Perdagangan Nilai Tambah (Trade in Value Added) Kementerian Perdagangan 28 April 2015

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Perdagangan Nilai Tambah (Trade in Value Added) Kementerian Perdagangan 28 April 2015"

Transkripsi

1 Perdagangan Nilai Tambah (Trade in Value Added) Kementerian Perdagangan 28 April 2015

2 Nilai tambah - konsep Nilai tambah : tambahan nilai terhadap barang antara setelah berubah menjadi barang baru (misal barang akhir) Merakit mobil: menghasilkan barang akhir Barang antara : semua komponen ($ ) Proses produksi: merakit komponen menjadi mobil ($ 2.000) Nilai barang baru (mobil) = $ Nilai tambah (mobil) = $ $ = $ 2.000

3 Nilai tambah - konsep Proses produksi terjadi menggunakan faktor produksi tenaga kerja, modal, dan entrepreneurship Nilai tambah biaya yang dikeluarkan untuk membayar faktor produksi: upah (tenaga kerja) bunga + sewa (modal) keuntungan (entrepreneurship) Nilai tambah setiap komponen (barang antara) dapat dihitung dengan cara yang sama.

4 Nilai tambah - konsep Nilai tambah memberikan informasi: Pendapatan faktor produksi Teknologi produksi (padat karya atau padat modal) Jumlah faktor produksi yang digunakan Total nilai tambah seluruh barang yang dihasilkan mencerminkan produksi nasional

5 Teori Perdagangan Internasional Teori perdagangan internasional klasik Konsumsi dan produksi tidak perlu dilakukan di lokasi yang sama Setiap perekonomian memiliki sumber daya yang unik yang kemudian menentukan keunggulan komparatif nya Negara akan eksport barang yang memiliki keunggulan komparatif dan import barang tidak memilik keunggulan komparatif

6 Distribusi Nilai tambah & Perdagangan I.. Pasar Domestik III tidak Bahan baku Proses Produksi Barang antara Proses Produksi Barang jadi Unggul Kompara tif? I II III Distribusi ya Sumbangan terhadap Produksi Nasional/ Nilai Tambah Pasar Eksport

7 Nilai tambah & perdagangan Seluruh kegiatan ekonomi yang menghasilkan nilai tambah terjadi di dalam negeri: Proses produksi (I dan II) Distribusi (III) Nilai eksport hampir sepenuhnya menunjukan kontribusinya terhadap produksi/nilai tambah nasional Sebaliknya nilai import tidak memberi kontribusi lansung terhadap produksi/nilai tambah nasional

8 Nilai tambah & perdagangan Apabila tidak ada hambatan perdagangan pola perdagangan Perekonomian kaya tenaga kerja eksport barang padat karya dan import barang padat modal Perekonomian kaya modal eksport barang padat modal dan import barang padat karya Manfaat perdagangan: effisensi ekonomi dari perdagangan bebas (kerja sama perdagangan)

9 Teori Perdagangan Terkini Teori perdagangan internasional Terkini Konsumsi dan produksi tidak perlu dilakukan di lokasi yang sama Produksi tidak perlu dilakukan di lokasi yang sama Produksi bisa di unbundle menjadi beberapa tugas/task yang merupakan rantai proses produksi. Setiap perekonomian bisa memiliki keunggulan komparatif diberbagai tugas/task

10 Proses Produksi Terkini. Source: Escaith & Inomata, Geometry of gloval value chains in East Asia

11 Pergeseran Pola Perdagangan. Keunggulan komparatatif tidak dikaitkan dengan barang tetapi dengan proses produksi (tugas/task) Perekonomian akan eksport proses produksi yang memiliki keunggulan komparatif dan akan import proses produksi yang tidak memiliki keunggulan komparatif. Jasa menjadi bagian penting dari perdagangan internasional Manfaat perdagangan lebih tepat diukur dengan Nilai Tambah

12 T-2 Task 4 Task 1 Task 3 Task 5 Nilai tambah & Perdagangan II Pasar Import Bahan Baku & Antara Pasar Import Distribusi N Task 1 N Task 3 N Bahan baku Task 1 CA? Y T-1 Barang antara Task 3 CA? Y T-3 Barang jadi Task 5 CA? Task 5 Task 2 CA? I T-2 Task 4 CA? T-4 Y Task 5 Task 2 N Task 4 Pasar Import Bahan Baku & Antara N Konsumen Akhir (Eksport & Domestik)

13 Proses produksi terkini Produksi barang elektronik

14 Siapa yang menikmati ipod.. Component Supplier Country Costs Hard Drive Toshiba Japan $ Display module Toshiba-Matsushita Japan $ Video Broadcom US $ 8.36 CPU PortalPlayer US $ 4.94 Insertion, test and assembly Inventec Taiwan $ 3.70 Battery Pack Unknown?? $ 2.89 Display driver Renesas Japan $ 2.88 SDRAM Memory Samsung Korea $ 2.37 Back enclosure Unknown?? $ 2.30 Mainboard PCB Unknown?? $1.90 Other inputs $ TOTAL (price) $ 144 Source: Linden,et.al, Who captures value in a global innovation system the case of Apple ipod

15 Siapa yang menikamati ipod Perakitan ipod dilakukan di Tiongkok dengan harga pabrik $ 144 Komponen biaya dari Jepang (66%) ; US (9%); Taiwan (3%) dan Korea (2%); sisanya dari berbagai negara termasuk Tiongkok (19%) Kontribusi Tiongkok diperkirakan sebesar $ 14 (10% dari harga pabrik)

16 Siapa yang menikmati ipod ipod dieksport dari Tiongkok ke US jadi tercatat sebagai ekspor Tiongkok sebesar $ 144 Biaya distribusi ipod di US sebesar $ 155 dan harga eceran $ 299 Negara mana yang menikmati paling besar dari sebuah ipod?

17 Siapa yang menikmati ipod.. Dilihat dari sumber pemasok: Jepang adalah penerima nilai terbesar dari ipod (dari Harddrive dan Display module) Namun tidak semua komponen tersebut di hasilkan di Jepang; sebagian besar dirakit di Tiongkok Tiongkok mendapat manfaat yang lebih besar dari eksport ipod

18 Manfaat dari perdagangan.. Nilai eksport dan import tidak menunjukan negara mana yang mendapat manfaat dari perdagangan. Nilai export dan import tidak menunjukan berapa nilai tambah yang disumbangkan terhadap perekonomian Dengan makin tingginya GVC neraca perdagangan tidak lagi mencerminkan arus perdagangan yang akurat

19 Implikasi Bagi Neraca Perdagangan. Ilustrasi: Negara A mengekspor sebuah barang ke B senilai $ 100 Barang tersebut diolah di negara B menjadi barang akhir yang kemudian di ekspor ke C seharga $ 110. Secara konvensional nilai perdagangan dunia adalah sebesar $ 210 ($100 + $ 110) tapi nilai tambah hanya 110 Neraca perdagangan B & C defisit $110 padahal defisit perdagangan nilai tambah hanya $10 Tidak ada perdagangan antara A & C padahal ada perdagangan tidak langsung nilai tambah $ 100

20 Implikasi Kinerja Perdagangan Kontribusi perdagangan terhadap penciptaan kesempatan kerja dan pendapatan dapat dilihat dari kontribusi nilai tambah. Neraca perdagangan nilai tambah bisa surplus/defisit walaupun neraca perdagangan konvesional berimbang (nol) Ukuran eksport/import total cenderung overestimate kontribusi perdagangan terhadap perekonmian

21 GVC dan Perdagangan Jasa. Sektor jasa punya peran sebagai pengikat yang memungkinkan GVC terjadi. Kemajuan teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi memungkinkan jasa di pilah dari kegiatan produksi dan dipisah lokasi produksinya Jasa bisa dijadikan alat diferensiasi barang dan untuk mencapai rantai nilai yang lebih tinggi

22 Implikasi Kebijakan. Perubahan dalam melihat strategi pembangunan/ strategi industri Industri Subsitusi Impor vs GVC Kebijakan perdagangan internasional Dengan makin pentingnya GVC hubungan antara export dan import makin penting. Nilai tambah nasional tidak hanya ada dalam eksport tetapi juga dalam import Kebijakan tentang industri jasa (telkom, IT, logistik ) sangat penting bagi kinerja perdagangan Perubahan strategi politik perdagangan internasional

23 Mengukur Perdagangan Nilai Tambah Mengapa penting! Mengetahui berapa nilai tambah domestik dalam eksport penting untuk kebijakan perdagangan; eksportir asembling yang nilai tambah domestiknya rendah perlu import Nilai tambah domestik tidak hanya ada dalam eksport tetapi juga dalam import. Gambaran yang lebih akurat tentang peranan industri hulu (jasa) dalam eksport. Export jasa menurut statistik perdagangan rendah, tetapi dalam nilai tambah peranannya jauh lebih besar.

24 Mengukur Perdagangan Nilai Tambah Mengapa penting! Gambaran yang lebih baik tentang arus perdagangan (surplus-defisit). Bisa mendapatkan informasi yang lebih tepat tentang kandungan kesempatan pekerjaan dari perdagangan Dampak dari shock terhadap GVC bisa diantisipasi lebih baik

25 Mengukur Perdagangan Nilai Tambah Konsep Perdagangan Nilai Tambah antara negara 1 dengan 2 dan 3 adalah untuk memenuhi Permintaan barang akhir di negara 2 & 3 yang dihasilkan di negara 1 (perdagangan langsung) Permintaan barang akhir di negara 2 & 3 yang dihasilkan di negara 2 & 3(perdagangan langsung) Permintaan barang akhir di negara 2/3 yang dihasilkan di negara 3/2 (perdagangan tidak langsung)

26 Mengukur Perdagangan Nilai Tambah Konsep Perdagangan Nilai Tambah sektoral dapat diukur melalui Tabel Input-Output (Leontief) Intinya : seluruh kegiatan ekonomi berkaitan, yaitu sebagai penyedia input atau sebagai pemakai output Secara konsep X = AX + F = (I A) -1 F

27 Tabel Input Output(I-O)

28 Nilai Tambah Dalam I-O Kontribusi Nilai Tambah terhadap Produksi/ Output total adalah v (%) v = VA (Upah + Sewa + Keuntungan) / X Kontribusi langsung dan tidak langsung eksport terhadap terhadap Nilai Tambah VA E = v (I A) -1 E Dimana E adalah permintaan ekspor

29 Nilai Tambah Dalam I-O Kontribusi import terhadap output total adalah m (%) adalah m = M/X Kontribusi import terhadap eksport adalah M E = m (I A) -1 E Untuk mengukur perdagangan Nilai Tambah digunakan Tabel Input Output Dunia (WIO)

30 Tabel Input Output Dunia.

31 Tabel Input-Output Dunia. Input-output antara negara dan antara industri (domestik dan asing) adalah X i = (I A i ) -1 F i i= 1,2,3 (negara) X1 X 2 X 3 = L 11 L 12 L 13 L 21 L 22 L 23 L 31 L 32 L 33 F 11 + F 12 + F 13 F 21 + F 22 + F 23 F 31 + F 32 + F 33 t TiVA,X = v 1 v 2 v 3 L 21 L 22 L 23 L 11 L 12 L 13 L 31 L 32 L 33 F 11 + F 12 + F 13 F 21 + F 22 + F 23 F 31 + F 32 + F 33

32 Eksport Nilai Tambah Export Nilai Tambah negara 1 adalah t TiVA,X = v 1 L 11 F 12 + F 13 + v 1 L 12 F 22 + F 23 + v 1 L 13 (F 32 + F 33 ) Terdiri dari: Eksport Nilai Tambah untuk memenuhi permintaan akhir negara 2 & 3 di negara 1 (eksport langsung nilai tambah) Eksport Nilai Tambah untuk memenuhi permintaan akhir negara 2 & 3 di negara 2 & 3 (eksport langsung) Eksport Nilai Tambah untuk memenuhi permintaan akhir negara 3 & 2 di negara 2 & 3 (eksport tidak langsung nilai tambah)

33 Import Nilai Tambah. Import Nilai Tambah negara 1 adalah t TiVA,M = v 2 L 21 +v 3 L 31 F 11 + v 2 L 22 +v 3 L 32 F 21 + v 2 L 23 +v 3 L 33 F 31 Terdiri dari: Import Nilai Tambah dari negara 2 & 3 untuk memenuhi permintaan akhir di negara 1 Import Nilai Tambah dari negara 2 & 3 untuk memenuhi permintaan akhir negara 1 melalui negara 2 Eksport Nilai Tambah dari negara 3 & 2 untuk memenuhi permintaan akhir negara 1 melalui negara 3

34 TiVA Database dari OECD Atas inisiatif bersama OECD-WTO disusun database Trade in Value Added (TiVA) Gabungan dari tabel input output 34 negara OECD + 23 negara Non OECD (termasuk Indonesia). Ada 39 indicators perdagangan Cakupan waktu : 1995, , 2008, Cakupan kegiatan ekonomi : 18 sektor ekonomi (barang dan jasa) Akses :

35 TiVA Database dari OECD.STAT.

36 TiVA Database dari OECD... Beberapa indikator perdagangan dalam TiVA database Domestic value added embodied in gross export Foreign value added embodied in gross export Direct domestic value added content of gross export Indirect domestic value added content of gross export Direct domestic service value added content in gross export Indirect domestic service value added content in gross export

37 Luxembourg Singapore Slovak Republic Ireland Chinese Taipei Korea Hungary Czech Republic Philippines Malaysia Malta Viet Nam Iceland Lithuania Netherlands Belgium Thailand Slovenia Cambodia Finland Sweden Estonia China Portugal Bulgaria Denmark Austria Israel Mexico Hong Kong, China Switzerland Poland Germany Latvia France Romania Greece India Turkey Spain Italy Canada Chile New Zealand United Kingdom South Africa Norway Japan Indonesia Australia Argentina Brunei Darussalam United States Brazil Russian Federation Saudi Arabia Percentage (%) Beberapa Fakta Dari TiVA Database... Import Penting Bagi Ekspor 100 Domestic Value Added content of Exports Source: OECD-WTO Trade in Value Added, May 2013

38 Beberapa Fakta Dari TiVA Database... Import Penting Bagi Ekspor 100 Domestic Value Added Content in Export ASEAN Singapore Philippines Malaysia Viet Nam Thailand Cambodia Indonesia Brunei Darussalam Source: OECD-WTO Trade in Value Added, May 2013

39 Beberapa Fakta Dari TiVA Database... Import Penting Bagi Ekspor 100 Domestic Value Added Content in Exports - RCEP Source: OECD-WTO Trade in Value Added, May 2013

40 Beberapa Fakta Dari TiVA Database... Import Penting Bagi Ekspor Domestic and Foreigh Value Added in Export - RCEP Foreign Domestic

41 Beberapa Fakta Dari TiVA Database Import penting bagi eksport Kandungan nilai tambah asing dalam eksport tinggi Rerata dunia 28% ASEAN : 35% RCEP : 29% Makin besar perekonomian makin rendah nilai tambah asing dalam ekspor (karena faktor skala dan biaya) Amerika Serikat : 11% ; Jerman : 21% Pengecualian ; Brunei, Australia : 11% (karena ekspor bahan alam), Selandia Baru : 18% (karena terisolasi secara geografis) Nilai tambah asing dalam eksport tinggi di negara yang terbuka dan rendah di negara proteksionis Korea, Singapur (terbuka); India (proteksionis)

42 Beberapa Fakta Dari TiVA Database Import penting bagi GVC Nilai tambah dalam eksport anggota RCEP Tinggi Negara maju: Jepang Pengeksport sumber alam: Australia, Indonesia, Brunei Terisolasi : New Zealand Proteksionis : India Rendah Negara Kecil : Kamboja, Vietnam Turut dalam GVC : Malaysia, Thailand, Phillipines, China Terbuka : Singapore, Korea

43 US $ billion Nilai Tambah Domestik Dalam Eksport Elektronik Electrical Exports Decomposed by Source RCEP, Foreign Domestic Source: OECD-WTO Trade in Value Added, May 2013

44 US $ billion Nilai Tambah Domestik Dalam Eksport Alat transport (otomotif) Transport Equiment Gross Exports Decomposed by Source - RCEP, Foreign Domestic Source: OECD-WTO Trade in Value Added, May 2013

45 Percentage US $ billion Nilai Tambah Asing Dalam Eksport. Alat Transport Foreign Value and Gross Export RCEP FVA to GEX Gross Exports Source: OECD-WTO Trade in Value Added, May 2013

46 % VA to Export Gross exports Nilai Tambah Dalam Eksport. Elektronik Domestic Value Added in Gross Export Electrical RCEP countries Japan Korea China India Indonesia Malaysia Philippines Singapore Thailand Cambodia Viet Nam Average VA to GE Gross Exports Source: OECD-WTO Trade in Value Added, May 2013

47 Nilai Tambah Terkandung dalam Ekspor.. Value Added Embodied in Gross Exports by Sector Agriculture, hunting, forestry and fishing 9% Services 21% Mining and quarrying 29% Manufacture 41% Source: OECD-WTO Trade in Value Added, May 2013

48 Peran Nilai Tambah Terkandung dalam Eksport - sektoral Transport and storage, post and telecommunicatio n Wholesale and retail trade; 5% Hotels and restaurants 6% Financial intermediation 1% Business services 3% Other services 2% Agriculture, hunting, forestry and fishing 7% Construction 1% Services 17% Mining and quarrying 24% Electricity, gas and water supply 1% Manufacturing nec; recycling 1% Transport equipment 2% Electrical and optical equipment 4% Machinery and equipment, nec 2% Source: OECD-WTO Trade in Value Added, May 2013 Chemicals and nonmetallic mineral products 11% Basic metals Wood, and paper, paper products, fabricated printing metal and publishing products 3% 2% Food products, beverages and tobacco 6% Textiles, textile products, leather and footwear 4%

49 Peran Nilai Tambah Dalam Ekspor Manufaktur.. Share of Value Added Embodied in Gross Exports - Manufacturing Electrical and optical equipment 12% Machinery and equipment, nec 6% Transport equipment 6% Manufacturing nec; recycling 3% Food products, beverages and tobacco 16% Textiles, textile products, leather and footwear 12% Basic metals and fabricated metal products 6% Chemicals and non-metallic mineral products 31% Wood, paper, paper products, printing and publishing 8% Source: OECD-WTO Trade in Value Added, May 2013

50 Peran Nilai Tambah Dalam Eksport Jasa.. Share of Value Added in Gross Export - Services Other services 12% Construction 3% Business services 16% Wholesale and retail trade; Hotels and restaurants 35% Financial intermediation 7% Transport and storage, post and telecommunication 27%

51 Saudi Arabia Brunei Darussalam Indonesia Viet Nam China Thailand Chile Mexico Russian Federation Argentina Norway Malaysia Brazil Canada Chinese Taipei South Africa Romania Korea Slovak Republic Czech Republic Australia Japan Hungary Lithuania Cambodia Poland Slovenia Philippines Netherlands Turkey New Zealand Bulgaria Germany Italy United States Switzerland Estonia France Austria Israel Sweden Portugal Finland India Denmark Belgium Spain Singapore United Kingdom Iceland Latvia Ireland Malta Greece Hong Kong, China Luxembourg Nilai Tambah Jasa dalam Eksport. Total Exports Services Value Added Contents of Gross Exports Domestic Foreign

52 Nilai Tambah Jasa dalam Eksport. Sektor Pertanina, Tambang, Manufaktur Services Value Added in Export - Indonesia and ASEAN Agro Mining Food Textiles Wood Chemicals Basic Metals Machinery Electrical Transporation Manufacturing nec Indonesia Services Content in Exports Indonesia Export Average ASEAN Services Content in Exports Average ASEAN Export

53 Service Value Content (%) GVC Index Nilai Tambah Jasa dalam Eksport. Barang Elektronik Services Value Added Content in Electrical Gross Exports - RCEPS, Domestic intermediate services Foreign services GVC Participation Index

54 Keikut sertaan dalam GVC.. Diukur dengan pangsa spesialisasi vertikal (VS) yaitu dengan melihat berapa import input dalam export (diukur) dalam index. VS hanya mengukur pentingnya import dalam value chain (backward). Value chain juga termasuk import untuk diekspor kembali. VS1 mengukur berapa ekspor yang digunakan sebagai input untuk ekspor negara lain (forward)

55 Partisipasi dalam GVC - total GVC Participation Index - Total Backward Forward GEX/GDP Source: OECD-WTO Trade in Value Added, May 2013

56 Keikut Sertaan Indonesia dalam GVC.. Keikut sertaan Indonesia lebih rendah dari keikut sertaan umumnya negara negara Asia Timur Keikut sertaan Indonesia lebih sebagai supplier (forward) bukan sebagai pemakai/ pengolah

57 Partisipasi dalam GVC - Elektronik GVC Paricipation Index - Electrical Japan Korea China India Indonesia Cambodia Chinese Taipei Hong Kong, China Malaysia Philippines Singapore Thailand Viet Nam Average 0 Backward Forward Exports

58 Partisipasi dalam GVC Alat transport.. 9 GVC Participation Index - Transport Equipment Japan Korea China India Indonesia Cambodia Chinese Taipei Hong Kong, China Malaysia Philippines Singapore Thailand Viet Nam Average 0 Backward Forward Export

59 Partisipasi dalam GVC Transport, Post & Telkom. 14 GVC Participation Index - Transportation, Storage, Post & Telecomunication Japan Korea China India Indonesia Cambodia Chinese Taipei Hong Kong, China Malaysia Philippines Singapore Thailand Viet Nam Average 0 Participation Index Exports

60 Partisipasi dalam GVC Jasa Bisnis. 12 GVC Participation Index - Business Services Japan Korea China India Indonesia Cambodia Chinese Taipei Hong Kong, China Malaysia Philippines Singapore Thailand Viet Nam average 0 Backward Forward Exports

PENDAPATAN REGIONAL 574 Jambi Dalam Angka 2009/Jambi in Figures 2009

PENDAPATAN REGIONAL 574 Jambi Dalam Angka 2009/Jambi in Figures 2009 PENDAPATAN REGIONAL 574 Jambi Dalam Angka 2009/Jambi in Figures 2009 REGIONAL INCOME BAB 11. PENDAPATAN REGIONAL Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2009 Atas Dasar Harga Konstan tahun 2000 mengalami

Lebih terperinci

Lingkungan Pemasaran Global Ekonomi dan Sosial-Budaya

Lingkungan Pemasaran Global Ekonomi dan Sosial-Budaya Lingkungan Pemasaran Global Ekonomi dan Sosial-Budaya Pengenalan Secara Objektif Memahami perbedaan utama diantara beberapa sistem ekonomi didunia. Cara belajar bagaimana mengelompokan negaranegara dengan

Lebih terperinci

Perkembangan Ekspor Indonesia Biro Riset LMFEUI

Perkembangan Ekspor Indonesia Biro Riset LMFEUI Perkembangan Ekspor Indonesia Biro Riset LMFEUI Pengembangan ekspor tidak hanya dilihat sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan negara, tetapi juga untuk mengembangkan ekonomi nasional. Perkembangan

Lebih terperinci

OEKO-TEX Standard 100: Satu Sertifikat Untuk Banyak Regulasi

OEKO-TEX Standard 100: Satu Sertifikat Untuk Banyak Regulasi OEKO-TEX Standard 100: Satu Sertifikat Untuk Banyak Regulasi Jakarta, 9 October, 2013 Titi Susanti Direktur - TESTEX Indonesia Swiss Textile Testing Institute Didirikan 1846 (Seidentrocknungsanstalt Zürich)

Lebih terperinci

MAKSIMALISASI DISEMINASI HASIL PENELITIAN DAN PENGABDIAN DENGAN MEMANFAATKAN TIK UNTUK MENINGKATKAN RANGKING UMM DALAM WEBOMETRIC

MAKSIMALISASI DISEMINASI HASIL PENELITIAN DAN PENGABDIAN DENGAN MEMANFAATKAN TIK UNTUK MENINGKATKAN RANGKING UMM DALAM WEBOMETRIC MAKSIMALISASI DISEMINASI HASIL PENELITIAN DAN PENGABDIAN DENGAN MEMANFAATKAN TIK UNTUK MENINGKATKAN RANGKING UMM DALAM WEBOMETRIC Oleh: Ir. Suyatno, M.Si. (Kepala Lembaga Infokom UMM) Disampaikan pada

Lebih terperinci

Indonesia 2015 Ringkasan Pelaksanaan

Indonesia 2015 Ringkasan Pelaksanaan Secure Sustainable Together Indonesia 2015 Ringkasan Pelaksanaan Kebijakan Energi luar Negara IEA Secure Sustainable Together Indonesia 2015 Ringkasan Pelaksanaan Kebijakan Energi luar Negara IEA INTERNATIONAL

Lebih terperinci

KESEMPATAN KERJA PERDAGANGAN. Rahma Iryanti Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja. Jakarta, 5 Juli 2013

KESEMPATAN KERJA PERDAGANGAN. Rahma Iryanti Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja. Jakarta, 5 Juli 2013 KESEMPATAN KERJA MENGHADAPI LIBERALISASI PERDAGANGAN Rahma Iryanti Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja Jakarta, 5 Juli 2013 1 MATERI PEMAPARAN Sekilas mengenai Liberalisasi Perdagangan

Lebih terperinci

SYARAT-SYARAT PEMBUATAN VISA

SYARAT-SYARAT PEMBUATAN VISA SYARAT-SYARAT PEMBUATAN VISA ** syarat visa ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan permintaan kedutaan 1. ARGENTINA (Pax harus datang ke kedutaan / Interview) Pas foto 4x4 cm ( 2 lembar ) terbaru

Lebih terperinci

Hosting dan Domain Website

Hosting dan Domain Website Hosting dan Domain Website Euis Marlina, S.Kom Email : euismarlina@gmail.com http://euismarlina.edublogs.org HP : 08179424319 Pengantar Setelah anda selesai membuat sebuah website atau sistem berbasis

Lebih terperinci

DAFTAR HARGA DOOR TO DOOR AIR FREIGHT

DAFTAR HARGA DOOR TO DOOR AIR FREIGHT DAFTAR HARGA DOOR TO DOOR FROM TO AIR FREIGHT SEA FREIGHT MINIMUM DELIVERY TIME JAKARTA 60.000,00-10kg 1-5 days JAKARTA 40.000,00-10kg 5-10 days SINGAPORE JAKARTA 3.700.000,00 3m' 10-14 days JAKARTA 85.000.000,00

Lebih terperinci

PERAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN DALAM MENDORONG INOVASI PRODUK DI INDUSTRI PULP DAN KERTAS

PERAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN DALAM MENDORONG INOVASI PRODUK DI INDUSTRI PULP DAN KERTAS PERAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN DALAM MENDORONG INOVASI PRODUK DI INDUSTRI PULP DAN KERTAS Jakarta, 27 Mei 2015 Pendahuluan Tujuan Kebijakan Industri Nasional : 1 2 Meningkatkan produksi nasional. Meningkatkan

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM. 4.1. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Berkembang dan Maju Periode 1980-2008

IV. GAMBARAN UMUM. 4.1. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Berkembang dan Maju Periode 1980-2008 38 IV. GAMBARAN UMUM 4.1. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Berkembang dan Maju Periode 198-28 Berdasarkan Gambar 4.1, periode 198 hingga 28 perkembangan GDP pertanian negara-negara

Lebih terperinci

BNP2TKI BADAN NASIONAL PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA. Pusat Penelitian Pengembangan dan Informasi

BNP2TKI BADAN NASIONAL PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA. Pusat Penelitian Pengembangan dan Informasi DATA PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA TAHUN 214 (PERIODE 1 JANUARI S.D 31 DESEMBER) POSISI CETAK DATA TANGGAL 6 JANUARI 215 BNP2TKI BADAN NASIONAL PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA

Lebih terperinci

MATERI PERDAGANGAN LUAR NEGERI

MATERI PERDAGANGAN LUAR NEGERI MATERI PERDAGANGAN LUAR NEGERI A. Definisi Pengertian perdagangan internasional merupakan hubungan kegiatan ekonomi antarnegara yang diwujudkan dengan adanya proses pertukaran barang atau jasa atas dasar

Lebih terperinci

MARKET INTELLIGENCE PRODUK KOMPONEN OTOMOTIF DI HONGARIA

MARKET INTELLIGENCE PRODUK KOMPONEN OTOMOTIF DI HONGARIA MARKET INTELLIGENCE PRODUK KOMPONEN OTOMOTIF DI HONGARIA KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan YME kami panjatkan karena hanya dengan rahmatnya kami dapat melaksanakan penulisan Market Intelligence perdagangan

Lebih terperinci

Ketua Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI

Ketua Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI PEMBERDAYAAAN KOPERASI & UMKM DALAM RANGKA PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT 1) Ir. H. Airlangga Hartarto, MMT., MBA Ketua Komisi VI DPR RI 2) A. Muhajir, SH., MH Anggota Komisi VI DPR RI Disampaikan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN INDUSTRI NASIONAL TAHUN 2015-2035

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN INDUSTRI NASIONAL TAHUN 2015-2035 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN INDUSTRI NASIONAL TAHUN 2015-2035 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

SUUNTO M-9 COMPASS PANDUAN BAGI PENGGUNA. 1. Anatomi kompas. 2. Mengorientasikan peta. 3. Mempertahankan arah perjalanan

SUUNTO M-9 COMPASS PANDUAN BAGI PENGGUNA. 1. Anatomi kompas. 2. Mengorientasikan peta. 3. Mempertahankan arah perjalanan SUUNTO M-9 COMPASS PANDUAN BAGI PENGGUNA ID 1. Anatomi kompas 1. Kartu kompas dengan segitiga yang mengarah ke utara magnetik 2. Kapsul berputar untuk menentukan arah ke target 3. Indeks baring untuk membaca

Lebih terperinci

Sektor Pertanian: Perlu Upaya Akselerasi Pertumbuhan. Oleh: Hidayat Amir

Sektor Pertanian: Perlu Upaya Akselerasi Pertumbuhan. Oleh: Hidayat Amir Sektor Pertanian: Perlu Upaya Akselerasi Pertumbuhan Oleh: Hidayat Amir Peneliti Madya pada Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan Email: hamir@fiskal.depkeu.go.id

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Dengan mengucap puji syukur kepada Tuhan YME, karena hanya. dengan berkat dan rahmatnya, kami dapat melaksanakan penulisan

KATA PENGANTAR. Dengan mengucap puji syukur kepada Tuhan YME, karena hanya. dengan berkat dan rahmatnya, kami dapat melaksanakan penulisan KATA PENGANTAR Dengan mengucap puji syukur kepada Tuhan YME, karena hanya dengan berkat dan rahmatnya, kami dapat melaksanakan penulisan Market Brief perdagangan produk automotive parts di Hungaria. Tulisan

Lebih terperinci

PASAR BUKU TULIS DI ARAB SAUDI. 1. Pendahuluan

PASAR BUKU TULIS DI ARAB SAUDI. 1. Pendahuluan PASAR BUKU TULIS DI ARAB SAUDI 1. Pendahuluan Pasar buku tulis Arab Saudi berkembang pesat sejalan perkembangan sektor pendidikan dan bisnis. Sektor pendidikan dan bisnis memperoleh perhatian besar dari

Lebih terperinci

VISA FREE SHORT VISIT FOR TOURISTS

VISA FREE SHORT VISIT FOR TOURISTS VISA FREE SHORT VISIT FOR TOURISTS (As from 1st February 2004) In conjunction with the Presidential Decision No. 103/2003, signed by the President of the Republic of Indonesia on 17th December 2003 regarding

Lebih terperinci

PERANAN PENGUSAHA DAERAH DALAM MENGHADAPI MEA 2015. Ir. Eddy Kuntadi Ketua Umum KADIN DKI Jakarta

PERANAN PENGUSAHA DAERAH DALAM MENGHADAPI MEA 2015. Ir. Eddy Kuntadi Ketua Umum KADIN DKI Jakarta PERANAN PENGUSAHA DAERAH DALAM MENGHADAPI MEA 2015 Ir. Eddy Kuntadi Ketua Umum KADIN DKI Jakarta KADIN : Wadah bagi Pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang perekonomian, Wadah Persatuan dan Kesatuan,Wadah

Lebih terperinci

Layanan Manajemen Jasa Angkut

Layanan Manajemen Jasa Angkut Pemimpin Logistik Baru Layanan Manajemen Jasa Angkut Bringing Personal Service to Your Supply Chain Sebuah pabrik harus menyuplai situsnya di Amerika Selatan. Distributor harus mengirimkan suku cadangnya

Lebih terperinci

Keuntungan kita ialah tahu waktu dan tempat yang tepat untuk berinvestasi.

Keuntungan kita ialah tahu waktu dan tempat yang tepat untuk berinvestasi. Keuntungan kita ialah tahu waktu dan tempat yang tepat untuk berinvestasi. Berinvestasi selama 5 tahun dengan akses ketujuh pasar Asia dengan perlindungan modal 100% pada saat jatuh tempo. Setelah tiga

Lebih terperinci

RENCANA DAN REALISASI INVESTASI DAN TENAGA KERJA PMDN MENURUT SEKTOR EKONOMI DI NTB TAHUN 2013

RENCANA DAN REALISASI INVESTASI DAN TENAGA KERJA PMDN MENURUT SEKTOR EKONOMI DI NTB TAHUN 2013 RENCANA DAN REALISASI INVESTASI DAN TENAGA KERJA PMDN MENURUT SEKTOR EKONOMI DI NTB TAHUN 2013 No Sektor Ekonomi (Ribu Rp ) Kerja (Org) (Ribu Rp ) Kerja (Org) 1 Petanian Tanaman Pangan 1 40.000.000 200

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. perkembangan dunia secara keseluruhan. Perkembangan dunia industri ini

BAB 1 PENDAHULUAN. perkembangan dunia secara keseluruhan. Perkembangan dunia industri ini BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia industri pada masa sekarang ini semakin terus berkembang dan sudah menjadi suatu bagian penting tersendiri dari perkembangan dunia secara keseluruhan.

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKONOMI KEUANGAN DAN KERJA SAMA INTERNASIONAL TRIWULAN I 2002

PERKEMBANGAN EKONOMI KEUANGAN DAN KERJA SAMA INTERNASIONAL TRIWULAN I 2002 PERKEMBANGAN EKONOMI KEUANGAN DAN KERJA SAMA INTERNASIONAL TRIWULAN I 2002 Perkembangan Ekonomi Dunia Pasar Keuangan dan Pasar Komoditas Perkembangan Kerja Sama Internasional Artikel DIREKTORAT RISET EKONOMI

Lebih terperinci

MENATA ULANG INDONESIA Menuju Negara Sejahtera

MENATA ULANG INDONESIA Menuju Negara Sejahtera MENATA ULANG INDONESIA Menuju Negara Sejahtera Ironi Sebuah Negara Kaya & Tumbuh Perekonomiannya, namun Kesejahteraan Rakyatnya masih Rendah KONFEDERASI SERIKAT PEKERJA INDONESIA Jl Condet Raya no 9, Al

Lebih terperinci

DAMPAK PENURUNAN EKSPOR TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA The Impact of Export Contraction on Labor Absorption

DAMPAK PENURUNAN EKSPOR TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA The Impact of Export Contraction on Labor Absorption DAMPAK PENURUNAN EKSPOR TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA The Impact of Export Contraction on Labor Absorption Tri Wibowo Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan Jl.

Lebih terperinci

Analisis fundamental. Daftar isi. [sunting] Analisis fundamental perusahaan. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Analisis fundamental. Daftar isi. [sunting] Analisis fundamental perusahaan. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Analisis fundamental Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Analisis fundamental adalah metode analisis yang didasarkan pada fundamental ekonomi suatu perusahaan. Teknis ini menitik beratkan

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Keimigrasian. Visa. Saat Kedatangan.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Keimigrasian. Visa. Saat Kedatangan. No.12, 2010 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Keimigrasian. Visa. Saat Kedatangan. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR M.HH-01-GR.01.06

Lebih terperinci

Sistem Tanggap KELANGKAAN PASOKAN MINYAK 2O12

Sistem Tanggap KELANGKAAN PASOKAN MINYAK 2O12 Sistem Tanggap KELANGKAAN PASOKAN MINYAK 2O12 1 Amerika Serikat Australia Austria Belanda Belgia Ceko Denmark Finlandia Hongaria Inggris NEGARA-NEGARA ANGGOTA IEA Irlandia Italia Jepang Jerman Kanada Korea

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR TENTANG PENGENAAN BEA MASUK TINDAKAN PENGAMANAN SEMENTARA TERHADAP IMPOR TEPUNG GANDUM

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR TENTANG PENGENAAN BEA MASUK TINDAKAN PENGAMANAN SEMENTARA TERHADAP IMPOR TEPUNG GANDUM MENTERIKEUANGAN REPUBlIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 193/PMKOll/2012 TENTANG PENGENAAN BEA MASUK TINDAKAN PENGAMANAN SEMENTARA TERHADAP IMPOR TEPUNG GANDUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

Analisis Asumsi Makro Ekonomi RAPBN 2011

Analisis Asumsi Makro Ekonomi RAPBN 2011 Analisis Asumsi Makro Ekonomi RAPBN 2011 Nomor. 30/AN/B.AN/2010 0 Bagian Analisa Pendapatan Negara dan Belanja Negara Biro Analisa Anggaran dan Pelaksanaan APBN SETJEN DPR-RI Analisis Asumsi Makro Ekonomi

Lebih terperinci

No.16/24/DKEM Jakarta, 30 Desember 2014 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA KORPORASI NONBANK DI INDONESIA

No.16/24/DKEM Jakarta, 30 Desember 2014 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA KORPORASI NONBANK DI INDONESIA No.16/24/DKEM Jakarta, 30 Desember 2014 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA KORPORASI NONBANK DI INDONESIA Perihal : Penerapan Prinsip Kehati-hatian dalam Pengelolaan Utang Luar Negeri Korporasi Nonbank.

Lebih terperinci

yang terus membengkak?

yang terus membengkak? Compa ny Hello. Bingung dengan tagihan telepon yang terus membengkak? ny Situational Background Telepon merupakan fasilitas yang sangat dibutuhkan dalam dunia bisnis maupun komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih terperinci

Data Dan Informasi PENEMPATAN TENAGA KERJA LUAR NEGERI

Data Dan Informasi PENEMPATAN TENAGA KERJA LUAR NEGERI Data Dan Informasi PENEMPATAN TENAGA KERJA LUAR NEGERI PUSAT DATA DAN INFORMASI KETENAGAKERJAAN Badan Penelitian, Pengembangan dan Informasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta, 2014 KATA

Lebih terperinci

Sosialisasi PENYUSUNAN SOP SAYURAN dan TANAMAN OBAT. oleh: Tim Fakultas Pertanian UNPAD, Bandung, 14 Maret 2012

Sosialisasi PENYUSUNAN SOP SAYURAN dan TANAMAN OBAT. oleh: Tim Fakultas Pertanian UNPAD, Bandung, 14 Maret 2012 Sosialisasi PENYUSUNAN SOP SAYURAN dan TANAMAN OBAT oleh: Tim Fakultas Pertanian UNPAD, Bandung, 14 Maret 2012 Issue : Kemampuan petani didalam menjamin mutu dan keamanan pangan segar yg dihasilkan relatif

Lebih terperinci

KONSEP PURCHASING POWER PARITY DALAM PENENTUAN KURS MATA UANG

KONSEP PURCHASING POWER PARITY DALAM PENENTUAN KURS MATA UANG KONSEP PURCHASING POWER PARITY DALAM PENENTUAN KURS MATA UANG Yovita Vivianty Indriadewi Atmadjaja Dosen Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi ABSTRAKSI Salah satu konsep

Lebih terperinci

PDRB HIJAU (KONSEP DAN METODOLOGI )

PDRB HIJAU (KONSEP DAN METODOLOGI ) PDRB HIJAU (KONSEP DAN METODOLOGI ) Oleh: M. Suparmoko Materi disampaikan pada Pelatihan Penyusunan PDRB Hijau dan Perencanaan Kehutanan Berbasis Penataan Ruang pada tanggal 4-10 Juni 2006 1 Hutan Indonesia

Lebih terperinci

Iklim Investasi Negara-Negara ASEAN Menuju ASEAN Economic Community (AEC): Investasi Langsung Luar Negeri (FDI)

Iklim Investasi Negara-Negara ASEAN Menuju ASEAN Economic Community (AEC): Investasi Langsung Luar Negeri (FDI) Iklim Investasi Negara-Negara ASEAN Menuju ASEAN Economic Community (AEC): Investasi Langsung Luar Negeri (FDI) Gek Sintha Mas Jasmin Wika Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Ciputra gek.sintha@ciputra.ac.id

Lebih terperinci

Daftar Harga 2015 Indonesia

Daftar Harga 2015 Indonesia Daftar Harga 2015 Indonesia PANDUAN HARGA DAN LAYANAN UPS Berlaku mulai Maret 2, 2015 ups.com Nationwide Toll Free: 0807-1-877-877 UPS mampu menyelesaikan pekerjaan Anda Sebagai pemimpin global dalam bidang

Lebih terperinci

MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL

MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL INSTITUTE OF BUSINESS (IOB) MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL Email PEDRO XIMENES ST,MM : larimata@lycos.com : radio_kliburfm@yahoo.com Pendahuluan Kriteria Penilaian : Kehadiran di kelas minimal 80% dari

Lebih terperinci

BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK. diambil dari mata uang India Rupee. Sebelumnya di daerah yang sekarang disebut

BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK. diambil dari mata uang India Rupee. Sebelumnya di daerah yang sekarang disebut BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK 2.1 Rupiah Rupiah (Rp) adalah mata uang Indonesia (kodenya adalah IDR). Nama ini diambil dari mata uang India Rupee. Sebelumnya di daerah yang sekarang disebut Indonesia menggunakan

Lebih terperinci

PERSYARATAN VISA TURKY

PERSYARATAN VISA TURKY PERSYARATAN VISA TURKY 1) SURAT SPONSOR ( asli ) 2) REK KORAN 3 BULAN TERAKHIR ( copy ) 3) KARTU KELUARGA DAN KTP ( copy ) 4) FOTO 4 x 6 = 2 LBR BERWARNA & TERBARU (back ground putih) ( asli ) 5) BUKTI

Lebih terperinci

MULTILATERAL TRADE (WTO), FREE TRADE AREA DI TINGKAT REGIONAL (AFTA) ATAU FREE TRADE AGREEMENT BILATERAL

MULTILATERAL TRADE (WTO), FREE TRADE AREA DI TINGKAT REGIONAL (AFTA) ATAU FREE TRADE AGREEMENT BILATERAL MULTILATERAL TRADE (WTO), FREE TRADE AREA DI TINGKAT REGIONAL (AFTA) ATAU FREE TRADE AGREEMENT BILATERAL INDONESIA DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL (SERI 1) 24 JULI 2003 PROF. DAVID K. LINNAN UNIVERSITY OF

Lebih terperinci

Kecenderungan Ekonomi Internasional diharapkan Dapat Menunjang EMO Hannover 2011

Kecenderungan Ekonomi Internasional diharapkan Dapat Menunjang EMO Hannover 2011 Die Welt der Metallbearbeitung The world of metalworking PERNYATAAN PERS From Sylke Becker Phone +49 69 756081-33 Fax +49 69 756081-11 E-mail s.becker@vdw.de Kecenderungan Ekonomi Internasional diharapkan

Lebih terperinci

HARGA MINYAK DUNIA ( CRUDE OIL EXCHANGE)

HARGA MINYAK DUNIA ( CRUDE OIL EXCHANGE) KEBIJAKAN ENERGI HARGA MINYAK DUNIA ( CRUDE OIL EXCHANGE) Kelompok I : 1. Raghunala Kusuma (28106) 2. Aulia Ullah (28120) 3. Puji Astuti ( 28154) 4. Ilmiyatul Fitriati (28316) 5. Ardi Rahman (28200) 6.

Lebih terperinci

MENATAP MASA DEPAN MIGAS (roadmap energi migas)

MENATAP MASA DEPAN MIGAS (roadmap energi migas) SATUAN KERJA KHUSUS PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (SKK Migas) MENATAP MASA DEPAN MIGAS (roadmap energi migas) Jakarta, 4 April 2014 DR. Gde Pradnyana Sekretaris SKKMIGAS 2 Cadangan

Lebih terperinci

ASEAN CHINA FREE TRADE AREA

ASEAN CHINA FREE TRADE AREA ASEAN CHINA FREE TRADE AREA A. PENDAHULUAN ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) merupakan kesepakatan antara negaranegara anggota ASEAN dengan China untuk mewujudkan kawasan perdagangan bebas dengan menghilangkan

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Latar Belakang

PENDAHULUAN. Latar Belakang 1. 1.1 PENDAHULUAN Latar Belakang Listrik merupakan salah satu sumber daya energi dan mempunyai sifat sebagai barang publik yang mendekati kategori barang privat yang disediakan pemerintah (publicly provided

Lebih terperinci

Dalam dua dekade terakhir, tren jumlah negara yang melakukan eksekusi hukuman mati menurun

Dalam dua dekade terakhir, tren jumlah negara yang melakukan eksekusi hukuman mati menurun Konferensi Pers SETARA Institute Temuan Pokok Riset tentang Pemetaan Implikasi Politik Eksekusi Mati pada Hubungan Internasional Indonesia Jakarta, April 2015-04- Dalam dua dekade terakhir, tren jumlah

Lebih terperinci

KOMPUTER DAN MASYARAKAT

KOMPUTER DAN MASYARAKAT KOMPUTER DAN MASYARAKAT KOMPUTER DAN DUNIA INDUSTRI VS LATAR BELAKANG Saat ini teknologi berkembang dengan sangat pesat dan dapat dirasakan dari waktu ke waktu. Teknologi yang berkembang ini dapat memudahkan

Lebih terperinci

Indonesia Terpilih Kembali Sebagai Anggota ITU Council

Indonesia Terpilih Kembali Sebagai Anggota ITU Council Indonesia Terpilih Kembali Sebagai Anggota ITU Council Indonesia berhasil terpilih kembali sebagai anggota ITU Council periode 2014-2018 pada sidang ITU Plenipotentiary Conference 2014 (PP-14) yang diselenggarakan

Lebih terperinci

MENJADI BESAR ATAU FOKUS KE SATU PROYEK

MENJADI BESAR ATAU FOKUS KE SATU PROYEK IRFAN SETIAPUTRA, CEO PT CIPTA KRIDATAMA MENJADI BESAR ATAU FOKUS KE SATU PROYEK EET EET Q & A - BEST & WORST - TIPS - OPINION Bisnis tambang batubara sedang mengalami penurunan sejak diberlakukannya Peraturan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PARIWISATA BALI JANUARI 2015

PERKEMBANGAN PARIWISATA BALI JANUARI 2015 No. 19/03/51/Th. IX, 2 Maret PERKEMBANGAN PARIWISATA BALI JANUARI Kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada bulan mencapai 301.748 orang, dengan wisman yang datang melalui bandara sebanyak

Lebih terperinci

Tantangan vs Kesempatan. Perubahan. Tantangan: Krisis Keuangan Global, Prubahan

Tantangan vs Kesempatan. Perubahan. Tantangan: Krisis Keuangan Global, Prubahan Membangun Dunia yang semakin Pintar A SMARTER PLANET Husein Samy Country Manager ibm.com,, IBM Indonesia 1 Tantangan vs Kesempatan Tantangan: Krisis Keuangan Global, Prubahan cuaca, Energi, Suplai makanan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. molding) dan pembuatan checking fixture. Injection molding/plastic molding

BAB I PENDAHULUAN. molding) dan pembuatan checking fixture. Injection molding/plastic molding BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Industri komponen otomotif di Indonesia berkembang seiring dengan perkembangan industri otomotif. Industri penunjang komponen otomotif juga ikut berkembang salah

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TRIWULAN I 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TRIWULAN I 2015 No. 34/05/51/Th. IX, 5 Mei 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TRIWULAN I 2015 EKONOMI BALI TRIWULAN I-2015 TUMBUH SEBESAR 6,20% (Y-ON-Y) NAMUN MENGALAMI KONTRAKSI SEBESAR 1,53% (Q-TO-Q) Total perekonomian Bali

Lebih terperinci

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : lo96/kpts/tn.120/10/1999

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : lo96/kpts/tn.120/10/1999 MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : lo96/kpts/tn.120/10/1999 TENTANG PEMASUKAN ANJING, KUCING, KERA DAN HEWAN SEBANGSANYA KE WILAYAH/DAERAH BEBAS RABIES DI INDONESIA

Lebih terperinci

NEWS UPDATE 7 September ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

NEWS UPDATE 7 September ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- NEWS UPDATE 7 September ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- KERJA SAMA PRUDENTIAL INDONESIA DAN UNIVERSITAS INDONESIA

Lebih terperinci

INDUSTRI MINYAK SAWIT INDONESIA MENUJU 100 TAHUN NKRI. Membangun Kemandirian Ekonomi, Energi dan Pangan Secara Berkelanjutan

INDUSTRI MINYAK SAWIT INDONESIA MENUJU 100 TAHUN NKRI. Membangun Kemandirian Ekonomi, Energi dan Pangan Secara Berkelanjutan INDUSTRI MINYAK SAWIT INDONESIA MENUJU 100 TAHUN NKRI Membangun Kemandirian Ekonomi, Energi dan Pangan Secara Berkelanjutan GABUNGAN PENGUSAHA KELAPA SAWIT INDONESIA GAPKI 2014 GAPKI 2014 i INDUSTRI MINYAK

Lebih terperinci

ANALISIS PERDAGANGAN PRODUK ALAS KAKI INDONESIA - CHINA. Oleh : Ragimun 1. Abstract

ANALISIS PERDAGANGAN PRODUK ALAS KAKI INDONESIA - CHINA. Oleh : Ragimun 1. Abstract ANALISIS PERDAGANGAN PRODUK ALAS KAKI INDONESIA - CHINA Oleh : Ragimun 1 Abstract The Government continues to encourage non-oil exports in order to increase state revenues. One of them is a footwear product.

Lebih terperinci

MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN

MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN MENTER! KEUANGAN SALIN AN PERATURAN MENTER! KEUANGAN NOMOR 12/PMK.Ol0/2015 TENTANG PENGENAAN BEA MASUK TINDAKAN PENGAMANAN TERHADAP IMPOR PRODUK I DAN H SECTION DARI BAJA PADUAN LAINNYA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PENINGKATAN PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENGELOLAAN KAWASAN INDUSTRI DAN LOGISTIK. Oleh: Dasep Titof BAB I PENDAHULUAN

PENINGKATAN PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENGELOLAAN KAWASAN INDUSTRI DAN LOGISTIK. Oleh: Dasep Titof BAB I PENDAHULUAN PENINGKATAN PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENGELOLAAN KAWASAN INDUSTRI DAN LOGISTIK Oleh: Dasep Titof BAB I PENDAHULUAN Bisnis PT. KBN adalah mengelola kawasan industri baik yang berstatus

Lebih terperinci

SYARAT VISA. CHINA Alamat : Jl Lingkar Mega Kuningan KAV E3 2 No.1 Gedung The East 2 nd Floor, Jakarta Selatan 12950

SYARAT VISA. CHINA Alamat : Jl Lingkar Mega Kuningan KAV E3 2 No.1 Gedung The East 2 nd Floor, Jakarta Selatan 12950 SYARAT VISA CHINA Alamat : Jl Lingkar Mega Kuningan KAV E3 2 No.1 Gedung The East 2 nd Floor, Jakarta Selatan 12950 1. Paspor asli 2. Pas foto 4 x 6 = 1 lembar, berwarna dengan latar belakang putih 3.

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN ( SYARAT ) UNTUK PROGRAM UPGRADE STATUS HILTON HHONORS GOLD KAWASAN ASIA PASIFIK

SYARAT DAN KETENTUAN ( SYARAT ) UNTUK PROGRAM UPGRADE STATUS HILTON HHONORS GOLD KAWASAN ASIA PASIFIK SYARAT DAN KETENTUAN ( SYARAT ) UNTUK PROGRAM UPGRADE STATUS HILTON HHONORS GOLD KAWASAN ASIA PASIFIK Istilah-istilah berikut mengandung arti seperti tertera dibawah ini kecuali konteks menyatakan lain:

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. pendapatan pajak, bea cukai, BUMN, dan Migas, pariwisata juga menjadi andalan. Kayu olahan 3.3% Karet olahan 9.0%

I. PENDAHULUAN. pendapatan pajak, bea cukai, BUMN, dan Migas, pariwisata juga menjadi andalan. Kayu olahan 3.3% Karet olahan 9.0% I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sektor pariwisata memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia, baik sebagai salah satu sumber penerimaan devisa maupun penciptaan lapangan kerja serta kesempatan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang I. PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Pemilihan lokasi usaha oleh suatu organisasi (perusahaan) akan mempengaruhi risiko (risk) dan keuntungan (profit) perusahaan tersebut secara keseluruhan. Kondisi ini

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2007 TENTANG TATA CARA MEMPEROLEH INFORMASI KETENAGAKERJAAN DAN PENYUSUNAN SERTA PELAKSANAAN PERENCANAAN TENAGA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci : Fluktuasi kurs, Ekspor, Impor, Peramalan. iii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata kunci : Fluktuasi kurs, Ekspor, Impor, Peramalan. iii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Beberapa tahun terakhir ini kurs tukar IDR/USD terus mengalami fluktuasi yang tidak dapat diprediksi. Akibatnya para pelaku pasar sulit untuk menentukan pada saat kapan mereka harus melakukan ekspor

Lebih terperinci

Indonesia Focal Point on TNCs Crimes Advocacy: Menggugat Negara & Korporasi Atas Perampasan Hak Rakyat

Indonesia Focal Point on TNCs Crimes Advocacy: Menggugat Negara & Korporasi Atas Perampasan Hak Rakyat Indonesia Focal Point on TNCs Crimes Advocacy: Menggugat Negara & Korporasi Atas Perampasan Hak Rakyat Korporasi dan Pelanggaran HAM Agenda pembangunan ekonomi nasional Indonesia yang berbasis pada eksploitasi

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. DAFTAR ISI... i DAFTAR GRAFIK... iii DAFTAR TABEL... v BAB I PENDAHULUAN... 1

DAFTAR ISI. DAFTAR ISI... i DAFTAR GRAFIK... iii DAFTAR TABEL... v BAB I PENDAHULUAN... 1 DAFTAR ISI DAFTAR ISI... i DAFTAR GRAFIK... iii DAFTAR TABEL... v BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Kinerja Perekonomian 2010 dan Proyeksi 2011... 1 B. Tantangan dan Sasaran Pembangunan Tahun 2012... 4 C. Asumsi

Lebih terperinci

Mendorong masyarakat miskin di perdesaan untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia

Mendorong masyarakat miskin di perdesaan untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia IFAD/R. Grossman Mendorong masyarakat miskin di perdesaan untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia Kemiskinan perdesaan di Indonesia Indonesia telah melakukan pemulihan krisis keuangan pada tahun 1997 yang

Lebih terperinci

M E T A D A T A. INFORMASI DASAR 1 Nama Data : Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2 Penyelenggara Statistik

M E T A D A T A. INFORMASI DASAR 1 Nama Data : Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2 Penyelenggara Statistik M E T A D A T A INFORMASI DASAR 1 Nama Data : Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2 Penyelenggara Statistik : Departemen Statistik Ekonomi dan Moneter, Bank Indonesia 3 Alamat : Jl. M.H. Thamrin No.

Lebih terperinci

Bab1 PENDAHULUAN. Di dalam suatu perusahaan tentu tidak akan lepas dari faktor akuntansi

Bab1 PENDAHULUAN. Di dalam suatu perusahaan tentu tidak akan lepas dari faktor akuntansi Bab1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Di dalam suatu perusahaan tentu tidak akan lepas dari faktor akuntansi manajemen, menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk

Lebih terperinci

DEWAN ENERGI NASIONAL OUTLOOK ENERGI INDONESIA 2014

DEWAN ENERGI NASIONAL OUTLOOK ENERGI INDONESIA 2014 OUTLOOK ENERGI INDONESIA 2014 23 DESEMBER 2014 METODOLOGI 1 ASUMSI DASAR Periode proyeksi 2013 2050 dimana tahun 2013 digunakan sebagai tahun dasar. Target pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata sebesar

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14/PMK.010/2015 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14/PMK.010/2015 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14/PMK.010/2015 TENTANG PENGENAAN BEA MASUK ANTI DUMPING TERHADAP IMPOR PRODUK PARTIALLY ORIENTED YARN (POY)

Lebih terperinci

PEMBERDAYAAN EKONOMI RAKYAT MELALUI KEMITRAAN GUNA MEWUJUDKAN EKONOMI NASIONAL YANG TANGGUH DAN MANDIRI

PEMBERDAYAAN EKONOMI RAKYAT MELALUI KEMITRAAN GUNA MEWUJUDKAN EKONOMI NASIONAL YANG TANGGUH DAN MANDIRI PEMBERDAYAAN EKONOMI RAKYAT MELALUI KEMITRAAN GUNA MEWUJUDKAN EKONOMI NASIONAL YANG TANGGUH DAN MANDIRI Oleh: Ginandjar Kartasasmita Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Disampaikan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2015 BADAN PUSAT STATISTIK No. 5/5/Th.XVIII, 5 Mei 5 PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-5 EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-5 TUMBUH,7 PERSEN MELAMBAT DIBANDING TRIWULAN I- Perekonomian Indonesia yang diukur

Lebih terperinci

Leasing. Bahan Ajar : Manajemen Keuangan Bisnis II Digunakan untuk melengkapi buku wajib Disusun oleh: Nila Firdausi Nuzula

Leasing. Bahan Ajar : Manajemen Keuangan Bisnis II Digunakan untuk melengkapi buku wajib Disusun oleh: Nila Firdausi Nuzula Bahan Ajar : Manajemen Keuangan Bisnis II Digunakan untuk melengkapi buku wajib Disusun oleh: Nila Firdausi Nuzula Leasing Pendahuluan Salah satu cara untuk mengelola kepemilikan aktiva tetap dalam suatu

Lebih terperinci

SIKAP MENGHARGAI KERJASAMA & AKUNTABILITAS INTEGRITAS INGRAM MICRO CODE OF CONDUCT TANGGUNG JAWAB SOSIAL INOVASI BELAJAR

SIKAP MENGHARGAI KERJASAMA & AKUNTABILITAS INTEGRITAS INGRAM MICRO CODE OF CONDUCT TANGGUNG JAWAB SOSIAL INOVASI BELAJAR SIKAP MENGHARGAI KERJASAMA & AKUNTABILITAS INTEGRITAS INGRAM MICRO TANGGUNG JAWAB SOSIAL INOVASI BELAJAR Oktober - 2012 PESAN-PESAN DARI CEO Alain Monié Untuk dapat sukses saat ini, tidak hanya kita harus

Lebih terperinci

Kuliah II Manajemen Keuangan Internasional

Kuliah II Manajemen Keuangan Internasional Kuliah II Manajemen Keuangan Internasional Pasar Valuta Asing/Devisa The Foreign Exchange Market By : Pedro Ximenes ST,MM Pengertian Pasar Devisa/Valas Pasar Valuta Asing/Devisa. Pengertian : Pasar valuta

Lebih terperinci

TENTANG HASIL REKOMENDASI SIDANG KOMISI KONGRES PPI DUNIA TAHUN 2012

TENTANG HASIL REKOMENDASI SIDANG KOMISI KONGRES PPI DUNIA TAHUN 2012 SURAT KEPUTUSAN KONGRES ALIANSI PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA INTERNASIONAL (PPI DUNIA)/ OVERSEAS INDONESIAN STUDENTS ASSOCIATION ALLIANCE (OISAA)TAHUN 2012 Nomor : 04/OISAA/KR/II/2012 TENTANG HASIL REKOMENDASI

Lebih terperinci

Produktivitas Tenaga Kerja Presentation at BAPPENAS Chris Manning and M. Raden Purnagunawan, USAID-SEADI Project Jakarta, June 15, 2012

Produktivitas Tenaga Kerja Presentation at BAPPENAS Chris Manning and M. Raden Purnagunawan, USAID-SEADI Project Jakarta, June 15, 2012 Produktivitas Tenaga Kerja Presentation at BAPPENAS Chris Manning and M. Raden Purnagunawan, USAID-SEADI Project Jakarta, June 15, 2012 PERBEDAAN PRODUKTIVITAS MENURUT SEKTOR Perhitungan produktivitas

Lebih terperinci

SEKILAS TENTANG PERAN LEMBAGA PEMERINGKAT EFEK DALAM INDUSTRI PASAR MODAL

SEKILAS TENTANG PERAN LEMBAGA PEMERINGKAT EFEK DALAM INDUSTRI PASAR MODAL SEKILAS TENTANG PERAN LEMBAGA PEMERINGKAT EFEK DALAM INDUSTRI PASAR MODAL oleh : Sungkana Pendahuluan Seiring dengan semakin menigkatnya industri Pasar Modal, peran penting perusahaan Pemeringkat Efek

Lebih terperinci

Update Pasar Tenaga Kerja Asia - Pasifik Kantor Regional ILO untuk Asia dan Pasifik

Update Pasar Tenaga Kerja Asia - Pasifik Kantor Regional ILO untuk Asia dan Pasifik Bencana gempa bumi dan tsunami di Jepang serta dampak dari pergolakan sosial di Timur Tengah pada pekerja migran Asia dan remitansi mereka merupakan sebuah peringatan bahwa ketidakpastian perekonomian

Lebih terperinci

SEKILAS UNI EROPA SWEDIA FINLANDIA ESTONIA LATVIA LITHUANIA DENMARK INGGRIS BELANDA IRLANDIA POLANDIA JERMAN BELGIA REPUBLIK CEKO SLOWAKIA HONGARIA

SEKILAS UNI EROPA SWEDIA FINLANDIA ESTONIA LATVIA LITHUANIA DENMARK INGGRIS BELANDA IRLANDIA POLANDIA JERMAN BELGIA REPUBLIK CEKO SLOWAKIA HONGARIA SEKILAS UNI EROPA SWEDIA FINLANDIA PORTUGAL IRLANDIA LUKSEMBURG INGGRIS BELGIA SPANYOL BELANDA PERANCIS DENMARK JERMAN SLOVENIA AUSTRIA ITALIA POLANDIA KROASIA RUMANIA BULGARIA YUNANI ESTONIA LATVIA LITHUANIA

Lebih terperinci

Tata Laku Bisnis cgg.com

Tata Laku Bisnis cgg.com Tata Laku Bisnis cgg.com Sepatah Kata dari CEO Letter from the CEO Rekan yang Terhormat: Nilai yang kuat merupakan landasan dari semua keputusan yang baik. Pernyataan ini memiliki nilai kebenaran dan

Lebih terperinci

Analisis Input-Output dengan Microsoft Office Excel

Analisis Input-Output dengan Microsoft Office Excel Analisis Input-Output dengan Microsoft Office Excel Junaidi, Junaidi (Staf Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi) Tulisan ini membahas simulasi/latihan analisis Input-Output (I-O) dengan

Lebih terperinci

amnesti internasional

amnesti internasional [Embargo: 11 Maret 2004] Umum amnesti internasional Indonesia Direktur-direktur Amnesti Internasional seluruh Asia Pacific mendesak partai-partai politik untuk menjadikan HAM sebagai prioritas Maret 2004

Lebih terperinci

EF EPI. EF English Proficiency Index.

EF EPI. EF English Proficiency Index. EF EPI EF English Proficiency Index www.ef.com/epi 2014 www.ef.edu/epi P.10 BRIC P.18 EROPA P.22 AMERIKA LATIN 2 www.ef.com/epi DAFTAR ISI 04 Tentang EF EPI Edisi Keempat 06 Ringkasan Eksekutif 08 Peringkat

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33/M-DAG/PER/8/2010

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33/M-DAG/PER/8/2010 PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33/M-DAG/PER/8/2010 TENTANG SURAT KETERANGAN ASAL (CERTIFICATE OF ORIGIN) UNTUK BARANG EKSPOR INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

http://www.mb.ipb.ac.id

http://www.mb.ipb.ac.id 1.1 Latar Belakang 1. PENDAHULUAN Secara umum sumber daya perusahaan seperti man, machine, money dan, material yang merupakan faktor-faktor internal perusahaan sudah selayaknya dikelola secara efisien

Lebih terperinci

REGULASI DALAM REVITALISASI USAHA KECIL DAN MENENGAH Dl INDONESIA

REGULASI DALAM REVITALISASI USAHA KECIL DAN MENENGAH Dl INDONESIA REGULASI DALAM REVITALISASI USAHA KECIL DAN MENENGAH Dl INDONESIA Oleh: Dr. Sri Adiningsih I. Latar Belakang REGULASI DALAM REVITALISASI USAHA KECIL DAN MENENGAH Dl INDONESIA Oleh: DR. Sri Adiningsih Peranan

Lebih terperinci

WILLIEM CHAHYA WIJAYA. STIE Trisakti williemcwijaya@gmail.com

WILLIEM CHAHYA WIJAYA. STIE Trisakti williemcwijaya@gmail.com FASILITAS PAJAK INVESTASI BARU, TARIF EFEKTIF DAN ALIRAN MASUK FDI STUDI KOMPARATIF ANTARA INDONESIA DENGAN AFRIKA SELATAN, MALAYSIA, THAILAND DAN VIETNAM WILLIEM CHAHYA WIJAYA STIE Trisakti williemcwijaya@gmail.com

Lebih terperinci

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008 UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008 PANDUAN MATERI SMA DAN MA G E O G R A F I PROGRAM STUDI IPS PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN BALITBANG DEPDIKNAS KATA PENGANTAR Dalam rangka sosialisasi kebijakan dan

Lebih terperinci

KEBIJAKAN PERDAGANGAN LUAR-NEGERI INDONESIA DALAM MENGHADAPI PEMBERLAKUAN KESEPAKATAN ASEAN Free Trade Area (AFTA)

KEBIJAKAN PERDAGANGAN LUAR-NEGERI INDONESIA DALAM MENGHADAPI PEMBERLAKUAN KESEPAKATAN ASEAN Free Trade Area (AFTA) KEBIJAKAN PERDAGANGAN LUAR-NEGERI INDONESIA DALAM MENGHADAPI PEMBERLAKUAN KESEPAKATAN ASEAN Free Trade Area (AFTA) Oleh: Henry Aspan Staf Pengajar Fakultas Ekonomi UNPAB ABSTRAK Pemberlakuan AFTA dan keikutsertaan

Lebih terperinci