LAPORAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (S P I P) TRIWULAN II TAHUN 2019 BALAI PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT DENPASAR

Save this PDF as:

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "LAPORAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (S P I P) TRIWULAN II TAHUN 2019 BALAI PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT DENPASAR"

Transkripsi

1 LAPORAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (S P I P) TRIWULAN II TAHUN 2019 BALAI PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT DENPASAR KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT BALAI PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT DENPASAR 2019 i

2 LAPORAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (S P I P) TRIWULAN II TAHUN 2019 BALAI PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT DENPASAR KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT BALAI PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT DENPASAR 2019 i

3 KATA PENGANTAR Puji Syukur kami panjatkan kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya Laporan Sistem Pengendalian Intern (SPI) Satker Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar khususnya Triwulan II Tahun 2019 dapat diselesaikan. Penyusunan laporan ini merupakan pelaksanaan amanat Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor PER.10/PERMEN-KP/2016 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Di Lingkungan Kementerian Kelautan Dan Perikanan sebagai pengganti Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor PER.20/MEN/2011. Laporan ini memberikan gambaran mengenai pelaksanaan pengendalian intern lingkup Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Denpasar Triwulan II Tahun Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dan terlibat dalam penyusunan laporan ini. Berbagai masukan dan saran terbuka untuk perbaikan di masa yang akan datang. Denpasar, Juli 2019 Kepala BPSPL Denpasar Suko Wardono, A.Pi., M.Si i

4 RINGKASAN EKSEKUTIF Sistem pengendalian Intern (SPI) merupakan proses tindakan dan kegiatan secara integral yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan yang memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efisien dan efektif, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara BPSPL Denpasar dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Pelaksanaan SPI Satker Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar mengacu kepada fokus pelaksanaan SPI Ditjen PRL dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang berupaya mewujudkan salah satu indikator kinerja KKP dan Ditjen PRL untuk mencapai predikat wajar tanpa pengecualian, yakni pada pengelolaan keuangan, pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dan pengadaan barang dan jasa pemerintah. BPSPL Denpasar selaku UPT Ditjen Pengelolaan Ruang Laut tentunya berupaya penerapan SPI dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya agar kegiatan-kegiatan dapat berjalan dengan mengacu kepada aturan yang ada. ii

5 DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR... i RINGKASAN EKSEKUTIF... ii DAFTAR ISI... iii BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dasar Hukum Maksud dan Tujuan Ruang Lingkup Sistematika Penyajian Laporan... 3 BAB II. KONSEP SISTEM PENGENDALIAN INTERN 2.1 Sistem Pengendalian Intern Tujuan Pelaksanaan SPI Unsur Sistem Pengendalian Intern Fokus Pelaksanaan SPI lingkup KKP Kondisi Pelaksanaan SPI BPSPL Denpasar... 7 BAB III. ANALISA 3.1 Lingkungan Pengendalian... 8 a. Penegakan Integritas dan Etika... 8 b. Komitmen Terhadap Kompetensi... 9 c. Kepemimpinan Yang Kondusif... 9 d. Struktur Organisasi Yang Sesuai Dengan Kebutuhan... 9 e. Pendelegasian Wewenang dan Tanggung Jawab f. Kebijakan Yang Sehat Tentang Pembinaan SDM g. Peran APIP Yang Efektif h. Hubungan Kerja Yang Baik Penilaian Resiko Kegiatan Pengendalian a. SPI Sumber Daya Manusia (SPI-SDM) b. SPI Anggaran (SPI-ANG) c. SPI Barang dan Jasa (SPI-PBJ) d. SPI Barang Milik Negara (SPI-BMN) e. SPI Kerugian Negara f. SPI Penyerapan Anggaran Informasi dan Komunikasi Pemantauan Pengendalian Intern BAB IV. SIMPULAN DAN SARAN 4.1 Simpulan Saran

6 MANAJEMEN RESIKO TRIWULAN II TAHUN

7 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 menyebutkan bahwa untuk meningkatkan kehandalan laporan keuangan dan laporan kinerja, setiap entitas pelaporan dan akuntansi wajib menyelenggarakan sistem pengendalian intern (SPI) sesuai dengan ketentuan perundang-undanganan terkait. Sebagai salah satu pilar reformasi birokrasi sebagaimana peraturan presiden nomor 81 tahun 2010, SPI memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik dengan birokrasi pemerintahan yang profesional, berintegritas tinggi, menjadi pelayan masyarakat dan abdi negara. Salah satu indikator utama Kementerian Kelautan dan Perikanan adalah dalam rangka mewujudkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dalam penyusunan laporan keuangan. Dalam rangka mewujudkan indikator tersebut khususnya dalam implementasi SPI, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) masih fokus pada pengelolaan keuangan, pengamanan asset, dan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Implementasi SPI Ditjen PRL dan Direktorat lingkup Ditjen PRL serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lingkup Ditjen PRL searah dengan pelaksanaan di tingkat KKP. Untuk memberikan kesamaan arah dan menciptakan implementasi SPI yang komprehensif dan sistematis, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor PER.10/PERMEN-KP/2016 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Di Lingkungan Kementerian Kelautan Dan Perikanan sebagai pengganti Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor PER.20/MEN/2011. Dengan adanya laporan SPI Satker Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar Triwulan II tahun 2019 ini diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai akuntabilitas Satker Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar, kondisi pelaksanaan SPI, serta kendala dalam implementasinya, sehingga semua kendala tersebut dapat menjadi prioritas dalam penyelesaian setiap 1 S i s t e m P e n g e n d a l i a n I n t e r n P e m e r i n t a h T r i w u l a n I I 2019

8 permasalahan pelaksanaan kegiatan Satker Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar di tahun mendatang. 1.2 Dasar Hukum Pedoman pelaksanaan sistem pengendalian intern (SPI) Satker Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar Triwulan II tahun 2019 merujuk pada: 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851); 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah; 7. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. 8. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara; 9. Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2015 tentang Kementerian Kelautan dan Perikanan; 10. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.10/PERMEN- KP/2016 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2 S i s t e m P e n g e n d a l i a n I n t e r n P e m e r i n t a h T r i w u l a n I I 2019

9 11. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER. 23/PERMEN- KP/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan; 12. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.21/MEN/2011 tanggal 12 Agustus 2011 tentang Penerapan Manajemen Risiko di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan. 1.3 Maksud dan Tujuan Laporan SPI Satker Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar Triwulan II tahun 2019 bertujuan memberikan gambaran pelaksanaan pengendalian intern di lingkup Satker Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar. Pengendalian intern dilaksanakan dalam rangka mewujudkan pelaksanaan kegiatan yang handal sehingga dapat meminimalisasi temuan oleh aparat pengawas baik intern maupun ekstern. Berdasarkan kondisi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam meningkatkan pelaksanaan SPI Satker Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar. 1.4 Ruang Lingkup Ruang lingkup laporan ini adalah implementasi SPI Satker Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar Triwulan II tahun 2019 dimulai dari bulan April hingga Juni Tahun Sistematika Penyajian Laporan Sistematika penyajian laporan SPI Satker Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar ini sebagai berikut: 3 S i s t e m P e n g e n d a l i a n I n t e r n P e m e r i n t a h T r i w u l a n I I 2019

10 BAB 1 Pendahuluan Bab ini menyajikan latar belakang penyusunan laporan SPI, maksud dan tujuan laporan, ruang lingkup laporan, dan sistematika penyajian laporan. BAB 2 Konsep SPI Bab ini menjelaskan secara umum mengenai SPI, tujuan pelaksanaan SPI, unsur-unsur SPI, fokus pelaksanaan SPI, serta kondisi SPI Satker Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar hingga saat ini. BAB 3 Analisis Bab ini menyajikan analisis terhadap pelaksanaan SPI Satker Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar Triwulan II tahun BAB 4 Simpulan dan Saran Bab ini menyimpulkan hasil analisis yang telah dilakukan. Selanjutnya atas kekurangan dan kelemahan yang ditemui diberikan saran perbaikan untuk peningkatan kualitas pelaksaaan SPI Satker Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar di masa yang akan datang. 4 S i s t e m P e n g e n d a l i a n I n t e r n P e m e r i n t a h T r i w u l a n I I 2019

11 BAB II KONSEP SISTEM PENGENDALIAN INTERN 2.1 Sistem Pengendalian Intern SPI merupakan sistem yang lebih komprehensif dengan menekankan pada pentingnya soft control, yaitu mengutamakan faktor komitmen pimpinan dan keterlibatan seluruh pejabat dan pegawai. Komitmen ini semakin diperkuat dalam RPJMN , dengan mencantumkan tata kelola pemerintahan sebagai salah satu program prioritas. Oleh sebab itu, unsur dan sub unsur SPI harus masuk dalam tindakan dan kegiatan serta dilaksanakan secara terus menerus dengan terintegrasi dalam setiap tindakan dan kegiatan organisasi, sehingga muncul perubahan pola pikir (mindset) dan menjadi budaya organisasi yang bersangkutan. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor PER.10/PERMEN- KP/2016 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Di Lingkungan Kementerian Kelautan Dan Perikanan sebagai pengganti Peraturan Menteri Kelautan dan Perkanan Nomor: PER.20/MEN/2011 merupakan sistem pengendalian intern sebagai proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan yang memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara dan ketaatan terhadap peraturan perundangan. SPI merupakan alat kendali bagi pengelola kegiatan Satker Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar untuk mencapai visi, misi, tujuan yang telah ditetapkan. SPI menjadi rambu dan peringatan awal agar pelaksanaan semua program dan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, aman, efektif dan efisien, serta tidak ada penyimpangan. 5 S i s t e m P e n g e n d a l i a n I n t e r n P e m e r i n t a h T r i w u l a n I I 2019

12 2.2 Tujuan Pelaksanaan SPI Tujuan pelaksanaan SPI Satker Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan laut Denpasar Triwulan II tahun 2019 adalah untuk menjamin setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan telah sesuai dengan peraturan yang berlaku Unsur Sistem Pengendalian Intern. Pelaksanaan SPI terdiri dari 5 (lima) unsur, yaitu: 1. Lingkungan Pengendalian (Control Environment) Lingkungan pengendalian adalah kondisi yang diciptakan dalam suatu unit kerja sehingga akan mempengaruhi efektifitas kinerja unit kerja. Pasal 12 Permen KP Nomor 20 Tahun 2011 menyebutkan setiap pimpinan unit kerja di lingkungan kementerian harus menciptakan dan memelihara lingkungan pengendalian yang menimbulkan perilaku positif dan kondusif untuk penerapan SPI di lingkungan kerjanya melalui: a). penegakan integritas dan etika, b) komitmen terhadap kompentensi, c) kepemimpinan yang kondusif; d) pembentukan struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan, e) pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yang tepat, f) penyusunan dan penerapan kebijakan yang sehat tentang pembinaan sumberdaya manusia, g) perwujudan peran aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) yang efektif, dan h) hubungan kerja yang baik antar satuan kerja di lingkungan kementerian dan instansi pemerintah terkait. 2. Penilaian Risiko (Risk Assessment) Penilaian risiko dimaksudkan agar setiap satker dapat mengelola setiap risiko dalam pelaksanaan kegiatan di unit kerjanya yang dapat mengancam visi, misi, tujuan dan sasaran. Penilaian resiko dilaksanakan melalui: a) Identifikasi risiko di awal perencanaan kegiatan, b) Penetapan titik risiko kegiatan, dan c) Analisis risiko 6 S i s t e m P e n g e n d a l i a n I n t e r n P e m e r i n t a h T r i w u l a n I I 2019

13 3. Kegiatan Pengendalian (Control Aktivities) Untuk mengatasi risiko, pimpinan unit kerja wajib menyelenggarakan kegiatan pengendalian sesuai dengan ukuran, kompleksitas, dan sifat dari tugas dan fungsi unit kerja yang bersangkutan. 4. Informasi dan komunikasi (Information dan Communication) 5. Pemantauan Pengendalian Intern (Monitoring) Penerapan unsur-unsur tersebut dilaksanakan menyatu dan menjadi bagian integral dalam penyelenggaraan kegiatan dan fungsi organisasi serta tergambar dalam pedoman, dan standar operational procedur (SOP) yang telah ditetapkan dalam mengatur penyelenggaraan kegiatan dan fungsi organisasi. Dalam pelaksanaan SPI ini melalui beberapa tahapan: a) Pemahaman dan penyamaan persepsi. b) Pemetaan. c) Pembentukan/pembangunan infrastruktur unsur SPI. d) Internalisasi unsur SPI. e) Pengembangan berkelanjutan atas penerapan unsur SPI Fokus Pelaksanaan SPI Dalam rangka mendukung pencapaian IKU KKP untuk mencapai Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), maka pelaksanaan SPI di lingkup KKP masih berfokus pada pengelolaan keuangan, pengamanan aset, dan pengadaan barang dan jasa. Pelaksanaan SPI Ditjen PRL dan Satker Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar searah dengan pelaksanaan SPI lingkup KKP Kondisi Pelaksanaan SPI Satker BPSPL Denpasar Secara umum pelaksanaan SPI BPSPL Denpasar Triwulan II tahun 2019 sudah sesuai dengan yang diharapkan serta sudah terdapat beberapa implementasi tambahan terhadap pelaksaan SPI. 7 S i s t e m P e n g e n d a l i a n I n t e r n P e m e r i n t a h T r i w u l a n I I 2019

14 BAB III ANALISIS 3.1 Lingkungan Pengendalian A. Penegakan Integritas dan Etika Berdasarkan kondisi lapangan, bahwa BPSPL Denpasar sudah melakukan penegakan integritas dan etika, hal tersebut dapat dilihat dari setiap harinya para staf BPSPL mengikuti peraturan dan kode etik yang berlaku. Kode etik BPSPL Denpasar merajuk pada Peraturan Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Nomor 1/PER-DJPRL/2018 tentang Kode Etik Pegawai di Lingkungan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut. Di BPSPL Denpasar juga memiliki Surat Keputusan mengenai Kode etik. Untuk Tata tertib Kehadiran Pegawai di BPSPL Denpasar juga dimonitoring dan dievaluasi setiap bulan. Ketika awal bulan akan dipublikasikan mengenai absensi seluruh pegawai pada bulan sebelumnya. Berdasarkan hasil tersebut akan diperoleh pegawai dengan predikat terbaik dan terburuk. Untuk tahun 2019 ini, terdapat pemilihan pegawai terbaik untuk absensi terbaik dan nilai etika yang baik. Pegawai yang terpilih menjadi pegawai terbaik akan diberikan piagam penghargaan. Pemberian penghargaan pegawai dilakukan setiap triwulan. Banner mengenai kode etik pegawai telah dipublikasikan di ruangan BPSPL Denpasar agar diingat oleh seluruh pegawai. Di BPSPL Denpasar untuk pegawai yang terbaik akan diberikan reward dan sanksi kepada pegawai yang melanggar peraturan. Sanksi dapat berupa teguran lisan hingga sanksi berat tergantung dengan pelanggaran yang telah dilakukan. Untuk memilih pegawai terbaik, BPSPL Denpasar memiliki pedoman penilaian pegawai terbaik. Dalam rangka gerakan cinta laut, BPSPL Denpasar sendiri berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik. Hal tersebut diimplementasikan melalui setiap acara yang diselenggarakan oleh BPSPL Denpasar seperti rapat dengan stakeholder maupun kegiatan yang dilaksanakan di luar ruangan BPSPL Denpasar dengan memaksimalkan untuk tidak menggunakan plastik demi terciptanya laut bebas sampah plastik. 8 S i s t e m P e n g e n d a l i a n I n t e r n P e m e r i n t a h T r i w u l a n I I 2019

15 B. Komitmen Terhadap Kompetensi BPSPL Denpasar sudah menerapkan komitmen terhadap kompetensi dalam beberapa hal. Seperti contohnya dalam proses pengadaan seluruh tim yang terlibat dalam proses pengadaan dan lelang seluruhnya sudah mempunyai Sertifikat Ahli Pengadaan Nasional. Untuk posisi bendahara dipastikan telah mempunyai Sertifikat Bendahara yang dikeluarkan oleh Kementerian terkait. Serta beberapa pegawai yang mendapatkan tugas belajar dapat ditampilkan ijazah hasil tugas belajarnya. Kompetensi teknis yang dimiliki diantaranya kemampuan identifikasi hiu dan pari. Pada bulan Juni ini BPSPL mengadakan Bimtek Identifikasi hiu dan pari bagi cpns. Di samping itu dilakukan upaya peningkatan kompetensi pegawai melalui pengikutsertaan dalam Diklat, Bimtek dll. C. Kepemimpinan Yang Kondusif Di BPSPL Denpasar sudah menerapkan prinsip kepemimpinan yang kondusif antara lain pemimpin sudah menyampaikan LHKPN dan LHKASN serta SPT Tahunan sesuai dengan peraturan yang disampaikan setiap tahunnya. Seluruh pegawai BPSPL Denpasar menyampaikan SPT Tahunan, LHKPN dan LHKASN tepat waktu. Presensi kepala balai yang baik sehingga perhitungan kehadiran pimpinan yang tidak melanggar peraturan, ketika setelah kembali dari melakukan perjalanan dinas, pimpinan akan membuat laporan perjalanan dinas untuk melengkapi administrasi. Briefing setiap pagi dengan substansi berbagi informasi, konsep kegiatan maupun memberikan inspirasi kepada seluruh pegawai. Pimpinan telah berperan sebagai role model. D. Struktur Organisasi Yang Sesuai Dengan Kebutuhan Berdasarkan data yang diterima, sudah ada struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan. Masing masing pegawai sudah mempunyai jabatan sesuai kompetensi yang dimiliki. BPSPL Denpasar sendiri terdiri atas Sub Bagian Tata Usaha, Seksi Pendayagunaan dan Pelestarian serta Seksi Program dan Evaluasi yang masing-masing sudah memiliki tugas dan peran 9 S i s t e m P e n g e n d a l i a n I n t e r n P e m e r i n t a h T r i w u l a n I I 2019

16 masing-masing. BPSPL Denpasar memiliki tiga wilayah kerja (wilker) antara lain wilker Jawa Timur, wilker Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Dilakukan pula mutasi internal pegawai untuk menunjang pelaksanaan tugas BPSPL Denpasar. E. Pendelegasian Wewenang dan Tanggung Jawab Di BPSPL Denpasar sudah melakukan pendelegasian wewenang dan tanggungjawab antara lain telah ditunjuk pelaksana harian (plh) ketika kepala balai sedang tidak berada ditempat. Terdapat juga penugasan kepada staf yang berkompeten sesuai dengan tugas yang akan diberikan. Apabila ada surat masuk akan didisposisikan kepada seksi yang berkaitan. Setiap pegawai mendapatkan pembagian tugas sesuai dengan kebutuhan organisasi tertuang dalam SK Kepala Balai BPSPL Denpasar Nomor 04/BPSPL.02/KP.434/I/2019. Seluruh tugas dan tanggungjawab ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja dan SKP (Sasaran Kinerja Pegawai) yang dievaluasi secara berkala. F. Kebijakan Yang Sehat Tentang Pembinaan SDM Kebijakan yang sehat tentang pembinaan SDM sudah diterapkan di BPSPL Denpasar seperti contohnya pada pengajuan diklat dan bimtek / pelatihan untuk pegawai demi meningkatkan kompetensinya. Dengan adanya diklat diharapan seluruh pegawai mempunyai kompetensi sesuai dengan bidang masing-masing. BPSPL Denpasar juga telah menyusun TNA (Training Need Analysis) untuk mengetahui kebutuhan diklat, bimtek atau pelatihan bagi pegawai sesuai dengan jabatannya. Seluruh pegawai mendapatkan kesempatan dan hak yang sama dalam peningkatan kompetensi. Pengembangan kompetensi pegawai di monitoring dan evaluasi secara berkala setiap bulan. 10 S i s t e m P e n g e n d a l i a n I n t e r n P e m e r i n t a h T r i w u l a n I I 2019

17 G. Peran APIP Yang Efektif Saat ini BPSPL Denpasar sudah merasakan peran APIP yang efektif dan juga BPSPL Denpasar sudah menelaah hasil temuan audit itjen dan BPK telah ditindaklanjuti tepat waktu serta perkembangannya telah dipantau. APIP telah memberikan masukan yang sangat positif dalam pengelolaan keuangan dan pelaksanaan target BPSPL Denpasar. H. Hubungan Kerja Yang Baik Berdasarkan data yang diterima BPSPL Denpasar sudah melakukan hubungan kerja yang baik dengan stakeholder lainnya antara lain kelompok penggiat konservasi, Organisasi Non Pemerintah serta beberapa Kelompok Masyarakat Pengawas (pokmaswas) yang berada di wilayah kerja BPSPL Denpasar. Beberapa kerjasama juga sudah membuahkan Perjanjian Kerjasama (PKS) antar kedua pihak yang saling berkaitan. Dan juga terus berkomunikasi dan membuat jejaring untuk menyampaikan informasiinformasi terkait konservasi. 3.2 Penilaian Resiko Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, Pasal 13 ayat (1) bahwa Pimpinan Instansi Pemerintah wajib melakukan penilaian resiko. Pada pasal 18 ayat (1) bahwa pimpinan Instansi Pemerinyah wajib menyelenggarakan kegiatan pengendalian sesuai dengan ukuran, kompleksitas dan sifat dari tugas dan fungsi pemerintah yang bersangkutan, dan ayat (2) huruf b bahwa kegiatan pengendalian harus dikaitkan dengan proses penilaian resiko. Dari uraian pasal 13 dan pasal 18 tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pelaksanaan kegiatan tidak dapat dilepaskan dari adanya resiko dan adanya kewajiban pimpinan untuk mengendalikan resiko dalam suatu instansi. Untuk mengetahui adanya risiko dalam suatu instansi yang berasal dari kegiatan dan aktivitas maka diperlukan adanya penilaian resiko. Dengan mengetahui resiko dari kegiatan yang akan dilaksanakan maka akan dapat 11 S i s t e m P e n g e n d a l i a n I n t e r n P e m e r i n t a h T r i w u l a n I I 2019

18 upaya untuk mengendalikan resiko tersebut serta mengurangi dampak yang ditimbulkannya. Dalam pelaksanaan kegiatan pengendalian diperlukan dokumentasi yang baik atas SPI. Rencana kegiatan pengendalian yang telah diuraikan dalam formulir dan ditetapkan dari hasil pelaksanaan penilaian resiko akan digunakan untuk penyelenggaraan manajemen resiko. Media untuk dokumentasi adalah formulir penilaian resiko. Berikut formulir penilaian resiko dibawah ini : Formulir Penilaian Resiko Penilaian resiko di BPSPL Denpasar dilakukan dengan cara FGD dengan melakukan wawancara kepada responden yang berkaitan dengan kegiatan tersebut. Dengan melakukan FGD tersebut diharapkan akan diperoleh resiko-resiko yang akan timbul dari kegiatan itu, serta diperoleh cara untuk menanggulangi resiko tersebut. Kemudian pada bagian akhir responden akan memberikan persepsi secara kuantitatif ada/atau tidak adanya resiko yang akan tersisa (resiko residual) kemungkinan dan dampak yang terjadi tujuan setelah dilakukan kegiatan pengendalian. 12 S i s t e m P e n g e n d a l i a n I n t e r n P e m e r i n t a h T r i w u l a n I I 2019

19 Kriteria ukuran Kemungkinan/Probabilitas/Likelihood tersebut adalah sebagai berikut: Level Keterjadian Penjelasan 1 Jarang Terjadi Mungkin terjadi hanya pada kondisi tidak normal; Probabilitas 0% < X 20% Kemungkinan Kecil Terjadi Kemungkinan Terjadi Kemungkinan Besar Terjadi Hampir Pasti Terjadi Mungkin terjadi pada beberapa waktu; Probabilitas 20% < X 40%. Dapat terjadi pada beberapa waktu; Probabilitas 40% < X 60% Akan mungkin terjadi pada banyak keadaan; Probabilitas 60% < X 80% Dapat terjadi pada banyak keadaan; Probabilitas 80% < X < 100%) Kriteria ukuran Dampak adalah sebagai berikut: Level Dampak Kinerja Aspek Keuangan 1 Tidak Signifikan Tidak berdampak pada pencapaian tujuan secara umum. Dapat ditangani dengan pengendalian rutin 2 Kecil Mengganggu pencapaian tujuan meskipun tidak signifikan 3 Sedang Mengganggu pencapaian tujuan secara signifikan Kerugian keuangan kecil Kerugian keuangan sedang Kerugian keuangan cukup besar 4 Besar Tujuan tercapai sebagian Kerugian keuangan besar 5 Sangat Tinggi/ Katastropik Tujuan gagal dicapai Kerugian keuangan sangat besar Kemudian setelah didapat rata-rata dari Kemungkinan dan Dampak dari para responden lalu hasil kali dari Kemungkinan dan Dampak akan dihasil nilai, nilai tersebut adalah Peta Resiko. Berikut Peta Resiko dibawah ini : 13 S i s t e m P e n g e n d a l i a n I n t e r n P e m e r i n t a h T r i w u l a n I I 2019

20 Berdasarkan FGD yang dilakukan dan informasi yang telah didapat bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh BPSPL Denpasar memiliki beranekaragam resiko. Untuk hasil dari penilaian resiko dapat dilihat pada lampiran. Secara rata-rata kegiatan di BPSPL Denpasar memiliki resiko sedang dan setelah dilakukan respon untuk menanggulanginya resiko tersebut menjadi kecil. Kebanyakan kegiatan BPSPL Denpasar memiliki resiko terkait dengan cuaca yang tidak bisa dikontrol, antisipasinya saat ini dengan melakukan cek prakiraan cuaca sebelumnya pelaksanaan kegiatan. Pada kegiatan Identifikasi Potensi Kawasan Konservasi memiliki Peta Resiko Sedang, Resikonya adalah penetapan kawasan konservasi bukan di tangan BPSPL Denpasar dan rencananya akan dilakukan rutin koordinasi dengan PEMDA maupun pemerintah pusat untuk memastikan identifikasi potensi kawasan konservasi. Pada kegiatan Monitoring Biota, Ekosistem dan Sosial Budaya Kawasan Konservasi juga memiliki resiko sedang, karena konsep kegiatannya bersifat survei lapang sehingga diperlukan kondisi alam yang mendukung. Sehingga untuk rencana pengendaliannya sebelum 14 S i s t e m P e n g e n d a l i a n I n t e r n P e m e r i n t a h T r i w u l a n I I 2019

21 dilakukan survei harus diperoleh data prakiraan cuaca untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Serta koordinasi dengan stake holder setempat. Pada Bulan Juni ini BPSPL telah melakukan Survei Monitoring Biota, Ekosistem dan Sosial Budaya Kawasan Konservasi di Kawasan Konservasi Nusa Penida. Pada kegiatan Identifikasi Permasalahan KKPD Nusa Penida juga memiliki resiko sedang dan untuk menanggulangi resiko tersebut BPSPL Denpasar rutin melakukan koordinasi penyelerasan pengelolaan KKPD Nusa Penida dengan pihak terkait antara lain dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali yang mengawal pengelolaan Nusa Penida. Berbeda dengan kegiatan Pelayanan Perijinan dan Pemanfaatan Jenis Ikan dilindungi, resiko yang datang berasal dari sumber luar antara lain adanya itikad buruk dari konsumen bahwa produk yang dikirim bukan produk sebenarnya. Selain itu adanya resiko terdampak penyakit yang ditimbulkan dalam pemeriksaan Jenis ikan, keselamatan tim verifikator juga menjadi resiko dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Serta rentannya tim verifikator menerima gratifikasi dari konsumen, hal ini dapat dikendalikan dengan selalu memberi pemahaman kepada tim verifikator dan pemohon rekomendasi mengenai sosialisasi gratifikasi. Untuk penanganan resiko terjangkit penyakit akibat dari proses verifikasi, BPSPL Denpasar mempersiapkan peralatan keselamatan untuk menunjang saat pelaksanaan kegiatan. Untuk menunjang kompetensi verifikator pada bulan Juni ini BPSPL telah menyelenggarakan bimtek identifikasi hiu dan pari yang diikuti oleh para cpns BPSPL Denpasar, BKIPM Bima, BKIPM Denpasar, BKIPM Surabaya, PSDKP Benoa, Dit Polair dan TNI AL. Pada Triwulan II tahun 2019 dalam Kegiatan Publikasi, Sosialisasi dan Kampanye Konservasi Jenis Ikan dilakukan di Provinsi Bali berlokasi di Pantai Kusamba Kabupaten Klungkung bersamaan dengan peringatan puncak CT Day pada tanggal 19 Juni Sosialisasi jenis ikan dilindungi dilakukan didepan peserta yang diantaranya anak-anak SD 1,2,3 dan 4 Kusamba dan dihadiri oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Klungkung, TCEC, WWF, Trash Hero dan Desa Adat Banjar Bias. Dengan adanya sosialisasi ini 15 S i s t e m P e n g e n d a l i a n I n t e r n P e m e r i n t a h T r i w u l a n I I 2019

22 diharapkan masyarakat akan lebih paham mengenai jenis jenis ikan yang dilindungi. Sebelum dilaksanakan sosialisasi tersebut tim melakukan koordinasi dengan dinas-dinas, kepala banjar terkait penyelenggaraan acara serta melakukan survei lokasi yang akan digunakan. Dalam kegiatan Penanganan Cepat Biota Laut Dilindungi dan Permasalahan Pesisir memiliki peta resiko sedang. Resikonya antara lain keselamatan tim penanganan, cuaca yang buruk dalam rangka pelaksanaan penanganan, serta penyakit yang bisa terjangkit dalam rangka penanganan. Hal tersebut sudah dilakukan pengendalian diantaranya mempersiapkan peralatan keselamatan demi menunjang dalam pelaksanaan penanganan, serta sebelum dilakukan penanganan perlu data prakiraan cuaca. Pada pertengahan Bulan Juni 2019 tim membeli kamera digital yang anti air digunakan untuk proses dokumentasi dalam kegiatan penanganan. Kegiatan Pemberian Bantuan KOMPAK juga memiliki peta resiko dalam kategori rendah. Faktor resikonya antara lain bantuan yang diberikan tidak terkelola dengan baik, dengan hal tersebut mempunyai pengendalian berupa lebih selektif dan mendetail dari awal saat identifikasi calon penerima bantuan KOMPAK sehingga nantinya dapat terkelola dengan baik. Hingga Triwulan II tahun 2019 ini BPSPL Denpasar sudah memberikan bantuan ke Kelompok Yowana Bhakti di Kabupaten Karangasem pada bulan April Sampai Bulan Juni 2019 ini BPSPL Denpasar sudah melakukan verifikasi kelompok dan verifikasi barang yang akan diserahterimakan kepada Kelompok Masyarakat di 3 lokasi berbeda antara lain Jatim, NTB dan NTT dan saat ini dalam tahap penggadaan. Pada kegiatan pembangunan gerai marine spa hingga bulan Juni 2019 tahapan sampai di pemilihan lokasi yang akan diberikan bantuan dan kelompok yang akan menerima bantuan. Lokasi yang akan diberikan bantuan rencananya di Nusa Penida pada Kelompok Nusa Berdaya dan di Nusa Dua pada kelompok Yasa Segara Bengiat. Hingga saat ini tim sudah menyelesaikan perencanaan serta negosiasi harga konstruksi bantuan yang akan diberikan. Tim melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai hal ini. Tim juga melakukan koordinasi ke pemerintah pusat mengenai pengelolaan biofarmakologi 16 S i s t e m P e n g e n d a l i a n I n t e r n P e m e r i n t a h T r i w u l a n I I 2019

23 3.3 Kegiatan Pengendalian a. SPI Sumber Daya Manusia (SPI-SDM) Berdasarkan data penerimaan laporan SPI lingkup Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar tahun 2019, hasil analisa dari laporan tersebut adalah sebagai berikut. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) BPSPL Denpasar adalah Suko Wardono, A.Pi M.Si., berdasarkan Surat Keputusan Nomor KEP.71/MEN/KU.611/2018 Tanggal 17 Desember Tingkat pendidikan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada satker lingkup BPSPL Denpasar dinilai sangat memadai, karena KPA memiliki tingkat pendidikan pasca sarjana. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) lingkup BPSPL Denpasar adalah Permana Yudiarso, ST, M.T berdasarkan Surat Keputusan Nomor KEP.71/MEN/KU.611/2018 Tanggal 17 Desember Tingkat pendidikan PPK pada BPSPL Denpasar dinilai juga cukup memadai, karena juga memiliki tingkat pendidikan pasca sarjana. Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) lingkup BPSPL Denpasar adalah Anang Tri Jayanto Mulyo,S.Pi, M.I.L berdasarkan KEP.71/MEN/KU.611/2018 Tanggal 17 Desember Tingkat pendidikan untuk PPSPM lingkup BPSPL Denpasar memiliki tingkat pendidikan pasca sarjana. Sedangkan posisi Bendahara Pengeluaran lingkup BPSPL Denpasar adalah Arisandi. Berdasarkan Surat Keputusan Nomor KEP.71/MEN/KU.611/2018 Tanggal 17 Desember Tingkat pendidikan Bendahara Pengeluaran lingkup BPSPL Denpasar merupakan lulusan SUPM dan telah memiliki sertifikat bendahara. Secara keseluruhan hal ini menunjukkan bahwa Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar memiliki kualifikasi pendidikan yang sangat memadai. Dengan demikian diharapkan tidak akan menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan, namun tetap diperlukan komitmen yang kuat dari pimpinan dalam pelaksanaan kegiatan. 17 S i s t e m P e n g e n d a l i a n I n t e r n P e m e r i n t a h T r i w u l a n I I 2019

24 b. SPI Anggaran (SPI-ANG) Kegiatan di setiap seksi sesuai dengan bagan akun standar (BAS), standar biaya, dan standar biaya keluaran. Dari data yang diterima diketahui bahwa BPSPL Denpasar telah melakukan pengendalian terhadap kesesuaian kegiatan pada unit kerjanya masing-masing dengan bagan akun standar, Standar biaya, dan standar biaya keluaran. Seluruh kegiatan tersebut juga telah memenuhi surat pernyataan tanggung jawab Mutlak (SPTJM) sebagai salah satu kriteria persyaratan perencanaan anggaran. Pengendalian kesesuaian tersebut dilakukan oleh bagian pengusul anggaran dan bagian keuangan satker BPSPL Denpasar sehingga diharapkan tidak ada lagi masalah dalam pelaksanaan kegiatan terkait bagan akun standar. Dilakukan pengendalian penggunaan anggaran melalui implementasi SOP Pengajuan Anggaran. Seluruh pertanggungjawaban keuangan diverifikasi berlapis oleh PPK, Verifikator Keuangan, Bendahara Pengeluaran dan PPSPM sesuai kewenangan masing-masing. Dalam rangka efisiensi anggaran untuk mencukupi kebutuhan perjalanan dinas selama tahun anggaran 2019 dilakukan pengendalian dengan menentukan besaran uang harian perjalanan dinas dalam SK Kepala Balai Nomor 21/BPSPL.02/KU.111/I/2019. c. SPI Barang dan Jasa (SPI-PBJ) Pembentukan Panitia Pengadaan Barang dan Jasa sesuai dengan Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran Satker Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Nomor : Kept.20/BPSPL.02/KU111/I/2019 Tentang Penetapan Tim Pengelola Keuangan Satker BPSPL Denpasar yang salah satunya Penunjukan Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa Satker Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Tahun Anggaran Dengan adanya SK ini berarti bahwa pejabat pengadaan barang/jasa pada Satker Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar sudah ditetapkan. Sampai Triwulan II tahun 2019, panitia pengadaan barang/jasa BPSPL Denpasar sudah menginput kegiatan yang berhubungan dengan pengadaan barang/jasa lingkup Satker BPSPL Denpasar ke dalam sistem 18 S i s t e m P e n g e n d a l i a n I n t e r n P e m e r i n t a h T r i w u l a n I I 2019

25 informasi rencana umum pengadaan barang/jasa pemerintah (SIRUP) beralamat website: sirup.lkpp.go.id. Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar telah melaksanakan pemantauan terhadap pengadaan barang dan jasa di lingkupnya. Hal ini dibuktikan dengan penyampaian Form SPI pengadaan barang dan jasa. Berdasarkan data pada Form SPI-PBJ tersebut, pelaksanaan pengadaan barang dan jasa terlaksana sesuai dengan rencana awal. Diperlukan pengendalian sesuai tahapan-tahapan yang dilakukan dalam pengadaan barang dan jasa lebih lanjut sebagai antisipasi permasalahan yang mungkin timbul. Dari data yang diterima sampai Triwulan II ini ada beberapa pengadaan yang sudah selesai tuntas dari proses pengadaan, tanda tangan kontrak, pelaksanaan hingga serah terima antara lain pengadaan paket outbond dan fun trip dalam rangka inhouse training pembinaan kepegawaian dan jiwa korsa serta pengadaaan bantuan pemerintah KOMPAK untuk Provinsi Bali. Untuk pengadaan barang-barang yang akan diserahkan kepada masyarakat sudah selesai prosesnya dan akan diserah terimakan kepada kelompok masyakarat awal bulan April. d. SPI Barang Milik Negara Perubahan paradigma baru pengelolaan aset negara/barang milik negara telah memunculkan optimisme baru, best practices dalam penataan dan pengelolaan aset negara yang tertib, akuntabel, dan transparan. Pengelolaan aset negara yang baik dengan mengedepankan tata kelola yang baik (good governance) sehingga diharapkan akan mampu meningkatkan kepercayaan pengelolaan keuangan negara dari masyarakat/stakeholder. Pelaporan aset negara merupakan bagian dari penatausahaan aset negara yang wajib ditegakkan oleh setiap penyelenggara pemerintahan. Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan negara mengatur setiap kepala pemerintah pusat dan daerah mempertanggungjawabkan pelaksanaan APBN/APBD, dimana salah satunya adalah menyusun laporan keuangan pemerintah pusat/daerah. Peraturan nomor 27 tahun 2014 tentang 19 S i s t e m P e n g e n d a l i a n I n t e r n P e m e r i n t a h T r i w u l a n I I 2019

26 pengelolaan barang milik negara/daerah juga mengatur setiap pengelola barang harus menyusun laporan barang milik negara/daerah yang di gunakan sebagai bahan untuk menyusun neraca pemerintah pusat/daerah. Peraturan-peraturan ini masih diikuti ketentuan lain yang pada intinya mewajibkan kepada seluruh penyelenggara pemerintahan untuk melakukan pelaporan aset negara secara transparan dan akuntabel. Untuk memberikan jaminan yang memadai bahwa pelaporan aset negara telah dilakukan dengan baik, perlu dibangun sebuah sistem pengendalian intern barang/milik Negara (SPI BMN). SPI atas pelaporan aset negara/barang milik negara dapat mencegah terjadinya penyimpangan yang dapat dijadikan dasar bagi auditor eksternal (BPK-RI) dalam pemberian catatan yang tidak diharapkan pada hasil auditnya. Yang utama, dengan adanya SPI BMN yang andal, aset negara dapat terjaga keamanan dan keberadaannya. Satker BPSPL Denpasar telah berupaya melakukan langkah-langkah pengamanan, pengawasan, dan pengendalian aset negara/barang milik negara. Dilakukan pengendalian terhadap penggunaan kendaraan dinas, dimana setiap pegawai mengisi logbook kendaraan dinas saat menggunakannya. e. SPI Kerugian Negara Belum ada kerugian negara baik yang ditimbulkan oleh bendahara, pegawai negeri bukan bendahara, maupun pejabat lain sampai dengan Triwulan II tahun 2019 ini. f. SPI Penyerapan Anggaran Target dan realisasi keuangan dan fisik Satker Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar sampai dengan Triwulan II tahun 2019 dijelaskan sebagai berikut: a. Total anggaran BPSPL Denpasar tahun 2019 sebesar Rp Realisasi keuangan Triwulan II sebesar Rp atau 40,31 % dari total anggaran. 20 S i s t e m P e n g e n d a l i a n I n t e r n P e m e r i n t a h T r i w u l a n I I 2019

27 b. Target fisik hingga Triwulan II sebesar 30 % sedangkan realisasinya sebesar 34,72 %. Target dan realisasi keuangan dan fisik BPSPL Denpasar sampai dengan Triwulan II tahun 2019 serta hambatan/permasalahan, rencana pemecahan hambatan dapat dilihat pada tabel di bawah ini Tabel 1. Target dan Realisasi Keuangan dan Fisik B01 B06 BPSPL Denpasar A. Progress Keuangan B01 B02 B03 B04 B05 B06 TARGET REALISASI B. Progress Fisik B01 B02 B03 B04 B05 B06 TARGET REALISASI 3,2 6,2 10,75 17,03 29,42 34,72 Hambatan/Permasalahan*) 1. Realisasi Keuangan tidak sesuai dengan target realisasi yang sudah disepakati Rencana Pemecahan Hambatan/Permasalahan Membuat rencana pelaksanaan kegiatan yang terperinci dengan target waktu pelaksanan yang tepat Realisasi Pemecahan Hambatan/Permasalahan Pelaksanaan kegiatan agar berjalan sesuai dengan target dan waktu pelaksanaan 21 S i s t e m P e n g e n d a l i a n I n t e r n P e m e r i n t a h T r i w u l a n I I 2019

28 3.4 Informasi dan Komunikasi Dalam informasi dan komunikasi di BPSPL Denpasar untuk katagori internal menggunakan briefing yang dilakukan di kantor setiap hari kerja pada pagi pukul WITA sebelum memulai pekerjaan. Dengan adanya briefing setiap pagi, para pegawai dapat saling bertukar informasi mengenai hal-hal yang sedang ditanganinya beserta update terbaru. Selain itu BPSPL Denpasar juga menggunakan whatsapp grup untuk memberikan informasi terbaru serta seluruh pegawai BPSPL Denpasar dapat mengabarkan kondisi terkini dalam perjalanan dinas untuk meminimalkan resiko yang akan ditimbulkan. Whatsapp grup juga digunakan untuk melaporkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan serta bitrix. Untuk pihak luar informasi dan komunikasi menggunakan saluran hotline pengaduan memantau penggunaan sosial media berupa facebook, twitter dan instagram. Masyarakat dalam melaporakan suatu kejadian pengaduan terkait tupoksi BPSPL Denpasar. Setelah informasi diterima akan segera direspon oleh tim yang terkait. BPSPL Denpasar memiliki SK Tim Penangangan Pengaduan serta Aplikasi LAPOR yang menangani mengenai pengaduan dari masyarakat. Serta Aplikasi E-Rekomendasi untuk pelayanan perijinan dan perdagangan hiu dan pari. 3.5 Pemantauan Pengendalian Intern BPSPL Denpasar sudah melakukan pemantauan pengendalian intern yaitu dengan melakukan monitoring dan evaluasi terkait kegiatan yang dilaksanakan. Dengan adanya pemantauan dapat mengurangi resiko yang akan ditimbulkan jika kegiatan ini akan dilaksanakan kembali di kemudian hari. Dengan adanya pemantauan pengendalian intern juga dapat mengukur efektivitas dalam melakukan respon pemecahan resiko dari kegiatan tersebut. 22 S i s t e m P e n g e n d a l i a n I n t e r n P e m e r i n t a h T r i w u l a n I I 2019

29 BAB IV SIMPULAN DAN SARAN 4.1 Simpulan Dari berberapa uraian pada bab-bab sebelumnya maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Laporan SPI Satker Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar khususnya Triwulan II tahun 2019 ini menyajikan gambaran implementasi SPI sampai dengan Triwulan II tahun Dalam rangka pelaksanaan SPI di lingkungan pemerintahan diperlukan penerapan manajemen risiko guna menciptakan tata pemerintahan yang efektif dan efisien. 2.2 Saran Mengingat masih banyaknya kelemahan dalam implementasi SPI Satker Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar khususnya Triwulan II tahun 2019 ini, maka perlu komitmen yang kuat dari seluruh pegawai lingkup Satker Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar baik dari jajaran pimpinan sampai pelaksana dalam bentuk upaya strategis dan konkrit untuk meningkatkan kualitas implentasi SPI di masa yang akan datang 23 S i s t e m P e n g e n d a l i a n I n t e r n P e m e r i n t a h T r i w u l a n I I 2019

30 L A M P I R A N 24 S i s t e m P e n g e n d a l i a n I n t e r n P e m e r i n t a h T r i w u l a n I I 2019

31 FORMULIR: SPI-SDM PENGENDALIAN KAPASITAS SDM PENGELOLA KEUANGAN 1. Satuan Kerja : BALAI PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT DENPASAR 2. Unit Eselon I : DITJEN PRL 3. Tahun Anggaran : 2019 NO URAIAN KPA PPK 1*) PEJABAT PENGUJI/ PENANDATANGAN SPM*) BENDAHARA PENGELUARAN BENDAHARA PENERIMAAN (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Nama Lengkap Suko Wardono, A.Pi., Permana Yudiarso, ST, Anang Tri Jayanto Mulyo, Arisandi M.Si M.T S.Pi, M.I.L 2 Nomor dan Tanggal SK KEP.71/MEN/KU. 611/2018 tanggal 17 Desember 2018 KEP.71/MEN/KU. 611/2018 tanggal 17 Desember 2018 KEP.71/MEN/KU.611/ 2018 tanggal 17 Desember 2018 KEP.71/MEN/KU. 611/2018 tanggal 17 Desember Nomor HP com ail.com.com 5 Pendidikan Terakhir S2 S2 S2 SUPM 6 Sertifikasi: 7 a. Pengadaan Barang/Jasa b. Bendahara c. Standar Akuntansi Pemerintah e. Lainnya (sebutkan) Usulan/Rencana Pengembangan SDM **) Keterangan: Pelaporan untuk eselon I merupakan rekapitulasi dari laporan tiap unit kerja. Kolom dapat ditambahkan jika PPK atau Pejabat Penguji pada unit kerja lebih dari satu orang *) Diisi dengan tanda V pada kolom yang sesuai dengan sertifikasi yang diikuti oleh masing-masing Pengelola Anggaran **) Diisi Usulan/Rencana untuk pengembangan kapasitas SD ~ 1 ~

32 FORMULIR: SPI-ANG PENGENDALIAN PENYUSUNAN ANGGARAN 1. Satuan Kerja : BPSPL DENPASAR 2. Unit Eselon I : DITJEN PRL 3. Tahun Anggaran : 2019 NO NAMA PROGRAM/KEGIATAN/ OUPUT/KOMPONEN KESESUAIAN DENGAN HASIL PENGENDALIAN OLEH BAG. KEUANGAN UNIT PENGUSUL BAG. KEUANGAN SATKER ESELON I YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1 Kawasan konservasi baru yang ditetapkan/ dicadangkan di tingkat Nasional dan Daerah BAGAN AKUN STANDAR STANDAR BIAYA MASUKAN SPTJM 2 Kawasan konservasi yang ditata menuju pengelolaan efektif 3 Keanekaragaman Hayati Laut yang dilindungi, dilestarikan dan/ atau dimanfaatkan BAGAN AKUN STANDAR STANDAR BIAYA MASUKAN SPTJM BAGAN AKUN STANDAR STANDAR BIAYA MASUKAN SPTJM Keterangan: Pelaporan untuk eselon I merupakan rekapitulasi dari laporan tiap unit kerja. *) Kolom (2): Untuk eselon I diisi Program, eselon II serta Satker Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan diisi Kegiatan, eselon III diisi Output, eselon IV diisi Komponen. **) Standar biaya lainnya yang disahkan oleh Kementerian Keuangan di luar standar biaya masukan. ~ 2 ~

33 Lanjutan NO NAMA PROGRAM/KEGIATAN/ OUPUT/KOMPONEN KESESUAIAN DENGAN HASIL PENGENDALIAN OLEH BAG. KEUANGAN UNIT PENGUSUL BAG. KEUANGAN SATKER ESELON I YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 4 Jejaring, Kemitraan dan Kerjasama Konvensi yang Mendukung Pengelolaan Efektif Konservasi dan Keanekaragaman Hayati BAGAN AKUN STANDAR STANDAR BIAYA MASUKAN SPTJM 5 Pengelolaan Biofarmakologi BAGAN AKUN STANDAR STANDAR BIAYA MASUKAN SPTJM 6 Pesisir dan pulau-pulau kecil yang tersedia infrastruktur kelautan dan perikanan BAGAN AKUN STANDAR STANDAR BIAYA MASUKAN SPTJM 7 Provinsi yang memiliki rencana zonasi ditetapkan melalui peraturan perundangan BAGAN AKUN STANDAR STANDAR BIAYA MASUKAN SPTJM Keterangan: Pelaporan untuk eselon I merupakan rekapitulasi dari laporan tiap unit kerja. *) Kolom (2): Untuk eselon I diisi Program, eselon II serta Satker Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan diisi Kegiatan, eselon III diisi Output, eselon IV diisi Komponen. **) Standar biaya lainnya yang disahkan oleh Kementerian Keuangan di luar standar biaya masukan. ~ 3 ~

34 Lanjutan NO NAMA PROGRAM/KEGIATAN/ OUPUT/KOMPONEN KESESUAIAN DENGAN HASIL PENGENDALIAN OLEH BAG. KEUANGAN UNIT PENGUSUL BAG. KEUANGAN SATKER ESELON I YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 8 Layanan Dukungan Manajemen Eselon I BAGAN AKUN STANDAR STANDAR BIAYA MASUKAN SPTJM 9 Layanan Sarana dan Prasarana Internal BAGAN AKUN STANDAR STANDAR BIAYA MASUKAN SPTJM 10 Layanan Perkantoran BAGAN AKUN STANDAR STANDAR BIAYA MASUKAN SPTJM Keterangan: Pelaporan untuk eselon I merupakan rekapitulasi dari laporan tiap unit kerja. *) Kolom (2): Untuk eselon I diisi Program, eselon II serta Satker Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan diisi Kegiatan, eselon III diisi Output, eselon IV diisi Komponen. **) Standar biaya lainnya yang disahkan oleh Kementerian Keuangan di luar standar biaya masukan. ~ 4 ~

35 FORMULIR: SPI-PBJ PENGENDALIAN PENGADAAN BARANG/JASA 1. Satuan Kerja : BPSPL DENPASAR 2. Unit Eselon I : DITJEN PRL 3. Tahun Anggaran : 2019 A. Rekapitulasi Pelaksanaan Kegiatan Proses Target 100% B01 B02 B03 B04 B05 B06 B07 B08 B09 B010 B011 B012 Pengadaan Tanda Tangan Kontrak Pelaksanaan PHO/Serah Terima ~ 5 ~

36 B. Pelaksanaan Per Paket NO NAMA PAKET PENGADAAN JENIS BELANJA DAN PAGU METODA PBJ JADWAL TAHAPAN SESUAI METODA (bulan) YANG RENCANA REALISASI BARANG MODAL SOSIAL DIRENCANAKAN MASALAH RENCANA PEMECAHA N MASALAH REALISASI PEMECAHAN MASALAH (1) (2) (3) (4) (5) (6) A Rp200juta s.d. Rp5milyar B - < Rp 200 juta 1 Pengadaan Alat Pengolah data dan Elektronika Pengadaan Langsung v v 2 Pengadaan Meubelair dan Peralatan Kantor 3. Pengadaan Peralatan Selam untuk Kegiatan Monitoring Biota, Ekosistem dan Sosial Budaya Kawasan Konservasi Pengadaan Langsung Pengadaan Langsung ~ 6 ~ v v Sering bergantiganti pejabat pengada an dikarena kan mutasi pegawai sehingga proses oengada aan tertunda v v Segera menetapk an pejabat pengadaa n yang baru Membuat SK Pejabat Pengadaan

37 1. Satuan Kerja : BPSPL DENPASAR 2. Unit Eselon I : DITJEN PRL 3. Tahun Anggaran : 2019 PENGENDALIAN BARANG MILIK NEGARA FORMULIR: SPI-BMN NO JENIS BMN NILAI BMN (Rp) *) SATKER PENGELOLAAN BMN PIHAK III KSO SENGKETA PERMASALAHAN BMN KELENGKAPAN DOKUMEN HILANG RUSAK LAINNYA RENCANA PEMECAHAN MASALAH REALISASI PEMECAHAN MASALAH (11) A BERGERAK HSM Shredstar S5 Meja Komputer Ac Split Samsung Ac Split Samsung Ac Split Samsung Ac Split LG Kamera Canon Digital S Kamera Canon Digital S110 Kamera SLR Canon Eos Laptop Sony Vaio TT Usulan Penghapusan BMN Usulan Penghapusan BMN Usulan Penghapusan BMN Usulan Penghapusan BMN Usulan Penghapusan BMN Usulan Penghapusan BMN Usulan Penghapusan BMN Usulan Penghapusan BMN Usulan Penghapusan BMN Usulan Penghapusan BMN ~ 7 ~

38 11 12 Laptop Sony Vaio TT Laptop Sony Vaio TT Vaio 14 Vaio 15 Vaio 16 Vaio 17 Vaio 18 Vaio 19 Vaio Tap Usulan Penghapusan BMN Usulan Penghapusan BMN Usulan Penghapusan BMN Usulan Penghapusan BMN Usulan Penghapusan BMN Usulan Penghapusan BMN Usulan Penghapusan BMN Usulan Penghapusan BMN Keterangan: Pelaporan untuk eselon I merupakan rekapitulasi dari laporan tiap unit kerja. *) Diisi untuk BMN yang bermasalah **) Diisi dengan pilihan: Satuan Kerja/Pihak III/Kerja Sama Operasi (KSO). Diuraikan secara jelas pihak pengelola (pihak III) dan pelaksana (KSO). ~ 8 ~

39 FORMULIR: SPI-KN PENGENDALIAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA 1. Satuan Kerja : BPSPL DENPASAR 2. Unit Eselon I : DITJEN PRL 3. Tahun Anggaran : 2019 NO KLASIFIKASI DAN URAIAN KN NILAI INDIKASI KN *) BELUM ADA PENETAPAN STATUS KERUGIAN NEGARA TIDAK ADA GANTI RUGI SUDAH ADA PENETAPAN PENGENAAN GANTI RUGI ~ 9 ~ NILAI **) PERMASALAHAN RENCANA PEMECAHAN MASALAH REALISASI PEMECAHAN MASALAH (1) (2) (3) (4) (6) (7) (8) (9) (10) (11) A dst. B dst. C dst. BENDAHARA subtotal PEGAWAI NEGERI BUKAN BENDAHARA subtotal PEJABAT LAIN TOTAL Keterangan: Pelaporan untuk eselon I merupakan rekapitulasi dari laporan tiap unit kerja. *) Diisi dengan nilai perolehan BMN **) Diisi dengan nilai kerugian negara hasil penetapan.

40 PENGENDALIAN PENYERAPAN ANGGARAN FORMULIR: SPI-PA 1. Satuan Kerja : BPSPL Denpasar 2. Unit Eselon I : Ditjen PRL 3. Tahun Anggaran : 2019 A. Progres Keuangan B01 B02 B03 B04 B05 B06 TARGET REALISASI B. Progres Fisik B01 B02 B03 B04 B05 B06 TARGET , REALISASI 3,2 6,2 10,75 17,03 29,42 34,72 C. Keterangan Hambatan/Permasalahan*) 1. Realisasi Keuangan tidak sesuai dengan target realisasi yang sudah disepakati Rencana Pemecahan Hambatan/Permasalahan Membuat rencana pelaksanaan kegiatan yang terperinci dengan target waktu pelaksanan yang tepat Realisasi Pemecahan Hambatan/Permasalahan Pelaksanaan kegiatan agar berjalan sesuai dengan target dan waktu pelaksanaan ~ 10 ~

41 MANAJEMEN RESIKO TRIWULAN II TAHUN

42 1. Satuan Kerja : BPSPL DENPASAR 2. Aktivitas/Kegiatan/Kebijakan : Identifikasi Potensi Kawasan Konservasi 3. Pagu Anggaran : 250,000, T.A : 2019 No Kegiatan Tujuan Faktor Risiko Sebab Dampak Sifat Sumber Rencana 16=( =( = 21 x )/ 13+15)/ IDENTIFIKASI POTENSI KAWASAN KONSERVASI Menyusun dokumen identifikasi potensi dan pencadangan kawasan konservasi baru Penetapan Kawasan Konservasi bukan dibawah BPSPL Denpasar Peraturan penetapan Kawasan Konservasi dibawah gubernur atau menteri Output tidak tercapai Respon dan Rencana Pengendalian yang FGD /Quesioner LEVEL/ RATA- TINGKAT harus dilakukan Risiko /STATUS PR Residual Barmawi Yudis Rodo RATA KD Jadwal Pelaks. RESIKO = Uraian (TRIWULAN) K x D K D K D K D K D I II III IV K D C Pusat Kontigensi Rutin melakukan koordinasi dengan PEMDA maupun Pusat v 1 1 NILAI PETA RESIKO Nilai (7-21) 7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17,18,19,20,21 rendah 7-11 sedang tinggi Gianyar, 2019 Pemilik Risiko Kepala BPSPL Denpasar Suko Wardono, A.Pi, M.Si NIP

43 1. Satuan Kerja : BPSPL DENPASAR 2. Aktivitas/Kegiatan/Kebijakan : Monitoring Biota, Ekosistem dan Sosial Budaya Kawasan Konservasi 3. Pagu Anggaran : 400,000, T.A : 2019 No Kegiatan Tujuan Faktor Risiko Sebab 16=( =( = 21 x )/ 13+15)/ MONITORING BIOTA, EKOSISTEM DAN SOSIAL BUDAYA KAWASAN KONSERVASI Dampak Sifat Sumber Rencana Respon dan Rencana Pengendalian yang FGD /Quesioner LEVEL/ RATA- TINGKAT harus dilakukan Risiko Residual Wawan Demas Dani RATA KD /STATUS PR Jadwal Pelaks. RESIKO = Uraian (TRIWULAN) K x D K D K D K D K D I II III IV K D Mengumpulkan data series bio ekosistem di Kawasan Konservasi - Faktor Alam - Kegiatan bersifat survei lapang sehingga diperlukan kondisi alam yang baik - Dapat mengganggu kegiatan survei UC Alam Preventif Mendapatkan data cuaca dari BMKG sebelum survei berlangsung v v v 2 1 NILAI PETA RESIKO Nilai (7-21) 7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17,18,19,20,21 rendah 7-11 sedang tinggi Gianyar, 2019 Pemilik Risiko Kepala BPSPL Denpasar Suko Wardono, A.Pi, M.Si NIP

44 1. Satuan Kerja : BPSPL DENPASAR 2. Aktivitas/Kegiatan/Kebijakan : Identifikasi Permasalahan KKPD Nusa Penida 3. Pagu Anggaran : 150,000, T.A : 2019 No Kegiatan Tujuan Faktor Risiko Sebab Dampak Sifat Sumber Rencana 16=( =( = 21 x )/ 13+15)/ IDENTIFIKASI PERMASALAHAN KKPN NUSA PENIDA Respon dan Rencana Pengendalian yang FGD /Quesioner LEVEL/ RATA- TINGKAT harus dilakukan Risiko /STATUS PR Residual Demas Yudis Yuniarti RATA KD Jadwal Pelaks. RESIKO = Uraian (TRIWULAN) K x D K D K D K D K D I II III IV K D Meninjau kembali rencana zonasi KKPD Nusa Penida 1 Tidak Maksimalnya Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Nusa Penida - Rencana Zonasi yang ada tidak sesuai dengan Kondisi - Terkini Kesemrawutan Tata Kelola KKPD C Pusat kontigensi Nusa Penida Memastikan Pengelolaan Menggunakan Review Rencana Zonasi Nusa Penida v Tidak memiliki kewenangan penuh dalam menetapkan dan mengelola kawasan konservasi - Bukan tupoksi BPSPL Denpasar untuk mengelola kawasan konservasi tidak tercapainya pengelolaan kawasan konservasi yang diharapkan UC Pusat kontigensi Koordinasi Penyelarasan pengelolaan dengan pihak terkait v 2 1 NILAI PETA RESIKO Nilai (7-21) 7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17,18,19,20,21 rendah 7-11 sedang tinggi Gianyar, 2019 Pemilik Risiko Kepala BPSPL Denpasar Suko Wardono, A.Pi, M.Si NIP

45 1. Satuan Kerja : BPSPL DENPASAR 2. Aktivitas/Kegiatan/Kebijakan : Publikasi, Sosialisasi dan Kampanye Konservasi Jenis Ikan 3. Pagu Anggaran : 100,000, T.A : 2019 No Kegiatan Tujuan Faktor Risiko 16=(10 17=( )/ 18 = 16 x )/ PUBLIKASI, SOSIALISASI DAN KAMPANYE KONSERVASI JENIS IKAN Sebab Dampak Sifat Sumber Rencana FGD /Quesioner LEVEL/ Respon dan Rencana Pengendalian yang RATA- TINGKAT harus dilakukan Risiko Residual Faizal Wawan Kiki RATA KD /STATUS PR Jadwal Pelaks. RESIKO = Uraian (TRIWULAN) K x D K D K D K D K D I II III IV K D Mempublikasi dan Menyebarkan Informasi Terkait Biota Laut Dilindungi 1 Cuaca Cuaca yang buruk - Dapat menganggu saat UC proses kampanye Alam Preventif cinta laut lestari Mendapatkan data cuaca dari BMKG sebelum acara berlangsung v Masyarakat yang hadir bukan pelaku utama biasanya harus pemda yang mengundang - pelaku utama tidak hadir dalam kegiatan C Masyarakat Kontigensi Melakukan Koordinasi dan pendekatan dengan pemda v 1 1 NILAI PETA RESIKO Nilai (7-21) 7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17,18,19,20,21 rendah 7-11 sedang tinggi Gianyar, 2019 Pemilik Risiko Kepala BPSPL Denpasar Suko Wardono, A.Pi, M.Si NIP

46 1. Satuan Kerja : BPSPL DENPASAR 2. Aktivitas/Kegiatan/Kebijakan : Pelayanan Perijinan Peredaran Pemanfaatan Jenis Ikan Dilindungi/ Tidak Dilindungi 3. Pagu Anggaran : 300,000, T.A : 2019 No Kegiatan Tujuan Faktor Risiko Sebab Dampak Sifat Sumber Rencana Respon dan Rencana Pengendalian yang FGD /Quesioner LEVEL/ RATA- TINGKAT harus dilakukan Risiko Residual Yudis Dewi RATA KD /STATUS PR Jadwal Pelaks Faizal RESIKO = Uraian (Triwulan) K x D K D K D K D K D I II III IV K D PELAYANAN PERIJINAN PEREDARAN PEMANFAATAN JENIS IKAN DILINDUNGI/ TIDAK DILINDUNGI 16=( =( )/ 13+15)/ = 16 x Memberikan Pelayanan Perijinan Pemanfaatan Jenis Ikan 1 Dilindungi / Tidak Dilindungi yang diatur Peredarannya Produk yang diberi rekomendasi bukan produk yang sebenarnya adanya itikad buruk dari perusahaan - Produk yang dikirim merupakan C produk yang tidak sesuai dengan rekomendasi Konsumen (Pihak pengguna jasa) kontigensi menyiapkan surat pernyataan mengenai kebenaran produk yang akan dikirim V V V V Rentannya menerima gratifikasi Pelayanan yang tidak membebankan biaya pada - perusahaan Tidak professional petugas pemeriksa C Konsumen kontigensi Menyiapkan bahan sosialisasi gratifikasi V V V V Rentannya terkena penyakit Keselamatan petugas verifikator Pada saat pelayanan bersentuhan dengan produk ikan tersebut perbedaan pendapat antara petugas dan pengguna jasa - Terkena penyakit C Konsumen kontigensi verifikator mendapat perlakuan tidak menyenangkan C Konsumen kontigensi Menyiapkan peralatan keselamatan dalam pemeriksaan produk Hendaknya petugas yang dikirimkan adalah petugas yang berpengalaman dan bersertifikasi V V V V 1 1 V V V V 1 2 NILAI PETA RESIKO Nilai (7-21) 7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17,18,19,20,21 rendah 7-11 sedang tinggi Gianyar, 2019 Pemilik Risiko Kepala BPSPL Denpasar Suko Wardono, A.Pi, M.Si NIP

47 1. Satuan Kerja : BPSPL DENPASAR 2. Aktivitas/Kegiatan/Kebijakan : Penanganan Cepat Biota Laut Dilindungi dan Permasalahan Pesisir 3. Pagu Anggaran : 175,000, T.A : 2019 No Kegiatan Tujuan Faktor Risiko + 22=( = 21 x )/ 18+20)/5 6 PENANGANAN CEPAT BIOTA LAUT DILINDUNGI DAN PERMASALAHAN PESISIR Membantu Penanganan Secara Cepat Terhadap Berbagai Jenis Ikan Yang Dilindungi Berdasar Undang- Undang Akibat Terdampar, Barang Bukti Tindakan Pidana Perikanan, Bycatch, dan Pemanfaatan Ekstraktif/ Non Ekstraktif Lainnya 1 Keselamatan tim penanganan 2 Cuaca Sebab Adanya tantangan dalam rangka penanganan Kondisi perairan yang dapat tiba-tiba menjadi buruk - - Dampak Tim tidak melakukan penanganan secara maksimal, tim mengalami cidera Tim tidak bisa turun ke lapangan untuk melakukan penanganan LEVEL/ FGD /Quesioner RATA- Respon dan Rencana Pengendalian yang harus dilakukan TINGKAT Risiko Sifat Sumber Rencana Residual Yuniarti Demas Yudis RATA KD /STATUS PR Jadwal Pelaks. RESIKO = Uraian K D K D K D K D K x D I II III IV V VI K D 21=(11 C Lokasi Preventif UC Alam kontigensi Mempersiapkan alat alat keselamatan sebelum melakukan penanganan Mendapatkan data cuaca dari BMKG sebelum penanganan dimulai V V V V V V 1 2 V V V V V V Rentannya terkena penyakit Pada saat pelayanan bersentuhan dengan sumberdaya pesisir tersebut - Terkena penyakit C Alam kontigensi Menyiapkan peralatan keselamatan dalam penanganan V V V V V V Tentangan masyarakat lokal Masyarakat terbiasa memanfaatkan biota tersebut Tidak terselamtkannya biota C Masyarakat lokal Preventif Sosialisasi dengan berbagai pendekatan/metoda kepada masyarakat V V V V V V Jarak yang jauh dan terpencil Kondisi geografis tidak tertanganinya biota UC Alam kontigensi Sebagai tindak preventif bisa dengan memaksimalkan jejaring konservasi sehingga sebelum tim datang bisa ditangani oleh masyarakat terlebih dahulu V V V V V V 1 2 NILAI PETA RESIKO Nilai (7-21) 7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17,18,19,20,21 rendah 7-11 sedang tinggi Gianyar, 2019 Pemilik Risiko Kepala BPSPL Denpasar Suko Wardono, A.Pi, M.Si NIP

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.20/MEN/2011 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

2011, No Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55

2011, No Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.483, 2011 PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.20/MEN/2011 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016 SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN JAKARTA, JANUARI 2017 Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Inspektorat

Lebih terperinci

LAPORAN PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH TRIWULAN II TAHUN 2017 LOKA PEMERIKSAAN PENYAKIT IKAN DAN LINGKUNGAN SERANG

LAPORAN PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH TRIWULAN II TAHUN 2017 LOKA PEMERIKSAAN PENYAKIT IKAN DAN LINGKUNGAN SERANG LAPORAN PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH LOKA PEMERIKSAAN PENYAKIT IKAN DAN LINGKUNGAN SERANG DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN 2017 KATA PENGANTAR

Lebih terperinci

2017, No Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembar

2017, No Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembar No.924, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BNN. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Pencabutan. PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 13 TAHUN 2017 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN

BERITA DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN BERITA DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN WALIKOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN WALIKOTA SAMARINDA NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERNAL DENGAN RAHMAT YANG MAHA ESA WALIKOTA SAMARINDA,

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.763, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BADAN NARKOTIKA NASIONAL. Pokok-Pokok. Pengawasan. BNN. PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG POKOK-POKOK PENGAWASAN DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.955, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Pedoman. PERATURAN KEPALA PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.925, 2013 KEMENTERIAN LUAR NEGERI. Pengawasan Intern. Perwakilan Republik Indonesia. Pedoman. PERATURAN MENTERI LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 02 TAHUN 2013 TENTANG

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1931, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMEN-KP. Dekonsentrasi. Tugas Pembantuan. Tahun 2017 PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53/PERMEN-KP/2016 TENTANG LINGKUP

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.966, 2012 KEMENTERIAN NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Penyelenggaraan. PERATURAN MENTERI NEGARA PEMBERDAYAAN

Lebih terperinci

PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL KOMISI YUDISIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG PROGRAM KERJA PENGAWASAN INTERNAL

PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL KOMISI YUDISIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG PROGRAM KERJA PENGAWASAN INTERNAL KOMISI YUDISIAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL KOMISI YUDISIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG PROGRAM KERJA PENGAWASAN INTERNAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SEKRETARIS

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.04/MEN/2011 PEDOMAN PENGAWASAN INTERN LINGKUP KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.04/MEN/2011 PEDOMAN PENGAWASAN INTERN LINGKUP KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.04/MEN/2011 TENTANG PEDOMAN PENGAWASAN INTERN LINGKUP KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

2012, No.51 2 Indonesia Tahun 2004 Nomor 5; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Peme

2012, No.51 2 Indonesia Tahun 2004 Nomor 5; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Peme No.51, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA. Sistem. Pengendalian. Intern. Pemerintah. Penyelenggaraan. PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

BMKG BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH INSPEKTORAT TAHUN 2015

BMKG BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH INSPEKTORAT TAHUN 2015 BMKG BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH INSPEKTORAT TAHUN 2015 Jl. Angkasa I No. 2 Kemayoran, Jakarta 10720 Phone : (62 21) 65866230, 65866231, Fax : (62

Lebih terperinci

2017, No Berencana Nasional tentang Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Lingkungan Badan Kependudukan dan Keluarga Berenc

2017, No Berencana Nasional tentang Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Lingkungan Badan Kependudukan dan Keluarga Berenc No.1448, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BKKBN. SPIP BKKBN. Pencabutan. PERATURAN KEPALA BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2017 TENTANG PENYELENGGARAAN

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS DAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH 2016 KATA PENGANTAR. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) merupakan wujud

LAPORAN AKUNTABILITAS DAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH 2016 KATA PENGANTAR. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) merupakan wujud KATA PENGANTAR Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) merupakan wujud pertanggung jawaban dalam mencapai visi dan misi serta tujuan instansi pemerintah dalam rangka perwujudan penyelenggaraan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.04/MEN/2011 TENTANG PEDOMAN PENGAWASAN INTERN LINGKUP KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kualitas pengendalian internal suatu organisasi sangat mempengaruhi kinerja organisasi. Premis ini menunjukan bahwa kualitas pengendalian internal suatu organisasi yang

Lebih terperinci

RENCANA PENGEMBANGAN KAPASITAS PENGELOLA KEUANGAN UNIT KERJA PEJABAT PENGUJI *)

RENCANA PENGEMBANGAN KAPASITAS PENGELOLA KEUANGAN UNIT KERJA PEJABAT PENGUJI *) . Nama Unit Kerja : Balai Besar Pengembangan Jepara RENCANA PENGEMBANGAN KAPASITAS PENGELOLA KEUANGAN UNIT KERJA NO. URAIAN KPA PPK *) PEJABAT PENGUJI *) PEJABAT PENANDATANGAN SPM BENDAHARA PENGELUARAN

Lebih terperinci

BUPATI CILACAP PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 88 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI CILACAP PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 88 TAHUN 2013 TENTANG BUPATI CILACAP PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 88 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.21/MEN/2011 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

2 Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (Lembaran

2 Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (Lembaran BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1123, 2014 KEMEN KP. Pengawasan. Intern. Pedoman. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29/PERMEN-KP/2014 TENTANG PEDOMAN PENGAWASAN

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 27 TAHUN 2010 TENTANG

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 27 TAHUN 2010 TENTANG GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 27 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1. Latar Belakang... 1 1.2. Dasar Hukum... 2 1.3. Maksud dan Tujuan... 2 1.4. Ruang Lingkup... 3 1.5. Sistematika Penyajian Laporan...

Lebih terperinci

- 2 - BAB I KETENTUAN UMUM

- 2 - BAB I KETENTUAN UMUM - 2-2. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5058);

Lebih terperinci

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan

Lebih terperinci

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 21 TAHUN 2O16 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PATI

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 21 TAHUN 2O16 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PATI SALINAN BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 21 TAHUN 2O16 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PATI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PATI, Menimbang

Lebih terperinci

PERANAN APIP DALAM PELAKSANAAN SPIP

PERANAN APIP DALAM PELAKSANAAN SPIP PERANAN APIP DALAM PELAKSANAAN SPIP OLEH : AGUNG DAMARSASONGKO, S.H., M.H. DASAR HUKUM PP No. 60 TAHUN 2008 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) PERGUB BANTEN No. 47 TAHUN 2012 TENTANG

Lebih terperinci

RENCANA PENGEMBANGAN KAPASITAS PENGELOLA KEUANGAN UNIT KERJA PEJABAT PENGUJI *)

RENCANA PENGEMBANGAN KAPASITAS PENGELOLA KEUANGAN UNIT KERJA PEJABAT PENGUJI *) 1. Nama Unit Kerja : Balai Besar Pengembangan Jepara RENCANA PENGEMBANGAN KAPASITAS PENGELOLA KEUANGAN UNIT KERJA NO. URAIAN KPA PPK *) PEJABAT PENGUJI *) PEJABAT PENANDATANGAN SPM BENDAHARA PENGELUARAN

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Inspektur Jenderal. M. Sakri Widhianto

KATA PENGANTAR. Inspektur Jenderal. M. Sakri Widhianto KATA PENGANTAR Dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, maka diperlukan suatu pedoman dan arahan yang jelas sebagai acuan untuk mencapai sasaran yang diinginkan. Pedoman dan arahan dituangkan dalam

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS DAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH 2015 KATA PENGANTAR. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) merupakan wujud

LAPORAN AKUNTABILITAS DAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH 2015 KATA PENGANTAR. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) merupakan wujud KATA PENGANTAR Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) merupakan wujud pertanggung jawaban dalam mencapai visi dan misi serta tujuan instansi pemerintah dalam rangka perwujudan penyelenggaraan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.32/Menhut-II/2012 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.32/Menhut-II/2012 TENTANG PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.32/Menhut-II/2012 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM Kedudukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM Kedudukan 0 BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM 1.1.1. Kedudukan Balai Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 52/PMK.1/2011 tanggal 22 Maret 2011 tentang

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR : 54 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR : 54 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR : 54 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKOHARJO,

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PUSAT KERJASAMA LUAR NEGERI

PETUNJUK PELAKSANAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PUSAT KERJASAMA LUAR NEGERI PETUNJUK PELAKSANAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PUSAT KERJASAMA LUAR NEGERI SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN 2012 KATA PENGANTAR Dengan kehadiran Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 pada

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERTAHANAN DAN TENTARA NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

SALINAN BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG

SALINAN BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA SALINAN NOMOR : 15 TAHUN 2012 PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2017 NOMOR 30

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2017 NOMOR 30 BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2017 NOMOR 30 PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 30 TAHUN 2017 TENTANG KEWENANGAN KAPASITAS DAN TUGAS, INSPEKTORAT UNTUK MENGAKSES DATA DAN INFORMASI PADA ORGANISASI

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Jakarta, 10 Maret 2014 Sekretaris Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan. Dr. Ir. Syafril Fauzi, M.

KATA PENGANTAR. Jakarta, 10 Maret 2014 Sekretaris Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan. Dr. Ir. Syafril Fauzi, M. KATA PENGANTAR Laporan akuntabilitas kinerja merupakan wujud pertanggungjawaban kepada stakeholders dan memenuhi Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 yang mengamanatkan setiap instansi pemerintah/lembaga

Lebih terperinci

2017, No Pedoman Pengawasan Intern di Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan Republik Indonesia; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 19

2017, No Pedoman Pengawasan Intern di Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan Republik Indonesia; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 19 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.822, 2017 KEMENLU. Pengawasan Intern. Pedoman. Pencabutan. PERATURAN MENTERI LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN PENGAWASAN INTERN DI KEMENTERIAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 27 TAHUN 2014 PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 27 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR AUDIT DAN REVIU ATAS LAPORAN KEUANGAN BAGI APARAT PENGAWAS INTERN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22/PERMEN-KP/2015 TENTANG PEDOMAN UMUM PELAKSANAAN BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT DI BIDANG KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.748, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEHUTANAN. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Pedoman. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.32/Menhut-II/2012

Lebih terperinci

MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA PIAGAM AUDIT INTERN 1. Pengawasan Intern adalah seluruh proses kegiatan audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan

Lebih terperinci

WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 22 TAHUN 2011

WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 22 TAHUN 2011 WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 22 TAHUN 2011 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANJAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BANJAR Menimbang

Lebih terperinci

WALIKOTA TASIKMALAYA

WALIKOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA Nomor : 20 Tahun 2009 Lampiran : - TENTANG PENGAWASAN INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA,

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL NOMOR 15 TAHUN 2017 TENTANG PELIMPAHAN DAN PEDOMAN PENYELENGGARAAN DEKONSENTRASI BIDANG PENGENDALIAN PELAKSANAAN PENANAMAN MODAL TAHUN ANGGARAN 2018 DENGAN

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA NOMOR 81 /PER-DJPB/2018 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BANDUNG

BERITA DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2010 BERITA DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 49 PERATURAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR :. 944 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANDUNG DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BERITA DAERAH KOTA BEKASI BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 46 2016 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERNAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BEKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

LAPORAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) KANTOR LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN KULON PROGO TAHUN 2015

LAPORAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) KANTOR LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN KULON PROGO TAHUN 2015 LAPORAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) KANTOR LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN KULON PROGO TAHUN 2015 KANTOR LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN KULON PROGO 2016 BAB I PENDAHULUAN Penyelenggaraan Sistem

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI BIMA NOMOR : 05 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH KABUPATEN BIMA BUPATI BIMA,

PERATURAN BUPATI BIMA NOMOR : 05 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH KABUPATEN BIMA BUPATI BIMA, PERATURAN BUPATI BIMA NOMOR : 05 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH KABUPATEN BIMA BUPATI BIMA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan pasal 60 Peraturan Pemerintah Nomor

Lebih terperinci

BUPATI GARUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI GARUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GARUT P E R A T U R A N B U P A T I G A R U T NOMOR 504 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN GARUT DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

HASIL PENGAWASAN PROGRAM KEFARMASIAN DAN ALKES INSPEKTUR JENDERAL INSPEKTORAT JENDERAL KEMENKES RI

HASIL PENGAWASAN PROGRAM KEFARMASIAN DAN ALKES INSPEKTUR JENDERAL INSPEKTORAT JENDERAL KEMENKES RI HASIL PENGAWASAN PROGRAM KEFARMASIAN DAN ALKES INSPEKTUR JENDERAL INSPEKTORAT JENDERAL KEMENKES RI PERUBAHAN PARADIGMA PENGAWASAN W A T C H D O G COUNSELLING PARTNER QUALITY ASURANCE 1. Pendekatan birokrasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu upaya konkrit yang dilakukan pemerintah sebagai wujud dari

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu upaya konkrit yang dilakukan pemerintah sebagai wujud dari BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Salah satu upaya konkrit yang dilakukan pemerintah sebagai wujud dari semangat reformasi birokrasi adalah dengan melakukan penataan ulang terhadap sistem penyelenggaraan

Lebih terperinci

BUPATI PENAJAM PASER UTARA

BUPATI PENAJAM PASER UTARA a BUPATI PENAJAM PASER UTARA PERATURAN BUPATI PENAJAM PASER UTARA NOMOR 31 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA

Lebih terperinci

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 25 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) KABUPATEN SITUBONDO

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 25 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) KABUPATEN SITUBONDO 1 BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 25 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) KABUPATEN SITUBONDO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SITUBONDO, Menimbang

Lebih terperinci

Pada hakekatnya reformasi birokrasi pemerintah merupakan proses

Pada hakekatnya reformasi birokrasi pemerintah merupakan proses B A B I P E N D A H U L UA N A. LATAR BELAKANG Pada hakekatnya reformasi birokrasi pemerintah merupakan proses pembaharuan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan melalui langkah-langkah strategis

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA SUKABUMI TAHUN 2011 NOMOR 16 PERATURAN WALIKOTA SUKABUMI

BERITA DAERAH KOTA SUKABUMI TAHUN 2011 NOMOR 16 PERATURAN WALIKOTA SUKABUMI BERITA DAERAH KOTA SUKABUMI TAHUN 2011 NOMOR 16 PERATURAN WALIKOTA SUKABUMI TANGGAL : 12 SEPTEMBER 2011 NOMOR : 16 TAHUN 2011 TENTANG : PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

2 c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, dipandang perlu menetapkan Pedoman Pengawasan Intern dengan Peraturan Me

2 c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, dipandang perlu menetapkan Pedoman Pengawasan Intern dengan Peraturan Me BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1042, 2014 KEMENKOPOLHUKAM. Pengawasan. Intern. Pedoman. PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG

Lebih terperinci

2018, No Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 N

2018, No Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 N BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.114, 2018 KEMEN-KP. Dekonsentrasi kepada Gubernur. Tugas Pembantuan kepada Pemda Kab/Kota. PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 64/PERMEN-KP/2017

Lebih terperinci

2013, No.646 4

2013, No.646 4 2013, No.646 4 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2012 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL

Lebih terperinci

2017, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Perencanaan Pemb

2017, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Perencanaan Pemb No.1572, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BAPPENAS. Piagam Pengawasan Intern. PERATURAN MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.452, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMEN KP. Satuan Kerja. Inaktif. Pengelolaan. PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16/PERMEN-KP/2014 TENTANG PENGELOLAAN SATUAN

Lebih terperinci

TENTANG TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI

TENTANG TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI 2012, No.235 8 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2012 TENTANG TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.2, 2012 KEMENTERIAN DALAM NEGERI. Urusan Pemerintah. Pelimpahan dan Penugasan. Tahun Anggaran 2012. PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 69 TAHUN

Lebih terperinci

SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGAWASAN SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR 56/KEP-DJPSDKP/2015 TENTANG

SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGAWASAN SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR 56/KEP-DJPSDKP/2015 TENTANG KEMENTERIAN DIREKTORAT JENDERAL PENGAWASAN SUMBER DAYA Jalan Medan Merdeka Timur Nomor 16 Gedung Mina Bahari III Lantai 15, Jakarta 10110 Telepon (021) 3519070, Facsimile (021) 3520346 Pos Elektronik ditjenpsdkp@kkp.goid

Lebih terperinci

BUPATI BANYUMAS, TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH. menetapkann. Sistem

BUPATI BANYUMAS, TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH. menetapkann. Sistem BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 64 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS DENGAN N RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERWAKILAN PROVINSI SULAWESI UTARA LAKIP Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERWAKILAN PROVINSI SULAWESI UTARA LAKIP Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERWAKILAN PROVINSI SULAWESI UTARA LAKIP 2013 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah NOMOR: LAKIP - 023 /PW18/1/2014 TANGGAL 21 JANUARI 2014 Ringkasan

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2011 NOMOR 2 SERI E PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2011 NOMOR 2 SERI E PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2011 NOMOR 2 SERI E PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BOGOR DENGAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 30 TAHUN 2010 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 30 TAHUN 2010 TENTANG BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 30 2010 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 30 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BEKASI DENGAN

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI, Mengingat

GUBERNUR BALI, Mengingat GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 90 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotis

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotis BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.88. 2016 KEMENLH-KEHUTANAN. Pengawasan Intern. Penyelenggaraan. Pencabutan. PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.83/MENLHK-SETJEN/2015

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.996, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN. Manajemen Risiko. Penyelenggaraan. PERATURAN KEPALA PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN NOMOR

Lebih terperinci

2017, No Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan L

2017, No Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan L No.1236, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKO-KEMARITIMAN. SAKIP. PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG KEMARITIMAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA DI

Lebih terperinci

2 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara R

2 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara R BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.452, 2014 KEMEN KP. Satuan Kerja. Inaktif. Pengelolaan. PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16/PERMEN-KP/2014 TENTANG PENGELOLAAN SATUAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.322, 2013 KEMENTERIAN PERTAHANAN. Pengawasan. Pemeriksaaan. Pengendalian Intern. PERATURAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 07 TAHUN 2013 TENTANG PENGAWASAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.26/MEN/2010 TENTANG

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.26/MEN/2010 TENTANG PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.26/MEN/2010 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN DEKONSENTRASI DAN TUGAS PEMBANTUAN BIDANG KELAUTAN DAN PERIKANAN TAHUN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Terselenggaranya Good Governance merupakan prasyarat utama untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan dan cita-cita bangsa dan negara. Dalam rangka itu

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1344, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN DALAM NEGERI. Pemerintahan. Pelimpahan. Penugasan. PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 79 TAHUN 2012 TENTANG PELIMPAHAN DAN

Lebih terperinci

Setyanta Nugraha Inspektur Utama Sekretariat Jenderal DPR RI

Setyanta Nugraha Inspektur Utama Sekretariat Jenderal DPR RI Setyanta Nugraha Inspektur Utama Sekretariat Jenderal DPR RI Menteri PAN dan RB, pelaksanaan proses pembangunan zona integritas harus dilaksanakan dengan perencanaan yang baik, karena di sini akan menentukan

Lebih terperinci

LAP-86/PW14/6/17 3 APRIL 2017 PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN BARAT

LAP-86/PW14/6/17 3 APRIL 2017 PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN BARAT LAP-86/PW14/6/17 3 APRIL 2017 PERWAKILAN BPKP KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah SWT, atas rahmat dan karunia-nya, penyusunan Rencana Kinerja (Renja) Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat Tahun

Lebih terperinci

DUKUNGAN PERAN INSPEKTORAT JENDERAL DALAM PENINGKATAN KUALITAS PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT

DUKUNGAN PERAN INSPEKTORAT JENDERAL DALAM PENINGKATAN KUALITAS PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT DUKUNGAN PERAN INSPEKTORAT JENDERAL DALAM PENINGKATAN KUALITAS PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT Oleh: Drs. Purwadi, Apt., MM., ME Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan Disampaikan dalam

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG PELIMPAHAN DAN PEDOMAN PENYELENGGARAAN DEKONSENTRASI BIDANG PENGENDALIAN PELAKSANAAN PENANAMAN MODAL

Lebih terperinci

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 67, Tam

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 67, Tam No. 2005, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BKPM. Dekonsentrasi. Pelimpahan dan Pedoman. TA 2017. Pencabutan. PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2016

Lebih terperinci

LAPORAN TAHUNAN INSPEKTORAT II KEMENTERIAN KESEHATAN TAHUN 2016

LAPORAN TAHUNAN INSPEKTORAT II KEMENTERIAN KESEHATAN TAHUN 2016 LAPORAN TAHUNAN INSPEKTORAT II KEMENTERIAN KESEHATAN TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN A. UMUM Pengawasan intern pemerintah merupakan fungsi manajemen yang penting dalam penyelenggaraan pemerintah. Melalui

Lebih terperinci

BUPATI BADUNG PROVINSI BALI PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 4 TAHUN 2017 TENTANG UNIT LAYANAN PENGADAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG,

BUPATI BADUNG PROVINSI BALI PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 4 TAHUN 2017 TENTANG UNIT LAYANAN PENGADAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG, BUPATI BADUNG PROVINSI BALI PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 4 TAHUN 2017 TENTANG UNIT LAYANAN PENGADAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG, Menimbang : a. bahwa dalam rangka menjaga keseimbangan

Lebih terperinci

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 57 TAHUN 2015 TENTANG KEWENANGAN INSPEKTORAT MENGAKSES DATA DAN INFORMASI PADA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2017 TENTANG PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2017 TENTANG PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2017 TENTANG PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2013 SEKRETARIAT BKIPM

KATA PENGANTAR. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2013 SEKRETARIAT BKIPM i Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2013 KATA PENGANTAR Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Sekretariat Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil

Lebih terperinci

2016, No Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Indonesia Nomor 3851); 2. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang

2016, No Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Indonesia Nomor 3851); 2. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang No.1494, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENAG. Pengawasan Internal. Pencabutan. PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2016 TENTANG PENGAWASAN INTERNAL PADA KEMENTERIAN AGAMA

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA S A L I N A N BUPATI LANDAK PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN BUPATI LANDAK NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

2017, No Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679); M

2017, No Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679); M No.73, 2017 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PEMERINTAH DAERAH. Penyelenggaraan. Pembinaan. Pengawasan. Pencabutan. (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6041) PERATURAN

Lebih terperinci

KEBIJAKAN PENGAWASAN INSPEKTORAT JENDERAL KEMDIKBUD TAHUN 2012

KEBIJAKAN PENGAWASAN INSPEKTORAT JENDERAL KEMDIKBUD TAHUN 2012 KEBIJAKAN PENGAWASAN INSPEKTORAT JENDERAL KEMDIKBUD TAHUN 2012 1 VISI ITJEN Terwujudnya Pengawasan yang Berkualitas terhadap Layanan Pendidikan MISI ITJEN Melaksanakan tata kelola yang handal dalam layanan

Lebih terperinci

BAB 7 KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil Internal Control Questionnaire (ICQ) mengenai Sistem

BAB 7 KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil Internal Control Questionnaire (ICQ) mengenai Sistem BAB 7 KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN REKOMENDASI 7.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil Internal Control Questionnaire (ICQ) mengenai Sistem Pengendalian Internal Pemerintah pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu

Lebih terperinci

- 7 - BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam rangka meningkatkan kinerja, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, Presiden selaku Kepala Pemerintahan telah menetapkan Peraturan

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT KABUPATEN PANDEGLANG

PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT KABUPATEN PANDEGLANG PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT KABUPATEN PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.41, 2014 KEMEN KKP. Dekonsentrasi. Kelautan dan Perikanan. Gubernur. Tugas Pembantuan. Dekonsentrasi. PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci