Perdagangan Nilai Tambah (Trade in Value Added) Kementerian Perdagangan 28 April 2015

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Perdagangan Nilai Tambah (Trade in Value Added) Kementerian Perdagangan 28 April 2015"

Transkripsi

1 Perdagangan Nilai Tambah (Trade in Value Added) Kementerian Perdagangan 28 April 2015

2 Nilai tambah - konsep Nilai tambah : tambahan nilai terhadap barang antara setelah berubah menjadi barang baru (misal barang akhir) Merakit mobil: menghasilkan barang akhir Barang antara : semua komponen ($ ) Proses produksi: merakit komponen menjadi mobil ($ 2.000) Nilai barang baru (mobil) = $ Nilai tambah (mobil) = $ $ = $ 2.000

3 Nilai tambah - konsep Proses produksi terjadi menggunakan faktor produksi tenaga kerja, modal, dan entrepreneurship Nilai tambah biaya yang dikeluarkan untuk membayar faktor produksi: upah (tenaga kerja) bunga + sewa (modal) keuntungan (entrepreneurship) Nilai tambah setiap komponen (barang antara) dapat dihitung dengan cara yang sama.

4 Nilai tambah - konsep Nilai tambah memberikan informasi: Pendapatan faktor produksi Teknologi produksi (padat karya atau padat modal) Jumlah faktor produksi yang digunakan Total nilai tambah seluruh barang yang dihasilkan mencerminkan produksi nasional

5 Teori Perdagangan Internasional Teori perdagangan internasional klasik Konsumsi dan produksi tidak perlu dilakukan di lokasi yang sama Setiap perekonomian memiliki sumber daya yang unik yang kemudian menentukan keunggulan komparatif nya Negara akan eksport barang yang memiliki keunggulan komparatif dan import barang tidak memilik keunggulan komparatif

6 Distribusi Nilai tambah & Perdagangan I.. Pasar Domestik III tidak Bahan baku Proses Produksi Barang antara Proses Produksi Barang jadi Unggul Kompara tif? I II III Distribusi ya Sumbangan terhadap Produksi Nasional/ Nilai Tambah Pasar Eksport

7 Nilai tambah & perdagangan Seluruh kegiatan ekonomi yang menghasilkan nilai tambah terjadi di dalam negeri: Proses produksi (I dan II) Distribusi (III) Nilai eksport hampir sepenuhnya menunjukan kontribusinya terhadap produksi/nilai tambah nasional Sebaliknya nilai import tidak memberi kontribusi lansung terhadap produksi/nilai tambah nasional

8 Nilai tambah & perdagangan Apabila tidak ada hambatan perdagangan pola perdagangan Perekonomian kaya tenaga kerja eksport barang padat karya dan import barang padat modal Perekonomian kaya modal eksport barang padat modal dan import barang padat karya Manfaat perdagangan: effisensi ekonomi dari perdagangan bebas (kerja sama perdagangan)

9 Teori Perdagangan Terkini Teori perdagangan internasional Terkini Konsumsi dan produksi tidak perlu dilakukan di lokasi yang sama Produksi tidak perlu dilakukan di lokasi yang sama Produksi bisa di unbundle menjadi beberapa tugas/task yang merupakan rantai proses produksi. Setiap perekonomian bisa memiliki keunggulan komparatif diberbagai tugas/task

10 Proses Produksi Terkini. Source: Escaith & Inomata, Geometry of gloval value chains in East Asia

11 Pergeseran Pola Perdagangan. Keunggulan komparatatif tidak dikaitkan dengan barang tetapi dengan proses produksi (tugas/task) Perekonomian akan eksport proses produksi yang memiliki keunggulan komparatif dan akan import proses produksi yang tidak memiliki keunggulan komparatif. Jasa menjadi bagian penting dari perdagangan internasional Manfaat perdagangan lebih tepat diukur dengan Nilai Tambah

12 T-2 Task 4 Task 1 Task 3 Task 5 Nilai tambah & Perdagangan II Pasar Import Bahan Baku & Antara Pasar Import Distribusi N Task 1 N Task 3 N Bahan baku Task 1 CA? Y T-1 Barang antara Task 3 CA? Y T-3 Barang jadi Task 5 CA? Task 5 Task 2 CA? I T-2 Task 4 CA? T-4 Y Task 5 Task 2 N Task 4 Pasar Import Bahan Baku & Antara N Konsumen Akhir (Eksport & Domestik)

13 Proses produksi terkini Produksi barang elektronik

14 Siapa yang menikmati ipod.. Component Supplier Country Costs Hard Drive Toshiba Japan $ Display module Toshiba-Matsushita Japan $ Video Broadcom US $ 8.36 CPU PortalPlayer US $ 4.94 Insertion, test and assembly Inventec Taiwan $ 3.70 Battery Pack Unknown?? $ 2.89 Display driver Renesas Japan $ 2.88 SDRAM Memory Samsung Korea $ 2.37 Back enclosure Unknown?? $ 2.30 Mainboard PCB Unknown?? $1.90 Other inputs $ TOTAL (price) $ 144 Source: Linden,et.al, Who captures value in a global innovation system the case of Apple ipod

15 Siapa yang menikamati ipod Perakitan ipod dilakukan di Tiongkok dengan harga pabrik $ 144 Komponen biaya dari Jepang (66%) ; US (9%); Taiwan (3%) dan Korea (2%); sisanya dari berbagai negara termasuk Tiongkok (19%) Kontribusi Tiongkok diperkirakan sebesar $ 14 (10% dari harga pabrik)

16 Siapa yang menikmati ipod ipod dieksport dari Tiongkok ke US jadi tercatat sebagai ekspor Tiongkok sebesar $ 144 Biaya distribusi ipod di US sebesar $ 155 dan harga eceran $ 299 Negara mana yang menikmati paling besar dari sebuah ipod?

17 Siapa yang menikmati ipod.. Dilihat dari sumber pemasok: Jepang adalah penerima nilai terbesar dari ipod (dari Harddrive dan Display module) Namun tidak semua komponen tersebut di hasilkan di Jepang; sebagian besar dirakit di Tiongkok Tiongkok mendapat manfaat yang lebih besar dari eksport ipod

18 Manfaat dari perdagangan.. Nilai eksport dan import tidak menunjukan negara mana yang mendapat manfaat dari perdagangan. Nilai export dan import tidak menunjukan berapa nilai tambah yang disumbangkan terhadap perekonomian Dengan makin tingginya GVC neraca perdagangan tidak lagi mencerminkan arus perdagangan yang akurat

19 Implikasi Bagi Neraca Perdagangan. Ilustrasi: Negara A mengekspor sebuah barang ke B senilai $ 100 Barang tersebut diolah di negara B menjadi barang akhir yang kemudian di ekspor ke C seharga $ 110. Secara konvensional nilai perdagangan dunia adalah sebesar $ 210 ($100 + $ 110) tapi nilai tambah hanya 110 Neraca perdagangan B & C defisit $110 padahal defisit perdagangan nilai tambah hanya $10 Tidak ada perdagangan antara A & C padahal ada perdagangan tidak langsung nilai tambah $ 100

20 Implikasi Kinerja Perdagangan Kontribusi perdagangan terhadap penciptaan kesempatan kerja dan pendapatan dapat dilihat dari kontribusi nilai tambah. Neraca perdagangan nilai tambah bisa surplus/defisit walaupun neraca perdagangan konvesional berimbang (nol) Ukuran eksport/import total cenderung overestimate kontribusi perdagangan terhadap perekonmian

21 GVC dan Perdagangan Jasa. Sektor jasa punya peran sebagai pengikat yang memungkinkan GVC terjadi. Kemajuan teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi memungkinkan jasa di pilah dari kegiatan produksi dan dipisah lokasi produksinya Jasa bisa dijadikan alat diferensiasi barang dan untuk mencapai rantai nilai yang lebih tinggi

22 Implikasi Kebijakan. Perubahan dalam melihat strategi pembangunan/ strategi industri Industri Subsitusi Impor vs GVC Kebijakan perdagangan internasional Dengan makin pentingnya GVC hubungan antara export dan import makin penting. Nilai tambah nasional tidak hanya ada dalam eksport tetapi juga dalam import Kebijakan tentang industri jasa (telkom, IT, logistik ) sangat penting bagi kinerja perdagangan Perubahan strategi politik perdagangan internasional

23 Mengukur Perdagangan Nilai Tambah Mengapa penting! Mengetahui berapa nilai tambah domestik dalam eksport penting untuk kebijakan perdagangan; eksportir asembling yang nilai tambah domestiknya rendah perlu import Nilai tambah domestik tidak hanya ada dalam eksport tetapi juga dalam import. Gambaran yang lebih akurat tentang peranan industri hulu (jasa) dalam eksport. Export jasa menurut statistik perdagangan rendah, tetapi dalam nilai tambah peranannya jauh lebih besar.

24 Mengukur Perdagangan Nilai Tambah Mengapa penting! Gambaran yang lebih baik tentang arus perdagangan (surplus-defisit). Bisa mendapatkan informasi yang lebih tepat tentang kandungan kesempatan pekerjaan dari perdagangan Dampak dari shock terhadap GVC bisa diantisipasi lebih baik

25 Mengukur Perdagangan Nilai Tambah Konsep Perdagangan Nilai Tambah antara negara 1 dengan 2 dan 3 adalah untuk memenuhi Permintaan barang akhir di negara 2 & 3 yang dihasilkan di negara 1 (perdagangan langsung) Permintaan barang akhir di negara 2 & 3 yang dihasilkan di negara 2 & 3(perdagangan langsung) Permintaan barang akhir di negara 2/3 yang dihasilkan di negara 3/2 (perdagangan tidak langsung)

26 Mengukur Perdagangan Nilai Tambah Konsep Perdagangan Nilai Tambah sektoral dapat diukur melalui Tabel Input-Output (Leontief) Intinya : seluruh kegiatan ekonomi berkaitan, yaitu sebagai penyedia input atau sebagai pemakai output Secara konsep X = AX + F = (I A) -1 F

27 Tabel Input Output(I-O)

28 Nilai Tambah Dalam I-O Kontribusi Nilai Tambah terhadap Produksi/ Output total adalah v (%) v = VA (Upah + Sewa + Keuntungan) / X Kontribusi langsung dan tidak langsung eksport terhadap terhadap Nilai Tambah VA E = v (I A) -1 E Dimana E adalah permintaan ekspor

29 Nilai Tambah Dalam I-O Kontribusi import terhadap output total adalah m (%) adalah m = M/X Kontribusi import terhadap eksport adalah M E = m (I A) -1 E Untuk mengukur perdagangan Nilai Tambah digunakan Tabel Input Output Dunia (WIO)

30 Tabel Input Output Dunia.

31 Tabel Input-Output Dunia. Input-output antara negara dan antara industri (domestik dan asing) adalah X i = (I A i ) -1 F i i= 1,2,3 (negara) X1 X 2 X 3 = L 11 L 12 L 13 L 21 L 22 L 23 L 31 L 32 L 33 F 11 + F 12 + F 13 F 21 + F 22 + F 23 F 31 + F 32 + F 33 t TiVA,X = v 1 v 2 v 3 L 21 L 22 L 23 L 11 L 12 L 13 L 31 L 32 L 33 F 11 + F 12 + F 13 F 21 + F 22 + F 23 F 31 + F 32 + F 33

32 Eksport Nilai Tambah Export Nilai Tambah negara 1 adalah t TiVA,X = v 1 L 11 F 12 + F 13 + v 1 L 12 F 22 + F 23 + v 1 L 13 (F 32 + F 33 ) Terdiri dari: Eksport Nilai Tambah untuk memenuhi permintaan akhir negara 2 & 3 di negara 1 (eksport langsung nilai tambah) Eksport Nilai Tambah untuk memenuhi permintaan akhir negara 2 & 3 di negara 2 & 3 (eksport langsung) Eksport Nilai Tambah untuk memenuhi permintaan akhir negara 3 & 2 di negara 2 & 3 (eksport tidak langsung nilai tambah)

33 Import Nilai Tambah. Import Nilai Tambah negara 1 adalah t TiVA,M = v 2 L 21 +v 3 L 31 F 11 + v 2 L 22 +v 3 L 32 F 21 + v 2 L 23 +v 3 L 33 F 31 Terdiri dari: Import Nilai Tambah dari negara 2 & 3 untuk memenuhi permintaan akhir di negara 1 Import Nilai Tambah dari negara 2 & 3 untuk memenuhi permintaan akhir negara 1 melalui negara 2 Eksport Nilai Tambah dari negara 3 & 2 untuk memenuhi permintaan akhir negara 1 melalui negara 3

34 TiVA Database dari OECD Atas inisiatif bersama OECD-WTO disusun database Trade in Value Added (TiVA) Gabungan dari tabel input output 34 negara OECD + 23 negara Non OECD (termasuk Indonesia). Ada 39 indicators perdagangan Cakupan waktu : 1995, , 2008, Cakupan kegiatan ekonomi : 18 sektor ekonomi (barang dan jasa) Akses :

35 TiVA Database dari OECD.STAT.

36 TiVA Database dari OECD... Beberapa indikator perdagangan dalam TiVA database Domestic value added embodied in gross export Foreign value added embodied in gross export Direct domestic value added content of gross export Indirect domestic value added content of gross export Direct domestic service value added content in gross export Indirect domestic service value added content in gross export

37 Luxembourg Singapore Slovak Republic Ireland Chinese Taipei Korea Hungary Czech Republic Philippines Malaysia Malta Viet Nam Iceland Lithuania Netherlands Belgium Thailand Slovenia Cambodia Finland Sweden Estonia China Portugal Bulgaria Denmark Austria Israel Mexico Hong Kong, China Switzerland Poland Germany Latvia France Romania Greece India Turkey Spain Italy Canada Chile New Zealand United Kingdom South Africa Norway Japan Indonesia Australia Argentina Brunei Darussalam United States Brazil Russian Federation Saudi Arabia Percentage (%) Beberapa Fakta Dari TiVA Database... Import Penting Bagi Ekspor 100 Domestic Value Added content of Exports Source: OECD-WTO Trade in Value Added, May 2013

38 Beberapa Fakta Dari TiVA Database... Import Penting Bagi Ekspor 100 Domestic Value Added Content in Export ASEAN Singapore Philippines Malaysia Viet Nam Thailand Cambodia Indonesia Brunei Darussalam Source: OECD-WTO Trade in Value Added, May 2013

39 Beberapa Fakta Dari TiVA Database... Import Penting Bagi Ekspor 100 Domestic Value Added Content in Exports - RCEP Source: OECD-WTO Trade in Value Added, May 2013

40 Beberapa Fakta Dari TiVA Database... Import Penting Bagi Ekspor Domestic and Foreigh Value Added in Export - RCEP Foreign Domestic

41 Beberapa Fakta Dari TiVA Database Import penting bagi eksport Kandungan nilai tambah asing dalam eksport tinggi Rerata dunia 28% ASEAN : 35% RCEP : 29% Makin besar perekonomian makin rendah nilai tambah asing dalam ekspor (karena faktor skala dan biaya) Amerika Serikat : 11% ; Jerman : 21% Pengecualian ; Brunei, Australia : 11% (karena ekspor bahan alam), Selandia Baru : 18% (karena terisolasi secara geografis) Nilai tambah asing dalam eksport tinggi di negara yang terbuka dan rendah di negara proteksionis Korea, Singapur (terbuka); India (proteksionis)

42 Beberapa Fakta Dari TiVA Database Import penting bagi GVC Nilai tambah dalam eksport anggota RCEP Tinggi Negara maju: Jepang Pengeksport sumber alam: Australia, Indonesia, Brunei Terisolasi : New Zealand Proteksionis : India Rendah Negara Kecil : Kamboja, Vietnam Turut dalam GVC : Malaysia, Thailand, Phillipines, China Terbuka : Singapore, Korea

43 US $ billion Nilai Tambah Domestik Dalam Eksport Elektronik Electrical Exports Decomposed by Source RCEP, Foreign Domestic Source: OECD-WTO Trade in Value Added, May 2013

44 US $ billion Nilai Tambah Domestik Dalam Eksport Alat transport (otomotif) Transport Equiment Gross Exports Decomposed by Source - RCEP, Foreign Domestic Source: OECD-WTO Trade in Value Added, May 2013

45 Percentage US $ billion Nilai Tambah Asing Dalam Eksport. Alat Transport Foreign Value and Gross Export RCEP FVA to GEX Gross Exports Source: OECD-WTO Trade in Value Added, May 2013

46 % VA to Export Gross exports Nilai Tambah Dalam Eksport. Elektronik Domestic Value Added in Gross Export Electrical RCEP countries Japan Korea China India Indonesia Malaysia Philippines Singapore Thailand Cambodia Viet Nam Average VA to GE Gross Exports Source: OECD-WTO Trade in Value Added, May 2013

47 Nilai Tambah Terkandung dalam Ekspor.. Value Added Embodied in Gross Exports by Sector Agriculture, hunting, forestry and fishing 9% Services 21% Mining and quarrying 29% Manufacture 41% Source: OECD-WTO Trade in Value Added, May 2013

48 Peran Nilai Tambah Terkandung dalam Eksport - sektoral Transport and storage, post and telecommunicatio n Wholesale and retail trade; 5% Hotels and restaurants 6% Financial intermediation 1% Business services 3% Other services 2% Agriculture, hunting, forestry and fishing 7% Construction 1% Services 17% Mining and quarrying 24% Electricity, gas and water supply 1% Manufacturing nec; recycling 1% Transport equipment 2% Electrical and optical equipment 4% Machinery and equipment, nec 2% Source: OECD-WTO Trade in Value Added, May 2013 Chemicals and nonmetallic mineral products 11% Basic metals Wood, and paper, paper products, fabricated printing metal and publishing products 3% 2% Food products, beverages and tobacco 6% Textiles, textile products, leather and footwear 4%

49 Peran Nilai Tambah Dalam Ekspor Manufaktur.. Share of Value Added Embodied in Gross Exports - Manufacturing Electrical and optical equipment 12% Machinery and equipment, nec 6% Transport equipment 6% Manufacturing nec; recycling 3% Food products, beverages and tobacco 16% Textiles, textile products, leather and footwear 12% Basic metals and fabricated metal products 6% Chemicals and non-metallic mineral products 31% Wood, paper, paper products, printing and publishing 8% Source: OECD-WTO Trade in Value Added, May 2013

50 Peran Nilai Tambah Dalam Eksport Jasa.. Share of Value Added in Gross Export - Services Other services 12% Construction 3% Business services 16% Wholesale and retail trade; Hotels and restaurants 35% Financial intermediation 7% Transport and storage, post and telecommunication 27%

51 Saudi Arabia Brunei Darussalam Indonesia Viet Nam China Thailand Chile Mexico Russian Federation Argentina Norway Malaysia Brazil Canada Chinese Taipei South Africa Romania Korea Slovak Republic Czech Republic Australia Japan Hungary Lithuania Cambodia Poland Slovenia Philippines Netherlands Turkey New Zealand Bulgaria Germany Italy United States Switzerland Estonia France Austria Israel Sweden Portugal Finland India Denmark Belgium Spain Singapore United Kingdom Iceland Latvia Ireland Malta Greece Hong Kong, China Luxembourg Nilai Tambah Jasa dalam Eksport. Total Exports Services Value Added Contents of Gross Exports Domestic Foreign

52 Nilai Tambah Jasa dalam Eksport. Sektor Pertanina, Tambang, Manufaktur Services Value Added in Export - Indonesia and ASEAN Agro Mining Food Textiles Wood Chemicals Basic Metals Machinery Electrical Transporation Manufacturing nec Indonesia Services Content in Exports Indonesia Export Average ASEAN Services Content in Exports Average ASEAN Export

53 Service Value Content (%) GVC Index Nilai Tambah Jasa dalam Eksport. Barang Elektronik Services Value Added Content in Electrical Gross Exports - RCEPS, Domestic intermediate services Foreign services GVC Participation Index

54 Keikut sertaan dalam GVC.. Diukur dengan pangsa spesialisasi vertikal (VS) yaitu dengan melihat berapa import input dalam export (diukur) dalam index. VS hanya mengukur pentingnya import dalam value chain (backward). Value chain juga termasuk import untuk diekspor kembali. VS1 mengukur berapa ekspor yang digunakan sebagai input untuk ekspor negara lain (forward)

55 Partisipasi dalam GVC - total GVC Participation Index - Total Backward Forward GEX/GDP Source: OECD-WTO Trade in Value Added, May 2013

56 Keikut Sertaan Indonesia dalam GVC.. Keikut sertaan Indonesia lebih rendah dari keikut sertaan umumnya negara negara Asia Timur Keikut sertaan Indonesia lebih sebagai supplier (forward) bukan sebagai pemakai/ pengolah

57 Partisipasi dalam GVC - Elektronik GVC Paricipation Index - Electrical Japan Korea China India Indonesia Cambodia Chinese Taipei Hong Kong, China Malaysia Philippines Singapore Thailand Viet Nam Average 0 Backward Forward Exports

58 Partisipasi dalam GVC Alat transport.. 9 GVC Participation Index - Transport Equipment Japan Korea China India Indonesia Cambodia Chinese Taipei Hong Kong, China Malaysia Philippines Singapore Thailand Viet Nam Average 0 Backward Forward Export

59 Partisipasi dalam GVC Transport, Post & Telkom. 14 GVC Participation Index - Transportation, Storage, Post & Telecomunication Japan Korea China India Indonesia Cambodia Chinese Taipei Hong Kong, China Malaysia Philippines Singapore Thailand Viet Nam Average 0 Participation Index Exports

60 Partisipasi dalam GVC Jasa Bisnis. 12 GVC Participation Index - Business Services Japan Korea China India Indonesia Cambodia Chinese Taipei Hong Kong, China Malaysia Philippines Singapore Thailand Viet Nam average 0 Backward Forward Exports

PASAL 4 PENENTUAN STATUS PENDUDUK

PASAL 4 PENENTUAN STATUS PENDUDUK PASAL 4 PENENTUAN STATUS PENDUDUK No Negara Perorangan Badan 1 Algeria a. tempat tinggal; tata cara persetujuan bersama b. kebiasaan tinggal; c. hubungan pribadi dan ekonomi. 2 Australia a. tempat tinggal;

Lebih terperinci

PASAL 5 AGEN TIDAK BEBAS YANG DAPAT MENIMBULKAN BUT BAGI SUATU PERUSAHAAN

PASAL 5 AGEN TIDAK BEBAS YANG DAPAT MENIMBULKAN BUT BAGI SUATU PERUSAHAAN PASAL 5 AGEN TIDAK BEBAS YANG DAPAT MENIMBULKAN BUT BAGI SUATU PERUSAHAAN No Negara Memiliki wewenang untuk menutup kontrak atas nama Menyimpan dan melakukan pengiriman barang atau barang dagangan milik

Lebih terperinci

Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B)

Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B) Perjanjian Penghindaran Berganda (P3B) Perjanjian Penghindaran Berganda (P3B) adalah perjanjian internasional di bidang perpajakan antar kedua negara guna menghindari pemajakan ganda agar tidak menghambat

Lebih terperinci

PRODUKSI PANGAN DUNIA. Nuhfil Hanani AR

PRODUKSI PANGAN DUNIA. Nuhfil Hanani AR 49 PRODUKSI PANGAN DUNIA Nuhfil Hanani AR Produksi Pangan dunia Berdasarkan data dari FAO, negara produsen pangan terbesar di dunia pada tahun 2004 untuk tanaman padi-padian, daging, sayuran dan buah disajikan

Lebih terperinci

Mendobrak Pasar Ekspor Melalui Pendekatan Total Football

Mendobrak Pasar Ekspor Melalui Pendekatan Total Football Mendobrak Pasar Ekspor Melalui Pendekatan Total Football Oleh Ketua Umum KADIN Indonesia Pada Rapat Kerja Kementerian Perdagangan RI Jakarta, 20 Februari 2016 Strategi Mendobrak Ekspor 1. Memanfaatkan

Lebih terperinci

PASAL 11 & 12 TARIF PPh PASAL 26 ATAS BUNGA DAN ROYALTI UNTUK P3B YANG SUDAH BERLAKU EFEKTIF MAUPUN YANG BARU DIRATIFIKASI

PASAL 11 & 12 TARIF PPh PASAL 26 ATAS BUNGA DAN ROYALTI UNTUK P3B YANG SUDAH BERLAKU EFEKTIF MAUPUN YANG BARU DIRATIFIKASI PASAL 11 & 12 TARIF PPh PASAL 26 ATAS BUNGA DAN ROYALTI UNTUK P3B YANG SUDAH BERLAKU EFEKTIF MAUPUN YANG BARU DIRATIFIKASI NO NEGARA BUNGA ROYALTI Umum Khusus* Umum Khusus* 1 2 3 4 5 6 1. Algeria 15% -

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK

BADAN PUSAT STATISTIK BADAN PUSAT STATISTIK DAFTAR ISI/CONTENTS DAFTAR GRAFIK/LIST OF FIGURE DAFTAR TABEL/LIST OF TABLE I. Tabel-1 Table-1 KEDATANGAN WISATAWAN MANCANEGARA KE INDONESIA MENURUT

Lebih terperinci

12/14/2016. Indonesia berpartisipasi pada studi TIMSS sejak tahun Namun baru tahun 2015 target populasinya kelas 4 SD/MI

12/14/2016. Indonesia berpartisipasi pada studi TIMSS sejak tahun Namun baru tahun 2015 target populasinya kelas 4 SD/MI 12/14/216 Hasil TIMSS 215 Trend in International Mathematics and Science Study Diagnosa Hasil untuk Perbaikan Mutu dan Peningkatan Capaian TIMSS adalah studi internasional yang mengukur kemampuan siswa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pergerakan globalisasi perekonomian yang dewasa ini bergerak begitu

BAB I PENDAHULUAN. Pergerakan globalisasi perekonomian yang dewasa ini bergerak begitu 1 BAB I PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Masalah Pergerakan globalisasi perekonomian yang dewasa ini bergerak begitu cepat diiringi dengan derasnya arus globalisasi yang semakin berkembang maka hal ini

Lebih terperinci

Isu Strategis Pengelolaan Industri Dalam Perpekstif Kebijakan Fiskal (Kementerian Keuangan)

Isu Strategis Pengelolaan Industri Dalam Perpekstif Kebijakan Fiskal (Kementerian Keuangan) Isu Strategis Pengelolaan Industri Dalam Perpekstif Kebijakan Fiskal (Kementerian Keuangan) Badan Kebijakan Fiskal Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Februari 2014 Tema Undang-undang Perindustrian Sebagai

Lebih terperinci

Membangun Negeri dalam Bingkai Kearifan Pendidikan Menuju Generasi 2045

Membangun Negeri dalam Bingkai Kearifan Pendidikan Menuju Generasi 2045 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Membangun Negeri dalam Bingkai Kearifan Pendidikan Menuju Generasi 2045 Chairul Tanjung Juni 2014 Sumber Daya Manusia: Tantangan Menuju Indonesia

Lebih terperinci

Hasil Perhitungan. Sumber Data dan Sectoral Re-segregation

Hasil Perhitungan. Sumber Data dan Sectoral Re-segregation BAB III Hasil Perhitungan III.1 Sumber Data dan Sectoral Re-segregation Data yang digunakan untuk perhitungan dan analisis berasal dari Tabel Input-Output Indonesia 2000 yang dikeluarkan oleh BPS (Badan

Lebih terperinci

w /w tp :/ ht go.i d ps..b w Buletin Statistik Perdagangan Luar Negeri Foreign Trade Statistical Bulletin EKSPOR /EXPORTS ISSN : 0216-5775 No. Publikasi / Publication Number : 06110.1518 Katalog BPS /

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA i BPS PROVINSI SUMATERA UTARA No.15/03/12/Thn. XX, 01 Maret PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA I. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR SUMATERA UTARA BULAN JANUARI SEBESAR US$707,83 JUTA Nilai ekspor melalui

Lebih terperinci

PENCEGAHAN & PEMBERANTASAN KORUPSI MELALUI KOORDINASI & SUPERVISI (KORSUP) Indraza Marzuki Direktorat Dikyanmas Komisi Pemberantasan Korupsi

PENCEGAHAN & PEMBERANTASAN KORUPSI MELALUI KOORDINASI & SUPERVISI (KORSUP) Indraza Marzuki Direktorat Dikyanmas Komisi Pemberantasan Korupsi PENCEGAHAN & PEMBERANTASAN KORUPSI MELALUI KOORDINASI & SUPERVISI (KORSUP) Indraza Marzuki Direktorat Dikyanmas Komisi Pemberantasan Korupsi The Global Competitiveness Index 2013-2014 rankings GCI 2013-2014

Lebih terperinci

JUMLAH PENEMPATAN TENAGA KERJA INDONESIA ASAL NEGARA BERDASARKAN JENIS KELAMIN PERIODE 1 JANUARI S.D 30 SEPTEMBER 2015

JUMLAH PENEMPATAN TENAGA KERJA INDONESIA ASAL NEGARA BERDASARKAN JENIS KELAMIN PERIODE 1 JANUARI S.D 30 SEPTEMBER 2015 JUMLAH PENEMPATAN TENAGA KERJA INDONESIA ASAL NEGARA BERDASARKAN JENIS KELAMIN PERIODE 1 JANUARI S.D 30 SEPTEMBER 2015 NO NEGARA LAKI-LAKI PEREMPUAN Total 1 A F R I K A 2 0 2 2 AFGHANISTAN 61 61 122 3

Lebih terperinci

JUMLAH PENEMPATAN TENAGA KERJA INDONESIA ASAL NEGARA BERDASARKAN JENIS KELAMIN PERIODE 1 JANUARI S.D 31 OKTOBER 2015

JUMLAH PENEMPATAN TENAGA KERJA INDONESIA ASAL NEGARA BERDASARKAN JENIS KELAMIN PERIODE 1 JANUARI S.D 31 OKTOBER 2015 JUMLAH PENEMPATAN TENAGA KERJA INDONESIA ASAL NEGARA BERDASARKAN JENIS KELAMIN PERIODE 1 JANUARI S.D 31 OKTOBER 2015 NO NEGARA LAKI-LAKI PEREMPUAN Total 1 A F R I K A 2 0 2 2 AFGHANISTAN 61 63 124 3 ALJAZAIR

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA i BPS PROVINSI SUMATERA UTARA No. 43/08/12/Thn. XX, 01 Agustus PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA I. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR SUMATERA UTARA BULAN JUNI SEBESAR US$632,13 JUTA Nilai ekspor melalui

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang mewajibkan warga negaranya untuk mendapat pendidikan. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan

Lebih terperinci

Bilingual Boarding School Mitra Kerja PASIAD-Turki di Sragen Penekanan Desain Arsitektur Post Modern Berkelanjutan

Bilingual Boarding School Mitra Kerja PASIAD-Turki di Sragen Penekanan Desain Arsitektur Post Modern Berkelanjutan LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Bilingual Boarding School Mitra Kerja PASIAD-Turki di Sragen Penekanan Desain Arsitektur Post Modern Berkelanjutan Diajukan untuk memenuhi sebagian

Lebih terperinci

Kajian SSM terhadap komoditas ekspor Indonesia

Kajian SSM terhadap komoditas ekspor Indonesia Kajian SSM terhadap komoditas ekspor Indonesia Latar belakang Special Safeguard Mechanism (SSM) adalah SSM adalah mekanisme yang memungkinkan negara-negara berkembang untuk memberikan perlindungan sementara

Lebih terperinci

w tp :// w ht.b p w.id s. go Buletin Statistik Perdagangan Luar Negeri Foreign Trade Statistical Bulletin EKSPOR /EXPORTS ISSN : 0216-5775 No. Publikasi / Publication Number : 06110. 1412 Katalog BPS /

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA BPS PROVINSI SUMATERA UTARA No. 33/06/12/Thn. XX, 02 Juni PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA I. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR SUMATERA UTARA BULAN APRIL SEBESAR US$775,84 JUTA Nilai ekspor melalui

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 : PISA 2009 Ranking by Mean Score for Reading, Mathematics and Science

LAMPIRAN 1 : PISA 2009 Ranking by Mean Score for Reading, Mathematics and Science LAMPIRAN 1 : PISA 2009 Ranking by Mean Score for Reading, Mathematics and Science No Country Reading No Country Mathematics No Country Science 1 Shanghai- Shanghai- Shanghai- 556 1 600 1 China China China

Lebih terperinci

Ringkasan Eksekutif. Ekspor Impor Hasil Industri Bulan Oktober 2014

Ringkasan Eksekutif. Ekspor Impor Hasil Industri Bulan Oktober 2014 Untuk Keperluan Intern Kemenperin Ringkasan Eksekutif Ekspor Impor Hasil Industri Bulan A. Ekspor Impor Bulan Total ekspor bulan adalah sebesar US$ 15,35 miliar (dengan perincian ekspor non migas US$ 12,88

Lebih terperinci

w tp :// w ht.b p w.id s. go Buletin Statistik Perdagangan Luar Negeri Foreign Trade Statistical Bulletin EKSPOR /EXPORTS ISSN : 0216-5775 No. Publikasi / Publication Number : 06110. 1331 Katalog BPS /

Lebih terperinci

TRENDS of TOURISM SECTOR. Mari Elka Pangestu Minister of Tourism and Creative Economy

TRENDS of TOURISM SECTOR. Mari Elka Pangestu Minister of Tourism and Creative Economy TRENDS of TOURISM SECTOR Mari Elka Pangestu Minister of Tourism and Creative Economy GLOBAL TREND OF TOURISM International Tourist Arrivals by Regions 2007 2008 2009 2010 2011* Indonesia (mill. Of people)

Lebih terperinci

Realokasi Kursi Bukan Menambah Kursi Oleh. Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi

Realokasi Kursi Bukan Menambah Kursi Oleh. Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi Realokasi Kursi Bukan Menambah Kursi Oleh. Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi Menambah jumlah kursi DPR menjadi wacana baru dalam formulasi Rancangan Undang- Undang Penyelenggaraan Pemilu (RUU Pemilu)

Lebih terperinci

Ringkasan Eksekutif. Ekspor Impor Hasil Industri Bulan Mei 2013

Ringkasan Eksekutif. Ekspor Impor Hasil Industri Bulan Mei 2013 Untuk Keperluan Intern Kemenperin Ringkasan Eksekutif Ekspor Impor Hasil Industri Bulan A. Ekspor Impor Bulan Total ekspor bulan adalah sebesar US$ 16,07 miliar (dengan perincian ekspor non migas US$ 13,21

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kesejahteraan sebuah negara. Hal ini serupa dengan pendapat yang

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kesejahteraan sebuah negara. Hal ini serupa dengan pendapat yang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perdagangan Internasional merupakan salah satu kegiatan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan sebuah negara. Hal ini serupa dengan pendapat yang disampaikan Salvatore

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA BPS PROVINSI SUMATERA UTARA No. 25/04/12/Thn.XVIII, 01 April 2015 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA 1. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR SUMATERA UTARA BULAN FEBRUARI 2015 SEBESAR US$555,47 JUTA. Nilai

Lebih terperinci

Ringkasan Eksekutif Ekspor Impor Hasil Industri Bulan April 2012

Ringkasan Eksekutif Ekspor Impor Hasil Industri Bulan April 2012 Untuk Keperluan Intern Kemenperin Ringkasan Eksekutif Ekspor Impor Hasil Industri Bulan A. Ekspor Impor Bulan Total ekspor bulan sebesar US$ 15,98 miliar (non migas US$ 12,62 miliar dan migas US$ 3,36

Lebih terperinci

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA BPS PROVINSI DKI JAKARTA No. 46/10/31/Th. XVII, 1 Oktober EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN AGUSTUS MENCAPAI 999,53 JUTA DOLLAR AMERIKA Nilai ekspor melalui DKI Jakarta

Lebih terperinci

BAB 11. PENDAPATAN REGIONAL CHAPTER 11. REGIONAL INCOME

BAB 11. PENDAPATAN REGIONAL CHAPTER 11. REGIONAL INCOME BAB 11. PENDAPATAN REGIONAL Laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jambi Tahun 2013 Atas Dasar Harga Konstan tahun 2000 mengalami kenaikan sebesar 7,88 persen. Kenaikan ini merupakan

Lebih terperinci

BPS PROVINSI DKI JAKARTA No. 21/05/31/Th. XVII, 4 Mei EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN MARET MENCAPAI 1.119,04 JUTA DOLLAR AMERIKA Nilai ekspor melalui DKI Jakarta bulan

Lebih terperinci

PP 60, pasal 2 ayat 3

PP 60, pasal 2 ayat 3 1 PP 60, pasal 2 ayat 3 TUJUAN SPIP sebagaimana dimaksud pada ayat (2) untuk memberikan keyakinan yang memadai bagi tercapainya efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Negara Kesatuan Republik Indonesia terletak pada wilayah segitiga terumbu karang (coral reef triangle) dunia. Posisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu

Lebih terperinci

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA BPS PROVINSI DKI JAKARTA EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA No. 06/02/31/Th. XIX, 1 Februari 2017 NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN DESEMBER MENCAPAI 715,18 JUTA DOLLAR AMERIKA Nilai ekspor melalui DKI Jakarta

Lebih terperinci

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA BPS PROVINSI DKI JAKARTA EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA No. 16/04/31/Th. XIX, 3 April NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN FEBRUARI NAIK 9,70 PERSEN DIBANDINGKAN BULAN SEBELUMNYA Nilai ekspor melalui DKI

Lebih terperinci

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA BPS PROVINSI DKI JAKARTA EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA No. 20/04/31/Th. XIX, 17 April NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN MARET NAIK 11,42 PERSEN DIBANDINGKAN BULAN SEBELUMNYA Nilai ekspor melalui DKI

Lebih terperinci

Potensi Indonesia dinyatakan oleh berbagai studi dan kajian independen, seper[ McKinsey (2012): Unleashing Indonesia s Poten[al

Potensi Indonesia dinyatakan oleh berbagai studi dan kajian independen, seper[ McKinsey (2012): Unleashing Indonesia s Poten[al Potensi Indonesia dinyatakan oleh berbagai studi dan kajian independen, seper[ McKinsey (2012): Unleashing Indonesia s Poten[al #16 2012 PDB Nasional (US$ tn) 16 12 8 4 0 #3 12.0 8.0 4.0 0.0 15.1 US Indonesia

Lebih terperinci

Ekspor Bulan Juni 2014 Menguat. Kementerian Perdagangan

Ekspor Bulan Juni 2014 Menguat. Kementerian Perdagangan Ekspor Bulan Juni 2014 Menguat Kementerian Perdagangan 5 Agustus 2014 1 Neraca perdagangan non migas bulan Juni 2014 masih surplus Neraca perdagangan Juni 2014 mengalami defisit USD 305,1 juta, dipicu

Lebih terperinci

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA BPS PROVINSI DKI JAKARTA EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA No. 40/09/31/Th. XVIII, 1 September NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN JULI MENCAPAI 695,71 JUTA DOLLAR AMERIKA Nilai ekspor melalui DKI Jakarta

Lebih terperinci

Revitalisasi produktivitas pada sektor manufaktur Indonesia. Forum Kebijakan Ketenagakerjaan Indonesia Diskusi Meja Bundar Kedua 16 Juni 2014

Revitalisasi produktivitas pada sektor manufaktur Indonesia. Forum Kebijakan Ketenagakerjaan Indonesia Diskusi Meja Bundar Kedua 16 Juni 2014 Revitalisasi produktivitas pada sektor manufaktur Indonesia Forum Kebijakan Ketenagakerjaan Indonesia Diskusi Meja Bundar Kedua 16 Juni 2014 RINGKASAN PRESENTASI 1. Mengapa manufaktur penting untuk pertumbuhan,

Lebih terperinci

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA BPS PROVINSI DKI JAKARTA EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA No. 54/12/31/Th. XVIII, 1 Desember NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN OKTOBER MENCAPAI 1.055,64 JUTA DOLAR AMERIKA Nilai ekspor melalui DKI Jakarta

Lebih terperinci

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA BPS PROVINSI DKI JAKARTA No. 34/08/31/Th. XVII, 3 Agustus EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN JUNI MENCAPAI 1.119,04 JUTA DOLLAR AMERIKA Nilai ekspor melalui DKI Jakarta

Lebih terperinci

Neraca Perdagangan Januari-Oktober 2015 Surplus USD 8,2 M, Lebih Baik dari Tahun Lalu yang Defisit USD 1,7 M. Kementerian Perdagangan

Neraca Perdagangan Januari-Oktober 2015 Surplus USD 8,2 M, Lebih Baik dari Tahun Lalu yang Defisit USD 1,7 M. Kementerian Perdagangan Neraca Perdagangan Januari-Oktober 2015 Surplus USD 8,2 M, Lebih Baik dari Tahun Lalu yang Defisit USD 1,7 M Kementerian Perdagangan 17 Oktober 2015 1 Neraca perdagangan Oktober 2015 kembali surplus Neraca

Lebih terperinci

LAPORAN AKHIR ANALISIS POTENSI DAN MANFAAT RANTAI NILAI KAWASAN REGIONAL COMPREHENSIVE ECONOMIC PARTNERSHIP BAGI INDONESIA

LAPORAN AKHIR ANALISIS POTENSI DAN MANFAAT RANTAI NILAI KAWASAN REGIONAL COMPREHENSIVE ECONOMIC PARTNERSHIP BAGI INDONESIA LAPORAN AKHIR ANALISIS POTENSI DAN MANFAAT RANTAI NILAI KAWASAN REGIONAL COMPREHENSIVE ECONOMIC PARTNERSHIP BAGI INDONESIA PUSAT KEBIJAKAN KERJASAMA PERDAGANGAN INTERNASIONAL BADAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Penentuan negara-negara yang dijadikan sample tersebut didasarkan atas tiga kategori, yaitu:

LAMPIRAN. Penentuan negara-negara yang dijadikan sample tersebut didasarkan atas tiga kategori, yaitu: 116 LAMPIRAN Lampiran 1 Penentuan Sample Negara Anggota Uni Eropa Penulis membutuhkan sample dalam proses pengerjaan penelitian ini. Sample yang hendak digunakan berdasarkan negara-negara yang mempunyai

Lebih terperinci

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA Ekspor dan Impor Provinsi DKI Jakarta No. 30/06/31/Th.XIX, 2 Juni EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA Nilai ekspor melalui DKI Jakarta bulan April mencapai 3.830,69 juta dollar Amerika, turun 10,45 persen dari

Lebih terperinci

Jeunesse Global Bisnis Online Trend Terbaru

Jeunesse Global Bisnis Online Trend Terbaru Jeunesse Global Bisnis Online Trend Terbaru ecommerce + Dropshipping + Networking DASH2 DASH2 Pemilik Perusahaan Wendi Lewis and Randy Ray Entrepreneur yang Peduli Perusahaan Direct Selling Pertama Dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi dewasa ini, pelaku usaha menerapkan berbagai

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi dewasa ini, pelaku usaha menerapkan berbagai BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi dewasa ini, pelaku usaha menerapkan berbagai macam strategi bisnis untuk berkompetisi di pasar global. Salah satu strategi bisnis adalah

Lebih terperinci

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN OKTOBER 2012 MENCAPAI 1.052,95 JUTA DOLLAR AMERIKA

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN OKTOBER 2012 MENCAPAI 1.052,95 JUTA DOLLAR AMERIKA BPS PROVINSI DKI JAKARTA No. 53/12/31/Th. XIV, 3 Desember 2012 EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN OKTOBER 2012 MENCAPAI 1.052,95 JUTA DOLLAR AMERIKA Nilai ekspor non migas

Lebih terperinci

Global Small Business Confidence Monitor

Global Small Business Confidence Monitor Global Small Business Confidence Monitor HSBC Commercial Banking INDONESIA SMALL BUSINESS CONFIDENCE MONITOR Survey terbesar yang memotret pandangan UKM secara global. Memberikan gambaran mengenai pandangan

Lebih terperinci

There are no translations available. VISA ON ARRIVAL

There are no translations available. VISA ON ARRIVAL There are no translations available. VISA ON ARRIVAL In accordance with the Regulation of Minister of Law and Human Right of the Republic of Indonesia Number: 26 on 2013, citizen from 63 countries and

Lebih terperinci

KTT Ketahanan Pangan Jakarta, Indonesia 7 & 8 Februari 2012

KTT Ketahanan Pangan Jakarta, Indonesia 7 & 8 Februari 2012 Industri daging merah Selandia Baru KTT Ketahanan Pangan Jakarta, Indonesia 7 & 8 Februari 2012 Tim Ritchie Pimpinan Eksekutif Meat Industry Association of New Zealand (Gabungan Industri Daging Selandia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penyempurnaan yang terjadi pada setiap aspek pendidikan. Penyempurnaan

BAB I PENDAHULUAN. penyempurnaan yang terjadi pada setiap aspek pendidikan. Penyempurnaan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Peningkatan kualitas pendidikan nasional ditandai dengan penyempurnaan yang terjadi pada setiap aspek pendidikan. Penyempurnaan kurikulum dari kurikulum 1994

Lebih terperinci

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA Ekspor dan Impor DKI Jakarta No. 33/07/31/Th.XIX, 3 Juli EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA Nilai ekspor melalui DKI Jakarta bulan mencapai 4.536,64 juta dollar Amerika. Nilai ekspor produk-produk DKI Jakarta

Lebih terperinci

V E R S I P U B L I K

V E R S I P U B L I K PENDAPAT KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR A13511 TENTANG PENGAMBILALIHAN SAHAM PERUSAHAAN THAINOX STAINLESS PUBLIC COMPANY LIMITED INC. OLEH POSCO. LATAR BELAKANG 1. Berdasarkan Peraturan Pemerintah

Lebih terperinci

Mengkaji Peluang Pasar Internasional Melalui Kinerja Ekonomi Negara-Negara Uni Eropa

Mengkaji Peluang Pasar Internasional Melalui Kinerja Ekonomi Negara-Negara Uni Eropa Mengkaji Peluang Pasar Internasional Melalui Kinerja Ekonomi Negara Uni Eropa (Devie) 1 Mengkaji Peluang Pasar Internasional Melalui Kinerja Ekonomi Negara-Negara Uni Eropa Devie Staf Pengajar Fakultas

Lebih terperinci

A. Kakitangan (Bagi kerja lapangan,seminar,bengkel & dll) / Academic staff (workshop,fieldwork,seminar and others)

A. Kakitangan (Bagi kerja lapangan,seminar,bengkel & dll) / Academic staff (workshop,fieldwork,seminar and others) A. Kakitangan (Bagi kerja lapangan,seminar,bengkel & dll) / Academic staff (workshop,fieldwork,seminar and others) Kadar Elaun Makan, Bayaran Sewa Hotel Dan Elaun Lojing Semasa Berkursus Termasuk Menghadiri

Lebih terperinci

KRISIS KEUANGAN GLOBAL & PERPAJAKAN. Krisis Global

KRISIS KEUANGAN GLOBAL & PERPAJAKAN. Krisis Global 1 KRISIS KEUANGAN GLOBAL & PERPAJAKAN Krisis Global tahun 2008 berdampak pada hampir seluruh negara di dunia, sehingga terjadi perlambatan dan ketidakpastian ekonomi dunia. Diperlukan sumber pendanaan

Lebih terperinci

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA BPS PROVINSI DKI JAKARTA EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA No. 26/07/31/Th.XIII, 1 Juli 2011 NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN APRIL 2011 SEBESAR 822,45 JUTA DOLLAR AMERIKA Nilai ekspor non migas melalui

Lebih terperinci

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA Ekspor dan Impor DKI Jakarta No. 38/08/31/Th.XIX, 1 Agustus EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN JUNI TURUN 21,69 PERSEN DIBANDINGKAN BULAN SEBELUMNYA Nilai ekspor melalui

Lebih terperinci

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA BPS PROVINSI DKI JAKARTA EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA No. 36/09/31/Th.XIII, 5 September 2011 NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN JUNI 2011 SEBESAR 941,89 JUTA DOLLAR AMERIKA Nilai ekspor non migas melalui

Lebih terperinci

SIARAN PERS Pusat Hubungan Masyarakat Gd. I Lt. 2, Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta Telp: /Fax:

SIARAN PERS Pusat Hubungan Masyarakat Gd. I Lt. 2, Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta Telp: /Fax: SIARAN PERS Pusat Hubungan Masyarakat Gd. I Lt. 2, Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta 10110 Telp: 021-3860371/Fax: 021-3508711 www.kemendag.go.id Ekspor Indonesia Tahun 2011 Melampaui Target USD 200 Miliar

Lebih terperinci

Pertumbuhan Ekonomi VS Pemerataan Kesejahteraan Buruh dan Rakyat. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia 2015

Pertumbuhan Ekonomi VS Pemerataan Kesejahteraan Buruh dan Rakyat. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia 2015 Pertumbuhan Ekonomi VS Pemerataan Kesejahteraan Buruh dan Rakyat Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia 2015 PENDAHULUAN : Mengapa Indonesia Negara kaya, Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Namun Kesejahterannya

Lebih terperinci

Global Small Business Confidence Monitor HSBC Commercial Banking JULY 2010

Global Small Business Confidence Monitor HSBC Commercial Banking JULY 2010 Global Small Business Confidence Monitor HSBC Commercial Banking JULY 20 SMALL BUSINESS CONFIDENCE MONITOR Survey terbesar yang memotret pandangan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) secara global Memberikan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. sama. Sama di sini maksudnya adalah sama makna (Effendy, 2006:9).

BAB 2 LANDASAN TEORI. sama. Sama di sini maksudnya adalah sama makna (Effendy, 2006:9). BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-teori Umum 2.1.1 Definisi Komunikasi Istilah komunikasi atau dalam bahasa inggris communication berasal dari bahasa iatin: communicatio dan bersumber dari kata communis yang

Lebih terperinci

PENDAPATAN REGIONAL 574 Jambi Dalam Angka 2009/Jambi in Figures 2009

PENDAPATAN REGIONAL 574 Jambi Dalam Angka 2009/Jambi in Figures 2009 PENDAPATAN REGIONAL 574 Jambi Dalam Angka 2009/Jambi in Figures 2009 REGIONAL INCOME BAB 11. PENDAPATAN REGIONAL Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2009 Atas Dasar Harga Konstan tahun 2000 mengalami

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perubahan sistem ekonomi dari perekonomian tertutup menjadi perekonomian

BAB I PENDAHULUAN. perubahan sistem ekonomi dari perekonomian tertutup menjadi perekonomian BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Fenomensa globalisasi dalam bidang ekonomi mendorong perkembangan ekonomi yang semakin dinamis antar negara. Dengan adanya globalisasi, terjadi perubahan sistem ekonomi

Lebih terperinci

Ekonomi Internasional. Materi 1 Sekilas tentang Ekonomi Dunia

Ekonomi Internasional. Materi 1 Sekilas tentang Ekonomi Dunia Ekonomi Internasional Materi 1 Sekilas tentang Ekonomi Dunia Garis Besar Kuliah 1 Sekilas tentang Ekonomi Dunia Globalisasi Elemen dari Ekonomi Dunia Berbagai cara negara berinteraksi Dagang (Trade) Aliran

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PERDAGANGAN. Jakarta, Mei 2010

KEMENTERIAN PERDAGANGAN. Jakarta, Mei 2010 KEMENTERIAN PERDAGANGAN KINERJA Periode: MARET 21 Jakarta, Mei 21 1 Neraca Perdagangan Indonesia Kondisi perdagangan Indonesia semakin menguat setelah mengalami kontraksi di tahun 29. Selama Triwulan I

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA - THAILAND PERIODE : JANUARI DESEMBER 2014

PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA - THAILAND PERIODE : JANUARI DESEMBER 2014 PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA - THAILAND PERIODE : JANUARI DESEMBER 2014 A. Perkembangan perekonomian dan perdagangan Thailand 1. Selama periode Januari-Desember 2014, neraca perdagangan Thailand

Lebih terperinci

FOREIGN EMBASSIES IN INDONESIA

FOREIGN EMBASSIES IN INDONESIA FOREIGN EMBASSIES IN INDONESIA Afganistan Embassy of the Islamic State of Afganistan Jl. DR. Kusuma Atmaja SH. No. 15, Menteng, Jakarta 10310 Phones : (62-21) 314 3169 Fax : (62-21) 335 390 Algeria Embassy

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA - THAILAND PERIODE : JANUARI JULI 2014

PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA - THAILAND PERIODE : JANUARI JULI 2014 PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA - THAILAND PERIODE : JANUARI JULI 2014 A. Perkembangan perekonomian dan perdagangan Thailand 1. Selama periode Januari-Juli 2014, neraca perdagangan Thailand dengan Dunia

Lebih terperinci

JUMLAH KUNJUNGAN KE TAMAN NASIONAL KOMODO MENURUT NEGARA ASAL TAHUN 2012

JUMLAH KUNJUNGAN KE TAMAN NASIONAL KOMODO MENURUT NEGARA ASAL TAHUN 2012 JUMLAH KUNJUNGAN KE TAMAN NASIONAL KOMODO MENURUT NEGARA ASAL TAHUN 2012 Bulan : Januari 2012 Lokasi pengambilan tiket masuk No Negara Asal 1 Afrika Selatan 3 1 4 4 3 7 - - - 11 2 Amerika Serikat 258 315

Lebih terperinci

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA BPS PROVINSI DKI JAKARTA EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA No. 10/03/31/Th.XIII, 1 Maret 2011 NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN DESEMBER SEBESAR 838,64 JUTA DOLLAR AMERIKA Nilai ekspor melalui DKI Jakarta

Lebih terperinci

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA BPS PROVINSI DKI JAKARTA No. 36/11/31/Th.XII, 1 November EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN AGUSTUS SEBESAR 731,61 JUTA DOLLAR AMERIKA Nilai ekspor melalui DKI Jakarta bulan

Lebih terperinci

1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pariwisata saat ini telah menjadi salah satu motor penggerak ekonomi dunia terutama dalam penerimaan devisa negara melalui konsumsi yang dilakukan turis asing terhadap

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. penyediaan lapangan kerja, pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negeri, bahan

I. PENDAHULUAN. penyediaan lapangan kerja, pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negeri, bahan I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan sumberdaya alam yang melimpah, terutama pada sektor pertanian. Sektor pertanian sangat berpengaruh bagi perkembangan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN SELATAN BULAN JUNI 2011

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN SELATAN BULAN JUNI 2011 No. 41/08/63/Th.XV, 01 Agustus 2011 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN SELATAN BULAN JUNI 2011 Nilai ekspor Kalimantan Selatan bulan Juni 2011 mencapai US$907,74 juta atau naik 17,81 persen dibanding

Lebih terperinci

Membongkar Sistem Dibalik Marketing dengan Skema Piramid

Membongkar Sistem Dibalik Marketing dengan Skema Piramid Membongkar Sistem Dibalik Marketing dengan Skema Piramid Stefanus Thobi Sinaga / 13510029 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha

Lebih terperinci

Perekonomian Suatu Negara

Perekonomian Suatu Negara Menteri Keuangan RI Jakarta, Maret 2010 Perekonomian Suatu Negara Dinamika dilihat dari 4 Komponen= I. Neraca Output Y = C + I + G + (X-M) AS = AD II. Neraca Fiskal => APBN Total Pendapatan Negara (Tax;

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA - PERANCIS PERIODE : JANUARI - JULI 2015

PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA - PERANCIS PERIODE : JANUARI - JULI 2015 PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA - PERANCIS PERIODE : JANUARI - JULI 2015 A. Perkembangan perekonomian dan perdagangan Perancis 1. Total perdagangan Perancis periode Januari-Juli 2015 tercatat 573,45

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV TAHUN 2013

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV TAHUN 2013 No. 08/02/36/Th. VIII, 3 Februari 2014 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV TAHUN 2013 Pada triwulan IV Tahun 2013, Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS) triwulanan

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL Sudut Pandang Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia pada Bidang Investasi dan Perdagangan Jasa dalam Kerangka Kerjasama

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Globalisasi menjadi sebuah wacana yang menarik untuk didiskusikan

I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Globalisasi menjadi sebuah wacana yang menarik untuk didiskusikan I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Globalisasi menjadi sebuah wacana yang menarik untuk didiskusikan dalam berbagai bidang, tak terkecuali dalam bidang ekonomi. Menurut Todaro dan Smith (2006), globalisasi

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH APRIL 2017

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH APRIL 2017 No.36/05/33/Th.XI, 15 Mei PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH APRIL A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR JAWA TENGAH APRIL MENCAPAI US$ 452,93 JUTA Nilai ekspor Jawa Tengah bulan April mencapai US$ 452,93 juta

Lebih terperinci

DAYA SAING KARET INDONESIA DI PASAR INTERNASIONAL. Nuhfil Hanani dan Fahriyah. Abstrak

DAYA SAING KARET INDONESIA DI PASAR INTERNASIONAL. Nuhfil Hanani dan Fahriyah. Abstrak 1 DAYA SAING KARET INDONESIA DI PASAR INTERNASIONAL Nuhfil Hanani dan Fahriyah Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisis kinerja ekonomi karet Indonesia dan menganalisis daya karet

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH OKTOBER 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH OKTOBER 2016 No.80/11/33/Th.X, 15 November PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH OKTOBER A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR JAWA TENGAH OKTOBER MENCAPAI US$ 418,94 JUTA Nilai ekspor Jawa Tengah pada bulan Oktober sebesar

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH DESEMBER 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH DESEMBER 2016 No.06/01/33/Th.XI, 16 Januari 2017 PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH DESEMBER A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR JAWA TENGAH DESEMBER MENCAPAI US$ 523,58 JUTA Nilai ekspor Jawa Tengah pada bulan mencapai

Lebih terperinci

MENJADI GURU KREATIF, INOVATIF, DAN INSPIRATIF MENYONGSONG KURIKULUM 2013 TEMATIK-INTEGRATIF

MENJADI GURU KREATIF, INOVATIF, DAN INSPIRATIF MENYONGSONG KURIKULUM 2013 TEMATIK-INTEGRATIF MENJADI GURU KREATIF, INOVATIF, DAN INSPIRATIF MENYONGSONG KURIKULUM 2013 TEMATIK-INTEGRATIF Oleh : Dr. Muhammad Rohmadi, M. Hum. Dipresentasikan pada SEMINAR AMAL EDC FKIP UNS Minggu, 28 Juli 2013 FKIP

Lebih terperinci

Ringkasan Hasil-hasil Asesmen Belajar Dari Hasil UN, PISA, TIMSS, INAP

Ringkasan Hasil-hasil Asesmen Belajar Dari Hasil UN, PISA, TIMSS, INAP Ringkasan Hasil-hasil Asesmen Belajar Dari Hasil UN, PISA, TIMSS, INAP Nizam Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kecakapan Abad 21 21 st Century

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH NOVEMBER 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH NOVEMBER 2016 No.85/12/33/Th.X, 15 Desember PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH NOVEMBER A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR JAWA TENGAH NOVEMBER MENCAPAI US$ 483,89 JUTA Nilai ekspor Jawa Tengah pada bulan sebesar US$

Lebih terperinci

Meningkatnya Impor Barang Modal Dukung Industri dan Adanya Peningkatan Ekspor ke Pasar Nontradisional

Meningkatnya Impor Barang Modal Dukung Industri dan Adanya Peningkatan Ekspor ke Pasar Nontradisional SIARAN PERS Pusat Hubungan Masyarakat Gd. I Lt. 2, Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta 10110 Telp: 021-3860371/Fax: 021-3508711 www.kemendag.go.id Meningkatnya Impor Modal Dukung Industri dan Adanya Peningkatan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH AGUSTUS 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH AGUSTUS 2016 No64/09/33/ThX, 15 September PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH AGUSTUS A PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR JAWA TENGAH AGUSTUS MENCAPAI US$ 449,18 JUTA Nilai ekspor Jawa Tengah pada bulan Agustus sebesar

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH MARET 2017

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH MARET 2017 No.25/04/33/Th.XI, 17 April PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH MARET A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR JAWA TENGAH MARET MENCAPAI US$ 523,71 JUTA Nilai ekspor Jawa Tengah bulan Maret mencapai US$ 523,71

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem Logistik Nasional memiliki peran strategis dalam menyelaraskan kemajuan antar sektor ekonomi dan antar wilayah demi terwujudnya sistem pertumbuhan ekonomi yang

Lebih terperinci

Analisis Ekonomi Beberapa Negara Asia dan AS: Periode

Analisis Ekonomi Beberapa Negara Asia dan AS: Periode Analisis Ekonomi Beberapa Negara Asia dan AS: Periode 2005-2009 Biro Riset LM FEUI Lembaga Management Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia melakukan riset tentang perkembangan ekonomi beberapa negara

Lebih terperinci