ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI KONDISI FINACIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN GO-PUBLIC SKRIPSI

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI KONDISI FINACIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN GO-PUBLIC SKRIPSI"

Transkripsi

1 ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI KONDISI FINACIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN GO-PUBLIC SKRIPSI Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Penyelesaian Program Pendidikan Strata Satu Jurusan Akuntansi Oleh: CHRISTANTY A. I. PATTINASARANY SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERBANAS SURABAYA 2010

2 ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI KONDISI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN GO-PUBLIC Diajukan oleh : CHRISTANTY AMAZIA IMMANUELA PATTINASARANY Skripsi ini telah dibimbing Dan dinyatakan siap diuji Dosen Pembimbing, Tanggal :... Diyah Pujiati, S.E., M.Si ii

3 SKRIPSI ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI KONDISI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN GO-PUBLIC Disusun oleh: CHRISTANTY A. I. PATTINASARANY NIM : Dipertahankan di depan Tim Penguji dan dinyatakan Lulus Ujian Skripsi pada tanggal 18 Februari 2010 Tim Penguji Ketua : Nurmala Ahmar S.E., Ak., M.Si... Sekertaris : Diyah Pujiati, S.E., M.Si... Anggota : Supriyati, S.E., Ak., M.Si... iii

4 PENGESAHAN SKRIPSI Nama : Christanty Amazia Immanuela Pattinasarany Tempat, Tanggal Lahir : Surabaya, 14 April 1988 N.I.M : Jurusan : Akuntansi Program Pendidikan : Strata 1 Konsentrasi Judul : Akuntansi Keuangan : Analisis Rasio Keuangan Untuk Memprediksi Kondisi Financial Distress Pada Perusahaan Go-Public Disetujui dan diterima baik oleh : Dosen Pembimbing, Tanggal :... Diyah Pujiati, S.E., M.Si Ketua Jurusan Akuntansi Tanggal :... Dra. Gunasti Hudiwinarsih Ak., M.Si iv

5 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan -Amsal 1:7- Banyak hal tak kupahami dalam masa menjelang, tapi nyata bagiku kini... Tangan TUHAN yang pegang When you try to be somebody else You ll find that you are nobody So just BE YOUR SELF!!! v

6 I dedicate this researh specially for: My Savior JESUS CHRIST..who helped me Through the whole life, blessing me n never let me down..thank GOD!! My Beloved parents Mr. And Mrs. Pattinasarany, makasih yaa Pa..Ma..bwt dukungan dan doa2nya..terutama untuk segala pengorbanan, kasih sayang dan kepercayaan yang diberikan. Aq bangga jd anak Pa2 & Ma2.. Kakak2Q yang baik, Ebet, Apit, n specially my only sister Kun..thanks bwt omelan2nya (^_^ peace) which is important for my life. Kak Ita n Mbak Rena...thanx bwt support n doanya. Gloria n Nadya...yang melengkapi kebahagiaan kluargaq..thank GOD 4 both of them. My luvly Tenly...the best gift from GOD, thanks buat cinta, kasih sayang, pengorbanan n kepercayaanmu. It means a lot for me...tetep semangat yaa ngerjain skripsinya, always support You babe...^_^ vi

7 Seluruh keluarga besar Pattinasarany-Pelenkahu, specially Om Piet, Usi Nona, Usi Ohie..trma kasih bwt dukungan doa dan perhatian yang diberikan bwt keluarga kami khususnya bwt Tanty secara pribadi. Tete Manis jua yang bs balas smuanya.. My New Family in Perak: Oma, t Oya, t Ebe, Alex, Patrick, n Aaron...thanks bwt doa dan perhatiannya slama ini, Tuhan Yesus berkati. To: Iphank, Itah n Ichunk...my best friend, thanks bwt kebersamaannya..friendship is never end To: All SKKP s crew..thanks bwt kebersamaannya dlm Pelayanan, keep faith in JESUS... Buat Dosen WaliQ, Pak Wilopo..makasih Pak atas Bmbngan dan perhatian yang diberikan slama ini, makasih juga krn Bpk sdh jadi orang tua yang baik bagi saya dan teman2 selama menempuh pndidikan d Perbanas.. Buat Dosen PembimbingQ, Bu Diyah...makasih yaa Bu Atas kesabarannya membimbing saya slama ini, biarpun saya bnyk nanya n sering bolak balik bmbngan hehe.. vii

8 Buat teman2 senasib sepenanggungan..me2y n Neng, thanx bwt tebengannya slama ini...jgn bosen2 yach hwehehe:p Rifda, Wenda, Ama, BunDa, Endang, Grace, Riris, Dian, Rizka, Wahyu, Amiek, Ki2 kuadrat... n smua teman2q angkatan teman2 akhrnya jadi juga yaa qta pake merk SE dblkng hehehe B-) Bwt maskotnya Perbanas..Trio kwek2 (Dewi, Hence, Nia)..ndang lu2s rek!! Ayo..lapo suwe2 kuliah, selak tuwek Ndul...hehe Bwt para pendahulu..vanya, Imut n Supri..akhrnya aq nyusul jg teman2.. Bwt tmn2q yg lain yg masi brjuang dbangku kuliah, Nat2 n Yeni..keep fight yach!! Bwt Bu Linda, Bu Bambang n Pak Widhi...mkasih Pak, Bu..atas bmbngannya slama saya mengajar.. Bwt seluruh mahasiswaq yg pernah q bmbng...mkasih Bwt pngalaman baru yg seru bgt!! Aq bangga pernah ngajar kalian. Mizz U all Guy s n Girl s... Bwt Seluruh Dosen dan Elemen Perpus STIE Perbanas Sby, makasih atas bmbngan dan fasilitas yang diberikan. viii

9 Bwt sluruh karyawan adm. & keuangan, pramubakti, satpam dll...trima kasih atas pelayanannya. To: CLARA ABBOTT FOUNDATION thanks 4 supporting my study till this graduation. ix

10 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME atas kasih dan karunia-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul Analisis Rasio Keuangan Untuk Memprediksi Kondisi Financial Distress pada Perusahaan Go- Public. Penulisan ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat penyelesaian progam pendidikan strata satu jurusan akuntansi bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya. Dalam penulisan skripsi ini, penulis telah banyak mendapatkan bantuan dari pihak yang tidak mungkin penulis menyebutkan satu persatu. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih sedalam-dalamnya kepada yang saya hormati : 1. Ibu Prof. DR.Dra. Psi. Hj. Tatik Suryani, M.M. selaku Pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya 2. Ibu Dra. Gunasti Hudiwinarsih M.Si.Ak. selaku ketua jurusan Akuntansi 3. Ibu Diyah Pujiati, S.E.,M.Si selaku dosen pembimbing yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan mulai dari awal penulisan skripsi sampai skripsi ini dapat terselesaikan dengan tepat waktu. 4. Ibu Nurmala Ahmar S.E.,Ak.,M.Si selaku penguji proposal dan skripsi penelitian ini. 5. Ibu Supriyati S.E.,Ak.,M.Si selaku penguji proposal dan skripsi penelitian ini. 6. Bapak Dr. Drs. R. Wilopo, Ak.,M.Si selaku Dosen Wali yang telah banyak memberikan bimbingan dan pengarahan yang tidak henti-hentinya selama kuliah di STIE Perbanas Surabaya. x

11 7. Bapak Ibu Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya yang telah memberi ilmu, pengalaman dan waktunya kepada penulis selama menuntut ilmu di bangku kuliah. 8. Seluruh Staf Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya yang telah membantu atas terselesaikannya penulisan ini. 9. Seluruh Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya. Kesempurnaan hanya milik TUHAN YME, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak guna penyempurnaan dan perbaikan di masa yang akan datang. Semoga dengan adanya karya ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan dan dapat dikembangkan lebih lanjut. Surabaya, 09 Maret 2010 Penulis xi

12 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PERSETUJUAN SIAP DIUJI... HALAMAN LULUS UJIAN SKRIPSI... HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI... HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... ABSTRAK / RINGKASAN... i ii iii iv v ix xi xiii xiv xv xvi BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Sistematika Penulisan... 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Penelitian Terdahulu Landasan teori Laporan Keuangan Jenis-jenis Laporan Keuangan Analisis Laporan Keuangan Pengertian Kesulitan Keuangan (Financial Distress) Indikator Financial Distress Manfaat Prediksi Financial Distress Rasio Keuangan Sebagai Prediktor Financial Distress Kerangka Pemikiran Hipotesis Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Batasan Penelitian Identifikasi Variabel Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Populasi, Sampel dan Teknik Sampling Populasi Sample Teknik Sampling xii

13 3.6 Data dan Metode Pengumpulan Data Data Metode Pengumpulan Data Teknik Analisis Data BAB IV GAMBARAN SUBYEK PENELITIAN DAN ANALISIS DATA Gambaran Umum Subyek Penelitian Analisis Data Analisis Deskriptif Analisis Pengujian Hipotesis Pembahasan BAB V PENUTUP Kesimpulan Keterbatasan Penelitian Saran LAMPIRAN DAFTAR RUJUKAN xiii

14 DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.1 : Kategoti Kesulitan Keuangan 21 Tabel 2.2 : Kriteria Kebangkruran ALTMAN 23 Tabel 4.1 : Seleksi Sampel Perusahaan 45 Tabel 4.2 : Daftar Sektor Industri Sampel 46 Tabel 4.3 : Statistika Deskriptif Perusahaan Non Financial Distress Tahun Tabel 4.4 : Statistika Deskriptif Perusahaan Financial Dsitress Tahun Tabel 4.5 : Hasil Perhitungan Hosmer and Lemeshow(a) 79 Tabel 4.6 : Hasil Perhitungan Hosmer and Lemeshow(b) 80 Tabel 4.7 : Hasil Pengujian Regresi Logistik 81 Tabel 4.8 : Klasifikasi Variabel 87 Tabel 4.9 : Hasil Pengujian Variabel 105 xiv

15 DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1 : Kerangka Pemikiran 32 xv

16 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Rekapitulasi Data Laporan Keuangan Perusahaan Tahun 2004 Lampiran 2 : Rekapitulasi Data Laporan Keuangan Perusahaan Tahun 2005 Lampiran 3 : Hasil Perhitungan Rasio Keuangan Tahun 2004 Lampiran 4 : Hasil Perhitungan Rasio Keuangan Tahun 2005 Lampiran 5 : Hasil Output Statistik Deskriptif Lampiran 6 : Hasil Output Regresi Logistik xvi

17 FINANCIAL RATIO ANALYSIS FOR PREDICTING FINANCIAL DISTRESS IN GO-PUBLIC COMPANY ABSTRACT This study aims to know whether financial ratios can be used in predicting the probability of financial distress in go public company listed in Indonesia Stock Exchange (IDX). The sample used in this study are go public companies listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) during the observation period of The sampling technique used was purposive sampling. This study sample size is 164 companies. The data used in this research is secondary data. Data collected based on the financial reporting of the company that seen from Indonesian Capital Market Directory (ICMD). This study is use a logistic regression analysis as the analysis test tool. The results of this study indicate that the financial ratios influential to the probability of financial distress in go public company. The result shows that ratio net income to net sales, current asset to current liability, net sales to current asset, net income to total asset, cash to current liability are significant variables to determine the condition of financial distress of a firm. Keywords : financial ratios, financial distress xvii

18 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kondisi perekonomian yang semakin merosot yang terjadi di Indonesia sejak krisis moneter yang melanda, dimulai dari bulan Juli 1997, telah berdampak luas pada kehidupan politik dan ekonomi. Akibatnya, banyak perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan sehingga tidak dapat melunasi kewajiban keuangan yang sudah jatuh tempo dan pada akhirnya dinyatakan bangkrut. Hal ini semakin memperkeruh kondisi perekonomian di Indonesia karena dengan banyaknya perusahaan yang tutup, semakin banyak pula tenaga kerja yang yang menganggur sehingga tingkat kriminalitas pun semakin tinggi. Dengan melihat kondisi tersebut, maka perusahaan diharapkan dapat secara cepat dan tepat membuat keputusan dan melakukan tindakan untuk memperbaiki situasi ini. Prediksi kekuatan keuangan suatu perusahaan umumnya dilakukan oleh pihak eksternal, seperti: Investor, Auditor, dan Pemerintah. Dengan diketahuinya financial distress yang dialami oleh perusahaan diharapkan dapat dilakukan tindakan untuk memperbaiki situasi ini. Penyebab dari krisis ekonomi ini tidak hanya terletak pada fundamental ekonomi yang lemah saja tetapi juga karena hutang swasta luar negeri yang telah mencapai jumlah yang cukup besar. Krisis yang berkepanjangan ini adalah krisis yang disebabkan oleh merosotnya nilai tukar rupiah yang sangat tajam, akibat adanya peningkatan dolar Amerika Serikat dan jatuh temponya hutang swasta luar 1

19 negeri dalam jumlah yang cukup besar dan secara bersamaan, sehingga mengakibatkan permintaan akan dolar meningkat dan ditambah dengan lemahnya sistem perbankan nasional sebagai akat terjadinya krisis financial. Menurut Akhyar Adnan dan Eha Kurniasa ( 2002 ) dalam Kurnia Eka Putri Febriyanti ( 2007 ) kebangkrutan suatu perusahaan dapat dilihat dan diukur melalui laporan keuangan dengan cara menganalisis laporan keuangan. Analisis laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan serta hasil-hasil yang telah dicapai sehubungan dengan pemilihan strategi perusahaan yang akan diterapkan. Dengan melakukan analisis laporan keuangan perusahaan, maka pimpinan perusahaan dapat mengetahui keadaan serta perkembangan financial perusahaan serta hasil-hasil yang telah dicapai di waktu lampau dan di waktu yang sedang berjalan. Tingkat kesehatan perusahaan penting artinya bagi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dalam menjalankan usahanya, sehingga kemampuan untuk memperoleh keuntungan dapat ditingkatkan dan untuk menghindari adanya potensi kebangkrutan. Menurut Plat dan Plat (2002) dalam Luciana Spica Almilia (2003) yang dikutip oleh Kurnia Eka Putri Febriyanti (2007) Financial Distress adalah sebagai tahap penurunan kondisi keuangan yang terjadi sebelum terjadinya kebangkrutan atau likuidasi. Plat dan Plat (2002) meyatakan kegunaan informasi jika suatu perusahaan mengalami financial distress adalah:

20 Dapat mempercepat tindakan manajemen untuk mencegah masalah sebelum terjadinya kebangkrutan. 2. Pihak manajemen dapat mengambil tindakan merger atau takeover agar perusahaan lebih mampu untuk membayar hutang dan mengelola perusahaan dengan lebih baik. 3. Memberikan tanda peringatan awal adanya kebangkrutan dimasa yang akan datang. Laporan Keuangan merupakan salah satu instrumen yang digunakan untuk mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode tertentu, menggambarkan perubahan kondisi keuangan perusahaan dari waktu ke waktu, yang berguna bagi pengambilan keputusan yang tepat. Menurut Luciana Spica Almilia dan Kristijadi (2003), agar informasi yang tersaji menjadi lebih bermanfaat dalam pengambilan keputusan, data keuangan harus dikonversi menjadi informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan ekonomis. Hal ini ditempuh dengan cara melakukan analisis laporan keuangan. Model yang sering digunakan dalam analisis tersebut adalah dalam bentuk rasiorasio keuangan. Foster (1986) dalam Luciana Spica Almilia dan Kristijadi (2003) menyatakan bahwa ada empat hal yang mendorong analisis laporan keuangan dilakukan dengan model rasio keuangan, yaitu: 1. Untuk mengendalikan pengaruh perbedaan besaran antar perusahaan atau antar waktu.

21 Untuk membuat data menjadi lebih memenuhi asumsi alat statistik yang digunakan. 3. Untuk mengeinvestigasi teori yang terkait dengan rasio keuangan. 4. untuk mengkaji hubungan empirik antara rasio keuangan dan estimasi atau prediksi variabel tertentu (seperti kebangkrutan atau financial distress). Identifikasi faktor penyebab corporate failure perlu dilakukan agar kerugian yang diderita akiabat krisis yang mungkin terjadi dapat diminimalisasi. Argumnetasi mengenai rasio-rasio keuangan dalam mengindikasikan kesulitan keuangan perusahaan di Indonesia di masa mendatang merupakan fenomena yang menarik untuk diteliti kembali. Penelitian mengenai corporate failure akan terus berlanjut walaupun penelitian mengenai topik tersebut telah banyak dilakukan. Lebih lanjut, hasil penelitian-penelitian terlebih dahulu masih bersifat mix result, yang berarti bahwa berbagai temuan terdahulu cenderung tidak konsisten untuk waktu dan tempat yang berbeda. Menurut Brigham dan Daves (2004) dalam Ikhwan Qomarudin (2008), pengaruh dari faktor-faktor yang berbeda berubah dari tahun ke tahun tergantung dari keadaan ekonomi dan besarnya tingkat bunga. Selain itu, mengingat perkembangan dunia usaha yang begitu cepat sehingga menimbulkan pertanyaan apakah faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan keuangan perusahaan masih tetap sama. Kasus Bank Century yang terjadi beberapa waktu yang lalu dan sampai saat ini masih hangat diperbincangkan merupakan salah satu bukti akan pentingnya

22 prediksi Financial Distress bagi kelangsungan proses bisnis. Di mana dalam kasus tersebut, Bank Century secara tiba-tiba dinyatakan pailit karena tidak dapat memenuhi kewajiban kliringnya terhadap Bank Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi, mengingat kondisi perekonomian saat ini boleh dibilang sudah mulai stabil dibandingkan saat awal terjadinya krisis ekonomi yang melanda Indonesia. Bagaimana dengan sektorsektor lain di luar sektor keuangan dan perbankan? Apakah rasio keuangan dapat dijadikan faktor yang berpengaruh dalam prediksi Financial Distress pada sektorsektor tersebut? Hal ini yang akan dicoba untuk diteliti oleh penulis dalam penelitian ini. 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan di atas, maka dapat diketahui bahwa analisis terhadap financial distress suatu perusahaan sangat penting untuk memprediksi kelangsungan hidup perusahaan. Dengan demikian permasalahan yang ingin dikemukakan dalam penelitian ini adalah : Apakah rasio keuangan dapat digunakan sebagai alat prediksi kondisi financial distress pada perusahaan-perusahaan go-public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia? 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah:

23 Untuk mengetahui apakah rasio keuangan dapat digunakan untuk memprediksi kemungkinan kondisi financial distress pada perusahaanpeeuasahaan go-public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. 1.4 Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagi Peneliti Penelitian ini merupakan pelatihan kemampuan yang diharapkan dapat mempertajam daya pikir ilmiah dengan menerapkan teori yag telah diperoleh selama masa studi serta menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman. 2. Bagi Perusahaan Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan bagi pihak manajemen. Sekaligus dapat membuat perusahaan melakukan perbandingan kinerja dengan perusahaan pesaing sehingga keuangan perusahaan tetap sehat dan tidak menurun bahkan financial distress dapat dihindari. 3. Bagi Investor Informasi adanya prediksi financial distress memberi masukan dalam menanamkan modal mereka, apakah mereka akan terus menanamkan modal mereka atau menghentikan atau membatalkan penanaman modal mereka ke perusahaan, sebab bagaimanapun para investor pasti

24 tidak menginginkan kerugian akibat mereka salah dalam menanamkan modalnya. 4. Bagi Kreditur Prediksi financial distress dapat digunakan untuk memberikan gambaran secara jelas tentang kelayakan usaha sehingga dapat mempermudah untuk menganalisa dalam pemberian modal. 5. Bagi Pembaca atau Peneliti Lain Sebagai bahan informasi tambahan bagi pembaca yang ingin lebih mengetahui tentang analisis prediksi financial distress dan sebagai referensi bagi peneliti lain yang ingin mengaplikasikan model yang akan dibentuk dalam penelitian ini untuk memprediksi terjadinya financial distress ataupun melakukan penelitian dalam bidang yang sama. 1.5 Sistematika Penulisan Skripsi Untuk membantu memperjelas arah, pandangan dan tujuan penulisan penelitian ini, adapun sistematika dari penulisan skripsi adalah sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN Dalam bab ini diuraikan tentang latar belakang masalah yang menjelaskan alasan-alasan yang mendukung permasalahan dari penelitian, perumusan masalah yang berisi tentang masalahmasalah yang nantinya akan dicari jawabannya melalui penelitian, tujuan penelitian untuk mencari jawaban dari perumusan masalah penelitian, manfaat penelitian yang menjelaskan hal-hal yang

25 bermanfaat yang ingin diperoleh dengan dilakukannya penelitian, dan sistematika penulisan skripsi. BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini diuraikan tentang teori-teori yang mendasari penelitian ini yang terdiri dari hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian sekarang, teori-teori ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan permasalahan yang sedang diteliti, dan kerangka pemikiran penelitian yang memberikan gambaran bagaimana alur hubungan variabel yang akan diteliti serta hipotesis penelitian. BAB III : METODE PENELITIAN Dalam bab ini diuraikan mengenai prosedur atau cara menjawab permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian dengan menggunakan langkah-langkah sistematis. Hal-hal yang berkaitan dengan prosedur penelitian ini terdiri dari rancangan penelitian, batasan penelitian, identifikasi variabel, definisi opresional dan pengukuran variabel, teknik sampling, data dan metode pengumpulan data, serta teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini.

26 BAB IV : GAMBARAN SUBYEK PENELITIAN DAN ANALISIS DATA Dalam bab ini akan dibahas mengenai gambaran subyek penelitian yang digunakan dalam penelitian dan juga data yang sudah diolah dengan menggunakan alat uji statistik untuk mengetahui apakah hipotesis penelitian diterima atau ditolak serta dilakukan pembahasan terhadap hasil penelitian. BAB V : PENUTUP Merupakan bab penutup dari penuliasan skripsi yang menyimpulkan hasil dari analisis yang telah dilakukan. Disamping itu disertakan pula beberapa keterbatasan dari penelitian ini serta saran yang diharapkan dapat dipakai sebagai bahan perbandingan agar tidak salah dalam pengambilan keputusan selanjutnya.

27 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Pada bab ini penulis mengemukakan teori-teori yang mengacu pada pokok yang permasalahan yang diambil yaitu Analisis Perbedaan Rasio Keuangan Untuk Memprediksi Kondisi Financial Distress Pada Perusahaan Manufaktur Berdasarkan Sektor Industri. Pembahasan yang dilakukan oleh penulis tidak mengabaikan adanya penelitian sejenis yang telah dilakukan oleh: 1. Luciana Spica Almilia dan Kristijadi (2003) Penelitian ini bertujuan untuk menguji rasio-rasio keuangan yang dapat mengakibatkan kondisi financial distress pada suatu perusahaan. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan yang mengalami financial distress sebanyak 24 perusahaan dan perusahaan yang tidak mengalami financial distress sebanyak 37 perusahaan yang dipilih berdasarkan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Rasio Profit Margin ( Laba Bersih / Penjualan Bersih), Financial Leverage (Hutang Lancar / Total Aktiva), Rasio Likuiditas ( Aktiva Lancar / Kewajiban Lancar) dan Rasio Pertumbuhan ( Prosentase Pertumbuhan Laba Bersih / Total Aktiva) merupakan variabel yang signifikan untuk menentukan apakah suatu perusahaan mengalami Financial Distress atau tidak. 10

28 Adapun persamaan penelitian tersebut dengan penelitian yang dillakukan penulis adalah variabel independen yang digunakan sama dengan yang digunakan oleh penulis yaitu rasio keuangan perusahaan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Platt dan Platt (2002) yang meliputi: Rasio Profit Margin, Likuiditas, Efisiensi Operasi, Profitabilitas, Financial Leverage, Posisi Kas, dan Pertumbuhan. Sedangkan perbedaannya adalah sebagai berikut: a. Pada penelitian Luciana Spica Almilia dan Kristijadi menggunakan 12 persamaan regresi logit ysng mengkombinasikan 7 rasio keuangan yang ada, sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh peneliti, rasio keuangan diuji secara bersama-sama untuk menentukan rasio mana saja yang signifikan untuk digunakan dalam memprediksi Financial Distress suatu perusahaan. b. Pada penelitian Luciana Spica Almilia dan Kristijadi populasi yang digunakan adalah perusahaan manufaktur, sedangkan pada peneliti menggunakan seluruh perusahaan go-public yang terdaftar di BEI. 2. Rowland Bismark Fernando Pasaribu (2008) Penelitian ini mencoba untuk memprediksi financial distress pada perusahaan-perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta, secara spesifik perusahaan-perusahaan publik yang termasuk dalam industri perdagangan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini

29 meliputi seluruh perusahaan yang termasuk dalam industri perdagangan pada periode tahun Selain itu, penelitian ini menggunakan enam diskriminator dan 34 rasio keuangan sebagai variabel operasional. Tehnik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah binary logit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 18 rasio keuangan yang signifikan untuk memprediksi financial distress. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang tidak mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, tidak likuid, memiliki efisiensi operasional yang rendah, serta memiliki tingkat financial leverage yang rendah, akan memiliki tingkat probabilitas kesulitan yang tinggi. Adapun persamaan penelitian dengan penulis adalah sama-sama bertujuan untuk mengetahui rasio keuangan yang dapat dipakai dalam prediksi financial distress. Sedangkan perbedaannya adalah sebagai berikut: a. Pada penelitian Rowland juga menilai akurasi prediksi financial distress dari analisis binary logit yang dilakukan sedangkan pada peneliti hanya mencari rasio-rasio apa saja yang signifikan dalam memprediksi financial distress. b. Periode penelitian Rowland yaitu periode sementara pada penulis periode Abdul Mongid (2004) Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi kebangkrutan perbankan dengan menggunakan tipe data CAMEL. Dalam penelitian ini

30 pertama-tama dikaji dua konsep kegagalan (concept of failure) yaitu economic failure dan official failure. Dengan menggunakan model CAMEL sebagai alat untuk mendeteksi kesehatan bank, dengan data sekunder berdasarkan beberapa penelitian, dapat disimpulkan bahwa dalam studi sebelumnya ditandai adanya dimensi variabel likuiditas yang tidak konsisten untuk model early warning of failure, khususnya di negara-negara berkembang. Dikatakan bahwa likuiditas bukanlah predictor yang baik sebagai model pendeteksian awal kegagalan bank (early warning of failure). Sebaliknya, asset quality, management dan earning merupakan variabel yang paling baik untuk model memprediksi kegagalan bank. Untuk modal dan likuidasi menunjukkan hasil tidak konsisten. Adapun persamaan penelitian tersebut dengan penelitian penulis adalah sama-sama bertujuan untuk memprediksi kegagalan keuangan serta kebangkrutan lebih awal. Sedangkan perbedaannya adalah sebagai berikut: a. Pada penelitian Abdul Mongid tidak mengambil sampel tertentu namun menggunakan data dari penelitian-penelitian sebelumnya dan terfokus pada sektor perbankan. Sedangkan pada peneliti mengambil sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada periode b. Penelitian Abdul Mongid menggunakan variabel model CAMEL untuk memprediksi kegagalan bank, sedangkan peneliti

31 menggunakan rasio-rasio keuangan untuk memprediksi financial distress pada perusahaan. 4. Fazilah Samad, dkk (2009) Dengan menggunakan model prediksi kebangkrutan Z-Score sebagai pendekatan terhadap distress risk dan return saham yang terealisasi kemudian dari perusahaan-perusahaan distress-listed sebagai pendekatan terhadap resiko sistematis, penelitian ini menyimpulkan bahwa efek dari distress risk serta size dan book-to-market equity tidak cukup signifikan untuk menentukan expected return dari suatu saham. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa ekspektasi teoritis dari efek size dan bookto-market equity pada distress risk juga tidak dapat digunakan dalam kasus Malaysian distress listed-firms. Bagaimanapun juga, serupa dengan apa yang dikemukakan oleh Griffin dan Lemmon (2002), penelitian ini juga menemukan adanya hubungan yang berbanding terbalik antara distress risk dan book-to-market equity yang menunjukkan bahwa Malaysian distress listed-companies dengan probabilitas distress risk yang lebih tinggi menunjukkan book-to-market value of equity yang lebih rendah. Dengan demikian, tidak dapat dipastikan apakah distress risk merupakan resiko sistematis dalam hubungannya dengan Malaysian stock market. 5. Archieliza Angelina (2008). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio keuangan yang dapat berpengaruh dalam memprediksi kondisi financial distress pada perusahaan manufaktur.

32 Data yang digunakan adalah data kuantitatif atau data sekunder yang diambil dari laporan keuangan manufaktur yang terdapat di Indonesian Capital Market Directory (ICMD) dengan periode Penelitian ini dibatasi pada prusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta yang dikelompokkan yaitu perusahaan yang mengalami financial distress tahun yang memiliki tiga laporan keuangan terakhir dan perusahaan yang tidak mengalami financial distress tahun Dalam penelitian ini digunakan dua variabel yaitu variabel terikat dan variabel bebas. Di mana variabel terikatnya adalah kondisi perusahaan (Y). Sedangkan variabel bebasnya adalah variabel rasio keuangan perusahaan yaitu Rasio Modal Kerja Terhadap Total Aktiva (X 1 ), Rasio Laba Ditahan Terhadap Total Aktiva (X 2 ), Rasio EBIT Terhadap Total Aktiva (X 3 ), Rasio Nilai Buku Modal Terhadap Nilai Buku Hutang (X 4 ), dan Rasio Penjualan Terhadap Total Aktiva (X 5 ). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji normalitas data dan analisis regresi logit. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini dapat dijelaskan bahwa rasio modal kerja terhadap total aktiva, rasio laba ditahan terhadap total aktiva, rasio EBIT terhadap total aktiva, rasio nilai buku modal terhadap nilai buku hutang, dan rasio penjualan terhadap total aktiva pada perusahaan yang listed, apabila dilakukan pengujian secara bersama ternyata rasio model Altman dapat memprediksi secara signifikan kemungkinan kondisi financial distress perusahaan manufaktur

33 yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Sedangkan variabel yang paling dominan untuk memprediksi probabilitas suatu perusahaan terhadap kondisi delisted adalah variabel rasio laba ditahan terhadap total aktiva, rasio nilai buku modal terhadap nilai buku hutang, dan rasio penjualan terhadap total aktiva. Adapun persamaan penelitian tersebut dengan penelitian penulis adalah menggunakan analisis rasio keuangan dalam memprediksi kondisi financial distress perusahaan. Sedangkan perbedaannya adalah sebagai berikut: a. Pada penelitian Archieliza Angelina populasi yang digunakan adalah perusahaan manufaktur, sedangkan pada peneliti menggunakan seluruh perusahaan go-public yang terdaftar di BEI. b. Periode penelitian Archieliza Angelina yaitu , sementara pada penulis pada periode Ikhwan Qomarudin (2008) Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menguji secara empiris bahwa rasio keuangan dapat digunakan sebagai alat prediksi kondisi financial distress perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Sampel yang digunakan adalah perusahaan manufaktur. Pengumpulan data yaitu dengan metode dokumentasi yang mana menggunakan laporan keuangan tahunan dari perusahaan yang terdaftar di BEJ. Teknik analisis yang digunakan adalah denagn menggunakan logistic regression.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan merupakan salah satu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan merupakan salah satu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan merupakan salah satu sumber informasi mengenai posisi keuangan perusahaan, kinerja serta perubahan posisi keuangan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Krisis ekonomi global pernah terjadi pada tahun 2008 bermula pada krisis

BAB I PENDAHULUAN. Krisis ekonomi global pernah terjadi pada tahun 2008 bermula pada krisis BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Krisis ekonomi global pernah terjadi pada tahun 2008 bermula pada krisis ekonomi Amerika Serikat yang disebabkan oleh kredit macet sektor perumahan, lalu membawa

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI KONDISI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN MANUFATUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA DIAN MARWATI

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI KONDISI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN MANUFATUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA DIAN MARWATI ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI KONDISI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN MANUFATUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA DIAN MARWATI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG ABSTRAK Tujuan penelitian

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian dan Karakteristik Laba. dengan pendapatan tersebut. Pengertian laba menurut Harahap (2008:113)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian dan Karakteristik Laba. dengan pendapatan tersebut. Pengertian laba menurut Harahap (2008:113) BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pertumbuhan Laba 1. Pengertian dan Karakteristik Laba Tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan laba. Pengertian laba secara operasional merupakan perbedaan antara pendapatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil.

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dewasa ini perekonomian dunia telah banyak membuat kesulitan yang sangat besar terhadap perekonomian di setiap negara terutama perusahaan besar yang memberikan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Perbankan di Indonesia mempunyai peranan yang sangat penting, salah

I. PENDAHULUAN. Perbankan di Indonesia mempunyai peranan yang sangat penting, salah 1.1. Latar Belakang I. PENDAHULUAN Perbankan di Indonesia mempunyai peranan yang sangat penting, salah satunya menjaga kestabilan moneter yang di sebabkan atas kebijakannya terhadap simpanan masyarakat

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Laba a. Pengertian Laba Laba didefinisikan dengan pandangan yang berbeda-beda. Pengertian laba secara operasional merupakan perbedaan antara pendapatan yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Hutang Hutang sering disebut juga sebagai kewajiban, dalam pengertian sederhana dapat diartikan sebagai kewajiban keuangan yang harus dibayar oleh perusahaan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Laba a. Pengertian Laba Tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan laba. Laba merupakan indikator prestasi atau kinerja perusahaan yang besarnya tampak

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Kinerja Keuangan Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan

Lebih terperinci

Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan jenjang pendidikan Strata satu (S1) pada Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus

Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan jenjang pendidikan Strata satu (S1) pada Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus PENGARUH PRICE EARNING RATIO (PER), EARNING PER SHARE (EPS), DAN RASIO HUTANG (DEBT TO TOTAL ASSETS) TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Skripsi ini diajukan

Lebih terperinci

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS SKRIPSI ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS SKRIPSI ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS SKRIPSI ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Jenis Foods and Beverages yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (Ade Arthesa dan Edia Handiman, 2006:57 dalam Novita dkk, 2014). Besarnya

BAB I PENDAHULUAN. (Ade Arthesa dan Edia Handiman, 2006:57 dalam Novita dkk, 2014). Besarnya BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam krisis ekonomi yang diawali dengan dilikuidasinya 16 bank pada bulan November 1997, telah menyebabkan bangsa Indonesia terjerumus dalam tingkat kemiskinan yang

Lebih terperinci

: AYU ASTREA NINGSIH B.

: AYU ASTREA NINGSIH B. ANALISIS PENGARUH RASIO PROFITABILITAS, SOLVABILITAS, DAN AKTIVITAS TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA PERIODE 2002-2005 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Laba 2.1.1 Pengertian Laba Laba merupakan elemen yang paling menjadi perhatian pemakai karena angka laba diharapkan cukup kaya untuk merepresentasi kinerja perusahaan secara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bisa membuat suatu perusahaan mengalami financial distress (Wahyu, 2009 dalam

BAB I PENDAHULUAN. bisa membuat suatu perusahaan mengalami financial distress (Wahyu, 2009 dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kondisi ekonomi yang selalu mengalami perubahan telah mempengaruhi kegiatan dan kinerja perusahaan, sehingga banyak perusahaan yang bangkrut terutama beberapa perusahaan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 34 BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek/subjek penelitian Obyek dan subjek pada penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2010-2014 yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pada umumnya suatu perusahaan didirikan dengan tujuan untuk memperoleh laba.

BAB I PENDAHULUAN. Pada umumnya suatu perusahaan didirikan dengan tujuan untuk memperoleh laba. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada umumnya suatu perusahaan didirikan dengan tujuan untuk memperoleh laba. Laba merupakan hasil yang menguntungkan atas usaha yang dilakukan perusahaan pada suatu

Lebih terperinci

PENGGUNAAN LABA, ARUS KAS, DAN PROFITABILITAS UNTUK MEMPREDIKSI KONDISI FINANCIAL DISTRESS SUATU PERUSAHAAN SKRIPSI

PENGGUNAAN LABA, ARUS KAS, DAN PROFITABILITAS UNTUK MEMPREDIKSI KONDISI FINANCIAL DISTRESS SUATU PERUSAHAAN SKRIPSI - 1 - PENGGUNAAN LABA, ARUS KAS, DAN PROFITABILITAS UNTUK MEMPREDIKSI KONDISI FINANCIAL DISTRESS SUATU PERUSAHAAN SKRIPSI Oleh: ANDRI WAHYU PRASETYO NPM. 12133100066 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. stakeholders yang bervariasi seperti pemegang saham, pemegang obligasi, bankir,

BAB I PENDAHULUAN. stakeholders yang bervariasi seperti pemegang saham, pemegang obligasi, bankir, 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perusahaan publik saat ini semakin banyak sehingga muncul persaingan yang sangat ketat untuk dapat bertahan di pasaran. Perusahaan publik memiliki stakeholders yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mempengaruhi perubahan dan kinerja perusahaan, baik perusahaan kecil. mempertahankan atau meningkatkan kinerja perusahaannya.

BAB I PENDAHULUAN. mempengaruhi perubahan dan kinerja perusahaan, baik perusahaan kecil. mempertahankan atau meningkatkan kinerja perusahaannya. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Gejolak ekonomi yang selalu mengalami perubahan telah mempengaruhi perubahan dan kinerja perusahaan, baik perusahaan kecil maupun perusahaan besar. Oleh karena

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan yang membutuhkan dana dapat menjual sebagian sahamnya kepada

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan yang membutuhkan dana dapat menjual sebagian sahamnya kepada 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perusahaan yang membutuhkan dana dapat menjual sebagian sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal (bursa efek). Pasar modal merupakan esensi dari

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MURIA KUDUS TAHUN 2014

PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MURIA KUDUS TAHUN 2014 1 PENGARUH NET PROFIT MARGIN (NPM), RETURN ON INVESTMENT (ROI), DAN DEBT EQUITY RATIO (DER) TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2010-2012 Skripsi ini diajukan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. SURAT PERNYATAAN RIWAYAT HIDUP. KATA PENGANTAR DAFTAR GAMBAR.. DAFTAR ISTILAH.

DAFTAR ISI. SURAT PERNYATAAN RIWAYAT HIDUP. KATA PENGANTAR DAFTAR GAMBAR.. DAFTAR ISTILAH. DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN RIWAYAT HIDUP. KATA PENGANTAR DAFTAR ISI. DAFTAR TABEL. DAFTAR GAMBAR.. DAFTAR ISTILAH. i ii iv vi viii x xi I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang. 1 1.2 Perumusan Masalah.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Apabila suatu perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dananya. mengurangi ketergantungannya kepada pihak luar.

BAB I PENDAHULUAN. Apabila suatu perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dananya. mengurangi ketergantungannya kepada pihak luar. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pengembangan perusahaan dalam upaya untuk mengantisipasi persaingan yang semakin tajam dalam pasar yang semakin global seperti sekarang ini akan selalu dilakukan baik

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 8 BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoretis 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjuaan Teoritis 1. Pengertian Rasio Keuangan Rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat (investor) yang kemudian disalurkan kepada sektor-sektor yang

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat (investor) yang kemudian disalurkan kepada sektor-sektor yang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan perekonomian di Indonesia salah satunya dipengaruhi oleh transaksi saham yang berlaku dalam lantai bursa pasar modal. Hal ini dimungkinkan karena

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. seorang penganalisis untuk mengevaluasi tingkat earning dalam hubungannya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. seorang penganalisis untuk mengevaluasi tingkat earning dalam hubungannya BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Uraian Teoritis 2.2.1. Profitabilitas Ada beberapa pengukuran terhadap profitabilitas perusahaan dimana masing-masing pengukuran dihubungkan dengan volume penjualan, total

Lebih terperinci

JUDUL: ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI DISKRIMINATOR UNTUK MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS

JUDUL: ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI DISKRIMINATOR UNTUK MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS JUDUL: ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI DISKRIMINATOR UNTUK MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN TEKSTIL YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Latar Belakang Penelitian Pentingnya analisis financial

Lebih terperinci

PENGARUH CAR, NPL, NPM, ROA DAN LDR TERHADAP PERUBAHAN LABA BANK YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA

PENGARUH CAR, NPL, NPM, ROA DAN LDR TERHADAP PERUBAHAN LABA BANK YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA U NIVERSITAS JEMBER PENGARUH CAR, NPL, NPM, ROA DAN LDR TERHADAP PERUBAHAN LABA BANK YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA The Effect of CAR, NPL, NPM, ROA and LDR on Bank Profit Margin Listed in Indonesia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mendapatkan keuntungan, sedangkan perusahaan yang baru berdiri atau berkembang

BAB I PENDAHULUAN. mendapatkan keuntungan, sedangkan perusahaan yang baru berdiri atau berkembang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perekonomian dunia pada masa kini berkembang secara global dengan pesat. Hal ini didukung dengan meluasnya era globalisasi. Perusahaan yang kuat akan semakin

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Sejak terjadinya krisis moneter yang berlanjut dengan krisis ekonomi dan

BAB 1 PENDAHULUAN. Sejak terjadinya krisis moneter yang berlanjut dengan krisis ekonomi dan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sejak terjadinya krisis moneter yang berlanjut dengan krisis ekonomi dan politik pada tahun 1998 sampai sekarang membawa dampak yang signifikan terhadap perkembangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Krisis global yang terjadi di Eropa diperediksi mengalami puncaknya pada

BAB I PENDAHULUAN. Krisis global yang terjadi di Eropa diperediksi mengalami puncaknya pada BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Krisis global yang terjadi di Eropa diperediksi mengalami puncaknya pada tahun 2013. Ancaman krisis tersebut masih membayangi perkembangan Indonesia sebagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan krisis ekonomi global yang melanda dunia, banyak masalah dan

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan krisis ekonomi global yang melanda dunia, banyak masalah dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan krisis ekonomi global yang melanda dunia, banyak masalah dan penderitaan yang dialami Indonesia. Salah satu yang menonjol adalah aspek ekonomi, yaitu

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 44 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Obyek/Subyek Penelitian Pada penelitian ini yang menjadi obyek penelitian adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Lebih terperinci

PENGARUH CURRENT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO, RETURN ON EQUITY, RETURN ON ASSETS, NET PROFIT MARGIN,

PENGARUH CURRENT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO, RETURN ON EQUITY, RETURN ON ASSETS, NET PROFIT MARGIN, SKIRIPSI PENGARUH CURRENT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO, RETURN ON EQUITY, RETURN ON ASSETS, NET PROFIT MARGIN, DAN TOTAL ASSETS TURNOVER TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI YANG TERDAFTAR

Lebih terperinci

Skripsi. Disusun Oleh : YOGA PRADITYA NIM. F PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2014

Skripsi. Disusun Oleh : YOGA PRADITYA NIM. F PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2014 ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, DEVIDEND PAYOUT RATIO, UKURAN PERUSAHAAN, DAN PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi kasus pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Sekitar tahun 2008 terjadi krisis keuangan global di Amerika

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Sekitar tahun 2008 terjadi krisis keuangan global di Amerika BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sekitar tahun 2008 terjadi krisis keuangan global di Amerika Serikat yang dampaknya menjalar sampai keseluruh dunia, termasuk negara berkembang yaitu Indonesia. Kondisi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Price Earnig Ratio Price Earning Ratio merupakan salah satu ukuran paling besar dalam analisis saham secara fundamental dan bagian dari rasio penilaian untuk mengevaluasi

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN TRANSPORTASI DAN AUTOMOTIVE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA SKRIPSI

ANALISIS RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN TRANSPORTASI DAN AUTOMOTIVE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA SKRIPSI ANALISIS RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN TRANSPORTASI DAN AUTOMOTIVE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan dalam Memperoleh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pemenuhan dana sebuah perusahaan dapat berasal dari sumber dana internal ataupun dari sumber dana eksternal perusahaan. Sumber dana internal perusahaan merupakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Memasuki abad 20, dunia investasi semakin semarak, meskipun badai krisis di Indonesia masih terasa sampai sekarang, namun para investor mulai mendapatkan titik

Lebih terperinci

Oleh : ADYTYA PRASETYO SIDHIK (NPM: ), Sugeng Santoso

Oleh : ADYTYA PRASETYO SIDHIK (NPM: ), Sugeng Santoso PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN METODE ANALISIS RASIO KEUANGAN DAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN PERSEROAN PT ANEKA TAMBANG TBK) Oleh : ADYTYA PRASETYO SIDHIK (NPM:

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Krisis ekonomi yang melanda Indonesia masih dirasakan berdampak negatif sampai sekarang ini. Penyebabnya yaitu didahului dengan terjadinya krisis moneter, krisis

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan oleh : CANDRA PUSPITA /FE/EA. Kepada

SKRIPSI. Diajukan oleh : CANDRA PUSPITA /FE/EA. Kepada ANALISIS RASIO KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN KINERJA PERUSAHAAN MANUFAKTUR (FOOD AND BEVERAGE) YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE (2005-2008) SKRIPSI Diajukan oleh : CANDRA PUSPITA 0513010279/FE/EA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. untuk pengambilan keputusan, apabila dengan informasi tersebut dapat diprediksi

BAB I PENDAHULUAN. untuk pengambilan keputusan, apabila dengan informasi tersebut dapat diprediksi 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Laporan keuangan (financial statement) akan menjadi lebih bermanfaat untuk pengambilan keputusan, apabila dengan informasi tersebut dapat diprediksi apa yang

Lebih terperinci

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Norma Ayu Kartika (normayu_kartika@yahoo.com) Siti Khairani (siti.khairani@mdp.ac.id) MANAJEMEN STIE MDP ABSTRAK :

Lebih terperinci

ESTIMASI KEBANGKRUTAN USAHA MELALUI FINANCIAL DISTRESS MENGGUNAKAN METODE ALTMAN Z -SCORE PADA PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI YANG

ESTIMASI KEBANGKRUTAN USAHA MELALUI FINANCIAL DISTRESS MENGGUNAKAN METODE ALTMAN Z -SCORE PADA PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI YANG ESTIMASI KEBANGKRUTAN USAHA MELALUI FINANCIAL DISTRESS MENGGUNAKAN METODE ALTMAN Z -SCORE PADA PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) Diajukan Oleh : Feni Kristanti 201211230

Lebih terperinci

PENGARUH RASIO RENTABILITAS, LIKUIDITAS, SOLVABILITAS TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN OTOMOTIVE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

PENGARUH RASIO RENTABILITAS, LIKUIDITAS, SOLVABILITAS TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN OTOMOTIVE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PENGARUH RASIO RENTABILITAS, LIKUIDITAS, SOLVABILITAS TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN OTOMOTIVE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB II LANDASAN TEORITIS BAB II LANDASAN TEORITIS A. Laporan Keuangan 1. Pengertian dan Tujuan Laporan Keuangan Definisi laporan keuangan menurut Kieso (2002 : 3) adalah sarana pengkomunikasian informasi keuangan utama kepada

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Laporan keuangan mencerminkan kinerja suatu perusahaan dan berguna bagi para pemakainya, baik pihak eksternal maupun internal dalam melakukan pengambilan

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS (STUDI PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA)

ANALISIS RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS (STUDI PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA) ISSN 2302-0164 10 Pages pp. 37-46 ANALISIS RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS (STUDI PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA) Syahidul Haq 1, Muhammad Arfan 2, Dana Siswar

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Horne dan Wachowicz (1997:135), rasio likuiditas membandingkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Horne dan Wachowicz (1997:135), rasio likuiditas membandingkan BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Rasio Lancar (Current Ratio) Menurut Horne dan Wachowicz (1997:135), rasio likuiditas membandingkan kewajiban jangka pendek dengan sumber dana jangka pendek

Lebih terperinci

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2003-2005 SKRIPSI Diajukan Untuk Melengkapi Tugas dan Memenuhi Syarat

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Likuiditas perusahaan akan mempengaruhi besar kecilnya dividen yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Likuiditas perusahaan akan mempengaruhi besar kecilnya dividen yang BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1 Likuiditas Perusahaan Likuiditas perusahaan akan mempengaruhi besar kecilnya dividen yang dibayarkan sehingga semakin kuat posisi likuiditas perusahaan

Lebih terperinci

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN PT GAJAH TUNGGAL DAN PT MULTISTRADA ARAH SARANA

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN PT GAJAH TUNGGAL DAN PT MULTISTRADA ARAH SARANA ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN PT GAJAH TUNGGAL DAN PT MULTISTRADA ARAH SARANA Tya Laras Satyastri e-mail : 212201101831@mhs.dinus.ac.id Program Studi Akuntansi, Universitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. aktivitas perekonomian menjadi meningkat karena pasar modal menjalankan dua

BAB I PENDAHULUAN. aktivitas perekonomian menjadi meningkat karena pasar modal menjalankan dua 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar modal adalah salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dananya, dengan adanya pasar modal diharapkan aktivitas perekonomian

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Semakin berkembangnya perekonomian, memacu perusahaan untuk terus

BAB 1 PENDAHULUAN. Semakin berkembangnya perekonomian, memacu perusahaan untuk terus BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin berkembangnya perekonomian, memacu perusahaan untuk terus menerus melakukan pengembangan, salah satunya yaitu melakukan perluasan atau ekspansi dalam usahanya.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. satunya Prof. Dr. Ridwan S. Sundjaja, Drs., M.S.B.A., & Dra. Inge Berlian, Ak,

BAB II LANDASAN TEORI. satunya Prof. Dr. Ridwan S. Sundjaja, Drs., M.S.B.A., & Dra. Inge Berlian, Ak, BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Laporan Keuangan Definisi laporan keuangan banyak dikemukakan beberapa ahli dan salah satunya Prof. Dr. Ridwan S. Sundjaja, Drs., M.S.B.A., & Dra. Inge Berlian, Ak,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebanyak 25 perusahaan baru di tahun 2011, 23 perusahaan baru di

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebanyak 25 perusahaan baru di tahun 2011, 23 perusahaan baru di BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dalam era globalisasi ini, persaingan antar perusahaan sangat ketat. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sementara itu, pengertian laporan keuangan menurut Munawir (2010:5)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sementara itu, pengertian laporan keuangan menurut Munawir (2010:5) BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan yaitu: Pengertian Laporan keuangan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2009:1) Laporan keuangan meliputi bagian dari proses laporan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 2.1.1 Pengertian merupakan hak pemegang saham biasa (common stock) untuk mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan. Jika perusahaan memutuskan untuk membagi keuntungan dalam

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoritis Sebelum membahas dan menganalisis apa yang menjadi pokok permasalahan, terlebih dahulu akan dikemukakan teori dari buku literatur yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perekonomian tumbuh dan berkembang dengan berbagai macam

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perekonomian tumbuh dan berkembang dengan berbagai macam BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perekonomian tumbuh dan berkembang dengan berbagai macam lembaga keuangan. Salah satu di antara lembaga-lembaga keuangan tersebut yang nampaknya paling besar

Lebih terperinci

PENGARUH PERUBAHAN ROA, PERUBAHAN OPM, SIZE

PENGARUH PERUBAHAN ROA, PERUBAHAN OPM, SIZE PENGARUH PERUBAHAN ROA, PERUBAHAN OPM, SIZE PERUSAHAAN DAN SUKU BUNGA SBI DALAM MEMPREDIKSI PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2008-2013 Diajukan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kinerja keuangan dapat diartikan sebagai kondisi perusahaan. Untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kinerja keuangan dapat diartikan sebagai kondisi perusahaan. Untuk 28 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1. Kinerja Keuangan Kinerja keuangan dapat diartikan sebagai kondisi perusahaan. Untuk menganalisis kinerja keuangan suatu perusahaan diperlukan ukuran-ukuran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mencari keuntungan sebesar-besarnya demi menyejahterakan karyawan dan

BAB I PENDAHULUAN. mencari keuntungan sebesar-besarnya demi menyejahterakan karyawan dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada saat ini persaingan dalam dunia bisnis semakin tinggi. Semakin banyak perusahaan baru yang muncul untuk bersaing dengan perusahaan lama. Tujuan perusahaan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Rasio keuangan merupakan alat analisis keuangan yang paling sering

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Rasio keuangan merupakan alat analisis keuangan yang paling sering BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjaua Teoritis 1. Rasio Keuangan a. Pengertian Rasio Keuangan Rasio keuangan merupakan alat analisis keuangan yang paling sering digunakan. Rasio keuangan menghubungkan berbagai

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. biaya yang dikeluarkan untuk mendatangkan laba. Chariri dan Ghozali (2007)

BAB II LANDASAN TEORI. biaya yang dikeluarkan untuk mendatangkan laba. Chariri dan Ghozali (2007) 7 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Laba 2.1.1 Pengertian Laba Laba merupakan selisih positif antara pendapatan dalam suatu periode dan biaya yang dikeluarkan untuk mendatangkan laba. Chariri dan Ghozali (2007)

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI Pengertian Rasio dan Analisis Rasio Keuangan

BAB II LANDASAN TEORI Pengertian Rasio dan Analisis Rasio Keuangan BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Rasio Keuangan 2.1.1 Pengertian Rasio dan Analisis Rasio Keuangan Rasio adalah satu angka yang dinyatakan dalam hubugannya dengan yang lain (Harvarindo 2010:12). Dimana angka

Lebih terperinci

bentuk pertangungjawaban manajemen atas aktivitas-aktivitas yang dilakukan perusahaan selama suatu periode tertentu kepada pihak-pihak yang

bentuk pertangungjawaban manajemen atas aktivitas-aktivitas yang dilakukan perusahaan selama suatu periode tertentu kepada pihak-pihak yang BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengaruh Rasio Likuiditas terhadap Rasio Profitabilitas 2.1. Pengertian dan Unsur-unsur Laporan Keuangan Pada umumnya, setiap perusahaan membuat laporan keuangan sebagai bentuk

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang menerbitkan saham. Kismono (2001 : 416) menyatakan:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang menerbitkan saham. Kismono (2001 : 416) menyatakan: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Harga saham a. Pengertian saham Saham merupakan surat bukti kepemilikan atas aset-aset perusahaan yang menerbitkan saham. Kismono (2001 : 416) menyatakan:

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan usaha di Indonesia yang semakin ketat saat ini mendorong banyak

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan usaha di Indonesia yang semakin ketat saat ini mendorong banyak BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persaingan usaha di Indonesia yang semakin ketat saat ini mendorong banyak perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya agar mampu mempertahankan kelangsungan usahanya.

Lebih terperinci

PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA ARNI / 20208189 Pembimbing : Dr. Emmy Indrayani Latar Belakang Masalah Salah satu faktor

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. terintregasi secara global dengan semakin kuatnya tuntutan terhadap. Para pelaku ekonomi harus segera menyesuiakan diri dengan

BAB I PENDAHULUAN. terintregasi secara global dengan semakin kuatnya tuntutan terhadap. Para pelaku ekonomi harus segera menyesuiakan diri dengan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Era liberalisasi dan globalisasi yang melanda dunia saat ini memberi dampak yang signifikan bagi kehidupan manusia. Perekonomian dunia akan terintregasi secara

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. eksternal. Dorongan perusahaan untuk memberikan informasi karena terdapat

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. eksternal. Dorongan perusahaan untuk memberikan informasi karena terdapat BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoretis 2.1.1 Teori Sinyal (Signalling Theory) Teori sinyal (signalling theory) menjelaskan mengapa perusahaan mempunyai dorongan untuk memberikan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kesulitan keuangan untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya artinya perusahaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kesulitan keuangan untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya artinya perusahaan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Financial Distress (Kesulitan Keuangan) Financial distress adalah suatu kondisi dimana perusahaan mengalami kesulitan keuangan untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya

Lebih terperinci

ANALISIS PERKEMBANGAN PT ANEKA TAMBANG DITINJAU DARI ANALISIS LAPORAN KEUANGAN BAB I PENDAHULUAN

ANALISIS PERKEMBANGAN PT ANEKA TAMBANG DITINJAU DARI ANALISIS LAPORAN KEUANGAN BAB I PENDAHULUAN ANALISIS PERKEMBANGAN PT ANEKA TAMBANG DITINJAU DARI ANALISIS LAPORAN KEUANGAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Analisa laporan keuangan adalah suatu proses yang dapat digunakan untuk memeriksa data

Lebih terperinci

BAB II ANALISIS KINERJA BERDASARKAN MODEL KEMAPANAN. Kinerja keuangan perusahaan adalah prestasi kerja suatu perusahaan di

BAB II ANALISIS KINERJA BERDASARKAN MODEL KEMAPANAN. Kinerja keuangan perusahaan adalah prestasi kerja suatu perusahaan di BAB II ANALISIS KINERJA BERDASARKAN MODEL KEMAPANAN II.1 Kinerja Keuangan II.1.1 Pengertian Kinerja Keuangan Kinerja keuangan perusahaan adalah prestasi kerja suatu perusahaan di bidang keuangan ( Munawir,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian Laporan Keuangan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian Laporan Keuangan 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Laporan Keuangan 1. Pengertian Laporan Keuangan Sebuah perusahaan pastilah memerlukan pencatatan keuangan atas transaksi-transaksi bisnis yang telah dilakukan agar perusahaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. nilai tambah, antara lain dengan melakukan hubungan kontraktual dengan para pemasok dan

BAB I PENDAHULUAN. nilai tambah, antara lain dengan melakukan hubungan kontraktual dengan para pemasok dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Semua perusahaan manufaktur di Indonesia dalam era globalisasi selayaknya berusaha untuk memproduksi barang berkualitas tinggi dengan biaya rendah dalam rangka

Lebih terperinci

ANIK ULFAH NIM Diajukan Oleh:

ANIK ULFAH NIM Diajukan Oleh: PERATAAN LABA (INCOME SMOOTHING) DAN ANALISIS FAKTOR-FAKYOR YANG MEMPENGARUHINYA (Studi Pada Perusahaan Jasa Keuangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia) Diajukan Oleh: ANIK ULFAH NIM. 2008-12-132

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian, Penyebab, dan Manfaat Informasi Kebangkrutan 2.1.1 Pengertian Kebangkrutan Dalam kenyataannya, tidak semua perusahaan mampu bertahan hidup dalam jangka panjang.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang baik harus bisa dihubungkan dengan kekuatan dan kelemahan perusahaan itu

BAB I PENDAHULUAN. yang baik harus bisa dihubungkan dengan kekuatan dan kelemahan perusahaan itu 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perencanaan yang tepat adalah kunci keberhasilan seorang manajer. Perencanaan yang baik harus bisa dihubungkan dengan kekuatan dan kelemahan perusahaan itu

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Pasar Modal Ada bermacam-macam pengertian pasar modal, namun pada dasarnya pengertian pasar modal adalah sama. Dibawah ini ada

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan berlomba-lomba untuk dapat menghasilkan keuntungan atau laba yang

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan berlomba-lomba untuk dapat menghasilkan keuntungan atau laba yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Seiring dengan semakin sengitnya persaingan antar perusahaan, kini perusahaan berlomba-lomba untuk dapat menghasilkan keuntungan atau laba yang besar untuk

Lebih terperinci

PENGARUH RASIO PROFITABILITAS DAN LEVERAGE TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEI PERIODE

PENGARUH RASIO PROFITABILITAS DAN LEVERAGE TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEI PERIODE PENGARUH RASIO PROFITABILITAS DAN LEVERAGE TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEI PERIODE 2005-2006 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

: Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Laba Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

: Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Laba Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Judul Skripsi : Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Laba Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Nama Mahasiswa : Ario Yusuf Nomor Pokok Mahasiswa : 0611031039

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya keadaan ekonomi yang tak menentu ini membuat pemerintah perlu

BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya keadaan ekonomi yang tak menentu ini membuat pemerintah perlu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada dasarnya keadaan ekonomi yang tak menentu ini membuat pemerintah perlu membuat beberapa keputusan baru. Salah satunya ialah keputusan pemerintah dalam mengurangi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sehingga dampaknya adalah perusahaan yang berskala kecil akan mengalami. krisis keuangan dalam perusahaan mereka.

BAB I PENDAHULUAN. sehingga dampaknya adalah perusahaan yang berskala kecil akan mengalami. krisis keuangan dalam perusahaan mereka. BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENELITIAN Perkembangan ekonomi dunia dalam beberapa tahun terakhir telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Kemajuan yang sangat pesat ini disebabkan oleh semakin

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. atau pinjaman kepada perusahaan (Juanda,2007 dalam Fatmariani,2013:4).

BAB I PENDAHULUAN. atau pinjaman kepada perusahaan (Juanda,2007 dalam Fatmariani,2013:4). BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Laporan keuangan perusahaan merupakan salah satu sumber informasi yang penting di samping informasi lain seperti informasi industri, kondisi perekonomian, pangsa

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN TEORITIS. a. Pengertian Laporan Keuangan. mempunyai arti yang sangat penting terutama bagi pihak-pihak yang

BAB II TINJAUAN TEORITIS. a. Pengertian Laporan Keuangan. mempunyai arti yang sangat penting terutama bagi pihak-pihak yang BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Tinjauan Teoritis 1. Laporan Keuangan a. Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan berisi tentang posisi perusahaan pada suatu waktu tertentu maupun operasinya selama beberapa

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGES YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGES YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGES YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA OLEH : MELIA BUDIWATI 3203006117 JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS BISNIS UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 financial distress merupakan proses yang mana perusahaan mengalami kesulitan keuangan, sehingga perusahaan tidak mampu dalam memenuhi kewajibannya. Perusahaan akan mengalami

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tumbuh dan berkembangnya perekonomian Indonesia. Pengerahan dana dari

BAB I PENDAHULUAN. tumbuh dan berkembangnya perekonomian Indonesia. Pengerahan dana dari BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal secara perlahan telah tumbuh menjadi bagian penting dari tumbuh dan berkembangnya perekonomian Indonesia. Pengerahan dana dari masyarakat melalui

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Akuntansi merupakan suatu proses pencatatan, pengelompokan dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Akuntansi merupakan suatu proses pencatatan, pengelompokan dan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Akuntansi Akuntansi merupakan suatu proses pencatatan, pengelompokan dan pengikhtisaran kegiatan-kegiatan ekonomi dalam bentuk yang teratur dan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Laba 2.1.1 Pengertian dan Karakteristik Laba Setiap perusahaan pasti menginginkan memproleh laba yang maksimal atas usaha yang dikelolanya sehingga perusahaan dapat terus maju

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Demi menjaga kelangsungan hidup usahanya, perusahaan harus menjalankan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Demi menjaga kelangsungan hidup usahanya, perusahaan harus menjalankan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Demi menjaga kelangsungan hidup usahanya, perusahaan harus menjalankan dan mengelola kegiatan bisnis dengan baik. Hal ini perlu didukung oleh ketersediaan

Lebih terperinci