USAID PRIORITAS: Mengutamakan Pembaharuan, Inovasi, dan Kesempatan bagi Guru, Tenaga Kependidikan, dan Siswa SWARA PRIORITAS

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "USAID PRIORITAS: Mengutamakan Pembaharuan, Inovasi, dan Kesempatan bagi Guru, Tenaga Kependidikan, dan Siswa SWARA PRIORITAS"

Transkripsi

1 Edisi 08 Juli - Sept 2014 USAID PRIORITAS: Mengutamakan Pembaharuan, Inovasi, dan Kesempatan bagi Guru, Tenaga Kependidikan, dan Siswa SWARA PRIORITAS Media Informasi Pendidikan Jawa Timur Halaman 4 Blitar Terbitkan Perbup Kelas Ragkap Pertemuan Wali Murid ala Pembelajaran Aktif Halaman 6 Mengatasi kekurangan guru di Kab. Blitar, bupati Blitar menerbitkan Perbup Pembelajaran Kelas Rangkap (multigrade teaching). Pelaksanaannya di lapangan dengan metode ini ter-nyata mampu mengatasi kekurangan guru terutama di daerah terpencil. SMPN 4 Lumajang punya cara yang unik dalam mengenalkan pembelajaran aktif pada orang tua murid. Yakni, mengadakan pertemuan orang tua murid ala pembelajaran aktif. Orang tua murid yang datang diajak berdiskusi, memetakan kebutuhan siswa, dan memecahkan masalah melalui kerja kelompok. Perluas Wilayah Mitra ke Empat Kabupaten Pada 2014 ini, USAID PRIORITAS Jatim menambah 4 kabupaten/kota baru. Empat kabupaten/kota tersebut adalah Kab. Banyuwangi, Kab. Jombang, Kab. Lamongan, dan Kota Batu. Penambahan wilayah baru ini untuk memenuhi kuota nasional di kabupaten/kota mitra USAID PRIORI- TAS. Sementara pemilihan kabupaten/kota didasarkan pada komitmen pemerintah daerah untuk memajukan pendidikan di wilayahnya, indeks mutu pendidikan, dan indeks prestasi manusia (IPM) dalam bidang pendidikan. Menurut Silvana Erlina, koordinator USAID PRIORI- TAS Jatim, empat kabupaten/kota telah menyatakan kesediaannya untuk menjadi mitra USAID PRIORITAS hingga Mereka juga telah menyediakan dana diseminasi khusus untuk mengembangkan program USAID PRIORITAS di wilayahnya masing-masing, terangnya. Pendataan siswa pada kegiatan Early Grade Reading Assesment (EGRA) yang sudah dilaksanakan di MI Thoriqul Huda Kota Batu pada 17 November Kota Batu adalah salah satu wilayah mitra Kohor 3. Nanti empat kabupaten/kota baru ini, akan mendapatkan perlakuan yang sama dengan kabupaten/kota mitra sebelumnya. Yaitu, bantuan teknis berupa pelatihan (ToT) di tingkat provinsi bagi fasilitator daerah terpilih, pelatihan di tingkat kabupaten bagi sekolah-sekolah mitra serta pendam-pingan implementasi kurikulum dan manajemen kepala sekolah sesuai tujuan Program USAID PRIORITAS. Yaitu, meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah melalui pelatihan guru pra dan dalam jabatan; meningkatkan tata kelola dan manajemen pendidikan serta meningkatkan koordinasi antarinstitusi pendidikan di tingkat nasional, provinsi, kabupaten, dan sekolah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Batu Dra. Mistin, MM menyambut baik dengan terpilihnya Kota Batu sebagai mitra USAID PRIORITAS. Saya senang bahwa Kota Batu terpilih menjadi salah satu mitra USAID PRIORITAS kohor 3 dan kami siap menganggarkan dana untuk diseminasi pada tahun pertama kerja sama sesuai komitmen dengan USAID PRIORITAS, terangnya. (Bersambung ke hal 2)

2 Perluas Wilayah Mitra ke Empat Kabupaten (Sambungan dari hal 1) Surat penetapan kabupaten/kota untuk Kohor 3 dari Pemerintah Provinsi Jatim yang menyebutkan 4 kabupaten/kota mitra telah disetujui. Untuk tahap awal, empat kabupaten/kota telah bersama-sama dengan USAID PRIORITAS menyusun kerangka acuan kerja sama (KAK). Saat ini empat kabupaten/kota juga telah memilih kecamatan dan calon sekolah yang akan dijadikan mitra. Empat kabupaten/kota tersebut juga telah mengadakan pertemuan antara calon sekolah mitra dan USAID PRIORITAS. Tujuan pertemuan ini adalah memberikan gambaran kepada calon sekolah mitra, apa saja yang akan mereka lakukan selama bermitra dengan USAID PRIORITAS dan manfaat apa saja yang akan mereka peroleh dari bantuan tersebut, terang Silvana. (Mab) Berkunjung ke Blitar, Sulsel Tertarik dengan Inovasi Kepala Sekolah Sebanyak 80 peserta kunjungan belajar (study visit) yang terdiri atas guru, kasek, pengawas, dan pemangku pendidikan yang terpilih dari Kabupaten Wajo, Maros, dan Bantaeng menimba ilmu ke Jatim. Rombongan juga diikuti kepala Dinas Pendidikan Maros, Kabid Mapenda Kemenag Bantaeng, dan beberapa pejabat lainnya. Peserta study visit dari Makassar saat mengamati pembelajaran yang dilakukan di perpustakaan di SD Hangtuah X Juanda Sidoarjo pada 11 September 2014 Mereka memulai study visit di beberapa sekolah mitra USAID PRI- ORITAS di Blitar, yaitu di SDN Kalipang 1, SDN Kebonduren 1, MTsN Jambewangi, dan SMPN 1 Sanankulon (10/9). Keesokan hari rombongan melanjutkan kunjungan ke Sidoarjo. Di kabupaten ini rombongan mengunjungi SD Hangtuah X, SDN Sedatigede 2, MTs Nurul Huda, dan SMPN 5 Sidoarjo. Para peserta yang mengikuti study visit merasakan manfaat yang luar biasa setelah mereka mengamati sekolah-sekolah di Blitar dan Sidoarjo. Bahkan, beberapa di antaranya berjanji akan mengadopsinya untuk sekolah mereka sendiri. Menurut mereka, semua sekolah yang dikunjungi rata-rata telah menerapkan kurikulum SDN Kalipang 1 Blitar sudah menerapkan kurikulum 2013 jauh sebelum sekolahsekolah lain. Kepala Bidang Kurikulum Maros, Anshar Salam, yang ikut dalam rombongan study visit juga memberikan apresiasi besar terhadap inovasi kepala sekolah dengan konsep kepemimpinan kolektif yang diterapkan di SD Kebonduren 1. Untuk memberi rasa tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap sekolah, kasek menerapkan prinsip bahwa semua guru adalah kepala sekolah. Hal ini agak sulit diterapkan di Sulsel, tetapi praktik terbaik ini akan kami coba share sebagai pengalaman terbaik nanti di tempat kami, katanya. (Jib/Dkd) Terkesan Pajangan Kelas yang Semarak Sarmadan, SPdi Guru MIN Maros Baru Maros, Sulsel Saya terkesan saat berkunjung ke SD Hangtuah X, Sidoarjo. Selain pembelajarannya yang sudah menerapkan PAKEM seratus persen, kelaskelasnya semarak dengan pajangan. Siswa begitu kreatif memajang hasil karya di dinding kelas sehingga menarik untuk dilihat. Sekolah ini juga memiliki satu ruangan galeri yang menyimpan hasil karya terbaik siswa di setiap kelas. Luar biasa. Media Pembelajaran Beragam Berkunjung ke MTsN Jambewangi, saya mendapatkan manfaat yang luar biasa. Sekolah ini memiliki prestasi akademik yang sangat banyak, baik itu di tingkat kabupaten maupun provinsi. Selain itu, pembelajaran CTL sudah diterapkan dengan baik. Hal ini terlihat dari media pembelajaran yang dihasilkan oleh guru di setiap kelas beragam. Sekolah ini juga tidak membolehkan siswanya membawa kendaraan bermotor. Amiruddin, SPd Guru MTs Muhammadiyah Bantaeng, Sulsel 2

3 Bupati Blitar Terbitkan Perbup Pembelajaran Kelas Rangkap Blitar sebagai salah satu kabupaten mitra USAID PRIORITAS saat ini menjadi kabupaten percontohan penataan dan pemerataan guru (PPG) secara nasional. Dinas Pendidikan Kab. Blitar bersama-sama dengan badan kepegawaian daerah (BKD) dan lembaga pendidikan terkait berupaya melakukan penataan dan pemerataan guru di wilayahnya. Menurut Bupati Blitar Herry Noegroho, kondisi saat ini di wilayah utara/perkotaan terjadi penumpukan tenaga pengajar. Sementara di wilayah selatan yang merupakan wilayah perdesaan, banyak terdapat sekolah yang kekurangan tenaga pengajar. Untuk mengantisipasinya, Kab. Blitar menerapkan kelas rangkap (multigrade teaching) untuk sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pengajar. Komitmen Kabupaten Blitar untuk menata guru dengan lebih baik sehingga hak siswa untuk belajar tetap terpenuhi tertuang dalam Peraturan Bupati tanggal 8 Oktober 2014 tentang kelas rangkap. Kami juga telah melaksanakan pelatihan kelas rangkap untuk 4 SD pilot, ungkapnya. Dalam praktik kelas rangkap yang diterapkan, pembelajaran dapat digabung menjadi satu kelas untuk dua kelas yang berbeda. Syaratnya, mata pelajaran yang sedang diajarkan sama dan rencana pelaksanaan pembelajarannya (RPP) dapat digabungkan. Misalnya, pembelajaran kelas 3 dan 4 yang digabung menjadi satu dan membahas pelajaran IPA tentang tumbuhan. Suprih Siswanti, kepala SDN Suuhwadang 2 Blitar yang sekolahnya menerapkan kelas rangkap, mengungkapkan banyak manfaat yang diperoleh dengan penerapan kelas rangkap. Implementasi pembelajaran kelas rangkap di SDN Suruh Wadang 2 sangat memuaskan. Kakak kelas sangat membantu guru karena dapat menjadi tutor bagi adik kelasnya saat pembelajaran kelas rangkap diterapkan. Karena dianggap telah menerapkan implementasi (Atas) Peraturan Bupati Blitar tanggal 8 Oktober 2014 tentang kelas rangkap. (Bawah) Penerapan kelas rangkap di SDN Suruh Wadang 2 Blitar. Tampak Kelas 4 yang digabung dengan Kelas 5. PPG, Kab. Blitar ditunjuk oleh USAID PRIORITAS menjadi kabupaten percontohan nasional. Dalam presentasinya di Jakarta (14/10), Wakil Bupati Blitar Riyanto mengungkapkan, Blitar berhasil karena adanya komitmen bersama untuk menata tenaga pendidik dengan lebih baik sehingga hak siswa untuk belajar dapat terpenuhi dan merata. (Tdm) Dukung Hasil PPG Hasilnya Memuaskan Melalui Peraturan Bupati saya memberikan dukungan penuh pada pelaksanaan pemerataan dan penataan guru (PPG) di Kab. Blitar hasil kerja sama dengan USAID PRI- ORITAS. Kami siap menyediakan anggaran untuk diseminasi PKR. Herry Noegroho Bupati Kab. Blitar Suprih Siswanti Kepala SDN Suruh Wadang 2 Blitar Implementasi pembelajaran kelas rangkap di SDN Suruh Wadang 2 sangat memuaskan. Kakak kelas sangat membantu guru karena dapat menjadi tutor bagi adik kelasnya saat pembelajaran kelas rangkap diterapkan. 3

4 Belajar Kosakata Bahasa Inggris di Sudut-Sudut Sekolah Bila kita berkunjung ke SDN Kalipang 1 Kabupaten Blitar, kita akan menjumpai suasana sekolah yang semarak dengan papan-papan kecil berwarna biru yang dipajang di sudutsudut sekolah. Sekolah ini punya cara tersendiri membiasakan anak mengenal kosakata dalam bahasa Inggris, yakni menulis minimal 3 kosakata dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia setiap hari di papan-papan tersebut. Ide ini muncul setelah SDN Kalipang 1 memiliki kegiatan pengembangan diri untuk kelas tinggi (kelas 4,5, dan 6). Dari kegiatan tersebut, Witarti Prasiwi, S.Pd bersama dengan orang tua siswa melalui kegiatan peran serta masyarakat (PSM) berupaya agar siswa aktif belajar bahasa Inggris meskipun bahasa Inggris saat ini tidak lagi menjadi mata pelajaran pokok di sekolah. Saya berharap kemampuan siswa dalam bahasa Inggris meningkat meskipun saat ini bahasa Inggris bukan lagi menjadi pelajaran pokok. Caranya, membuat kegiatan pengembangan diri dan mengajak siswa terus aktif belajar bahasa Inggris seperti memasang papan English Corner ini di sudut-sudut sekolah yang kosong, terangnya. Total ada 8 papan English Corner yang terpasang di sekolah. Setiap hari siswa yang ikut dalam kegiatan pengembangan diri bahasa Inggris bergiliran mengisi minimal 3 kosakata dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Sekolah ini seminggu 2x juga mengundang 1 tutor bahasa Inggris dari luar sekolah. Adanya English Corner ini memberikan dampak positif kepada siswa. Bahkan, siswa kelas awal juga mulai terbiasa menghapal kosakata dalam bahasa Inggris. (Dkd) Glory (kanan) salah satu siswa yang tergabung dalam English Club di SDN Kalipang 1 bersama temannya sedang menulis kosakata Bahasa Inggris di English Corner. Setiap hari, setiap siswa yang tergabung dalam English Corner secara bergiliran mengisi empat kosakata Bahasa Inggris yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Kegiatan ini mulai aktif sejak Agustus 2014 lalu. Pujasera Sehat Bersama Puskesmas Untuk memantau kesehatan makanan dan minuman (mamin) yang dijual di sekolah, SDN Kalipang 1 bekerja sama dengan dokter dan puskesmas setempat secara rutin memantau mamin yang dijual di pujasera sekolah. Kegiatan ini menurut Kepala SDN Kalipang 1 Kab. Blitar Witarti Prasiwi bertujuan untuk menjaga kualitas mamin yang dijual dan menghindarkan siswanya dari jajanan sekolah yang berbahaya. Pujasera SDN Kalipang 1 Kab. Blitar menyediakan makanan sehat untuk siswa. Untuk memantau kadar gizi dan kesehatan mamin, sekolah ini bekerjasama dengan Puskesmas dan dokter setempat. Para penjual mamin di pujasera sekolah juga tidak bisa menjual makanan secara sembarangan. Mamin yang akan dijual harus melalui uji tes dari puskesmas dan menjamin tidak ada kandungan bahan berbahaya di dalamnya. Sehingga orang tua murid tidak perlu khawatir putra-putrinya akan mengonsumsi makanan tidak sehat karena seluruh mamin yang dijual disini aman dan sudah lolos uji tes, ungkapnya. (Dkd) 4

5 Mengidentifikasi Mean, Median, dan Modus dengan Stik Es Krim Di tangan Erna Budi Widiatsih, S.Pd, guru SDN Mojokarang, Kab. Mojokerto, pelajaran matematika menjadi permainan yang menyenangkan. Salah satunya saat mengidentifikasi tentang mean, median, dan modus. Dengan menggunakan stik es krim, Erna bersama-sama siswa kelas VI berhasil mengidentifikasi mean, median, dan modus. Matematika Untuk Kelas VI SD / MI pulkan bahwa modus adalah angka yang sering muncul dalam sebuah kelompok bilangan. Median Tujuh siswa Kelas VI diminta berjajar di depan kelas sambil membawa stik es krim. Kegiatan ini dilakukan untuk mengidentifikasi Mean, Median, dan Modus melalui permainan dengan memanfaatkan stik es krim. Dan satu siswa bertugas menulis hasilnya di papan tulis. Pada pelajaran matematika yang mengulas tentang mean, median, dan modus, Erna mencoba mengajak siswa mengidentifikasi bersama. Caranya, Erna menyiapkan stik es krim dan menyuruh 8 siswa maju ke depan kelas. Selanjutnya 7 siswa dibagi stik es krim masing-masing anak A=3 stik, anak B=6 stik, anak C=6 stik, anak D=5 stik, anak E=5 stik, anak F=6 stik, dan anak G=6 stik. Sedangkan anak ke-8 bertugas menulis hasilnya di papan tulis. Dengan cara ini, ternyata anak-anak bisa langsung mengidentifikasi apa yang dimaksud dengan mean, median, dan modus. Saya yakin apa yang saya lakukan bersama anak-anak ini juga akan lebih bermakna untuk mereka, ungkap Erna. Modus Untuk menemukan median, anak-anak berjajar berurutan dari batang stik yang paling sedikit dibawa di sebelah kiri hingga angka yang paling besar di kanan. Hasilnya, yang berada di sisi paling kiri adalah anak A dengan 3 batang stik dan yang paling kanan adalah anak F dengan 6 batang stik. Nah, Erna kemudian bertanya kepada anak-anak, siapakah yang berada ditengah-tengah dari jajaran anak tersebut? Anak-anak spontan menjawab Anak E yang membawa 5 batang stik. Dari kegiatan tersebut, anak-anak dapat menyimpulkan bahwa median adalah angka di tengah yang sudah diurutkan dari angka yang paling kecil hingga yang paling besar. Mean Untuk menemukan mean, anak-anak bersama-sama menghitung jumlah batang stik yang dibawa oleh anak A-G, yakni: = 35. Hasil penjumlahan seluruh batang stik tadi kemudian dibagi dengan jumlah anak yang membawa stik, yakni 35 dibagi 7 anak, hasilnya 5. Dari kegiatan tersebut, anak-anak berhasil mengidentifikasi bahwa mean adalah rata-rata jumlah bilangan yang dibagi dengan jumlah anak yakni 5. (Aph) Matematika Bukan Momok Lagi Untuk menemukan modus, 7 anak yang memegang stik tadi diminta berjajar. Ibu guru kemudian memanggil anak A dengan jumlah stik 3 batang, maka anak A maju ke depan sambil berteriak menunjukkan jumlah stiknya. Erna kemudian memanggil lagi anak B dengan jumlah stik 4 batang, maka anak B maju ke depan dan melakukan hal yang sama. Begitu seterusnya hingga anak G. Anak-anak yang lain diberikan lembar kerja dan mencari jawaban dari pertanyaan yang disampaikan di lembar jawaban. Dari pertanyaan tersebut muncul pertanyaan, ada berapa stik yang paling sering muncul yang dibawa oleh anak-anak? Jawabannya adalah 6 batang stik. Sebab, ada tiga anak yang dipanggil berteriak menyebutkan 6 batang stik yang dibawanya, yakni anak B, C, dan F. Dari peragaan tersebut anak-anak berhasil menyim- Mega Putri Pertiwi Siswi Kelas VI SDN Mojokarang Kab. Mojokerto Saya senang dengan cara mengajar Bu Erna karena kami bersama-sama diajak mengidentifikasi apa itu mean, median, dan modus. Tidak sekadar teori, kami diajak bermain tapi menghasilkan pelajaran yang menyenangkan. Matematika di tangan Bu Erna tidak lagi jadi momok buat saya. 5

6 Pertemuan Wali Murid ala Pembelajaran Aktif (Kiri): Bu Ghoniyyul Kepala SMPN 4 Lumajang (paling kanan) saat menjadi moderator dalam diskusi kelompok wali murid ala pembelajaran aktif di SMPN 4. (Kanan): Kelompok wali murid sedang memetakan kebutuhan setiap kelas melalui diskusi kelompok. Pertemuan wali murid di SMPN 4 Lumajang dibuat berbeda ala pembelajaran aktif agar wali murid memiliki gambaran yang jelas tentang pembelajaran aktif di sekolah tersebut. SMPN 4 Lumajang punya cara unik untuk menyosialisasikan penerapan program sekolah kepada wali murid. Caranya, mengajak mereka merasakan pembelajaran aktif yang dipandu oleh Kepala SMPN 4 Lumajang Dra. Ghoniyyul Khusnah, M. Si. Menurut Ibu Ghoniyyul, kegiatan ini bertujuan menanamkan empati wali murid kepada warga sekolah dalam hal ini siswa dan guru. Para wali murid tersebut diharapkan berperan aktif dalam memajukan kualitas pendidikan di sekolah itu. Sebanyak 574 wali murid dari kelas VII hingga IX secara bertahap diundang ke sekolah untuk mengikuti sosialisasi. Setiap hari rata-rata sekitar wali murid dari 2 kelas secara bergantian kami undang dalam mengikuti sosialisasi ini, terangnya. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap awal semester. Sekolah melakukan sosialiasi program-program yang akan dijalankan selama 1 semester, termasuk sosialisasi kebijakan dan tata tertib yang akan dilaksanakan oleh warga sekolah. Bedanya, kali ini seluruh wali murid berkesempatan merasakan model kegiatan diskusi aktif seperti pelatihan pembelajaran aktif. Layaknya sedang mengikuti kegiatan pelatihan, mereka diminta duduk berkelompok 5-6 orang dalam satu meja. Di atas meja juga telah tersedia alat tulis lengkap seperti yang biasa digunakan dalam pelatihan. Di antaranya, kertas plano, spidol, gunting, kertas warna, lem, dan gunting. Tentu saja kondisi yang tidak biasa ini membuat para wali murid kebingungan. Kami mau diapakan ini? tanya salah seorang wali murid. Bu Ghoniyyul yang juga merupakan guru bahasa Indonesia di sekolah itu kemudian memaparkan penjelasannya. Di awal pertemuan, persis seperti pelatihan Bu Ghoniyyul menyampaikan kesepakatan kontrak belajar kepada wali murid. Misalnya, larangan merokok, harus mengikuti kegiatan hingga selesai, larangan membunyikan telepon selular (ponsel) dan sebagainya. Wali murid kemudian paham bahwa hari itu mereka berperan layaknya siswa di dalam kelas. Selanjutnya Bu Ghoniyyul membagikan Buku Tata Tertib Siswa kepada setiap wali murid. Setiap kelompok diminta berdiskusi untuk menelaah isi buku tersebut, apakah sudah sesuai atau perlu penambahan atau revisi. Suasana ruangan pun jadi lebih hidup. Sebab, biasanya dalam pertemuan dengan wali murid, mereka hanya mendengarkan saja. Hari itu mereka berperan aktif mengemukakan pendapatnya masing-masing dalam kelompok. Hasil diskusi kelompok lantas dipresentasikan di depan ruangan oleh ketua kelompok, sementara kelompok lain menanggapi atau mengajukan pertanyaan. Hasilnya kemudian disepakati bersama oleh seluruh kelompok. Kesepakatan ini merupakan penguatan dan komitmen wali murid yang dibuat dan ditetapkan bersama dan harus dipatuhi oleh seluruh warga sekolah. Dalam pertemuan itu, juga dibentuk paguyuban kelas. Model sosialisasi tersebut terinspirasi oleh USAID PRIORITAS. Bu Ghoniyyul menyampaikan, seperti itulah model pembelajaran aktif di kelas. Wali murid pun kini menjadi lebih paham bahwa pembelajaran aktif membuat anakanak belajar dengan lebih bermakna. Dari pertemuan tersebut, muncul ide-ide kreatif dari wali murid. Padahal, sebelumnya mereka lebih bersikap pasif dan hanya mengikuti arahan kepala sekolah saja. Dengan model pertemuan seperti ini, wali murid merasa memiliki sekolah. Mereka juga tidak malu lagi mengeluarkan ide-idenya demi kemajuan sekolah, ungkap Bu Ghoniyyul. Pembentukan paguyuban kelas juga menjadi lebih berarti untuk siswa karena dapat memenuhi kebutuhan siswa apabila kebutuhan tersebut belum bisa dipenuhi pihak sekolah. (Dkd) 6

7 Sekolah Lab Mitra UM Mendapatkan Pelatihan Pembelajaran dan Manajemen Pada Agustus 2014, sebanyak 6 SD dan 3 SMP sekolah lab mitra Universitas Negeri Malang (UM) mendapatkan pelatihan manajemen sekolah dan pembelajaran PAKEM dan CTL. Kegiatan yang berlangsung di Malang ini dilaksanakan dalam 2 tahap, yakni pelatihan manajemen sekolah untuk SD dan SMP (5-7 Agustus 2014) dan pelatihan PAKEM untuk SD dan CTL untuk SMP (19-21 Agustus 2014). Kegiatan ini difasilitasi langsung oleh para dosen UM yang sudah mengikuti pelatihan USAID PRIORITAS. Pelatihan ini diikuti oleh pendidik dari unsur kepala sekolah, guru, dan komite sekolah. Menurut Kepala SDN Pisang Candi 1 Malang Dra. Sulistyawati, pihaknya melihat banyak manfaat yang bisa dipetik dari pelatihan ini, terutama terkait implementasi kurikulum Saya melihat pelatihan ini kedepan akan sangat membantu para guru di SDN Pisang Candi 1 dalam mengimplementasi kurikulum 2013 yang sebelumnya kami mendapat gambaran yang kurang jelas. Namun, pelatihan ini semakin memberikan gambaran nyata pada guru. (Dkd) Salam Pendidikan! Seuntai Kata Selamat berjumpa kembali di Swara PRIORITAS Jatim Edisi ke-8. Menginjak akhir tahun 2014, kami akan mengembangkan wilayah mitra kohor 3 ke empat kabupaten/kota. Empat kabupaten/kota tersebut meliputi Kab. Jombang, Kab. Lamongan, Kab. Banyuwangi, dan Kota Batu. Perluasan wilayah mitra ini bertujuan agar semakin banyak jangkauan program kami di kabupaten/kota di Jawa Timur terutama di wilayah yang indeks prestasi Silvana Erlina Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Jatim manusianya (IPM) masih rendah, namun memiliki komitmen tinggi dalam bidang peningkatan kualitas pendidikan. Kami telah bertemu dengan para pemangku kepentingan di tingkat kabupaten/kota kohor 3 terpilih dan menyatakan kesanggupannya untuk menjalankan program dengan baik dan menyediakan dana diseminasi guna perluasan program di kabupaten/kota masing-masing. Hal ini tentu saja kami sambut baik. Calon kabupaten/kota mitra sejak awal sudah menyatakan komitmen yang tinggi untuk memajukan pendidikan di wilayahnya masingmasing. Selain itu, selama kurun waktu Oktober Desember, serangkaian kegiatan akan dilaksanakan. Mulai pelatihan pelatih tingkat provinsi untuk modul 2 bagi seluruh mitra kohor 1, kohor 2, dan DBE, hingga pelatihan tingkat sekolah. Selama bulan ini kabupaten mitra USAID PRIORITAS juga sudah mulai melakukan diseminasi dengan dana mandiri. Di antaranya, Kab. Lumajang dan Blitar. Praktik yang baik telah mulai muncul di sekolah-sekolah mitra. Hal ini tentu saja kami sambut dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang besar dari semua pihak sehingga sejauh ini program dapat berjalan dengan baik sesuai yang diinginkan. * Kegiatan USAID PRIORITAS Jatim Bulan Oktober - Desember 2014 Seorang guru dari SDN Percobaan 2 Malang sedang memberikan pendapat pada hasil kerja kelompok yang dipajang di dinding. Kegiatan ini dilakukan pada Pelatihan PAKEM untuk sekolah lab mitra UM Malang Agustus 2014 lalu. Pelatihan Manajemen Bermanfaat Saya banyak mendapatkan pelatihan namun terkait pembelajaran. Baru kali ini saya mengikuti pelatihan tentang manajemen sekolah dan hal ini membuka wawasan saya mengenai implementasi manajemen sekolah yang baik itu seperti apa. Sudoro Rukmi, S. Pd Guru SDN Bareng 3 Malang Pemilihan wilayah mitra kohor 3, pertemuan dengan pemangku kepentingan, dan penyusunan kerangka acuan kerja sama. Pelatihan pelatih tingkat provinsi untuk modul 2 (kohor 1, kohor 2, dan DBE). Early grade reading assessment untuk kohor 1 dan 3. Monitoring dan evaluasi untuk kohor 1 dan 2. Pelatihan tingkat sekolah tentang pembelajaran SD/ MI dan SMP/MTs untuk kohor 1 dan 2. Pelatihan tingkat sekolah tentang manajemen sekolah SD/MI dan SMP/MTs untuk kohor 1 dan 2. District review & planning meeting untuk kohor 1. 7

8 Pelatihan Pelatih Tingkat Provinsi Jatim Praktik yang Baik dalam Pembelajaran SD/MI (Modul 2) bagi Mitra DBE (Gel 2) dan Kohor 2 Hotel Santika Premiere Surabaya, Oktober 2014 Peserta dari Sampang sedang mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Diskusi kelompok yang seru membahas rencana tindak lanjut (RTL) di wilayah kerjanya masing-masing. Ayu Wulandari dan Fitri Rahmaningrum dari SDN Segunung Kab. Mojokerto memperagakan alat pendeteksi perubahan suhu. Kelompok mata pelajaran IPA usai melakukan praktik, menuliskan hasil kerjanya di lembar kerja plano. Hore, hasil karyaku sudah jadi! Kelompok mata pelajaran Bahasa Indonesia memamerkan kalender cerita buatan mereka. Pelatihan Pelatih Tingkat Provinsi Jatim Praktik yang Baik dalam Manajemen SD/MI (Modul 2) bagi Mitra DBE (Gel 2) dan Kohor 2 Hotel Bumi Surabaya, 3-5 November 2014 Peserta melakukan aksi plester mulut sebagai bentuk kesadaran diri untuk fokus membaca dan tidak berbicara. Seluruh peserta asyik membaca buku dalam sesi membaca senyap. Kelompok Kab. Lumajang mempresentasikan rencana tindak lanjutnya. Newsletter ini diterbitkan oleh USAID PRIORITAS sebagai media penyebarluasan informasi dan praktik yang baik dalam bidang pendidikan. Manfaatkan berbagai praktik pendidikan yang baik, seperti ide dan pengalaman pembelajaran yang berhasil, penelitian tindakan kelas, video praktik yang baik, karya anak dan diskusi online forum sekolah. Untuk pengiriman artikel, kritik dan saran silakan kirim ke: Pondok Mutiara Blok A No. 2 Sidoarjo Jawa Timur. Telp. (031) , Fax. (031) , 8

USAID PRIORITAS: Mengutamakan Pembaharuan, Inovasi, dan Kesempatan bagi Guru, Tenaga Kependidikan, dan Siswa SWARA PRIORITAS

USAID PRIORITAS: Mengutamakan Pembaharuan, Inovasi, dan Kesempatan bagi Guru, Tenaga Kependidikan, dan Siswa SWARA PRIORITAS Edisi 05 Agust - Nov 2013 USAID PRIORITAS: Mengutamakan Pembaharuan, Inovasi, dan Kesempatan bagi Guru, Tenaga Kependidikan, dan Siswa www.prioritaspendidikan.org SWARA PRIORITAS Media Informasi Pendidikan

Lebih terperinci

USAID PRIORITAS: Mengutamakan Pembaharuan, Inovasi, dan Kesempatan bagi Guru, Tenaga Kependidikan dan Siswa. Swara Prioritas

USAID PRIORITAS: Mengutamakan Pembaharuan, Inovasi, dan Kesempatan bagi Guru, Tenaga Kependidikan dan Siswa. Swara Prioritas Jan-Mar 2015 Edisi 10 USAID PRIORITAS: Mengutamakan Pembaharuan, Inovasi, dan Kesempatan bagi Guru, Tenaga Kependidikan dan Siswa Swara Prioritas Media Informasi Pendidikan Jawa Timur Foto-foto: Hadi Kuswoyo

Lebih terperinci

USAID PRIORITAS: Mengutamakan Pembaharuan, Inovasi, dan Kesempatan bagi Guru, Tenaga Kependidikan, dan Siswa SWARA PRIORITAS

USAID PRIORITAS: Mengutamakan Pembaharuan, Inovasi, dan Kesempatan bagi Guru, Tenaga Kependidikan, dan Siswa SWARA PRIORITAS Edisi 07 April-Juni 2014 USAID PRIORITAS: Mengutamakan Pembaharuan, Inovasi, dan Kesempatan bagi Guru, Tenaga Kependidikan, dan Siswa www.prioritaspendidikan.org SWARA PRIORITAS Media Informasi Pendidikan

Lebih terperinci

SWARA PRIORITAS. Media Informasi Pendidikan Jawa Timur

SWARA PRIORITAS. Media Informasi Pendidikan Jawa Timur Okt-Des 2014 Edisi 09 USAID PRIORITAS: Mengutamakan Pembaharuan, Inovasi, dan Kesempatan bagi Guru, Tenaga Kependidikan dan Siswa www.prioritaspendidikan.org >> Halaman 4 Kerjasama dengan Perpusda Kunjungi

Lebih terperinci

Penerapan Dan Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidikan Tahun 2013

Penerapan Dan Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidikan Tahun 2013 Laporan Tahun 2013 Bidang Penerapan Dan Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Bidang Tahun 2013 I PENDIDIKAN DASAR OLEH KABUPATEN / KOTA 1. Tersedia satuan pendidikan dalam jarak yang terjangkau dengan

Lebih terperinci

USAID PRIORITAS: Mengutamakan Pembaharuan, Inovasi, dan Kesempatan bagi Guru, Tenaga Kependidikan, dan Siswa SWARA PRIORITAS

USAID PRIORITAS: Mengutamakan Pembaharuan, Inovasi, dan Kesempatan bagi Guru, Tenaga Kependidikan, dan Siswa SWARA PRIORITAS Edisi 04 Mei - Juli 2013 USAID PRIORITAS: Mengutamakan Pembaharuan, Inovasi, dan Kesempatan bagi Guru, Tenaga Kependidikan, dan Siswa www.prioritaspendidikan.org SWARA PRIORITAS Media Informasi Pendidikan

Lebih terperinci

USAID PRIORITAS: Mengutamakan Pembaharuan, Inovasi, dan Kesempatan bagi Guru, Tenaga Kependidikan, dan Siswa Feb - April 2013 SWARA PRIORITAS

USAID PRIORITAS: Mengutamakan Pembaharuan, Inovasi, dan Kesempatan bagi Guru, Tenaga Kependidikan, dan Siswa Feb - April 2013 SWARA PRIORITAS Edisi 03 USAID PRIORITAS: Mengutamakan Pembaharuan, Inovasi, dan Kesempatan bagi Guru, Tenaga Kependidikan, dan Siswa Feb - April 2013 www.prioritaspendidikan.org SWARA PRIORITAS Media Informasi Pendidikan

Lebih terperinci

USAID PRIORITAS: Mengutamakan Pembaharuan, Inovasi, dan Kesempatan bagi Guru, Tenaga Kependidikan dan Siswa. Swara Prioritas

USAID PRIORITAS: Mengutamakan Pembaharuan, Inovasi, dan Kesempatan bagi Guru, Tenaga Kependidikan dan Siswa. Swara Prioritas ISSN 977-246-059-111 Edisi 11 Mar-Jun 2015 USAID PRIORITAS: Mengutamakan Pembaharuan, Inovasi, dan Kesempatan bagi Guru, Tenaga Kependidikan dan Siswa Swara Prioritas Media Informasi Pendidikan Jawa Timur

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2011 NOMOR 41 SERI E PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 911 TAHUN 2011 TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2011 NOMOR 41 SERI E PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 911 TAHUN 2011 TENTANG BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2011 NOMOR 41 SERI E PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 911 TAHUN 2011 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DASAR KABUPATEN BANJARNEGARA BUPATI BANJARNEGARA,

Lebih terperinci

Pengantar. Modul Praktik yang Baik di SMP dan MTs II. 2 - Modul Pelatihan Praktik yang Baik di SMP dan MTs II

Pengantar. Modul Praktik yang Baik di SMP dan MTs II. 2 - Modul Pelatihan Praktik yang Baik di SMP dan MTs II Pengantar Modul Praktik yang Baik di SMP dan MTs II 2 - Modul Pelatihan Praktik yang Baik di SMP dan MTs II Modul PENATAAN DAN PEMERATAAN GURU WORKSHOP PENYAMAAN PERSEPSI Modul Pelatihan Praktik yang Baik

Lebih terperinci

KABUPATEN ACEH TENGGARA TAHUN 2012 DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN ACEH TENGGARA

KABUPATEN ACEH TENGGARA TAHUN 2012 DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN ACEH TENGGARA Buku Laporan Hasil Perhitungan SPM Pendidikan Dasar Dengan Menggunakan TRIMS KABUPATEN ACEH TENGGARA TAHUN 212 DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN ACEH TENGGARA 2 Laporan Standar Pelayanan Minimal

Lebih terperinci

UNIT 7 : PELAKSANAAN KEGIATAN KKG DAN MGMP

UNIT 7 : PELAKSANAAN KEGIATAN KKG DAN MGMP UNIT 7 : PELAKSANAAN KEGIATAN KKG DAN MGMP UNIT 7 : PELAKSANAAN KEGIATAN KKG DAN MGMP Waktu: 120 menit A. PENGANTAR Banyak upaya untuk meningkatkan kemampuan profesional guru. Salah satu kegiatan yang

Lebih terperinci

UNIT 6 : KKG DAN MGMP A. Pengelolaan KKG dan MGMP B. Praktik KKG dan MGMP Untuk Meningkatkan PAKEM

UNIT 6 : KKG DAN MGMP A. Pengelolaan KKG dan MGMP B. Praktik KKG dan MGMP Untuk Meningkatkan PAKEM UNIT 6 : KKG DAN MGMP A. Pengelolaan KKG dan MGMP B. Praktik KKG dan MGMP Untuk Meningkatkan PAKEM UNIT 6 : KKG DAN MGMP A. Pengelolaan KKG dan MGMP Waktu : 3 jam 45 menit A. Pendahuluan Pada paket pelatihan

Lebih terperinci

PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN

PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN e-pemantauan dan Evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN Nama

Lebih terperinci

Helmi Nurul Hikmah Guru Matematika MTsN Tanah Grogot

Helmi Nurul Hikmah Guru Matematika MTsN Tanah Grogot PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE STAD UNTUK MENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA PADA MATERI UKURAN PEMUSATAN DATA (STATISTIKA) SISWA KELAS IXF MTsN TANAH GROGOT: PENGALAMAN LESSON STUDY Helmi Nurul

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 14 TAHUN : PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 14 TAHUN TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PENDIDIKAN DASAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KULON

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN

PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN (PAKem) Waktu: 2 jam A. PENGANTAR Pembelajaran merupakan salah satu unsur penentu baik tidaknya lulusan yang dihasilkan oleh suatu sistem pendidikan.

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Adanya dukungan dan fasilitasi institusi-institusi tersebut dalam penerapan sistem penjaminan mutu eksternal sesuai

KATA PENGANTAR. Adanya dukungan dan fasilitasi institusi-institusi tersebut dalam penerapan sistem penjaminan mutu eksternal sesuai KATA PENGANTAR Sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, Kementerian Pendidikan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN/KOTA

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN/KOTA SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN/KOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan berdasarkan permasalahan yang terjadi di kelas I SDN Tingkir Lor 1 Salatiga. Sebelum dilaksanakannya

Lebih terperinci

PANDUAN PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK PENDAMPINGAN FASILITATOR SMP/MTs

PANDUAN PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK PENDAMPINGAN FASILITATOR SMP/MTs PANDUAN PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK PENDAMPINGAN FASILITATOR SMP/MTs Oktober 2016 Panduan penggunaan video pembelajaran untuk pendampingan fasilitator SD/MI ini dikembangkan dengan dukungan penuh

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tentang penerapan metode Bamboo Dancing pada mata

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tentang penerapan metode Bamboo Dancing pada mata BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tentang penerapan metode Bamboo Dancing pada mata pelajaran Bahasa Arab materi al- Unwa>n untuk meningkatkan keterampilan berbicara

Lebih terperinci

Hasil Perhitungan SPM

Hasil Perhitungan SPM THE WORLD BANK Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Utara Juli 2012 Buku Laporan Hasil Perhitungan SPM Menggunakan Aplikasi TRIMS (Tool for Reporting and Information Management by Schools)

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN/KOTA

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN/KOTA SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN/KOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

VISI TK ISLAM PLUS ASSALAMAH UNGARAN. Membangun Generasi yang Cerdas,Terampil,Tangguh,Cinta Tanah Air dan Berakhlaqul Karimah

VISI TK ISLAM PLUS ASSALAMAH UNGARAN. Membangun Generasi yang Cerdas,Terampil,Tangguh,Cinta Tanah Air dan Berakhlaqul Karimah VISI TK ISLAM PLUS ASSALAMAH UNGARAN Membangun Generasi yang Cerdas,Terampil,Tangguh,Cinta Tanah Air dan Berakhlaqul Karimah Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Direktorat Jenderal Pendidikan Anak

Lebih terperinci

CERITA-CERITA HASIL PROSES PEMBELAJARAN

CERITA-CERITA HASIL PROSES PEMBELAJARAN A CERITA-CERITA CERITA-CERITA HASIL PROSES PEMBELAJARAN embelajaran aktif yang dikemas dengan cara kreatif dan menyenangkan, tentu menyisakan Pcerita-cerita berkesan. Kesan itu tidak hanya tertangkap dari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memberikan peran yang lebih besar kepada pemerintah daerah untuk

BAB I PENDAHULUAN. memberikan peran yang lebih besar kepada pemerintah daerah untuk BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Otonomi daerah yang dilaksanakan per 1 Januari 2001 telah memberikan peran yang lebih besar kepada pemerintah daerah untuk mengurus sendiri urusan pemerintahannya, berdasarkan

Lebih terperinci

gugushandaka.wordpress.com RESEP PELAKSANAAN KEGIATAN KKG DAN MGMP Waktu : 3 jam

gugushandaka.wordpress.com RESEP PELAKSANAAN KEGIATAN KKG DAN MGMP Waktu : 3 jam Unit 8 gugushandaka.wordpress.com RESEP PELAKSANAAN KEGIATAN KKG DAN MGMP Waktu : 3 jam A. PENGANTAR Banyak upaya untuk meningkatkan kemampuan profesional guru. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah

Lebih terperinci

Lampiran data-data hasil wawancara dengan Kementrian Pendidikan dan. via pada hari Selasa tanggal 31 Mei 2016, pada pukul 14:21 WIB.

Lampiran data-data hasil wawancara dengan Kementrian Pendidikan dan. via  pada hari Selasa tanggal 31 Mei 2016, pada pukul 14:21 WIB. Lampiran 1 Lampiran data-data hasil wawancara dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Anies Baswedan. Wawancara dilakukan via E-mail pada hari Selasa tanggal 31 Mei 2016, pada pukul

Lebih terperinci

INFOGRAFIS HARI PERTAMA SEKOLAH

INFOGRAFIS HARI PERTAMA SEKOLAH INFOGRAFIS HARI PERTAMA SEKOLAH Hari Pertama Untuk Melihat Rumah Kedua Sekolah adalah rumah kedua Anak-anak kita menggunakan sebagian waktunya di sekolah 2015 Mereka mengisi 1/3 harinya dengan berkegiatan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2013 TENTANG SALINAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL

Lebih terperinci

belajar, belajar seraya bermain, dengan demikian anak akan memiliki kesempatan untuk bereksplorasi, menemukan, mengekspresikan perasaan dan

belajar, belajar seraya bermain, dengan demikian anak akan memiliki kesempatan untuk bereksplorasi, menemukan, mengekspresikan perasaan dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan di Taman kanak-kanak/ TK merupakan pendidikan yang menjadi pondasi dari seluruh pendidikan yang akan ditempuh di jenjang selanjutnya. TK/ taman kanak-kanak

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas II SD Kutowinangun 08. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar

Lebih terperinci

Lebih Mudah Mengerjakan Soal Matematika

Lebih Mudah Mengerjakan Soal Matematika Lebih Mudah Mengerjakan Soal Matematika Liana Zahara (13) itu nama saya. Sekarang saya belajar di SMP Negeri 2 Binjai-SUMUT. Saat menulis cerita ini, saya tengah menyiapkan diri menghadapi final kompetisi

Lebih terperinci

RENCANA AKSI STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PENDIDIKAN DASAR

RENCANA AKSI STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PENDIDIKAN DASAR RENCANA AKSI STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PENDIDIKAN DASAR NO JENIS PELAYANAN INDIKATOR SUB INDIKATOR KEGIATAN VOL SATUAN NILAI JUMLAH TARGET JUMLAH DANA TARGET JUMLAH DANA 2013 Rp 2014 Rp 1 2 3 1

Lebih terperinci

CAPAIAN, TARGET, DAN RENCANA PEMBIAYAAN SPM BIDANG PENDIDIKAN DASAR

CAPAIAN, TARGET, DAN RENCANA PEMBIAYAAN SPM BIDANG PENDIDIKAN DASAR CAPAIAN, TARGET, DAN RENCANA PEMBIAYAAN SPM BIDANG PENDIDIKAN DASAR KABUPATEN/KOTA : BANYUWANGI PROVINSI : JAWA TIMUR NO TARGET (%) PROGRAM/ KEGIATAN masukkan bahan RENCANA PEMBIAYAAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Lebih terperinci

UNIT 4 KUNJUNGAN SEKOLAH

UNIT 4 KUNJUNGAN SEKOLAH UNIT 4 KUNJUNGAN SEKOLAH UNIT 4 KUNJUNGAN SEKOLAH Pendahuluan Pengawas sekolah adalah tenaga kependidikan profesional yang berfungsi sebagai unsur pelaksana supervisi pendidikan yang mencakup supervisi

Lebih terperinci

BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 29 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PENDIDIKAN DASAR KABUPATEN BELITUNG

BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 29 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PENDIDIKAN DASAR KABUPATEN BELITUNG SALINAN BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 29 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PENDIDIKAN DASAR KABUPATEN BELITUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BELITUNG, Menimbang

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA. NOMOR 129a/U/2004 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PENDIDIKAN

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA. NOMOR 129a/U/2004 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PENDIDIKAN KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 129a/U/2004 TENTANG BIDANG PENDIDIKAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, Menimbang : a. bahwa dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Pelaksanaan Siklus 1 Dalam Siklus 1 terdapat 3 kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut: a. Perencanaan (Planning) Pada siklus

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1. Kondisi Awal 1.1.1. Kondisi Aktifitas Pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran khususnya pembelajaran IPA di SDN Kalangsono 02 Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang

Lebih terperinci

AYO MENABUNG!! Oleh: Sylvana Novilia S. A. Pendahuluan

AYO MENABUNG!! Oleh: Sylvana Novilia S. A. Pendahuluan AYO MENABUNG!! Oleh: Sylvana Novilia S A. Pendahuluan Pada hari Selasa, 20 September 2011 saya dan Christi Matitaputty mengunjungi SDN 21 Palembang untuk mempraktekkan pembelajaran PMRI bersama dengan

Lebih terperinci

Tim Pendampingan PUAP BPTP Jatim

Tim Pendampingan PUAP BPTP Jatim Workshop Penumbuhan LKM-A pada Gapoktan PUAP di Jawa Timur 29-30 Agustus 2012 Di Hotel Pelangi Malang Oleh: Tim Pendampingan PUAP BPTP Jatim Pendahuluan Menurut definisinya, workshop atau lokakarya bisa

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENENTUKAN KPK DAN FPB MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENENTUKAN KPK DAN FPB MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter (JIPK) Vol. 1, No. 1, September 2016 ISSN 2541-0393 (Media Online) 2541-0385 (Media Cetak) PENINGKATAN KEMAMPUAN MENENTUKAN KPK DAN FPB MELALUI SD Negeri 01 Kebonsari,

Lebih terperinci

HASIL MONITORING DAN EVALUASI KEGIATAN PILOTING DAN LESSON STUDY PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SEKOLAH MENENGAH KOTA MALANG

HASIL MONITORING DAN EVALUASI KEGIATAN PILOTING DAN LESSON STUDY PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SEKOLAH MENENGAH KOTA MALANG HASIL MONITORING DAN EVALUASI KEGIATAN PILOTING DAN LESSON STUDY PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SEKOLAH MENENGAH KOTA MALANG Eko Sri Sulasmi dan Sri Rahayu Lestari Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang

Lebih terperinci

Petunjuk Pelaksanaan

Petunjuk Pelaksanaan Petunjuk Pelaksanaan Olimpiade IPS Tingkat SMP/MTs se - Jawa Timur A. PENDAHULUAN Kegiatan Olimpiade IPS tingkat SMP/MTs se - Jawa Timur ini dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan IPS (HMP IPS)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Analisis Situasi

BAB I PENDAHULUAN. A. Analisis Situasi BAB I PENDAHULUAN Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan program kegiatan yang dilakukan oleh pihak Universitas Negeri Yogyakarta sebagai pengembangan kompetensi mahasiswa dan latihan kependidikan.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 25 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Subyek Penelitian SD Negeri Kalisalak terletak di Desa Kalisalak, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Dengan batas sebelah timur Kelurahan Kauman,

Lebih terperinci

DISKUSI PANEL I INOVASI PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENINGKATAN PELAYANAN PENDIDIKAN: KASUS KABUPATEN KETAPANG

DISKUSI PANEL I INOVASI PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENINGKATAN PELAYANAN PENDIDIKAN: KASUS KABUPATEN KETAPANG DISKUSI PANEL I INOVASI PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENINGKATAN PELAYANAN PENDIDIKAN: KASUS KABUPATEN KETAPANG Rapat Kerja Nasional TNP2K & Kemendikbud Jakarta, 25 Agustus 2015 KONDISI AWAL TINGKAT KEHADIRAN

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Tlogo Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Jumlah siswa kelas 4 pada SDN

Lebih terperinci

BUPATI BANGKA SALINAN PERATURAN BUPATI BANGKA NOMOR 36 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN BANGKA

BUPATI BANGKA SALINAN PERATURAN BUPATI BANGKA NOMOR 36 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN BANGKA BUPATI BANGKA SALINAN PERATURAN BUPATI BANGKA NOMOR 36 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN BANGKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANGKA, Menimbang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Efektivitas proses..., Hani Khotijah Susilowati, FISIP UI, Universitas Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Efektivitas proses..., Hani Khotijah Susilowati, FISIP UI, Universitas Indonesia 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada awal abad XXI, dunia pendidikan di Indonesia menghadapi tiga tantangan besar. Tantangan pertama, sebagai akibat dari krisis ekonomi, dunia pendidikan dituntut

Lebih terperinci

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL A. PERSIAPAN Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan mata kuliah yang diprogramkan dalam rangka mempersiapkan mahasiswa sebagai calon pendidik untuk

Lebih terperinci

PANDUAN WAWANCARA. Tempat Wawancara :.. Tanggal Wawancara :..

PANDUAN WAWANCARA. Tempat Wawancara :.. Tanggal Wawancara :.. Lampiran 1 PANDUAN WAWANCARA Nama :.. Jabatan :.. Tempat Wawancara :.. Tanggal Wawancara :.. A. GURU IPA 1. Apakah anda mengetahui di SMP Negeri 1 Bandungan ada program supervisi kunjungan kelas? 2. Apakah

Lebih terperinci

UNIT 5 MEMBUAT RENCANA TINDAK LANJUT (RTL)

UNIT 5 MEMBUAT RENCANA TINDAK LANJUT (RTL) UNIT 5 MEMBUAT RENCANA TINDAK LANJUT (RTL) UNIT 5 MEMBUAT RENCANA TINDAK LANJUT (RTL) Pendahuluan Peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan oleh semua pihak secara berkesinambungan. Peran kepala sekolah,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prasayarat mutlak untuk mencapai tujuan pembangunan. Salah satu wahana untuk meningkatkan kualitas SDM tersebut

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Gambaran Umum SD Negeri Sunggingsari SD Negeri Sunggingsari terletak di Desa Sunggingsari Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung. Berdiri

Lebih terperinci

BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Semenjak Negara Indonesia berdiri, The founding fathers bangsa ini sudah

BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Semenjak Negara Indonesia berdiri, The founding fathers bangsa ini sudah 1 BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Semenjak Negara Indonesia berdiri, The founding fathers bangsa ini sudah menanamkan semangat dan tekad untuk memperjuangkan keadilan bagi seluruh warga negara,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN DALAM PRESTASI, TERAMPIL DALAM KARYA DAN BUDAYA, BERWAWASAN IPTEK, BERLANDASKAN IMTAQ.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN DALAM PRESTASI, TERAMPIL DALAM KARYA DAN BUDAYA, BERWAWASAN IPTEK, BERLANDASKAN IMTAQ. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian SMP Negeri 2 Suruh Kabupaten Semarang, terletak di Jalan Salatiga- Dadapayam Km. 11 Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian ini merupakan kerja kolaborasi antara observer dan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian ini merupakan kerja kolaborasi antara observer dan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Hasil penelitian ini merupakan kerja kolaborasi antara observer dan peneliti yang juga sebagai guru mata pelajaran yang terlibat dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL A. PERSIAPAN Kegiatan PPL dilaksanakan kurang lebih selama satu bulan, dimana mahasiswa PPL harus benar-benar mempersiapkan diri baik mental maupun fisik.

Lebih terperinci

UNIT 8 BAGAIMANA MEMBERDAYAKAN MGMP?

UNIT 8 BAGAIMANA MEMBERDAYAKAN MGMP? UNIT 8 BAGAIMANA MEMBERDAYAKAN MGMP? (Unit 8 ini khusus untuk Pelatihan Fasilitator) UNIT 8 BAGAIMANA MEMBERDAYAKAN MGMP? Pendahuluan Peningkatan profesionalisme guru dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. belajar materi cerpen yakni dalam mengidentifikasi unsur-unsur cerpen

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. belajar materi cerpen yakni dalam mengidentifikasi unsur-unsur cerpen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Data hasil penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan penilaian. Wawancara dilakukan kepada guru mata pelajaran Bahasa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. ruang kepala sekolah, 1 ruang guru, 1 mushola, 1 ruang perpustakaan, 1 lab

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. ruang kepala sekolah, 1 ruang guru, 1 mushola, 1 ruang perpustakaan, 1 lab BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Kenaran 2 Prambanan yang terletak di Jl. Watubalik, Sumberharjo, Prambanan,

Lebih terperinci

Model Quantum Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pecahan. Wiji Astutik. SDN Patungrejo Kutorejo Mojokerto

Model Quantum Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pecahan. Wiji Astutik. SDN Patungrejo Kutorejo Mojokerto Model Quantum Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pecahan Wiji Astutik SDN Patungrejo Kutorejo Mojokerto Email: astutikwiji498@gmail.com Tersedia Online di http://www.jurnal.unublitar.ac.id/ index.php/briliant

Lebih terperinci

Paket 11 PENGEMBANGAN SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BI

Paket 11 PENGEMBANGAN SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BI Paket 11 PENGEMBANGAN SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BI Pendahuluan 11-1 Rencana Pelaksanaan Perkuliahan,,,,. Waktu 3x50 menit 11-2 11-3 11-4 Lembar Kegiatan 11.1A 11-5 Lembar Kegiatan 11.1B

Lebih terperinci

PENERAPAN COOPERATIVE GI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IX-B SMP NEGERI 3 SANGGAU PENGALAMAN LESSON STUDY PADA KEGIATAN ON GOING TEQIP 2013

PENERAPAN COOPERATIVE GI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IX-B SMP NEGERI 3 SANGGAU PENGALAMAN LESSON STUDY PADA KEGIATAN ON GOING TEQIP 2013 PENERAPAN COOPERATIVE GI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IX-B SMP NEGERI 3 SANGGAU PENGALAMAN LESSON STUDY PADA KEGIATAN ON GOING TEQIP 2013 Nining Wijiyanti SMP Negeri 10 Sanggau Kalimantan Barat

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan 1.1.1. Deskripsi Kondisi Awal Proses pembelajaran matematika pada pra siklus guru menggunakan metode pembelajaran konvensional, dimana guru

Lebih terperinci

Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar. Pedoman Fasilitator. Tentang pedoman ini

Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar. Pedoman Fasilitator. Tentang pedoman ini Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar Pedoman Fasilitator Tentang pedoman ini Pedoman ini memuat informasi untuk membantu fasilitator mempersiapkan dan menyampaikan pelatihan mengenai Epidemiologi Lapangan

Lebih terperinci

Pembentukan TIM PENGEMBANG SEKOLAH/ MADRASAH (TPS/M)

Pembentukan TIM PENGEMBANG SEKOLAH/ MADRASAH (TPS/M) Pedoman Untuk Kepala Sekolah/Madrasah Pembentukan TIM PENGEMBANG SEKOLAH/ MADRASAH (TPS/M) (Edisi September 2011) Untuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1. Pelaksanaan Tindakan Pada bagian pelaksanaan tindakan, akan diuraikan empat subbab yaitu kondisi awal, siklus 1, siklus 2 dan pembahasan

Lebih terperinci

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN ANALISIS HASIL

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN ANALISIS HASIL BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN ANALISIS HASIL A. Persiapan PPL 1. Persiapan Program dan Kegiatan PPL Persiapan sangat diperlukan oleh mahasiswa sebelum diterjunkan secara langsung ke sekolah untuk melaksanakan

Lebih terperinci

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL Pada bab ini akan diuraikan tentang persiapan PPL, pelaksanaan program dan analisis hasil program PPL yang telah dirumuskan pada program PPL yang tertuang

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG MATRIK RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN

PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG MATRIK RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG MATRIK RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN 2015-2019 V I S I M I S I 1 : TERWUJUDNYA MASYARAKAT LUMAJANG YANG SEJAHTERA DAN BERMARTABAT : Meningkatkan Kualitas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Awal Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Kumpulrejo 02 Salatiga Kecamatan Argomulyo. Kepala Sekolah dari SD

Lebih terperinci

PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA

PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 23 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PENDIDIKAN DI KOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 41 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini menyajikan dua hal penting yaitu deskripsi hasil penelitian dan pembahasan. Hasil penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, hasil belajar, dan refleksi

Lebih terperinci

PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN

PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN e-pemantauan dan Evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN Nama

Lebih terperinci

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat Naskah Soal Ujian Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Petunjuk: Naskah soal terdiri atas 7 halaman. Anda tidak diperkenankan membuka buku / catatan dan membawa kalkulator (karena soal yang diberikan tidak

Lebih terperinci

Pelaksanaan, Monitoring, Evaluasi, Pelaporan, dan Pemutakhiran RKS/M/RKT/RKAS

Pelaksanaan, Monitoring, Evaluasi, Pelaporan, dan Pemutakhiran RKS/M/RKT/RKAS Untuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pedoman Untuk Kepala Sekolah/Madrasah Pelaksanaan, Monitoring, Evaluasi, Pelaporan, dan Pemutakhiran RKS/M/RKT/RKAS KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI

BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI BAB I PENDAHULUAN Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu kegiatan latihan kependidikan dilaksanakan oleh mahasiswa dalam hal ini mahasiswa dari program studi kependidikan Universitas Negeri

Lebih terperinci

Soal Beserta Pembahasan Kunci Jawaban Pembelajaran Kelas Rangkap PDGK4302

Soal Beserta Pembahasan Kunci Jawaban Pembelajaran Kelas Rangkap PDGK4302 Soal Beserta Pembahasan Kunci Jawaban Pembelajaran Kelas Rangkap PDGK4302 1. Pembelajaran kelas rangkap adalah bentuk pembelajaran yang mempersyaratkan seorang guru mengajar dalam A. satu ruang kelas atau

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ` BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Awal Pra Siklus Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan di SMP Negeri 8 Salatiga pada kelas VIII B Semester II Tahun Ajaran 2011/2012. Kelas yang akan digunakan

Lebih terperinci

Kategori Frekuensi Persentase (%) 1. < 65 Tidak Tuntas 6 23, Tuntas 20 76,92 Jumlah

Kategori Frekuensi Persentase (%) 1. < 65 Tidak Tuntas 6 23, Tuntas 20 76,92 Jumlah BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Sidorejo Lor 04 Salatiga. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan tahap-tahap penelitian

Lebih terperinci

Contoh Penyusunan PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) UJIAN PENDIDIKAN KESETARAAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Contoh Penyusunan PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) UJIAN PENDIDIKAN KESETARAAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 1 Contoh Penyusunan PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) UJIAN PENDIDIKAN KESETARAAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 2 DAFTAR ISI Halaman A. Pengertian 3 B. Penyelenggara Ujian Pendidikan Kesetaraan 3 C. Peserta

Lebih terperinci

Aminudin 1. SDN Sukorejo 01, Kota Blitar 1

Aminudin 1. SDN Sukorejo 01, Kota Blitar   1 Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Question Student Have (QSH) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Pengukuran pada Siswa Kelas IV Aminudin 1 1 SDN Sukorejo 01, Kota Blitar Email:

Lebih terperinci

nilai tertinggi nilai terendah (log n) (log 32)

nilai tertinggi nilai terendah (log n) (log 32) 45 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Tlogo 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Subyek yang menjadi penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan Pada bab ini akan menguraikan tiga sub judul yaitu deskripsi prasiklus, deskripsi siklus I, dan deskripsi siklus II. Deskripsi Prasiklus

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Deskripsi Siklus I Deskripsi siklus 1 menjelaskan tentang tahap rencana tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi, dan refleksi.

Lebih terperinci

Indikator Kinerja Program. A. Standar Pelayanan Minimal (SPM)

Indikator Kinerja Program. A. Standar Pelayanan Minimal (SPM) No. Indikator Kinerja Program A. Standar Pelayanan Minimal (SPM) Satuan Tabel 2.7. Pencapaian Kinerja pelayanan Dinas Pendidikan Kabupaten Kulon Progo Tahun 2011-2016 Target Target Kinerja Program Realisai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. D. Tahapan Magang Kegiatan magang terdiri dari dua kegiatan yaitu: pembekalan magang, dan magang di sekolah.

BAB I PENDAHULUAN. D. Tahapan Magang Kegiatan magang terdiri dari dua kegiatan yaitu: pembekalan magang, dan magang di sekolah. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebijakan kurikulum di LPTK memiliki dampak terhadap kurikulum STKIP PGRI Tulungagung. Hasil peninjauan kembali kurikulum STKIP PGRI Tulungagung yang berbasis KKNI telah

Lebih terperinci

BAB II KEGIATAN PPL A. Kegiatan PPL 1. Persiapan PPL

BAB II KEGIATAN PPL A. Kegiatan PPL 1. Persiapan PPL BAB II KEGIATAN PPL A. Kegiatan PPL 1. Persiapan PPL Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah kegiatan yang wajib ditempuh oleh mahasiswa S1 UNY program kependidikan karena orientasi utamanya adalah kependidikan.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 42 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada Sekolah Dasar Negeri Mangunsari 02 Salatiga dengan jumlah siswa 17 siswa. Sebelum dilakukan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang berjumlah 29 siswa, terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 17 siswa

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang berjumlah 29 siswa, terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 17 siswa 47 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di MI Darus Salam Kalipang yang berada di Jalan masjid dusun Krikilan desa Kalipang,

Lebih terperinci

Jumlah kelompok permukiman permanen yang sudah dilayani SD/MI dalam jarak kurang dari 3 KM. Jumlah kelompok permukiman permanen di kab/kota

Jumlah kelompok permukiman permanen yang sudah dilayani SD/MI dalam jarak kurang dari 3 KM. Jumlah kelompok permukiman permanen di kab/kota Analisis Capaian Standar Pelayanan Minimal IP-1.1 = (a) Permukiman Permanen=penduduk yang berjumlah 1000 org, khusus di daerah terpencil; (b) Kewajiban kab/kota=1 Sekolah/Madrasah bisa saja berada dalam

Lebih terperinci

/ KEPUTUSAN MENTER! PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

/ KEPUTUSAN MENTER! PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA / KEPUTUSAN MENTER! PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 129a/U /2004 TENTANG BIDANG PENDIDIKAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL Menirnbang: a. Bahwa dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 ten tang

Lebih terperinci

Pangkalan Data Penjaminan Mutu Pendidikan. Negara Kesatuan Republik Indonesia. Panduan EDS Kepala Sekolah PADAMU NEGERI

Pangkalan Data Penjaminan Mutu Pendidikan. Negara Kesatuan Republik Indonesia. Panduan EDS Kepala Sekolah PADAMU NEGERI Pangkalan Data Penjaminan Mutu Pendidikan Negara Kesatuan Republik Indonesia Panduan EDS Kepala Sekolah Dokumen ini diperuntukkan bagi PTK dan Siswa KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN

Lebih terperinci

Kisi-kisi Panduan Wawancara Kebutuhan Pembinaan Sekolah Imbas Adiwiyata

Kisi-kisi Panduan Wawancara Kebutuhan Pembinaan Sekolah Imbas Adiwiyata Lampiran 1 Kisi-kisi Panduan Wawancara Kebutuhan Pembinaan Sekolah Imbas Adiwiyata No Tujuan A. Menemukan gambaran model pembinaan yang selama ini digunakan untuk B. membina sekolah Adiwiyata, yaitu mulai

Lebih terperinci

Kisi-kisi Panduan Wawancara Kebutuhan Pembinaan Sekolah Imbas Adiwiyata

Kisi-kisi Panduan Wawancara Kebutuhan Pembinaan Sekolah Imbas Adiwiyata Lampiran 1 Kisi-kisi Panduan Wawancara Kebutuhan Pembinaan Sekolah Imbas Adiwiyata No Tujuan A. Menemukan gambaran model pembinaan yang selama ini digunakan untuk B. membina sekolah Adiwiyata, yaitu mulai

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Hasil Penelitian 4.1 Gambaran SMK T & I Kristen Salatiga Penelitian ini dilaksanakan di SMK T & I Kristen Salatiga, provinsi Jawa Tengah.SMK T&I Kristen Salatiga

Lebih terperinci