PENGADILAN NEGERI STABAT

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENGADILAN NEGERI STABAT"

Transkripsi

1 PUTUSAN Nomor: 252 / Pid.B /2014/ PN-Stb DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara-perkara Pidana dengan acara pemeriksaan biasa pada Peradilan tingkat pertama, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara atas nama terdakwa: Nama Lengkap Tempat Lahir : SAUT PARULIAN LUMBAN GAOL Alias SAUT : Dolok Sanggul Umur/Tanggal lahir : 24 Tahun / 10 Juni 1989 Jenis Kelamin Kebangsaan Tempat Tinggal Agama Pekerjaan Pendidikan : Laki-laki : Indonesia : Jalan Wahidin Nomor 24 Kelurahan Brandan Barat Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat. : Kristen : Karyawan Swasta : SMA (Tamat) Terdakwa tidak didampingi Penasehat Hukum; Terdakwa ditahan berdasarkan; 1. Penyidik, sejak tanggal 23 Februari 2014 s/d tanggal 14 Maret 2014 ; 2. Perpanjangan Penuntut Umum I sejak tanggal 15 Maret 2014 s/d 23 April 2014; 3. Penuntut Umum, sejak tanggal 16 April 2014 s/d 05 Mei 2014 ; 4. Hakim Majelis Pengadilan Negeri Stabat sejak tanggal 24 April 2014 s/d 23 Mei 2014; 5. Perpanjangan Ketua Pengadilan Negeri Stabat sejak tanggal 24 Mei 2014 s/d 22 Juli 2014 ; 1

2 PENGADILAN NEGERI tersebut: Telah membaca berkas perkara ; Telah mendengar keterangan saksi-saksi,terdakwa serta mempelajari barang bukti dalam perkara ini; Menimbang, bahwa terdakwa diajukan kepersidangan oleh Penuntut Umum dengan dakwaan yang telah dibacakan dipersidangan yang selengkapnya sebagai berikut: Dakwaan: Bahwa ia terdakwa SAUT PARULIAN LUMBANGAOL als SAUT pada suatu waktu antara tanggal 20 November 2013 sampai dengan tanggal 18 Februari 2014 atau setidak-tidaknya pada waktu dalam tahun 2013 sampai dengan tahun 2014 bertempat di Kantor Koperasi Tama Roganda Jalan Wahidin Nomor 24 Kelurahan Brandan Barat Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat atau setidak-tidaknya pada tempat dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Stabat, telah melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikan rupa sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut, yaitu dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan, yang dilakukan oleh orang yang memegang barang itu karena jabatannya sendiri atau karena pekerjaannya atau karena mendapat upah untuk itu, perbuatan mana dilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagai berikut : Bermula terdakwa yang bekerja sebagai pegawai pada Koperasi Tama Roganda Pangkalan Brandan yang bergerak di bidang simpan pinjam uang. Berdasarkan surat pernyataan dan perjanjian Tanggal 15 Juni 2012 serta berdasarkan gaji terdakwa yang diterima hingga bulan januari tahun 2014, terdakwa melaksanakan tugasnya sebagai mengelola uang Koperasi Tama Roganda senilai Rp ,- (seratus tujuh puluh juta seratus ribu rupiah) namun pada kenyataannya oleh terdakwa dengan sengaja membuat fiktif data calon nasabah koperasi dengan cara mengajukan permohonan dengan kertas warna merah atau Blangko Storting peminjam calon nasabah kepada saksi korban Dimpan Situmorang selaku pimpinan Koperasi Tama Roganda dan terdakwa meyakinkan saksi korban Dimpan Situmorang bahwa calon nasabah orangnya baik dan bagus untuk dijadikan sebagai nasabah, lalu saksi korban Dimpan Situmorang percaya dan mengeluarkan uang kas koperasi, setelah itu terdakwa tidak ada memberikan uang kas koperasi tersebut kepada calon nasabah yang terdakwa katakan kepada korban Dimpan Situmorang secara terus menerus, dengan perincian sebagai berikut : 2

3 1. Polio I (Pertama) : Tidak ada / Kosong. 2. Polio II (Kedua) : Tidak ada / Kosong. 3. Polio III (Ketiga) : Tidak ada / Kosong. 4. Polio IV (Keempat) : Sebesar Rp. 300, (Tiga ratus ribu rupiah) Tanggal 08 November Polio V (Kelima) : Sebesar Rp. 5,990,000.- (Lima juta sembilan ratus sembilan puluh ribu rupiah) Tanggal 15 November Polio VI (Keenam ) : Sebesar Rp. 3,105,000.- (Tiga juta seratus lima ribu rupiah) Tanggal 20 November Polio VII (Tujuh) : Sebesar Rp. 3,123, (Tiga juta seratus dua puluh tiga ribu rupiah) Tanggal 25 November Polio VIII (Delapan) : Sebesar Rp. 3,145, (Tiga juta seratus empat puluh lima ribu rupiah) Tanggal 20 Desember Polio IX (Sembilan) : Sebesar Rp. 4,562,000.- (Empat juta lima ratus enam puluh dua ribu rupiah) Tanggal 23 Desember Polio X (Sepuluh) : Sebesar Rp. 2,355,000.- (Dua juta tiga ratus lima puluh lima ribu rupiah) Tanggal 10 Januari Polio XI (Sebelas) : Sebesar Rp. 6,943,000.- (Enam juta sembilan ratus empat puluh tiga ribu rupiah) Tanggal 18 Januari Polio XII (Dua belas) : Sebesar Rp. 4,805,000.- (Empat juta delapan ratus lima ribu rupiah) Tanggal 22 Januari Polio XIII (Tiga belas) : Sebesar Rp. 5,396,000.- (Lima juta tiga ratus sembilan puluh enam ribu rupiah) Tanggal 27 Januari Polio XIV (Empat belas) : Sebesar Rp. 7,567,000.- (Tujuh juta lima ratus enam puluh tujuh ribu rupiah) Tanggal 08 Februari Polio XV (Lima belas) : Sebesar Rp. 8,089, (Delapan juta delapan puluh sembilan ribu rupiah) Tanggal 18 Februari Sehingga adapun total Blangko Storting peminjam calon nasabah fiktif tersebut di atas yang sudah diterima oleh terdakwa adalah sebesar Rp ,- (lima puluh lima juta rupiah) yang digunakan untuk kepentingan pribadinya tanpa sepengetahuan dari Dimpan Situmorang selaku pimpinan Koperasi Tama Roganda. Bahwa perbuatan terdakwa tersebut di atas, telah mengakibatkan atau menimbulkan kerugian bagi saksi korban Dimpan Situmorang selaku pimpinan Koperasi Tama Roganda yaitu sebesar Rp ,- (lima puluh lima juta rupiah). 3

4 Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 374 KUHP jo. Pasal 64 (1) KUHP. Menimbang, bahwa terhadap surat dakwaan tersebut, terdakwa menyatakan telah mengerti isi dan maksud dakwaan tersebut dan terdakwa tidak mengajukan keberatan /eksepsi sebagaimana ditentukan dalam pasal 156 KUHAP ; Menimbang, bahwa untuk membuktikan dalil-dalil dakwaan atas diri terdakwa, Penuntut Umum telah mengajukan saksi - saksi yang mana saksi-saksi tersebut telah hadir di persidangan dan telah memberikan keterangan di bawah sumpah sebagai berikut: 1. DIMPAN SITUMORANG,keterangannya pada pokoknya sebagai berikut: Bahwa saksi adalah pemilik sekaligus Pimpinan KSU Berkat Jaya; Bahwa pada hari Selasa tanggal 18 Februari 2014 sekitar pukul Wib di Jalan wahidin No.24 Kelurahan Brandan Barat Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat di kantor Koperasi Tama Roganda dimana saksi selaku Pimpinan Koperasi tersebut anggota saksi yang bernama Saut Parulian Lumbangaol Alias Saut telah mengelapkan uang koperasi Tama Roganda; Bahwa terdakwa bekerja di Koperasi Tama Roganda sebagai Mantri yaitu mencari nasabah di lapangan kemudian mensurvey dan mengumpulkan data-data nasabah yang akan meminjam di Koperasi Tama Roganda dan berdasarkan laporan terdakwa ke Koperasi, maka koperasi akan mencairan uang pinjaman nasabah dan diberikan kepada nasabah melalui terdakwa ; Bahwa saksi pada awal kejadian menanyakan kepada terdakwa berapa uang yang diperlukan untuk calon nasabah dan terdakwa mengatakan bahwa calon nasabah hanya perlu memakai uang sebesar Rp ,- (1ima ratus ribu rupiah); Bahwa saksi memberikan uang tersebut yang diinginkan nasabah sesuai permintaan terdakwa tersebut.karena saksi merasa curiga setoran uang kas semakin berkurang yang mana seharusnya terdakwa menyetor uang kas koperasi per harinya sebesar Rp ( empat juta tujuh ratus tujuh puluh enam ribu rupiah) akan tetapi terdakwa menyetor kepada saksi menjadi perharinya sebesar Rp ,- (delapan ratus ribu rupiah); Bahwa saksi menyuruh saksi Romualdus Situmorang sebagai pengawas lapangan untuk mengawas anggota Koperasi Tama Roganda dan setelah itu saksi Situmorang pergi kedaerah Pangkalan Susu ; Bahwa sampai di Pangkalan Susu nasabah yang dikatakan terdakwa tersebut untuk hari Senin Tanggal 17 Februari 2014 tidak ada atau Fiktif lalu saksi Situmorang langsung merasa curiga kepada terdakwa lalu saksi situmorang mengajak ke nasabah yang lain 4

5 sesuai dengan kartu pinjaman nasabah (promise); Bahwa ternyata semua keterangan nasabah banyak yang fiktip dan setelah itu saksi Situmorang pulang kembali kekantor dengan terdakwa dan mengecek semua buku cicilan nasabah dan keesokan harinya juga saksi Situmorang pergi mengecek nasabah yang lain dengan terdakwa; Bahwa sebelum mengecek nasabah saksi Situmorang dengan terdakwa sarapan terlebih dahulu dan sesampainya diwarung Pangkalan Susu terdakwa permisi hendak mau ke kamar mandi dan tunggu punya tunggu terdakwa tidak muncul muncul; Bahwa setelah dicek dikamar mandi terdakwa tidak ada dikamar madi dan ternyata terdakwa sudah melarikan diri dari belakang kamar madi warung tersebut ; Bahwa terdakwa bekerja sebagai pegawai saya sejak bulan Juni 2012 bekerja sebagai Mantri penjamin ; Bahwa setiap nasabah yang hendak mau meminjam kekoperasi tersebut dengan persyaratajn KTP di Fotocopy dan sepengetahuan Suami atau Istri dan nasabah yang baru pertama kali meminjam dikoperasi dibatasi hanya bisa Rp (tiga ratus ribu rupiah) dan selanjutnya baru bisa pinjam sampai dengan batas Rp ,-(lima ratus ribu rupiah); Bahwa nasabah yang dijalankan oleh terdakwa tersebut ada sebanyak 244 nasabah tapi hanya 47 nasabah yang datanya tidak fiktif ; Bahwa gaji setiap bulannya yang diterima oleh terdakwa dari koperasi tersebut adalah sebesar Rp (dua juta seratus ribu rupiah) dan diluar gaji terdakwa diberikan transpot setiap harinya sebesar Rp ,-(lima puluh ribu rupiah); Bahwa akibat perbuatan terdakwa uang kas Koperasi Tama Roganda tersebut sebesar Rp (lima puluh lima juta rupiah); Bahwa terdakwa menggelapkan uang koperasi tersebut sejak bulan Januari 2014 dengan setoran dari peminjam dari nasabah menurun ; Bahwa menurut pegakuan terdakwa uang dari koperasi yang seharusnya untuk nasabah dipergunakan untuk keperluan terdakwa sendiri; Bahwa setiap sebulan sekali saksi mengontrol buku pinjaman tersebut ; Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut, terdakwa membenarkannya; 2. ROMUALDUS SITUMORANG, keterangannya pada pokoknya sebagai berikut: Bahwa saksi bekerja di KSU TAMA ROGANDA sebagai pengawas lapangan; Bahwa pada hari Selasa tanggal 18 Februari 2014 sekitar pukul Wib di Jalan Wahidin No.24 Kelurahan Brandan Barat Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat di kantor Koperasi Tama Roganda dimana Pimpinannya saudara Dimpan Situmorang selaku ketua Koperasi menyuruh saksi untuk mengecek nasabah; 5

6 Bahwa sebelumnya saksi Dimpan situmorang merasa curiga karena omzet setoran uang kas koperasi yang dikerjakan oleh terdakwa menurun merosot yang seharusnya terdakwa menyetor uang koperasi kepada saksi Dimpan Situmorang perharinya sebesar Rp (empat juta tujuh ratus tujuh puluh enam ribu rupiah) akan tetapi terdakwa menyetornya hanya Rp (delapan ratus ribu rupiah); Bahwa saksi Dimpan Situmorang menyuruh saksi selaku pengawas lapangan untuk anggota koperasi Tama Roganda, kemudian saksi dengan terdakwa mengecek ke Pangkalan susu dan ternyata di Pangkalan susu nasabah yang dikatakan oleh terdakwa tidak ada atau kata lain fiktip; Bahwa karena sudah semua terbukti fiktip maka saksi dengan terdakwa pulang kekantor dan langsung mengecek buku tagihan cicilan dan terdakwa langsung mengakui bahwa nama nama nasabah yang diajukan oleh terdakwa untuk meminjam uang adalah fiktip; Bahwa menurut pengakuan terdakwa masih ada nasabah yang belum ketemu, lalu keesokan harinya saksi dan terdakwa pergi kepangkalan Brandan untuk mengecek nasabah yang lain ; Bahwa sebelum pergi saksi dan terdakwa sarapan dulu di Pangkalan susu tetapi terdakwa permisi untuk kekamar mandi tapi setelah saksi tunggu tunggu terdakwa tidak muncul muncul dan saksi cek kekamar mandi ternyata terdakwa sudah melarikan diri ; Bahwa nasabah yang dijalankan oleh terdakwa tersebut ada sebanvak 244 nasabah tapi hanya 47 nasabah yang ada orangnya; Bahwa semua syarat syarat pinjaman nasabah yang mau meminjam kekoperasi tersebut dipalsukan oleh terdakwa ; Bahwa saksi pernah tanya dan terdakwa mengakuinya bahwa ia menghabiskan uang tersebut dengan cara main judi dan foya foya ; Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut,terdakwa membenarkannya; 3. LIBERTUS SIJABAT, keterangannya dibacakan pada pokoknya sebagai berikut: Bahwa benar terdakwa adalah karyawan KSU Tama Roganda ; Bahwa pada hari Selasa tanggal 18 Februari 2014 sekitar pukul Wib di Jalan Wahidin No.24 Kelurahan Brandan Barat Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat di kantor Koperasi Tama Roganda dimana Pimpinannya saksi Dimpan Situmorang selaku ketua Koperasi telah terjadi penggelapan uang koperasi yang dilakukan oleh terdakwa; Bahwa saksi bekerja di Koperasi Tama Roganda tersebut sebagai mantri juga tapi beda wilayah kerja dan saksi Dimpan Situmorang selaku korban ada menyuruh saksi Romualdus Situmorang untuk mengecek nasabah yang dikatakan oleh terdakwa ; 6

7 Bahwa saksi Dimpan situmorang merasa curiga karena omzet setoran uang kas koperasi yang dikerjakan oleh terdakwa menurun merosot yang seharusnya terdakwa menyetor uang koperasi kepada saksi Dimpan Situmorang perharinya sebesar Rp (empat juta tujuh ratus tujuh puluh enam ribu rupiah) akan tetapi terdakwa menyetornya hanya Rp (delapan ratus ribu rupiah); Bahwa dan untuk itu saksi Dimpan Situmorang menyuruh saksi Romualdus sebagai pengawas lapangan dan terdakwa mengecek ke Pangkalan susu dan ternyata di Pangkalan susu nasabah yang dikatakan oleh terdakwa tidak ada atau kata lain fiktip; Bahwa karena sudah terbukti fiktip maka saksi dan saksi Romaldus Situmorang dengan terdakwa pulang kekantor dan langsung mengecek buku tagihan cicilan dan terdakwa langsung mengakui bahwa nama nama nasabah yang diajukan oleh terdakwa untuk meminjam uang adalah fiktip dan menurut pengakuan terdakwa masih ada nasabah yang belum ketemu; Bahwa keesokan harinya tanggal 19 Februari saksi bertemu saksi Romualdus situmorang dan terdakwa di warung kopi untuk sarapan dan minum; Bahwa pada waktu itu terdakwa berkata kepada saksi Romualdus Situmorang mau ke kamar mandi untuk buang air kecil, tapi setelah saksi dan saksi Romualdus Situmorang tunggu tunggu tapi terdakwa tidak muncul muncul dan saksi bersama saksi Romualdus Situmorang cek kekamar mandi ternyata terdakwa sudah melarikan diri ; Bahwa saksi Romualdus Situmorang kemudian melaporkan kepada saksi Dimpan Situmorang dan akhirnya saksi Dimpan Situmorang bersama saksi dan anggota Koperasi lainnya mencarai terdakwa sampai ke Medan dan akhirnya terdakwa berhasil ditangkap di perumahan Namorambe Medan; Bahwa saksi pernah menanyakan kepada terdakwa, dan terdakwa mengakui bahwa terdakwa menghabiskan uang koperasi untuk main judi dan foya-foya; Bahwa setelah diaudit pembukuan kas koperasi Tama Roganda, saksi Dimpan Situmorang selaku Pimpinan Koperasi mengalami kerugian sebesar Rp ,- (lima puluh lima juta rupiah) atas perbuatan terdakwa ; Bahwa barang bukti yang diperlihatkan berupa : 1 (satu) buah sandal jepit warna abuabu merek Indommaret, 1 (satu) buah sepatu pancus warna coklat merek Aldo Brue,1 (satu) buah celana panjang jeans warna hitam merek HUGO S,1 (satu) buah baju kaos warna biru laut yang bertuliskan Route 999 merek Plus, 1 (satu) unit handphone merek Samsung warna hitam tipe Samsung Galaxy Ace Duos GT-S6802,1 (satu) buah celana 7

8 panjang keper warna hitam, 1 9satu0 buah tas sandang warna hitam yang bertuliskan Barry 96, 1 (satu) lembar bukti pengiriman transfer uang melalui Bank BRI sebesar Rp ,-(satu juta lima ratus ribu rupiah) ditujukan kepada Sdri.Hora Maulina Br Silaban, pengirim Saut Parulian Lumbangaol; Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut, terdakwa membenarkannya; Menimbang, bahwa selanjutnya dipersidangan terdakwa telah memberi keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut: Bahwa pada hari Selasa tanggal 18 Februari 2014 sekitar pukul Wib di Jalan Wahidin No.24 Kelurahan Brandan Barat Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat di kantor Koperasi Tama Roganda, Terdakwa telah menggelapkan uang milik Koperasi Tama Roganda; Bahwa terdakwa bekerja di Koperasi tersebut sebagai mantri dan dimana pada saat itu terdakwa memalsukan data calon nasabah koperasi tersebut dan mengajukan permohonan pinjaman calon nasabah kepada pimpinan Koperasi tersebut yaitu saksi Dimpan Situmorang lalu saksi Dimpan Situmorang percaya dan langsung mencairkan uang koperasi untuk nasabah namun terdakwa tidak memberikan uang tersebut ke calon nasabah tapi dipergunakan untuk keperluan terdakwa; Bahwa perbuatan tersebut terdakwa lakukan terus menerus dan uang tersebut terdakwa pergunakan untuk main judi dan belanja belanja dan sebagian terdakwa kirim ke orang tua terdakwa di Dolok Sanggul; Bahwa terdakwa sudah bekerja di Kcperasi Tama Roganda tersebut selama 2 (dua) tahun ; Bahwa terdakwa mendapat gaji setiap bulannya yang diberi oleh Pimpinan koperasi tersebut adalah sebesar Rp ,- (dua juta seratus ribu rupiah) dan di luar gaji terdakwa menerima uang transport setiap harinya sebesar Rp (lima puluh ribu rupiah); Bahwa nasabah yang terdakwa jalankan tersebut ada sebanyak 244 nasabah tapi hanya 47 nasabah yang datanya tidak fiktip; Bahwa terdakwa menggelapkan uang koperasi tersebut sejak bulan Januari 2014 dengan setoran dari peminjam dari nasabah menurun dengan setoran seharusnya Rp ,- ( empat juta tujuh ratus tujuh puluh enam ribu rupiah) akan tetapi terdakwa meneyetor kepada kasir perharinya sebesar Rp ,- (delapan ratus ribu rupiah); Bahwa terdakwa tidak pernah meminta ijin melakukan perbuatannya ; Menimbang,bahwa dipersidangan telah diperlihatkan barang bukti: 8

9 1 (satu) buah sandal jepit warna abu-abu merek Indommaret, 1 (satu) buah sepatu pancus warna coklat merek Aldo Brue, 1 (satu) buah celana panjang jeans warna hitam merek HUGO S, 1 (satu) buah baju kaos warna biru laut yang bertuliskan Route 999 merek Plus, 1 (satu) unit handphone merek Samsung warna hitam tipe Samsung Galaxy Ace Duos GT-S6802, 1 (satu) buah celana panjang keper warna hitam, 1 (satu) buah tas sandang warna hitam yang bertuliskan Barry 96, 1 (satu) lembar bukti pengiriman transfer uang melalui Bank BRI sebesar Rp ,-(satu juta lima ratus ribu rupiah) ditujukan kepada Sdri.Hora Maulina Br Silaban, pengirim Saut Parulian Lumbangaol, barang bukti tersebut telah disita secara sah dan dibenarkan olah saksi-saksi dan terdakwa sehingga dapat dipergunakan untuk memperkuat pembuktian dalam perkara ini; Menimbang, bahwa setelah mendengar tuntutan pidana dari Penuntut Umum yang dibacakan di persidangan tertanggal 12 Mei 2014, No. PDM-74-III-/STBAT/Ep/04/2014, yang pada pokoknya menuntut agar Majelis Hakim yang mengadili perkara ini memutuskan sebagai berikut : 1. Menyatakan terdakwa SAUT PARULIAN LUMBANGAOL Als SAUT, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana, telah melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehngga harus dipndang sebagai satu perbuatan berlanjut yaitu dnegan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain,, tetapi yang ada dalam kekuaasaannya bukan karena kejahatan, yang dilakukan oleh orang yang memegang barang itu karena jabatannya sendiri atau kaena pekerjaannya atau karena mendapat upah untuk itu, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 374 KUHP Jo.pasal 64 ayat (10 KUHPidana. 2. Menjatuhkan Pidana tehadap terdakwa SAUT PARULIAN LUMBANGAOL Als SAUT,dengan pidana penjara selama : 2 (dua) tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan. 3. Menyatakan barang bukti berupa : - 1 (satu) buah sandal jepit warna abu-abu merek Indommaret, - 1 (satu) buah sepatu pancus warna coklat merek Aldo Brue, - 1 (satu) buah celana panjang jeans warna hitam merek HUGO S, - 1 (satu) buah baju kaos warna biru laut yang bertuliskan Route 999 merek Plus, 9

10 - 1 (satu) unit handphone merek Samsung warna hitam tipe Samsung Galaxy Ace Duos GT-S6802, - 1 (satu) buah celana panjang keper warna hitam, - 1 (satu) buah tas sandang warna hitam yang bertuliskan Barry 96, - 1 (satu) lembar bukti pengiriman transfer uang melalui Bank BRI sebesar Rp ,-(satu juta lima ratus ribu rupiah) ditujukan kepada Sdri.Hora Maulina Br Silaban, pengirim Saut Parulian Lumbangaol, Dirampas untuk dimusnahkan. 4. Menetapkan agar terdakwa dibebani untuk membayar biaya perkara sebesar Rp (duaribu limaratus rupiah). Menimbang, bahwa setelah mendengar permohonan dari terdakwa yang disampaikan secara lisan yang pada pokoknya menyatakan bahwa terdakwa merasa bersalah dan menyesali perbuatannya dan memohon hukuman yang seringan-ringannya ; Menimbang, bahwa setelah mendengar tanggapan dari Penuntut Umum (Replik) yang disampaikan secara lisan di persidangan yang pada pokoknya menyatakan tetap pada tuntutannya dan telah pula mendengar tanggapan dari terdakwa (Duplik) yang pada pokoknya menyatakan tetap pada pembelaannya tersebut ; Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi yang dihubungkan dengan keterangan Terdakwa dan dikaitkan dengan barang bukti yang diajukan di persidangan yang satu sama lainnya saling bersesuaian maka Majelis Hakim memperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut : Bahwa benar pada hari Selasa tanggal 18 Februari 2014 sekitar pukul Wib di Jalan Wahidin No.24 Kelurahan Brandan Barat Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat di kantor Koperasi Tama Roganda, Terdakwa telah menggelapkan uang milik Koperasi Tama Roganda; Bahwa benar terdakwa bekerja di Koperasi tersebut sebagai mantri dan dimana pada saat itu terdakwa telah memalsukan data calon nasabah koperasi tersebut dan mengajukan permohonan pinjaman calon nasabah kepada pimpinan Koperasi tersebut yaitu saksi Dimpan Situmorang lalu saksi Dimpan Situmorang percaya dan langsung mencairkan uang koperasi untuk nasabah kepada terdakwa, namun oleh Terdakwa uang tersebut tidak diberikan ke calon nasabah namun dipergunakan untuk keperluan terdakwa sendiri ; Bahwa benar perbuatan tersebut terdakwa lakukan terus menerus dan uang tersebut terdakwa pergunakan untuk main judi dan belanja belanja dan sebagian terdakwa kirim ke orang tua terdakwa di Dolok Sanggul; 10

11 Bahwa benar saksi Dimpan situmorang merasa curiga karena omzet setoran uang kas koperasi yang dikerjakan oleh terdakwa menurun merosot yang seharusnya terdakwa menyetor uang koperasi kepada saksi Dimpan Situmorang perharinya sebesar Rp (empat juta tujuh ratus tujuh puluh enam ribu rupiah) akan tetapi terdakwa menyetornya hanya Rp (delapan ratus ribu rupiah); Bahwa benar saksi Dimpan Situmorang menyuruh saksi Romualdus sebagai pengawas lapangan dan terdakwa mengecek ke Pangkalan susu dan ternyata di Pangkalan susu nasabah yang dikatakan oleh terdakwa tidak ada atau kata lain fiktip; Bahwa benar karena sudah terbukti fiktip maka saksi Romaldus Situmorang dengan terdakwa pulang kekantor dan langsung mengecek buku tagihan cicilan dan terdakwa langsung mengakui bahwa nama nama nasabah yang diajukan oleh terdakwa untuk meminjam uang adalah fiktip dan menurut pengakuan terdakwa masih ada nasabah yang belum ketemu; Bahwa benar keesokan harinya tanggal 19 Februari saksi bertemu saksi Romualdus situmorang dan terdakwa bertemu saksi Libertus Sijabat di warung kopi untuk sarapan dan minum; Bahwa benar pada waktu itu terdakwa berkata kepada saksi Romualdus Situmorang mau ke kamar mandi untuk buang air kecil, tapi setelah saksi Libertus Sijabat dan saksi Romualdus Situmorang tunggu tunggu tapi terdakwa tidak muncul muncul dan saksi libertus Sijabat bersama saksi Romualdus Situmorang cek kekamar mandi ternyata terdakwa sudah melarikan diri ; Bahwa saksi Romualdus Situmorang kemudian melaporkan kepada saksi Dimpan Situmorang dan akhirnya saksi Dimpan Situmorang bersama saksi dan anggota Koperasi lainnya mencarai terdakwa sampai ke Medan dan akhirnya terdakwa berhasil ditangkap di perumahan Namorambe Medan; Bahwa setelah diaudit pembukuan kas koperasi Tama Roganda, saksi Dimpan Situmorang selaku Pimpinan Koperasi mengalami kerugian sebesar Rp ,- (lima puluh lima juta rupiah) atas perbuatan terdakwa ; Bahwa benar terdakwa sudah bekerja di Kcperasi Tama Roganda tersebut selama 2 (dua) tahun ; Bahwa benar terdakwa mendapat gaji setiap bulannya yang diberi oleh Pimpinan koperasi tersebut adalah sebesar Rp ,- (dua juta seratus ribu rupiah) dan di luar gaji terdakwa menerima uang transport setiap harinya sebesar Rp (lima puluh ribu rupiah); Bahwa benar nasabah yang terdakwa jalankan tersebut ada sebanyak 244 nasabah tapi hanya 47 nasabah yang datanya tidak fiktip; Bahwa benar terdakwa menggelapkan uang koperasi tersebut sejak bulan Januari

12 dengan setoran dari peminjam dari nasabah menurun dengan setoran seharusnya Rp ,- ( empat juta tujuh ratus tujuh puluh enam ribu rupiah) akan tetapi terdakwa meneyetor kepada kasir perharinya sebesar Rp ,- (delapan ratus ribu rupiah); Bahwa benar terdakwa tidak pernah meminta ijin melakukan perbuatannya ; Menimbang,bahwa selanjutnya Majelis akan mempertimbangkan apakah fakta hukum tersebut telah memenuhi unsur-unsur dakwaan Penuntut Umum; Menimbang, bahwa terdakwa diajukan oleh Penuntut Umum dengan dakwaan yaitu pasal 374 Jo.Pasal 64 (1) KUHP yang unsur unsurnya sebagai berikut : 1. Barang Siapa 2. Dengan sengaja dan melawan hak memiliki sesuatu barang yang sama sekali atau sebahagian termasuk kepunyaan orang lain 3. Yang berada dalam kekuasaannya karena jabatan nya atau pekerjaannya atau karena mendapat upah untuk itu 4. Antara beberapa perbuatan ada hubungannya sedemikan rupa sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut Menimbang,bahwa selanjutnya Majelis mempertimbangkan unsur-unsur tersebut sebagai berikut: Ad.1 Barang Siapa Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan Barangsiapa secara yuridis adalah subjek hukum/pendukung hak dan kewajiban berupa orang pribadi atau Badan Hukum yang diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum sebagai terdakwa dalam perkara pidana dan dianggap cakap serta mampu bertanggung jawab secara pidana atas semua perbuatan yang telah dilakukannya ; Menimbang, bahwa Jaksa Penuntut Umum telah mengajukan terdakwa ke persidangan dan setelah Majelis memeriksa identitas terdakwa, telah nyata bahwa identitas terdakwa tersebut telah sesuai dengan yang termuat dalam surat dakwaan sehingga tidak terdapat adanya error in persona dalam menghukum seseorang ; Menimbang bahwa, dalam perkara ini Penuntut Umum mengajukan orang yang bernama SAUT PARULIAN LUMBANGAOL Alias SAUT yang mana terdakwa telah diajukan ke persidangan berdasarkan suatu surat dakwaan dan setelah Majelis mencermati surat 12

13 dakwaan Penuntut Umum maka secara formal telah memenuhi syarat-syarat sahnya suatu surat dakwaan sebagaimana yang diatur dalam pasal 143 Ayat (2) KUHAP ; Menimbang, bahwa setelah Majelis mengamati prilaku terdakwa selama persidangan berlangsung dan Majelis tidak menemukan adanya alasan-alasan yang dapat menghapuskan pemidanaan sebagaimana yang diatur dalam pasal 44 KUHP yaitu alasan pemaaf maupun alasan pembenar dan terdakwa adalah orang yang dianggap mampu bertanggungjawab atas perbuatan yang telah dilakukannya, sehingga oleh karena itu kepada terdakwa haruslah dinyatakan mampu bertanggung jawab secara pidana ; Menimbang, bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas maka Majelis berpendapat bahwa yang dimaksud dengan Barangsiapa dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum tidak lain adalah terdakwa SAUT PARULIAN LUMBANGAOL ALIAS SAUT sehingga dengan demikian unsur Barangsiapa telah terpenuhi dan terbukti ; Ad.2. Dengan sengaja dan melawan hak memiliki sesuatu barang yang sama sekali atau sebahagian termasuk kepunyaan orang lain Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan sengaja menghendaki dan mengetahui (willens en wetens). Artinya, seseorang yang melakukan suatu tindakan dengan sengaja, harus menghendaki serta menginsafi tindakan tersebut dan/ atau akibatnya. Jadi dapatlah dikatakan, bahwa sengaja berarti menghendaki dan mengetahui apa yang dilakukan. Orang yang melakukan perbuatan dengan sengaja menghendaki perbuatan itu dan disamping itu mengetahui atau menyadari tentang apa yang dilakukan itu dan akibat yang akan timbul daripadanya (Memorie van Toelichting). Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan melawan hukum adalah perbuatan tersebut bertentangan dengan Undang-undang maupun norma-norma hukum yang ada di masyarakat; Menimbang, bahwa yag dimasud dengan sesuatu barang adalah Segala sesuatu yang berwujud, termasuk pula binatang (manusia tidak masuk), misalnya uang, baju, kalung dan sebagainya. Dalam pengertian barang masuk pula daya listrik dan gas, meskipun tidak berwujud, akan tetapi dialirkan oleh kawat atau pipa. Barang ini tidak perlu harga (nilai) ekonomis.(r.soesilo) Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap dipersidangan, Bahwa benar pada hari Selasa tanggal 18 Februari 2014 sekitar pukul Wib di Jalan Wahidin No.24 Kelurahan Brandan Barat Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat di kantor 13

14 Koperasi Tama Roganda, Terdakwa telah menggelapkan uang milik Koperasi Tama Roganda; Menimbang, bahwa terdakwa bekerja di Koperasi tersebut sebagai mantri dan dimana pada saat itu terdakwa telah memalsukan data calon nasabah koperasi tersebut dan mengajukan permohonan pinjaman calon nasabah kepada pimpinan Koperasi tersebut yaitu saksi Dimpan Situmorang lalu saksi Dimpan Situmorang percaya dan langsung mencairkan uang koperasi kepada terdakwa, namun oleh Terdakwa uang tersebut tidak diberikan ke calon nasabah melainkan dipergunakan terdakwa untuk keperluannya; Menimbang, bahwa perbuatan tersebut terdakwa lakukan terus menerus dan uang tersebut terdakwa pergunakan untuk main judi dan belanja belanja sesuai keteranagnsaksi Libertus Sijabat dan sebagian terdakwa kirim ke orang tua terdakwa di Dolok Sanggul; Menimbang, bahwa akibat perbuatan terdakwa, saksi Dimpan Situmorang sebagai pimpinan KSU Tama Roganda mengalami kerugian sebesar Rp ,-(lima puluh lima juta rupiah); Menimbang, bahwa dari uraian uraian diatas maka Majelis Hakim berpendapat unsur ini telah terpenuhi; Ad. 3.Yang berada dalam kekuasaannya karena jabatan nya atau pekerjaannya atau karena mendapat upah untuk itu Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap dipersidangan, terdakwa bekerja di KSU Tama Roganda sebagai mantri yaitu penjamin dan dari nasabah yang meminjam uang ke Koperasi Tama Roganda, jadi setiap calon nasabah harus bertemu dan melalui terdakwa dahulu untuk mendapatkan pinjaman uang; Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap dipersidangan, saksi Dimpan Situmorang selaku Pimpinan KSU Tama Roganda sejak bulan januari 2014 merasa curiga kepada terdakwa karena uang setoran terdakwa setiap hari berkurang dari target yaitu seharusnya Rp ,-(empat juta tujuh ratus tujuh puluh enam ribu rupiah) namun saat itu hanya Rp ,-(delapan ratus ribu rupiah), lalu saksi Dimpan Situmorang menyuruh saksi Romualdus Situmorang sebagai pengawas lapangan KSU Tama Roganda untuk mengecek nasabah terdakwa,dan setelah di cek ke Pangkalan Susu ternyata data nasabah terdakwa tidak ada alias fiktif dan setelah ditanyakan kepada terdakwa terdakwa mengakui bahwa nama nasabah yang diajukan oleh terdakwa adalah fiktif sedangkan uang yang telah dicairkan oleh saksi Dimpan Situmorang sebagai kasir sekaligus pimpinan KSU 14

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:----------------------

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:---------------------- P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT PUTUSAN No : 130/Pid/Sus/2014/PN.Stb DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara - perkara pidana dengan acara pemeriksaan perkara biasa dalam peradilan

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 345/Pid.B/2014/PN.BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada peradilan tingkat pertama

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana biasa dalam peradilan tingkat pertama dengan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989 P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana pada Peradilan Tingkat pertama dengan acara pemeriksaan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn.

P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn. P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ----- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982.

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982. P U T U S A N NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam

Lebih terperinci

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id PUTUSAN Nomor 354/Pid.B/2014/PN Sbg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Sibolga yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN.

P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN. P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana pada peradilan tingkat banding telah

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA,

P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA, P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA, Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding telah

Lebih terperinci

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1. Nama Lengkap : SARDIAMAN PURBA ALS PANGULU;

P U T U S A N. Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1. Nama Lengkap : SARDIAMAN PURBA ALS PANGULU; P U T U S A N Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA - 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ;

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ; P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG di Bandung yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. pada peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. pada peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan P U T U S A N NOMOR 129 / PID / 2015/ PT MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana pada peradilan tingkat banding

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N Nomor : 157/ Pid.Sus/2015/ PN.Stb(NARKOTIKA) Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa Pengadilan Negeri Stabat yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada tingkat pertama

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N Nomor : 265/ Pid. B/ 2014/ PN. Stabat. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA -----------Pengadilan Negeri Stabat di Stabat mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Nama lengkap : SUGIANTO GIRSANG ;

P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Nama lengkap : SUGIANTO GIRSANG ; P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ---- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara Tinggi Medan pidana dalam peradilan tingkat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ]

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ] UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ] BAB II TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG Pasal 2 (1) Setiap orang yang melakukan perekrutan,

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Wonosari yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara tertentu pada

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER I-07 B A L I K P A P A N P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer I-07 Balikpapan yang bersidang di Balikpapan

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung yang mengadili perkara pidanadalam peradilan tingkat Banding, menjatuhkan Putusan seperti

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl.

P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl. P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Donggala yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada tingkat pertama dengan

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N Nomor : 241 / Pid.Sus / 2015 / PN Stb. (Narkotika). DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara pidana dengan acara biasa pada peradilan

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N NOMOR 111/Pid.B/2014/PN.Stb DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan secara biasa dalam Peradilan

Lebih terperinci

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM PENETAPAN Nomor: 0051/Pdt.P/2013/PA.Pas. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ;

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ; P E N E T A P A N Nomor : 151 /Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang mengadili perkara perdata dalam tingkat pertama, telah menetapkan seperti

Lebih terperinci

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI Penyusun Desain Sampul & Tata Letak Isi MPRCons Indonesia

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk mewujudkan upaya

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara enim di Muara Enim yang memeriksa dan mengadli perkara-perkara

Lebih terperinci

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

TENTANG DUDUK PERKARA

TENTANG DUDUK PERKARA P E N E T A P A N Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada tingkat

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat banding, telah menjatuhkan putusan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa salah satu alat

Lebih terperinci

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN P E N E T A P A N Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa setiap warga negara

Lebih terperinci

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN PENETAPAN Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN AGAMA Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh

P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Mahkamah Syar iyah Aceh yang memeriksa dan mengadili perkara pada tingkat banding dalam persidangan Majelis

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa negara Republik

Lebih terperinci

P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg.

P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg. Nomor P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara Pidana dalam tingkat banding telah

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a.

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING

PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING I. Mempelajari Berkas Perkara 1. Bentuk Dakwaan: a. Tunggal : Adalah tehadap Terdakwa hanya didakwakan satu perbuatan yang memenuhi Uraian dalam satu Pasal tertentu

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, 1 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pendirian Yayasan di Indonesia selama ini dilakukan

Lebih terperinci

P U T U S A N No. 163/Pid.B/2014/PN.KBJ

P U T U S A N No. 163/Pid.B/2014/PN.KBJ P U T U S A N No. 163/Pid.B/2014/PN.KBJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Kabanjahe yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara biasa pada tingkat pertama telah

Lebih terperinci

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENYESUAIAN BATASAN TINDAK PIDANA RINGAN DAN JUMLAH DENDA DALAM KUHP

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENYESUAIAN BATASAN TINDAK PIDANA RINGAN DAN JUMLAH DENDA DALAM KUHP KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR :02 TAHUN 2012 TENTANG PENYESUAIAN BATASAN TINDAK PIDANA RINGAN DAN JUMLAH DENDA DALAM KUHP MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia,

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia, MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia, a. bahwa negara Republik Indonesia, sebagai negara hukum

Lebih terperinci

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara Enim yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat pertama

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR: 05/PMK/2004 TENTANG PROSEDUR PENGAJUAN KEBERATAN ATAS PENETAPAN HASIL PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2004 MAHKAMAH

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 17 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK TENTANG IZIN GANGGUAN DAN RETRIBUSI IZIN GANGGUAN

LEMBARAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 17 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK TENTANG IZIN GANGGUAN DAN RETRIBUSI IZIN GANGGUAN LEMBARAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 17 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG IZIN GANGGUAN DAN RETRIBUSI IZIN GANGGUAN Menimbang Mengingat DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara perdata dalam tingkat banding telah menjatuhkan

Lebih terperinci

P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan

P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan mengadili perkara perkara perdata permohonan dalam tingkat pertama,

Lebih terperinci

HUKUM ACARA PIDANA Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tanggal 31 Desember 1981 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

HUKUM ACARA PIDANA Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tanggal 31 Desember 1981 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : HUKUM ACARA PIDANA Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tanggal 31 Desember 1981 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, a. bahwa negara Republik Indonesia adalah negara hukum

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR : 790 TAHUN : 2009 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN TUNTUTAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pembangunan perekonomian nasional bertujuan

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA Menimbang Mengingat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA www.legalitas.org UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa anak adalah bagian dari generasi muda sebagai

Lebih terperinci

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG TUNTUTAN PERBENDAHARAAN DAN TUNTUTAN GANTI RUGI KEUANGAN DAN BARANG DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008

PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008 PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008 MAHKAMAH AGUNG RI 2008 1 DAFTAR ISI Kata Pengantar... iii Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : KMA/032/SK/IV/2007

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PEMBERHENTIAN DENGAN HORMAT, PEMBERHENTIAN TIDAK DENGAN HORMAT, DAN PEMBERHENTIAN SEMENTARA, SERTA HAK JABATAN FUNGSIONAL JAKSA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2002 TENTANG TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2002 TENTANG TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2002 TENTANG TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa kejahatan yang menghasilkan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 08 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG [LN 2010/122, TLN 5164]

UNDANG-UNDANG NOMOR 08 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG [LN 2010/122, TLN 5164] UNDANG-UNDANG NOMOR 08 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG [LN 2010/122, TLN 5164] BAB II TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG Pasal 3 Setiap Orang yang menempatkan, mentransfer,

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam

P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG IZIN PEMAKAIAN RUMAH MILIK ATAU DIKUASAI PEMERINTAH KOTA SURABAYA

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG IZIN PEMAKAIAN RUMAH MILIK ATAU DIKUASAI PEMERINTAH KOTA SURABAYA RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG IZIN PEMAKAIAN RUMAH MILIK ATAU DIKUASAI PEMERINTAH KOTA SURABAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM Nomor : 52/DJU/SK/HK.006/5/ Tahun 2014 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN MAHKAMAH

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA DENPASAR NOMOR 13 TAHUN 2002 TENTANG SURAT IJIN USAHA PERDAGANGAN ( SIUP ) WALIKOTA DENPASAR,

PERATURAN DAERAH KOTA DENPASAR NOMOR 13 TAHUN 2002 TENTANG SURAT IJIN USAHA PERDAGANGAN ( SIUP ) WALIKOTA DENPASAR, PERATURAN DAERAH KOTA DENPASAR NOMOR 13 TAHUN 2002 TENTANG SURAT IJIN USAHA PERDAGANGAN ( SIUP ) WALIKOTA DENPASAR, Menimbang : a. bahwa sebagai tindak lanjut dari amanat Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL HSL RPT TGL 13 JULI 2009 PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN

Lebih terperinci

MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA. KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA Nomor : Kep - 150 / Men / 2000 TENTANG

MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA. KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA Nomor : Kep - 150 / Men / 2000 TENTANG MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA Nomor : Kep - 150 / Men / 2000 TENTANG PENYELESAIAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DAN PENETAPAN UANG PESANGON, UANG

Lebih terperinci

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA SURAT EDARAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR: SE-004/J.A/11/1993 TENTANG PEMBUATAN SURAT DAKWAAN

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA SURAT EDARAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR: SE-004/J.A/11/1993 TENTANG PEMBUATAN SURAT DAKWAAN I. PENDAHULUAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA SURAT EDARAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR: SE-004/J.A/11/1993 TENTANG PEMBUATAN SURAT DAKWAAN Menurut hasil eksaminasi perkara terutama perkara-perkara

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 0 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA BARAT

LEMBARAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA BARAT LEMBARAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA BARAT No. 1 1989 SERI C ----------------------------------------------------------------- PERATURAN DAERAH TINGKAT I PROPINSI JAWA BARAT NOMOR 2 TAHUN 1989

Lebih terperinci

PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN GANTI KERUGIAN NEGARA TERHADAP BENDAHARA

PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN GANTI KERUGIAN NEGARA TERHADAP BENDAHARA PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN GANTI KERUGIAN NEGARA TERHADAP BENDAHARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1981 TENTANG METROLOGI LEGAL [LN 1981/11, TLN 3193]

UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1981 TENTANG METROLOGI LEGAL [LN 1981/11, TLN 3193] UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1981 TENTANG METROLOGI LEGAL [LN 1981/11, TLN 3193] BAB VIII KETENTUAN PIDANA Pasal 32 (1) Barangsiapa melakukan perbuatan yang tercantum dalam Pasal 25 1, Pasal 26 2, Pasal

Lebih terperinci

TENTANG BUPATI PATI,

TENTANG BUPATI PATI, PERATURAN DAERAH KABUPATEN PATI NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG RETRIBUSI TEMPAT PELELANGAN IKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PATI, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan

Lebih terperinci

Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah

Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah AKTA PENDIRIAN YAYASAN "..." Nomor :... Pada hari ini,..., tanggal... 2012 (duaribu duabelas) pukul... Waktu Indonesia Barat. Berhadapan dengan saya, RUFINA INDRAWATI TENGGONO, Sarjana Hukum, Notaris di

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR NOMOR 12 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEPULAUAN

Lebih terperinci

BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN

BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN,

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA PADANG PANJANG

PEMERINTAH KOTA PADANG PANJANG PEMERINTAH KOTA PADANG PANJANG PERATURAN DAERAH KOTA PADANG PANJANG NOMOR 8 TAHUN 2005 TENTANG RETRIBUSI PEMERIKSAAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PADANG PANJANG, Menimbang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, enimbang: a. bahwa negara Republik Indonesia, sebagai negara hukum

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM DISIPLIN MILITER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM DISIPLIN MILITER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM DISIPLIN MILITER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Tentara Nasional Indonesia

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR: KEP-150/MEN/2000 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR: KEP-150/MEN/2000 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR: KEP-150/MEN/2000 TENTANG PENYELESAIAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DAN PENETAPAN UANG PESANGON, UANG PENGHARGAAN MASA KERJA DAN GANTI KERUGIAN DI PERUSAHAAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

STANDARD OPERATION PROCEDURE (S.O.P) DI JAJARAN PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN NEGERI SE-KALIMANTAN TENGAH

STANDARD OPERATION PROCEDURE (S.O.P) DI JAJARAN PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN NEGERI SE-KALIMANTAN TENGAH STANDARD OPERATION PROCEDURE (S.O.P) DI JAJARAN PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN NEGERI SEKALIMANTAN TENGAH I. PENDAHULUAN Dalam Visi Mahkamah Agung Republik Indonesia yang dituangkan dalam Blue Print

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP [LN 2009/140, TLN 5059]

UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP [LN 2009/140, TLN 5059] UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP [LN 2009/140, TLN 5059] BAB XV KETENTUAN PIDANA Pasal 97 Tindak pidana dalam undang-undang ini merupakan kejahatan.

Lebih terperinci

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG PERIZINAN PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN

PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG PERIZINAN PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN Hasil PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG PERIZINAN PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI SLEMAN, Menimbang

Lebih terperinci

http://www.legalitas.org/incl-php/buka.php?d=2000+8&f=pp63-2008.htm

http://www.legalitas.org/incl-php/buka.php?d=2000+8&f=pp63-2008.htm 1 of 11 11/6/2008 9:33 AM Gedung DitJend. Peraturan Perundang-undangan Go Back Tentang Kami Forum Diskusi FAQ Web Jln. Rasuna Said Kav. 6-7, Kuningan, Jakarta Selatan Mail Email: admin@legalitas.org. PERATURAN

Lebih terperinci

Undang-Undang Nomor 11 tahun 1992 Tentang Dana Pensiun

Undang-Undang Nomor 11 tahun 1992 Tentang Dana Pensiun Undang-Undang Nomor 11 tahun 1992 Tentang Dana Pensiun BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan : 1. Dana Pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program

Lebih terperinci