PERATURAN DAERAH KABUPATEN AGAM NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PERATURAN DAERAH KABUPATEN AGAM NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG"

Transkripsi

1 PERATURAN DAERAH KABUPATEN AGAM NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH DAN SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI AGAM, Menimbang : a. bahw a untuk mew ujudkan kepemerintahan yang baik, diperlukan adanya struktur organisasi Perangkat Daerah yang efisien dan efektif; b. bahw a untuk pengembangan struktur organisasi perangkat daerah yang efisien dan efektif, diperlukan penataan kembali Struktur Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dew an Perw akilan Rakyat Daerah, yang disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan Daerah dan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku; c. bahw a berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dew an Perw akilan Rakyat Daerah Kabupaten Agam; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Sumatera Tengah (Lembaran Negara Tahun 1956 Nomor 25); 2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegaw aian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890); 3. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4389); 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4437) Sebagaimana Telah Diubah Dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang- Undang (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4548);

2 5. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1988 tentang Koordinasi Kegiatan Instansi Vertikal di Daerah (Lembaran Negara Tahun 1988 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3373); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4741); 10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah. Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN AGAM Dan BUPATI AGAM MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG PEM BENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH DAN SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN AGAM BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kabupaten Agam; 2. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan dew an perw akilan rakyat daerah menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

3 3. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah; 4. Bupati adalah Bupati Agam; 5. Dew an Perw akilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut DPRD adalah Dew an Perw akilan Rakyat Daerah Kabupaten Agam; 6. Perangkat Daerah adalah unsur pembantu Bupati dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang terdiri dari Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah dan Kecamatan; 7. Sekretariat Daerah adalah Sekretariat Daerah Kabupaten Agam; 8. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Agam; 9. Sekretariat Dew an Perw akilan Rakyat Daerah, yang selanjutnya disebut Sekretariat DPRD, adalah Sekretariat Dew an Perw akilan Rakyat Daerah Kabupaten Agam. BAB II PEMBENTUKAN Pasal 2 Dengan Peraturan Daerah ini dibentuk Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD. BAB III SEKRETARIAT DAERAH Bagian Pertama Kedudukan, Tugas, Fungsi dan Susunan Organisasi Pasal 3 (1) Sekretariat Daerah berkedudukan sebagai unsur Staf Pemerintah Daerah. (2) Sekretariat Daerah dipimpin oleh seorang Sekretaris Daerah yang berada di baw ah dan bertanggung jaw ab kepada Bupati. Pasal 4 (1) Sekretariat Daerah mempunyai tugas dan kew ajiban membantu Bupati dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah. (2) Dalam menyelenggarakan tugas dan kew ajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal ini, Sekretariat Daerah mempunyai fungsi : a. penyusunan kebijakan pemerintahan daerah; b. pengkoordinasian pelaksanaan tugas dinas daerah dan lembaga teknis daerah; c. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintahan daerah; d. pembinaan administrasi dan aparatur pemerintahan daerah; e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. (3) Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Sekretaris Daerah dibantu oleh Asisten Sekretaris Daerah. (4) Asisten Sekretaris Daerah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya berada di baw ah dan bertanggung jaw ab kepada Sekretaris Daerah.

4 Pasal 5 (1) Susunan Organisasi Sekretariat Daerah terdiri dari : a. Sekretaris Daerah; b. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, membaw ahkan : 1) Bagian Administrasi Pemerintahan Umum, membaw ahkan : a) Sub Bagian Otonomi Daerah; b) Sub Bagian Perangkat dan Penataan Daerah; c) Sub Bagian Kerjasama Antar Lembaga dan Antar Daerah. 2) Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan, membaw ahkan : a) Sub Bagian Kesatuan Bangsa, Politik, Sosial dan Tenaga Kerja; b) Sub Bagian Pendidikan, Kesehatan, Agama, Pemuda dan Olahraga; c) Sub Bagian Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan. 3) Bagian Administrasi Pertanahan, membaw ahkan : a) Sub Bagian Perencanaan dan Pengadaan Tanah; b) Sub Bagian Perizinan dan Pemanfaatan; c) Sub Bagian Penyelesaian Pertanahan; c. Asisten Pembangunan dan Perekonomian, membaw ahkan : 1) Bagian Administrasi Pembangunan, membaw ahkan : a) Sub Bagian Pengendalian Program; b) Sub Bagian Pengendalian Administrasi Pembangunan; c) Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan. 2) Bagian Administrasi Sumber Daya Alam, membaw ahkan : a) Sub Bagian Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan; b) Sub Bagian Pertambangan dan Energi; c) Sub Bagian Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan; 3) Bagian Administrasi Perekonomian, membaw ahkan : a) Sub Bagian Bina Sarana Perekonomian; b) Sub Bagian Bina Produksi; c) Sub Bagian Bina Kelembagaan. d. Asisten Administrasi Umum, membaw ahkan : 1) Bagian Hukum, membaw ahkan : a) Sub Bagian Perundang-undangan; b) Sub Bagian Bantuan Hukum; c) Sub Bagian Dokumentasi dan Sosialisasi Hukum. 2) Bagian Organisasi, membaw ahkan : a) Sub Bagian Ketatalaksanaan; b) Sub Bagian Kelembagaan dan Analisis dan Formasi Jabatan; c) Sub Bagian Kepegaw aian Sekretariat Daerah. 3) Bagian Umum, membaw ahkan : a) Sub Bagian Tata Usaha dan Keuangan; b) Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan; c) Sub Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokoler.

5 (2) Asisten Sekretaris Daerah dipimpin oleh seorang Asisten yang berada di bawah dan bertanggungjaw ab kepada Sekretaris Daerah. (3) Bagian dan Sub Bagian dipimpin oleh seorang Kepala Bagian dan Kepala Sub Bagian yang berada di baw ah dan bertanggungjaw ab kepada Asisten Sekretaris Daerah dan Kepala Bagian. (4) Bagan susunan organisasi Sekretariat Daerah adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Daerah ini. BAB IV STAF AHLI Pasal 6 (1) Dengan Peraturan Daerah ini dibentuk staf ahli Bupati. (2) Pengangkatan Staf Ahli berdasarkan kebutuhan daerah; (3) Susunan, tugas dan fungsi staf ahli Bupati ditetapkan oleh Bupati. BAB V SEKRETARIAT DPRD Bagian Pertama Kedudukan, Tugas, Fungsi dan Susunan Organisasi Pasal 7 (1) Sekretariat DPRD berkedudukan sebagai unsur pelayanan terhadap DPRD Kabupaten Agam. (2) Sekretariat DPRD dipimpin oleh seorang Sekretaris DPRD yang secara teknis operasional berada dibaw ah dan bertanggung jaw ab kepada Pimpinan DPRD dan secara administratif bertanggungjaw ab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Pasal 8 (1) Sekretariat DPRD mempunyai tugas menyelenggarakan administrasi kesekretariatan DPRD, administrasi keuangan DPRD, mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD, dan menyediakan serta mengkoordinasikan tenaga ahli yang diperlukan oleh DPRD sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretariat DPRD mempunyai fungsi : a. penyelenggaraan administrasi kesekretariatan DPRD; b. penyelenggaraan administrasi keuangan DPRD; c. penyelenggaraan rapat-rapat DPRD; d. penyediaan dan pengkoordinasian tenaga ahli yang diperlukan oleh DPRD; e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

6 Pasal 9 (1) Susunan Organisasi Sekretariat DPRD terdiri dari : a. Sekretaris; b. Bagian Umum, membaw ahkan : a) Sub Bagian Tata Usaha dan Kepegaw aian; b) Sub Bagian Perlengkapan dan Aset; c) Sub Bagian Protokol dan Perjalanan. c. Bagian Publikasi dan Dokumentasi, membaw ahkan : a) Sub Bagian Publikasi; b) Sub Bagian Dokumentasi. d. Bagian Pelayanan Alat Kelengkapan, membaw ahkan : a) Sub Bagian Pelayanan Komisi; b) Sub Bagian Pelayanan Non Komisi; c) Sub Bagian Hukum. e. Bagian Keuangan, membaw ahkan : a) Sub Bagian Anggaran dan Penatausahaan Keuangan; b) Sub Bagian Verifikasi, Akuntansi dan Pelaporan. f. Kelompok Jabatan Fungsional. (2) Masing-masing Bagian dan Sub Bagian sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipimpin oleh seorang Kepala Bagian dan Kepala Sub Bagian yang berada di baw ah dan bertanggungjaw ab kepada Sekretaris DPRD dan Kepala Bagian. BAB VI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 10 Kelompok Jabatan Fungsional melaksanakan sebagian tugas Pemerintah Daerah sesuai dengan keahlian dan kebutuhan. Pasal 11 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga dalam jenjang Jabatan Fungsional yang diatur dan ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; (2) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana tersebut pada ayat (1) pasal ini dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang diangkat dan diberhentikan oleh Bupati; (3) Jumlah dan jenis serta jenjang tenaga fungsional sebagaimana tersebut pada ayat (1) pasal ini diatur dan ditetapkan oleh Bupati berdasarkan kebutuhan dan beban kerja serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana yang tersebut pada ayat (1) Pasal ini diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; (5) Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

7 BAB VII TATA KERJA Pasal 12 Dalam melaksanakan tugas setiap pimpinan Unit Organisasi dan Kelompok Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masingmasing maupun antar Satuan Organisasi di lingkungan Pemerintah Daerah serta dengan instansi lain diluar Pemerintah Daerah sesuai dengan tugas masing-masing. Pasal 13 Setiap Pimpinan Satuan Organisasi w ajib mengaw asi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 14 Setiap Pimpinan Satuan Organisasi w ajib bertanggungjaw ab memimpin dan mengkoordinasikan baw ahan masing-masing dan memberi bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas baw ahannya. Pasal 15 Setiap Pimpinan Satuan Orgnisasi Wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggungjaw ab kepada atasan masing-masing dan menyiapkan laporan berkala tepat pada waktunya. Pasal 16 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan Satuan Organisasi dari baw ahannya, wajib diolah dan diproses serta dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada baw ahannya. Pasal 17 Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada atasan, tembusan laporan w ajib disampaikan pula kepada Satuan Organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Pasal 18 Dalam melaksanakan tugas setiap Pimpinan Satuan Organisasi dibantu oleh Satuan Organisasi dibaw ahnya, dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada baw ahannya masing - masing, wajib mengadakan rapat berkala. BAB VIII ESELONERING PERANGKAT DAERAH Pasal 19 (1) Sekretaris Daerah adalah jabatan eselon IIa; (2) Staf Ahli, Asisten Sekretaris Daerah dan Sekretaris DPRD adalah jabatan eselon IIb; (3) Kepala Bagian adalah jabatan eselon IIIa; (4) Kepala Sub Bagian adalah jabatan eselon IVa.

8 BAB IX PEMBIAYAAN Pasal 20 Pembiayaan Perangkat Daerah dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan dana lainnya yang sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 21 Pemanfaatan personil, pembiayaan, peralatan dan dokumen yang berasal dari perangkat pemerintah diatur lebih lanjut oleh Bupati. BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 22 Penjabaran tugas dan fungsi masing-masing Perangkat Daerah ditetapkan dengan Peraturan Bupati. Pasal 23 Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini, maka segala ketentuan yang mengatur materi yang sama dengan Peraturan Daerah ini dinyatakan tidak berlaku lagi. Pasal 24 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan Pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Agam. Ditetapkan di Lubuk Basung pada tanggal 3 Juli 2008 BUPATI AGAM, Diundangkan di Lubuk Basung pada tanggal 3 Juli 2008 Plt. SEKRETARIS DAERAH, ARISTO MUNANDAR SYAFIRMAN, SH NIP LEMBARA N DAERAH KABUPA TEN AGA M TA HUN 2008 NOMOR 4

9 PENJELASAN A T A S PERATURAN DAERAH KABUPATEN AGAM NOMOR 4 TAHUN 2008 T E N T A N G PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH DAN SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH I. UMUM Kebijakan Otonomi Daerah yang dianut dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, secara eksplisit memberikan otonomi yang luas kepada Pemerintah Daerah untuk mengurus dan mengelola berbagai kepentingan dan kesejahteraan masyarakat daerah. Pemerintah Daerah harus mengoptimalkan pembangunan daerah yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat. Melalui Undang- Undang Nomor 32 Tahun 2004, Pemerintah Daerah dan masyarakat di daerah lebih diberdayakan sekaligus diberi tanggung jaw ab yang lebih besar untuk mempercepat laju pembangunan daerah. Dasar utama penyusunan perangkat daerah dalam bentuk suatu organisasi adalah adanya urusan pemerintahan yang menjadi kew enangan daerah, yang terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan, namun tidak berarti bahw a setiap penanganan urusan pemerintahan harus dibentuk ke dalam organisasi tersendiri. Sehingga dalam implementasi penataan kelembagaan Perangkat Daerah pada prinsipnya terw adahinya fungsi-fungsi pemerintahan tersebut pada masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah. Dalam penataan kelembagaan perangkat daerah agar kelembagaan tersebut efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan harus memperhatikan : 1. Urusan w ajib dan pilihan yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah; 2. Visi dan misi Pemerintah Kabupaten Agam; 3. Karakteristik, potensi dan kebutuhan daerah; 4. Kemampuan keuangan daerah; 5. Ketersediaan sumberdaya aparatur; 6. Pengembangan pola kerjasama antar daerah atau dengan pihak ketiga. II. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Pasal 2

10 Pasal 3 Pasal 4 Pasal 5 Pasal 6 Pasal 7 Pasal 8 Pasal 9 Pasal 10 Pasal 11 Pasal 12 Pasal 13 Pasal 14 Pasal 15 Pasal 16 Pasal 17 Pasal 18 Pasal 19 Pasal 20 Pasal 21 Pasal 22 Pasal 23 Pasal 24