Tari Piring Salah Satu Seni Budaya Khas Minangkabau

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Tari Piring Salah Satu Seni Budaya Khas Minangkabau"

Transkripsi

1 Tari Piring Salah Satu Seni Budaya Khas Minangkabau Indonesia memiliki beragam tradisi dan budaya, dimana setiap propinsi dan suku yang ada di Nusantara, memiliki tradisi dan budaya masing-masing, baik dari kesenian tradisi, kesenian budaya maupun pakaian adat dan juga aturan adat. Salah satu seni budaya yang dimiliki adalah Tari Piring. Tari Piring atau dalam bahasa Minangkabau disebut dengan Tari Piriang adalah salah satu seni tari di Minangkabau yang berasal dari kota Solok, provinsi Sumatera Barat. Tarian tersebut dimainkan dengan menggunakan piring sebagai media utama. Piring-piring tersebut kemudian diayun dengan gerakangerakan cepat yang teratur, tanpa terlepas dari genggaman tangan. Asal Usul Tari Piring Kegunaan Tari Piring di daerah Minangkabau pada awalnya digunakan oleh Minangkabau disaat musim panen tiba, dimana tari piring digunakan oleh masyarakat Minangkabau dengan tujuan memberikan ucapan syukur kepada dewi padi, yang telah memberi hasil panen melimpah kepada masyarakat Minangkabau. Disamping itu, Tari Piring digerakan atau dipentaskan oleh para pemuda-pemudi masyarakat Minangkabau. Namun dengan masuk dan terbentuknya kerajaan-kerajaan yang terjadi di Minangkabau, kegunaan dan tujuan dari tari piring tersebut berubah. Pada zaman kerajaan di Minangkabau, tari piring berubah kegunaan menjadi alat untuk memberikan rasa penghormatan kepada para anggota kerajaan, terutama kepada raja yang memimpin. Setelah pergantian zaman, dimana kini Indonesia telah bersatu, Tari Piring kembali berubah fungsi. Tujuan dari kegunaan Tari Piring pada saat ini dipergunakan oleh masyarakat Minangkabau untuk acaraacara pernikahan yang terjadi di daerah Minangkabau (masyarakat-masyarakat keturunan Minangkabau) dan juga untuk melestarikan seni budaya tarinya. Zaman dulu biasanya pementasaan Tari Piring dimainkan oleh satu penari namun kini jumlah penari untuk Tari Piring dimainkan dalam jumlah tak tertentu tetapi harus berjumlah ganjil. Gerakan Tari Piring pada umumnya adalah meletakkan dua buah piring di atas dua telapak tangan yang kemudian diayun dan diikuti oleh gerakan-gerakan tari yang cepat, dan diselingi dentingan piring atau dentingan dua cincin di jari penari terhadap piring yang dibawanya.

2 Pada akhir tarian, biasanya piring-piring yang dibawakan oleh para penari dilemparkan ke lantai dan kemudian para penari akan menari di atas pecahan-pecahan piring tersebut Dapat disimpulkan bahwa dalam Tari Piring memiliki nilai-nilai trasedental, dimana nilai-nilai trasendental terdapat dalam tata cara pelaksanaan Tari Piring. Piring-piring yang dipegang oleh para penari disusun keatas,dimana menunjukan bahwa piring diatas bertujuan untuk kearah Tuhan (trasendental) dan juga terlihat dalam fungsi dan tujuan tari piring ini merupakan mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan, terhadap apa yang telah diberikan kepada masyarakat Minangkabau. Tarian ini diiringi oleh alat musik Talempong dan Saluang. Jumlah penari biasanya berjumlah ganjil yang terdiri dari tiga sampai tujuh orang. Kombinasi musik yang cepat dengan gerak penari yang begitu lincah membuat pesona Tari Piring begitu menakjubkan. Pakaian yang digunakan para penaripun haruslah pakaian yang cerah, dengan nuansa warna merah dan kuning keemasan. Urutan Seni Tari Piring Pada seni Tari Piring dapat dilakukan dengan berbagai cara. Hal tersebut tergantung tempat atau kampung dimana Tarian Piring dilakukan. Namun tidak begitu banyak perbedaan dari Tari Piring yang dilakukan dari satu tempat dengan tempat yang lainnya, khususnya mengenai konsep, pendekatan dan gaya persembahan. Secara keseluruhannya, untuk memahami bagaimana sebuah Tari Piring disajikan, di bawah ini merupakan urutan atau susunan sebuah persembahannya. Persiapan Awal Tari Piring Sudah menjadi kebiasaan bahwa sebuah seni tari harus dimulai dengan persediaan yang rapi. Sebelum diadakan, selain latihan untuk mewujudkan ketrampilan, para penari Tari Piring juga harus memiliki latihan penafasan yang baik. Menjelang hari pementasan, para penari Tari Piring harus memastikan agar piring-piring yang mereka gunakan berada dalam keadaan baik. Piring yang retak atau sumbing harus digantikan dengan yang lain, agar tidak membahayakan diri sendiri atau orang ramai yang menonton. Para penari juga memutuskan jumlah piring yang akan digunakan. Setelah berakhir pementasan Silat Pulut di hadapan pasangan pengantin, piring-piring akan diatur dalam berbagai bentuk dan susunan dihadapan pasangan pengantin mengikuti jumlah yang diperlukan oleh

3 penari Tari Piring. Disaat yang sama, para penari Tari Piring menggunakan dua bentuk cincin khas, yaitu satu cincin di jari tangan kanan dan satu di jari tangan kiri. Mengawali Tari Piring Tari Piring akan diawali dengan rebana dan gong yang dimainkan oleh para pemusik. Sebelum tarian dimulai, para penari memberi sembah pengantin sebanyak tiga kali sebagai tanda hormat kepada pengantin tersebut yaitu : Sembah pengantin tangan dihadapan Sembah pengantin tangan disebelah kiri Sembah pengantin tangan disebelah kanan Menari Tari Piring Para penari Tari Piring akan memulai tariannya dengan piring yang di letakkan dihadapannya serta mengayun-ayunkan tangan ke kanan dan kiri, mengikut rentak alunan musik yang dimainkan. Para penari kemudian akan berdiri dan menaiki pijakan pada satu persatu piriring-piring yang telah disusun lebih awal tadi,sambil menuju kearah pasangan pengantin di hadapannya. Pada umumnya, para penari Tari Piring memastikan semua piring yang telah diatur tersebut dipijak. Setelah semua piring dipijak, maka para penari Tari Piring akan mengundurkan langkahnya dengan tetap memijak semula piring yang telah disusun tadi. Penari tidak boleh membelakangi pengantin. Pada waktu yang bersamaan, kedua tangan para penari akan terus berayun ke kanan dan ke kiri sambil mengetuk jari-jari yang telah menggunakan cincin dengan bagian bawah piring. Sesekali, kedua telapak tangan yang diletakkan piring akan berputar ke atas dan ke bawah, begitu juga dengan kepala. Akhir Tari Piring Sebuah sajian Tari Piring oleh penari akan berakhir apabila semua piring telah dipijak dan penari menutup tarian dengan melakukan sembah penutup atau sembah pengantin sekali lagi. Sembah penutup juga diakhiri dengan tiga sembah pengantin dengan susunan berikut : Sembah pengantin tangan sebelah kanan

4 Sembah pengantin tangan sebelah kiri Sembah pengantin tangan sebelah hadapan Adalah warisan budaya merupakan cermin dari suatu adat istiadat yang ada di bumi nusantara Indonesia tercinta. Selaku generasi anak bangsa yang diwariskan, sudah selayaknya kita jaga dan lestarikan, budaya karya leluhur kita. Nara Sumber : Wikipedia Penulis : Tangguh Sutjaksono Editor : Nunik Sumasni

KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI PERTUNJUKAN KESENIAN LENGGER BUDI LESTARI KECAMATAN KLEDUNG KABUPATEN TEMANGGUNG

KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI PERTUNJUKAN KESENIAN LENGGER BUDI LESTARI KECAMATAN KLEDUNG KABUPATEN TEMANGGUNG KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI PERTUNJUKAN KESENIAN LENGGER BUDI LESTARI KECAMATAN KLEDUNG KABUPATEN TEMANGGUNG Skripsi disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi

Lebih terperinci

http://bse.kemdikbud.go.id Diunduh dari Benda-benda di Lingkungan Sekitar Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Buku Siswa SD/MI Kelas V Tema 1

http://bse.kemdikbud.go.id Diunduh dari Benda-benda di Lingkungan Sekitar Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Buku Siswa SD/MI Kelas V Tema 1 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 2014 K U R IKU L M U 2013 Benda-benda di Lingkungan Sekitar Tema 1 Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Buku Siswa SD/MI Kelas V Hak Cipta 2014 pada

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan dalam rangka penyelesaian Studi Strata 1 Untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan. Oleh : Khamim

SKRIPSI Diajukan dalam rangka penyelesaian Studi Strata 1 Untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan. Oleh : Khamim PENGARUH LATIHAN PASSING BAWAH MENGGUNAKAN TEMBOK SASARAN DENGAN MEMAKAI LINGKARAN DAN TALI TERHADAP KEMAMPUAN PASSING BAWAH PADA PERMAINAN BOLA VOLI KLUB IDOLA PLAJAN KABUPATEN JEPARA TAHUN 2013 SKRIPSI

Lebih terperinci

BAB 3 PELAKU, PENONTON, DAN PENYELENGGARA

BAB 3 PELAKU, PENONTON, DAN PENYELENGGARA PELAKU, PENONTON, DAN PENYELENGGARA 71 BAB 3 PELAKU, PENONTON, DAN PENYELENGGARA organisasi sosial suatu komunitas sangat menentukan siapa pelaku dan penonton sebuah tari komunal. Alasan- Sistem alasan

Lebih terperinci

Kontributor Naskah : Purnomosidi, Irene Maria J. Astuti, Marina Novianti, Taufina, dan Faisal.

Kontributor Naskah : Purnomosidi, Irene Maria J. Astuti, Marina Novianti, Taufina, dan Faisal. Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Disklaimer: Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi

Lebih terperinci

Edisi 15 Maret 2009. Media Komunikasi Antarpenenun Tradisional

Edisi 15 Maret 2009. Media Komunikasi Antarpenenun Tradisional Edisi 15 Maret 2009 Media Komunikasi Antarpenenun Tradisional Kata Pengantar Perubahan! Haruskah? Sebuah Landasan untuk ke Depan Apa yang akan saya lakukan untuk menghadapi perubahan demi perubahan di

Lebih terperinci

BAHAN AJAR. Dalam Perang Dunia II permainan ini tersebar di seluruh dunia terutama di Eropa

BAHAN AJAR. Dalam Perang Dunia II permainan ini tersebar di seluruh dunia terutama di Eropa BAHAN AJAR 1. Judul : PERMAINAN BOLA VOLI 2. Penyusun : Drs, Syahrizal 3. Tujuan : Agar siswa dapat mengetahui, mempelajari dan mempraktekan tentang sejarah bola voli dan semua tehnik tentang permainan

Lebih terperinci

ILUSTRASI BUKU CERITA RAKYAT PURBALINGGA ASAL MULA ADIPATI ONJE

ILUSTRASI BUKU CERITA RAKYAT PURBALINGGA ASAL MULA ADIPATI ONJE ILUSTRASI BUKU CERITA RAKYAT PURBALINGGA ASAL MULA ADIPATI ONJE PROYEK STUDI Diajukan dalam Rangka Menyelesaikan Studi Strata 1 untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan oleh Fitriasih Nuur Pangestika 2401406018

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Khalid Saifullah Fil Aqsha, 2013

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Khalid Saifullah Fil Aqsha, 2013 1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Trend dunia pariwisata selalu berubah ubah. Ini dikarenakan pariwisata itu memiliki sifat yang dinamis. Karena dinamis, maka para planer, konseptor, dan juga investor

Lebih terperinci

PENGANTAR. Program MBE, Jakarta Email: mbeproject@cbn.net.id

PENGANTAR. Program MBE, Jakarta Email: mbeproject@cbn.net.id PENGANTAR Program Managing Basic Education atau (MBE), yang didukung oleh USAID, bertujuan meningkatkan mutu dan efisiensi pengelolaan pendidikan dasar dalam rangka desentralisasi pemerintahan. Program

Lebih terperinci

Pendidikan Kewarganegaraan Jilid 2 untuk SD dan MI Kelas II

Pendidikan Kewarganegaraan Jilid 2 untuk SD dan MI Kelas II Sri Sadiman Mahfud Sri Sadiman Mahfud Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi oleh Undang-undang Pendidikan Kewarganegaraan Jilid 2 untuk SD dan MI Kelas II Penyusun : Sri Sadiman Sutrisno

Lebih terperinci

Hidup Rukun. http://bse.kemdikbud.go.id. Diunduh dari. Tema 1. Buku Guru SD/MI Kelas II

Hidup Rukun. http://bse.kemdikbud.go.id. Diunduh dari. Tema 1. Buku Guru SD/MI Kelas II Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 2014 K U R IKU L M U 2013 Tema 1 Hidup Rukun Buku Temati k Terpadu Kuri kulum 2013 Buku Guru SD/MI Kelas II Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan

Lebih terperinci

TATA CARA PEMAKAMAN JENAZAH PADA MASA MOYANG MARGA SWABRA SECARA ADAT ISTIADAT DI PADWA

TATA CARA PEMAKAMAN JENAZAH PADA MASA MOYANG MARGA SWABRA SECARA ADAT ISTIADAT DI PADWA TATA CARA PEMAKAMAN JENAZAH PADA MASA MOYANG MARGA SWABRA SECARA ADAT ISTIADAT DI PADWA Setiap bangsa, suku bangsa bahkan kelompok marga memiliki adat istiadat dan kebudayaan yang berbeda antara bangsa,

Lebih terperinci

MENELUSURI SEJARAH ASAL MULA BALIKPAPAN MELALUI PERAYAAN ERAU BALIK DELAPAN Sebuah Kajian Budaya dan Folklor

MENELUSURI SEJARAH ASAL MULA BALIKPAPAN MELALUI PERAYAAN ERAU BALIK DELAPAN Sebuah Kajian Budaya dan Folklor 77 MENELUSURI SEJARAH ASAL MULA BALIKPAPAN MELALUI PERAYAAN ERAU BALIK DELAPAN Sebuah Kajian Budaya dan Folklor Ulum Janah Dosen Fakultas Sastra Universitas Balikpapan Abstrak Kajian tentang sejarah asal

Lebih terperinci

DASAR TARI 1. DASAR TARI 1 Oleh : Gusyanti. Semester I. XI Semester I. Oleh : Gusyanti. Untuk SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

DASAR TARI 1. DASAR TARI 1 Oleh : Gusyanti. Semester I. XI Semester I. Oleh : Gusyanti. Untuk SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DASAR TARI 1 Untuk SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN XI Semester I Semester I DASAR TARI 1 Oleh : Gusyanti Oleh : Gusyanti DASAR TARI 1 Untuk SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN XI Semester I Oleh : Gusyanti ii Direktorat

Lebih terperinci

DWI INDAH ASTIKA YUNIARTI A220090078

DWI INDAH ASTIKA YUNIARTI A220090078 NILAI-NILAI RELIGIUS YANG TERKANDUNG DALAM TRADISI TEMU MANTEN PADA UPACARA PERKAWINAN ADAT JAWA ( Studi Kasus di Dusun Tanduran Desa Jatisari Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wonogiri) NASKAH PUBLIKASI KARYA

Lebih terperinci

Bab. Kerajinan dari Bahan Alam. Tugas

Bab. Kerajinan dari Bahan Alam. Tugas Bab I Kerajinan dari Bahan Alam Tugas Amati Gambar 1.1 Teliti lebih jauh, jenis bahan alam yang digunakan dan fungsi produk kerajinan tersebut. Apa kesan yang kamu dapatkan? Ungkapkan pendapatmu, sampaikan

Lebih terperinci

DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT BINA SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN. Penempatan Fasilitas Perlengkapan Jalan

DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT BINA SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN. Penempatan Fasilitas Perlengkapan Jalan DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT BINA SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN Panduan Penempatan Fasilitas Perlengkapan Jalan Panduan Penempatan Fasilitas Perlengkapan Jalan

Lebih terperinci

ARIS EKO HERMAWANTO NIM : X4606002

ARIS EKO HERMAWANTO NIM : X4606002 PERBEDAAN PENGARUH METODE PEMBELAJARAN LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG TERHADAP KEMAMPUAN SMASH NORMAL PADA SISWA PUTRA KELAS VIII SMP NEGERI 1 JENAR KABUPATEN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2009/2010 SKRIPSI Oleh

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2009 2009 TENTANG BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA, SERTA LAGU KEBANGSAAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2009 2009 TENTANG BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA, SERTA LAGU KEBANGSAAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2009 2009 TENTANG BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA, SERTA LAGU KEBANGSAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

PENERAPAN MODIFIKASI ALAT BANTU PEMBELAJARAN BOKORTASKO TERHADAP HASIL BELAJAR BULUTANGKIS SISWA KELAS VIII D DI SMPN 3 BATANG TAHUN 2012

PENERAPAN MODIFIKASI ALAT BANTU PEMBELAJARAN BOKORTASKO TERHADAP HASIL BELAJAR BULUTANGKIS SISWA KELAS VIII D DI SMPN 3 BATANG TAHUN 2012 PENERAPAN MODIFIKASI ALAT BANTU PEMBELAJARAN BOKORTASKO TERHADAP HASIL BELAJAR BULUTANGKIS SISWA KELAS VIII D DI SMPN 3 BATANG TAHUN 2012 SKRIPSI diajukan dalam rangka Penyelesaian studi Strata 1 untuk

Lebih terperinci

Penilaian Pasar Secara Cepat: Manual untuk Pelatih Telah direvisi untuk Indonesia

Penilaian Pasar Secara Cepat: Manual untuk Pelatih Telah direvisi untuk Indonesia Penilaian Pasar Secara Cepat: Manual untuk Pelatih Telah direvisi untuk Indonesia ditulis oleh: Ira Febriana Banda Aceh, Desember 2006 International Labour Office Hak cipta Kantor Perburuhan Internasional

Lebih terperinci

Tugasku Sehari-hari. http://bse.kemdikbud.go.id. Diunduh dari. Tema 3. Buku Guru SD/MI Kelas II. Buku Tematik Terpadu K urikulum 2013

Tugasku Sehari-hari. http://bse.kemdikbud.go.id. Diunduh dari. Tema 3. Buku Guru SD/MI Kelas II. Buku Tematik Terpadu K urikulum 2013 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 2014 K U R IKU L M U 2013 Tema 3 Tugasku Sehari-hari Tugasku Sehari-hari Buku Tematik Terpadu K urikulum 2013 Buku Guru SD/MI Kelas II Hak Cipta

Lebih terperinci

Buaya. Kerjasama. Cara Bermain. Maksud Kegiatan. Hak dan Tanggung jawab. Tujuan Permainan. Kegiatan 01

Buaya. Kerjasama. Cara Bermain. Maksud Kegiatan. Hak dan Tanggung jawab. Tujuan Permainan. Kegiatan 01 Kegiatan 01 Kerjasama Buaya Usia : 6-8 tahun Waktu : 10 20 menit Lokasi : Di dalam/luar ruangan Ukuran Kelompok : 10 20 Tingkat Kegiatan : Sedang sampai aktif Materi : Kertas Koran besar Nilai Utama :

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING ATAS PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI MODEL BERMAIN BALON PADA KELAS IV SD NEGERI 01 GUNUNGTIGA KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2012 SKRIPSI Diajukan dalam rangka

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA GERINDRA

ANGGARAN DASAR PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA GERINDRA ANGGARAN DASAR PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA GERINDRA TAHUN 2012 MUKADIMAH Bahwa cita-cita luhur untuk membangun dan mewujudkan tatanan masyarakat Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis,

Lebih terperinci

Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi

Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi 2011 PEMBUKAAN Organisasi Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi didirikan pada 18 Mei 1998

Lebih terperinci

HARI DOA SEDUNIA 2015 Buku Penuntun untuk Pelayanan anak (disusun oleh Komisi HDS Negara Kepulauan Bahama)

HARI DOA SEDUNIA 2015 Buku Penuntun untuk Pelayanan anak (disusun oleh Komisi HDS Negara Kepulauan Bahama) HARI DOA SEDUNIA 2015 Buku Penuntun untuk Pelayanan anak (disusun oleh Komisi HDS Negara Kepulauan Bahama) "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?" ( Yohanes 13 : 12 b) 0 Buku Penuntun ini

Lebih terperinci

PROGRAM BACA,TULIS DAN HITUNG (BTH) SEBAGAI SALAH SATU BENTUK AKULTURASI DALAM KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA ORANG RIMBA YANG BERUBAH

PROGRAM BACA,TULIS DAN HITUNG (BTH) SEBAGAI SALAH SATU BENTUK AKULTURASI DALAM KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA ORANG RIMBA YANG BERUBAH PROGRAM BACA,TULIS DAN HITUNG (BTH) SEBAGAI SALAH SATU BENTUK AKULTURASI DALAM KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA ORANG RIMBA YANG BERUBAH (Studi Kasus : Orang Rimba Kedundung Muda-TNBD, Jambi) SKRIPSI Oleh NORI

Lebih terperinci