2. Persyaratan Pelayanan

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "2. Persyaratan Pelayanan"

Transkripsi

1 A. PENDAHULUAN Kecamatan sebagai salah satu SKPD penyelenggara pelayanan publik pada Pemerintah Kota Yogyakarta dan khususnya dibidang pelayanan perizinan, sehingga dalam rangka mewujudkan pelayanan yang berkualitas, mudah, adil, cepat, transparan, terukur serta akuntabel, maka perlu menetapkan standar pelayanan dalam bentuk Keputusan Camat. Berdasarkan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 52 Tahun 2012 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Walikota kepada Camat untuk melaksanakan Urusan Pemerintah Daerah maka Kecamatan mempunyai kewenangan menerbitkan IMB dengan kriteria : keluasan bangunan lebih kecil atau sama dengan 100 m², tidak bertingkat (satu lantai) yang terletak di dalam kampung, tidak di tepi jalan yang harus mempunyai/ terkena Garis Sepadan Bangunan (GSB) dan guna bangunan untuk rumah tinggal. B. STANDAR PELAYANAN Pelayanan Izin Mendirikan Bangunan NO KOMPONEN URAIAN. 1. Dasar Hukum a. Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2012 tentang Bangunan Gedung. b. Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Perizinan Tertentu. c. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 37 Tahun 2011 tentang Penetapan Persyaratan Perizinan, dan Waktu Pelayanan Perizinan di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. d. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 52 Tahun 2012 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Walikota kepada Camat untuk melaksanakan Urusan Pemerintah Daerah. e. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 5 Tahun 2013 tentang Juklak Perda Nomor 2 Tahun 2012 tentang Bangunan Gedung. f. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 6 Tahun 2013 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Perizinan Tertentu g. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2013 tentang Petunjuk Teknis Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 52 Tahun 2012 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Walikota Kepada Camat Untuk Melaksanakan Urusan Pemerintahan Daerah Dan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 53 Tahun 2012 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Walikota Kepada Lurah Untuk Melaksanakan Urusan Pemerintahan Daerah. 2. Persyaratan Pelayanan Menyerahkan formulir yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon, serta tanda tangan persetujuan dari tetangga dan diketahui oleh RT, RW, dan Lurah dengan dilampiri: 1. Fotokopi KTP Pemohon; 2. Fotokopi sertifikat tanah atau bukti kepemilikan tanah lainnya yang sah; 3. Surat kuasa dan fotokopi KTP yang diberi kuasa apabila yang mengurus bukan pemohon;

2 4. Surat pernyataan kerelaan bermeterai cukup dari pemilik tanah apabila tanah yang digunakan bukan atas nama pemohon; 5. Gambar konstruksi bangunan (denah, tampak muka, samping, belakang, rencana manfaat/fungsi) sebanyak dua set; 6. Denah lokasi bangunan. Masing-masing sebanyak 1 (satu) lembar 3. Sistem, mekanisme, dan prosedur PROSEDUR PELAYANAN IZIN 1. Pendaftaran 3.a Surat Penolakan Tidak memenuhi syarat 2. Pemeriksaaan Berkas dan Penelitian Lapangan memenuhi syarat 3.b Proses SK Izin dan Penetapan 4. Selesai Keterangan bagan : 1. Pemohon datang ke Kantor Kecamatan untuk menyerahkan berkas permohonan dan diberi tanda bukti penerimaan berkas. 2. Pemeriksaan berkas dan Penelitian Lapangan. Petugas lapangan melakukan penelitian lapangan guna memeriksa kesesuaian berkas dengan fakta lapangan. 3. a. Jika berkas belum benar dan lengkap serta apabila tidak sesuai dengan fakta lapangan maka pemohon akan menerima surat penolakan. b. Setelah penelitian lapangan dilakukan maka SK izin akan diproses dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Camat. 4. Pembayaran retribusi izin dan penyerahan izin kepada pemohon.

3 4. Jangka waktu penyelesaian Maksimal 11 (sebelas) hari kerja sejak persyaratan diterima lengkap. 5. Biaya/tarif Rumus penghitungan retribusi: 1. Retribusi bangunan gedung baru/perluasan : L x It X 1,00 x HS bg. 2. Retribusi rehabilitasi/renovasi bangunan : L x It x Tk x HS bg. 3. Retribusi prasarana bangunan gedung baru : V x I x1,00 x HS pbg 4. Retribusi rehabilitasi/renovasi prasarana bangunan : V x I x Tk x HS pbg Keterangan: L = Luas bangunan gedung; V = Volume/besaran (dalam satuan m2, m, unit); It = Indeks terintegrasi (It= If x Ik x Iwp) (If = Indeks fungsi, Ik = Indeks klasifikasi dan Iwp = Indeks waktu penggunaan); I = Indeks; 1,00 = indeks bangunan baru; Tk = Tingkat kerusakan. (0,45 untuk tingkat kerusakan sedang) (0,65 untuk tingkat kerusakan berat) HSbg = harga satuan retribusi bangunan gedung. HSpbg = harga satuan retribusi prasarana bangunan gedung. 6. Produk pelayanan 1. Surat Keputusan IMB 2. Plat IMB 3. Stiker IMB 7. Sarana, prasarana, dan/atau fasilitas Besarnya harga satuan bangunan gedung dan prasarana bangunan : a. Bangunan gedung sebesar Rp ,- (lima belas ribu rupiah); b. Prasarana bangunan gedung sebesar Rp 2.000,- (dua ribu rupiah); 1. Buku register dan buku pengambilan 2. ATK 3. Komputer 4. Printer 5. Blangko IMB dan berita acara pengukuran 6. Meteran 7. Garis skala 8. Buku pedoman peruntukan lahan dan status kawasan 9. Tanda bukti/kwitansi pembayaran 10. Kalkulator Sarana Pendukung 1. ruang tunggu yang representatif. 2. nomor antrian 3. tersedianya instalasi listrik yang dilengkapi dengan genset. 8. Kompetensi Pelaksana 1. Camat : S2 Manajemen/S2 AN, S2 MAP diutamakan dengan latar belakang pendidikan S1 Ilmu pemerintahan, S1 AN, S1 Komunikasi, S1 Ilmu politik, S1 Sosiologi, S1 Sosiatri, S1 Hukum 2. Ka. Seksi Pelayanan, Informasi & Pengaduan : S2 Manajemen/S2 Ilmu Hukum/S2 AN/S2 MAP/S2 serumpun diutamakan dengan latar belakang pendidikan S1 Komunikasi, S1 Hukum, S1 Sospol, S1 Ekonomi.

4 9. Pengawasan internal 10. Penanganan pengaduan, saran, dan masukan 3. Pemroses Perizinan : DIII Teknik, DIII Sospol, DIII Hukum dan DIII Ekonomi SMA/SMK Teknik 4. Penatalaksana Pelayanan Informasi Pengaduan : SMA/SMK 5. Pengadministrasi Umum & Pengurus Barang : SMA/SMK 6. Analis Perencanaan, Pelaporan & Kasir penerima : DIII Ekonomi, DIII Sospol dan DIII Hukum 1. Dilakukan oleh atasan langsung pelaksana 2. Satgas Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) Kecamatan : datang langsung, kotak saran, kecamatan, telepon dan Fax Kota : Datang langsung, dan UPIK ( , SMS, telepon) Sarana Pelayanan Pengaduan: 1. Unit Pelayanan Pengaduan dan Keluhan (UPIK) a) b) Sms ke Telepon : (0274) , Sms : Fax : (0274) Surat :. 4. Kotak saran. 5. Datang langsung 6. Formulir survey IKM. Pengaduan melalui media tersebut diatas akan ditindaklanjuti oleh tim pengaduan dengan tahapan sebagai berikut : a) Cek administrasi b) Cek lapangan c) Koordinasi internal d) Koordinasi instansi terkait Responsif pengaduan : 3 (tiga) hari kerja. Penyelesaian pengaduan sesuai dengan kondisi dan permasalahan yang ada. 11. Jumlah pelaksana 6 pegawai 12. Jaminan pelayanan 1. Diwujudkan dalam kualitas produk layanan dan proses layanan yang didukung oleh petugas yang berkompeten di bidang tugasnya. 2. Pemberian informasi kepada pemohon baik permohonan izin selesai sebelum 11 hari kerja maupun belum selesai setelah 11 hari kerja. 13. Jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan 14. Evaluasi kinerja Pelaksana 1. Kerahasiaan dan keamanan berkas terjamin 2. Kepastian biaya yang dikeluarkan sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku 3. Bebas KKN 1. Evaluasi dilaksanakan sebulan sekali jika tidak ada pengaduan 2. Pengisian kuesioner tentang layanan 6 bulan sekali 15. Masa Berlaku Izin Berlaku selamanya selama tidak ada perubahan. 16. Waktu Pelayanan Hari Senin s/d Kamis : Hari Jumat : Ditetapkan di Yogyakarta, Pada Tanggal 2013 Camat

5 A. PENDAHULUAN Kecamatan sebagai salah satu SKPD penyelenggara pelayanan publik pada Pemerintah Kota Yogyakarta dan khususnya dibidang pelayanan perizinan, sehingga dalam rangka mewujudkan pelayanan yang berkualitas, mudah, adil, cepat, transparan, terukur serta akuntabel, maka perlu menetapkan standar pelayanan dalam bentuk Keputusan Camat. Berdasarkan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 52 Tahun 2012 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Walikota kepada Camat untuk melaksanakan Urusan Pemerintah Daerah maka Kecamatan mempunyai kewenangan menerbitkan izin gangguan dengan kriteria usaha yang berdampak kecil dan sedang dikawasan pemukiman B. STANDAR PELAYANAN Pelayanan Izin Gangguan NO. KOMPONEN URAIAN 1. Dasar Hukum a. Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2005 tentang Izin Gangguan. b. Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Perizinan Tertentu. c. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 41 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda Nomor 2 Tahun 2005 tentang Izin Gangguan. d. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2013 tentang Petunjuk Teknis Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 52 Tahun 2012 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Walikota Kepada Camat Untuk Melaksanakan Urusan Pemerintahan Daerah Dan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 53 Tahun 2012 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Walikota Kepada Lurah Untuk Melaksanakan Urusan Pemerintahan Daerah. e. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 37 Tahun 2011 tentang Penetapan Persyaratan Perizinan, dan Waktu Pelayanan Perizinan di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. f. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 52 Tahun 2012 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Walikota kepada Camat untuk melaksanakan Urusan Pemerintah Daerah. g. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 6 Tahun 2013 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Perizinan tertentu. 2. Persyaratan Pelayanan Menyerahkan formulir yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon, serta tanda tangan persetujuan dari tetangga dan diketahui oleh RT, RW, dan Lurah dengan dilampiri: 1. Fotokopi KTP Pemohon; 2. Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dijadikan tempat usaha atau surat pernyataan kesanggupan dari Pemohon untuk mengurus IMB dalam jangka waktu maksimal 1 tahun bagi yang belum memiliki IMB dan Izin gangguan kecil. 3. Fotokopi sertifikat tanah atau bukti kepemilikan tanah lainnya yang sah. 4. Surat kuasa dan fotokopi KTP yang diberi kuasa apabila yang mengurus bukan pemohon; 5. Surat pernyataan kerelaan bermeterai cukup dari pemilik tanah apabila tanah yang digunakan bukan atas nama pemohon; 6. Denah lokasi tempat usaha Masing-masing sebanyak 1 (satu) lembar.

6 3. Sistem, mekanisme, dan prosedur PROSEDUR PELAYANAN IZIN 1. Pendaftaran 3.a Surat Penolakan Tidak memenuhi syarat 2. Pemeriksaaan Berkas dan Penelitian Lapangan memenuhi syarat 3.b Proses SK Izin dan Penetapan 4. Selesai 4. Jangka waktu penyelesaian Keterangan bagan : 1. Pemohon datang ke Kecamatan untuk menyerahkan berkas permohonan dan diberi tanda bukti penerimaan berkas. 2. Pemeriksaan berkas dan Penelitian Lapangan. Petugas lapangan melakukan penelitian lapangan guna memeriksa kesesuaian berkas dengan fakta lapangan. 3. a. Jika berkas belum benar dan lengkap serta apabila tidak sesuai dengan fakta lapangan maka pemohon akan menerima surat penolakan. b. Setelah penelitian lapangan dilakukan maka SK izin akan diproses dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Camat. 4. Pembayaran retribusi izin dan penyerahan izin kepada pemohon. Maksimal 6 (enam) hari kerja sejak persyaratan diterima lengkap. 5. Biaya/tarif I. Besarnya retribusi dihitung berdasarkan perkalian antara tingkat penggunaan jasa dengan Tarip retribusi. Tingkat penggunaan jasa dihitung dengan cara menjumlahkan hasil perkalian bobot dan skor masing-masing faktor dikalikan dengan luas tempat Usaha.

7 Indek Lingkungan Bobot 30% Indek Lokasi Indek Gangguan Bobot 30% Bobot 30% Skor Skor Skor Kawasan Khusus 1,2 Lingkungan 1,2 Sedang 1,3 Kawasan Pemukiman 1,0 Lokal 1,0 Kecil 0,8 Rumus menghitung retribusi sbb: (Bobot Lingkungan x Skor lingkungan) + (Bobot Lokasi x skor lokasi) + (Bobot Gangguan x skor gangguan) x luas ruang tempat usaha.) II. Tarif Retribusi Izin Gangguan: 1. Luas usaha sampai dengan 500 m2 sebesar Rp 2.000,-/m2. 2. Luas usaha 501 s/d m2 sebesar Rp 1.500,-/m2. 3. Luas diatas m2 sebesar Rp 1.000,-/m2. III. Retribusi Izin Gangguan minimal sebesar Rp ,- (dua puluh lima ribu rupiah), apabila dalam penghitungan retribusi tidak mencapai angka minimal. 6. Produk pelayanan 1. Surat Keputusan Izin Gangguan 2. Tanda Izin gangguan 7. Sarana, prasarana, dan/atau fasilitas 1. Buku register dan buku pengambilan 2. Alat tulis 3. Komputer 4. Printer 5. Blangko Izin gangguan dan berita acara tinjauan lapangan 6. Tanda izin gangguan 7. Meteran 8. Tanda bukti/kwitansi pembayaran 9. Kalkulator 10. Kendaraan Sarana Pendukung 1. ruang tunggu yang representatif. 2. nomor antrian 3. tersedianya instalasi listrik yang dilengkapi dengan genset. 8. Kompetensi Pelaksana 1. Camat : S2 Manajemen/S2 AN, S2 MAP diutamakan dengan latar belakang pendidikan S1 Ilmu pemerintahan, S1 AN, S1 Komunikasi, S1 Ilmu politik, S1 Sosiologi, S1 Sosiatri, S1 Hukum 2. Ka. Seksi Pelayanan, Informasi & Pengaduan : S2 Manajemen/S2 Ilmu Hukum/ S2 AN/S2 MAP/S2 serumpun diutamakan dengan latar belakang pendidikan S1 Komunikasi, S1 Hukum, S1 Sospol, S1 Ekonomi. 3. Pemroses Perizinan : DIII Teknik, DIII Sospol, DIII Hukum dan DIII Ekonomi SMA/SMK Teknik 4. Penatalaksana Pelayanan Informasi Pengaduan : SMA/SMK 5. Pengadministrasi Umum & Pengurus Barang : SMA/SMK

8 9. Pengawasan internal 10. Penanganan pengaduan, saran, dan masukan 6. Analis Perencanaan, Pelaporan & Kasir penerima : DIII Ekonomi, DIII Sospol dan DIII Hukum 1. Dilakukan oleh atasan langsung pelaksana 2. Satgas Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) Kecamatan : datang langsung, kotak saran, kecamatan, telephon dan Fax Kota : Datang langsung, dan UPIK ( , SMS, telephon) Sarana Pelayanan Pengaduan: 1. Unit Pelayanan Pengaduan dan Keluhan (UPIK) c) d) Sms ke Telepon : (0274) , Sms : Fax : (0274) Surat : Kotak saran. 9. Datang langsung 10. Formulir survey IKM. Pengaduan melalui media tersebut diatas akan ditindaklanjuti oleh tim pengaduan dengan tahapan sebagai berikut : a) Cek administrasi b) Cek lapangan c) Koordinasi internal d) Koordinasi instansi terkait Responsif pengaduan : 3 (tiga) hari kerja. Penyelesaian pengaduan sesuai dengan kondisi dan permasalahan yang ada. 11. Jumlah pelaksana 6 pegawai 12. Jaminan pelayanan 1. Diwujudkan dalam kualitas produk layanan dan proses layanan yang didukung oleh petugas yang berkompeten di bidang tugasnya. 2. Pemberian informasi kepada pemohon baik permohonan izin selesai sebelum 6 hari kerja maupun belum selesai setelah 6 hari kerja. 13. Jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan 1. Kerahasiaan dan keamanan berkas terjamin 2. Kepastian biaya yang dikeluarkan sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku 3. Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme 14. Evaluasi kinerja Pelaksana 15. Masa Berlaku Izin 5 (lima) tahun 1. Evaluasi dilaksanakan sebulan sekali jika tidak ada pengaduan 2. Pengukuran indeks kepuasan masyarakat (IKM) yang dilaksanakan setiap 6 (enam) bulan sekali. 16. Waktu Pelayanan Hari Senin s/d Kamis : Hari Jumat : Ditetapkan di Yogyakarta, Pada Tanggal 2013 Camat..

9 1. PENDAHULUAN Kecamatan sebagai salah satu SKPD penyelenggara pelayanan publik pada Pemerintah Kota Yogyakarta dan khususnya dibidang pelayanan perizinan, sehingga dalam rangka mewujudkan pelayanan yang berkualitas, mudah, adil, cepat, transparan, terukur serta akuntabel, maka perlu menetapkan standar pelayanan dalam bentuk Keputusan Camat. 2. STANDAR PELAYANAN Pelayanan Izin Lokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) NO. KOMPONEN URAIAN 1. Dasar Hukum a. Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 26 Tahun 2002 tentang Penataan Pedagang Kaki Lima b. Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Perizinan Tertentu. c. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 27 Tahun 2009 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Perizinan, Pemungutan Pajak dan Retribusi yang menjadi kewenangan Camat d. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 37 Tahun 2011 tentang Penetapan Persyaratan Perizinan, dan Waktu Pelayanan Perizinan di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. e. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 52 Tahun 2012 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Walikota kepada Camat untuk melaksanakan Urusan Pemerintah Daerah. f. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2013 tentang Petunjuk Teknis Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 52 Tahun 2012 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Walikota Kepada Camat Untuk Melaksanakan Urusan Pemerintahan Daerah Dan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 53 Tahun 2012 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Walikota Kepada Lurah Untuk Melaksanakan Urusan Pemerintahan Daerah. g. Keputusan Walikota Yogyakarta Nomor 45 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda Nomor 26 Tahun 2002 tentang Penataan Pedagang Kaki Lima. 2. Persyaratan Pelayanan Menyerahkan formulir yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon, serta tanda tangan persetujuan dari tetangga dan diketahui oleh RT, RW, LPMK, Ketua Paguyuban, Pemilik Usaha/tempat dan Lurah dengan dilampiri: 1. Fotokopi KTP Kota/Kabupaten di Provinsi DIY atau surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS) Kota Yogyakarta; 2. Pas Photo terbaru ukuran 2 x 3 sebanyak 5 lembar 3. Surat pernyataan belum memiliki usaha 4. Surat pernyataan kesanggupan untuk melakukan bongkar pasang peralatan dan perdagangan, menyediakan tempat sampah, menjaga ketertiban, keamanan, kesehatan, kebersihan dan keindahan serta fungsi fasilitas umum. 5. Surat kesanggupan untuk mengembalikan lokasi usaha apabila Pemerintah Daerah akan mempergunakan untuk kepentingan umum yang lebih luas tanpa syarat apapun. 6. Persetujuan dari pemilik usaha kuasa hak atas bangunan/tanah yang berbatasan langsung dengan jalan, apabila berusaha di daerah milik jalan dan atau persil. 7. Persetujuan dari pemilik/pengelola fasilitas umum, apabila menggunakan fasilitas umum

10 8. Surat pernyataan kesanggupan untuk memasang daftar harga yang dapat diketahui oleh umum khusus bagi pedagang kaki lima dengan jenis dagangan makanan dan minuman baik yang menggunakan dasaran atau tidak menggunakan dasaran dan atau menyediakan tempat untuk makanan/minuman termasuk lesehan. Masing- masing sebanyak 1 (satu) lembar 3. Sistem, mekanisme, dan prosedur PROSEDUR PELAYANAN IZIN 1. Pendaftaran Tidak memenuhi syarat 2. Pemeriksaaan Berkas dan Penelitian Lapangan memenuhi syarat 3.b Proses SK Izin dan Penetapan 4. Selesai 4. Jangka waktu penyelesaian 5. Biaya/tarif Gratis Keterangan bagan : 1. Pemohon datang ke Kecamatan untuk menyerahkan berkas permohonan dan diberi tanda bukti penerimaan berkas. 2. Pemeriksaan berkas dan Penelitian Lapangan. Petugas lapangan melakukan penelitian lapangan guna memeriksa kesesuaian berkas dengan fakta lapangan. 3. a. Jika berkas belum benar dan lengkap serta apabila tidak sesuai dengan fakta lapangan maka pemohon akan menerima surat penolakan. b. Setelah penelitian lapangan dilakukan maka SK izin akan diproses dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Camat. 4. Penyerahan kartu identitas pedagang PKL dan surat izin penggunaan Lokasi PKL kepada pemohon. Maksimal 6 (lima) hari kerja sejak persyaratan diterima lengkap.

11 6. Produk pelayanan 1. Kartu Identitas Pedagang PKL 2. Surat izin Penggunaan Lokasi Pedagang Kaki Lima 7. Sarana, prasarana, dan/atau fasilitas 8. Kompetensi Pelaksana 9. Pengawasan internal 10. Penanganan pengaduan, saran, dan masukan 1. Buku register dan buku pengambilan 2. Alat tulis 3. Komputer 4. Printer 5. Blangko Izin Lokasi PKL dan berita acara tinjauan lapangan 6. Tanda izin lokasi PKL 7. Tanda bukti/kwitansi pembayaran 8. Kendaraan Sarana Pendukung : 1. ruang tunggu yang representatif. 2. nomor antrian 3. tersedianya instalasi listrik yang dilengkapi dengan genset. 1. Camat : S2 Manajemen/S2 AN, S2 MAP diutamakan dengan latar belakang pendidikan S1 Ilmu pemerintahan, S1 AN, S1 Komunikasi, S1 Ilmu politik, S1 Sosiologi, S1 Sosiatri, S1 Hukum 2. Ka. Seksi Pelayanan, Informasi & Pengaduan : S2 Manajemen/S2 Ilmu Hukum/S2 AN/S2 MAP/S2 serumpun diutamakan dengan latar belakang pendidikan S1 Komunikasi, S1 Hukum, S1 Sospol, S1 Ekonomi. 3. Pemroses Perizinan : DIII Teknik, DIII Sospol, DIII Hukum dan DIII Ekonomi SMA/SMK Teknik 4. Penatalaksana Pelayanan Informasi Pengaduan : SMA/SMK 5. Pengadministrasi Umum & Pengurus Barang : SMA/SMK 6. Analis Perencanaan, Pelaporan & Kasir penerima : DIII Ekonomi, DIII Sospol dan DIII Hukum 1. Dilakukan oleh atasan langsung pelaksana 2. Satgas Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) Kecamatan : datang langsung, kotak saran, kecamatan, telephon dan Fax Kota : Datang langsung, dan UPIK ( , SMS, telephon) Sarana Pelayanan Pengaduan: 1. Unit Pelayanan Pengaduan dan Keluhan (UPIK) e) f) Sms ke Telepon : (0274) , Sms : Fax : (0274) Surat : Kotak saran. 10. Datang langsung 11. Formulir survey IKM. Pengaduan melalui media tersebut diatas akan ditindaklanjuti oleh tim pengaduan dengan tahapan sebagai berikut : - Cek administrasi - Cek lapangan - Koordinasi internal - Koordinasi instansi terkait

12 Responsif pengaduan : 3 (tiga) hari kerja. Penyelesaian pengaduan disesuaikan dengan permasalahan yang ada 11. Jumlah pelaksana 6 pegawai 12. Jaminan pelayanan 1. Diwujudkan dalam kualitas produk layanan dan proses layanan yang didukung oleh petugas yang berkompeten di bidang tugasnya. 2. Pemberian informasi kepada pemohon baik permohonan izin selesai sebelum 6 hari kerja maupun belum selesai setelah 6 hari kerja. 13. Jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan 14. Evaluasi kinerja Pelaksana 15. Masa Berlaku Izin 2 (dua) tahun 1. Kerahasiaan dan keamanan berkas terjamin 2. Kepastian biaya yang dikeluarkan sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku 3. Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme 1. Evaluasi dilaksanakan sebulan sekali jika tidak ada pengaduan 2. Pengukuran indeks kepuasan masyarakat (IKM) yang dilaksanakan setiap 6 (enam) bulan sekali. 16. Waktu Pelayanan Hari Senin s/d Kamis : Hari Jumat : Ditetapkan di Yogyakarta, Pada Tanggal 2013 Camat..

13 A. PENDAHULUAN Kecamatan sebagai salah satu SKPD penyelenggara pelayanan publik pada Pemerintah Kota Yogyakarta dan khususnya dibidang pelayanan perizinan, sehingga dalam rangka mewujudkan pelayanan yang berkualitas, mudah, adil, cepat, transparan, terukur serta akuntabel, maka perlu menetapkan standar pelayanan dalam bentuk Keputusan Camat. Berdasarkan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 52 Tahun 2012 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Walikota kepada Camat untuk melaksanakan Urusan Pemerintah Daerah maka Kecamatan mempunyai kewenangan menerbitkan izin penyelenggaraan reklame yang melekat pada bangunan dengan kriteria Reklame/Papan Nama Usaha /Profesi menempel pada bangunan gedung dengan ukuran maksimal 1 (satu) m2 yang merupakan kewenangan camat. B. STANDAR PELAYANAN Pelayanan Izin Penyelenggaraan Reklame yang Melekat Pada Bangunan NO. KOMPONEN URAIAN 1. Dasar Hukum a. Peraturan Daerah Kota Yogyakarta 8 Tahun 1998 tentang Izin Penyelenggaraan Reklame b. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 75 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Perda nomor 8 tahun 1996 tentang Penyelenggaraan Reklame c. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 37 Tahun 2011 tentang Penetapan Persyaratan Perizinan, dan Waktu Pelayanan Perizinan di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. d. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 52 Tahun 2012 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Walikota kepada Camat untuk melaksanakan Urusan Pemerintah Daerah. e. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2013 tentang Petunjuk Teknis Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 52 Tahun 2012 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Walikota Kepada Camat Untuk Melaksanakan Urusan Pemerintahan Daerah dan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 53 Tahun 2012 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Walikota Kepada Lurah Untuk Melaksanakan Urusan Pemerintahan Daerah 2. Persyaratan Pelayanan Menyerahkan formulir yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon dengan dilampiri: 1. Fotokopi KTP pemohon yang masih berlaku 2. Foto lokasi dan simulasi pemasangan reklame 3. Gambar denah lokasi 4. Gambar desain reklame beserta ukurannya 5. Fotokopi Izin Gangguan 6. Surat kuasa dari pemohon izin bermaterai apabila tidak dapat mengurus sendiri 7. Surat pernyataan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap segala resiko penyelenggaraan reklame. Masing-masing sebanyak 1 (satu) lembar

14 3. Sistem, mekanisme, dan prosedur PROSEDUR PELAYANAN IZIN 1. Pendaftaran 3.a Surat Penolakan Tidak memenuhi syarat 2. Pemeriksaaan Berkas dan Penelitian Lapangan memenuhi syarat 3.b Proses SK Izin dan Penetapan 4. Selesai 4. Jangka waktu penyelesaian 5. Biaya/tarif Gratis Keterangan bagan : 1. Pemohon datang ke Kecamatan untuk menyerahkan berkas permohonan dan diberi tanda bukti penerimaan berkas. 2. Pemeriksaan berkas dan Penelitian Lapangan. Petugas lapangan melakukan penelitian lapangan guna memeriksa kesesuaian berkas dengan fakta lapangan. 3. a. Jika berkas belum benar dan lengkap serta apabila tidak sesuai dengan fakta lapangan maka pemohon akan menerima surat penolakan. b. Setelah penelitian lapangan dilakukan maka SK izin akan diproses dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Camat. 4. Penyerahan izin kepada pemohon. Maksimal 12 (dua belas) hari kerja sejak persyaratan diterima lengkap. 6. Produk pelayanan Surat keputusan Camat tentang izin Penyelenggaraan Reklame yang Melekat pada Bangunan 7. Sarana, prasarana, dan/atau fasilitas 1. Buku register dan buku pengambilan 2. Alat tulis 3. Komputer 4. Printer

15 5. Blangko Izin Penyelenggaraan Reklame yang Melekat pada Bangunan dan berita acara tinjauan lapangan 6. Kendaraan Sarana Pendukung 1. ruang tunggu yang representatif 2. nomor antrian 3. tersedianya instalasi listrik yang dilengkapi dengan genset. 8. Kompetensi Pelaksana 9. Pengawasan internal 10. Penanganan pengaduan, saran, dan masukan 1. Camat : S2 Manajemen/S2 AN, S2 MAP diutamakan dengan latar belakang pendidikan S1 Ilmu pemerintahan, S1 AN, S1 Komunikasi, S1 Ilmu politik, S1 Sosiologi, S1 Sosiatri, S1 Hukum 2. Ka. Seksi Pelayanan, Informasi & Pengaduan : S2 Manajemen/S2 Ilmu Hukum/S2 AN/S2 MAP/S2 serumpun diutamakan dengan belakang pendidikan S1 Komunikasi, SI Hukum, S1 Sospol, S1 Ekonomi. 3. Pemroses Perizinan : DIII Teknik, DIII Sospol, DIII Hukum dan DIII Ekonomi SMA/SMK Teknik 4. Penatalaksana Pelayanan Informasi Pengaduan : SMA/SMK 5. Pengadministrasi Umum & Pengurus Barang : SMA/SMK 6. Analis Perencanaan, Pelaporan & Kasir penerima : DIII Ekonomi, DIII Sospol dan DIII Hukum 1. Dilakukan oleh atasan langsung pelaksana 2. Satgas Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) Kecamatan : Datang langsung, kotak saran, kecamatan, telephon dan Fax Kota : Datang langsung, dan UPIK ( , SMS, telephon) Sarana Pelayanan Pengaduan: 1. Unit Pelayanan Informasi dan Keluhan (UPIK) a) b) Sms ke Telepon :... Sms :... (Nomor Camat/Nomor lain yang disediakan, disesuaikan dengan kondisi masing-masing) Fax : Surat : Kotak saran. 6. Datang langsung 7. Formulir survey IKM. 11. Jumlah pelaksana 6 pegawai Pengaduan melalui media tersebut diatas akan ditindaklanjuti oleh tim pengaduan dengan tahapan sebagai berikut : - Cek administrasi - Cek lapangan - Koordinasi internal - Koordinasi instansi terkait Responsif pengaduan : 3 (tiga) hari kerja. Penyelesaian pengaduan sesuai dengan kondisi dan permasalahan yang ada.

16 12. Jaminan pelayanan 1. Diwujudkan dalam kualitas produk layanan dan proses layanan yang didukung oleh petugas yang berkompeten di bidang tugasnya. 2. Pemberian informasi kepada pemohon baik permohonan izin selesai sebelum 12 hari kerja maupun belum selesai setelah 12 hari kerja. 13. Jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan 14. Evaluasi kinerja Pelaksana 15. Masa Berlaku Izin 5 (lima) tahun 1. Kerahasiaan dan keamanan berkas terjamin 2. Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme 1. Evaluasi dilaksanakan sebulan sekali jika tidak ada pengaduan 2. Pengukuran indeks kepuasan masyarakat (IKM) yang dilaksanakan setiap 6 (enam) bulan sekali. 16. Waktu Pelayanan Hari Senin s/d Kamis : Hari Jumat : Ditetapkan di Yogyakarta, Pada Tanggal 2013 Camat..

17 3. PENDAHULUAN Kecamatan sebagai salah satu SKPD penyelenggara pelayanan publik pada Pemerintah Kota Yogyakarta dan khususnya dibidang pelayanan perizinan, sehingga dalam rangka mewujudkan pelayanan yang berkualitas, mudah, adil, cepat, transparan, terukur serta akuntabel, maka perlu menetapkan standar pelayanan dalam bentuk Keputusan Camat. 4. STANDAR PELAYANAN Pelayanan Izin Penyelenggaraan Pondokan NO. KOMPONEN URAIAN 1. Dasar Hukum a. Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 4 Tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Pondokan. b. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 37 Tahun 2011 tentang Penetapan Persyaratan Perizinan, dan Waktu Pelayanan Perizinan di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. c. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 52 Tahun 2012 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Walikota kepada Camat untuk melaksanakan Urusan Pemerintah Daerah. d. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 6 Tahun 2013 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Perizinan tertentu. e. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2013 tentang Petunjuk Teknis Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 52 Tahun 2012 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Walikota Kepada Camat Untuk Melaksanakan Urusan Pemerintahan Daerah dan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 53 Tahun 2012 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Walikota Kepada Lurah Untuk Melaksanakan Urusan Pemerintahan Daerah 2. Persyaratan Pelayanan Menyerahkan formulir yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon dengan dilampiri: 1. Fotokopi KTP Pemohon; 2. Membuat surat pernyataan untuk: - Bertindak sebagai penanggung jawab atas kemanan, ketertiban termasuk mencegah terjadinya peredaran dan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, Zat aditif lainnya (NAPZA) dan Minuman Keras (MIRAS) di pondokan serta segala sesuatu aktifitas di dalam pondokan. - Sanggup untuk menyediakan ruang tamu yang terpisah dari kamar pondokan. - Melaporkan secara tertulis mengenai jumlah dan identitas pemondok kepada Lurah setempat dengan diketahui Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). - Memberitahukan kepada Rukun Tetangga apabila menerima tamu yang menginap. - Membuat dan memasang jadwal waktu penerimaan tamu dan tata tertib yang berlaku di tempat pondokan yang disusun dengan berpedoman kepada norma-norma hukum, agama, adat, dan kepatutan. - Memberikan bimbingan dan pengarahan kepada pemondok untuk dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan masyarakat setempat dan berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan maupun pembangunan. - Memelihara kebersihan dan kesehatan lingkungan. 3. Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dilegalisir dan menunjukkan asli IMB 4. Fotokopi Izin Gangguan yang dilegalisir dan menunjukkan asli Izin Gangguan Masing-masing sebanyak 1 (satu) lembar.

18 3. Sistem, mekanisme, dan prosedur PROSEDUR PELAYANAN IZIN 1. Pendaftaran 3.a Surat Penolakan Tidak memenuhi syarat 2. Pemeriksaaan Berkas dan Penelitian Lapangan memenuhi syarat 3.b Proses SK Izin dan Penetapan 4. Selesai Keterangan bagan : 1. Pemohon datang ke Kecamatan untuk menyerahkan berkas permohonan dan diberi tanda bukti penerimaan berkas. 2. Pemeriksaan berkas dan Penelitian lapangan. Petugas lapangan melakukan penelitian lapangan guna memeriksa kesesuaian berkas dengan fakta lapangan. 3. a. Jika berkas belum benar dan lengkap serta apabila tidak sesuai dengan fakta lapangan maka pemohon akan menerima surat penolakan. b. Setelah penelitian lapangan dilakukan maka SK izin akan diproses dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Camat. 4. Penyerahan izin kepada pemohon. 4. Jangka waktu penyelesaian Maksimal 5 (lima) hari kerja sejak persyaratan diterima lengkap. 5. Biaya/tarif Gratis 6. Produk pelayanan 1. Surat Keputusan Camat tentang Izin Penyelenggaraan Pondokan 2. Tanda Izin Penyelenggaraan Pondokan 7. Sarana, prasarana, dan/atau fasilitas 1. Buku register dan buku pengambilan 2. Alat tulis 3. Komputer

19 8. Kompetensi Pelaksana 9. Pengawasan internal 10. Penanganan pengaduan, saran, dan masukan 11. Jumlah pelaksana 6 pegawai 4. Printer 5. Blangko Izin Penyelenggaraan Pondokan dan berita acara tinjauan lapangan 6. Tanda izin Penyelenggaraan Pondokan 7. Kendaraan Sarana Pendukung 1. ruang tunggu yang representatif. 2. nomor antrian 3. tersedianya instalasi listrik yang dilengkapi dengan genset. 4. Tempat parkir 1. Camat : S2 Manajemen/S2 AN, S2 MAP diutamakan dengan latar belakang pendidikan S1 Ilmu pemerintahan, S1 AN, S1 Komunikasi, S1 Ilmu politik, S1 Sosiologi, S1 Sosiatri, S1 Hukum 2. Ka. Seksi Pelayanan, Informasi & Pengaduan : S2 Manajemen/S2 Ilmu Hukum/S2 AN/S2 MAP/S2 serumpun diutamakan dengan latar belakang pendidikan S1 Komunikasi, S1 Hukum, S1 Sospol, S1 Ekonomi. 3. Pemroses Perizinan : DIII Teknik, DIII Sospol, DIII Hukum dan DIII Ekonomi SMA/SMK Teknik 4. Penatalaksana Pelayanan Informasi Pengaduan : SMA/SMK 5. Pengadministrasi Umum & Pengurus Barang : SMA/SMK 6. Analis Perencanaan, Pelaporan & Kasir penerima : DIII Ekonomi, DIII Sospol dan DIII Hukum 1. Dilakukan oleh atasan langsung pelaksana 2. Satgas Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) Kecamatan : datang langsung, kotak saran, kecamatan, telephon dan Fax Kota : Datang langsung, dan UPIK ( , SMS, telephon) Sarana Pelayanan Pengaduan: 1. Unit Pelayanan Informasi dan Keluhan (UPIK) c) d) Sms ke Telepon :... Sms :... (Nomor Camat/Nomor lain yang disediakan, disesuaikan dengan kondisi masing-masing) Fax : Surat : Kotak saran. 6. Datang langsung 7. Formulir survey IKM. Pengaduan melalui media tersebut diatas akan ditindaklanjuti oleh tim pengaduan dengan tahapan sebagai berikut : - Cek administrasi - Cek lapangan - Koordinasi internal - Koordinasi instansi terkait Responsif pengaduan : 3 (tiga) hari kerja. Penyelesaian pengaduan sesuai dengan kondisi dan permasalahan yang ada. 12. Jaminan pelayanan 1. Diwujudkan dalam kualitas produk layanan dan proses layanan yang didukung oleh petugas yang berkompeten di bidang tugasnya.

20 13. Jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan 14. Evaluasi kinerja Pelaksana 15. Masa Berlaku Izin 5 (lima) tahun 2. Pemberian informasi kepada pemohon baik permohonan izin selesai sebelum 5 hari kerja maupun belum selesai setelah 5 hari kerja. 1. Kerahasiaan dan keamanan berkas terjamin 2. Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme 1. Evaluasi dilaksanakan sebulan sekali jika tidak ada pengaduan 2. Pengukuran indeks kepuasan masyarakat (IKM) yang dilaksanakan setiap 6 (enam) bulan sekali. 16. Waktu Pelayanan Hari Senin s/d Kamis : Hari Jumat : Ditetapkan di Yogyakarta, Pada Tanggal 2013 Camat..

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA PEMONDOKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA PEMONDOKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, S A L I N A N NOMOR 4/E, 2006 PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA PEMONDOKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, Menimbang : a. bahwa Kota Malang

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SURABAYA

PEMERINTAH KOTA SURABAYA SALINAN PEMERINTAH KOTA SURABAYA PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG PEMAKAIAN RUMAH SUSUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA, Menimbang : a. bahwa dalam usaha untuk

Lebih terperinci

BUPATI SIDOARJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIDOARJO NOMOR 4 TAHUN 2012 T E N T A N G IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI SIDOARJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIDOARJO NOMOR 4 TAHUN 2012 T E N T A N G IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIDOARJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIDOARJO NOMOR 4 TAHUN 12 T E N T A N G IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIDOARJO, Menimbang : a. bahwa dalam rangka tertib penyelenggaraan

Lebih terperinci

berwarna) Pemohon. 2) Fotokopi Surat Ijin Gangguan/ SITU. 3) Fotokopi Akte pendirian perusahaan jika ada..

berwarna) Pemohon. 2) Fotokopi Surat Ijin Gangguan/ SITU. 3) Fotokopi Akte pendirian perusahaan jika ada.. Jenis Pelayanan Administrasi tentang Pengurusan Ijin Jasa Pariwisata NO. KOMPONEN URAIAN 1 Dasar Hukum 2. Persyaratan Pelayanan 1. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. 2. Undang-undang

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI PERIZINAN TERTENTU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BALIKPAPAN,

PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI PERIZINAN TERTENTU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BALIKPAPAN, PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI PERIZINAN TERTENTU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BALIKPAPAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan Otonomi Daerah

Lebih terperinci

KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK

KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KOMISI INFORMASI Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

PROSEDUR TETAP/ STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) TANDA DAFTAR USAHA PARIWISATA (TDUP) DAN IZIN PENYELENGGARAAN HIBURAN.

PROSEDUR TETAP/ STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) TANDA DAFTAR USAHA PARIWISATA (TDUP) DAN IZIN PENYELENGGARAAN HIBURAN. LAMPIRAN I : KEPUTUSAN WALIKOTA BEKASI Nomor : Tanggal : PROSEDUR TETAP/ STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) TANDA DAFTAR USAHA PARIWISATA (TDUP) DAN IZIN PENYELENGGARAAN HIBURAN Jenis Izin Masa Berlaku

Lebih terperinci

DAFTAR JENIS, PERSYARATAN, WAKTU DAN BIAYA PERIZINAN BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU ( BPPPT ) KOTA BEKASI

DAFTAR JENIS, PERSYARATAN, WAKTU DAN BIAYA PERIZINAN BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU ( BPPPT ) KOTA BEKASI DAFTAR JENIS, PERSYARATAN, WAKTU DAN PERIZINAN BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU ( BPPPT ) KOTA BEKASI NO JENIS PERIJINAN DASAR HUKUM PERSYARATAN 2 IZIN PENGELOLAAAN AIR BAWAH TANAH Peraturan Daerah Nomor

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Lalu Lintas dan Angkutan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 98/Permentan/OT.140/9/2013 TENTANG PEDOMAN PERIZINAN USAHA PERKEBUNAN

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 98/Permentan/OT.140/9/2013 TENTANG PEDOMAN PERIZINAN USAHA PERKEBUNAN PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 98/Permentan/OT.140/9/2013 TENTANG PEDOMAN PERIZINAN USAHA PERKEBUNAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

Menteri Perdagangan Republik Indonesia

Menteri Perdagangan Republik Indonesia Menteri Perdagangan Republik Indonesia PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 32/M-DAG/PER/8/2008 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN USAHA PERDAGANGAN DENGAN SISTEM PENJUALAN LANGSUNG DENGAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.276, 2010 KEMENTERIAN DALAM NEGERI. Izin Mendirikan Bangunan. Prinsip.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.276, 2010 KEMENTERIAN DALAM NEGERI. Izin Mendirikan Bangunan. Prinsip. BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.276, 2010 KEMENTERIAN DALAM NEGERI. Izin Mendirikan Bangunan. Prinsip. PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PEMBERIAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2006 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2006 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2006 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 6, Pasal 7,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 1988 TENTANG RUMAH SUSUN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 1988 TENTANG RUMAH SUSUN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 1988 TENTANG RUMAH SUSUN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 1985 tentang

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PAKPAK BHARAT NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN JALAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PAKPAK BHARAT NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN JALAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN PAKPAK BHARAT NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN JALAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PAKPAK BHARAT, Menimbang : a. bahwa jalan sebagai salah satu prasarana

Lebih terperinci

LAPORAN KEGIATAN PELAKSANAAN PUBLIKASI STANDAR PELAYANAN TERPADU SATU PINTU

LAPORAN KEGIATAN PELAKSANAAN PUBLIKASI STANDAR PELAYANAN TERPADU SATU PINTU LAPORAN KEGIATAN PELAKSANAAN PUBLIKASI STANDAR PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KANTOR PELAYANAN TERPADU PERIZINAN KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT TAHUN 2014 KATA PENGANTAR Laporan kegiatan pelaksanaan Publikasi

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2010 TENTANG BENDUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2010 TENTANG BENDUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2010 TENTANG BENDUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menyimpan air yang berlebih pada

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

Undang Undang No. 16 Tahun 1985 Tentang : Rumah Susun

Undang Undang No. 16 Tahun 1985 Tentang : Rumah Susun Undang Undang No. 16 Tahun 1985 Tentang : Rumah Susun Oleh : PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 16 TAHUN 1985 (16/1985) Tanggal : 31 DESEMBER 1985 (JAKARTA) Sumber : LN 1985/75; TLN NO. 3318 DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 67 TAHUN 2005 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR DENGAN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2010 NOMOR : 11 PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 11 TAHUN 2010 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2010 NOMOR : 11 PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 11 TAHUN 2010 TENTANG LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2010 NOMOR : 11 PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 11 TAHUN 2010 TENTANG PELARANGAN, PENGAWASAN, DAN PENGENDALIAN MINUMAN BERALKOHOL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas

Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas Ayat (4) Pasal 18 Pasal 19 Pasal 20 Pasal 21 TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BARITO UTARA NOMOR 3 Menimbang LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BARITO UTARA TAHUN 2011 NOMOR 4 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BARITO

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2004 TENTANG PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2004 TENTANG PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2004 TENTANG PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

PEDOMAN UMUM PENYELENGARAAN PELAYANAN PUBLIK

PEDOMAN UMUM PENYELENGARAAN PELAYANAN PUBLIK KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUS NEGARA NOMOR : 63/KEP/M.PAN/7/2003 TENTANG PEDOMAN UMUM PENYELENGARAAN PELAYANAN PUBLIK MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA Menimbang : a. bahwa untuk meningkatkan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1191/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG PENYALURAN ALAT KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1191/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG PENYALURAN ALAT KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1191/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG PENYALURAN ALAT KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN

KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN SUSUNAN DALAM SATU NASKAH DARI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH TERAKHIR DENGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

PEDOMAN SERTIFIKAT LAIK FUNGSI BANGUNAN GEDUNG

PEDOMAN SERTIFIKAT LAIK FUNGSI BANGUNAN GEDUNG PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 25/PRT/M/2007 TANGGAL 9 AGUSTUS 2007 TENTANG PEDOMAN SERTIFIKAT LAIK FUNGSI BANGUNAN GEDUNG (Hasil Konsensus, Desember 2006) Disiapkan untuk acara Diseminasi Perundang-undangan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.48/Menhut-II/2010 TENTANG PENGUSAHAAN PARIWISATA ALAM DI SUAKA MARGASATWA, TAMAN NASIONAL, TAMAN HUTAN RAYA DAN TAMAN WISATA ALAM DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci