BAB I PENDAHULUAN. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Rancaekek Bandung. Adapun beberapa isu

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB I PENDAHULUAN. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Rancaekek Bandung. Adapun beberapa isu"

Transkripsi

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Isu lingkungan di sekitar daerah operasional pabrik kerap kali menjadi salah satu masalah yang diangkat oleh masyarakat sekitar kawasan pabrik untuk menyerang sebuah perusahaan. Hal inilah yang terjadi di kawasan pabrik PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Rancaekek Bandung. Adapun beberapa isu yang diangkat oleh masyarakat sekitar mengenai PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Rancaekek Bandung diantaranya eksplorasi artesis oleh pihak pabrik, terbatasnya ketersediaan air bersih yang disebabkan oleh aktifitas pabrik, penyebaran pemberian air bersih yang tidak merata, serta pengolahan limbah yang buruk dan merugikan masyarakat di sekitar pabrik. Jika dikaitkan dengan reputasi perusahaan, maka isu-isu tersebut tentunya dapat menjadi hambatan sebuah perusahaan dalam membangun citra positif perusahaan di mata publik, karena isu tersebut telah menciptakan citra negatif perusahaan yang berpengaruh pada reputasi. Sebagai perusahaan yang baik, PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) menggalakan program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka mengatasi isu lingkungan yang diangkat oleh masyarakat sekitar pabrik. Salah satu strategi Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan oleh PT. Coca Cola Amatil Indonesia dalam menanggapi isu tersebut yaitu melalui pemanfaatan Coke Farm di area pabrik. Coke Farm merupakan salah satu 1

2 2 lahan perealisasian program CSR yang digalakkan di PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI), tepatnya di area operasional rancaekek. Berupa perkebunan organik yang terletak di belakang pabrik Coca Cola Rancaekek. Dalam pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) melalui pemanfaatan Coke Farm, terdapat beberapa spesifikasi kegiatan, diantaranya pengelolalaan fishpond, pembuatan biopori, planting of tree, tea leaves composting, dan solid waste-recycling. Pengelolaan fishpond dilakukan di area Coke Farm, tepatnya di belakang pabrik pembotolan Coca Cola di kawasan Rancaekek, Bandung. Tujuan fishpond ini adalah untuk mengairi perkebunan organik Coca Cola (Coke Farm) dan sebagai tempat konservasi lingkungan di pabrik. Terdapat banyak jenis ikan yang dibudidayakan di sini, diantaranya ikan nila, ikan mas, ikan bawal, ikan patin, ikan lele, dan lain-lain. Fishpond dikelola oleh masyarakat sekitar pabrik yang bersedia membudidayakannya, dimana hasil panen budidaya tersebut dapat dinikmati oleh pengelola. Selain itu, tim Corporate Affair Coca Cola melakukan pendekatan ke berbagai rumah makan di sekitar kawasan pabrik pembotolan coca cola untuk mendistribusikan hasil panen bibit ikan, dimana seluruh keuntungan yang diperoleh diberikan kepada masyarakat yang mengelola. Kebijakan tersebut merupakan salah satu bukti nyata komitmen PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) dalam menyejahterakan masyarakat di sekitar kawasan operasional. Pembuatan biopori digalakkan untuk menciptakan pabrik yang ramah lingkungan melalui pembuatan lubang resapan air yang juga dapat menghasilkan

3 3 pupuk kompos alami. Sudah lebih dari lima puluh lubang biopori dibuat di seluruh kawasan pabrik pembotola Coca Cola di Rancaekek Bandung. Selain itu, PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) telah bekerjasama dengan beberapa LSM yang bergerak di bidang lingkungan dalam menyelenggarakan kegiatan sosial lingkungan dan mensosialisasikan pembuatan lubang biopori kepada pelajar serta masyarakat luas. Planting of Trees atau penanaman pohon memiliki dampak positif yang luar biasa besar bagi masyarakat, komunitas, dan juga lingkungan hidup. Penanaman pohon dapat membantu memelihara dan mengaktifkan kembali lingkungan hidup. Untuk menciptakan lingkungan pabrik yang hijau dan sehat, serta dalam rangka mendukung kampanye lingkungan hidup, dilakukan program penanaman pohon. Selain itu, di area Coke Farm juga terdapat lahan pembibitan dan budidaya pohon keras, seperti mahoni dan trembesi, salah satu jenis pohon yang memproduksi oksigen terbesar. Dimana, hasil pembibitan pohon keras ini, dapat disumbangkan untuk gerakan penghijauan, terutama di sekitar kawasan pabrik. Organic- Green House merupakan salah satu bagian di area Coke Farm, berupa lahan perkebunan organik yang menggunakan metode perkebunan tanpa bahan kimia, seperti pestisida, fertilizer, antibiotic, hormone penumbuh tanaman yang tidak memenuhi standar organik. Perkebunan organik dikelola oleh masyarakat di sekitar kawasan pabrik, dengan harapan para petani yang menggarap perkebunan organik tersebut dapat menjadi lebih peduli terhadap lingkungan, khususnya pada jumlah energi yang digunakan dalam dunia

4 4 agrikultur. Adapun tanaman yang dibudidayakan di perkebunan ini, diantaranya tanaman cabe, tomat, bawang daun, dan lain-lain. Sama halnya dengan fishpond, hasil panen dari kebun organik ini sepenuhnya diberikan dan dikelola oleh warga sekitar. Khusus untuk setiap produksi produk frestea, PT.Coca Cola Amatil Indonesia menghasilkan limbah berupa ampas daun teh basah yang tidak terpakai. Sebagai penggalakan gerakan peduli lingkungan dan upaya pengolaan limbah, ampas tersebut dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos, pemanfaatan ini disebut dengan tea leaves- composting. Ada dua metode yang dipakai dalam pembuatan pupuk kompos di Coke Farm ini, yaitu open windrow dan sistem kascing. Pada metode open windrow, ampas teh basah dikeringkan lalu disiram dengan EM4 secara berkala sampai akhirnya bakteri penghasil pupuk kompos berkembang biak dan siap dipanen. Sedangkan pada sistem kascing, ampas teh yang dihasilkan dari produksi frestea dimakan oleh cacing dan kotoran-nya menjadi pupuk. Pupuk kompos yang dihasilkan dari ampas teh tersebut dapat dipakai untuk membudidayakan tanaman organik di Coke Farm, disumbangkan dalam acara-acara atau kampanye lingkungan, serta di jual ke pasaran melalui kios Coke Farm. Solid waste recycling merupakan kegiatan mendaur ulang sampah, dimana sampah non-organik yang dihasilkan oleh produksi PT.Coca Cola Amatil di gunakan untuk membuat kerajinan tangan atau memproduksi alat-alat yang dapat digunakan sebagai pendukung pelestarian lingkungan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengedukasi masyarakat dan komunitas setempat mengenai pentingnya

5 5 melakukan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Pemberian edukasi ini, dilakukan oleh. Ir.M.Satori, seorang pakar teknik industri manajemen lingkungan dari UNISBA. Berdasarkan beberapa kegiatan yang dilakukan di Coke Farm yang telah disebutkan di atas, penulis memfokuskan penelitian pada pengolahan limbah pabrik di Coke Farm sebagai objek penelitian. Dimana terdapat keistimewaan pada pengolahan limbah pabrik di Coke Farm PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Rancaekek yang tidak dilakukan di pabrik industri lain yang sejenis (kompetitor), yakni pemanfaatan limbah pabrik bagi kepentingan lingkungan yang saling berkesinambungan. Diantaranya pembuatan pupuk yang berbahan dasar daun teh hasil ampas produksi frestea, limbah non-organik berupa kaleng-kaleng atau botol-botol konsentrat yang dimanfaatkan sebagai media tanam, limbah cair yang dinetralisir sedemikian rupa sehingga menjadi air bersih yang dimanfaatkan untuk pengembangan Coke Farm baik untuk penyiraman tanaman organik maupun sumber air kolam budidaya ikan. Berbagai program Corporate Social Responsibility yang digalakkan melalui pemanfaatan Coke Farm ini, merupakan salah satu bentuk nyata PT. Coca Cola Amatil dalam mengimplementasikan program tanggung jawab sosial perusahaan sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dimana program ini berkaitan dengan kepentingan beberapa stakeholders perusahaan. PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) sebagai produsen dan distributor minuman ringan terkemuka di Indonesia, bahkan menjadi salah satu perusahaan terbesar di wilayah Asia Pasifik tentunya memiliki banyak stakeholders yang

6 6 berperan penting dalam perkembangan perusahaan. Disinilah Public Relations berperan penting, yaitu untuk merangkul seluruh stakeholders demi terjalinnya hubungan baik yang saling menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat dalam perkembangan perusahaan. Adapun salah satu upaya yang dilakukan oleh Public Relations PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) dalam menjalankan perannya tersebut yaitu melalui program Corporate Social Responsibility melalui pemanfaatan Coke Farm. Strategi Corporate Social Responsibility yang dilakukan oleh PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI), bertujuan untuk menciptakan mutual benefit antara semua pihak yang terkait. Program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam suatu perusahaan tidak kalah memiliki pengaruh yang besar dalam pembentukan citra perusahaan. Citra perusahaan tidak hanya dapat dibentuk dengan strategi brand image building melalui iklan media massa, justru yang paling mendasar dari pembentukan citra sebuah produk dimulai dari kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan melalui aksi-aksi yang dilakukan perusahaan sebagai bentuk pengabdian bagi lingkungan dan masyarakat, salah satunya berupa program Corporate Social Responsibility (CSR). Selain itu, posisi Corporate Social Responsibility (CSR) di perusahaan diperkuat oleh diberlakukannya Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT) yang terbaru, yakni Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 yang menyatakan setiap industri atau koperasi wajib melaksanakan program CSR. PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) memiliki kepercayaan penuh bahwa sebagian kesuksesan perusahaan merupakan hasil dari integrasi

7 7 pertimbangan sosial dan lingkungan ke dalam kegiatan bisnis perusahaan. Untuk itulah perusahaan terus berkomitmen untuk menerapkan program-program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat. Adapun 4 pilar kunci yang digalakkan oleh PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) sebagai parameter dalam menjalankan program-program Corporate Social Responsibility yang harmonis dan berkelanjutan, diantaranya : (1) menjaga dan melestarikan lingkungan, (2) mengembangkan kesempatan ekonomi (marketplace), (3) menerapkan budaya kerja yang baik dan nilai-nilai positif di kalangan karyawan (workplace), (4) berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi seluruh masyarakat di sekitar perusahaan (community). Berdasarkan empat pilar kunci tersebut, diharapkan perusahaan mendapatkan tempat di hati masyarakat sekitar daerah operasi dan pemerintah setempat. Selain strategi Corporate Social Responsibility (CSR) melalui pemanfaatan Coke Farm yang telah dijabarkan di atas, Public Relation Officer PT.Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) memiliki beberapa aspek kegiatan kehumasan dalam menjalankan tugas dan wewenangnya, diantaranya Media Relations, Community Relations, Government Relations, Bussiness Relations,. Dimana kegiatan-kegiatan tersebut dapat menjadi suatu strategi atau alat Public Relations Officer yang saling berkesinambungan dalam menciptakan serta memelihara hubungan yang selaras (mutual understanding) dengan seluruh pihak yang terkait demi keuntungan bersama (mutual benefit). Hal ini diharapkan

8 8 perusahaan akan mendapatkan keuntungan dari segala aspek, baik dari kebijakan publik, maupun peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan berdasarkan reputasi yang telah berhasil dibangun oleh perusahaan dengan bantuan pemberitaan di media Fokus Kajian Adapun yang menjadi fokus kajian penulis dalam penyusunan proposal penelitian ini, yaitu kegiatan pengolahan limbah pabrik di Coke Farm, yang menjadi salah satu bagian dari strategi Corporate Social Responsibility yang digalakkan di PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) melalui pemanfaatan Coke Farm. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pabrik yang ramah lingkungan serta pemberdayaan masyarakat sekitar. Berdasarkan uraian konteks penelitian yang telah dijabarkan di atas, maka permasalahan yang menarik diteliti oleh penulis adalah mengenai : Bagaimana implementasi kegiatan pengolahan limbah pabrik di Coke Farm menjadi strategi Corporate Social Responsibility PT.Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Rancaekek yang bersifat sustainable bagi perusahaan maupun warga sekitar?

9 9 1.3.Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis dalam melakukan penelitian ini, adalah untuk mengetahui : 1. Mengapa dibutuhkan Strategi Corporate Social Responsibility melalui Coke Farm untuk menciptakan reputasi positif perusahaan di mata masyarakat. 2. Bagaimana strategi Public Relations dalam mengemas program Corporate Social Responsibility (CSR) melalui pemanfaatan Coke Farm sebagai salah satu alat (tools) dalam meredakan isu lingkungan dan menciptakan reputasi perusahaan yang baik. 3. Bagaimana implementasi program Corporate Social Responsibility melalui Coke Farm, terutama pengolahan limbah pabrik dari sudut pandang warga yang terlibat langsung dengan program (petani Coke Farm) 4. Berbagai hambatan dari implementasi program Corporate Social Responsibility melalui pemanfaatan Coke Farm yang dirasakan oleh seluruh stakeholders yang terlibat langsung dengan program, baik dari sudut pandang perusahaan sebagai penanggung jawab program, tokoh lingkungan sebagai pendukung program, dan para petani Coke Farm sebagai pelaksana program. 5. Bagaimana problem solving yang dilakukan oleh berbagai stakeholders yang terlibat dalam program Corporate Social Responsibility melalui pemanfaatan Coke Farm dalam rangka menyelesaikan berbagai hambatan yang dihadapi. 6. Bagaimana efektifitas program Corporate Social Responsibility PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Rancaekek melalui pemanfaatan Coke Farm,

10 10 terutama dalam pengolahan limbah pabrik berdasarkan hasil dan manfaat yang dirasakan oleh semua stakeholders yang terlibat dengan program Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini dilakukan di bawah Departemen Corporate Affair PT.Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Regional Jawa Barat dengan memfokuskan pada program Coke Farm, salah satu kegiatan Corporate Social (CSR) yang digalakkan di PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI). Dalam penelitian ini, penulis akan melakukan observasi secara mendalam mengenai kegiatan pengolahan limbah pabrik PT. Coca Cola sebagai salah satu program Coke Farm dalam meningkatkan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan. Pengolahan limbah pabrik di PT. Coca Cola Rancaekek dapat digolongkan menjadi dua, yaitu pengolahan limbah organik dan pengolahan limbah non-organik. Pengolahan limbah organik yang dilakukan oleh pabrik PT. Coca Cola Amatil meliputi dua pengolahan limbah organik yang dihasilkan oleh pabrik, yaiitu limbah cair dan limbah padat. Limbah cair berupa cairan ampas hasil dari sisa-sisa proses produksi pabrik. Sebagai perusahaan yang baik, industri pada khususnya pabrik dapat secara bijak mengolah limbah yang dihasilkan agar tidak mencemari lingkungan dan masyarakat di sekitar pabrik dengan membuang limbah tersebut ke sungai. Maka dari itu, PT. Coca cola Amatil Indonesia (CCAI) Rancaekek mengolah limbah cair tersebut sedemikian rupa melalui beberapa proses penetralaran air, sehingga air yang semula berupa limbah berubah menjadi

11 11 air bersih yang dapat dimanfaatkan kembali. Sebagai indikator penetralan air, limbah yang telah dinetralisir akan dialirkan ke fishpond (kolam ikan), sehingga dapat dipastikan bahwa air limbah telah lulus iji coba sebagai air bersih bebas racun saat ikan-ikan di fishpond tetap hidup. Limbah yang telah berubah menjadi air bersih dimanfaatkan secara maksimal untuk mengairi perkebunan organik (Organic Green House), penyiraman tanaman di area Coke Farm, dan supply air bersih kepada warga di sekitar area pabrik. Selain limbah organik berupa cairan, pabrik PT. Coca Cola Amatil Indonesia juga menghasilkan limbah padat. Salah satu limbah padat organik yang dihasilkan oleh pabrik PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Rancaekek yaitu ampas daun teh basah dari hasil produksi minuman frestea. Sebagai penggalakan gerakan peduli lingkungan dan upaya pengolaan limbah, ampas tersebut dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos (tea-leaves-composting). Pembuatan pupuk kompos dari daun teh ini dikelola sepenuhnya oleh masyarakat sekitar dibawah bimbingan Ir. M. Satori, seorang pakar teknik indutri manajemen lingkungan dari UNISBA. Pupuk kompos yang dihasilkan dari ampas teh tersebut dapat dipakai untuk membudidayakan tanaman organik di Coke Farm, disumbangkan dalam acara-acara atau kampanye lingkungan, serta di jual ke pasaran sebagai bentuk apresiasi terhadap pengembangan petani Coke Farm. Seluruh hasil dari penjualan produk-produk Coke Farm diberikan kepada petani Coke Farm. Seperti yang telah disebutkan, bahwa selain pengolahan limbah organik ada pula pengolahan limbah non-organik. Adapun limbah non-organik yang

12 12 dihasilkan oleh pabrik PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Rancaekek diantaranya adalah botol-botol, kaleng-kaleng baik dari produk reject maupun bekas konsentrat minuman. Di area Coke Farm ini, limbah non-organik tersebut diolah melalui proses solid waste recycling, yaitu kegiatan mendaur ulang, dimana sampah non-organik yang dihasilkan oleh produksi PT.Coca Cola Amatil di gunakan untuk membuat kerajinan tangan atau memproduksi alat-alat yang dapat digunakan sebagai pendukung pelestarian lingkungan, seperti media tanam. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengedukasi masyarakat dan komunikats setempat mengenai pentingnya melakukan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam upaya peningkatan kepedulian terhadap kualitas lingkungan yang lebih baik Kerangka Pemikiran Perspektif Teoritis Berdasarkan penelitian mengenai Strategi Corporate Social Responsibility PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Melalui Pemanfaatan Coke Farm yang dilakukan oleh penulis, terdapat empat teori yang berkaitan yaitu teori reputasi, teori etis, teori konstruksi sosial, dan teori pemangku kepentingan Teori Reputasi Dalam penelitian ini, penulis mengangkat teori reputasi sebagai salah satu landasan teori. Definisi reputasi menurut The Institute of Public Relations (Beard,

13 , p.8) : Reputasi yakni hasil dari apa yang Anda kerjakan, apa yang Anda ucapkan dan apa yang orang lain katakan tentang diri Anda. Sedangkan reputasi perusahan menurut Charles J. Fombrun : Corporate reputation as the overall estimation in which company is held by it s constituents. A corporate reputation s represent the net affective or emotional reaction-good or bad, weak or strong-of costumers, investors, employees, and the general public to the company s name. Reputasi perusahaan diartikan sebagai keseluruhan penilaian dimana perusahaan berpegang pada unsur-unsurnya. Suatu reputasi perusahaan menghadirkan jaringan kecenderungan reaksi emosional yang bai maupun yang tidak baik, yang lemah maupun yang kuat, dari pelanggan, investor, karyawan, dan khalayak ramai kepada nama baik perusahaan. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi reputasi menurut Priyanto (2008, p3), diantaranya : 1. Kegagalan dalam memenuhi peraturan maupun kewajiban hukum 2. Kegagalan dalam memberikan barang dan jasa dengan kualitas baik kepada pelanggan 3. Timbulnya praktek yang tidak sesuai dengan etika 4. Manajemen krisis yang buruk 5. Kegagalan dalam mencapai target 6. Security breaches (pelanggaran keamanan) 7. Environmental breach (pelanggaran lingkungan)

14 Teori Etis Dalam teori ini menyatakan bahwa pemahaman hubungan antara bisnis dan masyarakat adalah penanaman nilai -nilai etis. Hal tersebut mengarahkan visi Corporate Social Responsibility perusahaan dari suatu perspektif etis dan sebagai konsekuensinya, perusahaan harus menerima tanggung jawab sosial sebagai sebuah kewajiban etis di atas pertimbangan lainnya. Pemahan ini disebut dengan ethical theories. Dalam etika bisnis menekankan bahwa manajer dan perusahaan mereka bertanggung jawab untuk menerapkan prinsip etika dalam organisasi mereka dan menggunakan alasan moral dalam pengambilan keputusan, penyusunan kebijakan dan strategi, dan arah secara umum dari perusahaan mereka.(bucholz (1998)). Dalam konteks Corporate Social Responsibility, manajer bertindak sebagai aktor moral dan bertanggungjawab untuk melakukan tanggungjawab (discretion) manajemen yang ada pada mereka dalam segala segi tanggungjawab sosial untuk menghasilkan hasil yang bertanggungjawab secara sosial(wood (1991), Kolk (2000)) Teori Konstruksi Sosial Teori konstruksi sosial (social construction) dikembangkan oleh Berger dan Lukmann merupakan teori sosiologi kontemporer yang berpijak pada sosiologi pengetahuan. Dalam teori ini terkandung pemahaman bahwa kenyataan

15 15 dibangun secara sosial, serta kenyataan dan pengetahuan merupakan dua istilah kunci untuk memahaminya. Kenyataan adalah suatu kualitas yang terdapat dalam fenomena-fenomena yang diakui memiliki keberadaan (being)-nya sendiri sehingga tidak tergantung kepada kehendak manusia; sedangkan pengetahuan adalah kepastian bahwa fenomen-fenomen itu nyata (real) dan memiliki karakteristik yang spesifik (Berger, 1990:1). Oleh karena konstruksi sosial merupakan sosiologi pengetahuan maka implikasinya harus menekuni pengetahuan yang ada dalam masyarakat dan sekaligus proses-proses yang membuat setiap perangkat pengetahuan yang ditetapkan sebagai kenyataan. Sosiologi pengetahuan harus menekuni apa saja yang dianggap sebagai pengetahuan dalam masyarakat. Sosiologi pengetahuan, yang dikembangkan Berger dan Luckmann, mendasarkan pengetahuannya dalam dunia kehidupan sehari-hari masyarakat sebagai kenyataan. Bagi mereka (1990:31-32), kenyataan kehidupan sehari-hari dianggap menampilkan diri sebagai kenyataan par excellence sehingga disebutnya sebagai kenyataan utama (paramount). Berger dan Luckmann (1990:28) menyatakan dunia kehidupan sehari-hari menampilkan diri sebagai kenyataan yang ditafsirkan oleh manusia. Maka itu, apa yang menurut manusia nyata ditemukan dalam dunia kehidupan sehari-hari merupakan suatu kenyataan seperti yang dialaminya. Dunia kehidupan sehari-hari yang dialami tidak hanya nyata tetapi juga bermakna. Kebermaknaannya adalah subjektif, artinya dianggap benar atau begitulah adanya sebagaimana yang dipersepsi manusia.

16 16 Dalam kaitannya dengan Corporate Social Responsibility perusahaan, maka apa yang menjadi kondisi nyata yang dialami oleh warga sekitar perusahaan sebagai kehidupan sehari-hari merupakan suatu tanggung jawab sosial yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Hal ini berhubungan dengan tuntutan kebutuhan yang dihubungkan dengan perusahaan Teori Pemangku Kepentingan (Stakeholder Theory) Teori ini terkait erat dengan teori legitimasi. Suatu perusahaan melalui berbagai kebijakan dan kegiatan operasi yang dilakukannnya memberikan dampak kepada berbagai kelompok pemangku kepentingan, sehingga dengan demikian perusahaan mungkin menemui tuntutan tuntutan dari kelompok kelompok ini untuk memenuhi tanggung jawabnya (Bucholz (1998), McWilliams dan Siegel(2001)). Teori ini menekankan pentingnya untuk mempertimbangkan kepentingan, kebutuhan dan pengaruh dari pihak pihak yang terkait dengan kebijakan dan kegiatan operasi perusahaan, terutama dalam hal pengambilan keputusan perusahaan. Dengan demikian diharapkan perusahaan mampu memuaskan stakeholder-nya dalam suatu tingkatan tertentu, paling tidak sebagian besar dari mereka. Dengan demikian titik pusat dari Corporate Social Responsibility adalah manajemen stakeholder. Menurut Clarkson 1995 dan Freeman Menyatakan bahwa Corporate Social Resonsibility didorong oleh hubungan dengan aktor-aktor eksternal khusus. Dimana dalam teori ini

17 17 menekankan reaksi perusahaan (perseorangan) dalam konteks hubungan dengan stakeholder ekternal. Perspektif ini dapat menjelaskan respon strategis yang berbeda dari perusahaan terhadap tekanan-tekanan sosial walaupun dalam industri sejenis atau Negara yang sama, berdasarkan pada sifat hubungan eksternal Perspektif Konseptual Konsep Corporate Social Responsibility (CSR) Tanggung jawab sosial perusahaan atau yang biasa disebut dengan Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan suatu konsep dimana organisasi, khususnya perusahaan memiliki tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas, dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan. World Business Council on Sustainable Development mendefiniskan Corporate Social Responsibiliy (CSR) sebagai komitmen dari bisnis atau perusahaan untuk berperilaku etis dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, seraya meningkatkan kualitas hidup karyawan dan keluarganya, komunitas lokasl dan masyarakat luas. Definisi lain Corporate Social Responsibility adalah tanggung jawab perusahaan untuk menyusaikan diri terhadap kebutuhan dan harapan stakeholders sehubungan dengan isu-isu etika, sosial dan lingkungan, di samping ekonomi (Warta Pertamina, 2004)

18 18 Corporate Social Responsibility (CSR)berhubungan erat dengan pembangunan berkelanjutan, dimana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan atau keuntungan, melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun jangka panjang. Corporate Social Responsibility (CSR) adalah salah satu konsep yang masih terus berkembang. Salah satu konsep yang banyak dijadikan acuan oleh para pebisnis yaitu konsep yang diungkapkan oleh Kotler dan Lee (2005), dimana Corporate Social Responsibility (CSR) diartikan sebagai komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas melalui pilihan praktek bisnis dan sumbangan dari sumber daya perusahaan. Kotler dan Lee (2005) mengajukan enam pilihan dalam melaksanakan inisiatif sosial perusahaan atau inisiatif dalam menjalankan Corporate Social Responsibility yang semuanya terkait dan terfokus pada perusahaan bukan masyarakat, diantaranya : (1) alasan promosi; (2) alasan yang berhubungan dengan pemasaran; (3) Corporate Social Marketing; (4) filantropi atau sumbangan langsung; (5) menyediakan waktu karyawan untuk kerja sosial; (5) praktek tanggung jawab sosial perusahaan. Sedangkan menurut Sacconi (2006), Corporate Social Responsibility dilihat sebagai perluasan corporate governance dari sebuah perusahaan. Melalui CSR ini, mereka yang memimpin perusahaan (wirausahawan, direktur, dan manajer) memiliki tanggung jawab yang mencakup mulai dari pemenuhan

19 19 fiduciary duties terhadap pemilik perusahaan hingga pemenuhan fiduciary duties serupa terhadap semua stakeholders perusahaan. Fiduciary Duties adalah kewajiban akibat relasi kepercayaan dan pemberian hak antara dua pihak. Atau dengan kata lain kewajiban atau tanggung jawab melaksanakan otoritas demi kebaikan mereka yang telah memberikan hak otoritas tersebut. Sedangkan yang disebut stakeholders oleh Sacconi dilihat dalam dua jenis. Pertama, stakeholders dalam cakupan yang sempit, yaitu mereka yang memiliki ketertarikan kepada perusahaan karena telah berinvestasi sehingga meningkatkan nilai keseluruhan yang dihasilkan oleh perusahaan. Kedua, yaitu stakeholders dalam makna yang lebih luas, yaitu para individu atau kelompok yang tertarik untuk terlibat dalam perusahaan karena telah mengalami efek eksternal yang positif maupun negatif dari transaksi yang dilakukan oleh perusahaan. Secara konseptual, Corporate Social Responsibility (CSR) dapat dilihat dari dua sudut pemikiran medasar yaitu dari sudut etika dan manajemen strategi bisnis. Berdasarkan sudut etika terdapat beberapa hal yang dapat disimpulkan, diantaranya : 1. CSR dapat dilihat sebagai murni berdasarkan etis, yaitu perusahaan tidak mengharapkan suatu keuntungan khusus dari program CSR-nya. 2. Perusahaan akan mendapatkan balik dari program CSR-nya, baik tangible maupun intangible. 3. Program CSR sangat terkait dengan investasi yang baik. Dimana ketika perusahaan bertanggung jawan, pasar (modal) akan bereaksi positif.

20 20 4. Program CSR perusahaan bertujuan untuk menghindari pengaruh politik eksternal atau dengan kata lain perusahaan menjalankan tanggung jawab sosialnya untuk menghindari tuduhan pemerintah (Wan-Jan. 2006). Sedangkan berdasarkan sudut manajemen atau strategi bisnis, sesuai dengan pemikiran Sacconi (2006), pengelola perusahaan (manajer) adalah agen dari stakeholders, sehingga manajer harus dapat memberikan pelayanan dengan memaksimalkan keuntungan finansial. Berdasarkan uraian kedua sudut pandang di atas, dapat disimpulkan adanya beberapa unsur penting dari CSR, dimana perusahaan memiliki tanggung jawab agar bisnisnya tidak merugi sekaligus bertanggung jawab untuk tidak merusak lingkunga serta memiliki tanggung jawab sosial sebagai bagian dari masyarakat Konsep 3P dalam CSR Dalam konteks global, Corporate Social Responsibility mulai digunakan sejak tahun 1970-an dan semakin populer terutama setelah kehadiran buku Cannibals With Forks : The Tripple Bottom Line in 21 st Century Business (1998) karya John Elkington. Dalam buku tersebut dikembangkan tiga komponen penting yang berkaitan dengan sustainable CSR, yaitu :economic growth, environmental protection, dan social equity.

21 21 World Commission on Environtment and Development (WCED) dalam Brundtland Report (1987), Elkington mengemas CSR dalam tiga fokus : 3P yang merupakan singkatan dari Profit, Planet, dan People. Ketiga fokus ini mewakili sebuah konsep CSR yang menyatakan bahwa perusahaan yang baik tidak hanya memburu keuntungan ekonomi belaka (profit), melainkan pula memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan (planet) dan kesejahteraan masyarakat (people). Masing-masing elemen ini harus saling berkesinambungan sehingga terbetuk suatu keseimbangan bagi eksistensi perusahaan. P (Profit) P (Planet) P (People) Gambar 1. Konsep 3P dalam CSR 1.6. Metode Penelitian Metode berasal dari bahasa Yunani methodos yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut masalah kerja untuk memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode yaitu sebagai alat yang digunakan untuk mencapai tujuan. Metode adalah proses, prinsip, dan prosedur yang kita gunakan untuk

22 22 mendekati problem dan mencari jawaban (Mulyana. 2003:145). Metode penelitian sebagai suatu metode ilmiah tidak harus menggunakan analisis statistik terhadap data yang ditemukan. Metode ilmiah adalah metode yang digunakan secara ilmiah dan penelitian tersebut dapat berbentuk deskriptif, eksperimental, kualitatif, kuantitatif, kritis, analitis, historis, fenomenologis, dan lain-lain. Pada penelitian ini, penulis akan menggunakan metodelogi kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian kualitatif. Pada dasarnya penelitian ini meletakkan penekanan pada subjektiftas untuk melakukan interpretasi terhadap suatu persoalan yang dikajinya. Bogdan dan Taylor (1975 : 5 dalam Moleong : 4) mendefinisikan metode penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data-data deskriptif berupa data-data tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Metodelogi kualitatif adalah sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau tulisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.menurut mereka, pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh).jadi, dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu atau organisasi ke dalam variabel atau hipotesis, tetapi perlu memandangnya sebagai bagian dari keutuhan (Moleong. 2007:3). Sejalan dengan definisi di atas, penelitian kualitatif dapat pula diartikan sebagai tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang di sekitarnya dalam bahasa dan peristilahannya.

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Dan

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Dan BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Dan seorang peneliti harus memahami metodologi penelitian yang merupakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak atas single bottom line, yaitu

BAB I PENDAHULUAN. dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak atas single bottom line, yaitu BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kegiatan bisnis semakin berkembang dari tahun ke tahun sesuai dengan perkembangan teknologi dunia yang semakin canggih. Salah satu kegiatan bisnis yang terus berkembang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. data yang ada dalam ini adalah upaya guru PAI dalam pengembangan. data untuk memberi gambaran penyajian laporan.

BAB III METODE PENELITIAN. data yang ada dalam ini adalah upaya guru PAI dalam pengembangan. data untuk memberi gambaran penyajian laporan. 52 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Sesuai dengan judul yang peneliti angkat, maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, fenomenologis dan berbentuk diskriptif.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Penelitian Tanggung jawab sosial merupakan tanggung jawab perusahan terhadap lingkungan dan para pemangku kepentingan. Tanggung jawab sosial menjadikan perusahaan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yaitu jenis penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yaitu jenis penelitian 35 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yaitu jenis penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah,

Lebih terperinci

kajian dalam penelitian ini menyangkut perilaku organisasi, maka metode yang dianggap tepat adalah metode deskriptif pendekatan

kajian dalam penelitian ini menyangkut perilaku organisasi, maka metode yang dianggap tepat adalah metode deskriptif pendekatan BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Fokus kajian dalam penelitian ini menyangkut perilaku organisasi, maka metode yang dianggap tepat adalah metode deskriptif pendekatan kualitatif. Sejalan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan berada dalam lingkungan masyarakat dimana setiap aktivitas

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan berada dalam lingkungan masyarakat dimana setiap aktivitas BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tanggung jawab sosial perusahaan memegang peranan yang penting karena perusahaan berada dalam lingkungan masyarakat dimana setiap aktivitas perusahaan tersebut

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian yang akan dilaksanakan, jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dalam bentuk studi kasus. Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapat data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam metodologi penelitian harus didasarkan pada ciri-ciri

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. wawancara antara peneliti dan informan. Penelitian kualitatif bertolak dari

BAB III METODE PENELITIAN. wawancara antara peneliti dan informan. Penelitian kualitatif bertolak dari 19 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian diskriptitf kualitatif yaitu penelitian tentang data yang dikumpulkan dan dinyatakan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk ,,* N _ PENn. \. I s ^ rut r >, Wit al" BAB III 3w^v METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk mengetahui dan menilai pelaksanaan tugas atau

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. sebelumnya maka peneliti merumuskan penelitian ini sebagai jenis penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. sebelumnya maka peneliti merumuskan penelitian ini sebagai jenis penelitian 141 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Berdasarkan gambaran permasalahan yang diuraikan pada bagian sebelumnya maka peneliti merumuskan penelitian ini sebagai jenis penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Bogdan dan Taylor sebagaimana dikutip Lexy J.Moloeng, medefinisikan metodologi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi secara kuantitatif dan kualitatif. Dimana analisis

Lebih terperinci

TAHAP-TAHAP PENELITIAN

TAHAP-TAHAP PENELITIAN TAHAP-TAHAP PENELITIAN Tiga tahap utama penelitian yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap penulisan laporan. A. TAHAP PERENCANAAN 1. Pemilihan masalah, dengan kriteria: Merupakan tajuk penting,

Lebih terperinci

green gauge Visi AECI adalah untuk menjadi penyedia bahan kimia dan penyedia jasa tambang pilihan bagi para pelanggan.

green gauge Visi AECI adalah untuk menjadi penyedia bahan kimia dan penyedia jasa tambang pilihan bagi para pelanggan. green gauge AECI menyadari bahwa beroperasi pada berbagai sektor yang luas memiliki dampak yang besar terhadap lingkungan dan oleh karena itu ikut berkontribusi terhadap dampak perubahan iklim. Oleh karenanya

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI BENTUK-BENTUK INVESTASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN OLEH SEKTOR INDUSTRI

IDENTIFIKASI BENTUK-BENTUK INVESTASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN OLEH SEKTOR INDUSTRI IDENTIFIKASI BENTUK-BENTUK INVESTASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN OLEH SEKTOR INDUSTRI (Studi Kasus: PT Coca Cola Bottling Indonesia Divisi Jawa Tengah, PT. Leo Agung Raya, PT Djarum Kudus, dan Sentra Industri

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan dari kejadian

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan dari kejadian BAB III METODE PENELITIAN III.1 Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif yaitu untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan dari kejadian yang diteliti sehingga

Lebih terperinci

penulis adalah pendekatan sosiologis, pedagogis, dan filosofis.

penulis adalah pendekatan sosiologis, pedagogis, dan filosofis. ( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.word-to-pdf-converter.netbab III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah Field Rescarch. Adapun data yang dikumpulkan dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Sesuai dengan sifat dan karakter permasalahan data yang diangkat dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Sesuai dengan sifat dan karakter permasalahan data yang diangkat dalam BAB III METODE PENELITIAN A. Paradigma dan Pendekatan Sesuai dengan sifat dan karakter permasalahan data yang diangkat dalam penelitian ini, maka paradigma yang relevan dalam penelitian ini adalah paradigma

Lebih terperinci

BAGIAN II DESKRIPSI KOMPONEN PROPOSAL SKRIPSI ATAU TUGAS AKHIR

BAGIAN II DESKRIPSI KOMPONEN PROPOSAL SKRIPSI ATAU TUGAS AKHIR BAGIAN II DESKRIPSI KOMPONEN PROPOSAL SKRIPSI ATAU TUGAS AKHIR Proposal penelitian untuk menyusun skripsi atau tugas akhir terdiri atas komponen yang sama. Perbedaan di antara keduanya terletak pada kadar

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara ilmiah yang dilakukan untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu.(lasa,2009:207). Kata ilmiah dalam Kamus Besar

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat ibukota. Pusat perbelanjaan sering disebut juga dengan sebutan Mal.

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat ibukota. Pusat perbelanjaan sering disebut juga dengan sebutan Mal. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pusat perbelanjaan merupakan istilah yang tak asing lagi, terlebih bagi masyarakat ibukota. Pusat perbelanjaan sering disebut juga dengan sebutan Mal. Mal merupakan

Lebih terperinci

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Umum Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan), yang dalam Pedoman ini disebut BADAN, adalah badan hukum publik yang dibentuk dengan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan metode yang tepat maka akan mendapatkan hasil yang tepat pula.

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan metode yang tepat maka akan mendapatkan hasil yang tepat pula. 40 BAB III METODE PENELITIAN Metodologi penelitian dalam suatu penelitian sangat penting, sebab dengan menggunakan metode yang tepat maka akan mendapatkan hasil yang tepat pula. Artinya apabila seseorang

Lebih terperinci

TANGGUNG JAWAB SOSIAL (CSR)

TANGGUNG JAWAB SOSIAL (CSR) 8 TANGGUNG JAWAB SOSIAL (CSR) PENGANTAR TANGGUNG JAWAB SOSIAL Konsep social sustainability muncul sebagai kelanjutan konsep economic sustainability dan environmental sustainability, ketiga pilar ini menjadi

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN H M M C J WIRTJES IV ( YANCE ) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara

PELAKSANAAN PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN H M M C J WIRTJES IV ( YANCE ) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara PELAKSANAAN PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN H M M C J WIRTJES IV ( YANCE ) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara A. Dasar Pemikiran Sejak satu dasawarsa terakhir masyarakat semakin

Lebih terperinci

PENGELOLAAN DAYA DUKUNG DAN PEMASARAN PARIWISATA BERKELANJUTAN. Oleh : M. Liga Suryadana

PENGELOLAAN DAYA DUKUNG DAN PEMASARAN PARIWISATA BERKELANJUTAN. Oleh : M. Liga Suryadana PENGELOLAAN DAYA DUKUNG DAN PEMASARAN PARIWISATA BERKELANJUTAN Oleh : M. Liga Suryadana KLASIFIKASI WISATA Wisata alam (nature tourism), merupakan aktifitas wisata yang ditujukan pada pemanfaatan terhadap

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan suatu metode. Jadi metode

BAB III METODE PENELITIAN. pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan suatu metode. Jadi metode 51 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Tahap-Tahap Penelitian Metode ialah suatu prosedur atau cara untuk mengetahui sesuatu, yang mempunyai langkah-langkah sistematis. Sedangkan metodelogi

Lebih terperinci

Bab III. Metode Penelitian. Muslim Peserta Didik Di MA Al- Ma arif. Maka pendekatan dalam

Bab III. Metode Penelitian. Muslim Peserta Didik Di MA Al- Ma arif. Maka pendekatan dalam 78 Bab III Metode Penelitian A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Sesuai dengan judul yang dikemukakan yakni Pelaksanaaan Pembelajaran GuruAqidah Akhlak dalam Meningkatkan Kepribadian Muslim Peserta Didik

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN BERDASARKAN GLOBAL REPORTING INISIATIVE PADA PT GARAM SKRIPSI

IMPLEMENTASI TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN BERDASARKAN GLOBAL REPORTING INISIATIVE PADA PT GARAM SKRIPSI IMPLEMENTASI TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN BERDASARKAN GLOBAL REPORTING INISIATIVE PADA PT GARAM SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Penyelesaian Program Pendidikan Strata Satu Jurusan

Lebih terperinci

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA -Tahun 2005- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pengurus Pusat PPNI, Sekretariat: Jl.Mandala Raya No.15 Patra Kuningan Jakarta Tlp: 62-21-8315069 Fax: 62-21-8315070

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan analis isi ( content analysis). Pendekatan analisis isi merupakan suatu langkah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perhatian yang serius sesuai dengan kapasitas dan proporsinya.

BAB I PENDAHULUAN. perhatian yang serius sesuai dengan kapasitas dan proporsinya. BAB I PENDAHULUAN A.LATAR BELAKANG MASALAH Prinsip-prinsip manajemen modern yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan telah diadopsi dan digunakan dalam praktek penyelenggaraan

Lebih terperinci

BAB III. METODE PENELITIAN. Dalam penulisan skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian

BAB III. METODE PENELITIAN. Dalam penulisan skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian 34 BAB III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Dalam penulisan skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan dengan melakukan penggambaran

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi peristiwa. Studi peristiwa menurut Jogiyanto

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi peristiwa. Studi peristiwa menurut Jogiyanto 37 BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan studi peristiwa. Studi peristiwa menurut Jogiyanto (2010) merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa

Lebih terperinci

ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL

ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL Hensi Margaretta, MBA. 1 POKOK BAHASAN Etika bisnis Tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungannnya: Pelanggan Karyawan Pemegang saham Kreditor Lingkungannya Komunitasnya

Lebih terperinci

CETAK BIRU EDUKASI MASYARAKAT DI BIDANG PERBANKAN

CETAK BIRU EDUKASI MASYARAKAT DI BIDANG PERBANKAN CETAK BIRU EDUKASI MASYARAKAT DI BIDANG PERBANKAN Kelompok Kerja Edukasi Masyarakat Di Bidang Perbankan 2007 1. Pendahuluan Bank sebagai lembaga intermediasi dan pelaksana sistem pembayaran memiliki peranan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. nasional yang memiliki tujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani

I. PENDAHULUAN. nasional yang memiliki tujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan pertanian merupakan bagian integral dari pembangunan nasional yang memiliki tujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani pada khususnya dan masyarakat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan yang siap untuk berkompetisi harus memiliki manajemen yang efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan. Dalam hal ini diperlukan dukungan karyawan yang cakap

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA DENPASAR TPST-3R DESA KESIMAN KERTALANGU DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA DENPASAR

PEMERINTAH KOTA DENPASAR TPST-3R DESA KESIMAN KERTALANGU DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA DENPASAR PEMERINTAH KOTA DENPASAR TPST-3R DESA KESIMAN KERTALANGU DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA DENPASAR VISI DAN MISI VISI Meningkatkan Kebersihan dan Keindahan Kota Denpasar Yang Kreatif dan Berwawasan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat mendukung untuk pengembangan usaha perikanan baik perikanan

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat mendukung untuk pengembangan usaha perikanan baik perikanan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan suatu Negara yang memiliki kawasan perairan yang hampir 1/3 dari seluruh kawasannya, baik perairan laut maupun perairan tawar yang sangat

Lebih terperinci

2. Pelaksanaan Unit Kompetensi ini berpedoman pada Kode Etik Humas/Public Relations Indonesia yang berlaku.

2. Pelaksanaan Unit Kompetensi ini berpedoman pada Kode Etik Humas/Public Relations Indonesia yang berlaku. KODE UNIT : KOM.PR01.005.01 JUDUL UNIT : Menyampaikan Presentasi Lisan Dalam Bahasa Inggris DESKRIPSI UNIT : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan profesi humas

Lebih terperinci

PEDOMAN MUTU PT YUSA INDONESIA. Logo perusahaan

PEDOMAN MUTU PT YUSA INDONESIA. Logo perusahaan PEDOMAN MUTU PT YUSA INDONESIA Logo perusahaan DISETUJUI OLEH: PRESIDEN DIREKTUR Dokumen ini terkendali ditandai dengan stempel DOKUMEN TERKENDALI. Dilarang mengubah atau menggandakan dokumen tanpa seizing

Lebih terperinci

Sistem manajemen mutu Persyaratan

Sistem manajemen mutu Persyaratan SNI ISO 9001-2008 Standar Nasional Indonesia Sistem manajemen mutu Persyaratan ICS 03.120.10 Badan Standardisasi Nasional SNI ISO 9001-2008 Daftar isi Daftar isi... i Prakata... iv Pendahuluan... vi 0.1

Lebih terperinci

PERAN KOPERASI UNIT DESA DALAM MEMBERIKAN KREDIT DI KALANGAN MASYARAKAT KLATEN (Studi Di KUD JUJUR Karangnongko)

PERAN KOPERASI UNIT DESA DALAM MEMBERIKAN KREDIT DI KALANGAN MASYARAKAT KLATEN (Studi Di KUD JUJUR Karangnongko) PERAN KOPERASI UNIT DESA DALAM MEMBERIKAN KREDIT DI KALANGAN MASYARAKAT KLATEN (Studi Di KUD JUJUR Karangnongko) SKRIPSI Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

Penelitian di Bidang Manajemen

Penelitian di Bidang Manajemen Penelitian di Bidang Manajemen Frans Mardi Hartanto Fmhartanto@gmail.com Bandung Manajemen - Ilmu Hibrida yang Multidisipliner 1 Ilmu manajemen adalah hasil perpaduan dari berbagai ilmu yang berbeda namun

Lebih terperinci

Bagian 16: Mengelola limbah

Bagian 16: Mengelola limbah Bahasa: Indonesia Versi: 2011 Bagian 16: Mengelola limbah prinsip: Prinsip 10. Pengelolaan Limbah Terpadu 2009 Rainforest Alliance Limbah di kebun Anda Limbah apa yang ada di kebun Anda? 10.1 Sampah dapur

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan nilai perusahaan. Tingginya nilai perusahaan dapat

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan nilai perusahaan. Tingginya nilai perusahaan dapat 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan profit atau laba untuk meningkatkan nilai perusahaan. Tingginya nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran

Lebih terperinci

ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL

ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL Apa itu Etika? Etika merupakan keyakinan mengenai tindakan yang benar dan yang salah atau tindakan yang baik dan yang buruk yang mempengaruhi hal lainnya Perilaku Etis merupakan

Lebih terperinci

Penulisan Tesis Bab I & II. Frida Chairunisa

Penulisan Tesis Bab I & II. Frida Chairunisa Penulisan Tesis Bab I & II Frida Chairunisa Peta Wisata Tesis Pintu gerbang penelitian tesis Bab I Pendahuluan Bab III Metodologi Penelitian Bab V Kesimpulan dan Saran Magister Peneliti Bab II Tinjauan

Lebih terperinci

LAMPIRAN 6. PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas)

LAMPIRAN 6. PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas) LAMPIRAN 6 PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas) Pihak Pertama Nama: Perwakilan yang Berwenang: Rincian Kontak: Pihak Kedua Nama:

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Kepuasan Pelanggan Bagi bisnis, kepuasan pelanggan dipandang sebagai salah satu dimensi kinerja pasar. Penigkatan kepuasan pelanggan berpotensi mengarah

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 31 TAHUN 2012 TENTANG TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PASURUAN,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 31 TAHUN 2012 TENTANG TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PASURUAN, PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 31 TAHUN 2012 TENTANG TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PASURUAN, Menimbang Mengingat : a. bahwa upaya untuk mewujudkan

Lebih terperinci

Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Sekitar. dimensi produksi dan dimensi konsumsi. Dimensi produksi memandang keadaan sehat sebagai

Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Sekitar. dimensi produksi dan dimensi konsumsi. Dimensi produksi memandang keadaan sehat sebagai Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Sekitar Sehat merupakan kondisi optimal fisik, mental dan sosial seseorang sehingga dapat memiliki produktivitas, bukan hanya terbebas dari bibit penyakit. Kondisi sehat

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan. Alam Sutera Realty Tbk pada 19 September 2007.

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan. Alam Sutera Realty Tbk pada 19 September 2007. BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Perusahaan PT. Alam Sutera Realty Tbk adalah anak perusahaan dari grup Argo Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan oleh Harjanto Tirtohadiguno

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN KONSULTAN KOMUNIKASI CONSERVATION INTERNATIONAL INDONESIA

KERANGKA ACUAN KONSULTAN KOMUNIKASI CONSERVATION INTERNATIONAL INDONESIA KERANGKA ACUAN KONSULTAN KOMUNIKASI CONSERVATION INTERNATIONAL INDONESIA Nama Organisasi Periode pekerjaan: Conservation International Indonesia Mei : Mendukung pencapaian visi dan misi CI Indonesia melalui

Lebih terperinci

STMIK GI MDP. Program Studi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011

STMIK GI MDP. Program Studi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011 STMIK GI MDP Program Studi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011 ANALISIS BIAYA DAN MANFAAT PENGGUNAAN SISTEM PENGOLAHAN TRANSAKSI PADA PT. JAYA BETON PERKASA PALEMBANG

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku,

BAB III METODE PENELITIAN. fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku, BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Dalam penggalian data dan informasi, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang

Lebih terperinci

FILOSOFI KULIAH KERJA NYATA Oleh Prof. Dr. Deden Mulyana, SE., MSi.

FILOSOFI KULIAH KERJA NYATA Oleh Prof. Dr. Deden Mulyana, SE., MSi. FILOSOFI KULIAH KERJA NYATA Oleh Prof. Dr. Deden Mulyana, SE., MSi. Disampaikan Pada: DIKLAT KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS SILIWANGI PERIODE II TAHUN AKADEMIK 2011/2012 FILOSOFI KULIAH KERJA NYATA Bagian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pengguna teknologi internet terus meningkat dari tahun ke tahun.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pengguna teknologi internet terus meningkat dari tahun ke tahun. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pengguna teknologi internet terus meningkat dari tahun ke tahun. Kebutuhan internet sudah hampir diperlakukan sebagai salah satu kebutuhan sehari-hari. Beragam

Lebih terperinci

Strategi Sanitasi Kabupaten Empat Lawang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

Strategi Sanitasi Kabupaten Empat Lawang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Perilaku hidup bersih dan sehat setiap masyarakat adalah cermin kualitas hidup manusia. Sudah merupakan keharusan dan tanggung jawab baik pemerintah maupun masyarakat

Lebih terperinci

KERANGKA ISI LAPORAN PENELITIAN

KERANGKA ISI LAPORAN PENELITIAN KERANGKA ISI LAPORAN PENELITIAN 1) JUDUL, Pernyataan mengenai maksud penulisan laporan penelitian 2) Nama dan tim peneliti 3) KATA PENGANTAR 4) ABSTRAK 5) DAFTAR ISI 6) DAFTAR TABEL 7) DAFTAR GAMBAR 8)

Lebih terperinci

BAB III TANGGUNG JAWAB PERSEROAN TERBATAS TERHADAP SOSIAL DAN LINGKUNGAN

BAB III TANGGUNG JAWAB PERSEROAN TERBATAS TERHADAP SOSIAL DAN LINGKUNGAN BAB III TANGGUNG JAWAB PERSEROAN TERBATAS TERHADAP SOSIAL DAN LINGKUNGAN A. PERSEROAN TERBATAS 1. Definisi Perusahaan adalah setiap badan usaha yang menjalankan kegiatan perekonomian secara terus-menerus,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan dikatakan memiliki tujuan yang bermacam-macam. Ada yang mengatakan bahwa perusahaan berfokus pada pencapaian keuntungan atau laba maksimal atau laba yang

Lebih terperinci

II. LANDASAN TEORI. falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept). Konsep

II. LANDASAN TEORI. falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept). Konsep II. LANDASAN TEORI 2.1 Arti dan Pentingnya Pemasaran Pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses bagi perusahaan akan mengetahui adanya cara dan falsafah yang terlibat didalamnya. Cara dan

Lebih terperinci

FAKTOR PENYEBAB PUTUS SEKOLAH DAN DAMPAK NEGATIFNYA BAGI ANAK (Studi Kasus di Desa Kalisoro Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar)

FAKTOR PENYEBAB PUTUS SEKOLAH DAN DAMPAK NEGATIFNYA BAGI ANAK (Studi Kasus di Desa Kalisoro Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar) FAKTOR PENYEBAB PUTUS SEKOLAH DAN DAMPAK NEGATIFNYA BAGI ANAK (Studi Kasus di Desa Kalisoro Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar) NASKAH PUBLIKASI untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai

Lebih terperinci

BUDAYA ORGANISASI DAN ETIKA KERJA

BUDAYA ORGANISASI DAN ETIKA KERJA BUDAYA ORGANISASI DAN ETIKA KERJA Budaya Organisasi Pengertian Satu wujud anggapan yang dimiliki, diterima secara implisit oleh kelompok dan menentukan bagaimana kelompok tersebut rasakan, pikirkan, dan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan 14 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di SMK Negeri 1 Ngawen Kabupaten Gunungkidul.. Waktu Penelitian Aktivitas penelitian

Lebih terperinci

BAB 11 MENGARAHKAN BENTUK CERITA

BAB 11 MENGARAHKAN BENTUK CERITA BAB 11 MENGARAHKAN BENTUK CERITA Mengarahkan bentuk cerita melalui beragam pendekatan penelitian memunculkan persoalan tentang apakah seseorang harus memasangkan permasalahan tertentu dengan pendekatan

Lebih terperinci

Kualitas informasi tergantung pada empat hal yaitu akurat, tepat waktu, relevan dan ekonomis, yaitu:

Kualitas informasi tergantung pada empat hal yaitu akurat, tepat waktu, relevan dan ekonomis, yaitu: Data dan Informasi Informasi tidak hanya sekedar produk sampingan, namun sebagai bahan yang menjadi faktor utama yang menentukan kesuksesan atau kegagalan, oleh karena itu informasi harus dikelola dengan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Penggunaan metode yang tepat dalam penelitian adalah syarat utama dalam mencari data. Mengingat penelitian merupakan suatu proses pengumpulan sistematis dan analisis logis terhadap

Lebih terperinci

(Analisis Isi 2014/2015) persyaratan. Sarjana S-1. Diajukan Oleh: A220110047

(Analisis Isi 2014/2015) persyaratan. Sarjana S-1. Diajukan Oleh: A220110047 MUATAN MATERI PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP BANGSA DAN PELAKSANAANNYA DALAM PROSESS PEMBELAJARAN (Analisis Isi Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk Siswa Kelas VIII Terbitan Kemendikbud

Lebih terperinci

Identifikasi Proyek. Menanggapi KebutuhanResponding to a need

Identifikasi Proyek. Menanggapi KebutuhanResponding to a need Bagian 1 Identifikasi Proyek TELAAH ALKITAB Penilaian Kebutuhan Menanggapi KebutuhanResponding to a need Baca Nehemia 1 Nehemia adalah seorang Yahudi dalam pembuangan di negeri asing. Sebagaian orang Yahudi

Lebih terperinci

Reviu 10 Buku Pengarusutamaan Gender (PUG) bidang Pendidikan

Reviu 10 Buku Pengarusutamaan Gender (PUG) bidang Pendidikan Reviu 10 Buku Pengarusutamaan Gender (PUG) bidang Pendidikan Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D. Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal

Lebih terperinci

BAB III Tahapan Pendampingan KTH

BAB III Tahapan Pendampingan KTH BAB III Tahapan Pendampingan KTH Teknik Pendampingan KTH 15 Pelaksanaan kegiatan pendampingan KTH sangat tergantung pada kondisi KTH, kebutuhan dan permasalahan riil yang dihadapi oleh KTH dalam melaksanakan

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI SEKOLAH

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI SEKOLAH UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI SEKOLAH A. Ridwan Siregar Universitas Sumatera Utara I. PENDAHULUAN Minat baca adalah keinginan atau kecenderungan hati yang tinggi (gairah) untuk membaca. Minat baca dengan

Lebih terperinci

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN :

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN : UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2002 TENTANG SISTEM NASIONAL PENELITIAN, PENGEMBANGAN, DAN PENERAPAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang I. PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Pemilihan lokasi usaha oleh suatu organisasi (perusahaan) akan mempengaruhi risiko (risk) dan keuntungan (profit) perusahaan tersebut secara keseluruhan. Kondisi ini

Lebih terperinci

Outline 0 PENDAHULUAN 0 TAHAPAN PENGEMBANGAN MODEL 0 SISTEM ASUMSI 0 PENDEKATAN SISTEM

Outline 0 PENDAHULUAN 0 TAHAPAN PENGEMBANGAN MODEL 0 SISTEM ASUMSI 0 PENDEKATAN SISTEM Outline 0 PENDAHULUAN 0 TAHAPAN PENGEMBANGAN MODEL 0 SISTEM ASUMSI 0 PENDEKATAN SISTEM Pendahuluan 0 Salah satu dasar utama untuk mengembangkan model adalah guna menemukan peubah-peubah apa yang penting

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan Online Shop atau toko online melalui media internet sudah menjamur di Indonesia, bahkan sudah sangat dikenal baik oleh khalayak ramai. Banyaknya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah metodologi karena ketepatan metodologi yang digunakan untuk memecahkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN HOTEL INNA DIBYA PURI SEBAGAI CITY HOTEL DI SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN HOTEL INNA DIBYA PURI SEBAGAI CITY HOTEL DI SEMARANG BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Kota Semarang direncanakan menjadi pusat perdagangan dan industri yang berskala regional, nasional dan internasional. Kawasan Johar merupakan salah satu pusat perniagaan

Lebih terperinci

Bagian 1: Darimana Anda memulai?

Bagian 1: Darimana Anda memulai? Bagian 1: Darimana Anda memulai? Bagian 1: Darimana Anda memulai? Apakah Anda manajer perusahaan atau staf produksi yang menginginkan perbaikan efisiensi energi? Atau apakah Anda suatu organisasi diluar

Lebih terperinci

Peran Korporasi dalam Pemberdayaan Masyarakat PT. PHE ONWJ

Peran Korporasi dalam Pemberdayaan Masyarakat PT. PHE ONWJ Peran Korporasi dalam Pemberdayaan Masyarakat PT. PHE ONWJ Bali 15 November 2014 PT (PERSERO) Sustainability PHE ONWJ Strategic Objectives Strategic Plan Challenges Operasi yang Aman dan Handal Meningkatkan

Lebih terperinci

TPL 106 GEOLOGI PEMUKIMAN

TPL 106 GEOLOGI PEMUKIMAN TPL 106 GEOLOGI PEMUKIMAN PERTEMUAN 08 Teknik Analisis Aspek Fisik & Lingkungan, Ekonomi serta Sosial Budaya dalam Penyusunan Tata Ruang Tujuan Sosialisasi Pedoman Teknik Analisis Aspek Fisik ik & Lingkungan,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Fokusnya adalah

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Fokusnya adalah 33 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Fokusnya adalah penggambaran secara menyeluruh tentang bentuk, fungsi, dan makna ungkapan

Lebih terperinci

TINGKAT PENERAPAN SISTEM BUDIDAYA MANGROVE PADA MASYARAKAT PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU

TINGKAT PENERAPAN SISTEM BUDIDAYA MANGROVE PADA MASYARAKAT PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU TINGKAT PENERAPAN SISTEM BUDIDAYA MANGROVE PADA MASYARAKAT PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU Diarsi Eka Yani (diarsi@ut.ac.id) PS Agribisnis, FMIPA, Universitas Terbuka ABSTRAK Abrasi pantai yang terjadi

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 2/POJK.05/2014 TENTANG TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Gambaran Umum PT Dapensi Trio Usaha Kantor Cabang Surabaya

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Gambaran Umum PT Dapensi Trio Usaha Kantor Cabang Surabaya 5 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Gambaran Umum PT Dapensi Trio Usaha Kantor Cabang Surabaya 2.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan Pada awal bedirinya perusahaan, PT Dapensi Trio Usaha (DTU) hanya menekuni

Lebih terperinci

7 SUMBER DAYA MANUSIA

7 SUMBER DAYA MANUSIA 7 SUMBER DAYA MANUSIA Dalam implementasi manajemen sumber daya manusia, kami menerapkan budaya sharing session sebagai bentuk aktivitas mempertajam nilai organisasi Perseroan. Pencapaian positif dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir ini tergolong cepat. Salah satu alasannya adalah keyakinan yang kuat di kalangan masyarakat

Lebih terperinci

PEDOMAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH

PEDOMAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH B PL A PEDOMAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH T HD AR PRO AK VINSI DKI J KATA PENGANTAR Masalah persampahan di Provinsi DKI Jakarta sulit di tangani secara tuntas sampai saat ini. Banyak

Lebih terperinci

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan 158 Profil Singkat BCA Laporan kepada Pemegang Saham Tinjauan Bisnis Pendukung Bisnis Sumber Daya Manusia Filosofi BCA membina pemimpin masa depan tercermin dalam berbagai program pelatihan dan pengembangan

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMILIH PRODUK PT. ASURANSI JIWA CENTRAL ASIA RAYA CABANG SURAKARTA

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMILIH PRODUK PT. ASURANSI JIWA CENTRAL ASIA RAYA CABANG SURAKARTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMILIH PRODUK PT. ASURANSI JIWA CENTRAL ASIA RAYA CABANG SURAKARTA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

ASPEK PERAN SERTA MASYARAKAT

ASPEK PERAN SERTA MASYARAKAT ASPEK PERAN SERTA MASYARAKAT A. PENDAHULUAN Pembinaan masyarakat dalam pengelolaan sampah adalah dengan melakukan perubahan bentuk perilaku yang didasarkan pada kebutuhan atas kondisi lingkungan yang bersih

Lebih terperinci

Tindakan Korporat dalam Tanggung Jawab Sosial. Yuniawan Heru, M.Si. http://antro.fisip.unair.ac.id

Tindakan Korporat dalam Tanggung Jawab Sosial. Yuniawan Heru, M.Si. http://antro.fisip.unair.ac.id Tindakan Korporat dalam Tanggung Jawab Sosial Yuniawan Heru, M.Si. http://antro.fisip.unair.ac.id Social Responsibility Dimulai sejak era tahun 1970an, ketika muncul gerakan untuk menuntut tanggung jawab

Lebih terperinci

3.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendayagunaan konteks dalam

3.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendayagunaan konteks dalam 29 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendayagunaan konteks dalam tindak tutur anak usia tujuh tahun. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang 57 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Lokasi penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah dimana penelitian tersebut akan dilakukan. Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis

Lebih terperinci