BAB I PENDAHULUAN. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Rancaekek Bandung. Adapun beberapa isu

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB I PENDAHULUAN. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Rancaekek Bandung. Adapun beberapa isu"

Transkripsi

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Isu lingkungan di sekitar daerah operasional pabrik kerap kali menjadi salah satu masalah yang diangkat oleh masyarakat sekitar kawasan pabrik untuk menyerang sebuah perusahaan. Hal inilah yang terjadi di kawasan pabrik PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Rancaekek Bandung. Adapun beberapa isu yang diangkat oleh masyarakat sekitar mengenai PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Rancaekek Bandung diantaranya eksplorasi artesis oleh pihak pabrik, terbatasnya ketersediaan air bersih yang disebabkan oleh aktifitas pabrik, penyebaran pemberian air bersih yang tidak merata, serta pengolahan limbah yang buruk dan merugikan masyarakat di sekitar pabrik. Jika dikaitkan dengan reputasi perusahaan, maka isu-isu tersebut tentunya dapat menjadi hambatan sebuah perusahaan dalam membangun citra positif perusahaan di mata publik, karena isu tersebut telah menciptakan citra negatif perusahaan yang berpengaruh pada reputasi. Sebagai perusahaan yang baik, PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) menggalakan program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka mengatasi isu lingkungan yang diangkat oleh masyarakat sekitar pabrik. Salah satu strategi Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan oleh PT. Coca Cola Amatil Indonesia dalam menanggapi isu tersebut yaitu melalui pemanfaatan Coke Farm di area pabrik. Coke Farm merupakan salah satu 1

2 2 lahan perealisasian program CSR yang digalakkan di PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI), tepatnya di area operasional rancaekek. Berupa perkebunan organik yang terletak di belakang pabrik Coca Cola Rancaekek. Dalam pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) melalui pemanfaatan Coke Farm, terdapat beberapa spesifikasi kegiatan, diantaranya pengelolalaan fishpond, pembuatan biopori, planting of tree, tea leaves composting, dan solid waste-recycling. Pengelolaan fishpond dilakukan di area Coke Farm, tepatnya di belakang pabrik pembotolan Coca Cola di kawasan Rancaekek, Bandung. Tujuan fishpond ini adalah untuk mengairi perkebunan organik Coca Cola (Coke Farm) dan sebagai tempat konservasi lingkungan di pabrik. Terdapat banyak jenis ikan yang dibudidayakan di sini, diantaranya ikan nila, ikan mas, ikan bawal, ikan patin, ikan lele, dan lain-lain. Fishpond dikelola oleh masyarakat sekitar pabrik yang bersedia membudidayakannya, dimana hasil panen budidaya tersebut dapat dinikmati oleh pengelola. Selain itu, tim Corporate Affair Coca Cola melakukan pendekatan ke berbagai rumah makan di sekitar kawasan pabrik pembotolan coca cola untuk mendistribusikan hasil panen bibit ikan, dimana seluruh keuntungan yang diperoleh diberikan kepada masyarakat yang mengelola. Kebijakan tersebut merupakan salah satu bukti nyata komitmen PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) dalam menyejahterakan masyarakat di sekitar kawasan operasional. Pembuatan biopori digalakkan untuk menciptakan pabrik yang ramah lingkungan melalui pembuatan lubang resapan air yang juga dapat menghasilkan

3 3 pupuk kompos alami. Sudah lebih dari lima puluh lubang biopori dibuat di seluruh kawasan pabrik pembotola Coca Cola di Rancaekek Bandung. Selain itu, PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) telah bekerjasama dengan beberapa LSM yang bergerak di bidang lingkungan dalam menyelenggarakan kegiatan sosial lingkungan dan mensosialisasikan pembuatan lubang biopori kepada pelajar serta masyarakat luas. Planting of Trees atau penanaman pohon memiliki dampak positif yang luar biasa besar bagi masyarakat, komunitas, dan juga lingkungan hidup. Penanaman pohon dapat membantu memelihara dan mengaktifkan kembali lingkungan hidup. Untuk menciptakan lingkungan pabrik yang hijau dan sehat, serta dalam rangka mendukung kampanye lingkungan hidup, dilakukan program penanaman pohon. Selain itu, di area Coke Farm juga terdapat lahan pembibitan dan budidaya pohon keras, seperti mahoni dan trembesi, salah satu jenis pohon yang memproduksi oksigen terbesar. Dimana, hasil pembibitan pohon keras ini, dapat disumbangkan untuk gerakan penghijauan, terutama di sekitar kawasan pabrik. Organic- Green House merupakan salah satu bagian di area Coke Farm, berupa lahan perkebunan organik yang menggunakan metode perkebunan tanpa bahan kimia, seperti pestisida, fertilizer, antibiotic, hormone penumbuh tanaman yang tidak memenuhi standar organik. Perkebunan organik dikelola oleh masyarakat di sekitar kawasan pabrik, dengan harapan para petani yang menggarap perkebunan organik tersebut dapat menjadi lebih peduli terhadap lingkungan, khususnya pada jumlah energi yang digunakan dalam dunia

4 4 agrikultur. Adapun tanaman yang dibudidayakan di perkebunan ini, diantaranya tanaman cabe, tomat, bawang daun, dan lain-lain. Sama halnya dengan fishpond, hasil panen dari kebun organik ini sepenuhnya diberikan dan dikelola oleh warga sekitar. Khusus untuk setiap produksi produk frestea, PT.Coca Cola Amatil Indonesia menghasilkan limbah berupa ampas daun teh basah yang tidak terpakai. Sebagai penggalakan gerakan peduli lingkungan dan upaya pengolaan limbah, ampas tersebut dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos, pemanfaatan ini disebut dengan tea leaves- composting. Ada dua metode yang dipakai dalam pembuatan pupuk kompos di Coke Farm ini, yaitu open windrow dan sistem kascing. Pada metode open windrow, ampas teh basah dikeringkan lalu disiram dengan EM4 secara berkala sampai akhirnya bakteri penghasil pupuk kompos berkembang biak dan siap dipanen. Sedangkan pada sistem kascing, ampas teh yang dihasilkan dari produksi frestea dimakan oleh cacing dan kotoran-nya menjadi pupuk. Pupuk kompos yang dihasilkan dari ampas teh tersebut dapat dipakai untuk membudidayakan tanaman organik di Coke Farm, disumbangkan dalam acara-acara atau kampanye lingkungan, serta di jual ke pasaran melalui kios Coke Farm. Solid waste recycling merupakan kegiatan mendaur ulang sampah, dimana sampah non-organik yang dihasilkan oleh produksi PT.Coca Cola Amatil di gunakan untuk membuat kerajinan tangan atau memproduksi alat-alat yang dapat digunakan sebagai pendukung pelestarian lingkungan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengedukasi masyarakat dan komunitas setempat mengenai pentingnya

5 5 melakukan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Pemberian edukasi ini, dilakukan oleh. Ir.M.Satori, seorang pakar teknik industri manajemen lingkungan dari UNISBA. Berdasarkan beberapa kegiatan yang dilakukan di Coke Farm yang telah disebutkan di atas, penulis memfokuskan penelitian pada pengolahan limbah pabrik di Coke Farm sebagai objek penelitian. Dimana terdapat keistimewaan pada pengolahan limbah pabrik di Coke Farm PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Rancaekek yang tidak dilakukan di pabrik industri lain yang sejenis (kompetitor), yakni pemanfaatan limbah pabrik bagi kepentingan lingkungan yang saling berkesinambungan. Diantaranya pembuatan pupuk yang berbahan dasar daun teh hasil ampas produksi frestea, limbah non-organik berupa kaleng-kaleng atau botol-botol konsentrat yang dimanfaatkan sebagai media tanam, limbah cair yang dinetralisir sedemikian rupa sehingga menjadi air bersih yang dimanfaatkan untuk pengembangan Coke Farm baik untuk penyiraman tanaman organik maupun sumber air kolam budidaya ikan. Berbagai program Corporate Social Responsibility yang digalakkan melalui pemanfaatan Coke Farm ini, merupakan salah satu bentuk nyata PT. Coca Cola Amatil dalam mengimplementasikan program tanggung jawab sosial perusahaan sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dimana program ini berkaitan dengan kepentingan beberapa stakeholders perusahaan. PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) sebagai produsen dan distributor minuman ringan terkemuka di Indonesia, bahkan menjadi salah satu perusahaan terbesar di wilayah Asia Pasifik tentunya memiliki banyak stakeholders yang

6 6 berperan penting dalam perkembangan perusahaan. Disinilah Public Relations berperan penting, yaitu untuk merangkul seluruh stakeholders demi terjalinnya hubungan baik yang saling menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat dalam perkembangan perusahaan. Adapun salah satu upaya yang dilakukan oleh Public Relations PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) dalam menjalankan perannya tersebut yaitu melalui program Corporate Social Responsibility melalui pemanfaatan Coke Farm. Strategi Corporate Social Responsibility yang dilakukan oleh PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI), bertujuan untuk menciptakan mutual benefit antara semua pihak yang terkait. Program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam suatu perusahaan tidak kalah memiliki pengaruh yang besar dalam pembentukan citra perusahaan. Citra perusahaan tidak hanya dapat dibentuk dengan strategi brand image building melalui iklan media massa, justru yang paling mendasar dari pembentukan citra sebuah produk dimulai dari kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan melalui aksi-aksi yang dilakukan perusahaan sebagai bentuk pengabdian bagi lingkungan dan masyarakat, salah satunya berupa program Corporate Social Responsibility (CSR). Selain itu, posisi Corporate Social Responsibility (CSR) di perusahaan diperkuat oleh diberlakukannya Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT) yang terbaru, yakni Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 yang menyatakan setiap industri atau koperasi wajib melaksanakan program CSR. PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) memiliki kepercayaan penuh bahwa sebagian kesuksesan perusahaan merupakan hasil dari integrasi

7 7 pertimbangan sosial dan lingkungan ke dalam kegiatan bisnis perusahaan. Untuk itulah perusahaan terus berkomitmen untuk menerapkan program-program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat. Adapun 4 pilar kunci yang digalakkan oleh PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) sebagai parameter dalam menjalankan program-program Corporate Social Responsibility yang harmonis dan berkelanjutan, diantaranya : (1) menjaga dan melestarikan lingkungan, (2) mengembangkan kesempatan ekonomi (marketplace), (3) menerapkan budaya kerja yang baik dan nilai-nilai positif di kalangan karyawan (workplace), (4) berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi seluruh masyarakat di sekitar perusahaan (community). Berdasarkan empat pilar kunci tersebut, diharapkan perusahaan mendapatkan tempat di hati masyarakat sekitar daerah operasi dan pemerintah setempat. Selain strategi Corporate Social Responsibility (CSR) melalui pemanfaatan Coke Farm yang telah dijabarkan di atas, Public Relation Officer PT.Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) memiliki beberapa aspek kegiatan kehumasan dalam menjalankan tugas dan wewenangnya, diantaranya Media Relations, Community Relations, Government Relations, Bussiness Relations,. Dimana kegiatan-kegiatan tersebut dapat menjadi suatu strategi atau alat Public Relations Officer yang saling berkesinambungan dalam menciptakan serta memelihara hubungan yang selaras (mutual understanding) dengan seluruh pihak yang terkait demi keuntungan bersama (mutual benefit). Hal ini diharapkan

8 8 perusahaan akan mendapatkan keuntungan dari segala aspek, baik dari kebijakan publik, maupun peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan berdasarkan reputasi yang telah berhasil dibangun oleh perusahaan dengan bantuan pemberitaan di media Fokus Kajian Adapun yang menjadi fokus kajian penulis dalam penyusunan proposal penelitian ini, yaitu kegiatan pengolahan limbah pabrik di Coke Farm, yang menjadi salah satu bagian dari strategi Corporate Social Responsibility yang digalakkan di PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) melalui pemanfaatan Coke Farm. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pabrik yang ramah lingkungan serta pemberdayaan masyarakat sekitar. Berdasarkan uraian konteks penelitian yang telah dijabarkan di atas, maka permasalahan yang menarik diteliti oleh penulis adalah mengenai : Bagaimana implementasi kegiatan pengolahan limbah pabrik di Coke Farm menjadi strategi Corporate Social Responsibility PT.Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Rancaekek yang bersifat sustainable bagi perusahaan maupun warga sekitar?

9 9 1.3.Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis dalam melakukan penelitian ini, adalah untuk mengetahui : 1. Mengapa dibutuhkan Strategi Corporate Social Responsibility melalui Coke Farm untuk menciptakan reputasi positif perusahaan di mata masyarakat. 2. Bagaimana strategi Public Relations dalam mengemas program Corporate Social Responsibility (CSR) melalui pemanfaatan Coke Farm sebagai salah satu alat (tools) dalam meredakan isu lingkungan dan menciptakan reputasi perusahaan yang baik. 3. Bagaimana implementasi program Corporate Social Responsibility melalui Coke Farm, terutama pengolahan limbah pabrik dari sudut pandang warga yang terlibat langsung dengan program (petani Coke Farm) 4. Berbagai hambatan dari implementasi program Corporate Social Responsibility melalui pemanfaatan Coke Farm yang dirasakan oleh seluruh stakeholders yang terlibat langsung dengan program, baik dari sudut pandang perusahaan sebagai penanggung jawab program, tokoh lingkungan sebagai pendukung program, dan para petani Coke Farm sebagai pelaksana program. 5. Bagaimana problem solving yang dilakukan oleh berbagai stakeholders yang terlibat dalam program Corporate Social Responsibility melalui pemanfaatan Coke Farm dalam rangka menyelesaikan berbagai hambatan yang dihadapi. 6. Bagaimana efektifitas program Corporate Social Responsibility PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Rancaekek melalui pemanfaatan Coke Farm,

10 10 terutama dalam pengolahan limbah pabrik berdasarkan hasil dan manfaat yang dirasakan oleh semua stakeholders yang terlibat dengan program Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini dilakukan di bawah Departemen Corporate Affair PT.Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Regional Jawa Barat dengan memfokuskan pada program Coke Farm, salah satu kegiatan Corporate Social (CSR) yang digalakkan di PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI). Dalam penelitian ini, penulis akan melakukan observasi secara mendalam mengenai kegiatan pengolahan limbah pabrik PT. Coca Cola sebagai salah satu program Coke Farm dalam meningkatkan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan. Pengolahan limbah pabrik di PT. Coca Cola Rancaekek dapat digolongkan menjadi dua, yaitu pengolahan limbah organik dan pengolahan limbah non-organik. Pengolahan limbah organik yang dilakukan oleh pabrik PT. Coca Cola Amatil meliputi dua pengolahan limbah organik yang dihasilkan oleh pabrik, yaiitu limbah cair dan limbah padat. Limbah cair berupa cairan ampas hasil dari sisa-sisa proses produksi pabrik. Sebagai perusahaan yang baik, industri pada khususnya pabrik dapat secara bijak mengolah limbah yang dihasilkan agar tidak mencemari lingkungan dan masyarakat di sekitar pabrik dengan membuang limbah tersebut ke sungai. Maka dari itu, PT. Coca cola Amatil Indonesia (CCAI) Rancaekek mengolah limbah cair tersebut sedemikian rupa melalui beberapa proses penetralaran air, sehingga air yang semula berupa limbah berubah menjadi

11 11 air bersih yang dapat dimanfaatkan kembali. Sebagai indikator penetralan air, limbah yang telah dinetralisir akan dialirkan ke fishpond (kolam ikan), sehingga dapat dipastikan bahwa air limbah telah lulus iji coba sebagai air bersih bebas racun saat ikan-ikan di fishpond tetap hidup. Limbah yang telah berubah menjadi air bersih dimanfaatkan secara maksimal untuk mengairi perkebunan organik (Organic Green House), penyiraman tanaman di area Coke Farm, dan supply air bersih kepada warga di sekitar area pabrik. Selain limbah organik berupa cairan, pabrik PT. Coca Cola Amatil Indonesia juga menghasilkan limbah padat. Salah satu limbah padat organik yang dihasilkan oleh pabrik PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Rancaekek yaitu ampas daun teh basah dari hasil produksi minuman frestea. Sebagai penggalakan gerakan peduli lingkungan dan upaya pengolaan limbah, ampas tersebut dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos (tea-leaves-composting). Pembuatan pupuk kompos dari daun teh ini dikelola sepenuhnya oleh masyarakat sekitar dibawah bimbingan Ir. M. Satori, seorang pakar teknik indutri manajemen lingkungan dari UNISBA. Pupuk kompos yang dihasilkan dari ampas teh tersebut dapat dipakai untuk membudidayakan tanaman organik di Coke Farm, disumbangkan dalam acara-acara atau kampanye lingkungan, serta di jual ke pasaran sebagai bentuk apresiasi terhadap pengembangan petani Coke Farm. Seluruh hasil dari penjualan produk-produk Coke Farm diberikan kepada petani Coke Farm. Seperti yang telah disebutkan, bahwa selain pengolahan limbah organik ada pula pengolahan limbah non-organik. Adapun limbah non-organik yang

12 12 dihasilkan oleh pabrik PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Rancaekek diantaranya adalah botol-botol, kaleng-kaleng baik dari produk reject maupun bekas konsentrat minuman. Di area Coke Farm ini, limbah non-organik tersebut diolah melalui proses solid waste recycling, yaitu kegiatan mendaur ulang, dimana sampah non-organik yang dihasilkan oleh produksi PT.Coca Cola Amatil di gunakan untuk membuat kerajinan tangan atau memproduksi alat-alat yang dapat digunakan sebagai pendukung pelestarian lingkungan, seperti media tanam. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengedukasi masyarakat dan komunikats setempat mengenai pentingnya melakukan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam upaya peningkatan kepedulian terhadap kualitas lingkungan yang lebih baik Kerangka Pemikiran Perspektif Teoritis Berdasarkan penelitian mengenai Strategi Corporate Social Responsibility PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Melalui Pemanfaatan Coke Farm yang dilakukan oleh penulis, terdapat empat teori yang berkaitan yaitu teori reputasi, teori etis, teori konstruksi sosial, dan teori pemangku kepentingan Teori Reputasi Dalam penelitian ini, penulis mengangkat teori reputasi sebagai salah satu landasan teori. Definisi reputasi menurut The Institute of Public Relations (Beard,

13 , p.8) : Reputasi yakni hasil dari apa yang Anda kerjakan, apa yang Anda ucapkan dan apa yang orang lain katakan tentang diri Anda. Sedangkan reputasi perusahan menurut Charles J. Fombrun : Corporate reputation as the overall estimation in which company is held by it s constituents. A corporate reputation s represent the net affective or emotional reaction-good or bad, weak or strong-of costumers, investors, employees, and the general public to the company s name. Reputasi perusahaan diartikan sebagai keseluruhan penilaian dimana perusahaan berpegang pada unsur-unsurnya. Suatu reputasi perusahaan menghadirkan jaringan kecenderungan reaksi emosional yang bai maupun yang tidak baik, yang lemah maupun yang kuat, dari pelanggan, investor, karyawan, dan khalayak ramai kepada nama baik perusahaan. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi reputasi menurut Priyanto (2008, p3), diantaranya : 1. Kegagalan dalam memenuhi peraturan maupun kewajiban hukum 2. Kegagalan dalam memberikan barang dan jasa dengan kualitas baik kepada pelanggan 3. Timbulnya praktek yang tidak sesuai dengan etika 4. Manajemen krisis yang buruk 5. Kegagalan dalam mencapai target 6. Security breaches (pelanggaran keamanan) 7. Environmental breach (pelanggaran lingkungan)

14 Teori Etis Dalam teori ini menyatakan bahwa pemahaman hubungan antara bisnis dan masyarakat adalah penanaman nilai -nilai etis. Hal tersebut mengarahkan visi Corporate Social Responsibility perusahaan dari suatu perspektif etis dan sebagai konsekuensinya, perusahaan harus menerima tanggung jawab sosial sebagai sebuah kewajiban etis di atas pertimbangan lainnya. Pemahan ini disebut dengan ethical theories. Dalam etika bisnis menekankan bahwa manajer dan perusahaan mereka bertanggung jawab untuk menerapkan prinsip etika dalam organisasi mereka dan menggunakan alasan moral dalam pengambilan keputusan, penyusunan kebijakan dan strategi, dan arah secara umum dari perusahaan mereka.(bucholz (1998)). Dalam konteks Corporate Social Responsibility, manajer bertindak sebagai aktor moral dan bertanggungjawab untuk melakukan tanggungjawab (discretion) manajemen yang ada pada mereka dalam segala segi tanggungjawab sosial untuk menghasilkan hasil yang bertanggungjawab secara sosial(wood (1991), Kolk (2000)) Teori Konstruksi Sosial Teori konstruksi sosial (social construction) dikembangkan oleh Berger dan Lukmann merupakan teori sosiologi kontemporer yang berpijak pada sosiologi pengetahuan. Dalam teori ini terkandung pemahaman bahwa kenyataan

15 15 dibangun secara sosial, serta kenyataan dan pengetahuan merupakan dua istilah kunci untuk memahaminya. Kenyataan adalah suatu kualitas yang terdapat dalam fenomena-fenomena yang diakui memiliki keberadaan (being)-nya sendiri sehingga tidak tergantung kepada kehendak manusia; sedangkan pengetahuan adalah kepastian bahwa fenomen-fenomen itu nyata (real) dan memiliki karakteristik yang spesifik (Berger, 1990:1). Oleh karena konstruksi sosial merupakan sosiologi pengetahuan maka implikasinya harus menekuni pengetahuan yang ada dalam masyarakat dan sekaligus proses-proses yang membuat setiap perangkat pengetahuan yang ditetapkan sebagai kenyataan. Sosiologi pengetahuan harus menekuni apa saja yang dianggap sebagai pengetahuan dalam masyarakat. Sosiologi pengetahuan, yang dikembangkan Berger dan Luckmann, mendasarkan pengetahuannya dalam dunia kehidupan sehari-hari masyarakat sebagai kenyataan. Bagi mereka (1990:31-32), kenyataan kehidupan sehari-hari dianggap menampilkan diri sebagai kenyataan par excellence sehingga disebutnya sebagai kenyataan utama (paramount). Berger dan Luckmann (1990:28) menyatakan dunia kehidupan sehari-hari menampilkan diri sebagai kenyataan yang ditafsirkan oleh manusia. Maka itu, apa yang menurut manusia nyata ditemukan dalam dunia kehidupan sehari-hari merupakan suatu kenyataan seperti yang dialaminya. Dunia kehidupan sehari-hari yang dialami tidak hanya nyata tetapi juga bermakna. Kebermaknaannya adalah subjektif, artinya dianggap benar atau begitulah adanya sebagaimana yang dipersepsi manusia.

16 16 Dalam kaitannya dengan Corporate Social Responsibility perusahaan, maka apa yang menjadi kondisi nyata yang dialami oleh warga sekitar perusahaan sebagai kehidupan sehari-hari merupakan suatu tanggung jawab sosial yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Hal ini berhubungan dengan tuntutan kebutuhan yang dihubungkan dengan perusahaan Teori Pemangku Kepentingan (Stakeholder Theory) Teori ini terkait erat dengan teori legitimasi. Suatu perusahaan melalui berbagai kebijakan dan kegiatan operasi yang dilakukannnya memberikan dampak kepada berbagai kelompok pemangku kepentingan, sehingga dengan demikian perusahaan mungkin menemui tuntutan tuntutan dari kelompok kelompok ini untuk memenuhi tanggung jawabnya (Bucholz (1998), McWilliams dan Siegel(2001)). Teori ini menekankan pentingnya untuk mempertimbangkan kepentingan, kebutuhan dan pengaruh dari pihak pihak yang terkait dengan kebijakan dan kegiatan operasi perusahaan, terutama dalam hal pengambilan keputusan perusahaan. Dengan demikian diharapkan perusahaan mampu memuaskan stakeholder-nya dalam suatu tingkatan tertentu, paling tidak sebagian besar dari mereka. Dengan demikian titik pusat dari Corporate Social Responsibility adalah manajemen stakeholder. Menurut Clarkson 1995 dan Freeman Menyatakan bahwa Corporate Social Resonsibility didorong oleh hubungan dengan aktor-aktor eksternal khusus. Dimana dalam teori ini

17 17 menekankan reaksi perusahaan (perseorangan) dalam konteks hubungan dengan stakeholder ekternal. Perspektif ini dapat menjelaskan respon strategis yang berbeda dari perusahaan terhadap tekanan-tekanan sosial walaupun dalam industri sejenis atau Negara yang sama, berdasarkan pada sifat hubungan eksternal Perspektif Konseptual Konsep Corporate Social Responsibility (CSR) Tanggung jawab sosial perusahaan atau yang biasa disebut dengan Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan suatu konsep dimana organisasi, khususnya perusahaan memiliki tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas, dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan. World Business Council on Sustainable Development mendefiniskan Corporate Social Responsibiliy (CSR) sebagai komitmen dari bisnis atau perusahaan untuk berperilaku etis dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, seraya meningkatkan kualitas hidup karyawan dan keluarganya, komunitas lokasl dan masyarakat luas. Definisi lain Corporate Social Responsibility adalah tanggung jawab perusahaan untuk menyusaikan diri terhadap kebutuhan dan harapan stakeholders sehubungan dengan isu-isu etika, sosial dan lingkungan, di samping ekonomi (Warta Pertamina, 2004)

18 18 Corporate Social Responsibility (CSR)berhubungan erat dengan pembangunan berkelanjutan, dimana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan atau keuntungan, melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun jangka panjang. Corporate Social Responsibility (CSR) adalah salah satu konsep yang masih terus berkembang. Salah satu konsep yang banyak dijadikan acuan oleh para pebisnis yaitu konsep yang diungkapkan oleh Kotler dan Lee (2005), dimana Corporate Social Responsibility (CSR) diartikan sebagai komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas melalui pilihan praktek bisnis dan sumbangan dari sumber daya perusahaan. Kotler dan Lee (2005) mengajukan enam pilihan dalam melaksanakan inisiatif sosial perusahaan atau inisiatif dalam menjalankan Corporate Social Responsibility yang semuanya terkait dan terfokus pada perusahaan bukan masyarakat, diantaranya : (1) alasan promosi; (2) alasan yang berhubungan dengan pemasaran; (3) Corporate Social Marketing; (4) filantropi atau sumbangan langsung; (5) menyediakan waktu karyawan untuk kerja sosial; (5) praktek tanggung jawab sosial perusahaan. Sedangkan menurut Sacconi (2006), Corporate Social Responsibility dilihat sebagai perluasan corporate governance dari sebuah perusahaan. Melalui CSR ini, mereka yang memimpin perusahaan (wirausahawan, direktur, dan manajer) memiliki tanggung jawab yang mencakup mulai dari pemenuhan

19 19 fiduciary duties terhadap pemilik perusahaan hingga pemenuhan fiduciary duties serupa terhadap semua stakeholders perusahaan. Fiduciary Duties adalah kewajiban akibat relasi kepercayaan dan pemberian hak antara dua pihak. Atau dengan kata lain kewajiban atau tanggung jawab melaksanakan otoritas demi kebaikan mereka yang telah memberikan hak otoritas tersebut. Sedangkan yang disebut stakeholders oleh Sacconi dilihat dalam dua jenis. Pertama, stakeholders dalam cakupan yang sempit, yaitu mereka yang memiliki ketertarikan kepada perusahaan karena telah berinvestasi sehingga meningkatkan nilai keseluruhan yang dihasilkan oleh perusahaan. Kedua, yaitu stakeholders dalam makna yang lebih luas, yaitu para individu atau kelompok yang tertarik untuk terlibat dalam perusahaan karena telah mengalami efek eksternal yang positif maupun negatif dari transaksi yang dilakukan oleh perusahaan. Secara konseptual, Corporate Social Responsibility (CSR) dapat dilihat dari dua sudut pemikiran medasar yaitu dari sudut etika dan manajemen strategi bisnis. Berdasarkan sudut etika terdapat beberapa hal yang dapat disimpulkan, diantaranya : 1. CSR dapat dilihat sebagai murni berdasarkan etis, yaitu perusahaan tidak mengharapkan suatu keuntungan khusus dari program CSR-nya. 2. Perusahaan akan mendapatkan balik dari program CSR-nya, baik tangible maupun intangible. 3. Program CSR sangat terkait dengan investasi yang baik. Dimana ketika perusahaan bertanggung jawan, pasar (modal) akan bereaksi positif.

20 20 4. Program CSR perusahaan bertujuan untuk menghindari pengaruh politik eksternal atau dengan kata lain perusahaan menjalankan tanggung jawab sosialnya untuk menghindari tuduhan pemerintah (Wan-Jan. 2006). Sedangkan berdasarkan sudut manajemen atau strategi bisnis, sesuai dengan pemikiran Sacconi (2006), pengelola perusahaan (manajer) adalah agen dari stakeholders, sehingga manajer harus dapat memberikan pelayanan dengan memaksimalkan keuntungan finansial. Berdasarkan uraian kedua sudut pandang di atas, dapat disimpulkan adanya beberapa unsur penting dari CSR, dimana perusahaan memiliki tanggung jawab agar bisnisnya tidak merugi sekaligus bertanggung jawab untuk tidak merusak lingkunga serta memiliki tanggung jawab sosial sebagai bagian dari masyarakat Konsep 3P dalam CSR Dalam konteks global, Corporate Social Responsibility mulai digunakan sejak tahun 1970-an dan semakin populer terutama setelah kehadiran buku Cannibals With Forks : The Tripple Bottom Line in 21 st Century Business (1998) karya John Elkington. Dalam buku tersebut dikembangkan tiga komponen penting yang berkaitan dengan sustainable CSR, yaitu :economic growth, environmental protection, dan social equity.

21 21 World Commission on Environtment and Development (WCED) dalam Brundtland Report (1987), Elkington mengemas CSR dalam tiga fokus : 3P yang merupakan singkatan dari Profit, Planet, dan People. Ketiga fokus ini mewakili sebuah konsep CSR yang menyatakan bahwa perusahaan yang baik tidak hanya memburu keuntungan ekonomi belaka (profit), melainkan pula memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan (planet) dan kesejahteraan masyarakat (people). Masing-masing elemen ini harus saling berkesinambungan sehingga terbetuk suatu keseimbangan bagi eksistensi perusahaan. P (Profit) P (Planet) P (People) Gambar 1. Konsep 3P dalam CSR 1.6. Metode Penelitian Metode berasal dari bahasa Yunani methodos yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut masalah kerja untuk memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode yaitu sebagai alat yang digunakan untuk mencapai tujuan. Metode adalah proses, prinsip, dan prosedur yang kita gunakan untuk

22 22 mendekati problem dan mencari jawaban (Mulyana. 2003:145). Metode penelitian sebagai suatu metode ilmiah tidak harus menggunakan analisis statistik terhadap data yang ditemukan. Metode ilmiah adalah metode yang digunakan secara ilmiah dan penelitian tersebut dapat berbentuk deskriptif, eksperimental, kualitatif, kuantitatif, kritis, analitis, historis, fenomenologis, dan lain-lain. Pada penelitian ini, penulis akan menggunakan metodelogi kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian kualitatif. Pada dasarnya penelitian ini meletakkan penekanan pada subjektiftas untuk melakukan interpretasi terhadap suatu persoalan yang dikajinya. Bogdan dan Taylor (1975 : 5 dalam Moleong : 4) mendefinisikan metode penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data-data deskriptif berupa data-data tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Metodelogi kualitatif adalah sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau tulisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.menurut mereka, pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh).jadi, dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu atau organisasi ke dalam variabel atau hipotesis, tetapi perlu memandangnya sebagai bagian dari keutuhan (Moleong. 2007:3). Sejalan dengan definisi di atas, penelitian kualitatif dapat pula diartikan sebagai tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang di sekitarnya dalam bahasa dan peristilahannya.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Corporate Social Responsibility (CSR) di Indonesia terus mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Meski bukan lagi menjadi isu baru, CSR dapat menjembatani

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. banyak dan secara terus menerus berkembang untuk selalu meningkatkan

BAB I PENDAHULUAN. banyak dan secara terus menerus berkembang untuk selalu meningkatkan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di Indonesia, perusahaan perusahaan multinasional saat ini semakin banyak dan secara terus menerus berkembang untuk selalu meningkatkan kinerjanya demi persaingan global.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan ekonomi ditandai dengan perkembangan industri pada. umumnya. Perkembangan industri merupakan hasil dari perkembangan

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan ekonomi ditandai dengan perkembangan industri pada. umumnya. Perkembangan industri merupakan hasil dari perkembangan 18 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan ekonomi ditandai dengan perkembangan industri pada umumnya. Perkembangan industri merupakan hasil dari perkembangan perusahaan yang pesat. Perusahaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menghadapi situasi ekonomi pasar bebas. Perkembangan bisnis dalam

BAB I PENDAHULUAN. menghadapi situasi ekonomi pasar bebas. Perkembangan bisnis dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Corporate Social Responsibility (CSR), merupakan suatu wacana yang sedang mengemuka di dunia bisnis atau perusahaan. Wacana CSR tersebut digunakan oleh perusahaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perusahaan sebagai sebuah sistem, dalam keberlanjutan dan keseimbangannya tidak dapat berdiri sendiri. Keberadaan perusahaan dalam lingkungan masyarakat membawa pengaruh

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Berdirinya sebuah perusahaan pasti memiliki tujuan sosial, ekonomis dan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Berdirinya sebuah perusahaan pasti memiliki tujuan sosial, ekonomis dan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Berdirinya sebuah perusahaan pasti memiliki tujuan sosial, ekonomis dan jangka panjang. Tujuan sosial lebih mengarah ke tujuan sebuah perusahaan dapat memenuhi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI II.1. Teori II.1.1. Pengertian Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility) Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap

Lebih terperinci

Corporate Social Responsibility (CSR) Bidang Pertanian

Corporate Social Responsibility (CSR) Bidang Pertanian Corporate Social Responsibility (CSR) Bidang Pertanian Konseptualisasi CSR Dr. Ir. Teguh Kismantoroadji, M.Si. Ir. Indah Widowati, MP. Eko Murdiyanto, SP., M.Si. Pertemuan-1 PROGRAM STUDI AGRIBISNIS UPN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Corporate Social Responsibility (CSR) adalah salah satu kegiatan yang

BAB I PENDAHULUAN. Corporate Social Responsibility (CSR) adalah salah satu kegiatan yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Program tanggung jawab sosial perusahaan atau lebih dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR) adalah salah satu kegiatan yang direkomendasikan oleh

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia memiliki sumber daya alam yang berlimpah, yang kemudian

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia memiliki sumber daya alam yang berlimpah, yang kemudian BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia memiliki sumber daya alam yang berlimpah, yang kemudian dimanfaatkan oleh banyak perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari hasil tambang batubara. Keberadaan

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 1.1 Pendekatan Penelitian Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Bogdan dan Taylor (dalam Basrowi, 2008: 21) mendefinisikan kualitatif sebagai prosedur penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kerja, serta kerusakan hutan dan lingkungan (Sembiring, 2005).

BAB I PENDAHULUAN. kerja, serta kerusakan hutan dan lingkungan (Sembiring, 2005). BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tidak dapat dipungkiri bahwa adanya perusahaan memberikan keuntungan bagi masyarakat. Dengan adanya perusahaan membuka lapangan pekerjaan dan menyediakan barang dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN UKDW. Tanggungjawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility mungkin

BAB I PENDAHULUAN UKDW. Tanggungjawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility mungkin BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tanggungjawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility mungkin masih kurang populer di kalangan pelaku bisnis di Indonesia. Namun, tidak berlaku

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sekarang ini banyak sekali perusahaan yang terus berlomba melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendapatkan perhatian stakeholdersnya. Selain

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis

III. METODE PENELITIAN. prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis 36 III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Bogdan dan Taylor (1975: 5) mendefinisikan metodologi kualitatif sebagai prosedur

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan pertumbuhan ekonomi di suatu Negara dapat memberikan dampak

BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan pertumbuhan ekonomi di suatu Negara dapat memberikan dampak BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Peningkatan pertumbuhan ekonomi di suatu Negara dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi Negara tersebut. Salah satu dampak positif dari pekembangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam era persaingan bisnis saat ini, sebuah perusahaan dituntut untuk mampu memiliki langkahlangkah inovatif yang mampu memberi daya saing dengan kompetitor. Selain

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kualitatif. Menurut Moleong (2007: 27) berpendapat bahwa:

BAB III METODE PENELITIAN. kualitatif. Menurut Moleong (2007: 27) berpendapat bahwa: BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Menurut Moleong (2007: 27) berpendapat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan atau dalam bahasa Inggris adalah enterprise terdiri dari satu

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan atau dalam bahasa Inggris adalah enterprise terdiri dari satu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perusahaan atau dalam bahasa Inggris adalah enterprise terdiri dari satu atau lebih unit-unit usaha yang disebut pabrik. Perusahaan merupakan suatu lembaga

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. dipisahkan dengan masyarakat sebagai lingkungan eksternalnya. Kontribusi dan

BAB 1 PENDAHULUAN. dipisahkan dengan masyarakat sebagai lingkungan eksternalnya. Kontribusi dan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam menjaga eksistensinya di dunia bisnis, perusahaan tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat sebagai lingkungan eksternalnya. Kontribusi dan harmonisasi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Corporate Social Responsibility (CSR) 2.1.1. Pengertian CSR Definisi Corporate Social Responsibility yang biasanya disingkat CSR adalah komitmen perusahaan atau dunia bisnis

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Isyarat atau signal menurut Brigham dan Houston (2009) adalah suatu tindakan

BAB II LANDASAN TEORI. Isyarat atau signal menurut Brigham dan Houston (2009) adalah suatu tindakan BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Signaling Theory Isyarat atau signal menurut Brigham dan Houston (2009) adalah suatu tindakan yang diambil manajemen perusahaan yang memberi petunjuk bagi investor tentang bagaimana

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan dapat melakukan pantauan dan evaluasi pada kinerja. hidup perusahaan. Robin & Coutler (2005) menjelaskan bahwa kinerja

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan dapat melakukan pantauan dan evaluasi pada kinerja. hidup perusahaan. Robin & Coutler (2005) menjelaskan bahwa kinerja BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kinerja digunakan perusahaan sebagai alat pantau dari suatu rencana. Perusahaan dapat melakukan pantauan dan evaluasi pada kinerja organisasi untuk memberikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. jawab sosial dan peningkatkan kesejahteraan sosial. Sehingga perusahaan bukan

BAB I PENDAHULUAN. jawab sosial dan peningkatkan kesejahteraan sosial. Sehingga perusahaan bukan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan tidak hanya bertujuan untuk memaksimalkan laba yang diperoleh. Namun dalam menjalankan perusahaannya diperlukan sebuah tanggung jawab sosial

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. sosial, ekonomi, politik, kesehatan, dan lingkungan makin banyak. Kemajuan

I. PENDAHULUAN. sosial, ekonomi, politik, kesehatan, dan lingkungan makin banyak. Kemajuan I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Motivasi utama setiap perusahaan atau industri atau bisnis adalah meningkatkan keuntungan. Logika ekonomi neoklasik adalah bahwa dengan meningkatnya keuntungan dan kemakmuran

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. meningkatnya kesadaran dan kepekaan para stakeholders perusahaan, maka

BAB 1 PENDAHULUAN. meningkatnya kesadaran dan kepekaan para stakeholders perusahaan, maka 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Selama kurun waktu 20-30 tahun terakhir ini, kesadaran masyarakat akan peran perusahaan dalam lingkungan sosial semakin meningkat. Banyak perusahaan besar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Beberapa tahun terakhir Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dan

BAB I PENDAHULUAN. Beberapa tahun terakhir Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Beberapa tahun terakhir Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dan keberlanjutan (sustainability) perusahaan telah menjadi isu perkembangan utama perusahaan.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kualitatif. Bogdan dan Taylor mendefinisikan metodologi kualitatif sebagai

BAB III METODE PENELITIAN. kualitatif. Bogdan dan Taylor mendefinisikan metodologi kualitatif sebagai 31 BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Untuk dapat memberikan gambaran serta bentuk regulasi emosi pada pecandu game online, maka penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif. Bogdan dan

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. (corporate social responsibility) dikemukakan oleh John Elkington (1997) yang

PENDAHULUAN. (corporate social responsibility) dikemukakan oleh John Elkington (1997) yang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Satu terobosan besar perkembangan gema tanggungjawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) dikemukakan oleh John Elkington (1997) yang terkenal

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa SPBU di atas adalah SPBU yang

BAB III METODE PENELITIAN. tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa SPBU di atas adalah SPBU yang BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi penelitian Penelitian ini mengambil lokasi di beberapa SPBU di Daerah Kabupaten Sleman tepatnya di SPBU Jl.Seturan, SPBU Kalasan, SPBU Jl. Magelang km 5, SPBU Jl. Monjali,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 TIPE PENELITIAN Penelitian merupakan suatu kegiatan (ilmiah) yang ditempuh melalui rangkaian proses yang panjang. Mengukitp dari Burhan Bungin, dalam konteks ilmu sosial,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social

BAB I PENDAHULUAN. tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan apakah terdapat perbedaan tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. bertanggung jawab atas usaha tersebut (Badan Pusat Statistik, 2013). Tujuan

I. PENDAHULUAN. bertanggung jawab atas usaha tersebut (Badan Pusat Statistik, 2013). Tujuan 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perusahaan merupakan suatu unit (kesatuan) usaha yang melakukan kegiatan ekonomi bertujuan menghasilkan barang atau jasa, terletak pada suatu bangunan atau lokasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. social responsibility (CSR) bukanlah hal yang baru, karena CSR telah

BAB I PENDAHULUAN. social responsibility (CSR) bukanlah hal yang baru, karena CSR telah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perbincangan mengenai tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) bukanlah hal yang baru, karena CSR telah berkembang sejak era

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bergeraknya kegiatan bisnis yang dilakukan. Penunjang tersebut berguna

BAB I PENDAHULUAN. bergeraknya kegiatan bisnis yang dilakukan. Penunjang tersebut berguna BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Berjalannya kegiatan usaha dari perusahaan di suatu negara akan melibatkan pihak-pihak atau lingkungan sekitarnya sebagai penunjang bergeraknya kegiatan bisnis

Lebih terperinci

PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian

PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJP) atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan sesuai kemampuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Di dalam dunia bisnis yang semakin ketat seperti sekarang ini,

BAB I PENDAHULUAN. Di dalam dunia bisnis yang semakin ketat seperti sekarang ini, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di dalam dunia bisnis yang semakin ketat seperti sekarang ini, menyebabkan banyak sekali perusahaan yang melakukan segala cara agar dapat menekan biaya produksi serendah-rendahnya

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dalam perkembangan di era globalisasi dan persaingan bebas saat ini,

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dalam perkembangan di era globalisasi dan persaingan bebas saat ini, BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam perkembangan di era globalisasi dan persaingan bebas saat ini, perekonomian nasional yang diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perhatian terhadap lingkungan yang memunculkan tuntutan tanggung jawab

BAB I PENDAHULUAN. perhatian terhadap lingkungan yang memunculkan tuntutan tanggung jawab 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tanggungjawab sosial muncul dan berkembang sejalan dengan adanya interelasi antara pihak perusahaan dan masyarakat, yang sangat ditentukan dari berbagai dampak yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. relevan dalam konteks ekonomi saat ini (Garzella & Fiorentino, 2014). Mardikanto (2014:83)

BAB I PENDAHULUAN. relevan dalam konteks ekonomi saat ini (Garzella & Fiorentino, 2014). Mardikanto (2014:83) BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pelestarian lingkungan dan tanggung jawab sosial perusahaan menjadi isu yang semakin relevan dalam konteks ekonomi saat ini (Garzella & Fiorentino, 2014). Mardikanto

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Pemilihan Lokasi Penelitian PT.Coca-Cola amatil Central Java merupakan salah satu cabang dari PT.Coca-Cola Amatil Indonesia yang merupakan perusahaan berskala internasional

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perusahaan dikendalikan oleh sistem yang dinamis dalam melakukan kegiatan operasionalnya untuk mempertahankan keberadaan dan menjalankan fungsinya. Selain mempertahankan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Teori Kecenderungan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Teori Kecenderungan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial 10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Teori Kecenderungan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Menurut Gray et al., (1995) teori kecenderungan pengungkapan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. saham dan menjaga kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Tujuan perusahaan untuk memperoleh profit tentunya harus didukung

BAB I PENDAHULUAN. saham dan menjaga kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Tujuan perusahaan untuk memperoleh profit tentunya harus didukung BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perusahaan adalah suatu bentuk organisasi yang merupakan tempat terjadinya kegiatan operasional dan berkumpulnya semua faktor pendukung kegiatan operasional.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. PENDEKATAN DAN METODE PENELITIAN 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ialah pendekatan kualitatif. Nasution (2003: 9) menjelaskan bahwa dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif berdasarkan judul penelitian yang digunakan yaitu Implementasi Etika Public Relations PT

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. mengungkapkan fenomena atau peristiwa sosial tertentu dan pemahaman atau

METODE PENELITIAN. mengungkapkan fenomena atau peristiwa sosial tertentu dan pemahaman atau 78 III. METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Penelitian pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk menjembatani antara dunia konseptual dengan dunia empirik. Suatu penelitian sosial diharapkan dapat

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. perusahaan tidak hanya bertanggungjawab kepada investor dan kreditor, tetapi juga

BAB 1 PENDAHULUAN. perusahaan tidak hanya bertanggungjawab kepada investor dan kreditor, tetapi juga 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perusahaan sebagai salah satu pelaku ekonomi mempunyai pengaruh yang besar terhadap kehidupan perekonomian dan masyarkat luas, sehingga suatu perusahaan tidak

Lebih terperinci

MODUL. Strategi Image/Soft Sell (3 SKS) Oleh : Dra. Nanik Ismiani

MODUL. Strategi Image/Soft Sell (3 SKS) Oleh : Dra. Nanik Ismiani FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA Pertemuan 11 MODUL Strategi Image/Soft Sell (3 SKS) Oleh : Dra. Nanik Ismiani POKOK BAHASAN Public Relations (PR) DESKRIPSI Dalam pokok bahasan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan. Menurut Darmadi (2013:153), Metode

BAB III METODE PENELITIAN. cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan. Menurut Darmadi (2013:153), Metode 31 BAB III METODE PENELITIAN Menurut Sugiyono (2013:2), Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Ketatnya persaingan seringkali melatar belakangi perusahaan untuk

BAB I PENDAHULUAN. Ketatnya persaingan seringkali melatar belakangi perusahaan untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Ketatnya persaingan seringkali melatar belakangi perusahaan untuk menghalalkan segala cara untuk menekan biaya serendah-rendahnya dan meraih keuntungan yang

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. sumber informasi penting yang dipakai oleh stakeholders untuk menilai

BAB 1 PENDAHULUAN. sumber informasi penting yang dipakai oleh stakeholders untuk menilai 18 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada umumnya, laporan keuangan digunakan sebagai salah satu sumber informasi penting yang dipakai oleh stakeholders untuk menilai kinerja perusahaan, dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu sasaran komunikasi Public Relations adalah Publik Eksternal,

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu sasaran komunikasi Public Relations adalah Publik Eksternal, BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dengan berkembang pesatnya dunia usaha serta industri di indonesia, banyak perusahaan yang berlomba untuk meningkatkan citra positifnya. Hal ini dilakukan

Lebih terperinci

BAB1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perusahaan dalam melakukan kegiatan operasinya selalu berusaha untuk memaksimalkan laba untuk mempertahankan keberlangsungannya. Dalam upaya memaksimalkan laba

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. program-program perusahaan. Dengan adanya Public Relations perusahaanperusahaan

BAB I PENDAHULUAN. program-program perusahaan. Dengan adanya Public Relations perusahaanperusahaan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan Public Relations saat ini sudah semakin maju, keberadaannya bagi sebuah perusahaan sangat diperlukan dalam menjalankan program-program perusahaan.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dapat membantu tercapainya kesejahteraan stakeholders, serta dapat mencapai

BAB I PENDAHULUAN. dapat membantu tercapainya kesejahteraan stakeholders, serta dapat mencapai BAB I PENDAHULUAN 1.1 latar Belakang Masalah Dalam menghadapi era globalisasi, keberlangsungan perusahaan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Perdagangan bebas menimbulkan persaingan bisnis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu tindakan atau konsep

BAB I PENDAHULUAN. CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu tindakan atau konsep 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai dengan kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Didalam menjawab pertanyaan yang terdapat pada permasalahan, penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Didalam menjawab pertanyaan yang terdapat pada permasalahan, penelitian 44 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Sifat Penelitian Didalam menjawab pertanyaan yang terdapat pada permasalahan, penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini tipe yang digunakan adalah tipe penelitian deskriptifkualitatif,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini tipe yang digunakan adalah tipe penelitian deskriptifkualitatif, BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tipe dan Sifat Penelitian. Dalam penelitian ini tipe yang digunakan adalah tipe penelitian deskriptifkualitatif, yaitu memberikan gambaran dari gejala sosial tertentu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan BAB III METODE PENELITIAN 3.1. PENDEKATAN PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Poerwandari (2005) menyebutkan bahwa pendekatan kualitatif digunakan jika

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana konflik yang di hadapi seorang Gay, tipe-tipe konflik apa yang dihadapi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Dan

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Dan BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Dan seorang peneliti harus memahami metodologi penelitian yang merupakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Maraknya pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR),

BAB I PENDAHULUAN. Maraknya pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR), BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Maraknya pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR), belakangan ini patut untuk dirayakan. Corporate Social Responsibility (CSR) memang sedang menjadi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. daerah ini masih banyak terdapat perbedaan perlakuan antara anak laki-laki dan

BAB III METODE PENELITIAN. daerah ini masih banyak terdapat perbedaan perlakuan antara anak laki-laki dan BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di Desa Sikumpul, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Peneliti memilih lokasi ini, karena di daerah ini

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam menjalankan kegiatan operasinya, perusahaan selalu berusaha untuk memperoleh laba sebesar-besarnya atau paling tidak berusaha menjaga kestabilan labanya. Laba

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Responsibility (selanjutnya disingkat CSR) ini menjadi trend global seiring

BAB I PENDAHULUAN. Responsibility (selanjutnya disingkat CSR) ini menjadi trend global seiring BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kesadaran akan pentingnya mempraktikkan Corporate Social Responsibility (selanjutnya disingkat CSR) ini menjadi trend global seiring dengan maraknya kepedulian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada zaman sekarang ini perkembangan dunia bisnis di Indonesia sudah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada zaman sekarang ini perkembangan dunia bisnis di Indonesia sudah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada zaman sekarang ini perkembangan dunia bisnis di Indonesia sudah sangat berkembang dan terus semakin berkembang. Segala macam produk dan jasa yang disediakan oleh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Pembangunan suatu negara menjadi tanggung jawab semua insan yang berada di dalam negara tersebut, tidak terkecuali perusahaan ataupun industri, untuk mewujudkan kesejahteraan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. program pelatihan dengan mendeskripsikan hasil temuan penelitian.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. program pelatihan dengan mendeskripsikan hasil temuan penelitian. 80 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Latar Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses pengembangan program pelatihan dengan mendeskripsikan hasil temuan penelitian. Pendekatan penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Sikap pada dasarnya adalah tendensi kita terhadap sesuatu. Sikap adalah pernyataan-pernyataan evaluatif, baik yang diinginkan maupun yang tidak diinginkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) pertama kali dikemukakan oleh Howard R. Bowen pada tahun 1953. Setelah itu,csr

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. satu sumber daya utama. Tiap perusahaan memiliki tujuan yang berbeda-beda.

BAB 1 PENDAHULUAN. satu sumber daya utama. Tiap perusahaan memiliki tujuan yang berbeda-beda. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada era modernisasi dan globalisasi saat ini, kebutuhan informasi dan teknologi semakin meningkat sejalan dengan persaingan semakin ketat pada setiap sektor

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo. Peneliti memilih lokasi ini karena di daerah tersebut tradisi pemasangan tuwuhan sudah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pemerataan kesejahteraan dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan bidangbidang

BAB I PENDAHULUAN. pemerataan kesejahteraan dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan bidangbidang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebagai negara berkembang, Indonesia masih perlu merealisasikan pemerataan kesejahteraan dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan bidangbidang lainnya sebagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Tanggung jawab sosial perusahaan atau yang lebih dikenal dengan corporate

BAB I PENDAHULUAN. Tanggung jawab sosial perusahaan atau yang lebih dikenal dengan corporate BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tanggung jawab sosial perusahaan atau yang lebih dikenal dengan corporate social responsibility (CSR) merupakan bagian penting dari strategi bisnis berkelanjutan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Pembangunan suatu negara bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, setiap insan

I. PENDAHULUAN. Pembangunan suatu negara bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, setiap insan I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan suatu negara bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, setiap insan manusia berperan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial dan peningkatan kualitas hidup

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. wacana CSR berkembang. Munculnya KTT Bumi di Rio pada 1992

BAB I PENDAHULUAN. wacana CSR berkembang. Munculnya KTT Bumi di Rio pada 1992 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Saat ini persoalan lingkungan sudah menjadi persoalan yang menarik dan menjadi isu sentral bagi negara-negara di dunia. Semenjak tahun 1980-1990, wacana CSR

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. interpretatif. Sesuai dengan pendapat Van Wynsberghe dan Khan paradigma

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. interpretatif. Sesuai dengan pendapat Van Wynsberghe dan Khan paradigma BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Paradigma Penelitian Dalam penelitian ini peneliti memilih untuk menggunakan paradigma interpretatif. Sesuai dengan pendapat Van Wynsberghe dan Khan paradigma interpretif

Lebih terperinci

BAB II PELAKSANAAN PKL. Berikut ini merupakan daftar jadwal kegiatan selama PKL : Tabel 2.1

BAB II PELAKSANAAN PKL. Berikut ini merupakan daftar jadwal kegiatan selama PKL : Tabel 2.1 BAB II PELAKSANAAN PKL 2.1. Kegiatan selama PKL Berikut ini merupakan daftar jadwal kegiatan selama PKL : Tabel 2.1 No Hari/Tgl Jam Datang 1 Senin, 09-08- 2 Selasa, 10-09- 3 Rabu, 11-08- 4 Kamis, 12-08-

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan sebagai sebuah sistem dalam keberlanjutan dan keseimbangannya tidak

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan sebagai sebuah sistem dalam keberlanjutan dan keseimbangannya tidak BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan sebagai sebuah sistem dalam keberlanjutan dan keseimbangannya tidak dapat berdiri sendiri. Keberadaan perusahaan dalam lingkungan masyarakat membawa pengaruh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Citra perusahaan adalah sesuatu yang penting untuk dijaga dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Citra perusahaan adalah sesuatu yang penting untuk dijaga dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Citra perusahaan adalah sesuatu yang penting untuk dijaga dan dikembangkan. Citra pada dasarnya merupakan salah satu harapan yang ingin dicapai perusahaan untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini studi tentang tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) semakin

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini studi tentang tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) semakin BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Saat ini studi tentang tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) semakin populer dalam dunia bisnis di Indonesia, di mana fenomena ini dipicu dengan semakin meningkatnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. manfaat ekonomi yang menjadi tujuan dibentuknya dunia usaha.

BAB I PENDAHULUAN. manfaat ekonomi yang menjadi tujuan dibentuknya dunia usaha. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Penelitian Salah satu isu penting yang masih terus menjadi perhatian dalam dunia usaha hingga saat ini yaitu terkait tentang tanggung jawab sosial perusahaan

Lebih terperinci

BUSINESS ETHIC AND GOOD GOVERNANCE Corporate Social Responsbility (E-LEARNING)

BUSINESS ETHIC AND GOOD GOVERNANCE Corporate Social Responsbility (E-LEARNING) Modul ke: BUSINESS ETHIC AND GOOD GOVERNANCE Corporate Social Responsbility (E-LEARNING) Fakultas Pascasarjana Dr. Anik Tri Suwarni, MM. Program Studi Manajemen www.mercubuana.ac.id KASUS PEMBUKA Pandangan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. pasangan hidup yang saling memberi dan membutuhkan. Kontribusi dan

BAB 1 PENDAHULUAN. pasangan hidup yang saling memberi dan membutuhkan. Kontribusi dan 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam menjaga eksistensinya, perusahaan tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat sebagai lingkungan eksternalnya. Ada hubungan resiprokal (timbal balik) antara

Lebih terperinci

2010; Hussey 2003; Leedy & Ormrod 2005). Penggolongan penelitian

2010; Hussey 2003; Leedy & Ormrod 2005). Penggolongan penelitian BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah cara yang akan ditempuh oleh peneliti untuk menjawab permasalahan penelitian atau rumusan masalah (coghlan & Brannick 2010; Hussey 2003; Leedy & Ormrod

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. diterima lagi. Perkembangan dunia usaha saat ini menuntut perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. diterima lagi. Perkembangan dunia usaha saat ini menuntut perusahaan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pandangan dalam dunia usaha dimana perusahaan hanya bertujuan untuk mendapatkan laba yang setinggi-tingginya tanpa memperhatikan dampak yang muncul dalam kegiatan usahanya

Lebih terperinci

Bab III. Metode Penelitian

Bab III. Metode Penelitian Bab III Metode Penelitian 3.1 Pendekatan Penelitian Penelitian pada produk kertas fotokopi yang dilakukan di PT Cakrawala Mega Indah yang melakukan perluasan merek atau brand extension menggunakan pendekatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. antara investor dengan perusahaan yang dilakukan melalui perdagangan instrumen

BAB I PENDAHULUAN. antara investor dengan perusahaan yang dilakukan melalui perdagangan instrumen BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan pasar modal saat ini telah meningkat dengan sangat pesat. Bisnis investasi akan menjadi semakin kompleks dan diikuti dengan tingkat persaingan yang semakin

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pentingnya penerapan sistem tata kelola perusahaan yang baik atau Good

BAB I PENDAHULUAN. Pentingnya penerapan sistem tata kelola perusahaan yang baik atau Good 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pentingnya penerapan sistem tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) masih menjadi fokus utama dalam pengembangan usaha di Indonesia

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif, sementara

BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif, sementara BAB III METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif, sementara pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Menurut Nazir (2002:61),

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan merupakan isu yang sangat penting bagi perusahaan baik perusahaan nasional maupun perusahaan

Lebih terperinci

LAMPIRAN. 1. Surat Tugas 2. Daftar hadir peserta pengabdian masyarakat 3. Materi pengabdian masyarakat 4. Foto kegiatan

LAMPIRAN. 1. Surat Tugas 2. Daftar hadir peserta pengabdian masyarakat 3. Materi pengabdian masyarakat 4. Foto kegiatan LAMPIRAN 1. Surat Tugas 2. Daftar hadir peserta pengabdian masyarakat 3. Materi pengabdian masyarakat 4. Foto kegiatan 25 26 27 28 PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Peningkatan Kesadaran Hukum Pelaku Usaha Kecil

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Signal Theory Teori sinyal atau signal theory menjelaskan mengenai bagaimana manajemen mampu memberikan sinyal-sinyal keberhasilan atau kegagalan yang akan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada tahun 2013 salah satu brand dari perusahaan Unilever Indonesia yaitu

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada tahun 2013 salah satu brand dari perusahaan Unilever Indonesia yaitu BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada tahun 2013 salah satu brand dari perusahaan Unilever Indonesia yaitu Wipol melaksanakan sebuah program baru yang diberi nama Aksi Anti Kuman Wipol. Wipol merupakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia usaha semakin menyadari bahwa perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada nilai perusahaan yang direfleksikan dalam kondisi keuangannya

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 37 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu pendekatan yang diarahkan pada latar dan individu secara holistik (utuh).

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Pemikiran yang mendasari Corporate Social Responsibility yang selanjutnya

I. PENDAHULUAN. Pemikiran yang mendasari Corporate Social Responsibility yang selanjutnya I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemikiran yang mendasari Corporate Social Responsibility yang selanjutnya disebut CSR sering dianggap inti dari etika bisnis adalah bahwa perusahaan tidak hanya mempunyai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Karakter merupakan hal yang sangat penting untuk ditanamkan dalam jiwa individu. Proses pendidikan karakter dapat dilakukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR)

BAB I PENDAHULUAN. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) mungkin masih terdengar asing dikalangan pengusaha nasional. Namun, bagi pengusaha

Lebih terperinci