimbulkan konsekuensi terhadap keputusan sertifikasi. Jika diperlukan kantor sertifikasi/pengendali proyek harus diinformasikan dan tindakan yang sesuai harus diterapkan. Klien terkait diinformasikan mengenai komplain The client is informed about the complaint and if Verification/inspection of the effectiveness of the corrective actions If necessary proposal of preventive measures for the potential complain regarding potential errors or deviations resulting from feedback of customer, internal and external audit and operational control. Information of all the persons affected by the corrective/preventive actions, in particular the client. Analysis of the causes and respective correction and corrective action may involve the section responsible for the related services where complaints are addressed. All the information is documented by CS in the complaints database. If the complaint concerns a certified customer, the investigation of the complaint must take account of the effectiveness of the certified management system. If complaints concerning certified products, the investigation of the complaint must take account of the precious certification process including assessment of test reports. Critical complaints must be treated as an absolute priority in time terms. e.g.: where doubts exist concerning the quality of the certified company or product or there are doubts concerning the observation of the standard in accordance with which the company or product are certified. It must be inspected whether the complaint has ramifications upon the certification decision. If necessary the certification office/project controller must be informed and appropriate actions must be taken. Auditor, inspektor or engineer pelaksana harus The corresponding auditors, inspector or engineer tergabung dalam proses ini. Auditor, inspektor in charge must also be included in this process. atau engineer pelaksana diminta mengajukan The auditors, inspector or engineer in charge are suatu pernyataan mengenai audit terkait dengan demanded to submit a statement concerning the komplain tersebut kepada MR. related audit in terms of the complaint to the MR.

5 Halaman/Page: 5 / 7 tersebut dan jika diperlukan sebuah pernyataan juga diminta darinya. necessary a statement will also be requested from him. Jika tidak diperoleh jalan keluar yang sesuai atau diajukannya banding, tahap proses 30 akan diterapkan (banding). Dalam kasus ini tindakan korektif yang ditentukan komite akan diterapkan. Selain dari tindakan korektif tersebut juga harus diterapkan perhatian khusus terhadap hal ini dalam audit berikutnya oleh auditor dan harus diinspeksi apakah komplain tersebut telah tercakup dalam sistem manajemen komplain pelanggan. Di tahapan ini komplain untuk sertifikasi sistem manajemen akan didokumentasikan dalam ZQB di bagian remarks dalam audit berikutnya. Manajemen kantor sertifikasi menentukan (jika diperlukan dalam hubungannya dengan pelanggan dan pengaju komplain) apakah, dan jika ya, hingga cakupan subyek terkait komplain seperti halnya solusinya harus dapat diakses oleh publik. 40d Penyelesaian komplain Sebuah surat final dikirimkan kepada pihak yang mengajukan komplain oleh Manager unit bisnis terkait dan diketahui MR atau laporan sementara dikirimkan paling lambat 30 (jika mungkin) hari terhitung penerimaan komplain. Keputusan yang dikomunikasikan kepada pengaju komplain harus dilaksanakan atau diperiksa dan disetujui oleh personil yang tidak terlibat dalam kasus dimana keberatan tersebut berasal. In cases in which there is no amicable solution or appeals are raised, process step 30 will be initiated (appeals). In this case the corrective action stipulated by the committees will be implemented. Irrespective of the corrective actions that then have to be stipulated special attention must be paid to this item in the next audit by the auditors and it must be inspected whether the complaint has found its way into the customer's complaint management system. To this end the complaint for certification of Management System will be documented in the ZQB beneath the next audit in the remarks section. The management of the certification office stipulates (if necessary in conjunction with the customer and the complainant) whether and, if so, to what extent the subject matter of the complaint as well as its solution must be made accessible to the public. Completion of the complaint A final letter is sent to the party submitting the complaint by the business field manager relevant and acknowledge by MR or an interim report is sent at the latest 30 (if possible) days following the receipt of the complaint. The decision that is to be communicated to the complainant must be carried out or assessed and approved by people who were not previously involved in the matter that the objection was based on. 40e Dokumentasi dalam Database Komplain Registrasi semua komplain dan penomorannya dilakukan melalui database Customer Voice Komplain eksternal terkait akreditasi TR Cert harus dilaporkan juga dalam Database Komplain (oleh personal yang berwenang sesuai didalam TR Cert system). Documentation in the Complaints Database The registration of all the complaints and the numbering is carried out by the database of Customer Voice. External complaints which concern TR Cert s accreditation must be reported also in the Complaints Database (by authorized person in TR Cert System) 50 Verifikasi/inpeksi efektifitas Efektifitas tindakan yang dilakukan akan diinspeksi pada interval reguler oleh MR atau manajer produk terkait. Tindakan tambahan akan ditentukan Verification/inspection of the effectiveness The effectiveness of the actions carried out will be inspected at regular intervals by the MR or the respective product manager. An additional action

6 Halaman/Page: 6 / 7 apabila ditemukan tidak cukup efektif. Sebagai tambahannya, Manajer Customer Care meninjau pengelolaan komplain dalam interval reguler. will be stipulated if it was not effective enough. In addition to that, the Customer Care Manager reviews the processing of complaints at regular intervals. 51 Penyelesaian Perselisihan Untuk laporan yang berisi Perselisihan, maka Lem baga terakreditasi TRID akan melakukan tindakan koreksi berikut : Mempelajari pokok masalah yang menjadi perselisihan antara Lembaga Terakreditasi TRID dengan pihak lain yang terlibat dalam perselisihan tersebut. Untuk menyelesaikan masalah tersebut maka Lembaga Terakreditasi TRID akan menempuh cara musyawarah untuk mendapatkan mufakat. Musyawarah yang dimaksud adalah duduk bersama melihat referensi-referensi yang ada seperti standar dan pedoman dari BSN, KAN dan Asosiasi maupun regulasi-regulasi yang datang dari department teknis. Apabila perselisihan dapat diselesaikan maka seluruh rekaman yang muncul akibat perselisihan tersebut harus disimpan dengan baik. Apabila musyawarah tidak menghasilkan kata sepakat tentang penyelesaian perselisihan, maka Lembaga Terakreditasi TRID akan mengusulkan penyerahan penyelesaian perselisihan tersebut ke Badan Arbitrasi Nasional (BANI) untuk diselesaikan pada tingkat pertama dan terakhir menurut prosedur BANI. Jika kesepakatan tidak terjadi, Pihak yang merasa dirugikan dapat mengajukan persoalannya kepada Dewan Arbitrase yang terdiri dari seorang anggota yang ditunjuk oleh Lembaga Terakreditasi TRID, seorang anggota yang ditunjuk oleh pihak yang merasa dirugikan dan seorang anggota yang dipilih dan disetujui oleh kedua belah fihak. Apabila cara Arbitrase pun belum dapat memecahkan perselisihan yang ada maka sebagai jalan terakhir adalah meminta pandangan penasehat hukum, apabila ada rencana pengajuan ke pengadilan. Completion of the Dispute For the report containing dispute, TRID Accreditation Body will perform corrective actions as follows: Intensively investigate the root cause of the disputed objects between TRID Accreditation Body with the other party involves in the dispute. To solve the problem, TRID Accreditation Body will promote a discussion to meet a deal. The intended discussion is to sit together to review the any available and relevant references including standards and manuals from BSN, KAN and association as well as regulations from the technical departments. If dispute is solved hence all records arising as impact of dispute must be maintained accordingly. If the discussion could not meet a deal regarding with dispute, hence TRID Accreditation Body will propose dispute resolution to the National Arbitration Board (BANI) to be solved in the first and last levels in accordance with procedures of BANI. If deal is not met, defendant may propose the dispute to Arbitration Board who consists of one representative who is appointed by TRID accreditation bodies (plaintiff), one representative who is appointed by defendant, and one representative who is selected and approved by both parties (plaintiff and defendant). If arbitration could even solve the arising dispute, the last option is to obtain the review from legal adviser if the court dispute settlement is considered.

7 Halaman/Page: 7 / 7 4 Dokumen yang juga berlaku Documents that also apply Contoh-contoh surat Sample letters ISO/IEC ISO/IEC Pedoman BSN 401:2000 Pedoman BSN 401:2000 SNI ISO IEC 17065:2012 SNI ISO IEC 17065:2012

COMPLAINTS AND GRIEVANCES

COMPLAINTS AND GRIEVANCES PT. Mutuagung Lestari Agri Management certification Subdiv. Jl. Raya Bogor No. 19, Km. 33,5 Cimanggis Depok 16953, phone. No. 62-21 8740202, Fax. 62-21 87740746 Sources : SPO-214 Complaints and Grievances

Lebih terperinci

CERTIFICATION PROCEDURE. CHANGE HISTORY Rev. Effective Date Reason / Nature of Changes DCR # Dibuat oleh: Diperiksa oleh: Disetujui oleh:

CERTIFICATION PROCEDURE. CHANGE HISTORY Rev. Effective Date Reason / Nature of Changes DCR # Dibuat oleh: Diperiksa oleh: Disetujui oleh: of 5 CHANGE HISTORY Rev. Effective Date Reason / Nature of Changes DCR # 0 11.07.2007 - Dokumen dibuat - /- 1 12.12.2011 Revisi referensi Pedoman KAN - /- 2 3 4 5 Dibuat oleh: Diperiksa oleh: Disetujui

Lebih terperinci

Soil Association Certification Appeal and Complaint Resolution Procedure

Soil Association Certification Appeal and Complaint Resolution Procedure <Prosedur Penyelesaian Keluhan dan Banding Soil Association Certification> Soil Association Certification Appeal and Complaint Resolution Procedure 1 Policy To ensure the public accountability

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 1992 TENTANG PENGESAHAN AGREEMENT BETWEEN THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA AND THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF THE SUDAN ON ECONOMIC AND

Lebih terperinci

Audit Internal dan Kaji Ulang Managemen

Audit Internal dan Kaji Ulang Managemen LABORATORIUM SENTRAL ILMU HAYATI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG Audit Internal dan Kaji Ulang Managemen JONI KUSNADI AUDIT INTERNAL LABORATORIUM DEFINISI AUDIT Sebuah proses yang sistematik, independen,

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 24 TAHUN 1989 TENTANG PENGESAHAN AGREEMENT BETWEEN THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA AND THE GOVERNMENT OF THE GERMAN DEMOCRATIC REPUBLIC ON ECONOMIC AND TECHNICAL COOPERATION

Lebih terperinci

REPCON Kelautan. Skema Pelaporan Sukarela dan Rahasia

REPCON Kelautan. Skema Pelaporan Sukarela dan Rahasia REPCON Kelautan Skema Pelaporan Sukarela dan Rahasia REPCON Skema Pelaporan Sukarela dan Rahasia REPCON adalah skema pelaporan sukarela dan rahasia. REPCON memungkinkan siapapun yang memiliki perhatian

Lebih terperinci

TATA TERTIB RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk Jakarta, 21 Mei 2015

TATA TERTIB RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk Jakarta, 21 Mei 2015 TATA TERTIB RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk Jakarta, 21 Mei 2015 RULES OF THE ANNUAL GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS AND EXTRAORDINARY

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 48 TAHUN 1992 TENTANG PENGESAHAN PROPOSED THIRD AMENDMENT OF THE ARTICLES OF AGREEMENT OF THE INTERNATIONAL MONETARY FUND PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci : Asas Pembuktian Sederhana, Kepailitan, Alternatif Penyelesaian Sengketa.

ABSTRAK. Kata Kunci : Asas Pembuktian Sederhana, Kepailitan, Alternatif Penyelesaian Sengketa. ABSTRAK Hal yang lazim dilakukan dalam dunia bisnis modern adalah untuk kecepatan dan kepastian dalam transaksi bisnis, dalam era dimana semua pihak seakan-akan sudah berkonsentrasi pada kepentingan pihak

Lebih terperinci

IWBC User Guidebook. Independent Whistle Blower Center

IWBC User Guidebook. Independent Whistle Blower Center IWBC User Guidebook Independent Whistle Blower Center How to use this guidebook? This guidebook is designed to help you in using the IWBC (Independent Whistle Blower Center) of your company. Please follow

Lebih terperinci

Borang Laporan Audit Internal Mutu dan Daftar Ketidaksesuaian (Corrective Action Requirement CAR)

Borang Laporan Audit Internal Mutu dan Daftar Ketidaksesuaian (Corrective Action Requirement CAR) Kategori, Status, 1. KTS/ Old, 2. KTS/ New, 3. KTS/ New, Tinjauan Manajemen (5.6) Kepuasan Pelanggan (8.2.1) Analisis Data (8.4.a) Infrastruktur (6.3) - Pelaksanaan Tinjauan Manajemen (management review)

Lebih terperinci

Lanjutan ISO Konsistensi Mutu. 6. Aspek Legal. 7. Peningkatan Produktivitas. 8. Meningkatkan unjuk kerja keuangan. 9.

Lanjutan ISO Konsistensi Mutu. 6. Aspek Legal. 7. Peningkatan Produktivitas. 8. Meningkatkan unjuk kerja keuangan. 9. STANDARISASI (ISO) Sistem manajemen mutu yang berlaku secara internasional adalah ISO 9000 (The International Organization for Standardization) Tujuan ISO adalah mengembangkan dan mempromosikan standar-standar

Lebih terperinci

Kata Kunci: Standard Operating Procedure, ISO 9001:2008, Klausul 8, Business Process Improvement

Kata Kunci: Standard Operating Procedure, ISO 9001:2008, Klausul 8, Business Process Improvement USULAN PERBAIKAN PROSES BISNIS, STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) DAN DOKUMEN PENDUKUNG LAINNYA SESUAI DENGAN REQUIREMENT KLAUSUL 8 ISO 9001:2008 PADA PT. ADETEX FILAMENT DENGAN METODE BUSINESS PROCESS

Lebih terperinci

3. Customer cannot filed the financial claim caused by immaterial damages such as defamation and unpleasant deeds (misdemeanor).

3. Customer cannot filed the financial claim caused by immaterial damages such as defamation and unpleasant deeds (misdemeanor). MEDIASI PERBANKAN Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 8/5/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 sebagaimana telah diubah melalui Peraturan Bank Indonesia No. 10/1/PBI/2008 tanggal 29 Januari 2008 dan

Lebih terperinci

Kendali dan Audit Sistem Informasi. Catatan: diolah dari berbagai sumber Oleh: mardhani riasetiawan

Kendali dan Audit Sistem Informasi. Catatan: diolah dari berbagai sumber Oleh: mardhani riasetiawan Kendali dan Audit Sistem Informasi Catatan: diolah dari berbagai sumber Oleh: mardhani riasetiawan Bidang Pekerjaan IT di perusahaan System Analyst Programmer Administrator (Network, system, database)

Lebih terperinci

Keywords: Internal Audit, Quality Public Services.

Keywords: Internal Audit, Quality Public Services. ABSTRACT The quality of public services provided by companies should be increased from time to time. To improve the quality of service required a competent person to see anything that is not in accordance

Lebih terperinci

Informasi Teknik. : Prosedur pelaksanaan verifikasi pertengahan (Intermediate verification) ISPS Code terhadap kapal.

Informasi Teknik. : Prosedur pelaksanaan verifikasi pertengahan (Intermediate verification) ISPS Code terhadap kapal. Informasi Teknik No. : 069-2016 25 Agustus 2016 Kepada Perihal : Semua pihak yang berkepentingan : Prosedur pelaksanaan verifikasi pertengahan (Intermediate verification) ISPS Code terhadap kapal. Ringkasan

Lebih terperinci

ADRO? Signal. Time Frame Daily Weekly monthly. Lucky Bayu Purnomo Technical Analyst. PT.Danareksa ( Persero ) Jl.Medan merdeka selatan No.

ADRO? Signal. Time Frame Daily Weekly monthly. Lucky Bayu Purnomo Technical Analyst. PT.Danareksa ( Persero ) Jl.Medan merdeka selatan No. ADRO? Signal Time Frame Daily Weekly monthly Lucky Bayu Purnomo Technical Analyst PT.Danareksa ( Persero ) Jl.Medan merdeka selatan No.14 Tlp : 021 2955 5777 Fax : 021 350 1524 Email : luckyb@danareksa.com

Lebih terperinci

Pengenalan ISO 9001:2015. Pusat Jaminan Mutu Universitas Brawijaya, Malang Tahun 2016

Pengenalan ISO 9001:2015. Pusat Jaminan Mutu Universitas Brawijaya, Malang Tahun 2016 Pengenalan ISO 9001:2015 Pusat Jaminan Mutu Universitas Brawijaya, Malang Tahun 2016 1 Implementasi ISO 9001:2008 di UB Sejak tanggal 14 November 2011, secara resmi UB mendapatkan Sertifikat ISO 9001:2008

Lebih terperinci

Penilaian Kesesuaian Ketentuan umum penggunaan tanda kesesuaian produk terhadap SNI

Penilaian Kesesuaian Ketentuan umum penggunaan tanda kesesuaian produk terhadap SNI PSN 306-2006 Pedoman Standardisasi Nasional Penilaian Kesesuaian Ketentuan umum penggunaan tanda kesesuaian produk terhadap SNI Badan Standardisasi Nasional PSN 306-2006 Daftar isi Daftar isi i Prakata

Lebih terperinci

PIAGAM KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI PT. INDORITEL MAKMUR INTERNASIONAL Tbk

PIAGAM KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI PT. INDORITEL MAKMUR INTERNASIONAL Tbk PIAGAM KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI PT. INDORITEL MAKMUR INTERNASIONAL Tbk Piagam / Charter of Nomination & Remuneration Committee 1 I. Pendahuluan II. adalah Komite yang dibentuk oleh dan bertanggungjawab

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci: Fungsi Manajemen,Anggaran,Efektifitas Penjualan. vii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata kunci: Fungsi Manajemen,Anggaran,Efektifitas Penjualan. vii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Dengan semakin meningkatnya jumlah produsen di bidang sektor industri makanan khususnya kue kering/snack, PT. Kelinci merasa bahwa semakin tahun persaingan semakin tahun semakin meningkat. Oleh

Lebih terperinci

Integrasi Sistem Manajemen. Ihda Taftazani

Integrasi Sistem Manajemen. Ihda Taftazani Integrasi Sistem Manajemen Ihda Taftazani Agenda Sistem Manajemen Perbandingan Aplikasi +/- Sistem Manajemen Contoh Sistem Manajemen SMK3 SMKP OHSAS 18000 ISRS version 7 API Q1 Sistem Manajemen yang dirilis

Lebih terperinci

PIAGAM KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI CHARTER of THE NOMINATION and REMUNERATION of PT Surya Citra Media Tbk ( Perseroan / Company )

PIAGAM KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI CHARTER of THE NOMINATION and REMUNERATION of PT Surya Citra Media Tbk ( Perseroan / Company ) 1. Dasar Hukum: a. Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi ini disusun terutama berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.34/POJK.04/2014 ( POJK ) tentang Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten atau

Lebih terperinci

PERSETUJUAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH TURKMENISTAN MENGENAI KERJASAMA EKONOMI DAN TEKNIK

PERSETUJUAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH TURKMENISTAN MENGENAI KERJASAMA EKONOMI DAN TEKNIK PERSETUJUAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH TURKMENISTAN MENGENAI KERJASAMA EKONOMI DAN TEKNIK Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Turkmenistan selanjutnya disebut sebagai

Lebih terperinci

Bentuk Tesis di IKM dan Perumusan masalahtujuan. Adi Utarini

Bentuk Tesis di IKM dan Perumusan masalahtujuan. Adi Utarini Bentuk Tesis di IKM dan Perumusan masalahtujuan penelitian Adi Utarini Fase 5: Diseminasi Fase 1: Konseptual SIKLUS PENELITIAN Fase 2: Rancangan Fase 4: Fase analitik Fase 3: Fase empirik Manfaat penelitian

Lebih terperinci

PERTEMUAN 4. Proses Perencanaan (lanjutan) Decision-making DECISION MAKING PROCESS

PERTEMUAN 4. Proses Perencanaan (lanjutan) Decision-making DECISION MAKING PROCESS PERTEMUAN 4 Proses Perencanaan (lanjutan) TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Mahasiswa dapat memahami proses pengambilan keputusan yang baik dan benar sebagai bagian dari perencanaan dalam organisasi Sub Pokok

Lebih terperinci

Ticker Range Signal IHSG Negative

Ticker Range Signal IHSG Negative Send us your feed back Ticker Range Signal IHSG 4.160-4.250 Negative Global Indices Pergerakan IHSG cederung terbatas pada kisaran 4.100 hingga 4.200 Indikator analisa teknikal menjelaskan bahwa aksi spekulasi

Lebih terperinci

IFCC Procedures for Investigation and Resolution of Complaints and Appeals

IFCC Procedures for Investigation and Resolution of Complaints and Appeals IFCC Procedural Document Dokumen Prosedur IFCC IFCC PD 1002 2014-04-17 Issue/terbitan ke-2 IFCC Procedures for Investigation and Resolution of Complaints and Appeals Prosedur IFCC untuk Penyelidikan, Penyelesaian

Lebih terperinci

QUALITY PROCEDURE ACADEMIC LEAVE

QUALITY PROCEDURE ACADEMIC LEAVE MEDICAL FACULTY HASANUDDIN UNIVERSITY No. PM/UNHAS/FK/PEND/09 Document Status :! Master! Copy Number.. Revision Number : 00 Date of Publication : 14 July 2016 Made by: Examined by: Approved by: Dra. Sri

Lebih terperinci

Page 1 / 15. Badan Sertifikasi PT TUV Rheinland Indonesia untuk Sistem Mutu. PT TUV Rheinland Indonesia Certification Body for Quality System

Page 1 / 15. Badan Sertifikasi PT TUV Rheinland Indonesia untuk Sistem Mutu. PT TUV Rheinland Indonesia Certification Body for Quality System Page 1 / 15 General conditions, procedural guidelines and contractual conditions for the certification of quality systems (Extract for ISO 9000 only) (Issue 2008 Apr) PT TUV Rheinland Indonesia Certification

Lebih terperinci

7. Analisis Kebutuhan - 1 (System Actors & System Use Cases )

7. Analisis Kebutuhan - 1 (System Actors & System Use Cases ) 7. Analisis Kebutuhan - 1 (System Actors & System Use Cases ) SIF15001 Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Agi Putra Kharisma, S.T., M.T. Genap 2014/2015 Desain slide ini dadaptasi dari University

Lebih terperinci

PIAGAM KOMITE AUDIT CHARTER of THE AUDIT COMMITTEE of PT Elang Mahkota Teknologi Tbk ( Perseroan / Company )

PIAGAM KOMITE AUDIT CHARTER of THE AUDIT COMMITTEE of PT Elang Mahkota Teknologi Tbk ( Perseroan / Company ) 1. Latar Belakang dan Acuan Utama Piagam Komite Audit Perseroan ( Piagam ) ini dibentuk dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.

Lebih terperinci

LAMP03-PM12 Ketentuan & Syarat Sertifikasi rev dari 5

LAMP03-PM12 Ketentuan & Syarat Sertifikasi rev dari 5 1. Pengantar Skema Aturan ini telah ditulis sesuai dengan persyaratan dari Anggota Badan Akreditasi Nasional IAF di bawah Skema Sertifikasi Terakreditasi. PT. Global Certification Indonesia, selanjutnya

Lebih terperinci

PT MUTU HIJAU INDONESIA

PT MUTU HIJAU INDONESIA Halaman : 1 dari 5 1.0 Tujuan Prosedur ini disusun dengan tujuan sebagai panduan dalam penanganan banding mulai penerimaan sampai pengambilan keputusan banding. 2.0 Ruang Lingkup Prosedur ini mencakup

Lebih terperinci

PUBLIC TRAINING SCHEDULE 2016

PUBLIC TRAINING SCHEDULE 2016 No Public Training (ISO SERIES, QUALITY PRODUCTIVITY, OCCUPATIONAL HEALTH & SAFETY, ENVIRONMENTAL, LABORATORY) (Rev.18.26 September 2016) Days Price PUBLIC TRAINING SCHEDULE 2016 Aug Sep Oct Nov Dec ISO

Lebih terperinci

General conditions, procedural guidelines and contractual conditions for the certification of environmental systems (Extract for ISO only)

General conditions, procedural guidelines and contractual conditions for the certification of environmental systems (Extract for ISO only) Page 1 / 15 General conditions, procedural guidelines and contractual conditions for the certification of environmental systems (Extract for ISO 14000 only) PT TUV Rheinland Indonesia Certification Body

Lebih terperinci

PERENCANAAN AUDIT SISTEM MANAJEMEN

PERENCANAAN AUDIT SISTEM MANAJEMEN TUGAS AKHIR CF 1380 PERENCANAAN AUDIT SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI (SMKI) BERDASARKAN ISO 27001:2005 DI BIRO ADMINISTRASI DAN AKADEMIK KEMAHASISWAAN (BAAK) INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER ANITA

Lebih terperinci

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : KP 477 TAHUN 2013

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : KP 477 TAHUN 2013 KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : KP 477 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN KESELAMATAN PENERBANGAN SIPIL

Lebih terperinci

PERSEPSI PERAWAT TERHADAP UJI KOMPETENSI UNTUK PENGEMBANGAN JENJANG KARIR DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SEMARANG SKRIPSI

PERSEPSI PERAWAT TERHADAP UJI KOMPETENSI UNTUK PENGEMBANGAN JENJANG KARIR DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SEMARANG SKRIPSI PERSEPSI PERAWAT TERHADAP UJI KOMPETENSI UNTUK PENGEMBANGAN JENJANG KARIR DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SEMARANG SKRIPSI Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Ajar Skripsi Oleh

Lebih terperinci

Manual Prosedur Pelaksanaan Audit Internal

Manual Prosedur Pelaksanaan Audit Internal Manual Prosedur Pelaksanaan Audit Internal Laboratorium Biosains Universitas Brawijaya Malang 2012 Manual Prosedur Audit Internal Laboratorium Biosains Universitas Brawijaya Kode Dokumen : 000xx 05004

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci: Obligasi Daerah, Kewenangan, Pemerintahan Daerah. viii

ABSTRAK. Kata Kunci: Obligasi Daerah, Kewenangan, Pemerintahan Daerah. viii KEPASTIAN HUKUM KEWENANGAN DAN PENGAWASAN PENERBITAN OBLIGASI DAERAH DI PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT DALAM PENYELENGGARAAN OTONOMI DAERAH DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG

Lebih terperinci

Taufik Hidayat,SE,Ak,MM

Taufik Hidayat,SE,Ak,MM PSAK 13 Properti Investasi Taufik Hidayat,SE,Ak,MM 1 Agenda 1. Ruang Lingkup 2. Klasifikasi Properti Investasi 3. Pengakuan 4. Pengukuran Awal 5. Pengukuran setelah Pengakuan Awal 6. Transfer 7. Pelepasan

Lebih terperinci

LAPORAN KECELAKAAN/KERUGIAN KENDARAAN BERMOTOR MOTOR VEHICLE ACCIDENT LOSS REPORT

LAPORAN KECELAKAAN/KERUGIAN KENDARAAN BERMOTOR MOTOR VEHICLE ACCIDENT LOSS REPORT LAPORAN KECELAKAAN/KERUGIAN KENDARAAN BERMOTOR MOTOR VEHICLE ACCIDENT LOSS REPORT (Setiap pertanyaan harus dijawab dengan lengkap dan pasti) Each item should be completed correctly No. Polis Policy No.

Lebih terperinci

Executive Development Program Registration: (021) ,

Executive Development Program  Registration: (021) , MINAUT INDONESIA MENJAWAB MASALAH APA? Tuntutan akan adanya keputusan yang rasional dan dapat dipertanggung jawabkan. MANFAAT APA YANG ANDA PEROLEH? Mampu mengenali, memperjelas serta memprioritaskan masalah.

Lebih terperinci

ABSTRACT. The role of Internal Audit on Corporate Management Obedience

ABSTRACT. The role of Internal Audit on Corporate Management Obedience ABSTRACT The role of Internal Audit on Corporate Management Obedience Activity of internal control is one important activity within the company because it is a control activities within the company, especially

Lebih terperinci

6 KERANJANG 7 LANGKAH API (INDONESIAN EDITION) BY LIM TUNG NING

6 KERANJANG 7 LANGKAH API (INDONESIAN EDITION) BY LIM TUNG NING 6 KERANJANG 7 LANGKAH API (INDONESIAN EDITION) BY LIM TUNG NING READ ONLINE AND DOWNLOAD EBOOK : 6 KERANJANG 7 LANGKAH API (INDONESIAN EDITION) BY LIM TUNG NING PDF Click button to download this ebook

Lebih terperinci

PERSETUJUAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH FEDERASI RUSIA MENGENAI KERJASAMA EKONOMI DAN TEKNIK

PERSETUJUAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH FEDERASI RUSIA MENGENAI KERJASAMA EKONOMI DAN TEKNIK PERSETUJUAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH FEDERASI RUSIA MENGENAI KERJASAMA EKONOMI DAN TEKNIK Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Federasi Rusia selanjutnya disebut sebgai

Lebih terperinci

AKIBAT HUKUM YANG DITIMBULKAN DARI WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN AUTENTIK SEWA-MENYEWA TANAH

AKIBAT HUKUM YANG DITIMBULKAN DARI WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN AUTENTIK SEWA-MENYEWA TANAH AKIBAT HUKUM YANG DITIMBULKAN DARI WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN AUTENTIK SEWA-MENYEWA TANAH Oleh : A.A. Dalem Jagat Krisno Ni Ketut Supasti Dharmawan A.A. Sagung Wiratni Darmadi Bagian Hukum Bisnis Fakultas

Lebih terperinci

PROSES PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BERBASIS SAK ETAP UNTUK USAHA SPBU OLEH : FRANSISKA WHENY RIANASARI

PROSES PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BERBASIS SAK ETAP UNTUK USAHA SPBU OLEH : FRANSISKA WHENY RIANASARI PROSES PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BERBASIS SAK ETAP UNTUK USAHA SPBU OLEH : FRANSISKA WHENY RIANASARI 3205013009 PROGRAM STUDI D-III AKUNTANSI FAKULTAS BISNIS UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

Lebih terperinci

Statistik Bisnis 1. Week 9 Discrete Probability

Statistik Bisnis 1. Week 9 Discrete Probability Statistik Bisnis 1 Week 9 Discrete Probability Random Variables Random Variables Discrete Random Variable Continuous Random Variable Wk. 9 Wk. 10 Probability Distributions Probability Distributions Wk.

Lebih terperinci

Rekayasa Perangkat Lunak Rekayasa Kebutuhan. Teknik Informatika UNIKOM

Rekayasa Perangkat Lunak Rekayasa Kebutuhan. Teknik Informatika UNIKOM Rekayasa Perangkat Lunak Rekayasa Kebutuhan Teknik Informatika UNIKOM Rekayasa Kebutuhan 1. Kenapa butuh rekayasa kebutuhan? 2. Definisi kebutuhan dan rekayasa kebutuhan 3. Cara mendapatkan kebutuhan 4.

Lebih terperinci

PSN 307 2006. Pedoman Standardisasi Nasional

PSN 307 2006. Pedoman Standardisasi Nasional Pedoman Standardisasi Nasional Penilaian kesesuaian - Pedoman bagi lembaga sertifikasi untuk melakukan tindakan koreksi terhadap penyalahgunaan tanda kesesuaian atau terhadap produk bertanda kesesuaian

Lebih terperinci

Menjadi Institusi yang Excellent

Menjadi Institusi yang Excellent Menjadi Institusi yang Excellent Melalui penerapan Sistem Manajemen Mutu Berbasis Standar National & Internasional oleh: Nosa P Kurniawan 2 3 PIHAK YANG TERKAIT INVESTOR INVESTMENT BAGI HASIL KOMUNITAS

Lebih terperinci

HARMONISASI SISTEM MANAJEMEN ISO 9001 DAN ISO DI TAHUN 2015

HARMONISASI SISTEM MANAJEMEN ISO 9001 DAN ISO DI TAHUN 2015 Selama bertahun-tahun, ISO menerbitkan banyak standar sistem manajemen dengan bentuk dan struktur yang berbeda. Beberapa standar sistem manajemen dengan struktur yang berbeda terkadang sulit bagi Organisasi

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 88 TAHUN 1996 TENTANG PENGESAHAN PROTOCOL AMENDING THE CONVENTION BETWEEN THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA AND THE GOVERNMENT OF THE UNITED STATES

Lebih terperinci

PEDOMAN PROSEDUR KELUHAN & KEBERATAN QUALIFOR

PEDOMAN PROSEDUR KELUHAN & KEBERATAN QUALIFOR PEDOMAN PROSEDUR KELUHAN & KEBERATAN QUALIFOR LATAR BELAKANG Program QUALIFOR adalah program dari SGS Group yang terakreditasi FSC. SGS adalah perusahaan internasional yang memiliki spesialisasi pada kegiatan

Lebih terperinci

Pedoman KAN 403-2011 Penilaian Kesesuaian Ketentuan umum penggunaan tanda kesesuaian berbasis SNI dan/atau regulasi teknis

Pedoman KAN 403-2011 Penilaian Kesesuaian Ketentuan umum penggunaan tanda kesesuaian berbasis SNI dan/atau regulasi teknis Pedoman KAN 403-2011. Penilaian Kesesuaian Ketentuan umum penggunaan tanda kesesuaian berbasis SNI dan/atau regulasi teknis Komite Akreditasi Nasional Pedoman KAN 403-2011 Daftar isi Kata pengantar...ii

Lebih terperinci

ABSTRAK. Rizka Purwanty ( )

ABSTRAK. Rizka Purwanty ( ) ABSTRAK PERTANGGUNG JAWABAN HUKUM KOPERASI CIPAGANTI KARYA GUNA PERSADA DAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN SEBAGAI MITRA USAHA PASCA PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG DITINJAU DARI UNDANG UNDANG

Lebih terperinci

MODUL KULIAH MANAJEMEN INDUSTRI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9000

MODUL KULIAH MANAJEMEN INDUSTRI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9000 MODUL KULIAH MANAJEMEN INDUSTRI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9000 Oleh : Muhamad Ali, M.T JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TAHUN 2011 MODUL IX SISTEM MANAJEMEN

Lebih terperinci

Agenda 1 Approval of the Company s Annual Report and the Company s consolidated Financial Statements for the year ended on 31 st of December 2014

Agenda 1 Approval of the Company s Annual Report and the Company s consolidated Financial Statements for the year ended on 31 st of December 2014 PENJELASAN AGENDA RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN ( RAPAT ) PT BANK CIMB NIAGA Tbk ( PERSEROAN ) DETAILS OF THE AGENDA OF THE ANNUAL GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS (THE MEETING ) OF PT BANK CIMB NIAGA

Lebih terperinci

Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Ekolabel

Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Ekolabel Pedoman KAN 801-2004 Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Ekolabel Komite Akreditasi Nasional Kata Pengantar Pedoman ini diperuntukkan bagi lembaga yang ingin mendapat akreditasi sebagai Lembaga Sertifikasi

Lebih terperinci

PROSEDUR KERJA Tanggal Revisi : 19 April 2011 Pengendalian Dokumen Tanggal Berlaku : 26 April 2011 Kode Dokumen : PK STEKPI PPMA 001/R2

PROSEDUR KERJA Tanggal Revisi : 19 April 2011 Pengendalian Dokumen Tanggal Berlaku : 26 April 2011 Kode Dokumen : PK STEKPI PPMA 001/R2 PROSEDUR KERJA Tanggal Revisi : 19 April 2011 Pengendalian Dokumen Tanggal Berlaku : 26 April 2011 Kode Dokumen : PK STEKPI PPMA 001/R2 HALAMAN PENGESAHAN Dibuat oleh: Diperiksa oleh: Disahkan oleh: Nama

Lebih terperinci

Riva Lovianita Lumbantoruan ABSTRAK

Riva Lovianita Lumbantoruan ABSTRAK v TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENEGAKAN HUKUM DAN PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PENIPUAN DALAM TRANSAKSI JUAL BELI MELALUI MEDIA ELEKTRONIK DI INDONESIA DIKAITKAN DENGAN KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM ACARA PIDANA

Lebih terperinci

REVIEW PENYETORAN, PEMUNGUTAN, DAN PELAPORAN PPN PADA PT X (STUDI PRAKTIK KERJA PADA KKP IRWAN DAN REKAN) OLEH: TOMMY HERMAWAN SENASTRA

REVIEW PENYETORAN, PEMUNGUTAN, DAN PELAPORAN PPN PADA PT X (STUDI PRAKTIK KERJA PADA KKP IRWAN DAN REKAN) OLEH: TOMMY HERMAWAN SENASTRA REVIEW PENYETORAN, PEMUNGUTAN, DAN PELAPORAN PPN PADA PT X (STUDI PRAKTIK KERJA PADA KKP IRWAN DAN REKAN) OLEH: TOMMY HERMAWAN SENASTRA 3203011025 JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS BISNIS UNIVERSITAS KATOLIK

Lebih terperinci

Major Assignment: System Analysis and Design Case Study: Office Equipment Control Systems

Major Assignment: System Analysis and Design Case Study: Office Equipment Control Systems Major Assignment: System Analysis and Design Case Study: Office Equipment Control Systems Instruction: This case is to design information system for equipment control system. In addition to the data presented

Lebih terperinci

Kata Kunci: Standby Letter of Credit, Prinsip Kehati-hatian, Bank. Universitas Kristen Maranatha

Kata Kunci: Standby Letter of Credit, Prinsip Kehati-hatian, Bank. Universitas Kristen Maranatha TINJAUAN YURIDIS TERHADAP ASAS KEHATI-HATIAN (PRUDENTIAL BANKING PRINCIPLE) DALAM PENERBITAN STANDBY LETTER OF CREDIT DARI PIHAK BANK DIKAITKAN DENGAN PRINSIP-PRINSIP PERKREDITAN YANG SEHAT ABSTRAK Standby

Lebih terperinci

pemberitahuan terhadap tipe pesawat udara baru

pemberitahuan terhadap tipe pesawat udara baru KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR: KP. 457 TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN KESELAMATAN PENERBANGAN SIPIL

Lebih terperinci

TANGGUNG JAWAB INTERNAL AUDITOR DALAM PENGAWASAN SISTEM PENGGAJIAN

TANGGUNG JAWAB INTERNAL AUDITOR DALAM PENGAWASAN SISTEM PENGGAJIAN TANGGUNG JAWAB INTERNAL AUDITOR DALAM PENGAWASAN SISTEM PENGGAJIAN OLEH: KALMA FONDA 3203006251 JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS BISNIS UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA 2011 TANGGUNG JAWAB INTERNAL

Lebih terperinci

Pencatatan pembukuan usaha / Business book keeping

Pencatatan pembukuan usaha / Business book keeping CASHFLOW USER GUIDE CONTENTS 1. Pencatatan pembukuan usaha / Business book keeping... 3 2. Mencatat pengingat piutang dan utang / Record reminder of receivables and payables... 9 3. Melihat detil pengingat

Lebih terperinci

TINJAUAN FUNGSI PENGAWASAN KLIRING PADA KANTOR PERWAKILAN BANK INDONESIA WILAYAH IX (SUMUT DAN ACEH) TUGAS AKHIR

TINJAUAN FUNGSI PENGAWASAN KLIRING PADA KANTOR PERWAKILAN BANK INDONESIA WILAYAH IX (SUMUT DAN ACEH) TUGAS AKHIR TINJAUAN FUNGSI PENGAWASAN KLIRING PADA KANTOR PERWAKILAN BANK INDONESIA WILAYAH IX (SUMUT DAN ACEH) TUGAS AKHIR Disusun Sebagai Syarat Menyelesaikan Pendidikan Program Diploma 3 Oleh VORY GOES BARTHA

Lebih terperinci

TATA CARA PENERAPAN PERSETUJUAN PENGHINDARAN PAJAK BERGANDA

TATA CARA PENERAPAN PERSETUJUAN PENGHINDARAN PAJAK BERGANDA LAMPIRAN I PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR : PER-61/PJ/2009 TANGGAL : 5 NOVEMBER 2009 TATA CARA PENERAPAN PERSETUJUAN PENGHINDARAN PAJAK BERGANDA A. Ketentuan bagi Pemotong/Pemungut Pajak dan Kustodian

Lebih terperinci

Studi Banding Badan Mutu ke PT. Surveyor Indonesia dan WQA

Studi Banding Badan Mutu ke PT. Surveyor Indonesia dan WQA Studi Banding Badan Mutu ke PT. Surveyor Indonesia dan WQA Kegiatan Badan Mutu Pelayanan Kesehatan yang telah dilaksanakan, memiliki berbagai tujuan, salah satunya adalah melakukan pengembangan sistem

Lebih terperinci

1. Perbaikan Berkesinambungan. Kaizen Benchmarking

1. Perbaikan Berkesinambungan. Kaizen Benchmarking Dianasanti, 7 Oktober 2016 1. Perbaikan Berkesinambungan Kaizen Benchmarking Merupakan istilah dalam bahasa Jepang yang bermakna "perbaikan berkesinambungan". Filsafat kaizen berpandangan bahwa hidup

Lebih terperinci

ABSTRACT. Keywords : sms, received, send, automatically, manage order, store data. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. Keywords : sms, received, send, automatically, manage order, store data. Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT In Business, information exchange between a company with it s clients is very important. That cause needs of devices and fasilities, that can send information quickly and acurate is increase.

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci : Aplikasi Web, Asuhan Keperawatan, Metode Waterfall, Sistem Informasi Manajemen

ABSTRAK. Kata Kunci : Aplikasi Web, Asuhan Keperawatan, Metode Waterfall, Sistem Informasi Manajemen ABSTRAK Tenaga perawat mempunyai kontribusi besar bagi pelayanan kesehatan, mempunyai peranan penting untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, seorang

Lebih terperinci

MEMORANDUM SALING PENGERTIAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH NORTHERN TERRITORY OF AUSTRALIA TENT ANG

MEMORANDUM SALING PENGERTIAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH NORTHERN TERRITORY OF AUSTRALIA TENT ANG MEMORANDUM SALING PENGERTIAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH NORTHERN TERRITORY OF AUSTRALIA TENT ANG KERJASAMA PEMBANGUNAN EKONOMI Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Northern

Lebih terperinci

Petunjuk GetRate. 1. Masuk ke situs HSBC di 2. Login ke Business Internet Banking.

Petunjuk GetRate. 1. Masuk ke situs HSBC di  2. Login ke Business Internet Banking. Petunjuk GetRate 1. Masuk ke situs HSBC di www.hsbc.co.id. 2. Login ke Business Internet Banking. 3. Masukkan data data yang diminta pada halaman Security Logon. 4. Anda akan masuk ke halaman Internet

Lebih terperinci

APLIKASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA STASIUN RADIO SKRIPSI MUSLIM RAMLI

APLIKASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA STASIUN RADIO SKRIPSI MUSLIM RAMLI APLIKASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA STASIUN RADIO SKRIPSI MUSLIM RAMLI 091402048 PROGRAM STUDI S1 TEKNOLOGI INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

Lebih terperinci

News. Yen Jepang Melemah Data Penjualan Rumah AS

News. Yen Jepang Melemah Data Penjualan Rumah AS Rekomendasi USDJPY, Senin 23 Maret 2015 News Yen Jepang Melemah Data Penjualan Rumah AS Pergerakan Kurs Dolar AS terhadap Yen Jepang terpantau pada saat sesi perdagangan Eropa (16.00 GMT) berada pada kisaran

Lebih terperinci

Print to PDF without this message by purchasing novapdf (http://www.novapdf.com/)

Print to PDF without this message by purchasing novapdf (http://www.novapdf.com/) ISO 9001:2008 QUALITY MANAGEMENT SYSTEM - REQUIREMENTS Contents 1 Scope 3 1.1 General 3 1.2 Application 3 2 Normative reference 4 3 Terms and definitions 4 4 Quality management system 5 4.1 General requirements

Lebih terperinci

Sistem Informasi. Soal Dengan 2 Bahasa: Bahasa Indonesia Dan Bahasa Inggris

Sistem Informasi. Soal Dengan 2 Bahasa: Bahasa Indonesia Dan Bahasa Inggris Sistem Informasi Soal Dengan 2 Bahasa: Bahasa Indonesia Dan Bahasa Inggris 1. Kita mengetahui bahwa perkembangan teknologi di zaman sekarang sangat pesat dan banyak hal yang berubah dalam kehidupan kita.

Lebih terperinci

GLP PERTEMUAN KE-5 SEJARAH ISO : 2008 PENGENALAN DAN PEMAHAMAN ISO : /16/2011

GLP PERTEMUAN KE-5 SEJARAH ISO : 2008 PENGENALAN DAN PEMAHAMAN ISO : /16/2011 PERTEMUAN KE-5 PENGENALAN DAN PEMAHAMAN ISO 17025 : 2005 SEJARAH ISO 17025 : 2008 GLP 1. The New Zealand Testing Laboratory Registration Act of 1972 2. Mendirikan A Testing Laboratory Registration Council

Lebih terperinci

Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK

Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK ABSTRAK LANGKAH-LANGKAH HUKUM YANG DAPAT DILAKUKAN OLEH BANK TERKAIT MUSNAHNYA BARANG JAMINAN FIDUSIA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 1999 TENTANG JAMINAN FIDUSIA JUNCTO UNDANG-UNDANG NOMOR 40

Lebih terperinci

PT Wintermar Offshore Marine Tbk

PT Wintermar Offshore Marine Tbk PT Wintermar Offshore Marine Tbk ( Perusahaan ) Piagam Audit Internal I. Pembukaan Sebagaimana yang telah diatur oleh peraturan, yaitu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 56/POJK.04/2015 yang ditetapkan

Lebih terperinci

USULAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU BERDASARKAN KLAUSUL-KLAUSUL ISO 9001:2008 *

USULAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU BERDASARKAN KLAUSUL-KLAUSUL ISO 9001:2008 * Reka Integra ISSN: 2338-5081 Jurusan Teknik Industri Itenas No.03 Vol.03 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Juli 2015 USULAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU BERDASARKAN KLAUSUL-KLAUSUL ISO 9001:2008

Lebih terperinci

MATERI II PERKEMBANGAN METODE KUALITAS. By : Moch. Zen S. Hadi, ST Communication Digital Lab.

MATERI II PERKEMBANGAN METODE KUALITAS. By : Moch. Zen S. Hadi, ST Communication Digital Lab. MATERI II PERKEMBANGAN METODE KUALITAS By : Moch. Zen S. Hadi, ST Communication Digital Lab. 2 TUJUAN 1. MEMAHAMI TAHAPAN PERKEMBANGAN KUALITAS 2. MEMAHAMI TENTANG INSPEKSI 3. MEMAHAMI TENTANG QUALITY

Lebih terperinci

PENYELESAIAN SENGKETA KETERLAMBATAN PENYELESAIAN PEKERJAAN DALAM PELAKSANAAN KONTRAK KERJA KONSTRUKSI DI PT. TRI JAYA NASIONAL

PENYELESAIAN SENGKETA KETERLAMBATAN PENYELESAIAN PEKERJAAN DALAM PELAKSANAAN KONTRAK KERJA KONSTRUKSI DI PT. TRI JAYA NASIONAL PENYELESAIAN SENGKETA KETERLAMBATAN PENYELESAIAN PEKERJAAN DALAM PELAKSANAAN KONTRAK KERJA KONSTRUKSI DI PT. TRI JAYA NASIONAL Oleh: A.A. Wira Permata Sari I Wayan Wiryawan A.A. Sagung Wiratni Darmadi

Lebih terperinci

ABSTRACT. viii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. viii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT This research study titled descriptive of self-efficacy beliefs to meet the minimum score on the TOEFL test as a condition of Economics student faculty scholar at the University of trial "X" Bandung.

Lebih terperinci

Fungsi Internal Quality Audit yang baik! Bukan sekedar Memastikan sistem dijalankan sesuai aturan (prosedur/ persyaratan ISO 9001)

Fungsi Internal Quality Audit yang baik! Bukan sekedar Memastikan sistem dijalankan sesuai aturan (prosedur/ persyaratan ISO 9001) Fungsi Internal Quality Audit yang baik! Bukan sekedar Memastikan sistem dijalankan sesuai aturan (prosedur/ persyaratan ISO 9001) Tetapi dapat membantu melihat kelemahan dari sistem manajemen mutu 1 Perbandingan

Lebih terperinci

7.1.Project Control. Schedule kunjungan ke lapangan dan partisipasi audit. Meninjau ulang temuan audit dan pelaporan perbaikan

7.1.Project Control. Schedule kunjungan ke lapangan dan partisipasi audit. Meninjau ulang temuan audit dan pelaporan perbaikan 7.1.Project Control Proyek Control bertanggung jawab kepada manajer lapangan perwakilan PT.Freeport Indonesia dan Dewan Direksi PT Prima Tunggal Javaland juga bertanggung jawab terhadap semua aktivitas

Lebih terperinci

Informasi Teknik. : Persyaratan terbaru Australia terkait Manajemen Air Balas untuk Kapal yang Berlayar di Perairan Internasional.

Informasi Teknik. : Persyaratan terbaru Australia terkait Manajemen Air Balas untuk Kapal yang Berlayar di Perairan Internasional. Informasi Teknik No. : 066-2016 18 Agustus 2016 Kepada Perihal : Pihak yang berkepentingan : Persyaratan terbaru Australia terkait Manajemen Air Balas untuk Kapal yang Berlayar di Perairan Internasional.

Lebih terperinci

MANAJEMEN OPERASI / PRODUKSI

MANAJEMEN OPERASI / PRODUKSI MANAJEMEN OPERASI / PRODUKSI MENJAWAB MASALAH APA? Produksi/operasi bertanggung jawab terhadap penyediaan produk/jasa dari sebuah organisasi. Manajer operasi harus membuat keputusan terkait fungsi operasi

Lebih terperinci

OLEH: TIFANNY GUNAWAN JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS BISNIS UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

OLEH: TIFANNY GUNAWAN JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS BISNIS UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA PERANCANGAN SOP (STANDARD OPERATING PROSEDURE) PENJUALAN JASA KEBUGARAN DAN PENJUALAN RESTAURANT (Studi Kasus Pada Club House PT Regency Utama Indonesia) OLEH: TIFANNY GUNAWAN 3203011068 JURUSAN AKUNTANSI

Lebih terperinci

TATA TERTIB RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT BANK DANAMON INDONESIA, TBK. Jakarta, 28 April 2016

TATA TERTIB RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT BANK DANAMON INDONESIA, TBK. Jakarta, 28 April 2016 TATA TERTIB RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT BANK DANAMON INDONESIA, TBK. Jakarta, 28 April 2016 RULES OF ANNUAL GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS OF PT BANK DANAMON INDONESIA, TBK. Jakarta, April 28,

Lebih terperinci

CHAPTER 4: NOTICE AND ANNOUNCEMENT

CHAPTER 4: NOTICE AND ANNOUNCEMENT SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 BAHASA INGGRIS CHAPTER 4: NOTICE AND ANNOUNCEMENT Dr. Rahmad Husein, M.Ed. Dr. Anni Holila Pulungan, M.Hum. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL

Lebih terperinci

Badan Standardisasi Nasional

Badan Standardisasi Nasional Skema Sertifikasi Produk ISO/IEC 17067: 2013 - Conformity assessment Fundamentals of Product Certification and guidelines for product certification schemes Badan Standardisasi Nasional KONSEP DAN TUJUAN

Lebih terperinci

Chain of Custody of Forest Based Products Specifications for the IFCC claim

Chain of Custody of Forest Based Products Specifications for the IFCC claim IFCC Standard / Standar IFCC IFCC ST 2002-1 2013-10-30 Chain of Custody of Forest Based Products Specifications for the IFCC claim Lacak Balak untuk Produk-produk Hasil Hutan Ketentuan-ketentuan untuk

Lebih terperinci