PENGGUNAAN MEDIA TIGA DIMENSI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENGGUNAAN MEDIA TIGA DIMENSI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA"

Transkripsi

1 PENGGUNAAN MEDIA TIGA DIMENSI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA (Penelitian Tindakan Kelas di MI Terpadu Fatahillah Cimanggis Depok) Skripsi Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Salah satu syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Oleh ASROTUN NIM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2014

2

3

4

5 ABSTRAK Asrotun (NIM: ). Penggunaan Media Tiga Dimensi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media tiga dimensi dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini dilakukan di kelas V MI Terpadu Fatahillah Cimanggis Depok Tahun Ajaran 2013/2014 dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Kegiatan PTK ini dilakukan sebanyak dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media tiga dimensi dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa, Peningkatan tersebut dapat dilihat melalui tingkat ketuntasan belajar siswa. Pada siklus I tingkat ketuntasan belajar siswa mencapai 63.3% dan pada siklus II mencapai 83.3%. Hal ini menunjukan bahwa penggunaan media tiga dimensi dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas V MI Terpadu Fatahillah Cimanggis Depok. Kata Kunci: Media Tiga Dimensi, Hasil Belajar iv

6 ABSTRACT ASROTUN (NIM: ). The Use of Three Dimensional to Improve Students Math Learning Outcomes. This research aimed to describe the use of three dimensional media in improving students mathematics learning outcomes. This research was conducted in the Integrated Elementary School fifth grade Fatahillah Cimanggis Depok Academic Year 2013/2014 by using the method of Classroom Action Research (CAR). CAR activity was conducted as two cycles, and each cycle consists of four stages, namely planning, action, observation, and reflection. The result showed that the use of three dimensional media can be seen through the students s level of mastery learning in the first cycle reaches the level of mastery learning students and 63.3% in the second cycle reaches 83.3%. This suggest that the use of three dimensional media in learning mathematics can improve math learning outcomes Elementary School fifth grade student Fatahillah Cimanggis Integrated Depok. Key word: Three Dimensional Media, Learning Outcomes v

7 KATA PENGANTAR Assalamu alaikum Wr. Wb Segala puji bagi Allah SWT. yang telah memberikan segala nikmat dan karunianya sehingga penyusun dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Penggunaan Media Tiga Dimensi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan, tauladan dan panglima besar Nabi Muhammad Saw. beserta para keluarganya, para sahabatnya dan para pengikutnya. Skripsi ini diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk memenuhi persyaratan mencapai gelar Sarjana Pendidikan. Penelitian dalam skripsi ini dilaksanakan di MI Terpadu Fatahillah Cimanggis Depok selama 3 minggu, yaitu mulai tanggal 17 Februari 2014 sampai 10 Maret Dalam penyusunan skripsi tidak mungkin selesai tanpa bantuan dari berbagai pihak. Atas bimbingan, fasilitas, dan bantuan yang diberikan dalam penyusunan skripsi ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Dra. Nurlena Rifa I, M.A,Ph.D, selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Dr. Fauzan, MA. Selaku ketua Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. 3. Abdul Muin, S.Si, M.Pd, selaku dosen pembimbing dalam penyusunan skripsi ini, yang telah mencurahkan pikiran dan meluangkan waktunya bagi penulis selama penyusunan skripsi. 4. Bapak dan Ibu dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, khususnya kepada dosen-dosen PGMI yang telah memberikan ilmu pengetahuan yang tak terhingga dan sangat berguna bagi penulis. vi

8 5. Para staf perpustakaan, baik Perpustakaan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan maupun Perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah membantu penulis dalam mencari referensi untuk menyelesaikan skripsi ini. 6. Sayadi, S.Pd selaku Kepala Sekolah MI Terpadu Fatahillah yang telah memberikan izinnya untuk dapat melaksanakan penelitian di MI Terpadu Fatahillah Cimanggis Depok. 7. Tasmiyati, S.Pd, selaku guru kelas V yang telah membimbing dan membantu penulis dalam melakukan penelitian di MI Terpadu Fatahillah Cimanggis Depok. 8. Kedua orang tuaku tercinta alm. Bpk Muh Alif dan ibu Sudarmi serta seluruh keluarga besarku, yang tak pernah lelah mendo akan. 9. Keluarga besar alm. Bpk H. Mohammad Bahadji, M.Si dan ibu Ipah Djuha, S.Si. mba Lisa, mas Moh, mas Irul, mba Puti, mas Afik, mba Irma, Luthfan yang sangat berjasa pada penulis dan selalu mendoakan, memotivasi serta memberikan bantuan moril maupun materil dengan tulus dan ikhlas hingga terselesaikannya skripsi ini. 10. Keluarga Besar MI Fathul Khair yang tak pernah lelah mendoakan serta memberikan dukungan dan motivasi. 11. Kekasih tercinta Salis Mubarok dan kakak tercinta Ramona Adam, yang tak pernah lelah mendoakan, membantu serta memberikan semangat kepada penulis dalam menyusun skripsi ini. 12. Sahabat-sahabatku tercinta, Ryan, Icha, Mia, Mela, Nova, Yasmine, Devi, Dyan, Asiah, Ratu, Endang, Rima, Aida, Nadia, Eka, Khae, Ridho, Hafidz, Nesa, Mega, dan Olik, terimakasih atas persahabatan, kebersamaan, keceriaan, dan motivasi yang kalian berikan. 13. Teman-temanku seperjuangan Prodi PGMI angkatan 2009 atas kebersamaan dukungan dan motivasinya. vii

9 Semoga Allah SWT memberikan balasan yang berlipat ganda sebagai amal shaleh. Penulis berharap skripsi ini dapat memenuhi tugas yang telah ditentukan dan penulis telah berusaha untuk menyusun skripsi ini seoptimal mungkin maka penulis menerima segala kritik dan saran yang dapat membangun pengetahuan penulis. Akhirnya semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan semua pihak. Amiin. Wassalamu alaikumwr. Wb Jakarta, April 2014 Penulis viii

10 DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... LEMBAR PERNYATAAN... ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... i iii iv vi viii xi xii xiii BAB I: PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Identifikasi Area dan Fokus Penelitian... 5 C. Pembatasan Fokus Penelitian... 5 D. Perumusan Masalah Penelitian... 5 E. Tujuan Penelitian... 6 BAB II: KAJIAN TEORITIK DAN PENGAJUAN KONSEPTUAL INTERVENSI TINDAKAN A. Pengertian Belajar Ciri dan Kriteria Kegiatan Belajar Tujuan Belajar Faktor-Faktor Yang mempengaruhi Kegiatan Belajar B. Media Pembelajaran C. Kriteria Pemilihan Media D. Media Tiga Dimensi E. Jenis dan Karakteristis Media Tiga Dimensi F. Desain Pembelajaran Menggunakan Media Tiga Dimensi Penggunaan Media Tiga Dimensi Dalam Pembelajaran Matematika ix

11 2. Desain Pengembangan Pembelajaran dengan Menggunakan Media Tiga Dimensi G. Hasil Belajar Matematika H. Hasil Penelitian yang Relevan I. Kerangka Berpikir J. Hipotesis Penelitian Tindakan BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian B. Rancangan Siklus Penelitian Perencanaan Pelaksanaan Tindakan Observasi Refleksi C. Subjek Penelitian D. Peran dan Posisi Peneliti dalam Penelitian E. Tahapan Intervensi Tindakan F. Hasil Intervensi Tindakan yang Diharapkan G. Data dan Sumber Data Data Sumber Data 35 H. Instrumen Pengumpul Data Tes Hasil belajar Lembar Observasi Catatan Lapangan I. Teknik Pengumpulan Data J. Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan.. 38 K. Analisis Data dan Interpretasi Data Analisis Data Hasil Observasi Analisis Hasil Tes Belajar L. Pengembangan Perencanaan Tindakan 40 x

12 BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Hasil Intervensi Tindakan Siklus I a. Tahap Perencanaan b. Tahap Pelaksanaan c. Tahap Observasi d. Tahap Refleksi Siklus II a. Tahap Perencanaan b. Tahap Pelaksanaan c. Tahap Observasi d. Tahap Refleksi B. Analisis Data C. Interpretasi Hasil Analisis Data D. Pembahasan BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN xi

13 DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Kisi-kisi Instrumen Tes Akhir Siklus I Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Tes Akhir Siklus II Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen Observasi Aktivitas Belajar Siswa 37 Tabel 3.4 Kisi-kisi Instrumen Observasi Aktivitas Belajar Siswa 37 Tabel 3.5 Pedoman Konversi Persentase Rata-rata Hasil Observasi Aktivitas Siswa dan Guru Tabel 4.1 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus I Tabel 4.2 Hasil Observasi Aktivitas Mengajar Guru Siklus I 49 Tabel 4.3 Hasil Belajar Siswa dengan Media Tiga Dimensi Siklus I Tabel 4.4 Hasil Refleksi Siklus I Tabel 4.5 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus II Tabel 4.6 Hasil Observasi Aktivitas Mengajar Guru Siklus II Tabel 4.7 Hasil Belajar Siswa dengan Media Tiga Dimensi Siklus II Tabel 4.8 Hasil Refleksi Siklus II Tabel 4.9 Persentase Perbandingan Hasil Penelitian Siklus I dan Siklus II.. 65 xii

14 DAFTAR GAMBAR Gambar 3.1 Penelitian Tindakan Kelas Dengan Media Tiga Dimensi Gambar 4.1 Contoh Media Tiga Dimensi Bangun Ruang.42 Gambar 4.2 Aktivitas Siswa Pada Saat Diskusi Kelompok Siklus I. 44 Gambar 4.3 Foto Aktivitas Siswa Pada Saat Tes Akhir Siklus I Gambar 4.4 Aktivitas Siswa Pada Saat Diskusi Kelompok Siklus II 55 Gambar 4.5 Aktivitas Siswa Pada Saat Presentasi Gambar 4.6 Hasil Jaring-Jaring Bangun Ruang 58 Gambar 4.7 Aktivitas Siswa Pada Saat Tes Akhir Siklus II. 59 Gambar 4.8 Diagram Perbandingan Hasil Penelitian Siklus I dan Siklus II. 66 xiii

15 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I.. 1a Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan pembelajaran Siklus II. 1b Lampiran 3 Contoh Jawaban Tes Akhir Siklus I 1c Lampiran 4 Contoh Jawaban Tes Akhir Siklus II.. 1d Lampiran 5 Kisi-kisi Tes Akhir Siklus I 1e Lampiran 6 Instrumen Tes Akhir Siklus I. 1f Lampiran 7 Kunci Jawaban Tes Akhir Siklus I 1g Lampiran 8 Kisi-kisi Tes Akhir Siklus II.. 1h Lampiran 9 Instrumen Tes Akhir Siklus II 1i Lampiran 10 Kunci Jawaban Tes Akhir Siklus II.. 1j Lampiran 11 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus I.. 1k Lampiran 12 Hasil Observasi Aktivitas Mengajar Guru Siklus I... 1L Lampiran 13 Catatan Lapangan Siklus I 1m Lampiran 14 Catatan Lapangan Siklus II.. 1n Lampiran 15 Nilai Ulangan Siswa Sebelum Penelitian. 1o Lampiran 16 Hasil Wawancara Sebelum Penelitian.. 1p Lampiran 17 Hasil Tes Akhir Siklus I... 1q Lampiran 18 Hasil Tes Akhir Siklus II. 1r Lampiran 19 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus II... 1s Lampiran 20 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Guru Siklus II... 1t Lampiran 21 Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa... 1u Lampiran 22 Peningkatan Aktivitas Mengajar Guru 1v Lampiran 23 Peningkatan Hasil Belajar Siswa. 1w Lampiran 24 Lembar Uji Referensi.. 1x Lampiran 25 Surat Bimbingan Skripsi. 1y Lampiran 26 Surat Permohonan Izin Penelitian Lampiran 27 Surat Keterangan Penelitian xiv

16 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam merubah tingkah laku manusia, karena tujuan pendidikan pada dasarnya adalah mengantarkan peserta didik menuju perubahan-perubahan tingkah laku agar peserta didik dapat menjadi utuh dan hidup mandiri sebagai individu dan makhluk sosial. Dalam Undang- Undang No.20 tahun 2006 tentang sistem pendidikan nasional bab 1 pasal 1 dinyatakan bahwa: 1 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Dari uraian tersebut sangatlah jelas bahwa tanggung jawab seorang guru tidaklah mudah dalam mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang kondusif. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran tidaklah selalu berjalan lancar, tetapi adakalanya mengalami hambatan-hambatan atau kesulitan baik yang dialami guru dalam mengajar maupun kesulitan yang dialami oleh siswa dalam belajar. Pada pelaksanaannya guru dituntut untuk lebih kreatif dalam memahami setiap perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar, serta harus mampu menentukan berbagai macam strategi, metode serta media pembelajaran yang dapat melibatkan siswa aktif dalam proses belajar mengajar agar kegiatan pembelajaran lebih efektif dan efisien. 1 Undang-Undang RI No.20 Tahun 2006, Sistem Pendidikan Nasional, (FOKUSMEDIA: Bandung, 2006) h. 2 1

17 2 Tercapainya tujuan pembelajaran sangat tergantung pada guru dan siswa. Guru sebagai pendidik harus mampu membuat desain pembelajaran, menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, dan mengevaluasi hasil belajar. Sedangkan siswa sebagai orang yang terdidik memiliki peran sebagai orang yang mengalami proses belajar, mencapai hasil belajar dan menggunakan hasil belajar untuk kepentingannya. Setiap mata pelajaran memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, dalam mengajarkan materi pembelajaran tentu akan sangat berbeda baik dari segi metode penyampaian, penggunaan contoh dan sebagainya yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar. Mata pelajaran matematika selama ini dikenal sangat sulit baik yang dialami oleh siswa dalam belajar, maupun yang dialami oleh guru dalam mengajarkannya, sehingga seorang guru dan siswa harus benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya agar tujuan pembelajaran dapat tercapai maksimal. Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik. Media yang digunakan dalam proses pembelajaran itu juga memerlukan perencanaan yang baik pula. 2 Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru dalam proses pembelajaran matematika adalah bagaimana cara merancang media dalam menyampaikan materi agar materi dapat diterima dengan mudah dan siswa dapat mengingat materi tersebut lebih lama. Selain itu, dalam menentukan media pembelajaran guru harus mengetahui terlebih dahulu macam-macam aspek pembelajaran yang diajarkan, baik itu aspek kognitif, afektif maupun aspek psikomotorik. Menurut Van de Henvel-Panhuizen dalam Zainuri bila anak belajar matematika terpisah dari pengalaman mereka sehari-hari maka anak akan cepat lupa dan tidak dapat mengaplikasikan matematika. 3 Kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran matematika dapat diukur dengan tingkat pemahaman dan penguasaan materi serta hasil belajar. Dengan 2 Arsyad Azhar, Media pembelajaran, (PT Rajagrafindo Persada: Jakarta, 2011), h Rostina Sundaya, Media Pembelajaran Matematika, (Alfabeta: Bandung, 2013), h. 24

18 3 berakhirnya proses pembelajaran, maka siswa memperoleh suatu hasil belajar yang merupakan hasil dari interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari hasil observasi dan wawancara dengan guru serta murid di salah satu MI di Depok diperoleh informasi bahwa dalam menjelaskan materi bangun ruang, guru hanya menggunakan gambar yang ada pada buku paket dan menugaskan siswa untuk mengerjakan soal-soal latihan dari LKS. Hal tersebut membuat siswa merasa sulit dalam memahami hal-hal yang berkaitan dengan bangun ruang, karena siswa masih harus membayangkan wujud asli dari bangun ruang tersebut. Sehingga pemahaman yang diperoleh siswa masih bersifat abstrak. Seperti pendapat yang dikatakan oleh Eva salah satu murid di MI tersebut mengatakan: belajar bangun ruang susah bu, soalnya diajarinnya pake buku paket. Jadi kalo liat gambarnya saya masih bingung kalo disuruh nyebutin sifat-sifatnya. Selain permasalahan tersebut diperoleh juga informasi lain bahwa nilai kriteri ketuntasan minimum (KKM) matematika di MI tersebut masih rendah yaitu 60. Namun, meskipun demikian masih banyak siswa yang nilai hasilnya belajarnya masih di bawah KKM. Data tersebut diperoleh dari hasil ulangan harian siswa yang menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 66.7% (20 siswa) sedangkan 33.3% (10 siswa) belum mencapai nilai KKM. Untuk mengatasi permasalahan di atas, ada banyak cara yang dapat dilakukan guru dalam kegiatan belajar mengajar khususnya pada mata pelajaran matematika. Dalam pembelajaran matematika di sekolah, guru dapat memilih dan menggunakan media pembelajaran yang dapat melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara fisik maupun mental sehingga materi yang diajarkan oleh guru menjadi lebih konkrit dan siswa akan mengingatnya dalam jangka waktu yang lama. Media pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam mencapai keberhasilan pada proses pembelajaran. Media memiliki peran yang sangat penting, yaitu sebagai perantara atau saluran dalam suatu proses komunikasi antara komunikator dan komunikan. Sehingga dapat kita pahami bahwa media pembelajaran adalah sesuatu yang dapat dijadikan sarana penghubung untuk mencapai pesan yang harus dicapai oleh siswa dalam kegiatan belajar.

19 4 Banyak media pembelajaran yang dapat guru gunakan untuk menunjang kegiatan pembelajaran, namun seringkali sekolah terbentur pada kendala kemampuan dalam pengadaannya. Terutama saat dihadapkan pada harga media yang harus dibelanjakan tidak dapat terjangkau oleh sekolah. Menghadapi hal ini sekolah melalui para guru harus memiliki daya kreasi yang tinggi agar dapat menciptakan sendiri media pembelajaran tersebut. Dalam proses belajar mengajar masih ditemui adanya kesenjangan antara kemampuan, keterampilan dan sikap siswa yang kita inginkan dengan kemampuan, keterampilan dan sikap siswa yang mereka miliki sehingga penggunaan media tiga dimensi diharapkan turut dapat meningkatkan pengetahuan atau keterampilan awal siswa yang dimaksud dengan pengetahuan atau keterampilan yang telah dimiliki siswa sebelum ia memiliki kegiatan instruksional. 4 Salah satu media pembelajaran yang peneliti maksudkan adalah media tiga dimensi, yaitu bentuk-bentuk bangun ruang seperti limas segitiga, limas segiempat, balok, kubus, prisma tegak segitiga, prisma tegak segilima, tabung dan kerucut yang dibuat dari bahan dasar karton. Media tiga dimensi dapat digunakan untuk membantu pemahaman siswa terkait materi yang masih abstrak. karena media tiga dimensi dapat menunjukkan tampaknya suatu benda yang masih abstrak menjadi suatu benda yang bersifat konkret. Untuk itu, dalam pembelajaran matematika pada materi bangun ruang, informasi yang diterima oleh siswa akan lebih optimal jika pada pelaksanaan pembelajarannya guru menggunakan media tiga dimensi. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka kiranya perlu diadakan suatu penelitian tindakan kelas (PTK). Dalam hal ini penulis mengangkat judul Penggunaan Media Tiga Dimensi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Arief S. Sadiman, dkk, Media Pendidikan, (PT Rajagrafindo Persada: Jakarta, 2006), h.

20 5 B. Identifikasi Area dan Fokus Penelitian Berdasarkan latar belakang masalah di atas, terdapat beberapa masalah yang dapat dikemukakan, antara lain: 1. Kualitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika masih rendah. 2. Proses pembelajaran matematika yang terjadi masih satu arah yaitu guru sebagai pusat pembelajaran (teacher center) 3. Pembelajaran yang disampaikan guru masih bersifat abstrak 4. Minimnya penggunaan media pendukung pembelajaran matematika. 5. Hasil belajar matematika siswa masih rendah. C. Pembatasan Fokus Penelitian Dalam penelitian ini masalah yang disajikan dibatasi pada: 1. Media yang digunakan oleh peneliti adalah media tiga dimensi, yaitu bentukbentuk bangun ruang sederhana seperti prisma tegak, balok, kubus, tabung, limas dan kerucut yang dibuat dari bahan kertas karton. 2. Hasil belajar matematika yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar pada ranah kognitif yang meliputi aspek kemampuan memahami, mengaplikasikan dan kemampuan menganalisis. D. Perumusan Masalah Penelitian Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka masalah yang akan diteliti dirumuskan sebagai berikut: 1. Bagaimana penggunaan media tiga dimensi dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa? 2. Apakah hasil belajar matematika siswa meningkat setelah diajarkan dengan menggunakan media tiga dimensi?

21 6 E. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggunaan media tiga dimensi dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa dan untuk mengetahui apakah hasil belajar matematika siswa meningkat setelah diajarkan dengan menggunakan media tiga dimensi. Kegunaan penelitian ini adalah: 1. Bagi guru Diharapkan akan dapat membantu mempermudah guru dalam menyampaikan materi bangun ruang dan untuk menambah literature guru tentang media pembelajaran. 2. Bagi siswa Untuk belajar, khususnya dalam mempelajari mata pelajaran matematika tanpa rasa jenuh. Siswa juga diharapkan mampu meningkatkan keaktifan mereka di kelas dalam memahami konsep bangun ruang. 3. Bagi sekolah Dapat dijadikan bahan pertimbangan atau pijakan bagi lembaga sekolah sekaligus sebagai kerangka acuan dalam mengembangkan hal-hal yang berkaitan dengan pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan hasil belajar siswa dan bagi saya selaku peneliti Sebagai sarana untuk menambah wawasan tentang pembelajaran di sekolah dan sebagai pengalaman yang sangat berharga dalam mengimplementasikan media tiga dimensi di lapangan secara langsung.

22 BAB II KAJIAN TEORITIK DAN PENGAJUAN KONSEPTUAL INTERVENSI TINDAKAN A. Pengertian Belajar Menurut Bachtiar belajar merupakan suatu proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak dia masih bayi hingga dia ke liang lahat nanti. Salah pertanda bahwa seseorang telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut baik perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotor) maupun yang menyangkut nilai dan sikap (afektif), 1 sedangkan pengertian belajar menurut Dr. Nana Sudjana bahwa belajar dan mengajar sebagai suatu proses yang mengandung tiga unsur yang dapat dibedakan yakni tujuan pembelajaran (instruksional), pengalaman (proses) belajar mengajar dan hasil belajar. 2 Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran atau media tertentu ke penerima pesan. Pesan, sumber pesan, saluran atau media dan penerima pesan adalah komponen-komponen proses komunikasi. Pesan yang akan dikomunikasikan adalah isi ajaran atau didikan yang ada dalam kurikulum. 3 Belajar adalah proses perubahan tingkah laku sebagai akibat pengalaman atau latihan. 4 Perubahan tingkah laku akibat belajar dapat berupa perolehan 1 Dr. Arief S. Sadiman, M.Sc, dkk. Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya, (PT Rajagrafindo Persada: Jakarta, 2006), h. 2 2 Dr. Nana Sudjana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011), h.2 3 Dr. Arief S. Sadiman, M.Sc, dkk. Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya, (PT Rajagrafindo Persada: Jakarta, 2006), h H. M. Alisuf Sabri, Psikologi Pendidikan, (Pedoman Ilmu Jaya: Jakarta, 2010), h. 54 7

23 8 perilaku yang baru atau perbaikan perilaku yang sudah ada. Perubahan tingkah laku yang ditimbulkan oleh belajar dapat perilaku yang baik (positif) atau perilaku yang buruk (negatif). Perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar terjadi melalui usaha dengan mendengar, membaca, mengikuti petunjuk, mengamati, memikirkan, menghayati, meniru, melatih dan mencoba sendiri atau berarti dengan pengalaman atau latihan. Perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar harus relatif menetap bukan perubahan yang bersifat sementara atau tiba-tiba terjadi kemudian cepat hilang kembali, seperti perubahan perilaku akibat alkohol atau minuman keras. Tingkah laku yang mengalami perubahan akibat belajar itu menyangkut semua aspek kepribadian tingkah laku individu, baik perubahan dalam pengetahuan, kemampuan, keterampilan, kebiasaan, sikap, dan aspek perilaku lainnya. Belajar dalam prakteknya dapat dilakukan di sekolah atau di luar sekolah. Belajar di sekolah senantiasa diarahkan oleh guru kepada perubahan perilaku yang baik, sedangkan belajar di luar sekolah yang dilakukan sendiri oleh individu dapat menghasilkan perubahan perilaku yang positif atau negatif. Tujuan sebagai arah dari proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah rumusan tingkah laku yang di harapkan dapat di kuasai oleh siswa setelah menerima atau menempuh pengalaman belajarnya, sedangkan hasil belajar adalah kemampuan kemampuan yang di miliki siswa setelah siswa tersebut menerima pengalaman belajarnya Ciri-ciri dan kriteria kegiatan belajar Berdasarkan pengertian belajar yang telah diuraikan di atas, maka belajar sebagai suatu kegiatan dapat diidentifikasi ciri-ciri kegiatannya sebagai berikut: 1) Belajar adalah aktifitas yang menghasilkan perubahan pada diri individu yang belajar (dalam arti perubahan tingkah laku) baik aktual maupun potensial. 5 Dr. Nana Sudjana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (PT Remaja Rosdakarya: Jakarta, 1989), h. 22

24 9 2) Perubahan itu pada dasarnya adalah didapatkannya kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang relatif lama. 3) Perubahan itu terjadi karena adanya usaha (dengan sengaja). Belajar sebagai suatu aktifitas internal psikologis, meskipun prosesnya sulit untuk dilihat secara nyata, tetapi kriteria persyaratan dalam proses belajar itu dapat ditetapkan berdasarkan kondisi yang fundamental dalam setiap kegiatan belajar. Dalam kegiatan yang disebut belajar harus ada 4 kondisi yang fundamental pada diri orang yang belajar, yaitu adanya: 1) Suatu dorongan atau kebutuhan untuk belajar/mempelajari sesuatu. 2) Suatu perangsangan atau isyarat tertentu sebagai signal/tanda atau bahan atau materi yang akan dipelajari. 3) Suatu respon utama dari diri orang yang belajar, apakah berupa tindakan motorik, pengamatan, pemikiran, penghayatan atau perubahan fisiologis. 4) Suatu ganjaran pengukuhan sebagai hasil belajar yang dicapai. Keempat kondisi yang fundamental dalam kegiatan belajar tersebut sekarang sudah harus menjadi dasar orientasi didaktis guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar, yaitu guru dalam setiap mengajar harus dimulai dengan membangkitkan minat atau motivasi kepada siswa, kemudian menciptakan situasi belajar mengajar yang merangsang atau menantang siswa untuk belajar dan akhirnya guru dalam setiap mengajar harus mengadakan evaluasi (post test) untuk mengukur/menetapkan taraf pencapaian keberhasilan siswa, agar siswa mengetahui apakah belajarnya sudah berhasil memperoleh ganjaran atau belum. Apabila siswa belum berhasil, maka sebagai tindak lanjut kegiatan evaluasi guru harus memberikan pengajaran remedial kepada siswa yang membutuhkan. 2. Tujuan Belajar Menurut paradigma Behavioristik, belajar merupakan transmisi pengetahuan dari ekspert ke novice. Berdasarkan konsep ini peran guru adalah menyediakan dan menuangkan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa, siswa dipersepsi berhasil mencapai tujuan belajar apabila mereka tunduk menerima pengetahuan yang dituangkan oleh guru. Sedangkan belajar adalah aktifitas yang bertujuan,

25 10 tujuan belajar ini ada yang benar-benar disadari ada pula yang kurang begitu disadari oleh orang yang belajar. Tujuan belajar tersebut erat kaitannya dengan perubahan/pembentukan tingkah laku tertentu. Dan tujuan belajar yang positif serta dapat dicapai secara efektif hanyalah mungkin terjadi dalam proses belajar mengajar di sekolah. 6 Tujuan sebagai arah dalam proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah rumusan tingkah laku yang diharapkan dapat dikuasai siswa setelah menerima atau menempuh pengalaman belajarnya. 7 Hal itu dapat dicapai dengan melakukan berbagai tindakan alternatif dalam memecahkan berbagai persoalan pembelajaran. Tujuan penyerta yang dapat dicapai adalah terjadinya proses latihan dalam jabatan dan pemberian layanan pembelajaran yang akurat, dengan demikian siswa akan lebih banyak berlatih untuk dapat mengaplikasikan berbagai tindakan alternatif sebagai upaya meningkatkan kemampuan pembelajaran. 8 Dalam bukunya Hamzah B. Uno yang berjudul Assesment Pembelajaran dikatakan bahwa tujuan pembelajaran diarahkan pada salah satu kawasan dari Taksonomi Benyamin S. Bloom yang meliputi: 1. Kawasan kognitif. Kawasan kognitif adalah kawasan yang membahas tujuan pembelajaran berkenaan dengan proses mental yang berawal dari tingkat pengetahuan sampai ke tingkat yang lebih tinggi yakni evaluasi. Kawasan kognitif ini terdiri dari enam tingkatan yang secara hierarki berurut dari yang paling rendah (pengetahuan) sampai yang paling tinggi (evaluasi) yakni tingkat pengetahuan (knowledge), tingkat pemahaman (comprehension), tingkat penerapan (application), tingkat analisis (analysis), tingkat synthesis dan tingkat evaluasi. 6 Daryanto. Media Pembelajaran, (PT. Sarana Tutorial Nurani Sejahtera: Bandung, 2012), h. 2 7 Dr. Nana Sudjana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (PT Remaja Rosdakarya: Bandung, 2011), h Prof. Suharsimi Arikunto, dkk. Penelitian Tindakan Kelas, (PT. Bumi Aksara: Jakarta, 2011), h. 107

26 11 2. Kawasan afektif (sikap dan perilaku) Kawasan afektif adalah suatu domain yang berkaitan dengan sikap, nilainilai interes, apresiasi (penghargaan) dan penyesuaian perasaan sosial. Tingkatan afeksi ini ada lima dimulai dari yang paling sederhana sampai yang kompleks yaitu: kemauan menerima, kemauan menanggapi, berkeyakinan, mengorganisasi, dan pembentukan pola. 3. Kawasan psikomotor Dalam bukunya Symson domain psikomotor meliputi enam domain mulai dari tingkat paling rendah, yaitu persepsi sampai tingkat keterampilan tertinggi yaitu penyesuaian dan keaslian yang dapat diuraikan sebagai berikut: persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, geraksn terbiasa, gerakan yang kompleks, penyesuaian dan keaslian Faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar Upaya meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar pada siswa disetiap jenjang dan tingkat pendidikan perlu diwujudkan agar diperoleh kualitas sumber daya manusia yang dapat menunjang pembangunan nasional. Oleh sebab itu, upaya meningkatkan kualitas pendidikan harus lebih banyak dilakukan oleh guru dan salah satu upaya yang dimaksud adalah penggunaan media pengajaran dalam proses belajar mengajar yang diharapkan dapat mempertinggi kualitas proses belajar mengajar dengan cara mempengaruhi motivasi siswa dalam belajar. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa, yaitu; faktor yang berasal dari dalam diri siswa (internal) dan faktor yang berasal dari luar diri siswa (faktor eksternal), yaitu: 1. Faktor internal a. Faktor fisiologis Secara umum kondisi fisiologis seperti kesehatan, keadaan cacat jasmani, kemampuan belajar siswa dan kondisi fisik dari siswa tersebut. 9 Dr.Hamzah B. Uno, M.Pd. Assesment Pembelajaran, (PT Bumi Aksara: Jakarta, 2012), h

27 12 b. Faktor psikologis, yaitu; inteligensi (afekktif), perhatian, minat dan bakat, motiv dan motivasi, kognitif dan daya nalar Faktor eksternal a. Faktor-faktor lingkungan Faktor lingkungan siswa ini dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu: faktor lingkungan alam/non sosial dan faktor lingkungan sosial. Yang termasuk faktor lingkungan non sosial/alami ini ialah seperti: keadaan suhu, kelembaban udara, waktu (pagi, siang, malam), tempat letak gedung sekolah, dan sebagainya. Faktor lingkungan sosial baik berwujud manusia dan representasinya termasuk budayanya akan mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa. b. Faktor-faktor instrumental Faktor instrumental ini terdiri dari gedung/sarana fisik kelas, sarana/alat pengajaran, media pengajaran, guru dan kurikulum/materi pelajaran serta strategi belajar mengajar yang digunakan akan mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa. c. Faktor-faktor kondisi internal siswa Faktor kondisi siswa ini sebagaimana telah diuraikan di atas ada dua macam yaitu kondisi fisiologis siswa dan kondisi psikologis siswa. Faktor kondisi fisiologis siswa terdiri dari kondisi kesehatan dan kebugaran fisik dan kondisi panca inderanya terutama penglihatan dan pendengaran. Adapun faktor psikologis yang akan mempengaruhi keberhasilan belajar siswa adalah faktor minat, bakat, inteligensi, motivasi dan kemampuan-kemampuan kognitif seperti: kemampuan persepsi, ingatan, berfikir, dan kemampuan dasar pengetahuan (bahan appersepsi) yang dimiliki siswa Yudhi Munadi. Media Pembelajaran, (Gaung Persada: jakarta 2008), h Ibid, h

28 13 B. Media Pembelajaran Media merupakan komponen yang sangat penting dalam suatu proses komunikasi. 12 Dalam metodologi pengajaran ada dua aspek yang menonjol yakni metode mengajar dan media pengajaran sebagai alat bantu mengajar, ada beberapa jenis media pengajaran yang biasa digunakan dalam proses pengajaran. Pertama media grafis seperti gambar media grafik atau biasa disebut media dua dimensi yang mempunyai ukuran panjang dan lebar. Kedua media tiga dimensi, yaitu model padat (solide model, model susun, diorama dan lain-lain). Ketiga model film seperti OHP dan lain-lain. 13 Hal tersebut membuktikan bahwa media adalah salah satu alat yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan untuk merangsang pikiran, perasaan, serta kemauan audien (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya. Media pembelajaran dapat menambah kualitas motivasi belajar siswa dalam proses pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan mutu hasil belajar yang akan dicapai oleh siswa yang bersangkutan, hal tersebut terjadi karena penggunaan media pembelajaran dapat membuat siswa tertarik sehingga motivasi siswa dalam belajar semakin meningkat dan siswa juga akan lebih mudah memahami materi yang diajarkan, yang pada akhirnya siswa dapat berinteraksi secara langsung dan tidak hanya sekedar mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh guru. Media pembelajaran memiliki posisi yang strategis sebagai perantara dalam proses interaksi antara siswa dengan guru. Kedudukan media pembelajaran sebagai mediator yang digunakan oleh guru untuk mencapai tujuan belajar yang diinginkan. Pada penggunaan media tiga dimensi dalam pelajaran matematika yang berupa bentuk bangun ruang memiliki posisi sebagai alat komunikasi antara guru dan siswa dalam memahami materi yang diajarkan. 12 H. Rayandra Asyhar, M,Si. Kreatif Mengembangkan media Pembelajaran, (Referensi Jakarta: Jakarta. 2012), h Dr. Nana Sudjana. Media Pengajaran, (Sinar Baru Algensindo: Jakarta, 2010), h. 3

29 14 Media pembelajaran selalu terdiri atas dua unsur penting, yaitu unsur peralatan atau perangkat keras (hardware) dan unsur pesan yang dibawanya (message/software). 14 Dengan demikian penggunaan media pembelajaran dapat meningkatkan proses dan hasil belajar, karena dengan media pembelajaran halhal yang abstrak dapat di kongkretkan sehingga siswa akan lebih mudah dalam memperoleh informasi terkait materi yang diajarkan oleh guru. Dari uraian di atas, jelaslah bahwa media pembelajaran sangat membantu dalam upaya mencapai keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Oleh karena itu, guru sebagai seorang pendidik harus mempunyai keterampilan dalam penggunaannya. Selain dapat menyalurkan pesan, media pembelajaran juga mempunyai banyak manfaat dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran merupakan sarana perantara dalam proses pembelajaran. Selain itu media pembelajaran juga berperan sebagai salah satu komponen komunikasi yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan. Dengan demikian Perolehan pengetahuan siswa akan semakin abstrak apabila pesan disampaikan melalui kata verbal. Hal ini memungkinkan terjadinya verbalisme. Artinya siswa hanya mengetahui tentang kata tanpa memahami dan mengerti makna yang terkandung di dalamnya. Hal semacam ini akan menimbulkan kesalahan persepsi siswa. Oleh sebab itu, sebaliknya siswa memiliki pengalaman yang lebih konkrit, pesan yang ingin disampaikan benar-benar dapat mencapai sasaran dan tujuan. Dalam penerapannya media pembelajaran memiliki aspek-aspek kegunaan diantaranya adalah: 15 1) Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalisme. 2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga dan daya indera. 3) Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar. 14 Azhar Arsyad. Media Pembelajaran, (PT Raja Grafindo Persada:Jakarta, 2007), h Rudi Susilana dan Cepi Riyana. Media Pembelajaran Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Penilaian, (CV Wacana Prima:Bandung, 2007), h. 9

30 15 4) Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestetiknya. 5) Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama. Kegunaan-kegunaan tersebut tetap menuntut keaktifan dan kekreatifan guru yang bersangkutan dalam proses belajar mengajar. C. Kriteria Pemilihan Media Media merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar. Tidak semua media pembelajaran bisa diterapkan pada setiap mata pelajaran yang disampaikan, hal tersebut memerlukan penyesuaian dengan mata pelajaran yang akan disampaikan. Media pembelajaran memiliki keanekaragaman, dan karena beraneka ragamnya media tersebut, maka masingmasing media mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Dalam penggunaan media pembelajaran hendaknya guru melakukan proses pemilihan media yang dianggap sesuai untuk digunakan pada materi yang diajarkan. Berkaitan dengan hal tersebut ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media diantara adalah: Hendaknya selaras dan menunjang tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. 2. Aspek materi menjadi pertimbangan yang dianggap penting dalam memilih media, karena sesuai atau tidaknya antara materi dengan media yang digunakan akan berdampak pada hasil pembelajaran siswa. 3. Kondisi audien (siswa) dari segi subjek belajar menjadi perhatian yang serius bagi guru dalam memilih media yang sesuai dengan kondisi anak. Faktor umur, intelegensi, latar belakang pendidikan, budaya, dan lingkungan anak menjadi titik perhatian dan pertimbangan dalam memilih media pengajaran. 16 Ibid, h. 15

31 16 4. Ketersediaan media di sekolah atau memungkinkan bagi guru mendesain sendiri media yang akan digunakan merupakan hal yang perlu menjadi pertimbangan seorang guru. 5. Media yang dipilih seharusnya dapat menjelaskan apa yang akan disampaikan kepada audien (siswa) secara tepat dan berhasil guna, dengan kata lain tujuan yang ditetapkan dapat dicapai secara optimal. 6. Biaya yang akan dikeluarkan dalam pemanfaatan media harus seimbang dengan hasil yang akan dicapai. Penggunaan metode yang tepat akan turut menentukan efektifitas dan efisiensi pembelajaran, media pembelajaran yang diterapkan dalam suatu pengajaran dikatakan efektif bila menghasilkan hal yang sesuai dengan yang diharapkan atau dengan kata lain dikatakan tujuannya telah tercapai. 17 D. Media Tiga Dimensi Menurut H. Ryandra Ashar media tiga dimensi memiliki arti sebuah media yang tampilannya dapat diamati dari arah pandang mana saja dan mempunyai dimensi panjang, lebar dan tinggi/tebal, kebanyakan merupakan objek sesungguhnya (real object). 18 Sedangkan menurut Moedjiono bahwa media tiga dimensi memiliki beberapa kelebihan diantaranya dapat menunjukkan objek secara utuh baik konstruksi maupun cara kerja, dapat emmberikan pengalaman secara langsung, penyajiannya secara konkrit dan menghindari verbalisme. Media tiga dimensi yang digunakan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar umumnya memiliki bentuk yang sederhana baik dalam penggunaan dan pemanfaatannya maupun dalam proses produksinya karena tidak memerlukan keahlian khusus dalam penggunaannya, dapat dibuat sendiri oleh guru dan bahannyapun dapat diperoleh dengan mudah di lingkungan sekitar kita. 17 Dra. Erna Suwangsih, S.Pd., M.Pd. Model Pembelajaran Matematika (UPI PRESS: Bandung, 2006), h H. Rayandra Asyhar, M.Si. Kreatif mengembangkan Media Pembelajaran. (Referensi Jakarta: Jakarta, 2012), h. 47

32 17 Pada penerapan penggunaan media tiga dimensi untuk siswa sekolah dasar penulis menggunakan media tiga dimensi bangun ruang yang terdiri dari beberapa benda diantaranya; kubus, balok, kerucut, prisma dan bola. Media pembelajaran digunakan agar siswa memiliki gambaran nyata tentang bangun ruang dalam pelajaran matematika. Seperti dijelaskan di atas, bahwa media tiga dimensi yang digunakan tergolong sederhana dan mudah dalam penggunaanya serta bahannya dapat diperoleh dari lingkungan di sekitar, maka pemilihan bahan dasar seperti kayu, kertas-kertas bekas (bubur kertas), plastik, dan beberapa sisa sampah plastik dapat digunakan untuk membuat media tiga dimensi tersebut. Hal itu dapat dilakukan sendiri oleh guru yang bersangkutan atau juga dapat mengajak siswa untuk ikut berperan aktif dalam proses pembuatannya. E. Jenis dan Karakteristik Media Tiga Dimensi Setiap jenis media memiliki jenis dan karakteristik masing-masing begitu juga pada media tiga dimensi. Masing-masing menampilkan fungsi tertentu dalam menunjang keberhasilan proses belajar peserta didik. Dalam bukunya Nana Sudjana mengatakan media tiga dimensi memiliki lima model, yakni model padat, model penampang, model kerja, mocks-up dan diorama. 19 Penggunaan model padat (bangun ruang) media tiga dimensi memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. Praktis dalam penggunaannya 2. Mampu menyajikan teori dan praktik secara terpadu 3. Melibatkan siswa dalam penggunaannya 4. Pesan yang sama dapat disebarkan kepada siswa secara serentak 5. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan indera Penggunaan bangun ruang pada pelajaran matematika pada siswa sekolah dasar memiliki manfaat yang sangat baik bagi perkembangan motorik siswa, karena siswa dapat berinteraksi langsung mengenai materi bangun ruang yang 19 Dr. Nana Sudjana, Media Pengajaran, (Sinar Baru Algensindo: Bandung, 2019), h. 156

33 18 sedang dibahas, dan dapat memegang benda yang dimaksud untuk mengetahui bagian-bagian sudutnya, volume dan ukurannya. Selain itu unsur warna yang melekat pada media tiga dimensi itu juga dapat membuat siswa lebih tertarik dalam mempelajari bangun ruang secara khusus dan pelajaran matematika pada umumnya. F. Desain Pembelajaran Menggunakan Media Tiga Dimensi 1. Penggunaan media tiga dimensi dalam pembelajaran matematika Optimalisasi proses dan hasil belajar mengacu pada upaya agar proses belajar dapat berlangsung dengan baik sehingga para siswa dapat mencapai hasil belajar sesuai yang diharapkan dengan kata lain optimalisasi proses dan hasil belajar adalah upaya memperbaiki proses pembelajaran sehingga para siswa mencapai keberhasilan proses dan hasil belajar. Pencapaian hasil belajar yang optimal merupakan perolehan dari proses belajar yang optimal pula. Oleh karena itu, agar proses dan hasil belajar optimal maka dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, dan sampai pada tahap penilaian harus dipersiapkan dan dilaksanakan secara baik pula. Penggunaan media tiga dimensi pada mata pelajaran matematika harus berkenaan dengan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan minat siswa dalam belajar. Dalam proses belajar mengajar terkadang diperlukan adanya interaksi langsung antara siswa dengan guru sehingga media belajar memiliki posisi penting yang diharapkan dapat menjembatani antara kualitas kemampuan siswa dalam memahami materi yang diajarkan oleh guru. Pemanfaatan media pembelajaran dikaitkan erat dengan peningkatan kualitas pembelajaran yang diharapkan. Pemanfaatan media pembelajaran oleh guru diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, memfasilitasi proses interaksi antara siswa dan guru, sesama murid, serta memeperkaya pengalaman belajar siswa. Hal ini dipercaya mampu mengubah suasana belajar yang pasif menjadi aktif melalui beragam sumber belajar yang tersedia.

34 19 Penggunaan media tiga dimensi merupakan salah satu metode guru dalam menyampaikan materi atau bahan pembelajaran. Siswa akan lebih mudah menyerap informasi yang diberikan guru karena dengan menggunakan media tiga dimensi siswa dapat melihat langsung benda-benda yang dimaskud. 20 Dalam penerapannya pada mata pelajaran matematika, penggunaan media tiga dimensi haruslah berkaitan dengan bahan ajar yang akan disampaikan. Penggunaan media tiga dimensi yang sesuai dengan bahan ajar ketika pembehasan materi bangun ruang. Hal tersebut digunakan agar siswa mengetahui secara detail segala hal yang berkaitan dengan bangun ruang. Seperti sifat-sifat bangun ruang, jaring-jaring dari benda-benda bangun ruang serta penyelesaian masalah yang berkaitan dengan bangun ruang yang akan dibahas. Benda tiga dimensi yang akan difungsikan sebagai media pembelajaran dibawa langsung ke dalam kelas sesuai dengan fungsinya dalam hal pemanfaatan media bangun ruang, selain kreatifitas guru, pertimbangan instruksional juga menjadi salah satu faktor yang menentukan. Dalam hal ini guru dituntut berperan aktif untuk mampu menjelaskan komponen-komponen yang menyangkut tentang bangun ruang. Matematika erat kaitannya dengan konteks kehidupan nyata. Dengan demikian sebagai tenaga pengajar, guru harus mampu menstransfer ilmu dengan menggunakan berbagai macam cara agar materi yang diajarkan kepada siswa dapat diterima dengan mudah dan tujuan pembelajaranpun dapat tercapai. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru dalam proses pembelajaran matematika adalah dengan menggunakan media pembelajaran sebagai alat/ sarana penghubung untuk mencapai pesan yang harus dicapai oleh siswa dalam kegiatan belajar. Media yang dimaksudkan disini adalah media tiga dimensi, yaitu sebuah media yang dapat dilihat dari segi mana saja. Media yang digunakan dalam proses pembelajaran dibuat sesederhana mungkin, dengan tujuan agar siswa tidak mengalami kesulitan dalam memahami materi yang akan disampaikan. Walaupun demikian media tiga dimensi sebagai 20 H. Rayandra Asyhar, M.Si. Kreatif mengembangkan Media Pembelajaran. (Referensi Jakarta: Jakarta, 2012), h. 93

35 20 alat dan sumber pengajaran tidak dapat menggantikan guru sepenuhnya yang artinya media tersebut tetap memerlukan guru sebagai fasilitator dalam penyampainnya agar dapat meningkatkan kualitas pengajaran dari mata pelajaran matematika Desain pengembangan pembelajaran dengan menggunakan media tiga dimensi Ketersediaan media pembelajaran di berbagai sekolah bisa dikatakan belum merata, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya; kondisi lingkungan, kemampuan pengelolaan sekolah dan wilayah keberadaan sekolah dapat mempengaruhi ketersediaan media pembelajaran. Hal ini menyebabkan banyak ragam media pembelajaran yang digunakan guru sebagai alat untuk menyampaikan materinya. Pada kondisi dimana ragam dan jumlah media pembelajaran yang tersedia masih sangat kurang, maka perlu dilakukan pengembangan dan produksi media pembelajaran secara bertahap oleh guru, baik secara berkelompok, sendiri, atau melibatkan pihak lain (siswa, guru, masyarakat). Pengembangan media pembelajaran sangat penting artinya untuk mengatasi kekurangan dan keterbatasan media persediaan media yang ada. Disamping itu media yang dikembangkan sendiri oleh guru atau pendidik dapat menghindari ketidaktepatan (mis match) karena dirancang sesuai kebutuhan, potensi sumber daya dan kondisi lingkungan masing-masing. Lebih dari itu, juga dapat meningkatkan kreatifitas dan kemampuan inovasi para guru sehingga lahirlah profesionalitas pendidik. 22 Pengembangan media pembelajaran merupakan kegiatan yang terintegrasi dengan penyusunan dokumen pembelajaran lainnya seperti; kurikulum, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lain-lainnya. Yang artinya setelah dokumen 21 Dr. Nana Sudjana. Media Pengajaran, (Sinar Baru Algensindo: Bandung, 2010), h H. Rayandra Asyhar, M.Si. Kreatif mengembangkan Media Pembelajaran. (Referensi Jakarta: Jakarta, 2012), h. 93

36 21 pembelajaran tersebut siap disusun dilanjutkan dengan pengadaan atau persiapan media pembelajarannya sebagai sumber belajar dan alat bantu dalam proses pembelajaran. Hal tersebut dapat diaplikasikan dalam proses pengajaran dimana media tiga dimensi yang digunakan haruslah sesuai dan terintegrasi dengan rencana pelaksanaan pembelajaran. 23 Kedudukan media pembelajaran dalam komponen metode mengajar sebagai salah satu upaya untuk memperbaiki proses interaksi guru-siswa, dan interaksi siswa dengan lingkungan belajarnya. Oleh sebab itu, fungsi utama dari media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yakni sebagai penunjang penggunaan metode mengajar yang dipergunakan oleh guru. G. Hasil Belajar Matematika Matematika merupakan salah satu bidang studi yang diajarkan di sekolah dasar. Seorang guru sekolah dasar yang akan mengajarkan matematika kepada siswanya hendaklah mengetahui dan memahami objek yang akan diajarkannya. Matematika terbentuk dari pengalaman manusia dalam dunianya secara empiris. Kemudian pengalaman itu diproses dalam dunia rasio, diolah secara analisis dengan penalaran di dalam struktur kognitif sehingga sampai terbentuk konsep-konsep matematika. Supaya konsep-konsep matematika yang terbentuk itu mudah dipahami oleh orang lain dan dapat dimanipulasi secara tepat, maka digunakan bahasa matematika atau notasi matematika yang bernilai global (universal). Konsep matematika didapat karena proses berpikir, karena itu logika adalah dasar terbentuknya matematika. Kata matematika berasal dari perkataan Latin mathematika yang mulanya diambil dari perkataan Yunani mathematike yang berarti mempelajari. 24 Russefendi dalam buku model pembelajaran matematika karya Erna Suwangsih, 23 Ibid, h Erna Suwangsih, S.Pd., M.Pd. Model Pembelajaran Matematika. (UPI PRESS: Bandung, 2006), h. 3

37 22 mengatakan bahwa matematika terorganisasikan dari unsur-unsur yang tidak didefinisikan, definisi-definisi, aksioma-aksioma, dan dalil-dalil dimana dalildalil setelah dibuktikan kebenarannya berlaku secara umum, karena itulah matematika disebut ilmu deduktif. 25 Menurut Bourne, matematika merupakan konstruktivisme sosial dengan penekanannya pada knowing how, yaitu siswa dipandang sebagai makhluk yang aktif dalam mengkonstruksi ilmu pengetahuan dengan cara berinteraksi dengan lingkungannya. 26 Secara umum definisi matematika dapat dideskripsikan sebagai berikut: 27 1) Matematika struktur yang terorganisasi Matematika merupakan suatu bangunan terstruktur yang terorganisasi. Sebagai sebuah struktur, ia terdiri atas beberapa komponen, yang meliputi aksioma/postulat, pengertian pangkal/primitif, dan dalil/teorema. 2) Matematika sebagai alat (tool), artinya matematika dipandang sebagai alat dalam mencari solusi pelbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari. 3) Matematika sebagai pola pikir deduktif, artinya sutu teori atau pernyataan dalam matematika dapat diterima kebenarannya apabila telah dibuktikan secara deduktif (umum). 4) Matematika sebagai cara bernalar, karena matematika memuat cara pembuktian yang sahih, rumus-rumus atau aturan yang umum, atau sifat penalaran matematika yang sistematis. 5) Matematika sebagai bahasa yang atifisial, artinya bahasa matematika baru memiliki arti bila dikenakan pada suatu konteks. 6) Matematika sebagai seni yang kreatif. Karena penalaran yang logis dan efisien serta perbendaharaan ide-ide dan pola-pola yang kreatif dan 25 Ibid, h ), h Abdul Halim Fathani, Matematika Hakikat dan Logika, (Ar-Ruzz Media: Yogyakarta, 27 Ibid, h. 23

38 23 menakjubkan, maka matematika sering pula disebut sebagai seni, khususnya seni berpikir yang kreatif. Ciri-ciri pembelajaran matematika di SD: 28 1) Pembelajaran matematika mengunakan metode spiral. Dimana pembelajaran matematika atau suatu topik matematika selalu mengaitkan atau menghubungkan dengan topik sebelumnya. 2) Pembelajaran matematika bertahap. Materi pelajaran matematika diajarkan secara bertahap yaitu dimulai dari konsep-konsep yang sederhana, menuju konsep yang lebih sulit. 3) Pembelajaran matematika menggunakan metode induktif. Misalnya dalam pengenalan bangun-bangun ruang tidak dimulai dari definisi, tetapi dimulai dengan memperhatikan contoh-contoh dari bangun ruang tersebut dan mengenal namanya serta menentukan sifat-sifat yang terdapat pada bangun ruang tersebut sehingga didapat pemahaman konsep bangun-bangun ruang itu. 4) Pembelajaran matematika menganut kebenaran konsistensi. Artinya tidak ada pertentangan antara kebenaran yang satu dengan kebenaran yang lainnya. Suatu pernyataan dianggap benar jika didasarkan pada pernyataanpernyataan sebelumnya yang telah diterima kebenarannya. 5) Pembelajaran matematika hendaknya bermakna. Konsep-konsep matematika tidak dapat diajarkan melalui definisi, tetapi melalui contoh-contoh yang relevan. Guru hendaknya dapat membantu pemahaman suatu konsep dengan pemberian contoh-contoh yang dapat diterima kebenarannya secara intuitif. Artinya siswa dapat menerima kebenaran itu dengan pemikiran yang sejalan dengan pengalaman yang sudah dimilikinya. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Horward Kingsley membagi tiga macam hasil 28 Erna Suwangsih. Op,Cit, h

39 24 belajar, yakni; (a) keterampilan dan kebiasaan, (b) pengetahuan dan pengertian, (c) sikap dan cita-cita. 29 Masing-masing jenis hasil belajar dapat diisi dengan bahan yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Sedangkan Gagne membagi lima kategori hasil belajar, yakni (a) informasi verbal, (b) keterampilan intelektual, (c) strategi kognitif, (d) sikap, dan (e) keterampilan motoris. Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan kurikuler maupun tujuan instruksional, menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah, yakni ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotoris. 1. Ranah Kognitif a. Tipe hasil belajar : pengetahuan Istilah pengetahuan dimaksudkan sebagai terjemahan dari kata knowledge dalam Taksonomi Bloom. Ada beberapa cara untuk mengingat dan menyimpan knowledge dalam ingatan seperti teknik memo, jembatan keledai, mengurutkan kejadian, membuat singkatan yang bermakna. b. Tipe hasil belajar : pemahaman Tipe hasil belajar ini lebih tinggi daripada pengetahuan karena pemahaman menuntut kemampuan menjelaskan dengan susunan kalimatnya sendiri sesuatu yang dibaca atau didengarnya, memberi contoh lain dari yang telah dicontohkan atau menggunakan petunjuk penerapan pada kasus lain. c. Tipe hasil belajar: aplikasi Yaitu penggunaan abstraksi pada situasi konkret atau situasi khusus yang mungkin dapat berupa ide, teori, atau petunjuk teknis. Mengulang-ulang penerapannya pada waktu yang lama akan berdampak menjadi pengetahuan, hafalan atau keterampilan. d. Tipe hasil belajar : analisis 29 Dr. Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (PT. Remaja Rosdakarya: Bandung, 1992), h. 22

40 25 Yaitu usaha memilah sesuatu intregitas menjadi unsur-unsur atau bagianbagian sehingga jelas hierarkinya (susunannya). Dengan analisis diharapkan seseorang mempunyai pemahaman komprehensif dan dapat memilah integritas menjadi bagian-bagian yang tetap terpadu dalam memahami sistematikanya. e. Tipe hasil belajar: sintesis Yakni terdapatnya penyatuan unsure-unsur atau bagian-bagian ke dalam bentuk menyeluruh. Berpikir sintesis adalah berpikir divergan yang hasil pemecahan atau jawabannnya belum dapat dipastikan, berpikir sintesis merupakan salah satu terminal untuk menjadikan orang lebih kreatif. f. Tipe hasil belajar : evaluasi Evaluasi adalah pemberian keputusan tentang nilai sesuatu yang mungkin dilihat dari segi tujuan, gagasan, cara kerja, pemecahan, metode, materil dan lain-lain. Mengembangkan kemampuan evaluasi penting bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara Ranah afektif Ranah afektif berkenaan dengan sikap dan nilai. Penialaian hasil afektif tampak pada siswa dalam berbagai tingkah laku seperti perhatiannya terhadap pelajaran, disiplin, motivasi belajar, menghargai guru dan teman-teman sekelas, kebiasaan di kelas dan hubungan social. Adap beberapa jenis kategori ranah afektif sebagai hasil belajar. Kategorinya dari tingkat dasar atau sederhana sampai yang kompleks, yaitu: a. Rechiving/ Attending Yaitu semacam kepekaan dalam menerima rangsangan (stimulasi dari luar) yang datang kepada siswa tersebut dalam bentuk masalah, situasi, gejala dan lain-lain. 30 Dr. Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (PT. Remaja Rosdakarya: Bandung, 1992), h

41 26 b. Responding atau jawaban, yaitu reaksi yang diberikan kepada seseorang terhadap stimulasi yang datang dari luar yang mencakup ketepatan reaksi, perasaan, kepuasaan dalam menjawab stimulus yang datang pada dirinya. c. Valuing (penilaian) Berkenaan dengan nilai dan kepercayaan terhadap gejala atau stimulus tadi diantaranya kesediaan menerima nilai, latar belakang, atau pengalaman dan kesepakatan terhadap nilai tersebut. d. Organisasi, yakni pengembangan dari nilai ke dalam satu system organisasi termasuk hubungan satu nilai dengan nilai lain prioritas nilai dan pemantapan. e. Karakteristik nilai atau internalisasi nilai, yakni keterpaduan semua system nilai yang telah dimiliki seseorang, yang mempengaruhi kepribadian dan tingkah lakunya. 3. Ranah psikomotorik Hasil belajar psikomotorik tampak dalam bentuk keterampilan (skill) dan bertindak individu. Pada hasil belajar psiomotorik terdapat enam tingkatan keterampilan. a. Gerakan reflek (keterampilan pada gerakan yang tidak sadar) b. Keterampilan pada gerakan-gerakan dasar c. Kemapuan perceptual, termasuk di dalamnya membedakan visual, auditif, motoris dan lain-lain. d. Kemampuan dibidang fisik, misalnya keuatan, keharmonisan dan ketepatan. e. Gerakan-gerakan skill, mulai dari keterampilan sederhana sampai pada keterampilan yang kompleks. f. Kemampuan yang berkenaan dengan komunikasi non decursive seperti gerakan ekspresif dan interpretatif Dr. Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (PT. Remaja Rosdakarya: Bandung, 1992), h

42 27 Hasil belajar yang dicapai siswa melalui proses belajar-mengajar yang optimal cenderung menunjukkan hasil yang berciri sebagai berikut: 32 a. Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar intrinsik pada diri siswa. b. Menambah keyakinan akan kemampuan dirinya. c. Hasil belajar yang dicapainya bermakna bagi dirinya seperti akan tahan lama diingatnya, membentuk perilakunya, bermanfaat untuk mempelajari aspek lain, dapat digunakan sebagai alat untuk memperoleh informasi dan pengetahuan lainnya, kemauan dan kemampuan untuk belajar sendiri, dan mengembangkan kreativitasnya. d. Hasil belajar diperoleh siswa secara menyeluruh. e. Kemampuan siswa untuk mengontrol atau menilai dan mengendalikan dirinya terutama dalam menilai hasil yang dicapainya maupun menilai dan mengendalikan proses dan usaha belajarnya. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu berkaitan dengan kemampuan kognitif yang dimiliki siswa tentang materi bangun ruang melalui proses pembelajaran. Dalam penelitian ini, hasil belajar ranah kognitif diukur dengan mengamati apakah siswa sudah mampu memahami, mengaplikasikan serta menganalisis materi bangun ruang yang diajarkan oleh guru. Pemahaman yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang melalui benda-benda tiga dimensi yang ditampilkan oleh guru. Pada aspek mengaplikasikan siswa diharap mampu membuat berbagai macam jaring-jaring bangun ruang sederhana dan terakhir pada aspek menganalisis siswa diharapkan mampu memilih berbagai macam jaring-jaring yang dapat membentuk bangun ruang tertentu. 32 Ibid, h. 56

43 28 H. Hasil penelitian yang relevan a. Hamzan Wadi melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) di SD kelas V pada pembelajaran IPA. Dari hasil penelitiannya diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan media tiga dimensi dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SDN 2 Jembe tahun pelajaran 2012/ b. Vivi Luthfiah, melakukan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian pretest-posttest control group design. Pengambilan sample dilakukan dengan menggunakan teknik Purpose Sample. Dari hasil penelitiannya diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media tiga dimensi model tiruan terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X pada konsep virus. 34 I. Kerangka berpikir Pada hakikatnya proses belajar mengajar adalah proses komunikasi, penyampaian pesan dari pengantar ke penerima berupa isi atau ajaran yang dituangkan dalam symbol-simbol komunikasi baik secara verbal maupun non verbal yang memiliki fungsi dasar utama sebagai sumber belajar. Berdasarkan uraian di atas media pembelajaran dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif. Media pembelajaran merupakan saluran atau jembatan dari pesan-pesan pembelajaran yang disampaikan oleh sumber pesan (guru) kepada penerima 33 Hamzan Wadi, Skripsi, Penggunaan Media Tiga Dimensi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas V SDN 2 Jembe, (Lombok, 2012). (di akses pada 23 Januari 2013) 34 Vivi Luthfiah, Skripsi. Pengaruh Penggunaan Media Tiga Dimensi Tiga Dimensi Model Tiruan Terhadap Hasil Belajar Biologi Kelas X Pada Konsep Virus. (UIN Syarif Hidayatullah: Jakarta, 2013)

44 29 pesan (siswa) dengan maksud agar pesan-pesan tersebut dapat diserap dengan cepat dan tepat sesuai dengan tujuannya. Pemahaman tentang konsep media pembelajaran tidak terbatas hanya pada peralatan, tetapi yang lebih utama yaitu pesan atau informasi yang disajikan melalui peralatan tersebut. Setiap jenis media memiliki karakteristik dan fungsinya masing-masing dalam proses penggunaannya, media pembelajaran yang dirancang dengan baik dapat merangsang timbulnya proses atau dialog mental pada diri siswa. Media yang dimaksud dalam penelitian ini adalah media tiga dimensi, yaitu sekelompok media yang dapat diamati dari arah pandang manapun dan memiliki dimensi panjang, lebar, tinggi/tebal. Penggunaan media tiga dimensi menjadikan siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mudah menerima serta memahami konsep yang diajarkan oleh guru. Penggunaan media tiga dimensi bentuk bangun ruang dalam mata pelajaran matematika menuntut guru untuk kreatif dalam memilih serta menggunakannya. Adanya media pembelajaran tiga dimensi membantu tugas guru sebagai fasilitator dan motivator dalam proses pembelajaran sehingga bukan hanya guru saja yang aktif, tetapi siswa juga aktif menemukan pengetahuan dan keterampilannya sendiri, yang pada akhirnya tujuan dari kegiatan belajar mengajar tersebut dapat tercapai yakni meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada materi bangun ruang kelas V di MI Terpadu Fatahillah Cimanggis Depok. J. Hipotesis Penelitian Tindakan Hipotesis adalah suatu jawaban sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Berdasarkan landasaan teori dan kerangka berpikir maka hipotesis penelitian tindakan dalam penelitian ini adalah pembelajaran melalui penggunaan media tiga dimensi dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi bangun ruang di kelas V MI Terpadu Fatahillah Cimanggis Depok.

45 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di MI Terpadu Fatahillah yang beralamat di Jl. Raya Bogor Km 31 No. 25 Kel. Cisalak Pasar Kec. Cimanggis Kota Depok. Penelitian ini dilakukan terhadap seluruh siswa kelas V MI Terpadu Fatahillah pada tahun ajaran 2013/2014 semester genap. Penelitian ini dilakukan selama bulan Februari hingga Maret B. Rancangan Siklus Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) atau lebih dikenal dengan Classroom Action Research. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari empat tahapan dasar yang saling terkait dan berkesinambung, yaitu tahap perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting) Perencanaan Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan ini meliputi: a. Menyusun perencanaan pelaksanaan penelitian yang mencakup diantaranya membuat RPP, mempersiapkan bahan ajar terkait materi bangun ruang dengan menggunakan metode yang sesuai yaitu diskusi dengan pendekatan kelompok. b. Membuat lembar observasi aktivitas belajar siswa dan aktivitas mengajar guru untuk melihat bagaimana suasana belajar mengajar di kelas ketika proses pembelajaran dengan menggunakan media tiga dimensi berlangsung. 1 Enjah Takari R. Penelitian Tindakan Kelas. ( PT Genesindo: Bandung. 2008), h

46 31 c. Membuat catatan lapangan tentang perubahan respon siswa terhadap proses pembelajaran yang diajarkan dengan menggunakan media tiga dimensi. d. Membuat alat bantu mengajar (media tiga dimensi) dalam rangka membantu siswa memahami materi dengan konkret. e. Mendesain instrument tes untuk melihat apakah materi bangun ruang telah dikuasi oleh siswa. 2. Pelaksanaan Tindakan Pada tahap ini pelaksanaan penggunaan media tiga dimensi diawali dengan tahap pengenalan hingga menuju pada proses pembuatan kerangka/jaring-jaring dan penyusunan dari media tiga dimensi tersebut dengan tujuan agar siswa mengetahui proses penyusunan bangun ruang. Langkah pertama yang dilakukan adalah guru mengkondisikan kelas, melakukan appersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Selanjutnya guru menampilkan media tiga dimensi bentuk-bentuk bangun ruang dan meminta siswa menyebutkan sifat-sifat yang dimiliki oleh benda-benda tesebut. Kemudian guru melakukan demonstrasi dengan cara membongkar media bangun ruang tersebut untuk mengetahui jaring-jaring bangun ruang. Langkah kedua guru/peneliti membagi siswa menjadi 7 kelompok dan membagikan media serta bahan ajar kepada setiap kelompok. Selama kegiatan diskusi kelompok berlangsung guru berperan sebagai fasilitator yang mengamati aktivitas siswa selam proses pembelajaran. Kemudian guru meminta perwakilan dari beberapa kelompok untuk maju ke depan kelas mempresentasikan hasil diskusinya. Langkah ketiga guru/peneliti bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan inti dan meluruskan kesalahan-kesalahan siswa dalam memahami materi yang diajarkan serta memberikan pekerjaan rumah untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terkait materi yang telah diajarkan. 3. Observasi Observasi merupakan salah satu cara yang digunakan dalam penelitian ini melalui pengamatan pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung yang

47 32 termasuk didalamnya aktivitas belajar mengajar. Observasi dilakukan dengan tujuan untuk mengamati, mengenali, dan mendokumentasikan semua gejala dan indikator dari proses hasil dari perencanaan penelitian yang telah diterapkan termasuk dampak yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut. 4. Refleksi Ketika kegiatan penelitian telah melalui proses akhir maka hasil dari pengamatan dan penelitian tersebut dikumpulkan hingga menjadi suatu dokumen yang akan dianalisis. Hasil dari analisi tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah kegiatan penelitian yang dilaksanakan sudah sesuai yang diharapkan atau masih memerlukan perbaikan. Kegiatan tersebut merupakan tahapan dari penelitian ini yang disebut refleksi. Berdasarkan riset aksi model John Elliot, 2 maka didapati bagan rancangan siklus penelitian sebagai berikut: SIKLUS I Perencanaan Pengamatan Pelaksanaan Tindakan Refleksi SIKLUS II Lanjut Perencanaan Pengamatan Pelaksanaan Tindakan Refleksi Gambar 3.1 Penelitian Tindakan Kelas dengan Media Tiga Dimensi 2 Enjah Takari R, Penelitian Tindakan Kelas, (PT. GENESINDO: Bandung, 2008), h. 11

48 33 Pada penelitian ini, peneliti melakukan dua kali siklus penelitian dengan menggunakan media tiga dimensi. Hal ini dikarenakan hasil penelitian yang diperoleh pada siklus I belum mencapai target yang peneliti tetapkan yaitu 80% siswa mencapai nilai KKM. Sehingga penelitian dilanjutkan ke siklus II dengan tujuan agar target yang telah ditetapkan oleh peneliti tercapai. Pada siklus II penelitian tindakan kelas dengan menggunakan media tiga dimensi diberhentikan karena hasil penelitian telah mencapai target yang telah ditetapkan. C. Subjek Penelitian Yang menjadi subjek dalam penelitian tindakan ini adalah seluruh siswa kelas V (lima) yang berjumlah 30 siswa yang terdiri dari 18 siswa putra dan 12 siswa putri. Pada saat pelaksaan tindakan, peneliti bertindak sebagai guru yang menyampaikan materi dengan menggunakan media tiga dimensi dan guru kelas bertindak sebagai observer yang mengamati seluruh aktivitas yang dilakukan oleh siswa dan guru/peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. D. Peran dan Posisi Peneliti dalam Penelitian Penelitian tindakan kelas menuntut kehadiran peneliti, karena pengamatan dan pengumpulan data dilakukan dalam situasi yang sebenarnya. Dalam penelitian tindakan kelas ini peneliti berkolaborasi dengan guru kelas dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Pihak yang melakukan tindakan adalah peneliti sendiri sedangkan guru kelas bertindak sebagai observer. E. Tahapan Intervensi Tindakan Dalam penelitian tindakan kelas, peneliti terlebih dahulu menyusun tahapantahapan dalam melakukan intervensi tindakan sebagai berikut:

49 34 Tahap I : Peneliti berkolaborasi dengan guru kelas menyiapkan rancangan pembelajaran, menetapkan materi pokok, menyusun alat evaluasi, dan menentukan media yang digunakan sebagai penunjang proses pembelajaran. Tahap II : Peneliti berkolaborasi dengan guru kelas dalam melaksanakan pembelajaran yang telah direncanakan sekaligus mengamati aktivitas siswa dan aktivitas guru pada saat proses pembelajaran berlangsung. Tahap III : Peneliti berkolaborasi dengan guru kelas mencatat semua kejadian yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung untuk digunakan sebagai sumber dan pengolahan data. Tahap IV : Peneliti bersama guru kelas menggunakan data yang telah terkumpul untuk mendapatkan gambaran tentang hasil tindakan yang telah dilakukan. Kemudian data tersebut dipadukan dan dianalisis. Disetiap akhir siklus dilakukan penilaian akhir siklus, selanjutnya peneliti dan guru kelas melakukan diskusi untuk mengevaluasi proses pembelajaran yang telah dilakukan serta untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pada setiap pembelajaran. Jika hasil evaluasi yang diperoleh masih memerlukan penyempurnaan, maka akan dilanjutkan kembali pada tindakan selanjutnya sampai memperoleh peningkatan hasil belajar yang telah ditetapkan. F. Hasil Intervensi Tindakan yang Diharapkan Untuk mengetahui ketuntasan penelitian dalam suatu siklus maka dalam penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar dan meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan media tiga dimensi pada mata pelajaran matematika. Dengan indikator keberhasilan 80% hasil belajar siswa di atas nilai KKM yang ditetapkan sekolah yaitu 60.

50 35 Suatu siklus penelitian dikatakan tuntas apabila indikator keberhasilan yang telah ditetapkan diatas telah tercapai. Namun jika hanya salah satu indikator yang tercapai maka dapat disimpulkan siklus penelitian tersebut tidak tuntas dan harus dilanjutkan pada siklus selanjutnya. G. Data dan Sumber Data 1. Data Data yang akan digunakan pada penelitian ini berupa: a. Data hasil belajar siswa, merupakan hasil tes akhir siklus. b. Data observasi aktivitas belajar siswa dan aktivitas mengajar guru yang merupakan hasil pengamatan pada saat dilaksanakan tindakan, diambil dengan menggunakan lembar observasi pada setiap proses pembelajaran berlangsung. c. Data hasil catatan pengamatan, yang mencatat seluruh perubahan dalam proses belajar mengajar yang terjadi di dalam kelas yang berkaitan dengan penggunaan media tiga dimensi dalam pembelajaran matematika. d. Foto-foto aktivitas belajar siswa pada setiap siklus. 2. Sumber Data Sumber data adalah asal informasi yang diperoleh dalam penyusunan penelitian tindakan ini. Beberapa sumber data diperoleh melalui subjek maupun subjek penelitian diantaranya guru kelas/ observer dan peneliti dan siswa termasuk di dalamnya catatan dokumentasi (nilai-nilai siswa) sebagai data pendukung. Sumber data dalam penelitian ini adalah subjek dan dokumendokumen dimana data diperoleh. 3 3 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan praktek, (Rineka Cipta: Jakarta, 2006), h. 107

51 36 H. Instrument Pengumpulan Data Instrument pengumpulan data terdiri dari: 1. Tes Hasil Belajar Tes hasil belajar merupakan instrumen yang disusun peneliti untuk mengukur kemampuan kognitif serta untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan dengan menggunakan media tiga dimensi. Tabel 3.1 Kisi-kisi Instrumen Tes Akhir Siklus I No Indikator Aspek No. Soal C2 C3 C4 1 Mengidentifikasi sifat-sifat limas segiempat 1 2 Mengidentifikasi sifat-sifat prisma tegak segitiga 4 3 Membuat jarring-jaring balok 2 4 Membuat jaring-jaring prisma tegak segitiga 5 5 Memilih jaring-jaring tertentu yang dapat membentuk kubus 3 6 Memilih jaring-jaring tertentu yang dapat membentuk prisma tegak segitiga 6 Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Tes Akhir Siklus II No Indikator Aspek No. C2 C3 C4 Soal 1 Mengidentifikasi sifat-sifat tabung 1 2 Mengidentifikasi sifat-sifat limas segitiga 4 3 Membuat jarring-jaring kerucut 2 4 Membuat jaring-jaring tabung 5 5 Memilih jaring-jaring tertentu yang dapat membentuk prisma tegak segilima 3 6 Memilih jaring-jaring tertentu yang dapat membentuk tabung 6

52 37 2. Lembar Observasi Lembar observasi digunakan untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan media tiga dimensi berlangsung. Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen Observasi Aktivitas Belajar Siswa Fokus Dimensi Indikator Penelitian Penggunaan media tiga dimensi untuk meningkatkan hasil belajar matematika 1. Kegitan Awal 2. Kegiatan Inti 3. Kegiatan Penutup No. Butir Soal 1. Merespon pertanyaan yang diajukan guru 1 1. Menggunakan media dalam proses pembelajaran 2 2. Interaksi dalam proses 3, 4, 5, 6, pembelajaran 7, 8, 9 1. Melakukan refleksi mengenai materi yang 10, 11 sudah dipejari 2. Mengerjakan tugas/posttest 12 Tabel 3.4 Kisi-kisi Instrumen Observasi Aktivitas Mengajar Guru Fokus Penelitian Dimensi Indikator No. Butir Soal Penggunaan 1. Kegiatan 1. Melakukan apersepsi 1 media tiga Awal 2. Menyampaikan tujuan pelajaran dimensi untuk yang ingin dicapai 2 meningkatkan 2. Kegiatan hasil belajar Inti 1. Membimbing siswa dalam matematika menyelesaikan tugas 3, 4 3. Kegiatan Penutup 2. Menggunakan metode pembelajaran yang 5, 6, 7, 8 mengaktifkan siswa 3. Menggunakan media/alat peraga yang menunjang proses 9, 10 pembelajaran 1. Melakukan refleksi mengenai 11 materi yang sudah dipejari 2. Melakukan penilaian 12

53 38 3. Catatan Lapangan Pada setiap akhir kegiatan belajar mengajar peneliti melakukan pencatatan yang menitikberatkan pada perubahan respon siswa terhadap proses pembelajaran yang diajarkan dengan menggunakan media tiga dimensi. I. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan mengamati setiap aktivitas siswa pada saat pembelajaran dengan menggunakan media tiga dimensi di setiap siklus dan mencatat setiap kejadian pada saat pembelajaran berlangsung. Disetiap akhir siklus, peneliti memberikan soal tes, dan format pertanyaan terbuka mengenai pendapat siswa tentang penggunaan media tiga dimensi serta dokumentasi aktivitas siswa selama pembelajaran dilakukan pada setiap siklus. J. Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan Untuk memperoleh data yang valid dalam penelitian ini, maka perlu dilakukan pemeriksaan keterpercayaan data atau temuan yang telah diperoleh. Pemeriksaan keabsahan atau keterpercayaan data atau hasil temuan dalam penelitian tindakan ini menggunakan teknik triangulasi. Triangulasi diartikan pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. 4 Triangulasi yang digunakan untuk pemeriksaan keterpercayaan data pada penelitian ini adalah Triangulasi teknik, yaitu pengumpulan data dari sumber yang sama dengan menggunakan metode yang berbeda. Dalam penelitian ini sumber data yang dimaksud adalah siswa, sedangkan teknik yang digunakan untuk memperoleh data tersebut dengan menggunakan teknik observasi, tes akhir siklus, dan catatan lapangan berupa hasil pengamatan perubahan perilaku siswa pada setiap pertemuan. 2011) h Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Alfabeta cv: Bandung,

54 39 K. Analisis Data dan Interpretasi Data Analisis data dilakukan setelah semua data yang diperlukan terkumpul dan dilakukan setiap kali setelah pemberian suatu tindakan atau satu siklus berakhir. 1. Analisis Data Hasil Observasi Data hasil observasi aktivitas belajar siswa dan aktivitas mengajar guru dengan media tiga dimensi dianalisis untuk memberikan gambaran pelaksanaan pembelajaran matematika dengan menggunakan media tiga dimensi. Analisis data observasi adalah sebagai berikut : a. Untuk setiap aspek yang diamati diberi skor sesuai dengan pedoman penskoran pada kisi-kisi lembar observasi yang telah dibuat b. Menghitung skor total yang telah diperoleh setelah keterlaksanaan pembelajaran. Skor total yang telah diperoleh tersebut dihitung persentasenya dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 5 Keterangan : P = angka persentase f = frekuensi yang sedang dicari persentasenya = Number of Cases (jumlah frekuensi/banyaknya individu) Tabel 3.5 Pedoman Konversi Persentase Rata-rata Hasil Observasi Aktivitas Siswa dan Guru Persentase Rata-rata Kategori 76% - 100% Sangat Baik 51 75% Baik 26% - 50 Cukup < 25% Kurang h Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (PT RajaGrafindo Persada: Jakarta, 2011),

55 40 2. Analisis Hasil Tes Belajar Data hasil tes akhir siklus di analisis untuk mengetahui gambaran hasil belajar siswa dengan pmenggunakan media tiga dimensi yang dilihat dari tingkat pencapaian ketuntasan belajar mengacu pada KKM sebesar 60. Pemberian tindakan pada penelitian ini dikatakan berhasil apabila tingkat ketuntasan siswa mencapai 80% dari keseluruhan siswa. Rumus yang digunakan yaitu: Interpretasi berarti mengartikan hasil penelitian berdasarkan pemahaman yang dimiliki peneliti. Hal ini dilakukan dengan acuan teori, dibandingkan dengan pengalaman, praktik, atau penilaian dan pendapat guru. L. Pengembangan Perencanaan Tindakan Dalam penelitian ini, jika tindakan pada siklus 1 selesai dilakukan dan hasil yang diharapkan belum mencapai kriteria keberhasilan, maka akan ditindak lanjuti dengan melakukan tindakan selanjutnya sebagai rencana perbaikan pembelajaran dengan perencanaan pembelajaran yang telah diperbaiki sebelumnya. Penelitian akan berakhir, apabila penelitian ini telah menunjukkan keberhasilan proses pembelajaran dengan menggunakan media tiga dimensi dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Adapun kriteria keberhasilan penelitian ini apabila hasil belajar siswa mencapai 80% mencapai nilai KKM atau 60.

56 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Hasil Intervensi Tindakan Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan di MI Terpadu Fatahillah pada kelas V. Proses penelitian tindakan Media Tiga Dimensi ini dilakukan sebanyak dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari empat kali pertemuan pemberian tindakan dan satu kali pertemuan pemberian tes akhir siklus. Pada setiap siklus terdiri dari empat tahapan penelitian, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi atau pengamatan, dan refleksi. 1. Siklus I a. Tahap Perencanaan Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan ini adalah menyusun skenario pembelajaran, skenario yang dibuat antara lain yaitu menyusun RPP, menyusun instrument (tes, lembar observasi aktivitas belajar), menentukan metode dan pendekatan pembelajaran, membuat media tiga dimensi yang berbentuk limas segiempat, kubus, balok, dan prisma tegak segitiga dari bahan dasar karton. Dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan guru kelas. Peneliti berperan sebagai praktisi dan guru mata pelajaran berperan sebagai observer.. Pada kegiatan ini peneliti menjelaskan tugas-tugas guru mata pelajaran yang berperan sebagai observer pada saat penelitian, dengan tujuan agar peneliti dan guru dapat bekerjasama dalam mengamati proses pembelajaran. Adapun contoh media tiga dimensi dalam penelitian dapat dilihat pada gambar 4.1. Media yang digunakan adalah bentuk-bentuk bangun ruang yang dibuat dari bahan dasar karton dengan tujuan agar siswa tidak mengalami kesulitan pada proses pembongkaran media untuk mengetahui jaring-jaring dari bangun ruang yang diajarkan. 41

57 42 Gambar 4.1 Contoh Media Tiga Dimensi Bangun Ruang b. Tahap Pelaksanaan Pada siklus I pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dilakukan sebanyak 5 kali pertemuan, dimana 4 pertemuan pemberian tindakan dan 1 pertemuan pelaksanaan tes akhir siklus. Adapun uraian kegiatan setiap siklus adalah sebagai berikut: 1) Pertemuan Pertama Pertemuan pertama yang dilakukan pada hari senin, tanggal 17 Februari 2014 dimulai pada pukul sampai pukul WIB. Sebelum pembelajaran dimulai, ibu Yati selaku guru kelas memperkenalkan peneliti kepada siswa sebagai guru yang akan mengajar pelajaran matematika. Kemudian guru mempersilahkan peneliti untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Guru/peneliti memulai kegiatan dengan mengkondisikan kelas agar siswa siap dalam menerima materi yang akan diajarkan. selanjutnya memimpin doa dan melakukan appersepsi dengan meminta siswa untuk mengamati lemari yang ada di dalam kelas kemudian mengajukan pertanyaan apa yang kalian peroleh dari hasil pengamatan kalian?. Pada pertemuan ini siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran, namun masih terlihat malumalu dalam menjawab pertanyaan yang diajukan guru/peneliti namun ada salah satu siswa yang berani menjawab tanpa malu-malu. Kemudian siswa

58 43 menjawab pertanyaan guru lemari itu bentuknya kotak, punya ruangan, punya pintu, bisa buat naroh buku. Kemudian guru/peneliti meminta seluruh siswa memberikan tepuk tangan kepada siswa yang berani menjawab pertanyaan guru. Selanjutnya guru/peneliti menjelaskan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Setelah menjelaskan tujuan pembelajaran guru menampilkan media tiga dimensi bentuk limas segiempat. Kemudian guru meminta siswa menyebutkan nama benda yang ditampilkan dan menyebutkan sifat-sifat yang dimiliki oleh benda tersebut. Selanjutnya guru melakukan demonstrasi di depan kelas cara menggambar bangun limas segiempat. Kemudian guru menginstruksikan siswa untuk membuat 7 kelompok. Pada saat guru/peneliti menugaskan siswa untuk membentuk kelompok membutuhkan waktu yang sangat lama hal ini dikarenakan siswa masih memilih-milih teman dalam menentukan kelompok. Setelah terbentuk kelompok guru/peneliti membagikan media, serta bahan ajar kepada setiap kelompok untuk mendiskusikan tugas yang diberikan guru dengan tujuan agar siswa lebih memahami materi yang diajarkan. Pada saat diskusi kelompok berlangsung, guru berperan sebagai fasilitator. Setelah siswa selesai mengerjakan tugas kelompok guru meminta 3 kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, namun siswa belum berani mengajukan diri mewakili kelompoknya sehingga guru menunjuk salah satu perwakilan dari kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas dan meminta kelompok lain untuk menanggapi hasil presentasi kelompok yang maju tersebut serta memberikan reward kepada kelompok yang sudah presentasi dan menanggapi hasil presentasi kelompok lainnya dengan tujuan untuk memotivasi siswa. Sebagai kegiatan penutup, guru/peneliti membimbing siswa untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari pada pertemuan hari ini setelah itu memberikan PR untuk latihan dan menutup kegiatan dengan membaca doa dan mengucap salam.

59 44 2) Pertemuan Kedua Pertemuan kedua dilakukan pada hari selasa, tanggal 18 Februari 2014 pukul sampai pukul WIB. Seperti pertemuan sebelumnya Guru/peneliti mengkondisikan kelas terlebih dahulu sebelum memulai kegiatan pembelajaran, kemudian memimpin doa dan mengabsen kehadiran siswa. Kemudian guru melakukan appersepsi dengan menggali ingatan siswa terkait materi pada pertemuan sebelumnya dan menjelaskan tujuan pembelajaran. Kegiatan selanjutnya guru menampilkan media bentuk bangun ruang balok dan meminta siswa menyebutkan sifat-sifat serta ciri-ciri yang dimiliki balok tersebut. Kemudian guru melakukan demonstrasi dengan menggunting secara bebas media tiga dimensi bentuk balok tersebut untuk mengetahui jaringjaringnya. Kemudian guru meminta siswa membentuk 7 kelompok yang berbeda dengan pertemuan sebelumnya untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru yaitu mengidentifikasi sifat-sifat balok dan membuat jaring-jaring balok. Namun siswa meminta kelompoknya tidak dirubah sesuai dengan kelompok yang sudah dibuatnya pada pertemuan sebelumnya, dari hal tersebut dapat diketahui bahwa siswa belum mampu berinteraksi dengan temannya. Selain itu dari gambar 4.2 juga terlihat bahwa pada saat diskusi kelompok siswa belum mampu bekerjasama dengan baik, mereka masih saling mengandalkan teman satu kelompoknya dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. Selama kegiatan diskusi berlangsung, guru bertindak sebagai fasilitator motivator. Gambar 4.2 Aktivitas Siswa Pada Saat Diskusi Kelompok Siklus I

60 45 Setelah selesai kegiatan diskusi, guru meminta perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dan memotivasi kelompok lainnya untuk menanggapi hasil presentasi kelompok yang sudah maju ke depan kelas. Pada saat presentasi siswa masih terlihat malu-malu dan saling menunjuk temannya untuk mewakili kelompoknya mempresentasikan hasil diskusinya. Siswa juga belum berani bertanya, menanggapi pertanyaan serta menanggapi hasil presentasi kelomppok lain. Sebagai kegiatan penutup guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan memberikan PR serta memimpin doa dan mengucap salam. 3) Pertemuan Ketiga Pertemuan ketiga dilakukan pada hari Rabu, 19 Februari 2014 dimulai pada pukul sampai pukul WIB. Guru/peneliti menjelaskan tujuan pembelajaran dan mengingatkan siswa tentang materi pada pertemuan sebelumnya. kemudian guru/peneliti meminta siswa mengidentifikasi sifat-sifat kubus dari media tiga dimensi dan melakukan demonstrasi untuk mengetahui jaring-jaring kubus. Tahap selanjutnya guru/peneliti menginstruksikan siswa untuk duduk sesuai dengan kelompok masing-masing dan membagikan bahan ajar serta media tiga dimensi yang digunakan untuk membantu siswa dalam melakukan diskusi kelompok. Pada saat pembagian alat dan bahan ajar perwakilan kelompok saling berebut memilih warna sesuai yang diinginkan. Selama kegiatan diskusi berlangsung guru/peneliti berperan sebagai fasilitator yang mengamati jalannya kegiatan diskusi siswa. Kegiatan diskusi berjalan lancer meskipun masih terlihat beberapa kelompok yang belum mampu bekerjasama dengan baik. Setelah kegiatan diskusi berakhir, guru meminta perwakilan kelompok maju ke depan kelas mempresentasikan hasil diskusinya dan memberikan reward untuk memotivasi siswa serta meluruskan kesalahankesalahan yang dialami siswa. Pada pertemuan ini siswa mulai berani mengajukan diri untuk mempresentasikan hasil diskusinya tanpa harus ditunjuk terlebih dahulu. Selain itu juga terdapat beberapa siswa yang berani menanggapi hasil presentasi kelompok lain.

61 46 Sebagai kegiatan penutup guru/peneliti membimbing siswa untuk menyimpulkan materi yang sudah dipelajari serta memberi tugas PR dan mengakhiri kegiatan dengan memimpin doa dan mengucap salam. 4) Pertemuan Keempat Pertemuan ke empat, yaitu kamis 20 Februari Kegiatain ini dimulai dari pukul sampai pukul WIB. Guru/peneliti melakukan appersepsi dan memotivasi siswa serta menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Kegiatan yang dilakukan sama dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya yaitu mengkondisikan kelas, memimpin doa, dan mengabsen kehadiran siswa. Materi yang diajarkan pada pertemuan ini yaitu mengidentifikasi sifat-sifat prisma tegak segitiga dan membuat jaringjaringnya. Sebelum meminta siswa untuk berdiskusi kelompok dalam kegiatan belajar mengajar guru menampilkan sebuah media tiga dimensi prisma tegak segitiga yang terbuat dari bahan dasar kertas karton. Pada saat guru/peneliti menampilkan media tiga dimensi bentuk prisma tegak segitiga muncul sebuah pertanyaan dari salah satu siswa yang menanyakan apa bedanya prisma dengan limas. Guru/peneliti tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut melainkan melontarkan pertanyaan tersebut kepada siswa yang lainnya. Namun tidak ada satupun siswa yang berani mengungkapkan pendapatnya, sehingga gruu menuntun siswa untuk mencari perbedaan antara prisma dengan limas. Guru/peneliti meminta siswa menyebutkan sifat-sifat yang dimiliki oleh bangun tersebut serta melakukan demonstrasi untuk mengetahui jaring-jaring prisma tegak segitiga. Selanjutnya guru membagi siswa secara acak dalam membentuk 7 kelompok untuk mendiskusikan tugas yang diberikan guru yaitu membuat jaring-jaring prisma tegak segitiga dan mengerjakan LKS. Namun masih ada beberapa siswa yang benar-benar tidak mau duduk dengan kelompok yang sudah ditentukan, akhirnya guru mengikuti keinginan siswa tersebut demi mempersingkat waktu dan kelancaran proses pembelajaran. Kegiatan kelompok berjalan dengan baik, dari 7 kelompok terlihat 3 kelompok yang mampu bekerjasama dengan baik. Setelah kegiatan diskusi berakhir, guru/peneliti

62 47 meminta perwakilan kelompok maju ke depan kelas mengambil kertas undian untuk mengetahui kelompok mana yang harus mempresentasikan hasil diskusinya. selama kegiatan berlangsung gruu/peneliti mencatat nama-nama siswa yang aktif bertanya, meneguarkan pendapat serta menanggapi hasil presentasi kelompok lain. Pada kegiatan akhir guru/peneliti bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan dan memberikan reward kepada siswa yang aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Kemudian guru memberikan pesan kepada siswa untuk mempelajari materi yang sudah dipelajari dari pertemuan pertama hingga pertemuan ke empat guna untuk persiapan melakukan tes akhir siklus 1. Untuk mengakhiri kegiatan pada hari ini, guru membagikan PR dan memimpin doa serta mengucap salam. 5) Pertemuan Kelima Pertemuan kelima, Senin 24 Februari Kegiatan ini dimulai dari pukul sampai pukul WIB. Guru/peneliti memimpin kegiatan dengan membaca doa dan menjelaskan kepada siswa tujuan dilakukannya tes akhir pada pertemuan hari ini. Kemudian guru/peneliti memberikan soal tes akhir siklus yang berjumlah 6 butir soal untuk mengukur kemampuan hasil belajar siswa. Kegiatan ini berlangsung dengan baik meskipun ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan dan bertanya pada teman sebangkunya dalam mengerjakan soal. hal ini terlihat pada gambar 4.3. Gambar 4.3 Foto aktivitas siswa pada saat tes akhir siklus I

63 48 c. Tahap Obsevasi Tahap observasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Guru kelas yang bertindak sebagai observer mengamati seluruh aktifitas yang terjadi di kelas dan memberikan penilaian pada lembar observasi kegiatan belajar siswa dan lembar observasi kegiatan mengajar guru yang masing-masing berjumlah 12 butir indikator penilaian. Adapun hasil observasi yang dilakukan guru kelas/observer dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4.1 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus I No Indikator/ aspek yang dinilai Skor Jum Ratarata Pert 1 Pert 2 Pert 3 Pert 4 lah (%) 1. Menanggapi pertanyaan yang diajukan guru 2. Menggunakan media tiga dimensi dalam mengerjakan LKS yang diberikan guru 3. Berdiskusi dengan teman satu kelompok dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru 4. Antusias mengikuti proses pembelajaran 5. Bertanya pada saat proses pembelajaran 6. Menanggapi pertanyaan dari siswa lain Berani mengemukakan pendapat Mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas 9. Menanggapi hasil presentasi kelompok lain 10. Memperhatikan penjelasan guru Bersama guru menyimpulkan tentang materi yang telah dipelajari 12. Mengerjakan tugas/latihan yang diberikan guru Jumlah Rata-rata (%) 60,4 60,4 70,8 75 Rata-rata keseluruhan 66,7 %

64 49 Tabel 4.1 menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran matematika yang dilakukan dengan menggunakan media tiga dimensi masih belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari hasil persentase beberapa indikator aktivitas siswa yang masih di bawah 51% yaitu terlihat dengan kurangnya siswa yang bertanya pada saat proses belajar mengajar juga kurang adanya keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat dan menanggapi pertanyaan dari siswa lain dalam sebuah presentasi. Maka hal tersebut yang peneliti jadikan sebagai indikator dalam menentukan berhasil atau tidaknya penggunaan media tiga dimensi pada siklus ini. Tabel 4.2 Hasil Observasi Aktivitas Mengajar Guru Siklus I No Indikator/ aspek yang dinilai Skor Jumlah Ratarata Pert 1 Pert 2 Pert 3 Pert 4 (%) 1. Melakukan appersepsi Menyampaikan kompetensi/tujuan pembelajaran yang hendak dicapai 3. Mengarahkan siswa untuk mendiskusikan tugas yang diberikan guru 4. Memfasilitasi siswa untuk mendiskusikan tugas yang diberikan guru 5. Melaksanakan pembelajaran yang mengaktifkan siswa 6. Memfasilitasi adanya interaksi antara siswa dengan siswa 7. Memfasilitasi adanya interaksi antara siswa dengan guru 8. Memotivasi siswa untuk bertanya Menggunakan media/alat peraga yang menunjang proses pembelajaran 10. Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media pembelajaran 11. Melakukan refleksi kegiatan pembelajaran bersama siswa 12. Melakukan penilaian sesuai dengan kompetensi yang hendak dicapai Jumlah Rata-rata (%) Rata-rata keseluruhan 64.1 %

65 50 Dari tabel 4.2 dapat diketahui bahwa aktivitas mengajar guru juga terlihat masih belum optimal yaitu pada aktivitas guru dalam memfasilitasi adanya interaksi antara siswa dengan guru. Selain itu nilai persentase keseluruhan juga belum mencapai indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan dalam penelitian ini sehingga dalam aktivitas mengajar guru masih memerlukan perbaikanperbaikan. Dalam menentukan persentase keberhasilan pembelajaran dengan menggunakan media tiga dimensi, peneliti memberikan standar persentase yang mengacu pada pedoman konversi persentase rata-rata hasil observasi aktivitas siswa dan aktivitas guru dikatakan baik apabila hasil aktivitas belajar siswa dan aktivitas mengajar guru dengan menggunakan media tiga dimensi pada tiap indikator memperoleh nilai persentase di atas 51%. Oleh karena masih ada beberapa indikator yang nilai persentasenya belum mencapai standar yang ditentukan, maka aktivitas belajar siswa dan aktivitas mengajar guru masih memerlukan perbaikan. Tabel 4.3 Hasil Belajar Siswa Dengan Media Tiga Dimensi Siklus I Statistik Nilai Nilai tertinggi 91,7 Nilai terendah 37,5 Rata-rata nilai siswa 65,7 Jumlah siswa yang tuntas 63,3 % Jumlah siswa yang belum tuntas 37,7 % Tabel di atas menunjukkan bahwa hasil belajar siswa masih rendah dan masih perlu ditingkatkan. Dari 30 siswa hanya 63,3% atau sebanyak 19 siswa yang memperoleh nilai di atas KKM yang ditentukan yaitu 60, sedangkan 37,7% atau 11 siswa yang lain masih memperoleh nilai di bawah KKM. Hasil di atas dianggap belum optimal dikarenakan target yang ditentukan dalam penelitian ini

66 51 yaitu sebanyak 80% siswa yang diharapkan memperoleh nilai di atas KKM belum tercapai. d. Tahap Refleksi Kegiatan refleksi dilakukan setelah tahap perencanaan, pelaksananaan tindakan, dan pengamatan atau observasi sudah dilaksanakan. Refleksi juga sering disebut dengan istilah memantul. Dalam hal ini peneliti seolah memantulkan pengalamannya ke cermin sehingga tampak jelas penglihatannya, baik kelemahan dan kekurangannya. 1 Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengevaluasi secara menyeluruh proses pembelajaran yang sudah dilakukan berdasarkan data yang sudah terkumpul. Pada tahap ini, peneliti bekerjasama dengan guru kelas mengevaluasi seluruh hasil data yang diperoleh. Kerjasama tersebut dilakukan agar refleksi dari proses penelitian lebih efektif karena guru yang melakukan tindakan berhadapan langsung dengan pengamat atau kolaborator. 2 berdasarkan hasil evaluasi, proses pembelajaran dengan menggunakan media tiga dimensi masih mengalami banyak kekurangan, sehingga ada beberapa hal yang masih perlu diperbaiki guna memperoleh peningkatan hasil belajar pada tindakan selanjutnya. Berdasarkan lembar observasi aktivitas belajar siswa kendala yang dialami siswa terlihat pada kurangnya keberanian siswa dalam bertanya, menanggapi pertanyaan dari siswa lain, mengemukakan pendapat, mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas dan menanggapi hasil presentasi kelompok lain. Selain itu aktivitas mengajar guru juga harus diperbaiki yaitu pada kegiatan melakukan appersepsi, memfasilitasi adanya interaksi antara siswa dengan siswa, dan memfasilitasi adanya interaksi antara siswa dengan guru dengan tujuan agar target yang telah ditetapkan dalam penelitian tercapai. Adapun hasil refleksi siklus 1 dapat dilihat pada tabel Suyadi, Panduan Penelitian Tindakan Kelas, (DIVA Press: Yogyakarta, 2010), h Ibid, h. 65

67 52 Tabel 4.4 Hasil Refleksi Siklus I No Refleksi Sebab Solusi 1 Siswa masih belum berani bertanya pada saat proses pembelajaran 2 Siswa belum aktif dalam menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh siswa lainnya 3 Siswa belum berani mengungkapkan pendapatnya saat proses pembelajaran 4 Siswa masih malu-malu mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas 5 Siswa belum aktif menanggapi hasil presentasi yang disampaikan kelompok lain 6 Guru dalam melakukan appersepsi masih kurang 7 Guru kurang memfasilitasi adanya interaksi antara siswa dengan siswa 8 Guru kurang memfasilitasi adanya interaksi antara siswa dengan guru % siswa atau 19 orang siswa mencapai KKM % siswa atau 11 orang siswa belum mencapai KKM Dalam tahap awal penggunaan media tiga dimensi belum efektif dan masih memerlukan tahap penyesuain terhadap sistem belajar mengajar yang telah ada sebelumnya. Selain itu siswa juga belum mampu menyesuaikan diri dengan guru peneliti sehingga siswa masih merasa enggan untuk bertanya serta mengungkapkan pendapatnya selama proses pembelajaran berlangsung Karena guru dalam melakukan appersepsi hanya memanfaatkan media yang ada di dalam ruang kelas saja Guru peneliti membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat mengoptimalkan proses pembelajaran karena dalam prosesnya masih banyak siswa yang bingung ketika dihadapkan dengan tugas serta media tiga dimensi karena siswa belum mampu membagi tugas dalam bekerjasama Siswa belum memahami materi yang diajarkan secara optimal, karena pada prosesnya dalam bekerjasama siswa masih belum mampu membagi tugas yang diberikan guru, sehingga hanya sebagian anggota dalam kelompok yang benar-benar memahami materi yang diajarkan Guru lebih memotivasi siswa dalam proses pembelajaran agar lebih aktif serta memberikan reward kepada siswa yang berani bertanya, menanggapi pertanyaan, mengungkapkan pendapatnya, mempresentasikan hasil diskusi dan menanggapi hasil diskusi kelompok lain dengan tujuan agar siswa mampu berinteraksi baik dengan guru peneliti maupun dengan temannya sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dan materi yang diajarkan guru dapat diterima oleh siswa secara menyeluruh. Mengubah metode penyampaian appersepsi, misalnya dengan memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitar siswa. Guru membimbing siswa dalam melakukan diskusi kelompok serta Mengacak siswa dalam menentukan kelompok serta memotivasi siswa agar terlibat aktif dalam setiap kegiatan diskusi dan membantu membagi tugas kepada setiap anggota kelompok dengan tujuan agar semua siswa ikut berperan aktif dalam kegiatan belajar, sehingga siswa lebih memahami materi yang diajarkan. Selain itu guru dalam menyampaikan materi juga lebih pelan menyesuaikan kemampuan anak.

68 53 2. Siklus II a. Tahap Perencanaan Penelitian tindakan kelas dengan menggunakan media tiga dimensi pada siklus II akan diperbaiki proses pembelajaran yang masih kurang berdasarkan perencanaan yang telah dikembangkan setelah melakukan refleksi di siklus I. Sebelum melaksanakan tindakan pada siklus II ini, peneliti bersama guru kelas bekerjasama membuat perencanaan terlebih dahulu. Dalam hal ini perencanaan yang disiapkan adalah menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), bahan ajar, lembar evaluasi belajar, serta membuat lembar observasi aktivitas belajar siswa, lembar aktivitas mengajar guru dan membuat media pembelajaran. b. Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan tindakan pada siklus II ini dilakukan sebanyak 5 kali pertemuan, dimana 4 pertemuan pemberian tindakan dan 1 pertemuan pelaksanaan tes akhir siklus. 1) Pertemuan Pertama Hari pertama pada siklus II dilakukan pada hari kamis 27 februari 2014 dimulai dari pukul sampai pukul WIB. Kegiatan dimulai dengan mengucapkan salam dan mengabsen kehadiran siswa. Selanjutnya peneliti melakukan appersepsi dengan mengajukan pertanyaan kepada siswa perhatikan benda yang ibu pegang, pernahkah kalian melihat benda di sekeliling kalian yang bentuknya sama dengan benda yang ibu pegang? Ada yang tahu tidak apa nama benda ini?? Setelah siswa menjawab guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan akan memberikan reward kepada siswa aktif dan berani bertanya. Langkah selanjutnya guru meminta siswa menyebutkan sifat-sifat dari media yang ditampilkan, serta mendemonstrasikan cara membuat jaring-jaring prisma tegak segilima. Kemudian guru membagi siswa ke dalam 7 kelompok dengan cara meminta siswa mengambil kertas lipatan secara bergantian yang berisi tulisan nama-nama buah yang terdiri dari mangga, apel, jeruk, nanas, strawberry, alpukat, dan melon. Setelah semua siswa mendapat kertas undian tersebut, guru menginstruksikan siswa untuk duduk sesuai nama buah yang mereka peroleh. Kemudian membagikan LKS serta media yang akan digunakan untuk menunjang

69 54 proses pembelajaran. Guru meminta perwakilan kelompok membagi tugas kepada anggotanya dengan tujuan agar siswa berpartisi aktif dalam kegiatan diskusi. Kemudian guru menjelaskan tugas yang harus dikerjakan oleh setiap kelompok yaitu mengidentifikasi sifat-sifat prisma tegak segilima dan membuat jaringjaringnya. Selama siswa mengamati, guru memfasilitasi dengan berkeliling ke setiap kelompok. Dari 7 kelompok terlihat 4 kelompok yang bekerjasama dengan baik dengan membagi tugas pada setiap anggotanya sedang 3 kelompok yang lainnya masih terlihat kurang bekerjasama dalam menyelesaikan tugas. Setelah selesai diskusi kelompok guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil diskusinya secara acak dengan melempar bola kertas, bagi kelompok yang mendapat bola maka harus maju mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Pada pertemuan ini kreatifitas siswa mulai terlihat. Siswa mampu membuat berbagai macam bentuk jaring-jaring prisma tegak segilima. Setelah 3 kelompok selesai mempresentasikan hasil diskusinya, guru melakukan tanya jawab kepada kelompok lain dan meluruskan kesalahankesalahan pemahaman siswa terkait hasil diskusi. Kemudian guru memberikan tugas rumah kepada setiap siswa untuk mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan. Selanjutnya, guru bersama siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran hari ini, dan ada beberapa siswa yang berani bertanya mengenai materi yang belum dipahaminya, tetapi guru tidak langsung menjawabnya melainkan melemparkan pertanyaan tersebut kepada siswa lain. Guru menutup pembelajaran dengan membaca doa dan mengucapkan salam. 2) Pertemuan Kedua Pertemuan kedua dilakukan pada hari Jumat, 28 februari 2014 pukul sampai pukul Kegiatan dimulai dengan mengkondisikan kelas, memimpin doa dan mengabsen kehadiran siswa. Kemudian guru melakukan appersepsi dengan menggunakan media tiga dimensi bentuk tabung dan mengajukan pertanyaan kepada siswa siapa yang pernah melihat benda ini?, apa nama benda ini? Apa ciri-ciri benda ini? Coba amati kelas kalian, adakah benda yang bentuknya menyerupai bangun ruang ini?

70 55 Pada pertemuan ini siswa terlihat aktif dan berani mengemukakan pendapatnya tanpa merasa takut salah. Setelah siswa menjawab guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan ini. Selanjutnya guru melakukan demonstrasi dengan membongkar bangun ruang tebung untuk mengetahui bentuk jaring-jaringnya. Kemudian guru meminta siswa berhitung dari 1 sampai 7 untuk membentuk kelompok. Setiap siswa duduk sesuai dengan siswa-siswa yang menyebutkan angka sama. Selanjutnya guru membagikan media pembelajaran, alat-alat yang digunakan untuk kegatan diskusi dan bahan ajar. Sama halnya dengan pertemuan sebelumnya, sebelum memulai diskusi kelompok guru meminta perwakilan kelompok membagi tugas kepada setiap anggotanya. Pada saat siswa berdiskusi, guru bertindak sebagai fasilitator dengan berkeliling ke setiap kelompok untuk melihat aktivitas siswa dalam bekerjasama. Gambar 4.4 Aktivitas siswa pada saat diskusi kelompok Dari gambar 4.4 siswa terlihat sudah mampu bekerjasama dengan baik dan kreativitasnya dalam membuat jaring-jaring bangun ruang mulai terbangun. Setelah semua kelompok selesai mengerjakan tugas kelompoknya, guru mengocok nomor undian untuk menentukan kelompok mana saja yang harus maju ke depan kelas mempresentasikan hasil diskusinya. Pada pertemuan ini siswa sudah berani maju mempresentasikan hasil diskusinya meskipun masih terlihat malu-malu dalam menyampaikan hasil diskusinya. hal ini terlihat pada gambar 4.5. Setelah 3 kelompok selesai mempresentasikan hasil diskusinya, guru

71 56 melakukan tanya jawab kepada kelompok lain serta meluruskan kesalahankesalahan siswa dalam mempresentasikan hasil diskusinya. Gambar 4.5 Aktivitas Siswa Pada Saat Presentasi Selanjutnya guru memberikan tugas rumah, guna untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terkait materi yang telah diajarkan dan memberikan reward berupa gantungan tas kepada siswa yang aktif menanggapi pertanyaan-pertanyaan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan membaca hamdalah dan mengucap salam. 3) Pertemuan Ketiga Pertemuan ketiga, Senin 03 maret 2014 pukul sampai pukul kegiatan dimulai dengan membaca doa dan mengabsen kehadiran siswa. Selanjutnya guru melakukan appersepsi dengan menampilkan benda yang berbentuk limas segitiga dan mengajukan pertanyaan kepada siswa siapa yang pernah melihat benda ini? Apa nama benda ini? Setelah siswa menjawab pertanyaan, guru meminta siswa secara serempak untuk menyebutkan sifat-sifat yang dimiliki oleh limas segitiga. Kegiatan guru selanjutnya yaitu menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengingatkan siswa akan ada reward diakhir pembelajaran bagi siswa yang bertanya, mengajukan pendapat, dan menanggapi pertanyaan/pesentasi siswa lain. Selanjutnya guru melakukan demonstrasi dengan membongkar limas segitiga untuk mengetahui jaring-jaring bangun tersebut. Langkah berikutnya guru membentuk siswa menjadi 7 kelompok dengan cara mengurutkan nomor absen dan memberikan tugas serta bahan-bahan yang

72 57 digunakan untuk kegiatan diskusi kelompok. Pada aktifitas diskusi kelompok guru berperan sebagai fasilitator dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari siswa dan berkeliling memantau aktifitas siswa dalam berdiskusi dengan kelompoknya. Setelah semua siswa selesai mengerjakan tugas kelompoknya, guru mengocok nomor untuk menentukan kelompok yang harus mempresentasikan di depan kelas. Setelah presentasi berakhir, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanggapi hasil presentasi temannya dengan cara melakukan penggiliran kepada setiap kelompok serta meluruskan kesalahan-kesalahan siswa dalam memahami materi yang telah diajarkan. Pada akhir kegiatan guru bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan inti dan memberikan tugas rumah kepada seluruh siswa serta memimpin doa dan mengucap salam. 4) Pertemuan Keempat Pertemuan keempat, selasa 04 Maret Kegiatan dimulai pada pukul dan berakhir pada pukul sebelum memulai kegiatan pembelajaran guru mengucap salam, meminta ketua kelas memimpin doa dan mengabsen kehadiran siswa. Langkah berikutnya guru melakukan appersepsi dengan mengajukan pertanyaan siapa yang pernah menghadiri pesta ulang tahun? Apa saja benda yang kalian lihat pada acara ulang tahun? Setelah siswa menyebutkan berbagai macam benda yang mereka ketahui, guru melanjutkan pertanyaan kembali, apa bentuk topi ulang tahun? Setelah semua pertanyaan dijawab guru menyampaikan tujuan pembelajaran kemudian menampilkan media bentuk kerucut dan meinta siswa menyebutkan sifat-sifat kerucut. Kemudian guru melakukan demonstrasi dengan membongkar kerucut guna untuk mengetahui jaring-jaring kerucut. Selanjutnya guru menginstruksikan siswa untuk membentuk 7 kelompok dan membagikan LKS serta media yang digunakan untuk menunjang proses diskusi siswa. Selama proses diskusi berlangsung, guru mengamati aktifitas siswa dan memfasilitatori siswa. Kemudian guru mengambil nomor undian secara acak untuk menentukan kelompok mana saja yang harus mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Setelah selesai kegiatan guru memberikan kesempatan

73 58 kepada siswa untuk bertanya materi yang belum dipahami dan melemparkan pertanyaan yang diajukan kepada siswa lain setelah itu guru memberikan penguatan dan meluruskan kesalahan-kesalahan pemahaman siswa. Sebelum mengakhiri kegiatan guru memberikan tugas rumah dan meminta siswa mempelajari materi-materi yang sudah diajarkan mengenai bangun ruang prisma tegak segilima, tabung, limas segitiga dan kerucut untuk persiapan tes akhir siklus 2. Kemudian guru bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan hari ini, dan memberitahukan kepada siswa bahwa pada pertemuan selanjutnya akan dilaksanakan tes akhir siklus. Kegiatan hari ini diakhiri dengan membaca doa dan mengucap salam. Gambar 4.6 menunjukkan contoh hasil jaring-jaring bangun ruang yang dibuat oleh siswa selama proses penelitian tindakan berlangsung. 5) Pertemuan Kelima Gambar 4.6 Hasil Jaring-Jaring Bangun Ruang Pertemuan kelima, kamis 06 maret Kegiatan dimulai pukul sampai pukul Sebelum memulai kegiatan seperti biasa guru mengucap salam dan meminta ketua kelas memimpin doa. Selanjutnya guru menanyakan kabar siswa dan bertanya sudah belajar semua belum? Sudah siap untuk melakukan ulangan? Ketika siswa menjawab sudah siap, guru meminta ketua kelas membagikan soal ulangan. Kemudian guru menyuruh siswa membaca petunjuk sebelum mengerjakan soal dan selanjutnya guru mengawasi aktifitas siswa dalam mengerjakan soal ulangan.

74 59 Gambar 4.7 Aktivitas Siswa Pada Saat Tes Akhir Siklus II Pada saat mengerjakan soal ulangan tes akhir siklus siswa terlihat tenang dan lebih percaya diri dalam menjawab soal, meskipun masih terdapat beberapa siswa yang masih bertanya pada temannya. Hal ini terlihat pada gambar 4.7. Setelah waktu ulangan berakhir, guru meminta siswa mengoreksi kembali dengan teliti soal ulangannya kemudian mengumpulkan hasil kerjanya di atas meja guru. Untuk mengakhiri kegiatan pda pertemuan hari ini, guru memimpin doa dan mengucap salam. c. Tahap Observasi Kegiatan observasi dilakukan oleh ibu Yati selaku guru kelas/observer selama aktifitas belajar berlangsung dengan menggunakan lembar instrumen observasi aktifitas belajar siswa dan lembar aktifitas mengajar guru. Adapun data hasil observasi aktifitas belajar siswa dan aktifitas mengajar guru dapat dilihat pada tabel 4.5. Dalam menghitung rata-rata hasil observasi aktivitas belajar siswa dan aktivitas mengajar guru, peneliti menggunakan rumus yang terdapat pada bab 3, yaitu jumlah perolehan nilai selama empat pertemuan dibagi nilai skor maksimal selama empat pertemuan dikali 100%.

75 60 Tabel 4.5 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus II No Indikator/ aspek yang dinilai Skor Jumlah Ratarata Pert 1 Pert 2 Pert 3 Pert 4 (%) 1. Menanggapi pertanyaan yang diajukan guru 2. Menggunakan media tiga dimensi dalam mengerjakan LKS yang diberikan guru 3. Berdiskusi dengan teman satu kelompok dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru 4. Antusias mengikuti proses pembelajaran 5. Bertanya pada saat proses pembelajaran 6. Menanggapi pertanyaan dari siswa lain 7. Berani mengemukakan pendapat Mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas 9. Menanggapi hasil presentasi kelompok lain 10. Memperhatikan penjelasan guru Bersama guru menyimpulkan tentang materi yang telah dipelajari 12. Mengerjakan tugas/latihan yang diberikan guru Jumlah Rata-rata (%) Rata-rata keseluruhan 85.4% Tabel di atas menunjukkan bahwa pada proses pelaksanaan tindakan siklus II, aktivitas belajar siswa sudah mengalami peningkatan. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil observasi aktivitas belajar siswa pada siklus II, antara lain: 1. Siswa semakin bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran matematika dengan menggunakan media tiga dimensi karena siswa terlibat

76 61 langsung dalam menentukan sifat-sifat bangun ruang dan membuat jaringjaring bangun ruang. 2. Hampir semua siswa terlibat aktif dalam kegiatan diskusi kelompok karena mereka merasa termotivasi dan tertantang untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. 3. Siswa semakin berani untuk bertanya, mengungkapkan pendapat, dan menanggapi pertanyaan atau hasil diskusi kelompok lain dengan adanya pemberian reward. Tabel 4.6 Hasil Observasi Aktivitas Mengajar Guru Siklus II No Indikator/ aspek yang dinilai Skor Jumlah Ratarata Pert 1 Pert 2 Pert 3 Pert 4 (%) 1. Melakukan appersepsi Menyampaikan kompetensi/tujuan pembelajaran yang hendak dicapai 3. Mengarahkan siswa untuk mendiskusikan tugas yang diberikan guru Memfasilitasi siswa untuk mendiskusikan tugas yang diberikan guru 5. Melaksanakan pembelajaran yang mengaktifkan siswa 6. Memfasilitasi adanya interaksi antara siswa dengan siswa 7. Memfasilitasi adanya interaksi antara siswa dengan guru 8. Memotivasi siswa untuk bertanya Menggunakan media/alat peraga yang menunjang proses pembelajaran 10. Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media pembelajaran 11. Melakukan refleksi kegiatan pembelajaran bersama siswa 12. Melakukan penilaian sesuai dengan kompetensi yang hendak dicapai Jumlah Rata-rata (%) Rata-rata keseluruhan 85.9%

77 62 Berdasarkan tabel di atas aktivitas mengajar guru mengalami peningkatan yang optimal. Guru semakin baik dalam menciptakan suasana belajar yang mengaktifkan siswa, selain itu terdapat peningkatan pada kegiatan guru memotivasi siswa untuk bertanya yang mengakibatkan adanya peningkatan pada aktivitas bertanya siswa. Hasil belajar siswa dapat dilihat dari tes akhir siklus II yang dilakukan setelah pemberian tindakan pada siswa mengenai materi bangun ruang dengan menggunakan media tiga dimensi. Adapun hasil tes akhir siklus II adalah sebagai berikut: Tabel 4.7 Hasil Belajar Siswa Dengan Media Tiga Dimensi Siklus II Statistik Nilai Nilai tertinggi 100 Nilai terendah 50 Rata-rata nilai siswa 74,9 Jumlah siswa yang tuntas 83,3 % Jumlah siswa yang belum tuntas 16,7 % Berdasarkan tabel di atas terlihat adanya peningkatan hasil belajar siswa. Ratarata nilai siswa pada tes akhir siklus II mencapai 74,9 sedangkan pada tes akhir siklus I hanya mencapai 65,7. Selain itu pada tes akhir siklus II jumlah presentasi siswa yang mencapai nilai KKM juga meningkat. Dari 30 jumlah siswa sebanyak 25 siswa atau 83,3% siswa memperoleh nilai di atas KKM dan hanya 5 siswa atau 16,7% siswa yang masih belum mencapai nilai KKM. Sedangkan pada tes akhir siklus I dari 30 jumlah siswa hanya 63,3% atau sebanyak 19 siswa yang mencapai nilai KKM dan masih ada 11 siswa atau 37,7% siswa belum mencapai KKM. Hal ini menunjukan bahwa pada siklus II telah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan sebelumnya, yaitu 80% siswa mencapai nilai KKM.

78 63 d. Tindakan Refleksi Kegiatan refleksi dimaksudkan untuk mengetahui apakah tindakan yang dilakukan pada siklus II sudah memenuhi indikator keberhasilan penelitian yang telah ditetapkan sebelumnya atau belum. Dari hasil refleksi yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar pada siklus II. Hal ini terlihat dengan adanya peningkatan pada aktivitas belajar siswa dan aktivitas mengajar guru serta peningkatan hasil belajar siswa pada tes akhir siklus II yang telah mencapai target indikator keberhasilan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil refleksi, penelitian pada siklus II dikatakan sudah berhasil karena sudah memenuhi dua indikator keberhasilan tindakan yang telah ditetapkan, yaitu 80% siswa mencapai nilai KKM serta adanya peningkatan aktivitas belajar siswa, maka pemberian tindakan pada penelitian diakhiri pada siklus II. Adapun hasil refleksi pada siklus II dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4.8 Hasil Refleksi Siklus II No Hasil Refleksi 1 Guru mampu melakukan appersepsi dengan baik pada setiap pertemuan 2 Penggunaan media tiga dimensi memudahkan siswa untuk memahami materi yang disampaikan 3 Siswa bekerjasama dengan baik dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru dan lebih berani mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas. 4 Guru mampu memotivasi siswa untuk berani bertanya, mengungkapkan pendapatnya, dan menanggapi pertanyaan dari siswa lain ataupun hasil diskusi kelompok lain. 5 Dengan memberikan reward, siswa menjadi lebih berani untuk bertanya, mengungkapkan pendapat, dan menanggapi pertanyaan dari siswa lainnya 6 Rata-rata nilai siswa berdasarkan tes akhir siklus II sebesar 74 meningkat dari hasil tes akhir siklus I dengan rata-rata nilai siswa sebesar 62,7 7 Dari 30 jumlah siswa, sebanyak 25 siswa yang mencapai nilai KKM pada tes akhir siklus II atau mencapai 83.3% 8 Sebanyak 5 siswa yang belum mencapai nilai KKM pada tes akhir siklus II atau mencapai 16.7%

79 64 B. Analisis Data Tahap analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul, data tersebut berupa hasil observasi aktivitas belajar siswa, hasil observasi aktivitas mengajar guru, tes hasil belajar siswa, dan catatan lapangan mengenai kejadian yang terjadi selama proses pembelajaran. Hasil data yang diperoleh dari pengumpulan data dengan teknik observasi adalah sebagi berikut: 1. Hasil observasi aktivitas belajar siswa pada suklis I diperoleh rata-rata persentase sebesar 66,7% sedangakan pada siklus II diperoleh rata-rata persentase sebesar 85,4%. Hal ini menunjukan adanya peningkatan aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran matematika dengan menggunakan media tiga dimensi. 2. Hasil observasi aktivitas mengajar guru pada siklus I diperoleh rata-rata persentase sebesar 64,1% dan pada siklus II diperoleh rata-rata persentase sebesar 85,9%. Hal ini pun menunjukan adanya peningkatan kemampuan guru dalam mengelola kelas sehingga mampu meningakatkan aktivitas belajar siswa. 3. Dari hasil observasi tersebut dapat diketahui faktor dominan yang menyebabkan peningkatan presentase pada aktivitas belajar dan mengajar dalam penggunaan media tiga dimensi ini adalah adanya kerjasama yang baik antara guru dan siswa. Sedangkan hasil data yang diperoleh dari pengumpulan data dengan teknik tes hasil belajar adalah sebagai berikut: 1. Perolehan nilai rata-rata siswa pada tes akhir siklus I sebesar 65,7 dan pada tes akhir siklus II sebesar 74,9. Hal ini menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika dengan menggunakan media tiga dimensi. 2. Tingkat ketuntasan belajar siswa pada siklus I mencapai 63.3% sedangkan pada siklus II mencapai 83,3%.

80 65 C. Interpretasi Hasil Analisis Data Dari hasil analisis data yang dilakukan maka diperoleh informasi bahwa pada pelaksanaan siklus I hasil belajar dan aktivitas belajar siswa masih rendah dan belum optimal. Peningkatan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa terjadi setelah dilakukan perbaikan pada siklus II. Adapun data yang diperoleh adalah sebagai berikut: 1. Lembar Observasi Lembar observasi digunakan sebagai pedoman bagi observer dalam melakukan pengamatan terhadap aktivitas belajar siswa dan aktivitas mengajar guru selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil yang diperoleh dari lembar observasi digunakan peneliti dan observer sebagai bahan untuk melakukan refleksi terhadap pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan dan sebagai acuan untuk melakukan perbaikan pada siklus selanjutnya. 2. Tes Hasil Belajar Tes hasil belajar yang digunakan yaitu tes formatif yang dilakukan pada setiap akhir siklus. Tes ini bertujuan untuk mengukur peningkatan hasil belajar siswa pada materi bangun ruang. Adapun perbandingan antara hasil penelitian pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.9 Persentase Perbandingan Hasil Penelitiam Siklus I dan Siklus II Data Siklus I Siklus II Rata-rata Persentase 62.7% 83.3% Aktivitas Belajar Siswa Rata-rata Persentase 64.1% 85.9% Aktivitas Mengajar Guru Persentase Ketuntasan 63.3% 83.3% Belajar

81 66 Berdasarkan tabel 4.9 dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 18,7%. Hal ini menunjukan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan media tiga dimensi dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas V MI Terpadu Fatahillah Cimanggis Depok selama proses pembelajaran. Kemudian peningkatan juga terlihat pada aktivitas mengajar guru dari siklus I ke siklus II yaitu sebesar 21,8%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa guru mampu melakukan perbaikan dalam melakukan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan media tiga dimensi. Tabel di atas juga menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 20%. Peningkatan hasil belajar ini menunjukan tercapainya indikator keberhasilan tindakan yaitu 80% siswa mencapai nilai KKM yang telah ditentukan oleh sekolah yaitu sebesar 60. Adapun perbandingan hasil penelitian pada siklus I dan siklus II disajikan dalam diagram berikut: siklus I siklus II aktivitas siswa aktivitas guru hasil belajar Gambar 4.8 Diagram Perbandingan Hasil penelitian Siklus I dan Siklus II

82 67 Pada refleksi hasil penelitian siklus II nilai persentase lebih tinggi dari pada siklus I, hal tersebut disebabkan guru menerapkan metode pembelajaran yang membuat siswa lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran dan siswa mendapat bimbingan dalam bekerjasama untuk menyelesaikan tugas yang diberikan guru secara optimal sehingga materi yang diajarkan dapat diterima oleh siswa secara menyeluruh dan siswa juga lebih berperan aktif terutama dalam mempresentasikan hasil belajar bangun ruang di depan siswa lainnya. D. Pembahasan Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan media tiga dimensi, sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar matematika siswa. Teknik pemeriksaan keterpercayaan yang digunakan untuk mengetahui bagaimana penggunaan media tiga dimensi dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa adalah teknik triangulasi yaitu pengumpulan data dari sumber yang sama dengan menggunakan metode yang berbeda. Dalam penelitian ini sumber data yang dimaksud adalah siswa, sedangkan teknik yang digunakan untuk memperoleh data tersebut yaitu dengan menggunakan teknik observasi, tes akhir siklus dan catatan lapangan berupa hasil pengamatan perubahan perilaku siswa pada setiap pertemuan. Penelitian tindakan kelas dengan menggunakan media tiga dimensi ini dilakukan sebanyak 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan yang saling berkesinambungan, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Berdasarkan hasil analisis/refleksi diketahui bahwa pada siklus I hasil penelitian belum mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan yaitu 80% siswa mencapai nilai KKM yang ditentukan oleh sekolah (60). Dengan demikian, maka penelitian ini dilanjutkan ke siklus II dengan melakukan perbaikanperbaikan baik dari segi guru dalam mengajar maupun dari segi siswa dalam belajar.

83 68 Pada siklus I diperoleh rata-rata keseluruhan hasil observasi aktivitas belajar siswa sebesar 66.7%, hasil observasi aktivitas mengajar guru sebesar 64.1%, dan jumlah siswa yang tuntas baru mencapai 63.3%. Hasil perolehan tersebut memenuhi target yang telah ditetapkan sehingga ada beberapa perbaikan yang harus dilakukan diantaranya; guru memberikan reward kepada siswa yang aktif dalam bertanya, mengungkapkan pertanyaan, menanggapi pertanyaan, mempresentasikan hasil diskusinya dan menanggapi hasil diskusi kelompok lain. Kemudian guru mengubah metode dalam menyampaikan appersepsi, memotivasi siswa untuk berani bertanya dan lebih santai.pelan dalam menyampaikan materi yang diajarkan. Hasil refleksi tersebut diterapkan pada tindakan di siklus berikutnya dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar agar tercapai indicator keberhasilan yang telah ditetapkan pada penelitian ini. Dari hasil tindakan yang diberikan pada siklus II ini hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan yang signifikan. Persentase rata-rata keseluruhan hasil observasi aktivitas belajar siswa mengaami peningkatan sebesar 18.7% dari perolehan pada siklus I sebesar 62.7% menjadi 83.3% pada siklus II. Selain itu persentase hasil observasi aktivitas mengajar guru juga mengalami peningkatan sebesar 21.8% dari perolehan pada siklus I sebesar 64.1% menjadi 85.9% pada siklus II. Selanjutnya disusul dengan meningkatnya persentase ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 20% dengan perolehan pada siklus I sebesar 63.3% dan pada siklus II sebesar 83.3%. Hasil belajar siswa pada dasarnya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya faktor guru, siswa, metode dan media pembelajaran. Guru sebagai fasilitator pembelajaran harus mampu menggabungkan semua unsur pembelajaran agar siswa menjadi tertarik terhadap pembelajaran sehingga hasil belajarnya meningkat. Media pembelajaran yang baik tentu juga harus menarik bagi siswa, menumbuhkan minat belajar, dan berkesan sehingga menjadikan pengetahuan yang diperoleh dapat bertahan lama dalam ingatan siswa. Media tiga dimensi merupakan media yang digunakan dalam penelitian ini, media ini terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa, maka media tiga dimensi dapat dijadikan sebagai alternatif bagi guru untuk proses pembelajaran. Media ini dirancang

84 69 dalam proses pembelajaran materi bangun ruang agar dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam penelitian ini penggunaan media tiga dimensi dalam proses pembelajaran matematika khususnya materi bangun ruang di kelas V MI Terpadu Fatahillah telah menunjukkan hasil yang optimal sesuai dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan yang dapat dilihat dari tindakan yang mengalami peningkatan pada siklus I ke siklus II. Peningkatan hasil aktivitas belajar siswa, disebabkan karena dalam proses pembelajaran siswa dibimbing untuk bekerjasama dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru, sehingga siswa terbiasa berperan aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu siswa juga dituntut untuk berani mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan siswa lainnya. Selain dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, penggunaan media tiga dimensi juga dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 20%. Penggunaan media tiga dimensi sebelumnya pernah dilakukan oleh Vivi Luthfiah dengan judul skripsi Pengaruh Penggunaan Media Tiga Dimensi Model Tiruan Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X Pada Konsep Virus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media tiga dimensi model tiruan terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X pada konsep Virus. Serta Hamzan Wadi dengan judul skripsi Penggunaan Media Tiga Dimensi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas V SDN 2 Jembe Lombok. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa penggunaan media tiga dimensi dalam pembelajarn IPA dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 2 Jembe Lombok. Dengan demikian dapat disimpulkan berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa dan aktivitas guru, tes hasil belajar siswa, dan catatan lapangan bahwa penggunaan media tiga dimensi dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa di kelas V Mi Terpadu Fatahillah Jl. Raya Bogor Km 31 No. 25 Kel. Cisalak Pasar Kec. Cimanggis Kota Depok.

85 BAB V Kesimpulan dan Saran A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan deskripsi data yang telah diuraikan, maka penulis menyimpulkan bahwa: 1. Penggunaan media tiga dimensi dapat meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa kelas V Mi Terpadu Fatahillah. Peningkatan persentase aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 25,6 %. Dengan menggunakan media tiga dimensi siswa diarahkan untuk berdiskusi dan bekerja sama dengan teman satu kelompok dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media tiga dimensi membuat siswa terlibat aktif dalam setiap aktivitas pembelajaran di kelas. 2. Penggunaan Media Tiga Dimensi dalam pembelajaran matematika dapat meningakatkan hasil belajar matematika siswa kelas V MI Terpadu Fatahillah Jl. Raya Bogor Km 31 No. 25 Kel. Cisalak Pasar Kec. Cimanggis Kota Depok. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM sebesar 20% dengan persentase ketuntasan siswa pada siklus I mencapai 63.3% dan siklus II mencapai 83,3%. B. Saran Berdasarkan proses penelitian yang telah dilaksanakan, maka penelitian ini dapat memberikan saran sebagai berikut : 1. Pembelajaran matematika dengan menggunakan Media Tiga Dimensi cukup baik dalam meningkatkan hasil belajar siswa dengan demikian 70

86 71 penggunaan media tiga dimensi memiliki potensi yang baik untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika di SD/MI. 2. Hendaknya ada penelitian lebih lanjut pada materi lainnya yang dapat disampaikan dengan menggunakan media tiga dimensi.

87 Daftar Pustaka Asyhar, Rayandra. Kreatif Mengembangkan media Pembelajaran. Jakarta: Referensi Jakarta, Azhar, Asyad. Media pembelajaran. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, Arikunto, Suharsimi, dkk. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Bumi Aksara, Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan praktek. Jakarta: Rineka Cipta, 2006 Daryanto. Media Pembelajaran. Bandung: PT. Sarana Tutorial Nurani Sejahtera, Fathani, Abdul Halim. Matematika Hakikat dan Logika. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2008 Luthfiah, Vivi. Skripsi. Pengaruh Penggunaan Media Tiga Dimensi Tiga Dimensi Model Tiruan Terhadap Hasil Belajar Biologi Kelas X Pada Konsep Virus. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah, Munadi, Yudhi. Media Pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada, 2008 R, Enjah Takari. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Genesindo, 2008 Rahmi, Ananda. Pengertian Media Visual Tiga Dimensi. diakses pada tanggal 7 Januari Rudi Susilana dan Cepi Riyana. Media Pembelajaran Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Penilaian. Bandung: CV Wacana Prima, Sabri, Alisuf. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, Sadiman, Arief S, dkk. Media Pendidikan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, Sudijono, Anas. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2006 Sudjana, Nana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1989.

88 Sudjana, Nana dan Rivai, Ahmad. Media Pengajaran. Jakarta: Sinar Baru Algensindo, Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta cv, Sundaya, Rostina. Media Pembelajaran Matematika. Bandung: Alfabeta, Suwangsih, Erna. Model Pembelajaran Matematika. Bandung: UPI PRESS, Suyadi. Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: DIVA Press, Undang-Undang RI No.20 Tahun 2006, Sistem Pendidikan Nasional. Bandung: FOKUSMEDIA, Uno, Hamzah B. Assesment Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara, Wadi, Hamzan. Penggunaan Media Tiga Dimensi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas V SDN 2 Jembe, (Lombok, 2012). (di akses pada 23 Januari 2013

89 LAMPIRAN 1

90 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester : MI Fatahillah : Matematika : V/II Peretemuan ke : 1 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Standar Kompetensi 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun Kompetensi Dasar Indikator 6.3 Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang 1. Menyebutkan sifat-sifat limas 2. Menggambar bangun ruang limas 3. Mencontohkan benda-benda di sekitar siswa yang berbentuk limas Tujuan Pembelajaran Materi Ajar Metode 1. Siswa dapat menyebutkan sifat-sifat limas 2. Siswa dapat menggambar bangun ruang limas 3. Siswa dapat mencontohkan benda-benda di sekitar yang berbentuk limas. Sifat-Sifat Bangun Ruang Demonstrasi, Tanya jawab, Diskusi kelompok, Penugasan

91 Langkah-Langkah Pembelajaran A. Pendahuluan Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter 1. Mengucap salam, membaca Menjawab salam dan berdoa Religius doa, dan mengkondisikan kelas serta menyiapkan materi dan media pembelajaran 2. Mengabsen kehadiran siswa Memperhatikan Menghargai, komunikatif 3. Melakukan appersepsi dengan mengajukan pertanyaan terkait materi sebelumnya dan pertanyaan terkait materi yang akan dibahas untuk mengetahui kemampuan awal siswa 4. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Menyimak dan menanggapi pertanyaan guru Memperhatikan guru penjelasan Rasa ingin tahu Menghargai, Rasa ingin tahu B. Kegiatan Inti B.1 Eksplorasi Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter 1. Menampilkan media tiga dimensi berupa bangun ruang limas dan meminta siswa untuk mengamati serta mengajukan pertanyaan apa saja sifatsifat yang dimiliki limas? 2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggambarkan bangun ruang limas di depan kelas 3. Membagi siswa menjadi 7 kelompok dan LKS 4. Menjelaskan tugas kelompok yang harus didiskusikan, yaitu Mengamati dan menyebutkan sifat-sifat bangun ruang limas Perwakilan siswa maju ke depan kelas dan menggambarkan limas Mengikuti instruksi guru membuat 7 kelompok Menyimak penjelasan guru dan berdiskusi kelompok mengerjakan LKS Menghargai, Komunikatif Percaya diri Menghargai Menghargai Tanggung jawab

92 menyebutkan sifat-sifat bangun ruang limas dan menggambarnya serta menyebutkan contoh benda-benda di sekitar yang bentuknya menyerupai limas 2. Elaborasi Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter 1. Memfasilitatori dan memotivasi kegiatan diskusi siswa 2. Meminta perwakilan beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya 3. Melakukan Tanya jawab dengan siswa terkait hasil presentasi yang disampaikan siswa 4. Memberikan reward pada kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusinya dengan tujuan memotivasi kelompok lainnya. 5. Memberikan penjelasan secara singkat dan meluruskan kesalahankesalahan pemahaman yang terjadi selama kegiatan diskusi dengan menggunakan media yang telah disiapkan Berdiskusi dengan kelompoknya mengidentifikasi sifat-sifat balok dan kubus Menunjuk perwakilan kelompoknya untuk mempresentasikan hasil diskusi Melakukan Tanya jawab dan memberikan tanggapan mengenai hasil presentasi yang disampaikan kelompok lain. Menerima reward dan memberikan reward pada kelompok lain yang telah mempresentasikan hasil diskusinya Menyimak penjelasan yang diberikan guru dan memberikan tanggapan Kerjasama Komunikatif Berani Percaya diri Aktif Komunikatif Saling menghargai Kompetisi Menghargai 3. Konfirmasi

93 Kegiatan guru Kegiatan siswa Nilai karakter 1. Melakukan Tanya jawab dengan siswa tentang materi yang belum dipahami siswa 2. Bersama siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran. 3. Memberikan post-test individu Melakukan Tanya jawab dengan siswa tentang materi yang belum dipahami Bersama guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran Mengerjakan post-test secara individu Aktif Komunikatif Komunikatif Jujur C. Penutup Kegiatan guru Kegiatan siswa Nilai karakter Memberikan penguatan secara kontekstual dan pesan-pesan moral Menutup kegiatan pembelajaran dan berdo a bersama Menyimak penjelasan yang diberikan guru Siswa mengucap hamdalah dan berdo a bersama-sama Menghargai Religius, perhatian Media Pembelajaran : Media Tiga Dimensi Sumber Belajar : Tim Bina Matematika SD Kelas V Buku Pintar Matematika SD untuk kelas 4, 5 dan 6

94 Penilaian : No. Indikator Teknik Penilaian 1. Menyebutkan sifat-sifat Tes bangun ruang limas Individu 2. Menggambar bangun ruang Tes limas Individu 3. Mencontohkan benda-benda di Tes sekitar yang berbentuk limas Individu Bentuk Penilaian Uraian Terbatas Uraian Terbatas Uraian Terbatas No Skoring Soal Guru Kelas Mengetahui: Depok, Februari 2014 Peneliti ( Tasmiyati, S. Pd ) ( Asrotun ) NIP NIM RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran : MI Fatahillah : Matematika

95 Kelas/Semester : V/II Peretemuan ke : 2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Standar Kompetensi 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun Kompetensi Dasar Indikator 6.3 Menentukan jaring-jaring berbagai bangun ruang sederhana 1. Mengidentifikasi sifat-sifat balok 2. Membuat jaring-jaring balok 3. Memilih jaring-jaring yang dapat membentuk balok Tujuan Pembelajaran Materi Ajar Metode 4. Siswa dapat mengidentifikasi sifat-sifat balok 5. Siswa dapat membuat jaring-jaring balok 6. Siswa dapat memilih jaring-jaring yang dapat membentuk balok Jaring-Jaring Bangun Ruang Tanya jawab, Diskusi kelompok, Penugasan Langkah-Langkah Pembelajaran A. Pendahuluan Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter 5. Mengucap salam, membaca doa, dan mengkondisikan Menjawab salam dan berdoa Religius

96 kelas serta menyiapkan materi dan media pembelajaran 6. Mengabsen kehadiran siswa Memperhatikan Menghargai, komunikatif 7. Melakukan appersepsi dengan mengajukan pertanyaan terkait materi sebelumnya dan pertanyaan terkait materi yang akan dibahas untuk mengetahui kemampuan awal siswa 8. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Menyimak dan menanggapi pertanyaan guru Memperhatikan guru penjelasan Rasa ingin tahu Menghargai, Rasa ingin tahu B. Kegiatan Inti B.1 Eksplorasi Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter 1. Menampilkan media tiga dimensi berupa bangun ruang balok dan meminta siswa mengamati serta menyebutkan sifat-sifat balok? 2. Mendemonstrasikan cara membuat jaring-jaring balok. 3. Membagi siswa menjadi 7 kelompok dan LKS 4. Menjelaskan tugas kelompok yang harus didiskusikan, yaitu mengidentifikasi sifat-sifat dan membuat jaring-jaring balok Mengamati dan menyebutkan sifat-sifat balok Mengamati cara yang dilakukan guru dalam membuat jaring-jaring balok Mengikuti instruksi guru membuat 7 kelompok Menyimak penjelasan guru dan berdisikusi kelompok mengerjakan LKS Rasa ingin tahu Komunikatif Rasa ingin tahu Menghargai Menghargai Tanggung jawab 2. Elaborasi Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter

97 6. Memfasilitatori dan memotivasi kegiatan diskusi siswa 7. Meminta perwakilan beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya 8. Melakukan Tanya jawab dengan siswa terkait hasil presentasi yang disampaikan siswa 9. Memberikan reward pada kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusinya dengan tujuan memotivasi kelompok lainnya. 10. Memberikan penjelasan secara singkat dan meluruskan kesalahankesalahan pemahaman yang terjadi selama kegiatan diskusi dengan menggunakan media yang telah disediakan Berdiskusi dengan kelompoknya mengidentifikasi sifat-sifat balok dan membuat jaringjaring balok Menunjuk perwakilan kelompoknya untuk mempresentasikan hasil diskusi Melakukan Tanya jawab dan memberikan tanggapan mengenai hasil presentasi yang disampaikan kelompok lain. Menerima reward dan memberikan reward pada kelompok lain yang telah mempresentasikan hasil diskusinya Menyimak penjelasan yang diberikan guru dan memberikan tanggapan Kerjasama Komunikatif Berani Percaya diri Aktif Komunikatif Saling menghargai Kompetisi Menghargai 3. Konfirmasi Kegiatan guru Kegiatan siswa Nilai karakter 4. Melakukan Tanya jawab dengan siswa tentang materi yang belum dipahami siswa 5. Bersama siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran. 6. Memberikan pekerjaan rumah kepada siswa Melakukan Tanya jawab dengan siswa tentang materi yang belum dipahami Bersama guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran Mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru Aktif Komunikatif Komunikatif Jujur Tanggung jawab

98 C. Penutup Kegiatan guru Kegiatan siswa Nilai karakter Memberikan penguatan secara kontekstual dan pesan-pesan moral Menutup kegiatan pembelajaran dan berdo a bersama Menyimak penjelasan yang diberikan guru Siswa mengucap hamdalah dan berdo a bersama-sama Menghargai Religius, perhatian Media Pembelajaran : Media Tiga Dimensi Sumber Belajar : Tim Bina Matematika SD Kelas V Buku Pintar Matematika SD untuk kelas 4, 5 dan 6 Penilaian : No. Indikator Teknik Penilaian 4. Mengidentifikasi sifat-sifat Tes balok Individu 5. Membuat jaring-jaring balok Tes Individu 6. Memilih jaring-jaring yang Tes dapat membentuk balok Individu Bentuk Penilaian Uraian Terbatas Uraian Terbatas Uraian Terbatas No Skoring Soal Depok, Februari 2014

99 Mengetahui: Guru Kelas Peneliti ( Tasmiyati, S. Pd ) ( Asrotun ) NIP NIM RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester : MI Fatahillah : Matematika : V/II Peretemuan ke : 3 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Standar Kompetensi 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun Kompetensi Dasar 6.3 Menentukan jaring-jaring berbagai bangun ruang sederhana Indikator 1. Mengidentifikasi sifat-sifat kubus 2. Membuat jaring-jaring kubus 3. Memilih jaring-jaring yang dapat membentuk kubus

100 Tujuan Pembelajaran Materi Ajar Metode 7. Siswa dapat mengidentifikasi sifat-sifat kubus 8. Siswa dapat membuat jaring-jaring kubus 9. Siswa dapat memilih jaring-jaring yang dapat membentuk kubus Jaring-Jaring Bangun Ruang Demonstrasi, Tanya jawab, Diskusi kelompok, Penugasan Langkah-Langkah Pembelajaran A. Pendahuluan Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter 9. Mengucap salam, membaca doa, dan mengkondisikan kelas serta menyiapkan materi dan media pembelajaran 10. Mengabsen kehadiran siswa 11. Melakukan appersepsi dengan mengajukan pertanyaan terkait materi sebelumnya dan pertanyaan terkait materi yang akan dibahas untuk mengetahui kemampuan awal siswa 12. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Menjawab salam dan berdoa Memperhatikan Menyimak dan menanggapi pertanyaan guru Memperhatikan guru penjelasan Religius Menghargai, komunikatif Rasa ingin tahu Menghargai, Rasa ingin tahu B. Kegiatan Inti B.1 Eksplorasi

101 Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter 1. Menampilkan media tiga dimensi berupa bangun ruang balok dan meminta siswa mengamati serta menyebutkan sifat-sifat kubus 2. Mendemonstrasikan cara membuat jaring-jaring kubus. 3. Membagi siswa menjadi 7 kelompok dan LKS 4. Menjelaskan tugas kelompok yang harus didiskusikan, yaitu mengidentifikasi sifat-sifat dan membuat jaring-jaring kubus 2. Elaborasi Mengamati dan menyebutkan sifat-sifat kubus Mengamati cara yang dilakukan guru dalam membuat jaring-jaring kubus Mengikuti instruksi guru membuat 7 kelompok Menyimak penjelasan guru dan berdisikusi kelompok mengerjakan LKS Rasa ingin tahu Komunikatif Rasa ingin tahu Menghargai Menghargai Tanggung jawab Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter 11. Memfasilitatori dan memotivasi kegiatan diskusi siswa 12. Meminta perwakilan beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya 13. Melakukan Tanya jawab dengan siswa terkait hasil presentasi yang disampaikan siswa 14. Memberikan reward pada kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusinya dengan tujuan memotivasi kelompok lainnya. Berdiskusi dengan kelompoknya mengidentifikasi sifat-sifat balok dan membuat jaringjaring kubus Menunjuk perwakilan kelompoknya untuk mempresentasikan hasil diskusi Melakukan Tanya jawab dan memberikan tanggapan mengenai hasil presentasi yang disampaikan kelompok lain. Menerima reward dan memberikan reward pada kelompok lain yang telah mempresentasikan hasil diskusinya Rasa ingin tahu Komunikatif Berani Percaya diri Aktif Komunikatif Saling menghargai Kompetisi

102 15. Memberikan penjelasan secara singkat dan meluruskan kesalahankesalahan pemahaman yang terjadi selama kegiatan diskusi dengan menggunakan media yang telah disediakan Menyimak penjelasan yang diberikan guru dan memberikan tanggapan Menghargai 3. Konfirmasi Kegiatan guru Kegiatan siswa Nilai karakter 7. Melakukan Tanya jawab dengan siswa tentang materi yang belum dipahami siswa 8. Bersama siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran. 9. Memberikan pekerjaan rumah kepada siswa Melakukan Tanya jawab dengan siswa tentang materi yang belum dipahami Bersama guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran Mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru Aktif Komunikatif Komunikatif Jujur Tanggung jawab C. Penutup Kegiatan guru Kegiatan siswa Nilai karakter Memberikan penguatan secara kontekstual dan pesan-pesan Menyimak penjelasan yang diberikan guru Menghargai

103 moral Menutup kegiatan pembelajaran dan berdo a bersama Siswa mengucap hamdalah dan berdo a bersama-sama Religius, perhatian Media Pembelajaran : Media Tiga Dimensi Sumber Belajar : Tim Bina Matematika SD Kelas V Buku Pintar Matematika SD untuk kelas 4, 5 dan 6 Penilaian : No. Indikator Teknik Penilaian 7. Mengidentifikasi sifat-sifat Tes kubus Individu 8. Membuat jaring-jaring kubus Tes Individu 9. Memilih jaring-jaring yang Tes dapat membentuk kubus Individu Bentuk Penilaian Uraian Terbatas Uraian Terbatas Uraian Terbatas No Skoring Soal Guru Kelas Mengetahui: Depok, Februari 2014 Peneliti

104 ( Tasmiyati, S. Pd ) ( Asrotun ) NIP NIM RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester : MI Fatahillah : Matematika : V/II Peretemuan ke : 4 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Standar Kompetensi 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun Kompetensi Dasar 6.3 Menentukan jaring-jaring berbagai bangun ruang sederhana Indikator 1. Mengidentifikasi sifat-sifat prisma tegak segitiga 2. Membuat jaring-jaring prisma tegak segitiga 3. Memilih jaring-jaring yang dapat membentuk prisma tegak segitiga

105 Tujuan Pembelajaran Materi Ajar Metode 10. Siswa dapat mengidentifikasi sifat-sifat prisma tegak segitiga 11. Siswa dapat membuat jaring-jaring prisma tegak segitiga 12. Siswa dapat memilih jaring-jaring yang dapat membentuk prisma tegak segitiga Jaring-Jaring Bangun Ruang Demonstrasi, Tanya jawab, Diskusi kelompok, Penugasan Langkah-Langkah Pembelajaran A. Pendahuluan Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter 13. Mengucap salam, membaca doa, dan mengkondisikan kelas serta menyiapkan materi dan media pembelajaran 14. Mengabsen kehadiran siswa 15. Melakukan appersepsi dengan mengajukan pertanyaan terkait materi sebelumnya dan pertanyaan terkait materi yang akan dibahas untuk mengetahui kemampuan awal siswa 16. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Menjawab salam dan berdoa Memperhatikan Menyimak dan menanggapi pertanyaan guru Memperhatikan guru penjelasan Religius Menghargai, komunikatif Rasa ingin tahu Menghargai, Rasa ingin tahu B. Kegiatan Inti B.1 Eksplorasi

106 Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter 5. Menampilkan media tiga dimensi berupa bangun ruang balok dan meminta siswa mengamati serta menyebutkan sifat-sifat prisma tegak segitiga. 6. Mendemonstrasikan cara membuat jaring-jaring jarring-jaring prisma tegak segitiga. 7. Membagi siswa menjadi 7 kelompok dan LKS 8. Menjelaskan tugas kelompok yang harus didiskusikan, yaitu mengidentifikasi sifat-sifat dan membuat jaring-jaring prisma tegak segitiga Mengamati dan menyebutkan sifat-sifat prisma tegak segitiga Mengamati cara yang dilakukan guru dalam membuat jaring-jaring prisma tegak segitiga Mengikuti instruksi guru membuat 7 kelompok Menyimak penjelasan guru dan berdisikusi kelompok mengerjakan LKS Rasa ingin tahu Komunikatif Rasa ingin tahu Menghargai Menghargai Tanggung jawab 2. Elaborasi Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter 16. Memfasilitatori dan memotivasi kegiatan diskusi siswa 17. Meminta perwakilan beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya 18. Melakukan Tanya jawab dengan siswa terkait hasil presentasi yang disampaikan siswa 19. Memberikan reward pada kelompok yang telah Berdiskusi dengan kelompoknya mengidentifikasi sifat-sifat prisma tegak segitiga dan membuat jaring-jaring prisma tegak segitiga Menunjuk perwakilan kelompoknya untuk mempresentasikan hasil diskusi Melakukan Tanya jawab dan memberikan tanggapan mengenai hasil presentasi yang disampaikan kelompok lain. Menerima reward dan memberikan reward pada Kerjasama Komunikatif Berani Percaya diri Aktif Komunikatif Saling menghargai Kompetisi

107 mempresentasikan hasil diskusinya dengan tujuan memotivasi kelompok lainnya. 20. Memberikan penjelasan secara singkat dan meluruskan kesalahankesalahan pemahaman yang terjadi selama kegiatan diskusi dengan menggunakan media yang telah disediakan kelompok lain yang telah mempresentasikan hasil diskusinya Menyimak penjelasan yang diberikan guru dan memberikan tanggapan menghargai 3. Konfirmasi Kegiatan guru Kegiatan siswa Nilai karakter 10. Melakukan Tanya jawab dengan siswa tentang materi yang belum dipahami siswa 11. Bersama siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran. 12. Memberikan pekerjaan rumah kepada siswa Melakukan Tanya jawab dengan siswa tentang materi yang belum dipahami Bersama guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran Mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru Aktif Komunikatif Komunikatif Jujur Tanggung jawab C. Penutup Kegiatan guru Kegiatan siswa Nilai karakter Memberikan penguatan secara kontekstual dan pesan-pesan moral Menutup kegiatan pembelajaran dan berdo a bersama Menyimak penjelasan yang diberikan guru Siswa mengucap hamdalah dan berdo a bersama-sama Menghargai Religius, perhatian Media Pembelajaran : Media Tiga Dimensi Sumber Belajar : Tim Bina Matematika SD Kelas V

108 Buku Pintar Matematika SD untuk kelas 4, 5 dan 6 Penilaian : No. Indikator Teknik Penilaian 10. Mengidentifikasi sifat-sifat Tes prisma tegak segitiga Individu 11. Membuat jaring-jaring prisma Tes tegak segitiga Individu 12. Memilih jaring-jaring yang Tes dapat membentuk prisma tegak Individu segitiga Bentuk Penilaian Uraian Terbatas Uraian Terbatas Uraian Terbatas No Skoring Soal

109 Depok, Februari 2014 Mengetahui: Guru Kelas Peneliti ( Tasmiyati, S. Pd ) ( Asrotun ) NIP NIM

110 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester : MI Fatahillah : Matematika : V/II Peretemuan ke : 5 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Standar Kompetensi 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun Kompetensi Dasar Indikator 6.3 Menentukan jaring-jaring berbagai bangun ruang sederhana 1. Mengidentifikasi sifat-sifat prisma tegak segilima 2. Membuat jaring-jaring prisma tegak segilima 3. Memilih jaring-jaring yang dapat membentuk baprisma tegak segilima Tujuan Pembelajaran Materi Ajar Metode 1. Siswa dapat mengidentifikasi sifat-sifat prisma tegak segilima 2. Siswa dapat membuat jaring-jaring prisma tegak segilima 3. Siswa dapat memilih jaring-jaring yang dapat membentuk prisma tegak segilima Jaring-Jaring Bangun Ruang Demonstrasi, Tanya jawab, Diskusi kelompok

111 Langkah-Langkah Pembelajaran A. Pendahuluan Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter 1. Mengucap salam, membaca Menjawab salam dan berdoa Religius doa, dan mengkondisikan kelas serta menyiapkan materi dan media pembelajaran 2. Mengabsen kehadiran siswa Memperhatikan Menghargai, komunikatif 3. Melakukan appersepsi dengan mengajukan pertanyaan terkait materi sebelumnya dan pertanyaan terkait materi yang akan dibahas untuk mengetahui kemampuan awal siswa 4. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Menyimak dan menanggapi pertanyaan guru Memperhatikan guru penjelasan Rasa ingin tahu Menghargai, Rasa ingin tahu B. Kegiatan Inti B.1 Eksplorasi Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter 1. Menampilkan media tiga dimensi berupa bangun ruang prisma tegak segilima dan meminta siswa mengamati serta menyebutkan sifat-sifat prisma tegak segilima. 2. Mendemonstrasikan cara membuat jaring-jaring prisma tegak segilima. 3. Membagi siswa menjadi 7 kelompok dan LKS 4. Menjelaskan tugas kelompok yang harus Mengamati dan menyebutkan sifat-sifat prisma tegak segilima Mengamati cara yang dilakukan guru dalam membuat jaring-jaring prisma tegak segilima Mengikuti instruksi guru membuat 7 kelompok Menyimak penjelasan guru dan berdisikusi kelompok Rasa ingin tahu Komunikatif Rasa ingin tahu Menghargai Menghargai Tanggung jawab

112 didiskusikan, yaitu mengidentifikasi sifat-sifat dan membuat jaring-jaring prisma tegak segilima mengerjakan LKS 2. Elaborasi Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter 1. Memfasilitatori dan memotivasi kegiatan diskusi siswa 2. Meminta perwakilan beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya 3. Melakukan Tanya jawab dengan siswa terkait hasil presentasi yang disampaikan siswa 4. Memberikan reward pada kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusinya dengan tujuan memotivasi kelompok lainnya. 5. Memberikan penjelasan secara singkat dan meluruskan kesalahankesalahan pemahaman yang terjadi selama kegiatan diskusi dengan menggunakan media yang telah disediakan Berdiskusi dengan kelompoknya mengidentifikasi sifat-sifat prisma tegak segitiga dan membuat jaring-jaring prisma tegak segilima Menunjuk perwakilan kelompoknya untuk mempresentasikan hasil diskusi Melakukan Tanya jawab dan memberikan tanggapan mengenai hasil presentasi yang disampaikan kelompok lain. Menerima reward dan memberikan reward pada kelompok lain yang telah mempresentasikan hasil diskusinya Menyimak penjelasan yang diberikan guru dan memberikan tanggapan Kerjasama Komunikatif Berani Percaya diri Aktif Komunikatif Saling menghargai Kompetisi menghargai 3. Konfirmasi Kegiatan guru Kegiatan siswa Nilai karakter

113 1. Melakukan Tanya jawab dengan siswa tentang materi yang belum dipahami siswa 2. Bersama siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran. 3. Memberikan pekerjaan rumah kepada siswa Melakukan Tanya jawab dengan siswa tentang materi yang belum dipahami Bersama guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran Mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru Aktif Komunikatif Komunikatif Jujur Tanggung jawab C. Penutup Kegiatan guru Kegiatan siswa Nilai karakter Memberikan penguatan secara kontekstual dan pesan-pesan moral Menutup kegiatan pembelajaran dan berdo a bersama Menyimak penjelasan yang diberikan guru Siswa mengucap hamdalah dan berdo a bersama-sama Menghargai Religius, perhatian Media Pembelajaran : Media Tiga Dimensi Sumber Belajar : Tim Bina Matematika SD Kelas V Buku Pintar Matematika SD untuk kelas 4, 5 dan 6 Penilaian : No. Indikator Teknik Bentuk No Skoring Penilaian Penilaian Soal 1. Mengidentifikasi sifat-sifat Tes Uraian 1 10 prisma tegak segilima Individu Terbatas 2. Membuat jaring-jaring prisma Tes Uraian 2 10 tegak segilima Individu Terbatas 3. Memilih jaring-jaring yang Tes Uraian 3 10

114 dapat membentuk prisma tegak segilima Individu Terbatas Depok, Februari 2014 Mengetahui: Guru Kelas Peneliti ( Tasmiyati, S. Pd ) ( Asrotun ) NIP NIM RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester : MI Fatahillah : Matematika : V/II Peretemuan ke : 6

115 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Standar Kompetensi 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun Kompetensi Dasar Indikator 6.3 Menentukan jaring-jaring berbagai bangun ruang sederhana 1. Mengidentifikasi sifat-sifat tabung 2. Membuat jaring-jaring tabung 3. Memilih jaring-jaring yang dapat membentuk tabung Tujuan Pembelajaran Materi Ajar Metode 4. Siswa dapat mengidentifikasi sifat-sifat tabung 5. Siswa dapat membuat jaring-jaring tabung 6. Siswa dapat memilih jaring-jaring yang dapat membentuk tabung Jaring-Jaring Bangun Ruang Demonstrasi, Tanya jawab, Diskusi kelompok Langkah-Langkah Pembelajaran A. Pendahuluan Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter 5. Mengucap salam, membaca doa, dan mengkondisikan kelas serta menyiapkan materi dan media pembelajaran Menjawab salam dan berdoa Religius

116 6. Mengabsen kehadiran siswa Memperhatikan Menghargai, komunikatif 7. Melakukan appersepsi Menyimak dan menanggapi Rasa ingin tahu dengan mengajukan pertanyaan guru pertanyaan terkait materi sebelumnya dan pertanyaan terkait materi yang akan dibahas untuk mengetahui kemampuan awal siswa 8. Menyampaikan tujuan Memperhatikan penjelasan Menghargai, Rasa ingin tahu pembelajaran yang akan guru dicapai B. Kegiatan Inti B.1 Eksplorasi Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter 5. Menampilkan media tiga dimensi berupa bangun ruang tabung dan meminta siswa mengamati serta menyebutkan sifat-sifat tabung 6. Mendemonstrasikan cara membuat jaring-jaring tabung 7. Membagi siswa menjadi 7 kelompok dan LKS 8. Menjelaskan tugas kelompok yang harus didiskusikan, yaitu mengidentifikasi sifat-sifat dan membuat jaring-jaring tabung Mengamati dan menyebutkan sifat-sifat tabung Mengamati cara yang dilakukan guru dalam membuat jaring-jaring tabung Mengikuti instruksi guru membuat 7 kelompok Menyimak penjelasan guru dan berdisikusi kelompok mengerjakan LKS Rasa ingin tahu Komunikatif Rasa ingin tahu Menghargai Menghargai Tanggung jawab 2. Elaborasi Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter 6. Memfasilitatori dan memotivasi kegiatan diskusi siswa Berdiskusi dengan kelompoknya mengidentifikasi sifat-sifat Kerjasama Komunikatif

117 7. Meminta perwakilan beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya 8. Melakukan Tanya jawab dengan siswa terkait hasil presentasi yang disampaikan siswa 9. Memberikan reward pada kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusinya dengan tujuan memotivasi kelompok lainnya. 10. Memberikan penjelasan secara singkat dan meluruskan kesalahankesalahan pemahaman yang terjadi selama kegiatan diskusi dengan menggunakan media yang telah disediakan tabung dan membuat jaringjaring tabung Menunjuk perwakilan kelompoknya untuk mempresentasikan hasil diskusi Melakukan Tanya jawab dan memberikan tanggapan mengenai hasil presentasi yang disampaikan kelompok lain. Menerima reward dan memberikan reward pada kelompok lain yang telah mempresentasikan hasil diskusinya Menyimak penjelasan yang diberikan guru dan memberikan tanggapan Berani Percaya diri Aktif Komunikatif Saling menghargai Kompetisi menghargai 3. Konfirmasi Kegiatan guru Kegiatan siswa Nilai karakter 4. Melakukan Tanya jawab dengan siswa tentang materi yang belum dipahami siswa 5. Bersama siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran. 6. Memberikan pekerjaan rumah kepada siswa Melakukan Tanya jawab dengan siswa tentang materi yang belum dipahami Bersama guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran Mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru Aktif Komunikatif Komunikatif Jujur Tanggung jawab C. Penutup

118 Kegiatan guru Kegiatan siswa Nilai karakter Memberikan penguatan secara kontekstual dan pesan-pesan moral Menutup kegiatan pembelajaran dan berdo a bersama Menyimak penjelasan yang diberikan guru Siswa mengucap hamdalah dan berdo a bersama-sama Menghargai Religius, perhatian Media Pembelajaran : Media Tiga Dimensi Sumber Belajar : Tim Bina Matematika SD Kelas V Buku Pintar Matematika SD untuk kelas 4, 5 dan 6 Penilaian : No. Indikator Teknik Penilaian 4. Mengidentifikasi sifat-sifat Tes tabung Individu 5. Membuat jaring-jaring tabung Tes Individu 6. Memilih jaring-jaring yang Tes dapat membentuk tabung Individu Bentuk Penilaian Uraian Terbatas Uraian Terbatas Uraian Terbatas No Skoring Soal Mengetahui: Depok, Maret 2014

119 Guru Kelas Peneliti ( Tasmiyati, S. Pd ) ( Asrotun ) NIP NIM RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester : MI Fatahillah : Matematika : V/II Peretemuan ke : 7 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Standar Kompetensi 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun Kompetensi Dasar 6.3 Menentukan jaring-jaring berbagai bangun ruang sederhana Indikator 1. Mengidentifikasi sifat-sifat limas segitiga

120 2. Membuat jaring-jaring limas segitiga 3. Memilih jaring-jaring yang dapat membentuk limas segitiga Tujuan Pembelajaran Materi Ajar Metode 7. Siswa dapat mengidentifikasi sifat-sifat limas segitiga 8. Siswa dapat membuat jaring-jaring limas segitiga 9. Siswa dapat memilih jaring-jaring yang dapat membentuk limas segitiga Jaring-Jaring Bangun Ruang Demonstrasi, Tanya jawab, Diskusi kelompok Langkah-Langkah Pembelajaran A. Pendahuluan Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter 9. Mengucap salam, membaca doa, dan mengkondisikan kelas serta menyiapkan materi dan media pembelajaran 10. Mengabsen kehadiran siswa 11. Melakukan appersepsi dengan mengajukan pertanyaan terkait materi sebelumnya dan pertanyaan terkait materi yang akan dibahas untuk mengetahui kemampuan awal siswa 12. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Menjawab salam dan berdoa Memperhatikan Menyimak dan menanggapi pertanyaan guru Memperhatikan guru penjelasan Religius Menghargai, komunikatif Rasa ingin tahu Menghargai, Rasa ingin tahu

121 B. Kegiatan Inti B.1 Eksplorasi Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter 9. Menampilkan media tiga dimensi berupa bangun ruang limas segitiga dan meminta siswa mengamati serta menyebutkan sifatsifat limas segitiga 10. Mendemonstrasikan cara membuat jaring-jaring limas segitiga 11. Membagi siswa menjadi 7 kelompok dan LKS 12. Menjelaskan tugas kelompok yang harus didiskusikan, yaitu mengidentifikasi sifat-sifat dan membuat jaring-jaring limas segitiga Mengamati dan menyebutkan sifat-sifat limas segitiga Mengamati cara yang dilakukan guru dalam membuat jaring-jaring limas segitiga Mengikuti instruksi guru membuat 7 kelompok Menyimak penjelasan guru dan berdisikusi kelompok mengerjakan LKS Rasa ingin tahu Komunikatif Rasa ingin tahu Menghargai Menghargai Tanggung jawab 2. Elaborasi Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter 11. Memfasilitatori dan memotivasi kegiatan diskusi siswa 12. Meminta perwakilan beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya 13. Melakukan Tanya jawab dengan siswa terkait hasil presentasi yang disampaikan siswa Berdiskusi dengan kelompoknya mengidentifikasi sifat-sifat limas segitiga dan membuat jaring-jaring limas segitiga Menunjuk perwakilan kelompoknya untuk mempresentasikan hasil diskusi Melakukan Tanya jawab dan memberikan tanggapan mengenai hasil presentasi yang disampaikan kelompok Kerjasama Komunikatif Berani Percaya diri Aktif Komunikatif

122 14. Memberikan reward pada kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusinya dengan tujuan memotivasi kelompok lainnya. 15. Memberikan penjelasan secara singkat dan meluruskan kesalahankesalahan pemahaman yang terjadi selama kegiatan diskusi dengan menggunakan media yang telah disediakan lain. Menerima reward dan memberikan reward pada kelompok lain yang telah mempresentasikan hasil diskusinya Menyimak penjelasan yang diberikan guru dan memberikan tanggapan Saling menghargai Kompetisi menghargai 3. Konfirmasi Kegiatan guru Kegiatan siswa Nilai karakter 7. Melakukan Tanya jawab dengan siswa tentang materi yang belum dipahami siswa 8. Bersama siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran. 9. Memberikan pekerjaan rumah kepada siswa Melakukan Tanya jawab dengan siswa tentang materi yang belum dipahami Bersama guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran Mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru Aktif Komunikatif Komunikatif Jujur Tanggung jawab C. Penutup Kegiatan guru Kegiatan siswa Nilai karakter Memberikan penguatan secara kontekstual dan pesan-pesan moral Menutup kegiatan pembelajaran dan berdo a bersama Menyimak penjelasan yang diberikan guru Siswa mengucap hamdalah dan berdo a bersama-sama Menghargai Religius, perhatian

123 Media Pembelajaran : Media Tiga Dimensi Sumber Belajar : Tim Bina Matematika SD Kelas V Buku Pintar Matematika SD untuk kelas 4, 5 dan 6 Penilaian : No. Indikator Teknik Penilaian 7. Mengidentifikasi sifat-sifat Tes limas segitiga Individu 8. Membuat jaring-jaring limas Tes segitiga Individu 9. Memilih jaring-jaring yang Tes dapat membentuk limas Individu segitiga Bentuk Penilaian Uraian Terbatas Uraian Terbatas Uraian Terbatas No Skoring Soal Guru Kelas Mengetahui: Depok, Maret 2014 Peneliti ( Tasmiyati, S. Pd ) ( Asrotun ) NIP NIM

124 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester : MI Fatahillah : Matematika : V/II Peretemuan ke : 8 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Standar Kompetensi 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun Kompetensi Dasar Indikator 6.3 Menentukan jaring-jaring berbagai bangun ruang sederhana 1. Mengidentifikasi sifat-sifat kerucut 2. Membuat jaring-jaring kerucut 3. Memilih jaring-jaring yang dapat membentuk kerucut Tujuan Pembelajaran 10. Siswa dapat mengidentifikasi sifat-sifat kerucut 11. Siswa dapat membuat jaring-jaring kerucut 12. Siswa dapat memilih jaring-jaring yang dapat membentuk kerucut

125 Materi Ajar Jaring-Jaring Bangun Ruang Metode Demonstrasi, Tanya jawab, Diskusi kelompok Langkah-Langkah Pembelajaran A. Pendahuluan Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter 13. Mengucap salam, membaca doa, dan mengkondisikan kelas serta menyiapkan materi dan media pembelajaran 14. Mengabsen kehadiran siswa 15. Melakukan appersepsi dengan mengajukan pertanyaan terkait materi sebelumnya dan pertanyaan terkait materi yang akan dibahas untuk mengetahui kemampuan awal siswa 16. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Menjawab salam dan berdoa Memperhatikan Menyimak dan menanggapi pertanyaan guru Memperhatikan guru penjelasan Religius Menghargai, komunikatif Rasa ingin tahu Menghargai, Rasa ingin tahu B. Kegiatan Inti B.1 Eksplorasi Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter 13. Menampilkan media tiga dimensi berupa bangun ruang limas segitiga dan meminta siswa mengamati Mengamati dan menyebutkan sifat-sifat kerucut Rasa ingin tahu Komunikatif

126 serta menyebutkan sifatsifat kerucut 14. Mendemonstrasikan cara membuat jaring-jaring kerucut 15. Membagi siswa menjadi 7 kelompok dan LKS 16. Menjelaskan tugas kelompok yang harus didiskusikan, yaitu mengidentifikasi sifat-sifat dan membuat jaring-jaring kerucut Mengamati cara yang dilakukan guru dalam membuat jaring-jaring kerucut Mengikuti instruksi guru membuat 7 kelompok Menyimak penjelasan guru dan berdisikusi kelompok mengerjakan LKS Rasa ingin tahu Menghargai Menghargai Tanggung jawab 2. Elaborasi Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter 16. Memfasilitatori dan memotivasi kegiatan diskusi siswa 17. Meminta perwakilan beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya 18. Melakukan Tanya jawab dengan siswa terkait hasil presentasi yang disampaikan siswa 19. Memberikan reward pada kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusinya dengan tujuan memotivasi kelompok lainnya. 20. Memberikan penjelasan secara singkat dan meluruskan kesalahankesalahan pemahaman Berdiskusi dengan kelompoknya mengidentifikasi sifat-sifat kerucut dan membuat jaringjaring kerucut Menunjuk perwakilan kelompoknya untuk mempresentasikan hasil diskusi Melakukan Tanya jawab dan memberikan tanggapan mengenai hasil presentasi yang disampaikan kelompok lain. Menerima reward dan memberikan reward pada kelompok lain yang telah mempresentasikan hasil diskusinya Menyimak penjelasan yang diberikan guru dan memberikan tanggapan Kerjasama Komunikatif Berani Percaya diri Aktif Komunikatif Saling menghargai Kompetisi menghargai

127 yang terjadi selama kegiatan diskusi dengan menggunakan media yang telah disediakan 3. Konfirmasi Kegiatan guru Kegiatan siswa Nilai karakter 10. Melakukan Tanya jawab dengan siswa tentang materi yang belum dipahami siswa 11. Bersama siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran. 12. Memberikan pekerjaan rumah kepada siswa Melakukan Tanya jawab dengan siswa tentang materi yang belum dipahami Bersama guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran Mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru Aktif Komunikatif Komunikatif Jujur Tanggung jawab C. Penutup Kegiatan guru Kegiatan siswa Nilai karakter Memberikan penguatan secara kontekstual dan pesan-pesan moral Menutup kegiatan pembelajaran dan berdo a bersama Menyimak penjelasan yang diberikan guru Siswa mengucap hamdalah dan berdo a bersama-sama Menghargai Religius, perhatian Media Pembelajaran : Media Tiga Dimensi Sumber Belajar : Tim Bina Matematika SD Kelas V Buku Pintar Matematika SD untuk kelas 4, 5 dan 6 Penilaian : No. Indikator Teknik Bentuk No Skoring

128 Penilaian Penilaian Soal 10. Mengidentifikasi sifat-sifat Tes Uraian 1 10 kerucut Individu Terbatas 11. Membuat jaring-jaring kerucut Tes Uraian 2 10 Individu Terbatas 12. Memilih jaring-jaring yang dapat membentuk kerucut Tes Individu Uraian Terbatas 3 10 Mengetahui: Depok, Maret 2014 Guru Kelas Peneliti ( Tasmiyati, S. Pd ) ( Asrotun ) NIP NIM

129 Kisi-kisi Tes Akhir Siklus 1 Penelitian Tidakan Kelas Penggunaan Media Tiga Dimensi untuk Meningkatkan Hasil belajar Matematika Siswa Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : Matematika : V / II : Menentukan jaring-jaring berbagai bangun ruang sederhana Indikator Aspek Nomor Bentuk Soal C2 C3 C4 Soal Mengidentifikasi sifat-sifat limas segiempat Uraian 1 Mengidentifikasi sifat-sifat prisma tegak segitiga Uraian 4 Membuat jaring-jaring balok Uraian 2 Membuat jaring-jaring prisma tegak segitiga Uraian 5 Memilih jaring-jaring tertentu yang dapat membentuk kubus Uraian 3 Memilih jaring-jaring tertentu yang dapat membentuk prisma tegak segitiga Uraian 6

130 TES AKHIR SIKLUS 1 NAMA.. NILAI KELAS V MI Fatahillah Mata Pelajaran Matematika Petunjuk: a. Bacalah doa sebelum mengerjakan soal b. Tulislah nama lengkapmu pada kolom yang tersedia c. Bacalah dengan teliti tiap butir soal d. Kerjakanlah soal dari yang paling mudah menurut kalian e. Periksalah kembali jawabanmu jika sudah selesai mengerjakan Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan jawaban yang tepat! 1. Amatilah gambar di bawah ini! a. Apa nama bangun ruang di atas? b. Berapa jumlah sisi, rusuk dan titik sudutnya? c. Bagaimana bentuk sisinya? 2. Buatlah 2 gambar jaring-jaring balok yang berbeda.

131 3. Perhatikan gambar di bawah ini! a.. b.. c. d. Jaring-jaring mana sajakah yang dapat membentuk bangun ruang kubus? 4. Aku adalah sebuah bangun ruang. aku memiliki 5 sisi, 9 rusuk dan 6 titik sudut. Tiga sisiku berbentuk persegi panjang dan dua sisi yang lainnya berbentuk segitiga. Bangun ruang apakah aku? 5. Buatlah 2 gambar jaring-jaring prisma tegak segitiga yang berbeda! 6. Di bawah ini, jaring-jaring mana sajakah yang dapat membentuk bangun ruang prisma tegak segitiga? a.. b.. c.. d.

132 Kunci Jawaban Tes Akhir Siklus I No Jawaban Skor 1 a. Limas segiempat b. Sisi=8, rusuk =8, titik sudut= 5 c. Sisi alas berbentuk persegi dan ke empat sisi tegaknya berbentuk segitiga 2 Kreatifitas siswa 2 3 B, C dan D 2 4 Prisma tegak segitiga 1 5 Kreatifitas siswa 2 6 A, B, C, dan D 2 Skor Maksimal 12 3

133 Kisi-kisi Tes Akhir Siklus 1I Penelitian Tidakan Kelas Penggunaan Media Tiga Dimensi untuk Meningkatkan Hasil belajar Matematika Siswa Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : Matematika : V / II : Menentukan jaring-jaring berbagai bangun ruang sederhana Indikator Aspek Nomor Bentuk Soal C2 C3 C4 Soal Mengidentifikasi sifat-sifat tabung Uraian 1 Mengidentifikasi sifat-sifat limas segitiga Uraian 4 Membuat jaring-jaring kerucut Uraian 2 Membuat jaring-jaring tabung Uraian 5 Memilih jaring-jaring tertentu yang dapat membentuk prisma tegak segilima Uraian 3 Memilih jaring-jaring tertentu yang dapat membentuk tabung Uraian 6

134 TES AKHIR SIKLUS II NAMA.. NILAI KELAS V MI Fatahillah Mata Pelajaran Matematika Petunjuk: a. Bacalah doa sebelum mengerjakan soal b. Tulislah nama lengkapmu pada kolom yang tersedia c. Bacalah dengan teliti tiap butir soal d. Kerjakanlah soal dari yang paling mudah menurut kalian e. Periksalah kembali jawabanmu jika sudah selesai mengerjakan Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan jawaban yang tepat! 1. Amatilah gambar di bawah ini! a. Apa nama bangun ruang di atas? b. Berapa jumlah sisi, rusuk dan titik sudutnya? c. Bagaimana bentuk sisinya? Jelaskan!

135 2. Buatlah 2 gambar jaring-jaring kerucut yang berbeda! 3. Perhatikan gambar di bawah ini! Jaring-jaring mana sajakah yang dapat membentuk bangun prisma tegak segilima? a.. b.. c. d.. e. f. 4. Aku adalah sebuah bangun ruang. Sisi alasku berbentuk segitiga. Aku memiliki 4 sisi. Jumlah rusukku 6 dan 3 diantara rusukku ukurannya sama. Aku memiliki titik puncak atas. Bangun ruang apakah aku?

136 5. Buatlah 2 gambar jaring-jaring tabung yang berbeda! 6. Di bawah ini, jaring-jaring mana sajakah yang dapat membentuk bangun ruang tabung? a.. b. c. d. e. f.

137 Kunci Jawaban Tes Akhir Siklus II No Jawaban Skor 1 a. Tabung b. Sisi=3, rusuk =2, titik sudut= 0/tidak ada c. Sisi alas dan sisi atas berbentuk lingkaran, dan selimutnya berbentuk persegi panjang 2 Kreatifitas siswa 2 3 A, C, D dan F 2 4 Limas segitiga 1 5 Kreatifitas siswa 2 6 A, C, D dan E 2 Skor Maksimal 12 3

138 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Matematika Siswa dengan Menggunakan Media Tiga Dimensi Siklus I No Indikator/ aspek yang dinilai Skor Jumlah Ratarata Pert 1 Pert 2 Pert 3 Pert 4 (%) 1. Menanggapi pertanyaan yang diajukan guru 2. Menggunakan media tiga dimensi dalam mengerjakan LKS yang diberikan guru 3. Berdiskusi dengan teman satu kelompok dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru 4. Antusias mengikuti proses ,2 pembelajaran 5. Bertanya pada saat proses ,6 pembelajaran 6. Menanggapi pertanyaan dari siswa ,7 lain 7. Berani mengemukakan pendapat ,5 8. Mempresentasikan hasil diskusi di ,8 depan kelas 9. Menanggapi hasil presentasi ,75 kelompok lain 10. Memperhatikan penjelasan guru Bersama guru menyimpulkan tentang materi yang telah dipelajari 12. Mengerjakan tugas/latihan yang ,2 diberikan guru Jumlah Rata-rata (%) 60, 60, 70, Rata-rata keseluruhan 66,7 %

139 Hasil Observasi Aktivitas Mengajar Guru dengan Menggunakan Media Tiga Dimensi Siklus I No Indikator/ aspek yang dinilai Skor Jumla Ratarata Pert 1 Pert 2 Pert 3 Pert 4 h (%) 1. Melakukan appersepsi Menyampaikan kompetensi/tujuan pembelajaran yang hendak dicapai 3. Mengarahkan siswa untuk mendiskusikan tugas yang diberikan guru 4. Memfasilitasi siswa untuk mendiskusikan tugas yang diberikan guru 5. Melaksanakan pembelajaran yang mengaktifkan siswa 6. Memfasilitasi adanya interaksi antara siswa dengan siswa 7. Memfasilitasi adanya interaksi antara siswa dengan guru 8. Memotivasi siswa untuk bertanya 9. Menggunakan media/alat peraga yang menunjang proses pembelajaran 10. Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media pembelajaran 11. Melakukan refleksi kegiatan pembelajaran bersama siswa 12. Melakukan penilaian sesuai dengan kompetensi yang hendak dicapai Jumlah Rata-rata (%) Rata-rata keseluruhan 64.1 %

140 Catatan Lapangan PTK Siklus I Penggunaan Media Tiga Dimensi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Pertemuan I. Pada pertemuan pertama setelah guru kelas menjelaskan kepada siswa bahwa pelajaran matematika akan diajarkan oleh peneliti siswa terlihat antusias mengikuti KBM dengan menggunakan media tiga dimensi. Namun pada saat guru/peneliti menugaskan siswa membentuk kelompok membutuhkan waktu yang sangat lama hal ini dikarenakan siswa masih memilih-milih teman dalam menentukan kelompok. Setelah terbentuk kelompok guru memberikan media serta tugas kepada masing-masing kelompok untuk dikerjakan bersama dengan kelompoknya. Kegiatan ini berjalan dengan baik, namun masih terlihat banyak siswa yang belum mampu bekerjasama dengan baik. Pada saat presentasi di depan kelas, siswa belum berani mengajukan diri mewakili kelompoknya sehingga guru harus menunjuk salah satu perwakilan dari kelompok yang harus mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Selain itu siswa juga belum terlihat aktif dalam mengajukan pertanyaan dan menanggapi hasil presentasi kelompok lain. Pertemuan II Pertemuan kedua dengan materi mengidentifikasi dan membuat jaring-jaring balok. Pada pertemuan ini tidak jauh berbeda dengan pertemuan sebelumnya. Siswa masih belum aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Ketika guru menginstruksikan siswa untuk membentuk kelompok, siswa meminta kelompoknya tidak dirubah sama dengan kelompok pada pertemuan pertama. Dari hal ini terlihat bahwa siswa masih belum mampu berinteraksi dengan temannya. Pada saat diskusi berlangsung banyak siswa yang masih bingung dalam mengidentifikasi dan membuat jaring-jaring balok sehingga guru lebih banyak berperan aktif dalam proses pembelajaran. Pada saat presentasi siswa juga masih terlihat malu dan saling menunjuk temannya untuk mewakili kelompoknya mempresentasikan hasil diskusinya ke depan kelas. Siswa juga belum berani bertanya, menanggapi pertanyaan serta menanggapi hasil presentasi kelompok lain. Pertemuan ke III.

141 Materi pada pertemuan ini adalah mengidentifikasi sifat-sifat balok dan membuat jaringjaringnya. Masih sama dengan pertemuan sebelumnya, siswa berdiskusi sesuai kelompok yang sama. Setelah siswa duduk berkelompok, guru/peneliti membagikan media serta bahan ajar. Pada saat pembagian perwakilan kelompok berebut memilih media sesuai dengan warna yang diinginkan. Meskipun demikian, kegiatan diskusi berjalan lancar namun ada beberapa kelompok yang masih belum mampu bekerjasama dengan baik. Pada pertemuan ini siswa mulai berani mengajukan diri untuk mempresentasikan hasil diskusinya tanpa harus ditunjuk terlebih dahulu. Selain itu juga ada beberapa siswa yang berani menanggapi hasil presentasi kelompok lainnya. Setelah kegiatan berakhir, peneliti berdiskusi dengan guru kelas dengan tujuan untuk meminta pendapat/ide-ide yang dapat memperbaiki proses pembelajaran pada pertemuan selanjutnya. Guru kolaborator memberi saran agar peneliti tidak terlalu cepat dalam menyampaikan materi yang diajarkan, memberikan reward kepada siswa yang aktif dan mengacak siswa dalam membentuk kelompok agar siswa mampu berinteraksi dengan teman yang lainnya. Pertemuan ke IV: Pertemuan ke empat dengan materi mengidentifikasi sifat-sifat prisma tegak segitiga dan membuat jaring-jaringnya. Pada saat guru menampilkan media tiga dimensi yang berbentuk prisma tegak segilima, langsung muncul sebuah pertanyaan dari salah satu siswa yang menanyakan apa bedanya prisma dengan limas. Guru tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut melainkan melontarkan pertanyaan itu kepada siswa yang lainnya. Namun tidak ada satupun siswa yang berani mengungkapkan pendapatnya, sehingga guru menuntun siswa untuk mencari perbedaan antara prisma dengan limas. Pada pertemuan kali ini guru/peneliti mengikuti saran yang diberikan oleh kolaborator yaitu mengacak siswa dalam membentuk kelompok, namun masih ada beberapa siswa yang benar-benar tidak mau duduk dengan kelompok yang sudah ditentukan akhirnya guru mengikuti keinginan siswa tersebut demi kelancaran proses pembelajaran. Kegiatan kelompok berjalan dengan baik, dari 7 kelompok baru terlihat 3 kelompok yang mampu bekerjasama dengan baik. Kemudian guru meminta perwakilan kelompok maju ke depan kelas mengambil kertas undian untuk mengetahui kelompok mana yang harus mempresentasikan hasil diskusinya. Selama kegiatan berlangsung guru mencatat nama-nama siswa yang aktif bertanya dan mengeluarkan pendapat serta menanggapi hasil

142 presentasi kelompok lain. Dan diakhir kegiatan guru/peneliti memberikan reward guna memotivasi siswa lainnya agar lebih aktif dalam KBM.

143 Catatan Lapangan PTK Siklus II Penggunaan Media Tiga Dimensi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Pertemuan ke I. Pada pertemuan pertama siklus II siswa mulai berani menanggapi pertanyaan yang diajukan guru ketika memulai pembelajaran dengan melakukan apersepsi. Materi yang disampaikan pada pertemuan ini adalah mengidentifikasi sifat-sifat prisma tegak segilima dan membuat jaring-jaring bangun tersebut. Guru meminta siswa mengamati media yang ditampilkan guru dan menyebutkan sifat-sifat dari media tersebut. Kemudian guru meminta seluruh siswa secara bergantian mengambil kertas lipatan yang di dalamnya berisi namanama buah yang terdiri dari mangga, apel, jeruk, nanas, strawberry, alpukat, dan melon dalam menentukan kelompok diskusi. Setelah semua siswa mendapat kertas undian tersebut guru meminta siswa duduk sesuai nama buah yang mereka peroleh. Ketika kelompok sudah terbentuk guru meminta perwakilan kelompok membagi tugas kepada anggotanya dengan tujuan agar siswa berpartisi aktif dalam kegiatan diskusi. Dari 7 kelompok yang terbentuk terlihat 4 kelompok yang mampu bekerjasama dengan baik sedangkan 3 kelompok yang lain masih ada diantara anggotanya yang hanya diam melihat temannya mengerjakan tugas yang diberikan guru. Selain itu juga terdapat beberapa siswa yang terlihat masih bingung dan meminta bantuan guru dalam membuat jaring-jaring prisma tegak segilima. Setelah kegiatan kelompok berakhir, guru menunjuk kelompok secara acak dengan cara melempar bola untuk mempresentasikan hasil diskusinya, tanpa malu-malu dan saling tunjuk dua anggota kelompok tersebut maju untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Pada pertemuan ini kreatifitas siswa sudah mulai terihat. Siswa mampu membuat berbagai macam bentuk jaringjaring prisma tegak segilima. Pada pertemuan kedua materi yang diajarkan adalah mengidentifikasi sifat-sifat tabung dan membuat jaring-jaring tabung. Guru menampilkan media tiga dimensi bentuk tabung dan meminta siswa menyebutkan sifat-sifat yang dimiliki tabung. Pada pertemuan ini siswa terlihat aktif dan berani mengemukakan pendapatnya tanpa merasa takut salah. Guru membentuk kelompok siswa dengan cara meminta siswa berhitung dari satu sampai tujuh.

144 Cara ini digunakan guru untuk mengumpulkan konsentrasi siswa agar siap mengikuti pembelajaran matematika. Pada pertemuan ini siswa lebih berani untuk bertanya atau menanggapi hasil presentasi kelompok lain, karena pada awal pertemuan guru memberi informasi bahwa siswa yang bertanya akan mendapatkan reward di akhir pertemuan. Seperti halnya pertemuan sebelumnya, siswa membuat berbagai bentuk jaring-jaring tabung yang berbeda-beda hal ini menunjukkan bahwa semakin hari kreatifitas siswa semakin meningkat dan siswa berani mencoba hal baru yang belum pernah mereka dapatkan. Pada pertemuan ketiga guru menggali kemampuan awal siswa dengan mengajukan pertanyaan tentang media yang ditampilkan dan siswa menjawab dengan berbagai macam jawaban yang intinya adalah tentang bangun ruang limas segitiga. Sebelum memulai kegiatan, guru mengingatkan siswa akan ada reward di akhir pembelajaran bagi siswa yang bertanya, mengajukan pendapat, atau menanggapi pertanyaan/presentasi siswa lain. Pertemuan ini siswa kembali diajak untuk berdiskusi kelompok dengan kegiatan mengidentifikasi sifat-sifat limas segitiga dan membuat jaring-jaring bangun tersebut. Pembentukan kelompok dilakukan dengan cara mengurutkan nomor absen. Ketika melakukan presentasi hasil diskusi guru melakukan giliran kepada kelompok yang menanggapi hasil presentasi yang disampaikan. Pemberian reward pada akhir pembelajaran efektif untuk membuat siswa mau mengajukan pendapat ataupun bertanya. Pada pertemuan keempat guru melakukan appersepsi dengan mengajukan pertanyaan kepada siswa tentang pesta ulang tahun. Hampir seluruh siswa serentak menyebutkan bendabenda yang identik dengan perayaan ulang tahun. Kemudian guru mulai menjurus ke tujuan pembelajaran yaitu mengidentifikasi sifat-sifat kerucut dan membuat jaring-jaring kerucut. Siswa secara berkelompok menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Ada beberapa siswa yang bertanya untuk memperjelas tugas yang diberikan, namun sebelum guru menjawab, guru melemparkan pertanyaan tersebut kepada siswa lain untuk menjawab dan beberapa siswa berebut untuk menanggapi pertanyaan temannya. Pada kegiatan presentasi, masih dilakukan giliran untuk kelompok lain menanggapi presentasi yang disampaikan. Pada akhir pertemuan guru membuka kesempatan bagi siswa yang ingin bertanya, banyak siswa yang mengangkat tangan untuk bertanya, tetapi banyak pula siswa yang bertanya asal-asalan hanya untuk mendapatkan reward

145 dari guru. Guru hanya memberikan reward bagi siswa yang bertanya dan menganggapi pertanyaan secara benar dan serius.

146 1. Catatan Lapangan a. Siklus I Pada pertemuan pertama setelah guru kelas menjelaskan kepada siswa bahwa pelajaran matematika akan diajarkan oleh peneliti siswa terlihat antusias mengikuti KBM dengan menggunakan media tiga dimensi. Namun pada saat guru/peneliti menugaskan siswa membentuk kelompok membutuhkan waktu yang sangat lama hal ini dikarenakan siswa masih memilih-milih teman dalam menentukan kelompok. Setelah terbentuk kelompok guru memberikan media serta tugas kepada masing-masing kelompok untuk dikerjakan bersama dengan kelompoknya. Kegiatan ini berjalan dengan baik, namun masih terlihat banyak siswa yang belum mampu bekerjasama dengan baik. Pada saat presentasi di depan kelas, siswa belum berani mengajukan diri mewakili kelompoknya sehingga guru harus menunjuk salah satu perwakilan dari kelompok yang harus mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Selain itu siswa juga belum terlihat aktif dalam mengajukan pertanyaan dan menanggapi hasil presentasi kelompok lain. Pertemuan kedua dengan materi mengidentifikasi dan membuat jaring-jaring balok. Pada pertemuan ini tidak jauh berbeda dengan pertemuan sebelumnya. Siswa masih belum aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Ketika guru menginstruksikan siswa untuk membentuk kelompok, siswa meminta kelompoknya tidak dirubah sama dengan kelompok pada pertemuan pertama. Dari hal ini terlihat bahwa siswa masih belum mampu berinteraksi dengan temannya. Pada saat diskusi berlangsung banyak siswa yang masih bingung dalam mengidentifikasi dan membuat jaring-jaring balok sehingga guru lebih banyak berperan aktif dalam proses pembelajaran. Pada saat presentasi siswa juga masih terlihat malu dan saling menunjuk temannya untuk mewakili kelompoknya mempresentasikan hasil diskusinya ke depan kelas. Siswa juga belum berani bertanya, menanggapi pertanyaan serta menanggapi hasil presentasi kelompok lain. Pertemuan ketiga dengan materi mengidentifikasi sifat-sifat balok dan membuat jaringjaringnya. Masih sama dengan pertemuan sebelumnya, siswa berdiskusi sesuai kelompok yang sama. Setelah siswa duduk berkelompok, guru/peneliti membagikan media serta bahan ajar. Pada saat pembagian perwakilan kelompok berebut memilih media sesuai dengan warna yang diinginkan. Meskipun demikian, kegiatan diskusi berjalan lancar namun ada beberapa kelompok yang masih belum mampu bekerjasama dengan baik. Pada pertemuan ini siswa mulai berani mengajukan diri untuk mempresentasikan hasil diskusinya tanpa harus ditunjuk terlebih dahulu. Selain itu juga ada beberapa siswa yang berani menanggapi hasil presentasi kelompok lainnya. Setelah kegiatan berakhir, peneliti berdiskusi dengan guru kelas dengan tujuan untuk meminta pendapat/ide-ide yang dapat memperbaiki proses pembelajaran pada pertemuan selanjutnya. Guru kolaborator memberi saran agar peneliti tidak terlalu cepat dalam menyampaikan materi yang diajarkan, memberikan reward kepada siswa yang aktif dan

147 mengacak siswa dalam membentuk kelompok agar siswa mampu berinteraksi dengan teman yang lainnya. Pertemuan keempat dengan materi mengidentifikasi sifat-sifat prisma tegak segitiga dan membuat jaring-jaringnya. Pada saat guru menampilkan media tiga dimensi yang berbentuk prisma tegak segilima, langsung muncul sebuah pertanyaan dari salah satu siswa yang menanyakan apa bedanya prisma dengan limas. Guru tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut melainkan melontarkan pertanyaan itu kepada siswa yang lainnya. Namun tidak ada satupun siswa yang berani mengungkapkan pendapatnya, sehingga guru menuntun siswa untuk mencari perbedaan antara prisma dengan limas. Pada pertemuan kali ini guru/peneliti mengikuti saran yang diberikan oleh kolaborator yaitu mengacak siswa dalam membentuk kelompok, namun masih ada beberapa siswa yang benar-benar tidak mau duduk dengan kelompok yang sudah ditentukan akhirnya guru mengikuti keinginan siswa tersebut demi kelancaran proses pembelajaran. Kegiatan kelompok berjalan dengan baik, dari 7 kelompok baru terlihat 3 kelompok yang mampu bekerjasama dengan baik. Kemudian guru meminta perwakilan kelompok maju ke depan kelas mengambil kertas undian untuk mengetahui kelompok mana yang harus mempresentasikan hasil diskusinya. Selama kegiatan berlangsung guru mencatat nama-nama siswa yang aktif bertanya dan mengeluarkan pendapat serta menanggapi hasil presentasi kelompok lain. Dan diakhir kegiatan guru/peneliti memberikan reward guna memotivasi siswa lainnya agar lebih aktif dalam KBM. b. Siklus II Pada pertemuan pertama siklus II siswa mulai berani menanggapi pertanyaan yang diajukan guru ketika memulai pembelajaran dengan melakukan apersepsi. Materi yang disampaikan pada pertemuan ini adalah mengidentifikasi sifat-sifat prisma tegak segilima dan membuat jaring-jaring bangun tersebut. Guru meminta siswa mengamati media yang ditampilkan guru dan menyebutkan sifat-sifat dari media tersebut. Kemudian guru meminta seluruh siswa secara bergantian mengambil kertas lipatan yang di dalamnya berisi namanama buah yang terdiri dari mangga, apel, jeruk, nanas, strawberry, alpukat, dan melon dalam menentukan kelompok diskusi. Setelah semua siswa mendapat kertas undian tersebut guru meminta siswa duduk sesuai nama buah yang mereka peroleh. Ketika kelompok sudah terbentuk guru meminta perwakilan kelompok membagi tugas kepada anggotanya dengan tujuan agar siswa berpartisi aktif dalam kegiatan diskusi. Dari 7 kelompok yang terbentuk terlihat 4 kelompok yang mampu bekerjasama dengan baik sedangkan 3 kelompok yang lain masih ada diantara anggotanya yang hanya diam melihat temannya mengerjakan tugas yang diberikan guru. Selain itu juga terdapat beberapa siswa yang terlihat masih bingung dan

148 meminta bantuan guru dalam membuat jaring-jaring prisma tegak segilima. Setelah kegiatan kelompok berakhir, guru menunjuk kelompok secara acak dengan cara melempar bola untuk mempresentasikan hasil diskusinya, tanpa malu-malu dan saling tunjuk dua anggota kelompok tersebut maju untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Pada pertemuan ini kreatifitas siswa sudah mulai terihat. Siswa mampu membuat berbagai macam bentuk jaringjaring prisma tegak segilima. Pada pertemuan kedua materi yang diajarkan adalah mengidentifikasi sifat-sifat tabung dan membuat jaring-jaring tabung. Guru menampilkan media tiga dimensi bentuk tabung dan meminta siswa menyebutkan sifat-sifat yang dimiliki tabung. Pada pertemuan ini siswa terlihat aktif dan berani mengemukakan pendapatnya tanpa merasa takut salah. Guru membentuk kelompok siswa dengan cara meminta siswa berhitung dari satu sampai tujuh. Cara ini digunakan guru untuk mengumpulkan konsentrasi siswa agar siap mengikuti pembelajaran matematika. Pada pertemuan ini siswa lebih berani untuk bertanya atau menanggapi hasil presentasi kelompok lain, karena pada awal pertemuan guru memberi informasi bahwa siswa yang bertanya akan mendapatkan reward di akhir pertemuan. Seperti halnya pertemuan sebelumnya, siswa membuat berbagai bentuk jaring-jaring tabung yang berbeda-beda hal ini menunjukkan bahwa semakin hari kreatifitas siswa semakin meningkat dan siswa berani mencoba hal baru yang belum pernah mereka dapatkan. Pada pertemuan ketiga guru menggali kemampuan awal siswa dengan mengajukan pertanyaan tentang media yang ditampilkan dan siswa menjawab dengan berbagai macam jawaban yang intinya adalah tentang bangun ruang limas segitiga. Sebelum memulai kegiatan, guru mengingatkan siswa akan ada reward di akhir pembelajaran bagi siswa yang bertanya, mengajukan pendapat, atau menanggapi pertanyaan/presentasi siswa lain. Pertemuan ini siswa kembali diajak untuk berdiskusi kelompok dengan kegiatan mengidentifikasi sifat-sifat limas segitiga dan membuat jaring-jaring bangun tersebut. Pembentukan kelompok dilakukan dengan cara mengurutkan nomor absen. Ketika melakukan presentasi hasil diskusi guru melakukan giliran kepada kelompok yang menanggapi hasil presentasi yang disampaikan. Pemberian reward pada akhir pembelajaran efektif untuk membuat siswa mau mengajukan pendapat ataupun bertanya.

149 Pada pertemuan keempat guru melakukan appersepsi dengan mengajukan pertanyaan kepada siswa tentang pesta ulang tahun. Hampir seluruh siswa serentak menyebutkan bendabenda yang identik dengan perayaan ulang tahun. Kemudian guru mulai menjurus ke tujuan pembelajaran yaitu mengidentifikasi sifat-sifat kerucut dan membuat jaring-jaring kerucut. Siswa secara berkelompok menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Ada beberapa siswa yang bertanya untuk memperjelas tugas yang diberikan, namun sebelum guru menjawab, guru melemparkan pertanyaan tersebut kepada siswa lain untuk menjawab dan beberapa siswa berebut untuk menanggapi pertanyaan temannya. Pada kegiatan presentasi, masih dilakukan giliran untuk kelompok lain menanggapi presentasi yang disampaikan. Pada akhir pertemuan guru membuka kesempatan bagi siswa yang ingin bertanya, banyak siswa yang mengangkat tangan untuk bertanya, tetapi banyak pula siswa yang bertanya asal-asalan hanya untuk mendapatkan reward dari guru. Guru hanya memberikan reward bagi siswa yang bertanya dan menganggapi pertanyaan secara benar dan serius.

150

151 Hasil wawancara dengan siswa Pertanyaan: Bagaimana cara guru dalam mengajarkan materi bangun ruang? Jawaban : materi bangun ruang yang diajarkan guru dijelaskan dengan menggunakan buku paket, kemudian kita di suruh mengerjakan soal-soal latihan di LKS yang berkaitan dengan bangun ruang. Pertanyaan: Kesulitan apa yang kamu hadapi saat belajar materi bangun ruang? Jawaban: kesulitannya itu kita kurang paham bu kalo disuruh nyebutin bagian-bagian dari bangun ruang soalnya kita gak bisa liat langsung benda dari bangun ruang itu bu. Pertanyaan: Cara belajar seperti apa yang memudahkan kamu untuk mengerti materi bangun ruang? Jawaban: kalo kita pengennya diajarinnya pake cara yang lain bukan Cuma dari buku paket saja bu biar kita bisa lebih mudah memahami bagian-bagian bangun ruang itu ada dimana saja. Hasil wawancara dengan guru Pertanyaan: Bagaimana cara ibu menyampaikan materi bangun ruang? Jawaban guru: saya menyampaikan materi bangun ruang menggunakan gambar yang ada di buku paket, karena untuk membuat media saya butuh waktu yang lama, sedangkan saya ngajar sampai sore di rumah juga ngurusin keluarga jadi tidak sempat menyiapkan medianya.

152 Pertanyaan: Bagaimana respon siswa dengan cara mengajar ibu? Jawaban guru: ya banyak siswa yang kurang paham kalau untuk menyebutkan mana sisi, mana rusuk dan mana titik sudutnya. Terus waktu bikin jaring-jaring juga saya Cuma menyuruh siswa melihat contoh jaring-jaring yang ada di buku

153 Hasil Belajar Siswa Siklus I Responden Nilai Tes Siklus I Responden Nilai Tes Siklus I S.01 66,7 S.16 83,3 S.02 91,5 S.17 58,3 S.03 62,5 S.18 70,8 S.04 54,2 S.19 41,7 S.05 83,3 S.20 62,5 S.06 37,5 S.21 87,5 S.07 66,7 S.22 70,8 S.08 87,5 S.23 45,8 S.09 79,2 S.24 66,7 S S.25 79,2 S.11 41,7 S.26 58,3 S S.27 62,5 S.13 62,5 S S.14 91,5 S S.15 58,3 S Rata-rata nilai kelas: Presentase Ketuntasan Belajar: M = P = x 100 % M = P = x 100 % = 65,7 = 63,3 % Nilai Tertinggi = 91,5 Nilai Terendah = 37,5

154 Hasil Belajar Siswa Siklus II Responden Nilai Tes Siklus I Responden Nilai Tes Siklus I S S.16 95,8 S.02 91,7 S.17 62,5 S.03 66,7 S.18 83,3 S.04 66,7 S S.05 91,7 S.20 70,8 S S S.07 79,2 S.22 79,2 S.08 95,8 S.23 58,3 S.09 79,2 S.24 70,8 S.10 54,2 S.25 87,5 S.11 62,5 S.26 66,7 S S S.13 70,8 S.28 58,3 S.14 83,3 S.29 87,5 S.15 70,8 S.30 62,5 Rata-rata nilai kelas: Presentase Ketuntasan Belajar: M = P = x 100 % M = P = x 100 % = 74,9 = 83,3 % Nilai Tertinggi = 100 Nilai Terendah = 50

155 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Matematika Siswa dengan Menggunakan Media Tiga Dimensi Siklus II No Indikator/ aspek yang dinilai Skor Jumla Ratarata (%) Pert 1 Pert Pert Pert 4 h Menanggapi pertanyaan yang diajukan guru 2. Menggunakan media tiga dimensi dalam mengerjakan LKS yang diberikan guru 3. Berdiskusi dengan teman satu kelompok dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru 4. Antusias mengikuti proses pembelajaran 5. Bertanya pada saat proses pembelajaran 6. Menanggapi pertanyaan dari siswa lain 7. Berani mengemukakan pendapat Mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas 9. Menanggapi hasil presentasi kelompok lain 10. Memperhatikan penjelasan guru Bersama guru menyimpulkan tentang materi yang telah dipelajari 12. Mengerjakan tugas/latihan yang diberikan guru Jumlah Rata-rata (%) Rata-rata keseluruhan 85.4%

156 Hasil Observasi Aktivitas Mengajar Guru dengan Menggunakan Media Tiga Dimensi Siklus II No Indikator/ aspek yang dinilai Skor Jumla Ratarata Pert Pert Pert Pert 4 h (%) Melakukan appersepsi Menyampaikan kompetensi/tujuan pembelajaran yang hendak dicapai 3. Mengarahkan siswa untuk mendiskusikan tugas yang diberikan guru 4. Memfasilitasi siswa untuk mendiskusikan tugas yang diberikan guru 5. Melaksanakan pembelajaran yang mengaktifkan siswa 6. Memfasilitasi adanya interaksi antara siswa dengan siswa 7. Memfasilitasi adanya interaksi antara siswa dengan guru 8. Memotivasi siswa untuk bertanya Menggunakan media/alat peraga yang menunjang proses pembelajaran 10. Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media pembelajaran 11. Melakukan refleksi kegiatan pembelajaran bersama siswa 12. Melakukan penilaian sesuai dengan kompetensi yang hendak dicapai Jumlah Rata-rata (%) Rata-rata keseluruhan 85.9%

157

158 Peningakatan Aktivitas Belajar Siswa dengan Media Tiga Dimensi No Indikator/ aspek yang dinilai Rata-rata siklus I (%) 1. Menanggapi pertanyaan yang diajukan guru 2. Menggunakan media tiga dimensi dalam mengerjakan LKS yang diberikan guru 3. Berdiskusi dengan teman satu kelompok dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru 4. Antusias mengikuti proses pembelajaran 5. Bertanya pada saat proses pembelajaran 6. Menanggapi pertanyaan dari siswa lain 7. Berani mengemukakan pendapat 8. Mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas 9. Menanggapi hasil presentasi kelompok lain 10. Memperhatikan penjelasan guru 11. Bersama guru menyimpulkan tentang materi yang telah dipelajari 12. Mengerjakan tugas/latihan yang diberikan guru Jumlah Rata-rata (%) Rata-rata keseluruhan Rata-rata siklus II (%) Peningkatan Persentase Aktivitas Belajar Siswa = X siklus II X siklus I = 82.7% % = 14.9% ~15%

159

160

161

162

163

164

165

166

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG MELALUI METODE EXAMPLES NON EXAMPLES

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG MELALUI METODE EXAMPLES NON EXAMPLES PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG MELALUI METODE EXAMPLES NON EXAMPLES Indah Wahyu Ningrum 1), Suharno 2), Hasan Mahfud 3) PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret, Jl. Slamet Riyadi No.

Lebih terperinci

S K R I P S I Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan dalam Ilmu Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Oleh:

S K R I P S I Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan dalam Ilmu Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Oleh: EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN INQUIRY DAN DISCOVERY BERBANTUAN ALAT PERAGA JARING- JARING BALOK DAN KUBUS TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV MI AL KHOIRIYYAH 2 SEMARANG SEMESTER GENAP TAHUN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu diantara masalah besar dalam bidang pendidikan di Indonesia yang banyak diperbincangkan adalah rendahnya mutu pendidikan yang tercermin dari rendahnya

Lebih terperinci

MELALUI MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN DAPAT MENINGKATKAN GERAK DASAR MENANGKAP BOLA MENDATAR DALAM BOLA TANGAN KELAS V SDN 1 SEPANGJAYA KEC

MELALUI MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN DAPAT MENINGKATKAN GERAK DASAR MENANGKAP BOLA MENDATAR DALAM BOLA TANGAN KELAS V SDN 1 SEPANGJAYA KEC MELALUI MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN DAPAT MENINGKATKAN GERAK DASAR MENANGKAP BOLA MENDATAR DALAM BOLA TANGAN KELAS V SDN 1 SEPANGJAYA KEC. KEDATON TAHUN PELAJARAN 2012/2013 (SKRIPSI) HARYATI 1013068068

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan manusia sehari-hari. Beberapa diantaranya sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan manusia sehari-hari. Beberapa diantaranya sebagai berikut: 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Matematika adalah bagian yang sangat dekat dengan kehidupan seharihari. Berbagai bentuk simbol digunakan manusia sebagai alat bantu dalam perhitungan, penilaian,

Lebih terperinci

UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GALLERY WALK

UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GALLERY WALK UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GALLERY WALK DENGAN BANTUAN ALAT PERAGA PADA MATERI POKOK SEGI EMPAT KELAS VII A MTs MU`ALLIMIN MU`ALLIMAT

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh: TSALIS HIDAYATI NIM 11507020. Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam

SKRIPSI. Oleh: TSALIS HIDAYATI NIM 11507020. Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA OPERASI HITUNG PERKALIAN DENGAN METODE BERMAIN KARTU PADA SISWA KELAS III MI DADAPAYAM II KECAMATAN SURUH KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap sekolah

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap sekolah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sesuai dengan tuntutan Kurikulum KTSP yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap sekolah mengharapkan agar penguasaan

Lebih terperinci

PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER RASA INGIN TAHU DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X MIA 3 SMA NEGERI 6 MALANG

PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER RASA INGIN TAHU DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X MIA 3 SMA NEGERI 6 MALANG 1 PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER RASA INGIN TAHU DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X MIA 3 SMA NEGERI 6 MALANG Rima Buana Prahastiwi 1, Subani 2, Dwi Haryoto 3 Jurusan Fisika

Lebih terperinci

Skripsi. Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S-1) dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam

Skripsi. Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S-1) dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIQIH POKOK MATERI MAKANAN DAN MINUMAN MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA KELAS VIIIA MTs ASY-SYARIFIYAH

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (Depok: Intuisi Press,1998) Cet 2, hlm. 2-3

BAB I PENDAHULUAN. (Depok: Intuisi Press,1998) Cet 2, hlm. 2-3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tantangan kehidupan selalu muncul secara alami seiring dengan berputarnya waktu. Berbagai tantangan bebas bermunculan dari beberapa sudut dunia menuntut untuk

Lebih terperinci

UPAYA MENGATASI MISKONSEPSI SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN DELIKAN

UPAYA MENGATASI MISKONSEPSI SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN DELIKAN UPAYA MENGATASI MISKONSEPSI SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN DELIKAN (DENGAR, LIHAT, KERJAKAN) PADA SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP SMP MUHAMMADIYAH 2 SURAKARTA SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Lebih terperinci

Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 7 (2011): 106-110

Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 7 (2011): 106-110 ISSN: 1693-1246 Juli 2011 Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 7 (2011): 106-110 J P F I http://journal.unnes.ac.id PEMBELAJARAN SAINS DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR

Lebih terperinci

Oleh: Ita Utamawati X7108697

Oleh: Ita Utamawati X7108697 PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP PESAWAT SEDERHANA DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS V SD NEGERI LENGKING 01 BULU SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2009/2010 Oleh: Ita Utamawati

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan Sebagai Syarat Memperoleh Gelar Sarjana S.1 Dalam Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Guru Kelas MI.

SKRIPSI. Diajukan Sebagai Syarat Memperoleh Gelar Sarjana S.1 Dalam Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Guru Kelas MI. MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK PADA MATERI PECAHAN SEDERHANA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) DI KELAS IV MI BANGUNREJO PATEBON KENDAL TAHUN

Lebih terperinci

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1 Pendidikan Akuntansi. Disusun oleh : ANNA NUR ELAWATI A.

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1 Pendidikan Akuntansi. Disusun oleh : ANNA NUR ELAWATI A. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN DUA TINGGAL DUA TAMU (TWO STAY TWO STRAY) UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SAMBI TAHUN AJARAN 2012/2013 SKRIPSI Untuk

Lebih terperinci

SKRIPSI. persyaratan. Disusun oleh: IRINA A 410 090 195

SKRIPSI. persyaratan. Disusun oleh: IRINA A 410 090 195 PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI LINGKARAN MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING (PTK Pembelajaran Matematikaa Kelas VIIII F Semester Genap SMP

Lebih terperinci

DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI MENGHITUNG LUAS SEGI BANYAK KELAS VI MI RAUDLATUSSIBYAN SAMPANG DEMAK TAHUN PELAJARAN

DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI MENGHITUNG LUAS SEGI BANYAK KELAS VI MI RAUDLATUSSIBYAN SAMPANG DEMAK TAHUN PELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI MENGHITUNG LUAS SEGI BANYAK KELAS VI MI RAUDLATUSSIBYAN SAMPANG DEMAK TAHUN PELAJARAN 2014 / 2015 SKRIPSI Diajukan untuk

Lebih terperinci

(PTK Pembelajaran Matematika Di Kelas VIII SMP Al Islam 1 Surakarta)

(PTK Pembelajaran Matematika Di Kelas VIII SMP Al Islam 1 Surakarta) UPAYA MENINGKATKAN MINAT DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN QUESTION STUDENT HAVE PADA POKOKK BAHASAN LINGKARAN (PTK Pembelajaran Matematika Di Kelas VIII SMP Al Islam 1 Surakarta)

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh: Sinta Ambar Husada NIM. 100210204169

SKRIPSI. Oleh: Sinta Ambar Husada NIM. 100210204169 PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV-A SDN PATRANG 01 JEMBER PADA MATA PELAJARAN IPA POKOK BAHASAN GAYA MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR AND SHARE (TPS) SKRIPSI

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Matematika

NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Matematika UPAYA MENGATASI MISKONSEPSI SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN DELIKAN (DENGAR, LIHAT, KERJAKAN) PADA SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP SMP MUHAMMADIYAH 2 SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

ARTIKEL ILMIAH MENINGKATKAN KETERAMPILAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SAINS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DI KELAS V SD N 99/I BENTENG RENDAH

ARTIKEL ILMIAH MENINGKATKAN KETERAMPILAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SAINS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DI KELAS V SD N 99/I BENTENG RENDAH ARTIKEL ILMIAH MENINGKATKAN KETERAMPILAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SAINS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DI KELAS V SD N 99/I BENTENG RENDAH KABUPATEN BATANGHARI Oleh: ERNAWATI NIM : A1D109166

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Remaja Rosda Karya, 2013) hlm. 16. aplikasinya (Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada, 2009) hlm, 13

BAB I PENDAHULUAN. Remaja Rosda Karya, 2013) hlm. 16. aplikasinya (Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada, 2009) hlm, 13 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi, serta efisiensi manajemen pendidikan. Pemerataan kesempatan

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran kooperatif merupakan pemanfaatan kelompok kecil dua hingga

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran kooperatif merupakan pemanfaatan kelompok kecil dua hingga 9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran Examples Non Examples Pembelajaran kooperatif merupakan pemanfaatan kelompok kecil dua hingga lima orang dalam pembelajaran yang memungkinkan siswa bekerja

Lebih terperinci

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS IIIB MI ALMAARIF 03 LANGLANG SINGOSARI

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS IIIB MI ALMAARIF 03 LANGLANG SINGOSARI PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS IIIB MI ALMAARIF 03 LANGLANG SINGOSARI Arlita Agustina 1 Muakibatul Hasanah 2 Heri Suwignyo 2 Email: arlitaagustina@ymail.com

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagai Tugas dan Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana dalam Ilmu Pendidikan Islam. Oleh: TRI MASRIFAH NIM: 083911010

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagai Tugas dan Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana dalam Ilmu Pendidikan Islam. Oleh: TRI MASRIFAH NIM: 083911010 PENGARUH KONSEP DIRI DAN MINAT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS IV DAN V SD NEGERI SELOMARTO II KECAMATAN GIRIWOYO, KABUPATEN WONOGIRI TAHUN PELAJARAN 2011/2012 SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci

ISSN 2252-9063. Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (KARMAPATI) Volume 2, Nomor 6, Agustus 2013

ISSN 2252-9063. Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (KARMAPATI) Volume 2, Nomor 6, Agustus 2013 Penerapan Model Pembelajaran PDEODE (Predict Discuss Explain Observe Discuss Explain) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Teknologi Informasi dan Komunika (Studi Kasus : Kelas VII D SMP Negeri 3 Singaraja

Lebih terperinci

LAPORAN HASIL. Oleh. Nama : I Gede Surata, SPd. MM NIP : 196510261991031001 Guru Praktik Jasa Boga

LAPORAN HASIL. Oleh. Nama : I Gede Surata, SPd. MM NIP : 196510261991031001 Guru Praktik Jasa Boga LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PEMBERIAN TUGAS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENGELOLAAN USAHA JASA BOGA KELAS X JASA BOGA 2 SMK NEGERI 6 PALEMBANG TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

PENINGKATAN PEMBELAJARAN PASSING

PENINGKATAN PEMBELAJARAN PASSING PENINGKATAN PEMBELAJARAN PASSING ATAS PERMAINAN BOLAVOLI MELALUI PENDEKATAN BERMAIN SISWA KELAS V SD NEGERI 1 TIRIP KECAMATAN WADASLINTANG KABUPATEN WONOSOBO SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Keolahragaan

Lebih terperinci

PENGARUH RASA SYUKUR DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP STRES PADA LANJUT USIA SKRIPSI OLEH : NANING SAFITRI

PENGARUH RASA SYUKUR DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP STRES PADA LANJUT USIA SKRIPSI OLEH : NANING SAFITRI PENGARUH RASA SYUKUR DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP STRES PADA LANJUT USIA SKRIPSI OLEH : NANING SAFITRI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU PEKANBARU 2014 PENGARUH RASA

Lebih terperinci

PENGARUH LAYANAN INFORMASI BIDANG SOSIAL TERHADAP PERILAKU BERMORAL SISWA KELAS VII F SMP 4 BAE KUDUS TAHUN PELAJARAN 2011/2012

PENGARUH LAYANAN INFORMASI BIDANG SOSIAL TERHADAP PERILAKU BERMORAL SISWA KELAS VII F SMP 4 BAE KUDUS TAHUN PELAJARAN 2011/2012 PENGARUH LAYANAN INFORMASI BIDANG SOSIAL TERHADAP PERILAKU BERMORAL SISWA KELAS VII F SMP 4 BAE KUDUS TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Oleh LAILA NI MAH NIM 200731059 PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING FAKULTAS

Lebih terperinci

BANK KATA: Ide Media Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Oleh: Asri Musandi Waraulia, M.Pd.

BANK KATA: Ide Media Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Oleh: Asri Musandi Waraulia, M.Pd. BANK KATA: Ide Media Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Oleh: Asri Musandi Waraulia, M.Pd. Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia mempunyai empat keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan menulis,

Lebih terperinci

MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SD Hj. ISRIATI BAITURRAHMAN 1 SEMARANG SKRIPSI

MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SD Hj. ISRIATI BAITURRAHMAN 1 SEMARANG SKRIPSI MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SD Hj. ISRIATI BAITURRAHMAN 1 SEMARANG SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam Dalam Prodi Kependidikan

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi PENGARUH PROMOSI DAN CITRA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI TERHADAP MINAT MASUK PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI PADA MAHASISWA FKIP AKUNTANSI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA ANGKATAN 2012 SKRIPSI

Lebih terperinci

STUDI KOMPARASI PENERAPAN STRATEGI INDEX CARD MATCH DAN BERMAIN JAWABAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III SDIT HIDAYAH NGAWEN TAHUN 2014/2015

STUDI KOMPARASI PENERAPAN STRATEGI INDEX CARD MATCH DAN BERMAIN JAWABAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III SDIT HIDAYAH NGAWEN TAHUN 2014/2015 STUDI KOMPARASI PENERAPAN STRATEGI INDEX CARD MATCH DAN BERMAIN JAWABAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III SDIT HIDAYAH NGAWEN TAHUN 2014/2015 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai

Lebih terperinci

PENGGUNAAN MEDIA BAGAN GARIS WAKTU (TIME LINE CHART) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS KELAS V SD

PENGGUNAAN MEDIA BAGAN GARIS WAKTU (TIME LINE CHART) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS KELAS V SD PEGGUAA MEDIA BAGA GARIS WAKTU (TIME LIE CHART) UTUK MEIGKATKA HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARA IPS KELAS V SD Dini Yuli Mityasari PGSD, FIP, Universitas egeri Surabaya (diniyulimityasari@gmail.com)

Lebih terperinci

PENGGUNAAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI

PENGGUNAAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PENGGUNAAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI St. Syamsudduha Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar Kampus II: Jalan Sultan Alauddin Nomor

Lebih terperinci

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KONKRET PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN BANJARANYAR SKRIPSI

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KONKRET PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN BANJARANYAR SKRIPSI PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KONKRET PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN BANJARANYAR SKRIPSI Diajukan kepada Fakulltas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah. dasar itu khususnya adalah pengetahuan prosedural yaitu pengetahuan tentang

BAB II KAJIAN TEORI. dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah. dasar itu khususnya adalah pengetahuan prosedural yaitu pengetahuan tentang BAB II KAJIAN TEORI A. Kerangka Teoretis 1. Model Pembelajaran Langsung Model pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh : Mahbubil Iqbal NIM. 100210101054

SKRIPSI. Oleh : Mahbubil Iqbal NIM. 100210101054 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KARAKTER KONSISTEN DAN TELITI DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION PADA SUB POKOK BAHASAN PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI KELAS VII SMP

Lebih terperinci

DI KELAS 2014/2015. SKRIPSI Diajukan Guna Program

DI KELAS 2014/2015. SKRIPSI Diajukan Guna Program PENGARUH PROFESIONALISME GURU DAN PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DI KELAS TERHADAP MOTIVASI BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI IPS SMA MTA SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

PENANAMAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA PADA PELAKSANAAN ULANGAN HARIAN DALAM MATA PELAJARAN

PENANAMAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA PADA PELAKSANAAN ULANGAN HARIAN DALAM MATA PELAJARAN PENANAMAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA PADA PELAKSANAAN ULANGAN HARIAN DALAM MATA PELAJARAN PKn Studi Kasus: Siswa Kelas VII B MTs Muhammadiyah 07 Klego Boyolali Tahun Ajaran 2013/2014) NASKAH PUBLIKASI

Lebih terperinci

Disusun oleh: Puji Astuti NIM :13485231

Disusun oleh: Puji Astuti NIM :13485231 PENGGUNAAN MEDIA BENDA KONKRET UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA BANGUN RUANG PADA SISWA KELAS IV MI MUHAMMADIYAH SELO KOKAP KULON PROGO TAHUN PELAJARAN 2013/2014 SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas

Lebih terperinci

EVALUASI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI BANGUN RUANG KELAS IX DI SMP NEGERI 2 MRANGGEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014

EVALUASI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI BANGUN RUANG KELAS IX DI SMP NEGERI 2 MRANGGEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 EVALUASI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI BANGUN RUANG KELAS IX DI SMP NEGERI 2 MRANGGEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

MANAJEMEN PEMBELAJARAN PAI DI TK ALAM AULIYA KENDAL

MANAJEMEN PEMBELAJARAN PAI DI TK ALAM AULIYA KENDAL MANAJEMEN PEMBELAJARAN PAI DI TK ALAM AULIYA KENDAL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S1) dalam Ilmu Tarbiyah Program Studi

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TUTOR SEBAYA UNTUK SISWA KELAS VII-F SMP NEGERI 7 MALANG

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TUTOR SEBAYA UNTUK SISWA KELAS VII-F SMP NEGERI 7 MALANG MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TUTOR SEBAYA UNTUK SISWA KELAS VII-F SMP NEGERI 7 MALANG Umar Wirahadi Kusuma Universitas Negeri Malang Pembimbing

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kehidupan yang terus berkembang membawa konsekuensikonsekuensi

BAB I PENDAHULUAN. Kehidupan yang terus berkembang membawa konsekuensikonsekuensi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kehidupan yang terus berkembang membawa konsekuensikonsekuensi tertentu terhadap pola kehidupan masyarakat. Begitu juga dengan dunia pendidikan yang terus berubah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang mampu menghasilkan perubahan-perubahan perilaku (behavior), baik itu

BAB I PENDAHULUAN. yang mampu menghasilkan perubahan-perubahan perilaku (behavior), baik itu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu hal penting untuk menentukan maju mundurnya suatu bangsa, maka untuk menghasilkan sumber daya manusia sebagai subjek dalam pembangunan

Lebih terperinci

KOMPONEN PENTING DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN

KOMPONEN PENTING DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN KOMPONEN PENTING DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN Oleh Drs. Samsul Hidayat, M.Ed (WI Madya BKD & Diklat Provinsi NTB) ABSTRAKSI Seorang pengajar/guru/ Widyaiswara dalam merencanakan pembelajaran dituntut

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Pengertian hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Pengertian hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Hasil Belajar Pengertian hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya, sedangkan menurut Gagne hasil belajar

Lebih terperinci

PENGARUH PENDIDIKAN AKHLAQ TERHADAP PEMBENTUKAN KECERDASAN SPIRITUAL SISWA MTS NU SALATIGA TAHUN AJARAN 2010/2011 SKRIPSI

PENGARUH PENDIDIKAN AKHLAQ TERHADAP PEMBENTUKAN KECERDASAN SPIRITUAL SISWA MTS NU SALATIGA TAHUN AJARAN 2010/2011 SKRIPSI PENGARUH PENDIDIKAN AKHLAQ TERHADAP PEMBENTUKAN KECERDASAN SPIRITUAL SISWA MTS NU SALATIGA TAHUN AJARAN 2010/2011 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

PENINGKATAN POTENSI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK DALAM DIKLAT

PENINGKATAN POTENSI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK DALAM DIKLAT PENINGKATAN POTENSI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK DALAM DIKLAT Oleh Samsul Hidayat, M.Ed (Widyaiswara Madya BKD & DIKLAT Provinsi NTB) ABSTRAKSI Peserta didik dalam menempuh pendidikan Pelatihan sangat ditentukan

Lebih terperinci

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK PENDERITA AUTISME

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK PENDERITA AUTISME POLA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK PENDERITA AUTISME (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Antarpribadi Orangtua Terhadap Anak Penderita Autisme di SDLBN Bangunharjo, Pulisen, Boyolali) SKRIPSI

Lebih terperinci

PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR DAN MINAT BACA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2012/2013

PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR DAN MINAT BACA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2012/2013 PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR DAN MINAT BACA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2012/2013 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai

Lebih terperinci

SKRIPSI PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE SISWA KELAS IV SD 1 RENDENG KUDUS TAHUN PELAJARAN 2013/2014.

SKRIPSI PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE SISWA KELAS IV SD 1 RENDENG KUDUS TAHUN PELAJARAN 2013/2014. SKRIPSI PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE SISWA KELAS IV SD 1 RENDENG KUDUS TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Oleh DIAN ANDINI PUTRI NIM. 200933131 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORETIS. Soal cerita merupakan permasalahan yang dinyatakan dalam bentuk kalimat bermakna dan

BAB II KAJIAN TEORETIS. Soal cerita merupakan permasalahan yang dinyatakan dalam bentuk kalimat bermakna dan BAB II KAJIAN TEORETIS 2.1 Hakekat Soal Cerita yang Diajarkan di Sekolah Dasar 2.1.1 Pengertian Soal Cerita Soal cerita merupakan permasalahan yang dinyatakan dalam bentuk kalimat bermakna dan mudah dipahami

Lebih terperinci

PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS TINGGI SD NEGERI 1 JATISARI SAMBI BOYOLALI SKRIPSI

PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS TINGGI SD NEGERI 1 JATISARI SAMBI BOYOLALI SKRIPSI PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS TINGGI SD NEGERI 1 JATISARI SAMBI BOYOLALI SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam STUDI KOMPARASI PRESTASI BELAJAR PAI PADA ASPEK KOGNITIF ANTARA SISWA YANG IKUT ROHIS DENGAN SISWA YANG TIDAK IKUT ROHIS di SMA NEGERI 3 SEMARANG KELAS XI TAHUN AJARAN 2011/2012 SKRIPSI Diajukan untuk

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bilangan, (b) aljabar, (c) geometri dan pengukuran, (d) statistika dan peluang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bilangan, (b) aljabar, (c) geometri dan pengukuran, (d) statistika dan peluang 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pemahaman Konsep Matematika Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006 untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), disebutkan bahwa standar kompetensi mata pelajaran

Lebih terperinci

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SEPAK MULA MELALUI MODIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI GAMBIRSARI SURAKARTA

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SEPAK MULA MELALUI MODIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI GAMBIRSARI SURAKARTA UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SEPAK MULA MELALUI MODIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI GAMBIRSARI SURAKARTA Zusuf Awaludin Fajri Prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG MENGGUNAKAN MEDIA BANGUN RUANG MULTIWARNA PADA SISWA SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG MENGGUNAKAN MEDIA BANGUN RUANG MULTIWARNA PADA SISWA SEKOLAH DASAR Peningkatan Hasil Belajar Sifat-Sifat Bangun Ruang Menggunakan Bangun Ruang Multiwarna PENINGKATAN HASIL BELAJAR SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG MENGGUNAKAN MEDIA BANGUN RUANG MULTIWARNA PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN AFEKTIF SISWA MELALUI PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN AFEKTIF SISWA MELALUI PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN AFEKTIF SISWA MELALUI PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING DISERTAI MODUL HASIL PENELITIAN PADA SUB POKOK BAHASAN ZYGOMYCOTINA SISWA KELAS X-1 SMA NEGERI

Lebih terperinci

MUHAMMAD ALI SYAFI I NIM.

MUHAMMAD ALI SYAFI I NIM. PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT PADA SISWA KELAS V MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION DI SD 2 PIJI KUDUS Oleh MUHAMMAD ALI SYAFI I

Lebih terperinci

TRANSPARANSI MANAJEMEN KEUANGAN MADRASAH (Deskripsi di MTs Salafiyah Mrisi Tanggungharjo Grobogan Tahun Pembelajaran 2010/2011)

TRANSPARANSI MANAJEMEN KEUANGAN MADRASAH (Deskripsi di MTs Salafiyah Mrisi Tanggungharjo Grobogan Tahun Pembelajaran 2010/2011) TRANSPARANSI MANAJEMEN KEUANGAN MADRASAH (Deskripsi di MTs Salafiyah Mrisi Tanggungharjo Grobogan Tahun Pembelajaran 2010/2011) SKRIPSI Disusun Guna Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (Sumber Daya Manusia), terutama peningkatan dalam bidang pendidikan. Hal ini

BAB I PENDAHULUAN. (Sumber Daya Manusia), terutama peningkatan dalam bidang pendidikan. Hal ini BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Saat ini pemerintah sedang giat berupaya meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia), terutama peningkatan dalam bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan

Lebih terperinci

NEGERI PASIR BANYUMAS SKRIPSI

NEGERI PASIR BANYUMAS SKRIPSI PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASARR NEGERI PASIR WETANN BANYUMAS SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memasuki abad ke 21, semakin jelas bahwa banyak pekerjaan-pekerjaan yang berbobot

BAB I PENDAHULUAN. memasuki abad ke 21, semakin jelas bahwa banyak pekerjaan-pekerjaan yang berbobot BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Matematika ada di mana-mana dalam masyarakat dan matematika itu sangat penting. Sejak memasuki abad ke 21, semakin jelas bahwa banyak pekerjaan-pekerjaan yang

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH UNTUK PROYEK NORMALISASI KALI PUTIH DI DESA JUMOYO KABUPATEN MAGELANG SKRIPSI

PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH UNTUK PROYEK NORMALISASI KALI PUTIH DI DESA JUMOYO KABUPATEN MAGELANG SKRIPSI 1 PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH UNTUK PROYEK NORMALISASI KALI PUTIH DI DESA JUMOYO KABUPATEN MAGELANG SKRIPSI Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat guna Memperoleh gelar sarjana pada Fakultas

Lebih terperinci

SKRIPSI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

SKRIPSI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan IMPLEMENTASI KARAKTER PEDULI SOSIAL PADA PETANI (Studi Kasus di Desa Tanjungsari Kecamatan Jakenan Kabupaten Pati) SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program

Lebih terperinci

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG PENGARUH BAGI HASIL DAN KREDIT MACET TERHADAP PEMBIAYAAN MUDHARABAH DI BMT NU SEJAHTERA SEMARANG TAHUN 2011-2013 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi SyaratGuna Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

HUBUNGAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DENGANKELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR

HUBUNGAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DENGANKELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR HUBUNGAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DENGANKELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR Baiq Neni Sugiatni, Jumailiyah, dan Baiq Rohiyatun Administrasi pendidikan, FIP IKIP Mataram Email :Baiqnenysugiatni@gmail.com

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. data yang ada dalam ini adalah upaya guru PAI dalam pengembangan. data untuk memberi gambaran penyajian laporan.

BAB III METODE PENELITIAN. data yang ada dalam ini adalah upaya guru PAI dalam pengembangan. data untuk memberi gambaran penyajian laporan. 52 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Sesuai dengan judul yang peneliti angkat, maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, fenomenologis dan berbentuk diskriptif.

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA (Studi Eksperimen Di kelas XI IPA SMA Negeri 4 Tasikmalaya)

Lebih terperinci

UPAYA PEMANFAATAN WAKTU LUANG DI SEKOLAH MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK SISWA KELAS X SMA MUHAMMADIYAH LASEM TAHUN AJARAN 2012/2013

UPAYA PEMANFAATAN WAKTU LUANG DI SEKOLAH MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK SISWA KELAS X SMA MUHAMMADIYAH LASEM TAHUN AJARAN 2012/2013 UPAYA PEMANFAATAN WAKTU LUANG DI SEKOLAH MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK SISWA KELAS X SMA MUHAMMADIYAH LASEM TAHUN AJARAN 2012/2013 Oleh YENI DARISMA NIM 200831173 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran matematika. Menurut Cooney yang dikutip oleh Thoumasis dalam

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran matematika. Menurut Cooney yang dikutip oleh Thoumasis dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemahaman konsep merupakan dasar dan tahapan penting dalam rangkaian pembelajaran matematika. Menurut Cooney yang dikutip oleh Thoumasis dalam Gunawan 1, a student's

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Abad ke-21 disebut-sebut oleh pakar, termasuk futurology, sebagai abad

BAB I PENDAHULUAN. Abad ke-21 disebut-sebut oleh pakar, termasuk futurology, sebagai abad 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Abad ke-21 disebut-sebut oleh pakar, termasuk futurology, sebagai abad informasi dan pengetahuan. Karena informasi dan pengetahuan akan menjadi landasan

Lebih terperinci

CONTOH MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR

CONTOH MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR CONTOH MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Disampaikan pada Diklat Instruktur/Pengembang Matematika SD Jenjang Lanjut Tanggal 6 s.d. 9 Agustus 200 di PPPG Matematika Oleh: Dra. Sukayati, M.

Lebih terperinci

PENERAPAN TEORI BELAJAR BRUNER DALAM PEMBELAJARAN METODE DISCOVERY

PENERAPAN TEORI BELAJAR BRUNER DALAM PEMBELAJARAN METODE DISCOVERY PENERAPAN TEORI BELAJAR BRUNER DALAM PEMBELAJARAN METODE DISCOVERY PADA JARING JARING KUBUS DAN BALOK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN SANENREJO 05 TEMPUREJO - JEMBER e TA ( elektronik

Lebih terperinci

PENGARUH PEMBERIAN PATI JAGUNG DAN UBI KAYU HASIL MODIFIKASI DENGAN ENZIM PULLULANASE TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS WISTAR (Rattus novergicus)

PENGARUH PEMBERIAN PATI JAGUNG DAN UBI KAYU HASIL MODIFIKASI DENGAN ENZIM PULLULANASE TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS WISTAR (Rattus novergicus) PENGARUH PEMBERIAN PATI JAGUNG DAN UBI KAYU HASIL MODIFIKASI DENGAN ENZIM PULLULANASE TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS WISTAR (Rattus novergicus) SKRIPSI Oleh: AHMAD NASRURRIDLO NIM. 06520018 JURUSAN

Lebih terperinci

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MELALUI METODE DISCOVERY-INQUIRY PADA SISWA KELAS VII SMP N 5 SUKOHARJO SKRIPSI

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MELALUI METODE DISCOVERY-INQUIRY PADA SISWA KELAS VII SMP N 5 SUKOHARJO SKRIPSI PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MELALUI METODE DISCOVERY-INQUIRY PADA SISWA KELAS VII SMP N 5 SUKOHARJO SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Menyelesaikan Studi Program Strata Satu

Lebih terperinci

PERAN PENDIDIKAN BACA TULIS AL-QURAN SEBAGAI MUATAN LOKAL DALAM UPAYA MEMBENTUK KARAKTER KEPRIBADIAN SISWA STUDI DI SMP TRI BHAKTI NAGREG

PERAN PENDIDIKAN BACA TULIS AL-QURAN SEBAGAI MUATAN LOKAL DALAM UPAYA MEMBENTUK KARAKTER KEPRIBADIAN SISWA STUDI DI SMP TRI BHAKTI NAGREG PERAN PENDIDIKAN BACA TULIS AL-QURAN SEBAGAI MUATAN LOKAL DALAM UPAYA MEMBENTUK KARAKTER KEPRIBADIAN SISWA STUDI DI SMP TRI BHAKTI NAGREG IRA YUMIRA EMAIL: http // i.yumira@yahoo.co.id STKIP SILIWANGI

Lebih terperinci

HUBUNGAN PANJANG TUNGKAI DAN POWER OTOT TUNGKAI DENGAN KEMAMPUAN LARI JARAK 100 METER PADA SISWA PUTRA KELAS VIII SMP NEGERI 17 PALEMBANG

HUBUNGAN PANJANG TUNGKAI DAN POWER OTOT TUNGKAI DENGAN KEMAMPUAN LARI JARAK 100 METER PADA SISWA PUTRA KELAS VIII SMP NEGERI 17 PALEMBANG HUBUNGAN PANJANG TUNGKAI DAN POWER OTOT TUNGKAI DENGAN KEMAMPUAN LARI JARAK 100 METER PADA SISWA PUTRA KELAS VIII SMP NEGERI 17 PALEMBANG Skripsi Oleh : MUHAMMAD JULKANI Nomor Induk Mahasiswa 06101406005

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh YULIA PUJI ASTUTI NIM. 3214083025

SKRIPSI. Oleh YULIA PUJI ASTUTI NIM. 3214083025 PENGEMBANGAN MODUL DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME KUBUS DAN BALOK UNTUK SISWA KELAS VIII SMPN 2 SUMBERGEMPOL TULUNGAGUNG SKRIPSI Oleh

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh : Mevi Isnaini Rizkiyana NIM 080210201025

SKRIPSI. Oleh : Mevi Isnaini Rizkiyana NIM 080210201025 PENINGKATAN MINAT BACA ANAK MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA DI KELOMPOK B4 TAMAN KANAK-KANAK (TK) AL-AMIEN KECAMATAN PATRANG KABUPATEN JEMBER TAHUN PELAJARAN 2011/2012 SKRIPSI Oleh :

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Belajar dan Pembelajaran 1. Belajar a) Pengertian Belajar Hakikat belajar adalah proses mendapatkan pengetahuan dengan membaca dan menggunakan pengalaman sebagai pengetahuan

Lebih terperinci

TEKNIK NON TES: Telaah atas Fungsi Wawancara dan Kuesioner dalam Evaluasi Pendidikan

TEKNIK NON TES: Telaah atas Fungsi Wawancara dan Kuesioner dalam Evaluasi Pendidikan TEKNIK NON TES: Telaah atas Fungsi Wawancara dan Kuesioner dalam Evaluasi Pendidikan Oleh: Sitti Mania ABSTRACT: Evaluation in the world education constitutes an absolute activity, because, evaluation

Lebih terperinci

PENGARUH INTENSITAS MENGIKUTI PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR AN TERHADAP KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR AN SISWA DI MTs. IHYAUL ULUM WEDARIJAKSA PATI

PENGARUH INTENSITAS MENGIKUTI PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR AN TERHADAP KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR AN SISWA DI MTs. IHYAUL ULUM WEDARIJAKSA PATI PENGARUH INTENSITAS MENGIKUTI PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR AN TERHADAP KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR AN SISWA DI MTs. IHYAUL ULUM WEDARIJAKSA PATI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh

Lebih terperinci

Wilis Tinah Program Studi PG-PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya

Wilis Tinah Program Studi PG-PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP BILANGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBERIAN TUGAS MELALUI MEDIA POHON BILANGAN PADA ANAK KELOMPOK A DI TK AVICENNA SURABAYA Wilis Tinah Program Studi PG-PAUD, Fakultas

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan untuk. Oleh: AH A 310060149

SKRIPSI. Diajukan untuk. Oleh: AH A 310060149 ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI GURU BAHASA INDONESIA DALAM INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH 7 BANYUDONO BOYOLALI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Menyelesaikan

Lebih terperinci

Surakarta) SKRIPSI. Diajukan Untuk

Surakarta) SKRIPSI. Diajukan Untuk ANALISIS PENGARUH DESAIN, KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HANDPHONE SAMSUNG (Studi Pada Mahasiswa FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA MINAT BACA DENGAN KEMAMPUAN MEMAHAMI BACAAN SISWA KELAS V SD SE-GUGUS II KECAMATAN GEDONGTENGEN KOTA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2011/2012

HUBUNGAN ANTARA MINAT BACA DENGAN KEMAMPUAN MEMAHAMI BACAAN SISWA KELAS V SD SE-GUGUS II KECAMATAN GEDONGTENGEN KOTA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2011/2012 HUBUNGAN ANTARA MINAT BACA DENGAN KEMAMPUAN MEMAHAMI BACAAN SISWA KELAS V SD SE-GUGUS II KECAMATAN GEDONGTENGEN KOTA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2011/2012 SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI PANCASILA PADA MASA ORDE BARU SKRIPSI

IMPLEMENTASI PANCASILA PADA MASA ORDE BARU SKRIPSI IMPLEMENTASI PANCASILA PADA MASA ORDE BARU SKRIPSI Oleh Muh. Arif Candra Jaya NIM 070210302105 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Lebih terperinci

ALAT PERAGA MATEMATIKA SEDERHANA UNTUK SEKOLAH DASAR. Oleh : Drs. Ahmadin Sitanggang, M.Pd Widyaiswara LPMP Sumatera Utara

ALAT PERAGA MATEMATIKA SEDERHANA UNTUK SEKOLAH DASAR. Oleh : Drs. Ahmadin Sitanggang, M.Pd Widyaiswara LPMP Sumatera Utara ALAT PERAGA MATEMATIKA SEDERHANA UNTUK SEKOLAH DASAR Oleh : Drs. Ahmadin Sitanggang, M.Pd Widyaiswara LPMP Sumatera Utara LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (LPMP) SUMATERA UTARA 2013 Jl. Bunga Raya No.

Lebih terperinci

ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU (APKG)

ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU (APKG) ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU (APKG) PETUNJUK 1. Kumpulkan dokumen perangkat dari guru sebelum pengamatan, cacatan hasil pengamatan selama dan sesudah, serta cacatan kemajuan dan hasil belajar peserta

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA ANAK KELOMPOK B

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA ANAK KELOMPOK B Pada Anak Kelompok B Anak Kelompok Aa MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA ANAK KELOMPOK B Dia Eka Cahyani Sri Setyowati PG-PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Hasil belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kualitas pembelajaran yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Hasil belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kualitas pembelajaran yang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Hasil belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Dan salah satu hal yang menentukan kualitas pembelajaran adalah

Lebih terperinci

PERSEPSI GURU TENTANG KINERJA KEPALA SMA NEGERI 10 CIPONDOH KOTA TANGERANG

PERSEPSI GURU TENTANG KINERJA KEPALA SMA NEGERI 10 CIPONDOH KOTA TANGERANG PERSEPSI GURU TENTANG KINERJA KEPALA SMA NEGERI 10 CIPONDOH KOTA TANGERANG SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Gelar Serjana Pendidikan (S.Pd)

Lebih terperinci

Dewi Indriani, Miharty, dan Jimmi Copriady Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Riau Email: dewi_indriani90@yahoo.co.id

Dewi Indriani, Miharty, dan Jimmi Copriady Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Riau Email: dewi_indriani90@yahoo.co.id PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE BENAR ATAU SALAH BESERTA ALASAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN KOLOID DI KELAS XI IPA SMA MUHAMMADIYAH 1 PEKANBARU Dewi Indriani, Miharty,

Lebih terperinci

PENERAPAN HUMAN RELATIONS DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI MUSEUM SANG NILA UTAMA SKRIPSI

PENERAPAN HUMAN RELATIONS DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI MUSEUM SANG NILA UTAMA SKRIPSI PENERAPAN HUMAN RELATIONS DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI MUSEUM SANG NILA UTAMA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi Pada Fakultas Dakwah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. agar manusia tidak terjerumus dalam kehidupan yang negatif. Pendidikan

BAB 1 PENDAHULUAN. agar manusia tidak terjerumus dalam kehidupan yang negatif. Pendidikan BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Secara umum pengertian pendidikan adalah proses perubahan atau pendewasaan manusia, berawal dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak biasa menjadi biasa, dari

Lebih terperinci