BAB II KAJIAN TEORITIS

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB II KAJIAN TEORITIS"

Transkripsi

1 BAB II KAJIAN TEORITIS 2.1 Sistem Temu Balik Informasi Pengertian Sistem Temu Balik Informasi Sejak diperkenalkan pertama kali pada tahun 1952 dan mulai diteliti tahun 1961, banyak para ahli memaparkan pengertian sistem temu balik informasi. Seperti yang dikutip oleh Hardi (2006: 22) bahwa Lancaster mendefinisikan temu kembali informasi sebagai suatu proses pencarian dokumen dengan menggunakan istilah luas untuk mengidentifikasi dokumen yang berhubungan dengan subjek tertentu. Hal ini berarti bahwa sistem temu balik informasi merupakan jalan menuju perolehan informasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Sistem temu balik informasi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menyediakan dan memasok informasi bagi pemakai sebagai jawaban atas permintaan atau berdasarkan kebutuhan pemakai. Hasugian (2006: 2) mengemukakan bahwa pada dasarnya sistem temu balik informasi adalah suatu proses untuk mengidentifikasi, kemudian memanggil (retrieve) suatu dokumen dari suatu simpanan (file), sebagai jawaban atas permintaan informasi. Sedangkan menurut Gerald Kowalski (1945: 2) sistem temu balik informasi adalah suatu sistem yang mampu melakukan penyimpanan, pencarian, dan pemeliharaan informasi. Informasi dalam konteks ini dapat terdiri dari teks (termasuk data numerik dan tanggal), gambar, audio, video, dan objek multimedia lainnya. Menurut Lancaster yang dikutip oleh Hardi (2006: 1) menyatakan bahwa temu kembali informasi sebagai suatu proses pencarian dokumen dengan menggunakan istilah luas untuk mengidentifikasi dokumen yang berhubungan dengan subjek tertentu. Artinya dalam proses penemuan informasi perlu digunakan istilah-istilah tertentu. Sedangkan menurut pendapat Tague-Sutcliffe yang dikutip oleh Hasugian (2006: 3) menyatakan bahwa, tujuan utama sistem temu kembali informasi adalah untuk menemukan dokumen yang sesuai dengan kebutuhan informasi

2 pengguna secara efektif dan efisien, sehingga dapat memberikan kepuasan baginya. Menurut uraian uraian di atas dapat disimpulkan bahwa proses mencari dan menemu kembalikan dokumen secara efektif dan efisien berhubungan dengan subjek - subjek tertentu. Sistem temu balik informasi merupakan sistem yang mampu melakukan pencarian informasi pada kumpulan dokumen, pencarian dokumen itu sendiri, pencarian metadata untuk dokumen tersebut, atau pencarian teks, suara, gambar, atau data dalam basis data dan pengambilan dokumen yang relevan dari sebuah koleksi dokumen sesuai dengan query pengguna sistem. Input dari suatu sistem temu balik informasi adalah query dari pengguna dan koleksi dokumen atau artikel, dan output-nya adalah dokumen atau artikel yang dianggap relevan oleh sistem. Sistem temu balik informasi ini digunakan untuk mengurangi informasi yang terlalu banyak sehingga sulit untuk dikelola. Tujuan dari sistem temu balik informasi adalah memenuhi kebutuhan informasi pengguna dengan me-retrieve semua dokumen yang mungkin relevan, pada waktu yang sama me-retrieve sedikit mungkin dokumen yang tak relevan. Sistem temu balik informasi yang baik memungkinkan pengguna menentukan secara cepat dan akurat apakah isi dari dokumen yang diterima memenuhi kebutuhannya (Trunojoyo, 2010). Beberapa fungsi utama dari sistem temu balik informasi seperti yang dikemukakan Chowdhury (1999: 3) bahwa ada tujuh fungsi utama sistem temu balik informasi yang antara lain : 1. To identify the information (sources) relevant to the areas of interest of the target users community; 2. To analyse the contents of the sources (documents); 3. To represent the contens of the analysed sources in a way that will be suitable for matching users queries; 4. To analyse users queries and to represent them in aform that will be suitable for matching with the database; 5. To match the search statement with the stored database; 6. To retrieve the information that is relevant, and 7. To make necessary adjustments in the system based on feedback from the users.

3 Pernyataan di atas diartikan sebagai berikut: 1. Untuk mengidentifikasi informasi (sumber informasi) yang relevan dengan bidang-bidang yang sesuai dengan minat dan tujuan komunitas pemakai; 2. Untuk menganalisis isi dari sumber informasi (dokumen); 3. Untuk merepresentasikan isi dan sumber informasi yang telah dianalisis dengan cara yang sesuai untuk kemudian menyesuaikannya dengan permintaan pemakai; 4. Untuk menganalisis permintaan-permintaan pemakai dan merepresentasikannya ke dalam bentuk yang disesuaikan, untuk disesuaikan dengan database; 5. Untuk menyesuaikan pernyataan penelusuran dengan database; 6. Untuk menemukan informasi yang relevan; 7. Untuk membuat penyesuaian kebutuhan pada dasar sistem arus balik dari pemakai. Menurut uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa sistem temu balik informasi merupakan proses pencarian kembali informasi sesuai dengan kebutuhan pencari informasi secara cepat dan tepat sehingga memudahkan pengguna dalam mengambil keputusan atas informasi mana yang dibutuhkannya. Dalam proses perolehan informasi pencari merumuskan pertanyaan (query) atau menggunakan istilah-istilah berkaitan dengan informasi yang dibutuhkan Komponen Sistem Temu Balik Informasi Menurut Chowdury yang dikutip oleh Zaenab (2002: 41) pada intinya dalam sistem temu balik informasi terdapat tiga komponen utama yang saling mempengaruhi, yaitu (1) kumpulan dokumen; (2) kebutuhan informasi pengguna, dan (3) proses pencocokan (matching) antara keduanya Sedangkan komponen - komponen sistem temu balik informasi menurut Hasugian (2006: 14) antara lain, (1) pengguna; (2) query; (3) dokumen; (4) indeks dokumen dan (5) pencocokan/ matcher function. 1. Pengguna Pengguna STBI adalah orang yang menggunakan atau memanfaatkan STBI dalam rangka kegiatan pengelolaan dan pencarian informasi. Berdasarkan perannya, pengguna STBI dibedakakan atas 2 (dua) kelompok yaitu pengguna (user) dan pengguna akhir (end user).

4 2. Query Query adalah format bahasa permintaan yang di input (dimasukan) oleh pengguna ke dalam STBI. Dalam interface (antar muka) STBI selalu disediakan kolom/ruas sebagai tempat bagi pengguna untuk mengetikkan (menuliskan) query nya. 3. Dokumen Dokumen adalah istilah yang digunakan untuk seluruh bahan pustaka, apakah itu artikel, buku, laporan penelitian dan sebagainya. Seluruh bahan pustaka dapat disebut sebagai dokumen. 4. Indeks Dokumen Indeks adalah daftar istilah atau kata (list of terms). Dokumen yang dimasukkan/disimpan dalam database diwakili oleh indeks, Indeks itu disebut indeks dokumen. 5. Pencocokkan (Matcher Function) Pencocokan istilah (query) yang dimasukkan oleh pengguna dengan indeks dokumen yang tersimpan dalam database dilakukan oleh mesin komputer. Komputer yang melakukan proses pencocokan itu dalam waktu yang sangat singkat sesuai dengan kecepatan memory dan processing yang dimiliki oleh komputer itu. Dari beberapa uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sistem temu balik informasi memiliki komponen-komponen penyusun yang paling sedikit terdiri dari tiga bagian yaitu dokumen, pencari informasi dan proses pencocokan atau penghubung antara dokumen dan pencari informasi. Lebih rincinya sistem temu balik informasi terdiri atas lima komponen yaitu pengguna, query, dokumen, indeks dokumen dan pencocokan Efektivitas Temu Balik Informasi Efektif merupakan kata dasar efektivitas dalam bahasa Inggris effective didefinisikan producing the result that is wanted or intended dan definisi sederhananya coming into use maksudnya yaitu menciptakan hasil yang diinginkan atau dimaksudkan (Oxford Learner s Pocket Dictionary, 2008: 143). Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 584) mendefinisikan efektif dengan ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya) atau dapat membawa hasil, berhasil

5 guna (usaha, tindakan) dan efektivitas diartikan keadaan berpengaruh hal berkesan atau keberhasilan (usaha, tindakan). The Liang Gie dalam Ensiklopedi Administrasi (1989: 108) mendefinisikan, Efektivitas sebagai suatu keadaan yang mengandung pengertian mengenai terjadinya efek atau akibat yang dikehendaki. Jika seseorang melakukan suatu perbuatan dengan maksud tertentu yang memang dikehendaki, maka orang itu dikatakan efektif kalau memang menimbulkan akibat dari yang dikehendakinya. Sederhananya, efektivitas merujuk pada kemampuan untuk memiliki tujuan yang tepat atau mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Efektivitas juga berhubungan dengan masalah bagaimana pencapaian tujuan atau hasil yang diperoleh, kegunaan atau manfaat dari hasil yang diperoleh, tingkat daya fungsi unsur atau komponen, serta masalah tingkat kepuasaan pengguna/client. Berkaitan dengan temu balik informasi, efektivitas temu balik informasi merupakan kemampuan dari sistem untuk menemukan kembali berbagai dokumen dari suatu basis data sesuai atau relevan dengan permintaan pengguna. Untuk mengetahui tingkat relevansi penelusuran informasi, Sulistyo Basuki (1992: 148) menyatakan bahwa: rasio perolehan (recall) adalah perbandingan dokumen ditemukan dengan jumlah total dokumen relevan dalam sistem. Sedangkan Rasio ketepatan (precision) adalah perbandingan antara dokumen relevan dengan jumlah dokumen yang ditemu balik dalam penelusuran. Menurut Hasugian (2006: 5), Perolehan (recall) berhubungan dengan kemampuan sistem untuk memanggil dokumen yang relevan. Sedangkan ketepatan (precision) berkaitan dengan kemampuan sistem untuk tidak memanggil dokumen yang tidak relevan. Rumus untuk menghitung nilai perolehan (recall) dan ketepatan (precision) adalah sebagai berikut : Number of relevant document retrived Recall = Total number of relevant document in the file Number of relevant document retrived Precision = Total number of document retrived from the file

6 Rumus-rumus tersebut dapat diterjemahkan sebagai berikut : Jumlah Dokumen yang Terambil Recall (Perolehan) = Jumlah Dokumen Relevan yang Ada dalam Database Jumlah Dokumen Relevan yang Terambil Precision (Ketepatan) = Jumlah Dokumen yang terambil dalam Pencarian Menurut pendapat Rowley yang dikutip oleh Hasugian (2003: 5) menyatakan bahwa suatu sistem temu kembali informasi dinyatakan efektif apabila hasil penelusuran mampu menunjukkan ketepatan (precision) yang tinggi sekalipun perolehannya rendah. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa bagian terpenting dalam proses temu balik informasi adalah ketika kebutuhan informasi pengguna tercapai sesuai dengan kebutuhan penggunannya dikarenakan precision (ketepatan) yang dihasilkan dalam penelusuran lebih tinggi daripada recall (perolehan). 2.2 Portal Berita Online Perkembangan media masa saat ini merupakan kebutuhan dalam mendukung berbagai aktifitas masyarakat urban. Media massa, seperti halnya pesan lisan dan isyarat sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari komunikasi manusia. Pada hakikatnya media adalah perpanjangan lidah dan tangan yang berjasa meningkatkan kapasitas manusia untuk mengembangkan struktur sosialnya. (Rivers, 2004: 27). Kebutuhan masyarakat akan informasi yang cepat saat ini dimanfaatkan oleh berbagai media massa dalam perannya menyampaikan informasi, edukasi, opini, dan ilmu pengetahuan kepada para pembacanya. Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut, media massa umumnya selalu aktif dalam memproduksi informasi yang cepat, hangat dan orisinil. Penyebaran informasi kepada khalayak masyarakat, telah terbantu oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih, sehingga informasi dapat berpindah dengan cepat, karena munculnya media komunikasi yang baru yaitu internet. Internet yang kini mulai menjadi bagian primer dalam kehidupan manusia sudah tidak dapat dipisahkan lagi dalam

7 kegiatan sehari-hari. Portal berita online atau media online sangat erat kaitannya dengan internet, karena internet merupakan induk utama dari tersebarnya informasi-informasi berbasis online tersebut. Denis McQuail (2009: 28-29) dalam Mass Communication Theory mendefinisikan internet sebagai berikut : Internet merupakan sebuah media dengan segala karakteristiknya. Internet memiliki teknologi, cara penggunaan, lingkup layanan, dan isi dan image tersendiri. Internet tidak dimiliki, dikendalikan, atau dikelola oleh sebuah badan tunggal tetapi merupakan sebuah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan beroperasi berdasarkan protokol yang disepakati bersama. Sejumlah organisasi khususnya provider dan badan telekomunikasi berperan dalam operasi internet. Portal berita online merupakan media yang menggunakan internet. Sepintas orang akan menilai portal berita online merupakan media elektronik, tetapi para pakar memisahkannya dalam kelompok tersendiri. Alasannya, portal berita online menggunakan gabungan proses media cetak dengan menulis informasi yang di salurkan melalui sarana elektronik. Bedasarkan definisi oleh The Federal Networking Council di Amerika Serikat, portal berita online atau media online lebih mengacu pada sistem informasi global yang secara logis terhubung oleh suatu area (Lister, 2003: 28). Definisi lain menyatakan bahwa, Portal berita online atau media online didefinisikan sebagai jaringan luas komputer, yang dengan perizinan, dapat saling berkoneksi antara satu dengan yang lainnya untuk menyebarluaskan dan membagikan digital files serta memperpendek jarak antar negara (Perebinissoff, 2005: 63). Dari beberapa pengertian portal berita online peneliti menarik kesimpulan mengenai portal berita online yaitu suatu jaringan global yang mengacu pada sistem informasi yang memiliki hubungan antar komputer sehingga dapat melakukan komunikasi data dalam membagikan informasi dari satu Negara ke negara lainnya dengan mudah dan cepat Karakteristik Portal Berita Online Menurut Yayan Sopian yang dikutip dari Nurudin, 2009: 18, portal berita online dapat diklasifikasikan karakteristik portal berita online antara lain: a. Kemudahan bagi pengakses untuk mengalihkan waktu pengaksesan. Artinya, penerbit portal berita online misalnya bisa menentukan bahwa akses medianya bisa dimulai dari jam 1 dini hari seperti yang tersaji

8 dari media cetak yang juga mempunyai portal berita online. Meskipun ada juga yang baru beberapa jam kemudian, bahkan 1 hari kemudian. Ini sangat tergantung pada kemampuan media. b. Real time, Langsung bisa disajikan. Pengelola website dapat menulis setiap saat. Sehingga (user) pembaca dapat menerima berita setiap waktu. c. Unsur multimedia. Bentuk dan publikasi yang lebih kaya. Sajiannya tidak klasik seperti media cetak (e-paper dalam versi online-nya). Ada banyak fitur, serta ilustrasi tampilan yang amat menarik pembaca. d. Interaktif. Hyperlink memungkinkan user terhubung dengan situs yang lain, seperti Wordpress, RSS, Twitter, dan Facebook. Dengan demikian dapat diartikan bahwa, portal berita online merupakan pemberi informasi yang cepat dan mudah karena dapat diakses secara langsung oleh penggunanya dimanapun berada dan dapat memberikan tanggapan/komentar atas isi dari berita yang tersedia pada portal berita online tersebut Konten/Isi Portal Berita Online Media Online merupakan salah satu produk dari jurnalistik online. Ada beberapa jenis konten dari portal berita online antara lain : 1. Media online (online media) adalah media massa yang tersaji secara online di situs web (website) internet. 2. Media online adalah media massa generasi ketiga setelah media cetak (printed media) koran, tabloid, majalah, buku-- dan media elektronik (electronic media) radio, televisi, dan film/video. 3. Media Online merupakan produk jurnalistik online. Jurnalistik online disebut juga cyber journalisme didefinisikan sebagai pelaporan fakta atau peristiwa yang diproduksi dan didistribusikan melalui internet 4. Secara teknis atau fisik, media online adalah media berbasis telekomunikasi dan multimedia (komputer dan internet). Termasuk kategori media online adalah portal, website (situs web, termasuk blog), radio online, TV online, dan Isi media online terdiri dari : Teks, Visual/Gambar, Audio, dan Audio- Visual (Video). Content (isi) portal berita online merupakan perpaduan layanan interaktif yang terkait informasi secara langsung, misalnya tanggapan langsung, pencarian

9 artikel, forum diskusi, dan lain lain; dan atau yang tidak berhubungan sama sekali dengannya, misalnya games, chat, kuis, dll. (Supriadi, Fedi: 2012). Dari penjelasan di atas, konten media online merupakan teknologi multimedia yang memberikan kemudahan pengguna dalam memahami, mengakses sumber informasi dan dapat memberikan tanggapan atau komentar terhadap konten yang tersedia pada media online. 2.3 Dasar Kemampuan Penelusuran Informasi Konsep Penelusuran Informasi Penelusuran informasi adalah salah satu komponen dari sistem temu kembali informasi yang mempunyai peranan penting dalam melakukan akses terhadap informasi. Sehingga apabila pengguna ingin menghasilkan tingkat presisi informasi yang tinggi, penelusuran informasi harus tepat dengan kebutuhan pengguna. Menurut Yusuf (1988: ), Penelusuran informasi merupakan bagian dari proses temu kembali informasi yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai akan informasi yang dibutuhkan, dengan bantuan berbagai alat penelusuran dan temu kembali informasi yang dimiliki unit informasi. Dari kutipan di atas, dapat disimpulkan bahwa penelusuran informasi dapat berjalan dengan adanya bantuan alat/tools yang mendukung penelusuran informasi. Alat penelusuran misalnya seperti search engine (mesin pencari). Penelusuran informasi dijelaskan Marchioni yang dikutip oleh Large (2001: 27) bahwa kebutuhan hidup yang digunakan untuk merencanakan, mengambil tindakan dan melakukan apa yang dibutuhkan untuk mendapatkan pemahaman yang dapat diterima oleh akal. Sedangkan menurut Djatin (1996: 3) Penelusuran informasi adalah mencari kembali informasi yang pernah ditulis orang mengenai topik tertentu, informasi tersebut terdapat dalam publikasi yang diterbitkan baik dalam maupun luar negeri. Proses penelusuran informasi sangat penting dalam menghasilkan temuan informasi yang relevan, akurat dan tepat. Proses dan penggunaan alat bantu penelusuran yang tepat akan menghasilkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Dari beberapa pendapat para ahli di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa, penelusuran informasi merupakan proses STBI yang berfungsi untuk menemukan publikasi informasi yang beredar dengan bantuan peralatan/tools penelusuran

10 sebagai penghubung dengan sumber daya informasi dalam memanggil informasi tersebut Tujuan Penelusuran Informasi Tujuan penelusuran informasi adalah mencapai kebutuhan informasi melalui pemanfaatan layanan ataupun fasilitas yang tersedia di internet. Penelusuran informasi yang efektif akan menghasilkan informasi yang relevan dan akurat sesuai dengan kebutuhan pengguna. Menurut Yusuf (1988) tujuan dari kegiatan penelusuran informasi adalah mendapatkan informasi literatur yang dibutuhkan oleh peneliti, pengambil kebijaksanaan dan pengguna lainnya dari dalam suatu kumpulan bahan pustaka atau dari suatu sistem penyimpanan informasi tertentu. Pencarian informasi secara global merupakan dampak dari perkembangan teknologi informasi, terutama dengan adanya perkembangan internet. Internet memungkinkan semua data dapat digabungkan dan diakses dari satu tempat. Alat bantu penelusuran informasi dapat membantu proses pencarian informasi dapat dilakukan dengan lebih cepat dan spesifik. Sehingga dengan proses temu kembali informasi yang lebih cepat, pengguna dapat menghemat waktu dalam mencari informasi. Selama proses pembuatan alat temu kembali informasi, dibutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang luas, terutama pemahaman mengenai subyek subyek tertentu sesuai dengan kebutuhan pencari informasi. Dengan adanya subyek yang tepat maka ketepatan informasi yang diperoleh pengguna akan lebih akurat Kemampuan penelusuran informasi Menurut Chowdhury (2001: ) dalam mengatasi permasalahan dalam penelusuran, pengguna harus memiliki 6 kemampuan untuk melakukan penelusuran informasi, antara lain sebagai berikut: a. Penentuan perintah Mengatasi permasalahan informasi dimulai dengan memahami dengan jelas masalah yang ada dari sudut pandang informasi yang dibutuhkan. (Eisenberg and Berkowitz yang dikutip oleh Chowdhury, 2004). Jadi, ketika akan mencari informasi kita harus terlebih dahulu menentukan topik yang tepat. b. Strategi pencarian informasi Strategi pencarian adalah suatu proses untuk bisa mendapatkan dokumen yang benar-benar relevan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

11 Dalam proses pencarian dilakukan dengan menggunakan strategi tertentu yang disesuaikan dengan fasilitas yang disediakan oleh sistem tersebut. Menurut Rowley (1995: 328) menyatakan bahwa strategi pencarian merupakan himpunan keputusan dan tindakan yang dilakukan dalam proses pencarian, dengan tujuan untuk menemukan sejumlah cantuman yang relevan, menghindari ditemukannya dokumen yang tidak relevan, menghindari cantuman yang terlalu banyak dan juga menghindari tidak ditemukannya cantuman sama sekali. c. Lokasi dan aksesnya Tahapan ini penerapan strategi penelusuran informasi digunakan. Setelah sumber informasi yang akan dicari telah diketahui, pengguna harus menggunakan strategi pencarían untuk menemukan kembali informasi yang dibutuhkan. Pada saat kemampuan penelusuran mencari informasi yang dibutuhkan pengguna harus mengerti bagian dari strategi penelusuran yaitu penggunaan sarana pencarían seperti mesin pencari pada website, CD-ROMs, basis data online atau jurnal online, indeks, abstrak, dan berbagai macam sumber informasi online. Dari berbagai sarana tersebut pengguna harus dapat memutuskan sarana apa yang kira-kira digunakan untuk menelusur informasi yang dibutuhkan, akses dan lokasi untuk mendapatkan bagaimana menemukan informasi dan apakah sesuai dengan kebutuhan pengguna. d. Penggunaan informasi Setelah lokasi informasi telah ditentukan, pengguna membutuhkan informasi tersebut untuk digunakan. Informasi memiliki berbagai macam bentuk dan formatnya. Akan tetapi, setiap bentuk atau format membutuhkan kemampuan dalam penggunaanya, sedangkan sebagian pengguna yang belum pernah atau belum terbiasa menggunakan atau memahami sehingga bisa menjadi hambatan dalam penggunaannya. Jadi pengguna harus mampu menentukan kira-kira bentuk atau format informasi yang seperti apa yang dibutuhkan agar dalam penggunaan informasi tersebut tidak mengalami kesulitan. e. Perpaduan informasi Konteks yang dimaksud perpaduannya adalah semua aplikasi sistem temu kembali informasi disesuaikan dengan perintah yang dicari. Misalkan informasi yang dicari melalui mesin pencari, maka disesuaikan juga kebutuhan informasinya contoh menurut formatnya. Pada mesin pencari ada sarana dan teknik yang digunakan untuk memadukan informasi yang diinginkan agar keluaran yang didapat sesuai. f. Evaluasi Pada tahap evaluasi melibatkan pemeriksaan terhadap hasil dari informasi yang telah dicari. Pada proses penelusuran diperbaiki jika tidak menemukan informasi yang diinginkan. Dapat membuat pertanyaan seperti dibawah ini: 1. Apakah cara yang digunakan sesuai? 2. Apakah informasi yang diinginkan berhasil ditemukan? 3. Apakah ada pemecahan masalah ketika informasi tidak ditemukan?

12 Dari uraian di atas, ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam melakukan proses penelusuran informasi antara lain : 1. Memahami query 2. Menganalisis dan menggambarkan query yang dapat digunakan untuk menerangkan tipe sumbernya 3. Menyeleksi sumber informasi yang tepat 4. Menyeleksi dan menggunakan sarana (indeks/kamus, thesaurus, daftar tajuk subyek, dan lain lain) 5. Temu kembali informasi 6. Memeriksa temu kembali informasi 7. Memodifikasi query, mengganti basis data, dll. Dengan melakukan proses proses tersebut di atas, penelusuran informasi yang diinginkan oleh pengguna akan lebih mudah dan sesuai dengan kebutuhan informasi dari penggunanya. 2.4 Formulasi Query Menurut W. B. Croft (2010: 114) dalam query representation and understanding workshop report, mengemukakan bahwa : The process of query formulation (also referred to as query rewriting or query transformation modifies the original keyword query submitted by the user to the search engine in order to better represent the underlying intent of the query. The formulated query is then used as an input to the search engine s ranking algorithm. Thus, the primary goal of query formulation is to improve the overall quality of the ranking presented to the user in response to her query. Pendapat di atas apabila diartikan bahwa proses perumusan query (juga disebut sebagai permintaan menulis ulang atau transformasi permintaan) memodifikasi asli permintaan kata kunci yang diajukan oleh pengguna ke mesin pencari rangka untuk lebih mewakili maksud yang mendasari query. Permintaan dirumuskan kemudian digunakan sebagai masukan untuk pencarian peringkat algoritma mesin. Dengan demikian, tujuan utama dari permintaan formulasi adalah untuk meningkatkan kualitas keseluruhan dari peringkat disajikan kepada pengguna dalam menanggapi pertanyaannya. Ada dua tahapan dalam memformulasikan query seperti menurut. Guo (2008: 379) :

13 Query formulation is usually divided into two main processing stages. The first processing stage, which is usually referred to as query refinement, alters the query on the morphological level (e.g., tokenization, spelling corrections, stemming, etc.). After the query refinement stage is completed, the sec ond processing stage alters the query on the structural level. Such structural alterations may include, among other actions, segmenting the query into atomic concepts (i.e., combinations of terms), assigning weights to these concepts, or expanding the query with related weighted concepts. Pernyataan di atas dapat diartikan bahwa formulasi query biasanya dibagi menjadi dua tahapan proses utama. Tahapan pertama, yang biasanya disebut sebagai perbaikan query, mengubah query pada tingkat morfologi (misalnya, tokenization, koreksi ejaan, stemming, dan lain lain). Setelah tahap perbaikan permintaan selesai, tahap kedua, mengubah query pada tingkat struktural. Perubahan struktural tersebut dapat mencakup, antara lain tindakan, segmentasi query ke dalam konsep atom (yaitu, pengkombinasian istilah), pemberian bobot konsep-konsep, atau memperluas query dengan konsep tertimbang terkait. Dari uraian di atas, Chowdhury (1999: ) menyatakan ada beberapa teknik, strategi dan sarana dalam menelusur antara lain yaitu: a. Pencarian menggunakan kata kunci (keyword) dan frasa penentuan kata kunci adalah suatu hal sangat menentukan hasil penelusuran, oleh sebab itu dalam memasukkan kata kunci harus diketik dengan benar, kesalahan dalam penulisan walaupun hanya satu huruf dapat menyebabkan hasil pencarian yang berbeda dari apa yang kita inginkan, setiap patah kata yang dimasukkan ke dalam kotak pencarian akan dicari sesuai dengan apa yang kita ketikkan. Selain cara pengetikkan kata kunci dengan benar, juga harus memilih kata kunci yang sesuai dengan konteks dari subyek yang diinginkan, caranya adalah dengan menggali kata kunci apa saja yang bisa dipakai, dengan melihat cakupan subyek tersebut. Untuk mengetahui/menggali kata Kemampuan penelusuran kunci yang tepat ada beberapa cara, yaitu antara lain dengan melihat kamus, ensiklopedi, thesaurus, membaca buku, atau menanyakan kepada pakar. Hal lain yang perlu diperhatikan untuk menentukan kata kunci adalah dengan memperhatikan sinonim, singkatan, perubahan kata dasar, istilah ilmiah dan sebagainya.

14 Pemilihan kata kunci ini sebaiknya dipersiapkan terlebih dahulu sebelum kita melakukan penelusuran, apabila kita menentukan pada saat melakukan penelusuran akan berakibat selain kemungkinan kesalahan pemilihan kata kunci juga akan memerlukan waktu lama. pencarian frasa (Phrase search), yaitu penggabungan beberapa kata agar tidak tidak ditelusur secara terpisah oleh mesin pencari. b. Pencarian menggunakan operator boole, Pemenggalan kata, case sensitive operator boole merupakan suatu cara dalam mengekspresikan keinginan pemakai ke sebuah query dengan mamakai operator-operator Boole (Houghton dan Houghton, 1999: ) yaitu : and, or, dan not. Adapun maksud dari operator and adalah untuk menggabungkan istilah-istilah ke dalam sebuah ungkapan, dan operator or adalah untuk memperlakukan istilah-istilah sebagai sinonim, sedangkan operator not merupakan sebuah pembatasan. Menurut Chowdhury (2004: ) sistem temu kembali membiarkan pengguna mengekspresikan query yang diinginkan ketika menggunakan operator boole. Sebagai contoh, ketika ingin mencari informasi computer dan information retrieval pengguna dapat memformulasikan pernyataan pencariaannya sebagai berikut: 1). Dengan menggunakan operator AND yang berguna untuk menggabungkan istilah-istilah tersebut dalam satu ungkapan. (COMPUTER) AND (INFORMATION RETRIEVAL) 2). Dengan menggunakan operator OR untuk memperlakukan istilahistilah sebagai sinonim. (COMPUTER) OR (INFORMATION RETRIEVAL) 3). Dengan menggunakan operator NOT yang merupakan sebuah pembatasan. (COMPUTER) NOT (INFORMATION RETRIEVAL). Pada operator boole sederhana, query diproses sesuai dengan operator yang digunakan dan menampilkan dokumen berdasarkan urutan dokumen ditemukan. Sedangkan pada operator boole berperingkat, dokumen diperingkat berdasarkan bobot dari dokumen. Pemenggalan (Truncation),

15 yaitu fasilitas untuk memenggal kata. Contoh dari pemenggalan kata, ketika kita menulis kata COMPUT*, maka dalam temu kembali keluarannya dapat berupa kata COMPUTER, COMPUTING, COMPUTATION, COMPUTE, dan lain-lain. Ada banyak lagi teknik pemenggalan kata mulai dari di depan kata dan di tengah kata tersebut. case sensitive, yaitu pencarian dengan huruf besar dan huruf kecil yang akan menghasilkan temuan berbeda. c. Proximity operators 1). Digunakan untuk meningkatkan jumlah kata yang relevan dengan cara member kode (W) atau ADJ untuk menemukan kedekatan antara kata yang satu dengan yang lainnya. Contoh: AIR (W) POLLUTION atau AIR ADJ POLLUTION 2). Digunakan untuk menghubungkan dua istilah yang sama atau lebih, dan mencari istilah dalam kalimat yang sama. Contoh: STATE (2W) ART for STATE OF THE ART. (Online, 1991 : 15) d. Pembatasan pencarian Pembatasan field, fasilitas ini digunakan untuk penelusur yang ingin membatasi format tertentu yang diinginkan, misalnya format pdf., ppt., doc dan sebagainya. Fasilitas pencarian tersebut bisa digabung pada saat memformulasikan permintaan informasi (query). Beberapa contoh bagaimana penggunaan fasilitas pencarian tersebut dalam mesin pencari : o hubungan antara pustakawan dan arsiparis +Indonesia o Adnan Buyung + Ahmadiyah site:kompas.com Universitas Indonesia o allintitle: perpustakaan digital site:ui.edu o (korupsi OR KKN) + Departemen Agama filetype:pdf o Undang-Undang Republik Indonesia nomor 25 tahun 2007 o Keputusan Menteri Agama + biaya perjalanan ibadah haji Penggunaan fasilitas pencarian dalam kotak tempat menuliskan kata kunci sebagai permintaan informasi (query), sangat tergantung dari masingmasing mesin pencari. Hampir semua pada mesin pencari menyediakan fasilitas pencarian yang bertujuan untuk membantu penelusur menemukan

16 informasi yang diinginkan secara tepat dan cepat, seperti mesin pencari google. e. Penyusunan pencarian Pendit (2005 : 75-76) membuat judul sub-bab yang sangat menarik Mencari Informasi di Ruang Cyber Awas Tersesat!, selanjutnya mengutip tulisan Chowdhury tentang pencarian terpasang (online) mempunyai tahap-tahap sebagai berikut : 1. Pelajari topik yang akan dicari sampai paham, apa sebenarnya yang diperlukan oleh pencari informasi 2. Dapatkan akses ke sebuah jasa informasi terpasang 3. Mendaftar (login) ke penyedia jasa yang dilanggan 4. Memilih pangkalan data yang sesuai dengan kebutuhan pencari informasi 5. Merumuskan pertanyaan untuk memulai pencarian informasi 6. Memilih format tampilan 7. Merumuskan kembali pertanyaan, jika diperlukan 8. Menetapkan modus pengiriman hasil pencarian. Dari penjelasan di atas tersebut, ada beberapa teknik penelusuran informasi yang dapat membantu pengguna dalam menelusur informasi yang tepat dan cepat.

STRATEGI PENELUSURAN INFORMASI MELALUI INTERNET *) Oleh. Purwono **)

STRATEGI PENELUSURAN INFORMASI MELALUI INTERNET *) Oleh. Purwono **) STRATEGI PENELUSURAN INFORMASI MELALUI INTERNET *) Oleh Purwono **) Koleksi elektronik dari fasilitas on-line berbayar maupun fasilitas online tidak berbayar (free) berbasis internet yang jumlahnya semakin

Lebih terperinci

Penelusuran Informasi Ilmiah Secara Online: Perlakuan terhadap Seorang Pencari Informasi sebagai Real User

Penelusuran Informasi Ilmiah Secara Online: Perlakuan terhadap Seorang Pencari Informasi sebagai Real User Penelusuran Informasi Ilmiah Secara Online: Perlakuan terhadap Seorang Pencari Informasi sebagai Real User Jonner Hasugian Departemen Studi Perpustakaan dan Informasi Universitas Sumatera Utara Abstract

Lebih terperinci

PANDUAN E-RESOURCES PNRI.GO.ID. Petunjuk Penggunaan Summon Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

PANDUAN E-RESOURCES PNRI.GO.ID. Petunjuk Penggunaan Summon Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Petunjuk Penggunaan Summon Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Summon merupakan Web Scale Discovery Services yang dapat menjadi portal utama dalam pencarian e-journal, e-book, video, ataupun koleksi

Lebih terperinci

PANDUAN SINGKAT Akses E- Journal DIKTI

PANDUAN SINGKAT Akses E- Journal DIKTI PANDUAN SINGKAT Akses E- Journal DIKTI DIREKTORAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI APRIL 2014 PANDUAN SINGKAT AKSES

Lebih terperinci

Bab 1. KONSEP DASAR SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI

Bab 1. KONSEP DASAR SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI Bab 1. KONSEP DASAR SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI Tipe Sistem Informasi Sistem Temu Kembali Informasi (Information Retrieval System - IRS) merupakan salah satu tipe sistem informasi. Selain Sistem Temu

Lebih terperinci

KAJIAN TUGAS AKHIR STRATA SATU (S1) FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS INDONESIA

KAJIAN TUGAS AKHIR STRATA SATU (S1) FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS INDONESIA KAJIAN TUGAS AKHIR STRATA SATU (S1) FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS INDONESIA Shinta T. Effendy 1, Rahmat M. Samik Ibrahim 2 1 Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia (shintaeffendy

Lebih terperinci

REKOMENDASI BAGAIMANA MENARIK KLIEN KE ROBOFOREX

REKOMENDASI BAGAIMANA MENARIK KLIEN KE ROBOFOREX REKOMENDASI BAGAIMANA MENARIK KLIEN KE ROBOFOREX Kesuksesan anda sebagai Mitra tergantung pada jumlah klien yang anda tarik dan aktivitas trading mereka. Anda dapat mempengaruhi aktivitas trading klien,

Lebih terperinci

LANGKAH-LANGKAH PENGGUNAAN E-LEARNING (Untuk Siswa)

LANGKAH-LANGKAH PENGGUNAAN E-LEARNING (Untuk Siswa) LANGKAH-LANGKAH PENGGUNAAN E-LEARNING (Untuk Siswa) Akses ke dalam Portal e-learning PLN User/Siswa dapat melakukan akses ke dalam Portal e-learning melalui 2 (dua) jaringan komputer: 1. Akses melalui

Lebih terperinci

Virtual Office Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. caca.e.supriana@unpas.ac.id

Virtual Office Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. caca.e.supriana@unpas.ac.id Virtual Office Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas i Pasundan Caca E Supriana S Si MT Caca E. Supriana, S.Si., MT. caca.e.supriana@unpas.ac.id Kantor virtual 2 Kantor

Lebih terperinci

COURSE MANAGEMENT SYSTEM MOODLE. Pengisian Content CMS Moodle

COURSE MANAGEMENT SYSTEM MOODLE. Pengisian Content CMS Moodle COURSE MANAGEMENT SYSTEM MOODLE Pengisian Content CMS Moodle Memasukan materi 1. Isi langsung Dengan cara isi langsung, materi dimasukan dengan mengetikkannya langsung melalui situs. Langkah langkah :

Lebih terperinci

Reasoning Agent Pada Sistem Personalisasi Situs Web

Reasoning Agent Pada Sistem Personalisasi Situs Web Reasoning Agent Pada Sistem Personalisasi Situs Web Pandu Setia Gama, pandu@student.eepis-its.edu Abstract----Internet merupakan jaringan global yang banyak digunakan oleh masyarakat pada saat ini. Penggunaan

Lebih terperinci

Website: http://slamin.unej.ac.id

Website: http://slamin.unej.ac.id Pemanfaatan TIK Untuk Pembelajaran Drs. Slamin, M.Comp.Sc.,., Ph.D Email: slamin@unej.ac.id Website: http://slamin.unej.ac.id Universitas Jember Outline Pengertian TIK Landasan TIK Pemanfaatan TIK Pemanfaatan

Lebih terperinci

Internet Sehat dan Aman (INSAN)

Internet Sehat dan Aman (INSAN) Internet Sehat dan Aman (INSAN) Oleh : Rini Agustina, S.Kom, M.Pd Sumber : Direktorat Pemberndayaan Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia

Lebih terperinci

KUIS ONLINE DAN FORUM DISKUSI

KUIS ONLINE DAN FORUM DISKUSI KUIS ONLINE DAN FORUM DISKUSI Disusun Oleh : Septian Firman Sodiq, Skom ELEARNING UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA 2013 Elearning UPN Veteran Jakarta 1 MODUL 3 KUIS ONLINE DAN FORUM DISKUSI

Lebih terperinci

BERBAGAI MEDIA PUBLIC RELATIONS MATERI PERKULIAHAN KE-9 : PUBLIC RELATIONS IN LIBRARY

BERBAGAI MEDIA PUBLIC RELATIONS MATERI PERKULIAHAN KE-9 : PUBLIC RELATIONS IN LIBRARY BERBAGAI MEDIA PUBLIC RELATIONS MATERI PERKULIAHAN KE-9 : PUBLIC RELATIONS IN LIBRARY DIRANGKUM DARI BERBAGAI SUMBER OLEH : NAMA : NUNING KURNIASIH, S.SOS., M.HUM. NIP. 197606252000122001 DEPARTEMEN ILMU

Lebih terperinci

Evaluasi Aplikasi DNS sebagai Search Engine untuk Pencarian Nama Domain Best Universities dan Top Leading Banks di Indonesia.

Evaluasi Aplikasi DNS sebagai Search Engine untuk Pencarian Nama Domain Best Universities dan Top Leading Banks di Indonesia. Evaluasi Aplikasi DNS sebagai Search Engine untuk Pencarian Nama Domain Best Universities dan Top Leading Banks di Indonesia Wishnu Hardi Pendahuluan Pesatnya kemajuan teknologi dan proliferasi World Wide

Lebih terperinci

PEDOMAN PENGELOLAAN DIGITALISASI DOKUMEN (TESIS DAN DISERTASI) Oleh: Azizah

PEDOMAN PENGELOLAAN DIGITALISASI DOKUMEN (TESIS DAN DISERTASI) Oleh: Azizah PEDOMAN PENGELOLAAN DIGITALISASI DOKUMEN (TESIS DAN DISERTASI) Oleh: Azizah PERPUSTAKAAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007 PEDOMAN PENGELOLAAN DIGITALISASI DOKUMEN (TESIS DAN DISERTASI) I. PENDAHULUAN Kehadiran

Lebih terperinci

Petunjuk Penggunaan Moodle Bagi Pengajar

Petunjuk Penggunaan Moodle Bagi Pengajar Petunjuk Penggunaan Moodle Bagi Pengajar 1. Membuka Situs E-Learning Unsyiah Arahkan browser pada alamat situs e-learning Unsyiah: http://unsyiah.inherent-dikti.net/e-learning-unsyiah/. 2. Login Masukkan

Lebih terperinci

Penerapan Berbagai Teknik Sistem Temu-Kembali Informasi Berbasis Hiperteks

Penerapan Berbagai Teknik Sistem Temu-Kembali Informasi Berbasis Hiperteks Penerapan Berbagai Teknik Sistem Temu-Kembali Informasi Berbasis Hiperteks Zainal A. Hasibuan zhasibua@caplin.cs.ui.ac.id Yofi Andri yofi298@puspa.cs.ui.ac.id Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN

KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN z KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN PENGGUNAAN WEBSITE DAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN 1. PENDAHULUAN

Lebih terperinci

LAYANAN PERPUSTAKAAN BERBASIS TEKNIK INFORMATIKA

LAYANAN PERPUSTAKAAN BERBASIS TEKNIK INFORMATIKA LAYANAN PERPUSTAKAAN BERBASIS TEKNIK INFORMATIKA Oleh: Lailan Azizah Rangkuti (Pegawai Perpustakaan IAIN-SU Abstract The Information of Engineering at the library is often as a barometer of progress and

Lebih terperinci

BAB 2 : Dasar Penulisan Statemen SQL. 2.1. Sasaran Mengetahui kemampuan dari SQL SELECT Statement Dapat membuat perintah SQL dengan SELECT Statement

BAB 2 : Dasar Penulisan Statemen SQL. 2.1. Sasaran Mengetahui kemampuan dari SQL SELECT Statement Dapat membuat perintah SQL dengan SELECT Statement BAB 2 : Dasar Penulisan Statemen SQL 2.1. Sasaran Mengetahui kemampuan dari SQL SELECT Statement Dapat membuat perintah SQL dengan SELECT Statement 2.2. Dasar Statement SELECT Sintak (cara penulisan) dari

Lebih terperinci

TEMU KEMBALI KOLEKSI DIGITAL (FORMAT VIDEO) SEBAGAI TRANSFORMASI DAN PENGETAUAN. Tri Sagirani Perpustakaan STMIK Surabaya tri.sagirani@gmail.

TEMU KEMBALI KOLEKSI DIGITAL (FORMAT VIDEO) SEBAGAI TRANSFORMASI DAN PENGETAUAN. Tri Sagirani Perpustakaan STMIK Surabaya tri.sagirani@gmail. TEMU KEMBALI KOLEKSI DIGITAL (FORMAT VIDEO) SEBAGAI TRANSFORMASI DAN PENGETAUAN Tri Sagirani Perpustakaan STMIK Surabaya tri.sagirani@gmail.com ABSTRAK Salah satu layanan yang dilakukan oleh pengelola

Lebih terperinci

JUDUL UNIT : Menerapkan Prinsip - Prinsip Rancangan Instruksional

JUDUL UNIT : Menerapkan Prinsip - Prinsip Rancangan Instruksional KODE UNIT : TIK.MM01.009.01 JUDUL UNIT : Menerapkan Prinsip - Prinsip Rancangan Instruksional DESKRIPSI UNIT : Unit ini menjelaskan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menggunakan prinsip

Lebih terperinci

: Melakukan proses pengkatalogan buku. : Buku baru untuk diproses

: Melakukan proses pengkatalogan buku. : Buku baru untuk diproses PERPUSTAKAAN PTA MAKASSAR STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR Hal : 2 Revisi ke : Tgl. Efektif : Modul : Pengolahan Bahan Pustaka Tujuan : Melakukan proses pengkatalogan buku Ruang lingkup : Buku baru untuk diproses

Lebih terperinci

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 25 B. TUJUAN 25 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 25 D. UNSUR YANG TERLIBAT 26 E. REFERENSI 26 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 26

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 25 B. TUJUAN 25 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 25 D. UNSUR YANG TERLIBAT 26 E. REFERENSI 26 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 26 DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 25 B. TUJUAN 25 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 25 D. UNSUR YANG TERLIBAT 26 E. REFERENSI 26 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 26 G. URAIAN PROSEDUR KERJA 27 LAMPIRAN 1 : ALUR PROSEDUR KERJA

Lebih terperinci

PANDUAN PENGGUNA ELISA

PANDUAN PENGGUNA ELISA UNIVERSITAS GADJAH MADA PANDUAN PENGGUNA ELISA (UNTUK DOSEN) UNIT PENGEMBANGAN BAHAN KULIAH BERBASIS TEKNOLOGI DAN KOMUNIKASI GEDUNG PUSAT UGM SAYAP SELATAN LANTAI 3 RUANG S3-45 YOGYAKARTA 2011 DAFTAR

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN... 2 BAB II MODUL MAHASISWA...

BAB I PENDAHULUAN... 2 BAB II MODUL MAHASISWA... DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN... 2 BAB II MODUL MAHASISWA... 5 2.1 MENDOWNLOAD MATERI... 7 2.2 MENGIRIMKAN TUGAS... 7 2.3 MENDOWNLOAD MATERI DARI DISPLAY DIRECTORI... 10 2.4 MENONTON VIDEO TUTORIAL... 10

Lebih terperinci

Panduan Penggunaan dan Akses

Panduan Penggunaan dan Akses ProQuest Panduan Penggunaan dan Akses Cara Masuk Ke ProQuest ProQuest dapat di akses melalui website universitas, ataupun melalui URL http://search.proquest.com Untuk akses didalam universitas, dapat langsung

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGGUNAAN. Web eproc (Frontend)

PETUNJUK PENGGUNAAN. Web eproc (Frontend) PETUNJUK PENGGUNAAN (Frontend) Direktorat Pengembangan Sistem Pengadaan Secara Elektronik Deputi Bidang Monitoring Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah

Lebih terperinci

Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen Sistem Informasi Manajemen 410102048 / 2 SKS Oleh : Tri Sagirani tris@stikom.edu Konsep Dasar Sistem Informasi Materi : Pengertian sistem informasi Konsep sistem informasi Komponen sistem informasi Aktivitas

Lebih terperinci

2. Pelaksanaan Unit Kompetensi ini berpedoman pada Kode Etik Humas/Public Relations Indonesia yang berlaku.

2. Pelaksanaan Unit Kompetensi ini berpedoman pada Kode Etik Humas/Public Relations Indonesia yang berlaku. KODE UNIT : KOM.PR01.005.01 JUDUL UNIT : Menyampaikan Presentasi Lisan Dalam Bahasa Inggris DESKRIPSI UNIT : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan profesi humas

Lebih terperinci

10 Produk Google yang Mungkin Belum Anda Ketahui

10 Produk Google yang Mungkin Belum Anda Ketahui 10 Produk Google yang Mungkin Belum Anda Ketahui Tatang Rohadi Rohaditatang@ymail.com Abstrak Kita yang sering berlama-lama di internet pastinya selalu berhubungan sesuatu yang bernama Google. Bahkan bisa

Lebih terperinci

yang berguna dan berarti bagi pemakainya yang pada akhirnya akan mempengaruhi kehidupan pemakai informasi. 13

yang berguna dan berarti bagi pemakainya yang pada akhirnya akan mempengaruhi kehidupan pemakai informasi. 13 BAB II KAJIAN TEORITIS 2.1. Informasi 2.1.1 Pengertian Informasi Tidak mudah untuk mendefinisikan konsep informasi karena istilah yang satu ini mempunyai bermacam aspek, ciri, dan manfaat yang satu dengan

Lebih terperinci

SITUS PEMBELAJARAN ELEKTRONIK MIKROSKIL

SITUS PEMBELAJARAN ELEKTRONIK MIKROSKIL P A N D U A N P E N G G U N A A N SITUS PEMBELAJARAN ELEKTRONIK MIKROSKIL https://www.mikroskil.ac.id/elearning/ UNTUK DOSEN DITERBITKAN OLEH: UPT PEMBELAJARAN ELEKTRONIK MIKROSKIL (2013) Persiapan Prasyarat

Lebih terperinci

KONTRAK PERKULIAHAN TEMU KEMBALI INFORMASI KOM431

KONTRAK PERKULIAHAN TEMU KEMBALI INFORMASI KOM431 KONTRAK PERKULIAHAN TEMU KEMBALI INFORMASI KOM431 KOORDINATOR MATA AJARAN TEMU KEMBALI INFORMASI DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER INSTITUT PERTANIAN BOGOR TAHUN 2011/2012 KONTRAK PERKULIAHAN Nama Matakuliah :

Lebih terperinci

Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional Persiapan untuk rancang bangun implentasi

Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional Persiapan untuk rancang bangun implentasi Untung Subagyo Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional Persiapan untuk rancang bangun implentasi Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sadar bahwa mereka selalu mengandalkan komputer disetiap pekerjaan serta tugastugas

BAB I PENDAHULUAN. sadar bahwa mereka selalu mengandalkan komputer disetiap pekerjaan serta tugastugas BAB I PENDAHULUAN A. Latar-Belakang Keunggulan komputer berupa kecepatan dan ketelitiannya dalam menyelesaikan pekerjaan sehingga dapat menekan jumlah tenaga kerja, biaya serta memperkecil kemungkinan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Akhir-akhir ini teknologi berkembang semakin pesat dan canggih. Keberadaan teknologi sudah banyak membantu manusia dalam segala aspek. Mulai dari kebutuhan

Lebih terperinci

Membangun Kehidupan Digital-ku

Membangun Kehidupan Digital-ku Membangun Kehidupan Digital-ku Mengenal Internet, penggunaan situs seperti : Peta Google (Google Map), YouTube, Situs pendidikan, membeli tiket secara online dan pendaftaran rumah sakit online. Pilihlah

Lebih terperinci

CONCEPT. Menentukan tujuan : Memahami karakteristik user. Output. Tujuan dari multimedia, audiens yang menggunakan. Tingkat kemampuan audiens

CONCEPT. Menentukan tujuan : Memahami karakteristik user. Output. Tujuan dari multimedia, audiens yang menggunakan. Tingkat kemampuan audiens CONCEPT Menentukan tujuan : Tujuan dari multimedia, audiens yang menggunakan Memahami karakteristik user Tingkat kemampuan audiens Output Dokumen dengan penulisan yg bersifat naratif DESIGN Desain Berbasis

Lebih terperinci

TEKNIK MENYUSUN SKRIPSI YANG BEBAS PLAGIAT *Salam, M.Pd

TEKNIK MENYUSUN SKRIPSI YANG BEBAS PLAGIAT *Salam, M.Pd TEKNIK MENYUSUN SKRIPSI YANG BEBAS PLAGIAT *Salam, M.Pd A. Pendahuluan Ketika seorang mahasiswa sudah masuk pada semester VII, terasa ada beban yang mulai menyelimuti pikirannya. Pikiran itu mengarah pada

Lebih terperinci

Fungsi Library EX-word TextLoader

Fungsi Library EX-word TextLoader EW-ID2000 Kamus Elektronik EX-word Fungsi Library EX-word TextLoader Pedoman Pemakaian Pendahuluan Pedoman Pemakaian ini menjelaskan cara menggunakan software EX-word TextLoader dan fungsi Library Kamus

Lebih terperinci

Materi : 1. Bing 2. Windows Live Movie Maker 3. Skydrive

Materi : 1. Bing 2. Windows Live Movie Maker 3. Skydrive Materi : 1. Bing 2. Windows Live Movie Maker 3. Skydrive S eringkali kita membutuhkan sebuah sarana untuk membuat sebuah pembelajaran yang menarik bagi siswa. Salah satunya dengan menyuguhkan sebuah video

Lebih terperinci

STUDI KOMPARASI MANAJEMEN PENGKAJIAN DAN PENELITIAN DI INDONESIA DALAM RANGAKA EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PERUMUSAN KEBIJAKAN FISKAL

STUDI KOMPARASI MANAJEMEN PENGKAJIAN DAN PENELITIAN DI INDONESIA DALAM RANGAKA EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PERUMUSAN KEBIJAKAN FISKAL Studi Komparasi Manajemen Pengkajian dan Penelitian di Indonesia 203 STUDI KOMPARASI MANAJEMEN PENGKAJIAN DAN PENELITIAN DI INDONESIA DALAM RANGAKA EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PERUMUSAN KEBIJAKAN FISKAL

Lebih terperinci

Software User Manual. Portal Akademik. Panduan Bagi Administrator

Software User Manual. Portal Akademik. Panduan Bagi Administrator Software User Manual Portal Akademik Panduan Bagi Administrator DAFTAR ISI DAFTAR ISI 2 1. Pendahuluan 3 1.1 Tentang Portal Akademik 3 1.2 Tentang Dokumen 3 2. Petunjuk Penggunaan 4 2.1 Login 4 2.2 Halaman

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci : Pembelajaran sepeda motor berbasis multimedia PENDAHULUAN

ABSTRAK. Kata kunci : Pembelajaran sepeda motor berbasis multimedia PENDAHULUAN ABSTRAK Kepadatan penduduk yang terus bertambah, kebutuhan orang yang semakin banyak, serta kemajuan teknologi yang semakin canggih membawa implikasi semakin ramainya transportasi di jalanan. Kepadatan

Lebih terperinci

SIAP PPDB Online 2015

SIAP PPDB Online 2015 SIAP PPDB Online 2015 Provinsi Jawa Timur PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. copyright 2014 Telkom Negara Kesatuan Republik Indonesia Apa itu Siap Online? SIAP Online hadir memadukan beragam sistem dan

Lebih terperinci

PANDUAN PENDAFTARAN CALON PESERTA PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH NASIONAL/INTERNASIONAL

PANDUAN PENDAFTARAN CALON PESERTA PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH NASIONAL/INTERNASIONAL PANDUAN PENDAFTARAN CALON PESERTA PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH NASIONAL/INTERNASIONAL Sesuai ketentuan yang tercantum pada surat edaran Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Nasional dan Internasional

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PERBAIKAN KOMPUTER (Studi Kasus: CV Computer Plus Palembang)

SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PERBAIKAN KOMPUTER (Studi Kasus: CV Computer Plus Palembang) SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PERBAIKAN KOMPUTER (Studi Kasus: CV Computer Plus Palembang) Oleh: Syaprina, Leon Andretti Abdillah, & Nyimas Sopiah Mahasiswa & Dosen Universitas Bina Darma, Palembang Abstracts:

Lebih terperinci

PROPOSAL KERJA SAMA PENDAMPINGAN MEDIA

PROPOSAL KERJA SAMA PENDAMPINGAN MEDIA PROPOSAL KERJA SAMA PENDAMPINGAN MEDIA Penerbitan Majalah, Tabloid, Koran, dll Homebase: Jl. Ikan Dorang V/2 Gresik Jawa Timur Workshop: Jl. Salak (Belakang Giant) GKB www.caremedia.web.id www.sekolah-inspirasi.net

Lebih terperinci

Social Feeds. Panduan Pengguna. Versi: 2.0

Social Feeds. Panduan Pengguna. Versi: 2.0 Social Feeds Panduan Pengguna Versi: 2.0 SWD-1525056-0614121842-039 Daftar Isi Tentang aplikasi Umpan Sosial... 2 Umpan aplikasi sosial... 3 Melihat item umpan menurut aplikasi sosial... 3 Melihat item

Lebih terperinci

ADENDUM BBM CHANNELS

ADENDUM BBM CHANNELS ADENDUM BBM CHANNELS Selamat datang ke BBM Channels, sebuah fitur jejaring sosial dalam BBM yang memperluas jaringan Anda melebihi lingkungan keluarga dan teman Anda serta membuat Anda dapat terhubung

Lebih terperinci

UNIVERSITAS GADJAH MADA PANDUAN ELISA UNTUK DOSEN PUSAT PENGEMBANGAN PENDIDIKAN GEDUNG PUSAT SAYAP SELATAN LANTAI 3 RUANG S3-45 YOGYAKARTA

UNIVERSITAS GADJAH MADA PANDUAN ELISA UNTUK DOSEN PUSAT PENGEMBANGAN PENDIDIKAN GEDUNG PUSAT SAYAP SELATAN LANTAI 3 RUANG S3-45 YOGYAKARTA UNIVERSITAS GADJAH MADA PANDUAN ELISA UNTUK DOSEN PUSAT PENGEMBANGAN PENDIDIKAN GEDUNG PUSAT SAYAP SELATAN LANTAI 3 RUANG S3-45 YOGYAKARTA 2012 DAFTAR ISI PENGANTAR... 1 MEMULAI... 2 Mendaftar elisa...

Lebih terperinci

Implementasi Generalized Vector Space Model Menggunakan WordNet

Implementasi Generalized Vector Space Model Menggunakan WordNet Implementasi Generalized Vector Space Model Menggunakan WordNet Adi Wibowo*, Andreas Handojo**, Charistian Widjaja*** Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra E-Mail:

Lebih terperinci

MENGIRIM E-mail DENGAN BAIK*) Oleh: Muhammad Isnaini

MENGIRIM E-mail DENGAN BAIK*) Oleh: Muhammad Isnaini MENGIRIM E-mail DENGAN BAIK*) Oleh: Muhammad Isnaini Sebagian besar dari Anda tentu sudah tidak asing lagi dalam melakukan komunikasi dengan fasilitas email. Walaupun e-mail (sebagian orang menerjemahkannya

Lebih terperinci

ide.yunianto@ugm.ac.id

ide.yunianto@ugm.ac.id Zotero PANDUAN ZOTERO Zotero merupakan salah satu reference management tools yang sangat berguna bagi mahasiswa maupun peneliti untuk mengelola referensi yang digunakan dalam penelitian. Secara garis besar,

Lebih terperinci

TAHAP-TAHAP PENELITIAN

TAHAP-TAHAP PENELITIAN TAHAP-TAHAP PENELITIAN Tiga tahap utama penelitian yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap penulisan laporan. A. TAHAP PERENCANAAN 1. Pemilihan masalah, dengan kriteria: Merupakan tajuk penting,

Lebih terperinci

PERANCANGAN ALAT UKUR TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA WEB STUDENT PORTAL PALCOMTECH

PERANCANGAN ALAT UKUR TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA WEB STUDENT PORTAL PALCOMTECH PERANCANGAN ALAT UKUR TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA WEB STUDENT PORTAL PALCOMTECH Febria Sri Handayani STMIK PalComTech Abstract STMIK PalComTech student portal website used as a means of promotion of academic

Lebih terperinci

Memanfaatkan Wolfram Alpha Free untuk Pembelajaran Matematika Bagian I: Secara Online. Marfuah, M.T marfuah@p4tkmatematika.org

Memanfaatkan Wolfram Alpha Free untuk Pembelajaran Matematika Bagian I: Secara Online. Marfuah, M.T marfuah@p4tkmatematika.org Memanfaatkan Wolfram Alpha Free untuk Pembelajaran Matematika Bagian I: Secara Online Marfuah, M.T marfuah@p4tkmatematika.org Satu lagi aplikasi gratis yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran matematika,

Lebih terperinci

BlackBerry News app. Panduan Pengguna. Versi: 1.2

BlackBerry News app. Panduan Pengguna. Versi: 1.2 BlackBerry News app Panduan Pengguna Versi: 1.2 SWD-1931426-0103095216-039 Daftar Isi BlackBerry News... 2 Tentang aplikasi BlackBerry News... 2 Sign-In dengan BlackBerry ID Anda... 2 Menambahkan umpan

Lebih terperinci

Daftar Isi PETUNJUK PEMAKAIAN APLIKASI NOMOR POKOK PERPUSTAKAAN

Daftar Isi PETUNJUK PEMAKAIAN APLIKASI NOMOR POKOK PERPUSTAKAAN 1 Daftar Isi BAB 1... 3 PENDAHULUAN... 3 1.1 ALUR KERJA SI-NPP... 3 BAB 2... 4 MENJALANKAN APLIKASI SI-NPP... 4 2.1 MASUK KE APLIKASI SI-NPP... 4 2.2 MENU DALAM APLIKASI (NPP)... 4 2.2.1 Menu Informasi...

Lebih terperinci

Copyright 2007 Nokia. All rights reserved.

Copyright 2007 Nokia. All rights reserved. Olah Pesan Cepat 2007 Nokia. Semua hak dilindungi undang-undang. Nokia, Nokia Connecting People, Nseries, dan N77 adalah merek dagang atau merek dagang terdaftar dari Nokia Corporation. Produk dan nama

Lebih terperinci

Sistem Informasi Pemasaran Produk pada PT. Prima Dina Lestari

Sistem Informasi Pemasaran Produk pada PT. Prima Dina Lestari Sistem Informasi Pemasaran Produk pada PT. Prima Dina Lestari Meriana STMIK IBBI Jl. Sei Deli No. 18 Medan, telp. 061-4567111, fax. 061-4527548 email : meriana@yahoo.com Abstrak PT. Pima Dina Lestari adalah

Lebih terperinci

2008 Nokia. Semua hak dilindungi. Nokia, Nokia Connecting People, dan Nseries adalah merek dagang atau merek dagang terdaftar dari Nokia Corporation.

2008 Nokia. Semua hak dilindungi. Nokia, Nokia Connecting People, dan Nseries adalah merek dagang atau merek dagang terdaftar dari Nokia Corporation. Olahpesan cepat 2008 Nokia. Semua hak dilindungi. Nokia, Nokia Connecting People, dan Nseries adalah merek dagang atau merek dagang terdaftar dari Nokia Corporation. Nokia tune adalah merek melodi dari

Lebih terperinci

Kualitas informasi tergantung pada empat hal yaitu akurat, tepat waktu, relevan dan ekonomis, yaitu:

Kualitas informasi tergantung pada empat hal yaitu akurat, tepat waktu, relevan dan ekonomis, yaitu: Data dan Informasi Informasi tidak hanya sekedar produk sampingan, namun sebagai bahan yang menjadi faktor utama yang menentukan kesuksesan atau kegagalan, oleh karena itu informasi harus dikelola dengan

Lebih terperinci

Temu Kembali Informasi dengan keyword (Studi deskriptif tentang sistem temu kembali informasi dengan controlled vocabulary

Temu Kembali Informasi dengan keyword (Studi deskriptif tentang sistem temu kembali informasi dengan controlled vocabulary Temu Kembali Informasi dengan keyword (Studi deskriptif tentang sistem temu kembali informasi dengan controlled vocabulary pada field judul, subyek, dan pengarang di Perpustakaan Universitas Airlangga)

Lebih terperinci

SISTEM TEMU KEMBALI CITRA GEDUNG BERDASARKAN INFORMASI GARIS PADA BENTUK GEDUNG

SISTEM TEMU KEMBALI CITRA GEDUNG BERDASARKAN INFORMASI GARIS PADA BENTUK GEDUNG Vol. 5, No. 1, Januari 2009 ISSN 0216-0544 SISTEM TEMU KEMBALI CITRA GEDUNG BERDASARKAN INFORMASI GARIS PADA BENTUK GEDUNG * Iman Sapuguh, Daniel O Siahaan, dan Chastine Fatichah Program Magister Teknik

Lebih terperinci

Cara Mudah Membuat Website

Cara Mudah Membuat Website Cara Mudah Membuat Website Oleh : Deryandri Ternyata membuat website itu mudah, dahulu mampu membuat website sudah canggih bagi orang orang awam, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan membuat website

Lebih terperinci

SILABUS. Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu

SILABUS. Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu KELAS XII SEMESTER 1 SILABUS Semester : 1 Standar Kompetensi : Mendengarkan 1. Memahami informasi dari berbagai laporan 1.1 Membedakan Laporan Mencatat pokok-pokok antara fakta Laporan kegiatan isi laporan

Lebih terperinci

Tips penting. N91 dan N91 8GB umum. Nokia PC Suite (terutama Nokia Audio Manager) Manajemen File

Tips penting. N91 dan N91 8GB umum. Nokia PC Suite (terutama Nokia Audio Manager) Manajemen File Tips penting N91 dan N91 8GB umum Nokia PC Suite (terutama Nokia Audio Manager) Nokia PC Suite dioptimalkan untuk manajemen data pada Memori telepon [C:]. Nokia PC Suite dianjurkan untuk mengelola kontak,

Lebih terperinci

Evaluasi Desain Antar Muka (Interface) dengan Menggunakan Pendekatan Kemudahan Penggunaan (Studi Kasus Portal Mahasiswa Universitas X)

Evaluasi Desain Antar Muka (Interface) dengan Menggunakan Pendekatan Kemudahan Penggunaan (Studi Kasus Portal Mahasiswa Universitas X) Evaluasi Desain Antar Muka (Interface) dengan Menggunakan Pendekatan Kemudahan Penggunaan (Studi Kasus Portal Mahasiswa Universitas X) Dino Caesaron 1, Andrian, Cyndy Chandra Program Studi Teknik Industri,

Lebih terperinci

SIAP Mencoba Yammer? MENGAPA YAMMER? ANDA DAPAT MENGGUNAKAN YAMMER UNTUK BERGABUNG DENGAN JARINGAN SEKARANG JUGA!

SIAP Mencoba Yammer? MENGAPA YAMMER? ANDA DAPAT MENGGUNAKAN YAMMER UNTUK BERGABUNG DENGAN JARINGAN SEKARANG JUGA! SIAP Mencoba Yammer? Yammer adalah jejaring sosial pribadi perusahaan kita, yaitu alat online untuk berkomunikasi dan berkolaborasi. Yammer tersedia untuk membantu menyelesaikan pekerjaan Anda serta mendukung

Lebih terperinci

Peta Ovi untuk ponsel. Edisi 1

Peta Ovi untuk ponsel. Edisi 1 Peta Ovi untuk ponsel Edisi 1 2 Daftar Isi Daftar Isi Ikhtisar peta 3 Posisi saya 4 Melihat lokasi dan peta 4 Tampilan peta 5 Mengubah tampilan peta 5 Men-download dan memperbarui peta 5 Menggunakan kompas

Lebih terperinci

Arah Pembangunan Perpustakaan Digital Nasional Indonesia 1

Arah Pembangunan Perpustakaan Digital Nasional Indonesia 1 Arah Pembangunan Perpustakaan Digital Nasional Indonesia 1 oleh: Lilik Soelistyowati 2 A. Latar Belakang Pembangunan Pusaka Digital Nasional tentunya merupakan salah satu wujud pelaksanaan visi dan misi

Lebih terperinci

Resources Sharing Perpustakaan melalui konsorsium: manfaat dan tantangan

Resources Sharing Perpustakaan melalui konsorsium: manfaat dan tantangan Resources Sharing Perpustakaan melalui konsorsium: manfaat dan tantangan Latar belakang Situasi yang selalu berubah yang dihadapi pustakawan: pergantian pimpinan, perubahan peraturan, lingkungan pemustaka,

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUANNYA ADALAH SEBAGAI BERIKUT:

SYARAT DAN KETENTUANNYA ADALAH SEBAGAI BERIKUT: SYARAT & KETENTUAN INFOSEKITAR (WEBSITE DAN APLIKASI) ADALAH LAYANAN ONLINE YANG DIMILIKI DAN DIOPERASIKAN OLEH GALAKSI KOMPUTER YAITU APLIKASI YANG MENYEDIAKAN INFORMASI PROMO DISKON/POTONGAN HARGA UNTUK

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI WIDYAISWARA

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI WIDYAISWARA PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI WIDYAISWARA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA JAKARTA 2008 PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI

Lebih terperinci

MERUBAH PROSES MANAJEMEN

MERUBAH PROSES MANAJEMEN MERUBAH PROSES MANAJEMEN I. PENDAHULUAN Perdagangan secara elektronik atau elektonik commerce adalah penggunaan komputer dan jaringan komunikasi untuk melakukan proses-proses bisnis. Pandangan umum tentang

Lebih terperinci

Penentuan Posisi. Hak Cipta 2007 Nokia. Semua hak dilindungi undang-undang.

Penentuan Posisi. Hak Cipta 2007 Nokia. Semua hak dilindungi undang-undang. Penentuan Posisi 2007 Nokia. Semua hak dilindungi undang-undang. Nokia, Nokia Connecting People, Nseries, dan N81 adalah merek dagang atau merek dagang terdaftar dari Nokia Corporation. Nama produk dan

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI LAYANAN PUBLIK PARIWISATA KOTA BOGOR BERBASIS WEB

SISTEM INFORMASI LAYANAN PUBLIK PARIWISATA KOTA BOGOR BERBASIS WEB SISTEM INFORMASI LAYANAN PUBLIK PARIWISATA KOTA BOGOR BERBASIS WEB Dinni Dwiyani. [10104507] Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Gunadarma Desember 2008 Dosen Pembimbing : Drs.

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS BUKU BESAR DAN PELAPORAN. Awalludiyah Ambarwati

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS BUKU BESAR DAN PELAPORAN. Awalludiyah Ambarwati SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS BUKU BESAR DAN PELAPORAN Awalludiyah Ambarwati Accounting Information Systems Fungsi Utama Mengumpulkan dan mengatur data dari sumber-sumber berikut Semua sub sistem SIA

Lebih terperinci

Lebih Dekat Dengan Component Joomla

Lebih Dekat Dengan Component Joomla Lebih Dekat Dengan Component Joomla Ari Fadli fadli.te.unsoed@gmail http://fadli84.wordpress.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara

Lebih terperinci

Jenis-jenis Search Engine

Jenis-jenis Search Engine Jenis-jenis Search Engine Taufan Riyadi taufanriyadi@gmail.com http://www.trikaja.co.cc Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk

Lebih terperinci

SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI DENGAN MENDAYAGUNAKAN MEDIA KATALOG PERPUSTAKAAN Oleh : Misdar Piliang Pustakawan IAIN-SU

SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI DENGAN MENDAYAGUNAKAN MEDIA KATALOG PERPUSTAKAAN Oleh : Misdar Piliang Pustakawan IAIN-SU SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI DENGAN MENDAYAGUNAKAN MEDIA KATALOG PERPUSTAKAAN Oleh : Misdar Piliang Pustakawan IAIN-SU Abstract Catalog is a list of books owned by the librariy and arranged according

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN LITERATUR

BAB II TINJAUAN LITERATUR BAB II TINJAUAN LITERATUR A. Perpustakaan Khusus 1. Pengertian Perpustakaan Khusus Perpustakaan Khusus merupakan salah satu jenis perpustakaan yang dibentuk oleh lembaga (pemerintah/swasta). Menurut (Sulistyo

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PUSAT DATA, INFORMASI, DAN STANDARDISASI

STANDAR PELAYANAN PUSAT DATA, INFORMASI, DAN STANDARDISASI STANDAR PELAYANAN PUSAT DATA, INFORMASI, DAN STANDARDISASI PUSAT DATA, INFORMASI, DAN STANDARDISASI SEKRETARIAT UTAMA BPPT Gedung Rekayasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Kawasan Puspiptek Kota Tangerang

Lebih terperinci

Dr. Wahyu Wibowo. Pelatihan Penulisan Buku Ajar PT Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar, 25-27 Mei 2012

Dr. Wahyu Wibowo. Pelatihan Penulisan Buku Ajar PT Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar, 25-27 Mei 2012 Dr. Wahyu Wibowo Pelatihan Penulisan Buku Ajar PT Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar, 25-27 Mei 2012 1. Persiapkan laporan panelitian yang telah dipertanggungjawabkan (bila ada); 2.

Lebih terperinci

Materi 1 Komputer Aplikasi IT (KAIT) 2 SKS Semester 1 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2014 Nizar Rabbi Radliya nizar.radliya@yahoo.com

Materi 1 Komputer Aplikasi IT (KAIT) 2 SKS Semester 1 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2014 Nizar Rabbi Radliya nizar.radliya@yahoo.com Materi 1 Komputer Aplikasi IT (KAIT) 2 SKS Semester 1 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2014 Nizar Rabbi Radliya nizar.radliya@yahoo.com Nama Mahasiswa NIM Kelas Memahami cakupan materi dan sistem perkuliahan

Lebih terperinci

Perancangan Sistem Penjualan Online pada Mebel Isti

Perancangan Sistem Penjualan Online pada Mebel Isti Perancangan Sistem Penjualan Online pada Mebel Isti Abstrak : Final report entitled " Online Sales System Design at Furniture Isti " was held in February and June aim of this thesis is to design a system

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. E-commerce atau bisa disebut Perdagangan elektronik atau e-dagang

BAB 1 PENDAHULUAN. E-commerce atau bisa disebut Perdagangan elektronik atau e-dagang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang E-commerce atau bisa disebut Perdagangan elektronik atau e-dagang adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui internet atau jaringan

Lebih terperinci

Fokus kami adalah memberi tahu Anda bila perlu dan membantu mengambil data yang tepat dalam waktu singkat. Analisis Video Pintar

Fokus kami adalah memberi tahu Anda bila perlu dan membantu mengambil data yang tepat dalam waktu singkat. Analisis Video Pintar Fokus kami adalah memberi tahu Anda bila perlu dan membantu mengambil data yang tepat dalam waktu singkat. Analisis Video Pintar Penambahan penginderaan dan struktur Bila memerlukan pengawasan video, yang

Lebih terperinci

Pengawasan dan Evaluasi Proses

Pengawasan dan Evaluasi Proses Sesi Kedua Pengawasan dan Evaluasi Proses B l j Handout PENGAWASAN DAN EVALUASI (M&E) M&E adalah sebuah proses yang harus terjadi sebelum, selama dan setelah aktifitas tertentu untuk mengukur efek aktifitas

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Media Secara etimologi, kata media merupakan bentuk jamak dari medium, yang berasal dan bahasa Latin medius yang berarti tengah. Sedangkan dalam Bahasa Indonesia,

Lebih terperinci

Buku Petunjuk Peta Nokia

Buku Petunjuk Peta Nokia Buku Petunjuk Peta Nokia Edisi 1 2 Daftar Isi Daftar Isi Tentang Peta Nokia 3 Melihat lokasi Anda dan menelusuri peta 3 Mencari lokasi 4 Menemukan tempat di sekitar 4 Menambahkan foto ke tempat 5 Menyimpan

Lebih terperinci

Kata kunci - RUP (Relational Unified Process), Sistem Informasi Manajemen, CV. KARYA SUKSES PRIMA Palembang.

Kata kunci - RUP (Relational Unified Process), Sistem Informasi Manajemen, CV. KARYA SUKSES PRIMA Palembang. 1 RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA CV. KARYA SUKSES PRIMA PALEMBANG Hendy Wijaya 1, M.Deni Juliansyah 2, Nyimas Artina 3, Desi Pibriana 4 1,2 STMIK GI MDP 3 Jurusan Sistem Informasi Email

Lebih terperinci